Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Tanaman Keras di KPK & Myanmar. Melindungi Negara atau Nama Baik ?

leave a comment »

Surprise, melihat presiden Jokowi bertukar kostum adat Bugis dengan wapres JK. Bangga, melihat para undangan berkostum tradisi Indonesia. Geli, melihat hadiah 5 sepeda untuk 5 pemenang kostum adat terbaik setelah sebelumnya pilot F-16 dan Sukhoi bermanuver keren mengucapkan dirgahayu RI ke-72 di langit Istana Merdeka. Canggih, disiplin, apik plus berbudaya. Benar, kita semua berbeda-beda ya. Lebih 17.000. pulau, lebih 500 suku, 6 agama, tapi bisa kompak di bawah satu bendera. Sang Saka Merah Putih. Semoga bangsa Myanmar ( termasuk etnis muslim Rohingya di dalamnya ) bisa sekompak kita pada akhirnya. Amin.

KPK. Myanmar. Dua tempat yang menyita perhatian publik 2 bulan ini. Apa kesamaannya ? ‘Tanaman keras’ yang powerful karena penugasan lama. Di KPK ada NB, penyidik senior ( 2007-2017) yang dijuluki penjaga roh dan jadi kepala wadah pegawai KPK. Di wilayah Rakhine, di mana tengah terjadi krisis kemanusiaan terhadap etnis muslim Rohingya, ada junta militer yang masih kokoh mengendalikan Myanmar sehingga Aung San Suu Kyi (tokoh pro-demokrasi, pemenang pemilu ) seolah tak berdaya mengupayakan keadilan dan kedamaian di sana. Itu yang saya tangkap dari diskusi ILC ( 6/9/2017 ) dan pemberitaan televisi belakangan ini.

“Patriot sejati tak mencari tenar, tapi melindungi desa/ tanah air dari dalam bayangan,” kata Itachi Uchiha dalam serial animasi Naruto. Meski putra pertama ketua klan Uchiha itu dicap pengkhianat oleh warga Desa Konoha setelah menghabisi hampir seluruh anggota klan Uchiha dan bergabung dengan organisasi pembunuh bayaran Akatsuki, Itachi tetap ingin disebut shinobi ( ninja/ prajurit ) dari Konoha. Hanya hokage ( kepala desa ) yang tahu misi berat yang sesungguhnya dijalani Itachi. Menghindarkan upaya kudeta dari klan Uchiha dan kehancuran desa oleh serangan pihak luar.

PATRIOT ATAU PELANGGAR ?

Apa AB, direktur penyidik KPK yang curhat di sidang panitia khusus hak angket DPR ( 29/8/2017) patriot atau pelanggar ? Melihat rekam jejak dan karakternya, profil AB tak cocok sebagai pencari tenar. Fokusnya integritas. Harimau mati meninggalkan belang. Orang mati meninggalkan nama baik.

Saya amati, banyak orang rajin bernilai akademik tertinggi kurang tanggap dengan keadaan sekitarnya. Terbiasa melesat sendirian. Misal Yo** ( mahasiswa ilmu komunikasi yang kost di rumah kami ) suka mandi berlama-lama, menghabiskan persediaan air ( padahal air ledeng ngocor 2 hari sekali ) sementara anak kost lainnya belum bangun ( apalagi mandi ). Meski Y sudah sering dihimbau dan ditegur, Y tetap mandi gebyar gebyur lama, bikin jantung kami berdegup keras ( kuatir dikomplain penyewa, ‘air habis??’). Seorang direktur personalia yang mengelola 6 ribu karyawan ( hebat dalam multi tasking dan diganjar banyak penghargaan SDM ) mengaku sering dikritik ‘terlalu cepat’ oleh anak buahnya ketika memberi penugasan. Beda irama.

Kita dibesarkan dengan cara dan situasi berbeda. Ada yang sejak kecil sudah dipercaya menangani pekerjaan rumah dan mengurus adik2nya karena ortu kerap dinas ke luar kota. Ada yang sampai besar pun masih dianggap anak kecil yang diragukan bisa menangani beberapa tanggung jawab. Biasa cepat dan biasa lamban. Lalu, ada culture corporate. Kebiasaan ingin dilayani bawahan, dan seabreg ‘kultur’ yang membentuk karakter kita.

Seorang pemimpin harus mengenal baik karakter anak buah agar bisa mengerahkan mencapai tujuan bersama. Leader mengelola anggota timnya dengan wibawa dan kasih sayang layaknya seorang ayah. Wibawa muncul dari integritas, kompetensi ( kredibel ) dan kharisma. Terus melangkah di depan meski menahan rasa sakit, kata Naruto. Anggota tim mau bekerja sama kalau cocok satu sama lain secara prinsip. Bagaimana kalau si leader kalah wibawa dari anak buah ? Bagaimana kalau ada ‘tanaman keras’ yang menghegemoni lembaga karena penguasaannya akan medan setelah berurat akar lama di situ ? Terjadi dualisme kepemimpinan yang membingungkan anak buah. Rantai komando rusak. Bahtera berjalan limbung. Tak sampai tujuan.

MUSUH MELIHAT KELEMAHAN

Riak kecil muncul ke permukaan sejak FH getol mencibir KPK beberapa tahun silam. ‘Musuh’ biasanya lebih teliti melihat kelemahan kita. Orang yang dibenci penindas biasanya berkarakter sangat buruk. Penindas sukanya memangsa orang baik yang lemah. Ini pengalaman pribadi. Madara Uchiha mengajak klannya keluar dari Desa Konoha karena memprediksi diskriminasi akan mereka alami dari klan Senju dan keturunannya yang mendominasi pemerintahan Konoha. Klan Uchiha tidak mau, lalu puluhan tahun kemudian prediksinya benar terjadi. Klan Uchiha dibantai nyaris habis oleh Itachi dan anak asuh Madara sendiri, Obito Uchiha.

Makin ke sini makin terlihat kebocoran itu ( kegagalan penerapan SOP/ Standar Operasional Prosedur ). Banyak yang tak paham dan menghayati visi & misi dalam pelaksanaan tugas. Semua takut dengan ( penyidik ) KPK. Puncaknya, curhat AB di luar. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun. Kita diikhtiarkan cross check ke sumber2 terpercaya. Makin tak kredibel sumber pertama, makin banyak cross check-nya.

Fokus AB adalah nama baik. Fokus saya adalah melindungi Indonesia. Fokus Itachi adalah melindungi Desa Konoha ( lepas dari ikatan klan ). Itachi tak peduli nama baiknya sendiri. Ia kalem saja dicap pengkhianat desa, pembantai klannya, pembunuh ortu. Yang penting warga Konoha selamat. Jika Itachi di posisi AB, saya pikir dia akan sabar menunggu rapat Pengawas Internal ( PI ) memutuskan sidang kode etik ( sambil gigih menggalang dukungan ). Dua, tiga minggu, dst ( paham irama kerja orang lain dan pembesaran jumlah staf & kasus yang harus ditangani pimpinan KPK ). Nama baik hancur lebur sementara, santai saja.

Kebenaran akan terungkap. Cepat atau lambat. Naruto berjanji akan mengurus peristirahatan ( pemulihan nama baik ) Itachi. Itachi, seorang jenius Uchiha yang sudah berpikir seperti hokage di usianya yang baru 7 tahun. Saya terbiasa berbaris paling depan dalam upacara bendera sejak usia 7 tahun.

Seorang pejuang vokal atau agen intel memang sebaiknya single, tak berkeluarga atau tidak memperlihatkan orang2 terdekatnya ke publik. Mereka tak sekuat kita. Padahal kita masih butuh cinta mereka sebagai manusia biasa yang bisa drop ketika didera berbagai cobaan. Intimidasi atau pencemaran nama baik membuat konsentrasi kita terbagi. Gamang dengan keselamatan dan kebahagiaan orang2 yang kita sayangi tsb. Kerja kolosal dan marathon di depan kita, saudara2. Kerja bersama.

DUA INKUBATOR PEMBERANTASAN KORUPSI. TENSI SIAP ?

Kapolri mengusulkan Densus Anti Korupsi. Profesor Romli mengusulkan detasemen khusus tsb diisi polisi dan jaksa dengan kualifikasi terbaik serta diberi anggaran sama besar dengan KPK. Lihat mana yang lebih cepat mencapai tujuan ( korupsi berkurang drastis, uang negara dikembalikan dan diselamatkan signifikan ). Minimal seimbang antara cost dan benefitnya. Harus ada komisioner yang penyidik ( agar talk dikendalikan anak buah ). Dirindukan, komisioner ini yang menyidik pejabat tinggi di level menteri, jenderal atau kepala daerah yang tersangka korupsi. Lalu, komisioner yang jaksa menuntutnya di sidang pengadilan tipikor. Buat contoh anak buah ( semoga jadi panutan & lebih berwibawa ). UU Tipikor perlu direvisi agar tak banyak lagi discrazy akibat kurang detail ( seperti barang bukti yang tak terbukti kerugian negara-nya/ sudah inkrah, agar segera dikembalikan pada pemiliknya ). Para komisioner-lah yang menghadapi para jenderal dan kepala lembaga agar proses lebih cepat ( tak keder ).

Perfoma terbaik pesepakbola sekitar 10 tahun. Anggota pasukan khusus berusia20-30 tahun. KPK sudah 14 tahun ( resmi berdiri Desember 2003 ). Dibentuk sebagai inkubator memperbaiki kinerja kepolisian dan kejaksaan, terutama dalam pemberantasan korupsi. Dalam perjalanannya, KPK kerap didera prahara karena ego sektoral masih tinggi seperti yang diprediksi. Menurut survei, lembaga yang paling rajin perbaikannya saat ini adalah kepolisian.So… kalian sudah siap bersaing dengan inkubator saingan untuk perbaikan penegakan hukum di tanah air ? Apa KPK masih yang terbaik ? Let’s see…

( Penyidik KPK sebaiknya dirotasi. Paling lama 10 tahun di KPK atau 2 jilid komisioner . Komisioner cukup diganti 3 orang saja tiap periode seleksi agar terjadi kesinambungan penanganan kasus ( tak disetir staf senior ). Lagi pula, sangat sulit mencari orang terbaik dalam jumlah banyak dalam satu waktu ( penegak hukum berkualitas tinggi di tanah air masih jarang ya ? ). Jika kejadian lagi, pimpinan KPK kurang tanggap dengan protes direkturnya, pengawas eksternal perlu dibentuk ( agar borok cepat ketahuan & disembuhkan sebelum jatuh korban berikutnya ). Ini soal kepercayaan publik. Second chance ? )

Saya pribadi tidak setuju dibentuknya pansus angket KPK oleh DPR ( otomatis gugatan menghambat proses penyidikan/obstruction of justice untuk seluruh anggota pansus tak perlu dilayangkan KPK ). Cukup pimpinan KPK menghadiri undangan RDP Komisi 3 yang rutin diadakan dan menurunkan tensi di antara mereka. Piece, man..

Andai kredibilitas anggota DPR tidak bermasalah, kami ( civil society ) tentu tidak kuatir hasil akhir pansus akan benar2 memperbaiki kinerja KPK. Nyatanya, lebih banyak survei dan pengamat menempatkan rating DPR masa ini terbawah dalam hal tsb. Kebocoran, discrazy dan banyaknya SOP sekarang karena banyak celah dalam perundangan yang dibuat. Bukan ( sepenuhnya ) salah KPK. Jadi, tidak proporsional jika KPK ‘dihukum’ angket ( apalagi kalau cuma karena tidak mau menyerahkan rekaman asli penyidikan MSH ). Yang jelas penyidikan kasus E-KTP terus berjalan. Kali ini dengan rantai komando yang benar dan para penyidik senior bercermin terhadap apa yang terjadi pada NB. Saran perbaikan di posting ini semoga berguna dan KPK menjadi lebih keren. OK ?

Episode terakhir ‘Mata Najwa’ ( wawancara eksklusif dengan NB ) menyisakan sesak dan haru. NB disiram air keras ketika menyidik mega korupsi E-KTP dan sejumlah kasus besar lainnya. Najwa mengakhiri acaranya tanpa titik karena ingin ‘merantau’ setelah 17 tahun berkiprah di TV ( terakhir menerima award sebagai the best television person ). Kita bisa saja berspekulasi ( mungkin ) yang mengancam nyawa NB adalah penyebab sesungguhnya. . Feeling saya menangkap gestur tak pas saat itu ( NB hanya takut Allah, tapi tidak humble pada manusia/ the best host ). Seperti aura militan yang merasa paling benar. Jadi saya tak cukup terkejut ketika ‘tanaman keras’ yang harus dicabut itu dirinya.

Allah bergerak menurut cara-Nya sendiri untuk menyelamatkan KPK dan bangsa ini. Bagaimana bisa seorang pejuang yang gigih menjelma tirani penegakan hukum ? Kekuasaan memang cenderung korup. Kita suka terlena, menganggap apa yang benar selama ini akan benar selamanya untuk orang lain. Jaman dan persepsi berubah. Nuget tak laku masa ibu dulu masih suka memasak sendiri untuk anaknya. Tapi masa ibu2 muda sekarang suka berbisnis untuk menopang penghasilan suami, nuget laku keras ( karena lebih praktis memasaknya ). Rotasi, masa jabatan, teman baik diperlukan pejuang kebenaran. Untuk membantu kita agar tidak gagal mencapai tujuan dan mengingatkan/ menyegarkan kita jika mulai menyimpang. Itu sebabnya kita perlu humble ( rendah hati ) pada lawan bicara agar ia tak takut memberi tahu. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun.

Kebenaran ada karena ada yang menyuarakan. Kebenaran tak ada tanpa keadilan. Kebenaran banyak karena banyak yang menyuarakan. Mereka berkurang satu. Najwa, we will miss you ..

SEJARAHNYA, ROHINGYA JUGA WARGA MYANMAR

Soal Myanmar, tinggal copy paste posisi Aung dengan Aris dan junta militer dengan NB. Sistem di alam semesta ini punya pola berulang. Apa yang terlihat di rumah dan tetangga terjadi di negara dan regional. Hanya beda skala, kualitas dan kuantitasnya. Sebagai WNI, kita tak perlu heboh berdemo menyusahkan pemerintah yang sebenarnya sudah bergerak cepat membantu saudara muslim kita dan rekan ASEAN kita. Lebih baik bertindak nyata, menyumbang uang, doa, pakaian, selimut, obat, pikiran ( diplomasi people to people ) untuk meringankan derita korban krisis kemanusiaan di Rakhine. Orang bertindak kejam sering karena tidak tahu atau nafsu ( juga ketakutan ).

PBB sudah mengutus mantan sekjen PBB untuk mencari fakta dan memastikan rekomendasi yang diberikan dijalankan oleh pemerintah Myanmar ( seperti pasang kamera CCTV, nama prajurit di seragam, dsb ). Kita harus tetap solid sebagai bangsa, termasuk dengan pemeluk Budha di sini. Kita juga perlu memastikan tidak ada etnis yang dipinggirkan seperti Rohingya di Indonesia maupun negara ASEAN lainnya agar kelompok radikal ( Taliban, Al-Qaeda, ISIS, dll ) tak mendapat tempat untuk membakar emosi dan membantai orang yang berbeda paham. Jaga kawasan regional kita, ya. Hatur nuhun…

Iklan

Written by Savitri

8 September 2017 pada 13:14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: