Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Jokowi – Jusuf Kalla : Negosiator Andal yang Memanusiakan Wong Cilik. Pemilu 9 Juli 2014.

leave a comment »

Jokowi

Jokowi & Jusuf Kalla saling melengkapi. Satu muda, satunya lagi pengalaman. Satu di Jawa, satunya lagi di luar Jawa ( Makasar, Indonesia Timur ). Keduanya muslim sholeh yang bekerja untuk rakyat. Semoga amanah yang kita titipkan dalam pilpres besok bisa mereka jalankan sebaik mungkin demi kesejahteraan kita  dan kedaulatan bangsa Indonesia. Jangan golput lalu bawel 5 tahun berikutnya. Datanglah ke  TPS. Suara kita, 5 menit di TPS,  sangat berarti untuk masa depan Indonesia. Indonesia adalah kita.

Cinta tanah air. Nasionalisme. Beragam ekspresinya. Menghadapi pilpres Rabu besok, rakyat Indonesia berdebar. Siapa presiden yang terpilih ? Prabowo- Hatta Rajasa ( no.urut 1 )  atau Jokowi-JK ? ( no.urut 2 ). Akankah Indonesia lebih baik ke depan di tangan mereka ?

Prabowo Subianto Djojohadikusumo ( 62 th ) lahir dari keluarga ilmuwan. Ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo adalah begawan ekonomi yang dipercayai Presiden Soeharto sebagai salah satu menterinya ( Menristek ). Kakeknya, Margono Djojohadikusumo adalah pendiri BNI, ketua DPA pertama dan anggota BPUPKI. Pamannya, Subianto Djojohadikusumo adalah pejuang yang gugur dalam pertempuran Lengkong ( 1946 ).

Prabowo sekolah di Malaysia ( SD ), Swiss ( SMP ), Inggris ( SMA ) dan Indonesia ( Akademi Militer Nasional di Magelang ). Menikah dengan Titiek Soeharto ( 1983 -1998 lalu berpisah ) dan dikarunia seorang putra ( Didit Hadiprasetyo yang tumbuh besar di Amerika, kini desainer di Perancis ). Prabowo berkarir militer sejak 1974 sampai 1998. Diberhentikan dengan hormat pasca Kerusuhan Mei 1998 dengan kontroversi pelanggaran HAM yang tak pernah tuntas sampai hari ini.

Prabowo adalah capres terkaya ( Rp 1,5 triliun & 7,5 miliar USD ) yang memimpin 27 perusahaan yang bergerak di sektor perminyakan, gas alam, batu bara, minyak kelapa dan kertas. Ia mendirikan Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia dan Partai Gerindra. Sejak kembali dari Yordania, menjadi pengusaha dan politisi, Prabowo ikut bursa pemilihan presiden tahun 2004 ( Konvensi Capres Golkar ), tahun 2009 ( Mega-Pro ) dan 2014 ( Prabowo-Hatta ).

Visi & Misi pasangan no.1 ( Prabowo-Hatta ) diberi judul “ Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat”. Klik di http://www.kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_prabowo-Hatta.pdf

Prabowo benar2 orang terkenal sejak menjadi lulusan terbaik Akmil sampai Danjen Kopassus ( plus Pangkostrad yang membawahi 11.000. prajurit ). Komandan pasukan elit ( Kopassus, salah satu yang terbaik di dunia ), gitu loh. Saya pikir saya cuma melihat di film2 silat Mandarin kolosal di layar lebar untuk sosok sekualifikasi ini. Ee.. ternyata besok saya melihat fotonya di TPS untuk menentukan pilihan terbaik untuk Indonesia. Dia atau satunya lagi yang gak terkenal itu…

SOMEBODY  VS  NOBODY. THE WINNER IS …

Yang gak terkenal itu namanya Joko Widodo ( di Solo saja, ada 16 orang bernama sama. Kalau di Bandung, nama saya dikembari 14 orang. Uh, benar2 pasaran ). Masa kecil yang memelas : rumah tergusur sampai 3 kali, jualan, ngojek payung, jadi kuli panggul, menggergaji kayu, jalan kaki ke sekolah. Anak kurus jelek ini sekolah di Indonesia sejak SD sampai perguruan tinggi. Lulusan Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta tahun 1985 ini lalu menjadi pengusaha mebel & pertamanan ( ekspor ke Eropa ). Jadi Walikota Solo ( 2 periode ) itu ‘kecelakaan’ karena masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Menjadi Gubernur DKI Jakarta juga ndilalah.. Padahal semula enggan, dana kampanye cuma ¼ dari petahana waktu itu, Fauzi Bowo yang berdana Rp 62,57 miliar. Uniknya, Prabowo yang melobi PDIP agar bersedia mendukung Jokowi yang diminta Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta ( didamping Ahok yang kini plt Gubenur Jakarta dari Gerindra ). Ah, dunia ini tak luas2 amat. Ketemu lagi di pilpres, kali ini di kubu berbeda.

Keluarga Jokowi terbilang adem ayem, rukun harmonis, yang tentu disukai para ibu dan wanita Indonesia, mayoritas penduduk & pemilih di negeri ini. Beristrikan Hj.Iriana yang memberinya 3 anak, semuanya bersekolah di Indonesia.

Saya merasa ada intervensi ‘langit’ dalam posisi presiden, terlebih negara sebesar Indonesia ( berpenduduk ke-4 terbanyak di dunia ). Kita bisa merasa ‘gaib’-nya Jokowi ( 53 th ) yang berasal dari akar rumput/ jelata/ wong cilik, bukan siapa2 ini, bisa melesat sebagai calon presiden yang didukung warga Aceh sampai Papua ( bahkan sudah dinobatkan sebagai presiden Papua oleh banyak warga ) dengan elektabilitas tertinggi ( melebihi 50 % di banyak survei ). Seperti ada yang menggerakkan hati rakyat Indonesia. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Bukankah pemimpin sebaiknya hidup di tengah masyarakatnya dan mengalami apa yang dialami serta dirasakan sebagian besar rakyatnya ? Wong cilik yang kenyang didera kesulitan hidup. Menempa diri menjadi pribadi sabar, santun juga tangguh mengatasi kerasnya persaingan hidup. Sabar & uletnya Jokowi terlihat ketika merelokasi PKL di Banjarsari yang sudah 20 tahun tinggal & jualan di sana. Jokowi tahan mengajak dialog & makan bersama mereka yang akan membakar Balaikota itu sampai 54 kali selama 7 bulan. Bahkan mereka dikirab oleh prajurit keraton di temani Jokowi saat pindah ke tempat jualan baru. So sweet ..

Salah satu lulusan terbaik ‘akademi jalanan’ ini terbukti sukses mencetak berbagai prestasi, diantaranya :

No Penghargaan dari Kategori / Nama Penghargaan Keterangan
1 Presiden Republik Indonesia Bintang Jasa Utama Kepala daerah yang mengabdi kepada rakyat
2 Presiden Republik Indonesia Piala Citra Bhakti Abdi Negara 2008, 2009 dan 2010 Pelayanan Publik dan Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional (2008), Kinerja Kota dalam Penyediaan Sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan (2009) dan Inovasi Pelayanan Prima (2010)
3 Dompet Dhuafa Agent of change Kemandirian Perhatian atas anak-anak yang kurang beruntung
4 RMOL Democracy Award: Manusia Bintang Bersama-sama Fauzi Bowo menyemarakkan kompetisi demokrasi di Pilkada DKI
5 Men’s Obsession Decade Award: Rising Leader Penghargaan untuk tokoh lintas bidang yang terpilih
6 Kemkominfo e-government Keberhasilan penerapan e-government
7 Kemenpera Adiupaya Puritama Pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan program kampung deret
8 Delgosea Best City Award Berhasil dalam melakukan pendekatan kepada warganya di Solo, agar mau memahami dan menaati kebijakan pemerintah kota
9 Bank Indonesia Pengendali inflasi Berhasil mengendalikan inflasi di Solo
10 Kementrian PU Tata ruang terbaik kedua se-Indonesia pembangunan di Solo sudah mencapai 80 persen kesesuaiannya dengan konsep penataan ruang yang ideal.
11 Fortune Top 50 Leaders Pemimpin no 37 terbaik atas jasanya membersihkan kota dan menyingkirkan korupsi
12 Kemennaker Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Pembangunan bidang ketenagakerjaan di Jakarta sepanjang tahun 2013.
13 Meutia Hatta Bung Hatta Anti Corruption Award Tokoh yang Berperan dalam Pemberantasan Korupsi
14 Komisi Pemberantasan Korupsi Anti Gratifikasi Pemerintah daerah yang paling banyak melaporkan gratifikasi.
15 UNICEF Program Perlindungan Anak Dianugerahkan pada tahun 2006
16 The City Mayors Foundation Walikota No 3 Terbaik Dunia Keberhasilannya mengubah Surakarta dari kota yang banyak tindak kriminal menjadi pusat seni dan budaya
17 Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group Social Media Award Tokoh yang aktif menggunakan media sosial dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mendapatkan sentimen positif
18 Tempo 10 Tokoh Pilihan 2008 Memanusiakan warganya dengan pemindahan PKL yang tanpa konflik
18 Lembaga Pemilih Indonesia Tokoh Pluralis 2013 Mampu Menjaga Kesetaraan Etnis, Agama, dan kelompok lainnya
19 Anugerah Seputar Indonesia Tokoh Seputar Indonesia 2013 Diserahkan langsung oleh Hary Tanoe
20 Soegeng Soerjadi Good Governance Award Dianugerahkan 20 September 2012, jelang Pilkada
21 Bappenas Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS
22 Bappenas Pangripta Nusantara Utama Provinsi dengan perencanaan terbaik

 

( Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo )

Visi & Misi pasangan Jokowi-JK diberi judul “Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri & Berkepribadian.” Klik di http://kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf

PEMIMPIN TERPILIH SEMESTINYA  SABAR BERDIALOG

Prabowo tak saya ragukan kecintaannya pada tanah air. Ia telah buktikan dalam banyak tindakan, di dalam maupun luar negeri. Kadang saking meluapnya cinta itu membuat Prabowo terkesan over defensif jika disentil masa lalunya. Kita butuh pemimpin yang tenang berdialog untuk negeri yang resah oleh banyak konflik ini. Bukan orang yang mudah terpicu emosi dan kerap berkonflik.

Saya yang pernah riset ( mengalami hidup di jalanan ) menyimpulkan : lebih sulit survive sebagai nobody di rimba jalanan daripada survive sebagai orang terkenal yang jenius di tempat2 elit. Luar biasa effort yang harus dikeluarkan untuk bisa selamat dari batas hidup mati puluhan tahun daripada masa2 operasi militer menegangkan berbulan-bulan di tempat berbahaya. Jalan tempat paling berbahaya di dunia, tempat kematian terbanyak. Jadi, saya memutuskan orang seperti saya, yang gak terkenal ini, orang biasa dengan pencapaian tidak biasa, sebagai pemimpin saya 5 tahun ke depan ( presiden RI 2014-2019 ). Jokowi, gue banget..

Jokowi itu jujur, sederhana dan merakyat. Bekerja melayani rakyat dengan segenap hati. Jokowi adalah kita. Coblos Jokowi-JK, besok ya. Salam 2 jari. Insya Allah .. Indonesia Hebat !!

————————-

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

“Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

“Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun,” ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

“Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas,” papar Jokowi.

2. Pertanian
Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

“Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

“Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

“Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya,” katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand.

“Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu,” ujar Jokowi.

“Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya,” katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

“Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa,” kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

“APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan,” ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

“Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?” kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

“Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

“Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran,” lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah “tol laut”.

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

“Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

“Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta,” ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

“Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya,” katanya.

“Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya,” jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

“Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

“Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara,” kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi ‘ketema-ketemu’, supaya ‘amplop-amplopan’ hilang,” katanya.

( Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/05/15/0705215/Ini.Visi.Misi.Jokowi.kalau.Jadi.Presiden. )

Jokowi_by_InaVitra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jokowi. Drawed by Ina Vitra, 2014.

Written by Savitri

8 Juli 2014 pada 12:40

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: