Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Birokrasi’ Category

Kabinet Jokowi 2019-2024 : Gemuk Sehat demi Indonesia Maju. Delivered, not send..

leave a comment »

Jajaran menteri kabinet pendobrak pilihan Jokowi berpose di tangga Istana Kepresidenan ( Rabu, 23/10/2019 ). Siap menggebrak tantangan jaman : survive menembus Era Shifting dan Perang Dagang, meredam radikalisme, menjaga damai Papua, dan memindahkan ibukota. Selamat bekerja.. ( foto : Kompas )

Negara. Pasar. Civil society. Hubungan ketiganya perlu seimbang dalam demokrasi Pancasila. Setelah pelantikan presiden yang berlangsung aman dan lancar kemarin ( MetroTV, 20/10/2019 jam 15.30, molor setengah jam dari jadwal karena seperti biasa, Jokowi spontan turun dari mobil untuk menyalami warga yang berjubel antusias di belakang barikade pengamanan Polri-TNI yang kali ini menurunkan 30.000 personelnya demi menjaga kelancaran acara pamungkas Pemilu 2019 yang dihadiri ratusan anggota parlemen dan 19 kepala negara dan utusan khusus negara : Malaysia, Brunai, Singapura, Myanmar, Mozambik, Eswatini, Kamboja, Timor Leste, Thailand, Filipina, Korea, Jepang, China, India, Australia, Amerika, Laos, Vietnam, Uni Emirat Arab ), Jokowi memperkenalkan dan melantik 34 menteri dan 4 pejabat setingkat menteri diiringi pesan di tangga lesehan Istana Kepresidenan : jangan korupsi/ membuka celah, jangan terjebak rutinitas monoton, sering cek ke lapangan dan memberi solusi, hanya ada visi misi presiden ( tak ada visi misi menteri ), dan serius bekerja untuk mengeksekusi program pemerintah ( kalau tidak, siap-siap dicopot di tengah jalan/ reshuffle ).

Para pembantu presiden yang berbaju batik ( saat diperkenalkan Senin-Selasa ber-dress code kemeja putih bawahan hitam, saat dilantik berbaju jas resmi untuk pria, dan kebaya untuk wanita ) tersenyum sumringah ketika Jokowi menyampaikan ‘job desk’ para menteri dengan sentilan khasnya plus block note di tangan. Simple is beauty.

DAFTAR MENTERI KIM :

1. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud MD
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
6. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian
7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
11. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrief
12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
16. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
17. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
18. Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziyah
19. Menteri Desa: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
21. Menteri Kesehatan: dr Terawan
22. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
23. Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi: Bambang Brodjonegoro
24. Menteri Sosial: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Jenderal (Purn) Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G Plate
28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
29. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelrindungan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
37. Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia ( asal Papua )
38. Jaksa Agung: ST Burhanuddin

***

Kompeten dan leadership ( termasuk komunikatif pada presiden, rekan menteri, mitra parlemen, anak buah/ staf kementerian ketika menyampaikan gagasan, inovasi, menegakkan disiplin ) yang diharapkan publik terhadap para menteri eksekutor pilihan Jokowi. Di “Mata Najwa” ( Trans7, 23/10/2019 ), ada narsum yang memberi nilai 99 ( politisi Grd ), nilai 90 ( Adian Napitupulu, politisi PDIP yang sadar diri dan menampik halus ketika ditawari posisi menteri ), nilai 80 ( politisi Nasdem ), nilai 60 ( surveyor Yunarto Wijaya, yang bisa bergerak ke 40 atau 90 tergantung kinerja menteri nanti ), nilai 55 ( politisi PKS, maklum ‘oposisi’ yang saat kampanye pemilu kemarin terbiasa nyinyir “asal beda” dengan apapun kebijakan pemerintah ), nilai E ( tidak lulus dari UH, dosen, aktivis AI yang kecewa diksi HAM/ kasus pelanggaran berat di tahun ke-6 pemerintahan Jokowi, penegakan dan demokrasi tak disebut dalam pidato presiden setelah dilantik.

Hari ini LSM Kontras berencana berkumpul untuk membicarakan hal itu. UH terlihat optimis/ berharap pada Mahfud MD yang menggantikan Wiranto di posisi menkopolhukam yang membawahi menhan Prabowo, menkumHAM Yasonna, mendagri Tito, menkominfo Plate, dalam penyelesaian/ penegakan hukum/ cyber crime. Menko diberi Jokowi hak ‘veto’ terhadap kebijakan menteri yang dikoordinasinya, jika tak sinkron dengan regulasi di atasnya, kementerian lain, dan visi misi presiden.

Adian menegur UH cs agar cermat membedah data dari sumber asing. Dina YS mengingatkan soal misi NED cs/ organ propaganda AS cs yang gencar memasok hoax, data ngaco untuk menyuburkan demo/ protes aktivis-LSM di sejumlah negara kaya sumber alam/ pengancam hegemoni AS, sebelum mereka gulingkan/ invasi ).

Banyak kepala, banyak selera keinginan. Tak mungkin memuaskan semuanya. Suara terbanyak memenangkan kompetisi, dan sportivitas mengakui keunggulan lawan mestinya menjadi wisdom di negara demokratis. Damai.

Tim kecil beranggotakan 7 orang sudah menggodok kandidat calon menteri pilihan presiden itu. Presiden sudah mempertimbangkan suara dari 8 penjuru angin, seperti saya pernah bilang, juga mengakomodasi isu kesetaraan gender, ancaman resesi ekonomi AS, Perang Dagang, bonus demografi, era disrupsi, usulan daerah, input 6 parpol pengusung, damai Papua, pemindahan ibukota baru, dsb. Tak semudah pikiran orang yang cuma tahu/ ribut soal HAM, dan menafikan kompleksitas masalah yang berkelindan dan urgennya masalah ekonomi saat ini ( defisit transaksi berjalan/ neraca perdagangan yang sudah menyambar dan menumbangkan banyak negara. Tak ada penyelesaian HAM, bahkan timbul lebih banyak masalah HAM, kalau negara sampai tumbang atau tak punya cukup uang di kasnya untuk membiayai hankam dan menjaga keutuhan wilayahnya.

Timor-timur/ Timor Leste lepas dari NKRI setelah kerusuhan Mei 1998. Sebagian pemirsa menganggap ex-provinsi ke-27 Indonesia tahun 1976 itu hasil aneksasi rezim Orba. Saya sendiri berpendapat, daerah itu masih wilayah nusantara ( masa Atlantis/ Sriwijaya/ Majapahit- Gajah Mada ) yang setelah Perang Dunia ke-2, pihak Sekutu pimpinan AS menitipkan pada penguasa Orba untuk menjaga daerah itu dari pengaruh komunis/ China-Rusia. Setelah banyak darah prajurit kita, uang pajak rakyat Indonesia untuk membangun beragam fasilitas di sana, lebih banyak warga sana yang pro-integrasi, dengan semau gue AS cs merekayasa proses referendum, lalu Australia menikmati konsesi eksplorasi minyak di Celah Timor, dsb. Modus kaum imperialis modern yang menguasai hak veto di PBB untuk menggasak sumber alam negara yang mereka lemahkan dengan propaganda beragam kanal.

Kaum milenial dan para netizen yang mengawaki LSM/ NGO dalam dan luar negeri saat ini perlu waspada dengan modus busuk berkedok kebebasan berpendapat/ berekspresi ini. Jangan percaya “stranger” ( orang asing/ baru yang belum jelas pengabdiannya pada bangsa dan negara ini ) yang tiba-tiba nongol di ponsel ( WA, medsos, media online abal-abal ) menyampaikan sensasi berita palsu atau dengungan/ buzzer meragukan kredibilitas pemerintahan yang sah saat ini. Cek fakta dari sumber kredibel ( MetroTV, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, BPS/ Badan Pusat Statistik, blog Kajian Timur Tengah- Dina YS, akun Twitter/ Instagram Joko Widodo, Mahfud MD, Retno Marsudi, Ridwan Kamil, Rhenald Kasali ). Saring sebelum sharing/ dibagikan. Cerdaslah bermedsos demi keselamatan anda dan Indonesia.

( zionis AS cs ditopang dana tak terbatas dari uang kertas ( USD/ Euro ) yang bisa mereka cetak sebanyak mereka mau tanpa jaminan emas. Sedangkan kita, para pejuang Indonesia/ Palestina bermodalkan nasionalisme tinggi dengan dana terbatas. Kita musti taktis, cerdik, tegas dan gigih untuk menyiasati segala tantangan tsb ( sebagai bangsa besar yang mau jadi bangsa pemenang. Saat ini, Indonesia di urutan ke-15 negara termaju/ PDB terbesar, dengan pendapatan per kapita Rp 4,5 juta per bulan ) dari 196 negara ( target Jokowi : Rp 27 juta per orang per bulan tahun 2045. Target Ridwan Kamil : tahun 2030, seingat saya, kita akan masuk 5 besar negara termaju di dunia. The Big Four/ penduduk ke-4 terbanyak di dunia ini mestinya bisa. Ada lebih 265 juta ‘komputer’ di kepala rakyat Indonesia yang perlu sungguh-sungguh di-upgrade ke era industri 4.0. Di luar negeri, sudah ada prototype drone yang bisa ditumpangi 4 orang seperti helikopter komersial/ taksi udara. Desain mobil pribadi yang bisa terbang sliweran seperti kendaraan Anakin Skywalker di Star Wars, akan diproduksi dalam waktu dekat. Kereta magnet dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, yang menggantung seperti jaringan listrik yang tak memakan banyak tempat di permukaan tanah ) Semoga Allah bersama kita. Cukuplah Allah sebagai penolong.

( Jaksa Agung kini dari pejabat karir. Kasus HAM berat bisa mulai dari Kejagung dalam kordinasi menko Mahfud yang relatif dipercaya komunitas HAM, seperti UH dari AI, aktivis Kontras, dll )

DEKACORN JADI MENDIKBUD. Menteri milenial.

Itu sebabnya, saya pikir, Jokowi sampai memilih dekacorn sekelas Nadiem ( founder Go-jek, lulusan sekolah bisnis Havard ) di posisi menteri pendidikan. Yang sudah-sudah, belum ada menteri yang berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional ( sisdiknas ) secara signifikan. Barangkali, orang yang bisa punya perusahaan taksi terbesar, tapi tak punya taksi, atau orang yang mewujudkan yang mustahil menjadi mungkin/ nyata ( berpikir inovatif ) perlu ditempatkan di posisi mendikbud ( toh yang konvensional juga belum berhasil ). Siapa tahu, menteri milenial/ 35 tahun ini bisa berbuat lebih ? Membuat Silicon Valley atau Google-nya Indonesia, yang menyerap banyak fresh graduate milenial ( bagian terbesar angkatan kerja saat ini ). Or something like that. Out of the box.

Wishnutama yang sukses sebagai dirut TransTV dan direktur kreatif di Opening Asian Games 2018 dipercaya sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif ( menparekraf ) juga mewakili kaum muda. Usulan pengamat : beri insentif pada kepala daerah/ stakeholder yang bisa kreatif menghidupkan pariwisata di daerahnya, tak terbatas 10 Bali Baru yang sudah dicanangkan pemerintah sebelumnya. Semua pihak perlu menggeliatkan pariwisata yang akan diupayakan menjadi sumber devisa pertama Indonesia ( menggeser palm oil/ CPO yang cenderung merusak kelestarian hutan tropis kita jika pengawasan dan penegakan hukum belum maksimal diperbaiki ).

Erick Thohir yang sukses memimpin penyelenggaraan Asian Games 2018 dan TKN Jokowi-Ma’ruf dipercaya mengomandani kementerian BUMN ( terbesar di dunia dengan valuasi lebih 1 triliun USD ) menggantikan Rini. Kemampuan dan pengalaman manajerial Erick yang tinggi, background pengusaha muda yang sukses, serta pergaulan/ jaringan internasional yang luas diharapkan bisa mengangkat perusahaan BUMN ke tingkat lebih tinggi ( sebesarnya untuk kemakmuran rakyat, tapi juga bisa profit / memberi pensiun yang layak bagi pegawai yang sudah mengabdi lebih 30 tahun yang kini tinggal para jandanya/ memberi kesempatan bagi UMKM di daerah untuk berkembang ). Saya pikir sebelumnya, Erick serius menolak ketika ditawari posisi menteri usai memimpin TKN. Eh.. ternyata beliau masih mau mengabdi untuk bangsa dan negara dalam pemerintahan Jokowi. Syukurlah. Siapa tahu BUMN jadi kinclong, jauh dari predikat “sapi perah” politisi dan penguasa. Mulai menempatkan profesional yang kompeten, kuat leadership pula, di jajaran direksi dan komisaris BUMN. Jangan lagi jadi bancakan mantan timses, dan jangan ada rangkap jabatan pula agar tak terjadi konflik kepentingan/ korupsi saat tender proyek/ anak perusahaan seperti era RS.

Politisi Golkar asal Gorontalo di posisi menpora yang ditinggalkan IN yang ditangkap KPK karena kasus suap dana hibah KONI, sebelumnya AM karena kasus proyek wisma atlet di Hambalang, harus ekstra waspada terhadap pegawai korup/ permisif dana hibah tanpa audit kredibel berkala dan KIP/ Ketebukaan Informasi Publik terhadap cash flow kementeriannya. Jangan sampai terjadi lagi ‘ikan sehat jadi sakit ketika nyemplung di kolam kotor’ seperti IN yang sudah banyak berjasa dalam banyak even olahraga sekelas Asian Games. Amat disayangkan. Menurut ketua KIP, kementerian pemuda dan olahraga termasuk yang minus dalam KIP/ laporan pengelolaan dana olahraga di website/ akses publik yang akan membantu mengawasi. Ekonom Aviliani juga menyarankan kemenkeu menyebut hutang yang dilakukan itu untuk membiayai apa, tak hanya blok glondongan saja, tanpa bisa dipantau publik, penggunaan dan progresnya ).

KABINET KOASISI KOMPROMI REKONSILIASI

Prabowo di posisi menteri pertahanan cukup mengejutkan banyak pihak. Pemirsa EMI dari Jakarta mengatakan itu eksperimen Jokowi. Yang lain mengatakan, itu upaya Jokowi untuk menciptakan “ekosistem politik yang kondusif” seperti dalam pidato pelantikannya. Politisi Grd sendiri keukeuh menyebut bosnya itu “mengabdi pada bangsa dan negara” ( tapi tak sepakat ketika disebut menteri/ Prabowo itu pembantu presiden/ Jokowi. Tapi mengangguk sumringah jika ketum Grd itu disebut “pengabdi bangsa dan negara” ). Loyalitas 99% melebihi politisi KIK yang 90% di sebelahnya/ lebih realitis.

Saya sendiri melihat Jokowi dan Prabowo sama-sama berani ambil resiko di-bully para pendukungnya demi bangsa dan negara ( agenda memajukan Indonesia tsa ). Keduanya sudah bersahabat sejak di Aceh dan Kalimantan, kata pemirsa EMI dari Aceh Tengah yang berpikir positif terhadap rekonsiliasi cara ini. Saya tak ragukan niat tulus mengabdi di dada para prajurit TNI, termasuk Prabowo. Hanya saja, pengaruh lingkungan yang lebih dominan, kualitas parenting dan pengendalian obsesi yang kurang baik, kerap menggelincirkan seseorang dalam kubangan nasib buruk. Sepertinya, PS ingin memulihkan nama baiknya setelah peristiwa kerusuhan 1998 ( mendiang Habibie pernah bersaksi di Kick Andy yang terkesan ngeri dengan kedatangan PS di momen krusial tsb, sedang tentang Wiranto, di Mata Najwa, Habibie menyebutnya orang baik. Yakin ). Harimau meninggalkan belang, gajah meninggalkan gading, PS ingin meninggalkan nama baik. Setidaknya di pos di mana dulu dia pernah dipecat dengan tidak hormat. PS berusaha comeback ke kejayaan karir militernya lewat 3 kali pencalonannya di ajang pilpres ( dengan biaya fantastis ). Namun, gagal.

Bagi seseorang yang dibesarkan di lingkungan negarawan ( ayahnya, begawan ekonomi Sumitro ), tuduhan ‘kudeta’ itu sungguh tak sedap. Teror nightmare sepanjang hidup. So, kita beri kesempatan baginya untuk menunjukkan kelasnya sebagai negarawan sejati di bidang pertahanan yang dikuasainya ( saat ‘pengasingan’ di Yordania, PS sempat menjadi konsultan angkatan bersenjata kerajaan ). Pergaulan dan jaringan internasionalnya, passionnya terhadap teknologi militer termutakhir, semoga bisa membantu TNI mendapatkan alutista yang bermutu dan tepat guna dengan harga terjangkau. Anggaran militer Rp 133 triliun di APBN memang yang terbesar, namun itu masih dibagi dua ( kemenhan dan TNI yang terdiri 3 matra ). Sedang anggaran Polri yang Rp 90 triliun digunakan sendiri ( 70% untuk gaji personel ). Well, kita lihat “TNI yang lebih TNI” dalam 100 hari ke depan ini seperti apa ( meski Jokowi bilang cuma melanjutkan, namun kita bisa melihat bagaimana menteri baru meletakkan dasar-dasar program yang akan dikerjakan untuk membantu mewujudkan visi misi presiden, kendala sudah dipetakan, progres dari waktu ke waktu bisa kita pantau sehingga janji kampanye Jokowi bisa selesai pada waktunya/ tahun 2024 ). Keep watching, people..

( Jokowi juga perlu tanah HGU yang dikuasai PS untuk lahan DKI Kaltim. Perlu 3 ketum parpol ( Golkar, Grd, PPP ) di kabinet untuk menghadapi kemungkinan manuver di parlemen ( kayak main catur ya : perlu raja, menteri, kuda, benteng plus 7 langkah ke depan yang antisipatif ).

Jika tinggal 26% kekuatan ‘oposisi’ di parlemen untuk cek & balance ( masa SBY 30% ), apa eksekutif akan cenderung otoriter ? Belum tentu, apalagi untuk sosok presiden sebaik Jokowi. Pasar ( dunia usaha ) pun bisa menegur dengan pergerakan rupiah dan saham di lantai bursa/ BEI ( pada 21-22 Oktober/ pengenalan calon menteri, nilai rupiah menguat puluhan poin ). Civil society ( media pers, blogger/ citizen journalist, influencer, key opinion leader, aktivis kampus, ormas, LSM, komunitas ) bisa mengkritisi dengan petisi, tulisan di internet ( akun medsos pejabat/ web institusi ), atau berdialog ke KSP ( kantor staf kepresidenan, Moeldoko yang welcome pada mahasiswa, terpilih kembali sebagai kepala KSP. Pramono juga tetap seskab, dan Pratikno tetap sekneg. All presiden’s man ) atau datang baik-baik ke kantor parlemen untuk menyampaikan aspirasi dengan santun dan intelek. Kita kan bos para wakil rakyat. Mestinya lebih smart, supaya mereka respek dan mendengar seksama.

Kabinet ( tim ekonomi ) inti : Sri Mulyani, menkeu terbaik dunia, masih memimpin Kementerian Keuangan. Basuki masih memimpin kementerian PUPR. Budi Karya masih memimpin Kementerian Perhubungan. Sofyan Djalil masih memimpin Kementerian Agraria/ BPN. Tjahjo Kumolo, politisi senior PDIP, yang sebelumnya menteri dalam negeri kini memimpin Kementerian Pendayagunaan ASN. Siti Nurbaya masih memimpin Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup ( KLH ). Retno masih menlu. Ibukota baru butuh kesinambungan 7 menteri ini.

Luhut masih memimpin menko kemaritiman. Brodjonegoro, sebelumnya kepala Bappenas kini pindah ke Kementerian Riset. Posisi Kementerian Kelautan dan Perikanan/ KKP diisi Edhy Prabowo dari Grd ( Bu Susi lalu refreshing/ ke luar negeri. Jusuf Kalla yang ber-DNA Bugis, perdamaian dan kemanusiaan minta 2 bulan waktu istirahatnya ini jangan diganggu ).

4 great person MM ( Jokowi, Mahfud, Tito, Retno ) masih di KIM ( Kabinet Indonesia Maju ). Menlu Retno masih memimpin Kementerian Luar Negeri ( ditambah kerjaan menjembatani perdagangan luar negeri dan investasi PMA. Para duta besar hendaknya dibekali diplomasi membuka pasar ekspor untuk produk Indonesia, dan mempertahankan investor yang sudah ada di Indonesia ). Tito Karnavian dipilih menjadi mendagri ( Kabareskrim Idham jadi calon tunggal Kapolri menggantikan Tito pada minggu depan/ proper test di DPR ) dan berpidato “komando tunggal” di tempat kerja sebelumnya yang berbeda di tempatnya mengabdi sekarang. Ada problem 25% ASN yang terpapar radikalisme yang harus disadarkan ( atau dikeluarkan jika terus bebal ). Ada kelambanan kepala daerah dan ASN dalam memproses perizinan ivestasi ( 33 investor yang hengkang dari China karena sengitnya Perang Dagang AS-China, tak satu pun yang nyangkut ke Indonesia yang berminggu berbulan mengurus izinnya, tapi justru ke Vietnam, Thailand, Malaysia yang cuma perlu 3 jam mendapat izin usaha. Buat perizinan dan regulasi lebih ringkas, cepat, bermutu melebihi kompetitor ( omnibus law ). Syukur-syukur cuma 22 menit seperti menghajar 7 teroris bom Thamrin, Pak Tito. Mantap ). Selamat bekerja, Pak Jokowi, Kyai Ma’ruf, dan para menteri KIM. Good luck.

Kabinet obesitas ( PDIP dapat 5 kursi menteri, Golkar 4 kursi, Nasdem 3 kursi, PKB 3 kursi, Grd 2 kursi, PPP 1 kursi = 47% menteri dari parpol ) yang bikin kurus ‘oposisi’ saat ini terpaksa dilakukan untuk keperluan : membendung radikalisme di dalam negeri dan kawasan regional, dampak Perang Dagang agar tak ikut terseret resesi, penanganan serius Papua, pemindahan ibukota, yang butuh kerja cepat dan kompak seluruh komponen bangsa : negara/ termasuk parlemen kurus, dunia usaha, civil society. Kita butuh kestabilan politik dan keamanan prima untuk bisa survive dalam bahtera NKRI saat menembus badai tantangan global di depan mata. Hopefully, we can make it..

*****

“Tari Merak” – by Vitrisa, 2018 ( seni tradisi Bandung, Jabar ). Culture Love : painterly drawing.

Tawaran menulis di majalah IC-MES bagi penstudi, penggiat hubungan internasional dan pembaca setia blog penulis best seller Dr. Dina YS/ direktur IC-MES : “Kajian Timur Tengah”

Call for Paper Jurnal ICMES.
Jurnal ICMES adalah Jurnal Kajian Timur Tengah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh ICMES (Indonesia Center for Middle East Studies). ICMES adalah lembaga penelitian independen yang memiliki misi memberikan pencerahan dan klarifikasi secara ilmiah, kredibel, dan komprehensif kepada masyarakat Indonesia terkait dengan isu-isu Timur Tengah melalui penelitian, penulisan jurnal, penerbitan buku, dan forum diskusi.
Kami sudah mengundang para pemerhati dan peneliti Timur Tengah untuk mengirimkan tulisannya di Jurnal ICMES edisi perdana ( tahun 2017 ) dengan tema umum “Timur Tengah dalam Perspektif Ekonomi Politik Global”, dan sub-sub tema sebagai berikut.
  • Kaitan Sumber Daya Migas dengan konflik di Timur Tengah
  • Pasar Bebas dan Efeknya bagi Perekonomian di Timur Tengah
  • Hegemoni Amerika Serikat dalam Politik Timur Tengah
  • Penguasaan Trans-National Corporation terhadap Sektor Pangan dan Energi di Timur Tengah
  • Dampak Globalisasi terhadap Masyarakat Timur Tengah
  • Kesenjangan Tingkat Kesejahteraan Negara-Negara Timur Tengah, Faktor dan Akibatnya
  • Kaitan Neoliberalisme dengan Konflik di Timur Tengah
Syarat dan Ketentuan Penulisan Jurnal ICMES
  1. Artikel merupakan karya ilmiah orisinil yang belum pernah dipublikasikan.
  2. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia.
  3. Panjang tulisan sebanyak 4.000-6.000 kata.
  4. Artikel meliputi : Judul, Nama lengkap penulis, Instansi penulis, Email, Abstrak, Kata-kata kunci, Pendahuluan, Landasan Teori/Metodologi, Pembahasan, Penutup/Kesimpulan, dan Daftar Pustaka.
  5. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebanyak 100-150 kata.
  6. Kata-kata kunci ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maksimal 10 kata.
  7. Referensi ditulis secara lengkap sebagai catatan kaki (footnote). Diharapkan referensi lebih banyak berasal dari jurnal ilmiah. Di akhir tulisan, daftar pustaka TIDAK perlu ditulis ulang.
  8. Kata atau istilah yang belum diubah menjadi kata Indonesia diketik dengan huruf italic/cetak miring.
  9. Artikel dikirim ke: icmes.indonesia@gmail.com paling lambat tanggal 28 Februari ( edisi terbaru 31 Oktober 2019 )
  10. Seleksi naskah akan melibatkan tim reviewer, yaitu para dosen Kajian Timur Tengah dari berbagai universitas.
Aturan Penulisan Catatan Kaki (footnote)
Pola penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut (perhatikan ada yang harus dicetak miring, ada yang diberi tanda kutip).
1. Buku
Penulis (nama belakang, nama depan). Tahun. Judul. Kota Penerbit: Nama Penerbit. (halaman yang dirujuk).
2. Jurnal
Penulis (nama belakang, nama depan). Tahun. “Judul”. Nama Jurnal. Volume/Edisi/Nomer : halaman yang dirujuk.
3. Artikel dalam website
Nama penulis/nama media. Tahun. “Judul”. Melalui <link artikel>[tanggal/bulan/tahun mengakses artikel]
Contoh Catatan Kaki:
Buku:
Mas’oed, Mohtar. 2009. Ilmu Hubungan Internasional.Jakarta: LP3ES. (139)
Jurnal:
Hermann, Charles F. 1990. “Changing Course: When Government Choose to Redirect Foreign Policy”.International Studies Quarterly. Vol 34 No. 1: 12.
Artikel dalam Website:
Maarif, Ahmad Syafii. 2016. “Erdogan VS Gulen, Bencana Politik Bagi Turki”. Melalui < http://maarifinstitute.org/id/serambi-buya/opini-buya/268/erdogan-vs-gulen–bencana-politik-bagi-turki-i#.WE6joLlteUk&gt; [19/11/2016]
Tempo. 2016. “Dukung Palestina, Menteri Retno Resmikan Konsulat Kehormatan”. Melalui <https://m.tempo.co/read/news/2016/03/10/078752480/dukung-palestina-menteri-retno-resmikan-konsulat-kehormatan&gt; [19/11/2016]
WTO. 2004. “The Agreements”. Melalui <http://www.wto.org/english/thewto_e/whatis_e/tif_e/utw_chap2_e.pdf.&gt; [15/10/2014]
Artikel dalam majalah/koran edisi cetak:
Baswir, Revrisond. Harian Kedaulatan Rakyat. 26 Juni 2009. “Boediono dan Neoliberalisme”.

“Krisis Ideologi Era Millenial: Konflik Timur Tengah hingga Agenda Setting di Indonesia”

Narasumber:
Husein Ja’far Al-Hadar (Dai Milenial, Content Creator)
Dr. Dina Sulaeman (Pengamat Timur Tengah)
🗓: Minggu, 3 November 2019
🏢 : Aula Insan Cita HMI Ciputat
⏰: 08.00 WIB – Selesai

FREE ENTRY, SNACK, AND DOORPRIZE
Pendaftaran bit.ly/DiskusiPublikSK
Contact Person Whatsapp: 081584033547 (Fulki) / 0895353093651 (Lia)

Atasi Karhutla demi Green Avtur, UU KPK demikian, World Clean Up Day demi Indonesia Bersih.

leave a comment »

Siapa bilang jadi presiden itu enak ? ( heran, banyak orang memimpikan dan memperebutkannya ). Lihat saja Pak Jokowi. Setelah ribet ngurusin aneka bencana besar tahun lalu ( kepda lalai mitigasi ), kini beliau direpotkan dengan pembakaran hutan di 5 provinsi oleh 11 perusahaan ( 1 dari Singapura, 3 dari Malaysia ) yang asapnya bikin sesak nafas warga daerah, membatalkan sejumlah penerbangan, mengaburkan pandangan warga Singapura dan Malaysia juga. Gara-gara 9 kepala daerah lalai mitigasi, mending ke Kanada, ketimbang menghadiri rapat mitigasi dengan BPBD dan ratas dengan presiden dalam penanggulangan karhutla di daerahnya di situasi darurat ini sebagai penanggungjawab lapangan. Lagi-lagi BNPB, Polri-TNI, pemerintah pusat yang turun tangan memadamkan persoalan daerah. Uh, sebalnya..

Udah gitu, di “Mata Najwa” ( Trans7, 18/9/2019 ), wakil kelompok berikat kepala hitam bertuliskan “Kita KPK” menyerukan judicial review UU KPK yang baru disahkan revisinya oleh DPR RI Selasa ( 17/9/2019 ), mengancam pengerahan parlemen jalanan, dan “menyesal memilih wakil rakyat dan presiden terpilih”. Heroik ?

Di pelariannya, VK yang berstatus DPO sejak tengah malam tadi ( 19/9/2019 pukul 00.01 ) menyalahkan negara atas situasinya, menganggap Polda berlebihan terhadapnya, dan minta bantuan Dewan HAM PBB agar status tersangkanya dicabut Polri. Padahal Indonesia negara berdaulat yang melaksanakan hukum Indonesia tanpa intervensi asing, dan VK pengacara HAM, WNI yang dibiayai studinya oleh negara, dan aktivis LBH yang mestinya tahu aturan hukum di sini. Ada apa dengan anak-anak zaman now dengan euforia kebebasan ini ??

Generasi milenial dikenal kuat dalam berjejaring sosial, tapi susah diatur, terbiasa instan/ tidak tekun. Meski kreatif, tapi pembosan dan tidak gigih ( gigih nilainya di atas passion ). Dalam selembar kertas putih polos, yang terus dipersoalkan adalah setitik noda hitam dan mengabaikan kebaikan dari putih bersih yang mendominasi kertas tsb. Kalian kan tak mau di-judge/ dihakimi oleh noda setitik rusak susu sebelanga ? Merasa menyesal salah memilih karena Jokowi menyetujui Revisi UU KPK ( poin Dewan Pengawas yang anggotanya dipilih pansel pemerintah ( mantan komisioner KPK bisa dipilih sebagai anggota Dewan Pengawas/ mantan penegak hukum berpengalaman minimal 15 tahun/ aparat non aktif, pegiat anti korupsi, tokoh masyarakat ) yang menjadi bagian dari KPK seperti inspektorat, SP3 dalam rentang 2 tahun, ketentuan ASN untuk pegawai KPK, penyadapan yang dilaporkan ke Dewan Pengawas ( permintaan izin diputuskan 1 x 24 jam oleh DP, jika urgen/ OTT bisa nyadap dulu, baru dilaporkan dalam 3 bulan ke DP ) dan menolak lebih banyak usulan DPR lainnya. Sekeras itukah hati kalian ?

Mantan ketua KPK Ruki di “Prime Time News” ( MetroTV, 16/9/2019 ) juga menyarankan judicial review ketimbang heboh-protes moral/ menyerahkan tanggung jawab 3 komisioner ( setelah mantan Kapolda Sulsel Firli jadi ketua KPK terpilih, pansus Revisi UU KPK dituduh tak melibatkan mereka. MenkumHAM mengatakan sudah memberitahu Agus dan Laode sebelum UU tsb disahkan ), karena mengembalikan mandat/ tanggung jawab komisioner ke presiden itu tak dikenal dalam hukum kita. Jadi ketiga komisioner wajib menyelesaikan masa tugasnya hingga Desember 2019, atau dikenai sanksi hukum ( hanya wafat, mengundurkan diri, jadi tersangka yang bisa keluar dari tugas ). Ruki juga ingin draft RUU itu diketahuinya lebih dulu, namun rupanya DPR lagi kompak ngebut di akhir masa tugasnya. Apa boleh buat ?

7 fraksi setuju ( ada Nasdem, partai pilihan saya dengan sekjen Plate yang rewel idealis di sana ). PKS, Grd setuju dengan catatan. Dmk tak berpendapat. Revisi UU KPK sudah bergulir sejak 2015 ( masuk prolegnas ), dibahas tahun 2017 tapi ditunda karena presiden mendengar protes kencang publik. September ini, DPR yang menyikapi semua prolegnas di akhir masa tugasnya, dan melihat alotnya pembahasan RUU KPK, seolah mendapat momentumnya untuk dituntaskan. Banyak narsum dan pemirsa di MetroTV yang menguliti permasalahan negeri ini hari demi hari melihat KPK menurun kualitasnya sejak komisioner jilid 3 ( praperadilan kalah ). Lalu ribut antara penyidik dari kepolisian vs penyidik luar karena pimpinan kurang wibawa/ leadership dan kurang bisa mengarahkan lajunya penyidikan sehingga puluhan perkara mangkrak dan sejumlah orang menyandang status tersangka bertahun-tahun, bahkan sampai mati sebagai tersangka. Tak profesional. Tak manusiawi.

Lalu di H+3 Idul Fitri 1440 H, tim Ombudsman melakukan sidak pagi ke rutan KPK ( rutan kepolisian, kejaksaan juga disidak ) untuk melihat pelayanan publik terhadap keluarga tersangka yang ditahan, ternyata tak seorang petugas rutan pun yang bisa ditemui/ disidak Ombudsman di KPK. Baru jam 14.00 WIB, KPK menyanggupi ( kalau sudah disiapkan, bukan sidak lagi namanya ). Beberapa minggu kemudian, diberitakan tersangka IM keluyuran tanpa borgol dan penjaga di luar sel KPK setelah berobat ( terlihat CCTV ) seperti SN. Artinya rekomendasi/ kritik Ombudsman belum ditindaklanjuti KPK. Bisa jadi rekomendasi DPR, KemenkumHAM, BPK juga belum ( banyak ) ditindaklanjuti. Soal pengembalian tanggungjawab pengelolaan KPK ke presiden dan belum ditindaklanjutinya rekomendasi pengawas KPK selama ini mestinya membuat koalisi “Save KPK” kritis dengan kekurangan KPK. Tak sekedar fans berat. Loyal tanpa peduli lainnya. Jangan bikin KPK lemah/ cengeng dengan perlindungan tak terbatas. Sedikit-sedikit “Save KPK”. Tempa mereka dengan menyelesaikan persoalan sendiri. Make them stronger, please..

Tampaknya ICW, LBH, Kontras, Walhi, dan LSM lainnya ( juga ilustrator pinokio di cover majalah Tem**, jurnalis Timteng di media Det**, dsb ) sedang dijalankan penerusnya, generasi milenial yang berkarakter tsa. Kekuatan jejaring mengalahkan ketekunan menyusuri rekam jejak figur dan latar belakang masalah secara seksama, kredibel, valid. Begitu banyak yang sepaham mengiyakan ( sesama netizen parsial yang cenderung luar negeri minded, padahal hoax dan distorsinya sumber zionis minta ampun mengerikan ), langsung bergerak di jalanan dan mem-viralkan di medsos. Ingat mahasiswa baru UI yang mengacungkan kartu kuning tiba-tiba di depan Jokowi ketika terbetik kasus stunting di pedalaman Papua ? Semangat reformasi begitu menggelora di dada mereka. Para senior perlu membimbing para milenial untuk bersuara dengan bijak. Para yunior juga perlu menyimak petuah dan pengalaman para senior bagaimana cara menggaungkan perubahan positif di negeri tercinta ini. Tak merasa kuat atau pintar sendiri. Lihat apa yang sudah didedikasikan oleh Jokowi untuk Indonesia sejak beliau jadi walikota Solo, gubernur Jakarta, dan 5 tahun pertamanya sebagai RI-1. Melihat putih bersih di kertas yang lebih banyak membuat kita bicara lebih santun dan empati tentang/ pada orang yang dikritisi. Kalian kan juga tak mau dicap buruk, disesali, karena 1-2 titik noda kurang. Dapat nilai 2/ gagal, padahal seharusnya 8/ bagus. Bersikap proporsional-lah.

Kurangi kegaduhan karena persoalan yang masih bisa ditempuh di meja dialog atau jalur hukum. Polri-TNI sudah sibuk di Papua, lokasi karhutla, area bencana gempa tsunami, nguber teroris dan para predator anak. Amerika, India, Rusia, China, yang aparatnya lebih banyak saja tak segampang itu membiarkan warganya berdemo karena berbagai alasan, kok kalian di sini tega menggeber demo terus sih ? Bikin aparat capek menjaga kalian dan negara ini. Ikut bantu Indonesia aman kondusif, dong..

Ingatkan kepala daerah hadir di rapat mitigasi BPBD, tegur aparat daerah agar menindak tegas para pembakar hutan, tegur BPN, Dinas Bangunan dan Tata Kota untuk memeriksa legalitas perizinan proyek para pengembang di pameran perumahan agar konsumen tak tertipu proyek bodong. Jika energi dan daya kritis kalian diarahkan untuk hal-hal yang lebih produktif, presiden akan terbantu dan Visi Indonesia maju akan lebih cepat terwujud. Presiden tak bisa kerja sendiri menjaga dan membangun Indonesia. Kita jangan hanya menuntut dan berdemo. Kita harus bantu dengan kabisa kita.

VK juga jangan cuma menyalahkan negara. Instropeksi dirilah. Tweet provokasi kondisi Papua dari satu sisi tanpa klarifikasi dari sisi lainnya, lalu diviralkan beribu-ribu akun adalah salah VK. UU ITE jelas pasal pidananya. Kerusakan sudah terjadi. Sejumlah korban tewas di Papua, luka, rumah, fasilitas umum terbakar/ rusak akibat provokasi VK. Nasionalisme VK juga diragukan dengan minta pihak asing mencampuri hukum Indonesia. Padahal VK hidup, makan, sekolah, kerja di Indonesia ( VK punya 5 rekening di Jawa, satu rekening di Papua. Tercatat transaksi dalam jumlah besar jelang 19/8/2019/ rusuh Papua ). Negeri ini yang menghidupinya. Kok negeri ini pula yang dia tantang dan permalukan ? VK contoh terparah aktivis/ netizen parsial yang gagal paham etika bernegara. Over pede yang menjurus tak tahu diri.

( tersangka AK, pentolan KMPB yang menggerakkan rusuh Papua 19/8/2019 dan berstatus DPO sudah tertangkap polisi kemarin. Kita tunggu akhir pelarian VK yang hari ini mulai DPO ).

SOLUSI KARHUTLA. PEMDA DISADARKAN.

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di Indonesia pernah terjadi tahun 1887, 1915, 1998, 2015. Tahun 2019 ini lebih 180.000 hektar hutan di 5 provinsi ( Riau 49.000 ribu ha, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel terbakar karena ulah lebih 198 kasus/ 255 orang di 55 lahan dari 11 perusahaan yang membuka lahan untuk perkebunan sawit dengan cara dibakar di musim kemarau kering El Nino ( ngejar target biofuel B-30, green avtur mulai Oktober 2019 ? ). Di NTT, pernah terjadi karhutla lebih parah meliputi area lebih 300 ribu hektar. Melihat banyaknya yang terlibat dan luasnya karhutla, pembakaran ini diduga terorganisir ( kepda, aparat daerah kecipratan dana/ suap investor ? ).

Sejauh ini presiden, Polri, TNI, BNPB, KemenLHK, BPPT, BMKG sudah terjun ke TKP ( 150 titik api ) untuk memadamkan api dan menangkap para pembakar hutan ( 99% penyebabnya manusia, 80% untuk membuka perkebunan ) yang sudah berlangsung lebih sebulan ini ( EMI, 18/9/2019 ). Menurut BMKG, wilayah di utara khatulistiwa akan mengalami musim penghujan mulai Oktober, sedang selatan khatulistiwa mulai November tahun ini.

Sholat minta hujan sudah dilakukan mengiringi upaya pemadaman dengan cara menyiram dengan selang air ( meski air sulit diperoleh ), water booming dengan sejumlah helikopter TNI, modifikasi cuaca dengan penyebaran garam pada gumpalan awan dengan kelembaban 70% ( hujan buatan ) dan penyebaran kapur ( untuk membuka awan tipis agar penguapan air di permukaaan bisa cepat/ maksimal membentuk awan hujan ) dengan pesawat Herkules. Namun dalamnya lahan gambut ( sampai 18 meter di bawah tanah ), keringnya udara, dan kencangnya angin membuat karhutla belum padam seluruhnya. Asap masih terekspor ke negara tetangga dekat ( setelah ribut soal Gojek vs pengusaha taksi Malaysia. Grab boleh masuk Indonesia, kok Gojek diejek masuk Malaysia ? Lalu suporter timnas Indonesia bertengkar/ mengintimidasi suporter Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Dunia di GBK yang berujung permintaan maaf dari menpora Nahrawi ( yah, B to B, P to P masih beriak, syukurlah G to G sudah lebih matang dan bisa meredam wisely. Belajarlah wisdom pada senior, adik-adik… )

Anehnya, kepala daerah di TKP malah asyik di Kanada, padahal warga daerahnya lagi sesak nafas/ Ispa di sini ( bayi terancam stunting, janin down syndrome ) karena menghirup asap sebulan ini. Menurut komandan pemadam kebakaran dan BPBD, para kepda tsb jarang datang ketika rapat mitigasi karhutla. Presiden menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI agar mencopot bawahannya yang tak bisa memadamkan api. Bagaimana dengan kepda yang menarik dana investor untuk bayar hutang pilkada lalu tak memeriksa cara kerja investor ( membakar hutan ) dan lepas tangan ketika karhutla ? ( ongkang-ongkang kaki biar presiden/ pempus yang membereskan karhutla ).

Ada pembolehan sebelumnya ( perda : warga boleh membuka lahan seluas 2 ha dengan cara dibakar ) yang menjadi kebiasaan dan pembiaran saat ini. Kebijakan tentang kehutanan memang kewenangan pemerintah pusat, namun pemerintah daerah penanggung jawab di lapangan ( menerima transfer daerah; dana Otda ). Pemda bisa mewajibkan tiap perusahaan punya sistem pemadam kebakaran di lingkungannya ( apar, fire hose, hidrant, dll ) sehingga dengan cepat api bisa dipadamkan sebelum meluas. Para pembakar bisa dipidana dan diperdatakan untuk mengganti puluhan triliun kerugian negara dan warga setempat. Kejar aset-aset mereka sampai Malaysia dan Singapura. Polisi, jaksa, hakim harus kompak dan tegas menindak dan mengeksekusi. Dan kepda yang abai menjaga hutan dan rakyatnya jangan dipilih lagi di pilkada tahun 2020. Catat dan blacklist !

( banyak turis sandal jepit yang mengemis di jalanan untuk dapat ongkos kembali ke negerinya. Pembebasan visa membuat turis gembel ini leluasa masuk Indonesia. Thailand kini mewajibkan turis punya deposit Rp 80 juta dan paling lama sebulan berada di Thailand tanpa visa ( overstay dideportasi dengan biaya dari jaminan uang tsb ). Indonesia bisa menerapkan kewajiban seperti itu agar tak buntung. Kemudahan berwisata dan dampak buruknya jangan sampai terjadi dalam kemudahan berinvestasi. Indonesia bisa botak nanti. Tanpa hutan tropisnya yang menawan. PP/ Permen tentang Kehutanan juga bisa memuat detail tanggung jawab pemda agar Jokowi tak repot ke mana-mana jadi pemadam masalah ).

SOLUSI SAMPAH. WORLD CLEAN UP DAY.

Indonesia penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah China. Kelebihan sampah sampai bergunung-gunung dan bisa didaki. Swedia malah kekurangan sampah untuk PLTSampah ( OTS, Trans7 ). Surabaya juga kekurangan sampah plastik untuk pabrik daur ulangnya ( The Nation, MetroTV, 3/9/2019 ), meski sudah mengerahkan bis-bis yang menerima pembayaran dengan botol plastik dan bank-bank sampah RW yang menyerap sampah dari warganya. Kok bisa ya ?

Ternyata baru 10% sampah yang melimpah di Indonesia yang sempat didaur ulang sebelum hanyut ke laut dan membunuh para paus. Jika saja warga di daerah lain bisa diedukasi untuk memilah sampah rumah tangganya dan mengirimnya ke Surabaya, maka pengusaha di sana tak perlu impor sampah dari luar negeri ( KemenLHK tempo hari mencegat sejumlah kontainer sampah di pelabuhan dengan selundupan limbah berbahaya di dalamnya dan meminta importir mengembalikan sampah tsb ke negara asal/ re-export ). Banyak pekerja terserap dalam industri daur ulang plastik ini.

World Clean Up Day ( Bersih-bersih Bandung bersama dunia ) akan digelar Sabtu, 21/9/2019 ( KLCBS Special Interview, 18/9/2019 ). Di Bandung, berpusat di plasa Balaikota oleh pencetus Kangpisman / kelanjutan program 100 hari Mang Oded ( warga Bandung, Sabtu lalu dapat tempat sampah cantik untuk sisa makanan lunak ). Targetnya, 13 juta relawan di seluruh Indonesia akan menyukseskan program dari UNDP ini. Tahun lalu terealisasi 7 juta relawan bersih-bersih sampah.

Isu sampah plastik di Bandung sedang dikurangi dengan sedotan, tas dan wadah makanan yang terbuat dari bambu ( PRSSNI-Bandung ). Resto hotel di tepi pantai kini bisa mulai menggunakan sedotan, kresek, wadah dari bambu, agar biota sungai dan laut tetap survive/ berkelanjutan. Everybody will be happy…

************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing

“Cinta Allah & Kita ( Indonesia ). Greatest Love of All”- by Vitrisa ( busana khas Jakarta )

Perang Dagang AS vs China Jilid 2. Rotasi Guru ASN ke Daerah 3T. Dalang Utama dari 3 Dalang Pembonceng Rusuh 22 Mei ?

leave a comment »

Pulau Lengkuas di Kepulauan Bangka-Belitung sungguh menawan dipandang. Pengen rasanya bisa membaca buku di puncak mercusuar diselingi memandang ke laut lepas. Birunya perairan kita. Wonderful Indonesia. Sayangnya, tahun 2100 atau lebih cepat, pulau-pulau indah ini bisa lenyap ketika air laut naik 2 meter akibat pemanasan global. Saya sampai bermimpi punya salah satu kamar hotel berbentuk telur seperti di Tokyo yang bisa mengapung dan bergerak di laut ( keliling pantai Indonesia ) selama mengevakuasi diri dan keluarga selama banjir besar yang bisa menewaskan 3 miliar penduduk bumi. Ya, kita mesti benar-benar menjaga kelestarian lingkungan agar tak kehilangan ribuan pulau cantik seperti ini. Kita juga mesti menjaga rajutan kebangsaan agar tak kehilangan saudara-saudara kita yang ramah dan suka menolong yang menempati kepulauan terbesar di dunia nan cantik ini. Indonesia, tetaplah utuh dan bersatu.

PERANG DAGANG JILID 2

Perang Dagang AS vs Tiongkok berlanjut. Setelah sempat menurunkan tensi dengan bertemu/ bernegosiasi dengan pemimpin China ( triwulan akhir 2018, ekspor AS defisit ), Trump kini malah akan menaikkan tarif ( bea masuk ) produk impor dari China sebesar 10-25% tiap 200 miliar USD ( setelah triwulan pertama 2019 ekspor AS positif dan bikin Trump kembali pede ‘make AS great again’. Kita lihat seberapa lama ia bisa bertahan sebelum kandas lebih keras lagi ) yang akan dibalas China dengan kenaikan sama untuk tiap 60 miliar produk impor dari AS. Bagaimana nasib para pelanduk di antara 2 raksasa ekonomi dunia ini ?

Vietnam yang pernah diinvasi AS ( diistimewakan dalam perjanjian dagang ) dapat rezeki nomplok ( relokasi basis produksi dan keringanan bea masuk ke AS sampai pengusaha Indonesia pun jualan ekspor dari sana ). Eskalasi Perang Dagang ini mestinya juga memberi peluang menarik bagi negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. Gimana caranya ?

Kita tahu banyak investor setelah dapat izin usaha menghadapi banyak hambatan di sini ( belum harmonis antara perijinan pusat dan daerah, faktor ketenagakerjaan, perpajakan, cost logistik di Indonesia masih tinggi ) sehingga realisasi investasi masih di bawah 50%. PMA turun ( meski PMDN naik ).

Tiga narsum di Economic Challenge ( MetroTV, 10/6/2019 ) dari wakil pemerintah ( deputi kemenkeu ), swasta ( wakil ketua Kadin ), pemerhati ( Core ) yang dipandu host Kania, berdiskusi, saling mengisi, sampai pada kesimpulan : bahwa Indonesia perlu memaksimalkan pemenuhan kebutuhan domestik dulu ( lebih 260 juta penduduk ) sampai tingkat efesien sehingga nanti dilirik pasar ekspor yang kian kompetitif ( investor masuk jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi dan punya iklim investasi yang baik ).

Kita punya keunggulan bahan baku yang berlimpah ( anehnya 70% komponen produksi masih impor ). Juga jumlah penduduk yang besar ( jika punya daya beli yang baik ). Rotan dan batubara sempat diekspor padahal kebutuhan dalam negeri masih kurang. Mestinya, bahan tambang seperti bauksit diolah dulu jadi alumina di dalam negeri, lalu jadi motor ( listrik dengan zink ) sebelum diekspor dengan keunggulan komparatif.

Industri manufaktur yang sempat ditinggalkan hendaknya digarap secara serius untuk domestic demand dengan proses yang diakselerasi dan dikoordinasi pemerintah ( yang akan membangun industri dari hulu ke hilir dengan bahan baku dalam negeri. Di Jakarta, tax holiday 100% sudah diterapkan untuk produksi yang terkait hulu. Rp 245 triliun untuk 14 perusahaan dalam 3 bulan ). TPT lama diperbaharui. Koordinasi pusat-daerah diperkuat. Pembebasan lahan dipermudah. Ada konsistensi kebijakan pemerintah dari masa ke masa. UU Ketenagakerjaan juga perlu direvisi untuk memenuhi kebutuhan industri 4.0. Mengurus perizinan yang masih lama di daerah bisa dipercepat dengan sistem IT ( tak perlu face to face sehingga lebih akuntable/ tak koruptif. Contoh : e-samsat di Jabar yang lebih cepat/ praktis sehingga meningkatkan PAD, transparan/ terbaca publik )

Perang Dagang jilid 2 ini mari kita jadikan wake-up call untuk mempercepat proses perbaikan tsb ( membangun daya saing melebihi Vietnam dan Bangladesh, bahkan India ) sehingga bisa memanfaatkan peluang Perang Dagang AS vs China. Siapa tahu jadi gajah berikutnya.. ( kan kita mau 4 besar tahun 2030 ).

ROTASI GURU ASN KE DAERAH TERPENCIL- TERLUAR

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa, apa masih banyak di era milenial ini ? Meski demikian bukan berarti kesejahteraan mereka tak diperhatikan. Tak sedikit guru sekarang yang bermobil ria ke sekolah ( sejam di kelas, selebihnya ngobyek di luar sekolah. Anak tak paham pelajaran ditawari ikut bimbel di luar jam sekolah. Guru tak jarang ikut rapat diknas, bahkan rapat timses kepda. Guru SD-SMP ‘milik’/ digaji walikota/ bupati, guru SMA digaji gubernur menurut UU Otda. So, usul mendikbud tentang rotasi 2 tahun bagi guru ASN/ berkualitas tinggi ke daerah 3T perlu sinkron/ revisi dengan UU Otda sebelum disahkan sebagai perpres ).

Namun tak sedikit guru yang kerja pol digaji Rp 50-300 ribu per bulan ( salah satu episode Kick Andy ). Tak heran, kualitas diknas masih di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia menurut salah satu lembaga rating internasional ( EMI, 12/6/2019 ). Padahal anggaran pendidikan sudah 20% dari APBN. Lulusan daerah juga jarang yang lulus ujian ASN. Tingkat kelulusan siswanya di ujian nasional juga rendah.

Leading sector pendidikan nasional mestinya ditunjuk presiden agar jelas road map dan penanggungjawabnya, pesan pengamat Indra. Jumlah guru di Indonesia sudah berlebih. Lho, kok sejumlah daerah masih kekurangan guru ? Ini karena keberhasilan program Guru Garis Depan cuma 18,21%. Banyak guru berkualitas tinggi tak betah dan minta dimutasi pemda ke kota yang lebih baik fasilitasnya ( guru GGD digaji 3 kali lipat ketika mengabdi di daerah 3T : terpencil, terluar, terdepan ). Bahkan ramai-ramai menuntut kadisdik yang menempatkan mereka ke daerah 3T ( beginilah repotnya lulusan tanpa panggilan jiwa guru bekerja di sekolah karena tak ada pekerjaan lain ). Padahal anggota TNI – Polri juga bersedia di tempatkan di mana pun di wilayah NKRI atau tugas negara di daerah konflik/ perdamaian PBB. Saya yang putri Bc.AP/ pensiunan PT.Pos Indonesia juga berpindah-pindah sekolah sejak TK, SD ke Jateng, Jabar, Yogyakarta, Sulut dst tiap 4 tahun sekali ketika mendiang bapak masih dinas aktif.

UU no 14 th 2005 tentang Guru dan Dosen mewajibkan ASN menandatangani perjanjian bersedia ditempatkan di mana pun di wilayah NKRI ( diperkuat dengan SKB 3 menteri ). Namun belum berhasil ( guru pada minta ditarik ke kota ). Di Jepang, sistem rotasi guru tiap 6 tahun sekali ke seluruh Jepang justru disambut gembira dan dirayakan ( mungkin karena pembangunan di sana relatif merata, meski ada daerah yang disembunyikan/ tak dicantumkan di peta seperti Kawagasa** yang kumuh penuh orang buangan. Atau semangat bushido/ nasionalisme mereka yang cukup tinggi ).

Untuk memperbaiki kualitas diknas ( agar rasio 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja juga bisa diperbaiki ), mendikbud ( salah satunya ) meluncurkan program Rotasi 2 tahun ini. Satu kabupaten bisa terdiri 3 rayon. Guru yang berlebih di salah satu rayon akan dirotasi ke rayon lain dalam satu kabupaten, satu provinsi bahkan satu wilayah NKRI yang masih kekurangan guru. Semoga kali ini lebih baik hasilnya. Amiin..

UPDATE RUSUH 21-22 MEI

Massa ( penyusup ? ) dari keluarga korban pembunuhan di Bulukumba, Sulsel, mengamuk dan merusak di pengadilan ketika 4 terduga pembunuh digiring keluar oleh polisi. Sekompi polisi yang menyusul didatangkan ke TKP baru bisa menghentikan kerusuhan dan menangkap para provokator tsb ( MetroTV, 12/6/2019 ).

150 anggota sindikat berbendera hitam bergaris lingkaran segitiga putih ( Garis ? ) ditangkap polisi ketika memprovokasi rusuh ( merusak fasilitas publik, menendangi motor-motor warga yang terparkir ) saat peringatan hari buruh 1 Mei 2019 di Bandung, juga sejumlah tempat lain di Indonesia ( sudah 2 tahun kemunculannya, mendompleng aksi buruh, siapa donaturnya ? ).

Menyusul kerusuhan 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu dan rusuh di
dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga Kupang, Adonara ).

Semua peristiwa meresahkan ini dimulai dari provokasi ( hoax, hatespeech, fitnah ) di ruang publik yang dilakukan elit politik, figur publik yang ditiru para pendukungnya yang semula di medsos lalu mewujud/ copy darat di dunia nyata. Sebagian masyarakat kini gampang meletup dan melampiaskan amarahnya tanpa pikir panjang. Feeling saya, kelompok intoleran/ radikal/ teroris menambah modus baru : menyusup kerumunan pemrotes untuk memantik chaos di negeri ini. Dalam bigger picture ini ujaran kebencian ( fitnah, hoax ) para haters termasuk musisi AD ( kasus “idiot” yang divonis 1 tahun penjara oleh PN Surabaya kemarin ) tak bisa dianggap pidana ringan seperti argumen banding kuasa hukumnya.

Zionis Israel/ Neokon AS setelah kematian Chavez dan gagal menggulingkan penggantinya, Maduro, tetap bertekad menghancurkan Venezuela dan menundukkan negara-negara kawasan Amerika Latin, serta Amerika Utara dalam 60 tahun. Mulanya dari sel-sel yang merusak tatanan hukum, integritas dan kredibilitas lembaga negara, termasuk kepresidenan, lalu tuduhan curang pemilu dan embargo ekonomi.

Formula serupa juga sedang dicoba diduplikasi di sini, melalui orang-orang angkuh tapi cekak etika dan wawasan kebangsaannya. AD merendahkan Ahok, presiden, pendukung 01 di Surabaya, dan siapa saja yang tak cocok dengan selera egoisnya. Kelompok intoleran dan elit asbun seperti sengaja menabrak-nabrak aturan lalu ketika ditertibkan polisi sontak menuduh kriminalisasi dan mendiskreditkan polisi ( aparat hukum ) secara masif di ruang publik sampai akar rumput untrust ( memilih cara jalanan/ hukum rimba. Yang level teroris menembak polisi piket atau meledakkan tempat keramaian ) dan sulit ditertibkan.

Anda bayangkan jika para elit dan figur ini tak dihukum jera sekarang dst, dengan dana yang terus digelontorkan zionis di sini sampai 60 tahun ke depan ( dolar AS dicetak sebanyak mereka mau/ The FED milik bankir zionis bukan pemerintah AS ) atau sampai titik tertentu, polisi/ APH tak lagi bisa mengendalikan massa rusuh di banyak tempat dengan otak reptil disembur hoax tsb ( sudah terlihat kasus bendera ex-HTI di sejumlah daerah sekaligus, perusuh Garis di aksi buruh di beberapa tempat sekaligus ). Ibarat lautan semut ganas di belantara Afrika yang memangsa apa saja yang mereka lewati hingga ludes. Ketika cuma 1-300 semut merah ( perusuh ) mereka masih bisa dihentikan dengan kembang api atau gas air mata. Tapi bagaimana kalau sudah jutaan perusuh untrust institusi negara yang dipupuk tiap hari oleh cuitan plonga-plongo-nya FZ, vlog idiot-nya AD, orasi curang-nya PS atau foto ‘dianiaya’ nenek opas RS ? Can you handle it ?

( itu sebabnya mereka : provokator, kamuflator, haters demen hoax, teroris harus dibabat habis/ dihukum tegas sampai jera. Jangan permisif lagi. Karena kalau sampai terjadi chaos/ tatanan hukum berkeping, kita takkan bisa mundur lagi untuk memperbaiki kerusakan ikatan kebangsaan ini. Butuh dana sangat besar untuk bisa menyatukan wilayah NKRI yang luas ini. Butuh stabilitas politik dan keamanan agar ayam mau bertelur ( baca : investasi menghasilkan devisa untuk mengamankan wilayah NKRI ). Perang Dagang AS vs China makin panas. Bumi juga makin panas. Tahun 2100 suhu diprediksi naik 5 derajat celcius yang menaikkan permukaan air laut hingga 2 meter. Kepulauan Maldives bisa lenyap, juga Pulau Lengkuas dan sejumlah pulau lain di Indonesia. Sebagian spesies mulai punah. Cadangan makanan dunia menipis yang bisa memicu Perang Dunia ke-3. Indonesia sudah di mana saat itu ? The Big Four atau lemah berkeping ? Pikirkan itu )

Orang-orang 02 selain kurang nasionalis, kalau diamati, mereka juga berpikir parsial/ sempit. Mereka memblow-up 1-2 kekurangan Jokowi dan menafikan 8 kebaikan dan kelebihannya. Sementara mereka sendiri ( seperti AD, RS, BY, RG, NW, FZ, PS, KZ ) terbiasa melihat kesalahannya sendiri seperti semut di bawah tempurung kelapa di seberang lautan, atau jangkauan mata katak. Kecil.

Namun kita yang membaca perkembangan berita dari hari ke hari, puluhan tahun, dari banyak buku, narsum, media kredibel dalam dan luar negeri dengan obyektif, atau bird-eye, juga pengalaman selama berinteraksi dengan beragam karakter manusia, bisa melihat keterkaitan antar sel yang bertebaran banyak itu jika sampai diorkestrasikan untuk satu tujuan ( Indonesia lemah atau hancur berkeping, sehingga 15% sisa wilayah Palestina akan jatuh seluruhnya ke tangan zionis Israel tanpa pembela yang gigih/ kuat dari rakyat Indonesia yang bersatu/ NKRI. Next step, Uni Eropa, Rusia, China pun di bawah kaki zionis/ Neokon dalam 60 tahun berikutnya ).

So, para pelaku makar/ pemecah belah bangsa sekelas figur publik memang harus dihukum berat agar tak dicontoh perilaku buruknya oleh para fans dan generasi penerus.

ES, pengacara PS tahun 2014 di MK, dipanggil polisi ( kini tersangka ) setelah ancaman makar-nya/ pengerahan massa di acara Mata Najwa ( Trans7, 1/5/2019 )

SJ, mantan kapolda Metro Jaya dan Sulsel jadi tersangka karena ujaran kebencian di medsos. Senin kemarin ( 10/6/2019 ), ia tak datang memenuhi panggilan penyidik karena sakit, dan dijadwalkan ulang Senin depan ( 17/6/2019 ).

Kadiv Iqbal cs melakukan press release tentang salah satu dalang kerusuhan 21-22 Mei ( Breaking News, MetroTV, 11/6/2019 ). Ternyata KZ yang memerintahkan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional ( Wrt, LBP, BG, GM ) dan satu pimpinan lembaga survei ( YW, ketua CP. Kediamannya sudah 2 kali disurvei oleh para pembunuh bayaran. Tersangka perwira aktif akan dihukum lewat pengadilan militer ) oleh 6 eksekutor lapangan, serta menyuruh mencari 4 senjata dalam pertemuan rahasia mereka di kompleks PI dan AM.

Mengerikan ya, seorang yang dibutakan trauma PKI dan dendam makar tahun 2016 ( waktu kasus Ahok itu, KZ, AD cs juga sudah kumpul-kumpul bermufakat jahat sampai mau mengepung parlemen segala. Penyidikan tsb tak dilanjutkan. Akibatnya, 237 polisi terluka, bahkan ada yang remuk mulutnya dilempar batu besar saat kerusuhan 21-22 Mei 2019. Gara-gara mulut-mulut kamuflator itu masih didengar. Kini jangan terkecoh lagi. Sikat. Hukum KZ seumur hidup ).

Aktor di atas KZ juga harus diburu. Kita tunggu hasil penyidikan selanjutnya dari Mabes Polri ( dalang pembakar 2 asrama polisi dan puluhan kendaraan, dalang untrust Bawaslu yang bikin massa emoh dibubarkan dan bilang PS akan datang lewat jam 6 sore itu, dalang yang menyebut 62% menang yang bikin PS ngotot menuduh KPU, Bawaslu dan pemilu curang. Siapa ( setan gundul ) yang menyebabkan massa dan pendukung 02 mendelegitimasi hasil pemilu, Polri, TNI, KPU, Bawaslu, dan institusi negara terkait alias pemerintahan saat ini ? Dalang utama yang menarik 3 dalang pembonceng tsa )

Pelajaran penting dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 : jangan terlalu marah, terlalu takut, terlalu sedih, terlalu lalai, terlalu syahwat terhadap sesuatu ( kekuasaan ) atau peristiwa ( kebangkitan PKI, pengadilan militer terhadap anggota tim/ operasi Maw** yang menculik 22 aktivis vokal dan hanya 9 aktivis yang kembali saat kerusuhan 12 Mei 1998 ) karena setan akan membonceng.

Kepala BNPB Doni yang juga mantan danjen Kopassus, setahu saya, sudah melakukan rekonsiliasi dengan para korban penculikan tsb. Tak ada gading yang tak retak. Pasukan baret merah TNI ini tetap pasukan elit AD yang kita hormati dan disegani dunia. Nila setitik tak merusak susu sebelanga. Yang perlu diingat : kesetiaan korps angkatan adalah pada negara dan bangsa. Selama dinas di kesatuan, hanya panglima TNI yang dipatuhi ( bukan mantan rekan semisi ). Setelah di luar kesatuan/ purnawirawan ( kembali menjadi warga sipil ) maka negara dan bangsa Indonesia menjadi loyalitas alumni prajurit, seperti juga kita semua, para WNI yang setia dan cinta tanah air ( selama pemerintahan yang sah tak menghalangi umat Islam beribadah maka aturan negara dan kebijakan pemerintah perlu ditaati, pesan Quraish Shihab di Tafsir Al-Mishbah ramadhan kemarin ).

Proses persidangan sengketa pemilu dimulai besok ( disiarkan media TV ). Sebanyak 12.000 aparat keamanan dikerahkan menjaga MK di ring satu, 47.000 personel di ring lainnya di Jakarta. Kesatuan di daerah siap memback-up. PS sudah menghimbau para pendukungnya jangan datang ke MK via video ( mestinya lebih tegas : yang berani datang ke MK bukan pendukung PS/ 02 ). Apa massa 02 masih bisa dikendalikan PS atau pun menghormati lembaga MK yang dibentuk oleh amanat Reformasi ? Seberapa nasionalis. Let’s see ..

( kalau belum bisa menghormati lembaga negara, mungkin surat edaran menpora tentang pemutaran lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila sebelum pemutaran film di bioskop di seluruh tanah air untuk membentuk rasa nasionalisme, bangga pada tanah air dan aksi bela negara ( K-Lite FM, 1/2/2019) bisa dilanjutkan. Warga India bisa menerima dengan gembira kebijakan semacam itu di bioskop mereka. Kenapa kita tidak ? Padahal kita didera begitu banyak masalah/ hoax melebihi negara mana pun di dunia yang bisa melunturkan semangat kebersamaan kita sebagai satu bangsa ).

Written by Savitri

12 Juni 2019 at 14:26

Tol Darat, Laut, Udara Pemersatu NKRI. Tertib Mudik Cermin Peradaban Maju. ASN On Time ?

leave a comment »

Antrian kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Arus balik sebaiknya berangkat pagi. Sempatkan istirahat setelah 4 jam mengemudi. Utamakan selamat ( foto : Antara ).

Lebaran tiba. Ritual mudik tahun ini terpantau lebih baik. Tak sehoror sebelumnya. Jarak Jakarta – Semarang dulu 22 jam, kini 6 jam ( EMI, 7/6/2019 ). Jakarta-Surabaya cuma 10 jam. Wow..

Kemajuan menggembirakan ini berkat kerjasama dan disiplin semua pihak : pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintahan Jokowi dengan kementerian PUPR ujung tombaknya, kementerian perhubungan ( penumpang pesawat terbang beralih ke moda darat dan kapal laut karena tiket pesawat masih kalah bersaing, Jakarta – Medan Rp 21 juta ), Korlantas Polri ( melakukan contra flow, one way/ jalan searah di km 414-70 Trans Jawa di puncak mudik dan balik, membantu ganjal ban di tanjakan, dsb ) dengan back up pengamanan personel TNI, pengusaha yang menyediakan angkutan mudik gratis bagi karyawan dan para pengecernya, komunitas pemerhati transportasi yang terus mengamati dan memberi input perbaikan pada para stakeholder, media TV dan radio yang intensif memberi edukasi dan info bermudik aman nan lancar pada masyarakat, dan para pemudik/ pengendara itu sendiri yang mau lebih disiplin, terencana, terjadwal dalam melakukan perjalanannya ( disarankan berangkat pagi saat arus balik karena tubuh tak se-fresh memulai perjalanan mudik. Puncak balik diperkirakan Sabtu, Minggu besok. Setelah 4 jam berkendara, supir istirahat dulu di Rest Area terdekat. Setelah 8 jam mengemudi, supir diganti pengemudi lain yang terampil dan bugar ). Semoga korban kecelakaan lalulintas saat mudik & balik bisa berkurang lagi ( tahun 2017 sekitar 900 orang tewas. Tahun 2018 sekitar 300 orang tewas ). Apa yang terjadi di jalan raya menunjukkan tingkat peradaban kita. Makin tertib makin maju.

PROVOKATOR BIANG RUSUH. SIKAT !

Yang bikin heran, provokator dan teroris masih menyasar hari nan fitri ini. Di Kartasura, ada pelaku bom bunuh diri tewas terkapar ( bom meledak sebelum sampai tujuan ? ). Terjadi rusuh di dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga di Kupang, Adonara ) sampai 87 rumah dibakar gara-gara pawai takbiran mengeraskan suara knalpot ( siapa pemanah gelap yang membunuh martir tsb ? radikalis yang mau mengesankan wilayah tidak aman setelah menembak polisi piket di Jateng ? )

Orang terpapar paham radikal jadi PR kita bersama untuk menghentikan. Warga perlu aktif memantau keberadaan pendatang yang tertutup, penceramah intoleran di surau, masjid dan grup pengajian. Juga anggota keluarga, kerabat yang berubah kaku, mudah mengkafirkan orang lain. Lapor ke pos polisi terdekat atau babinsa ( saat ini ketua RT, RW sampai kepda yang terafiliasi 02/ permisif pada ormas takfiri, tak bisa diandalkan untuk menghentikan radikalisme karena mereka masih berharap mendulang suara dari kelompok intoleran ini tanpa pikir panjang/ tak paham geopolitik ).

REFERENDUM ? NO WAY !

MM, mantan panglima GAM yang kini jadi ketua parpol lokal mewacanakan referendum gara-gara kalah pileg ( perolehan kursi anjlok, nasionalisme orang-orang 02 dipertanyakan, cuma mau enaknya, jalan pintas pula ). Beruntung, Tap MPR no.4 th 1983 diperkuat UU no.5 th 2005 tentang revisi UUD 1945 / isu referendum sudah dicabut. So, tak ada jalan hukum untuk referendum. Dalam negara koloni yang belum berdaulat bisa dimengerti jika masih ada daerah yang minta referendum. Namun, yang sudah berdaulat seperti NKRI, no way, man !

Konferensi internasional bahkan membolehkan negara berdaulat mengambil semua langkah yang diperlukan demi menjaga keutuhan wilayahnya, kata Mahfud ( EMI, 3/6/2019 ). Ia menyarankan pendekatan khusus pada MM tapi tetap tegas ( jika masih minta referendum, proses hukum tanpa pandang bulu, juga penuntut lainnya ). Pemirsa dari Jateng usul agar Aceh jangan dikasih duit oleh pemerintah pusat ( dana otsus, transfer daerah, dsb. Rp 67 triliun dana yang sudah digelontorkan negara untuk Aceh ), masih ngeyel, sikat habis saja !

MENTERI DARI NTB ? HAK PREROGATIF PRESIDEN.

Pemirsa EMI dari NTB minta menteri kabinet berikut ada dari NTB. TGB gagal memenangkan Jokowi di NTB selama 2 pemilu. Apa masih ada ruang di kabinet berikut yang direncanakan diisi mayoritas profesional ( zaken kabinet ) dengan kemampuan mumpuni di bidangnya ? ( karena Jokowi tanpa beban lagi, tak perlu kebijakan populer untuk meraih suara elektoral. Gas pol. Tinggal fokus pada pembangunan manusia, termasuk kapasitas produksi orang daerah sehingga para pengusaha kapal yang menggunakan tol laut jadi semangat karena muatan dari WIT pun sebanyak dari WIB/ berton-ton. Tak kosong. Sekitar 40% penumpang pesawat beralih ke kapal laut yang menurut pengamat dan pemirsa belum sebaik kereta api dan angkutan darat ). Up to Mr President. Hak prerogatif.

( Rerata baru 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja, kata menteri Hanif ( MetroTV, 2/5/2019 ). Soft skills-nya masih kurang. Juga, link & match- nya. Begitu banyak mata pelajaran di kurikulum diknas sampai guru cenderung mengejar target selesai materi diberikan, kurang peduli anak paham atau tidak. Anak didik kita mau dibentuk jadi robot, atau ahli ? kritik pemirsa EMI, mantan guru ( MetroTV, 3/5/2019 ). Pantas, masih banyak gerombolan tak logis yang demen hoax.

ASN ON TIME PASCA MUDIK LEBARAN ? Let’s see..

11 hari libur lebaran 1440 H/ cuti bersama apa cukup buat ASN ? ( di luar negeri karyawan diberi 20 hari cuti dalam setahun, terbukti meningkatkan produktivitas kerjanya ). Tahun lalu, ASN masih telat masuk kerja, bahkan bolos sampai 2 hari. Di koran dan TV kerap diberitakan bos mensidak tempat kerja anak buahnya. Namun tahun berikutnya hal sama terulang kembali. Apa yang salah ?

Narsum Elman di EMI ( MetroTV, 8/6/2019 ) mengusulkan : ASN malas didenda Rp 1 juta jika telat masuk kerja setelah pulang mudik. Jika sampai 3 kali telat si ASN bandel bisa dipecat. Selama ini sidak dari atasan atau pengawas pegawai hanya masuk kotak, tanpa tindak lanjut, juga tanpa mengakumulasi perilaku telat dan bolos si pemalas sepanjang tahun. Jadinya santai-santai saja..

Berbeda dengan pegawai bank, banyak ASN tanpa meja/ job desk atau tak jelas pekerjaannya. Pemirsa EMI curhat bahwa pegawai telat masuk karena meniru atasannya yang juga telat masuk. Yang lain mengusulkan agar ASN juga punya buku saku seperti anggota Polri dan TNI yang mencatat kedisiplinan staf dalam bekerja sejak ia masuk institusi sampai pensiun. Setiap promosi atau kenaikan jabatan, buku saku menjadi penilaian penting bagi kandidat yang dicalonkan.

Dari survei diketahui sekitar 40% ASN bekerja tak efektif. Padahal pelamar kerja yang lebih pontensial ( tapi tanpa KKN ) mengantri di luar sana. Jokowi juga meminta ASN di daerah lebih gesit dalam mengurus segala perizinan investasi. APBN dan APBD sebagian besar ( 70% ) habis buat belanja/ gaji pegawai. Kalau 40% ASN kerja tak efektif plus doyan telat/ bolos ini masih dipertahankan, namanya pemborosan. Apa mereka gak malu dengan personel Polri dan TNI yang terus bekerja menjaga keamanan pemilu 2019 dan kelancaran mudik selama kita libur lebaran 1440 H ? Daerah ramah investasi bisa dimulai dari sini ( menegakkan disiplin ). Bos datang tepat waktu, anak buah meneladani. Itu baru cakep.

TIKET PESAWAT MAHAL ? UTAMAKAN MASKAPAI NASIONAL

Seingat saya, pasca insiden kereta anjlok di Bogor tempo hari, sudah disiapkan 2 gerbong kereta ‘SAR’ senilai Rp 6 miliar untuk mengantisipasi peristiwa serupa. Kereta api sejak dipoles menteri Jonan jadi primadona. Tiket sold out.

Sebanyak 222 pesawat Lion Air jenis Boeing 373 Max. senilai lebih Rp 300 triliun, ditinjau ulang pemesanannya setelah Ethiopian Air juga jatuh. Keselamatan sebagai budaya. Angka keselamatan tertinggi dicapai maskapai UEA dengan skor 98 dari skor sempurna 100 ( EMI, 12/3/2019 ). Maskapai Indonesia ?

Soal tiket pesawat mahal, sebagian pengamat transportasi mengatakan penyebabnya : perang harga sebelumnya yang menyebabkan banyak maskapai gulung tikar ( juga ratusan pesawat Boeing yang di-grounded tsb ). Konsumen terbiasa dengan harga murah sehingga terkaget-kaget dengan harga standar/ keekonomian yang diminta maskapai yang megap-megap 3-4 tahun ini. Di blog ini pernah disentil slot dan rute penerbangan yang ‘diobral’ ke maskapai asing sementara maskapai Indonesia tak semudah itu mendapatkan hal yang sama di mancanegara/ asal maskapai asing tsb. Menurut pengamat Cheppy, di dunia ini tak ada rute domestik yang diambil maskapai asing, kecuali di Indonesia ( MetroTV, 7/6/2019 ). Jadinya, tarif maskapai asing lebih murah dari maskapai Indonesia. Penumpang dari Batam, Medan, memilih naik boat ke Singapura, baru dari sana naik maskapai asing ke Jakarta ( di bawah Rp 2 juta per orang ).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17.000 pulau ), tata kelola angkutan udara kita perlu serius diperbaiki, agar maskapai Indonesia tak makin berdarah-darah lalu tersungkur mati. Koneksitas udara di jaman serba cepat ini ( industri 4.0 ) menjadi kebutuhan mendesak karena fungsinya sebagai pemersatu wilayah dan penggerak pariwisata ( tengah dikebut menjadi andalan devisa pertama menggantikan CPO yang cenderung menggunduli hutan tropis kita ). Semoga semua tantangan ke depan ini bisa kita selesaikan bersama. Amin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin ya…

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13

Banjir Bandang di Sentani, Papua. Stop Pembalakan Hutan dengan Paket Wisata Alam, Buku Siaga Bencana, Mitigasi Bencana.

leave a comment »

Gunung Cycloop (Siklop) Jayapura, Papua sebelum bencana banjir longsor Sentani.

Malam minggu kelabu di Distrik/ Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ( 16/3/2019 ). Diawali hujan deras mengguyur daerah Jayapura sejak pukul 18 WIT. Disusul meluapnya banjir bandang di Sentani sejak 21.30 WIT. Lebih 70 jasad bergelimpangan setelah diterjang banjir segera dievakuasi Tim SAR Gabungan ( Basarnas, Polri, TNI, BNPB, BPBD, relawan ) ke Rumah Sakit Yowari Sentani, PKM/ puskesmas Sentani, dan RS Bhayangkara Polda Papua ( tempat semua jasad itu nantinya diidentifikasi polisi DVI ). Korban longsor di Ampera, Kota Jayapura dievakuasi ke Rumah Sakit TNI Marten Indey di Jayapura, untuk selanjutnya ditangani tim medis yang dikoordinir Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua.

Sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Belum semua daerah terdampak bencana dapat dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir bandang, kata Sutopo, humas BNPB ( Minggu pagi, 17/3/2019 ). Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang di Papua.

Pesawat Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani dan helikopter pun rusak diterjang banjir bandang. Pesawat udara PAL P-750 XSTOL milik Cenderawasih Air bernomor registrasi PK-BSF itu disapu banjir bandang di Sentani. Banjir di Bima dan Dompu memutus jembatan antar desa. Listrik di Sentani padam. Banjir bandang menerjang Kampung Kemiri ( Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani ) dan 9 kelurahan yaitu Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, Nesmanuri.

“Mama’ Siklop menangis. Air matanya mengalir deras ke Danau Sentani. Menerjang lebih 70 warga Kabupaten Sentani yang berada di tepian 4 sungainya hingga tewas tersapu banjir bandang itu. Lebih 4000 korban terdampak mengungsi. Apa daya sekarang ?

Kisah lama berulang. Tahun 2007 pernah terjadi banjir dan longsor di sana. Kala itu 2-3 orang saja yang tewas, kata pemirsa EMI ( 18/3/2019 ). Sudah ada 3 UU yang mengatur kehutanan, perlindungan hayati, tata ruang ( batas hutan lindung, hutan sosial ) plus perda ( tahun 2015 ) di hutan terluas di Indonesia itu ( 31.500 hektar ). Namun faktanya, terjadi penggundulan sekitar 12 hektar tiap tahun di Siklop oleh para perambah hutan dan pendatang, hingga saat hujan deras selama 7 jam kemarin ( Sabtu, 16/3/2019 ) kerusakan Siklop sudah hampir 10.000 hektar luasnya. Pecahlah ‘tangis Mama’, tak terbendung lagi. Gelondongan batang pohon hasil penebangan liar meluncur ke bawah menabrak apa saja yang dilewatinya.

( hujan lebat dan lama di kawasan datar seperti Jawa, air meninggi perlahan hingga relatif bisa diantisipasi. Di Gunung Siklop yang berlereng curam, hujan deras yang tak tertahan hutan yang gundul, meluncur seperti air terjun dengan kecepatan tinggi menerjang pemukiman di bawahnya tanpa ampun. Bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura sudah diprediksi para peneliti sebelumnya sehingga muncul gerakan tanam 5000 anak pohon pada 5 April 2019 nanti ( digagas Wantanas ). Para tetua adat juga mendukungnya. Namun rencana tsb lagi-lagi keduluan hujan deras 7 jam itu.

( deja vu rencana gubernur Banten yang akan merelokasi rumah/ kios warga tepi pantai, tapi keduluan tsunami Selat Sunda dipicu longsoran tubuh GA. Krakatau )

( Badan Geologi sudah memetakan daerah likuifaksi sejak tahun 2012 di Sulteng, tapi karena tak melakukan mitigasi maka berujung celaka ( bencana Palu, Sigi, Donggala tahun 2018 ).

Hutan lindung tetap hutan konservasi, demo Walhi di jalanan ibukota tempo hari. Konkritnya, beritahu batas tegas hutan lindung ( sama sekali tak boleh diutak atik warga, keberadaan vegetasi, flora, faunanya ) dari hutan sosial ( warga masih bisa tanam kopi, teh, palawija di sela/ antara pohon seperti tumpang sari, tapi dilarang menebang pohon peresap air, dilarang membunuh satwa, vegetasi yang dilindungi negara termasuk dilarang merusak habitatnya ). Perbanyak polisi hutan untuk menegakkan aturan tsb ( 3 UU + 1 perda ). Rumah para perambah hutan direlokasi, juga rumah warga di dekat 4 sungai yang berhulu di Siklop karena hujan intensitas tinggi mungkin masih turun ( banjir susulan ) dan reboisasi hutan butuh waktu tahunan hingga akar tunjangnya cukup kuat menahan sapuan air permukaan. Keruk dasar sungai ( normalisasi ) secara rutin/ periodik terlebih jika terlihat gejala penggundulan hutan dan pembuatan pemukiman baru dekat sungai.

Warga di bantaran sungai cenderung membuang sampahnya ke sungai sehingga mendangkalkan/ mengecilkan kapasitas tampung air hujan yang melaluinya dan berbuah petaka baginya, keluarga dan tetangganya. Sosialisasikan, ingatkan warga terus menerus agar tak membuang sampah ke sungai, sampai menjadi habit/ kebiasaan baru dengan kesadaran penuh. Jika tak bisa begitu ( ogah berkomitmen buang sampah pada tempatnya ) maka segera relokasi mereka ke tempat baru yang jauh dari sungai. Kita sedang kejar-kejaran dengan dampak kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrim ( perubahan iklim, pemanasan global ). Gubernur dan para kepala distrik harus lebih pro aktif menjaga dan mengingatkan warganya. Polda Papua lebih berani bertindak menghentikan para pelanggar/ perambah hutan ( individu maupun perusahaan ). Pangdam Papua bisa menormalisasi 4 sungai dari Siklop, mengadaptasi program Citarum Harum Jokowi yang dilaksanakan Pangdam Jabar ( Doni, kini Harto ) bersama Gubernur Emil dengan menormalisasi Sungai Citarum ( terpanjang di Jabar ) agar hujan besar yang sudah kodrat alam itu tak sampai memakan korban nyawa, harta benda terlalu banyak.

***

TRAUMA KORBAN TSUNAMI ACEH

Trauma yang tidak diselesaikan jadi trauma akut ( I’m Possible, MetroTV, 26/1/2019 ). Contoh, Martinus, bocah 8 tahun yang bertahan hidup 21 hari ( dikiranya 3 hari ) di laut saat tsunami Aceh 2004 ( korban tewas sekitar 200.000 orang ). Kini dia berumur 23 tahun, jadi anak asuh CR7 Ronaldo karena difoto pakai kaos/ jersey timnas Portugal saat ditemukan. Martinus nyaris bunuh diri karena melihat seluruh warga sekampungnya tewas ( teror psikis ) kalau saja tidak lihat mobil lewat dan didatangi dua ‘kakek berjubah putih’ yang memberinya makan dan memintanya jangan pernah meninggalkan sholat, lalu lenyap seketika ( seperti saya yang didatangi kakek bersorban ).

Meski sudah 15 tahun berlalu ( melalui trauma healing ), ia masih trauma melihat laut biru, hijau dan dalam.

***

MENYETOP PEMBALAKAN HUTAN DENGAN PAKET WISATA ALAM.

Ritno Kurniawan, pemuda lulusan pertanian UGM, merintis Lubuk Agung Adventure ( LAA ) untuk menyetop pembalakan liar yang 80% dilakukan warga desanya pada hutan lindung Gamaran. Mereka dialihkan untuk sadar wisata dan jadi pemandu/ guide wisatawan atau buka 20 warung, yang hasilnya lebih besar ketimbang menebang kayu, setelah keindahan alam dikemas apik. Ada paket rafting/ arung jeram, mancing dengan membeli panah tembak buatan warga seraya melihat burung langka, menjelajahi hutan dan kemping ( bisa ditambah kursus mencari makanan dari hutan untuk survival ).

Sekitar 20% wisatawan datang dari mancanegara. Tahun 2013, Ritno merintis promosi LAA di akun Facebook, Twitter, instagram hingga kini sudah lebih 80.000 wisatawan yang datang berkunjung. Tak sia-sia usahanya selama 5 tahun, berjuang gigih tiap hari akhirnya membuahkan hasil ( Kick Andy, 2018 ). Adakah putra Papua di Sentani, Jayapura, lulusan perguruan tinggi yang tertarik mengikuti jejak Ritno ? ( jadi pahlawan untuk desanya )

***

BUKU SIAGA BENCANA

Ada buku siaga bencana yang bisa diakses di website BNPB. Potensi bencana tahun 2019 adalah banjir, longsor, puting beliung ( hidrometeorologi ). Kalimantan disebut rawan bencana kebakaran hutan dan banjir bandang ( karena tak ada patahan bumi dan gunung berapi ). Sekitar 2500 bencana diprediksi terjadi tahun 2018 di Indonesia dari 127 gunung api dan lebih 300 sesar gempa aktif.

( sebagian kita lihat di TV sudah terjadi di berbagai daerah ). Yang terbanyak Jateng, lebih 500 bencana. Kenali daerahmu dan siagakan dirimu mengantisipasi potensi bencananya. Di Jatim, ada mitigasi ( upaya mengurangi dampak bencana ) 20:20:20 ( jika gempa 20 detik, harus lari dalam 20 menit, ke bukit ketinggian 20 meter atau lebih ) ( On The Spot, Trans7, 9/1/2019 )

Tahun 2018 disebut tahun bencana ( meski lebih sedikit bencana yang terjadi dibanding tahun 2017, tapi memakan korban lebih banyak ). Rp 260 triliun anggaran bencana Jepang. Indonesia hanya Rp 6 triliun ( padahal luas wilayahnya berkali-kali lipat, juga kerusakan lingkungannya ). Sesudah otonomi daerah ( otda), kepala daerah mesti lebih proaktif mengantisipasi bencana, tak terus menyalahkan kepala negara seperti pemirsa dari Cirebon ( bencana, korupsi, kemiskinan, dst, apa saja disalahkan ke presiden, protes pemirsa dari Jember ). Teknologi bencana di dunia saat ini sudah bisa memprediksi cuaca sampai hari dan jamnya ( hujan, cerah, mendung berawan ). Untuk cuaca harian saja BMKG tak jarang meleset, apalagi memprediksi gempa, tsunami, letusan gunung, banjir dan longsor karena berbagai kendala alat dan kualitas SDM, sehingga warga perlu belajar kearifan lokal juga dalam mengendus bencana demi survival diri dan keluarganya.

***

Kita turut berduka atas musibah ini. Semoga korban dan keluarga terdampak bencana dikuatkan Yang Maha Kuasa, dan warga Papua sungguh-sungguh mengambil pelajaran berharga kali ini. Jangan buang sampah sembarangan, jangan menyakiti ‘Mama’ lagi ( jangan menebangi hutan lindung ). Karena mereka yang pergi tak bisa kembali. Cukuplah kematian sebagai nasehat.

*******************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

Mulai hari ini semua mobil yang masuk Balai Kota Bandung harus bawa tempat sampah dan lolos uji emisi gas buang kendaraan. Hal ini untuk menguatkan gerakan Kangpisman dan pelaksanaan Perda no.9 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah ( LPS PRSSNI, 18/3/2019 )

Kang Emil memberi pengarahan pada kontraktor pelaksana Masjid Raya Jabar

*********************

INFO MEDSOS :

TAGANA PANDEGLANG

“Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja.
Kalau ada gempa hindari kaca, kalau ada gempa pergi ke titik kumpul.”

Ini panduan yang dikemas sebagai syair lagu untuk murid sekolah dalam simulasi program Tagana Masuk Sekolah di Pandeglang, kemarin.( Jokowi, 19/2/2019)

https://t.co/tj2ZIHFyVG

JOKOWI TINJAU TAGANA HABIS DEBAT CAPRES 2

Sebelum pukul delapan pagi ini, saya terbang dengan helikopter dari Bogor, dan mendarat di Pandeglang.
Di Banten, saya antara lain hendak melakukan peninjauan sosialisasi program Tagana Masuk Sekolah (TMS) sekaligus menyaksikan simulasi tanggap bencana.

Selamat pagi. https://t.co/4bkeqEtAMr

DESA NELAYAN

Inilah wajah Desa Sumber Jaya, Bengkulu, satu dari sebelas lokasi proyek penataan kawasan permukiman nelayan yang sudah dimulai sejak 2016. Kampung ini lebih tertata, kapal nelayan dapat sandar dengan baik.

Pemerintah mengupayakan seluruh kampung nelayan ditata seperti ini. ( Jokowi, 16/2/2019)

https://t.co/pUoRng8evi

******

84 unit rumah type 36 untuk nelayan telah selesai pembangunannya. Lokasi : Kel Kaduhu. Kec Sorongi Timur-Sorong, Provinsi Papua Barat.( Fadjroel Rachman, 22/2/2019 )

@KemenPU @KemenBUMN https://t.co/RewMbq0J2T

KREDIT MIKRO NELAYAN

Selamat hari Minggu, #KawanKabinet!
Sebanyak 9.535 nelayan di 107 Kabupaten/Kota telah menerima manfaat dari Pembiayaan Mikro Nelayan sebagai solusi mudah permodalan berbagai usaha dan kelautan. ( setkab, 10/3/2019)

#SetkabAkhirPekan #FaktaData

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/UnNiL8A6dr

TEROWONGAN NANJUNG

Sudah direncanakan 15 tahun lalu, Terowongan Nanjung baru kita kerjakan tahun 2017. Padahal, terowongan ini penting untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di daerah berbukit Curug Jompong. ( Jokowi, 10/3/2019)

Terowongan Nanjung salah satu upaya mengendalikan banjir di Bandung Selatan. https://t.co/FvByEkad8N

TEROWONGAN CURUG JOMPONG

Progres per hari ini, proyek 2 terowongan Curug Jompong sepanjang 220 meter untuk mengakselerasi aliran sungai Citarum saat sedang pasang, dalam rangka mengurangi potensi banjir Bandung Selatan. Doakan semoga lancar dan selesai tahun ini.( Ridwan Kamil, 9/3/2019)

https://t.co/tAwyPIGQiF

HUTAN SOSIAL

Pemerintah menyiapkan 12,7 juta ha lahan untuk diserahkan kepada rakyat kecil dalam program perhutanan sosial. Sebanyak 2.53 juta ha sudah dibagikan di berbagai daerah.

Program ini untuk menurunkan ketimpangan sosial dengan memberi akses legal pengelolaan hutan selama 35 tahun.( Jokowi, 27/2/2019)

https://t.co/AF3qsT3xlg

EKONOMI PAPUA DIPERCEPAT

#KawanKabinet, percepatan pembangunan ekonomi Papua dan Papua Barat dilakukan dengan membangun infrastruktur dan konektivitas untuk membuka keterisolasian antar daerah melalui jalan Trans Papua.
#FaktaData #SetkabAkhirPekan

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/hQq1rDaTIV

ORANG UTAN DITEMBAK

Inilah induk orangutan Sumatera yang tubuhnya luka parah krn benda tajam & ada 74 peluru senapan angin. Anak orangutan umur 1 bulan mati krn kekurangan nutrisi berat dan trauma berat. Sungguh biadab orang yang menyiksanya. Saat ini dalam perawatan BKSDA Aceh. ( Sutopo PN, 13/3/2019)
@KementerianLHK https://t.co/MU6kPdsYA7

Written by Savitri

18 Maret 2019 at 15:22