Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Archive for the ‘Wanita’ Category

Negarawan Optimis vs Oposisi Pesimis Hantu Ngibul. Cakada berintegritas & KPK senyap menjerakan.

leave a comment »

a

Jokowi membagikan sertifikat gratis bagi warga kurang mampu. Yang dengki menuduhnya ngibul. Yang ambisius mengancam Indonesia bubar ( kalau bukan dia yang memimpin ). Siapa takut ? Ada yang mau Indonesia bubar tahun 2030 ? Hello ? Pastinya kita tak mau, apalagi oleh armada hantu AS ( novel Ghost Fleet) yang dikutip PS dalam pidato populis pesimistis mewakili kubu oposisi, menyambung hoax ( berita bohong )  dan hate speech ( ujaran kebencian ) sejak pilpres 2014  dan pilgub 2017 yang sempat memicu distrust antar unsur masyarakat dan distrust rakyat terhadap pemimpinnya beberapa waktu lalu. Sebagian bilang ini sudah kejahatan setan. Bagaimana kita seharusnya bersikap ? Tetap tenang, kritis dan ikhtiar terbaik apa pun kabisa anda. Selain itu, sudah puluhan kali kita diguncang prahara dan tetap kokoh kan ? Stay cool, man… ( sumber foto : rakyatbicara )

Armada Hantu. Perang Dunia 3. Indonesia bubar tahun 2030 ? Sudah kebalkah kita dari virus ancaman bubar ? Lebih smart-kah kita dari rakyat Amerika ?

ISU yang diPOSTING BULAN INI: Ghost Fleet bubar 2030, Sertifikasi tanah tak ngibul, Gubernur Tanah Abang vs Ombudsman Jakarta, Akan ada tersangka KPK, Vonis 16 tahun SN, Revisi PKPU daripada Perppu, Hukum pancung di Aceh, E-Belanja APBN, Facebook ditegur Kominfo, Bandung selatan banjir bandang, Darurat keilmuan profesor, Terawan Theory ditunggu uji klinis MKEK IDI.

BUBAR KARENA ARMADA HANTU ATAU DISTRUST OPOSISI ?

Novel karya duo ahli strategi dan intelijen AS lulusan Havard itu dikutip PS, ketum Grd, yang menyatakan ( dalam pidato politik di Youtube )  Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Wah.. gaduh lagi ( meski Jokowi tertawa, saya nyengir, yang lain mengernyitkan alis, bahkan kebakaran jenggot ). Padahal, sejak 2006, indeks kerapuhan negara Indonesia terus membaik. Bahkan tahun 2017, indeks kita lebih baik dari Turki, Rusia dan China ( di novel GF, yang perang itu AS, Rusia, China ) . Kita utuh dan kokoh. Kok bisa elit politik bicara begitu ya ? ( kita yang memiliki Indonesia tentu tak senang mendengar ucapan pesimis negatif dari oposisi seolah presiden yang kita pilih selama ini tak berbuat banyak. Ya, tidak senang, kecuali PS memang berniat kalah dengan pidato kontra produktif itu lalu sportif memberi selamat pada Jokowi.. he3x..)

Jika niatnya warning/ peringatan mestinya bicaranya privat dengan pemerintah. Jika niatnya cari sensasi untuk konsolidasi para pendukung, saya pikir, bisa blunder, karena rakyat lebih suka mendengar harapan optimis negarawan di masa depan berbasis data valid, bukan fiksi pesimis mengecilkan Indonesia dengan data sejarah sekalipun ( fiksi, karena penetapan 2030 tak melalui tahapan kondisi seperti analisis ilmiah lainnya ).

Menurut agama, azab diperlihatkan di dunia menimpa orang yang syirik ( menyekutukan Allah, main dukun, santet, guna2 ),  durhaka pada orang tua dan menzholimi hak org lain ( merampas tanah ). Zionis AS yang menguasai Gedung Putih sejak perang salib telah merampas tanah Palestina, menyebarkan propaganda hitam/ fitnah teroris pada kaum muslim, sejak pengeboman menara kembar WTC 9/11/2001 ( The Big Lie, karena gedung itu ternyata milik pengusaha zionis dan para zionis/ pekerja Yahudi di situ telah dievakuasi sebelum gedung simbol ekonomi AS itu ditabrak pesawat dan diledakkan kolom2 penyangga/ pilar dasarnya dengan dinamit berdaya ledak tinggi ),  lalu mengeruk kekayaan alam bangsa2 lain/ negara2 muslim/ dunia ketiga dengan invasi militer dan pinjaman hutang USD melalui IMF, Bank Dunia, ADB, dsb. ( yang tak dijamin emas yang cukup di FED ( bank sentral AS milik keluarga zionis )) .

Anda tinggal pilih percaya Qur’an dan Hadis shahih, atau novel tsb ? Saya pilih kitab suci saya lalu menyiapkan diri dan Indonesia menjadi pemenang PD III lawan zionis dari AS, Israel dsb.( Ciee..). Analis luar negeri lainnya malah memprediksi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi ke-7 dunia ( bahkan ke-5 kalau lebih rajin dan smart ) pada tahun 2030 itu, di atas Inggris dan Jerman.

Jika anda berpikir bisa, anda pasti bisa, tulis motivator Dale Carnegie. Kita berpikir Indonesia kuat, damai sejahtera lalu menang di PD III dan PD IV maka niscaya itu terwujud dengan izin-Nya. Apa yang kita dambakan terwujud saat itu usahanya di mulai dari hari ini. Siaaap !!

SERTIFIKASI TANAH TIDAK NGIBUL, KOK !

Land reform ( reforma agraria )  dan perhutanan sosial adalah salah satu program pemerintahan Jokowi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Tanah bersertifikat itu bisa digunakan rakyat untuk pertanian/usaha lain atau agunan kredit produktif di bank ( jika yakin hasil usaha yang didapat cukup untuk membayar/ mencicil bunga bank. Kalau tidak yakin, jangan digadaikan/ diagunkan karena tanah bisa melayang/ pindah tangan ).

Akses tanah dan akses bank untuk rakyat kecil yang dulu cuma mimpi kini bisa terwujud dengan komitmen kuat pemerintahan Jokowi. Lalu,  AR bilang program pembagian sertifikat tanah untuk rakyat itu ngibul ( karena masih banyak tanah milik asing). Hmm.begitu, ya?

Kastaf kepresidenan Moeldoko mengatakan,  kepemilikan lahan oleh kelompok tertentu/ asing  di nusantara grafiknya terus menurun sejak tahun 2003. Menurut BPS, tahun 2013, angkanya 0,68 % ( artinya 1% orang memiliki 68 % tanah nusantara ). Tahun 1973 – 2002, grafiknya memang naik sampai 0,72 %. Baiknya di bawah 0,5 %.  ( artinya kesenjangan tanah atau pemerataan/ kesempatan ekonomi dikategorikan aman ).  Kepemilikan tanah untuk konglomerasi/ korporasi asing sudah distop.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil bilang, meski pun masih tersisa kepemilikan asing ( HGU selama 35 tahun, syarat perpanjangan : 20% tanah harus dilepas/ di-share ) misal perkebunan sawit, masih memberikan manfaat/lapangan kerja bagi tenaga lokal.

Perkara ribet nan kronis ini perlu waktu untuk menguraikan dan memperbaikinya. Bahkan untuk membuat satu peta komprehensif untuk mengatasi peta tumpang tindih yang dimiliki banyak pihak selama ini, bukan pekerjaan mudah. Butuh komitmen kuat, kerja keras nan cerdas, ketekunan plus kegigihan menembus para bohir ( plus dana besar APBN ) One land map / peta tanah komprehensif ini meliputi tanah negara, tanah rakyat dan tanah HGU asing, yang bisa digunakan  akurat untuk memutuskan dan melaksanakan berbagai kebijakan ( juga menjawab tudingan AR soal kedaulatan tanah NKRI ).

Reforma agraria yang masa pemerintahan sebelumnya sulit dilaksanakan, kini masa Jokowi dikebut. Dari 126 juta bidang tanah untuk rakyat sudah 47 juta bidang  yang  disertifikasi. Tahun 2025 semoga rampung seluruhnya. Thn 2017 lalu tercapai 5,2 juta dari 5 juta yang ditargetkan. Tahun 2018 target 7 juta sertifikat, mungkin tercapai Oktober ini, kata Sofyan. Tahun 2019, target 9 juta sertifikat. Kalau 500 ribu lembar sertifikat seperti masa pemerintahan sebelumnya, bisa2 baru kelar 140 tahun lagi.

Hampir 50% lahan kelapa sawit yang ada, milik rakyat dengan hasil 3-4 ton per hektar, sedang sekitar 50 % milik perusahaan swasta dengan hasil 8 ton/ha.

Tanah yang terbengkalai ( bekas tanah konsensi yang ditinggalkan, dll )  diupayakan pemerintah diberikan pada rakyat, instansi atau tempat latihan TNI. Developer yang punya land bank untuk membangun kawasan perumahan dengan rencana yang jelas dan dilaksanakan, tak diusik pemerintah ( Prime Time News MetroTV,  26/3/2018 ).

74 % rasio kepemilikan lahan oleh 1% populasi yang diaku AR dikutip dari Bank Dunia ternyata dibantah oleh Bank Dunia. Nah, lho! Artinya, AR ( ketua majelis pertimbangan partai PAN ) yang ngibul/ mengkritik asbun dengan data rancu. ZH ( besan AR, ketua PAN dan MPR ) dan  HRa ( anggota DPR ) yang mengamini perkataan ayahnya, mestinya lebih kritis dan mengingatkan AR cara mengkritik yang elegan didukung data valid jika memang nurani mereka bicara.

Manusia tak luput dari salah, senior sekali pun Lebih penting lagi, mau introspeksi menjadi lebih arif. Rakyat beranjak cerdas sekarang. Jangan sampai trik yang dilancarkan menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Rakyat, media/ jurnalis, komunitas, LSM, ormas, asosiasi profesi juga punya data dan sumber kredibel. Jangan sampai ditertawakan ketika mengumbar sensasi. Serius, cermat, berhati-hatilah. Memori kami merekam perilaku kalian untuk dikonversi menjadi suara pemilih.

Oposisi cerdik jika ingin eksis, mencari isu/ kebijakan pemerintah yang banyak dikritik rakyat dan memberi solusi alternatif yang bermutu dan aplikatif. Data benar yang sengaja disembunyikan waktu pengambilan sampel, sumber dan caranya, untuk membohongi publik demi perolehan suara akan dicela rakyat pada akhirnya. Masyarakat hendaknya terus meningkatkan literasinya terhadap data valid dan turut mengecek kebenaran pernyataan politisi. Belajar cerdas.

AR mestinya menggunakan kata2 yang sesuai dengan keilmuannya ( guru besar UGM ) supaya rakyat tidak meniru bicara asal/ kasar. Negara tetangga pada nonton bagaimana kita berdemokrasi, lho. Jadi jangan genit bikin gaduh tak perlu pada rakyat yang sudah berusaha tenang menjelang pilkada dan pilpres ini. Sebagian orang bilang. AR bapak reformasi. Sebagian bilang, AR penggagal reformasi ( karena merebut kursi MPR yang mestinya untuk AL dan menurunkan ArWh ). Jadi siapa sebenarnya AR?  Kita lihat langkahnya ke depan untuk kesimpulan akhir. OK ?

Menurut peneliti Megawati Institute/ MI ( Prime Time News, 30/3/2018), angka rasio 74 % itu semula petunjuk awal ketimpangan ekonomi yang akan diteliti MI kebenaran dan detailnya. Hasil riset di akhir laporan ( 0,68 versi BPS )  pada tahun 2013 itu malah tak disebutkan.

Tidak juga relevan mengambil hasil tahun 2013 itu untuk dasar menuduh ngibul pada Jokowi, Maret 2018. Setelah dilantik sebagai presiden RI ke-7, Oktober 2014 lalu,  ada sertifikasi tanah gratis yang bertambah banyak tiap tahunnya, sehingga rasionya tentu di bawah 0,68 ( atau 68 %, makin jauh dari 74% yang dituduhkan AR ). Jelas sekarang siapa yang ngibul ( AR ).

Jika modus Trump memenangkan kontestasi dengan politik kasar ( fitnah, rasis, agitasi, pesimistis, ancaman, menakut-nakuti berbasis fiksi dan imaginasi )  dianggap tak cocok dengan kultur santun ketimuran kita, mestinya oposisi di sini tak plagiat menconteknya demi syahwat berkuasa. Menang  atau pun kalah sama residunya : distrust/ perpecahan di kalangan masyarakat, yang jika terus terakumulasi ( terus digunakan saat pesta demokrasi )  bisa berujung kerusakan permanen alias negara bubar ( penyebab negara bubar : pertarungan sengit SARA, kesenjangan lebar ekonomi/ kelas sosial, intervensi / invasi militer asing ) .

Lihat apa yang dialami warga AS dan dunia  pasca terpilihnya Trump sebagai presiden AS ( konflik horisontal/ anti migran, rentetan demo berkepanjangan memprotes kebijakan rasis/ diskriminatifnya, Yerusalem diklaim sepihak sebagai ibukota Israel, dukungan yang terus  membesar pada Israel ( meski Trump mengaku bukan politisi dan terbebas dari lobi2 pengusaha Yahudi AS karena “I am so rich”, orasinya pongah )  berupa veto2 AS pada resolusi PBB terhadap pemerintah zionis Israel yang terus memperluas pemukiman warganya di Tepi Barat milik Palestina dan membunuhi warga Palestina yang berunjuk rasa memprotesnya, dsb.

Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik. Dua hal itu tak terpisahkan. Pilihlah capres, caleg dan cakada yang menggunakan cara2 baik untuk menjadi pemenang ( agar yang terjadi di AS tak terjadi di Indonesia ).

PS yang lahir dari keluarga elit, pendidikan elit,  pernah menikah dengan putri penguasa Orba, tak legitimated jika bicara soal kelas sosial/ bawah dalam pidato politiknya. Apa pantas orang yang ( pernah )  menjadi bagian dari 1 %  menguasai 68 % aset ekonomi sampai berkobar- kobar di panggung seperti itu ? Rakyat sudah letih. Get real, jangan main sandiwara terus.

Kepemilikan asing bermula dari keputusan para penjual aset negara di masa lalu ( imbalan untuk AS yang telah menaikkan rezim Orba ). Contoh, konsensi tambang Freeport yang oleh UU tertanda menteri Gndjr waktu itu, bisa terus diperpanjang tiap 10 tahun tanpa bisa dianulir oleh UU yang baru, secara de facto ( ILC, 4/4/2018 ). Kecuali APBN kita sudah cukup untuk mengenyahkan invasi AS cs jika mereka sampai gelap mata/ pakai jurus mabuk pula).

Tak perlu galau, apalagi pesimis.. Ada prediksi, Indonesia masuk 3 besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045, selain China. Mungkin AS tidak masuk, kalau benar Trump jadi biang bangkrutnya AS seperti asumsi Bart Simpson ( tokoh kartun tengil AS ). Yang Maha Menggerakkan hati manusia itu bisa menunda perang sampai kita cukup kuat memenangkannya. Jika pun terjadi invasi atau PD 3 sebelum tahun 2045, cukup Allah sebagai penolong kita.

Anda tidak berpikir Indonesia, negeri muslim terbesar di dunia, yang kampiun perang gerilya dan pantang menyerah selama lebih 350 tahun ditindas penjajah, bisa survive dari ancaman bubar berulang kali dan tetap eksis sampai hari ini, tanpa peran apa2 di masa depan kan ?  Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita sudah ditempa dan semua sudah direncanakan-Nya. Every detail. Berharap yang terbaik, bersiap yang terburuk. Think big and be strong..!

OTT KPK, PERPPU, PKPU, JR DAN CAKADA. The winner is…

KPK ( ketua, jubir) genit! tuduh beberapa pembicara, sengit. Apalagi ini?  Mereka kumat meriang setiap komisioner Agus mengatakan ‘akan’ ada calon kepala daerah ( cakada )  yang terjaring operasi KPK lagi. Mestinya, kerja lidik sidik lembaga anti rasuah itu dilakukan senyap. Setelah cukup alat bukti kuat, apalagi jika OTT, segera umumkan ke publik, siapa tersangka korupsi, agar rakyat tak salah pilih pemimpin daerahnya.

Namun, cara ini pun masih diprotes. Menko Wiranto menghimbau KPK menunda kerja penindakan pada cakada tsb sampai usai pemungutan suara 27 Juni 2018. Permintaan ini bisa dimengerti, karena dengan sisa waktu kurang dari 3 bulan sulit mengganti surat suara yang sudah tercetak nama calon tersangka dan didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia. Penggantian cakada oleh parpol juga sulit karena kendala aturan dan ketinggalan start sosialisasi bagi calon pengganti.

Usulan KPK agar presiden mengeluarkan perppu penggantian cakada tersangka korupsi tidak memenuhi syarat kegentingan memaksa. Rezim pemerintahan daerah ( istilah Refly Harun ) punya mekanisme menonaktifkan cakada tersangka yang terpilih begitu proses hukum dijalankan. Wagub manjadi plt gubernur. Demikian pula wakil walikota dan bupati. Jika inkrah tak terbukti bisa balik jadi gubernur. Jika inkrah terbukti korupsi ya masuk bui. Habis perkara.

Tinggal parpol, hulu masalah politisi dan cakada korup, dihukum pula. Dikurangi 1 % parlemen treshold-nya, tiap kader-nya terjaring korupsi. LSM seperti Formappi bisa mengumumkan di situsnya, akumulasi kader korup tiap parpol, agar rakyat tak mencoblosnya di pemilu berikutnya atau bubar dengan sendirinya. Tak laku.

Pemerintah berkepentingan pemilu berjalan baik sebagai tanggung jawabnya pada rakyat. Sehingga ruang kordinasi antara lembaga stake holder pemilu perlu dipertimbangkan KPK.

KPK independen seperti juga KPU. Keduanya institusi penting pendukung demokrasi kita. Namun, inti demokrasinya tetap perhelatan pemilu itu sendiri, di mana rakyat bisa hening, berpikir  jernih, memberi suaranya pada pilihan terbaik untuk masa depan negeri ini.

Presiden, kepala daerah, anggota dewan di pusat dan daerah terbaik inilah yang kemudian memilih komisioner KPK, KPU, KPUD, KY, hakim MA, MK, panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para menteri, para kepala dinas, para duta besar, dst untuk mengurus hajat rakyat ( dengan masukan dari para pakar/ akademisi/ saksi ahli, media/ jurnalis/ saksi peristiwa, pemuka agama/ tokoh masyarakat, asosiasi profesi/ komunitas dan ormas ). Betapa pentingnya suasana kondusif 3 bulan ke depan. So, queit please..

Next, parpol bisa menyodorkan balonnya ke KPK untuk memastikan bersih dari korupsi. KPK juga bisa pro aktif memberitahu parpol, mana balonnya yang terindikasi korupsi. Lebih top lagi, jika sudah tersangka dengan lebih 2 alat bukti, sebelum penetapan cakada, caleg dan capres oleh KPU, sehingga perppu tak diperlukan lagi karena parpol sempat mengganti balon.

Bagaimana kalau anggota Panwaslu dan KPUD yang terjaring KPK ?  (EMI, 13/3/2018). Bawaslu harus bernyali seperti KPK. KPU, KPUD, Bawaslu, Panwaslu harus independen juga. Tak berafiliasi dengan parpol, ormas manapun agar tak punya beban ketika menindak  tegas para pelanggar pemilu.

Pemilu langsung ( pileg bersamaan pilpres April tahun 2019 di lebih 17 ribu pulau Indonesia, pilkada serentak di 171 daerah pada 27 Juni tahun 2018 )  adalah yang paling sulit di dunia ( apalagi saat pertama kali tahun 2004 ). Kebayang, betapa tegangnya KPU dan parpol hari2 ini. Para pemilih juga kemendagri. Ada 2,2 juta WNI yang belum punya KTP -Elektronik menurut data kemendagri. Ada 6,7 juta yang belum punya KTP-E versi data KPU yang menurunkan petugasnya ke lapangan, Januari lalu. Ada 70 % warga Papua yang belum merekam data KTP-E -nya ke kecamatan domisilnya. Sekitar 20% alat perekam data KTP-E di kecamatan rusak. Can we handle it ?

Bagaimana caranya dalam waktu kurang dari 3 bulan hak dasar konstitusional rakyat Indonesia ini terpenuhi ? KTP-E, kita tahu, direncanakan menjadi data terintegrasi untuk pemilu, SIM, BPJS kesehatan, pasport, keuangan, perbankan, catatan sipil juga.

Untuk pilkada 2018, WNI yang belum punya KTP-E bisa mencoblos cakada pilihannya dengan menunjukkan surat keterangan/ suket telah merekam data KTP-E di kecamatan domisili menurut UU Pilkada. Namun untuk pileg pilpres tahun depan WNI harus sudah punya KTP-E untuk mencoblos menurut UU Pemilu. Oleh sebab itu kemarin Presiden Jokowi meminta mendagri Cahyo membuat permendagri untuk mempercepat pembuatan KTP-E. Kalau bisa sehari ( sejam ) selesai, maksimal 14 hari terhitung sejak WNI selesai merekam datanya.

Jika belum selesai saat pileg pilpres 2018, maka WNI yang punya legal standing bisa mengajukan judicial review ( JR ) ke Mahkamah Konstitusi ( MK ) untuk menganulir syarat KTP-E ( satu pasal ) pada UU Pemilu. Dengan pengalaman MK bersidang memutus sengketa hasil pemilu yang dibatasi waktu, maka satu hari pun bisa putus untuk satu pasal  tsb. Di bandingkan mengajukan revisi UU Pemilu atau presiden membuat perppu, maka opsi JR bisa lebih cepat ( keputusan MK bersifat final dan binding/ mengikat ) dan menjaga muka DPR dan pemerintah ( pembuat UU Pemilu ).

WNI diharapkan mengecek ke kelurahan/ kecamatan, apakah namanya sudah tercantum di daftar pemilih. Minta surat keterangan sudah merekam data KTP-E jika belum punya kartu fisik KTP-E. Lalu lihat di web resmi KPU, daftar cakada di wilayah domisili yang akan dipilih. Lihat rekam jejaknya ( beri input ke KPU ) jika ada yang bermasalah.

KPU sedang berupaya mengajukan revisi UU atau merevisi peraturan KPU ( PKPU ) tentang larangan terpidana inkrah kasus pelecehan seksual, narkoba, korupsi menjadi calon, dalam rangka menyediakan cakada berintegritas untuk para pemilih.

Jika DPR tak sempat mengakomodasi perluasan pasal tsb ( karena sebagian sibuk kampanye ), maka KPU bisa mencantumkan rekam jejak cakada di situsnya. Keputusan MK masa Mahfud membolehkan terpidana menjadi peserta pemilu dengan syarat memberitahu statusnya pernah terpidana pada publik, mungkin karena banyaknya terpidana politis masa rezim otorian Orba yang represif ( mengkritik pemerintah, kasus2 rekayasa ). Bukan kejahatan murni.

Kasus suap 36 anggota DPRD Sumut yang terjaring operasi KPK kemarin sungguh memprihatinkan. Kalau diperbolehkan UU menggunakan APBD tahun sebelumnya, kenapa gubernur harus menyuap anggota dewan demi diluluskan APBD tahun ini ? Kasus hatrick korupsi 3 gubernur mestinya menjadi momen evaluasi warga Sumut untuk lebih selektif memilih pemimpinnya. Apa begitu pragmatisnya  ( materialistis ) elit di Sumut sampai KPK menandai Sumut daerah rawan korupsi ?

Jika lebih 50% kepala daerah dan anggota dewan tertangkap korupsi, mungkin sudah saatnya sistem pemilu kita diubah. Partai peserta pemilu disederhanakan ( jadi 2-5 partai saja, sesuai sistem presidensial yang kita anut. Mestinya sedikit partai. Bukan multi partai seperti sekarang ini ), biaya politik parpol ditanggung negara ( kurang dari Ro 78 triliun  ) dengan pengawasan ketat publik ( amati update web KPU, kemendagri, kemenkeu dengan e-belanja APBN, KPK, Ombudsman, Formappi, dsb ), plus memperbaiki mental para stakeholder pemilu termasuk rakyat pemilih, dan terutama parpol yang menjadi hulu politik uang, untuk tidak meminta-minta lagi ( uang mahar, kaos, sembako, pulsa, token listrik, voucher, dsb ) dalam berdemokrasi. Masyarakat, peserta dan  penyelenggara pemilu harus merubah diri jadi tak doyan duit/ politik uang selama kampanye dan tahapan pemilu.

Syarat ‘dari parpol’ dalam UU untuk bisa jadi anggota dewan juga bisa dianulir jika kader parpol masih korup juga. Toh, duit dari pajak rakyat. Setuju ?

Tentang cuti kampanye presiden, masa SBY pernah dilakukan. Sebagian menyarankan Jokowi boleh cuti tiap Jumat, Sabtu dan Minggu selama masa kampanye. Sebagian menyarankan capres petahana tak perlu cuti karena tugas negara RI-1 tak bisa diwakilkan seperti cakada pada wakilnya atau sekda- nya. Menurut saya terserah presiden mau ambil cuti atau tidak karena beliau paling tahu kesibukannya dan jadwal padat presiden yang menantinya. Yang jelas, KPU tak perlu mengajukan usulan cuti presiden di revisi UU Pemilu. Presiden cukup kontak KPU kapan bisa debat capres, dll. KPU yang menyesuaikan tugas penting kenegaraan presiden. Bukan sebaliknya. Ini amanat rakyat !

KPK ikut meramaikan keriuhan pemilu, karena diharapkan banyak pihak, setelah Bawaslu gamang menindak. Maksud baik KPK memberitahu rakyat, dicurigai parpol ikut berpolitik. Maksud baik Menkopolhukam Wiranto menghimbau KPK agar menunda penindakan cakada korup, dituduh intervensi oleh sebagian pihak ( atau sebaliknya dianggap pihak lain kurang tegas sebagai perwujudan kehadiran negara yang pasti ).

Saya sendiri menganggap diksi ‘menghimbau’ itu sudah baik. Tidak intervensi pada independensi KPK. Dengan rendah hati meminta kearifan KPK untuk melihat kepentingan yang lebih besar. Diikuti atau tidak, berpulang pada KPK. Kalau OTT ( sudah tersangka 99 % korupsi  masuk bui ), umumkan saja. Bahkan, jika 90 % cakada kena OTT, kata perwakilan Nasdem tempo hari.

Rencana revisi peraturan KPU ( PKPU) no.3 tahun 2017 bisa mengakomodasi penggantian cakada yang terjaring OTT KPK dalam sisa waktu kurang dari 3 bulan ini. Solusi lebih cepat karena tak perlu persetujuan DPR, cukup dikonsultasikan ke DPR  lalu diterapkan pada pilkada 2018, pileg dan pilpres 2019.

Menurut UU, penggantian cakada diperkenankan jika cakada tak lolos tes kesehatan, tersangka hukuman penjara 5 tahun atau lebih dan berhalangan tetap. Di revisi PKPU, berhalangan tetap mesinya dirinci tersangka KPK/ OTT dengan surat tersangka dari KPK, sakit berat sampai tak bisa menjalankan tugasnya dengan surat sakit dari rumah sakit pemerintah, dst. Dengan begini rakyat diberi pilihan cakada  bersih oleh KPU.

Karena distorsi informasi di bawah luar biasa besar maka para pemilih terutama kaum milenial ( 17-34 tahun, 50% dari 196 juta pemilih ) perlu diberi info kredibel dan update dari web resmi KPU tentang cakada, caleg, capres bersih yang bisa mereka pilih. Publik bantu KPU/ KPUD mengawasi rekam jejak dan status hukum/ indikasi korupsi para calon yang terpampang di sana.

Masalah OTT cakada dan perppu usulan KPK demi independensi, himbauan Wiranto/ Menkopolhukam dan pilkada bersih dambaan rakyat bisa selesai dengan revisi PKPU untuk saat ini. Setelah usai perhelatan pesta demokrasi tahun depan sebaiknya dibuat aturan yang lebih legitimated/ di atas PKPU.

Komisioner KPK berikutnya, hendaknya ada dari pakar hukum pidana,  penyidik dan jaksa, agar proses di KPK lebih kredibel dan diteladani anak buah. Ketua.revisi KUHP dari akademisi yang sudah merintis revisi sejak 30 tahun silam mengatakan, mestinya tak ada penetapan tersangka di KPK sehingga tak diperlukan SP3. Langsung tahan saja, artinya dia tersangka. Jika tak ada SP3, bukan berarti tak bisa menghentikan kasus jika bukti tak bisa untuk melanjutkan kasus. Hentikan saja dengan senyap, sarannya ( Rusia cuma butuh 2 tahun untuk bikin KUHP ).

Soal kuda troya yang diungkapkan pembicara ILC ( 20/3/2018 ) cukup mengejutkan. Dugaan seleksi deputi penyidikan dan penindakan KPK secara tertutup membuat KPK jilid sekarang diterpa banyak kritik, saya pikir, perlu pendalaman dengan lebih banyak bukti fakta untuk sampai pada kesimpulan itu ( pembusukan dari dalam). Setahu saya, deputi penindakan dan deputi penyidikan ( AB ditarik Polri ) yang baru  terpilih kemarin melalui seleksi berlapis komisioner KPK, Kapolri, Jaksa Agung dan konsultan eksternal.

Peristiwa pegawai KPK satu ruangan dengan tersangka korupsi ( gub Jambi ZZ ) dalam satu acara publik  ( 21/3/2018)  yang sudah disusun jauh2 hari bisa dianggap sebagai kecerobohan. Aturan UU melarang komisioner dan pegawai KPK berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan orang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka, dengan alasan apa pun.

Jika KPK tunduk pada UU KPK yang dibuat rakyat ( DPR, presiden, akademisi dengan konsultasi publik) maka logis kalau produk/ hasil kerja KPK bisa dipercaya rakyat. Bisa sebaliknya ( tak dipercaya) jika tidak tunduk. Karena masalah seperti ini pula,  sebagian media menganggap KPK punya rekam jejak ikut berpolitik ketika ribut OTT cakada ( selain soal BG yang batal jadi Kapolri, lalu jadi kepala BIN. Saya sendiri melihat kasus BG batal itu lebih kepada input masyarakat dan LSM tentang kecurigaan rekening gendut yang dimiliki sebagian pati. KPK cuma menindaklanjuti dumas tsb dengan stabilo berbagai warna. Soal ZZ di acara KPK, lebih karena kelalaian pegawai KPK, yang harus ditegur keras sekarang dan nanti diberi sanksi tegas jika terjadi lagi ).

Namun, jika kecerobohan terus berulang dan pimpinan KPK selalu defensif terhadap kritik media dan publik ( yang selama ini sudah rela membentengi KPK dari serangan luar KPK/ pelemahan KPK/ koruptor fight back) bisa2 publik gak sayang sama KPK lagi. Lebih gentle kalau KPK ngaku salah, kayak kastaf Moeldoko/ mantan panglima TNI yang energik tapi sportif ketika dikritik lawan ; bahwa staf situs kepresidenan dianggap ikut berkampanye.

Saya justru salut dengan kebesaran hati semacam ini. Dengan sadar akan kesalahan yang menjadi tanggung jawab kita, otak bawah sadar kita yang lebih powerful dari otak sadar kita, akan mencari solusi dan berbenah diri. Itu sistem tubuh/ manusia mendekati Tuhan penciptanya  ).  Etisnya, KPK mendengarkan kritik perbaikan dengan rendah hati. Legowo mengaku alpa dan menegakkan hukum/ etika pada pegawai KPK yang melanggar aturan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Kita mafhum manusia tak luput dari alpa dan salah. KPK tak seluruhnya malaikat yang sangat patuh dan tertib. Adanya sanksi yang diberlakukan sejatinya untuk warning/ pengingat agar kesalahan tak terulang.

KPK adalah lembaga independen seperti juga media. KPK bertanggung jawab pada rakyat. Tiap tahun KPK melaporkan hasil kerjanya pada presiden dan DPR pilihan rakyat serta pada publik melalui web dan jawaban atas pertanyaan jurnalis di kantor KPK.

Mungkin ke depan akan lebih baik jika jubir KPK tak lagi datang/ diundang ke acara2 TV. Kita melihat betapa sengitnya serangan anggota DPR kepadanya yang bisa menurunkan wibawa KPK di mata publik. Orang2 jago ngomong miskin fakta itu seperti terlihat benar karena lebih banyak jumlahnya. Di posting lalu sudah saya sampaikan bahwa di Indonesia masih banyak orang yang malas berpikir dan merasa paling benar daripada yang kritis dan rendah hati/ open mind.  Ketidakbenaran ( seolah) menjadi kebenaran jika lebih banyak yang mengucapkan.

Mas Febri stand by saja di gedung KPK menanggapi pertanyaan media atau memberi konfirmasi pada host acara TV via telpon atau skype. Biar pembicara pro-KPK dan publik yang menghadang pelemahan KPK. KPK bisa membuktikan anggapan salah mereka dengan kerja senyap penindakan ( idealnya. Bisakah dengan awak pers bejibun yang nongkrong setia di KPK sebagai benteng pertama publik sekaligus pencari berita ?  Itu pemikiran tersendiri ). Publik bisa melihat para koruptor yang diseret KPK ke pengadilan tipikor sebagai kerja penindakan tsb. Juga rating Indonesia pada indeks korupsi yang membaik serta berkurangnya korupsi di tanah air secara signifikan.

Banyak bicara, ( memungkinkan lebih)     banyak salah. Wanita lebih di dengar pria jika bicara lembut menyejukkan dan sedikit mengeluh. Ibu lebih dipatuhi anak jika konsisten bicara aturan prinsip, bukan ngomel tak berkesudahan. Efektif.

KPK tampak elegan jika sedikit bicara banyak kerja. Wartawan juga  jangan genit memancing  dengan pertanyaan menjebak dan bikin blunder KPK yang masih terpancing itu. Semuanya menahan diri agar agenda Indonesia bersih dari korupsi segera tercapai. Oke?

Ribetnya demokrasi dan penegakan hukum di negeri ini disebabkan kurangnya trust/ kepercayaan antar banyak pihak. Kebayang juga ribetnya Karni Ilyas, host ILC, menengahi para pembicara yang berseteru sengit  tiap Selasa petang hingga lewat tengah malam. But, we really enjoy it, don’t we?  Diskusi untuk menghargai beda pendapat. Mencari titik temu dari banyak kepala yang menyimpan kepingan fakta, info, ilmu,  pengalaman yang relevan atas isu aktual, yang 20 tahun lalu tak bisa kita.lakukan, kini bisa. Alhamdulillah..

16 TAHUN PENJARA UNTUK SN. KURANG ?

SN dituntut 16 tahun penjara, dicabut hak politiknya selama 5 tahun, bayar denda Rp 1 miliar plus ganti rugi 7,4 juta USD oleh jaksa KPK kemarin ( EMI, 30/3/2018). Sebagian menganggap hukuman itu pas untuk menjaga sikap politik partainya (  AL,  ketua dewan pakar G berharap SN dihukum ringan ). Sebagian lain dan para pemirsa berharap hukuman 20 tahun, seumur hidup/ hukuman mati, dicabut hak politik selamanya plus pemiskinan bagi pengatur proyek plus fee  KTP-E seperti SN ( berkaca hukuman penjara 30 tahun bagi mantan presiden Korsel, PJH ).

Mega korupsi jeranya dihukum mati untuk menciutkan nyali calon pelaku berikutnya ( buntut masalah KTP-E masih dirasakan ( 2,2 – 6,7 juta )  calon pemilih pilkada tahun ini yang belum mendapat KTP elektronik.

Tujuan penegakkan hukum adalah kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. PA dan PMS, juga 29 nama yang pernah disebutkan dalam persidangan bisa dikronfrotir di pengadilan ( disaksikan publik) untuk membuktikan mereka terlibat atau tidak.

OMA sudah membantah kesaksian SN tentang keterlibatan kedua anggota kabinet tsb. PA bahkan mempersilakan konfrontasi fakta tsb ( mau datang ke pengadilan) demi menjaga integritasnya. KPK bisa lebih dulu menguji kesaksian SN dengan kesaksian pelaku lainnya ( minimal 2 alat bukti. Kesaksian di pengadilan di bawah sumpah bisa jadi alat bukti ) agar kerja kabinet tak terganggu. Jika yakin, bukti kuat terpenuhi, ajukan mereka sebagai saksi di pengadilan untuk. dikonfrontir keterangannya dengan saksi lain.

Jika terbukti tak terlibat, reputasi mereka terjaga bersih, keadilan ditegakkan, rakyat lega dan KPK makin dipercaya ( plus disayang publik ). Bagaimana keputusan para hakim yang mulia ?

Dr.Yenti Garnasih, pakar hukum TPPU, bilang mestinya KPK juga menggunakan pasal TPPU agar keberadaan uang Rp 2,3 triliun itu diketahui posisinya dan bisa dikembalikan pada negara. Baik bagi pelaku utama maupun pelaku2 lain yang mengalirkan uang korupsi KTP-E tsb.( Prime Time News, 30/3/2018 )

Demokrasi tak jalan jika pemimpinnya tak bisa memastikan hukum berjalan tegak  ( ILC, 1/4/2018). Nama SN sudah disebut-sebut sejak kasus Bank Bali.  Jika presiden terlalu sibuk/ capek untuk memback-up penuntasan kasus e-KTP ( pengungkapan seluruh aktor besar dan penikmat suap/ fee  proyek ) dan KPK lalu genit dan ceroboh lagi maka bisa2 ‘senior’ transaksi politik ini yang akan mengendalikan plot drama e-KTP sampai akhir. Jangan sampai itu terjadi. KPK diharapkan bertangan dingin dan menjerakan. Siap stamina dan adu cerdik keluar dari permainan SN yang mencicil dan mau aman sendiri ( saya tidak ingat, kata OMA. katanya, katanya.. masih mengaku tak bersalah ). Keep watching…

SARAN OMBUDSMAN UNTUK GUBERNUR ANIES

Satu ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, ditutup/ digunakan Gubernur  Anies untuk jualan PKL ( dengan surat intruksi gubernur ). Dalihnya rekayasa untuk melapangkan pedestrian. Pengguna jalan lain protes, bahkan sampai menggugat ke kantor Polda Metro Jaya tapi Anies tak terpengaruh. Lalu, terbetik berita, Ombudsman DKI ( lembaga yang diberi kewenangan oleh UU mengawasi pelayanan publik )  memberi saran ( mestinya rekomendasi tegas )  agar jalan tersebut dibuka dalam 60 hari ke depan dan dilaporkan ke Ombudsman Jakarta ( sebelumnya dalam 30 hari sudah dilaporkan rencana tindaklanjutnya ) terhitung sejak tanggal pemberian saran ( EMI, MetroTV, 27/3/2018 ).

Jika tidak mematuhi UU no.23 ( jalan bukan untuk mangkal PKL, tapi untuk lalulintas kendaraan, publik dan keperluan negara/ konvoi tamu negara, dengan kewenangan polisi dan kemenhub untuk mengaturnya ), ada sanksi ‘non job’/ pembinaan ( mendagri membebastugaskan sementara gubernur sampai perbaikan dilakukan oleh wagub ).

Seingat saya, saran Ombudsman DKI jika tidak direspon baik akan berubah menjadi Rekomendasi Ombudsman RI setelah ditandatangani ketuanya. Dalam 3 bulan masih tidak ditindaklanjuti, gubernur bisa dibebastugaskan sementara sampai diberhentikan selamanya oleh mendagri setelah diberitahu Ombudsman RI ( ada bupati yang pernah dibebastugaskan karena pembangkangan. seperti ini setelah surat peringatan pertama dan kedua yang dilayangkan tak ditanggapi  ). Rakyat di daerah bisa menggunakan cara ini ( mengadu ke Ombudsman ) untuk menertibkan kepala daerah yang abai atau melanggar perda.

PKL mestinya ditarik ke dalam bangunan pasar, agar pedagang yang sudah di pasar Tanah Abang dan ditarik sewa/ retribusi tidak iri lalu ikut jualan di jalan. Promosikan dan buat even2 menarik secara rutin dalam gedung sehingga pengunjung tertarik masuk gedung dan membeli. Masa Gubernur Jokowi/ Ahok, cara ini sudah dipraktekkan. dan hasilnya lebih baik dari masa Anies sekarang.

Gengsi apa yang dipertahankan sehingga kepentingan lebih besar mau dikorbankan ?  ( janji kampanye asal menang ? ). Sebagian bilang, ketidaktertiban ini disengaja demi keuntungan politis saat pilpres ( gubernur sebagai perpanjangan tangan presiden dianggap tak becus melayani rakyat ).

Namun saya masih berharap, jauh di lubuk hati, Anies dan Prabowo masih mendengar daulat rakyat dan peduli masa depan negeri ini. Di resuffle atau terbuang sering membuat kita goyah sejenak dan mempertanyakan Allah ( why me ? ).

Saya pun sempat begitu ketika terkena TB ( micro bacterium tuberculosis ) setelah merawat ibu dengan telaten dan ekstra hati2 ( riset penularan TB/ cara pencegahan dan pengobatannya ). Toh, kena juga. Ini mungkin blessing in disguise. Allah ingin saya mengalami TB untuk menyampaikan maksud- Nya/ rencana ke depan.

Hikmah di balik derita ini baru ngeh saya pahami saat melihat berita wafatnya fisikawan dunia Stephen Hawking ( 18/3/2018 ) dan fenomena far infra red ( di OTS, Trans 7, 20/3/2018 )  dalam waktu berdekatan.

Infra red/sinar infra merah adalah gelombang frekuensi rendah yang menggerakkan channel TV melalui remote control. Ada medium infra red, di bawahnya. Lalu, di bawahnya lagi, far infra red, di mana manusia bisa mengalami halusinasi seolah melihat hantu ( tapi keberadaannya tak dapat dibuktikan oleh piranti paranormal ) jika otaknya terpapar far infra red yang dipancarkan dari perangkat riset.

Pikiran/ energi negatif manusia ( terlalu sedih, terlalu marah, terlalu takut, terlalu syahwat ) disukai makhluk astral/ halus/ jin. Mereka memakan energi negatif tsb dan membesar, yang keberadaannya bisa dibuktikan oleh perangkat paranormal. Orang dalam keadaan diam, hening, tidur, fungsi kejiwaannya bisa maksimal. Itu sebabnya, orang yang ngantuk dan capek kerap diberitakan melihat hantu.

Stephen, kita tahu tubuhnya lumpuh total ( penurunan kemampuan fisiknya dimulai sejak ia menjadi asisten peneliti, terlalu mem-forsir kerja otak kali ya. Kasus lain di Oprah Show, ada wanita profesor otak yang mendadak kena stroke yang melumpuhkan kemampuan otak kirinya: menulis, berbahasa, ketika siang malam meriset kerja otak. Kasus berikutnya, gadis cilik Indonesia yang mampu bicara belasan bahasa diberitakan wafat beberapa minggu kemudian. Saya sendiri pernah mendadak vertigo 3 minggu ketika intens memikiran masalah keluarga pasca bapak wafat sekaligus masalah negara. Kerja otak ada batasnya, sehingga perlu seni/ strategi untuk menyiasatinya. Allah memberitahu caranya melalui TB ).

Kerja otak/ jiwa Stephen bisa maksimal, menurut saya, justru karena kondisi tubuhnya itu, sehingga  lahir teori Big Bang-nya yang fenomenal tentang kelahiran alam semesta. Saya dikondisikan tak boleh terlalu capek atau banyak aktivitas lagi ( agar TB tak kambuh jadi kategori 3 atau 2 tahun pengobatan penuh nestapa ). Sisi baiknya, keadaan lebih banyak diam hening dari sebelum sakit TB ini membuat saya ( punya excuse, waktu, dukungan untuk )  lebih fokus ngeblog, menganalisa berita dan membantu solusi untuk permasalahan yang terjadi.

Jika Allah menghendaki kita menjadi seseorang yang berguna/ berfungsi seperti yang digariskan-Nya, setahu saya, segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalankan fungsi tsb sudah ada di sekitar kita ( sering tinggal comot, sering baru kita sadari ). Orang2 yang dihadirkan ke hadapan kita, tayangan berita yang perlu kita ketahui untuk memperkaya batin dan pemikiran kita diatur-Nya ( hadir/ tayang pas kita ada di ruangan tsb ). Hal2 sangat detail itu sudah Allah rencanakan di kitab induk/ Lauh Mahfuz jauh sebelum alam semesta ini Dia ciptakan ( versi Stephen dalam Big Bang/ Dentuman Besar ). Subhanallah.

So, lebih menenteramkan, jika kita rendah hati mendengar input kredibel, lalu merenung dalam hening dengan  mata batin, apa yang Allah rencanakan untuk saya/ kita dengan semua kegetiran ini ? Gimana caranya supaya Allah ridho ? Setiap perbuatan baik, Allah pasti kasih jalan ( ini pengakuan para Kick Andy Heroes tiap tahun, sebagai bukti janji-Nya ).

Hidup di dunia ini hanya sekali dan singkat. Orang lain menganggapnya sangat berharga, apalagi kita. Mari buat diri kita berharga dengan apa yang kita bisa. Kalau bisa ngeblog jadilah blogger terbaik di isu yang kita minati. Kalau bisa terpilih gubernur, jadilah gubernur terbaik bagi warga Jakarta. Kalau bisa jadi ketum partai dengan perolehan suara ketiga terbanyak di pilpres 2014, jadilah oposisi terbaik dengan sikap dan visi negarawan. Everybody will be happy, I’m sure. We smell love in the air…!

HOTEL ALEXIS TUTUP TOTAL

Gubernur Anies akhirnya menutup total Hotel Alexis dengan seluruh aktivitasnya per 28/3/2018. Nah, gitu dong… Ini baru gubernur untuk warga DKI.

HUKUM PANCUNG ATAU TEMBAK MATI DI ACEH ?

Daerah Istimewa Aceh membuka wacana qishos pancung/ penggal bagi para pembunuh di sana. Pembunuhan di provinsi tsb sudah sampai taraf mengkuatirkan sehingga pemda setempat merasa perlu memberlakukan tindakan maksimal/ mati ( EMI, 17/3/2018 ).

Sebagian WNI menyarankan hukum pancung ditinjau ulang ( kini sedang dalam proses konsultasi dengan publik Aceh ) karena cara eksekusi ala syariah tsb belum dikenal dalam hukum nasional kita. Yang ada, hukuman tembak mati yang diberlakukan untuk extra ordinary crime/ kejahatan luar biasa ( narkoba, korupsi, terorisme ). Di luar 3 kejahatan tsb, hukuman pancung/ mati dipandang lebih kental unsur pembalasan ketimbang penjeraannya.

Posisi aturan hukum di provinsi Aceh ( perda ) adalah di bawah konstitusi UUD 1945 dan UU, seistimewa apa pun daerah Aceh ( punya PN Syariah, PT Syariah, MA Syariah, MK Syariah ). Setahu saya, NKRI dengan rasa federal ( otonomi daerah ) ini mengatur urusan agama, hukum, pertahanan, hubungan luar negeri dan ekonomi makro ( mata uang, bank senttal )  secara nasional. Artinya, hukuman bagi pembunuh di Aceh merujuk hukuman yang tersedia di KUHP yang masih kita gunakan.

Di jazirah Arab ( Saudi Arabia, Iran, Qatar, Yaman ) hukuman pancung makin jarang digunakan. Hukum pancung yang menimpa TKW Nuryati di Arab Saudi tempo hari ( keluarga majikan tak memberi ampun ) setelah diteliti, ternyata si majikan mengalami gangguan jiwa. Pembunuhan tsb dilakukan Nuryati untuk pertahanan diri. Begitu kompleks pertimbangan untuk mengeksekusi orang. Terlebih jika penegakan hukum kita belum optimal/ kredibel. Salah2 korban tak bersalah yang dieksekusi mati.

Ada harapan di sebagian orang, terpidana bisa insyaf di kemudian hari sehingga hukuman mati tak perlu diberlakukan. Saya termasuk yang menolak pendapat yang dihembuskan para penganut HAM bebas/ Barat ini. Saya lihat saudara, kenalan, tetangga yang dengki, pelit, fitnah, ghibah, pembentak, penyinyir dsb sejak saya SD sampai sekarang tetap seperti itu, meski beragam teguran dan peristiwa pahit mereka alami. Mereka tak bisa mengkaitkan kejadian buruk itu dengan tabiat buruk mereka.

Dalam Qur’ an, kita diberitahu tentang manusia yang telinga dan matanya seolah tertutup terhadap kebenaran. Bebal. Ketidakbenaran yang terus dilakukan menjadi kebenaran buat mereka, sampai mereka menjadi pembangkang/ setan itu sendiri. Dalam kitab suci kita, diakomodasinya hukuman mati/ pancung, saya pikir untuk mengantisipasi kejahatan dari setan manusia ini.

Setelah seluruh  proses pengadilan kredibel dilalui, melihat kegentingan di daerah TKP, saya setuju jika hukuman mati diberlakukan untuk terpidana pembunuh berencana nan sadis di Aceh, bahkan di Indonesia. Tentang cara eksekusi mati, saya cenderung memilih tembak mati ketimbang pancung.

Setahu saya, tembak mati dilakukan lebih dari satu penembak ( peluru aktif di satu penembak secara acak, selebihnya peluru kosong di penembak lainnya )  sehingga beban mental eksekutor lebih ringan karena ditanggung bersama. Sebelum hari eksekusi, terpidana diberi bimbingan rohani, psikologi, disejukkan hatinya hingga pasrah menerima eksekusi sebagai penebus dosa kejahatannya selama ini. Sisi kemanusiaan kita diletakkan di situ. Bukan hukuman matinya yang ditiadakan. Keadilan lebih pada korban dan calon korban berikutnya/ masyarakat, bukan hanya pelaku, yang mestinya sudah ditegur Allah melalui banyak pihak dan peristiwa hingga sampai pada posisi ini karena menutup hati.

Pancung dilakukan satu algojo. Beban mentalnya besar. Bisa terbawa mimpi buruk, jika ternyata di kemudian hari, pelaku pembunuhan sebenarnya bukan si terpidana. Kita lihat ISIS secara vulgar mempertontonkan eksekusi penggal pada lawan/ orang yang tak sepaham dengan kelompok mereka. Terkesan barbar, kejam, tak berperikemanusiaan bagi sudut pandang non muslim. Well, saran saya, agar  tujuan tercapai ( meminimalisir pembunuhan di Aceh ) tanpa ekses berlebihan ( protes saudara2 kita setanah air yang non muslim, kita juga kan mesti menjaga citizenship/ ikatan kebangsaan, sehingga jika tertimpa bencana, kita semua masih mau gotong royong menolong ) lakukan tembak mati pada pembunuh berencana/ pembunuhan sadis ( kematian karena lalai atau tak sengaja bisa merujuk ke KUHP/ seumur hidup, 20 tahun penjara, dsb ). Setuju, warga Aceh ?

IRONI HUKUMAN PANCUNG BAGI PAHLAWAN DEVISA

Jaringan sindikat perdagangan orang/ traficking ada di Medan, Blitar, NTT, Atambua Bangkalan, dll. Sebagian terdampar di Arab Saudi sebagai terpidana hukuman mati/ pancung. Korban TKI dihukum mati diantaranya, Zaini, Adelina, Nuryati.

Zaini yang dituduh membunuh majikannya, tanggal 18/3/2018 telah dipancung tanpa pemberitahuan ke pemerintah RI. Ada 121 TKI terpidana hukuman mati sebelum moratorium notifikasi tsb. 67 orang telah mati dipancung di Arab Saudi tahun 2016 dan 133 orang tahun 2017. Satinah, salah TKW di Arab Saudi yang berhasil selamat dari vonis mati, karena pemerintah RI masih diberitahu pihak Arab Saudi.

Ada 178 TKI lagi yang menunggu hukuman mati. 117 di Malaysia diantaranya karena kasus narkoba. 20 di Arab Saudi diantaranya karena membunuh majikan secara tak sengaja untuk membela diri ( akan diperkosa ), dan fitnah ( dikambinghitamkan atas pembunuhan yang dilakukan orang lain seperti kasus Zaini ). Seorang TKI di Qatar, seorang TKI di Iran, dua orang TKI di China ( Mata Najwa, 28/3/2018)

Jika negara belum bisa memberi lapangan kerja bagi seluruh penduduknya, mestinya para penyumbang devisa itu di kawal proses hukumnya oleh pemerintah sesulit apa pun caranya ( hukum pidana Islam yang diterapkan di Arab Saudi lebih tertutup, tak biasa menyertakan pembela/ pengacara bagi terdakwa ).

Negara juga perlu memberi pembekalan dan pendampingan hukum bagi TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar mereka berhati-hati. Bahkan kalau perlu sampai meteka berpikir ulang seribu kali, memaksimalkan dulu mencari nafkah di dalam negeri.

Saya dengar pemerintah akan menciptakan jutaan lapangan kerja berbasis online ( rata2 kita punya 2-3 ponsel di tangan, Indonesia masuk 5 besar dalam penggunaan media sosial, Telkom Indonesia masuk 3 besar perusahaan telekomunikasi kelas dunia ). Semoga derita para calon/ TKI bisa diatasi secepatnya. Amin.

JOKOWI PANGKAS ATURAN PENGHAMBAT INVESTASI

Presiden Jokowi menugaskan tiap kementerian memangkas 100 aturan per bulan dari 42.000 peraturan yang menghambat investasi selama ini. Perda hanya bisa dianulir setelah judicial review di MK dikabulkan. Kerja, kerja. kerja.. ( warga daerah juga demi investasi di daerah kalian ).

JURNAL INTERNASIONAL PROFESOR, MANA ??

Diberitakan 3800 dari 5366 (70%) guru besar/ profesor di. Indonesia tidak menulis jurnal internasional/ karya ilmiah setiap 3 tahun, padahal digaji 3 kali lipat gaji pokok. Artinya, satu banding tiga profesor yang melakukan riset ilmiah. Hanya 10 % penelitian  di Indonesia yang dilakukan peneliti lokal, selebihnya ( 90% ) dilakukan peneliti asing.

Ada peneliti asing selama 40 tahun meneliti Pangeran Diponegoro. Kita merujuk referensi asing tentang negeri kita sendiri ? Kita tak kenal diri sendiri ?

Kuantitas karya ilmiah. yang berkualitas ( bisa diganti hak paten ) , adalah indikator untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi kita di radar dunia. Dari 500 perguruan tinggi yang ada ( di index Corpus, dll ), hanya ITB, UI dan UGM yang masuk, padahal perguruan tinggi kita lebih banyak dari China.

Jurnal internasional dari Malaysia masih lebih banyak dari Indonesia ( padahal dulu mereka sekolah di Indonesia ). Apa perlu pemotongan tunjangan mahaguru ?  ( November nanti ). Supaya anggaran pendidikan tak mubazir dan profesor lebih terpacu.  Peringkat perguruan tinggi luar Jawa juga jangan jauh dari perguruan di pulau Jawa agar pertumbuhan ekonominya tidak tertinggal jauh.

Banyak profesor merangkap pimpinan lembaga mungkin salah satu penyebab kurangnya jurnal internasional. Kerjasama kemenristek dan LIPI bisa  meningkatkan jumlah jurnal internasional di situs kredibel, bukan abal2 ( tidak salah kirim ).

Solusi persoalan bangsa dengan pendekatan ilmiah diharapkan dari para penyandang gelar guru besar. Dengan integritas keilmuan ini pula, profesor jangan sampai jadi garong korupsi ( contoh AM, mantan ketua MK ), pecandu/ pengedar narkoba, pelaku amoral lainnya. Cabut saja gelar profesornya kalau sampai kriminal begitu. Integritas keilmuan mahaguru jadi contoh guru2 lainnya.

Peribahasanya. : Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, jika ada yang melacurkan ilmunya. Renungan ( introspeksi ) dari begitu banyak masalah yang mendera negeri ini. ( kerap bikin saya pusing memikirkannya, apalagi presiden yang menindaklanjuti. Matur nuwun nggih, Pak Jokowi ).

SIAP CERMATI E-BELANJA APBN DEMI TRANSPARANSI.

Menkeu Sri sebulan ini sedang uji coba e- belanja APBN di 4 institusi ( kemenkeu, kantor presiden, KPK, kemensos ) bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara ( Himbara ) yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN. Plafonnya antara Rp 50 – 200 juta. Sebagian menyarankan menggunakan kartu debit dari bank pemerintah daripada kartu kredit Citibank/ bank asing. Kartu debit lebih terkontrol/ tak bisa ditarik jika saldo habis. Kartu kredit bisa jebol jika pemegangnya konsumtif/ tidak disiplin. Bunga berbunga jika tak sanggup melunasi tagihan kredit tepat waktu.

Kita juga kuatir pihak asing membaca pola konsumsi Indonesia ( apa yang di beli, berapa banyak dan sering kita menggunakan produk tertentu, dsb ) untuk perang dagang melawan Indonesia. Kemarin , Kominfo memberi sanksi pada Facebook karena lebih 6 juta data pengguna/ facebooker Indonesia bocor ke pihak asing oleh 2 aplikasi yang kemudian diminta dicabut. Setahu saya, BI juga punya aturan Gerbang. Pembayaran Nasional ( National Payment Gateway ) yang perlu diperhatikan.

Spirit efesiensi dan transparansi penggunaan anggaran belanja negara kita dukung. Publik bisa  bantu melototi anggaran yang bocor di web institusi setelah cara cashless ( belanja barang, jasa dan perjalanan dinas dengan kartu ) ini diterapkan pada semua lembaga pemerintah. Semoga bisa berjalan dengan baik. Amin.

TERAWAN THEORY. HADAPI MKEK DAN UJI KLINISNYA.

Dokter TAP direkomendasikan dicabut ijin prakteknya jika tidak datang ke sidang etik MKEK IDI dan melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan metode pengobatannya. TAP menemukan metode cuci otak untuk pasien stroke. 40 ribu mantan pasiennya ( termasuk PS, AB, TS ) mengakui kemujaraban metode tsb.

Terawan Theory sudah diakui/ dipatenkan di Jerman. Sudah jadi bahan disertasi dan dikenal di15 jurnal internasional. Ahli syaraf yang pernah mengetuai asosiasi 117 RS dunia dan anggota dokter kepresidenan ini meminta MKEK mengikuti prosedur pemanggilan yang benar karena mayjen/ bintang dua dan kepala RS AD ini juga terikat aturan tentara.

Semoga kedua pihak mau bertemu dengan cara baik2 dan Indonesia bisa lebih dikenal dunia dengan penemuan hebat TAP yang juga dipatenkan di Indonesia. ( pasien sudah antri menunggu, sebaiknya segera lakukan uji klinis setelah menghadapi MKEK dengan semangat prajurit , ya Dok  ).

BANDUNG UTARA vs BANDUNG SELATAN. Need help ?

Menyedihkan, ternyata kawasan Bandung Utara yang berfungsi sebagai resapan air, kini 70% berisi bangunan,  sehingga Bandung selatan kemarin terlanda banjir bandang sampai mobil pun hanyut. Bukan cileuncang lagi.

Untung masyarakat sigap mengatasi dampak banjir ini bersama  Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo dan anak buahnya dalam  program Citarum Harum Bestari. Para prajurit Kodam dan satuan marinir dari berbagai wilayah Indonesia sedang gotong royong membersihkan Sungai Citarum yang dijuluki sungai terkotor di dunia, dari hulu sampai hilir ( relai radio KLCBS dan K-Lite FM pada siaran ‘Kilas Bandung’ oleh PRSSNI Bandung, 26/3/2018 ). Siip !

Mungkin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta KPK perlu ke Bandung Utara juga selain kawasan Puncak Bogor, untuk menertibkan bangunan bandel milik penjabat tinggi dan pengusaha kuat/ DKI, supaya kawasan cekung Bandung bekas danau purba ini tak kembali danau. Iih..serem. Semoga banjir cepat berlalu. Amin.

CLOSING

Akhirnya, mampukah PS dan AR menjadikan dirinya elit yang elegan mengkritisi dan sanggup membawa kubu oposisi menjadi benar2 alternatif dan orisinil Indonesia ? ( jadi contoh generasi oposisi berikutnya ).

Jika mereka masih suka pakai jurus mabuk menyalahkan pesaing tanpa fakta dan data valid seperti sekarang ( dengan tahapan menyerang identitas petahana, kompetensinya, integritasnya, lalu elektabilitasnya )  kita tahu siapa yang akan kita pilih kan ? Lebih baik pilih kandidat yang sedikit bicara, tapi banyak kerja seperti Jokowi untuk masa 10 tahun ini.

Orator yang menyerang rival secara personal artinya ia ‘sakit’ dan kehabisan argumentasi sehat. Negarawan sejati takkan sudi menempuh jalan/ politik populis sekedar  meraih kemenangan / kekuasaan namun dengan dampak hancurnya ikatan kebangsaan/ citizenship. Hal inti yang bisa membubarkan negara jika terus digerus.

Tugas pemimpin/ negarawan adalah merangkul rakyat, menggerakkan pengikutnya ke arah lebih baik dengan cara baik/ tatakrama politik  dengan terus menyalakan api  semangat/ optimisme, sesulit apa pun kondisi kita sekarang, sesukar apa pun jalan yang mesti kita tempuh nanti, seperti pesan Bung Hatta. Keep calm and thinking, people..

Iklan

Written by Savitri

7 April 2018 at 16:15

Dalang semesta, global, lokal. Citizenship atau identitas SARA ?

leave a comment »

s

Hoax di Rwanda, Afrika menyebabkan genosida suku Hutu atas suku Tutsi. Hoax adanya senjata pemusnah massal di Irak membuat negeri itu luluh lantak oleh rudal AS cs. Hoax kapal AS diserang Vietnam Utara meletuskan Perang Vietnam yang mempermalukan AS. Hate speech di medsos AS membuat rakyat terbelah dan Trump yang rasis terpilih memimpin AS. Dalangnya, departemen propaganda nun jauh di Rusia. Di Indonesia, marak penyebar hoax/berita palsu, ujaran kebencian/ hate speech, penghangus akun medsos semacam Saracen. Salah satunya, F MCA yang menjiplak nama MCA milik alumni 212 ( ILC, 6/3/2018) yang dianggap sebagian pengamat medsos, mengidap waham atau ‘sakit’, seolah terkepung’ oleh ‘musuh’ di negeri sendiri. Karena merasa di zona perang, mereka merasa boleh melakukan apa saja untuk membela kelompok mereka sendiri berdalih membela Islam. Polisi silakan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku/ UU ITE ( penjara 6 tahun/ denda Rp 1 miliar) . Netizen bisa melaporkan laman para kriminal medsos ini ke situs Kominfo, operator portal medsos dan kepolisian. Jangan men-share konten tanpa cross check dulu fakta sebenarnya dari sumber kredibel. Facebook, Twitter, Instagram dll yang secara tak langsung menangguk untung dari beredarnya hoax/ melonjaknya viewer, bisa dimintai pertanggungjawaban, minimal menempatkan ahli IT-nya di sini untuk men-take down akun2 perusak kerukunan bangsa ini. Media kredibel mengedukasi masyarakat untuk pintar menggunakan smartphone. Hindari hoax dan hate speech. Bijaklah ber-medsos demi keutuhan negara.

Dalang. Polarisasi. Dikotomi. Siapa di balik penyerangan ustad di Cigondewah, Cicalengka dan Lamongan ? Siapa yang diuntungkan ? Akankah menghancurkan kita jika terus misterius ?

( Isu yang diposting bulan ini : kasus intoleransi/ penyerangan pemuka agama, hoax F MCA, penyiraman Novel, siapa next wapres Jokowi ? nyoblos partai apa 2019 ? Zakat 2,5% PNS, OTT kepala daerah, UU MD3 kebal kritik, KPK oleh MK tak independen ? KPK dilibatkan di penertiban Puncak, kesetaraan tanah Yogya, tetap hukuman mati bagi pengedar narkoba, peringkat layak investasi Indonesia ).

HOAX F MCA BIKIN PEMARAH RUSUH . KRITIS DONG !

Kemarin ( 27/2/2018) ditangkap TAW, dosen universitas di Yogya, karena menyebar hoax pembunuhan muazin, padahal cuma korban pencurian disertai kekerasan. Si dosen mengaku, menyebar berita bohong tsb ( di-share 7000 kali ) tanpa mengecek lagi. Tertangkap pula, F MCA, kelompok penyebar hoax lebih merusak dari Saracen. F MCA ( MCA tanpa F milik 212 yang fobia Ahok/ gubernur non muslim etnis Tionghoa ) lebih kental muatan ideologisnya daripada motif ekonomi. Ditambah merusak akun lawan ( menjebak dengan tautan bervirus ).

Pastinya, bukan awam yang iseng, maksa beken demi rating follower. Pintar IT namun bermental bobrok. Miskin budi pekerti. Minus wawasan kebangsaan. Fitnah, ujaran kebencian sarat SARA, hoax penyerangan pemuka agama, menghina presiden dan tokoh2 publik agar masyarakat benci dan terpecah belah. Kenapa bisa ?

Minat baca warga Indonesia nomor 60 dari 61 negara, sedikit di atas Bostwana, Afrika. Sedangkan, partisipasi medsos-nya masuk 5 besar dunia. Dina OS ( blogger Kajian Timur Ttengah ) menyebutnya Indonesia ‘darurat dengkul’. Banyak orang bego memaki-maki kasar nan kotor pada orang yang tahu fakta sebenarnya namun tak disukainya. Di medsos, lebih terbaca, bahkan sampai menghasut pengguna lain untuk ramai2 mengadu pada FB agar memblokir akun tsb ( menghanguskan akun ). BHS contoh korbannya, di mana para simpatisan ISIS termasuk sejumlah ustad di sini, yang alergi dengan kebenaran di Suriah.

Di TV lebih terlihat ( acara talkshow yg menghadirkan pembicara dan akademisi yang gemar mengumbar kritik pada pemerintahan Jokowi namun nihil solusi. Jadinya kayak penonton yang cuma omdo garing, menyalahkan pemain ( anak TK juga bisa, keilmuan profesor RG baru sebatas itu . Bisa tidak, kenyinyiran ala kacamata kudanya/ satu sudut , yang pesimis mengecilkan itu diimbangi solusi bermutu, setidaknya pendekatan keilmuan sekelas Mahfud yang optimis membesarkan hati pemirsa ? RG termasuk guru besar yang digaji 3 kali lipat ? / bikin jurnal internasional tidak ? Kita tahu, profesor/ guru besar dihargai karena solusi keilmuannya pada problem bangsa berupa karya ilmiah, paten dan pemikiran mencerahkan. Gak ngoceh, merasa hebat sendiri ). Karena jadi pemain gak bisa. Boro2 kepilih.

Di acara ‘Rumah Uya’- Trans7, para gadis yang dikhianati pacarnya langsung melabrak tersangka pelakor/ perebut begitu emosional tanpa cek fakta. Padahal cowoknya yang matre, pemuja fisik, pembohong nan playboy itulah yang salah. Si biang kerok masih ngotot dibelain meski ketahuan selingkuh dengan banyak cewek, bahkan memperalatnya ( mobil/ rumah pinjaman cewek satu dipakai untuk memikat/ php cewek berikutnya ). Kemana rasio dan harga diri para cewek yang sudi ‘dimadu’ cowok. yang masih tergantung orang tua, ngaku2 kaya padahal pengangguran, bahkan cuma punya mr.p, sampai berlutut, menyeret mengiba begitu. How can girls run the world, kalau begini ? Malu-maluin.

Salut untuk seluruh kru RU yang beraksi bak detektif pro, gigih mengungkap kebenaran bagi klien yang resah. Host Uya yang lucu menghibur lebih keren kalau tidak bikin cemburu istri dengan tak pegang2 cewek yang bukan muhrim-nya. Jaga reputasi bos ( CT, produser ) dan Umi yang religius ya. Pria terbaik adalah yang paling baik pada istri. Dibalik orang hebat ada wanita ( ibu/ istri) hebat. Kejatuhan AAG, YM, AD dan MT karena perlakuan buruk pada istri ( pertama//selingkuh ).

Tonton juga acara ‘Ruqyah’ tiap Sabtu jam 6- 6.30 di Trans7 agar tahu ciri orang kesurupan jin dan cara mengatasinya. Tak lupa co-host Haruka, gadis Jepang kw yang usil nan lucu, menambah keseruan reality show yang ditonton jutaan pemirsa seluruh dunia. Wow. Bantu Indonesia menemukan pendamping hidup yang baik. Negara kuat ditopang keluarga2 sakinah. Dimulai sejak memilih pasangan yang tepat ).

Di rumah kost, dan aksi demo masif di Monas, sudah saya ceritakan di posting2 sebelumnya, banyak orang malas berpikir. Malas baca.

Alm.Zainudin MZ berkata : jika yang mayortas/ besar bisa menahan diri, yang minoritas/ kecil tahu diri maka keragaman di Indonesia bisa berbuah damai sejahtera. Soekarno mengibaratkan etnis Tionghoa seperti kaki lipan yang bersama kaki2/ suku2 lain di nusantara menopang badan lipan/ NKRI.

Etnis Tionghoa masuk Indinesia abad ke-16.Seperti suku Arab, India, Melayu, kita semua pendatang dari berbagai penjuru dunia, dimulai pasca letusan Gunung Toba yang menenggelamkan daratan Atlantis dan menewaskan sebagian besar manusia karena tertutupnya sinar matahari selama berminggu-minggu oleh debu vulkanis Toba.

Beragam luka yang diderita bangsa ini seharusnya membuat kita bijak. Empati. Tahu rasanya lapar, didiskriminasi, direndahkan, dihina, difitnah, diperbudak, diburu, dipecah belah, diadu domba, ditindas, disiksa dan ditumpas/ dibunuh ( – nya orang2 yg kita sayangi ) supaya kita hati2 bicara , memperlakukan orang lain sebaik kita ingin diperlakukan. Golden rule. Agar kekelaman hati manusia ini tidak terulang lagi. Sebagai bangsa manusia di Indonesia, rasa kemanusiaan kita mestinya melebihi sekat2 kesukuan, keagamaan, kebudayaan, tuntutan pekerjaan. dsb. Citizenship menyatukan kita sebagai bangsa ( bukan agama ).

Politik jangan di bawa ke ruang keagamaan, kata Din Syamsuddin ( tema khobah masjid ala Bawaslu selama proses pilkada 2018. Cukup pemuka agama diundang untuk berdiskusi tentang kerukunan beragama selama pilkada, menghindari politik identitas SARA untuk pemenangan calon tertentu ). Tapi mbok agamawan juga jangan permisif membiarkan para penumpang gelap/ pengusung politik identitas SARA masuk ke lingkungan agama dan membakar emosi massa/ umat, terlebih simpatisan ISIS yg naif dan pemarah. Jika pihak tertentu terpaksa menertibkan mereka dengan caranya, trauma umat menjadi tameng mereka utk menyerang polisi/ pemerintah/ negara. Berpikirlah jernih.

Untunglah, yang ( ingin )rukun di Indonesia masih jauh lebih banyak, sehingga percikan2 persekusi balasan itu tak sampai menggoyahkan negeri ini. Buih HR jadi tahu rasanya dipersekusi sehingga tak merasa hebat, besar dan benar sendiri. Betapa intimidasi, waswas yang mereka tebarkan selama ini pada etnis dan agama lain juga membekaskan trauma. Apa bedanya ? Selalu ada hikmah di balik peristiwa buruk, tak beradab sekalipun. Yang lapar, belajar menahan lapar. Yang miskin, belajar hemat. Yang dipersekusi, belajar menahan marah. Peristiwa memberitahu, mengajari kita ( dan menghajar kita kalau bebal ).
Disinyalir 60 ribu intel asing. beroperasi di Indonesia. ( ILC. 13/2/2018). Ketakutan/ kecurigaan ustad 212 dan simpatisannya terhadap insiden pembunuhan/ penyerangan terhadap ulama/pemuka agama belakangan ini seperti paranoia ( pembela ) koruptor terhadap wewenang penyadapan KPK.

ULAMA DISERANG. ELEKTABILITAS PRESIDEN DIINJAK.

Penumpang gelap di pilkada serentak ( calon kepala daerah yg tertangkap OTT KPK ) mirip penumpang gelap di aksi 212. ( pemaksa khilafah, rombongan sakit hati KMP yang bersyahwat politik ). Dalang terorisme global ( zionis AS ) yang di-counter dalang lokal ( terorism state/ operasi intelijen ? seperti kerja kotor yang dilakukan Khensi Himura, Itachi Uchiha, hitman MNC ). Lalu, saya teringat kasus pembunuhan Munir, penghilangan paksa sejumlah aktivis, operasi petrus, pemberantasan G30S/PKI, pembunuhan ‘dukun santet’, penyerangan agamawan, kriminalisasi Antasari, pemenjaraan Abubakar, penyiraman air keras pada NB, dsb, adalah upaya rezim untuk menjaga keutuhan negara. Terlepas itu rezim yang represif/ buruk atau bukan. Mekanisme negara mempertahankan diri menurut persepsi penguasa di masanya. Seperti para jedi Star Wars otomatis bertindak bila galaksi dalam bahaya kehancuran.

Wapres JK, disusul presiden Jokowi minta misteri penyerangan ini diungkap, lalu Kapolri berjanji akan menuntaskannya. Anda yakin ?

Kerja polisi kita hebat, selama tak ada hambatan politis ( atau pertimbangan strategis ). Jika hanya tertangkap pelaku di lapangan, anda jangan bersedih. Baca sejarah kelam berbagai bangsa untuk meredakan kegalauan hati. That’s the way it is.Thank God, we survive..

Lebih bijak dan adem jika para korban dan keluarganya merelakan tragedi kehilangan/ kemanusiaan yang terlanjur terjadi dan melanjutkan hidupnya dengan ikhlas. Ikhlas dengan ketentuan-Nya Sang Dalang semesta.
Ustad Ab Bsr yang lansia/ 80 th dan sakit- sakitan bisa jadi tahanan rumah jika mengikuti prosedur grasi seperti terpidana lainnya ( mengaku bersalah ). Jika Antasari yang banyak berjasa dalam pemberantasan korupsi negeri ini dan sebenarnya tak bersalah dalam kasus pembunuhan rekayasa tsb mau mengikuti prosedur grasi, semestinya Ab Bsr yang terbukti mendanai kelompok bersenjata dan mendirikan organisasi radikal yang membahayakan NKRI tahu diri/ menelan gengsi untuk syarat grasi.

Kita jangan terbiasa kasihan pada orang kepala batu/ tidak insyaf dengan kesalahannya karena kondisi mengibakan. Pada perang dengan zionis kelak ( PD III, kita akan berhadapan dengan anak2 TK yang sudah didoktrin paham zionis secara sistematis. Mirip drakula cilik yang menerkam leher dan menyedot darah korbannya hingga kering setelah korban terperdaya wajah imutnya. Setan bisa berwujud wajah tua yang ringkih yang tidak tobat/ tak paham bahwa perbuatannya salah dan pemikirannya berbahaya. Jika keluarga dan simpatisannya juga menganggapnya tak bersalah, anda bisa bayangkan dendam laten yang mengendap di hati anak cucunya ? Bom waktu yang meledak suatu saat nanti.

Penting, pengakuan bersalah itu dari mulut penggerak pikiran radikal seperti Ab Bsr. Untuk menurunkan tingkat pengaruhnya pada para pemuja fanatiknya, dan menghentikan pikiran liar para pemula yang naif. Menegaskan bahwa radikalisme berdalih jihad adalah tindakan salah yang dihukum berat dan ditolak di Indonesia. Tetap dibui dengan maximum security jika tetap kepala batu merasa benar. Pilih tobat atau membusuk di penjara ?

Mahfud: menghimbau muslim agar jangan pemarah. Tanda belum beragama dengan benar kalau hati belum damai ( ribut,. curigaan, emosional, cenderung menyalahkan pihak lain ), karena agama untuk kedamaian. Islam itu damai.

TPGF? LET IT GO

Sempat terlintas, jika NB tak menghegemoni KPK, apakah para komisioner jadi lebih gigih menginisiasi pembentukan tim gabungan pencari fakta/ TGPF kasus penyerangan NB ? Komnas HAM lalu membentuk tim pencari fakta untuk mempercepat penuntasan kasus penyerangan NB. Apa NB akan senasib dengan Antasari, Bibit, Chandra, yang tak pernah mengetahui dalang sebenarnya yang membuat mereka teraniaya ? Terus menimpakan beban ke pundak presiden atas semua malpraktek operasi dan intrik politik bisa berbuah silakama/ elektabilitas Jokowi terjun.

Kita bisa melihat serangkai kasus intoleransi dan penyerangan agamawan yang tak terselesaikan dari perspektif itu. Orang2 yang beragama secara emosional dan pemarah itu dengan gampang menyalahkan polisi, intel, presiden dan negara. Siapa yang diuntungkan ? Lawan politik Jokowi, atau juga antek AS di sini yang tak mau Indonesia rukun dan damai. Sejak PS kembali dari pengasingannya di Yordania, masyarakat Indonesia mulai terbelah oleh ambisinya berkuasa / obsesinya memulihkan nama baik. Saya masih ingat belasan tahun lalu, PS membentak pewawancara yang menguji rasa nasionalismenya. Ia terus menekan host sampai acara usai.

Sepertinya, terusir dari Indonesia menjadi pengalaman traumatik baginya yang selama karir militernya begitu nenggebu untuk nengharumkan nama Indonesia ( baca : ada tirai kabut di matanya. yang membuatnya sulit melihat secara jernih berbagai peristiwa di tanah air, termasuk hasil pilpres 2014. Kekurangan ini dimanfaatkan para opurtunis untuk merapat dan menggunakan uangnya. Seperti klaim kalah tipis 3 % ditambah aneka kecurangan pemilu ( asumsi tanpa fakta ) yang terus didengungkan FZ cs sampai hari ini. Fakta sebenarnya bahwa selisih kemenangan Jokowi sampai 8 juta suara dan membuktikan klaim 100 ribu suara adalah hal mustahil di MK, tak juga menyadarkan PS dari bisikan2 yang melenakan egonya.

Salah satunya karena pertimbangan tsb, saya cenderung kembali memilih Jokowi sebagai presiden RI tahun 2019 – 2024. Namun, kali ini Nasdem ( Nasional Demokrat ) partainya. Partainya Surya Paloh ini terlihat menawarkan dan membuktikan hal baru yang kita dambakan selama ini : politik beradab tanpa mahar, mengusung capres tanpa syarat, bersama PPP Romahurmuziy walkout memprotes pengesahan UU MD3 yang nyeleneh ( membuat DPR kebal mengeritik tapi emoh dikritik/ direndahkan ), menolak revisi UU KPK dan pansus angket KPK, memberi solusi secara elegan atas demo cantrang pada pemerintah, dsb. Suara kita lebih didengar Nasdem. Kita berharap jika Nasdem yang menang dan memimpin koalisi pendukung Jokowi maka kejadian2 yang berujung menyalahkan presiden dan negara berkurang karena tak ada lagi oknum2 sekitar presiden yang menyalahgunakan kekuasaan.

SIAPA WAPRES JOKOWI 2019 ?

Sekarang yang dipersoalkan bukan capres, kata orang, tapi siapa wapres Jokowi ? Orang berebut jadi wapres, itu isunya. Oke, kalau begitu, kita mulai dari kriteria: seorang yang punya chemistry/ cocok dengan Jokowi dan kompetensinya sangat berguna untuk rakyat Indonesia. Menurut saya, orang itu seharusnya menjawab masalah yang mengemuka dalam 5 tahun ini: penegakan hukum dan teladan beragama yang benar/ damai. Anda tahu siapa dia ?

Saya memimpikan presiden sesabar & setekun Joko Widodo membangun negara, secekatan Jusuf Kalla mengatasi konflik, setrampil Ridwan Kamil dalam mengelola daerah, sefasih Anies Baswedan dalam tutur/ kaya kosa kata, sebijak Mahfud MD dalam hukum & beragama sekaligus sekuat Gatot Nurmantyo dalam strategi keamanan NKRI. Berhubung seorang dengan 6 kualitas tsb belum terlihat sekarang, JK sudah 2 kali menjabat wapres, Ridwan belum teruji sebagai gubernur, demikian pula Anies, dan Gatot belum 2 tahun jadi purnawirawan saat pendaftaran capres- cawapres 4-10 Agustus 2018 nanti, maka Mahfud MD-lah yang paling realistis untuk Jokowi saat ini. Tinggal chemistry dan elektabilitas- nya ditingkatkan untuk mendongkrak keterpilihan Jokowi yang belum aman ( 70 % ).

Jokowi sudah mengantongi lebih 50% kursi di parlemen dari 5 partai pengusung yang sudah mendeklarasikan dirinya ( Nasdem, PPP, Hanura, Golkar, PDIP ). Usulan PS jadi wapres Jokowi, tidak tepat, saya mengkuatirkan gerbong yang di bawa PS banyak oportunis yang kelak bisa berubah jadi duri dalam lipatan. Watak culas tak bisa diubah. Saya sendiri menghindari orang2 bermental dengki yang suka fitnah dan menelan hoax. Mereka seperti media setan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, mengintai, menunggu timing yang pas untuk menerkam,. Jika itu sampai terjadi, sering kita tak punya jalan untuk kembali. Kerusakan pemanen.

JOKOWI, MAHFUD, NASDEM, PILIHANKU.

Calon tunggal ? Melawan kotak kosong, memalukan jika sampai kalah. Kita harap masih ada penantang Jokowi yang maju untuk demokrasi yang mensyaratkan adanya pilihan agar pemilu tak hambar. PS bisa maju untuk opsi tsb, tapi kali ini mesti sportif mengaku kalah dan. segera memberi selamat pada pemenang jika gagal terpilih. Ini sumbangan berarti bagi demokrasi di tanah air dari seorang PS yang bisa merekatkan kembali ikatan kebangsaan kita yang terkoyak sejak pilpres 2014 dan pilgub DKI 2017 lalu. Atau Zulkifli, Cak Imin, AHY ? Ah, siapa takut ? ( selama beradu program/ gagasan, bersaing sehat, bukan politik identitas SARA yg memecah belah atau politik uang calon koruptor )

Hilangnya keakraban antar warga negara ( citizenship ) karena pertarungan ayat agama. Indonesia butuh jalan pikiran ( infra struktur demokrasi ) bukan jalan tol ( infra struktur ekonomi ). Presiden ( Jokowi.? ) defisit kosa kata, kata RG. Kekerasan agama. mestinya dijelaskan dengan sosiologi ( kurang karbohidrat/ tak jernih berpikir ).Tak selalu isu agama yang dimunculkan.

Penjelasan citizenship/ kewarganegaraan sering disalahpahami agamawan yang pemarah, namun bisa diartikulasikan oleh prof RG ( ahli filsafat yang alergi ayat suci. Jago mengeritik permerintah dengan bahasa akademis ). Pengamat Bima, kini walikota Bogor, merasakan betul bedanya ( entengnya ) bicara dengan peliknya mengeksekusi kebijakan yang ideal. Empatinya muncul, sehingga bicaranya lebih membumi dan santun terhadap pejabat. Ia tak lagi di ruang hampa. Banyak variabel di luar analisanya. Itulah pengalaman yang dibuat Allah yang komplit segala aspek, unsur, dan dinamikanya, jauh di atas teori buatan akademisi, apalagi yang alergi ayat suci dan bidang2 lain yang tak diminatinya. Bicara bisa lancar meluncur bak mitraliur. Karena memang lebih gampang bicara dari satu sudut, daripada bicara menyeluruh dari 8 sudut/ penjuru angin yang mesti dihadapi seorang presiden.

Jokowi dengan keterbatasannya adalah pilihan terbaik pada masanya ( pilpres 2014 ). Proyek2 mangkrak puluhan tahun, ekonomi dunia melesu, beragam konflik masa ini butuh pemimpin yg memberi teladan kerja keras, blusukan/ turba/ cross check ke lini terdepan pelayanan publik, tak emosional dikritik/ EQ istimewa meski kekuasaan begitu besar di tangannya. Inrastruktur yang dikebut.pemerintahan Jokowi masa ini untuk mendukung efesiensi dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Kita tahu, 17 % ekonomi biaya tinggi berasal dari logistik. Yang cuma berkutat di filsafat mana paham soal itu. Masa sesudahnya, setelah ekonomi membaik ( jalan2 tol/ infrastruktur fisik selesai dibangun ), rakyat yang kenyang perutnya tentu bicaranya lebih sophisticated ( istilah RG jalan pikiran, istilah FH cita rasa ) giliran infrastruktur demokrasi yang difokus.

Manusia tercerdas adalah yang paling banyak manfaatnya, kata agama. Saat ini, Jokowi masih yang tercerdas dibanding RG, FZ, FH dan sejenisnya. Presiden yang terpilih untuk negara sebesar Indonesia pastilah ada intervensi langit ( agar semua yang terjadi di alam fana ini sesuai dengan Lauz Mahfuz-Nya ). Saya rasa, Allah sependapat dengan saya tentang Jokowi. He’ s the best for our time.

ZAKAT 2,5% PNS ALA BPJS. YAKINKAN DULU

Rencana zakat 2,5 % bagi PNS sudah digulirkan Menteri Lukman. Masalahnya, dipungut Kementerian Agama atau Baznas ? Kasus penipuan pemberangkatan umrah oleh FT dan BSL, salah satunya, karena pengawasan kurang dari kemenag. Pemberangkatan haji juga belum optimal. Di sisi lain banyak pihak minta kemenag juga mengurus uang umroh ( dari calon jamaah yang ingin umroh ) dan mengeluarkan daftar biro umroh terpercaya yang bisa dipilih masyarakat ( seperti sistem BPJS dengan pilihan faskes tingkat pertama yang bisa dipilih peserta sebelum kartu tercetak ) sehingga tak ada jamaah yang tertipu/ gagal berangkat lagi. Kemenag diminta memperbaiki sistem pengawasannya pada biro haji dan umroh di tanah air, pengurusan haji dan umroh terus diperbaiki pelayanannya sehingga terpercaya sampai publik rela menitipkan zakat juga.

Mulanya presiden, menteri sampai pejabat eselon 1 ( muslim ) yang gajinya memenuhi nisab ( 85 gram emas per tahun setara Rp 4,1 juta per bulan ) untuk dikeluarkan zakatnya ( 2,5 % ), lalu disalurkan ke pemberdayaan umat ( pendidikan, korban bencana/ konflik dsb ), dilaporkan ke web/ akun medsos official tentang pemanfaatan dan audit publiknya. Semoga setelah itu, PNS eselon di bawahnya, karyawan atau wirausahawan tertarik ikut karena kepercayaan, kemudahan dan kepraktisannya. Perwakilan Baznas, badan2 ZIS yang sudah tersertifikasi dan MUI bisa dilibatkan Kemenag untuk sosialisasi, pengawasan dan pengelolaanya. Potensi zakat yang besar jika dikelola dengan amanah dan profesional tentu sangat bermanfaat memberdayakan umat/ bangsa Indonesia. Negara muslim terbesar ini semoga semakin barokah Amin.

UU MD3 SERET DAN SANDERA RAKYAT. WADUH !

Judicial review ( JR ) UU MD3 akankah senasib dengan JR Pansus Angket KPK ? Bisa jadi, karena ketua MK- nya masih AH. Sebelum keputusan kontroversi itu, AH terendus dilobi DM dari Grd ( di Mata Najwa 7/2/2018. DM bilang hanya FZ pribadi yang berbeda. Secara fraksi, partainya sejalan dengan pemerintah ). Hmm.. di depan dan di belakang layar berbeda, rupanya biasa dalam politik pragmatis. Mulut politikus susah dipercaya.

4 keputusan MK sebelumnya menyatakan KPK adalah lembaga independen. Anehnya, keputusan MK 8/2/2018 yang dipimpin AH menyebut KPK adalah bagian eksekutif sehingga bisa jadi obyek pansus angket DPR. Mahfud mengatakan, UU baru otomatis menggantikan UU lama yang mengatur hal yang sama. Namun keputusan pengadilan, tidak demikian. Keputusan sebelumnya yang sudah inkrah tidak bisa dibatalkan begitu saja. Ada proses selanjutnya yang bisa dilakukan. Ajukan UU untuk membatalkan keputusan MK yang ambigu itu.

KPK 4 KALI INDEPENDEN SEKALI TIDAK. KOK BISA ?

KPK sudah benar tidak datang ke pansus angket DPR ketika keputusan MK ke 4 menyatakan lembaga anti rasuah itu lembaga independen. Justru pansus yang tidak sah karena tidak semua fraksi setuju pembentukannya. Tinggal kini presiden, DPR dan KPK mencari titik temu/ solusi atas keputusan MK itu. Untuk diketahui, AH pernah disidang etik 2 kali oleh ikatan profesor hukum di kampusnya. Dalam kasus iini mereka mendesak AH mengundurkan diri. AH pernah ditegur karena memberi katabelece pada seorang jaksa. Mestinya, AH sudah tak punya muka/ maruah menghadapi mahasiswanya. Disenting opinion 4 hakim dari 9 hakim MK, tak setuju draft keputusan tsb ( Primetime News, MetroTV, 9/2/2018 )

Sedihnya, hasil pemilu menempatkan orang2 bukan negarawan di parlemen, ya seperti ini. Kerja dobel ekstra: mengawasi pemerintah, juga mengawasi DPR. Membuat kita capek memicingkan mata dengan jantung berdebar dan kepala bertanya- tanya : kedunguan setelah reformasi ( istilah prof.RG ) apa lagi setelah ini dari Senayan ?

Boro2 memperbaiki kehidupan berusaha dan berdemokrasi di negeri ini dengan 3 kewenangan yang dimiliki, etalase demokrasi ini malah berulah gaduh, asyik sendiri. Membuat diri kebal hukum dengan hak imunitas yang digembar-gemborkan itu sekaligus ( maunya ) bisa ( melalui MKD ) memanggil paksa , bahkan menyandera orang yang merendahkan mereka. Kasarnya, bebas menghina seenak udel tapi tak sudi dihina semau gue. Suka2 mengkritik, tapi emoh dikritik. Kok, nyimut ? ( enak tenan/ benar ).

Daulat rakyat tak bisa dipecah. Rakyat hanya mewakilkan sebagian kepentingan politisnya pada anggota parlemen yang berfungsi mirip watch dog terhadap kekuasaan presiden yang dipilih langsung rakyat. Lucu, jika rakyat pemilik mandat/ pemegang kedaulatan tertinggi ini justru diseret anjingnya ke meja hijau. Gak masuk logika. Sedih atau geli, terserah.

OTT KEPALA DAERAH. DILANTIK DI SEL?

Calon gubernur Ngada, NTT dan calon bupati Jombang, Jatim kena OTT KPK medio/2/2018. Menyusul walikota Kendari dan ayahnya, calon gubernur Sultra. Masih boleh berkampanye pilkada jika sudah berstatus tersangka ? ( menurut UU yang dibuat parsial ). Bagaimana kalau masih terpilih ? ( kebangetan, dipermalukan dunia ). Maling2 uang rakyat itu dilantik jadi gubernur dan bupati di sel penjara ( lalu langsung dinonaktifkan ). Aneh nan lucu.

Mestinya, Bawaslu bisa minta KPU untuk mendiskualifikasikan calon yang sudah kena OTT KPK ( tersangka ). UU Pemilu diperbaiki, calon yang OTT dan tersangka KPK ( 99% terpidana. Praduga tak bersalah hanya untuk hakim ketika memeriksa bukti2 yang diajukan di pengadilan. Publik dan penyidik boleh menduga bersalah para tersangka yang sudah ada bukti petunjuk/ permulaan ) harus gugur sebagai calon kepala daerah atau anggota parlemen. Di hulu, partai politik yang minta mahar mestinya juga dihukum ( dikurangi parlementary tresholdnya 0.1-1% di samping peminta dan pemberi maharnya dihukum sesuai aturan yang sudah ada.

Dana saksi dihimpun calon ( bukan parpol ) dari masyarakat dan dilaporkan ke KPU. Dana kampanye sudah dianggarkan negara lewat KPU. Mahar yang diminta oknum parpol tak tercatat di KPU maupun keuangan parpol, tapi diterima oknum partai dan dikelola secara/ rekening pribadi ( kasus ketum partai Hnr ).

Banyaknya partai sekarang ( dengan PBB lolos verifikasi di sidang Bawaslu kemarin, jadi ada 19 parpol yang bertarung di pemilu nanti ) membuat lobi2 partai untuk berkoalisi dalam pengajuan calon dan pemenangannya menjadi sangat mahal. Pengambilan keputusan di parlemen juga ribet dan boros.
Prof. Reinard Khasali mengusulkan parpol2 melakukan merger ( usul saya : penyederhanaan menjadi 2-5 partai saja lalu negara membiayai kegiatan parpol dengan pengawasan ketat masyarakat).

Menurut saya, cara merger ini lebih baik daripada wacana kembali ke pemilihan tak langsung kepala daerah melalui parlemen seperti tengah hangat dibicarakan di DPR saat ini. Terlebih reputasi anggota dewan sekarang yang belum dipercaya publik. Politik uang.akan berputar di dewan yang selama ini tak sedikit anggotanya terciduk korupsi. Rakyat tak kebagian apa2 dalam sistem ini, apalagi jika kasak kusuk dalam gedung hasilnya kepala daerah yang tak kredibel /amanah. Lebih sulit menyuap rakyat yang jutaan daripada anggota dewan sebanyak 50-500 orang kan? Pastilah pilihan rakyat lebih berkualitas.

Kerugian negara jauh lebih besar jika salah memilih kepala daerah, daripada tingginya biaya pilkada langsung. Bayangkan, orang kayak SN yang dipilih anggota dewan menjadi ketua DPR ! ( sampai 2 kali pula ). MKD. cuma jadi stempel. Lembaga etik ini masih dimodif jadi seperti penegak hukum di UUD MD3 2018. Bisa mikir gak sih ? Bagaimana kalau orang2 bebal macan SN yang mengepalai daerah2 di tanah air ? Berapa mega korupsi lagi yang sanggup kita tanggung. sampai negara ini benar2 bangkrut ? Sepusing apa kita nanti melengserkannya ? Berpikirlah holistik dan berkaca, sudah pantaskah kalian jadi wakil kami ? Kehormatan kalian dari dedikasi dan rendah hati bukan. keangkuhan imunitas dan kesewenangan menyuruh tuan ( rakyat ). So, saya tetap pilih pilkada langsung.

Kursi pimpinan dewan tambah 1 di DPR dan DPD, tambah 3 di MPR dalam UU MD3 2018 yang sudah di ketok di paripurna tanpa rembukan dengan DPD dan konsultasi publik. Untung presiden belum menandatangani karena reaksi publik. Namun, UU MD3 itu otomatis berlaku dalam 30 hari meski tanpa tanda tangan presiden. IPS, seorang pengamat, akan melakukan JR ke MK setelah itu. Mahfud mengusulkan presiden mengeluarkan perppu ( pembatalan UU tsb ) jika ingin proses lebih cepat. UU MD3 bisa dibuat lagi dengan konsultasi publik. Atau kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Penghinaan presiden jadi delik umum, rasanya kurang tepat. Jokowi, kita tahu, punya kelegowoan luar biasa. Simbol negara memang mesti dihormati seperti di Thailand. Namun, kita punya history rezim Orba yang alergi kritik dan membungkam para vokalis secara represif ( penculikan, pembunuhan misterius/ petrus penghilangan paksa, pemenjaraan, kriminalisasi/ menghancurkan reputasi baik, dsb ) dan kemungkinan bisa diulangi pemimpin berikut yang otoriter dengan menyalahgunakan pasal2 dari KUHP yang. ( sedang ) direvisi ini. Jadikan delik aduan saja seperti setiap WNI termasuk anggota DPR.

POTONG TANGAN NAPI BER-HP.

Soal over kapasitas lapas jika pasal pezina ( LGBT & heteroseksual ) dipidana penjara di revisi KUHP, bisa diatasi dengan mengadopsi hukum syariah ( dihukum cambuk, dirajam/ lempari batu dan ditonton banyak orang agar jadi peringatan bagi yang sedang mendekati zina sehingga mengurungkan niatnya ). Bandar, penyelundup, pengedar narkoba dan koruptor dihukum potong tangan agar tak bisa mengoperasikan hp dan menggerak kan jaringan jahatnya.

Suku terasing yang masih menawarkan istri untuk menjamu tamu suami, diedukasi dulu bahwa tradisi jahiliah ini sudah tak pas lagi di zaman now. Diberi tahu sangsi hukumnya, disosialisasikan dulu baru kemudian dihukum jika bandel. Semua agama melarang zina. Manusia ciptaan Tuhan wajib mengikuti perintah- Nya. Suku terasing itu direligiuskan dulu, mengenal Tuhan, kitab agama dan KUHP soal zina. Takes time.. tapi tugas negara ( dan kita, penganut agama ) adalah mencerdaskan bangsa, termasuk suku terasing di nusantara. Semua warga negara Indonesia sama kedudukannya di depan hukum. Setuju ?

KPK TERTIBKAN PUNCAK, PLEASE…

Banjir sudah langganan di Jakarta. Longsor terjadi baru2 ini di Riung Gunung/ jalur Puncak, Bogor menelan banyak korban dan materi. Jalan amblas. Rel kereta menggantung seperti kabel PLN. How come ? Padahal, Perpres dan RTRW 2008. sudah menetapkan Kawasan Puncak sebagai hutan lindung. Tak boleh ada villa dan bangunan. Nyatanya banyak villa milik pejabat dan kios pedagang di sana demi pendapatan. PAD versus hutan llindung. Apa solusinya ? Presiden melalui Kemenhut turun membantu pemkab Bogor yang kesulitan menertibkan para pemilik villa ( pejabat tinggi, pengusaha besar) yang tak punya IMB/ melanggar RTRW. Mereka diminta membongkar bangunan miliknya dan mengembalikan fungsi semula ( penyerapan air ).

Daerah Aliran Sungai ( DAS ) dari hulu ke hilir dinormalisasi ( warga dilarang bermukim di pinggir sungai/ sempadan sungai ). Para anggota BKAD ( Badan Kerjasama Antar Daerah ) dipimpin menteri lingkungan hidup/ kehutanan urun rembug masalah DAS dan solusinya di daerah yang terlewati. ( Editorial MI, 8/2/2018 ). Selanjutnya, 368 hektar tanah konservasi di Puncak/ bopuncur milik Perhutani ditertibkan dari bangunan/ villa liar milik pemodal dan pejabat tinggi kemarin (2/3/2018)

Ada hutan rakyat, hutan diserfikasi, hutan lindung/ konservasi, kata pakar. Ada villa liar, siapa yang memberi izin ? KPK bisa periksa para terduga penjarah hutan ini mulai dari kementerian, gubernur, bupati Bogor yang terkait izin perambahan hutan konservasi tsb. Karena polisi dan jaksa yang masuk ke situ seperti tak bisa berbuat apa2. Hutan lindung itu milik KLH yang dikuasakan pada Perhutani. KPK bisa periksa dari sana. Sejak 1963, Kawasan Puncak sudah diatur untuk konservasi. Jarak 200 m dari jalan tak boleh ada bangunan. Puncak jadi kesenangan ( pemodal/ pejabat ) dari Jakarta, ironinya juga jadi sumber malapetaka bagi orang Jakarta dan warga sepanjang hulu ke hilirnya. Semoga penegakan hukum di sana dan kesadaran kita menjaga lingkungan bisa menyelesaikan masalah yang muncul tiap musim hujan ini. Amin.

TANAH YOGYA: SEKALI ISTIMEWA, TETAP ISTIMEWA

Kemarin ( EMI 26/2/2018 ) Handoko menggugat surat intruksi wagub Yogya tahun 1975 tentang kepemilikan tanah yang hanya diperbolehkan untuk pribumi. Non-pri ( WNI keturunan Tionghoa terutama ) dilarang memiliki tanah di DIY. Alasan penolakan hakim PN di Yogya, salah satunya, agar tanah tak jatuh ke konglomerasi.
Sebenarnya, istilah non pribumi sudah dihapus sejak era Reformasi/ peristiwa 1998 ( mal Y Plaza/C Klender dibakar saat kerusuhan massa. Ratusan pengunjung dan karyawan mal terpanggang hidup2 dalam gedung karena takut keluar diburu, diperkosa para pembenci non-pri ). Diskriminasi etnis ini salah siapa ? Sampai hari ini masih terasa. Kesalahan ada di dua belah pihak, menurut saya. Seperti bangsa Yahudi, ada yang baik ( korban holocaust ), ada juga yang jahat/ tamak ( ekstrimis Zionis, dalang holocaust pada warga Yahudi diaspora yang emoh diajak merampas tanah Palestina demi fantasi Tanah Yang Dijanjikan/ dalih menguasai Timur Tengah yang kaya minyak ).

Etnis Tionghoa, ada yang nasionalis, ada juga yang rakus/ diskriminatif/ loyalis tanah leluhur/ China ( wapres JK pernah menyindir mereka yang baru sebatas WNI KTP di perayaan Cap Gomeh di TV beberapa tahun silam. Mereka ingin diperlakukan seperti Najwa, keturunan Arab yang diterima baik di Indonesia ).

( Imlek adalah kegiatan budaya leluhur etnis Tionghoa sejak 5000 tahun silam untuk merayakan masuknya musim bercocok tanam/ musim semi ).

Perilaku menyimpan kekayaan di bank2 asing di luar Indonesia, ngemplang hutang BLBI, merampok uang nasabah lalu kabur ke Singapura /Australia, baru bayar pajak setelah ada program amnesti, dsb, menjadi salah satu penyebab sentimen warga terhadap etnis Tionghoa/ non-pri. Belum lagi kebiasaan menumpuk harta dan pamer kekayaan secara menyolok di tengah masyarakat yang belum mapan ( pemicu kecemburuan sosial ), juga perilaku merendahkan ( pelit, ucapan kasar seolah pada budaknya, pemerahan tenaga/ lembur tanpa dibayar, larangan ibadah waktu jam kerja, dsb ) selama menjadi bawahan mereka. Membuat mereka belum sepenuhnya diterima di sini.

Najwa berkontribusi besar bagi kemajuan negeri ini dari profesi jurnalis yang ditekuninya sepenuh hati Siapa pun tak lagi dilihat asal usulnya jika ia sangat berguna bagi nusa bangsa/ Indonesia. Jika warga keturunan merasa diperlakukan berbeda, pertama-tama tanyakan pada diri sendiri dulu, apa yang sudah ia lakukan secara proporsional/ signifikan/ sepadan untuk Indonesia ? ( setelah kemakmuran pribadi / mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, hidup, makan, usaha, beranak pinak di sini ) Jangan menuntut setara jika diri sendiri masih diskriminatif dan egois !

Pasca letusan Gunung Toba ribuan tahun lalu, berbondong-bondong manusia dari arah Afrika, Arab, India, China/ Tiongkok, kemudian datang ke nusantara untuk berdagang dan mencari penghidupan baru. Maharaja Sriwijaya, kerajaan adidaya masa lalu, dari persilangan etnis China dan India. Para perompak yang menguasai perairan sekitar Palembang pasca runtuhnya Sriwijaya juga dari China ( beranak pinak di sekitar wilayah Asian Games 2018 ) Di buku sejarah sekolah dasar, kita/ keturunan Melayu juga diberitahu kalau nenek moyang kita dari Indo China/ sekitar Vietnam. ( Leluhur orang Papua mungkin dari Afrika ? ) Ringkasnya, kita semua pendatang ! ( senior, he3x.. ). Pendatang yuniornya, bangsa Portugis, Inggris, Belanda, Jepang yang menjajah kita lebih 350 tahun. Lalu, orang Amerika, Spanyol, Australia dan pria dari lebih 200 negara di dunia, yang terpikat pada alam plus gadis eksotik Indonesia dan memilih jadi WNI.

Masa kolonial, warga Tionghoa menjadi kelas menengah/ kapiten yang mengawasi kerja rodi warga kelas tiga/ Melayu non priyayi ( orang Jawa banyak dikirim ke berbagai pelosok nusantara untuk kerja paksa atau dibuang karena perlawanan politiknya. Mungkin, kiprah paguyuban keturunan Jawa inilah yang membuat banyak orang Jawa lalu terpilih menjadi presiden. Di samping jumlah penduduk Jawa lebih 50% penduduk Indonesia. Juga kemampuan personalnya merukunkan orang Batak dengan orang Makasar, misalnya, seperti pengakuan JK. Kemampuan orang Jawa membaca gestur lawan bicara/ lebih cepat paham, aku Made, mantan kolonel asal Bali, pelanggan saya, yang sudah keliling dunia dan keliling Indonesia memimpin birokrasi ).

Masa Orde Baru, etnis Tionghoa diperlakukan seperti sapi perah karena kelihaiannya berdagang ( kegiatan budayanya dilarang, status WNI-nya dipersulit ) sehingga mereka tak punya identitas lain yang bisa dibanggakan, kecuali kekayaan untuk menunjukkan eksistensinya. Istilah non-pri yang kaya raya berjarak bak jurang dengan pribumi yang miskin, akrab di telinga masa itu. Jurang kemiskinan, kecemburuan sosial yang berkerak di dasar hati selama ratusan tahun lalu meledak dalam tragedi kemanusiaan 1998 ( pembakaran, pemerkosaan ).

Bagaimana nasib surat intruksi wagub Yogya yan dibuat masa Orde Baru ? Masih relevan-kah di zaman now ?

Meski istilah non-pri vs pribumi sudah dihapus sejak Reformasi, saya merasa, masalah ini belum benar2 selesai di bangsa ini, seperti halnya kepemilkan senjata secara bebas di bangsa Amerika. Saya pernah menulis tentang sisi materi/ otak kiri orang zionis Yahudi, China yang sepertinya didesain lebih besar dari sisi spiritualnya/ otak kanannya untuk menjalankan skenario-Nya/ Lauh Mahfuz. Banyak dari mereka yang materialistis/ tamak. Saya memahami ketakutan wagub saat itu atau hakim PN saat ini jika etnis non-pri sampai diperbolehkan memiliki tanah di Yogya. Mungkin hanya Yogya yang jalan protokolnya diperkenankan kepala daerahnya ( Sultan dan Paku Alam ), dihilir mudiki becak.

Wong cilik sangat dilindungi di sana. Setahu saya, secara tradisi, turun temurun, tanah dimiliki raja/ sultan pada pemerintahan monarki/ kerajaan dahulu. Jika warga Yogya sampai punya tanah, itu semata karena kedermawanan sultan mereka. Jika Yogyakarta dulu meminta Daerah Istimewa, tentu mereka berharap hukum adat tetap diterapkan termasuk kewenangan sultan/ gubernur dan Paku Alam/wagub atas kepemilikan tanah yang direstuinya untuk kelas rakyat kecil ( bukan kelas konglomerat ).

Seperti hukum syariah yang diminta Daerah Istimewa Aceh, saya pikir lebih bijak jika warga Yogya memutuskan yang terbaik untuk mereka. DPRD dan Sultan bisa membuat perda yang mengatur kepemilikan tanah di Yogya. Saya cenderung untuk mengganti istilah non- pri dan pribumi saja di intruksi wagub 1975 , lalu membatasi luas tanah yang boleh dimiliki warga Yogya ( ‘asli’ monggo, etnis Tionghoa cukup HGB atau hak kelola terbatas ) agar tak jadi konglomerasi. Jangan lupa konsultasi publik sebelum diundangkan. Presiden tak perlu direpotkan mengurusi hak prerogatif sultan DIY, terlebih di tahun politik ini. Banyak tanah di luar Yogya yang sudah/ boleh dimiliki etnis. Tionghoa. Kenapa masih memaksa di Yogya juga ? Kurang ? Jadi, soal tanah, saya setuju Yogya tetap istimewa.

( Contoh ekspansi China : Banyak retail tutup. Penyebabnya daya beli masyarakat turun atau beralih ke penjualan online ?

Di sisi lain, ada komunitas EIC yg mengajak orang2 untuk impor barang China dan memasarkan di Indonesia. Barang Rp 500 rb harganya cuma Rp 100 rb jika produk China. Produk lain seharga 50 rb, maka cuma 10 rb bikinan China. Dengan Rp 100 rb bisa ikut seminar jadi importir produk China. Dengan modal Rp 1 juta bisa jadi importir produk China. Caranya gampang, daftar via sms lalu kirim ke nomor 0822100059xx. Ini contoh perang bisnis/ kelihaian yang dilancarkan etnis China ke sini. Memang, ernis Tionghoa punya sifat hemat, strategi bisnis jitu dan jaringan luas di seluruh dunia yang menjadikan mereka unggul di bidang ekonomi. Kita bisa belajar soal itu. Tapi kita juga harus hati2 soal tabiat negatifnya dan tetap waspada.

Setelah perang melawan zionis, ada perang berikutnya melawan Yajuz Majuz jilid 2 Pertimbangan strategis tetap dikedepankan. Rakyat jelata sudah banyak/ lama menderita karena kebijakan pasar bebas terutama dengan China. Banyak produk China membanjiri Indonesia, disambut etnisnya di sini dan mem-phk-kan banyak pekerja kita. Biarkan Yogya tetap memiliki tanahnya. Kadang saya iri dengan Malaysia yang memprioritaskan/ berpihak pada mayoritas Melayu di sana. Saya belum melihat etnis Tionghoa masa ini berkontribusi sepadan untuk negeri ini sampai perlu dibela sebegitu rupa seperti penggugat tanah di Yogya. Sorry, that’s how I feel…

ILC 31/10/2017: kebakaran di pabrik petasan di Tangerang, tewas 47 orang, terbanyak pekerja di bawah umur. Siapa pemiliknya ? ( IL ).Redaksi Trans7 1/11/2017: Hotel Alx. yang membayar Rp 30 miliar pertahun utk PAD Jakarta tak diperpanjang izin usahanya pada 27/10/2017, oleh pemprov yang dipimpin gubernur baru ( Anies ) karena diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. M. Emka ( penulis buku ‘Jakarta Undercover’ ) memperkuat itu. Siapa pemilik Alx yang selama ini dibiarkan ? ( AT )

TEMBAK MATI BANDAR, PENGEDAR, PENYELUNDUP NARKOBA.

Mengerikan, melihat maraknya peredaran narkoba di tanah air. 1,6 ton narkoba dari China kemarin tertangkap aparat di perairan kta yang 2/3 luas Indonesia. Kata BNN, narkoba yang terjaring baru 10 % dari narkoba yang membanjiri negeri ini. Kita lihat para selebriti berjatuhan oleh narkoba di televisi. Artis, tingkat stres-nya 3 kali orang biasa karena kejar tayang dan persaingan ketat dengan pendatang baru. Popularitas cepat pudar dan digantikan talenta baru. Anak TK sampai ketua MK ( AM ) jadi sasaran bandar narkoba.
50 orang mati tiap hari karena narkoba, 27% pelajar dan mahasiswa ( EMI 6/3/2018 ). Tunas bangsa layu sebelum mekar.

Tembak mati pengedar/ penyelundup narkoba yang mencoba kabur dan melawan petugas. Gembong narkoba sudah dihukum mati oleh JA Prasetyo sampai jilid 3. 50 % peredaran narkoba masih dikendalikan dari jeruji penjara oleh si bos napi bermodalkan hp selundupan, sampai Buwas akan mengganti sipir lapas dengan buaya emoh suap ( kasus kepala lapas Nusakambangan jadi bagian kartel narkoba, sehingga pasang CCTV di lapas menjadi keharusan) . Kini hukum mati jilid 4 diputuskan. Efektif bikin kapok ?

Beberapa mulai ragu ( karena berulangnya peristiwa penangkapan narkoba disebabkan minim & lambatnya eksekusi ) dan menjajaki kemungkinan hukuman seumur hidup, kerja sosial, pemiskinan dan dibuang di pulau tak bersinyal. Ironisnya di antara 66 pulau belum bernama di provinsi Riau, kemarin ketahuan jadi gudang narkoba sebelum di selundupkan lewat jalur/ pelabuhan tikus ke pemesannya. Salah satunya, diskotik dan klub malam. Para bandar dan pengedar sepertinya lebih takut hidup miskin daripada takut mati. Mereka tahu mati adalah resiko pekerjaan haram itu. Tapi bisnis beromzet puluhan triliun rupiah tsb terlalu menggiurkan untuk mereka lepaskan. Jadi ?

Seperti para penelpon EMI, saya tetap yakin, hukuman maksimal/ mati adalah paling tepat untuk kejahatan luarbiasa itu. Masa depan bangsa yang dihancurkan. Pemakai tak bisa benar2 pulih dari kecanduannya. Apalagi kalau sudah terkena HIV/ Aids, penyakit kelamin, cacat otak dan fisik karena keadaan sakau, fly, yang membuatnya tak sadar apa yang dilakukan dan dirusaknya. Apalagi kalau tak ada anggota keluarga yang paham cara menjauhkannya dari godaan/ aroma narkoba. Apalagi jika masyarakat di lingkungannya memberinya stigma negatif/ emoh memberinya kesempatan kedua ( bekerja, bersosialisasi )

Kalau baru 3 jilid belum membuat jera bandar, maklumlah. Mendidik anak untuk melakukan tugas rumah saja di Super Nanny atau Nanny 911 butuh waktu sedikitnya 6 bulan secara konsisten. Itu artinya 6 x 30 = 180 kali. Hukuman langsung diterapkan begitu pelanggaran dilakukan,. Tdak ditunda, sehingga anak menangkap pesan jelas atas kesalahannya. Kalau kuman TB lebih dahsyat lagi. Untuk kategori satu, 6 bulan. Kategori dua, 8 bulan. Kategori tiga, 2 tahun. Bayangkan tiap hari harus minum obat gede2 sebanyak 6 – 16 butir selama 180 – 720 hari. Dalam 5 menit 16 butir itu harus semuanya tertelan. Setelah itu anda akan mual, muntah dan pandangan mata bergoyang sepanjang hari sampai jatuh kesandung atau benjol nabrak tembok. Pantat anda yang disuntik antibiotik selama 2 – 6 bulan tiap pagi akan bengkak membiru sampai rebah tidur pun sulit karena baal penuh lubang suntik.

Ini pengobatan ala WHO, badan kesehatan dunia yang saya alami. Paman saya dulu yang tak merasakan pengobatan kelas wahid itu cuma bisa terbujur lemah dengan tubuh kurus kering, jalan 5 menit sesak nafas dan capeknya bukan main, batuk sepanjang malam dengan tubuh berkeringat dingin tanpa nafsu makan, wafat 20 tahun kemudian. Saya hanya mengalami penderitaan itu selama 6 bulan plus 8 bulan, lalu dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis paru BBKPM.

Saya tahu rasanya jera ( menderita TB ). Saya kapok bercipika-cipiki lagi. Kapok memaksakan diri beraktivitas sampai terlalu capek, karena bisa kumat TB lagi seperti tabiat flu ). Kuman TB keok setelah konsistensi pengobatan tanpa ditunda sehari pun atau bolong sebutir pun. Kematian akibat TB 300 orang tiap hari di Indonesia. 6 kali akibat narkoba. Belajarlah pada pasien TB. 720 jilid hukuman mati tanpa ditunda sehari pun ( baru 3 jilid bagi saya belum terasa efeknya, saya juga belum jenuh/ muntah obat ).Tambah pemiskinan anggota keluarganya ( atau mau tambah minum 16 butir obat muntah tiap hari ? bagi pengedar yang meringkuk di sel agar tak mampu pegang hp apalagi mengendalikan jaringan narkoba ) Penjara kita sudah over kapasitas. Para terpidana. mati segera saja dieksekusi. Agar orang berpikir seribu kali untuk mendekati narkoba. Bagi pemula, hukuman seumur hidup dan kerja sosial belum menakutkan, terlebih penegak hukum kita belum seangker dan sekredibel luar negeri.

Tingkatkan sosialisasi bahaya narkoba dan jenis narkoba yang mungkin ditemui anak di sekolah, tempat jajan dan lingkungannya agar anak bisa mengenali dan menghindari bahayanya. Mari kita lihat hasilnya setelah 2 tahun strategi terpadu ini dilaksanakan secara konsisten. UU no.35 th 2009 tentang Narkotika bisa direvisi, dengan wewenang penyadapan tanpa izin PN seperti KPK sehingga yang digaruk bisa lebih banyak. Jika ingin proses lebih cepat. bisa dikeluarkan perppu karena Indonesia sudah super darurat narkoba.

Heru Winarko, mantan deputi penindakan KPK, menggantikan Budi Waseso sebagai kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang baru. Semoga lebih buas dari Pak Buwas. Kita harap BNN, Bea Cukai, KKP, Polri, TNI AL, Bakamla, PPATK, KemenkumHAM, intens bekerja sama dan bagi2 tugas mengamankan laut dan rakyat Indonesia dari serbuan narkoba. Kita semua, publik, pemerintah, swasta, harus kompak menyetop narkoba dengan gigih pula. Semoga generasi berikut bisa kita selamatkan. Amin.

INDONESIA SUDAH LAYAK INVESTASI. TAPI DAERAH ?

Indonesia naik peringkat layak investasi nomor 2 setelah Filipina. Pendapatan perkapita Rp 160 juta per tahun, atau Rp 13 juta per bulan per orang. Berapa banyak dari kita yang berpenghasilan segitu ? Pertumbuhan ekonomi masih dinikmati orang kaya. 20% orang menguasai 80% kue ekonomi nasional. 4 orang terkaya di Indonesia duitnya setara dengan duit yang dimiliki 100 juta orang miskin. Tingkat pengangguran 11%. Hutang kita Rp 3900 triliun. Apa yang salah ?

Selain ekses salah urus negara oleh rezim2 sebelumnya, iklim investasi yang kompetitif di pusat belum diikuti di daerah. Urus izin industri besar di Jakarta cuma 3 jam, di daerah bisa lebih 6 bulan. Padahal, investor membangun pabriknya tentu di luar Jakarta. Kepala daerah masih suka memungut 10% dari dana investasi. Juga minta jatah 40% tenaga kerja dari lokal. RT, RW, Kelurahan, dst, masih mengutip sumbangan untuk Karang Taruna, ormas, dsb.

Wewenang pemerintah pusat menganulir perda dihapus MK. Setelah otonomi dan pilkada langsung, sebagian kepala daerah seperti raja2 kecil yang menguasai daerahnya ( membangkang intruksi pusat ). Pemerintah pusat hanya bisa menggunakan DAU untuk mengarahkan pemerintah daerah. Tinggal rakyat daerah yang bisa mendesak penguasa daerahnya untuk ramah investor yang mensejahterakan rakyat. Menghukumnya dengan tidak memilih kembali di pilkada berikutnya jika pungli, korup, menghambat investasi yang baik untuk masyarakat dan negara.

Iklim investasi baik jika ada kepastian hukum, kestabilan politik dan keamanan berusaha. Tahun politik ( pilkada serentak 27 Juni 2018 di 171 daerah dan pileg-pilpres Septemper 2019 ) bukan soal kegaduhannya yang dikuatirkan para investor, namun jaminan kepastian berusaha jika kepala daerah baru menjabat merubah kesepakatan kontrak atau membuat aturan menyusahkan. Mereka jadi wait & see.

Presiden Jokowi membangun infrastruktur ekonomi, memangkas aturan investasi yang berbelit-belit, membuat bbm satu harga dalam dan luar Jawa, meningkatkan kualitas sdm dengan berbagai pelatihan, KIS, KIP, blusukan memastikan pelayanan publik optimal dan mencari investor luar negeri yang mau menjadi mitra pemerintah mensejahterakan rakyat Indonesia. Menkeu Sri Mulyani juga sudah dihargai sebagai menteri keuangan terbaik di dunia. Selamat. ya.

Tantangan sekarang bagaimana memikat investor agar mau membangun industri manufaktur yang padat karya ( bukan industri jasa saja yang padat modal ), merawat investor lama agar tak hengkang, memangkas pungli/ biaya siluman dengan teknologi dalam administrasi, menyetop peredaran narkoba yang meracuni kualitas sdm kita, sekaligus menghentikan penjarahan ikan dan tambang migas minerba kita oleh asing, agar hutang Rp 3900 triliun segera lunas dan rakyat cukup makan/ harga diri sehingga bisa berpikir jernih untuk merawat nasionalisme-nya terhadap NKRI. Tidak demen hoax dan hate speech karena sayang Indonesia dan saudara setanah airnya dari beragam etnis dan agama. Pecandu narkoba menyusut drastis karena anak muda punya pekerjaan dan harapan cerah. Kalau begini, semua setuju ?? ( semua bahagia ? semua ingin masuk surga tanpa hutang ? ). This is it.

******

p

Bermain, bicara, belajar bersama anak dilakukan orang tua untuk merawat kasih sayangnya pada anak. Setiap hari antara jam 18-21. Orang tua punya waktu krusial menanamkan nilai2 moral, agama dan adat sampai usia anak 12 tahun/ SD. Pada usia di atas itu, anak sudah mulai membangun keakuannya, jati dirinya dan lingkungan sosialnya. Nilai2 baik dari orang tua menjadi filter pertama bagi anak ketika menyaring informasi, pengaruh, budaya dari luar yang belum tentu cocok dengan kultur bangsa kita. Agar anak tak bermasalah, terjerumus perilaku merusak diri dan masa depannya maka investasikan waktu anda untuk anak, kualitas dan kuantitasnya. Anak sebenarnya butuh kehadiran hangat orang tuanya. Bukan harta materi mahal atau liburan mewah sebagai ganti ketakhadiran orang tua. So, matikan gadget ( hp, komputer, dll ), radio, tv selama 3 jam untuk fokus. pada kebahagiaan bersama anak. Jika tidak, anak2 akan tumbuh liar dan bermasalah seperti ikut geng motor ( termuda pernah dibekuk polisi berusia 12 tahun ), lalu masuk bui. Anak seusia itu nalarnya belum matang, tak kuat menolak ajakan merusak karena butuh pengakuan dari teman2 sebaya. Para bibit kriminal ini jika dikembalikan pengadilan pada orang tuanya, negara harus intervensi, membantu ortu anak tsb agar bisa mengarahkan anaknya dengan benar ( bimbingan parenting ). Sehingga kesalahan tak terulang kembali. Anak cukup 2 saja ( boleh tambah 1-2 anak yatim piatu untuk diasuh/ anak asuh bagi ortu yang mampu mengurusnya dgn baik, lahir batin ). Keluarga hangat negara kuat. ( Lukisan “Play Time !” by Vitrisa )

Written by Savitri

10 Maret 2018 at 10:39

Ketua DPR Baru ( PDIP ? ), Pelajaran Salim Kancil, Pelindo ke Resuffle. Percepatan Menuju Indonesia Terkuat.

leave a comment »

Hatta

“Pemuda, engkau pahlawan dalam hatiku,” Bung Hatta sering berkata. Pemuda masa kini yang bangga pada sejarah perjuangan bangsanya, bangga menjadi orang Indonesia, diharapkan menjadi pahlawan pembangunan yang membawa Indonesia pada kebesaran negaranya, adil makmur bagi seluruh bangsanya. Is that you ?

2016. Apa saja yang mungkin terjadi ? Rotasi bumi melambat ( pada 30/6/2015, sehari = 24 jam plus 1 detik ). Ekonomi dunia melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di bawah target 5 % ( India dan Filipina di atas 6 %. Tahun 2016, pemerintahan Jokowi akan melakukan percepatan. Januari ini, BBM dan TDL diturunkan untuk memacu produktivitas rakyat. Namun, komponen harga sembako, daging, dll, masih ogah turun ). Rupiah di level Rp.13.876,- per USD . Indonesia berharap menjadi negara terkuat di Asia Pasifik pada tahun 2085 menurut Kapsul Waktu di Papua. 69 tahun lagi. Dunia kiamat tak lebih 1500 H ( sekarang 1436 H, tinggal 64 tahun lagi ). What should we do ?

Hak Menyatakan Pendapat jika presiden ( terindikasi terlibat dan ) tidak mencopot RS ( Menteri BUMN yang kemarin diminta mencopot RJL ) ! kata RDP di TVO** ( yang di pergantian tahun kemarin ‘dihadiahi’ bom di Alun-alun. Apa yang anda harapkan ? TV ini demen menyiarkan propaganda zionis di awal2 siarannya. Setelah pilpres kalah, demen mendiskreditkan pemerintah dan menjadi corong buat orang2 yang belum move on. Di jaman yang kian terbuka dan bebas ini, tertib menjadi barang langka. Orang merasa bisa melakukan apa saja. Lempar batu, sembunyi tangan. Negara dianggap tak bisa memberi kesejahteraan yang mereka mau. Keluarga dianggap tak mampu memberi kasih sayang yang mereka tuntut. Orang2 frustasi ini lalu minggat, gabung ke ISIS atau radikal di negeri sendiri ).

EFEK PELINDO & RESHUFFLE KABINET.

Pelindo kembali ke pangkuan pertiwi ! kata RDP di sidang paripurna DPR ( 18/12/2015 ). Ketua pansus Pelindo itu menemukan indikasi kerugian negara sampai 48 triliun jika Indonesia meneruskan perjanjian dengan perusahaan asing hingga tahun 2038. Yang lebih mencengangkan, rencana hutang 6.000 triliun untuk BUMN yang jika tak terbayar akan dibebankan ke APBN. Jika masih kurang, aset2 negara bisa terjual. Wah..

RS sering dicibir sebagai agen neolib di kabinet kerja. Pengamat ekonomi MN, menyebut RS bagian dari mafia. Modusnya, memperpanjang kontrak yang belum waktunya diperpanjang. Ada pemotongan 15 juta USD dalam uang muka yang entah masuk ke mana. Jika aset Pelindo dibilang bukan aset negara maka upaya korupsi di dalamnya terhindar dari audit BPK. Jumat itu juga, RJL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

( Jokowi akan me-reshuffle kabinetnya lagi. Kreativitas MenPAN merilis kinerja kementrian ke publik, saya rasa cukup baik, agar masyarakat tahu ukuran mengganti menteri atau tak terkaget-kaget dengan perombakan kabinet. Meski mengganti menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih sip lagi kalau evaluasi periodik yang dilakukan presiden pada para menterinya juga bisa dirilis di internet. Sehingga partai pendukung pun tak kecewa jika menterinya diganti, karena berdasar kan penilaian yang obyektif. Ora ujug2 ( tidak sekonyong-konyong ). Meminimalisir friksi yang mungkin terjadi. Pemerintah dan rakyat bisa lebih tenang bekerja. Tak gaduh berpolemik lagi ).

GOJEK & KEPEDULIAN JOKOWI

Pada hari yang sama, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menganulir larangan transportasi online ( Gojek, dll ) yang dibela konsumen sebagai solusi sementara akan kebutuhan transportasi murah bagi masyarakat sampai transportasi publik cukup tersedia : aman, nyaman dan terjangkau. Bukti bahwa presiden Jokowi mau mendengar protes masyarakat dan memperbaikinya. Jokowi tak kepala batu seperti SN dan ARB. Manuver keduanya ( surat mundur SN sebagai ketua DPR di menit2 terakhir sidang ) membuat sidang MKD tak menghasilkan keputusan tuntas ( SN bersalah secara etik, mendapat hukuman sedang yang dibacakan oleh 10 hakim, hukuman berat oleh 7 hakim ) sehingga SN masih melenggang menjadi ketua fraksi, bukannya diberhentikan dari keanggotaannya di DPR.

Di masyarakat, tak sedikit yang ber-hate speech tentang Jokowi. Di parlemen, PDIP belum menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. Sebagai partai pemenang pemilu, ini ‘hutang’ PDIP pada rakyat pemilihnya untuk melogiskan komposisi pimpinan menurut amanat konstitusi ( pimpinan parlemen merepresentasikan pilihan rakyat ). Minimal kembali ke UU MD3 tahun 2009. Kocok ulang pimpinan. Ketika itu belum terjadi, saya rasa tidak wise, jika anggota PDIP menyerang, mendikte, membonsai, bahkan mengancam mengajukan Hak Menyatakan Pendapat ( HMP ) pada presiden yang diusungnya. Apa-apaan ini ? Kita sudah berdebar ketika DPR terbelah dan PDIP gagal menjadi pimpinan parlemen. Kita jungkir balik mencari solusi, memberi saran agar DPR bisa bekerja ( gak dead lock terus ). Kenapa kita masih harus berdebar dengan ancaman HMP yang anehnya digagas oleh PDIP ? Banyak pengamat miris dengan anomali ini ( kubu lawan jelas tertawa senang, Jokowi bisa jatuh tanpa perlu mereka ‘kerja’. Kita tahu mereka tak lebih baik dari JW-JK. Apa anomali ini karena PDIP terbiasa menjadi oposisi sehingga setelah di dalam pemerintahan masih terbawa oposisi ? Tak peduli hiu2 ganas di luar sana yang siap menerkam dan mengambil keuntungan. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat INB.

OTOKRITIK SETELAH PARLEMEN TERPERCAYA. ITU BARU SMART.

Mestinya, kita lihat medan dulu, sebelum kita menyampaikan kritik. Niat idealis ( otokritik ) di kepala sendiri, kerap tak terbaca demikian di kepala lawan2 yang licik. Mereka cuma peduli titik2 lemah yang bisa mereka gunakan sebagai mesiu untuk menembak jatuh kita. Lawan licik punya perasaan ‘lebih’ dalam dirinya sehingga otokritik tak bakal mereka kagum, apalagi respek pada kita.

( Saya sendiri berupaya tak menghina orang yang saya kalahkan. Pengendalian nafsu adalah kekuatan diri yang terbesar. Saya memilih diam ketika saya dipojokkan dengan ‘kesalahan’ saya dan cuma membalas membuka aib lawan untuk mengalahkannya. Biarlah Allah yang menanamkan rasa bersalah di hati lawan. Jika kita bisa menahan diri seperti itu meski amarah sudah di ubun2, believe me .. uhh.. that’s so powerful. Tak ada yang bisa menandingi Allah jika sudah turun tangan menyadarkan lawan kita ).

Saya menahan diri tak mempertontonkan kecerdasan saya pada orang2 yang ingin saya rangkul hatinya ( tapi jika ada pria mendekat di luar kriteria, jurus ampuhnya adalah terus terang berkata : maaf.. saya tak tertarik, atau .. jika dia masih nyosor, maka adu argumentasi versus hasrat superior-nya sampai dia muntah/ kapok, sangat disarankan. Works for me ). Tak seorang pun ingin terlihat bodoh di dekat kita. Manusia tak rela di subordinat. Apalagi para pria yang punya insting dasar superior ( hanya pria bijak nan pede yang mau sportif mengakui kecerdasan wanita ).

PENGGERAK MESTI DAHSYAT MENGGALANG KONSENSUS

Sebagai pemikir, saya batasi maksimal 5 orang dalam inner circle saya agar masih cukup besar ruang hening di kepala saya untuk memikirkan Indonesia. Berharap kepala tak vertigo, korslet atau stroke. Orang yang berada dalam jangkauan perhatian dan bantuan saya ini bermanfaat ketika giliran saya yang sakit, bête atau down. Namun, mereka yang berpotensi dan ingin berkiprah sebagai penggerak ( presiden, gubernur, walikota, bupati, dst ) harus lebih lebar lingkaran silaturahminya. Kepandaian menggalang konsensus harus diasah dan terus ditingkatkan. Lebih humble, menahan diri dan menangguk simpati. Kenal, suka lalu percaya. Di saat lebih banyak orang yang percaya dan merasa aman berurusan dengannya, si penggerak akan mendapat kekuatan, dukungan, sumber daya dan akses yang membawa kemaslahatan pada sebanyak mungkin umat.

Jika Rieke bisa bicara kalem, secukupnya ( orang biasa umumnya tegang & letih jika mendengar rentetan logika & argumentasi ) sehingga orang merasa ‘aman’ dan betah di dekatnya ( plus lebih wise/ selektif dalam memilih corong mana dia mengkritik pemerintah ) maka kursi ketua DPR yang ditinggalkan SN ( sekarang di-plt FZ ) paling sip ditempati Rieke. Presiden RI pernah dipegang wanita ( Megawati, kini ketua umum PDIP ). Posisi ketua DPR perlu memulai sejarahnya ditempati wanita. ( komisioner KPK terpilih kemarin juga ada wanitanya ). Apalagi wanita adalah mayoritas penduduk Indonesia. Sangat representatif.
Rieke DP ( PDIP ) dan Akbar Faisal ( kader Nasdem yang di BKO-kan di MKD dan fight abis ketika dikeluarkan FH dari ruang sidang ) memberi harapan pada kita pada perbaikan wibawa dan maruah parlemen. Rieke, Akbar .. good job !

RAKYAT NYOBLOS BENERAN, WAKILNYA CUMA BOHONGAN

Setelah RJL dan RS dicopot, saya pikir kita perlu mengkaji semua kebijakan/ kesepakatan yang melibatkan mereka. Konsensi 51 % di Pelindo II, ternyata setelah dikaji lebih jauh merugikan Indonesia. Ada kejahatan korporasi asing di sana ( perjanjian batal demi hukum ). Siapa tahu di BUMN lain juga sangat dirugikan ? Siapa yang mau memimpin pansus perusahaan asing di Indonesia ? ( Apa saja dan berapa banyak sumber daya alam kita yang mereka keruk sebetulnya ? Kita mestinya negara kaya. Kok, kita masih terlibat hutang dan belum maju ? ). Agar tak jadi bancakan koalisi licik, pansus ini dibentuk setelah komposisi pimpinan di parlemen betul2 mempresentasikan pemenang pemilu 2014 ( mayoritas pilihan rakyat ). UU MD3 tahun 2014 yang dibuat 2 hari setelah KMP kalah pilpres ini melanggar konstitusi karena sistim paket pimpinan membuat partai gurem bisa menduduki kursi pimpinan, sedang partai pemenang pemilu cuma bisa nrimo jadi penonton karena dikeroyok. Mari kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Slamet Rahardjo, aktor senior kita, sampai kecewa karena dia merasa nyoblos beneran saat pileg tapi yang dilihatnya sekarang anggota dewan bohongan. Pretending membela kepentingan rakyat padahal nyatanya membela kepentingan pribadi, golongan bahkan mafia migas ! Sekjen PDIP berdalih : realitas tak bisa 50 + 1 % atas status penontonnya. Padahal jika KIH bergerilya setangguh jenderal perang ( tak hanya pasif menunggu petunjuk ketum ) dalam memperoleh dukungan suara di parlemen, dan terbiasa konvensi / fight dalam tradisi partai yang sehat, maka tragedi sapu bersih kemarin oleh kubu lawan tak akan terjadi. Betapa banyak energi yang kita keluarkan untuk meredakan kegaduhan tak perlu di parlemen kemarin karena ketakmampuan PDIP ( tolong jangan dikompensasi dengan gencar mengkritik presiden/ orang yang akan rikuh melawan. Jika PDIP betul2 berani, hentikan kelicikan kubu lawan ). Sekarang PAN sudah bergabung ke KIH. Golkar dan PPP sedang bermasalah dengan legalitasnya setelah pencabutan SK MenkumHAM oleh keputusan MA. Ayo, posisi ketua DPR rebut kembali ! ( matangkan strateginya di raker PDIP minggu besok ya. Salam sukses ).

REVISI UU KPK ? NOT THIS TIME ..

Saat ini, terlebih saat parlemen belum betul2 mempresentasikan pilihan rakyat, UU KPK jangan direvisi dulu, karena masih sangat memadai untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang dibutuhkan KPK adalah penguatan infrastruktur kelembagaan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi. Sehingga tumpukan kasus bisa segera dituntaskan secara baik oleh SDM yang cukup dan fasilitas yang mendukung. Setelah trust rakyat pada DPR tinggi, barulah UU Polri dan UU Kejaksaan di revisi. Setelah dua lembaga penegak hukum itu membaik kinerjanya secara signifikan, baru UU KPK direvisi, jika masih diperlukan ( misal, selama menjabat, komisioner KPK tak bisa dikriminalisasi ). Indeks korupsi Indonesia masih di bawah 40 ( di bawah Malaysia ) sekarang. Membatasi umur KPK tinggal 12 tahun lagi adalah manuver koloni ‘koruptor fight back’.

Orang2 dangkal yang suka berpikir jangka pendek jika dibiarkan merajalela akan menyurutkan orang datang ke TPS, tak percaya demokrasi, lalu meruntuhkan parlemen. Sudah digaji mahal oleh rakyat, tapi rakyat cuma dikibulin. Saya pikir Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR RI sebaiknya diisi 4 orang dari tokoh masyarakat yang kredibel, 3 diisi oleh anggota DPR dari 3 partai dengan perolehan suara tertinggi di pileg. Agar conflict of interest bisa diminimalisir dan tak terjadi drama bertele-tele lagi seperti kemarin. Tujuh orang saja, karena lebih dari 7 orang, keputusan yang baik dan cepat akan sulit diambil. Cukup 2 hari saja.

MKD IDEAL HARAPAN RAKYAT. CARANYA ?

Mengadili etik sebenarnya lebih mudah daripada pengadilan hukum. Orang bercelana pendek di pantai ,secara hukum tak bersalah, tapi jika orang tsb masih memakai celana pendek di pesta formil, maka ia bersalah secara etik. SN sudah mengaku hadir di RC ( 8 Juni 2015 ) bersama MRC dan MS di TVO** dan MetroTV. MS sudah membenarkan pertemuan tsb di sidang MKD. Dua alat bukti sudah cukup bahwa SN bersalah secara etik ( melekat pada jabatan ketua DPR tak boleh bertemu orang untuk urusan yang bukan kewenangannya ). SN mestinya sudah keluar dari Senayan sekarang. Tapi, kok malah jadi ketua fraksi ? ( padahal 7 hakim dari KMP : Golkar versi ARB, Gerindra, PPP versi SDA/Djan Faridz, PKS, kompak menyatakan hukuman berat untuk pelanggaran SN. Akal bulus lagi ? Cara2 setan seperti ini bisa menghancurkan parlemen ). Ini dia salah satu kebohongan yang merusak citra DPR. Jangan salahkan lembaga survei yang menempatkan DPR di posisi bawah dalam kepercayaan publik. Apa kita mau diam saja sampai parlemen ambruk ?

Saya perhatikan ARB menjadi tokoh sentral dalam runyamnya komposisi pimpinan di parlemen & AKD DPR, kisruhnya kepengurusan Golkar, sengketa pilpres di MK, clash horisontal antara pemilih kubu 1 vs kubu 2 karena deklarasi ngawur di TV-nya, lambannya ganti rugi korban lumpur Lapindo ( Century Gate & BLBI gate juga menyeret nama perusahaannya. Mestinya, pemerintah tak perlu menalangi ganti rugi lahan yang baru bisa digarap 81 tahun kemudian. Orang2 di atas Lapindo Brantas masih berada di deretan orang2 terkaya. Supaya ARB tak kelebihan energi untuk mengacak-acak Senayan demi ambisinya ). Mungkinkah post power syndrome mantan orang terkaya di Indonesia ini membuatnya hiperaktif menunjukkan dominasinya ? ( harus dia yang menang ). Atau dikejar hutang ?

LEGACY ARB DITUNGGU. SOLUSI UNTUK GOLKAR DAN PPP.

Setahu saya, ada perasaan tak berguna yang menimpa para lansia. Saya kadang merasa bersalah ketika diminta menemani ibu seharian, sementara seabreg deadline menuntut dikerjakan. Ritme lambat lansia tak cocok dengan ritme cepat anak muda. Butuh kearifan dari kedua belah pihak untuk memahami perbedaan ritme ini. Karena kemunduran fisik mempengaruhi ketajaman kognisinya, orang di atas usia 60 tahun sebaiknya jangan menduduki posisi puncak di perusahaan, lembaga dan organisasi. Emosinya lebih dominan daripada akal sehatnya.

Maukah ARB berhenti secara elegan, mewariskan hal yang baik untuk generasi penerus ? Kami semua menonton sepak terjangnya. Apa legacy-nya ? ( pilih berakhir dikenang, atau berakhir dikutuk ? )

Kisruh Golkar pasca pencabutan SK MenkumHAM bisa diatasi dengan memperpanjang legalitas Munas Riau dan segera melaksanakan Munaslub di tahun ini. Cara dan prosedur pemilihan ketum yang fair disepakati dan dijalankan kedua belah pihak. Kepastian hukum semestinya disertai keadilan dan kemanfaatan agar Golkar selamat. Jika tak ada kemauan dari dua kubu, pemerintah bisa mengkondisikan ( memperpanjang legalitas Munas Riau ), sedangkan kader dan konstituen Golkar bertugas mengawal pemilihan ini. ( PPP juga bisa kembali ke AD/ART partai dan berbesar hati mengakomodir kebutuhan kubu pesaingnya, demi Indonesia yang damai dan produktif. Kalian masih orang Indonesia kan ? )

Oposisi loyal yang institusional dilakukan oleh sebuah partai yang seimbang kekuatannya dengan partai pemerintah. Dalam negara demokrasi, jumlah partai yang ideal itu dua dengan angka kemenangan terpaut tipis, antara 51 % banding 49 % agar suara oposisi efektif. Jika tidak terjadi, harus ada partai2 yang menegaskan diri bahwa dia dalam posisi oposisi. Ini yang dianjurkan Nurcholish Madjid waktu Soeharto lengser. Golkar kehilangan credential ( surat kepercayaan rakyat ) karena terkait Orde Baru. Golkar sebaiknya membubarkan diri tapi kemudian memanfaatkan struktur yang ada untuk membuat partai baru. Struktur organisasi dan platformnya sama dan paling tidak secara simbolik harus diadakan pembersihan terhadap orang2 tertentu. Untuk memperoleh kembali credential-nya, dalam 5 tahun Golkar jangan mengambil posisi dalam pemerintahan. Jika Golkar bisa mengambil posisi itu, didukung spektrum seperti itu, dengan pengalamannya yang panjang dan kader2 yang kuat maka akan bagus sekali. ( wawancara Prof.Dr.Nurcholish Madjid dengan Yasra Muhtarom, di Universitas Paramadina, April 2004 )

RAKYAT YANG MANA ? LOOK AT US !

Sebagian politisi meledek jurnalis untuk berkelit : ‘ rakyat yang mana ?’. Heii.., ini kami, mayoritas yang memenangkan presiden sekarang ( selisih 8, 4 juta pemilih, bukan angka yang kecil ). Kami yang rela berpanas-panas, berhari-hari mengawasi jalannya sidang MKD. Bukan minoritas yang dadakan datang saat keputusan MKD akan diambil di luar sana. Jangan bicara mayoritas hanya pada saat menguntungkan kalian saja ( merekayasa UU MD3, menyapu kursi pimpinan dewan, menyelamatkan SN di MKD, dsb ). Kami mayoritas yang mestinya lebih kalian camkan ! Jokowi juga tak hanya memikirkan pemilihnya ketika membuat paket kebijakan ekonomi serta membagikan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Kalian, kubu KMP di Senayan, juga jangan hanya memikirkan diri sendiri ( pemilih PS – HR ) dan menyangkal eksistensi kami ( rakyat pemenang ). Bersikaplah sportif dan gentle. Jangan lari dari kenyataan. DPR mestinya bukan kumpulan anak TK lagi. Grow up, man !

Salim Kancil menjadi martir korupsi berjamaah di Lumajang, Jawa Timur. Ketika politik menjadi kejahatan terorganisir. Dari bupati, DPRD, polisi, kepala desa, pengusaha dan kaki tangannya bersekongkol meraup puluhan miliar dari sumber daya alam Indonesia ( penambangan pasir dengan kandungan besi lebih dari 40 % ) dan hanya memasukkan Rp 130 juta ke kas negara. Pengelolaan negara macam apa ini ? kecam Akbar Faisal di ILC ( 6/1/2016 ). Penjarahan kekayaan rakyat ini bisa terjadi karena pembiaran dan manajemen asal-asalan dari pejabat daerah yang kurang bertanggung-jawab. Pengawasan mestinya tak hanya pada penambangan yang berizin, tapi juga pada penambangan ilegal, karena aroma kejahatannya lebih pekat. Tambangnya saja sudah illegal, anda bayangkan para mafia yang suka melabrak aturan yang ngebet masuk ke tempat2 seperti itu. Jika ada mafia, pasti ada korban dan kerugian.

Salim yang gigih menyuarakan kebenaran, terpaksa berakhir mengenaskan, dikeroyok, dipukul, diestrum, digilas motor dan dihantam batu sampai mampus. Kebaikan yang terpencar akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Saya sendiri menghentikan bibit2 mafia ( pemalas, pembohong, parasit ) sejak dari rumah. Begitu ada anak kost dan kerabat yang berulang ceroboh, melanggar tata tertib rumah, saya pastikan keluar dari rumah ( setelah 3 kali peringatan dan nasehat ). Contohnya, Romo**, mahasiswa UW yang bertubuh tinggi asal Bat**. Penentang aturan ini cuma meledek,”.. aku gak peduli, terus kenapa ?”. Terlintas orang tua dan kakak2-nya yang alpa menegur dan memberi sanksi setimpal atas pelanggaran selama ini ( nunggak sewa, bawa cewek ke kamar, dsb ) sampai pemalas ini bisa enteng ngoceh seperti itu.

STOP MANAJEMEN BURUK YANG MEMATIKAN !

Seperti anggota geng motor sadis yang menangis ketika dicokok polisi dan didakwa di pengadilan, maka si penentang yang menyumpahi saya anj*** dan akan menampar saya, ternyata juga menangis ketika saya konsisten dengan sanksi saya ( mengeluarkan dia dari kost ). Surprise ? Ini reaksi alami orang yang baru pertama kali dihukum setimpal. Mungkin pukulan berat baginya, karena dia lari terbirit begitu saya ke atas hendak mengunci pintu kamar. Mestinya, ortu bisa wibawa mendisiplinkan anaknya sejak dalam asuhannya di rumah ( umur 3 – 15 tahun ), sebelum ia tak terkendali di luar rumah dan masuk penjara. Saya melempar kerikil ke kaki si malas, agar dia sadar kesalahannya, sebelum orang lain di puncak amarah melempar bata yang meremukkan jidatnya. Ada kesalahan tertentu yang membuat kita tak bisa kembali. Ada peringatan yang boleh jadi yang terakhir kalinya. Berhati-hatilah dengan langkah, ucapan dan tindakan yang kita ambil. Think before you act.

Hukuman yang pas adalah bentuk lain dari cinta agar anak dalam penjagaan kita tak rusak masa depannya. Jika orang ‘baik’ tak cukup baik ( baca : berani karena Allah ) untuk menghentikan bibit2 mafia sejak dini maka ketika keluar rumah mereka akan membentuk koloninya menjadi kejahatan terorganisir. Di level kawasan, mereka bisa menjadi mafia pembobol tas penumpang di bandara2. Di level daerah, mereka seperti pembantai Salim di Lumajang ( mafia penambangan pasir ). Di level nasional, mereka seperti SN, ARB, FZ, FH yang menurunkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan wakil rakyat di parlemen. Entah berapa ribu triliun kerugian negara akibat praktek2 korupsi, kolusi, kroniisme, nepotisme selama ini. Kalau kita tak menghentikan SN ( miliar dolar investasi Freeport ), lalu jadi preseden buruk yang menjangkiti politisi dan pejabat publik lainnya di pusat dan daerah, berapa cost yang sanggup kita tanggung agar negeri ini tak ambruk ?

OTONOMI SAMPAI PROVINSI. ASET DAERAH DISELAMATKAN.

Mestinya otonomi hanya sampai tingkat provinsi, kata Cak Nur ( karena ketersediaan SDM dan alat ukur yang lebih memadai. Di AS, otonomi hanya sampai negara bagian/ provinsi ). Syukurlah, saya dengar sekarang gubernur-lah ( pemprov ) yang memutuskan investasi sektor pertambangan di daerah. Smoga penjarahan aset daerah bisa dihentikan ). Jangan jatuh Salim, Salim berikutnya.
Dalam masyarakat akan selalu ada orang yang cenderung tak peka. Menurut psikiater, ada 1-2 % dari populasi bahkan sangat tinggi angka psikopatik-nya. Ingat psikopat ? Kalau jengkel dia menyiksa. Kalau dendam dia membunuh. Tidak proporsional. Seperti penggilas Salim dan penyeret Sisca. Sekelompok orang yang berfoya-foya itu menggejala luar biasa karena dibiarkan. Banyak orang berbuat jahat, tapi tidak merasa bahwa ia berbuat jahat.

Orang2 baik yang masih tebal nurani dan nyalinya di parlemen harus bisa menghentikan wakil rakyat yang menyimpang seperti saya menghentikan para pelanggar di rumah. Agar rakyat tak terpaksa melototi TV atau capek berdemo mengawal nurani anggota DPR. Agar energi rakyat bisa dialokasikan ke kegiatan yang lebih produktif, fokus mencari nafkah, meningkatkan daya saing agar survive ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) diberlakukan tahun ini. Agar para wanita bisa hadir sepenuhnya mengasuh putra-putrinya menjadi generasi penerus yang andal. Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan DPR mestinya berjalan optimal dalam koridor kebenaran ( tanpa rakyat harus nokrongin dari menit ke menit, hari ke hari ). Tidak diplintir, direkayasa untuk kepentingan sesaat, pragmatis kelompok tertentu dan negara asing.

Psikotes yang benar dengan alat yang benar seharusnya dilakukan pada anggota dewan, pejabat, aparat dan mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik dan kekayaan negara. Orang yang berskor di bawah 40 ( kurang bertanggung jawab jangan sampai masuk ranah publik ). Jangan terjadi negara salah urus, daerah salah manajemen, apalagi sampai membunuh pejuang kebenaran, seperti Salim Kancil. Semoga arwah Salim di terima baik di sisi-Nya dan keluarganya diberi kekuatan. Amin.

INGIN MAMPUS ? MAIN GAME 8 JAM TIAP HARI !

Iklan TV dari Telk***** ( operator seluler Indonesia yang sudah dibeli perusahaan telekomunikasi Singapura ) tentang pecandu yang menang main game belakangan ini menyesatkan. Main game lebih dari 6 jam tiap hari bisa merusak mata, tangan, punggung, bahkan menyebabkan kematian. Apalagi selama 8 jam selama 22 hari. Mampus. Kecerdikan memenangkan game buatan manusia tak sebanding dengan kecerdikan mengatasi masalah hidup buatan Allah. Ketika beradu cerdik dengan bangsa asing dalam ranah diplomasi dan negosiasi sumber daya alam, generasi pecandu game tak bisa apa2 dan habis terkuras. Dalam perang fisik dan ekonomi akan mati sungguhan. Belum lagi umpatan kotor anj***, gob*** dsb jika kesenggol sedikit saja di jalan umum ( seperti ketika ia diganggu atau dikalahkan di depan layar game ). Di depan smart phone, komputer, layar monitor game tak bisa ia bedakan ( asosial, pembunuh Ade Sara juga demen kekerasan dalam game yang ia mainkan ). Kita harus waspadai perusahaan2 Indonesia, yang sahamnya sebagian besar sudah dibeli perusahaan asing.

Batasi maksimal 1 jam per hari untuk main game. Syukur2 jangan main game sama sekali. Lebih baik baca buku bermutu ( daya pikir pembaca buku mengalahkan pembaca komik, tabloid, koran, majalah dan pecandu game ), beribadah, menonton acara TV berkualitas ( “Metro Hari Ini”/ “Primetime News”, “Mata Najwa”, “Kick Andy Show” di Metro TV, “On the Spot”/ “Spotlight” di Trans7 ), asah passion sampai jadi great job yang menghidupi dan mendamaikan hati, memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar anda.

Kritis dan lakukan yang terbaik untuk masa depan anda dan Indonesia. Kita wajib berupaya sepenuh hati supaya keadaan pasif lambat laun berganti tenaga aktif. Membangun masyarakat baru. Hanya satu tanah air yang bernama Indonesia. Negeri ini akan makmur jika ada usaha gigih, dan usaha itu adalah usaha kita semua.

Written by Savitri

8 Januari 2016 at 10:13

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , , ,

TB & Lansia : Gejala, Penyebab, Pencegahan, Pengobatan. Level Abis !

leave a comment »

TB

TB, penyakit pembunuh nomor 2 di dunia setelah jantung. Jika narkoba merenggut 33-50 nyawa perhari, maka TB 450 jiwa perhari. Jangan malu menggunakan masker hidung & mulut ketika berada di luar rumah ( polusi ) atau di keramaian orang. Karena ternyata banyak orang malu mengakui bahwa ia mengidap TB karena tak kuat berobat atau takut dicemooh kena penyakit gak level ( miskin ). Batuk 3 minggu gak sembuh2, itu gejala Ispa, mungkin TB. Ada orang batuk  atau bersin ? Pasang masker dan jaga jarak ketika bicara dengannya. This is very serious, man.. ( foto : medicastore )

TB. Tuberkulosis. Dianggap penyakit ‘gak level’, tapi pengobatan ‘level abis’. Sampai banyak yang menyerah. Tak meneruskan pengobatan. Tak kuat menanggung biaya. Berpura-pura sembuh. Menguatkan diri, menjalankan aktivitas seperti biasa. And then …dead.

Sabtu, 11 April 2015, Bu Sofie, tetangga kami yang setahun lebih muda dari Mamah, wafat karena TB.

Mamah, 13 Januari 2015, masuk RS.Advent ( Jl.Cihampelas, Bandung )  karena tak mampu beraktivitas lagi. Mengapa memilih rumah sakit ini ? ( TB lho, untuk Mamah kok main2 ). Sebetulnya, yang memilih itu Mamah. Mamah muslim, dokter spesialis paru yang merawat pun muslim.Bahkan, petugas kebersihan juga muslim.

Lagian, kakak sulung saya pernah dirawat di rumah sakit ini, September 2001. Ya, terkait peristiwa 9/11 yang menghebohkan itu. Kakak depresi, berlaku heboh/ kerasukan, mengira dunia kiamat setelah melihat gedung kembar itu hancur diledakkan di Amrik sana. Setelah sesiang semalam memeriksa, dokter lalu menyarankan kami membawa kakak ke Rumah Sakit Khusus Hurip Waluya ( Jl.Karang Tineung, Bandung ). Keputusan memindahkan itu, sebelum biaya membengkak, dan kesigapannya ( dibandingkan dengan RS.St.Y di mana Bapak wafat karena stroke ), mungkin, yang membuat Mamah memilih RS ini.

DEPRESI, ENERGI NEGATIF, MUDAH DIRASUKI JIN

Selama 40 hari, kakak di rawat di Hurip, disambung rawat jalan setahun lamanya dengan kontrol 2 minggu sekali ke psikiater dan diresepkan obat anti depresi seharga ratusan ribu usai dikontrol.( Kok, kakak bisa begitu ringkih ? ). Kakak demen menekuni ilmu tenaga dalam. Dari ibu berjilbab yang merawat 85 orang gila ( “Kick Andy”, MetroTV, 24/5/2015 jam 13-14.30 ) diketahui : orang yang menimba ilmu kebatinan ( dari banyak guru ) bisa gila/ kerasukan seperti yang menimpa adiknya. Ibu itu depresi pasca bersalin ( orang lain melihatnya seperti gila ). Jika ilmu pasien lebih tinggi dari penyembuhnya, maka setelah si pasien sembuh, gantian si penyembuh yang ‘gila’ ( setan berpindah ). Untuk memahami, saya kaitkan dengan info makhluk halus di acara “On the Spot”, Trans7, Senin-Jumat jam 19.15 – 20.15 : Makhluk halus yang energi negatifnya masih rendah baru bisa berujud lingkaran putih di kamera. Yang energinya menengah, sudah mampu menggerakkan kursi, laci, melayangkan mug, dll. Yang energinya tinggi, bekerja sama dengan dukun/ orang negatif, bisa mengguna-gunai, menyantet atau membunuh orang. Ujudnya sudah menyerupai orang seperti yang kita lihat di film2 hantu/ horor.

Ya, makhlus halus ( iblis, setan, jin ) bisa menembus dimensi manusia karena bantuan manusia. Tempat2 kumuh, gelap, terbengkalai. Rasa takut yang dimassalkan dengan tayangan mistis di TV dan bioskop. Mindset instan : ingin cepat kaya, naik pangkat, dapat pasangan, dengan mendatangi dukun/ ajengan yang berpraktek klenik.Kecelakaan dan pembunuhan memberi energi dahsyat ( seperti ‘highlander’ ) pada mahkluk halus sehingga ia sanggup bertahan ratusan tahun untuk mengusili atau melenyapkan manusia. Kita berperang melawan setan sampai kiamat. Setan adalah musuh yang nyata bagimu, firman Allah. Pikiran dan perilaku negatif ( seperti korupsi, kecanduan narkoba, miras, seks bebas, sikap boros, foya-foya, menghamburkan waktu dengan main game & judi online, lupa sholat 5 waktu, mulut kasar, dsb ) mengundang para makhluk halus datang menyerbu ruang2 manusia. Setan2 itu membesar dengan menyerap energi negatif dari manusia. Jadi, takutlah hanya pada Allah Swt.

DUNIA ADALAH ‘PENJARA’ BAGI ORANG BERIMAN

Masuk surga tidak instan. Hidup ini tidak instan. Ada perjalanan berat nan panjang yang harus dilalui. Penuh ujian dan godaan.Menjadi orang baik itu susah. Lebih banyak orang yang bisa diajak dan berkelakuan buruk seperti tsa, karena mudah ( lihat tayangan hiburan, sinetron dan mistis yang lebih banyak ditonton daripada siraman rohani, acara pencerahan, motivasi atau iptek ). Sadari, dunia ini ‘penjara’ bagi orang yang beriman. Kita baru bebas di surga. Orang bebas semau gue itu tak mau dipenjara di dunia ( mereka memilih dipenjara di neraka jahanam ). So, it’s your choice .. be a good person or a bad one.

Alhamdulillah, sekarang kakak sudah lulus D3 dan bekerja sebagai instruktur di politeknik dengan gaji lumayan. Pelajaran terpenting dari peristiwa tsb : Beribadahlah dengan cara yang dicontohkan Rasulullah di hadis shahih ( HR.Bukhari & Muslim ). Jangan aneh2 dengan rapalan nyeleneh demi mendapat ‘ilmu nan sakti’.

Lalu, bagaimana dengan Mamah ? Belajar dari pengalaman merawat kakak 14 tahun lalu : Pasien harus ditemani 24 jam per hari. Saya bergantian shift dengan 2 kakak saya selama 8 hari Mamah di rawat inap kamar kelas satu ( 2 bed, Rp 350 ribu/ hari ).Pasien sering drop emosinya : merasa tak berdaya dan tak berguna. Kita ( penjaga ) mesti kerap membangkitkan semangat hidupnya, memotivasi dan membantunya minum obat, makan hidangan rumah sakit, mengantarnya ke WC dengan labu infus ( Mamah habis 11 labu nutrisi dan 7 labu antibiotik seharga Rp 200-400 ribu per labu ), menemaninya berjemur matahari pagi selama 15 menit ( sebelum jam 10 ) per hari dan membantu pasien menyampaikan keluhan dan menjawab pertanyaan dokter juga perawat. Setelah 2 hari, dokter belum tahu persis apa penyakit Mamah, saya bertanya :

1. Mamah sakit apa ?
2. Mamah bisa sembuh dengan cara apa ?
3. Dari range 1-10 ( berat ), penyakit Mamah di level berapa ?
4. Adakah gaya hidup Mamah yang harus dirubah ?
5. Apa makanan yang dipantang ? Yang harus banyak dimakan ?
6. Perkiraan berapa lama Mamah dirawat di RS ?

PENJAGA PRO-AKTIF, PASIEN SEMBUH, BIAYA TERJANGKAU

Kita harus mengawal perawatan tsb dengan kritis dan disiplin. Sampai mengecek level cairan di labu infus dekat tangan pasien. Sebelum cairan habis, gerakkan roda penghenti aliran infus ( sebelum darah pasien ganti tersedot ke labu atau pembuluh darah pasien kemasukan gelembung udara ), lalu panggil perawat jaga ( bisa dengan memencet bel di kepala ranjang pasien ) untuk mengganti dengan labu baru. Kalau tangan pasien sudah bengkak terisi penuh cairan, kita bisa minta perawat untuk memindahkan jarum infus ke tangan lainnya. Memang, 1-2 jam sekali ada perawat jaga yang keliling melihat kondisi dan kebutuhan pasien. Tapi, namanya ‘human error’ ada di mana2, kita harus mengerahkan ‘pengamanan berlapis’ dan pro aktif saat menjaga anggota keluarga kita, terutama ibu yang dalam agama disebut 3 kali melebihi bapak. Surga di telapak kaki ibu, man.. Ibu ridho, Allah ridho.

Bu Kaman, ibu mertua kakak ke-2 di Majalengka, wafat 22 Mei 2015. Hari2 terakhir hidup beliau, terlihat kurus kering di kursi roda dengan kaki mengecil. Tanpa semangat hidup. Kerja kerasnya di sawah, menjadikannya orang kaya di kampung, seolah antiklimaks dengan akhir hayatnya. Hidup harus seimbang. Hidup bahagia di dunia dengan hati damai ( taat beragama ), badan sehat, good job dan keluarga rukun. Pilih teman dan pasangan yang baik akhlaknya. Setelah menikah, perhatikan dan kawal perkembangan suami dan anak agar punya 4 hal tsb. Karena saat kita drop, mereka-lah yang akan menjaga dan menyemangati kita.

Di acara “Spotlight” ( Trans7, tiap Sabtu, Minggu jam 10.30-11.30 ), diberitakan, banyak janda yang menyusul wafat, setelah kematian suami belahan hatinya. Dikunjungi 3 kali seminggu tak menyurutkan kesedihan dan putus asanya. Apalagi kalau ditinggal sendirian di RS ( yang ada kamar jenazahnya, plus 200 kerangka dikubur di bawah RS, dengan suster ngesot, nenek gayung, segala macem. Terbayang horor dan histerisnya ).Pasca wafatnya bapak, saya menempeli Mamah seperti perangko. Tidur seranjang dengannya. Saat TB ( dianggap menular & berbahaya ) pun, saya ‘kontrol’ ( fisik dan psikisnya ) tiap pagi dan petang seraya membawa hidangan sarapan, makan siang + obat, dan makan malam. Saya nonton apa yang disukai Mamah ( acara “On the Spot” dan “Spotlight” ) supaya nyambung ngobrolnya.

Jadi, Mamah sakit apa ? Oya, setelah rontgen, CT Scan ( habis Rp 3 juta ), tes darah, dahak, urine, Mamah didiagnosis sakit Tuberkulosis ( TB/TBC ), pneumonia dan hipertensi. Tiga penyakit kelas maut yang jika tak dirawat dengan baik pasti merenggut nyawa. Ini baru benar2 horor buat saya. Bayangkan, dari hipertensi saja, penderita bisa lanjut ke serangan jantung, diabetes dan gagal ginjal. Obat TB yang sejatinya 12 butir itu ( diminum 6-9 bulan ) jika terakumulasi di ginjal ( tak terbuang residunya dengan lancar karena kurang minum atau jarang kencing ) bisa berakibat gagal ginjal yang menuntut cuci darah jutaan rupiah.

APA ITU TB ?

TB adalah infeksi yang disebabkan kuman yang meronggai paru-paru.Tugas sistem pernafasan adalah memasok oksigen ( O2 ) ke dalam darah dan membuang karbondioksida ( CO2 ) ke luar tubuh. 10 menit otak tak disuplai oksigen, manusia akan mati. Paru-paru membiarkan udara ( O2 ) masuk dengan cara mengembang dan udara keluar ( CO2 ) dengan cara mengerut. Paru2 digerakkan oleh otot2 rusuk yang melengkung di sekitarnya dan diafragma ( selembar otot di bawah paru ). Dan setahu saya, otot baru bisa bekerja jika disuplai darah dari jantung. Jika jantung payah ( hipertensi ), sebagian sel paru terisi cairan ( pneumonia ) dan bakteri ( TB ) maka kegiatan fisik lebih dari sejam sudah membuat Mamah terengah-engah ( pasien lain yang lebih parah, sesak nafas ). Setelah Mamah dirontgen terlihat flek putih di bagian bawah paru kanan. Setelah Mamah dicek darah terbaca kadar leukositnya 19.000 ( normalnya antara 4400-11.300 ).

Seperti flu atau selesma, TB bisa ditularkan melalui tetes ludah/ dahak yang mengandung bakteri ( Mycobacterium tuberculosis ) yang terpercik saat batuk, bersin atau kontak langsung dengan luka di kulit penderita TB. Dalam tetes2 ini, kuman bakteri dapat hidup beberapa jam dalam udara panas lembab dan nanah selama beberapa hari.

Gejala terserang TB :

  • Kelelahan fisik
  • Kehilangan berat badan secara bertahap
  • Berkeringat di malam hari
  • Sakit nyeri di bagian dada atas
  • Batuk yang dapat disertai dahak atau darah
  • Interval nafas pendek ( terengah )

APA ITU HIPERTENSI ?

Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi melampaui batas normal pada dinding nadi. Ketika jantung mengerut ( sistolik ) normalnya pada angka 110-140, dan mengendur ( diastolik) normalnya pada angka 70-90 di alat sfigmomanometer. Tekanan darah dipengaruhi kekuatan pompa jantung, elastisitas pembuluh darah, jumlah cairan darah, aktivitas dan emosi penderita. Mamah jadi pusing, atau berkunang-kunang, jika hipertensinya kumat. Hindari stres dan kegemukan serta batasi makan garam, karena hipertensi yang tidak dirawat baik dapat berakibat fatal ( mati ). Hindari hujan, air dan udara dingin bagi penderita pneumonia.Mamah jadi batuk seharian, mau pilek, meriang lemas, jika udara dingin. Seorang peneliti tewas di lokasi bersalju karena pneumonia. Jadi, baiknya ngumpet dan berselimut saja di kamar yang hangat jika hujan turun atau udara mendingin.

Saya lihat ada garis spidol hitam berbentuk kotak di tangan kanan Mamah. “Apa tuh, Mah ?” tanya saya.”Kalau bengkak kemerahan,itu tanda bakterinya ganas,” jawab Mamah. Setelah saya baca di internet : reaksi kemerahan itu tanda penderita telah divaksin BCG atau pernah mengalami infeksi primer, ada antibodi terhadap basil tuberkulosis dalam darah. Yang belum divaksin BCG akan lebih mudah terserang TBC ( lebih sulit pengobatannya ) yang ditunjukkan reaksi negatif ( tidak bengkak merah ).Reaksi Mantoux ( tuberkulin ) untuk menentukan belum atau sudahnya seseorang terinfeksi basil TBC, dengan cara menyuntikkan intradermal, filtrat dari pembiakan basil.Di hari ke-3 setelah penyuntikan basil, bengkak merah melewati batas kotak. Wah ..

ANTIBIOTIK  RP 400 RIBU PER LABU

Dokter lalu mengganti labu infus aneka vitamin dan mineral itu dengan labu antibiotik. Bengkak pun mengempis. Kulit Mamah rata kembali. Hari ke-8, Mamah diperbolehkan pulang untuk dilanjutkan dengan rawat jalan minimal 6 bulan. Selama 8 hari pengobatan di RS, biaya tercetak Rp 18 juta lebih. Untuk pelayanan ramah ( perawat, petugas gizi, kebersihan, satpam ), makanan vegetarian enak, dokter spesialis S-3 cakap, kamar bersih nyaman higienis ( sirkulasi udara lancar, cahaya matahari masuk ) pantaslah. Kami sengaja tak memberitahu banyak orang ( cukup anggota keluarga inti ) agar tak banyak tamu yang menjenguk, sehingga Mamah bisa istirahat total.( Olga Syahputra yang wafat ..April 2015, setahu saya, koma setelah dijenguk banyak orang yang datang silih berganti menyulitkannya tidur, bahkan makan dan minum obat tepat waktu ). Begitu pula saat di karantina di lantai 2 rumah kami. Tak banyak yang tahu pasti, kenapa Mamah off di banyak kegiatan yang selama ini diikuti. Jika ada yang gigih bertanya, kami jawab : Mamah sakit radang paru, perlu istirahat total 6 bulan, jangan dijenguk, mohon doanya saja. Terima kasih.

21 Januari 2015, dokter meresepkan obat sbb :
1. Rimstar 4FDC no.90 ( obat TB diminum jam 15.00 sebanyak 3 butir/ hari )
2. Elkana no.30 ( vitamin sebutir/ hari )
3. Zyloric 300
4. Exforge 5/160 no.30 ( obat hipertensi sebutir/ hari )
5. Sanfuliq no.30 ( vitamin sebutir/ hari )

Harga Rimstar per butir di Apotek Utari ( milik PT.Pos Indonesia ) Rp 8 ribu. Sebulan butuh dana Rp 720.000,- Exforge, Rp 313.000 per strip ( isi 12 butir ). Belum obat lainnya. Benar2 penyakit mahal. Jika obat sampai bolong atau telat diminum, maka pengobatan mulai dari nol lagi. Sampai 6 bulan lagi. Wah..

DI RUMAH SAKIT TETAP NASIONALIS

Saya kaget, waktu Dr.Marwan bilang masyarakat kita menganggap TB adalah penyakit ‘gak level’ yang acap menimpa orang miskin. Mereka lebih bangga kena stroke, jantung, diabetes, yang biasanya menimpa orang2 berduit yang kelebihan makan. Padahal, Margaret Teacher ( mantan PM Inggris ) wafat karena sakit paru. Lee Kuan Yew ( pendiri dan mantan PM Singapura ) wafat 23 Maret 2015 karena sakit pneumonia ( radang paru karena infeksi sampai sebagian paru terisi cairan, bukan oksigen ).Saking banyaknya penderita TB di Indonesia, sampai orang asing melihat Indonesia sebagai negara miskin. Saya sampai ternganga lebar ketika tercetus ungkapan ‘saya tak bangga Indonesia’ karena cemooh warga asing seperti itu. Saya lalu menukas,”Bapak mesti bangga jadi orang Indonesia. Kalau Bapak ( yang sudah sepuh senior ) gak bangga, apalagi kami kaum muda ( yang baru bau kencur ini ) !”. Buat kami bangga, ada orang Indonesia yang bisa ngobati TB seperti Bapak. Kalau anda bisa jadi dokter, jadilah dokter yang hebat. Kalau saya hanya bisa jadi blogger jadilah blogger yang hebat. Setiap kita yang hebat dengan apa yang kita bisa, maka Indonesia akan hebat dan membanggakan. Setuju, Dok ? ( kenapa saya jadi berapi-api gini kalau ngomongin Indonesia ).

Selama perawatan Mamah, saya absen blogging 3 bulan. Karena letih, tapi terus menguatkan diri, melabrak jam istirahat, stres mendengar keluhan Mamah hampir seharian, saya terserang vertigo. Pandangan berputar, jungkir balik jika bangkit dari tidur, menggerakkan kepala tiba2, menunduk atau mendongak. Setelah menghimpun info dari TV dan internet, saya tidur tak kurang 8 jam per malam dan minum vitamin B complex selama 3 minggu akhirnya saya tak vertigo lagi.”Kayak orang tua saja kena vertigo,” celetuk Pak Made, pelanggan lukisan saya. Yah, begitulah .. tapi saya dikira masih berumur 20 tahunan oleh dokter. Alhamdulillah..

Sejak bulan ke-4, obat TB Mamah tinggal sebutir, yaitu Rimactazid 450/300 mg ( mengandung zat Rifampicin 450 mg dan Isoniazid 300 mg ).

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik kenakan masker ketika orang lain batuk2 ( karena kita tak tahu, apakah dia tipe orang yang menyembunyikan penyakit TB-nya karena gengsi atau tak kuat biaya pengobatan ). Mamah sering diundang arisan, pengajian dan tahlilan. Hampir tiap hari keluar rumah untuk kegiatan sosialita semacam itu. Sungkan menampik undangan tetangga. Padahal, di atas usia 40 tahun, kegiatan yang menguras tenaga atau gerak cepat ( seperti futsal, sepak bola, bulutangkis, mendayung ) harus dikurangi.Olahraga/ kegiatan yang baik untuk lansia adalah memanah, bowling, mendaki bukit yang lembut, golf, berkebun, fotografi alam dan melukis. Pembuluh darah lansia ( usia di atas 50 tahun ) sudah dikeraki lemak, digetasi rokok, kopi, dsb, sehingga tak lagi selancar saat muda belia ketika dilewati darah yang mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh penjuru organ pikir dan geraknya.Penderita umumnya baru sadar mengidap TB setelah divonis dokter dan terlanjut menjangkiti orang2 di sekitarnya. TB bisa kambuh jika pasien tak disiplin menjaga gaya hidup sehat.Lebih berat dan berakibat fatal.

Minum obat sebaiknya tak diganggu dengan minum teh, kopi, susu, air jeruk dan air kelapa pada 2 jam sebelum dan sesudahnya agar khasiat obat bisa maksimal. Upayakan minum air putih 8 gelas ( 2 liter ) tiap hari secara bertahap ( jangan sekaligus ). Air putih bisa mengurangi stres dan membuang zat2 yang tak diperlukan tubuh. Sikat gigi 30 menit setelah makan malam ( jam 18.00 sudah tutup jalur agar nutrisi masih sempat dibakar untuk kegiatan sebelum tidur malam, tidak disimpan sebagai lemak yang menggemukkan badan ). Rajin melakukan kegiatan fisik intens selama 40 menit di pagi hari, berjemur 15 menit di bawah matahari pagi. Upayakan kamar bersih bebas debu, dengan udara segar berganti ( cross ventilation ) dan dicahayai matahari ( untuk mematikan kuman ). Lebih banyak bersyukur dan berpikir positif. Daya tahan tubuh yang prima bisa menepis aneka penyakit.

Stay healthy, people … and … Selamat menunaikan ibadah puasa 1436 H

=========

* Sebagian wanita dengan tugas pengabdian/ pelayanan masyarakat mungkin lebih cocok menyendiri, karena sangat langka pria mau berbagi waktu dan perhatian dengan hal tsb. Lelaki umumnya ( bertingkah ) seperti bayi besar yang menuntut perhatian nomor satu dari pasangannya. Apalagi jika populasi pria banding wanita sudah menjadi 1 : 50 kelak. Sebagai orang Timur, wanita jangan datang apel ke rumah pria, apalagi cekikikan centil sampai larut malam. Wajarnya, pria-lah yang mengejar dan ngapelin wanita. Tak perlu menjadi wanita murahan, dengan ngobral fisik dan materi untuk pria ( apalagi jenis yang tak layak ). Cewek obralan untuk cowok gombal. Wanita baik untuk pria baik.

Jodoh itu setia dan jelas. Jika terlihat tanda2 dia genit mengundang cewek2, tebar pesona, merayu cewek lain, selingkuh, tak jujur, ada banyak hal yang ditutup-tutupinya, maka segera tinggalkan dia sebelum dia menyengsarakan dan menyia-nyiakan umur dan waktu berharga anda. Tak perlu menunggu sampai anda bosan dengan kebodohannya yang meletihkan.Waktu tak bisa kembali. ( apa banteng Taurus selalu berkepala batu ? Saya kenal 4 Taurus, baik betina maupun jantannya berkarakter sama. Dari mana datangnya keangkuhan itu ? Orang bertabiat feodal/ superior tak bisa demokratis. Relasi yang dipahami adalah atasan bawahan. Tak mampu menerima suara lain yang berbeda dengannya. Menuntut kepatuhan mutlak dengan cara merendahkan atau menindas. Komunis pun demikian ). Dalam hubungan cinta lawan jenis mestinya tak ada kesempatan kedua,  agar peselingkuh jera. Tak mengulangi kesalahannya, atau menghentikan niat pria lain yang hendak mengkhianati pasangannya.

Saya setuju jika pencabul anak ( pedofilia ), pemerkosa, pengguna PSK ( kalau perlu peselingkuh, pezina, pelaku seks bebas juga ) dikebiri agar banyak kerusakan akibat syahwat maksiat bisa dihindarkan, sekaligus menyukseskan program KB ( mengurangi laju pertumbuhan penduduk ). Tahun 2015, Indonesia sudah berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa.

** Anda pernah merasa ‘boring’ atau ‘dipaksa’ duduk berjam-jam mendengar celoteh lansia yang seolah tanpa jeda. Nyerocos sendiri, keluh kesah, negatif thinking, seolah tak kuasa dihentikan. Besoknya, cerita sama diulang kembali. Sungguh meletihkan. Saya menduga lansia mengulang-ulang nostalgianya karena berharap mendapat perhatian sebesar pertama kali pengalaman itu diceritakan. Dengan terus menurunnya kapasitas fisik dan fungsi panca indera, lansia cenderung merasa ditinggalkan, tak berguna, sendiri, kesepian. Kita yang muda, kalau bosan, dengan mudah hang-out ke luar rumah, menghadiri even2 kota atau citysight. Lansia sudah terengah jika berjalan kurang dari 100 meter saja. Saya masih kuat jalan 2 jam nonstop. Jalan menanjak dari rumah ke kantor kecamatan bisa saya lalui tanpa pegal keesokan harinya, seperti yang dikeluhkan Susi, teman seperjalanan saya yang 3 tahun lebih muda.

Betapa kesenjangan fisik dan pikir yang ada di antara saya dan Mamah, pasca TB. Rencana keliling pantai Indonesia berdua mesti ditinjau kembalil. ( setahu saya, ada beberapa lansia usia 72-92 tahun yang masih kuat naik haji, lari sprint, bahkan memuncaki Everest. Hmm.. tapi kekuatan itu rupanya bukan milik Mamah. Jika saya selansia Mamah, apakah saya akan seribet itu ? ( plus full repetisi nostalgia ? ). Waktunya sekarang saya menyarankan Mamah ( meski anak selamanya akan dianggap anak kecil oleh ibunya, meski makin lansia seseorang makin mirip anak kecil dengan segala rengekan dan haus perhatiannya.’Anak kecil’ menuntun ‘anak kecil’ ya seperti ini ). Berikut, nasehat untuk lansia :

  1. Gunakan tabungan dengan bijaksana. Jalan2 cari suasana baru atau kesegaran pikiran jika sempat dan kuat.
  2. Hidup di sini dan sekarang ( bukan besok atau kemarin/ nostalgia ) dengan perbuatan baik.
  3. Bermain dengan cucu jika ada ( bukan sebagai baby sitter atau satpam jika anak atau mantu ke luar kota )
  4. Terima dengan ikhlas dan sabar semua kemunduran fisik, lemah, sakit nyeri sebagai proses penuaan yang alami.
  5. Jangan capek atau banting tulang lagi untuk menumpuk harta. Usia 18 tahun, pria muslim seharusnya sudah bisa menafkahi diri. Yang gadis, bisa mengambil alih pekerjaan rumah ( ke pasar, memasak, mencuci, membersihkan rumah, membuang sampah, dsb ). Yang sudah menikah dan mampu, gantian menafkahi ortu atau mertua yang tak mampu secara ekonomi. Jika ranjang sudah dirapikan dan makanan sudah disediakan untuk lansia/ ortu tiap harinya, kita sebagai anak dianggap tak berdosa jika meninggalkan rumah untuk melakukan aktivitas keseharian kita. Lansia juga dipersilakan enjoy dengan kegiatannya ( sholat, ngaji, baca buku, nonton TV, berkebun, dsb ).
  6. Nikmati hidup dengan berinteraksi ( ngobrol ringan ) dengan pasangan, anak, cucu dan sahabat yang dekat dengan lansia, bukan karena harta atau kedudukan.
  7. Maafkan diri dan orang lain ( hilangkan benci dendam ) demi ketenangan batin.
  8. Jangan takut mati. Mati itu pasti. Bersahabat dengan kematian sebagai bagian hidup yang normal. Kalau amal lebih banyak dari dosa, manusia bisa mati tersenyum dan dilapangkan kuburnya.
  9. Banyaklah bercanda ( jangan kesal, marah2 melulu ) agar para pendengar senang dan menyempatkan ngobrol dengan anda/ lansia. Lihatlah, para nenek ceria yang optimis dan bergaya muda di media sosial. Sangat banyak follower-nya. Siapa sih yang tak tertarik dengan wanita energik ? ( apalagi lansia yang semangat hidupnya menginspirasi kaum muda ). Jadilah rruarrr biasa ( hebat ) juga di kala lansia. Moga2 anda dan saya bisa demikian di saat lansia. Happy old ! ).

*** Selamat bagi walikota kita, Ridwan Kamil dan para stakeholder yang menyukseskan penyelenggaraan HUT ke-60 Konferensi Asia Afrika ( KAA ), 19-24 April 2015 lalu. Bandung yang kota Asia Afrika, kini akan menjelma smart city, kota dunia ( Agustus nanti, bos Facebook dan Twitter akan tandang ke Bandung atas undangan Kang Emil ). Begitu banyak acara menarik diadakan di Bandung dan Jakarta, namun saya hanya bisa menonton dari layar TV di rumah, sambil jaga Mamah yang sakit. Menulis pun baru bisa sekarang. Bandung Spirit is in my heart too… Hatur nuhun..

**** Perseteruan Golkar belum usai rupanya. KPU sebetulnya tak perlu ragu ( seperti diombang-ambingkan ) dengan ulah sebagian politisi Senayan. Sah atau tidaknya SK Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, tak berpengaruh pada keabsahan kepengurusan hasil Munas Ancol, karena Mahkamah Partai-lah yang tertinggi menentukan, seperti tercantum di UU Parpol. Yang tertera di KemenkumHAM itulah yang berhak ikut pilkada serentak. Keputusan PTUN telah melebihi kewenangannya. Ketua KPU, Husni Kamil Malik, yang fasih mengumumkan hasil rekapitulasi suara dan pemenang pilpres 2014 tanpa teks, sempat mempesona seisi rumah. Keep your charm, Mister ..

Written by Savitri

12 Juni 2015 at 11:50

Ditulis dalam Nasionalisme, Ragam, Wanita

Tagged with ,

Sehat Sejahtera dengan Bandung Berkebun. Denda K3 Rp 50 juta. Berani ?

leave a comment »

Cabe_agenpupuknasa

Cabe, sering jadi komoditi seksi menjelang Hari Raya. Menu Indonesia sering ditemani sambal nan pedas. Namun, harga cabe yang melambung kerap memusingkan kita, pelaku dapur yang ingin menceriakan seisi rumah. Bandung Berkebun ( Urban Farming ) solusinya. Yah.. tukang masak, tukang kebun juga. All in.

Cabe. Seribu rupiah per biji ? Terlalu. Bahkan, donat di warung tetangga, yang berlipat besarnya, harganya masih seribu per biji. Sebelumnya, seribu, saya bisa dapat 4-6 cabe dalam sebungkus plastik. Sayuran lain seperti brokoli, kembang kol, sawi hijau/ putih, wortel, toge, labu, dll, pun dibandrol Rp 1000,- per bungkus siap comot. Namun sekarang, sebagian besar mengikuti si cabe. Why ?

Salam 2 jari, celetuk si penjual cengengesan. Wuihh.. ( sempet updating berita di TV rupanya ). Premium naik 2 ribu per liter berimbas pada harga cabe dkk ( tapi anehnya setelah BBM diturunkan lagi, si cabe emoh turun ).  Ketika harga minyak dunia turun, komoditi seksi ini masih gengsi.  Katanya, pasokan kurang akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah di tanah air ( saya pikir Jokowi mau disalahkan lagi ).

Ya, maklum, Indonesia nomor satu di dunia dalam hal longsor, tsunami dan letusan gunung. Dari data, musibah longsor terbanyak terjadi di Jawa Barat. Siapa yang mampu melawan kekuatan alam ?

Lalu, bagaimana dengan urusan sambal dan nasi goreng bisa berlanjut di meja makan kita ? Bandung Berkebun, jawabnya.Usaha melestarikan makanan terenak di dunia ( nasi goreng ke-1, rendang ke-2 ) harus terus digalakkan. Mamah, kakak dan saya yang kerap membuat nasgor sebagai upaya penyelamatan nasi kemarin butuh bahan wajib berwarna merah tsb. Kabinet kerja, kerja, kerja. Dapur sederhana, sederhana, sederhana ( .. jadi, ceritanya Bandung Berkebun itu ? )

Bandung kota sayur ( lho ? Bukannya kota kembang ? ). Sayur bertebaran di mana-mana. Di plastik bekas. Di pot. Di pot bersusun dari talang plastik ( paralon ) pada rangka besi atau bambu. Ditaruh di samping tembok rumah. Di halaman seluas 8-12 m2. Satu pot susun dari talang bisa ditanami 64 sawi hijau. Wah, masyarakat bisa sejahtera jika kebutuhan cabe, sayur, buah, ikan bisa dipenuhi secara swadaya di rumah masing2. Sisanya dijual. Jika di Kabupaten Bandung ada 7000 hektar pekarangan rumah ( luas areal sawah 31.000 ha ) maka di Kota Bandung ada berapa ya ?

BARTER  atau E-MONEY ? Ah, atur-atur saja ..

BdgBerkebun

Jika masa revolusi, bambu runcing menjadi senjata andalan para pejuang Indonesia. Maka di masa merdeka, bambu dimanfaatkan untuk media tanam sayur mayur. Definisi pahlawan diperluas : bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Ortu dan saudara terbebas dari kanker usus karena rajin makan sayur/ serat. Udara di sekitar kita menjadi segar untuk dihirup. Kehijauan yang meneduhkan sungguh nyaman dipandang mata. Bandung kota sayur ? Dekat kok dengan kota kuliner yang sudah lebih dulu disandang. Cucok deh.

Kabupaten Bandung sudah memulainya sejak tahun 2012 dengan membagi bibit aneka sayuran, kompos, media tanam dan media untuk ternak ikan senilai Rp 15 juta per kelompok. Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) digerakkan Kelompok Wanita Tani beranggota 20 orang. Sayur yang dipanen bisa dijual ke Pasar Soreang untuk mengisi kas organisasi atau membeli kebutuhan rumah tangga lainnya. Cabe hitam, cabe rawit, brokoli, sawi hijau, daun bawang itu bisa dibarter sayuran lain dengan tetangga ( bukankah kecenderungan kini ke arah paperless/ transaksi non tunai/ e-money. Barter juga gak pake kertas kok, sejak ribuan tahun lalu malah. Biar hutan tropis kita tetap rimbun nan lebat. Aneka satwa hidup tenang. Gak ngamuk masuk desa, bahkan kota. Piece.. ).

Dadang Naser, Bupati Bandung, berharap kantor2 di Komplek Pemkab Bandung, kantor kecamatan dan balai desa ikut menggalakkan, karena beliau sudah memberi contoh di halaman rumah dinasnya.

Jika pak wali ( Ridwan Kamil ) ingin warga Bandung bisa memproduksi sayur, tak hanya mengkonsumsi sayur, maka halaman dinas beliau, tentu bersemai sayur mayur tsb. Dalam Perda Kota Bandung nomor 11 tahun 2005 tentang K3 ( Ketertiban, Kebersihan & Keindahan ) yang sejak 1 Desember 2014 kembali didengungkan, ada kewajiban menanam pohon pelindung/ produktif, tanaman hias, apotek hidup, warung hidup, dengan denda Rp 250.000,- bagi pemilik rumah yang tak melaksanakan.

Di rumah kami, sudah ada tanaman daun bawang, seledri, pandan, pohon cincau, jeruk purut, lidah buaya, bunga kamboja, dll. Mirip hutan kecil. Mamah yang energizer ( rajin bekerja ) adalah seniman kebunnya. Top ( saya bagian memetiknya, hehe.. ).

Kata Tatang Kusdinar ( pembina Kelompok Wanita Tani Rosela di Cijambu Air, Desa Sukanagara, Kab.Bandung ), warga bisa berhemat minimal Rp 3000 per hari. Masa panen sayur antara 25-40 hari. Halaman rumah seluas 12 m2 yang ditanami sayuran bisa menutupi kebutuhan dapur. Sisanya bisa dijual. Dalam 3 bulan bisa memperoleh Rp 60.000,- ( PR, 20/5/2014 )

KENA ISPA ? GAK LEVEL. Tanam pohon dan sayur dong..

Penanaman pohon dan sayur juga bisa mengurangi pencemaran kota. Jika anda bukan perokok, tapi batuk ( disertai dahak ) tak sembuh2, bisa jadi anda terkena bronkhitis ( peradangan bronkus paru-paru disebabkan polusi, rokok, serbuk asbes, silika, debu. Ispa = infeksi saluran pernafasan, seperti TBC, pneumonia, brokhitis ). Lalu, bagaimana nasib penduduk desa yang selama ini menjual hasil pertaniannya ke kota ? Ada program Rp 1 miliar untuk ( pembangunan ) desa yang sudah diundangkan. Ada pula himbauan agar para pebisnis meluaskan usaha di desa untuk mengurangi arus urbanisasi ke kota. Rezeki Allah dari mana saja. Don’t worry..

Cabe ? Akan ditanam di halaman rumah kami. Problem’s solved.

===============================================

Berikut pelanggaran K-3 yang dikenai denda di Kota Bandung :

NO.
URUT
PELANGGARAN TERHADAP KEWAJIBAN, KEHARUSAN DAN LARANGAN
SETINGGI TINGGINYA
BESARAN BIAYA
PENEGAKAN HUKUM (Rp)
1
2
3
1.
Setiap pejalan kaki yang akan menyeberang jalan harus menggunakan sarana jembatan penyeberangan atau marka penyeberangan (zebra cross), apabila di jalan dimaksud telah dilengkapi sarana jembatan penyeberangan atau marka penyeberangan (zebra
cross).
Rp. 250.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
2.
Setiap pemakai jasa angkutan umum di jalan harus naik atau turun dari kendaraan di tempat pemberhentian yang telah ditetapkan.
Rp. 250.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
3.
Setiap angkutan umum bis kota, angkutan kota dan sejenisnya harus berjalan pada ruas jalan yang telah ditetapkan dan tidak diperbolehkan berhenti selain di tempat pemberhentian yang telah ditetapkan.
Rp. 250.000,00 (DuaRatus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
4.
Setiap pengendara kendaraan roda dua, motor dan sejenisnya harus berjalan pada ruas jalan yang telah ditetapkan dan tidak diperbolehkan memasuki ruas jalan jalur cepat.
Rp. 250.000,00 (DuaRatus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
5.
Kewajiban menanam pohon pelindung/produktif, tanaman hias dan apotek hidup, warung hidup serta tanaman produktif di halaman dan pekarangan bangunan.
Rp. 250.000,00 (Dua ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
6.
Kewajiban menyediakan tempat sampah di dalam pekarangan bagian depan.
Rp. 250.000,00 (Dua
ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
7.
Merusak trotoar, selokan (drainase), brandgang, bahu jalan (berm) yang ada di sekitar bangunan.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
8.
Kewajiban memelihara rumput, pohon dan tanaman lainnya di halaman dan sekitar bangunan.
Rp. 250.000,00 (Dua
ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
9.
Kewajiban memelihara bangunan dan pekarangan dengan cara mengapur, mengecat pagar, benteng, bangunan bagian luar, secara berkala dan
berkesinambungan.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
10.
Kewajiban memelihara bangunan dan pekarangan dengan cara mengapur, mengecat pagar, benteng, bangunan bagian luar, khusus untuk bangunan dan
pekarangan yang berada di sekitar lingkungan jalan protokol dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali dan selambat-lambatnya setiap awal bulan Agustus.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
11.
Setiap pelaku kegiatan / usaha yang berpotensi sebagai sumber pencemar tidak bergerak wajib melakukan pengukuran sebagaimana di maksud dalam Pasal 22 ayat (1) dan melakukan pelaporan kepada Walikota atau Pejabat yang ditunjuk sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan sekali.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
12.
Setiap bangunan diwajibkan mempunyai jaringan air kotor termasuk sarana dan prasarana air kotor .
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
13.
Bilamana di suatu tempat tidak terdapat jaringan air kotor, maka setiap pemilik bangunan wajib membangun tangki septik yang memenuhi persyaratan.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
14.
Setiap kendaraan baik sebagai angkutan penumpang dan/atau barang yang bergerak di daerah wajib dilengkapi tempat sampah.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh
Ribu Rupiah).
15.
Setiap perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun wajib menyediakan prasarana dan sarana pengolah limbah.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
16.
Mendirikan, melindungi dan merahasiakan tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan permainan yang mengarah kepada permainan peruntungan atau mengarah kepada perjudian.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
17.
Membuat, mengedarkan, menyimpan, menimbun, menjual, menyulut petasan tanpa ijin.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
18.
Menjual minuman keras tanpa ijin. Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
19.
Membuat gaduh sekitar tempat tinggal atau membuat sesuatu yang dapat mengganggu ketentraman orang lain, seperti suara binatang, suara musik, suara kendaraan dan lain-lain.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
20.
Memperjual belikan Hewan-hewan yang dilestarikan dan atau membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di tempat umum. Rp. 5000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
21.
Menangkap dan memelihara binatang-binatang yang dilestarikan.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
22.
Merokok di tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah)
23.
Membuang benda yang berbau busuk yang dapat mengganggu penghuni sekitarnya.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
24.
Bermain layangan, ketepel, panah, Pistol angin, melempar batu dan benda-benda lainnya di jalur lalu lintas.
Rp. 250.000,00 (Dua
ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah)
25.
Mempergunakan daerah milik jalan selain
peruntukan jalan umum tanpa mendapat ijin dari Walikota.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah)
26.
Mempergunakan kendaraan becak baik penumpang maupun pengemudi di ruas-ruas jalan bebas becak yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
27.
Mengotori dan merusak perkerasan jalan, drainase, jalur hijau dan fasilitas umum lainnya.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
28.
Berusaha atau berdagang di trotoar, jalan/badan jalan, taman jalur hijau dan tempat-tempat lain yang bukan peruntukannya tanpa mendapat ijin dari
Walikota.
Rp. 1.000.000.00 (Satu Juta Rupiah).
29.
Mempergunakan fasilitas sosial yang bukan peruntukannya tanpa mendapat ijin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.
Rp. 1.000.000.00 (Satu Juta Rupiah).
30.
Membuka, mengambil, memindahkan, membuang dan merusak penutup riul, tanda-tanda peringatan, pot-pot bunga, tanda-tanda batas persil, pipa-pipa air, gas, listrik, papan nama jalan, lampu penerangan jalan dan alat-alat semacam itu yang ditetapkan yang berwenang.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
31.
Mengangkut muatan dengan kendaraan terbuka yang dapat menimbulkan pengotoran jalan.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
32.
Mengotori jalan akibat dari suatu kegiatan proyek.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
33.
Merusak jalan akibat dari suatu kegiatan proyek.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
34.
Membakar sampah kotoran di badan jalan, jalur hijau, taman selokan dan tempat umum sehingga mengganggu ketertiban umum.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
35.
Buang air besar (hajat besar) dan hajat kecil di jalan, jalur hijau, taman, selokan, tempat umum kecuali di MCK.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah)
36.
Mendirikan kios dan berjualan di trotoar, taman, jalur hijau atau dengan cara apapun yang dapat mengakibatkan kerusakan kelengkapan taman, bunga atau tanaman lainnya.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
37.
Berdiri, duduk, menerobos pagar pemisah jalan, pagar pada jalur hijau dan pagar di taman.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah).
38.
Mencuci mobil, menyimpan, menjadikan garasi, membiarkan kendaraan dalam keadaan rusak, rongsokan, memperbaiki kendaraan dan mengecat kendaraan di daerah milik jalan.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
39.
Memasang portal penghalang jalan dan polisi tidur pada jalan umum tanpa ijin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
40.
Mendirikan bangunan pengairan tanpa ijin untuk keperluan usaha. Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
41.
Melakukan pengusahaan sungai dan bangunan pengairan tanpa ijin.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
42.
Mengubah aliran sungai, mendirikan, mengubah atau membongkar bangunan-bangunan di dalam atau melintas sungai, mengambil dan menggunakan air sungai untuk keperluan usaha yang bersifat komersial tanpa ijin.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
43.
Membuang benda-benda/bahan-bahan padat dan/atau cair ataupun berupa limbah ke dalam maupun di sekitar sungai
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
44.
Membuang/memasukkan limbah B3 atau zat kimia berbahaya pada sumber air yang mengalir atau tidak, seperti sungai, jaringan air kotor, saluran air minum, sumber mata air, kolam-kolam air minum dan sumber air bersih lainnya
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah
45.
Membuang air besar atau kecil dan memasukan kotoran lainnya pada sumber mata air, kolam air minum, sungai dan sumber air bersih lainnya.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
46.
Memelihara, menempatkan keramba-keramba ikan di saluran air dan sungai.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
47.
Mengambil atau memindahkan tutup got selokan saluran air lainnya kecuali oleh petugas untuk keperluan dinas.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
48.
Mempersempit, mengurug saluran air dan selokan dengan tanah atau benda lainnya serta memasang utilitas bawah tanah sehingga mengganggu kelancaran arus air ke sungai.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
49.
Menggelandang/mengemis di tempat dan di muka umum serta fasilitas sosial lainnya.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh
Rupiah).
50.
Menggelandang tanpa pencaharian. Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh
Rupiah).
51.
Mengamen, mencari upah jasa dari pengelapan mobil di simpang jalan, lampu merah.
Rp. 250.000,00 (Dua
Ratus Lima Puluh
Rupiah).
52.
Membuat gubug untuk tempat tinggal di bawah jembatan, di atas jembatan penyeberangan dan taman-taman serta fasilitas umum lainnya.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
53.
Menghimpun anak-anak jalanan untuk dimanfaatkan meminta-minta/mengamen untuk ditarik penghasilannya dan penyalahgunaan pemberdayaan anak.
Rp. 50.000.000,00
(Lima PuluhJuta
Rupiah).
54.
Melakukan perbuatan asusila. Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
55.
Menyediakan, menghimpun wanita tuna susila untuk dipanggil, memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk berbuat asusila
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
56.
Menjajakan cinta atau tingkah lakunya yang patut di duga akan berbuat asusila dengan berada di jalan, jalur hijau, taman dan tempat umum lainnya serta tempat-tempat yang dicurigai akan digunakan sebagai tempat melakukan perbuatan asusila.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
57.
Menarik keuntungan dari perbuatan asusila seorang atau banyak orang sebagai mata pencaharian.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
58.
Menyediakan rumah tempat untuk berbuat asusila.
Rp. 50.000.000,00
(Lima Puluh Juta
Rupiah).
59.
Membuang sampah, kotoran atau barang bekas lainnya di saluran air/selokan, jalan, berm( Bahu Jalan), trotoar, tempat umum, tempat pelayanan umum dan tempat-tempat lainnya yang mengganggu Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
60.
Mengotori, merusak, membakar atau menghilangkan tempat sampah yang telah disediakan.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
61.
Membakar sampah pada tempat-tempat yang dapat membahayakan.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
62.
Membuang bangkai hewan di saluran atau sungai baik yang airnya mengalir ataupun tidak.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
63.
Menyambungkan jaringan persil air kotor pada Jaringan PDAM tanpa seijin PDAM.
Rp. 5.000.000,00 (Lima Juta Rupiah).
64.
Menyebarkan atau menempelkan selebaran, poster, slogan, pamflet, kain bendera atau kain bergambar, spanduk dan yang sejenisnya disepanjang jalan, pada rambu-rambu lalu lintas, tiang penerangan jalan, pohon-pohon ataupun di bangunan-bangunan lain, fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
65
Merubah, merusak, mengganggu, menebang, memangkas sebagian atau seluruhnya pepohonan pelindung jalan dan tanaman lainnya yang merupakan fasilitas umum dengan benda-benda tempelan, membongkar, mewarnai yang memberikan pandangan tidak serasi, tidak rapih dan tidak bersih.
Rp. 5.000.000,00
(Lima Juta Rupiah).
66.
Mengotori, merusak, mencorat-coret pada jalan, jembatan dan bangunan pelengkap jalan, rambu rambu lalu lintas, pohon-pohon ataupun di bangunan lain, fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Rp. 5.000.000,00
(Lima Juta Rupiah).
67.
Menebang, memangkas pohon milik Pemerintah Daerah tanpa izin.
Rp. 5.000.000,00
(Lima Juta Rupiah).

===============================================

* Partai Golkar sedang islah antara kubu Munas Ancol ( ketum Agung Laksono ) dan kubu Munas Bali ( ketum ARB ). Salut untuk Pak Agung cs yang berupaya menyelamatkan partai dan bangsa, dengan pilihan pilkada langsung ( dengan revisi ) dan keluar dari KMP. Lebih memilih menjadi partai penyeimbang/ independen. Biarlah suara rakyat tetap menjadi suara Golkar. Siip.

Kader putih ( orang baik ) harus bisa membendung kelicikan/ kejahatan lawan ( kader hitam ) sejak dari dalam rumah ( ortu, saudara, keponakan, kerabat, anak kost, pembantu, doi, fans ), lingkungan tetangga, sekolah dan tempat kerja. Sebelum sampai ke masyarakat atau negara. Sebelum kader2 hitam ( para pembohong, pemalas ) berkoalisi memporak-porandakan semua tatanan baik, karena merasa paling tahu/ benar. Orang2 baik yang terpencar atau diam saja, akan kalah oleh kejahatan terorganisir ( mafia, sindikat, imperium ). Jika itu terjadi, orang baik akan dianggap aneh jika menegur penyimpangan di sekitarnya. Karena begitu permisif dan masa bodohnya orang kebanyakan, sampai bibit2 keburukan di rumah tumbuh subur, pesat, menjadi mafia penerbangan, mafia peradilan, mafia migas, mafia politik, mafia ketenagakerjaan ( traficking ), mafia bola, sindikat narkoba, sindikat judi, dsb, di negeri ini. Sampai  institusi kepolisian dan kejaksaan harus betul2 direformasi. Sebelum, Allah murka dan memusnahkan bangsa ini seperti bangsa2 sebelumnya ( Atlantis, dll ).

** Di layar kaca, kita sedang disuguhi drama saling menjerat antara pimpinan KPK dan Polri. Tragedi Cicak vs Buaya babak 2 ? BW dijadikan tersangka oleh Polri setelah BG dijadikan tersangka oleh KPK. Saya setuju BG batal dilantik presiden, karena rekam jejaknya bermasalah ( rekening gendut. Ingat kasus RR/ketua SKK Migas yg S-3 itu ? Orang baik belum tentu teruji baik jika masuk ke lingkungan koruptif ). Saya sependapat bahwa kasus BW direkayasa, karena sebelumnya sudah diperiksa berulang kali dan tak bermasalah. Wakapolri dan Kabareskrim sekarang yang terduga ikut andil  mengkriminalkan komisioner KPK juga jangan dipilih jadi Kapolri. Bagaimana kiprah polisi di masyarakat selama ini, kita tahu sama tahu. Libatkan publik ( ICW, dll ), DPR, PPATK, KPK dalam screening kali ini. Please..

*** Terjadi musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 di Selat Karimata, menewaskan ratusan penumpang dan kru, pada 28 Desember 2014 lalu. Sungguh memilukan. Mata dunia menyorot ke Indonesia. Akankah terpuruk lagi reputasi kita dalam dunia penerbangan seperti sebelum tahun 2009, di mana 1/6 jumlah kecelakaan pesawat di seluruh dunia ada di negeri kita ? Kita tunggu kerja tuntas Basarnas, KNKT, TNI dan Kementerian Perhubungan kita. ( salut untuk Marsekal Madya FHB Mayjen Soelistyo ( Kepala Basarnas ) yang memimpin tim rescue gabungan untuk mengevakuasi  korban dan puing pesawat, termasuk blackbox. Juga, Jenderal Moeldoko ( Panglima TNI ) yang sepenuh hati memback-up upaya penyelamatan tsb. Mantap, Pak.. ). Saya turut belasungkawa. Semoga keluarga korban ditabahkan oleh-Nya.

**** Saya turut berduka cita atas musibah longsornya bukit setinggi 800 m di Banjarnegara, Jawa Tengah yang menewaskan ratusan korban jiwa. Turut prihatin atas musibah banjir di Bandung Selatan akhir 2014 lalu. Semoga badai cepat berlalu.

Setiap yang dikurangkan Allah, pasti akan dilebihkan oleh-Nya. Mari kita petik hikmah atas semua kejadian menimpa kita dari waktu ke waktu. Semua yang terjadi adalah untuk kebaikanmu. Be strong, people.. be good.

Hanoman_vs_Rahwana

Hanoman vs Rahwana. Lukisan karya Ina Vitra, 2014.

Written by Savitri

5 Februari 2015 at 10:29

Denganmu langitku berbintang. Kok, ditonjok & dibanting ke dasar jurang ?

leave a comment »

EH

EH. This man already taken. Urusan saya belum selesai dengannya. Gumpalan urat syaraf atau bayi emosional ini gampang meleduk meski disentil sedikit saja. Mudah tersinggung. Salah pergaulan & jurus ngelesnya membahana sehingga orang di sekitarnya sukses dikelabui. Manipulatif. Perokok, peminum, pecandu PS/ game, peselingkuh, kerap berselfi dengan anjing ( najis ), peluk cium pacar ( tak halal ). Saya perlu memastikan dia tak merusak cewek2 lainnya. Mohon dukungan kalian, girls..

Superior Syndrome. Apa yang saya lewatkan ? Sorot mata kejamnya ketika sesuatu tak berjalan sesuai keinginannya ? Misterius statusnya dalam keluarga, asal usulnya, hubungannya dengan cewek2, bahkan usianya ? Bungkamnya di sms, facebook, twitter, path ? Gak nyambungnya diajak ngomong, apalagi diskusi tentang politik ? ( takut ketahuan cetek, gak intelek ? ). Padahal jujur itu simpel. Kenapa begitu banyak yang disembunyikan ?

Semula, saya simpati, ingin membantunya keluar dari belenggu keminderan. Saya mendaulat diri sebagai teman, dia protes ingin lebih. Saya mengikutinya ( sebagai doi ), dia bilang saya cewek freak yang stres parah ngejar2 dia, bikin illfil. Padahal dia sebelumnya yang minta saya mendekatinya lagi. Dia mengklaim diri baik, nyesel kalau saya cuek terus, sesumbarnya. Ketika saya bilang ‘denganmu langitku  berbintang ( di puncak harapan padanya ), ia dengan enteng ‘membanting saya ke dasar jurang’ kehinaan. Sebetulnya, istilah tsb untuk cewek yang mengkhianatinya ( si Endut, ayam kampus bermata sipit berambut panjang berinisial N yang demen obral tetek & paha ). Tapi, entah kenapa saya merasa terhempas di jurang saat ini. Tak berharga. Akun saya diblokir dari akunnya, tanpa penjelasan dan maaf.  How rude.

SARAN BAIK MENGINTIMIDASI PRIA LEMAH ?

Apa kisah berakhir tragis ? Riset jalan terus. Saya berencana melemparnya ke jalanan agar ia belajar hidup sebenarnya. Tak cengeng, ngambek nan pundung kalau kemauannya tak dituruti. Tak sedikit2 lari ke cewek lain dan ngegombal kalau tersinggung, ( kritik membangun, atau bahkan cewek pintar saja sudah membuatnya terintimidasi. Ingat perkataan Mario Teguh : eksistensi wanita kuat mengintimidasi pria lemah ). Jadi, betapa repotnya saya berkomunikasi dengan pendiam nan pemalu ini. Pria2 macam dia sulit menerima kenyataan bahwa cewek bisa lebih smart darinya, cowok pesaing bisa lebih keren darinya. Tapi hasratnya, ingin dia yang terus disenangkan, dilayani, sementara ia sendiri ogah2-an melakukan hal yang sama untuk ceweknya. Pengen jadi imam dan tuan, tapi ilmu, ibadah & tabungan gak nambah2. Cowok2 lain biasa traktir & antar jemput ceweknya, sedang dari dia sangat sulit mendapat kewajaran seperti itu. Bukankah, kita harus memberi dulu sebelum berharap diberi orang lain ?

Dari mana sikap nyelenehnya ini ? Mulanya dimanja ortu. Anak tunggal yang menepis sepi dengan berkutat di depan playstation ( PS/ video game )  berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun. Membuatnya tak kompetitif dalam studi, kerja, bahkan pergaulan. Perasaan gagal membawanya ke bar, night club ( mabuk miras ) dan berpetualang ‘cinta monyet’ ( + seks ? ) dengan cewek2 yang dia tebar pesonai di FB, Twitter, Path, dll. Membentuk karakternya : gampang tersinggung, kejam, pendendam. Benar2 tanpa tata krama ketika berinteraksi dengan lawan jenis, perlahan mengecilkan mental si cewek sampai tak berharga, lalu meninggalkannya tanpa hati. ( kalau psikopat, tidak cuma hati, fisik juga dilenyapkan. Beda2 tipis. Sama2 kenyang penolakan. Baca ‘kenyang penolakan’ ini, dia sudah tersinggung. Padahal saya sedang bicara tentang orang lain. Saya pernah berurusan dengan orang psycho, jadi tahu gesturnya. Ingat kasus Sisca yang tewas diseret motor ? Atau Ade Sara yang tewas disumpal tisue ? Pembunuhnya baru 19 tahun. Kita selalu bertanya-tanya, bagaimana keluarga bisa melahirkan predator2 ini ?

ALL OF ME ?

Saya bilang tak mancung, mata bengkak, perfeksionis, kakak bermasalah, anak terbuang, sudah membuatnya lari terbirit. Benar2 cuma mau enaknya doang. Setahun saya menyamar jadi anak jalanan, dia belum paham juga. Perkawinan itu kontrak seumur hidup. Lebih lama dari usia sekolah atau serumah dengan ortu. Kumbang2 mendekat, apa lagi jenis yang tak jelas, kudu dong dites kelayakannya. Setuju ? ( gilee.. saya nyusu paling lama sama Mamah, paling pintar dan manis di keluarga, jelas saya anak sejati di keluarga. Get real ).

Tapi sudahlah. Itu masa lalu. Untung saya belum sempat menunjukkan rumah. Jadi, tidur saya tak diganggunya seperti pada si Endut. Berabe kalau sampai kurang tidur. Urusan negara bisa terbengkalai nih ( caeklah ).

Dalam riset ‘hubungan’ ini, saya temukan fenomena pria lemah yang menindas. Kok bisa ya ? Pria yang cuma mampu jadi bawahan yang disuruh-suruh bos ( sebagian bertabiat penindas ), apabila nalarnya terbatas, ia hanya mampu menduplikasi penindasan itu pada makhluk yang dianggap lemah ( cewek ) untuk mengkompensasi kekerdilan dirinya. Apalagi banyak cewek demen mencolek kegantengannya ( saya sendiri pernah terjungkal disambar kegantengan ini ). Ia tak tahu cara lain yang manusiawi untuk menjaga wibawa pria/ imam, karena malas membaca. Ketika pria protes sms anda terlalu panjang, itu sinyal awal dia pemalas yang angkuh ( merasa dikuliahin/ sulit menerima nasehat ). Segera anda jaga jarak dengannya.

Ilmu itu kunci pembuka semua tabir. Orang pintar tahu banyak cara terbaik mencapai tujuan. Selama di rumah ada ortu & sanak saudara yang membereskan semua masalah akibat kemalasannya, maka ia tak terdesak untuk berubah. Nah, bagaimana kalau sudah di rumah tangga sendiri ? Apa istri yang harus banting tulang sampai ke luar kota/ negeri untuk mencukupi nafkah keluarga dan sekolah anak2 ? Suami yang gaji pas-pasan dan banyak nganggur, apa lantas ‘makan’ cewek tetangga atau pembantu di rumah ( bahkan putri sendiri ) ketika syahwat menyambar ? Mengenaskan sekali.

Kenapa ungkapan2 bijak dan religius seperti membuatnya alergi ? Saya ragu ia dekat dengan ibunya. Anak yang dekat ibu sholehah ( ibunya santun berjilbab ) cenderung ringan melakukan kebajikan. Tapi kenapa ia justru suka cewek binal yang minim busana seperti si Endut ( cewek ‘kabogoh dualSIM’-nya/ selingkuhan yang ia sembunyikan di belakang saya ). Apa gambar dirinya rusak ?

Setahu saya, 5 bagian otak pecandu pornografi rusak sehingga meski tahu tindakan itu salah, tetap ia lakukan. Serotonin otak yang mengendalikan stres juga rusak pada pecandu alkohol. Sehingga dia harus minum bir tiap stres, merasa terancam, atau paranoid. Itu menjelaskan wajah culunnya berubah beringas menyeramkan jika tersinggung atau marah. Setan bir mengambil kendali dirinya. Pintu masuk setan adalah keadaan sangat marah, sangat takut, sangat lalai dan sangat syahwat ( dia rela mengikuti si Endut meski ke neraka. Sayangnya, si Endut memilih selingkuh dengan 2 cowok gombal lainnya ). Untung, intuisi selalu menahan saya untuk tidak dekat secara fisik dengannya. Kenapa ia selalu tersinggung jika saya menyebut kesepian, padahal saya juga mengaku sepi dan menemaninya. Kenapa ia tak mampu berpikir di luar dirinya ? Apa anak tunggal yang dimanja selalu begitu ?

Saya sampai pegal memberitahu ketidaksimpatikan sikapnya, kemalasannya memperbaiki diri. Saking miskin wawasan, ia kerap menyalahartikan niat baik orang. Master escape yang getol memutarbalikkan fakta ini ( juga mengkambinghitamkan orang lain atas semua kegagalannya ) jangan sampai mampir dalam kehidupan kalian, wahai belia Indonesia. Karena pengalaman saya, 2.5 tahun memberi perhatian padanya, tak berarti apa pun baginya. Keminderan masih menenggelamkannya dari kesediaan menerima pencerahan. Smart girl masih jadi ancaman di benaknya. Saya tak tahu kapan dia berubah ?

Mungkin, setelah dia merasakan 3 minggu tidak mandi, kepala berkutu, kaki pecah2 berdarah berjalan jauh membawa beban berat ke mana2, bokong kempes sehingga duduk pun perlu bantal, badan hitam kurus kering ( saya kehilangan bobot 6 kg ), dipandang rendah, diusir ( termasuk disangka orang gila bila masuk mall ) dan dimaki banyak orang. Ia bisa lebih tangguh dan tahan banting.

Kritik menghebatkan akan didengarnya sebagai alunan lagu nan merdu. Makanan rumah akan dinikmati penuh suka cita. Kehadiran orang yang peduli masa depannya akan disambutnya dengan mata berbinar. Kebaikan Allah memilihkan apa yang dilaluinya akan disyukurinya penuh sujud. Bukankah orang yang baru keluar dari ‘neraka’ ( derita ) menjadi pribadi ekstra sabar ? Sikap baik ini akan menguatkan dan memudahkannya melalui aral rintangan. Lebih jernih melihat persoalan. Merendahkan hati untuk siap memuridkan diri pada siapa pun. Karena di situlah orang hebat muncul.

BEH2

EH. Ya, Allah, sabarkan saya dan baikkan dia. Dia tak menangisiku. Melepasku begitu mudah. It’s really hurt, you know..

( Oh, saya teringat dia menghabiskan tabungan untuk membeli keyboard demi memikat saya yang tidak mandi 3 minggu. Saya berharap dia bisa menjadi pria baik nan tangguh, bermanfaat bagi masyarakat ( syukur2 bisa jadi komedian top juga. Tapi kalau predator, saya akan menghancurkannya ))

Apa saya menangis ? Saat ini tidak. Kemarin2 ? Menurut anda, dia layak diperjuangkan sebesar itu ? Jadi, untuk apa saya menangis ?  Di tempat buruk, the right man muskyl ditemukan. Di lingkungan buruk, sekalipun pria itu baik, juga jangan dijadikan pendamping hidup, kata agama. Teman2 buruk akan menyeretnya perlahan dalam keburukan. Orang lama di got, tak merasa bau. Orang yang terbiasa dalam kemaksiatan di lingkungan permisif, ketika ditegur, ia tak merasa maksiat. Masya Allah, setengah mati saya mengajaknya berpikir, bicara dan bertindak benar. 2.5 tahun ! Dia tak bergeming.

Saya menulis ini agar para wanita lebih teliti memilih calon. Pria pemalu bisa jadi playboy yang piawai meremukkan hati wanita. Karena distorsi memaknai pengalaman patah hati. Mengeneralisasi semua wanita lalu menyakitinya dengan puas & sorai kemenangan. Merayakan superioritas semu. Kita tak ingin ulah pria2 sakit hati ini mengakibatkan generasi lemah yang lahir dari ibu yang terbelenggu masa lalu dengan mantan2 berjiwa predator ( pemangsa ). Ibu harus hadir sepenuhnya untuk suami dan anak. Ibu bahagia, keluarga bahagia. Ibu kuat, negara kuat.

Manusia paling cerdas adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Unjuk manfaat adalah perintah Allah. Stay in good, people..

 

Written by Savitri

10 Desember 2014 at 11:03

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , ,