Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ngemut Duwet seraya paralayang atau berfoto sambil menyabung nyawa ? G.Panten & Curug Cimahi yang menantang.

with 2 comments

gPantenMajalengka Duwet. Pernah icip ? Buah sebesar kelereng warna ungu, berasa manis jika matang ini seperti kampungan, tapi sebetulnya tidak pasaran. Sulit ditemukan di daerah lain. Tapi ada di kampung kakak ipar saya yang asal Majalengka. ( Jauh-jauh cuma mencicipi duwet ? Ehm.. )

Atlet paralayang dunia juga ke sini, kok. ( Bule-bule itu makan duwet ? ) Anda tahu jawabnya jika ke Gunung Panten di Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Panoramanya indah. Kecepatan anginnya mendukung olahraga paralayang. Sudah dua kali menjadi lokasi kejuaraan paralayang nasional, kata Ahmad Susanto, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Majalengka. ( PR, 20/5/2014 )

Belum lagi ratusan kelelawar dan kera yang berkeliaran bebas di sebuah makam keramat. Warga di sana tak berani menembak atau menjualnya, karena setiap ditembak, kawanan kera itu mengamuk dan menyerang lahan pertanian dengan gemas. Jadi sekarang, petani memilih menunggui tanamannya masing-masing.

Dari bawah, anda bisa melihat pemandangan Gunung Sela dan Gunung Ciremai. Dari atas ( puncak bukit ) anda bisa menikmati keindahan Kota Majalengka. Gunung ( bukit ) Panten bisa dicapai sekitar 20 menit dari Bundaran Munjul.

Suka mangga ? Aneka mangga murah meriah juga bertebaran di sini. Sentra mangga tea. Mau, mau, mau …

FOTO EKSTRIM nan GAYA di CURUG CIMAHI

Berfoto dilatari air terjun indah, matahari bersinar cerah. Keren.

Jadi tak keren lagi, kalau tiba-tiba tanpa permisi, material tanah batu setebal satu meter menghempas anda. Minggu ( 23/3/2014 ) longsor seperti itu terjadi di Curug Cimahi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Empat pengunjung terluka.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Wismo Trikancono telah meninjau kondisi curug didampingi petugas polisi, TNI dan kecamatan. Setelah geologinya dikaji, curug di lembah sempit antara dua tebing curam ini kini sudah dipasangi sejumlah alat pengaman longsor ; jaring, pagar kawat, dirambati tanaman penahan tanah, rambu-rambu peringatan, juga sejumlah pengeras suara. Jika cuaca buruk atau hujan, curug ditutup dan petugas segera mengevakuasi pengunjung. Why ?

Meski obyek wisata alam ini tergolong masif atau kokoh sifat batuannya, namun karena posisinya di tepi tebing penyangga jalan, maka getaran kendaraan dan beban lalulintas masih bisa memicu longsor.

Tak dipungkiri keberadaan Curug Cimahi turut mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Beberapa warga membuka warung di sana. Sejak 29 Juli 2014,  mereka berharap pengunjung mau datang kembali.

Well, menyabung nyawa untuk menyambung nyawa wong cilik, apa salahnya ?  Kita kan bangsa patriot. Curug Cimahi, we’re coming … !

Written by Savitri

18 Agustus 2014 pada 10:42

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Cerita pasar : Iya, membantu memasarkan keunggulan daerah di tanah air memang penting.

    Savitri

    29 September 2014 at 12:00

  2. Wah, penting nih

    ceritapasar

    29 Agustus 2014 at 17:59


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: