Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Debat Cawapres. OTT Ketum PPP. Bom Sibolga, Penembakan di Masjid Selandia Baru. Superman vs Kolaborasi.

leave a comment »

Di Festival Muvies kemarin ( Museum Gedung Sate, Bandung ) ada teknologi Augmented Reality.

Di VOA Dunia Kita, MetroTV, 17/3/2019, juga ada. Pengunjung dipersilakan menjadi penonton atau petugas imigrasi yang bertanya pada pendatang muslim dalam bentuk virtual di bandara. Banyak kecurigaan terlontar ( rasis/ Islamphobia ) dan pertanyaan yang merendahkan agama dan kemanusiaan si migran. Si pengunjung kaget sekali ketika dipertemukan dengan sosok asli muslim yang dicecarnya ketika masuk AS. Akan timbul empati atau second opinion sesudahnya yang lebih wise terhadap muslim. Rasanya bisa diterapkan di kamp deradikalisasi BNPT di Sentul, untuk ZSM, simpatisan WH, para intoleran radikal, anggota 212, bagaimana jika giliran dia yang dicecar, dibentak-bentak secara rasis atau dicap kafir. Golden rule. Jangan lakukan apa yang tidak ingin kau diperlakukan. Manusia sama kedudukannya di mata hukum dan Tuhan. Amal ibadahnya yang menentukan derajat kemuliaannya. Bukan klaim sepihak, paling suci dan paling benar. PSI menyalahkan partai nasional pendukung perda syariah ( PDIP, Golkar ) atas ketidaknyamanan kaum Nasrani beribadah. Padahal kaum intoleran itu ( penganut takfiri ) pula yang menuduh PDIP pro PKI ( atheis ). Di mana error-nya ? Media mainstream dunia yang dikuasai zionis dan penulis AS pro zionis Yahudi yang meracuni otak kedua ekstrimis. Takfiri dan White Helmets. Yang kurang baca buku sejarah dan tak cover both side ada di antara mereka ( Islamphobia, prasangka buruk ). Kita yang penganut Islam moderat saja diserang kaum intoleran, apalagi yang non muslim. Tolong perbanyak membaca dan lebih teliti ‘menembak’. Jangan teman sendiri.

DEBAT CAWAPRES. DUDI, TEN YEARS CHALLENGE.

Kyai senior vs pengusaha muda. Bagaimana hasilnya ? Setelah Debat Cawapres ( Minggu, 17/3/2019 ) selama 2 jam, dibilang Ma’ruf melebihi ekspektasi, SU sesuai ekspektasi. Dalam sesi ketenagakerjaan, SU menyebut ada 61% lulusan SMK yang menganggur ( yang benar 43% versi BPS ). Tak ada link and match antara sekolah kejuruan dengan dunia kerja. SU menjanjikan solusi lapangan kerja dengan mengangkat program OK Oce ke skala nasional dan Rumah Siap Kerja sampai ke tingkat desa. Padahal, OK Oce yang dibuatnya di Jakarta dengan target 40.000 wirausahawan baru tak sampai 10% yang berhasil. Malah pengangguran bertambah 25.000 orang di Jakarta dari bulan Mei sampai Agustus 2018 saat SU jadi wagub DKI ( survei BPS ). Anehnya, SU mengklaim sudah menurunkan pengangguran 20.000 orang dengan OK Oce. Kubu 02 pakai data-dataan lagi ya ( internal, seperti 4 surveyor abal-abal di pilpres 2014. Hati-hati mereka sudah bersalin rupa dengan nama baru, tetap tak masuk asosiasi surveyor Arobi dan Persepi yang diakui publik, dan nekad merilis elektabilitas capres 01 dan 02 yang diklaim selisih sedikit. Padahal masih sekitar 20%. Bahkan membesar sampai 27%. Setelah 19/3/2019, surveyor yang tak terdaftar di KPU dilarang merilis hasil survei )

Selama Debat berlangsung, ada anggota TKN yang mengecek dan melaporkan : sebanyak 500 jaringan OK Oce down, dan hanya 150 warung yang masih jalan meski terseok-seok. Bagaimana ini bisa diakui SU berhasil dan mau diangkat ke tingkat nasional ? Ini tak konek lagi ( SU demennya mendiskreditkan capaian Jokowi, tapi SU sendiri tak mampu mewujudkan visinya ). Wakil Dmk di “Opsi Avi” ( MetroTV, 18/3/2019 ) mengklaim SU unggul dari Ma’ruf meski selisih sedikit. Pada ge-er dan halusinasi nih, pake suryeyor gak jelas reputasinya.

SU berjanji akan bangun Rumah Siap Kerja sampai tingkat desa. Pemirsa EMI ( 19/3/2019 ) meragukan, desanya saja hanya terdiri 60-70 keluarga. Bagaimana bisa mengendalikan BLK di 75.000 desa ? Di tingkat kabupaten saja sekarang sudah ribet. Cuma jual ‘kecap’ supaya dicoblos pemilih naif. Gak realistis.

Link & match lulusan SMK memang terjadi, tapi angkanya 43% ( bukan 61% seperti tuduhan SU ). Angka pengangguran terbuka 5,3% ( 7 juta orang ), terbanyak dari SMK 11% karena riset mentah jurusan SMK dengan kebutuhan perusahaan. Namun demikian, kini sudah ada sekitar 800 industri yang bekerja sama dengan SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ). Jumlah Balai Latihan Kerja ( BLK ) Komunitas yang sebelumnya 50 – 70 BLK, sekarang sudah lebih 100 BLK tersebar di kabupaten/ kota seluruh Indonesia dengan peserta puluhan ribu orang. Kyai Ma’ruf menyebut Dudi ( Dunia usaha dunia industri ), Ten Years Challenge beberapa kali selama Debat sampai viral di medsos. Ma’ruf juga menyebut infrastruktur darat, laut, udara, bahkan langit ( Palapa Ring ) yang sudah dibangun pemerintahan Jokowi untuk generasi milenial mengembangkan diri dan meraih pekerjaan impian. Kuota bisnis start up ( kesempatan masuk inkubator bisnis ) dari 1000 unicorn akan ditambah sampai 3000 pada 3 tahun ke depan. Kyai ngomongin dekacorn ? Memang unik, di luar dugaan, bisa sefasih itu dengan data valid seabreg ( istilah TKN 01 “melebihi ekspektasi” )

Kekurangan Ma’ruf ada di timing 8 menit dibagi berdua ( terbiasa tausyiah panjang lebar berjam-jam di mimbar agama ). Kelebihan SU bicara lebih fasih kali ini. Namun, pemenang Debat buat saya masih Kyai Ma’ruf karena substansi lebih penting dari gimmick, polesan dan bualan.

OTT KETUM PPP. KEKUATAN MUSLIM MASIH JAUH ?

Rmy yang tampak cerdas itu kini berompi oranye sebagai tahanan KPK. Siapa sangka, nasibnya berubah drastis. Ini murni tipikor, bukan jebakan.

Tsunami politik menerjang PPP setelah ketumnya, MRmy tertangkap OTT KPK di salah satu hotel berbintang di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur, Jumat pagi ( 15/3/2019 jam 8.30 ) ketika sarapan. Rmy ditangkap bersama 5 orang lainnya ( termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik MMW dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur HH ) dan uang Rp 156.758.000. Rmy, MMW, HH sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag ( dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP ).

Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair ( Mbah Moen ) mengaku kecewa dengan Rmy ( juga pendahulunya SA ) yang terjerat kasus korupsi. Suharso Monoarfa, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, lalu ditunjuk sebagai pelaksana tugas ( Plt ) Ketum PPP ( setelah para waketum, sesuai AD/ART tak bersedia, kata sekjen Asrul di Prime Time News, 19/3/2019 ).

Yang miris, di saat krusial seperti ini, PSI malah mewacanakan sanksi diskualifikasi pemilu ( Mata Najwa, Trans7, 20/3/2019 ). Apa belum cukup serangan hoax dari eksternal ? ( sidang paripurna DPR RI kemarin hanya dihadiri 28 anggota dewan, sebagian besar wakil rakyat ada di dapil-nya sekarang, 24 Maret mulai kampanye terbuka. So, wacana ini timing-nya tak tepat. Jika dipaksakan, kita patut kritisi sebagai jurus egois mendulang suara ala superman. Partai koalisi silakan terpuruk, asal partai sendiri melesat sendirian. Superman is dead, kini eranya kolaborasi, Sis. Solid as a team ! )

Apa partai baru ini juga yang bilang jangan pilih partai pendukung perda syariah ? ( seperti musuh dalam selimut ). Di saat ketum Nasdem lebih mementingkan kemenangan Jokowi dari partainya sendiri, partai baru malah menusuknya dari belakang. Kita harus paham sejarah Aceh dan perjanjian Helsinki, kenapa sampai ada perda syariah di daerah istimewa itu ? Seperti juga perlu tahu rekam jejak senator AS John McCain yang wafat tahun lalu sebelum dielu-elukan sebagai negarawan/ tak memecah belah bangsa, padahal dia salah satu makelar perang Suriah ( AS mendanai ‘jihadis’ dari seluruh dunia untuk membantu pemberontak menggulingkan presiden Assad yang konsisten membantu perjuangan Palestina melawan Israel ).

Para presiden AS menjadi pelaksana ambisi AIPAC, lobi zionis Yahudi terkemuka di AS, untuk mewujudkan impian Israel Raya dengan menghabisi kaum muslim di Timur Tengah dan para penghalangnya di seluruh dunia melalui propaganda masif dan beragam perang.

Kiranya elit TKN 01 perlu mengingatkan mereka yang tak solider di saat-saat sulit seperti ini ( kurang sebulan pilpres, mudharatnya lebih besar jika didiskualifikasi sekarang. Bahas kader/ ketum korup berdampak ke parpol di Revisi UU Pemilu di DPR nanti, setelah 17 April 2019. Apa belum cukup repot sekarang ? Bencana di mana-mana. Bisa vertigo lagi ).

Tetaplah solid sebagai satu tim. Jangan menonjol sendirian. Kendalikan nafsu ambisi. Rezeki takkan lari ke mana jika kita berupaya sebaiknya, tak menjegal kawan.

Masuk koalisi 01 ( numpang popularitas dan elektabilitas Jokowi yang kita bangun 7 tahun lalu sejak di Solo ), hendaknya partai non parlemen tahu diri, empati pada seluruh kader partai tergabung, yang sudah susah payah berjuang bersama menjaga nama baik paslon 01, bahu membahu selama berbulan-bulan menghadang ribuan hoax, klarifikasi, kontra narasi, kampanye visi misi dan prestasi Jokowi. Rmy termasuk yang terdepan di bagian ini ( meski saya juga kesal gara-gara dia dan MI, Mahfud batal jadi cawapres, lalu Rmy kena OTT KPK pula, bikin malu 01 dan seluruh pendukungnya. Tapi itu bab lain ). Rmy dan PPP sudah minta maaf atas kesalahannya pada masyarakat, para caleg, konstituen dan TKN . Mulut pedas dan tangan marah kita berhenti saat itu. Cukup. Serahkan selebihnya pada proses hukum di KPK ( terbukti lagi independen, tidak tebang pilih. Jokowi tak intervensi. Catat itu )

Tapi, soal pendanaan parpol secara penuh agar tak terjadi OTT, saya kok tak sepaham. Kepala daerah dan anggota dewan itu sudah kaya-kaya, kata pemirsa EMI ( Rmy rumahnya mentereng dan hartanya Rp 11 miliar ). Tunjangannya juga sangat besar. Untuk ukuran dunia, penghasilan anggota DPR termasuk middle up ( Indonesia kini dikategorikan negara menengah ke atas, urutan ke 15 dari G-20. Haiti tak masuk G-20. Jangan samakan kita dengan Haiti. Size ekonominya beda jauh ). Jika mereka masih korup, ya karena mereka masih tamak, dasarnya tak berkualitas. Rekrutmen caleg, kepda dan kadernya yang salah ( pakai mahar, cuma Nasdem, partai parlemen yang tidak bermahar ). Orang masuk parpol mestinya bukan untuk cari nafkah atau ketimbang nganggur. Orang bikin atau masuk parpol itu untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, memperbaiki negara atau lingkungan hidup. Orang yang sudah selesai dengan dirinya. Sudah kenyang dan duit banyak. So, cukup 2-5 partai saja di parlemen ( sesuai sistem presidensial yang kita anut ) sehingga tak mahal lobi-lobi untuk mengusung cakada atau capres. Kalau belasan parpol dibayarin negara untuk operasional dan kampanyenya, maka orang lebih tergiur bikin parpol daripada kerja cerdas bikin start up unicorn. Ya kan ?

Soal jual pengaruh dalam pengisian jabatan di kemenag, menag yang kader PPP, sampai meloloskan pejabat yang pernah kena hukuman disiplin kategori sedang meski sudah 3 kali diperingatkan KSN ( Prime Time News, MetroTV, 19/3/2019 ) memang sungguh disayangkan. Sepertinya ada error di sekjen kemenag. Menag bilang sudah sesuai prosedur, padahal KSN minta dia/ HH dianulir sesuai aturan UU. Sekjen tak datang ketika dipanggil KSN, malah kepala biro kepegawaian yang hadir. Mungkinkah keberatan KSN terjegal di sekjen ? ( biar KPK yang menuntaskan )

Yang jelas, kader partai yang sudah duduk di kabinet jangan diganggu atau dibebani tugas partai lagi. Presiden dan para menteri digaji negara dan bekerja untuk rakyat. Bukan petugas partai lagi. Tapi petugas rakyat. Jika kerja kabinet atau kementerian kinclong, maka sang kader otomatis mengharumkan nama partai dan dipilih kembali oleh rakyat. Simpel kan ? ( tak ada korupsi atau politik uang di sana )

Lebih jauh, kita jadi mafhum kenapa muslim ( santri/ religius ) belum bisa berbicara banyak di level internasional, bahkan nasional dibanding kaum liberal atau nasionalis. Begitu banyak aliran yang ogah bersatu. Ego kelompok masih tinggi. Di rumah sakit, di perbankan, penemuan iptek, perusahaan transnasional, geopolitik, antariksa, dsb, sangat jarang ditemukan muslim yang berkualitas tinggi dan bisa diandalkan dalam jangka panjang. Pemandangan langka seperti ini membuat non muslim kurang respek dan tak memperhitungkan kekuatan muslim di kancah global.

( yang melekat di benak mereka malah kelompok intoleran, radikal dan teror yang mencatut nama Islam dan beratribut seolah muslim ( yang terbaru, dua ledakan bom di Sibolga, Sumut yang menewaskan istri terduga teroris AH dan anaknya yang baru 2 tahun. Propaganda ISIS sampai sekejam itu, menyasar wanita dan anak-anak ) sampai sebagian yang tak paham agama damai yang sudah mengayomi kaum Yahudi selama 8 abad ( dibalas zionis Yahudi yang bersembunyi di ketiak AS dengan pembunuhan massal sistematis terhadap kaum muslimin di seluruh dunia dengan Al-Qaeda, ISIS, IM, HT, JI, JAT, JAD, yang dibiayai, dilatih, dipersenjatai AS cs ) jadi Islamphobia lalu terjadi pembantaian 50 muslim di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru oleh BT ( 28 tahun ) warga negara Australia, simpatisan White Helmets, Ku Klux Klan era modern.

Polisi Selandia Baru sedang mengamankan TKP penembakan di dua masjid yang menewaskan 50 jemaah. Diserang di luar negeri, juga di dalam negeri. Tantangan berat bagi kaum muslim seluruh dunia. Jangan sebarkan foto korban teroris agar tujuan teror, menakuti warga, gagal.

Penembakan di dua masjid itu juga melukai 48 orang. Satu ayah WNI tewas ( Lilik AH ), satu anaknya luka tembak di kaki. Empat pelaku sudah ditangkap. BT, pelaku utama tengah disidang, Jumat ( 15/3/2019 ).

Adegan mempermalukan FA, si senator Australia rasis ( di depan pers, menyalahkan banyaknya migran muslim atas tragedi penembakan di Christchurch ) dengan telur adalah “momen bangga bagiku sebagai manusia”, kata Connolly ( 17 tahun ). Laman GoFundMe berhasil menghimpun dana Rp 500 juta, yang sebagian besar dia sumbangkan ke korban penembakan ( K-Lite FM, 20/3/2019 ). Orang baru utuh beragama jika tidak cuma simpati melihat korban dari SARA yang sama dengannya, tapi yakin : semua manusia tak boleh dihabisi semena-mena dengan alasan beda agama. Clear.

Kembali ke Rmy. Kita prihatin, baru sekitar 4 bulan ngomong cerdas, dekat Jokowi ( melebihi kita ) dan panen pilkada 2018 saja sudah jumawa, lalu.. kepleset masuk bui KPK. Pelajaran berharga bagi politisi muda yang melejit cepat agar tetap rendah hati mendengar orang baik lainnya sebagai pengingat, tidak lupa kacang dengan kulitnya, berterima kasihlah pada semua pihak yang sudah mendukung kesuksesan kita, terlihat mau pun tidak. Karena orang tidak jatuh oleh batu besar yang terlihat, tapi lebih kerap terpeleset kerikil yang kecil. Apa itu ? Jumawa yang meremehkan bisikan nurani atau nasehat baik. Sempatkan memiliki waktu hening tiap hari, me-time, untuk flash back dan planning, dan merenung sudah seberapa dekat saya dengan tujuan ( ridha Allah Swt ) dan sudah sebahagia apa orang terdekat saya ? ( mereka yang bahagia jika kita bahagia, aura bahagia kita membahagiakan mereka ) Agar tangan-tangan tak terlihat itu terus membantu anda menggapai cita-cita.

Ingat, 9 malaikat langsung pergi, ketika kita jumawa. Ada Iblis, jin, setan anak cucunya yang menguasai bumi sebelum ras manusia. Mereka menunggu kelemahan manusia di tempat tak terlihat untuk membalas dendam turun temurun karena diusir dari surga, direbut statusnya sebagai penguasa bumi ( lihat sosok-sosok hitam di Kamis Misteri On the Spot, Trans7, yang tertangkap kamera resolusi tinggi ). Tanpa malaikat penjaga, habislah kita, terpeleset ke mana-mana/ jurang kehinaan. So, tetaplah rendah hati, mendengar nasehat baik dan berkolaborasi dengan tim yang solid, ya..

( Debat Capres 4 di MetroTV, Sabtu, 30/3/2019 mulai jam 17.00. Alfito dari TVO/ kubu 02 jadi moderator Debat Cawapres kemarin. Gantian Najwa dong sekarang.. Don’t miss it, people.. )

————————

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

CEK HAK PILIH DARI RUMAH.

1. Para Ketua RW
2. Para Ketua RT
3. Ketua BPD dan Anggota
4. Ketua LPMD dan Anggota
5. Bapak dan Ibu Warga Negara Indonesia

DIMOHON MEMBUKA
web di bawah ini, setelah itu akan muncul isian, ketik nama dan NIK, jika sudah terdaftar sebagai DPT di KPU maka akan muncul data nama dan TPS-nya, jika tidak muncul, segera hubungi PPS dengan membawa Copy KTP-El dan KK,
http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/

Puncak Millenial Road Safety Festival Polda Jabar Digelar 24 Maret

Gelaran MRSF ( Millenial Road Safety Festival ) dicanangkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Warga Jabar khususnya Kota Bandung harus menjadi pelopor keselamatan,” ujar Direktur Ditlantas Polda Jabar Kombes M Aris

Ia menambahkan visi dan misi MRSF untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas agar zero accident. Juga diharapkan terbangun budaya tertib lalu lintas, khususnya di kalangan generasi milenial dan meningkatkan kualitas keselamatan di jalan raya, sehingga menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, mempererat hubungan kedekatan antara Polisi Lalu Lintas dengan generasi Millenial. Target kegiatan ini terbentuknya dua juta relawan lalu lintas di Indonesia yang dapat menjadi mitra Polri. MRSF juga melakukan pendekatan E- Policing untuk menekan kecelakaan lalu lintas. Meliputi pembangunan safety driving centre, implementasi E-Tilang, membangun traffic accident research centre (TARCH) hingga membangun road safety centre (RSC).

ROAD FOR LOVE. HINDARI MACET.

Sehubungan acara Polda Jabar tgl 23-24 Maret 2019 Road For Love & Soladirity – Touring Komunitas Otomotif maka akan ada penutupan jalan sbb :
1. Cilamaya Diponegoro
2. Diponegoro Sentot
3. Mahapahit Surapati

Area parkir :
1. Monumen Perjuangan
2. Parkir Timur sekitar Jl. Sentot sd Pusdai
3. Jl. Surapati arah TMP Cikutra
4. Gedung Sate
5. Jl Majapahit

Area penutupan jalan lain :
1. Cilamaya Banda
2. Banda Riau
3. Trunojoyo Diponegoro
4. Aria Jipang Diponegoro
5. Trunojoyo Diponegoro

Waspadai macet dan banyak komunitas motor.

Pulang dari Maroko, Kang Emil langsung membuka Festival Muvies, kata dua penyapu halaman Gedung Sate.

Patung Soekarno bakal menghiasi persimpangan jalan Aljazair.

Teliti parkir di tempat yang benar agar tak kegaruk aparat.

——————–

INFO MEDSOS :

ISIS sudah terdesak di Suriah. Mereka sempat mengincar Poso untuk basis berikutnya.

Iklan

Written by Savitri

21 Maret 2019 pada 11:46

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: