Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Situs Karangpanganten, Tambora, Sindoro : ekowisata yg memberdayakan & membudayakan.

leave a comment »

Ring of fire. Tak selamanya pilu. Ada hikmah di balik bencana. Jika Allah mengurangkan sesuatu, maka Beliau pasti melebihkan. Maha Bijaksana. Kita juga bisa bijaksana dengan mempelajari artefak sejarah yang ditinggalkan buyut kita yang arif. ( Kita kan sudah bisa dewasa menyikapi elit partai yang gontok-gontokan di ajang pilpres kemarin. Rakyat Indonesia adalah pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Kita mesti lebih adem dan matang dari mereka  ). Saya memimpikan makin banyak orang Indonesia yang negarawan. Memilih harmoni ketimbang menang sendiri. Mari kita belajar dari alam dan para highlander kita di tiga situs ini.

GEOPARK  KARST  CITATAH : Manusia prasejarah, Cekungan Bandung, Legenda Sangkuriang.

Kawasan karst Citatah ( Gunung Karangpanganten ) di  Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, berpotensi menjadi taman kebumian ( geopark ) Jawa Barat, Indonesia, bahkan dunia. Why ?

Tempat itu, jutaan tahun lalu adalah bagian laut dan ditinggali manusia prasejarah. Sayangnya, hanya tersisa sekitar 30 % wilayah karst yang belum rusak. Selebihnya, aktivitas penambangan kapur di sana telah menggerusnya. Kebayang kan, bentang alam dan batuan dari Cekungan Bandung yang sarat sejarah itu bopeng dan gompal. Melas banget, deh. Padahal Tim Geopark Jabar  yang diketuai  Oman Abdurahman sudah mengidentifikasi dan menetapkan  tiga zona geopark, yaitu :

  • Palabuhanratu – Ciletuh – Cikaso
  • Tangkubanparahu – Citatah – Saguling ( Cekungan Bandung )
  • Tasikmalaya Selatan – Pangandaran.

Ketiga zona tsb tergolong unik secara geologi, hayati dan budaya. Jika perusahaan penambangan kapur tidak ditertibkan maka rencana geopark tsb sulit terwujud, kata Deden Syarif Hidayat ( Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah ). Karst itu juga harus dikonservasi serta diperluas zona lindungnya. ( PR, 20/5/2014 ). Pemerintah bisa mengalihkan mata pencaharian warga ( penambangan kapur ) menjadi pertanian, peternakan, wisata dan ekonomi kreatif. Pemberdayaan wisata bisa berupa pembentukan kampung budaya, atau kegiatan napak tilas perbukitan kapur karst terkait legenda Sangkuriang.

Rencana karst Citatah sebagai bagian Geopark Jabar masih dalam proses pengajuan di tingkat nasional, lanjut Deden. Wah, seperti balapan antara penambang kapur dengan keputusan pemerintah, ya. Oh, bukit karst-ku yang malang..

 ( teringat agresi Israel ke Gaza-Palestina sebelum pilpres 9 Juli kemarin, dengan realisasi janji Jokowi-JK ( presiden dan wapres terpilih 2014-2019 ) membuka KBRI di Palestina ( negara merdeka/ anggota penuh PBB ). Bertahanlah, wahai saudara2-ku. Ya, Allah.. kuatkan mereka ).

EKOMUSEUM TAMBORA : letusan terdahsyat ke-2  di dunia setelah Toba

Situs ( gunung  ) Tambora di Desa Oi, Bima, NTB direkomendasikan menjadi ekomuseum oleh Pusat Arkeologi Nasional ( Pusarnas ). Pasalnya, April 1815, gunung Tambora meletus dan menewaskan 10.000 jiwa. Efek lanjutan letusannya, bahkan mempengaruhi  iklim dunia dan mengorbankan 91.000 jiwa. Kok ? ( wisata bencana ? )

Persisnya kita belajar sejarah, melihat koleksi arkeologi untuk mengingatkan kita agar menjaga ekologi seperti dahulu masyarakat Tambora menghargai kearifan lokal. Kita bisa melihat kompleks pemukiman yang telah diekskavasi oleh Balai Arkeologi Denpasar bersama Pusarnas yang diketuai Sony Wibisono. Ada batu penopang kayu, lumpang, tiang, bajak, pagar rumah, tanduk rusa, tali, dll, yang telah menjadi arang terterpa wedhus gembel alias awan panas. Juga, bentuk  awal rumah panggung rakyat Tambora berukuran 6,5 x 3,5 m yang hancur tertimbun material vulkanik setebal 2-4 m.

Situs di ketinggian 640 m dpl sekitar 18 km dari puncak Tambora ini diawetkan dengan teknik khusus oleh para ahli dari Balai Konservasi Borobudur. Tahun 2015 ( 200 tahun pasca letusan ) Pusarnas akan mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan di Situs Tambora. Masyarakat diharapkan makin antusias berkunjung ke situs berbasis petualangan ini. Terlebih setelah Situs Tambora dicanangkan sebagai ekomuseum, dan akses masuk yang gersang berpasir diperbaiki sehingga mudah dilalui. Dengan demikian, obyek wisata alam, belajar sejarah, konservasi sumber daya alam dan memberdayakan masyarakat, bisa segera terwujud di situs Tambora.

SITUS SINDORO : bukti nyata kisah Mataram di relief  candi

situsLiyanganBegitu pula di situs ( gunung ) Sindoro di Temanggung, Jawa Tengah, yang pada tahun 971 menimbun peradaban Mataram Kuno Liyangan yang berada di lerengnya. Balai Arkeologi Yogyakarta, yang diketuai Siswanto, sedang menyingkap seluruh tata ruang Liyangan sampai batas terluarnya.

Kisah sejarah Mataram yang terpahat di relief candi2 ternyata ada bukti riil-nya. Kebayang manfaatnya kalau  peradaban di negeri cincin api yang tertimbun letusan vulkanik ini  bisa diekskavasi dan dikonservasi. Akan lebih banyak masyarakat desa yang berdaya, wisatawan lebih pintar dan warga Indonesia lebih berkepribadian secara budaya. Isn’t that nice, people ? ..

Written by Savitri

4 Agustus 2014 pada 12:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: