Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for April 2nd, 2019

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Iklan

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13