Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

KPK vs SN. TNI vs KKB. Kucing liar, keberagaman…oh, wonderful Indonesia!!

leave a comment »

t

Tiang listrik ini jadi sasaran kegregetan publik atas ‘akrobatik’ SN yang berulang kali lolos dari jerat hukum dan etik. Seolah uang bisa membeli segalanya di republik ini. Sampai muncul game :nabrak tiang listrik dapat skor ( bukan menghindar). Menunjukkan sumber daya kreatif ( pendukung pariwisata) cukup membahana di negeri ini. Semoga KPK bisa menuntasksn kasus mega korupsi E-KTP yang terkait hajat hidup orang banyak ini dengan baik Gigih, sigap tapi cermat. Maju terus, KPK !! ( sumber foto : Youtube )

KPK vs DPR. Mahfud vs Romli. Febri vs Fahri. Mulanya proyek E-KTP yang diduga dikorup 2,3 triliun rupiah. Seru nan tegang. Gaduh atau asyik?  Banyak persepsi dan versi di sini. Empat profesor, 4 pendapat berbeda. Siapa benar?  Siapa bodoh? Lima hakim yang meloloskan SN, atau publik?  ( yang cinta KPK, pastinya lebih dari 5 orang).

Mengikuti isu aktual di negeri ini seasyik petualangan Lima Sekawan ( Enid Blyton)  atau novel misteri Edgar Allan Poe. Peristiwa muncul satu per satu seperti kepingan puzzle yang membentuk gambaran utuh sebuah kasus atau kebenaran.

Perhatian saya pernah terpaut pada Romli di ILC ketika berpendapat: ekspos media terhadap operasi penindakan KPK melebihi pencegahannya membuat para pemimpin daerah takut mengambil keputusan sehingga anggaran pembangunan banyak yang tak terserap ( publik kurang terlayani).

Beda dengan Mahfud, menurutnya penindakan KPK sekaligus mencegah para decision maker menilep uang rakyat. Saya lihat dua versi ‘benar’ ini diselesaikan di Kota Bandung dengan melibatkan TP4D ( Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah)  dalam mengelola anggaran. Prinsip kehati-hatian ini perlu waktu transisi agar pihak ketiga sempat menyesuaikan diri pada aturan baru yang membuat proses lelang lebih transparan. Waktu adaptasi ini membuat manajemen anggaran pemkot tahun 2017 dianggap lambat. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatunya. Akan cepat jika sudah terbiasa. It’s only matter of time.

Presiden Jokowi setahu saya pernah bilang: jangan takut KPK kalau memutuskan kebijakan yang mensejahterakan rakyat ( bukan memperkaya diri, keluarga atau kelompok tertentu). Kebijakan seperti itu tak bisa dikenai pasal korupsi.

SUBSTANSI vs PROSEDUR

Diskusi ILC 14/11/2017 mempertemukan dua pakar hukum tata negara ini lagi. Mahfud menganggap tindakan KPK memeriksa SN lagi setelah lolos di sidang praperadilan pertama itu benar. Bukti kasus/ substansi tak dibaca hakim. Ibarat sholat, wudhunya saja yang belum sempurna, boleh diulang lagi. Sedang Romli menganggap KPK terburu-buru. Untung hakim tak membacakan bukti yang dibawa KPK tsb. Lima hakim yang meloloskan SN di pengadilan sebelumnya tidak bodoh, kata Romli ( publik yang bodoh? ). Saya teringat, seorang reporter TV menanyakan pendapatnya tentang komisioner KPK yang bertemu ketua partai untuk kerjasama pencegahan korupsi dalam pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 ( separoh layar TV memperlihatkan Basaria menyerahkan berkas pada SBY). Romli terlihat kesal saat menjawab pertanyaan si reporter  ( baca: tak suka tindakan KPK tsb).

Beda sekali dengan sikap Mahfud yang membesarkan hati sang reporter/ pemirsa saat kasus kriminalisasi komisioner Bibit-Chandra.”Yang menentang kehendak rakyat akan hancur! “, kata Ketua MK saat itu seingat saya. Ya, rasa keadilan masyarakat di atas hukum. Hukum dibuat untuk melindungi rakyat, sang pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Etika, posisinya di atas hukum. Yang dibilang hukum ( tindakan itu)  benar. Bagi  norma etika, tindakan yang sama bisa divonis salah. Dari hirarki moral, posisi profesi jurnalis ( termasuk reporter ) di atas profesi hukum, apalagi politisi. Pasca Reformasi 1988, kebebasan pers/ kekuatan media di tanah air adalah salah satu yang masih bisa diandalkan untuk menjaga nyawa demokrasi di Indonesia dan cita-cita reformasi.

MK masa Mahfud juga bisa diandalkan. Terobosan hukumnya ( membuka rekaman percakapan Anggodo ke publik/ sidang terbuka MK)  menjadikannya sangat dikenal. Man of the year. Saya sendiri melihat KPK saat ini seperti Keanu Reeve di film laga Speed. “Shoot the hostage!! “, teriak polisi keren itu dekat lift. Demi menyelamatkan nyawa sandera, pada detik-detik krusial itu prosedur pembebasan tawanan terpaksa diseruduk. Substansi lebih penting dari prosedur.Mahfud itu substansi hangat. Romli itu prosedur baku. Mahfud cocok dengan KPK yang berkarakter mirip ( suka terobosan dan substansi.). Tindakan memindahkan SN ke RS yang ditunjuk KPK  sebagai penahan SN, disarankan Mahfud.

Pengalaman bekerja di biro konsultan, divisi properti dan perusahaan kontraktor membuat saya tahu perbedaan teori di kampus dan kegentingan praktek di lapangan yang memaksa banyak penyesuaian dan kreativitas melebihi yang tertulis di texrbook agar batasan dana, waktu, kualitas, sdm, alam tercapai sesuai standar mutu dan perjanjian dengan pemberi tugas. Pengalaman sebagai penderita. TB membantu saya melihat nyinyirnya FH. Perawat TB yang bertemu kami, lebih percaya hasil tes negatif ibu di kertas daripada penjelasan saya yang mendampingi ibu siang malam di RS.”Penyakit ibu bukan TB karena hasil tes dahak ibu negatif di berkas medis ini,”katanya. Saya melihat ibu hanya mampu keluar liur saat diambil sampel dahaknya. Saya melihat reaksi bengkak melebihi batas kotak spidol hitam di tangan kanan ibu saat Tes Mantoux. Dokter yang menangani ibu di RS tahun 2014 silam bilang ibu saya kena TB dan diberi obat TB. Anehnya, tahun 2016 lalu, perawat TB itu tetap bersikeras bahwa ibu saya tidak kena TB. Nah, lho!

Dengan kewenangan menyadap tanpa izin pengadilan yang dimiliki KPK dan operasi2 yang dilakukan (OTT/ Operasi Tangkap Tangan, kerjasama dengan penegak hukum luar neger, dsb). banyak yang KPK lihat yang tidak kita lihat. Akurasi saya dan KPK lebih tinggi dari si perawat TB dan pembela SN. FH bersikeras hanya pada yang dilihatnya. Ia tak mengakui bukti petunjuk dan dakwaan yang mengarah ke SN. Stereotip orang angkuh yang over pede ( merasa paling benar). Yang dicari adalah pembenaran diri, bukan kebenaran sejati. Semua hal yang tak cocok dengan egonya, ia bantah/ tepis. Sentimennya pada KPK karena pengalaman buruknya di masa lalu yang belum dimaknai dengan benar membuatnya bias ( nyinyir)  menilai KPK dan segala sesuatu yang terkait dengannya, termasuk wartawan, publik, pengamat, ahli hukum yang setuju KPK.

HATI-HATI SINYAL SUMIR

Cara berpikir subyektif dan ( ucapan, gestur)  yang merendahkan penanya/ lawan bicara adalah sinyal meleset. Si angkuh tak mencerna semua fakta. Koruptor/ kriminal bisa lepas jika kita mengikuti saran sumirnya. Salah satunya, karena pertimbangan ini, saya memilih KPK, Mahfud MD dan Febri Diansyah. Febri terlihat kalem terkendali ketika memaparkan penjelasan dan argumennya. When things get hot, stay cool. Di usia semuda itu, ia bisa melakukan sebaik itu. Contoh baik untuk adik2 penggiat. hukum. Mahfud kokoh menjaga integritas dan kredibilitasnya di bidang hukum khususnya tata negara, di mana pun beliau berada, bahkan ketika di kubu rival. Narasumber paten untuk mendiskusikan solusi bagi permasalahan negara. Senior yang menginspirasi.

Romli menyebut KPK belum mencapai korsum/ supervisi  ( penyidikan & penuntutan dalam satu atap). Presiden tengah melakukan pendalaman tentang pembentukan Densus Anti Korupsi yang diusulkan Kapolri. Saya pikir kita perlu memberi waktu setahun untuk KPK memperbaiki kekurangannya. Prosedur penetapan tersangka dan penahanannya harus dilakukan lebih cermat agar reputasi KPK terjaga baik dan tetap dipercaya publik.
Soal jual beli jabatan dan promosi, bahkan awal perekrutan masih marak. Juga soal radikalisme dan narkoba. Sumber daya Polri yang tersebar di seluruh Indonesia diharapkan bisa membantu KPK memberantas korupsi penyelenggara negara. di daerah/ di bawah Rp 1 miliar hingga tingkat desa ( Dana Desa).

Wewenang penyadapan bisa kerjasama dengan KPK. Peluang menantang terlebih setelah anggaran Polri dipotong sekitar Rp 1 triliun demi keberlangsungan keuangan negara. Polri ditantang menkeu Sri untuk menangkap penjahat illegal fishing/ kapal2 asing yang menjarah perairan Indonesia, jika ingin anggaran Polri ditambah. Masih banyak pekerjaan yang menunggu Polri sebelum Polri bisa fokus membentuk Densus Anti Korupsi untuk membantu KPK. Kecukupan dana, kematangan konsep, kesiapan SDM berkualitas tinggi dalam jumlah banyak menjadi pekerjaan berikutnya agar pemberantasan korupsi di Densus juga optimal.

Sepak terjang dan kekayaan SN sudah banyak yang mempermasalahkan sejak di daerah pemilihannya. Dalam dua kasusnya. terdahulu di sidang MKD-DPR, SN lolos. Kasus ‘papa minta saham’ ( Freeport)  di Kejaksaaan Agung yang sudah terendus ( ada bukti SN yang menginiasi pertemuan dengan dirut FI di hotel dimana peran SN sebagai makelar mafia migas terekam di sana) juga belum dilanjutkan. Politikus yang jadi ketum setelah mengadakan lomba berhadiah mobil mewah untuk memikat para pemilik suara kembali lolos setelah ‘sakit’ ketika dipanggil KPK dan praperadilan pertama. Penetapan tersangka yang kedua ini SN kembali akrobatik dengan kecelakaan mobil menabrak tiang plus benjol segede bakpao. Benar2 selicin belut. Bikin gregetan.

Setinggi-tingginya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, kata peribahasa. KPK segera memindahkan SN ke RSCM dan menahannya ( dengan rekomendasi dokter2 IDI). SN masih suka tertidur jika ditanya penyidik KPK ( mengulur waktu sampai hasil sidang praperadilan kedua yang ditunda hingga Kamis depan 7/12/2017). Namun KPK tak kalah cerdik, berkas kasus SN sudah dikirim ke pengadilan tipikor. Mungkin Senin, 4/12/2017 mulai disidang. Siapa lebih gigih dan cerdik? Seperti Jesica ( kopi sianida),  SN pandai mengelabui orang tua, publik, kolega dan praktisi hukum. Mungkin juga, pada akhirnya keyakinan hakim pada bukti2 yang dibawa KPK-lah yang menuntaskan kasus E-KTP dan menjebloskan semua koruptornya ke bui. Kita tunggu dan kawal bersama.

GENG KRIMINAL ATAU KELOMPOK SEPARATIS ?

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengisolasi lebih 1300 warga sipil di Banti, Kimbeli, Opitawak ( Timika, Papua). Di bawah ancaman senjata api, warga desa dilarang mengambil bahan kebutuhan pokok atau pun pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah dekat kantor polsek Tembagapura. Sebagian menyebut penyanderaan ini ulah kelompok separatis yang kudu dibekuk TNI. Sebagian lain menganggap pendekatan militer selama 50 tahun ini gagal ( “Konflik di Timika, Papua”. PR, 17/11/2017). Sehingga diambil jalan tengah: satgas Polri & TNI dikirim ke lokasi dengan misi/ pendekatan penegakan hukum.

Satgas ini berhasil membebaskan lebih 300 orang setelah negosiasi tak dihiraukan KKB sampai batas waktunya. Warga yang masih terisolasi memilih bertahan di rumahnya dan meminta satgas mengamankan desa mereka dari intimidasi KKB. Rencananya, satgas akan mengejar KKB yang lari ke hutan untuk memastikan penegakan hukum berlaku di setiap jengkal tanah NKRI.

Pemerataan kesejahteraan di Timika diharapkan bisa meredakan konflik dalam jangka panjang. Pemerintah diharapkan bisa membuka komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Papua yang terkait dengan tindakan KKB agar warga setempat tidak menjadi perisai hidup KKB saat diserang. Semoga konflik ini bisa diselesaikan dengan baik. Amin.

KUCING LIAR dan KEBAKARAN. Suntik steril, ya.

Hampir 40 kebakaran terjadi tiap bulan di Kota Bandung ( PRSNI Bandung, 28/11/2017). Populasi kucing liar bertambah dari hari ke hari. Apa hubungannya? Satu kucing betina dekat rumah sudah 3 kali beranak sekitar setahun ini di atap. Banyak genting pecah selama proses kawin dan perebutan teritori dengan raungan memecah keheningan malam ( mengganggu tidur)  dan pengejaran gigih dari atap ke atap. Puncak hujan November 2017 dan Maret 2018 merembeskan banyak air ke kabel2 listrik di bawah atap. Lembab dan hangat yang disukai tikus dan hewan pengerat lainnya. Isolasi listrik yang mengelupas memercikkan bunga api yang melalap harta dan nyawa di bawah atap tsb. Bagaimana kalau kucing jantan liar disuntik steril agar tak bisa membuahi kucing betina?  Di AS ( Oprah Show)  suntik steril dilakukan pada anjing jantan liar untuk mengurangi populasinya yang mulai mengganggu. Bisakah dinas terkait melakukan itu pada para kucing di Bandung?  ( supaya orang tak jadi pembunuh berdarah dingin dengan menjajarkan meong2 lusuh ini di tanah untuk ditembak massal, seperti pernah diunggah di sebuah akun medsos. Bukan demi kesenangan kali ini. Pilihannya mati terbakar atau hidup penuh penyesalan).

BERSELFIE UNTUK KEJAYAAN INDONESIA

Merayakan keberagaman adalah tema HUT RI, acara FFI, even kota, siaran  radio, televisi dan resepsi perkawinan tahun ini.Salah satunya pernikahan putri Jokowi, Kahiyang dan Bobby yang diselenggarakan dengan adat Jawa Solo dan Batak Mandailing. Semoga penggiat seni tradisi dan produk kreatif kita yang berbasis kearifan lokal mendapat momentumnya kembali untuk bangkit menjadi tuan di negeri sendiri.

Promosi ‘Wonderful Indonesia’ menjadi yang terbaik dalam ajang penghargaan internasional. Tahun 2019, diupayakan pariwisata menjadi sumber devisa terbesar Indonesia, menggeser produk CPO. kelapa sawit yang menggunduli hutan tropis kita ( ditambah sengketa tanah antara warga adat vs perusahaan)

Biarlah negara lain memproduksi aneka barang dari riset penemuan mereka yang canggih. Yang penting mereka membelanjakan uang dengan wisata ke Indonesia. Kita punya warisan budaya nomer satu di dunia ( dari lebih 700 suku yang guyub di sini),  keindahan bawah laut yang mempesona sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17 ribu pulau)  dan keramahan penduduknya yang religius dan bahagia. Mari kita promosikan potensi dan destinasi wisata lokal yang kita kunjungi di akun medsos masing2. Membantu kas negara sekaligus membantu perekonomian saudara2 kita setanah air. Penyelesaian masalah di KPK dan Papua kita kawal dengan kepala dingin, dan. hal menarik di obyek wisata lokal  kita foto selfie dengan senyum lebar. Smile, people…!

A

“Ayah Pergi Dulu” dan “Ayah Pulang !” karya Vitrisa, 2017. Color pencils on paper.

Iklan

Written by Savitri

2 Desember 2017 pada 09:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: