Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Pendidikan’ Category

Indonesia Eksportir Batere Lithium Terbesar di Dunia ? Politik Dinasti di Pilkada, ke Laut Saja. Idul Adha di Rumah Aja. Bandrek, Bajigur dari Jabar, Indonesia.

leave a comment »

Angkat gelas ringan tapi lama akan melelahkan. Letakkan gelas yang mulai terasa berat beberapa waktu, lalu angkat lagi, bisa bertahan lebih lama. Setumpuk pekerjaan harian terasa lebih ringan bila diselingi jeda istirahat tiap 2-4 jam, seperti supir kendaraan. Lepaskan akomodasi mata untuk melihat hijau daun di kejauhan, lemaskan otot pegal, syaraf tegang, hirup udara segar dan bayangkan hal menyenangkan. Impian, cita-cita besarmu, orang terkasih atau lembutnya pasir putih untuk bermain.

LETAKKAN GELAS. Istirahat dulu, Yah..

Setiap 20 menit menatap gadget / layar ponsel, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda sejauh minimal 20 kaki / 6 meter, agar mata tak lelah.

Di masa pandemi Covid, tingkat pengangguran, kriminal, perceraian, kelahiran dan KDRT meningkat tajam. Disarankan agar para ibu yang paling stres mengurus suami, anak dan beban berat ekonomi keluarga, untuk rehat sejenak / me-time di ruang khusus yang nyaman tanpa gangguan siapa pun, 1-2 jam dalam sehari. Ketika ayah letih mencari nafkah dan amarah nyaris menyentuh ubun-ubun melihat kaca pecah tak sengaja, segeralah rehat, tarik nafas relaksasi, berbaring, dan wudhu dulu, sebelum bertemu pasangan atau anak. Ucapan salah yang keluar dari mulut orang terpenting di hati bisa melukai dalam dan membekas lama. Bijaklah berucap. Letakkan gelas dulu ..

BANDREK & BAJIGUR, Wedang Hangat Nusantara.

Bandrek dan bajigur adalah minuman hangat / wedang tradisional khas nusantara yang kaya rempah dan enak diminum selagi panas untuk menghangatkan badan di saat cuaca dingin, hujan atau malam hari. Di dataran Sunda, seperti Bandung, Jawa Barat, Bandrek dan Bajigur biasanya dijual bersamaan,
BANDREK juga populer di Medan, Sumatera Utara. Bahan dasar bandrék adalah jahe dan gula merah, kemudian ditambah rempah-rempah untuk memperkuat efek hangat, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, juga susu, tergantung selera. Sebagian orang percaya, bandrék dapat menyembuhkan batuk, sakit tenggorokan dan penyakit ringan lainnya. Di Bandung, pedagang biasanya menambah sejumput kerukan kelapa untuk menambah cita rasa. Bandrek biasa dikonsumsi bersama kacang rebus, pisang rebus, ubi jalar rebus, singkong rebus, getuk, nagasari, juga gorengan.

BAJIGUR adalah minuman tradisional khas warga Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren dan santan lalu dicampur sedikit jahe, garam untuk menambah kenikmatan. Seiring perkembangan jaman, Bajigur dibuat praktis dalam bentuk instan, berupa bubuk yang tinggal diseduh air panas dan bisa dinikmati kapan pun..

BAHAN BANDREK :

* 1000 ml air
* 200 gram gula merah, sisir halus
* 100 gram jahe bakar, memarkan
* 5 butir cengkeh kering
* 2 lembar daun pandan
* 5 cm kayu manis
* ½ sdt garam
* kolang kaling, sebagai pelengkap, boleh ditambah serutan kelapa muda kalau suka.

CARA MEMBUAT Bandrek :

* Rebus air, daun pandan, gula merah, jahe, cengkeh, garam, dan kayumanis hingga mendidih dan tercium aroma sedap. Saring.Tambahkan kolang kaling rebus yang telah diiris dan serutan kelapa. Sajikan.

BAHAN BAJIGUR :

* 1 liter santan dari 1 butir kelapa
* 150 gram gula merah, sisir halus
* 50 gram jahe, bakar, kupas, memarkan
* 4 cm kayumanis
* 1 sdt kopi bubuk
* 2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT Bajigur :

* Rebus santan dengan api kecil, masukkan jahe, gula merah, kayu manis, kopi bubuk dan daun pandan. Masak hingga mendidih seraya diaduk supaya santan tak pecah, angkat, saring. Sajikan.

Selamat menikmati kehangatannya ..

INDONESIA BAKAL EKSPORTIR UTAMA BATERE LITHIUM DUNIA TAHUN 2026 ? Mobil listrik trend masa depan, dimulai dari … sekarang.

Indonesia mau jadi pemain utama batere lithium untuk mobil listrik ? ( bauksit juga diolah jadi nikel yang dibutuhkan industri smartphone, ’emas’ era milenium ini ). Maklum, 90% bahannya ada di Indonesia, yang selama ini 98% ( bauksit mentahnya ) diekspor ke China dan 2% ke Eropa. Padahal jika nikel diolah di dalam negeri, nilai tambah ekonominya bisa 10 kali lipat, untuk kemajuan Indonesia ( tahun 2024 bisa jadi eksportir no.2, tahun 2026 pertama ).

Tahun 2027, Eropa menetapkan penggunaan batere lithium untuk semua mobilnya. Peluang yang akan dimanfaatkan Indonesia untuk memperbaiki neraca perdagangannya. Daerah Morowali ( Sulteng ), Konawe (Sultra ), Wedabei ( Maluku Utara ) kaya akan tambang bauksit dan sedang diserbu investor dalam dan luar negeri. Kita dengar riaknya ( demo ) kemarin, ketika secara bertahap SDM China datang ke Konawe ( 500 orang selama 6 bulan, lalu tranfer teknologi / knowlege ke 5.000 pekerja lokal Sultra, dengan dibangun politeknik yang magang di industri lithium ini ).

Ketua Kadin Rosan Roeslani menyebut di Economic Challenges ( MetroTV, 27/7/2020 ), dampak ekonomi /multiplier efect dari pembangunan 48 smelter ini ( target selesai tahun 2024 di Banten, Jatim, dll. Konsorsium BUMN ikut bangun. Setelah penyesuaian / adjustment 2-3 tahun ( tahun 2027 ) bisa full capacity ), selain menyerap ribuan tenaga lokal, juga akan banyak produk turunan / pabrik lain yang menggeliat dengan hasil ekstrak tambang di sejumlah smelter yang sedang dibangun tsb ( ingat overacting-nya anggota DPR dari fraksi lain mendamprat direktur Inalum tempo hari ? Memamerkan ketakpahamannya soal smelter lalu ujung-ujungnya minta ‘jatah’ / akses konsultasi pembagian CSR BUMN untuk dapilnya. Modal awal bangun smelter memang mahal / hi-tech, tapi bandingkan prosentasinya dengan manfaat yang diperoleh Inalum tiap tahunnya, dan ribuan warga lokal yang bisa dipekerjakan di industri turunannya ). Problem muncul ketika SDM ahli masih kurang ( dibutuhkan 188.000 lulusan D3 dan 97.000 sarjana S-1 jurusan pertambangan untuk bisa membangun semua smelter dan industri lithium seperti visi tsa. Saat ini, baru China yang mau tranfer knowledge ( Jepang belum mau ) sehingga sebagian siswa milenial kita dikirim ke sekolah China untuk mempercepat transfer knowlege ( secara bertahap, melalui proses take & give yang kompak untuk keuntungan kedua belah pihak juga warga lokal ). Jika itu lancar dilalui maka Indonesia bisa ekspor produk senilai 10 miliar USD.

Investasi VDNI di Konawe senilai 1,4 miliar USD ( karena SDM lokal masih kurang ), sementara ini terpaksa mengerahkan 500 TKA China ( tinggal 6 bulan di Sultra ) untuk bangun instalasi pabrik smelter yang bisa menyerap 5.000 tenaga lokal di pabrik batere lithium. Gubernur Ali Mazi bilang, Sultra menyimpan 97,4 triliun ton nikel ( cukup memasok kebutuhan industri untuk 30 tahun ke depan ). Selama ini dari 480 juta ton baru 19,8% yang ditambang dan merupakan 79% dari ekspor Sulawesi Tenggara ( Indonesia menguasai 23,7 % cadangan dan 21 juta ton nikel dunia ).

Sebenarnya ekspor bahan mentah sudah dilarang ( tahun 2009 + 5 ) dan baru bisa diterapkan saat ini dengan konsisten, melibatkan pengawasan banyak pihak. Dengan fokus 3-4 produk hilirisasi saja ( palm oil jadi B-30, kemarin Pertamina dan ITB berhasil meriset minyak kelapa sawit 100% untuk bahan bakar nabati ramah lingkungan / B-100. Bauksit-nikel-batere lithium. Tembaga / copper untuk komponen ponsel ), rakyat Indonesia bisa sejahtera. Tahun 2021, dengan 80% komponen lokal, Indonesia bisa dapat 15 miliar USD dari ekspor batere lithium. Ngiler ya..

( setahu saya, ekspor hasil laut kita, bila tak dicuri kapal asing, bisa mencapai Rp 5.000 triliun per tahun. Ekspor lithium baru Rp 2.100 triliun per tahun. Jangan sampai silau nikel ini membuat mata pejabat pembuat komitmen ( presiden, menko maritim-investasi, KKP, pemda ) menutup mata terhadap kapal illegal fishing, terbanyak asal China dan Vietnam, dibiarkan terus berkeliaran mencuri ikan dan lobster jatah nelayan Indonesia / menjual murah kapal pencuri pada malingnya, daripada menenggelamkan untuk rumah ikan dan pemikat wisatawan. Jangan juga 15 miliar USD ini membuat pejabat / LBP mengintimidasi host dan narsum lain karena merasa lebih tinggi / ‘berjasa’. Sebal melihatnya, pejabat publik kok kayak gitu jawabnya. Host EC Kania Sutisnawinata mewakili pertanyaan publik, jadi jawab kalem saja ( tak merendahkan wapemred MetroTV itu, menggurui, memotong-motong, nyerocos bak mitraliur, tak peduli apa yang penting dan ingin diketahui publik saat ini ).

Di sisi lain, host talkshow TV juga jangan nyerocos merasa lebih pintar dari narsum. Tampilkan diri sejajar tapi santun yang membuat pemirsa tak tegang dan bisa mendapat informasi yang diperlukan dari narsum untuk memutuskan banyak hal terbaik untuk diri, keluarga dan negaranya. Saya suka cara host Leonard Samosir menampilkan narsumnya, bikin pemirsa rileks menyerap info yang digalinya. Narsum bermutu terlihat bersinar. Narsum payah dibuatnya tak malu. Humanis. Menyusul berikutnya Don Bosco ( pengalaman panjang jurnalisme ), Andy Noya ( jurnalis senior yang bisa dibilang promotor utama gerakan donasi komunitas peduli Indonesia ). Desi Fitriani, Aviani Malik, Zackia Arfan dan Fitri Megantara di jajaran female-nya. Semoga pemirsa mendapat info makin berkualitas dari MetroTV dan para narsumnya..

POLITIK DINASTI DI PILKADA, Terserah Parpol atau Rakyat ?

GR dicalonkan PDIP jadi walikota Solo / Surakarta dan BN jadi balon walikota Sumut pada pilkada berikut. Politik dinasti lagi ? Setahu saya, presiden Jokowi pernah melarang putra dan menantunya maju pilkada, namun kemarin GR datang ke istana meminta restu / dukungan. Keras kepala ? DPR RI yang berisi kader parpol pernah membuat UU yang melarang politik dinasti ( melibatkan kerabat petahana maju pemilu ), namun MK lalu membatalkan karena dianggap diskriminatif ( setiap WNI berhak dipilih dan memilih dalam pemilu ) , tapi sekarang kok parpol yang paling ngebet memajukan calon dinasti untuk mendulang suara. Tak konsisten. Tak etis.

Kerabat petahana ( sekitar 5-10% calon di pemilu ) mestinya magang dan diuji dulu karakter dan kapasitas politiknya. Dunia usaha beda dengan dunia politik ( yang penuh tantangan, strategi, manuver, bahkan intrik ). Perlu kemampuan public speaking mumpuni untuk menyampaikan program dan gagasan brilian, jago mempengaruhi pengikut ( visioner, teladan, komitmen ) dan kolega ( lobby, kerjasama, kolaborasi ), punya mental baja ( gak gampang ngambek, maju pilwalkot sekedar pembuktian ke ortu ‘bisa ngomong politik’ ), dan kompetensi mewujudkan visi misi ( leadership / memimpin organisasi / forkompinda, eksekutor, manajerial, akuntabel, transparan mengelola anggaran, e-budget / IT, problem solving, dsb ) agar tak dikerjain, dikibuli anak buah lalu masuk bui KPK ( menyandera petahana / presiden jadi konflik kepentingan, tak tega menghukum, tak bernyali membersihkan anak buah ketum yang disuap buronan DjTj, dsb ).

Terus terang, saya belum melihat karir politik RG dan BN ( baru beberapa bulan jadi kader parpol, menyingkirkan para seniornya yang sudah bertahun-tahun meniti ) cemerlang dan bisa diandalkan ( Hillary Clinton punya karir hukum yang cemerlang dan fasih bicara politik. Capres, cagub, cawalkot, cabup mestinya punya kerja sosial yang bisa dibanggakan dan diakui masyarakat, paham moral agama dan hukum RI sebagai pedoman memimpin ). Saya belum melihat sederet kemampuan itu pada para kandidat kerabat di sini, sehingga sangat berharap parpol batal mencalonkan mereka, regulator / KPU menyiapkan level of playing field yang kondusif / kesempatan sama agar warga daerah punya pilihan calon lain yang lebih berkualitas ( permudah calon independen, turunkan treshold ), atau warga daerah berdaulat memilih kotak kosong daripada memilih cakada tak cakap ( perlu edukasi politik, demokrasi sehat ).

Politik dinasti ? Ke laut aja .. ( untuk saat ini di Indonesia, ketika sebagian besar parpol masih demen ‘mahar’ dan jadi biang kerok masalah besar di negeri ini / korupsi )

SELAMAT LEBARAN IDUL ADHA Jumat, 31 Juli 2020.. di rumah masih lebih baik.

( sholat Ied di lapangan bagi warga daerah hijau, bawa sajadah sendiri, wudhu di rumah, tak bersalaman, jaga jarak 1-2 meter, pakai masker, bawa hand sanitizer / cuci tangan sebelum pegang muka, hanya pemilik hewan qurban yang menyaksikan penyembelihan qurban, ada petugas yang akan mengantarkan daging ke rumah warga penerima / mustahik ). Warga zona oranye, merah, hitam Covid sholat Ied di rumah saja. Tunggu pembagian jatah daging qurban juga di rumah. Tak berkumpul atau antri seperti tahun lalu. Masjid Istiqlal masih direnovasi. Penyembelihan qurban harus menerapkan protokol Covid / petugas ber-APD. Penyerahan hewan qurban bisa melalui transfer uang ke lembaga pengurus qurban / masjid untuk menghindari kerumunan / infeksi Corona. Indonesia tembus 103.000 kasus positif per 27/7/2020. Hukuman sosial membersihkan fasilitas umum tak cukup sejam, tapi harus seharian / 8 jam bagi warga kurang mampu. Denda Rp 100-150 ribu per pelanggar masker yang mampu. Pergub Jabar tentang denda Rp 100-500 ribu bagi pelanggar AKB sudah terbit 28/7/2020. Biar kapok, sanksi harus konsisten, tak pandang bulu dan segera dieksekusi, gak pake lama, agar jadi peringatan keras bagi warga lainnya yang belum disiplin ).

Barli Sasmitawinata, Maestro Lukis Realis dari Bandung, Jawa Barat. RUU HIP Kembali RUU PIP Untuk Payung BPIP Mengkonkretkan Pancasila. Tafsir Pancasila Sudah Final : Big No No Liberal, Komunis, ‘Khilafah’ Takfiri. Presiden Marah, Menteri Biasa Linier, Pesohor Dangdutan, Walikota Surabaya Sujud di Situasi Extraordinary Covid. Solusi Tegas bagi Episentrum Surabaya dan Insentif Frontliners. Jawa Barat AKB / New Normal Mulai 27 Juni 2020 dengan Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan. Solusi Protes PPDB Jakarta : Zonasi 50%, Utamakan Jarak, Baru Usia. Kasus Preman Kei, Koruptor Dj. Tjandra, Pedofil Buronan FBI. Diskusi : Kepemimpinan Muda dalam New Normal, Selasa, 30 Juni 2020, jam 13-15 WIB.

leave a comment »

Pelukis realis kelahiran, Bandung, 18/3/1921 ini bekerja sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung ( ITB ), dan merintis jurusan seni rupa di Institut Kejuruan dan Ilmu Pendidikan ( IKIP, kini bernama Universitas Pendidikan Indonesia / UPI tahun 1961 ). Barli juga membentuk “Kelompok Lima Bandung” ( bersama Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, Wahdi ), Studio Jiwa Mukti ( bersama Karnedi dan Sartono, tahun 1948 ), dan Sanggar Rangga Gempol, Dago ( tahun 1958 ), Museum Barli, Bandung ( tahun 1992 ), dan mengetuai Sendratari Viatikara. Barli menikahi Atikah Basari ( tahun 1946, wafat tahun 1991) dan Nakisbandiyah ( menikah tahun 1992, membawa 3 anak } dan memiliki 2 anak : Drs. Agung Wiwekaputra, Drg. Nirwati Chandra Dewi, Sp.Ortho, serta dianugerahi penghargaan Satyalancana Kebudayaan pada tahun 2000.

BARLI SASMITAWINATA, SENIMAN DUA JAMAN YANG JUGA GURU SABAR.

Barli mulai menekuni seni lukis sekitar tahun 1930-an ketika kakak iparnya memintanya tahun 1935 belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz, pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung yang lalu mengajarinya melukis alam benda. Setelah berguru pada pelukis Italia Luigi Nobili ( di Bandung tahun 1950-an ), Barli lalu melanjutkan pendidikan seni rupa di Eropa ( Académie de la Grande Chaumière, Paris, 1950 dan Rijksakademie van beeldende kunsten, Amsterdam, 1956 ) yang mengajarinya menggambar anatomi tubuh secara rinci.

Barli menekankan pentingnya pendidikan seni rupa. Seniman berpengaruh besar terhadap perkembangan Seni Rupa Indonesia ini juga berkontribusi besar dalam dunia pendidikan seni rupa di lembaga nonformal dan formal ( serupa.id ). Spesimen penting seniman Indonesia yang melewati dua titik sambung periode di mana pergolakan sedang terjadi di Indonesia ( buku “Titik Sambung” – Jim Supangkat ). Tak ada pelukis Indonesia lainnya yang seposisi dengan Barli Sasmitawinata. Ia satu-satunya pelukis yang berada pada ’titik sambung’ seni lukis masa kolonial dan seni lukis modern Indonesia.

MAESTRO SENI / PELESTARI BUDAYA / CULTURE SUPERPOWER

Perjalanan karir lukis Barli dimulai tahun 1930-an sebagai ilustrator terkenal di Balai Pustaka, Jakarta dan beberapa koran terbitan Bandung sampai tahun 1950-an sebelum ia melanglang buana ke mancanegara. Meski pelukis realis, Barli mengerti abstrak sebab menurutnya seni memang abstrak / nilai. Tiap kali melihat karya realis, Barli justru tertarik pada segi-segi abstraksinya ( penempatan komposisi yang abstrak yang tidak bisa dijelaskan oleh pelukisnya sendiri ). Jika pelukis melihat kakek maka dia akan tertarik pada umur dan kemanusiaannya sehingga ia akan melukis secara realistik karena umur tak bisa dilukis secara abstrak. Menggambarkan penderitaan manusia akan lebih tersampaikan jika dilukis secara realistik ketimbang abstrak.

Tak semua seniman punya gaya khas atau prinsip yang digunakan secara terus-menerus selama hidup berkarya. Apalagi buat seniman kontemporer yang haus inovasi dan menciptakan formula sendiri. Barli fokus pada teknik realistik, meski banyak juga merilis karya dengan teknik penyederhanaan figur /objek sehingga Barli dapat diasosiasikan dengan aliran Realisme atau Naturalisme.

Barli diangkat menjadi ilustrator majalah De Moderne Boekhandel di Amsterdam, dan majalah Der Lichtenbogen di Recklinghausen, Jerman. Barli merupakan salah satu contoh seniman yang mendapat pendidikan ideal dari usia muda hingga melanjutkan ke perguruan tinggi di Perancis dan Belanda. Barli belajar di Eropa tahun 1950 dengan beasiswa dari Pemerintah Belanda untuk belajar di Academie Grande de la Chaumiere, Paris, Perancis, lalu meneruskan studi di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda, hingga tahun 1956.

Di studio Jos Pluimentz, Barli melatih teknik gambar objektif : bagaimana cara seniman melihat berbagai objek dan subjek untuk dipindahkan pada karya lukis seakurat mungkin. Cara melihat seniman harus berbeda dengan orang biasa ( saat itu aliran Realisme dan Naturalisme / kemiripan objek sedang booming ). Barli sempat belajar pada pelukis Italia, Luigi Nobili, saat Affandi sedang menjadi model lukisan Nobili untuk dapat uang tambahan sekaligus belajar melukis. Kelompok Lima Bandung ( Kelompok berkarya sambil belajar bersama ) dibentuk atas kekaguman Barli dan tiga rekan lainnya pada Affandi. Kelompok ini bisa santai dan fokus kegiatan berkarya bersama karena sangat akrab seperti saudara.

Jika Affandi menyebut dirinya ‘seniman kerbau’, Barli justru dikenal sebagai akademisi yang menjunjung pendidikan seni rupa. Sebagai pribumi yang mendapat berbagai pengaruh dari luar, Barli membangun karakter khas yang kompleks : di satu sisi Barli dapat dilihat sebagai seniman yang meneruskan perkembangan seni lukis kolonial, namun di sisi lain Barli juga bagian dari pertumbuhan seni lukis modern Indonesia yang menentang seni lukis masa kolonial.

Di Eropa, Barli memperoleh banyak pengetahuan teknik melukis realistik ( prinsip melukis anatomi secara intensif ) sebagai salah satu kelebihannya yang ia dapat dari luar negeri. Selama dua tahun di Eropa, Barli pernah hanya menggambar nude selama dua jam per hari untuk mempelajari anatomi manusia lebih dalam ( saya juga pernah dimintanya menggambar anatomi dari buku koleksinya di studio, setelah hampir setahun diminta mengambar benda mati : kendi, botol, mangkuk, dsb. Butuh ketekunan luar biasa untuk menjadi pelukis realis atau naturalis. Anatomi tubuh menjadi pelajaran penting bagi pelukis. Untung, saya masih kecil waktu itu jadi gak sampai mikir ‘ngeres’. Tapi mengendalikan boring-nya itu butuh latihan mental tersendiri. Saya sudah juara melukis sejak kelas 4 SD, masak harus belajar gambar kendi lagi sih. Ini mah kursus sabar, bukan kursus melukis, curhat saya pada ayah ). Gambar, foto, model nudis tak dipersoalkan pantas atau tidaknya di Eropa jika untuk kepentingan akademis, asal tetap pada tujuannya ( tahu proporsi bagian tubuh manusia ).

Lulusan akademi seni lukis seharusnya bisa menggambar manusia karena penguasaan teknik akan merangsang inspirasi. Analogi Barli seperti belajar bersepeda yang sulit sekali di awalnya, salah sedikit bisa jatuh. Namun setelah menguasai teknik bersepeda, maka orang bisa terus mengayuh seraya memikirkan hal lain, tanpa memikirkan lagi caranya mengayuh ( sepeda sudah menjadi perpanjangan kaki yang refleks ). Melukis juga begitu : pelukis leluasa menyalurkan perasaan dan ekspresi lainnya dalam berkesenian ( tanpa ribet skill teknis, karena kuas sudah menjadi perpanjangan tangan dan emosinya ).

Tepat HUT- nya yang ke-83 ( 18 Maret 2004 ), beberapa karya lukis Barli dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta ( salah satunya berukuran besar, lebih dari dua kali dua meter ) yang dibuka langsung mendikbudpar I Gede Ardika. Pameran yang berlangsung pada 18 hingga 31 Maret 2004 diadakan sebagai bentuk penghargaan pemerintah pada sang maestro. PT. Pos Indonesia turut menunjukkan penghargaan tinggi dengan menerbitkan perangko bergambar lukisan potret diri Barli ( lukisan terkenalnya tahun 1974 ) bersamaan dengan peluncuran buku karya Nakisbandiah “Kehidupanku Bersama Barli”.

Sebelum wafat, Barli sempat dirawat sebulan di RS. Advent dan kembali ke rumah ( 4/2/2007 ) serta berpesan agar keluarga besar Bale Seni Barli terus memelihara lembaga pendidikan tsb. Barli lalu melukis lagi, tapi tak sempat diselesaikannya karena besoknya muntah-muntah dan dibawa ke RS lagi ( Kamis pukul 9 WIB lalu wafat pukul 16.25, dibawa ke rumah duka pukul 17.30 ). Jenazah disemayamkan di Museum Barli, Bandung lalu dimakamkan pada Jumat, 9 Februari 2007 di Taman Makam Pahlawan Cikutra.

Studio Rangga Gempol terus bertahan hingga menjadi Bale Seni Barli di Padalarang ( Kobar Parahyangan ). Terima kasih atas pelajaran gambar / sabarnya, yang ternyata berguna untuk banyak hal dalam kehidupan ini. Semoga Pak Barli mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin..

RUU HIP KEMBALI RUU PIP. TAFSIR PANCASILA SUDAH FINAL. Tinggal implementasi ..

Hari ini ( EMI, 2/7/2020 ), DPR rencananya akan sidang untuk memutuskan apakah RUU HIP ( Haluan Ideologi Negara ) akan dihentikan, ditunda, atau dikembalikan menjadi RUU PIP ( Pembinaan Ideologi Pancasila ) untuk menjadi payung hukum bagi BPIP ( Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ) dalam mengkonkretkan Pancasila pada sanubari dan perilaku sehari-hari warga Indonesia, terutama generasi milenial yang tak merasakan pahitnya masa penjajahan kolonial, prihatinnya senior masa Orde Lama, terbungkamnya kita masa Orde Baru, terberainya massa awal Reformasi karena masuknya ideologi asing ( komunis, liberal-kapitalis, ‘khilafah’ versi takfiri ).

Semula RUU PIP yang ada di prolegnas, namun tarik ulur kekuatan di parlemen mengubahnya menjadi RUU HIP yang berupaya menafsirkan kembali Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila ( gotong royong ) dan menghilangkan komunis ( Tap MPR tahun 1966 tentang pembubaran /pelarangan PKI ) dalam considerat / menimbang di draft usulan DPR yang memancing protes luas dari masyarakat dan MUI. Jika 2 poin penting ini kembali ada di RUU PIP maka sudah pasti akan ditolak lagi. So, pastikan RUU PIP hanya mengatur praksis / praktek / implementasi / tata kerja BPIP yang selama ini dibuat dengan perpres dengan kewenangan terbatas ( aturan sanksi / pidana hanya bisa dimuat di UU dan perda ) sehingga kurang bertaji padahal tantangan global kian menjadi-jadi ( radikalis / ISIS cs memanfaatkan situasi pandemi untuk membalas kekalahannya pada kreatornya / AS cs dan pembasminya / Iran cs ).

Upayakan RUU PIP seperti UU Penanggulangan Bencana yang menjadi pedoman bagi BNPB menanggulangi aneka bencana di tanah air termasuk mitigasinya. Diakui sejak founding father mother kita merumuskan Pancasila, belum ada pemimpin negara yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila seperti seharusnya ( masih condong liberal atau komunis ) sehingga perlu perumusan teknis implementasinya. Pancasila masa Orba diplintir menjadi indoktrinasi ala selera penguasa dengan BP7 dan P4 untuk melanggengkan kekuasaannya dengan menggebuk mereka yang melawan ( kekuasaan penguasa ).

Kini, tahun 2020, in our time, upayakan Pancasila dikonkretkan dengan kekuasaan hukum. Siapa yang nekad mengganti Pancasila yang kedudukannya di atas UU / konstitusi ini diproses hukum agar tak dikuti WNI lainnya, agar NKRI tetap utuh ( Pancasila menyatukan wilayah WIB, WITA, WIT sejak 17/8/1945 ). Tafsir Pancasila yang sudah final ini cuma perlu regulasi teknisnya agar kita dan generasi penerus setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam bernegara dan kehidupan kesehariannya. That’s all ..

( kalau RUU PIP seperti ini yang dikerjakan anggota DPR RI 2019-2024 hari ini, selama pandemi Covid sekali pun, saya rasa MUI dan masyarakat bisa menerima, asal tetap menyertakan partisipasi / konsultasi publik dalam pembahasannya ). Life must go on. Radikalisme belum berlalu. Kita perlu menghentikan mereka, juga saat pandemi ini. OK ?

PRESIDEN MARAH, MENTERI BIASA, WALIKOTA SUJUD. What’s next ?

Rakyat jangan terpapar virus, lalu terkapar karena Covid atau pun lapar karena ( sulit dapat uang selama ) pandemi. Itu yang diminta presiden ketika memarahi anggota kabinetnya ( 18/6/2020 ) dan baru diunggah ke YT ( 28/6/2020 ) setelah masih belum terjadi progress signifikan dalam penanganan Covid ( aspek kesehatan, ekonomi ). Jokowi juga datang ke Jatim, menegur para pimpinan daerah dan memberi batas waktu 2 minggu untuk menggodam kurva Covid hingga landai ( tenggat nasional Juli 2020 / batas daya tahan dunia usaha ).

Terlihat di layar MetroTV ( Prime Time News, 29/6/2020 ), walikota Surabaya, bu Risma bersujud di depan anggota IDI, lalu curhat lantang tentang sulitnya dia masuk/ mengakses RS. Soetomo meski sudah berulangkali datang. RS rujukan di Sidoarjo diberitakan, sudah tak menerima pasien Covid lagi karena kepenuhan, sehingga pasien berikut terpaksa dirawat di RSJ dan RS di Surabaya. Sense of crisis, belum dihayati banyak warga Jatim, Sulsel ( walikota Makassar sampai dicopot dari jabatannya karena minim progress ), Jakarta, Jateng, Kalsel ( 5 daerah tertinggi penambahan kasus positif Covid saat ini ), dan menteri terkait ( menkes, mensos, mendes, menkeu, menhub, menko perekonomian, menko PMK ) ? Perasaan belum sama, kata Jokowi yang akan mempertaruhkan reputasi politiknya ( memangkas aturan dengan perppu, me-reshuffle pembantunya yang bekerja biasa / linier di situasi extraordinary ini : baru 1,35% dari dana Rp 75 triliun yang disalurkan kemenkes / kemenkeu padahal Indonesia sudah hampir 4 bulan didera ganasnya Covid, di bawah 50% dana bansos yang sudah disalurkan, juga stimulus ekonomi untuk UMKM, korporasi, bahkan insentif bagi tenaga medis / frontliners Covid seperti yang dijanjikan belum juga turun ). Pantas presiden marah, sebagian WNI bandel, lainnya sebal bahkan murka. Di mana benang kusutnya ?

Saya jadi inget ‘krisis’ yang harus saya atasi pasca Bapak wafat karena stroke, lalu dua mata Mamah dioperasi katarak karena menangis terus ( bukti stres / kehilangan besar, bisa merusak tubuh ), disusul putra sulung / kakak saya masuk RSK HW selama 40 hari dilanjutkan setahun dirawat psikiater, di saat saya dikejar tenggat menyelesaikan master urban design ( bikin vertigo saja ). Waktu itu, si psikiater bilang : selesaikan satu masalah pada satu waktu. Fokus.

Saya kendalikan pikiran dan hati untuk menyelesaikan masalah satu demi satu ( seolah keluar dari tubuh yang penuh haru biru emosi ini, lalu jadi orang yang menasehati tubuh itu untuk melakukan apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat ). Buat kakak merasa berharga dan disayangi, setidaknya oleh saya, dengan mengelus telapak tangannya di saat dia tak sadar / depresi / kerasukan ( bukan dengan teriak-teriak memarahinya karena menyita waktu studi saya yang puluhan juta rupiah ), ngajak curhat meski tak nyambung, dsb. Saat itu, fokus saya : kakak saya tetap hidup dengan terus mendampingi, membesarkan hati, memotivasinya hingga bisa sembuh, kembali bekerja dan menafkahi istri dan 2 anaknya dengan hati lebih kuat dari sebelumnya. He’s not alone in this world.

Menyusul masalah 2 mata Mamah yang perlu setahun juga untuk menyalepi mata pasca operasi dan membangkitkan motivasi hidupnya. Masalah datang beruntun bertubi-tubi seperti anak ayam kehilangan induk ( ayah selama ini dominan mengatur segala sesuatu di rumah ), sampai saya tak sempat memikirkan kesedihan saya sendiri berlama-lama, saking banyaknya yang harus dikebut dikerjakan, jika saya tak mau kehilangan ibu dan kakak juga. Begitulah satu per satu masalah diselesaikan dengan kepala dingin dan terus belajar.

SOLUSI BAGI INSENTIF FRONTLINERS & SURABAYA

Dari wawancara host Zilvia Iskandar ( Prime Time News, MetroTV, 30/6/2020 ) dengan narsum diketahui, penyebab belum turunnya insentif bagi petugas medis karena belum clear-nya data penerima insentif Covid dari RS rujukan / RSUD ( masih dalam bentuk gelondongan, belum jelas nama tenaga medis yang dicantumkan itu sebagai dokter, perawat, petugas lab, atau supir ambulans, dsb yang tentu berbeda besaran insentif-nya ) sehingga kemenkes kesulitan memverifikasi dan menyerahkan ke kemenkeu untuk jadi DIPA / mencairkan anggaran Rp 75-87 triliun dari Rp 695,2 triliun dana penanganan dampak Covid pada sektor kesehatan dan ekonomi RI. Baru 4% ( Rp 2 triliun ) yang bisa cair, sementara para frontliners butuh uang lebih untuk menghidupi keluarganya karena tak lagi bisa sidejob di faskes lain / beresiko tinggi menulari tenaga medis non Covid. Mirip data bansos yang ngaco karena pemda tak mengupdate 2 tahun sekali data warganya yang miskin. Warga sebuah desa di Sumut, diberitakan memblokade jalan karena tidak transparannya penyaluran BLT oleh kades sehingga diminta mundur sampai rusuh ( kendaraan wakapolres dibakar, 6 orang luka ). Mestinya kades memasang di baliho seperti di Banyuwangi ( atau stiker di pintu rumah penerima BLT Rp 600.000 / bansos di Kota Bandung ) nama-nama warga penerima bansos sehingga warga lain bisa membantu mengawasi dan mengoreksinya jika salah ( memberitahu ketua Gugus Tugas Daerah / kepda ) untuk mengalihkan pada penerima yang lebih berhak ( warga PHK, tuna wisma / duafa ). Mekanisme anggaran yang panjang ini bisa dipercepat / dipangkas tanpa menjadi persoalan hukum di kemudian hari jika para pihak bisa jujur dan tulus menyelamatkan nyawa warga secepatnya sebelum tewas ( baca : pejabat aman selama tak mengutip dana bansos / rakyat untuk kepentingan pribadi / kelompok ) . Ini situasi darurat sehingga kesalahan bisa dimaklumi / dimaafkan sepanjang niatnya bersih dan ikhtiar profesional sudah optimal diupayakan.

Pakar kesehatan masyarakat dari Unair bilang : koordinasi, komunikasi dan penegakan hukum ( masukkan unsur punishment / UU Karantina Kesehatan di peraturan walikota ) yang selama ini menjadi kekurangan pemkot Surabaya harus segera diperbaiki. Pemirsa, termasuk saya, juga tahu kalau bu Risma sudah berbuat banyak dalam menangani Covid di Surabaya. Namun, gaya komunikasi yang mengedepankan emosi di depan stakeholder ( IDI, Pemprov Jatim, Unair, dsb ) kurang efektif dalam komunikasi politik. Lebih mujarab jika berargumentasi rasional dan tak menyalahkan ( bisa maklum dengan kesulitan yang mungkin dihadapi pihak lain lalu sama-sama mencari solusi dengan nada kalem / gak bikin tegang lawan bicara ). Pihak Unair mengaku, selama ini membantu pemprov Jatim karena rekomendasinya bisa menjangkau 36 kota kabupaten di Jatim. Namun, setelah melihat Surabaya masih bertengger di puncak kasus Covid di Jatim ( termasuk 11 daerah terparah di Indonesia ) maka hari-hari ini dan ke depan akan turun membantu / mendampingi pemkot Surabaya mengerem laju Covid yang tinggal seminggu lagi batas ultimatumnya dari Jokowi. Dokter magang Unair dari RS. Soetomo ( milik pemprov Jatim ) dan RS. Unair bisa diperbantukan ke RS rujukan Covid yang kewalahan. Dua RSUD milik pemkot Surabaya, salah satunya bisa difungsikan khusus menangani Covid ( seperti RS. Hasan Sadikin di Kota Bandung sebagai RS utama di Jabar yang kini didedikasikan sebagai RS khusus Covid dengan semangat berjibaku para tenaga medisnya, dan perhatian humanis dari pemprov Jabar serta pemkot Bandung, yang semuanya duduk bersama dengan komunikasi yang enak, tenang / tak tegang, tapi serius, demi menyelamatkan warga Jabar ). Komunikasi baik penting dijaga untuk memudahkan koordinasi ( karena sudah saling percaya dan menghormati : saya aman untuk anda ). Saya juga pernah memposting : hukuman adalah bentuk lain dari cinta agar tak terjadi hal lebih buruk pada orang yang sedang kita hukum. Hukuman karena kita sayang padanya, bukan memuaskan dendam padanya.

Standar 1000 swab test per sejuta penduduk per minggu di Surabaya dan Indonesia belum tercapai untuk bisa memastikan peta penyebaran Covid dan mengendalikan. So, jangan lengah, biasa-biasa saja, apalagi euforia / senang dulu. Tetap disiplin protokol kesehatan selama pandemi Covid sampai vaksin diproduksi Bio Farma / Desember 2021. Di rumah masih lebih baik dengan produktivitas WFH memanfaatkan kecanggihan digital era milenial.

Sanksi berkerumun, tak pakai masker, sarung tangan, face shield dst ( denda Rp 100 ribu sd Rp 10 juta, atau kurungan sebulan sd 10 tahun penjara bagi pelanggar ) rasanya tak terlihat selama pelaksanaan 3 PSBB + 1 di Surabaya sampai warga santai melanggar protokol tanpa merasa bersalah, bahkan berani menolak rapid test. Ini ibarat anak manja yang dibiarkan lama tanpa hukuman hingga tak sadar kesalahannya, bahkan balik memprotes ketika diperiksa, karena selama ini sudah merasa dibenarkan aparat / pemkot yang tak tegas / segera menghukum kesalahan mereka.

Yakuza di Jepang berdiri sejak tahun 1700-an ( ciri : badan ditato, anggota yang gagal mejalankan misi dipotong jarinya ), di mana istri dan anak bos Yakuza juga jadi anggota sindikat kriminal terkenal di Jepang sampai hari ini ( On The Spot, Trans7, 29/6/2020 ). Organisasi ilegal Triad di China berdiri sejak tahun 1760 ( semula untuk mengusir bangsa Manchuria yang menjajah China / Dinasti Ching ) lalu misi bergeser menjadi pelaku kriminal / bisnis haram yang sulit dibasmi pemerintah China karena sudah terlalu lama dibiarkan sampai menyusup ke tubuh kepolisian dan pejabat pemerintahan ( demo berjilid + kekerasan di Hongkong hari-hari ini diduga kuat dilibati geng Triad yang berpusat / terbanyak anggotanya di Hongkong, yang kini memanas / merasa terancam lagi akibat pembahasan RUU Keamanan Nasional China di Hongkong. Pemerintah vs organisasi kriminal yang dibiarkan lama bisa sehancur lebur ini memprovokasi warga yang terbiasa liberal di bawah Inggris ). Sindikat Mungiki di Nairobi, Kenya, beranggotakan sejuta warga miskin, kini menjadi gerakan rahasia bawah tanah karena diburu aparat pemerintah ( tapi mereka tak pernah benar-benar bisa dihentikan untuk melakukan keonaran dan kejahatan sadis di Kenya, karena sudah lama dibiarkan pemerintah / sudah mengurat akar ). Sindikat krimimal, organisasi ilegal, kerja sebagai pembunuh bayaran, narkoba, judi, pelacuran, dsb, juga dilakoni Jamaican Britsh Yardies di Inggris yang bergaya glamour, brutal, sadis, sedikit loyalitas karena ego klan lebih besar.

Di Indonesia, JK** bersama 25 anak buahnya yang menyerang kelompok pamannya / Nus Kei karena berebut penguasaan lahan, berani menggeber aksi premanisme di tengah keramaian sampai menewaskan orang dan merusak properti, juga karena dibiarkan di masa lalu ( pungli jalanan dengan beking oknum aparat ). Untung, Polri saat ini berani menangkap dan memproses hukum dengan tegas agar tak jadi semacam Yakuza atau Triad di sini. Tokoh masyarakat setempat dan pejabat daerah perlu membantu aspek lain / sosio-ekonomi terkait kelompok preman dan keluarganya agar insyaf dan beraktivitas secara legal. Kita juga dukung upaya Jaksa Agung untuk menangkap koruptor DjTj yang buron 11 tahun sampai jadi warga negara Papua Nugini, tapi bisa mengajukan PK lagi ke MA selama diam-diam 3 bulan ada di Jakarta tanpa terendus pihak Imigrasi. Padahal PK hanya bisa diajukan sekali, dan harus segera dieksekusi jaksa setelah putusan inkrah. Hukuman bagi terpidana cessie BB di wilayah NKRI tetap berlaku sampai buronan tertangkap meski DT sudah bukan WNI. Terpidana pedofil WNA AS buronan FBI juga tetap bisa dihukum di AS ( juga di Indonesia karena menggarap anak di bawah umur untuk memuaskan hasrat menyimpangnya di sini ) kan ? Maju terus, Pak Burhanuddin.

Jaksa Burhan mengakui kelemahan dari intel Kejagung untuk segera memperbaharui red notice DT yang habis Mei 2020 ( sebagai bentuk pertanggungjawaban, mestinya ia segera memperbaiki sistem yang lelet / ganti bawahan tak cakap sehingga kesalahan ini tak terjadi lagi ). KemenkumHAM juga mengevaluasi kinerja dirjen imigrasi agar lolosnya DT, HM, ribuan orang lainnya tak jadi kebobrokan memalukan yang dibiarkan berulang seperti kasus lapas ( dan buat menkumHAM YL, sudah dari dulu saya bilang, orang ini seharusnya di-reshuffle sejak KIK. Saya kuatir, kabur dan lolosnya DT / kasus hak tagih BB tahun 2020, dan HM / caleg suap komisioner memang ‘disengaja’ karena terkait pucuk pimpinan saat itu di pemerintahan / kasus DT tahun 2000, dan
di parpol di mana YL bernaung. Uang korupsi Rp 456 miliar kasus BB ini diketahui menciprat ke banyak pihak ).

Jika pemerintah beserta aparatnya gamang bertindak ( karena emosi kasihan lebih dominan daripada rasio mendisiplinkan warga demi keselamatannya, warga Surabaya yang lain, WNI lainnya / Indonesia ) maka yang terjadi bisa seperti di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Makasar dan Banjarmasin hari ini. Episentrum merah dan hitam yang menyedot kas negara ( saya dengar pemprov Jatim minta tambahan lebih Rp 2 triliun untuk menangani Covid bagi warganya yang tak tega / kunjung didisiplinkannya. Kami yang disiplin di Jabar, meski warga miskin di sini tak kalah banyak dibanding Jatim, harus berkorban lagi dipotong anggarannya untuk warga di episentrum yang emoh ditertibkan entah sampai kapan / Indonesia resesi atau bubar ?? ). So, pemkot Surabaya segera hukum pelanggar PSBB / protokol dengan tegas ( Jokowi bisa ganti kepda yang tak mampu tegas mendisiplinkan warga bandelnya sampai menjelma gerombolan sindikat yang menolak aturan pemerintah, menguras kas negara, dan membahayakan keutuhan NKRI / resesi bisa berujung separatis ). Sanggup ?

***

Back to angry president. Fokus Covid tak bisa disambi pilkada 9/12/2020. Kita menghadapi birokrasi dan SDM tak cukup ideal / berkualitas saat ini untuk bisa melakukan keduanya sekaligus. Jika cakada dan timses-nya sekaliber mendagri Tito, mungkin pilkada masih bisa digelar tanpa mengkaparkan rakyat ( karena Covid & perut lapar ). Nyatanya, tak sampai 20% anggota kabinet dan pemda yang mampu bekerja ekstraordinary di situasi darurat pandemi ini. Mereka, kader partai atau birokrat hasil sisdiknas 2 : 10 ( dari 10 lulusan cuma 2 orang yang terserap pasar kerja ) dengan kemampuan membaca / self-learning di urutan ke-5 terbawah di dunia, yang tak kreatif dan tak bernyali bikin terobosan alias biasa linier. Bagaimana mereka mampu memenuhi ekspektasi presiden ? ( yang pernah disebut ‘demanding’ oleh salah satu pembantunya ).

‘Deterrence power’ pemimpin : komitmen & kredibel, tak hanya gertak sambal, juga mempengaruhi kepatuhan bawahan dalam melaksanakan instruksi atasan. Superman, single fighter yang memaki ke semua penjuru juga tak efektif menggerakkan kolaborasi komunitas. Manusiakan pengikut anda sebelum memintanya berkorban / bekerja luar biasa untuk keselamatan negara. Sampaikan dengan santun tapi tegas ( intruksi tak dijalankan, segera disanksi ). Kewibawaan macam ini juga berlaku bagi bupati Bogor yang sedang menyeret pemilik dan pengisi acara sunatan dengan hiburan dangdutan ( termasuk R.Ira** ) di wilayahnya ke proses hukum ( bukti kampanye terselubung pemilu bisa membahayakan penanganan Covid di zona merah. Para kandidat belum dewasa, Pak Tito. Meski sudah disurati pemkab dan diingatkan masih PSBB, toh mereka masih bersiasat dan berkelit, menguras energi para kepda / ketua GT.Covid daerah untuk menghadapinya, juga ribuan simpatisannya yang egois. Mereka tak punya sense of crisis atau empati betapa luasnya kabupaten Bogor, tak sebanding dengan aparat kewilayahan yang dimiliki untuk bisa mengawasi pelaksanaan instruksi / protokol kesehatan secara keseluruhan. Tinggal menyalahkan balik. Enteng, tho ? Masih sangat banyak calon yang belum matang / sportif berdemokrasi, bahkan di usia setua itu ).

Saya tahu, KPU bilang jika diundur lagi, maka biaya pilkada akan lebih besar lagi. Saya bisa kehilangan ibu dan kakak jika saya mempermasalahkan uang kuliah magister lebih Rp 20 juta itu. Mana yang mau dikorbankan : nyawa frontliners + 45 ribuan pasien Covid, atau dana pilkada ? Satu masalah satu waktu, remember ? ( banyak SDM di bawah belum mampu multitasking dan benyali bikin terobosan )

Menggelitik mendengar analisa surveyor Qodari ( EMI, 30/6/2020 ) yang bilang, bukan para menteri itu yang lelet, tapi bisa jadi, uangnya yang tidak ada, sehingga meski sudah dipangkas regulasinya, uangnya belum tentu bisa langsung tersedia ( karena hutang luar negeri lagi ? ). Pemirsa dari Cirebon / eksportir furniture bilang, SPLH hanya di hulu sudah disetujui presiden tapi tak kunjung dilaksanakan kementerian ( masuk angin karena intruksi ketum parpol lebih berpengaruh ? ). Lalu kita ingat nasib sejumlah ABK WNI yang dilarung setelah disiksa perbudakan di kapal asing karena ego sektoral 5 kementerian terkait / permen tumpang tindih sampai tak becus memantau rekrutmen ABK dan menjaga nyawa mereka di laut lepas. Di mana kendali itu ?

Syukurlah, Jawa Barat ( minus Bodebek yang ikut PSBB Transisi dengan Jakarta ) bisa mulai AKB / new normal sejak 27 Juni 2020 kemarin ( namun usaha yang beresiko tinggi tertular Covid : pendidikan, bioskop, tempat hiburan, lomba olahraga masih ditutup ), dengan tetap disiplin protokol kesehatan ( adaptasi 3 kebiasaan baru : rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain ) berkat kekompakan para pemimpin daerah di sini juga keterlibatan pro-aktif komunitas pedulinya. PPDB Jabar juga relatif tak bermasalah karena mengikuti permendikbud ( 50% jalur zonasi, 15% jalur afirmasi, 5% jalur pindahan / guru / petugas Covid, 30% jalur prestasi ). Jalur zonasi diterapkan / dicantumkan di web benar-benar karena jarak rumah siswa ke sekolah ( dilihat dengan Google Map ). Jika jarak sama antara 2 siswa, sementara kuotanya sudah penuh, maka yang lebih tua baru diputuskan untuk diterima sekolah. Yang lebih muda bisa masuk jalur prestasi ke sekolah negeri tsb, sekolah lain terdekat, atau sekolah swasta. PDBB di Jakarta, tak melakukan hal itu ( jalur afirmasi/ siswa kurang mampu dijatah 25%, kuota jalur zonasi diturunkan jadi 40% dan mencantumkan umur, bukan jarak rumah ke sekolah ), sehingga para ortu pada protes ( dan nangis, ortu pada dasarnya ingin yang terbaik untuk anaknya ya. Terharu mengingat itu.. ). PPDB Jalur Zonasi dan Afirmasi di Jakarta diusulkan diulang lagi dengan jarak. Kalau jarak sama antara 2 siswa, baru siswa yang lebih tua yang diterima lebih dulu sesuai semangat permendikbud itu. OK ?

Kerumunan juga terjadi di CFD Thamrin, yang lalu dipecah menjadi 32 lokasi CFD yang mungkin perlu mengerahkan aparat lebih banyak lagi. Coba kalau bisa mengajak komunitas pelari, fitnes, Bike to Work, sepeda onthel, dsb, untuk mengawasi CFD sejak awal mungkin kerumunan yang disesalkan itu tak perlu terjadi. Begitu juga pasar tradisional di Jakarta dan Jatim yang jadi cluster baru Covid. Coba dibatasi 50% kapasitas normal dengan kartu antri seperti di Toserba Griya / Yogya sehingga pengunjung dan pedagang lebih aman dari Covid tanpa membatasi kios buka ganjil genap dan jam operasi, tapi dengan pengawasan 24 jam dari petugas PD.Pasar, dibantu komunitas pedagang, pembeli, karang taruna setempat ( seperti pernah saya usulkan di posting terdahulu ).

Rapid test juga harus disosialisasikan dengan bahasa yang dipahami pedagang pasar sebelum hari pelaksanaan ( tak ujug-ujug datang berkostum APD dengan jarum terhunus mengerikan ) sampai mereka sadar manfaatnya dan bersemangat melakukannya.

Demikian juga, kasus ambil paksa jenazah Covid di sejumlah daerah, mestinya keluarga pasien ( ODP dan PDP ) diedukasi dulu soal penanganan pasien Covid, dan jenazah Covid dengan bahasa sederhana. Kalau paham mereka tentu takkan mau membahayakan diri, keluarga, dan orang lain, meski sedang berkabung, karena mental mereka sudah disiapkan terlebih dahulu. Perawatan pasien PDP juga jangan lebih dari 14 hari sehingga swab test harus lebih cepat diketahui hasilnya. Semoga semua pihak bisa memperbaiki kinerja dan komitmennya untuk melandaikan kurva Covid pada Juli 2020 ini. Siaappp.. ?!!

***

Selamat HUT Bhayangkara Polri ke-74 pada 1 Juli 2020. Semoga makin bisa diandalkan dan mengayomi rakyat Indonesia..

*****

Jan Mintaraga, Maestro Gambar dari Yogyakarta. Andi Wijaya di Bumilangit. Joko Anwar di Gundala. Hanung Bramantyo di Gatotkaca. Kota Bandung Perpanjang PSBB Proporsional sd 26 Juni 2020. Mall Mulai Buka di Zona Hijau Jabodetabek. 5 Permen Jadi PP Demi Cegah ABK WNI Dilarung Lagi. RUU Haluan Ideologi Pancasila Merujuk TAP MPR 2003 Sapu Jagad / PKI Tetap Dilarang Selamanya. Pesawat TNI Jatuh di Riau, Jateng, Papua : Korupsi Ex-Dirut PT. DI ? Subsidi Dana Haji Dikurangi Agar Mabrur ? 6% Siswa di Zona Hijau Mau Sekolah Tatap Muka atau Daring ? Susi Pudjiastuti Cek Ombak di MetroTV, Rabu 17/6/2020 Jam 20.05 WIB. Don’t miss it..

leave a comment »

Geli melihat host Wahyu ( 15 Minutes, MetroTV, 10/6/2020 ) berkostum Gundala berkeliling mall menanyai para pengunjung, apa mereka mengenalinya ? Sayang, cuma 2 dari 8 orang yang ditanyainya tahu itu kostum Gundala. Padahal film karya Joko Anwar itu laris manis di tanah air. Tahun 2019, 4 film karya Joko termasuk Gundala ( yang disutradarai dan ditulis skenarionya ini ) menyumbang 5,5 juta lebih penonton ( 12 % dari jumlah penonton film Indonesia dalam setahun ).

JOKO ANWAR, SUTRADARA FILM IDEALIS YANG LARIS MANIS.

Sutradara yang telah berkarya lebih 15 tahun di perfilman Indonesia ini berhasil memadukan komersialisme dan idealisme dalam karya-karyanya ( film “Gundala” masuk seleksi Toronto International Film Festival dan “Perempuan Tanah Jahanam” terpilih diputar di Sundance International Film Festival sekaligus masuk 10 besar box office Indonesia ). Pencapaian ini membuktikan bahwa film berkualitas juga bisa laku di pasaran plus masuk festival luar negeri. Pencapaian langka bagi sineas manapun. Joko merupakan produser dari Jagat Sinema Bumilangit yang dua filmnya akan tayang tahun 2020 yaitu “Virgo & the Sparklings” dan “Sri Asih”.

ANDI WIJAYA, PENCINTA KOMIK YANG TEROBSESI SUPERHERO INDONESIA. Kirain saya aja..

Adalah Andi Wijaya ( Commercial GM Bumilangit, lahir 15/11/1954 ) menggagas film Gundala karena hobi mengoleksi komik sejak kecil, dan kini tekun merestorasi komik asli Indonesia. Andi bilang, Sri Asih ( wanita ) adalah superhero pertama asli Indonesia. Kalau di Amrik, ada Superman, Spiderman, superhero garapan Marvel,
DC Comic, maka di Indonesia ada Gundala yang populer tahun 1970-an, Godam & Tira ( ada unsur horor / ngeri, lucu, romance ). Akar penonton AS / terbiasa nonton sci-fi / science-fiction sejak tahun 1970-an. Sedang penonton Indonesia, akarnya adalah jawara pendekar, seperti Wiro Sableng dan Si Buta dari Gua Hantu. Dari semua komik lokal yang pernah terbit, ada sekitar 200 sosok superhero ( yang dipoles Bumilangit ada 50 super hero yang berciri mengenakan kostum superhero dan punya kekuatan super ).

Bumilangit ( BL ) berdiri tahun 2003, tonggak dimulainya ikhtiar membangkitkan budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia. BL adalah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, dan para penggemar setia karya seniman BL. Kini Bumilangit menjadi perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 500 karakter komik yang diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Kekuatan karakter-karakter BL tak hanya popularitas, tapi juga kaya cerita komik ( dan pesan moral ) dari setiap karakter.

Pustaka karakter Bumilangit terbagi dua kategori : Semesta Superhero ( lebih dari 300 karakter superhero, di mana 110 judul komiknya telah diterbitkan / terjual lebih 2 juta eksemplar dan dibaca lebih 10 juta orang, termasuk “Gundala” dan “Sri Asih” ) dan Semesta Pendekar ( “Si Buta dari Gua Hantu” yang sudah ditayangkan dalam 8 film layar lebar dan 21 mini seri di dua televisi nasional, dan “Mandala”, serta lebih dari 200 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan ).

Lini utama usaha Bumilangit adalah penerbitan komik, produksi film layar lebar dan serial televisi, merchandise dan lisensi. Dalam mencapai tujuan dan cita-citanya, Bumilangit membuka diri terhadap berbagai bentuk kerjasama kemitraan dengan perusahaan lainnya yang terpecaya. Inovasi dan kreativitas merupakan dasar BL bekerja, dengan kerja keras dan kerendahan hati, untuk memberikan produk dan pengalaman hiburan terbaik bagi masyarakat.

Landing

Bumilangit percaya bahwa semua orang butuh sosok pahlawan yang dapat mereka banggakan meski kita pun sadar, para ibu, guru, polisi, dst, adalah pahlawan sebenarnya di kehidupan nyata. Setiap orang butuh seorang pahlawan di hatinya ( hmm.. mungkin Bang Andi Wijaya termasuk yang ikut menjawab ‘anyone ?’ saya sebelum Gundala dibuat ya ).

Bumilangit Entertainment, bersama Shogakukan Asia, pada 3/2/2020 meluncurkan komik Gundala “Destiny” the Official Movie Adaptation – English Edition, di Kinokuniya Bookstore, Plaza Senayan untuk pasar Indonesia sebagai bentuk rangkaian kerja sama strategis antara Bumilangit dan Shogakukan Asia. Untuk menghubungkan cerita-cerita yang telah muncul dalam film Gundala, produksi Screenplay Bumilangit, yang telah dipasarkan di toko buku di Malaysia, Singapura, Brunei, dan menyusul negara-negara lain di Asia Tenggara serta publik internasional. Memberikan showcase untuk talenta-talenta komik Indonesia terbaik, kata Bismarka Kurniawan, founder dan CEO Bumilangit.

Komik ini merupakan terjemahan bahasa Inggris dari komik Gundala – Takdir, yang telah menjadi best seller dan mencapai cetakan keempat di peredaran nasional. Komik ini ditulis Oyasujiwo berdasarkan naskah film karya Joko Anwar, digambar oleh Ardian Syaf ( pensil ), Ecky ( tinta ), dan Doni Cahyono ( warna ). Mengisahkan perjalanan Sancaka, Pengkor, dan para yatim yang kelak bertemu sebagaimana yang terjadi dalam film Gundala. Komik ini ditulis agar para pembacanya dapat menghubungkan cerita-cerita yang telah mereka saksikan dalam film Gundala dengan potongan-potongan cerita baru dalam komik. Dengan kata lain, komik Gundala : The Official Movie Adaptation ini menjadi bagian penting bagi penonton yang ingin mengenal lebih jauh karakter-karakter di film Gundala yang telah tayang.

Dalam Kosasih Day ( 14/4/ 2020 ), Sri Asih kembali menitis di bumi nusantara melalui komik “Sri Asih : Celestial Goddess” yang tayang di LINE Webtoon, menyusul “Virgo and the Sparklings” yang sudah lebih dulu sukses dibaca jutaan pembaca serta diterjemahkan ke 21 bahasa oleh para fans internasional. Sri Asih: Celestial Goddess akan terbit mingguan melalui platform baca komik gratis Line Webtoon, berkisah tentang perempuan muda yang menjalani hidup sebagai jagoan di zaman now. Diceritakan oleh Archie the RedCat dan digambar oleh Devita Krisanti ( duo komikus muda yang karyanya telah menjadi salah satu webtoon terpopuler di Indonesia ).

Devita Krisanti bilang, “Menggambar Sri Asih seperti menggambar sosok perempuan Indonesia yang bisa jadi panutan. Kuat, cerdas, berhati mulia, cantik serta elegan. Mudah-mudahan dengan adanya komik Sri Asih versi LINE Webtoon ini, makin banyak yang tertarik untuk mengenal jagoan Indonesia kita ini.” Archie the Redcat menimpali, “Sri Asih adalah jagoan yang ikonik. Semoga melalui komik ini generasi baru juga dapat berkenalan dengan hebatnya karakter ciptaan Bapak Komik Indonesia.” Dalam semesta cerita komik Bumilangit, sosok Sri Asih diceritakan sebagai salah satu sosok jagoan yang terkuat. Tahun lalu, Sri Asih yang diperankan Pevita Pearce muncul pertama kali dalam film Gundala. Film “Sri Asih” yang disutradarai Upi, saat ini sedang dalam tahap pra produksi.

JAN MINTARAGA, MAESTRO GAMBAR KOMIK INDONESIA

Jan Mintaraga lahir dalam keluarga pencinta seni di Yogyakarta. Jan muda gemar menggambar sejak kecil dan sering diminta menampilkan karya-karyanya di kelas. Tahun 1952, Jan muda beserta keluarga pindah ke Jakarta. Setelah Jan lulus sekolah menengah, ia kuliah di ASRI Yogyakarta dan kemudian masuk Desain Interior ITB ( tapi tak selesai ). Pada awal karir, Jan membuat berbagai komik roman, silat, wayang dan sejarah sampai kemudian makin dikenal setelah menciptakan karakter superhero Kapten Halilintar dan Virgo.

MAESTRO SENI / PELESTARI BUDAYA / CULTURE SUPERPOWER

Komik Indonesia ada sejak tahun 1950-an saat komikus RA Kosasih dan Ardisoma membuat komik tentang wayang yang digandrungi masyarakat ( Kompas, 26/5/1976 ). Komikus Jan Mintaraga, Teguh Santosa, dan Ganes TH tercatat sebagai komikus yang karyanya mewarnai dunia komik beberapa dekade lamanya di mana petuah nenek moyang kita bisa disampaikan secara menarik.

Jan Mintaraga ( lahir di Yogyakarta, 8/11/1942 –wafat 14/12/1999 ), komikus / kartunis, ilustrator Indonesia yang mulai menggambar komik tahun 1965 dengan karya yang sudah diterbitkan : Sebuah Noda Hitam, Tunggu Aku di Pintu Eden, cersil Kelelawar, Teror Macan Putih, Indra Bayu, Ramayana, dan komik sejarah : Imperium Majapahit, Api di Rimba Mentaok. Saya terkesan melihat karya ciamiknya ( di atas seri komik karya Dwi Koen, kartunis lucu nan berani menyitir fenomena politik era Orba ) di koran Kompas bertahun silam. Begitu mahir menggambar gestur gerak, ekspresi wajah, detail busana tradisi nusantara para tokohnya ( ratu, raja, pangeran, putri, punakawan ) yang cantik anggun, gagah perkasa atau lucu nggemesin. Kepiawaian yang sulit tertandingi sampai hari ini.

“Imperium Majapahit” episode 4 ( tahun 1994 ) karya Jan Mintaraga menceriterakan masa kejayaan Majapahit di bawah pemerintahan Ratu Tribuwana Tunggadewi dengan Gajahmada sebagai Mahapatih Mangkubumi menggantikan Aria Tadah yang sudah lanjut usia, hingga Gajahmada mengucapkan Sumpah Palapa ( Majapahit menyatukan seluruh wilayah nusantara, Khmer, Kamboja, Vietnam, Malaka, dst, sampai akhirnya wafat ). “Chandra Kirana”, komik karya Jan Mintaraga yang mengisahkah masa Kerajaan Kediri dan Jenggala.

Menurut Patsy ( guru play group / gambar, sulung dari 4 putri Jan Mintaraga ), pada tahun 1960-1970, Jan membuat komik roman yang sangat diminati remaja masa itu yang kurang hiburan. Tahun 70-an, Jan mulai membuat komik silat : Jakalola, Indra Bayu, Lembah Seribu Bunga, Bencana Pualam Putih, dll. Ia bangga punya ayah yang begitu dikenal di jagad komik Indonesia, dan terkadang rikuh jika dibanding-bandingkan keahliannya dengan mendiang ayah yang maestro gambar.. ( siapa sih yang tidak kheki dibandingkan dengan ayah sendiri ? ). Hmm.. jadi bikin pengen bikin cergam ( cerita bergambar ) berseting kerajaan untuk memotivasi semangat nasionalisme generasi penerus.

GATOTKACA, SUPERHERO INDONESIA DIGARAP HANUNG. Gatotkaca jadi logo PT.DI ya .. ( semoga pesawat buatan Indonesia laris manis juga ).

Hanung Bramantyo akan menyutradai film “Satria Dewa Gatotkaca” ( biaya kostumnya yang bermotif batik senilai Rp 1 miliar ) karena anaknya, Bhai Kaba, suka wayang, hasil menjelajah di internet dan berharap anak-anak bisa mengenal tokoh wayang di Indonesia yang mungkin saat ini sudah ditinggalkan, tuturnya. Film yang melibatkan artis Rizky Nazar, Yayan Ruhian ini, setahu saya, mulai syuting Agustus 2020 dan rencananya tayang akhir tahun ini ( Kompas, Rabu, 29/1/ 2020 )

Hanung sebelumnya menggarap film Sriwijaya setelah saya posting kejayaan leluhur kita di blog ini ( meliputi seluruh wilayah ASEAN beribukota di Palembang ). Gatotkaca, seingat saya di serial film TV “Mahabharata” garapan Bollywood / India adalah anak salah satu Pandawa ( Bima ) yang kawin dengan putri raksasa hutan terlarang sampai punya kekuatan khas superhero dan bertarung gagah berani dalam perang Bharatayuda antara peradaban lama di Hastinapura ( 100 Kurawa ) versus peradaban baru ( 5 Pandawa yang awalnya terusir ke hutan ). Srikandi di serial ini jadi putri sulung Raja Drupada yang bertarung sebagai panglima perang yang mengakhiri hidup Bhisma, penjaga kejayaan Hastinapura, yang dulu menolak cintanya, bikin Srikandi terus menjomblo. Beda-beda tipis, ya ( hehe.. ). Kita tunggu karya keren Hanung ini ..

KOTA BANDUNG PERPANJANG PSBB PROPORSIONAL 13-26 JUNI 2020. Makin suka belanja di tempat disiplin protokol kesehatan..

Jabodetabek mulai 15 Juni 2020 membuka mall-nya secara bertahap ( pengunjungnya 20-30-40-50% kapasitas normal dibantu perangkat hitung digital / QR Code : counting machine bukan untuk men-tracing pasien positif Covid tapi untuk memantau jumlah pengunjung dalam mall ) sesuai protokol PSBB Transisi jelang New Normal. Hasil liputan MetroTV kemarin ( Prime Time News, 15/6/2020 ), di hari pertama weekdays baru 17% pengunjung yang datang ke mall. Terlihat tombol nomor lantai di kabin lift menggunakan sensor visual ( tangan tak menyentuh / touchless ), petunjuk untuk jaga jarak tiap 2 anak tangga di eskalator, stiker di lantai lift dan kasir tempat pengunjung berdiri / antri, dsb.

Dibukanya lagi sebagian aktivitas ekonomi dan kantor di Jakarta dan sekitarnya sempat menyebabkan penumpukan penumpang di kereta listrik KRL PT.KCI dan kereta api PT.KAI pada Senin kemarin sehingga pemda mengerahkan sejumlah bus untuk mengurai kepadatan dan antrian pekerja komuter, plus membagi 2 shift bekerja ( jam 7.30 sd 15.30 diprioritaskan pekerja wanita, jam 10.30 sd 18.30 untuk pekerja pria. Pekerja di atas 45 tahun / rentan Covid tetap bekerja dari rumah / WFH sampai vaksin diproduksi / Desember 2021. BUMN vaksin Bio Farma meluncurkan lab BSL-3 mobile untuk lebih cepat memetakan sebaran Covid-19 hingga ke pelosok daerah ). Narsum Kohar ( EMI, 17/6/2020 ) bilang, pembagian dua shift kerja selisih 3 jam ini kurang berhasil mengurangi penumpukan penumpang di stasiun karena pekerja dari Bodetabek tetap datang lebih awal untuk menjalani protokol kesehatan lebih dulu, sehingga lebih baik jika dibuat ganjil genap ( NIP ) seperti nomor kios pasar, plat kendaraan sesuai ganjil ( 1,3,5,7,9, dst ) genap ( 2,4,6,8,10, dst ) hari kalender ( ada jadwal ke kantor, jadwal WFH, bagi pekerja secara bergantian ). Jangan sampai stasiun kereta atau terminal bus jadi klaster baru penularan Covid-19.

BNPB sudah merekrut 95 pakar ( kesehatan masyarakat, epidemiologi, psikologi, mikrobiologi, dsb ) yang tergabung dalam Tim Pakar Gugus Tugas PP Covid-19 yang akan membantu Pak Doni menentukan daerah mana yang boleh dan siap memberlakukan new normal dengan protokol kesehatan ketat.

Sebagian epidemiolog menganggap pembukaan 80 mall di Jakarta sebagai tindakan terburu-buru ( di saat penyebaran Covid masih tinggi di kisaran 700-1100 kasus per hari ). Pengamat lain bilang, masyarakat butuh refreshing setelah 3 bulan terkurung ( daripada stres lalu daya tahan tubuh menurun / mall dianggap tempat refreshing oleh sebagian orang ). Prof. Pandu Riono, pakar epidemiologi UI, menyarankan agar sedapat mungkin pembayaran secara cashless / Qris agar meminimalisir resiko penularan ( Prime Time News, MetroTV, 15/6/2020 ). Seingat saya, uang pernah diberitakan jadi media penularan Covid seorang ibu sepulang dari pasar tradisional.

Prof. Pandu bilang, jika terjadi kasus positif di pasar modern juga ( swalayan / supermarket, pusat perbelanjaan / mall / departemen store ) maka cukup dikarantina si pasien bersama toko dan pengunjung yang kontak erat dengannya dari hasil tracing masif manajer Gugus Tugas Covid di mall / pasar / daerah, tak perlu menutup seluruh mall. Begitu pula, pasar tradisional ( cukup pasar disemprot disinfektan / pasar ditutup 3 hari, pasien positif Covid dan ODP / kontak erat dengannya dikarantina 14 hari, pedagang lain di-rapid test / yang tak reaktif boleh terus berdagang dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan / pakai face shield, pengunjung pakai masker, sering cuci tangan yang disediakan pengelola pasar. Kalau masih bandel, terpaksa polisi / TNI ikut diturunkan membantu satpol PP / petugas PD.Pasar dalam mengedukasi dan mendisiplinkan pengunjung dan pedagang seperti di Pasar Tanah Abang di Jakarta. Teguran ke-3 masih juga tak diindahkan, maka pedagang, pengunjung bisa diminta keluar pasar, lalu izin usaha mereka dicabut kepda sebagai ketua Gugus Tugas Covid daerah. Kebon Kangkung di Kec. Kiara Condong sebagai percontohan Kampung Tangguh Nusantara di Kota Bandung ( PRSSNI, 17/6/2020 ).

Terjadi penolakan rapid test di Serang, Banten, mungkin disebabkan kurangnya edukasi Covid test di sana sehingga warga ketakutan. Walikota Bogor, Bima Arya, bilang, sebelum mengadakan rapid test di pasar tradisional atau kampung selalu didahului edukasi cukup dengan bahasa sederhana sampai warga sadar pentingnya rapid test dan swab test untuk mengetahui penyebaran virus Corona dan menyembuhkan mereka yang terinfeksi. Edukasi masif ini juga penting untuk meng-counter hoax di medsos dan WAG agar warga tak ketakutan juga tak anggap enteng virus Covid-19.

Kota Bandung memperpanjang PSBB Proporsional 13-26 Juni 2020 ( mengikuti PSBB Jabar yang perlu membirukan 16 daerah kuningnya ). Toserba Griya / Yogya di Kota Bandung kemarin, setahu saya, pakai kartu antri dari tangan petugas bermasker dan face shield, setelah pengunjung ‘ditembak’ / thermal gun dan disemprot handsanitizer tangannya di jalur masuk. Di pintu keluar tersedia wastafel untuk cuci tangan. Terlihat ada barisan kursi untuk pengunjung yang belum boleh masuk dan ada stiker di lantai tempat pengunjung antri di kasir. Sejak 6 pasar tradisional di Bandung diberitakan terinfeksi Covid ( sudah diduga, karena memang repot menjaga jarak di antara jubelan pedagang dan pengunjung ‘bak lautan cendol’ yang baru sebagian sadar bermasker dan banyak yang ‘engap’ dan melorotkan maskernya ), saya memilih belanja di swalayan, apalagi setelah lebih tertib / physical distancing 30% kapasitas dibanding jelang Idul Fitri 1441 H kemarin. Saya rasa, konsumen lain juga lebih suka belanja di tempat setertib dan seaman ini buat kesehatan mereka dan keluarga. Setuju ?

PESAWAT TNI JATUH LAGI. Papua, Jateng, Riau..

Senin pagi ( Prime Time News, MetroTV, 15/6/2020 ), 3 rumah hancur tertimpa serpihan pesawat tempur TNI-AU ( British Aerospace Hawk 200 ) yang jatuh di Kampar, Riau. Di Kendal, Jateng, pesawat TNI-AD Juni ini juga jatuh. Februari 2020, ditemukan bangkai helikopter TNI yang jatuh Juli 2019 di pegunungan Bintang, Papua. Penyidik lalu memasang garis polisi sampai 100 meter dari TKP ( atap rumah warga yang jebol tertimpa kursi pelontar pilot militer yang cedera ). Saksi mata bilang, melihat ledakan / kepulan asap di udara sebelum jatuh. Pihak TNI bilang, pesawat canggih yang menarget sasaran darat itu laik terbang. Investigasi masih terus dilakukan, lalu muncul berita mantan dirut PT.DI ditahan KPK karena dugaan korupsi Rp 330 miliar selama 7 tahun menjabat ( dirut GIA penyelundup moge HD sudah divonis 8 tahun penjara ). Apa maintenance pesawat TNI di hanggar PT.DI ? ( korupsi bikin pekerja unskill bisa terekrut dan merusak segalanya ).

DANA HAJI SUBSIDI MINTA DIKURANGI, PINTA MUI. Supaya lebih syariah..

Dana haji yang dikelola BPKH ada tiga bagian. Salah satunya, dana abadi umat yang saat ini digunakan untuk membantu warga terdampak Covid-19. Dana haji yang disetor Rp 35 juta per jemaah, oleh bendahara / BPKH diputar dalam bentuk surat berharga negara, investasi langsung ( 2% / Rp 2,3 triliun, disarankan dimulai saat pandemi ini, karena manfaat yang diperoleh surat berharga saat ini berkurang ), emas, dll. ( Indonesia Town Hall, MetroTV, 15/6/2020 ).

Narsum BPKH dan Kemenag bilang, biaya haji yang sebenarnya hampir Rp 70 juta ( 70% biaya transportasi, Rp 35 juta dibayar jemaah, Rp 33 juta hasil pengelolaan manfaat dana haji di BPKH / dana jamaah ). Narsum dari MUI bilang, kurang mabrur jika dana haji jemaah lain digunakan untuk memsubsidi jemaah berikutnya, perlu dikurangi subsidinya agar lebih syariah ). Syarat bekal cukup dan perjalanan aman tak terpenuhi sehingga pemberangkatan haji di masa pandemi Covid-19 ( kebayang berjubelnya 65% jemaah Indonesia / lansia thawaf dan lempar jumroh di Arab Saudi yang Covid-nya lebih parah dari Indonesia rentan terinfeksi ) dibatalkan untuk tahun 2020, karena menghindari mudarat / kematian lebih utama daripada mengambil manfaat dalam agama Islam.

Jemaah yang gagal berangkat tahun ini akan diberangkatkan tahun 2021 jika pandemi usai ( bagi yang sudah lunas bayar ). Bagi yang ingin re-fund bisa ajukan permintaan ke Kemenag ( lewat biro travelnya ). Asosiasi biro travel haji umroh / Ampuri minta akreditasi tahunan ( ada syarat dana ) minta ditunda tahun ini, dan minta bantuan BPKH ( dana abadi umat, biro travel sudah berkontribusi 4 ribu USD per jemaah per tahun ) untuk santunan karyawan biro travel agar bisa bertahan hidup selama pandemi ( sepi konsumen ).

6% ATAU SEMUA SISWA SEKOLAH DARING ?

Mendikbud Nadiem bilang, 6% siswa sekolah di zona hijau bisa memulai tahun ajaran baru 23 Juli 2020 / September dengan tatap muka. Narsum Elman di EMI ( MetroTV ) memilih 100% sekolah daring ( agar gak ribet ngatur kurikulum, implementasi, disiplin protokol, hasil belajar yang beda kualitas ). Bagaimana para ortu dan siswa, mau yang mana ?

( seingat saya Gubernur Emil menggratiskan SPP SMA / SMK di Jabar dan bilang, tatap muka / mulai ajaran baru pada Januari 2021 ).

Pembukaan sekolah di zona hijau juga harus memenuhi syarat : diizinkan gubernur / walikota / bupati merangkap ketua Gugus Tugas Covid daerah, disetujui orang tua siswa, sekolah siap dengan protokol kesehatan yang ketat. Pengelola sekolah swasta bersedia mendiskon 20% SPP ( berimplikasi dana kesejahteraan guru berkurang ) dan memohon pemda membantu meringankan beban mereka selama pandemi.

Survei menyebut : 55% sekolah tidak siap dengan sekolah daring / PJJ, 36% siswa bosan belajar di rumah / PJJ, 35% kesulitan kuota internet ( EMI, 17/6/2020 ) sehingga pemerintah / Telkom perlu menggratiskan internet dari pukul 7 sd 12 siang demi tujuan pendidikan ( mencetak SDM unggul ) dari hari Senin sd Jumat untuk perbaikan kualitas PJJ berikutnya. Pakar pendidikan ( digital ) perlu melatih 3 juta guru di Indonesia dalam sebulan ini ( sebelum mulai tahun ajaran baru ) cara mengajar efektif via online ( aplikasi Skype, live Instagram, video conference / vi-con / live streaming Zoom bisa menjangkau sampai 100 peserta didik secara bersamaan ). Pakar psikologi sebulan ini bisa membantu para ortu agar cakap membimbing anaknya belajar nyaman- efektif di rumah. Kemendikbud, Kominfo, Kemendes, CSR BUMN ( provider internet menangguk untung besar selama WFH / pandemi ) bisa iuran untuk memasang wi-fi di kantor desa seluruh Indonesia yang punya murid sekolah agar mereka bisa belajar daring sebaik di kota ( di Korsel kecepatan internet sudah 10 Mbps / buka program cuma 5 detik / 5G, gak pake lama, lelet atau lemot ). At least, ada perbaikan dari PJJ 3 bulan kemarin. Bisa ?

RUU HALUAN IDEOLOGI PANCASILA DIGODOK KONTROVERSI. Jalan tengahnya ..

TAP no. 1 tahun 2003 yang berfungsi sapu jagad ( mencakup TAP MPRS no.25 tahun 1966 tentang pembubarkan / pelarangan PKI yang diprotes MUI karena sempat lenyap di antara TAP rujukan RUU HIP tsb ). Mahfud MD sudah berdialog dengan mereka dan meyakinkan, bahwa pemerintah sepakat PKI dilarang selamanya dan TAP tsb tak ada yang bisa manghapusnya karena sudah keputusan final bangsa Indonesia. Komunisme gak ada tempatnya di bumi pertiwi ( lagian kita Nonblok kan, gak ke Barat / liberal, gak ke Timur / komunis. Semua WNI ditarik ke tengah, moderat saja ). Mari kita kawal hingga menjadi UU yang baik.

( Pemerintah sudah meminta DPR untuk menunda pembahasan RUU HIP agar bisa fokus menangani Covid dan dampak ekonominya ( Prime Time News, MetroTV, 17/7/2020 ).

ABK WNI DILARUNG GARA-GARA TUMPANG TINDIH ATURAN.

Regulasi perekrutan anak buah kapal ( ABK kapal penangkap ikan, kapal pesiar ) di atur di 5 pintu : permen Kemenhub ( SUPAK ), Kemenlu, Pemda, Kemenaker ( P3MI, syarat pendirian PJTKI cuma Rp 5 miliar ) dan jalur mandiri ( Special Report, MetroTV, 13/6/2020 ). Mestinya, UU diturunkan dalam bentuk PP agar tak terjadi ego sektoral kementerian ( tak sinkron, tak ada penanggung jawab utama / saling menyalahkan ) yang membuka celah agen nakal menipu calon ABK dengan beragam modus.

Kapal asing jadi leluasa mengeksploitasi ABK WNI karena tak dipantau perusahaan nakal yang lepas tangan begitu dapat komisi ( cukup kontrak ruko 2 tahun lalu kabur begitu ada masalah ). WNI ( yang ingin memperbaiki nasib, mau kerja benar ) dijemput calo perusahaan tanpa izin ke Singapura, lalu dibawa dengan boat ke kapal ikan asing di tengah laut dengan dokumen aspal untuk dijual lepas ibarat budak ( tanpa diberi pelatihan memadai sehingga dianggap unskill, tanpa upah, makan bubur kacang sisa, minum air mandi kuning ABK China, 4 bulan tak bisa gosok gigi, kerja 18 jam tiap hari lalu tewas karena sakit atau dianiaya mandor ).
Sinyal akan dieksploitasi : dalam dokumen pemberangkatan TKI, ada data yang dipalsukan, jalur tidak resmi. Semoga presiden berkenan membenahi regulasi ( masalah di hulu ) ini secepatnya. Kasihan kan, anak muda yang ingin kerja bener membantu ekonomi keluarga, terdampar jadi budak di kapal asing, dihajar sampai tewas jika lemas kurang tenaga / makan, lalu dibuang ke laut untuk menutupi kejahatan pembunuhnya..

( petinggi China klaim sepihak perairan Natuna semaunya, pengusaha China menyiksa ABK WNI seenak udel. Sinyal kita harus ekstra waspada / deterrence power jika China berkarakter semaunya / merasa superior ini sampai menghegemoni dunia pasca AS. Bibit kejam negeri komunis ini sudah terlihat ). Watak tak berubah ( sombong, tamak, dengki : sifat iblis yang sudah bersumpah akan menjerumuskan manusia hingga akhir dunia ).

SUSI CEK OMBAK Di MetroTV Mulai Rabu, 17 Juni 2020 jam 20.05. Don’t miss it..

Dari “Rumah Kita Bisa” ( MetroTV, 13/6/2020 ), pemirsa diberitahu Susi ‘ tenggelamkan kapal’ Pudjiastuti agar mengkonsumsi ikan dalam negeri seperti tongkol, tenggiri, kakap, patin untuk teman nasi bakar daripada ikan salmon dari luar negeri. Ikan peda yang diolah Jessica dari rumah jadi pemenang yang dipilih Bu Susi dari 3 video nominator. Mau tahu resep masak ikan Bu Susi dan cerita seru mantan menteri KKP pemberani ini ? Don’t forget, ulah hilap nyak.. Rabu di MetroTV.

Pempek Palembang dari Indonesia. Pilkada Serentak 9 Desember 2020 ?? PLN Hutang Listrik pada Pelanggan 1300 VA ke Atas. Deterrence Power Iran Menggertak AS. Kudeta Proxy AS di Bolivia, Gagal di Suriah. Kejagung Tuntaskan Jiwasraya. Covid di Jatim, Sulsel, Kalsel Diawasi Ketat. Pengendalian Covid di China, India, Indonesia, Filipina Dipuji. Keugalan AS, Brasil, Meksiko terhadap Covid Dikecam. Makan di Outlet Drive-Thru, Nonton di Drive- In = Adaptasi Kesehatan – Ekonomi OK Era AKB, PSBL, New Normal, Whatever.. Di Rumah Lebih Baik.

leave a comment »

Kompetisi antar pria memperebutkan wanita cantik bisa berakhir di liang kubur bagi keduanya, dan ‘makam-makam’ perkawinan bagi anak cucunya. Bualan merendahkan pecundang tiap silaturahmi lebaran di ruang keluarga, yang mestinya saling memaafkan, ditiru anak yang merasa tersukses di keluarga ( entah kerja keras atau ‘durian runtuh’ ) tanpa sadar, seolah itu norma normal.

Mengulangi ritual merendahkan lawan bicara demi meninggikan diri, sampai yang lain risih menyingkir. Siklus ‘not good enough’ yang menggerogoti kepercayaan diri ( dipermalu di depan hadirin ) yang membuat anak ( introvert, memendam ke dalam ) sasaran bully anak lainnya, atau sebaliknya ( melampiaskan marah ke luar ), anak tumbuh sebagai pelaku KDRT ( verbal / fisik ), kembali berlanjut. Tak putus menyiksa penghuni jagad nyata dan maya. Mungkin 98% buih yang menyesaki bumi hari ini.

Saya baru tahu, ketika lansia stroke tak berdaya di kursi roda, masih sesumbar membandingkan muridnya dulu dengan muridnya yang lain yang lebih sukses materi. Selemah dan setua itu masih belum sadar : tak bijak membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Seharusnya, anak dimotivasi dengan pencapaian lebih baik si anak dari waktu sebelumnya ( lihat, betapa bersemangatnya para netizen, bisa berdonasi meski cuma Rp 10.000 untuk penanganan Covid dan dihargai / dimanusiakan oleh narsum heroes Kick Andy Show yang keren. Insentif memang lebih mujarab ketimbang disinsentif dalam membangun karakter ).

Watak tak berubah ini, belum juga sadar, penyebab suaminya selingkuh berulangkali, ke dukun, adu bualan dengan ayah perebut hati wanita idamannya. Si imut seperti pelanduk di antara dua gajah. Lebih baik makan pempek saja. Mamah memang cantik, apalagi kalau sedang tersenyum dengan tarian Merak. Cool, Mom .. !

PEMPEK, KUDAPAN KHAS PALEMBANG YANG SEGAR NGANGENIN.

Sebenarnya sulit mengatakan bahwa penganan pempek berpusat di Palembang karena hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Variasinya : pempek kapal selam ( pempek telur besar), pempek keriting, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek belah, pempek panggang, pempek lenggang, dsb.

Tahun 1980-an, pedagang memikul satu keranjang penuh pempek sambil berjalan berkeliling menjajakannya. Menurut sejarah, pempek ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang di abad 16 ( saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam ). Nama empek-empek atau pempek diduga berasal dari sebutan apek atau pek-pek ( sebutan untuk paman atau lelaki tua Tionghoa ).

Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang ( wikipedia ). Ia bereksperimen, mencampur ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru yang lalu dijajakan para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan ini akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Singkong ( tapioka/ kanji / ‘sagu’ ) baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16, sementara bangsa Tionghoa telah menghuni Palembang sejak Sriwijaya. Sepeda baru dikenal di Perancis dan Jerman di abad 18. Sultan Mahmud Badaruddin baru dilahirkan tahun 1767. Meski kurang klop dari segi waktu / kronologisnya, masih kuat diduga, pempek merupakan adaptasi dari makanan Tionghoa seperti bakso ikan, kekian atau pun ngohiang ( baca : terkait Tionghoa ).

Awalnya, pempek dibuat dari ikan belida. Namun, karena makin langka dan mahal, lalu diganti dengan ikan gabus yang lebih murah dan gurih. Menyusul digunakan ikan putak, toman, bujuk ( dari sungai ), tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, ikan sebelah, dencis, tuna putih ( dari laut ) dan lele. Bagi orang Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Setelah masuk para pendatang dari luar Sumatera maka kini ditemukan banyak cuko berasa manis bagi yang tak suka pedas.

Pempek terpopuler dan tergizi : pempek kapal selam yang diisi telur ayam dan digoreng dalam minyak panas. Jenis lain : pempek lenjer, pempek bulat ( ada’an ), pempek kulit ikan, pempek pistel ( isi tumisan pepaya muda iris ), pempek telur kecil / puyuh, dan pempek keriting. Dari satu adonan pempek bisa dihasilkan ( berbagai komposisi, proses pengolahan akhir, pola penyajian ) camilan, seperti : laksan, celimpungan yang disajikan dalam kuah bersantan, tekwan, model yang disajikan dalam kuah berisi kepingan jamur kuping, kepala udang, bengkuang, ditaburi irisan daun bawang, seledri, bawang goreng ( dari bawang Sumenep, Jatim yang tak perlu dicampur tepung beras untuk garing, kata pedagang nasi kuning ), dan lenggang. Varian tergres : pempek keju, pempek baso sapi, pempek sosis, pempek lenggang keju ( dipanggang di wajan anti lengket / teflon ), pempek berbahan dasar terigu dan nasi.

Kudapan gurih bertekstur kenyal dengan saus cuka bercita rasa manis, asam, dan pedas asal Palembang kini sudah menjamur di pinggir jalan dan restoran ( Liputan 6, 3/10/2018 ). Pempek terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji, dengan tambahan telur, bawang putih halus, penyedap rasa, garam, disajikan dengan kuah saus berwarna hitam kecokelat-cokelatan, yang disebut cuka atau cuko ( bahasa Palembang ). Bisa dilengkapi mentimun yang diiris dadu dan mi kuning. Cara membuat pempek Palembang yang lembut, tidak liat :

BAHAN :

* 250 gram ikan tenggiri/kakap/gabus, giling
* 250 gram tepung sagu
* 2 sendok teh garam
* 1/2 sendok teh gula pasir
* mentimun secukupnya, potong dadu
* mi kuning secukupnya, seduh
BIANG :
* 200 ml air kaldu ayam /ikan
* 4 sendok makan tepung terigu
* 3 siung bawang putih, haluskan
* 1 batang bawang perai, iris halus
CUKO :
* 250 gram gula merah
* 100 gram ebi kering
* 5 buah cabai rawit4 siung bawang putih, haluskan
* 4 sendok makan cuka putih
* 1 liter air

CARA MEMBUAT :
* Rebus bahan-bahan biang. Aduk sampai kental dan terasa berat. Setelah itu angkat dari kompor dan sisihkan.
* Campur biang dengan ikan, garam, dan gula pasir. Setelah itu masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit. Aduk sampai adonan bisa dipulung.
* Bentuk pempek sesuai selera, bisa juga diisi dengan telur. Setelah itu rebus sampai mengambang.
* Rebus semua bahan cuko sampai mendidih, kemudian sisihkan.
* Goreng pempek sampai berwarna kuning keemasan, kemudian potong-potong. Sajikan bersama mentimun, mi kuning, dan cuko. Makanan pedas dan segar ini siap menggoyang lidah anda.

PEMPEK DOS

Pempek tanpa ikan alias pempek dos sering dijual di gerobak kakilima dengan harga murah meriah. Pengganti rasa gurih dari ikan, gunakan telur ayam. Sagu juga harus dicampur dengan tepung terigu dan tepung beras agar hasilnya lembut.

BAHAN :

* 700 ml air panas
* 500 gram sagu tani
* 250 gram tepung terigu
* 5 sendok makan tepung beras
* 2 sendok makan minyak sayur
* 1 telur ayam
* garam secukupnya
* mentimun secukupnya, potong dadu
* mi kuning secukupnya, seduh
CUKO :
* 250 gram gula merah
* 100 gram ebi kering
* 5 buah cabai rawit
* 4 siung bawang putih, haluskan
* 4 sendok makan cuka putih
* 1 liter air

CARA MEMBUAT :

* Campur tepung terigu, tepung beras, dan garam, kemudian tuangi air panas dan uleni sampai rata. Masukkan minyak sayur dan telur. Aduk rata, kemudian tuangkan tepung sagu sedikit demi sedikit sampai adonan bisa diuleni dengan tangan. Bentuk pempek sesuai selera. Setelah itu rebus sampai mengambang.
* Rebus semua bahan cuko sampai mendidih, kemudian sisihkan.
* Goreng pempek sampai berwarna kuning keemasan, kemudian potong-potong. Sajikan bersama mentimun, mi kuning, dan cuko.

PEMPEK NASI SISA

Nasi sisa di rice cooker bisa disulap jadi pempek . Tinggal direndam dan dihaluskan, lalu campur dengan bahan lain. Rasanya mirip pempek dos.

BAHAN :

* 400 gram tepung sagu
* 70 ml minyak goreng
* 2 butir telur
* mentimun secukupnya, potong dadu
* mi kuning secukupnya, seduh
BIANG :
* 400 ml air panas
* 350 gram nasi putih
* 300 gram tepung terigu
* 5 siung bawang putih
* 2 sendok makan ebi kering
* 1 sendok makan kaldu bubuk
* 1 sendok teh garam

CUKO :
* 250 gram gula merah
* 100 gram ebi kering
* 5 buah cabai rawit
* 4 siung bawang putih, haluskan
* 4 sendok makan cuka putih
* 1 liter air

CARA MEMBUAT :

* Haluskan bawang putih bersama ebi dan nasi, kemudian campurkan dengan kaldu, garam, dan terigu. Tuangi air, kemudian masak dengan api kecil sampai kental dan lembut. Angkat dari kompor dan sisihkan.
* Tuang biang ke dalam wadah, masukkan minyak goreng, kemudian aduk rata. Masukkan telur dan aduk rata kembali. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit, aduk sampai bisa dipulung. Kemudian bentuk pempek sesuai selera. Setelah itu rebus pempek sampai mengambang.
* Rebus semua bahan cuko sampai mendidih, kemudian sisihkan.
* Goreng pempek sampai berwarna kuning keemasan, kemudian potong-potong. Sajikan bersama mentimun, mi kuning, dan cuko.

PEMPEK SUTERA

Sejenis pempek tanpa ikan dengan tekstur lembut yang mirip otak-otak atau cireng salju. Mudah, irit, cocok untuk camilan.

BAHAN :

* 100 gram ebi ( opsional )
* 5 siung bawang putih
* 2 butir telur ayam
* 1 gelas tepung terigu
* 1 gelas tepung tapioka / kanji
* 1 gelas air
* 1 batang daun bawang iris halus
* garam secukupnya
* kaldu ayam bubuk secukupnya
* plastik es lilin secukupnya

CUKO :

* 250 gram gula merah
* 100 gram ebi kering
* 5 buah cabai rawit
* 4 siung bawang putih, haluskan
* 4 sendok makan cuka putih
* 1 liter air

CARA MEMBUAT :

* Haluskan bawang putih dan ebi, kemudian campurkan semua bahan lain. Masukkan ke dalam plastik es lilin dengan bantuan corong dan ikat. Rebus hingga pempek sutera mengambang. Angkat dari panci rebusan dan keluarkan dari plastik pembungkus.
* Rebus semua bahan cuko sampai mendidih. Kemudian angkat dari kompor dan sisihkan.
* Tunggu sampai pempek dingin, kemudian potong-potong. Goreng hingga berwarna kuning keemasan. Sajikan bersama cuko.

Nah, selamat mencoba..

PILKADA SERENTAK 9 DESEMBER 2020 DIUNDUR JUNI 2021 ATAU 2024, Rakyat Indonesia ?

Dari 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada tahun ini baru 129 daerah ( 57 daerah sanggup, 72 kesulitan ruang fiskal untuk melaksanakan pilkada / menyiapkan APD bagi petugas medis RS Covid, sekaligus penyelenggara pilkada, dll ) yang melaporkan NPHD ( naskah perjanjian hibah daerah ) ke pusat ( 141 daerah yang belum lapor ). KPU ( yang mengajukan opsi 3 waktu pengunduran pilkada sampai September 2021 ) minta tambahan dana sampai Rp 5,9 triliun untuk melaksanakan tahapan pilkada 9 Desember 2020 seperti usulan mendagri setelah bertemu dubes Korsel yang bisa melaksanakan pemilu di tengah pandemi ( April 2020 ). Perppu no.2 tahun 2020 tentang pilkada 9 Desember ini sedang di-JR di MK ( EMI, 10/6/2020 ).

Korsel ( berpenduduk 50 jutaan ) cuma sebesar Jawa Timur yang warganya sudah disiplin, berpenghasilan 4 kali lipat perkapita WNI, faskes, e-vote, sistem lebih maju dari Indonesia yang 34 provinsi ( 5 kali lebih banyak dari penduduk Korea Selatan ) yang tersebar di lebih 17.000 pulau. Not apple to apple : pilkada serentak 9 Desember 2020 bisa dibilang, bagus di atas kertas, tapi buruk / tak realistis di implementasinya.

Jubir Yurianto bilang, rekor penambahan 1.047 kasus positif Covid per hari kemarin 9/6/2020 ( disumbang terbanyak Jatim, Jakarta ). Bahkan melandai pun ( 267 kasus per hari ) Indonesia belum, bagaimana bisa melaksanakan pilkada yang tahapannya sudah harus dimulai mepet ( dan tak bisa dipadatkan lagi ) 15 Juni 2020 ini ? Sebagian besar pemda masih kekurangan anggaran dalam menyediakan APD bagi para petugas medisnya ( dari radio 9/6/2020 : 27 tenaga medis di 6 puskesmas di Kota Bandung terinfeksi Covid-19 ( puskesmas Ibrahim Adji, M. Ramdan, Dago, Cipadung, Kopo, Sukarasa ). 3 pasar sejak 10/6/2020 ditutup sampai 14 hari ke depan karena beberapa pedagangnya terpapar Covid, dan muncul cluster ojol ), apalagi APD buat petugas KPUD yang harus mulai memverifikasi data pemilih, KTP calon independen, untuk DPT ( yang masih dipelesetkan Daftar Permasalahan Tetap sampai hari ini ). Belum lagi, melihat betapa ugal-ugalannya sebagian warga di pasar, kaki lima, kamar jenazah ( di Bekasi dan Manado juga terjadi jubelan orang tak dikenal keluarga almarhum, mengambil paksa jenazah Covid. Siapa para pengacau ini ? ) tanpa protokol Covid dan aparat tak siap mencegah / kurang antisipasi dengan jumlah personel memadai, bahkan aparat sampai tak terlihat berjaga oleh reporter MetroTV di cluster Jatim ( apa bu Risma terlalu memanjakan warga Surabaya sehingga komunitas dan tokoh masyarakat setempat seolah pasif / tak terpanggil menjaga, mengedukasi warga ? ). Regulasi pilkada masa pandemi ( plus protokol kesehatan ) juga belum dibuat ( padahal tinggal 4 hari ke 15 Juni, idealnya digodok setahun supaya sempat di-crosscheck seluruh stakeholder ).

Dengan cekaknya anggaran tsa, terbaginya konsentrasi dengan penanganan Covid, tak leluasanya warga mengakses kampanye ( potensi golput tinggi ), politik uang ( dari survey : 60% calon pemilih takut kelaparan, 25% takut Covid ) merajalela sulit terawasi ( pemilih berjiwa miskin disodori paket sembako / indikasi foto cakada sudah ada, akan nyoblos seperti ‘kebo dicucuk hidung’ / pasrah pada ‘calon kucing dalam karung’ / tak dikenal reputasinya ), jumlah TPS yang membengkak 2 kali lipat demi physical distancing ( kerjaan jadi lebih banyak / capek mendistribusikan perangkat anti Covid karena Indonesia belum terbiasa e-voting / masih pilkada manual, mengawasi pemilih melaksanakan protokol kesehatannya, petugas lebih mudah terinfeksi, lalu tewas lebih banyak dari pilpres 2019 / lebih 600 orang karena stres, daya tahan tubuh menurun, karena semuanya serba terburu-buru karena regulasinya juga rilis di detik-detik terakhir, as usual ). Hasilnya, cluster baru Covid, plus hasil pilkada berkualitas rendah / kurang legitimated yang berpotensi besar digugat dengan kerumunan / demo lagi. Capee deeh..

( saya kira kurang kompaknya para kepda di Jatim menangani Covid juga disumbang hasil pilkada yang pernah alot dipersengketakan. Warga seperti tak hirau seruan menaati protokol kesehatan dari kepda / gubernur, sampai saya capek melihatnya di TV ).

Demokrasi tak cuma mengejar target waktu, tapi lebih utama / esensinya : mensejahterakan rakyat Indonesia ( pemimpin amanah + kompeten terpilih untuk membagikan hasil kelola SDA secara adil ke seluruh warga ). Jika terburu-buru, apalagi ugal-ugalan dalam tiap tahapan pilkadanya, maka tujuan tsb takkan tercapai ( juga keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi ). Pilkada gagal, Covid juga merebak. Jika Perludem usul pilkada diundur Juni 2021 ( setelah setahun persiapan matang ), saya kok masih 2024 ya ? ( vaksin Covid diproduksi Bio Farma Desember 2021, kepda jatuh tempo diganti plt ). Gimana, Pak Tito, Pak Jokowi dan rakyat Indonesia ?

PLN HUTANG LISTRIK PADA PELANGGAN. Bukan pelanggan yang menikmati listrik yang belum dibayarnya..

Di Top News ( MetroTV, 9/6/2020 ), jubir PLN menjelaskan, bahwa tak ada kenaikan tarif listrik. Bahkan pelanggan memakai listrik yang belum dibayarnya akibat tagihan Mei dipukul rata dari pemakaian listrik 3 bulan sebelumnya, karena petugas meteran yang absen selama PSBB ( mungkin asumsi si jubir, semua pelanggan stay at home sehingga pemakaian listrik pasti besar sehingga pikirnya, pelanggan malah diuntungkan menikmati listrik yang belum dibayarnya ).

Dalam kasus saya, sejak Bandung Raya menerapkan PSBB April 2020, semua kamar kost kami kosongkan, semua lampu, listrik, air tak perlu kami matikan ( kami cabut semua steker dari stop kontak ) untuk menghemat pengeluaran sampai 2 tahun pandemi ( bersiap worst scenario ). Apa yang terjadi ? Terkaget seperti pelanggan lain di loket kantor pos dan terpaksa merogoh cadangan uang di tas untuk membayar tagihan membengkak itu ( sejak tahun 2015, saya biasa mencatat angka meteran listrik dan air tiap bulan di buku khusus berikut realisasi pembayarannya / struk di loket sehingga saya tahu kalau harga listrik 20 Februari 2020 masih sekitar Rp 15.500 per Kwh, tapi tagihan 20 Mei 2020 / pemakaian April jadi sekitar Rp 18.300 per Kwh ). So, yang benar di kasus saya, PLN menikmati uang dari listrik yang belum kami nikmati. Walikota Solo bilang, PLN menolak penundaan pembayaran listrik JPO, Balaikota Solo, dll, yang mencapai sekitar Rp 5 miliar per bulan ( untuk September dst jika Juli 2020 Covid di Surakarta belum usai, karena APBD sudah terkuras Rp 152 miliar untuk JPS ). Tak seperti beberapa tahun lalu di mana PLN bisa menunda tagihan ( tak memadamkan listrik penerangan umum di Solo begitu lewat tanggal 20 pemkot belum bayar tagihan listriknya ).

Mungkinkah, PLN kesulitan dana harus menanggung listrik gratis pelanggan 450 VA dan diskon pelanggan 900 VA sampai bikin kaget pelanggan 1300 VA ke atas ? Si jubir bilang, Juni ini petugas pencatat meteran akan kembali bertugas / pakai APD ( agar kita tak kaget lagi tapi si jubir yang kaget kok pelanggan yang benar, hehe.. ). Maklum, pelanggan itu raja arif bijaksana. Saya menulis ini mewakili pelanggan besar yang dikesankannya tak benar / tak mampu menghitung listrik yang digunakan. Bicara lebih profesional next time, oke ?

DETERRENCE POWER IRAN VS GERTAK SAMBAL AS. Inspirasi menjaga kedaulatan NKRI..

“Assalamu’alaikum, Iran !” sapa presiden Venezuela, Nicolas Maduro di video ( Dina YS, 25/5/2020 )

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3243434065708300/?t=0

Pada 20 Mei 2020, kapal tanker Iran ( mayoritas muslim ) membawa bensin / gasoline) telah melewati Terusan Suez menuju Venezuela ( mayoritas Nasrani ), disusul 4 kapal berikutnya. Kedua negara pembela Palestina yang diembargo AS ini kompak melawan dominasi negara imperialis. Ketika Venezuela kesulitan bahan bakar, Iran berani mengirimnya melewati armada tempur AS cs yang berjaga. Penyerangan kapal sipil melanggar hukum internasional. Iran mengancam jika kapalnya diserang, Iran akan balik menyerang pangkalan militer AS di sekitar Iran.

“Pemerintah AS tak ingin perdamaian. AS hanya ingin mengeksploitasi sistem, menjarah, menghegemoni melalui perang. AS berkata ‘menginginkan perdamaian’, tapi apa yang terjadi di Irak? Di Lebanon ? Palestina ? Apa yang terjadi selama seratus tahun terakhir di Amerika Latin dan di dunia ? ”, protes Hugo Chavez, pendahulu Maduro.

Medio Mei 2020, 5 kapal tanker Iran yang mengangkut 1,5 juta barrel BBM untuk Venezuela berhasil memasuki zona maritim mitranya tanpa gangguan militer AS yang mengancamnya ( Gun-boat Diplomacy ). Dunia bertanya ke mana Raksasa Sea Power itu ? ( AS punya kapal induk terbesar ). Bagaimana Iran bisa senekad itu ?

Tatanan dunia berubah, juga geopolitik ( Mu’min Elmin, 30/5/2020 ). Di era Perang Dingin bipolar, hari ini multipolar. Kekuatan negara tak hanya mengacu aspek militeristik. Kini soft power lebih berperan dalam komposisi national power. Buktinya, sejumlah negara kuat secara hard power gagal menangani pandemi Covid-19. Sebaliknya, banyak negara dengan kekuatan lebih kecil berhasil mengatasinya berkat modal sosialnya yang kuat ( soft power ). Contohnya, Iran yang meski diembargo ketat ( tak leluasa bertransaksi ekonomi dengan negara luar ), tapi rakyatnya bergotong royong membuat masker dan hand sanitizer secara massal, berhasil berdamai dengan Covid.

Iran juga memiliki deterrence power ( kemampuan menangkal serangan musuh dengan ancaman serangan balasan yang lebih mematikan, alias gertak balik lebih serem + pasti dikerjakan seperti sebelumnya, bukan omdo. Jadi inget bendera merah / kepala Trump untuk ganti nyawa Soleimani di Karbala ) luar biasa.

Keberhasilan deterensi suatu negara ditentukan 3 aspek : kekuatan militer, komitmen, kredibilitas. Meski suatu negara mampu secara militer, tapi kalau tak punya komitmen dan tak dapat dipercaya maka kekuatan deterensinya tidak akan bekerja efektif dalam menghalau serangan musuh. Negara yang sekedar ‘gertak sambal’ akan bereputasi buruk di mata dunia. Begitupun sebaliknya, komitmen dan kredibitas tinggi jika tak didukung oleh kemampuan militer mumpuni akan dianggap enteng.

Iran lebih unggul dalam aspek komitmen dan kredibel, dan Iran sudah membalas gangguan AS dengan ‘menyerang kepentingan AS di kawasan’ ( punya kapasitas menyerang balas ke wilayah yang dijadikan pangkalan militer AS ) seperti :
* Juli 2019, kapal tanker Iran, Grace 1, dicegat dan ditahan AL Inggris secara ilegal di perairan internasional, Iran segera mengancam dan melakukan hal mirip / menahan kapal tanker milik Inggris di selat Hormuz tapi tidak melanggar Hukum Laut Internasional ( UNCLOS 1982 ) sampai Inggris memohon kapalnya segera dibebaskan.
* tahun 2018, Trump mengancam keluar perjanjian JCPOA. Iran bilang, “Jika AS keluar, kami sendiri yang akan merobek kertas perjanjian itu”. Ketika akhirnya AS menarik diri dari JCPOA, Iran lalu melanjutkan pengayaan uranium di luar batas yang disepakati JCPOA. Langkah Iran ini membuat Uni Eropa risau dan menolak mengikuti langkah AS untuk membubarkan JCPOA.
* Tahun 2020, militer AS secara ilegal membombardir dua panglima perang melawan ISIS, jenderal Iran, Qassem Soleimani. Iran berjanji akan segera membalas dan ditepati dengan membombardir pangkalan militer AS terbesar di dunia, Ain-Assad di Irak sampai rata dengan tanah oleh rudal-rudal Iran yang memiliki presisi dan akurasi tinggi.

Iran memegang teguh janjinya, “Kami takkan pernah menyerang, tapi bila kami diserang, kami akan membalas”. Dalam kasus pengiriman bahan bakar ke Venezuela, Presiden Rouhani bilang, “Jika kapal tanker kami di Karibia atau di mana pun di dunia menghadapi masalah yang disebabkan oleh Amerika, mereka akan menghadapi masalah juga. Kami berharap Amerika tidak akan membuat kesalahan.” Komitmen dan kredibilitas Iran menjaga janjinya selama inilah yang membuat kapal tanker Iran bisa berlabuh aman di Venezuela.

KUDETA DI BOLIVIA & SURIAH BY PROXY AS

Kudeta di Bolivia mirip proyek penggulingan ‘rezim’ di Suriah. Aksi penggulingan Assad dimulai setelah Iran-Suriah sepakat ( Juli 2011 ) membangun jalur pipa gas Iran-Irak-Suriah-Eropa ( direstui Rusia; China ). Morales dikudeta setelah menolak perusahaan Barat ( tapi menerima Rusia-China ) untuk menambang lithium ( bahan utama untuk baterai / revolusi mobil dan smartphone dunia ). Medio 2020-an, lithium jadi barang mahal karena tingginya permintaan “emas abad ke-21” ini ( apalagi ketika seluruh dunia mesti stay at home selama pandemi Covid ). Sekitar 25 -45% cadangan lithium di bumi ini ada di padang garam Salar de Uyuni di Andes, Bolivia.

Video Salar de Uyuni, https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/583143408994456/?t=0

Pemerintah Evo Morales berupaya membangun industri lithium yang dimiliki publik demi melepaskan warganya dari jerat kemiskinan. Upaya perusahaan tambang multinasional dari AS, Kanada, Korea Selatan, dll, untuk menguasai lithium ini gagal. Usaha patungan dengan perusahaan Jerman dibatalkan pemerintah Bolivia tepat sebelum Morales ( yang merasa keuntungan bagi penduduk asli dekat Salar de Uyuni tak cukup ) dikudeta.

Kudeta di Suriah dan Bolivia juga dilakukan oleh kelompok radikal lokal /fundamentalis ( proxy / kaki tangan / pion AS. Di Indonesia, mereka yang nyinyir apa pun kebijakan pemerintah, termasuk penanganan Covid : IM, takfiri, ZSM, politikus penggadai negara ). Mereka dibiayai, dilatih, didukung AS melalui propaganda media, dll, untuk menggulingkan rezim yang tak sejalan kepentingan AS. Anggota parlemen AS, Tulsi Gabbard, mengecam pemerintahnya yang selama bertahun-tahun mendanai ISIS dan Al Qaeda. Proxy AS di Bolivia : kelompok ultra /sayap kanan ( Kristen radikal / tekstualis yang merasa Kristen versi mereka yang berhak berkuasa di Bolivia ), mirip perilaku Wahabi /takfiri di Indonesia yang sangat benci orang yang mereka cap ‘sesat’ / pelaku ‘bid’ah’. Setelah enteng mencap rezim Assad ‘kafir’, mereka angkat senjata menggulingkannya ( di Indonesia, narasi mereka ‘rezim thoghut’ / pendukung ‘penista agama’ ).

Pemimpin kudeta Bolivia : miliarder Kristen, Luis Fernando Camacho ( fundamentalis terafiliasi kelompok paramiliter ultra-kanan, Santa Cruz Youth Union / UJC yang punya rekam jejak kekerasan rasisme dan upaya pembunuhan terhadap Morales.

Ketika Morales menyatakan diri mundur untuk menghentikan kekerasan yang terjadi pada kaum pribumi ( Indian ), Camacho menyerbu istana presiden dan membubarkan kepemimpinan orang pribumi ( Indian ) di Bolivia yang mereka benci dan cap ‘sesat’. Kelompok Kristen fundamentalis sangat fanatik pada Israel, berbeda dengan Morales yang pro-Palestina dan menyebut Israel : negara teroris. Pemerintah Suriah ( Assad ), satu-satunya negara Arab yang masih konsisten melawan Israel.

Iran, Suriah, Venezuela, Rusia, China di satu sisi, masih adu strategi / hegemoni melawan AS, Israel, Inggris, Perancis, Saudi di sisi lainnya. Indonesia yang berpolitik bebas aktif mesti pandai menari di antara kedua kubu berseteru frontal tsb sampai kuat menegakkan keadilan dan perdamaian dunia. Beresin Covid, disiplin, ekonomi warga dulu. Kita pergi ke medan perang jika keluarga di rumah sudah terjaga baik, tho ..?

6 MALING JIWASRAYA DIUSUT SAMPAI MASTERMIND + DIMISKINKAN. Kejagung dan hakim berani ?

Kasus gagal bayar Rp 16,8 triliun ( hitungan BPK ) perusahaan asuransi plat merah Jiwasraya kemarin sudah mendudukkan 6 terdakwa / ex-direksi bermasker + face shield ke hadapan para hakim ( EMI, 9/6/2020 ). Kejaksaan Agung terus mengembangkan kasus untuk mengetahui berapa sebenarnya kerugian negara ( dan nasabah ) akibat ulah slebor para maling berdasi ini ( dan pembiaran para pengawasnya / OJK, Kemenkeu, BUMN, BPK belasan tahun ini bak sapi perah ). Jangan jadi ‘Century jilid 2’ yang merugikan negara Rp 7,4 triliun yang menguap di mastermind ( you know who, yang ‘terselamatkan’ pikul nduwur mendem njero ).Pramono Edhi, mantan Kasad adik Ani kemarin ( Prime Time News, MetroTV, 14/6/2020 ) wafat karena serangan jantung setelah berbagi sumsum demi kanker darah Ani. Apa ini terkait pengusutan master mind gagal bayar Rp 16,8 triliun Jiwasraya sejak 2006 ? Mengulangi teror kasus Century 2008 di mana BS, dokter forensik, Nasrudin, Antasari, dll, dikorbankan demi melindunginya dan para eksekutornya ? ( ada ruang gelap / intelijen yang bergerilya demi kestabilan negara dari dampak fatal kesalahan penguasa ? ).

Narsum, host, pemirsa EMI minta Kejagung, presiden, publik mengawal kasus lama ini ( sejak tahun 2002, tercium busuknya sejak tahun 2006 ) sampai ujung / tuntas ( para pelaku dihukum berat / lebih 20 tahun penjara, dimiskinkan / disita seluruh asetnya sehingga semua nasabah mendapat uangnya kembali untuk bertahan hidup selama 2 tahun pandemi dst, dipermalukan / membersihkan gorong-gorong drainase kota dengan baju tahanan warna menyolok bertuliskan “maling uang rakyat” , karena fasilitas umum sudah dibersihkan para pelanggar PSBB / masker ) untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap bisnis asuransi dan maruah Kejagung.

Kita apresiasi kerja Kejagung yang masih gigih mengusut Jiwasraya di tengah ribetnya protokol Covid. Tuntaskan..!

JATIM, SULSEL, KALSEL DIAWASI KETAT. Episentrum hitam mau PSBB transisi ??

Lonjakan kasus positif Covid terjadi tiga kali : 949 pada Sabtu, 973 pada Kamis, lalu 993 pada Sabtu lagi ( 6/6/2020 ). Dari target 20.000 Covid test per hari, baru bisa tercapai 13.000 test per hari ( target WHO 30.000 swab test per hari ). Benar-benar penyakit tidak murah. Harga Rp 500.000 per swab test, Rp 900.000 per baju APD, tiap pasien perlu 20 set APD per hari selama dirawat 5-14 hari. Pemirsa EMI ( MetroTV, 8/6/2020 ) dari Sulsel bilang, ia melihat di TV lokal, penumpang sebelum naik pesawat dipungut biaya Rp 400 ribu sd sejuta untuk tes Covid. Lalu, terbetik kabar : pengambilan paksa jenazah positif Covid dari RS Sulsel yang membuat provinsi tsb termasuk 3 daerah tertinggi penularan Covid di Indonesia yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat ( Kemenkes, Gugus Tugas PP Covid ) bersama Kalsel ( baru 900-an dari ribuan peserta tabligh Gowa yang sadar / tes Covid ) dan Jatim ( kini episentrum Covid, terutama sebagian arek Suroboyo pemberani yang masih menganggap Corona tak berbahaya, padahal bisa menjungkalkan negara jika Juli 2020 kurva Covid belum melandai oleh kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan ).

Ancaman penjara dan denda Rp 1 miliar untuk penyebar hoax terkait virus corona ( W.Nugroho, 11/3/2020 ). Juga untuk penyebar identitas pasien positif Covid berdasar pasal 26 dan 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Jika ada provokator berjejak digital penyebab pengambilan paksa 3 jenazah di Makasar, ribuan peserta tablig Gowa di Kalsel dan sebagian warga Kediri / Jatim yang ogah Covid test karena merasa sehat ( padahal ada OTG / carrier Covid sehat yang menulari dan menewaskan orang lain yang lansia / punya penyakit bawaan lain ) maka aparat bisa menangkapnya, dan rombongan pemaksa tsa bisa ganti dijemput paksa aparat untuk Covid test demi melindungi 267 juta rakyat Indonesia.

Tengok Tegal yang walikotanya duluan inisiatif ‘lockdown’ dengan memasang barikade beton di jalan perbatasan mendahului izin PSBB dari pempus, kini menjadi satu-satunya daerah di pulau Jawa yang diperbolehkan pusat memberlakukan new normal bersama 101 kota / kabupaten lain di luar Jawa ( istilah new normal sudah saya gunakan di blog ini sejak tahun 2010 sebelum Ridwan menyebut AKB di Jabar tahun 2020. Lockdown sudah familiar di kuping permisa sejak Wuhan terinfeksi Covid pada Desember 2019, sebelum Jokowi menolak lockdown di Indonesia / Tegal dan lebih memilih / menyebut PSBB sejak Indonesia terinfeksi Covid 2/3/2020, yang sampai hari ini pun ( lewat 76 hari / 11 pekan rekor China ), kita masih PSBB penuh, proporsional, lokal, transisi atau PKM. Itu sebabnya, China di peringkat pertama dalam pengendalian sebaran Covid di dunia.

Baru kemudian menyusul India, Filipina dan Indonesia di peringkat berikut. Kita ingat aparat India dengan pentungan rotan mendisiplinkan warga bandelnya dan aparat Filipina dengan tembakan senjatanya, mereka berhasil mengendalikan Covid lebih baik.

Pekerja migran yang kena PHK di New Delhi naik 1.000 bus yang disediakan pemda setempat di hari ke-4 lockdown India. Yang tak kebagian pulang terpaksa jalan kaki ke kampung masing-masing. Ini beda mudik dengan pulang kampung. Mudik dilakukan orang berpunya yang akan balik ke kota lagi setelah silaturahmi selesai. Ada arus mudik dan balik yang dilakukan pemudik dan merepotkan aparat di checkpoint, terlebih pemudik yang tak punya SIKM, tapi ngotot adu mulut dengan petugas dengan seribu dalih. Puncak gelombang Covid terjadi bila kurva sudah mendatar lalu turun melandai ke titik nol seperti China di hari ke-76 lockdownnya. So, angka kasus 993 positif Indonesia Sabtu kemarin belum bisa disebut Gelombang Kedua karena Indonesia belum mencapai puncak. Hii… lebih disiplin lagi ya..

Disiplin jadi kunci negara survive. Semoga warga Jatim, Sulsel, Kalsel segera sadar. Keberanian mereka tidak cukup. Butuh navigasi dan disiplin tinggi mencapai tujuan : selamat dunia akhirat. Selamatkan diri dan orang lain / Indonesia. Prinsipnya, selama vaksin Covid belum diproduksi / Desember 2021, selama itu pula PSBB atau lockdown ( lalu new normal dengan protokol kesehatan diperketat / sanksi ditegakkan untuk para pelanggar 4 hal : masker, cuci tangan, jaga jarak 1-2 meter, kapasitas tempat 20-50% / hindari kerumunan ) diberlakukan di muka bumi ini. PSBB menjadi payung hukum bagi pempus, pemda, aparat mendisiplinkan warga yang melanggar protokol kesehatan. Intinya : tetap di rumah sedapat mungkin sampai Desember 2021. Keluar rumah hanya untuk keperluan mendesak ( membeli makanan, minuman, obat, alat kesehatan dasar / masker, bekerja di 11 sektor / pelayanan dasar ). Di rumah jauh lebih aman / baik. That ‘s it.

Korsel yang sempat membuka sekolah kini menutup kembali setelah terjadi lonjakan kasus Covid ( seperti sudah diduga, anak sekolah yang masih suka berkumpul sulit disiplin dan diawasi. Kebayang repotnya ibu mencuci seragam dan perlengkapan sekolah buah hatinya tiap hari seraya didera kekuatiran tertular ). Brasil yang warganya sulit ditertibkan dan menganggap remeh virus Corona kini di posisi kedua penularan Covid setelah AS yang warganya masih demen demo Black Lives Matter. Mereka yang tak disiplin dan melonggar tanpa kendali berakhir di kamar jenazah.

Bioskop drive-in kembali marak di luar negeri, menyiasati kebosanan warga, seraya tetap menerapkan protokol kesehatan ( On the Spot, Trans7 ). Host Wahyu Wiwoho juga asyik melahap makanan di belakang kemudi di salah satu outlet drive-thru ( 15 Minutes, MetroTV, 3/6/2020 ). Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM ) masih diberlakukan di 9 checkpoint PSBB di perbatasan Jakarta dengan daerah penyangganya ( Bodetabek ) setelah 7 Juni 2020 ( larangan mudik ) masa PSBL. Baru pada 15 Juni 2020, sebagian mall di zona hijau Jabodetabek yang siap protokol kesehatan diizinkan buka bertahap, 20-50% kapasitas pengunjungnya, seingat saya. Mungkin bioskop drive-in luar ini yang menginspirasi pengelola Taman Safari, Cisarua, Bogor, Kang..

Di layar TV, Kang Emil tampak gusar dengan wajah letih mengulangi perkataan : pariwisata belum dibuka, agar zona kuning tak jadi merah dan merah jadi hitam ( seperti Surabaya yang rekor infeksinya 3 kali lipat Jakarta ketika masih berstatus episentrum ) menanggapi rencana pihak Taman Safari membuka area piknik lihat satwa dari kendaraan pengunjung, polah warga Jakarta menyerbu kawasan Puncak dan wisata balas dendam sebagian warga euforia setelah 3 bulan ‘dipasung’ di rumah ( cobalah berempati pada para petugas medis yang menahan buang air selama 6 jam berkostum APD / hazmat tiap hari sampai kulit wajahnya memar kemerahan bekas ikatan ketat selama lebih 3 bulan ini sampai lebih setahun ke depan. Tak bisa ketemu anak dan keluarga, sebagian dikucilkan tetangga dan dihalau jasadnya yang terinfeksi. Kita masih nyaman di rumah, keluar masuk WC kapan saja kita mau, kok masih mengeluh dan ngakali petugas sih ?

Mereka di garda terdepan Covid, bertaruh nyawa tiap hari, demi raga yang lain dan negara. Kita hanya perlu berkorban waktu dan uang di rumah bersama keluarga untuk Indonesia tercinta. Kemampuan kita mengatasi bosan dalam 2 tahun ini juga ujian kesetiaan pada pasangan dan keluarga. Bagimu Negeri, .. seluruh jiwa raga kami. Remember ?

Kultur paternalistik masih kental di bangsa ini. Mirisnya, jika lebih banyak contoh kata daripada perbuatan dari pemimpin daerah, formal dan informal. Lebih banyak bicara daripada berbuat. Memang ada resiko Indonesia tak lagi bisa berdenyut bila tak masuk era new normal / AKB pada Juli 2020 ini. Mau tak mau. Fakta, 55% sekolah belum punya tempat cuci tangan / wastafel meski Hari Cuci Tangan Nasional sudah dicanangkan bertahun lalu. Indonesia butuh kultur baru patuh pada aturan. Could you ?

CLOSING

Berubah adalah cara alami makhuk beradaptasi untuk bertahan hidup. Ketika keluar tak memutus rantai penyebaran Covid-19, maka melihat ke dalam, dengan keluasan jelajah sangat dimungkinkan. Tiga bulan berjalan, kita jadi lebih mengenal hal terdekat yang kita abaikan selama ini : lingkungan sekitar, sudut-sudut tempat tinggal, anggota keluarga, anak, pasangan, dan diri kita sendiri untuk mendapati kesejatian yang dimungkinkan dalam situasi pandemi. ‘Kemewahan’ menarik diri dari kesibukan bekerja normal yang sulit didapat selama ini ( mindfulness / keheningan ) dan menaikkan imunitas tubuh, kini kita dapatkan secara massal. All over the world.

Kemampuan mengelola kebosanan, kekecewaan yang dilatihkan Allah /semesta lewat pengalaman hidup saat ini akan menjadi kecakapan hidup yang bermanfaat bagi kita, generasi milenial dan alpha di hari mendatang. Menjelma kesetiaan untuk merawat janji, ritual keagamaan, pekerjaan, persahabatan, atau pasangan. Lebih tangguh dan setia.

Jadilah bagian dari perubahan yang ingin anda lihat, kata Mahatma Gandhi ( K-Lite FM, 8/6/2020 ). Lagu “Man in the Mirror” yang dinyanyikan Michael Jackson dan diproduseri Quincy Jones memotivasi pendengar yang sedang terpuruk untuk bangkit. Let’s change to be better person, people, future..

Batik Warisan Dunia dari Indonesia. Polri-TNI-Komunitas, Penegak Disiplin Warga Tahap New Normal / AKB Setelah Tercapai RO 1,0 / Level Hijau. PSBB Proporsional di Kota Bandung Mulai 30 – 12 Juni 2020. Tahun Ajaran Baru, 13 Juli 2020 : Mau Masuk Sekolah atau Belajar di Rumah ? Daftar Online PPDB mulai 11 Mei sd 13 Juni 2020 via Wali Kelas. Lomba Foto Taman Nasional sd 31 Mei 2020.

leave a comment »

Kain bergambar yang dibuat dengan menitikkan cairan malam lalu diproses secara khas disebut batik Indonesia yang keseluruhan teknik, teknologi, pengembangan motif dan budaya yang terkait sudah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ) sejak 2 Oktober 2009.

BATIK, WARISAN DUNIA ASLI INDONESIA.

Semula batik dilukis di atas kain mori, namun kini juga dibuat di atas sutera, poliester, rayondan bahan sintetis lainnya dengan alat canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif besar, sampai cairan malam / lilin meresap ke dalam serat kain, lalu dicelup ke warna yang diinginkan, dimulai dari warna muda, lalu motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah proses pewarnaan, kain batik dicelup ke bahan kimia pelarut lilin.

Kerajinan bernilai seni tinggi ini telah menjadi bagian dari budaya kita sejak lama, dimulai perempuan Jawa yang menjadikan keterampilan membatik ( pembuatan batik tulis 2-3 bulan ) sebagai mata pencaharian, sampai ditemukannya batik cap ( dari bahan tembaga, batik dibuat 2-3 hari ) yang ditekuni kaum pria. Batik pesisir memiliki garis maskulin seperti corak Mega Mendung di Jabar. Batik pesisir menyerap pengaruh luar, seperti warna merah cerah dan corak merak ( pedagang Tionghoa ) dan corak bebungaan ( tulip ), gedung, kereta kuda, warna biru ( penjajah Belanda ).

Tradisi membatik mulanya turun temurun sehingga motif dikenali berasal keluarga tertentu dan menunjukkan statusnya, seperti motif batik tadisional yang hanya dipakai keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta / Solo. Batik dikenakan penari Bedhoyo Ketawang di keraton Jawa. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan dipakai dalam upacara adat, karena coraknya memiliki perlambang masing-masing.

BATIK JAWA dikuasai orang Jawa secara turun temurun dengan ragam motif bermakna dari leluhur mereka ( penganut animisme, dinamisme, Hindu, Buddha ) yang banyak berkembang di daerah Solo ( batik Solo ), Yogyakarta ( batik Jogja ) dan Pekalongan ( batik Pekalongan ). Di Indonesia, juga dikenal jenis batik Papua, batik Maluku, batik Nusa Tenggara, batik Sumatra, batik Bali, batik Cianjur, batik Aceh, batik Cual di Riau, batik Sasirangan Kalimantan, batik Minahasa.

Batik kini tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di Papua, batik dikenal dengan motifnya yang unik ( burung cenderawasih, alat musik tifa ), banyak menceritakan sejarah masa lalu, dengan warna keemasan, merah menyolok, atau alam secara nyata, tak simbolik seperti batik Jawa umumnya ( Trubus, 2/10/2019 ).

BATIK PAPUA motif Tifa Honai bermakna filosofis yang mendalam ( berarti rumah kebahagiaan ) terinspirasi sumber air dan alam yang indah, membuat orang yang mengenakan terlihat anggun/ menarik. Batik Papua motif asmat ( patung duduk kayu suku Asmat ) yang berciri lebih cokelat ( kemerahan, campuran warna tanah dan terakota ). Motif Sentani, berciri alur batang kayu yang melingkar-lingkar dengan satu atau dua warna saja, divariasi garis emas ( batik prada ). Motif Kamoro memperkenalkan keindahan alam dan keunikan seni ukir suku Kamoro ( patung berdiri ).
Kenongorejo, desa di Madiun, Jawa Timur, hasil gabungan Desa Tlagan dan Desa Kenongo. Permainan anak-anak di Desa Kenongorejo : kasti, jumpritan, jamuran, gobak sodor, dam-daman, macanan, dakon, cirak, tek-po, pathon ( gasingan ), playon ereng, adu kemiri, mbek-mbekan ( gulat ), mandi di kedung, wok-wokan ( kelereng ), dsb. Di sini, batik tulis Madiun juga diproduksi.

CULTURE SUPERPOWER / PELESTARI BUDAYA / MAESTRO SENI

Seni pewarnaan kain dengan malam/ lilin telah dikenal sejak Mesir kuno abad ke-4 SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang dilapisi malam membentuk pola. Di Asia, teknik mirip batik diterapkan China masa Dinasti T’ang ( 618- 907 ), India, Jepang periode Nara ( 645-794 ), dan Afrika ( oleh suku Yoruba di Nigeria, suku Soninke, Wolof di Senegal ). Di Indonesia, batik tulis sudah ada era Majapahit, yang menjadi sangat populer di abad 18-19. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I ( tahun 1920-an ).

Sejarawan F.A. Sutjipto yakin, tradisi batik asli dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua, yang tak dipengaruhi Hinduisme, tetapi punya tradisi kuno membuat batik. Pola gringsing dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur yang hanya bisa dibentuk dengan canting. Ukiran kain menyerupai pola batik dikenakan Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detail pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang rumit mirip pola batik tradisional Jawa yang masih ada hingga kini. Akhir abad ke-13, kain batik Jawa telah diekspor ke kepulauan Karimata, Siam, bahkan sampai Mosul, Irak.

Dalam literatur Eropa, teknik batik diceritakan dalam buku History of Java ( London, 1817 ) yang ditulis Sir Thomas Stamford Raffles ( gubernur Inggris di Jawa masa Napoleon menduduki Belanda ). Tahun 1873, saudagar Belanda Van Rijekevorsel menyerahkan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam ( awal abad ke-19, batik mulai menapaki masa keemasannya ) Di Exposition Universelle di Paris ( tahun 1900 ), batik Indonesia memukau publik dan para seniman.

Selanjutnya, batik tak hanya di baju, tapi bisa menghiasi guci dan vas dari kayu seperti yang dilakukan perajin asal Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya yang mahir melukis batik di guci besar dan kecil. Guci terbuat dari kayu pohon nangka dan mangga sehingga guci batik terlihat cukup eksentrik dan artistik. Beberapa corak batik pilihan perajin berorientasi batik tulis.

Karena batik tulis lebih variatif dibanding batik cap. Kami bisa lebih berkreasi, menciptakan corak batik tulis yang baru dan ditorehkan pada guci, ujar Ihsan ( 34 tahun ), perajin batik pada guci di Pameran Produk Unggulan Nusantara di Asia Plasa, Kota Tasikmalaya. Sebelum guci dibuat, perajin mesti selektif memilih bahan baku batang kayu pohon nangka atau mangga. Harus mulus, tidak lapuk, kondisi kayu kering dan tidak pecah. Setelah tersedia, mulai proses pembubutan dan penghalusan. Satu mesin bubut bisa membuat 10 guci ukuran besar per harinya.

Proses pengukiran motif batik dimulai setelah guci diampelas halus. Melukis batik pada guci menggunakan cat kayu, agar mudah mengilapkan guci dengan bahan yang hampir sama dengan cat. Soal motif batik, tidak mesti perajin yang berkreasi. Beberapa supplier memberi corak batik pada perajin. Motif tersebut tak jarang menginspirasi perajin membuat corak batik yang baru.

Pasar guci batik sudah merambah Jakarta. Ada yang dimodifikasi menjadi kendang Betawi. Ihsan bersama rekannya memajang sekitar 15 guci batik berbagai ukuran dan corak pada pameran tsb. Tak sedikit pengunjung yang tertarik. Ihsan berpromosi guci indah hasil karyanya anti pecah, karena terbuat dari kayu dan bobotnya ringan. Kalau ada gempa, tidak usah khawatir akan pecah jika jatuh, katanya. Sentra produksi guci batik ini berada di Desa Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya ( PR, 11/5/2010 ).

Batik juga sudah merambah ke bolu gulung, yang cantik sebagai buah tangan bagi sahabat dan handai taulan. Kebayang kan, batik yang dihargai selangit oleh para bangsawan abad ke-18, dalam dan luar negeri, kini merakyat dan bisa mengenyangkan perut pula. Ayo, kita lestarikan dan kembangkan warisan adiluhung leluhur kita agar kian bergaung seantero dunia. Tersemat nama Indonesia di situ.. top abiiss..!

MAU BELAJAR DI RUMAH BERSAMA AYAH, ATAU GURU DI AJARAN BARU ?

Berikan pekerjaan pada ahlinya. Itu mungkin yang dikeluhkan ortu yang gelagapan diminta menjadi ‘guru’ selama intruksi Belajar di Rumah masa pandemi. Terlihat anak menangis minta kembali sekolah di video yang viral di jagad maya. Ia juga rindu teman-temannya. Menggelikan ( sejanggal apa sih ayah jadi guru ? Yang jelas, saya memilih kabur jika bapak menyuruh saya menjadi duplikat dirinya ).

Tenang, pemerintah/ Kemendikbud sedang menggodok rencana kembali sekolah dalam situasi new normal/ relaksasi PSBB/ adaptasi kebiasaan baru. Saya dengar, kapasitas kelas akan dikurangi hingga 50% sehingga ada kelas pagi dan kelas siang. Begitu pula, mall di Bekasi, Jabar, yang kemarin dicek Jokowi dan Kang Emil : berkapasitas 50%. Yang semula 10.000 pengunjung, akan menerima 5.000 pengunjung saja dengan protokol baru : memasang pengumuman kapasitas mall di pintu masuk, waktu belanja, menyediakan area antrian bagi pengunjung yang belum bisa masuk, pengunjung pake masker dan sarung tangan ( tak pegang-pegang barang yang mungkin terciprat droplet air liur/ bersin pengunjung sebelumnya ), karyawan mall sudah di Covid test, setiap pengunjung di-thermal gun ( di bawah 38 derajat celcius ) sebelum diperbolehkan masuk, dst. Sekitar 340.000 personel Polri-TNI akan dikerahkan di tempat keramaian, termasuk mall di 4 provinsi, 25 kabupaten kota di Indonesia yang akan/ mungkin diizinkan pemerintah/ Kemenkes melakukan new normal ini ( setelah daerah tempat sekolah itu berada mencapai RO 1,0 atau 1 orang positif Covid menulari kurang dari 1 orang ).

Penularan Covid di Jabar mestinya sebanyak kurang dari 50 kasus positif per hari dari 50 juta penduduknya. Lab Eijkman bilang, awal tahun 2021 vaksin dengan strain luar negeri bisa di-copy untuk diproduksi. Bio Farma ( BUMN vaksin ) bilang, akhir 2021 vaksin dengan strain Indonesia bisa mulai diproduksi ( 15 Minutes, MetroTV, 27/5/2020 ). Yang bikin lama vaksin dirilis adalah uji klinis ke sampel sejumlah hewan, lalu puluhan orang, lalu ratusan orang, lalu ribuan orang untuk melihat efek jangka panjangnya sampai 2 tahun. Di AS, vaksin potong kompas langsung diujicoba ke ratusan orang relawan.

Pemirsa EMI ( MetroTV, 29/5/2020 ) usul : sekolah diundur sekalian 6 bulan sehingga tahun ajaran baru dimulai awal tahun 2021 ( ketika warga sudah terbiasa disiplin protokol kesehatan ) seperti era tahun 80-an karena banyak ortu masih kuatir dengan keselamatan anaknya, terlebih siswa PAUD, TK, SD, SMP yang masih suka berkumpul, belum terlatih mengendalikan diri/ disiplin.

Setahu saya, ada 2 mall di Jabar yang akan di-ujicoba beroperasi dengan protokol kesehatan ketat pada 1 Juni 2020 usai PSBB Jabar 29 Juni. Sejumlah pengusaha lain juga sudah mengajukan proposal kesiapan protokol kesehatan di mall / pusat perbelanjaannya ke pemkot dan pemprov. Namun, kita lihat dulu hasil 2 mall ujicoba ini, apa tak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 selama 2 minggu berikutnya ? ( hasil tes PCR bervariasi di tiap daerah, antara 4 – 14 hari. Di Jatim, yang kini tertinggi penambahan Covid-nya, data terbarunya diketahui dari swab test 2 minggu lalu ).

Jika sampai kurva naik lagi, maka mall akan ditutup kembali. So, 40% warga yang belum disiplin harus ikut disiplin ( warga yang sudah disiplin ikut menegur mengingatkan ), agar kita semua bisa selamat sampai vaksin / antivirus diproduksi.

Ada kritik dari narsum ( EMI, 27/5/2020 ) bahwa pendekatan militer jangan melulu diterapkan, termasuk mendisiplinkan warga bandel PSBB. Saya pikir, untuk kerumunan bandel seperti balapan liar di kabupaten Bekasi yang diprotes pemirsa cocok jika menurunkan aparat militer ( juga di lokasi bandar judi, narkoba ). Di mall, lebih cocok dijaga polisi/ satpam dan komunitas konsumen. Di sekolah, lebih cocok dijaga satpam dan komunitas orang tua. Di tempat ibadah, lebih cocok dijaga satpam dan komunitas keagamaan. Di pasar tradisional, lebih cocok dijaga satpol PP/ staf PD. Pasar dan Karang Taruna setempat. Basis komunitas/ civil society lebih klop di situasi sipil / demokratis seperti Indonesia yang termasuk 10 negara di dunia yang perbaikannya signifikan dalam penanganan Covid ( karena peran komunitas dalam sosialisasi pencegahan, donasi APD, gotong royong sembako warga terdampak, dapur umum, dsb ). Manfaatkan basis sosial kita yang kuat.

Saat ini, lebih 1,7 juta orang terinfeksi Covid di AS dengan penambahan 11.000 kasus positif per hari ( sampai Trump diprotes dengan deretan spanduk sepulang bermain golf ). Bangsa lembek berciri peniru dan disiplin lemah. Semoga dengan melatih disiplin WNI dengan kolaborasi Polri-TNI-komunitas, Indonesia bisa up to next level dalam soal disiplin sehingga kita semua aman selama pandemi.

Ada 137 juta orang angkatan kerja dan kemungkinan 15 juta pekerja yang di-PHK jika sampai bulan Juli, Indonesia belum bisa new normal / kurva Covid melandai. Banyak yang dipertaruhkan setelah itu ( kesehatan, perekonomian, hutang luar negeri, keutuhan wilayah, perang ) jika masyarakat masih bandel dan egois ( serta aparat masih kalah set/ tegas dengan mereka yang harus ditertibkan, seperti kasus bandel di Sidoarjo ). Are you ready for everything ?

PSBB PROPORSIONAL DI KOTA BANDUNG 1-14 JUNI 2020. Seraya terus dievaluasi ..

Kota Bandung yang berstatus zona kuning akan lanjut dengan PSBB Proporsional dimulai dari wilayah terendah penularan Covid-nya pada 1 sd 14 Juni 2020 ( PRSSNI, 30/5/2020 ). Di wilayah terendah ini, toko mandiri boleh buka dengan kapasitas 30% pengunjung. Kantor juga boleh ( dengan 30% kapasitas staf ). Mall belum boleh buka. Sekolah dan majelis taklim / pengajian juga belum boleh diadakan. Sholat berjamaah di masjid ( sholat 5 waktu dan Jumatan ) boleh dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini berlaku untuk fasilitas pemerintah, swasta, muslim dan non muslim ( Jabar yang memiliki 50.000 RW, 5.300 kelurahan, 15 kabupaten/ kotanya zona kuning, 12 zona biru per 30/5/2020 ).

Jika tak terjadi lonjakan kasus Covid maka kelurahan lain di Kota Bandung mungkin menyusul diizinkan buka kembali. Jika sebaliknya / muncul cluster baru positif Covid, maka masjid, toko, kantor tsb ditutup ( sampai vaksin diproduksi Desember 2021 ). So, gunakan kesempatan PSBB Proporsional ini dengan disiplin, cermat, dan bertanggungjawab ( proposional artinya treatment tiap kelurahan/ desa sesuai tingkat penyebaran Covid-nya. Yang sudah level hijau dan biru bisa mulai AKB/ Adaptasi Kebiasaan Baru/ new normal. Tiap masjid, toko, kantor harus ada manajer Gugus Tugas Covid yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan protokol kesehatan di tempat kerjanya ).

TAHUN AJARAN BARU : MAU MASUK SEKOLAH ATAU BELAJAR DI RUMAH ? PPDB sampai 13 Juni 2020

PPDB/ Penerimaan Peserta Didik Baru sudah dibuka pendaftarannya secara online saat ini mengacu nilai rapor 5 semester. Ortu dan siswa tak perlu datang ke sekolah. Pendaftaran PDBB online mulai 11 Mei sd 13 Juni 2020 via wali kelas masing-masing lalu operator sekolah yang mengupload ke https://ppdb.bandung.go.id/
Hotline PPDB/ Chat WA : 083820713257 atau 083820713258

Kemendikbud rencananya akan memulai tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020 ( bukan berarti siswa masuk gedung sekolah saat itu, bisa juga Pembelajaran Jarak Jauh/ PJJ tetap dilanjutkan dengan perbaikan, setelah evaluasi besar selama PJJ 3 bulan ini, misal : menggratiskan pulsa internet di jam PJJ, pelatihan guru mengajar virtual dengan kurikulum disesuaikan/ tak membebani siswa dengan tugas bejibun, dsb, seperti direkomendasikan KPAI dan FSGI/ Forum Serikat Guru Indonesia ). Minggu depan, mendikbud Nadiem akan diskusi virtual dengan para stakeholder pendidikan terkait rencana ajaran baru, berikut protokol kesehatannya.

Di Bima, NTB, anggota FSGI melakukan home schooling / mendatangi rumah siswa, sekaligus membagikan paket bantuan. Jika tahun ajaran baru diundur Januari 2021, mereka kuatir para siswa menjadi kurang produktif dan melakukan hal-hal yang tak diinginkan ( Prime Time News, MetroTV, 29/5/20). Di sisi lain, sebagian ortu keberatan membiayai iuran pendidikan, alat tulis, seragam, kuota internet, dsb, di saat kurangnya penghasilan karena PSBB.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) bersama Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI ) menggelar survei terkait metode pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) selama masa pandemi COVID-19. Hasilnya 53 % guru berorientasi pada penyelesaian kurikulum ( pantes ortu pada ngeluh dan anak pada nangis. Di ruang kelas saja guru pada ngebut ngajar, apalagi di rumah dengan kendala kuota internet, akses jaringan, dan gapteknya ortu ).

Survei pada 16-20 April 2020 dengan 602 responden gabungan guru dari jenjang SD sampai SMA/ sederajat di 14 provinsi dan 30 kabupaten / kota di Indonesia untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ). Misalnya, guru PPKn di semester dua ini ada 4 KD ( kompetensi dasar ), yang harus dikejar ke ketuntasan KD atau materi, kata wasekjen FGSI, Satriwan Salim. Sebanyak 24,4 % guru mengatakan hanya menyelesaikan kurikulum apa adanya, sementara 22,6 % lainnya mengatakan tak mengejar ketercapaian kurikulum. Hal ini bertentangan dengan Surat Edaran Mendikbud no. 4 tahun 2020 ( baca : kalau dijumlah, mayoritas guru masih berorientasi penyelesaian pembelajaran, bentuk distorsi yang berarti ada pesan yang tak sampai pada guru sekolah dan dinas pendidikan ). Dalam survei diketahui banyak guru hanya menggunakan media sosial saat PJJ ( 83,4 % pakai WhatsApp, Line, FB, IG ) karena baik guru dan siswa sudah biasa menggunakannya ( TV, radio masih belum terbiasa ).

( sumber : https://www.kpai.go.id/berita/kpai-fsgi-53-guru-berorientasi-kurikulum-saat-belajar-dari-rumah )

Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ).
Jl. Teuku Umar no. 10 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia.

( UU no. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Undang-Undang ( UU ) RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak ).

NEW NORMAL / AKB SEKOLAH, RESTO, MALL DI MANCANEGARA

Di Korsel, Jepang, China, Denmark, dsb, siswa sudah mulai bersekolah dengan berbagai inovasi : tiap bangku berjarak 2 meter dan atau diberi sekat plastik, sebelum masuk kelas siswa wajib cuci tangan dengan air mengalir + sabun antiseptik, atau tangan disemprot handsanitizer, wajib pakai masker kain dan sarung tangan, juga topi tradisi Korsel yang sulurnya dipanjangkan 1,5 meter sebagai pengingat jarak antar teman kelas ( On the Spot, Trans7, 29/5/2020 ).

Begitu juga, para pedagang makanan di Thailand yang memberi sekat plastik di meja pelanggannya ( seperti meja di perpustakaan, warnet, yang cuma bisa digunakan satu orang dan ruang geraknya ). Di China, meja restoran diberi boneka panda imut di kursi sebelah kursi pelanggannya agar tak kesepian makan sendirian di masa new normal. Di Jepang, koki dan pelayan diganti robot sehingga pelanggan cukup memesan di smartphone-nya ( ponsel / vending machine terbaru bisa berjalan dengan perintah suara, selain touch screen ) atau layar di resto cafe. Pengunjung mall tinggal injak pedal menggantikan tombol nomor di kabin lift. Di luar negeri, bus kota sudah banyak yang otodriver yang dinaiki penumpang tanpa canggung. Kita juga bisa canggih dan kreatif di masa pandemi.

REKOMENDASI PEMBELAJARAN PJJ KPAI cs :

9 rekomendasi rakornas Kemenag, Kemendikbud, dan KPAI ( 29/4/2020 ) membahas Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) dan ujian akhir sekolah tahun ajar 2019 /2020 di tengah pandemi Covid-19 secara daring :

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia menyusun dan menetapkan kurikulum dalam situasi darurat.

2. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa penilaian hasil belajar untuk kenaikan kelas tahun ajaran 2019-2020 memperhatikan keragaman siswa dengan berbagai kondisinya.

3. Pemerintah daerah memberikan bantuan kepada guru-guru honorer yang terdampak Covid-19 di sekolah dan madrasah, baik negeri maupun swasta, berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, termasuk memastikan honorarium dan dukungan kuota internet dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh.

4. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa selama pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh saat ini, honorarium di sekolah dan madrasah bagi para guru honorer diprioritaskan untuk dibayarkan secara penuh melalui dana BOS.

5. Menyederhanakan proses administrasi perubahan penggunaan dana BOS yang harus mendapatkan persetujuan Dinas Pendidikan, sebagaimana arahan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI.

6. Pemerintah daerah perlu melakukan terobosan sesuai kebutuhan dan masalah faktual di daerahnya agar pembelajaran jarak jauh di sekolah dan madrasah tetap berjalan dengan lancar dan ramah anak.

7. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama hendaknya melakukan penguatan literasi digital kepada guru, orangtua, dan siswa agar terhindar dari dampak negatif penggunaan internet.

8. Setiap satuan pendidikan penting membangun komunikasi intensif antara orang tua dan guru agar PJJ berjalan efektif dan nyaman untuk semua anak serta memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.

9. Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memberikan perhatian khusus pada proses pembelajaran Jarak Jauh bagi anak disabilitas dan berkebutuhan khusus sesuai dengan keragaman dan kondisi anak.

Kegiatan ini diikuti perwakilan Ditjen Pendidikan Islam dan Kanwil Kemenag Provinsi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab / Kota dan Menteri Agama Fachrul Razi. Siswa dapat mengakses “Rumah Belajar” milik Kemendikbud dan aktif menyimak siaran pendidikan “Belajar Dari Rumah” di TVRI. Kemenag tak hanya fokus pada madrasah, tetapi juga sekolah keagamaan Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha. Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Lestyarti bilang, kurikulum bisa segera disederhanakan dan materinya lebih ringan / lebih esensial ( sumber : https://kemenag.go.id ).

BELUM ADA CLUSTER MASJID BERKAT KOMUNIKASI & KOORDINASI DMI – DKM – MUI – PEMDA – PEMPUS. Excellent ..

Sudah ada cluster pabrik, cluster pasar tradisional, cluster Tambora, cluster seminar Gowa, dsb, tapi belum ada cluster masjid/ tempat ibadah di Indonesia, padahal di Korsel, Iran, dsb cluster ini yang jadi biang ledakan pasien Covid-19 di mancanegara. Apa rahasianya ?

Mungkin ada faktor Jusuf Kalla ( ketua Dewan Masjid Indonesia/ DMI, wapres RI 2 kali ) dan Syafruddin ( wakil ketua DMI, mantan wakapolri / jenderal polisi, menPANRB KIK ) yang proaktif menggalang komunikasi dengan lebih 500.000 pengurus / pemuda masjid di lebih 800.000 masjid di Indonesia, selain sigap berkoordinasi dengan MUI ( sebagai pemimpin umat dan ormas keagamaan ) dan pemerintah/ Kemenkes, Gugus Tugas PP Covid di mana para kepala daerah menjadi pemimpin GTPPC di daerahnya sekaligus ( banyak yang juga ) pembina/ penyantun masjid ( satu kelurahan/ desa sampai bisa punya 5 masjid ), termasuk dalam izin pembukaan masjid kembali di tahap new normal di daerah zona hijau / RO 1,0.

http://dmi.or.id/

Para pengurus masjid / DKM ini ditugasi DMI untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan termasuk mendisinfeksi/ menyemprot ruang masjid dengan cairan disinfektan sebelum digunakan ibadah para jemaahnya. Masjid besar dijaga 10 pengurus, masjid kecil 5 pengurus, masjid pasar 3 pengurus, jelas Syafruddin ( Prime Time News, MetroTV, 29/5/2020 )

Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/ 328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi ( Wisnu Nugroho, Surat dari Editor Kompas.com, 27/5/2020 ).

Demam berdarah merebak dengan tingkat kematian tinggi di Indonesia sepanjang 1 Januari – 27 April 2020 ( sebanyak 49.563 kasus dan 310 orang tewas ). Sejak 2 Maret hingga 17 Mei 2020, terdapat 17.514 kasus positif Covid-19 dan 1.148 orang tewas. Covid-19 jauh lebih mematikan sekitar 10 kali lipatnya : 65 orang per 1.000 pasien sementara demam berdarah sekitar 6 orang per 1.000 pasien ). Tingkat kematian demam berdarah dibandingkan tahun 2019 : menurun dari 0,9 persen menjadi 0,6 persen. Kesadaran menjaga kesehatan mencegah Covid-19 berdampak mencegah penyakit lain ( Wisnu Nugroho, 19/5/2020 ).

Salam sadar, hening dan gigih.

( yang ingin dapat diskon tagihan listrik bagi pelanggan 900 VA dan 1300 VA bisa mengajukan secara online ke PLN pada tanggal 1-7 tiap bulan. Yang ingin lapor angka meteran listrik hubungi WA PLN di nomor 08122123123 pada tanggal 24-27 tiap bulan agar tak dipukul rata 3 bulan seperti tagihan Mei ini. Saya coba WA 08112310431 / Kota Bandung untuk meteran PDAM Tirtawening demi mencegah tagihan kaget serupa ).

LOMBA FOTO DI AREA KONSERVASI sd 31 Mei 2020.

Wiki Cinta Alam 2020 adalah kompetisi foto mengenai area yang dilindungi di Indonesia berhadiah 1: Canon EOS M200 + Kit. Juara 2 : Canon EOS M100 + Kit. Juara 3 : Sony Cyber-shot WX350.

Lokasi foto di :

  1. Taman Nasional Aketajawe-Lolobata
  2. Taman Nasional Alas Purwo
  3. Balai Taman Nasional
  4. Taman Nasional Bali Barat
  5. Taman Nasional Baluran
  6. Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
  7. Taman Nasional Batang Gadis
  8. Taman Nasional Berbak
  9. Taman Nasional Berbak-Sembilang
  10. Taman Nasional Betung Kerihun
  11. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
  12. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  13. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
  14. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  15. Taman Nasional Bukit Duabelas
  16. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
  17. Taman Nasional Bunaken
  18. Taman Hutan Raya Bung Hatta
  19. Taman Nasional Danau Sentarum
  20. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  21. Taman Nasional Gunung Ciremai
  22. Taman Nasional Gunung Halimun Salak
  23. Taman Nasional Gunung Leuser
  24. Taman Nasional Gunung Merapi
  25. Taman Nasional Gunung Merbabu
  26. Taman Nasional Gunung Rinjani
  27. Taman Nasional Gunung Tambora
  28. Taman Nasional Halimun
  29. Taman Nasional Karimunjawa
  30. Taman Nasional Kayan Mentarang
  31. Taman Nasional Kelimutu
  32. Taman Nasional Kepulauan Seribu
  33. Taman Nasional Kepulauan Togean
  34. Taman Nasional Kerinci Seblat
  35. Taman Nasional Komodo
  36. Taman Nasional Kutai
  37. Taman Nasional Laiwangi Wanggameti
  38. Taman Nasional Lore Lindu
  39. Taman Nasional Lorentz
  40. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru
  41. Taman Nasional Manusela
  42. Taman Nasional Meru Betiri
  43. Taman Laut Raja Ampat
  44. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
  45. Taman Nasional Sebangau
  46. Taman Nasional Siberut
  47. Taman Nasional Taka Bonerate
  48. Taman Nasional Tanjung Puting
  49. Taman Nasional Teluk Cenderawasih
  50. Taman Nasional Tesso Nilo
  51. Taman Nasional Ujung Kulon
  52. Taman Nasional Wakatobi
  53. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra
  54. Taman Nasional Wasur
  55. Taman Nasional Way Kambas

Selain taman nasional tsb anda juga boleh mengunggah foto di area cagar alam, suaka margasatwa, hutan lindung, dan taman hutan raya. Pastikan objek yang difoto ( bentang alam, flora, fauna, maupun objek lainnya ) berada di area yang dilindungi ( boleh unggah koleksi foto anda sebelum pandemi Covid ). Tenggat waktu unggah foto : 31 Mei 2020 pukul 23.59 WIB.

Cara mengikuti kompetisi, silakan klik di https://commons.m.wikimedia.org/wiki/Commons:Wiki_Loves_Earth_2020_in_Indonesia

CLOSING

Rico Huang ( founder & CEO PT. Alona Indonesia Raya ) bilang, jadi pengusaha berdampak butuh pondasi mental yang kuat agar bisa berbagi value. Sebelumnya, Rico belajar struktur internal / mental dari pengusaha sukses via komunitas pengusaha yang dia bentuk di internet ( Unlock w/ Billy Boen, MetroTV, 30/5/2020 ). Dwika Putra ( founder Riuh Renjana Creative Consultancy ), ahli komunikasi berlatar IT bilang, good story teller is good communicator. Dalam merekrut staf, ia cuma perlu CV dan pelamar yang bisa menyampaikan story-nya ( kisah hidup/ kesehariannya ) dengan menarik. Kalau kisah yang dia tahu saja, pelamar tak mampu menyampaikan dengan menarik, apalagi mempromosikan brand yang dia tak tahu. Komunikasi perlu konsistensi. Repetisi membangun reputasi.

Secara sederhana, komunikasi adalah pesan yang disampaikan komunikator pada komunikan lewat media. Yang membuatnya sangat sulit adalah detail pesan, komunikator, komunikan, media hingga pesan bisa tersampaikan dengan baik, dan menjadi sangat mahal ( sampai perusahaan gulung tikar/ bangkrut ) ketika terjadi miscommunication yang menghancurkan reputasi brand di mata konsumen.

Di level negara, komunikasi politik yang buruk membuat rakyat tak percaya hingga demo berjilid bisa menjungkalkan pemerintahan, seperti yang sedang terjadi di Hongkong ( RUU Lagu Kebangsaan China ) dan AS ( tewasnya pemalsu uang GF/ Afro-Amerika di kaki polisi ). Setelah perang dagang, perang virus Covid, kini AS vs China perang pengerahan massa dengan intel, buzzer ( dan kita akan menghadapi kedua raksasa itu di PD-3, 4 ).

Ciri orang kuat ( Good to Great, K-Lite FM, 19/5/2020 ) diantaranya,
mampu merayakan keberhasilan orang lain dan bisa beradaptasi dengan new normal / perubahan dengan kesadaran pribadi.

Hukum Kehormatan : pemimpin kelas 9 ( alami/ sejati ) dan kelas 10 ( kelas dunia ), takkan mau mengikuti pemimpin kelas 7. Orang cenderung mengikuti kepemimpinan yang lebih kuat dari dirinya, yaitu pemimpin yang menginvestasikan waktu, pikiran, tenaganya di kehidupan para pengikutnya ( K-Lite FM, 28/5/2020 ). Pak JK, Syafruddin, Kang Emil, Nadiem, Rico dan Dwika memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin berdampak kuat di bidang / komunitasnya. Sudi memberi lebih dari yang diwajibkan, dan rela mengambil sedikit dari haknya. Jazakallahu khairan katsiraa..

Selamat HUT Pancasila 1 Juni 1945 – 2020