Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ujaran Kebencian vs Ikatan Kebangsaan. Hentikan Pencap Kafir !

leave a comment »

Nar

Kagebunshin ninjutsu ! Rasengan !! Itu jurus andalan Naruto yang ditiru anak2 tetangga. Sayang, baru kekerasan yang bisa mereka tangkap dari serial animasi ini sehingga anak2 SD itu cenderung berkelahi jika diejek atau tawuran jika direndahkan siswa sekolah lain. Kemana orang tua yang seharusnya mendampingi anak dan menjelaskan filosofi kebaikan mengungguli kejahatan ( dari ucapan, tindakan, pemikiran, perasaan para tokohnya ) ? Ayah ibu ternyata sama2 bekerja sampai petang mencari sesuap nasi yang kian hari kian sulit didapat akibat pasar bebas. SDM dan infrastruktur kita yang belum siap terhantam pesaing dari luar negeri yang lebih berkualitas. Tinggal remah yang tersisa yang tidak cukup menghidupi keluarga sehingga kedua orang tua terpaksa ke luar rumah meninggalkan anak tanpa bimbingan. Ini fakta di akar rumput yang kelak bisa menjelma gelombang kedangkalan di masa depan. Serial Naruto bisa membangkitkan rasa nasionalisme anak ( ada produk kreatif kita yang melebihinya ? ). Lebih asyik lagi jika anda juga nonton dan berbagi keseruan dengan anak2 ( sembari menyelipkan nilai2 kehidupan ). Hal kecil yang bisa kita lakukan untuk tanah air tercinta, Indonesia. Chou odama youton rasen shuriken !!

Setahun. Long time no post. Kenapa ya ? Banyak yang terjadi. Diantaranya, kena TB. Mesti minum obat 6 bulan non stop tanpa bolong. Perut mual, kerap muntah, badan lemas and gampang capek. Entah tertular dari udara, atau nutrisi yang terkontaminasi kuman TB di saat daya tubuh lemah. Pasrah saja. Yang penting, sabar saat diuji sakit. Syukur saat diuji kaya.

Keluar Rp 18-20 juta untuk sembuh seperti ibu saya tahun 2014 ? Enggaklah. Ada program obat gratis dari Dinas Kesehatan Pemkot Bandung ( Program Nasional/ WHO ) sejak Maret 2016. Dengan kartu BPJS Kesehatan ( bisa online/ KIS ), saya menjalani proses pengobatan di puskesmas dan rumah sakit rujukan tanpa cash. Alhamdulillah.

( Penderita TB harus cuci tangan pakai sabun hingga bersih sebelum memberi makanan pada orang lain. Tak boleh cipika cipiki ( cium pipi kanan cium pipi kiri ) karena percikan dahak berisi kuman TB bisa menular/ berpindah sekitar mulut )

AHOK YANG PATRIOT

Ada yang saya lewatkan ? Ahok masuk bui, HR masuk DPO. Trump jadi presiden AS. HTI mau dibubarkan. Latah persekusi ormas intoleran. Kota Marawi ( diduga ) di Filipina selatan menjadi basis baru ISIS/ NIIS. Pancasila diteguhkan kembali melalui UKP-PIP. Wah.. semuanya berkaitan ya.

( Gak nyangka. Kinerja top bisa kalah oleh bicara top. Walk the top yang pasti juaranya. Sesuai kata dengan perbuatan. Kerja baik harus didukung ngomong baik. Kita tunggu kinerja gubernur-wagub DKI Jakarta terpilih ( Anies-Sandi ). Semoga baik pula. Amin )

Berani karena bersih, puji pengamat tentang Ahok saat tampil di Metro TV tempo hari. Saya pun tak sungkan menegur tegas para pemalas, parasit, pelanggar aturan secara terang-terangan dengan sangsi telak, saking gemesnya. Ditegur berulang kali kok masih menantang. Mbalelo. Saya bisa berempati dengan kekesalan Ahok dengan ucapan pedasnya pada orang2 ‘bego’ yang ogah mikir/ insyaf. Saya salut Ahok taat hukum dan berjiwa besar. Mengalah demi kepentingan yang lebih besar. Persatuan Indonesia.

( Beda ya dengan HR. Teriak saja yang gempar. Padahal untuk mengagungkan asma Allah seharusnya merendahkan diri dulu, bukan merendahkan orang sana sini. Iman adalah pembenaran hati terhadap apa yang didengar. Logika adalah pembenaran mata/akal pada apa yang dilihat. Orang yang suka nyinyir merendahkan orang lain (seperti mencap jelek kekurangan fisik/ materi ) adalah orang yang tak punya hati, alias tak beriman. Dari mata langsung mulut.

Sesungguhnya, Islam itu moderat ( di tengah-tengah ). Orang ekstrim/ radikal cenderung melihat Islam dari permukaan saja ( tanpa kedalaman/ kemanusiaan ). Begitu mudah mencap orang lain kafir ( lalu membunuhnya ). Seperti melihat sesuatu tanpa hati/ iman. Bisa dibilang, teroris/ penganut radikalisme itu tidak beriman ( bukan Islam ).

Ekstremis hanya mampu berpikir tunggal ( sederhana, emosional, tak sabar dengan proses ). Tak bisa menerima keberagaman, varisasi atau sudut pandang yang berbeda. Seperti surga yang bisa dilalui banyak pintu, kebenaran pun sebenarnya banyak variasinya. Soal perbedaan agama, biarlah Allah yang kelak memutuskan, siapa yang benar di antara kita.

ANJING DAN PENINDAS MENANDAI WILAYAHNYA.

Rakyat jelata sungguh tak terduga. Kemenangan D.Trump ( DT ) yang rasis dan pongah karena system elektoral ( Hillary sebenarnya memenangkan lebih banyak suara ) yang dianut AS dan kedangkalan pemikiran para pemilih tradisional yang terkesima dengan orasi hiperbolik/ utopis DT yang dangkal. Nyambung.

Gelombang protes dan gejolak politik kerap terjadi di AS pasca DT terpilih. Lalu bagaimana di Indonesia ? Apakah para pemilih kita di akar rumput juga begitu ? Gejalanya terlihat dalam pengerahan massa besar-besaran dalam ‘aksi damai’ memprotes ( dugaan penodaan agama oleh ) Ahok. Bahkan dai sekelas AAG ikut serta. Siapa nyana ekses pengerahan massa itu kini melahirkan aksi main hakim sendiri ( persekusi ) dan pindahnya basis ISIS dari Timur Tengah ke dekat rumah kita ( Marawi ).

Anda tahu anjing menandai wilayahnya dengan air kencing ? Tak jauh, parasit, penindas, pemangsa, teroris, menandai wilayahnya dengan suara teriakannya ( atau perilaku semau gue/ melanggar norma aturan ). Kalau saya tak membekuk anak2 kost yang teriak-teriak di rumah, mereka pasti makin merusak dan merugikan. Setelah teguran berulang tak mempan, mereka saya ‘tendang’ keluar dengan cara dibikin tak betah ( dimatikan pasokan listriknya & suplai airnya ). Terakhir saya gembok gerbang dan pagar. Biar tahu rasa, tidur di jalanan !

Hardball terkadang perlu untuk situasi tertentu. Ketika HR dan oknum aksi damai itu teriak2 ( mengintimidasi ), saya sudah feeling saja, pasti membesar. Apalagi HR di beri ‘panggung’ ( jadi khotib sholat Jumat di depan RI-1 ). Ge-er mereka. Makin merasa paling benar ( efek lanjutan : tak mau mendengar kebenaran dari yang lain ). Lalu, meledaklah bom dan aksi persekusi di beberapa tempat. Pengambilalihan kekuasaan dengan dua cara : kekuatan militer atau pengerahan massa.

ORANG BAIK PRO AKTIF-LAH

So, orang baik jangan sampai kalah jumlah. Mereka ( penindas, teroris cs ) demen menggalang massa /pengikut untuk mendominasi/ mengepung calon korban, untuk selanjutnya disedot uang, tenaga, waktu dan kebahagiaannya. Orang yang suka mengkafir-kafirkan orang lain ( menganggap symbol Negara itu thoghut/ berhala ) jangan sampai diberi ruang gerak apalagi panggung. Gebuk dan tendang saja ( baca : diproses hukum secara tegas sampai kapok, apalagi jenis yang sudah makar/ berbaiat pada entitas asing ).

Semoga revisi UU Terorisme nanti bisa untuk payung polisi menangkap orang yang berorasi mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya. Menangkap orang yang berlatih senjata di markas teroris atau mereka yang pernah pergi ke Suriah/ bergabung dengan ISIS. Karena ini bibit2 ekstremis yang kalau dibiarkan bisa meneror warga yang tak sepaham atau meledakkan bom lagi di tanah air.

Saya ingat masa SMA diajak ikut kelompok pengajian yang digagas beberapa teman ‘alim’. Saya terheran dengan ceramah misterius nan ganjil itu ( bahwa Negara ini telah gagal, Pancasila itu thoghut, dst ). Merasa tak nyaman, saya segera keluar dari komunitas itu.

Tahun 2017 ini terkuak fakta, jumlah mereka sudah mencengangkan, merebak di kampus dan sekolah2 ( bisa jadi sebagian tumpah di ‘aksi damai’ jutaan pendemo di Jakarta kemarin ). Mereka bisa jadi pemilih tradisional dangkal seperti di AS. Entah calon sesat mana yang akan mereka menangkan di sini kelak, jika kelompok yang merasa benar dan menang sendiri ini terus diberi angin. Pendidikan agama di sekolah dan kampus juga hendaknya dibuat menarik dan interaktif ( tidak dogmatis ) sampai siswa tak perlu mencari sumber lain ( yang sesat tapi memuaskan rasa ingin tahu mereka ).

Tempat kita pulang ( rumah ) adalah tempat di mana ada orang yang memikirkan kita. Rumah berisi orang2 yang kita sayangi. Indonesia adalah rumah kita. Jika kita saling membenci satu sama lain, ikatan kebangsaan putus, rumah pun runtuh. Kita tak bisa pulang. Anda tahu rasanya jadi orang tanpa tanah air ? ( saya pernah merasakan hidup di jalanan tanpa orang peduli ). Etnis Rohingya, pengungsi Palestina, Irak, Suriah, dll, hidup merana di pengasingan. Tanpa status dan penghormatan sewajarnya. Berapa lama anda mampu bertahan ? ( hidup/ menjadi orang baik ).

Ujaran kebencian ( hate speech ) di media sosial yang merajalela harus dihentikan jika ingin Indonesia damai. Jangan men-share konten negatif/ radikal sekedar ingin disebut gaul, karena itu bisa menggunung, memutus ikatan kebangsaan kita. Ikatan yang terlalu besar besar untuk dipertaruhkan. Don’t you ever, ever, ever do those things ( hate speech etc ). Karena kamu bisa masuk bui ( UU ITE ) dan dalam jangka panjang kita semua ( kalau diam saja/ ogah nahi munkar/ mencegah keburukan ) bisa jadi gelandangan tanpa tanah air. Menyedihkan.

Menghentikan kebencian adalah menghentikan rantai balas dendam. Setelah itu baru ada kedamaian, kata Naruto ( serial animasi Jepang tentang pertemanan dan cinta desa/ tanah air ). Yuk, bermaaf-maafan. Minal aidin wal faizin..

Iklan

Written by Savitri

6 Juli 2017 pada 12:21

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: