Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

UU Kebiri ? YES ! Mahkamah Internasional, PKI, Presiden dipanggil & minta maaf ? NO ! Pilih Negarawan dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

leave a comment »

7

Pahlawan Revolusi. 7 Jenderal TNI yang tewas dibunuh dan dibuang ke Lubang Buaya dalam Peristiwa G 30 S / PKI. Tragedi kelam bangsa Indonesia yang tengah dipermalukan di Mahkamah Internasional bulan November ini oleh sebagian perwakilan korban yang kurang baca sejarah. Saya merasa gerakan komunis menggeliat di bawah tanah beberapa waktu lalu. Mungkin, tuntutan via lembaga asing ini salah satu manuvernya. Keluarga Jenderal Nasution bertanya-tanya, mengapa anggota Petisi 50 ini dimariginalkan secara politik dan ekonomi di masa tuanya ? Padahal, peran dan jasanya sangat besar dalam sejarah bangsa kita. Jawabannya simpel. Tak boleh ada perwira militer cemerlang yang mengungguli pamor Soeharto yang dipilih AS menjalankan skenarionya. Itu pula alasan 7 jenderal dan 3 perwira tinggi itu harus mati dalam ‘kudeta’ 1965. Jika Soeharto diumumkan sebagai pahlawan nasional, maka aktivis2 Reformasi 1998 yang menurunkan Soeharto akan turun statusnya menjadi para kriminal dalam buku sejarah. Duh, mimpi buruk apa ini ?

Kebiri. Menjadi wacana, polemik lalu RUU. Kekerasan seksual terhadap anak makin menggila beritanya di media. Pemberatan hukuman dengan kebiri diharapkan menjerakan para pelaku. Saya pernah ketik ‘SMA’ di kotak search Google bertahun lalu. Yang muncul malah berita dan konten pornografi yang melibatkan oknum pelajar di list atas. Menjijikkan.

Bagaimana dengan hari ini ? Pelaku seks menyimpang makin muda usianya. Anak SD tega memperkosa adik kelasnya, bahkan anak TK. Banyak contoh buruk di lingkungannya. Anak adalah peniru yang hebat. Beredar bebasnya konten porno, begitu permisifnya masyarakat ( termasuk ortu ) terhadap perilaku seks bebas, pacaran tidak sehat, kumpul kebo di kost dan apartemen dsb, membuat anak menganggap perbuatan dosa besar itu seperti tindakan pipis sembarangan. Siapa takut ?

Pedofil gentayangan. Menyasar anak2 lugu nan polos yang tergiur uang Rp 2-10 ribu, mainan atau makanan gratis. Anak2 yang tidak diberitahu orang tuanya : siapa pun dilarang menyentuh alat kelamin, bagian genital atau kesucian tubuhnya ( kecuali ibu kandungnya saat si anak belum bisa mandi sendiri ).

SINYAL PREDATOR WASPADA, WASPADA !

Pipis itu gampang. Tak butuh otak hebat untuk menyetubuhi atau menyodomi. Saya perhatikan, para hiperseks, peselingkuh, playboy, pezina itu kemampuan nalarnya rendah, alias bego. Konten porno yang ia candui membuat bagian otaknya yang memilah perbuatan baik dan buruk menjadi tak berfungsi. Meski ia tahu perbuatan itu haram, misal ngeseks dengan pacar atau pelacur, tetap saja dosa besar itu ia lakukan. Bego, kan ?

Kita bisa mendeteksi para pendosa jenis ini dengan mengamati cara PDKT-nya. Apa dia memegang kemaluannya di depan anda ? Berpose seperti sedang bercinta dengan anda ? Menolak pacaran dengan anda jika tak boleh menyentuh anda. Mengoleksi gadis2 seksi minim busana ( cewek murahan/ obralan ) di medsos, hp, tablet atau laptopnya. Menyimpan foto2 porno, nonton video2 erotis ( blue film ) and demen ngomong jorok untuk memprovokasi lawan jenis ( unjuk hasrat dominasinya ). Mencolek cewek, mengelus/ menciumi anak gadisnya secara tak wajar ( pelampiasan birahi terpendam ). Mendatangi klub2 dugem yang sarat wanita malam. Berkerumun dengan anak2 kecil yang sering ia traktir atau ajari sesuatu ( molestasi ala pedofil ).

Jika anda mengabaikan sinyal2 kecil ini, maka anda akan terjebak dalam pusaran ‘cinta’ yang menyakitkan. Pendosa yang pembosan ini akan mencampakkan anda begitu ia melihat cewek lain yang lebih kinclong ( sebejad apa pun moralnya ) atau lebih mengakomodasi hasrat dominasinya ( superior syndrome ). Penindas selalu menempatkan diri di atas korban, dalam ucapan dan tindakannya. Jika anda sampai menikah dengannya, maka anda akan banting tulang seumur hidup untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Untuk menghidupi diri, anak2 dan suami ( yang menjadi bayi terbesarnya dengan seabreg tuntutan pelayanan tak tahu diri ). Demi ‘status kawin’.

Jika anda masih bocah dan melintas di depan warung AD ( pedofil ), maka anda akan bernasib seperti Putri Nur Fauziah ( 9 tahun ) : di tarik masuk bedeng, diikat di kursi, diperkosa, disiksa sampai mati, dimasukkan kardus lalu di buang !

ISI KEPALA PRIA CUMA SEKS ?

Buku bercover “Apa yang dipikirkan pria selain seks” laku keras dipesan dan dibeli orang ( padahal tanpa tulisan di halaman dalamnya, alias kosong ). Menggelikan, memang. Sudah rahasia umum, para pecandu seks nyaris tak berotak. Hidupnya kosong, tak bermakna. Sampah masyarakat. Kepalanya dipenuhi khayalan seks dan cara pemuasannya. Seminggu tak berseks ria, kepala pusing 7 keliling. Lalu, kapan bisa fokus mengasah life skills dan meng-improve usaha bisnisnya agar eksis di dunia yang kian kompetitif ini ?

Pria yang tak menghormati wanita adalah pria yang tak punya kemampuan, kata Arjuna di depan Drupadi ( serial Mahabarata ). Anda pun bisa melihat sinyal pezina dari cara ia memperlakukan wanita. Jika ia menggampangkan cewek, merendahkan wanita, sesumbar bisa mendapatkan pelukan wanita dengan mudah selepas pergi dari anda, membanggakan banyak teman wanitanya ( punya 4 pacar lagi di belakang anda ) maka segera tinggalkan saja pria pezina ini. Jauhkan dia dari orang2 dekat anda, sebelum dia merenggut keceriaan anda. One way or another.

Hiperseks, tak setia/ peselingkuh, bego, merendahkan wanita ( wanita sekedar obyek pemuas syahwat baginya ), pemalas, pembohong dan bikin sengsara ( duit cekak/ demen ngutang ) itu ada dalam satu paket bernama pria gombal. So, ganteng tapi bego dan cabul is big no no. Get lost !

CINTA BODOH YANG BANYAK

Hari2 belakangan ini, saya dengar cewek kost tetangga ( yang demen ngakak norak ) kerap nyanyi lagu yang liriknya … Aku cuma punya hati… Mana ada cinta seperti ini ? ( yang diselingkuhi tapi masih setia dan menunggu si pacar ). Penulis lirik, penyanyi atau wanita dengan ‘cinta buta’ seperti itu, absolutely adalah wanita bodoh dengan impian palsu. Mereka tak tahu penderitaan tak terperi yang menghadang di masa depan. Belum lagi, anak2 yang dilahirkan kelak ( melihat interaksi penuh bara ayah ibunya ) akan mengalami figrid atau ketidakpercayaan pada pria. Menjalani makam2 perkawinan hingga ajal menjemput. Mana ada ? Banyak cinta bodoh seperti ini, yang saya lihat di sekeliling saya. Sampai saya berpikir, di jaman sekarang, apa pria cukup punya Mr.P ( berfungsi atau pun tidak ) untuk laku di gandeng cewek sampai married ? Cewek atau mertua yang mesti banting tulang mencari nafkah. Menyedihkan. Memalukan.

Selingkuh itu watak yang tak bisa diubah ( hanya bisa ditutup dengan kamuflase/ kebohongan ). Watak dibentuk saat anak balita sampai umur 15 tahun ( SMP ). Jika doi masih selingkuh di atas usia tsb, lupakan saja dia. Cari pria sejati yang pengamalan agamanya baik, jujur, rajin, jelas, bertanggung jawab pada ortu dan keluarganya, plus mencintai anda ( perhatian & setia pada anda ).

Cara kebiri, setahu saya, ada yang disuntik kimia, bedah syaraf dan diamputasi. Sebagian ahli berpendapat, pedofil lebih baik dihukum mati atau diberi sanksi sosial ketimbang dikebiri, karena tak sudi uang negara dari pajak rakyat digunakan ( boros ) untuk menyuntik secara periodik para pedofil dan penyimpang seks tsb. Saya pikir, sementara menunggu hukuman maksimal 15 tahun direvisi menjadi hukuman mati ( dengan seabreg pro-kontranya, adu argumen pendukung & penentangnya ), maka para predator seksual dipotong saja Mr.P-nya ( sekali untuk selamanya, mencegah dia menjadi residivis seksual. Pasang fotonya di ruang2 publik untuk warning sekaligus menjerakan. Hasrat dominasinya yang mencari penyaluran lain bisa diatasi dengan konseling psikiater atau aktivitas fisik yang positif ( olahraga, dsb ). Di beberapa negara, hukuman kebiri terbukti menurunkan angka kekerasan seksual secara signifikan. Indonesia bisa menerapkan UU Kebiri untuk menjaga keamanan generasi penerus bangsa. Stop kekerasan pada anak !

PILIH DAERAH AGAMIS ATAU MAKSIAT ?

Tahun 2005, saya ke Bali. Saya terheran-heran melihat begitu bebasnya penjualan souvenir gantungan kunci berbentuk alat kelamin pria dalam berbagai ukuran. Seorang pengunjung berbadan penuh tato ( seniman tato ) bercerita, betapa leluasanya kemaksiatan berlangsung di sana.”Itu sebabnya, Bali dibom,” timpalnya. Saya tertegun, bahwa angka kemiskinan di Denpasar, Bali ( dikunjungi 3 juta turis per tahun. Bandung, dikunjungi 6 juta turis tahun 2014 ) terendah di Indonesia. Jadi, siapa sebetulnya yang menikmati ‘kue’ di pulau tersohor di dunia tsb ? Investor asing ?

Dari tayangan ILC ( 13/9/2015 ), saya baru ngeh keterkaitan fakta tsb. Tiap tahun, lebih 3000 anak menjadi korban pelecehan seksual di Indonesia. Sudah terjadi 21 juta lebih kasus pelanggaran anak ( 58 % kejahatan seksual pada anak ). Anak menjadi silent victim. Bagaimana seorang anak perempuan dikejar2 pencabul dan berteriak minta tolong, tak digubris oleh masyarakat di sekelilingnya. Mereka seolah menutup mata, bahkan menyuruh si bocah tutup mulut setelah diperkosa. Perempuan, kegadisan, dihargai murah. Pengurus panti asuhan dan yayasan sosial tak jarang menjadi pelakunya ( pemerkosa ).”Sst.. jangan lapor demi nama baik ( baca : ekonomi ) Bali”. Ngeri.

Ketamakan adalah dasar ketidakbenaran ( kejahatan Zionis & Yajuz Majuz juga dari situ ). Pertimbangan kapitalis seperti ini tak bisa dibiarkan terus menindas bocah2 tak bersalah. Trauma korban perkosaan berlangsung seumur hidup. Menjadikan korban bak mayat berjalan menapaki sisa hidupnya hingga liang kubur.Tak ada passion, fun, love yang menyabarkannya menekuni keahlian yang menghebatkan. Tak ada rasa percaya diri dan karya membanggakan yang dihasilkan. Kekuatan negara bukan pada pasukannya, pengendalian diri atau pun banyaknya sekutu, tapi terutama pada kebanggaan rakyat pada negerinya. Betapa habis-habisan kita membela daerah yang kita banggakan, negara yang kita cintai. Bayangkan, lebih 250 juta warga Indonesia ( … juta di antaranya warga Bali ) bersatu padu menghebatkan Indonesia karena rasa cinta dan bangga itu. Tak ada yang bisa mengalahkan itu. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BENAR

Hancurkan mereka yang melawan kebenaran sebelum orang2 gandrung melakukan ketidakbenaran ( & tak ada lagi yang mau dan berani melakukan kebenaran ). Sebelum Allah murka dan membinasakannya sendiri tanpa ampun, seperti kaum Aad, Tsamud, bangsa2 terdahulu ( Atlantis, nenek moyang kita dahulu juga binasa dengan meletusnya Gunung Toba ). 100 lebih nabi dan 25 rasul telah diturunkan Allah untuk mengingatkan manusia untuk amar ma’ruf nahi munkar ini ( menyebarkan kebaikan, mencegah keburukan ). Kita lebih pintar dari hari kemarin, kan ? Kita perlu menjaga energi positif sebesar mungkin di bumi dan langit Indonesia. Kekerasan seksual anak adalah energi negatif. Mari selamatkan anak2 Bali juga anak2 Indonesia dari predator seks. Di Undang2 AS, pemerkosa orang dewasa sampai dihukum maksimal : mati di kursi listrik. Di Undang2 Indonesia, memperkosa anak sampai mati cuma dihukum penjara 3 tahun. ( Gimana kita bisa menang perang ? ). So, UU Kebiri YES !!

PILIH NEGARAWAN YANG PEDULI PERLINDUNGAN ANAK

Pilkada serentak 9 Desember 2015 diikuti 260 kota/ kabupaten dan 9 provinsi. Mestinya tak ada kandidat yang dia atau anggota keluarganya terindikasi korupsi ( bahkan mantan napi korupsi ) yang mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Secara etika moral, dia tak layak. Aset daerah jangan sampai dijarah ( lagi ) oleh pemimpin bodoh nan korup. Pilih pemimpin daerah yang pengamalan agamanya baik, berani, leadership bagus, track record bersih ( dari korupsi , tindakan asusila, perbuatan tercela, dsb ), punya visi kebangsaan dan peduli perlindungan anak. Ringkasnya, pilih negarawan.

Peduli anak ini menjadi sangat krusial mengingat daruratnya masalah kekerasan anak di sini. Indonesia menjadi negara kedua konsumen terbesar pengakses pornografi di internet, setelah Rusia. Rusia sekarang negara maju dengan kekuatan finansial yang lebih baik dari kita. Kita belum, dan punya tugas memenangkan 2 perang besar di masa depan. Kerja raksasa untuk masa kita. Di awal, sudah saya sampaikan paket watak pecandu seks yang demen melihat yang porno2 itu : bego, bikin sengsara, dst. Satu dari 5 orang terkena gangguan jiwa di luar profesi jurnalistik. Dalam jumlah sama, hanya 1 dari 100 jurnalis yang terganggu jiwanya. Dari jumlah tsb, hanya 10 % yang ( sanggup ) dirawat keluarganya. 90 % lainnya kelayapan di luar mencari mangsa ).

Lebih jauh, saya berharap pedofil ( penyuka seks dengan anak kecil, antara 8-13 tahun ) dengan kesadaran sendiri berobat ke psikiater untuk menurunkan hasrat libidonya sebelum kehilangan kendali dan kalap ( menerkam anak2 seperti AD ). Para pecandu seks, konsumen PSK atau mereka yang merasa kewalahan dengan nafsu seksualnya berupayalah mendapat suntikan kimia atau bedah syaraf agar bisa lebih produktif bekerja atau berkarya untuk negeri ini. Saya yakin jika masalah ini bisa diatasi dengan cara tsa, maka akan lebih banyak warga Indonesia yang merasa tenteram dan bahagia.

BANDUNG YANG BAHAGIA. UH, I AM SO HAPPY.

Horeee !! Bandung menjadi kota terbahagia di Indonesia. Indeks kebahagiaan yang dirasakan warga Bandung adalah yang tertinggi. “ Saya bangga jadi warga Bandung !”, kata bobotoh Persib yang menjuarai Piala Presiden Oktober kemarin. Saya tersenyum senang, melihat wajah bersinar, mata berbinar para fans pangeran biru di layar TV. Pak Wali ( Ridwan Kamil ), saya rasa, juga senang melihat wajah2 ceria warga Bandung. Sesuatu yang kita bela, perjuangkan selama ini, membuahkan wajah2 puas seperti itu. Sungguh tak terlukiskan. Tak ternilai. Membuat kita bertahan untuk terus dalam usaha2 perbaikan dalam keadaan sesulit apa pun. Dari pengalaman saya, jarang orang berterima kasih dan membalas kebaikan kita. Saya melatih diri untuk merasa cukup melihat perbaikan perilaku yang saya upayakan terjadi pada orang tsb sebagai ‘upah’ saya, agar saya mampu mempertahankan kebahagiaan saya sepanjang waktu.

Senyum seperti pada bobotoh itu juga saya anggap reward yang memompa stamina saya dalam perjuangan kebenaran.

( Cara mendeteksi orang baik : selain ia jujur, rajin, ia pun mampu timbal balik setara dengan kebaikan yang dia terima. Jika ia diperlakukan buruk, ia tetap bersikap baik atau membalas proporsional untuk perbaikan perilaku orang tsb. Seperti, bersikap angkuh pada orang angkuh adalah sedekah.

Asyiknya menjadi pekerja Allah adalah selalu diberi ( diilhamkan ) jalan keluar oleh-Nya setelah berupaya maksimal mengatasi masalah. Akumulasi pengalaman2 problem solved ini menjadikannya bijak menjalani hidup. Kalau sudah bijak, no one can beat us. Top2-nya jadi manusia ( seluruh potensi otak dioptimalkan oleh kesukaran2 yang dihadapi dan diselesaikan dengan baik ))

Saya bangga jadi warga Bandung. HIDUP PERSIB !!

PENYULUHAN PARENTING SEBELUM KAWIN

KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) adalah lembaga negara yang bertugas mengawasi jalannya perlindungan anak di institusi2 di tanah air. Anggaran Rp 1, 3 triliun sudah digelontorkan untuk Kementerian Anak dan Perempuan. Kenapa kekerasan anak masih marak ? Karena pemprov, pemkot dan pemkab kurang aware dengan perlindungan anak. Adanya otonomi daerah membuat pemimpin daerah seperti raja2 kecil di daerah. Susah diberitahu ( kurang tanggap pada isu ini meski sudah jatuh banyak korban ).

Negara ( presiden, gubernur, walikota, bupati sampai ketua RT ) belum hadir dalam preventif-nya. Banyak perda dan kebijakan yang belum ramah anak. Mestinya ada penyuluhan parenting ( pengasuhan anak ) sedikitnya 3 hari sebelum pasangan menikah di KUA atau Catatan Sipil. Ibu Negara mestinya hadir di kasus2 tsb dan memimpin ibu2 Indonesia melindungi anak2 dari kejahatan seksual.

Sebagai warga Indonesia yang punya hak pilih, mulailah dengan memilih calon pemimpin daerah yang negarawan 9 Desember nanti, ya. It’s a good start for all of us..

PEMIKIR & PENGGERAK TAK LAGI AKUR, SETAN PKI MERASUK

30 September 1965, terjadi tragedi yang memilukan dan memalukan Indonesia sampai hari ini. G 30 S / PKI. Tujuh jenderal TNI dibunuh dengan kejam lalu dimasukkan ke Lubang Buaya. Organisasi politik yang tak mengakui Tuhan, alias kemasukan setan ini berupaya menurunkan Pancasila, dasar negara kita, yang sila pertamanya : Ketuhanan Yang Maha Esa. Eh, Tuhan, kok dilawan. Besoknya, 1 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Para bedebah ini ( DN Aidit, kaki tangan dan simpatisannya ) diburu habis. Sehabis-habisnya ( diperkirakan 500 ribu – 3 juta orang tewas ).

Dari ILC ( 29/9/2015 ) dan buku “Bung Hatta Menjawab” , saya tahu tragedi kemanusiaan ini sudah dimulai sejak tahun 1948 ( Pemberontakan Muso di Madiun ). Banyak ulama, ustad, santri dari NU, Muhamadiyah, prajurit TNI dan rakyat yang memilih Allah dibantai keji, disate dan dijadikan orang-orangan sawah oleh PKI. Menurut Bung Hatta, Aidit itu sejago Soekarno dalam berorasi. Kelemahan Soekarno adalah senang dipuji sehingga Aidit penuh puja-puji ( menjilat ) agar hubungan dwi tunggal Soekarno-Hatta hancur : Soekarno tak tanggap diperingatkan oleh Muhammad Hatta tentang sepak terjang PKI mengadu domba, menjelek-jelekan orang2 dekat Soekarno dan menghancurkan partai2 pesaingnya, termasuk PNI ( partainya Soekarno di akar rumput ).

SIAPA DALANG G 30 S / PKI ?

Sementara, pihak luar ( negara asing/ AS cs ) juga benci Soekarno yang anti neokolim ( neo-kolonialisme ), membentuk Nasakom ( Nasionalis, Agama, Komunis : bagian terbesar bangsa Indonesia saat itu ) dan hendak menyelamatkan ( Malaysia melihatnya sebagai menyerang ) Malaysia yang diincar Inggris ( sekutu setia AS ). Banyak indikasi CIA ikut bermain dalam tragedi ini, termasuk menurunkan ( & menyuntik mati ? ) Soekarno, menaikkan Soeharto ( perwira dengan reputasi biasa2 saja dibanding para jenderal yang dibunuh itu sehingga kelak mudah dikendalikan AS ) dan banyaknya korban yang dituduh anggota PKI dan dibunuh.

Penumpasan  saat itu sistematis ( pake daftar target segala ) plus diperparah oleh amukan ( sebagian ) rakyat yang selama 1948-1965 ( 17 tahun ) sangat tertekan oleh penindasan PKI yang biadab. Dalam rentang waktu itu, banyak peristiwa yang terjadi , sehingga Hatta yang berulang kali mengingatkan agar para pelaku pemberontakan Madiun harus dihukum berat, tak berhasil mencegah tragedi yang lebih besar di kemudian hari ( G 30 S PKI ).

Sebagian korban rupanya belum bisa melupakan rasa sakitnya dan mengambil pelajaran dari tragedi tsb. Mereka pergi ke orang asing ( Mahkamah Internasional, lembaga internasional bentukan negara2 pemenang PD -2 / AS yang menjadi mastermind tragedi itu ). Lembaga sama yang telah merampas Pulau Sipadan dan Ligitan dari pangkuan RI dulu. Timor-Timur ( eks provinsi ke 27 Indonesia ) juga lepas dari NKRI karena permainan IMF dan PBB. Bantuan asing jangan dipercaya apalagi diandalkan untuk mengatasi persoalan bangsa kita. Mereka kompak kalau sudah urusan membonsai Indonesia agar tak bertaji melawan ketakadilan pemegang hegemoni dunia saat ini ( AS cs ).

Kali ini, sedihnya, digagas oleh sejumlah WNI yang kurang baca sejarah. Negara dituntut mereka untuk bertanggung jawab dan menyantuni korban ( saya sebagai WNI tak setuju uang saya/ publik dipakai untuk santunan mereka ). Presiden harus minta maaf pada korban ( saya juga tak setuju RI-1 sampai minta maaf. Minta maaf dan memaafkan itu mestinya antar korban tragedi dan mereka yang merasa dikorbankan. Hilangkan kebencian itu. Semua terjadi atas izin-Nya dengan rencana besar yang tidak kita ketahui saat ini. Korban jatuh di begitu banyak pihak. Rakyat jelata juga banyak yang sengsara dan dibunuh saat chaos itu. Tapi mereka tak neko2, apalagi ngadu ke lembaga asing dan minta ini itu. Cengeng ).

HILANGKAN KEBENCIAN DULU, BARU BISA ADIL

Jika anda mengalami ketidakadilan, seharusnya anda atasi dulu amarah anda sebelum anda bisa bersikap adil. Itu formula jitu untuk pemaknaan tragedi kelam bangsa ini. Ketika hidup sangat sulit ini membuat ( sebagian ) kita menjadi sangat buas. Amarah adalah salah satu pintu masuk setan. Apa mau dikata, khilaf adalah bagian dari kelemahan manusia. Setiap yang dikurangkan-Nya, pasti dilebihkan-Nya. Alah Maha Adil. Tetap optimis menyongsong masa depan negeri kita tercinta ini. Rezeki dari Allah, bukan dari pemerintah atau swasta. Jika anda berbuat baik, memberi maaf dan bekerja smart seperti WNI lainnya, maka Allah akan memuliakan dan mencukupi hidup anda. Insya Allah.

Saya berterima kasih pada TNI yang telah tangguh menjadi rival PKI sejak 1948 dan menyelamatkan NKRI. Ya, kita akui ada korban tak perlu sebagai bagian ketidaksempurnaan kita. But, we’re survive till the end, right ?

Saya turut belasungkawa dan bersimpati atas derita pahlawan revolusi, keluarganya dan korban2 tak bersalah dalam tragedi ini ( Pahlawan Revolusi korban pembantaian G 30 S / PKI : Jenderal Ahmad Yani , Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, AIP Karel Satsuit Tubun, Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo, Kolonel Sugiono ). Semoga Allah mengangkat beban berat tsb dan membaikkan hidup anda segera setelah anda ikhlas menerima ujian-Nya. Amin.

Mengingat belum kokohnya pemerintahan saat ini untuk menanggung resiko konflik lebih luas dari penguakan tragedi ini, saya berpendapat : belum perlu ada investigasi oleh tim pencari fakta untuk penulisan ulang sejarah G 30 S/ PKI. Sudah banyak buku ditulis tentang ini dari pelaku2 sejarah atau pun sejarawan yang melakukan riset dengan biaya sendiri ( independen ). Saya sendiri merasa cukup dengan kesaksian Bung Hatta, salah satu proklamator kita, pemikir tangguh yang kredibilitas dan integritasnya sangat tinggi. Idola saya.

Saya berharap Komnas HAM lebih obyektif, profesional, proporsional dan menyeluruh ketika melihat semua dimensi dalam tragedi ini. Dirunut sejak 1948. Konstelasi dunia saat itu : Perang Dingin antara AS vs Uni Soviet ( Rusia-komunis sekarang. Stalin- Soviet, jaman Muso. Mao-China, jaman Aidit ). Cover bothside.

ARAH & ALASAN UNTUK RAKYAT. SURAT EDARAN KAPOLRI RELEVAN

Jika Jakarta sampai ‘batuk’ maka Jateng, Jatim, Bali dan daerah2 lain akan berdarah-darah saling bunuh. Syukur, Jabar ada Mashudi, dkk, sehingga TNI bisa bergerak cepat di provinsi ini untuk menangkap orang2 PKI sebelum ‘diadili’ rakyat di jalanan. Rakyat itu butuh arah dan alasan. Jika tidak ada tokoh terpercaya yang bisa memberi itu dan menyakinkan mereka, maka anarki yang meluluhlantakkan negeri-lah yang terjadi ( kita bicara people power yang tak seorang pun bisa menghentikan ).

Kita butuh figur2 seperti itu di masa ini. ( sehingga saya setuju Surat Edaran Kapolri soal hate speech sebagai pedoman anak buahnya bekerja, selama tak bertentangan dengan UU di atasnya dan tak disalahgunakan untuk membungkam analis dan kritikus yang berupaya memperbaiki negeri ini. Fitnah terhadap Jokowi sangat banyak. Kabarnya, turun 53 % berkat Surat Edaran ini. Fitnah adalah energi negatif yang harus dihentikan untuk menjaga kewibawaan pemimpin kita. Agar arah itu terlihat jelas oleh rakyat. Agar aksi main hakim sendiri sekelam ekses G 30 S/ PKI, tak terulang kembali ).

KITA URUS PELABUHAN

Pansus Pelindo dipolemik membuat kegaduhan politik. Pansus tsb dianggap relevan jika ada indikasi kuat terjadi power abuse ( penyalahgunaan kekuasaan ) seperti becking orang kuat selama proses penyidikan kasus lamanya dwelling time di Tanjung Priok. Kenapa Kabareskrim waktu itu ( BuW ) dipindah posisi sebagai ketua BNN ?

Selama ILC ( 3/11/2015 ) terungkap protes keras atas ketakprofesionalan aparat dalam menangani kasus ( dianggap menabrak peraturan yang lebih tinggi ). Saya ingat kegaduhan yang mirip ( kasus kriminalisasi pimpinan KPK : AS, BW ) yang terjadi masa Kabareskrim yang sama. Dia ( & para penyidiknya ) seperti tak bisa membedakan kesalahan dengan kejahatan. Semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak kelihatan.

SM dan banyak orang gregetan atas kepala batu dan kurang smart-nya dia membaca situasi publik. Panas dingin hubungan Polri-KPK kembali menimbulkan keadaan tak menentu di masyarakat ( rupiah terpuruk ). Sampai pada satu titik tercetus kompak : copot saja orang itu. Protes Dirut Pelindo II jadi klimaks kejengkelan yang sudah bertumpuk-tumpuk terhadap cara kerja para penyidik. Saya termasuk warga yang senang, mantan ketua BNN/ Anang Iskandar yang terlihat smart dan bijak, sekarang memimpin Bareskrim Polri. Adem.

PRESIDEN KOK DIPANGGIL ? RI-1 GITU LOH.

Bahasa Pansus yang ‘memanggil Presiden/ Wapres’ juga salah dalam hukum ketatanegaraan Indonesia. Dengan sistem presidensial yang kita anut, 560 anggota DPR-RI yang bersidang paripurna baru setara dengan posisi presiden/ wapres. Artinya, tetap menggunakan kata ‘mengundang’, bukan ‘memanggil’. Presiden RI juga bukan petugas partai di mata publik. Pengurus partai berada di bawah presiden dan ‘melapor’ pada presiden. Indonesia bukan RRC yang presidennya di bawah ketua PKC. Saya memilih Jokowi karena kualifikasinya yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan partainya. Saya pun jadi tak suka jika pemimpin pilihan saya dibonsai menjadi ‘petugas partai’ dan ‘dipanggil’ DPR. President is number one for us ( RI-1 ). That’s it.

So, Pansus gaduh ? Proses hukum sedang berjalan. Pastinya, kesepakatan tanpa konsesi adil, alias merugikan Indonesia ( melanggar UU Pelayaran ) jika sudah kadung dibuat, ya, batal demi hukum. SDM Indonesia mampu mengurus pelabuhannya sendiri, kok. Setuju ?

Semoga pemaknaan yang arif atas sejarah kelam bangsa Indonesia bisa menguatkan kita ke depan. Kita harus berdikari dalam mengurus aset negara juga permasalahan bangsa. Indonesia bisa. Saatnya menatap ke depan dengan kebesaran hati. Shall we ?

Written by Savitri

13 November 2015 pada 10:42

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: