Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bencana & cinta : kuatkan hatimu.

leave a comment »

Banjir bandang di Manado, 14-15 Januari 2014. Di  TV, terlihat seperti tsunami di Aceh ( 26 Desember  2004 ). Mobil jumpalitan terbawa arus, juga bagian rumah dan bangunan. 4 jembatan putus, jalanan rusak oleh banjir setinggi 1,5-6 meter, angin sekencang 15-20 knot. Korban menepi di tempat2 tertinggi. Sungguh menggetarkan, karena saya pernah 4 tahun tinggal di sana. Kota yang tenang, hangat  penduduknya dan  indah pemandangannya karena berlokasi di tepi pantai. Sebuah kota yang tak pernah mengalami banjir sebelumnya, terlihat sangat tidak siap dilanda amukan air bah karena anomali cuaca. 245 orang tewas, 1.523 luka2, 1.044.990 orang mengungsi. Hingga Maret ini, masih ada 125 keluarga yang masih tinggal di tenda. Manado, tabahkan hatimu..

Banjir bandang di Manado, 14-15 Januari 2014. Di TV, terlihat seperti tsunami di Aceh ( 26 Desember 2004 ). Mobil jumpalitan terbawa arus, juga bagian rumah dan bangunan. 4 jembatan putus, jalanan rusak oleh banjir setinggi 1,5-6 meter, angin sekencang 15-20 knot. Korban menepi di tempat2 tertinggi. Sungguh menggetarkan, karena saya pernah 4 tahun tinggal di sana. Kota yang tenang, hangat penduduknya dan indah pemandangannya karena berlokasi di tepi pantai. Sebuah kota yang tak pernah mengalami banjir sebelumnya, terlihat sangat tidak siap dilanda amukan air bah karena anomali cuaca. 245 orang tewas, 1.523 luka2, 1.044.990 orang mengungsi. Hingga Maret ini,  ada 125 keluarga yang masih tinggal di tenda. Manado, tabahkan hatimu.. ( foto : detakberita )

Tingkah konsumen macam2.”Sepertinya saya perlu istri baru nih,”kata Pak Dede, curhat pada saya.

“Lho, istri kedua ini cantik, perhatian dan setia. Kurang apa lagi tho, Pak ?”, tanya saya mengernyit heran. Karyawan perusahaan advertising ini, tempo hari, curhat soal dibakarnya semua baju ( mantan ) playboy  ini, gara2 ketahuan selingkuh oleh istri pertama ( sekarang mantan istri ) yang telah memberinya 2 anak.

“Beberapa hari ini saya tidur di sofa. Istri marah bukan main gara2 saya memperhatikan putri kandungnya yang beranjak remaja ( 15 tahun ). Lebih marah lagi, ketika si putri  juga membela saya setiap terjadi pertengkaran. Saya nggak habis mengerti, kok sama putri  sendiri cemburu.”

Seperti sudah banyak makan asam garam kehidupan ( padahal pacaran saja belum pernah ) saya menasehati pria  49 tahun ini. “Anak tiri adalah hak ibu kandungnya. Bukan bapak tirinya. Hubungan bapak dengan putri  lebih bersifat teman. Segala bentuk pengaturan putri,  termasuk ide dan maksud baik bapak harus disampaikan pada ibunya. Biar sang ibu ( dalam hal ini istri bapak ) yang mengatur putri.”

Pak Dede terlihat manggut2. Saya jadi lebih pede berpepatah petitih. “Dalam masyarakat kita, tak jarang kita temui, ayah tiri yang menikahi anak tirinya ( bahkan sampai istri mati merana ). Padahal Islam melarang perbuatan terkutuk ini. Anak ini durhaka pada ibu kandung. Azabnya pasti diterima di dunia. Saya tahu tetangga saya yang berbuat demikian, kini dipenjara bersama suami ( mantan ayah tiri ) karena kasus penipuan Rp 50 miliar uang peserta investasi bodong.”

Bisa jadi, istri bapak tahu cerita2 seperti ini, lalu melihat masa lalu bapak yang gemar bermain perempuan, ia menjadi ketakutan kalau bapak berbuat serupa. Coba sekarang, berapa persen waktu bapak untuk putri  ? Lebih banyak daripada istri sendiri, kan ? Istri  itu prioritas pertama untuk perhatian dan cinta bapak. Baru kemudian anak kandung kalian, lalu terakhir anak tiri bapak. Anak2 itu otomatis bahagia kalau ortu mereka terlihat mesra dan saling cinta. Bapak nggak ngapa-ngapain juga ( baca : tidak member perhatian ekstra ), mereka survive, pak. Saya nggak bisa bayangkan, kalau ortu saya selingkuh atau kawin lagi. Saya bisa lebih remuk dan merana lagi. Jadi jangan biarkan putri broken home ke-2  kalinya, gara2 bapak lebih memperhatikan putri  daripada ibunya sendiri. Kasih tahu putri  juga tentang perubahan sikap bapak terhadapnya. Ajari putri untuk memikirkan nasib adiknya yang baru 6 tahun, buah cinta bapak dan istri, kalau sampai bapak-ibu  berpisah karena kelengketan bapak dan putri . Bisa kan, Pak ?”

Saat mengambil lukisan, P.Dede berseri-seri.”Istri  sudah mereda marah dan cemburunya. Hubungan kami membaik”.

“Kalau istri sebesar itu cemburu dan marahnya, berarti cintanya ke bapak juga sangat besar. Ajak dia jalan2  dan dinner romantis, Pak. Serasa bulan madu ke dua, untuk menghidupkan cinta kalian kembali.”

P.Dede mengangguk mantap.”Siap. Tunggu gajian bulan depan, saya akan ajak istri plesiran.”

“Nah, gitu dong. Itu baru pelanggan saya yang setia. Selamat bulan madu, ya, Pak,”kata saya menutup percakapan.

Ada rasa syukur, lega, puas bisa menuntun orang ke jalan yang benar. Perasaan tak terlukiskan sehingga saya betah membaca, mengamati aneka peristiwa dan member i  saran pada orang yang membutuhkan ( termasuk dalam bentuk blog ).

Kesetiaan menjadi barang langka saat ini. Keponakan saya mengeluh, sulit cari pria yang setia. Saya menyemangati tempo hari : rumah rapi, masakan lezat dan sholat bersama pasangan bisa meneguhkan cinta dan kesetiaan. Karena Allah sejatinya yang menanamkan rasa saling mengasihi dan mencintai antara sepasang sejoli.

Kenapa bicara cinta, Ni ? Indonesia lagi darurat bencana. Gunung Sinabung ( Sumatera Utara ) dan  Gunung Kelud ( Jawa Timur ) erupsi. Banyak korban tewas dan mengungsi. Banjir di Manado, Jakarta, Semarang, jalur Pantura dan banyak tempat lain di Indonesia karena pertemuan awan dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia akibat badai tropis di utara Australia. Puting beliung dan longsor juga bertebaran mengintai nyawa di mana2. Empat dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia tengah meningkatkan aktivitasnya ( salah satunya karena ) dipicu anomali cuaca ( hujan intensitas tinggi ) yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2014.

Saya sudah banyak mengulas aneka bencana di blog ini, juga solusi komunitas untuk meringankan beban korban ( yang tampaknya enggan pindah dari tempat berbahaya tsb karena keterbatasan daya pikir dan ekonomi  ).  Anda bisa menyalahkan kemiskinan structural dan merajanya korupsi di negeri ini lagi. Biaya sekolah setinggi langit. Yang punya modal dan koneksi kuat terhadap lingkar kekuasaan yang bisa menikmati kue pembangunan. ( Segelintir orang yang berpegang teguh pada tali Allah dan berikhtiar penuh menjemput rezeki halal  hidup  lebih bermartabat ).

Ketika bencana meluluhlantakkan segalanya, baru terasa nyawa ( hidup ) adalah yang paling berharga. Iman kepada Allah. Dan, orang tercinta yang menghangatkan hari2 anda. Bagaimana mencari dan merawat cinta ini agar anda lebih kuat menghadapi bencana ? Simak resep manjur berikut :

Sepasang kekasih yang sudah menikah, hendaknya :

1. MEMBERSIHKAN DIRI
Bersugi, membersihkan mulut dari kotoran bekas makanan atau bakteri yang bisa mengganggu kesehatan dan keseimbangan tubuh. Rasulullah selalu bersugi sebelum tidur malam. Mandi, agar badan bersih, kesegaran pulih, kulit dan wajah cerah berseri. Badan kotor menyebabkan malas beraktivitas fisik ( dan psikis ), juga menurunkan selera bermesraan dan berhubungan intim. Mulut dan gigi sehat, bersih, cemerlang dan kulit bersih, harum akan membangkitkan gairah cinta. Rasulullah meski berusia lanjut masih melakukannya bersama istri tercinta.

2. BERPENAMPILAN RAPI & BERSIH
Rambut dipotong rapi agar terlihat tampan dan menarik. Manusia sudah fitrahnya ( naluri yang diberi-Nya ) untuk senang melihat melihat yang bersih dan rapi. Minimal mandi dengan sabun dan sisiran. Islam menuntut umat tampil bersih dan rapi ( ciri orang beriman ). Kerapihan membantu berpikir jernih. Pekerjaan menumpuk bisa diselesaikan secara terprogram oleh orang yang biasa rapi dan teratur. Beban kerja sepulang kantor bisa disegarkan oleh penampilan pasangan yang rapi dan bersih. Baju diseterika, rambut dikeramasi, kulit dilulur dengan ramuan tertentu. Seorang muslim minimal mandi sekali menjelang sholat Shubuh dan 5 kali wudhu dalam sehari.

3. BERHIAS & MEMAKAI WANGI-WANGIAN
Allah menanamkan naluri pada diri manusia untuk menyenangi yang harum dan membenci yang busuk. Badan kotor dan berbau tidak sedap bisa membuat pasangan merasa jijik. Sebaliknya, dandanan apik dan aroma wangi bisa membuat suami senang, tertarik, kagum, bangga dan hormat pada istrinya. Demikian pula, istri pada suaminya.

4. JUJUR & AMANAH
Maksudnya tulus dan bisa dipercaya pasangannya. Suami akan merasa sangat bangga jika istrinya dapat memelihara, mengamankan harta kekayaan, juga membantu suami istri hidup berkecukupan, punya tabungan hari tua. Sikap boros istri menghamburkan kekayaan bisa menurunkan selera suami pada istri. Merasa istri hanya memberatkan suami, boleh jadi ia akan berpaling ke wanita lain yang pandai mengatur keuangan keluarga. Istri mesti menyadari kerja keras suami untuk mengumpulkan harta adalah untuk bekal hidup selamanya ( bukan keinginan sesaat ). Terkadang suami ingin bersantai, istirahat, menikmati hasil jerih payahnya. Islam menentukan : istri tak boleh mengeluarkan sedekah dari harta suami tanpa izin suami, istri tak boleh mengambil sendiri keperluan belanja dari harta suami tanpa sepengetahuan suami, istri harus dapat menjaga harta suami di kala suami tak ada di rumah.

Jika istri lalai mengamankan harta suami maka timbul ketegangan. Istri tak dipercaya ( lagi ) oleh suami untuk memegang uang belanja. Istri yang merasa tak berguna bagi suaminya, tak lagi bisa mesra pada suami. Apalagi kalau suami selalu curiga, istrinya ingin menghancurkan dirinya dengan cara memboroskan harta kekayaannya.

5. BERBICARA LEMBUT
Bicara sopan dan sikap lembut untuk menghormati dan menghargai lawan bicara. Orang marah biasanya bersuara keras. Orang menghormat bersuara rendah. Pecinta berekspresi dengan suara lembut nan merdu ( cinta tulus bisa terbaca dari sini ). Orang sombong ( menganggap lawan bicara lebih rendah darinya ) malas berbicara lembut. Sikap sombong dan suara kasarnya akan dibenci dan dijauhi orang. Salah satu cara menyadarkannya adalah bersikap sama ( tidak lembut ) atau mengucilkannya. Suami istri wajib beradab dan berakhlak sopan dan lembut satu sama lain, karena merekalah yang paling berkepentingan membangun kasih sayang, cinta, kemesraan, keakraban dalam kehidupan rumah tangga.

6. MEMANGGIL dengan PANGGILAN KESAYANGAN
Panggilan kesayangan ( misal, si pipi merah, si raja otak, sunshine, moonlight ) akan melanggengkan kehidupan romantic dan mesra suami istri. Panggilan kesayangan yang dilontarkan ketika marah lebih efektif menghilangkan perasaan jengkel atas sikap yang tidak disenangi pasangan.

7. MEMANDANG dengan PENUH KASIH SAYANG
“Nabi Saw bersabda,” Sesungguhnya seorang suami melihat istrinya ( dengan kasih sayang ) dan istrinya pun melihatnya ( dengan kasih sayang pula ), maka Allah melihat keduanya dengan pandangan kasih sayang. Dan bila suami memegang telapak tangan istrinya, maka dosa2 mereka keluar dari celah jari2 tangan mereka.” ( HR.Rafi’i, dari Abu Sa’id ).

Jika sorot mata mengandung rasa cinta, yang dipandang pun dapat merasakannya. Orang senang, matanya berbinar. Orang sedih, sorot matanya layu. Orang marah, sorot matanya menakutkan. Sorot mata berperan menciptakan suasana tertentu pada orang yang dipandang ( kamu dengan sorot mata sebalmu, dan saya dengan sorot mata cuek saya , EGP. No wonder, we’re in a cold war situation ).

Jika suami istri hidup dalam suasana jujur, setia, romantis, maka mereka akan menunjukkan sorot mata lembut. Jika terjadi ketegangan, boleh jadi sorot mata kebencian yang ditunjukkan. Dalam hubungan suami istri, tak diperkenankan menjaga wibawa dengan bersikap sok jagoan dan menakuti sehingga pasangan minder atau takut. Pasangan suami istri ( pasutri ) yang berakhlak baik akan menjaga sorot mata tetap lembut sekalipun hati mereka sedang panas karena persoalan yang mengganjal di antara mereka. Karena memecahkan masalah diawali sikap emosional takkan berhasil.

8. TIDAK SALING MERENDAHKAN
“…Seseorang cukup digolongkan buruk bila ia merendahkan saudaranya yang muslim. Darah, harta dan kehormatan setiap muslim haram bagi muslim lainnya.” ( HR.Muslim )

Sikap merendahkan, menghinakan atau meremehkan orang lain adalah serangan terhadap kehormatan orang lain. Sudah naluri ( fitrah ) manusia ingin dihormati. Rasa cinta dan sayang yang mewujudkan hubungan suami istri bisa padam jika yang satu merasa direndahkan oleh yang lain. Hubungan suami istri begitu dekat sampai batas saya dan kamu nyaris hilang. Perasaan menyatu begitu dekat sehingga terkadang lupa bahwa masing2 punya harga diri yang mau dipermainkan oleh pasangannya. Seorang suami tetap dituntut menghormati dan memuliakan istrinya sekalipun kedudukan sosial, pendidikan, harta, wajah, harga diri, kehormatan, derajatnya lebih tinggi dari istri. Begitu pun sebaliknya ( jika istri yang statusnya lebih tinggi dari suami ).

Suami ketika ingin istrinya melakukan sesuatu untuknya, jangan memerintah dengan kata2 seperti yang digunakan pada pembantu. “Heii.. itu lantainya kotor, cepat sana bersihkan dulu !”. Hal itu menghina dan menyakiti hati istri ( suami berdosa dan kelak mendapat siksa-Nya ). Orang yang tak dididik akhlak agamanya, tidak merasa takut berdosa melakukan perbuatan tidak baik dan menyakiti orang lain, terutama istrinya. Bila istri tidak memaafkan, maka siksa akhirat pasti didapat suami.

9. MEMPERHATIKAN KELEBIHAN & MENUTUP KEKURANGAN PASANGAN
“.. Dan bergaullah dengan mereka ( wanita ) secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, ( maka bersabarlah ), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. ( QS. An-Nisaa’(4) ayat 19 ).

Kita wajib menutup kekurangan atau aib orang lain ( bukan dosa orang tsb ) meskipun kita tak menyukainya. Dalam QS.An-Naas ( 114 ), ayat 1-6, Allah sudah memberitahu bahwa tiap orang punya kekurangan dan keburukan yang melekat sepanjang hidup. Kita bermohon pada Allah Swt, agar sifat buruk dan kekurangan kita tsb tak sampai menjadi bencana yang menghancurkan diri kita. Juga dalam kehidupan rumah tangga. Suami tidak boleh mengungkapkan kekurangan istri pada orang lain dengan tujuan baik atau pun buruk. Ikatan perkawinan yang meleburkan kepribadian suami istri ( pada batas2 tertentu ) hingga merasa satu, mestinya tidak menganggap aib istri yang harus diperangi suami.

Kekurangan tsb mestinya diupayakan ditutupi dengan memperhatikan kelebihan. Misal, istri tidak pandai berdandan, tidak rapi mengatur rumah, tapi ia seorang yang setia, pandai memelihara harta suami dan tak suka berfoya-foya. Maka, suami bisa membantu mengatur rumah dengan keterampilan yang dimiliki suami dan minta istri merapikan penampilannya. Menutup kekurangan istri dengan melihat kelebihannya dapat meredam kejengkelan dan kemarahan suami pada istri. Contoh lain, suami jorok, tidak rapi dan tidak tampan. Senang bermalas-malasan, sampai semua urusan rumah dibebankan pada istri sehingga istri kekurangan waktu untuk mengurus dirinya sendiri. Tapi, suami pandai mencari uang dan sangat dermawan pada anak istrinya. Kelebihan dan sifat baik suami semacam ini lebih bermanfaat bagi istri daripada kekurangan suami. Jika istri bisa membayar tukang cuci dan masak ( laundry dan abonemen rantang ) senilai Rp 1 juta sebulan sedang suami berpenghasilan Rp 5 juta sebulan. Masih untung. Daripada suami ( dipaksa ) ikut menangani pengaturan rumah yang menyita banyak waktu dan mengurangi kemampuannya dalam mencari uang di luar rumah.

Kita perlu tahu kekurangan pasangan, bukan untuk merendahkan atau memojokkan tapi untuk antisipasi menjalankan bahtera rumah tangga secara lancer. Mengingkari kekurangan diri akan menghambat perkembangan kepribadian bahkan membuat orang lain benci. Orang yang selalu merasa dirinya sempurna akan dikucilkan orang dan takkan dapat bekerja sama dengan orang lain, juga takkan dapat merasakan betapa indahnya kemesraan suami istri. Sering cekcok, bertengkar karena tak ada yang mau mengakui kelemahan dan kekurangan diri. Sadar dengan ayat tsa, bahwa kekurangan tidak dapat dihilangkan, tapi hanya bisa dikurangi saja, maka usaha terbaik adalah memanfaatkan kelebihan masing2 supaya kelebihan yang satu dapat menutup kekurangan yang lain. Kerja sama kompak untuk kemajuan rumah tangga bersama. Niscaya, tenteram, mesra dan setia akan kita raih. Keluarga harmonis sampai akhir hayat.

10. SALING MENGALAH & MEMAAFKAN
Permusuhan antara suami-istri atau ortu-anak hendaknya diselesaikan dengan saling memaafkan dan mengalah satu sama lain. Niscaya suasana akrab, mesra dan rukun, cepat tercipta kembali. Dalam kehidupan rumah tangga, orang takkan lepas dari kekurangan, kesalahan sehingga sifat pemaaf dan lapang dada sangat diperlukan. Pasutri harus berlatih menenggang rasa pasangannya. Istri yang mau mengalah menghadapi tingkah menangnya sendiri suami akan membantu melestarikan kemesraan dalam keluarga.

11. TIDAK MENCELA MASAKAN
Dalam Hadits, disebutkan Nabi Saw tak pernah mencela makanan. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak suka, beliau meninggalkannya. Makanan bisa jadi sarana mendekatkan dan memesrakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, juga pergaulan suami istri. Suami yang sangat menyenangi masakan istri, membuat istri bangga dan dekat di hati. Kesehatan juga terjaga baik. Perut ( selera makan ) suami perlu diperhatikan seksama, jika tak ingin suami jengkel , juga istri jengkel karena sudah susah payah memasak tapi tak dihargai suami. Daripada mencela, lebih baik suami dengan sopan memberitahu seperti apa seleranya dan apa kekurangan yang dimasak istrinya.

Suami mencela masakan istri bisa jadi karena selera makannya tinggi, suka makan enak di restoran, lalu membandingkan dengan masakan istri. Atau suami sedang sakit sehingga lidahnya terasa pahit. Suami sedang sebal pada istri sehingga apa pun dicela untuk melampiaskan kemarahan. Suami harus diingatkan bahwa jengkel dan marah tanpa alasan yang benar itu dosa. Orang yang sudah susah payah, tapi masih ( dan berulang-ulang ) dicela akan berputus asa dan memadamkan kemesraan.

12. SALING MENASEHATI & MENGAJARI
“… Sesungguhnya ketika manusia melihat orang berbuat dzalim, tapi tidak mencegahnya dengan kedua tangannya, niscaya hampir2 Allah menimpa siksa-Nya.” ( HR.Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i )
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar2 dalam kerugian, kecuali orang2 beriman, mengerjakan amal shaleh, nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.”
Orang yang enggan menasehati temannya yang berbuat dosa atau salah akan ikut dirugikan karena rusaknya ikatan pergaulan pada akhirnya. Misal, teman suka mabuk atau minum bir, tanpa sadar mengucapkan kata2 keji yang merendahkan teman yang enggan menasehati atau berupaya menghentikan kebiasaan buruk tsb. Dalam perkawinan semacam ini bisa memporak-porandakan rumah tangga. Jadi, suami istri wajib saling mengajari. Terutama ilmu agama.

Jika suami ternyata kurang memiliki pengetahuan agama, maka istri wajib mengajarinya. Pengetahuan agama yang wajib dipahami setiap muslim adalah : rukun iman, rukun Islam, taharah ( bersuci dari najis ), sholat, puasa, zakat, halal dan haram, hukum perkawinan, hukum waris, hukum akhlaq. Nasehat yang diberikan pada pasangan mestinya diterima dengan baik, penuh rasa syukur.

Orang keras kepala dan sombong tak mau dinasehati ketika melakukan kesalahan dan tak mau diajari kalau tidak tahu. Orang semacam ini tak bermanfaat sebagai teman, apalagi sebagai pasangan hidup. Jika terlanjur mengawini orang macam ini, lakukan dulu pendekatan dengan penuh kesabaran. Jika semua upaya tidak berhasil memperbaiki sifat merugikan itu, maka sebaiknya mereka berpisah. Karena meneruskan hubungan dengan pasangan yang tidak peduli kehidupan baik menurut garis agama hanya akan menjerumuskan keduanya berikut keluarga dalam bencana.

Keluarga yang anggotanya bersedia meningkatkan kualitas pengetahuan dan mengikis kekurangan/ kesalahan akan merasa semakin dekat dan mesra. Kesalahpahaman akan terhapus. Selaras, sejuk, damai yang terasa.

13. MENGHAYATI POSISI MASING2
“Tiap orang dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan. Imam penanggung jawab atas umatnya. Suami penanggung jawab atas keluarganya. Istri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya.” ( HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dari Ibnu ‘Umar )

Allah tidak memberi fitrah kepemimpinan utama pada perempuan. Suami sebagai kepala rumah tangga wajib mencari nafkah dan membelanjai istrinya. ( jika istri yang membanting tulang menghidupi keluarga, maka uang tsb dianggap hutang suami yang harus dibayar pada istri ). Jika pengurusan uang belanja sehari-hari diserahkan pada anak, maka istri sebagai wakil ( manajer ) rumah tangga akan merasa lebih rendah dari anaknya sendiri dan merasa tidak dihargai. Jangan harap suami diperlakukan mesra jika istri direndahkan. Istri tidak boleh menempati posisi suami, sebagai mana suami tak boleh lepas tanggung jawab menghidupi keluarga.

14. MENGHARGAI KECENDERUNGAN MASING2
“ Setiap orang telah dipersiapkan menuju arah dia diciptakan-Nya.” ( HR.Ahmad, Thabarani, Hakim ).
Tiap orang diciptakan-Nya dengan kecenderungannya tersendiri. Kesenangan pada sesuatu yang terus ditekuni. Selama kecenderungan tsb sejalan dengan ajaran Allah dan rasul-Nya, maka tak boleh dihalangi. Misal, hobi berkebun istri membawa kesegaran dan kesenangan. Ekses negatif seperti menjadi sarang nyamuk bisa dicari solusinya, seperti penyemprotan obat nyamuk yang tak membahayakan lingkungan. Suami istri damai. Suami istri yang dapat memahami hobi masing2, apalagi saling menunjang akan memupuk kepribadian masing2. Rumah tangga tak jadi monoton dan jenuh. Melainkan bervariasi, segar dan menggembirakan.

15. SALING MERASAKAN DERITA PASANGAN
Dalam perkawinan, suami istri terikat sebagai satu tubuh. Saling menanggung, berbagi perasaan sedih dan gembira menjadi prinsip hidup mukmin. Jika yang satu sakit, yang lain menjaga. Kalau yang satu tak peduli, yang lain akan benci. Orang yang benar2 cinta, merasa sakit jika orang yang dikasihinya sakit. Ia akan memberi pelayanan dan pengorbanan untuk meringankan derita pasangan . Istri sakit yang dilayani suaminya dengan baik akan merasa sakitnya berkurang. Saat suami sakit, istri berjaga sepanjang malam, turut merasakan penderitaan suami. Kebersamaan semacam ini membuat cinta semakin dalam. Psangan bisa diandalkan, dipercaya, setia menghadapi penderitaan seberat apa pun.

Sejahat-jahatnya orang adalah yang melampiaskan dendam pada orang yang dicintainya. Pasangan suami istri ( pasutri ) perlu mengasah perasaan sehingga mencapai kesatuan rasa yang tak bisa dipisahkan satu sama lain.

16. SALING MEMPERHATIKAN KEPENTINGAN PASANGAN.
“.. Barang siapa membantu kepentingan saudaranya ( muslim ), maka Allah akan selalu membantu kepentingannya. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” ( HR. Bukhari & Muslim ).

Bedak untuk istri. Minyak rambut untuk suami. Meski kepentingan kecil dari masing2 tapi harus mendapat perhatian baik dari pasangan. Saling membantu pasangan memenuhi kepentingan masing2 memberikan hasil pahala di akhirat. Setiap perbuatan yang dipahalai di akhirat, sudah pasti memberi keuntungan yang konkret di dunia pada pelaku.

Suami yang tidak peduli pada pasangan karena ingin menikmati kesenangannya sendiri adalah suami yang egois. Suami atau istri yang tidak diperhatikan pasangannya bisa lari pada orang lain. Sifat sombong kerap membuat orang tidak mau menaruh perhatian sepenuh hati pada pasangan. Takut dianggap butuh atau takut dikira tidak mandiri, atau bersaing dalam karir. Suami istri yang bermental sehat butuh kasih sayang dan perhatian timbal balik. Allah akan menjamin kehidupan baik di rumah tangga dan akhirat kelak bagi keduanya.

17. MENJAUHI HAL2 YANG MENIMBULKAN KECEMBURUAN
Cemburu adalah perasaan tidak senang terhadap hal yang dilakukan orang tercinta yang dinilai mengabaikan kepentingannya. Meski yang diberi perhatian lebih adalah saudara, ibu atau anggota keluarga. Suami ingin selalu jadi pusat perhatian istrinya. Istri hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri.

Tindakan cemburu suami terkadang emosional : menahan uang belanja sekian lama, meninggalkan istri tanpa kabar sampai beberapa hari. Istri harus menyadari, secara fitrah ( naluri yang diberi-Nya ) suami tak sudi diberi perhatian sampingan, meski yang diberi perhatian utama istrinya adalah anak kandungnya sendiri. Misal, bayi yang tengah disusui istri. Istri sebaiknya tahu kelemahan suami yang satu ini dan dapat menyelesaikan dengan baik. ( istilah MTGW, ‘aku ( suami ) kan bayi terbesarmu’. Saking manjanya suami pada istri ).

Pasutri mesti dapat menjauhkan diri dari hal2 yang menimbulkan kecemburuan, baik berupa ucapan, perbuatan atau isyarat ( beriman mata, nada merayu, melirik, keasyikan bicara, terkekeh/ ngakak/ cekikikan/ genit pada lawan jenis/ orang lain ), terlebih di hadapan pasangan. Jika tabu ini dilanggar, pasangan akan membalas dengan cara yang lebih norak dan berbohong. Dalam pergaulan Barat, sering kenorakan ini dianggap ‘modern’ . Pergaulan bebas. Akibatnya, malapetaka menimpa keluarga2 modern, membuat orang tidak percaya lagi pada institusi perkawinan dapat menjamin kebahagiaan suami istri. Lalu mereka banyak yang melakukan ‘kumpul kebo’ ( zina, dosa besar ).

Pasangan enggan menghindari hal2 yang menjurus cemburu atau pun zina karena tidak tahu ( sehingga pasangan yang mengerti bisa memberitahu agar hal semacam itu tak terulang lagi ).
Ciri mukmin adalah santun. Senyum, bicara lembut, memberi jamuan pada tamu adalah akhlak yang baik. Perilaku tsb tidak termasuk perbuatan penyebab cemburu. Tapi jika begitu rupa, bikin tamu ( pria ) kerasan dan ngobrol kelamaan tanpa izin suami, itu baru persoalan serius / cemburu.

18. TIDAK MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN
Sifat negatif pria adalah cenderung menilai kekurangan istri secara tajam tatkala melihat wanita lain memiliki kelebihan. Jika dituruti akan sangat merugikan istri yang selama ini sangat percaya dan setia pada suami. Suami atau istri yang suka membandingkan pasangan dengan orang lain biasanya disebabkan ingin memacu semangat pasangan, ingin mengungguli orang lain, atau ingin menyakiti istri. Jika demikian, hendaknya masing2 instropeksi diri dengan sadar bahwa tiap orang punya tingkat kemampuan dan garis kehidupan sendiri2. Suami dilarang membandingkan ( kekurangan ) istri dengan ( kelebihan ) wanita lain. Cukup disimpan dalam hati. Jika kelebihan istri yang disampaikan, maka bertambahlah cinta istri pada suami yang membuatnya bersedia mengabdi pada suami sepanjang hidupnya.

19. MERINGANKAN BEBAN KERJA PASANGAN
Aisyah ditanya : “Apakah yang dikerjakan Rasulullah Saw di rumahnya ?” ( Aisyah ) menjawab : “ Beliau adalah seorang manusia biasa. Beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri.” ( HR.Tirmidzi ).

Banyaknya pekerjaan yang menumpuk di rumah ( anak2 masih kecil ), bukan karena istri malas mengerjakan, tetapi karena tidak cukup waktu dan kurang tenaga. Melihat kesibukan istri mengurus anak2 dan rumahnya, suami tak boleh jengkel atau marah. Suami seharusnya merasa bahwa pekerjaan tsb juga menjadi tanggung jawabnya untuk diselesaikan. ( pekerjaan kantor sekitar 8 jam, pekerjaan rumah, terlebih masih ada bayi, adalah 24 jam sehari ).

Suami yang mencari nafkah dan berdakwah hanya punya sedikit waktu tersisa untuk beristirahat atau bersantai. Menghadapi situasi ini, istri seharusnya meringankan beban suami dengan cara tidak banyak menuntut belanja di luar kemampuan suami, apalagi bersaing dengan teman mengejar jabatan, kekayaan, karir yang bikin suami stress atau overload. Jika penghasilan suami sedikit, hendaknya istri dapat mengelolanya hati2 sehingga cukup untuk kehidupan keluarga.

Suami atau istri egois biasanya hanya mengikuti kata hatinya, tanpa menaruh belas kasihan pada pasangan. Balas dendam dan kemalasan juga menyebabkan beban urusan rumah tangga tertumpuk pada salah satu orang saja ( seperti perlakuan pada pelayan atau budak ). Sifat malas sangat dicela Allah, merusak diri dan berdosa.
Suami dituntut peka melihat pekerjaan masih menumpuk padahal istri sudah begitu sibuk dan terkuras tenaganya. Suami cepat turun tangan menyelesaikan pekerjaan tsb tanpa banyak bicara. Kesigapan ini akan membuat istri kagum dan haru melihat kesetiaan suami pada diri dan anaknya. Istri kian yakin bahwa suami benar2 mencintainya dan berusaha melindunginya sekuat tenaga. Jerih payah suami ( yang seperti tak kenal waktu ) demi kebahagiaan istri membuat istri terpanggil member kesetiaan dan kemesraan pada suami.

20. BERGANDENGAN TANGAN
Istri yang cemberut menyambut suami karena cemburu, membuat suami merasa tidak disenangi, bahkan bisa timbul kebencian. Ketegangan biasanya mudah diluluhkan dengan bergandengan tangan mesra. Terutama ketika istri dan suami mengulurkan tangan untuk saling berdekapan sebelum membicarakan apa pun yang mengganjal dalam hati masing2. Allah menciptakan konstruksi biologis manusia sejalan dengan getaran emosi. Hubungan fisik dan jiwa berlangsung timbal balik sehingga penyelesaian masalah pun secara serentak ( sentuhan dan bicara ).
Islam tak melarang suami istri bergandeng tangan atau berangkulan di jalan umum ( sudah diketahui umum yang melakukan itu adalah pasutri ). Rasulullah menjelaskan pasutri yang saling bergenggam tangan atau berdekapan maka dosa dan kesalahan mereka akan diampuni Allah ( karena keduanya juga telah menghapuskan kesalahan pasangannya ). Artinya, suami atau istri yang melakukan kesalahan pada pasangannya sama saja berbuat dosa pada Allah. Jadi, jangan anggap ringan kesalahan terhadap pasangan. Keakraban suami istri yang terlihat anak2 akan memberi kesan mendalam dan damai di hati mereka. Suasana kasih sayang itu membantu anak2 rukun dengan saudaranya, juga pasangan mereka kelak. Rasa jengkel berganti kasih mendalam berkat gandeng tangan, berangkulan atau berdekapan di tempat layak kapan saja pasutri mau. ( wow, asyik.. )

21. BERSENDA GURAU.
Senda gurau adalah upaya melepaskan ketegangan dalam diri karena salah paham, kata2 merendahkan, perilaku menjengkelkan, sifat yang tidak disenangi pasangan. Gurau merangsang tawa atau senyum. Suasana humor harus diupayakan suami istri dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Keengganan mengupayakannya disebabkan antara lain ; rasa malu, adat kebiasaan, kuatir wibawa hilang ( suami bersikap angker, berharap dihormati dan dipertuan istri. Padahal sikap angkuh, apalagi sampai menghina istri, sama artinya dengan berlaku pongah, congkak dalam pandangan Allah. Manusia terbaik ialah manusia yang berlaku lembut dan ramah pada sesama manusia, terutama pada istrinya ).

Islam melarang menggunjing orang atau membicarakan aibnya di belakang. Menjadikan tetangga sebelah sebagai obyek lelucon, atau melontarkan ejekan yang menyerang kekurangan fisik manusia lain, bukanlah humor yang dimaksud. Mengejek ciptaan Allah adalah dosa ( banyak pelawak mati muda karena dagelan slapstick, menyebut gob***, beg*, anj***, dan sejenisnya pada lawan mainnya ). Rasulullah selalu berusaha mendekatkan hubungan dengan para sahabat. Apalagi dengan istri beliau, Rasulullah berusaha lebih gigih, karena suami istri adalah pasangan halal. Segala upaya memesrakan hubungan pasutri akan mendapat pahala dari Allah, selama tidak menyalahi akhlak Islam.

22. TIDURAN DI PANGKUAN.

Tidur di pangkuan

Tidur di pangkuan istri, terlihat mesra, damai, romantis. Nggak nyangka, Islam bisa begini ( menuntun sampai hal sedetail ini ).

“Rasulullah Saw pernah tiduran di pangkuanku ketika aku sedang haid, lalu membaca Al-Qur’an.” ( HR. Bukhari & Muslim ).

Sentuhan2 sekunder untuk menggali semangat kasih sayang dan romantisme ( bukan rangsangan seksualitas menjelang hubungan biologis ), seperti suami tiduran di pangkuan istri. Suami perlu dampingan istri ketika bersantai, memahami bacaan, berpikir dan menyaksikan sesuatu yang mengasyikkan dirinya. Istri pun demikian, seperti ketika menjahit pakaian bayi yang sebentar lagi akan lahir. Istri menyandarkan badannya ke badan suami supaya tidak merasa lelah atau jenuh. Sebenarnya, orang tua pun masih punya jiwa kekanak-kanakan. Kebutuhan suasana mesra bukan monopoli anak kecil, melainkan semua manusia sejak kecil sampai kakek nenek. Setelah sekian lama mengalami ketegangan hubungan, berpisah karena pekerjaan atau keperluan lain, suami istri dapat bermanja-manja dengan tidur di pangkuan.

23. SALING MEMBELAI DAN MERABA
Anak kecil yang menangis sering diam, tenang kembali setelah dibelai orang tuanya, karena merasa diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Belaian mujarab untuk mengatasi kenakalan anak ( setelah anak didudukkan di kursi hukuman dan menyadari kesalahan serta minta maaf ). Istri yang dibelai suami, merasa dirinya disayang. Ketika dibelai, ada setrum kejiwaan yang merasuk hatinya bahwa dirinya sedang disayang dan dimesrai pasangannya . Belaian jadi ekspresi sayang dan cinta orang yang membelai, meski tidak selalu berlanjut hubungan biologis. Jika istri menepis tangan suami yang membelai, berarti ia sedang dongkol pada suami. Jika yang dibelai dalam suasana mesra, maka dia akan menerima belaian dengan baik, dan yang membelai merasa senang dan puas.

Rasulullah tidak segan2 membelai istri atau minta dibelai oleh istrinya. Meraba istri atau minta diraba istri beliau. Langkah mujarab melestarikan perkawinan sampai berkumpul kelak di akhirat sebagai suami istri ahli surga.

24. MENCIUM
Ciuman tidak harus diikuti hubungan biologis, sehingga bisa dilakukan ketika istri dalam keadaan hadi, nifas, sakit atau suami istri sedang puasa wajib atau sunah. Bahkan ketika keduanya sedang I’tikaf di masjid. Rasulullah sering mencium istri beliau walau beliau sudah berwudlu, dan beliau tidak pernah bosan mencium agar dapat terus memelihara kemesraan dengan istrinya. Suami istri boleh saling mencium di depan anak2 dalam rumah, sehingga kelak mereka dapat meniru suasana mesra itu dalam rumah tangga mereka sendiri. Romantisme dan kemesraan bagian dari tugas suami istri beribadah pada Allah dan memakmurkan dunia.

25. TIDUR SERANJANG
Istri yang tidur berpisah ranjang dari suami ( kecuali dalam keadaan sakit ) berarti telah melakukan perbuatan yang dimurkai Allah, dan malaikat melaknatnya sampai shubuh ( HR.Bukhari ). Selama tidak membahayakan keselamatan yang sakit, suami istri seharusnya tetap tidur seranjang.

Dalam QS. Ar-Ruum ( 30 ) ayat 21, diungkapkan rasa kurang lengkap bila suami istri tidak tinggal bersama. Keduanya baru merasa lengkap, sempurna dan tenteram kalau hidup berdampingan dan selalu bersama. Saat tidur seranjang tercipta perasaan menyatu ibarat satu badan. Ketika pasutri tidur berpelukan, berdekapan erat, akan tertanam kecintaan lebih mendalam. Suasana menghangat. Suami istri memperoleh kesegaran dan hiburan tersendiri, sehingga rasa lelah dari kerja siang hari menjadi hilang. Apalagi jika di atas ranjang, pasutri dapat menciptakan suasana lucu, canda dan tawa.

Membiarkan suami tidur sendiri akan mengikis perlahan, romantisme dalam diri suami, sehingga ia mungkin berangan bermesraan dengan wanita lain yang dikenalnya. Istri yang hanya dijadikan obyek seksual sepihak ( tanpa foreplay, hanya suami yang puas, istri tak sampai mencapai kepuasan dengan durasi lebih lama ) akan merasa diabaikan sehingga timbul keinginan istri untuk bermesraan dengan pria lain. Suami yang egois, puas sendiri, berarti telah durhaka ( berdosa ) pada istrinya.

Bagi istri, tidur seranjang untuk memperoleh kesempatan lebar untuk berhubungan seksual, dan menciptakan kemesraan dan kebersamaan dengan suami untuk selamanya. Pasutri seharusnya tetap tidur seranjang bila mereka menghadapi masalah, karena hal itu akan memudahkan penyelesaiannya. Para istri tidak perlu merasa malu atau kikuk ketika berupaya menyegarkan suasana di atas ranjang bersama suaminya. Berbagai variasi menarik dapat diciptakan ; dengan mengganti penataan tempat tidur, sprei, sarung bantal, hiasan dan member aroma wewangian di kamar tidur. Kamar khusus yang bisa digunakan kapan saja bermesraan, tanpa terganggu anak2. Hmm.. seindah masa2 bulan madu.

26. SALING MEMUASKAN.
Syahwat adalah keinginan lelaki dan perempuan untuk berhubungan seksual. Hormon seksual orang dewasa tumbuh secara matang, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas fisiknya. Perkawinan merupakan tuntutan biologis dan rohani manusia. Suami istri bertanggung jawab memberi pelayanan seksual pada pasangannya sampai puas. Para suami dapat meningkatkan kemampuan seksualnya demi kepentingan istri dengan cara ; menjaga kebersihan diri dan stamina dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, menjauhi hal2 yang melemahkan syahwat ( seperti bir, rokok ), minum madu ( ramuan sehat atau makanan aman untuk meningkatkan kemampuan seks ), tidur atau istirahat cukup sehingga badan tetap segar, tidak berlebihan dalam bekerja yang melelahkan pikiran dan menyita waktu istirahat.

Istri hendaknya berusaha tampil menarik sehingga suami terdorong berhubungan seks dengannya. Seks itu penting untuk menjaga kelangsungan rumah tangga. Agar salah satu ( atau keduanya ) tidak serong, menghancurkan rumah tangga dan mengakibatkan malapetaka pada anak2. Seks berperan 5 % dari seluruh faktor yang mengikat kemesraan suami istri ( menurut penelitian ). Bilamana kepuasan seks terpenuhi, maka keharmonisan pasutri dapat tercapai.

27. MENYEDIAKAN WAKTU KHUSUS.
Suami dituntut member waktu khusus untuk istrinya sehingga istri merasa puas, diperhatikan dan dihargai suami. Waktu khusus ini untuk membicarakan permasalahan sensitif di antara mereka dan memberi kesempatan pada istri untuk melampiaskan rindu. Tidak semata hubungan intim. Misal, istri ingin bicara tentang kesulitannya mengendalikan anak yang bandel.

Kesibukan kerja yang tiada hentinya sehingga mengabaikan hak pasangan, menyebabkan dia berdosa pada pasangannya dan dosa pada Allah. Kesibukan kerja dimaksudkan untuk mensejahterakan pasangan, bukan untuk membuatnya sedih atau menderita. Suami harus menyelami keadaan istri dari sudut pandang istri, bukan dari sudut pandang suami. Sering istri hanya ingin suami mendengar keluh kesah dan kesulitannya. Bukan untuk digurui, diceramahi, meski maksud suami untuk member solusi. Just listen.

28. MANDI BERSAMA atau MEMANDIKAN.
Dari ‘Aisyah, ujarnya ketika kami mandi junub : “Aku biasa mandi bersama Rasulullah Saw dalam satu tempat mandi. Antara diriku dan beliau, tangannya saling bergantian mengambil air, tapi beliau mendahuluiku, sehingga aku berkata, ‘Sisakan untukku . Sisakan untukku..” ( HR. Bukhari & Muslim )

Rasulullah Saw bersabda,”Semoga Allah merahmati suami yang dimandikan istrinya, dan ditutupi ( kekurangan ) akhlaknya.” ( HR. Baihaqi, dari ‘Aisyah ).

Rasulullah yang telah berumur 60 tahun masih mandi bersama istrinya tanpa merasa kikuk. Saat mandi bersama, suami istri dapat saling menyentuh, bergurau, saling menyiram, saling mencolek, bahkan saling mengguyur air seperti anak kecil. Bulan madu seperti terulang kembali, menyegarkan jasmani dan rohani serta menanamkan kesan mendalam.
Suami istri dapat memilih waktu yang tepat untuk mandi bersama agar tidak diketahui anak2, atau kamar mandi khusus dibangun dalam kamar tidur pasutri, sehingga setiap mandi bersama tidak diketahui anak2.

29. SALING MEMOLESKAN MINYAK WANGI
Pada saat suami pulang dari bepergian jauh, istri dapat membantu suami membersihkan debu, atau melepas pakaian kotor dari badan suaminya. Rasulullah selalu membersihkan dan memberi aroma wangi pada badannya. Aisyah segera bangkit membantu memoleskan bubuk pewangi ke seluruh tubuh beliau. Para istri sangat senang melihat suami tampil bersih dengan pakaian dan badan wangi. Saat istri berdandan dan membersihkan diri juga mengharapkan bantuan dan perhatian suami. Istri yang sedang memilih pakaian serasi untuk dipakai, bisa dibantu suami memilihkan baju dan mengambilnya dari lemari. Ketika istri sedang memoleskan minyak wangi, suami datang membantu memoleskan parfum ke badan istri.

30. MENYISIR DAN MENYEMIR RAMBUT SUAMI
Menyemir rambut jika sudah beruban diperbolehkan, sepanjang bukan semir warna hitam. Boleh coklat, atau merah. Istri senang suaminya berpenampilan rapi dan rambutnya terlihat seperti orang muda. Tiap orang menyukai kemudaan. Usia boleh lanjut, tapi perasaan tetap muda. Suami istri yang sudah puluhan tahun hidup bersama dapat tampil muda dan melestarikan kemesraan dengan rajin menyisir rambut dan menyemirnya bila perlu. Jadi, jika istri atau suami melihat rambut pasangannya tidak tersisir, jangan segan mengingatkan, kalau perlu menyisirnya, supaya terlihat lebih mesra.

31. MAKAN BERSAMA atau SALING MENYUAP
Ketika makan bersama, Rasulullah dan istri mengambil makanan dalam satu piring. Karena suami istri telah melebur menjadi satu jiwa raga, keduanya hendaknya dapat melakukan langkah kongkret untuk memelihara kesatuan jiwa raga tsb. Tangan suami istri saling bersentuhan ketika bergantian mengambil makanan akan menciptakan perasaan kasih sayang yang lebih mendalam. Suasana akrab, mesra anak2 ketika saling mencubit, saling menganggu, saling melempar mestinya bisa dihidupkan kembali oleh pasutri untuk melestarikan perkawinan.

Suami istri yang makan bersama dalam satu piring di depan anak2 secara langsung mendidik anak2 untuk menyadari kebersamaan dengan saudara2-nya sehingga tidak perlu berebut lauk ketika makan bersama. Mereka dapat menyaksikan bagaimana ibu bapaknya begitu saling menyayangi. Terkesan dalam diri mereka sehingga mereka berbuat serupa dengan sesama saudara, juga pasangan mereka di masa depan. Sentuhan kasih sayang itu mengharukan mereka. Satu piring tanpa sendok. Bergantian dengan tangan telanjang. Lakukan sekali dalam sehari ( minimal ), seperti halnya makan bersama dalam kehidupan keluarga.

32. REKREASI BERSAMA
Suasana rutin di rumah, terlebih jika kesibukan suami istri cukup tinggi, bisa menjenuhkan. Jika demikian, pasutri perlu rekreasi ke tempat2 yang menyegarkan untuk menyegarkan badan dan jiwa. Pepohonan hijau, dengan air mengalir lancer, atau ombak yang aman dapat memperkokoh kembali ikatan suami istri bak pengantin baru berbulan madu. Obyek dan suasana tempat rekreasi dipilih yang menunjang suasana romantis dan mesra.

Jika tak punya dana besar, rekreasi bisa dilakukan di alun2 atau swalayan dekat rumah. Berjalan berdua atau bersama anggota keluarga. Ke sawah atau ladang, bekerja di sana diselingi rekreasi. Kesibukan yang tiada hentinya, hanya menimbulkan stres pada diri dan mengurangi perhatian pada pasangan. Rekreasi bersama, dipandang masyarakat sebagai wujud keluarga bahagia, penuh kemesraan. Rekreasi yang dipaksakan dengan biaya di luar kemampuan, justru menimbulkan pertentangan dan pertengkaran. Jadi berekreasilah dengan bijak.

33. BERLOMBA
Berlomba artinya bersaing mencapai hal terbaik atau memenangkan sesuatu yang dipertandingkan. Berlomba berfungsi fisik dan psikis, mendekatkan hubungan batin pasutri, menyegarkan kasih sayang dan meningkatkan romantisme. Misalnya, lomba masak, mengatur rumah, tampil rapi, berkebun, melukis, catur, lari, dll. Suami yang selalu menempatkan istri setara dengannya, menjadikan anak2 sahabat dalam pergaulan keluarga akan semakin dicintai dan disegani oleh keluarga. Tidak merusak wibawa suami di hadapan istri dan anak2. Asyik juga, menyertakan anak2 dalam lomba aerobik. Anak2 sekaligus dididik untuk bersaing sehat menciptakan keakraban dengan sesama saudaranya. Masyarakat ikut menyaksikan dan terinspirasi melihat pasangan serasi dan ideal dalam lomba aerobik tsb.

34. SALING MENGHADIAHI
Rasulullah menganjurkan membangun semangat saling mencintai dengan saling member hadiah. Orang yang diberi hadiah merasa diperhatikan dan dimuliakan oleh si pemberi hadiah. Hadiah adalah pemberian materi atau sesuatu yang bernilai dengan tujuan menghormati atau menyenangkan hati yang diberi. Setelah suami bepergian ke tempat jauh sekian lama, membawa oleh2 yang sangat disenangi istri. Istri menyambutnya dengan bangga dan terima kasih karena merasa dimanjakan dan diperhatikan suami. Meski mampu membeli sendiri, suami merasa lebih berharga dan diperhatikan jika dihadiahi sepatu baru di hari raya.

Suami istri menginginkan hal2 yang bersifat kejutan dari pasangan. Apalagi pasangan baru ditinggal pergi ke luar negeri atau luar kota. Oleh2 atau hadiah tak perlu mahal atau mewah. Yang penting merupakan sesuatu yang menyenangkan yang diberi. Hadiah sekecil apa pun ( asal halal/ dibeli dengan uang halal ) untuk pasangan menegaskan bahwa pasangan benar2 diperhatikan walau pun di tempat jauh. Makanan khas daerah dari seorang teman akan menggembirakan kita, karena kita merasa diperhatikan dan dihormati. Bukan harga barang yang dinilai, tetapi maksud yang terkandung di balik pemberian hadiah2 tsb. Hati ikhlas memberi, dirasakan tulus pula oleh penerima.

35. BERSAMA MENYELESAIKAN MASALAH dengan pikiran jernih.
“Berbahagialah orang yang berbuat dengan dasar ilmu, mengeluarkan sedekah dari kelebihan hartanya, dan menahan lisannya dari berkata tidak perlu.” ( HR.Thabarani & Baihaqi ).

Tiap berbuat sesuatu hendaknya didahului pengetahuan yang benar ( bukan emosi, bukan kebodohan ) sehingga menghasilkan kebaikan bagi diri kita. Pasutri enggan memecahkan masalah bersama, disebabkan emosi, buruk sangka, tidak paham. Bisa diatasi dengan menunggu emosi reda, baru kemudian pasangan yang paham menjelaskan secara gamblang apa yang sedang dipersoalkan. Lalu sama2 mencari solusi yang mendekati kebenaran. Sedekah yang dikeluarkan hendaknya ( didiskusikan dulu dengan pasangan agar ) tidak mengganggu belanja dapur atau merugikan kepentingan suami, istri atau anak2. Karena setiap tindakan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat kelak. Jika tindakan tsb didasari ilmu dan dilakukan ikhlas, maka kita mendapat pahala. Suasana romantis dan mesra akan tercipta.

36.SHOLAT BERSAMA ( terefektif menjaga cinta ).
“Semoga Allah member rahmat pada wanita yang bangun untuk sholat malam dan ia bangunkan suaminya untuk sholat malam. Jika suaminya enggan, ia percikkan air ke muka ( suami ) nya.” ( HR. Ahmad, Nasa’I, dan Ibnu Hibban ).

Sholat membentuk jiwa manusia bertaqwa pada Allah. Pasutri mendapat ketenangan dan ketentraman jiwa yang amat diperlukan dalam menempuh kehidupan. Perkawinan adalah bagian tugas ibadah manusia pada Allah. Jalani dengan penuh kesungguhan dan hati2 sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya. Saling mencintai dan saling membahagiakan. Ketika sujud dalam sholat bersama kita dapat memohon pada Allah agar perkawinan diberi barokah, rahmat, kekuatan, diridhoi, hubungan suami istri mesra. Kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. Buah sholat adalah hati tenteram dan pasrah pada Allah. Jurus terefektif dalam 40 jurus. Rasa saling sayang dan cinta adalah karunia Allah, yang bisa Dia cabut kapan saja sekendak-Nya. Jadi, mendekatlah pada Allah ( terutama sholat 5 waktu yang kusyu’ ) jika ingin pasangan setia dan terus mencintai anda.

37. SALING MENDOAKAN BILA BERJAUHAN.
“Apabila seseorang berdoa untuk saudaranya di belakangnya, maka malaikat menjawab : ‘ Kamu pun mendapatkan seperti itu.” ( HR.Muslim dan Abu Dawud ).

( disarikan dari “40 Langkah Melestarikan Kemesraan Suami Istri”- Drs.M.Thalib )

CARA MENDAPAT ANAK SHOLEH/ SHOLEHAH

Anak ( kandung ) adalah penyejuk dan penghibur hati orang tua. Senin dan Kamis, kita ( anak shaleh ) berpuasa maka mendiang ayah kita turut merasakan kebaikan kita. Amal shaleh anak menambah tabungan amal shaleh ortu yang sudah wafat. Mendapatkan anak shaleh ? How ?

• Ketika bayi lahir, ayahnya mengumandangkan azan di kuping kanan bayi. Lalu, bayi tsb diberi ASI ( air susu ibu ), inisiasi pertama yang mengandung nutrisi pengebal penyakit dari ibu kandungnya, segera setelah dilahirkan.
• Pada hari ke-7 kelahirannya, diaqiqahi dengan satu ekor kambing untuk bayi perempuan, 2 ekor kambing untuk bayi laki2, agar berkah si anak utuh di akhirat. Si anak kelak menjamin ortu di akhirat. Pada hari ke-7 itu, si bayi dicukur rambut kepalanya dan diberi nama. Kambing itu disembelih untuk dimakan atau dibagikan ke tetangga/ teman ( dengan atau tanpa nasi ). Susui bayi tsb selama 2 tahun.
• Cintai anak kecil ( sejak mulai bisa berjalan kaki/ 1,5 – 12 tahun ). Sayangi mereka. Jika anda menjanjikan sesuatu pada mereka, penuhi janji anda sehingga sosok manusia yang benar bagi anak itu jelas. Kita juga diperintahkan Rasulullah melayani permainan kekanak-kanakan ( main kuda-kudaan, petak umpet, dll ). Apa kemauan anak itu, turutilah, agar anak merasa dekat. Biarkan anak2 ikut menemui tamu ( selama tidak merusak ) supaya mereka berlatih berkenalan dengan orang lain ( anak 15 tahun biasanya sudah malu bermain-main dengan orang tuanya )

• Anak2 diajari sholat ketika mereka telah berumur 7 tahun. Hukumlah mereka jika melalaikan sholat setelah berumur 10 tahun. Pisahkan tempat tidur mereka.
• Anak umur 7 tahun sudah bisa membedakan baik buruk, benar salah sehingga sudah bisa dinasehati. Segera setelah anak sudah mengerti mana tangan kanan dan kiri, ortu mulai menanamkan kebajikan pada anak. Mulai dari sholat, karena ibadah ini meliputi seluruh ajaran Islam ( akidah, ibadah, akhlak ). Gerakan sujud melatih anak untuk tunduk pada Allah. Sholat berjamaah mengajari anak mengikuti pimpinan ( imam ). Dengan sholat berjamaah, si anak bisa melihat dan merasakan betapa rukun ( harmonis ) hubungan ayah ibunya ( jiwa anak damai. Metode terbaik mendidik anak di usia 1,5-12 tahun. Ajari mereka akhlak baik, halal -haram, wajib- sunnah. Anak berumur lebih 12 tahun sudah sanggup bergaul dengan masyarakat luar. Dengan bekal akhlak mulia dan doa oratu, mereka lebih survive ( aman ) ketika berada di luar rumah.
• “Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak atau satu dinar yang engkau belanjakan untuk isterimu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk isterimu.” ( HR.Muslim ). Artinya, jangan mengorbankan istri dan anak untuk mengejar kepentingan umum ( missal, membangun masjid ). Tanggung jawab pria menghidupi istri dan anaknya jauh lebih besar dari kewajiban berperang ( tapi istri juga jangan boros atau dimanjakan ). Mengharapkan kiriman dari bapak, saudara atau kenalan untuk menghidupi istri dan anak adalah perilaku lelaki abnormal. Perkara yang paling berharga ( paling besar pahalanya ) mestinya kita perhatikan dan dahulukan untuk dikerjakan.

• Ortu harus berlaku adil pada semua anak kandungnya. Jika kasih sayang bapak pada anak tidak sama, hal itu tak boleh diperlihatkan secara kongkrit pada anak-anaknya ( misal, dalam bentuk pemberian hadiah yang mencolok. Ortu berdosa jika pilih kasih ( ada anak kesayangan. Dalam kisah Nabi Yakub, anak bungsunya yaitu Yusuf sampai dibuang ke sumur oleh ke-10 saudaranya ). Jika sekarang, anak kurang baik, itu berarti si bapak juga kurang baik. Jika anak2 berbakti begitu rupa pada ibu bapaknya, itu berarti ortu dulu begitu baik dalam mendidik anak-anaknya ( dengan cinta dan kasih sayang yang benar ). Ortu harus adil dalam memberi sesuatu pada anaknya. Pengadilan agama bisa membatalkan pemberian ayah tsb ( misal, kebun cengkeh satu hektar pada satu anak kesayangan, biaya sekolah lebih besar apalagi pilihan ortu, pemberian motor, hadiah perhiasan emas ). Islam juga tak membenarkan anak wanita dimanjakan lebih dari anak laki2.
• Rasulullah berkata, orang yang tak menyayangi anaknya, tak akan disayangi anaknya. Sepulang bepergian, kita mestinya mencium kening anak dan anak kita pun mencium ibu bapaknya. Kasih sayang besar akan tertanam pada anak2 . Anak merasa akrab dengan ortu ( dalam masyarakat materialis, ortu yang bersikap kaku pada anak membuat anak merasa tidak punya ortu ). Anak pulang sekolah dibiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan ortu untuk membentuk akhlak baik. Anak berangkat sekolah, ortu menyalami dan mencium keningnya. Harmoni ortu dengan anak akan terjaga karena anak merasa terayomi. Kasih saying timbal balik menjadikan rumah serasa surga bagi anak2.
• Adik harus menghormati kakaknya, dan kakak harus menyayangi, melindungi adiknya, sehingga adik merasa aman ( bukan ketakutan ) terhadap kakaknya. Jika kakak atau adik tak melakukan hal tsb, ortu harus menegur ( dan menghukum bila perlu ) agar ketertiban dan kerukunan dalam rumah terjaga baik. Jika keadilan dan perasaan kasih sayang yang kuat sudah tercipta dalam rumah, maka kita boleh mengharapkan kehidupan masyarakat yang tertib : yang kecil menghormati yang besar, yang besar menyayangi yang muda ( seperti masyarakat jaman para sahabat Rasulullah Saw )

• Yang paling mengerti ( telaten ) merawat ibu bapaknya biasanya anak perempuan. Biasanya puteri bisa memasak, membuat kue dan menghidangkan minuman enak, juga pandai menghibur ortu-nya yang sedang sedih. Anak perempuan bisa menolong bapaknya masuk surga, jika taat pada orang tua sesuai tuntunan Islam ( si anak mendapat pahala surga ), dengan catatan : si ayah yang mendidik puterinya berakhlak baik, bukan sip uteri menjadi baik dengan usahanya sendiri. Jika si ayah tak mendidiknya dengan baik, maka ia tak memperoleh jaminan apa2 dari kebaikan kedua puterinya itu.
• Seorang laki2 berdosa jika tak peduli atau mengabaikan saudara perempuannya ( yang belum kawin bisa ditanggung belanjanya jika belum mampu menafkahi diri ). Jika ada 2 saudara laki2 maka beban itu ditanggung berdua.
• Saudara laki2 boleh jadi sebelum kawin, paling berbakti pada ibunya, tapi karena salah pilih istri, dia tidak pernah mau menjenguk rumah ibunya lagi. Istri yang buruk akhlaknya akan menjadi rintangan hubungan suami dengan ortu dan saudara-saudaranya. Padahal bagi laki2 ( menurut Islam ), ibu lebih diutamakan dari istrinya. Sedang bagi wanita, suami lebih diutamakan dari ibunya sendiri. Tapi kalau ibu jahat, maka celakalah rumah tangga anak laki2 kandungnya.

• “Ibu bapak berhak memakan harta anaknya dengan cara wajar. Tetapi seorang anak tidak boleh memakan sesuatu dari harta ibu bapaknya tanpa izin dulu dari mereka.” ( HR.Dailami )
• Anak seusia mahasiswa ( 18 tahun ke atas ) harus bekerja mencari makan sendiri ( tak berhak minta uang pada ortu. Tapi anak perempuan/ mahasiswi masih berhak. Anak wanita yang sudah menikah tidak berhak minta harta pada ortunya lagi. Jika ortu member, itu sifatnya sukarela. Mandiri setelah dewasa itu wajib. Jika anda mampu bekerja, tapi lalu meminta maka anda haram memakannya.
• Ketidakridhoan ibu bapak pada seorang anak bisa menyeret anak ke dalam neraka, meski si anak sudah lulus dari pemeriksaan sholat, puasa, dll. Bahkan, ketidakridhoan keduanya bisa menyengsarakan anak saat menghadapi sakaratul maut. Amar ma’ruf nahi mungkar pada ibu bapak adalah kewajiban anak, dengan menegur dan menasehati secara santun dan sabar ( kalau ibu bapak tidak mau, maka anak sudah terlepas dari kewajiban ). Anak tak boleh durhaka ( melawan perintah ortu yang sesuai syariat agama ). Perbuatan durhaka , misalnya, ortu menyuruh anak memasak tapi anak menolak ( tanpa alasan yang benar ), atau anak2 laki2 beristri lalu kepentingan ibu tak diperhatikan lagi. Namun, jika anak melakukan hal benar lalu dikutuk ortunya, maka ortu tsb yang durhaka ( berdosa ). Walau ibu bapak kafir, anak muslim wajib berbuat baik pada mereka.

• Ortu wajib memberi makan minum anaknya, menempatkan anak dalam lingkungan yang baik, memberinya pendidikan berkualitas dan membina akhlaknya. Kalau kita tak yakin ( kita lemah dalam moral dan akhlak Islami, misalnya ) mampu menciptakan lingkungan yang baik, maka kita harus memilih lingkungan yang sudah baik. Celakalah ortu yang terpaksa memilih lingkungan tukang copet, dengan alasan tidak mampu.
• Jika kita mampu sebagai penolong keluarga, sebelum menolong orang lain, kita harus mengurus dulu keperluan keluarga kita sendiri. Kakak sulung lebih dekat ( bertanggung jawab mengurus ) ibu bapak. Sesudah itu, adik, paman, bibi, keponakan jika si sulung tak mampu. Kalau kakak kita minta tolong maka kita menolongnya, setelah urusan ortu kita selesaikan. Nafkah adalah kewajiban laki2 pada isteri dan anak-anaknya. Dahulukan anak lapar dari saudara kandung kita. Keponakan didahulukan dari saudara sepupu. Nenek lebih didulukan dari saudara. Bapak didulukan dari nenek ( dalam pembagian waris, nenek tertutup jika masih ada ayah ). Jika kepentingan makan minum istri sudah terpenuhi, lalu isteri punya keperluan yang tidak pokok, maka wajib didahulukan adalah kepentingan ibu. Istri yang paham agama dan berakhlak mulia, ketika melihat suaminya taat pada ibu kandungnya, ia justru bersyukur ( bisa turut masuk surga ). Dorong suami untuk lebih berbakti pada ibunya.”Ada dua perbuatan dosa yang siksanya dipercepat di dunia ini, yaitu menyekutukan Allah dan durhaka pada ibu bapaknya.” ( HR. Bukhari dan Thirmidzi ). Siksa ini bisa berupa derita berhari-hari menjelang mati, hidupnya tidak beres, anaknya rusak semua, dll ).
• Rasulullah menempatkan pengabdian pada ibu bapak yang lemah ( tak dapat mengurus dirinya sendiri ) sama dengan pengabdian seseorang muslim berperang di jalan Allah. Dahulukan ortu yang sudah lemah ini daripada pergi berperang ( tetapi jika ibu bapaknya masih sehat, maka panggilan perang diutamakan ). Pengadilan agama bisa memenangkan tuntutan ortu, jika anak memaksa pergi. Seorang WNI diterima di TNI, selain berbadan sehat, dll, juga harus mendapat izin ortu. Jika tidak, sejak anda melawan ortu ( sampai ortu wafat, anda belum dimaafkan ) maka dosa tsb tak pernah terampuni. Menjadikan anda manusia durhaka, penghuni neraka.

• Tiap orang punya kewajiban yang harus ditunaikan, dengan prioritas : 1.Allah, 2.Diri sendiri, 3. Orang tua, 4. Masyarakat, 5. Makhluk lingkungan. Manusia paling celaka adalah orang yang tidak berbakti ketika dipertemukan Allah dengan ibu bapaknya yang sudah berusia lanjut. Kita bisa tahu moral rusak seseorang dengan perilakunya menelantarkan ortunya yang sudah tua. Jika ortu tak mengijinkan anda ke luar negeri, maka Insya Allah, Tuhan akan member ganti yang lebih baik. Sebuah rahmat besar dari Allah, jika kita diberi kesempatan berbakti pada ibu semaksimal mungkin. Pertanda surga tersedia di depan mata. Terserah anak mengambilnya atau tidak. Janji Allah ini diutamakan untuk anak laki2, karena anak perempuan yang telah bersuami, maka ia perlu minta izin suaminya sebelum dibolehkan merawat ibu bapaknya. Jangan sampai ortu kita dititipkan pada orang lain atau panti jompo. Kalau anak laki2 lebih dari seorang, maka mereka bisa berunding untuk menentukan giliran merawat ibu.
• “Wahai Rasulullah ! Adakah masih ada kebajikan yang bisa saya lakukan pada ibu bapakku setelah meninggal ?” . Jawab beliau,”Masih, yaitu kau doakan keduanya, kau mintakan ampun, kau tunaikan janji mereka sesudah mereka tiada dan kau sambung kekeluargaan yang mereka tinggalkan serta kau muliakan sahabat2 semasa mereka hidup”. ( HR.Abu Dawud ). Supaya kenangan dan cinta kita pada ibu bapak terus ada, kita bacakan doa untuk ortu setiap waktu ( makan, bangun tidur, setelah sholat, dll ). Ketika ortu wafat, ucapkan La illaha ilallah ( tiada Tuhan selain Allah ) di telinganya. Jangan menangis meraung-raung, apalagi sampai berputus asa. Mandikan, kafani, sholatkan dan kebumikan secara Islami. Dengan siapa pun, anak wajib menjaga kehormatan dan nama baik ortu. Dilarang menjelekkan atau menjadikan mereka bahan lelucon. Baca istigfar ( disamping banyak berdoa untuk mereka ) : Allahummagh firlii wali walidayya warham huma kamaa rabbayani shaghiirah.

• Kewajiban sesama manusia adalah menjaga tali kekeluargaan atau silaturahmi, meski tak punya hubungan darah dengannya ( sepanjang orang lain tsb tidak bertabiat dan berperilaku buruk yang membahayakan akhlak keluarga kita. Seorang wanita baik yang berada di lingkungan buruk juga jangan dinikahi ( karena dorongan berbuat buruk sering lebih kuat daripada berbuat baik, sehingga wanita baik tsb berangsur-angsur akan berperilaku buruk juga ). Laknat Allah pada orang yang memutuskan tali silaturahmi ( juga menipu, berkelahi, mencurangi saudara ) akan diterima di dunia, seperti gangguan mental, hidupnya kacau, jatuh melarat, lumpuh, tidak tertolong lagi. Orang durhakan pada Allah bisa jadi masih mendapat berkah dalam hidupnya, lalu lepas dari kesengsaraan. Tapi orang yang dilaknat Allah, akan dihancurkan mentalnya, jiwanya digelapkan, pikirannya dikacaukan. B berteman dengan S. A dating menceritakan bahwa B telah menjelekkan S lalu hubungan keduanya putus. Selama hubungan putus itu, si A mendapat dosa terus dan dilaknat Allah. Ia pun dikucilkan masyarakat, karena Allah menanamkan rasa tidak percaya ke dalam hati setiap orang terhadap orang yang suka memutuskan tali kekeluargaan. Hubungan baik dengan keluarga ( baik ), bisa jadi tolok ukur mempercayai rencana ideal seseorang untuk kita turuti. Jika ingin memilih pasangan hidup atau pemimpin, lihat dulu hubungan dia dengan saudara kandung dan ortunya. Siapa saja yang menjaga tali kekeluargaan dengan baik, maka Allah akan memenuhi keinginan orang tsb dan memudahkannya meraih cita2 dalam hidupnya.
• Allah berfirman, setiap kebaikan dilipat 10 – 1000 kali. Misal, sedekah Rp 500 pada orang miskin bukan keluarga berlipat menjadi Rp 5000, namun pada si miskin dari keluarga sendiri menjadi Rp 10.000 ( pahala membantu si miskin & pahala menjaga hubungan keluarga ). Kalau di tengah masyarakat kita masih melihat ada orang yang selalu dirundung malapetaka, anda bisa selidiki cara dia memperlakukan ibu bapaknya, saudara, sanak famili dan kerabatnya ( buruk sehingga Allah menimpakan hukuman padanya ).
• Janji Allah pada orang menjaga tali kekerabatan : dimudahkan rejekinya, dijamin Allah sesudah wafat, dipanjangkan jejak kebaikannya ( misal 6 keponakan, misan, atau kerabat kita yang tak mampu, kita didik menjadi orang sholeh ( atau diangkat, disekolahkan, dimodali ), selama mereka masih hidup, kita terus mendapat pahala kebaikan yang mereka kerjakan.

• “Wahai Rasulullah ! Saya mempunyai seorang kerabat. Saya sering menghubunginya, tetapi mereka memutuskan tali keluarga dengan saya. Saya berbuat baik pada mereka, tapi mereka berbuat jahil pada saya.” Maka beliau bersabda,”Sekiranya apa yang kau kata itu sungguh2, berarti kau seakan-akan mencampakkan mereka pada kebinasaan. Kau akan tetap mendapat pertolongan untuk mengalahkan mereka, selama kau tetap berbuat kebaikan seperti itu.” ( HR.Muslim )

Orang jahil dan jahat ada dalam keluarga atau lingkungan terdekat kita. Bahkan pasangan hidup kita. Musuh dalam selimut. Cinta itu nyaman dan melegakan. Tidak mengekang, menyakiti, apalagi menyiksa. Jika anda tersiksa dalam hubungan, berarti anda telah salah mencintai orang. Jika anda ingin kekasih anda memprioritaskan anda daripada teman-temannya, maka sejak awal pilihlah pria yang bisa memuliakan wanita dan berfokus pada anda. Jika anda sudah terlanjur jadian dengannya, perbaiki dia lalu beri ultimatum. Jika tak berubah juga, putuskan dan cari pria lain yang lebih sesuai untuk anda.

AKHLAK PADA TETANGGA

“Setiap 40 rumah adalah tetangga. Yaitu, ke depannya, ke belakangnya, ke kanannya dan ke kirinya.” ( HR.Thahawi )

Iman terdiri dari 72 cabang. Seorang mukmin harus melaksanakan 72 kewajiban tsb ( termasuk sholat, menghormati tetangga ) secara penuh. Pada tetangga, kita wajib menghormati, juga menjaga keamanannya ( siskamling ). Tidak akan masuk surga orang yang kejahatannya mengganggu tetangga ( HR.Bukhari & Muslim ).

Dalam sistem komunis, masyarakat dikondisikan untuk saling memata-matai tetangganya. Dalam negara Islam, kita melindungi tetangga beserta anggota keluarganya ( istri dan anak ). Kita menegur istri tetangga yang bermain dengan lelaki lain, dan memberitahu suaminya. Begitu juga, jika si suami yang serong.

Jika barang tidak cukup untuk semua tetangga, dahulukan kepentingan tetangga yang lebih dekat ( pintunya ke rumah kita bila kita keluar berpapasan. Bukan dari jarak rumah atau batas tembok ).

“Tetangga lebih berhak mendapatkan hak pembelian atas penjualan milik tetangga lainnya.” ( HR.Bukhari & Muslim ). Kalau kita akan menjual rumah kita, maka hubungi tetangga dulu. Tetangga menganggur, tawarkan lowongan pekerjaan pada tetangga dulu ( butuh penjahit, cari dulu tetangga kita yang berprofesi tukang jahit ).

Kewajiban seseorang pada tetangganya ( HR.Thabrani ) adalah :
1. Waktu tetangga sakit, kita harus menjenguknya. Wajib kifayah hukumnya ( bila sudah ada perwakilan anggota keluarga/ tetangga kita sudah cukup/ terpenuhi )
2. Tetangga meninggal, kita mengurusnya : memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan, sampai memberi makan pada anggota keluarga yang ditinggalkan ( kepala keluarga tsb ) selama satu minggu. Semua itu tanggung jawab bersama tetangga yang berada dalam radius 40 rumah. Kalau yang wafat non muslim, kita cukup mengurus penguburannya saja.
3. Kita wajib meminjami tetangga yang kekurangan ( fakir ). Misalnya, beras 2 kg dan uang Rp 40 ribu untuk makan 2 hari, kalau kita punya kelebihan.
4. Jika tetangga melakukan perbuatan memalukan ( bukan perbuatan munkar ) maka kita harus menutupi. Tak boleh diceritakan pada orang lain.
5. Kalau tetangga mendapatkan hadiah, kesenangan, atau rejeki melimpah, kita berikan ucapan selamat atau turut menyatakan gembira.
6. Kalau tetangga tertimpa kesusahan, kita hibur hatinya. Anak tetangga meninggal, kita datang menyampaikan belasungkawa.
7. Kita hendak membangun atau meninggikan rumah, kita harus minta izin tetangga dan memastikan mereka tetap mendapat angin segar, sinar matahari dan akses jalan.
8. Jika kita masak dan bau sedap tercium hidung tetangga maka kita memberi sedikit masakan kita ( tetangga tsb berhak meminta masakan itu ).

Well, demikianlah kewajiban dan hak dasar muslim pada Allah, dirinya, pasangan dan tetangganya.

——————

Perkawinan adalah lifetime relationship. Mengatakan cinta cuma butuh waktu sesaat. Membuktikan cinta butuh waktu seumur hidup.

Saya turut prihatin dan berduka atas berbagai musibah bencana yang melanda tanah air belakangan ini. Kuatkan hati anda bersama orang2 tercinta di dekat  anda.

Written by Savitri

24 Februari 2014 pada 12:51

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: