Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Ekonomi’ Category

Dialog Papua Bersama Jokowi, Tokoh Senior, Tokoh Muda. Djarum vs KPAI. Revisi UU KPK ?

leave a comment »

“Anyone ?”. Saya ingat bertanya waktu itu ketika kita perlu superhero ala Indonesia. Joko Anwar menjawab dengan film besutannya “Gundala” yang tembus lebih 300 ribu penonton di hari kedua pemutarannya di bioskop tanah air. Wow.

Di “Q & A” ( MetroTV, 1/9/2019 ), sutradara penembus Hollywood dengan film “Pengabdi Setan” ini berdebat panas dengan Livi Zheng yang mengklaim menembus Hollywood juga dengan 2 filmnya. Joko resah dengan cara Livi mengkapitalisasi kekuatan jejaringnya untuk melenggang masuk ke jajaran elit dan akses pembelajaran calon sineas muda dengan ilmunya yang belum matang. Toh, Livi tetap pede dan timnya bak kafilah tetap berlalu.

Setali tiga uang, VK meski sudah dicabut paspornya oleh imigrasi, tetap pede mengunggah ( hoax ? ) foto sekarung ular di akunnya untuk provokasi berikutnya. Nyali gak ada matinye ( ada intel yang memasok keberaniannya ? Rekannya di LBH di TV saya lihat juga membelanya. Apa mereka tahu username dan password VK sehingga bisa ikut update status di situ ? )

Semar**, pemirsa EMI ( MetroTV, 11/9/2019 ) dari Papua pagi ini mempertanyakan 61 tokoh Papua yang tak dikenalnya, mewakili daerah mana ? ( seolah minta list nama tokoh dari 255 suku di Papua yang diwakili 61 tokoh yang diundang ke istana kemarin ). Gubernur Papua Barat merasa belum terwakili. Lenis menjelaskan 61 delegasi tsb sebagian dari aspirasi Papua ( menyusul yang lain di dialog berikutnya ).

Semar** mengungkit tentang danau di Sorong yang ( dituduhnya ) dibangun tanpa amdal. Tenda-tenda dibangun oleh walikota Sorong ( dituduhnya ) untuk Papua pendatang ( bukan orang asli Papua, akibat tuduhan ini walikota Sorong dilempar botol plastik oleh massa pendemo 19/9/2019 yang dikerahkan mantan BEM Univ. Cendra***** cs yang kemarin ditangkap Polda Papua ). Ormas UNLWP dan KMPB diduga mengerakkan AMP yang berjejaring di Nusantara dan luar negeri untuk demo ( sebagian tertangkap melecehkan bendera merah putih ).

VK yang studi S2 dengan beasiswa dari Kemenkeu di negeri tetangga masih aktif memprovokasi ( mengunggah foto sekarung ular yang dituduhnya dilempar ke dalam asrama mahasiswa Kalasan ). Polda Surabaya tak bisa mengklafirikasi karena tak ada aduan sehingga tak masuk ke asrama untuk menyidik. Kenapa Kominfo tak men-take down akun sebelum VK memprovokasi lagi ? Polda akan mengirim “red notice” ( interpol menangkap ) ke aktivis LBH ini 6 hari setelah surat panggilan ke-2 dari Polda masih tak diindahkan VK.

Frans ( mengaku orang asli Papua ), pemirsa EMI dari Jakarta mengatakan ada 4 hal yang mereka kritisi : kesenjangan ekonomi antara Papua pendatang dan orang asli Papua mestinya diperbaiki segera, kesenjangan antara Papua dan luar Papua diperbaiki, pelanggaran HAM berat di Papua diselesaikan ( MK sudah mencabut Komisi Kebenaran & Rekonsiliasi sehingga UU Otsus tahun 2001 perlu direvisi sesuai perkembangan hari ini, seperti halnya UU KPK tahun 2002 yang sudah berlangsung 17 tahun. Penertiban separatis diperbolehkan hukum internasional dan konstitusi ). Frans berpendapat integrasi Papua terus dipersoalkan sejak 18/8/1945 dan bom-nya pada 19/8/2019. Keempat, sejarah integrasi Papua harus dibeberkan secara benar dan jelas ke generasi penerus ( bukan versi BW/ zionis AS ya ).

Ada 9-10 permintaan 61 delegasi Papua yang bertemu Jokowi di Istana ( Prime Time News, MetroTV, 11/9/2019 ). Salah satunya, dibangun Istana agar presiden Jokowi yang sudah 12 kali ke Papua bisa berkantor dan memantau pembangunan di Papua. Jokowi setelah nanya ke menkeu ( apa ada uangnya ? ) baru bisa menjawab menyanggupi tahun 2020. Lalu, seingat saya, walikota Jayapura konpers akan menyiapkan lahan 6 hektar plus sertifikatnya untuk pembangunan istana tsb. Delegasi itu juga minta 5 daerah otonomi baru ( BOD, ketularan Jabar ya. Jabar berpenduduk terbanyak, Papua berlahan terluas ).

Terlihat fenomena : generasi muda melek digital seolah terpisah/ mengkritisi generasi tua. Joko vs Livi. Lenis vs Semarga. Numberi vs Frans. Polri vs VK. Sehingga tokoh muda ( 20-25 tahun ) yang lahir setelah Otsus dan mengenyam pendidikan tinggi di dalam dan di luar negeri serta merasa kuat dengan jejaringnya perlu diajak dialog dengan Jokowi juga. Miris kan kalau anak muda Papua yang melek digital berkat Palapa Ring dan studi S2 ke luar negeri dengan keringat pajak kita dan sumber alam Nusantara tak hanya Papua, lebih percaya sumber asing/ zionis yang berambisi menguasai dunia di bawah kakinya, lalu menyiapkan panah, batu, tombak, parang untuk menyerang aparat yang menertibkan demo rusuh yang mereka rencanakan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Menyedihkan.

Ada yang hilang dalam sistem pendidikan di Papua dan Nusantara. Sejarah Indonesia ( termasuk integrasi Aceh, Papua, Maluku, Timor Timur ), Pendidikan Moral Pancasila ( PMP ), Budi Pekerti dan Bela Negara sejak dini ( umur 7 tahun saya sudah baca buku dan berbaris paling depan tiap upacara bendera ) perlu diajarkan kembali dengan interaktif/ kreatif sehingga meresap dan mereka tak mudah terkontaminasi dengan konten-konten asing plus agenda sesatnya. Rajin baca buku bermutu membantu kita jernih bernalar sehingga tak begitu saja menelan mentah-mentah informasi dari pihak musuh yang berkamuflase seolah sedang membela mahasiswa Papua, atau pengikut ormas radikal. 3000 pendemo di depan Bawaslu pada 21-22 April 2019 lalu meski tak mengalami kesenjangan ekonomi seperti Papua toh tetap menentang institusi negara ( disusul massa perusuh dari ormas radikal yang bergabung di 02. Bedanya demo di Papua, demo + rusuh + senjata dilakukan satu pihak/ BEM-AMP )

Lihatlah, banyak negara di Afrika yang masih miskin sampai hari ini aman damai saja ( mereka tak diutak-atik karena bukan ancaman bagi ambisi zionis. Bandingkan dengan Indonesia yang berpenduduk terbesar ke-4 dunia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah sampai 350 tahun diperebutkan negara kuat, bisa anda bayangkan bahayanya jika kita bersatu dan lebih kuat ? Mahasiswa Papua perlu melihat dari perspektif ini sehingga cover both side ketika mendapat informasi dari luar. Banyak kerusakan lingkungan dan daerah tertinggal di Nusantara nan luas ini, bukan hanya di Papua atau karena anda Papua, tapi karena kualitas SDM memang belum merata ( dampak Jawa Sentris masa Orba ), dan sekarang sedang diupayakan diratakan oleh pemerintahan Jokowi ).

So, problem utama di sini adalah hoax post truth yang masif di beragam kanalnya ( emosi dimainkan kaki tangan zionis untuk menjungkirbalikkan fakta kebenaran ). Tak sedikit lulusan S-3 sekali pun yang termakan hoax dan terpapar paham radikalisme jadi anti pemerintah karena tak paham sejarah, agama dan geopolitik global sebelumnya.

Untungnya, Indonesia sudah pengalaman berdialog ketika integrasi Aceh, konflik Maluku, krisis Rohingya-Myanmar, konflik Mindanau, Filipina, dsb, dan berhasil. Kita optimis dialog dengan masyarakat Papua juga bisa membawa aman damai Papua dalam jangka panjang. Sepanjang hayat dikandung badan, dialog seumur hidup selama Papua dan Papua Barat bagian tak terpisahkan dari NKRI. Seperti kita selama ini berdialog tentang cita-cita bangsa Indonesia dengan presiden dan para wakil kita di parlemen, di dalam atau di luar istana.

Dalam konteks ini, Istana Negara/ presiden di Papua cukup relevan. Yang lebih penting mahasiswa/ generasi muda Papua punya trust terhadap Indonesia ( melebihi pihak asing/ imperialis yang selama ini menyengsarakan bangsa Indonesia. Pihak asing yang menanamkan kecurigaan/ hoax tsb tak membangun/ berkontribusi apa-apa pada kemajuan Papua selama ini. Indonesia yang berkeringat dan berdarah untuk eksistensi Papua, juga menyekolahkan generasi mudanya. Catat itu ). Dalam perspektif yang sama ini ( percaya Indonesia bisa atasi masalahnya tanpa intervensi/ fitnah pihak asing ) mari kita berdialog. Presiden akan bertemu dengan tokoh muda Papua, sampaikan pemikiran anda berbasis data valid ya… ( dan berjiwa besar untuk mendengar petuah para senior seperti kata narsum muda Papua di Prime Talk kemarin yang merefer sejarah Papua dari Freddy Numberi ). OK ?

***

REVISI UU KPK

Banyak yang pro dan tak sedikit yang kontra dengan revisi UU KPK yang sudah berusia 17 tahun ini. Dunia makin kompleks, modus korupsi makin canggih. Ada 10 item usulan yang menurut KPK, LSM dan sebagian pendukungnya dianggap bisa melemahkan lembaga anti rasuah tsb. Menurut Asrul Sani ( sekjen PPP ) ada 5 poin usulan yang sudah diajukan ke presiden ( Prime Time News, MetroTV, 9/9/2019). Asrul bahkan usul KPK diberi kewenangan mengeksekusi putusan ( tak hanya pencegahan, penindakan, penyidikan, penuntutan ).

Sedangkan narsum EMI ( MetroTV, 9/9/2019 ) mengatakan, revisi UU KPK diperlukan dalam hal pembentukan Dewan Pengawas ( diisi para mantan komisioner KPK, seperti Kompolnas di kepolisian, Komisi Yudisial di kehakiman, Komisi Kejaksaan di kejaksaan.Tak ada lembaga yang bisa mengawasi dirinya sendiri ), kewenangan SP3 ( mengatasi para tersangka yang nasibnya menggantung sampai 4 tahun karena ketakcukupan bukti. Kelak jika ditemukan bukti baru bisa ditersangkakan lagi ), dan ketentuan ASN ( agar pegawai KPK tak bisa lagi menolak/ berpolitik terhadap pimpinan baru seperti yang terjadi pada periode saat ini. Sebagian berpendapat KPK adalah lembaga independen yang melaksanakan sebagian tugas eksekutif. Sebagian lain menganggap KPK cabang pemerintah/ ketua KPK setingkat menteri, pembantu presiden ).

Sedangkan orang KPK sendiri menganggap UU KPK tahun 2002 masih memadai, dan ingin UU Tipikor yang direvisi.

Sebagian pengamat berpendapat agar KPK lebih fokus pada pencegahan dan supervisi ( meski kurang ‘seksi’ bagi media ) sehingga lebih menghemat anggaran negara ( kerugian negara belum terjadi, tak perlu berperkara di sidang pengadilan, tak perlu membangun lapas koruptor lagi ).

Ada 4 jenis kejahatan korupsi ratifikasi PBB yang belum masuk UU KPK, diantaranya, memperkaya diri secara ilegal, suap pengusaha swasta, dan memperdagangkan pengaruh ( EMI, 21/8/2019 ) yang bisa masuk revisi UU KPK nanti.

Revisi UU KPK, Revisi KUHP, RUU Pidana Kekerasan Seksual bisa di-carry over oleh DPR periode selanjutnya ( 2019-2024 ) jika masih terjadi silang pendapat dan problem sinkronisasi yang belum selesai dalam waktu tersisa kurang dari sebulan ini, agar tak langsung di-judicial review atau bermasalah ketika diterapkan aparat ( Q & A, MetroTV, 8/9/2019 ).

PENGAWAS INTERNAL MA MANDUL ?

Internalisasi nilai dalam penegakan hukum perlu dilakukan Pengawas Internal di MA. Tak ada lembaga di dunia ini yang sanggup mengawasi dirinya sendiri. Mahkamah Konstitusi telah membatalkan aturan Komisi Yudisial yang bisa menjatuhkan sanksi pada hakim bermasalah. Kewenangan itu dikembalikan ke Mahkamah Agung ( UU no.8 th 2016 ). Selanjutnya, diberitakan 21 hakim diciduk KPK, terakhir 2 hakim PN Jaksel, 1 panitera, 1 advokat, 1 swasta, dalam sejumlah perkara perdata. Ada 8000 hakim di sini. Perlu revisi UU tentang Jabatan Hakim agar kewenangan KY menjatuhkan sanksi bagi pelanggar kode etik dimasukkan, karena terbukti pengawasan Internal MA tidak cukup untuk mengawasi hakim ( EMI, 1/12/2018 )

KEJAGUNG BERKUTAT PADA ETIK ?

Jaksa YH dan YSP, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam kasus dugaan suap penanganan perkara pekan lalu, hanya menjalani pemeriksaan etik di Kejagung. Kejaksaan menyatakan keduanya tak terlibat. Mereka tertangkap basah oleh KPK menerima uang suap Rp 200 juta, tapi kemudian dilepaskan untuk ditangani Kejaksaan secara internal ( anak JA yang elit Nas*** ? ). Hal tersebut menuai kritik Komisi Kejaksaan RI dan pegiat antikorupsi ( Koran Tempo 3/7/2019 )

KASUS SUAP DI KEMENKEU ?

KPK mengusut keterlibatan sejumlah kepala daerah yang terlibat kasus suap pengalokasian anggaran di Kemenkeu. YP yang divonis 6,5 tahun penjara, menyebut keterlibatan pejabat BPK ( Tempo, 22/7/2019 ).

PUNGLI DI LAPAS LANGKAT

Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Langkat, Sumut ( 16/5/2019 ). Ratusan narapidana yang mengamuk dan membakar lapas membuat sipir kocar-kacir menyelamatkan diri. Seratusan napi kabur setelah merusak dan menghanguskan sebagian penjara karena mengaku tersiksa oleh penganiayaan dan kutipan liar petugas penjara.( Tempo, 3/6/2019 )

TERSANGKA KORUPSI BLBI BEBAS ??

MA membebaskan SAT, terdakwa kasus dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas untuk obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( BLBI ), dari jerat pidana. KPK memperkirakan putusan itu bisa mempersulit proses hukum tersangka lain kasus korupsi BLBI. Kalangan pegiat antikorupsi juga menilai putusan tersebut sarat kejanggalan ( Koran Tempo, 11/7/2019 )

KELUARGA KORUPTOR PERLU DIHUKUM ?

Menurut ICW baru 1,9% koruptor yang dihukum berat diatas 10 tahun penjara ( vonis ringan 1-4 tahun, sedang 5-10 tahun). Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor tentang penyalahgunaan kewenangan ( dihukum 4 tahun sampai seumur hidup ) namun Pasal 3 tentang memperkaya diri, ( dihukum 1 tahun sampai seumur hidup ) lebih sering digunakan jaksa karena lebih mudah mendapatkan alat bukti daripada TPPU ( EMI, 5/1/2019 )

Pemirsa EMI mengusulkan agar anggota keluarga bisa menanggung rente kerugian negara jika dihukum perdata juga ( keluarga ikut menanggung kerugian negara jika si koruptor wafat karena dianggap ikut menikmati uang korupsinya, bahkan mungkin ikut merongrongnya dengan tuntutan harta benda yang tak realistis/ melebihi penghasilan resminya ). Keluarga koruptor dimiskinkan dengan perspektif TPPU. Mereka tak boleh jadi pegawai negeri seperti jaman PKI. Koruptor dibuang ke pulau terluar yang jauh dari fasilitas. Sistem lapas sebagus apa pun harus dikawal orang yang berintegritas tinggi. Sayang, orang sekaliber itu masih defisit di sini.

PENCEGAHAN KORUPSI

Perpres no.54 tahun 2018 tentang Sistem Nasional Pencegahan Korupsi sudah rilis ( EMI, 1/1/2019 ). Aset recovery yang bisa dicapai KPK sejauh ini dengan serangkai OTT dan penindakannya hanya 11%, menurut ICW. Mestinya ada pemiskinan koruptor untuk pengembalian aset negara lebih banyak ( RUU perampasan aset sedang digodok DPR ).

Pelemahan KPK juga terjadi ketika aturan penyadapan tanpa izin pengadilan juga diberikan pada institusi penegak hukum lain. Mestinya dibagi : untuk pidana korupsi hanya diberikan penyadapan pada KPK, pidana umum dan khusus non korupsi pada Polri, pidana khusus non korupsi pada Kejagung, agar tak saling mengintai dan menghindari tangkapan, jika kita ingin serius membersihkan Institusi penegak hukum kita. Usulan wakil DPR, penyadapan KPK untuk kasus urgen/ OTT bisa dilakukan terlebih dulu penyadapannya ( seperti OTT BNN yang tak bocor ) baru kemudian dalam 3 bulan dilaporkan ke Dewan Pengawas ( tak cuma izin ke Komisioner KPK ) agar bisa rutin diaudit pertanggung jawabannya secara obyektif ( selama ini banyak rekomendasi dari lembaga pengawas DPR, BPK, KemenkumHAM yang belum ditindaklanjuti KPK ) sehingga KPK menjadi seperti sekarang.

PETUGAS KPK DIPUKULI

Dua penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi korban penganiayaan di Hotel Borob****, Jakarta Pusat, setelah kepergok tengah menyelidiki dugaan penyuapan dalam rapat evaluasi hasil APBD Pemprov Papua. Kedua pegawai naas ini juga dilaporkan ke polisi ( Tempo, 11/2/2019 )

KPK DITEROR & DIRONGRONG

Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, mengatakan ( dapat informasi ) bahwa teror/ intimidasi masih menimpa penyelidik, penyidik, dan pemimpin KPK. Salah satunya, ancaman terhadap ketua KPK Agus yang akan dijadikan tersangka dalam suatu perkara ( Tempo, 11/4/2019 ).

Rongrongan juga dari dalam/ internal KPK sehingga banyak kasus yang ditangani terhambat. Maret lalu, 114 pegawai KPK mengirim petisi pada pimpinan, mengeluhkan berbagai rintangan dalam penindakan korupsi. Petisi diberi judul “Hentikan Segala Bentuk Upaya Menghambat Penanganan Kasus ( Tempo, 10/4/2019 ).

Well, revisi UU KPK dan UU Tipikor kita harap bisa mencegah korupsi dan mengatasi problem tsa.

***

HABIBIE WAFAT

BJ. Habibie tutup usia ke-83 tahun pada pukul 18.03 WIB tadi ( Breaking News, MetroTV, 11/9/2019 ) karena kelelahan/ gagal jantung. Semoga jenius pesawat ini diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Amin. Meski ada kekurangan di sana sini, presiden ke-3 RI ini sudah berbuat semaksimal kemampuan untuk menjaga dan memajukan negeri. Selalu bersemangat bicara dan berkontribusi pada Indonesia, hingga akhir hayatnya.

Habibie berpesan 3 hal : Indonesia perlu banyak WNI berkualitas tinggi/ SDM unggul untuk mengelola SDA melimpah agar kuat sejahtera, iptek ( ilmu pengetahuan dan teknologi ) hendaknya disertai imtak ( iman dan taqwa ), demokrasi ( Pancasila ) sistem yang cocok untuk Indonesia yang majemuk ( lebih 740 suku ). Selamat menuju keabadian, Eyang…

************************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing.

“Tinju, Karate, Silat Sehat” – by Vitrisa ( Pencak Silat dari Indonesia ).

PANCASILA BOXING DAY

Pertandingan tinju mancanegara mempertahankan beberapa gelar WBC Asia bertajuk “Pancasila Boxing Day” disiarkan langsung oleh MetroTV pada 8/9/2019. Ada 4 anggota paspampres yang ikut bertanding, juga Reno ( suami Syahrini ) yang rajin olahraga beladiri tiap hari.

4 anggota Setia Waspada Boxing Camp yang bertanding : Sumarjo ( grup A, kelas Super Welter ) menang TKO lawan Fachrurohman, Rudi Sunaryo ( Dendeteksi, kelas Welter ) draw lawan AB Rahayan, Donny Syafyendro ( Dronkavser, kelas Welter ) menang lawan Alex Buckai, dan Saputra ( Yonwai, kelas Berat ) menang TKO lawan Michael Wattimena ( paspampres.mil.id ). Tangguh paspampres kita ya. YESS !!

Pesulap atletis Deddy Corbuzier yang kini masuk Islam juga rajin latihan beladiri tiap hari di sela kesibukan syuting acara “Hitam Putih”-nya di Trans7. Usia 40 tahun ke atas perlu latihan fisik minimal 75 menit per minggu untuk mempertahankan massa tulang tetap kokoh ( tidak membungkuk karena osteoporosis/ pengeroposan tulang ). Kalsium dalam tulang digunakan untuk metabolisme jika kita mager atau malas olahraga yang membentuk kalsium tulang, setahu saya. Olahraga juga menghasilkan dophamin di otak yang membuat kita rileks ( doping alami tanpa narkoba ).

Jaga berat tubuh anda juga. Kelebihan bobot bisa menggerus cadangan kalsium anda. Lingkar perut pria maksimal 80 cm, wanita 91 cm di Jepang. Yang melanggar dikenai denda, kecuali pesumo ( On the Spot, Trans7 ). Tetaplah menjaga kebugaran tubuh dan kebahagiaan anda dengan olahraga teratur ya..

HARI OLAHRAGA NASIONAL DI BANDUNG.

Hari Olahraga Nasional diperingati di plaza Balaikota Bandung ( PRSSNI, 10/9/2019 ).

Sebanyak 330 peserta akan mengikuti kejuaraan menembak se-ASEAN di Bandung pada14-27 September 2019. Setelah itu mereka akan diajak naik bis Bandros ke Saung Udjo dan gedung Merdeka. Cihuii..
Semoga Bandung, Indonesia juaranya.

DJARUM VS KPAI. WOW ?

Persoalan brand dan image di kaos peserta anak audisi beasiswa sekolah bulutangkis yang digemari adik/ pemilik perusahaan rokok yang telah melahirkan puluhan atlet kelas dunia dan mengharumkan nama bangsa, saya pikir bisa diselesaikan dengan dialog juga. KPAI yang didukung 6 LSM anti tembakau bisa duduk bareng pengurus yayasan Djarum diskusi tentang kata ‘eksploitasi anak’ tsb yang mungkin menyinggung maksud baik pihak Djarum. PBSI bisa membantu memediasi.

Kita tahu Djarum Foundation, satu dari sekian klub bulutangkis yang melahirkan atlet yang berlaga di even internasional. Saya lihat wakil KPAI di MetroTV menjelaskan, bahwa pada dasarnya pihaknya sangat mendukung upaya Djarum berkontribusi di bidang olahraga ( respek warga dunia terhadap Indonesia melalui bendera merah putih yang dikibarkan saat atlet meraih medali di even olahraga internasional, dan kunjungan presiden ke mancanegara ) melalui audisi dan bibit atlet yang digarapnya sangat serius sejak dini. Di sisi lain, KPAI terikat UU dan PP tentang perlindungan anak. So ?

Bagaimana kalau nama di kaos anak ( yang belum sempurna bernalar ) pakai kata yang tak terasosiasi rokok ( Djarum itu rokok banget ). Raket, Kok atau Wow, maybe ? Atau warna merah hitam saja tanpa logo brand. Come on.. for Indonesia, pliiisss…

Iklan

Written by Savitri

11 September 2019 at 11:42

Perang Dagang AS vs China Jilid 2. Rotasi Guru ASN ke Daerah 3T. Dalang Utama dari 3 Dalang Pembonceng Rusuh 22 Mei ?

leave a comment »

Pulau Lengkuas di Kepulauan Bangka-Belitung sungguh menawan dipandang. Pengen rasanya bisa membaca buku di puncak mercusuar diselingi memandang ke laut lepas. Birunya perairan kita. Wonderful Indonesia. Sayangnya, tahun 2100 atau lebih cepat, pulau-pulau indah ini bisa lenyap ketika air laut naik 2 meter akibat pemanasan global. Saya sampai bermimpi punya salah satu kamar hotel berbentuk telur seperti di Tokyo yang bisa mengapung dan bergerak di laut ( keliling pantai Indonesia ) selama mengevakuasi diri dan keluarga selama banjir besar yang bisa menewaskan 3 miliar penduduk bumi. Ya, kita mesti benar-benar menjaga kelestarian lingkungan agar tak kehilangan ribuan pulau cantik seperti ini. Kita juga mesti menjaga rajutan kebangsaan agar tak kehilangan saudara-saudara kita yang ramah dan suka menolong yang menempati kepulauan terbesar di dunia nan cantik ini. Indonesia, tetaplah utuh dan bersatu.

PERANG DAGANG JILID 2

Perang Dagang AS vs Tiongkok berlanjut. Setelah sempat menurunkan tensi dengan bertemu/ bernegosiasi dengan pemimpin China ( triwulan akhir 2018, ekspor AS defisit ), Trump kini malah akan menaikkan tarif ( bea masuk ) produk impor dari China sebesar 10-25% tiap 200 miliar USD ( setelah triwulan pertama 2019 ekspor AS positif dan bikin Trump kembali pede ‘make AS great again’. Kita lihat seberapa lama ia bisa bertahan sebelum kandas lebih keras lagi ) yang akan dibalas China dengan kenaikan sama untuk tiap 60 miliar produk impor dari AS. Bagaimana nasib para pelanduk di antara 2 raksasa ekonomi dunia ini ?

Vietnam yang pernah diinvasi AS ( diistimewakan dalam perjanjian dagang ) dapat rezeki nomplok ( relokasi basis produksi dan keringanan bea masuk ke AS sampai pengusaha Indonesia pun jualan ekspor dari sana ). Eskalasi Perang Dagang ini mestinya juga memberi peluang menarik bagi negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. Gimana caranya ?

Kita tahu banyak investor setelah dapat izin usaha menghadapi banyak hambatan di sini ( belum harmonis antara perijinan pusat dan daerah, faktor ketenagakerjaan, perpajakan, cost logistik di Indonesia masih tinggi ) sehingga realisasi investasi masih di bawah 50%. PMA turun ( meski PMDN naik ).

Tiga narsum di Economic Challenge ( MetroTV, 10/6/2019 ) dari wakil pemerintah ( deputi kemenkeu ), swasta ( wakil ketua Kadin ), pemerhati ( Core ) yang dipandu host Kania, berdiskusi, saling mengisi, sampai pada kesimpulan : bahwa Indonesia perlu memaksimalkan pemenuhan kebutuhan domestik dulu ( lebih 260 juta penduduk ) sampai tingkat efesien sehingga nanti dilirik pasar ekspor yang kian kompetitif ( investor masuk jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi dan punya iklim investasi yang baik ).

Kita punya keunggulan bahan baku yang berlimpah ( anehnya 70% komponen produksi masih impor ). Juga jumlah penduduk yang besar ( jika punya daya beli yang baik ). Rotan dan batubara sempat diekspor padahal kebutuhan dalam negeri masih kurang. Mestinya, bahan tambang seperti bauksit diolah dulu jadi alumina di dalam negeri, lalu jadi motor ( listrik dengan zink ) sebelum diekspor dengan keunggulan komparatif.

Industri manufaktur yang sempat ditinggalkan hendaknya digarap secara serius untuk domestic demand dengan proses yang diakselerasi dan dikoordinasi pemerintah ( yang akan membangun industri dari hulu ke hilir dengan bahan baku dalam negeri. Di Jakarta, tax holiday 100% sudah diterapkan untuk produksi yang terkait hulu. Rp 245 triliun untuk 14 perusahaan dalam 3 bulan ). TPT lama diperbaharui. Koordinasi pusat-daerah diperkuat. Pembebasan lahan dipermudah. Ada konsistensi kebijakan pemerintah dari masa ke masa. UU Ketenagakerjaan juga perlu direvisi untuk memenuhi kebutuhan industri 4.0. Mengurus perizinan yang masih lama di daerah bisa dipercepat dengan sistem IT ( tak perlu face to face sehingga lebih akuntable/ tak koruptif. Contoh : e-samsat di Jabar yang lebih cepat/ praktis sehingga meningkatkan PAD, transparan/ terbaca publik )

Perang Dagang jilid 2 ini mari kita jadikan wake-up call untuk mempercepat proses perbaikan tsb ( membangun daya saing melebihi Vietnam dan Bangladesh, bahkan India ) sehingga bisa memanfaatkan peluang Perang Dagang AS vs China. Siapa tahu jadi gajah berikutnya.. ( kan kita mau 4 besar tahun 2030 ).

ROTASI GURU ASN KE DAERAH TERPENCIL- TERLUAR

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa, apa masih banyak di era milenial ini ? Meski demikian bukan berarti kesejahteraan mereka tak diperhatikan. Tak sedikit guru sekarang yang bermobil ria ke sekolah ( sejam di kelas, selebihnya ngobyek di luar sekolah. Anak tak paham pelajaran ditawari ikut bimbel di luar jam sekolah. Guru tak jarang ikut rapat diknas, bahkan rapat timses kepda. Guru SD-SMP ‘milik’/ digaji walikota/ bupati, guru SMA digaji gubernur menurut UU Otda. So, usul mendikbud tentang rotasi 2 tahun bagi guru ASN/ berkualitas tinggi ke daerah 3T perlu sinkron/ revisi dengan UU Otda sebelum disahkan sebagai perpres ).

Namun tak sedikit guru yang kerja pol digaji Rp 50-300 ribu per bulan ( salah satu episode Kick Andy ). Tak heran, kualitas diknas masih di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia menurut salah satu lembaga rating internasional ( EMI, 12/6/2019 ). Padahal anggaran pendidikan sudah 20% dari APBN. Lulusan daerah juga jarang yang lulus ujian ASN. Tingkat kelulusan siswanya di ujian nasional juga rendah.

Leading sector pendidikan nasional mestinya ditunjuk presiden agar jelas road map dan penanggungjawabnya, pesan pengamat Indra. Jumlah guru di Indonesia sudah berlebih. Lho, kok sejumlah daerah masih kekurangan guru ? Ini karena keberhasilan program Guru Garis Depan cuma 18,21%. Banyak guru berkualitas tinggi tak betah dan minta dimutasi pemda ke kota yang lebih baik fasilitasnya ( guru GGD digaji 3 kali lipat ketika mengabdi di daerah 3T : terpencil, terluar, terdepan ). Bahkan ramai-ramai menuntut kadisdik yang menempatkan mereka ke daerah 3T ( beginilah repotnya lulusan tanpa panggilan jiwa guru bekerja di sekolah karena tak ada pekerjaan lain ). Padahal anggota TNI – Polri juga bersedia di tempatkan di mana pun di wilayah NKRI atau tugas negara di daerah konflik/ perdamaian PBB. Saya yang putri Bc.AP/ pensiunan PT.Pos Indonesia juga berpindah-pindah sekolah sejak TK, SD ke Jateng, Jabar, Yogyakarta, Sulut dst tiap 4 tahun sekali ketika mendiang bapak masih dinas aktif.

UU no 14 th 2005 tentang Guru dan Dosen mewajibkan ASN menandatangani perjanjian bersedia ditempatkan di mana pun di wilayah NKRI ( diperkuat dengan SKB 3 menteri ). Namun belum berhasil ( guru pada minta ditarik ke kota ). Di Jepang, sistem rotasi guru tiap 6 tahun sekali ke seluruh Jepang justru disambut gembira dan dirayakan ( mungkin karena pembangunan di sana relatif merata, meski ada daerah yang disembunyikan/ tak dicantumkan di peta seperti Kawagasa** yang kumuh penuh orang buangan. Atau semangat bushido/ nasionalisme mereka yang cukup tinggi ).

Untuk memperbaiki kualitas diknas ( agar rasio 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja juga bisa diperbaiki ), mendikbud ( salah satunya ) meluncurkan program Rotasi 2 tahun ini. Satu kabupaten bisa terdiri 3 rayon. Guru yang berlebih di salah satu rayon akan dirotasi ke rayon lain dalam satu kabupaten, satu provinsi bahkan satu wilayah NKRI yang masih kekurangan guru. Semoga kali ini lebih baik hasilnya. Amiin..

UPDATE RUSUH 21-22 MEI

Massa ( penyusup ? ) dari keluarga korban pembunuhan di Bulukumba, Sulsel, mengamuk dan merusak di pengadilan ketika 4 terduga pembunuh digiring keluar oleh polisi. Sekompi polisi yang menyusul didatangkan ke TKP baru bisa menghentikan kerusuhan dan menangkap para provokator tsb ( MetroTV, 12/6/2019 ).

150 anggota sindikat berbendera hitam bergaris lingkaran segitiga putih ( Garis ? ) ditangkap polisi ketika memprovokasi rusuh ( merusak fasilitas publik, menendangi motor-motor warga yang terparkir ) saat peringatan hari buruh 1 Mei 2019 di Bandung, juga sejumlah tempat lain di Indonesia ( sudah 2 tahun kemunculannya, mendompleng aksi buruh, siapa donaturnya ? ).

Menyusul kerusuhan 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu dan rusuh di
dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga Kupang, Adonara ).

Semua peristiwa meresahkan ini dimulai dari provokasi ( hoax, hatespeech, fitnah ) di ruang publik yang dilakukan elit politik, figur publik yang ditiru para pendukungnya yang semula di medsos lalu mewujud/ copy darat di dunia nyata. Sebagian masyarakat kini gampang meletup dan melampiaskan amarahnya tanpa pikir panjang. Feeling saya, kelompok intoleran/ radikal/ teroris menambah modus baru : menyusup kerumunan pemrotes untuk memantik chaos di negeri ini. Dalam bigger picture ini ujaran kebencian ( fitnah, hoax ) para haters termasuk musisi AD ( kasus “idiot” yang divonis 1 tahun penjara oleh PN Surabaya kemarin ) tak bisa dianggap pidana ringan seperti argumen banding kuasa hukumnya.

Zionis Israel/ Neokon AS setelah kematian Chavez dan gagal menggulingkan penggantinya, Maduro, tetap bertekad menghancurkan Venezuela dan menundukkan negara-negara kawasan Amerika Latin, serta Amerika Utara dalam 60 tahun. Mulanya dari sel-sel yang merusak tatanan hukum, integritas dan kredibilitas lembaga negara, termasuk kepresidenan, lalu tuduhan curang pemilu dan embargo ekonomi.

Formula serupa juga sedang dicoba diduplikasi di sini, melalui orang-orang angkuh tapi cekak etika dan wawasan kebangsaannya. AD merendahkan Ahok, presiden, pendukung 01 di Surabaya, dan siapa saja yang tak cocok dengan selera egoisnya. Kelompok intoleran dan elit asbun seperti sengaja menabrak-nabrak aturan lalu ketika ditertibkan polisi sontak menuduh kriminalisasi dan mendiskreditkan polisi ( aparat hukum ) secara masif di ruang publik sampai akar rumput untrust ( memilih cara jalanan/ hukum rimba. Yang level teroris menembak polisi piket atau meledakkan tempat keramaian ) dan sulit ditertibkan.

Anda bayangkan jika para elit dan figur ini tak dihukum jera sekarang dst, dengan dana yang terus digelontorkan zionis di sini sampai 60 tahun ke depan ( dolar AS dicetak sebanyak mereka mau/ The FED milik bankir zionis bukan pemerintah AS ) atau sampai titik tertentu, polisi/ APH tak lagi bisa mengendalikan massa rusuh di banyak tempat dengan otak reptil disembur hoax tsb ( sudah terlihat kasus bendera ex-HTI di sejumlah daerah sekaligus, perusuh Garis di aksi buruh di beberapa tempat sekaligus ). Ibarat lautan semut ganas di belantara Afrika yang memangsa apa saja yang mereka lewati hingga ludes. Ketika cuma 1-300 semut merah ( perusuh ) mereka masih bisa dihentikan dengan kembang api atau gas air mata. Tapi bagaimana kalau sudah jutaan perusuh untrust institusi negara yang dipupuk tiap hari oleh cuitan plonga-plongo-nya FZ, vlog idiot-nya AD, orasi curang-nya PS atau foto ‘dianiaya’ nenek opas RS ? Can you handle it ?

( itu sebabnya mereka : provokator, kamuflator, haters demen hoax, teroris harus dibabat habis/ dihukum tegas sampai jera. Jangan permisif lagi. Karena kalau sampai terjadi chaos/ tatanan hukum berkeping, kita takkan bisa mundur lagi untuk memperbaiki kerusakan ikatan kebangsaan ini. Butuh dana sangat besar untuk bisa menyatukan wilayah NKRI yang luas ini. Butuh stabilitas politik dan keamanan agar ayam mau bertelur ( baca : investasi menghasilkan devisa untuk mengamankan wilayah NKRI ). Perang Dagang AS vs China makin panas. Bumi juga makin panas. Tahun 2100 suhu diprediksi naik 5 derajat celcius yang menaikkan permukaan air laut hingga 2 meter. Kepulauan Maldives bisa lenyap, juga Pulau Lengkuas dan sejumlah pulau lain di Indonesia. Sebagian spesies mulai punah. Cadangan makanan dunia menipis yang bisa memicu Perang Dunia ke-3. Indonesia sudah di mana saat itu ? The Big Four atau lemah berkeping ? Pikirkan itu )

Orang-orang 02 selain kurang nasionalis, kalau diamati, mereka juga berpikir parsial/ sempit. Mereka memblow-up 1-2 kekurangan Jokowi dan menafikan 8 kebaikan dan kelebihannya. Sementara mereka sendiri ( seperti AD, RS, BY, RG, NW, FZ, PS, KZ ) terbiasa melihat kesalahannya sendiri seperti semut di bawah tempurung kelapa di seberang lautan, atau jangkauan mata katak. Kecil.

Namun kita yang membaca perkembangan berita dari hari ke hari, puluhan tahun, dari banyak buku, narsum, media kredibel dalam dan luar negeri dengan obyektif, atau bird-eye, juga pengalaman selama berinteraksi dengan beragam karakter manusia, bisa melihat keterkaitan antar sel yang bertebaran banyak itu jika sampai diorkestrasikan untuk satu tujuan ( Indonesia lemah atau hancur berkeping, sehingga 15% sisa wilayah Palestina akan jatuh seluruhnya ke tangan zionis Israel tanpa pembela yang gigih/ kuat dari rakyat Indonesia yang bersatu/ NKRI. Next step, Uni Eropa, Rusia, China pun di bawah kaki zionis/ Neokon dalam 60 tahun berikutnya ).

So, para pelaku makar/ pemecah belah bangsa sekelas figur publik memang harus dihukum berat agar tak dicontoh perilaku buruknya oleh para fans dan generasi penerus.

ES, pengacara PS tahun 2014 di MK, dipanggil polisi ( kini tersangka ) setelah ancaman makar-nya/ pengerahan massa di acara Mata Najwa ( Trans7, 1/5/2019 )

SJ, mantan kapolda Metro Jaya dan Sulsel jadi tersangka karena ujaran kebencian di medsos. Senin kemarin ( 10/6/2019 ), ia tak datang memenuhi panggilan penyidik karena sakit, dan dijadwalkan ulang Senin depan ( 17/6/2019 ).

Kadiv Iqbal cs melakukan press release tentang salah satu dalang kerusuhan 21-22 Mei ( Breaking News, MetroTV, 11/6/2019 ). Ternyata KZ yang memerintahkan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional ( Wrt, LBP, BG, GM ) dan satu pimpinan lembaga survei ( YW, ketua CP. Kediamannya sudah 2 kali disurvei oleh para pembunuh bayaran. Tersangka perwira aktif akan dihukum lewat pengadilan militer ) oleh 6 eksekutor lapangan, serta menyuruh mencari 4 senjata dalam pertemuan rahasia mereka di kompleks PI dan AM.

Mengerikan ya, seorang yang dibutakan trauma PKI dan dendam makar tahun 2016 ( waktu kasus Ahok itu, KZ, AD cs juga sudah kumpul-kumpul bermufakat jahat sampai mau mengepung parlemen segala. Penyidikan tsb tak dilanjutkan. Akibatnya, 237 polisi terluka, bahkan ada yang remuk mulutnya dilempar batu besar saat kerusuhan 21-22 Mei 2019. Gara-gara mulut-mulut kamuflator itu masih didengar. Kini jangan terkecoh lagi. Sikat. Hukum KZ seumur hidup ).

Aktor di atas KZ juga harus diburu. Kita tunggu hasil penyidikan selanjutnya dari Mabes Polri ( dalang pembakar 2 asrama polisi dan puluhan kendaraan, dalang untrust Bawaslu yang bikin massa emoh dibubarkan dan bilang PS akan datang lewat jam 6 sore itu, dalang yang menyebut 62% menang yang bikin PS ngotot menuduh KPU, Bawaslu dan pemilu curang. Siapa ( setan gundul ) yang menyebabkan massa dan pendukung 02 mendelegitimasi hasil pemilu, Polri, TNI, KPU, Bawaslu, dan institusi negara terkait alias pemerintahan saat ini ? Dalang utama yang menarik 3 dalang pembonceng tsa )

Pelajaran penting dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 : jangan terlalu marah, terlalu takut, terlalu sedih, terlalu lalai, terlalu syahwat terhadap sesuatu ( kekuasaan ) atau peristiwa ( kebangkitan PKI, pengadilan militer terhadap anggota tim/ operasi Maw** yang menculik 22 aktivis vokal dan hanya 9 aktivis yang kembali saat kerusuhan 12 Mei 1998 ) karena setan akan membonceng.

Kepala BNPB Doni yang juga mantan danjen Kopassus, setahu saya, sudah melakukan rekonsiliasi dengan para korban penculikan tsb. Tak ada gading yang tak retak. Pasukan baret merah TNI ini tetap pasukan elit AD yang kita hormati dan disegani dunia. Nila setitik tak merusak susu sebelanga. Yang perlu diingat : kesetiaan korps angkatan adalah pada negara dan bangsa. Selama dinas di kesatuan, hanya panglima TNI yang dipatuhi ( bukan mantan rekan semisi ). Setelah di luar kesatuan/ purnawirawan ( kembali menjadi warga sipil ) maka negara dan bangsa Indonesia menjadi loyalitas alumni prajurit, seperti juga kita semua, para WNI yang setia dan cinta tanah air ( selama pemerintahan yang sah tak menghalangi umat Islam beribadah maka aturan negara dan kebijakan pemerintah perlu ditaati, pesan Quraish Shihab di Tafsir Al-Mishbah ramadhan kemarin ).

Proses persidangan sengketa pemilu dimulai besok ( disiarkan media TV ). Sebanyak 12.000 aparat keamanan dikerahkan menjaga MK di ring satu, 47.000 personel di ring lainnya di Jakarta. Kesatuan di daerah siap memback-up. PS sudah menghimbau para pendukungnya jangan datang ke MK via video ( mestinya lebih tegas : yang berani datang ke MK bukan pendukung PS/ 02 ). Apa massa 02 masih bisa dikendalikan PS atau pun menghormati lembaga MK yang dibentuk oleh amanat Reformasi ? Seberapa nasionalis. Let’s see ..

( kalau belum bisa menghormati lembaga negara, mungkin surat edaran menpora tentang pemutaran lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila sebelum pemutaran film di bioskop di seluruh tanah air untuk membentuk rasa nasionalisme, bangga pada tanah air dan aksi bela negara ( K-Lite FM, 1/2/2019) bisa dilanjutkan. Warga India bisa menerima dengan gembira kebijakan semacam itu di bioskop mereka. Kenapa kita tidak ? Padahal kita didera begitu banyak masalah/ hoax melebihi negara mana pun di dunia yang bisa melunturkan semangat kebersamaan kita sebagai satu bangsa ).

Written by Savitri

12 Juni 2019 at 14:26

Tol Darat, Laut, Udara Pemersatu NKRI. Tertib Mudik Cermin Peradaban Maju. ASN On Time ?

leave a comment »

Antrian kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Arus balik sebaiknya berangkat pagi. Sempatkan istirahat setelah 4 jam mengemudi. Utamakan selamat ( foto : Antara ).

Lebaran tiba. Ritual mudik tahun ini terpantau lebih baik. Tak sehoror sebelumnya. Jarak Jakarta – Semarang dulu 22 jam, kini 6 jam ( EMI, 7/6/2019 ). Jakarta-Surabaya cuma 10 jam. Wow..

Kemajuan menggembirakan ini berkat kerjasama dan disiplin semua pihak : pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintahan Jokowi dengan kementerian PUPR ujung tombaknya, kementerian perhubungan ( penumpang pesawat terbang beralih ke moda darat dan kapal laut karena tiket pesawat masih kalah bersaing, Jakarta – Medan Rp 21 juta ), Korlantas Polri ( melakukan contra flow, one way/ jalan searah di km 414-70 Trans Jawa di puncak mudik dan balik, membantu ganjal ban di tanjakan, dsb ) dengan back up pengamanan personel TNI, pengusaha yang menyediakan angkutan mudik gratis bagi karyawan dan para pengecernya, komunitas pemerhati transportasi yang terus mengamati dan memberi input perbaikan pada para stakeholder, media TV dan radio yang intensif memberi edukasi dan info bermudik aman nan lancar pada masyarakat, dan para pemudik/ pengendara itu sendiri yang mau lebih disiplin, terencana, terjadwal dalam melakukan perjalanannya ( disarankan berangkat pagi saat arus balik karena tubuh tak se-fresh memulai perjalanan mudik. Puncak balik diperkirakan Sabtu, Minggu besok. Setelah 4 jam berkendara, supir istirahat dulu di Rest Area terdekat. Setelah 8 jam mengemudi, supir diganti pengemudi lain yang terampil dan bugar ). Semoga korban kecelakaan lalulintas saat mudik & balik bisa berkurang lagi ( tahun 2017 sekitar 900 orang tewas. Tahun 2018 sekitar 300 orang tewas ). Apa yang terjadi di jalan raya menunjukkan tingkat peradaban kita. Makin tertib makin maju.

PROVOKATOR BIANG RUSUH. SIKAT !

Yang bikin heran, provokator dan teroris masih menyasar hari nan fitri ini. Di Kartasura, ada pelaku bom bunuh diri tewas terkapar ( bom meledak sebelum sampai tujuan ? ). Terjadi rusuh di dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga di Kupang, Adonara ) sampai 87 rumah dibakar gara-gara pawai takbiran mengeraskan suara knalpot ( siapa pemanah gelap yang membunuh martir tsb ? radikalis yang mau mengesankan wilayah tidak aman setelah menembak polisi piket di Jateng ? )

Orang terpapar paham radikal jadi PR kita bersama untuk menghentikan. Warga perlu aktif memantau keberadaan pendatang yang tertutup, penceramah intoleran di surau, masjid dan grup pengajian. Juga anggota keluarga, kerabat yang berubah kaku, mudah mengkafirkan orang lain. Lapor ke pos polisi terdekat atau babinsa ( saat ini ketua RT, RW sampai kepda yang terafiliasi 02/ permisif pada ormas takfiri, tak bisa diandalkan untuk menghentikan radikalisme karena mereka masih berharap mendulang suara dari kelompok intoleran ini tanpa pikir panjang/ tak paham geopolitik ).

REFERENDUM ? NO WAY !

MM, mantan panglima GAM yang kini jadi ketua parpol lokal mewacanakan referendum gara-gara kalah pileg ( perolehan kursi anjlok, nasionalisme orang-orang 02 dipertanyakan, cuma mau enaknya, jalan pintas pula ). Beruntung, Tap MPR no.4 th 1983 diperkuat UU no.5 th 2005 tentang revisi UUD 1945 / isu referendum sudah dicabut. So, tak ada jalan hukum untuk referendum. Dalam negara koloni yang belum berdaulat bisa dimengerti jika masih ada daerah yang minta referendum. Namun, yang sudah berdaulat seperti NKRI, no way, man !

Konferensi internasional bahkan membolehkan negara berdaulat mengambil semua langkah yang diperlukan demi menjaga keutuhan wilayahnya, kata Mahfud ( EMI, 3/6/2019 ). Ia menyarankan pendekatan khusus pada MM tapi tetap tegas ( jika masih minta referendum, proses hukum tanpa pandang bulu, juga penuntut lainnya ). Pemirsa dari Jateng usul agar Aceh jangan dikasih duit oleh pemerintah pusat ( dana otsus, transfer daerah, dsb. Rp 67 triliun dana yang sudah digelontorkan negara untuk Aceh ), masih ngeyel, sikat habis saja !

MENTERI DARI NTB ? HAK PREROGATIF PRESIDEN.

Pemirsa EMI dari NTB minta menteri kabinet berikut ada dari NTB. TGB gagal memenangkan Jokowi di NTB selama 2 pemilu. Apa masih ada ruang di kabinet berikut yang direncanakan diisi mayoritas profesional ( zaken kabinet ) dengan kemampuan mumpuni di bidangnya ? ( karena Jokowi tanpa beban lagi, tak perlu kebijakan populer untuk meraih suara elektoral. Gas pol. Tinggal fokus pada pembangunan manusia, termasuk kapasitas produksi orang daerah sehingga para pengusaha kapal yang menggunakan tol laut jadi semangat karena muatan dari WIT pun sebanyak dari WIB/ berton-ton. Tak kosong. Sekitar 40% penumpang pesawat beralih ke kapal laut yang menurut pengamat dan pemirsa belum sebaik kereta api dan angkutan darat ). Up to Mr President. Hak prerogatif.

( Rerata baru 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja, kata menteri Hanif ( MetroTV, 2/5/2019 ). Soft skills-nya masih kurang. Juga, link & match- nya. Begitu banyak mata pelajaran di kurikulum diknas sampai guru cenderung mengejar target selesai materi diberikan, kurang peduli anak paham atau tidak. Anak didik kita mau dibentuk jadi robot, atau ahli ? kritik pemirsa EMI, mantan guru ( MetroTV, 3/5/2019 ). Pantas, masih banyak gerombolan tak logis yang demen hoax.

ASN ON TIME PASCA MUDIK LEBARAN ? Let’s see..

11 hari libur lebaran 1440 H/ cuti bersama apa cukup buat ASN ? ( di luar negeri karyawan diberi 20 hari cuti dalam setahun, terbukti meningkatkan produktivitas kerjanya ). Tahun lalu, ASN masih telat masuk kerja, bahkan bolos sampai 2 hari. Di koran dan TV kerap diberitakan bos mensidak tempat kerja anak buahnya. Namun tahun berikutnya hal sama terulang kembali. Apa yang salah ?

Narsum Elman di EMI ( MetroTV, 8/6/2019 ) mengusulkan : ASN malas didenda Rp 1 juta jika telat masuk kerja setelah pulang mudik. Jika sampai 3 kali telat si ASN bandel bisa dipecat. Selama ini sidak dari atasan atau pengawas pegawai hanya masuk kotak, tanpa tindak lanjut, juga tanpa mengakumulasi perilaku telat dan bolos si pemalas sepanjang tahun. Jadinya santai-santai saja..

Berbeda dengan pegawai bank, banyak ASN tanpa meja/ job desk atau tak jelas pekerjaannya. Pemirsa EMI curhat bahwa pegawai telat masuk karena meniru atasannya yang juga telat masuk. Yang lain mengusulkan agar ASN juga punya buku saku seperti anggota Polri dan TNI yang mencatat kedisiplinan staf dalam bekerja sejak ia masuk institusi sampai pensiun. Setiap promosi atau kenaikan jabatan, buku saku menjadi penilaian penting bagi kandidat yang dicalonkan.

Dari survei diketahui sekitar 40% ASN bekerja tak efektif. Padahal pelamar kerja yang lebih pontensial ( tapi tanpa KKN ) mengantri di luar sana. Jokowi juga meminta ASN di daerah lebih gesit dalam mengurus segala perizinan investasi. APBN dan APBD sebagian besar ( 70% ) habis buat belanja/ gaji pegawai. Kalau 40% ASN kerja tak efektif plus doyan telat/ bolos ini masih dipertahankan, namanya pemborosan. Apa mereka gak malu dengan personel Polri dan TNI yang terus bekerja menjaga keamanan pemilu 2019 dan kelancaran mudik selama kita libur lebaran 1440 H ? Daerah ramah investasi bisa dimulai dari sini ( menegakkan disiplin ). Bos datang tepat waktu, anak buah meneladani. Itu baru cakep.

TIKET PESAWAT MAHAL ? UTAMAKAN MASKAPAI NASIONAL

Seingat saya, pasca insiden kereta anjlok di Bogor tempo hari, sudah disiapkan 2 gerbong kereta ‘SAR’ senilai Rp 6 miliar untuk mengantisipasi peristiwa serupa. Kereta api sejak dipoles menteri Jonan jadi primadona. Tiket sold out.

Sebanyak 222 pesawat Lion Air jenis Boeing 373 Max. senilai lebih Rp 300 triliun, ditinjau ulang pemesanannya setelah Ethiopian Air juga jatuh. Keselamatan sebagai budaya. Angka keselamatan tertinggi dicapai maskapai UEA dengan skor 98 dari skor sempurna 100 ( EMI, 12/3/2019 ). Maskapai Indonesia ?

Soal tiket pesawat mahal, sebagian pengamat transportasi mengatakan penyebabnya : perang harga sebelumnya yang menyebabkan banyak maskapai gulung tikar ( juga ratusan pesawat Boeing yang di-grounded tsb ). Konsumen terbiasa dengan harga murah sehingga terkaget-kaget dengan harga standar/ keekonomian yang diminta maskapai yang megap-megap 3-4 tahun ini. Di blog ini pernah disentil slot dan rute penerbangan yang ‘diobral’ ke maskapai asing sementara maskapai Indonesia tak semudah itu mendapatkan hal yang sama di mancanegara/ asal maskapai asing tsb. Menurut pengamat Cheppy, di dunia ini tak ada rute domestik yang diambil maskapai asing, kecuali di Indonesia ( MetroTV, 7/6/2019 ). Jadinya, tarif maskapai asing lebih murah dari maskapai Indonesia. Penumpang dari Batam, Medan, memilih naik boat ke Singapura, baru dari sana naik maskapai asing ke Jakarta ( di bawah Rp 2 juta per orang ).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17.000 pulau ), tata kelola angkutan udara kita perlu serius diperbaiki, agar maskapai Indonesia tak makin berdarah-darah lalu tersungkur mati. Koneksitas udara di jaman serba cepat ini ( industri 4.0 ) menjadi kebutuhan mendesak karena fungsinya sebagai pemersatu wilayah dan penggerak pariwisata ( tengah dikebut menjadi andalan devisa pertama menggantikan CPO yang cenderung menggunduli hutan tropis kita ). Semoga semua tantangan ke depan ini bisa kita selesaikan bersama. Amin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin ya…

Syukuran Makar ? Ekspos Data Surveyor. Ruang Tengah. Making Indonesia 4.0. Pebisnis Wisata Cibodas..

leave a comment »

SYUKURAN MAKAR DIWASPADAI. Jangan kecolongan lagi..

Keselamatan bangsa dan negara ( hukum tertinggi ) di atas konstitusi. Negara bisa mengambil segala tindakan untuk menjaga keutuhan negara, kata Mahfud MD di Prime Time News ( MetroTV, 23/4/2019 ). Hukum menjadi panglima di negeri ini. Jika penetapan hukum ( hasil hitung manual KPU ) tak diindahkan sampai stabilitas keamanan terancam, dan penetapan hukum di MK ( sengketa pemilu ) tak dihiraukan para pihak sampai keselamatan rakyat dan keutuhan negara terancam maka unsur negara akan turun/ tegas menertibkan.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2019 ( Prime Time News, MetroTV, 23/4/2019 ) setelah undangan rekonsiliasi Jokowi untuk PS dan rencana kunjungan Luhut tak kunjung direspon baik dengan berbagai alasan ( katanya flu. Yenny Wahid bilang, beri 1-2 hari untuk mereka/ 02 di tahap awal/ denial/ penyangkalan ini/ saat berhadapan dengan hasil quick count 36 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi dengan probabilitas 99 % itu ).

Namun, hari ini sudah lewat seminggu. Yang terlihat malah PS mendeklarasikan diri sebagai presiden sampai tiga kali ( penjilat di sekelilingnya memanggilnya presiden PS ) dan meminta para pendukungnya melakukan syukuran atas ‘kemenangan’-nya versi survei internal 02 yang tak pernah dibuka ke publik metode sampling dan penyandang dananya ( Mata Najwa, Trans7, 24/6/2018 ). Berbeda dengan surveyor kredibel yang tergabung di asosiasi Persepi ( Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ) yang sudah melakukan ekspos data ke publik ( dihadiri wartawan media, mahasiswa, aktivis, masyarakat pada minggu lalu, 19/4/2019 ).

Surveyor kredibel menggunakan metode ilmiah, ilmu statistik turunan matematika yang sudah berumur ratusan tahun. Sejak tahun 2004, hasil quick count surveyor kredibel ini diakui SBY yang kini di 02 dan Anies-SU di pilgub DKI. Sangat aneh jika 02 kini menuduh “bohong” surveyor kredibel ( yang sama ) yang memberitahu quick count mereka : Jokowi yang dapat 55% suara ( real count KPU semalam, 30% dari 813.000 TPS, juga menunjukkan angka di kisaran itu ). Buruk muka cermin dipecah. Kalah bersaing, survei dibelah. Ngeyel. Kekanakan.

Wakil 02 di Mata Najwa semalam bilang, hak kami untuk mendeklarasi kemenangan dan PS sebagai presiden. Di luar negeri juga begitu. Wait a minute. Ini negara mana dulu ? Yaman, Libya, Irak, Venezuela, atau para pion AS-zionis Israel di negara ‘boneka’ memang model PS yang kalah pemilu ( bahkan tidak ikut pemilu seperti Juan Guaido ) tapi tak tahu malu mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan menuduh KPU curang ( padahal 83% responden yakin KPU tidak curang ).

Pemilu 2019 di Indonesia adalah pemilu paling transparan/ terbuka di dunia saat ini, sampai banyak KPU luar negeri datang untuk belajar ( dan ingin magang ) pada KPU Indonesia. Pemilu Jerman, Belanda, dan sejumlah negara bagian di Amerika kembali ke hitung manual ( dari sebelumnya e-voting ) karena faktor trust yang lebih tinggi dengan cara Indonesia. Semua orang bisa melototi, mem-foto, menyimpan, menghitung quick/ real count-nya sendiri di tempat masing-masing dari scan form C-1 seluruh TPS di website KPU.go.id. Jika PS dan para penyesat di sekelilingnya tidak mampu berpikir logis atau paranoid/ buruk sangka lalu kepala batu, maka setransparan dan seprofesional apa pun KPU bekerja, takkan pernah memuaskan mereka ( apalagi jika elit 02 benar-benar proxy AS-Israel maka hoax “curang” itu memang sengaja mereka semburkan untuk post truth. Padahal kader Grd juga kedapatan curang saat pemilu. TKN 01/ Sekjen PDIP siap adu data di MK nanti dengan BPN 02 ).

( Ada e-voting, e-counting, e-rekap. Ada e-voting yang juga keluar kertas/ struk yang dimasukkan ke kotak suara untuk crosscheck. Untuk pemilu berikutnya, sebagian orang menggagas e-counting seperti di Filipina. Tuduhan curang dan lelahnya rekap bisa ditepis dengan sistem ini. Pemilih menyentuh tombol di layar touch screen sehingga hitung suara-nya dikalkulasi secara digital, tak lagi menyita banyak tenaga petugas KPU pusat dan daerah yang tahun 1955-2019 menghitung secara manual dengan garis batang lidi di lembar rekap. Baru pemilu 2014 dan 2019 yang dikeluhkan salah satu pihak/ 02, karena karakter untrust capres itu sendiri. Yang salah/ ugal-ugalan bukan sistem pemilu kita atau pun KPU-nya ( ketua Arief sudah jadi penyelenggara pemilu sejak tahun 1999/ sebagai Panwaslu ), tapi justru peserta parno tsb.

Kecurangan masif, terstruktur dan sistematis justru dilakukan kubu 02 sejak proses pemilu dimulai. Penceramah terafiliasi 02 gencar menebar fitnah di tempat ibadah dan WAG lingkungan oleh tetuanya yang malas cek fakta. Hoax mereka : jika Jokowi terpilih lagi, maka azan, jilbab, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, penyebutan kafir dilarang, perkawinan sejenis dilegalkan, dst. Sehingga warga agamis tapi tak melek media di Jabar, Banten, NTB, Sumbar, Sulsel menelan mentah-mentah semua kebohongan itu. Tahap selanjutnya dari firehose of falsehood ini, PS ‘sujud syukur’ ( AR nuduh KPU curang, ugal-ugalan ), mengklaim diri ‘presiden pemenang pemilu’ dan minta para pendukungnya untuk syukuran. ‘Ustad’ Ase* dari masjid Ash-Shof*, Bandung, juga mengundang jemaah-nya syukuran di rumah mertuanya pada hari Minggu, 28/4/2019 pukul 13.00 WIB. Jemaah yang enggan datang/ 01 didesak, diingatkan terus oleh jemaah lain/ 02 untuk datang ke syukuran tak jelas itu ( bukan aqiqah, berangkat haji, dsb ). Jika PS/ 02 ngotot deklarasi ‘presiden’, apa yang mungkin disemburkan para pendukungnya di akar rumput saat syukuran itu ? Kekecewaan, narasi kecurangan, penindasan, kezhaliman dari sudut sempit/ picik mereka sendiri. Tahap selanjutnya, tinggal ‘people power’ atau pengerahan massa itu. Kita harap aparat keamanan dan kepala daerah di Jabar, Banten, Sumbar, Sulsel, NTB tak kecolongan modus menjurus makar ini. PM Mahathir, PM Singapura dan Erdogan-Turki sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi ( Mata Najwa, Trans7, 24/4/2019 ) dari tradisi quick count di sini yang mereka percayai ( Indikator PI, Indo Barometer, LSI, SMRC, Litbang Kompas, Charta Politika, anggota asosiasi Persepi yang terdaftar di KPU ). Jangan sampai Indonesia pecah karena ulah segelintir 02 yang tak segera ditindak.

SURVEYOR KREDIBEL BELA REPUTASI BAIK.

Burhan Muhtadi melaporkan ke polisi 4 akun di FB, TW dan WP yang menuduhnya melakukan post truth dengan membombardir publik dengan hasil quick count lembaga survei-nya ( Indikator PI ). Sebelumnya, Burhan di Prime Time News ( MetroTV, 21/4/2019 ) memberitahu pemirsa tentang acara buka publik sejumlah lembaga survei yang tergabung di asosiasi Persepi, memaparkan metode quick count mereka. Mereka minta surveyor 02 ( membuat PS mendeklarasi diri secara prematur/ lancang seperti tahun 2014 ) untuk melakukan buka publik juga. Jika ( survei internal ) 02 makin menyerang kredibilitas Burhan dan rekan surveyor maka akan mereka laporkan ke polisi. Eh, ternyata 6 surveyor ( IB, CP, SMRC, cs ) dan Perludem justru yang diadukan 02 karena dituduh menggiring opini publik ( padahal partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya dalam bentuk quick count kredibel diperbolehkan UU ). Deklarasi prematur dan tuduhan curang 02 ini seperti katak dalam tempurung, merasa ‘paling benar’ di dunia radikal mereka sendiri. Teralineasi dari mayoritas penduduk ( hasil cuci otak/ doktrin Takfiri bertahun-tahun ).

Yang salah itu justru deklarasi ‘kemenangan’ 02 tahun 2014 dan 2019 yang dilakukan PS sebelum hasil resmi KPU RI. Merekalah yang seharusnya diperiksa metode dan penyandang dananya oleh polisi/ asosiasi surveyor/ civil society atau komunitas masyarakat sipil karena telah membuat gaduh ruang publik selama 5 tahun ini oleh klaim sepihak dan tuduhan-tuduhan keji mereka pada kepala negara dan institusi. Sehingga Burhan pun mengadukan para perusak reputasi baiknya. Di TVO ( 23/4/2019 ), ketua KPU Arief mengklarifikasi fitnah yang menimpa diri dan lembaga ( dituduh curang secara masif, padahal cuma ada 24 pengaduan salah input entry data yang sudah diperbaiki, tapi terus diungkit dan diulang-ulang fitnah tsb di medsos ). Ketika terbukti tak bersalah, pelapor dan pemfitnah tidak minta maaf kepadanya. Ngeloyor begitu saja. Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari perilaku fitnah semacam ini, kata Arief.

Pasca pemilu aman dan damai ini, rakyat sudah kembali beraktivitas adem seperti biasa. Para tetangga sudah rukun kembali. Bahkan di sebagian wilayah, saat pilpres pun, para pemilih juga bisa santai/ guyon mengunggulkan capres pilihan masing-masing tanpa clash. Cair. Yang panas justru elit 02 dan jagad medsos, yang kata Mahfud bisa jadi sebagian fitnah dan provokasi bukan dilakukan pendukung 02 maupun 01 ( tapi pihak asing yang ingin bangsa ini terpecah belah ). Sehingga wapres JK merasa perlu mengundang 18 pimpinan ormas untuk membantu menenangkan masyarakat dan meminta para kontestan pemilu menenangkan para pendukungnya. Pilpres sudah usai, saatnya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Di antara artis yang senafas dengan misi mulia ini adalah sosok hebat berikut dengan komunitas Ruang Tengah yang digagasnya.

GREAT PERSON :

Lahir dari keluarga penyuka musik, mengakrabi aliran dan alat musik, bersepupu dengan mendiang Elfa Secoria, komposer andal langganan juara festival internasional asal Bandung, yang memperkenalkan musik jazz padanya di usia 5 tahun.

Debut pro-nya dimulai sejak SMP dengan rutin main jazz di hotel Savoy Homann ditemani Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Tahun 1986, dia tampil di Festival Band Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center dan membentuk Kahitna ( bahasa Sunda : yang ter-hit ) yang merilis 8 album. Tahun 1991, dia meraih gelar The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan.

David Foster menjadi inspirasinya bermusik ( juga Quincy Jones ). Bahwa musik pop bisa dibuat ‘bergizi’ ( berbobot ) dengan melodi sederhana, namun kaya chord ( satu lagu memiliki beberapa nada dasar ). Sejak itu, ia terjun ke industri pop dan melahirkan sederet karya apik yang dinyanyikan/ melejitkan artis tanah air, seperti : Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Delon, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Hedi Yunus, Rossa, selain membidani 5 Romeo serta Yovie & Nuno yang kini ia produseri ( Wikipedia )

Seperti juga komposer dan pianis David Foster yang melahirkan/ melejitkan artis Celine Dion, Josh Groban, Michael Bubble, The Corrs, dsb, kerap menjadi juri ajang pencarian bakat, lulusan cum laude Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung ini juga menjadi juri Indonesian Idol ( musim kedua ).

Setelah kenyang dengan sejibun prestasi dan karya, ayah dua anak ini kini terlihat di MetroTV sebagai host acara budaya “Idenesia” ( kini tiap Minggu, pukul 21.30 WIB ) dan komunitas Ruang Tengah Indonesia ( RTI ). Kerapnya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai even internasional membuat ia makin sayang Indonesia ( “Q & A”, MetroTV, 14/4/2019 )

Di Idenesia, ia mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia yang bisa memberi ide baginya dan pemirsa untuk mengembangkannya sehingga tetap memikat bagi generasi penerus yang kelak mewarisi.

Kesan saya melihat figur tenang ini : sedikit bicara tapi banyak karya ( beda-beda tipis dengan Jokowi yang banyak kerja ). Meski sedikit, namun powerful tiap kata yang diucapkan. Perbuatan lebih kuat dari perkataan. Itu sebabnya acara Idenesia masih bertahan dan RTI bisa menarik banyak musisi, artis ( sastrawan juga diundang ) seperti : Andien, Tulus, Nino “RAN” Febru HIVI, Eka Gustiwana, Prisia Nasution ( Jakarta, 6/4/2019 ).

Ruang Tengah Indonesia adalah wadah menyatukan warga Indonesia yang cintai damai untuk berbagi kisah inspiratif dari segala penjuru negeri ( http://www.ruangtengah.id ). Bermula dari suka kumpul bareng ngobrolin topik yang lagi hangat di tanah air.

Indonesia rumah kita, maka ruang tengahnya digunakan anggota keluarga ( anak bangsa ) untuk bicara harapan dan cita-cita. Dengan visi sama ( Indonesia berdaulat, kuat dan utuh ) maka perbedaan suku, agama, pilihan politik, seni budaya, takkan jadi perintang, justru memperkaya kita. Betapa banyak diferensiasi yang bisa kita tawarkan pada dunia, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, juga berperan aktif dalam perdamaian dunia ( Indonesia diminta menengahi konflik di Afganistan, Myanmar, Filipina Selatan, Timur Tengah ).

Diplomasi Indonesia ke luar lebih menyakinkan jika di dalam negeri, di kalangan religius ada Islam Wasatiyyah/ moderat. Di kalangan nasionalis ada koalisi masyarakat sipil/ civil society. Di kalangan seniman, ada Ruang Tengah Indonesia. Semua ruang tengah ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia terbiasa harmoni, hidup berdampingan secara damai, meski terdiri dari 6 agama, lebih 700 suku, lebih 1300 bahasa di lebih 17.000 pulau. Masyarakat paling kompleks di dunia, tapi paling rukun gotong royong sedunia. Mantap kan.. ( sangat kredibel untuk jadi motor perdamaian. Kita gak cuma omong, tapi sudah praktek sehari-hari )

Kita bisa harmoni begini, karena Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi satu. RTI ikut mengingatkan persatuan ini setiap kita di persimpangan, ujian jaman, juga pergumulan demokrasi.

Kegiatan RTI, selain menyebarkan atmosfir sejuk meski beda pilihan politik ( terlebih jelang dan pasca pemilu ), mereka juga membuat lagu yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan untuk setiap gagasan yang memajukan Indonesia. Wajah-wajah tulus pendendang lagunya dari Sabang Merauke, membuat dia tergerak berbuat untuk negaranya, seperti semangatnya selama ini,” Buat Indonesia, apapun aku ayo”.

The man of this post is.. Yovie Widianto.

Akun Twitter Yovie

Akun Instagram Yovie

MAKING INDONESIA INDUSTRI 4.0

Digagas menteri Erlangga, diluncurkan Jokowi tahun lalu, program industri 4.0 ( digital ) tsb. Ada 236 industri yang sedang disiapkan pemerintah dalam menyambut Industri 4.0, kata menteri Rudiantara ( EMI, 24/4/2019 ).

Ya, kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0 yang berciri efesiensi dan konektivitas dengan cara digitalisasi dan otomatisasi semua cabang produksi unggulan kita ( pariwisata, travel, transportasi, maritim, pertanian ). Banyak pekerjaan lama yang hilang oleh disrupsi ( efesiensi/ rantai distribusi dipangkas ) dari shifting ( perubahan metode produksi ) ini. Industri 1.0 digerakkan dengan api ( kapal/ kereta api untuk mengirim logistik ) dengan perubahan memakan waktu berabad-abad, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Industri 2.0 digerakkan energi fosil ( BBM ) dengan perubahan trend dalam hitungan dekade ( 10 tahunan ). Industri 3.0 digerakkan listrik dengan perubahan dalam hitungan tahun. Industri 4.0 digerakkan cyber optic + satelit ruang angkasa / internet dengan perubahan dalam hitungan hari bahkan detik. Cepat sekali.

Tak heran, Jokowi bilang, negara pemenang adalah negara yang cepat ( baca : produksi unggul, berdaya saing tinggi, cepat beradaptasi dan melayani demand, menghasilkan ketahanan ekonomi, pangan, energi, devisa, sehingga negara mampu membiayai armada hankam, alutista, dan menjaga keutuhan wilayah berdaulat NKRI ).

Di Indonesia, perusahaan berbasis industri 1.0 dan 2.0 masih ada, serta berbasis 3.0 masih banyak. Mereka perlu melakukan lompatan besar dengan tools internet dan inovasi ‘out of box’ sehingga Indonesia bisa segera beralih dari negara agraris-konsumtif menjadi produktif-kreatif. Masuk 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030 ( versi lain, jadi the big four ) karena bibitnya sudah ada. Tinggal disusun seperti blok permainan lego. Ojek di-tools jadi Gojek yang kini melesat Dekacorn ( valuasi 10 miliar USD ). Menurut Temasek dan WB, 72 miliar USD ekonomi digital/ e-commerce di Asia Tenggara, 27 miliar USD-nya diraih Indonesia. Dan diprediksi tahun 2025 akan mencapai 100 miliar USD.

Indonesia bisa begitu karena superpower budaya dan kaya SDA. Kuliner Indonesia ( rendang, nasi goreng ) no.1 dan 2 terenak di dunia. Martabak Indonesia langganan juara festival di mancanegara. Wisata halal kita no.1 di dunia. Desain busana muslim Indonesia dengan kain etnik warisan adiluhung leluhur kita kerap menjuarai festival fashion internasional. Penari tradisi dan kontemporer kita mampu menyihir publik dunia ( termasuk dalam gelaran Opening Asian Games 2018. Semoga menyusul Opening Olimpiade 2032 di 11 kota di Indonesia. Amin ). Paduan suara mahasiswa dan pelajar kita kerap menjuarai festival internasional. Olimpiade sains juga kerap dimenangi talenta muda kita. Bibit-bibit kreatif bertebaran di negeri ini.

( Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dari UI menyarankan re-organisasi ekosistem pendidikan Indonesia agar match dengan kebutuhan industri 4.0. )

Tinggal dibentuk ekosistem yang cocok untuk mematangkan para bibit muda ini. Dari ( kesiapan ) 70 negara industri 4.0, Indonesia baru menempati urutan 62 dalam kualitas SDM-nya, sekelas Vietnam. Thailand yang fokus pariwisata dianggap lebih siap. So, perlu re-organisasi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Riset dan inovasi perlu dikebut dengan dana memadai. Link & match di SMK harus terus diperbaiki. Kartu Pra-kerja, Sembako Murah dan KIP Kuliah ( dibiayai dari penggeseran subsidi BBM salah sasaran ) diharapkan bisa meningkatkan kapasitas kerja para lulusan dikmen dan dikti kita agar bisa mengisi atau menciptakan lapangan kerja 4.0 ( banyak pekerjaan lama lenyap, tapi lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dari SDM berinovasi, kreatif dan problem solver di era disrupsi ini ). Indonesia terpilih sebagai negara Mitra Resmi ( Official Country Partner ) di Hannover Messe, Jerman, tahun 2020 yang memamerkan capaian industri 4.0. Prepare your self, people..

**********************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

THE LODGE MARIBAYA : KOLABORASI MILENIAL 4.0, WARGA DESA AGRARIS, PEBISNIS WISATA.

Memanfaatkan alam tanpa merusaknya adalah misi pebisnis wisata Heni Nurhaeni Smith, founder The Lodge Group. Heni ingin memperkenalkan hutan dan alam indah Desa Cibodas, Jawa Barat ini untuk menginspirasi warga daerah lain yang punya potensi view unik lainnya. Dimulai dari kecintaan pada alam dan hobinya kemping, Heni, seorang event organizer 20 tahun lalu, mulai merintis rumah kayu ( lodge ) di lahan 2 hektar miliknya sejak 14 tahun lalu di Kabupaten Bandung Barat ( acara Ngantor = ngobrol ringan di kantor, K-Lite FM, 24/4/2019 ).

Heni rajin menanam pohon di lahan pribadi dan sekitarnya sampai Perhutani mempercayakan lahan 29 hektar lagi padanya untuk dirawat kelestarian pepohonan dan kebersihan sungainya ( nebang satu pohon di hutan lindung didenda Rp 5 juta ).

Tiga tahun lalu atas desakan teman dan kerabatnya, lahan berview unik dengan pinus-pinus cantik itu dibuka Heni untuk umum. Rp 1000 dari harga tiket masuk disumbangkan Heni untuk kegiatan sosial. Besok, 26 April 2019, digelar perayaan HUT 3 tahun The Lodge yang akan dimeriahkan dengan konser Magical Journey oleh Bandung Pilharmonic Orchestra yang sudah mendunia di hutan yang dikelola The Lodge tsb ( jika turun hujan/ kabut, kawasan wisata alam ini menjelma seolah negeri di atas awan ). Warga yang ber-KTP Kabupaten Bandung Barat boleh masuk The Lodge dan Fairy Garden secara gratis tanggal 26 April itu untuk berbagi syukur Heni dengan warga setempat. Bupati dan tokoh masyarakat diundang. Berbagai media, termasuk TV nasional juga diundang untuk meliputnya.

Di kawasan The Lodge, ada apa aja sih ? Selain rumah kayu, area kemping untuk tenda-tenda perkemahan, ada pula sepeda gunung di ketinggian 15 meter di mana pengunjung bisa melihat view indah pepohonan asri dari atasnya dibantu tali-tali pengaman seperti kita lihat di luar negeri ( On the Spot, Trans7 ). Ada glass bridge/ deck di ketinggian 55 meter untuk uji nyali seperti di China yang menghubungkan 2 pucuk gunung. Juga paket treking menyusuri sungai Cikapundung.

Kawasan asri Cibodas ini semula hutan produksi, lalu dikembalikan menjadi hutan lindung. View unik yang tak bisa dipindahkan ke tempat lain ini menjadi pilihan para pecinta alam ( strong market ). Heni, sang founder, mengutamakan kearifan lokal dalan memasarkan bisnisnya. Sebanyak 500 karyawannya ( 90% warga lokal ) diminta tetap nyunda, ramah, berpakaian batik dengan corak pohon pinus desain sendiri ( front liner ), meski para tamu dan pengunjungnya datang dari Jakarta, Malaysia dan mancanegara.

Para tamu bisa memilih 3 jenis wisata yang dimiliki The Lodge Group, yaitu Mulberry Hill by The Lodge ( glamping, kemping cantik bagi yang ogah kotor, tersedia kebun organik, resto, 20 kamar cottage dan 2 villa joglo untuk menginap ), Fairy Garden by The Lodge ( untuk piknik keluarga ) dan The Lodge ( rumah kayu dengan wahana dan acara “out of the box” ) itu sendiri.

Willing to learn, mau belajar adalah kiat sukses Heni. Kawasan sepi berubah ramai dan macet menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagian penduduk lokal tak siap menerima perubahan ini, sehingga Heni, melewati tahun-tahun berat itu dengan mengundang para stake holder untuk duduk bersama mencari solusi. Heni lalu mengajak lurah dan karang taruna untuk terlibat dalam proyek kampung wisata. Hasilnya, tahun 2017 tersedot 1,5 juta pengunjung dan tahun 2018 tersedot lebih 2 juta pengunjung.

Hasil bumi warga dijual sepanjang jalan masuk The Lodge. Area depan ada resto sunda Rumah Bambu dan aneka jajanan lokal di dapur Hawu seperti cireng dan cilok. Pengunjung juga bisa ngopi dan makan pizza di sana.

Soal keamanan di The Lodge, Heni sudah menjaminnya dengan Certificate Safety, pembeli tiket diproteksi asuransi, diberitahu tempat evakuasi jika ada bencana ( gempa, likuifaksi, banjir, longsor, letusan gunung ), para pegawai sudah di-training untuk kejadian darurat/ emergency.

Dari area parkir seluas 1 ha itu para pengunjung bisa jalan kaki ke plaza tempat aneka even baru digelar, seperti penampilan artis Harmoni the Pipe, musisi akustik, seniman seni instalasi, pelukis, pematung memamerkan karya terbarunya.

Heni menyadari era digital dengan trend medsos dan aneka platform saat ini mempercepat promosi dan daya jangkau pemasaran bisnis wisatanya ( butuh biaya lebih besar dan waktu lama dengan cara konvensional/ billboard ). Ia mengerahkan banyak anak muda milenial di tim-nya untuk brain storming, ide inovatif, dan pemasaran bisnisnya, karena olahraga ekstrim banyak diminati kaum milenial ). Dengan promosi di web The Lodge Maribaya.com dan Instagram The Lodge Maribaya, ribuan tamu grup saat weekday dan tamu keluarga di weekend berkunjung ke tempatnya dalam hitungan menit. Disrupsi dan Shifting terbukti menguntungkan bagi pebisnis yang siap dengan teknologi 4.0. Lebih banyak orang yang berhasil disejahterakan. Terinspirasi ?

*********************

INFO PARENTING :

“Main Sama Mama”- drawed by Vitrisa

CEGAH PELECEHAN SEKSUAL SEJAK DINI

Main sama Mama. Bukan sama Papa, jika anak perempuan. Why ?

Kekerasan seksual anak masih marak. Sinyal, pendidikan seks sejak usia dini belum merata di masyarakat. Tapi, anak butuh sentuhan sayang untuk perkembangan emosinya. Gimana dong ? Ini kiatnya :

Ajari anak sejak balita, cara menghindari pelecehan seksual ( Khazanah, Trans7, 22/3/2019 )

Beritahu padanya, hanya bunda yang boleh menyentuh organ intim anaknya. Ayah harus minta izin dulu pada anak jika akan menyentuh badannya untuk mengganti popok, memeriksa suhu tubuh atau mengecup dahinya, agar anak dibiasakan untuk menjaga privasi tubuhnya dari intervensi yang tak dikehendakinya.

Anak juga dilatih untuk menjaga sensor tangannya tetap peka. Jangan dipaksa salaman jika ia tak ingin ( instingnya menolak ) karena tangan adalah awal orang menjajaki keintiman. Biarkan sensor tangan anak tetap peka dengan menolak orang yang tak dikehendaki ( menjaga teritorinya ).

Belaian sayang dilakukan ortu di kepala dan bahu anak. Belaian meragukan, seperti dicubit di pinggang atau di pusar, seharusnya anak segera menepis, menolak, menjauh, dan lapor bunda. Belaian terlarang di dada, paha dan kemaluan sudah bisa dianggap pelecehan seksual. Anak harus menolak, lari meninggalkan pelaku dan lapor bunda.

Ajari anak pohon kekerabatan, siapa yang muhrim ( boleh melihat tanpa jilbab, mengusap kepala dan menepuk pundak ). Ajari anak menghadapi orang asing : Tukang pos, kurir paket, loper koran, pencatat meteran listrik PLN, air PDAM hanya boleh sampai halaman rumah. Tetangga, silakan tunggu di teras, anak diminta lapor bunda. Paman dan kerabat yang dikenal baik boleh masuk sampai kamar tamu. Sahabat dekat boleh sampai ruang tengah dengan seijin anak dan bunda. Namun hanya bunda yang boleh masuk kamar anak perempuan. Balita perempuan boleh bersama ayah dengan sepengetahuan ibunya ( karena kini banyak kasus pedofil dari anggota keluarga dekat ).

Semoga anggota keluarga kita dan anak Indonesia terhindar dari pelecehan seksual dan kekerasan anak. Amiin..

Written by Savitri

25 April 2019 at 10:19

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13