Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Keamanan’ Category

Asumsi Siluman vs Bukti Cahaya di Sidang MK. Melindungi Konsumen, Driver Ojol atau Dekacorn ?

leave a comment »

Terkesima. Hening. Fokus. Lega. Senyum-senyum. Terlihat di wajah para pihak yang berperkara di Mahkamah Konstitusi ( MK ) selama 5 hari sidang ( sidang ke-3 selama 20 jam, dari jam 9 pagi sampai jam 5 pagi berikutnya ). Sebagian alumni UGM ( hakim MK, pengacara, saksi ahli ) sedang memutuskan nasib alumni UGM lainnya ( Jokowi/ capres petahana 01 ) dengan debat panas, adu bukti, saksi dan diksi. DPT siluman, keterangan palsu, data manipulatif, bukti rekayasa, bertebaran di ruang sidang yang terhormat ( alih-alih menggunakan diksi invalid, tidak benar, tidak sesuai ). Asumsi, narasi, indikasi, .. atau prejudice, prejudice, prejudice dan prejudice ( istilah prof. Edi/ Edward Omar ).

Mulut dulu baru otak ( emosional ). Gugat dulu baru bukti ( sampai hakim MK nyaris mengusir BW jika tak berhenti nyerocos memotong pertanyaan pada saksi AMM ( saksi fakta sedang dikonfirmasi apa yang dilihat, didengar, dialaminya sendiri. Bukan begitu/ soal kampung bisa mengakses dunia ). Empat tim hukum yang bersengketa ( 01, KPU, 02, Bawaslu ) saling cegat dan pojokkan saksi yang dihadirkan begitu panas sehingga proses pembuktian dalil ( petitum ke posita ) berjalan sangat alot. Sungguh melelahkan.

Lalu di penghujung sidang, Prof. Edi menggebrak kesadaran kita yang terkantuk ( mendadak kuliah umum ) dengan seruan lantangnya itu : bukti perkara pidana harus lebih terang dari cahaya, bukan prejudice ( asumsi, prasangka ). Pakar hukum pembuktian ini pun melahap seabrek pertanyaan dari tim pengacara dan majelis hakim bak makanan sehari -hari ( Breaking News, MetroTV, 21/6/2019 dan 3 TV berita nasional lainnya ). Jitu. Mantap. Wow.

Bukan ‘wow’ ketika BW berjanji menghadirkan 14 saksi + 2 ahli untuk membuktikan sejumlah dalil pemohon yang berakhir anti klimaks ( dipatahkan sendiri karena tak konsisten, tak melihat sendiri, parsial, tahanan kota, identitas saksi meragukan, sejumlah bukti tak disusun menurut hukum acara berperkara di MK, bahkan tak ada bukti, seperti P.155 ). Peristiwa acak, lokal, parsial ( yang digeneralisir, diblow-up, didramatisir dengan suara berisik ) itu tak bisa membuktikan kecurangan TSM yang dituduhkan. Sesumbar 12 truk bukti ternyata cuma puluhan kontainer cucian yang sebagian ditarik kembali karena tak memenuhi syarat ( print out link, kliping berita yang juga tak diterima Bawaslu, padahal sudah habis miliaran untuk fotocopy ). Gara-gara nafsu menggeber aksi jalanan sampai lupa/ kedodoran menyiapkan bukti ke MK.

Bukti dan keyakinan hakim itu rumus menang berperkara di MK. Indonesia menganut sistem hukum Eropa/ Belanda/ KUHP yang cenderung formil/ prosedural. Bukan sistem juri Amerika yang cenderung materil/ substantif. Bukti fisik di bingkai kebenaran formil ( hukum acara ) dalam bingkai kebenaran materil ( kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan + kontra genosida TSM/ keselamatan bangsa ).

Kecurangan TSM terkait hasil masih bisa disidangkan MK jika sengketa proses di Bawaslu “tak diterima” ( belum masuk substansi perkara ). Jika sudah “ditolak” Bawaslu, jangan lagi diajukan ke MK karena akan menimbulkan ketakpastian hukum dan konflik lembaga yang berekses public distrust. Kita tak mau ada rusuh lagi di depan Bawaslu, KPU, DKPP, MK juga kantor lembaga negara sah yang sudah kita bentuk dan pilih komisioner dan hakimnya melalui pemerintah dan perwakilan kita di parlemen. Tunjukkan kematangan dan konsistensi kita berdemokrasi Pancasila agar program kesejahteraan rakyat yang sudah dijanjikan berjalan lancar.

Klaim 22 juta suara ( 02 minta dikurangkan dari perolehan suara Jokowi ) diantaranya dari jumlah pemilih pindahan, pemilih suket hingga H-1 sesuai keputusan MK dan tuduhan DPT invalid 17,5 juta ( padahal kesamaan tanggal lahir 1 Januari, 1 Juli, 31 Desember adalah kebijakan dukcapil/ kemendagri atas lupanya banyak warga di lebih 75.000 desa di tanah air atas waktu kelahirannya sendiri ). Saksi AMM emoh diajak orang KPU memeriksa ke lapangan ada tidaknya pemilik NIK ‘siluman’ hanya gara-gara tak di titik yang dikehendakinya. Kesaksiannya patah di situ.

Sistem Situng KPU adalah amanat UU Keterbukaan Informasi Publik. Yang kita lihat selama ini adalah website/ cerminan Situng yang hanya bisa diakses petugas KPU dan KPUD kota/ kabupaten yang menginput dan memverifikasi data C1, DA1, DA2 yang berhologram ( salinan form C-1 pleno di lebih 813.000 TPS ). Situng ini juga ada di 2 tempat rahasia lainnya ( di sidang kemarin tersebut BPPT, Kemendagri ) berjaga jika ada pesawat jatuh menimpa salah satu lokasi Situng. Situng me-refresh data rekap di website Situng tiap 15 menit sekali sesuai progres suara masuk, kata Prof. Marsudi, perancang sistem Situng KPU ( arsitek menjamin dan bertanggungjawab atas keamanan desainnya selama tukang/ kontraktor gedung/ sistem IT memenuhi spesifikasinya/ disclaimer/ syarat & ketentuan berlaku selama membangun ). Marsudi mengusulkan agar di pemilu berikutnya, KPU membuat laman rekap C1 yang belum diverifikasi dan laman yang sudah diverifikasi sehingga tak ada yang salah mengambil data dan salah pula menyimpulkan kemenangannya. Mau diacak diedit Situng separah apa pun oleh intruder dengan middleware-nya, dalam 15 menit akan kembali pulih dengan data perolehan suara termutakhir. Di situ cukup amannya Situng. Hitung manual berjenjang tetap menjadi acuan penetapan suara sah pemilu menurut UU, bukan Situng ( apalagi website Situng ), sehingga kesaksian 02 juga terpatahkan.

Amplop surat suara sisa di halaman kecamatan J di kabupaten Boyolali yang dibawa saksi B yang ber-KTP tak logis ini tak tertulis angka jumlah surat suara di depannya seperti contoh yang dibawa pihak KPU ( artinya itu sisa amplop yang tak terpakai, bukan surat suara yang digelapkan pihak terkait seperti diasumsikan ).

Kedudukan cawapres Ma’ruf adalah penasehat syariah anak perusahaan BM Syariah, ( seperti halnya konsultan, auditor, kuasa hukum ) yang bertanggungjawab pada MUI bukan direksi BUMN. Ada caleg Grd yang juga kerja di anak perusahaan BUMN tapi tak dipermasalahkan pencalegannya. Kenapa sekarang baru mengajukan keberatan ? ( bukan waktu yang diberikan KPU September 2018 lalu ). Emang resek…

Kalau batuk minum Konid**. Logikanya jangan dibalik : minum Konid** jadi batuk, kata saksi 01 ( koordinator trainer of trainer/ TOT pembekalan para saksi parpol 01 ) tentang kesaksian HA ( saksi 02 ) di hari sebelumnya. Pembekalan mengantisipasi kecurangan jangan dipahami sebagai mau curang. Polisi belajar kriminologi agar bisa selangkah di depan kriminal agar bisa menangkapnya. Kehadiran Jokowi, Ganjar sebagai kader senior PDIP di acara tsb dengan surat izin/ cuti terlampir ( kepala daerah dan kepala pemerintahan adalah jabatan publik dari mahkluk politik. Sebagai aspirasi pribadi tanpa fasilitas negara dan bukan jam kerja, para pejabat tsb boleh berkampanye, kecuali fasilitas kepala negara yang melekat padanya 24 jam tiap hari selama 5 tahun masa jabatannya sesuai UU ). Kehadiran wakil KPU, Bawaslu atas undangan resmi seperti juga mereka menghadiri acara serupa di kubu 02. Perang totalnya Moeldoko itu terhadap radikalisme, isu khilafah, politik SARA, politik uang, pengerahan massa/ mobokrasi, hoax yang bisa merusak kualitas demokrasi kita. Jangan misleading..

So, apa masalahnya ? Terendus klaim 22 juta suara itu sekedar modus 02 agar bisa masuk MK. Lalu minta MK membantu 02 membuktikan dalil-dalil asumtif mereka dengan dalih ‘tak setara’ dengan capres petahana. Padahal itu bisa menjebak para hakim berpihak pada salah satu pihak dan bikin chaos. Kamuflase BW terdengar idealis : bagaimana dengan 14 hari speedy trial, mereka bisa menyingkap ( asumsi ) kecurangan supercanggih dalam pemilu oleh penguasa ? ( padahal di Kamboja, eksekutor rezim penguasa dengan killing field-nya itu bisa diadili dalam 10 hari ).

Prof Edi dengan jitu menjawab : jangankan yang tersembunyi supercanggih, yang sederhana pun jika tanpa bukti ( signifikan meyakinkan ) tak bisa diadili, atau diminta kembali ( seperti baju zirah sayyidina Ali yang dicuri ). Dunia ini tak ideal seperti pengadilan akhirat, makanya dibuat “hukum acara” agar yang berperkara tak kebablasan mengikuti hawa nafsunya.

( kalau tak ada kebohongan masif dan isu SARA yang disemburkan 02 sejak pilpres 2014 di medsos, WAG, tempat-tempat ibadah, dsb, capres PS takkan dapat suara lebih dari 12% suara Grd. Sudah untung dapat 44,5%. Jangan ngelunjak )

Setelah membuat 9 hakim MK ( juga para pemirsa di rumah ) kurang tidur dan berjaga 5 hari suntuk, akhirnya sidang PHPU 2019 itu ditutup dengan doa, pelukan dan ber-selfie ria seraya selonjor di lantai sidang. Benar-benar Indonesiana…

UPDATE RUSUH 21-22 MEI 2019

Tersangka Soenar** ditangguhkan penahanannya dengan jaminan Panglima Hadi dan Menko Luhut ( pernah jadi atasan ) karena pertimbangan : kooperatif selama disidik, tak menghilangkan barang bukti, berjanji tak mengulangi perbuatan. Berbeda dengan KZ yang rewel dan sulit diperiksa. Namun, kuasa hukum mantan danjen ini terlihat berupaya mengajukan pembebasan kliennya di tahap berikut. Itu yang saya tak setuju. Tetap harus dibedakan antara ( mantan ) prajurit yang taat hukum dan yang melanggar hukum agar tak jadi preseden/ ditiru prajurit lain alias ada kepastian hukum.

Kepemilikan senjata secara ilegal/ tak dilaporkan, ada sanksi hukumnya kan ? Kasus ini juga sentilan bagi instansi penegak hukum agar tertib administrasi setiap menyita senjata ex-GAM, OPM, KKSB, teroris, agar tak disalahgunakan untuk makar atau kejahatan serius lainnya. Pengawasan senjata harus diperbaiki.

PERANG PROMO OJOL. SIAPA HEPI ?

Tarif batas atas dan batas bawah transportasi online berbasis aplikasi sudah ditetapkan pemerintah ( 3 zona sesuai kondisi/ kesiapan infrastruktur di daerah ) untuk mencegah matinya transportasi konvensional ( angkot, ojek pangkalan, perusahaan taksi ) yang lebih dulu beroperasi ( agar konsumen lansia yang gaptek gadget masih punya pilihan transpor ).

Problemnya kini, antara aplikator/ operator ojek online ( ojol ) terjadi perang harga promosi sehingga dikuatirkan bisa mematikan salah satunya jika berlangsung lama/ lebih 6 bulan ( ingat pengalaman LCC di industri penerbangan yang telah mematikan beberapa maskapai lokal dalam kurun 4 tahun ini ).

Surprise, seorang pengamat ekonomi di Economic Challenges ( MetroTV, 17/6/2019 ) balik bertanya : kebijakan tarif batas bawah ini sebenarnya untuk melindungi siapa ? Dekacorn yang kaya ? Atau moda konvensional yang lamban tak efesien itu ( mau terus dipiara ) ?

Selama konsumen dapat layanan antar yang cepat, murah, nyaman dari penyedia jasa, menurutnya, tak perlu dikenakan tarif batas bawah. Biar mereka bersaing efesien dengan tetap mengutamakan selamat. Jika konsumen merasa tidak safety bisa ngadu ke YLKI/ LPSK. Jika aplikator/ pengusaha angkutan merasa kompetitor jual rugi sampai mematikan usahanya ( dan ada 2 alat bukti ) bisa ngadu ke KPPU ( penegak hukum dalam persaingan bisnis ). Simpel.

Kemenhub bisa minta aplikator membuat serikat driver/ koperasi agar kesejahteraan driver diperhatikan sehingga aplikator terkondisi tidak banting harga karena ada komponen kesejahteeaan driver yang harus diakomodasi.

Sepeda motor bukanlah angkutan penumpang yang aman untuk jarak jauh. Ojol diproyeksikan sebagai feeder bagi angkutan massal ( bis, kereta api, KRL, LRT, MRT ) yang melanjutkan perjalanan penumpang ke tujuannya ( kantor, sekolah, mall, dll ). Semoga info ini bermanfaat bagi para stakeholder dan konsumen makin hepi.

KTT ASEAN ANTISIPASI PERANG DAGANG

Sedang di EC semalam ( MetroTV, 24/6/2019 ) yang menghadirkan mendag Lukita, ketua Kadin, Apindo disampaikan bahwa ekspor kita sudah positif lagi namun perlu dimaksimalkan agar defisit transaksi berjalan tak terjadi lagi. Penuhi kebutuhan dalam negeri dulu agar tak dibanjiri produk luar. Ada free trade ASEAN dan Asia + 1 yang belum dimanfaatkan maksimal ( bahkan seperti kurang tersosialisasi ) oleh pengusaha daerah/ eksportir lokal. KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand kemarin, tim Jokowi sudah minta kesolidan 11 anggota untuk meneguhkan pasar regional ini demi mengurangi dampak Perang Dagang AS- China jilid 2 ( selain isu sampah plastik dan keamanan etnis Rohingya di Myanmar ).

Ekspor tekstil ke negeri yang kita impor kapasnya. Jika negara lain menolak produk ekspor kita, maka kita pun akan menolak ekspor negara tsb, tegas Lukita. Well, semoga Indonesia bisa survive. Amiin.

CLOSING

Ada orang yang senang diberi hadiah. Ada juga orang yang lebih senang jika hadiah diberikan pada orang yang lebih berhak. Ada orang yang suka memberi lebih dari yang diwajibkan dan menerima kurang dari haknya ( muhsin ). Manusia ikhlas dan taqwa adalah jenis orang yang sudah selesai dengan dirinya ( negarawan ). Sembilan hakim MK berkategori negarawan yang menguasai ilmu hukum dan berpengalaman lebih 15 tahun.

Namun, di kolong langit ini tak ada hal yang bisa memuaskan semua pihak, termasuk putusan hukum ( keadilan sempurna hanya milik Allah Swt ). Semoga putusan MK 27 Juni 2019 bisa diterima legowo oleh para pihak sehingga rakyat Indonesia bisa melanjutkan hidupnya dengan damai, teduh dan produktif untuk memajukan negeri tercinta ini. Amiin..

Iklan

Written by Savitri

25 Juni 2019 at 11:48

Perang Dagang AS vs China Jilid 2. Rotasi Guru ASN ke Daerah 3T. Dalang Utama dari 3 Dalang Pembonceng Rusuh 22 Mei ?

leave a comment »

Pulau Lengkuas di Kepulauan Bangka-Belitung sungguh menawan dipandang. Pengen rasanya bisa membaca buku di puncak mercusuar diselingi memandang ke laut lepas. Birunya perairan kita. Wonderful Indonesia. Sayangnya, tahun 2100 atau lebih cepat, pulau-pulau indah ini bisa lenyap ketika air laut naik 2 meter akibat pemanasan global. Saya sampai bermimpi punya salah satu kamar hotel berbentuk telur seperti di Tokyo yang bisa mengapung dan bergerak di laut ( keliling pantai Indonesia ) selama mengevakuasi diri dan keluarga selama banjir besar yang bisa menewaskan 3 miliar penduduk bumi. Ya, kita mesti benar-benar menjaga kelestarian lingkungan agar tak kehilangan ribuan pulau cantik seperti ini. Kita juga mesti menjaga rajutan kebangsaan agar tak kehilangan saudara-saudara kita yang ramah dan suka menolong yang menempati kepulauan terbesar di dunia nan cantik ini. Indonesia, tetaplah utuh dan bersatu.

PERANG DAGANG JILID 2

Perang Dagang AS vs Tiongkok berlanjut. Setelah sempat menurunkan tensi dengan bertemu/ bernegosiasi dengan pemimpin China ( triwulan akhir 2018, ekspor AS defisit ), Trump kini malah akan menaikkan tarif ( bea masuk ) produk impor dari China sebesar 10-25% tiap 200 miliar USD ( setelah triwulan pertama 2019 ekspor AS positif dan bikin Trump kembali pede ‘make AS great again’. Kita lihat seberapa lama ia bisa bertahan sebelum kandas lebih keras lagi ) yang akan dibalas China dengan kenaikan sama untuk tiap 60 miliar produk impor dari AS. Bagaimana nasib para pelanduk di antara 2 raksasa ekonomi dunia ini ?

Vietnam yang pernah diinvasi AS ( diistimewakan dalam perjanjian dagang ) dapat rezeki nomplok ( relokasi basis produksi dan keringanan bea masuk ke AS sampai pengusaha Indonesia pun jualan ekspor dari sana ). Eskalasi Perang Dagang ini mestinya juga memberi peluang menarik bagi negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. Gimana caranya ?

Kita tahu banyak investor setelah dapat izin usaha menghadapi banyak hambatan di sini ( belum harmonis antara perijinan pusat dan daerah, faktor ketenagakerjaan, perpajakan, cost logistik di Indonesia masih tinggi ) sehingga realisasi investasi masih di bawah 50%. PMA turun ( meski PMDN naik ).

Tiga narsum di Economic Challenge ( MetroTV, 10/6/2019 ) dari wakil pemerintah ( deputi kemenkeu ), swasta ( wakil ketua Kadin ), pemerhati ( Core ) yang dipandu host Kania, berdiskusi, saling mengisi, sampai pada kesimpulan : bahwa Indonesia perlu memaksimalkan pemenuhan kebutuhan domestik dulu ( lebih 260 juta penduduk ) sampai tingkat efesien sehingga nanti dilirik pasar ekspor yang kian kompetitif ( investor masuk jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi dan punya iklim investasi yang baik ).

Kita punya keunggulan bahan baku yang berlimpah ( anehnya 70% komponen produksi masih impor ). Juga jumlah penduduk yang besar ( jika punya daya beli yang baik ). Rotan dan batubara sempat diekspor padahal kebutuhan dalam negeri masih kurang. Mestinya, bahan tambang seperti bauksit diolah dulu jadi alumina di dalam negeri, lalu jadi motor ( listrik dengan zink ) sebelum diekspor dengan keunggulan komparatif.

Industri manufaktur yang sempat ditinggalkan hendaknya digarap secara serius untuk domestic demand dengan proses yang diakselerasi dan dikoordinasi pemerintah ( yang akan membangun industri dari hulu ke hilir dengan bahan baku dalam negeri. Di Jakarta, tax holiday 100% sudah diterapkan untuk produksi yang terkait hulu. Rp 245 triliun untuk 14 perusahaan dalam 3 bulan ). TPT lama diperbaharui. Koordinasi pusat-daerah diperkuat. Pembebasan lahan dipermudah. Ada konsistensi kebijakan pemerintah dari masa ke masa. UU Ketenagakerjaan juga perlu direvisi untuk memenuhi kebutuhan industri 4.0. Mengurus perizinan yang masih lama di daerah bisa dipercepat dengan sistem IT ( tak perlu face to face sehingga lebih akuntable/ tak koruptif. Contoh : e-samsat di Jabar yang lebih cepat/ praktis sehingga meningkatkan PAD, transparan/ terbaca publik )

Perang Dagang jilid 2 ini mari kita jadikan wake-up call untuk mempercepat proses perbaikan tsb ( membangun daya saing melebihi Vietnam dan Bangladesh, bahkan India ) sehingga bisa memanfaatkan peluang Perang Dagang AS vs China. Siapa tahu jadi gajah berikutnya.. ( kan kita mau 4 besar tahun 2030 ).

ROTASI GURU ASN KE DAERAH TERPENCIL- TERLUAR

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa, apa masih banyak di era milenial ini ? Meski demikian bukan berarti kesejahteraan mereka tak diperhatikan. Tak sedikit guru sekarang yang bermobil ria ke sekolah ( sejam di kelas, selebihnya ngobyek di luar sekolah. Anak tak paham pelajaran ditawari ikut bimbel di luar jam sekolah. Guru tak jarang ikut rapat diknas, bahkan rapat timses kepda. Guru SD-SMP ‘milik’/ digaji walikota/ bupati, guru SMA digaji gubernur menurut UU Otda. So, usul mendikbud tentang rotasi 2 tahun bagi guru ASN/ berkualitas tinggi ke daerah 3T perlu sinkron/ revisi dengan UU Otda sebelum disahkan sebagai perpres ).

Namun tak sedikit guru yang kerja pol digaji Rp 50-300 ribu per bulan ( salah satu episode Kick Andy ). Tak heran, kualitas diknas masih di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia menurut salah satu lembaga rating internasional ( EMI, 12/6/2019 ). Padahal anggaran pendidikan sudah 20% dari APBN. Lulusan daerah juga jarang yang lulus ujian ASN. Tingkat kelulusan siswanya di ujian nasional juga rendah.

Leading sector pendidikan nasional mestinya ditunjuk presiden agar jelas road map dan penanggungjawabnya, pesan pengamat Indra. Jumlah guru di Indonesia sudah berlebih. Lho, kok sejumlah daerah masih kekurangan guru ? Ini karena keberhasilan program Guru Garis Depan cuma 18,21%. Banyak guru berkualitas tinggi tak betah dan minta dimutasi pemda ke kota yang lebih baik fasilitasnya ( guru GGD digaji 3 kali lipat ketika mengabdi di daerah 3T : terpencil, terluar, terdepan ). Bahkan ramai-ramai menuntut kadisdik yang menempatkan mereka ke daerah 3T ( beginilah repotnya lulusan tanpa panggilan jiwa guru bekerja di sekolah karena tak ada pekerjaan lain ). Padahal anggota TNI – Polri juga bersedia di tempatkan di mana pun di wilayah NKRI atau tugas negara di daerah konflik/ perdamaian PBB. Saya yang putri Bc.AP/ pensiunan PT.Pos Indonesia juga berpindah-pindah sekolah sejak TK, SD ke Jateng, Jabar, Yogyakarta, Sulut dst tiap 4 tahun sekali ketika mendiang bapak masih dinas aktif.

UU no 14 th 2005 tentang Guru dan Dosen mewajibkan ASN menandatangani perjanjian bersedia ditempatkan di mana pun di wilayah NKRI ( diperkuat dengan SKB 3 menteri ). Namun belum berhasil ( guru pada minta ditarik ke kota ). Di Jepang, sistem rotasi guru tiap 6 tahun sekali ke seluruh Jepang justru disambut gembira dan dirayakan ( mungkin karena pembangunan di sana relatif merata, meski ada daerah yang disembunyikan/ tak dicantumkan di peta seperti Kawagasa** yang kumuh penuh orang buangan. Atau semangat bushido/ nasionalisme mereka yang cukup tinggi ).

Untuk memperbaiki kualitas diknas ( agar rasio 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja juga bisa diperbaiki ), mendikbud ( salah satunya ) meluncurkan program Rotasi 2 tahun ini. Satu kabupaten bisa terdiri 3 rayon. Guru yang berlebih di salah satu rayon akan dirotasi ke rayon lain dalam satu kabupaten, satu provinsi bahkan satu wilayah NKRI yang masih kekurangan guru. Semoga kali ini lebih baik hasilnya. Amiin..

UPDATE RUSUH 21-22 MEI

Massa ( penyusup ? ) dari keluarga korban pembunuhan di Bulukumba, Sulsel, mengamuk dan merusak di pengadilan ketika 4 terduga pembunuh digiring keluar oleh polisi. Sekompi polisi yang menyusul didatangkan ke TKP baru bisa menghentikan kerusuhan dan menangkap para provokator tsb ( MetroTV, 12/6/2019 ).

150 anggota sindikat berbendera hitam bergaris lingkaran segitiga putih ( Garis ? ) ditangkap polisi ketika memprovokasi rusuh ( merusak fasilitas publik, menendangi motor-motor warga yang terparkir ) saat peringatan hari buruh 1 Mei 2019 di Bandung, juga sejumlah tempat lain di Indonesia ( sudah 2 tahun kemunculannya, mendompleng aksi buruh, siapa donaturnya ? ).

Menyusul kerusuhan 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu dan rusuh di
dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga Kupang, Adonara ).

Semua peristiwa meresahkan ini dimulai dari provokasi ( hoax, hatespeech, fitnah ) di ruang publik yang dilakukan elit politik, figur publik yang ditiru para pendukungnya yang semula di medsos lalu mewujud/ copy darat di dunia nyata. Sebagian masyarakat kini gampang meletup dan melampiaskan amarahnya tanpa pikir panjang. Feeling saya, kelompok intoleran/ radikal/ teroris menambah modus baru : menyusup kerumunan pemrotes untuk memantik chaos di negeri ini. Dalam bigger picture ini ujaran kebencian ( fitnah, hoax ) para haters termasuk musisi AD ( kasus “idiot” yang divonis 1 tahun penjara oleh PN Surabaya kemarin ) tak bisa dianggap pidana ringan seperti argumen banding kuasa hukumnya.

Zionis Israel/ Neokon AS setelah kematian Chavez dan gagal menggulingkan penggantinya, Maduro, tetap bertekad menghancurkan Venezuela dan menundukkan negara-negara kawasan Amerika Latin, serta Amerika Utara dalam 60 tahun. Mulanya dari sel-sel yang merusak tatanan hukum, integritas dan kredibilitas lembaga negara, termasuk kepresidenan, lalu tuduhan curang pemilu dan embargo ekonomi.

Formula serupa juga sedang dicoba diduplikasi di sini, melalui orang-orang angkuh tapi cekak etika dan wawasan kebangsaannya. AD merendahkan Ahok, presiden, pendukung 01 di Surabaya, dan siapa saja yang tak cocok dengan selera egoisnya. Kelompok intoleran dan elit asbun seperti sengaja menabrak-nabrak aturan lalu ketika ditertibkan polisi sontak menuduh kriminalisasi dan mendiskreditkan polisi ( aparat hukum ) secara masif di ruang publik sampai akar rumput untrust ( memilih cara jalanan/ hukum rimba. Yang level teroris menembak polisi piket atau meledakkan tempat keramaian ) dan sulit ditertibkan.

Anda bayangkan jika para elit dan figur ini tak dihukum jera sekarang dst, dengan dana yang terus digelontorkan zionis di sini sampai 60 tahun ke depan ( dolar AS dicetak sebanyak mereka mau/ The FED milik bankir zionis bukan pemerintah AS ) atau sampai titik tertentu, polisi/ APH tak lagi bisa mengendalikan massa rusuh di banyak tempat dengan otak reptil disembur hoax tsb ( sudah terlihat kasus bendera ex-HTI di sejumlah daerah sekaligus, perusuh Garis di aksi buruh di beberapa tempat sekaligus ). Ibarat lautan semut ganas di belantara Afrika yang memangsa apa saja yang mereka lewati hingga ludes. Ketika cuma 1-300 semut merah ( perusuh ) mereka masih bisa dihentikan dengan kembang api atau gas air mata. Tapi bagaimana kalau sudah jutaan perusuh untrust institusi negara yang dipupuk tiap hari oleh cuitan plonga-plongo-nya FZ, vlog idiot-nya AD, orasi curang-nya PS atau foto ‘dianiaya’ nenek opas RS ? Can you handle it ?

( itu sebabnya mereka : provokator, kamuflator, haters demen hoax, teroris harus dibabat habis/ dihukum tegas sampai jera. Jangan permisif lagi. Karena kalau sampai terjadi chaos/ tatanan hukum berkeping, kita takkan bisa mundur lagi untuk memperbaiki kerusakan ikatan kebangsaan ini. Butuh dana sangat besar untuk bisa menyatukan wilayah NKRI yang luas ini. Butuh stabilitas politik dan keamanan agar ayam mau bertelur ( baca : investasi menghasilkan devisa untuk mengamankan wilayah NKRI ). Perang Dagang AS vs China makin panas. Bumi juga makin panas. Tahun 2100 suhu diprediksi naik 5 derajat celcius yang menaikkan permukaan air laut hingga 2 meter. Kepulauan Maldives bisa lenyap, juga Pulau Lengkuas dan sejumlah pulau lain di Indonesia. Sebagian spesies mulai punah. Cadangan makanan dunia menipis yang bisa memicu Perang Dunia ke-3. Indonesia sudah di mana saat itu ? The Big Four atau lemah berkeping ? Pikirkan itu )

Orang-orang 02 selain kurang nasionalis, kalau diamati, mereka juga berpikir parsial/ sempit. Mereka memblow-up 1-2 kekurangan Jokowi dan menafikan 8 kebaikan dan kelebihannya. Sementara mereka sendiri ( seperti AD, RS, BY, RG, NW, FZ, PS, KZ ) terbiasa melihat kesalahannya sendiri seperti semut di bawah tempurung kelapa di seberang lautan, atau jangkauan mata katak. Kecil.

Namun kita yang membaca perkembangan berita dari hari ke hari, puluhan tahun, dari banyak buku, narsum, media kredibel dalam dan luar negeri dengan obyektif, atau bird-eye, juga pengalaman selama berinteraksi dengan beragam karakter manusia, bisa melihat keterkaitan antar sel yang bertebaran banyak itu jika sampai diorkestrasikan untuk satu tujuan ( Indonesia lemah atau hancur berkeping, sehingga 15% sisa wilayah Palestina akan jatuh seluruhnya ke tangan zionis Israel tanpa pembela yang gigih/ kuat dari rakyat Indonesia yang bersatu/ NKRI. Next step, Uni Eropa, Rusia, China pun di bawah kaki zionis/ Neokon dalam 60 tahun berikutnya ).

So, para pelaku makar/ pemecah belah bangsa sekelas figur publik memang harus dihukum berat agar tak dicontoh perilaku buruknya oleh para fans dan generasi penerus.

ES, pengacara PS tahun 2014 di MK, dipanggil polisi ( kini tersangka ) setelah ancaman makar-nya/ pengerahan massa di acara Mata Najwa ( Trans7, 1/5/2019 )

SJ, mantan kapolda Metro Jaya dan Sulsel jadi tersangka karena ujaran kebencian di medsos. Senin kemarin ( 10/6/2019 ), ia tak datang memenuhi panggilan penyidik karena sakit, dan dijadwalkan ulang Senin depan ( 17/6/2019 ).

Kadiv Iqbal cs melakukan press release tentang salah satu dalang kerusuhan 21-22 Mei ( Breaking News, MetroTV, 11/6/2019 ). Ternyata KZ yang memerintahkan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional ( Wrt, LBP, BG, GM ) dan satu pimpinan lembaga survei ( YW, ketua CP. Kediamannya sudah 2 kali disurvei oleh para pembunuh bayaran. Tersangka perwira aktif akan dihukum lewat pengadilan militer ) oleh 6 eksekutor lapangan, serta menyuruh mencari 4 senjata dalam pertemuan rahasia mereka di kompleks PI dan AM.

Mengerikan ya, seorang yang dibutakan trauma PKI dan dendam makar tahun 2016 ( waktu kasus Ahok itu, KZ, AD cs juga sudah kumpul-kumpul bermufakat jahat sampai mau mengepung parlemen segala. Penyidikan tsb tak dilanjutkan. Akibatnya, 237 polisi terluka, bahkan ada yang remuk mulutnya dilempar batu besar saat kerusuhan 21-22 Mei 2019. Gara-gara mulut-mulut kamuflator itu masih didengar. Kini jangan terkecoh lagi. Sikat. Hukum KZ seumur hidup ).

Aktor di atas KZ juga harus diburu. Kita tunggu hasil penyidikan selanjutnya dari Mabes Polri ( dalang pembakar 2 asrama polisi dan puluhan kendaraan, dalang untrust Bawaslu yang bikin massa emoh dibubarkan dan bilang PS akan datang lewat jam 6 sore itu, dalang yang menyebut 62% menang yang bikin PS ngotot menuduh KPU, Bawaslu dan pemilu curang. Siapa ( setan gundul ) yang menyebabkan massa dan pendukung 02 mendelegitimasi hasil pemilu, Polri, TNI, KPU, Bawaslu, dan institusi negara terkait alias pemerintahan saat ini ? Dalang utama yang menarik 3 dalang pembonceng tsa )

Pelajaran penting dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 : jangan terlalu marah, terlalu takut, terlalu sedih, terlalu lalai, terlalu syahwat terhadap sesuatu ( kekuasaan ) atau peristiwa ( kebangkitan PKI, pengadilan militer terhadap anggota tim/ operasi Maw** yang menculik 22 aktivis vokal dan hanya 9 aktivis yang kembali saat kerusuhan 12 Mei 1998 ) karena setan akan membonceng.

Kepala BNPB Doni yang juga mantan danjen Kopassus, setahu saya, sudah melakukan rekonsiliasi dengan para korban penculikan tsb. Tak ada gading yang tak retak. Pasukan baret merah TNI ini tetap pasukan elit AD yang kita hormati dan disegani dunia. Nila setitik tak merusak susu sebelanga. Yang perlu diingat : kesetiaan korps angkatan adalah pada negara dan bangsa. Selama dinas di kesatuan, hanya panglima TNI yang dipatuhi ( bukan mantan rekan semisi ). Setelah di luar kesatuan/ purnawirawan ( kembali menjadi warga sipil ) maka negara dan bangsa Indonesia menjadi loyalitas alumni prajurit, seperti juga kita semua, para WNI yang setia dan cinta tanah air ( selama pemerintahan yang sah tak menghalangi umat Islam beribadah maka aturan negara dan kebijakan pemerintah perlu ditaati, pesan Quraish Shihab di Tafsir Al-Mishbah ramadhan kemarin ).

Proses persidangan sengketa pemilu dimulai besok ( disiarkan media TV ). Sebanyak 12.000 aparat keamanan dikerahkan menjaga MK di ring satu, 47.000 personel di ring lainnya di Jakarta. Kesatuan di daerah siap memback-up. PS sudah menghimbau para pendukungnya jangan datang ke MK via video ( mestinya lebih tegas : yang berani datang ke MK bukan pendukung PS/ 02 ). Apa massa 02 masih bisa dikendalikan PS atau pun menghormati lembaga MK yang dibentuk oleh amanat Reformasi ? Seberapa nasionalis. Let’s see ..

( kalau belum bisa menghormati lembaga negara, mungkin surat edaran menpora tentang pemutaran lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila sebelum pemutaran film di bioskop di seluruh tanah air untuk membentuk rasa nasionalisme, bangga pada tanah air dan aksi bela negara ( K-Lite FM, 1/2/2019) bisa dilanjutkan. Warga India bisa menerima dengan gembira kebijakan semacam itu di bioskop mereka. Kenapa kita tidak ? Padahal kita didera begitu banyak masalah/ hoax melebihi negara mana pun di dunia yang bisa melunturkan semangat kebersamaan kita sebagai satu bangsa ).

Written by Savitri

12 Juni 2019 at 14:26

Tol Darat, Laut, Udara Pemersatu NKRI. Tertib Mudik Cermin Peradaban Maju. ASN On Time ?

leave a comment »

Antrian kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Arus balik sebaiknya berangkat pagi. Sempatkan istirahat setelah 4 jam mengemudi. Utamakan selamat ( foto : Antara ).

Lebaran tiba. Ritual mudik tahun ini terpantau lebih baik. Tak sehoror sebelumnya. Jarak Jakarta – Semarang dulu 22 jam, kini 6 jam ( EMI, 7/6/2019 ). Jakarta-Surabaya cuma 10 jam. Wow..

Kemajuan menggembirakan ini berkat kerjasama dan disiplin semua pihak : pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintahan Jokowi dengan kementerian PUPR ujung tombaknya, kementerian perhubungan ( penumpang pesawat terbang beralih ke moda darat dan kapal laut karena tiket pesawat masih kalah bersaing, Jakarta – Medan Rp 21 juta ), Korlantas Polri ( melakukan contra flow, one way/ jalan searah di km 414-70 Trans Jawa di puncak mudik dan balik, membantu ganjal ban di tanjakan, dsb ) dengan back up pengamanan personel TNI, pengusaha yang menyediakan angkutan mudik gratis bagi karyawan dan para pengecernya, komunitas pemerhati transportasi yang terus mengamati dan memberi input perbaikan pada para stakeholder, media TV dan radio yang intensif memberi edukasi dan info bermudik aman nan lancar pada masyarakat, dan para pemudik/ pengendara itu sendiri yang mau lebih disiplin, terencana, terjadwal dalam melakukan perjalanannya ( disarankan berangkat pagi saat arus balik karena tubuh tak se-fresh memulai perjalanan mudik. Puncak balik diperkirakan Sabtu, Minggu besok. Setelah 4 jam berkendara, supir istirahat dulu di Rest Area terdekat. Setelah 8 jam mengemudi, supir diganti pengemudi lain yang terampil dan bugar ). Semoga korban kecelakaan lalulintas saat mudik & balik bisa berkurang lagi ( tahun 2017 sekitar 900 orang tewas. Tahun 2018 sekitar 300 orang tewas ). Apa yang terjadi di jalan raya menunjukkan tingkat peradaban kita. Makin tertib makin maju.

PROVOKATOR BIANG RUSUH. SIKAT !

Yang bikin heran, provokator dan teroris masih menyasar hari nan fitri ini. Di Kartasura, ada pelaku bom bunuh diri tewas terkapar ( bom meledak sebelum sampai tujuan ? ). Terjadi rusuh di dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga di Kupang, Adonara ) sampai 87 rumah dibakar gara-gara pawai takbiran mengeraskan suara knalpot ( siapa pemanah gelap yang membunuh martir tsb ? radikalis yang mau mengesankan wilayah tidak aman setelah menembak polisi piket di Jateng ? )

Orang terpapar paham radikal jadi PR kita bersama untuk menghentikan. Warga perlu aktif memantau keberadaan pendatang yang tertutup, penceramah intoleran di surau, masjid dan grup pengajian. Juga anggota keluarga, kerabat yang berubah kaku, mudah mengkafirkan orang lain. Lapor ke pos polisi terdekat atau babinsa ( saat ini ketua RT, RW sampai kepda yang terafiliasi 02/ permisif pada ormas takfiri, tak bisa diandalkan untuk menghentikan radikalisme karena mereka masih berharap mendulang suara dari kelompok intoleran ini tanpa pikir panjang/ tak paham geopolitik ).

REFERENDUM ? NO WAY !

MM, mantan panglima GAM yang kini jadi ketua parpol lokal mewacanakan referendum gara-gara kalah pileg ( perolehan kursi anjlok, nasionalisme orang-orang 02 dipertanyakan, cuma mau enaknya, jalan pintas pula ). Beruntung, Tap MPR no.4 th 1983 diperkuat UU no.5 th 2005 tentang revisi UUD 1945 / isu referendum sudah dicabut. So, tak ada jalan hukum untuk referendum. Dalam negara koloni yang belum berdaulat bisa dimengerti jika masih ada daerah yang minta referendum. Namun, yang sudah berdaulat seperti NKRI, no way, man !

Konferensi internasional bahkan membolehkan negara berdaulat mengambil semua langkah yang diperlukan demi menjaga keutuhan wilayahnya, kata Mahfud ( EMI, 3/6/2019 ). Ia menyarankan pendekatan khusus pada MM tapi tetap tegas ( jika masih minta referendum, proses hukum tanpa pandang bulu, juga penuntut lainnya ). Pemirsa dari Jateng usul agar Aceh jangan dikasih duit oleh pemerintah pusat ( dana otsus, transfer daerah, dsb. Rp 67 triliun dana yang sudah digelontorkan negara untuk Aceh ), masih ngeyel, sikat habis saja !

MENTERI DARI NTB ? HAK PREROGATIF PRESIDEN.

Pemirsa EMI dari NTB minta menteri kabinet berikut ada dari NTB. TGB gagal memenangkan Jokowi di NTB selama 2 pemilu. Apa masih ada ruang di kabinet berikut yang direncanakan diisi mayoritas profesional ( zaken kabinet ) dengan kemampuan mumpuni di bidangnya ? ( karena Jokowi tanpa beban lagi, tak perlu kebijakan populer untuk meraih suara elektoral. Gas pol. Tinggal fokus pada pembangunan manusia, termasuk kapasitas produksi orang daerah sehingga para pengusaha kapal yang menggunakan tol laut jadi semangat karena muatan dari WIT pun sebanyak dari WIB/ berton-ton. Tak kosong. Sekitar 40% penumpang pesawat beralih ke kapal laut yang menurut pengamat dan pemirsa belum sebaik kereta api dan angkutan darat ). Up to Mr President. Hak prerogatif.

( Rerata baru 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja, kata menteri Hanif ( MetroTV, 2/5/2019 ). Soft skills-nya masih kurang. Juga, link & match- nya. Begitu banyak mata pelajaran di kurikulum diknas sampai guru cenderung mengejar target selesai materi diberikan, kurang peduli anak paham atau tidak. Anak didik kita mau dibentuk jadi robot, atau ahli ? kritik pemirsa EMI, mantan guru ( MetroTV, 3/5/2019 ). Pantas, masih banyak gerombolan tak logis yang demen hoax.

ASN ON TIME PASCA MUDIK LEBARAN ? Let’s see..

11 hari libur lebaran 1440 H/ cuti bersama apa cukup buat ASN ? ( di luar negeri karyawan diberi 20 hari cuti dalam setahun, terbukti meningkatkan produktivitas kerjanya ). Tahun lalu, ASN masih telat masuk kerja, bahkan bolos sampai 2 hari. Di koran dan TV kerap diberitakan bos mensidak tempat kerja anak buahnya. Namun tahun berikutnya hal sama terulang kembali. Apa yang salah ?

Narsum Elman di EMI ( MetroTV, 8/6/2019 ) mengusulkan : ASN malas didenda Rp 1 juta jika telat masuk kerja setelah pulang mudik. Jika sampai 3 kali telat si ASN bandel bisa dipecat. Selama ini sidak dari atasan atau pengawas pegawai hanya masuk kotak, tanpa tindak lanjut, juga tanpa mengakumulasi perilaku telat dan bolos si pemalas sepanjang tahun. Jadinya santai-santai saja..

Berbeda dengan pegawai bank, banyak ASN tanpa meja/ job desk atau tak jelas pekerjaannya. Pemirsa EMI curhat bahwa pegawai telat masuk karena meniru atasannya yang juga telat masuk. Yang lain mengusulkan agar ASN juga punya buku saku seperti anggota Polri dan TNI yang mencatat kedisiplinan staf dalam bekerja sejak ia masuk institusi sampai pensiun. Setiap promosi atau kenaikan jabatan, buku saku menjadi penilaian penting bagi kandidat yang dicalonkan.

Dari survei diketahui sekitar 40% ASN bekerja tak efektif. Padahal pelamar kerja yang lebih pontensial ( tapi tanpa KKN ) mengantri di luar sana. Jokowi juga meminta ASN di daerah lebih gesit dalam mengurus segala perizinan investasi. APBN dan APBD sebagian besar ( 70% ) habis buat belanja/ gaji pegawai. Kalau 40% ASN kerja tak efektif plus doyan telat/ bolos ini masih dipertahankan, namanya pemborosan. Apa mereka gak malu dengan personel Polri dan TNI yang terus bekerja menjaga keamanan pemilu 2019 dan kelancaran mudik selama kita libur lebaran 1440 H ? Daerah ramah investasi bisa dimulai dari sini ( menegakkan disiplin ). Bos datang tepat waktu, anak buah meneladani. Itu baru cakep.

TIKET PESAWAT MAHAL ? UTAMAKAN MASKAPAI NASIONAL

Seingat saya, pasca insiden kereta anjlok di Bogor tempo hari, sudah disiapkan 2 gerbong kereta ‘SAR’ senilai Rp 6 miliar untuk mengantisipasi peristiwa serupa. Kereta api sejak dipoles menteri Jonan jadi primadona. Tiket sold out.

Sebanyak 222 pesawat Lion Air jenis Boeing 373 Max. senilai lebih Rp 300 triliun, ditinjau ulang pemesanannya setelah Ethiopian Air juga jatuh. Keselamatan sebagai budaya. Angka keselamatan tertinggi dicapai maskapai UEA dengan skor 98 dari skor sempurna 100 ( EMI, 12/3/2019 ). Maskapai Indonesia ?

Soal tiket pesawat mahal, sebagian pengamat transportasi mengatakan penyebabnya : perang harga sebelumnya yang menyebabkan banyak maskapai gulung tikar ( juga ratusan pesawat Boeing yang di-grounded tsb ). Konsumen terbiasa dengan harga murah sehingga terkaget-kaget dengan harga standar/ keekonomian yang diminta maskapai yang megap-megap 3-4 tahun ini. Di blog ini pernah disentil slot dan rute penerbangan yang ‘diobral’ ke maskapai asing sementara maskapai Indonesia tak semudah itu mendapatkan hal yang sama di mancanegara/ asal maskapai asing tsb. Menurut pengamat Cheppy, di dunia ini tak ada rute domestik yang diambil maskapai asing, kecuali di Indonesia ( MetroTV, 7/6/2019 ). Jadinya, tarif maskapai asing lebih murah dari maskapai Indonesia. Penumpang dari Batam, Medan, memilih naik boat ke Singapura, baru dari sana naik maskapai asing ke Jakarta ( di bawah Rp 2 juta per orang ).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17.000 pulau ), tata kelola angkutan udara kita perlu serius diperbaiki, agar maskapai Indonesia tak makin berdarah-darah lalu tersungkur mati. Koneksitas udara di jaman serba cepat ini ( industri 4.0 ) menjadi kebutuhan mendesak karena fungsinya sebagai pemersatu wilayah dan penggerak pariwisata ( tengah dikebut menjadi andalan devisa pertama menggantikan CPO yang cenderung menggunduli hutan tropis kita ). Semoga semua tantangan ke depan ini bisa kita selesaikan bersama. Amin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin ya…

Kamuflase Si Bunglon Makar + Warga Permisif = Rusuh. Babat Habis !

leave a comment »

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri. Irjen Pol. Mohammad Iqbal, menjelaskan rompi polisi yang ditiru perusuh untuk mengelabui orang agar bisa menimpa kesalahan tewas dan luka pada polisi. Wartawan dimintanya menjauh/ mematuhi SOP saat polisi tengah menghalau perusuh agar tak kesambar pentungan. ( foto : kompas ).

Kamuflase. Permisif. Martir. Makar. Sudah memakan korban, yang akan terus berlanjut jika negara terkesan mengikuti gendang sumbang kubu 02. Babat habis semua pelaku ( juga dalang, pengkondisi/ provokator/ kamuflator, pendana kerusuhan ) sebelum revolusi pecah, tegas pengamat militer Conny dan pakar hukum pidana Asep Iriawan di Prime Talk ( MetroTV, 28/5/2019 )

Tertangkaplah mantan danjen Soenar** dan 6 oknum dengan 4 senjata api yang akan membunuh 4 tokoh nasional ( Wrt, LP, BG, GM ) dan satu surveyor ( BM ? ) pada Aksi 21-22 Mei lalu. Kenapa mereka ?

5 TARGET PEMBUNUHAN

Bisa jadi Luhut yang mengundang PS rekonsiliasi ke istana ( jadinya JK yang ke PS ) tak disukai sebagian orang di sekeliling PS ( mereka yang juga berupaya membenturkan TNI dengan Polri. Polri dengan rakyat. Pendukung 02 dengan 01. Memisahkan 13 provinsi unggul 02 dari 21 provinsi unggul 01. Alias menghancurkan NKRI di bawah kaki PS/ boneka zionis Neokon ).

Jika PS do nothing meski sudah mengendus rencana busuk, cuma diam, tak berusaha sungguh-sungguh mencegah benturan atau mengamini skenario busuk ini maka PS bisa dianggap bagian dari upaya makar TSM terhadap pemerintahan yang sah ( ketakcakapan yang berujung tuduhan kudeta seperti tahun 1998 ). Orang yang tak paham kesalahannya akan mengulangi kesalahan yang sama. Sering, sifat angkuh ( bisikan setan gundul ) menyulitkan orang untuk introspeksi diri ( karena setan rajin menghiasi perbuatan buruk dengan sejuta dalih ). Di agama, kita diberitahu jika seseorang tak berusaha mencegah kejahatan yang dilakukan kaumnya maka ia pun terkena dosa/ terciprat musibahnya. PS bisa dimejahijaukan untuk mempertanggung jawabkan ketakpeduliannya ini.

Wiranto yang sempat adu mulut dengan tersangka KZ yang menuduhnya terkait tragedi Mei 1998 mungkin mereka anggap bisa jadi penghalang PS ‘naik tahta’ sehingga perlu disingkirkan. Padahal berkaca dari kejadian 5 tahun ini jelas terlihat PS tak cakap memilih dan mengendalikan anak buah. Pemilu paling transparan-tersulit
yang dipuji dunia ini mereka bilang pemilu terburuk. PS tak mendorong survei internal 02 ( biang tuduhan curang TSM dan penolakan hasil rekap KPU ) dibuka ke publik agar sengketa sengkarut bisa segera diurai siapa sebenarnya pembohongnya ( PS membiarkan diri jadi ‘korban’ ketertutupan info internal sendiri. Tak peduli ada 8 korban tewas di bawah. Atau malah ikut ‘merayakan’ martir setingan 02 itu dengan kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni ? ).

Melihat koordinasi Wiranto menangani kerusuhan 22 Mei 2019 sebaik ini bisa jadi sesungguhnya baik pula pada 12 Mei 1998. Hanya saja saat itu eksekutornya adalah PS yang tak cakap leadership. Coba kalau saat itu pati sekaliber Kapolri Tito atau Panglima Hadi yang di posisi PS maka Jakarta pun segera aman terkendali ( 8 korban tewas dari massa perusuh bayaran. Di Mata Najwa, Trans7, 29/5/2019, seorang narsum mengatakan : 2 orang tewas ( korban tembak peluru gelap ), 6 mayat ‘jalan sendiri’ ( ada yang membawa ke TKP. Seperti juga tersangka guru ngaji dari luar Jakarta membawa murid-muridnya yang baru belasan tahun umurnya ke TKP untuk jadi martir. Sejumlah masjid dan grup pengajian terbukti jadi kamuflase kebatilan/ makar ).

Saya setuju dengan pengamat politik tsb dan KaKSP Moeldoko : “tak ada maaf ( untuk pelaku makar jika sudah di level ini ) karena the damaged has been done”. 237 aparat pengaman Aksi terluka, bahkan sampai remuk mulutnya karena lemparan batu-batu besar. 443 perusuh ditangkap : sebagian pecandu narkoba, preman bertato, pecandu kekerasan agama/ teroris yang harus dibuat jera, dideradikalisasi, direhabilitasi kecanduannya, dibina life skills-nya di LP lalu dipastikan aman ketika dikembalikan ke masyarakat dan keluarganya. Yang terbukti membunuh dihukum mati. Teroris yang masih mencoba kabur tembak mati saja.

Kita dihadapkan kerja raksasa setelah ini demi mencegah/ mengantisipasi kerusuhan berikut hasil akumulasi sikap permisif dan masa bodoh sebagian pengambil keputusan dan masyarakat terhadap perilaku fitnah, hoax, hate speech di tempat ibadah dan ruang publik dengan beragam bentuk dan kamuflasenya. Agar polisi yang berada di garda depan penegakan hukum tak jadi sasaran fitnah elit parpol dan amuk massa yang tak bertanggungjawab ( si elit langsung kabur ke luar negeri begitu terendus keterlibatannya/ akan diperiksa polisi )

Target berikutnya, KaBIN Budi, musuh bebuyutan para teroris yang karena pengamatan, operasi intelijen yang diintruksikan ke anak buahnya selalu menyulitkan gerak kaum radikal menyebar teror, mengebom di keramaian dan mengubah NKRI bersyariah ala takfiri ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ) atau ‘khilafah’ dengan menumpahkan darah.

Asisten intelijen Gores Mere dianggap membatasi gerak teror mereka sehingga perlu dilenyapkan juga.

Surveyor BM, kita tahu, dilaporkan pendukung 02 ke polisi karena rilis quick count-nya mengunggulkan Jokowi. Padahal rilis lembaga surveinya selalu jitu/ sama dengan rekap KPU sejak 2004 yang juga memenangkan SBY dan Anies dari kubu mereka. Childish ?

Ringkasnya, kelima target pembunuhan ini diintimidasi para pelaku dengan harapan : jika tak membuat chaos negeri ini, minimal kelimanya akan mengendurkan aktivitasnya, sehingga para perusuh dan yang membayarnya bisa leluasa mewujudkan ambisi terkutuknya. Patriotisme kelima tokoh nasional ini sedang diuji. Let’s see..

AKTOR LAPANGAN KERUSUHAN 22 MEI

Dari mana saja kelompok error ini berasal ? Kebenaran begitu getol mereka jungkir balikkan. Ngotot menyembur fitnah kalau apel ( pemilu jurdil ) itu pisang ( pemilu curang TSM ). IPW menyebut 2 perwira tinggi, 2 perwira menengah, 1 pentolan preman, 1 anak pemuka agama. Pengamat lain menyebut 4 kelompok : radikal, preman bayaran, perwira brengsek, parpol Grd/ elit 02 ambisius kekanakan. Mereka menggunakan formula kerusuhan Mei 1998. Apa ‘veteran perusuh’ bisa dihentikan ?

Kamuflase yang ditanggapi permisif berbuah makar nan rusuh 21-22 Mei. Atribut tentara ( oknum 4 perwira makar ) dan jubah agama ( HRS, FPI, GNPF, ex-HTI, IM, Garis ) mengecoh massa 02 untuk terus mendukung Aksi meski sudah diperingatkan polisi agar jangan datang ke demo ( karena mereka akan dijadikan martir 02 untuk memancing kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni. Ada 8 jasad yang bisa disulap jadi martir dengan seluruh kisah melodrama hoax dan fitnah menyudutkan polisi ).

Kamuflase ocehan “people power enteng-entengan” AR baru tercetus setelah Aksi 22 Mei ( setelah gagal mewujudkan ambisinya dan berakibat sangat serius. Kudeta gagal karena tak ada krisis politik dan krisis ekonomi seperti tahun 1998 yang melatari revolusi rakyat ) agar publik permisif lagi mengabaikan provokasi jahatnya ( dia mungkin berharap, polisi berhenti memprosesnya sehingga dia bisa melenggang bebas dan merencanakan kekacauan berikutnya ). Setali tiga uang dengan Perm*** yang berteriak Revolusi ! ( juga KZ, RS ) yang minta dispensasi karena keuzurannya ( tapi tegak berapi-api ketika melantangkan fitnah dan menyemburkan hoax ). Mulutmu harimaumu. Belum kapok juga karena sikap permisif sebagian masyarakat.. ( udah ketahuan ngaco masih juga didengar/ diikuti. Stupidity has no limit ).

NARASI DELEGITIMASI MK. 02 belum kapok..

Ketika dikondisikan untuk menggugat ke MK, jurus kamuflase dimulai lagi : panggung depan dipoles kesan konstitusional, panggung belakang ( hoax, fitnah di medsos WAG tertutup, rendevous gelap ) tetap membakar emosi massa : polisi diadu dengan TNI agar tak kompak, 8 martir bisa didramatisir untuk demo ‘peringatan korban’/ rusuh lagi saat keputusan MK ).

So, yang benar : pemilu 2019 adalah pemilu paling transparan dengan salah satu capres terburuk sepanjang sejarah. Bayangkan nasionalisme WNI benar-benar diuji untuk datang nyoblos dengan berbagai medan yang sulit ke TPS dan rela antri mengular demi 40% suara tak jadi golput. Petugas KPU, Bawaslu/ Panwaslu, Polri-TNI berjibaku menyelenggarakan pemilu hingga ke pelosok negeri demi berjalan aman lancar dan meraih partisipasi pemilih hingga 84 % ( meski diancam pengerahan massa 02 ). Tak ada pemilu yang serumit dan seribet ini di dunia ( bisakah kandidat dibatasi 2 kali nyapres agar tak sengotot dan semerepotkan ini berkontestasi sampai jadi beban negara dan membahayakan keutuhan NKRI ? ). Benar-benar biang kerok bikin suntuk..

SEL RUSUH ALA CIA

Waktu saya mulai rutin baca koran dan majalah ( sejak SMA ), saya sempat baca buku-buku tentang dinas rahasia CIA dan KGB ( selain belasan buku tebal seri psikologi ). Saya tahu dari situ bahwa direktur CIA menugaskan operasi intelijen pada anak buahnya dalam bentuk sel yang tidak saling tahu misi rekan sejawatnya. Dalam kerusuhan Aksi 22 Mei, para pelaku juga bertindak demikian. Sel teroris bergerak sebatas tahu teman pengajaknya, tapi tak tahu layer di atas atau pun pembayarnya. Massa pendemo tertib ( yang dibela sebagian pengamat ) juga bergerak seperti sel yang seolah sedang memperjuangkan agama atau keadilan ( setelah otak reptilnya disembur hoax curang TSM dan narasi kezhaliman pemerintah dan polisi oleh provokator dan buzzer 02 ). ‘Dirijen orkestrasi sumbang’ itu terduga HK dan layer di atasnya ( di puncak Iblis pastinya ). Di bawahnya, zionis/ kaki tangan Neokon di dalam negeri ini siapa ?
Polri tengah mengusut benang merah darahnya dari 443 perusuh yang berhasil ditangkap untuk pembuktian otentik di pengadilan. Harap sabar menunggu ( host PT jangan mencecar polisi yang paling capek dan menderita sejak sebulan sebelum pilpres ). Jurnalis mengawal dengan simpatik ya..

NARASI MAHKAMAH KALKULATOR ALA BW

Mahkamah Konstitusi ( MK ) diwanti-wanti BW ( ketua kuasa hukum 02 ) ” jangan jadi mahkamah kalkulator dari rezim yang korup “. Pagi-pagi sudah narasi delegitimasi institusi lagi ( apa belum kapok massa lari ke jalan/ untrust, demo rusuh/ martir lagi ? ). Padahal BW mantan komisioner lembaga independen ( KPK ) seperti halnya MK yang dibentuk amanat Reformasi 1998. Kenapa ikutan error setelah masuk kubu sebelah ?

Seingat saya, mantan komisioner KPU ( anggota TKN ), Putu mengatakan bahwa setelah pilpres 2014 memang hanya selisih kemenangan yang diajukan bukti argumennya ( aduan TSM sudah di Bawaslu dan tak diterima ). Ternyata ‘bukti’ tsb diajukan 02 lagi ke MK ( 30% dari bundel yang diserahkan BW ke MK , 70% penjelasan tentang MK ). Kita kawal juga proses di MK yang sidangnya terbuka untuk umum ( disiarkan media TV )

Ridwan Habib, pengamat intelijen di Prime Time News ( MetroTV, 29/5/2019 ) mengatakan bahwa warga di akar rumput masih sulit membedakan mana yang benar mana yang salah sehingga lebih baik polisi segera umumkan para dalang kerusuhan Aksi 22 Mei ini sebelum ( 28 Juni ) berhimpun lagi untuk skenario B, C, D atau kerusuhan jilid 2, 3, 4 dst. Kita hadapi bersama apa yang terjadi setelah identitas dalang terkuak. Indonesia negara hukum, kita tak boleh kalah dengan para bandit politik.

Rembuk Nasional Aktivis ’98 sudah melaporkan 9 nama terkait kerusuhan 22 Mei ke polisi, yaitu : PS, mantan istrinya TS, FZ, AR, HRS, BN, NW, KZ, ES ( Prime Time News, MetroTV, 29/5/2019 ). Selasa kemarin, PS terbang dengan jet pribadi bersama sejumlah warga asing ( Rusia, AS, Jerman, dll ) ke Dubai dan Austria ( untuk bisnis atau menjajaki tempat pelarian ? ). FZ seperti biasa berkamuflase dan memplintir fokus persoalan : kenapa manifesto sampai bocor ke publik ? Heii.. kapal penumpang yang tenggelam di Danau Toba tahun lalu, media juga tahu maifestonya. Fasilitas publik yang hancur di Jakarta dan ratusan orang luka karena penolakan PS/ 02 atas hasil rekap KPU itu semua dibayar dengan pajak rakyat. Kita berhak tahu ke mana perginya si biang kerok dan orang-orang yang di bawanya. Pada gak punya sense of crisis ya. Ngoceh asbun semaunya lalu ngacir sok inosen.

CLOSING

Kapolda Jabar bilang Operasi Ketupat Lodaya tahun ini lebih ekstra waspada ( PRSSNI, 28/5/2019 ) daripada tahun-tahun sebelumnya. Ya, jangan sampai arus balik dimanfaatkan untuk menghimpun kerusuhan lagi. Petugas polisi dan intel dari Riau, Manado ( difitnah sebagai Brim** antek asing oleh tersangka 02 dan mantan tentara AS yang baru WNI 10 tahun ini ) dan daerah lain yang sudah letih menjaga sebaiknya dirotasi dengan petugas yang masih bugar dan terlatih untuk mengamankan KPU, Bawaslu dan MK ( juga 5 target pembunuhan ).

Kita di pihak Polri-TNI dan mendukung penuh upaya pengamanan pemilu sampai pelantikan Oktober 2019 ( termasuk siap dengan pembatasan medsos lagi ). Babat habis para perusuh dan provokator makar, ya Pak. Tak ada ruang bagi para pembangkang di negeri ini.

NKRI berazaskan Pancasila harga mati !

Written by Savitri

31 Mei 2019 at 10:38

ELIT HALU JADI BANDIT POLITIK. Pasal Makar Menanti..

leave a comment »

Keindahan pantai Indonesia ( Karimun Jawa ), salah satu halaman rumah kita.

Kesederhanaan kepala negara kita, Presiden Jokowi, yang sedang diuji legitimasinya. Pasal makar di KUHP, MK, melindungi NKRI dan pemerintahan yang sah. Pasal makar diatur di seluruh dunia. Pemilu 2019, berlangsung damai dan mengunggulkannya. Tempuh koridor hukum, bukan cara jalanan. Jaga NKRI, kepala negara, baru jaga harga ( yang sudah terkendali baik). Jaga suara Daulat Rakyat yang sudah 56% memilihnya, dan tak terkejar 02.

Maklum, kegenitan mereka sudah membuat bising ruang publik. Mereka cuma segelintir elit 02 yang mengatasnamakan ‘rakyat’ ( padahal lebih 80% rakyat percaya KPU dan menerima pemenang yang ditetapkannya ) demi nafsu berkuasa di usia senja. Mulanya mereka menebar fitnah dan hoax di ruang publik dan tempat ibadah. Merasa yakin bisa menang dengan cara itu, mereka lalu bagi-bagi posisi menteri untuk merekatkan dukungan kader partai pengusung yang mau tercerai berai. Halusinasi ‘menang’ ini ribuan kali diulang sampai mereka percaya dengan kebohongan mereka sendiri.

( di Oprah Show, pernah diangkat kasus seorang pria pengangguran yang mengaku dokter RS ketika pacaran. Setelah menikah, ia bersandiwara pulang pergi ke RS di depan istri dan mertuanya tiap hari. Ketika ketahuan bohong oleh istri yang mengecek ke RS, si istri dia bunuh, dia sembunyikan jasadnya di drum lalu dibuang ke TPA. Si pembunuh mengaku ia ingin jadi dokter, pernah ikut tes masuk kedokteran, tapi gagal, tapi ingin tetap menikah dengan pacarnya yang berharap ia dokter. Dia pun berusaha menjadi ‘dokter’ seperti yang dibayangkan istrinya meski berpura-pura. Tahun demi tahun berlalu, anak lahir satu demi satu, sampai hari mengenaskan itu. Si istri tak terima dibohongi suaminya yang berlagak dokter selama ini. Si suami juga tak terima ditolak istrinya sedemikian rupa setelah ia jungkir balik bertahun-tahun jadi ‘dokter’ demi merawat harapan istrinya/ penerimaan istri terhadapnya. Cekcok itu pun berujung maut. Ditilik masa lalunya, si pembunuh berasal dari keluarga mampu yang menuntut tinggi terhadap capaian anak-anak mereka. Si pelaku dianggap anak ‘gagal’ oleh ortu di antara semua saudaranya yang relatif berhasil/ mapan dengan profesi terpandang ). Saya melihat kemiripan dengan segelintir elit 02 yang gaduh pasca pemilu. Sebagian berpendidikan tinggi, bahkan purnawirawan jenderal ( KZ yang trauma PKI dicokok polisi di bandara ketika hendak ke Batam setelah orasi ).

Rusia-China vs AS-Israel kian panas adu strategi geopolitik. Isu ‘Islam’ Radikal vs Kebangkitan PKI sebenarnya cuma kartu permainan 2 blok kekuatan dunia ini untuk menggasak sumber alam di negara-negara yang mereka anggap lemah/ akan mereka lemahkan. Salah satunya oleh kepala batunya segelintir elit halu dengan sejumlah pengusung terafiliasi dengan zionis. Namun, para sepuh yang masih trauma/ belum move on ini melihatnya secara hiperbol, didramatisir. Padahal, di Rusia dan China, sejumlah masjid dan jemaah muslim yang menghidupkannya beribadah secara aman, juga saat Ramadhan ini. Contoh, di Provinsi Hainan, China kemarin di acara “Hijab Traveller” ( Trans7, 12/5/2019 ). Sayangnya, di mata pelaku sejarah yang kenyang dengan kekejaman PKI, fakta-fakta baru tsb belum mampu menyingkirkan kengerian yang berkerak di hatinya selama puluhan tahun. Seperti hipnosis 10 kebenaran belum cukup mengikis 1000 kebohongan yang dijejalkan elit 02 ke ruang publik/ pendukungnya yang malas cover both side.

Ketika banyak sumber kredibel membongkar kebohongan elit 02, para pendukung fanatiknya tak bisa menerima kekalahan mereka yang terpampang di mana-mana ( mereka seperti katak dalam tempurung, hidup dalan dunianya sendiri, cukup dengan ponsel dengan akun tunggal 02 karena ideologi takfiri yang sudah tertanam dalam bertahun-tahun, merasa benar sendiri ). Gerombolan tak logis ini pun digiring 02 ke Bawaslu untuk berdemo ( menekan/ mengintimidasi para komisioner ) atas setumpuk asumsi curang TSM mereka yang tak logis juga ( tahun 2014, kubu PS berkoar/ berhalu satu truk bukti ‘kecurangan’, nyatanya cuma setumpuk kecil. Omdo. Jelas gak berkah. Untuk posisi sestrategis RI-1 ada intervensi Langit yang menentukan. Tuhan kok dilawan ). Belum paham juga.

Para pendemo yang tiap hari dicekoki “ini bobrok, itu bobrok, siapa presidennya ?” oleh orator batil berjubah takfiri, lalu menganggap enteng delik menghina kepala negara ( bisa dihukum pasal pidana ) karena otak reptil mereka sudah melenyapkan akal sehat. Sampai terlontarlah ancaman memenggal kepala presiden Jokowi ( antek zionis di belakang 02 keplok tangan dengan riuh, berhalu juga, mengira ‘rakyat’ negeri ini berhasil dibenturkan, padahal cuma orang-orang 02 yang bergantian masuk bui. Orang-orang 01 yang logis/ smart tentu sudah tahu taktik basi adu domba imperialis, dan sudah siap 7 langkah/ bahkan 100 antisipasi untuk menggagalkan skenario besar nan busuk ini ). Pengancam ‘penggal Jokowl’ ini ( kebanyakan nonton video ISIS ya ) langsung diringkus polisi untuk mempertanggung jawabkanperbuatannya.

KEGENITAN BANDIT POLITIK BERUJUNG MAKAR.

Pemilu adalah suksesi kekuasaan secara damai.
Demokratis dengan rambu-rambu supremasi hukum. Era milenium ini sudah jadul pertumpahan darah ( pengerahan massa ) untuk mengganti presiden. Narasi membenturkan masyarakat atau pengalihan isu dari janji capres terpilih itu tidak laku. Pasal makar diadopsi di seluruh dunia dan konstitusional untuk melindungi negara, pemerintahan sah dan rakyat yang memilihnya dari pihak yang akan menggulingkannya. Makar adalah kejahatan terhadap negara. Masih ngotot membelokkan cara suksesi pemilu ke cara jalanan ? ( inkontitusional/ makar ) Ada sanksinya : 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati ( pasal 87 KUHP ). Silakan pilih bagaimana kalian mengakhiri hidup kalian. Negara besar ini direbut susah payah dari todongan senjata kaum imperialis dengan pengorbanan darah dan nyawa jutaan pejuang pendahulu kita selama 350 tahun ! Jangan main-main dengan makar atau pun segala upaya mendekatinya. Penggal ??

Buntut pengaduan 02 ke Bawaslu, Jumat lalu ( 10/5/2019 ) pendukung 02 sampai mengancam akan memenggal presiden Jokowi. Hasil cuci otak/ semburan hoax antek zionis ke otak reptilnya.

Keputusan MK, Januari 2018 sudah jelas mengatur soal makar. Ada maksud, permulaan pelaksanaan ( orasi, tempat berkumpul, mengatur rencana ) dengan sengaja, mengetahui rencana, menghilangkan nyawa presiden, untuk menggulingkan pemerintahan sah sudah bisa dianggap makar/ dipidana dengan pasal makar yang merupakan perlindungan terhadap pemerintahan yang sah. Polri diberi kewenangan konstitusi untuk menangkap pelaku makar. Kita tak mau Jokowi terpenggal atau NKRI porak poranda dulu dipegang antek zionis di sini, baru pasal makar dikenakan kan ? ( karena jika polisi-TNI terlambat bertindak, bisa kena 350 tahun lagi Indonesia dijajah. Kasus RS dan KZ nyaris saja ). No way, man !

Kata mantan hakim Asep Wiryawan, merencanakan makar itu sudah makar. Menghina presiden saja sudah bisa dihukum ( EMI, 13/5/2019 ). Halu, ilusi, hanyut seolah PS menang ini sudahlah. Hentikan. Face the fact. KV juga ingat Sapta Marga, sumpah prajurit, NKRI harga mati, jangan mau dibelokkan dengan hasutan dan tuduhan ‘curang’ tak berdasar. Keutuhan Indonesia terlalu mahal untuk dipertaruhkan. Jangan main-main atau coba-coba lagi ya. Jaga dan sayangi Indonesia… rumah kita semua.

Written by Savitri

13 Mei 2019 at 11:25

Multaqo vs Ijtima. Situng vs SI 02. PSI vs ACTA. Palestina vs Israel. The winner is..

leave a comment »

Delapan rekomendasi yang ditandatangani 10 ulama, habaib, dan cendekiawan muslim ( KH Maimoen Zubair, Abuya Muhtadi, Tuan Guru Turmudzi Badruddin, Nazarudin Umar, KH Manarul Hidayah, Masykuri Abdillah, Habib Salim Jindan, Kiai Anwar Iskandar, Gus Muwafiq, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj ) dalam Multaqo 3 Mei 2019 adalah :

1. “Multaqo ingin menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama bahwa NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa,” kata KH Manarul Hidayah.

2. Mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menyambut bulan Ramadhan 2019 dengan meningkatkan ukhuwah Islamiyah, menjalin silaturahmi, menghindari fitnah, dan tindakan melawan hukum atau inkonstitusional.

“Sehingga kita masuk bulan Ramadhan dalam keadaan suci dengan berharap mendapat ampunan Allah SWT dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri,” tegas KH Manarul Hidayah.

3. Mengimbau umat Islam di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan di tas perbedaan selama dan sesudah Ramadhan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyu’ dan penuh berkah.

4. Menghindari provokasi pihak yang tak bertanggung jawab selama dan sesudah bulan suci ramadhan, karena hal tsersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci Ramadhan, yang dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan Ramadhan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

5. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mentaati tata peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI, sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah, karena hal tersebut sangat jelas diajarkan dalam tradisi agama Islam.

6. Kepada umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional baik langsung maupun tak langsung, karena tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan kepada bughat atau pemberontakan.

7. Kami mengajak seluruh umat Islam di seluruh Indonesia untuk “fastabikhul khairat”, berlomba dalam kebaikan guna meningkatkan kekuatan ekonomi umat dalam rangka berpartisipasi dalam masyarakat dunia melalui era digital, big data, dan berjaringan teknologi. Umat Islam dapat secara aktif terlibat dalam proses pengentasan kemiskinan mengatasi ketimpangan dan menejar ketertinggalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

8. Kami mengumumkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia bahwa kegiatan multaqo akan dilakukan secara terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang disepakati hari ini.

( tercatat ada 600 peserta ulama, habaib, dan cendekiawan muslim yang berembuk hingga jelang dini hari dalam acara ini )

GUYUB DI RAKYAT. PANAS DI ELIT. Rakyat ajari elit..

Ramadhan 1440 H ini rakyat sudah kembali guyub beraktivitas, sholat tarawih di masjid sehabis bukber tajil sumbangan warga sekitar. Mereka lebih matang berdemokrasi. Setidaknya di lingkungan saya, dan para pemirsa EMI, MetroTV, di seluruh tanah air. Juga, ketika elit 02 di medsos dan TV terafiliasi dengan zionis sibuk menyembur klaim ‘menang’ dan ‘curang’..

( gak logis : mestinya kalau menang, tak perlu menuduh curang kan ? Ngapain diulik suara yang masuk kalau sudah yakin menang. Yang logis : 02 kalah, survei internal 02 malu diungkap ke publik karena salah metode ). Lalu BPN mengalihkan isu dengan menuduh pihak penyelenggara dan peserta lain curang ( mendelegitimasi hasil pilpres ). Anehnya, hasil pileg-nya tak banyak komplain, padahal KPU, Bawaslu, TKN-nya sama.

Salah input data Situng karena human error/ kelelahan petugas yang jumlahnya kecil diblow-up 02 sedemikian rupa sampai SU minta Situng diaudit ( padahal BPPT sudah mengaudit Situng yang juga digunakan saat pilpres 2014 dan pilkada ). Form C-1 plano diminta melampaui haknya. Pantang malu, BPN 02 lalu menginiasi Ijtima 3 yang mendesak paslon 01 didiskualifikasi, melampaui hak ‘ulama’ takfiri yang berpolitik ‘khilafah’ itu merengek pada KPU dan Bawaslu yang sudah mereka hancurkan integritasnya ( mestinya sejak awal SU/ paslon 02 dengan mahar Rp 1 triliun lebih dulu didiskualifikasi penyelenggara. Baru terasa repotnya, gerombolan tak logis ini dibiarkan melaju sampai hari ini kan ? ).

Terakhir, ditemukan ribuan form C-1 palsu dalam dus beralamat satgas 02 di taksi online yang dirazia polisi / melanggar aturan lalulintas kemarin. Apa survei internal 02 menginput data 62%- nya dari sini, atau kejadian ini seri berikutnya dari hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, KTP-E berserakan di sawah untuk mendelegitimasi pemilu yang menewaskan lebih 500 petugas ?

ANTEK ASING SESUNGGUHNYA…

HRS berkoar di Youtube dengan berbagai tuduhan tanpa fakta, diambil kapan rekamannya ? Dia kan lagi mendekam di penjara Saudi yang menyatakan IM organisasi teroris.

PKS secara terbuka menolak ISIS, karena ‘jihadis’ jagoan mereka : Free Syrian Army ( FSA ), Jaish Al Islam, Ahrar al Syam, dan Al Nusra. FPI dan sebagian ormas lain menganggap ISIS sebagai ‘mujahidin’ yang bercita-cita menegakkan ‘khilafah’ ( takfiri ) di Suriah dan Irak.

SNC bertugas mencari bantuan dan senjata untuk FSA. Negara yang aktif memberi bantuan dana dan senjata adalah AS, Inggris, Prancis, Turki, Qatar, Arab Saudi. Sebagian besar anggota SNC adalah orang-orang IM. Tahun 2012, SNC berganti menjadi SNCORF, yang dipilih sebagai ‘presiden’-nya Moaz Al-Khatib, ‘ulama’ IM )

Di Washington Post ( 3/7/ 2018 ), Khashoggi ( IM ) menyatakan : Ini waktunya AS masuk Suriah dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. Di Indonesia, kita bisa merasakan bagaimana orang-orang IM tak beda perilakunya dengan kelompok Wahabi tulen : tekstualis, intoleran, menghalalkan kekerasan demi kekuasaan ( mereka dukung ‘jihadis’ di Suriah ). Jauh beda dengan ideologi awal yang dikembangkan alm. Syekh Hasan Al Banna.

SU mundur dari tim kampanye Grd. BN jadi tersangka pencucian uang. MAS bilang sujud syukur jika PS menang dan kawal pemerintahan jika Jokowi yang menang ( kader PKS ini sudah banyak mendiskreditkan Jokowi selama ini, kita tak perlu berharap banyak padanya, apa lagi mengelukan. Dia tak konsisten. Di Karawang, Bandung, Jabar banyak kader PKS yang perlu meluruskan ucapannya ).

TVO sejak awal siarannya memutar rekaman video berdirinya Israel. Dina pernah menyatakan TV ini terafiliasi dengan zionis. Para penyiarnya banyak yang tertawa ( tak pada tempatnya, seperti ketika kader Dmk menolak dugaan akan menyeberang setelah AHY 20 menit bertemu Jokowi dan bicara kebangsaan, termasuk menunggu hasil hitung manual KPU 22 Mei sebagai hasil resmi lembaga independen tsb. Situng bukan hasil resmi, tapi real count untuk memenuhi aturan UU/ Keterbukaan Informasi Publik/ transparansi perhitungan suara ). Elit masih panas jelang pleno KPU.

Setelah memboikot MetroTV, kemarin ( 6/5/2019 ) PS menolak media nasional ketika curhat ‘kecurangan TSM’ ( klaim sepihak ) ke media asing. Jadi ingat di Singapura, PS mempermalukan kita dengan menyebut korupsi di Indonesia ‘stadium 4’ ( padahal caleg mantan napikor terbanyak dari Grd, juga yang belum melaporkan LKHPN. Yang nuduh antek asing ke Jokowi, ternyata PS yang mengundang media asing ke Kertanegara. Lalu siapa ‘setan gundul’ yang memasok ‘menang 62%’ itu ? Rewel sekali.

Semoga media asing terdaftar itu lebih logis dari PS dan mau melakukan investigasi jurnalistik dari data valid/ sumber kredibel ( bukan dari ‘setan gundul’ ). Lebih 30 negara sudah memberi ucapan selamat pada capres petahana/ Jokowi ( EMI, 8/5/2019 ). Mereka tentu tak sembarangan memberi selamat ( ada riset, intel, perwakilan, pemantau yang ditempatkan di sini ). Ini menyangkut reputasi negara dan kredibilitas pemimpin negara-negara tsb.

WAR ROOM 01 TEMBUS 80 JUTA SUARA UNTUK JOKOWI-MA’RUF. Tetap rendah hati..

Kemarin ( MetroTV, 9/5/2019 ) dari War Room ( ruang TI paslon 01 ), perolehan suara sudah melewati batas psikologis 80 juta pemilih ( 56% ) yang tak mungkin disusul 02 ( 60 juta suara ) di mana tinggal 15 juta selisih suara yang belum dihitung ( 81% partisipasi dari 192 juta pemilih terdaftar ). Publik dipersilakan Erick Thohir ( ketua TKN 01 ) untuk melihat hasil rekap yang masih terus berjalan di War Room setelah mendaftar dulu. Wartawan lokal, penggiat pemilu, media asing sudah melihatnya. Bahwa tak ada kecurangan seperti yang dituduhkan 02.

DI KOTA BANDUNG. Jurus ngeles demi harmoni..

‘Ustad’ Ase* di masjid Ash-Shof*, Bandung, masih leluasa berkeliaran dan mengatakan pada jemaah “terjadi kecurangan TSM di pemilu 2019” ( sesudah mengajar hadis, di mana ada tuntunan akhlak “tak boleh bohong”, dengan enteng ia menebar fitnah “curang”. Gak nyadar dia pun bohong dan curang ketika kampanye terselubung “jika Jokowi terpilih lagi, penyebutan kafir akan dilarang”. Rupanya dia kuatir ideologi takfiri/ IM ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ) tak leluasa ia tebarkan lagi ( yang terstruktur, sistematis, masif/ TSM itu justru hoax dan fitnah 02 ke Jokowi/ 01 dan penyelenggara pemilu ).

Sekitar 20 jemaah cuma diam mendengar celotehnya. Yang vokal mendukung pilihan politiknya masih mengajak rekan jemaah 01 datang ‘syukuran’, arisan dan tahlilan. Pemilih 01 cuma senyam-senyum, ngeles, tak menuruti. Tak sampai bertengkar. Lempeng aja. No big deal. Biar di atas gontok-gontokan, kita mah asyik aja, kata warga, cuek lalu pergi tarawih bersama. Kearifan wong cilik. Gotong royong sejak nenek moyang tak mudah luntur dalam 5 tahun.

Komisi fatwa MUI memutuskan mempercayakan institusi negara untuk menyelesaikan sengketa politik ( EMI, 6/5/2019 ). Prof. Azyumardi Azhra mengingatkan ulama untuk instropeksi, terutama mereka yang tak bisa mengendalikan hawa nafsu ( mempolitisasi agama, politik profan tanpa etika dan moral ). Menipu orang bodoh dengan cara membungkus kebatilan dengan ( atribut ) agama.

Ulama mestinya memberi kesejukan, sesuai lisan dengan perbuatan, serta bertanggung jawab menjaga keutuhan negara. Lisan menyejukkan. Perbuatannya patut diteladani. Bukan malah memecah dan menceraiberaikan rakyat. Puasa medsos selama Ramadhan, pesan ketua Muhammadiyah.

So, soal audit Situng KPU tak perlu dilayani, toh 02 juga tak melayani buka publik data survei internalnya. Kita percaya KPU bekerja maksimal profesional. Yang menuduh ‘curang’ cuma belasan seperti angka yang diperoleh Grd ( sekitar 12% ). Ekor jas kurang terbukti. PDIP cuma naik 2% ( sekitar 19% ). Nasdem meraih 10% suara ( melonjak dari tahun 2014 sebesar 6% ) karena fokus mengusung Jokowi melebihi partainya sendiri.

Yang unik, PSI ( meraih sekitar 2% suara, terbesar di antara partai baru ) yang diketuai mantan penyiar TVO, GN. Protesnya tentang “perda syariah” membuatnya diadukan ES, yang kemudian ganti diadukan S ke polisi dengan tuduhan mengajak makar. PSI mencuri perhatian lagi dengan memberi piala “Kebohongan Award” pada PS, SU, AA, yang membuatnya kembali dilaporkan ACTA ke polisi. Kontroversi demi kontroversi.

Andai GN/ PSI bisa diskusi dengan Romo Felix Irianto Winardi tentang aliran di Nasrani dan ‘aliran’ di Islam yang membuat kita salah paham satu sama lain. Kita, Muslim, Nasrani, Yahudi akan hidup berdampingan secara damai di Yerusalem/ tanah Palestina suatu saat nanti. Insya Allah. Kita perlu membina kesepahaman atas masa depan Indonesia dan dunia sejak sekarang. Bukan saling meniadakan yang kontra produktif untuk visi tsb.

Di “Tafsir Al-Mishbah”- MetroTV, 7/5/2019 jam 3.30-4.30, Quraish Shihab mengatakan, bahwa kitab sebelum Qur’an ( Zabur, Taurat, Injil ) juga tak membolehkan penganutnya menyembah berhala. Banyak kesamaan yang bisa kita gali dari agama para keturunan Nabi Ibrahim ini. Lebih banyak titik temu daripada titik pisah kan ? Jika kalian mau mempelajari Islam dari sumber yang benar, siapa tahu kalian malah bersyukur, bahwa agama 90% penduduk negeri ini yang lebih mewarnai norma hukum kita ( tak perlu nunggu sampai Nabi Isa/ Yesus turun ke bumi menyadarkan kalian. Bisa kelamaan berselisihnya ). Have you ever think about it ?

DISKUSI PALESTINA

Tengah digagas Indonesia yang bulan ini menjadi ketua Dewan Keamanan PBB. Presiden Jokowi pernah menyerukan, agar OKI secara tegas menolak pengakuan unilateral ( Yerusalem ibu kota Israel ) Trump. OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti AS memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem ( Australia yang sempat berniat, ditegur menlu Retno, lalu urung pindah kedutaan ). Jokowi meminta OKI mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

6 ISU UTAMA PALESTINA :

1. PERBATASAN WILAYAH
Bangsa Palestina sudah bersedia menerima wilayah tahun 1967 ( Gaza + Tepi Barat + Yerusalem timur ) sebagai wilayah negara Palestina. Faktanya, Israel terus merampas tanah di Tepi Barat sampai hari ini.

2. PEMUKIMAN ILEGAL Israel terus membangun pemukiman khusus Yahudi di tanah rampasan tsb.

3. PENGUNGSI
Hak 5 juta orang Palestina yang menjadi pengungsi harus dipulihkan. Faktanya, AS justru menghentikan bantuan pada UNRWA yang mengurusi pengungsi.

4. AIR
Israel menguasai sumber sampai warga Palestina kekurangan air/ kekeringan. Sumber air digunakan Israel untuk mengairi peternakan ayam ekspor.

5. KEAMANAN
Tentara Israel semena-mena menembak, menahan, membatasi mobilitas warga Palestina. Presiden Mahmoud Abbas dilarang keluar rumah tanpa seizin tentara Israel.

6. STATUS YERUSALEM
AS melanggar konvensi internasonal dan resolusi PBB dengan mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana.

Enam isu penting nan mendasar tentang Palestina ini kerap diabaikan Israel dalam negosiasi damai ( diganti insentif ekonomi ). Kita jangan terkecoh, sebaliknya tetap gigih membantu memperjuangkan kemerdekaan Palestina bersama 6 poin tsb. Tim Kemenlu di PBB tengah merintisnya. Semoga berhasil, Teman..

SEJARAH PALESTINA

Pada Januari 1918, seluruh kawasan Palestina jatuh ke tangan pasukan sekutu PD 1 pimpinan Jenderal Allenby ( asal Inggris, keturunan Yahudi ). Di kota Al Quds, dia berkata, ”Hari ini, Perang Salib telah berakhir.” ( blog KTT Dina YS )

Pada 29 November 1947, PBB meloloskan Resolusi 181 tentang pembagian wilayah ex-British Mandate of Palestine untuk mengatasi konflik sengit antara pemukim Yahudi dan Arab.

Pada 14 Mei 1948, kelompok Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel, disusul pengakuan AS terhadap Israel. Sejak 15 Mei 1948, Mandat Inggris atas Palestina berakhir.

Pada 11 Mei 1949 PBB menerima Israel sebagai anggota, dengan syarat Israel harus menerima Resolusi 181 ( Israel harus menerima pendirian negara Palestina ) dan Resolusi 194 ( Israel harus mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka ). Resolusi ini tak pernah dipatuhi, namun Israel tetap menjadi anggota PBB hingga kini.

Pada Januari 1967, Perang 6 Hari antara negara-negara Arab vs Israel meletus. Arab kalah, Israel menguasai seluruh Yerusalem, Tepi Barat, Jalur Gaza, Sinai, dan Golan. Namun, Mesir kemudian bersedia berdamai dengan Israel ( mengakui eksistensi Israel dengan imbalan pengembalian Sinai, saat perjanjian Camp David, tahun 1978 ).

Pada 10 Nov 1975,
PBB mengesahkan Resolusi 3379 yang menyatakan Zionis sebagai rezim rasis.

Pada 31 Januari 1980, parlemen Israel menetapkan Yerussalem sebagai ibu kota Israel, padahal PBB sudah menetapkan kota itu zona internasional.

Pada 13 Sept 1993, Kesepakatan Oslo ditandatangani Zionis dan PLO yang berisi PLO diberi wilayah otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat, dengan imbalan PLO mengakui eksistensi Israel. Ayatullah Khamenei, Rahbar Iran, menyebut hal ini sebagai ”tindakan bodoh” Yaser Arafat.

Pada 1 Juli 1994, Arafat memasuki Gaza dan mendirikan Otoritas Nasional Palestina ( Palestinian National Authority/ PNA ).

Pada 22-24 Mei 2000, tentara Zionis angkat kaki dari wilayah Lebanon selatan setelah bercokol selama 22 tahun. Selama itu para pejuang Hizbullah gigih mengusir Israel sehingga kemenangan mereka menginspirasi rakyat Palestina.

Pada 28 September 2000, Intifadah ke-2 dimulai ( dipimpin HAMAS, sedangkan PNA/ ex-PLO selalu berusaha menghentikannya. PNA menjadi alat Israel memberangus perjuangan bangsa Palestina ).

Pada 11 November 2004 Yaser Arafat tewas diracun Zionis ( seluruh pembuluh darahnya pecah di RS Perancis. Tabiat Zionis/ Neokon habis manis sepah dibuang : jika pion/ kaki tangan mereka dianggap tak berguna lagi, mereka akan segera singkirkan. Sadam Hussein digantung, Osama bin Laden ditembak drone, contohnya ).

Saat ini sudah 85% wilayah Palestina yang dijajah Israel dan terus digerogoti ( KLCBS FM, 28/2/2019 )

“Perjuangan Palestina selalu ada di jantung politik luar negeri Indonesia. Setiap helaan napas diplomasi Indonesia, di situ ada Palestina,” kata menlu Retno Marsudi ( Palestina mengakui kemerdekaan RI sejak awal, setelah Mesir, sebelum negara-negara lainnya ).

Itu sebabnya, ketika Trump mengklaim sepihak, Yerusalem sebagai ibukota Israel, dalam KTT OKI 2017 di Turki, presiden Jokowi berpidato tegas, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Rezim apartheid Afrika Selatan runtuh awal 1990-an setelah aksi boikot ekonomi dari berbagai negara dan masyarakat sipil dunia. Hal ini yang tengah diupayakan para aktivis anti penjajahan di seluruh dunia terhadap Israel, sebuah negara apartheid dan rasis, di antaranya melalui gerakan #BDS ( Dina YS, 14/11/2018 )

Pemimpin Turki, Erdogan ( IM ) takkan berani mengusulkan hal tersebut ( boikot produk Israel ) karena kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no. 85, Ankara, Turki. Begiitu pula dua konsulat Israel di Istanbul dan Izmir.

Kita menyesalkan kenapa tahun 2002, di Jakarta Selatan, bisa sampai dibuka kantor Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC), lalu IIPAC pada 29 Januari 2010 sampai bisa meluncurkan Indonesia Business Lobby ?

Sebagian orang mempermasalahkan siapa yang lebih berhak atas wilayah Palestina. Apakah dulu nenek moyang di Palestina itu bangsa Arab atau Yahudi, sama sekali tak ada gunanya. Setakberguna mengungkit masalah apakah orang Yunan yang lebih berhak menghuni Indonesia atau orang Indonesia jaman sekarang. Bukankah dulu orang Yunan yang lebih dahulu menghuni tanah Indonesia ?

DUA OPSI SOLUSI PALESTINA

Yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timur Tengah :

OPSI PERTAMA

PBB mendukung two-state solution ( dua negara berdiri berdampingan ).
Kelemahannya, sifat alami Rezim Zionis yang tamak dan penindas ( menyerang, mengusir, menduduki tanah milik Palestina ). Selain membangun permukiman ilegal, Israel juga membangun Tembok Zionis yang memblokade warga desa Kristen di Betlehem.

Hamas menang pemilu di Gaza tahun 2006 ( dipantau pengamat dari berbagai negara/ organisasi internasional ), namun Israel memblokade Gaza sampai hari ini. Gaza menjadi penjara terbuka terbesar di dunia di mana Israel bisa melancarkan operasi militer membombardir Gaza kapan saja ( Dina YS ).

Di Tepi Barat, tahun 2016, Israel merampas 3000 hektar lahan Palestina dan 450 rumah, kemudian di atasnya dibangun permukiman khusus Yahudi, yang dijaga militer Israel.

Palestina sudah mau berdamai, tapi Israel memilih terus menjajah. Meski ditegur dengan sederet resolusi dan perjanjian, Israel tetap melakukan kejahatan kemanusiaan secara terang-terangan.

OPSI KEDUA

One state solution, yaitu ide mendirikan negara bersama Palestina-Israel, dengan dihuni semua warga dari berbagai ras dan agama yang semuanya punya hak suara. Rezim Zionis dibubarkan, juga Otoritas Palestina. Semua batas wilayah Palestina-Israel dihapus dan dilebur dalam satu negara. Para pengungsi diizinkan kembali ke tanah/ rumahnya, lalu diambil konsensus : bentuk pemerintahan dan pejabat yang mengisinya.

Opsi “satu negara” berangkat dari pemikiran :
1. Bila Rezim Zionis terus berdiri, perang takkan pernah berhenti karena cita-cita Zionis adalah mendirikan negara khusus Yahudi dengan terus mengusir orang Palestina demi memperluas wilayah.
2. Bila Palestina ingin mendirikan negara khusus Palestina dan mengusir keluar orang Yahudi, perang juga akan terus berlanjut. Realisasinya lebih sulit, karena Palestina dalam posisi lebih lemah, wilayahnya lebih kecil ( tinggal 15% ), terpisah, dikepung wilayah Israel, kekurangan logistik karena blokade Israel.

Saat ini banyak gerakan sipil di Israel dan Palestina yang mengusung ide ini. Yang menolak adalah kalangan radikal ( baik dari Yahudi maupun Muslim ) dan politisi yang diuntungkan oleh status quo.

Sebagian orang mengkhawatirkan nasib orang-orang Yahudi bila para pengungsi Palestina kembali ke tanah/ rumah mereka masing-masing.
Diatur UU pembagian yang adil : ganti rugi yang layak bagi pengungsi Palestina yang tanahnya ternyata diduduki orang Yahudi ketika kembali ke tanah air, sehingga ia bisa membeli tanah/ rumah baru di lokasi berdekatan atau tempat lain ( sehingga tak terjadi pengusiran di manapun yang bisa menimbulkan konflik baru ).

Butuh kesamaan pandangan dan tekad kuat dari semua pihak yang bertikai untuk bisa menciptakan negara yang demokratis dan adil ini. Juga edukator, kata Dr. Ilan Pappe ( akademisi asal Israel ). Untuk two state solution, perlu politisi andal. Untuk one state solution, perlu pendidik ( yang tak mengharapkan hasil instan/ dalam 1-2 tahun langsung beres. Bahkan ia harus siap mati tanpa tahu apakah benih pendidikan tentang satu negara bersama Yahudi-Arab akan berbuah atau tidak. Seorang politisi tidak bisa melakukan hal ini, karena dia tidak mau karir politiknya berhenti, imbuh Ilan.

Unduh Gratis: Ahmadinejad On Palestine

Mirip seruan Ahmadinejad, mantan presiden Iran : pembunuhan dan perang sudah cukup. Tiba waktunya menegakkan semua sisi persaudaraan dan perdamaian. Yang mengambil langkah awal menegakkan keadilan tentu para pemikir, cendekiawan, ulama, dan orang-orang yang hatinya dipenuhi cinta pada kemanusiaan, kemuliaan dan perdamaian. Kita harus bergandengan tangan melakukan usaha global untuk menegakkan perdamaian dan mengikis akar ketidakamanan dan ketidakadilan di dunia.

Semoga kemanusiaan, perdamaian dunia, dan rakyat Indonesia pemenangnya. Amiin.

==========

INFO MEDSOS :

Written by Savitri

7 Mei 2019 at 16:41

Pindah Ibukota. Kapal Vietnam. Hari Buruh. Otak Reptil Teroris Zombie dan 02. Bom Sri Lanka, Yaman, Saudi. Ular Dicaplok Elang..

leave a comment »

Gedung KPU RI. Kita harap lembaga penyelenggara pemilu tak lagi terpancing tuduhan ‘curang’ kubu 02. Sudah keterlaluan, kurang ajar, melampaui hak mereka. Makin dilayani, makin gila hoax mereka, seperti api disiram bensin. Acuhkan saja, jangan ikuti ‘permainan’ mereka. Justru, minta mereka mengikuti aturan main yang sudah disepakati bersama, seperti peserta lain. Ada elit/ pengamat yang bilang, survei internal tak harus dibuka ke publik. Banyak pakar yang bicara tanpa konteks. Jika survei internal 02 menuduh bohong 6 lembaga survei kredibel dan melaporkan mereka ke polisi, seharusnya survei 02 harus diperiksa atas dasar apa mereka menuduh bohong ? Survei internal acuan mereka kan ? Mereka perlu dikondisikan untuk bertanggung jawab atas semua fitnah yang mereka tebarkan ke ruang publik untuk mendelegitimasi hasil pilpres. Jangan malah ikut menari dengan gendang sumir yang mereka tabuh. Perhatikan konteks, dan jadilah suluh kebenaran.. ( foto : era )

SU yang hanya hadir sekali dalam 4 kali deklarasi ‘presiden’ Kertanegara PS, mengatakan Pemilu 2019 sudah berlangsung jujur dan adil ( EMI, 29/4/2019 ). ZH, ketua MPR dan ketum de jure PAN sudah bertemu Jokowi untuk mendinginkan situasi pasca Pemilu 17 April. Dan 7 sekjen 02 sudah berkunjung ke KPU, melihat proses Situng/ real count-nya KPU yang diambil dari scan formulir C-1 ( ukuran A4, di PPK ) yang diambil dari form C-1 plano yang kita lihat di TPS saat perhitungan suara ( ukuran karton/ A1 dengan spidol 4 garis batang lidi vertikal ditutup satu batang mendatar ) yang ditanda tangani petugas KPPS, Panwaslu dan saksi parpol. Dokumen mahkota pemilu ini ( form C-1 Plano TPS ) bukan hak BPN 02 untuk memintanya ( tapi Bawaslu memberikan salinannya juga ). Yang terjadi kemudian, jagad medsos disesaki form C-1 yang direkayasa, yang berujung ke tuntutan berikutnya : elit 02 minta dibentuk TPF ( Tim Pencari Fakta ) demi memuaskan kecurigaan ‘kecurangan’ hasil setingan mereka untuk menggiring opini konstituen/ men-delegitimasi hasil pemilu.

( 02 sebetulnya sudah tahu mereka kalah, bahkan sebelum pemilu, dengan memobilisasi massa 212 dan tuduhan ‘curang’ AR di depan kantor KPU setelah melihat hasil belasan lembaga survei kredibel mengunggulkan Jokowi. Yang sedang mereka lakukan kini : mendelegitimasi KPU dengan hoax, fitnah, rekayasa dokumen, rekayasa foto ‘petugas’ lagi nyoblosin surat suara, dsb di medsos sesuai pesanan Neokon/ pembayarnya. Dengan tuduhan ‘curang’ ini mereka lalu bisa melongok proses Situng KPU, mendapat salinan form C-1 plano Bawaslu, untuk membuat hoax dan fitnah lebih besar lagi di medsos dan ponsel ‘ustad/ penceramah/ pengajar hadis 02’ di masjid-masjid/ ‘syukuran’ yang bilang pada jemaahnya “yang menang 02”. Kebangetan naifnya jika TPF ini pun dikabulkan. Data valid yang mereka terima akan diplintir lagi untuk kebohongan puncak/ pengerahan massa. Stop it !

Ketika kita berhadapan dengan ular licik, kita juga harus bisa berpikir seperti ular, minimal elang cerdik yang menerkam ular tsb. Kalau jadi kelinci imut nan baik hati, habislah kita ditelannya bulat-bulat. Itu sebabnya penyidik Bareskrim Polri belajar ilmu reserse/ kriminologi untuk bisa membekuk penjahat. KPK menggunakan koruptor/ whistle blower untuk menangkap koruptor utama/ lebih besar. Kepala NSA di film “XXX” merekrut ‘ular- Xander Cage- penggemar olahraga ekstrim’ untuk menjerat ‘ular berbahaya’ / bos narkoba/ penjahat kakap, agar bisa membaca langkah lawan untuk mengantisipasi/ mencegah kerusakan yang lebih besar. Tidak masuk/ hanyut dalam permainan/ setingan curang 02. Katakan, “KPU, Bawaslu, DKPP bekerja dalam sistem yang sudah disepakati bersama ( UU no. 7 tahun 2017 ) di mana semua fraksi di DPR RI termasuk partai 02 ada di sana. Kalian/ 02 juga harus begitu. TPF berlebihan dan tak ada di aturan main. Bangsa beradab mengikuti aturan yang sudah dibuat.”

Tak reaktif menuruti segelintir 02 yang tak mampu berpikir logis. Elit 02 masih berteriak ? Pasang kapas di kuping, jangan dengarkan, cuek saja. Salurkan energi untuk tindakan yang lebih nyata. Kawal proses rekap tiap jenjangnya ( PPS, PPK, KPUD, KPU ) sampai 22 Mei 2019 ( pleno KPU RI ) dan 28 Juni 2019 ( keputusan MK yang final dan mengikat ). kawalpemilu.org salah satu yang sedang melakukan.

Saya pernah menyarankan di blog ini agar Indonesia punya platform medsos sendiri karena medsos yang populer sekarang dikuasai Neokon AS yang melenyapkan akun Dina YS dan netizen kritis yang membongkar kejahatan Imperium. Jadi percuma Kominfo meminta operator medsos FB, TW, IG, men-takedown akun berkonten radikal, hoax, hatespeech karena mereka dalam kendali Neokon. Saya dengar 29 April ini, Kominfo bersama PRSSNI, K-Lite FM, aplikasi Svara akan merilis platform kolaborasi. Bisakah dibuat seperti medsos, sebagai tambahan unduh lagu dan siaran streaming radio-radio setanah air ? Hatur nuhun.

Sambil menunggu, kiranya kita perlu menelanjangi siapa penjilat di sekeliling PS yang ‘keukeuh’ deklarasi memalukan itu ( otak reptil PS sudah terkena semburan hoax menakutkan, seperti para penyesat di sekitarnya, sehingga orasi lantang ‘Indonesia bubar’, ‘punah’, ‘hankam rapuh’, ‘bumi pertiwi diperkosa’ berhamburan dari mulutnya seperti zombie, tanpa penyesalan, apalagi minta maaf ). Kenapa masjid jadi modus kampanye penceramah 02 ? Di mana proses cuci otak radikal ini bermula ? Siapa penyandang dananya? Check this :

SATU DUNIA DI BAWAH KAKI ZIONIS ISRAEL.

Itu sebabnya kitab suci memberitahu, dunia takkan kiamat sampai kita memerangi zionis Israel.

Uni Eropa, China, Rusia adalah 3 negara/ kawasan terakhir yang akan ditaklukkan AS-Israel dalam road map satu dunia tanpa sekat yang dinamai Pemerintahan Global/ Tatanan Dunia Baru, dengan aneka modus perdagangan, bantuan keuangan, militer, kudeta, menurut Chris Kanthan di buku “Deconstructing the Syrian War” ( Dina YS, 25/4/2019 ) .

Sebelum itu, Amerika Utara dan Amerika Selatan ( termasuk Venezuela ) akan mereka ( AS- zionis Israel/ Neokon/ Imperium ) lebur dalam sistem finansial, kerjasama ekonomi dan militer bersama.

Neokon AS menggunakan ‘mujahidin’ ( radikalis yang tak takut mati meski cuma dibayar murah, mereka mengira sedang berjihad membela agama lalu mati masuk surga, segampang itu ) sejak ‘sukses’ mengusir Uni Soviet ( kini Rusia ) dari Afganistan ( tahun 1980-1990 ), untuk menghancurkan/ menundukkan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Caranya, dengan semburan industri kebencian, seperti fitnah, hoax terhadap Jokowi ( azan, jilbab, penyebutan kafir dilarang, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan, anti Islam, kriminalisasi ulama, dst ) yang ditebarkan di masjid-masjid, door to door, majelis taklim/ pengajian, pesantren dan madrasah. Serangan terhadap croc brain/ otak reptil manusia ini membuat orang lemah ketakutan, hilang akal/ tak logis dan berubah ‘zombie’ yang akan melakukan apa saja untuk ‘self defense’/ bertahan hidup ( cuci otak/ firehose of falsehood ), yang mengendap di alam bawah sadar mereka, hingga sangat susah disadarkan, butuh deradikalisasi bertahap, berulang-ulang, bertahun-tahun pula.

Saya ingat, dulu Tempo, pernah menurunkan tajuk utama “Tweep” ( twitter people ) di Tunisia, Mesir, Irak, Libya ( fenomena ‘demokratisasi’ di Timur Tengah/ Arab Spring menggunakan medsos ). Medsos, setahu saya, media hasil pengembangan teknologi militer AS yang secara intens, maraton di-training, disosialisasikan untuk target geopolitik, yang selanjutnya ( senjata makan tuan ) membuat warga AS terbelah ( Trump bisa menang karena kebohongan masif yang disemburkan timses-nya ), warga Brasil juga, warga Indonesia terpolarisasi ( tapi Jokowi tetap menang karena dikawal civil society ), lalu kota Marawi, Filipina sempat diduduki ISIS, serta terbentuknya kelompok radikal di Thailand Selatan, Xinjiang-China/ Uighur, Mindanau, Filipina, dsb, akibat semburan fitnah, hoax, foto pembantaian dari pelbagai lokasi, waktu, isu ke otak reptil netizen tiap harinya.

Yang menyedihkan, klan Saudi yang merebut tanah suci dari keturunan penjaga Kabah dengan pedang berdarah dan bantuan AS menjadi donatur ‘sekolah’ para teroris yang ‘lulusan’-nya bersahut-sahutan meledakkan diri dan orang lain di pelbagai negara ( negara kami dipilih karena kami tak setuju cara teror, kata PM Selandia Baru, usai penembakan di masjid Christchurch. Sri Lanka yang hidup tenang setelah mengatasi gerilyawan Macan Tamil, dibuat tidak tenang lagi dengan bom Paskah tergres pada Minggu, 21/4/2019 ).

Sebagai imbalannya ( juga penjagaan AS atas Saudi dari kekuatan Iran di Timur Tengah ), penguasa Saudi diperas AS untuk mendanai ‘proyek’ terornya, pemusnahan etnis, penyebaran doktrin Salafi/ Wahabi ( sebengis Takfiri, ingat cara putra mahkota Saudi, MBS, menghabisi Khassogi/ IM di Turki ) di pesantren, madrasah yang disumbangnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia ( ‘ustad’ BN, #gantipresiden, kepala batunya elit 02 terhadap hasil pilpres 2014, 2019, sehingga mereka disebut bagian dari proxy AS-Israel = perang AS-Israel dengan menggunakan kaki tangan pihak lain ).

Seluruh agenda terorisme ini menghancurkan negara-negara muslim dan korban terbanyak umat muslim pula. Di antaranya, di Christchurch, Selandia Baru, 49 jemaah masjid tewas oleh rentetan tembakan brutal pelaku Islamophobia. Di Suriah, 370.000 warga Suriah tewas oleh ribuan ‘jihadis’ yang didatangkan AS dari seluruh dunia yang membantu pemberontak lokal ( Ikwanul Muslimin/ IM, di Indonesia PKS ) membalaskan dendam kesumat pendahulunya yang dihabisi Assad senior setelah kudeta gagal mereka. Beruntung Iran, Hezbollah-Lebanon dan Rusia membantu Bashar ( Assad junior ) mengalahkan gerombolan teror tsb ( jika HRS, FPI, ex- HTI pro-ISIS bikinan AS, maka mereka pun kaki tangannya zionis. Terasa hawa terornya kan ? Serba semau gue. Merasa bener sendiri ).

Sedih ya. Garangnya jihad fisik dalam perang disalahgunakan zionis dan dijalani pemula/ pencari Islam untuk menghancurkan Islam, kaum muslimin, negeri muslim, tanpa banyak tanya/ otak kritis. Kelompok ‘jihadis’ atas nama Islam/ fundamentalis masih terus menebarkan teror sesuai pesanan pembayarnya/ musuh Islam. Tragis.

Bagaimana kita bisa menghentikan kebodohan mereka ? Mendetok racun doktrin yang mengendap lama di alam bawah sadar mereka ? Menyadarkan mereka, siapa sebenarnya yang harus dibela ? ( Allah, Qur’an, Rasul secara kaffah/ utuh, kemanusiaan non muslim, perdamaian dunia ). Keberanian dan semangat jibaku mereka menggetarkan bulu roma jika untuk memerangi kebatilan ( zionis Israel ) bukan malah bekerjasama dengannya ( memuakkan ). Bayangkan, AS- Israel ngebet menguasai dunia mengandalkan para ‘jihadis’ tersesat ini ??

Qur’an yang dihayati, diamalkan sungguh-sungguh secara benar akan lebih dahsyat daripada sebagian kecil yang baru dipahami ‘mujahidin’ keblinger itu. Kita harus bisa membalikkan keadaan, karena kita negara muslim terbesar di dunia. Kita sering diminta memediasi aneka konflik di pelbagai negara terkait komunitas muslim tertindas. Mulai dari memahami geopolitik global, mengidentifikasi masalah lokal, lalu mengganti kurikulum pesantren ( dengan Islam wasatiyyah, no more Takfiri, Wahabi, Salafi ) dan mengganti ustad/ penceramah yang terpapar radikal 02/ doktrin bengis yang bergerilya di masjid, pengajian, majelis taklim, madrasah, ruang keagamaan ( ingat ketika menlu Retno mewakili Indonesia menolak ajakan koalisi Arab Saudi menggempur Yaman ? Gerombolan #ganti presiden/ 212 mengejek menlu dan Jokowi di medsos tanpa risih, juga sederet isu panas/ konflik lainnya ulah Neokon di banyak negara, seolah para netizen naif ini jubir lokal AS. Otak reptil mereka sudah terkena dan sulit disembuhkan ), juga mensosialiasikan literasi media kredibel pada para jemaah ( dari pintu APBN yang akan dikucurkan, program satu pesantren satu produk Kang Emil, kredit, wakaf, BAIZ ).

Jika di dalam negeri, komunitas/ ormas muslim sudah mampu berpikir logis dan melek media ( zionis menyerang dengan medsos dan propaganda hitam media mainstream-nya ) maka kita/ Indonesia bisa lebih tangguh memediasi para pihak yang berkonflik ( G to G, B to B, P to P ), dan membuka cakrawala warga dunia tentang Islam rahmatan’lil alamin. Untuk itu kita harus tangguh secara ekonomi pula untuk bisa membiayai itu semua, serta digdaya menghentikan serangan balik dari pihak yang tak suka upaya kita. Well, semoga Allah memudahkan jalan kita. Amiin.

Berikut, sebagai wawasan, saya ringkas, apa yang terjadi di negara Sri Lanka ( 253 korban tewas oleh bom Paskah ), Saudi Arabia ( setelah ditutupi keterlibatannya dalam pembunuhan Khassogi, MBS kini adu strategi vs ayahnya. Pengawal Raja Saudi banyak dibongkar pasang. What’s next ? ), dan Yaman, setelah disentuh zionis Israel melalui kaki tangannya :

BOM PASKAH KOLOMBO, SRI LANKA.

8 bom bunuh diri dilakukan 7 pelaku ( klaim ISIS ) di 3 hotel dan 3 gereja ( St Sebastian, dll ) telah menewaskan 250 orang ( termasuk 35 WNA dari Inggris, AS, India, Australia, Cina, Belanda,Turki, Portugis ) pada Minggu, Paskah, 21/4/2019 di Kolombo, Sri Langka ( News Room, MetroTV, 24/4/2019 ). AS menawarkan FBI untuk membantu investigasi ( polisi federal AS ini bisa menutupi jejak keterlibatan AS cs di belakang teroris dan mengkambinghitamkan muslim lagi ).

Sri Lanka berpenduduk 22 juta orang ( 70,2 % penganut Budha, 12% Hindu, 9,7 % Islam, 7,4 % Katolik ).

Polisi Sri Lanka telah menangkap dan menahan 24 terduga jaringan aksi bom bunuh diri di 3 gereja dan 4 hotel mewah tsb ( Tempo, 22/4/2019 )

Pada malam Paskah, ada memo peringatan dari kelompok teror Nations Thawahid Jaman/ NTJ pimpinan Mohomad Saharan. Namun, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe tak diberitahu intelijen soal memo tsb.

Pasca ledakan, umat Islam di Sri Lanka merasa kuatir setelah ditemukan jerigen bensin di sebuah masjid, serta pembakaran toko milik muslim di wilayah barat Sri Lanka.

SAUDI ARABIA DI UJUNG TANDUK

Saudi Arabia bisa runtuh dalam 2 minggu ( jika tak dijaga AS ) karena Bani Saud membentuk rezim monarkinya melalui aneka perang penaklukan dibantu AS/ Barat.

Selama 3 tahun ini rezim Saud membantai ( menggunakan bom MK-82 yang dibeli dari AS ) dan memblokade warga Yaman sampai menderita wabah kelaparan dan kolera parah ( blog KTT- Dina YS ).

Selama PD I, Inggris memberi senjata dan uang pada klan Saud untuk membantu Inggris melawan Ottoman. Tahun 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed ( Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris ).

Masa itu, wilayah Hijaz ( termasuk Mekah, Madinah ) dipimpin Sharif Hussein. Bani Saud dengan bantuan Inggris, memerangi Sharif untuk merebut kekuasaan di Hijaz. Bani Saud yang didukung pasukan berani mati “Ikhwani” yang sudah dicuci otak dengan ideologi Wahhabisme ( menghalalkan darah orang yang mereka cap kafir ) menang perang dan mendirikan kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1930.

Selama 1920-1930 terjadi penaklukan banyak wilayah yang kini menjadi bagian dari Kerajaan Saudi Arabia. Penaklukan ini merenggut 400.000 nyawa, dan terusirnya lebih sejuta orang ke negara sekitarnya.

Saat Perang Dunia 2, AS menggantikan dominasi Inggris di Timur Tengah ( juga subsidinya ke Bani Saud sejak 1943 ). Sumber minyak Saudi lalu dieksplorasi perusahaan AS hingga menjadi negara petro dolar/ kaya dan pengimpor senjata terbesar buatan AS. Trump terang-terangan berkata, Saudi harus membayar jasa ‘centeng’ pada AS.

Rezim monarkhi absolut Saud tak memberi ruang kritik dan demokrasi ( tak ada kontrol atas kinerja pemerintahan ). Syeh Nimr yang mengecam pemerintah, tewas diipenggal tahun 2016. Jurnalis WP asal Saudi yang gemar mengkritik Saud, Jamal Khashoggi, tewas dimutilasi agen rahasia bawahan MBS di Kedubes Saudi di Turki.

Hizbut Tahrir juga menolak demokrasi. Mereka mendukung milisi teror ( ‘mujahidin’ ) di Suriah yang ingin mendirikan khilafah dengan cara berdarah-darah. Faksi khilafah versi lain ( Ikhwanul Muslimin/ IM ) mengidolakan presiden Turki, Erdogan yang IM. Di Suriah, mereka/ IM merebut kekuasaan dengan pertumpahan darah. Para fans ‘khilafah’ di Indonesia membangkitkan semangat ‘jihad’ dengan menebar hoax soal Assad dan mazhab Syiah, dan berteriak-teriak “ganti presiden dan ganti sistem” juga dengan hoax dan fitnah. Link jejaring mereka dengan Saudi terlihat jelas.

KONFLIK YAMAN : CADANGAN MINYAK DAN PANGKALAN MILITER AS

Yaman sejak awal telah dilanda konflik internal yang ruwet, melibatkan banyak suku, ‘aliran agama’, kelompok bisnis, dan dinasti keluarga. Kesolidan dan strategi Ansarullah/ Syiah Houthi dalam membangkitkan kekuatan rakyat tertindas membuat isu yang dimainkan kemudian adalah isu mazhab.

Mayoritas media memframing kasus Yaman sebagai perang antar mazhab : invasi Saudi ke Yaman adalah upaya Saudi-Wahhabi menangkal kekuatan Houthi-Syiah ( dukungan Iran ). Tapi apa yang sebenarnya yang terjadi ?

SEJARAH YAMAN

Yaman berbatasan darat dengan Saudi Arabia, menguasai perairan strategis Bab el Mandab dan teluk Aden, bahkan menguasai pulau Socotra yang kini jadi pangkalan militer AS. Jalur perairan ini dilalui kapal-kapal tanker pembawa minyak dari Teluk Persia ke Eropa ( melewati Terusan Suez ). AS berambisi mengontrol jalur minyak ini dan secara ekonomi Iran pun terancam bila AS sampai menguasai jalur tsb. Meski produksi minyak Yaman hanya 0,2% dari total produksi minyak dunia, namun Yaman menyimpan cadangan minyak sangat besar.

Kelompok utama dalam konflik Yaman: Ikhwanul Muslimin vs Imam Yahya. Yaman sebelumnya berada di bawah kekuasaan Imperium Ottoman. Setelah Ottoman kalah dalam Perang Dunia I, Inggris menguasai Yaman selatan ( terutama wilayah Aden yang menguasai jalur laut ), sedang Yaman utara dikuasai Imam Yahya yang bermazhab Syiah Zaidiah, yang membentuk Kerajaan Yaman. Italia mengakui pemerintahan Imam Yahya, sedang Inggris menentang tekad Yahya mengusir Inggris dan menyatukan Yaman.

Inggris ( dan Mesir ) membacking gerakan “Free Yemenis” yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin/ IM. Tahun 1962, FY menggulingkan pemerintahan Yahya dan memproklamasikan Republik Arab Yaman ( RAY ).

RAY memperluas gerakan untuk menguasai Yaman selatan yang dikuasai Inggris, dengan meminta bantuan militer dari Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser yang mengirim 70.000 tentara ke Yaman ( 1962-1965 ). Inggris, yang memusuhi Nasser akibat aksinya menasionalisasi Terusan Suez tahun 1956, menggunakan konflik internal Yaman untuk melemahkan Nasser, dengan bantuan Mossad, CIA, intelijen Arab Saudi, dan SAVAK ( intel Iran zaman Syah Pahlevi ). Selama tahun 1960-an, AS menyuplai perlengkapan militer Arab Saudi senilai 500 USD agar Saudi makin kuat dan memegang kendali dalam konflik Yaman. Tahun 1968, Nasser mundur dari Yaman. Tahun 1967, Inggris juga angkat kaki dari negara itu. Kelompok pro Naser, the Nasserite Unionist People’s Organization, masih eksis sebagai salah satu aktor utama politik Yaman ( blog KTT Dina YS )

Tahun 1967, the National Liberation Front ( NLF ) yang berhaluan Marxis menguasai Yaman selatan dan membentuk negara independen ( Republik Rakyat Demokratik Yaman/ RRDY ). Sedangkan, sejak tahun 1978, RAY dipimpin presiden Ali Abdullah Saleh.

Runtuhnya Uni Soviet tahun 1990 membuat dua Yaman memulai negosiasi untuk bersatu hingga terbentuk pemerintahan persatuan bernama Republik Arab Yaman, dengan Ali Abdullah Saleh sebagai presiden dan Ali Salim Beidh ( presiden Yaman selatan dari partai sosialis ) sebagai wakil presiden. Untuk menundukkan pendukung sosialis, Saleh bekerja sama dengan anasir IM ( Partai Islah/ Reformasi didirikan 13/9/1993 oleh Syekh Abdullah bin Hasan al-Ahmar yang bertujuan melawan sosialis ). Saleh menggunakan tangan Partai Islah, karena partainya sendiri ( the General People’s Congress ) terikat perjanjian unifikasi dengan Partai Sosialis.

Namun kemudian, IM, Sosialis, dan Nasserite justru bergabung melawan Saleh dan membentuk Joint Meeting Parties (JMP).

IM. vs FAKSI IM

IM menguasai separuh institusi pendidikan di Yaman dan dapat dana besar dari Arab Saudi. Tokoh IM menjadi pejabat di intelijen dan berperan besar dalam membungkam kelompok kiri/ komunis. Empat menteri penting dijabat orang IM ( menkeu, mendagri, mendiknas, dan menkeh ). Pengaruh besar IM mencemaskan presiden Saleh sehingga tahun 2001, ia mulai melucuti kekuasaan IM dengan cara merombak sistem pendidikan. Sejak itu konflik antara kedua faksi ini semakin luas. Pada pilpres 1999, IM ( Partai Islah/ Reformis ) mencalonkan Saleh sebagai kandidat presiden. Pada tahun 2006, IM mendukung lawan Saleh, Faisal Bin Shamlan, namun Saleh tetap menang pilpres.

REZIM IM vs SOSIALIS

Meski punya cadangan minyak besar dan posisi strategis, Yaman adalah negeri miskin, menghadapi krisis pangan, kesenjangan ekonomi dan banyak pemberontakan terhadap rezim Saleh. Tahun 1994, wapres Ali Salim Beidh mundur, kelompok sosialis angkat senjata dan terjadilah perang sipil. Presiden Saleh dibantu Arab Saudi, dan Partai Islah/ IM menundukkan pemberontakan itu.

Sejak tahun 2004, suku Houthi yang bermazhab Syiah Zaidiyah menuntut otonomi khusus di wilayah Saada sebagai protes atas diskriminasi dan penindasan rezim Saleh. Tuntutan ini dihadapi dengan senjata oleh Saleh ( dibantu Arab Saudi ) sehingga meletus perang sipil yang menewaskan lebih 5000 tentara dan warga suku Houthi selama tahun 2004-2018.

IM cs AL QAEDA

Tahun 2009, kelompok Salafi ( Gerakan Yaman Selatan/ al Hirak al Janoubi) yang dipimpin kelompok Tareq Al Fadhli angkat senjata melawan rezim Saleh.

( Al Fadhli adalah alumnus ‘jihad’ Afganistan yang membantu Saleh dalam membungkam faksi sosialis. Al Fadhli dan iparnya, Jenderal Mohsen Al Ahmar, kemudian menjadi tokoh penting dalam pemerintahan Saleh. Mohsen adalah pelindung utama Saleh dalam menghadapi berbagai pemberontakan, termasuk membungkam suku Houthi ).

Namun sejak tahun 2000, Saleh kuatir jika kubu Mohsen kelak akan merebut posisinya sehingga Mohsen pun dilucuti satu demi satu kekuasaannya. Mohsen lalu bersekutu dengan keturunan Husein Al Ahmar ( pendiri Partai Islah ) untuk menggulingkan Saleh.

Masa ini, muncul Al Qaeda Arab Peninsula ( AQAP ) yang mendeklarasikan diri tahun 2009. Dua tokoh utamanya : dua warga Arab Saudi alumni Guantanamo, Abu-Sayyaf al-Shihri dan Abu-al-Harith Muhammad al-Awfi.

( tujuan CIA dan Pentagon melakukan teknik brutal pada tawanan Guantanamo sejak September 2001 adalah untuk men-training ‘sleeper terrorists’ yang sewaktu-waktu bisa diaktifkan sesuai komando intelijen AS )

Di saat yang sama, Saleh membebaskan 700 napi teroris dengan alasan ‘mereka sudah berkelakuan baik’. Mengingat donatur utama Al Qaeda adalah Arab Saudi, dan pembentukan Al Qaeda didalangi AS dan Arab Saudi ( diakui oleh Hillary Clinton ), tentu kemunculan Al Qaeda di Yaman adalah demi kepentingan AS.

Meski Al Fadhli menolak tuduhan bahwa dia bekerja sama dengan Al Qaeda, namun AS tetap membombardir Yaman dengan alasan mengejar Al Qaeda. Antara tahun 2009-2011, korban serangan bom dari pesawat tempur AS ( seizin presiden Saleh ) telah menewaskan ratusan rakyat sipil Yaman, termasuk anak-anak.

Untuk alasan menumpas Al Qaeda, tahun 2010 Saleh/ faksi IM bertemu Jenderal Petraeus dari AS bertemu yang menjanjikan bantuan “dana keamanan” 14 kali lipat lebih besar ( dana total sejak 2008 hingga 2010 yang diterima Saleh dari AS mencapai 500 juta USD ) sebagai ganti Saleh mengizinkan Pulau Socotra dipenuhi peralatan militer canggih AS.

Juni 2014, Al Fadhli menyatakan bergabung dengan Al Qaeda. Sejak 2015, ISIS menyatakan bergabung dengan Al Qaeda Yaman. Pada 21 Maret 2015, ISIS mengebom masjid di Sanaa ( ibu kota Yaman ) yang menewaskan sebagian besar muslim Syiah Zaidiah yang tengah menunaikan sholat Jumat ( 142 tewas, 351 lainnya terluka ).

IM vs SYIAH HOUTHI

Presiden Saleh kerap berperang dengan rakyatnya sendiri. Kemiskinan yang makin mencekik, membuat rakyat Yaman dari berbagai suku dan mazhab bangkit berdemo tahun 2011 menuntut pengunduran dirinya. Masifnya demo di Yaman berujung tergulingnya Saleh yang telah berkuasa selama 33 tahun. Ia melarikan diri pada November 2011 ke Arab Saudi, dan digantikan Mansur Hadi. Namun, tahun 2012, Saleh kembali ke Yaman dengan dilindungi Mansur Hadi. Anak Saleh, Jenderal Ahmed Ali, tetap memiliki kekuasaan penting di militer. Dalam masa ini, Al Qaeda melakukan aksi-aksi pengeboman, termasuk istana kepresidenan.

Kacaunya situasi, akibat orang IM berkuasa sebagai pion AS dan melawan rakyatnya sendiri, hingga orang kerap menyebut Yaman sebagal negara gagal. Pelajaran penting bagi Indonesia dan negara lain yang ada kelompok IM di dalamnya ( kelompok takfiri pendukung ‘khilafah’ yang merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara/ kekerasan berdarah ).

Pasca rakyat menggulingkan Saleh, yang berkuasa di Yaman adalah elit-elit lama, termasuk anasir Al Qaeda. Faksi-faksi yang banyak berjuang dalam penggulingan Saleh justru disingkirkan, termasuk suku Houthi ( gerakan Ansarullah ). Hal ini membuat rakyat yang berharap terjadinya reformasi tidak puas.

IM vs RAKYAT YAMAN

Gerakan Ansarullah berhasil menggalang demo besar-besaran rakyat sejak Agustus 2014, menuntut harga BBM turun dan reformasi politik.

Perdana Menteri Salim Basindwa mundur dari jabatannya. Presiden Mansur Hadi meneken perjanjian dengan Ansarullah, bersedia melibatkan Ansarullah dan semua partai politik yang ada dalam pemerintahan baru. Namun kemudian, Mansur memilih lari ke Arab Saudi dan meminta bantuan militer. Sejak 26 Maret 2015, Arab Saudi, negara Teluk, AS- Israel, membombardir Yaman.

KEJAHATAN SAUDI DI YAMAN

Saudi mengebom bus sekolah hingga menewaskan 51 anak Yaman ( 9/8/2018 ) dan melukai lebih 70 warga lainnya, tak banyak yang tahu. Beda dengan senjata kimia di Ghouta, Suriah. Berbekal video yang disediakan White Helmets, tanpa investigasi apapun, kecaman dan tuduhan menyebar sangat masif di seluruh dunia oleh media mainstream zionis dan media takfiri. AS-Inggris-Perancis langsung merudal Suriah, menghancurkan berbagai infrastruktur sipil di sana.

Sebaliknya, atas kejahatan kemanusiaan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio imperialis itu hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Liga Arab juga bungkam. Tapi pada kasus Suriah, Liga Arab memecat Suriah sebagai anggota.

http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/view/7/8

Potongan bom MK-82 berbobot 500 pound bikinan kontraktor pertahanan Raytheon, AS, ditemukan wartawan lokal dan warga Yaman dekat jasad-jasad korban yang hangus. Jejak MK-82 juga ditemukan usai pesawat tempur Saudi membombardir upacara pemakaman Sheikh Ali al-Rawishan, hingga menewaskan lebih 140 orang dan melukai 525 orang lainnya.

Pada Juni 2017, AS mengumumkan proyek pelatihan tentara Saudi berbiaya 750 juta USD tanggungan Saudi. Maret 2018, Trump menjual senjata ke Bin Salman senilai 12,5 miliar USD ( Standoff Land Attack Missiles, CH-7 Chinook helicopters, Threat Detection Aerostats, Abrams tank upgrades, misil Harpoon Block II ). Sejak serangan Saudi ke Yaman, nilai penjualan senjata Inggris ke Saudi meningkat 457% (1,9 miliar poundsterling ). Pembeli terbanyak senjata buatan Perancis ( eksportir senjata terbesar ke-3 di dunia ) juga Saudi Arabia.

***

Potensi ekonomi dan geopolitik yang sangat besar menjadi penarik negara kuat menggelontorkan dana ratusan juta USD sejak tahun 2001 untuk membiayai faksi-faksi yang bertikai di Yaman ( diadu domba agar saling meniadakan sehingga AS bisa melenggang masuk menikmati potensi sumber alam Yaman ).

AS meraup untung besar dari perdagangan senjata ke negara-negara Arab dan Teluk. Ketika pemerintahan boneka terbentuk, perusahaan AS mendapat berbagai kontrak infrastruktur dan minyak ( seperti di Libya dan Irak ). Jangan sampai terjadi di sini.

2 KAPAL PENGAWAS VIETNAM TABRAK KRI ( kapal perang Angkatan Laut RI ). Ditenggelamkan mau ?

Sengaja, atau tak profesional mengemudikan kapal ? Ternyata ini bukan pertama kali, kapal Vietnam menguji kesabaran penjaga ZEE kita. Beberapa kali kapal Vietnam melakukan manuver di sekitar KRI, tapi baru kemarin ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2019 ) mereka berani menabrak KRI. Petugas patroli AL tak membalas provokasi dengan tembakan, tapi melaporkan ke atasan, lalu Kemenlu mengirim nota protes ke pemerintah Vietnam dan memanggil duta besar Vietnam.

Namun, jika provokasi ini sudah terjadi beberapa kali ( belum kapok, malah makin berani ) maka kejadian ini perlu diangkat ke forum ASEAN, memastikan tak terulang kembali di kemudian hari. Indonesia, big brother di kawasan ini, perlu menjaga wibawanya agar provokasi tsb tak ditiru kapal lainnya. Pastikan, kapal asing tak berani melintasi perbatasan dan ZEE kita. Jika peringatan kita tak diindahkan lagi, jangan segan untuk bertindak, tangkap, proses hukum dan tenggelamkan biar jadi rumah ikan.

Jadi ingat menteri Susi nih. Sekitar 7000 kapal asing menerobos perbatasan laut kita ( illegal fishing ) tahun 2018. Sekitar 400 kapal sudah diproses hukum. Sekitar 200 kapal akan ditenggelamkan menteri Susi sebentar lagi. Terbanyak kapal Vietnam. Pantes, mereka provokatif. Tenggelamkan saja, Bu !

MAY DAY 2019 : HARI BURUH LEBIH FUN.

Setidaknya di depan Gedung Sate, Bandung ( Metro Siang, 1/5/2019 ) mereka mendapat nasi goreng dan mi goreng gratis. Setelah menyampaikan orasi dan aspirasinya, sebagian buruh pergi piknik ke Ciwidey, kata Kapolda Agung. Wow..

Luar biasa. Hari Buruh tahun ini bisa berjalan lebih tertib dan fun dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 150.000 buruh berdemo di Monas, Jakarta dan sekitar 35.000 polisi menjaga ketertiban dan mengarahkan lalulintas kendaraan di kawasan Monas. Jumat sebelumnya ( 26/4/2019 ) Jokowi bertemu dengan perwakilan sejumlah serikat pekerja yang menyampaikan tuntutan, utamanya revisi PP no. 78 tahun 2018 ( minta forum diskusi dengan serikat pekerja dalam penentuan UMP kembali dimasukkan, juga survei kebutuhan hidup minimum dan survei harga pasar ).

Pemerintah menghitung kenaikan UMP ( upah minimum pekerja ) di PP ini menggunakan angka pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi. Hasilnya, terjadi kenaikan upah buruh antara 8-10%. Sedangkan PNS cuma naik
5%. Pekerja swasta malah tak naik. UMP Jakarta sebesar Rp 3,9 juta per bulan tahun ini masih bisa ditabung antara Rp 300-700 ribu per bulan ( Rp 650 ribu untuk kost, Rp 60 ribu untuk makan per hari ) alias Rp 3,6 juta kebutuhan minimum per orang di Jakarta. UMP tertinggi kedua di Indonesia adalah Papua sebesar Rp 3 juta. Disusul Sulut, Bangka Belitung dan Papua Barat. Jabar dan DIY termasuk 5 provinsi terendah tingkat UMP-nya.

Buruh mendapat jaminan sosial berupa
BPJS Ketenagakerjaan ( jaminan pensiun, kecelakaan kerja, kematian ), BPJS Kesehatan, KIP, KKS. Bagi pengusaha yang melanggar standar UMP diancam hukuman 4 tahun penjara. ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ).

Pada Selasa, 30/4/2019, presiden Jokowi menyempatkan diri makan dengan menu sop, telur rebus, tempe di misting aluminium bersama buruh pabrik sepatu di Tangerang. Presiden merakyat, jadi makanan rakyat pun dipujinya enak ( rahasia enak makan itu perut lapar, nasi hangat dan krupuk kriuk, kalau saya mah, Pak. hehe..)

Selamat Hari Buruh. Upah naik, produktivitas juga naik ya..

LAPORAN DANA KAMPANYE NASDEM

Dana kampanye Nasdem Rp 259 miliar untuk partai dan calegnya. Tertinggi Rp 4 miliar biaya kampanye calegnya ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ). Lumayan efesien jika perolehan suaranya di kisaran 10% ( setelah PDIP 19%, Golkar 13% ).

INDONESIA PINDAH IBUKOTA. JAKARTA OBESITAS.

Jokowi memang presiden penuh kejutan. Setelah sukses membangun ribuan km jalan, infrastruktur ekonomi, bandara, pelabuhan, juga MRT yang timbul tenggelam rencananya pada 6 presiden sebelumnya, kemarin ( EMI, 1/5/2019 ) Jokowi kembali mengundang perhatian dan saran publik atas rencana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke luar Jawa agar Indonesia sentris. Tak lagi Jawa sentris.

Penyebab utamanya, karena Jakarta sudah kelebihan beban sehingga roda pemerintahan tak lagi efesien. Jakarta sudah ‘obesitas’. Kemacetan parah di Jakarta menyedot BBM Rp 60-100 triliun per tahun. Kota yang jaman Belanda didesain untuk 600.000 penduduk, nyatanya hari ini dihuni 10 juta penduduk yang sebagian menyedot air tanah sehingga muka tanah Jakarta turun 1-12 cm tiap tahun ( lebih rendah dari permukaan laut ). Banjir terjadi tiap tahun, meski tahun ini agak berkurang karena sudah ada perbaikan di hulu ( daerah serapan air di Bogor ), kata walikota Bima. Namun, belum ada gubernur yang bisa mengatasi masalah banjir tahunan Jakarta ini sepenuhnya. Udara Jakarta terpolusi kedua di dunia. Sehingga oportuniti Jakarta lebih kecil daripada upaya penyelamatannya.

Pertumbuhan mobil di Jakarta 10% sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0.01%. Takkan pernah terkejar. Tahun 1957, presiden Soekarno sudah mewacanakan pemindahan ibukota Jakarta.

Kazakhstan sukses memindahkan ibukotanya ke Astana. Malaysia sukses memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Apakah Indonesia juga sukses ?

Jawa dihuni 57% penduduk Indonesia. Sumatera dihuni 21%. Kalimantan cuma 6%. Posisinya juga di tengah wilayah. Indonesia sentris. Bukan di Palangkaraya yang rawan banjir ( cekungan ). Adakah area seluas 30- 40.000 hektar di wilayah Kalimantan bagian timur menghadap Selat Makasar ? ( jauh dari ring of fire, potensi gempa, tsunami dan likuifaksi )

Jika ada, juga dana Rp 460 triliun pembangunan kompleks pemerintahan pusat, payung hukum berupa UU pemindahan ibukota RI yang mengikat presiden berikutnya, keteguhan pemimpin dan rakyat Indonesia selama 5-10 tahun mempersiapkan konsep pemindahan dan realisasinya, maka sekitar 1,5 juta ASN di Jakarta bisa pindah ke ibukota baru, juga anggota keluarga, kerabat dan bisnis sampingan mereka, sehingga tersisa 4 juta orang saja penduduk Jakarta yang lebih leluasa menyulap diri menjadi pusat bisnis, seperti New York.

Jakarta bisa disinergikan pengembangannya terintegrasi dengan wilayah bodetabek ( Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ). Pusat pendidikan Islam internasional akan dibangun di Depok/ Jawa. Pusat pendidikan sepakbola bisa dibangun di Papua. Pusat/ festival musik dunia bisa di Ambon/ Maluku. Pusat pendidikan pelaut, penyelam, kemaritiman bisa dibangun di Makasar/ Bunaken/ Sulawesi. Pusat wisata halal bisa dibangun di Aceh/ Padang/ Sumatera. Pusat wisata dunia bisa dimaksimalkan di Bali/ Labuan Bajo/ P. Komodo/ Nusa Tenggara. Pemerataan ekonomi, bagi-bagi tugas. Semoga bisa terwujud sesuai rencana. Amiin.

Written by Savitri

29 April 2019 at 11:02