Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Denganmu langitku berbintang. Kok, ditonjok & dibanting ke dasar jurang ?

leave a comment »

EH

EH. This man already taken. Urusan saya belum selesai dengannya. Gumpalan urat syaraf atau bayi emosional ini gampang meleduk meski disentil sedikit saja. Mudah tersinggung. Salah pergaulan & jurus ngelesnya membahana sehingga orang di sekitarnya sukses dikelabui. Manipulatif. Perokok, peminum, pecandu PS/ game, peselingkuh, kerap berselfi dengan anjing ( najis ), peluk cium pacar ( tak halal ). Saya perlu memastikan dia tak merusak cewek2 lainnya. Mohon dukungan kalian, girls..

Superior Syndrome. Apa yang saya lewatkan ? Sorot mata kejamnya ketika sesuatu tak berjalan sesuai keinginannya ? Misterius statusnya dalam keluarga, asal usulnya, hubungannya dengan cewek2, bahkan usianya ? Bungkamnya di sms, facebook, twitter, path ? Gak nyambungnya diajak ngomong, apalagi diskusi tentang politik ? ( takut ketahuan cetek, gak intelek ? ). Padahal jujur itu simpel. Kenapa begitu banyak yang disembunyikan ?

Semula, saya simpati, ingin membantunya keluar dari belenggu keminderan. Saya mendaulat diri sebagai teman, dia protes ingin lebih. Saya mengikutinya ( sebagai doi ), dia bilang saya cewek freak yang stres parah ngejar2 dia, bikin illfil. Padahal dia sebelumnya yang minta saya mendekatinya lagi. Dia mengklaim diri baik, nyesel kalau saya cuek terus, sesumbarnya. Ketika saya bilang ‘denganmu langitku  berbintang ( di puncak harapan padanya ), ia dengan enteng ‘membanting saya ke dasar jurang’ kehinaan. Sebetulnya, istilah tsb untuk cewek yang mengkhianatinya ( si Endut, ayam kampus bermata sipit berambut panjang berinisial N yang demen obral tetek & paha ). Tapi, entah kenapa saya merasa terhempas di jurang saat ini. Tak berharga. Akun saya diblokir dari akunnya, tanpa penjelasan dan maaf.  How rude.

SARAN BAIK MENGINTIMIDASI PRIA LEMAH ?

Apa kisah berakhir tragis ? Riset jalan terus. Saya berencana melemparnya ke jalanan agar ia belajar hidup sebenarnya. Tak cengeng, ngambek nan pundung kalau kemauannya tak dituruti. Tak sedikit2 lari ke cewek lain dan ngegombal kalau tersinggung, ( kritik membangun, atau bahkan cewek pintar saja sudah membuatnya terintimidasi. Ingat perkataan Mario Teguh : eksistensi wanita kuat mengintimidasi pria lemah ). Jadi, betapa repotnya saya berkomunikasi dengan pendiam nan pemalu ini. Pria2 macam dia sulit menerima kenyataan bahwa cewek bisa lebih smart darinya, cowok pesaing bisa lebih keren darinya. Tapi hasratnya, ingin dia yang terus disenangkan, dilayani, sementara ia sendiri ogah2-an melakukan hal yang sama untuk ceweknya. Pengen jadi imam dan tuan, tapi ilmu, ibadah & tabungan gak nambah2. Cowok2 lain biasa traktir & antar jemput ceweknya, sedang dari dia sangat sulit mendapat kewajaran seperti itu. Bukankah, kita harus memberi dulu sebelum berharap diberi orang lain ?

Dari mana sikap nyelenehnya ini ? Mulanya dimanja ortu. Anak tunggal yang menepis sepi dengan berkutat di depan playstation ( PS/ video game )  berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun. Membuatnya tak kompetitif dalam studi, kerja, bahkan pergaulan. Perasaan gagal membawanya ke bar, night club ( mabuk miras ) dan berpetualang ‘cinta monyet’ ( + seks ? ) dengan cewek2 yang dia tebar pesonai di FB, Twitter, Path, dll. Membentuk karakternya : gampang tersinggung, kejam, pendendam. Benar2 tanpa tata krama ketika berinteraksi dengan lawan jenis, perlahan mengecilkan mental si cewek sampai tak berharga, lalu meninggalkannya tanpa hati. ( kalau psikopat, tidak cuma hati, fisik juga dilenyapkan. Beda2 tipis. Sama2 kenyang penolakan. Baca ‘kenyang penolakan’ ini, dia sudah tersinggung. Padahal saya sedang bicara tentang orang lain. Saya pernah berurusan dengan orang psycho, jadi tahu gesturnya. Ingat kasus Sisca yang tewas diseret motor ? Atau Ade Sara yang tewas disumpal tisue ? Pembunuhnya baru 19 tahun. Kita selalu bertanya-tanya, bagaimana keluarga bisa melahirkan predator2 ini ?

ALL OF ME ?

Saya bilang tak mancung, mata bengkak, perfeksionis, kakak bermasalah, anak terbuang, sudah membuatnya lari terbirit. Benar2 cuma mau enaknya doang. Setahun saya menyamar jadi anak jalanan, dia belum paham juga. Perkawinan itu kontrak seumur hidup. Lebih lama dari usia sekolah atau serumah dengan ortu. Kumbang2 mendekat, apa lagi jenis yang tak jelas, kudu dong dites kelayakannya. Setuju ? ( gilee.. saya nyusu paling lama sama Mamah, paling pintar dan manis di keluarga, jelas saya anak sejati di keluarga. Get real ).

Tapi sudahlah. Itu masa lalu. Untung saya belum sempat menunjukkan rumah. Jadi, tidur saya tak diganggunya seperti pada si Endut. Berabe kalau sampai kurang tidur. Urusan negara bisa terbengkalai nih ( caeklah ).

Dalam riset ‘hubungan’ ini, saya temukan fenomena pria lemah yang menindas. Kok bisa ya ? Pria yang cuma mampu jadi bawahan yang disuruh-suruh bos ( sebagian bertabiat penindas ), apabila nalarnya terbatas, ia hanya mampu menduplikasi penindasan itu pada makhluk yang dianggap lemah ( cewek ) untuk mengkompensasi kekerdilan dirinya. Apalagi banyak cewek demen mencolek kegantengannya ( saya sendiri pernah terjungkal disambar kegantengan ini ). Ia tak tahu cara lain yang manusiawi untuk menjaga wibawa pria/ imam, karena malas membaca. Ketika pria protes sms anda terlalu panjang, itu sinyal awal dia pemalas yang angkuh ( merasa dikuliahin/ sulit menerima nasehat ). Segera anda jaga jarak dengannya.

Ilmu itu kunci pembuka semua tabir. Orang pintar tahu banyak cara terbaik mencapai tujuan. Selama di rumah ada ortu & sanak saudara yang membereskan semua masalah akibat kemalasannya, maka ia tak terdesak untuk berubah. Nah, bagaimana kalau sudah di rumah tangga sendiri ? Apa istri yang harus banting tulang sampai ke luar kota/ negeri untuk mencukupi nafkah keluarga dan sekolah anak2 ? Suami yang gaji pas-pasan dan banyak nganggur, apa lantas ‘makan’ cewek tetangga atau pembantu di rumah ( bahkan putri sendiri ) ketika syahwat menyambar ? Mengenaskan sekali.

Kenapa ungkapan2 bijak dan religius seperti membuatnya alergi ? Saya ragu ia dekat dengan ibunya. Anak yang dekat ibu sholehah ( ibunya santun berjilbab ) cenderung ringan melakukan kebajikan. Tapi kenapa ia justru suka cewek binal yang minim busana seperti si Endut ( cewek ‘kabogoh dualSIM’-nya/ selingkuhan yang ia sembunyikan di belakang saya ). Apa gambar dirinya rusak ?

Setahu saya, 5 bagian otak pecandu pornografi rusak sehingga meski tahu tindakan itu salah, tetap ia lakukan. Serotonin otak yang mengendalikan stres juga rusak pada pecandu alkohol. Sehingga dia harus minum bir tiap stres, merasa terancam, atau paranoid. Itu menjelaskan wajah culunnya berubah beringas menyeramkan jika tersinggung atau marah. Setan bir mengambil kendali dirinya. Pintu masuk setan adalah keadaan sangat marah, sangat takut, sangat lalai dan sangat syahwat ( dia rela mengikuti si Endut meski ke neraka. Sayangnya, si Endut memilih selingkuh dengan 2 cowok gombal lainnya ). Untung, intuisi selalu menahan saya untuk tidak dekat secara fisik dengannya. Kenapa ia selalu tersinggung jika saya menyebut kesepian, padahal saya juga mengaku sepi dan menemaninya. Kenapa ia tak mampu berpikir di luar dirinya ? Apa anak tunggal yang dimanja selalu begitu ?

Saya sampai pegal memberitahu ketidaksimpatikan sikapnya, kemalasannya memperbaiki diri. Saking miskin wawasan, ia kerap menyalahartikan niat baik orang. Master escape yang getol memutarbalikkan fakta ini ( juga mengkambinghitamkan orang lain atas semua kegagalannya ) jangan sampai mampir dalam kehidupan kalian, wahai belia Indonesia. Karena pengalaman saya, 2.5 tahun memberi perhatian padanya, tak berarti apa pun baginya. Keminderan masih menenggelamkannya dari kesediaan menerima pencerahan. Smart girl masih jadi ancaman di benaknya. Saya tak tahu kapan dia berubah ?

Mungkin, setelah dia merasakan 3 minggu tidak mandi, kepala berkutu, kaki pecah2 berdarah berjalan jauh membawa beban berat ke mana2, bokong kempes sehingga duduk pun perlu bantal, badan hitam kurus kering ( saya kehilangan bobot 6 kg ), dipandang rendah, diusir ( termasuk disangka orang gila bila masuk mall ) dan dimaki banyak orang. Ia bisa lebih tangguh dan tahan banting.

Kritik menghebatkan akan didengarnya sebagai alunan lagu nan merdu. Makanan rumah akan dinikmati penuh suka cita. Kehadiran orang yang peduli masa depannya akan disambutnya dengan mata berbinar. Kebaikan Allah memilihkan apa yang dilaluinya akan disyukurinya penuh sujud. Bukankah orang yang baru keluar dari ‘neraka’ ( derita ) menjadi pribadi ekstra sabar ? Sikap baik ini akan menguatkan dan memudahkannya melalui aral rintangan. Lebih jernih melihat persoalan. Merendahkan hati untuk siap memuridkan diri pada siapa pun. Karena di situlah orang hebat muncul.

BEH2

EH. Ya, Allah, sabarkan saya dan baikkan dia. Dia tak menangisiku. Melepasku begitu mudah. It’s really hurt, you know..

( Oh, saya teringat dia menghabiskan tabungan untuk membeli keyboard demi memikat saya yang tidak mandi 3 minggu. Saya berharap dia bisa menjadi pria baik nan tangguh, bermanfaat bagi masyarakat ( syukur2 bisa jadi komedian top juga. Tapi kalau predator, saya akan menghancurkannya ))

Apa saya menangis ? Saat ini tidak. Kemarin2 ? Menurut anda, dia layak diperjuangkan sebesar itu ? Jadi, untuk apa saya menangis ?  Di tempat buruk, the right man muskyl ditemukan. Di lingkungan buruk, sekalipun pria itu baik, juga jangan dijadikan pendamping hidup, kata agama. Teman2 buruk akan menyeretnya perlahan dalam keburukan. Orang lama di got, tak merasa bau. Orang yang terbiasa dalam kemaksiatan di lingkungan permisif, ketika ditegur, ia tak merasa maksiat. Masya Allah, setengah mati saya mengajaknya berpikir, bicara dan bertindak benar. 2.5 tahun ! Dia tak bergeming.

Saya menulis ini agar para wanita lebih teliti memilih calon. Pria pemalu bisa jadi playboy yang piawai meremukkan hati wanita. Karena distorsi memaknai pengalaman patah hati. Mengeneralisasi semua wanita lalu menyakitinya dengan puas & sorai kemenangan. Merayakan superioritas semu. Kita tak ingin ulah pria2 sakit hati ini mengakibatkan generasi lemah yang lahir dari ibu yang terbelenggu masa lalu dengan mantan2 berjiwa predator ( pemangsa ). Ibu harus hadir sepenuhnya untuk suami dan anak. Ibu bahagia, keluarga bahagia. Ibu kuat, negara kuat.

Manusia paling cerdas adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Unjuk manfaat adalah perintah Allah. Stay in good, people..

 

Written by Savitri

10 Desember 2014 pada 11:03

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: