Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Keamanan’ Category

ELIT HALU JADI BANDIT POLITIK. Pasal Makar Menanti..

leave a comment »

Keindahan pantai Indonesia ( Karimun Jawa ), salah satu halaman rumah kita.

Kesederhanaan kepala negara kita, Presiden Jokowi, yang sedang diuji legitimasinya. Pasal makar di KUHP, MK, melindungi NKRI dan pemerintahan yang sah. Pasal makar diatur di seluruh dunia. Pemilu 2019, berlangsung damai dan mengunggulkannya. Tempuh koridor hukum, bukan cara jalanan. Jaga NKRI, kepala negara, baru jaga harga ( yang sudah terkendali baik). Jaga suara Daulat Rakyat yang sudah 56% memilihnya, dan tak terkejar 02.

Maklum, kegenitan mereka sudah membuat bising ruang publik. Mereka cuma segelintir elit 02 yang mengatasnamakan ‘rakyat’ ( padahal lebih 80% rakyat percaya KPU dan menerima pemenang yang ditetapkannya ) demi nafsu berkuasa di usia senja. Mulanya mereka menebar fitnah dan hoax di ruang publik dan tempat ibadah. Merasa yakin bisa menang dengan cara itu, mereka lalu bagi-bagi posisi menteri untuk merekatkan dukungan kader partai pengusung yang mau tercerai berai. Halusinasi ‘menang’ ini ribuan kali diulang sampai mereka percaya dengan kebohongan mereka sendiri.

( di Oprah Show, pernah diangkat kasus seorang pria pengangguran yang mengaku dokter RS ketika pacaran. Setelah menikah, ia bersandiwara pulang pergi ke RS di depan istri dan mertuanya tiap hari. Ketika ketahuan bohong oleh istri yang mengecek ke RS, si istri dia bunuh, dia sembunyikan jasadnya di drum lalu dibuang ke TPA. Si pembunuh mengaku ia ingin jadi dokter, pernah ikut tes masuk kedokteran, tapi gagal, tapi ingin tetap menikah dengan pacarnya yang berharap ia dokter. Dia pun berusaha menjadi ‘dokter’ seperti yang dibayangkan istrinya meski berpura-pura. Tahun demi tahun berlalu, anak lahir satu demi satu, sampai hari mengenaskan itu. Si istri tak terima dibohongi suaminya yang berlagak dokter selama ini. Si suami juga tak terima ditolak istrinya sedemikian rupa setelah ia jungkir balik bertahun-tahun jadi ‘dokter’ demi merawat harapan istrinya/ penerimaan istri terhadapnya. Cekcok itu pun berujung maut. Ditilik masa lalunya, si pembunuh berasal dari keluarga mampu yang menuntut tinggi terhadap capaian anak-anak mereka. Si pelaku dianggap anak ‘gagal’ oleh ortu di antara semua saudaranya yang relatif berhasil/ mapan dengan profesi terpandang ). Saya melihat kemiripan dengan segelintir elit 02 yang gaduh pasca pemilu. Sebagian berpendidikan tinggi, bahkan purnawirawan jenderal ( KZ yang trauma PKI dicokok polisi di bandara ketika hendak ke Batam setelah orasi ).

Rusia-China vs AS-Israel kian panas adu strategi geopolitik. Isu ‘Islam’ Radikal vs Kebangkitan PKI sebenarnya cuma kartu permainan 2 blok kekuatan dunia ini untuk menggasak sumber alam di negara-negara yang mereka anggap lemah/ akan mereka lemahkan. Salah satunya oleh kepala batunya segelintir elit halu dengan sejumlah pengusung terafiliasi dengan zionis. Namun, para sepuh yang masih trauma/ belum move on ini melihatnya secara hiperbol, didramatisir. Padahal, di Rusia dan China, sejumlah masjid dan jemaah muslim yang menghidupkannya beribadah secara aman, juga saat Ramadhan ini. Contoh, di Provinsi Hainan, China kemarin di acara “Hijab Traveller” ( Trans7, 12/5/2019 ). Sayangnya, di mata pelaku sejarah yang kenyang dengan kekejaman PKI, fakta-fakta baru tsb belum mampu menyingkirkan kengerian yang berkerak di hatinya selama puluhan tahun. Seperti hipnosis 10 kebenaran belum cukup mengikis 1000 kebohongan yang dijejalkan elit 02 ke ruang publik/ pendukungnya yang malas cover both side.

Ketika banyak sumber kredibel membongkar kebohongan elit 02, para pendukung fanatiknya tak bisa menerima kekalahan mereka yang terpampang di mana-mana ( mereka seperti katak dalam tempurung, hidup dalan dunianya sendiri, cukup dengan ponsel dengan akun tunggal 02 karena ideologi takfiri yang sudah tertanam dalam bertahun-tahun, merasa benar sendiri ). Gerombolan tak logis ini pun digiring 02 ke Bawaslu untuk berdemo ( menekan/ mengintimidasi para komisioner ) atas setumpuk asumsi curang TSM mereka yang tak logis juga ( tahun 2014, kubu PS berkoar/ berhalu satu truk bukti ‘kecurangan’, nyatanya cuma setumpuk kecil. Omdo. Jelas gak berkah. Untuk posisi sestrategis RI-1 ada intervensi Langit yang menentukan. Tuhan kok dilawan ). Belum paham juga.

Para pendemo yang tiap hari dicekoki “ini bobrok, itu bobrok, siapa presidennya ?” oleh orator batil berjubah takfiri, lalu menganggap enteng delik menghina kepala negara ( bisa dihukum pasal pidana ) karena otak reptil mereka sudah melenyapkan akal sehat. Sampai terlontarlah ancaman memenggal kepala presiden Jokowi ( antek zionis di belakang 02 keplok tangan dengan riuh, berhalu juga, mengira ‘rakyat’ negeri ini berhasil dibenturkan, padahal cuma orang-orang 02 yang bergantian masuk bui. Orang-orang 01 yang logis/ smart tentu sudah tahu taktik basi adu domba imperialis, dan sudah siap 7 langkah/ bahkan 100 antisipasi untuk menggagalkan skenario besar nan busuk ini ). Pengancam ‘penggal Jokowl’ ini ( kebanyakan nonton video ISIS ya ) langsung diringkus polisi untuk mempertanggung jawabkanperbuatannya.

KEGENITAN BANDIT POLITIK BERUJUNG MAKAR.

Pemilu adalah suksesi kekuasaan secara damai.
Demokratis dengan rambu-rambu supremasi hukum. Era milenium ini sudah jadul pertumpahan darah ( pengerahan massa ) untuk mengganti presiden. Narasi membenturkan masyarakat atau pengalihan isu dari janji capres terpilih itu tidak laku. Pasal makar diadopsi di seluruh dunia dan konstitusional untuk melindungi negara, pemerintahan sah dan rakyat yang memilihnya dari pihak yang akan menggulingkannya. Makar adalah kejahatan terhadap negara. Masih ngotot membelokkan cara suksesi pemilu ke cara jalanan ? ( inkontitusional/ makar ) Ada sanksinya : 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati ( pasal 87 KUHP ). Silakan pilih bagaimana kalian mengakhiri hidup kalian. Negara besar ini direbut susah payah dari todongan senjata kaum imperialis dengan pengorbanan darah dan nyawa jutaan pejuang pendahulu kita selama 350 tahun ! Jangan main-main dengan makar atau pun segala upaya mendekatinya. Penggal ??

Buntut pengaduan 02 ke Bawaslu, Jumat lalu ( 10/5/2019 ) pendukung 02 sampai mengancam akan memenggal presiden Jokowi. Hasil cuci otak/ semburan hoax antek zionis ke otak reptilnya.

Keputusan MK, Januari 2018 sudah jelas mengatur soal makar. Ada maksud, permulaan pelaksanaan ( orasi, tempat berkumpul, mengatur rencana ) dengan sengaja, mengetahui rencana, menghilangkan nyawa presiden, untuk menggulingkan pemerintahan sah sudah bisa dianggap makar/ dipidana dengan pasal makar yang merupakan perlindungan terhadap pemerintahan yang sah. Polri diberi kewenangan konstitusi untuk menangkap pelaku makar. Kita tak mau Jokowi terpenggal atau NKRI porak poranda dulu dipegang antek zionis di sini, baru pasal makar dikenakan kan ? ( karena jika polisi-TNI terlambat bertindak, bisa kena 350 tahun lagi Indonesia dijajah. Kasus RS dan KZ nyaris saja ). No way, man !

Kata mantan hakim Asep Wiryawan, merencanakan makar itu sudah makar. Menghina presiden saja sudah bisa dihukum ( EMI, 13/5/2019 ). Halu, ilusi, hanyut seolah PS menang ini sudahlah. Hentikan. Face the fact. KV juga ingat Sapta Marga, sumpah prajurit, NKRI harga mati, jangan mau dibelokkan dengan hasutan dan tuduhan ‘curang’ tak berdasar. Keutuhan Indonesia terlalu mahal untuk dipertaruhkan. Jangan main-main atau coba-coba lagi ya. Jaga dan sayangi Indonesia… rumah kita semua.

Iklan

Written by Savitri

13 Mei 2019 at 11:25

Multaqo vs Ijtima. Situng vs SI 02. PSI vs ACTA. Palestina vs Israel. The winner is..

leave a comment »

Delapan rekomendasi yang ditandatangani 10 ulama, habaib, dan cendekiawan muslim ( KH Maimoen Zubair, Abuya Muhtadi, Tuan Guru Turmudzi Badruddin, Nazarudin Umar, KH Manarul Hidayah, Masykuri Abdillah, Habib Salim Jindan, Kiai Anwar Iskandar, Gus Muwafiq, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj ) dalam Multaqo 3 Mei 2019 adalah :

1. “Multaqo ingin menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama bahwa NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa,” kata KH Manarul Hidayah.

2. Mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menyambut bulan Ramadhan 2019 dengan meningkatkan ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi, menghindari fitnah, dan tindakan melawan hukum atau inkonstitusional.

“Sehingga kita masuk bulan Ramadhan dalam keadaan suci dengan berharap mendapat ampunan Allah SWT dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri,” tegas KH Manarul Hidayah.

3. Mengimbau umat Islam di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan di tas perbedaan selama dan sesudah Ramadhan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyu’ dan penuh berkah.

4. Menghindari provokasi pihak yang tak bertanggung jawab selama dan sesudah bulan suci ramadhan, karena hal tsersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci Ramadhan, yang dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan Ramadhan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

5. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mentaati tata peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI, sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah, karena hal tersebut sangat jelas diajarkan dalam tradisi agama Islam.

6. Kepada umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional baik langsung maupun tak langsung, karena tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan kepada bughat atau pemberontakan.

7. Kami mengajak seluruh umat Islam di seluruh Indonesia untuk “fastabikhul khairat”, berlomba dalam kebaikan guna meningkatkan kekuatan ekonomi umat dalam rangka berpartisipasi dalam masyarakat dunia melalui era digital, big data, dan berjaringan teknologi. Umat Islam dapat secara aktif terlibat dalam proses pengentasan kemiskinan mengatasi ketimpangan dan menejar ketertinggalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

8. Kami mengumumkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia bahwa kegiatan multaqo akan dilakukan secara terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang disepakati hari ini.

( tercatat ada 600 peserta ulama, habaib, dan cendekiawan muslim yang berembuk hingga jelang dini hari dalam acara ini )

GUYUB DI RAKYAT. PANAS DI ELIT. Rakyat ajari elit..

Ramadhan 1440 H ini rakyat sudah kembali guyub beraktivitas, sholat tarawih di masjid sehabis bukber tajil sumbangan warga sekitar. Mereka lebih matang berdemokrasi. Setidaknya di lingkungan saya, dan para pemirsa EMI, MetroTV, di seluruh tanah air. Juga, ketika elit 02 di medsos dan TV terafiliasi dengan zionis sibuk menyembur klaim ‘menang’ dan ‘curang’..

( gak logis : mestinya kalau menang, tak perlu menuduh curang kan ? Ngapain diulik suara yang masuk kalau sudah yakin menang. Yang logis : 02 kalah, survei internal 02 malu diungkap ke publik karena salah metode ). Lalu BPN mengalihkan isu dengan menuduh pihak penyelenggara dan peserta lain curang ( mendelegitimasi hasil pilpres ). Anehnya, hasil pileg-nya tak banyak komplain, padahal KPU, Bawaslu, TKN-nya sama.

Salah input data Situng karena human error/ kelelahan petugas yang jumlahnya kecil diblow-up 02 sedemikian rupa sampai SU minta Situng diaudit ( padahal BPPT sudah mengaudit Situng yang juga digunakan saat pilpres 2014 dan pilkada ). Form C-1 plano diminta melampaui haknya. Pantang malu, BPN 02 lalu menginiasi Ijtima 3 yang mendesak paslon 01 didiskualifikasi, melampaui hak ‘ulama’ takfiri yang berpolitik ‘khilafah’ itu merengek pada KPU dan Bawaslu yang sudah mereka hancurkan integritasnya ( mestinya sejak awal SU/ paslon 02 dengan mahar Rp 1 triliun lebih dulu didiskualifikasi penyelenggara. Baru terasa repotnya, gerombolan tak logis ini dibiarkan melaju sampai hari ini kan ? ).

Terakhir, ditemukan ribuan form C-1 palsu dalam dus beralamat satgas 02 di taksi online yang dirazia polisi / melanggar aturan lalulintas kemarin. Apa survei internal 02 menginput data 62%- nya dari sini, atau kejadian ini seri berikutnya dari hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, KTP-E berserakan di sawah untuk mendelegitimasi pemilu yang menewaskan lebih 500 petugas ?

ANTEK ASING SESUNGGUHNYA…

HRS berkoar di Youtube dengan berbagai tuduhan tanpa fakta, diambil kapan rekamannya ? Dia kan lagi mendekam di penjara Saudi yang menyatakan IM organisasi teroris.

PKS secara terbuka menolak ISIS, karena ‘jihadis’ jagoan mereka : Free Syrian Army ( FSA ), Jaish Al Islam, Ahrar al Syam, dan Al Nusra. FPI dan sebagian ormas lain menganggap ISIS sebagai ‘mujahidin’ yang bercita-cita menegakkan ‘khilafah’ ( takfiri ) di Suriah dan Irak.

SNC bertugas mencari bantuan dan senjata untuk FSA. Negara yang aktif memberi bantuan dana dan senjata adalah AS, Inggris, Prancis, Turki, Qatar, Arab Saudi. Sebagian besar anggota SNC adalah orang-orang IM. Tahun 2012, SNC berganti menjadi SNCORF, yang dipilih sebagai ‘presiden’-nya Moaz Al-Khatib, ‘ulama’ IM )

Di Washington Post ( 3/7/ 2018 ), Khashoggi ( IM ) menyatakan : Ini waktunya AS masuk Suriah dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. Di Indonesia, kita bisa merasakan bagaimana orang-orang IM tak beda perilakunya dengan kelompok Wahabi tulen : tekstualis, intoleran, menghalalkan kekerasan demi kekuasaan ( mereka dukung ‘jihadis’ di Suriah ). Jauh beda dengan ideologi awal yang dikembangkan alm. Syekh Hasan Al Banna.

SU mundur dari tim kampanye Grd. BN jadi tersangka pencucian uang. MAS bilang sujud syukur jika PS menang dan kawal pemerintahan jika Jokowi yang menang ( kader PKS ini sudah banyak mendiskreditkan Jokowi selama ini, kita tak perlu berharap banyak padanya, apa lagi mengelukan. Dia tak konsisten. Di Karawang, Bandung, Jabar banyak kader PKS yang perlu meluruskan ucapannya ).

TVO sejak awal siarannya memutar rekaman video berdirinya Israel. Dina pernah menyatakan TV ini terafiliasi dengan zionis. Para penyiarnya banyak yang tertawa ( tak pada tempatnya, seperti ketika kader Dmk menolak dugaan akan menyeberang setelah AHY 20 menit bertemu Jokowi dan bicara kebangsaan, termasuk menunggu hasil hitung manual KPU 22 Mei sebagai hasil resmi lembaga independen tsb. Situng bukan hasil resmi, tapi real count untuk memenuhi aturan UU/ Keterbukaan Informasi Publik/ transparansi perhitungan suara ). Elit masih panas jelang pleno KPU.

Setelah memboikot MetroTV, kemarin ( 6/5/2019 ) PS menolak media nasional ketika curhat ‘kecurangan TSM’ ( klaim sepihak ) ke media asing. Jadi ingat di Singapura, PS mempermalukan kita dengan menyebut korupsi di Indonesia ‘stadium 4’ ( padahal caleg mantan napikor terbanyak dari Grd, juga yang belum melaporkan LKHPN. Yang nuduh antek asing ke Jokowi, ternyata PS yang mengundang media asing ke Kertanegara. Lalu siapa ‘setan gundul’ yang memasok ‘menang 62%’ itu ? Rewel sekali.

Semoga media asing terdaftar itu lebih logis dari PS dan mau melakukan investigasi jurnalistik dari data valid/ sumber kredibel ( bukan dari ‘setan gundul’ ). Lebih 30 negara sudah memberi ucapan selamat pada capres petahana/ Jokowi ( EMI, 8/5/2019 ). Mereka tentu tak sembarangan memberi selamat ( ada riset, intel, perwakilan, pemantau yang ditempatkan di sini ). Ini menyangkut reputasi negara dan kredibilitas pemimpin negara-negara tsb.

WAR ROOM 01 TEMBUS 80 JUTA SUARA UNTUK JOKOWI-MA’RUF. Tetap rendah hati..

Kemarin ( MetroTV, 9/5/2019 ) dari War Room ( ruang TI paslon 01 ), perolehan suara sudah melewati batas psikologis 80 juta pemilih ( 56% ) yang tak mungkin disusul 02 ( 60 juta suara ) di mana tinggal 15 juta selisih suara yang belum dihitung ( 81% partisipasi dari 192 juta pemilih terdaftar ). Publik dipersilakan Erick Thohir ( ketua TKN 01 ) untuk melihat hasil rekap yang masih terus berjalan di War Room setelah mendaftar dulu. Wartawan lokal, penggiat pemilu, media asing sudah melihatnya. Bahwa tak ada kecurangan seperti yang dituduhkan 02.

DI KOTA BANDUNG. Jurus ngeles demi harmoni..

‘Ustad’ Ase* di masjid Ash-Shof*, Bandung, masih leluasa berkeliaran dan mengatakan pada jemaah “terjadi kecurangan TSM di pemilu 2019” ( sesudah mengajar hadis, di mana ada tuntunan akhlak “tak boleh bohong”, dengan enteng ia menebar fitnah “curang”. Gak nyadar dia pun bohong dan curang ketika kampanye terselubung “jika Jokowi terpilih lagi, penyebutan kafir akan dilarang”. Rupanya dia kuatir ideologi takfiri/ IM ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ) tak leluasa ia tebarkan lagi ( yang terstruktur, sistematis, masif/ TSM itu justru hoax dan fitnah 02 ke Jokowi/ 01 dan penyelenggara pemilu ).

Sekitar 20 jemaah cuma diam mendengar celotehnya. Yang vokal mendukung pilihan politiknya masih mengajak rekan jemaah 01 datang ‘syukuran’, arisan dan tahlilan. Pemilih 01 cuma senyam-senyum, ngeles, tak menuruti. Tak sampai bertengkar. Lempeng aja. No big deal. Biar di atas gontok-gontokan, kita mah asyik aja, kata warga, cuek lalu pergi tarawih bersama. Kearifan wong cilik. Gotong royong sejak nenek moyang tak mudah luntur dalam 5 tahun.

Komisi fatwa MUI memutuskan mempercayakan institusi negara untuk menyelesaikan sengketa politik ( EMI, 6/5/2019 ). Prof. Azyumardi Azhra mengingatkan ulama untuk instropeksi, terutama mereka yang tak bisa mengendalikan hawa nafsu ( mempolitisasi agama, politik profan tanpa etika dan moral ). Menipu orang bodoh dengan cara membungkus kebatilan dengan ( atribut ) agama.

Ulama mestinya memberi kesejukan, sesuai lisan dengan perbuatan, serta bertanggung jawab menjaga keutuhan negara. Lisan menyejukkan. Perbuatannya patut diteladani. Bukan malah memecah dan menceraiberaikan rakyat. Puasa medsos selama Ramadhan, pesan ketua Muhammadiyah.

So, soal audit Situng KPU tak perlu dilayani, toh 02 juga tak melayani buka publik data survei internalnya. Kita percaya KPU bekerja maksimal profesional. Yang menuduh ‘curang’ cuma belasan seperti angka yang diperoleh Grd ( sekitar 12% ). Ekor jas kurang terbukti. PDIP cuma naik 2% ( sekitar 19% ). Nasdem meraih 10% suara ( melonjak dari tahun 2014 sebesar 6% ) karena fokus mengusung Jokowi melebihi partainya sendiri.

Yang unik, PSI ( meraih sekitar 2% suara, terbesar di antara partai baru ) yang diketuai mantan penyiar TVO, GN. Protesnya tentang “perda syariah” membuatnya diadukan ES, yang kemudian ganti diadukan S ke polisi dengan tuduhan mengajak makar. PSI mencuri perhatian lagi dengan memberi piala “Kebohongan Award” pada PS, SU, AA, yang membuatnya kembali dilaporkan ACTA ke polisi. Kontroversi demi kontroversi.

Andai GN/ PSI bisa diskusi dengan Romo Felix Irianto Winardi tentang aliran di Nasrani dan ‘aliran’ di Islam yang membuat kita salah paham satu sama lain. Kita, Muslim, Nasrani, Yahudi akan hidup berdampingan secara damai di Yerusalem/ tanah Palestina suatu saat nanti. Insya Allah. Kita perlu membina kesepahaman atas masa depan Indonesia dan dunia sejak sekarang. Bukan saling meniadakan yang kontra produktif untuk visi tsb.

Di “Tafsir Al-Mishbah”- MetroTV, 7/5/2019 jam 3.30-4.30, Quraish Shihab mengatakan, bahwa kitab sebelum Qur’an ( Zabur, Taurat, Injil ) juga tak membolehkan penganutnya menyembah berhala. Banyak kesamaan yang bisa kita gali dari agama para keturunan Nabi Ibrahim ini. Lebih banyak titik temu daripada titik pisah kan ? Jika kalian mau mempelajari Islam dari sumber yang benar, siapa tahu kalian malah bersyukur, bahwa agama 90% penduduk negeri ini yang lebih mewarnai norma hukum kita ( tak perlu nunggu sampai Nabi Isa/ Yesus turun ke bumi menyadarkan kalian. Bisa kelamaan berselisihnya ). Have you ever think about it ?

DISKUSI PALESTINA

Tengah digagas Indonesia yang bulan ini menjadi ketua Dewan Keamanan PBB. Presiden Jokowi pernah menyerukan, agar OKI secara tegas menolak pengakuan unilateral ( Yerusalem ibu kota Israel ) Trump. OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti AS memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem ( Australia yang sempat berniat, ditegur menlu Retno, lalu urung pindah kedutaan ). Jokowi meminta OKI mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

6 ISU UTAMA PALESTINA :

1. PERBATASAN WILAYAH
Bangsa Palestina sudah bersedia menerima wilayah tahun 1967 ( Gaza + Tepi Barat + Yerusalem timur ) sebagai wilayah negara Palestina. Faktanya, Israel terus merampas tanah di Tepi Barat sampai hari ini.

2. PEMUKIMAN ILEGAL Israel terus membangun pemukiman khusus Yahudi di tanah rampasan tsb.

3. PENGUNGSI
Hak 5 juta orang Palestina yang menjadi pengungsi harus dipulihkan. Faktanya, AS justru menghentikan bantuan pada UNRWA yang mengurusi pengungsi.

4. AIR
Israel menguasai sumber sampai warga Palestina kekurangan air/ kekeringan. Sumber air digunakan Israel untuk mengairi peternakan ayam ekspor.

5. KEAMANAN
Tentara Israel semena-mena menembak, menahan, membatasi mobilitas warga Palestina. Presiden Mahmoud Abbas dilarang keluar rumah tanpa seizin tentara Israel.

6. STATUS YERUSALEM
AS melanggar konvensi internasonal dan resolusi PBB dengan mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana.

Enam isu penting nan mendasar tentang Palestina ini kerap diabaikan Israel dalam negosiasi damai ( diganti insentif ekonomi ). Kita jangan terkecoh, sebaliknya tetap gigih membantu memperjuangkan kemerdekaan Palestina bersama 6 poin tsb. Tim Kemenlu di PBB tengah merintisnya. Semoga berhasil, Teman..

SEJARAH PALESTINA

Pada Januari 1918, seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan sekutu PD 1 pimpinan Jenderal Allenby ( asal Inggris, keturunan Yahudi ). Di kota Al Quds, dia berkata, ”Hari ini, Perang Salib telah berakhir.” ( blog KTT Dina YS )

Pada 29 November 1947, PBB meloloskan Resolusi 181 tentang pembagian wilayah ex-British Mandate of Palestine untuk mengatasi konflik sengit antara pemukim Yahudi dan Arab.

Pada 14 Mei 1948, kelompok Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel, disusul pengakuan AS terhadap Israel. Sejak 15 Mei 1948, Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

Pada 11 Mei 1949 PBB menerima Israel sebagai anggota, dengan syarat Israel harus menerima Resolusi 181 ( Israel harus menerima pendirian negara Palestina ) dan Resolusi 194 ( Israel harus mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka ). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Pada Januari 1967, Perang 6 Hari antara negara-negara Arab vs Israel meletus. Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem, Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, dan Golan. Namun, Mesir kemudian bersedia berdamai dengan Israel ( mengakui eksistensi Israel dengan imbalan pengembalian Sinai, saat perjanjian Camp David, tahun 1978 ).

Pada 10 Nov 1975,
PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang menyatakan Zionis sebagai rezim rasis.

Pada 31 Januari 1980, parlemen Israel menetapkan Yerussalem sebagai ibu kota Israel, padahal PBB sudah menetapkan kota itu zona internasional.

Pada 13 Sept 1993, Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis dan PLO yang berisi PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat, dengan imbalan PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, menyebut hal ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

Pada 1 Juli 1994, Arafat memasuki Gaza dan mendirikan Otoritas Nasional Palestina ( Palestinian National Authority/ PNA ).

Pada 22-24 Mei 2000, tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan setelah bercokol selama 22 tahun. Selama itu para pejuang Hizbullah gigih mengusir Israel sehingga kemenangan mereka menginspirasi rakyat Palestina.

Pada 28 September 2000, Intifadah ke-2 dimulai ( dipimpin HAMAS, sedangkan PNA/ ex-PLO selalu berusaha menghentikannya. PNA menjadi alat Israel memberangus perjuangan bangsa Palestina ).

Pada 11 November 2004 Yaser Arafat tewas diracun Zionis ( seluruh pembuluh darahnya pecah di RS Perancis. Tabiat Zionis/ Neokon habis manis sepah dibuang : jika pion/ kaki tangan mereka dianggap tak berguna lagi, mereka akan segera singkirkan. Sadam Hussein digantung, Osama bin Laden ditembak drone, contohnya ).

Saat ini sudah 85% wilayah Palestina yang dijajah Israel dan terus digerogoti ( KLCBS FM, 28/2/2019 )

“Perjuangan Palestina selalu ada di jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap helaan napas diplomasi Indonesia, di situ ada Palestina,” kata menlu Retno Marsudi ( Palestina mengakui kemerdekaan RI sejak awal, setelah Mesir, sebelum negara-negara lainnya ).

Itu sebabnya, ketika Trump mengklaim sepihak, Yerusalem sebagai ibukota Israel, dalam KTT OKI 2017 di Turki, presiden Jokowi berpidato tegas, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Rezim apartheid Afrika Selatan runtuh awal 1990-an setelah aksi boikot ekonomi dari berbagai negara dan masyarakat sipil dunia. Hal ini yang tengah diupayakan para aktivis anti penjajahan di seluruh dunia terhadap Israel, sebuah negara apartheid dan rasis, di antaranya melalui gerakan #BDS ( Dina YS, 14/11/2018 )

Pemimpin Turki, Erdogan ( IM ) takkan berani mengusulkan hal tersebut ( boikot produk Israel ) karena kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no. 85, Ankara, Turki. Begiitu pula dua konsulat Israel di Istanbul dan Izmir.

Kita menyesalkan kenapa tahun 2002, di Jakarta Selatan, bisa sampai dibuka kantor Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC), lalu IIPAC pada 29 Januari 2010 sampai bisa meluncurkan Indonesia Business Lobby ?

Sebagian orang mempermasalahkan siapa yang lebih berhak atas wilayah Palestina. Apakah dulu nenek moyang di Palestina itu bangsa Arab atau Yahudi, sama sekali tak ada gunanya. Setakberguna mengungkit masalah apakah orang Yunan yang lebih berhak menghuni Indonesia atau orang Indonesia jaman sekarang. Bukankah dulu orang Yunan yang lebih dahulu menghuni tanah Indonesia ?

DUA OPSI SOLUSI PALESTINA

Yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timur Tengah :

OPSI PERTAMA

PBB mendukung two-state solution ( dua negara berdiri berdampingan ).
Kelemahannya, sifat alami Rezim Zionis yang tamak dan penindas ( menyerang, mengusir, menduduki tanah milik Palestina ). Selain membangun permukiman ilegal, Israel juga membangun Tembok Zionis yang memblokade warga desa Kristen di Betlehem.

Hamas menang pemilu di Gaza tahun 2006 ( dipantau pengamat dari berbagai negara/ organisasi internasional ), namun Israel memblokade Gaza sampai hari ini. Gaza menjadi penjara terbuka terbesar di dunia di mana Israel bisa melancarkan operasi militer membombardir Gaza kapan saja ( Dina YS ).

Di Tepi Barat, tahun 2016, Israel merampas 3000 hektar lahan Palestina dan 450 rumah, kemudian di atasnya dibangun permukiman khusus Yahudi, yang dijaga militer Israel.

Palestina sudah mau berdamai, tapi Israel memilih terus menjajah. Meski ditegur dengan sederet resolusi dan perjanjian, Israel tetap melakukan kejahatan kemanusiaan secara terang-terangan.

OPSI KEDUA

One state solution, yaitu ide mendirikan negara bersama Palestina-Israel, dengan dihuni semua warga dari berbagai ras dan agama yang semuanya punya hak suara. Rezim Zionis dibubarkan, juga Otoritas Palestina. Semua batas wilayah Palestina-Israel dihapus dan dilebur dalam satu negara. Para pengungsi diizinkan kembali ke tanah/ rumahnya, lalu diambil konsensus : bentuk pemerintahan dan pejabat yang mengisinya.

Opsi “satu negara” berangkat dari pemikiran :
1. Bila Rezim Zionis terus berdiri, perang takkan pernah berhenti karena cita-cita Zionis adalah mendirikan negara khusus Yahudi dengan terus mengusir orang Palestina demi memperluas wilayah.
2. Bila Palestina ingin mendirikan negara khusus Palestina dan mengusir keluar orang Yahudi, perang juga akan terus berlanjut. Realisasinya lebih sulit, karena Palestina dalam posisi lebih lemah, wilayahnya lebih kecil ( tinggal 15% ), terpisah, dikepung wilayah Israel, kekurangan logistik karena blokade Israel.

Saat ini banyak gerakan sipil di Israel dan Palestina yang mengusung ide ini. Yang menolak adalah kalangan radikal ( baik dari Yahudi maupun Muslim ) dan politisi yang diuntungkan oleh status quo.

Sebagian orang mengkhawatirkan nasib orang-orang Yahudi bila para pengungsi Palestina kembali ke tanah/ rumah mereka masing-masing.
Diatur UU pembagian yang adil : ganti rugi yang layak bagi pengungsi Palestina yang tanahnya ternyata diduduki orang Yahudi ketika kembali ke tanah air, sehingga ia bisa membeli tanah/ rumah baru di lokasi berdekatan atau tempat lain ( sehingga tak terjadi pengusiran di manapun yang bisa menimbulkan konflik baru ).

Butuh kesamaan pandangan dan tekad kuat dari semua pihak yang bertikai untuk bisa menciptakan negara yang demokratis dan adil ini. Juga edukator, kata Dr. Ilan Pappe ( akademisi asal Israel ). Untuk two state solution, perlu politisi andal. Untuk one state solution, perlu pendidik ( yang tak mengharapkan hasil instan/ dalam 1-2 tahun langsung beres. Bahkan ia harus siap mati tanpa tahu apakah benih pendidikan tentang satu negara bersama Yahudi-Arab akan berbuah atau tidak. Seorang politisi tidak bisa melakukan hal ini, karena dia tidak mau karir politiknya berhenti, imbuh Ilan.

Unduh Gratis: Ahmadinejad On Palestine

Mirip seruan Ahmadinejad, mantan presiden Iran : pembunuhan dan perang sudah cukup. Tiba waktunya menegakkan semua sisi persaudaraan dan perdamaian. Yang mengambil langkah awal menegakkan keadilan tentu para pemikir, cendekiawan, ulama, dan orang-orang yang hatinya dipenuhi cinta pada kemanusiaan, kemuliaan dan perdamaian. Kita harus bergandengan tangan melakukan usaha global untuk menegakkan perdamaian dan mengikis akar ketidakamanan dan ketidakadilan di dunia.

Semoga kemanusiaan, perdamaian dunia, dan rakyat Indonesia pemenangnya. Amiin.

==========

INFO MEDSOS :

Written by Savitri

7 Mei 2019 at 16:41

Pindah Ibukota. Kapal Vietnam. Hari Buruh. Otak Reptil Teroris Zombie dan 02. Bom Sri Lanka, Yaman, Saudi. Ular Dicaplok Elang..

leave a comment »

Gedung KPU RI. Kita harap lembaga penyelenggara pemilu tak lagi terpancing tuduhan ‘curang’ kubu 02. Sudah keterlaluan, kurang ajar, melampaui hak mereka. Makin dilayani, makin gila hoax mereka, seperti api disiram bensin. Acuhkan saja, jangan ikuti ‘permainan’ mereka. Justru, minta mereka mengikuti aturan main yang sudah disepakati bersama, seperti peserta lain. Ada elit/ pengamat yang bilang, survei internal tak harus dibuka ke publik. Banyak pakar yang bicara tanpa konteks. Jika survei internal 02 menuduh bohong 6 lembaga survei kredibel dan melaporkan mereka ke polisi, seharusnya survei 02 harus diperiksa atas dasar apa mereka menuduh bohong ? Survei internal acuan mereka kan ? Mereka perlu dikondisikan untuk bertanggung jawab atas semua fitnah yang mereka tebarkan ke ruang publik untuk mendelegitimasi hasil pilpres. Jangan malah ikut menari dengan gendang sumir yang mereka tabuh. Perhatikan konteks, dan jadilah suluh kebenaran.. ( foto : era )

SU yang hanya hadir sekali dalam 4 kali deklarasi ‘presiden’ Kertanegara PS, mengatakan Pemilu 2019 sudah berlangsung jujur dan adil ( EMI, 29/4/2019 ). ZH, ketua MPR dan ketum de jure PAN sudah bertemu Jokowi untuk mendinginkan situasi pasca Pemilu 17 April. Dan 7 sekjen 02 sudah berkunjung ke KPU, melihat proses Situng/ real count-nya KPU yang diambil dari scan formulir C-1 ( ukuran A4, di PPK ) yang diambil dari form C-1 plano yang kita lihat di TPS saat perhitungan suara ( ukuran karton/ A1 dengan spidol 4 garis batang lidi vertikal ditutup satu batang mendatar ) yang ditanda tangani petugas KPPS, Panwaslu dan saksi parpol. Dokumen mahkota pemilu ini ( form C-1 Plano TPS ) bukan hak BPN 02 untuk memintanya ( tapi Bawaslu memberikan salinannya juga ). Yang terjadi kemudian, jagad medsos disesaki form C-1 yang direkayasa, yang berujung ke tuntutan berikutnya : elit 02 minta dibentuk TPF ( Tim Pencari Fakta ) demi memuaskan kecurigaan ‘kecurangan’ hasil setingan mereka untuk menggiring opini konstituen/ men-delegitimasi hasil pemilu.

( 02 sebetulnya sudah tahu mereka kalah, bahkan sebelum pemilu, dengan memobilisasi massa 212 dan tuduhan ‘curang’ AR di depan kantor KPU setelah melihat hasil belasan lembaga survei kredibel mengunggulkan Jokowi. Yang sedang mereka lakukan kini : mendelegitimasi KPU dengan hoax, fitnah, rekayasa dokumen, rekayasa foto ‘petugas’ lagi nyoblosin surat suara, dsb di medsos sesuai pesanan Neokon/ pembayarnya. Dengan tuduhan ‘curang’ ini mereka lalu bisa melongok proses Situng KPU, mendapat salinan form C-1 plano Bawaslu, untuk membuat hoax dan fitnah lebih besar lagi di medsos dan ponsel ‘ustad/ penceramah/ pengajar hadis 02’ di masjid-masjid/ ‘syukuran’ yang bilang pada jemaahnya “yang menang 02”. Kebangetan naifnya jika TPF ini pun dikabulkan. Data valid yang mereka terima akan diplintir lagi untuk kebohongan puncak/ pengerahan massa. Stop it !

Ketika kita berhadapan dengan ular licik, kita juga harus bisa berpikir seperti ular, minimal elang cerdik yang menerkam ular tsb. Kalau jadi kelinci imut nan baik hati, habislah kita ditelannya bulat-bulat. Itu sebabnya penyidik Bareskrim Polri belajar ilmu reserse/ kriminologi untuk bisa membekuk penjahat. KPK menggunakan koruptor/ whistle blower untuk menangkap koruptor utama/ lebih besar. Kepala NSA di film “XXX” merekrut ‘ular- Xander Cage- penggemar olahraga ekstrim’ untuk menjerat ‘ular berbahaya’ / bos narkoba/ penjahat kakap, agar bisa membaca langkah lawan untuk mengantisipasi/ mencegah kerusakan yang lebih besar. Tidak masuk/ hanyut dalam permainan/ setingan curang 02. Katakan, “KPU, Bawaslu, DKPP bekerja dalam sistem yang sudah disepakati bersama ( UU no. 7 tahun 2017 ) di mana semua fraksi di DPR RI termasuk partai 02 ada di sana. Kalian/ 02 juga harus begitu. TPF berlebihan dan tak ada di aturan main. Bangsa beradab mengikuti aturan yang sudah dibuat.”

Tak reaktif menuruti segelintir 02 yang tak mampu berpikir logis. Elit 02 masih berteriak ? Pasang kapas di kuping, jangan dengarkan, cuek saja. Salurkan energi untuk tindakan yang lebih nyata. Kawal proses rekap tiap jenjangnya ( PPS, PPK, KPUD, KPU ) sampai 22 Mei 2019 ( pleno KPU RI ) dan 28 Juni 2019 ( keputusan MK yang final dan mengikat ). kawalpemilu.org salah satu yang sedang melakukan.

Saya pernah menyarankan di blog ini agar Indonesia punya platform medsos sendiri karena medsos yang populer sekarang dikuasai Neokon AS yang melenyapkan akun Dina YS dan netizen kritis yang membongkar kejahatan Imperium. Jadi percuma Kominfo meminta operator medsos FB, TW, IG, men-takedown akun berkonten radikal, hoax, hatespeech karena mereka dalam kendali Neokon. Saya dengar 29 April ini, Kominfo bersama PRSSNI, K-Lite FM, aplikasi Svara akan merilis platform kolaborasi. Bisakah dibuat seperti medsos, sebagai tambahan unduh lagu dan siaran streaming radio-radio setanah air ? Hatur nuhun.

Sambil menunggu, kiranya kita perlu menelanjangi siapa penjilat di sekeliling PS yang ‘keukeuh’ deklarasi memalukan itu ( otak reptil PS sudah terkena semburan hoax menakutkan, seperti para penyesat di sekitarnya, sehingga orasi lantang ‘Indonesia bubar’, ‘punah’, ‘hankam rapuh’, ‘bumi pertiwi diperkosa’ berhamburan dari mulutnya seperti zombie, tanpa penyesalan, apalagi minta maaf ). Kenapa masjid jadi modus kampanye penceramah 02 ? Di mana proses cuci otak radikal ini bermula ? Siapa penyandang dananya? Check this :

SATU DUNIA DI BAWAH KAKI ZIONIS ISRAEL.

Itu sebabnya kitab suci memberitahu, dunia takkan kiamat sampai kita memerangi zionis Israel.

Uni Eropa, China, Rusia adalah 3 negara/ kawasan terakhir yang akan ditaklukkan AS-Israel dalam road map satu dunia tanpa sekat yang dinamai Pemerintahan Global/ Tatanan Dunia Baru, dengan aneka modus perdagangan, bantuan keuangan, militer, kudeta, menurut Chris Kanthan di buku “Deconstructing the Syrian War” ( Dina YS, 25/4/2019 ) .

Sebelum itu, Amerika Utara dan Amerika Selatan ( termasuk Venezuela ) akan mereka ( AS- zionis Israel/ Neokon/ Imperium ) lebur dalam sistem finansial, kerjasama ekonomi dan militer bersama.

Neokon AS menggunakan ‘mujahidin’ ( radikalis yang tak takut mati meski cuma dibayar murah, mereka mengira sedang berjihad membela agama lalu mati masuk surga, segampang itu ) sejak ‘sukses’ mengusir Uni Soviet ( kini Rusia ) dari Afganistan ( tahun 1980-1990 ), untuk menghancurkan/ menundukkan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Caranya, dengan semburan industri kebencian, seperti fitnah, hoax terhadap Jokowi ( azan, jilbab, penyebutan kafir dilarang, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan, anti Islam, kriminalisasi ulama, dst ) yang ditebarkan di masjid-masjid, door to door, majelis taklim/ pengajian, pesantren dan madrasah. Serangan terhadap croc brain/ otak reptil manusia ini membuat orang lemah ketakutan, hilang akal/ tak logis dan berubah ‘zombie’ yang akan melakukan apa saja untuk ‘self defense’/ bertahan hidup ( cuci otak/ firehose of falsehood ), yang mengendap di alam bawah sadar mereka, hingga sangat susah disadarkan, butuh deradikalisasi bertahap, berulang-ulang, bertahun-tahun pula.

Saya ingat, dulu Tempo, pernah menurunkan tajuk utama “Tweep” ( twitter people ) di Tunisia, Mesir, Irak, Libya ( fenomena ‘demokratisasi’ di Timur Tengah/ Arab Spring menggunakan medsos ). Medsos, setahu saya, media hasil pengembangan teknologi militer AS yang secara intens, maraton di-training, disosialisasikan untuk target geopolitik, yang selanjutnya ( senjata makan tuan ) membuat warga AS terbelah ( Trump bisa menang karena kebohongan masif yang disemburkan timses-nya ), warga Brasil juga, warga Indonesia terpolarisasi ( tapi Jokowi tetap menang karena dikawal civil society ), lalu kota Marawi, Filipina sempat diduduki ISIS, serta terbentuknya kelompok radikal di Thailand Selatan, Xinjiang-China/ Uighur, Mindanau, Filipina, dsb, akibat semburan fitnah, hoax, foto pembantaian dari pelbagai lokasi, waktu, isu ke otak reptil netizen tiap harinya.

Yang menyedihkan, klan Saudi yang merebut tanah suci dari keturunan penjaga Kabah dengan pedang berdarah dan bantuan AS menjadi donatur ‘sekolah’ para teroris yang ‘lulusan’-nya bersahut-sahutan meledakkan diri dan orang lain di pelbagai negara ( negara kami dipilih karena kami tak setuju cara teror, kata PM Selandia Baru, usai penembakan di masjid Christchurch. Sri Lanka yang hidup tenang setelah mengatasi gerilyawan Macan Tamil, dibuat tidak tenang lagi dengan bom Paskah tergres pada Minggu, 21/4/2019 ).

Sebagai imbalannya ( juga penjagaan AS atas Saudi dari kekuatan Iran di Timur Tengah ), penguasa Saudi diperas AS untuk mendanai ‘proyek’ terornya, pemusnahan etnis, penyebaran doktrin Salafi/ Wahabi ( sebengis Takfiri, ingat cara putra mahkota Saudi, MBS, menghabisi Khassogi/ IM di Turki ) di pesantren, madrasah yang disumbangnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia ( ‘ustad’ BN, #gantipresiden, kepala batunya elit 02 terhadap hasil pilpres 2014, 2019, sehingga mereka disebut bagian dari proxy AS-Israel = perang AS-Israel dengan menggunakan kaki tangan pihak lain ).

Seluruh agenda terorisme ini menghancurkan negara-negara muslim dan korban terbanyak umat muslim pula. Di antaranya, di Christchurch, Selandia Baru, 49 jemaah masjid tewas oleh rentetan tembakan brutal pelaku Islamophobia. Di Suriah, 370.000 warga Suriah tewas oleh ribuan ‘jihadis’ yang didatangkan AS dari seluruh dunia yang membantu pemberontak lokal ( Ikwanul Muslimin/ IM, di Indonesia PKS ) membalaskan dendam kesumat pendahulunya yang dihabisi Assad senior setelah kudeta gagal mereka. Beruntung Iran, Hezbollah-Lebanon dan Rusia membantu Bashar ( Assad junior ) mengalahkan gerombolan teror tsb ( jika HRS, FPI, ex- HTI pro-ISIS bikinan AS, maka mereka pun kaki tangannya zionis. Terasa hawa terornya kan ? Serba semau gue. Merasa bener sendiri ).

Sedih ya. Garangnya jihad fisik dalam perang disalahgunakan zionis dan dijalani pemula/ pencari Islam untuk menghancurkan Islam, kaum muslimin, negeri muslim, tanpa banyak tanya/ otak kritis. Kelompok ‘jihadis’ atas nama Islam/ fundamentalis masih terus menebarkan teror sesuai pesanan pembayarnya/ musuh Islam. Tragis.

Bagaimana kita bisa menghentikan kebodohan mereka ? Mendetok racun doktrin yang mengendap lama di alam bawah sadar mereka ? Menyadarkan mereka, siapa sebenarnya yang harus dibela ? ( Allah, Qur’an, Rasul secara kaffah/ utuh, kemanusiaan non muslim, perdamaian dunia ). Keberanian dan semangat jibaku mereka menggetarkan bulu roma jika untuk memerangi kebatilan ( zionis Israel ) bukan malah bekerjasama dengannya ( memuakkan ). Bayangkan, AS- Israel ngebet menguasai dunia mengandalkan para ‘jihadis’ tersesat ini ??

Qur’an yang dihayati, diamalkan sungguh-sungguh secara benar akan lebih dahsyat daripada sebagian kecil yang baru dipahami ‘mujahidin’ keblinger itu. Kita harus bisa membalikkan keadaan, karena kita negara muslim terbesar di dunia. Kita sering diminta memediasi aneka konflik di pelbagai negara terkait komunitas muslim tertindas. Mulai dari memahami geopolitik global, mengidentifikasi masalah lokal, lalu mengganti kurikulum pesantren ( dengan Islam wasatiyyah, no more Takfiri, Wahabi, Salafi ) dan mengganti ustad/ penceramah yang terpapar radikal 02/ doktrin bengis yang bergerilya di masjid, pengajian, majelis taklim, madrasah, ruang keagamaan ( ingat ketika menlu Retno mewakili Indonesia menolak ajakan koalisi Arab Saudi menggempur Yaman ? Gerombolan #ganti presiden/ 212 mengejek menlu dan Jokowi di medsos tanpa risih, juga sederet isu panas/ konflik lainnya ulah Neokon di banyak negara, seolah para netizen naif ini jubir lokal AS. Otak reptil mereka sudah terkena dan sulit disembuhkan ), juga mensosialiasikan literasi media kredibel pada para jemaah ( dari pintu APBN yang akan dikucurkan, program satu pesantren satu produk Kang Emil, kredit, wakaf, BAIZ ).

Jika di dalam negeri, komunitas/ ormas muslim sudah mampu berpikir logis dan melek media ( zionis menyerang dengan medsos dan propaganda hitam media mainstream-nya ) maka kita/ Indonesia bisa lebih tangguh memediasi para pihak yang berkonflik ( G to G, B to B, P to P ), dan membuka cakrawala warga dunia tentang Islam rahmatan’lil alamin. Untuk itu kita harus tangguh secara ekonomi pula untuk bisa membiayai itu semua, serta digdaya menghentikan serangan balik dari pihak yang tak suka upaya kita. Well, semoga Allah memudahkan jalan kita. Amiin.

Berikut, sebagai wawasan, saya ringkas, apa yang terjadi di negara Sri Lanka ( 253 korban tewas oleh bom Paskah ), Saudi Arabia ( setelah ditutupi keterlibatannya dalam pembunuhan Khassogi, MBS kini adu strategi vs ayahnya. Pengawal Raja Saudi banyak dibongkar pasang. What’s next ? ), dan Yaman, setelah disentuh zionis Israel melalui kaki tangannya :

BOM PASKAH KOLOMBO, SRI LANKA.

8 bom bunuh diri dilakukan 7 pelaku ( klaim ISIS ) di 3 hotel dan 3 gereja ( St Sebastian, dll ) telah menewaskan 250 orang ( termasuk 35 WNA dari Inggris, AS, India, Australia, Cina, Belanda,Turki, Portugis ) pada Minggu, Paskah, 21/4/2019 di Kolombo, Sri Langka ( News Room, MetroTV, 24/4/2019 ). AS menawarkan FBI untuk membantu investigasi ( polisi federal AS ini bisa menutupi jejak keterlibatan AS cs di belakang teroris dan mengkambinghitamkan muslim lagi ).

Sri Lanka berpenduduk 22 juta orang ( 70,2 % penganut Budha, 12% Hindu, 9,7 % Islam, 7,4 % Katolik ).

Polisi Sri Lanka telah menangkap dan menahan 24 terduga jaringan aksi bom bunuh diri di 3 gereja dan 4 hotel mewah tsb ( Tempo, 22/4/2019 )

Pada malam Paskah, ada memo peringatan dari kelompok teror Nations Thawahid Jaman/ NTJ pimpinan Mohomad Saharan. Namun, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe tak diberitahu intelijen soal memo tsb.

Pasca ledakan, umat Islam di Sri Lanka merasa kuatir setelah ditemukan jerigen bensin di sebuah masjid, serta pembakaran toko milik muslim di wilayah barat Sri Lanka.

SAUDI ARABIA DI UJUNG TANDUK

Saudi Arabia bisa runtuh dalam 2 minggu ( jika tak dijaga AS ) karena Bani Saud membentuk rezim monarkinya melalui aneka perang penaklukan dibantu AS/ Barat.

Selama 3 tahun ini rezim Saud membantai ( menggunakan bom MK-82 yang dibeli dari AS ) dan memblokade warga Yaman sampai menderita wabah kelaparan dan kolera parah ( blog KTT- Dina YS ).

Selama PD I, Inggris memberi senjata dan uang pada klan Saud untuk membantu Inggris melawan Ottoman. Tahun 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed ( Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris ).

Masa itu, wilayah Hijaz ( termasuk Mekah, Madinah ) dipimpin Sharif Hussein. Bani Saud dengan bantuan Inggris, memerangi Sharif untuk merebut kekuasaan di Hijaz. Bani Saud yang didukung pasukan berani mati “Ikhwani” yang sudah dicuci otak dengan ideologi Wahhabisme ( menghalalkan darah orang yang mereka cap kafir ) menang perang dan mendirikan kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1930.

Selama 1920-1930 terjadi penaklukan banyak wilayah yang kini menjadi bagian dari Kerajaan Saudi Arabia. Penaklukan ini merenggut 400.000 nyawa, dan terusirnya lebih sejuta orang ke negara sekitarnya.

Saat Perang Dunia 2, AS menggantikan dominasi Inggris di Timur Tengah ( juga subsidinya ke Bani Saud sejak 1943 ). Sumber minyak Saudi lalu dieksplorasi perusahaan AS hingga menjadi negara petro dolar/ kaya dan pengimpor senjata terbesar buatan AS. Trump terang-terangan berkata, Saudi harus membayar jasa ‘centeng’ pada AS.

Rezim monarkhi absolut Saud tak memberi ruang kritik dan demokrasi ( tak ada kontrol atas kinerja pemerintahan ). Syeh Nimr yang mengecam pemerintah, tewas diipenggal tahun 2016. Jurnalis WP asal Saudi yang gemar mengkritik Saud, Jamal Khashoggi, tewas dimutilasi agen rahasia bawahan MBS di Kedubes Saudi di Turki.

Hizbut Tahrir juga menolak demokrasi. Mereka mendukung milisi teror ( ‘mujahidin’ ) di Suriah yang ingin mendirikan khilafah dengan cara berdarah-darah. Faksi khilafah versi lain ( Ikhwanul Muslimin/ IM ) mengidolakan presiden Turki, Erdogan yang IM. Di Suriah, mereka/ IM merebut kekuasaan dengan pertumpahan darah. Para fans ‘khilafah’ di Indonesia membangkitkan semangat ‘jihad’ dengan menebar hoax soal Assad dan mazhab Syiah, dan berteriak-teriak “ganti presiden dan ganti sistem” juga dengan hoax dan fitnah. Link jejaring mereka dengan Saudi terlihat jelas.

KONFLIK YAMAN : CADANGAN MINYAK DAN PANGKALAN MILITER AS

Yaman sejak awal telah dilanda konflik internal yang ruwet, melibatkan banyak suku, ‘aliran agama’, kelompok bisnis, dan dinasti keluarga. Kesolidan dan strategi Ansarullah/ Syiah Houthi dalam membangkitkan kekuatan rakyat tertindas membuat isu yang dimainkan kemudian adalah isu mazhab.

Mayoritas media memframing kasus Yaman sebagai perang antar mazhab : invasi Saudi ke Yaman adalah upaya Saudi-Wahhabi menangkal kekuatan Houthi-Syiah ( dukungan Iran ). Tapi apa yang sebenarnya yang terjadi ?

SEJARAH YAMAN

Yaman berbatasan darat dengan Saudi Arabia, menguasai perairan strategis Bab el Mandab dan teluk Aden, bahkan menguasai pulau Socotra yang kini jadi pangkalan militer AS. Jalur perairan ini dilalui kapal-kapal tanker pembawa minyak dari Teluk Persia ke Eropa ( melewati Terusan Suez ). AS berambisi mengontrol jalur minyak ini dan secara ekonomi Iran pun terancam bila AS sampai menguasai jalur tsb. Meski produksi minyak Yaman hanya 0,2% dari total produksi minyak dunia, namun Yaman menyimpan cadangan minyak sangat besar.

Kelompok utama dalam konflik Yaman: Ikhwanul Muslimin vs Imam Yahya. Yaman sebelumnya berada di bawah kekuasaan Imperium Ottoman. Setelah Ottoman kalah dalam Perang Dunia I, Inggris menguasai Yaman selatan ( terutama wilayah Aden yang menguasai jalur laut ), sedang Yaman utara dikuasai Imam Yahya yang bermazhab Syiah Zaidiah, yang membentuk Kerajaan Yaman. Italia mengakui pemerintahan Imam Yahya, sedang Inggris menentang tekad Yahya mengusir Inggris dan menyatukan Yaman.

Inggris ( dan Mesir ) membacking gerakan “Free Yemenis” yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin/ IM. Tahun 1962, FY menggulingkan pemerintahan Yahya dan memproklamasikan Republik Arab Yaman ( RAY ).

RAY memperluas gerakan untuk menguasai Yaman selatan yang dikuasai Inggris, dengan meminta bantuan militer dari Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser yang mengirim 70.000 tentara ke Yaman ( 1962-1965 ). Inggris, yang memusuhi Nasser akibat aksinya menasionalisasi Terusan Suez tahun 1956, menggunakan konflik internal Yaman untuk melemahkan Nasser, dengan bantuan Mossad, CIA, intelijen Arab Saudi, dan SAVAK ( intel Iran zaman Syah Pahlevi ). Selama tahun 1960-an, AS menyuplai perlengkapan militer Arab Saudi senilai 500 USD agar Saudi makin kuat dan memegang kendali dalam konflik Yaman. Tahun 1968, Nasser mundur dari Yaman. Tahun 1967, Inggris juga angkat kaki dari negara itu. Kelompok pro Naser, the Nasserite Unionist People’s Organization, masih eksis sebagai salah satu aktor utama politik Yaman ( blog KTT Dina YS )

Tahun 1967, the National Liberation Front ( NLF ) yang berhaluan Marxis menguasai Yaman selatan dan membentuk negara independen ( Republik Rakyat Demokratik Yaman/ RRDY ). Sedangkan, sejak tahun 1978, RAY dipimpin presiden Ali Abdullah Saleh.

Runtuhnya Uni Soviet tahun 1990 membuat dua Yaman memulai negosiasi untuk bersatu hingga terbentuk pemerintahan persatuan bernama Republik Arab Yaman, dengan Ali Abdullah Saleh sebagai presiden dan Ali Salim Beidh ( presiden Yaman selatan dari partai sosialis ) sebagai wakil presiden. Untuk menundukkan pendukung sosialis, Saleh bekerja sama dengan anasir IM ( Partai Islah/ Reformasi didirikan 13/9/1993 oleh Syekh Abdullah bin Hasan al-Ahmar yang bertujuan melawan sosialis ). Saleh menggunakan tangan Partai Islah, karena partainya sendiri ( the General People’s Congress ) terikat perjanjian unifikasi dengan Partai Sosialis.

Namun kemudian, IM, Sosialis, dan Nasserite justru bergabung melawan Saleh dan membentuk Joint Meeting Parties (JMP).

IM. vs FAKSI IM

IM menguasai separuh institusi pendidikan di Yaman dan dapat dana besar dari Arab Saudi. Tokoh IM menjadi pejabat di intelijen dan berperan besar dalam membungkam kelompok kiri/ komunis. Empat menteri penting dijabat orang IM ( menkeu, mendagri, mendiknas, dan menkeh ). Pengaruh besar IM mencemaskan presiden Saleh sehingga tahun 2001, ia mulai melucuti kekuasaan IM dengan cara merombak sistem pendidikan. Sejak itu konflik antara kedua faksi ini semakin luas. Pada pilpres 1999, IM ( Partai Islah/ Reformis ) mencalonkan Saleh sebagai kandidat presiden. Pada tahun 2006, IM mendukung lawan Saleh, Faisal Bin Shamlan, namun Saleh tetap menang pilpres.

REZIM IM vs SOSIALIS

Meski punya cadangan minyak besar dan posisi strategis, Yaman adalah negeri miskin, menghadapi krisis pangan, kesenjangan ekonomi dan banyak pemberontakan terhadap rezim Saleh. Tahun 1994, wapres Ali Salim Beidh mundur, kelompok sosialis angkat senjata dan terjadilah perang sipil. Presiden Saleh dibantu Arab Saudi, dan Partai Islah/ IM menundukkan pemberontakan itu.

Sejak tahun 2004, suku Houthi yang bermazhab Syiah Zaidiyah menuntut otonomi khusus di wilayah Saada sebagai protes atas diskriminasi dan penindasan rezim Saleh. Tuntutan ini dihadapi dengan senjata oleh Saleh ( dibantu Arab Saudi ) sehingga meletus perang sipil yang menewaskan lebih 5000 tentara dan warga suku Houthi selama tahun 2004-2018.

IM cs AL QAEDA

Tahun 2009, kelompok Salafi ( Gerakan Yaman Selatan/ al Hirak al Janoubi) yang dipimpin kelompok Tareq Al Fadhli angkat senjata melawan rezim Saleh.

( Al Fadhli adalah alumnus ‘jihad’ Afganistan yang membantu Saleh dalam membungkam faksi sosialis. Al Fadhli dan iparnya, Jenderal Mohsen Al Ahmar, kemudian menjadi tokoh penting dalam pemerintahan Saleh. Mohsen adalah pelindung utama Saleh dalam menghadapi berbagai pemberontakan, termasuk membungkam suku Houthi ).

Namun sejak tahun 2000, Saleh kuatir jika kubu Mohsen kelak akan merebut posisinya sehingga Mohsen pun dilucuti satu demi satu kekuasaannya. Mohsen lalu bersekutu dengan keturunan Husein Al Ahmar ( pendiri Partai Islah ) untuk menggulingkan Saleh.

Masa ini, muncul Al Qaeda Arab Peninsula ( AQAP ) yang mendeklarasikan diri tahun 2009. Dua tokoh utamanya : dua warga Arab Saudi alumni Guantanamo, Abu-Sayyaf al-Shihri dan Abu-al-Harith Muhammad al-Awfi.

( tujuan CIA dan Pentagon melakukan teknik brutal pada tawanan Guantanamo sejak September 2001 adalah untuk men-training ‘sleeper terrorists’ yang sewaktu-waktu bisa diaktifkan sesuai komando intelijen AS )

Di saat yang sama, Saleh membebaskan 700 napi teroris dengan alasan ‘mereka sudah berkelakuan baik’. Mengingat donatur utama Al Qaeda adalah Arab Saudi, dan pembentukan Al Qaeda didalangi AS dan Arab Saudi ( diakui oleh Hillary Clinton ), tentu kemunculan Al Qaeda di Yaman adalah demi kepentingan AS.

Meski Al Fadhli menolak tuduhan bahwa dia bekerja sama dengan Al Qaeda, namun AS tetap membombardir Yaman dengan alasan mengejar Al Qaeda. Antara tahun 2009-2011, korban serangan bom dari pesawat tempur AS ( seizin presiden Saleh ) telah menewaskan ratusan rakyat sipil Yaman, termasuk anak-anak.

Untuk alasan menumpas Al Qaeda, tahun 2010 Saleh/ faksi IM bertemu Jenderal Petraeus dari AS bertemu yang menjanjikan bantuan “dana keamanan” 14 kali lipat lebih besar ( dana total sejak 2008 hingga 2010 yang diterima Saleh dari AS mencapai 500 juta USD ) sebagai ganti Saleh mengizinkan Pulau Socotra dipenuhi peralatan militer canggih AS.

Juni 2014, Al Fadhli menyatakan bergabung dengan Al Qaeda. Sejak 2015, ISIS menyatakan bergabung dengan Al Qaeda Yaman. Pada 21 Maret 2015, ISIS mengebom masjid di Sanaa ( ibu kota Yaman ) yang menewaskan sebagian besar muslim Syiah Zaidiah yang tengah menunaikan sholat Jumat ( 142 tewas, 351 lainnya terluka ).

IM vs SYIAH HOUTHI

Presiden Saleh kerap berperang dengan rakyatnya sendiri. Kemiskinan yang makin mencekik, membuat rakyat Yaman dari berbagai suku dan mazhab bangkit berdemo tahun 2011 menuntut pengunduran dirinya. Masifnya demo di Yaman berujung tergulingnya Saleh yang telah berkuasa selama 33 tahun. Ia melarikan diri pada November 2011 ke Arab Saudi, dan digantikan Mansur Hadi. Namun, tahun 2012, Saleh kembali ke Yaman dengan dilindungi Mansur Hadi. Anak Saleh, Jenderal Ahmed Ali, tetap memiliki kekuasaan penting di militer. Dalam masa ini, Al Qaeda melakukan aksi-aksi pengeboman, termasuk istana kepresidenan.

Kacaunya situasi, akibat orang IM berkuasa sebagai pion AS dan melawan rakyatnya sendiri, hingga orang kerap menyebut Yaman sebagal negara gagal. Pelajaran penting bagi Indonesia dan negara lain yang ada kelompok IM di dalamnya ( kelompok takfiri pendukung ‘khilafah’ yang merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara/ kekerasan berdarah ).

Pasca rakyat menggulingkan Saleh, yang berkuasa di Yaman adalah elit-elit lama, termasuk anasir Al Qaeda. Faksi-faksi yang banyak berjuang dalam penggulingan Saleh justru disingkirkan, termasuk suku Houthi ( gerakan Ansarullah ). Hal ini membuat rakyat yang berharap terjadinya reformasi tidak puas.

IM vs RAKYAT YAMAN

Gerakan Ansarullah berhasil menggalang demo besar-besaran rakyat sejak Agustus 2014, menuntut harga BBM turun dan reformasi politik.

Perdana Menteri Salim Basindwa mundur dari jabatannya. Presiden Mansur Hadi meneken perjanjian dengan Ansarullah, bersedia melibatkan Ansarullah dan semua partai politik yang ada dalam pemerintahan baru. Namun kemudian, Mansur memilih lari ke Arab Saudi dan meminta bantuan militer. Sejak 26 Maret 2015, Arab Saudi, negara Teluk, AS- Israel, membombardir Yaman.

KEJAHATAN SAUDI DI YAMAN

Saudi mengebom bus sekolah hingga menewaskan 51 anak Yaman ( 9/8/2018 ) dan melukai lebih 70 warga lainnya, tak banyak yang tahu. Beda dengan senjata kimia di Ghouta, Suriah. Berbekal video yang disediakan White Helmets, tanpa investigasi apapun, kecaman dan tuduhan menyebar sangat masif di seluruh dunia oleh media mainstream zionis dan media takfiri. AS-Inggris-Perancis langsung merudal Suriah, menghancurkan berbagai infrastruktur sipil di sana.

Sebaliknya, atas kejahatan kemanusiaan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio imperialis itu hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Liga Arab juga bungkam. Tapi pada kasus Suriah, Liga Arab memecat Suriah sebagai anggota.

http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/view/7/8

Potongan bom MK-82 berbobot 500 pound bikinan kontraktor pertahanan Raytheon, AS, ditemukan wartawan lokal dan warga Yaman dekat jasad-jasad korban yang hangus. Jejak MK-82 juga ditemukan usai pesawat tempur Saudi membombardir upacara pemakaman Sheikh Ali al-Rawishan, hingga menewaskan lebih 140 orang dan melukai 525 orang lainnya.

Pada Juni 2017, AS mengumumkan proyek pelatihan tentara Saudi berbiaya 750 juta USD tanggungan Saudi. Maret 2018, Trump menjual senjata ke Bin Salman senilai 12,5 miliar USD ( Standoff Land Attack Missiles, CH-7 Chinook helicopters, Threat Detection Aerostats, Abrams tank upgrades, misil Harpoon Block II ). Sejak serangan Saudi ke Yaman, nilai penjualan senjata Inggris ke Saudi meningkat 457% (1,9 miliar poundsterling ). Pembeli terbanyak senjata buatan Perancis ( eksportir senjata terbesar ke-3 di dunia ) juga Saudi Arabia.

***

Potensi ekonomi dan geopolitik yang sangat besar menjadi penarik negara kuat menggelontorkan dana ratusan juta USD sejak tahun 2001 untuk membiayai faksi-faksi yang bertikai di Yaman ( diadu domba agar saling meniadakan sehingga AS bisa melenggang masuk menikmati potensi sumber alam Yaman ).

AS meraup untung besar dari perdagangan senjata ke negara-negara Arab dan Teluk. Ketika pemerintahan boneka terbentuk, perusahaan AS mendapat berbagai kontrak infrastruktur dan minyak ( seperti di Libya dan Irak ). Jangan sampai terjadi di sini.

2 KAPAL PENGAWAS VIETNAM TABRAK KRI ( kapal perang Angkatan Laut RI ). Ditenggelamkan mau ?

Sengaja, atau tak profesional mengemudikan kapal ? Ternyata ini bukan pertama kali, kapal Vietnam menguji kesabaran penjaga ZEE kita. Beberapa kali kapal Vietnam melakukan manuver di sekitar KRI, tapi baru kemarin ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2019 ) mereka berani menabrak KRI. Petugas patroli AL tak membalas provokasi dengan tembakan, tapi melaporkan ke atasan, lalu Kemenlu mengirim nota protes ke pemerintah Vietnam dan memanggil duta besar Vietnam.

Namun, jika provokasi ini sudah terjadi beberapa kali ( belum kapok, malah makin berani ) maka kejadian ini perlu diangkat ke forum ASEAN, memastikan tak terulang kembali di kemudian hari. Indonesia, big brother di kawasan ini, perlu menjaga wibawanya agar provokasi tsb tak ditiru kapal lainnya. Pastikan, kapal asing tak berani melintasi perbatasan dan ZEE kita. Jika peringatan kita tak diindahkan lagi, jangan segan untuk bertindak, tangkap, proses hukum dan tenggelamkan biar jadi rumah ikan.

Jadi ingat menteri Susi nih. Sekitar 7000 kapal asing menerobos perbatasan laut kita ( illegal fishing ) tahun 2018. Sekitar 400 kapal sudah diproses hukum. Sekitar 200 kapal akan ditenggelamkan menteri Susi sebentar lagi. Terbanyak kapal Vietnam. Pantes, mereka provokatif. Tenggelamkan saja, Bu !

MAY DAY 2019 : HARI BURUH LEBIH FUN.

Setidaknya di depan Gedung Sate, Bandung ( Metro Siang, 1/5/2019 ) mereka mendapat nasi goreng dan mi goreng gratis. Setelah menyampaikan orasi dan aspirasinya, sebagian buruh pergi piknik ke Ciwidey, kata Kapolda Agung. Wow..

Luar biasa. Hari Buruh tahun ini bisa berjalan lebih tertib dan fun dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 150.000 buruh berdemo di Monas, Jakarta dan sekitar 35.000 polisi menjaga ketertiban dan mengarahkan lalulintas kendaraan di kawasan Monas. Jumat sebelumnya ( 26/4/2019 ) Jokowi bertemu dengan perwakilan sejumlah serikat pekerja yang menyampaikan tuntutan, utamanya revisi PP no. 78 tahun 2018 ( minta forum diskusi dengan serikat pekerja dalam penentuan UMP kembali dimasukkan, juga survei kebutuhan hidup minimum dan survei harga pasar ).

Pemerintah menghitung kenaikan UMP ( upah minimum pekerja ) di PP ini menggunakan angka pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi. Hasilnya, terjadi kenaikan upah buruh antara 8-10%. Sedangkan PNS cuma naik
5%. Pekerja swasta malah tak naik. UMP Jakarta sebesar Rp 3,9 juta per bulan tahun ini masih bisa ditabung antara Rp 300-700 ribu per bulan ( Rp 650 ribu untuk kost, Rp 60 ribu untuk makan per hari ) alias Rp 3,6 juta kebutuhan minimum per orang di Jakarta. UMP tertinggi kedua di Indonesia adalah Papua sebesar Rp 3 juta. Disusul Sulut, Bangka Belitung dan Papua Barat. Jabar dan DIY termasuk 5 provinsi terendah tingkat UMP-nya.

Buruh mendapat jaminan sosial berupa
BPJS Ketenagakerjaan ( jaminan pensiun, kecelakaan kerja, kematian ), BPJS Kesehatan, KIP, KKS. Bagi pengusaha yang melanggar standar UMP diancam hukuman 4 tahun penjara. ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ).

Pada Selasa, 30/4/2019, presiden Jokowi menyempatkan diri makan dengan menu sop, telur rebus, tempe di misting aluminium bersama buruh pabrik sepatu di Tangerang. Presiden merakyat, jadi makanan rakyat pun dipujinya enak ( rahasia enak makan itu perut lapar, nasi hangat dan krupuk kriuk, kalau saya mah, Pak. hehe..)

Selamat Hari Buruh. Upah naik, produktivitas juga naik ya..

LAPORAN DANA KAMPANYE NASDEM

Dana kampanye Nasdem Rp 259 miliar untuk partai dan calegnya. Tertinggi Rp 4 miliar biaya kampanye calegnya ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ). Lumayan efesien jika perolehan suaranya di kisaran 10% ( setelah PDIP 19%, Golkar 13% ).

INDONESIA PINDAH IBUKOTA. JAKARTA OBESITAS.

Jokowi memang presiden penuh kejutan. Setelah sukses membangun ribuan km jalan, infrastruktur ekonomi, bandara, pelabuhan, juga MRT yang timbul tenggelam rencananya pada 6 presiden sebelumnya, kemarin ( EMI, 1/5/2019 ) Jokowi kembali mengundang perhatian dan saran publik atas rencana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke luar Jawa agar Indonesia sentris. Tak lagi Jawa sentris.

Penyebab utamanya, karena Jakarta sudah kelebihan beban sehingga roda pemerintahan tak lagi efesien. Jakarta sudah ‘obesitas’. Kemacetan parah di Jakarta menyedot BBM Rp 60-100 triliun per tahun. Kota yang jaman Belanda didesain untuk 600.000 penduduk, nyatanya hari ini dihuni 10 juta penduduk yang sebagian menyedot air tanah sehingga muka tanah Jakarta turun 1-12 cm tiap tahun ( lebih rendah dari permukaan laut ). Banjir terjadi tiap tahun, meski tahun ini agak berkurang karena sudah ada perbaikan di hulu ( daerah serapan air di Bogor ), kata walikota Bima. Namun, belum ada gubernur yang bisa mengatasi masalah banjir tahunan Jakarta ini sepenuhnya. Udara Jakarta terpolusi kedua di dunia. Sehingga oportuniti Jakarta lebih kecil daripada upaya penyelamatannya.

Pertumbuhan mobil di Jakarta 10% sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0.01%. Takkan pernah terkejar. Tahun 1957, presiden Soekarno sudah mewacanakan pemindahan ibukota Jakarta.

Kazakhstan sukses memindahkan ibukotanya ke Astana. Malaysia sukses memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Apakah Indonesia juga sukses ?

Jawa dihuni 57% penduduk Indonesia. Sumatera dihuni 21%. Kalimantan cuma 6%. Posisinya juga di tengah wilayah. Indonesia sentris. Bukan di Palangkaraya yang rawan banjir ( cekungan ). Adakah area seluas 30- 40.000 hektar di wilayah Kalimantan bagian timur menghadap Selat Makasar ? ( jauh dari ring of fire, potensi gempa, tsunami dan likuifaksi )

Jika ada, juga dana Rp 460 triliun pembangunan kompleks pemerintahan pusat, payung hukum berupa UU pemindahan ibukota RI yang mengikat presiden berikutnya, keteguhan pemimpin dan rakyat Indonesia selama 5-10 tahun mempersiapkan konsep pemindahan dan realisasinya, maka sekitar 1,5 juta ASN di Jakarta bisa pindah ke ibukota baru, juga anggota keluarga, kerabat dan bisnis sampingan mereka, sehingga tersisa 4 juta orang saja penduduk Jakarta yang lebih leluasa menyulap diri menjadi pusat bisnis, seperti New York.

Jakarta bisa disinergikan pengembangannya terintegrasi dengan wilayah bodetabek ( Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ). Pusat pendidikan Islam internasional akan dibangun di Depok/ Jawa. Pusat pendidikan sepakbola bisa dibangun di Papua. Pusat/ festival musik dunia bisa di Ambon/ Maluku. Pusat pendidikan pelaut, penyelam, kemaritiman bisa dibangun di Makasar/ Bunaken/ Sulawesi. Pusat wisata halal bisa dibangun di Aceh/ Padang/ Sumatera. Pusat wisata dunia bisa dimaksimalkan di Bali/ Labuan Bajo/ P. Komodo/ Nusa Tenggara. Pemerataan ekonomi, bagi-bagi tugas. Semoga bisa terwujud sesuai rencana. Amiin.

Written by Savitri

29 April 2019 at 11:02

Syukuran Makar ? Ekspos Data Surveyor. Ruang Tengah. Making Indonesia 4.0. Pebisnis Wisata Cibodas..

leave a comment »

SYUKURAN MAKAR DIWASPADAI. Jangan kecolongan lagi..

Keselamatan bangsa dan negara ( hukum tertinggi ) di atas konstitusi. Negara bisa mengambil segala tindakan untuk menjaga keutuhan negara, kata Mahfud MD di Prime Time News ( MetroTV, 23/4/2019 ). Hukum menjadi panglima di negeri ini. Jika penetapan hukum ( hasil hitung manual KPU ) tak diindahkan sampai stabilitas keamanan terancam, dan penetapan hukum di MK ( sengketa pemilu ) tak dihiraukan para pihak sampai keselamatan rakyat dan keutuhan negara terancam maka unsur negara akan turun/ tegas menertibkan.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2019 ( Prime Time News, MetroTV, 23/4/2019 ) setelah undangan rekonsiliasi Jokowi untuk PS dan rencana kunjungan Luhut tak kunjung direspon baik dengan berbagai alasan ( katanya flu. Yenny Wahid bilang, beri 1-2 hari untuk mereka/ 02 di tahap awal/ denial/ penyangkalan ini/ saat berhadapan dengan hasil quick count 36 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi dengan probabilitas 99 % itu ).

Namun, hari ini sudah lewat seminggu. Yang terlihat malah PS mendeklarasikan diri sebagai presiden sampai tiga kali ( penjilat di sekelilingnya memanggilnya presiden PS ) dan meminta para pendukungnya melakukan syukuran atas ‘kemenangan’-nya versi survei internal 02 yang tak pernah dibuka ke publik metode sampling dan penyandang dananya ( Mata Najwa, Trans7, 24/6/2018 ). Berbeda dengan surveyor kredibel yang tergabung di asosiasi Persepi ( Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ) yang sudah melakukan ekspos data ke publik ( dihadiri wartawan media, mahasiswa, aktivis, masyarakat pada minggu lalu, 19/4/2019 ).

Surveyor kredibel menggunakan metode ilmiah, ilmu statistik turunan matematika yang sudah berumur ratusan tahun. Sejak tahun 2004, hasil quick count surveyor kredibel ini diakui SBY yang kini di 02 dan Anies-SU di pilgub DKI. Sangat aneh jika 02 kini menuduh “bohong” surveyor kredibel ( yang sama ) yang memberitahu quick count mereka : Jokowi yang dapat 55% suara ( real count KPU semalam, 30% dari 813.000 TPS, juga menunjukkan angka di kisaran itu ). Buruk muka cermin dipecah. Kalah bersaing, survei dibelah. Ngeyel. Kekanakan.

Wakil 02 di Mata Najwa semalam bilang, hak kami untuk mendeklarasi kemenangan dan PS sebagai presiden. Di luar negeri juga begitu. Wait a minute. Ini negara mana dulu ? Yaman, Libya, Irak, Venezuela, atau para pion AS-zionis Israel di negara ‘boneka’ memang model PS yang kalah pemilu ( bahkan tidak ikut pemilu seperti Juan Guaido ) tapi tak tahu malu mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan menuduh KPU curang ( padahal 83% responden yakin KPU tidak curang ).

Pemilu 2019 di Indonesia adalah pemilu paling transparan/ terbuka di dunia saat ini, sampai banyak KPU luar negeri datang untuk belajar ( dan ingin magang ) pada KPU Indonesia. Pemilu Jerman, Belanda, dan sejumlah negara bagian di Amerika kembali ke hitung manual ( dari sebelumnya e-voting ) karena faktor trust yang lebih tinggi dengan cara Indonesia. Semua orang bisa melototi, mem-foto, menyimpan, menghitung quick/ real count-nya sendiri di tempat masing-masing dari scan form C-1 seluruh TPS di website KPU.go.id. Jika PS dan para penyesat di sekelilingnya tidak mampu berpikir logis atau paranoid/ buruk sangka lalu kepala batu, maka setransparan dan seprofesional apa pun KPU bekerja, takkan pernah memuaskan mereka ( apalagi jika elit 02 benar-benar proxy AS-Israel maka hoax “curang” itu memang sengaja mereka semburkan untuk post truth. Padahal kader Grd juga kedapatan curang saat pemilu. TKN 01/ Sekjen PDIP siap adu data di MK nanti dengan BPN 02 ).

( Ada e-voting, e-counting, e-rekap. Ada e-voting yang juga keluar kertas/ struk yang dimasukkan ke kotak suara untuk crosscheck. Untuk pemilu berikutnya, sebagian orang menggagas e-counting seperti di Filipina. Tuduhan curang dan lelahnya rekap bisa ditepis dengan sistem ini. Pemilih menyentuh tombol di layar touch screen sehingga hitung suara-nya dikalkulasi secara digital, tak lagi menyita banyak tenaga petugas KPU pusat dan daerah yang tahun 1955-2019 menghitung secara manual dengan garis batang lidi di lembar rekap. Baru pemilu 2014 dan 2019 yang dikeluhkan salah satu pihak/ 02, karena karakter untrust capres itu sendiri. Yang salah/ ugal-ugalan bukan sistem pemilu kita atau pun KPU-nya ( ketua Arief sudah jadi penyelenggara pemilu sejak tahun 1999/ sebagai Panwaslu ), tapi justru peserta parno tsb.

Kecurangan masif, terstruktur dan sistematis justru dilakukan kubu 02 sejak proses pemilu dimulai. Penceramah terafiliasi 02 gencar menebar fitnah di tempat ibadah dan WAG lingkungan oleh tetuanya yang malas cek fakta. Hoax mereka : jika Jokowi terpilih lagi, maka azan, jilbab, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, penyebutan kafir dilarang, perkawinan sejenis dilegalkan, dst. Sehingga warga agamis tapi tak melek media di Jabar, Banten, NTB, Sumbar, Sulsel menelan mentah-mentah semua kebohongan itu. Tahap selanjutnya dari firehose of falsehood ini, PS ‘sujud syukur’ ( AR nuduh KPU curang, ugal-ugalan ), mengklaim diri ‘presiden pemenang pemilu’ dan minta para pendukungnya untuk syukuran. ‘Ustad’ Ase* dari masjid Ash-Shof*, Bandung, juga mengundang jemaah-nya syukuran di rumah mertuanya pada hari Minggu, 28/4/2019 pukul 13.00 WIB. Jemaah yang enggan datang/ 01 didesak, diingatkan terus oleh jemaah lain/ 02 untuk datang ke syukuran tak jelas itu ( bukan aqiqah, berangkat haji, dsb ). Jika PS/ 02 ngotot deklarasi ‘presiden’, apa yang mungkin disemburkan para pendukungnya di akar rumput saat syukuran itu ? Kekecewaan, narasi kecurangan, penindasan, kezhaliman dari sudut sempit/ picik mereka sendiri. Tahap selanjutnya, tinggal ‘people power’ atau pengerahan massa itu. Kita harap aparat keamanan dan kepala daerah di Jabar, Banten, Sumbar, Sulsel, NTB tak kecolongan modus menjurus makar ini. PM Mahathir, PM Singapura dan Erdogan-Turki sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi ( Mata Najwa, Trans7, 24/4/2019 ) dari tradisi quick count di sini yang mereka percayai ( Indikator PI, Indo Barometer, LSI, SMRC, Litbang Kompas, Charta Politika, anggota asosiasi Persepi yang terdaftar di KPU ). Jangan sampai Indonesia pecah karena ulah segelintir 02 yang tak segera ditindak.

SURVEYOR KREDIBEL BELA REPUTASI BAIK.

Burhan Muhtadi melaporkan ke polisi 4 akun di FB, TW dan WP yang menuduhnya melakukan post truth dengan membombardir publik dengan hasil quick count lembaga survei-nya ( Indikator PI ). Sebelumnya, Burhan di Prime Time News ( MetroTV, 21/4/2019 ) memberitahu pemirsa tentang acara buka publik sejumlah lembaga survei yang tergabung di asosiasi Persepi, memaparkan metode quick count mereka. Mereka minta surveyor 02 ( membuat PS mendeklarasi diri secara prematur/ lancang seperti tahun 2014 ) untuk melakukan buka publik juga. Jika ( survei internal ) 02 makin menyerang kredibilitas Burhan dan rekan surveyor maka akan mereka laporkan ke polisi. Eh, ternyata 6 surveyor ( IB, CP, SMRC, cs ) dan Perludem justru yang diadukan 02 karena dituduh menggiring opini publik ( padahal partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya dalam bentuk quick count kredibel diperbolehkan UU ). Deklarasi prematur dan tuduhan curang 02 ini seperti katak dalam tempurung, merasa ‘paling benar’ di dunia radikal mereka sendiri. Teralineasi dari mayoritas penduduk ( hasil cuci otak/ doktrin Takfiri bertahun-tahun ).

Yang salah itu justru deklarasi ‘kemenangan’ 02 tahun 2014 dan 2019 yang dilakukan PS sebelum hasil resmi KPU RI. Merekalah yang seharusnya diperiksa metode dan penyandang dananya oleh polisi/ asosiasi surveyor/ civil society atau komunitas masyarakat sipil karena telah membuat gaduh ruang publik selama 5 tahun ini oleh klaim sepihak dan tuduhan-tuduhan keji mereka pada kepala negara dan institusi. Sehingga Burhan pun mengadukan para perusak reputasi baiknya. Di TVO ( 23/4/2019 ), ketua KPU Arief mengklarifikasi fitnah yang menimpa diri dan lembaga ( dituduh curang secara masif, padahal cuma ada 24 pengaduan salah input entry data yang sudah diperbaiki, tapi terus diungkit dan diulang-ulang fitnah tsb di medsos ). Ketika terbukti tak bersalah, pelapor dan pemfitnah tidak minta maaf kepadanya. Ngeloyor begitu saja. Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari perilaku fitnah semacam ini, kata Arief.

Pasca pemilu aman dan damai ini, rakyat sudah kembali beraktivitas adem seperti biasa. Para tetangga sudah rukun kembali. Bahkan di sebagian wilayah, saat pilpres pun, para pemilih juga bisa santai/ guyon mengunggulkan capres pilihan masing-masing tanpa clash. Cair. Yang panas justru elit 02 dan jagad medsos, yang kata Mahfud bisa jadi sebagian fitnah dan provokasi bukan dilakukan pendukung 02 maupun 01 ( tapi pihak asing yang ingin bangsa ini terpecah belah ). Sehingga wapres JK merasa perlu mengundang 18 pimpinan ormas untuk membantu menenangkan masyarakat dan meminta para kontestan pemilu menenangkan para pendukungnya. Pilpres sudah usai, saatnya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Di antara artis yang senafas dengan misi mulia ini adalah sosok hebat berikut dengan komunitas Ruang Tengah yang digagasnya.

GREAT PERSON :

Lahir dari keluarga penyuka musik, mengakrabi aliran dan alat musik, bersepupu dengan mendiang Elfa Secoria, komposer andal langganan juara festival internasional asal Bandung, yang memperkenalkan musik jazz padanya di usia 5 tahun.

Debut pro-nya dimulai sejak SMP dengan rutin main jazz di hotel Savoy Homann ditemani Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Tahun 1986, dia tampil di Festival Band Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center dan membentuk Kahitna ( bahasa Sunda : yang ter-hit ) yang merilis 8 album. Tahun 1991, dia meraih gelar The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan.

David Foster menjadi inspirasinya bermusik ( juga Quincy Jones ). Bahwa musik pop bisa dibuat ‘bergizi’ ( berbobot ) dengan melodi sederhana, namun kaya chord ( satu lagu memiliki beberapa nada dasar ). Sejak itu, ia terjun ke industri pop dan melahirkan sederet karya apik yang dinyanyikan/ melejitkan artis tanah air, seperti : Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Delon, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Hedi Yunus, Rossa, selain membidani 5 Romeo serta Yovie & Nuno yang kini ia produseri ( Wikipedia )

Seperti juga komposer dan pianis David Foster yang melahirkan/ melejitkan artis Celine Dion, Josh Groban, Michael Bubble, The Corrs, dsb, kerap menjadi juri ajang pencarian bakat, lulusan cum laude Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung ini juga menjadi juri Indonesian Idol ( musim kedua ).

Setelah kenyang dengan sejibun prestasi dan karya, ayah dua anak ini kini terlihat di MetroTV sebagai host acara budaya “Idenesia” ( kini tiap Minggu, pukul 21.30 WIB ) dan komunitas Ruang Tengah Indonesia ( RTI ). Kerapnya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai even internasional membuat ia makin sayang Indonesia ( “Q & A”, MetroTV, 14/4/2019 )

Di Idenesia, ia mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia yang bisa memberi ide baginya dan pemirsa untuk mengembangkannya sehingga tetap memikat bagi generasi penerus yang kelak mewarisi.

Kesan saya melihat figur tenang ini : sedikit bicara tapi banyak karya ( beda-beda tipis dengan Jokowi yang banyak kerja ). Meski sedikit, namun powerful tiap kata yang diucapkan. Perbuatan lebih kuat dari perkataan. Itu sebabnya acara Idenesia masih bertahan dan RTI bisa menarik banyak musisi, artis ( sastrawan juga diundang ) seperti : Andien, Tulus, Nino “RAN” Febru HIVI, Eka Gustiwana, Prisia Nasution ( Jakarta, 6/4/2019 ).

Ruang Tengah Indonesia adalah wadah menyatukan warga Indonesia yang cintai damai untuk berbagi kisah inspiratif dari segala penjuru negeri ( http://www.ruangtengah.id ). Bermula dari suka kumpul bareng ngobrolin topik yang lagi hangat di tanah air.

Indonesia rumah kita, maka ruang tengahnya digunakan anggota keluarga ( anak bangsa ) untuk bicara harapan dan cita-cita. Dengan visi sama ( Indonesia berdaulat, kuat dan utuh ) maka perbedaan suku, agama, pilihan politik, seni budaya, takkan jadi perintang, justru memperkaya kita. Betapa banyak diferensiasi yang bisa kita tawarkan pada dunia, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, juga berperan aktif dalam perdamaian dunia ( Indonesia diminta menengahi konflik di Afganistan, Myanmar, Filipina Selatan, Timur Tengah ).

Diplomasi Indonesia ke luar lebih menyakinkan jika di dalam negeri, di kalangan religius ada Islam Wasatiyyah/ moderat. Di kalangan nasionalis ada koalisi masyarakat sipil/ civil society. Di kalangan seniman, ada Ruang Tengah Indonesia. Semua ruang tengah ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia terbiasa harmoni, hidup berdampingan secara damai, meski terdiri dari 6 agama, lebih 700 suku, lebih 1300 bahasa di lebih 17.000 pulau. Masyarakat paling kompleks di dunia, tapi paling rukun gotong royong sedunia. Mantap kan.. ( sangat kredibel untuk jadi motor perdamaian. Kita gak cuma omong, tapi sudah praktek sehari-hari )

Kita bisa harmoni begini, karena Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi satu. RTI ikut mengingatkan persatuan ini setiap kita di persimpangan, ujian jaman, juga pergumulan demokrasi.

Kegiatan RTI, selain menyebarkan atmosfir sejuk meski beda pilihan politik ( terlebih jelang dan pasca pemilu ), mereka juga membuat lagu yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan untuk setiap gagasan yang memajukan Indonesia. Wajah-wajah tulus pendendang lagunya dari Sabang Merauke, membuat dia tergerak berbuat untuk negaranya, seperti semangatnya selama ini,” Buat Indonesia, apapun aku ayo”.

The man of this post is.. Yovie Widianto.

Akun Twitter Yovie

Akun Instagram Yovie

MAKING INDONESIA INDUSTRI 4.0

Digagas menteri Erlangga, diluncurkan Jokowi tahun lalu, program industri 4.0 ( digital ) tsb. Ada 236 industri yang sedang disiapkan pemerintah dalam menyambut Industri 4.0, kata menteri Rudiantara ( EMI, 24/4/2019 ).

Ya, kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0 yang berciri efesiensi dan konektivitas dengan cara digitalisasi dan otomatisasi semua cabang produksi unggulan kita ( pariwisata, travel, transportasi, maritim, pertanian ). Banyak pekerjaan lama yang hilang oleh disrupsi ( efesiensi/ rantai distribusi dipangkas ) dari shifting ( perubahan metode produksi ) ini. Industri 1.0 digerakkan dengan api ( kapal/ kereta api untuk mengirim logistik ) dengan perubahan memakan waktu berabad-abad, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Industri 2.0 digerakkan energi fosil ( BBM ) dengan perubahan trend dalam hitungan dekade ( 10 tahunan ). Industri 3.0 digerakkan listrik dengan perubahan dalam hitungan tahun. Industri 4.0 digerakkan cyber optic + satelit ruang angkasa / internet dengan perubahan dalam hitungan hari bahkan detik. Cepat sekali.

Tak heran, Jokowi bilang, negara pemenang adalah negara yang cepat ( baca : produksi unggul, berdaya saing tinggi, cepat beradaptasi dan melayani demand, menghasilkan ketahanan ekonomi, pangan, energi, devisa, sehingga negara mampu membiayai armada hankam, alutista, dan menjaga keutuhan wilayah berdaulat NKRI ).

Di Indonesia, perusahaan berbasis industri 1.0 dan 2.0 masih ada, serta berbasis 3.0 masih banyak. Mereka perlu melakukan lompatan besar dengan tools internet dan inovasi ‘out of box’ sehingga Indonesia bisa segera beralih dari negara agraris-konsumtif menjadi produktif-kreatif. Masuk 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030 ( versi lain, jadi the big four ) karena bibitnya sudah ada. Tinggal disusun seperti blok permainan lego. Ojek di-tools jadi Gojek yang kini melesat Dekacorn ( valuasi 10 miliar USD ). Menurut Temasek dan WB, 72 miliar USD ekonomi digital/ e-commerce di Asia Tenggara, 27 miliar USD-nya diraih Indonesia. Dan diprediksi tahun 2025 akan mencapai 100 miliar USD.

Indonesia bisa begitu karena superpower budaya dan kaya SDA. Kuliner Indonesia ( rendang, nasi goreng ) no.1 dan 2 terenak di dunia. Martabak Indonesia langganan juara festival di mancanegara. Wisata halal kita no.1 di dunia. Desain busana muslim Indonesia dengan kain etnik warisan adiluhung leluhur kita kerap menjuarai festival fashion internasional. Penari tradisi dan kontemporer kita mampu menyihir publik dunia ( termasuk dalam gelaran Opening Asian Games 2018. Semoga menyusul Opening Olimpiade 2032 di 11 kota di Indonesia. Amin ). Paduan suara mahasiswa dan pelajar kita kerap menjuarai festival internasional. Olimpiade sains juga kerap dimenangi talenta muda kita. Bibit-bibit kreatif bertebaran di negeri ini.

( Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dari UI menyarankan re-organisasi ekosistem pendidikan Indonesia agar match dengan kebutuhan industri 4.0. )

Tinggal dibentuk ekosistem yang cocok untuk mematangkan para bibit muda ini. Dari ( kesiapan ) 70 negara industri 4.0, Indonesia baru menempati urutan 62 dalam kualitas SDM-nya, sekelas Vietnam. Thailand yang fokus pariwisata dianggap lebih siap. So, perlu re-organisasi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Riset dan inovasi perlu dikebut dengan dana memadai. Link & match di SMK harus terus diperbaiki. Kartu Pra-kerja, Sembako Murah dan KIP Kuliah ( dibiayai dari penggeseran subsidi BBM salah sasaran ) diharapkan bisa meningkatkan kapasitas kerja para lulusan dikmen dan dikti kita agar bisa mengisi atau menciptakan lapangan kerja 4.0 ( banyak pekerjaan lama lenyap, tapi lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dari SDM berinovasi, kreatif dan problem solver di era disrupsi ini ). Indonesia terpilih sebagai negara Mitra Resmi ( Official Country Partner ) di Hannover Messe, Jerman, tahun 2020 yang memamerkan capaian industri 4.0. Prepare your self, people..

**********************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

THE LODGE MARIBAYA : KOLABORASI MILENIAL 4.0, WARGA DESA AGRARIS, PEBISNIS WISATA.

Memanfaatkan alam tanpa merusaknya adalah misi pebisnis wisata Heni Nurhaeni Smith, founder The Lodge Group. Heni ingin memperkenalkan hutan dan alam indah Desa Cibodas, Jawa Barat ini untuk menginspirasi warga daerah lain yang punya potensi view unik lainnya. Dimulai dari kecintaan pada alam dan hobinya kemping, Heni, seorang event organizer 20 tahun lalu, mulai merintis rumah kayu ( lodge ) di lahan 2 hektar miliknya sejak 14 tahun lalu di Kabupaten Bandung Barat ( acara Ngantor = ngobrol ringan di kantor, K-Lite FM, 24/4/2019 ).

Heni rajin menanam pohon di lahan pribadi dan sekitarnya sampai Perhutani mempercayakan lahan 29 hektar lagi padanya untuk dirawat kelestarian pepohonan dan kebersihan sungainya ( nebang satu pohon di hutan lindung didenda Rp 5 juta ).

Tiga tahun lalu atas desakan teman dan kerabatnya, lahan berview unik dengan pinus-pinus cantik itu dibuka Heni untuk umum. Rp 1000 dari harga tiket masuk disumbangkan Heni untuk kegiatan sosial. Besok, 26 April 2019, digelar perayaan HUT 3 tahun The Lodge yang akan dimeriahkan dengan konser Magical Journey oleh Bandung Pilharmonic Orchestra yang sudah mendunia di hutan yang dikelola The Lodge tsb ( jika turun hujan/ kabut, kawasan wisata alam ini menjelma seolah negeri di atas awan ). Warga yang ber-KTP Kabupaten Bandung Barat boleh masuk The Lodge dan Fairy Garden secara gratis tanggal 26 April itu untuk berbagi syukur Heni dengan warga setempat. Bupati dan tokoh masyarakat diundang. Berbagai media, termasuk TV nasional juga diundang untuk meliputnya.

Di kawasan The Lodge, ada apa aja sih ? Selain rumah kayu, area kemping untuk tenda-tenda perkemahan, ada pula sepeda gunung di ketinggian 15 meter di mana pengunjung bisa melihat view indah pepohonan asri dari atasnya dibantu tali-tali pengaman seperti kita lihat di luar negeri ( On the Spot, Trans7 ). Ada glass bridge/ deck di ketinggian 55 meter untuk uji nyali seperti di China yang menghubungkan 2 pucuk gunung. Juga paket treking menyusuri sungai Cikapundung.

Kawasan asri Cibodas ini semula hutan produksi, lalu dikembalikan menjadi hutan lindung. View unik yang tak bisa dipindahkan ke tempat lain ini menjadi pilihan para pecinta alam ( strong market ). Heni, sang founder, mengutamakan kearifan lokal dalan memasarkan bisnisnya. Sebanyak 500 karyawannya ( 90% warga lokal ) diminta tetap nyunda, ramah, berpakaian batik dengan corak pohon pinus desain sendiri ( front liner ), meski para tamu dan pengunjungnya datang dari Jakarta, Malaysia dan mancanegara.

Para tamu bisa memilih 3 jenis wisata yang dimiliki The Lodge Group, yaitu Mulberry Hill by The Lodge ( glamping, kemping cantik bagi yang ogah kotor, tersedia kebun organik, resto, 20 kamar cottage dan 2 villa joglo untuk menginap ), Fairy Garden by The Lodge ( untuk piknik keluarga ) dan The Lodge ( rumah kayu dengan wahana dan acara “out of the box” ) itu sendiri.

Willing to learn, mau belajar adalah kiat sukses Heni. Kawasan sepi berubah ramai dan macet menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagian penduduk lokal tak siap menerima perubahan ini, sehingga Heni, melewati tahun-tahun berat itu dengan mengundang para stake holder untuk duduk bersama mencari solusi. Heni lalu mengajak lurah dan karang taruna untuk terlibat dalam proyek kampung wisata. Hasilnya, tahun 2017 tersedot 1,5 juta pengunjung dan tahun 2018 tersedot lebih 2 juta pengunjung.

Hasil bumi warga dijual sepanjang jalan masuk The Lodge. Area depan ada resto sunda Rumah Bambu dan aneka jajanan lokal di dapur Hawu seperti cireng dan cilok. Pengunjung juga bisa ngopi dan makan pizza di sana.

Soal keamanan di The Lodge, Heni sudah menjaminnya dengan Certificate Safety, pembeli tiket diproteksi asuransi, diberitahu tempat evakuasi jika ada bencana ( gempa, likuifaksi, banjir, longsor, letusan gunung ), para pegawai sudah di-training untuk kejadian darurat/ emergency.

Dari area parkir seluas 1 ha itu para pengunjung bisa jalan kaki ke plaza tempat aneka even baru digelar, seperti penampilan artis Harmoni the Pipe, musisi akustik, seniman seni instalasi, pelukis, pematung memamerkan karya terbarunya.

Heni menyadari era digital dengan trend medsos dan aneka platform saat ini mempercepat promosi dan daya jangkau pemasaran bisnis wisatanya ( butuh biaya lebih besar dan waktu lama dengan cara konvensional/ billboard ). Ia mengerahkan banyak anak muda milenial di tim-nya untuk brain storming, ide inovatif, dan pemasaran bisnisnya, karena olahraga ekstrim banyak diminati kaum milenial ). Dengan promosi di web The Lodge Maribaya.com dan Instagram The Lodge Maribaya, ribuan tamu grup saat weekday dan tamu keluarga di weekend berkunjung ke tempatnya dalam hitungan menit. Disrupsi dan Shifting terbukti menguntungkan bagi pebisnis yang siap dengan teknologi 4.0. Lebih banyak orang yang berhasil disejahterakan. Terinspirasi ?

*********************

INFO PARENTING :

“Main Sama Mama”- drawed by Vitrisa

CEGAH PELECEHAN SEKSUAL SEJAK DINI

Main sama Mama. Bukan sama Papa, jika anak perempuan. Why ?

Kekerasan seksual anak masih marak. Sinyal, pendidikan seks sejak usia dini belum merata di masyarakat. Tapi, anak butuh sentuhan sayang untuk perkembangan emosinya. Gimana dong ? Ini kiatnya :

Ajari anak sejak balita, cara menghindari pelecehan seksual ( Khazanah, Trans7, 22/3/2019 )

Beritahu padanya, hanya bunda yang boleh menyentuh organ intim anaknya. Ayah harus minta izin dulu pada anak jika akan menyentuh badannya untuk mengganti popok, memeriksa suhu tubuh atau mengecup dahinya, agar anak dibiasakan untuk menjaga privasi tubuhnya dari intervensi yang tak dikehendakinya.

Anak juga dilatih untuk menjaga sensor tangannya tetap peka. Jangan dipaksa salaman jika ia tak ingin ( instingnya menolak ) karena tangan adalah awal orang menjajaki keintiman. Biarkan sensor tangan anak tetap peka dengan menolak orang yang tak dikehendaki ( menjaga teritorinya ).

Belaian sayang dilakukan ortu di kepala dan bahu anak. Belaian meragukan, seperti dicubit di pinggang atau di pusar, seharusnya anak segera menepis, menolak, menjauh, dan lapor bunda. Belaian terlarang di dada, paha dan kemaluan sudah bisa dianggap pelecehan seksual. Anak harus menolak, lari meninggalkan pelaku dan lapor bunda.

Ajari anak pohon kekerabatan, siapa yang muhrim ( boleh melihat tanpa jilbab, mengusap kepala dan menepuk pundak ). Ajari anak menghadapi orang asing : Tukang pos, kurir paket, loper koran, pencatat meteran listrik PLN, air PDAM hanya boleh sampai halaman rumah. Tetangga, silakan tunggu di teras, anak diminta lapor bunda. Paman dan kerabat yang dikenal baik boleh masuk sampai kamar tamu. Sahabat dekat boleh sampai ruang tengah dengan seijin anak dan bunda. Namun hanya bunda yang boleh masuk kamar anak perempuan. Balita perempuan boleh bersama ayah dengan sepengetahuan ibunya ( karena kini banyak kasus pedofil dari anggota keluarga dekat ).

Semoga anggota keluarga kita dan anak Indonesia terhindar dari pelecehan seksual dan kekerasan anak. Amiin..

Written by Savitri

25 April 2019 at 10:19

144 Pahlawan Pemilu. SMS di Pemilu Serentak Nasional 2024 ? Antusiasme Nyoblos Pemilu 2019 di Indonesia lebih 80%. WNI di luar negeri lebih 90%. Wow !

leave a comment »

Tinta pemilu di jari usai nyoblos 17 April kemarin. Senang melihat petugas KPPS, Panwaslu, para saksi rela bekerja hingga lewat dini hari untuk menghitung suara yang sah. Senang melihat aparat keamanan, Polri, TNI, Linmas menjaga keamanan warga pemilih dari rumah sampai TPS ( terpasang spanduk menolak dapur umum dan mobilisasi massa di jalan menuju TPS, dan larangan berkampanye di masjid, kantor, sekolah ). Senang melihat para pengusaha swalayan, restoran dan wahana rekreasi memberi diskon pada pengunjung yang sudah mencoblos dan menunjukkan tinta di jarinya. Senang rasanya melihat warga Bandung, tetangga, saudara setanah air dan WNI di mancanegara berduyun-duyun mendatangi TPS, mengantri dengan tertib dan memberikan hak pilihnya dengan gembira ( meski kertas suara lebih lebar dari sebagian bilik suara sehingga perlu seni tersendiri untuk mencoblos dan melipatnya kembali ). Sebagian KPPS bahkan mendekor area TPS dengan kreatif ( ala resepsi pernikahan, festival lampion, kostum adat, kostum anak SD, dsb ) yang memikat milenial pemilih pemula untuk mencoblos. Hasilnya, partisipasi pemilih di Indonesia mencapai 85% ( di atas 80%, naik 10% dari 5 tahun lalu ). Di luar negeri, partisipasi WNI lebih mencengangkan lagi, di atas 90%. Mereka rela menempuh jarak 900-1400 km ( WNI di Turki ) untuk mencoblos dalam udara dingin menusuk tulang ( WNI di Finlandia, Polandia ), lalu antri mengular dari shubuh sampai lewat maghrib ( baru terlayani 3-4 jam ), tanpa tenda, tanpa kursi, untuk mencoblos. WNI yang belum kebagian nyoblos di Sidney, Australia bahkan mengajukan petisi untuk pemilihan ulang, dan diputuskan pemilu susulan oleh wakil Bawaslu ( di Malaysia, yang 80 TPS diciutkan 3 TPS karena larangan otoritas setempat, semoga bisa pemilu lanjutan juga/ via pos ). Tahun 2014 partipasi mereka hanya 23%, tahun 2019 melonjak jadi 95%. Luar biasa. Partisipasi pemilih WNI di Hongaria nyaris 100%. Di Berlin, Jerman 93,7%. Di Brasilia, Brasil 100%. Di Amerika, pendukung Jokowi yang rajin kampanye di ruang publik menyapu surat suara untuk kemenangan paslon 01. Antusiasme membanggakan. Pemilu tersulit di dunia ini berjalan aman dan lancar. Alhamdulillah

Deja vu. Jokowi unggul atas PS, kali ini dengan selisih suara 11% ( Jokowi 55%, PS 44% ). Tahun 2014, selisih 3%. Semua lembaga survei kredibel dan yang terdaftar di KPU menyajikan angka ( sekitar ) 55% untuk Jokowi. Sedang survei internal 02 mengklaim angka 62% untuk PS. Kiranya perlu dibuka ke publik bagaimana surveyor 02 ini melakukan metodologi-nya ( agar rakyat tak dipecah belah lagi olehnya. Kalau tak dipidana ya dipermalukan, agar kapok dan rakyat tahu untuk tak merujuk hasil survei mereka lagi ).

Form C-1 di TPS yang difoto, diunggah ke situs KPU, kata Titi Perludem ( saksi parpol mengunggahnya ke IT partai, saksi rakyat ke medsos, pemantau pemilu terdaftar di KPU juga menyimpan fotonya ). So, banyak saksi yang melihat hasil perhitungan suara di TPS. Surveyor kredibel yang difitnah bohong/ dibayar oleh PS di konpers, dan wakil 02 di Mata Najwa ( Trans7, 17/4/2019 ) bisa adu profesional dengan para penuduhnya di depan TV nasional dengan menggunakan form C-1 KPU tsb. Gimana sih mereka mengambil sebaran datanya sehingga mengambil kesimpulan yang salah tahun 2014 ? Dan mungkin lebih salah lagi tahun 2019.

Di Mata Najwa semalam, elit 02 berargurmen, bahwa Hillary di-quick count menang, tapi yang dilantik Trump. Elit 02 itu tidak tahu beda sistem elektoral vote yang dianut AS, dengan sistem popular vote ( menang dengan suara terbanyak ) yang dianut Indonesia. Di AS, suara yang kalah di negara bagian/ provinsi, diambil pemenang provinsi untuk diakumulasi saat perhitungan suara nasional. Di Indonesia, lebih demokratis, setiap suara 01 diakumulasi untuk perhitungan nasional meski di Jabar meraih 40%. Suara 40% itu tak lantas jadi milik 02, seperti cara AS. Sehingga Hillary kalah karena elektoral vote, bukan karena quick count-nya.

Elit dan surveyor 02 bisa jadi juga tidak tahu cara mengambil sebaran data yang proporsional ( ingat cara cawapres SU yang menggembar-gemborkan harga mahal dari emak-emak yang mengelilinginya di tempat dia kampanye ? Distribusi sampelnya tak berbasis ilmiah atau tak mewakili responden seluruh Indonesia. PS juga cenderung ‘old school’ tahun 1948. Tak familiar dengan kemajuan digital termasuk dalam metode statistik ( ingat di Debat Capres 5, PS melemparkan pertanyaan “mobil agent” dari Jokowi pada SU ). Kita perlu landasan ilmu untuk memahami sesuatu yang berkaitan tentangnya. Juga soal hasil survei kredibel yang tak dimengerti PS sampai 5 tahun ini.

Soal sampel ilmiah ini, BPS lebih kredibel dan hasilnya diakui Bank Dunia. Tapi, 02 malah menganggapnya survei-surveian. Ribet berurusan dengan mereka yang rewel/ tak mampu berpikir logis ya. Kalau surveyor kredibel ingin membersihkan namanya atau membersihkan surveyor abal-abal dari jagad pemilu Indonesia, silakan gunakan cara ini ( adu profesional/ ilmiah metode survei ).

Kenapa saya mengusulkan cara ini ? Selain publik yakin mana yang salah dan tak bisa dipercaya, rakyat juga tak diancam massa 212 dan elit 02 ( lagi ) memanfaatkan klaim survei internal mereka dalam pemilu berikut dan acara politik yang dibungkus perayaan agama pada tanggal tertentu, juga fitnah di tempat ibadah dan jagad medsos yang memperparah polarisasi. Agar massa lebih tenang menerima hasil hitung manual KPU pada 22 Mei 2019 dan hasil MK pada 28 Juni 2019. Otak dan mental mereka sudah bisa menerima hitungan kredibel ilmiah yang disaksikan rakyat ( yang bisa mengkonfirmasi hasil hitung manual KPU. Sejak tahun 2004, ketika SBY menang pilpres, hasil surveyor kredibel itu juga benar ). Pilpres legitimated.

HASIL PEMILU JABAR

Tukang tahu, jamu, mantan ketua RT tercengang ketika TPS di tempat mereka, PS dan pelawak Oni/ caleg DPD bisa menang. Lihat di TV, tujuh surveyor yang memenangkan Jokowi secara nasional juga memenangkan PS di Jabar dan Banten tempat Kyai Ma’ruf kampanye. What’s wrong ?

Lalu, saya teringat hari-hari terakhir sebelum nyoblos dan ngeblog : kader PKS rajin menyebarkan selebaran jadwal Imsak di pasar-pasar tradisional. Ustad Ase* kembali ceramah di masjid Ash-Shof*, Kang Emil main catur dengan SU lalu foto jari terkait dengan elit 02, sedangkan PS 02 tak menganggapnya sebagai gubenur Jabar. Tiga emak Karawang memfitnah Jokowi ( azan, pelajaran agama, kerudung ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan ) tak jelas hukumannya, sementara video “pelajaran agama ditiadakan” terus disebarkan di WAG-WAG lingkungan tanpa sanksi. Hasilnya, seperti 80% kebohongan Trump mengalahkan 80% kejujuran Hillary ( apalagi 100% kejujuran dan kebaikan Emil ).

Kita di era Post Truth dan jelang kiamat/ Dajjal yang menggunakan segala jenis teknik perang ( yang santun menyebutnya “lomba” atau “kontestasi” ). Termasuk perang tagar/ medsos, informasi/ pemikiran dan perang hipnosis. Jika Jokowi difitnah 1000 kali anti Islam ( dengan larangan azan dst ), sedang fitnah dari PS ( elit, pendukung ) cuma dikarifikasi 10 kali ( bahkan disebut/ dipromosikan citra positif 02 di medsos ) maka yang nempel di alam bawah sadar para pemilih ( keputusan lebih ditentukan dari sini ) adalah PS dicoblos ( karena takut tak bisa azan, tak leluasa lagi menuduh kafir, dan kebohongan lain yang ditebar 02 ke masjid-masjid dan diteruskan para tetua yang tak mengakrabi media kredibel ).

Warga Jabar dan Banten relatif agamis dan akrab tatap muka dengan tetua lingkungan sehingga jika Jokowi disembur fitnah tanpa klarifikasi lebih lantang dan lebih masif, maka yang mengendap di kepala mereka adalah fitnah terhadap Jokowi tsb ( meski berbagai kemajuan dan kesejahteraan di Jabar saat ini dibantu diwujudkan pemerintahan Jokowi ). Berkaca dari keberhasilan Ahok yang menyulap Jakarta, Obama/ Hillary yang memajukan AS, maka keberhasilan Emil menjadikan Jabar juara ( didukung Jokowi ) pun Jabar takkan memberi kontribusi bagi pemenangan Emil untuk kontes RI-1 kelak, selama mereka tak tahu siapa yang bohong, dan siapa yang berjasa ( untuk dibela dan dicoblos ) selama ini.

Daerah di mana Jokowi lantang mengklarifikasi fitnah terhadap dirinya, telah memberi kemenangan pada 01 ( karena di situlah kepuasan kinerja Jokowi di mata 70% rakyat, tergerus fitnah 02, hingga hanya 55-58% yang mencoblos ). Jika Jokowi juga fokus lantang dan masif mengklarifikasi fitnah di Jabar dan Banten, maka target lebih 50% suara sangat mungkin tercapai di sini.

Saya cermati, warga yang struggle, seperti Papua ( bencana banjir Sentani, teror KKSB, kemiskinan lebih dari angka nasional 9% ) dan Jateng ( teror pembakaran 27 kendaraan ) dan Jatim ( bencana banjir Ngawi, Madiun ) justru lebih bisa menghargai perhatian Jokowi, lebih teliti mencek fitnah terhadapnya, lalu mencoblosnya. Begitu pula, para pemilih WNI di mancanegara.

Jabar, angka kemiskinannya ‘cuma’ 7% dan diberi aneka fasilitas/ kenyamanan, tapi kurang menghargai jerih payah pemimpinnya, sehingga kurang berupaya men-cek semua hoax yang menyesatkan. Tak sayang presiden. Terima begitu saja, seolah semua kenikmatan itu hak mereka dan akan datang tanpa susah payah berusaha/ memohon.

Saya tak tahu, apa target provinsi termaju bisa tercapai setelah semua jerih payah Jokowi terhadap Jabar tak bernilai elektoral baginya ( sebagian besar warga tak peduli/ malas untuk mencari kebenaran atas semua fitnah keji terhadap Jokowi ). Yang saya tahu sekarang, blog ini dibaca/ berpengaruh pada kurang 40% warga Jabar dan 60% dibaca orang Indonesia di luar Jabar dan luar negeri ( seperti laporan statistik admin wordpress : pembaca terbanyak kedua adalah WNI/ warga di Amerika yang melek media/ suka buku ). Perlu edukasi intens tentang cara warga Jabar mendapat info benar dari media/ sumber kredibel jika ingin lebih cerdas memilih.

Well, pesta demokrasi sudah berlangsung. Selamat bagi rakyat Indonesia di dalam dan luar negeri yang sudah berupaya keras menyukseskan. Yang menang ( 01 ) jangan konvoi di jalan atau jumawa ( tapi kawal form C-1, jaga IT KPU dari pelbagai serangan, sampai Jokowi dilantik di periode kedua. KPU perlu membuka call center/ fungsikan medsos-nya untuk hotline pemilih yang bingung ). Yang kalah, perlu legowo, memberi contoh demokrasi sportif pada generasi milenial dan rakyat Indonesia. Congratulation to people of Indonesia…

*****

NUHUN PAHLAWAN PEMILU. EVALUASI PEMILU UNTUK 2024.

Pemilu Serentak 2019 berlangsung relatif sukses jika dilihat dari tingkat partisipasi pemilih. Dari rata-rata 70% tahun 2014 menjadi 80% tahun 2019 dalam negeri, 90% luar negeri. Beberapa wilayah bahkan mencapai 100%. Amazing..

Kota Bandung sendiri 77% ( dari 75% ) kata Mang Oded ( PRSSNI, 20/4/2019 ). Namun, 144 peyelenggara pemilu ( KPPS, PPK, saksi ), 40 petugas Panwaslu, dan 15 polisi tewas karena kelelahan, sakit dan kecelakaan ketika mengantar surat suara ke pelosok negeri kepulauan terbesar di dunia ini. Di Jabar ada 25 petugas yang gugur.

Gubernur Emil minta ( Prime Time News, MetroTV, 20/4/2019 ) KPU mengevaluasi pemilu serentak ini : dengan 5 surat tapi waktunya ( kok ) sama dengan yang satu surat suara ( pilpres ) mau pun yang 4 surat suara ( pileg ). Pelaksanaan tugas pemilu terbesar dan terumit di dunia ( 192 juta pemilih, 813.000 TPS, di 17.000 pulau dengan biaya Rp 25 triliun ) sudah menjadi sejarah kita, suka dan dukanya. Mereka yang gugur menjadi pahlawan pemilu ( akan diberi santunan, dinaikkan pangkatnya satu tingkat ). Kita turut belasungkawa. Semoga keluarga korban dikuatkan hatinya dan para pahlawan pemilu dimudahkan urusannya di akhirat. Amiin.

Sebaik apa pun capaian pesta demokrasi, tak selayaknya menelan korban nyawa manusia, satu orang pun. Apa evaluasi ? Narsum EMI ( MetroTV, 22/4/2019 ) mengusulkan pemilu serentak nasional ( pilpres, DPR, DPD = 3 surat suara ) dan pemilu serentak lokal ( pilgub, DPR Provinsi, pilwalkot/ pilbup, DPR Kota/ Kabupaten = 4 surat suara ) dengan alasan penguatan sistem presidensial sesuai putusan MK. Pengalaman pemilu 2004 -2009, terpisahnya pileg dari pilpres, membuat kekuatan presiden terpilih cenderung diatur/ dilemahkan parpol pengusungnya. Jarak 20 bulan antara nasional dan lokal ini dianggap cukup bagi peserta dan pemilih untuk menyiapkan diri dalam menyinambungkan kekuatan di pusat ke daerah agar tak terjadi pembangkangan ( kepda ). Setelah presiden terpilih dilantik juga para menteri kabinet dan anggota dewan, dalam tahun pertama, segera evaluasi pemilu serentak ini. Agar waktunya cukup untuk di-judicial review jika kurang afdol dan pelaksanaan keputusan MK-nya tak sampai tergopoh-gopoh dieksekusi di lapangan sampai mengorbankan nyawa polisi/ TNI yang mendistribusikan ( DPT, DPK, Suket, syarat non parpol DPD, caleg mantan napikor di DCT, format surat suara ).

Semangat MK, 5 surat suara serentak demi presidensial itu, menurut Mahfud MD, bisa dilaksanakan dalam seminggu, tak harus satu hari, agar tak jatuh korban gugur kelelahan lagi. Syarat 3-13 kursi di dapil yang membuat surat suara lebih lebar dari bilik suara bisa dibatasi sampai 8 kursi saja.

Pemirsa EMI lain ( petugas KPPS yang tahu IT dan menyelesaikan tugasnya sampai pukul 3.30 dini hari ) mengusulkan agar rekrutmen 7 petugas TPS/ KPPS dibuat lebih ketat ( yang punya riwayat penyakit jantung, usia sepuh jangan direkrut ) sehingga stamina tetap prima untuk menyelesaikan tugas hingga tuntas dalam durasi panjang/ hampir 24 jam. Petugas KPPS di lingkungan saya ( ada 9 ) dan di Amerika ( WA VOA & K-Lite FM, 19/4/2019 ) bergantian istirahat, sholat, makan sehingga cukup kuat untuk menuntaskan tugas ( usia 30-50 tahun ). Penelpon KPPS ini punya ide : pemilu dengan SMS ( di Afrika ada pemilu dengan kelereng, lho, karena mayoritas warga masih buta huruf ) karena sistem elektronik dibolehkan MK dan dipraktekkan di negara maju. Warga Indonesia juga sudah terbiasa memberi vote dalam ajang pencarian bakat di stasiun-stasiun TV. Dengan NIK dan 2-3 ponsel yang dimiliki rata-rata WNI saat ini, cara SMS bisa lebih efesien/ cepat dari segi administrasi. Ini mirip pemilih luar negeri yang menggunakan jasa pos dan kotak suara keliling untuk menyalurkan hak suaranya. Bisa dikaji lebih dalam kemungkinan sistem elektronik ini dengan plus minusnya.

Well, petugas pemilu susulan, ulang, PPS, PPK, KPUD Kota/ Kabupaten, KPUD Provinsi, KPU Pusat juga pak ketua, Arief Budiman, harap jaga kondisi dan sempatkan istirahat secara bergantian seperti di lingkungan kami ( KPU sudah punya call center, mereka meminta puskesmas membantu petugas di kecamatan/ PPK dengan mengirim petugas medis yang stand by di sana berjaga jika ada yang sakit/ kelelahan. Ibu saya menyarankan, siapkan air gula siap minum di tempat hitung suara agar petugas tidak hypo/ drop/ wafat ketika tenaga diforsir ). Nyawa tetap tak ternilai. Kita mengapresiasi dedikasi tinggi jajaran KPU, Bawaslu, DKPP, Polri, TNI, meski masih ada kekurangan di sana sini ( kurang di 80 TPS tapi sukses di 800.000 TPS ). Terima kasih atas kerja raksasa yang masih berlangsung ini. Semoga Allah melindungi dan memberkahi kalian semua. Amiin. Tetap semangat !

***

Written by Savitri

18 April 2019 at 13:57

Bajingan di Podium GBK. Pembully AD di Pontianak. WNI di Equador 100% Nyoblos Pemilu. Indonesia, Siaapp ??

leave a comment »

Masih swing atau undecided voters ? Tonton Debat Capres ke-5 besok Sabtu. Teliti rekam jejak dan karakter paslon dari sumber kredibel ( terdaftar di Dewan Pers ) seperti MetroTV dan Trans7. Tanyakan pada diri, apa yang sudah kau lakukan untuk negara, sebelum tanya apa yang sudah dilakukan negara untukmu. Laksanakan kewajibanmu, baru menuntut hakmu. Nyoblos dulu, baru awasi pelaksanaan janji kampanye paslonmu.

IBU PERTIWI DIPERKOSA ? KORUPTOR DIBERI PENSIUN ??

Ini seri berikutnya capres 02 untuk mendulang suara setelah Indonesia bubar, punah, dan hankam rapuh. Di kubu PS sejauh ini berhimpun orang gagal, pemarah, pesimis, pecandu fitnah, hoax, radikal, menyusul koruptor. Apa sih yang mereka bisa ? Kerjanya cuma memaki pemilih 01 dan merusak legitimasi KPU ( terbaru hoax “server KPU sudah direkayasa untuk memenangkan capres tertentu”. Polisi sudah menangkap 2 buzzer. Salah satunya dokter. Kreator-nya via IG sedang diburu aparat. Semoga tertangkap sebelum pemilu 17/4/2019 dan diumumkan ke publik secara luas, cara kotor yang dilakukan aneka jenis pendukung 02 yang dijejali pesimisme oleh PS dan BPN sehingga pada panik dan kalap. Di video yang viral, terlihat relawan 02 sedang membahas hoax tsb di rumah ex- bupati Serang ( EMI, 8/4/2019 ). Pemirsa EMI meminta surveyor abal-abal dipidana mulai sekarang, agar tak terjadi pembelahan pemilih lebih parah lagi seperti pilpres 2014 karena rilis pesanan yang ngawur itu )

Di GBK, Minggu, 7/4/2019, PS yang bilang korupsi di negeri ini sudah stadium 4, ternyata akan mengampuni koruptor yang bertobat dan akan memberi sebagian uang rakyat yang dicurinya sebagai uang pensiun. Cara nyeleneh yang tak pernah dilakukan di muka bumi ini, termasuk negara yang berhasil memberantas korupsi, kata ICW. Korupsi dilakukan orang ( terlihat ) pintar, terlihat ( bertopeng ) baik, tapi sebenarnya tamak di tempat tersembunyi. Mana mau dia mengaku jika ditawari uang pensiun ? Lebih baik tutup mulut, pegang duit yang jauh lebih besar. Kalau pun diampuni, diberi pensiun, negeri ini benar-benar menjelma surga koruptor di tangan PS. Gak ada matinye. PS omong kosong begitu, sekedar ingin dicoblos. Nafsu berkuasa menghilangkan akal sehatnya ( siapa saja para pembisiknya ? ).

Selama ini, KPK menunjukkan bukti-bukti kejahatan ( lebih banyak daripada kasus OTT ) sampai si koruptor speechles, tak berkutik. Sangat jarang yang mau mengaku dengan kesadaran sendiri.

Koruptor mestinya dihukum fisik ( di penjara tanpa perlakuan istimewa ) maksimal ( mati/ seumur hidup ), dimiskinkan dan diberi sanksi sosial ( dipermalukan dengan tangan terborgol menyapu jalan protokol ). Tiga jurus kombinasi pamungkas itu yang belum diterapkan terhadap sebagian besar terdakwa korupsi sehingga korupsi masih merajalela.

Selain menebar angin surga untuk para koruptor di luar sana, janji gombal nan kadal ini juga untuk melindungi para mantan napikor di DCT ( terbanyak dari Grd ). Caleg terbanyak tak melaporkan LKHPN juga dari Grd. Yang paling rajin melaporkan LKHPN ( harta kekayaan ) adalah partai Nasdem ( EMI, 9/4/2019 )

Tentang “ibu pertiwi diperkosa”, ini sudut pandang orang yang merasa gagal dan melihat segala sesuatu dengan kaca mata buram. Masa rezim Orba ( di mana PS mendapat konsesi tanah dari penguasa sekaligus mertuanya saat itu ), aset negara mulai diobral ke pihak asing ( tahun 1967 ), termasuk kontrak karya Freeport di Papua yang sangat merugikan Indonesia. Mestinya, PS menghentikan ‘pemerkosaan’ itu sejak awal. Bukannya sekarang ( pahlawan kesiangan ), sesudah Jokowi merebut tambang Papua, blok Rokan, Mahakam dari perusahaan asing dan mengembalikan ke ibu pertiwi. Ibu pertiwi justru sedang banyak prestasi sekarang ( BBM satu harga, MRT, Trans tol di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, masuk 4 besar Asian Games, dsb, yang tak mampu dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya ). So, nikmat mana yang sedang kau dustakan ? ( jauh lebih banyak keberhasilan yang diraih Jokowi selama 4 tahun ini, daripada kekurangannya ). Akui saja, itu lebih rileks dan mengesankan.

NDAS-MU BAJINGAN PS. BEGINIKAH PUTRA BEGAWAN ? Capek deeh..

Tegas, emosional, dominan, ambisius adalah ciri PS, kata pengamat/ surveyor Khudori di Prime Time News ( MetroTV, 9/4/2019 ). Merakyat, sederhana, jujur, kalem adalah ciri Jokowi, menurut 200 psikolog. Jokowi disukai kelas menengah ke bawah yang merupakan bagian terbesar dari piramida sosial. PS disukai kelas atas yang berkarakter dominan dan memerintah bawahan ( di WAG lingkungan, saya lihat tipe dominan/ penindas/ berkata kasar/ merendahkan tampilan fisik orang lain, juga cenderung memilih 02 dengan retorika dan kesembronoan yang mirip ( karena malas mikir, malas kerja sehingga gagal dan melampiaskan kegagalan dirinya pada Jokowi yang tak seperti mereka ). Mereka tak risih dengan diksi “diperkosa, bajingan, ndas-mu” ( kepala-mu ), karena mereka juga kerap melakukan hal itu untuk menekan orang lain agar menuruti kemauannya. PS mudah tersulut emosi, meledak-ledak dan menggebrak-gebrak meja/ podium di GBK ( sampai minoritas 1998 kembali trauma dan siap-siap ngacir ke luar negeri ) ya kita makin mantap pilih paslon 01 Jokowi-Ma’ruf kan ? Orang hebat, kuat menahan hawa nafsunya. Datang ke TPS dan pastikan yang santun, merakyat dan kerja nyata seperti Jokowi yang terpilih sebagai presiden RI ( lagi ).

( entah bagaimana dulu begawan ekonomi SD membesarkan PS dan HD ? Terlalu sibuk bekerja-kah ? Atau dampak pengasuhan beda keyakinan ? Lebih 15 tahun ini energi kita tersita untuk meredakan dampak ekspresi marah-marah PS dan makian para pendukungnya terhadap anak bangsa lainnya. Saya pernah membaca rekam jejak PS sebelum dia nyapres, khususnya di militer, bahwa dia kerap berkonflik dengan rekan dan atasannya. Pernyataan “saya lebih TNI dari TNI” di Debat Capres 4 kemarin menggambarkan superioritas-nya yang sulit menerima input dari orang lain/ bijak. Mungkin ini bisa jadi bahan studi bagi para psikolog maupun penggiat parenting : bagaimana membentuk sikap patriotik yang benar dalam keluarga yang ortunya habis waktunya untuk mengabdi pada negara. Menyedihkan, jika sang negarawan tergerus reputasinya oleh ulah 2 anaknya yang kurang beradab. Menyandang nama besar ortu memang bikin stres anak yang selalu dapat fasilitas. Tuntutan besar tapi otak tak diasah untuk prihatin, sabar, berjuang dengan kekuatan sendiri. Hasilnya, karbitan dan marah-marah itu. Ambisi tak sepadan dengan kemampuan ).

Semoga perundungan anak dan perpecahan bangsa tak terjadi lagi. Amiin..

PERUNDUNGAN DI MEDSOS & CONTOH BURUK DI PODIUM.

Kasus AD ( 14 tahun, murid SMP ) dikeroyok 12 siswa SMA, dikoreksi jadi 3 orang, lalu terakhir 1 pelaku adalah contoh bullying oleh netizen ( EMI, 12/4/2019 ). Polisi sudah memeriksa korban AD pada 2 dan 5 April 2019, namun tak ditemukan bekas luka fisik padanya. Setelah diperiksa aparat, yang terjadi adalah perkelahian satu lawan satu, bukan pengeroyokan. Tiga orang yang dituduh mengeroyok, kini yang di-bully netizen.

Medsos bagai pisau bermata dua. Di tangan dokter bedah, pisau bisa menyelamatkan pasien. Di tangan penjagal, pisau disalahgunakan untuk menghabisi korban. Di tangan orang berakhlak dan melek media, medsos jadi alat penebar kebaikan. Di tangan orang bego dan predator, medsos jadi alat perusak generasi muda dan pemecah belah bangsa. Hal itu sedang terjadi sekarang dengan membanjirnya berita hoax, fitnah dan kebencian karena ketiadaan pendidikan karakter di keluarga dan sekolah untuk men-filter ‘virus’ merusak itu. Di kedua tempat pendidikan pertama anak tsb, sangat langka diajarkan bagaimana menggunakan medsos/ internet dengan benar. Ada aturan dari pemilik platform : umur kurang dari 13 tahun dilarang memiliki akun medsos. Namun, percuma jika ortu yang justru membuatkan akun untuk anaknya karena ketidaktahuannya. So, ortu, guru dan anak harus tahu aturan medsos, selain budi pekerti dan aturan agama, sehingga tak tersesat dalam belantara medsos di mana para predator mengintai. Kiranya sudah perlu ada pelajaran menggunakan medsos di kelas ( umur 6 tahun, banyak anak zaman now sudah dipegangi smartphone agar tak rewel atau mengganggu kesibukan orang tuanya. Padahal benih kerusakan ada di sana jika ortu tak membekali ‘anti virus’-nya ( filter karakter dan literasi media ).

Dari saling olok dan pamer di dunia maya, bisa berlanjut adu jotos di dunia nyata, lalu diteruskan lagi dengan perundungan di medsos oleh netizen lainnya, tanpa konfirmasi, seperti kasus AD. Apa generasi muda Indonesia akan dibiarkan seperti ini ?

Apalagi melihat contoh di ruang publik, yang dibilang negarawan atau kandidat pilihan, seperti PS, ternyata suka emosional, gebrak-gebrak podium, memaki bajingan dan ndas-mu ( kepalamu dalam bahasa Jawa yang sangat kasar ) terhadap raihan 5% pertumbuhan ekonomi capres petahana. Pendukung 02 sontak membela membabi buta dan merilis survei internal unggul 62% ( ala surveyor abal-abal tahun 2014 yang tak terdaftar di asosiasi dan KPU, juga tak pernah sama dengan hasil hitung manual KPU sebagai dasar penetapan pemenang pemilu. Beda dengan surveyor di asosiasi, seperti IB, CP, SMRC dan LSI sudah terbukti dan teruji hasilnya sama dengan pemenang hasil hitung manual KPU ).

Pemirsa EMI, minta suryeyor abal-abal semacam ini segera ditindak aparat agar tak terjadi klaim kemenangan palsu yang makin memecah belah bangsa. Rilis surveyor yang tak terdaftar di KPU sudah dilarang sejak 19 Maret 2019 lalu, karena hal ini bisa jadi modus lanjutan untuk mendelegitimasi hasil KPU yang sudah mereka tuduh curang. Para penuduh ( dari 02 ) ini sudah menebar hoax 7 kontainer surat suara dicoblos, hoax server KPU di Singapura direkayasa, dan hoax hasil pemilu luar negeri sudah ada. Kurang apa lagi ? Gak kapok-kapok..

Kebohongan dan kekasaran di ruang publik ini jadi contoh buruk yang tak sadar ditiru anak-anak karena direpetisi terus. Kita harus tegas menghentikan. Kominfo, kemendikbud, aparat, Bawaslu, KPAI, KPPAD, pemerhati anak, psikolog, ortu, guru dan civil society harus turun mencegah kerusakan ini agar tak meluas. Video kekerasan teroris, capres, caleg, guru, anak disensor mulai dari sekarang dari ruang publik yang mungkin dikonsumsi netizen, terutama anak di bawah umur ( nalarnya belum matang ). Ada tools dari Kominfo dan aplikasi Polisiku untuk melaporkan tindak kekerasan fisik atau verbal. Agar terverifikasi kebenarannya, sekalian diproses jika memang benar terjadi ( delik umum ) sehingga aparat lebih gesit bertindak, dan kerusakan generasi penerus bangsa bisa dicegah.

SYIAR ANAK NEGERI 2019

Sudah dibuka kembali program Syiar Anak Negeri di MetroTV yang akan menyeleksi grup nasyid dan dakwah dari kalangan pelajar sampai terpilih 12 grup yang akan tampil di TV saat Ramadhan.
Silakan daftar di https://site.medcom.id/syiar, pendaftaran ditunggu sampai 15 April 2019. Ayo jadi bagian dari Syiar Anak Negeri 2019 !

#knowledgetoelevate
#SANMetroTV2019
#SyiarAnakNegeri2019

JUMAT BERKAH DAPAT BENSIN GRATIS. Caranya ?

Pengen dapat BBM gratisan ? Hafal dulu surat Al-Kahfi, lalu tunjukkan ke pengusaha yang mengadakan program Jum’at Berkah ( Khazanah, Trans7, 12/4/2019 ).

Pemilik SPBU berjilbab ini ingin bisnisnya berkah, kosumennya berkah dan Indonesia berkah. Setahu saya di akhir dunia nanti ada PD 3 ( melawan zionis Israel ) dan PD 4 ( melawan Yajuz Majuz jilid 2 ). Surat Al-Kahfi ( firman Allah ) bisa melindungi kita ( ketika bersembunyi di gua ) dari kejaran musuh/ Dajjal. Kalau mulai menghafal sekarang, selain dapat voucher isi bensin gratis dari pengusaha, dapat pahala dari Allah sekarang, juga dapat perlindungan-Nya di hari-hari mendebarkan itu.

WNI DI EQUADOR 100% NYOBLOS. INDONESIA ?

Kemarin, puluhan WNI yang tersebar di wilayah Equador sudah melaksanakan hak pilihnya ( Headline News, MetroTV, 10/4/2019 ). Mereka berkumpul di Kedubes RI untuk nyoblos dan bersilaturahmi, kata dubes ( ada acara makan pagi, siang, malam dan olahraga bersama ). Yang tak bisa hadir karena berbagai kendala dapat menyalurkan hak pilih via pos. Selanjutnya, kotak suara diamankan petugas untuk dihitung tanggal 17 April 2019.

CLOSING

Jangan lupa nonton Debat Capres Final, Sabtu, 13 April 2018 di MetroTV mulai jam 5 sore ( diskusi para pengamat dulu ). Jangan lupa nyoblos pileg dan pilpres 17 April 2019 di TPS masing-masing. Kota Bandung sudah siap dengan semua surat suara dan peralatan yang diperlukan. Di pilkada 2018, lebih 75% warga Bandung di DPT nyoblos. Semoga di pemilu 2019 lebih baik lagi. Jangan kalah dengan WNI di Equador yang bisa 100%. Ulah golput, nyak..

( kalau pusing, coblos saja capres-nya 01 Jokowi-Ma’ruf dan caleg-nya Nasdem/ partai nomor 5. Insya Allah amanah ).

Ingat, 14-16 April 2019 Masa Tenang, dilarang kampanye lagi, termasuk di medsos. Ingat 8-14 April 2019, waktunya pemilih WNI di luar negeri nyoblos. Dihitung suaranya, tanggal 17 April 2019 barengan kita di Indonesia. Jangan termakan hoax dan menyebarkan hoax. Jaga pemilu agar berjalan aman dan lancar. Ini reputasi kita. Siapa kita ? INDONESIA !!

====================

INFO PEMILU :

INFO ACARA MENDATANG :

INFO BANDUNG, JABAR

INFO PAPUA

INFO SEHAT :

I

INFO INFRASTRUKTUR :

INFO EKONOMI :

Dana investor asing di Indonesia di bawah Malaysia dan negara ASEAN lainnya, kata ekonom Faisal Basri. Indonesia tidak di bawah kekuasaan asing ( EMI, 12/4/2019 )

INFO LIFE SKILLS :

INFO PEJUANG :

INFO HUKUM :

Kasus NB perlu kita lihat secara berimbang. NB sudah 12 tahun berada di KPK ( idealnya, maksimal 10 tahun di posisi sama ). Ada kasus Cicak vs Buaya jilid I dan II selama keberadaan penyidik senior ini di KPK. Terakhir ada isu bocornya rencana sejumlah OTT, seperti di hotel Brbd yang gagal, yang berujung sejumlah penyidik kurang percaya ( disharmoni ) terhadap pimpinan/ komisioner. Sebelumnya, NB juga tak harmonis dengan direktur penyidikan AR. NB tak menyebut nama jenderal yang dituduhnya terlibat dalam kasus penyiraman dirinya, meski Kapolri Tito sudah memintanya.

Yang ingin saya sampaikan : ‘rumput keras’ yang sudah terlalu lama menguasai ‘medan’ sampai menghegemoni institusi, tidaklah sehat. Komisioner/ ketua, meski baru 1-5 tahun di KPK, tetaplah harus yang dominan dan mengendalikan anak buahnya sesenior apa pun dia, karena biduk butuh satu nahkoda agar lajunya tak limbung ( jika 2 nahkoda bisa limbung, karena beda visi/ arah dan cara/ selera dalam menangani kasus ).

Jika terjadi dualisme kepemimpinan ( misal, ayah ibu punya sifat kontras/ beda prinsip, dan keduanya tak mau kalah ) maka si anak buah akan mencari keuntungan dengan memanfaatkan kelemahan/ ketakharmonisan tsb. Ayah royal-malas vs ibu hemat-disiplin. Si anak jadi bingung mengikuti yang mana ? Ayah ibu sibuk berargumen membenarkan diri sendiri, sampai letih, sampai alpa mengawasi anak yang akhirnya ikut ajakan teman begajulan di luar rumah. Begitulah situasi yang komandonya tidak satu suara di satu institusi ( keluarga, institusi terkecil dari negara yang diikat dengan UU Perkawinan ).

Situasi saling menghegemoni di KPK, membuat pengawasan terhadap SOP dan rekrutmen tidak fokus. Kuda ‘troya’ atau OTT bocor berangkat dari sana. Arogansi dan baper-nya si ‘rumput keras’ bisa memercik perlawanan tak perlu dari pegawai institusi lain atau tersangka korupsi. So, ‘rumput keras’ perlu dicabut, jika keberadaannya mulai mengganggu rantai komando dalam institusi yang hirarkis. Rekan aktivis perlu melihat dari perspektif ini. Tak ada asap jika tak ada api. Saya pribadi memilih Kapolri Tito daripada NB jika keduanya diadu dalam banyak hal, juga kasus 2 tahun ini. Think and act wisely, will you ?

Setahu saya, bukan sifat pendukung 01 yang brutal begini. Yakin, mereka bukan gerombolan liar yang dibayar untuk merusak reputasi kampanye 01, pak polisi ?

INFO LUAR NEGERI :


Written by Savitri

12 April 2019 at 16:10

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30