Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Banten

Didi Kempot, Maestro Campursari dari Solo, Jawa Tengah. Cegah Ledakan Bayi WFH Masa Covid dengan BKKBN Mobile. PSBB Jawa Barat Mulai Rabu, 6/5/2020. Kematian Covid Setara Seasonal Flu : Perintah WHO/ Lockdown untuk Dagang Vaksin + Hutang IMF-WB ?? Siswa Madrasah Belajar Dari Rumah via TV atau Android. Perppu no.1/ 2020 : Judicial Review atau Sidang Paripurna DPR RI. Rencana Relaksasi PSBB Dimatangkan Dulu. Godam Kurva Covid Sampai Landai Mei 2020.

leave a comment »

DIDI KEMPOT, GOD FATHER OF BROKEN HEART has gone. Ati ambyar tenan..

Didi Kempot adalah nama panggung dari Dionisius Prasetyo ( lahir di Surakarta, 31/12/1966, wafat di RS. Kasih Ibu, Solo, 5/5/2020 akibat henti jantung dan dimakamkan di TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur, dekat makam anak sulungnya ) yang konsisten menembangkan lagu berbahasa Jawa/ campursari dan congdut Solo. Kempot singkatan Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawanya hijrah ke Jakarta. Putra seniman tradisional Ranto Edi Gudel dan adik kandung Mamiek Prakoso ( pelawak senior Srimulat ) ini berprofesi sebagai penyanyi, pencipta lagu dan produser musik yang menguasai instrumen gitar, ukulele, kendang dan aktif berkarya dari tahun 1984 sampai tutup usia 53 tahun kemarin.

MAESTRO SENI / PELESTARI BUDAYA /CULTURE SUPERPOWER

Maestro campursari dan penulis lagu populer ini memulai karirnya sebagai musisi jalanan di kota Surakarta ( 1984-1986 ) lalu mengadu nasib ke Jakarta (1987 – 1989 ). Sebagian besar lagu yang ditulisnya bertema patah hati dan kehilangan karena hampir tiap orang pernah mengalaminya dan ia ingin dekat dengan masyarakat dengan menggunakan nama tempat untuk judul atau lirik lagunya, seperti “Stasiun Balapan”, “Terminal Tirtonadi”, “Kopi Lampung”, “Perawan Kalimantan”, “Parangtritis”, “Pantai Klayar”, “Tanjung Perak”, “Tanjung Mas Ninggal Janji”, “Magelang Nyimpen Janji”, “Ademe Kutho Malang”, “Kangen Magetan”, “Kangen Nickerie” sekaligus mempromosikan daerah yang pernah dikunjunginya tsb. Ia yakin sebuah tempat punya kenangan tersendiri bagi setiap orang. Didi telah menulis lebih 700 lagu.

Didi Kempot banyak diminati kaum muda dari berbagai daerah : Kempoters/ Sad Boys, Sad Girls yang tergabung dalam Sobat Ambyar yang mendaulat Didi Kempot sebagai Godfather of Broken Heart dengan panggilan Lord Didi ( wikipedia ).

Tahun 1987, Didi berkumpul dan mengamen bersama teman di Slipi, Palmerah, Cakung, dan Senen, Jakarta. Di sela rutinitas ngamen, Didi Kempot dkk mencoba rekaman dan menitipkan kasetnya ke beberapa studio musik di Jakarta sampai menarik perhatian label Musica Studio’s. Tahun 1989, Didi Kempot merilis album pertamanya dengan lagu andalan “Cidro”.

Lagu “Cidro” diangkat dari kisah asmara Didi yang pernah gagal menjalin asmara dengan wanita tapi tak disetujui camer. Begitu menyentuh sampai pendengar baper. Stasiun Solo Balapan menjadi setting lagu “Stasiun Balapan” yang menceritakan kepedihan hatinya berpisah dengan seseorang yang naik kereta api. Didi lalu diangkat PT.KAI menjadi Duta Kereta Api Indonesia.

Tahun 1993, Didi tampil di di Suriname dan lagu “Cidro” mengorbitkan sebagai musisi terkenal di sana, sampai presiden Suriname menyempatkan diri menemuinya di ruang ganti ( 14% penduduk Suriname asal Jawa ). Tahun 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu “Layang Kangen” di Rotterdam, Belanda. Kembali ke Indonesia, Didi kian populer dengan lagu-lagu baru ciptaannya awal tahun 2000-an. Menyusul lagu “Kalung Emas” tahun 2013 dan “Suket Teki” tahun 2016 yang sangat digemari khalayak, sampai Jokowi pun bisa melantunkannya.

Yang sempat dikeluhkan Didi sebagai penulis lagu dan penyanyi, ia merasa dirugikan karena pembawa ulang lagunya mendapat royalti, sedangkan pencipta lagu/ Didi tak mendapatkan.

Sebulan sebelum kepergiannya, Didi sempat menyumbang 8000 paket sembako di 18 kota dan melantunkan lagu “Ojo Mudik”. Didi meraih Life Time Achievement award dari Billboard berkat konsistensinya mencipta dan mempopulerkan lagu-lagu berbahasa Jawa selama puluhan tahun bergenre Campur Sari dan Wanasari ( Headline News, MetroTV, 5/5/2020 ).

Sopo sing wis kangen karo Bapak Loro Ati ?

CEGAH LEDAKAN BAYI DENGAN BKKBN MOBILE.

Baby boomers, sebutan bagi generasi yang lahir pasca PD-2 ( tahun 50-an ). Alpha Boomers, mungkin sebutan yang akan disematkan pada generasi yang lahir ( ledakan bayi ) masa pandemi Corona ini. Pasalnya, dengan stay at home, WFH, PSBB, di Indonesia terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi sekitar 40% secara nasional ( terjadi 15% kehamilan, padahal target pertumbuhan penduduk hanya 1,1% per tahun/ 4,5 juta bayi setara jumlah penduduk Singapura ), di Banten dan Sulbar pasutri yang tak pakai kontrasepsi sampai 50%, di Tasikmalaya kehamilan naik 104% dan di dunia terjadi kenaikan kehamilan 35% dalam 6 bulan/ kelahiran 7 juta bayi ( EMI, MetroTV, 4/5/2020 ). Depopulasi gagal.

Makan-minum, keturunan adalah insting dasar manusia, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Ketika kesibukan mencari nafkah dibatasi, maka make love menjadi kegiatan pasutri “di rumah aja” masa PSBB. Terlebih orang miskin yang menjadikan hubungan biologis hiburan satu-satunya saat minim penerangan, tak punya sarana olahraga dan hiburan elektronik ( radio, TV, home theatre, live streaming fest, treadmill, dsb ) dan gadget ( smartphone, vi-call, game, dsb ) serta tak punya pekerjaan ( phk, dirumahkan, dagangan sepi/ tak bisa jualan ). Celakanya, sebagian warga juga enggan pergi ke faskes untuk memperoleh alat KB ( jangka pendek : suntik, pil, kondom. Jangka panjang : implan/ spiral, vasektomi ) ditambah sebagian faskes/ puskesmas mengurangi pelayanannya di masa PSBB. Lalu, 9 bulan kemudian terjadi ledakan bayi ?

Negara akan kesulitan mensejahterakan rakyatnya, bayi-bayi yang tak diinginkan tak mendapat kasih sayang orang tuanya ( dibuang, digugurkan, jadi kriminal/ sampah masyarakat ketika besar ), kehamilan masa pandemi membuat para ibu sulit mendapat nutrisi sehat ( bayi alami gagal tumbuh/ stunting ) dan jarang memeriksakan kesehatan ( resiko tinggi kematian ibu dan bayi ).

Ketika bayi masuk usia sekolah, negara akan sulit menyediakan pendidikan berkualitas untuk peserta didik yang berkali lipat jumlahnya. Bansos dalam bentuk kartu KIS, KIP, KKS, PKH, Prakerja, Sembako, BPJS PBI juga JPS masa bencana/ wabah dengan ledakan penduduk akan membuat defisit transaksi berjalan membengkak ( hutang ke IMF-WB seperti skenario perancang pandemi Covid/ NWO ). Ketika ledakan WNI tak terserap pasar kerja ini kecewa, maka ujaran kebencian dan hoax pemecah persatuan bangsa dari para buzzer pengadai negara akan meledak juga di medsos ( difasilitasi bigtech : Youtube, FB, Google di bawah kendali AS kini menyensor narasi kesehatan non WHO/ Gates yang merilis vaksin dalam 18 bulan/ setelah puluhan juta orang terinfeksi Covid. Obat herbal seperti temulawak, jahe merah, kunyit, dll, untuk penguat daya tahan tubuh terhadap serangan Corona akan dihapus di kanal tsa ). Apa daya ?

Kita tentu ogah merangkak di bawah kaki AS cs/ NWO yang menguasai jagad maya tsa. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, bilang, selama 8 bulan menjabat ini sudah menyiapkan APD bagi bidan dan penyuluh KB dalam melaksanakan tugasnya, serta meminta para kepala daerah membebaskan retribusi alat KB bagi puskesmas, minimal selama masa PSBB/ pandemi Covid. Sejak otda/ tahun 2004, kependudukan jadi urusan pemda. Namun, karena sebagian pemda ugal-ugalan dalam melaksanakan program KB/ gagal mencapai target pembatasan kelahiran 1,1% maka pemerintahan Jokowi meluncurkan program Kampung KB tahun 2015-2016 yang berhasil menurunkan angka kelahiran dari 1,4% menjadi 1,1%. Lalu muncul virus Covid-19 yang menurunkan partisipasi KB sampai separuhnya ( dari 550.000 pasangan jadi 300.000 peserta ).

Permirsa EMI mengusulkan BKKBN Mobile/ mobil keliling agar para bidan, penyuluh KB, petugas puskesmas berpakaian APD ( menurut IDI, 48 petugas medis yang tewas oleh Covid bukan di RS rujukan Covid yang APD-nya cukup, tapi di puskesmas dan klinik yang hanya pakai jas hujan/ alat pelindung plastik seadanya ) mendatangi pasangan usia produktif untuk memberi layanan KB suntik, pil, dll secara door to door, menggratiskan biayanya, sekaligus menjelaskan cara mencegah Covid-19. Dalam paket bantuan/sembako untuk pasutri usia subur juga bisa disisipkan brosur KB/ diminta jangan buat anak dulu di saat tenaga kesehatan saat ini terkuras tenaganya menangani Corona.

Petugas puskesmas berpakaian jas hujan merah menggadaikan nyawa bertarung melawan virus Corona. Satu jenazah dari lebih 40 dokter dan perawat di puskesmas dan klinik yang gugur tanpa APD memadai ketika melayani pasien Covid yang sebagian tidak jujur dengan riwayat perjalanannya ke zona merah/ episentrum Covid. Sudah berkorban nyawa pun, masih ditolak penguburannya oleh sebagian warga yang egois/ tak paham. Masih hidup pun, di minta pindah. Ujian sabar bagi pahlawan kemanusiaan. Terima kasih, dokter dan perawat Indonesia atas dedikasimu.

Mereka minta warga disiplin physical distancing selama PSBB agar petugas medis tak kelelahan, terinfeksi, gugur melayani pasien Covid yang terus membludak. Layanan kesehatan secanggih dan selengkap apa pun di negara mana pun takkan sanggup mengatasi ledakan pasien positif Corona dalam waktu bersamaan. Jawa Barat mulai PSBB satu provinsi pada Rabu, 6 Mei 2020 untuk mengantisipasi itu setelah melihat perlambatan penularan di 10 wilayah yang lebih dulu melaksanakan PSBB.

Pada 8 Mei 2020, konsorsium vaksin akan merilis 10.000 rapid test kit dari lab Indonesia/ local transmission. Akhir Mei 50.000 test kit dikirim ke faskes seluruh Indonesia. Semoga Tuhan menerima amal pengabdian kalian, frontliners. Amiin.

GODAM KURVA COVID SAMPAI LANDAI MEI-JULI 2020. Mudik tetap dilarang.

Presiden Jokowi meminta kementerian, lembaga negara, kepala daerah, komunitas, masyarakat berpartisipasi aktif menurunkan penyebaran Covid hingga tingkat “sedang” pada Mei 2020 dengan cara apa pun ( tegas terukur di tahap ‘godam’ kurva sampai landai ) sehingga pada Juli 2020 penularan Covid sudah pada tingkat “ringan” untuk selanjutnya bisa relaksasi ( tahap ‘dansa’ – new normal / kemampuan dunia usaha mampu bertahan sampai Juli 2020 ). Mulai 7 Mei ini sanksi tegas bagi pemudik bandel/ pelanggar PSBB dikenakan ( denda maksimal Rp 100 juta, penjara maksimal setahun sesuai UU no.6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan ). Kemenhub 7 Mei ini juga mulai mengoperasikan semua moda transportasi termasuk pesawat terbang untuk pergerakan petugas medis, aparat hankam, pekerja 11 sektor vital PSBB/ logistik demi target godam-dansa tsb. Mudik tetap dilarang. Titik ( MetroTV, 6/5/2020 ).

KEMATIAN COVID SETARA SEASONAL FLU. NGAPAIN LOCKDOWN..?

China mulai beraktivitas ( tetap bermasker kain, jaga jarak 1-2 meter antar orang, rajin cuci tangan dengan sabun ), membuka seluruh wilayahnya setelah lockdown 76 hari/ 11 minggu dan mencatat kematian nol akibat Covid di akhir gelombang pertama ( mereka siap dengan gelombang kedua dari pendatang luar/ imported case ). Italia juga demikian, siap dengan alat kesehatan/ APD cs sebanyak 2 kali lipat kebutuhan gelombang pertama Covid. Iran pun sudah mulai beraktivitas normal dengan protokol kesehatan tsa. Suriah juga hanya menerapkan pembatasan sosial sehingga warganya bisa beraktivitas antara jam 6 pagi sampai 7.30 malam ( Dina YS, 4/5/2020 ). Seperti di Jawa Tengah yang terendah terinfeksi di Jawa, hanya menerapkan PKM ( pembatasan Kegiatan Masyarakat ) untuk warganya ( Gubernur Ganjar bilang, akan ditingkatkan jadi PSBB kalau tak berhasil mengerem laju penyebaran Covid/ warga bandel ). Mereka santuy atau tahu ?

Kita tahu sebelumnya terjadi penolakan lockdown di sejumlah negara bagian AS dari berita TV. Orang terinfeksi Covid dan tewas di AS pun kini masih yang tertinggi di dunia. Apa mereka ogah dibelenggu protokol kesehatan atau tak bisa disiplin seperti warga Italia sebelumnya ? Netizen Barat saat ini sedang heboh dengan penyensoran /penghapusan video briefing dua dokter dari California ( ditonton 5 juta orang ) oleh Youtube ( Dina YS, 2/5/2020 ). Video yang membahas video itu pun ikut diblokir. Tucker Carlson, jurnalis-analis politik AS mengecam penghapusan video tsb sebagai “dibungkam oleh big tech” yang kini terbukti tak menoleransi perbedaan pendapat. Di video itu, Dr. Dan Erickson and Dr. Artin Massihi, yang telah melakukan pengetesan Covid pada lebih dari 5.000 orang di kota mereka lalu membandingkan dengan data di kota/ negara lain, mendapati hasil sama : jumlah yang terinfeksi virus sangat banyak, tapi yang meninggal sedikit ( 3% ). Norwegia dan Swedia ( dua negara bertetangga dan rasnya sama, Norwegia lockdown, Swedia tidak ), ternyata persentase kematiannya tak jauh beda. Mirip rata-rata kematian akibat flu musiman ( di negeri 4 musim, ada seasonal flu, yang juga menimbulkan banyak kematian ).

Fanpage Cerdas Geopolitik sempat menyelamatkan video dr.Erickson yang dihapus YT plus bonus terjemahan di https://www.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/242965993431995/

Lalu kenapa seasonal flu yang sekarang/ Covid kudu lockdown dan WHO menyerukan dunia termasuk Indonesia ( setelah sebelumnya merendahkan kemampuan lab Indonesia dalam mendeteksi Covid ) untuk mengunci seluruh wilayahnya ? ( udang di balik rempeyeknya : dagangan vaksin Gates, kini jadi donatur pertama WHO, setelah AS cabut, biar laris setelah nunggu 18 bulan. Lab Indonesia, mungkin Agustus 2020 sudah rilis vaksin dari benih transmisi lokal. AS sudah uji klinis vaksin ke manusia dan akan dijual Mei ini dari benih pasien sembuh AS ).

Kedua dokter tsa mempertanyakan apa lockdown memang tepat dilakukan ? Lockdown di AS sudah menimbulkan banyak dampak lebih buruk ( ekonomi ambruk, depresi, kecanduan alkohol, KDRT, kehamilan yang tak diinginkan, bunuh diri ). WHO punya track record salah dan sebagian pakarnya berhaluan matre, remember ? ( kasus flu burung ).

Pemerintah negara Barat, media, lembaga di bawah PBB tak tabu melakukan berbagai disinformasi, bahkan hoax, demi menggulingkan pemerintah Suriah. So, sah-sah saja bila pemimpin negara punya kebijakan tersendiri, tak harus patuh pada WHO dan donatur utamanya/ Gates untuk lockdown. PSBB atau PKM juga oke-oke aja tuh..

ISU HERBAVID CHINA. PDPOTJ minta perlakuan setara..

Satgas Covid DPR berdonasi 3 jenis obat China ke RS rujukan tapi diprotes asosiasi produsen jamu Indonesia. Untuk Herbavid, alasannya : komposisi bahannya
tak tercantum tapi kok sudah diberikan ke pasien ? Sedangkan, 2 obat lainnya sudah berizin BPOM tapi bisa diproduksi produsen di Indonesia ( Prime Time News, MetroTV, 30/4/2020 ). Ingrid Tania dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu ( PDPOTJ ) heran, izin edar Herbavid ke BPOM baru diajukan 27/4 kok bisa keluar 30/4/2020 ? ( 3 hari kemudian ). Padahal biasanya 1-7 bulan seperti pada herbal Indonesia yang kudu uji klinis dulu. Mereka minta perlakuan setara juga di masa darurat Covid.

TUNDA KEDATANGAN TKA CHINA. Konsisten dengan larangan masuk warga asing dari episentrum..

Warga, gubernur Sultra, legislator Nasdem meminta pemerintah pusat menunda kedatangan 500 tenaga ahli China untuk pengembangan proyek smelter di Konawe di mana sebagian besar dari 11.000 tenaga lokal sudah dirumahkan masa Covid ( Prime Time News, MetroTV, 30/4/2020 ). TKA China itu sudah diizinkan pemerintah pusat, tapi suasana kebatinan warga Sulawesi Tenggara menolaknya. Nanti saja setelah pandemi reda.

DOA CEGAH COVID

Setelah sholat Tahajud lalu sholat Hajat di 1/3 malam, mohon kelancaran rezeki dan kesehatan prima pada Allah Swt di saat terdekat ( Rahmat Alam Semesta, MetroTV, 30/4/2020 ).

CEGAH BOSAN DI RUMAH SAMBIL BERAMAL

Tyo, perintis podcast / istigo di IG @tyoguritno menyodorkan pencerahan dan peningkatan kapasitas diri via audio ( Unlock, MetroTV, 25/4/2020 ). Ada “Live Streaming Fest” di internet ( kini menjelang volume 3/ Ramadhan 1441 H ) tempat netizen bisa nonton konser artis beken via internet sekaligus berdonasi buat para frontliner Covid. Komunitas “Help to Help” beranggotakan 98% dokter siap menerima donasi dan mengirimkan APD, dll ke faskes kekurangan alkes di seluruh Indonesia. Komunitas NGT ( Nutrisi bagi Garda Terdepan ) beranggota mahasiswa milenial jurusan kedokteran dan gizi menyuplai makanan sehat dan susu bagi para petugas medis yang merawat pasien Covid. Ketiga komunitas milenial membanggakan ini tergabung dalam benihbaik.com yang dikelola Bang Andy ( Kick Andy Show, MetroTV, 3/5/2020 ).

KEPDA TEWAS COVID

Walikota Tanjung Pinang Syahrul wafat, lalu istri, cucu, serta dokter pribadinya dinyatakan positif Covid ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2020 ).

VONIS DENDA Rp 3 JUTA + 2 TAHUN PENJARA BAGI PELANGGAR PSBB DI RIAU.

Para pelaku yang berkerumun dalam perayaan HUT di tempat karaoke sudah divonis penjara 2 bulan + denda Rp 3 juta bagi inisiatornya serta Rp 800 ribu bagi pelaku lainnya di Pekanbaru, Riau, lebih tinggi dari tuntutan jaksa ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2020 ). Bisa jadi contoh bagus bagi penegak hukum di daerah lain. Warga bandel harus dipinalti untuk mengerem pelaku bandel lainnya.

KEBOCORAN PEMUDIK BANDEL SAAT APARAT CHECK POINT BUKA PUASA. Stand by gantian..

Terbetik modus para pemudik gelap di kendaraan tersamar ( truk, pick-up, molen, logistik/ container, mobil pribadi, bus, motor ) ngetem tak jauh dari titik pemeriksaan. Ketika aparat berbuka puasa/ ganti shif, para pemudik bandel ini melintasi check point tanpa penjagaan, sehingga ke depan aparat perlu mengantisipasi / memperbaiki kebocoran pemudik seperti ini dengan cara stand-by bergantian tanpa jeda / bolong penjagaan.

Setahu saya, di Bandung penjagaan sedang diupayakan 24 jam tiap hari selama PSBB ( @ 8 jam per petugas ) di check point sesuai ketersediaan personel ( Polda, Kodam, Polrestabes, Dishub. Satpol PP dialihkan ke pasar tradisional dan potensi keramaian lainnya ). Ada 250 check point di wilayah PSBB Jabar dan 19 check point di perbatasan Jabar yang dijaga 17.000 polisi dan 12.000 anggota TNI ( PRSSNI, 6/5/2020 )

BELAJAR DARING DI MADRASAH JUGA. Terkendala jaringan dan pulsa..

Ada sekitar 30 juta santri belajar di madrasah di Indonesia ( 95% dimiliki perorangan, yayasan, pesantren dan 5% dimiliki / dibiayai pemerintah ). Sekolah umum, 90% dimiliki pemerintah dan 10% swasta ( Special Report, MetroTV, 5/5/2020 ). LP PBNU Ma’arif sendiri mendidik lebih 90 ribu santri ( 48.000 + 28.000 + 14.000 santri ) yang dibiayai mandiri hingga kini sebesar Rp 41 triliun per tahun ( pemerintah belum sanggup membiayai madrasah sebesar ini sehingga pesantren dan ormas besar terkondisi / terbiasa menghidupi madrasahnya dengan seabrek kreativitas, inovasi dan kekuatannya ).

Kurikulum sekolah tidak dibawa ke rumah, jelas menag Razy. Selama pandemi, siswa madrasah yang punya pulsa cukup dan berada di jaringan internet yang baik bisa mengisi kesibukan dengan belajar jarak jauh secara online / daring dengan gurunya seperti yang dilakukan siswa sekolah umum yang “belajar di rumah”. Jika berada di pelosok yang kurang koneksi internet dan kurang pulsa maka acara Syiar Madrasah di MetroTV, Ramadan Penuh Rahmat bersama Ustaz Das’ad Latif, Tafsir Al-Mishbah bersama Prof. Quraish Shihab, Belajar Asmaul Husna bersama Ustaz Yusuf Mansyur, kontes nasyid Syiar Anak Negeri, bisa jadi solusi memperkaya ilmu dan wawasan keagamaan para santri dan siswa. Belajar dari banyak guru kredibel dari berbagai mahzab bisa memperkaya pengetahuan, meluweskan kita bergaul dan bernegara. Toleran sebagai pemeluk agama rahmat semesta alam/ Islam.

Tak perlu pulsa untuk belajar di rumah, timpal pengurus MAN 2 Kudus yang berbasis riset dan teknologi. Pesantren Al Khairaat, pondok Gontor-nya Indonesia Timur seluas 1 ha juga bisa memanfaatkan media TV untuk mendidik para santrinya. Peserta didik cukup di-sms ( kalau lebih banyak siswa tak punya ponsel android/ internet ) : tonton acara anu di TV anu, hari anu, jam anu, lalu pastikan mereka menontonnya dengan menanyakan hal penting yang disebut narsum anu sebagai absensi atau poin penilaian studi.

Menurut pengurus LP PBNU, catur pendidikan itu ada di rumah ( pembiasaan, ketrampilan beribadah, attitude/ sikap / EQ ), di sekolah ( stressing di knowledge/ IQ ), di masyarakat ( penekanan di skill / Financial Quotient ), dan di tempat ibadah ( penekanan di kecerdasan spiritual/ berbagi/ SQ ).

Karena sebagian besar madrasah dibiayai dengan kocek pribadi pendirinya maka kualitas lulusannya banyak yang belum sebaik sekolah umum yang dibiaya pemerintah ( SD-SMP dibiayai APBD kota/ kabupaten, SMA dibiayai ABPD provinsi / gubernur, perguruan tinggi negeri dibiayai pemerintah pusat / APBN ) sehingga sebagian masyarakat masih menganggap lulusan pesantren belum ‘berpendidikan’. Namun, tak sedikit pula para ortu yang mau membayar uang pangkal Rp 25 juta ketika anaknya diterima di madrasah berkelas menengah seperti Madrasah Pembangunan di Ciputat karena percaya dengan mutunya.

Di beberapa episode Kick Andy Show juga pernah ditayangkan para dermawan dan heroes berinisiatif mendirikan sekolah, pesantren, madrasah dari donasi masyarakat dan agrowisata yang dikelolanya. Jalan rezeki bisa dari mana saja. Allah menurunkan rezeki lewat jalur pemerintah, CSR perusahaan, sumbangan warga sekitar, pengusaha dermawan, portal donasi seperti BenihBaik.com dan KitaBisa.com

Jangan berkecil hati, atau menduga pempus tak membantu. Sudah terlalu banyak yang diurus presiden dengan anggaran cuma Rp 2.000 triliun per tahun. Bencana alam terjadi di mana-mana akibat warga buang sampah dan tebang pohon sembarangan yang menguras anggaran negara untuk pemulihan dan rekonstruksinya. Kartu KIP, KIS, PKH, dll, yang sudah dibagikan pemerintah, secara tak langsung sudah membantu keluarga santri meski madrasahnya belum cukup dibantu ( belajarlah lebih bersyukur ). Dana BOS bisa digunakan lembaga pendidikan di masa pandemi untuk belajar di rumah/ online ( mungkin diantaranya, memodali guru dan siswa madrasah kurang mampu dengan pulsa dan ponsel android sederhana/ terjangkau yang cukup untuk e-mail / mengumpulkan tugas dan WA / video call untuk tatap muka bagi siswa yang perlu bantuan pemahaman lebih ).

Pemda juga bisa membantu madrasah di wilayahnya yang belum mampu melaksanakan belajar mengajar secara daring sehingga semua generasi penerus di negeri ini bisa sama-sama meningkatkan kapasitas diri menyambut era 4.0. Good/ baik sudah tak cukup. Kudu great/ hebat untuk bisa survive di era disrupsi ini. Dunia makin sempit dan kompetitif. Pandemi Covid memaksa siswa, ortu, guru menguasai teknologi digital agar tak terlindas kemajuan jaman. Corona menggembleng kita semua. Look the bright side..

13.000 WNI ABK KEMBALI KE INDONESIA.

Kapal pesiar MV Explorer Dream dengan 359 WNI ABK tiba di pelabuhan Tanjung Priok. Mereka langsung di rapid test dan diobservasi di 3 hotel selama 7 hari ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2020 ). Sudah 11.000 ABK yang kembali ke tanah air. Ada sekitar 2.000 ABK WNI lagi dari belasan kapal lainnya menyusul kembali. 375 WNI ABK Splendor tiba di Tanjung-priok ( 30/4/2020 ).

PROTES KEKURANGAN PSBB KE OMBUDSMAN

Pengaduan daring bagi warga terdampak Covid bisa ke ombudsman.go.id untuk 5 cluster : restrukturisasi kredit/ keuangan, penolakan RS pada PDP/ kesehatan, transportasi/ penutupan jalan PSBB, bansos/ transparansi-salah sasaran, penutupan tempat usaha/ ekonomi ( Top News, MetroTV, 29/4/2020 ).

GRATIS PLN 450 WATT DI KOTA BANDUNG.

Mulai Mei 2020 hingga 6 bulan ke depan tagihan listrik bagi rumah tangga dan industri kecil pelanggan PLN berdaya 450 VA akan digratiskan untuk pasca bayar. Pelanggan prabayar akan diganti token gratis ( PRSSNI, 4/5/2020 ).

Di GBI Lembang, Jabar, ada pekerja administrasi pabrik tekstil yang positif Covid sehingga pabrik harus ditutup meski dapat izin Kemenperin beroperasi, setelah rapid test menunjukkan belasan pekerja lainnya reaktif/ cluster baru positif. Buah pahit tak sinkronnya permenkes dengan kemenperin juga terjadi di pabrik rokok Sampoer** di Jatim, setelah 2 pekerjanya tewas dan menulari puluhan buruh lainnya yang positif setelah swab test. Bayangkan seheboh apa penularan 500 TKA China jika tetap ngotot masuk ke Konawe, Sultra. Tunggu kejadian dulu, baru nyesel belakangan ( bikin repot daerah ). Capee deeh..

PERPPU DIGUGAT DAN DIPARIPURNA. DPR dan MK sinkron ?

Perppu no.1/ 2020 sudah disetujui Banggar DPR RI dan akan disidang paripurnakan. Regulasi darurat kebijakan keuangan di tengah pandemi Covid yang tengah diujimaterikan di MK ini kemungkinan ditolak karena MK pernah punya histori menolak gugatan perppu ketika DPR sudah dikirimi surpres pembahasannya ( agar tak terjadi kompleksitas hukum jika 2 lembaga negara ini membuat keputusan berbeda ). MK juga pernah menolak gugatan perppu karena pemohon tak punya legal standing ( kerugian konstitusional ) atas perppu yang diajukan.

Gugatan perppu no.1/ 2020 berdasar UU APBN, padahal pemerintah membuatnya berpatok UU Keuangan ( EMI, MetroTV, 6/5/2020 ). Pandemi Covid-19 memang situasi darurat global dan nasional ( target pertumbuhan ekonomi kuartal satu 4% hanya tercapai 2,9% ), jutaan warga WFH, PHK, dirumahkan sehingga pemerintah perlu payung hukum darurat untuk menyelamatkan rakyat dan dunia usaha ( dana Rp 405,1 triliun ). Menkeu Sri bilang, pembuatan perppu sudah melibatkan BPK, BI, LPS, Bappenas, Kemenkopolhukam dll, agar tak terjadi celah korupsi ( seperti pengalaman buruk keputusan bail-out Century yang cuma diketahui / diputuskan 4 orang ).

Jika MK dan Sidang Paripurna DPK ketok palu kompak, tinggal kita/ civil society mengawal pelaksanaannya agar celah korupsi itu benar-benar tertutup. Presiden Jokowi sudah meminta para kepala daerah membuka ke publik/ web gugus tugas Covid daftar penerima paket bantuan ( di Jabar Rp 350.000 sembako + uang Rp 150.000 ) dan isinya apa saja untuk membantu mengawasi penggunaan anggaran JPS Rp 110 triliun dan distribusinya agar tepat sasaran. Paket bantuan di Jabar kini melalui 9 pintu ( banpres Rp 600.000 per KK, banprov Rp 500.000 per KK, kartu Sembako, kartu PKH, KIP, KKS, kartu Prakerja, realokasi APBD Kota/ Kabupaten ) yang tak overlap ( tiap KK hanya menerima paket bantuan dari satu pintu yang sesuai dengan kondisinya/ tak dobel demi pemerataan penerima/ keadilan sosial ) dan tak bersamaan sesuai jadwal badan penyalurnya.

PAKET BANTUAN PSBB DARI 9 PINTU DI JABAR. Turun bertahap, harap sabar..

Emak-emak harap bersabar jika 2 tetangganya menerima paket bantuan lebih dulu sesuai program/ kartu yang dimilikinya. Jakarta yang berpenduduk 10 juta orang baru selesai mendistribusikan paket bantuan tahap pertama di hari ke-14 PSBB-nya. Warga terdampak Covid ( prioritas : korban PHK/ dirumahkan, buruh harian lepas, perantau tak mudik, kaum duafa, PMKS ) perlu lebih bersabar untuk PSBB Jabar ( 50 juta penduduk ) mulai Rabu, 6/5/2020 ini. Siapa tahu hari-hari berikutnya giliran kalian yang menerima paket setelah mendaftar ke ketua RT / RW / Kelurahan / Gugus Tugas Covid Jabar / pikobar.jabarprov.go.id

( paket bantuan berupa uang Rp 150 ribu per keluarga per bulan dan bantuan pangan non tunai berupa beras 10 kg, terigu 1 kg, vitamin C, makanan kaleng 2 kg ( 4 kaleng ), gula pasir 1 kg, mi instan 16 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan telur 2 kg, senilai Rp 350 ribu per keluarga per bulan ). Dana bansos dari pemprov Jabar sekitar Rp 4,6 triliun ( di luar distribusi, mengerahkan ojol dan opang/ ojek pangkalan ) dari APBD selama empat bulan ( April – Juli 2020 ) untuk sejuta KK ( kuota Jabar dari 9 juta KK penerima bansos nasional )

Para aparat kewilayahan juga harus netral mendaftarkan penerima bantuan yang berhak/ memenuhi syarat ( jangan KKN / kroni, melulu kerabatnya, atau tetangga yang satu pilihan politik dengannya. Agar tak terjadi keributan dan kerunyaman di bawah. Agar kita bisa melalui masa-masa sulit ini dengan tenang dan aman. OK ?

RELAKSASI PSBB SETELAH MEMPERBESAR KAPASITAS SWAB TEST. Parameternya : 1 positif Covid dari sejuta penduduk per hari..

Menko Mahfud memunculkan wacana relaksasi PSBB yang mengejutkan sebagian pihak. Namun, sejumlah daerah yang sudah mencatat nol dalam pertambahan kasus Covid/ tewas di wilayahnya, seperti Pematang Siantar, Sumbar, memaklumi rencana relaksasi ini. Di negara lain, seperti China, Korsel, Jepang yang menurun signifikan kasus Covid-nya dan penduduknya sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan, juga melakukan relaksasi ( melonggarkan lockdown / karantina wilayah dengan membolehkan beraktivitas ekonomi / ibadah pada rentang waktu tertentu ). Tapi tetap tak boleh berkerumun atau melakukan pertemuan dalam jumlah besar/ lebih dari 5 -10 orang. Tetap memakai masker kain di luar rumah, jaga jarak 1-2 meter antar orang, rajin cuci tangan dengan sabun sebelum pegang wajah, makanan sampai setahun ke depan meski vaksin sudah ditemukan. Vaksin hanya membuat orang yang terinfeksi virus tidak sakit parah / tewas ( 15 Minutes, MetroTV, 29/4/2020 ). Seperti saya yang pernah divaksin BCG tidak tewas oleh mikrobakteri tuberculosis kategori 2, sedangkan Jenderal Sudirman, paman, tetangga saya tewas karena penyakit yang sama. Obat Corona / flu terbaru tak pernah ada karena virus jenis ini jago / terus bermutasi begitu menyerang populasi besar. Apalagi jika ditambah rekayasa lab militer AS. Kita tak tahu apa rencana jahat berikutnya jika skenario depopulasi ala Imperium, Gates, Big Pharma, Big Tech ini gagal memenuhi ambisi tamak mereka. Tinggal 15% sisa tanah Palestina yang belum dicaplok zionis Israel dukungan AS. Agama juga menyebut, dunia takkan kiamat sampai kita berperang melawan zionis hingga mereka habis.

So, jangan euforia dulu melihat perlambatan 11% setelah penerapan PSBB di sejumlah wilayah ketika cuaca mulai beralih kemarau ( virus Corona mati dalam suhu 56 derajat celcius selama 30 menit ). Monica Nirmala, praktisi epidemiologi Global Health, bilang : sebelum relaksasi PSBB, pastikan dulu penurunan Covid dengan memperbesar kapasitas swab test di seluruh wilayah Indonesia ( hingga tak terjadi ‘ping pong’, satu wilayah sembuh ditulari wilayah yang belum sembuh. Orang yang pernah kena flu bisa kena flu lagi / tak kebal dengan Corona yang sudah bermutasi hingga tak lagi dikenali sel tubuh manusia tsb ). Di Korsel yang diadopsi Kang Emil, pemeriksaan rapid test dilakukan pada minimal 0,6 % populasi. Versi Monica, Covid disebut turun jika 4 orang terinfeksi positif menulari kurang dari 4 orang di hari berikutnya ( kasus pertama 1 wanita Depok menulari 4 orang lainnya disebut peningkatan tajam ). Atau cuma satu kasus baru positif Covid per hari dari sejuta warga daerah : itu baru disebut penurunan signifikan ( EMI, 5/5/2020 ).

***( Rasio 1 : 1.000.000 penduduk = cuma satu orang yang tertular positif Covid dari sejuta penduduk per hari = menurun signifikan = boleh relaksasi PSBB di daerah tsb. hingga setahun ke depan dengan protokol kesehatan diperketat ).

Seingat saya, ketua satgas PP Covid Doni bilang, pemerintah sudah mendatangkan sejuta swab test kit berikut alat PCR ke berbagai daerah/ faskes di Indonesia sampai Papua, untuk memperbesar kapasitas pemeriksaan demi mengukur keberhasilan PSBB, namun terkendala SDM untuk pengoperasian alat test tsb sehingga minta bantuan IDI dan cabangnya di daerah untuk melaksanakan pemeriksaan Covid ini.

Setelah kapasitas test diperbesar sehingga penurunan Covid terukur faktual “menurun signifikan”/ di bawah 267 orang positif dari 267 juta penduduk secara nasional + kematian nol ( Di PSBB Jabar akan disebut turun signifikan jika di bawah 50 orang yang terinfeksi positif dari 50 juta penduduknya + kematian nol => setelah hari itu tercapai, baru besoknya boleh relaksasi PSBB seperti status unlock Wuhan-China dengan aturan / protokol yang diperketat supaya warga tak euforia / santuy lalu terjadi gelombang kedua Covid seperti di Singapura, yang bisa berdampak lebih parah jika persiapan tidak 2 kali lipat dari kebutuhan gelombang pertama ) barulah relaksasi PSBB dengan protokol kesehatan ( masker, jaga jarak 1 m / dilarang berkerumun, cuci tangan ) dilakukan hingga setahun ke depan.

Pak Mahfud memunculkan wacana relaksasi PSBB bukan untuk dilaksanakan hari ini, besok atau minggu depan, tapi untuk mencari masukan publik/ pakar/ kepda/ pihak terkait untuk mematangkan rencana, regulasi, protokol, SOP, parameter/ ukuran bagi daerah yang bisa mulai relaksasi PSBB, agar Indonesia selamat lahir batin dari ujian Covid-19.

Sudah 89.000 TKI yang masuk Indonesia, dan masih ada sekitar 16.000 TKI lagi yang menyusul. Aparat di checkpoint memergoki pemudik sembunyi di kendaraan pengangkut molen/ concrete mixer, truk bertutup terpal, mobil pribadi disulap travel gelap, bus bertirai dengan pemudik merunduk di kursi penumpang, dsb, untuk mengelabui petugas. Bahkan ada pensiunan TNI yang mengancam dengan pisau pada polantas yang memintanya memakai masker masa PSBB. Dengan kebandelan serupa ini, perlambatan Covid 11% bisa dicapai, apalagi kalau bisa disiplin seperti warga Korut yang kematian Covid-nya nol sampai kini. Wah, bisa di atas 90% penurunannya.

Sosialisasi aturan PSBB dan penegakan hukum perlu terus dilakukan sampai WNI terbiasa disiplin mematuhi aturan/ protokol kesehatan untuk keselamatan diri, keluarga dan masyarakatnya. Jangan sampai aparat terpaksa memukul pelanggar PSBB dengan rotan seperti di India atau menembak seperti di Filipina untuk menyelamatkan negara ini. Syukur-syukur kedisiplinan warga menular ke perilaku membuang sampah pada tempatnya dan melestarikan lingkungan, hutan, pepohonan. Sudah bangsa dermawan, gotong royong lalu disiplin pula. Top markotop deh..

Generasi milenial dan alpha yang tumbuh dimanjakan/ dimudahkan dengan teknologi digital / internet ( yang tak dinikmati generasi baby boomers, generasi X, Y atau generasi ‘leher’ seperti kami yang lahir di tahun 1990 ke bawah yang bersusah payah / digembleng prihatin masa Orla, Orba ) mendapat latihan sabar menahan diri/ hasrat keinginan/ kebebasan dengan seabrek aturan PSBB. Bisa tetap kreatif meningkatkatkan kapasitas diri dengan aneka tools yang disediakan pemerintah dan komunitas peduli selama stay at home. Sudah milenials jago digital, lalu sabar dan gigih pula setelah digembleng PSBB. Wah, generasi emas pendukung Indonesia Big Four 2030-2024 deh ( kekuatan ekonomi terbesar ke-4 dunia dari 259 negara ). Blessing in disguise of Covid, people ..

CLOSING

Hukum Intuisi penting diikuti pemimpin sempurna ( kelas 9 ) yang berlatih, dan pemimpin kelas dunia ( kelas 10 ) yang terus mengasah kemampuan alaminya dalam memimpin ( K-Lite FM, 5/5/2020 ). Makin tinggi kedudukan pemimpin atau makin banyak pengikutnya maka perlu makin jauh visi yang bisa dijangkaunya ( visioner ) untuk bisa terus merekatkan semua pengikutnya.

Tak cukup kekuatan super untuk mencapai tujuan raksasa yang jauh ( semisal jadi presiden negara adidaya, Big Four, menang PD 3, 4 ), karena masih dibutuhkan Hukum Navigasi ( arah jelas, road map, miles stone pencapaian, bench mark/ tolok ukur, pengetahuan detail SDM diri dan lawan, SDA/ modal materi, seperangkat tools, mitigasi worst scenario, dsb ) agar tak defisit perbekalan dan harapan yang bisa mematikan langkah kita sebelum tiba ke tujuan dan kembali dengan selamat pula.

Orang kuat tanpa navigasi matang akan mati bersama semua pengikutnya. Intuisi tajam pemimpin bisa membaca kualitas SDM pengikutnya dan membawanya ke masa depan. Kemampuan solutif atas problem tak terduga seorang pemimpin membuat tujuan bisa tercapai lebih cepat. Keputusan keliru ( meski beberapa kali terjadi ) dalam karakter pemimpin yang masih bertumbuh positif dan kian mantap ( dengan mengakui kekeliruan dan bisa memperbaikinya ), para pengikut masih bisa memaafkan pemimpin dan mempercayai/ mengikutinya.

Saya penasaran, di masa serba sulit pandemi Covid-19 ini, siapa gerangan yang mampu memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin kelas dunia itu. Are you curious, too ?

Selamat hari Waisak 2564 BE / 7 Mei 2020..

Update Pulau Galang untuk Observasi. Karyawan Swasta, Bekerjalah dari Rumah. Fatwa MUI : Ibadah di Rumah. Siklus 4 – 6 Bulan Virus Flu Corona. Mobil Laboratorium Keliling Unair Diperbanyak, Aplikasi Rumah Belajar – Kemendikbud, Tes Swap Covid-19 Gratis dari CSR Perusahaan. Bisa ? Self Lockdown : Jaga Jarak Sosial 1 Meter. Jabar Command Center, Tanggap Covid-19 di pikobar.jabarprov.go.id. Kick Andy Heroes 2020, Minggu, 22/3/2020, di MetroTV. Megatron Interaktif Penegur Ketakpedulian Pengguna Jalan. Sosialisasi Pembayaran Non-tunai QRIS di bi.go.id

leave a comment »

Tunangan pergi berdagang. Sang gadis kehilangan cincin tunangan. Ia pun mencari cincin itu dengan lilin yang diletakkan di atas piring di malam hari. Gerakan tubuh meliuk, membungkuk, menengadah ( berdoa ) melahirkan keindahan sehingga lahirlah Tari Lilin di kalangan gadis-gadis desa Sumatera Barat, Indonesia. Zaman now, banyak wanita yang pergi mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, jadi saya menggambar pria yang menari, mencari cincin tunangan cantiknya yang hilang..

PULAU GALANG UNTUK OBSERVASI DAN ISOLASI

Pulau Galang seluas 80 ha yang pernah digunakan untuk menampung 4.300 ‘manusia perahu’ pengungsi Vietnam tahun 1975-1996 tengah direnovasi untuk menjadi tempat observasi nasional penyakit menular seperti Covid-19 dengan 50 kamar isolasi ( 20 kamar dengan ICU, 30 kamar tanpa ICU ) yang dirancang bisa menampung lebih 25.000 orang. Juga akan dibangun 2 helipad, lapangan olahraga, akses internet ( bisa video call dengan keluarga/ sahabat untuk dukungan moril dan kesehatan mental pasien positif/ PDP dan ODP ) dalam 3 minggu dengan anggaran Rp 400 miliar, jelas menPUPR Basuki pada host Ade Mulya ( The Nation, MetroTV, 17/3/2020 ) di Pulau Galang. Kondisi tembok dan struktur kamp/ barak sebagian besar masih baik, tinggal atap, kusen yang perlu diganti dan dicat kembali, plus pembangunan fasilitas penunjang observasi sesuai standar WHO.

Pulau sejauh sejam dari Kota Batam, Kepri ini dipilih karena lebih baik dari Pulau Natuna yang perlu 2 kali penerbangan dan Pulau Sebaru Kecil yang kerap berombak besar sehingga menyulitkan kapal merapat. Narsum dari DPR bilang, pulau observasi perlu dibangun di wilayah WITA dan WIT juga karena ODP ( orang dalam pemantauan/ searea dengan pasien positif tapi belum dirawat medis di RS ) dan PDP ( pasien dalam pengawasan/ sudah dirawat medis/ suspect bergejala Covid-19 ). Di Kota Bandung sudah 6 orang positif/ PDP dirawat di RS rujukan dan 3 ODP ( PRSSNI, 17/3/2020 ) termasuk sedikit di Jawa Barat. Malaysia yang 2 warganya tewas dan 673 pasien positif Covid-19 ( terbanyak di Asia Tenggara ) pada Rabu ini ( 18/3/2020 ) me-lockdown seluruh wilayahnya untuk membatasi penyebaran virus cepat menular ini.

SIKLUS 4-6 BULAN VIRUS FLU. Don’t worry…

Narsum mantan ketua komite flu burung Indonesia mengatakan, saat itu fatality rate flu burung mencapai 54% ( jauh mematikan, tapi penyebarannya sulit ), sedangkan mortalitas Covid-19 ‘cuma’ 3,4% ( tapi penularannya mudah dan cepat, jago bersalin rupa dan bermutasi sampai tubuh sulit mengenali bentuknya yang baru sehingga pasien sembuh Covid-19 bisa terjangkit positif lagi jika tak menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Mantan penderita TB juga bisa kena TB lagi/ kategori 3 jika tak menjaga daya tahan tubuh/ imun dan iman ). Penanganan pemerintah saat ini, dia nilai, jauh lebih baik dari saat flu burung merebak di Indonesia ( korban tewas 155 orang ). Sejak Juli 2019 sudah dirilis PP no.4 tahun 2019 tentang penanggulangan wabah/ pembatasan sosial/ social distancing/ isolasi diri, dan Januari 2020 menkes Terawan sudah merilis aturan penanganan Covid-19. Siklus flu/ virus Corona antara 4-6 bulan ( paling lama 9 bulan ), menurut pengalamannya, sehingga tak heran di Wuhan kemarin ( 17/3/2020 ) cuma nambah satu pasien positif dari sebelumnya bisa mencapai ribuan per hari. 8/12/2019 ke 17/3/2020 sudah hampir 4 bulan. Itu sebabnya, China bisa membantu Iran, Italia dan Serbia ( ketika Uni Eropa emoh membantu/ menjual alat medis dan obat pada Serbia dan Iran, serta AS tetap meng-embargo Iran. Sisi kemanusiaan tak dihiraukan negara koalisi Barat ), setelah bertahap memulangkan 42.000 petugas medis yang dikerahkan untuk merawat lebih 80 ribu pasien Covid-19, menutup 14 RS sementara dan 7 RSPI/ khusus.

PETUGAS MEDIS PERLU APD SEGERA.

Ribuan petugas medis China di garda terdepan termasuk dokter pertama yang merawat Covid-19 ikut tewas. Di Indonesia, bidan yang merawat pasien kasus 3 termasuk 5 WNI yang tewas karena Covid-19 ( yang sembuh 9 orang dari 172 pasien positif per 17/3/2020 ). Gubernur Anies menjanjikan insentif Rp 213.000 per hari bagi petugas medis Covid-19. Wakil dari IDI bilang, sebenarnya yang lebih diperlukan petugas medis saat ini APD ( alat pelindung diri ) yang langka ditemukan dan dikeluhkan banyak RS rujukan ( kini ada 170 RS ) dan ia sudah minta pemerintah membantu mereka. Pak Doni/ BNPB sedang mengupayakan mendapatkan banyak APD dalam 1-2 hari ini bersama Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpinnya.

Jika penanganan Covid-19 makin baik, mungkin Indonesia bisa pulih 29 Mei 2020 seperti waktu perpanjangan Tanggap Darurat dari kepala BNPB ( sejak 29/2/2020 ), syukur jika bisa lebih cepat ( musim kemarau tak mundur ). Perancis yang juga menetapkan lockdown sudah menyiapkan Rp 5000 triliun untuk itu ( APBN Indonesia sekitar Rp 2000 triliun ).

Presiden Jokowi ratas via tele-conference di Istana Bogor/ rumah dinas dengan para menteri dari kantor kementeriannya masing-masing. Sebagian ASN yang tak berhubungan dengan pelayanan publik juga sudah bekerja online dari rumah masing-masing. Tukang sapu, petugas loket, satpam, driver ( pejabat eselon 1-2 di sebagian daerah ) masih kerja di kantor untuk melayani publik dan mengkoordinir tugas instansi. Sebagian perusahaan swasta masih belum tergerak ‘merumahkan’ karyawannya dengan dalih efektivitas kerja alih-alih ikut bertanggungjawab meredam penyebaran Covid-19 ( antrian dan jejalan orang di bis dan kereta mempercepat penyebaran virus ). Perusahaan medcom.id meminta 80% karyawannya bekerja dari rumah dengan target mengedit 500 berita per editor. Jika presiden yang bertanggung jawab mengurus seluruh negeri ini bisa bekerja dari rumah dinas, masak karyawan swasta tidak bisa ?

Aplikasi Si Pintar bisa memantau 5 dari 40 siswa yang tak ikut pelajaran dari gurunya via online. Janjian ber-online via WA jam berapa, lalu mengumpulkan tugas jam 12 siang pakai e-mail. Kegiatan belajar mengajar yang praktis dan aman. Mendikbud Nadiem juga minta siswa belajar, ibadah, wisata di rumah via video/ medsos. MUI dan DMI merilis fatwa ibadah di rumah ( sholat Jumat, sholat 5 waktu, tarawih, sunnah ) bagi muslim di daerah pandemi Covid-19 ( merah dan oranye di peta ponsel ). Mereka minta pemerintah/ BNPB segera merilis daerah hijau ( aman dari Covid ), oranye ( siaga Covid/ ODP ) dan merah ( tanggap darurat Covid/ PDP dan tewas Covid ) di web kemkes.go.ud/ BNPB/ ponsel/ aplikasi Covid-19 sehingga warga punya dasar jelas/ syariah untuk ibadah di rumah masing-masing.

Jika di Wuhan, warga China di apartemen bertingkat saling menyerukan semangat satu sama lain. Warga Korea Selatan bikin konten Youtube dengan dance ala boysband di balkon apartemen mereka. Warga Italia tak mau kalah, bikin atraksi DJ seperti suasana klub disko hingar bingar di balkon mereka. Warga Indonesia, belajar dan bekerja dari rumah masing-masing, diselingi mencegat tukang baso tahu, tukang cendol, tunggu driver ojol yang sehat mengantarkan pesanan makanan kesukaan, dan nonton TV atau instropeksi diri. Yang penting hepi, sampai siklus virus Corona 4-6 bulan berlalu. Don’t worry, be happy… INDONESIA, BERSYUKURLAH…!

MOBIL LAB KELILING UNAIR, APLIKASI RUMAH BELAJAR, TES SWAP COVID-19 GRATIS DARI CSR PERUSAHAAN. Bisa ?

Duet host Aviani Malik ( Opsi ) dan Rory Asyari ( Prime Talk ) dalam “Indonesia Townhall : Bersatu Melawan Corona” ( MetroTV, 16/3/2020 ) dengan menghadirkan narsum dari Kominfo, KPI, pengusaha, akademisi/ Unair, DPR, mahasiswi ex-Wuhan, publik/ pengamat, dan acara Editorial Media Indonesia ( EMI, 17/3/2020 ) menyimpulkan : setiap orang di Indonesia harus proaktif dan cerdas ambil keputusan untuk diri dan keluarganya dalam mencegah dirinya tertular Covid-19. Kita mendukung keputusan pemerintah untuk membatasi pertemuan sosial/ social distancing dan bukannya lockdown nasional yang berpotensi chaos jika tak didukung anggaran luarbiasa besar dan kesiapan petugas, transpor, logistik yang berlimpah ( bayangin lebih 17.500 pulau di Indonesia dengan lebih 6 juta km panjang pantai yang harus dijaga polisi dan petugas medis, lebih 267 juta WNI harus dilayani makan, transpor dan pengobatannya selama lockdown itu duitnya dari mana ?

Ada 43 juta buruh harian lepas yang tak bisa hidup jika hari itu ia tak bisa cari nafkah karena kebijakan lockdown. Orang yang ngotot pengen daerahnya di-lockdown dipertanyakan niat/ kecerdasannya. Lebih baik dia self lockdown : menjaga diri dan keluarganya untuk tidak keluar masuk pagar rumahnya dan mengarahkan putra-putrinya untuk belajar dari para guru di aplikasi Rumah Belajar yang bekerjasama dengan Kemendikbud. Beberapa aplikasi lain seperti Ruang Guru juga menggratiskan layanannya selama 14 hari ke depan.

Makanan dan barang kebutuhan sehari-hari bisa dipesan lewat Go-food dan Go-send dari aplikasi Go-jek yang bisa diunduh di Google Playstore. Bayar tagihan listrik, air, telpon, BPJS, STNK, dll, bisa lewat mobile banking, sms banking, internet banking, dan aplikasi Buka Lapak. Walikota Surabaya Risma bilang, warga Surabaya bahkan bisa mengurus KTP-E, Kartu Keluarga, dll, dari rumah lewat ponsel dan hasilnya akan diantar petugas ke rumah pemesan. Risma membagikan handsanitizer ke terminal, bandara, pasar, masjid, sekolah, kantor, dsb, secara gratis dan memberi vaksin flu gratis pula pada pekerja yang rentan tertular seperti petugas kebersihan, pekerja perbaikan jalan, galian kabel, tambang, buruh pabrik, buruh harian lepas, serta tes awal Covid-19 di puskesmas dan pusat perbelanjaan dengan menggunakan APBD ( warga luar kota Surabaya tak dilayani karena ada laporan pertanggung jawaban penggunaan APBD ). Pengunjung yang suspect hasil screening thermal di mall akan masuk ruang isolasi dan selanjutnya dijemput petugas dinkes ke RS rujukan. Walikota dan gubernur Jatim selalu berkoordinasi dengan pusat/ kemenkes sebelum mengeluarkan kebijakan terkait Covid-19 sehingga tak menimbulkan antrian panjang/ banyak protes menjurus chaos seperti di MRT dan Trans Jakarta kemarin ( 16/3/2020 ) karena keputusan ekstrim Anies mengurangi moda transportasi massal tanpa lebih dulu berkoordinasi dengan para stakeholder/ pengusaha, asosiasi, kemenhub. Pemda mestinya satu suara dengan pemerintah pusat mengenai jumlah pasien positif dan tewas sehingga tak membingungkan/ bikin untrust masyarakat. Jubir nasional Covid-19 Ahmad Yurianto yang lebih dulu menyebut perkembangan terkini Covid 2-3 kali per hari, baru kemudian dikutip pejabat daerah dan media. Pak Yuri mendapat data langsung dari dokter/ dinkes yang menangani pasien di daerah ).

Di Korea Selatan yang kematian Covid-19 hanya 0, sekian % menurut dubes RI untuk Korsel, karena 90-an laboratorium ( penduduk 50 jutaan ) di Korsel sudah siap dengan tes swap gratis, bahkan dengan sistem drive-thru ( tak perlu keluar mobil ) warga Korsel bisa memeriksakan diri dan dilapori status kesehatannya lewat ponsel/ surat dalam 1-2 hari. Mereka bisa mengecek tempat-tempat yang aman untuk mereka kunjungi. Tanda hijau di peta ponsel artinya mereka boleh mengunjungi tempat tsb dan data itu di-update tiap hari. Mahasiswi WNI di Wuhan yang diobservasi di Natuna bilang, ia mendapat sms tiap pagi dan sore tentang perkembangan Covid-19 dari pemerintah China dan diberitahu apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Di Indonesia, BNPB juga sudah mulai mengirimi data seperti itu, host Aviani termasuk yang sudah menerimanya.

Ketika Daegu menjadi episentrum Covid-19 setelah Wuhan, para dokter, profesor, prajurit dari wilayah lain di Korsel proaktif datang ke Daegu untuk membantu dan pemerintah membuat kanal yang tepat untuk menyalurkan perhatian dan tenaga mereka. Di Indonesia, lulusan/ fresh graduate/ mahasiswa tingkat akhir fakultas kedokteran bisa dikerahkan untuk mendeteksi dini virus Covid pada warga yang ingin memeriksa kesehatannya di puskesmas atau mobil laboratorium keliling ( Unair sudah punya/ praktek ) dan hasil negatif Covid bisa berbentuk sertifikat seperti yang diterima mahasiswi WNI dari Wuhan tsa. Kesiapan seperti ini bisa lebih menenangkan warga ketimbang seruan “jangan panik” tapi antrinya bukan main di puskesmas dan RS. Mestinya sesuai kata dengan perbuatan. Trust.

Perusahaan bisa menyalurkan sebagian dana CSR-nya untuk membiayai tes swap masyarakat peduli Covid-19. Media juga ikut memberitakan kisah sukses ( kesembuhan lebih banyak/ sering diberitakan, kesiagaan penanganan Covid-19 yang terus membaik ) yang mematahkan hoax ( seperti sinisnya pemberitaan Tem** yang lebih sering mengecilkan capaian pemerintah, daripada sukses story-nya, termasuk dalam penanganan Covid-19. Interpretasi fakta di majalah ini kini lebih banyak minornya, seiring jurnalis milenial berkarakter instan/ miskin wisdom ( baru bisa mikir jangka pendek mengejar sensasi/ tiras ) yang lebih banyak mengawakinya. Jika ada kehebohan di Nduga, demo pemrotes RUU, kepanikan Covid-19, maraknya radikalis pendukung teroris Suriah, majalah ini punya andil/ biang kerok untrust tsb ).

Media mestinya bisa ikut/ terpanggil membangkitkan harapan/ ketenangan masyarakat. Jika setiap kita peduli kesehatan nasional, maka Indonesia bisa survive melewati badai virus ini. Bersama kita bisa..!

***** GREAT PERSON / PEJABAT PRESTATIF/ PENGUSAHA INSPIRATIF.

Sebenarnya, saya sudah lama ‘mengintai’ sosok ini. Dedikasi dan kontribusinya bagi negeri ini tak perlu diragukan. Sudah tak terhitung sosok pejuang sunyi dan kaum mariginal yang dia angkat dan berdayakan melalui tangan dinginnya. Kriteria orang hebat di blog M&M ini : amanah, kompeten, nasionalis, berdampak nasional, melakukan hal yang sangat sulit dilakukan orang lain secara konsisten, juga balance : keluarga sakinah/ religius -pasangan setia – humble.

Ucapannya yang ceplas-ceplos, bikin orang pengen nendang dia, jauh dari gambaran wibawa – elegan – brilian seorang hero di benak saya ( inget ekspresi muka ‘anak bandel’-nya ketika merespon sejumlah isu kontroversi yang saya tanggapi di blog ini. Empati anak ex-KDRT memang beda dengan anak mbalelo tanpa KDRT. Baper kami sering jadi bahan olokan/ tawaan mereka yang tak mengalami, mereka yang tak merasakan sisa traumanya sampai hari ini, mungkin sepanjang umur ). Hmm.. setidaknya dia membaca ( apalagi sama-sama suka nggambar, posting pencerahannya di IG disertai karikatur apik ) .. dan sosok hebat memang bukan malaikat. Kelebihannya jauh lebih banyak dari kekurangannya. Sang istri yang ( dicandainya ) rewel soal uang ternyata pengurus YKAKI ( Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia ) yang mengundang aksi donasi : dengan Rp 10 ribu per orang, para netizen sudah bisa membantu para penyintas kanker cilik tsb ( The Loco Brothers, MetroTV, 23/2/2020 ). Ya, duit itu buat mereka, Bang. Pasutri humoris ini rupanya punya yayasan masing-masing. Dermawan dan dermawati. Cocok-lah. Apalagi suka ngocol, sampai menurun ke dua putra mereka yang bikin acara ngocol The Loco Brothers yang tayang tiap Minggu jam 20.30 WIB ( bapak-anak Mingguan bareng, dong. Ini acara terinspirasi atau terpeleset dari saya dan Dina YS yang merasa ‘Loco’ Sisters beda ortu selama 12 tahun ini, Bang ? ).

Ketika menghadapi anak penderita kanker, kita harus tampak gembira. Jika sedih, kesehatannya bisa drop, ujar sang istri bijak. ( 3-5% populasi ) Anak kanker susah mengungkapkan perasaannya, sampai kemudian muncul profesi badut, salah satunya ‘dokter’ Delon yang khusus menghibur anak kanker.

Bagaimana, sosok ngocol ini bisa menjadi the best of him today ? Ada peran sang ayah yang semula membuatnya menitikkan air mata karena profesinya yang ‘cuma’ pengetik, yang baru disadarinya kemudian, nasehat sederhana, etos kerja susah payah beliau, membuatnya survive dan cemerlang sampai sejauh ini. Tuhan memberi yang terbaik bagi hamba-Nya yang mau merenung ( baru berasa, betapa bego/ kurang bersyukurnya kita 10 tahun yang lalu ).

Wartawan senior dan host talkshow keren ini lahir di Surabaya, Jatim, 6 November 1960. Suami Retno Palupi dan ayah Mario, Marco, Marlo, dan Yoga ini sudah aktif di media sejak tahun 1985 ( wikipedia ) sebagai reporter untuk penerbitan buku “Apa dan Siapa Orang Indonesia” ketika pemuda berdarah Ambon, Jawa, Belanda dan Portugis ini masih kuliah di Sekolah Tinggi Publisitik, Jakarta. Sosok plontos yang sebelumnya kribo ini sekolah teknik di STM Jayapura, Papua dan melanjutkan ke STM 6 Jakarta.

Sejak kecil, dia cinta dunia tulis-menulis dan jago gambar kartun/ karikatur sehingga ia memilih Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta, meski mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke IKIP Padang. Dia lalu menapaki karir jurnalisnya di Bisnis Indonesia, Grafitipers, Matra, Prioritas ( milik Surya Paloh ), Media Indonesia ( jadi pemred ), RCTI dan Metro TV ( jadi pemred ) dan Trijaya FM. Kerja kerasnya selama 35 tahun ini membuahkan penghargaan Panasonic Gobel Awards 2010, 2011, 2014 ( kategori presenter berita / Current Affairs, talkshow ) dan KPI Award 2019 ( talkshow non berita/ Kick Andy Show ). The man of this post is, of course, the one and only, makes us happy on Friday, now on Sunday…. Andy Flores Noya.

Andy F.Noya yang bikin kita gemes..

PENYINTAS KANKER, MATA, DIFABEL PUN MEMBERDAYAKAN WARGA KURANG MAMPU. Yesaya, Funnywati, Nicky..

Yesaya Fermindi Hohu, penyintas kanker payudara, yang pada tahun 2014 divonis menderita kanker kelenjar getah bening stadium 4 dan sudah menjalani operasi ke-9 di RS.Dharmais. Dalam kesakitannya, Yesaya berupaya berdonasi kursi roda dan kruk/ tongkat kepada warga kurang mampu yang membutuhkan dari sisa omzet berjualan kaca mata seharga Rp 100-150 ribu di sekitar kawasan BSD/ Bumi Serpong Damai ( mobil toko ) antara jam 6 -18 WIB. Brigaldo Sinaga, aktivis kemanusiaan, yang menulis kisahnya yang inspiratif di medsos.

Funnywati Sucipta asal Lubuk Linggau menjual pempek dan helm sejak tahun 2015 agar bisa rutin berdonasi ke rumah singgah yang dibangunnya bagi pasien luar kota. Mata Funny terancam buta, pembuluh matanya bocor, retinanya lepas, gak cukup dilaser, kudu disuntik ke Singapura tapi dananya terbatas. Warga Palembang, lulusan Sastra Inggris, pernah jadi wartawan dan kreator di sebuah PH ini pernah janji bawa ibunya keliling dunia ( Kick Andy Show, MetroTV, 14/2/2020 ).

Funny lalu membantu para lansia, membagikan susu untuk bayi, membantu pasien RS dan penderita autis, WNI yang terpaksa cangkok sumsum tulang di India ( termurah Rp 1 miliar per pasien ), bayarin orang miskin yang terpaksa kemoterapi ke Singapura, membantu biaya pemakaman keluarga kekurangan, dsb. Funny fokus pada kesembuhan bukan uang. Bantu orang dengan hati benar karena penyakit tak mengenal agama, jadi Funny bantu semua agama, jelas penyintas yang punya 63.200 follower di IG funny. ( Bang Andy saja gak nyampe 1.000 follower-nya ). Semoga penyakit mata Funny juga dibantu Tuhan dalam kesembuhannya ya..

Nicky Claraentia Pratiwi sudah tunadaksa sejak umur satu tahun. Kaki kirinya yang kurang jari diamputasi, dampak gagal dikuret sewaktu janin. Apa pun kekuranganmu tunjukkan kelebihanmu, ujar pendiri disable enterprise yang memberi pelatihan bagi kaum difabel dan co-founder situs tenoon.id yang mempromosikan kain tenun made in Indonesia dan memberdayakan para perajinnya.

5 daerah di Indonesia Timur menjadi yang terbesar ( 12,7% difable ). Nicky yang aktif di kanal Youtube ini meraih gelar S-2/ MBA di ITB, pernah kerja EO/ event organizer, kerja di media, perusahaan multinasional, lalu lebih menginjak bumi setelah tahu keberadaan komunitas disabilitas Indonesia, berdaya bareng, training kaum difabel, kaum wanita dan online di IG : tenoon_id sampai bisa ekspor ke Brunai, Malaysia, Jepang.

Ketiga penyintas tsa diberi apresiasi @ Rp 50 juta Telkom Difable Care untuk membantu sumbangsih mereka. Penghargaan Gantari Award diberikan pada sosok yang peduli dan membantu kaum difabel. Para pemirsa yang juga ingin membantu mereka bisa berdonasi di benihbaik.com atau melaporkan kasus yang perlu dibantu di daerah tempat tinggalnya.

SENIOR BERBAGI ILMU CANTIK DAN MUSIK DENGAN YUNIOR.

Kelompok YMAI ( Young Make Up Artist Indonesia ) yang didirikan Nutcha ( warga negara Thailand yang menikah dengan orang Indonesia ) yang sudah 7 tinggal di Indonesia. Ibu rumah tangga cantik ini berbagi ilmu kecantikan dengan 23 anak muda yang berkarakter baik sejak tahun 2019 dan menanggung operational cost-nya dengan membuat berbagai even dan menjadi brand ambasador produk kecantikan dari suami Nutcha ( Kick Andy, MetroTV, 28/2/2020 )

Dimulai dari kegemarannya bermusik keroncong, lalu ngamen di Jalan Malioboro untuk nambah ongkos dapur, kemudian jadi music director, Alvon yang belajar musik di jalanan selanjutnya mendirikan sanggar seni musik Noto Yudan di Yogyakarta. Saat ini sudah ada 80 anak yang belajar musik gratis di sana dan mampu meraih juara 2 lomba keroncong remaja tingkat nasional. Bungsu 4 bersaudara dari single parent ( ibu kerja menjahit dan tukang rias nganten ) yang ngamen ( dengan biola ) melalui musik bisa berbagi, mengajari anak yang mau disiplin waktu dan giat belajar darinya.

POPOK PAMPERS, ZAK SEMEN, SAMPAH PLASTIK DIOLAH JADI BERNILAI Rp 120 ribu sd Rp 70 juta per buah. Siti, Suwolo, Vania..

Siti Suriah jago mengolah limbah popok jadi vas, tas, dan asbak ( Kick Andy, MetroTV, 21/2/2020 ). Diawali penemuan 2 gerobak popok bayi di galian dekat rumahnya bekas pakai bocah yang kini berumur 12 tahun ( baca : kandungan plastik dalam pampers tak terurai dalam 12 tahun ). Disusuri ke sungai lebih banyak popok lagi yang ditemukan ( bahkan kasur, sofa, lemari, perabot besar lainnya di buang warga ke Sungai Ciliwung / The Loco Brothers, MetroTV, 8/3/2020. Marlo, Marco ikut menanam pohon sengon dan bambu kampung setelah arung jeram bersama komunitas Operasi Bersih Sungai Ciliwung/ OBSC ).

Dengan konsistensinya mengolah sampah plastik/ pampers dan ilmu dari pelatihan UMKM, Siti kini menjadi ketua kader lingkungan dan menularkan teknik setrika kresek dan mengolah limbah pampers jadi kerajinan cantik layak jual pada ibu berbalita di lingkungan tempat tinggalnya hingga mereka punya penghasilan sampingan untuk keluarga.

Pengolahan pampers untuk kerajinan sudah melalui uji mikroskopis untuk penyimpanan aman selama 6 bulan, kata Yunita Lestari. Siti dkk bisa membuat 260 box hantaran dalam 2 minggu dan ikut pameran dengan bangga serta mengedukasi pasar/ prospek. Siti dibantu dinkes Malang dalam sertifikasi produknya. Mimpi Yunita dan Siti : jeli popok bayi bisa diolah jadi kertas untuk mengurangi penebangan kayu sebagai bahan baku kertas. Siapa yang mau membuat risetnya ?

Suwolo OB ( umur 72 tahun ) giat Melukis Indonesia dari bahan limbah plastik. Desainer tekstil asal Bogor yang pernah mengajar pramuka anak bule dan dongeng budaya Indonesia selama 5 tahun di luar negeri ini mengatakan, WNI belum begitu menghargai seni limbah. Warga asing jauh lebih menghargai, sampai ada pameran keliling Biennealle Art di mana gaun pengantin fall winter laku dengan harga tinggi. Lansia berkharisma ini menjual karya lukisan berbahan limbah berukuran A0 di luar negeri bisa laku Rp 70 juta ( di Indonesia ia jual Rp 5 – 10 juta per karya ).

Vania Santoso, mahasiswi energik, bisa mengubah zak semen menjadi produk fashion, rompi, kap lampu, tas semirip tas kulit, produk ecofashion dan heirstatic lainnya. Vania ( dari fakultas ekonomi ) mewakili Unair dibantu rekan dari fakultas sains ( kualitas, riset keamanan produk ) pada tahun 2007 berhasil meraih juara pertama lomba ( seni limbah tingkat kampus ) internasional PBB yang berhadiah 10.000 USD, yang kemudian ia manfaatkan untuk melakukan pelatihan, pemberdayaan penjahit yang tak punya akses pasar. Tas handmade
dari zak semen sehalus kulit sapi, Vania jual secara online seharga Rp 120 rb per buah. Ia juga membatik zak semen secara eco-print ( ada unsur plastiknya sehingga kuat menampung semen yang beratnya 50 kg ), mengajari para wanita di kawasan Dolly, dan para bapaknya ia kerahkan ikut menjahit dan membersihkan zak semen.

Vania berkolaborasi dengan Violet, seniman asal El-Salvador, dengan
membatik pada karyanya, untuk bisa bersaing dengan para peserta dari 50 negara lain. Sesi sarapan dengan peserta diselingi edukasi ramah lingkungan. Vania sudah 5 tahun bekerjasama dengan komunitas karbon etik, melakukan kegiatan menanam pohon mengimbangi/ kompensasi pengiriman karya kerajinan komunitasnya yang menggunakan bahan karbon ( BBM/ fosil ).

TIGA JURI MILENIAL KICK ANDY HEROES 2020. Glow in Nusantara…

Dian Sastrowardoyo ( 37 tahun, artis, produser film ) pada tahun 2013 mendirikan Yayasan Dian Sastro yang sudah membantu pengadaan air bersih dan pemberdayaan penenun kain Sumba di NTT.

Emil Dardak ( wagub Jatim, sebelumnya bupati Trenggalek ), umur 22 tahun meraih gelar doktor ekonomi di Jepang ( Kick Andy, MetroTV, 8/3/2020 ).

Alfatih Timur ( 28 tahun ), social entrepreneur, lulusan UI, co-founder kitabisa.com ( platform donasi yang sudah dimanfaatkan 30.000 orang dengan donasi lebih Rp 600 miliar yang sudah disalurkan ).

Kick Andy Heroes 2020 digelar di MetroTV, Minggu depan ( 22/3/2020 jam 19.05 ) dalam HUT Kick Andy Show yang ke-14. Tiga juri muda berbakat ( Dian Sastro, Alfatih Timur, Emil Dardak ) sudah menilai 20 nominasi pejuang inspiratif ( dalam keterbatasannya tergerak dan konsisten meringankan beban orang banyak ) dalam sejumlah kategori ( termasuk heroes senior, pahlawan milenial ) dan hasilnya akan diumumkan di jam tayang baru tsb. Bang Andy pamit hari Jumat, bukan Kick Andy-nya yang the end, atau pun punya host baru ( hehe.. kirain ).

Saksikan hasil kolaborasi keren 3 milenial tsa ya..

Kelompok penari muda yang melestarikan budaya Indonesia dengan kemasan kekinian, “Glow in Nusantara” dengan koreografer Dhea Fandari yang membuka dan menutup jam tayang Minggu perdana Kick Andy kemarin, juga keren.

Met ultah yang ke-14, ya.. semoga Kick Andy Show kian menginspirasi dan memberdayakan kita semua. Amiin..

*****

( Di acara Dago Car Free Day pada Minggu, 15/3/2020 jam 6-10 pagi di Jl. Dago/ Juanda, Kota Bandung, Jawa Barat, ada kampanye penggunaan e-money QRIS dari BI yang dimeriahkan berbagai hiburan dan atraksi budaya menarik. Tong hilap.. bawa masker dan handsanitizer berjaga kalau ada yang batuk pilek ). Berita terbaru dari PRSSNI 14/3/2020 jam 14.05 WIB, Pemkot Bandung tengah mengkaji jadi tidaknya Dago CFD besok diadakan karena CFD di daerah lain ditiadakan sementara sampai wabah Covid-19 bisa diatasi kedaruratannya ( jika sudah ada vaksin, obat, musim panas ). Kalau meragukan begini, lebih baik di rumah saja.

SELF LOCKDOWN : JAGA JARAK SOSIAL. Belajar, bekerja, ibadah, wisata di rumah.. ( bukan ke Puncak ).

Beragam respon pemda menanggapi himbauan presiden Jokowi agar membatasi kontak/ pertemuan kerumunan demi mengurangi penyebaran virus Covid-19. Gubernur Anies meliburkan sekolah TK sd SMA, juga menutup semua tempat wisata di Jakarta ( tapi kurang menjelaskan kenapa dan apa yang harus dilakukan di rumah, juga belum membuat sistem yang bisa memantau mereka tetap di rumah, belajar, bekerja secara online selama 14 hari ke depan ( EMI, MetroTV, 16/3/2020 ). Jadinya, sebagian warga Jakarta yang tak cerdas/ tak peduli kesehatan nasional malah memilih ‘kabur’ ke Puncak dan mungkin menyebarkan Covid yang tak sadar dibawanya ke sana/ Kabupaten Bogor, Jabar ).

Mestinya, pemda memfasilitasi deteksi dini ( spesimen hidung, tenggorokan, demam, batuk, pilek ) warga hingga yakin negatif nCov dengan mengerahkan ribuan laboratorium yang tersebar di nusantara dengan biaya negara, usul pemirsa EMI dari Jakarta. Warga dan pasien yang proaktif memeriksakan diri ke puskesmas ( kini bisa tes awal Covid di puskesmas ) mestinya juga bisa dibiayai negara ( wah.. menkeu Sri bisa tambah lieur, apalagi setelah MA membatalkan kenaikan iuran BPJS bagi peserta mandiri sehingga defisit yang ditalangi negara bisa tembus Rp 77 triliun di tahun 2024. Sejumlah pengamat usul subsidi silang : peserta BPJS yang berpenghasilan Rp 100 juta ke atas per bulan membayar lebih besar dari buruh yang berpenghasilan Rp 4,5 juta ke bawah per bulan. Jangan dipukul rata. Yang mampu membantu yang kurang. Gotong royong sosial. Lalu, yang perokok/ kanker, penyuka gula/ diabetes, lingkar pinggang lebih 91 cm/ obesitas, pecandu alkohol, narkoba, free sex/ AIDs dikenai iuran 2-3 kali lipat agar impas dengan banyaknya subsidi yang sering mereka sedot tiap sakit. Yang nunggak iuran/ emak-emak sesudah bersalin yang tak peduli ibu lain juga butuh iuran mereka untuk bersalin, juga dihukum dengan tak diurus surat-surat pentingnya di instansi dan perbankan jika tak dilunasi tunggakan dan dendanya. Bukan kami yang rajin bayar iuran justru yang dihukum dengan kenaikan iuran, karena manajemen BPJS tak inovatif menegakkan aturan/ memungut iuran ).

Keselamatan jiwa WNI lebih penting daripada target pertumbuhan ekonomi. Daripada merebak jadi ribuan pasien positif dan melumpuhkan negara, hayoo.. ( per 15/3/2020 pasien positif sudah 117 orang di Indonesia, terbanyak di Jakarta ). Ketakutan Covid-19 membuat sakitnya menjadi 5 kali lipat, kepanikan 4.000 kali lipat, kata rohaniwan, padahal virus Covid mortalitasnya cuma 2-3%, dibanding demam berdarah yang 10% dan sudah KLB di Kabupaten Sika, NTT/ daerah lain karena sudah menewaskan ratusan orang. Pemerintah China sedang membantu Italia dan Iran dengan antivirus yang ditemukannya, kata pemirsa EMI dari Jateng.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi Covid-19 yang bisa dimanfaatkan warga untuk self lockdown/ mencegah diri tertular dengan sejumlah informasi dan tools di dalamnya. Pemprov Jabar, Jateng dan Jakarta meliburkan SD sd SMA/ SMK selama 14 hari ke depan. Namun, pemprov Jatim dan provinsi lain masih membolehkan siswa SMK mereka mengikuti ujian nasional/ UN yang dimulai Senin ini ( 16/3/2020 ) dengan protokol kesehatan/ pendidikan yang ketat ( jaga jarak 1 meter/ lebih satu sama lain, pakai masker bedah/ 2 warna dengan bagian putih/ penyerap di bagian dalam/ yang menyentuh hidung- bibir-dagu bagi yang pernah sakit TB/ paru/ asma, siswa yang demam, batuk, pilek/ tidak sehat di rumah saja/ ujian susulan, gunakan alat tulis sendiri/ jangan meminjam teman, cuci tangan dengan sabun antiseptik/ sabun mandi dengan air mengalir selama 20 detik/ lebih sebelum menyentuh muka/ memegang masker/ makanan, dan menjauh dari kerumunan/ kegiatan massal ). PP no.2 tahun 2018 tentang penanggulangan bencana non alam/ wabah penyakit sudah mengatur jarak sosial ini.

Menhub Budi Karya dinyatakan positif Covid-19 sehingga 30 menteri dan pejabat yang ratas kemarin bersamanya mengikuti tes kesehatan di RS rujukan. Sebagian mereka terpaksa pulang karena tak terlayani di akhir pekan kemarin ( sinyal : kesigapan RS rujukan yang bisa mengetes keberadaan virus perlu ditingkatkan, Kemenkes perlu/ tengah melatih lebih banyak petugas medis agar bisa mendeteksi virus Covid-19 untuk disebar ke daerah agar tak terjadi lagi penumpukan/ pemulangan warga yang ingin memeriksa kesehatannya ).

57 WNI kru kapal Grand Princess/ Amerika, rencananya Senin ini ( 16/3/2020 ) giliran akan dievakuasi/ dipulangkan dan diobservasi di Pulau Natuna, Indonesia. Semoga warga Natuna sudah lebih teredukasi dan siap sekarang. Posisikan diri jika kalian yang terpaksa diobservasi dan menjalani semua protokoler WHO itu ( bakal stres dan sulit sembuh jika warga daerah lain/ Pulau Sebaru/ Pulau Galang gantian menolak anak kalian ). Semoga Kemenkes juga membuka posko pelayanan kesehatan ( plus termal gun, warga setempat yang bersuhu 37 derajat celcius/ lebih dilanjutkan dengan tes spesimen/ swap gratis ) dan informasi Covid-19 untuk kompensasi dan membuat warga Natuna tenang.

Pemprov Banten menetapkan KLB ( kondisi luar biasa ) untuk Covid-19 di wilayahnya ( Headline News, MetroTV, 15/3/2020 ) dan kemarin juga, tukang cendol langganan kami mengeluh omzetnya menurun drastis karena pelanggan takut tertular Covid-19 ( padahal dia segar bugar ). Itu sebagian alasan kenapa pemerintah memilih self lockdown/ jaga jarak sosial seperti sejumlah negara lain ketimbang status darurat nasional/ lockdown seluruh wilayah negara seperti rekomendasi petinggi WHO. Arti lockdown nasional : seluruh perbatasan wilayah dijaga polisi dan petugas medis, orang dan barang tak leluasa/ boleh keluar masuk lagi, seluruh makan- minum-obat warga ditanggung negara karena mereka tak bisa berjualan lagi seperti tukang cendol langganan ( hanya negara kaya yang sanggup menanggungnya seperti Italia, Denmark, Norwegia, di sana pengangguran pun diberi tunjangan, gak kerja karena Covid-19 no problem ).

Di suhu dingin dan kelembahan rendah seperti Iran, virus Covid-19 bisa bertahan sampai 9 hari di udara terbuka ( di pegangan pintu, gantungan di MRT, jok kursi bis, handrail tangga, lantai-tembok tempat ibadah, dsb ) sehingga perlu sering disemprot desinfektan untuk membunuh virus yang tercecer, dan warga yang melintasinya perlu sering mencuci tangan dan menggunakan masker di episentrum wabah/ kerumunan. Beruntung, Indonesia beriklim tropis/ panas dan berkelembaban tinggi serta di-lockdown alami dalam bentuk 17.000 pulau lebih yang berjarak puluhan-ribuan km satu sama lain. Tinggal kita menjaga pola hidup bersih sehat ( PHBS ) dan bersikap tenang. Waspada boleh, panik jangan karena sakitnya bisa 4.000 kali lipat. Stay cool, people.. Indonesia kudu dan bisa survive.

BAYAR NON TUNAI WAJIB PAKAI QRIS SEJAK 1/1/2020. Cara kerjanya mirip ATM Bersama… gesek kartu jadi scan ponsel..

Gubernur BI Perry Warjiyo meluncurkan QRIS via bi.go.id

Bank Indonesia ( BI ) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan sistem QRIS ( Quick Response Code Indonesian Standard ) sejak 1 Januari 2020. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran ( PJSP ) berbasis QR ( termasuk PJSP asing ) wajib menggunakan QRIS sesuai ketentuan/ PADG No.21/18/2019 tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran, sebagai salah satu pelaksanaan Visi Sistem Pembayaran Indonesia ( SPI ) 2025.

Ilustrasi pembayaran pakai QR Code

BI mengusung tema semangat UNGGUL ( UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung ) dari layanan QRIS karena transaksi pembayaran menjadi lebih efisien/ murah, inklusi keuangan di Indonesia lebih cepat, UMKM bisa lebih maju, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

UNiversal artinya QRIS bersifat inklusif, digunakan seluruh lapisan masyarakat dan bisa digunakan buat transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. GampanG, artinya masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Untung, artinya transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Langsung, artinya transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

QRIS disusun oleh BI dan ASPI ( Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia ), yang menggunakan standar internasional EMV Co ( lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran ). Ringkasnya, QRIS ini pembayaran digital yang memudahkan masyarakat bertransaksi dan aman/ diawasi regulator dari satu pintu.

Bisa bayar pakai aplikasi apa saja, ‘scannya’ di QRIS via zonasultra. QRIS digadang sebagai ‘satu sistem untuk semua model pembayaran’ sehingga QRIS bisa digunakan di semua merchant yang bekerjasama dengan PJSP, seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak, dan lainnya. Sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode ( MPM ), pengguna tinggal scan QR Code di QRIS yang ada di berbagai merchant yang menyediakan transaksi nontunai. Sistem QRIS sama seperti ATM Bersama : semua kartu ATM dari berbagai bank penerbit kartu bisa digunakan di ATM Bersama ini.

Gambaran cara kerja QRIS seperti ATM Bersama. Dengan sistem QRIS ini, bayar nontunai pakai aplikasi apa saja bisa cukup scan di satu QR Code, yakni QRIS. Transaksi QRIS Dibatasi maksimal Rp 2 juta per transaksi. Namun, penerbit ( PJSP ) bisa menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/ atau bulanan atas Transaksi QRIS yang dilakukan oleh masing-masing pengguna QRIS dengan syarat penerbit punya pertimbangan manajemen risiko yang baik. BI telah membatasi MDR ( Merchant Discount Rate ) sebesar 0,7% dari transaksi. Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran ( PJSP ) maupun lembaga switching ( institusi yang bertugas melakukan kegiatan penerusan data dan/atau informasi transaksi QRIS antar PJSP ) dan merchant aggregrator harus mendaftarkan diri dan mengantongi izin dari BI.

Syarat sebagai penyelenggara QR Code Payment adalah :
* wajib mendapat persetujuan dari BI
* wajib punya sistem dan aplikasi yang handal
* punya kemampuan identifikasi dan mitigasi risiko
* mampu melindungi nasabah seperti sengketa
* bisa memonitor transaksi di merchant dan nasabah
* mampu melakukan proses Know Your Customer ( KYC ) pada registrasi nasabah dan merchant yang benar.

QRIS nantinya bisa digunakan wisatawan mancanegara ( wisman ) pengguna aplikasi QR Code yang menggunakan standar EMV Co. untuk bertransaksi di Indonesia. Standar ini diadopsi untuk mendukung interkoneksi lebih baik dan bersifat open source serta mengakomodasi kebutuhan spesifik negara, sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara. Saat ini, standar ini telah digunakan di India, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan lainnya. Jadi, turis asing yang sedang berlibur ke Indonesia bisa dengan mudah bertransaksi di sini karena QRIS disusun dengan standar internasional. Diharapkan, QRIS ini juga bisa mendukung sektor pariwisata di tanah air.

Menurut Rahmat Danu Andika dari Bukalapak sudah sekitar 1.000 mitranya yang menggunakan QRIS, terdiri dari mitra warung, tukang cilor, bakso, pempek, kios tambal ban, dan UMKM lainnya yang selama ini belum terjamah pembayaran digital.

Yang belum jelas tapi tubuh fit dan ada yang jaga rumah, silakan memperjelas QRIS di Dago Car Free Day besok ( Minggu, 15/3/2020 jam 6-10 WIB ). Met olahraga..

MEGATRON INTERAKTIF PENGUJI KEPEDULIAN PUBLIK.

Di luar negeri, terpajang di pinggir jalan besar iklan publik interaktif nyeri-nyeri sedap ( On the Spot, Trans7, 13/3/2020 ) : foto bocah imut yang akan menangis darah jika mulai kena tetesan air hujan untuk mengingatkan para pengguna jalan agar ekstra hati-hati ketika berkendara di jalanan licin saat hujan mengguyur. Di tepi trotoar, terpasang ( megatron berdetektor asap menayangkan ) video pria yang sedang menasehati bahaya merokok tiba-tiba jadi batuk ketika ada perokok melintasi atau menatapnya ( terheran ). Di zebra cross perempatan jalan, orang yang menyeberang belum waktunya ( menerabas lampu merah jalan ) akan dikejutkan dengan suara keras tabrakan mobil ke arahnya, lalu megatron di trotoar akan menayangkan ekspresi kaget takut ( dan bloon-nya ) sebagai hukuman dipermalukan di depan umum secara instan atas pelanggaran lalulintasnya yang membahayakan pengguna jalan lain ( di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, baru ada petugas dishub di ruang kontrol, melalui pengeras suara, menegur pengendara motor yang lupa pakai helm, main HP, melanggar marka jalan, bahkan asyik cari kutu, yang terlihat dari CCTV yang dipasang di prapatan jalan ). Di depan hall besar terpampang foto wanita dengan luka wajah mengerikan akibat KDRT. Ketika ada pejalan kali yang berhenti dan menatapnya lebih dari 6 detik ( sinyal peduli ) maka luka di wajah wanita itu akan berkurang. Kian banyak yang peduli, kian sembuh luka itu. Sebaliknya, kian banyak warga yang cuek ketika melintasinya, kian rusak wajah sang ibu malang itu.

Sejak 8/12/2019 ( muncul virus nCov ), Tuhan tampaknya sedang menegur/menguji kepedulian global akan tugasnya menjaga alam yang sudah dianugerahkan-Nya pada manusia ( sebelumnya bangsa jin disisihkan ke tempat-tempat yang jarang dihuni manusia, gunung, hutan, padang pasir atau bangunan terlantar karena melanggar perintah-Nya/ merusak alam ). Makin peduli lingkungan ( hidup bersih-sehat, tak buang limbah/ sampah sembarangan, tak rakus menebangi hutan ), dekat Sang Pencipta, dan ikhlas berbagi dengan sesama, maka makin jauh tertular virus mematikan itu. Makin peduli, makin sehat.

Italia dan Denmark sudah menutup/ lockdown seluruh negaranya untuk memperlambat penyebaran virus Covid-19 sampai vaksin/ musim panas tiba. Indonesia sudah 5 tewas dan 8 sembuh dari 96 pasien positif ( Prime Time News, 14/3/2020 ) yang masih bisa bertambah. 188 WNI kru kapal World Dream/ Hongkong yang diobservasi dikembalikan ke keluarganya pagi ini ( Breaking News, MetroTV, 14/3/2020 ). Besoknya, giliran 68 WNI kru kapal Diamond Princess/ Jepang yang dipulangkan dan diminta jangan keluar rumah dulu selama 14 hari berikutnya/ ODP.

Jokowi memimpin langsung penanggulangan Covid-19 ( kepala BNPB Doni mengkoordinir Gugus Tugas Covid-19 dan BNPB/ tracing ). Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 10/3/2020 meluncurkan Jabar Command Center/ Pikobar di Gedung B sebelah Gedung Sate, Kota Bandung/ laman pikobar.jabarprov.go.id
Hotline COVID-19 Dinas Kesehatan Jabar di nomor 08112093306

( ruang kontrol JCC futuristik seperti interior Star-trek Enterprise ). Jusuf Kalla mengkaji kemungkinan Indonesia juga di-lockdown ( jika 40% / lebih pertambahan pasien positif tiap harinya ), juga jalur/ destinasi yang sepi. Walikota Oded/ DLHK Bandung kembali mengingatkan pentingnya Kangpisman, siapa peduli ( halaman depan rumah juga bersih ) maka RT/RW/ kelurahannya bisa dapat hadiah/ juara ( memilih insentif ketimbang hukuman ).

Seberapa pedulikah kita dibanding warga asing yang punya megatron canggih tsa ? Di Wuhan ( tinggal provinsi Hubei, China yang belum pulih/ belum unlock ), Italia ( atlet bola tertular sampai Liga Italia ditunda, tiap warga wajib pakai masker dan jaga jarak aman satu sama lain satu meter/ lebih selama antri di supermarket yang buka setengah hari ), Iran ( wapres dan 23 anggota parlemen tertular ), Inggris ( menkes tertular ), Amerika ( artis Oscar tertular ), Kanada ( istri PM tertular ), Korsel ( show BTS ditunda ), Jepang ( Olimpiade Tokyo mungkin ditunda karena diprediksi wabah Covid-19 yang ‘baru’ dikategori pandemi oleh WHO pada Kamis 12/3/2020 diprediksi melesukan ekonomi hingga tahun 2021 ).

CLOSING

‘Detektor alam’ ciptaan Tuhan ini bukan main dahsyatnya ( bagi mereka yang tak ber-Tuhan, yang tak menjaga tubuh dan alam titipan-Nya, yang melubangi ozon dengan emisi gas buang jor-joran tiap detik, yang membunuh paus dengan sedotan dan sampah plastik, yang membuang limbah beracun ke negara ketiga/ miskin, dst ). Tiap kuman sudah bernama targetnya sejak janin 4 bulan di rahim ibu. How deep will you care ?

Ingat Kangpisman : kebersihan halaman dalam + depan rumahmu mulai dinilai/ dilombakan pagi ini ( Bu RT, 14/3/2019 ).

Listrik Padam 12 Jam Se-Jawa. Bencana Megathrust, Class Action ?

leave a comment »

Pemeliharaan kawat transmisi listrik PLN Minggu kemarin ( 4/8/2019 ) tak diduga berbuah kehebohan. Semoga berbuah perbaikan mendasar pula.

Kisah bermula dari 4 kawat yang mengalirkan listrik murah dari timur ke Barat, jelas Sripeni, plt. dirut PLN ( Prime Time News, MetroTV, 5/8/2019 ). Minggu siang itu ( 4/8/2019 ), petugas sedang melakukan pemeliharaan rutin satu kawat ( dari benang layang yang tersangkut, ranting pohon yang patah, kotoran burung, dsb ). Tak disangka-sangka, 2 dari 4 kawat transmisi itu mengalami gangguan di Ungaran-Pemalang, Jateng ( kemen ESDM, polisi berencana menyelidiki penyebabnya/ kemungkinan sabotase, orang dalam pasca dirut PLN SB jadi tersangka KPK karena kasus suap PLTU 1 Riau, atau ulah radikalis pengacau di masa proses peninjauan izin FPI dan pasca meledaknya 6 bom di Thailand sekitar 500 m dari lokasi KTT ASEAN, atau karena dampak gempa di jalur Megathrust kemarin ) sehingga arus listrik yang sangat besar itu hanya bisa melalui satu kawat hingga terblokir otomatis oleh PLTU Suralaya ( melebihi beban yang bisa ditanggung kawat 500 KVA ) berakibat terganggunya pasokan listrik di Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Kami di Kota Bandung merasakan lampu padam ( black out ) dari jam 11.50 sd 22.30 lalu byar pet ( saya sendiri baru melek dari tiduran/ gelap jadi terang jam 00.43 WIB Senin dini hari. Tidak mati lampu lagi setelah itu. Namun, wilayah lain masih byar pet secara sporadis. Jokowi yang sidak 15 menit lebih awal Senin pagi kemarin terlihat gusar meminta penjelasan direksi PLN yang menjawab sangat teknis. Presiden menegur plt dirut agar punya kalkulasi matang dan back up plan/ rencana cadangan agar jika terjadi gangguan tak terduga lagi tak sampai merugikan dan merepotkan banyak orang seperti ini.

( ketika Fukushima dan PLTN lainnya di-shutdown karena tsunami melanda Jepang waktu itu, mereka punya stok BBM/ batubara untuk 3-6 bulan, sehingga evakuasi dan pemulihan/ pasokan listrik bisa cepat dilaksanakan )

Fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit, SPBU/ gas/ biofuel, terminal MRT, KRL, BTS operator seluler sampai ke ujung wilayah mestinya punya generator set, solar cell/ panel surya untuk energi cadangan. Bis/ motor listrik juga punya sistem hybrid ( dengan green fuel ), jika listrik padam, atau jika bencana Megathrust terjadi ( BMKG memprediksi setelah gempa Mag. 6,9 di Banten kemarin 2/8/2019, benar terjadi dalam waktu dekat. Siklus 400 tahunan ? setelah tsunami dahsyat akibat gempa Mag. 8,8 pada tahun 1600-an di jalur barat Sumatera, selatan Jawa, Nusa Tenggara, utara Papua sampai utara Sulawesi. Ada 5000 desa tanggap bencana yang sedang dikebut BNPB di pesisir jalur maut tsb. Di Jawa sendiri ada 500 desa. BMKG meminta para kepala daerah untuk cepat tanggap mengedukasi dan mengevakuasi warganya jika status waspada, status siaga diberitahukan lewat aplikasi BMKG ( warga juga perlu tahu persis apa yang harus dilakukan di tiap status kebencanaan, kemana warga harus lari, shelter-nya di mana saja, 20 detik terasa gempa lunak/ keras segera keluar bangunan dengan tenang dan tertib, sambar sepatu kets dan tas survival dekat ranjang berisi kartu identitas, satu stel baju ganti, mukena, selimut, senter/ lilin, korek api, pisau lipat serbaguna, garam, surat penting, uang, ponsel, batere cadangan, sikat gigi, minyak kayu putih, kresek, misting, sendok dan botol minum )

Di luar negeri, pemadaman yang ditolerir hanya sejam dalam sebulan ( jika lebih, warga bisa dapat gratis satu bulan pada tagihan listrik berikutnya dengan bukti laporan pengaduan di akun perusahaan listrik mereka ). Menurut aturan permen ESDM no.27 tahun 2017, jika terjadi pemadaman merugikan seperti kemarin, PLN akan memberi diskon 30% pada pelanggan terdampak saat membayar tagihan bulan depan. Cukup ?

Cukupkah membayar nyawa satu keluarga di Bekasi yang tewas oleh ledakan genset yang beroperasi maksimal 3 jam, padahal padamnya lebih dari 10 jam ( bahkan belum menyala atau masih byar pet sampai sekarang. Kami di Lampung sering byar pet, bahkan rutin padam tiap akhir pekan. Kok baru 10 jam mati listrik, orang di Jawa ribut banget sih ??, gerutu pemirsa EMI dari luar Jawa iri )

4 jalur gerbong MRT terjebak pemadaman sehingga harus membuka pintu darurat. Ribuan orang penumpang KRL terdampar di peron menunggu lampu nyala. Sebagian penumpang MRT masih dievakuasi jam 10 malam di stasiun bawah tanah. Ortu disibukkan oleh bayi menangis karena ASI basi di kulkas, kompor listrik tak berfungsi/ tak bisa masak, pompa air mati/ tak bisa mandi, sinyal terganggu/ transaksi online batal, rumah sakit kecil tak punya genset/ operasi pasien terhenti, bandara, pelabuhan, stasiun, mal rugi 75% dari omzet harian mereka karena para pengunjung terjebak dengan kesulitannya masing-masing. Mati listrik, mati peradaban. Apa Indonesia masih gagap dengan peradaban modern sehingga kita seperti kembali ke zaman batunya Flinstone kemarin ? Bagaimana kalau musuh menyerang ketika kita lagi sibuk cari korek dan lilin lalu tersandung ? Bagaimana nasib RSI di Palestina, dan 15% ( wilayah ) rakyat Palestina yang tersisa ? Bagaimana jawaban kita pada Tuhan ??

Class action sedang trend, setelah kasus polusi Jakarta ( gubernur Emil di FB-nya mempertanyakan gugatan koalisi sipil DKI terhadap dirinya seperti Jaka Sembung/ tak nyambung. Karena semasa kepemimpinannya, Kota Bandung menjadi kota terbersih udaranya se-ASEAN dengan program taman tematik di seantero kota, Bandung Berkebun, pemasangan alat pengukur udara baru di tempat-tempat strategis, Bike to Work, sepeda motor listrik, dsb, yang kini sedang diterapkan di Bekasi, Depok, dsb. Mungkin para pemrotes skeptis jika cuma gubernur Anies yang mengatasi, karena arus komuter dengan kendaraan belum ramah lingkungan juga datang dari area sekitar Jabar, Kang. Siapa tahu mereka berharap kesuksesan Bandung bisa diterapkan di Jakarta ? Para pemrotes sedang di ambang sakit Ispa, dll. Mohon maklum ).

Apa kita bisa minta menteri penanggung jawab listrik padam untuk mundur seperti di Korea ? Semua negara maju di dunia pernah mengalami black-out. Indonesia juga pernah padam se-Jawa Bali tahun 2002. Bedanya, mereka tak terulang lebih dari sejam. Di sini masih terulang sampai lebih 12 jam, dan pelayanan PLN dengan target 35.000 MW masih belum memuaskan. Byar pet, tanpa hukuman di banyak wilayah di luar Jawa ( warga hanya bisa pasrah atau menggerutu ). Warga telat bayar berdampak denda, makian ala debt collector, teror di telpon dan rumah dari pihak ketiga. PLN padam lebih 10 jam, cukup diskon 30% tagihan bulan depan. Gak kapok ?

Bisa begitu-begitu layanannya ke depan jika tak di-shock terapy. Seperti menghadap tembok tebal ketika berupaya menembus transparansi pengelolaan PLN yang memegang monopoli kelistrikan di tanah air ( masih utang triliunan pada subkon ). Class action yang diusulkan banyak pihak juga percuma, selama permen ESDM dan UU ketenagalistrikan tak direvisi. Selasa ini, setahu saya DPR RI akan bertemu direksi PLN dan merevisi pasal kompensasi di permen. Rabu besok, giliran Ombudsman yang menginvestigasi. Narsum dan pemirsa EMI minta PLN diberi saingan agar lebih terpacu kinerjanya. Seperti ada AP 1, AP 2 di dunia penerbangan. Pelindo 1, Pelindo 2 di jaringan pelabuhan. SPBU swasta di sektor BBM untuk sparing partner Pertamina. Atau perusahaan lain di bawah menteri ESDM/ BUMN/ menko yang membeli listrik swasta ( dari pengusaha batubara, biofuel. Warga/ komunitas diberi insentif jika bisa menjual listrik ke pemerintah dari panel surya di atap rumah masing-masing setelah mencukupi kebutuhan sendiri. Tiap daerah punya potensi listrik yang khas yang bisa dimanfaatkan ) untuk dijual ke rakyat dengan harga pasal 33 UUD 1945 ( sebesarnya kemakmuran rakyat, tapi bisnis tetap survive meski profit sedikit ).

Di EMI ( MetroTV, 5/8/2019 ), Sripeni mengatakan : ke depan PLN akan membangun pembangkit listrik di Banten dan menambah 2 kawat transmisi lagi agar tak terjadi ledakan arus dari jarak yang jauh ( sistem interkoneksi butuh perangkat yang andal/ reliable, perawatan dan pengawasan yang prima. Polri-TNI bisa dikerahkan untuk menjaga area sekitar menara Sutet dari pohon ambruk, pemukiman dan gangguan lain. Ketahanan energi dan pangan adalah aspek penting pertahanan negara ).

Jakarta butuh sekitar 5000 MW, Jawa Barat 3500 MW, Banten 1200 MW. Ya, kita sudah lihat plt dirut PLN minta maaf atas pemadaman ini, dan mengakui kelambatan perbaikan tsb. Itu bagus. Tinggal sekarang tindak lanjutnya agar zaman batu tak terulang lagi. OK ?

********************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing.

“Anak Salah Tetap Berharga”- by Vitrisa ( topi blankon batik, dasi motif garis – Jateng )

Ex-HTI di Saparua Park, FPI Stop, Politik Nasgor. Green Plastic, Polusi Jakarta, UU Perlindungan Data Pribadi. Impor Rektor ? Gibran ?

leave a comment »

Setelah diprotes Banser NU di masjid pemprov DKI, ternyata Fe*** Si*** ( ‘mualaf’ tokoh ex-HTI ) masih diundang Shaf Musli*** ceramah di Saparua Park, Kota Bandung ( KLCBS FM, 31/7/2019 ) dalam acara Musli*** Day, Sabtu lusa ( 3/8/2019 ). Ceramah pertama dan disebut pertama pula. Kok bisa lolos ya ?

Kita ingat saat rusuh di depan Bawaslu 21-22 Mei 2019 kemarin, terlihat ibu berjilbab memungut dan melempar batu ke arah aparat pengaman di layar TV ( 327 polisi cedera, bahkan sampai remuk mulutnya ). Bisa jadi, jika diizinkan demo berikutnya, emak-emak itu akan memanah para pengaman kita dan penjaga NKRI, karena di acara Saparua lusa ( dari jam 8-18 ) mereka akan diajari cara memanah oleh komunitas pemanah trampil, selain mendengar ceramah dari sekian narsum dan melihat bazaar.

Penyiar radio favorit saya heran kenapa belum lama berselang Shaf menggelar acara, kini sudah promo acara lagi ? Hmm.. saya duga ini terkait dengan tuntutan massa change.org yang lebih banyak minta pembubaran ormas radikal FPI yang pro-ISIS ketimbang yang mendukungnya. Di Mata Najwa, 31/7/2019, anggota FPI itu mengkamuflase tindak kekerasan anarkis mereka dengan diksi memperjuangkan ‘konsep’. Kita tahu gerombolan kepala batu yang bertingkah bak penegak hukum itu mengusung isu ‘khilafah ala takfiri’ ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ), seperti ISIS, jagoan mereka yang membolehkan menumpahkan darah orang yang mereka cap kafir, atau disamarkan dengan konsep ‘NKRI Bersyariah’.

Di akunnya Mahfud MD, bahkan ada yang komen sok tahu soal khilafah di akhir jaman sebagai keniscayaan. Kita tahu soal Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal di masa itu. Tapi bukan khilafah model takfiri yang merasa di atas dan paling benar sendiri yang kita mau ikuti ( baca : bukan FPI, ex-HTI, IM, ISIS, Al-Qaeda dan sejenisnya yang salah menafsirkan dalil agama dan menyalahgunakan ayat demi kepentingan elit dan donaturnya/ zionis di puncak ambisi kekuasaan ). Namun, khilafahnya Imam Mahdi kelak, atau kini, khilafahnya ulama NU ( NKRI ber-Pancasila ). Orang tekstualis tak mampu melihat Pancasila/ intisari kearifan lokal leluhur dan pendiri bangsa Indonesia dalam ayat dan hadis. Mereka benar-benar mencari kata berhuruf p-a-n-c-a-s-i-l-a di kitab suci. Naif.

Soekarno yang menamai saja baru di abad 20 M. Rasulullah lebih dulu abad 7 M. Leluhur kita ribuan tahun sebelum Masehi, di mana ribuan nabi sudah diturunkan Allah untuk mengajarkan kebajikan dan tuntunan-Nya, yang kemudian disempurnakan-Nya melalui ratusan wahyu/ ayat Qur’an yang diturunkan pada nabi dan rasul terakhir-Nya, Nabi Muhammad Saw. Ringkasnya, para pengusung ‘khilafah’ ala takfiri itu ngeles dengan argumen khilafah yang hak, setiap dikritik gagal paham. Lho, yang masalah itu kalian ( takfiri ), bukan khilafah-nya. Kok, muter mumet berbusa di “khilafah” sih ? Tujuan benar harus dicapai dengan cara benar ( bukan fitnah, kekerasan seperti yang selama ini kalian lakukan ). Kebayang deh jika kalian sampai berkuasa, betapa banyak non muslim yang dibantai di sini setiap mengkritik kalian, seperti di Afganistan, Irak, Libya, Mesir, Suriah, Yaman. Baru ormas saja, kalian sudah gemar menebar teror, kekerasan dan intimidasi. Siapa pun yang menghalangi tujuan kalian akan kalian tumpahkan darahnya ke jalanan kan ? Seperti sesumbar HRS di banyak orasinya. Wajar jika banyak warga menolak kehadiran kalian yang bengis penuh tipu daya. Wajar pula jika kini HRS terpuruk di penjara Saudi. Siapa pun yang mendustakan agama akan diberi kehinaan oleh-Nya di masa akhir. Amar ma’ruf nahi munkar dalam satu nafas. Mengenyahkan kebatilan dengan cara yang benar ( bukan ikut batil nan sesat ).

Simpatisan FPI/ ISIS mengancam akan mengerahkan massa jika izin perpanjangan ormas FPI ditolak. Ngapain emak-emak dikumpulkan hingga 3000 orang di Saparua dan diajari memanah di masa kemendagri sedang memproses perpanjangan izin ormas radikal FPI ? ( di TKP Bawaslu 22 Mei ditemukan banyak panah. Di kompleks pontren DT milik AAG yang pro ex-02/ 212 juga ada kursus memanah dengan alasan mengikuti sunah ). Bukan kebetulan kan ?

Beberapa waktu lalu, pemirsa EMI dari Bekasi, mengkritik dualisme menag yang menghimbau umat muslim jangan melakukan “sweeping”. “Mbok, langsung dihukum, gak perlu pabrik kata-kata”, kecamnya pedas,”.. dan pake bahasa Indonesia yang dimengerti” ( sweeping atau penyapuan penyakit masyarakat terhadap restoran/ tempat hiburan yang buka tanpa sungkan saat negeri 90% mayoritas muslim ini sedang berpuasa ramadhan. Penelpon non muslim ini mestinya membandingkan dirinya dengan sebagian warga Amerika non muslim yang malah ikut puasa menghormati rekan kerjanya yang sedang ibadah ramadhan. Tidak mencak-mencak kurang ilmu begitu gara-gara 30 tahun, izin bangun tempat ibadah di lingkungan tak kunjung keluar izinnya. Bangun rumah atau gedung perlu izin tetangga.

Izin ormas juga perlu izin pemerintah/ aturan UU. Jika tak mengikuti dasar negara ( Pancasila yang menjiwai UUD 1945/ konstitusi ), AD/ ART dan tindakannya, maka ormas tsb tak diizinkan berdiri di teritori Indonesia. Prinsip ini berlaku untuk semua ormas, partai dan lembaga di Indonesia. Indonesia negara hukum. Jelas ?

Yang mau FPI dibubarkan itu mereka yang suka pornografi, tuduh wakil FPI. Weleuh.. ( HRS itu juga diancam pasal pornografi kan ? ). Yang benar, yang mau FPI bubar itu warga Indonesia yang cinta tanah air dan beragama dengan benar. Kita tak mau negeri besar nan indah ini hancur karena kenaifan kalian yang dibodohi elit/ pion zionis. That’s all.

Indonesia termasuk Negara Bangsa, kata orang NU. Istilah Negara Bangsa mulai dikenal pada abad 17 ( masa
Kekhalifahan Turki ), ketika Napoleon yang ingin membelahnya menyebut bangsa Mesir dan bangsa Turki ( Quraish Shihab, 28 /5/2019 ). Nasionalisme ala Negara Bangsa terbukti mengalahkan pasukan Gurkha, India, yang sangat ditakuti kekejamannya dimotivasi perut lapar dan nistanya kemiskinan. Nasionalisme arek Suroboyo dan para pejuang pendahulu kita terbukti mengalahkan Gurkha, Belanda, Sekutu/ AS-Inggris sehingga kita merdeka dan bertahan hingga hari ini dst. Pancasila terbukti menyatukan kita, 34 provinsi, sebagai NKRI. Tanpa Pancasila, takkan ada Indonesia. FPI, ex-HTI, IM, sempalan Al-Qaeda, yang mau mengganti Pancasila, atau mengembalikan 7 kalimat di sila pertama yang bisa memisahkan warga WITA, WIT atau warga non muslim dari WIB, harus kita hentikan. Karena Indonesia takkan ada tanpa saudara kita yang non muslim. Indonesia kuat berdaulat dan bisa membantu memerdekakan Palestina jika tetap besar wilayahnya ( tidak berkeping seperti maunya donaturnya ormas radikal/ zionis Israel si penjajah ). Pilih non muslim yang Pancasilais, atau pencatut Islam yang anti Pancasila ? Sebagai WNI, saya pilih yang Pancasilais. Hentikan FPI dan ormas radikal.

Menggelikan, melihat wakil FPI tersedu di acara Mata Najwa ( Trans7, 31/7/2019 ) minta HRS dipulangkan. HRS itu tak tersedu melihat lebih 300.000 rakyat Suriah dibantai ISIS, idolanya HRS. HRS juga takkan tersedu jika 300.000 WNI di sini dia lemparkan ke mulut ISIS. Saya pikir, biarkan HRS di penjara Saudi 30 tahun lamanya ( kemarin ada TKI yang dibebaskan setelah mendekam selama itu di penjara Saudi karena overstay ). Pelajaran bagus bagi HRS dan para pengikutnya agar tak mulut besar, kepala batu, dan meneror orang demi mengganti Pancasila.

BL AND ACT FRIEND ?

Situs jual beli unicorn BL diprotes netizen karena berdonasi untuk Palestina dan Suriah lewat ACT ( lembaga donasi berbendera hijau-putih-hitam dengan 3 bintang di tengah, untuk ‘jihadis’ pemberontak Suriah/ teroris. BL tempo hari juga mengkritik pemerintah soal infrastruktur digital. ITB menurut BIN termasuk perguruan tinggi yang terpapar paham radikal. Si founder juga menuduh hoax soal ACT teroris yang bunglon ini. Orang pintar akademik memang sering diincar radikalis, karena ego pintarnya suka ketinggian sehingga suka ngeyel jika diberitahu orang pintar lainnya. Orang cerdas akademik tak jarang ilmu agamanya cetek, wawasan geopolitiknya apalagi. Sasaran empuk perekrut intoleran/ teroris. Ada 11 jenis kecerdasan yang diberikan Tuhan. Kita perlu rendah hati mendengar kebenaran dari pakar ilmu/ kecerdasan orang lain ). Si founder bisa kembali minta maaf dan mengaku tak tak tahu rekam jejak ACT. Itu lebih gentle. Sportif mengakui kesalahan.

POLITIK NASI GORENG

Megawati mengundang Prabowo makan nasi goreng buatan ketum PDIP yang enak. Beragam tanggapan tentang itu. Yang mendukung dan berterimakasih melihatnya sebagai upaya Mega menarik Prabowo ke tengah ( yang selama pemilu 2019 cenderung ke kanan/ ormas radikal ), seperti Surya Paloh menarik ke tengah ( dari sebelumnya nengakomodasi kanan/ ex-HTI ) gubernur Anies yang baru mengeluarkan 5 dari 10 kapasitasnya. Yang negatif, cemas Mega lalu menggandeng Grd masuk koalisi. Terutama PKB yang sudah menyodorkan 10 nama menteri dan Hanura 40 nama menteri. Nasdem lebih berkelas, akan memberi nama jika Jokowi meminta. Kita butuh Jokowi, bukan Jokowi yang butuh kita, versi Addie MS. Saya cenderung ke pendapat sekjen Plate soal ini : pada hari H pelantikan presiden Oktober 2019 tetaplah dengan 5 partai parlemen seperti saat ini ( lebih ramping, solid, gesit ). Mungkin menambah satu partai lagi ( Grd/ Dmk ) jika PKB lari-lari ( lebih banyak trik manuver ketimbang prestasi ) lagi mau ke seberang atau tak puas dengan jatah menteri yang diterimanya seperti disengat tawon ( saya masih sebal dengan kegenitan “join” yang mengetes nyali presiden dan penggantian Mahfud pada detik-detik terakhir karena ulahnya. Ada politikus gede rasa kayak gini ya. Coba kalau Mahfud yang jadi wapres waktu itu, takkan seresek sekarang. Jabar dan Banten mungkin bisa dimenangkan ). Jika saja Surya Paloh mencalonkan diri jadi ketua MPR, saya cenderung lebih mendukungnya. Apa yang digalaukan dan dilakukan beliau selama ini ( wibawa, trust ) adalah kapasitas ketua MPR yang sudah selesai dengan dirinya/ negarawan, wawasan kebangsaannya prima, bisa lintas sektor dan agen perubahan ( yang belum ada di ketua-ketua sebelumnya ). Jika Pak Surya belum berkenan karena sejibun tanggungjawabnya, mantan presiden atau anggota DPD dari kalangan nahdiyin yang berkomitmen Negara Bangsa dan bisa mematahkan argumen kaum radikalis, akan lebih pas memenuhi kebutuhan saat ini di posisi ketua MPR.

PENGUSAHA BISA JADI POLITISI. GIBRAN, KAESANG, BOBBY ? Tunggu dulu..

Gibran digadang-gadang bacalwalkot Solo ( 90% ?). Saya kok sependapat dengan pengamat Yunarto ( soal politik dinasti ). Lagipula, Jokowi menghadapi tantangan besar menghentikan kaum radikalis di periode keduanya setelah ex-HTI, FPI, HRS berulah ( kendala kebangsaan butuh konsentrasi tinggi mewujudkan Visi Indonesia ). Jika Gibran yang belum fasih bicara politik dan belum pengalaman ‘berenang’ di lautan intrik parpol sampai ‘kesandung’ jerat, Jokowi yang bakal pusing, meski sudah minta Gibran, Kaesang mandiri dan tanggung jawab. Seorang ketua komisi DPR RI dari partai G di pileg kemarin sampai tak terpilih kembali karena putrinya ikut mencalonkan diri di dapil sebelah. Dana, tenaga, pikiran tak lagi 100% untuk dirinya/ konstituen jika darah dagingnya ( refleks ortu melindungi buah hati ) membutuhkannya untuk sukses. Konsentrasi terbagi.

Akan lebih puas bagi Gibran jika ia bisa jadi walkot tanpa kebesaran nama atau bayang-bayang ayahnya ( presiden menjabat ). Buat achiever, perjuangan seperti ini lebih bermakna bagi eksistensinya di dunia. Menantu Bobby juga disarankan mengerem hasratnya jadi kepda di saat Jokowi masih presiden. Agar masyarakat tak mencapnya aji mumpung, atau mengesankan mertua membiarkan politik dinasti yang dianggap buruk oleh banyak orang saat ini ( bisa jadi amunisi baru oposisi yang bikin kita capek meng-counter-nya ). Biarlah presiden Jokowi meninggalkan legacy terbaik bagi pemimpin berikut dan generasi penerus. Doakan yang terbaik untuk ayahanda tercinta ya..

GREEN PLASTIC DARI CPO SAWIT. Coming soon..

Green plastic tercetus di Economic Challenges ( MetroTV, 31/7/2019 ). Ketua Aprobi ( asosiasi produsen biofuel Indonesia/ korporasi ) yang membeli produksi rakyat ( 41% produksi CPO dari pohon kelapa sawit milik petani individual ). Pasar Eropa menghambat ekspor CPO Indonesia dengan berbagai dalih yang intinya untuk melindungi petani mereka sendiri ( tak boleh dari/ menggunduli hutan, tak boleh diberi subsidi, bea masuk dinaikkan hingga 18% sampai pengusaha kita rugi jika ekspor meski sudah menurunkan harga di tingkat petani/ membeli dengan harga rendah ). Apes ?

Yang berpikir positif sih tidak. CPO ( Crude Palm Oil ) bisa dimanfaatkan sebagai green fuel menggantikan 600.000 kilo liter BBM yang selama ini kita impor dari luar/ Singapura, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertamina baru mampu memproduksi 800.000 kilo liter BBM per hari. Dengan produksi CPO yang bisa mencapai 1,2 juta kilo liter per hari pada Oktober 2019 maka Indonesia tak perlu impor BBM lagi dan tak perlu meladeni kerewelan Uni Eropa. Devisa dihemat. Petani mendapat harga yang normal ( tapi tolong, jaga kelestarian lingkungan dan tidak membakar hutan untuk membuka lahan ya, agar kita sustain/ selamat ).

Pemerintah sedang menguji B-30 ( solar dibaur CPO 9 juta kilo liter ) terhadap keawetan mesin kendaraan yang diperkirakan hasilnya keluar Oktober nanti. Tahun depan lanjut ke B-100 yang menggunakan teknologi khusus sebelum digunakan sebagai BBM kendaraan. Siip kan ? ( jika hutan tropis kita benar-benar bisa tetap terjaga kelestarian dan luasnya untuk menjadi paru-paru Indonesia dan dunia )

JAKARTA TERPOLUSI SEDUNIA

Soal asap dan polutan di Jakarta yang sudah menembus jauh di atas ambang batas ( 4,5 kali standar normal ) sebagai yang terburuk di dunia menurut Green Peace Indonesia/ standar pengukur terbaru, perlu gerakan bersama pemprov, pempus dan warga Jakarta. Ada aplikasi pengukur polutan yang bisa diunduh warga DKI untuk mengetahui kadar polusi di tempat yang dikunjungi. Bawa masker berkualitas untuk melindungi diri dari penyakit infeksi saluran pernafasan ( Ispa ), kerusakan otak, dan cacat janin ( meningkat signifikan ). Lalu menggalang dukungan untuk mengganti alat pengukur polusi di tempat-tempat strategis dengan yang termutakhir ( yang terpasang saat ini sudah jadul/ 1999 ). Jokowi sudah meminta warga DKI untuk menggunakan bis ( Trans Jakarta sebagian sudah menggunakan listrik ) dan MRT ( transportasi massal ) jika bepergian ke luar rumah, atau naik kendaraan dengan energi ramah lingkungan ( motor listrik ).

Green fuel, lalu green plastic mestinya cepat terurai di alam kan ? Tak menjadi polutan bagi air, tanah dan udara. Semoga segera terealisasi.

SAHKAN UU PERLINDUNGAN DATA PRIBADI

Kita juga minta Revisi KUHP dan UU Perlindungan Data Pribadi segera disahkan sebelum Oktober 2019. Maklum, kemarin baru terungkap adanya pemulung/ mafia data pribadi. Ketika googling KTP-E ternyata lebih 8 juta KTP-E muncul tanpa diblur. FB pernah didenda Rp 80 triliun ( terbesar dalam sejarah AS ) karena membocorkan 87 juta data pribadi yang disalahgunakan untuk pemilu yang memenangkan Trump waktu itu ( EMI, 31/7/2019 ). Wah, jangan sampai terjadi di sini. Diganggu sales produk yang tiba-tiba nelpon ( tahu nomor kita entah dari mana ) saja sudah bikin bete..

Hati-hati dengan iklan pop-up ( nyelonong pas kita lagi asyik browsing ) yang menawarkan hadiah menggiurkan lalu meminta data pribadi kita ( NIK, nomor kartu kredit, alamat rumah, e-mail, dsb ) karena itu salah satu modus untuk menguras isi ATM/ tabungan kita, atau ganggu-ganggu kita di siang bolong, bahkan tengah malam dengan rentetan pertanyaan seenak udel. Saya tak pernah menulis data sebenarnya di medsos yang dikendalikan Neokon itu. Jangan mudah memasang foto KTP-E kita di internet, apalagi KTP-E orang lain ( bisa dipidana 4 tahun penjara lho ). Cerdaslah ber-medsos.

MENGIMPOR REKTOR, ATAU MEMBERDAYAKAN DEKAN WNI KELAS DUNIA ?

Serius ? Atau sentilan Jokowi ( EMI, 2/8/2019 ) agar peringkat universitas di tanah air naik kelas menjadi top 100 world class. Saat ini baru UI, UGM dan ITB yang masuk peringkat 200-300 sekian dari 500 universitas top dunia versi lembaga pemeringkat internasional acuan kementerian riset & dikti. Dengan 20% ( next 25% ) anggaran pendidikan dari APBN, mestinya universitas kita bisa masuk top ten universitas kelas dunia ( kita kan The Big Four ).

Narsum Saur membandingkan dengan universitas Singapura, NU d iurutan 11 dan NTU di urutan 12 ( David, siswa asal Indonesia tewas di kampus ini setelah menemukan teknik kamera yang berguna untuk keperluan militer setelah bertemu dengan dosen pembimbingnya ), di peringkat top 500 tsb. Negeri ini belum mau kooperatif mengembalikan uang korupsi dari koruptor Indonesia yang kabur ke sana. Juga jadi pangkalan militer AS. Apa yakin bisa jadi role model ?

3 kriteria rektor yang ideal : pakar disiplin ilmu yang digelutinya, kuat leadership dan visioner. Rektor asal Swedia di kepemimpinan ketiga rektorat NTU, menurut Saur, melesatkan universitas tsb ke radar internasional, dilanjutkan penggantinya, rektor asal India.

Peringkat tiga perguruan tinggi top Indonesia ini sebenarnya sudah meningkat signifikan dari peringkat tahun lalu ( 400 sekian ). Kita tinggal bersabar 2-3 tahun lagi untuk masuk jajaran top 100 ( versi rektor IPB di acara “Opsi Avi”, 5/8/2019 malah sudah masuk top 100 menurut lembaga pemeringkat lainnya ). Plus 2 perguruan tinggi Indonesia lainnya masuk top 500. Kenapa ?

Karena belajar dari pengalaman dunia sepak bola, pelatih asing dan pemain asing untuk mendongkrak rangking timnas bola kita di kancah Asia atau dunia juga belum menggembirakan hasilnya. Karena problemnya bukan cuma di kemampuan individu ( atlet muda bola kita tak sedikit yang merumput di klub Eropa ), tapi lebih ke soal pembinaan sejak bibit, gizi/ stamina fisik, juga fair play dalam pertandingan/ sistem ( kita tahu reputasi terpuruk PSSI saat ini ).

Begitu pula dengan peringkat universitas di negeri ini. Ada persoalan kualitas diknas ( pendidikan dasar, menengah ) sebagai inputnya, bagaimana rektor dipilih secara bersih tanpa uang dan koneksi ( 30% restu menteri atas keterpilihan calon rektor ini konsekuensi universitas masih tergantung subsidi penerintah/ belum fund rising atau mandiri ). Karena potensi SDM Indonesia yang terasah baik terbukti bisa jadi orang penting di luar negeri ( dosen, dekan, peneliti, top manager ).

Bagaimana kalau mereka ditarik ke Indonesia seperti Habibie ? Beberapa pakar asal Indonesia yang dipanggil kembali untuk berkontribusi memajukan industri pesawat terbang, ternyata tak sustain ( bertahan/ kecewa ) karena bisnisnya sangat fluktuatif ( kembali terpuruk ). Jika masih mau mengimpor rektor asing, silakan undang dulu seluruh rektor yang ada di Indonesia, rembukan, bagaimana cara memasukkan 5 universitas di Indonesia ke top 100 tanpa bantuan rektor asing. Beri mereka tenggat 3-5 tahun untuk mencapainya. Jika tak mampu, baru undang rektor kelas dunia untuk 1-2 universitas sebagai pilot project. Rektor world class tsb akan menerapkan kultur akademik dan iklim prestasi yang dijalaninya di luar negeri yang nanti bisa kita adaptasi di tanah air dengan tetap menjunjung falsafah bangsa Indonesia.

Untuk mewujudkan gambar besar “peringkat universitas Indonesia masuk top 100” ( agar calon mahasiswa tidak kabur ke luar negeri, justru mahasiswa luar tertarik studi di Indonesia ) bisa dengan cara membuat prodi baru dengan dekan kelas dunia, syukur-syukur profesor/ ilmuwan asal Indonesia yang sudah berkiprah internasional lebih dulu diberi kesempatan di 1-2 universitas sehingga menstimulus rekan dan dekan lainnya ? ( karena di mata sebagian dosen, rektor lebih mirip CEO, manajer atau administratur. Pakar keilmuan berpusat di dekan prodi/ program studi )

Beragam alasan disampaikan 3 narsum ( rektor ) di Opsi Avi : rektor asing bisa semaput menghadapi keruwetan dan tantangan mengajar di Indonesia. 4% anggaran dikti Singapura, 1,5% anggaran dikti Malaysia, 0,005% anggaran dikti Indonesia ( 10% dari 20% anggaran pendidikan di APBN, alias anggaran Rp1 triliun untuk riset tidak cukup ). Rektor kelas dunia itu nanti juga harus menandatangani cek APBN ( bisa terjerat korupsi ).

Rektor di luar negeri tinggal fund rising, peneliti asing tinggal fokus meneliti. Di Indonesia, rektor, dekan, dosen masih harus melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi/ pengabdian masyatakat + menangkal paham radikalisme. Anggota komisi DPR RI yang diundang bilang : sebetulnya yang dikehendaki pertama itu : Mutu ( lulusan terserap dunia kerja, jurnal internasional banyak, inovasi untuk solusi lancar ), Akses, baru Tata kelola/ rektor/ rangking universitas. Sudahkah mutu dan akses dipenuhi dulu ?

7000 USD adalah standar gaji guru besar luar negeri ketika mereka diminta mengajar pasca sarjana di Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII ) di Depok, kata Komaruddin Hidayat yang diminta pemerintah merintisnya. Lebih mudah membangun ekosistem baru di universitas yang akan didirikan seperti UIII, ketimbang mencangkokkan rektor internasional di ekosistem lama karena bisa timbul friksi/ kecemburuan soal ketimpangan gaji di antara pengajar ( sepertiga gaji pengajar asing ) dan perlakuan tak adil ( cara drop dari atas/ kementerian ), tanpa seleksi ketat dari civitas akademika sendiri ( contoh kemandirian, demokrasi, tapi pada prakteknya calon rektor butuh persetujuan/restu menteri sehingga kurang leluasa untuk berinovasi bagi kampusnya ) seperti yang dialami rektor dalam negeri selama ini.

Kenapa gaji besar yang akan diterima rektor luar negeri tak dipakai untuk melengkapi jurnal internasional di perpustakaan kita, atau membangun fasiltas laboratorium, dan menambah biaya riset, agar perguruan tinggi kita lebih bersaing di kancah dunia ? Well, think about it…

*************************

CULTURE LOVE : Parenting Painterly Drawing.

“Selfie Momen Bersama Tercinta”- by Vitrisa ( Topi, rok khas Papua ).

Kamuflase Si Bunglon Makar + Warga Permisif = Rusuh. Babat Habis !

leave a comment »

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri. Irjen Pol. Mohammad Iqbal, menjelaskan rompi polisi yang ditiru perusuh untuk mengelabui orang agar bisa menimpa kesalahan tewas dan luka pada polisi. Wartawan dimintanya menjauh/ mematuhi SOP saat polisi tengah menghalau perusuh agar tak kesambar pentungan. ( foto : kompas ).

Kamuflase. Permisif. Martir. Makar. Sudah memakan korban, yang akan terus berlanjut jika negara terkesan mengikuti gendang sumbang kubu 02. Babat habis semua pelaku ( juga dalang, pengkondisi/ provokator/ kamuflator, pendana kerusuhan ) sebelum revolusi pecah, tegas pengamat militer Conny dan pakar hukum pidana Asep Iriawan di Prime Talk ( MetroTV, 28/5/2019 )

Tertangkaplah mantan danjen Soenar** dan 6 oknum dengan 4 senjata api yang akan membunuh 4 tokoh nasional ( Wrt, LP, BG, GM ) dan satu surveyor ( BM ? ) pada Aksi 21-22 Mei lalu. Kenapa mereka ?

5 TARGET PEMBUNUHAN

Bisa jadi Luhut yang mengundang PS rekonsiliasi ke istana ( jadinya JK yang ke PS ) tak disukai sebagian orang di sekeliling PS ( mereka yang juga berupaya membenturkan TNI dengan Polri. Polri dengan rakyat. Pendukung 02 dengan 01. Memisahkan 13 provinsi unggul 02 dari 21 provinsi unggul 01. Alias menghancurkan NKRI di bawah kaki PS/ boneka zionis Neokon ).

Jika PS do nothing meski sudah mengendus rencana busuk, cuma diam, tak berusaha sungguh-sungguh mencegah benturan atau mengamini skenario busuk ini maka PS bisa dianggap bagian dari upaya makar TSM terhadap pemerintahan yang sah ( ketakcakapan yang berujung tuduhan kudeta seperti tahun 1998 ). Orang yang tak paham kesalahannya akan mengulangi kesalahan yang sama. Sering, sifat angkuh ( bisikan setan gundul ) menyulitkan orang untuk introspeksi diri ( karena setan rajin menghiasi perbuatan buruk dengan sejuta dalih ). Di agama, kita diberitahu jika seseorang tak berusaha mencegah kejahatan yang dilakukan kaumnya maka ia pun terkena dosa/ terciprat musibahnya. PS bisa dimejahijaukan untuk mempertanggung jawabkan ketakpeduliannya ini.

Wiranto yang sempat adu mulut dengan tersangka KZ yang menuduhnya terkait tragedi Mei 1998 mungkin mereka anggap bisa jadi penghalang PS ‘naik tahta’ sehingga perlu disingkirkan. Padahal berkaca dari kejadian 5 tahun ini jelas terlihat PS tak cakap memilih dan mengendalikan anak buah. Pemilu paling transparan-tersulit
yang dipuji dunia ini mereka bilang pemilu terburuk. PS tak mendorong survei internal 02 ( biang tuduhan curang TSM dan penolakan hasil rekap KPU ) dibuka ke publik agar sengketa sengkarut bisa segera diurai siapa sebenarnya pembohongnya ( PS membiarkan diri jadi ‘korban’ ketertutupan info internal sendiri. Tak peduli ada 8 korban tewas di bawah. Atau malah ikut ‘merayakan’ martir setingan 02 itu dengan kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni ? ).

Melihat koordinasi Wiranto menangani kerusuhan 22 Mei 2019 sebaik ini bisa jadi sesungguhnya baik pula pada 12 Mei 1998. Hanya saja saat itu eksekutornya adalah PS yang tak cakap leadership. Coba kalau saat itu pati sekaliber Kapolri Tito atau Panglima Hadi yang di posisi PS maka Jakarta pun segera aman terkendali ( 8 korban tewas dari massa perusuh bayaran. Di Mata Najwa, Trans7, 29/5/2019, seorang narsum mengatakan : 2 orang tewas ( korban tembak peluru gelap ), 6 mayat ‘jalan sendiri’ ( ada yang membawa ke TKP. Seperti juga tersangka guru ngaji dari luar Jakarta membawa murid-muridnya yang baru belasan tahun umurnya ke TKP untuk jadi martir. Sejumlah masjid dan grup pengajian terbukti jadi kamuflase kebatilan/ makar ).

Saya setuju dengan pengamat politik tsb dan KaKSP Moeldoko : “tak ada maaf ( untuk pelaku makar jika sudah di level ini ) karena the damaged has been done”. 237 aparat pengaman Aksi terluka, bahkan sampai remuk mulutnya karena lemparan batu-batu besar. 443 perusuh ditangkap : sebagian pecandu narkoba, preman bertato, pecandu kekerasan agama/ teroris yang harus dibuat jera, dideradikalisasi, direhabilitasi kecanduannya, dibina life skills-nya di LP lalu dipastikan aman ketika dikembalikan ke masyarakat dan keluarganya. Yang terbukti membunuh dihukum mati. Teroris yang masih mencoba kabur tembak mati saja.

Kita dihadapkan kerja raksasa setelah ini demi mencegah/ mengantisipasi kerusuhan berikut hasil akumulasi sikap permisif dan masa bodoh sebagian pengambil keputusan dan masyarakat terhadap perilaku fitnah, hoax, hate speech di tempat ibadah dan ruang publik dengan beragam bentuk dan kamuflasenya. Agar polisi yang berada di garda depan penegakan hukum tak jadi sasaran fitnah elit parpol dan amuk massa yang tak bertanggungjawab ( si elit langsung kabur ke luar negeri begitu terendus keterlibatannya/ akan diperiksa polisi )

Target berikutnya, KaBIN Budi, musuh bebuyutan para teroris yang karena pengamatan, operasi intelijen yang diintruksikan ke anak buahnya selalu menyulitkan gerak kaum radikal menyebar teror, mengebom di keramaian dan mengubah NKRI bersyariah ala takfiri ( mengkafirkan orang di luar kelompok mereka ) atau ‘khilafah’ dengan menumpahkan darah.

Asisten intelijen Gores Mere dianggap membatasi gerak teror mereka sehingga perlu dilenyapkan juga.

Surveyor BM, kita tahu, dilaporkan pendukung 02 ke polisi karena rilis quick count-nya mengunggulkan Jokowi. Padahal rilis lembaga surveinya selalu jitu/ sama dengan rekap KPU sejak 2004 yang juga memenangkan SBY dan Anies dari kubu mereka. Childish ?

Ringkasnya, kelima target pembunuhan ini diintimidasi para pelaku dengan harapan : jika tak membuat chaos negeri ini, minimal kelimanya akan mengendurkan aktivitasnya, sehingga para perusuh dan yang membayarnya bisa leluasa mewujudkan ambisi terkutuknya. Patriotisme kelima tokoh nasional ini sedang diuji. Let’s see..

AKTOR LAPANGAN KERUSUHAN 22 MEI

Dari mana saja kelompok error ini berasal ? Kebenaran begitu getol mereka jungkir balikkan. Ngotot menyembur fitnah kalau apel ( pemilu jurdil ) itu pisang ( pemilu curang TSM ). IPW menyebut 2 perwira tinggi, 2 perwira menengah, 1 pentolan preman, 1 anak pemuka agama. Pengamat lain menyebut 4 kelompok : radikal, preman bayaran, perwira brengsek, parpol Grd/ elit 02 ambisius kekanakan. Mereka menggunakan formula kerusuhan Mei 1998. Apa ‘veteran perusuh’ bisa dihentikan ?

Kamuflase yang ditanggapi permisif berbuah makar nan rusuh 21-22 Mei. Atribut tentara ( oknum 4 perwira makar ) dan jubah agama ( HRS, FPI, GNPF, ex-HTI, IM, Garis ) mengecoh massa 02 untuk terus mendukung Aksi meski sudah diperingatkan polisi agar jangan datang ke demo ( karena mereka akan dijadikan martir 02 untuk memancing kerusuhan lebih besar lagi pada 28 Juni. Ada 8 jasad yang bisa disulap jadi martir dengan seluruh kisah melodrama hoax dan fitnah menyudutkan polisi ).

Kamuflase ocehan “people power enteng-entengan” AR baru tercetus setelah Aksi 22 Mei ( setelah gagal mewujudkan ambisinya dan berakibat sangat serius. Kudeta gagal karena tak ada krisis politik dan krisis ekonomi seperti tahun 1998 yang melatari revolusi rakyat ) agar publik permisif lagi mengabaikan provokasi jahatnya ( dia mungkin berharap, polisi berhenti memprosesnya sehingga dia bisa melenggang bebas dan merencanakan kekacauan berikutnya ). Setali tiga uang dengan Perm*** yang berteriak Revolusi ! ( juga KZ, RS ) yang minta dispensasi karena keuzurannya ( tapi tegak berapi-api ketika melantangkan fitnah dan menyemburkan hoax ). Mulutmu harimaumu. Belum kapok juga karena sikap permisif sebagian masyarakat.. ( udah ketahuan ngaco masih juga didengar/ diikuti. Stupidity has no limit ).

NARASI DELEGITIMASI MK. 02 belum kapok..

Ketika dikondisikan untuk menggugat ke MK, jurus kamuflase dimulai lagi : panggung depan dipoles kesan konstitusional, panggung belakang ( hoax, fitnah di medsos WAG tertutup, rendevous gelap ) tetap membakar emosi massa : polisi diadu dengan TNI agar tak kompak, 8 martir bisa didramatisir untuk demo ‘peringatan korban’/ rusuh lagi saat keputusan MK ).

So, yang benar : pemilu 2019 adalah pemilu paling transparan dengan salah satu capres terburuk sepanjang sejarah. Bayangkan nasionalisme WNI benar-benar diuji untuk datang nyoblos dengan berbagai medan yang sulit ke TPS dan rela antri mengular demi 40% suara tak jadi golput. Petugas KPU, Bawaslu/ Panwaslu, Polri-TNI berjibaku menyelenggarakan pemilu hingga ke pelosok negeri demi berjalan aman lancar dan meraih partisipasi pemilih hingga 84 % ( meski diancam pengerahan massa 02 ). Tak ada pemilu yang serumit dan seribet ini di dunia ( bisakah kandidat dibatasi 2 kali nyapres agar tak sengotot dan semerepotkan ini berkontestasi sampai jadi beban negara dan membahayakan keutuhan NKRI ? ). Benar-benar biang kerok bikin suntuk..

SEL RUSUH ALA CIA

Waktu saya mulai rutin baca koran dan majalah ( sejak SMA ), saya sempat baca buku-buku tentang dinas rahasia CIA dan KGB ( selain belasan buku tebal seri psikologi ). Saya tahu dari situ bahwa direktur CIA menugaskan operasi intelijen pada anak buahnya dalam bentuk sel yang tidak saling tahu misi rekan sejawatnya. Dalam kerusuhan Aksi 22 Mei, para pelaku juga bertindak demikian. Sel teroris bergerak sebatas tahu teman pengajaknya, tapi tak tahu layer di atas atau pun pembayarnya. Massa pendemo tertib ( yang dibela sebagian pengamat ) juga bergerak seperti sel yang seolah sedang memperjuangkan agama atau keadilan ( setelah otak reptilnya disembur hoax curang TSM dan narasi kezhaliman pemerintah dan polisi oleh provokator dan buzzer 02 ). ‘Dirijen orkestrasi sumbang’ itu terduga HK dan layer di atasnya ( di puncak Iblis pastinya ). Di bawahnya, zionis/ kaki tangan Neokon di dalam negeri ini siapa ?
Polri tengah mengusut benang merah darahnya dari 443 perusuh yang berhasil ditangkap untuk pembuktian otentik di pengadilan. Harap sabar menunggu ( host PT jangan mencecar polisi yang paling capek dan menderita sejak sebulan sebelum pilpres ). Jurnalis mengawal dengan simpatik ya..

NARASI MAHKAMAH KALKULATOR ALA BW

Mahkamah Konstitusi ( MK ) diwanti-wanti BW ( ketua kuasa hukum 02 ) ” jangan jadi mahkamah kalkulator dari rezim yang korup “. Pagi-pagi sudah narasi delegitimasi institusi lagi ( apa belum kapok massa lari ke jalan/ untrust, demo rusuh/ martir lagi ? ). Padahal BW mantan komisioner lembaga independen ( KPK ) seperti halnya MK yang dibentuk amanat Reformasi 1998. Kenapa ikutan error setelah masuk kubu sebelah ?

Seingat saya, mantan komisioner KPU ( anggota TKN ), Putu mengatakan bahwa setelah pilpres 2014 memang hanya selisih kemenangan yang diajukan bukti argumennya ( aduan TSM sudah di Bawaslu dan tak diterima ). Ternyata ‘bukti’ tsb diajukan 02 lagi ke MK ( 30% dari bundel yang diserahkan BW ke MK , 70% penjelasan tentang MK ). Kita kawal juga proses di MK yang sidangnya terbuka untuk umum ( disiarkan media TV )

Ridwan Habib, pengamat intelijen di Prime Time News ( MetroTV, 29/5/2019 ) mengatakan bahwa warga di akar rumput masih sulit membedakan mana yang benar mana yang salah sehingga lebih baik polisi segera umumkan para dalang kerusuhan Aksi 22 Mei ini sebelum ( 28 Juni ) berhimpun lagi untuk skenario B, C, D atau kerusuhan jilid 2, 3, 4 dst. Kita hadapi bersama apa yang terjadi setelah identitas dalang terkuak. Indonesia negara hukum, kita tak boleh kalah dengan para bandit politik.

Rembuk Nasional Aktivis ’98 sudah melaporkan 9 nama terkait kerusuhan 22 Mei ke polisi, yaitu : PS, mantan istrinya TS, FZ, AR, HRS, BN, NW, KZ, ES ( Prime Time News, MetroTV, 29/5/2019 ). Selasa kemarin, PS terbang dengan jet pribadi bersama sejumlah warga asing ( Rusia, AS, Jerman, dll ) ke Dubai dan Austria ( untuk bisnis atau menjajaki tempat pelarian ? ). FZ seperti biasa berkamuflase dan memplintir fokus persoalan : kenapa manifesto sampai bocor ke publik ? Heii.. kapal penumpang yang tenggelam di Danau Toba tahun lalu, media juga tahu maifestonya. Fasilitas publik yang hancur di Jakarta dan ratusan orang luka karena penolakan PS/ 02 atas hasil rekap KPU itu semua dibayar dengan pajak rakyat. Kita berhak tahu ke mana perginya si biang kerok dan orang-orang yang di bawanya. Pada gak punya sense of crisis ya. Ngoceh asbun semaunya lalu ngacir sok inosen.

CLOSING

Kapolda Jabar bilang Operasi Ketupat Lodaya tahun ini lebih ekstra waspada ( PRSSNI, 28/5/2019 ) daripada tahun-tahun sebelumnya. Ya, jangan sampai arus balik dimanfaatkan untuk menghimpun kerusuhan lagi. Petugas polisi dan intel dari Riau, Manado ( difitnah sebagai Brim** antek asing oleh tersangka 02 dan mantan tentara AS yang baru WNI 10 tahun ini ) dan daerah lain yang sudah letih menjaga sebaiknya dirotasi dengan petugas yang masih bugar dan terlatih untuk mengamankan KPU, Bawaslu dan MK ( juga 5 target pembunuhan ).

Kita di pihak Polri-TNI dan mendukung penuh upaya pengamanan pemilu sampai pelantikan Oktober 2019 ( termasuk siap dengan pembatasan medsos lagi ). Babat habis para perusuh dan provokator makar, ya Pak. Tak ada ruang bagi para pembangkang di negeri ini.

NKRI berazaskan Pancasila harga mati !

Written by Savitri

31 Mei 2019 at 10:38