Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Indonesia kembali menangis, Ranah Minang diluluhlantakkan gempa.

leave a comment »

Hotel Ambacang, before.

Hotel Ambacang, before.

Hotel Ambacang, after 30/9/2009 ( gempa Padang/ Sumbar )

Hotel Ambacang, after 30/9/2009 ( gempa Padang/ Sumbar )

Sekitar 300 orang terkubur hidup2 oleh longsoran tanah sedalam lebih 10 meter di lereng Gunung Tandikek, Desa Lubuk Laweh, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman. Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengubah 5 dusun seluas ratusan hektar di Sumatera Barat itu menjadi kuburan massal, Rabu sore ( 30/9/2009 ). Empat hari kemudian pemerintah provinsi Sumbar menyepakati pembuatan kuburan massal di sana setelah lebih 3 hari, korban2 yang belum terevakuasi itu diyakini tak mungkin hidup. Hanya 36 jenazah yang baru bisa dievakuasi. Warga dusun Jumana ( hilang 69 orang ), Darek ( hilang 13 orang ), Pulau Koto ( hilang 3 orang ), Simpang Kaliki ( 15 orang ) dan dusun Lubuh Laweh ( hilang 276 orang ) pada saat longsor tengah melangsungkan hajatan perkawinan. Versi Depkes 618 orang yang terkubur.Wakil gubernur Sumbar, Marlis Rahman, mengatakan pihaknya akan meminta fatwa MUI mengenai kuburan massal di Lubuk Laweh dan membuat monumen peringatan.

Berdasarkan data Bakornas jumlah korban tewas hingga saat ini 704 orang, hilang 295 orang. Terbesar di Kota Padang, 327 orang, menyusul Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, 37 orang, Kabupaten Agam, 32 orang, Kabupaten Pesisir Selatan, 10 orang, Kota Solok, 3 orang dan Kabupaten Pasaman Barat, sebanyak 3 orang. Korban yang belum ditemukan terbanyak di Kabupaten Padang Pariaman ( 237 orang ), Kabupaten Agam ( 54 orang ), Kota Padang ( 4 orang ). Menurut Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim, warga Kecamatan Patamuan yang masih tertimbun berada di dusun Pulau Air ( 4 orang ) dan Cumanak ( 7 orang ).

Menko Kesra, Aburizal Bakrie mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan dana sampai Rp.6 trilyun untuk proses rehabilitasi berbagai prasarana fisik dan rumah warga yang hancur akibat Gempa Sumbar. Untuk perbaikan rumah2 warga sekitar 3-4 trilyun rupiah. Untuk perbaikan sarana dan prasarana umum seperti rumah ibadah, sekolah2 dan bangunan pemerintah sekitar Rp.1 trilyun. Sisa dana untuk perbaikan jalan yang hancur. Verifikasi rumah2 penduduk yang rusak akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum ( PU ). Pemerintah pusat akan mengedrop kebutuhan rehabilitasi itu dalam bentuk block grant atau model yang sama dengan penanganan gempa di Yogyakarta. Pemda setempat diharapkan turut membantu melakukan inventarisasi bangunan warga yang rusak. Pucuk pimpinan upaya rehabilitasi pasca gempa di Sumbar itu adalah gubernur setempat.

Jumlah anggota tim SAR gabungan dan relawan hingga Minggu ( 4/10/2009 ) terdata lebih dari 7500 orang. Jumlah ini akan terus bertambah karena sejumlah relawan asing hingga kemarin masih terus berdatangan. ( PR, 5/10/2009 )

Korban gempa Sumbar mulai kelaparan

Korban gempa Sumbar sedang dievakuasi. Banyak korban kelaparan karena tersendatnya bantuan. Jalan & transportasi sudah mulai lancar, bantuan sebagian menumpuk di gudang. Apa yang kurang ? Daerah sekitar yang tidak terkena gempa mesti inisiatif & gesit membantu, termasuk mahasiswa dan karyawan instansi di dekatnya. Seperti para relawan di Gempa Jabar. Penuh pengorbanan & pengabdian.

Korban gempa Sumbar sedang dievakuasi. Banyak korban kelaparan karena tersendatnya bantuan. Jalan & transportasi sudah mulai lancar, bantuan sebagian menumpuk di gudang. Apa yang kurang ? Jangan menunggu pemerintah saja. Daerah sekitar yang tidak terkena gempa mesti inisiatif dan gesit membantu, termasuk mahasiswa dan karyawan instansi/ institusi di dekatnya. Seperti para relawan di Gempa Jabar. Penuh pengorbanan & pengabdian. Pemerintah hanya bisa membantu 20 % saja, sisanya dari masyarakat, dunia usaha & bantuan negara sahabat.

Korban gempa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ( Sumbar ) mulai kelaparan, karena belum tersentuh bantuan. Meski telah 6 hari pasca gempa, distribusi bantuan gempa masih terkesan lamban. Padahal akses jalan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan telah lancar. Namun, pemerintah setempat sangat lamban dalam mendistribusikan bantuan sembako dan tenda2 darurat. Akibatnya, sebagian besar korban gempa kini kelaparan. Stok beras mereka di rumah sudah habis. Satu-satunya harapan, meminta bantuan beras dari pemerintah.

“Awak ( saya ) sudah 2 hari ini numpang makan sama keluarga. Tak ada lagi beras di rumah. Seisi rumah awak sudah hancur,” keluh Ujang warga Kecamatan Patamuan. Menurut warga, jangankan bantuan sembako, tenda plastik darurat untuk berteduh pun tidak mereka dapatkan. Minimnya bantuan sembako, mengancam ribuan korban kelaparan.

“Sudah 6 hari ini kami hanya makan mi instan yang disumbangkan dari warga yang melintas dengan mobil pribadi. Belum ada kami terima beras,” kata Sahrul ( 35 ), warga lainnya. Ia mengaku sebelumnya sempat numpang makan di keluarganya. Namun belakangan, ia merasa sungkan terus menerus menumpang makan. Oleh karena itu, ia berusaha kesana kemari menemui sejumlah posko bantuan. Namun, sembako yang dia harapkan tak kunjung dapat.”Awak merasa malu kalau numpang makan terus. Tapi sampai sekarang anak2 awak masih menumpang di rumah saudara, biar mereka tetap bisa makan nasi. Awak biarlah makan mi saja.”

Banyak warga yang mengaku sama sekali belum tersentuh bantuan, baik makanan maupun obat-obatan. Riskan dengan bahaya penyakit dan kelaparan, terutama anak2 dan balita. Kalau pun ada bantuan, biasanya berupa mi instan, yang tidak cocok untuk bayi. Karena tak ada pilihan lain, terpaksa para orang tua memberikan mi instan pada bayi2 mereka.”Jangankan susu bubuk untuk bayi, beras pun belum pernah kami terima walau hanya satu kilogram. Kalau terus begini, bayi kami bisa kelaparan dan meninggal dunia,”ujar Siswandi, warga Kecamatan Patamuan.

“Bagaimana anak2 kami tidak sakit, saban malam kedinginan karena tidur di tenda. Belum lagi, mereka lebih banyak makan mi instant daripada makan nasi,” kata Yunus, warga lainnya. Untuk membawa berobat ke rumah sakit umum, jaraknya lumayan jauh. Satu sisi, posko pengobatan tidak tersedia di sana.”Biarlah rumah kami hancur diterjang gempa, yang penting anak2 kami selamat. Kami tak mau kehilangan keluarga. Tolonglah anak2 kami yang kini terancam kelaparan,”ujar ibu Aisah ( 31 ) yang mempunyai balita usia 2 tahun.”Anak awak sekarang makannya mi terus, kasihan awak melihatnya. Tapi mau bagaimana lagi ?” ( PR, 6/10/2009 )

Komen A.Savitri :

Belum lama Gempa Jabar ( 7,3 SR ) mengharubirukan perasaan kita, gempa Sumbar ( 7,6 SR, kemudian di up date 7,9 ) sudah mengoyak-ngoyak kalbu kita lagi. Pukul 17.16 bencana menggegerkan itu terjadi. Korban sampai hari  Rabu ( 14/10/2009 ) menurut BNPB tembus hingga 1.115  orang tewas. Dengarlah suara seruling adat yang ditiup penuh perasaan, menyayat hati. Korban tewas diperkirakan sampai seribu jiwa. Lebih besar, sedikit. Relawan dari luar negeri bahkan kini ikut dilibatkan untuk mengevakuasi korban terkubur. Saya lihat di teve, korban hidup mengeluh setengah marah karena kurangnya bantuan yang diterima. Ia hanya makan mi instan selama 5 hari pasca gempa. Perut melilit dan buang air tak nyaman ( mencret2 ). Padahal, ekpose gempa Sumbar di media rasanya lebih intens dari gempa Jabar kemarin. Mengapa ?

Seorang ibu korban gempa Jabar hanya mendapat jatah 4 bungkus ( bukan dus ) mi instan untuk satu keluarga, pasca gempa. 4 bungkus thok, untuk sekian hari ( bukan tiap hari ). Selebihnya dia berjuang mencari sendiri. Wajahnya nrimo, bikin kasihan dan terketuk. 20 % bantuan yang bisa diupayakan pemerintah. Sisanya ( 80 % ), oleh masyarakat, dunia usaha dan bantuan asing. Korban gempa Jabar kemarin banyak dibantu oleh mahasiswa Unpad, ITB, dan perguruan tinggi di sekitarnya. Dinas sosial, ormas dan instansi pemerintah banyak yang terjun, menyingsingkan lengan, meluangkan waktu, dana/ tabungan/ gaji/ honor, tenaga dan pikirannya untuk korban gempa Jabar. Penuh inisiatif ( tidak malas/ menunggu ) dan pengorbanan. Bahkan sampai hari ini, selalu ada mahasiswa dan tim relawan yang standby di lokasi bencana meski masa tanggap darurat telah dicabut. Adakah wajah nrimo dan marah berkaitan di sini ? Adakah relasi baik warga Sunda dengan non Sunda berpengaruh ? Adakah keramahtamahan orang Jabar mengesankan orang Jakarta, Yogya, Jateng dan Jatim sehingga mereka senang membantu ?

Orang Sumatera banyak bertebaran di Jabar, bekerja dan menetap. Mereka diterima dengan baik dan ramah. Saya kurang tahu mengapa perlakuan berbeda jika orang Jawa yang ke Sumatera. Apakah karena pembagian kue pembangunan kurang adil di masa lalu ( rezim orde baru ). Apakah itu salah kami ? Ada semacam kebanggaan berlebih pada asal suku yang terlihat kurang pas di mata sebagian orang. Mungkinkah kesan itu mengendap di bawah sadar sebagian orang yang mestinya kini bergegas membantu saudara sebangsa di Sumatera ? Ada keengganan yang mengendala langkahnya. Mungkin kita menemukan jawabnya dalam perenungan masing2.

Kemarin mahasiswa UGM, relawan PMI dan kru Media Group terlihat banyak membantu korban bencana gempa Sumbar. Masih ada kebaikan dari tanah Jawa. Jangan berkecil hati, kawan …

Cincin api & 174 juta nomor ponsel peringatan dini.

Sumatera dan Jawa berada di ring of fire. Cincin api, jalur gempa. Di satu sisi, kita bersyukur tanah air subur karena berkah erupsi, di sisi lain kita harus siap dengan skenario terbaik menghadapi bencana. Pihak BMKG ( Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ) mengatakan adanya selected person yang dikabari setiap gempa besar terjadi, diantaranya Depkominfo. Orang2 tertentu ini yang diharapkan segera mengabari orang2 lainnya untuk meminimalisir korban dan kerusakan yang terjadi. Selanjutnya, ada sekitar 174 nomor ponsel yang bisa dimanfaatkan untuk early warning.

Mulanya gempa terbaca oleh 150 seismograf/ sensor gempa yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dalam orde detik, lalu via satelit dengan kecepatan gelombang elektromagnetik, data ini dikirim ke Jakarta, diolah dengan siskompi. Dalam 2 menit hasil keluar, dianalisa supervisor, kemudian diseminasi ke selected person/ pihak tertentu seperti ; TNI, Mabes Polri, 33 gubernur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), 10 stasiun televisi, radio, Orari ( interface ), partai, departemen terkait, provider, web operation dan pelabuhan2.

Perlu sekitar 4 menit untuk data sampai ke mereka sejak gempa terjadi. Warning tsunami akan diberitahukan sekian menit berikutnya jika memang ada ( masih punya waktu antara 8-25 menit untuk menjauhi pantai ). Dari selected person ini, info terjadinya gempa besar disampaikan ke masyarakat, sesuai sense of crisis masing2. Masyarakat tidak perlu panik jika gempa masih 5,1 SR seperti terjadi di Tasik ( 12/10/2009 pukul 9.56 WIB ) kemarin. Dua lempeng aktif ( Eurasia, Indo-Australia ) ini lebih baik mengeluarkan energinya sedikit demi sedikit, daripada diam untuk waktu lama, terakumulasi, lalu mengguncang dahsyat, memporak-porandakan kota, menimbulkan banyak korban jiwa. Siapkan tas survival, dan ketahui cara mengevakuasi diri dengan benar. Suatu saat diperlukan, bisa menyelamatkan nyawa anda.

Ingin tahu info tentang terjadinya gempa ? Telpon ke nomor 021-65463161 atau browsing ke www.bmkg.go.id

Ingin tahu status bencana, lokasi bencana, berapa jumlah korban bencana, korban butuh apa di mana, bagaimana kondisi korban ( berapa tewas, luka, patah tulang, hilang dsb ), berapa rumah rusak, fasilitas publik hancur, lokasi LSM, SAR terdekat, punya apa saja mereka di markasnya, lokasi rawan bencana di masa berikutnya, dsb bisa klik ke http://dm.saksigempa.org/ ( Sahana : Disaster Management System ). Para kepala daerah yang wilayahnya terkena bencana bisa memanfaatkan software ini untuk menghimpun data dan berkomunikasi dengan pihak lainnya untuk memperoleh bantuan secepatnya. ( Tapi perlu dipikirkan juga oleh kang Onno Poerbo dkk, bagaimana menggunakan software ini di daerah bencana yang infrastrukturnya rusak dan listriknya mati ? )

Pengalaman gempa Desember 2006 di Taiwan yang memutuskan kabel backbone bawah laut dan memutuskan koneksi internet dan komunikasi, pemerintah cepat bertindak dengan menggantinya dengan pemakaian satelit. Tak peduli biayanya, asal komunikasi jalan dan korban minimal. Good decision.

Administrator untuk wilayah Indonesia ( software mitigasi )
Email : sahana@saksigempa.org
Telephone : +62 274 418929

Tiap daerah wajib punya gudang & sukarelawan tanggap bencana.

Hariyanto Imadha dalam surat pembacanya di PR ( 2/10/2009 ) menulis : akhir 2007 dan awal 2008 terjadi banjir besar di Kabupaten Bojonegoro, pemda kebingungan mencari dana karena dana di APBD tinggal Rp.300 juta, karena sebagian besar APBD habis untuk pesta pilkada. Boleh dikatakan tidak ada polisi yang berjaga. Perahu karet datang terlambat, dan tidak semuanya operasional, dengan alasan terbatasnya BBM. Pompa penyedot air tidak siap dan kekurangan2 lainnya. Setelah beberapa hari, fasilitas penanggulangan bencana alam baru tersedia. Pemimpin kita berpikir setelah ada bencana. Pemimpin Jepang, Australia, dll telah berpikir jauh2 hari sebelum bencana alam terjadi. Negara maju telah menyiapkan banyak obat-obatan, tenaga medis, tenda, pangan, air bersih, pakaian dan kebutuhan mendesak lainnya.

Seharusnya, ada undang2 yang mewajibkan tiap daerah memiliki gudang penyimpanan barang2 dan fasilitas penanganan bencana. Isi gudang itu antara lain : tenda, obat-obatan, air bersih, pangan, pakaian, alat2 berat, sepeda motor trail, perahu karet dan kebutuhan lainnya. Di samping itu, buat aturan yang mewajibkan tiap instansi pemerintah dan lembaga pendidikan ( sekolah dan universitas ) memiliki tenaga sukarela untuk membantu penanganan bencana. Pemerintah perlu menunjuk salah satu departemen atau instansi/ institusi untuk mengumpulkan dana mulai dari pecahan Rp.5000 sampai Rp.50.000 dan langsung diumumkan di semua stasiun televisi. Termasuk mengumumkan terjadinya bencana di suatu daerah, misalnya di Padang atau Jambi, baru2 ini.***

Puing reruntuhan rumah penduduk setelah diguncang gempa dahsyat 7,6 SR, Rabu sore.

Puing reruntuhan rumah penduduk setelah diguncang gempa dahsyat 7,6 SR, Rabu sore.

Setiap media dan instansi yang membuka dompet peduli gempa juga harus dicek. Donasi masyarakat itu disalurkan kemana saja. Setelah terkumpul di gudang, diharapkan pimpinan daerah sudah memiliki data di mana saja korban yang perlu bantuan, jenis bantuan yang diperlukan ( air minum, beras, selimut, tenda, obat-obatan, genset, dll ), berapa yang patah tulang, kelaparan, kedinginan, diare, di mana jalan dan jembatan yang putus, dsb. Semuanya dipetakan dengan benar, sehingga bantuan tidak cuma menumpuk di gudang, bapak yang makan mi instan tidak terus menerus muncrut dan marah2 di teve, dan seruling menyayat-nyayat hati tidak makin mengoyak-ngoyak hati ( membuat kita merasa hopeless/ useless ). Semua bantuan yang menumpuk di gudang segera terdistribusi dengan benar/ merata. ( Di Jabar, menurut pengakuan korban gempa, distribusi bantuan oleh tim mahasiswa lebih lancar daripada tim pemda )

Indonesia adalah supermarket bencana. Fenomena global warming/ climate change, menyebabkan bencana alam akan makin besar dan sering terjadi daripada waktu2 sebelumnya. Dibutuhkan jenderal cakap yang sanggup memimpin pasukan elit tanggap bencana di negeri ini, sehingga relawan asing dan relawan kita tidak bekerja sendiri2 menarik reruntuhan hotel Alabacang, dll, membahayakan satu sama lain. Sehingga lebih banyak korban yang bisa diselamatkan. Satu komando di lapangan. Lebih aman, pasti dan gesit.

Demikian yang bisa saya pikirkan tentang gempa Sumbar. Tahun ini begitu meletihkan. Banyak bencana dan peristiwa menyedihkan, menguras energi dan kebahagiaan kita. Kami turut belasungkawa. Semoga, para korban gempa, baik di Sumbar, Jabar, dan tempat lainnya di Indonesia, diberi ketabahan dan kekuatan lahir batin untuk melalui semua musibah ini dengan baik. Diberi ganti yang lebih baik oleh-Nya. Bertahanlah, Indonesia …


Written by Savitri

7 Oktober 2009 at 18:33

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Sumur resapan untuk mencegah banjir & menangkar ikan lele.

leave a comment »

Pengantar A.Savitri :

Derita beruang kutub akibat global warming.

Derita beruang kutub akibat global warming. Habitat menyempit akibat gunung es terus mencair. Bolongnya ozon disebabkan asap kendaraan, pemakaian CFC/ hairspray/ refrigerator, kebakaran hutan dan polusi industri. Gunakan produk ramah lingkungan/ daur ulang dan berhematlah menggunakan BBM untuk mengerem laju kerusakannya.

Tak terasa sudah menjelang musim penghujan lagi, ya. Sore hari sudah mulai hujan, meski di wilayah lain kebakaran rumah dan hutan masih terjadi. Rapikan posisi genting agar air hujan tidak tersapu masuk. Tambal atap yang retak atau pun bocor karena pergantian panas dingin yang merapuhkan permukaannya. Dan yang terpenting sedia payung sebelum hujan. Terutama sumur2 resapan pencegah banjir. Akibat climate change tingkat curah hujan menjadi lebih tinggi, bahkan ekstrim dari biasanya. Hutan2 kita sudah banyak digunduli oleh cukong Malaysia, juga sebagian rakyat kita yang gelap mata karena miskin dan kelaparan. Pengerasan makin banyak di lahan perkotaan, sungai2 makin dangkal karena pembuangan sampah dan limbah sembarangan, permukaan air laut makin tinggi disuplai es kutub yang terus mencair akibat pemanasan global, lapisan ozon kian bolong karena industri kapitalis terus menggenjot produksinya demi memuaskan nafsu serakah manusia, tanpa peduli batas emisi karbon maupun tangisan alam. Siapkan diri anda menghadapi perfect disaster.

Air dengan curah hujan ekstra tinggi ( melebihi yang telah menjebol bendungan Situ Gintung ) siap memulai start-nya di gunung dan perbukitan gundul. Air menggerus tanah2 yang dilalui tanpa resistensi dari akar sedikitpun, masuk ke sungai mendangkalkan wadahnya, merampas kapasitasnya, menghanyutkan bedeng2 pemukiman liar di tepiannya, mempusokan sawah2 pertanian, menghanyutkan ikan2 di pertambakannya, menggerus pondasi2 jalan dan turap sungai. Jalan amblas, rumah2 penduduk terkubur longsoran tebing, mungkin lebih besar dari gempa Jawa kemarin. Air yang sedianya keluar di muara, karena permukaan laut lebih tinggi, berbalik kembali ke permukiman, menggenangi apa saja yang bisa mereka masuki. Banjir bah dalam hitungan detik, yang menyeret bagian rumah, mobil, perangkat elektronik, perhiasan, perabot, stok jualan yang telah dikumpulkan puluhan tahun, juga anggota keluarga yang sudah diasuh dibesarkan dengan susah payah. Apa daya ?

Berikut, sistim sumur resapan yang bisa mengumpulkan kelebihan air yang tak dikehendaki itu untuk menyelamatkan lingkungan pemukiman dan perkotaan kita dari kerugian musim penghujan. Meminimalkan resiko kehilangan kita. We hope that the nightmare’s not going to happen.***

Sumur resapan untuk mencegah banjir & menangkar ikan lele.

Banjir, persoalan orang kota yang seolah sulit diselesaikan. Ketiadaan kolam, saluran air mampet dan padatnya pemukiman menjadi beberapa faktor banjir di perkotaan kerap terjadi.

Banjir di Bandung Selatan, 4 Desember 2008. Daerah rendah yang menjadi langganan banjir tiap musim hujan.

Banjir di Bandung Selatan, 4 Desember 2008. Daerah rendah yang menjadi langganan banjir tiap musim hujan.

Kota Bandung, berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa mulai beranjak menjadi kota padat bangunan beton. Hutan beton. Lahan kosong berupa hutan kota dan kolam tradisional perlahan mulai jarang terlihat, berganti bangunan niaga dan perumahan. Air hujan yang jatuh ke bumi mulai bingung ke mana harus mengalir. Di sana sini terhambat bangunan. Hasilnya, jalanan dan gang2 di perumahan padat menjadi kolam dadakan. Semisal di daerah Terusan Kopo, Astana Anyar, kabupaten Bandung dan Baleendah.

Banjir diakibatkan pembabatan hutan di daerah hulu sungai. Hujan deras mengaliri sungai Citarum, menggenangi sekitarnya, menggerusi tanah yang lebih rendah dari bibir sungai. Banjir akibat ulah manusia, kata Faizal Immaddudin Wira Rahmat, juara II Pekan Ilmiah Mahasiswa 2009. Mahasiswa Teknik Sipil ITB tahun 2007 ini mengusulkan agar tiap perumahan padat di kota Bandung membuat sumur resapan. Sumur ini berfungsi menjebak air hujan yang mengalir deras ke lingkungan rumah. Jika lahan untuk sumur ini begitu sulit dicari, maka 5 rumah bisa patungan membuat satu sumur resapan.

Air hujan dari cucuran atap dialirkan ke bak penampung, kemudian ke sumur resapan. Kelebihannya masuk ke riol kota. Pemukiman padat bisa mengatasi banjir dengan sistim ini.

Air hujan dari cucuran atap dialirkan ke bak penampung, kemudian ke sumur resapan. Kelebihannya masuk ke selokan atau riol kota. Pemukiman padat bisa mengatasi banjir dengan sistim ini dengan gotong royong dan patungan. 5 rumah 1 sumur resapan. Daripada harta benda dan nyawa melayang, kan ?

Sumur resapan model Faizal perlu bak penampungan sementara. Air hujan yang jatuh ke atap dialirkan ke bak ini, selanjutnya dialirkan ke sumur resapan. Jika sumur resapan penuh, air dari bak penampung akan mengalir ke selokan. Sumur modifikasi ini bisa mengatasi limpahan air dari hujan yang tidak ekstrim. Warga RT 4 RW 1 pemukiman padat penduduk di sekitar Babakan Asih, Astana Anyar telah membuat 18 titik sumur resapan secara swadaya.”Tadinya, biasa banjir di sekitar sini. Air hujan biasanya bisa menggenang selama seminggu. Awalnya bisa selutut. Setelah ada sumur, dalam 20 menit air hujan bisa hilang,”kata Regi Kayong, warga di Babakan Asih.

Sumur resapan buatan warga di Babakan Asih itu dibuat dari beton dan disebar di titik2 rawan banjir. Setelah pembuatan sumur resapan, banjir di perumahan padat itu bisa diatasi. Hujan besar yang terjadi awal tahun ini tidak menyebabkan banjir lagi. Apakah sumur resapan juga berguna di musim kemarau ? Di Babakan Asih bisa untuk menangkar ikan lele ! ( Agus Rakasiwi/ PR, 24/9/2009 )


free html visitor counters
hits

Written by Savitri

30 September 2009 at 16:36

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Alokasi anggaran bulanan, lebaran & spot2 ramai di Bandung masa long weekend.

with 2 comments

Istana Plaza di perempatan Jl.Pasir Kaliki- Jl. Pajajaran. Ada sarana ski es di lantai atas. Ramai dipadati pengunjung masa lebaran Idul Fitri 1430 H kemarin.

Istana Plaza di perempatan Jl.Pasir Kaliki- Jl. Pajajaran, Bandung. Ada sarana ski es di lantai atas. Ramai dipadati pengunjung masa lebaran Idul Fitri 1430 H kemarin.

Memasuki H + 3 libur Hari Raya Idul Fitri 1430 H atau Rabu ( 23/9/2009 ), pusat perbelanjaan dan jajanan serta obyek wisata di kota Bandung masih diserbu pengunjung. Kebun Binatang Bandung hingga H + 3 dikunjungi tidak kurang dari 87.000 pengunjung. Keramaian mulai terjadi sejak pukul 9.00 WIB di sejumlah ruas jalan di Bandung. Paling parah terjadi di kawasan Bandung Utara yang dikenal sebagai kawasan belanja, jajanan dan wisata.

Tingginya volume kendaraan calon pengunjung terlihat mulai dari ruas Jalan Pasteur menjelang masuk ruas Jalan Pasirkaliki dan Sukajadi. Kepadatan menyambung hingga Jalan Dr.Setiabudhi, Cipaganti, Cihampelas dan Jalan Ir.H.Djuanda ( Dago ). Kepadatan terjadi akibat banyaknya pengunjung masuk Istana Plaza ( IP ) dan Paris van Java ( PvJ ). Masyarakat juga meramaikan sejumlah factory outlet ( FO ) yang berada di sepanjang Jalan Dr.Setiabudhi, Cihampelas dan Dago. Kepadatan pun terjadi di pintu masuk dan keluar kota Bandung, semisal di pintu tol Buahbatu, Pasirkoja dan Pasteur, serta di ruas jalan Terusan Buahbatu dan Kopo.

Hingga menjelang petang, antrean kendaraan masih terjadi di Jl.Dr.Setiabudhi, Cipaganti, Dago, Cihampelas, Tamansari, L.L.R.E. Martadinata ( Riau ), Merdeka, Buahbatu, Gatot Subroto, Pasirkaliki dan Sukajadi. Bahkan kepadatan sudah terjadi di Jalan Oto Iskandardinata depan Pasar Baru, Bandung, sejak pukul 8.00 WIB akibat banyaknya kendaraan roda empat yang parkir di pinggir jalan. Menurut kepala shift PT.Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Eli Mulyawati, 17.000 kendaraan keluar dari gerbang tol Pasteur tiap hari saat lebaran.

Gerbang masuk Kebun Binatang Bandung, Jl.Taman Sari, langganan pengunjung tiap Lebaran.

Gerbang masuk Kebun Binatang Bandung, Jl.Taman Sari, langganan pengunjung tiap Lebaran.

Obyek wisata Kawah Putih di Ciwidey, yang diserbu pengunjung lebaran. Sering menjadi latar foto, sinetron dan film. Anda harus mendaki dulu sebelum disuguhi pemandangan menakjubkan di puncaknya.

Obyek wisata Kawah Putih di Ciwidey, yang diserbu pengunjung lebaran. Sering menjadi latar foto, sinetron dan film. Anda harus mendaki dulu sebelum disuguhi pemandangan menakjubkan di puncaknya.

Sekretaris Kebun Binatang Bandung ( KBB ), Dadang Danumihardja mengatakan, hingga kemarin 87.000 tiket masuk KBB sudah terjual. Hingga saat ini kebun binatang masih menjadi primadona masyarakat dalam mengisi liburan hari raya. Peningkatan jumlah pengunjung juga dialami sejumlah kolam renang di Bandung, seperti Karang Setra Water Boom dan Cipaku. Peningkatan diperkirakan mencapai 300 % dibanding hari libur umumnya. Kepala Marketing dan Humas Karang Setra Water Boom, Asep Hendarsa mengungkapkan, pada hari libur panjang umumnya jumlah pengunjung hanya mencapai 1000-2000 orang. Pada hari H + 2 Lebaran, jumlah pengunjung mencapai 8000 orang.

Di kawasan kabupaten Bandung, selama libur Hari Raya Idul Fitri jumlah kunjungan menurun. Obyek wisata Maribaya, Lembang, pada hari H dikunjungi kira2 300-400 orang. Saat peak time yaitu H + 1 diperkirakan baru mencapai 500-an. Tahun 2008 bisa mencapai 600-700 orang. Kemungkinan penyebabnya adalah banyaknya tujuan wisata lain sebelum mencapai Maribaya. Penurunan pengunjung juga terjadi di obyek wisata Ciburuy yang didatangi 300-400 orang ( turun sekitar 30 % ). Tahun 2008 masih didatangi turis mancanegara, tahun ini sama sekali tidak ada, kata Irwansyah, ketua Kelompok Penggerak Pariwisata ( Kompepar ) Ciburuy.

Kawasan Ciwidey masih menjadi primadona wisata di Bandung Selatan. Pada hari H lebaran, Minggu ( 20/9/2009 ), obyek wiata Kawah Putih sudah mulai dikunjungi wisatawan. Para pengunjung rata2 menggunakan kendaraan berpelat nomor B. Untuk mengantisipasi penumpukan pengunjung dipersiapkan tambahan petugas tiket di pintu masuk agar tidak terjadi kemacetan, kata District Manager II Perum Perhutani Divre Jabar Banten, Lius Lottong. Salah satu tempat menginap yang diminati pengunjung di kawasan Ciwidey adalah Kampung Pa’go yang statusnya fully-booked. Saphadi Budiman, pemiliknya, menuturkan, pemesanan kamar di penginapan ini sudah berlangsung sejak 2 minggu sebelum lebaran.

Bungalow di Kampoeng Strawberry

Bungalow di Kampoeng Strawberry

Wisata agro petik di Kampoeng Strawberry.

Wisata agro petik di Kampoeng Strawberry.

Padatnya tingkat hunian hotel dan penginapan terjadi juga di Kampoeng Strawberry. Pada hari pertama, 38 kamar di hotel ini sudah terisi penuh, sedangkan untuk hari berikutnya hingga akhir liburan hanya tersisa beberapa kamar. Harga berlipat ( 50 % dari harga weekend ) tak menyurutkan minat pengunjung. (PR, 24/9/2009)

Komen A.Savitri :

Barang yang kita beli bisa dikategorikan dalam 3 jenis ; wajib, butuh dan ingin. Safir Senduk mengatakan, pada hari Lebaran umumnya masyarakat kita menghabiskan dana 25 % lebih besar dari biasanya. Misalnya, biasa 4 juta tahu2 membengkak menjadi 5 juta rupiah. Uang itu umumnya digunakan untuk makanan, pakaian dan perangkat elektronik. Agar bisa berhemat, iman kita harus kuat ( boros adalah teman setan ) dan pandai-pandailah mengatur lingkungan pertemanan kita. Bawalah uang secukupnya sesuai daftar barang yang kita butuhkan.

Acap kali, kita diajak teman ke mal. Kalau kita tidak ikut membeli, ada perasaan tidak enak, lalu kita membeli barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan. Safir menyarankan apabila sama sekali tak bisa menahan nafsu belanja, lebih baik tinggal di rumah.

Ahli keuangan lain mengatakan sebaiknya uang THR digunakan untuk membeli keperluan khusus lebaran, seperti pakaian baru untuk anak, kue2 untuk dihidangkan bagi para tamu yang bersilaturahmi ke rumah dan tiket masuk obyek wisata. Tagihan rekening bulanan dan menu buka dan sahur selama Ramadhan diambil dari gaji rutin kita. Tak perlu mewah, yang penting kebersamaan dan saling menghargai antar anggota keluarga.

Suze Orman mengatakan sebaiknya setiap keperluan khusus, seperti membeli rumah, mobil, piknik di tempat yang jauh/ mahal, disiapkan dari dana khusus. Kalau anda tak mampu menghimpun dana tsb dari kerja/ penghasilan sampingan anda, jangan berani2 membeli benda2 tsb. Berwisatalah di belakang halaman rumah anda. Kebersamaan, kasih sayang dan perhatian anda kepada anak melebihi hal apapun di dunia ini bagi anak. Suze juga menyarankan kita punya dana darurat sebesar 8-12 bulan biaya operasional keluarga yang biasa kita tanggung. Berjaga-jaga jika kita kena PHK atau sakit. Butuh sekitar 6 bulan untuk seseorang mendapat pekerjaan baru di Amerika. Ia juga memberikan standar pengeluaran yang diambil dari penghasilan bulanan kita, yaitu : 35 % untuk operasional rumah, 15 % transportasi, 15 % bayar hutang, 10 % tabungan, 25 % untuk liburan, baju, dll.

Nah, kita sudah tahu jurus mengelola keuangan kita, juga tempat2 wisata yang membludak dan jalanan kota yang padat merayap ( memboroskan bensin, waktu dan tenaga kita ). Lebaran tahun depan, dengan pengetahuan dan kendali yang lebih baik, kita berharap bisa lebih smart menggunakan dana THR dan waktu libur kita bersama keluarga tercinta.

free html visitor counters
hits

Written by Savitri

30 September 2009 at 16:06

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Bangunan hemat energi, pendidikan arsitektur & kenaikan TDL 2010.

with one comment

Keterbatasan sumber energi tak terbarukan di Indonesia, belum diimbangi dengan kesadaran menciptakan bangunan hemat energi. Seiring makin menipisnya sumber energi, konsep arsitektur hemat energi harus dikembangkan dalam tataran akademis. Praktisi arsitek, Henry Feriadi mengatakan, pendidikan tentang arsitektur hemat energi sebenarnya telah diperkenalkan sejak 1970. Namun, dalam perkembangannya tidak lagi dipedulikan, karena murahnya tarif sumber energi.”TDL ( tarif dasar listrik ) di Indonesia masih relatif murah, sehingga orang2 tidak berpikir harus berhemat,” katanya, usai Seminar Nasional “Menyongsong Era Desain Arsitektur Hemat Energi di Indonesia”, Sabtu ( 12/9/2009 ) di Unpar.

Rumah bergaya minimalis, sekaligus hemat energi. Mengoptimalkan bukaan untuk pencahayaan dan penghawaan alami. Energi bisa dihemat, dengan mengurangi penggunaan lampu, ac, dsb.

Rumah bergaya minimalis, sekaligus hemat energi. Mengoptimalkan bukaan untuk pencahayaan dan penghawaan alami. Energi bisa dihemat, dengan mengurangi penggunaan lampu, ac, dsb.

Swirly skycrapers. Gedung pencakar langit yang menimbulkan green house effect dan pemanasan global. Sangat boros energi untuk mendinginkan bagian dalam bangunan. Hindari penggunaan kaca secara berlebihan.

Swirly skycrapers. Gedung pencakar langit yang menimbulkan green house effect dan pemanasan global. Sangat boros energi untuk mendinginkan bagian dalam bangunan. Hindari penggunaan kaca secara berlebihan.

Desain jendela, misalnya, saat ini kurang diperhatikan sebagai salah satu jalan masuknya cahaya, sehingga mengurangi pemakaian lampu. Belum lagi, bangunan modern seperti mal yang lebih berorientasi ke dalam ruang tanpa ada jendela, menggantungkan sepenuhnya pada lampu dan air conditioner ( AC ). Di kota besar, kalangan ekonomi menengah ke bawah menjadi target sejumlah rumah susun yang dibangun di pinggir kota, sehingga dibutuhkan banyak energi menuju kantor.”Arsitektur secara luas juga mempelajari urban planning, dengan memperhitungkan energi yang harus dikeluarkan oleh penghuni bangunan selama menjalankan aktivitasnya,”ujar Henry.

Dibandingkan Malaysia dan Singapura, kesadaran arsitektur hemat energi di Indonesia lebih rendah. Di Singapura, dalam aturan IMB ( izin mendirikan bangunan ), harus mencantumkan energi yang dikeluarkan. Adanya rencana kenaikan TDL pada tahun 2010, juga kian menipisnya cadangan sumber energi menjadi titik tolak bagi Indonesia untuk kembali berpikir ke arah penghematan energi. Pendidikan arsitektur turut menjadi kunci pentingnya mengutamakan bangunan hemat energi.

Dosen arsitektur Unpar, Alexander Sastrawan mengatakan, desain bangunan mempengaruhi konsumsi energi 50 %, sedangkan perilaku penghuni berpengaruh 25 % dan alat2 rumah tangga 25 %. Pendidikan arsitektur diharapkan dapat memperbaiki kelemahan2 dalam pemanfaatan energi. ( PR, 15/9/2009 )


hit counters
hit counter

Written by Savitri

23 September 2009 at 18:39

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Citizen journalist : kepercayaan, integritas & independen

leave a comment »

Go digital, baca koran online lewat laptop, mulai menjadi hal jamak dewasa ini.

Go digital, baca koran online lewat laptop, mulai menjadi hal jamak dewasa ini.

Berbagai wacana bahkan warning tentang masa depan suram bagi massa tradisional ( cetak dan elektronik ) di tengah tantangan era digital, sudah kerap disampaikan banyak pihak. Lihat Philip Meyer dalam “The Vanishing Newspaper : Saving Journalism in the Information Age, 2005”, yang menyebutkan 2043 akan menjadi tahun ketika semua surat kabar di Amerika mati.

Seruan untuk go digital, termasuk dengan beragam “jargon” turunannya semacam konvergensi atau pengintegrasian newsroom, telah menjadi keniscayaan yang mesti diadopsi institusi pers cetak. Pesan transformasi digital itu tetap menjadi common discourse pada WAN-IFRA Newsroom Summit Asia ( NSA ) 2009 selama 2 hari di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 – 9 Juli lalu.

Banyak hal penting yang diungkap dari pertemuan yang dihadiri para pemimpin redaksi, CEO media massa, serta para pengembang teknologi media massa. Satu pesan utama, situasi yang tengah dihadapi media massa tradisional begitu keras dan penuh ketidakpastian. Kreativitas, inovasi, dan kesungguhan melakukan perubahan, merupakan prasyarat utama agar tak ketinggalan zaman atau mati di tengah gelombang deras arus era digital.

Benang merah yang mengemuka, awak media massa tak bisa lagi mengklaim diri sebagai yang paling tahu segala hal serta menafikan perubahan di sekelilingnya, termasuk perubahan bahwa semua orang juga bisa melakukan praktik jurnalisme ! Perlahan tapi pasti, privilege jurnalis media mainstream semakin terpreteli oleh kehadiran kaum digital natives ; citizen journalists. Mereka yang karena pengetahuan dan pergaulan yang erat dengan internet, tak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi sekaligus produsen informasi.

Dr.Stephen Quinn, Associate Professor of Journalism, Deakin University, Australia, mendeskripsikan, kini berbagai akun digital sebagai media sosial di internet, kian tak terhitung jumlahnya. Sejatinya, Quinn ingin menggambarkan bahwa kini tersedia banyak kanal yang bisa dipakai siapa saja untuk melaporkan tentang apa saja, kapan saja, dan dari mana saja. Gempuran platform digital semacam inilah, tantangan besar yang dihadapi pers cetak kita. Apalagi, di tengah tidak pernah beranjaknya tiras surat kabar secara nasional.

Tak ada pola baku yang dianut atau diadopsi media massa mainstream dalam upaya go digital dengan membuat platform online ( dengan segenap turunannya ) sebagai media lain penyampai informasi ( selain cetak, televisi, radio ). Go digital memang sebuah keniscayaan ( taken for granted ), namun bagaimana upaya penyebaran informasi itu dalam beragam platform bergantung dan diserahkan pada kondisi, kebutuhan, dan kemampuan ( sumber daya dan dana ) intenal masing2 media.

Dietmar Schantin, direktur IFRA Newsplex menegaskan, konvergensi media melalui integrative newsroom ( satu newsroom untuk penyebaran content ke berbagai platform ) adalah jawaban bagi media mainstream/ tradisional untuk go digital. Akan tetapi, kenyataannya, beragam kreativitas bisa dilakukan, termasuk dengan masih memisahkan newsroom untuk platform cetak dengan newroom untun online dan platform lainnya.

Patrick Daniel, pemred “the Strait Times”, Singapura, menegaskan, dirinya tidak begitu peduli dulu dengan penerapan konvergensi atau integrasi di kelompok penerbitannya. Oleh karena itu, jangan terjebak pada adu argument di internal karena yang paling penting adalah membuat platform baru di luar cetak. Platform baru yang dikembangkan Singapore Holding Press ( SHP ) adalah siaran televisi berbasis internet ( ipTV ), Razor TV.

Namun, semua menyepakati matra dari Dietmar Schantin, perihal makna konvergensi. Hal yang terpenting adalah karakteristik dari setiap platform harus menjadi perhatian awak media. Memindahkan content cetak ke online, bukan perkara copy-paste. Karakteristik cetak dengan platform lainnya berbeda. Jangan sampai bukan konvergensi yang berlangsung, tetapi kanibalisasi karena asal mengisi content dengan mengesampingkan kualitas.

Apakah lantas content surat kabar cetak akan ditinggalkan begitu saja ? Tidak, bahkan justru harus terus ditingkatkan kualitas dan perfomanya agar tetap paralel dengan ekspetasi pembaca dan berbagai perubahan. Tren penurunan pendapatan dari platform cetak mempersyaratkan kreativitas tersendiri dari pengelolanya. Menurut P.N.Banji, direktur Asian Journalism Fellowship, tanpa harus kehilangan independensi, redaksi dapat berkoordinasi dengan bagian pemasaran dalam upaya merebut animo pembaca dan tentunya klien iklan. Tak ada pelanggaran etika jurnalistik karena fire wall redaksi dengan iklan tetap terjaga.

Redaksi menyampaikan rencana peliputan, menentukan tema, serta siapa yang diwawancarai. Tema liputan memperhatikan tren atau kebutuhan pembaca lewat survey atau penelitian litbang. Rencana peliputan itu dikoordinasikan dengan bagian iklan dan pemasaran untuk dijual. Pada saat eksekusi dengan klien iklan, yang berperan hanya bagian iklan. Redaksi tetap dengan independensinya.

Kita tak bisa mengelak dari gelombang deras era digital, Siapa lebih cepat dan siap, dengan penyediaan beragam platform, akan menyelami perubahan itu. Prinsip etis jurnalisme yang dipraktikkan dengan nyata oleh media mainstream adalah kekuatan utama di tengah era banjir informasi. Inti dari bisnis media sesungguhnya adalah kepercayaan khalayak. Kepercayaan itu identik dengan integritas dan independensi awak redaksi. ( Erwin Kustiman/ PR, 1/8/2009 ).

Blogger patriot di Vietnam dihukum penjara & berhenti blogging.

Seorang wanita dipenjara setelah mengkritik pemerintahan Vietnam dalam sebuah blog. Ia dibebaskan dengan syarat berhenti menulis dalam blog, Senin ( 14/9/2009 ).”Ini waktunya bagi saya menghentikan blog ini. Saya masuk ke dunia blogging sebagai suatu petualangan di dunia informasi. Akan tetapi, setiap permainan ada akhirnya,”kata Nguyen Ngoc Nhu Quynh dalam sebuah pernyataan yang ditulis tangan dan dipublikasikan dalam situsnya, menyusul pembebasannya dari penjara, akhir pekan kemarin.

Quynh adalah salah satu dari 3 penulis online, yang ditangkap akhir Agustus lalu oleh pemerintah Vietnam. Ketika penulis blog itu mengkritik kebijakan pemerintah Vietnam, tentang hubungan dengan pemerintah Cina. Menurut seorang diplomat asing, ketiga blogger juga berencana memproduksi kaos yang bertuliskan anti Cina. Mereka mengkritik pemerintah Vietnam, karena tidak mempertahankan sengketa territorial dengan Cina atas kepulauan Spratly dan Paracel di Laut Cina Selatan. Mereka juga keberatan dengan rencana Vietnam yang membiarkan investasi Cina secara besar-besaran ke tambang bauksit penting dan strategis di Central Highland. Saat ini, sebuah perusahaan Cina sedang membangun proyek, tsb.

“Saya salah dan bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukan,” tulis Quynh. Ia tahu keputusannya untuk berhenti blogging akan mengecewakan teman-temannya. Akan tetapi, ia sudah membuat janji untuk berhenti menulis dalam blog demi kebebasannya dari penjara.”Saya sudah membuat janji dan akan menepatinya.” Ia menjelaskan bahwa ia harus sadar dengan kenyataan dan kemampuan untuk mengekspresikan patriotisme itu dibatasi oleh realitas politik. Quynh mengatakan, jika saja dirinya berani seperti patriot2 Vietnam dulu, ia akan melanjutkan blog. Namun, setelah 10 hari di penjara, ia memutuskan untuk menyerah saja.”Dari dasar hatiku, saya percaya kita akan bertemu lagi di suatu tempat di jalan raya informasi yang sangat luas ini, karena berbagi kepercayaan pada roh Vietnam.”

Quynh ( 30 tahun ) yang membuka blog dengan nama pena “Aku Nam” atau “Ibu Jamur” dibebaskan Minggu ( 13/9/2009 ), seminggu setelah polisi membebaskan blogger lainnya, yakni Bui Thanh Hieu dan jurnalis online Pham Doan Trang. Juru bicara menteri luar negeri Nguyen Phuong Nga, mengatakan, ketiga blogger ditahan karena dituding telah mengganggu keamanan nasional. Pada awal tahun 2009, pemerintah memperketat peraturan bagi para blogger. ( PR, 15/9/2009 )

Komen A.Savitri :

Persaingan antara Blogger dan WordPress, sampai pengguna WordPress  di black list oleh sebagian penyelenggara ppc terutama Google Adsense.

Persaingan popularitas antara Blogger dan WordPress, sampai2 pengguna WordPress di black list oleh sebagian penyelenggara ppc.

Pengelola Kompasiana pernah menyatakan bahwa pembaca blog Kompasiana lebih banyak daripada koran Kompas edisi cetak. Keheranan saya tentang kian sulitnya tulisan menembus media cetak, terjawab sudah. Rupanya, banyak dari mereka seperti hidup segan mati pun tak mau. Kembang kempis. Banyak yang kolaps, gulung tikar. Apalagi majalah arsitektur kota. Saya pun jadi mengerti mengapa blog “Great People & City” ini cukup banyak pembacanya. Rupanya blog ini menjadi kanal bagi mereka yang tak menemukan konten seperti di blog ini di media off line. Ceruk kecil yang cukup berarti. Mungkin dibutuhkan.

Saya memulai blog ini, semula untuk memamerkan contoh tulisan yang dimuat di media cetak. Tak dinyana, dari hari ke hari, pembacanya kian banyak. Saya tak begitu tahu persisnya, apa yang mereka cari di blog ini. Dari statitik blog, yang paling banyak diklik adalah kisah Manohara, bencana Situ Gintung dan 2000 pulau akan tenggelam. Tulisan2 mengenai arsitektur kota berada di posisi2 berikutnya. Pembaca awam lebih banyak, rupanya. Tak heran media cetak arsitektur seret peredarannya.

Satu kelebihan blog di wordpress adalah kotak search. Saya bisa memanggil data yang saya perlukan dengan menulis kata kunci di kotak tsb, tanpa repot membalik-balikkan kertas seperti data arsip atau kliping saya. Waktu bisa dihemat. Blog ini tak ubahnya data base, perpustakaan, diary atau bahkan majalah online. Lengkap dengan fasilitas untuk umpan balik/ komen/ surat pembaca, pooling, menyimpan gambar/ naskah, juga kapling iklan. Saya cukup surprise ketika beberapa pengunjung sepikiran dengan saya dalam menggunakan blog, sama2 mencari data/ info dari blog ini. Seperti pengunjung perpustakaan saja. Bedanya, saya sekaligus yang mengisi, menulis, ilustrator dan editornya. More weird ?

Lalu ada istilah citizen journalist. Setiap orang bisa berpraktek jurnalisme. Iwan Piliang, blogger yang ulet menginvestigasi kasus terbunuhnya mahasiswa Indonesia di Singapura, David Hartanto, mengaku dirinya seorang citizen journalist. Saat itu, definisi tsb masih sedikit abstrak buat saya. Apalagi, buat orang sekitar saya. Sulit menjelaskan profesi baru tsb pada mereka. Wong, menyebut penulis atau kerjaannya menulis, alis mereka sudah mengernyit dalam, meragukan. Sungguh, tantangan tersendiri.

Tapi kemudian media cetak, radio, televisi juga mulai nyebur ke dunia maya. Di satu sisi, kita makin sadar bahwa dunia online kian bergaung dan menjadi andalan masa depan. Di sisi lain, habitat para blogger dan surfer yang semula “blue ocean” ini nantinya bisa jadi arena pertarungan berdarah-darah memperebutkan pengunjung. Semoga persaingan sehat yang terjadi. Semoga pembaca online lebih smart dalam memilih situs dan blog yang berkualitas dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Karena aturan hukum di dunia maya lebih sulit diterapkan daripada di dunia “nyata”. Kita tahu media2 surat kabar zionis di Amerika telah menyesatkan mayoritas publik di sana tentang keadaan sebenarnya di Timur Tengah dan negeri2 muslim, juga Indonesia. Betapa powerfull-nya kekuatan media dalam perwajahan kekuasaan di muka bumi ini, yang sayangnya masih penuh ketimpangan dan ketidakadilan.

Namun, di atas semuanya Allah Swt masih penguasa mutlak di jagad raya ini. Dengan keimanan ini, saya berharap blog “Great People & City” bisa berarti untuk anda, para pembaca. Saya coba arungi lautan luas cyber ini dengan pengalaman hidup, persentuhan saya dengan beragam situasi, juga orang2 yang dihadirkan-Nya ke hadapan saya untuk memperkaya batin, selanjutnya dibagikan ke khalayak pembaca.

Saya juga berharap, Indonesia masih cukup memberi ruang gerak bagi para blogger untuk menyuarakan perbaikan kualitas produk, layanan jasa/ publik dan kehidupan bernegara. Jangan sampai sikap patriot malah dihajar penjara. Kontra produktif terhadap kemajuan bangsa. Kasus Prita semoga hanya kasus anomali, lebih disebabkan oknum di badan peradilan kita, bukan pandangan secara umum. Kita tak ingin daya tarik tulisan online yang berani dan menyentil, terpasung oleh kekakuan penguasa dengan berbagai dalih. Kita tetap ingin memikat dan mencerahkan. Thanks for reading, people ..


hit counters
hit counter

Written by Savitri

23 September 2009 at 18:16

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

PKL direlokasi ke tempat orang masih mengalir ramai.

with 3 comments

Minggu pagi, lapangan Gasibu seolah menjadi rumah kedua bagi PKL, sekaligus tempat calon pebisnis memulai debut usahanya.

Minggu pagi, lapangan Gasibu seolah menjadi rumah kedua bagi PKL. Juga tempat calon pebisnis memulai debut usahanya.

Penanganan masalah pedagang kaki lima ( PKL ) di kota Bandung tidak bisa dilihat hanya melalui pendekatan penertiban. Diperlukan pendekatan penataan ruang yang saling menguntungkan. Akar masalah PKL tidak berada di kota Bandung. Inti utamanya kurangnya penyediaan lapangan kerja serta pembangunan ekonomi pedesaan. Menurut Ermaula Asaseang, ketua Ikatan Ahli Perencana Jawa Barat, solusi yang paling prinsip adalah penyediaan lapangan kerja di pedesaan. Hal itu tak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah tetapi juga oleh pemerintah pusat.

PKL bergerak pada sektor informal. Keberadaan mereka terkait dengan keberadaan lapangan kerja dan permintaan masyarakat. Artinya, selama masalah lapangan kerja tidak terselesaikan, hal itu akan berkorelasi dengan keberadaan PKL. PKL hadir karena ada permintaan pasar. Persoalannya, ruang untuk memenuhi permintaan itu tidak tersedia. Daerah yang dilarang adalah daerah yang ramai dikunjungi orang. Otomatis PKLakan lari ke daerah yang ramai tsb, ujar Ermaula. Ia menyarankan pemkot Bandung melakukan evaluasi terpadu dan melakukan simbiosa penataan ruang yang menguntungkan tanpa mengganggu sektor informal.

Pemandangan tenda biru dari atas. PKL adalah katup pengaman krisis bagi sebagian besar masyarakat kita. Namun, jika tidak ditata menyumbang kemacetan dan kerugian bagi penghuni kota lainnya.

Pemandangan tenda biru dari atas. PKL adalah katup pengaman krisis ekonomi bagi sebagian besar masyarakat kita. Apalagi menjelang lebaran sekarang ini. Kemana pun mata memandang, mudah dijumpai lapak2 pedagang kecil. Namun, jika tak ditata dengan baik, keberadaan mereka bisa menyebabkan kemacetan dan kerugian bagi penghuni kota lainnya.

Penertiban PKL oleh satpol PP. Kwik Kian Gie pernah bilang di "Economic Challenge", kalau para pedagang kecil ini tidak diberi ruang untuk hidup, mereka bisa gelap mata membunuh orang2 kaya di negeri ini. Relokasi PKL harus dilakukan dengan bijak, beri pengganti yang memungkinkan mereka bertahan hidup.

Penertiban PKL oleh satpol PP. Kwik Kian Gie pernah bilang di "Economic Challenge", kalau para pedagang kecil ini tidak diberi ruang untuk hidup, mereka bisa gelap mata & membunuh orang2 kaya di negeri ini. Relokasi PKL harus dilakukan dengan bijak, beri pengganti yang memungkinkan mereka bertahan hidup.

“Yang dibutuhkan, pemerintah menyediakan ruang juga koridornya. Misalnya, dengan membangun terowongan yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, seperti di kawasan Alun-alun.” Ermaula mencontohkan, penataan yang dilakukan di Blok M, Jakarta, yang dinilainya berhasil. PKL direlokasi ke ruang bawah tanah, namun orang2 yang melewati bangunan itu juga dialirkan melalui tempat tsb.”Akhirnya, PKL berhasil direlokasi karena aliran orang tetap ke tempat mereka berjualan. Kemudian, badan jalan pun bersih dari PKL. Ini semestinya bisa diterapkan di Alun-alun,”katanya. ( PR, 12/9/2009 )

hit counters
hit counter

Written by Savitri

16 September 2009 at 15:50

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Ramadhan ala manula & penyapu jalan

with 3 comments

Paket sembako Idul Fitri untuk penyapu jalan, pegawai kurang mampu dan para duafa.

Kelompok Bhakti Sosial Pengusaha ( KBSP ) kota Bandung bekerja sama dengan HU.Pikiran Rakyat menyerahkan 1.500 paket bingkisan sembako kepada pegawai PD Kebersihan kota Bandung, Senin ( 14/9/2009 ). Penyerahan bantuan dilakukan di 4 lokasi dalam 4 wilayah di kota Bandung, yaitu Jl.Cicukang, daerah Sekelimus, daerah Pasir Impun dan wilayah Bandung utara.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota, seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Ketua pelaksana kegiatan, Siang King, mengatakan, bantuan tsb merupakan bentuk penghargaan warga kota Bandung atas kerja keras para petugas kebersihan. Pasalnya, kota Bandung takkan bisa menjadi kota yang nyaman tanpa kontribusi dari petugas berseragam kuning itu.”Mereka setiap hari menyusuri setiap ruas jalan untuk membersihkan sampah dan memerangi kekotoran agar kota ini bersih dan nyaman. Kalau tidak ada mereka, kota ini tidak akan bersih.”

Siang King menambahkan, bantuan yang diserahkan tsb merupakan swadaya masyarakat. Meskipun jumlahnya tak seberapa, ia berharap, bantuan itu dapat memacu masyarakat lainnya untuk berbuat serupa. Salah seorang petugas kebersihan, Engkus, sangat berterima kasih menerima bantuan tsb. Apalagi, saat ini kebutuhan sehari-hari dirasakan meningkat.”Bantuan ini sangat saya syukuri, karena bisa membantu mencukupi kebutuhan mendekati lebaran,” ujarnya.

Selain KBSP, Pemkot Bandung bersama Badan Amil Zakat ( BAZ ) kota Bandung juga membagikan bingkisan sembako dan uang tunai. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda kota Bandung, Ubad Bactiar mengungkapkan, dari zakat profesi PNS di lingkungan Pemkot Bandung, terkumpul dana Rp.598,25 juta. Dana tsb diperuntukkan bagi 2.218 pegawai kurang mampu di lingkungan Pemkot Bandung, masing2 memperoleh Rp.250.000,-

BAZ kota Bandung, juga menyerahkan 2.000 paket sembako Idul Fitri bagi duafa masyarakat umum. Paket tsb dibagikan ke 30 kecamatan, masing2 60 paket. 200 paket lainnya bagi mustahik yang mendatangi sekretariat BAZ. BAZ juga menyerahkan bantuan senilai Rp.30 juta kepada korban bencana alam gempa di Jawa Barat. Bantuan diserahkan melalui dompet gempa HU.PR serta Rp.20 juta bagi korban gempa di kota Bandung. Walikota Bandung, Dada Rosada berharap, seluruh PNS di lingkungan Pemkot Bandung, dapat meningkatkan kepedulian sosial. ( PR, 15/9/2009 )

Kebersamaan manula di panti jompo

Berkumpul bersama anak cucu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua ketika usia senja mendekat, terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini. Menjalankan ibadah puasa di tengah keluarga tercinta akan memberi makna tertentu dan memperkaya pengalaman batin. Namun bagi ke 40 penghuni Panti Sosial Tresna Wredha Budi Pertiwi, Jl.Sancang no.3 Bandung, berkumpul bersama teman sebaya juga membahagiakan.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 mereka.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 TK & SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 & cicit mereka.

Para orang tua ini bukannya tidak ingin berpuasa bersama keluarga, tetapi mereka memang lebih memilih untuk tinggal di panti. Alasan mereka karena di panti banyak kegiatan dan tidak merasa tua. Walaupun usia sudah sepuh tetapi mereka tetap memiliki semangat tinggi ingin menjalani Ramadhan dengan rangkaian amal ibadah.

Ny.Wahyu ( 75 ), penghuni panti, menuturkan, Ramadhan kali ini adalah pengalaman pertamanya berpuasa di panti. Tak ada rasa sedih karena harus berpisah dari 7 anaknya. Ny.Wahyu malah senang bisa beribadah di panti. Dimulai dari sahur bersama, kemudian tadarus, membaca shalawat nabi, bermain angklung, menghafal 99 asmaul husna, buka puasa bersama, dan ditutup dengan tarawih berjemaah di mushala panti.

“Semua kegiatan ini kami kerjakan setiap hari, kecuali bermain angklung, itu hanya setiap Kamis. Kalau sore, sambil menunggu bedug Maghrib, kami ngobrol2, biasanya ngomongin cucu atau penyakit yang lagi dirasa.” Untuk lebaran nanti, Ny.Wahyu berencana untuk tetap tinggal di panti. Anak-anaknya yang tinggal berpencar saat ini akan mendatanginya. Suasana panti akan tetap ramai saat lebaran nanti, karena banyak juga yang merayakan lebaran di sana.

Ny.Mumun ( 73 ) menceritakan, kendati tak bersama keluarga, namun suasana lebaran di panti tak kalah meriah. Usai menunaikan shalat Idul Fitri dan bersilaturahmi, biasanya para penghuni panti makan bersama. Tak lupa, menu ketupat dan opor ayam pasti tersaji di atas meja makan. Lansia yang telah 5 kali berlebaran di panti ini mengaku betah tinggal di sana. 6 anaknya, tinggal jauh darinya, yaitu di Kalimantan dan Australia. Jadi, kalau lebaran anak2 yang mendatanginya.”Walau pun betah tinggal di panti, suka kangen juga sama anak dan cucu. Untung sekarang ada telepon, jadi gampang kalau mau mengobrol atau tanya kabar,” kata nenek dari 15 cucu ini.

Lain lagi cerita Ny.Muryati ( 86 ). Nenek 10 cucu ini sudah 6 kali menjalani ibadah puasa di panti. Ia tak pernah bosan tinggal di panti dan selalu senang jika Ramadhan tiba. Namun, tiap lebaran ia pasti dijemput oleh anaknya untuk merayakannya di Jakarta.”Keenam anak saya tinggal di Jakarta, jadi kalau lebaran pasti kumpul di sana. Tetapi, pasti pulang lagi ke panti,” ujarnya sambil tertawa. Menurut Muryati, jika tinggal bersama anak-anaknya, ia merasa sudah tua dan sakit-sakitan. Anaknya melarang ini itu dan segala sesuatu harus diladeni. Padahal Muryati tidak ingin diperlakukan seperti itu.

Kebetahan para penghuni panti ini dibenarkan wakil ketua pengurus Panti Sosial Tresna Wredha, Ai Djoewarsa ( 61 ). Menurut Ai, kebanyakan dari mereka tinggal di sana sampai tutup usia. Jika Ramadhan seperti ini, yang terjadi dip anti adalah kegiatan ibadah yang tak pernah putus. Selain itu, tak sedikit juga yang mengadakan bakti sosial dan buka puasa bersama di panti.”Alhamdulillah kepedulian masyarakat makin meningkat. Penghuni panti merasa bahagia kalau mendapat kunjungan dari anak2 TK atau SD. Mungkin mereka ingat cucu atau cicitnya. Terkadang sampai ada yang menitikkan air mata kalau dikunjungi anak2 TK atau SD,” tutur Ai.

Ai mengatakan, untuk menu masakan yang disediakan bagi para penghuni panti, disesuaikan dengan kondisi mereka. Biasanya penggunaan gula sedikit dikurangi. Selain itu, sebisa mungkin tidak disajikan makanan yang bercita rasa pedas. Apa pun yang disediakan di panti, para penghuninya selalu bersyukur atas apa yang mereka terima. Bagi mereka, masih diberi usia panjang oleh Allah merupakan anugerah yang tak ternilai. Tak hanya itu, mereka juga bahagia bisa berkumpul dan berbagi cerita bersama teman sebaya. Seperti kata Ny.Wahyu,”Allah itu Maha Sayang pada kumpulan nenek2 ini.” ( PR, 11/9/2009 )

Komen A.Savitri :

Berbeda dengan Barat, tradisi Timur untuk memuliakan orang tua yang sudah lanjut usia masih dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat kita. Agama Islam juga menganjurkan demikian. Saya agak surprise membaca tulisan di atas ; ternyata sebagian manula sekarang lebih memilih tinggal di panti wreda. Saya teringat cerita ibu ketika tinggal di rumah kakak, beliau kelelahan mengawasi cucu, tegang mendengar pertengkaran di sana, dan cemas harus memikirkan menu yang harus dimasak di sana. Ibu menjadi seperti koki di rumah putri keduanya, seperti numpang, bukan tinggal di rumah sendiri. Lho ? Pulang dari sana, ibu terlihat kurus, kurang sehat dan stres.

Mungkin hal kurang mengenakkan ini juga dialami oleh para ibu yang memilih tinggal di panti wreda hingga akhir hayatnya. Mereka tak ingin merepotkan anaknya ( juga direpotkan hingga seperti koki, binatu, baby sitter atau bahkan pramuwisma. Tenaga dan daya ingatnya tak sebaik dulu ). Jadi, ibu tinggal bersama saya, yang mesti rajin memeriksa kunci pintu jika beliau keluar masuk rumah, mengingatkan makan dan shalat beliau. Saya juga mesti bisa senyum tenang ( padahal hati sangat berdebar ) mendapati ibu sudah ada di atas genting memperbaiki atap bocor atau mengecat plafon. Saya harus cool, kooperatif, menyanjungnya, membangkitkan semangatnya, menyediakan ruang baginya agar merasa berdaya, tetap percaya diri, merasa berguna, seiring kekuatannya yang terus menurun. Hari demi hari, saya dibuat-Nya makin sayang pada ibu.

Acara favorit kami berdua di bulan Ramadhan ini adalah menonton acara berita, komedi dan siraman rohani di televisi seraya berbuka atau sahur. Tak perlu keluar duit banyak menghadiahi barang2 mahal, piknik di tempat2 mewah, atau titel berderet, untuk menyenangkan orang tua. Cukup hadir seutuhnya, berbinar tulus dan bercengkerama ( ngobrol ringan, santai ) dengan beliau. Dunia serasa milik berdua. Just the two of us.

Selamat berhari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir batin …

hit counters
hit counter

Written by Savitri

16 September 2009 at 15:19

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.