Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Merangkul pemilih muda via FB. Pilih pemimpin amanah, cerdik, bernyali.

leave a comment »

Pemimpin bernyali

Empat tokoh yang tengah digadang-gadang jadi kandidat presiden 2014 : Abraham Samad ( ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ), Dahlan Iskan ( menteri BUMN, pemilik Jawa Pos Group ), Mahfud MD ( ketua Mahkamah Konstitusi ) dan Jusuf Kalla ( mantan wapres RI, pemilik Kalla Group ). Di luar itu ada Jokowi ( gubernur DKI Jakarta, mantan walikota Solo ) yang diusung PDIP. Sebagian menunggu karyanya di Jakarta, sebelum benar2 positif mendukungnya. Kalau persoalan banjir menahun dan kemacetan parah bisa diselesaikan dengan brilian, siapa tahu bisa seperti Ahmadinejad ( mantan walikota Teheran ) yang terpilih 2 kali sebagai presiden Iran. Kita tunggu gebrakan nyali kelima beliau ini. Siapa yang paling berani membela kepentingan rakyat sekaligus menjaga wibawa Indonesia di mata dunia ? Buat diri kita bernyali dan pro rakyat juga, supaya bisa mengukur, siapa yang benar2 pantas menyandang RI- 1.

Kampanye dimulai. Semua jurkam, tim sukses calon, menggunakan pelbagai cara, media, untuk menggolkan tuannya. Media sosial, diantaranya. Facebook diakses  44, 6 juta orang di Indonesia ( terbesar ke-2 dunia ). Blog 5,2 juta ( terbesar ke-2 dunia ). Twitter ( 19,5 juta. terbesar ke-5 dunia. Bahasa Indonesia, bahasa ketiga terbanyak digunakan di Twitter ). Facebooker lebih banyak dari blogger dan tweeps di Indonesia. Saya berkepentingan Indonesia menjadi negeri yang lebih baik bagi rakyatnya. Karena membuat WNI menjadi negarawan tidak mudah, perlu waktu lama, maka sambil jalan saya mengarahkan sebanyak mungkin WNI yang saya temui ( offline maupun online ) memilih pemimpin yang amanah, cerdik dan bernyali, menjelang pilgub Jawa Barat ( 24 Februari 2013 ), pilwalkot ( 23 Juni 2013 ), pileg ( 2014 ) dan pilpres ( 2014 ).

Saya tahu, Facebook dibilang digunakan Barat untuk mengorek identitas user dan sarana menumbangkan pemerintahan yang sah di pelbagai negara yang tak pro Barat. Saya juga sering dikirimi photo roll yang diklik ternyata iklan poker ( judi. Saya kuatir, dari 55 juta orang pengguna internet di Indonesia ( terbesar ke-2 di Asia ) sebagian adalah pecandu game online, yang sebagian judi. Anda banyak menjumpai warung game-net ini di dekat kampus dan sekolah. Bagaimana masa depan sebagian generasi penerus bangsa yang apatis, invidualis, asosial ini, yang melongo ketika ditanya soal perpolitikan, perekonomian, nasionalisme, kebudayaan, dll, di tanah air ? Anda seperti bicara dengan tembok  ). Tapi, saya harus realistis. Menjangkau mereka di tempat terburuk sekalipun.

Nyebur ke belanga bernila, persaingan king maker. Siapa paling memikat ?

Ada nila separuh belanga, bukan berarti membuang susu sebelanga. Seperti juga seorang anak ditegur, dinasehati orang tua, biarkan 1-2 pendapat anak yang belum bernalar matang ini bertentangan, sepanjang tak membahayakan jiwanya ( tak prinsipil ). Jangan semua kebenaran dimiliki satu orang, sepanjang apa pun gelar titelnya. Tak ada seorang pun yang rela menjadi subordinat orang lain. Setara lebih menyerap, jika ini soal hati ke hati berujung tindakan.”Begitu gemuk dan laparnya saya, sampai kuda pun saya makan bulat-bulat”, kata Garfield ( film animasi bioskop ) yang berprofesi sebagai pelawak panggung. Setelah kucing oranye itu berani mentertawakan dirinya ( memposisikan diri sama tak sempurnanya dengan audiens ), baru para penonton tertawa kembali.

Soal Obama ( less devil ). Dengan sistem yang begitu Hawkish ( karakter dimana kekerasan dan agresivitas sebagai sikap utama mencapai tujuan politik ) selama ratusan tahun, saya tak melihat ada figur lain di Amerika sekarang yang berani berjibaku secara heroik. Gerakan rakyat di sana juga sulit berbuah, karena kapitalisme sudah mendarah daging, mengurangi kuantitas dan kualitas. Terlalu lama berada di zona nyaman, sulit mengumpulkan massa dengan jumlah signifikan yang solid heroik. They can’t help themselves, I said. Mesti ada faktor di luar Amerika yang mampu menjungkirbalikkan tatanan neokons tamak itu, seperti bencana dahsyat, gempa raksasa, dsb, yang membangkrutkan pundi2 uang zionis. People power baru terdengar lantang menggetarkan segelintir penguasa itu jika tembok berlindung, senjata pembungkam, yang bikin mereka budek selama ini runtuh. Sriwijaya runtuh ketika pelabuhan lautnya yang mendangkal karena erosi tak bisa dilewati kapal lagi. No money. Satu persatu daerah kekuasaan melepaskan diri. ( sebelum AS adidaya, Indonesia kan adidaya duluan. Kita sudah pengalaman ).

Jadi, mari adu argumen, pengaruh, di jejaring sosial. Siapa yang dipilih akhirnya ( right or wrong person ) tergantung kegigihan, daya pikat king maker (tentu seizin Allah Swt ). So, join the club, people ..

——————————————————————————————————————————–

Saya ( KW2-nya, he3x.. identitas pelukis nan komersil. KW1 di GP & C, penulis nan idealis ) di Facebook mulai rajin update status setelah seorang konsumen lukis saya, Iwan S, kerap meng-update kegiatan sekda Kota Bandung, Edi Siswadi ( bakal calon walikota Bandung 2013 ) di FB. They’re in ? I’m in..

Mutakhir, tetap Indonesia, dengan kain tradisi mendunia ( FB-ku 20/1/2013 )

Kain jumputan kita dipakai label mode dunia ? Iya, tapi dengan teknik cetak. Gemas karenanya, Dian Pelangi lalu rajin berpameran di luar negeri dengan celup ikat pada busana muslim. Peminatnya membludak, bahkan termasuk konsumen non muslim.

Nita Azhar, pemilik label Batik Soga, memilih kain panjang batik sebagai media pengabdian budaya dan kreativitasnya. Kain sudah berpola sebelum dibatik. Kain panjang batik diikat, dililit atau dibuat menyerupai gaun malam dengan sematan dan draperi. Selain mengembangkan motif asli batik Jawa, desainer yang akan berpameran di Meksiko dan Jepang tahun ini, juga menggali motif cual Bangka Belitung. Batik bermotif cual.

Menyiasati konsumen mode Indonesia yang terpapar tren mode dunia, Lenny Agustin melipat-lipat kain Indonesia ( jumputan, tenun, dll ) seperti origami ( Jepang ) pada rok pensil. Siluet kebaya menjadi blus. Vintage ( gaya lawas ) nan futuristik.

Kain tradisi memang oke. Ketika dunia heboh dengan siluet longgar, bangsa Indonesia sudah ratusan tahun lalu menggunakannya ( baju bodo dari Sulawesi Selatan, misalnya ). Tak perlu selalu mengacu pada tren mode dunia, kata Didiet Maulana ( Kompas, 30/12/2012 ). Indonesia begitu kaya dengan struktur teknik potong dan beragam siluet. Bisa tampil klasik maupun mutakhir dalam ritme kebudayaan modern. Nyaman, modern dan tetap Indonesia. Mau ?

Cacian rasis di Twitter ? Itulah isi otak pemaki ( FB-ku, 18/1/2013 )

Cacian rasis biasa di Twitter ? Anj***, gob*** juga biasa di game-net. Serapah yang ditolerir ini lalu dipentaskan di jalanan ketika 2 motor bersenggolan. Risih ? Seorang tweeps ( klaimnya) dengan ribuan follower, di acara “Kabar Utama”- TVOne menyalahkan orang sensitif yang bereaksi keras ketika diumpat seenak udel. Negeri ini bisa ambruk kalau tiap orang bebas menghina, ( tanpa UU ITE ) kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ).

Kata-katamu itulah isi otakmu. Kalau intelek ( terpelajar ), yang terucap mestinya santun. Yang nggak sekolah ( atau nyantri ), dimaklumi kalau terlontar kasar. Jempol kalau bisa sopan. TV nasional ditonton jutaan orang ( ILC ditonton 120 juta pemirsa ). Banyak anak ( bahkan pemuda ) yang belum bernalar matang. Pengguna Twitter ( Tweeps ) di Indonesia, 19, 5 juta orang ( terbesar ke-5 di dunia ). Facebook ( Facebooker ) 44, 6 juta orang. Pengguna internet, 55 juta orang ( terbesar ke-2 di Asia. Pengguna ponsel, 48 % dari 245 juta penduduk ( terbesar ke-1 di Asia ).

Di acara “Oprah Show”, ketika Tom Cruise melompat ke sofa ( saking antusiasnya mendapat anak pertama ), langsung ditegur Oprah Winfrey, sebagai perilaku tidak sopan.”You’re on National TV, Tom !”. Saya harap, sebagai bangsa Timur yang peradabannya lebih tua dari Barat, bisa lebih sopan dari itu. Nggak lucu, kan, kalau negara tetangga melihat cacian rasis di TV nasional kita. Lebih siip lagi, kalau di ruang publik maya, kita pun ( Twitter, Facebook, dll ) bersih dari caci maki dan SARA. We are a great nation, remember? Can we ?

RSBI kembalilah bersama warga sebangsa setanah air. Sama rasa, sama kebanggaan. ( FB-ku, 17/1/2013 )

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI ) dihapuskan dari bumi pertiwi ? Setelah Mahkamah Konstitusi ( MK ) mengabulkan permohonan uji materi atas Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pada semester baru 2013, siswa RSBI mesti kembali ke habitatnya, kelas reguler ( sistem non RSBI ).

Pertimbangan MK : karena RSBI dan SBI melanggar konstitusi ( biaya mahal, diskriminasi pendidikan, kastanisasi, bahasa Inggris/ pengantar-nya mengikis jati diri bangsa, melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa ). Pak Mahfud dan MK memang oye .. ( tahu yang saya inginkan, he3x.. )

Seorang penulis mengeritik sebagian perilaku WNI yang bela-belain anaknya masuk RSBI. No matter what. ( padahal disinyalir eksklusif, cenderung mendewakan materi, merasa ‘lebih’ dari sekolah reguler yg tidak menerima dana ekstra dari APBN dan APBD ( ICW sedang mengusutnya )). Segala yang berlabel internasional ( berbau asing ) seolah menginferiorkan mereka ( merasa lebih keren, bergengsi ). Inlander syndrome. Mulai melirik seni tradisi juga gara2 masyarakat internasional mengagumi warisan budaya kita.

Pada kalimat terakhir, saya rasa si penulis bisa juga kebablasan ( over pede ). Masyarakat internasional, termasuk juga Iran, Korsel, Jepang, dll, yang sangat apik menjaga tradisi. Ibarat dalam satu kelas, kalau si juara umum mengagumi kepandaian menari ( ekskul ) si rangking 5, bukan berarti si 5 itu inlander, inferior ( kalau ia menyadari kelebihannya dan memaksimalkan keunggulannya itu setelah dipuji si juara umum ).

Terkadang kita baru sadar setelah diberitahu ( kelebihan, kekurangan kita ) dari sudut pandang orang lain ( yang kredibel ).  Apalagi kalau disusul kerja keras nan cerdas memanfaatkan keunggulan itu untuk menyemangati sektor2 lain ikutan unggul sampai mengharumkan nama bangsa dan menggerakkan generasi penerusnya. Kalau yang ini jelas bukan inlander yang inferior, melainkan si cerdik yang hebat. ( belum narsis kan ? he3x.. ).

Proporsional-lah dalam menilai bangsa dan negara ini. Indonesia perlu juga dipuji dan dibanggakan ( diblow-up kalau perlu ) agar warganya merasa memiliki dan menjaganya sepenuh hati.

Susah alhamdulillah. Syukur sepanjang nafas ( FB-ku, 15/1/2013 )

Syukurilah kesulitan, karena kesulitan mengantar kita pada hasil yang lebih dari yang kita bayangkan. Wisdom buletin Jumat lagi.

Saya pernah mengerang, menggerutu, mengeluh, ketika masalah bertubi-tubi datang tak habis-habisnya. 9 tahun lamanya ! Dari sejak bapak saya meninggal mendadak karena stroke, ibu menangis tiada henti sampai 2 mata tak bisa melihat ( mendadak katarak ), kakak sulung nyaris dikeluarkan dari pekerjaan, depresi ( sampai kerasukan jin ! ), istrinya juga ikut depresi ( kerasukan jin juga, Masya Allah.. ), kakak kedua nyaris bercerai karena suaminya kedapatan selingkuh, adik juga tidak cocok di tempat kerja ( lalu 2 tahun menghilang tanpa kabar ! ).

Mana pembantu kami kedapatan pacaran dengan suami tetangga sampai dikeroyok massa. Orang yang diserahi bapak tugas mengurus rumah kost-an melarikan uang dan perabot kami. Saya sampai terkapar 3 minggu karena itu, kecapekan, lalu jatuh sakit. Wualahh ..

Sampai pada satu titik ( nyaris tak tertahankan ), saya tobat, sholat teratur 5 waktu pertama kali ( sampai mendapat mimpi itu ), baru berangsur-angsur masalah bisa diurai dan diselesaikan. We’re doing okay right now.

Baru tersadar sekarang, rentetan masalah dan solusi tersebut menjadikan saya lebih jernih melihat persoalan ( karena serabut otak bertambah, dipaksa menggunakannya hingga batas limit, sebelum ikut gila .. he3x ), lebih sabar dan lebih integral ( menyeluruh ) sekaligus cermat melihat segala sesuatu ( detail sangat penting, memilih detail yang penting dari banjir informasi juga penting. Ketrampilan ini melibatkan intuisi, feeling yang dilatih dari seni lukis dan serangkaian pengalaman yang diberikan-Nya ).

Masalah kompleks, overlapping dalam satu waktu yang harus diselesaikan segera ( kalau tidak, kakak out atau ibu buta selamanya. Pilih kakak atau ibu ? Seperti makan buah simalakama ) bisa berguna melihat kompleksnya masalah yang menimpa Indonesia saat ini.

Benar, saya yang dulu menatap pelayan toko saja nggak berani ( saking malu dan nggak pedenya, karena kerap dicela kakak dan ortu ), sekarang malah rajin ngajak pemilik toko atau tempat usaha ( bahkan sejumlah dedengkot Kota Bandung ), dengan pede ( bahkan nyaris agresif, he3x.. ) untuk bekerjasama mempromosikan lukisan potret dan seni budaya Indonesia. Blessing in disquise. Lebih dari saya bayangkan. Stronger.

Terinspirasi Dahlan Iskan : Hidup alhamdulillah, mati alhamdulillah .. susah juga ALHAMDULIL.. LAH..

Menikahlah jika siap. Terimalah yang bermasa depan. ( FB-ku, 14/1/2013 )

Jangan mau menerima pria apa adanya. Terimalah pria dengan masa depan yang ingin dan berusaha ia dapatkan. Nggak biasa ya, dengar kalimat begitu. Tapi bener, ini pria yang ngomong. Mario Teguh, di acara “Golden Ways”-MetroTV, Minggu, ( 13/1/2013 ), jam 19.05-20.00. Bener juga, sih. Saya lihat, banyak cewek mendapat pasangan di bawah standar dia. Seperti asal kawin. Asal lelaki itu bernafas. Nggak kerja, pemalas atau kelakuan minus, tak terlalu peduli.

Setelah kawin, lalu bertengkar di depan anak2, KDRT, membunuh anak kandung, masuk bui, RSJ atau bunuh diri. Nggak tanggung jawab, mikir jangka pendek.

Menikahlah jika anda benar2 siap. Yang tahu siap itu anda sendiri, bukan orang tua, saudara, teman2 atau penceramah, kata penulis “Eat, Pray, Love”. Menikah adalah komitmen jangka panjang. Seumur hidup. Kawin kok main2, seperti sebuah iklan minyak kayu putih.

Kendalikan hidup kita, dengan kesadaran penuh. Pilih yang terbaik. Kebahagiaan kita tak ditentukan orang lain, tapi oleh diri kita sendiri. Apa yang kita lakukan ( pilih, putuskan ) hari ini, akan menentukan kebahagiaan di masa depan.

Kristenisasi di depan mata ? Tangkal dengan api Islam. ( FB-ku, 12/1/2013 )

“UMAT ISLAM AKAN PECAH JADI 73 GOLONGAN !!”, teriak pengunjung C, seraya menuding telunjuknya ke wajah saya. “MANA JURU SELAMATMU !!”, sambung dia tak kalah menggelegar. Alis saya mengernyit, ada apa dengan bapak ini ? ( 60 th ). Tahu2 sudah berdiri di depan saya, siang bolong, mengeluarkan rentetan suara tanpa jeda. Saya tengadah dari lukisan saya, break sebentar, mencoba sopan pada bapak Nasrani ini. ( sebetulnya kepengen ngeloyor saja, beli ubinya Pak Suherman ).

“Kalian menganggap putri cantik, padahal tidak cantik2 amat,” timpal seorang bapak lain, mengaku dari Maluku, penganut Kristen, yang sudah mengentaskan anjal ( anak jalanan ) sekitar C. Lho, apalagi ? Perasaan saya tadi sudah membantunya mencari colokan listrik untuk tes chargernya. Saya juga nggak bicara aqidah.”Saya terus terang kasihan sama anda”, sambungnya, seraya nyengir pede ( ekspresi meremehkan ).

Begitu terkenalkah saya, sampai perlu 5 orang non muslim datang mempertanyakan agama saya ? Apa saja yang kalian dengar di gereja ? Kok, pada jadi misionaris ? Bukankah sudah disepakati ( konsensus, konstitusi ), di negeri ini tidak diperbolehkan menyebarkan agama pada orang yang sudah beragama ?

Bapak tertua masih menceramahi saya tanpa henti. Karena kerjaan saya masih banyak, akhirnya dengan suara tak kalah lantang saya timpa kata2nya,”GANTIAN NGOMONGNYA, PAK. INI BUKAN MONOLOG, TAPI DIALOG. BAPAK DENGAR SAYA JUGA !!”. Beberapa pkl menoleh ke arah kami. Si bapak terhenti ( mungkin kaget, ini ‘bocah ingusan’ berani menyentak orang tua, pikirnya ). Saya tak peduli. Kalau sudah menjelekkan Allah, Rasul dan Islam, siapa pun saya ladeni untuk debat di tempat terbuka.

“Bedakan ‘putri cantik’ ( Islam ) dengan perbuatan sebagian pemeluknya ( muslim ). Islam itu indah, dari Sang Maha Indah, namun sebagian yang ( mengaku ) memeluknya, belum benar2 mengindahkan kitab suci kami ( Qur’an dan Sunnah ). Kekerasan atas nama agama yang bapak lihat di TV dilakukan segelintir orang yang belum paham Islam dan hakikat kemanusiaan. Pemeluk Yahudi, Nasrani, Hindu, dll, juga melakukan kekerasan di Palestina, Bosnia, Khasmir, dll. Para ekstremis yang merasa golongannya paling benar.

Yang fobia ( dan sirik ) pada Islam itu banyak. Untuk mempertahankan dominasi, hegemoni, status quo, mereka merasa perlu melakukan propaganda hitam, menjungkirbalikkan fakta, mengutak-atik ayat dalam kitab, dan memfasilitasi kelompok tertentu sampai mampu menebar teror di berbagai negara. Citra Islam sebagai agama damai dirusak, plus dagangan senjata ( dan minyak ) para sponsor laku keras dengan harga melangit. Serakah nan tamak. Perang melawan terorisme, itu judul iklannya.

Fatamorgana buatan zionis ini yang mengaburkan mata kalian sampai tercetus ‘tidak cantik’. Bapak mau diidentikkan dengan perbuatan bapak ? Bapak pernah sekali mengambil barang yang tertinggal, misalnya, lalu dituduh selamanya sebagai maling ? Mau ? Oya, pak, kami tidak membebankan dosa kami pada orang lain. Setiap muslim menanggung akibat dari perbuatannya, dengan begitu lebih bertanggungjawab dan berhati-hati dalam melangkah. Surga itu sulit diraih, kalau dijamin juru selamat, bisa santai2 kalian ( lalu kecele )… Eh, kalian ke gereja tiap Minggu ?”, kata saya.

“Saya tahu soal aqidah dari A-Z. Yang penting hatinya, bukan sembahyangnya. Itu formalitas saja,”sahut pria yang lebih muda.”Mbak mau menato saya ?”.

“Tato tak diperbolehkan dalam agama saya. Sembahyang diwajibkan dalam agama kami. Belum Islam kalau tidak sholat ( setelah ikrar syahadat ). Tidak sholat 5 waktu, masuk neraka. Sholat tiang agama,” jawab saya.

Si pemuda nyerocos lagi, khotbah maksa ( saya sudah memberi sinyal tak ingin mendengar bualannya ), lalu minta alamat dan nomor telpon saya. Saya menolak halus, maaf, saya tak sembarangan memberitahu. Si pemuda berkostum hitam metal itu terdengar kesal lalu menggerutu.”Uh, sombong ..”

Saya yang sudah jengah dan tersita waktu, lalu mengakhirinya,”Boleh saya tidak ngobrol sama anda ?”

Si pemuda ngeloyor tersinggung, dan berteriak di depan kawan satu gengnya,”BACA BUKU TENTANG PERGAULAN, MBAK !!”. Terdengar tawa cekikikan teman-temannya.

Saya pun menimpali.”ANDA JUGA, YA. BELAJAR MENERIMA PENOLAKAN. TAK BANYAK YANG INGIN BERTEMAN DENGAN ANDA !!

Sepulang dari C, saya menemukan buletin An Najiyah ( edisi 01/Jan/2013 ). Tertulis di sana :
*Jama’ah adalah apa yang selaras dengan kebenaran, sekalipun seorang diri.
* Rasulullah pernah bersabda : Umat Yahudi berpecah menjadi 71 golongan. Satu golongan di Jannah, sedangkan 70 golongan di Naar. Umat Nasrani berpecah menjadi 72 golongan. Umat Islam akan berpecah menjadi 73 golongan.
* Sabda Nabi Muhammad Saw,”Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegar di atas al-haq. Yang tidak akan terkena mudharat dari orang yang enggan menolong atau menentang mereka, sampai datang keputusan Allah, sedang mereka tetap dalam keadaan begitu.”

Anda juga merasa sebagian umat Nasrani tiba2 menantang keyakinan anda ? Gejala apa ini ? Kristenisasi Jawa Barat ? ( target non muslim : ) Indonesia, mayoritas Kristen, tahun 2020 ?

( mereka mulai merekrut anjal yang ditelantarkan negara dan sejumlah masjid kota Bandung. Anda bisa dengan mudah mendapati sikap anti anjal dari mulai pembersih toilet, penjaga mukena, sekuriti, sampai ke ustad2-nya. Lihat pandangan curiga, sinis, jijik mereka. Boro2 diijinkan masuk toilet untuk membersihkan diri. Masuk masjid, untuk mendengar ceramah, apalagi. Bagaimana mereka bisa tercerahkan dan bertahan dalam ke-Islaman ?

Fakir miskin dekat kekhufuran, juga diantaranya, disebabkan mindset pro materi-kapitalis. Lupa, siar Islam termasuk merangkul para anjal. Pengurus masjid seharusnya dipilih yang berniat ibadah, bukan cari uang, seperti ibu yang menyodorkan surat tidak mampu dari RT lalu diterima bekerja sebagai penjaga mukena. Ia akan menaruh kotak kencleng menghalangi tangga masuk, dan bertampang merengut ( masam ) melihat jamaah miskin yang tidak membeli jualan keripiknya.

Setahu saya, ada anggaran khusus dari pemkot untuk penyelenggaraan kegiatan dan pemeliharaan masjid kota. Infak justru untuk anjal, bukan dana untuk kebersihan ( pembersih ) toilet ).

Kiamat sudah dekat, tak melebihi 1500 H ( sekarang sudah 1433 H ), menurut hadits ( diucapkan juga oleh seorang ulama ). 60 tahun ( masih dalam rentang usia saya, sampai mendapat mimpi itu ).

So, we better get hurry .. ( bergegaslah, menyiapkan diri dan bangsa ini menghadapi serangkaian tanda yang disebutkan Rasulullah sebelum kiamat benar2 terjadi ).

Berkah setelah tabrakan mobil dan Bom Bali ( FB-ku, 11/1/2013 )

Produk berkelas : kerajinan perak dipadu cangkang kerang mutiara, bermula dari tabrakan mobil dan bom Bali. Blessing in disguise. Rabiah, pedagang bakso keliling di Desa Ungga, 12 km selatan Praya, ibukota Lombok Tengah, tahun 1982, tertabrak mobil. Ia menangis, harus mengganti gerobak berikut isi milik majikannya.

Si penabrak, pemilik art shop dari Desa Celuk, Bali, jatuh kasihan. Penabrak budiman ini bersedia mengganti kerugian, bahkan memboyong Rabiah ke Bali, untuk belajar dan mendalami seni kerajinan perak. Rabiah juga diijinkan membawa sekitar 300 warga desanya untuk bekerja di sejumlah art shop di Celuk dan Singapadu, Gianyar, Bali, atau magang di sentra2 industri kerajinan perak.

Bom meledak ( tahun 2002 dan 2005 ) mengoyak sendi perekonomian Pulau Dewata. Para perantau Ungga terpaksa pulang mudik, merintis kerajinan perak di desa sendiri. 200 perajin perak menyusut tinggal 35 orang, karena seni kerajinan menuntut kreativitas tinggi agar terus dicari pembeli. Yang gagal jadi perajin sejati, kembali menekuni pekerjaan sebelumnya : petani, buruh tani, buruh serabutan. Desa seluas 4,7 km2, berpenduduk 7.980 jiwa memiliki areal sawah seluas 383 hektar yang teraliri secara reguler oleh jaringan irigasi yang dibangun dalam 2 dekade.

Desa Ungga, sebetulnya strategis, di segitiga emas pengembangan Lombok Tengah : Bandara Internasional Lombok ( BIL ) berjarak 4 km dari KM 10 jalan by pass BIL, obyek wisata Kute, dan Pelabuhan Teluk Awang sebagai kawasan industri perikanan terpadu. Problemnya ( seperti di Bandung, Jawa Barat ) : kondisi jalan berlubang plus bergelombang yang terpaksa ditempuh sampai 20 menit untuk 4 km saja.

Anda tertarik melihat Tamrin dan Farid ( 31 ) mengajari 1-2 murid selama 1-2 tahun mandiri sebagai perajin perak-cangkang ? Atau memborong bros, cincin, giwang, tusuk konde, suweng ( giwang ), liontin, gelang, bros-liontin, berbahan cangkang kerang mutiara yang dibentuk oval, bundar, lonjong, segi empat, segitiga, setengah bundar, lalu dibalut ukiran perak-tembaga ? Kian detail ornament, kian tinggi nilai jual barang di mata konsumen. Cincin berhias nucleus mutiara dihargai Rp 120-200 ribu perbuah. Bros-liontin, Rp 500 ribu – 2 juta.

Ketabrak mobil atau bom super eksplosif meledak, bukanlah akhir segalanya. Kehilangan sesuatu atau seseorang, jika kita ridha dan berikhtiar, Allah pun ridha dan mengganti kehilangan itu dengan yang ( jauh ) lebih baik. Semoga warga Mesuji dan korban tabrakan masih sanggup bertahan untuk mendapat keadilan ( dan bantuan ) dari manusia, atau menyadari kearifan-Nya suatu saat nanti. Kuatkan diri. Masih ada hati budiman lainnya ?

Blusukan gaya jurnalis warga. Bonus, nemu 50 ribu ( FB-ku, 11/1/2013 )

Mau blusukan atau turba ? Seperti pinang dibelah dua, sejatinya keduanya sama. Masuk, menjelajahi sudut2 terpencil, yang jarang diperhatikan orang. Asalnya, Jokowi, lalu saya ( he3x.. ), Dahlan Iskan, baru menyusul SBY. Turun ke bawah ( turba ), melongok keadaan rakyat di lapisan terbawah, mulai jadi trend rupanya. Dengan motivasi masing2. Hanya kami yang tahu alasan sebenarnya ( he3x.. coba anda berturba juga, temukan kenapa anda ingin melakukan lagi, dan lagi ).

Kenalan saya, Pak Pardi, berterus terang, dia turba ( dengan jalan kaki ) karena sering nemu uang di jalan. Rp 2 rb, 5 rb, 10 rb, .. 50 rb ( bahkan 2 kali nemu hape ! ), kalau dikalkulasikan, temuannya ini lebih banyak daripada hasil jualan baju bekas di Cihapit. ( saya duga, kenapa pemulung , gelandangan, pengemis di Kota Bandung makin banyak, salah satu penyebab, bisa jadi karena temuan2 tsb. Banyak orang nyampah dan terburu-buru di kota ini, makanannya juga enak2, pasti banyak yang tercecer ).

Teringat kisah cerianya, Rabu kemarin ( saya berangan-angan, andai saya nemu Rp 100 rb untuk memecahkan rekor P.Pardi yang Rp 50 rb ). Oh.. Allah memberi saya dengan cara lain, surprise, Pak Tatang ( TO Suardja, kawan FB saya ) tahu2 sudah ada di hadapan saya memesan drawing dengan cash Rp 100 rb di muka. Alhamdulillah.

Rupanya, setiap manusia diberi-Nya jalan rezeki yang spesifik. Jadi, tidak pada tempatnya jika kita iri dengan rezeki orang lain. Allah menjamin rezeki hamba-Nya. Perhatian yang intim ( spesial ) seperti ini membuat kita makin sayang pada-Nya. Allah terasa sangaaaat dekat. Seperti kekasih, kita mau melakukan apa pun untuk-Nya. Laut kan kuseberangi, gunung tinggi kan kudaki .. something like that lah.

Kita seperti punya energi ekstra untuk melakukan kerja berat. Keyakinan ekstra, bahwa kita takkan benar2 remuk jika terhempas dari ketinggian ( dikhianati kawan, dibokong musuh, mengalami kegagalan besar, atau musibah, dsb ), karena ada Dia yang membantali ( menahan ) punggung kita dari kehancuran ( seperti janji-Nya, Allah takkan menguji, melebihi yang sanggup ditahan hamba-Nya ). Kita merasa spesial, damai .. ah sulit dikatakan, dituliskan atau dilukiskan. You know what I mean ..

Back to business. Semalam, saya dengar, pemirsa mengeritik SBY : kenapa tidak turba ke Mesuji ? ( juga Sumatera Selatan ), tempat 2.550 dari 4.500 warga ( pemprov Lampung menganggap mereka pendatang/ perambah dari berbagai daerah ) yang masih menuntut keadilan selama berbulan-bulan ( sejak bentrokan berdarah 10/11/2012 ) di tenda2 darurat setelah tanah mereka dirampas pengusaha kelapa sawit ( PT.BSMI ) yang main mata dengan birokrat ( oknum BPN, pemda, kepolisian ).

Ribuan warga ini menuntut 4 hal :
* tarik semua pasukan brimob ( dituding warga membekingi Pam Swakarsa membakar dan merobohkan rumah warga, juga mengusir dengan berondongan peluru ) dan polisi dari Mesuji.

* diakui sebagai penduduk setempat dan memiliki KTP.

* PT. Barat Selatan Makmur Investindo ( BSMI ) dan PT Silva Inhutani dicabut izin operasionalnya karena dianggap memicu tindak kekerasan yang memakan puluhan korban jiwa di Mesuji.

* diberi plasma kebun sawit ( sesuai PP no 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah )

Setahu saya, warga di kawasan hutan wilayah Register 45 ( Moro-Moro Way Serdang, eks Pelita Jaya, hingga kawasan Tugu Roda ) ini juga tak mendapat layanan listrik, fasilitas kesehatan, sekolah negeri dan jaminan sosial lainnya.

Untuk merespon tuntutan warga, Bupati Mesuji, Khamamik, telah menginstruksikan 4 camat ( Tanjung Raya, Panca Jaya, Simpang Pematang dan Mesuji ) untuk segera mengedarkan formulir pendataan pemilik tanah di lokasi rencana plasma PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) pada masyarakat. Rencana plasma PT BSMI terletak di lokasi 14 Kampung yang berada di 4 kecamatan tsa.

Formulir inventarisasi itu untuk melakukan identifikasi, inventarisasi dan verifikasi tanah warga. Yang didata, bagian tanah kampung yang masuk areal rencana plasma saja dengan klasifikasi penggunaan tanah pertanian dan non pertanian, serta didata pengelolanya apakah dikelola sendiri atau sudah diplasmakan.

Peta kerja dibuat dengan menggunakan metode pengukuran tanah melalui citra satelit. Tim Terpadu Penanganan Kasus Mesuji yang dibentuk Kementerian Polhukam bertugas menindaklanjuti rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF ) bentukan Presiden yang telah turun ke Kabupaten Mesuji beberapa waktu lalu.

Jika ada penelpon mempertanyakan turba presiden, bisa jadi dia kurang sabar atau memang keadilan tersebut terlalu lama diperoleh warga. Lalu saya teringat laporan IDMC ( The Internal Displacement Monitoring Centre) : ada sekitar 180.000 warga Indonesia yang berstatus IDP ( Internally Displaced Person : warga yang diusir dari tempat tinggal asal dan terpaksa hidup di tempat lain, meski tetap berada dalam wilayah yang sama ).

Mereka ada di Aceh, Makasar, Bima, Maluku, Flores, Poso, Papua, Madura, dll. Perhatian pemerintah terhadap mereka sangat minim, cenderung abai. Warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, misalnya, pada 26 Agustus lalu, diserang dan diusir dari desa mereka oleh kelompok2 fanatik garis keras. Sampai hari ini, mereka masih hidup terlunta di GOR Sampang. Mereka tidak bisa kembali ke tanah mereka ( rumah mereka sudah habis dibakar massa ) karena dilarang oleh pemerintah daerahnya sendiri.

GOR Sampang kini seperti penjara besar untuk sekitar 200 orang ‘pengungsi’ itu. Akses keluar-masuk GOR dihambat, suplai makanan dan air sangat terbatas. Kondisi para pengungsi ( sepertiganya balita ) menyedihkan. Berdalih tak punya uang, pemerintah Sampang lalu menghentikan suplai makanan. Alih2 memulihkan hak mereka untuk kembali, pemda malah mendesak pengungsi agar mau direlokasi ( dari blog Kajian Timur Tengah – Dina Sulaeman ).

Hmm.. begitu banyak masalah yang menimpa bangsa ini. Saya turba untuk melaporkan pada anda, zona tidak nyaman ( bahkan tidak aman ) yang dialami saudara2 kita di luar rumah kita yang hangat. Citizen journalist ( jurnalis warga, blogger ). Jika anda mau turba, lebih afdol lagi, sehingga hati, empati kita bertemu ( sebagai sesama anak bangsa yang tidak ingin negeri kita serapuh ini ).

Siapa tahu, anda pun bersua dengan senyum2 tulus dan keindahan hati manusia yang membuat kita bertahan ( istiqomah di jalan berat yang harus kita tempuh dan selesaikan dalam waktu terbatas yang diberikan-Nya untuk kita ). Yuk, blusukan .. ( masih banyak tempat di Indonesia untuk daerah tujuan blusukan, kok )

Diskriminasi dalam tabrakan maut. Ingat calon korban berikutnya ( FB-ku, 9/1/2013 )

Tabrakan maut cukup diselesaikan dengan perdamaian ? Bagaimana nasib korban luka dengan 11 pen di kepala sampai ajal menjemput ? Bagaimana dengan korban amputasi yang tertatih-tatih keluar masuk tempat usaha ditolak bekerja ? Bagaimana dengan trauma psikis keluarga yang ditinggalkan korban tewas ?Terlebih yang jasadnya tak utuh, berceceran di jalanan atau rel kereta ? Juga, calon korban2 berikutnya ?

Ketika jalan berlubang penyebab celaka itu tak kunjung diperbaiki, trotoar tidak mantul seperti di Iran, infrastruktur terus dibiarkan tak lengkap, di bawah standar. UU dan perda tak pernah dikoreksi untuk meningkatkan kualitas prasarana jalan dan sarana transportasi. ( kebiasaan buruk birokrat kita dan pengusaha ( jalan tol ) : baru mau turun tangan memperbaiki fasilitas dan layanan publik, setelah ada korban tewas yang diekspos media besar ).

Jika kecelakaan maut dilakukan figur publik ( seperti pedangdut, Saiful Jamil ) atau keluarga pejabat ( seperti putra Menko Perekonomian, Rasyid Rajasa ( 22 th ) dengan BMW mautnya ), maka harus diproses secara hukum ( jadi tersangka, ditahan dan disidangkan di pengadilan ). Diskriminasi ? Jika yang menabrak tak mampu menempuh jalur damai ( tak punya uang banyak untuk membayar ganti rugi yang diminta keluarga korban, sebagian juga untuk ‘membayar’ perkara di kepolisian, kejaksaan, pengadilan ), apa terpaksa terima nasib, langsung di penjara saja ? Diskriminasi juga ?

Apa standar hukuman bagi penabrak maut di Indonesia ? ( agar equal before the law, persamaan di depan hukum bagi siapa saja, dari presiden sampai tukang ojek ). Duh, sayangnya mata ini, tanpa sadar, menutup sendiri. Terbuka lagi, jam 23.45 malam, sehingga acara “Indonesia Lawyer Club”- TV One ( Selasa, 8/1/2013 ), tak saya ketahui ujungnya. Semoga tayangan ulangnya ( tiap Minggu, jam 20.00-22.00 ) bisa saya ikut full.

Melukis, menulis, itu kerja mata, tangan, otak dan hati. Keletihan biasa mendera setelah pukul 21.00 WIB. Mohon maklum. Apalagi, konsumen lukis saya kemarin tergolong perfeksionis. Anggota pasukan khusus TNI Angkatan Darat : Kopassus ( infanteri, Gultor, Pussenif ), Komando 73, ( katanya ) seangkatan dengan Prabowo Subianto, yang pada tahun 1996 membebaskan peneliti Ekspedisi Lorentz ’95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) pimpinan Kelly Kwalik. Operasi militer pembebasan sandera Mapenduma.

Saya respek pada anggota TNI, senang bicara dengan prajurit kita, juga banyak menerima pesanan drawing dari mereka. Mungkin, karena sama2 pejuang dengan semangat nasionalisme pekat di dada : ngobrol nyambung dan asyik. Pria khayalan saya sejak SMA, juga seorang komandan pasukan elit negeri adidaya ( kombinasi Sriwijaya, Majapahit, dan dinasti Tang, atau masa Laksamana Chengho yang muslim ). Sedang saya bikin draft novelnya ( tunggu tanggal rilisnya, ya, he3x.. ). Sekarang cukup drawing saya untuk sersan kepala Darsono.

Kalau ditanya, kau gunakan apa, masa mudamu, sehatmu, hartamu. ( FB-ku, 8/1/2013 )

Lakukan kebaikan yang mungkin anda lakukan, karena kebaikan begitu mulia sehingga sulit diraih. Menjauhlah dari kejahatan, karena anda mampu melakukan kapan saja anda mau. Jika anda mencintai diri, jangan anda memberi waktu melakukan keburukan. Kebaikan adalah senjata ampuh bagi manusia, sedangkan kemalasan adalah penghancur umur. ( wisdom buletin Tafakuran )

Hmm.. Surga sangat sulit diraih. Ridha Allah Swt, apalagi. Namun, orang berfoya-foya menghabiskan umur tanpa ngeri sedikitpun ( padahal cuma waktu terbatas yang benar2 dimiliki manusia, sedangkan harta, benda, anak,dll, hanya titipan-Nya ). Orang lain juga gitu, kok, kilah pemalas. ( ia merasa bisa mengatasi ‘kesulitan’ di neraka bersama teman2 dalam kemalasan ). Perasaan gagal ( tiadanya kebanggaan ) memicu kemalasan.

Indonesia banyak dirugikan dalam perundingan dengan perusahaan ( negara ) asing dan keikutsertaan negara kita di pelbagai organisasi internasional. Salah satu penyebab ( utama ), kata beberapa pengamat, karena utusan Indonesia kurang banyak membaca ( malas meneliti, malas terjun ke lapangan melihat dan merasakan kondisi sebenarnya, dst ). Anggota dewan 2009-2014 paling tinggi tingkat korupsinya dibanding angkatan sebelumnya, padahal tingkat pendidikannya rata2 paling tinggi. Bagaimana kalau sekarang banyak mahasiswa dan pemuda bermalas-malasan, dugem, kecanduan game playstation, jajan, nongkrong di mall2 dan café, menghabiskan duit orang tua ?

Lalu, saya dengar, lihat dan foto kemarin ( demo di depan Gedung Sate menjelang pergantian tahun 2013, terlampir sebagai ilustrasi komen ini ), bahasa daerah ( akan ) dihapuskan dari kurikulum sekolah. Bahasa daerah salah satu unsur budaya, sumber kebanggaan warga lokal. Lihat kemajuan Jepang yang begitu bangga dengan bahasa tradisinya, jauh melebihi bahasa asing, termasuk bahasa Inggris ). Akan seperti apa, produk legislasi wakil rakyat kita dan hasil negosiasi diplomat kita ke depan ? Masih belum puas terpuruk ? ( seberapa lama lagi wong cilik kuat bertahan, sebelum mati kelaparan ? )

Banyaklah membaca dan mengikuti perkembangan berita dari sumber terpercaya. Pilihlah calon gubernur Jawa Barat ( pilgub, 24 Februari 2013 ), walikota Bandung ( pilwalkot, 23 Juni 2013 ), wakil rakyat ( pileg, 2014 ) dan pemimpin Indonesia ( pilpres, 2014 ) yang amanah, cerdas dan bernyali. Sebelum itu, buat kita sendiri : amanah, pintar dan berani ( karena hanya orang ( WNI ) istimewa yang bisa mendeteksi orang ( pemimpin, RI-1 ) istimewa, karena punya ‘ukuran kualitas’. Orang yang ‘meteran’ otak dan hatinya 3, nggak bisa ngukur yang 9, sudah pol alias nggak nyampe, nggak ketangkep oleh radar nalarnya ).

Siap menjadi bagian dari perubahan ? ( Indonesia kuat, berdaulat penuh, bermartabat ).

Nganggur ? Simak “The Fairy Jobmother” (  FB-ku, 7/1/2013  )

Hayley namanya, ‘peri’ penolong keluarga nganggur yang hidup dari tunjangan sosial ( beban negara ). Si suami selalu lari menghindari masalah. ( “The Fairy Jobmother”- MetroTV, Minggu 6/1/2013, jam 14.05-15.00 ), Oleh Hayley kali ini, si suami dikondisikan menghadapi dan menyelesaikannya. “Jika anda terus menghindari masalah, maka putri anda juga akan bertindak sama pada cucu anda. Sekarang, saatnya memberi contoh yang benar. Face it”, kata Hayley tegas.

Wanita konsultan ketenagakerjaan ini juga meminta pasangan tsb membersihkan rumah mereka yang seperti kapal pecah. Berantakan. Termasuk kotoran anjing yang berserakan di dekat tumpukan pakaian mereka. Perasaan gagal memang membuat orang malas melakukan hal yang benar. Dalam kasus ini : keluar mencari pekerjaan. Ajaib, setelah rumah bersih dan lapang, perasaan pasutri ini menjadi lebih positif dan bersemangat ( kesuksesan kecil membuat optimis, tertantang membuat kesuksesan berikut, lebih besar ).

Si istri diajak Hayley ke salon, mengganti model rambut dan memperbaiki penampilan menjadi segar. Chick. Kesan pertama, penting dalam wawancara kerja ( juga pada pagi hari ketika bercermin, melihat oke-nya kita menjalani aktivitas sepanjang hari. Pede ). Si suami yang sudah tampan, tinggal memakai setelan jas yang serasi. Setelah itu, masing2 turun, masuk ke toko2, kantor2, dan tempat usaha lainnya, menyerahkan resume yang bagus, berinteraksi sopan dengan pemilik usaha dan meminta waktu untuk wawancara jika ada lowongan kerja untuk mereka.

Selang beberapa hari, telpon pun berdering. Si penerima resume, meminta pasutri ini datang untuk wawancara ( kesuksesan kedua ). Hayley lalu mengajari cara memberi kesan pertama yang baik dan menjawab pertanyaan pewawancara. Keduanya gladi resik dengan Hayley sebagai pewawancara.

Keesokan hari, dengan antusias mereka mempraktekkan ( menjalani sesi wawancara ). Opss.. rasa grogi tiba2 muncul membuat si istri ( mantan staf dephan ) keliru menjawab. Sedang si suami ( mantan tentara AU ), di tempat lain, bisa melalui sesi wawancara dengan cukup baik. Masalah tak terduga muncul setiba Hayley di rumah pasutri tsb. Rumah sewa itu akan ditarik, sehingga dalam 3 hari mereka akan terlempar ke jalan sebagai tunawisma, jika tak segera mendapat uang ( pekerjaan ) untuk membayar sewa.

Hayley meminta pasutri tsb menelpon calon majikan : mengingatkan siapa penelpon dan menanyakan hasil wawancara tsb. Beberapa telpon kemudian masuk mengabarkan penolakan mereka. Namun, di saat2 akhir ada calon majikan yang menawarkan kerja paruh waktu untuk istri. Menyusul untuk suami yang ditawari kerja oleh calon majikan yang semula menolaknya. Ia mendapat kerja di showroom, menjual mobil ! ( pekerjaan lebih tinggi levelnya dari posisi staf bengkel yang semula dilamarnya. Ya, itulah berkah buat orang ganteng .. he3x.. ).

Problem’s solved. Hayley mengamati dari hari ke hari, kehidupan keluarga pasutri yang dibantu , semakin baik. Oh, andai ada Hayley ala Indonesia di sini. Seperti di Amerika dan Eropa yang tengah dilanda krisis ekonomi, di Indonesia juga banyak pengangguran ( 7,24 juta orang. 6,14 % pengangguran terbuka ). Kita pun bisa menyimak jurus2 Hayley membangkitkan motivasi, semangat positif dan mendapatkan pekerjaan untuk membantu diri, saudara atau teman kita yang nganggur.

Pengalaman saya, duduk di rumah mengirim lamaran kerja lewat pos dan nongkrong di depan internet melakukan hal serupa, tak sebagus hasilnya, dibandingkan turun langsung ke lokasi, menganalisa calon tempat kerja/ usaha, dan bicara langsung dengan calon majikan/ konsumen. Saya, secara tak terduga, mendapat pekerjaan yang sangat saya inginkan dan nikmati : melukis dan menulis untuk anda, warga Indonesia ..

Menabrak ketika menelpon. Salah anda ? ( FB-ku, 6/1/2013  )

6000 kecelakaan pertahun, gara2 nelpon saat nyetir. Zona bebas ponsel pun dikampanyekan di Amerika untuk mencegah jatuh korban berikutnya. ( “Oprah Show”, MetroTV, Minggu, 6/1/2013, jam 13.05-14.00 ). Di TV nasional kita, juga tengah gencar kampanye serupa. Ponsel, memang, sudah seperti kebutuhan hidup. Namun, saat hidup itu sendiri terancam oleh keasyikan berponsel ria, maka berhentilah ( matikan ponsel sebelum masuk kendaraan ). Anda tak ingin jadi penyebab kematian orang di jalan kan ? Oh, saya nabrak anak kecil barusan, karena menjawab telpon anda. Nah, lho ..

Harapan untuk Indonesia. Yovie, Sandrina, dan anda sekalian. ( FB-ku, 5/1/2013  )

Melihat carut marutnya negeri ini, apa Indonesia masih punya harapan ? Setelah nonton konser “Harmoni Cinta bersama Yovie and his friends” ( MetroTV, Sabtu, 5/1/2013, jam 13.05-14.15 ), saya bilang, masih tuh. David Foster-nya Indonesia ini duduk manis di belakang piano, mengiringi Dudi, Mario, Hedi, Nuno, Andien, Kikan dan Rio Febrian, menyanyikan lagu2 ciptaan Yovie. Pemain biola ( cowok ), akordeon ( cewek ) di sana juga muda, good looking dan piawai bermusik. Terselip rasa bangga sebagai sesama orang Bandung dan Indonesia. Wow.. Indonesia-ku. Top abissssss ..

Ketika ditanya, apa harapan Yovie di tahun 2013 ? Pianis dan komposer asal Bandung ini menjawab : pendidikan berkualitas untuk lebih banyak warga Indonesia. Dengan pendidikan lebih baik dan merata, perilaku warga dalam berdemokrasi dan berbudaya ( memilih tontonan, musik, dll ) pun lebih beradab, selektif, tidak penuh amarah. Memperbaiki keadaan negara bisa melalui karya berkualitas. Aii .. sedap.

Lalu, petangnya di “Indonesia Mencari Bakat” ( IMB 3, TransTV, Sabtu, Minggu, jam 18.00-20.00 ), bakat yang tak kalah memukau ditampilkan sundanese dancer, Sandrina Mazaya Azzahra. Sudah imut ( kelas 5 SD ), jagoan lagi ( segudang prestasi ). Belajar tari sejak umur 7 tahun di Sanggar Tari Getar Pakuan Bogor.

Semalam, Sandrina memenuhi tantangan juri Imah : tampil memukau dengan tari kombinasi Jaipongan, Sunda dengan tari Kecak, Bali. Keren, nggemesin. Jelas, bikin saya bangga ( juga para juri dan pemirsa ). Beban pengembangan tari tradisi mungkin disandangkan ke pundakmu, adikku. Bertahanlah dan terus gali potensimu .. Buat Indonesia bangga. ( I’ll see what I can do for you and our friends .. )

Ayo, warga Jawa Barat ( dan pengagum tari tradisi seluruh Indonesia ) dukung penggiat budaya satu-satunya yang tersisa di IMB 3 ini, dengan cara : ketik IMB ( spasi ) Sandri ( lalu kirim ke 3845 )

60 juta pengikut, kapan kuraih ? ( FB-ku, 4/1/2013  )

Cristiano Ronaldo mengungguli Lionel Messi ? Pemain terbaik FIFA tahun 2008 mengalahkan pemenang FIFA Ballon d’Or tahun 2009, 2010, 2011 ? Iya, di Facebook. Si handsome bertubuh atletis ini disukai 52 juta orang, sementara rival bebuyutannya, ‘hanya’ 40 juta orang. Pundi2 uangnya juga lebih banyak. Seperti fenomena Irfan Bachdim di Indonesia saat turnamen AFF 2011, yang akun FB-nya penuh oleh fans ( kebanyakan cewek, sampai kepaksa bikin akun baru ).

Hmm.. kapan ya, saya bisa mengungguli Ronaldo ? ( he3x.. ). 60 juta follower, please ..

Tradisi seru di Indonesia. Pacu adrenalinmu. ( FB-ku, 3/1/2013  )

Ritual kematian dirayakan dengan pesta pora ? Hmm.. unik. Di Toraja, Sulawesi Selatan, tempatnya. Sedikitnya, 24 kerbau dikurbankan untuk tradisi Rambu Solo. Biaya miliaran. So pasti keluarga kaya nan terpandang yang mampu melaksanakan ritual rumit ini. Jenazah kemudian disimpan di ketinggian ceruk bukit batu. Yang bayi, wafat sebelum gigi susu tumbuh, disimpan di celah batang pohon. Bahkan, ada tradisi jasad satu keluarga disimpan dalam satu peti. Together forever, deh ..

Di Desa Trunyan, Kintamani, Bali, lebih horor lagi. Mayat digeletakan begitu saja di tanah sampai jadi tengkorak. Enjak saji. Kami hanya tulang belulang yang diliputi debu, istilah Chairil Anwar. Anehnya tidak bau busuk. Rupanya ada pohon besar di sana yang bertugas menyerap bau. Termenyan ( pohon wangi ). Syarat menggeletak di sana : jasad masih utuh dan berperilaku baik di masa hidupnya. Tertarik ?

Atau mau jadi banteng, lalu beradu dengan harimau ? Silakan ke Malang, bergabung dengan 14 orang lainnya, dalam tradisi Bantengan. Diiringi alat musik jidor, gendang, dsb, juga dimeriahkan pencak silat Malang, tahu2 para penari trance, bertingkah bak banteng dan harimau.

Mau yang lebih serem ? Silakan bertarung dengan roh ( jin ) sampai terkapar. Si roh dalam bubu ( kurungan bambu ) yang dibungkus kain kafan ( mayat berumur 1-100 hari, lalu dihadapkan ke kiblat ) akan menguji nyali dan stamina anda. Tradisi Antu Bubu ini ada di Lombok.

Mau gladiator ala Indonesia ? Masih di Lombok, ada tradisi Perisaian. Lelaki yang merasa kuat dan berani, silakan menari untuk memecah konsentrasi lawan, lalu secara tak terduga menyerang lawan sampai terjungkal. Siapa yang menang, siapa yang berdarah-darah ? Hanya anda yang tahu, setelah mengikuti permainan rakyat ini. Ya, kan ? Daripada tawuran atau bullying, mending melestarikan adat istiadat nusantara. Daripada masuk bui, mending masuk TV. Selamat memacu adrenalin dan menguji kejantanan anda.

( Tulisan di atas hasil saya menonton “Sisi Berita”, MetroTV, Kamis, 3 Januari 2012, jam 11.00-11.30, di ponsel, di sela melukis keluarga Kamsi ).

http://metrotvnews.com/

Ingin Indonesia jaya ? Bela tradisi kita. ( FB-ku, 2/1/2013  )

Sandrina

Sandrina, penari cilik berbakat asal Bogor, Jawa Barat, yang masih melaju di 7 besar finalis IMB 3, TransTV ( Sabtu, Minggu, jam 6 – 8 petang ).  Penggemar Brandon juga rupanya. Ayo, maju terus Sandri, jangan kalah sama Brandon. Dukung Sandri jadi nomor satu, ya..

Saya perlu menanggapi komentar Arif di akun Facebook-nya TransTV sbb :

Arif Fadly Joyzkerzy :
Selamat malam kepada trans corp….. Saya hannya ingin menyampaikan terlalu banyak tv menyiarkan tentang melestarikan budaya nenek moyang yang harus dipertahankan dan dilestarikan….. Tapi bagaimana budaya itu bisa bertahan dan lestari kalo budaya perut tidak dilestarikan, kalo urusan perut lesatari maka budaya bisa dipertahankan dan dilestarikan….. Sekian dari saya terimakasih🙂
http://www.facebook.com/pages/Trans-Corp-TransTV-and-Trans7/18644814977

Kuas Vitra :
Gimana kalau kita berpartisipasi nanggap tarian tradisi di acara kawinan, ulang tahun, perayaan kantor, sehingga perut para penggiat tradisi Indonesia itu bisa survive dan mengkreasikan tariannya sehingga lebih spektakuler dan membanggakan kita yg mengundang, dan para tamu kita. Sudah banyak budaya asing yang ditayangkan selama ini ( sebelum tahun 2012 ), sampai budaya sendiri perlahan punah, atau diaku milik negeri tetangga. Mari bertindak nyata melestarikan budaya Indonesia ( tidak hanya berkomentar, mengeluh and do nothing ).

Pertunjukan seni budaya di teve & berbagai media belakangan ini memberi awareness, kesadaran pada kita untuk merevitalisasi budaya lokal. Asyik kan, kalau tarian asli Indonesia yang dikembangkan ini, lalu menjadi trend dunia. Masyarakat internasional diingatkan akan kehadiran kita ( Indonesia ) setiap budaya Indonesia ditampilkan. Indonesia dikenal ( tak cuma Bali, thok ). Top abiss. Bisa2 Super Junior, boys band asal Korea Selatan itu yang nari Jaipong, bukan Smash yang dance ala Suju.

Negara kita berkali-kali lipat lebih besar dari Korsel. Mestinya, kita yg mempengaruhi mereka. Bukan sebaliknya. Itu terjadi jika Indonesia hebat dan menghargai budayanya sendiri, termasuk para penonton TransTV. Kalau lebih banyak turis dan warga asing yang datang ke Indonesia untuk menikmati suguhan tradisi dengan beragam atributnya, perekonomian rakyat juga terangkat. Banyak suvenir dan benda pakai ala Indonesia terjual ludes ( bahkan diteruskan dengan pesanan ekspor ). Berpikirlah besar. Maju terus TransTV dengan seni tradisi Indonesia !

Resolusi  2013 : eksis sebagai pelukis potret di Kota Bandung. Top 3 ! ( FB-ku, 1/1/2013  )

Resolusi itu seperti bintang terang di antara bintang2 di langit, jelas seorang motivator di TV. Apa yang sangat, sangat, sangat ingin kita raih. Resolusi tercapai jika melibatkan 4 hal ; vision, action, passion, collaboration.

Hmm .. jika demikian, maka ;
Visi saya : Indonesia kuat, berdaulat penuh, bermartabat, tahun 2020.
Aksi saya : menjadi pelukis potret top 3 Bandung, membangun galeri yang mempertunjukkan seni budaya Indonesia ( INA House ), bersama jejaring menjadikan Bandung kota seni budaya, lalu bersama rekan seniman dan penggiat budaya merevitalisasi budaya nusantara sampai diminati dan menerbitkan rasa bangga di dada ( sebanyak mungkin ) warga Indonesia. Dan ‘virus’ bangga ini, saya harap, menular ke komunitas sastrawan, ilmuwan, teknolog, industriawan, dst, menuju kebangkitan Indonesia. Bangga, menghargai diri & negara, berkarya mempersembahkan yang terbaik.
Minat saya ( enjoy ) : menulis dan melukis.
Kolaborasi saya : komunitas seni budaya seluruh Indonesia ( yang akan saya kumpulkan dalam traveling budaya tahun 2014 )

Gantungkan cita2 setinggi langit. Pantaskan diri untuk mendapatkannya, ujar Mario Teguh, motivator lainnya. Semoga Allah ( dan anda ) bersama saya. Amin.

FPI jangan bubar. Masyarakat jangan kebablasan. ( FB-ku, 27/12/2012 )

Saya ( Kuas Vitra )  perlu mengomentari status kenalan yang dikirimi ajakan :

Presiden RI – Susilo Bambang Yudhoyono: Bubarkan FPI Segera. – Sign the Petition! Anneta Thea just signed this petition on Change.org. 315 signatures are still needed!

dengan counter sbb :

FPI, satu dari sedikit organisasi massa yang mau repot mengingatkan negeri kita yang sudah begitu dikuasai kepentingan asing dengan beragam agendanya ( menguasai negeri ini juga kaum mudanya ). Termasuk WNI yang melihat gerakan FPI dan rekayasa global secara sepotong-potong, lalu hanyut mengikuti genderang musuh. Identifikasi-lah musuh dengan benar. FPI bermaksud baik, hanya begitu bebalnya sebagian orang Indonesia, sehingga mereka terpaksa ber’suara’ lebih lantang. FPI di pihak Indonesia !

Borick Erick Hermansyah :

FPI bukan pembela islam….di islam tidak ada kata dalam membereskan masalah dengan kekerasan…

Erick

Erick ( pensil di kertas A3 ), si fotografer yang pemalu. Mungkinkah dia jadi pejuang ( negarawan ) ? I’m working on it, and many others.

Kuas Vitra :

Anda mesti melihat bagaimana zionisme internasional yang dimotori Amerika, Israel, Inggris menggulingkan pemerintahan di Irak, Libya, kini menggarap Suriah, Yaman, Mali dan Somalia. Perlahan tapi pasti merambat ke Indonesia. Minggu pagi kemarin di Jalan Dago, saya lihat konvoi orang2 berbaju putih menebar bingkisan kue dan anggur pada pejalan kaki ( saya dapet juga ). Lalu, apa saya lihat setelah itu ? Bendera putih dengan logo bintang Israel. Lions dan Rotary club cukup eksis di Bandung. Organisasi berkedok kemanusiaan yg di puncaknya bertengger orang2 zionis. Rasulullah juga pada titik tertentu akhirnya turun memanggul senjata, berperang.

Saya bisa merasakan kecemasan FPI, karena mengikuti perkembangan berita dalam dan luar negeri. Seperti juga saya cemas melihat kaum muda Indonesia kebanyakan asyik bermain game, hura2, berfoya-foya, tapi ketika ditanya soal politik, ekonomi dan masa depan Indonesia ( bahkan masa depannya sendiri ) tidak tahu menahu. Individualis. Asosial. Bagaimana mereka bisa memfilter ajakan membubarkan ormas tertentu, atau bahkan pemerintahan yang sah, seperti di Suriah saat ini ? Gagal mengidentifikasi musuh sebenarnya. Facebook, Twitter digunakan juga oleh Barat untuk menghimpun massa pendemo yang anarkis. Tidak hanya oleh yang pendemo yang damai seperti di Mesir dan Tunisia. Saya tidak setuju dengan cara kekerasan yang terpaksa mereka gunakan. Tapi saya bisa memahami mereka begitu. Wisdom seperti ini tidak sampai berujung pada ajakan membubarkan FPI.

Di sisi lain, saya berharap elemen bangsa juga instropeksi diri kenapa negeri sekaya Indonesia ( separuh kekayaan Asia ada di Indonesia ) sampai mengekspor wanita untuk bekerja seperti budak di Malaysia dan Arab Saudi ( kemana kaum pria yang diandalkan untuk menafkahi keluarga ? ). Saya pagi kemarin melihat orang gila telanjang bulat nungging di bibir bak sampah mengorek sisa makanan. Anak2 jalanan lusuh yang mengemis di perapatan2 jalan. Kemana negara yang seharusnya mengurus anak2 terlantar sesuai UUD’1945 ? Kekayaan negeri ini sebagian besar sudah dijarah perusahaan asing yang bermain di lingkaran istana dan senayan, dengan produk legislasi yang pro liberal. Korupsi dan saweran jadi salah satu senjata mereka. Nah, kalau generasi mudanya hanya asyik main judi kecil-kecilan di warnet, apa yang terjadi nanti ? Jika hanya bisa protes, demo, minta bubarkan ini itu tanpa pemahaman utuh apa yang sebenarnya terjadi, niscaya sebentar lagi setting Suriah akan terjadi di Indonesia. Apalagi protes hanya gara2 gaya hidup bebas mereka yang diadopsi dari Barat terusik oleh ormas Islam yang sudah gregetan karena ratusan demo dan dakwah mereka tak dipedulikan. Tuhan pun akan melempar bata ke jidat kita, jika kerikil kecil yang disandungkan ke kaki kita tak dihiraukan. ( seruan-Nya/ perintah agama tak dihiraukan ).

Perlu waktu yang banyak untuk meluaskan wawasan agar mampu melihat persoalan tak hanya sebatas kulit permukaan. Setelah melihat kekerasan yang diekspos media pro liberal melebihi kebaikan FPI, langsung aja kita mengiyakan ajakan di atas, itu nggak bijak. Anda tahu, tangan2 pro neolib yang melenyapkan aktivis kita, bahkan membunuh ilmuwan penemu hemat energi kita ( agar kita tidak boros BBM dan bermacet ria di jalanan menghabiskan subsidi negara ) ? Hard ball, istilahnya, perlu juga kita mainkan jika sudah sampai taraf membahayakan kelangsungan negara. Panjang lagi nih Rick. Kebaca, nggak ? ..

Mark dan Oprah, top mana ? ( FB-ku, 5/10/2012  )

Maunya saya nulis ke wall Mark Zuckerberg ( pembuat Facebook ) begini : The world was getting closer, smaller, affordable. Hopefully one billion people who you achieve can do many important and useful things for our world that just this one. Great ability followed by great responsibility. God is watching us all.

Untuk ngomentari status Mark yang ini : Celebrating a billion people is very special to me. It’s a moment to honor the people we serve. For the first time in our history, we’ve made a brand video to express what our place is on this earth. We believe that the need to open up … We honor the everyday things that people make to get together and connect.The Things That Connect Us

Tapi nggak tahu cara ‘berkawan’ dengan dia. Barusan dengan Oprah Winfrey, saya bisa langsung nulis komen begini : Give additional zest to spend the day. Thank God that has brought this beautiful creature in front of us.

Untuk mengomentari status Oprah yang barusan melihat burung hantu lucu yang menatap dirinya dari luar jendela di Maui.

Mark dan Oprah, siapa yang lebih sibuk ? Siapa yang lebih mengakomodasi keinginan penggemarnya ?

Kamsi

Kamsi Family. Keluarga sederhana dengan senyum menawan yang selalu ramah dan mengenyangkan perut saya di warteg mereka. Orang2 baik & rendah hati berikutnya, tunggu lukisan gratis saya untuk kalian. Thanks for all you’ve done for people.

Written by Savitri

20 Januari 2013 pada 07:32

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: