Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Desa Petani Nelayan’ Category

Divestasi Freeport OK. Teror Demokrasi di KPU dan KPK ? Longsor Sukabumi dan Peta Bencana 2019.

leave a comment »

Tambang Grasberg, 93% total cadangan Freeport, tahun 2019 ini akan kembali berproduksi komersial, setelah diambil alih 51% sahamnya di Papua ( PT.FI ) oleh pemerintah Indonesia. Hadiah akhir tahun 2018 dari Presiden Jokowi, selain IHSG kita tertinggi ke-2 di dunia ( BEI tertinggi di ASEAN ) dan target penerimaan APBN untuk tahun 2019 terlampaui Rp 2 triliun ( 102 % ). Matur nuwun, nggih..

DIVESTASI SAHAM FREEPORT : JOKOWI LIHAI. PENCELA BEGO.

Apa kabar divestasi saham Freeport ? Seingat saya, Presiden Jokowi pada 21/12/2018 men-tweet bahwa kesepakatan divestasi ( pengalihan 51 % ) saham PT. Freeport Indonesia ( PT.FI ), anak perusahaan Freeport McMoran asal AS, sudah rampung.

Kalau begitu, BUMN Inalum ( PT Indonesia Asahan Aluminium ) tinggal bayar 3,8 miliar USD yang akan lunas sekitar 3 tahun ( 51% x 2,8 miliar USD, rata -rata hasil tambang Grassberg per tahun ). Bayarnya pakai global bond ( surat hutang yang tenornya panjang sampai 30 tahun ) agar tak menggerus cadangan devisa kita alias tak menekan nilai rupiah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia ( FEB-UI ) Rhenald Kasali
menilai pemimpin sebelum Jokowi, tak ada yang secara tegas bersikap untuk merebut Freeport untuk dikuasai Indonesia. Ide ( dan mencela ) itu murah karena tak beresiko apa-apa, tetapi implementasi itu mahal karena yang menjalankan akan babak belur ( Kompas, 22/12/2018 ).

Jokowi rela compang-camping dihina para mafioso di balik kuasa Kontrak Karya ( KK ) Freeport, lalu dengan tenang membereskan masalah PT.FI yang terkatung lama dengan membayar apa yang menjadi hak orang lain ( aset, teknologi, dll PT.FI ) dan Freeport harus bayar lebih baik apa yang menjadi hak kita.

Dengan menjadi pemegang saham mayoritas ( 51% ) kita bisa dapat bagian lebih besar plus pegang kendali, dari pengolahan dan teknologi yang belum kita kuasai ( belajar skill, alih teknologi ).

Ketika Jokowi mulai mengeksekusi rencana mengambil alih sebagian besar saham Freeport yang sudah bercokol sejak 1967 ( bahkan perintisnya sudah ada sejak Indonesia belum merdeka ), AS marah besar, pemerintah pusat terus digoyang. bahkan mereka sampai kirim pasukan yang merapat di Australia ( biasa, psy-war mengawal kepentingannya ), plus penembakan KKSB terhadap warga sipil sekitar area tambang, yang biasanya bikin rezim sebelumnya ciut menkerut dan mundur teratur dari perundingan.

Namun, Jokowi-JK bersana trio negosiatornya ( menkeu Sri, menteri BUMN Rini, menteri ESDM Jonan ) tetap gigih berjuang. Dihajar dari dalam dan luar negeri sampai babak belur dan compang camping pun terus maju, sampai berbuah manis akhir tahun lalu. Kepemilikan saham yang selama ini cuma 9 % untuk Indonesia sebagai pemilik tambang, sejak 21 Desember 2018 melonjak menjadi 51% ( royalti, pajak 25% ). Yang semula Freeport keukeuh dengan KK ( Kontrak Karya ) akhirnya mau IUPK ( Izin Usaha Pertambangan Khusus ) Hebat kan ?

KK selama ini menjadi barang mewah bagi Freeport untuk mengeksplorasi habis tambang tembaga dan emas di pegunungan Earsberg dan berpindah ke Grasberg dari tahun 1988. Dengan KK, hak masyarakat adat Amungme dan Kamoro tak diperhatikan serta kebal terhadap aturan baru dalam dunia pertambangan.

( repotnya, Kontrak Karya baru bisa dicabut jika ada alasan ‘wajar’ dan kudu disepakati kedua belah pihak. Begonya rezim terdahulu yang bikin kontrak tsb, bikin kita di zanan now, yang belum lahir waktu itu, jadi dimaki-maki orang Papua dan ditembaki KKSB, meski sudah nggelontorin duit keringat kita puluhan triliun dan memperbaiki kesalahan para pendahulu kita. Ah.. nasib )

Perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus. ( IUPK, agar Freeport boleh menambang lagi ) mensyaratkan : smelterisasi, divestasi 51% saham Freeport, dan pendapatan yang lebih besar dari royalti dan pajak. Selama ini Freeport sumbang penerimaan negara kita sebesar 17,2 miliar USD ( pembayar pajak terbesar )

Resminya, pengalihan saham PT.FI ditandai dengan proses pembayaran dan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK) PT.FI yang telah berjalan sejak tahun 1967 dan diperbarui tahun 1991 dengan masa berlaku hingga 2021.

Dengan terbitnya IUPK ini, PT.FI mendapat kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi. PT.FI akan membangun pabrik peleburan ( smelter ) dalam 5 tahun.

PT.Inalum sudah membayar 3, 85 miliar USD kepada Freeport McMoran Inc. dan membeli sebagian saham FCX di PT.FI sehingga kepemilikan Inalum meningkat dari 9.36% menjadi 51.23% ( nanti dibagi sebanyak 41.23% untuk Inalum dan 10% untuk Pemerintah Daerah Papua yang akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral ( IPPM ) yang 60% sahamnya akan dimiliki Inalum dan 40% oleh BUMD Papua ). Penguasaan 51,23 % PT Freeport Indonesia ( setelah 51 tahun Freeport McMoran menguasai 90,4% PT.FI ) berdampak positif bagi pemasukan negara kita.

Setelah lunas 3 tahun bayar divestasi, Indonesia akan menikmati pemasukan besar ( sekitar Rp 1,4 miliar USD per tahun ) selama 50 tahun ke depan. ( EBITDA PT FI setahun sekitar 4 miliar USD. Net profit sekitar 2 miliar USD .). Dengan operasi tambang underground mulai tahun 2019, produksi rata-rata harian Freeport bisa mencapai 24.000 matrik ton per hari untuk konsentrat tembaga ( di atas 3-4 miliar USD per tahun ). Dengan membeli participating interset Rio Tinto, Inalum mampu mengontrol 60% total produksi Freeport ( artinya lebih dari separuh pendapatan Freeport akan diterima Inalum ).

Direktur Utama PT Inalum ( Persero ) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa tambang Grasberg di Papua merupakan tambang terumit di dunia sehingga Indonesia perlu belajar banyak mengelola tambang secara profesional, transparan dan akuntabel dari Freeport McMoran ( the best operator for underground mining ).

Dengan teknologi canggih yang dikuasai perusahaan tambang emas terbesar di dunia ini ( potensi tambang Grassberg adalah 93% dari total cadangan Freeport ) yang jago tambang bawah tanah, ke depan, gunung emas yang sudah digali sedalam 700 m ini akan diteruskan sampai 1000 m, dan tenaga trampil Indonesia bisa belajar banyak dari situ. Jika Frreport diusir tahun 2021, pekerja tambang Indonesia perlu 20-30 tahun untuk bisa menggali emas di kedalaman 1000 meter tanpa tertimbun reruntuhan, plus bayar semua aset dan teknologi Freeport sesuai Kontrak Karya. Sebaliknya, dengan divestasi 51%, Indonesia bisa duduk dalam manajemen dan mempengaruhi kebijakan manajemen, mulai dari masalah limbah tailing sampai soal kehutanan.

Menkeu Sri bilang, skema perpajakan nail down ( persentase setiap komponen pajaknya bersifat tetap ) akan memastikan penerimaan negara tetap lebih besar ketimbang yang diperoleh perusahaan asal Amerika itu ( usai akuisisi 51% sahamnya tuntas ), sesuai pasal 169 Undang-Undang no. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. So, mampu mengontrol dapur tambang potensial Grasberg adalah simbol bangsa mandiri yang berpikir maju.

Dunia kini memuji betapa lihai dan pandainya pemimpin Indonesia saat ini ( untuk kasus PT.FI/ high-tech akan lebih rasional dan terjangkau jika kita melakukan divestasi ketimbang mengambil tahun 2021 atau nasionalisasi ). Prof. Renald Kasali memuji kecerdikan cara pengalihan saham PT.FI dan pemasukan besar yang akan dipetik Indonesia setelah keberhasilan tsb.

Anehnya, pendukung PS malah nyinyir meremehkan, bahkan memaki ‘gob*** setelah tweet Jokowi tsb. Begitu enteng bicara : usir saja Freeport sehabis KK tahun 2021, tak perlu keluar duit buat beli tambang sendiri.

Lho, siapa yang beli tambang emas Grasberg ? Dari dulu, tambang emas tembaga itu milik kita ( orang Papua/ Indonesia ). Kita tuh beli saham perusahaan Freeport yang sudah menginvestasikan puluhan triliun untuk keahlian, tehnologi, riset, alat berat, aset dsb di Papua selama puluhan tahun ( uang itu sebagai kompensasi plus transfer ilmu mengelola tambang bawah tanah ). Mau belajar sendiri ? Lebih mahal dan lebih lama. Keburu kiamat, Coy..!

Dari dulu Indonesia dapat uang konsesi, pajak dari hak atas tanah kita yang dikuasai asing yang di dalamnya ada emas, perak, tembaga, dsb. Status tanah kita dijamin konstitusi. Sedangkan dalam PT ( perusahaan/ perseroan terbatas ) ada aset, modal, saham, R & D, tim direksi, keahlian, brand, tehnologi, pasar, kanal, harta terlihat dan intangible. PT. Freeport Indonesia ( PT.FI ) bukan milik kita, tahu,.. tapi dibawa asing ke tanah Indonesia ( anak perusahaan Freeport McMoran ). Emas di kedalaman lebih 700 meter di bawah tanah tak bisa kita olah dengan cara konvensional. Jadi kalau mau diambil alih, ya harus bayar kompensasinya, dong.

Mengapa pengambil alihan saham Freeport tidak dilakukan saat KK berakhir tahun 2021 ? Karena pengambilan pada 2021 tidak gratis, bahkan biayanya lebih mahal ketimbang harga divestasi 51% saham Freeport. Perjanjian KK beda dengan kontrak pada sektor minyak dan gas bumi ( migas ) yang blok migas dan asetnya harus diserahkan pada pemerintah saat kontrak berakhir, dan pemerintah bisa menyerahkan pada Pertamina,.

Perjanjian KK membatasi pemerintah Indonesia mengambil alih Freeport tanpa alasan yang bisa mereka terima dan harus disepakati kedua belah pihak. Jika sepakat mengakhiri KK pun,
pemerintah Indonesia harus membeli semua aset, peralatan dan teknologi mereka dengan nilai buku. Hasil appresial lembaga keuangan internasional, nilai buku seluruh aset Freeport ditaksir sebesar 6 miliar USD, jauh lebih mahal dibanding harga divestasi 51% saham Freeeport sebesar 3,8 miliar USD.

Dengan Earning After Tax (EAT) yang dibukukan PT.FI rata-rata sebesar 2,8 miliar USD per tahun, maka deviden yang diterima Indonesia bisa mencapai 1,4 miliar USD ( 0,51 X 2,8 miliar USD ) per tahun plus pendapatan dari royalti dan pajak. Pay Back Period ( waktu pengembalian dana ) divestasi 51% saham Freeport sebesar 3,8 miliar USD akan kembali dalam waktu 3 tahun.

Well..sejak pilpres 2014, para bego dan emosional ini praktis cuma jadi beban negara ya… dengan aneka manuver rendahan yang tak mencerminkan karakter asli bangsa ini. Tanpa malu, mereka secara sadar mengadopsi cara asing yang biadab untuk memecah belah bangsa sendiri. Semoga tak ditiru generasi penerus kita. Amiin..

JARIMU HARIMAUMU. HOAX SURAT SUARA MEMBAWAMU KE PENJARA.

Jelang pilpres 17 April 2019, suhu politik kian memanas. Hoax melonjak. Terakhir, lebih 100 hoax per bulan. Ketika yang teranyar : hoax 7 kontainer surat suara, sudah tertangkap BPP kreatornya dalam seminggu oleh polisi, lalu terjadi teror terhadap KPK ( Komisioner Laode dilempar bom molotov, Ketua Agus dapat bom pipa palsu ). Pengalihan isu ?

Bisa jadi, karena sejak tahun 2011 serangan terhadap pimpinan dan pegawai KPK tak pernah terungkap aktor intelektualnya. Namun, serangan tsb nyata melukai. Bukan cuma gertak sambal seperti fake bomb kemarin.

BPP ternyata pimpinan ormas yang sudah dipecat pada Juli 2018, lalu kini jadi ketua salah satu kelompok relawan pendukung 02 ( meski tak terdaftar di KPU tahun ini ). BPP minta isu surat suara tsb disampaikan ke Grd pusat, lalu NPW, FZ, FH, AA ( pura-pura ? ) di medsos minta konfirmasi ke Polri soal 7 kontainer surat suara dicoblos di Tanjung Priok dari China ini.

( apa mereka gak mikir, surat suara saja baru mulai dicetak medio Januari ini yang saat hoax baru tahap lelang ? Kenapa tidak offline ke kantor polisi dulu, jika niatnya menjaga kredibilitas KPU dan legitimasi pilpres. Mereka kan punya akses. Ya, kecuali mereka lagi merintis chaos dan nuduh pemilu curang seperti di pilpres 2014 dan pilkada 2018, biar gak diamuk para pendukung, karena kalah lagi, kalah lagi ? ).

PS bilang, ini kali terakhir dia nyapres. So, FZ cs habis-habisan kampanye tak peduli menabrak aturan hukum, moral atau tidak. Sayang, pikiran pendek dan dendam kesumat mereka tak memperhitungkan stabilitas politik, ekonomi, masa depan demokrasi negeri ini yang sedang siaga menghadapi perang dagang dan ancaman lebih 2500 bencana alam tahun ini. Jika stabilitas negara sampai terganggu karena protes curang berkepanjangan para gerombolan bego emosional yang hanya mau mendengar apa yang ingin didengarnya ( narasi ‘penindasan’ sudah disemai di grup-grup WA tertutup ), maka ketahanan ekonomi kita bisa di ujung tanduk yang implikasinya bisa ke mana-mana.

Rommy bilang elit 02 pernah membolehkan 60% kampanye hitam bagi para pendukungnya. La Nyalla yang tobat juga mengakui cara hitam itu. Elit Grd lainnya bilang, BPP terlalu bersemangat. What does it mean ? Let’s see..

BPP, tersangka pelaku hoax ( kreator rekaman audio ) 7 kontainer ( 70 juta ) surat suara tertangkap polisi pada Selasa, 8/1/2019. Padahal BPP sudah menghapus akun ( setelah viral ), membuang simcard, ponsel dan kabur dari Bekasi ke Sragen, Jateng. Toh, polisi tetap bisa menangkapnya dengan melacak jejak digital forensiknya, pengecekan audio ( 20 kata suara di medsos identik dengan karakter suara BPP ) dan teknologi cyber canggih yang dimilikinya.

So, jangan coba-coba membuat atau menyebar hoax karena pelaku dan aktor intelektualnya bisa dipenjara 6 tahun ( UU ITE ) atau 10 tahun ( pasal 14 – 15 peraturan hukum pidana tahun 1996 ). Kita minta polisi, jaksa, hakim memaksimalkan hukuman BPP dan orang/ kelompok yang membayar/ memintanya karena modusnya sudah terencana sistematis.

Belajar dari hoax yang selama ini dibiarkan Bawaslu dan KPU menyerang paslon 01 sampai berbiak dan kian pede sampai berani menyerang legitimasi pemilu dan penyelenggaranya. Baru tahu rasanya dirugikan, baru mau bergerak melapor ke polisi.

Atau KPK yang kerap menuntut vonis sedang koruptor ( hakim memvonis ringan ), para pelaku jadi gak ada matinye korupsi dan gak ada takutnya melempar bom ke komisioner KPK setelah menyiram Novel dengan air keras.

Kejahatan luar biasa seperti korupsi dan terorisme harus dihukum luar biasa berat juga, agar kapok dan tak berulang atau meningkat dosisnya. Hoax surat suara BPP juga termasuk teror demokrasi atau ancaman serius terhadap sistem negara kita. Kita tahu di kalangan ASN ada sekitar 20% yang menolak Pancasila.

( mungkin mereka yang membuang KTP-E yang belum dihancurkan ke ruang publik sampai 3 kali untuk men-deligitimasi hasil pilpres ? Mereka seharusnya dipecat karena tanpa malu terus makan gaji seraya menggerogoti keutuhan NKRI . Plus ada 16% ‘ulama’ dari riset UIN kemarin yang menolak konsep bernegara kita ( harap NU dan Muhammadiyah menyadarkan mereka sebelum mereka melanjutkan ( dukungan terhadap ) teror demokrasi, teroris berkedok agama, politisasi agama/ SARA, hatespeech pada kepala negara dan pengrusakan terhadap aqidah Islam wasatiyyah.

Lalu AA, wasekjen Dmk yang gemar melempar isu kontroversi tanpa crosscheck : jenderal kardus, mahar Rp 1 triliun ( lalu ngumpet ketika mau diklarifikasi Bawaslu ), protes dana kelurahan ( padahal sudah disetujui fraksinya ), menuduh baliho Dmk dicopot pendukung PDIP ( padahal baliho PDIP juga dicopot orang, bahkan waktu pengrusakan kantor PDIP dulu, semua kader PDIP bisa menahan diri, tak curhat baper di ruang publik/ medsos yang merugikan elektoral partai yang dituding, tapi crosscheck dan bicara 4 mata dulu atau lapor ke Bawaslu ), lalu dengan gaya bertanya seperti inosen minta polisi mengusut 7 kontainer surat suara dicoblos, lalu menyarankan PS memboikot pemilu 2019 setelah merasa aneh dengan kisi-kisi 20 pertanyaan terbuka acara Debat Capres pertama 17 Januari 2019 seolah hal itu permintaan kubu 01, padahal usul itu dari KPU agar jawaban para kandidat bisa mendalam, lalu disenyumi/ diterima kubu PS dalam ruang tertutup ( silakan upload di Youtube rekaman aslinya, Pak Arief, untuk membungkam mereka yang munafik dan teriak-teriak protes itu. Usul pertanyaan terbuka itu justru lebih mungkin diminta kubu 02 yang selama 4 bulan ini cuma bisa hoax, fitnah, kampanye imajiner, membangun narasi/ sinetron penindasan, curhat rasa tidak adil dan kezaliman sempurna rekaan sendiri. Lalu, AA berkicau bahwa rumahnya digerebek, padahal anggota keluarga dan ketua RT-nya tak merasa demikian. Sensasi lagi? Ringkasnya, mantan aktivis ini sudah banyak merepotkan kita dengan kecerobohan ( atau siasatnya ).

Kominfo bisa proaktif men-take down akun-akun penyebar hoax ( sejenis pertanyaan bohong AA ). Pertanyaan seolah minta klarifikasi atas hoax di ruang publik bisa dianggap sejenis trik hoax kalau niatnya mendiskreditkan penyelenggara pemilu, mengancam legitimasi pilpres atau menggerus suara petahana. Tindakan preventif Kominfo agar hoax tak terus berbiak, juga harus dibarengi dengan tindakan kuratif polisi untuk menjerat para donatur, pengguna jasa kreator dan penyebar hoax, dengan 6-10 tahun penjara ( jangan cuma 1-2 tahun, hingga hoax terus bertambah seperti sekarang ). Pikirkan chaos yang mungkin terjadi kalau para perusak legitimasi itu lalu menuduh pilpres curang dan berulah merepotkan ( ingat 20% ASN dan 16% ‘ulama’ di grup-grup WA tertutup yang sedang mencuci otak sebagian anak milenial yang kurang paham agama, dan kritis tanpa arah, demen di ujung, malas merunut akar masalah dan proses di tengah atas sebuah isu atau fakta yang di-framing keliru oleh politikus busuk yang bersekongkol dengan pengusung khilafah ).

Ini orasi ‘si mulut besar’ yang sudah di penjara Arab Saudi karena mengibarkan bendera HTI di Tanah Suci. Salah sendiri kabur. PS menandatangani penjanjian itijma 2 ( GNPF, padahal sudah dihentikan MUI ) jika menang pilpres akan ngurusin HRS balik ke sini dan mengakomodasi ‘agenda’ lanjutannya, yang bikin Yusril tak mau terikat dan pindah ke 01 ( Jokowi-Ma’ruf )

Khotbah HRS. Tiga watak dasar para pengusung NKRI Bersyariah, yaitu takfirisme, ekstrimisme, dan kegagalan dalam berpikir metodologis, yang ketiganya menjadi penghalang terbesar dalam mewujudkan sebuah pemerintahan yang mampu menyediakan ruang publik yang manusiawi berlandaskan nilai-nilai Islam ( https://dinasulaeman.wordpress.com )

Indonesia menjamin kebebasan mengemukakan pendapat ( pasal 28 ) selama berada di koridor asas negara Pancasila ( Mukadimah UUD 1945 ). Janganlah menuntut rasa adil untuk kebebasan ber -makar ria. Jangan belagu nuntut hak pasal 28 kalau kalian sendiri melanggar kewajiban yang lebih mendasar ( menjaga Pancasila, perekat NKRI ). Bebal ? Ya, dicokok polisi dan di penjara ( masih mendingan daripada dipotong jarinya, seperti usul pemirsa EMI yang sudah muak dengan pelaku hoax ).

Sampai tukang pijat yang lucu pun kecipratan digandrungi netizen sebagai Capres 10. Saking frustasinya mereka dengan perseteruan sengit dua kubu capres versi KPU. Masak demokrasi segaduh dan sebenci ini ? Memang seperti minyak dan air jika dua pihak berbeda prinsip bertemu. Malaikat dan setan pun muskil bersatu kan ? Kubu 02 memplintir capaian 01. Terpaksa 01 men-klarifikasi dengan data valid. Lalu 02 bikin hoax bahkan dari hal yang tak ada sama sekali ( penganiayaan RS, 7 kontainer ). Ya jelas 01 mesti meluruskan dan kontra narasi, dong. Jangan sampai para pemilih salah nyoblos karena kebohongan masif yang terus mereka jejalkan ke pemilih baru, lalu Indonesia mundur lagi di tangan kubu yang demen ( bisanya ) hoax dan berkhayal. Atau shut down seperti AS sekarang yang bikin bisnis gulung tikar dan dolar berhamburan keluar AS.

Jokowi karena belum mencapai angka pertumbuhan di atas 5,3 seperti janjinya, lantas disebut hoax oleh 02. Hoax itu fake news, berita bohong, bukan janji kampanye yang belum terealisasi. Presiden Filipina yang berjanji muluk saat kampanye tak disebut hoax oleh rakyatnya, yang mendukung mau pun yang tidak. Juga presiden-presiden sebelum Jokowi dan kepala daerah 34 provinsi yang belum tercapai targetnya. Tapi kalian, pendukung 02 menggunakan kekurangan Jokowi ini sebagai dalih untuk menduplikasi berlipatganda kebohongan dan kelicikan tanpa risih. Kejam, tak proporsional, semau gue khas orang sombong pendengki yang merasa diri lebih tinggi dan merasa berhak menindas lawan yang menghalangi syahwat berkuasa.

Kaum milenial yang cari kanal rileks di Capres 10, kemungkinan terburuknya adalah golput jika tak diarahkan. Mungkin swing voters yang 9% itu. Tapi masih mendingan daripada mereka masuk kubu 02 atau tertular berkontestasi menghalalkan segala cara lalu mencakari saudara setanahairnya. Itu bisa lebih runyam.

Kita yang 54% dari populasi harus tetap gigih dan cerdik memenangkan capres Jokowi-Ma’ruf nomor 01 untuk Indonesia Maju ( Indonesia Juara bagiannya Jabar-1, ) karena warga AS yang tingkat pendidikannya lebih baik, tahun 2016 pun masih bisa ketipu Trump yang 80% bohong ( juga Brasil tahun 2018 ). Dari riset, 1 dari 5 warga Singapura tak tahu apa yang dibacanya itu hoax atau bukan.

Nah, untuk mengenali hoax atau bukan, Dr. Dina YS punya kiatnya :

Metodologi : menangkap ‘bau’ hoax dalam isu muslim Uyghur, Rohingya, Suriah, Palestina.

Tahap pertama: FAKTA

Fakta artinya: benarkah terjadi? Ketika disebut “orang Muslim dibunuh pemerintah China” atau “orang Sunni dibunuh orang Syiah”, perlu dicek (1) benarkah terjadi? (2) kalau benar, dalam kondisi apa, atas alasan apa?

Kasus :

-Ada foto orang yang dihukum gantung, diberi caption: orang Sunni di Iran ( penyebarnya, antara lain akun seorang ustadz, dan akun pkspiyungan ). Saat dicek, ternyata dia adalah pembunuh 5 perempuan yang dijatuhi hukuman gantung tahun 2011. Sama sekali tidak ada info, orang ini Sunni atau Syiah. Jika Sunni, apakah bila dia membunuh, dia tidak boleh dihukum? Di Indonesia, para teroris yang meledakkan bom itu juga mengaku Sunni [ padahal Wahhabi ], apa ketika pengadilan RI menjatuhkan hukuman kepada mereka, pemerintah disebut ‘anti Sunni’ ?

-Orang-orang pro-IM dan HTI di Indonesia selalu menyebar hoax bahwa rezim Assad-Syiah adalah pembantai Sunni. Yang mereka jadikan dalil: pembantaian di Hama tahun 1982. Ya benar, ada pembantaian di Hama 1982 dan korbannya Sunni. Tapi, mereka adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang melakukan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Hafez Assad; ayah dari Presiden Suriah yang sekarang. Pertanyaannya: pemerintahan ( kabinet ) Suriah sejak dulu sampai sekarang diisi mayoritas Sunni; apakah IM di Hama dipersekusi akibat aksi kudeta bersenjata atau karena Sunni-nya?

-Kelompok tertentu gemar menebar info bahwa kaum Rohingya dibantai oleh kaum Budha-pembenci-Muslim. Bahwa kaum Rohingya didiskriminasi dan ditindas oleh Junta Myanmar, adalah benar. Kemlu RI sudah mengkonfirmasi nasib buruk mereka [ dan bahkan sudah melakukan banyak hal untuk membantu ]. Tapi, benarkah itu dilakukan Junta Myanmar atas alasan ke-Islam-an ? Kalau memang Islam-nya yang dibenci, mengapa orang-orang Muslim lainnya hidup baik-baik saja di Myanmar, dan masjid-masjid berdiri aman di sana ?

-Orang-orang Uyghur, sejumlah SATU JUTA orang konon direpresi oleh pemerintah China dengan alasan : karena mereka Muslim. Benarkah ? Dari sisi angka, sangat bombastis. Satu juta itu banyak sekali, sangat berbau hoax [ buat yang ‘alarm’-nya sudah terasah ].

Lalu, sumber beritanya dari mana? Ternyata dari media-media mainstream Barat. Cek lagi, siapa yang jadi narasumber mereka. Yang paling sering dikutip adalah World Uighur Congress, sebuah organisasi yang didanai oleh NED, sebuah lembaga AS yang punya rekam jejak panjang dalam memobilisasi kudeta dan mengatur upaya propaganda menjatuhkan rezim-rezim yang menentang agenda Washington

Lalu, foto-foto dan video yang tersebar, sudahkah dicek dengan google image, hoax atau bukan? Pengalaman saya meneliti Suriah, saya menemukan sangat-sangat banyak foto hoax ( misalnya, gambar anak kecil ditembak tentara Israel, disebut anak kecil dibantai Assad ).

Selanjutnya, cara berpikir ilmiah/ akademis adalah: dengarkan sanggahan dari pihak yang berlawanan. Pemerintah China sudah mendatangi berbagai pemerintahan negara-negara Islam untuk menjelaskan duduk persoalannya. Kamp yang disebut-sebut itu ternyata kamp deradikalisasi dan ini terkait dengan bergabungnya 20.000 lebih orang Uighur dengan ISIS di Suriah.

Nah… dari semua kasus yang saya kasih ini, bisa dilihat betapa kita perlu memisahkan mana yang FAKTA, mana yang FAKTA + framing, mana yang HOAX.

Sebelum sampai tahap YAKIN, sangat salah bila kita menyikapinya dengan emosional. Tunggu dengan sabar. Membaca dengan lebih dalam, baca dari 2 sisi.

TAHAP 2 : Analisis

Bila YAKIN faktanya benar, barulah dianalisis dengan kepala dingin. Menganalisis itu tidak dengan cara cocok-cocokan ( misal: tuh, kan orang China memang jahat ! Usir orang China dari Indonesia ! ) tapi dengan basis logika dan teori yang jelas, supaya bisa masuk ke tahap 3

https://dinasulaeman.wordpress.com/2018/12/29/tentang-china-dan-uyghur-2/

TAHAP 3: Solusi/rekomendasi

Contoh, adalah benar bahwa kaum Rohingya dan Palestina sedang tertindas. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai bangsa Indonesia? Melakukan upaya diplomasi kemanusiaan? Atau kirim pasukan jihad ? Atau usir Dubes Myanmar? Atau GANTI PRESIDEN ?

Ketika solusi yang diberikan TIDAK NYAMBUNG, maka bisa disimpulkan, si pembawa pesan [ orang yang heboh mengangkat isu ini ] tidak benar-benar sedang memperjuangkan nasib Rohingya/ Palestina/ Uyhgur.

Kalau benar pemerintah China bersikap jahat ke orang Uyghur, mengapa PRESIDEN RI yang harus diganti ? Bukankah kejadiannya di China sana?

Sekedar kilas balik: apa mereka yang dulu heboh luar biasa menuntut pemerintah menampung pengungsi Rohignya dan heboh menggalang dana benar-benar tulus? Kalau ya, mengapa mereka sekarang diam ketika Pemprov Aceh kewalahan mendanai para pengungsi Rohingya itu? Kemana dana yang dulu mereka kumpulkan dari rakyat Indonesia? Apa semua diserahkan ke para pengungsi atau 30-60% dipotong dengan alasan ‘operasional’?

Sebaliknya, mengapa mereka tidak pernah mengapresiasi Kemenlu yang selama ini jungkir-balik melakukan berbagai upaya diplomatik mengurusi kasus Rohingya?

Demikian untuk sementara. Ingat ya, ada 3 tahap: pastikan faktanya apa [ bukan fakta+framing ] ; lalu analisis dengan berbasis logika dan teori; dan berikan rekomendasi yang nyambung, bukan salah sambung.

Ketika ada pihak-pihak tidak melakukan 2 tahap pertama dengan benar lalu masuk tahap ke 3 ( kasih rekomendasi/solusi ) dengan tak nyambung, Anda akan paham, mereka sebenarnya siapa.

Seingat saya, pas hari pencoblosan pemilu di Iran ( ketika capres petahana Ahmadinejad yang lagi gencar disudutkan dan diembargo AS cs ) saya seharian sulit mengakses internet. Mungkinkan itu dilakukan di Indonesia ? ( 17 April 2019, atau ditambah seminggu sebelumnya, waktu yang biasa digunakan kader koalisi PS bergerilya menambah suara di pilkada 2018, lalu menuduh lembaga survei meleset, padahal tak sampai mengubah hasil akhir cakada yang sudah disurvei menang )
Sistem di China yang otoriter, bahkan men-sensor habis medsos dan portal made in AS. Bisa dikombinasi dengan sistem Jerman yang menerapkan denda bagi perusahaan yang membiarkan hoax merajalela di platformnya. Atau KPU dan Bawaslu sekarang lebih siap mendiskualifikasi pelanggar kesepakatan kampanye ? ( denda Rp 1 miliar tiap hoax, buat nambah kas anggaran pemilu, maybe ? ). Prinsipnya ada penjeraan bagi pelanggar agar tak membesar dan membahayakan demokrasi di negeri ini. Will you think about it ?

KPK DITEROR BOM & SOLUSI PENGAMANAN.

PP 36 tahun 2009 mengatur detail cara pengamanan pimpinan KPK dan keluarganya. Para komisioner mendapat rumah dinas ( bagi yang tidak punya rumah di Jakarta ) dan sejumlah fasilitas lainnya. Termasuk diperbolehkan memegang senjata untuk menjaga diri ( EMI, 11/1/2019 ). Saat ini para komisioner tinggal di rumah sendiri yang dilalulalangi orang di jalan depan rumah dan remang-remang tak terjaga di belakang rumah. Komisioner Agus dan Laode berusaha tegar tak terpengaruh teror. Tapi polisi tetap perlu meningkatkan pengamanan ( berlapis ) jika mereka tak disatukan di kompleks dinas yang mengefesienkan pengamanan. KPK mungkin perlu menangani kasus lama/ besar lagi agar publik melihat KPK tak terpengaruh teror dan bekerja lebih baik ( lebih senyap seperti Jokowi yang tahu-tahu sudah peresmian proyek atau divestasi kelar ). Tahu-tahu koruptor kakap sudah divonis 20 tahun penjara, seumur hidup, dimiskinkan, nyapu jalan di jalan protokol dengan tangan diborgol atau dihukum mati.

ICW pernah mengusulkan ada unit khusus di KPK yang tak hanya menangani ancaman terhadap pimpinan dan pegawai KPK di dalam gedung KPK tapi juga di luar gedung. Gusdur pernah bilang : KPK kuat jika didukung 50 hakim, 500 jaksa, dan 5000 pasukan terbaik.

Semoga teror ini cuma teror demokrasi dan segera tertangkap pelakunya ( karena perasaan, kasus yang sedang ditangani KPK : suap pengadaan barang, korupsi kepda, KTP-E, Meikarta, dan Century yang dari dulu seperti itu. Apa karena Aher dan lingkaran RI-6 mulai bersaksi ? )

LONGSOR CISOLOK, SUKABUMI. MALAM TAHUN BARU KELABU.

Kampung Garehong, RT 05/04, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berpenduduk 101 orang pada Senin, 31/12/2018, sekitar jam 18.00 petang diterjang longsor dipicu hujan deras yang turun. 34 rumah tertimbun, 35 warga tewas tertimbun, 16 sudah ditemukan, 19 masih hilang, kata Danrem 061 Suryakencana, Kolonel Muhammad Hasan ( Tribun Jabar, 2/1/2019 ). Proses pencarian dan evakuasi korban tertimbun menggunakan 3 alat berat dan pompa air, kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Jasad yang belum teridentifikasi dibawa ke polisi DVI. Longsor susulan terjadi 4 kali pasca longsor pertama. Update terakhir, tinggal seorang yang belum ditemukan Tim SAR Gabungan dan relawan, yang kemudian direlakan keluarganya. Evakuasi pun dihentikan. Para pengungsi tinggal sementara di posko dan rumah tetangganya. Bantuan kemanusiaan bagi korban longsor Sukabumi berdatangan. 15 dosen UI ikut terjun membantu. Semoga para korban tabah dan ikhlas. Amiin..

Diprediksi lebih dari 2500 bencana terjadi di Indonesia tahun ini. 95 persen bencana tahun 2019 adalah hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, puting beliung, akibat luasnya kerusakan DAS ( daerah aliran sungai ), lahan kritis ( 14 juta ha ), laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan ( 110.000 ha lahan pertanian lenyap tiap tahun ), kata Sutopo. Diprediksi tak ada El Nino ( kemarau panjang/ kering ) dan La Nina ( kemarau basah/ masih sering hujan ) yang menguat intensitasnya sehingga musim hujan dan kemarau bersifat normal.

Tahun 2018 terjadi 1.245 bencana.Tahun 2017 ada 2.862 bencana dengan korban 378 jiwa. Tahun 2004 ada 774 bencana dengan 166.388 korban tewas. Rata-rata terjadi 500 gempa tiap bulan di jalur subduksi di laut dan jalur sesar di darat. Perlu diwaspadai gempa-gempa di Indonesia bagian timur yang kondisi seismisitas dan geologinya lebih rumit dan kerentanannya lebih tinggi.

Jika gempa lebih dari 7 SR, kedalaman kurang dari 20 km dan berada di jalur subduksi, maka ada potensi tsunami. Sistem peringatan dini tsunami sudah lebih baik dibanding sebelumnya.
Dari 127 gunung api di Indonesia, saat ini terdapat 1 gunung berstatus Awas ( Sinabung ), 4 gunung berstatus Siaga ( diantaranya, Soputan, GA Krakatau, Gunung Agung ) dan 16 gunung berstatus Waspada ( Gunung Merapi dll ).
Bagi masyarakat Gunung Slamet ada kearifan lokal yang percaya erupsi akan datang jika satwa turun gunung. Sistem peringatan dini bencana meliputi, alat, sosialisasi, edukasi, kearifan lokal, partisipasi masyarakat, mata pencarian masyarakat, politik lokal, kebijakan publik dsb yang harus dikaji secara menyeluruh. Siapkan diri anda untuk menghadapinya.

Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 adalah perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 Januari 2019 mengemban amanat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) yang ke-3. Prajurit raider ( setara kekuatan 10 tentara ) ini pernah jadi Pangdam Siliwangi dan Pattimura, Komandan Paspampres, Wadanjen Kopassus, Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia, menghijaukan kawasan tandus di Sulawesi Selatan dan memimpin program pembersihan sungai Citarum Harum. Mitigasi bencana menjadi fokus kerjanya tahun ini. Selamat bertugas, Pak Doni..

———————-

Membaca pemikirannya sungguh mencerahkan, menenangkan dan menyemangati. Memompa kepercayaan diri kita sebagai bangsa yang berdaya meraih masa depan gemilang. Bahasanya renyah mudah dimengerti, awam sekalipun. Gak njelimet seperti kebanyakan ilmuwan dan profesor yang textbook minded. Seperti ilmu padi, makin merunduk makin berisi. Makin ahli makin mudah dipahami. Makin sederhana makin banyak direplikasi.

Ketika posting lalu saya menyebut cukup banyak desa belum berkembang dan mandiri di luar Jawa, terbanyak di Papua, eh.. gayung bersambut, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini meluncurkan program Punggawa yang membantu desa-desa itu menjadi berkembang dan mandiri pula. Sesuai tutur kata dan perbuatan. Nyebut skor 9 kemajuan desa di akhir periode kedua pemerintahan Jokowi ( 2019 – 2024 ), sang profesor menindaklanjuti dengan aksi nyata : merekrut para perintis muda ( punya bisnis start up ) minimal lulusan SMA, maksimal umur 30 tahun, untuk dilatih social entrepreneurship ( pengusaha langit ) untuk diterjunkan ke desa, jadi aktor perubahan yang membantu mempercepat kemandirian desa, didampingi para mentor andal dari Rumah Perubahan yang didirikannya dan dilanggani para CEO dan akademisi top. Gratis pelatihannya, tapi jika sudah lulus seleksi ketatnya, para Punggawa akan dibekali modal, jaringan pemasaran, akses ke BUMDES, dsb. Wow !

Tekad membangun negara dan membantu sesama selalu diberi-Nya jalan. Tertarik ? Langkah pertama follow akun Instagram :
@inisiatif.rp @rumah_perubahan

Selalu menyejukkan dan bikin senyum tiap menyimak tulisannya. Ada juga ya profesor segaul ini yang brilian mengurai persoalan rumit bangsa ini. So, man of this post is…the one and only.. Rhenald Kasali.

Akun Prof. Rhenald di Twitter

=================

INFO BANDUNG, JAWA BARAT

Kabat gembira bagi para pengendara yang tertib ( pakai seatbelt, stop di marka jalan yang ditetapkan saat lampu merah, tak menelpon saat menyetir, dsb ) akan diberi hadiahi tune up gratis oleh Auto 2000. Program ini berlaku selama setahun melalui pemantauan CCTV di persimpangan jalan untuk memotivasi warga Kota Bandung agar disiplin berlalulintas ( PRSSNI, 27/12/2018 ).

Sepeda motor ambulans diluncurkan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk melayani warga yang tinggal di gang-gang kecil dalam program Layad Rawat ( PRSSNI, 4/1/2019 )

Ridwan Kamil meninjau mobil ambulan mini ICU, pada acara serah terima di Pendopo Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis, 26 Juli 2018. Ambulan yang dilengkapi perlengkapan ICU diharapkan bisa membantu keadaan darurat di dalam kendaraan. Saat itu Pemerintah Kota Bandung mendapat bantuan 17 unit sepeda motor beserta perlengkapan medis tambahan untuk Tim Layad Rawat dari PT Angkasa Pura II dan BPJS Kesehatan. Selain itu, Kota Bandung juga mendapat satu mobil ambulans lengkap dengan fasilitas mini ICU dari PT Astra Daihatsu Motor. Ya, sekarang jamannya dokter yang mendatangi pasien, terutama kaum sepuh dan difabel yang sulit pergi ke dokter, dan keadaan darurat yang dialami warga Bandung yang jauh dari faskes. Selama setahun ada 60 ribu panggilan. Dari 60 ribu terverifikasi 50 ribu betul kebutuhan kesehatan, dan usia yang dibantu lebih 50% orang yang sangat sepuh, jelas Kang Emil.

@@

Jabar juara Program Budhipura dari Kemenristek selama 3 tahun berturut-turut pada tahun 2015, 2016, 2017 sebagai provinsi termaju dalam inovasi ( K-Lite FM, 23/11/2018 )

BIJB Kertajati baru digunakan 25 ribu penumpang tahun 2018 ( rata-rata 50% kapasitas pesawat yang terisi penumpang ). Tantangannya lebih berat setelah tol diresmikan. Namun, seperti juga jalan tol Trans yang butuh 2-3 tahun untuk ramai setelah diresmikan, bandara internasional Jawa Barat masih punya waktu 3 tahun untuk ramai pengunjung. Apalagi, Gubernur Emil mengundang warga untuk jadi duta pariwisata mempromosikan bandara baru ini. Problem landasan kurang panjang semoga bisa diatasi sehingga pesawat berbadan besar pun bisa mendarat di sini. Tetap semangat. Target tahun 2019, sebanyak 2,7 juta penumpang terbang melalui bandara ini. Dishub pemprov Jabar akan lebih giat mensosialisasi dan mempromosikan ( K-Lite FM, 12/12/2018 )

Iklan

Written by Savitri

9 Januari 2019 at 03:47

Tsunami Selat Sunda. Penataan Kawasan Pantai dan Mitigasi Bencana. Siapa Mulai ?

leave a comment »

Gunung Anak Krakatau ketika damai.

Ketika erupsi…

Ketika meluluhlantakkan 4 kabupaten di Banten dan Lampung dengan longsoran tubuhnya. Menyulap gelombang 2 meter jadi setinggi 15 meter. Rumah dan hotel hancur. 431 orang tewas, lebih 7.200 orang luka-luka karenanya. Persisnya karena penataan kawasan pantai yang buruk ( pesisir dikapling, bahkan di Ba** laut pun dikapling ). Mestinya, ada jarak 100 meter ( sempadan pantai ) dari batas pasang tertinggi sebelum rumah dan hotel itu dibangun, terutama di wilayah potensi tsunami ( pernah tsunami ). Ada hutan bakau, buffer pemecah kekuatan tsunami sebelum semua bangunan itu. Ada simulasi mitigasi bencana yang rutin dilakukan warga pesisir sampai hafal luar kepala alias refleks jika tsunami menyerbu daratan. Lihat air surut jauh sampai terlihat ikan bergelimpangan begitu menggiurkan untuk dipungut, warga langsung refleks menjauhi pantai sampai 1 km/ mencapai tempat tinggi dalam tempo 10 menit. Para kepala daerah juga rutin ditatar cara mitigasi yang benar agar ia memberi teladan mitigasi dan terdepan menyelamatkan warganya ( tak Basarnas, BNPB melulu ). Kepda pro aktif ( lapor BMKG) jika buoy peringatan dini tsunami di daerahnya sudah lenyap/ rusak agar prediksi tsunami BMKG di daerahnya bisa akurat ( gak protes melulu ). Masuk hotel atau kawasan pantai sudah dipasang plang edukasi mitigasi ( di mana titik kumpul evakuasi/ shelter tsunami, nomor hotline Basarda, Basarnas, BPBD, BNPB, BMKG, Badan Geologi, Polda ) agar wisatawan tahu cara menyelamatkan diri. Mitigasi bencana perlu masuk kurikulum sejak Paud sampai Perguruan Tinggi, karena kalau sudah tua menumbuhkan kesadaran ( literasi ) bencana sudah sulit ( ngeyel ). Syukur-syukur si anak yang mengingatkan orang dewasa di sekelilingnya agar sadar mitigasi ( biar si ortu rikuh, malu sama anak jika melanggar aturan ) . Peraturan kebencanaan sudah surplus di negeri ini, tapi kok implementasinya masih minus ya ? Penghormatan terhadap nyawa manusia masih minim. Masih reaktif, belum antisipatif. Siapa mau sadar mitigasi sekarang ? Sebelum tsunami datang lagi… ( foto: antara, detik )

Bencana pun “up to the next level” kini. Dari gempa Lombok, gempa tsunami likuifaksi Palu, sampai malam minggu kemarin ( 22/12/2018 jam 21.27 WIB ), gelombang tinggi- purnama parigi/ pasang- tsunami-longsoran tubuh anak gunung Krakatau mengubah prediksi gelombang tinggi 2 meter BMKG jadi setinggi 9-15 meter menurut saksi mata ( korban selamat ) di lokasi bencana ( Pantai Carita, Tanjung Lesung, Kec. Anyer, Kec.Cinangka , Pandeglang di pesisir Banten dan pesisir Lampung Selatan ). Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. ( pakar geologi berjilbab, mantan rektor UGM ) diprotes banyak pihak bahkan sampai diminta mundur karena rilisnya seperti berubah-ubah, membingungkan.

Di Prime Time News ( MetroTV, 23/12/2018 ) Dwikorita bilang, tak ada yang salah dari prediksinya. Kewajiban pihaknya untuk menginformasikan ( secepatnya, sesuai data terakhir ) peringatan cuaca, gempa, gelombang tsunami yang diinput dari instrumen yang dipasang di lapangan ( seismograf, buoy peringatan dini tsunami, dsb ) lalu disimulasikan secara computerized. Ketika ada potensi gelombang tinggi ( 20-26 Desember 2018 ) segera ia merilis ke publik dan instansi terkait. Lalu tiba-tiba muncul garis fluktuasi khas tsunami di alat pencatat ( selama 4-6 menit ). Dwi lalu merilis update-nya ( peringatan tsunami ) meski ia tak yakin dari mana energi tsunami tsb karena tak ada gempa yang tercatat di seismograf. Tapi ia mesti memberitahu segera karena mencek ke lapangan butuh waktu seharian, kuatir keburu disambar gelombang tsunami ( yang ternyata berlangsung 21.27-21.53 WIB ).

Setelah koordinasi dengan Badan Geologi, ternyata memang ada longsoran tubuh anak gunung Krakatau pada pukul 21.03 WIB ( terlihat di citra satelit, massa anak gunung itu sebelum 22 Desember dan sesudahnya, jadi lebih kecil ). Sehingga peringatan gelombang tinggi yang 1,5 – 2 meter ( tak perlu mengevakuasi diri sejauh lebih 1 km/ ke tempat tinggi ), mendadak berubah peringatan tsunami dalam waktu mepet ( sebagian tak sempat menyelamatkan diri ) karena buoy peringatan dini di sana sudah hilang sejak tahun 2007. Anehnya, muncul sirene yang dikira warga dari alat BMKG, padahal sirene itu jika benar ada pasti tercatat di sistem komputer markas BMKG dan terdengar petugasnya di lapangan ( jadi sirene itu dari pabrik atau ambulans ? ). Benar-benar bingung ya.. ( kapan persisnya waktu ngacir yang on time agar selamat ).

Di posko kantor gubernur Lampung, jam 16.30, sekitar 3000 pengungsi menjerit histeris setelah muncul hoax di WA bahwa ‘akan ada tsunami susulan’. Warga lain yang literasi bencana berusaha menenangkan. Akhirnya ditempel stiker di sejumlah area, nomor hotline untuk warga bisa menanyakan info valid seputar bencana tsunami Banten-Lampung. Para pengungsi pun tenang kembali ( kunci tenang itu informasi yang jelas, detail, gamblang dan mudah dimengerti, seperti pujian Jokowi pada Sutopo, humas BNPB ).

Kapolri Tito segera ke lokasi bencana, mengerahkan anak buahnya untuk membantu evakuasi warga dalam proses tanggap darurat bersama Tim Gabungan ( Basarnas, Basarda, BNPB, BPBD, TNI-AL, Polair, relawan ). Tito juga memberitahu warga ( dan wartawan ) bahwa BPBD, Basarnas BMKG, ( juga Badan Geologi ), aparat TNI dan Polri bisa jadi acuan masyarakat jika ada berita simpang siur.

Tsunami vulkanik ( biasanya tsunami karena gempa, hal baru buat kita seperti likuifaksi di Palu ) melanda 4 kabupaten di pesisir Banten ( tsunami lebih besar ) dan Lampung. BMKG, kerjasama dengan Badan Informatika Geospasial untuk merilis info tsunami, lalu Badan Geologi ( Pusat Vulkanologi ) untuk info erupsi gunung sekitar Selat Sunda itu.

PENJELASAN TSUNAMI VERSI PVMBG dan BMKG

Menurut PVMBG, lontaran material pijar Gunung Anak Krakatau ( dalam fase bangun tubuh hingga besar ) sampai 2 km. GA.Krakatau adalah gunung api muda strato tipe A yang muncul dalam kaldera, pasca erupsi paroksimal tahun 1883 ( tsunami setinggi 40 m, korban tewas 36.000 jiwa ) dari kompleks vulkanik Krakatau. Aktivitas erupsi pasca pembentukan dimulai sejak tahun 1927, saat tubuh gunung api masih di bawah permukaan laut. Tahun 2013 tubuh ini mulai muncul sampai elevasi tertinggi 338 m dari muka laut ( pengukuran September 2018 ), jelas PVMBG ( 23/12/2018 ) di Jl. Diponegoro No. 57 Bandung.

Karakter letusannya adalah erupsi magmatik berupa erupsi ekplosif lemah ( strombolian ) dan erupsi epusif ( aliran lava ). Letusan strombolian terjadi pada 20 Juni 2016 dan 19 Februari 2017. Lalu pada 29 Juni 2018, precursor letusannya diawali gempa tremor dan peningkatan jumlah gempa Hembusan serta Low Frekuensi pada 18-19 Juni 2018. Jumlah gempa Hembusan terus meningkat dan akhirnya meletus pada 29 Juni 2018, melontarkan material di sekitar tubuh GA Krakatau ( kurang dari 1 km dari kawah ).

Namun, sejak 23 Juli teramati lontaran material pijar jatuh di sekitar pantai, sehingga radius bahaya diperluas menjadi 2 km dari kawah. Tsunami dan lontaran material pijar dari tubuh gunung yang kini berdiameter 2 km ini berbahaya, Sedangkan sebaran abu vulkaniknya tergantung dari arah dan kecepatan angin. Status GA Krakatau kini Siaga 3 ( warga dilarang mendekati kawah pusat erupsi dalam radius 5 km ). Warga di pesisir Banten dan Lampung harap tenang melakukan kegiatan seperti biasa dengan mengikuti arahan BPBD setempat dan jangan terpengaruh isu-isu tsunami dari sumber tak jelas ( crosscheck dulu ke BMKG, PVMBG, Basarnas, BNBP, BPBD, TNI atau Polri )

Pada 22 Desember 2018 teramati letusan GA Krakatau dengan tinggi asap 300-1500 m di atas puncak kawah ( terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale 58 mm ). Menurut PVMBG, untuk menimbulkan tsunami sebesar itu perlu runtuhan cukup masif yang masuk ke kolom air laut dan untuk merontokkan bagian tubuh yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar ( tidak terdeteksi seismograf di pos pengamatan gunung api ). Sedangkan menurut BMKG, tsunami yang terjadi kemarin bukan karena aktivitas tektonik ( 90% tsunami dipicu gempa, 10% dipicu erupsi ). Gempa 3,4 SR di GA Krakatau sudah bisa ( langsung atau tidak langsung ) memicu tsunami. Pemerintah lalu memasang. 6 sensor erupsi ( buoy terpadu BMKG ) di 3 pulau terdekat GA Krakatau ( di antaranya Sebesi dan Sebuku yang berjarak 10 km dari kawah GA Krakatau )

PENJELASAN SIRENE MISTERIUS

Diberitakan, ada 52 sirene milik BMKG dalam early warning sistem tsunami yang dipasang sejak 2008. Kemudian, 15 sirene dihibahkan ke pemda yang dianggap sudah bisa merawatnya. Sisanya, dirawat BMKG yang 2 jam baterenya habis ( sehingga tak bisa berbunyi terus kalau tak di-charge lagi ). Ada pula petugas BMKG / intern auditor yang menyetop sirene jika peringatannya sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan data terakhir bencana yang diolah sistem BMKG. 52 sirene ini dipencet tombolnya oleh pemda setelah menyimak rilis gelombang tinggi atau tsunami dari BMKG. Sudah tahu sekarang siapa gerangan biang sirene misterius yang di dengar warga pada 22/12/2018 lalu ?

Saat sirene, BMKG menganjurkan warga bergeser dari bibir pantai hingga 500-1000 meter dari garis pantai agar warga cukup waktu menyelamatkan diri ( lari melebihi 1 km dari bibir pantai ). ( Prime Time News. MetroTV, 26/12/2018 ).

Terlihat di layar TV, warga, relawan SAR lari kencang menjauhi pantai ketika gelombang tinggi 4 meter diiring gemuruh tremor GA Krakatau yang kian keras. Mereka mungkin jadi guru mitigasi kita di hari-hari berikutnya. Sudah terlatih meng-update rilis BMKG dan tahu harus lari secepat apa ( di Jepang, warga sudah menyiapkan ransel bekal mengungsi dan sepatu kets dekat ranjangnya yang siap disambar ketika peringatan bencana masuk ponselnya dan seluruh siaran TV serempak merilisnya. Warga dilatih dan terlatih memberdayakan diri. Tak pasif menunggu bantuan. Kita harus bisa setrampil itu ketika menghadapi bencana. Bahkan lebih, karena tingkat bencana di sini paling top sedunia. We’re born for ‘that’. Allah sedang menempa kita ).

KESIGAPAN APARAT & TIMSAR GABUNGAN

Polda Banten lalu melakukan Ante Mortem pada keluarga korban tewas. Hasilnya sementara ini, sebanyak 66 jasad sudah teridentifikasi. 16 jasad belum dikenali karena tak ditemukan kartu identitas di bajunya, sehingga keluarga korban perlu datang membawa foto korban/ baju ketika terakhir pergi, foto senyum korban terlihat gigi/ foto rontgen gigi, tanda lahir, tanda khas pada korban ( sidik jari, kemendagri bisa bantu polisi DVI lagi seperti waktu kecelakaan JT 610 ? )

Tiga personel band Seventeen yang lagi manggung ( 15 meter dari bibir pantai ) dan komedian Aa Jimmy ( juga istri dan 2 anaknya ) ikut jadi korban tewas. Jasad Aa terbujur di RSUD Serang. Pengasuh dan anak bungsu Aa selamat lalu diantar ke Cianjur bersama jasad Aa. Menurut Sutopo, dari tsunami ini sebanyak 373 orang tewas ( sebagian besar wisatawan yang sedang menginap di 3 hotel dan penonton panggung hiburan ). Lebih 1.459 orang luka, mereka dirawat di RS Berkah- Pandeglang ( 164 orang dirawat, 37 orang lalu dirujuk ke RS lain dan 1 orang ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. RSUD Drajat, Serang merawat 98 pasien. Korban lainnya dirawat di RSU Banten dan RS Lebak ( Breaking News, MetroTV, 23/12/2018 ). 128 orang hilang dan 5.665 orang mengungsi. Kita turut berduka cita atas semua kehilangan ini. Semoga yang luka cepat sembuh, yang hilang segera ditemukan, yang tewas segera dikenali dan dikebumikan keluarganya. Semoga semuanya dikuatkan-Nya menerima bencana ini. Amiin..

Akun twitter Palang Merah Indonesia

Update Sabtu ( rilis BNPB, 29/12/2018 ):

Daerah paling terdampak parah adalah Kabupaten Pandeglang, yaitu kawasan wisata dan permukiman sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang, dan Carita ( terbanyak penonton Seventeen ) Sejumlah korban masih terjebak reruntuhan di Carita. Rombongan PLN juga jadi korban tsunami ( 14 tewas, 89 hilang )

Karena terparah ( Kabupaten Pandeglang : 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, 14.395 orang mengungsi ) maka masa tanggap darurat di Pandeglang ditetapkan 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari

Mirisnya, untuk mengantipasi dampak bencana sebesar itu, rata -rata anggaran kebencanaan di pemda hanya 0,002% ( padahal minimal 1% dari APBD ). Hasilnya, kerugian Indonesia akibat bencana ( 2005 sd 2015 ) lebih Rp 640 triliun ( EMI, 26/12/2018 ). Semoga kurikulum kebencanaan jadi diterapkan dan mitigasi rutin dilakukan, sehingga korban jiwa dan kerugian negara bisa diminimalisir. Amiin.

Shelter bencana ( titik kumpul evakuasi ) pernah dikorup pejabat di Banten beberapa waktu lalu, tapi pelaku cuma dihukum 1,3 tahun penjara ( plus dapat remisi ), padahal dampak perbuatannya menewaskan lebih 429 orang dan merugikan negara belasan triliun. Ini contoh hukuman ringan extra ordinary crime yang merenggut HAM lebih 18 ribu orang. Apa setelah ini, para penyelenggara negara, penggiat HAM, jaksa, hakim bisa melihat HAM dari sisi korban/ rakyat ? ( bukan cuma HAM pelaku yang ingin nyaleg lagi yang diamini MA dan caleg napikor kubu 02 yang di forum Singapura kemarin sok inosen mempermalu Indonesia dengan menyebut korupsi stadium 4. Ngaca dong. SU saja nyuap/ mahar 1 triliun supaya bisa nyawapres. Kubu PS ini bisa apa sih, selain nyinyir, hoax, politisasi agama, menakut-nakuti para pemilih ? ).

Apa yang bisa kita petik dari pelajaran bencana kali ini ? ( wake up call dari Allah Swt ). Longsoran tubuh gunung anak Krakatau memperbesar gelombang tinggi ( karena cuaca dan pasang bulan purnama ) menjadi tsunami, seperti kita menepuk air di baskom ( sebagian volume air muncrat ke luar/ daratan ). Kepastian alam : jika sudah pernah terjadi bencana di suatu daerah ( misal, longsor vulkanik memicu tsunami di Selat Sunda ) maka akan terulang lagi di masa datang ( cuma waktunya belum pasti ), bisa bulan ini atau beberapa tahun kemudian. Di Banten pernah terjadi gempa 6,4 SR ( Januari 2018 ) dan banjir bandang tahun 2017. Apa daya ?

Kunci menghindari jatuhnya banyak korban jiwa dalam bencana berulang itu adalah penataan tata ruang. Ada UU no. 1 tahun 2014, Perpres yang minta dibuat Perda untuk menata kawasan pantai. Rumah ( bangunan, hotel, panggung hiburan ) harus dibangun tahan gempa setelah jarak 100 meter dari batas pasang tertinggi pesisir pantai. Apalagi jika wilayah tsb pernah terjadi gempa, tsunami, letusan gunung ( longsoran tubuh gunung, awan panas/ wedhus gembel, aliran lava/ dingin dan lahar/ panas ), likuifaksi, banjir bandang, longsor sedimen laut, dsb. Plus mitigasi bencana ( warga terlatih/ rutin simulasi tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Jika kedua hal tsb sudah dilaksanakan maka teknologi tak lagi signifikan artinya ( sebaliknya jika teknologi supercanggih sampai bisa akurat prediksinya, namun warga tak tahu ke mana titik kumpulnya/ evakuasi pengungsi, secepat apa larinya, maka ia akan tewas tersambar tsunami juga )

Daerah potensi tsunami upayakan tak jadi daerah permukiman ( meski daerah seperti itu biasanya nyaman dan subur, sehingga warga cenderung enggan jika diatur/ ditertibkan. Giliran kena bencana, mereka histeris, teriak-teriak minta bantuan pemerintah, protes emosional kalau bantuan datang terlambat terkendala gangguan komunikasi dan akses jalan karena BTS seluler pada roboh, gardu listrik rusak, jalan jembatan putus, dsb ). Daerah rawan tsunami jadikan daerah wisata saja yang tak ditinggali secara menetap.

Penghijauan/ hutan bakau digalakkan di tepi pantai untuk meredam/ mengecilkan tsunami yang masuk daratan sehingga tak membahayakan lagi. Jika penataan kawasan pantai tak seperti ini dan latihan mitigasi tak sering dilakukan maka kegagalan/ musibah berikutnya bisa dipastikan, sedang keselamatan hanya sesekali/ ‘kebetulan’.

Menurut wakil BPPT, pada Mei 2018, pihaknya pernah mengadakan kajian potensi tsunami dari seismik/ gempa bumi di Banten, eh.. ternyata tsunami dari erupsi gunung yang terjadi ( alam ngamuk susah ditebak ). Ia kuatir, lempeng subduksi Selat Sunda akan terpicu setelah bencana ini ( energi dan dampaknya lebih besar dari tsunami erupsi ). Nah, lho.. ( waspada bencana sepanjang masa )

POLITIK ANGGARAN KUAT MENGANTISIPASI BENCANA

UU no.24 th 2007 tentang Penanggulangan Bencana meminta anggaran kebencanaan yang cukup ( saran Bappenas 1% di APBN, APBD ). Rp. 10 ribu untuk mitigasi bisa menghemat dampak bencana Rp 40 ribu. Prakteknya, pemda rata-rata cuma 0,002% untuk bencana ( umumnya 70% dana APBD habis untuk belanja rutin/ gaji pegawai. 30% untuk pembangunan. Termasuk 20% untuk pendidikan ). Seperti Kab. Pandeglang yang terdampak tsunami Selat Sunda paling parah cuma bisa menganggarkan Rp 4 miliar untuk bencana di daerahnya ( lalu kini terpaksa minta bantuan pemerintah provinsi, pusat dan donasi masyarakat untuk mengatasi dampak bencana ). Kini tinggal Rp 200 juta setelah dipakai bencana sebelum tsunami tsb ( EMI, 27/12/2018 )

Anggaran 1% APBN, APBD itu juga mesti didukung mindset yang benar tentang mitigasi bencana, skala prioritas penggunaan anggaran, partisipasi aktif warga dan kecakapan mitigasi kepala daerah yang negarawan ( bukan pedagang seperti sebagian kepda saat ini ).

Ada yang bilang, perlu ratusan tahun lagi untuk GA Krakatau meletus seperti tahun 1883 ( tsunami setinggi 40 m, korban tewas 36.000 orang ). Namun, ketika Gunung Krakatau meletus tahun 1883, seorang survivor pernah menulis prediksinya bahwa anak gunung ini akan erupsi/ bencana besar antara tahun 2015- 2073 M ( karena erupsi 12 inchi tiap bulan. Jika hadis menyebut, kiamat terjadi sebelum 1500 Hijriah, mungkinkah sebelum tahun 2073 Masehi itu ? ). Waspada dan bersiaplah seperti anggota TNI ( mengantisipasi worst scenario )

Pada 27/12/2018, ratusan warga Pulau Sebisi dan Sebuku diungsikan dengan KRI ke Lampung Selatan karena kedua pulau tsb berjarak 10 km dari anak gunung Krakatau yang statusnya kini sudah dinaikkan dari level Waspada ( menjauh dari radius 2 km dari pusat erupsi ) ke Siaga 3 ( menjauh dari radius 5 km ). Warga, komunitas penerbangan, pelayaran diminta Pusat Vulkanologi untuk menjauhi radius bahaya 5 km dari GA Krakatau. Gunakan masker penutup hidung untuk menghindari Ispa ( infeksi saluran pernafasan ) dari tebaran abu vulkaniknya yang bisa menjangkau jarak lebih jauh lagi ( rasakan ke mana arah angin bertiup di Banten dan Lampung dari posisi lontaran GA Krakatau ). 500 warga memilih tinggal di Sebesi untuk menjaga harta bendanya ( belum Siaga 1 yang harus mengungsi ). Ratusan lainnya dengan kapal KRI diungsikan ke posko di Lampung. Sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat sanak saudaranya.

Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng benua sekaligus di atas cincin teraktif di dunia ( letusan Gunung Toba membenamkan benua Atlantis, membuat Nabi Nuh mengungsi ke Aurora, meninggalkan kaldera 74 ribu tahun lalu yang kini jadi danau terbesar di dunia-Toba, dengan kedalaman lebih 1600 meter melampaui dasar Laut Jawa ) cuma diantisipasi dengan 0,002 % dana APBD ? Mestinya tanah subur di atas tungku api raksasa ini kita akrabi dan peluk bencananya dengan politik anggaran yang memadai untuk mitigasi dan tanggap darurat. 1% atau lebih. Nyawa ratusan ribu orang menjadi taruhannya.

( makin banyak badan yang ngurusi bencana mestinya makin kuat koordinasinya, jangan ego sektoral/ bertindak sendiri-sendiri )

Ada dua ‘gak keburu’ di tsunami ini. Gubernur Wahidin sudah niat untuk menertibkan rumah, bangunan dan hotel di pesisir Banten yang kurang dari 100 meter dari pasang pantai sesuai UU tsa. Tapi keduluan tsunami erupsi. Dwikorita juga sudah berencana membuat badan koordinasi dengan Badan Geologi, Badan Informatika Geospasial, menko kemaritiman, BPPT, dsb terkait kebencanaan, tapi tsunami keduluan menerjang karena kendala birokrasi ( ada netizen yang usul dibuat kementerian kebencanaan, tanggap darurat dan mitigasi di periode kedua Jokowi untuk menghadapi bencana-bencana besar yang sudah diprediksi pakar PBB akan makin sering terjadi di Indonesia ).

Klop dengan firasat ( dan mimpi saya ), kerusakan lingkungan sudah kian parah di sini, dari hutan yang rutin terbakar tiap tahun, sampah bersedimen penyebab longsor laut di Palu ( daerah lain menyusul jika tak memperbaiki kebiasaan buruknya membuang sampah sembarangan ), sampah plastik masih terus membunuh paus sperma di sejumlah tempat di tanah air.

Kita belajar biologi di sekolah, jika satu spesies dalam rantai makanan lenyap maka spesies/ elemen lain akan bertambah berlipat ganda, merusak keseimbangan ekosistem yang berujung petaka pada manusia yang berada di puncak piramida. Entah ini arah mengurangi populasi manusia hingga tersisa 3 miliar saja sebelum 2 perang besar menjelang akhir dunia yang sudah berumur 800 miliar tahun ini.

Daya dukung bumi renta ini sudah mendekati batas akhirnya. Mungkin tinggal warga yang literasi bencana dan dekat Allah saja/ jaga alam yang bisa survive menjadi umat unggulan untuk memenangkan perang mendebarkan itu. Wallahu’alam. Andakah itu ?

=============

Sederet info dari akun ( twitter ) resmi lembaga terkait kebencanaan dan kedaruratan di Kota Bandung dan Indonesia. Mengikuti mereka/ follow membantu kita survive dan menyelamatkan orang-orang yang kita kasihi di saat genting. Literasi bencana dan refleks mitigasi. Siip !

=================

Info Bandung-Jabar :

Program RW #GISA ( Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan ) dan aplikasi Salaman ( Selesai Dalam Genggaman ) sudah diluncurkan Pemkot Bandung medio Desember 2018. RW #GISA merupakan gerakan menyadarkan masyarakat’ akan pentingnya administrasi kependudukan. Ada lima RW yang jadi proyek percontohan, yaitu RW 03 Sukaasih, RW 10 Sukabungah, RW 01 Astanaanyar, RW 2 Antapani Kulon, dan RW 12 Batununggal. Dokumen yang perlu dimiliki warga Bandung, di antaranya ; kartu tanda penduduk ( KTP-E ), kartu keluarga ( KK ), kartu identitas anak ( KIA ), akta kelahiran, akta kematian, surat tinggal sementara, hingga dokumen pindah atau keluar daerah.

Sedangkan program Salaman adalah aplikasi berbasis mobile android dan web untuk mengurus dokumen kependudukan sehingga siapapun, kapanpun, dimanapun bisa mengurus dokumen kependudukan hanya melalui telepon genggam ( ponsel/ smartphone ), yaitu akta kematian, akta kelahiran, akta cerai, dan surat pindah-keluar Kota Bandung. Aplikasi Salaman bisa didapatkan gratis melalui Play Store atau diakses melalui laman https://disdukcapil.bandung.go.id

Warga tidak perlu repot datang ke Kantor Disdukcapil untuk membuat dokumen. Cukup lewat ponsel yang hasilnya bisa di-print. Kalau masih perlu dokumen yang asli, warga tinggal datang membawa hasil cetaknya ke Kantor Disdukcapil. Mudah kan?

Administrasi kependudukan, modal utama dalam pembangunan. Data akurat dan komprehensif dari warga juga dilakukan secara jemput bola, di antaranya dengan Mobil Mepeling, Mobil Bi Eha dan Mang Ujang. demi pelayanan publik berkualitas.

————————-

WISATA BUDAYA : Tari Jaipong.

“Jaipong”- drawed by Vitrisa

Tari Jaipong, siapa tidak kenal ? Jaipong adalah tari pergaulan yang merakyat sekaligus melanglangbuana ke seantero dunia. Identitas kesenian Jawa Barat yang dibawa dalam misi kesenian ke mancanegara. Tarian rakyat ini juga digelar untuk menyambut tamu negara yang datang ke Jawa Barat.

Awalnya, di TransTV, ada kontestan IMB yang konsisten membawakan tari Jaipong. Rumingkan namanya. Grup belia, cantik juga powerful ketika menari. Saya baru tahu, Pencak Silat ikut mempengaruhi tari Jaipong. Pantes aja.

Tari Jaipong mempengaruhi seni pertunjukan wayang, degung, genjring ( terbangan ), kacapi jaipong dan bahkan musik dangdut. Pong-Dut. Bagaimana Jaipongan diciptakan ?

Tari Jaipongan, hasil modifikasi tari tradisional khas Sunda, Ketuk Tilu, yang populer sekitar tahun 1916. Ketuk Tilu sudah ada sejak tahun 1809 ketika Groote Postweg/ Jalan Raya Post dibuat masa Daendels.

Waditra yang digunakan waktu itu adalah rebab, kendang, 2 kulanter, 3 ketuk dan gong. Gugum Gumbira, seniman asal Bandung, lalu mengkreasikannya kembali menjadi tari Jaipong. Ia sangat mengenal pola gerak tari tradisi yang berkembang di Kliningan atau Bajidoran ( Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, Subang ).

Gerak bukaan, pencugan, nibakeun, mincid dari beberapa kesenian di sini menjadi inspirasi kesenian Jaipongan. Nama populernya. Ronggeng dan pamogoran ( penonton yang ikut menari dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu, Doger dan Tayub ) mempengaruhi Jaipong sebagai tari pergaulan. Beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet. Gerak dasar tari Jaipongan juga diambil dari Pencak Silat.

Karya Jaipongan pertamanya adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” ( tari putri ) dan “Rendeng Bojong” ( tari putra putri, berpasangan ). Muncul nama Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurniadi sebagai penari Jaipongan yang andal. Setelah dipentaskan di TVRI tahun 1980, tari Jaipongan pun laris manis diundang ke hajatan, televisi dan perayaan. Penggiat seni tari menjadi lebih aktif menggali tarian rakyat yang sebelumnya kurang diperhatikan. Kursus tari Jaipongan lalu dibuka. Sanggar atau grup tari dibentuk di Jawa Barat untuk melayani permintaan masyarakat.

Tari Jaipongan bergaya Kaleran berciri ceria, humoris, semangat, spontan, sederhana, alami dan apa adanya. Seni Jaipongan di Bandung diberi pola ( Ibing Pola ). Di Subang dan Karawang tidak berpola ( Ibing Saka ). Jaipongan gaya Kaleran ini disajikan dengan tahapan sebagai berikut :

Tatalu Kembang Gadung Buah Kawung Gopar Tari Pembukaan ( Ibing Pola ) yang dibawakan penari tunggal atau sinden Tatandakan ( menarikan lagu sinden ). Jeblokan dan Jabanan, di mana para penonton ( bajidor ) sawer uang ( jabanan ) dengan salam tempel.

Tahun 1980-1990an, Gugum Gumbira menciptakan tari Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan dan Kawung Anten. Muncul penari Jaipongan andal : Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata dan Asep.

Tari Jaipongan diiringi musik Degung yang menghentak dengan suara kendang yang dominan. Penari bisa seorang, berpasangan atau berkelompok. Mereka menari di acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Jadi, anda tahu tari Jaipong, pencipta Jaipongan dan penari Jaipongan sekarang ya.. ( foto: “Jaipong”- drawed by Vitrisa )

Sandrina dulu dan sekarang

“Tong Hilap Nyak !”, pesan penari cilik, Sandrina Azzahra juara Indonesia Mencari Bakat – 3 ( 28 April 2013 ) di TransTV yang akrab dengan tarian tradisional, khususnya Jaipong. Wajah imutnya selalu menjadi perhatian para juri dan penonton IMB.

Sandrina dulu sekolah di SDN Panaragan 1, Kota Bogor, lalu melanjutkan ke SMPN 7, Kota Bogor. Sejak umur 7 tahun, Sandrina oleh ibunya diikutkan kelas menari.

Setelah juara kontes bakat IMB-3, Sandrina membuka sanggar tari betnama Sandrina Studio. Siswa tari yang diajarinya dari anak-anak sampai dewasa, karena gadis kelahiran Bogor, 8 Juli 2001 ini kini sudah mekar sebagai gadis cantik ( murid SMA ). Ketimbang menjadi dokter atau insinyur, dara jelita ini memilih terus menari untuk melestarikan budaya ( dan menari sampai tua !

Sanggar tari Sandrina berupaya mengembalikan fenomena pergeseran nilai budaya lokal dari pengaruh budaya Barat, selain wadah kreasi dan eksplorasi untuk menghasilkan karya inovatif, sarat nilai tradisi khususnya Jaipongan, ikon Jawa Barat. Berformat sanggar seni berbekal pengalaman kreatif dan manajemen yang tetap eksis di tengah dinamika perkembangan industri seni. Setelah mendapat saran kreatif dari para seniman, akademisi, tokoh seni, kreator, pemerhati seni, broadcast dan masyarakat pencinta seni maka pada September 2013, diresmikanlah Sandrina Studio yang dinaungi ‘klinik’ Jaipong Gondo Art Production, Bandung.

‘Klinik’ ini berisi ‘dokter’ ahli gerak’ ( koreografer ) dan ‘perawat’ ( asisten pelatih.), yaitu para talenta kreatif dan interaktif dalam olah tari khususnya Jaipongan dengan segala kekhasannya, dimana mereka mendedikasikan keahliannya dalam menggali potensi dan bakat para calon penari.

Sandrina Studio bertujuan market oriented juga bermoto Crossing the Border, di samping mengedepankan nilai kearifan lokal dalam proses kreatifnya, menjunjung tinggi loyalitas, profesional, rasa kekeluargaan, etika dan disiplin. Tari Jaipong takkan lekang oleh zaman selama dibangun dengan konstruksi manajemen profesional, ujar mereka mantap.

Sandrina Studio beralamat di Jl.Perintis Kemerdekaan no.15 Kota Bogor. Telp: 0856 9518 4202. E-mail : SandrinaStudio@gmail.com. Instagram : @sandrinamazayaa1

Written by Savitri

24 Desember 2018 at 14:51

PSSI Dibenahi, Bahar Dilawan, MA Direformasi, Nurril Dibela, KPU Diingatkan, Desa Dimandirikan. Ayo !

leave a comment »

Kenangan pahit di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu ( 26/12/2010 ) ketika timnas Indonesia kalah 0-3 dari tuan rumah ( selain sinar laser dari arah penonton ke kiper Indonesia, ternyata ada match fixing dari bandar judi di sana ). Betapa remuk redam hati suporter Indonesia. Betapa gregetan kita setelah tahu di Sleman, oknum Exco PSSI, juga ‘bermain’. Kita bisa bantu dan kawal pengungkapan mafia bola oleh satgas anti suap dibawah kendali langsung Kapolri Tito. Demi Merah Putih berkibar gagah di even internasional ya..! ( foto: tribun )

PSSI DIBENAHI. PILIH BANTU SATGAS ANTI SUAP POLRI ATAU DIBABAT ?

Jadi ingat aktor Samuel L. Jackson ( juga main apik dengan Kevin Spacey di film laga penyanderaan “The Negotiator” ) yang memerankan petinggi NSA di film action “XXX”, waktu Kapolri Tito bilang kita perlu menggunakan orang dalam jaringan ( suap pengaturan pertandingan/ skor ) untuk menghentikan keterpurukan prestasi bola Indonesia ( sejak 1991 tak pernah juara ASEAN/ AFF, kapan mau juara Piala Dunia ? ). Gunakan ular untuk menangkap ular lainnya. Para whistleblower, pelaku yang tobat, atau yang masih peduli Merah Putih berkibar di even internasional. Demi Nation branding Indonesia.

Pertandingan sepakbola bisa ditonton sampai 50 ribu orang di stadion ( bahkan lebih, apalagi jika di-relay lebih 193 stasiun TV sekelas World Cup ). Bangsa manusia di bumi menunjukkan keunggulannya ( juga menyalurkan nafsu agresif/ perang/ kompetitifnya ) di lapangan bola ( olahraga terbanyak penggemar dan pemirsanya ), selain PDB ( produk domestik bruto ), IPM ( indeks pembangunan manusia ) dan rangking kekuatan ekonominya di dunia. Sepak bola banyak stake holder dan multifier efect-nya dalam memajukan perekonomian bangsa, dan terutama, memupuk rasa nasionalisme ( cinta tanah air ) warga negara. Sepakbola urusan kita semua, kata Kapolri Tito ( Mata Najwa, Trans7, 19/12/2018 ).

Dalam “Mata Najwa” ( 28/11/2018 ) episode PSSI Bisa Apa ? ( jilid 1 ) terungkap skandal pengaturan skor Liga 2 di kabupaten Sleman. Tersebutlan SW, anggota Exco PSSI ( di jilid 2 dikabarkan Si Sontoloyo mengundurkan diri ) yang bermain. Di Jilid 1, tersebutlah Andi ( manajer timnas kita di AFF Malaysia ) baru menyadari setelah kembali ( ke hotel/ tak steril ) bahwa ia “dipermainkan” ( bandar judi pengatur skor sepak bola gajah, yang membuat timnas Indonesia yang menang 5-0 lalu kalah 3-0 di Malaysia ).

Di Jilid 2, ketum PSSI ( merangkap gubernur Sumut ) berhalangan hadir ( pemirsa EMI menyebut ER serakah jabatan. Ogah mundur, meski terjadi lagi sepak bola gajah dengan melibatkan anggota Exco. Anak buahnya di Jilid 1 mengaku sering meluruskan ucapan ER yang tak tahu detail problem di PSSI. Mungkin dia jenderal jujur dan berani, tapi kalau tak intens nongkrongi PSSI, kebobrokan sebagian pengurusnya bisa kambuh, dan mengecewakan banyak suporter bola kita yang sudah bela-belain pergi jauh ke luar negeri mendukung timnas kesayangan ( bayangkan remuk-redamnya kebanggaan nasional di hati mereka ).

3 anggota PSSI yang diundang Najwa, tak satu pun yang datang ( padahal diundang dan hadir Menpora Nahrawi dan Kapolri Tito yang bisa membantu menguraikan masalah keruwetan sepakbola nasional ). Jika revisi manajemen PSSI yang kemarin dilakukan tak mempan maka ‘pukulan’ ( wake up call ) perlu dilakukan, kata Tito. Kalau PSSI tak mau transparan dan aktif berbenah ( bersama satgas Kapolri ), kita tinggalkan saja, kata ketua suporter. Satgas anti suap yang akan dikendalikan langsung Kapolri akan diberi reward dan kenaikan jabatan jika berhasil membereskan tikus-tikus ( mafia ) bola, sepertihalnya satgas pangan ( melawan mafia pangan ).

Tito Karnavian bilang, kasus Sleman dan AFF akan jadi pintu masuk penyelidikan polisi. Mungkin ini kasus suap orang perorang, atau fenomena gunung es jika ditelusuri lebih jauh ada petunjuk dan bukti lanjutan dari para saksi/ whistleblower ( diatur orang perorang, atau bandar judi eksternal, diketahui tapi didiamkan organisasi karena ada oknum Exco, komdis, wasit yang terlibat )

Feeling-nya ke arah sana ( mafia bola, yang terorganisir sistematis, di level regional, bahkan global/ FIFA ). Kita ingat SB, mantan ketua FIFA terjerat kasus korupsi ( kemarin, 3 anggota KONI / kemenpora juga terjaring OTT KPK dengan uang miliaran di tangan ).

Modusnya, statuta FIFA dipakai organisasi induk sepak bola berlindung dari ‘intervensi’ luar ( pemerintah, penegak hukum, publik bola ) yang mengendus keganjilan skor pertandingan dan mau membenahi prestasi sepakbola nasional. Padahal Statuta mengatur sistem organisasi dan teknik bermain bola standar internasional. Bukan kejahatan korupsi/ suap/ judi bola yang dilakukan oknum bola yang jadi teritori penegak hukum di negara anggota.

Kasus match fixing pernah ditangani polisi tapi lalu dilepas para pelakunya, karena menggunakan UU Tipikor ( mensyaratkan adanya kerugian negara ). Padahal masih ada UU no.11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap ( mensyaratkan, merugikan kepentingan umum ) yang masih berlaku ( sudah dicek di kemenkumHAM ), kata ketua suporter.

Masa Orba belum sempat digunakan karena yang ‘bermain’ adalah kroni penguasa.
( gratifikasi belum dianggap korupsi, sekitar 200 pejabat tinggi Orba terlibat korupsi tapi sepi OTT, wong KPK juga belum ada, sehingga KKN keluarga Cendana tak tersentuh hukum. TS/ HMP, ketum PB, sampai baper, bapaknya disebut gurunya. Mega korupsi di pusat, karena uang besar terkonsentrasi di pusat. Belum ada otda dan otsus waktu itu sehingga tak ada OTT kepala daerah semarak hari ini, setelah KPK ada dan makin kuat )

Kapolri minta kerjasama kompak para penegak hukum ( kepolisian kejaksaan, kehakiman, pengadilan sampai MA ) untuk mendukung penerapan UU no.11 th 1980 ini untuk menjerakan para pelaku suap ( seingat saya, pemberi suap diancam penjara 5 tahun, penerima suap diancam 3 tahun ) untuk memperbaiki sepak bola tanah air dan organisasi induknya.

( menurut ICW, rata-rata hukuman korupsi kini 6,4 tahun penjara. Dari 84 kepda yang tertangkap korupsi hanya 11 yang dihukum 15 dan 18 tahun penjara. Percuma gaji kepda dan bantuan parpol dinaikkan jika vonis hukuman diobral ringan dan tuntutan jaksa KPK cuma hukuman sedang. Kenaikan itu cuma membebani keuangan negara. Mestinya, koruptor dihukum lebih berat, 15-20 tahun penjara, biar kapok. Saat ini jaksa KPK masih demen menuntut vonis sedang, lalu hakim demen menjatuhkan vonis ringan, sehingga OTT masih terus terjadi, hampir tiap hari. Coba, kalau tersangka/ tahanan diborgol untuk dipermalukan secara sosial, napikor disuruh nyapu jalan protokol juga diborgol, disita seluruh harta kekayaannya/ tak cuma yang dikorup atau dimiskinkan sehingga tak bisa nyogok sipir dan hakim, plus dicabut hak pilihnya sampai 4 pemilu ( 20 tahun ). Insya Allah koruptor kapok, OTT KPK berkurang dan indeks persepsi korupsi Indonesia membaik ).

Sementara menunggu revisi, tak apalah menggunakan UU tahun 1980 ini ( daripada pelaku dilepas lagi, lalu sepak bola gajah lagi ).

Ke depan, UU anti suap ini ( juga UU Tipikor yang menghukum maksimal 5 tahun untuk pelaku suap ) perlu direvisi menjadi vonis berat ( minimal 15 tahun penjara, dicabut hak pilihnya 15 tahun, plus hukuman sosial ) agar para jaksa dan hakim bisa menghukum berat para pelaku suap/ korupsi. Lihat MA sekarang, setelah ditinggal pensiun hakim Alkotsar yang bersih dan berani menghukum berat koruptor, kasasi jadi membludak. Hakim pengadilan negeri dan tinggi ( ditetapkan ketua MA ) , panitera dan pengacara kena OTT lagi, dan lagi.

Baiq Nurril, korban pelecehan seksual kepsek atasannya justru yang divonis 6 bulan penjara dan harus bayar Rp 500 juta oleh hakim MA ( karena hakim pemutus kasasinya malas ). Si kepsek cabul malah naik jabatan/ dipromosikan di tempat lain ( mestinya di pecat dan dipidana. Mantan gubernur NTB, TGB atau adiknya yang kini wagub mesti turun tangan membantu keadilan bagi Nurril dan mencegah jatuhnya korban berikut si kepsek cabul di tempatnya yang baru, kata pemirsa EMI ).

Hakim pemutus vonis Nurril cuma melihat berkas delik tambahan, tak melihat kronologis pokok perkara, kenapa Nurril sampai curhat. Untung Kejagung menunda eksekusi putusan Nurril demi kepentingan publik.

Lalu putusan MA yang memenangkan gugatan ketum Hnr masuk DCT KPU untuk caleg DPD ( bukan anggota parpol ) juga bertentangan dengan putusan MK yang menjadi dasar putusan KPU mencoret OSO ( YIM, kuasa hukumnya, yang kemarin diminta ketua TKN jadi pengacara paslon 01 ) dari DCT ( daftar calon tetap ). Setelah konsultasi ke MK, komisioner KPU lalu meminta OSO keluar dari parpol jika ingin namanya masuk DCT.

Berbagai OTT ( 21 hakim ), vonis pro caleg mantan napikor, vonis malas dan kontroversi MA memberi sinyalemen kuat, saatnya MA direformasi ( bila perlu dibabat satu generasi ) agar maruah hakim wakil Tuhan dan kualitas penegakan hukum di negeri ini bisa membaik. Separuh masalah Indonesia berserak di bidang hukum dan penegakannya. PSSI juga perlu dibabat satu generasi agar prestasi bola kita bisa moncer kembali ( Indonesia dulu pernah masuk putaran final Piala Dunia lho ! ). Ayo, kita kawal bersama. Sepak bola benar-benar urusan kita.

NURRIL DILECEHKAN. KEPSEK CABUL DIPROMOSIKAN. PEDANG KEADILAN MA TAJAM KE MANA ?

Baiq Nurril, pembantu bendahara komite sudah lama dilecehkan ( 4-5 kali sehari dipanggil kepsek untuk mendengar cerita petualangan seks si kepsek dengan wanita-wanita bersuami ) Kepsek SM** 70 Mataram ( lalu dimutasi setelah kasusnya mencuat ). Nuril yang tak didukung komunitas terdekatnya lalu dipecat dan dipenjara 6 bulan ( 2 bulan sempat dijalani ).

Penegakan hukum yang malas, mengandalkan formalitas text, tanpa konteks ( keadilan ) , seperti badan tanpa jiwa.

Ada waktu 180 hari buat pengacara Nurril untuk memperbaiki keputusan hakim yang keliru jika ada bukti baru ( novum, jika ditemukan kapan saja ) atau pertentangan antar putusan ( 2 dari 3 syarat mengajukan PK/ peninjauan kembali ).

Pengadilan Negeri Mataram sudah memutus bebas Nuril, sebenarnya. Mungkin ada permainan antara jaksa dengan kepala sekolah sehingga kasus yang semestinya tak bisa kasasi jadi kasasi, kata pemirsa EMI. ( MetroTV, 21/11/2018 ). Delik inti kasus Nuril adalah pelecehan seksual. Delik tambahan : penyebaran di medsos yang tak dilakukan Nurril ( tapi temannya yang akan mengadu ke DPRD dan Nurril memberikan rekaman percakapan telponnya dengan kepsek/ memberi akses penyebar pada rekaman tsb ) karena tak tahu cara yang benar menuntut keadilan.

Hakim mestinya sebagai pengadil bukan sebagai penghukum ( mafia peradilan ). Apa rakyat baru dapat keadilan setelah memohon grasi ? ( betapa besar waktu/ umur, dana, emosi yang terkuras karena kemalasan hakim ). Memilukan.

Mahfud MD bilang, Nurril bisa bebas jika hasil PK memutus bebas, atau memutus 2 tahun penjara atau lebih sehingga presiden bisa memberi grasi. Si kepsek mestinya diberi sanksi administrasi ( dipecat, bukan malah naik jabatan/ dipromosikan ) dan dipidana dengan pasal perbuatan tak menyenangkan/ pelecehan seksual. Tak bisa amnesti yang hanya bisa diberikan pada sekelompok orang seperti Budiman dkk ( tapol jaman Orba ).

Prita Mulyasari mengeluhkan pelayanan buruk RS yang diterimanya lewat e-mail pada temannya lalu malah masuk bui dan terpaksa menempuh jalur hukum sampai PK ( setahu saya mengadukan pelayanan kesehatan bisa ke dinkes atau menkes. Mengeluh pelecehan seksual bisa ke menteri pemberdayaan perempuan atau lembaga anti kekerasan pada perempuan ( di Bandung di Jl. Riau no.1. Kedua kasus tsb bisa juga diadukan ke LBH ). Kita kawal kasus ini agar Nurril memperoleh keadilan dan kepsek cabul tak bikin korban berikutnya ya..

LAMPU MERAH BUAT SI BAHAR. MULUTMU HARIMAUMU.

Menurut Prof. Komaruddin Hidayat ( EMI, 21/12/2018 ), ulama dalam bahasa Inggris adalah scientist atau ahli ilmu alam ( bukan hanya ilmu agama, tapi juga hukum alam/ sunatullah ). Di Mesir, ahli agama disebut syekh. Di Indonesia, ulama dianggap ahli agama ( saja ).

Indonesia adalah negara hukum yang diatur dengan asas Pancasila, konstitusi/ UUD 1945 dan Undang-undang. UU itu seperti lampu merah yang jelas bagi siapa pun. Pelanggar UU akan diproses hukum, tak melihat siapa pun status sosialnya ( termasuk ulama ). Semua warga negara Indonesia sama kedudukannya di hadapan hukum ( menteri, gubernur, walikota, bupati, anggota parlemen, hakim, pengacara, pengurus PSSI, dst yang melanggar UU Tipikor juga sudah diproses hukum, harus mempertanggung jawabkan pelanggarannya, bahkan dipenjara. Pemerintahan Jokowi tak dituduh kriminalisasi untuk itu. Kenapa BBS yang melanggar UU dan ( bohong ) mengaku keturunan Rasul ( padahal seluruh putra Nabi Muhammad wafat ) lalu muncul tuduhan kriminalisasi si Bahar ( apalagi dia cuma oknum penceramah yang menghina simbol negara/ presiden ).

Ulama adalah sosok teladan yang mulia. Tutur katanya santun, perbuatannya terpuji, akhlaknya Islami. Sesuai kata dengan perbuatannya. Namun jika ada orang yang mengaku diri ulama dan ( pengikutnya seperti kebo dicocok hidung ikut ) mendiskreditkan kepala negara dengan hoax dan hatespeech maka ‘ulama’ ( gadungan ) seperti dia harus kita lawan ( wajib hukumnya ), karena merusak nama baik 20 juta ulama beneran di Indonesia. Anda mau Islam dipotret seperti BBS yang berperilaku tak pantas ? Sorry ya..

Agama Katolik dan aliran Syiah punya struktur yang jelas terhadap penganutnya yang ahli agama ( sebutan pendeta ditetapkan gereja ). Kristen Protestan dan aliran Sunni lebih bebas. Selama ini pelabelan ulama ( Islam Sunni ) di Indonesia dilakukan oleh media. Mestinya ke depan lebih jelas strukturnya. MUI, pemerintah, media kredibel bisa urun rembuk tentang siapa WNI yang layak disebut ulama. Sehingga orang yang baru tahu sedikit Islam ( lebih banyak brengseknya daripada teladan baiknya ) tak gampang memecah belah umat Islam, cukup diaku ‘ulama’ atau ‘imam besar’ oleh para pengikutnya yang lebih bego dan emosional lagi darinya.

Media yang mengutip pernyataan politikus busuk ( kriminalisasi ulama ) yang ngebet dapat keuntungan elektoral dari perpecahan umat Islam di tanah air, jangan tergoda memblow-up diksi tsb demi menaikkan tiras. Gunakan saja istilah “penegakan hukum bagi Si Bahar” ( oknum penceramah yang tak patut digugu dan ditiru ).

Awak media sebaiknya tidak mengobral kata ulama pada orang yang belum bisa jadi teladan tutur kata dan perbuatannya oleh umat Islam. Jika ada oknum ulama yang ditangkap polisi, cukup disebut oknum penceramah yang sedang menghadapi masalah hukum atau sedang mempertanggung jawabkan perbuatannya,
pesan pemirsa EMI dari Sumbar, NTT, Manado dan Samarinda ( EMI, 20/12/2018 ). Agar sebutan ulama tetap mulia dan terhormat, sebagai tokoh masyarakat dan pembimbing umat di negeri ini. Polri, lanjutkan saja penegakan hukum bagi Si Bahar sesuai UU yang berlaku di republik ini. Beri kepastian hukum bagi siapa pun di tanah air dan jaga kehormatan ulama sejati. Lampu merah tetap merah buat Si Bahar ya..!

TRANSPARANSI PENGELOLAAN TOL TRANS, Please..

7 ruas jalan tol ( 671 km ) Trans Jawa ( sepanjang 1200 km ) diresmikan Presiden Jokowi kemarin di Jombang ( 20/12/2018 ) dari Merak, Banten sampai Pasuruan, Jatim untuk melancarkan arus mudik dan barang.

Bagaimana tarifnya ? Sudah rumus, tarif tol 70- 75% lebih ekonomis dibanding jalan nasional dilihat dari biaya operasional kendaraan, efesiensi penggunaan BBM, waktu tempuh, dan faktor lelah pengemudi, kata Ipung Purnomo. Biasanya ada jalan masuk/ keluar ( perhentian ) tiap 6 km jika dalam kota dan 20-30 km jika di luar kota ( panjang satu kota sekitar 25 km ).

Transparansi ( open management ) tentang siapa yang mengelola tol Trans, berapa panjangnya ( 2-6 km ) berapa tarifnya, selama berapa tahun, perlu dijelaskan ( dipasang di web kementerian PUPR ) ke publik, pinta pemirsa EMI dari NTT.

Ribuan kilometer jalan tol Trans dibiayai gotong royong oleh sejumlah pengembang ( bukan APBN ). Setelah selesai kontrak kelola, tinggal dirawat pemerintah ( kapan? ). Jakarta -Surabaya cuma 10 jam lewat Trans Jawa. Pembangunan Trans Jawa juga memudahkan orang Surabaya pergi ke Jakarta ( dan ikut memacetkan ). Antrian di pintu tol bisa diatasi dengan teknologi yang sesuai ( seperti tagihan tol tertera di dashboard mobil begitu melewati portal/ pintu tol, lalu dibayar secara digital pula/ e-payment )

Pengembangan di satu titik ( Trans Jawa misalnya ) jangan sampai mematikan pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya ada di tempat lain ( jalur pantura ). Mereka juga harus diperhatikan, pesan pemirsa dari Jakarta. Anggaran jalan sekitar Rp 500 triliun di APBN. Pembangunan infrastruktur besar sekarang ini sekitar Rp 5500 triliun dengan hutang produktif ( kurang 30% PDB ) yang bisa dikembalikan bertahap dari karcis tol, pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Di Jawa, jalan tol dibangun pengembang swasta karena kepadatan penduduknya tinggi ( cepat balik modal ). Di luar Jawa, jalan tol dibangun oleh BUMN.

China bikin jalan tol sepanjang 2800 km dan kini ekonominya maju pesat ( Turki sampai tersungkur karena sangat bergantung perdagangannya dengan China, selain Rusia dan Qatar ). China bahkan bikin jalan tol di Ethiopia sehingga kini jadi negara termaju di Afrika.

Indonesia diprediksi jadi kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2030 ( bukan bubar, apalagi punah, emangnya spesies langka ? Jika Operasi Mawar jilid 2 dst diteruskan paslon 02, merekalah yang punah. Kita tahu liberalisasi ekonomi dimulai ketika Soeharto mulai membangun jalan tahun 1967 dengan hutang luar negeri, jadi kubu PS ( mantan mantu penguasa Orba ) yang nyinyir soal ‘makan infrastruktur’, neolib dan hutang luar negeri, jangan cuma lihat ujungnya saja ( kini ).

Indonesia dan Swiss adalah 2 negara di dunia yang saat ini paling dipercaya oleh rakyatnya. 4 negara Eropa kini membebaskan bea masuk untuk produksi ekspor Indonesia ( hasil lobi mendag Lukita ). Para pengusaha kita harus memanfaatkan peluang ini baik-baik ( kemarin, 12 duta besar dan 20 delegasi Uni Eropa bertandang ke Jakarta ( diantaranya ke kantor Nasdem ) untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara ( Tak ada gejala punah tho ? Punah itu evolutif, ndak ujug-ujug. Banyak parameternya. Gak asbun.. ). KPU dan Bawaslu harus mengingatkan, gesit dan tegas bertindak ( beri sanksi sampai didiskualifikasi jika pelanggaran terus berulang ), jika ada paslon yang berkampanye mengancam harmoni bangsa. Penyelenggara pemilu tak cuma ngurusi administrasi pemilu tapi juga substansi kampanye yang seharusnya mencerdaskan pemilih dan meyakinkannya siapa yang akan dicoblosnya di bilik suara. Pesta denokrasi itu menggembirakan, bukan menakuti-nakuti.

Menurut LSI ( MetroTV, 19/12/2018 ) setelah reuni 212 ( 2/12/2018) tingkat elektoral PS turun 1% ( 31 jadi 30% ) dan Jokowi naik 1% ( 53 jadi 54% ). Tanya kenapa ? Politisasi agama membosankan… ( ratu lebahnya sudah pindah, analisis pengamat lain ).

KARDUS TEBAL KOTAK SUARA PEMILU 2019 PENGGANTI SEBAGIAN KOTAK ALUMINIUM YANG RUSAK. Sejak Pilpres 2014.

Ketua KPU dan Bawaslu di Primetime News ( MetroTV, 16/12/2018 ) menjelaskan bahwa sejak pilpres tahun 2014 sudah digunakan kardus tebal ( lebih tebal dari kardus yang digunakan beberapa negara lain ) dengan satu sisi transparan menggantikan kotak suara aluminium ( digunakan mulai tahun 2004 ) yang sebagian sudah rusak dan hilang bautnya. Penggunaan kardus ini sudah disetujui semua fraksi di DPR ( di Taman Kardus, bahkan ada kardus tebal yang kuat diduduki seperti kursi dan meja makan metal ). Pertimbangannya : harganya 1/4 harga kotak seng aluminium. Bisa sekali pakai. Dikemas plastik dan amplop ketika didistribusikan ke TPS sehingga tidak basah jika kena tampias hujan ( asal jangan direndam di kubangan air. Mobil metal pun rusak jika terendam banjir ). Tidak makan tempat ( mudah dilipat di gudang dan kendaraan angkut ) alias lebih ekonomis. Ketika tiba di TPS, anggota Bawasda, saksi parpol dan petugas TPS/ KPPS akan sama-sama mengecek perakitan kardus dan seng kotak suara yang masih layak. Usai TPS ditutup, perhitungan suara dilakukan, hasil rekap suara difoto, dicatat, dilaporkan para petugas TPS/ KPUD, saksi, Bawasda ke atasannya masing-masing, sehingga faktor keamanan surat suara cukup baik. Jika niatnya mau curang, kotak suara metal pun bisa dihilangkan ( seperti insiden penembakan petugas KPPS dan kepala distrik di Papua di pilkada 27 Juni 2018 lalu ) atau perusakan gembok kotak seng untuk diutak atik isinya. Tapi catatan dan foto formulir hasil hitung dan papan hitung mencegah kecurangan itu, jelas penyelenggara pemilu.

Kardus suara ini sudah digunakan di pilpres 2014, pilgub 2017, pilkada 2018 dan disetujui semua fraksi. Kenapa masih ada yang protes dan nyinyir ? Kurang sosialisasi atau kubu sontoloyo lebai lagi ? Tanya saja pada rumput yang bergoyang..

MEMULIAKAN HAK PILIH DAN HAM PEMILIH. Foto berjeruji..

DPT Thp 2 yang diumumkan KPU ( 15/12/2018 ) sekitar 192 juta pemilih ( DPT Thp 1 pada 15/9/2018 sekitar 187 juta pemilih ). Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat yang warganya kurang 80% masuk DPT harus diprioritaskan Kemendagri dan KPU dalam masalah administrasi pemilu ( perekaman KTP-E dan DPT ). Daerah perbatasan, wilayah terdepan, pedalaman, hutan lindung, masyarakat adat dan daerah bencana ( kehilangan KTP-E. ) juga perlu diperhatikan ( EMI, 17/12/2018).

Dari 1/1/2019 sampai 17/4/2019 ada 6 juta pemilih baru. Pada 17/4/2019 sendiri ada 5 ribu pemilih pemula. PKPU mestinya bisa mengakomodasi para pemilih baru ini ( dengan SUKET atau bawa KK dengan saksi ketua RT/ RW ) yang diperbolehkan nyoblos 1-2 jam sebelum TPS ditutup. Tiap TPS melayani 240 pemilih/ surat suara.

KPU juga kita ingatkan untuk memberi garis jeruji pada foto caleg mantan napikor di kertas suara yang dicetak mulai awal tahun depan ( usulan acara “Mata Najwa” yang disetujui penonton di studio dan pemirsa di rumah, bahkan oleh caleg napikornya sendiri/ WON dari PAN ). Tulis “mantan napikor dengan kerugian negara sekian miliar/ triliun” dekat foto tsb. Ayo spirit anti korupsinya mana ? Pertahankan idealisme KPU sampai titik keringat penghabisan, Pak Arif..!

( KPU mestinya menetapkan materi kampanye : adu prestasi yang sudah dicapai paslon, adu program yang akan dikerjakan paslon ( EMI, 15/12/2018 ), juga menetapkan lembaga survey kredibel yang jadi acuan quick count di pemilu 2019 agar tak terulang pembelahan rakyat pemilih seperti tahun 2014 gara-gata ulah surveyor abal-abal yang disewa TVO bebal )

DANA DESA UNTUK KETAHANAN PANGAN & NASIONAL

UU no.4 tahun 2014 tentang Dana Desa dilaksanakan pemerintahan Jokowi mulai tahun 2015 ( Rp 20 triliun ), 2016 ( Rp 40 triliun ), 2017-2018 ( Rp 60 triliun ), rencana 2019 ( Rp 73 triliun ) untuk 75-82 ribu desa ( Rp 3 juta dibagi untuk dana kelurahan di 514 kota kabupaten ). Hasilnya, target 2000 desa jadi Desa Mandiri terlampaui. Target 5000 desa tertinggal jadi Desa Berkembang terlampaui ( lebih 6000 jadi Desa Berkembang ) menurut BPS (EMI, 12/12/2018). Membangun dari desa dilaksanakan serius oleh pemerintahan Jokowi agar pasokan pangan untuk kota/ nasional terjamin sekaligus urbanisasi ke kota tak menggila ( dan yang terlanjur pergi mau kembali ikut membangun desanya ). Kemelut di Suriah diawali pemerintahan di sana kurang memperhatikan pembangunan di desa sehingga muncul demo yang lalu direcoki/ ditumpangi agenda kepentingan asing ( menghentikan Assad membantu Palestina melawan Israel ).

Ada desa di Tasikmalaya yang menggunakan Dana Desa untuk membuat lapangan sepakbola berstandar FIFA ( diantaranya, menggunakan rumput Manila seperti di Gelora Bung Karno ) Bagaimana dengan perawatannya ? tanya host Leonard ( GBLA di Bandung saja butuh Rp 4 miliar untuk merawatnya tiap tahun ). Kita jangan menilai mereka dengan cara berpikir orang kota, kata Rhenald Kasali bijak. Keputusan membangun lapangan bola mestinya sudah dirapatkan kepala desa dengan seluruh warganya. Banyak potensi pemain bola di desa dan sekitarnya yang akan ramai-ramai datang memanfaatkan. Jika ada kompetisi lokal, lapangan tsb disewakan dengan tarif Rp 500 ribu per jam. Ada potensi parkir, souvenir dan kudapan karya warga desa yang bisa menghasilkan income yang kembali ke desa ( BUMDes, bisa sampai Rp 7 miliar per tahun ) yang sebagian digunakan untuk merawat lapangan bola tsb. Karena ini aspirasi warga, warga turut merasa memiliki dan diuntungkan dengan keberadaan lapangan tsb sehingga sangat mungkin mau ikut merawat dan membersihkan lapangan bola dengan upah sekedarnya ( hmm.. Pengelola GBLA bisa begitu gak ya ? Apalagi kalau Persib tandang di kandang/ GBLA, pemkot bisa meraih Rp 100 juta per pertandingan. Tunggu skors usai buntut kekerasan tempo hari. Persija diketahui jadi juara Liga 1 tahun ini. Ulah gelut deui.. )

Desa di Bali bahkan berani memuat lapangan golf kerjasama dengan swasta. Potensi wisata dan turis mancanegara cukup besar di pulau dewata tsb, sehingga diperkirakan bisa balik ‘modal’. Ada pula desa yang menargetkan satu sarjana, satu keluarga ( pendidikan dianggap bisa mengentaskan kemiskinan di desa ).

Selama 4 tahun program Dana Desa dikucurkan, dari range 1-10, maka skornya sekarang 4. Tahun depan 4,5 dan jika Jokowi terpilih lagi, maka skornya bisa 9 di akhir jabatannya yang kedua ( 2024 ), kata Rhenald optimis.

Pemirsa EMI dari Cirebon bilang, jika 7 sarjana kompeten masuk ke desa ( pendamping ) ke 75 ribu desa dengan gaji Rp 10 juta maka habisnya kurang dari Rp 73 triliun ( senilai 2,5% zakat ). Ada 7 tipe cluster pembangunan desa yang bisa dikaji dan dikembangkan lebih baik, imbuhnya. Pesannya, Jokowi jangan terus datang ke HUT ormas yang jumlahnya lebih dari 300 itu. Bisa habis waktunya. Lebih baik baik ikut ngopi dan makan kudapan khas desa ( biar wisatawan milenial makin banyak yang berlibur ke desa dan ngemil jajanan tradisional juga ).

Well, setiap kegiatan ada timingnya sendiri. Masa kampanye yang sisa 4 bulan ini, capres Jokowi perlu bertemu banyak calon pemilihnya, termasuk santri, ormas Islam, dimana dia sedang ‘ditembaki’ di isu tsb. Apalagi kalau beliau diminta anggota TKN ( seperti relawan Bravo 5 ) untuk bertemu komunitas atau kelompok warga pendukung paslon 01 di tengah kunjungan kerja ke daerah. Kalau kita mengetahui banyak hal dan rajin menyimak berita maka usulan atau kritik yang keluar dari mulut tak asal njeplak. Setelah pilpres, Pak Jokowi tentu lebih leluasa menentukan pilihan kunjungannya, termasuk menilik kemajuan desa.

Saat ini, masih ada 87% desa tertinggal di Papua, 82% di Papua Barat, 3% di Banten, 0,3% di Jabar. Sedangkan di Jateng, Jatim dan Bali yang ada tinggal Desa Berkembang dan Desa Mandiri. Menurut ICW ada Rp 40 miliar penyelewengan dana desa dari 141 kasus dengan 143 pelaku. Meski prosentasi kecil dibanding besarnya dana desa keseluruhan, tapi hal ini harus diperbaiki dan diminimalkan kebocoran dan kesalahannya.

( sebagian sudah e-budjeting, kata pemirsa EMI yang tinggal di desa ). Pemirsa dari Ambon yang 93% wilayah desanya terdiri dari perairan mengaku sangat terbantu dengan Dana Desa dan berharap Jokowi terpilih kembali di periode 2019-2024 sehingga program membangun desa bisa terus berkelanjutan ( sampai skor 9 ). Amiin..

Written by Savitri

21 Desember 2018 at 14:13

TOBAT EKOLOGIS PARA PEMBUNUH PAUS

leave a comment »

Paus sperma tewas mengenaskan dengan 5,9 kg sampah plastik di perutnya di Sultra. Polutan laut sudah sedemikian mengancam ekosistem laut kita. Stop buang sampah sembarangan, jika ingin Indonesia kembali jaya di laut. ( foto: republika )

Siapa mereka yang seharusnya segera bertobat ? Diantaranya pelaku pembuangan sampah plastik ke sungai dan laut ( terlihat di layar TV, orang di kapal buang isi tong sampah ke samudera lepas nan biru ). Teganya..

Apa gak mikir, penyu bisa mimisan karena sedotan plastik yang dibuang terhirup masuk lubang hidungnya, menancap hingga berdarah, seperti yang terjadi di perairan Kostarika.

Yang teranyar, paus sperma terdampar tewas oleh 5,9 kg plastik ( tali rafia, gelas dan botol mineral, terpal, sandal jepit, dll ) yang terpaksa ditelannya di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara ( EMI, 23/11/2018 ).

Pertobatan ekologis terhadap tindak pencemaran perairan oleh sampah plastik selama ini harus segera dilakukan, karena terus merusak ekosistem perairan akan berujung merusak kesehatan manusia. Serpihan plastik yang termakan ikan lalu termakan manusia akan menjadi kanker atau penyakit fatal. Apa warga sudah banyak yang sadar pentingnya kita tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau laut ? ( ingat, sedimentasi sungai dari sampah yang terbawa ke laut sudah membuat tsunami 17 cm jadi setinggi 6-7 meter yang menyapu bersih Kota Palu dan menewaskan banyak warganya 28 September lalu ? Warga membunuh paus dengan sampah plastiknya. Laut bersampah pun bisa membunuh warga dengan sedimen sampahnya. Sedimen sampah juga telah menyulitkan timSAR menemukan CVR pesawat JT610 karena terbenam lumpur yang ringkih mengaburkan pandangan ). Cukup kematian sebagai nasehat.

Dani, pemirsa EMI dari Malang, Jatim melihat warga di bantaran sungai tiap hari buang sampah ke badan sungai ( gak mikir kemakan paus dan penyu apa ? ) sampai ia usul pemkot dan pemkab pasang CCTV di tepian sungai ( seperti di Singapura dan London ) dan memberi sanksi denda atau kurungan bagi para pembunuh paus tsb ( perorangan pembuang sampah rumah tangga dan perusahaan pembuang limbah industri tanpa diolah dulu agar aman bagi biota air ). Di Bandung, seingat saya, bisa didenda sampai Rp 50 juta ( perda K3 ). Nah, lho..

Sayang kan kalau duit segitu melayang sia-sia ( padahal bisa untuk beli 10 hp canggih, atau ditabung di bank dalam negeri untuk memperkuat rupiah, atau ditabung di akhirat dengan berdonasi bagi korban Lombok, Palu, Sigi, Donggala, Rohingya atau Palestina ). Mending sampah itu dipilah ( organik dedaunan untuk kompos, anorganik seperti plastik, kertas koran, logam yang laku dijual di tukang rongsok atau pengepul ) lalu ditabung di bank sampah RT/ RW. Kebersihan adalah bagian dari iman. Kita beribadah sekaligus menyelamatkan paus dan penyu, plus dapat buku tabungan dari bank sampah yang bisa diuangkan. Smart, kan ? ( dapat dunia akhirat )

Pemirsa lain minta pemerintah memberi insentif pada pabrik yang mengolah limbah plastiknya dengan baik. Juga lakukan disinsentif terhadap pabrik yang abai dan membuang sampah plastik ke laut ( EMI, 23/11/2018 ). Kantong plastik berbayar di supermarket juga mestinya terus dilaksanakan agar konsumen terus membawa kantong kresek lamanya atau tas kain dari rumah.

C

Cukai untuk plastik sudah diterapkan pemerintah, kata Marisa Halid, pemirsa EMI. Di China, ia melihat bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah setinggi 8 lantai ( di Indonesia juga sudah ada ). Bisnis sirkuler ( refill, air mineral di botol isi ulang dll ) sedang dikembangkan di Eropa.

Teknologi plasma dari Kanada yang bisa mengolah sampah jadi 5 produk turunan BBM ( seperti minyak tanah, solar ) sudah diajukan Saidah ke parlemen dan pemerintah masa SBY dan sebelumnya tapi tak kunjung diwujudkan ( coba lagi masa ini, Bu ? ) Satu kontainer bisa mengolah aneka sampah kecuali besi.

Pemerintah sudah mengeluarkan Perpres no.83 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah Laut, turunan dari UU no.18 tahun 2008 dan PP tahun 2017. Menko Kemaritiman sebagai pelaksana dan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pelaksana hariannya.

Tentang paus mati karena sampah plastik, menteri KKP Susi Pudjiastuti sudah mengerahkan jajarannya dan mengajak warga pesisir untuk ikut membersihkan sampah plastik. Jika di Afrika, warga mau membawa bayinya ke posyandu untuk disuntik imunisasi jika diberi beberapa bungkus Indomie made in Indonesia, mungkinkah para nelayan kita perlu Indomie ( atau sembako, jala, alat tangkap ikan yang ramah lingkungan ) supaya mau rajin bawa sampah plastik di laut ke darat untuk di daur ulang ya, Bu Menteri ?

================

She’s a ‘rockstar’, kata pengagumnya ( di akun twitter-nya, lebih banyak orang yang memuji Susi, daripada ia menyebut pencapaiannya ). Pantesan, da Menteri Susi sudah menangkap 633 kapal maling ikan, 488 kapal sudah ditenggelamkan, sehingga kini kita bisa dapat ikan jika mancing di pantai. Nelayan tradisional kini banyak mendulang ikan dengan harga bagus berkat keberanian menteri KKP ‘menghajar’ para pencuri yang menjarah kekayaan laut kita.

Susi mengajak kaum milenial suka makan ikan agar beromega cerdas. Konsumsi ikan-udang baru 46 kg per kapita tahun lalu. Tahun ini ditargetkan KKP orang Indonesia makan 50 per kapita ( Jepang 80 kg per orang per tahun ). Menteri Susi sering demo masak ikan untuk menarik kita suka makan ikan ( kandungan kolesterolnya lebih baik dari daging merah yang berprotein setara ).

Meski masalah sampah plastik di laut, menteri KLH sebagai pelaksana hariannya, namun menteri KKP cepat tanggap. Ia ogah pakai sendok plastik dan sedotan plastik ( minum air kelapa ditenggak saja,, tetesannya menghaluskan kulit ), mendenda Rp 500 ribu jika di KKP ada yang menggunakan botol plastik. Susi rajin promosi tas daur ulang ( dari limbah plastik garmen yang bisa dipakai berulang kali ) untuk mencegah sampah plastik. So, woman of this post is… Susi Pudjiastuti.

Akun Menteri Susi di Twitter

Written by Savitri

27 November 2018 at 09:11

Bobotoh PERSIB tewaskan suporter ? Tsunami Donggala & Palu. SDGs vs Thanos. Asian Para Games 2018. Attention please…

leave a comment »

Jembatan Kuning, ikon Kota Palu, setelah diamuk tsunami setinggi 6 meter dengan kecepatan lebih 300 km dalam 12 menit setelah gempa 7,4 SR ( Jumat, 28/9/2018 ). Ingat tentang mimpi buruk dan prediksi musnahnya separuh populasi bumi ? ( oleh bencana alam, perang nuklir atau ‘Thanos’ di luar film Avengers/ Imperium ? ) Buat orang awam dan rakyat jelata, konsep pembangunan berkelanjutan ( dari MDGs ke SDGs ) yang disepakati 193 negara anggota PBB tahun 2015 termasuk Indonesia ( sekjen SDGs ) terasa di awang-awang. Buat apa ? Ya, supaya gak kejadian lagi gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan kota dan melenyapkan begitu banyak saudara dan tetangga seperti di Lombok, Palu dan Donggala. Bangun rumah tahan gempa di zona relatif aman ( jauh dari garis pantai plus tambah dinding penahan gelombang laut dan hutan bakau pemecah tsunami ) dan jangan buang sampah ke sungai yang membawa sedimen ke muara, mengubah tsunami 17 cm jadi 7 meter. Bagaimana rakyat di pelosok sadar bencana dan jaga alam ? Para Avengers ( 5 pilar SDGs ) yaitu, presiden Jokowi/ pemerintah ( diwakili Bappenas, BUMN, BUMD, BUMDes ), perusahaan swasta ( CEO, PR, CSR ), perguruan tinggi, media dan komunitas harus bergerak melaksanakan 9 program tahun ini dari 17 program SDGs yang sudah ditetapkan PBB untuk panduan negara anggota dalam membangun kualitas manusianya ( sehingga tak ada alasan untuk memusnahkan separuh populasi seperti Thanos karena kelangkaan pangan, air dan energi). 17 Sustained Development Goals ( SDGs ) memperbaiki MDGs yang memuat 8 tujuan. Strateginya, perusahaan mengambil satu fokus dari 9 goals itu yang sesuai dengan visi misinya dan punya irisan dengan goals lainnya. SDGs yang dilaksanakan baik melalui program CSR ( diantaranya ) bisa mengangkat reputasi baik perusahaan dan keberlangsungan usahanya. SDGs vs Thanos, begitulah. Semoga Lombok, Palu dan Lombok bisa bangkit dan pulih secepatnya dengan dukungan dan bantuan semua pihak. Amin.

Jembatan Kuning sebelum diterjang tsunami.

Tak ada kemenangan yang layak dibayar dengan kematian suporter, kata atlet. Meski Maung Bandung menang lawan Macan Kemayoran, tapi kita dan Gubernur Emil justru malu. Kenapa sejumlah ( mengaku ) bobotoh ( berkostum ) Persib bisa berubah kriminal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( GBLA ), Rabu, 26/9/2018 lalu? Pemuda 23 tahun ( Haringga Sirla ) , asal Indramayu yang hijrah ke Jakarta dan menjadi suporter Persija alias Jakmania, menyamar ( ada larangan menonton di kandang lawan ) demi bisa menonton langsung dan mendukung tim kesayangannya bermain. Penyamaran itu sayangnya ketahuan ( mengunggah simbol Persija di medsos ), ia langsung dikeroyok 16 remaja ( SD, SMP, mayoritas penonton sepakbola zaman now ) lalu dipukul dengan balok, helm, kaca hingga tersungkur tak bergerak ( tewas dalam perjalanan ke RS ).

Dua dari delapan remaja yang jadi tersangka biadab itu sudah mengaku memukul Haringga. Di antara 16 orang yang mengeroyok, ada anak di bawah umur ( kurang dari 18 tahun ). Miris.. ( apa mereka punya kartu tanda anggota Viking/ bobotoh Persib, atau justru anggota geng motor yang biasa melakukan kekerasan ? )

Sepakbola itu menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan. Olahraga persatuan, bukan pemecah belah rakyat. Kenapa masih terus berjatuhan korban, padahal sudah 67 suporter tewas sejak kompetisi digelar. Jakmania vs Viking/ bobotoh saja sudah 7 tewas. Kenapa menonton bola seperti menyabung nyawa ?

Kekuatan personal ditelan kekuatan kelompok anonim yang mendadak merasa kuat, di atas dan melawan hukum. Setiap orang dalam kerumunan/ gerembolan seolah bisa lepas tanggung jawab karena melakukan kekerasan itu bersama-sama ( sampai anak kecil pun berani menginjak-injak tubuh terkapar itu tanpa belas kasihan ). Orang lain hanya terpaku menonton. Sebagian malah asyik mengabadikan aksi biadab itu dengan kamera ponselnya untuk update status. Kemana gerangan aparat keamanan dan panitia di sekitar stadion ? Kemana hati nurani bobotoh ? Jackmania Persija, Bobotoh Persib, Bonek Persebaya, naha gelut wae ?

( kalian yang terbesar mestinya jadi contoh pecinta sepakbola sejati di Indonesia, dengan tidak merusak esensi persatuan dalam sepakbola. Tidak anarkis. Rivalitas boleh, selama di koridor moral dan hukum. Tidak main fisik tidak rasis dan tidak mengumbar kebencian, terlebih dengan kata-kata kotor menyakitkan terhadap sesama anak bangsa ).

Pemirsa EMI ( MetroTV, 27/8/2018 ) bilang, suporter tak bisa disalahkan sepenuhnya atas tragedi memalukan ini ( khususnya bagi warga Bandung ). Klub sepakbola mestinya menempatkan suporter di tempat terhormat dalam kiprahnya ( tak hanya menarik tiket, merchandise dan dukungan saja ). Adakan pertemuan rutin Q & A ( question and answer ) dan edukasi menarik cara menjadi pendukung yang jempolan. Beri apresiasi yang layak pada para suporter yang bisa tertib menginspirasi sehingga mereka ikut merasa memiliki tim ( termasuk jika klub sampai diskors, mereka akan sekuat tenaga menjaga bobotoh lain tak mengulangi kesalahannya ). Di luar negeri, suporter bahkan bisa memiliki saham klub kesayangannya. Perlakukan mereka secara manusiawi agar para bobotoh pun memperlakukan pendukung klub lawan secara manusiawi pula.

Apa itu sudah terjadi sekarang ? Belum. Suporter masih kesulitan mendapat karcis masuk stadion. Setelah itu diperiksa aparat keamanan secara ketat, digeledah, adu mulut, bahkan berantem dengan pemeriksanya.

( menurut Bu Up** ketua PSSI pernah sampai menampar suporter PSMS Medan, mantan klubnya. Di Mata Najwa ( 26/9/2018 ), ER terlihat defensif ketika dicecar soal kematian Haringga dan anggota Exco yang merangkap pengurus klub ( konflik kepentingan, orang lama masih bercokol ). Jawabannya kurang akomodatif terhadap tuntutan publik. Minimal, jawablah ‘akan saya upayakan bersama tim Exco ya’. Gak ngeles menyebalkan begitu. Berterimakasihlah telah diberi masukan ( masih ada yang mau capek memperhatikan dan sumbang pikiran ). Humble, seperti Najwa Shihab yang sering berterima kasih pada pemirsa setianya sehingga rating acaranya selalu tinggi ).

Suporter bola juga perlu diapreasiasi. Dimanusiakan. Kebayang kan kalau Persib atau Persija sampai main tanpa penonton atau suporter yang memberi semangat ? Hambar. Tapi kalau sebaliknya meneriakkan yel-yel sarkastik menghujat lawan, lalu tak ditertibkan panitia dan aparat, bahkan juga dibiarkan rasis benci di medsos hingga beranak pinak, maka kejadiannya seperti Rabu kelabu lalu, meledak jadi persekusi mematikan, 3 jam sebelum pertandingan. Menyedihkan.

Kompetisi Liga Indonesia lalu diskors 2 minggu atau jangka waktu yang tidak ditentukan agar para pihak bisa menginvestigasi kasus ini dan mencegah terulang kembali. Catatan penting : harus ditindak tegas semua yang lalai dalam peristiwa. ( Rangga, bobotoh Persib, tahun 2012, tewas di tangan suporter Persija tanpa ditindak tegas 3 pelakunya. Sudah 3 bobotoh tewas di tangan Jakmania ). Kedamaian ada setelah keadilan ditegakkan.

Klub ikut bertanggung jawab. Persib dan Persija bisa dihukum bertanding tanpa penonton di stadion hingga sisa kompetisi berakhir. Delapan oknum bobotoh sudah dijerat pasal 70 KUHP/ Penganiayaan bersama-sama yang berakibat korban meninggal dunia ( diancam hukuman lebih dari 10 tahun penjara ).

Pemda Bandung, Jabar, lalu membuat gerakan Sadar Hukum sampai ke tingkat camat dan lurah agar tak terjadi aksi main hakim sendiri di tanah Pasundan ini. Kita ingin melintas aman di mana pun di tanah air tanpa takut dikeroyok massa beringas karena berbeda klub dan pilihan politik kan?

( mungkin sudah waktunya celotehan gobl** dan anj*** dihapus dari kamus gaul anak Bandung. Jauh dari kesan Bandung agamis religius. Polisi cyber dan Kominfo mesti rajin men-take down ujaran kebencian dan rasis di jagad maya. Terbukti di kasus HS, provokasi mulut di tribun dan medsos berujung maut di dunia nyata. Penonton di stadion dan pengguna medsos, mayoritas ABG yang belum kuat nalar dan belum pandai mengelola emosi. Sehingga deteksi dini kekerasan dan antisipasinya seharusnya sudah dilakukan sebelum kejadian menelan korban.

Politisi yang demen nyinyir tiap kalah argumen di parlemen lalu memberingaskan konstituennya mestinya dicatat oleh kita dan Cyber Indonesia agar tak dipilih lagi di kontestasi pemilu. Jejak digital kebenciannya seperti bom waktu yang bisa meledakkan kerusuhan kapan saja.. Makhluk pandir seperti ini jangan diberi tempat lagi. Kerjanya cuma nyinyir. Gak pernah ngaca dan nyadar, bahwa apa yang diperbuatnya turut menyulut kekerasan, karena selalu berlindung di balik kata ‘demokrasi’ atau ‘kebebasan berekspresi’. Padahal sering kebablasan. Kasus parodi ‘potong bebek angsa’ elit Grd vs kader PSI sedang berbalas aduan di Polda Metro. Capek deeh.. meladeni orang bego emang gak bakalan nyambung. Logikanya aneh, apa saja asal dia yang ‘benar’. Itu cuma kamuflase, karena rekam jejaknya ( wataknya ) mendiskreditkan pemerintah/ rival. Buang-buang waktu berurusan dengannya. Lebih baik ngeloyor pergi, matikan atau pindah channel TV tiap dia nongol/ ocehannya ngawur, jangan pilih dia dalam jabatan publik apa pun ( karena jenis ini gak punya kompetensi, model pecundang yang bisanya meninggikan diri dengan merendahkan orang lain ) .Komentator asbun di blog ini juga langsung saya buang ke kotak spam agar komen berikut darinya otomatis masuk spam, tak melelahkan mata saya. Sudah lebih 2 ribu komen sampah. EGP ).

Semoga tim pencari fakta PSSI bisa bekerja independen dan adil. Karena keadilan awal kedamaian.

ASIAN PARA GAMES, 6-13 OKTOBER 2018

Kota Bandung ternoda oleh ulah oknum bobotoh brutal. Padahal baru 3 minggu lalu kita ikut menyukseskan gelaran Asian Games dengan sportif dan berkelas. Lalu 6-13 Oktober 2018 ini disusul Asian Para Games di Jakarta .

18 cabang olahraga. yang akan dipertandingkan di Jakarta dan dipusatkan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ; panahan, atletik, bulu tangkis, boccia. tenis meja, catur, bowling,, bola gawang, judo, bowling lapangan, angkat berat, menembak, renang, bola voli, bola basket kursi roda, anggar kursi roda, tenis kursi roda.

Asian Para Games pada Rabu (5/9/2018) dimulai dengan Torch Relay Parade dan Paralympian Festival of Asian Para Games 2018 yang juga dilangsungkan di beberapa kota, di antaranya Grobogan, Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan DKI Jakarta.

Sejumlah atlet Pelatnas Asian Para Games berlatih fisik di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.. Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018, Jakarta ( INAPGOC )

Sesuai rencana, uji coba Asian Paragames 2018 mempertandingkan lima cabang olahraga dari 18 cabor yang akan dipertandingkan pada Asian Paragames 2018, 6-13 Oktober yaitu atletik, bulu tangkis, renang, tenis meja dan bola basket kursi roda.

Opening Ceremony Asian Para Games yang diikuti 43 negara akan dibuka petang ini ( Sabtu, 6/10/2018 jam 19-21 WIB ) di GBK dengan tema We are One. Setahu saya, tiket nonton opening seharga Rp 25 ribu dan nonton pertandingan Rp 10 ribu per orang, secara online maupun di loket resmi. Selama penyelenggaraan APG 3, bis Trans Jakarta digratiskan untuk para difabel dan Sabtu Minggu gratis untuk warga DKI/ umum. Maskot APG 2018 adalah Momo.

Momo ( motivasi & mobilitas ), Elang Bondol bersabuk khas Betawi, yang bermakna, kita harus tetap melangkah ke depan dan mampu beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan di dunia.

Semoga target masuk 8 besar ( 16 emas harapan pemerintah, syukur bisa masuk 4 besar juga harapan saya ) bisa tercapai. Juga mimpi para atlet punya gym khusus disabilitas bisa terwujud . Amin.

PORDA JABAR DI BOGOR, 1-15 OKTOBER 2018

Menurut siaran LPS PRRSNI ( K-Lite FM, 25/9/2018 ) akan diselenggarakan Porda Jabar 13 di Bogor. ( 1-15 Oktober 2018 ) dimana ditargetkan 948 atlet Kota Bandung meraih 174 medali emas 59 cabor dari 60 cabor yang dipertandingkan. Semoga tercapai dan kembali mengharumkan nama kota berjulukan Paris van Java ini. Amin.

SARANA OLAHRAGA UNTUK INDONESIA JUARA

Dibilang orang, Indonesia kaya sumber daya alam, tapi mental sebagian rakyatnya rakus, korup, malas, gampang puas ( dapat Rp 100 juta, besoknya langsung plesiran atau santai-santai menikmati uang tsb. Jarang nabung untuk hari tua atau investasi masa depan ). Apa iya ? Mari instropeksi.

Pemirsa EMI bilang, China, Korea dan India kurang layak memperlakukan buruhnya. Tiru Jepang soal perlakuan baik pada buruhnya ( sebangsa, setahu saya WNI magang di sana ada yang sampai dihajar balok kayu kalau kerja tak memuaskannya ). Tapi Rusia, China, Korea memang sigap soal baris berbaris pasukan militernya, tambahnya ( EMI, 12/9/2018 )

Atlet China bukan peraih emas mengenaskan nasibnya ; dijauhi media, disebut tak berguna, dicampakkan, dicabut seluruh fasilitas kesejahteraannya. Yang cedera, tak meraih emas lagi, akan terlempar ke jalanan, menggelandang sebagai tunawisma atau kerja serabutan. ( On The Spot, TransTV 11/9/2018 ). Info ini seperti mengkonfirmasi pengakuan pengusaha Tionghoa sebelumnya di radio : kalau mereka ke China tak bawa uang banyak, mereka cuma akan dibuang ke laut. Orang hanya dihargai uangnya, capaian emasnya. Habis manis sepah dibuang. So, Indonesia masih lebih baik. Yang dapat perak dan perunggu masih dapat hadiah uang, disambut, dihargai, disemangati, dimanusiakan.

Apakah rahasia atlet China kerap memuncaki perolehan medali emas dalam even olahraga internasional adalah perlakuan tangan besi itu ? ( nyawamu itu emasmu atau uangmu ). Apa kita bisa memuncaki tangga prestasi internasional dengan perlakuan manusiawi ? ( bukan wajah tegang saja yang terlihat, tapi kita juga ingin terlihat.. bahagia hidup di Indonesia ). So, challenging.. ( how ? )

RUMAH INDONESIA DI EVEN OLAHRAGA INTERNASIONAL.

Salah satu ‘penyumbang’ 31 emas itu Rumah Indonesia di GBK, tempat atlet, fans, suporter, penonton bertemu, nobar bagi mereka yang tak kebagian tiket. Slogan dalam sepakbola, pemain ke-12 adalah suporter, memang benar adanya. Atlet kita memang ‘gila’ ( habis-habisan ), ketika menumbangkan lawan di arena pertandingan Asian Games 18. Suporter kita tak kalah ‘gila’ di tribun penonton. Yel-yel kompak senantiasa dikumandangkan untuk menyemangati para atlet yang tengah berjuang memenangkan Merah Putih. Rumah Indonesia yang menghimpun semangat itu perlu ( akan diadakan, janji panita AG 18 ) diadakan di tiap even olahraga internasional yang diikuti tim Indonesia. Arti kehadiran suporter terlihat jelas di sini. Mereka difasilitasi, dimanusiakan, hasilnya tertib dan juara. Terima kasih para suporter Indonesia. You’re the best !

SARANA OLAHRAGA DI KELURAHAN.

Bandung Juara ( Porda ), sudah. Jabar Juara ( umum PON ), langganan ). Indonesia Juara ( SEA Games ) pernah. Asian Games, baru saja top 4. Olimpiade ? Jalan masih panjang… mendaki dan berliku..

Merintis itu, 131 kelurahan di Kota Bandung perlu sarana olahraga ( LPS PRRSNI, 6/9/2018 ). Mereka belum cukup dana untuk membangun sendiri. Satu Rukun Tetangga ( RT ) terdiri sekitar 100 KK, hanya 70 KK yang rutin bayar iuran RT sebesar Rp 40.000 per bulan untuk menggaji tukang angkut sampah ( Rp 800 rb – Rp 1,5 juta per orang ) dan tenaga keamanan, uang duka, sumbangan untuk warga sakit, dll ( Bendahari RT, 6/9/2018 ).

Bibit atlet ditanamkan sejak dini ( postur, otot, refleks, mental, stamina ) di sarana olahraga lingkungan terdekat ( desa/ kelurahan ). Pebulutangkis Susi Susanti, peraih medali emas Olimpiade, setahu saya, sudah berlatih bulutangkis sejak usia 4 tahun. Gerakan kaki lincahnya sudah dibentuk sejak balita. Pertumbuhan otot, tulang, syaraf yang menunjang perfoma juara mengikuti kebutuhan gerak yang sering dilakukannya sejak kecil. Jika anak-anak Indonesia bisa leluasa bergerak ( melatih syaraf motorik ) dekat rumah, berapa Susi lagi bisa ditemukan dan mengharumkan nama Indonesia ? Akan lebih banyak emas yang mungkin didapat Indonesia untuk menjadi juara pertama Asian Games dan Olimpiade. Hopefully..

PR SUMMIT BANDUNG, 4 OKTOBER.2018

Humas Kota Bandung akan menggelar Indonesian City Government PR Summit 2018 yang mempertemukan para pranata humas pemerintah dari 500 kota dan kabupaten di Trans Luxury Hotel Bandung.

Peserta bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang pengelolaan citra kota dengan pengalaman best practices di tiap daerah agar Humas mampu mengangkat potensi daerah. yang berdampak positif bagi kemajuan daerah. Formulir undangannya bisa diunduh di internet dengan meng-klik links/ search dengan keyword “PR Summit Bdg”.

SANTAI HARI BURUH DI AMRIK. PROTES UMR MASIH DI INDONESIA.

WA VOA dengan radio K-Lite FM ( 7/9/2018 ) mengabarkan Labor Day ( Hari Buruh ) diperingati tiap Senin pertama bulan September. Berbeda dengan di Indonesia yang masih menuntut kenaikan UMR atau perbaikan kesejahteraan, di Amrik, Labor Day dirayakan dengan berlibur santai dan presiden memberitahu pencapaian mereka sebagai super power produk senjata dan ekspor mobil terbanyak di dunia. Apple, Walmart, Levis di hari itu memberi hadiah jutaan dolar pada komunitas yang punya program bagus untuk mengendalikan penggunaan senjata di AS.

Upah sebelumnya 10 USD, 13 USD, mulai dinaikkan jadi 15 USD per jam. Yang lembur diupah 20 USD per jam ( Ini AS ya yang duit 5 USD cuma dapat satu burger. Di Indonesia, uang Rp 73 ribu bisa dapat 8 burger @ Rp 9 ribu. Indonesia masih terjangkau ). Durasi kerja 8 jam per hari. Bagi buruh yang baru bisa kerja semampunya ( unskill ), ada program bantuan pemerintah sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan fisik minimum mereka.

Pergub Jabar no.54 tahun 2018 ( ditandatangani Pjs gubernur M.Iriawan, sehari sebelum Ridwan Kamil dilantik ) diprotes Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan alasan mengeliminasi peran serikat pekerja. Mereka menuntut pergub tsb dicabut dan diperbaiki.

Semoga info Hari Buruh di AS bisa membantu Kang Emil mengatasi penolakan mereka ( maklum tahun politik ).

FOTO CALEG NAPIKOR DALAM JERUJI DI SURAT SUARA. Hak asasi pemilih juga dipenuhi.

Index persepsi korupsi Indonesia masih 37 ( tahun 2016 & 2017 ) dari range 1-100. Selandia 89 ( no.1 ). Dengan lambatnya penuntasan kasus mega korupsi Century, seolah ada jalur cepat ( kelas teri) dan jalur lambat ( kelas kakap ) di KPK ( EMI, 25/9/2018).

Terdengar kabar kemudian, mantan dirut Pertamina, KA, ditahan Kejagung karena merugikan negara Rp 568 miliar waktu membeli aset blok minyak di Australia tanpa persetujuan Dewan Komisaris.

Reformasi hukum yang diminta angkatan Reformasi,1998 setelah supervisi KPK ( inkubator penegakan hukum tipikor ) adalah penguatan kepolisian dan kejaksaan. Sepertinya, mulai membuahkan hasil. Kejagung mulai berani nangkap kakap.

Menurut Transparancy International, Indonesia masih termasuk 2/3 negara korup ( juga China ). Singapura, Swiss, Finlandia, Denmark, termasuk 1/3 negara bersih dari korupsi. Berarti jalan masih jauh. Perlu jurus lebih andal untuk mencegah koruptor masuk jabatan publik. Salah satunya, rekrutmen di pemilu.

Ada 41 mantan napi korupsi nyaleg ( 3 DPD, 29 DPRD kota/ kabupaten. 9 DPRD provinsi). Caleg mantan napi, menurut UU Pemilu, harus mengumumkan status mantan napikor itu di koran nasional, surat dari polisi di daring DCT. Mestinya juga di TPS ( berikut parpol pengusung, kerugian negara yang ditimbulkannya ) dan tanda koruptor di surat suara yang dibawa pemilih ke bilik suara.

Tapi, KPU beralasan design surat suara sudah di-launching. ( kan bisa di-launching ulang, toh belum dicetak., masih 6 bulan lagi. Ketua Formappi menduga ada tekanan pada KPU sehingga KPU yang sudah susah payah berjuang menghambat koruptor seolah ngambek/ tak berdaya.

Mata Najwa ( Trans7, 19/9/2018 ) dan EMI ( MetroTV, 21/9/2018 ) serta para pemirsa, sangat mendukung jika surat suara diberi tanda khusus agar pemilih well informed tentang keberadaan mantan korupsi yang ngotot nyaleg. Jika usulan kedua acara itu digabung maka akan menjadi : tulisan “Mantan maling uang rakyat sebesar Rp xx miliar” di atas foto caleg napi tipikor yang diberi garis vertikal seperti jeruji sel di surat suara.

Yang nyoblos maling ikut dosa, kata seorang pemirsa. Sehingga KPU mestinya tetap semangat mengawal substansi PKPU 20 dengan pro-aktif memberi info sejelas mungkin pada pemilih dengan tanda koruptor di surat suara. Setuju ?

INDONESIA SEKJEN SDGs.. KEHORMATAN DAN TANGGUNG JAWAB.

Sidang umum PBB ( 25/9/2015 di New York, AS) menetapkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan ( SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global. Indonesia ( diwakili wapres JK) termasuk 193 negara yang mengesahkan SDGs 2016–2030, menggantikan Tujuan Pembangunan Millennium ( MDGs ) 2000–2015.

Sebelumnya, pada 2/8/2018 negara-negara anggota PBB tsb mengadopsi secara aklamasi dokumen berjudul ”Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” atau ”Mengalihrupakan Dunia Kita: Agenda Tahun 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”). Dokumen aspiratif paling bersejarah dalam perjalanan pembangunan dunia 15 tahun ke depan ini terdiri 17 tujuan (goals) terbagi dalam 169 target dan sekitar 300 indikator sesuai kebutuhan masing-masing negara. 5 pondasi dari SDG : manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals / SDGs) berisi 17 tujuan transformatif yang disepakati dan berlaku bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali, yaitu :
mengatur tata cara dan prosedur masyarakat yang damai tanpa kekerasan, nondiskriminasi, partisipasi, tata pemerintahan yang terbuka serta kerja sama kemitraan multi pihak.

BEDA MDGs dengan SDGs ?

MDGs, targetnya separuh ( mengurangi separuh kemiskinan. Minimal. Banyak negara telah mencapainya. MDGs mengandaikan negara miskin dan berkembang saja yang harus bekerja, sedang negara maju yang menyediakan dana. Dokumen MDGs dirumuskan para elite PBB dan OECD, di New York ( top down) , tanpa proses konsultasi atau survei warga. 8 tujuan MDGs mengatasi gejala kemiskinan saja. Masalah ekologi dan lingkungan hidup tak diakui. Ketimpangan sosial ekonomi tak diperhatikan.Juga soal pajak dan pembiayaan pembangunan.

SDGs :targetnya semua negara, sepenuhnya dan tuntas mengakhiri kemiskinan, 100 persen penduduk memiliki akta kelahiran, fokus merangkul mereka yang terpinggir dan terjauh. SDGs memandang semua negara memiliki
pekerjaan rumah dalam mengatasi, bekerja sama menemukan sumber pembiayaan dan merubah kebijakan yang diperlukan. Dokumen SDGs dirumuskan tim bersama, dengan tatap muka lebih 100 negara dan survei warga.Solusi menyeluruh dengan merombak struktur dan sistem kesetaraan gender, tata pemerintahan, perubahan model konsumsi dan produksi. Perubahan sistem perpajakan dan diakuinya masalah perkotaan.

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals / SDGs) :
1. Tanpa kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia ( 7 target ).

2. Tanpa kelaparan, dengan mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, budidaya pertanian yang berkelanjutan ( 8 target ).
3. Kesehatan dan kesejahteraan. Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di segala usia ( 13 target ).

4. Pendidikan berkualitas. Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang ( 10 target ).

5. Kesetaraan Gender. Mencapai kesetaraan gender, memberdayakan kaum ibu dan perempuan ( 9 target ).

6. Air bersih dan sanitasi. Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang ( 8 target ).

7. Energi bersih dan terjangkau. Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang ( 5 target)

8. Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak. Mendukung perkembangan ekonomi berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang. ( 12 target ).

9. Industri, inovasi dan infrastruktur. Membangun infrastruktur berkualitas, meningkatkan industri berkelanjutan serta mendorong inovasi ( 8 target ).

10. Mengurangi kesenjangan. Meminimalisir ketidaksetaraan dalam negeri dan antara negara-negara di dunia. ( 10 target)

11. Keberlanjutan perkotaan dan masyarakat. Membangun kota-kota serta pemukiman yang berkualitas, aman dan bekelanjutan ( 10 target)

12. Konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi. ( 11 target)

13. Aksi terhadap iklim. Bertindak cepat menangani perubahan iklim dan dampaknya. ( 5 target)

14. Kehidupan bawah laut. Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan yang berkelanjutan. ( 10 target ).

15. Kehidupan di darat. Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem daratan dan mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.( 12 target)

16. Institusi peradilan yang kuat dan kedamaian. Meningkatkan pembangunan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan ( 12 target )

17. Kemitraan untuk mencapai tujuan dengan memperkuat cara-cara implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. ( 19 target).

( sumber http://www.un.org/sustainabledevelopment/ )

17. Tujuan tersebut relevan dengan persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini, kata Senior Program Officer INFID untuk SDG, Hamong Santoso.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjanjikan kota tanpa permukiman kumuh pada tahun 2020 seperti tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2025.

Center of Sustainable Development Goals Studies (SDGs Center) beralamat di Gedung CISRAL UNPAD Jl. Dipatiukur No. 46, Bandung, 40132
E- mail : sdgcenter@unpad.ac.id
Website : sdgcenter.unpad.ac.id

SDGs Center Unpad ini berdiri pada 20 Mei 2016, berfokus pada studi kebijakan yang berorientasi pada tujuan global SDGS dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 2030.

Konsep SDGs juga didukung penuh oleh seluruh perguruan tinggi dunia dengan lahirnya tatanan Higher Education Sustainability Initiative guna mendukung penerapan SDGs. Tatanan tsb telah diadopsi 272 universitas di 47 negara.

Misi SDGs Center Unpad adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian serta menghasilkan inovasi dan strategi; memonitor kemajuan pencapaian SDGs secara independen; mengutamakan SDGs dalam penelitian dan kebijakan; serta memfasilitasi dialog antar pemangku kepentingan. Aktivitas di pusat studi ini akan diisi dengan kajian independen, kerja sama penelitian dan publikasi, seminar, dan pelatihan.

Agenda kegiatan :
The 5th Bandung International Biomolecular Medicine Conference ( 4 Oktober 2018 ). Conference on Sustainability Science 2018 ( 9 Oktober 2018 ). The 1st International Conference on Security Studies ( 17 Oktober 2018 )

TSUNAMI PALU & DONGGALA. LONGSORAN LAUT DARI SEDIMEN SUNGAI & SAMPAH ?

Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,4 SR ( info BMKG ) mengoyak Kota Palu yang lusa akan berulang tahun dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat sore ( 28/9/2018 pukul 17.02 WIB ) . Pusat gempa pada kedalaman 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala ini juga menimbulkan tsunami setinggi 6 meter ( jarak lebih 300 km ditempuh tsunami dalam 12 menit saja, kebayang dahsyatnya hantaman air bersedimen itu ke bangunan yang menjorok terlalu jauh ke pantai Talise-Palu dan Donggala, warga dan pengunjung pantai pun tersapu bersih ) .

BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga ( tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada ( tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala dan Mamuju bagian utara serta Kota Palu bagian barat. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 17.36 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ( di Graha BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu, 29/9/2018 ) mengatakan sampai pukul 14.30 WIB, bahwa korban luka berat tercatat ada 540 orang dan 29 orang hilang dari Kelurahan Pantoloan Induk Kota Palu. Korban 384 orang tewas tersebar di RS Wira Buana- Palu 10 orang , RS Masjid Raya 50 orang, RS Bhayangkara 161 orang, di Desa Pantoloan Induk 20 orang, di kelurahan Kayu Malue Paciko 2 orang, dan RS Undata Mamburo Palu 141 orang.

Ribuan rumah dan fasilitas umum di kota Palu dan Kabupaten Donggala rusak. Pusat perbelanjaan terbesar di Palu, Mall Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk, Jembatan Kuning- ikon kota Palu juga hancur. Jalan Trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor dan ambles.

Baru dua gardu induk PLN yang bisa dihidupkan kembali. Fokus tim saat ini adalah pencarian, penyelamatan, pertolongan korban, dan menormalkan listrik dan komunikasi untuk memudahkan koordinasi.

Untuk akses pengiriman bantuan ( logistik, personil ) digunakan bandara-bandara kecil ( Bandara Mamuju, Toli-Toli, Bandara Poso, Bandara Luwuk Bangai, untuk pesawat kecil karena panjang runway/ landasan pacu terbatas ) lalu disambung helikopter untuk menjangkau daerah yang terdampak gempa dan tsunami tsb.

Kementerian Dalam Negeri mengirimkan surat kawat pada Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Kabupaten Donggala agar segera menerbitkan surat pernyataan tanggap darurat untuk memudahkan akses pengerahan personil, penggunaan anggaran, peralatan, dsb.

BNPB juga berkoordinasi dengan Kementerian, Lembaga terkait, NGO, untuk mengkaji cepat dampak penanganan gempa. Kemudian menuju ke lokasi kurang dari 24 jam, menyiapkan portal peta GAS untuk sharing bersama sehingga semua tim bisa menggunakan peta dan seluruh informasi dengan seksama.

Kebutuhan para pengungsi saat ini : makanan siap saji dan makanan bayi, pakaian, kantong mayat, personil evakuasi SAR , tenda, terpal, selimut , rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan , air bersih dan ember berpenutup ( hujan yang mundur menurut BMKG jadi Oktober ini, perlu diantisipasi dengan menyiapkan tempat bernaung yang lebih kuat, seperti stadion atau aula beratap untuk para pengungsi agar tak kehujanan dan diserang aneka penyakit dari nyamuk, pembunuh terbanyak di dunia )

Menurut pakar oceanografi ITB, LIPI dan BPPT, penyebab tsunami setinggi 0,5 -6 meter ini adalah longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter di Teluk Palu ( akumulasi banyak sungai yang jarang dikeruk akibat timbunan sampah yang dibuang warga lalu bermuara ke Teluk Palu ? ).

Sedimen itu diendapkan di dasar laut, namun belum sempat terkonsolidasi dengan kuat ketika dihajar gempa, 7,4 SR, lalu runtuh, longsor dan membangkitkan tsunami ( 17 mekanisme tsunami sesar geser yang normal hanya setinggi 17 cm, kata pakar Indonesia, Jepang dan Australia. Nyatanya, dengan longsoran sedimen itu menjadi setinggi 7 meter menurut saksi mata yang sempat naik ketinggian bukit dan gedung setelah membaca peringatan BMKG di ponsel, dan mengunggah video mendebarkan itu ke internet ).

Palu dan Donggala memang daerah rawan tinggi untuk gempa bumi dan tsunami ( mematikan tahun 1927, 1968 ) karena berada di jalur sesar Palukoro.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan segera melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban luka ditangani petugas medis. Penanganan darurat terus dilakukan.

Jaringan komunikasi untuk koordinasi dan pelaporan data tim SAR gabungan terganggu karena listrik putus ( 7 gardu induk PLN rusak ) dan 276 base station rusak. Operator komunikasi dan Kemkominfo sedang memulihkan pasokan listrik secara darurat untuk mememulihkan komunikasi.

Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri- Palu sempat ditutup karena rusak. Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan untuk membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya. TNI mengerahkan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130. Basarnas mengerahkan 30 personil plus peralatan dengan pesawat Hercules. Polri pun mengerahkan personil dan peralatannya untuk mendukung penanganan darurat. Gempa susulan masih terus berlangsung ( di Lombok kemarin sampai 3 minggu ).

UPDATE: 3/10/2018
1.407 orang tewas ( 1.177 di Palu, 153 di Donggala, 12 di Parigi Moutong, 65 di Sigi) . 2.549 orang luka berat. 113 orang dinyatakan hilang dan 152 orang tertimbun. 65.733 unit rumah rusak. 70.821 pengungsi di 141 posko ( @ 1000-2000 orang ) di Sulawesi Tengah.

Ibu-ibu korban gempa menangis sekaligus terheran-heran, rumahnya dan pohon di dekatnya bisa bergeser sejauh 300 meter dari tempat semula ( desa di Binomaru bergeser 1 km ) seperti mengejarnya yang tengah berlari ke tempat tinggi di kegelapan malam. Sebagian anggota keluarganya seolah lenyap di telan bumi setelah jalan aspal yang tadi mengejarnya terbelah. Ia mengira dunia sudah kiamat. Atau mimpi buruk. Fenomena tanah bergerak itu adalah likuifaksi yang menyertai gempa. 4 area terkena likuifaksi/ liquefaction adalah Jl Dewi Sartika, Palu Selatan, Petobo ( 744 unit rumah), Biromaru (Sigi), Sidera (Sigi), kata Sutopo.

Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ( yang baru bisa diakses dengan helikopter ) ternyata sebagian wilayahnya lenyap ke dalam lumpur ( tanah bergerak/ likuifaksi : tanah berpasir berair jenuh, berpori besar, ketika diguncang gempa kuat, ikatan antara bebatuannya lepas, air naik ke atas, struktur tanah yang lebih berat ke bawah karena gravitasi, rumah sekokoh apa pun jika landasan pondasinya lunak berlumpur akan tenggelam juga. Jadi bangunlah rumah di tanah yang keras dan padat. Bangunan pencakar langit seperti di New York dibangun di atas tanah cadas ).

Terjadi rebutan bantuan di bandara ( yang asbun menyebutnya huru-hara ) . Kendaraan pengangkut bantuan dihadang warga terdampak. Barang di toko dan mal yang ambruk diambil warga untuk bertahan hidup ( yang asbun menyebutnya dijarah ).

Belum sepekan sejak gempa tsunami Palu, presiden Jokowi sudah dua kali mengunjungi lokasi bencana di Sulteng. Progresnya, sebagian toko, kios, pasar, SPBU, mesin ATM sudah beroperasi kembali sehingga warga yang masih punya simpanan di bank dihimbau tak mengandalkan bantuan pemerintah, prioritas untuk mereka yang kurang mampu.

Ratusan posko dan sebaran pengungsi menyulitkan distribusi bantuan. Satgas provinsi sudah dibentuk, begitu pula satgas kota Palu, kabupaten Donggala dan Sigi. Untuk efektivitas penyaluran bantuan, maka para wakil warga di tenda-tenda pengungsi mandiri, yang dikoordinir ketua RT, RW, lurah dan camat diminta mendata berapa pengungsi yang dijaganya, apa yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya lalu laporkan pada satgas di daerah masing-masing yang sudah dibentuk tadi. Nanti pemerintah pusat/ BNPB dan satgas provinsi akan mendistribusikan bantuan yang terus berdatangan, sesuai daftar yang diminta perwakilan warga tsb.

( maklum lapas-lapas juga ambruk, seingat saya, ada sekitar 1300 napi yang kabur dari sekitar 1500 napi yang ada di Sulteng. Mungkinkah mereka yang menjarah, menghadang dan meminta paksa sehingga konvoi bantuan harus dikawal aparat TNI dan Polri ? )

Alat-alat berat ( crane, back hoe, escavator, dll) sudah dikerahkan maksimal hari ini ( 3/10/2018 ) untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan dan hotel 8 lantai yang rata dengan tanah ( banyak atlet paralayang dan official-nya menginap di sana ). Korban yang patah tulang dan sakit parah yang tak tertangani di RS lapangan di Sulteng diterbangkan ke RS Makasar dan Balikpapan oleh pesawat TNI.

Landasan pacu yang rusak di Bandara Palu akan kelar diperbaiki paling lambat 2 minggu, kata tim kemenhub dan kemenPUPR.

29 negara di antaranya, Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, Inggris, Perancis, China, AS, Swiss, Qatar, India, UNDP dan 4 lembaga kemanusiaan sudah berkomitmen membantu dengan pesawat C-130 Hercules dan sejenisnya, yang bisa mendarati bandara kecil untuk membawa logistik bantuan ( transportasi pesawat), pemurni air, listrik, fogging, RS lapangan, dan tenda.

20 pesawat dari 11 negara sudah tiba kemarin ( 5/10/2018 ). Karena keterbatasan landasan dan peralatan navigasi, pesawat-pesawat itu digilir masuk bandara Mutiara setiap 10 menit – normalnya 30 menit – lalu para prajurit TNI memikul karung dus bantuan tsb hingga 3 kali angkut dengan trolley- karena forklif tak tersedia, sampai ke truk pengangkut di pinggir jalan. Salut buat TNI yang kuat, gesit, penuh pengabdian, padahal lagi HUT TNI ).

Belajar dari kasus Muhir, anggota DPRD Mataram yang korupsi dana bencana gempa Lombok beberapa waktu lalu, maka KPK akan terjun mengawasi penggunaan dana bantuan untuk Palu, Sigi dan Donggala ini. Yang nekad maling dana bencana akan dihukum mati ( seperti juga caleg napikor yang bebal mengulangi korupsinya, menurut UU Tipikor ).

Lagi-lagi ada elit Grd yang nyindir soal status bencana nasional. Well, sekda Hidayat Lamakarate ( maklum pejabat karir, suaranya terdengar lebih mantap dan tahu persis apa yang harus dilakukan, daripada gubernur Sulteng sendiri, Longki ) menjawab, bahwa mereka masih mampu menjalankan tugas pemerintahan meski tidak di bangunan lama. Korem 3 dan Polda Sulteng juga masih sigap melayani warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ( juga untuk visum mengindentifikasi korban yang remuk sulit dikenali identitasnya ).

Indonesia lebih pengalaman dari mayoritas negara di dunia soal penanganan bencana ( karena di sini gudangnya gempa, tsunami, likuifaksi ). Basarnas termasuk top 5 lembaga SAR terbaik dunia. Kita hanya perlu belajar soal mitigasi bencana pada Chile dan Jepang, yang kena gempa 9 SR pun korbannya cuma sedikit ( karena rumah dan gedungnya dirancang tahan gempa hingga 9 SR, dan warganya sudah terlatih menghadapi bencana, karena simulasi bencana yang rutin mereka lakukan ).

Kita kurang bisa merawat yang sudah dibangun, seperti alat peringatan dini tsunami yang dipasang tahun 2005 setelah tsunami Aceh. Sekarang, sebagian sudah rusak atau hilang dicuri orang, sehingga BMKG kemarin kesulitan menetapkan tsunami di gempa yang kedua ( 7,4 yang pertama 7,7 SR ) karena alatnya yang di Palu sudah tak ada ( seingat saya ). Jadi, penanganannya saja yang berskala nasional. Bukan statusnya ( implikasinya lebih aman jika kendali penuh di tangan kita, bukan asing ).

Dari Lombok, Palu, Sigi, Donggala lalu gunung Soputan di Sulut. Status Waspada-nya kini meningkat Siaga. Warga jangan mendekat dalam radius 4,5 km karena bahaya lahar dingin dan hujan abu yang bisa menelan korban. Kerak bumi sepertinya sedang merekah mencari keseimbangan baru dalam perubahan iklim tak menentu ini. Siagakan diri anda untuk menghadapinya.

UPDATE: 3/10/2018
1.407 orang tewas ( 1.177 di Palu, 153 di Donggala, 12 di Parigi Moutong, 65 di Sigi) . 2.549 orang luka berat. 113 orang dinyatakan hilang dan 152 orang tertimbun. 65.733 unit rumah rusak. 70.821 pengungsi di 141 posko ( @ 1000-2000 orang ) di Sulawesi Tengah.

Humas BNPB, Sutopo, memberitahu bahwa 6.399 anggota tim SAR gabungan sudah berada di lokasi gempa untuk melakukan tahap Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah ( Mata Najwa, Trans7, 3/10/2018 ). Indonesia mestinya punya kamera satelit untuk memotret lokasi terdampak bencana dan tingkat parahnya untuk prioritas dan peralatan yang sesuai untuk penanganan korban. Satelit ini juga bisa membantu komunikasi dan koordinasi bantuan di saat listrik dan BTS rusak ( saat ini diatasi dengan genset yang perlu asupan solar untuk men-charge peralatan dan ponsel. Mobil siaran MetroTV membantu warga yang perlu men-charge HP. Penerangan malam memanfaatkan lampu kendaraan yang lewat, senter, layar HP, lampu minyak dan lilin )

Hotline Basarnas 115.
Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos., M.M, pihaknya tiap hari menerima sekitar 10 panggilan SOS dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan anggaran SAR yang Rp 4 triliun di kemenkeu masih kurang. Untuk ukuran Indonesia yang luasnya lebih 6 juta km2, di wilayah cincin api ( vulkanik/ gunung berapi aktif ) dan pertemuan 4 lempeng bumi/ tektonik, perlu anggaran Rp 15 triliun. Setiap pulau ( Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara ) minimal ada 2 helikopter yang siap dikerahkan untuk keperluan SAR agar evakuasi korban bisa lebih cepat ( saat ini, pihaknya masih minta tambahan helikopter ke Kalimantan dan Jawa ).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta pengertian pemegang anggaran agar kapasitas komunikasi data bisa lebih besar dari yang sekarang digunakan. Saat terjadi gempa besar seperti di Palu, data yang dikelola sangat banyak untuk bisa memberi early warning yang benar. Saat ini, Indonesia punya 170 seismograf ( idealnya lebih dari 1000 ). Anggaran kebencanaan yang kini masih 0.02% di APBN dan APBD mestinya diperbesar menjadi 1% seperti di Jepang, agar pihaknya bisa merawat dan menempatkan alat early warning system lebih banyak ( rapat sehingga peringatan gempa dan tsunami bisa lebih akurat ) dan simulasi bencana bisa menjangkau lebih banyak orang dan lebih rutin ( sehingga bangsa Indonesia jadi bangsa yang sadar lingkungan dan trampil menghadapi bencana ).

CLOSING

Belum kering Indonesia menangis karena bencana Lombok awal September ini, bencana Palu dan Donggala kembali mengharu-biru kita semua. Semoga warga terdampak gempa dan tsunami bisa tabah bertahan melalui ujian dan musibah ini dengan solidaritas kemanusiaan dan bantuan peduli seluruh elemen bangsa. Jika ujian sampai sebesar ini tentu ada hikmah dan karunia yang lebih besar lagi dari Yang Maha Adil.

Warga negeri dengan keliling pantai terpanjang kedua di dunia ini mesti bisa mengakrabi bencana yang sudah menjadi keniscayaan. Gempa plus tsunami terbesar di dunia, kata pakar. Ingatlah, jika gempa terasa lebih dari 2 menit dan lebih 6 SR segeralah mencari tempat tinggi ( dengan atau tanpa peringatan tsunami dari BMKG ). Jika melihat air surut sangat jauh hingga terlihat ikan bergelimpangan di pasir menggoda untuk dipungut, bergegaslah menyelamatkan diri ke tempat tinggi dalam 10 menit ( kecuali di Srilangka tahun 2004 tak ada gejala air surut, langsung tsunami ) karena ombak berikutnya adalah tsunami mematikan, bisa sampai setinggi 12 meter dengan kecepatan lebih 312 km per 12 menit ( ketabrak mobil 60 km per jam saja orang sudah tewas ).

Kalau saya, biasa bawa fotocopy KTP -E, Kartu Keluarga, BPJS Kesehatan, uang Rp 100 rb di dompet/ saku ke mana saja ( warung, pasar, tetangga, dll ) . Dekat ranjang, ada tas yang siap disambar jika gempa, tsunami, kebakaran, emergency ( berisi satu stel baju ganti, mukena, payung, pisau lipat serbaguna, garam, korek api untuk survival, plus HP, uang Rp 500 rb, kartu ATM, KTP-E, BPJS asli ).

Indonesia juga seluruh dunia akan memanen bencana makin sering karena makin parahnya kerusakan lingkungan dan emisi gas buang industri dan knalpot kendaraan yang melubangi ozon ( terlebih AS di bawah Trump menarik diri dari protokol Tokyo ).

Pesan sederhana, jangan buang sampah sembarangan, terlebih ke sungai, seharusnya dicamkan benar. Tidak saja bisa kebanjiran di musim hujan yang sebentar lagi tiba. Tapi juga tsunami yang meluluhlantakkan kota ( mimpi buruk saya ) bisa hadir di hadapan anda. Seberapa lama kita mampu bertahan hidup di kegelapan, kelaparan, kedinginan, kesakitan, trauma, kesedihan, kesepian, serbuan nyamuk, kholera, diare, sebelum bantuan itu benar-benar datang ? Berempati dan peduli. Save Donggala, Palu, Sigi dan Lombok..

==========

AKSES DAN SHARING DATA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.

Graha BNPB – Jl. Pramuka Kav.38 Jakarta
Timur 13120
Telp.021-29827793
Fax.021-21281200
Email: contact@bnpb.go.id
Pusdalop bnpb :
Telp. +62 21 29827444 , 29827666
+62 812 1237 575
Email:pusdalops@bnpb.go.id

______

USUL BUAT KPU :

Tulisan “Mantan maling uang rakyat sebesar Rp xx miliar” di atas foto caleg napi tipikor yang diberi garis vertikal seperti jeruji sel di surat suara pileg 17/4/2019. Terilhami acara “Mata Najwa” ( Trans7, 19/9/2018 ). So, woman of this post is Najwa Shihab in “Mata Najwa” ( platform Twitter ). Acuan medsos untuk pemilih milineal cerdas.

Mobil SIM Keliling yang kami tunggu pagi tadi.

PERSYARATAN PERPANJANGAN DI SIM KELILING ONLINE :

1. SIM yang masih berlaku tidak melebihi masa berlakunya. 2. KTP asli yang masih berlaku berikut Fotocopy KTP. 3. Pelayanan SIM KELILING ONLINE hanya melayani Perpanjangan SIM A dan C Seluruh Indonesia. 4. Apabila SIM yang telah melebihi masa berlakunya, bisa di proses di SATPAS / POLRES masing masing sesuai domisili KTP dengan cara mengajukan permohonan pembuatan SIM baru. 5. Waktu pendaftaran untuk Hari Senin s/d Sabtu dimulai pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB dan Hari Minggu pukul 06.00 WIB – 07.00 WIB 6. Surat keterangan sehat dari dokter yang di tunjuk oleh kepolisian yang menyatakan sehat jasmani, tidak buta warna, tidak tuli, tidak cacat fisik, serta visus mata atau jarak pandang, semua keterangan tersebut harus di lampirkan. 7. Biaya asuransi, pihak TMC Polrestabes Kota Bandung menghimbau dan menyarankan untuk membayar biaya tersebut.

(Sumber: TMC Polrestabes Kota Bandung)

Senin, 01 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Dago Plaza Jl. Ir. H Djuanda

Selasa, 02 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Alfamart Bandung 1 Jl. Soekarno-Hatta

Rabu, 03 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Miko Mall Jl. Kopo Cirangrang

Kamis, 04 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Honda Nagamas Jl. Soekarno-Hatta No.529

Jum’at, 05 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Lucky Square Jl. Ters jakarta Antapani

Sabtu, 06 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Radio Dahlia Jl. Burangrang No.28

Sim Keliling Online Night | 19.00 s/d 21.00 WIB Halaman BRI Tower Jl. Asia Afrika

Minggu, 07 Oktober 2018 | Pendaftaran : 06.00 WIB – 07.00 WIB. SIM Keliling Online 2 CFD Buahbatu

Biaya untuk memperpanjang SIM : (Masuk Kedalam PNBP: Penerimaan Negara Bukan Pajak)

SIM A = Rp 80.000 SIM C = Rp 75.000 Biaya asuransi : Rp 50.000 Biaya tes kesehatan : Rp 40.000

Layanan Lainnya: SIM Corner Polrestabes Bandung. Pasar Modern Batu Nunggal. Blok RG-03. Komplek Batu Nunggal Jl. Soekarno-Hatta. Tlp: 022-87526765 Waktu Pendaftaran: Senin s/d Sabtu 09.00 s/d 12.00 WIB

SIM Outlet Polrestabes Bandung. Bandung Trade Centre (Basement)/BTC Mall Jl. Djunjunan (Pasteur) Waktu Pendaftaran: Senin s/d Sabtu 09.00 s/d 12.00 WIB.

Traffic Management Center (TMC) Polrestabes Bandung, melalui nomor telepon 022-4203505.

Niat bantu Ibu perpanjang SIM A di Surapati Core, eh.. ternyata mobil keliling SIM 2 tidak ada di sana. Ke Polrestabes Jl. Jawa, ternyata di sana hanya melayani pembuatan SIM baru. Tertulis di baliho, pembuatan SIM baru Rp 120 ribu. Perpanjangan SIM lama Rp 80.000. Lama pengurusannya hanya 30 menit. Sampai di lantai basemen Bandung Trade Center ( BTC ) Jl. Pasteur, Bandung ( outlet SIM Polrestabes ). Ibu membayar tes kesehatan Rp 40 ribu, lalu di loket membayar biaya perpanjangan SIM Rp 80 ribu dan asuransi Rp 50 ribu. Total Rp 170 ribu selama 30 menit. Alhamdulillah. Yang lebih membahagiakan pulangnya naik bis Trans Metro Bandung dari BTC ke Cicaheum cuma Rp 3 ribu per orang ! Lewat jalan layang Pasupati. Lewat Taman Jomblo dan Gasibu. Nyaman dan ber-AC pula. Ayo, siapa menyusul ? Mari kita kurangi kemacetan Bandung dengan sebanyak mungkin naik angkutan massal milik kota. Kadieu, kadieu..

Mengirim paket via Pos Indonesia bisa sekeren ini kemasannya, lho..

Written by Savitri

30 September 2018 at 17:30

Isu Miskin & Komunitas Peduli. Bawaslu & Mahar SU. Lombok Mulai Bangkit..

leave a comment »

Kemiskinan masih jadi isu yang panas diperdebatkan di ruang publik. Hari ini angkanya 9,8% dari populasi ( 263 juta penduduk Indonesia ). Akhir tahun ini diupayakan 9%. Tahun 2040 ditargetkan 1%. Bisa ?

Kita seperti melihat bandul yang bergerak dinamis mengikuti trend. Di sisi kanan, ada komunitas2 peduli dan pengusaha langit ( social entrepreneurship ) yang mengentaskan kemiskinan dengan gigih dan beragam inovasi. Di sisi kiri, ada koruptor2 bebal dan para politisi pendukungnya yang menolerir penggarukkan uang negara dengan beragam cara dan alasan. Siapa yang lebih unggul dan cepat ?

Warga Lombok, rakyat Palestina dan perdamaian dunia menunggu jawabnya.

SOTO BETAWI UNTUK KORBAN GEMPA LOMBOK

Tak kurang 1.380 USD berhasil dikumpulkan ibu2 KBRI Washington DC dari penjualan 100 porsi Soto Betawi dalam Bazaar Indonesia merayakan HUT RI ke-73 ( VOA Dunia Kita, MetroTV, 19/8/2018 ). Uang itu lalu dikirim ke Lombok untuk membantu saudara2 kita yang sedang tertimpa bencana gempa di sana.

KAMBING DAN SAPI DARI DIASPORA INDONESIA UNTUK LOMBOK.

Diaspora Indonesia di AS juga membeli kambing qurban ( di AS, untuk daging lebih murah, seharga 2 juta ) dan memotong di peternakan yang bekerja sama dengan lembaga muslim yang mengemas dan mengirimnya ke Lombok ( VOA Indonesia & K-Lite FM, 24/8/2018 ).

WNI di luar negeri juga berkabung dan membantu meringankan beban warga Lombok. Ribuan kambing dan ratusan sapi dikirim ke Lombok untuk lebaran qurban kemarin.

POTENSI NASIONAL DALAM INPRES PEMULIHAN LOMBOK.

Presiden sudah membuat Inpres no.5 tahun 2018 ( Instruksi Presiden, 23/8/2018 ) untuk percepatan pemulihan Lombok ( rehabilitasi, rekonstruksi ) yang melibatkan 31 lembaga, termasuk di dalamnya 19 kementerian, di bawah koordinasi kepala BNPB ( saat ini dijabat Laksamana Muda TNI purnawirawan Willem Rampangile )

Jangka pendek sampai Desember 2018 akan dibangun kembali rumah2 warga ( tahan gempa ) secara swadaya didampingi ahli2 bangunan dari Kementerian PUPR ( rumah rusak ringan dibantu Rp 10 juta, rumah rusak sedang dibantu Rp 25 juta, rumah rusak berat dibantu Rp 50 juta ) dan fasilitas sekolah, rumah sakit, ibadah di kabupaten Lombok Utara, Timur, Tengah, Barat dan Kota Mataram.

Menurut Sutopo PN ( Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ), dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama 6,4 SR ( 29/7/2018 ) yang kemudian disusul gempa 7 SR ( 5/8/2018 ) dan 6,9 SR ( 19/8/2018 ) telah menyebabkan 506 orang wafat, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya ( kerugian mencapai Rp 7,7 trilyun ).

Dana Rp 4 triliun, setahu saya, sudah tersedia di kemenkeu yang bisa dicairkan kepala BNPB sesuai kebutuhan prioritas pemulihan Lombok. Sisa kekurangannya akan dianggarkan setelah diskusi pemerintah dengan DPR.

Jangka panjang hingga Desember 2019 akan dibangun kantor2 pemerintah dan lembaga serta fasilitas pendukung lainnya hingga kehidupan warga berjalan ‘normal’ ( baca : kenormalan baru, move on dengan sisa2 kenangan buruk yang dimaknai secara positif untuk lebih kuat ke depannya ).

Fase Tanggap Darurat ( melibatkan banyak anggota Basarnas, BNPB, BPBD, Polri, TNI, relawan ) sudah diakhiri Sabtu ( 25/8/2018 ) namun sebagian warga masih menerima dengan tangan terbuka sumbangan saudara2 setanah air karena keadaan masih sulit sampai mereka bisa kembali menempati rumah yang sudah direhab.

Wakil relawan di acara I’m Possible ( MetroTV, 26/8/2018 ) meminta bantuan ribuan tenda terpal ukuran satu KK ( 4 – 7 orang ) yang bisa dipasang dekat rumah warga Lombok ( akibat rumah ditinggal pemiliknya, banyak harta benda, ternak, sepeda motor diambil orang tak dikenal ). Tenda dari BNPB yang berwarna oranye itu memuat 4 – 10 KK ( sekitar 50 orang ) sehingga jika anak2 berlarian dan berteriak-teriak, para pengungsi yang trauma sulit istirahat ). Dua pemirsa dari Lombok yang menelpon MetroTV minta ember besar bertutup untuk menyimpan air ( supaya tak bolak-balik mengambil air dari tempat yang jauh ). Lainnya, minta dikirimi pipa2 air karena jaringan PDAM masih rusak, meski jaringan telekomunikasi berangsur pulih.

Gubernur TGB pagi ini menelpon ( EMI, 27/8/2018 ) dan bilang perlu lebih banyak alat berat untuk membersihkan puing2 reruntuhan agar rekonstruksi bisa berlangsung lebih cepat
( sebelumnya, BNPB bilang, alat2 berat dan material bangunan akan diambil dari Surabaya dan daerah2 terdekat dari lokasi gempa ).

Pagi ini, TGB melihat sebagian warga Lombok sudah kembali berjualan, dan anak2 sekolah di tempat2 darurat. Syukurlah. TGB beserta jajarannya hari ini akan mencanangkan gerakan “Lombok Bangkit Kembali”. Ya, life must go on. TGB mewakili warga Lombok dan NTB mengucapkan terima kasih pada MetroTV yang terus mengabarkan situasi terkini Lombok, juga terima kasih pada seluruh elemen bangsa yang peduli dan menyumbangkan dana, tenaga, pikiran dan doa untuk pemulihan Lombok. Kita akan terus mengawal pemulihan Lombok dalam skala penanganan nasional atau Inpres Jokowi ini ( agar juga bagus dalam realisasinya ). Setuju ?

KAPAL BELAJAR DI DANAU TOBA.

Togu asal Pematang Siantar ( Kick Andy, 25/8/2018 ) sampai harus berenang belasan km ( 2 kali ) di Danau Toba untuk mengumpulkan donasi demi mencerdaskan anak2 kurang mampu dari 7 kabupaten di sekitarnya. Di kapal yang bisa untuk pemeriksaan kesehatan dan ekowisata ini, anak2 diajari skill life ( bermain & belajar ) selama 2 jam tiap harinya sampai mereka pede tampil dengan talentanya dan membanggakan orang tuanya.

Sejak 21/4/2010, lulusan Oxford ini merintis solusi dan menjawab masalah2 di kampung halamannya dengan Yayasan Alusi Toba. Setelah 12 tahun ngurus orang utan di pedalaman Kalimantan, aktivis ini masih mau ngurus orang Batak, terutama generasi penerus. Kegigihan Togu bisa menginspirasi lulusan luar negeri lainnya untuk mengabdi pada kampung halaman atau tanah airnya.

KEPSEK TAMBAL BAN UNTUK SLB.

Lebih sumringah senyumnya Kadiono, tukang tambal ban ( sejak umur 8 tahun ) yang menyebut dirinya ‘Rektor ITB’ ( institut tambal ban ). Lulusan S1 manajemen pendidikan ini nekad mendirikan Sekolah Luar Biasa ( SLB ) untuk anak2 berkebutuhan khusus, meski kondisi ekonominya sendiri pas-pasan ( ia masih harus tambal ban untuk mengongkosi operasional SLB-nya ). Ia yakin, niat baiknya akan diberi jalan oleh-Nya. Ketabahan dalam keyakinan. Pemeo : tak perlu kaya dulu untuk bisa berbagi, dicontohkannya dengan senyum damai.

KETIMBANG.NGEMIS BANTU LANSIA BERMARTABAT

Yang muda tak mau kalah. Dwi asal Bandung melanjutkan gagasan netizen Semarang, memberdayakan para lansia yang masih aktif menafkahi keluarga. Puluhan ribu follower akun Instagram Ketimbang.Ngemis mengikuti kegiatan Dwi dan teman2-nya mengunjungi para lansia dan membantu mereka dengan sembako dan modal pengembangan usaha. Duit Rp 5000 pun, Dwi terima dari para pengikutnya di 56 region. Ia dan timnya tak mengutip donasi untuk keperluan pribadi.

Dwi dan timnya akan survei selama 2 minggu ke tempat lansia yang akan dibantu komunitasnya. Di akhir bulan, lansia yang layak dibantu itu akan disumbang dari donasi yang terkumpul lewat akunnya. Terlihat simpel ya, tapi hasilnya luar biasa. Donasi terus bertambah, bahkan badan2 amil zakat ikut meliriknya dan mengajak kerjasama untuk penyalurannya.

Well, Allah akan menghargai setiap kebaikan, meski sebesar dzarrah ( debu ). Jika Allah ridho lalu ikut serta di dalamnya, maka makna dan dampaknya jadi tak kecil.

BIJB KERTAJATI TERKONEKSI

Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB ) Kertajati, Majalengka, sudah terhubung dari area Terminal Bandara Kertajati ke 4 kota sekitarnya sejak 5 Juni 2018 dengan armada bus Perum Damri yang resmi menjadi moda transportasi darat yang terintegrasi.

Sebagai kota udara masa depan ( aerotropolis ), angkutan massal yang aman, nyaman, ekonomis memang sebaiknya dibudayakan sejak sekarang. Dari gerbang pemukiman ke halte/ pool bis, warga bisa ngaboseh sepeda atau naik moda ramah lingkungan lainnya. Sehat badannya dan segar udaranya. Siip !

MASAK DAN BISNIS DARI KEBUN SENDIRI.

Pengusaha catering asal Indonesia di Virginia, AS, melayani menu tradisional Indonesia dengan ciri khasnya, metik bahan bumbu dan sayur organik ( bawang, tomat, cabe, dll ) dari pekarangan sendiri. Daging dan telur organik halal juga dari kandang ayam yang dipeliharanya dengan telaten ( VOA Dunia Kita, MetroTV, 29/7/ 2018 ).

Wah, kalau bisa begitu di Majalengka atau daerah2 yang masih alami, kita tak terlalu tergantung pada persediaan di pasar dan super market ya. Telur dan sambal yang langka atau meroket harganya gak ngaruh ke kita.

( Maybe someday, saya bisa nyepi dari hiruk pikuk politik di pusat kota dan ibukota negara. Otak juga perlu dikasih ‘oli’ dan ‘tune up’ supaya fresh kembali. Kalau presiden Jokowi ke Istana Bogor dengan rusa jinak dan rumput hijaunya. Mungkin saya ke pondok pantai yang hangat dan bagus untuk pernafasan mantan penderita TB. Bisa masak udang dan ikan hasil mancing. Sedaapp ! Semoga tak ada tsunami, kriminal, hiu dan buaya di sana ketika kami menikmatinya… )

KATA KERJA, PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DI SULSEL

Penggagasnya seorang pemuda kutu buku yang tak leluasa keluar rumah karena gampang sakit sejak kecil. Di tangannya, perpustakaan tak lagi angker menakutkan, tapi hangat kaya interaksi. Ada biduan dan gitaris yang nenikah setelah sering bertemu di sana dan merasa cocok. Ide dan pikiran brilian bisa tercetus di perpustakaan lalu diejawantahkan sebagai karya dan kerja nyata untuk keluarga dan masyarakat.

Kaum introvert merasa nyaman di keheningan dan perpustakaan, tempat imajinasi kreatif leluasa melayang ke mana2. Orang yang lemah secara fisik juga bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Budi, pengurus Kata Kerja itu salah satu contohnya.

FLOATING SCHOOL, SEKOLAH TERAPUNG DI SULSEL.

Nenek moyangku seorang pelaut. Kapal Phinisi yang legendaris juga warisan leluhur kita yang mendiami wilayah yang 2/3-nya lautan. Banyak dari pelaut ulung kita berasal dari Sulawesi Selatan. Sayangnya, kita belum optimal menjaga wilayah laut dan mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat. Anak2, bagian dari 9,8% itu, masih harus banting tulang membantu orang tuanya menangkap ikan dan memprosesnya sebelum dijual ke pasar.

Beruntung ada Sekolah Terapung yang digagas dan dikelola aktivis sosial di area kepulauan provinsi tsb. Anak bisa belajar baca, nulis, hitung ( calistung ), atau memilih ikut nari, nyanyi, nggambar sama kakak2 yang baik hati. Bermain sambil belajar. ( KickAndy, 11/8/2018 )

Nun jauh di ujung pulau2 terpencil, beruntung Indonesia masih punya sejumlah anak bangsa yang dalam keterbatasannya sendiri masih peduli dan mendidik generasi adik-adiknya. Masa depan bangsa ini sebagian ada di pundak mereka. Tak salah, jika tahun ke-5 ini pemerintahan Jokowi akan fokus pada pendidikan dan kesehatan. Semoga program2 andalannya menjangkau sampai pinggiran dan pulau2 di garda depan NKRI. Agar mereka masih merasa menjadi bagian dari Indonesia.

( di layar TV, saat peringatan HUT RI ke-73 kemarin, di dusun yang letaknya lebih dekat fasilitas Malaysia dari pada fasilitas umum Indonesia, saya lihat anak2 bersandal jepit yang imut2 itu diajari berbaris dalam upacara bendera 17-an. Prajurit TNI yang tegap dan gagah itu terlihat memegang bahu bocah2 itu dan membimbing tangan mungilnya untuk menghormat Sang Merah Putih. Duh, sejuta rasanya. Ingat waktu saya seimut itu ( ciee…) dan berbaris paling depan setiap ada upacara bendera, lalu jadi seperti sekarang ini. Ingat Indonesia terus.

( anak yang namanya mulai dari huruf A emang langganan dipanggil duluan sejak balita/ TK, disuruh maju ke depan kelas kalau ada ujian lisan atau datang guru baru, ditembak jadi ketua kelas, ketua pramuka, ketua eskul, ngerjain soal2 baru nan sulit di papan tulis dari belasan mata pelajaran dengan ancaman malu dan ditertawakan seisi kelas, termasuk yang paling dulu di suruh berdiri di atas kursi kalau lupa bikin PR ! )

Teknologi 4.0 ( era digital ) mengubah pola konsumsi masyarakat dari beli offline jadi pesan online. Jalan2 dan mall2 mulai surut pelintas dan pengunjung. Orang bisa belajar, kerja, bisnis dari rumah zaman now. Home makin sweet. Room makin comfort.

Namun, otak tetap perlu dicerdaskan, literasi media tetap harus dikumandangkan, agar pengguna tak kesasar dalam jagad maya unlimited ini, yang punya predator dan candunya sendiri.

Pendidikan sangat penting dan upayakan terus belajar meski sudah menyandang sederet gelar. Orang pintar menjelma bodoh begitu ia merasa paling benar dan berhenti belajar, karena dunia terus berubah, melahirkan teori2 baru dan standar2 kelayakan baru, yang makin canggih dari hari ke hari. Akan lelet tertinggal jika kita tak rajin menyimaknya dengan kritis. Anda banyak melihat orang2 bodoh macam ini di kancah politik pragmatis hari ini kan ? Mereka yang merasa hebat, cukup dengan masa lalunya.

PASUKAN CAPRES ANTI HOAX

Gini ratio disebut 0,58. Pengangguran turun dari 5,7% kini 5,13% ( Prime Time News, 16/8/2018 ).
Sekitar 180 ribu pasukan kampanye Jokowi telah dikerahkan di luar kepala daerah yang pro-Jokowi ( Prime Time News, 20/8/2018 ), namun ketua tim pemenangan belum ditetapkan. Sehari sebelum 22/9/2018, susunan timses masih boleh berubah.( Prime Time News, 21/8/2018). Ini seperti menebak isi kantong nama cawapres 9/8/2018 lalu. Main black box lagi. Wis karepmu..

Relawan Gatot N ( saya tak mengusulkan calon potensial ini karena Gatot belum 2 tahun menjadi warga sipil sebagai syarat kepatutan anggota militer masuk bursa pemilu yang demokratis ) terbelah, sebagian mengalihkan dukungan ke Jokowi dan memilih mengkritisi kiprah duet umaro dan ulama ( Prime Time News, 25/8/2018 ). Wah, cocok deh ( meski kecewa tapi tetap maju untuk negara tercinta ). Dibilang ge-er? EGP ( mungkin dia orang baru yang parsial/ melihat fakta sepotong2, gak nyimak blog ini sejak awal ).

OTT PLTU, IM, ZZ, ZH/ PAN, AA, SU. Next ?

Peristiwa politik aktual minggu ini : bagaimana kelanjutan kasus mahar Rp 1 triliun SU untuk PAN dan PKS yang di-twitt-kan AA yang 3 kali dipanggil Bawaslu belum nongol juga. Polisi dan KPK yang pemberani bisa memback-up Bawaslu agar berhasil memperoleh kesaksian dari AA dan SU minggu ini. Pilpres legitimated tujuannya.

Gubernur Jambi non aktif ZZ terancam hukuman penjara 20 tahun jika 8 dakwaan gratifikasi senilai puluhan miliar dari fee proyek APBD yang dituduhkan kepadanya terbukti ( sebagian uang korupsi masuk ke kader dan partai PAN. Partai bisa dibubarkan jika UU Pemilu ditegakkan ).

Adik ZH juga sudah ditangkap KPK. Menteri dari PAN sudah mundur dari Kabinet Kerja. Pidato ZH sudah berubah rasa oposisi pada 16/8/2018 lalu. Ketika dikejar wartawan soal korupsi ZZ, ZH pun ngeloyor pergi tak meladeni.

Buat saya, orang baik jika diperlakukan buruk, ia tetap baik. Orang buruk, jika diperlakukan baik/ wajar pun, ia berlaku buruk ( ingat 2 kaki PAN di 2 kubu, tak wajar ada di kubu pemerintah tapi lebih 20% mengkritik pedas pemerintah, apalagi dengan data keliru. Jika lalu menteri PAN keluar setelah PAN balik ke kubu oposisi, itu etika yang wajar. Jangan baper ( lalu terlihat tabiat aslinya ). Susah benar ‘menari’ dengan besan AR yang dominan ya. Karakter lemah akan terlindas oleh karakter yang kuat. Jika si dominan brengsek, akan terbawa brengsek pula. Ingat amandemen UUD 1945 yang merugikan ekonomi Indonesia hari ini dibidani AR ).

Kembali ke ZZ, meski banyak hukuman yang diancamkan kepadanya, ZZ tak melakukan eksepsi/ pembelaan. Pasrah nrimo saja ( baru nyadar kalau duit2 itu dikutip dari SKPD2 di bawahnya ? Lugunya mantan artis dalam sistem pemerintahan yang masih buruk ).

IM mundur dari jabatan mensos setelah OTT ( kerabat wakil ketua Komisi 7 DPR RI dalam ) kasus PLTU Riau I dan menerima surat penyidikan KPK ( sepulang ceramah sholat Ied di Lombok ) . IM dijanjikan uang jutaan dolar untuk pemulusan proyek anak perusahaan PLN. Semoga tidak berhenti di IM saja. Aktor2 lainnya juga menyusul diungkap dan ditangkap. Jokowi sudah memberi contoh baik, tak mempertahankan anak buahnya yang terjerat kasus hukum. IM dan ZZ juga memberi contoh baik, tak mempersulit proses hukum terhadap dirinya. Nobody’s perfect. Yang lebih penting, bertanggung jawab atas semua tindakan dan memperbaiki diri.

AGK menggantikan posisi IM yang baru 7 bulan bekerja. Gnj Ktsm, ayah AGK, pernah disebut Mahfud, tertera pada kontrak2 aset negara yang dijual murah ke asing, seperti tambang Freeport di Papua. Semoga AGK tak mengulangi kesalahan ayahnya.

BAWASLU BERANI, PILPRES LEGITIMATED, PEOPLE TRUST.

Bawaslu diledek ‘macan ompong’ oleh sebagian awak pers karena tidak tegas dan tidak kreatif menyelesaikan pelanggaran pemilu yang menjadi tugas utama badan pengawas pemilu. Kasus La Nyalla di Jatim dibiarkan lenyap ditelan bumi. Kasus mahar Rp 1 triliun gejalanya ?

Saksi AA di Lampung sudah 3 kali dipanggil Bawaslu ke Jakarta hingga Senin kemarin ( EMI, 28/8/2018 ) namun AA tak hadir juga dengan beragam alasan. Menurut pemirsa EMI, wasekjen Dmk itu menawarkan tele conference ( pakai WA juga bisa video call ), bersaksi di Bawasda/ Panwaslu Lampung atau memberi kesaksian tertulis ( atau anggota Bawaslu datang ke Lampung bertemu AA ). Bisa kan ? Bawaslu sudah diberi anggaran 3 kali lipat dari pilpres 2014 lho ( sekarang Rp 14,2 triliun ), masak gamang begini ? Rakyat udah ngongkosi Bawaslu mahal2, kenapa belum juga bernyali ? Cuitan di twitter dan pernyataan AA dan SU di media sudah cukup sebagai bukti permulaan untuk menindaklanjuti temuan politik uang ini. PPATK bisa diminta mengendus kemana larinya uang SU yang jumlahnya tak lazim ini. KPK bisa diminta mengendus praktek korupsi penyelenggara negara ( SU, ZH, SI ). Polri dan LPSK bisa diminta melindungi keamanan AA dan saksi2 lainnya.

Jika benar terbukti, para pelaku bisa dikenai hukuman penjara, calon didiskualifikasi, partai2 pengusung dilarang ikut pemilu berikutnya ( atau dibubarkan ). Itu bisa jadi pelajaran bagus bagi demokrasi kita, jika partai2 oposisi yang hobi provokatif ( kampanye hitam ) berikut para pendukungnya ( tagar2 kebencian pengoyak kerukunan bangsa ) kena batunya ( ditindak tegas ). Agar tak ditiru generasi muda penerus estafet kejayaan bangsa. Masih banyak pekerjaan penting yang harus diselesaikan Indonesia secepatnya agat tak terlindas pertarungan global.

Bawaslu juga harus mendukung PKPU. Jangan kalah dengan syahwat politik 3 caleg mantan napi koruptor yang sudah dicoret KPU. Uji materi di MA kan tak mengalahkan PKPU tsb. Ayo, Bawaslu tunjukkan nyalimu ! Rakyat memantau dan mengandalkanmu !

CLOSING

Jika saya pernah mengkategori orang dengan negatif parsial atau positif holistik, maka Andy F.Noya menggolongkan orang2 yang ditemuinya sebagai tipe negatif pengeluh yang do nothing atau positif optimis yang sarat karya pengabdian. Apa kategori anda ?

KEK

KEK Mandalika yang mempesona. Unggulan pariwisata NTB dan Indonesia. Semoga kembali ramai dikunjungi wisatawan usai gempa Lombok 3 minggu ini. Amin.

Written by Savitri

27 Agustus 2018 at 11:30

Juara di Pilkada. Duka di Toba & Yaman. Next to do.

leave a comment »

a

Pilkada 2018 berlangsung aman dan lancar. Alhamdulillah. Pergerakan suara dalam quick count-nya menyaingi serunya pergerakan bola di Piala Dunia, Rusia. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum ( paslon Rindu no.1 ) jadi juara pilgub Jabar menurut hasil quick count 6 lembaga survei kredibel yang teruji sejak tahun 2004 ( sama dengan hasil rekap manual KPU ). Sebenarnya, yang menang bukan paslon, parpol, KPU, pendukung cakada, atau pun pemerintah. Calon terpilih, selanjutnya menjadi petugas rakyat, bukan lagi petugas partai. Kenapa ? Rp 15,2 triliun biaya pilkada 2018 ( Rp 11,9 T versi ‘Mata Najwa’ ) dengan 152 juta pemilih diambil dari peluh rakyat negeri ini ( pajak ). 49% pemilih tinggal di Jawa. 75.000 TPS ada di Jawa Barat yang berpenduduk 48 juta jiwa ( lebih dari penduduk Malaysia dan Australia digabung jadi satu ! Se-er pisan ). Partisi warga Kota Bandung di atas 75% dari DPT. Partisipasi warga Jabar 71%. Lebih baik daripada pilkada sebelumnya. Pilkada jadi ajang sirkulasi pemimpin daerah, sekaligus menyediakan stok pemimpin muda yang bisa menjadi pemimpin nasional. Semi final pemilu ini diborong Nasdem/ partai pemerintah. dengan perolehan 11 : 3 gol oposisi ( dari 17 pilgub ). Elit pusat mesti belajar pada elit daerah yang lebih matang berdemokrasi. Contohnya, paslon 2 dan 4 yang memberi selamat paslon 1 yang menjuarai pilgub Jabar. Pemenang tak perlu selebrasi berlebihan, karena yang kalah di pilkada ini, sejatinya, juga pemenang demokrasi, karena legowo dan sportif, juga karena kehadirannya telah membuat pemenang menampilkan yang terbaik selama kampanye. So, pemenang pilkada 2018 adalah… demokrasi dan Indonesia. Congratulation to… us !

Kekuasaan. Uang. Kematian. Ketiganya menghantui manusia milenia. Di Indonesia, terjadi tragedi kapal tenggelam menelan banyak korban tewas. Sampai 2 kali: di Sumut dan Sulsel. Di Malaysia, terungkap model cantik yang hamil benih kekasihnya ditembak 2 kali di kepala plus tubuhnya diledakkan untuk menghilangkan jejak berbahaya ( karena dianggap tahu korupsi dana pertahanan Malaysia triliunan mantan PM NR ). Di Yaman, koalisi pimpinan Arab Saudi asyik membombardir Houthi seraya mengabaikan bahaya kelaparan dan kholera sekitar 600 ribu penduduk yang terblokade pasokan makanan dan obat-obatannya.

Dunia makin tak aman dalam 10 tahun terakhir ini. Orang bodoh yang pegang smartphone juga makin banyak dan terus memproduksi hoax dan hate speech demi memaksa kehendak berdasarkan emosi/ selera buruk ( primordial/ SARA ) di pilpres 2014, pilgub DKI 2017, pilkada 2018 lalu ( 2 dari 9 tersangka KPK dicoblos menang ), ketularan era kebohongan ( sebagian pengamat menyebutnya post truth ) media mainstream dunia ( dikuasai zionis ). Lebih memilih selera kekanakan, bukan rasio akal sehat. Sebagian besar orang biasa di medsos tanpa risih, apalagi tanggung jawab, melakukan kejahatan ini ( menyokong perang dan pembersihan etnis berkedok agama ).

Elit2 bodoh dan pongah dibiarkan tampil di TV dan berkicau di medsos, memprovokasi orang untuk mencurigai quick count surveyor kredibel dan real count KPU. Elit asbun terbiasa korup ( mendistorsi ) informasi/ pemahaman. Tabiat orang curang akan nuduh orang lain curang, persis maling teriak maling. Informasi baru mereka anggap benar jika sesuai dengan kerangka berpikirnya selama ini. Sering tak paham konteks dan mau menang sendiri. Para pengikutnya menyerang petugas pemilu dan polisi secara fisik ( Distrik Torere ) dan non fisik ( meretas sistem informasi KPU ). Menyusul sederet kasus intoleran dan persekusi yang mereka lakukan terhadap sesama anak bangsa. Orang2 sesat ini sudah banyak menguras energi bangsa ini.

Bagaimana mereka bisa berbiak dan bagaimana kita bisa menghentikan agar bisa fokus maju ? Bagaimana kita bisa berperan aktif dalam perdamaian dunia ? Save the world ? Hard stuff, man… but let’s try..

ISU JULI 2018
NASIONALISME :
Juara pilkada 2018. PM Malaysia Mahathir dan PM Timor Leste ke Indonesia. Kasus korupsi mantan PM NR. Gubernur Aceh tertangkap OTT KPK. Peran Indonesia dalam perdamaian dua Korea dan nasib pilu Yaman. Mayoritas anak muda dan imigran di AS pawai anti Trump. Pesantren nusantara di AS. Hampir 2 dekade berkuasa, presiden Turki Erdogan terpilih lagi ? Jelang Asian Games 18-8-2018. Bulutangkis Indonesia Open, INDONESIA ! INDONESIA !! Kedaulatan di tambang Freeport.

HUKUM :
PKPU larang koruptor nyaleg jalan terus. Perbaikan transportasi laut dari 2 kasus kapal tenggelam. Aturan gratis balik nama BPKP kendaraan seken dan denda STNK di Jawa Barat sampai Agustus 2018. AKBP MY Pangkal Pinang mestinya juga dihukum pidana. Pencopotan pejabat2 DKI oleh pemprov karena dislike ?

EKONOMI :
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ angin ( PLTB ) di Sulsel. Lomba domba unggul Piala Presiden. Bank syariah dan menggeliatnya sektor properti. Pengaruh Piala Dunia terhadap harga sayuran. PPDB Zonasi sekolah negeri & SMK siap kerja. 4 situs berbasis aplikasi, beromzet 1 miliar USD. Yang baru di Bandung Zoo. Bandung Planning Gallery. Ekowisata hutan Ciwidey, Jawa Barat. Parkir non tunai di Bandung. Komunitas Seribu, Smile Friend dan Pangling.

SPORTIF DI PILKADA JABAR . KOMPAK DI PILPRES 2019 & 2024.

Pilkada 2018 di 171 daerah sudah berlalu. Secara keseluruhan berlangsung aman dan lancar.. Ada riak kecil di sana sini, masih bisa dimaklumi. Jelasnya, progresnya membaik. Tahun 2013, terpilih 9 cakada tersangka KPK.
Tahun, 2017, masih terpilih 4. Tahun ini, 2. Tulungagung dan Maluku Utara. Modusnya, kedua cakada dan tim suksesnya melakukan distorsi informasi, merasa sebagai korban ( blame victim ), kata Titi Anggraeni, ketua perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi ( Perludem). Padahal maling ya tetap maling. Petahana biasanya punya modal sosial dan politik yang kuat. ( EMI, 30/6/2018 ) Aspek primordial yang merembet dari pilgub DKI 2017 berkontribusi dalam kemenangan tersangka

Arus informasi ternyata belum maksimal menjaga pemilih agar tak memenangkan tersangka. Perlu aturan rigid untuk menghalangi tersangka mencalonkan diri dan terpilih. Oleh sebab itu definisi berhalangan tetap mestinya didetail di PKPU ( termasuk tersangka KPK ), karena rakyat yang memilih tersangka-lah yang akhirnya paling rugi, akibat legalitas lepas dari moralitas ini ( aturan formal menyingkirkan substansi ). Karena si tersangka 99% masuk bui KPK, wakil paslon terbuang, lalu mendagri melantik caretaker kepala daerah sampai pemilihan berikutnya. Tersangka yang terpilih akan dilantik mendagri, tapi lalu dinonaktifkan setelah terpidana dan. inkrah ( berkekuatan hukum tetap ). ( Prime Time News, MetroTV, 3/7/2018 ).

Pelajaran yang bisa dipetik: pilihlah cakada bersih agar warga dapat pemimpin yang amanah. Tidak masuk bui lalu dikirim pengganti dari pusat. Next, mantan koruptor dan tersangka korupsi dilarang nyaleg, nyalon dan nyapres agar parpol dan warga tidak gigit jari setelah capek2 nyoblos di TPS. NTT, masih kental politik uang, kata pemirsa .EMI Setelah terpilih, jalan aspal memang dibuat, tapi setahun kemudian sudah rusak lagi. Atau belum setahun sudah tertangkap KPK. Warga juga yang rugi. Belum lagi yang bagi2 uang maupun yang terima duit sama2 dihukum berat. UU no. 10 tahun 2016, menyebutkan : pemberi dan penerima uang politik dihukum 36-72 bulan penjara dan denda Rp 200 juta sampai 1 miliar ( EMI, 26/6/2018). Waktu nyoblos 5 detik berdampak 5 tahun masa pemerintahan calon terpilih. Jika pemilih mau disogok Rp 50 ribu agar memilih calon tertentu, dibagi 5 tahun masa jabatan, artinya harga suara pemilih sangat murah. Rp 10 ribu. Si calon yang menyuap pemilih akan korupsi anggaran untuk menutup hutang/ balik modal. Dia takkan bisa fokus melaksanakan program menyejahterakan rakyat.

KPU seperti kurang mensosialisasikan pidana politik uang ini sehingga masyarakat banyak yang belum tahu. Bawaslu di pusat dan Panwaslu di daerah pernah memenjarakan 4 orang dari sekitar 500 pengaduan politik uang pada tahun 2016, dan 600 pengaduan tahun 2018. Sehingga tak heran, masih ada elit politik dan ‘tokoh bangsa’ yang menganjurkan pemilih menerima lembaran uang merah dan biru dari calon yang ingin dapat suara dengan cara instan, meski sudah lebih 300 pejabat sejak tahun 1999 sampai hari ini dijerat KPK. Mestinya, pelapor politik uang di UU tsb dilindungi, karena aturan sekarang, membuat penerima takut melapor karena sama2 akan dihukum berat. Penerima dan penyuap jadi sama2 berkepentingan menjaga rahasia busuk politik uang agar tidak bocor keluar.

Mantan bupati Garut yang mengaku pernah diminta elit Grd sebesar Rp 2,5 miliar untuk mahar pencalonannya tidak diproses hukum lebih lanjut. Terbaru, pengakuan Mustafa di persidangan kemarin ( 25/6/2018 ) juga diminta mahar oleh partai Dmk. Calon yang membeli suara pemilih dengan bagi2 uang, voucher, sembako token listrik dan sejenisnya, mestinya dibatalkan/ didiskualifikasi dari pencalonannya oleh KPU dan jangan dipilih partainya oleh rakyat. Tokoh yang menganjurkan menerima uang juga harus diproses sesuai aturan yang berlaku karena sejatinya ia telah mendorong rakyat pemilih ke bibir jurang ( penjara 6 tahun plus denda Rp 1 miliar ) dan mengajak orang permisif pada politik uang dan perilaku koruptif.

Ganjilnya dalam pilkada ini, calon walikota Makasar kalah melawan kotak kosong. Tamparan keras bagi statusnya sebagai manusia. Pawaslu setempat menegur para pemilih kotak kosong yang melakukan sujud syukur setelah kemenangan benda mati tsb. Warga Makasar akan mendapat caretaker walikota dari kemendagri dan nyoblos walikota lagi tahun 2020 ( karena tahun 2019 ada pilpres ). Cawalkot yang malang itu boleh bertarung lagi ( kalau belum kapok ). Beruntung, 15 cakada lainnya, menang lawan kotak kosong. Hidup manusia !

Ridwan Kamil sujud syukur juga. Dia menang lawan 3 paslon manusia hidup dengan skor 33 %. Sementara, rangking dua ditempat paslon Asyik dengan skor nyaris 30% menurut quick count 6 surveyor kredibel ( Indo Barometer, Poltracking, Charta Politika, SMRC, Index Indonesia, Litbang Kompas ). Real count KPU ( berbasis formulir C1 ) dari sekitar 75.000 TPS di Jawa Barat ( 31 juta pemilih, terbanyak di Indonesia ) menunjukkan trend serupa. Toh, Asyik tak percaya hasil hitung cepat lembaga2 survei yang diambil dari 1200 responden yang sudah nyoblos ( exit poll ) dengan margin of error 1%. Metode ilmiah pengambilan sampel mereka sudah teruji kesesuaiannya dengan hasil rekapitulasi manual KPU sejak tahun 2004. Ketika itu, saya lihat MetroTV, stasiun tivi yang pertama kali menayangkan quick count, memenangkan SBY. Tak ada yang protes. Semua setuju lalu meniru.

Pilgub Jabar yang memenangkan Aher ( PKS ) dan pilgub DKI yang memenangkan Anies ( mantan rektor dan menteri ajuan oposisi ) kita tak protes juga hasil quick count-nya, kenapa mereka sekarang memprotes surveyor2 tsb merilis quick count sejenis ? Apa yang keluar dari oposisi baru dianggap benar ? Ingat, hitungan internal mereka ( PKS dan surveyor2 abal2 yang disewa TVO kemudian dieliminir asosiasi surveyor ) terbukti ngaco waktu pilpres 2014 ( sampai Mahfud keluar KMP demi menjaga intergritasnya ). Masih keukeuh mengandalkan survei internal yang belum teruji keandalannya oleh masyarakat ? Itu namanya kepala batu, bebal, mau menang sendiri. Elit oposisi dan konstituennya ( pemilih fanatik) sama2 primordial dan post truth kalau begitu. Memilih berdasarkan emosi dan kesesuaian SARA, tak peduli sebego dan sekorup apa pun calon jagoannya. Karena kedangkalannya berpikir, beragama, bernegara dan kebodohannya menyaring informasi. Mereka cuma mau menerima informasi sepanjang sesuai kerangka berpikirnya yang cekak itu.

Akhirnya para tersangka korupsi dicoblos sampai menang, orang yang baru tahu sedikit agama ( tapi sudah teriak2 merasa paling benar dan mengintimidasi mereka yang berbeda ) diangkat jadi imam besar, milisi2 teror berkedok petugas medis ( White Helmets ) disumbang untuk menghancurkan Suriah, perang2 yang didalangi AS dan Israel dibela dengan lugunya di medsos2 ( tak sadar itu kejahatan besar), Erdogan yang tangannya berlumuran darah dalam ‘insiden’ pembunuhan aktivis di Marvi Marmara ( kapal bantuan kemanusiaan untuk Palestina ) dan prahara Suriah dielu-elukan bak idola. Mereka tak sadar sudah banyak bikin kesulitan dan menghabiskan uang, waktu, energi kita selama ini. Seperti parasit, kumpulan bego ini hidup dengan menyusahkan banyak orang dan membebani negara. We did it again.. clean their trash… always..

Heran, bagaimana orang2 bego ini cepat berbiak ? Orang2 bodoh dengan smartphone di tangan, ya begini outputnya. Nalarnya belum terlatih, emosinya belum matang, basis logikanya lemah, sementara di luar sana, narasi2 palsu era kehohongan, terus diproduksi secara masif oleh media mainstream dunia ( dikuasai zionis). Ada 143 juta pengguna internet di Indonesia ( data tahun 2017). Tak kurang 10.000 hoax dilaporkan tiap hari selama pilgub DKI ( EMI, 2/7/2018 ). Ortu sibuk cari makan, anak kerap ditinggal di rumah tanpa pengawasan, bimbingan agama, moral, sopan santun dan teladan baik untuk filter paparan radikal. Hoax ditelan mentah2 dan disebarluaskan. Hate speech ditiru dan dikopidaratkan untuk gagah-gagahan. Krisis jati diri.

Sebagian bilang, para ekstrimis itu emosional, gampang meledak seperti bom2 high explosive teroris, karena minder, kejayaan Islam meredup sejak abad 9. Sebagian lain mengatakan karena mereka hanya melihat hitam putih secara kaku, terutama yang berbeda. Padahal di antara halal dan haram ada sunah, mubah dan makruh, yang juga Islam. Ada nuansa, variasi, keragaman yang kudu dihormati, ditolerir, agar tak membunuh kebhinekaan kita. Tak heran, sampai ada pakar bilang, ekstrimis agama menghancurkan demokrasi, selanjutnya menghancurkan negara. Seperti yang nyaris terjadi saat aksi 212 di Monas lalu, jika kita tak menghentikannya, meminta presiden tak mendatangi lagi dan memberi ruang2 intoleran pada ormas2 radikal. Otak mereka error, berpikirnya pakai dengkul. Gak bakalan nyambung.

Jadi saya bisa maklum, jika mendagri Cahyo sampai melantik mantan Kapolda Metro Jaya M. Iriawan sebagai pj gubernur Jabar di menit2 terakhir, setelah sebelumnya tidak jadi. Ada permintaan dari bawah, katanya. Dan, ternyata hasilnya aman lancar. Bolehlah..

Lalu ada isu penggeledahan, drone, dan komentar ‘apa perlu sampai seperti ini? ‘. Kita, penonton, emang paling gampang berucap. Tapi polisi yang paling menderita, diincar teroris, KKB, intel musuh, sekaligus kita andalkan, tentu tak bisa sesantai kita. Ada 5 daerah rawan pelanggaran pemilu dan pergerakan teroris menurut Polri: Papua, Jabar, Jatim, Sulsel, Sumut. Versi Bawaslu: Papua, Maluku, Kalbar (Prime Time News, 26/6/2018). Polri dan TNI harus sigap, antisipatif, whatever it takes untuk jaga kita dan pilkada. Untung di Jabar tak terjadi gangguan pemilu. Namun, di Papua, daerah rawan lainnya, terjadi serangan mematikan. Kepala distrik Torere tewas tertembak KKB ( kelompok kriminal bersenjata ) dan 2 polisi hilang ( satu kemudian ditemukan tewas) ketika mengawal kotak suara dengan 2 speed boat usai pencoblosan pilkada di Kabupaten Puncak Jaya. 7 polisi lainnya berhasil selamat. ( Prime Time News, 1/7/2018 ). Di Temanggung, Jateng, ada laporan politik uang. Operasi Mantap Praja digelar Polda Jateng untuk mengamankan pilkada yang sejauh ini berlangsung aman dan kondusif. Kita mestinya maklum upaya pengamanan polisi ini. Polda Jabar mengerahkan 2/3 jumlah polisi yang dimilikinya dibantu 3000 prajurit Kodam 3 Siliwangi yang di BKO-kan untuk menjaga sekitar 75.000 TPS di Jabar ( 16 pilkada termasuk satu pilgub ).

Kang Emil perlu 2 tahun kerja keras, turun ke bawah, blusukan ke lembah2, bukit2, gunung dan pantai yang penuh orang, di mana-mana untuk mendekatkan diri pada rakyat pemilih dan memahami masalah daerah. Sowan ke sesepuh parahyangan dan ulama pasundan. Sungkem pada ibu mohon restu. Suntuk berdoa pada Allah Swt mohon ridho, di malam menjelang hari pencoblosan. Sukses ditentukan 30% usaha, 70% doa, katanya. Ketika disebut juara pilkada Jabar, Kang Emil tidak euforia. Ia tawadlu dan minta pendukungnya tak jumawa ( tidak berlebihan, apalagi arak2an atau pawai ), karena sejatinya setelah terpilih, dia milik semua. Termasuk yang tak memilihnya. Mereka juga dilindungi dan dicarikan solusi. Kang Emil setelah itu mengunjungi Mang Ihin ( Solihin GP ) dan mendapat saran arif dari mantan gubernur Jabar itu.

Yang melegakan, paslon 2 ( Hasanah ) dan 4 ( 2D ) memberi selamat pada Ridwan Kamil. Gus Ipul ( paslon 2 pilgub Jatim ) juga legowo soal kekalahannya dari Khofifah setelah quick count serta menitipkan program kerjanya yang dianggap baik untuk rakyat daerah. Persatuan sebagai sesama anak bangsa kembali dirajut usai perhelatan demokrasi ini. Membangun daerah butuh kerjasama kompak seluruh stakeholder, termasuk peserta dan pemilik suara.

Di Jateng, SS, mantan menteri ESDM, sayangnya tak mengikuti rekannya di Jatim. SS sempat menyalahkan lembaga survei atas kekalahannya dari Ganjar Pranowo. Seperti Asyik, SS semula juga dirating rendah ( di bawah 15%) namun setelah hasil hitung cepat melonjak sampai 41%. Ini politik gerilya teritori, istilah Dedi Mulyadi. Mesin partai PKS dan Grd bekerja keras di seminggu terakhir jelang pencoblosan ( kemungkinan besar setelah tahu rating jeblok mereka. Kalau tak dikasih tahu surveyor, bisa lebih gembos lagi perolehan suara mereka, karena kader di bawah akan do nothing setelah para elitnya gemar ngoceh asbun di ruang publik.

Berterimakasihlah pada surveyor eksternal kredibel yang memotret elektabilitas calon kalian dengan metode ilmiah yang obyektif. Bukan malah menyalahkan/ mengkambinghitamkan surveyor andal, setelah hasil pilihan rakyat secara total tak berpihak pada kalian ). Jadi bukan karena polling survei berdasarkan opini publik yang mereka anggap meleset, lalu disamakan dengan quick count dari kertas suara yang dicoblos dan dihitung 3 jam setelah waktu pencoblosan. Orang berpengetahuan luas tahu banyak hal sehingga tak cepat menyimpulkan segala sesuatu dengan emosi sesaat Itu salah satu yang membedakan pemilih fanatik dengan pemilih rasional. Post truth dengan civil society yang berpikir. Suara rakyat yang saya maksud adalah yang kedua. Jangan salah kaprah. Lebih banyak jenis yang ini kan, sehingga rakyat Indonesia dianggap baik dan berkontribusi besar terhadap hasil rating aman Indonesia ( versi Gallup ) dan hasil lancar pilkada 2018 kemarin.

MK membolehkan quick count sebagai alat penyeimbang ( pengontrol ) hasil perhitungan suara ( real count ) otoritas pemilu ( KPU ) pada margin of error kurang 0,5% di daerah berpenduduk lebih dari 12 juta orang. Rakyat menurut UUD 1945 pasal 28, punya hak komunikasi dan memperoleh informasi, termasuk hasil ia memberi suara pada pemilu Secara quick count bisa diketahui 3 jam setelah pencoblosan ditutup. Secara real count KPU bisa diketahui sekitar 1-2 minggu setelah pencoblosan. Jadi quick count tak bersalah.

Para pemenang pilkada dihimbau jangan terlalu euforia melakukan konvoi dan arak2an. Cukup berdoa di tempat masing2. Yang kalah juga legowo. Yang masih penasaran, silakan menyalurkan keluhannya sesuai aturan yang berlaku : ke Panwaslu, MK, penyelenggara pemilu di atasnya jika menemukan kesalahan perhitungan. ( Prime Time News Pagi, 30/6/2018 ).

Masih juga nuduh curang ? Kecurangan mungkin ada. Wong, 9 koruptor tersangka KPK ikut nyalon kok. Bisa jadi ada kecurangan yang mereka ilakukan karena sudah terbiasa dengan perilaku koruptif, layaknya klepto yang terganggu jiiwanya. Bukan lantas kecurangan itu dituduhkan pada petahana, penyelenggara pemilu atau pemerintah. Jangan paranoia. Guru SDIT DI yang dipecat karena memilih paslon Rindu, itu juga bisa disebut kecurangan kubu oposisi kan ? Konferensi pers menyebut penggeledahan, dan tahun lalu mengadu ke MUI minta fatwa soal keseleo lidahnya Ahok juga bentuk kecurangan rival kan ?

Orang curang akan nuduh orang lain curang, persis maling teriak maling. Jangan sok suci berlagak paling benar dan cuma mau enaknya saja. Gantian buntung gak sportif, emoh salaman dan mendiskreditkan penyelenggara pemilu, sampai neror dan nge-hack segala ( meretas portal KPU, Bawaslu diancam hukuman 10 tahun penjara ). Sikap tak sportif nan egois ini sama tak bertanggung jawabnya dengan sepak terjang cabang Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin di Timur Tengah sana ( di Indonesia, PKS ) setelah negara2 muslim yang mereka goyang hancur lebur dilanda perang saudara. Lepas tangan begitu saja, lalu bikin rusuh lagi di negara lain. Gak kapok2. Cara berpikirnya begitu sih, mau menang sendiri. Benar sendiri. Ketua DPP dipilih yang seperti M, demen hoax dan cacat logika. Enteng sekali nuduh presiden penyiksa Mana sikap tabayyun yang dianjurkan agama ? Fitnah lebih kejam dari ghibah lho. Dosa, tahu..

Sopan santun dan rendah hati yang jadi daya tarik PKS sudah pupus. Tinggal berisik tanpa isi model FH yang meraja, angkuh menolak kebenaran. Sok benar dengan pembenarannya sendiri. Tak heran, suara PKS, Grd rontok, ditinggalkan pemilih di pilkada 2018 ini. Dari 17 pilgub cuma dapat 3. Nasdem dapat 11. PDIP harus lebih gesit dan giigih memasang baliho dan merangkul suara di desa2, kantong2 kemiskinan dan wilayah2 pinggiran agar tak lepas ke tangan oposisi di seminggu terakhir. All presiden’s man juara pilgub di Jawa kali ini. Separuh suara pilpres.

Jawa Barat disebut pengamat, basis PKS. Tahun 2013, Aher menang dengan 60% suara. Tahun 2018, Asyik kurang dari 30%. Jadi, dari kurang 15% menjadi kurang 30%, secara konteks adalah gembosnya suara PKS di Jawa Barat, bukan trend naik seperti diklaim FZ bisa ganti presiden. Terlihat dari hasil pilkada 2018, jurus oposisi ‘anti Jokowi’ ditolak rakyat ( pemilih cerdas ).

Elit politik asbun mestinya belajar pada rakyat yang lebih arif ( suara rakyat cerdas adalah suara Tuhan, mesti lebih detail sekarang, sejak istilah goyah dan suara rakyat kian kerap dikutip dengan pengecilan makna ). Pantas kalau warga Jabar jadi lebih milih paslon lain yang jelas bagus kinerja dan elektabilitasnya. Yang kerja nanti kan paslon. Bukan ketum, Aher atau pun kaos ‘ganti presiden’. Realistis aja. Pemilih Jabar sudah lebih cerdas, rasional dan kritis sekarang. Kita harus lebih baik dari DKI, da leuwih se-er jelmana. Pilgub-nya oge kudu aman jeung sportif. Salaman sareng nyarios selamat, sina jadi contoh jelma sejen. Tunjukkan jiwa besarmu demi keutuhan NKRI dan kesolidan Jabar..

Paslon 3 akhirnya memberi selamat pada paslon 1 setelah real count KPUD Jabar dirilis hari ini ( Prime Time News, 9/7/2018 ) di web KPU. Asyik juga menitipkan program kerjanya yang baik pada paslon Rindu. Syukurlah.

Yang masih protes dikasih waktu 7 hari ngadu ke MK. MK akan memprosesnya dalam 45 hari. Setelah itu, KPUD akan rapat pleno terbuka untuk mengumumkan hasil pilkada Jabar pada publik.

Kang Emil ingin Jabar jadi provinsi juara, percontohan bagi tamu yang bertanya dan berkunjung. Pilot project. Bisa jadi rujukan provinsi2 lain untuk melecut kemajuan Indonesia. Seingat saya, pernah ada yang memprediksi Bandung atau Jabar jadi pusat dunia. Jika visi gubernur terpilih seperti itu lalu kita mengamini dan mendukungnya dengan bekerja cerdas… maybe someday, jadi kenyataan. Untuk pilkada 2018 ini bisa disimpulkan pemenangnya adalah demokrasi dan Indonesia. Setuju ?

GUBERNUR ACEH TERTANGKAP OTT KPK ? KASIH SAYANG KETIMBANG UANG.

Gubernur Aceh, IY, tertangkap KPK kemarin ( EMI, 6/7/2018) karena mengutip fee 8% untuk pejabat provinsi dan fee 2% untuk pejabat kabupaten/ kota dari setiap dana otsus yang digelontorkan pemerintah pusat ( menyusul 300 kepala daerah yang lebih dulu terjerat sejak tahun 1999 ). 4 daerah otonomi khusus di Indonesia ( Aceh, Yogyakarta, Papua, Papua Barat ) menerima dana otonomi lebih besar dari provinsi lain ( kompensasi salah urus pemerintahan masa lalu ). Sejak perjanjian damai Helsinki tahun 2008, provinsi serambi Mekah ini sudah menerima dana otsus sekitar Rp 64,7 triliun. Tahun 2018, Aceh menerima sekitar Rp 8 triliun, untuk mengentaskan kemiskinan, pendanaan kesehatan dan pendidikan warga Aceh. Rupanya, kapasitas manajemen pengelolaan dana otsus IY tak sebanding dengan dana besar yang ditransfer pemerintah pusat. Rp 800 miliar yang dikorup itu mestinya dinikmati seluruh warga Aceh berupa kesejahteraan mereka, bukan hanya segelintir elit Aceh.

Korupsi berjamaah dari tokoh GAM bermahzab Hanafi yang dulu berperan dalam tercapainya kesepakatan Helsinki ini toh terjadi meski dulu ia berontak karena menuntut kesejahteraan Aceh. Ironis. Papua juga mengalami problem serupa : integritas dan kapasitas manajemen para pejabatnya masih kurang ( mereka bilang tak butuh uang, tapi kasih sayang ). Bagaimana implementasinya ? Pada April 2018, KPK sudah mendampingi pemprov Aceh cukup lama saat mengelola anggaran.

E-budgeting, e-purchasing dan kesadaran publik untuk memilih dan mengawasi pemimpin daerahnya mesti ditumbuhkan. Transparansi anggaran yang dipantau publik seperti perlakuan APBD provinsi lain non otsus, mesti digiatkan. Pemerintah pusat sebaiknya membagikan dana besar itu setelah daerah otsus mampu membenahi sistem administrasi pengelolaannya dengan benar. Kalau perlu, prosentasi dan alokasinya yang selama ini diatur provinsi otsus diambil alih dulu oleh pusat. Daripada dana hilang tak karuan, lalu orang Jawa dituduh ‘menjajah’ lagi. Daerah khusus harus diperhatikan dan didampingi secara khusus pula. Ini bentuk kasih sayang kami. Setuju, warga Aceh dan Papua ?

NEGOSIASI ULET PEMERINTAHAN JOKOWI ATAS TAMBANG FREEPORT DI PAPUA. KEDAULATAN RI…YESS !!

Apa jadinya jika menteri ESDM Ignatius Jonan ( sukses membenahi kereta api PT. KAI ), menteri keuangan Sri Mulyani ( diapresiasi sebagai menkeu terbaik dunia ) dan menteri BUMN Rini Soemarno ( mantan presdir PT.Astra Internasional, perusahaan besar incaran para fresh graduate ) jadi trio negosiator mewakili pemerintah Indonesia ? Tambang emas dan tembaga Grassberg di Papua, yang semula dikuasai PT Freeport Mcmoran, AS ( mayoritas saham, Indonesia cuma 9% ) kini beralih ke Indonesia ( kesepakatan 51% saham dimiliki Indonesia melalui Inalum, BUMN holding pertambangan ). Setelah berjalan alot selama bertahun-tahun, akhirnya kedaulatan RI bisa diraih di Papua. Tambang emas terbesar di dunia ini kembali ke pangkuan ibu pertiwi ( EMI, 13/7/2018 ).

Beberapa waktu lalu, Blok Mahakam, cadangan minyak bumi terbesar di Indonesia, juga berhasil diambil alih Pertamina dari tangan perusahaan Perancis. Wah, senengnya. Gak salah kita pilih pak Jokowi ya. Menteri2-nya oke punya. Lanjut..!

Para pemirsa EMI banyak mensyukuri dan mengapresiasi capaian ini. Ada yang mengingatkan agar tetap gigih, tahan stamina, cerdik, awas terhadap perlawanan pihak McMoran yang tentu tak mau kehilangan kendali begitu saja setelah banyak trik mereka lancarkan selama ini. Ada pemirsa Papua yang mengingatkan jatah otsus dan kesejahteraan warga Papua yang dirasa masih kurang sehingga masih terjadi penembakan2 dari KKB. Ini juga soal kapasitas manajemen pengelolaan dan pengawasan para penyelenggara negara di Papua sendiri dalam memanfaatkan dana Rp 8 triliun per tahun itu. Putra Papua mesti diberi kursi di barisan komisaris dan direksi di tambang2 tsb nantinya setelah beroperasi lagi dibawah kendali Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas ( realisasi tahun 2021 ) . Rencananya, pemda Papua akan memiliki 10% saham jika mampu menyiapkan dana disvestasinya. Dana pengambilalihan saham 42% senilai Rp 53,9 triliun ini akan disediakan oleh 12 bank yang berminat ( bank pemerintah, swasta dan asing ) .Dana 3,8 miliar USD itu diperkirakan akan kembali dalam 5 tahun. Tambang ini sampai tahun 2100 diperkirakan masih bisa ditambang emasnya, meski sekarang tinggal di bawah tanah yang lebih dalam. Gunung emas betul ya, karena sejak tahun 1967 sudah digali emasnya. ( negosiasi RI – Freeport tahun 1936, 1967, 1997, 2004, 2014 ).

Dana operasionalnya bisa menggunakan dana internal Freeport dan pinjaman. Tenaga Indonesia sebaiknya ditempatkan di bagian komersial dan bagian2 yang sudah dikuasai dengan baik. Bagian underground mine-nya yang kompleks nan high-tech diserahkan pada tenaga Freeport yang sudah expertise, dengan transfer ilmu secara bertahap pada tenaga Papua/ Indonesia. Setelah kesepakatan kemarin diteken ( 12/7/2018 ), operasional tambang akan dikerjakan seperti biasa namun dengan pengawasan Inalum, kementerian ESDM, PT.FI. Share untuk Papua tentu akan lebih baik jika tambang dikendalikan sesama anak bangsa. Kita kawal proses negosiasi ini hingga benar2 terwujud di lapangan dan meningkatkan kesejahteraan, terutama, bagi warga Papua.

KAPAL TENGGELAM DI PERUT TOBA. KANDAS DI PESISIR SELAYAR. Evaluasinya ?

Dua fenomena alam mengakibatkan sederet musibah besar di Indonesia sebulan ini. Badai Tropis di utara Filipina dan bumi di posisi terjauh dari orbitnya mengelilingi matahari. Tukang ojek curhat,”Heran, Neng, sepeda motor ini seperti beku, gak bisa distarter tadi pagi.” Lalu, saya jelaskan soal orbit bumi itu. Kebayang ya, seberapa dinginnya kalau bumi sampai lepas dari orbitnya, atau bumi berhenti berputar karena tempat kita berpijak ini terus melambat dari waktu ke waktu. Bukan lagi dingin membeku, malah tak ada kehidupannya sama sekali. Betapa mudah, Yang Maha Kuasa membinasakan manusia kalau dibuat murka.

Apalagi, bumi segede ini secara konteks alam semesta, ternyata cuma sebesar kacang ijo, versi Gus Mus. Sebenarnya sebesar debu, versi ilmuwan. Kita imut sekali ya…

Kita seolah tak berdaya ketika badai tropis di utara Filipina membawa angin kencang dan gelombang air setinggi 2-4 meter sampai ke Sumatera. KM Sinar Bangun terjungkal oleh angin kencang itu sampai sebagian besar muatannya tenggelam ke perut Toba, gunung raksasa yang membenamkan benua Atlantis ke dasar laut lebih 74.000 tahun lalu. Sedimen bebatuannya membentuk daratan Sumatera 300 juta tahun yang lalu.

Laut Jawa rata2 sedalam 200 meter. Dasar Danau Toba mencapai 1.600 meter. Danau terluas di Indonesia ini rupanya kaldera Gunung Toba. Kebayang dahsyat letusannya dulu. Debu vulkaniknya saja sampai bermusim-musim lamanya, menutupi sinar matahari, memusnahkan banyak spesies makhluk, termasuk manusia. Entah seperti ini, bencana dahsyat kelak untuk mengurangi populasi manusia dari lebih 7 miliar ke 3 miliar saja. Pulau Sumatera masih kerap dilanda gempa setelah tsunami terbesar di Aceh tahun 2004. Magma panas masih aktif bergolak di bawah sana, mencari celah keluar untuk melepaskan ketegangannya. Kita hidup di atas cincin api. Ring of fire. Jumlah penduduk besar, 263 juta jiwa ( lahir 5 juta bayi tiap tahun ) dikurangi secara alami oleh rentetan bencana, selain asap rokok, penyakit dan kecerobohan manusia. Apa kita belajar dari semua kepahitan ini ? Apa kita masih tak berdaya ?

KM LM KANDAS DI PERAIRAN SELAYAR.

Hari Selasa itu, isu pelayaran zero accident tengah disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika melantik 68 Perwira Pandu Tingkat II Angkatan XL Tahun 2018 di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat. Menhub Budi meminta para Perwira Pandu mengutamakan keselamatan, sehingga peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di Danau Toba saat melaju dari Simanindo menuju Tigaras, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) lalu, tidak terulang.

Namun, bersamaan dengan pelantikan nakhoda bergengsi itu, Kapal Motor (KM) Lestari Maju justru kandas di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WIB. Kapal itu juga membawa gaji PNS sebanyak Rp 30 Miliar, karena tak ada angkutan lain saat itu di sana ( uang terbungkus rapat, sebagian besar masih kering ketika ditemukan ).

KM Lestari Maju kandas merenggut 24 korban tewas dari 164 penumpangnya. 74 penumpang selamat. Sebanyak 144 penumpang terdaftar di manifes, 20 tak terdaftar meski beli karcis.

Kapal motor Lestari Maju kandas, diduga karena lambung kapal bocor. Kapal besar berkapasitas 139 penumpang, 20 mobil, 30 truk ini pada Selasa petang ( Prime Time News, 3/7/2018) semula miring. Agar tak tenggelam, nahkoda mencari pulau terdekat untuk menyandarkan kapal 3 tingkat ini. Sebanyak 139 orang dan 48 unit kendaraan terjebak di pesisir Kabupaten Bulukumba. 41 orang diantaranya belum ditemukan

Tm gabungan, terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas), BNPB, serta aparat lainnya, sejak KM Lestari Maju dilaporkan kandas pukul 14.30 WITA langsung bergerak mengevakuasi korban.
Selama lebih dari delapan jam, sekira pukul 23.00 WITA, tim berhasil mengevakuasi 98 penumpang, antara lain penumpang selamat sebanyak 74 orang dan korban tewas sebanyak 24 orang. Manifes menyebutkan : jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan.

Beberapa penumpang dengan jaket pelampung sempat siaran live dengan kamera ponselnya untuk mengabarkan situasi genting mereka ke daratan. Era medsos sudah mendarah daging rupanya.

TERJEBAK DI GUA THAILAND

Pelatih sepak bola bersama 12 muridnya ( usia 11-16 tahun ) yang terkurung dalam gua bawah tanah selama 2 minggu di Thailand juga minta tolong dari ponsel yang dibawanya. Mereka terjebak air penuh lumpur setelah hujan deras sehingga sulit keluar gua. Mata dunia tertuju pada mereka dengan drama penyelamatannya.

KM SB TENGGELAM DI DANAU TOBA

Dua minggu sebelumnya, sekitar pukul 15, Senin sore, 18/6/2018, pelabuhan di Kabupaten Samosir sudah sepi. Tinggal kapal motor Sinar Bangun yang akan berangkat menyeberang. Danau Toba, satu dari 10 daerah tujuan wisata yang sudah ditetapkan pemerintah, sehari setelah lebaran, mencatat tragedi sedih Senin itu. KM SB berkapasitas 43 penumpang, berpelampung 45 buah, dalam cuaca buruk ( ada peringatan BMKG jangan berlayar, karena hujan angin dan gelombang tinggi ) toh memaksa berangkat tanpa manifes ( daftar penumpang ). Rupanya pelayaran rakyat di sana terbiasa tanpa syahbandar dan manifes. Sudah biasa mengangkut banyak, bahkan lebih banyak dari ini, aku nahkoda sekaligus pemilik kapal yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Cuaca ekstrim dari perubahan iklim membuat anomali yang tak diduganya, juga banyak orang. Jika kita tak jaga alam maka alam menelan kita. Seberapa tahan dengan kerusakan alàm berikutnya ?

Pukul 17.15 kapal over kapasitas itu lalu tenggelam dan menyeret lebih 180 penumpangnya ke bawah danau. Awalnya, 3 orang diketahui tewas,18 berhasil selamat, termasuk nahkoda kapal. Lainnya lenyap. Bangkai kapal termasuk ratusan orang yang terjebak di dalamnya, tak diketahui posisinya sampai seminggu kemudian ( Prime Time News, 20/6/2018 ). Salah siapa ? Mari kita tanya pada badai tropis.

REGULASI & EVALUASI PELAYARAN

UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan permenhub no.37 sudah mengatur rinci kegiatan pelayaran rakyat ini. Calon penumpang harus membeli tiket sebelum masuk terminal. Nahkoda kapal menyobek karcis sebagai bukti manifes yang dilaporkan ke syahbandar sebelum nahkoda diijinkan berlayar olehnya. Jika cuaca tiba2 berubah buruk, syahbandar bisa membatalkan izin tsb. Nyatanya yang terjadi Senin itu, sekitar 200 penumpang baru bayar setelah masuk kapal yang berlayar tanpa manifes pula.

Hal ini seperti biasa terjadi, bahkan tidak di danau itu saja. Kemana pengawasan dan penegakan hukumnya ? Pelayaran diurus negara, menurut regulasinya. Pihak terkait tenggelamnya kapal SB harus dihukum tegas agar ketamakan dan kecerobohannya tidak ditiru di tempat lain.
Nahkoda sekaligus pemilik kapal, kepala pelabuhan, 2 pegawai dishub kabupaten Samosir sudah ditetapkan tersangka. Pelanggaran regulasi pelayaran dihukum 5 tahun penjara. Jika sampai terjadi kecelakaan, dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika menyebabkan kematian dihukum penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Aturannya, ijin kapal dengan bobot 7 gross ton diurus dishub kabupaten. Di atas itu, dan pelayaran antar kabupaten diurus dishub provinsi. Rencananya, dalam 2 tahun ini akan ada 6 kapal dari pemerintah dan swasta berbobot 300 gt untuk 300 penumpang dan 300 pelampung untuk Danau Toba, kata menhub Budi Karya. Irjjen kemenhub lalu mengumpulkan semua dishub dan nahkoda di wilayah Danau Toba untuk evaluasi dan pendampingan perbaikan kualifikasi kapal, kualitas manajemen operator pelayaran/ syahbandar dan nahkoda kapal. Tm ad hoc untuk akselerasi perbaikan pelayaran danau Toba ini akan bekerja sekitar sebulan.

USAHA PENCARIAN KORBAN TENGGELAM

Sekitar 900 petugas dari Basarnas, Polri, TNI, KNKT, Kemenhub dibantu masyarakat, masih terus mencari korban. Penyelam hanya mampu mencapai kedalaman 50 m. Alat deteksi yang dimiliki Basarnas hanya sampai 300 m. Alat deteksi multibeam sonar TNI-AL bisa menjangkau hingga 2000 m. Instrumen ROV dari BPPT bisa menjangkau sampai 5000 m. Citra satelit kemudian memberitahu kita, dasar Toba sedalam 1600 meter ! Plus foto sepeda motor, tali kapal dan jasad tak utuh di kedalaman 450 meter. Nyangkut di sebuah ceruk. Jaring pukat yang mencoba menarik bangkai kapal gagal mengangkatnya. Lewat seminggu jasad pasti sudah hancur dan kapal kuatir terperosok lebih dalam.

Keluarga korban akhirnya melepas kepergian orang2 tercinta mereka dengan doa bersama dan tabur bunga di Danau Toba, bersama tim penyelamat. Monumen KM SB kemudian dibangun untuk mengenang para korban tragedi tsb. 164 korban tenggelam akan mendapat santunan Rp 50 juta dari Jasa Raharja yang diterima keluarganya. Korban luka dapat santunan Rp 20 juta.

Tiga prinsip yang dipegang teguh tim Basarnas : negara hadir, tim bekerja all out, dan bekerja dengan hati. Tak heran, Basarnas. termasuk tim penyelamat top dunia. Terlatih dengan aneka bencana yang silih berganti menyapa negeri cincin api ini.

KAPAL NELAYAN TENGGELAM

Di tempat lain, kapal nelayan yang digunakan mudik tenggelam di kepulauan Riau karena ombak besar. Satu anak tewas, satu ibu hilang, 11 penumpang lainnya selamat ( Prime Time News, 24/6)2018 ).

SERBUAN BUAYA

Di dermaga pondok Gayo dan Kali Grogol, Jakarta dotemukan 3 buaya. Setelah sebelumnya ditemukan buaya di Ancol. ( Prime Time News,, 26/6/2018 ). Menyusul berita wanita tewas dimakan buaya di sungai dan wanita tewas dililit ular piton di hutan. Para buaya dan ular ini terganggu habitatnya lalu memangsa atau ada sabotase asing dan persaingan bisnis ?

40 KAPAL TERBAKAR DI BENOA, BALI. Manajemen sandar ?

Angin kencang yang dibawa badai tropis juga menyebabkan 40 kapal dari beberapa perusahaan di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Bali, Senin sekitar jam 2 dini hari ( 9/7/2018 ) terbakar hebat.

Jarak antar kapal sangat rapat sehingga petugas kebakaran kesulitan memadamkan api.
Suara dentuman terdengar sesekali dari kapal yang terbakar. Kepulan asap tebal pekat terus membumbung tinggi. Ratusan nelayan dan karyawan gudang ikan menyaksikan kebakaran ini dari pinggir dermaga.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 125 Miliar.

Api masih terus muncul di bagian fiber, dekat tangki solar, kata Beni, seorang ABK. Proses pembasahan terus dilakukan setelah petugas BPBD Kota Denpasar dan Kabupaten Badung ditarik meninggalkan lokasi. Namun angin kencang dan posisi sejumlah kapal yang sulit dijangkau membuat titik2 api muncul lagi, kata Mustajib, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa. “Pemilik kapal harus memperhatikan manajemen sandar kapal. Kapal seharusnya diposisikan sedemikian rupa agar jika terjadi keadaan darurat ada akses untuk pergeseran kapal,” sambungnya.

KAPAL TENGGELAM DI KEP. SERIBU

Kapal Rafelia 2 juga bocor di Kepulauan Seribu. Enam wisatawan hilang. Detik-detik tenggelamnya kapal juga ada videonya.

Aneh ya bangsa ini. Selain gemar selfie, senang juga mendatangi lokasi bencana bak tempat wisata baru, sampai berbondong-bondong. Lebih takut dibilang tak gaul daripada tenggelam. Anda tebak Danau Toba makin ramai atau sepi setelah tragedi ini ? Benar2 Indonesiana.

GRATIS BALIK NAMA & BEBAS DENDA STNK SEKEN. Kadieu..kadieu..!

Ada kabar gembira buat pemilik kendaraan seken/ bekas. Biaya balik nama dan denda pajak kendaraan dibebaskan pemprov Jabar dari 1 Juli sd 31 Agustus 2018. Program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB dilakukan waktu pemilik bayar pajak, salah satunya di Kantor Samsat Jawa Barat Jalan Soekarno-Hatta Nomor 528, Kota Bandung, sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 973/147-Bapenda Tentang Pemberian Pembebasan Pokok dan Sanksi Administratif berupa Denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kebijakan ini diluncurkan karena banyak orang beli kendaraan tapi belum
banyak yang melakukan. balik nama kepemilikan.
Jadinya pihak berwenang susah untuk mengindetifikasi kendaraan, terlebih jika digunakan untuk kejahatan. Juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pajak kendaraan jadi penyumbang terbesar PAD di Jawa Barat ( pantas jalanan macet ). Targetnya, Rp 750 miliar.

Program khusus pemilik kendaraan roda dua dan empat di Jawa Barat ini tahun 2016 ( 3 bulan ) meraih Rp 900 miliar, kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dadang Suharto. Untuk PKB dibebaskan dendanya saja, tagihan pokoknya tetap bayar.

Berkas yang diperlukan/ dibawa pemilik untuk mendapat program keringanan ini :

1. BPKB (asli dan fotokopi)

2. STNK (asli dan fotokopi)

3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)

4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)

5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)

6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.

Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.

Prosedurnya :

1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).

2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.

3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).

4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).

5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.

6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).

7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).

8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).

9. Menunggu STNK dan pelat nomor.

10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan pelat nomor baru.

11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.

12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Nah, selamat mengurus. Semoga cepat beres ya.

HUKUM LEBIH TAJAM BAGI AKBP MY, SEHARUSNYA.

Polri cemerlang saat menjaga Ramadhan 1439 H, lebaran, pilkada 2018 dan memburu teroris. Kapolri Tito juga serius melakukan reformasi dan perbaikan sehingga citra polisi terus membaik. Profesional, modern, terpercaya. Siip !

Nun jauh di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, seorang perwira menengah, AKBP MY menghajar dengan sandal 2 wanita bersama seorang anak yang ketahuan mengutil barang di mini market miliknya senilai Rp 600 ribu. Mereka selain babak belur juga digaruk ke sel dan dihukum sebulan penjara. MY dicopot dari jabatannya, dimutasi ke tempat lain setelah video kekerasannya itu viral di media sosial. Bagaimana kalau tidak ada yang berani merekam dan mengunggahnya ke internet ? Lewat saja.. ( dengan bukti video, itu bukan delik aduan lagi, tapi delik umum, langsung disidik ).

Pemirsa EMI ( MetroTV, 14/7/2018 ) curhat pada host Leonard Samosir, tentang arogansi penegak hukum yang juga terjadi 3 hari lalu di Bali, di NTT tahun 2015, dan beberapa waktu lalu di Mabes TNI-AL ( wartawan yang dikeroyok kapten N dan 8 rekannya ) yang bakal menular ke penegak hukum lainnya jika tidak dihukum jera.

Kriminal membunuh penegak hukum, dihukum lebih berat. Penegak hukum yang melanggar hukum, mestinya juga dihukum lebih berat, karena ia tahu benar konsekuensi hukum dari setiap tindakannya. Beda orang tahu dengan tidak tahu kan ? Ulama diazab lebih berat dibanding maling ayam jika sama2 mendzalimi hak orang lain. Kemampuan besar, diuji dan dituntut tanggung jawab lebih besar. Hukuman berat ini untuk mengingatkan penegak hukum lainnya agar tak jumawa menyalahgunakan kewenangan. Licence to kill atau mandat senjata dari rakyat ini untuk melindungi, menjaga dan mengayomi rakyat, bukan mengintimidasi dan menghajarnya. Wanita pencuri kelas teri, apalagi ( kalau koruptor kelas kakap, silakan dihajar seperti itu kalau mau, seloroh pemirsa ).

Ini soal keadilan visual. Maling ayam digebuki massa ( yang lain keburu mati hangus dibakar ) lalu diborgol dan dipenjara 2 tahun. Koruptor miliaran rupiah dikawal ke mana2, dijemput pakai mobil bagus, dadah2 salam metal karena tak diborgol, lalu dipenjara, rata-rata 2 tahun juga. Adegan tidak adil yang berulang-ulang itu akan mengendap di bawah sadar rakyat, berbuah untrust ( jika terus dibiarkan ). Siapa yang bisa menang melawan/ mengamankan rakyat yang tak percaya pada institusi keamanannya ? ( jangan tanya pada rumput yang bergoyang ). Ini yang terus dicoba dilakukan para teroris dan para ekstrimis agama agar negeri ini chaos lalu mereka kuasai. Kita bukan mereka, tentu saja. Tapi APH ( aparat penegak hukum ) juga jangan mengundang chaos dengan sikap arogannya.

Kita tidak sedang membela pencuri. Pencurinya silakan diproses sesuai hukum yang berlaku, tapi polisi MY juga dihukum secara pidana karena main hakim sendiri ( tak hanya sanksi administrasi ). Supaya dia dan para polisi lain di posisinya, punya jangkar memori kuat jika sampai berani melakukan kekerasan tidak pada tempatnya. Untuk menjaga kepercayaan publik, bahwa alat keamanannya, benar menjaganya dan bisa memberi teladan dalam menegakkan hukum.

Polisi diadili di pengadilan sipil. Tentara diadili di pengadilan militer. Polri dan TNI ( dalam ABRI ) selama 32 tahun Orba dilatih secara militer. Setelah dipisah oleh Reformasi tahun 1998, apakah pendidikan fisik militeristik-nya polisi sudah banyak berubah ? Apa tes psikologinya sudah benar2 diperketat saat rekrutmen baru, promosi jabatan dan diamanati senjata api? Yang cenderung jumawa dan merasa berkuasa setelah itu mestinya bisa terdeteksi sejak awal dan tidak diloloskan. Modal utama polisi menjaga rakyat adalah trust, setelah itu baru yang lainnya, terakhir baru senjata. Well, insiden ini sentilan buat Polri untuk bekerja lebih baik lagi. Saya, jenis yang menghargai 9 kebaikan dan mengeritik satu kekurangan untuk kemajuan Polri ( pemilih rasional ). Bukan jenis yang menggoreng satu kekurangan rival dan menyingkirkan 9 kebaikannya demi syahwat politik ( pemilih fanatik ). So, Polri tetap semangat ya..!

HARGA TELUR MAHAL

Saya terheran melihat harga telur Sabtu kemarin ( 7/7/2018 ) bisa menembus Rp 28.000 per kg. Padahal Ramadhan 1439 kemarin bisa Rp 20.000 kg. Usut punya usut, ternyata
harga relur dan ayam mahal saat ini karena terimbas kenaikan harga baku pakan dan vitamin ayam yang dipengaruhi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Harga ayam sampai tembus Rp 40.000 per kg di Cirebon.

Ayam banyak yang mati karena sakit, kedinginan diterpa angin kencang. Sementara demand/ permintaan masih tinggi.
Dinas peternakan dan pertanian Kota Bandung akan bekerjasama dengan Blitar untuk suplai telur dan Priangan Timur untuk suplai ayam agar harga telur dan ayam kembali normal ( PRRSNI, 13/7/2018 ).

Semoga badai tropis segera berlalu, dan menkeu dan BI bisa mensiasati nilai rupiah tetap stabil dari fluktuasi mata uang asing itu ( aneka jurus The FED menguasai ekonomi dunia ).

HARGA TELUR NORMAL

Harga telur menjelang lebaran tahun 2017 terendah Rp 24.000 per kg di toko langganan saya. Tahun ini terendah Rp 20.000 per kg. Wah, surprise, karena di awal Ramadhan sempat menyentuh Rp 26.000 per kg. Tak heran, di acara Q & A ( MetroTV, Rabu, 30/5/2018 ) Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan & Properti sempat dicecar ibu RT yang biasa belanja di pasar. Seperti sudah jamak di Era Reformasi ini menteri dikritisi rakyat jelata setajam itu ( hehe.. ).

Rupanya, sejak 2,5 bulan lalu ( 7/4/2018 ) presiden Jokowi sudah rapat intens mengantisipasi lonjakan harga tahunan ini. Kemendag sudah membuat sistem monitoring pasokan sembako dan aksi2 spekulan. ( EMI, 13/6/2018 ). Gudang stok, distributor utama dan sub distributor diawasi ketat. Siapa yang berani menahan pasokan ( mafia pangan ) dan melepasnya ketika harga sudah tinggi di masyarakat, akan ditindak tegas sebagai pedagang gelap. Kita dengar juga ( saya lihat polisi jaga di jongko kripik tempe ), satgas pangan yang dibidani kemendag dan Polri memantau ketersediaan bahan pangan dan lonjakan harga di pasar2. Di pasar, saya lihat meja Bulog dengan daging sapi seharga Rp 80.000 per kg. Hasilnya ? Harga pangan aman terkendali. Good job !

Infrastruktur jalan yang tambah banyak dan lancar selain meringankan perjalanan mudik 31,9 juta warga, juga membantu truk2 sembako dan pangan lain, hilir mudik menjalankan tugasnya. Yang dirasa masih mahal adalah cabe yang keriting dan cengek. karena sangat spesifik dengan lidah orang Sumatera atau Jawa ( tak bisa impor, harus tanam sendiri di dalam negeri ). Tapi cabe bukan komoditas utama ( meski sambal, menu ‘wajib’ lidah Indonesia ). Ketahanan pangan akan benar2 prima jika kita mampu menyediakan ( minimal ) sembako dari lahan dalam negeri. Swasembada.

Para petani konvensional mestinya diberi penyuluhan lebih kreatif untuk mulai menggunakan teknologi pertanian ( intensifikasi lahan ). Adakan regenerasi petani dari kalangan muda dengan mengedukasi dan membuat industri pertanian yang menjamin masa depan cerah bagi pemuda pemudi, pemilik masa depan negeri ini.

PIALA DUNIA & HARGA SAYUR.

Harga tomat biasanya Rp 3000 per kg dan brokoli Rp 8000 per kg di tingkat suplier. Namun, di awal pertandingan Piala Dunia kemarin sempat merosot menjadi Rp 1000 dan Rp 4000 per kg, kata Dadan di Lembang ( PR, 3/7/2018 ). Rupanya, pedagang memilih nonton bola sehingga pembeli sayur terabaikan. Stok berlebihan pun dihargai murah supaya laku. Daya beli masyarakat pun masih kurang setelah lebaran.

Pertanian rata2 mengandalkan air hujan. Pada musim kering, banyak hama kupu2 dan ulat yang menyerang kol karena jarang disemprot air sehingga produksi kol bisa merosot hingga separuhnya.

Petani Ade berharap pemerintah membuat program sumur bor di Desa Cibodas, Lembang, yang perlu dana besar agar petani tak kesulitan air lagi. Selama ini, Ade mengandalkan langganan air dari pihak desa yang dibagi dengan konsumsi sehari-hari. Sedang letak sungai jauh dan harus pakai penyedot air, jelasnya. Semoga usai pembangunan puluhan bendungan dan irigasi nanti bisa mengatasi problem para petani seperti Ade. Amin.

BERKAT JUARA KONTES DOMBA , KETEMU PRESIDEN DI ISTANA. Duh.. bangganya.

Bulan Juli ini dimulai lagi kontes domba memperebutkan piala presiden ( pertama tahun 2016 ) untuk tingkat provinsi, meliputi 4 kategori : Raja Daging, Ratu Bibit, Raja Petet, dan Raja Pejantan, agar suplai daging di tanah air terpacu.

Tata Iriawan, warga Kampung Cipadagirang, RT 1 RW 1, Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung Barat, setelah 28 tahun jadi PNS, bisa bertemu presiden, berkat domba garut-nya yang bernama Mutiara.

Awalnya, Tata senang melihat seni ketangkasan domba garut. Mantan Camat Dayeuhkolot ini lalu mencoba jadi peternak domba ( tahun 2009 ), dimulai dengan 3 ekor betina dan 1 ekor jantan, sampai berkembang jadi 100 ekor domba.

Harga domba2 garutnya lalu melambung setelah juara kontes. Wah, beruntung benar pria yang menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung ini.
Lebih separuh dombanya berprestasi : juara kontes ternak tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tahun 2013, Tata menang di 4 kategori tsb. Harga dombanya terdongkrak hingga lebih Rp 100 juta per ekornya.

Sekitar Rp 10 juta yang dikeluarkan Tata untuk merawat sekitar 100 dombanya ( Rp 3.500 per hari per ekor ). Sekarang, 1 dombanya bisa dijual Rp 25 juta. Wah, asyik ya.. Apalagi waktu melihat ekspresi presiden Jokowi yang terkagum-kagum melihat domba2 garut itu. Bikin para peternak bangga dengan daerahnya.

Anda tertarik piara domba dengan hati, ikut kontes ternak, juara, lalu salaman dengan presiden di Istana Bogor seperti Tata ? Mangga..

PPDB ZONASI & LULUSAN SMK GO INTERNATIONAL. PINTU TERTUTUP, TERBUKA DI TEMPAT LAIN.

Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Sistem zonasi yang diterapkan tahun ini adalah hasil evaluasi pendidikan tahun2 sebelumnya, di mana keadilan bagi si miskin belum terakomodasi. Mereka yang termarginalkan di pinggiran dan terdampar di pesantren megap2 lalu mengidap virus radikal bisa dikurangi dengan sistem zonasi yang terus diperbaiki mendekati ideal ( EMI, 11/7/2018).

Dulu, sekolah favorit hanya bisa dijangkau anak pintar dan kaya dari seluruh Indonesia. Anak pintar tapi miskin, meski tinggal di belakang sekolah tsb ditolak masuk. Kepala sekolah dan guru2 berkualitas ( kebanyakan dari luar daerah tsb ) menjadi penentu utama diterimanya peserta didik baru. Sekolah negeri umumnya bermutu dan terjangkau karena dibiayai negara. Dengan jumlah bangku tak sebanding jumlah peminatnya lalu sekolah negeri favorit jadi rebutan orang. Berlaku hukum rimba, siapa yang kuat ( dananya, pengaruhnya ) itu yang diterima. Sekolah swasta yang swadana dan kalah bersaing mutu akan ditinggalkan siswa lalu tutup. Kesenjangan sosial kian lebar.

Sistem rayoninasi juga masih menunjukkan ketimpangan itu. Anak miskin apalagi IQ pas-pasan, masih terpinggirkan karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Yang kaya ( berpotensi ) makin kaya karena memenangkan kompetisi masuk sekolah bagus dan terjangkau untuk anaknya ( investasi masa depan ). SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu ) yang laris diborong orang tua mampu yang terjadi Juli ini juga terjadi tahun lalu, meski kemudian diancam masuk penjara ( karena mencuri subsidi/ kuota anak miskin ).

Kini, sistem zonasi menetapkan kuota anak miskin sekitar 20% yang harus diterapkan pihak sekolah ( tak jadi penentu utama lagi ). Sesuai peraturan mendikbud, yang diterapkan PPDB Kabupaten Bandung, jalur zonasi akademis dialokasikan 90%, jalur ekstra kurikuler 5%, jalur afirmasi 5% ( HU. Pikiran Rakyat, 3/7/2018)

Sekolah negeri diprioritaskan bagi anak yang berdomisili dalam radius 1.000 meter dari sekolah tsb. Jika ada 2 anak miskin dalam jarak sama maka dipilih yang lebih pintar. Jika keduanya sama pintar, maka yang lebih dulu mendaftar yang akan diterima sekolah.

Kisruh protes masih terjadi di sejumlah wilayah. Peraturan baru apalagi yang kurang sosialisasinya memang kerap menimbulkan pro dan kontra.
SKTM mestinya dicek sekolah bagaimana kenyataannya di lapangan. Bisa dilihat tagihan listriknya ( jika berdaya 1300 KWH ke atas artinya ortu cukup mampu ). Jika punya rumah sendiri, tak lagi ngontrak, artinya ia cukup mampu untuk bayar sekolah swasta yang bagus ( yang menerapkan subsidi silang dari siswa kaya ke siswa tak mampu) atau sekolah agak jauh dengan biaya ekstra untuk transpor atau asrama. Dan sejumlah variabel lain yang bisa dicek dengan mudah lewat internet ( seperti tagihan listrik yang bisa dilihat di web PLN dengan meng-input ID pelanggan).

Sekolah yang tak mengecek kebenaran SKTM bisa diberi sanksi oleh Disdik dan kemendikbud. Oknum kepala sekolah yang pungli ( seperti menarik uang gedung, seragam, iuran perlengkapan sekolah ) saat PPDB juga dikenai sanksi sesuai UU Aparatur Sipil Negara. Orang tua siswa dan aparat desa/ kelurahan yang menyalahgunakan SKTM juga dihukum. Siswa dikeluarkan jika ketahuan masuk dengan SKTM palsu/ tak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Integritas dan moralitas ditanamkan sejak dini agar tunas bangsa ini tak bermental korup dan licik di fase berikutnya.

Di DKI, kuota 35% dari jumlah bangku yang ada di sebuah sekolah negeri disediakan untuk umum termasuk siswa dari luar kota. 15% untuk anak miskin di zona sekolah tsb. Jadi prosentasenya tidak kaku, masih ada ruang bagi otda untuk mengaturnya. Prinsipnya, aturan zonasi untuk keadilan akses pendidikan ini diakomodasi searif mungkin dengan melihat big picture-nya: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ( meminimalisir benih2 radikalisme/ kecemburuan sosial yang memecah belah bangsa ) . Ada sekolah negeri yang kurang fasilitasnya sehingga berpengaruh pada hasil Ujian Nasional ( UN ). Dari evaluasi, nilai UN bukan lagi penentu kelulusan siswa, melainkan lebih dilihat sebagai pemetaan bantuan negara. Jika nilai bahasa Inggrisnya jeblok, berarti fasilitas lab bahasa sekolah itu kemungkinan belum ada sehingga perlu dibuatkan pemerintah. Lebih arif ke sininya kan ? Jadi para orang tua cobalah lebih berpikir positif atas kebijakan zonasi ini. Lebih sabar dengan proses perbaikannya dengan memberi imput saran yang baik secara sopan pada pihak sekolah, kepala daerah/ dinas pendidikan dan pemerintah pusat/ kementerian pendidikan. Semangat mengembangkan diri mestinya lebih dijiwai siswa dan guru sehingga bisa unggul dan bermanfaat di mana saja. Sekolah favorit atau biasa. Sekolah negeri atau swasta.

Banyak lulusan SMK yang bersinar di kancah nasional, bahkan internasional. Dian Pelangi, salah satunya,. Usia SMP, ia masuk pesantren. Usia SMA, dia masuk SMK jurusan Tata Busana. Setelah lulus, wanita berjilbab ini selama 6 bulan jualan di kios Tanah Abang, lalu jualan di butik, lalu diundang menteri pariwisata ikut fashion week busana muslim di Sidney, Australia di usianya yang baru 18 tahun. Disusul ikut New York fashion week, Paris, London, Torino fashion week ( Kick Andy, 1/7/2018 ). Saking topnya, Dian bahkan diundang ceramah mode fashion di Universitas NewYork dan Havard University. Keren kan ?

Contoh lain, Bayu Skak ( sekumpulan arek kesel/ capek) lulusan SMK Jatim, kini mahasiswa Seni & Desain Universitas Malang. Masuk SMK sekarang bisa meneruskan studi ke perguruan tinggi, lho. Sembari kuliah, Bayu punya job dan income bagus sebagai content creator dengan sederet karya animasi yang banyak dipuji.

Bagi yang tak diterima masuk sekolah favorit, jangan patah arang. Tekuni passion-mu lalu masuk SMK yang sedang digalakkan pemerintah di 4 fokus bidang pengembangan SMK menurut kemendikbud, yaitu: pertanian, maritim, industri kreatif, dan pariwisata. SMK wajib punya counter part dunia industri/ usaha yang sesuai dengan program studinya dan fleksibel dengan perubahan jaman. Bisa langsung kerja setelah lulus seperti Dian, atau melanjutkan studi sambil kerja seperti Bayu, tergantung semangat pengembangan diri kalian. So, tak diterima di sekolah negeri atau favorit, bukan akhir dunia. Tetap semangat !

SKYWALK MACAN TUTUL DI BANDUNG ZOO. Jalan Kebun Binatang No.6, Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Kebun Binatang Bandung ( Bandung Zoo ) berbenah untuk menarik pengunjung. Salah satunya, pembuatan jembatan sepanjang 75 meter bernama ‘Skywalk Macan Tutul’ agar pengunjung merasakan pengalaman baru. Melihat macan dari atas ini sambil lewat saja. Tidak untuk duduk2 santai, jelas Marketing Komunikasi Bandung Zoo, Sulhan Syafii.

Skywalk dimulai dari kandang macan tutul, lalu beruang madu, berlanjut ke kawasan karnivor lain. Tinggi skywalk sekitar 7-8 meter, lebar jalur jalan 180 cm dilengkapi pengaman penghindar bahaya. Disediakan pula 5 lokasi berfoto ( photo booth ) baru di sekitar kandang burung, onta dan kolam ikan.

Tahun 2017, selama 10 hari libur lebaran, Bandung Zoo dikunjungi
108.000 wisatawan. Lebaran kemarin targetnya 120.000 pengunjung. Dalam sehari bisa dikunjungi sampai 21.000 orang ( PR, 14/7/2018 )

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menitipkan macan tutul jantan berbobot 25 kg usia 1,5 tahun. Saat ditemukan, satwa ini terlihat kurus kurang makan. Setelah diberi 3 kg ayam, kondisinya terus membaik dan kerap mengaum pada petugas yang lewat kandangnya. Si macan kini berbulu mulus dan siap menyambut anda. Arrrghhhhh…..!!

LRT DI KOTA BANDUNG ? Bandung Planning Gallery ( BPG ), Jalan Aceh no.36.

LRT ( Light Rail Transit (LRT ), salah satu janji kampanye walikota Bandung yang belum terlihat karena berbagai kendala. Terakhir saya dengar, peletakan batu pertamanya akan dilakukan sebelum Kang Emil pindah kantor ke Gedung Sate, lalu dilanjutkan walikota terpilih berikutnya, Kang Oded. Kalau belum kebayang bentuknya kayak apa, anda bisa ke BPG, di samping Taman Sejarah ( buka Senin-Sabtu jam 9-16, rehat jam 12-13 ).

Di sana, anda bisa melihat ilustrasi sebagian koridor rencana Light Rail Transit (LRT) dan kereta gantung pada Augmented Reality. Ada virtual reality merasakan sensasi naik LRT. Penasaran ?

Anjungan perencanaan kota Bandung ini dimulai dengan mengisi data pengunjung di komputer di meja resepsionis. Setelah itu, di bagian utama terlihat gambaran besar kota Bandung dalam Maket Cekungan Bandung. Dengan video mapping, akan terlihat keseluruhan perencanaan Kota Bandung. Di dekatnya, layar interaktif memperjelas informasi dalam video mapping.

Di bagian kiri, terlihat gambaran Bandung Masa Lalu, Bandung Masa Kini, Area Bandung Kota Pintar, Mobilitas Urban, Solusi Kota Pintar yang mencerahkan.
Sedang di bagian kanan, terlihat Bandung Teknopolis dan Gallery Temporer. Kita bisa menulis aspirasi di sehelai sticky note dan menempelkannya pada kubah putih yang ditempeli aspirasi pengunjung lainnya. Atau menuliskan di layar digital.

Tersedia video animasi dan layar sentuh interaktif. Kita bisa berimajinasi tentang profesi kita di ‘Bandung Baheula’ dengan instalasi interaktif Augmented Reality. Pengen tahu ? Sempatkan mampir ke salah satu destinasi Kota Bandung ini ya..

CLOSING

Populasi bumi terus meningkat dalam deret ukur. Cadangan energi dan sumber makanan dunia terus menipis. Harga pangan terus melonjak ( ditambah faktor dolar AS yang menjadi acuan mata uang dunia, yang bisa mereka cetak sebanyak mereka mau tanpa jaminan emas yang cukup di bank ). Akan selalu terjadi inflasi tiap tahun. Setiap barang yang kita beli akan menggerus nilai rupiah terhadap USD karena ini ( ilusi dolar ). Beras bagus dulu bisa Rp 6000 per kg. Sekarang Rp 12.000 per kg. Dulu, jajan sekolah Rp 500 sudah kenyang. Sekarang Rp 5000 masih lapar. Lain dulu, lain sekarang ya..

Namun, ada titik di mana bumi tak lagi bisa menopang kerakusan manusia. Saat populasi bumi harus dikurangi dengan bencana dahsyat atau perang mengerikan ( 5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB punya senjata nuklir ). Atau keduanya sekaligus. Kita hanya bisa berikhtiar memperlambat terjadinya saat mendebarkan itu ( perang dunia ke-3, 4 dan kiamat ) dengan mengerem laju kerusakan lingkungan ( dengan penghijauan hutan dan lingkungan tempat tinggal, menggiatkan reduce-reuse-recycle barang yang kita gunakan, memanfaatkan energi terperbaharui seperti PLTB, panas bumi, sinar matahari, biogas ), memperjarang kelahiran ( KB ), mendistribusikan sumber ekonomi secara adil, menegakkan hukum dari tingkat desa sampai PBB dan terus memperbaiki kualitas demokrasi Pancasila kita sampai terpilih pemimpin dan penyelenggara negara yang amanah, cakap dan adil dalam mengelola sumber alam dan membagi manfaat pembangunan pada seluruh rakyat Indonesia. It’s a long, long walk… hard dan cloudy journey, people… Hold on, please.