Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Banten

Listrik Padam 12 Jam Se-Jawa. Bencana Megathrust, Class Action ?

leave a comment »

Pemeliharaan kawat transmisi listrik PLN Minggu kemarin ( 4/8/2019 ) tak diduga berbuah kehebohan. Semoga berbuah perbaikan mendasar pula.

Kisah bermula dari 4 kawat yang mengalirkan listrik murah dari timur ke Barat, jelas Sripeni, plt. dirut PLN ( Prime Time News, MetroTV, 5/8/2019 ). Minggu siang itu ( 4/8/2019 ), petugas sedang melakukan pemeliharaan rutin satu kawat ( dari benang layang yang tersangkut, ranting pohon yang patah, kotoran burung, dsb ). Tak disangka-sangka, 2 dari 4 kawat transmisi itu mengalami gangguan di Ungaran-Pemalang, Jateng ( kemen ESDM, polisi berencana menyelidiki penyebabnya/ kemungkinan sabotase, orang dalam pasca dirut PLN SB jadi tersangka KPK karena kasus suap PLTU 1 Riau, atau ulah radikalis pengacau di masa proses peninjauan izin FPI dan pasca meledaknya 6 bom di Thailand sekitar 500 m dari lokasi KTT ASEAN, atau karena dampak gempa di jalur Megathrust kemarin ) sehingga arus listrik yang sangat besar itu hanya bisa melalui satu kawat hingga terblokir otomatis oleh PLTU Suralaya ( melebihi beban yang bisa ditanggung kawat 500 KVA ) berakibat terganggunya pasokan listrik di Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Kami di Kota Bandung merasakan lampu padam ( black out ) dari jam 11.50 sd 22.30 lalu byar pet ( saya sendiri baru melek dari tiduran/ gelap jadi terang jam 00.43 WIB Senin dini hari. Tidak mati lampu lagi setelah itu. Namun, wilayah lain masih byar pet secara sporadis. Jokowi yang sidak 15 menit lebih awal Senin pagi kemarin terlihat gusar meminta penjelasan direksi PLN yang menjawab sangat teknis. Presiden menegur plt dirut agar punya kalkulasi matang dan back up plan/ rencana cadangan agar jika terjadi gangguan tak terduga lagi tak sampai merugikan dan merepotkan banyak orang seperti ini.

( ketika Fukushima dan PLTN lainnya di-shutdown karena tsunami melanda Jepang waktu itu, mereka punya stok BBM/ batubara untuk 3-6 bulan, sehingga evakuasi dan pemulihan/ pasokan listrik bisa cepat dilaksanakan )

Fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit, SPBU/ gas/ biofuel, terminal MRT, KRL, BTS operator seluler sampai ke ujung wilayah mestinya punya generator set, solar cell/ panel surya untuk energi cadangan. Bis/ motor listrik juga punya sistem hybrid ( dengan green fuel ), jika listrik padam, atau jika bencana Megathrust terjadi ( BMKG memprediksi setelah gempa Mag. 6,9 di Banten kemarin 2/8/2019, benar terjadi dalam waktu dekat. Siklus 400 tahunan ? setelah tsunami dahsyat akibat gempa Mag. 8,8 pada tahun 1600-an di jalur barat Sumatera, selatan Jawa, Nusa Tenggara, utara Papua sampai utara Sulawesi. Ada 5000 desa tanggap bencana yang sedang dikebut BNPB di pesisir jalur maut tsb. Di Jawa sendiri ada 500 desa. BMKG meminta para kepala daerah untuk cepat tanggap mengedukasi dan mengevakuasi warganya jika status waspada, status siaga diberitahukan lewat aplikasi BMKG ( warga juga perlu tahu persis apa yang harus dilakukan di tiap status kebencanaan, kemana warga harus lari, shelter-nya di mana saja, 20 detik terasa gempa lunak/ keras segera keluar bangunan dengan tenang dan tertib, sambar sepatu kets dan tas survival dekat ranjang berisi kartu identitas, satu stel baju ganti, mukena, selimut, senter/ lilin, korek api, pisau lipat serbaguna, garam, surat penting, uang, ponsel, batere cadangan, sikat gigi, minyak kayu putih, kresek, misting, sendok dan botol minum )

Di luar negeri, pemadaman yang ditolerir hanya sejam dalam sebulan ( jika lebih, warga bisa dapat gratis satu bulan pada tagihan listrik berikutnya dengan bukti laporan pengaduan di akun perusahaan listrik mereka ). Menurut aturan permen ESDM no.27 tahun 2017, jika terjadi pemadaman merugikan seperti kemarin, PLN akan memberi diskon 30% pada pelanggan terdampak saat membayar tagihan bulan depan. Cukup ?

Cukupkah membayar nyawa satu keluarga di Bekasi yang tewas oleh ledakan genset yang beroperasi maksimal 3 jam, padahal padamnya lebih dari 10 jam ( bahkan belum menyala atau masih byar pet sampai sekarang. Kami di Lampung sering byar pet, bahkan rutin padam tiap akhir pekan. Kok baru 10 jam mati listrik, orang di Jawa ribut banget sih ??, gerutu pemirsa EMI dari luar Jawa iri )

4 jalur gerbong MRT terjebak pemadaman sehingga harus membuka pintu darurat. Ribuan orang penumpang KRL terdampar di peron menunggu lampu nyala. Sebagian penumpang MRT masih dievakuasi jam 10 malam di stasiun bawah tanah. Ortu disibukkan oleh bayi menangis karena ASI basi di kulkas, kompor listrik tak berfungsi/ tak bisa masak, pompa air mati/ tak bisa mandi, sinyal terganggu/ transaksi online batal, rumah sakit kecil tak punya genset/ operasi pasien terhenti, bandara, pelabuhan, stasiun, mal rugi 75% dari omzet harian mereka karena para pengunjung terjebak dengan kesulitannya masing-masing. Mati listrik, mati peradaban. Apa Indonesia masih gagap dengan peradaban modern sehingga kita seperti kembali ke zaman batunya Flinstone kemarin ? Bagaimana kalau musuh menyerang ketika kita lagi sibuk cari korek dan lilin lalu tersandung ? Bagaimana nasib RSI di Palestina, dan 15% ( wilayah ) rakyat Palestina yang tersisa ? Bagaimana jawaban kita pada Tuhan ??

Class action sedang trend, setelah kasus polusi Jakarta ( gubernur Emil di FB-nya mempertanyakan gugatan koalisi sipil DKI terhadap dirinya seperti Jaka Sembung/ tak nyambung. Karena semasa kepemimpinannya, Kota Bandung menjadi kota terbersih udaranya se-ASEAN dengan program taman tematik di seantero kota, Bandung Berkebun, pemasangan alat pengukur udara baru di tempat-tempat strategis, Bike to Work, sepeda motor listrik, dsb, yang kini sedang diterapkan di Bekasi, Depok, dsb. Mungkin para pemrotes skeptis jika cuma gubernur Anies yang mengatasi, karena arus komuter dengan kendaraan belum ramah lingkungan juga datang dari area sekitar Jabar, Kang. Siapa tahu mereka berharap kesuksesan Bandung bisa diterapkan di Jakarta ? Para pemrotes sedang di ambang sakit Ispa, dll. Mohon maklum ).

Apa kita bisa minta menteri penanggung jawab listrik padam untuk mundur seperti di Korea ? Semua negara maju di dunia pernah mengalami black-out. Indonesia juga pernah padam se-Jawa Bali tahun 2002. Bedanya, mereka tak terulang lebih dari sejam. Di sini masih terulang sampai lebih 12 jam, dan pelayanan PLN dengan target 35.000 MW masih belum memuaskan. Byar pet, tanpa hukuman di banyak wilayah di luar Jawa ( warga hanya bisa pasrah atau menggerutu ). Warga telat bayar berdampak denda, makian ala debt collector, teror di telpon dan rumah dari pihak ketiga. PLN padam lebih 10 jam, cukup diskon 30% tagihan bulan depan. Gak kapok ?

Bisa begitu-begitu layanannya ke depan jika tak di-shock terapy. Seperti menghadap tembok tebal ketika berupaya menembus transparansi pengelolaan PLN yang memegang monopoli kelistrikan di tanah air ( masih utang triliunan pada subkon ). Class action yang diusulkan banyak pihak juga percuma, selama permen ESDM dan UU ketenagalistrikan tak direvisi. Selasa ini, setahu saya DPR RI akan bertemu direksi PLN dan merevisi pasal kompensasi di permen. Rabu besok, giliran Ombudsman yang menginvestigasi. Narsum dan pemirsa EMI minta PLN diberi saingan agar lebih terpacu kinerjanya. Seperti ada AP 1, AP 2 di dunia penerbangan. Pelindo 1, Pelindo 2 di jaringan pelabuhan. SPBU swasta di sektor BBM untuk sparing partner Pertamina. Atau perusahaan lain di bawah menteri ESDM/ BUMN/ menko yang membeli listrik swasta ( dari pengusaha batubara, biofuel. Warga/ komunitas diberi insentif jika bisa menjual listrik ke pemerintah dari panel surya di atap rumah masing-masing setelah mencukupi kebutuhan sendiri. Tiap daerah punya potensi listrik yang khas yang bisa dimanfaatkan ) untuk dijual ke rakyat dengan harga pasal 33 UUD 1945 ( sebesarnya kemakmuran rakyat, tapi bisnis tetap survive meski profit sedikit ).

Di EMI ( MetroTV, 5/8/2019 ), Sripeni mengatakan : ke depan PLN akan membangun pembangkit listrik di Banten dan menambah 2 kawat transmisi lagi agar tak terjadi ledakan arus dari jarak yang jauh ( sistem interkoneksi butuh perangkat yang andal/ reliable, perawatan dan pengawasan yang prima. Polri-TNI bisa dikerahkan untuk menjaga area sekitar menara Sutet dari pohon ambruk, pemukiman dan gangguan lain. Ketahanan energi dan pangan adalah aspek penting pertahanan negara ).

Jakarta butuh sekitar 5000 MW, Jawa Barat 3500 MW, Banten 1200 MW. Ya, kita sudah lihat plt dirut PLN minta maaf atas pemadaman ini, dan mengakui kelambatan perbaikan tsb. Itu bagus. Tinggal sekarang tindak lanjutnya agar zaman batu tak terulang lagi. OK ?

********************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing.

“Anak Salah Tetap Berharga”- by Vitrisa ( topi blankon batik, dasi motif garis – Jateng )

Iklan

Ex-HTI di Saparua Park, FPI Stop, Politik Nasgor. Green Plastic, Polusi Jakarta, UU Perlindungan Data Pribadi. Impor Rektor ? Gibran ?

leave a comment »

Setelah diprotes Banser NU di masjid pemprov DKI, ternyata Fe*** Si*** ( ‘mualaf’ tokoh ex-HTI ) masih diundang Shaf Musli*** ceramah di Saparua Park, Kota Bandung ( KLCBS FM, 31/7/2019 ) dalam acara Musli*** Day, Sabtu lusa ( 3/8/2019 ). Ceramah pertama dan disebut pertama pula. Kok bisa lolos ya ?

Kita ingat saat rusuh di depan Bawaslu 21-22 Mei 2019 kemarin, terlihat ibu berjilbab memungut dan melempar batu ke arah aparat pengaman di layar TV ( 327 polisi cedera, bahkan sampai remuk mulutnya ). Bisa jadi, jika diizinkan demo berikutnya, emak-emak itu akan memanah para pengaman kita dan penjaga NKRI, karena di acara Saparua lusa ( dari jam 8-18 ) mereka akan diajari cara memanah oleh komunitas pemanah trampil, selain mendengar ceramah dari sekian narsum dan melihat bazaar.

Penyiar radio favorit saya heran kenapa belum lama berselang Shaf menggelar acara, kini sudah promo acara lagi ? Hmm.. saya duga ini terkait dengan tuntutan massa change.org yang lebih banyak minta pembubaran ormas radikal FPI yang pro-ISIS ketimbang yang mendukungnya. Di Mata Najwa, 31/7/2019, anggota FPI itu mengkamuflase tindak kekerasan anarkis mereka dengan diksi memperjuangkan ‘konsep’. Kita tahu gerombolan kepala batu yang bertingkah bak penegak hukum itu mengusung isu ‘khilafah ala takfiri’ ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ), seperti ISIS, jagoan mereka yang membolehkan menumpahkan darah orang yang mereka cap kafir, atau disamarkan dengan konsep ‘NKRI Bersyariah’.

Di akunnya Mahfud MD, bahkan ada yang komen sok tahu soal khilafah di akhir jaman sebagai keniscayaan. Kita tahu soal Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal di masa itu. Tapi bukan khilafah model takfiri yang merasa di atas dan paling benar sendiri yang kita mau ikuti ( baca : bukan FPI, ex-HTI, IM, ISIS, Al-Qaeda dan sejenisnya yang salah menafsirkan dalil agama dan menyalahgunakan ayat demi kepentingan elit dan donaturnya/ zionis di puncak ambisi kekuasaan ). Namun, khilafahnya Imam Mahdi kelak, atau kini, khilafahnya ulama NU ( NKRI ber-Pancasila ). Orang tekstualis tak mampu melihat Pancasila/ intisari kearifan lokal leluhur dan pendiri bangsa Indonesia dalam ayat dan hadis. Mereka benar-benar mencari kata berhuruf p-a-n-c-a-s-i-l-a di kitab suci. Naif.

Soekarno yang menamai saja baru di abad 20 M. Rasulullah lebih dulu abad 7 M. Leluhur kita ribuan tahun sebelum Masehi, di mana ribuan nabi sudah diturunkan Allah untuk mengajarkan kebajikan dan tuntunan-Nya, yang kemudian disempurnakan-Nya melalui ratusan wahyu/ ayat Qur’an yang diturunkan pada nabi dan rasul terakhir-Nya, Nabi Muhammad Saw. Ringkasnya, para pengusung ‘khilafah’ ala takfiri itu ngeles dengan argumen khilafah yang hak, setiap dikritik gagal paham. Lho, yang masalah itu kalian ( takfiri ), bukan khilafah-nya. Kok, muter mumet berbusa di “khilafah” sih ? Tujuan benar harus dicapai dengan cara benar ( bukan fitnah, kekerasan seperti yang selama ini kalian lakukan ). Kebayang deh jika kalian sampai berkuasa, betapa banyak non muslim yang dibantai di sini setiap mengkritik kalian, seperti di Afganistan, Irak, Libya, Mesir, Suriah, Yaman. Baru ormas saja, kalian sudah gemar menebar teror, kekerasan dan intimidasi. Siapa pun yang menghalangi tujuan kalian akan kalian tumpahkan darahnya ke jalanan kan ? Seperti sesumbar HRS di banyak orasinya. Wajar jika banyak warga menolak kehadiran kalian yang bengis penuh tipu daya. Wajar pula jika kini HRS terpuruk di penjara Saudi. Siapa pun yang mendustakan agama akan diberi kehinaan oleh-Nya di masa akhir. Amar ma’ruf nahi munkar dalam satu nafas. Mengenyahkan kebatilan dengan cara yang benar ( bukan ikut batil nan sesat ).

Simpatisan FPI/ ISIS mengancam akan mengerahkan massa jika izin perpanjangan ormas FPI ditolak. Ngapain emak-emak dikumpulkan hingga 3000 orang di Saparua dan diajari memanah di masa kemendagri sedang memproses perpanjangan izin ormas radikal FPI ? ( di TKP Bawaslu 22 Mei ditemukan banyak panah. Di kompleks pontren DT milik AAG yang pro ex-02/ 212 juga ada kursus memanah dengan alasan mengikuti sunah ). Bukan kebetulan kan ?

Beberapa waktu lalu, pemirsa EMI dari Bekasi, mengkritik dualisme menag yang menghimbau umat muslim jangan melakukan “sweeping”. “Mbok, langsung dihukum, gak perlu pabrik kata-kata”, kecamnya pedas,”.. dan pake bahasa Indonesia yang dimengerti” ( sweeping atau penyapuan penyakit masyarakat terhadap restoran/ tempat hiburan yang buka tanpa sungkan saat negeri 90% mayoritas muslim ini sedang berpuasa ramadhan. Penelpon non muslim ini mestinya membandingkan dirinya dengan sebagian warga Amerika non muslim yang malah ikut puasa menghormati rekan kerjanya yang sedang ibadah ramadhan. Tidak mencak-mencak kurang ilmu begitu gara-gara 30 tahun, izin bangun tempat ibadah di lingkungan tak kunjung keluar izinnya. Bangun rumah atau gedung perlu izin tetangga.

Izin ormas juga perlu izin pemerintah/ aturan UU. Jika tak mengikuti dasar negara ( Pancasila yang menjiwai UUD 1945/ konstitusi ), AD/ ART dan tindakannya, maka ormas tsb tak diizinkan berdiri di teritori Indonesia. Prinsip ini berlaku untuk semua ormas, partai dan lembaga di Indonesia. Indonesia negara hukum. Jelas ?

Yang mau FPI dibubarkan itu mereka yang suka pornografi, tuduh wakil FPI. Weleuh.. ( HRS itu juga diancam pasal pornografi kan ? ). Yang benar, yang mau FPI bubar itu warga Indonesia yang cinta tanah air dan beragama dengan benar. Kita tak mau negeri besar nan indah ini hancur karena kenaifan kalian yang dibodohi elit/ pion zionis. That’s all.

Indonesia termasuk Negara Bangsa, kata orang NU. Istilah Negara Bangsa mulai dikenal pada abad 17 ( masa
Kekhalifahan Turki ), ketika Napoleon yang ingin membelahnya menyebut bangsa Mesir dan bangsa Turki ( Quraish Shihab, 28 /5/2019 ). Nasionalisme ala Negara Bangsa terbukti mengalahkan pasukan Gurkha, India, yang sangat ditakuti kekejamannya dimotivasi perut lapar dan nistanya kemiskinan. Nasionalisme arek Suroboyo dan para pejuang pendahulu kita terbukti mengalahkan Gurkha, Belanda, Sekutu/ AS-Inggris sehingga kita merdeka dan bertahan hingga hari ini dst. Pancasila terbukti menyatukan kita, 34 provinsi, sebagai NKRI. Tanpa Pancasila, takkan ada Indonesia. FPI, ex-HTI, IM, sempalan Al-Qaeda, yang mau mengganti Pancasila, atau mengembalikan 7 kalimat di sila pertama yang bisa memisahkan warga WITA, WIT atau warga non muslim dari WIB, harus kita hentikan. Karena Indonesia takkan ada tanpa saudara kita yang non muslim. Indonesia kuat berdaulat dan bisa membantu memerdekakan Palestina jika tetap besar wilayahnya ( tidak berkeping seperti maunya donaturnya ormas radikal/ zionis Israel si penjajah ). Pilih non muslim yang Pancasilais, atau pencatut Islam yang anti Pancasila ? Sebagai WNI, saya pilih yang Pancasilais. Hentikan FPI dan ormas radikal.

Menggelikan, melihat wakil FPI tersedu di acara Mata Najwa ( Trans7, 31/7/2019 ) minta HRS dipulangkan. HRS itu tak tersedu melihat lebih 300.000 rakyat Suriah dibantai ISIS, idolanya HRS. HRS juga takkan tersedu jika 300.000 WNI di sini dia lemparkan ke mulut ISIS. Saya pikir, biarkan HRS di penjara Saudi 30 tahun lamanya ( kemarin ada TKI yang dibebaskan setelah mendekam selama itu di penjara Saudi karena overstay ). Pelajaran bagus bagi HRS dan para pengikutnya agar tak mulut besar, kepala batu, dan meneror orang demi mengganti Pancasila.

BL AND ACT FRIEND ?

Situs jual beli unicorn BL diprotes netizen karena berdonasi untuk Palestina dan Suriah lewat ACT ( lembaga donasi berbendera hijau-putih-hitam dengan 3 bintang di tengah, untuk ‘jihadis’ pemberontak Suriah/ teroris. BL tempo hari juga mengkritik pemerintah soal infrastruktur digital. ITB menurut BIN termasuk perguruan tinggi yang terpapar paham radikal. Si founder juga menuduh hoax soal ACT teroris yang bunglon ini. Orang pintar akademik memang sering diincar radikalis, karena ego pintarnya suka ketinggian sehingga suka ngeyel jika diberitahu orang pintar lainnya. Orang cerdas akademik tak jarang ilmu agamanya cetek, wawasan geopolitiknya apalagi. Sasaran empuk perekrut intoleran/ teroris. Ada 11 jenis kecerdasan yang diberikan Tuhan. Kita perlu rendah hati mendengar kebenaran dari pakar ilmu/ kecerdasan orang lain ). Si founder bisa kembali minta maaf dan mengaku tak tak tahu rekam jejak ACT. Itu lebih gentle. Sportif mengakui kesalahan.

POLITIK NASI GORENG

Megawati mengundang Prabowo makan nasi goreng buatan ketum PDIP yang enak. Beragam tanggapan tentang itu. Yang mendukung dan berterimakasih melihatnya sebagai upaya Mega menarik Prabowo ke tengah ( yang selama pemilu 2019 cenderung ke kanan/ ormas radikal ), seperti Surya Paloh menarik ke tengah ( dari sebelumnya nengakomodasi kanan/ ex-HTI ) gubernur Anies yang baru mengeluarkan 5 dari 10 kapasitasnya. Yang negatif, cemas Mega lalu menggandeng Grd masuk koalisi. Terutama PKB yang sudah menyodorkan 10 nama menteri dan Hanura 40 nama menteri. Nasdem lebih berkelas, akan memberi nama jika Jokowi meminta. Kita butuh Jokowi, bukan Jokowi yang butuh kita, versi Addie MS. Saya cenderung ke pendapat sekjen Plate soal ini : pada hari H pelantikan presiden Oktober 2019 tetaplah dengan 5 partai parlemen seperti saat ini ( lebih ramping, solid, gesit ). Mungkin menambah satu partai lagi ( Grd/ Dmk ) jika PKB lari-lari ( lebih banyak trik manuver ketimbang prestasi ) lagi mau ke seberang atau tak puas dengan jatah menteri yang diterimanya seperti disengat tawon ( saya masih sebal dengan kegenitan “join” yang mengetes nyali presiden dan penggantian Mahfud pada detik-detik terakhir karena ulahnya. Ada politikus gede rasa kayak gini ya. Coba kalau Mahfud yang jadi wapres waktu itu, takkan seresek sekarang. Jabar dan Banten mungkin bisa dimenangkan ). Jika saja Surya Paloh mencalonkan diri jadi ketua MPR, saya cenderung lebih mendukungnya. Apa yang digalaukan dan dilakukan beliau selama ini ( wibawa, trust ) adalah kapasitas ketua MPR yang sudah selesai dengan dirinya/ negarawan, wawasan kebangsaannya prima, bisa lintas sektor dan agen perubahan ( yang belum ada di ketua-ketua sebelumnya ). Jika Pak Surya belum berkenan karena sejibun tanggungjawabnya, mantan presiden atau anggota DPD dari kalangan nahdiyin yang berkomitmen Negara Bangsa dan bisa mematahkan argumen kaum radikalis, akan lebih pas memenuhi kebutuhan saat ini di posisi ketua MPR.

PENGUSAHA BISA JADI POLITISI. GIBRAN, KAESANG, BOBBY ? Tunggu dulu..

Gibran digadang-gadang bacalwalkot Solo ( 90% ?). Saya kok sependapat dengan pengamat Yunarto ( soal politik dinasti ). Lagipula, Jokowi menghadapi tantangan besar menghentikan kaum radikalis di periode keduanya setelah ex-HTI, FPI, HRS berulah ( kendala kebangsaan butuh konsentrasi tinggi mewujudkan Visi Indonesia ). Jika Gibran yang belum fasih bicara politik dan belum pengalaman ‘berenang’ di lautan intrik parpol sampai ‘kesandung’ jerat, Jokowi yang bakal pusing, meski sudah minta Gibran, Kaesang mandiri dan tanggung jawab. Seorang ketua komisi DPR RI dari partai G di pileg kemarin sampai tak terpilih kembali karena putrinya ikut mencalonkan diri di dapil sebelah. Dana, tenaga, pikiran tak lagi 100% untuk dirinya/ konstituen jika darah dagingnya ( refleks ortu melindungi buah hati ) membutuhkannya untuk sukses. Konsentrasi terbagi.

Akan lebih puas bagi Gibran jika ia bisa jadi walkot tanpa kebesaran nama atau bayang-bayang ayahnya ( presiden menjabat ). Buat achiever, perjuangan seperti ini lebih bermakna bagi eksistensinya di dunia. Menantu Bobby juga disarankan mengerem hasratnya jadi kepda di saat Jokowi masih presiden. Agar masyarakat tak mencapnya aji mumpung, atau mengesankan mertua membiarkan politik dinasti yang dianggap buruk oleh banyak orang saat ini ( bisa jadi amunisi baru oposisi yang bikin kita capek meng-counter-nya ). Biarlah presiden Jokowi meninggalkan legacy terbaik bagi pemimpin berikut dan generasi penerus. Doakan yang terbaik untuk ayahanda tercinta ya..

GREEN PLASTIC DARI CPO SAWIT. Coming soon..

Green plastic tercetus di Economic Challenges ( MetroTV, 31/7/2019 ). Ketua Aprobi ( asosiasi produsen biofuel Indonesia/ korporasi ) yang membeli produksi rakyat ( 41% produksi CPO dari pohon kelapa sawit milik petani individual ). Pasar Eropa menghambat ekspor CPO Indonesia dengan berbagai dalih yang intinya untuk melindungi petani mereka sendiri ( tak boleh dari/ menggunduli hutan, tak boleh diberi subsidi, bea masuk dinaikkan hingga 18% sampai pengusaha kita rugi jika ekspor meski sudah menurunkan harga di tingkat petani/ membeli dengan harga rendah ). Apes ?

Yang berpikir positif sih tidak. CPO ( Crude Palm Oil ) bisa dimanfaatkan sebagai green fuel menggantikan 600.000 kilo liter BBM yang selama ini kita impor dari luar/ Singapura, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertamina baru mampu memproduksi 800.000 kilo liter BBM per hari. Dengan produksi CPO yang bisa mencapai 1,2 juta kilo liter per hari pada Oktober 2019 maka Indonesia tak perlu impor BBM lagi dan tak perlu meladeni kerewelan Uni Eropa. Devisa dihemat. Petani mendapat harga yang normal ( tapi tolong, jaga kelestarian lingkungan dan tidak membakar hutan untuk membuka lahan ya, agar kita sustain/ selamat ).

Pemerintah sedang menguji B-30 ( solar dibaur CPO 9 juta kilo liter ) terhadap keawetan mesin kendaraan yang diperkirakan hasilnya keluar Oktober nanti. Tahun depan lanjut ke B-100 yang menggunakan teknologi khusus sebelum digunakan sebagai BBM kendaraan. Siip kan ? ( jika hutan tropis kita benar-benar bisa tetap terjaga kelestarian dan luasnya untuk menjadi paru-paru Indonesia dan dunia )

JAKARTA TERPOLUSI SEDUNIA

Soal asap dan polutan di Jakarta yang sudah menembus jauh di atas ambang batas ( 4,5 kali standar normal ) sebagai yang terburuk di dunia menurut Green Peace Indonesia/ standar pengukur terbaru, perlu gerakan bersama pemprov, pempus dan warga Jakarta. Ada aplikasi pengukur polutan yang bisa diunduh warga DKI untuk mengetahui kadar polusi di tempat yang dikunjungi. Bawa masker berkualitas untuk melindungi diri dari penyakit infeksi saluran pernafasan ( Ispa ), kerusakan otak, dan cacat janin ( meningkat signifikan ). Lalu menggalang dukungan untuk mengganti alat pengukur polusi di tempat-tempat strategis dengan yang termutakhir ( yang terpasang saat ini sudah jadul/ 1999 ). Jokowi sudah meminta warga DKI untuk menggunakan bis ( Trans Jakarta sebagian sudah menggunakan listrik ) dan MRT ( transportasi massal ) jika bepergian ke luar rumah, atau naik kendaraan dengan energi ramah lingkungan ( motor listrik ).

Green fuel, lalu green plastic mestinya cepat terurai di alam kan ? Tak menjadi polutan bagi air, tanah dan udara. Semoga segera terealisasi.

SAHKAN UU PERLINDUNGAN DATA PRIBADI

Kita juga minta Revisi KUHP dan UU Perlindungan Data Pribadi segera disahkan sebelum Oktober 2019. Maklum, kemarin baru terungkap adanya pemulung/ mafia data pribadi. Ketika googling KTP-E ternyata lebih 8 juta KTP-E muncul tanpa diblur. FB pernah didenda Rp 80 triliun ( terbesar dalam sejarah AS ) karena membocorkan 87 juta data pribadi yang disalahgunakan untuk pemilu yang memenangkan Trump waktu itu ( EMI, 31/7/2019 ). Wah, jangan sampai terjadi di sini. Diganggu sales produk yang tiba-tiba nelpon ( tahu nomor kita entah dari mana ) saja sudah bikin bete..

Hati-hati dengan iklan pop-up ( nyelonong pas kita lagi asyik browsing ) yang menawarkan hadiah menggiurkan lalu meminta data pribadi kita ( NIK, nomor kartu kredit, alamat rumah, e-mail, dsb ) karena itu salah satu modus untuk menguras isi ATM/ tabungan kita, atau ganggu-ganggu kita di siang bolong, bahkan tengah malam dengan rentetan pertanyaan seenak udel. Saya tak pernah menulis data sebenarnya di medsos yang dikendalikan Neokon itu. Jangan mudah memasang foto KTP-E kita di internet, apalagi KTP-E orang lain ( bisa dipidana 4 tahun penjara lho ). Cerdaslah ber-medsos.

MENGIMPOR REKTOR, ATAU MEMBERDAYAKAN DEKAN WNI KELAS DUNIA ?

Serius ? Atau sentilan Jokowi ( EMI, 2/8/2019 ) agar peringkat universitas di tanah air naik kelas menjadi top 100 world class. Saat ini baru UI, UGM dan ITB yang masuk peringkat 200-300 sekian dari 500 universitas top dunia versi lembaga pemeringkat internasional acuan kementerian riset & dikti. Dengan 20% ( next 25% ) anggaran pendidikan dari APBN, mestinya universitas kita bisa masuk top ten universitas kelas dunia ( kita kan The Big Four ).

Narsum Saur membandingkan dengan universitas Singapura, NU d iurutan 11 dan NTU di urutan 12 ( David, siswa asal Indonesia tewas di kampus ini setelah menemukan teknik kamera yang berguna untuk keperluan militer setelah bertemu dengan dosen pembimbingnya ), di peringkat top 500 tsb. Negeri ini belum mau kooperatif mengembalikan uang korupsi dari koruptor Indonesia yang kabur ke sana. Juga jadi pangkalan militer AS. Apa yakin bisa jadi role model ?

3 kriteria rektor yang ideal : pakar disiplin ilmu yang digelutinya, kuat leadership dan visioner. Rektor asal Swedia di kepemimpinan ketiga rektorat NTU, menurut Saur, melesatkan universitas tsb ke radar internasional, dilanjutkan penggantinya, rektor asal India.

Peringkat tiga perguruan tinggi top Indonesia ini sebenarnya sudah meningkat signifikan dari peringkat tahun lalu ( 400 sekian ). Kita tinggal bersabar 2-3 tahun lagi untuk masuk jajaran top 100 ( versi rektor IPB di acara “Opsi Avi”, 5/8/2019 malah sudah masuk top 100 menurut lembaga pemeringkat lainnya ). Plus 2 perguruan tinggi Indonesia lainnya masuk top 500. Kenapa ?

Karena belajar dari pengalaman dunia sepak bola, pelatih asing dan pemain asing untuk mendongkrak rangking timnas bola kita di kancah Asia atau dunia juga belum menggembirakan hasilnya. Karena problemnya bukan cuma di kemampuan individu ( atlet muda bola kita tak sedikit yang merumput di klub Eropa ), tapi lebih ke soal pembinaan sejak bibit, gizi/ stamina fisik, juga fair play dalam pertandingan/ sistem ( kita tahu reputasi terpuruk PSSI saat ini ).

Begitu pula dengan peringkat universitas di negeri ini. Ada persoalan kualitas diknas ( pendidikan dasar, menengah ) sebagai inputnya, bagaimana rektor dipilih secara bersih tanpa uang dan koneksi ( 30% restu menteri atas keterpilihan calon rektor ini konsekuensi universitas masih tergantung subsidi penerintah/ belum fund rising atau mandiri ). Karena potensi SDM Indonesia yang terasah baik terbukti bisa jadi orang penting di luar negeri ( dosen, dekan, peneliti, top manager ).

Bagaimana kalau mereka ditarik ke Indonesia seperti Habibie ? Beberapa pakar asal Indonesia yang dipanggil kembali untuk berkontribusi memajukan industri pesawat terbang, ternyata tak sustain ( bertahan/ kecewa ) karena bisnisnya sangat fluktuatif ( kembali terpuruk ). Jika masih mau mengimpor rektor asing, silakan undang dulu seluruh rektor yang ada di Indonesia, rembukan, bagaimana cara memasukkan 5 universitas di Indonesia ke top 100 tanpa bantuan rektor asing. Beri mereka tenggat 3-5 tahun untuk mencapainya. Jika tak mampu, baru undang rektor kelas dunia untuk 1-2 universitas sebagai pilot project. Rektor world class tsb akan menerapkan kultur akademik dan iklim prestasi yang dijalaninya di luar negeri yang nanti bisa kita adaptasi di tanah air dengan tetap menjunjung falsafah bangsa Indonesia.

Untuk mewujudkan gambar besar “peringkat universitas Indonesia masuk top 100” ( agar calon mahasiswa tidak kabur ke luar negeri, justru mahasiswa luar tertarik studi di Indonesia ) bisa dengan cara membuat prodi baru dengan dekan kelas dunia, syukur-syukur profesor/ ilmuwan asal Indonesia yang sudah berkiprah internasional lebih dulu diberi kesempatan di 1-2 universitas sehingga menstimulus rekan dan dekan lainnya ? ( karena di mata sebagian dosen, rektor lebih mirip CEO, manajer atau administratur. Pakar keilmuan berpusat di dekan prodi/ program studi )

Beragam alasan disampaikan 3 narsum ( rektor ) di Opsi Avi : rektor asing bisa semaput menghadapi keruwetan dan tantangan mengajar di Indonesia. 4% anggaran dikti Singapura, 1,5% anggaran dikti Malaysia, 0,005% anggaran dikti Indonesia ( 10% dari 20% anggaran pendidikan di APBN, alias anggaran Rp1 triliun untuk riset tidak cukup ). Rektor kelas dunia itu nanti juga harus menandatangani cek APBN ( bisa terjerat korupsi ).

Rektor di luar negeri tinggal fund rising, peneliti asing tinggal fokus meneliti. Di Indonesia, rektor, dekan, dosen masih harus melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi/ pengabdian masyatakat + menangkal paham radikalisme. Anggota komisi DPR RI yang diundang bilang : sebetulnya yang dikehendaki pertama itu : Mutu ( lulusan terserap dunia kerja, jurnal internasional banyak, inovasi untuk solusi lancar ), Akses, baru Tata kelola/ rektor/ rangking universitas. Sudahkah mutu dan akses dipenuhi dulu ?

7000 USD adalah standar gaji guru besar luar negeri ketika mereka diminta mengajar pasca sarjana di Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII ) di Depok, kata Komaruddin Hidayat yang diminta pemerintah merintisnya. Lebih mudah membangun ekosistem baru di universitas yang akan didirikan seperti UIII, ketimbang mencangkokkan rektor internasional di ekosistem lama karena bisa timbul friksi/ kecemburuan soal ketimpangan gaji di antara pengajar ( sepertiga gaji pengajar asing ) dan perlakuan tak adil ( cara drop dari atas/ kementerian ), tanpa seleksi ketat dari civitas akademika sendiri ( contoh kemandirian, demokrasi, tapi pada prakteknya calon rektor butuh persetujuan/restu menteri sehingga kurang leluasa untuk berinovasi bagi kampusnya ) seperti yang dialami rektor dalam negeri selama ini.

Kenapa gaji besar yang akan diterima rektor luar negeri tak dipakai untuk melengkapi jurnal internasional di perpustakaan kita, atau membangun fasiltas laboratorium, dan menambah biaya riset, agar perguruan tinggi kita lebih bersaing di kancah dunia ? Well, think about it…

*************************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing.

“Selfie Momen Bersama Tercinta”- by Vitrisa ( Topi, rok khas Papua ).

Kamuflase Si Bunglon Makar + Warga Permisif = Rusuh. Babat Habis !

leave a comment »

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri. Irjen Pol. Mohammad Iqbal, menjelaskan rompi polisi yang ditiru perusuh untuk mengelabui orang agar bisa menimpa kesalahan tewas dan luka pada polisi. Wartawan dimintanya menjauh/ mematuhi SOP saat polisi tengah menghalau perusuh agar tak kesambar pentungan. ( foto : kompas ).

Kamuflase. Permisif. Martir. Makar. Sudah memakan korban, yang akan terus berlanjut jika negara terkesan mengikuti gendang sumbang kubu 02. Babat habis semua pelaku ( juga dalang, pengkondisi/ provokator/ kamuflator, pendana kerusuhan ) sebelum revolusi pecah, tegas pengamat militer Conny dan pakar hukum pidana Asep Iriawan di Prime Talk ( MetroTV, 28/5/2019 )

Tertangkaplah mantan danjen Soenar** dan 6 oknum dengan 4 senjata api yang akan membunuh 4 tokoh nasional ( Wrt, LP, BG, GM ) dan satu surveyor ( BM ? ) pada Aksi 21-22 Mei lalu. Kenapa mereka ?

5 TARGET PEMBUNUHAN

Bisa jadi Luhut yang mengundang PS rekonsiliasi ke istana ( jadinya JK yang ke PS ) tak disukai sebagian orang di sekeliling PS ( mereka yang juga berupaya membenturkan TNI dengan Polri. Polri dengan rakyat. Pendukung 02 dengan 01. Memisahkan 13 provinsi unggul 02 dari 21 provinsi unggul 01. Alias menghancurkan NKRI di bawah kaki PS/ boneka zionis Neokon ).

Jika PS do nothing meski sudah mengendus rencana busuk, cuma diam, tak berusaha sungguh-sungguh mencegah benturan atau mengamini skenario busuk ini maka PS bisa dianggap bagian dari upaya makar TSM terhadap pemerintahan yang sah ( ketakcakapan yang berujung tuduhan kudeta seperti tahun 1998 ). Orang yang tak paham kesalahannya akan mengulangi kesalahan yang sama. Sering, sifat angkuh ( bisikan setan gundul ) menyulitkan orang untuk introspeksi diri ( karena setan rajin menghiasi perbuatan buruk dengan sejuta dalih ). Di agama, kita diberitahu jika seseorang tak berusaha mencegah kejahatan yang dilakukan kaumnya maka ia pun terkena dosa/ terciprat musibahnya. PS bisa dimejahijaukan untuk mempertanggung jawabkan ketakpeduliannya ini.

Wiranto yang sempat adu mulut dengan tersangka KZ yang menuduhnya terkait tragedi Mei 1998 mungkin mereka anggap bisa jadi penghalang PS ‘naik tahta’ sehingga perlu disingkirkan. Padahal berkaca dari kejadian 5 tahun ini jelas terlihat PS tak cakap memilih dan mengendalikan anak buah. Pemilu paling transparan-tersulit
yang dipuji dunia ini mereka bilang pemilu terburuk. PS tak mendorong survei internal 02 ( biang tuduhan curang TSM dan penolakan hasil rekap KPU ) dibuka ke publik agar sengketa sengkarut bisa segera diurai siapa sebenarnya pembohongnya ( PS membiarkan diri jadi ‘korban’ ketertutupan info internal sendiri. Tak peduli ada 8 korban tewas di bawah. Atau malah ikut ‘merayakan’ martir setingan 02 itu dengan kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni ? ).

Melihat koordinasi Wiranto menangani kerusuhan 22 Mei 2019 sebaik ini bisa jadi sesungguhnya baik pula pada 12 Mei 1998. Hanya saja saat itu eksekutornya adalah PS yang tak cakap leadership. Coba kalau saat itu pati sekaliber Kapolri Tito atau Panglima Hadi yang di posisi PS maka Jakarta pun segera aman terkendali ( 8 korban tewas dari massa perusuh bayaran. Di Mata Najwa, Trans7, 29/5/2019, seorang narsum mengatakan : 2 orang tewas ( korban tembak peluru gelap ), 6 mayat ‘jalan sendiri’ ( ada yang membawa ke TKP. Seperti juga tersangka guru ngaji dari luar Jakarta membawa murid-muridnya yang baru belasan tahun umurnya ke TKP untuk jadi martir. Sejumlah masjid dan grup pengajian terbukti jadi kamuflase kebatilan/ makar ).

Saya setuju dengan pengamat politik tsb dan KaKSP Moeldoko : “tak ada maaf ( untuk pelaku makar jika sudah di level ini ) karena the damaged has been done”. 237 aparat pengaman Aksi terluka, bahkan sampai remuk mulutnya karena lemparan batu-batu besar. 443 perusuh ditangkap : sebagian pecandu narkoba, preman bertato, pecandu kekerasan agama/ teroris yang harus dibuat jera, dideradikalisasi, direhabilitasi kecanduannya, dibina life skills-nya di LP lalu dipastikan aman ketika dikembalikan ke masyarakat dan keluarganya. Yang terbukti membunuh dihukum mati. Teroris yang masih mencoba kabur tembak mati saja.

Kita dihadapkan kerja raksasa setelah ini demi mencegah/ mengantisipasi kerusuhan berikut hasil akumulasi sikap permisif dan masa bodoh sebagian pengambil keputusan dan masyarakat terhadap perilaku fitnah, hoax, hate speech di tempat ibadah dan ruang publik dengan beragam bentuk dan kamuflasenya. Agar polisi yang berada di garda depan penegakan hukum tak jadi sasaran fitnah elit parpol dan amuk massa yang tak bertanggungjawab ( si elit langsung kabur ke luar negeri begitu terendus keterlibatannya/ akan diperiksa polisi )

Target berikutnya, KaBIN Budi, musuh bebuyutan para teroris yang karena pengamatan, operasi intelijen yang diintruksikan ke anak buahnya selalu menyulitkan gerak kaum radikal menyebar teror, mengebom di keramaian dan mengubah NKRI bersyariah ala takfiri ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ) atau ‘khilafah’ dengan menumpahkan darah.

Asisten intelijen Gores Mere dianggap membatasi gerak teror mereka sehingga perlu dilenyapkan juga.

Surveyor BM, kita tahu, dilaporkan pendukung 02 ke polisi karena rilis quick count-nya mengunggulkan Jokowi. Padahal rilis lembaga surveinya selalu jitu/ sama dengan rekap KPU sejak 2004 yang juga memenangkan SBY dan Anies dari kubu mereka. Childish ?

Ringkasnya, kelima target pembunuhan ini diintimidasi para pelaku dengan harapan : jika tak membuat chaos negeri ini, minimal kelimanya akan mengendurkan aktivitasnya, sehingga para perusuh dan yang membayarnya bisa leluasa mewujudkan ambisi terkutuknya. Patriotisme kelima tokoh nasional ini sedang diuji. Let’s see..

AKTOR LAPANGAN KERUSUHAN 22 MEI

Dari mana saja kelompok error ini berasal ? Kebenaran begitu getol mereka jungkir balikkan. Ngotot menyembur fitnah kalau apel ( pemilu jurdil ) itu pisang ( pemilu curang TSM ). IPW menyebut 2 perwira tinggi, 2 perwira menengah, 1 pentolan preman, 1 anak pemuka agama. Pengamat lain menyebut 4 kelompok : radikal, preman bayaran, perwira brengsek, parpol Grd/ elit 02 ambisius kekanakan. Mereka menggunakan formula kerusuhan Mei 1998. Apa ‘veteran perusuh’ bisa dihentikan ?

Kamuflase yang ditanggapi permisif berbuah makar nan rusuh 21-22 Mei. Atribut tentara ( oknum 4 perwira makar ) dan jubah agama ( HRS, FPI, GNPF, ex-HTI, IM, Garis ) mengecoh massa 02 untuk terus mendukung Aksi meski sudah diperingatkan polisi agar jangan datang ke demo ( karena mereka akan dijadikan martir 02 untuk memancing kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni. Ada 8 jasad yang bisa disulap jadi martir dengan seluruh kisah melodrama hoax dan fitnah menyudutkan polisi ).

Kamuflase ocehan “people power enteng-entengan” AR baru tercetus setelah Aksi 22 Mei ( setelah gagal mewujudkan ambisinya dan berakibat sangat serius. Kudeta gagal karena tak ada krisis politik dan krisis ekonomi seperti tahun 1998 yang melatari revolusi rakyat ) agar publik permisif lagi mengabaikan provokasi jahatnya ( dia mungkin berharap, polisi berhenti memprosesnya sehingga dia bisa melenggang bebas dan merencanakan kekacauan berikutnya ). Setali tiga uang dengan Perm*** yang berteriak Revolusi ! ( juga KZ, RS ) yang minta dispensasi karena keuzurannya ( tapi tegak berapi-api ketika melantangkan fitnah dan menyemburkan hoax ). Mulutmu harimaumu. Belum kapok juga karena sikap permisif sebagian masyarakat.. ( udah ketahuan ngaco masih juga didengar/ diikuti. Stupidity has no limit ).

NARASI DELEGITIMASI MK. 02 belum kapok..

Ketika dikondisikan untuk menggugat ke MK, jurus kamuflase dimulai lagi : panggung depan dipoles kesan konstitusional, panggung belakang ( hoax, fitnah di medsos WAG tertutup, rendevous gelap ) tetap membakar emosi massa : polisi diadu dengan TNI agar tak kompak, 8 martir bisa didramatisir untuk demo ‘peringatan korban’/ rusuh lagi saat keputusan MK ).

So, yang benar : pemilu 2019 adalah pemilu paling transparan dengan salah satu capres terburuk sepanjang sejarah. Bayangkan nasionalisme WNI benar-benar diuji untuk datang nyoblos dengan berbagai medan yang sulit ke TPS dan rela antri mengular demi 40% suara tak jadi golput. Petugas KPU, Bawaslu/ Panwaslu, Polri-TNI berjibaku menyelenggarakan pemilu hingga ke pelosok negeri demi berjalan aman lancar dan meraih partisipasi pemilih hingga 84 % ( meski diancam pengerahan massa 02 ). Tak ada pemilu yang serumit dan seribet ini di dunia ( bisakah kandidat dibatasi 2 kali nyapres agar tak sengotot dan semerepotkan ini berkontestasi sampai jadi beban negara dan membahayakan keutuhan NKRI ? ). Benar-benar biang kerok bikin suntuk..

SEL RUSUH ALA CIA

Waktu saya mulai rutin baca koran dan majalah ( sejak SMA ), saya sempat baca buku-buku tentang dinas rahasia CIA dan KGB ( selain belasan buku tebal seri psikologi ). Saya tahu dari situ bahwa direktur CIA menugaskan operasi intelijen pada anak buahnya dalam bentuk sel yang tidak saling tahu misi rekan sejawatnya. Dalam kerusuhan Aksi 22 Mei, para pelaku juga bertindak demikian. Sel teroris bergerak sebatas tahu teman pengajaknya, tapi tak tahu layer di atas atau pun pembayarnya. Massa pendemo tertib ( yang dibela sebagian pengamat ) juga bergerak seperti sel yang seolah sedang memperjuangkan agama atau keadilan ( setelah otak reptilnya disembur hoax curang TSM dan narasi kezhaliman pemerintah dan polisi oleh provokator dan buzzer 02 ). ‘Dirijen orkestrasi sumbang’ itu terduga HK dan layer di atasnya ( di puncak Iblis pastinya ). Di bawahnya, zionis/ kaki tangan Neokon di dalam negeri ini siapa ?
Polri tengah mengusut benang merah darahnya dari 443 perusuh yang berhasil ditangkap untuk pembuktian otentik di pengadilan. Harap sabar menunggu ( host PT jangan mencecar polisi yang paling capek dan menderita sejak sebulan sebelum pilpres ). Jurnalis mengawal dengan simpatik ya..

NARASI MAHKAMAH KALKULATOR ALA BW

Mahkamah Konstitusi ( MK ) diwanti-wanti BW ( ketua kuasa hukum 02 ) ” jangan jadi mahkamah kalkulator dari rezim yang korup “. Pagi-pagi sudah narasi delegitimasi institusi lagi ( apa belum kapok massa lari ke jalan/ untrust, demo rusuh/ martir lagi ? ). Padahal BW mantan komisioner lembaga independen ( KPK ) seperti halnya MK yang dibentuk amanat Reformasi 1998. Kenapa ikutan error setelah masuk kubu sebelah ?

Seingat saya, mantan komisioner KPU ( anggota TKN ), Putu mengatakan bahwa setelah pilpres 2014 memang hanya selisih kemenangan yang diajukan bukti argumennya ( aduan TSM sudah di Bawaslu dan tak diterima ). Ternyata ‘bukti’ tsb diajukan 02 lagi ke MK ( 30% dari bundel yang diserahkan BW ke MK , 70% penjelasan tentang MK ). Kita kawal juga proses di MK yang sidangnya terbuka untuk umum ( disiarkan media TV )

Ridwan Habib, pengamat intelijen di Prime Time News ( MetroTV, 29/5/2019 ) mengatakan bahwa warga di akar rumput masih sulit membedakan mana yang benar mana yang salah sehingga lebih baik polisi segera umumkan para dalang kerusuhan Aksi 22 Mei ini sebelum ( 28 Juni ) berhimpun lagi untuk skenario B, C, D atau kerusuhan jilid 2, 3, 4 dst. Kita hadapi bersama apa yang terjadi setelah identitas dalang terkuak. Indonesia negara hukum, kita tak boleh kalah dengan para bandit politik.

Rembuk Nasional Aktivis ’98 sudah melaporkan 9 nama terkait kerusuhan 22 Mei ke polisi, yaitu : PS, mantan istrinya TS, FZ, AR, HRS, BN, NW, KZ, ES ( Prime Time News, MetroTV, 29/5/2019 ). Selasa kemarin, PS terbang dengan jet pribadi bersama sejumlah warga asing ( Rusia, AS, Jerman, dll ) ke Dubai dan Austria ( untuk bisnis atau menjajaki tempat pelarian ? ). FZ seperti biasa berkamuflase dan memplintir fokus persoalan : kenapa manifesto sampai bocor ke publik ? Heii.. kapal penumpang yang tenggelam di Danau Toba tahun lalu, media juga tahu maifestonya. Fasilitas publik yang hancur di Jakarta dan ratusan orang luka karena penolakan PS/ 02 atas hasil rekap KPU itu semua dibayar dengan pajak rakyat. Kita berhak tahu ke mana perginya si biang kerok dan orang-orang yang di bawanya. Pada gak punya sense of crisis ya. Ngoceh asbun semaunya lalu ngacir sok inosen.

CLOSING

Kapolda Jabar bilang Operasi Ketupat Lodaya tahun ini lebih ekstra waspada ( PRSSNI, 28/5/2019 ) daripada tahun-tahun sebelumnya. Ya, jangan sampai arus balik dimanfaatkan untuk menghimpun kerusuhan lagi. Petugas polisi dan intel dari Riau, Manado ( difitnah sebagai Brim** antek asing oleh tersangka 02 dan mantan tentara AS yang baru WNI 10 tahun ini ) dan daerah lain yang sudah letih menjaga sebaiknya dirotasi dengan petugas yang masih bugar dan terlatih untuk mengamankan KPU, Bawaslu dan MK ( juga 5 target pembunuhan ).

Kita di pihak Polri-TNI dan mendukung penuh upaya pengamanan pemilu sampai pelantikan Oktober 2019 ( termasuk siap dengan pembatasan medsos lagi ). Babat habis para perusuh dan provokator makar, ya Pak. Tak ada ruang bagi para pembangkang di negeri ini.

NKRI berazaskan Pancasila harga mati !

Written by Savitri

31 Mei 2019 at 10:38

Syukuran Makar ? Ekspos Data Surveyor. Ruang Tengah. Making Indonesia 4.0. Pebisnis Wisata Cibodas..

leave a comment »

SYUKURAN MAKAR DIWASPADAI. Jangan kecolongan lagi..

Keselamatan bangsa dan negara ( hukum tertinggi ) di atas konstitusi. Negara bisa mengambil segala tindakan untuk menjaga keutuhan negara, kata Mahfud MD di Prime Time News ( MetroTV, 23/4/2019 ). Hukum menjadi panglima di negeri ini. Jika penetapan hukum ( hasil hitung manual KPU ) tak diindahkan sampai stabilitas keamanan terancam, dan penetapan hukum di MK ( sengketa pemilu ) tak dihiraukan para pihak sampai keselamatan rakyat dan keutuhan negara terancam maka unsur negara akan turun/ tegas menertibkan.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2019 ( Prime Time News, MetroTV, 23/4/2019 ) setelah undangan rekonsiliasi Jokowi untuk PS dan rencana kunjungan Luhut tak kunjung direspon baik dengan berbagai alasan ( katanya flu. Yenny Wahid bilang, beri 1-2 hari untuk mereka/ 02 di tahap awal/ denial/ penyangkalan ini/ saat berhadapan dengan hasil quick count 36 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi dengan probabilitas 99 % itu ).

Namun, hari ini sudah lewat seminggu. Yang terlihat malah PS mendeklarasikan diri sebagai presiden sampai tiga kali ( penjilat di sekelilingnya memanggilnya presiden PS ) dan meminta para pendukungnya melakukan syukuran atas ‘kemenangan’-nya versi survei internal 02 yang tak pernah dibuka ke publik metode sampling dan penyandang dananya ( Mata Najwa, Trans7, 24/6/2018 ). Berbeda dengan surveyor kredibel yang tergabung di asosiasi Persepi ( Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ) yang sudah melakukan ekspos data ke publik ( dihadiri wartawan media, mahasiswa, aktivis, masyarakat pada minggu lalu, 19/4/2019 ).

Surveyor kredibel menggunakan metode ilmiah, ilmu statistik turunan matematika yang sudah berumur ratusan tahun. Sejak tahun 2004, hasil quick count surveyor kredibel ini diakui SBY yang kini di 02 dan Anies-SU di pilgub DKI. Sangat aneh jika 02 kini menuduh “bohong” surveyor kredibel ( yang sama ) yang memberitahu quick count mereka : Jokowi yang dapat 55% suara ( real count KPU semalam, 30% dari 813.000 TPS, juga menunjukkan angka di kisaran itu ). Buruk muka cermin dipecah. Kalah bersaing, survei dibelah. Ngeyel. Kekanakan.

Wakil 02 di Mata Najwa semalam bilang, hak kami untuk mendeklarasi kemenangan dan PS sebagai presiden. Di luar negeri juga begitu. Wait a minute. Ini negara mana dulu ? Yaman, Libya, Irak, Venezuela, atau para pion AS-zionis Israel di negara ‘boneka’ memang model PS yang kalah pemilu ( bahkan tidak ikut pemilu seperti Juan Guaido ) tapi tak tahu malu mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan menuduh KPU curang ( padahal 83% responden yakin KPU tidak curang ).

Pemilu 2019 di Indonesia adalah pemilu paling transparan/ terbuka di dunia saat ini, sampai banyak KPU luar negeri datang untuk belajar ( dan ingin magang ) pada KPU Indonesia. Pemilu Jerman, Belanda, dan sejumlah negara bagian di Amerika kembali ke hitung manual ( dari sebelumnya e-voting ) karena faktor trust yang lebih tinggi dengan cara Indonesia. Semua orang bisa melototi, mem-foto, menyimpan, menghitung quick/ real count-nya sendiri di tempat masing-masing dari scan form C-1 seluruh TPS di website KPU.go.id. Jika PS dan para penyesat di sekelilingnya tidak mampu berpikir logis atau paranoid/ buruk sangka lalu kepala batu, maka setransparan dan seprofesional apa pun KPU bekerja, takkan pernah memuaskan mereka ( apalagi jika elit 02 benar-benar proxy AS-Israel maka hoax “curang” itu memang sengaja mereka semburkan untuk post truth. Padahal kader Grd juga kedapatan curang saat pemilu. TKN 01/ Sekjen PDIP siap adu data di MK nanti dengan BPN 02 ).

( Ada e-voting, e-counting, e-rekap. Ada e-voting yang juga keluar kertas/ struk yang dimasukkan ke kotak suara untuk crosscheck. Untuk pemilu berikutnya, sebagian orang menggagas e-counting seperti di Filipina. Tuduhan curang dan lelahnya rekap bisa ditepis dengan sistem ini. Pemilih menyentuh tombol di layar touch screen sehingga hitung suara-nya dikalkulasi secara digital, tak lagi menyita banyak tenaga petugas KPU pusat dan daerah yang tahun 1955-2019 menghitung secara manual dengan garis batang lidi di lembar rekap. Baru pemilu 2014 dan 2019 yang dikeluhkan salah satu pihak/ 02, karena karakter untrust capres itu sendiri. Yang salah/ ugal-ugalan bukan sistem pemilu kita atau pun KPU-nya ( ketua Arief sudah jadi penyelenggara pemilu sejak tahun 1999/ sebagai Panwaslu ), tapi justru peserta parno tsb.

Kecurangan masif, terstruktur dan sistematis justru dilakukan kubu 02 sejak proses pemilu dimulai. Penceramah terafiliasi 02 gencar menebar fitnah di tempat ibadah dan WAG lingkungan oleh tetuanya yang malas cek fakta. Hoax mereka : jika Jokowi terpilih lagi, maka azan, jilbab, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, penyebutan kafir dilarang, perkawinan sejenis dilegalkan, dst. Sehingga warga agamis tapi tak melek media di Jabar, Banten, NTB, Sumbar, Sulsel menelan mentah-mentah semua kebohongan itu. Tahap selanjutnya dari firehose of falsehood ini, PS ‘sujud syukur’ ( AR nuduh KPU curang, ugal-ugalan ), mengklaim diri ‘presiden pemenang pemilu’ dan minta para pendukungnya untuk syukuran. ‘Ustad’ Ase* dari masjid Ash-Shof*, Bandung, juga mengundang jemaah-nya syukuran di rumah mertuanya pada hari Minggu, 28/4/2019 pukul 13.00 WIB. Jemaah yang enggan datang/ 01 didesak, diingatkan terus oleh jemaah lain/ 02 untuk datang ke syukuran tak jelas itu ( bukan aqiqah, berangkat haji, dsb ). Jika PS/ 02 ngotot deklarasi ‘presiden’, apa yang mungkin disemburkan para pendukungnya di akar rumput saat syukuran itu ? Kekecewaan, narasi kecurangan, penindasan, kezhaliman dari sudut sempit/ picik mereka sendiri. Tahap selanjutnya, tinggal ‘people power’ atau pengerahan massa itu. Kita harap aparat keamanan dan kepala daerah di Jabar, Banten, Sumbar, Sulsel, NTB tak kecolongan modus menjurus makar ini. PM Mahathir, PM Singapura dan Erdogan-Turki sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi ( Mata Najwa, Trans7, 24/4/2019 ) dari tradisi quick count di sini yang mereka percayai ( Indikator PI, Indo Barometer, LSI, SMRC, Litbang Kompas, Charta Politika, anggota asosiasi Persepi yang terdaftar di KPU ). Jangan sampai Indonesia pecah karena ulah segelintir 02 yang tak segera ditindak.

SURVEYOR KREDIBEL BELA REPUTASI BAIK.

Burhan Muhtadi melaporkan ke polisi 4 akun di FB, TW dan WP yang menuduhnya melakukan post truth dengan membombardir publik dengan hasil quick count lembaga survei-nya ( Indikator PI ). Sebelumnya, Burhan di Prime Time News ( MetroTV, 21/4/2019 ) memberitahu pemirsa tentang acara buka publik sejumlah lembaga survei yang tergabung di asosiasi Persepi, memaparkan metode quick count mereka. Mereka minta surveyor 02 ( membuat PS mendeklarasi diri secara prematur/ lancang seperti tahun 2014 ) untuk melakukan buka publik juga. Jika ( survei internal ) 02 makin menyerang kredibilitas Burhan dan rekan surveyor maka akan mereka laporkan ke polisi. Eh, ternyata 6 surveyor ( IB, CP, SMRC, cs ) dan Perludem justru yang diadukan 02 karena dituduh menggiring opini publik ( padahal partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya dalam bentuk quick count kredibel diperbolehkan UU ). Deklarasi prematur dan tuduhan curang 02 ini seperti katak dalam tempurung, merasa ‘paling benar’ di dunia radikal mereka sendiri. Teralineasi dari mayoritas penduduk ( hasil cuci otak/ doktrin Takfiri bertahun-tahun ).

Yang salah itu justru deklarasi ‘kemenangan’ 02 tahun 2014 dan 2019 yang dilakukan PS sebelum hasil resmi KPU RI. Merekalah yang seharusnya diperiksa metode dan penyandang dananya oleh polisi/ asosiasi surveyor/ civil society atau komunitas masyarakat sipil karena telah membuat gaduh ruang publik selama 5 tahun ini oleh klaim sepihak dan tuduhan-tuduhan keji mereka pada kepala negara dan institusi. Sehingga Burhan pun mengadukan para perusak reputasi baiknya. Di TVO ( 23/4/2019 ), ketua KPU Arief mengklarifikasi fitnah yang menimpa diri dan lembaga ( dituduh curang secara masif, padahal cuma ada 24 pengaduan salah input entry data yang sudah diperbaiki, tapi terus diungkit dan diulang-ulang fitnah tsb di medsos ). Ketika terbukti tak bersalah, pelapor dan pemfitnah tidak minta maaf kepadanya. Ngeloyor begitu saja. Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari perilaku fitnah semacam ini, kata Arief.

Pasca pemilu aman dan damai ini, rakyat sudah kembali beraktivitas adem seperti biasa. Para tetangga sudah rukun kembali. Bahkan di sebagian wilayah, saat pilpres pun, para pemilih juga bisa santai/ guyon mengunggulkan capres pilihan masing-masing tanpa clash. Cair. Yang panas justru elit 02 dan jagad medsos, yang kata Mahfud bisa jadi sebagian fitnah dan provokasi bukan dilakukan pendukung 02 maupun 01 ( tapi pihak asing yang ingin bangsa ini terpecah belah ). Sehingga wapres JK merasa perlu mengundang 18 pimpinan ormas untuk membantu menenangkan masyarakat dan meminta para kontestan pemilu menenangkan para pendukungnya. Pilpres sudah usai, saatnya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Di antara artis yang senafas dengan misi mulia ini adalah sosok hebat berikut dengan komunitas Ruang Tengah yang digagasnya.

GREAT PERSON :

Lahir dari keluarga penyuka musik, mengakrabi aliran dan alat musik, bersepupu dengan mendiang Elfa Secoria, komposer andal langganan juara festival internasional asal Bandung, yang memperkenalkan musik jazz padanya di usia 5 tahun.

Debut pro-nya dimulai sejak SMP dengan rutin main jazz di hotel Savoy Homann ditemani Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Tahun 1986, dia tampil di Festival Band Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center dan membentuk Kahitna ( bahasa Sunda : yang ter-hit ) yang merilis 8 album. Tahun 1991, dia meraih gelar The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan.

David Foster menjadi inspirasinya bermusik ( juga Quincy Jones ). Bahwa musik pop bisa dibuat ‘bergizi’ ( berbobot ) dengan melodi sederhana, namun kaya chord ( satu lagu memiliki beberapa nada dasar ). Sejak itu, ia terjun ke industri pop dan melahirkan sederet karya apik yang dinyanyikan/ melejitkan artis tanah air, seperti : Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Delon, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Hedi Yunus, Rossa, selain membidani 5 Romeo serta Yovie & Nuno yang kini ia produseri ( Wikipedia )

Seperti juga komposer dan pianis David Foster yang melahirkan/ melejitkan artis Celine Dion, Josh Groban, Michael Bubble, The Corrs, dsb, kerap menjadi juri ajang pencarian bakat, lulusan cum laude Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung ini juga menjadi juri Indonesian Idol ( musim kedua ).

Setelah kenyang dengan sejibun prestasi dan karya, ayah dua anak ini kini terlihat di MetroTV sebagai host acara budaya “Idenesia” ( kini tiap Minggu, pukul 21.30 WIB ) dan komunitas Ruang Tengah Indonesia ( RTI ). Kerapnya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai even internasional membuat ia makin sayang Indonesia ( “Q & A”, MetroTV, 14/4/2019 )

Di Idenesia, ia mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia yang bisa memberi ide baginya dan pemirsa untuk mengembangkannya sehingga tetap memikat bagi generasi penerus yang kelak mewarisi.

Kesan saya melihat figur tenang ini : sedikit bicara tapi banyak karya ( beda-beda tipis dengan Jokowi yang banyak kerja ). Meski sedikit, namun powerful tiap kata yang diucapkan. Perbuatan lebih kuat dari perkataan. Itu sebabnya acara Idenesia masih bertahan dan RTI bisa menarik banyak musisi, artis ( sastrawan juga diundang ) seperti : Andien, Tulus, Nino “RAN” Febru HIVI, Eka Gustiwana, Prisia Nasution ( Jakarta, 6/4/2019 ).

Ruang Tengah Indonesia adalah wadah menyatukan warga Indonesia yang cintai damai untuk berbagi kisah inspiratif dari segala penjuru negeri ( http://www.ruangtengah.id ). Bermula dari suka kumpul bareng ngobrolin topik yang lagi hangat di tanah air.

Indonesia rumah kita, maka ruang tengahnya digunakan anggota keluarga ( anak bangsa ) untuk bicara harapan dan cita-cita. Dengan visi sama ( Indonesia berdaulat, kuat dan utuh ) maka perbedaan suku, agama, pilihan politik, seni budaya, takkan jadi perintang, justru memperkaya kita. Betapa banyak diferensiasi yang bisa kita tawarkan pada dunia, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, juga berperan aktif dalam perdamaian dunia ( Indonesia diminta menengahi konflik di Afganistan, Myanmar, Filipina Selatan, Timur Tengah ).

Diplomasi Indonesia ke luar lebih menyakinkan jika di dalam negeri, di kalangan religius ada Islam Wasatiyyah/ moderat. Di kalangan nasionalis ada koalisi masyarakat sipil/ civil society. Di kalangan seniman, ada Ruang Tengah Indonesia. Semua ruang tengah ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia terbiasa harmoni, hidup berdampingan secara damai, meski terdiri dari 6 agama, lebih 700 suku, lebih 1300 bahasa di lebih 17.000 pulau. Masyarakat paling kompleks di dunia, tapi paling rukun gotong royong sedunia. Mantap kan.. ( sangat kredibel untuk jadi motor perdamaian. Kita gak cuma omong, tapi sudah praktek sehari-hari )

Kita bisa harmoni begini, karena Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi satu. RTI ikut mengingatkan persatuan ini setiap kita di persimpangan, ujian jaman, juga pergumulan demokrasi.

Kegiatan RTI, selain menyebarkan atmosfir sejuk meski beda pilihan politik ( terlebih jelang dan pasca pemilu ), mereka juga membuat lagu yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan untuk setiap gagasan yang memajukan Indonesia. Wajah-wajah tulus pendendang lagunya dari Sabang Merauke, membuat dia tergerak berbuat untuk negaranya, seperti semangatnya selama ini,” Buat Indonesia, apapun aku ayo”.

The man of this post is.. Yovie Widianto.

Akun Twitter Yovie

Akun Instagram Yovie

MAKING INDONESIA INDUSTRI 4.0

Digagas menteri Erlangga, diluncurkan Jokowi tahun lalu, program industri 4.0 ( digital ) tsb. Ada 236 industri yang sedang disiapkan pemerintah dalam menyambut Industri 4.0, kata menteri Rudiantara ( EMI, 24/4/2019 ).

Ya, kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0 yang berciri efesiensi dan konektivitas dengan cara digitalisasi dan otomatisasi semua cabang produksi unggulan kita ( pariwisata, travel, transportasi, maritim, pertanian ). Banyak pekerjaan lama yang hilang oleh disrupsi ( efesiensi/ rantai distribusi dipangkas ) dari shifting ( perubahan metode produksi ) ini. Industri 1.0 digerakkan dengan api ( kapal/ kereta api untuk mengirim logistik ) dengan perubahan memakan waktu berabad-abad, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Industri 2.0 digerakkan energi fosil ( BBM ) dengan perubahan trend dalam hitungan dekade ( 10 tahunan ). Industri 3.0 digerakkan listrik dengan perubahan dalam hitungan tahun. Industri 4.0 digerakkan cyber optic + satelit ruang angkasa / internet dengan perubahan dalam hitungan hari bahkan detik. Cepat sekali.

Tak heran, Jokowi bilang, negara pemenang adalah negara yang cepat ( baca : produksi unggul, berdaya saing tinggi, cepat beradaptasi dan melayani demand, menghasilkan ketahanan ekonomi, pangan, energi, devisa, sehingga negara mampu membiayai armada hankam, alutista, dan menjaga keutuhan wilayah berdaulat NKRI ).

Di Indonesia, perusahaan berbasis industri 1.0 dan 2.0 masih ada, serta berbasis 3.0 masih banyak. Mereka perlu melakukan lompatan besar dengan tools internet dan inovasi ‘out of box’ sehingga Indonesia bisa segera beralih dari negara agraris-konsumtif menjadi produktif-kreatif. Masuk 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030 ( versi lain, jadi the big four ) karena bibitnya sudah ada. Tinggal disusun seperti blok permainan lego. Ojek di-tools jadi Gojek yang kini melesat Dekacorn ( valuasi 10 miliar USD ). Menurut Temasek dan WB, 72 miliar USD ekonomi digital/ e-commerce di Asia Tenggara, 27 miliar USD-nya diraih Indonesia. Dan diprediksi tahun 2025 akan mencapai 100 miliar USD.

Indonesia bisa begitu karena superpower budaya dan kaya SDA. Kuliner Indonesia ( rendang, nasi goreng ) no.1 dan 2 terenak di dunia. Martabak Indonesia langganan juara festival di mancanegara. Wisata halal kita no.1 di dunia. Desain busana muslim Indonesia dengan kain etnik warisan adiluhung leluhur kita kerap menjuarai festival fashion internasional. Penari tradisi dan kontemporer kita mampu menyihir publik dunia ( termasuk dalam gelaran Opening Asian Games 2018. Semoga menyusul Opening Olimpiade 2032 di 11 kota di Indonesia. Amin ). Paduan suara mahasiswa dan pelajar kita kerap menjuarai festival internasional. Olimpiade sains juga kerap dimenangi talenta muda kita. Bibit-bibit kreatif bertebaran di negeri ini.

( Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dari UI menyarankan re-organisasi ekosistem pendidikan Indonesia agar match dengan kebutuhan industri 4.0. )

Tinggal dibentuk ekosistem yang cocok untuk mematangkan para bibit muda ini. Dari ( kesiapan ) 70 negara industri 4.0, Indonesia baru menempati urutan 62 dalam kualitas SDM-nya, sekelas Vietnam. Thailand yang fokus pariwisata dianggap lebih siap. So, perlu re-organisasi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Riset dan inovasi perlu dikebut dengan dana memadai. Link & match di SMK harus terus diperbaiki. Kartu Pra-kerja, Sembako Murah dan KIP Kuliah ( dibiayai dari penggeseran subsidi BBM salah sasaran ) diharapkan bisa meningkatkan kapasitas kerja para lulusan dikmen dan dikti kita agar bisa mengisi atau menciptakan lapangan kerja 4.0 ( banyak pekerjaan lama lenyap, tapi lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dari SDM berinovasi, kreatif dan problem solver di era disrupsi ini ). Indonesia terpilih sebagai negara Mitra Resmi ( Official Country Partner ) di Hannover Messe, Jerman, tahun 2020 yang memamerkan capaian industri 4.0. Prepare your self, people..

**********************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

THE LODGE MARIBAYA : KOLABORASI MILENIAL 4.0, WARGA DESA AGRARIS, PEBISNIS WISATA.

Memanfaatkan alam tanpa merusaknya adalah misi pebisnis wisata Heni Nurhaeni Smith, founder The Lodge Group. Heni ingin memperkenalkan hutan dan alam indah Desa Cibodas, Jawa Barat ini untuk menginspirasi warga daerah lain yang punya potensi view unik lainnya. Dimulai dari kecintaan pada alam dan hobinya kemping, Heni, seorang event organizer 20 tahun lalu, mulai merintis rumah kayu ( lodge ) di lahan 2 hektar miliknya sejak 14 tahun lalu di Kabupaten Bandung Barat ( acara Ngantor = ngobrol ringan di kantor, K-Lite FM, 24/4/2019 ).

Heni rajin menanam pohon di lahan pribadi dan sekitarnya sampai Perhutani mempercayakan lahan 29 hektar lagi padanya untuk dirawat kelestarian pepohonan dan kebersihan sungainya ( nebang satu pohon di hutan lindung didenda Rp 5 juta ).

Tiga tahun lalu atas desakan teman dan kerabatnya, lahan berview unik dengan pinus-pinus cantik itu dibuka Heni untuk umum. Rp 1000 dari harga tiket masuk disumbangkan Heni untuk kegiatan sosial. Besok, 26 April 2019, digelar perayaan HUT 3 tahun The Lodge yang akan dimeriahkan dengan konser Magical Journey oleh Bandung Pilharmonic Orchestra yang sudah mendunia di hutan yang dikelola The Lodge tsb ( jika turun hujan/ kabut, kawasan wisata alam ini menjelma seolah negeri di atas awan ). Warga yang ber-KTP Kabupaten Bandung Barat boleh masuk The Lodge dan Fairy Garden secara gratis tanggal 26 April itu untuk berbagi syukur Heni dengan warga setempat. Bupati dan tokoh masyarakat diundang. Berbagai media, termasuk TV nasional juga diundang untuk meliputnya.

Di kawasan The Lodge, ada apa aja sih ? Selain rumah kayu, area kemping untuk tenda-tenda perkemahan, ada pula sepeda gunung di ketinggian 15 meter di mana pengunjung bisa melihat view indah pepohonan asri dari atasnya dibantu tali-tali pengaman seperti kita lihat di luar negeri ( On the Spot, Trans7 ). Ada glass bridge/ deck di ketinggian 55 meter untuk uji nyali seperti di China yang menghubungkan 2 pucuk gunung. Juga paket treking menyusuri sungai Cikapundung.

Kawasan asri Cibodas ini semula hutan produksi, lalu dikembalikan menjadi hutan lindung. View unik yang tak bisa dipindahkan ke tempat lain ini menjadi pilihan para pecinta alam ( strong market ). Heni, sang founder, mengutamakan kearifan lokal dalan memasarkan bisnisnya. Sebanyak 500 karyawannya ( 90% warga lokal ) diminta tetap nyunda, ramah, berpakaian batik dengan corak pohon pinus desain sendiri ( front liner ), meski para tamu dan pengunjungnya datang dari Jakarta, Malaysia dan mancanegara.

Para tamu bisa memilih 3 jenis wisata yang dimiliki The Lodge Group, yaitu Mulberry Hill by The Lodge ( glamping, kemping cantik bagi yang ogah kotor, tersedia kebun organik, resto, 20 kamar cottage dan 2 villa joglo untuk menginap ), Fairy Garden by The Lodge ( untuk piknik keluarga ) dan The Lodge ( rumah kayu dengan wahana dan acara “out of the box” ) itu sendiri.

Willing to learn, mau belajar adalah kiat sukses Heni. Kawasan sepi berubah ramai dan macet menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagian penduduk lokal tak siap menerima perubahan ini, sehingga Heni, melewati tahun-tahun berat itu dengan mengundang para stake holder untuk duduk bersama mencari solusi. Heni lalu mengajak lurah dan karang taruna untuk terlibat dalam proyek kampung wisata. Hasilnya, tahun 2017 tersedot 1,5 juta pengunjung dan tahun 2018 tersedot lebih 2 juta pengunjung.

Hasil bumi warga dijual sepanjang jalan masuk The Lodge. Area depan ada resto sunda Rumah Bambu dan aneka jajanan lokal di dapur Hawu seperti cireng dan cilok. Pengunjung juga bisa ngopi dan makan pizza di sana.

Soal keamanan di The Lodge, Heni sudah menjaminnya dengan Certificate Safety, pembeli tiket diproteksi asuransi, diberitahu tempat evakuasi jika ada bencana ( gempa, likuifaksi, banjir, longsor, letusan gunung ), para pegawai sudah di-training untuk kejadian darurat/ emergency.

Dari area parkir seluas 1 ha itu para pengunjung bisa jalan kaki ke plaza tempat aneka even baru digelar, seperti penampilan artis Harmoni the Pipe, musisi akustik, seniman seni instalasi, pelukis, pematung memamerkan karya terbarunya.

Heni menyadari era digital dengan trend medsos dan aneka platform saat ini mempercepat promosi dan daya jangkau pemasaran bisnis wisatanya ( butuh biaya lebih besar dan waktu lama dengan cara konvensional/ billboard ). Ia mengerahkan banyak anak muda milenial di tim-nya untuk brain storming, ide inovatif, dan pemasaran bisnisnya, karena olahraga ekstrim banyak diminati kaum milenial ). Dengan promosi di web The Lodge Maribaya.com dan Instagram The Lodge Maribaya, ribuan tamu grup saat weekday dan tamu keluarga di weekend berkunjung ke tempatnya dalam hitungan menit. Disrupsi dan Shifting terbukti menguntungkan bagi pebisnis yang siap dengan teknologi 4.0. Lebih banyak orang yang berhasil disejahterakan. Terinspirasi ?

*********************

INFO PARENTING :

“Main Sama Mama”- drawed by Vitrisa

CEGAH PELECEHAN SEKSUAL SEJAK DINI

Main sama Mama. Bukan sama Papa, jika anak perempuan. Why ?

Kekerasan seksual anak masih marak. Sinyal, pendidikan seks sejak usia dini belum merata di masyarakat. Tapi, anak butuh sentuhan sayang untuk perkembangan emosinya. Gimana dong ? Ini kiatnya :

Ajari anak sejak balita, cara menghindari pelecehan seksual ( Khazanah, Trans7, 22/3/2019 )

Beritahu padanya, hanya bunda yang boleh menyentuh organ intim anaknya. Ayah harus minta izin dulu pada anak jika akan menyentuh badannya untuk mengganti popok, memeriksa suhu tubuh atau mengecup dahinya, agar anak dibiasakan untuk menjaga privasi tubuhnya dari intervensi yang tak dikehendakinya.

Anak juga dilatih untuk menjaga sensor tangannya tetap peka. Jangan dipaksa salaman jika ia tak ingin ( instingnya menolak ) karena tangan adalah awal orang menjajaki keintiman. Biarkan sensor tangan anak tetap peka dengan menolak orang yang tak dikehendaki ( menjaga teritorinya ).

Belaian sayang dilakukan ortu di kepala dan bahu anak. Belaian meragukan, seperti dicubit di pinggang atau di pusar, seharusnya anak segera menepis, menolak, menjauh, dan lapor bunda. Belaian terlarang di dada, paha dan kemaluan sudah bisa dianggap pelecehan seksual. Anak harus menolak, lari meninggalkan pelaku dan lapor bunda.

Ajari anak pohon kekerabatan, siapa yang muhrim ( boleh melihat tanpa jilbab, mengusap kepala dan menepuk pundak ). Ajari anak menghadapi orang asing : Tukang pos, kurir paket, loper koran, pencatat meteran listrik PLN, air PDAM hanya boleh sampai halaman rumah. Tetangga, silakan tunggu di teras, anak diminta lapor bunda. Paman dan kerabat yang dikenal baik boleh masuk sampai kamar tamu. Sahabat dekat boleh sampai ruang tengah dengan seijin anak dan bunda. Namun hanya bunda yang boleh masuk kamar anak perempuan. Balita perempuan boleh bersama ayah dengan sepengetahuan ibunya ( karena kini banyak kasus pedofil dari anggota keluarga dekat ).

Semoga anggota keluarga kita dan anak Indonesia terhindar dari pelecehan seksual dan kekerasan anak. Amiin..

Written by Savitri

25 April 2019 at 10:19

Tsunami Selat Sunda. Penataan Kawasan Pantai dan Mitigasi Bencana. Siapa Mulai ?

leave a comment »

Gunung Anak Krakatau ketika damai.

Ketika erupsi…

Ketika meluluhlantakkan 4 kabupaten di Banten dan Lampung dengan longsoran tubuhnya. Menyulap gelombang 2 meter jadi setinggi 15 meter. Rumah dan hotel hancur. 431 orang tewas, lebih 7.200 orang luka-luka karenanya. Persisnya karena penataan kawasan pantai yang buruk ( pesisir dikapling, bahkan di Ba** laut pun dikapling ). Mestinya, ada jarak 100 meter ( sempadan pantai ) dari batas pasang tertinggi sebelum rumah dan hotel itu dibangun, terutama di wilayah potensi tsunami ( pernah tsunami ). Ada hutan bakau, buffer pemecah kekuatan tsunami sebelum semua bangunan itu. Ada simulasi mitigasi bencana yang rutin dilakukan warga pesisir sampai hafal luar kepala alias refleks jika tsunami menyerbu daratan. Lihat air surut jauh sampai terlihat ikan bergelimpangan begitu menggiurkan untuk dipungut, warga langsung refleks menjauhi pantai sampai 1 km/ mencapai tempat tinggi dalam tempo 10 menit. Para kepala daerah juga rutin ditatar cara mitigasi yang benar agar ia memberi teladan mitigasi dan terdepan menyelamatkan warganya ( tak Basarnas, BNPB melulu ). Kepda pro aktif ( lapor BMKG) jika buoy peringatan dini tsunami di daerahnya sudah lenyap/ rusak agar prediksi tsunami BMKG di daerahnya bisa akurat ( gak protes melulu ). Masuk hotel atau kawasan pantai sudah dipasang plang edukasi mitigasi ( di mana titik kumpul evakuasi/ shelter tsunami, nomor hotline Basarda, Basarnas, BPBD, BNPB, BMKG, Badan Geologi, Polda ) agar wisatawan tahu cara menyelamatkan diri. Mitigasi bencana perlu masuk kurikulum sejak Paud sampai Perguruan Tinggi, karena kalau sudah tua menumbuhkan kesadaran ( literasi ) bencana sudah sulit ( ngeyel ). Syukur-syukur si anak yang mengingatkan orang dewasa di sekelilingnya agar sadar mitigasi ( biar si ortu rikuh, malu sama anak jika melanggar aturan ) . Peraturan kebencanaan sudah surplus di negeri ini, tapi kok implementasinya masih minus ya ? Penghormatan terhadap nyawa manusia masih minim. Masih reaktif, belum antisipatif. Siapa mau sadar mitigasi sekarang ? Sebelum tsunami datang lagi… ( foto: antara, detik )

Bencana pun “up to the next level” kini. Dari gempa Lombok, gempa tsunami likuifaksi Palu, sampai malam minggu kemarin ( 22/12/2018 jam 21.27 WIB ), gelombang tinggi- purnama parigi/ pasang- tsunami-longsoran tubuh anak gunung Krakatau mengubah prediksi gelombang tinggi 2 meter BMKG jadi setinggi 9-15 meter menurut saksi mata ( korban selamat ) di lokasi bencana ( Pantai Carita, Tanjung Lesung, Kec. Anyer, Kec.Cinangka , Pandeglang di pesisir Banten dan pesisir Lampung Selatan ). Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. ( pakar geologi berjilbab, mantan rektor UGM ) diprotes banyak pihak bahkan sampai diminta mundur karena rilisnya seperti berubah-ubah, membingungkan.

Di Prime Time News ( MetroTV, 23/12/2018 ) Dwikorita bilang, tak ada yang salah dari prediksinya. Kewajiban pihaknya untuk menginformasikan ( secepatnya, sesuai data terakhir ) peringatan cuaca, gempa, gelombang tsunami yang diinput dari instrumen yang dipasang di lapangan ( seismograf, buoy peringatan dini tsunami, dsb ) lalu disimulasikan secara computerized. Ketika ada potensi gelombang tinggi ( 20-26 Desember 2018 ) segera ia merilis ke publik dan instansi terkait. Lalu tiba-tiba muncul garis fluktuasi khas tsunami di alat pencatat ( selama 4-6 menit ). Dwi lalu merilis update-nya ( peringatan tsunami ) meski ia tak yakin dari mana energi tsunami tsb karena tak ada gempa yang tercatat di seismograf. Tapi ia mesti memberitahu segera karena mencek ke lapangan butuh waktu seharian, kuatir keburu disambar gelombang tsunami ( yang ternyata berlangsung 21.27-21.53 WIB ).

Setelah koordinasi dengan Badan Geologi, ternyata memang ada longsoran tubuh anak gunung Krakatau pada pukul 21.03 WIB ( terlihat di citra satelit, massa anak gunung itu sebelum 22 Desember dan sesudahnya, jadi lebih kecil ). Sehingga peringatan gelombang tinggi yang 1,5 – 2 meter ( tak perlu mengevakuasi diri sejauh lebih 1 km/ ke tempat tinggi ), mendadak berubah peringatan tsunami dalam waktu mepet ( sebagian tak sempat menyelamatkan diri ) karena buoy peringatan dini di sana sudah hilang sejak tahun 2007. Anehnya, muncul sirene yang dikira warga dari alat BMKG, padahal sirene itu jika benar ada pasti tercatat di sistem komputer markas BMKG dan terdengar petugasnya di lapangan ( jadi sirene itu dari pabrik atau ambulans ? ). Benar-benar bingung ya.. ( kapan persisnya waktu ngacir yang on time agar selamat ).

Di posko kantor gubernur Lampung, jam 16.30, sekitar 3000 pengungsi menjerit histeris setelah muncul hoax di WA bahwa ‘akan ada tsunami susulan’. Warga lain yang literasi bencana berusaha menenangkan. Akhirnya ditempel stiker di sejumlah area, nomor hotline untuk warga bisa menanyakan info valid seputar bencana tsunami Banten-Lampung. Para pengungsi pun tenang kembali ( kunci tenang itu informasi yang jelas, detail, gamblang dan mudah dimengerti, seperti pujian Jokowi pada Sutopo, humas BNPB ).

Kapolri Tito segera ke lokasi bencana, mengerahkan anak buahnya untuk membantu evakuasi warga dalam proses tanggap darurat bersama Tim Gabungan ( Basarnas, Basarda, BNPB, BPBD, TNI-AL, Polair, relawan ). Tito juga memberitahu warga ( dan wartawan ) bahwa BPBD, Basarnas BMKG, ( juga Badan Geologi ), aparat TNI dan Polri bisa jadi acuan masyarakat jika ada berita simpang siur.

Tsunami vulkanik ( biasanya tsunami karena gempa, hal baru buat kita seperti likuifaksi di Palu ) melanda 4 kabupaten di pesisir Banten ( tsunami lebih besar ) dan Lampung. BMKG, kerjasama dengan Badan Informatika Geospasial untuk merilis info tsunami, lalu Badan Geologi ( Pusat Vulkanologi ) untuk info erupsi gunung sekitar Selat Sunda itu.

PENJELASAN TSUNAMI VERSI PVMBG dan BMKG

Menurut PVMBG, lontaran material pijar Gunung Anak Krakatau ( dalam fase bangun tubuh hingga besar ) sampai 2 km. GA.Krakatau adalah gunung api muda strato tipe A yang muncul dalam kaldera, pasca erupsi paroksimal tahun 1883 ( tsunami setinggi 40 m, korban tewas 36.000 jiwa ) dari kompleks vulkanik Krakatau. Aktivitas erupsi pasca pembentukan dimulai sejak tahun 1927, saat tubuh gunung api masih di bawah permukaan laut. Tahun 2013 tubuh ini mulai muncul sampai elevasi tertinggi 338 m dari muka laut ( pengukuran September 2018 ), jelas PVMBG ( 23/12/2018 ) di Jl. Diponegoro No. 57 Bandung.

Karakter letusannya adalah erupsi magmatik berupa erupsi ekplosif lemah ( strombolian ) dan erupsi epusif ( aliran lava ). Letusan strombolian terjadi pada 20 Juni 2016 dan 19 Februari 2017. Lalu pada 29 Juni 2018, precursor letusannya diawali gempa tremor dan peningkatan jumlah gempa Hembusan serta Low Frekuensi pada 18-19 Juni 2018. Jumlah gempa Hembusan terus meningkat dan akhirnya meletus pada 29 Juni 2018, melontarkan material di sekitar tubuh GA Krakatau ( kurang dari 1 km dari kawah ).

Namun, sejak 23 Juli teramati lontaran material pijar jatuh di sekitar pantai, sehingga radius bahaya diperluas menjadi 2 km dari kawah. Tsunami dan lontaran material pijar dari tubuh gunung yang kini berdiameter 2 km ini berbahaya, Sedangkan sebaran abu vulkaniknya tergantung dari arah dan kecepatan angin. Status GA Krakatau kini Siaga 3 ( warga dilarang mendekati kawah pusat erupsi dalam radius 5 km ). Warga di pesisir Banten dan Lampung harap tenang melakukan kegiatan seperti biasa dengan mengikuti arahan BPBD setempat dan jangan terpengaruh isu-isu tsunami dari sumber tak jelas ( crosscheck dulu ke BMKG, PVMBG, Basarnas, BNBP, BPBD, TNI atau Polri )

Pada 22 Desember 2018 teramati letusan GA Krakatau dengan tinggi asap 300-1500 m di atas puncak kawah ( terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale 58 mm ). Menurut PVMBG, untuk menimbulkan tsunami sebesar itu perlu runtuhan cukup masif yang masuk ke kolom air laut dan untuk merontokkan bagian tubuh yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar ( tidak terdeteksi seismograf di pos pengamatan gunung api ). Sedangkan menurut BMKG, tsunami yang terjadi kemarin bukan karena aktivitas tektonik ( 90% tsunami dipicu gempa, 10% dipicu erupsi ). Gempa 3,4 SR di GA Krakatau sudah bisa ( langsung atau tidak langsung ) memicu tsunami. Pemerintah lalu memasang. 6 sensor erupsi ( buoy terpadu BMKG ) di 3 pulau terdekat GA Krakatau ( di antaranya Sebesi dan Sebuku yang berjarak 10 km dari kawah GA Krakatau )

PENJELASAN SIRENE MISTERIUS

Diberitakan, ada 52 sirene milik BMKG dalam early warning sistem tsunami yang dipasang sejak 2008. Kemudian, 15 sirene dihibahkan ke pemda yang dianggap sudah bisa merawatnya. Sisanya, dirawat BMKG yang 2 jam baterenya habis ( sehingga tak bisa berbunyi terus kalau tak di-charge lagi ). Ada pula petugas BMKG / intern auditor yang menyetop sirene jika peringatannya sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan data terakhir bencana yang diolah sistem BMKG. 52 sirene ini dipencet tombolnya oleh pemda setelah menyimak rilis gelombang tinggi atau tsunami dari BMKG. Sudah tahu sekarang siapa gerangan biang sirene misterius yang di dengar warga pada 22/12/2018 lalu ?

Saat sirene, BMKG menganjurkan warga bergeser dari bibir pantai hingga 500-1000 meter dari garis pantai agar warga cukup waktu menyelamatkan diri ( lari melebihi 1 km dari bibir pantai ). ( Prime Time News. MetroTV, 26/12/2018 ).

Terlihat di layar TV, warga, relawan SAR lari kencang menjauhi pantai ketika gelombang tinggi 4 meter diiring gemuruh tremor GA Krakatau yang kian keras. Mereka mungkin jadi guru mitigasi kita di hari-hari berikutnya. Sudah terlatih meng-update rilis BMKG dan tahu harus lari secepat apa ( di Jepang, warga sudah menyiapkan ransel bekal mengungsi dan sepatu kets dekat ranjangnya yang siap disambar ketika peringatan bencana masuk ponselnya dan seluruh siaran TV serempak merilisnya. Warga dilatih dan terlatih memberdayakan diri. Tak pasif menunggu bantuan. Kita harus bisa setrampil itu ketika menghadapi bencana. Bahkan lebih, karena tingkat bencana di sini paling top sedunia. We’re born for ‘that’. Allah sedang menempa kita ).

KESIGAPAN APARAT & TIMSAR GABUNGAN

Polda Banten lalu melakukan Ante Mortem pada keluarga korban tewas. Hasilnya sementara ini, sebanyak 66 jasad sudah teridentifikasi. 16 jasad belum dikenali karena tak ditemukan kartu identitas di bajunya, sehingga keluarga korban perlu datang membawa foto korban/ baju ketika terakhir pergi, foto senyum korban terlihat gigi/ foto rontgen gigi, tanda lahir, tanda khas pada korban ( sidik jari, kemendagri bisa bantu polisi DVI lagi seperti waktu kecelakaan JT 610 ? )

Tiga personel band Seventeen yang lagi manggung ( 15 meter dari bibir pantai ) dan komedian Aa Jimmy ( juga istri dan 2 anaknya ) ikut jadi korban tewas. Jasad Aa terbujur di RSUD Serang. Pengasuh dan anak bungsu Aa selamat lalu diantar ke Cianjur bersama jasad Aa. Menurut Sutopo, dari tsunami ini sebanyak 373 orang tewas ( sebagian besar wisatawan yang sedang menginap di 3 hotel dan penonton panggung hiburan ). Lebih 1.459 orang luka, mereka dirawat di RS Berkah- Pandeglang ( 164 orang dirawat, 37 orang lalu dirujuk ke RS lain dan 1 orang ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. RSUD Drajat, Serang merawat 98 pasien. Korban lainnya dirawat di RSU Banten dan RS Lebak ( Breaking News, MetroTV, 23/12/2018 ). 128 orang hilang dan 5.665 orang mengungsi. Kita turut berduka cita atas semua kehilangan ini. Semoga yang luka cepat sembuh, yang hilang segera ditemukan, yang tewas segera dikenali dan dikebumikan keluarganya. Semoga semuanya dikuatkan-Nya menerima bencana ini. Amiin..

Akun twitter Palang Merah Indonesia

Update Sabtu ( rilis BNPB, 29/12/2018 ):

Daerah paling terdampak parah adalah Kabupaten Pandeglang, yaitu kawasan wisata dan permukiman sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang, dan Carita ( terbanyak penonton Seventeen ) Sejumlah korban masih terjebak reruntuhan di Carita. Rombongan PLN juga jadi korban tsunami ( 14 tewas, 89 hilang )

Karena terparah ( Kabupaten Pandeglang : 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, 14.395 orang mengungsi ) maka masa tanggap darurat di Pandeglang ditetapkan 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari

Mirisnya, untuk mengantipasi dampak bencana sebesar itu, rata -rata anggaran kebencanaan di pemda hanya 0,002% ( padahal minimal 1% dari APBD ). Hasilnya, kerugian Indonesia akibat bencana ( 2005 sd 2015 ) lebih Rp 640 triliun ( EMI, 26/12/2018 ). Semoga kurikulum kebencanaan jadi diterapkan dan mitigasi rutin dilakukan, sehingga korban jiwa dan kerugian negara bisa diminimalisir. Amiin.

Shelter bencana ( titik kumpul evakuasi ) pernah dikorup pejabat di Banten beberapa waktu lalu, tapi pelaku cuma dihukum 1,3 tahun penjara ( plus dapat remisi ), padahal dampak perbuatannya menewaskan lebih 429 orang dan merugikan negara belasan triliun. Ini contoh hukuman ringan extra ordinary crime yang merenggut HAM lebih 18 ribu orang. Apa setelah ini, para penyelenggara negara, penggiat HAM, jaksa, hakim bisa melihat HAM dari sisi korban/ rakyat ? ( bukan cuma HAM pelaku yang ingin nyaleg lagi yang diamini MA dan caleg napikor kubu 02 yang di forum Singapura kemarin sok inosen mempermalu Indonesia dengan menyebut korupsi stadium 4. Ngaca dong. SU saja nyuap/ mahar 1 triliun supaya bisa nyawapres. Kubu PS ini bisa apa sih, selain nyinyir, hoax, politisasi agama, menakut-nakuti para pemilih ? ).

Apa yang bisa kita petik dari pelajaran bencana kali ini ? ( wake up call dari Allah Swt ). Longsoran tubuh gunung anak Krakatau memperbesar gelombang tinggi ( karena cuaca dan pasang bulan purnama ) menjadi tsunami, seperti kita menepuk air di baskom ( sebagian volume air muncrat ke luar/ daratan ). Kepastian alam : jika sudah pernah terjadi bencana di suatu daerah ( misal, longsor vulkanik memicu tsunami di Selat Sunda ) maka akan terulang lagi di masa datang ( cuma waktunya belum pasti ), bisa bulan ini atau beberapa tahun kemudian. Di Banten pernah terjadi gempa 6,4 SR ( Januari 2018 ) dan banjir bandang tahun 2017. Apa daya ?

Kunci menghindari jatuhnya banyak korban jiwa dalam bencana berulang itu adalah penataan tata ruang. Ada UU no. 1 tahun 2014, Perpres yang minta dibuat Perda untuk menata kawasan pantai. Rumah ( bangunan, hotel, panggung hiburan ) harus dibangun tahan gempa setelah jarak 100 meter dari batas pasang tertinggi pesisir pantai. Apalagi jika wilayah tsb pernah terjadi gempa, tsunami, letusan gunung ( longsoran tubuh gunung, awan panas/ wedhus gembel, aliran lava/ dingin dan lahar/ panas ), likuifaksi, banjir bandang, longsor sedimen laut, dsb. Plus mitigasi bencana ( warga terlatih/ rutin simulasi tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Jika kedua hal tsb sudah dilaksanakan maka teknologi tak lagi signifikan artinya ( sebaliknya jika teknologi supercanggih sampai bisa akurat prediksinya, namun warga tak tahu ke mana titik kumpulnya/ evakuasi pengungsi, secepat apa larinya, maka ia akan tewas tersambar tsunami juga )

Daerah potensi tsunami upayakan tak jadi daerah permukiman ( meski daerah seperti itu biasanya nyaman dan subur, sehingga warga cenderung enggan jika diatur/ ditertibkan. Giliran kena bencana, mereka histeris, teriak-teriak minta bantuan pemerintah, protes emosional kalau bantuan datang terlambat terkendala gangguan komunikasi dan akses jalan karena BTS seluler pada roboh, gardu listrik rusak, jalan jembatan putus, dsb ). Daerah rawan tsunami jadikan daerah wisata saja yang tak ditinggali secara menetap.

Penghijauan/ hutan bakau digalakkan di tepi pantai untuk meredam/ mengecilkan tsunami yang masuk daratan sehingga tak membahayakan lagi. Jika penataan kawasan pantai tak seperti ini dan latihan mitigasi tak sering dilakukan maka kegagalan/ musibah berikutnya bisa dipastikan, sedang keselamatan hanya sesekali/ ‘kebetulan’.

Menurut wakil BPPT, pada Mei 2018, pihaknya pernah mengadakan kajian potensi tsunami dari seismik/ gempa bumi di Banten, eh.. ternyata tsunami dari erupsi gunung yang terjadi ( alam ngamuk susah ditebak ). Ia kuatir, lempeng subduksi Selat Sunda akan terpicu setelah bencana ini ( energi dan dampaknya lebih besar dari tsunami erupsi ). Nah, lho.. ( waspada bencana sepanjang masa )

POLITIK ANGGARAN KUAT MENGANTISIPASI BENCANA

UU no.24 th 2007 tentang Penanggulangan Bencana meminta anggaran kebencanaan yang cukup ( saran Bappenas 1% di APBN, APBD ). Rp. 10 ribu untuk mitigasi bisa menghemat dampak bencana Rp 40 ribu. Prakteknya, pemda rata-rata cuma 0,002% untuk bencana ( umumnya 70% dana APBD habis untuk belanja rutin/ gaji pegawai. 30% untuk pembangunan. Termasuk 20% untuk pendidikan ). Seperti Kab. Pandeglang yang terdampak tsunami Selat Sunda paling parah cuma bisa menganggarkan Rp 4 miliar untuk bencana di daerahnya ( lalu kini terpaksa minta bantuan pemerintah provinsi, pusat dan donasi masyarakat untuk mengatasi dampak bencana ). Kini tinggal Rp 200 juta setelah dipakai bencana sebelum tsunami tsb ( EMI, 27/12/2018 )

Anggaran 1% APBN, APBD itu juga mesti didukung mindset yang benar tentang mitigasi bencana, skala prioritas penggunaan anggaran, partisipasi aktif warga dan kecakapan mitigasi kepala daerah yang negarawan ( bukan pedagang seperti sebagian kepda saat ini ).

Ada yang bilang, perlu ratusan tahun lagi untuk GA Krakatau meletus seperti tahun 1883 ( tsunami setinggi 40 m, korban tewas 36.000 orang ). Namun, ketika Gunung Krakatau meletus tahun 1883, seorang survivor pernah menulis prediksinya bahwa anak gunung ini akan erupsi/ bencana besar antara tahun 2015- 2073 M ( karena erupsi 12 inchi tiap bulan. Jika hadis menyebut, kiamat terjadi sebelum 1500 Hijriah, mungkinkah sebelum tahun 2073 Masehi itu ? ). Waspada dan bersiaplah seperti anggota TNI ( mengantisipasi worst scenario )

Pada 27/12/2018, ratusan warga Pulau Sebisi dan Sebuku diungsikan dengan KRI ke Lampung Selatan karena kedua pulau tsb berjarak 10 km dari anak gunung Krakatau yang statusnya kini sudah dinaikkan dari level Waspada ( menjauh dari radius 2 km dari pusat erupsi ) ke Siaga 3 ( menjauh dari radius 5 km ). Warga, komunitas penerbangan, pelayaran diminta Pusat Vulkanologi untuk menjauhi radius bahaya 5 km dari GA Krakatau. Gunakan masker penutup hidung untuk menghindari Ispa ( infeksi saluran pernafasan ) dari tebaran abu vulkaniknya yang bisa menjangkau jarak lebih jauh lagi ( rasakan ke mana arah angin bertiup di Banten dan Lampung dari posisi lontaran GA Krakatau ). 500 warga memilih tinggal di Sebesi untuk menjaga harta bendanya ( belum Siaga 1 yang harus mengungsi ). Ratusan lainnya dengan kapal KRI diungsikan ke posko di Lampung. Sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat sanak saudaranya.

Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng benua sekaligus di atas cincin teraktif di dunia ( letusan Gunung Toba membenamkan benua Atlantis, membuat Nabi Nuh mengungsi ke Aurora, meninggalkan kaldera 74 ribu tahun lalu yang kini jadi danau terbesar di dunia-Toba, dengan kedalaman lebih 1600 meter melampaui dasar Laut Jawa ) cuma diantisipasi dengan 0,002 % dana APBD ? Mestinya tanah subur di atas tungku api raksasa ini kita akrabi dan peluk bencananya dengan politik anggaran yang memadai untuk mitigasi dan tanggap darurat. 1% atau lebih. Nyawa ratusan ribu orang menjadi taruhannya.

( makin banyak badan yang ngurusi bencana mestinya makin kuat koordinasinya, jangan ego sektoral/ bertindak sendiri-sendiri )

Ada dua ‘gak keburu’ di tsunami ini. Gubernur Wahidin sudah niat untuk menertibkan rumah, bangunan dan hotel di pesisir Banten yang kurang dari 100 meter dari pasang pantai sesuai UU tsa. Tapi keduluan tsunami erupsi. Dwikorita juga sudah berencana membuat badan koordinasi dengan Badan Geologi, Badan Informatika Geospasial, menko kemaritiman, BPPT, dsb terkait kebencanaan, tapi tsunami keduluan menerjang karena kendala birokrasi ( ada netizen yang usul dibuat kementerian kebencanaan, tanggap darurat dan mitigasi di periode kedua Jokowi untuk menghadapi bencana-bencana besar yang sudah diprediksi pakar PBB akan makin sering terjadi di Indonesia ).

Klop dengan firasat ( dan mimpi saya ), kerusakan lingkungan sudah kian parah di sini, dari hutan yang rutin terbakar tiap tahun, sampah bersedimen penyebab longsor laut di Palu ( daerah lain menyusul jika tak memperbaiki kebiasaan buruknya membuang sampah sembarangan ), sampah plastik masih terus membunuh paus sperma di sejumlah tempat di tanah air.

Kita belajar biologi di sekolah, jika satu spesies dalam rantai makanan lenyap maka spesies/ elemen lain akan bertambah berlipat ganda, merusak keseimbangan ekosistem yang berujung petaka pada manusia yang berada di puncak piramida. Entah ini arah mengurangi populasi manusia hingga tersisa 3 miliar saja sebelum 2 perang besar menjelang akhir dunia yang sudah berumur 800 miliar tahun ini.

Daya dukung bumi renta ini sudah mendekati batas akhirnya. Mungkin tinggal warga yang literasi bencana dan dekat Allah saja/ jaga alam yang bisa survive menjadi umat unggulan untuk memenangkan perang mendebarkan itu. Wallahu’alam. Andakah itu ?

=============

Sederet info dari akun ( twitter ) resmi lembaga terkait kebencanaan dan kedaruratan di Kota Bandung dan Indonesia. Mengikuti mereka/ follow membantu kita survive dan menyelamatkan orang-orang yang kita kasihi di saat genting. Literasi bencana dan refleks mitigasi. Siip !

=================

Info Bandung-Jabar :

Program RW #GISA ( Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan ) dan aplikasi Salaman ( Selesai Dalam Genggaman ) sudah diluncurkan Pemkot Bandung medio Desember 2018. RW #GISA merupakan gerakan menyadarkan masyarakat’ akan pentingnya administrasi kependudukan. Ada lima RW yang jadi proyek percontohan, yaitu RW 03 Sukaasih, RW 10 Sukabungah, RW 01 Astanaanyar, RW 2 Antapani Kulon, dan RW 12 Batununggal. Dokumen yang perlu dimiliki warga Bandung, di antaranya ; kartu tanda penduduk ( KTP-E ), kartu keluarga ( KK ), kartu identitas anak ( KIA ), akta kelahiran, akta kematian, surat tinggal sementara, hingga dokumen pindah atau keluar daerah.

Sedangkan program Salaman adalah aplikasi berbasis mobile android dan web untuk mengurus dokumen kependudukan sehingga siapapun, kapanpun, dimanapun bisa mengurus dokumen kependudukan hanya melalui telepon genggam ( ponsel/ smartphone ), yaitu akta kematian, akta kelahiran, akta cerai, dan surat pindah-keluar Kota Bandung. Aplikasi Salaman bisa didapatkan gratis melalui Play Store atau diakses melalui laman https://disdukcapil.bandung.go.id

Warga tidak perlu repot datang ke Kantor Disdukcapil untuk membuat dokumen. Cukup lewat ponsel yang hasilnya bisa di-print. Kalau masih perlu dokumen yang asli, warga tinggal datang membawa hasil cetaknya ke Kantor Disdukcapil. Mudah kan?

Administrasi kependudukan, modal utama dalam pembangunan. Data akurat dan komprehensif dari warga juga dilakukan secara jemput bola, di antaranya dengan Mobil Mepeling, Mobil Bi Eha dan Mang Ujang. demi pelayanan publik berkualitas.

————————-

WISATA BUDAYA : Tari Jaipong.

“Jaipong”- drawed by Vitrisa

Tari Jaipong, siapa tidak kenal ? Jaipong adalah tari pergaulan yang merakyat sekaligus melanglangbuana ke seantero dunia. Identitas kesenian Jawa Barat yang dibawa dalam misi kesenian ke mancanegara. Tarian rakyat ini juga digelar untuk menyambut tamu negara yang datang ke Jawa Barat.

Awalnya, di TransTV, ada kontestan IMB yang konsisten membawakan tari Jaipong. Rumingkan namanya. Grup belia, cantik juga powerful ketika menari. Saya baru tahu, Pencak Silat ikut mempengaruhi tari Jaipong. Pantes aja.

Tari Jaipong mempengaruhi seni pertunjukan wayang, degung, genjring ( terbangan ), kacapi jaipong dan bahkan musik dangdut. Pong-Dut. Bagaimana Jaipongan diciptakan ?

Tari Jaipongan, hasil modifikasi tari tradisional khas Sunda, Ketuk Tilu, yang populer sekitar tahun 1916. Ketuk Tilu sudah ada sejak tahun 1809 ketika Groote Postweg/ Jalan Raya Post dibuat masa Daendels.

Waditra yang digunakan waktu itu adalah rebab, kendang, 2 kulanter, 3 ketuk dan gong. Gugum Gumbira, seniman asal Bandung, lalu mengkreasikannya kembali menjadi tari Jaipong. Ia sangat mengenal pola gerak tari tradisi yang berkembang di Kliningan atau Bajidoran ( Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, Subang ).

Gerak bukaan, pencugan, nibakeun, mincid dari beberapa kesenian di sini menjadi inspirasi kesenian Jaipongan. Nama populernya. Ronggeng dan pamogoran ( penonton yang ikut menari dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu, Doger dan Tayub ) mempengaruhi Jaipong sebagai tari pergaulan. Beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet. Gerak dasar tari Jaipongan juga diambil dari Pencak Silat.

Karya Jaipongan pertamanya adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” ( tari putri ) dan “Rendeng Bojong” ( tari putra putri, berpasangan ). Muncul nama Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurniadi sebagai penari Jaipongan yang andal. Setelah dipentaskan di TVRI tahun 1980, tari Jaipongan pun laris manis diundang ke hajatan, televisi dan perayaan. Penggiat seni tari menjadi lebih aktif menggali tarian rakyat yang sebelumnya kurang diperhatikan. Kursus tari Jaipongan lalu dibuka. Sanggar atau grup tari dibentuk di Jawa Barat untuk melayani permintaan masyarakat.

Tari Jaipongan bergaya Kaleran berciri ceria, humoris, semangat, spontan, sederhana, alami dan apa adanya. Seni Jaipongan di Bandung diberi pola ( Ibing Pola ). Di Subang dan Karawang tidak berpola ( Ibing Saka ). Jaipongan gaya Kaleran ini disajikan dengan tahapan sebagai berikut :

Tatalu Kembang Gadung Buah Kawung Gopar Tari Pembukaan ( Ibing Pola ) yang dibawakan penari tunggal atau sinden Tatandakan ( menarikan lagu sinden ). Jeblokan dan Jabanan, di mana para penonton ( bajidor ) sawer uang ( jabanan ) dengan salam tempel.

Tahun 1980-1990an, Gugum Gumbira menciptakan tari Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan dan Kawung Anten. Muncul penari Jaipongan andal : Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata dan Asep.

Tari Jaipongan diiringi musik Degung yang menghentak dengan suara kendang yang dominan. Penari bisa seorang, berpasangan atau berkelompok. Mereka menari di acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Jadi, anda tahu tari Jaipong, pencipta Jaipongan dan penari Jaipongan sekarang ya.. ( foto: “Jaipong”- drawed by Vitrisa )

Sandrina dulu dan sekarang

“Tong Hilap Nyak !”, pesan penari cilik, Sandrina Azzahra juara Indonesia Mencari Bakat – 3 ( 28 April 2013 ) di TransTV yang akrab dengan tarian tradisional, khususnya Jaipong. Wajah imutnya selalu menjadi perhatian para juri dan penonton IMB.

Sandrina dulu sekolah di SDN Panaragan 1, Kota Bogor, lalu melanjutkan ke SMPN 7, Kota Bogor. Sejak umur 7 tahun, Sandrina oleh ibunya diikutkan kelas menari.

Setelah juara kontes bakat IMB-3, Sandrina membuka sanggar tari betnama Sandrina Studio. Siswa tari yang diajarinya dari anak-anak sampai dewasa, karena gadis kelahiran Bogor, 8 Juli 2001 ini kini sudah mekar sebagai gadis cantik ( murid SMA ). Ketimbang menjadi dokter atau insinyur, dara jelita ini memilih terus menari untuk melestarikan budaya ( dan menari sampai tua !

Sanggar tari Sandrina berupaya mengembalikan fenomena pergeseran nilai budaya lokal dari pengaruh budaya Barat, selain wadah kreasi dan eksplorasi untuk menghasilkan karya inovatif, sarat nilai tradisi khususnya Jaipongan, ikon Jawa Barat. Berformat sanggar seni berbekal pengalaman kreatif dan manajemen yang tetap eksis di tengah dinamika perkembangan industri seni. Setelah mendapat saran kreatif dari para seniman, akademisi, tokoh seni, kreator, pemerhati seni, broadcast dan masyarakat pencinta seni maka pada September 2013, diresmikanlah Sandrina Studio yang dinaungi ‘klinik’ Jaipong Gondo Art Production, Bandung.

‘Klinik’ ini berisi ‘dokter’ ahli gerak’ ( koreografer ) dan ‘perawat’ ( asisten pelatih.), yaitu para talenta kreatif dan interaktif dalam olah tari khususnya Jaipongan dengan segala kekhasannya, dimana mereka mendedikasikan keahliannya dalam menggali potensi dan bakat para calon penari.

Sandrina Studio bertujuan market oriented juga bermoto Crossing the Border, di samping mengedepankan nilai kearifan lokal dalam proses kreatifnya, menjunjung tinggi loyalitas, profesional, rasa kekeluargaan, etika dan disiplin. Tari Jaipong takkan lekang oleh zaman selama dibangun dengan konstruksi manajemen profesional, ujar mereka mantap.

Sandrina Studio beralamat di Jl.Perintis Kemerdekaan no.15 Kota Bogor. Telp: 0856 9518 4202. E-mail : SandrinaStudio@gmail.com. Instagram : @sandrinamazayaa1

Written by Savitri

24 Desember 2018 at 14:51

Benteng Surosowan : bukti warga Banten begitu heroik di jaman kolonial Belanda.

with one comment

Reruntuhan istana Surosowan, sebelah selatan Masjid Agung Banten. Dahulu, Sultan Aliuddin II & Patih Mangkubumi memilih berperang hingga titik darah penghabisan ketimbang menyerahkan 1000 orang rakyatnya untuk bekerja rodi/ paksa untuk kolonial Belanda ( membangun jalur Anyer – Panarukan ) masa Daendels. Pemimpin nusantara yang patut ditiru.

Para wanita cantik itu keluar dari kaputren, lemah gemulai menuruni anak tangga, menuju pemandian Rara Denok. Mereka kemudian asyik berendam di kolam. Airnya bening. Tawa renyah keluar dari mulut mereka, ditingkahi  gemericik air yang mengalir dari pancuran. Putri keraton betah berlama-lama saat membersihkan diri di pagi dan sore hari. Mereka dari Kesultanan Banten,  masa lalu. Pemandian tersebut berada di kompleks Keraton Surosowan yang kini berada di kawasan Banten Lama, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, sekitar 10 km di utara Kota Serang.

Lokasi keraton di selatan Masjid Agung Banten. Kolam Rara Denok berbentuk persegipanjang. 30 x 14 meter. Kedalaman 4,5 meter. Di tengahnya, ada kolam lebih kecil, tempat istirahat bernama bale kambang. Terlindungi benteng tinggi nan kokoh, para wanita merasa aman dan nyaman. Namun, kini keindahan pemandian kelas VIP hanya menyisakan air hijau kotor. Bagian luar tembok kolam hanya tersisa setengah meter, meski tampak kuat dan bagus. Kolam yang menyimpan banyak cerita kecantikan putri keraton, kata pengunjung asal Tasikmalaya.

Rara Denok, Tasik Ardi, Pangindelan Abang, Putih, Mas. Canggih ..

Kolam pemandian, tempat putri keraton mandi. Ditengahnya ada Bale Kambang, tempat beristirahat. Keindahan pemandian kelas VIP ini kini hanya menyisakan air hijau yang kotor. Sungguh sayang.

Rara Denok menunjukkan teknologi pengairan yang sangat maju pada zamannya. Air dari  danau Tasik Ardi seluas 6,5 hektar dibuat masa Sultan Maulana Yusuf ( 1570 – 1580 M ), sekitar 2,5 km selatan keraton, dialirkan melalui pipa tanah liat setelah melewati 3 tahap penyaringan dalam bangunan menyerupai gerbong kereta api. Pertama, Pangindelan Abang. Kedua,  Pangindelan Putih. Ketiga, Pangindelan Mas. Saluran itu dibuat masa Sultan Ageng Tirtayasa ( 1651 – 1683 M ) dengan arsitek Hendrick Lucasz Cardeel ( Belanda ). Bangunan2 tsb kini masih berdiri kokoh, meski tak berfungsi. Bagian dalam mengeluarkan bau tak sedap karena dipakai sarang oleh kelelawar.

Tak seperti Keraton Cirebon atau Yogyakarta yang masih utuh, Surosowan hanya puing2 hampir rata dengan tanah, di dalam benteng seluas 4 hektar. Istana Surosowan dibangun masa Panembahan Hasanuddin, sultan pertama Banten ( 1526-1570 M ). Nama istana ini kemudian menjadi nama wilayah kekuasaan, selanjutnya nama resmi kerajaan Islam di Banten. Negeri Surosowan.

Mulanya kompleks keraton tak semegah seperti terlihat pada reruntuhannya. Pada masa Sultan Abdulfatah ( Sultan Ageng Tirtayasa ) terjalin persahabatan internasional, teknisi2 Eropa diundang dan dilibatkan dalam pembuatan kapal2 niaga dan perbaikan kompleks Keraton Surosowan. Istana menjadi lebih megah dan lebih tahan dari serangan. Dibangun pancuran dan kolam pemandian di dalamnya. Di sekelilingnya dibangun tembok bata merah yang tebal. Di sudut2 benteng dibangun menara penjaga ( bastion ). Jalan masuk ke istana berbentuk busur, diberi dinding bata pada kedua tepinya untuk menghindari pengintai luar.

Sultan Aliuddin II & Patih Mangkubumi  melawan Daendels : merdeka atau mati !

Selamat datang di Benteng Surosowan. Ingat warga Banten gigih melawan Belanda. Ingat pula, jangan membuang sampah sembarangan. Jaga cagar budaya demi mengenang perjuangan leluhur kita.

Bersemedi ? Is it allright ?

Keraton Surosowan dihancurkan beberapa kali ; oleh perang Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya, Sultan Haji dukungan penjajah Belanda. Perang Sultan Aliuddin II ( 1803 – 1808 M ) dengan Herman Willem Daendels, karena Aliuddin menolak mengirim 1000 pekerja rodi untuk membangun jalur Anyer – Panarukan, juga menolak menyerahkan Patih Mangkubumi Wargadiraja karena tak setuju ibukota kesultanan dipindahkan ke Anyer, serta menolak benteng Belanda dibangun sekitar Surosowan. Aliuddin lalu dibuang ke Ambon, Patih Mangkubumi dipancung. Rakyat Banten terus melawan. Daendels lalu membakar Surosowan, tahun 1813.

Perjuangan rakyat Banten itu, sayangnya tak diabadikan dengan baik. Benteng Surosowan terlihat tak terurus, kesepian. Sampah bertebaran. Tembok benteng, satu-satunya yang relatif utuh, rusak di sana sini. Dalam ruang2 penjagaan yang pengap dan becek, beberapa pengunjung bersemedi. Bekas alas tidur dan sisa ritus menjadi saksi bisu penelantaran itu. Memang sulit dan mahal untuk merekonstruksi keraton. Tapi memelihara yang masih tersisa, rasanya tidak. Ada yang terketuk turut merawatnya ? ( diramu dari tulisan Enton Supriyatna Sind di PR, 8/5/2010 )

Written by Savitri

19 Mei 2010 at 06:20

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,