Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Banjir Bandang di Sentani, Papua. Stop Pembalakan Hutan dengan Paket Wisata Alam, Buku Siaga Bencana, Mitigasi Bencana.

leave a comment »

Gunung Cycloop (Siklop) Jayapura, Papua sebelum bencana banjir longsor Sentani.

Malam minggu kelabu di Distrik/ Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ( 16/3/2019 ). Diawali hujan deras mengguyur daerah Jayapura sejak pukul 18 WIT. Disusul meluapnya banjir bandang di Sentani sejak 21.30 WIT. Lebih 70 jasad bergelimpangan setelah diterjang banjir segera dievakuasi Tim SAR Gabungan ( Basarnas, Polri, TNI, BNPB, BPBD, relawan ) ke Rumah Sakit Yowari Sentani, PKM/ puskesmas Sentani, dan RS Bhayangkara Polda Papua ( tempat semua jasad itu nantinya diidentifikasi polisi DVI ). Korban longsor di Ampera, Kota Jayapura dievakuasi ke Rumah Sakit TNI Marten Indey di Jayapura, untuk selanjutnya ditangani tim medis yang dikoordinir Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua.

Sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Belum semua daerah terdampak bencana dapat dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir bandang, kata Sutopo, humas BNPB ( Minggu pagi, 17/3/2019 ). Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang di Papua.

Pesawat Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani dan helikopter pun rusak diterjang banjir bandang. Pesawat udara PAL P-750 XSTOL milik Cenderawasih Air bernomor registrasi PK-BSF itu disapu banjir bandang di Sentani. Banjir di Bima dan Dompu memutus jembatan antar desa. Listrik di Sentani padam. Banjir bandang menerjang Kampung Kemiri ( Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani ) dan 9 kelurahan yaitu Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, Nesmanuri.

“Mama’ Siklop menangis. Air matanya mengalir deras ke Danau Sentani. Menerjang lebih 70 warga Kabupaten Sentani yang berada di tepian 4 sungainya hingga tewas tersapu banjir bandang itu. Lebih 4000 korban terdampak mengungsi. Apa daya sekarang ?

Kisah lama berulang. Tahun 2007 pernah terjadi banjir dan longsor di sana. Kala itu 2-3 orang saja yang tewas, kata pemirsa EMI ( 18/3/2019 ). Sudah ada 3 UU yang mengatur kehutanan, perlindungan hayati, tata ruang ( batas hutan lindung, hutan sosial ) plus perda ( tahun 2015 ) di hutan terluas di Indonesia itu ( 31.500 hektar ). Namun faktanya, terjadi penggundulan sekitar 12 hektar tiap tahun di Siklop oleh para perambah hutan dan pendatang, hingga saat hujan deras selama 7 jam kemarin ( Sabtu, 16/3/2019 ) kerusakan Siklop sudah hampir 10.000 hektar luasnya. Pecahlah ‘tangis Mama’, tak terbendung lagi. Gelondongan batang pohon hasil penebangan liar meluncur ke bawah menabrak apa saja yang dilewatinya.

( hujan lebat dan lama di kawasan datar seperti Jawa, air meninggi perlahan hingga relatif bisa diantisipasi. Di Gunung Siklop yang berlereng curam, hujan deras yang tak tertahan hutan yang gundul, meluncur seperti air terjun dengan kecepatan tinggi menerjang pemukiman di bawahnya tanpa ampun. Bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura sudah diprediksi para peneliti sebelumnya sehingga muncul gerakan tanam 5000 anak pohon pada 5 April 2019 nanti ( digagas Wantanas ). Para tetua adat juga mendukungnya. Namun rencana tsb lagi-lagi keduluan hujan deras 7 jam itu.

( deja vu rencana gubernur Banten yang akan merelokasi rumah/ kios warga tepi pantai, tapi keduluan tsunami Selat Sunda dipicu longsoran tubuh GA. Krakatau )

( Badan Geologi sudah memetakan daerah likuifaksi sejak tahun 2012 di Sulteng, tapi karena tak melakukan mitigasi maka berujung celaka ( bencana Palu, Sigi, Donggala tahun 2018 ).

Hutan lindung tetap hutan konservasi, demo Walhi di jalanan ibukota tempo hari. Konkritnya, beritahu batas tegas hutan lindung ( sama sekali tak boleh diutak atik warga, keberadaan vegetasi, flora, faunanya ) dari hutan sosial ( warga masih bisa tanam kopi, teh, palawija di sela/ antara pohon seperti tumpang sari, tapi dilarang menebang pohon peresap air, dilarang membunuh satwa, vegetasi yang dilindungi negara termasuk dilarang merusak habitatnya ). Perbanyak polisi hutan untuk menegakkan aturan tsb ( 3 UU + 1 perda ). Rumah para perambah hutan direlokasi, juga rumah warga di dekat 4 sungai yang berhulu di Siklop karena hujan intensitas tinggi mungkin masih turun ( banjir susulan ) dan reboisasi hutan butuh waktu tahunan hingga akar tunjangnya cukup kuat menahan sapuan air permukaan. Keruk dasar sungai ( normalisasi ) secara rutin/ periodik terlebih jika terlihat gejala penggundulan hutan dan pembuatan pemukiman baru dekat sungai.

Warga di bantaran sungai cenderung membuang sampahnya ke sungai sehingga mendangkalkan/ mengecilkan kapasitas tampung air hujan yang melaluinya dan berbuah petaka baginya, keluarga dan tetangganya. Sosialisasikan, ingatkan warga terus menerus agar tak membuang sampah ke sungai, sampai menjadi habit/ kebiasaan baru dengan kesadaran penuh. Jika tak bisa begitu ( ogah berkomitmen buang sampah pada tempatnya ) maka segera relokasi mereka ke tempat baru yang jauh dari sungai. Kita sedang kejar-kejaran dengan dampak kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrim ( perubahan iklim, pemanasan global ). Gubernur dan para kepala distrik harus lebih pro aktif menjaga dan mengingatkan warganya. Polda Papua lebih berani bertindak menghentikan para pelanggar/ perambah hutan ( individu maupun perusahaan ). Pangdam Papua bisa menormalisasi 4 sungai dari Siklop, mengadaptasi program Citarum Harum Jokowi yang dilaksanakan Pangdam Jabar ( Doni, kini Harto ) bersama Gubernur Emil dengan menormalisasi Sungai Citarum ( terpanjang di Jabar ) agar hujan besar yang sudah kodrat alam itu tak sampai memakan korban nyawa, harta benda terlalu banyak.

***

TRAUMA KORBAN TSUNAMI ACEH

Trauma yang tidak diselesaikan jadi trauma akut ( I’m Possible, MetroTV, 26/1/2019 ). Contoh, Martinus, bocah 8 tahun yang bertahan hidup 21 hari ( dikiranya 3 hari ) di laut saat tsunami Aceh 2004 ( korban tewas sekitar 200.000 orang ). Kini dia berumur 23 tahun, jadi anak asuh CR7 Ronaldo karena difoto pakai kaos/ jersey timnas Portugal saat ditemukan. Martinus nyaris bunuh diri karena melihat seluruh warga sekampungnya tewas ( teror psikis ) kalau saja tidak lihat mobil lewat dan didatangi dua ‘kakek berjubah putih’ yang memberinya makan dan memintanya jangan pernah meninggalkan sholat, lalu lenyap seketika ( seperti saya yang didatangi kakek bersorban ).

Meski sudah 15 tahun berlalu ( melalui trauma healing ), ia masih trauma melihat laut biru, hijau dan dalam.

***

MENYETOP PEMBALAKAN HUTAN DENGAN PAKET WISATA ALAM.

Ritno Kurniawan, pemuda lulusan pertanian UGM, merintis Lubuk Agung Adventure ( LAA ) untuk menyetop pembalakan liar yang 80% dilakukan warga desanya pada hutan lindung Gamaran. Mereka dialihkan untuk sadar wisata dan jadi pemandu/ guide wisatawan atau buka 20 warung, yang hasilnya lebih besar ketimbang menebang kayu, setelah keindahan alam dikemas apik. Ada paket rafting/ arung jeram, mancing dengan membeli panah tembak buatan warga seraya melihat burung langka, menjelajahi hutan dan kemping ( bisa ditambah kursus mencari makanan dari hutan untuk survival ).

Sekitar 20% wisatawan datang dari mancanegara. Tahun 2013, Ritno merintis promosi LAA di akun Facebook, Twitter, instagram hingga kini sudah lebih 80.000 wisatawan yang datang berkunjung. Tak sia-sia usahanya selama 5 tahun, berjuang gigih tiap hari akhirnya membuahkan hasil ( Kick Andy, 2018 ). Adakah putra Papua di Sentani, Jayapura, lulusan perguruan tinggi yang tertarik mengikuti jejak Ritno ? ( jadi pahlawan untuk desanya )

***

BUKU SIAGA BENCANA

Ada buku siaga bencana yang bisa diakses di website BNPB. Potensi bencana tahun 2019 adalah banjir, longsor, puting beliung ( hidrometeorologi ). Kalimantan disebut rawan bencana kebakaran hutan dan banjir bandang ( karena tak ada patahan bumi dan gunung berapi ). Sekitar 2500 bencana diprediksi terjadi tahun 2018 di Indonesia dari 127 gunung api dan lebih 300 sesar gempa aktif.

( sebagian kita lihat di TV sudah terjadi di berbagai daerah ). Yang terbanyak Jateng, lebih 500 bencana. Kenali daerahmu dan siagakan dirimu mengantisipasi potensi bencananya. Di Jatim, ada mitigasi ( upaya mengurangi dampak bencana ) 20:20:20 ( jika gempa 20 detik, harus lari dalam 20 menit, ke bukit ketinggian 20 meter atau lebih ) ( On The Spot, Trans7, 9/1/2019 )

Tahun 2018 disebut tahun bencana ( meski lebih sedikit bencana yang terjadi dibanding tahun 2017, tapi memakan korban lebih banyak ). Rp 260 triliun anggaran bencana Jepang. Indonesia hanya Rp 6 triliun ( padahal luas wilayahnya berkali-kali lipat, juga kerusakan lingkungannya ). Sesudah otonomi daerah ( otda), kepala daerah mesti lebih proaktif mengantisipasi bencana, tak terus menyalahkan kepala negara seperti pemirsa dari Cirebon ( bencana, korupsi, kemiskinan, dst, apa saja disalahkan ke presiden, protes pemirsa dari Jember ). Teknologi bencana di dunia saat ini sudah bisa memprediksi cuaca sampai hari dan jamnya ( hujan, cerah, mendung berawan ). Untuk cuaca harian saja BMKG tak jarang meleset, apalagi memprediksi gempa, tsunami, letusan gunung, banjir dan longsor karena berbagai kendala alat dan kualitas SDM, sehingga warga perlu belajar kearifan lokal juga dalam mengendus bencana demi survival diri dan keluarganya.

***

Kita turut berduka atas musibah ini. Semoga korban dan keluarga terdampak bencana dikuatkan Yang Maha Kuasa, dan warga Papua sungguh-sungguh mengambil pelajaran berharga kali ini. Jangan buang sampah sembarangan, jangan menyakiti ‘Mama’ lagi ( jangan menebangi hutan lindung ). Karena mereka yang pergi tak bisa kembali. Cukuplah kematian sebagai nasehat.

*******************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

Mulai hari ini semua mobil yang masuk Balai Kota Bandung harus bawa tempat sampah dan lolos uji emisi gas buang kendaraan. Hal ini untuk menguatkan gerakan Kangpisman dan pelaksanaan Perda no.9 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah ( LPS PRSSNI, 18/3/2019 )

Kang Emil memberi pengarahan pada kontraktor pelaksana Masjid Raya Jabar

*********************

INFO MEDSOS :

TAGANA PANDEGLANG

“Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja.
Kalau ada gempa hindari kaca, kalau ada gempa pergi ke titik kumpul.”

Ini panduan yang dikemas sebagai syair lagu untuk murid sekolah dalam simulasi program Tagana Masuk Sekolah di Pandeglang, kemarin.( Jokowi, 19/2/2019)

https://t.co/tj2ZIHFyVG

JOKOWI TINJAU TAGANA HABIS DEBAT CAPRES 2

Sebelum pukul delapan pagi ini, saya terbang dengan helikopter dari Bogor, dan mendarat di Pandeglang.
Di Banten, saya antara lain hendak melakukan peninjauan sosialisasi program Tagana Masuk Sekolah (TMS) sekaligus menyaksikan simulasi tanggap bencana.

Selamat pagi. https://t.co/4bkeqEtAMr

DESA NELAYAN

Inilah wajah Desa Sumber Jaya, Bengkulu, satu dari sebelas lokasi proyek penataan kawasan permukiman nelayan yang sudah dimulai sejak 2016. Kampung ini lebih tertata, kapal nelayan dapat sandar dengan baik.

Pemerintah mengupayakan seluruh kampung nelayan ditata seperti ini. ( Jokowi, 16/2/2019)

https://t.co/pUoRng8evi

******

84 unit rumah type 36 untuk nelayan telah selesai pembangunannya. Lokasi : Kel Kaduhu. Kec Sorongi Timur-Sorong, Provinsi Papua Barat.( Fadjroel Rachman, 22/2/2019 )

@KemenPU @KemenBUMN https://t.co/RewMbq0J2T

KREDIT MIKRO NELAYAN

Selamat hari Minggu, #KawanKabinet!
Sebanyak 9.535 nelayan di 107 Kabupaten/Kota telah menerima manfaat dari Pembiayaan Mikro Nelayan sebagai solusi mudah permodalan berbagai usaha dan kelautan. ( setkab, 10/3/2019)

#SetkabAkhirPekan #FaktaData

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/UnNiL8A6dr

TEROWONGAN NANJUNG

Sudah direncanakan 15 tahun lalu, Terowongan Nanjung baru kita kerjakan tahun 2017. Padahal, terowongan ini penting untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di daerah berbukit Curug Jompong. ( Jokowi, 10/3/2019)

Terowongan Nanjung salah satu upaya mengendalikan banjir di Bandung Selatan. https://t.co/FvByEkad8N

TEROWONGAN CURUG JOMPONG

Progres per hari ini, proyek 2 terowongan Curug Jompong sepanjang 220 meter untuk mengakselerasi aliran sungai Citarum saat sedang pasang, dalam rangka mengurangi potensi banjir Bandung Selatan. Doakan semoga lancar dan selesai tahun ini.( Ridwan Kamil, 9/3/2019)

https://t.co/tAwyPIGQiF

HUTAN SOSIAL

Pemerintah menyiapkan 12,7 juta ha lahan untuk diserahkan kepada rakyat kecil dalam program perhutanan sosial. Sebanyak 2.53 juta ha sudah dibagikan di berbagai daerah.

Program ini untuk menurunkan ketimpangan sosial dengan memberi akses legal pengelolaan hutan selama 35 tahun.( Jokowi, 27/2/2019)

https://t.co/AF3qsT3xlg

EKONOMI PAPUA DIPERCEPAT

#KawanKabinet, percepatan pembangunan ekonomi Papua dan Papua Barat dilakukan dengan membangun infrastruktur dan konektivitas untuk membuka keterisolasian antar daerah melalui jalan Trans Papua.
#FaktaData #SetkabAkhirPekan

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/hQq1rDaTIV

ORANG UTAN DITEMBAK

Inilah induk orangutan Sumatera yang tubuhnya luka parah krn benda tajam & ada 74 peluru senapan angin. Anak orangutan umur 1 bulan mati krn kekurangan nutrisi berat dan trauma berat. Sungguh biadab orang yang menyiksanya. Saat ini dalam perawatan BKSDA Aceh. ( Sutopo PN, 13/3/2019)
@KementerianLHK https://t.co/MU6kPdsYA7

Iklan

Written by Savitri

18 Maret 2019 pada 15:22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: