Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ketua DPR Baru ( PDIP ? ), Pelajaran Salim Kancil, Pelindo ke Resuffle. Percepatan Menuju Indonesia Terkuat.

leave a comment »

Hatta

“Pemuda, engkau pahlawan dalam hatiku,” Bung Hatta sering berkata. Pemuda masa kini yang bangga pada sejarah perjuangan bangsanya, bangga menjadi orang Indonesia, diharapkan menjadi pahlawan pembangunan yang membawa Indonesia pada kebesaran negaranya, adil makmur bagi seluruh bangsanya. Is that you ?

2016. Apa saja yang mungkin terjadi ? Rotasi bumi melambat ( pada 30/6/2015, sehari = 24 jam plus 1 detik ). Ekonomi dunia melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di bawah target 5 % ( India dan Filipina di atas 6 %. Tahun 2016, pemerintahan Jokowi akan melakukan percepatan. Januari ini, BBM dan TDL diturunkan untuk memacu produktivitas rakyat. Namun, komponen harga sembako, daging, dll, masih ogah turun ). Rupiah di level Rp.13.876,- per USD . Indonesia berharap menjadi negara terkuat di Asia Pasifik pada tahun 2085 menurut Kapsul Waktu di Papua. 69 tahun lagi. Dunia kiamat tak lebih 1500 H ( sekarang 1436 H, tinggal 64 tahun lagi ). What should we do ?

Hak Menyatakan Pendapat jika presiden ( terindikasi terlibat dan ) tidak mencopot RS ( Menteri BUMN yang kemarin diminta mencopot RJL ) ! kata RDP di TVO** ( yang di pergantian tahun kemarin ‘dihadiahi’ bom di Alun-alun. Apa yang anda harapkan ? TV ini demen menyiarkan propaganda zionis di awal2 siarannya. Setelah pilpres kalah, demen mendiskreditkan pemerintah dan menjadi corong buat orang2 yang belum move on. Di jaman yang kian terbuka dan bebas ini, tertib menjadi barang langka. Orang merasa bisa melakukan apa saja. Lempar batu, sembunyi tangan. Negara dianggap tak bisa memberi kesejahteraan yang mereka mau. Keluarga dianggap tak mampu memberi kasih sayang yang mereka tuntut. Orang2 frustasi ini lalu minggat, gabung ke ISIS atau radikal di negeri sendiri ).

EFEK PELINDO & RESHUFFLE KABINET.

Pelindo kembali ke pangkuan pertiwi ! kata RDP di sidang paripurna DPR ( 18/12/2015 ). Ketua pansus Pelindo itu menemukan indikasi kerugian negara sampai 48 triliun jika Indonesia meneruskan perjanjian dengan perusahaan asing hingga tahun 2038. Yang lebih mencengangkan, rencana hutang 6.000 triliun untuk BUMN yang jika tak terbayar akan dibebankan ke APBN. Jika masih kurang, aset2 negara bisa terjual. Wah..

RS sering dicibir sebagai agen neolib di kabinet kerja. Pengamat ekonomi MN, menyebut RS bagian dari mafia. Modusnya, memperpanjang kontrak yang belum waktunya diperpanjang. Ada pemotongan 15 juta USD dalam uang muka yang entah masuk ke mana. Jika aset Pelindo dibilang bukan aset negara maka upaya korupsi di dalamnya terhindar dari audit BPK. Jumat itu juga, RJL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

( Jokowi akan me-reshuffle kabinetnya lagi. Kreativitas MenPAN merilis kinerja kementrian ke publik, saya rasa cukup baik, agar masyarakat tahu ukuran mengganti menteri atau tak terkaget-kaget dengan perombakan kabinet. Meski mengganti menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih sip lagi kalau evaluasi periodik yang dilakukan presiden pada para menterinya juga bisa dirilis di internet. Sehingga partai pendukung pun tak kecewa jika menterinya diganti, karena berdasar kan penilaian yang obyektif. Ora ujug2 ( tidak sekonyong-konyong ). Meminimalisir friksi yang mungkin terjadi. Pemerintah dan rakyat bisa lebih tenang bekerja. Tak gaduh berpolemik lagi ).

GOJEK & KEPEDULIAN JOKOWI

Pada hari yang sama, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menganulir larangan transportasi online ( Gojek, dll ) yang dibela konsumen sebagai solusi sementara akan kebutuhan transportasi murah bagi masyarakat sampai transportasi publik cukup tersedia : aman, nyaman dan terjangkau. Bukti bahwa presiden Jokowi mau mendengar protes masyarakat dan memperbaikinya. Jokowi tak kepala batu seperti SN dan ARB. Manuver keduanya ( surat mundur SN sebagai ketua DPR di menit2 terakhir sidang ) membuat sidang MKD tak menghasilkan keputusan tuntas ( SN bersalah secara etik, mendapat hukuman sedang yang dibacakan oleh 10 hakim, hukuman berat oleh 7 hakim ) sehingga SN masih melenggang menjadi ketua fraksi, bukannya diberhentikan dari keanggotaannya di DPR.

Di masyarakat, tak sedikit yang ber-hate speech tentang Jokowi. Di parlemen, PDIP belum menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. Sebagai partai pemenang pemilu, ini ‘hutang’ PDIP pada rakyat pemilihnya untuk melogiskan komposisi pimpinan menurut amanat konstitusi ( pimpinan parlemen merepresentasikan pilihan rakyat ). Minimal kembali ke UU MD3 tahun 2009. Kocok ulang pimpinan. Ketika itu belum terjadi, saya rasa tidak wise, jika anggota PDIP menyerang, mendikte, membonsai, bahkan mengancam mengajukan Hak Menyatakan Pendapat ( HMP ) pada presiden yang diusungnya. Apa-apaan ini ? Kita sudah berdebar ketika DPR terbelah dan PDIP gagal menjadi pimpinan parlemen. Kita jungkir balik mencari solusi, memberi saran agar DPR bisa bekerja ( gak dead lock terus ). Kenapa kita masih harus berdebar dengan ancaman HMP yang anehnya digagas oleh PDIP ? Banyak pengamat miris dengan anomali ini ( kubu lawan jelas tertawa senang, Jokowi bisa jatuh tanpa perlu mereka ‘kerja’. Kita tahu mereka tak lebih baik dari JW-JK. Apa anomali ini karena PDIP terbiasa menjadi oposisi sehingga setelah di dalam pemerintahan masih terbawa oposisi ? Tak peduli hiu2 ganas di luar sana yang siap menerkam dan mengambil keuntungan. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat INB.

OTOKRITIK SETELAH PARLEMEN TERPERCAYA. ITU BARU SMART.

Mestinya, kita lihat medan dulu, sebelum kita menyampaikan kritik. Niat idealis ( otokritik ) di kepala sendiri, kerap tak terbaca demikian di kepala lawan2 yang licik. Mereka cuma peduli titik2 lemah yang bisa mereka gunakan sebagai mesiu untuk menembak jatuh kita. Lawan licik punya perasaan ‘lebih’ dalam dirinya sehingga otokritik tak bakal mereka kagum, apalagi respek pada kita.

( Saya sendiri berupaya tak menghina orang yang saya kalahkan. Pengendalian nafsu adalah kekuatan diri yang terbesar. Saya memilih diam ketika saya dipojokkan dengan ‘kesalahan’ saya dan cuma membalas membuka aib lawan untuk mengalahkannya. Biarlah Allah yang menanamkan rasa bersalah di hati lawan. Jika kita bisa menahan diri seperti itu meski amarah sudah di ubun2, believe me .. uhh.. that’s so powerful. Tak ada yang bisa menandingi Allah jika sudah turun tangan menyadarkan lawan kita ).

Saya menahan diri tak mempertontonkan kecerdasan saya pada orang2 yang ingin saya rangkul hatinya ( tapi jika ada pria mendekat di luar kriteria, jurus ampuhnya adalah terus terang berkata : maaf.. saya tak tertarik, atau .. jika dia masih nyosor, maka adu argumentasi versus hasrat superior-nya sampai dia muntah/ kapok, sangat disarankan. Works for me ). Tak seorang pun ingin terlihat bodoh di dekat kita. Manusia tak rela di subordinat. Apalagi para pria yang punya insting dasar superior ( hanya pria bijak nan pede yang mau sportif mengakui kecerdasan wanita ).

PENGGERAK MESTI DAHSYAT MENGGALANG KONSENSUS

Sebagai pemikir, saya batasi maksimal 5 orang dalam inner circle saya agar masih cukup besar ruang hening di kepala saya untuk memikirkan Indonesia. Berharap kepala tak vertigo, korslet atau stroke. Orang yang berada dalam jangkauan perhatian dan bantuan saya ini bermanfaat ketika giliran saya yang sakit, bête atau down. Namun, mereka yang berpotensi dan ingin berkiprah sebagai penggerak ( presiden, gubernur, walikota, bupati, dst ) harus lebih lebar lingkaran silaturahminya. Kepandaian menggalang konsensus harus diasah dan terus ditingkatkan. Lebih humble, menahan diri dan menangguk simpati. Kenal, suka lalu percaya. Di saat lebih banyak orang yang percaya dan merasa aman berurusan dengannya, si penggerak akan mendapat kekuatan, dukungan, sumber daya dan akses yang membawa kemaslahatan pada sebanyak mungkin umat.

Jika Rieke bisa bicara kalem, secukupnya ( orang biasa umumnya tegang & letih jika mendengar rentetan logika & argumentasi ) sehingga orang merasa ‘aman’ dan betah di dekatnya ( plus lebih wise/ selektif dalam memilih corong mana dia mengkritik pemerintah ) maka kursi ketua DPR yang ditinggalkan SN ( sekarang di-plt FZ ) paling sip ditempati Rieke. Presiden RI pernah dipegang wanita ( Megawati, kini ketua umum PDIP ). Posisi ketua DPR perlu memulai sejarahnya ditempati wanita. ( komisioner KPK terpilih kemarin juga ada wanitanya ). Apalagi wanita adalah mayoritas penduduk Indonesia. Sangat representatif.
Rieke DP ( PDIP ) dan Akbar Faisal ( kader Nasdem yang di BKO-kan di MKD dan fight abis ketika dikeluarkan FH dari ruang sidang ) memberi harapan pada kita pada perbaikan wibawa dan maruah parlemen. Rieke, Akbar .. good job !

RAKYAT NYOBLOS BENERAN, WAKILNYA CUMA BOHONGAN

Setelah RJL dan RS dicopot, saya pikir kita perlu mengkaji semua kebijakan/ kesepakatan yang melibatkan mereka. Konsensi 51 % di Pelindo II, ternyata setelah dikaji lebih jauh merugikan Indonesia. Ada kejahatan korporasi asing di sana ( perjanjian batal demi hukum ). Siapa tahu di BUMN lain juga sangat dirugikan ? Siapa yang mau memimpin pansus perusahaan asing di Indonesia ? ( Apa saja dan berapa banyak sumber daya alam kita yang mereka keruk sebetulnya ? Kita mestinya negara kaya. Kok, kita masih terlibat hutang dan belum maju ? ). Agar tak jadi bancakan koalisi licik, pansus ini dibentuk setelah komposisi pimpinan di parlemen betul2 mempresentasikan pemenang pemilu 2014 ( mayoritas pilihan rakyat ). UU MD3 tahun 2014 yang dibuat 2 hari setelah KMP kalah pilpres ini melanggar konstitusi karena sistim paket pimpinan membuat partai gurem bisa menduduki kursi pimpinan, sedang partai pemenang pemilu cuma bisa nrimo jadi penonton karena dikeroyok. Mari kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Slamet Rahardjo, aktor senior kita, sampai kecewa karena dia merasa nyoblos beneran saat pileg tapi yang dilihatnya sekarang anggota dewan bohongan. Pretending membela kepentingan rakyat padahal nyatanya membela kepentingan pribadi, golongan bahkan mafia migas ! Sekjen PDIP berdalih : realitas tak bisa 50 + 1 % atas status penontonnya. Padahal jika KIH bergerilya setangguh jenderal perang ( tak hanya pasif menunggu petunjuk ketum ) dalam memperoleh dukungan suara di parlemen, dan terbiasa konvensi / fight dalam tradisi partai yang sehat, maka tragedi sapu bersih kemarin oleh kubu lawan tak akan terjadi. Betapa banyak energi yang kita keluarkan untuk meredakan kegaduhan tak perlu di parlemen kemarin karena ketakmampuan PDIP ( tolong jangan dikompensasi dengan gencar mengkritik presiden/ orang yang akan rikuh melawan. Jika PDIP betul2 berani, hentikan kelicikan kubu lawan ). Sekarang PAN sudah bergabung ke KIH. Golkar dan PPP sedang bermasalah dengan legalitasnya setelah pencabutan SK MenkumHAM oleh keputusan MA. Ayo, posisi ketua DPR rebut kembali ! ( matangkan strateginya di raker PDIP minggu besok ya. Salam sukses ).

REVISI UU KPK ? NOT THIS TIME ..

Saat ini, terlebih saat parlemen belum betul2 mempresentasikan pilihan rakyat, UU KPK jangan direvisi dulu, karena masih sangat memadai untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang dibutuhkan KPK adalah penguatan infrastruktur kelembagaan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi. Sehingga tumpukan kasus bisa segera dituntaskan secara baik oleh SDM yang cukup dan fasilitas yang mendukung. Setelah trust rakyat pada DPR tinggi, barulah UU Polri dan UU Kejaksaan di revisi. Setelah dua lembaga penegak hukum itu membaik kinerjanya secara signifikan, baru UU KPK direvisi, jika masih diperlukan ( misal, selama menjabat, komisioner KPK tak bisa dikriminalisasi ). Indeks korupsi Indonesia masih di bawah 40 ( di bawah Malaysia ) sekarang. Membatasi umur KPK tinggal 12 tahun lagi adalah manuver koloni ‘koruptor fight back’.

Orang2 dangkal yang suka berpikir jangka pendek jika dibiarkan merajalela akan menyurutkan orang datang ke TPS, tak percaya demokrasi, lalu meruntuhkan parlemen. Sudah digaji mahal oleh rakyat, tapi rakyat cuma dikibulin. Saya pikir Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR RI sebaiknya diisi 4 orang dari tokoh masyarakat yang kredibel, 3 diisi oleh anggota DPR dari 3 partai dengan perolehan suara tertinggi di pileg. Agar conflict of interest bisa diminimalisir dan tak terjadi drama bertele-tele lagi seperti kemarin. Tujuh orang saja, karena lebih dari 7 orang, keputusan yang baik dan cepat akan sulit diambil. Cukup 2 hari saja.

MKD IDEAL HARAPAN RAKYAT. CARANYA ?

Mengadili etik sebenarnya lebih mudah daripada pengadilan hukum. Orang bercelana pendek di pantai ,secara hukum tak bersalah, tapi jika orang tsb masih memakai celana pendek di pesta formil, maka ia bersalah secara etik. SN sudah mengaku hadir di RC ( 8 Juni 2015 ) bersama MRC dan MS di TVO** dan MetroTV. MS sudah membenarkan pertemuan tsb di sidang MKD. Dua alat bukti sudah cukup bahwa SN bersalah secara etik ( melekat pada jabatan ketua DPR tak boleh bertemu orang untuk urusan yang bukan kewenangannya ). SN mestinya sudah keluar dari Senayan sekarang. Tapi, kok malah jadi ketua fraksi ? ( padahal 7 hakim dari KMP : Golkar versi ARB, Gerindra, PPP versi SDA/Djan Faridz, PKS, kompak menyatakan hukuman berat untuk pelanggaran SN. Akal bulus lagi ? Cara2 setan seperti ini bisa menghancurkan parlemen ). Ini dia salah satu kebohongan yang merusak citra DPR. Jangan salahkan lembaga survei yang menempatkan DPR di posisi bawah dalam kepercayaan publik. Apa kita mau diam saja sampai parlemen ambruk ?

Saya perhatikan ARB menjadi tokoh sentral dalam runyamnya komposisi pimpinan di parlemen & AKD DPR, kisruhnya kepengurusan Golkar, sengketa pilpres di MK, clash horisontal antara pemilih kubu 1 vs kubu 2 karena deklarasi ngawur di TV-nya, lambannya ganti rugi korban lumpur Lapindo ( Century Gate & BLBI gate juga menyeret nama perusahaannya. Mestinya, pemerintah tak perlu menalangi ganti rugi lahan yang baru bisa digarap 81 tahun kemudian. Orang2 di atas Lapindo Brantas masih berada di deretan orang2 terkaya. Supaya ARB tak kelebihan energi untuk mengacak-acak Senayan demi ambisinya ). Mungkinkah post power syndrome mantan orang terkaya di Indonesia ini membuatnya hiperaktif menunjukkan dominasinya ? ( harus dia yang menang ). Atau dikejar hutang ?

LEGACY ARB DITUNGGU. SOLUSI UNTUK GOLKAR DAN PPP.

Setahu saya, ada perasaan tak berguna yang menimpa para lansia. Saya kadang merasa bersalah ketika diminta menemani ibu seharian, sementara seabreg deadline menuntut dikerjakan. Ritme lambat lansia tak cocok dengan ritme cepat anak muda. Butuh kearifan dari kedua belah pihak untuk memahami perbedaan ritme ini. Karena kemunduran fisik mempengaruhi ketajaman kognisinya, orang di atas usia 60 tahun sebaiknya jangan menduduki posisi puncak di perusahaan, lembaga dan organisasi. Emosinya lebih dominan daripada akal sehatnya.

Maukah ARB berhenti secara elegan, mewariskan hal yang baik untuk generasi penerus ? Kami semua menonton sepak terjangnya. Apa legacy-nya ? ( pilih berakhir dikenang, atau berakhir dikutuk ? )

Kisruh Golkar pasca pencabutan SK MenkumHAM bisa diatasi dengan memperpanjang legalitas Munas Riau dan segera melaksanakan Munaslub di tahun ini. Cara dan prosedur pemilihan ketum yang fair disepakati dan dijalankan kedua belah pihak. Kepastian hukum semestinya disertai keadilan dan kemanfaatan agar Golkar selamat. Jika tak ada kemauan dari dua kubu, pemerintah bisa mengkondisikan ( memperpanjang legalitas Munas Riau ), sedangkan kader dan konstituen Golkar bertugas mengawal pemilihan ini. ( PPP juga bisa kembali ke AD/ART partai dan berbesar hati mengakomodir kebutuhan kubu pesaingnya, demi Indonesia yang damai dan produktif. Kalian masih orang Indonesia kan ? )

Oposisi loyal yang institusional dilakukan oleh sebuah partai yang seimbang kekuatannya dengan partai pemerintah. Dalam negara demokrasi, jumlah partai yang ideal itu dua dengan angka kemenangan terpaut tipis, antara 51 % banding 49 % agar suara oposisi efektif. Jika tidak terjadi, harus ada partai2 yang menegaskan diri bahwa dia dalam posisi oposisi. Ini yang dianjurkan Nurcholish Madjid waktu Soeharto lengser. Golkar kehilangan credential ( surat kepercayaan rakyat ) karena terkait Orde Baru. Golkar sebaiknya membubarkan diri tapi kemudian memanfaatkan struktur yang ada untuk membuat partai baru. Struktur organisasi dan platformnya sama dan paling tidak secara simbolik harus diadakan pembersihan terhadap orang2 tertentu. Untuk memperoleh kembali credential-nya, dalam 5 tahun Golkar jangan mengambil posisi dalam pemerintahan. Jika Golkar bisa mengambil posisi itu, didukung spektrum seperti itu, dengan pengalamannya yang panjang dan kader2 yang kuat maka akan bagus sekali. ( wawancara Prof.Dr.Nurcholish Madjid dengan Yasra Muhtarom, di Universitas Paramadina, April 2004 )

RAKYAT YANG MANA ? LOOK AT US !

Sebagian politisi meledek jurnalis untuk berkelit : ‘ rakyat yang mana ?’. Heii.., ini kami, mayoritas yang memenangkan presiden sekarang ( selisih 8, 4 juta pemilih, bukan angka yang kecil ). Kami yang rela berpanas-panas, berhari-hari mengawasi jalannya sidang MKD. Bukan minoritas yang dadakan datang saat keputusan MKD akan diambil di luar sana. Jangan bicara mayoritas hanya pada saat menguntungkan kalian saja ( merekayasa UU MD3, menyapu kursi pimpinan dewan, menyelamatkan SN di MKD, dsb ). Kami mayoritas yang mestinya lebih kalian camkan ! Jokowi juga tak hanya memikirkan pemilihnya ketika membuat paket kebijakan ekonomi serta membagikan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Kalian, kubu KMP di Senayan, juga jangan hanya memikirkan diri sendiri ( pemilih PS – HR ) dan menyangkal eksistensi kami ( rakyat pemenang ). Bersikaplah sportif dan gentle. Jangan lari dari kenyataan. DPR mestinya bukan kumpulan anak TK lagi. Grow up, man !

Salim Kancil menjadi martir korupsi berjamaah di Lumajang, Jawa Timur. Ketika politik menjadi kejahatan terorganisir. Dari bupati, DPRD, polisi, kepala desa, pengusaha dan kaki tangannya bersekongkol meraup puluhan miliar dari sumber daya alam Indonesia ( penambangan pasir dengan kandungan besi lebih dari 40 % ) dan hanya memasukkan Rp 130 juta ke kas negara. Pengelolaan negara macam apa ini ? kecam Akbar Faisal di ILC ( 6/1/2016 ). Penjarahan kekayaan rakyat ini bisa terjadi karena pembiaran dan manajemen asal-asalan dari pejabat daerah yang kurang bertanggung-jawab. Pengawasan mestinya tak hanya pada penambangan yang berizin, tapi juga pada penambangan ilegal, karena aroma kejahatannya lebih pekat. Tambangnya saja sudah illegal, anda bayangkan para mafia yang suka melabrak aturan yang ngebet masuk ke tempat2 seperti itu. Jika ada mafia, pasti ada korban dan kerugian.

Salim yang gigih menyuarakan kebenaran, terpaksa berakhir mengenaskan, dikeroyok, dipukul, diestrum, digilas motor dan dihantam batu sampai mampus. Kebaikan yang terpencar akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Saya sendiri menghentikan bibit2 mafia ( pemalas, pembohong, parasit ) sejak dari rumah. Begitu ada anak kost dan kerabat yang berulang ceroboh, melanggar tata tertib rumah, saya pastikan keluar dari rumah ( setelah 3 kali peringatan dan nasehat ). Contohnya, Romo**, mahasiswa UW yang bertubuh tinggi asal Bat**. Penentang aturan ini cuma meledek,”.. aku gak peduli, terus kenapa ?”. Terlintas orang tua dan kakak2-nya yang alpa menegur dan memberi sanksi setimpal atas pelanggaran selama ini ( nunggak sewa, bawa cewek ke kamar, dsb ) sampai pemalas ini bisa enteng ngoceh seperti itu.

STOP MANAJEMEN BURUK YANG MEMATIKAN !

Seperti anggota geng motor sadis yang menangis ketika dicokok polisi dan didakwa di pengadilan, maka si penentang yang menyumpahi saya anj*** dan akan menampar saya, ternyata juga menangis ketika saya konsisten dengan sanksi saya ( mengeluarkan dia dari kost ). Surprise ? Ini reaksi alami orang yang baru pertama kali dihukum setimpal. Mungkin pukulan berat baginya, karena dia lari terbirit begitu saya ke atas hendak mengunci pintu kamar. Mestinya, ortu bisa wibawa mendisiplinkan anaknya sejak dalam asuhannya di rumah ( umur 3 – 15 tahun ), sebelum ia tak terkendali di luar rumah dan masuk penjara. Saya melempar kerikil ke kaki si malas, agar dia sadar kesalahannya, sebelum orang lain di puncak amarah melempar bata yang meremukkan jidatnya. Ada kesalahan tertentu yang membuat kita tak bisa kembali. Ada peringatan yang boleh jadi yang terakhir kalinya. Berhati-hatilah dengan langkah, ucapan dan tindakan yang kita ambil. Think before you act.

Hukuman yang pas adalah bentuk lain dari cinta agar anak dalam penjagaan kita tak rusak masa depannya. Jika orang ‘baik’ tak cukup baik ( baca : berani karena Allah ) untuk menghentikan bibit2 mafia sejak dini maka ketika keluar rumah mereka akan membentuk koloninya menjadi kejahatan terorganisir. Di level kawasan, mereka bisa menjadi mafia pembobol tas penumpang di bandara2. Di level daerah, mereka seperti pembantai Salim di Lumajang ( mafia penambangan pasir ). Di level nasional, mereka seperti SN, ARB, FZ, FH yang menurunkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan wakil rakyat di parlemen. Entah berapa ribu triliun kerugian negara akibat praktek2 korupsi, kolusi, kroniisme, nepotisme selama ini. Kalau kita tak menghentikan SN ( miliar dolar investasi Freeport ), lalu jadi preseden buruk yang menjangkiti politisi dan pejabat publik lainnya di pusat dan daerah, berapa cost yang sanggup kita tanggung agar negeri ini tak ambruk ?

OTONOMI SAMPAI PROVINSI. ASET DAERAH DISELAMATKAN.

Mestinya otonomi hanya sampai tingkat provinsi, kata Cak Nur ( karena ketersediaan SDM dan alat ukur yang lebih memadai. Di AS, otonomi hanya sampai negara bagian/ provinsi ). Syukurlah, saya dengar sekarang gubernur-lah ( pemprov ) yang memutuskan investasi sektor pertambangan di daerah. Smoga penjarahan aset daerah bisa dihentikan ). Jangan jatuh Salim, Salim berikutnya.
Dalam masyarakat akan selalu ada orang yang cenderung tak peka. Menurut psikiater, ada 1-2 % dari populasi bahkan sangat tinggi angka psikopatik-nya. Ingat psikopat ? Kalau jengkel dia menyiksa. Kalau dendam dia membunuh. Tidak proporsional. Seperti penggilas Salim dan penyeret Sisca. Sekelompok orang yang berfoya-foya itu menggejala luar biasa karena dibiarkan. Banyak orang berbuat jahat, tapi tidak merasa bahwa ia berbuat jahat.

Orang2 baik yang masih tebal nurani dan nyalinya di parlemen harus bisa menghentikan wakil rakyat yang menyimpang seperti saya menghentikan para pelanggar di rumah. Agar rakyat tak terpaksa melototi TV atau capek berdemo mengawal nurani anggota DPR. Agar energi rakyat bisa dialokasikan ke kegiatan yang lebih produktif, fokus mencari nafkah, meningkatkan daya saing agar survive ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) diberlakukan tahun ini. Agar para wanita bisa hadir sepenuhnya mengasuh putra-putrinya menjadi generasi penerus yang andal. Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan DPR mestinya berjalan optimal dalam koridor kebenaran ( tanpa rakyat harus nokrongin dari menit ke menit, hari ke hari ). Tidak diplintir, direkayasa untuk kepentingan sesaat, pragmatis kelompok tertentu dan negara asing.

Psikotes yang benar dengan alat yang benar seharusnya dilakukan pada anggota dewan, pejabat, aparat dan mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik dan kekayaan negara. Orang yang berskor di bawah 40 ( kurang bertanggung jawab jangan sampai masuk ranah publik ). Jangan terjadi negara salah urus, daerah salah manajemen, apalagi sampai membunuh pejuang kebenaran, seperti Salim Kancil. Semoga arwah Salim di terima baik di sisi-Nya dan keluarganya diberi kekuatan. Amin.

INGIN MAMPUS ? MAIN GAME 8 JAM TIAP HARI !

Iklan TV dari Telk***** ( operator seluler Indonesia yang sudah dibeli perusahaan telekomunikasi Singapura ) tentang pecandu yang menang main game belakangan ini menyesatkan. Main game lebih dari 6 jam tiap hari bisa merusak mata, tangan, punggung, bahkan menyebabkan kematian. Apalagi selama 8 jam selama 22 hari. Mampus. Kecerdikan memenangkan game buatan manusia tak sebanding dengan kecerdikan mengatasi masalah hidup buatan Allah. Ketika beradu cerdik dengan bangsa asing dalam ranah diplomasi dan negosiasi sumber daya alam, generasi pecandu game tak bisa apa2 dan habis terkuras. Dalam perang fisik dan ekonomi akan mati sungguhan. Belum lagi umpatan kotor anj***, gob*** dsb jika kesenggol sedikit saja di jalan umum ( seperti ketika ia diganggu atau dikalahkan di depan layar game ). Di depan smart phone, komputer, layar monitor game tak bisa ia bedakan ( asosial, pembunuh Ade Sara juga demen kekerasan dalam game yang ia mainkan ). Kita harus waspadai perusahaan2 Indonesia, yang sahamnya sebagian besar sudah dibeli perusahaan asing.

Batasi maksimal 1 jam per hari untuk main game. Syukur2 jangan main game sama sekali. Lebih baik baca buku bermutu ( daya pikir pembaca buku mengalahkan pembaca komik, tabloid, koran, majalah dan pecandu game ), beribadah, menonton acara TV berkualitas ( “Metro Hari Ini”/ “Primetime News”, “Mata Najwa”, “Kick Andy Show” di Metro TV, “On the Spot”/ “Spotlight” di Trans7 ), asah passion sampai jadi great job yang menghidupi dan mendamaikan hati, memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar anda.

Kritis dan lakukan yang terbaik untuk masa depan anda dan Indonesia. Kita wajib berupaya sepenuh hati supaya keadaan pasif lambat laun berganti tenaga aktif. Membangun masyarakat baru. Hanya satu tanah air yang bernama Indonesia. Negeri ini akan makmur jika ada usaha gigih, dan usaha itu adalah usaha kita semua.

Written by Savitri

8 Januari 2016 pada 10:13

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: