Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Negarawan & Ilmuwan untuk Indonesia Sekarang & Nanti. Kost Jadi Sirkus ?

leave a comment »

Sudirman

Negarawan sejati. Pahlawan Indonesia dan idola prajurit kita. Jenderal Soedirman memberi hormat pada rakyat Indonesia. Semangat terus berjuang beliau bisa kita teladani dengan pantang menyerah memajukan Indonesia. Film “Jenderal Soedirman” rilis hari ini di bioskop. Don’t miss it.

Gila. Saya bisa gila kalau di Indonesia, kata ilmuwan telekomunikasi asal Indonesia yang memegang banyak paten di Swedia. Ia dan 800 ilmuwan asal Indonesia lainnya memilih berkarya di luar negeri karena sinerginya pemerintah, perguruan tinggi dan industri dalam memproduksi penemuan para ilmuwan. Hidup terjamin.

Indonesia ? Memproduksi mobil nasional saja setengah mati. Dihadang produsen luar yang sudah dulu merajai pasar Indonesia. Banyak pengambil kebijakan di negeri ini tak bergigi ditekan produsen otomatif luar. Sungguh sulit merealisasi transportasi massal dan bahan bakar hemat energi karena kendala dana, peraturan, kontrak2 yang kadung ditandatangani dan minimnya SDM berkualitas ( termasuk dibunuhnya penemu bahan bakar ramah lingkungan, pakar ekologi, dsb ). And then… uang negara kembali terkuras untuk subsidi BBM.. ( yang salah sasaran itu ).

Hasil ekspos I-4 ( Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ) tentang hidup nyaman ilmuwan Indonesia di luar negeri memikat bakat2 belia untuk bersekolah dan bekerja di luar negeri pula ( Kick Andy, 26/7/2015 ). ( Terpikirkah ) Mengenyam pendidikan ala Barat yang disiplin ( sekaligus transaksional . Kudu dibayar sesuai kompetensi ). Apa bedanya dengan hewan sirkus ? Emoh dibayar di bawah itu ( meski diberi fasilitas lengkap, anak buah, demi Indonesia lebih baik ). Tak punya jiwa perintis dan kecintaan yang cukup pada negeri sendiri. ( kebayang kan , hp lokal bisa bersaing dengan hp SE yang sudah mendunia, lalu Indonesia punya duit banyak untuk bayar hutang dan mensejahterakan rakyat. Emang, berapa persen sih ‘muara’-nya untuk Indonesia jika ahli 5G itu tetap menjadi 1-2 orang Indonesia di antara 1000 orang tsb ? )

LOCAL MINDED , JIKA MAU INDONESIA KUAT

Bagaimana dengan orientasi calon2 ilmuwan Indonesia jika mereka ikut-ikutan luar negeri minded ? Produk lokal makin keteteran dan ditinggalkan. SDM Indonesia makin tak kompetitif karena guru2 hebat itu justru ngajarin orang2 asing yang selama ini sudah banyak nggebukin kita.

Apa otak kiri ( logika ) ilmuwan2 lebih digdaya dari otak kanannya ( spiritual ) ? Kecerdasan tinggi yang dianugerahkan Allah baru berguna untuk diri dan keluarga mereka saja. Belum Indonesia, tempat Allah memilihkan negara kelahiran mereka. Baru sebatas pekerja. Bukan pejuang. ( Mana keberagamaan anda ? Otak sehebat itu mestinya untuk Indonesia yang belum maju. Negara2 maju itu sudah banyak otak hebatnya. Logis ? )

Anda tahu Indonesia hari ini ? Di masa krusial ( 15-20 tahun ), ada DS bersama 3 kawannya ( 20-22 tahun ) yang memilih merampok dan membunuh demi uang receh. Nurbaeti ( 44 tahun ), wartawati rubrik lifestyle, sehabis sahur, mereka bunuh dalam keadaan terikat. 9 tusukan. 18/7/2015, sang ayah menemukan putrinya berkepala tengkorak, penuh belatung, 16 hari kemudian, di kamar tamu. Surprise tragis di hari lebaran.

Dalam keadaan korban yang mengenaskan itu, DS masih kemaruk : berupaya balik ke rumah si wartawati untuk nyolong barang2 lain yang masih bisa dijual. Masya Allah. Kemana nuraninya ? Jasad berlumuran darah itu sama sekali tak mengusik hatinya. Keluarga DS berupaya melindungi DS yang buron ( menyembunyikan ‘produk gagal mereka’ ). Itulah yang terjadi, jika ( kepemilikan ) materi lebih dipandang ketimbang kebaikan hati manusia.

JENGKEL LALU MENYIKSA ITULAH PSYCHO. TAK PROPORSIONAL.

Membunuh orang tak bersalah adalah keputusan buruk buat anak muda. Masa puluhan tahun ke depan menjadi kelam. Ahmad Imam Al-Hafitd ( 19 ) dan Assyifah Anggraini ( 19 ), sejoli pembunuh Ade Sara sudah diputus hukuman seumur hidup oleh Mahkamah Agung ( meski saya lebih setuju jika keduanya dihukum mati., seperti Wawan alias Awing yang terbukti membunuh Sisca Yofie ). Juga DS cs pembunuh Nurbaeti, MM pembunuh Angeline, NS pembunuh Ni Luh Aristia Dewi ( 7 ), keponakannya sendiri setelah diperkosa ). Para pembunuh sadistis ini sudah kelasnya phsycho ( psikopat ) yang muskyil diperbaiki. Watak kejamnya sudah mendarah daging. Sensasi menyiksa yang dinikmati sampai puas. Mereka sudah jadi media setan. Setan yang menghalalkan segala cara dan manipulatif ( memperdaya, membuat pelaku merasa benar dengan semua tindakan amoralnya ). DS cs memang cuma buruh bangunan yang tergiur rumah sepi ( yang dikiranya kosong, tak berpenghuni ). Pendidikan rendah, pengamalan agamanya kurang, hasilnya keputusan buruk. Garong, predator.

Manusia2 gagal ini produk dari mana ? Keluarga DS bisa setak bermutu itu bentukan siapa ? Ceritanya bisa berbab-bab. Mari lihat ke China. Dahulu, Mao memajukan negeri Tirai Bambu itu. Kini, produk berlimpah ruah ( diduga ) dijual dumping dan membanjiri sejumlah negara, termasuk Indonesia. Banyak pengusaha Indonesia memilih menutup pabrik dan berdagang barang2 China.

( Saya ke Jalan Sudirman, Bandung dan sekitarnya untuk mencari pegangan tas. Dari 20 toko tas yang pernah menjual handel tsb, tinggal satu toko yang ( katanya ) masih jual. Tapi, itu pun sudah tutup sesiang itu. Pemilik toko lainnya memilih menjual tas jadi yang mereka impor dari China. Tak pusing mikir tuntutan kenaikan gaji karyawan atau pun seretnya penjualan tas lokal karena biaya ekonomi tinggi di Indonesia ( biaya siluman dari para mafia sejak hulu hingga hilir, infrastruktur kurang, prasarana minim, peraturan tak melindungi, pajak aneka rupa, daya beli masyarakat rendah ). Bagaimana kita bisa bersaing dengan produsen luar ? Bersaing dengan negara luar yang para stakeholder-nya sudah bersinergi itu ? Terlebih yang jual murah meriah. Oh, pasar bebas.. ( kejam bagi negeri yang belum menyiapkan rakyatnya dengan baik ).

Minggu lalu, Presiden Jokowi sudah me-reshuffle kabinet ( 6 menteri diganti ). Berharap koordinasi lebih baik ke dalam maupun ke luar ( parlemen, pimpinan2 partai ). Satu suara yang kompak dan kebijakan yang sinergis agar keadaan tak menentu di pasar dan masyarakat bisa diminimalisir. Keberhasilan pembangunan diinformasikan secara efektif kepada publik sehingga mereka tahu bahwa pemerintahan Jokowi bekerja. Ayo kerja ! ( tagline HUT RI ke-70 )

PENGUSAHA JADI PEDAGANG. PEKERJA JADI PERAMPOK.

Rupiah terpuruk. Rabu kemarin sudah menembus angka Rp 14.004 per USD, karena lemahnya fundamental ekonomi Indonesia. Kebanyakan impor. Sebagian besar ulah mafia. Beras, daging sapi, daging ayam menjadi langka dan melambung harganya di pasar. Sengaja, agar pemerintah mau impor. Lalu, setelah impor, masih dijual mahal oleh pedagang. Daging sapi, contohnya. Di Indonesia, harganya sampai Rp 120-150 ribu per kilo. Padahal di luar negeri, bisa Rp 40-50 ribu per kilo. Bensin premium juga begitu. Kita tak pernah tahu persis komponen harganya per liter. Premium terhitung mahal, karena cuma Indonesia yang masih menggunakan bensin oktan rendah ( polutif ) tsb. Krisis global terus berlanjut, diperkirakan sampai 2017. AS ( terutama FED, bank sentralnya Amerika yang dimiliki keluarga zionis, bukan pemerintah ) menunda kenaikan tingkat suku bunga sampai tahun 2016. China ( RRT = Republik Rakyat Tiongkok ) mendevaluasi yuan. Para pemodal menariknya dolarnya dari pasar uang ( capital outflow ke negara maju seperti AS, Eropa, Jepang ).

Pemerintah Indonesia lalu mewajibkan penggunaan uang rupiah untuk semua transaksi di Indonesia. Lepaskan dolar yang dimiliki untuk transaksi dengan luar negeri. Cintai rupiah dan gunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin. Sebesar mungkin komponen dalam negeri dalam produk atau karya yang kita buat. Beli franchise lokal, jangan asing. Inflasi sekarang yang 7 % upayakan turun menjadi 4-5 % ( meningkatkan daya beli masyarakat ). APBN dioptimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Saat pertumbuhan ekonomi dunia melambat, kita harus menggairahkan ekonomi domestik untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Kita lihat apa jurus2 ini bisa memperbaiki nilai mata uang kita. Nasionalisme, yang setia saya kobarkan dalam blog ini ( agar Indonesia tak runtuh ). Semoga bersemai di dada sebanyak mungkin para pembaca, warga negara Indonesia ( saya berharap suatu ketika 1 USD setara Rp 1,- Ya, ketika Indonesia benar2 hebat dan berdaulat penuh. Merdeka tak hanya secara fisik, tapi juga ekonomi ).

Pengusaha masih bisa bertahan hidup dengan berdagang produk asing. Tapi, bagaimana para karyawan dan buruh yang di-PHK akibat pabrik2 tutup ? Penyakit sosial pun muncul ( orang makan orang, hukum rimba di kota ).

Sebagian orang ngamen dan ngemis di jalan. Anak2 kecil dikoordinir orang tuanya untuk mengemis. Mengemis jadi ‘pekerjaan’ baru mereka. Terlebih menjelang Hari Raya. Orang luar Bandung menyerbu masuk untuk mengemis. Anda buka dompet atau memegang uang untuk membayar belanjaan, tahu2 para pengemis sudah ada di samping anda menadahkan tangan minta uang tanpa malu. Masa2 pembayaran uang THR memancing para kriminal beraksi. Grafik kriminalitas menanjak. Ada gula ada penjahat. Seperti DS, demi bisa merayakan lebaran, saat puasa pun, rumah sebelah tempatnya kerja selama 2 bulan, dirampok dengan kekerasan. Saat hari H, tak jadi kembali Fitri, malah masuk bui. ( jika memergoki maling di rumah, jika tak punya ilmu bela diri yang mumpuni, lebih baik kita mengendap ke luar rumah minta bantuan warga atau keamanan RT/RW ). Penyebab makro, kombinasi antara meningkatkan ketakpedulian di antara anggota masyarakat, penghargaan diri pada materi dan kian kerasnya persaingan hidup, lokal dan global.

Sebagian lainnya menjadi pedagang kaki lima ( PKL ). Uang dan lahan yang terbatas membuat mereka menempati ruang2 publik secara ilegal, seperti trotoar dan bahu jalan. Kemacetan pun tak terhindarkan. Jumlah penduduk dunia terus bertambah berlipat-lipat ( kegagalan KB ), sumber daya alam terus menyusut berlipat lipat juga ( karena ketamakan ). Sampai titik tertentu, tak tertahankan lagi. Tak lagi antar individu. Tapi antar negara. Perang Dunia ke-3 kelak, diprediksi ( dipicu ) karena rebutan makanan ini.

STOP SEDEKAH DI JALANAN. SALURKAN PADA LEMBAGA KREDIBEL

Walikota menghimbau warga Bandung untuk tak memberi sedekah pada anak jalanan ( anjal ), gelandangan pengemis ( gepeng ) dan pengamen. Lebih baik salurkan sedekah itu pada lembaga amil zakat terpercaya. Karena pemberian anda pada pengemis itu justru membuatnya bertambah malas. Ketagihan dapat uang gampang. Otak yang tak diasah jadi bodoh. Akibatnya, jika perut lapar tak tertahan, para PMS ini ( Penyandang Masalah Sosial ) terdesak mencopet, memalak dan merampok. Jadi beban kota. Sampah masyarakat. ( Operasi Yustisi lalu ditebarkan. Orang yang tak punya modal dan keahlian ( plus tak sanggup menaati peraturan Kota Bandung ) tak boleh masuk Bandung. Bandung sudah penuh dengan pendatang.

Jadi mohon maklum, kalau wow kagum saya bukan pada ilmuwan jenius itu tapi lebih ke ibu ( single parent ) yang merawat 38 orang gila. Di saat diri masih berjuang, ia sudah bermanfaat bagi lingkungannya. Menginspirasi saudara setanah airnya untuk mengabdi. Sangat tepat, panitia Kick Andy Heroes award memilih WNI dengan kualifikasi tsb menjadi para peraihnya. 100 % nyata !
Di lubuk hati, kita tak ingin WNI pindah kewarganegaraan dan menetap di negara asing kan ? ( mendedikasikan otak & karya hebatnya untuk negara asing ). Enggan pulang ke Indonesia, di antaranya karena trauma : orang tua tercinta di rampok dan dibunuh di Medan. Membiarkan ( sebagian keluarga ) negeri ini terus memproduksi pembunuh2 berikutnya dengan sasaran acak. Ortu WNI ( ilmuwan ) lainnya. Karena tak banyak orang peduli dan bernyali menghentikan keburukan orang2 di sekitarnya. Sejak berupa benih malas dan bohong di rumah sendiri, kost, tetangga, sekolah, kantor, lingkungannya. Amar ma’ruf, nahi munkar adalah kewajiban tiap muslim. Tempa nyali anda ! ( dengan tak ngeles, berkelit, menghindar setiap setan berujud manusia itu menggedor rasa takut anda ).

BTW, apakah komik biografi ilmuwan asal Medan itu berakhir WNA dan menetap di AS ? ( menginspirasi SDM hebat Indonesia berbondong-bondong ke luar negeri. Tak kembali ke Indonesia, berbakti untuk bangsa dan tanah air ). Atau kalian menunggu Indonesia kami bereskan dulu, baru mau datang ? ( jadinya, pahlawan kesiangan dong ). Ayo, mari kita bahu membahu sekarang, memajukan negeri ini, menyelesaikan masalahnya satu demi satu sesuai keahlian dan kekuatan masing2 ? Buktikan cintamu pada negeri, tanggung jawabmu pada Allah.

Come on, people … INDONESIA NEEDS YOU !

================================================

MADE IN INDONESIA..

Ada label Indonesia di botol pembersih yang mengapung di dekat puing pesawat MH370 yang hilang menggegerkan dunia lebih setahun lamanya. Dari berita TV ( 1/8/2015 ) diketahui 7 penumpang asal Indonesia yang menjadi korban dari pesawat naas milik maskapai Malaysia tsb. Saya lalu teringat suara ‘ALLAHU AKBAR !!’, mengiris kalbu, merindingkan bulu roma, dari suara korban Adam Air sebelum pesawat milik maskapai Indonesia itu menghujam perairan Majene, Sulawesi, bertahun silam. Suara sakaratul maut. Oh, Indonesia, di luar itu, kenapa masih banyak wargamu yang luar negeri minded ?

Indonesia, mungkin seperti saya, banyak aral melintang sebelum cita2 mulia tercapai. Mereka yang sudah terpedaya pemberitaan asing yang menjelek-jelekkan Indonesia, mungkin sudah tak peduli dengan pencapaian Indonesia. Masa bodoh. Karena malu ( tak bangga ), jadi nehi untuk berpikir lebih jauh kenapa Indonesia tak sekeren potensinya. Lihat, betapa baiknya perlakuan Indonesia terhadap pengungsi Rohingya yang terkatung-katung sekarat di lautan. Singapura, Malaysia ogah didatangi saudara muslimnya itu. Australia, bahkan menyuap para pembawa ( transpoter ) untuk membawa para pengungsi malang itu keluar dari perbatasan mereka. Tak peduli pengungsi lumpuh atau mati selama perjalanan yang tak menentu. Sebagian pengungsi bahkan sudah memenuhi syarat internasional ( UNHCR -PBB ) untuk memasuki kawasan Australia dan diperlakukan layak di sana. Toh, mereka diusir juga ( padahal Australia bersama AS/Barat-lah yang berulah sampai warga muslim terpaksa keluar dari negaranya karena bombardir senjata canggih demi minyak. Krisis Suriah dan Afganistan juga membawa ribuan penduduk eksodus ke negeri2 tak berkonflik, syukur2 makmur. Kalau begini terus, negara2 disibukkan oleh masalah dalam negeri dan kiriman tetangga2 sebelah, kapan kita punya waktu, dana, tenaga, pikiran, untuk berkontribusi signifikan untuk rakyat Palestina ? Satu-satunya negara yang belum merdeka sejak Konferensi Asia Afrika pertama diselenggarakan tahun 1955 ).

Saya bangga Indonesia masih manusiawi terhadap pengungsi2 tsb ( meski cuma jadi tempat transit, ribuan pengungsi yang ditolak negara2 lain masih ditampung di Indonesia sampai hari ini ). Baek banget, pan ? Kalau ada awardnya, Indonesia juga hero ( masih berjuang untuk maju, tapi sudah bermanfaat bagi masyarakat internasional ).

Saya bangga Indonesia tak jadi pangkalan militer asing ( AS ), seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Australia.

( Pesawat Hercules C-130 jatuh di Medan, 30/6/2015. 101 penumpang plus 12 awak pesawat tewas. Sekali lagi, pesawat tua yang minim perawatan, masih digunakan oleh alat keamanan negara ( TNI ). Very dangerous. Banyak anggota pasukan khusus Angkatan Udara kita, yang keahliannya 10 kali lipat prajurit biasa menjadi korban sia2. Betapa lama dan besar dana negara yang telah digelontorkan untuk menghasilkan mereka yang terbaik. Next time, jika negara belum punya anggaran ( belum cukup dana ) untuk biaya maintenance alutsista lama, harusnya Indonesia tak menerima hibah pesawat, kapal, tank dari negara lain. Jangan pula membeli pesawat bekas. Beli pesawat militer baru ( syukur2 SDM Indonesia bisa bikin sendiri ). Senjata dari Pindad, digunakan 2 serda kita untuk menggondol 30-45 medali emas di 3 kejuaraan menembak bergengsi dunia. Delapan tahun Indonesia juara umum berturut-turut dalam kejuaraan militer tsb. Produk dan SDM kita bisa unggul di bidang2 strategis, kalau kita mau serius. Tinggal manajemen negeri ini diberesin.

( Mahfud MD bilang, jika penegakan hukum kita kuat, tidak tebang pilih, hukum sama tajamnya ke atas maupun ke bawah, maka lebih separoh kejahatan di Indonesia bisa dilenyapkan ). Siapa orang kuat yang bernyali menghukum mati koruptor setelah memberlakukan kebijakan pemutihan di kepolisian, kejaksaan dan kehakiman diterapkan ? Tahun 2014, koruptor cukup dibui. Tahun 2015, masih korupsi ? Tembak mati ! )

SUDAH AHLI NERAKA BERSAMA SETAN, NGAPAIN REPOT DIGANGGU ?

Pernah terpikir di benak saya, kenapa pemeluk agama lain atau pasangan nikah beda agama terlihat ( seperti ) tenteram, tanpa masalah. Seolah setan, si biang kerok itu, menjauh dari kehidupan mereka ? Sedangkan saya yang sudah bertahun-tahun jungkir balik berupaya membaikkan do’i yang tersesat, hanya bisa gigit jari. Menulis blog saja, gangguannya bukan main. Berisik dari belakang, pertengkaran dari depan, musik hingar bingar dari atas kiri, ngakak norak dari samping kanan. Belum lagi, puluhan interupsi yang menghendaki keterlibatan saya dalam penyelesaiannya.

Jika Indonesia belum sekeren itu di mata para ilmuwan, bisakah anda berpikir dari sudut pandang ‘misi setan untuk menyesatkan umat manusia ? ‘ . Setan mengganggu orang yang belum jadi temannya di neraka. Jika manusia sudah musyrik ( calon penghuni neraka ), ngapain repot2 diganggu. Kurang kerjaan aja. Indonesia berpenduduk mayoritas muslim ( terbesar di dunia ). Islam menyempurnakan agama2 sebelumnya. Tentu, Indonesia menjadi proyek besar bagi iblis, segenap jin dan setan untuk diganggu, disesatkan, dihancurkan atau dipotong kecil2 agar tak kuat melawan koalisi negara2 yang berafiliasi dengan iblis. Indonesia yang dilihat iblis sebagai ancaman terbesar harus diobok-obok sampai mampus. Catat, ancaman terbesar ( berarti potensinya sangat besar untuk menjadi adidaya sejati di masa depan ).

Indonesia adalah negara maritim. 2/3 wilayahnya adalah perairan. Negara kepulauan terbesar di dunia. Warisan budaya Indonesia nomor satu di dunia. Kebudayaan kita lebih tua dari kebudayaan Barat ( Yunani, Mesir, Eropa, Amerika kuno ). Budaya adalah hasil olah akal manusia. Otak hebat bertebaran di nusantara pada masa nenek moyang sampai Indonesia pernah adi daya di masa Atlantis dan Sriwijaya. Pusat ilmu, budaya, perdagangan dan militer. Pada masa kita, Presiden Jokowi ingin membangun jalur tol laut. Poros maritim. Jalesveva Jayamahe. Di laut, kita jaya. Akankah sejarah keemasan terulang di masa hidup kita ? Up to us..

( Saran saya, kita harus menjaga dan memastikan mega proyek tsb adalah Indonesia yang paling diuntungkan, bukan ( diperalat ) China atau negara lain. Belajar bagaimana Mao Tse Tung & Chou En Lai ( Partai Komunis China ) memperalat Chiang Kai Shek ( tokoh nasionalis ) dalam perang melawan Jepang ( di Manchuria ) tahun 1933. Setelah perang dimenangkan dan prajuritnya habis ( pasukan pro-komunis masih utuh di belakang front ), barulah Chiang Kai Shek disingkirkan ( lari ke Taiwan ) dan berpisah selamanya dengan daratan China. ( buku “Bung Hatta Menjawab”- Wawancara Dr.Muhammad Hatta dengan Dr.Z.Yasni. Jakarta, 2002 ). Setelah ‘prajurit’ ( dana, waktu, tenaga, SDM, SDA, dsb ) kita terkuras melawan AS/Barat ( zionisme internasional ) jangan sampai kita tak punya apa2 untuk memenangkan perang besar berikutnya ( Yajuz Majuz jilid 2/ China ? )).

OH, RIO ..

Kamis petang ( 30/7/2015 ), pembalap muda yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Rio Haryanto, curhat ke pemirsa “Hitam Putih-Trans7”, Dukungan pemerintah Indonesia terasa setengah-setengah”. Sabtu, 1/8/2018, saya lihat berita di TV : pabrik buku milik orang tua Rio terbakar habis. Kerugian Rp 300 miliar lebih. ( seperti kebakaran di kantor KPAI ketika lembaga tsb tengah menginvestigasi kematian Angeline ). Apa ini ekses persaingan sengit antar pabrikan otomatif ? ( kita lihat Sean Gelael, pembalap F-1 belakangan ini diorbitkan dan menjadi kebanggaan publik tanah air juga ). Atau ada hal yang lebih besar lagi ? ( seperti kebakaran kios di Tolikara, Papua, usai sholat Id, Jumat, 17/7/2015 ). Pihak2 tertentu yang tak suka Indonesia stabil dan damai kembali berulah ? Untung Rio tak patah semangat. Saya lihat kemudian di TV, Rio bertemu dengan presiden, mohon bantuan untuk mengibarkan bendera Indonesia di ajang Formula Satu ( F-1 ). Smoga Jokowi, BUMN dan pihak terkait bisa mendukung penuh Rio dan timnya sampai Indonesia juara. Amin.

Melihat terbongkarnya aksi mafia di “Mata Najwa” ( MetroTV, Rabu jam 20-21.30 ) dalam persepakbolaan Indonesia selama puluhan tahun ini, sungguh mencengangkan. Bahkan, untuk mengibarkan kebanggaan dalam kebersamaan sebagai bangsa besar bernama Indonesia ini saja rintangannya bukan main. Saya ingat, pernah menutup mata saya dengan topi ketika Uruguay menjebol gawang Indonesia berkali-kali. Ternyata pengaturan skor, sepakbola gajah, kekalahan Indonesia yang memalukan di pertandingan sepakbola sudah puluhan tahun berlangsung. Sebagian pelaku, mengaku tak punya pilihan lain, karena tak dibayar klub sekian lama. Artinya, itu uang haram ( dari bandar judi ) yang dimakan anak istri, lalu menjadi daging yang akan dibakar di neraka dan di dunia, menjadikan anak susah diatur. Klop dengan fakta : lebih banyak ‘penumpang’ ( buih yang mudah digerakkan/ dihasut ), pekerja/ ilmuwan transaksional, penjahat, ketimbang ‘supir’ ( penggerak, perintis ), pejuang, pahlawan, negarawan. Lebih banyak orang yang galau atau masih sibuk dengan dirinya daripada orang sudah selesai dengan dirinya ( lalu berkiprah untuk kepentingan masyarakat atau negara ). Mengingat begitu banyak mafia di negeri ini, hampir di semua lini. ( baca : sebagian besar generasi penerus makan dari uang haram orang tuanya ), tak heran Indonesia masih berkutat dalam problem itu2 saja ( korupsi ). Warga pra-sejahtera, konflik SARA dan separatisme sebagai masalah turunannya. Di saat negara lain, sudah seperti burung bangkai dengan cyber optics, satelit mata2 dan pesawat siluman super canggih berputar-putar di langit, mengintai kematian kita. Mendebarkan, bukan ?

BIBIT KEMUNDURAN NEGARA DI SEKITAR KITA

Kalau anda punya usaha rumah kost, anda akan lihat banyak produk gagal orang tua berulah menyusahkan pemilik kost. Saat masuk, anak2 kost ( dari usia kuliah sampai lansia melajang ) sudah diberi lembar tata tertib selama tinggal di rumah kost. Mereka sudah diberi penjelasan apa yang tak boleh dilakukan di rumah kost ( dilarang membawa cewek/ lawan jenis masuk kamar, membawa banyak teman menginap tanpa izin, dilarang meninggalkan kamar tanpa mematikan lampu & alat listrik, dilarang meninggalkan WC tanpa mematikan kran air, dilarang membuang pembalut di closet karena bikin mampet, dilarang menyetel musik keras2 sampai menggetarkan pintu dan dinding kamar , dilarang bicara teriak2 cari heboh sampai mengganggu penghuni kamar lainnya, dilarang ngakak norak / cekikikan centil cari perhatian ( nyata gak lakunya ), dilarang meninggalkan pintu pagar dalam keadaan terbuka atau gembok nomornya tertekan ( bisa mengundang maling masuk sekaligus tahu nomor tertekan itu untuk membuka gembok saat terkunci malam hari ), dilarang meletakkan barang berharga di luar kamarnya atau kamarnya tak terkunci ). Pelbagai aturan tsb juga sudah ditempel di tembok dan WC yang jelas terlihat.

Anehnya, sangat sedikit yang benar2 mematuhi aturan yang berguna untuk kepentingan bersama itu. Lebih banyak yang sengaja melawan menunjukkan ego ingusannya. Ketika dilarang bawa cewek ( apalagi model yang ngakak norak berisik plus ngebet ngapelin sampai larut malam ), si Rom*** malah melotot, membanting pintu WC sampai jebol, membuang pembalut/ kertas merah di lubang closet, menggertak dengan suara keras menunjukkan ego kesukuannya, memfitnah penghuni kamar sebelah telah mencuri perkakas kamar mandinya sampai mereka tak betah dan pindah kost, bahkan minta dibelikan meja belajar ! ( padahal nunggak bayar kost 3 bulan ). Intimidasi macam apa pula ini. It’s me, not you ! sesumbarnya. Wueleh .. ( ini bukan rumah mbahmu ! )

Capeknya berurusan dengan orang bego. Gak nyambung aja. Bisa ubanan kita kalau diladeni. Siapa yang mau memperkerjakan cowok kepala batu seperti ini ? Susah diatur. Bikin usaha bisa bangkrut. Konsumen pada kabur. Yang dibilang ‘berani’ oleh orang Ba*** adalah ‘kasar’ di sini. Keangkuhan macam apa sehingga kamu harus bentak-bentak keras plus omongan kotor jika aturan kamu langgar semata kamu dari suku tsb ? Kalau miskin, bodoh, tahu dirilah. Seperti ini saja sudah sulit diterima di pasar kerja, apalagi kalau tabiatmu sombong, kasar, merasa benar sendiri. Tak elok. Banyak orang rantau dari seberang yang arogan di Bandung ini, sampai kami terpaksa pukul ratakan : mereka tak diterima lagi di rumah kost kami. Hati2. Tak sedikit dari tetangga kami juga menyetop menerima orang daerah karena begitu banyaknya kesulitan mereka timbulkan, termasuk tak malu menunggak membayar kost sekian bulan, padahal rokok, ngakak di smartphone, internetan mereka jalan terus. Tak tahu prioritas.

Terakhir, Alf*** dari Pap** setelah kerap membawa teman yang tak mengguyur closet setelah BAB dan membiarkan kran air terbuka sepanjang malam menghabiskan cadangan air di reservoir ( air PDAM ngocor 2 hari sekali, 2-4 jam saja ), menggetarkan tembok dengan speaker super bass nyaris 24 jam tiap hari ( bikin kepala saya vertigo ) , lalu tak pernah membayar tunggakan kost-nya sampai hari ini, ia kabur tanpa kabar, maaf dan penjelasan. Setengah tahun berlalu masih begitu. Nihil. Dua orang sesukunya, juga bermasalah.

( cara mengeluarkan anak kost tak bertanggung jawab : bikin dia tak betah ( matikan air dan listriknya sesering mungkin ). Setelah 3 bulan tak kunjung bayar kost ( peringatan2 tak digubris ), ambil kunci kamar dari tangan si mbalelo, panggil keamanan RT / RW, lalu keluarkan barang satu demi satu dari kamar si penunggak, lalu kunci pintu dan jendela rapat2 ).

Kebijakan bayar kost 3 bulan di muka, sangat baik, karena anak kost sangat jarang yang bisa mengelola uang orang tuanya dengan baik. Mereka terbiasa bikin masalah dan malas di rumah, tanpa mau tahu orang di dekatnya selama ini telah direpotkan untuk membereskan masalah2 yang dia akibatkan. Jika anda mendapati seseorang begitu malas ( tak becus ), berarti di sekitarnya ada sejumlah orang yang telah dia sengsarakan. Kebiasaan buruk ini berlanjut di tempat kost. Pemalas2 yang sudah keluar rumah ini, jika tak di ‘terapi’ secara masal ( dengan tidak menerima mereka di tempat kost, kampus & kerja ) sampai insyaf seperti ini, mereka bisa jadi kaki tangan asing yang menggerakkan mafia2 di tanah air. Anak2 penentang aturan ini ( seperti gaduh lewat tengah malam dengan musik, obrolan keras, nyanyian fals, ngakak norak, cekikikan cewek genit ) adalah bibit2 kemunduran negeri ini. Hentikan di rumah ( kost ) anda selagi bisa. Pedulilah pada penyimpangan anak2 tak peduli ini agar ketak pedulian mereka tak membesar dan memakan korban ( semisal korupsi, narkoba, mutilasi pacar hamil, rampok dengan kekerasan, KDRT, memperkosa keponakan sendiri karena tak kuasa menahan syahwat, dsb ). Indonesia tak hanya darurat korupsi dan narkoba, tapi juga darurat parenthing ( kapan TV memutar acara seperti “Super Nanny” dan Nanny 911 lagi ? Banyak ortu Indonesia yang ternyata tidak tahu cara mengasuh anak dengan benar. Menghukum tiap penyimpangan/ kenakalan/ kekasaran dengan tepat ). Jika anda peduli dan konsisten, maka anda sudah berkontribusi pada tegaknya hukum dan keutuhan NKRI .

Saya sering melihat arak-arakan anak daerah ( termasuk Pap** ) ke lapangan Gasibu minta perlakuan sama dalam kesempatan kerja di kota ini. Lainnya, minta merdeka. Saya pikir, paguyuban mereka harus lebih dulu menertibkan anak2 sedaerahnya untuk taat aturan di kota ini. Di mana bumi dipijak di situ langit di junjung. Jika sikap baik, rendah hati , kalian tunjukkan sampai warga Bandung terkesan dan kalian punya reputasi baik di sini, tentu kemudahan akan diperoleh. Pemilik kost bisa tenang menerima kalian, dan member i info lowongan kerja, bahkan merekomendasikan kalian layak diterima di perusahaan. Tahu, senang, lantas percaya. Kepercayaan ( trust ) dan nama baik adalah modal utama bisnis. Sikap baik yang tulus mengundang orang baik dan bantuan2 suksesnya.

IBU TAK PEDULI MEMBIAKKAN ANAK TAK PEDULI DENGAN DANA PUBLIK

Jadi orang idealis memang banyak sport jantungnya. Saya tak bisa mengabaikan penyimpangan di sekitar saya begitu saja. Saya harus berbuat sesuatu, agar Allah tak kecewa ketika menagih ‘amar ma’ruf nahi munkar’ saya. Ketika saya memberitahu ada perda K-3 tentang denda Rp 250 ribu bagi orang yang menyetel musik keras2, apalagi rutin latihan band, tanpa izin keramaian, telah dilanggar oleh beberapa penyewa kostnya, Bu Ag** malah mengadu ‘ketidakbaikan’ saya ( bukannya menegur penyewa yang telah melanggar ). Pemberitahuan itu sudah cukup sopan ( apa orang minder atau sebaliknya, merasa ‘lebih’, selalu salah tangkap jika ditegur ? ) namun tak berhasil.

Di minggu berikutnya, tukang sampah RT lama berteriak ‘Sampah ! SAMPAH ! SAMPAH !!.. ” demi bisa masuk gerbang rumah kost 28 kamar itu dan mengambil sampahnya yang banyak. Ia kuatir ketinggalan truk pengangkut sampah . Saya lalu member i solusi agar pengangkutan sampah tak terkendala. Awalnya, dijanjikan ada penjaga yang membuka tutup gerbang jika ada tamu, tapi tak juga terealisasi ( meski kamar2 kost itu sudah penuh ).

Di bulan berikutnya, suara bising tukang bangunan membuat saya memergoki aktivitas memasang talang air hujan ke tembok rumah kami. Saya pun menegur dan memberi solusi : agar dibuat tembok dobel atau tiang sendiri, tempat talang 2 lantai itu bertumpu menyalur air limpahan atap. Dinding rumah kami saat dibangun dulu tak didesain untuk menerima beban lebih ( tak ada kolom praktis untuk talang2 rumah tetangga yang dibangun puluhan tahun kemudian ). Ibu yang menerima kredit Rp 500 juta dari tempatnya bekerja di Jakarta ngakak dengan pemborongnya ‘TAKUT AMBRUK, PAAKKK !!”, persis di belakang ketika saya meninggalkannya. Uh, terlalu..

( ibu yang anaknya sudah mahasiswa itu bisa seangkuh ini pada tetangga sebelah yang imut dan baby face ini. Ciee.. Dikira anak kecil kali ya ).

Yang penting, talang itu lalu dipindahkan sesuai permintaan saya. Mohon para pembangun agar minta izin pada tetangga kanan, kiri, depan, belakang, ketika akan membangun atau merenovasi rumah. Apalagi jika sampai merubah tembok tetangga. IMB itu tak cukup ke RT/ RW atau tokoh kampung saja. Yang terdampak langsung kan tetangga yang paling dekat/ sebelah.

Menurut Pasal 654 Kitab Undang-undang Hukum Perdata : “Tiap-tiap bangunan, pipa, asap, tembok, pagar atau tanda-tanda perbatasan lainnya yang mana karena tuanya atau karena sebab lain, hampir roboh dan membahayakan bagi pekarangan tetangganya, harus dirombak, diperbaharui atau diperbaiki, atas teguran pertama dari pemilik pekarangan tetangga”.

Gak lucu kan, kalau kelak kami perlu membongkar tembok kami lalu melemparkan talang2 itu. Toh, mereka pun memasangnya tanpa izin kami. Batas persil sebaiknya membuat tembok baru ( dobel ) sehingga setiap pembebanan baru sudah diperhitungkan dan tak merugikan tetangga sebelah. Mohon juga PT.Tas*** lebih teliti memeriksa karyawannya yang mengajukan pinjaman. Uang itu uang publik. Hendaknya disalurkan pada orang2 yang kredibel dan berintegritas tinggi agar masyarakat diuntungkan, minimal tak dirugikan. Apalagi dalam jumlah besar yang biasanya lebih mudah diperoleh oleh orang dalam. Saya masih berjuang memberadabkan orang2 tua sejenis tak peduli ini. Yang membiakkan banyak anak tak peduli di rumah kostnya yang besar hasil pinjaman. Memang, tak mudah menjadi orang baik. Tak mudah menjadikan Indonesia negara kuat . Tapi saya tetap bertahan mengasah nyali.

INDONESIA, 70 TAHUN. AYO KERJA !

Pihak asing ingin kita tetap sebagai inlander yang inferior seperti masa penjajahan dulu. Nurut bak kebo dicucuk hidung. Propaganda hitam tentang Indonesia sepertinya berhasil pada sebagian WNI. Membuat mereka memburu produk2 luar dan pamer apa pun yang made in luar. Saya yakin, jika warga di negara2 maju bertukar tempat dengan warga Indonesia di sini, belum tentu mereka bisa cepat meng-handle seabreg maslah, intrik, kepentingan negara2 asing dan para setan atas Indonesia. Saking banyaknya, sampai penjara Indonesia rata2 over kapasitas. Sebagian diisi orang yang tak bersalah karena salah tangkap polisi yang mengejar target atasan tanpa profesionalisme( tinjau rekrutmen dan promosi jabatan di kepolisian, apa sarat suap ? ). Bahkan, ada yang semestinya untuk 5 orang, tapi dihuni 50 orang ( Bogor ). Kita perlu mencegah bibit kejahatan sejak dari rumah masing2.

( Orang dijadikan tersangka jika ada bukti permulaan yang cukup. Penahanan baru sah jika ada bukti permulaan yang cukup dan surat penahanan yang sah. Belakangan, terjadi ( preseden ) sidang pra-peradilan untuk membebaskan seseorang dari status tersangka. Trend tak sehat yang digunakan para koruptor untuk lepas dari tanggung jawab ( dalam KUHP, status tersangkanya sendiri bukan hal yang bisa diuji di pengadilan )

Skup problem dan kriminal di negeri ini tak cukup ditangani oleh Polri, TNI, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, KPAI saja. Jumlah mereka tak sampai 2 juta orang. Sedang kita lebih 250 juta orang. Pemalas ( bodoh ) dan pembohong ( pengecut ) menjadi kaki tangan asing yang mengacak-acak Indonesia dengan beragam modus dan mafia. Benih2 malas dan bohong seperti mereka juga bisa terlihat di rumah kita, rumah kost, warnet, diskotek, tempat2 boros & maksiat. Nahi munkar ( mencegah keburukan ) harus aktif kita lakukan sejak lingkungan terdekat kita. Kekasaran yang dibiarkan akan menjadi kekejaman yang mengerikan. Kita tak rela Indonesia tergadai ( karena defisitnya neraca pembayaran kita dan rusaknya generasi penerus ). Kita tak boleh kalah bersaing. Kita harus kuat dan berdaulat. Setuju ?

===========================

* Melihat MM ( di TV ) mencak2 pada ketua KPAI yang akan menginvestigasi kasus kematian Angeline ( 8 th ), saya terheran. Normalnya, ibu yang sayang anak, tentu senang mendapat bantuan profesional. Tapi, MM merasa nama baiknya lebih penting daripada upaya pengungkapan pembunuhan anak adopsinya tsb. Selama sebulan, Angeline ‘hilang’, wajarnya MM minta bantuan pihak berwenang untuk mengusut kehilangan itu kan ? Bukan cuma pasang iklan di medsos ( dan minta donasi segala ). Apa lagi kesulitan keuangan ?

Begitu manipulatifnya MM, sampai pengacara HS terpengaruh. Tidakkah ia melihat kejanggalan2 ini ? Angkuh, mudah tersinggung, kejam tak proporsional dan manipulatif adalah ciri khas seorang psycho. Psikopat kalau jengkel suka menyiksa. Jika ada orang ngorok di sebelah, si psikopat memilih menghujamkan bolpen ke tangan si pengorok sampai tembus dan berdarah-darah ( bukannya ia memberitahu atau pindah kursi ). Pezina membunuh pasangan kencannya hanya karena diejek bau. Jika wanita idaman tak datang menghampiri mejanya, EH memajang foto2 intimnya dengan para cewek/ mantan ( uh, pengalaman pribadi ). Jika Angeline tak datang pada panggilan kedua, maka MM langsung menggebuknya dengan bambu sampai bocah itu tersungkur lebam2 atau berdarah-darah ( terakhir tak bangun lagi untuk selamanya ). Wajarnya, anak 8 tahun jika nakal atau salah, cukup diminta duduk di kursi hukuman selama 8 menit, ( diulangi ratusan kali kalau perlu ) sampai ia menyadari kesalahannya dan minta maaf. Ibu yang penuh kasih lalu duduk setinggi anak untuk memberitahu perbuatan yang benar, lalu mencium si anak dengan sayang. Tak ada intimidasi sama sekali. Apalagi kerja rodi plus pukulan mematikan.

Dendam adalah kombinasi kemarahan dan kesombongan. Psikopat punya dendam tak berujung ( harus ia yang menang, norma agama dan moralitas dalam masyarakat tak digubrisnya ). Setahu saya, salah satu penyebabnya, karena bertubi-tubi penolakan atau pengabaian sejak balita. Tak ada penjelasan yang memadai atas ketidakadilan yang dialaminya atau penyiksaan yang dilihatnya. Orang tua tak hadir di sana ( dengan bijak ). Bayangkan jika puluhan tahun hal mengkristal dalam dirinya. MM ditinggal mati 2 suaminya dan ditinggal jauh kedua putrinya. Kuatir Angeline berlaku sama ( meninggalkan/ mengabaikan ) jika tak ‘dihajar’ dengan keras ( mungkin itu mindsetnya ). Hukuman 20 tahun tak mempan baginya. Hukuman yang diterima takkan berhasil tanpa pertobatan tulus. Psikopat sudah menjadi media setan, saking pekatnya energi negatif dalam dirinya. Jadi jika psikopat sampai membunuh ( menyiksa sampai mati ), hukum mati saja. Sebagai peringatan bagi yang lain dan para orang tua agar mengasuh anaknya dengan benar.

* Mamah, 10 Juli 2015, dinyatakan sembuh dari penyakit TB-nya. Alhamdulillah. Bisa beraktivitas lagi, meski tak sebanyak dan selama sebelum terserang penyakit mematikan itu. Pola sehat harus tetap terjaga. Mesti cukup istirahat, lebih banyak berfikir positif dan bersyukur.

* Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang dikriminalisasi dengan skenario pembunuhan Nazrudin, besutan BHD cs mendapat grasi dari presiden. Kita yang mengikuti denyut nadi negeri ini dari hari ke hari, rajin update berita dari berbagai media, tentu tahu Antasari tak bersalah. Saya cuma berharap, next time, para ‘pelaku sebenarnya’ lebih smart dan manusiawi jika diperintah membungkam mulut yang vokal. Bicara 4 mata dan katakan, demi kestabilan negara ( misalnya, mengamankan RI-1 ), bekerja samalah. Nobody’s perfect. Ini problem sebenarnya. Jika penyelidikan anda diteruskan, hasilnya akan berakibat ini dan itu bagi negara. Juga bagi anda sendiri. Saya pikir itu lebih baik.
Selamat menghirup udara bebas, Antasari. Terus berkarya untuk Indonesia ya, Pak. You’re still in our heart as a good person. You’re not guilty in the case. That’s the most important. Right, Sir ?

** Keterangan foto : ( Patung ) Jenderal Sudirman menghormat pada rakyat Indonesia. Tanpa rakyat, pasukan takkan eksis. TNI mendukung pemerintah selama tak bertentangan dengan kepentingan negara ( rakyat ). TNI tak diciptakan oleh presiden, parlemen, pimpinan partai atau negara asing. TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat. Haluan yang dipancangkan Sudirman pada pengabdian TNI, penjaga NKRI. Sudirman adalah pahlawan Indonesia dan idola prajurit kita. Usia 29 tahun sudah menjadi Panglima Besar. Semula guru, tokoh pemuda, lalu memimpin pasukan. Ogah diberi kenyamanan fasilitas dan perawatan TB yang dideritanya jika syaratnya tak melawan Belanda. Dengan satu paru, Sudirman memilih bergerilya sampai mati. Semangat terus berjuangnya, patut kita teladani.
Jika Sudirman sudah gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apa yang bisa kita lakukan untuk Sudirman ? Meneruskan semangat juangnya yang pantang menyerah. Mengisi kemerdekaan dengan memajukan Indonesia.

Written by Savitri

27 Agustus 2015 pada 11:57

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: