Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Posts Tagged ‘Indonesia

Kecoa Zombie, Fiksi, Century. Kemana kita ?

leave a comment »

k

Ibu. Tiga kali lebih dihormati dari ayah. Bagi seorang putra, ibu nomor satu setelah itu istri. Di belakang orang hebat, ada wanita hebat ( ibu, istri ). Ayah menyayangi anaknya karena perasaan. Ibu menyayangi anaknya karena insting dari Allah. Bayangkan kegigihannya mendaki puncak terjal demi menyelamatkan buah hatinya. Pasukan khusus dan pendaki senior pun takkan sanggup menandingi keperkasaan ibu dan ketabahannya dalam melindungi anak. Sesuatu yang tak mampu kita tandingi, sepintar apapun kita berdebat melawan otoritas ibu. Saya tak jarang kesal pada ibu yang kolot mempertahankan pendapat dan adat keluarga. Namun, selalu saja ada kebaikan ibu yang kemudian meluluhkan kerasnya hati saya. Ibu adalah pemberi yang tulus, meski beliau sendiri dalam kekurangan. Meski menghardik dan mengomeli kelalaian kita panjang lebar bahkan sampai 2 minggu, kita masih diberi oleh2, buah tangan, masakan, jamu yang beliau buat. Ajaib, setelah semarah itu, ibu masih riang memberi, seolah barusan tak terjadi apa2. Kasih ibu sepanjang hayat memang benar adanya. Ketika satu episode ‘ Rumah Uya” ( 3/2018 ) menghadirkan seorang ibu yang rela menjual ginjal agar bisa membelikan hp dan laptop untuk putrinya ( yang durhaka dan memakinya tanpa risih di depan jutaan pemirsa ) betapa air mata produser, penonton di studio dan di rumah tumpah ruah tak terbendung. Adegan anak kurang ajar itu menyentak kesadaran kita akan besarnya pengorbanan ibu dan sudah seberapa baik kita memperlakukan ibu selama ini. Dunia matre ( uang lebih dihargai daripada kebaikan manusia ) memproduksi anak2 durhaka, parpol mahar, bullying haters di medsos, hoax yang membubarkan persatuan negara dan warga negara maju yang gila kerja karena efesiensi ketat perusahaan memenangkan kompetisi global sampai tak tahu/ peduli pemerintahnya asyik mengacak-acak negara lain, serdadunya memperkosa anak2/ wanita di Irak, Palestina, dsb, selama kemakmuran negara masih dinikmatinya. AS, bagi saya, seperti kecoa zombi yang dipakai tawon yang menyengatnya untuk menyimpan ribuan larva untuk dilahirkan. Rakyat AS yang sibuk bekerja demi prestise materi tak lagi punya waktu hening untuk memikirkan apa yang telah dilakukan negaranya di luar negeri baik untuk masa depannya atau tidak. Hal itu sudah lama terjadi. Kesadaran terlambat segelintir aktivis di sana kemudian, tak pernah cukup untuk menggelindingkan gerakan humanis jadi bola raksasa revolusi daulat rakyat AS. Watak matre kapitalis sudah berurat akar di sebagian besar rakyat AS. Kebenaran sudah lama tenggelam oleh hiruk pikuk perlombaan materi. Gedung Putih, bank sentral/ FED, sumber alam AS sudah lama dikudeta ( disedot/ dimiliki ) keluarga zionis Yahudi yang dulu diaspora dari lokasi dekat Tanah Kanaan karena ogah capek mengikuti perintah Nabi Musa. Hari ini kita masih belajar berdemokrasi, masih mencari format paling pas untuk karakter Indonesia. Melongok apa yang terjadi pada AS yang sudah lebih 400 tahun berdemokrasi ( ala kapitalis liberal ), penting bagi kita untuk mengedepankan kebenaran Tuhan dan kebaikan manusia dalam berpikir dan bertindak. Filsuf lokal yang alergi ayat suci tapi terus diundang di forum2 publik, mestinya diingatkan untuk belajar Qur’an, kitab suci mayoritas penduduk Indonesia agar dirinya tak terbiasa nyeleneh, across the limit, kalau bicara. Bikin gaduh, tahu. Punya agenda setting / hidden ? ( jaman filsuf Socrates dan Plato, kultur Barat yang sekuler sebelum Masehi/ kelahiran Nabi Isa, terbiasa mengacu hal empirik dan logika manusia yang terbatas ketika melihat fenomena alam dan perilaku manusia. Selama ribuan tahun. Ayat suci di Qur’an adalah firman Allah dengan bahasa Allah, yang mustahil ditiru manusia dalam keindahan sastranya dan kandungan maknanya. Hanya Qur’an, kitab suci yang bisa dihafalkan manusia sebanyak itu karena redaksi kalimatnya yang sempurna, penempatan kosa katanya yang luar biasa cermat sehingga otak manusia/ para hafiz bisa mengingatnya.. Qur’an bagi saya adalah mukjizat dari Allah untuk segenap manusia ( alam dan jin, diantaranya ) yang sebelumnya berkitab Zabur, Taurat dan Injil. Rahmatan lil ‘alamin ( berkah bagi seluruh alam semesta ). Kitab suci bukan fiksi, tapi memori Allah yang disampaikan pada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. ( riset bagaimana Qur’an dan Hadis bisa diwariskan masa Rasul sampai ke tangan kita hari ini ). Lebih valid dari data empirik ilmuwan, fakta sejarah akademisi atau pun laporan intelijen negara. Termasuk yang dikutip penulis Ghost Fleet. Anda bisa paham hal itu jika mengalami peristiwa spiritual dalam hidup yang mendorong anda mengevaluasi cara berpikir anda secara menyeluruh. Momen a-ha. Atau mau rendah hati merenung dengan mata batin atas semua sejarah manusia sejak Adam Hawa atau manusia pertama sampai hari ini ). Penting bagi para filsuf yang ingin urun saran solutif untuk bangsa ini berpijak pada realitas di sini ( kultur Indonesia, bukan kultur Barat ) agar tidak mengawang menghabiskan waktu/ energi pemirsa. Penting bagi ibu untuk memberi teladan menghargai kebaikan hati manusia jauh di atas kelimpahan harta benda dalam menilai orang atau kesuksesan agar Indonesia tidak terjerumus jadi kecoa zombi juga. Penting mengajari life skills sedini mungkin pada anak, agar segera pula tercapai kebebasan finansial untuk mampu berbagi dan berbakti sebagai anak dan WNI negarawan yang mengemudikan negeri ini sebagai pemenang sesungguhnya. Selamat Hari Kartini dan Dewi Sartika. Love you, Mom ! ( Lukisan : “Belajar Melukis” karya Vitrisa )

Harta. Tahta. Wanita. Siapa yang sibuk memperebutkannya saat ini ? Elit politik menabuh genderang memanggil para pendukung, rakyat pemilih, jadi serdadu pemenangan pemilu. Tega nian. Tak cukupkah di forum debat di TV dan jagat maya, tanpa luka batin dan persekusi fisik ? Sampai perlu menjejalkan nasi bungkus ke mulut ibu dengan hinaan tak terperi dan menyumpahi anaknya di bawah umur sampai menangis trauma ketakutan. Kita mencoblos capres cuma 5 tahun sekali. Tapi kita ini warga negara Indonesia untuk selamanya. Layakkah kebejadan itu terjadi di depan mata ? ( tanpa hukuman menjerakan ).

Dunia materi menjadikan kita asing satu sama lain. Apalagi manusia teraniaya nun jauh di luar sana. Jangan mau jadi kecoa zombie yang memproduksi kerusakan untuk bangsamu dan umat manusia. Seberapa pun tebal lembaran uang yang diserakkan ke wajahmu. Kita bukan budak materi. Wahai para peserta, pendukung dan pemilih, berbuatlah kebajikan sungguh2 untuk Indonesiamu. Karena rumah kita ini tak ternilai harganya. How ?

ISU yang diposting MEI 2018: NASIONALISME :
Persekusi di Thamrin CFD. Peneriak kafir di ruang publik. Fiksi kitab suci RG. Partai Alloh vs Partai Setan AR. Netizen stop akun rasis dan hoax. Audisi Syiar Anak Negeri di MetroTV. Citarum Harum ajak jihad. Foto pembuang sampah sembarang di medsos. Temu presiden dengan ulama 212 di Istana. KTT ulama & cendikiawan muslim sedunia di Bogor. Unifikasi Korea Utara & Korea Selatan. Belajar dari Suriah dan Afganistan masa madani. Perpustakaan kota meintegrasi warga dan migran. Siapa superhero milenia Indonesia ?

EKONOMI: Perpres TKA dan demo buruh may day. Promosi kurang Asian Games di Jakarta. Sumur minyak ilegal meledak. Siapa biang kerok pipa Pertamina bocor di Balikpapan ? . Pergantian direksi pertamina. Politisasi hutang. Ungkap utuh rekaman nego ( proyek bancakan ? ) menteri BUMN & Dirut PLN di medsos. Uang sewa rumah atau rumah dinas DPR ? Beras mahal, data ngaco, impor telat, Buwas sikat mafia pangan. Slow down please, inftastruktur. 1,8 juta lahan sudah diredistribusi. Menteri wanita minta kajian akademis pencegahan pernikahan dini dan konsultasi publik. Pembatasan transaksi tunai usul PPTAK & KPK. Era digital bangsa maju sampai mana ?  Konferensi Musik Indonesia dan Ambon kota musik dunia.

HUKUM : 15 tahun penjara vonis SN. Cabut ijazah koruptor oleh kampusnya. Formula anti tsunami politik ala 45. kampus. Presiden nyapres & pesawat kepresidenan. Mobil KTP-E keliling demi hak pilih rakyat. KPK diminta MAKI menuntaskan skandal Century untuk ungkap kejahatan rezim.

PERSEKUSI DI THAMRIN CFD. MASSA BIADAB & PENONTON PENGECUT.

Politik dipahami sebagian orang menjelang pemilu adalah ajang perebutan tahta kekuasaan. Demokrasi, melampaui politik, adalah kesediaan menerima pemenang kontestasi/ presiden terpilih, suka atau pun tidak ( memilih atau tidak memilihnya ). Demokrat itu sportif. Dalam hal ini, PDIP tahun 2004 – 2014 adalah oposisi elegan yang tak mengganggu masa 10 tahun SBY menjabat presiden ke-6 RI. Salut buat Megawati dan kader partainya yang bisa menahan diri sampai tiba saatnya, rakyat masuk TPS kembali menyalurkan suara suka/ tidak sukanya pada capres2 yang disodorkan KPU. Kita tahu setelah penantian panjang, akhirnya PDIP dihadiahi rakyat dengan suara terbanyak dan capresnya terpilih sebagai presiden kita hari ini. Joko Widodo.

Di acara Car Free Day di Jalan Thamrin, Bundaran HI Jakarta kemarin ( EMI, 30/4/2018 ) terjadi insiden persekusi seorang ibu dan anaknya pemakai kaos ‘Dia Sibuk Kerja’ oleh 10 pemakai kaos ‘ 2019 Ganti Presiden’. Kembali politik gerombolan/ teror/ agitasi yang mengandalkan jumlah orang/ massa dan intimidasi. Bukan argumentasi atau gagasan. Tidak sabaran, menghalalkan segala cara, bahkan prematur ( PS baru menerima mandat, belum mendeklarasikan diri, PKS belum pasti cawapresnya yang diusung PS, PAN yang masih menakar dengan 2 kaki di 2 kubu ) Bahkan hastag ‘2019 ganti presiden’ waktu munculnya, lebih prematur lagi ( saat PS masih berhitung, belum menerima mandat ). Ini belum ada presiden pengganti, sudah koar2 ganti presiden. Nafsu banget sih..

Syahwat politik para elitnya yang digemakan di medsos disambut liar para pendukungnya yang belum matang berpolitik. Kekerasan verbal menjurus intimidasi fisik ( Prime Time News, 30/4/2018 ) masih saja diulangi seperti di pilpres 2014 dan pilgub 2017. UU Perlindungan Anak menyebutkan kekerasan verbal yang mengancam psikis anak dihukum 5 tahun penjara. Jika ditambah dengan kekerasan fisik, maka hukuman ditambah lagi. Jika sampai anak mati maka pelaku persekusi dihukum 15 tahun penjara. Untuk persekusi di Thamrin CFD Minggu itu, para pelaku harus dihukum jera untuk kepastian hukum bagi perlindungan anak di Jakarta dan 33 provinsi lain di tanah air.

Para ibu dan orang dewasa jangan lagi membawa anak di bawah 18 tahun ke acara yang berpotensi memancing kerumunan massa, terlebih di tahun politik ( pilkada 27 Juni 2018 dan pileg, pilpres 17 April 2019 ) di mana para pihak tergoda menyalahgunakan sebagai ajang kampanye politik. Jika polisi, satpol PP dan pemda tak bisa menjamin keamanan warga di Car Free Day dan acara sejenis yang menarik anak dan ibu, sebaiknya acara2 semacam itu dihentikan sementara hingga usai perhelatan pemilu tahun depan.

Efek orang lalu lalang terjadi di sana. Orang2 cuma nonton persekusi, tak berusaha menolong anak yang menangis ketakutan dan ibunya yang dibentak-bentak, kepalanya ditepuk2 lembaran duit, mulutnya dijejali nasi bungkus, ditarik-tarik, didorong-dorong kasar dengan makian,” GOBL** !!! DIBAYAR YA !! DUIT !! NASI BUNGKUS !!” berulang-ulang. Mereka tak tergerak melerai atau menghentikan kebiadaban di depan batang hidungnya. Fenomena apa ini ? Negara hancur bukan karena para penjahatnya, tapi karena orang2 baik/ ‘sholeh’ yang tak berbuat ( nahi munkar ). Saya sudah sering memberitahu di blog ini.

Kerumunan massa cenderung kehilangan identitas pribadi dan tanggung jawab kelompok, sehingga gerakannya cenderung liar karena merasa tak bisa disalahkan. Gerombolan barbar anonim dan efek orang lalang tak peduli berujung persekusi yang memalukan itu. Warga Jakarta malu ? Pendukung PS malu ? Umat malu ? FZ sepertinya tak malu. Lepas tangan, cukup ngeles: peristiwa itu diframing pendukung PS pelakunya, merugikan partai kami. Halaah..

Kasus fitnah terhadap Jokowi oleh Tabloid Obor yang dikirim ke pesantren2 dan masjid2 saat pilpres 2014. juga dilakukan pendukung PS kok, ( menurut kesaksian ketum PPP yang saat itu masih satu kubu dengan PS ). Pelakunya, sudah divonis penjara 8 bulan ( mestinya 6 tahun ya supaya kapok ).

Orang culas memang demen menyalahkan pihak lain. Merasa tak menggerakkan, tapi ucapan dan gesturnya di forum publik dan medsos konsisten mencemooh personal dan kebijakan petahana. Low politic ditebarkan, lalu orang2 sewatak ( tak sportif, nyinyir, miskin fakta, malas instropeksi, gak sabaran ) yang merasa cocok/ tak masalah dengan cara2 primitif itu menyambutnya. ( kalau saya risih dengan cara2 yang diperlihatkan tim sukses demikian, sehingga kehilangan selera/ tak memilih calon itu. Kebayang rentetan masalah setelah pemilu. Baru kontestasi saja sudah segini intrik dan reseknya. Bagaimana nanti menghadapi masalah betulan negeri ini ? Masalah yang diproduksi mereka sendiri saja sudah segaduh ini ). Hate speech di jagad maya lalu mewujud persekusi di dunia nyata, sesuai adagium guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pendukung PDIP waktu oposisi gak blingsatan seperti ini kan ? Tenang, sampai indah pada waktunya.

Setiap penyakit yang dibuat, pasti Allah menurunkan obatnya. Manusia yang diuji, pasti Allah memberi sebatas kemampuannya. Setiap masalah yang terjadi, pasti Allah kasih jalan keluarnya. Jika manusia tidak berikhtiar, nasibnya takkan berubah. Di situlah kehancuran dari masyarakat pengecut. Anda bayangkan adegan persekusi itu diulang-ulang di TV nasional dan medsos, mengendap di alam bawah sadar rakyat Indonesia. Apalagi kalau penegak hukum tidak menjerakan para pelakunya. Banyak orang akan tergoda menirunya untuk mencapai tujuan. Next time, warga Jakarta, etalase warga Indonesia di daerah2 lain, lebih patriot menghentikan kebiadaban ya.. ( kegamangan kalian mencoblos petahana berkinerja bagus di pilgub 2017 gara2 intimidasi gerombolan massa sudah jadi sejarah kelabu negeri ini. Tsunami politik yang membuat 45 perguruan tinggi se-Indonesia membuat formula untuk mencegahnya terulang di pilpres 2019 .

Uang ratusan ribu yang dikipas2 para pelaku itu dari mana ya ? Polisi yang menerima aduan korban silakan menginvestigasi. Mungkinkah pihak asing ikut bermain ? Rusia di pemilu AS. AS di pemilu Iran, Irak, Afganistan, Suriah, Mesir, Uni Soviet, dst.

ANAK TEWAS ANTRI SEMBAKO DI MONAS

Dua anak tewas dehidrasi dan diinjak-injak di Monas ( 28/5/2018 ) sehari sebelum persekusi anak di Thamrin. Ada apa ini ? Ada pentas budaya dan pembagian sembako di sana untuk 100.000 kupon. Yang datang 300.000 orang. Rebutan. Polisi silakan periksa panitia penyelengara yang sudah dilarang bagi sembako, kok masih bagi sembako. Siapa yang melanggar ketentuan Monas bersih dari kampanye politik ? Siapa di belakang pemakai kaos merah itu ? Usut dan adili kedua belah pihak yang bersalah. KPAI dan LPAI bantu tangani 2 kasus ini agar tak terulang lagi di daerah lain. Belum waktunya kampanye resmi KPU kok sudah seramai ini ya ?

Para pendukung PS itu seperti tak bisa menunggu/ menahan diri sampai di bilik suara jika ingin ( mencoblos ) presiden baru. Merasa perlu berteriak-teriak dulu memprovokosi, menjelek-jelekkan presiden terpilih ( presiden kita semua ini difitnah anti Islam, antek asing dan PKI ) dan melukai hati sesama anak bangsa hanya karena beda pilihan politiknya.

PENERIAK KAFIR KASUS PUISI SS

Kita ingat Desi Fitriani, wartawan senior MetroTV, dipersekusi/ dipukul dengan bambu, ketika meliput aksi massa 212 menjelang pilgub DKI 2017. Kasus puisi SS kini membuat mereka teriak2 lagi menghujat ‘KAFIR ! KAFIR !!’ pada orang2 yang tak sepaham ( TVO, 9/4/2018 ).

TEBANG PILIHNYA PARTAI ALLOH PADA PENASEHAT PA 212

Giliran AR ketua penasehat PA 212 memecah belah bangsa dengan kategori ‘partai Alloh’ ( menyebut Grd, PKS, PAN ) dan partai setan di luar partainya saat tausyiah di mesjid Btr dan berkicau di akun medsos, mereka diam seribu bahasa. Tebang pilih juga. Masjid/ tempat ibadah, Monas, lokasi Car Free Day terlarang untuk kampanye politik. Itu tempat warga rileks, rekreasi dan olahraga. Polri dan kepala daerah/ satpol PP wajib menegur dan menertibkan/ memulangkan mereka yang melanggar aturan pergub/ perda sebelum terjadi chaos. Tangkap dan tahan mereka yang masih bebal. ( fair juga untuk SS, jika diberi teguran dan pemahaman dulu tentang kesalahannya. Jika masih bebal mengulangi kesalahannya, silakan ditahan dan diproses hukum.

Hal sama berlaku pada para peneriak kafir : tegur dan ingatkan bahwa ruang publik untuk penganut 6 agama yang dilindungi konstitusi kita. Kafir dalam pengertian umum adalah orang yang tak beragama. Dalam Islam/ masjid : kafir sebutan bagi orang yang melanggar ketentuan Allah. Tangkap peneriak kafir jika masih mengulangi perbuatannya, meneriaki umat agama lain dan muslim yang belum paham lalu diproses secara hukum juga oleh Polri. Keadilan ditegakkan pada kedua belah pihak yang melanggar aturan hukum di setiap jengkal tanah NKRI dan jagad maya kita ). Juga elit2 yang menggerakkan dan mendanai persekusi tsb. Sebelum kebencian kerumunan massa tak bertanggung jawab ini mewabah, menggores luka trauma pada anak bangsa lainnya. Relasi kurang harmonis antar unsur bangsa semacam ini pula cikal bakal Suriah dan Afganistan terkoyak hari ini dengan puing2 kota bertebaran di mana2 karena perang saudara.

ARENA TINJU ORANG TAK PEKA vs TAK PAHAM AGAMA.

Tidak ada persatuan antara setan dan keimanan, kata Ustad Muhammad Zunaidi ( Ruqyah, Trans7 28/4/2018 ). Saya kadang terpikir, kita ini seperti wasit di tengah ring tinju. Di sudut kanan ring, ada massa yang merasa sangat Islam melebihi siapa pun, yang langsung emosional ketika kesentil ego paling benarnya itu. Di sudut kiri ring, ada filsuf lokal, penyair, non muslim yang tidak peka, yang terus memproduksi kata2 tidak respek pada mayoritas penganut agama terbesar di Indonesia dan kitab sucinya. Kadang sampai saya sendiri letih mewasiti dan ingin membiarkan saja gelombang amuk massa ini memakan habis mereka yang tidak tahu diri. Mereka pikir di negara lain mereka diayomi sebagai minoritas sebaik di Indonesia ? Di saat negara lain, menganiaya secara sistematis minoritas muslim, kami bertahan tak membalasnya pada non muslim di sini. Tapi tolong, jangan terus menantang batas kesabaran kami. Kalian bisa kehilangan pengawal yang selama ini menjaga batas amuk itu tidak pecah. Jangan seperti kakak saya yang beranggapan semua problemnya tahu2 beres sendiri lalu mengandalkan itu, tanpa ikhtiar sendiri dan menjaga sikap/ relasi dengan orang sekitarnya. Ada orang yang mengerjakan bantuan tak terlihat itu/ tak disadarinya. Ketika bantuan tak lagi datang karena tak dirawatnya, ia depresi lalu kesurupan/ siap terjun dari atas gedung RS begitu problem berikut menghantamnya. ( saya lalu mengucapkan dan menulis ‘Astaghfirullah’ untuknya, baru kakak mau turun dan melanjutkan pengobatan sampai sembuh ).

Waktu heboh kartun Nabi Muhammad beberapa tahun lalu, warga Denmark terheran-heran, kenapa kaum muslim semarah itu ? ( sosok Rasulullah dilarang agama untuk divisualkan ). Kenapa tidak seperti penganut agama lain ?

Begini ya, kami umat Islam wajib sholat 5 kali tiap hari sepanjang hidup kami, wajib puasa 30 hari saat bulan Ramadhan, selain wajib zakat, qurban kambing/sapi dan haji bagi yang mampu secara ekonomi. Adakah penganut agama lain seintens kami melakukan ibadah ? Pada orang yang menghina kekasih/ istri/ ibu saja kita bisa marah dan minta orang tsb mengklarifikasi maksud penyataannya dan minta maaf. Bayangkan, kalau yang dihina adalah Allah dan rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW, yang sejak usia 6 tahun kita sebut dalam sujud dan doa kita 5 kali dalam sehari sebanyak 17 rakaat dengan melafalkan ayat2 suci berbahasa Arab klasik. Itu minimal ( ibadah wajib, berdosa jika ditinggalkan ). Muslim lain menambahnya dengan sholat sunnah, puasa sunnah dan doa dzikir hingga ratusan kali. Betapa kening ini bisa hitam karena sering bersujud. Betapa air mata bisa jatuh berhamburan jika Allah dan Rasul kami dilecehkan sebegitu rupa, saking cintanya pada Allah melebihi apa pun, sejak kecil. Saya bisa mengerti/ empati melihat pendemo itu sampai sesenggukan, matanya berkaca-kaca dan menjawab dengan suara bergetar ketika ditanya reporter TV mengenai gugatannya ke Polda Metro terhadap puisi SS.

Apa sudah benar tindakan anggota PA 212 itu ? Itu bab lain lagi. Hidayah Islam adalah anugerah terbesar Allah untuk seorang muslim. Hidayah ini tak diberikan Allah pada semua manusia. Orang2 yang mengasah sisi spiritualnya/ otak kanan/ mata bathin, berpeluang diberi hidayah Allah. Lalu bagaimana dengan orang2 yang lahir dari keluarga non muslim, pemuja materi atau keluarga sekuler bahkan atheis di wilayah terpencil atau luar negeri ? Kepekaan mereka tak terasah untuk berempati pada ibadahnya orang Islam. Otak mereka tak mampu menjangkau keyakinan itu ( misalnya peristiwa naiknya Rasulullah ke langit ke-7 dalam Isra’ Mi’raj. untuk menerima perintah sholat dari Alllah SWT yang semula 50 kali per hari, dinegosiasi Nabi jadi 5 kali tiap hari ) sedalam muslim pada umumnya.

Balita, kita tahu, bisa melihat makhluk halus/ teman imajiner. Seiring interaksinya pada matematika, fisika dan logika ilmu lainnya saat masuk sekolah, kepekaan itu bertahap memudar dan lenyap. Kita, kaum muslim, yang sudah mulai sholat di usia 6 tahun ( mulai diganjar dosa jika saat akil balig/ 10 tahun belum sholat juga ), lantunan ayat2 suci Al-Qur’an dan ratusan dzikir mengagungkan asma Allah, doa para Nabi, yang sering kita ucapkan dengan tawadlu/ rendah hati dan khusyu’, membentuk energi positif di sekeliling tubuh yang membentengi kita dari serangan energi negatif ( santet, guna2, gangguan jin, bisikan setan iblis, terkaman makhluk buas ). Setahu saya, sampai 9 malaikat mau berada dekat muslim takwa ini ( sholeh ) yang mengucap ‘Bismillah’ saja, setan jin sudah lari ketakutan menjauhinya ( riset : kristal air terindah adalah yang diucapkan doa ke dalamnya, seperti air zamzam di Kabah yang dikelilingi jemaah haji thawaf dari seluruh dunia. Tubuh manusia 90% terdiri air/ darah yang jika diucapkan doa menjadi indah/ sehat. Jika diucapkan kata2 kotor/ energi negatif, setan jin akan masuk mengalir dalam pembuluh darahnya, menguasai simpul2 syaraf, bikin stroke jika sampai menyumbat pembuluh otak ).
Dari hadis kita tahu, Rasulullah berperang dengan malaikat Jibril di dekatnya, sehingga banyak perang dimenangkan, bahkan dengan pasukan kecil, karena dibantu pasukan yang tak terlihat itu ( saya sendiri pernah didatangi satu kakek bersorban putih yang mengatakan,”.. kamu termasuk orang yang menyiapkan kedatangan Imam..” Bukan HR ya. Tapi yang kelak sholat di depan Nabi Isa. Sosok itu lalu lenyap di balik pintu kamar ).

Orang2 sholeh/ sholehah dengan kepekaan spiritual ini kelak bisa melihat sosok Dajjal sesungguhnya dan tidak tertipu dengan muslihatnya ( saat sholat sebelum salam kita selalu minta pada-Nya untuk dihindarkan dari fitnah Dajjal kan ?). Dajjal seingat saya, nanti dibunuh Nabi Isa di wilayah Palestina, menandai berakhirnya era zionis, sehabis-habisnya ( sesuai QS. Al-Isra )

Sholat mempertahankan kepekaan spiritual kita dalam memahami fenomena alam, kebesaran Allah dan aneka peristiwa di luar nalar manusia juga berbagai peristiwa berpola di berbagai belahan bumi/ sunatullah. Bagaimana dengan WNI non muslim yang tidak melalui latihan spiritual dan ritual agama sedalam dan sesering muslim ? Akalnya tak mampu memahami kitab suci Qur’an seperti yang kita pahami.

FIKSI KITAB SUCI. MAU JITAK JIDAT ?

RG, filsuf lokal non muslim sampai menyebut kitab suci dengan fiksi. Bukan fiktif, kalau fiktif, sepulang ILC. ini saya pasti dipenjara, kata RG. Apa yang bisa kita lakukan terhadap orang yang sebagian besar umurnya teori filsafat dan kultur Barat seperti profesor UI ini ? ( saya, mungkin juga Akbar Faisal, ingin benar menjitak jidatnya waktu itu ). Tapi lalu teringat rumus sabar, sholat dan bantu orang.

Mungkinkah seperti itu RG menempatkan kitab sucinya ? Sehingga pada kitab suci agama lain pun ia menganggapnya fiksi. Fiksi mengalami pengecilan makna sejak novel Ghost Fleet banyak dicela orang, kata RG ( kalau sudah tahu mengecil maknanya saat itu kenapa dipakai menyebut kitab suci di mana mayoritas muslim menjadi penonton di studio ILC malam itu dan puluhan juta pemirsa di rumah bela2in nonton acara talkshow itu hingga lewat tengah nalam ? ). Ini bentuk ketakpekaan non muslim bahkan setingkat profesor yang melanda ruang publik kita. Mereka santai saja bicara hal sensitif di wilayah yang tak mereka pahami ( mungkin sesantai mereka beragama ). Jika tahu Islam itu agama yang DIYAKINI umat mayoritas di Indonesia, kenapa masih menyebutnya FIKSI atau – jangan mau DIKIBULIN pake ayat – ? Tatakramanya mana ?

Perkataan ‘saya pasti dipenjara jika bilang fiktif’ itu terdengar seperti seorang kenalan non muslim komentar ‘aneh ya orang2 kalian suka pake janggut’ lalu ia terkekeh ( mencemooh ). Ucapan dan gestur mereka seperti sengaja men-delegimasi keyakinan kita terhadap Islam ( ekspresi tak sadar mereka karena meyakini agama mereka paling benar ? ) . Padahal kita sudah bela-belain melindungi perayaan ibadah dan atribut agama/ suku mereka dari razia kelompok radikal. Kenapa mereka tidak respek pada identitas muslim? ( janggut adalah sunnah/ teladan Nabi Muhammad yang membedakan umat muslim dengan umat agama lain, kitab suci dianggap fiksi, generalisasi muslim yang suka memenjara, ayat suci dipakai ngibulin orang, sosok Nabi yang dilarang Islam divisualkan tapi malah dikartunkan oleh umat lain ).

Saya berusaha positive thinking jika yang keseleo lidah 1-2 orang saja, dan bukan sekelas guru besar yang belakangan kerap ditanggap karena komentar2 kontroversinya ( seolah ia alien yang hidup tercerabut dari tempat ia hidup. Kenyinyirannya seperti ia bukan orang Indonesia. 99% yang dilihatnya di Indonesia minus. Kecenderungan minoritas adalah pembenaran berlebihan ( bukan kebenaran ) atas ‘inovasi’/ upaya tampil bedanya dari arus mainstream sebagai kompensasi status mariginalnya ).

Fiksi mungkin seperti visual board yang dilihat dan diulang tiap hari sehingga menstimulasi pikiran dan tindakan kita untuk meraih impian tsb. Di kamar saya juga ada visual board / target 5-10 tahun hal yang ingin saya raih. Tapi Qur’an, kita tahu, firman Allah dalam bahasa Allah yang disampaikan pada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Bukan fiksi, tapi memori Allah mengenai peristiwa di masa lampau dan peristiwa yang akan datang setelah menulis kitab induk/ Lauh Mahfuz dan menciptakan alam semesta persis seperti yang ditulis-Nya. Kedatangan nabi terakhir, Muhammad SAW sudah ditulis di kitab agama samawi sebelumnya ( Zabur, Taurat, Injil yang asli ). Dalam film ”Da Vinci Code’ yang dibintangi Tom Hanks, seingat saya masih ada orang2 Nasrani yang mengimani Perjanjian Lama/ Bibel asli. Jika RG dan orang2 sejenisnya kemudian berpikir, kalau kemunculan Nabi Muhammad saja benar, kenapa PD 3 mengalahkan zionis AS, Israel tidak dianggap benar/ pasti juga ? ( bukan fiksi yang mungkin benar, mungkin juga tidak terjadi ).

Kita juga diberitahu di Qur’an, tanda2 kiamat ( di Hadis sebelum 1500 H, sekitar 60 tahun lagi ). Allah bisa memberitahu itu karena sudah mensimulasinya. ( versi OTS, Trans7, sekitar 27 tahun dari sekarang diprediksi  akan terjadi bencana hebat yang menyisakan hanya 3 miliar manusia bertahan hidup dari 7,6 miliar penduduk bumi saat ini. Saya pernah beberapa kali mimpi melihat gelombang laut raksasa menerpa rumah dan kota2 seperti adegan dahsyat film 2012, diantaranya sebelum film itu rilis. Majalah Intisari pernah memuat artikeL tentang poros magnet bumi yang bergeser, hingga negara di garis khatulistiwa seperti Indonesia.bisa berubah sedingin di kutub utara. Prepare yourself, people )

Kita diminta berwudhu nensucikan diri sebelum memegang Qur’an dan membacanya. Meletakkan dan menyimpannya di tempat terhormat. So, salah besar menyamakan kitab suci dengan fiksi/ novel Ghost Fleet ( sampai ILC, 29/4/2018, RG pun masih menganggap novel itu bisa benar ).

PEMURTADAN VS RADIKALISME. MANA WASIT ?

Kalau begitu kita pakai pisau analisa kedua. Beberapa tahun lalu, pernah diulas gerakan bawah tanah kristenisasi yang sudah merambah kalangan kampus, birokrasi dan swasta. Selama setahun hidup di jalanan ( menyamar ), saya pernah bertemu dengan ( mengaku ) intel BNN ( non muslim, fasih banyak bahasa, saya berdebat tentang radikalisme dengannya ) dan berikutnya bertemu anggota kelompok sekte militan semacam itu ( saya berdebat lebih sengit dengannya, semula saya pikir kelompok dia mau mengkristenkan Indonesia, ternyata bukan, tapi menjadikan sosialis/ komunis. Lho ? ), di antaranya, yang merekrut para anjal untuk diajari melukis, bermusik, dll lalu masuk agama mereka. ( di depan pasar Kosambi, tahun 2013, setelah kumandang azan shubuh/ hari belum terang, saya membeli gorengan bala2, tiba2 anjal cewek 10 tahun datang membeli dengan cara menuding-nuding gorengan yang ingin dibelinya dengan bahasa kasar pada penjual renta ( seperti anak durhaka di ‘Rumah Uya’) dengan uang hasil mengemis di stopan lampu merah. Betapa uang materi menjadi ‘bahasa’ interaksi manusia di kelas bawah ( juga elit ) sekarang.

Di medsos dan internet banyak fitnah yang mendiskreditkan Islam. Komentar tak respek RG yang konsisten terhadap presiden terpilih dan ayat / kitab suci, seperti membenarkan gejala/ target tsb ( gerakan menghancurkan tatanan sekarang dan membuat tatanan baru tahun 2020 ). Mungkin hal itu berimbas dengan temuan BIN kemarin ( pengamatan tahun 2017 ), ada 39% mahasiswa terpapar paham radikal di kampus2. Di 15 provinsi terendus pergerakan penyebaran radikalisme dengan memanfaatkan kelompok2 pengajian. 3 universitas sedang diawasi. Dari penelitian prof. Azyumardi Azra, di kampusnya: kurang dari 10% mahasiswa yang terpapar paham radikal ( setuju revolusi mendirikan khilafah atau negara Islam ) . 90% masih mendukung NKRI dan Pancasila. HTI sudah dibubarkan dan presiden Jokowi sudah menandatangani MOU dengan para rektor untuk menanggulangi paham radikalisme di kampus. Paham fundementalis di kampus dan SMA ( kini mulai mengejala lagi) mungkin dipicu ghirah mereka men-counter visi kristenisasi dari kaum ekstrimis, mungkin juga pengaruh ceramah terselubung ex-HTI, NII, JI, simpatisan ISIS, alumni militan Afganistan, Mindanau ).

Saya pikir lebih wise jika host ILC mengundang profesor filsafat Islam yang nyambung visi, bahasa dan gesturnya dengan mayoritas pemirsa ILC dan penduduk Indonesia. Minimal, RG jangan ditempatkan di puncak acara/ closing statement/ kesimpulan akhir yang diingat pemirsa. Melihat penampilannya selama ini di TV, dia bukan yang terbaik. Mendengar RG ngomong seperti tak ada yang baik dan disyukurinya di negeri ini. Yang di luar negeri dan di luar masa ini selalu lebih baik dan dipujinya. Padahal ia tinggal di masa ini, di negeri ini dan makan di sini ( gaji dari pajak rakyat ). Seorang berintegritas baik akan menghargai, gentle mengakui hal baik yang diterimanya, minimal dengan ucapan/ apresiasi baik, imbang dengan hal yang dikritisi. Seorang mencemooh keadaan/individu itu jelek semua, bukanlah orang baik. Contoh, pembuat Tabloid Obor yang menghina Jokowi dari A-Z. Padahal manusia ( bukan setan ) pasti punya hal positif dalam dirinya, apalagi ia lalu terpilih presiden. Anda meragukan kewarasan kami yang memilihnya ? Ia terbaik dari dua capres yang tersedia. Mestinya kita bantu presiden melaksanakan amanat rakyat dengan saran bermutu ( yang tidak nyinyir, mendengarnya saja sudah capek ). Jurnalis, akademisi, kita semua prihatin dengan maraknya radikalisme/intoleransi belakangan ini di tanah air. Bisa jadi mulanya dari forum2 publik yang menghadirkan orang2 tidak peka dan tidak paham seperti RG di ring kiri dan AR di ring lainnya. Supaya kita tak letih mewasiti, lalu bosan dan meninggalkan kedua gelombang bertikai itu sampai tumbang berdarah-darah karena sama2 bebal.

ILC semalam ( 8/5/2018 ) kembali menayangkan RG di puncak pembicara. Ternyata yang bebal tidak hanya RG. Pria itu lagi2 menyalahkan pemerintah atas tewasnya 2 anak di Monas pada acara perayaan Pskh FUI dengan pernyataan “kemiskinan adalah komedi pemerintah dan tragedi rakyat”, karena pemerintah sekarang ogah meniru BLT masa SBY. Bantuan Langsung Tunai ini seingat saya bantalan sementara pemerintahan SBY ( saat itu diwakili JK juga ) ketika menaikkan BBM yang disalurkan sampai keterkejutan lonjakan harga barang2 kebutuhan yang terimbas bisa diadaptasi oleh masyarakat yang paling sensitif dengan kenaikan harga. Harga BBM hari ini relatif stabil bahkan diupayakan disatuhargakan di luar Jawa. Tak ada kegentingan memaksa untuk memberi uang yang tak mendidik itu ( mental miskin yang ingin terus diberi uang mentahan ) kecuali untuk keadaan yang amat darurat ( perut lapar yang merusak stabilitas nasional ). Kartu Indonesia Sehat, KI Pintar dan KK Sejahtera jauh lebih baik dan sudah diterapkan pemerintahan Jokowi. Memberi uang/ sembako/ pelatihan ketrampilan itu mirip yang dilakukan sekte2 kiri sebagai kamuflase pemurtadan, menyasar para anjal yang saya lihat tahun 2013 lalu. Di Monas, Sabtu, 28/4/2018, skalanya lebih besar ( 100 rb kupon x Rp 60 rb = Rp 6 miliar untuk sembakonya saja ), memperlihatkan pengusaha yang merayakan Pskh memberi sedekah sembako pada mayoritas penerima muslim yang dianggap mereka miskin ( yang kaya dianggap mereka yang berlimpah materi. Materi sebagai orientasi kesuksesan ) .

Kenapa kupon/ sembako tak diberikan saja pada ketua RT dan RW sekitar Monas yang paling tahu mana warganya yang lebih memerlukan ? Jika niatnya tulus untuk tali kasih, tak perlu iklan sembako gratis di medsos dan membagikan di depan kamera/ ekspos media sampai mengular antri begitu kan ? Apalagi dengan manajer DKI yang baru yang masih awam, masih belajar menggerakkan mesin birokrasi. Izin dikeluarkan tanpa mengerahkan upaya maksimal pengamanan ratusan ribu warganya yang mungkin membludak. Jam terbang kurang untuk mampu memprediksi segala hal yang mungkin terjadi sehingga terjadi chaos itu.

Seperti sudah diduga, ketakbecusan pengawalan acara ini, CFD, penyambutan Asian Games, dsb, dipakai RG, oposisi dan afiliasinya termasuk TVO untuk menyalahkan pemerintah pusat meski tragedi ‘miskin’ ini 70% kesalahan pemprov DKI yang tidak tegas melarang pembagian sembako sejak awal. Cakada yang dulu diusung kubu AB pemilik TVO sebelum partai G masuk koalisi pemerintah ( rupanya AB dan JK beda faksi ya. Sehingga warna ILC cenderung ke AB/PS ) . Mungkin saya berharap terlalu banyak pada acara ILC dan TVO untuk memperbaiki pandangannya setelah menjadi bagian dari perpecahan bangsa ini ( menyiarkan kemenangan PS dari data surveyor internal yang sangat beda dengan data lembaga survei yang diakui kredibel oleh masyarakat selama ini ). 4-5 jam waktu saya/ pemirsa terlalu berharga untuk nonton acara yang kini 70% menggebuki pemerintah ( ‘kontrak’ dengan RG, FZ, FH, dan sejenisnya ). Well, ada acara “Mata Najwa”- dan “On the Spot” di Trans7, Rabu malam mulai jam 19.00. “Q & A” di MetroTV setiap Rabu juga, jam 19.30 dan “Opsi* Avi, tiap Senin, jam 19.30. Selasa depan, jam 20.00 saya mulai rutin nonton “Economic Challenges”, diskusi ekonomi seru dipandu dirut MetroTV Tommy Suryopratomo dan Leonard Samosir di MetroTV. Bye-bye ILC.

( ini contoh berdemokrasi yang santun. Jika tak suka lagi acaranya tinggal ganti channel atau pergi tidur. Tak perlu anarki di jalanan atau medsos. Begitu pula pilpres, tinggal nyoblos yang suka. Tidak gaduh dan over acting. Para ortu di Bandung sudah mulai menggiatkan program ‘mematikan TV dan gadget mulai jam 18.30 untuk menghangatkan hubungan keluarga dengan anak2nya. Agar tak berpikir melulu materi seperti kecoa zombie ).

20% PRESIDENT TRESHOLD DARI PARPOL SENIOR.

RG mengkritik presiden treshold 20% suara di parlemen dan 25% suara nasional untuk syarat capres 2019. Ia menyebut para elit yang memutuskan itu sebagai kelas menengah yang tidak berpikir. ( emang RG mikir gitu ? ). Orang yang berkutat di teori, ngomongnya hebat ( pakai unicorn dan catur segala.), tapi miskin aplikasi. Sebatas logika akal. Belum lihat pola dalam praktek/ sunatullah, apalagi logika Tuhan. Para broker ERA saja tahu pola itu: cukup 2-3 rumah potensial ( memenuhi kriteria klien ) saja yang disodorkan untuk diputuskan, karena lebih dari itu, menurut pengalaman puluhan tahun perusahaan broker internasional itu, .klien akan bingung lalu tak jadi beli. 20% suara itu untuk menyaring 2-3 capres untuk dicoblos rakyat pemilih. Kalau banyak capres ( treshold 0 % bisa2 ada 19 capres dari 19 parpol peserta pileg dan pilpres yang dilaksanakan bersamaan 17 April 2019 ) pemilih akan bingung, lalu nyoblos asal atau malah golput. Haah.. rese’ pisan. Parpol baru juga belum teruji sistem konvensinya untuk menghasilkan capres bermutu. Kita juga bisa melihat pola Nasdem atau PDIP, juga partai lainnya yang tak langsung masuk 5 besar, tapi nerangkak perlahan dalam rentang belasan tahun. Apa artinya nunggu 5 tahun, agar rakyat tak golput dan capres relatif bermutu yang dipilih dan terpilih. Tentang partai Dmk, perkecualian yang cepat melesat karena figur yang dipuji RG brilian belum mengeluarkan kuda hitam, kita tahu biang rezim yang bikin kepala komisioner KPK pusing hari2 ini dengan tuntutan MAKI yang akan ditagih 3 bulan lagi. Sebagian pengamat dan ahli hukum mengatakan ini kejahatan rezim yang tak boleh terulang lagi. Masih muji dia, RG ?

BELAJAR DARI NEGARA MADANI. APA KABAR SURIAH DAN AFGANISTAN ?

Renaisans Islam ( kebangkitan intelektual dan budaya pada abad pertengahan ) terjadi di jantung wilayah kekuasaan Islam di Irak/ Mesopotamia dan Iran bagian barat ( Dinasti Buwaihiyyah/ Syiah ) pada akhir abad 10 M. Juga di Khurasan/Afganistan ( Dinasti Samaniyyah/ Sunni ), Sijistan ( Dinasti Shaffariyah ), Suriah ( Dinasti Hamdaniyyah/ Syiah ), Mesir ( Dinasti Fathimiyyah/ Syiah ) dan Spanyol/ Cordova ( Dinasti Umayyah ). Rezim2 Syiah tak pernah memaksakan keyakinan mereka pada penduduk Sunni ( hal. 390 buku ” Renaisans Islam”- Joel L. Kraemer. Pengantar Mulyadhi Kartanegara/ doktor filsafat Islam. Buku mengupas kegiatan ilmiah dan budaya masyarakat madani masa Islam ). Tokoh2 kebudayaan lebih diperankan anggota2 kelas sekretaris ( wazir, pedagang buku, penyalin, penulis, pencatat, penjaga toko buku ) ketimbang. sarjana2 keagamaan. Generasi sekretaris pertama menyebarluaskan warisan2 Persia/ Iran dan Yunani kuno/ logika Aristoteles ke dalam dunia Islam. Abd Al-Rahman III ( w.961 Masehi / 350 Hijriah ), penguasa muslim yang berpengetahuan di Spanyol, menjadikan Cordova pusat kegiatan intelektual yang cemerlang. Putranya, Al-Hakam II ( w. 976 M/ 366 H ) yang pecinta buku, membangun perpustakaan kerajaan yang mengesankan dan merangsang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ia berkuasa. Pada masa pemerintahan Saif Al-Daulah ( w. 967 M/ 356 H ), penguasa muslim di Suriah, terbentuk perkumpulan Saif Al-Daulah ( penyair, sastrawan ) di Aleppo.

Masa2 itu periode awal/penting membangun peradaban Islam, yang selanjutnya melahirkan puisi, filsafat, sastra, matematika, astronomi, kedokteran, seni budaya, arsitektur, penulisan sejarah, dsb, yang fenomenal sampai abad 13 Masehi. Raja ‘Adhud Al-Daulah ( Dinasti Buwaihiyyah ) telah menghidupkan rakyat, meningkatkan usaha rakyat dan memberi kebebasan berpendapat sepanjang mereka bisa membedakan yang benar dari yang salah dan tidak menyerang orang lain dengan fanatisme keagamaan. Apa kita sudah demikian ? Suriah ( dinasti Syiah ) dan Afganistan ( dinasti Sunni ) di abad 10-13 M adalah negara madani. Namun kini dilanda prahara berkepanjangan karena isu SARA ( relasi kurang harmonis antar suku, agama ) yang dimainkan AS/ Barat demi melindungi ( zionis ) Israel. Entah invasi asing, ancaman dari dalam ( konflik SARA ) atau malapetaka ekonomi yang menyebabkan kegagalan di abad 13, yang jelas itu terulang di abad 21. Learn something ?

Di luar mesjid dan rumah sendiri ( ruang publik ) jangan merasa paling Islam atau paling benar. Di ruang publik, 6 agama dianggap benar semua. Di rumah dan tempat ibadah masing2 silakan menganggap agamanya yang paling benar. Lima agama lain punya Tuhan tertinggi. Anggap itu Allah dari sudut pandang kita agar citizenship terawat. Sebagai penganut agama mayoritas ( Islam ), baik buruknya negeri ini, beban tanggung jawab terbesar ada di pundak kita. So, tahan diri dan sabar menjelaskan.

BELAJAR DARI SIAPAPUN. JUGA KORUT YANG TAK BERAGAMA.

Korea Utara yang berideologi komunis, 25% APBN-nya untuk pertahanan militer dan 70% rakyatnya miskin karena sumber alamnya ( biji besi, dll ) tak bisa diekspor karena embargo AS dan pembatasan2 negara lain. Kemarin ( EMI, 28/4/2018) pemimpin Korut dan Korsel mau bertemu demi unifikasi dua Korea di zona demiliterisasi. Perbedaan ideologi ternyata bisa dikomunikasikan. Urusan ekonomi kini sudah lintas ideologi. Arab Saudi menanamkan investasinya Rp 80 triliun ke Indonesia. 850 triliun ke China ( hibrid, berideologi komunis, berekonomi kapitalis ) Maret lalu. Korut yang tidak beragama/ atheis/ komunis, mau bersatu dengan Korsel yang beragama Budha dan Kristen. Masak Indonesia mau dibelah jadi pemilih partai setan dan pemilih partai Alloh. Orang muda tidak beragama saja ( KJU, 30 tahun ) mau rukun. Masak orang tua yang beragama ( AR, 74 tahun ) mau memecah belah umat ? Malu dong !

Kita lihat hasil pertemuan presiden Kim dengan Trump 22 Mei nanti ( Jokowi menawarkan Indonesia jadi lokasi pertemuan itu pada duta besar dua Korea tsb lalu berfoto bertiga dengan 3 maskot Asian Games kita yang imut itu. Bhin-bhin, Atung, Kaka ). Semoga bisa mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea. Asia Pasifik, bahkan dunia.

LAPORKAN AKUN2 HOAX DAN RASIS BIKIN NEGARA SALAH

Netizen muslim dan 5 agama lain bisa proaktif melaporkan akun2 medsos dan web yang merendahkan 6 agama di Indonesia pada web Kominfo dan divisi cyber Polri. Termasuk MCA jika mengkafirkan umat lain di ruang publik maya tsb. Tutup saja. Netizen yang belum kuat nalarnya, belum matang perkembangan emosinya, bisa letih dan meledak marah membaca sampah2 pikiran tsb, lalu merasa berada di negara yang salah. Tugas kita untuk membersihkan sampah2 rasis itu dari jagad maya agar tak berlanjut/menjelma para radikal di kehidupan nyata seperti di acara Car Free Day Thamrin kemarin. Setuju, komunitas Cyber Indonesia ?

( Mereka melaporkan AR ke Polda Metro, 15/4/2018, karena kotbahnya di ruang publik/ medsos dianggap mengandung ujaran kebencian SARA yang bisa memancing teror kata dan teror perbuatan antar umat. Penggagas high politic ini kok sekarang tergoda main low politic ya. Sesumbar AR kemarin jalan kaki dari Solo ke Jakarta kalau Jokowi sampai menang pilpres 2014, belum dilaksanakan, lho. Ngibul ? ).

Beda malaikat dengan iblis adalah ketaatan pada perintah Tuhan. Ulama sombong adalah manusia pertama yang dilempar ke dasar neraka jahanam, bukan pembunuh residivis yang atheis ). Di bumi, aturan hukum yang terus kita upayakan diperbaiki mendekati sempurna, mestinya jadi batas WNI taat di luar penjara dan WNI bebal dalam penjara. Kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Arifnya, ada literasi dan edukasi dulu sebelum hukuman dijatuhkan, karena ada variasi pemahaman di antara kita. Jadilah muslim penyabar dan pemaaf. Cukup penoda agama tak paham itu minta maaf dan tak mengulangi kesalahannya. Pemberian maaf takkan mengurangi kemuliaan Islam. Pengakuan prestasi petahana tak mengurangi kehormatan oposisi. Cukup Ahok dan Moses yang terakhir. Hati kita tak sekeras itu kan ? Betul kan wasekjen MUI ?
( ulama yang menganggap Ahok menodai agama dan menyindir Polri tebang pilih ? Anda mau HR yang mengejek pura Hindu dan salam Sunda dipenjara 2 tahun juga? ).

FORMULA ANTI TSUNAMI POLITIK ALA 45 KAMPUS

Metro Siang, MetroTV, 13/4/2018 mengabarkan : UI dan 45 PTN dari Aceh sampai Papua berupaya melakukan pendidikan politik, mengajari para pemilih muda cara memilih cakada, caleg dan capres benar. Edukasi semacam ini tugas negara, parpol, media dan perguruan tinggi. Jangan sampai terjadi tsunami politik lagi seperti pilgub DKI lalu dimana rating tinggi petahana Ahok bisa anjlok oleh demo 212. Antipasi yang bagus dari civitas akademi kita.

SALURKAN GHIRAH ISLAMMU DI SYIAR ANAK NEGERI.

Syiar Anak Negeri, digagas MetroTV, Kemenag dan MUI untuk pelajar SMP dan SMA yang punya bakat dakwah dan nasyid untuk mengekspresikan diri dan ghirahnya pada Islam. Mereka dipersilakan membentuk grup syiar plus nasyid ( 1-2 pelajar berdakwah dari 5 anggota grup nasyid ) lalu mendaftar ke web MetroTV ( klik Syiar Anak Negeri ) untuk mengikuti audisi dan seleksi hingga terpilih 12 grup yang akan berkompetisi di bulan Ramadhan sebulan lagi ( Prime Time News Pagi, 17/4/2018 ).

BERANI BUANG SAMPAH ? FOTOMU MEJENG, TAHU !

UU Pengelolaan Sampah, menyatakan : pembuang sampah sembarangan dihukum denda Rp 50 rb sd 5 juta, dan dipajang fotonya di medsos. Kalau tidak dihukum berat, warga kita biasanya tidak jera ( EMI, 23/4/2018 ). So, jangan lagi buang sampah sembarangan ya, apalagi ke sungai. Bikin kotor dan bau, pendangkalan sungai, banjir, longsor plus foto kamu dipajang di medsos sebagai pembuang jorok yang selama ini telah memalukan Indonesia di mata dunia. Hiiih..

JIHAD MEMBERSIHKAN SUNGAI TERKOTOR JADI TERHARUM. BERANI ?

Komunitas dan satgas Citarum Harum mengajak anak muda jihad sungguh2 membersihkan sungai Citarum dari hulu ke hilir. Targetnya dalam 7 tahun sungai terkotor itu jadi bersih lestari. Semoga.

JIWA BESAR PRESIDEN DAN ULAMA 212 DI ISTANA.

Pertemuan presiden dengan ulama Alumni 212 kemarin di Istana Bogor ( EMI, 25/4/2018) mengejutkan sekaligus menyejukkan kita. Dalam demokrasi, memang ada upaya menerima perbedaan dan kasih sayang antar manusia. Hubungan kemanusiaan dijalin dengan silaturahim untuk nemperkecil jurang perbedaan. Pemikiran boleh berbeda tapi tali kemanusiaan harus tetap dijaga. Para jiwa besar yang mau bertemu bisa menyampaikan apa yang perlu diperbaiki pemerintah dan pemerintah bisa mengklarifikasi berita miring yang santer beredar di masyarakat. Syukur2 pertemuan ulama dan presiden semacam itu bisa rutin diadakan, diperluas kelompoknya dan ditularkan semangat rukun dan tabayunnya pada pemerintah daerah dan para ulama di daerah. Sehingga fitnah, kebencian dan hoax bisa diluruskan, hati rakyat pun disejukkan agar bisa konsentrasi bekerja.

Jika masih ada pihak yang merasa tak terwakili, mereka hendaknya juga bisa berbesar hati, dan ulama yang hadir kemarin bisa menceritakan makna pertemuan mereka dengan presiden. Jika masih ada juga yang berprasangka buruk dan berkata nyinyir, maka anjing menggonggong kafilah berlalu saja. Memang selalu ada orang yang tak mampu melihat sisi positif orang lain, alias pedengki yang culas dengan kaca mata hitam negatifnya setiap melihat segala sesuatu untuk dicibiri sekedar merasa eksis. Watak2 mengerak nan bebal. Namun hal itu tak perlu sampai mengurangi kegembiraan kita, bahwa presiden yang kita pilih ternyata merangkul juga mereka yang tidak memilihnya. Presiden untuk semua rakyat Indonesia.

Ulama sebagai penjaga moral bangsa, bisa menjembatani umat dengan pemerintah. Memberitahu kekurangan pemerintah pada presiden dan menyabarkan umat di akar rumput. Dengan demikian Indonesia bisa lebih cepat maju, kuat, damai dan sejahtera. Siip kan ?

KTT ULAMA & CENDIKIAWAN MUSLIM SEDUNIA DI BOGOR

Islam wasatiyah ( lebih positif dari moderat, merangkul semua ) akan lebih disosialisasikan di Indonesia dan negara2 anggota yang hadir. KTT ulama dan cendikiawan yang dihadiri 100 ulama dan cendikia dari seluruh dunia ( Prime Time News, 2/5/2018) digelar di Istana Bogor atas undangan presiden dan prakarsa Din Syamsudin. Seperti kita ketahui, Indonesia masuk G-20 bersama Saudi Arabia dan Turki. Prof. Nasaruddin Umar , imam besar Masjid Istiqal, minta pemerintah melibatkan ulama dan cendekiawan muslim dalam perencanaan pembangunan/ Bappenas ( sebab di hulu, bukan hanya menangani akibat di hilir seperti pemadam kebakaran masalah/ konflik sosial ekonomi umat. Di luar negeri, ulama umumnya baru dilibatkan di kementerian sosial bukan think thank atau mitra strategis pemerintah dalam mengelola negerinya. Dalam hal ini, Indonesia masih lebih baik. Ulama2 kita banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan2 penting republik ini. Salut deh pada mereka yang punya gawe mengundang ulama top sebanyak itu ke Indonesia. Nama Indonesia sudah diperhitungkan ya.

Semoga banyak hasil KTT yang bisa dilaksanakan untuk mengatasi segudang masalah di negara2 muslim, terutama paham radikal yang menghancurkan negara seperti Afganistan dan Suriah. Elit Islam Indonesia hendaknya jadi contoh Islam wasatiyah/ moderat bagi umat Islam ( menunjukkan relasi Pancasila dan Mukadimah UUD1945 dengan Qur’an/ membumikan Qur’an dan Pancasila dalam keseharian dan persaudaraan bangsa. Kalau perlu, ustad, ulama, cendekia semacam itu diberi insentif agar lebih fokus mempromosikan Islam wasatiyah ke tengah2 masyarakat / tidak terbagi konsentrasinya dengan kebutuhan hidup sehari-hari ). Semoga dengan demikian, Indonesia bisa jadi agen moderasi, demokrasi dan kerjasama global, karena mayoritas WNI sudah menerapkan Islam wasatiyah dalam kehidupannya sehari-hari.

PERPUSTAKAAN SARANA CITIZENSHIP DAN BELA NEGARA. Can we ?

Dunia Kita, VOA Indonesia, MetroTV, Minggu, 8/4/2018. jam 7- 7.30 mengabarkan, di Washington DC, ada perpustakaan yang mengadakan kelas bahasa Inggris ( American English ) dan kelas sejarah Amerika serta perkembangannya hari ini bagi anggotanya untuk mengintegrasi warga ibukota AS yang sebagian migran dari berbagai negara dengan warga ‘asli’ Amerika ( pedatang senior dari Eropa ). Di Kabul, Afganistan, ada gadis yang membuat bis pustaka keliling dengan 500 buku cerita agar anak2 mendapat kebahagiaan yang dulu tak sempat dirasakan si gadis di masa kecilnya. Di negara maju, dongeng2 klasik dituangkan dalam bentuk virtual dan interaktif. Plot cerita berkembang sesuai pilihan/ sentuhan telunjuk anak di touch screen gadgetnya. Milenials banget kan ? Di negara lainnya, ada perpustakaan yang membolehkan anggotanya ngobrol, diskusi, main gadget, makan minum, kursus lukis, kursus jahit untuk mendorong interaksi antar warga kotanya. Citizenship dan kesadaran bela negara bisa dibentuk di perpustakaan2 semacam itu di 514 kota/ kabupaten di Indonesia.

SUPER HERO INDONESIA MILENIA SIAPA ?

Mengapa Superman bisa terus jadi superhero AS ? ( bahkan China kini bikin versi negerinya ). Jawab penggemarnya, karena makhluk Kripton itu dekat dengan takdir manusia bumi yang diberi anugerah ( gift/potensi bakat/ passion ) oleh Tuhan Pencipta dan diberi pilihan jalan yang akan ditempuhnya. Potensi sedahsyat Superman bisa digunakan untuk menyelamatkan dunia. Makin besar potensi dan kemampuan seseorang, makin besar tanggung jawabnya. Amerika punya Superman, Batman dan Spiderman. Jepang, biangnya komik juga, punya Naruto dan F4 ( aslinya Boys before Flowers dari Jepang ). China punya Kera Sakti/Sun Go Kong dan Wong Fei Hung. Indonesia punya Hanoman dan Gatotkaca, barangkali. Ada yang lebih mineal ? ( bonus demografi ) Sehingga para tunas bangsa ini punya panutan memilih jalan kebaikan dengan segala resiko yang ditempuh untuk meraih ridho Allah dan orang tuanya. Anybody?

ERA DIGITAL BANGSA MAJU SAMPAI MANA ?

Google, Microsoft, Amazon sudah menggunakan inovasi digital untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga perhektarnya menghasilkan gandum, beras, jagung, dsb, berlipat ganda. Tak perlu drone untuk memantau keadaan tanah pertanian dan peternakan, cukup smartphone yang diikat di balon udara. Mobil swa kemudi dan traffic light di negara maju sudah memanfaatkan teknologi digital. Lamanya lampu merah dan hijau ditentukan panjangnya antrian kendaraan di tiap jalur. ( VOA Indonesia, Minggu, 29/4/2018 )

Para difabel bisa memesan di smartphone-nya, berapa lama ia perlu lampu merah menyala sebelum dia menyeberang zebra cross. Diaspora Indonesia di AS, menyewakan koloni lebah 4-6 minggu untuk membantu penyerbukan pertanian di California, selain menjual ratu lebah yang produktif. Diaspora Indonesia lainnya mengorganisir dana dan paket wisata ke tempat2 eksotik di Indonesia dan negara2 lain untuk memperkenalkan budaya, dengan aplikasi di smartphone dengan pelanggan lebih dari 100 perusahaan di seluruh dunia.

Para fotografer Indonesia bisa kerja di mana saja di dunia dengan mendaftar ke situs Frame & Trip, komunitas fotografer profesional bertarif Rp 40 -90 ribu per foto prewed. Pasangan atau keluarga bisa pesan difotokan fotografer di spot2 wisata di seluruh dunia yang ada WNI fotografernya di sana melalui situs tsb.. Pesanan minimal 70 foto dalam 2 jam ( Big Circle, MetroTV, 11/2/2018 ). Kemenlu merilis aplikasi mobile Safe travel Kemlu di smartphone untuk panduan WNI yang pergi ke luar negeri. Ada hot line yang bisa dihubungi jika WNI terdesak dan butuh pertolongan. TKI juga bisa memanfaatkan. Posisi WNI yang mendaftar dapat dideteksi jika ada situasi darurat ( krisis politik, kemanusiaan, bencana ) di luar negeri.

PRESIDEN NYAPRES & PESAWAT KEPRESIDENAN.

Presiden dipolemik tak boleh pakai pesawat kepresidenan selama kampanye. Itu pikiran orang yang berpolitik tanpa ketulusan. Presiden Indonesia menurut konstitusi kita adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, melekat padanya, fasilitas pengamanan, kesehatan dan protokoler. Sedang di toilet atau sedang kampanye sekalipun, Jokowi selama tahun 2014 – 2019 tetap kepala negara. Tak boleh ada kekosongan RI-1 sedetik pun selama 7 bulan masa kampanye nanti, sehingga saat tugas negara memanggil dan harus segera dilaksanakan, Jokowi di mobil dan pesawat kepresiden bisa cepat menghubungi wapes menteri pertahanan, kepala negara lain, para stafnya, layaknya di kantor presiden. Pesawat kepresidenan didesain sebagai kantor presiden yang terbang.

Waktu cuti kampanye, fasilitas pengamanan, kesehatan, protokoler nengikuti kepala negara ke mana pun beliau pergi. Tugas kepala negara R1-1 tak bisa diwakilkan pada wapres. Kepala negara menjadi simbol kedaulatan negara yang mempersatukan WNI dari semua unsur dari Sabang sampai Merauke, sehingga kita harus menjaga keselamatan dan kehormatannya. Anda berdebar jika presiden yang kita pilih dengan biaya puluhan triliunan rupiah dan melibatkan ratusan juta orang dengan tahapan rumit pemilu itu dibiarkan naik metro mini tanpa paspampres karena diminta melepas fasilitas kepala negara oleh orang2 yang tak tulus dan tak paham itu ? Saya termasuk yang tak bisa tidur jika itu terjadi. Orang2 yang ribet mengaturnya dan gaduh mempermasalahkan itu tidak seksama membaca peraturan perundangan yang sudah ada. Atau masih berafiliasi dengan sayap partai atau ormas tertentu yang punya agenda kepentingan sendiri.

Next anggota KPU dipilih yang benar2 independen, terbebas dari afiliasi dan keraguan tentang hak kepala negara RI-1. Aturan capres petahana sudah dibuat waktu presiden Megawati dan SBY nyapres lagi. Bedanya sekarang ada pesawat kepresidenan. Tinggal ditambahkan dan dijalankan dengan pemahaman tsa.

Mobil dinas gubernur, walikota atau bupati adalah moda transportasi kepala pemerintahan daerah, yang dilarang dipakai saat kampanye atau keperluan non dinas/ pribadi. Mobil kepresidenan adalah fasilitas pengamanan kepala negara yang anti peluru dan ledakan bom, apalagi saat kampanye ( bahaya lebih besar dari yang anti pemerintah/ negara ). Beda kan ? So, Jokowi, kepala negara kita, selama 5 tahun ini silakan menggunakan mobil dan pesawat kepresidenan untuk keselamatannya dan tugas negara. Rakyat membolehkan.

REDISTRIBUSI LAHAN, BUKAN CUMA SERTIFIKASI. Tak ada penyesatan ?

1,88 juta hektar lahan ( konsesi tanah yang ditinggalkan perusahaan, lahan terbengkalai, dll ) sudah diredistribusikan pada rakyat. Tahun depan targetnya 4,5 juta hektar lahan. Lebih 5 juta ha lahan di Kalimantan masih dimiliki asing.kata AR ( Mata Najwa, 25/4/2018 ).

REKAM DATA DI MOBIL KTP-E KELILING.

Dirjen dukcapil mengatakan 97% pemilih pemilu sudah merekam datanya ( KTP-E ). Sisa 3 % ( 8 juta WNI yang belum merekam data ) sedang diupayakan pihaknya dan disdukcapil di daerah2 untuk jemput bola ke tempat2 orang berkumpul ( perguruan tinggi, sekolah menengah, lapas, pusat perbelanjaan, dsb ). Sekitar 1 % WNI di luar negeri yang belum terdata karena tak melaporkan posisi keberadaannya sekarang. Jadi maksimal 99% yang nanti terdata dengan keterbatasan yang ada sekarang, seperti mesin perekam data yang sebagian rusak ( tanpa pendingin, mesin cepat panas/ rusak ), jauhnya desa dengan kantor pemerintah dan ketidaktahuan warga terpencil tentang hak pilih dan syarat KTP-E/ Suket yang diwajibkan untuk mencoblos ( EMI, 4/5/2018 ).

Diusulkan disdukcapil menggunakan mobil keliling ( bekerja sama dengan dishub dan pemda ) seperti mobil SIM keliling mendatangi desa terpencil untuk perekaman data dan membagikan KTP-E yang sudah jadi di kecamatan tapi belum diambil warga karena jauh atau sibuk/lupa. Jika masih banyak yang belum merekam data tunggal kependudukan ini hingga menjelang pilpres 2019, maka KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu bisa menyuarakan keprihatinan ini ke publik dan meminta perppu dibuat, atau WNI yang punya legal standing mengajukan JR ke MK untuk menghapus syarat KTP-E untuk mencoblos capres 2019. UU Pemilu jangan sampai menghapus hak konstitusi WNI untuk memilih. Ayo gunakan hak pilih anda. Ayo rekam data KTP-E anda. Segera !

PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DI INDONESIA TERBESAR KEDUA DI ASEAN. Punya solusi?

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak minta kajian akademis dan konsultasi publik untuk membuat perppu pencegahan pernikahan dini dan revisi UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Bu menteri juga. minta media mensosialisasikan isu ini ( Prime Time News,, 17/4/2018).

Indonesia dan Kamboja, adalah dua negara di ASEAN yang pernikahan dininya ( di bawah usia 18 tahun ) paling besar. Masih banyak yang terpaksa kawin muda karena terdesak ekonomi keluarga. Kita cari solusinya ya..

POLITISASI HUTANG RI UNTUK LOW POLITIC. INI KLARIFIKASINYA

Saat dilantik 20/10/2014, presiden Jokowi sudah mewarisi hutang Rp 2700 triliun dari pemerintahan sebelumnya. Bunga hutang yang harus dibayar Indonesia Rp 250 triliun tiap tahun. Rasio hutang Indonesia masih di bawah 30% terhadap return investasi/ PDB ( hasil pemanfaatan hutang untuk pembangunan infrastruktur ekonomi, kesehatan dan pendidikan). Masih aman jika di bawah 60%. Malaysia, Singapura, Thailand, China rasio hutangnya lebih besar dari Indonesia ( EMI, 9/4/2018 ).

Hutang 300 miliar USD, jika dikelola dengan baik dan prudent maka dalam 30 tahun akan terbayar lunas, bahkan ada kembalian 300 miliar USD untuk Indonesia. Itulah economical engineering. Jubir presiden mestinya mematangkan juga political engineering-nya untuk menangkis tudingan oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. Lembaga pemeringkat hutang dunia menilai hutang Indonesia masih aman. Sehingga Indonesia layak untuk tujuan investasi dan masih diberi pinjaman. Tuduhan oposisi harus dilawan secara kontra narasi ( klarifikasi fakta ) dan narasi alternatif ( dengan karya/ bukti pembangunan ).

SKK MIGAS TERTIBKAN SUMUR MINYAK ILEGAL SEBELUM MELEDAK.

Diberitakan, sumur minyak di Aceh yang masih disedot penambang ilegal April lalu meledak. Mestinya SKK Migas segera bertindak mengamankan sumur2 peninggalan mereka sebelum diambil penambang ilegal yang cenderung membentuk massa beringas jika tak cepat ditertibkan. Juga, menjaga agar sumur tidak meledak dan menelan korban karena ditambang amatiran/ serampangan. Minyak termasuk kekayaan alam yang dikelola negara.
Penambang ilegal diedukasi, ditegur jika baru menambang. Jika bebal setelah diperingatkan 2 kali, tangkap dia, adili lalu hukum sesuai aturan yang berlaku. ( syukur2 pemda setempat punya solusi ekonomi untuk warga di area sumur yang terpaksa melanggar karena perut lapar ).

ADA BANCAKAN PROYEK BUMN ? MANA KLARIFIKASI & REKAMAN UTUH ?

Ada rencana proyek pembangunan terminal penampungan LNG senilai 600 juta USD pada akhir 2016. Rekaman percakapan antara RS/ menteri BUMN dengan dirut PLN terjadi pada akhir Mei 2014, viral di medsos kemarin dalam versi terpotong-potong ( membicarakan pembagian prosentasi saham ( diduga ) untuk pak Ari, kerabat RS, dll. BUMN Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan kekayaan aset lebih satu triliun USD, dikuatirkan sebagian pengamat jadi bancakan segelintir orang/ KKN ( Prime Time News, 29/4/2018). Rekaman utuh percakapan tsb perlu dibuka ke publik agar yakin tak terjadi penyalahgunaan wewenang atau pun korupsi. Jika tak terbukti, nama kedua pejabat itu bersih.

RUMAH DINAS DPR vs UANG SEWA RUMAH.

Muncul wacana : uang sewa rumah pengganti rumah dinas DPR yang tidak ditempati ( sebagian anggota karena sudah punya rumah di Jakarta. Rumah2 itu kini sebagian ditempati kerabatnya, staf, asisten, difungsikan sebagai kantor, dikontrakkan atau disewakan ). Formappi yang pernah melihat rumah2 dinas di Kalibata itu mengatakan pada host EMI ( MetroTV, 1/5/2018 ) bahwa rumah2 itu sangat layak ditempati anggota dewan bersama keluarganya. Rumah2 itu sudah dilengkapi perabot, listrik, air, telpon, koneksi satelit, pengamanan satpam, mobil berikut supir, dengan biaya perawatan Rp 30 miliar per tahun. Untuk pimpinan dewan, masing2 sudah diberi mobil dinas bagus dan pengawal khusus. Singkatnya, anggota dewan tinggal bawa badan untuk menempati rumah yang sudah disediakan pemerintah agar bisa fokus bekerja untuk rakyat.
Uang sewa rumah yang diminta anggota DPR, tidak ada dalam UU yang menyediakan fasilitas rumah dinas milik negara untuk anggota dewan. Sehingga mendagri Cahyo bilang, kalau tak mau nenempati ya tidak apa2, rumah dinas itu untuk anggota dewan yang memerlukan.

Sebagian pemirsa yang menelpon malah mengusulkan anggota dewan tinggal di rumah kost, makan di warteg dan naik ojek online seperti rakyat sehingga berempati pada kesulitan rakyat alias tidak terlalu sering memikirkan diri sendiri dan partainya. Bandingkan uang rakyat yang digelontorkan untuk membiayai anggota DPR selama ini dengan kinerja anggota dewan yang rendah. Fungsi budgeting, beberapa proyek dikutip ( contoh SN, mantan ketua DPR, kini divonis 15 tahun penjara dalam kasus mega korupsi KTP-E. Dan puluhan lainnya yang sudah di penjara dan sedang diproses hukum ). Fungsi legislatif, baru 19 UU dari 183 RUU Prolegnas yang rampung dikerjakan. FZ berkilah pedas, pemerintah sebagai mitra pembuat UU, juga bertanggung jawab atas seretnya pengesahan UU. ( pemerintah mungkin juga berkilah sudah capek menghadapi rentetan RDP dan pansus yang dipolitisir seperti pansus TKA ( perpres no.20 tahun 2018 ) yang sedang digagas /diajukan FZ cs karena tidak memahami perpres tsb secara komprehensif ). Lalu UU MD3 2018 yang bertendensi membungkam kritik rakyat ( yang menggaji mereka ). Lieur pisan. Belum lagi permintaan pembangunan apartemen dan alun2 di kompleks Senayan. Nara sumber mengkuatirkan uang sewa rumah ini cuma pintu masuk untuk dapat uang ekstra ( take home pay now Rp 66 juta per anggota, uang 5 kali reses sejumlah Rp 3 miliar per tahun, uang aspirasi sedang diminta juga ) yang bisa membengkak sewaktu-waktu dengan berbagai alasan. Dana partai yang Rp 108 per suara perolehan sudah ditingkatkan menjadi Rp 1000 per suara. Masih kurang juga ? Alamak.

Uang rumah sewa diberikan jika fasilitas rumah dinas anggota DPR dihapus di UU tsb. Mau ? Ini baru namanya menghemat anggaran. Kerja bagus dulu, baru minta fasiltas. Jangan sebaliknya. Sebagian rakyat dan pengamat sudah capek lihat ulah wakil2nya di parlemen. Tahu dirilah.

BERAS, BULOG, BUWAS.

Siapa sangka data beras yang surplus tapi tak sesuai keadaan di lapangan bisa membuat gejolak massa. Ya, jika perut. rakyat dipermainkan dengan harga beras melambung tinggi. ( pemerintah telat impor beras katena data salah tsb ) .Yang semula Rp 8000 jadi Rp 11.000 per kg, bahkan Rp 14.000 di tempat lainnya. Mestinya, pejabat mengecek dulu stok beras di pasar induk beras Cipinang, tak perlu jauh2 ke luar Jawa lihat panen dan dengar. laporan ASB. Stok aman antara 30-35 ribu ton per bulan. Februari lalu tersisa 23 ribu ton. Sinyal untuk impor beras, yang efektifnya 2 mg baru terdistribusi merata keluar Jawa. Jika baru panen gabah di setra2 sawah padi di Jawa Barat maka sebulan kemudian baru terdistribusi merata keluar Jawa. Digiling dulu di perusahaan2 penggilingan padi.

Jika memang benar panen raya maka tak mungkin harga beras melonjak karena hasil beras petani. berapa pun akan diserap Bulog dan pengusaha tak mungkin menimbun beras terlalu banyak karena bisa rusak. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, sebaiknya pemerintah yang mengurus suplai beras dan menetapkan harga beras secara nasonal demi ketahanan pangan kita. Perlu satu badan yang menentukan data beras yang. cepat dan valid untuk rujukan impor ( BPS ). Selain itu, perlu dicetak sawah baru, intensifikasi pertanian ( dibantu IPB ) , sawah yang dijual petani dibeli pemerintah agar tak diubah lahan perumahan atau pabrik. Revolusi rakyat karena rakyat sulit makan nasi jangan sampai terjadi. ( Editorial MI, 5/2/2018 )

Kini harga beras medium sudah turun jafi Rp 10.600 per kg. Giliran sebagian petani kini menjerit gabahnya tak laku dijual karena beras impor sudah membanjiri pasar, kata oposisi di ILC. Ah, masak sih ? ( kan ada Bulog yang menyerapnya ).

Beras tercecer saat panen pertanian tiap tahun di seluruh Indonesia, nilainya bisa mencapai Rp 28 triliun ( Special Dialog Metro TV, 28/12/2017)

Budi Waseso jadi kepala Bulog yang baru ( EMI 28/4/2018 ). Semoga mafia pangan bisa disikat habis.

GANTI DIREKSI PERTAMINA DEMI BBM SATU HARGA & KILANG MINYAK BARU. PIPA BOCOR DI BALIK PAPAN ?

Indonesia masih impor BBM dari Singapura ? Mestinya, Pertamina bangun banyak kilang minyak bumi di Indonesia. Bahkan, tak apa2 impor minyak mentah tapi kemudian diolah di kilang2 dalam negeri. Bukan sebaliknya.

Tumpah minyak, 31/3/2018, di area pelabuhan Balikpapan. Pipa patah lalu bocor itu setelah diivestigasi tim independen dan Polda Kalimantan diduga kena jangkar kapal batubara berbendera Panama/ Virgin Island, dioperatori perusahaan Hongkong dan dinahkodai orang China yang sudah dijadikan tersangka oleh polisi tgl 13/4/2018. Pihak Pertamina sudah mengundang pihak pemilik kapal datang tgl 17/5/2018 untuk menyelesaikan masalah ini termasuk ganti biaya perbaikan pipa dan normalisasi lingkungan yang sudah ditanggung Pertamina. Jika mereka tidak beritikad baik/ tidak datang maka pihak Pertamina akan melayangkan gugatan perdata kepada pemilik kapal, kata pengacara Otto Hasibuan ( PTN 27/4/2018).

Pemerintah, sebagai pemegang saham terbanyak/ pemilik BUMN, berhak mengganti direksi Pertamina, karena dianggap lamban/ gagal menyediakan BBM satu harga dan tidak kunjung memperbanyak kilang untuk membuat BBM makin terjangkau.
Banyak cara/ mekanisme untuk bisa membangun kilang, misalnya dengan investasi asing seperti kerjasama dengan Arab.Co/ Arab Saudi. Kebijakan BBM satu harga hanya mengurangi 3 triliun keuntungan Pertamina. Keuntungan perusahaan besar milik negara ini tahun 2017 sebesar Rp 70 triliun. Yang penting berpihak pada masyarakat, tak perlu terlalu dihiraukan gorengan orang2 yang berseberangan dengan pemerintah. Semua bisa mereka goreng, meski itu keberhasilan pemerintah ( contoh sertifikasi lahan untuk rakyat ).

Sudah jadi rahasia umum, banyak stakeholder yang meraup untung dari ketergantungan Indonesia pada impor minyak dari Singapura. Kepentingan untung/ laba dan kepentingan melayani rakyat yang diemban Pertamina bisa diselaraskan dengan kreativitas direksi terpilih ( seleksi ketat mereka yang kredibel, punya leadership bagus, asesmen tidak hanya di atas kertas atau saat seleksi tapi juga useful prakteknya di lapangan ) dengan kebijakannya yang adil, akuntable/ transparan dan realistis.

Rakyat kebanyakan berpikir simpel : premium dan solar harus terjangkau dan tersedia ( faktanya kerap habis, termasuk di 57 titik di Indonesia Timur yang akhir tahun 2017 ditargetkan mencapai BBM satu harga yang dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi ). Di Jawa, yang rata2 lebih tinggi tingkat ekonominya, penduduk bisa beli bensin Rp 6500 per liter. Kenapa di Sumatera atau Papua yang lebih rendah kemakmuran ekonominya, penduduk harus beli lebih mahal ?

Membaca peraturan perundangan harus komprehensif ( juga ketika membaca perpres TKA ) agar tidak salah paham : misal karena kebijakan BBM satu harga ( peraturan 3 bulan sekali ada review harga disesuaikan harga minyak dunia ), Pertamina jadi ( seolah ) tak punya modal bikin kilang baru.

UUD 1945 pasal 33 mengamanatkan : sumber alam yang menguasai hajat orang banyak dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sepanjang rakyat dimakmurkan ( fokus ), keuntungan Pertamina/ BUMN tidak besar2 amat ( alias realistis, misal, karena mensubsidi transportasi demi BBM satu harga di Indonesia Timur ) masih diterima publik /konstitusional kok. Jadi apa masalahnya ?

PERPRES TKA MELINDUNGI BURUH JIKA DIKAWAL SEKSAMA. DIPOLITISASI JUGA ?

Hari Buruh diperingati tiap tanggal 1 Mei. Biasanya mereka menuntut kenaikan upah, memprotes tenaga kontrak/ outsourcing. Namun, Selasa kemarin, may day, may day, may day ( tolong 3x ) minta TKA unskill disetop. FZ mempengaruhi massa buruh untuk mencabut perpres TKA, lalu PS meneken kontrak politik untuk mencabut perpres no.20 tahun 2018 itu jika ia terpilih di pilpres 2019. Bawaslu sudah mengingatkan parpol jangan mendompleng kampanye di demo Hari Buruh, toh ketum dan wakil Grd itu tetap nyelonong. Sekarang era digital, teknologi 4.0, kenapa para buruh tidak menuntut pelatihan untuk meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dengan TKA ? Jika buruh tidak cerdas dan tidak rajin meng-upgrade diri maka mereka bisa diperalat banyak pihak, termasuk parpol dengan low poiltic yang menggunakan populism irresponsibility untuk menang. ( sekedar populer mendulang suara lalu lupa memenuhi janji setelah terpilih ).

Saran saya, sempatkan diri untuk mengikuti perkembangan politik di tanah air, apalagi para ketua serikat buruh. Pahami perpres TKA dengan teliti. Lihat apa saja yang sudah dilakukan pemerintahan sekarang ( agar tidak negative thinking ). Beri masukan pada peraturan menteri ( permen ) turunan perpres TKA ini untuk detail dan rincian. Kawal pelaksanaanya di lapangan. Itu lebih produktif daripada ikut pansusnya FZ. Bagaimana kalau Jokowi yang menang lagi ? ( padahal kalian terlanjur ikut PS ). Lebih baik punya partai sendiri, daripada nempel sana nempel sini ( cari siapa saja yang penting menguntungkan kalian ) dengan janji bohong/ kosong pihak yang pura2 memihak kalian. Think before act.

Tahun 1989 dimulai penandatangan perjanjian pasar bebas dengan luar negeri ( sebagian pengamat menyayangkan banyaknya pertemuan ekonomi yang diikuti pemimpin Indonesia yang intinya sebetulnya menjadikan Indonesia pasar bagi produk luar : free trade dengan Australia, ASEAN, India, China, Korea dan tahun 2020 nanti dengan negara2 Asia Pasifik ). Itu terjadi sebelum Jokowi terpilih.

Nasi sudah jadi bubur ( TKA membanjir masuk, menyalahi visa turis/ TKA ilegal, merebut posisi TKI dan lapangan kerja buruh kasar ), Jokowi sedang membuatnya menjadi bubur ayam ( melindungi TKI agar terserap bekerja dan sejahtera, ada bonus demografi yang perlu kerja dan hidup layak, lebih 20 jam kerja per minggu, bukan satu jam/ mg ) dengan merinci aturan, memperketat pengawasan TKA dengan menetapkan lembaga2 yang mengawasi dan memberi mereka anggaran untuk itu, minta kompensasi bagi PMA yang menggunakan TKA, dan menindak TKA dan PMA yang melanggar aturan Indonesia.

Dari ILC 1/5/2018 disebutkan 3 ketua serikat buruh dan wakil Ombudsman yang hadir, bahwa ada 157 ribu TKA unskill/ buruh kasar, masuk Indonesia sejak tahun 2016. Berbeda dengan data kementerian tenaga kerja ( 21 ribu TKA trampil/ skill ) yang dipasok disnaker 514 kota/ kabupaten di Indonesia ( perusahaan asing terutama PMA China tentu tak mau lapor jumlah buruh kasar yang mereka sembunyikan di 2 lantai basement mess karyawan atau di pabrik tertutup dengan hanya tenaga lokal sebagai satpam menjaga di pintu gerbang. Menaker Hanif diminta lebih dari sekali melompati tembok pabrik semacam itu. Sedikitnya 5 kali per bulan-lah sampai persoalan TKA ilegal ini beres ).

TKA China arogan, tukas TKI sengit. Lihatlah kedatangan mereka tiap hari berbondong-bondong di bandara2 kita. Mereka melalui pintu khusus. ( petugas imigrasi dan disnaker di daerah banyak yang bukan ahli di posisinya. Mereka kebanyakan mantan tim sukses cakada terpilih. Jadi arus TKA unskill masuk bak air bah yang jika tidak segera dihentikan dan dideportasi dengan tanggungan PMA yang membawanya maka malapetaka ekonomi karena serbuan TKA yang membubarkan negara bisa terjadi. TKA ilegal ini banyak bekas napi, tentara dan intel. Sebagian pernah kepergok masuk wilayah militer kita. Jika Indonesia mau menang PD 4 dengan Yajuz Majuz jilid 2 ( jilid satunya, yang dulu merangsek ke India, Babilonia/ Irak yaitu Jengis Khan dari etnis Mongol yang menginvasi China ), maka TKA China harus dibatasi dan diawasi ketat. Presiden Jokowi bisa negosiasi dengan presiden China ( yang kemarin ditetapkan sebagai presiden seumur hidup ) tentang batas TKA China yang boleh masuk Indonesia. Di bawah 3-5% dari pekerja PMA tsb di Indonesia. Seperti keberanian pemimpin Malaysia dan banyak negara yang nasionalis, melindungi rakyatnya dari serbuan tenaga dan produk asing.

Kebijakan etno nasionalis China bahkan dinikmati supir forklif asal China di Pulogadung yang dibayar Rp 10 juta perbulan, di saat TKI di posisi sama dibayar Rp 3 juta per bulan. Supir forklif bisa diisi tenaga lokal lho. Bukan kerja level menengah ke atas yang perlu keahlian khusus yang belum bisa diisi TKI. TKI trampil ngelas bahkan sampai ngelas besi di dasar laut. Banyak TKI lebih trampil dari TKA yang masuk Indonesia ( bahkan banyak TKI dan WNI diaspora jadi bos perusahaan di luar negeri, karena mereka tak dirawat di Indonesia, seperti keadaan Batam hari ini ). So, transfer ilmunya di mana ? ( Freeport, satu dari sedikit yang mau melakukan, 20.000 TKI, 20 TKA ). Sebaliknya yang terjadi di sini, TKI yang ngajarin TKI China lalu setelah trampil justru TKI yang di-PHK oleh perusahaan tambang dan pembangkit tenaga listrik asal China di Morowali.

Apakah kehadiran PMA China menghidupkan denyut ekonomi warga sekitar pabrik ? Mereka benar2 ‘turn key project’ alias bawa modal, mesin, pekerja, peralatan pendukung, sampai mi dan sembako yang mereka makan, dari China. Tujuan investasi untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran belum tercapai.

169 negara bebas visa masuk Indonesia memang telah membawa sektor pariwisata ke posisi nomor 2 penyumbang devisa terbesar Indonesia. Negara2 dengan kriteria bukan sarang narkoba, teroris, penyakit epidemik, yang memasukkan banyak warganya ke Indonesia, tak sedikit yang menyalahgunakan visa turisnya untuk bekerja secara ilegal di Indonesia. ( TKA yang diizinkan kerja di Indonesia hanya yang high skill, dengan batas 2 tahun tinggal di Indonesia di perpres baru, tidak 5 tahun dan bisa diperpanjang seperti di permen lama ).

Pengawasan ketat dan koordinasi kompak kemenaker, kemendagri, kemenpar, badan intelejen strategis, kemenkumHAM/ dirjen imigrasi, Polri, serikat pekerja, Apindo dan Kadin dibutuhkan untuk membereskan masalah TKA di Indonesia.

Saat ini lebih 9 juta TKI bertebaran di seluruh dunia. Tahun 2017, 148.000 TKI dikirim ke luar negeri dan 126.000 TKA masuk ke Indonesia. Perpres no.20 tahun 2018 tentang TKA. untuk memperbaiki permen no.16 tahun 2015 dan merinci hal yang belum diatur di UU ketenagakerjaan, seperti transfer ilmu dan alih teknologi ( ada TKI pendamping TKA ), kewajiban pelatihan bahasa Indonesia bagi TKA, tiap tahun TKA harus melapor statusnya pada lembaga2 yang mengawasinya. Hanya posisi yang belum bisa diisi tenaga lokal yang bisa diisi TKA. Buruh kasar tidak boleh masuk. Tiap pemda mencatat arus masuk TKA dan memantau masa kerjanya, alamat perusahaan, rumah dan izin tinggalnya. Masyarakat setempat bantu ngecek visa turis para pendatang agar jangan sampai disalagunakan untuk kerja di sini.

Prinsip resipokral berlaku. Jika negara luar menerima TKI, maka negara kita mestinya juga mau menerima TKA dengan aturan ketat. Di Malaysia, AS, China, Arab Saudi, dll, juga menghadapi masalah migran ilegal yang terpaksa dideportasi ke negara asalnya. ( EMI, 21/4/2018 ). Kita mafhum negara luar yang menanamkan investasinya di Indonesia juga harus memikirkan nasib tenaga kerjanya yang nganggur. Namun, keadilan juga perlu ditegakkan. Jangan sampai terkesan memeras tenaga lokal dengan upah murah.
Ada sekitar 34.000 ( 30% ) TKA dari China di Indonesia saat ini. Sementara 80.000 TKI bekerja di China. Ratifikasi ILO, TKA diperbolehkan jika ada kebutuhan dalam negeri. Misal, Jerman yang dibanjiri TKA Turki karena warga Jerman emoh melakukan pekerjaan kasar. Indonesia lebih karena butuh investasi untuk mendongkrak pertumbuhan yang dijanjikan 7 baru tercapai 5 ( meski ini termasuk yang tertinggi di kawasan ASEAN melebihi Malaysia ) . Tenaga kerja Indonesia melimpah tak tertampung dari dulu, sampai harus kerja di luar negeri, sebagian dengan taruhan nyawa dan kehormatan sebagai buruh kasar.

Jika iklim investasi membaik dan TKI terus meningkatkan kualitas diri, diharapkan berikutnya, modal masuk, lapangan kerja baru tercipta, pengangguran berkurang, rakyat pun sejahtera. Rencananya, satu TKA yang dizinkan masuk benar2 bisa membuat lapangan kerja untuk 100 tenaga lokal. Semoga perpres dan permen yang kita kawal pelaksanaannya ini bertahap mengentaskan kemiskinan di Indonesia dan 263 juta penduduknya hidup sejahtera. Amin.

PEMBATASAN TRANSAKSI TUNAI ALA PPATK. UMKM KEBERATAN.

Nasdem menolak pembatasan transaksi non tunai yang diusulkan PPATK untuk mencegah korupsi. Sebesar 60 % sumbangan UMKM terhadap PDB Indonesia. UMKM juga yang menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter 1997 dan 2008. UMKM menyerap 85% tenaga kerja saat ini. 99% transaksi dilakukan UMKM secara tunai. (EMI, 19/4/2018). Jokowi diingatkan media dan pemirsa agar jangan terjebak dengan irresponsiblity populism/ jebakan popularisme yang tak bertanggung jawab yang mungkin diajukan para pembantunya. Jebakan popularitas ini seperti subsidi BBM, yang dalam jangka pendek bisa meningkatkan popularitas penguasa, namun dalam jangka panjang membuat anggaran berdarah-darah karena salah sasaran. Kaum mampu bermobil itu ternyata yang menikmati sebagian besar subsidi dan warga kurang mampu tak mendapat kompensasi pengganti subsidi yang meningkatkan kesejahteraannya. Demikian pula, wacana pembatasan transaksi tunai maksimal Rp 100 juta ( versi PPATK ), bahkan Rp 25 juta ( versi KPK ) dalam sehari di wilayah Indonesia, agar suap korupsi mudah terlacak. Banyak pedagang pasar ( termasuk P.Klewer ) dan UMKM yang melakukan transaksi sampai Rp 100 juta dalam sehari. Sampai sekarang masih susah mengajak mereka masuk dalam sistem perpajakan yang dilakukan setahun sekali. Apalagi tiap hari diminta bertransaksi non tunai. Bisa2 cuma bikin gaduh dan jadi bumerang politik di parlemen dan medsos.

Memang, di luar negeri, pembatasan tunai sudah biasa karena infra struktur dan literasi masyarakatnya sudah siap. Bahkan, pengemis di sana sudah biasa bawa mesin gesek kartu debit/ kredit atau ponsel/ mobile banking untuk menerima sedekah dari para pengunjung yang lewat. Kita mendukung pemberantasan korupsi dengan cara lain yang tak berdampak pada sektor UMKM yang tengah digalakkan pemerintah/ katup penyelamat dapur rakyat. Juga, karena para tikus koruptor pandai mencari celah. Lemari tunai ditutup, ia akan mengunyah kayu sampai berlubang di tempat lain untuk jalan masuk baru. Transaksi tak terhingga/ triliunan pun bisa tak terlacak jika si tikus membawa ke beberapa perusahaan sebagai dana investasi lalu mengambilnya sebagai deviden atau bagi hasil/ money laundry. Pembatasan transaksi tunai sebaiknya ditunda/ pending dulu sampai literasi dan prasarananya siap dalam 5-10 tahun ke depan.

Ada saran dari pemirsa, daripada mewajibkan SPBU menyediakan premium lagi untuk populer, lebih baik mengurangi pembangunan infrastruktur transportasi/ logistik, jika ketersediaan sembako rakyat masih belum memenuhi espektasi rakyat kecil ( dianggap masih mahal oleh kebanyakan pembeli beras. Di sisi lain, petani padi susah menjual gabah karena impor beras yang mestinya datang saat paceklik beras Januari 2018 lalu, baru tiba Maret akhir, saat panen, alias data beras kementan tidak akurat untuk memprediksi kebutuhan beras rakyat dengan stok yang ada ).

APBD Kota Bandung masih defisit sehingga Ema Sumarna, Kepala BPPD, menggalakkan pajak. PBB kami naik jadi 2 kali lipat dari tagihan tahun lalu. Ketika saya bicara politik dan program infra struktur Jokowi, tumben ibu tak mau dengar. Beliau lebih suka mempermasalahkan harga beras dan tagihan PBB. Padahal kami mampu membayarnya. Apalagi yang tidak mampu. Apa gunanya bicara politik kalau harga2 jadi naik, tukas ibu yang lulusan SMA ( apalagi ibu2 lain yang tidak lulus karena harga pendidikan umumnya juga mahal ). Kebayang deh ibu2 ngomel, karena anak2nya minta uang jajan juga rewel, jajanan naik, sementara para bapak makin sedikit bawa uang ke rumah karena kebijakan uang ketat perusahaan dan persaingan ketat dengan tenaga asing yang membanjir masuk setelah implementasi perdagangan bebas.

Saya yang bisa berpikir jangka panjang, holistik dan optimis bisa mengerti dan bersabar menunggu visi 2024, 2030 atau 2045 itu terwujud. Tapi sebagian besar rakyat yang berpendidikan di bawah sarjana, berpikir pendek, detail dan pesimis, sudah pusing dan ngomel untuk urusan hari ini saja. Sebagus apa pun pemaparan pemerintah ( berbagai indikator ekonomi makro yang dipaparkan bagus oleh menkeu Sri ) takkan mereka dengar jika urusan domestik/ dapur saja masih membuat mereka berpikir keras. Soal ini, pihak oposisi juga keras bersuara. Mungkin karena hal ini pula ( ekonomi mikro ), elektabilitis Jokowi masih belum aman.

Di titik ini pula, saya setuju pendapat pemirsa tsb : 9 bahan pokok ( sembako ) rakyat dipenuhi dulu baru infrastruktur logistik dan transportasi dikebut lagi. Terlebih jika Jokowi ingin aman dan terpilih kembali. Tetap santai dan jenaka ya, Pak Jokowi. Itu karakter bapak yang mempesona, selain jujur, sederhana, tekun dan merakyat. Jangan panik diserang oposisi. Be yourself. Kami yang mendukung bapak akan menjaga wibawa pemerintahan ini selama di koridor yang benar. Keep the good work !

ASIAN GAMES KURANG PROMOSI.

ASIAN GAMES 2018, pesta olahraga negara2 di Asia tahun ini mempunyai maskot Bhin-bhin Atung Kaka ( cendrawasih Papua, badak cula satu Banten, rusa Bawean ). Tagline : Energy of Asia. Mulanya, Vietnam urutan pertama menjadi tuan rumah, tapi kemudian batal karena tak sanggup melengkapi sarananya sampai batas waktu yang ditetapkan. Indonesia, urutan kedua, akhirnya, menjadi tuan rumah Asian Games di Jakarta dan Palembang katena Surabaya dan Bandung tak memadai sarana dan fasilitas pendukungnya.

Jakarta, lokasi utama, butuh 11.000 relawan. Palembang, lokasi pendukung, butuh 2000 relawan. ( EMI, 20/4/2018 ). Sayang, even olah raga terbesar di Asia ini kurang promosi. terutama di Jakarta. Adem ayem meski tinggal 4 bulan lagi. Jepang yang tahun 2020 jadi tuan rumah Olimpiade, sejak 10 tahun lalu ( mengajukan dan diputuskan menjadi tuan rumah ), di bandaranya, sudah terlihat baligo penyambutan even olahraga tsb. Di Indonesia, malah baligo pilkada dan piala dunia Rusia yang riuh.

Di Palembang, penyambutannya lebih meriah daripada Jakarta. Wagub DKI malah mendeklarasikan diri jadi tim sukses pemenangan Prabowo daripada mempromosikan Asian Games yang berlangsung di kotanya.. Padahal Tanah Abang, Jakarta makin macet semrawut dan sampah menumpuk di kolong fly-over sejak ganti gubernur baru, kritik seorang pemirsa EMI. Asian Games bukan cuma urusan pemerintah pusat, pemda DKI dan Sumsel saja, namun (mestinya) gawe seluruh pemda dan masyarakat Indonesia untuk menyukseskannya. Pers mestinya menyemarakkan Asian Games di medianya, bukan hanya mengundang penyelenggara, tapi terutama para pelatih dan olahragawan terkemuka Indonesia yang ditanya kesiapannya mencapai target 8 besar peraih medali Asian Games tsb. Presiden Jokowi yang mengingatkan sampai perlu mengundang semua perwakilan OSIS SMA ke istana dan berfoto dengan boneka maskot Bing bing Atung Kaka bersama duta besar Korea Utara dan Korea Selatan. Ayo sukseskan Asian Games di Indonesia !

HARI MUSIK NASIONAL DI AMBON, KOTA MUSIK DUNIA.

9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Glen Fredly dkk menyelenggarakan Konferensi Musik Indonesia ( KAMI ) di Ambon yang rencananya akan jadi Kota Musik Dunia. Mereka minta pemerintah membangun bandara internasional di Ambon dan mendirikan sekolah musik di tiap kabupaten dan kota di Indonesia dengan guru2 kredibel. Rencananya KAMI akan diselenggarakan 1-2 tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan keputusan konferensi. Visinya, menjadikan musik Indonesia ( termasuk etnik tradisi ) bisa menjadi pemersatu bangsa ( musik adalah bahasa universal), diplomasi budaya yang membuat Indonesia mendunia ( melancarkan hubungan luar negeri kita ) sekaligus menyejahterakan para pengiat musik di tanah air ( pengakuan karya dan perlindungan hak cipta ). Mereka ingin upaya2 KAMI nanti membuat generasi milenial bisa mengasah passionnya bermusik menjadi profesi yang layak untuk hidup dan kemudian berdaya mengemasnya sekelas world music untuk diplomasi Indonesia dalam pergaulan internasional ( Kick Andy, 28/4/2018) .
Korea Selatan bisa ‘menginvasi’ dunia dengan K-Pop dan K-Drama, mestinya Indonesia juga bisa menginvasi dunia dengan warisan budayanya ( yang nomor wahid ini ).

Presiden Jokowi ganti meminta para stake holder industri musik ( musisi, manajer, perusahaan label/ studio rekaman, even organizer, jurnalis/ media musik ) membuat guideline untuk pemerintah bisa memfasilitasi atau membantu mewujudkan visi besar tsb. Membangun ekosistem musik etnik/ tradisi juga bisa membangun nasionalisme/ character building. Duta besar yang music lover bahkan musisi memudahkan diplomasu luar negeri Indonesia.
Bandara internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bisa dioperasikan Mei ini, lebih cepat dari rencana sebelumnya, akhir tahun 2018. Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta ini bisa menerima limpahan jalur penerbangan padat Bandara Soetta, seperti jemaah haji tahun 2018. Apa kabar sekolah musik dan even musik di Jawa Barat ? Siap mendunia juga ?

VONIS 15 TAHUN SN. WHO NEXT ?

EMI, 25/4/2018, mengabarkan SN divonis 15 tahun penjara dan bayar uang pengganti Rp 66 miliar ( 7,3 jt USD dikurangi 5 miliar/ uang SN yang dititipkan) . Plus 5 tahun dicabut hak pilihnya usai menjalani hukuman penjara. Dari 27 nama yang disebut di amar putusan pengadilan tipikor itu baru 4 nama yg dihukum. Jadi SN bukan terminal akhir KPK dalam kasus KTP-E. SN juga masih perlu diproses untuk tindak TPPU-nya agar uang negara bisa kembali. Ada SN, dalang dari pihak legislatif. Dalang dari pihak swasta dan dari pemerintah ?

Restoratif justice. bisa mengembalikan uang negara yang dikorup ( syukur surplus dengan pemiskinan koruptor agar penyelenggara negara dan pihak swasta kapok dan mikir sejuta kali kalau berani korupsi ) . KPK semoga bisa meninggalkan legacy, bukan tumpukan masalah. Hambalang, Century dan BLBI, mega korupsi lainnya masih antri ditangani. Semoga kita dan KPK tak lupa untuk terus mengawal pengungkapannya hingga tuntas. Jika SN yang licin saja bisa dihukum, maka yang lain mestinya lebih mudah. Jangan lupa tipikornya disidik paralel dengan TPPU- nya sejak awal agar hukuman lebih jera dan uang negara kembali ( lebih banyak ). TPPU- nya SN baru menyusul setelah tipikornya SN kemarin kita maklumi karena menahan SN dan membuatnya bicara saja sudah menguras tenaga KPK. Lanjut…!

CABUT GELAR AKADEMIK KORUPTOR. TUTUP AKSES ALA PT

80 % koruptor yang tertangkap bergelar sarjana, 10 orang bergelar profesor. Tahanan KPK banyak yg bergelar S-2/ master/ pasca sarjana. Korupsi alat kesehatan tempo hari/ kasus Naz banyak melibatkan aktor perguruan tinggi. Jadi PT ( perguruan tinggi ) harus membersihkan diri dulu sebelum membersihkan masyarakat.
Mestinya, perguruan tinggi menjadi lokomotif penjaga moral bangsa yang berkarakter bersih dari perilaku koruptif. Para plagiat tesis, disertasi dicabut gelar akademiknya ( UU no.12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi ). Tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Usulan pihak perguruan tinggi untuk mencabut gelar akademik koruptor, kita dukung. Selama ini gelar akademik, kita tahu, modal penting untuk memasuki ruang kerja/ perusahaan, rekrutmen elit parpol dan lembaga ( termasuk penegak hukum dan pengadilan ) serta promosi kenaikan jabatan atau jenjang karir.

Jika lulusan perguruan tinggi sampai tertangkap korupsi, logis jika kita pertanyakan, bagaimana si koruptor mendapatkan ijazahnya ? Skripsinya dibuatkan orang ? Ujian akhir, analisa dan presentasinya dipikirkan dan disiapkan orang lain ? Jarang kuliah dan riset kok tahu2 punya gelar, ijazahnya beli di mana ? Siapa yang mengisi absensinya ?
( padahal ujian dan karya ilmiah di tiap jenjang pendidikan dimaksudkan untuk melatih daya analisis/ kritis dan problem solving peserta didik. Kalau instan dapat ijazah/ tak melalui tahapan berpikir, bagaimana ia bisa melayani masyarakat dan terlatih memberi solusi bermutu atas masalah di lingkungan kerjanya ? Akhirnya, ia cuma bisa sikut sana injak sini, berpolitik dan main intrik untuk naik jabatan, lalu nyolong/ nilep anggaran agar dapat materi untuk balik modal ).

Jika perilaku koruptif dan mengelabui ini terus dibiarkan, tak heran jika korupsi makin banyak dan sulit diberantas. Jadi, tak adil jika KPK saja yang dipersalahkan jika korupsi masih marak. Aktor intelektual korupsi, hulunya dari perguruan tinggi yang tak ketat menyeleksi dan mengawasi lulusannya dan parpol yang asal ( bawa duit ) dalam rekrutmen kadernya. Seperti maraknya peredaran narkoba yang butuh keterlibatan semua pihak untuk memberantasnya, tidak cuma BNN.

Jika ijazah koruptor dicabut maka ruang2 publik yang selama ini dia lenggangi dengan ijazahnya untuk korupsi otomatis ditutup. Lebih top lagi, jika hak politiknya dicabut ( 10 tahun sampai selamanya ) sesuai tingkat korupsinya, di KTP-nya ditulis mantan koruptor. Lalu, terpidana korupsi ( narkoba dan teroris?) juga dilarang nyalon, nyaleg dan nyapres oleh UU Pemilu yg direvisi. Plus pemiskinan !
Koruptor mati secara parsial. Kejam ? Sekejam koruptor itu menggarong uang rakyat. Berapa banyak orang sudah kehilangan nyawa karena jembatan roboh, sekolah ambruk, minimnya fasilitas kesehatan, jalan berlubang, terseret banjir dan tertimbun longsor, dll, karena korupsi anggaran dan suap perijinan bangunan di kawasan konservasi/ resapan air ?

Kemanusiaan dan keadilan lebih dilihat pada korban dan calon korban berikutnya. Bukan ketamakan si koruptor dan contoh buruk yang dia berikan pada penyelenggara negara berikutnya. Koruptor terjerat hukum pastinya sudah melalui tahapan korupsi kecil dan diperingatkan berulang kali dengan teguran manusia atau peristiwa. Allah tak pernah mendzolimi manusia. Beliau sudah banyak memberitahu.

Mencuri uang rakyat termasuk yang dilarang keras. Haram. Jika hukuman tsa sampai sebesar itu karena kerusakan yang ditimbulkan juga sebesar itu. Adil. Pedang keadilan hakim mewakili keadilan Allah. Jadi maksimalkan hukuman bagi pelaku korupsi yang sudah merambah di semua lini negeri ini. Rata2 penjara 28 bulan, hukuman bagi para koruptor saat ini, menurut data ICW ( EMI, 18/4/2018 ). Bagaimana mau kapok ?

Semoga pencabutan ijazah koruptor bisa turut menjerakan dan membuat calon pelaku koruptif lain berpikir seribu kali untuk melacurkan diri dan jabatan demi segepok miliar yang membuat perutnya dan anak cucunya yang makan dari uang haram itu terbakar di neraka. Ayo, kampus mana yang mau mulai mencabut iijazah koruptor ?

MASTER MIND SKANDAL CENTURY ADALAH..

PN Jaksel, 12/4/2018, memenangkan gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI diketuai Boyamin Saiman, lawyer Solo) merujuk tuntutan jaksa KPK pada pengadilan sebelumnya yang tentu memuat alat bukti yang cukup. Ultra petita, terobosan hukum, melihat substansi keadilan dalam penegakan hukum. Sidang pra peradilan kasus tsb sudah 6 kali di gelar. Penggugatnya kuatir jika kasus bail out Century ini dibiarkan terhenti di lorong gelap maka 8 tahun lagi case closed.

Penuntasan kasus itu diperlukan untuk menjerakan para pelaku korupsi uang, korupsi kebijakan ( dan korupsi pemahaman ) sebagai intelektal punishment ( bagian dari social punisment ). Kebijakan tak bisa diadili, kata Budiono. Bagaimana kalau kebijakan diplintir dengan dalih menyelamatkan perbankan nasional ( Bank Century yang dirampok 3 pemiliknya, dianggap bank gagal berdampak sistemik, padahal CAR di bawah 8 % ) lalu Rp 6,7 triliun ( Rp 7,4 triliun hitungan terbaru ) duit rakyat yang tersimpan di Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) amblas karena para pelakunya tergiur harta, wanita atau tahta ?

Seingat saya, kasus mega korupsi ini dimulai seorang capres dibantu Rp 40 miliar oleh BSam untuk dana kampanye tahun 2004. Saat bank Century dirampok direkturnya ( deposito dll, diam2 dialihkan pihak bank tanpa izin nasabah ), BSam, salah satu debitur besarnya, minta tolong penguasa tsb utk menyelamatkan uangnya di bank tsb. Tahun 2008 memang ada krisis moneter tapi tak separah tahun 1998. SM, ketua KSSK saat itu ( niat awalnya membantu memulihkan krisis ) menyarankan dana talangan sekitar Rp 600 miliar dari Rp 1 triliun yang diminta bank tsb. Ada utusan istana datang ke rapat yang diadakan beberapa tahap tsb ( salah satu rapat dihadiri ketua KSSK, sekretaris KSSK dan gubernur BI ) . Ada telpon ke Bud sebelum putusan ‘genting’ bail-out diambil. Esok paginya, betapa terkejutnya SM melihat dana talangan membengkak sampai Rp 6,7 T ( rupanya ada rekayasa dalam laporan BI yang saat itu dipimpin Bud ). SM lapor ke JK. JK lapor ke polisi.

Karena mengendus kasus ini, Antasari dikriminalisasi/ diamankan ke rutan. SD yang menguping juga dihukum. Deputi pengawas BI, SF diberitakan wafat. BSam juga wafat. Nasrudin yang kerap memberitahu info tentang koruptor ke ketua KPK saat itu dibunuh untuk menjerat Antasari. Ahli forensik yang tahu kejanggalan kasus tsb juga wafat. MG dipenjara karena kasus cek travel yang dibeli dari uang nasabah bank Century untuk kampanye deputi BI. 2 pemilik bank buron. Satu pemilik, RT, merangkap dirut sudah dipenjara. Putra penguasa tsb diminta berhenti dari kesatuannya. dengan linangan air mata lalu terjun ke politik ( pilgub, ca/wapres, mungkinkah untuk mengulur waktu sampai waktu kadaluarsa itu/ 8 tahun lagi? Jokowi jangan sampai mengambil cawapres yang punya beban masa lalu agar tak menyulitkan KPK/ penuntasan kasus ). Bud dihadiahi posisi wapres. SM pindah kerja ke WB. Sebagian bilang, seorang reserse polsek dengan mudah menuntaskan kasus ini dalam seminggu, jika ada kemauan dan tak punya beban.

Abraham Samad ( Prime Times News 16/4/2018) mempertanyakan motif, aktor intelektual, master mind kasus kejahatan kerah putih yang lihai mengelabui ini. Jika KPK dapat keterangan dari 9-10 nama yang disebut di amar putusan tsb maka akan terlihat benang merahnya yang merujuk ke master mind. Siapa yang paling bertanggung jawab dalam kejahatan rezim yang tak boleh terulang lagi ini. Master mind itu anda sudah tahu sekarang.

Opsi*Avi, MetroTV, 16/4/2018, menghadirkan Febridiansyah, Antasari, Boyamin, Gayus Lumbun. Misbakhun ( anggota pansus Century), dkk, juga membahas Rp 400 T dana BLBI yang merugikan negara Rp 4,5 T. KPK saat ini tengah menyidik mantan kepala BPPN. Gayus bilang perMA tak bisa membatalkan keputusan hakim pra peradilan yang diperluas kewenangannya tsb ( 9 wewenang baru ), kecuali untuk kasus berikutnya setelah perMA dibuat. KPK bisa melengkapi keputusan itu dengan penyidikan menuntaskan kasus tsb sampai master mind-nya. Waktu kadaluarsa kasus 18 tahun. Bail out Century tahun 2008. Tinggal 8 tahun lagi.

Antasari bilang KPK perlu menyertakan pasal TPPU untuk mengendus kemana larinya uang Rp 6,7 T karena yang diminta Century Rp 1 T. Mantan ketua KPK itu juga berharap KPK berani mengembangkan lebih dari 10 nama tsb, senada dengan Samad.
KPK punya 1000 pegawai, lebih sedikit dari KPK Malaysia atau KPK Hongkong. Kebiasaan korupsi 32 tahun Orba dan 20 tahun reformasi butuh waktu panjang untuk menyelesaikan. Ribuan kasus mengular antri. Perlu 2 gedung lagi di kanan kiri gedung KPK sekarang ( dan tambahan 1000 pegawai lagi) jika ingin cepat tuntas, kata seorang komisioner .

Lebih penting dari itu, menurut saya, adakah komisioner seberani Antasari lagi di KPK dalam menghadapi arogansi kekuasaan, plus para hitman di belakangnya ? ( ini maloperasi yang pernah saya singgung di posting lalu, seberapa kuatkah kita menghadapi kenyataan bahwa pemimpin yang dipuja RG / dipilih tak sebersih itu ? Bahwa kita masih bisa trust/ percaya pada pemimpin setelah kebenaran itu diungkap ke publik ? ( mantan presiden Korsel yang dituntut 30 tahun penjara kini sudah divonis 24 tahun penjara. Bagaimana stabilitas Korsel hari ini?). Trust kalau bahtera NKRI masih bisa kokoh melaju menggapai cita2 kemerdekaan dan reformasi setelah guncangan hebat itu? Tak semua kebenaran harus diungkap jika mental sebagian kita belum matang ( masih malas berpikir ). Itu pendapat saya. Terserah KPK mau menuntaskan kasus ini atau tidak ( MAKI nagih 3 bulan lagi ) . People, what say you?!!

CLOSING

Indonesia kuat, damai dan sejatera, tujuan kita bernegara. Banyak aral melintang menghambat jalan kita. Ancaman perpecahan dari dalam diperparah fitnah adu domba negara besar pencengkeram hegemoni segala cara. Indonesia raya kokoh nan jaya jika mayoritas WNI berani menghentikan kemungkaran di depan mata. Merah darah kita, putih tulang kita. Berani semangat kita, karena suci hati kita. Bangkitkan semangat merah putihmu untuk menyukseskan Asian Games, pilkada, pileg. pilpres menjelang, untuk Indonesia kita. AYO, ENERGY OF INDONESIA  !!

Iklan

Written by Savitri

5 Mei 2018 at 15:09

Negarawan Optimis vs Oposisi Pesimis Hantu Ngibul. Cakada berintegritas & KPK senyap menjerakan.

leave a comment »

a

Jokowi membagikan sertifikat gratis bagi warga kurang mampu. Yang dengki menuduhnya ngibul. Yang ambisius mengancam Indonesia bubar ( kalau bukan dia yang memimpin ). Siapa takut ? Ada yang mau Indonesia bubar tahun 2030 ? Hello ? Pastinya kita tak mau, apalagi oleh armada hantu AS ( novel Ghost Fleet) yang dikutip PS dalam pidato populis pesimistis mewakili kubu oposisi, menyambung hoax ( berita bohong )  dan hate speech ( ujaran kebencian ) sejak pilpres 2014  dan pilgub 2017 yang sempat memicu distrust antar unsur masyarakat dan distrust rakyat terhadap pemimpinnya beberapa waktu lalu. Sebagian bilang ini sudah kejahatan setan. Bagaimana kita seharusnya bersikap ? Tetap tenang, kritis dan ikhtiar terbaik apa pun kabisa anda. Selain itu, sudah puluhan kali kita diguncang prahara dan tetap kokoh kan ? Stay cool, man… ( sumber foto : rakyatbicara )

Armada Hantu. Perang Dunia 3. Indonesia bubar tahun 2030 ? Sudah kebalkah kita dari virus ancaman bubar ? Lebih smart-kah kita dari rakyat Amerika ?

ISU yang diPOSTING BULAN INI: Ghost Fleet bubar 2030, Sertifikasi tanah tak ngibul, Gubernur Tanah Abang vs Ombudsman Jakarta, Akan ada tersangka KPK, Vonis 16 tahun SN, Revisi PKPU daripada Perppu, Hukum pancung di Aceh, E-Belanja APBN, Facebook ditegur Kominfo, Bandung selatan banjir bandang, Darurat keilmuan profesor, Terawan Theory ditunggu uji klinis MKEK IDI.

BUBAR KARENA ARMADA HANTU ATAU DISTRUST OPOSISI ?

Novel karya duo ahli strategi dan intelijen AS lulusan Havard itu dikutip PS, ketum Grd, yang menyatakan ( dalam pidato politik di Youtube )  Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Wah.. gaduh lagi ( meski Jokowi tertawa, saya nyengir, yang lain mengernyitkan alis, bahkan kebakaran jenggot ). Padahal, sejak 2006, indeks kerapuhan negara Indonesia terus membaik. Bahkan tahun 2017, indeks kita lebih baik dari Turki, Rusia dan China ( di novel GF, yang perang itu AS, Rusia, China ) . Kita utuh dan kokoh. Kok bisa elit politik bicara begitu ya ? ( kita yang memiliki Indonesia tentu tak senang mendengar ucapan pesimis negatif dari oposisi seolah presiden yang kita pilih selama ini tak berbuat banyak. Ya, tidak senang, kecuali PS memang berniat kalah dengan pidato kontra produktif itu lalu sportif memberi selamat pada Jokowi.. he3x..)

Jika niatnya warning/ peringatan mestinya bicaranya privat dengan pemerintah. Jika niatnya cari sensasi untuk konsolidasi para pendukung, saya pikir, bisa blunder, karena rakyat lebih suka mendengar harapan optimis negarawan di masa depan berbasis data valid, bukan fiksi pesimis mengecilkan Indonesia dengan data sejarah sekalipun ( fiksi, karena penetapan 2030 tak melalui tahapan kondisi seperti analisis ilmiah lainnya ).

Menurut agama, azab diperlihatkan di dunia menimpa orang yang syirik ( menyekutukan Allah, main dukun, santet, guna2 ),  durhaka pada orang tua dan menzholimi hak org lain ( merampas tanah ). Zionis AS yang menguasai Gedung Putih sejak perang salib telah merampas tanah Palestina, menyebarkan propaganda hitam/ fitnah teroris pada kaum muslim, sejak pengeboman menara kembar WTC 9/11/2001 ( The Big Lie, karena gedung itu ternyata milik pengusaha zionis dan para zionis/ pekerja Yahudi di situ telah dievakuasi sebelum gedung simbol ekonomi AS itu ditabrak pesawat dan diledakkan kolom2 penyangga/ pilar dasarnya dengan dinamit berdaya ledak tinggi ),  lalu mengeruk kekayaan alam bangsa2 lain/ negara2 muslim/ dunia ketiga dengan invasi militer dan pinjaman hutang USD melalui IMF, Bank Dunia, ADB, dsb. ( yang tak dijamin emas yang cukup di FED ( bank sentral AS milik keluarga zionis )) .

Anda tinggal pilih percaya Qur’an dan Hadis shahih, atau novel tsb ? Saya pilih kitab suci saya lalu menyiapkan diri dan Indonesia menjadi pemenang PD III lawan zionis dari AS, Israel dsb.( Ciee..). Analis luar negeri lainnya malah memprediksi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi ke-7 dunia ( bahkan ke-5 kalau lebih rajin dan smart ) pada tahun 2030 itu, di atas Inggris dan Jerman.

Jika anda berpikir bisa, anda pasti bisa, tulis motivator Dale Carnegie. Kita berpikir Indonesia kuat, damai sejahtera lalu menang di PD III dan PD IV maka niscaya itu terwujud dengan izin-Nya. Apa yang kita dambakan terwujud saat itu usahanya di mulai dari hari ini. Siaaap !!

SERTIFIKASI TANAH TIDAK NGIBUL, KOK !

Land reform ( reforma agraria )  dan perhutanan sosial adalah salah satu program pemerintahan Jokowi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi. Tanah bersertifikat itu bisa digunakan rakyat untuk pertanian/usaha lain atau agunan kredit produktif di bank ( jika yakin hasil usaha yang didapat cukup untuk membayar/ mencicil bunga bank. Kalau tidak yakin, jangan digadaikan/ diagunkan karena tanah bisa melayang/ pindah tangan ).

Akses tanah dan akses bank untuk rakyat kecil yang dulu cuma mimpi kini bisa terwujud dengan komitmen kuat pemerintahan Jokowi. Lalu,  AR bilang program pembagian sertifikat tanah untuk rakyat itu ngibul ( karena masih banyak tanah milik asing). Hmm.begitu, ya?

Kastaf kepresidenan Moeldoko mengatakan,  kepemilikan lahan oleh kelompok tertentu/ asing  di nusantara grafiknya terus menurun sejak tahun 2003. Menurut BPS, tahun 2013, angkanya 0,68 % ( artinya 1% orang memiliki 68 % tanah nusantara ). Tahun 1973 – 2002, grafiknya memang naik sampai 0,72 %. Baiknya di bawah 0,5 %.  ( artinya kesenjangan tanah atau pemerataan/ kesempatan ekonomi dikategorikan aman ).  Kepemilikan tanah untuk konglomerasi/ korporasi asing sudah distop.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil bilang, meski pun masih tersisa kepemilikan asing ( HGU selama 35 tahun, syarat perpanjangan : 20% tanah harus dilepas/ di-share ) misal perkebunan sawit, masih memberikan manfaat/lapangan kerja bagi tenaga lokal.

Perkara ribet nan kronis ini perlu waktu untuk menguraikan dan memperbaikinya. Bahkan untuk membuat satu peta komprehensif untuk mengatasi peta tumpang tindih yang dimiliki banyak pihak selama ini, bukan pekerjaan mudah. Butuh komitmen kuat, kerja keras nan cerdas, ketekunan plus kegigihan menembus para bohir ( plus dana besar APBN ) One land map / peta tanah komprehensif ini meliputi tanah negara, tanah rakyat dan tanah HGU asing, yang bisa digunakan  akurat untuk memutuskan dan melaksanakan berbagai kebijakan ( juga menjawab tudingan AR soal kedaulatan tanah NKRI ).

Reforma agraria yang masa pemerintahan sebelumnya sulit dilaksanakan, kini masa Jokowi dikebut. Dari 126 juta bidang tanah untuk rakyat sudah 47 juta bidang  yang  disertifikasi. Tahun 2025 semoga rampung seluruhnya. Thn 2017 lalu tercapai 5,2 juta dari 5 juta yang ditargetkan. Tahun 2018 target 7 juta sertifikat, mungkin tercapai Oktober ini, kata Sofyan. Tahun 2019, target 9 juta sertifikat. Kalau 500 ribu lembar sertifikat seperti masa pemerintahan sebelumnya, bisa2 baru kelar 140 tahun lagi.

Hampir 50% lahan kelapa sawit yang ada, milik rakyat dengan hasil 3-4 ton per hektar, sedang sekitar 50 % milik perusahaan swasta dengan hasil 8 ton/ha.

Tanah yang terbengkalai ( bekas tanah konsensi yang ditinggalkan, dll )  diupayakan pemerintah diberikan pada rakyat, instansi atau tempat latihan TNI. Developer yang punya land bank untuk membangun kawasan perumahan dengan rencana yang jelas dan dilaksanakan, tak diusik pemerintah ( Prime Time News MetroTV,  26/3/2018 ).

74 % rasio kepemilikan lahan oleh 1% populasi yang diaku AR dikutip dari Bank Dunia ternyata dibantah oleh Bank Dunia. Nah, lho! Artinya, AR ( ketua majelis pertimbangan partai PAN ) yang ngibul/ mengkritik asbun dengan data rancu. ZH ( besan AR, ketua PAN dan MPR ) dan  HRa ( anggota DPR ) yang mengamini perkataan ayahnya, mestinya lebih kritis dan mengingatkan AR cara mengkritik yang elegan didukung data valid jika memang nurani mereka bicara.

Manusia tak luput dari salah, senior sekali pun Lebih penting lagi, mau introspeksi menjadi lebih arif. Rakyat beranjak cerdas sekarang. Jangan sampai trik yang dilancarkan menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Rakyat, media/ jurnalis, komunitas, LSM, ormas, asosiasi profesi juga punya data dan sumber kredibel. Jangan sampai ditertawakan ketika mengumbar sensasi. Serius, cermat, berhati-hatilah. Memori kami merekam perilaku kalian untuk dikonversi menjadi suara pemilih.

Oposisi cerdik jika ingin eksis, mencari isu/ kebijakan pemerintah yang banyak dikritik rakyat dan memberi solusi alternatif yang bermutu dan aplikatif. Data benar yang sengaja disembunyikan waktu pengambilan sampel, sumber dan caranya, untuk membohongi publik demi perolehan suara akan dicela rakyat pada akhirnya. Masyarakat hendaknya terus meningkatkan literasinya terhadap data valid dan turut mengecek kebenaran pernyataan politisi. Belajar cerdas.

AR mestinya menggunakan kata2 yang sesuai dengan keilmuannya ( guru besar UGM ) supaya rakyat tidak meniru bicara asal/ kasar. Negara tetangga pada nonton bagaimana kita berdemokrasi, lho. Jadi jangan genit bikin gaduh tak perlu pada rakyat yang sudah berusaha tenang menjelang pilkada dan pilpres ini. Sebagian orang bilang. AR bapak reformasi. Sebagian bilang, AR penggagal reformasi ( karena merebut kursi MPR yang mestinya untuk AL dan menurunkan ArWh ). Jadi siapa sebenarnya AR?  Kita lihat langkahnya ke depan untuk kesimpulan akhir. OK ?

Menurut peneliti Megawati Institute/ MI ( Prime Time News, 30/3/2018), angka rasio 74 % itu semula petunjuk awal ketimpangan ekonomi yang akan diteliti MI kebenaran dan detailnya. Hasil riset di akhir laporan ( 0,68 versi BPS )  pada tahun 2013 itu malah tak disebutkan.

Tidak juga relevan mengambil hasil tahun 2013 itu untuk dasar menuduh ngibul pada Jokowi, Maret 2018. Setelah dilantik sebagai presiden RI ke-7, Oktober 2014 lalu,  ada sertifikasi tanah gratis yang bertambah banyak tiap tahunnya, sehingga rasionya tentu di bawah 0,68 ( atau 68 %, makin jauh dari 74% yang dituduhkan AR ). Jelas sekarang siapa yang ngibul ( AR ).

Jika modus Trump memenangkan kontestasi dengan politik kasar ( fitnah, rasis, agitasi, pesimistis, ancaman, menakut-nakuti berbasis fiksi dan imaginasi )  dianggap tak cocok dengan kultur santun ketimuran kita, mestinya oposisi di sini tak plagiat menconteknya demi syahwat berkuasa. Menang  atau pun kalah sama residunya : distrust/ perpecahan di kalangan masyarakat, yang jika terus terakumulasi ( terus digunakan saat pesta demokrasi )  bisa berujung kerusakan permanen alias negara bubar ( penyebab negara bubar : pertarungan sengit SARA, kesenjangan lebar ekonomi/ kelas sosial, intervensi / invasi militer asing ) .

Lihat apa yang dialami warga AS dan dunia  pasca terpilihnya Trump sebagai presiden AS ( konflik horisontal/ anti migran, rentetan demo berkepanjangan memprotes kebijakan rasis/ diskriminatifnya, Yerusalem diklaim sepihak sebagai ibukota Israel, dukungan yang terus  membesar pada Israel ( meski Trump mengaku bukan politisi dan terbebas dari lobi2 pengusaha Yahudi AS karena “I am so rich”, orasinya pongah )  berupa veto2 AS pada resolusi PBB terhadap pemerintah zionis Israel yang terus memperluas pemukiman warganya di Tepi Barat milik Palestina dan membunuhi warga Palestina yang berunjuk rasa memprotesnya, dsb.

Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik. Dua hal itu tak terpisahkan. Pilihlah capres, caleg dan cakada yang menggunakan cara2 baik untuk menjadi pemenang ( agar yang terjadi di AS tak terjadi di Indonesia ).

PS yang lahir dari keluarga elit, pendidikan elit,  pernah menikah dengan putri penguasa Orba, tak legitimated jika bicara soal kelas sosial/ bawah dalam pidato politiknya. Apa pantas orang yang ( pernah )  menjadi bagian dari 1 %  menguasai 68 % aset ekonomi sampai berkobar- kobar di panggung seperti itu ? Rakyat sudah letih. Get real, jangan main sandiwara terus.

Kepemilikan asing bermula dari keputusan para penjual aset negara di masa lalu ( imbalan untuk AS yang telah menaikkan rezim Orba ). Contoh, konsensi tambang Freeport yang oleh UU tertanda menteri Gndjr waktu itu, bisa terus diperpanjang tiap 10 tahun tanpa bisa dianulir oleh UU yang baru, secara de facto ( ILC, 4/4/2018 ). Kecuali APBN kita sudah cukup untuk mengenyahkan invasi AS cs jika mereka sampai gelap mata/ pakai jurus mabuk pula).

Tak perlu galau, apalagi pesimis.. Ada prediksi, Indonesia masuk 3 besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045, selain China. Mungkin AS tidak masuk, kalau benar Trump jadi biang bangkrutnya AS seperti asumsi Bart Simpson ( tokoh kartun tengil AS ). Yang Maha Menggerakkan hati manusia itu bisa menunda perang sampai kita cukup kuat memenangkannya. Jika pun terjadi invasi atau PD 3 sebelum tahun 2045, cukup Allah sebagai penolong kita.

Anda tidak berpikir Indonesia, negeri muslim terbesar di dunia, yang kampiun perang gerilya dan pantang menyerah selama lebih 350 tahun ditindas penjajah, bisa survive dari ancaman bubar berulang kali dan tetap eksis sampai hari ini, tanpa peran apa2 di masa depan kan ?  Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita sudah ditempa dan semua sudah direncanakan-Nya. Every detail. Berharap yang terbaik, bersiap yang terburuk. Think big and be strong..!

OTT KPK, PERPPU, PKPU, JR DAN CAKADA. The winner is…

KPK ( ketua, jubir) genit! tuduh beberapa pembicara, sengit. Apalagi ini?  Mereka kumat meriang setiap komisioner Agus mengatakan ‘akan’ ada calon kepala daerah ( cakada )  yang terjaring operasi KPK lagi. Mestinya, kerja lidik sidik lembaga anti rasuah itu dilakukan senyap. Setelah cukup alat bukti kuat, apalagi jika OTT, segera umumkan ke publik, siapa tersangka korupsi, agar rakyat tak salah pilih pemimpin daerahnya.

Namun, cara ini pun masih diprotes. Menko Wiranto menghimbau KPK menunda kerja penindakan pada cakada tsb sampai usai pemungutan suara 27 Juni 2018. Permintaan ini bisa dimengerti, karena dengan sisa waktu kurang dari 3 bulan sulit mengganti surat suara yang sudah tercetak nama calon tersangka dan didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia. Penggantian cakada oleh parpol juga sulit karena kendala aturan dan ketinggalan start sosialisasi bagi calon pengganti.

Usulan KPK agar presiden mengeluarkan perppu penggantian cakada tersangka korupsi tidak memenuhi syarat kegentingan memaksa. Rezim pemerintahan daerah ( istilah Refly Harun ) punya mekanisme menonaktifkan cakada tersangka yang terpilih begitu proses hukum dijalankan. Wagub manjadi plt gubernur. Demikian pula wakil walikota dan bupati. Jika inkrah tak terbukti bisa balik jadi gubernur. Jika inkrah terbukti korupsi ya masuk bui. Habis perkara.

Tinggal parpol, hulu masalah politisi dan cakada korup, dihukum pula. Dikurangi 1 % parlemen treshold-nya, tiap kader-nya terjaring korupsi. LSM seperti Formappi bisa mengumumkan di situsnya, akumulasi kader korup tiap parpol, agar rakyat tak mencoblosnya di pemilu berikutnya atau bubar dengan sendirinya. Tak laku.

Pemerintah berkepentingan pemilu berjalan baik sebagai tanggung jawabnya pada rakyat. Sehingga ruang kordinasi antara lembaga stake holder pemilu perlu dipertimbangkan KPK.

KPK independen seperti juga KPU. Keduanya institusi penting pendukung demokrasi kita. Namun, inti demokrasinya tetap perhelatan pemilu itu sendiri, di mana rakyat bisa hening, berpikir  jernih, memberi suaranya pada pilihan terbaik untuk masa depan negeri ini.

Presiden, kepala daerah, anggota dewan di pusat dan daerah terbaik inilah yang kemudian memilih komisioner KPK, KPU, KPUD, KY, hakim MA, MK, panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para menteri, para kepala dinas, para duta besar, dst untuk mengurus hajat rakyat ( dengan masukan dari para pakar/ akademisi/ saksi ahli, media/ jurnalis/ saksi peristiwa, pemuka agama/ tokoh masyarakat, asosiasi profesi/ komunitas dan ormas ). Betapa pentingnya suasana kondusif 3 bulan ke depan. So, queit please..

Next, parpol bisa menyodorkan balonnya ke KPK untuk memastikan bersih dari korupsi. KPK juga bisa pro aktif memberitahu parpol, mana balonnya yang terindikasi korupsi. Lebih top lagi, jika sudah tersangka dengan lebih 2 alat bukti, sebelum penetapan cakada, caleg dan capres oleh KPU, sehingga perppu tak diperlukan lagi karena parpol sempat mengganti balon.

Bagaimana kalau anggota Panwaslu dan KPUD yang terjaring KPK ?  (EMI, 13/3/2018). Bawaslu harus bernyali seperti KPK. KPU, KPUD, Bawaslu, Panwaslu harus independen juga. Tak berafiliasi dengan parpol, ormas manapun agar tak punya beban ketika menindak  tegas para pelanggar pemilu.

Pemilu langsung ( pileg bersamaan pilpres April tahun 2019 di lebih 17 ribu pulau Indonesia, pilkada serentak di 171 daerah pada 27 Juni tahun 2018 )  adalah yang paling sulit di dunia ( apalagi saat pertama kali tahun 2004 ). Kebayang, betapa tegangnya KPU dan parpol hari2 ini. Para pemilih juga kemendagri. Ada 2,2 juta WNI yang belum punya KTP -Elektronik menurut data kemendagri. Ada 6,7 juta yang belum punya KTP-E versi data KPU yang menurunkan petugasnya ke lapangan, Januari lalu. Ada 70 % warga Papua yang belum merekam data KTP-E -nya ke kecamatan domisilnya. Sekitar 20% alat perekam data KTP-E di kecamatan rusak. Can we handle it ?

Bagaimana caranya dalam waktu kurang dari 3 bulan hak dasar konstitusional rakyat Indonesia ini terpenuhi ? KTP-E, kita tahu, direncanakan menjadi data terintegrasi untuk pemilu, SIM, BPJS kesehatan, pasport, keuangan, perbankan, catatan sipil juga.

Untuk pilkada 2018, WNI yang belum punya KTP-E bisa mencoblos cakada pilihannya dengan menunjukkan surat keterangan/ suket telah merekam data KTP-E di kecamatan domisili menurut UU Pilkada. Namun untuk pileg pilpres tahun depan WNI harus sudah punya KTP-E untuk mencoblos menurut UU Pemilu. Oleh sebab itu kemarin Presiden Jokowi meminta mendagri Cahyo membuat permendagri untuk mempercepat pembuatan KTP-E. Kalau bisa sehari ( sejam ) selesai, maksimal 14 hari terhitung sejak WNI selesai merekam datanya.

Jika belum selesai saat pileg pilpres 2018, maka WNI yang punya legal standing bisa mengajukan judicial review ( JR ) ke Mahkamah Konstitusi ( MK ) untuk menganulir syarat KTP-E ( satu pasal ) pada UU Pemilu. Dengan pengalaman MK bersidang memutus sengketa hasil pemilu yang dibatasi waktu, maka satu hari pun bisa putus untuk satu pasal  tsb. Di bandingkan mengajukan revisi UU Pemilu atau presiden membuat perppu, maka opsi JR bisa lebih cepat ( keputusan MK bersifat final dan binding/ mengikat ) dan menjaga muka DPR dan pemerintah ( pembuat UU Pemilu ).

WNI diharapkan mengecek ke kelurahan/ kecamatan, apakah namanya sudah tercantum di daftar pemilih. Minta surat keterangan sudah merekam data KTP-E jika belum punya kartu fisik KTP-E. Lalu lihat di web resmi KPU, daftar cakada di wilayah domisili yang akan dipilih. Lihat rekam jejaknya ( beri input ke KPU ) jika ada yang bermasalah.

KPU sedang berupaya mengajukan revisi UU atau merevisi peraturan KPU ( PKPU ) tentang larangan terpidana inkrah kasus pelecehan seksual, narkoba, korupsi menjadi calon, dalam rangka menyediakan cakada berintegritas untuk para pemilih.

Jika DPR tak sempat mengakomodasi perluasan pasal tsb ( karena sebagian sibuk kampanye ), maka KPU bisa mencantumkan rekam jejak cakada di situsnya. Keputusan MK masa Mahfud membolehkan terpidana menjadi peserta pemilu dengan syarat memberitahu statusnya pernah terpidana pada publik, mungkin karena banyaknya terpidana politis masa rezim otorian Orba yang represif ( mengkritik pemerintah, kasus2 rekayasa ). Bukan kejahatan murni.

Kasus suap 36 anggota DPRD Sumut yang terjaring operasi KPK kemarin sungguh memprihatinkan. Kalau diperbolehkan UU menggunakan APBD tahun sebelumnya, kenapa gubernur harus menyuap anggota dewan demi diluluskan APBD tahun ini ? Kasus hatrick korupsi 3 gubernur mestinya menjadi momen evaluasi warga Sumut untuk lebih selektif memilih pemimpinnya. Apa begitu pragmatisnya  ( materialistis ) elit di Sumut sampai KPK menandai Sumut daerah rawan korupsi ?

Jika lebih 50% kepala daerah dan anggota dewan tertangkap korupsi, mungkin sudah saatnya sistem pemilu kita diubah. Partai peserta pemilu disederhanakan ( jadi 2-5 partai saja, sesuai sistem presidensial yang kita anut. Mestinya sedikit partai. Bukan multi partai seperti sekarang ini ), biaya politik parpol ditanggung negara ( kurang dari Ro 78 triliun  ) dengan pengawasan ketat publik ( amati update web KPU, kemendagri, kemenkeu dengan e-belanja APBN, KPK, Ombudsman, Formappi, dsb ), plus memperbaiki mental para stakeholder pemilu termasuk rakyat pemilih, dan terutama parpol yang menjadi hulu politik uang, untuk tidak meminta-minta lagi ( uang mahar, kaos, sembako, pulsa, token listrik, voucher, dsb ) dalam berdemokrasi. Masyarakat, peserta dan  penyelenggara pemilu harus merubah diri jadi tak doyan duit/ politik uang selama kampanye dan tahapan pemilu.

Syarat ‘dari parpol’ dalam UU untuk bisa jadi anggota dewan juga bisa dianulir jika kader parpol masih korup juga. Toh, duit dari pajak rakyat. Setuju ?

Tentang cuti kampanye presiden, masa SBY pernah dilakukan. Sebagian menyarankan Jokowi boleh cuti tiap Jumat, Sabtu dan Minggu selama masa kampanye. Sebagian menyarankan capres petahana tak perlu cuti karena tugas negara RI-1 tak bisa diwakilkan seperti cakada pada wakilnya atau sekda- nya. Menurut saya terserah presiden mau ambil cuti atau tidak karena beliau paling tahu kesibukannya dan jadwal padat presiden yang menantinya. Yang jelas, KPU tak perlu mengajukan usulan cuti presiden di revisi UU Pemilu. Presiden cukup kontak KPU kapan bisa debat capres, dll. KPU yang menyesuaikan tugas penting kenegaraan presiden. Bukan sebaliknya. Ini amanat rakyat !

KPK ikut meramaikan keriuhan pemilu, karena diharapkan banyak pihak, setelah Bawaslu gamang menindak. Maksud baik KPK memberitahu rakyat, dicurigai parpol ikut berpolitik. Maksud baik Menkopolhukam Wiranto menghimbau KPK agar menunda penindakan cakada korup, dituduh intervensi oleh sebagian pihak ( atau sebaliknya dianggap pihak lain kurang tegas sebagai perwujudan kehadiran negara yang pasti ).

Saya sendiri menganggap diksi ‘menghimbau’ itu sudah baik. Tidak intervensi pada independensi KPK. Dengan rendah hati meminta kearifan KPK untuk melihat kepentingan yang lebih besar. Diikuti atau tidak, berpulang pada KPK. Kalau OTT ( sudah tersangka 99 % korupsi  masuk bui ), umumkan saja. Bahkan, jika 90 % cakada kena OTT, kata perwakilan Nasdem tempo hari.

Rencana revisi peraturan KPU ( PKPU) no.3 tahun 2017 bisa mengakomodasi penggantian cakada yang terjaring OTT KPK dalam sisa waktu kurang dari 3 bulan ini. Solusi lebih cepat karena tak perlu persetujuan DPR, cukup dikonsultasikan ke DPR  lalu diterapkan pada pilkada 2018, pileg dan pilpres 2019.

Menurut UU, penggantian cakada diperkenankan jika cakada tak lolos tes kesehatan, tersangka hukuman penjara 5 tahun atau lebih dan berhalangan tetap. Di revisi PKPU, berhalangan tetap mesinya dirinci tersangka KPK/ OTT dengan surat tersangka dari KPK, sakit berat sampai tak bisa menjalankan tugasnya dengan surat sakit dari rumah sakit pemerintah, dst. Dengan begini rakyat diberi pilihan cakada  bersih oleh KPU.

Karena distorsi informasi di bawah luar biasa besar maka para pemilih terutama kaum milenial ( 17-34 tahun, 50% dari 196 juta pemilih ) perlu diberi info kredibel dan update dari web resmi KPU tentang cakada, caleg, capres bersih yang bisa mereka pilih. Publik bantu KPU/ KPUD mengawasi rekam jejak dan status hukum/ indikasi korupsi para calon yang terpampang di sana.

Masalah OTT cakada dan perppu usulan KPK demi independensi, himbauan Wiranto/ Menkopolhukam dan pilkada bersih dambaan rakyat bisa selesai dengan revisi PKPU untuk saat ini. Setelah usai perhelatan pesta demokrasi tahun depan sebaiknya dibuat aturan yang lebih legitimated/ di atas PKPU.

Komisioner KPK berikutnya, hendaknya ada dari pakar hukum pidana,  penyidik dan jaksa, agar proses di KPK lebih kredibel dan diteladani anak buah. Ketua.revisi KUHP dari akademisi yang sudah merintis revisi sejak 30 tahun silam mengatakan, mestinya tak ada penetapan tersangka di KPK sehingga tak diperlukan SP3. Langsung tahan saja, artinya dia tersangka. Jika tak ada SP3, bukan berarti tak bisa menghentikan kasus jika bukti tak bisa untuk melanjutkan kasus. Hentikan saja dengan senyap, sarannya ( Rusia cuma butuh 2 tahun untuk bikin KUHP ).

Soal kuda troya yang diungkapkan pembicara ILC ( 20/3/2018 ) cukup mengejutkan. Dugaan seleksi deputi penyidikan dan penindakan KPK secara tertutup membuat KPK jilid sekarang diterpa banyak kritik, saya pikir, perlu pendalaman dengan lebih banyak bukti fakta untuk sampai pada kesimpulan itu ( pembusukan dari dalam). Setahu saya, deputi penindakan dan deputi penyidikan ( AB ditarik Polri ) yang baru  terpilih kemarin melalui seleksi berlapis komisioner KPK, Kapolri, Jaksa Agung dan konsultan eksternal.

Peristiwa pegawai KPK satu ruangan dengan tersangka korupsi ( gub Jambi ZZ ) dalam satu acara publik  ( 21/3/2018)  yang sudah disusun jauh2 hari bisa dianggap sebagai kecerobohan. Aturan UU melarang komisioner dan pegawai KPK berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan orang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka, dengan alasan apa pun.

Jika KPK tunduk pada UU KPK yang dibuat rakyat ( DPR, presiden, akademisi dengan konsultasi publik) maka logis kalau produk/ hasil kerja KPK bisa dipercaya rakyat. Bisa sebaliknya ( tak dipercaya) jika tidak tunduk. Karena masalah seperti ini pula,  sebagian media menganggap KPK punya rekam jejak ikut berpolitik ketika ribut OTT cakada ( selain soal BG yang batal jadi Kapolri, lalu jadi kepala BIN. Saya sendiri melihat kasus BG batal itu lebih kepada input masyarakat dan LSM tentang kecurigaan rekening gendut yang dimiliki sebagian pati. KPK cuma menindaklanjuti dumas tsb dengan stabilo berbagai warna. Soal ZZ di acara KPK, lebih karena kelalaian pegawai KPK, yang harus ditegur keras sekarang dan nanti diberi sanksi tegas jika terjadi lagi ).

Namun, jika kecerobohan terus berulang dan pimpinan KPK selalu defensif terhadap kritik media dan publik ( yang selama ini sudah rela membentengi KPK dari serangan luar KPK/ pelemahan KPK/ koruptor fight back) bisa2 publik gak sayang sama KPK lagi. Lebih gentle kalau KPK ngaku salah, kayak kastaf Moeldoko/ mantan panglima TNI yang energik tapi sportif ketika dikritik lawan ; bahwa staf situs kepresidenan dianggap ikut berkampanye.

Saya justru salut dengan kebesaran hati semacam ini. Dengan sadar akan kesalahan yang menjadi tanggung jawab kita, otak bawah sadar kita yang lebih powerful dari otak sadar kita, akan mencari solusi dan berbenah diri. Itu sistem tubuh/ manusia mendekati Tuhan penciptanya  ).  Etisnya, KPK mendengarkan kritik perbaikan dengan rendah hati. Legowo mengaku alpa dan menegakkan hukum/ etika pada pegawai KPK yang melanggar aturan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Kita mafhum manusia tak luput dari alpa dan salah. KPK tak seluruhnya malaikat yang sangat patuh dan tertib. Adanya sanksi yang diberlakukan sejatinya untuk warning/ pengingat agar kesalahan tak terulang.

KPK adalah lembaga independen seperti juga media. KPK bertanggung jawab pada rakyat. Tiap tahun KPK melaporkan hasil kerjanya pada presiden dan DPR pilihan rakyat serta pada publik melalui web dan jawaban atas pertanyaan jurnalis di kantor KPK.

Mungkin ke depan akan lebih baik jika jubir KPK tak lagi datang/ diundang ke acara2 TV. Kita melihat betapa sengitnya serangan anggota DPR kepadanya yang bisa menurunkan wibawa KPK di mata publik. Orang2 jago ngomong miskin fakta itu seperti terlihat benar karena lebih banyak jumlahnya. Di posting lalu sudah saya sampaikan bahwa di Indonesia masih banyak orang yang malas berpikir dan merasa paling benar daripada yang kritis dan rendah hati/ open mind.  Ketidakbenaran ( seolah) menjadi kebenaran jika lebih banyak yang mengucapkan.

Mas Febri stand by saja di gedung KPK menanggapi pertanyaan media atau memberi konfirmasi pada host acara TV via telpon atau skype. Biar pembicara pro-KPK dan publik yang menghadang pelemahan KPK. KPK bisa membuktikan anggapan salah mereka dengan kerja senyap penindakan ( idealnya. Bisakah dengan awak pers bejibun yang nongkrong setia di KPK sebagai benteng pertama publik sekaligus pencari berita ?  Itu pemikiran tersendiri ). Publik bisa melihat para koruptor yang diseret KPK ke pengadilan tipikor sebagai kerja penindakan tsb. Juga rating Indonesia pada indeks korupsi yang membaik serta berkurangnya korupsi di tanah air secara signifikan.

Banyak bicara, ( memungkinkan lebih)     banyak salah. Wanita lebih di dengar pria jika bicara lembut menyejukkan dan sedikit mengeluh. Ibu lebih dipatuhi anak jika konsisten bicara aturan prinsip, bukan ngomel tak berkesudahan. Efektif.

KPK tampak elegan jika sedikit bicara banyak kerja. Wartawan juga  jangan genit memancing  dengan pertanyaan menjebak dan bikin blunder KPK yang masih terpancing itu. Semuanya menahan diri agar agenda Indonesia bersih dari korupsi segera tercapai. Oke?

Ribetnya demokrasi dan penegakan hukum di negeri ini disebabkan kurangnya trust/ kepercayaan antar banyak pihak. Kebayang juga ribetnya Karni Ilyas, host ILC, menengahi para pembicara yang berseteru sengit  tiap Selasa petang hingga lewat tengah malam. But, we really enjoy it, don’t we?  Diskusi untuk menghargai beda pendapat. Mencari titik temu dari banyak kepala yang menyimpan kepingan fakta, info, ilmu,  pengalaman yang relevan atas isu aktual, yang 20 tahun lalu tak bisa kita.lakukan, kini bisa. Alhamdulillah..

16 TAHUN PENJARA UNTUK SN. KURANG ?

SN dituntut 16 tahun penjara, dicabut hak politiknya selama 5 tahun, bayar denda Rp 1 miliar plus ganti rugi 7,4 juta USD oleh jaksa KPK kemarin ( EMI, 30/3/2018). Sebagian menganggap hukuman itu pas untuk menjaga sikap politik partainya (  AL,  ketua dewan pakar G berharap SN dihukum ringan ). Sebagian lain dan para pemirsa berharap hukuman 20 tahun, seumur hidup/ hukuman mati, dicabut hak politik selamanya plus pemiskinan bagi pengatur proyek plus fee  KTP-E seperti SN ( berkaca hukuman penjara 30 tahun bagi mantan presiden Korsel, PJH ).

Mega korupsi jeranya dihukum mati untuk menciutkan nyali calon pelaku berikutnya ( buntut masalah KTP-E masih dirasakan ( 2,2 – 6,7 juta )  calon pemilih pilkada tahun ini yang belum mendapat KTP elektronik.

Tujuan penegakkan hukum adalah kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. PA dan PMS, juga 29 nama yang pernah disebutkan dalam persidangan bisa dikronfrotir di pengadilan ( disaksikan publik) untuk membuktikan mereka terlibat atau tidak.

OMA sudah membantah kesaksian SN tentang keterlibatan kedua anggota kabinet tsb. PA bahkan mempersilakan konfrontasi fakta tsb ( mau datang ke pengadilan) demi menjaga integritasnya. KPK bisa lebih dulu menguji kesaksian SN dengan kesaksian pelaku lainnya ( minimal 2 alat bukti. Kesaksian di pengadilan di bawah sumpah bisa jadi alat bukti ) agar kerja kabinet tak terganggu. Jika yakin, bukti kuat terpenuhi, ajukan mereka sebagai saksi di pengadilan untuk. dikonfrontir keterangannya dengan saksi lain.

Jika terbukti tak terlibat, reputasi mereka terjaga bersih, keadilan ditegakkan, rakyat lega dan KPK makin dipercaya ( plus disayang publik ). Bagaimana keputusan para hakim yang mulia ?

Dr.Yenti Garnasih, pakar hukum TPPU, bilang mestinya KPK juga menggunakan pasal TPPU agar keberadaan uang Rp 2,3 triliun itu diketahui posisinya dan bisa dikembalikan pada negara. Baik bagi pelaku utama maupun pelaku2 lain yang mengalirkan uang korupsi KTP-E tsb.( Prime Time News, 30/3/2018 )

Demokrasi tak jalan jika pemimpinnya tak bisa memastikan hukum berjalan tegak  ( ILC, 1/4/2018). Nama SN sudah disebut-sebut sejak kasus Bank Bali.  Jika presiden terlalu sibuk/ capek untuk memback-up penuntasan kasus e-KTP ( pengungkapan seluruh aktor besar dan penikmat suap/ fee  proyek ) dan KPK lalu genit dan ceroboh lagi maka bisa2 ‘senior’ transaksi politik ini yang akan mengendalikan plot drama e-KTP sampai akhir. Jangan sampai itu terjadi. KPK diharapkan bertangan dingin dan menjerakan. Siap stamina dan adu cerdik keluar dari permainan SN yang mencicil dan mau aman sendiri ( saya tidak ingat, kata OMA. katanya, katanya.. masih mengaku tak bersalah ). Keep watching…

SARAN OMBUDSMAN UNTUK GUBERNUR ANIES

Satu ruas Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, ditutup/ digunakan Gubernur  Anies untuk jualan PKL ( dengan surat intruksi gubernur ). Dalihnya rekayasa untuk melapangkan pedestrian. Pengguna jalan lain protes, bahkan sampai menggugat ke kantor Polda Metro Jaya tapi Anies tak terpengaruh. Lalu, terbetik berita, Ombudsman DKI ( lembaga yang diberi kewenangan oleh UU mengawasi pelayanan publik )  memberi saran ( mestinya rekomendasi tegas )  agar jalan tersebut dibuka dalam 60 hari ke depan dan dilaporkan ke Ombudsman Jakarta ( sebelumnya dalam 30 hari sudah dilaporkan rencana tindaklanjutnya ) terhitung sejak tanggal pemberian saran ( EMI, MetroTV, 27/3/2018 ).

Jika tidak mematuhi UU no.23 ( jalan bukan untuk mangkal PKL, tapi untuk lalulintas kendaraan, publik dan keperluan negara/ konvoi tamu negara, dengan kewenangan polisi dan kemenhub untuk mengaturnya ), ada sanksi ‘non job’/ pembinaan ( mendagri membebastugaskan sementara gubernur sampai perbaikan dilakukan oleh wagub ).

Seingat saya, saran Ombudsman DKI jika tidak direspon baik akan berubah menjadi Rekomendasi Ombudsman RI setelah ditandatangani ketuanya. Dalam 3 bulan masih tidak ditindaklanjuti, gubernur bisa dibebastugaskan sementara sampai diberhentikan selamanya oleh mendagri setelah diberitahu Ombudsman RI ( ada bupati yang pernah dibebastugaskan karena pembangkangan. seperti ini setelah surat peringatan pertama dan kedua yang dilayangkan tak ditanggapi  ). Rakyat di daerah bisa menggunakan cara ini ( mengadu ke Ombudsman ) untuk menertibkan kepala daerah yang abai atau melanggar perda.

PKL mestinya ditarik ke dalam bangunan pasar, agar pedagang yang sudah di pasar Tanah Abang dan ditarik sewa/ retribusi tidak iri lalu ikut jualan di jalan. Promosikan dan buat even2 menarik secara rutin dalam gedung sehingga pengunjung tertarik masuk gedung dan membeli. Masa Gubernur Jokowi/ Ahok, cara ini sudah dipraktekkan. dan hasilnya lebih baik dari masa Anies sekarang.

Gengsi apa yang dipertahankan sehingga kepentingan lebih besar mau dikorbankan ?  ( janji kampanye asal menang ? ). Sebagian bilang, ketidaktertiban ini disengaja demi keuntungan politis saat pilpres ( gubernur sebagai perpanjangan tangan presiden dianggap tak becus melayani rakyat ).

Namun saya masih berharap, jauh di lubuk hati, Anies dan Prabowo masih mendengar daulat rakyat dan peduli masa depan negeri ini. Di resuffle atau terbuang sering membuat kita goyah sejenak dan mempertanyakan Allah ( why me ? ).

Saya pun sempat begitu ketika terkena TB ( micro bacterium tuberculosis ) setelah merawat ibu dengan telaten dan ekstra hati2 ( riset penularan TB/ cara pencegahan dan pengobatannya ). Toh, kena juga. Ini mungkin blessing in disguise. Allah ingin saya mengalami TB untuk menyampaikan maksud- Nya/ rencana ke depan.

Hikmah di balik derita ini baru ngeh saya pahami saat melihat berita wafatnya fisikawan dunia Stephen Hawking ( 18/3/2018 ) dan fenomena far infra red ( di OTS, Trans 7, 20/3/2018 )  dalam waktu berdekatan.

Infra red/sinar infra merah adalah gelombang frekuensi rendah yang menggerakkan channel TV melalui remote control. Ada medium infra red, di bawahnya. Lalu, di bawahnya lagi, far infra red, di mana manusia bisa mengalami halusinasi seolah melihat hantu ( tapi keberadaannya tak dapat dibuktikan oleh piranti paranormal ) jika otaknya terpapar far infra red yang dipancarkan dari perangkat riset.

Pikiran/ energi negatif manusia ( terlalu sedih, terlalu marah, terlalu takut, terlalu syahwat ) disukai makhluk astral/ halus/ jin. Mereka memakan energi negatif tsb dan membesar, yang keberadaannya bisa dibuktikan oleh perangkat paranormal. Orang dalam keadaan diam, hening, tidur, fungsi kejiwaannya bisa maksimal. Itu sebabnya, orang yang ngantuk dan capek kerap diberitakan melihat hantu.

Stephen, kita tahu tubuhnya lumpuh total ( penurunan kemampuan fisiknya dimulai sejak ia menjadi asisten peneliti, terlalu mem-forsir kerja otak kali ya. Kasus lain di Oprah Show, ada wanita profesor otak yang mendadak kena stroke yang melumpuhkan kemampuan otak kirinya: menulis, berbahasa, ketika siang malam meriset kerja otak. Kasus berikutnya, gadis cilik Indonesia yang mampu bicara belasan bahasa diberitakan wafat beberapa minggu kemudian. Saya sendiri pernah mendadak vertigo 3 minggu ketika intens memikiran masalah keluarga pasca bapak wafat sekaligus masalah negara. Kerja otak ada batasnya, sehingga perlu seni/ strategi untuk menyiasatinya. Allah memberitahu caranya melalui TB ).

Kerja otak/ jiwa Stephen bisa maksimal, menurut saya, justru karena kondisi tubuhnya itu, sehingga  lahir teori Big Bang-nya yang fenomenal tentang kelahiran alam semesta. Saya dikondisikan tak boleh terlalu capek atau banyak aktivitas lagi ( agar TB tak kambuh jadi kategori 3 atau 2 tahun pengobatan penuh nestapa ). Sisi baiknya, keadaan lebih banyak diam hening dari sebelum sakit TB ini membuat saya ( punya excuse, waktu, dukungan untuk )  lebih fokus ngeblog, menganalisa berita dan membantu solusi untuk permasalahan yang terjadi.

Jika Allah menghendaki kita menjadi seseorang yang berguna/ berfungsi seperti yang digariskan-Nya, setahu saya, segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalankan fungsi tsb sudah ada di sekitar kita ( sering tinggal comot, sering baru kita sadari ). Orang2 yang dihadirkan ke hadapan kita, tayangan berita yang perlu kita ketahui untuk memperkaya batin dan pemikiran kita diatur-Nya ( hadir/ tayang pas kita ada di ruangan tsb ). Hal2 sangat detail itu sudah Allah rencanakan di kitab induk/ Lauh Mahfuz jauh sebelum alam semesta ini Dia ciptakan ( versi Stephen dalam Big Bang/ Dentuman Besar ). Subhanallah.

So, lebih menenteramkan, jika kita rendah hati mendengar input kredibel, lalu merenung dalam hening dengan  mata batin, apa yang Allah rencanakan untuk saya/ kita dengan semua kegetiran ini ? Gimana caranya supaya Allah ridho ? Setiap perbuatan baik, Allah pasti kasih jalan ( ini pengakuan para Kick Andy Heroes tiap tahun, sebagai bukti janji-Nya ).

Hidup di dunia ini hanya sekali dan singkat. Orang lain menganggapnya sangat berharga, apalagi kita. Mari buat diri kita berharga dengan apa yang kita bisa. Kalau bisa ngeblog jadilah blogger terbaik di isu yang kita minati. Kalau bisa terpilih gubernur, jadilah gubernur terbaik bagi warga Jakarta. Kalau bisa jadi ketum partai dengan perolehan suara ketiga terbanyak di pilpres 2014, jadilah oposisi terbaik dengan sikap dan visi negarawan. Everybody will be happy, I’m sure. We smell love in the air…!

HOTEL ALEXIS TUTUP TOTAL

Gubernur Anies akhirnya menutup total Hotel Alexis dengan seluruh aktivitasnya per 28/3/2018. Nah, gitu dong… Ini baru gubernur untuk warga DKI.

HUKUM PANCUNG ATAU TEMBAK MATI DI ACEH ?

Daerah Istimewa Aceh membuka wacana qishos pancung/ penggal bagi para pembunuh di sana. Pembunuhan di provinsi tsb sudah sampai taraf mengkuatirkan sehingga pemda setempat merasa perlu memberlakukan tindakan maksimal/ mati ( EMI, 17/3/2018 ).

Sebagian WNI menyarankan hukum pancung ditinjau ulang ( kini sedang dalam proses konsultasi dengan publik Aceh ) karena cara eksekusi ala syariah tsb belum dikenal dalam hukum nasional kita. Yang ada, hukuman tembak mati yang diberlakukan untuk extra ordinary crime/ kejahatan luar biasa ( narkoba, korupsi, terorisme ). Di luar 3 kejahatan tsb, hukuman pancung/ mati dipandang lebih kental unsur pembalasan ketimbang penjeraannya.

Posisi aturan hukum di provinsi Aceh ( perda ) adalah di bawah konstitusi UUD 1945 dan UU, seistimewa apa pun daerah Aceh ( punya PN Syariah, PT Syariah, MA Syariah, MK Syariah ). Setahu saya, NKRI dengan rasa federal ( otonomi daerah ) ini mengatur urusan agama, hukum, pertahanan, hubungan luar negeri dan ekonomi makro ( mata uang, bank senttal )  secara nasional. Artinya, hukuman bagi pembunuh di Aceh merujuk hukuman yang tersedia di KUHP yang masih kita gunakan.

Di jazirah Arab ( Saudi Arabia, Iran, Qatar, Yaman ) hukuman pancung makin jarang digunakan. Hukum pancung yang menimpa TKW Nuryati di Arab Saudi tempo hari ( keluarga majikan tak memberi ampun ) setelah diteliti, ternyata si majikan mengalami gangguan jiwa. Pembunuhan tsb dilakukan Nuryati untuk pertahanan diri. Begitu kompleks pertimbangan untuk mengeksekusi orang. Terlebih jika penegakan hukum kita belum optimal/ kredibel. Salah2 korban tak bersalah yang dieksekusi mati.

Ada harapan di sebagian orang, terpidana bisa insyaf di kemudian hari sehingga hukuman mati tak perlu diberlakukan. Saya termasuk yang menolak pendapat yang dihembuskan para penganut HAM bebas/ Barat ini. Saya lihat saudara, kenalan, tetangga yang dengki, pelit, fitnah, ghibah, pembentak, penyinyir dsb sejak saya SD sampai sekarang tetap seperti itu, meski beragam teguran dan peristiwa pahit mereka alami. Mereka tak bisa mengkaitkan kejadian buruk itu dengan tabiat buruk mereka.

Dalam Qur’ an, kita diberitahu tentang manusia yang telinga dan matanya seolah tertutup terhadap kebenaran. Bebal. Ketidakbenaran yang terus dilakukan menjadi kebenaran buat mereka, sampai mereka menjadi pembangkang/ setan itu sendiri. Dalam kitab suci kita, diakomodasinya hukuman mati/ pancung, saya pikir untuk mengantisipasi kejahatan dari setan manusia ini.

Setelah seluruh  proses pengadilan kredibel dilalui, melihat kegentingan di daerah TKP, saya setuju jika hukuman mati diberlakukan untuk terpidana pembunuh berencana nan sadis di Aceh, bahkan di Indonesia. Tentang cara eksekusi mati, saya cenderung memilih tembak mati ketimbang pancung.

Setahu saya, tembak mati dilakukan lebih dari satu penembak ( peluru aktif di satu penembak secara acak, selebihnya peluru kosong di penembak lainnya )  sehingga beban mental eksekutor lebih ringan karena ditanggung bersama. Sebelum hari eksekusi, terpidana diberi bimbingan rohani, psikologi, disejukkan hatinya hingga pasrah menerima eksekusi sebagai penebus dosa kejahatannya selama ini. Sisi kemanusiaan kita diletakkan di situ. Bukan hukuman matinya yang ditiadakan. Keadilan lebih pada korban dan calon korban berikutnya/ masyarakat, bukan hanya pelaku, yang mestinya sudah ditegur Allah melalui banyak pihak dan peristiwa hingga sampai pada posisi ini karena menutup hati.

Pancung dilakukan satu algojo. Beban mentalnya besar. Bisa terbawa mimpi buruk, jika ternyata di kemudian hari, pelaku pembunuhan sebenarnya bukan si terpidana. Kita lihat ISIS secara vulgar mempertontonkan eksekusi penggal pada lawan/ orang yang tak sepaham dengan kelompok mereka. Terkesan barbar, kejam, tak berperikemanusiaan bagi sudut pandang non muslim. Well, saran saya, agar  tujuan tercapai ( meminimalisir pembunuhan di Aceh ) tanpa ekses berlebihan ( protes saudara2 kita setanah air yang non muslim, kita juga kan mesti menjaga citizenship/ ikatan kebangsaan, sehingga jika tertimpa bencana, kita semua masih mau gotong royong menolong ) lakukan tembak mati pada pembunuh berencana/ pembunuhan sadis ( kematian karena lalai atau tak sengaja bisa merujuk ke KUHP/ seumur hidup, 20 tahun penjara, dsb ). Setuju, warga Aceh ?

IRONI HUKUMAN PANCUNG BAGI PAHLAWAN DEVISA

Jaringan sindikat perdagangan orang/ traficking ada di Medan, Blitar, NTT, Atambua Bangkalan, dll. Sebagian terdampar di Arab Saudi sebagai terpidana hukuman mati/ pancung. Korban TKI dihukum mati diantaranya, Zaini, Adelina, Nuryati.

Zaini yang dituduh membunuh majikannya, tanggal 18/3/2018 telah dipancung tanpa pemberitahuan ke pemerintah RI. Ada 121 TKI terpidana hukuman mati sebelum moratorium notifikasi tsb. 67 orang telah mati dipancung di Arab Saudi tahun 2016 dan 133 orang tahun 2017. Satinah, salah TKW di Arab Saudi yang berhasil selamat dari vonis mati, karena pemerintah RI masih diberitahu pihak Arab Saudi.

Ada 178 TKI lagi yang menunggu hukuman mati. 117 di Malaysia diantaranya karena kasus narkoba. 20 di Arab Saudi diantaranya karena membunuh majikan secara tak sengaja untuk membela diri ( akan diperkosa ), dan fitnah ( dikambinghitamkan atas pembunuhan yang dilakukan orang lain seperti kasus Zaini ). Seorang TKI di Qatar, seorang TKI di Iran, dua orang TKI di China ( Mata Najwa, 28/3/2018)

Jika negara belum bisa memberi lapangan kerja bagi seluruh penduduknya, mestinya para penyumbang devisa itu di kawal proses hukumnya oleh pemerintah sesulit apa pun caranya ( hukum pidana Islam yang diterapkan di Arab Saudi lebih tertutup, tak biasa menyertakan pembela/ pengacara bagi terdakwa ).

Negara juga perlu memberi pembekalan dan pendampingan hukum bagi TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar mereka berhati-hati. Bahkan kalau perlu sampai meteka berpikir ulang seribu kali, memaksimalkan dulu mencari nafkah di dalam negeri.

Saya dengar pemerintah akan menciptakan jutaan lapangan kerja berbasis online ( rata2 kita punya 2-3 ponsel di tangan, Indonesia masuk 5 besar dalam penggunaan media sosial, Telkom Indonesia masuk 3 besar perusahaan telekomunikasi kelas dunia ). Semoga derita para calon/ TKI bisa diatasi secepatnya. Amin.

JOKOWI PANGKAS ATURAN PENGHAMBAT INVESTASI

Presiden Jokowi menugaskan tiap kementerian memangkas 100 aturan per bulan dari 42.000 peraturan yang menghambat investasi selama ini. Perda hanya bisa dianulir setelah judicial review di MK dikabulkan. Kerja, kerja. kerja.. ( warga daerah juga demi investasi di daerah kalian ).

JURNAL INTERNASIONAL PROFESOR, MANA ??

Diberitakan 3800 dari 5366 (70%) guru besar/ profesor di. Indonesia tidak menulis jurnal internasional/ karya ilmiah setiap 3 tahun, padahal digaji 3 kali lipat gaji pokok. Artinya, satu banding tiga profesor yang melakukan riset ilmiah. Hanya 10 % penelitian  di Indonesia yang dilakukan peneliti lokal, selebihnya ( 90% ) dilakukan peneliti asing.

Ada peneliti asing selama 40 tahun meneliti Pangeran Diponegoro. Kita merujuk referensi asing tentang negeri kita sendiri ? Kita tak kenal diri sendiri ?

Kuantitas karya ilmiah. yang berkualitas ( bisa diganti hak paten ) , adalah indikator untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi kita di radar dunia. Dari 500 perguruan tinggi yang ada ( di index Corpus, dll ), hanya ITB, UI dan UGM yang masuk, padahal perguruan tinggi kita lebih banyak dari China.

Jurnal internasional dari Malaysia masih lebih banyak dari Indonesia ( padahal dulu mereka sekolah di Indonesia ). Apa perlu pemotongan tunjangan mahaguru ?  ( November nanti ). Supaya anggaran pendidikan tak mubazir dan profesor lebih terpacu.  Peringkat perguruan tinggi luar Jawa juga jangan jauh dari perguruan di pulau Jawa agar pertumbuhan ekonominya tidak tertinggal jauh.

Banyak profesor merangkap pimpinan lembaga mungkin salah satu penyebab kurangnya jurnal internasional. Kerjasama kemenristek dan LIPI bisa  meningkatkan jumlah jurnal internasional di situs kredibel, bukan abal2 ( tidak salah kirim ).

Solusi persoalan bangsa dengan pendekatan ilmiah diharapkan dari para penyandang gelar guru besar. Dengan integritas keilmuan ini pula, profesor jangan sampai jadi garong korupsi ( contoh AM, mantan ketua MK ), pecandu/ pengedar narkoba, pelaku amoral lainnya. Cabut saja gelar profesornya kalau sampai kriminal begitu. Integritas keilmuan mahaguru jadi contoh guru2 lainnya.

Peribahasanya. : Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, jika ada yang melacurkan ilmunya. Renungan ( introspeksi ) dari begitu banyak masalah yang mendera negeri ini. ( kerap bikin saya pusing memikirkannya, apalagi presiden yang menindaklanjuti. Matur nuwun nggih, Pak Jokowi ).

SIAP CERMATI E-BELANJA APBN DEMI TRANSPARANSI.

Menkeu Sri sebulan ini sedang uji coba e- belanja APBN di 4 institusi ( kemenkeu, kantor presiden, KPK, kemensos ) bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara ( Himbara ) yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN. Plafonnya antara Rp 50 – 200 juta. Sebagian menyarankan menggunakan kartu debit dari bank pemerintah daripada kartu kredit Citibank/ bank asing. Kartu debit lebih terkontrol/ tak bisa ditarik jika saldo habis. Kartu kredit bisa jebol jika pemegangnya konsumtif/ tidak disiplin. Bunga berbunga jika tak sanggup melunasi tagihan kredit tepat waktu.

Kita juga kuatir pihak asing membaca pola konsumsi Indonesia ( apa yang di beli, berapa banyak dan sering kita menggunakan produk tertentu, dsb ) untuk perang dagang melawan Indonesia. Kemarin , Kominfo memberi sanksi pada Facebook karena lebih 6 juta data pengguna/ facebooker Indonesia bocor ke pihak asing oleh 2 aplikasi yang kemudian diminta dicabut. Setahu saya, BI juga punya aturan Gerbang. Pembayaran Nasional ( National Payment Gateway ) yang perlu diperhatikan.

Spirit efesiensi dan transparansi penggunaan anggaran belanja negara kita dukung. Publik bisa  bantu melototi anggaran yang bocor di web institusi setelah cara cashless ( belanja barang, jasa dan perjalanan dinas dengan kartu ) ini diterapkan pada semua lembaga pemerintah. Semoga bisa berjalan dengan baik. Amin.

TERAWAN THEORY. HADAPI MKEK DAN UJI KLINISNYA.

Dokter TAP direkomendasikan dicabut ijin prakteknya jika tidak datang ke sidang etik MKEK IDI dan melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan metode pengobatannya. TAP menemukan metode cuci otak untuk pasien stroke. 40 ribu mantan pasiennya ( termasuk PS, AB, TS ) mengakui kemujaraban metode tsb.

Terawan Theory sudah diakui/ dipatenkan di Jerman. Sudah jadi bahan disertasi dan dikenal di15 jurnal internasional. Ahli syaraf yang pernah mengetuai asosiasi 117 RS dunia dan anggota dokter kepresidenan ini meminta MKEK mengikuti prosedur pemanggilan yang benar karena mayjen/ bintang dua dan kepala RS AD ini juga terikat aturan tentara.

Semoga kedua pihak mau bertemu dengan cara baik2 dan Indonesia bisa lebih dikenal dunia dengan penemuan hebat TAP yang juga dipatenkan di Indonesia. ( pasien sudah antri menunggu, sebaiknya segera lakukan uji klinis setelah menghadapi MKEK dengan semangat prajurit , ya Dok  ).

BANDUNG UTARA vs BANDUNG SELATAN. Need help ?

Menyedihkan, ternyata kawasan Bandung Utara yang berfungsi sebagai resapan air, kini 70% berisi bangunan,  sehingga Bandung selatan kemarin terlanda banjir bandang sampai mobil pun hanyut. Bukan cileuncang lagi.

Untung masyarakat sigap mengatasi dampak banjir ini bersama  Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo dan anak buahnya dalam  program Citarum Harum Bestari. Para prajurit Kodam dan satuan marinir dari berbagai wilayah Indonesia sedang gotong royong membersihkan Sungai Citarum yang dijuluki sungai terkotor di dunia, dari hulu sampai hilir ( relai radio KLCBS dan K-Lite FM pada siaran ‘Kilas Bandung’ oleh PRSSNI Bandung, 26/3/2018 ). Siip !

Mungkin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta KPK perlu ke Bandung Utara juga selain kawasan Puncak Bogor, untuk menertibkan bangunan bandel milik penjabat tinggi dan pengusaha kuat/ DKI, supaya kawasan cekung Bandung bekas danau purba ini tak kembali danau. Iih..serem. Semoga banjir cepat berlalu. Amin.

CLOSING

Akhirnya, mampukah PS dan AR menjadikan dirinya elit yang elegan mengkritisi dan sanggup membawa kubu oposisi menjadi benar2 alternatif dan orisinil Indonesia ? ( jadi contoh generasi oposisi berikutnya ).

Jika mereka masih suka pakai jurus mabuk menyalahkan pesaing tanpa fakta dan data valid seperti sekarang ( dengan tahapan menyerang identitas petahana, kompetensinya, integritasnya, lalu elektabilitasnya )  kita tahu siapa yang akan kita pilih kan ? Lebih baik pilih kandidat yang sedikit bicara, tapi banyak kerja seperti Jokowi untuk masa 10 tahun ini.

Orator yang menyerang rival secara personal artinya ia ‘sakit’ dan kehabisan argumentasi sehat. Negarawan sejati takkan sudi menempuh jalan/ politik populis sekedar  meraih kemenangan / kekuasaan namun dengan dampak hancurnya ikatan kebangsaan/ citizenship. Hal inti yang bisa membubarkan negara jika terus digerus.

Tugas pemimpin/ negarawan adalah merangkul rakyat, menggerakkan pengikutnya ke arah lebih baik dengan cara baik/ tatakrama politik  dengan terus menyalakan api  semangat/ optimisme, sesulit apa pun kondisi kita sekarang, sesukar apa pun jalan yang mesti kita tempuh nanti, seperti pesan Bung Hatta. Keep calm and thinking, people..

Written by Savitri

7 April 2018 at 16:15

Dalang semesta, global, lokal. Citizenship atau identitas SARA ?

leave a comment »

s

Hoax di Rwanda, Afrika menyebabkan genosida suku Hutu atas suku Tutsi. Hoax adanya senjata pemusnah massal di Irak membuat negeri itu luluh lantak oleh rudal AS cs. Hoax kapal AS diserang Vietnam Utara meletuskan Perang Vietnam yang mempermalukan AS. Hate speech di medsos AS membuat rakyat terbelah dan Trump yang rasis terpilih memimpin AS. Dalangnya, departemen propaganda nun jauh di Rusia. Di Indonesia, marak penyebar hoax/berita palsu, ujaran kebencian/ hate speech, penghangus akun medsos semacam Saracen. Salah satunya, F MCA yang menjiplak nama MCA milik alumni 212 ( ILC, 6/3/2018) yang dianggap sebagian pengamat medsos, mengidap waham atau ‘sakit’, seolah terkepung’ oleh ‘musuh’ di negeri sendiri. Karena merasa di zona perang, mereka merasa boleh melakukan apa saja untuk membela kelompok mereka sendiri berdalih membela Islam. Polisi silakan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku/ UU ITE ( penjara 6 tahun/ denda Rp 1 miliar) . Netizen bisa melaporkan laman para kriminal medsos ini ke situs Kominfo, operator portal medsos dan kepolisian. Jangan men-share konten tanpa cross check dulu fakta sebenarnya dari sumber kredibel. Facebook, Twitter, Instagram dll yang secara tak langsung menangguk untung dari beredarnya hoax/ melonjaknya viewer, bisa dimintai pertanggungjawaban, minimal menempatkan ahli IT-nya di sini untuk men-take down akun2 perusak kerukunan bangsa ini. Media kredibel mengedukasi masyarakat untuk pintar menggunakan smartphone. Hindari hoax dan hate speech. Bijaklah ber-medsos demi keutuhan negara.

Dalang. Polarisasi. Dikotomi. Siapa di balik penyerangan ustad di Cigondewah, Cicalengka dan Lamongan ? Siapa yang diuntungkan ? Akankah menghancurkan kita jika terus misterius ?

( Isu yang diposting bulan ini : kasus intoleransi/ penyerangan pemuka agama, hoax F MCA, penyiraman Novel, siapa next wapres Jokowi ? nyoblos partai apa 2019 ? Zakat 2,5% PNS, OTT kepala daerah, UU MD3 kebal kritik, KPK oleh MK tak independen ? KPK dilibatkan di penertiban Puncak, kesetaraan tanah Yogya, tetap hukuman mati bagi pengedar narkoba, peringkat layak investasi Indonesia ).

HOAX F MCA BIKIN PEMARAH RUSUH . KRITIS DONG !

Kemarin ( 27/2/2018) ditangkap TAW, dosen universitas di Yogya, karena menyebar hoax pembunuhan muazin, padahal cuma korban pencurian disertai kekerasan. Si dosen mengaku, menyebar berita bohong tsb ( di-share 7000 kali ) tanpa mengecek lagi. Tertangkap pula, F MCA, kelompok penyebar hoax lebih merusak dari Saracen. F MCA ( MCA tanpa F milik 212 yang fobia Ahok/ gubernur non muslim etnis Tionghoa ) lebih kental muatan ideologisnya daripada motif ekonomi. Ditambah merusak akun lawan ( menjebak dengan tautan bervirus ).

Pastinya, bukan awam yang iseng, maksa beken demi rating follower. Pintar IT namun bermental bobrok. Miskin budi pekerti. Minus wawasan kebangsaan. Fitnah, ujaran kebencian sarat SARA, hoax penyerangan pemuka agama, menghina presiden dan tokoh2 publik agar masyarakat benci dan terpecah belah. Kenapa bisa ?

Minat baca warga Indonesia nomor 60 dari 61 negara, sedikit di atas Bostwana, Afrika. Sedangkan, partisipasi medsos-nya masuk 5 besar dunia. Dina OS ( blogger Kajian Timur Ttengah ) menyebutnya Indonesia ‘darurat dengkul’. Banyak orang bego memaki-maki kasar nan kotor pada orang yang tahu fakta sebenarnya namun tak disukainya. Di medsos, lebih terbaca, bahkan sampai menghasut pengguna lain untuk ramai2 mengadu pada FB agar memblokir akun tsb ( menghanguskan akun ). BHS contoh korbannya, di mana para simpatisan ISIS termasuk sejumlah ustad di sini, yang alergi dengan kebenaran di Suriah.

Di TV lebih terlihat ( acara talkshow yg menghadirkan pembicara dan akademisi yang gemar mengumbar kritik pada pemerintahan Jokowi namun nihil solusi. Jadinya kayak penonton yang cuma omdo garing, menyalahkan pemain ( anak TK juga bisa, keilmuan profesor RG baru sebatas itu . Bisa tidak, kenyinyiran ala kacamata kudanya/ satu sudut , yang pesimis mengecilkan itu diimbangi solusi bermutu, setidaknya pendekatan keilmuan sekelas Mahfud yang optimis membesarkan hati pemirsa ? RG termasuk guru besar yang digaji 3 kali lipat ? / bikin jurnal internasional tidak ? Kita tahu, profesor/ guru besar dihargai karena solusi keilmuannya pada problem bangsa berupa karya ilmiah, paten dan pemikiran mencerahkan. Gak ngoceh, merasa hebat sendiri ). Karena jadi pemain gak bisa. Boro2 kepilih.

Di acara ‘Rumah Uya’- Trans7, para gadis yang dikhianati pacarnya langsung melabrak tersangka pelakor/ perebut begitu emosional tanpa cek fakta. Padahal cowoknya yang matre, pemuja fisik, pembohong nan playboy itulah yang salah. Si biang kerok masih ngotot dibelain meski ketahuan selingkuh dengan banyak cewek, bahkan memperalatnya ( mobil/ rumah pinjaman cewek satu dipakai untuk memikat/ php cewek berikutnya ). Kemana rasio dan harga diri para cewek yang sudi ‘dimadu’ cowok. yang masih tergantung orang tua, ngaku2 kaya padahal pengangguran, bahkan cuma punya mr.p, sampai berlutut, menyeret mengiba begitu. How can girls run the world, kalau begini ? Malu-maluin.

Salut untuk seluruh kru RU yang beraksi bak detektif pro, gigih mengungkap kebenaran bagi klien yang resah. Host Uya yang lucu menghibur lebih keren kalau tidak bikin cemburu istri dengan tak pegang2 cewek yang bukan muhrim-nya. Jaga reputasi bos ( CT, produser ) dan Umi yang religius ya. Pria terbaik adalah yang paling baik pada istri. Dibalik orang hebat ada wanita ( ibu/ istri) hebat. Kejatuhan AAG, YM, AD dan MT karena perlakuan buruk pada istri ( pertama//selingkuh ).

Tonton juga acara ‘Ruqyah’ tiap Sabtu jam 6- 6.30 di Trans7 agar tahu ciri orang kesurupan jin dan cara mengatasinya. Tak lupa co-host Haruka, gadis Jepang kw yang usil nan lucu, menambah keseruan reality show yang ditonton jutaan pemirsa seluruh dunia. Wow. Bantu Indonesia menemukan pendamping hidup yang baik. Negara kuat ditopang keluarga2 sakinah. Dimulai sejak memilih pasangan yang tepat ).

Di rumah kost, dan aksi demo masif di Monas, sudah saya ceritakan di posting2 sebelumnya, banyak orang malas berpikir. Malas baca.

Alm.Zainudin MZ berkata : jika yang mayortas/ besar bisa menahan diri, yang minoritas/ kecil tahu diri maka keragaman di Indonesia bisa berbuah damai sejahtera. Soekarno mengibaratkan etnis Tionghoa seperti kaki lipan yang bersama kaki2/ suku2 lain di nusantara menopang badan lipan/ NKRI.

Etnis Tionghoa masuk Indinesia abad ke-16.Seperti suku Arab, India, Melayu, kita semua pendatang dari berbagai penjuru dunia, dimulai pasca letusan Gunung Toba yang menenggelamkan daratan Atlantis dan menewaskan sebagian besar manusia karena tertutupnya sinar matahari selama berminggu-minggu oleh debu vulkanis Toba.

Beragam luka yang diderita bangsa ini seharusnya membuat kita bijak. Empati. Tahu rasanya lapar, didiskriminasi, direndahkan, dihina, difitnah, diperbudak, diburu, dipecah belah, diadu domba, ditindas, disiksa dan ditumpas/ dibunuh ( – nya orang2 yg kita sayangi ) supaya kita hati2 bicara , memperlakukan orang lain sebaik kita ingin diperlakukan. Golden rule. Agar kekelaman hati manusia ini tidak terulang lagi. Sebagai bangsa manusia di Indonesia, rasa kemanusiaan kita mestinya melebihi sekat2 kesukuan, keagamaan, kebudayaan, tuntutan pekerjaan. dsb. Citizenship menyatukan kita sebagai bangsa ( bukan agama ).

Politik jangan di bawa ke ruang keagamaan, kata Din Syamsuddin ( tema khobah masjid ala Bawaslu selama proses pilkada 2018. Cukup pemuka agama diundang untuk berdiskusi tentang kerukunan beragama selama pilkada, menghindari politik identitas SARA untuk pemenangan calon tertentu ). Tapi mbok agamawan juga jangan permisif membiarkan para penumpang gelap/ pengusung politik identitas SARA masuk ke lingkungan agama dan membakar emosi massa/ umat, terlebih simpatisan ISIS yg naif dan pemarah. Jika pihak tertentu terpaksa menertibkan mereka dengan caranya, trauma umat menjadi tameng mereka utk menyerang polisi/ pemerintah/ negara. Berpikirlah jernih.

Untunglah, yang ( ingin )rukun di Indonesia masih jauh lebih banyak, sehingga percikan2 persekusi balasan itu tak sampai menggoyahkan negeri ini. Buih HR jadi tahu rasanya dipersekusi sehingga tak merasa hebat, besar dan benar sendiri. Betapa intimidasi, waswas yang mereka tebarkan selama ini pada etnis dan agama lain juga membekaskan trauma. Apa bedanya ? Selalu ada hikmah di balik peristiwa buruk, tak beradab sekalipun. Yang lapar, belajar menahan lapar. Yang miskin, belajar hemat. Yang dipersekusi, belajar menahan marah. Peristiwa memberitahu, mengajari kita ( dan menghajar kita kalau bebal ).
Disinyalir 60 ribu intel asing. beroperasi di Indonesia. ( ILC. 13/2/2018). Ketakutan/ kecurigaan ustad 212 dan simpatisannya terhadap insiden pembunuhan/ penyerangan terhadap ulama/pemuka agama belakangan ini seperti paranoia ( pembela ) koruptor terhadap wewenang penyadapan KPK.

ULAMA DISERANG. ELEKTABILITAS PRESIDEN DIINJAK.

Penumpang gelap di pilkada serentak ( calon kepala daerah yg tertangkap OTT KPK ) mirip penumpang gelap di aksi 212. ( pemaksa khilafah, rombongan sakit hati KMP yang bersyahwat politik ). Dalang terorisme global ( zionis AS ) yang di-counter dalang lokal ( terorism state/ operasi intelijen ? seperti kerja kotor yang dilakukan Khensi Himura, Itachi Uchiha, hitman MNC ). Lalu, saya teringat kasus pembunuhan Munir, penghilangan paksa sejumlah aktivis, operasi petrus, pemberantasan G30S/PKI, pembunuhan ‘dukun santet’, penyerangan agamawan, kriminalisasi Antasari, pemenjaraan Abubakar, penyiraman air keras pada NB, dsb, adalah upaya rezim untuk menjaga keutuhan negara. Terlepas itu rezim yang represif/ buruk atau bukan. Mekanisme negara mempertahankan diri menurut persepsi penguasa di masanya. Seperti para jedi Star Wars otomatis bertindak bila galaksi dalam bahaya kehancuran.

Wapres JK, disusul presiden Jokowi minta misteri penyerangan ini diungkap, lalu Kapolri berjanji akan menuntaskannya. Anda yakin ?

Kerja polisi kita hebat, selama tak ada hambatan politis ( atau pertimbangan strategis ). Jika hanya tertangkap pelaku di lapangan, anda jangan bersedih. Baca sejarah kelam berbagai bangsa untuk meredakan kegalauan hati. That’s the way it is.Thank God, we survive..

Lebih bijak dan adem jika para korban dan keluarganya merelakan tragedi kehilangan/ kemanusiaan yang terlanjur terjadi dan melanjutkan hidupnya dengan ikhlas. Ikhlas dengan ketentuan-Nya Sang Dalang semesta.
Ustad Ab Bsr yang lansia/ 80 th dan sakit- sakitan bisa jadi tahanan rumah jika mengikuti prosedur grasi seperti terpidana lainnya ( mengaku bersalah ). Jika Antasari yang banyak berjasa dalam pemberantasan korupsi negeri ini dan sebenarnya tak bersalah dalam kasus pembunuhan rekayasa tsb mau mengikuti prosedur grasi, semestinya Ab Bsr yang terbukti mendanai kelompok bersenjata dan mendirikan organisasi radikal yang membahayakan NKRI tahu diri/ menelan gengsi untuk syarat grasi.

Kita jangan terbiasa kasihan pada orang kepala batu/ tidak insyaf dengan kesalahannya karena kondisi mengibakan. Pada perang dengan zionis kelak ( PD III, kita akan berhadapan dengan anak2 TK yang sudah didoktrin paham zionis secara sistematis. Mirip drakula cilik yang menerkam leher dan menyedot darah korbannya hingga kering setelah korban terperdaya wajah imutnya. Setan bisa berwujud wajah tua yang ringkih yang tidak tobat/ tak paham bahwa perbuatannya salah dan pemikirannya berbahaya. Jika keluarga dan simpatisannya juga menganggapnya tak bersalah, anda bisa bayangkan dendam laten yang mengendap di hati anak cucunya ? Bom waktu yang meledak suatu saat nanti.

Penting, pengakuan bersalah itu dari mulut penggerak pikiran radikal seperti Ab Bsr. Untuk menurunkan tingkat pengaruhnya pada para pemuja fanatiknya, dan menghentikan pikiran liar para pemula yang naif. Menegaskan bahwa radikalisme berdalih jihad adalah tindakan salah yang dihukum berat dan ditolak di Indonesia. Tetap dibui dengan maximum security jika tetap kepala batu merasa benar. Pilih tobat atau membusuk di penjara ?

Mahfud: menghimbau muslim agar jangan pemarah. Tanda belum beragama dengan benar kalau hati belum damai ( ribut,. curigaan, emosional, cenderung menyalahkan pihak lain ), karena agama untuk kedamaian. Islam itu damai.

TPGF? LET IT GO

Sempat terlintas, jika NB tak menghegemoni KPK, apakah para komisioner jadi lebih gigih menginisiasi pembentukan tim gabungan pencari fakta/ TGPF kasus penyerangan NB ? Komnas HAM lalu membentuk tim pencari fakta untuk mempercepat penuntasan kasus penyerangan NB. Apa NB akan senasib dengan Antasari, Bibit, Chandra, yang tak pernah mengetahui dalang sebenarnya yang membuat mereka teraniaya ? Terus menimpakan beban ke pundak presiden atas semua malpraktek operasi dan intrik politik bisa berbuah silakama/ elektabilitas Jokowi terjun.

Kita bisa melihat serangkai kasus intoleransi dan penyerangan agamawan yang tak terselesaikan dari perspektif itu. Orang2 yang beragama secara emosional dan pemarah itu dengan gampang menyalahkan polisi, intel, presiden dan negara. Siapa yang diuntungkan ? Lawan politik Jokowi, atau juga antek AS di sini yang tak mau Indonesia rukun dan damai. Sejak PS kembali dari pengasingannya di Yordania, masyarakat Indonesia mulai terbelah oleh ambisinya berkuasa / obsesinya memulihkan nama baik. Saya masih ingat belasan tahun lalu, PS membentak pewawancara yang menguji rasa nasionalismenya. Ia terus menekan host sampai acara usai.

Sepertinya, terusir dari Indonesia menjadi pengalaman traumatik baginya yang selama karir militernya begitu nenggebu untuk nengharumkan nama Indonesia ( baca : ada tirai kabut di matanya. yang membuatnya sulit melihat secara jernih berbagai peristiwa di tanah air, termasuk hasil pilpres 2014. Kekurangan ini dimanfaatkan para opurtunis untuk merapat dan menggunakan uangnya. Seperti klaim kalah tipis 3 % ditambah aneka kecurangan pemilu ( asumsi tanpa fakta ) yang terus didengungkan FZ cs sampai hari ini. Fakta sebenarnya bahwa selisih kemenangan Jokowi sampai 8 juta suara dan membuktikan klaim 100 ribu suara adalah hal mustahil di MK, tak juga menyadarkan PS dari bisikan2 yang melenakan egonya.

Salah satunya karena pertimbangan tsb, saya cenderung kembali memilih Jokowi sebagai presiden RI tahun 2019 – 2024. Namun, kali ini Nasdem ( Nasional Demokrat ) partainya. Partainya Surya Paloh ini terlihat menawarkan dan membuktikan hal baru yang kita dambakan selama ini : politik beradab tanpa mahar, mengusung capres tanpa syarat, bersama PPP Romahurmuziy walkout memprotes pengesahan UU MD3 yang nyeleneh ( membuat DPR kebal mengeritik tapi emoh dikritik/ direndahkan ), menolak revisi UU KPK dan pansus angket KPK, memberi solusi secara elegan atas demo cantrang pada pemerintah, dsb. Suara kita lebih didengar Nasdem. Kita berharap jika Nasdem yang menang dan memimpin koalisi pendukung Jokowi maka kejadian2 yang berujung menyalahkan presiden dan negara berkurang karena tak ada lagi oknum2 sekitar presiden yang menyalahgunakan kekuasaan.

SIAPA WAPRES JOKOWI 2019 ?

Sekarang yang dipersoalkan bukan capres, kata orang, tapi siapa wapres Jokowi ? Orang berebut jadi wapres, itu isunya. Oke, kalau begitu, kita mulai dari kriteria: seorang yang punya chemistry/ cocok dengan Jokowi dan kompetensinya sangat berguna untuk rakyat Indonesia. Menurut saya, orang itu seharusnya menjawab masalah yang mengemuka dalam 5 tahun ini: penegakan hukum dan teladan beragama yang benar/ damai. Anda tahu siapa dia ?

Saya memimpikan presiden sesabar & setekun Joko Widodo membangun negara, secekatan Jusuf Kalla mengatasi konflik, setrampil Ridwan Kamil dalam mengelola daerah, sefasih Anies Baswedan dalam tutur/ kaya kosa kata, sebijak Mahfud MD dalam hukum & beragama sekaligus sekuat Gatot Nurmantyo dalam strategi keamanan NKRI. Berhubung seorang dengan 6 kualitas tsb belum terlihat sekarang, JK sudah 2 kali menjabat wapres, Ridwan belum teruji sebagai gubernur, demikian pula Anies, dan Gatot belum 2 tahun jadi purnawirawan saat pendaftaran capres- cawapres 4-10 Agustus 2018 nanti, maka Mahfud MD-lah yang paling realistis untuk Jokowi saat ini. Tinggal chemistry dan elektabilitas- nya ditingkatkan untuk mendongkrak keterpilihan Jokowi yang belum aman ( 70 % ).

Jokowi sudah mengantongi lebih 50% kursi di parlemen dari 5 partai pengusung yang sudah mendeklarasikan dirinya ( Nasdem, PPP, Hanura, Golkar, PDIP ). Usulan PS jadi wapres Jokowi, tidak tepat, saya mengkuatirkan gerbong yang di bawa PS banyak oportunis yang kelak bisa berubah jadi duri dalam lipatan. Watak culas tak bisa diubah. Saya sendiri menghindari orang2 bermental dengki yang suka fitnah dan menelan hoax. Mereka seperti media setan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, mengintai, menunggu timing yang pas untuk menerkam,. Jika itu sampai terjadi, sering kita tak punya jalan untuk kembali. Kerusakan pemanen.

JOKOWI, MAHFUD, NASDEM, PILIHANKU.

Calon tunggal ? Melawan kotak kosong, memalukan jika sampai kalah. Kita harap masih ada penantang Jokowi yang maju untuk demokrasi yang mensyaratkan adanya pilihan agar pemilu tak hambar. PS bisa maju untuk opsi tsb, tapi kali ini mesti sportif mengaku kalah dan. segera memberi selamat pada pemenang jika gagal terpilih. Ini sumbangan berarti bagi demokrasi di tanah air dari seorang PS yang bisa merekatkan kembali ikatan kebangsaan kita yang terkoyak sejak pilpres 2014 dan pilgub DKI 2017 lalu. Atau Zulkifli, Cak Imin, AHY ? Ah, siapa takut ? ( selama beradu program/ gagasan, bersaing sehat, bukan politik identitas SARA yg memecah belah atau politik uang calon koruptor )

Hilangnya keakraban antar warga negara ( citizenship ) karena pertarungan ayat agama. Indonesia butuh jalan pikiran ( infra struktur demokrasi ) bukan jalan tol ( infra struktur ekonomi ). Presiden ( Jokowi.? ) defisit kosa kata, kata RG. Kekerasan agama. mestinya dijelaskan dengan sosiologi ( kurang karbohidrat/ tak jernih berpikir ).Tak selalu isu agama yang dimunculkan.

Penjelasan citizenship/ kewarganegaraan sering disalahpahami agamawan yang pemarah, namun bisa diartikulasikan oleh prof RG ( ahli filsafat yang alergi ayat suci. Jago mengeritik permerintah dengan bahasa akademis ). Pengamat Bima, kini walikota Bogor, merasakan betul bedanya ( entengnya ) bicara dengan peliknya mengeksekusi kebijakan yang ideal. Empatinya muncul, sehingga bicaranya lebih membumi dan santun terhadap pejabat. Ia tak lagi di ruang hampa. Banyak variabel di luar analisanya. Itulah pengalaman yang dibuat Allah yang komplit segala aspek, unsur, dan dinamikanya, jauh di atas teori buatan akademisi, apalagi yang alergi ayat suci dan bidang2 lain yang tak diminatinya. Bicara bisa lancar meluncur bak mitraliur. Karena memang lebih gampang bicara dari satu sudut, daripada bicara menyeluruh dari 8 sudut/ penjuru angin yang mesti dihadapi seorang presiden.

Jokowi dengan keterbatasannya adalah pilihan terbaik pada masanya ( pilpres 2014 ). Proyek2 mangkrak puluhan tahun, ekonomi dunia melesu, beragam konflik masa ini butuh pemimpin yg memberi teladan kerja keras, blusukan/ turba/ cross check ke lini terdepan pelayanan publik, tak emosional dikritik/ EQ istimewa meski kekuasaan begitu besar di tangannya. Inrastruktur yang dikebut.pemerintahan Jokowi masa ini untuk mendukung efesiensi dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Kita tahu, 17 % ekonomi biaya tinggi berasal dari logistik. Yang cuma berkutat di filsafat mana paham soal itu. Masa sesudahnya, setelah ekonomi membaik ( jalan2 tol/ infrastruktur fisik selesai dibangun ), rakyat yang kenyang perutnya tentu bicaranya lebih sophisticated ( istilah RG jalan pikiran, istilah FH cita rasa ) giliran infrastruktur demokrasi yang difokus.

Manusia tercerdas adalah yang paling banyak manfaatnya, kata agama. Saat ini, Jokowi masih yang tercerdas dibanding RG, FZ, FH dan sejenisnya. Presiden yang terpilih untuk negara sebesar Indonesia pastilah ada intervensi langit ( agar semua yang terjadi di alam fana ini sesuai dengan Lauz Mahfuz-Nya ). Saya rasa, Allah sependapat dengan saya tentang Jokowi. He’ s the best for our time.

ZAKAT 2,5% PNS ALA BPJS. YAKINKAN DULU

Rencana zakat 2,5 % bagi PNS sudah digulirkan Menteri Lukman. Masalahnya, dipungut Kementerian Agama atau Baznas ? Kasus penipuan pemberangkatan umrah oleh FT dan BSL, salah satunya, karena pengawasan kurang dari kemenag. Pemberangkatan haji juga belum optimal. Di sisi lain banyak pihak minta kemenag juga mengurus uang umroh ( dari calon jamaah yang ingin umroh ) dan mengeluarkan daftar biro umroh terpercaya yang bisa dipilih masyarakat ( seperti sistem BPJS dengan pilihan faskes tingkat pertama yang bisa dipilih peserta sebelum kartu tercetak ) sehingga tak ada jamaah yang tertipu/ gagal berangkat lagi. Kemenag diminta memperbaiki sistem pengawasannya pada biro haji dan umroh di tanah air, pengurusan haji dan umroh terus diperbaiki pelayanannya sehingga terpercaya sampai publik rela menitipkan zakat juga.

Mulanya presiden, menteri sampai pejabat eselon 1 ( muslim ) yang gajinya memenuhi nisab ( 85 gram emas per tahun setara Rp 4,1 juta per bulan ) untuk dikeluarkan zakatnya ( 2,5 % ), lalu disalurkan ke pemberdayaan umat ( pendidikan, korban bencana/ konflik dsb ), dilaporkan ke web/ akun medsos official tentang pemanfaatan dan audit publiknya. Semoga setelah itu, PNS eselon di bawahnya, karyawan atau wirausahawan tertarik ikut karena kepercayaan, kemudahan dan kepraktisannya. Perwakilan Baznas, badan2 ZIS yang sudah tersertifikasi dan MUI bisa dilibatkan Kemenag untuk sosialisasi, pengawasan dan pengelolaanya. Potensi zakat yang besar jika dikelola dengan amanah dan profesional tentu sangat bermanfaat memberdayakan umat/ bangsa Indonesia. Negara muslim terbesar ini semoga semakin barokah Amin.

UU MD3 SERET DAN SANDERA RAKYAT. WADUH !

Judicial review ( JR ) UU MD3 akankah senasib dengan JR Pansus Angket KPK ? Bisa jadi, karena ketua MK- nya masih AH. Sebelum keputusan kontroversi itu, AH terendus dilobi DM dari Grd ( di Mata Najwa 7/2/2018. DM bilang hanya FZ pribadi yang berbeda. Secara fraksi, partainya sejalan dengan pemerintah ). Hmm.. di depan dan di belakang layar berbeda, rupanya biasa dalam politik pragmatis. Mulut politikus susah dipercaya.

4 keputusan MK sebelumnya menyatakan KPK adalah lembaga independen. Anehnya, keputusan MK 8/2/2018 yang dipimpin AH menyebut KPK adalah bagian eksekutif sehingga bisa jadi obyek pansus angket DPR. Mahfud mengatakan, UU baru otomatis menggantikan UU lama yang mengatur hal yang sama. Namun keputusan pengadilan, tidak demikian. Keputusan sebelumnya yang sudah inkrah tidak bisa dibatalkan begitu saja. Ada proses selanjutnya yang bisa dilakukan. Ajukan UU untuk membatalkan keputusan MK yang ambigu itu.

KPK 4 KALI INDEPENDEN SEKALI TIDAK. KOK BISA ?

KPK sudah benar tidak datang ke pansus angket DPR ketika keputusan MK ke 4 menyatakan lembaga anti rasuah itu lembaga independen. Justru pansus yang tidak sah karena tidak semua fraksi setuju pembentukannya. Tinggal kini presiden, DPR dan KPK mencari titik temu/ solusi atas keputusan MK itu. Untuk diketahui, AH pernah disidang etik 2 kali oleh ikatan profesor hukum di kampusnya. Dalam kasus iini mereka mendesak AH mengundurkan diri. AH pernah ditegur karena memberi katabelece pada seorang jaksa. Mestinya, AH sudah tak punya muka/ maruah menghadapi mahasiswanya. Disenting opinion 4 hakim dari 9 hakim MK, tak setuju draft keputusan tsb ( Primetime News, MetroTV, 9/2/2018 )

Sedihnya, hasil pemilu menempatkan orang2 bukan negarawan di parlemen, ya seperti ini. Kerja dobel ekstra: mengawasi pemerintah, juga mengawasi DPR. Membuat kita capek memicingkan mata dengan jantung berdebar dan kepala bertanya- tanya : kedunguan setelah reformasi ( istilah prof.RG ) apa lagi setelah ini dari Senayan ?

Boro2 memperbaiki kehidupan berusaha dan berdemokrasi di negeri ini dengan 3 kewenangan yang dimiliki, etalase demokrasi ini malah berulah gaduh, asyik sendiri. Membuat diri kebal hukum dengan hak imunitas yang digembar-gemborkan itu sekaligus ( maunya ) bisa ( melalui MKD ) memanggil paksa , bahkan menyandera orang yang merendahkan mereka. Kasarnya, bebas menghina seenak udel tapi tak sudi dihina semau gue. Suka2 mengkritik, tapi emoh dikritik. Kok, nyimut ? ( enak tenan/ benar ).

Daulat rakyat tak bisa dipecah. Rakyat hanya mewakilkan sebagian kepentingan politisnya pada anggota parlemen yang berfungsi mirip watch dog terhadap kekuasaan presiden yang dipilih langsung rakyat. Lucu, jika rakyat pemilik mandat/ pemegang kedaulatan tertinggi ini justru diseret anjingnya ke meja hijau. Gak masuk logika. Sedih atau geli, terserah.

OTT KEPALA DAERAH. DILANTIK DI SEL?

Calon gubernur Ngada, NTT dan calon bupati Jombang, Jatim kena OTT KPK medio/2/2018. Menyusul walikota Kendari dan ayahnya, calon gubernur Sultra. Masih boleh berkampanye pilkada jika sudah berstatus tersangka ? ( menurut UU yang dibuat parsial ). Bagaimana kalau masih terpilih ? ( kebangetan, dipermalukan dunia ). Maling2 uang rakyat itu dilantik jadi gubernur dan bupati di sel penjara ( lalu langsung dinonaktifkan ). Aneh nan lucu.

Mestinya, Bawaslu bisa minta KPU untuk mendiskualifikasikan calon yang sudah kena OTT KPK ( tersangka ). UU Pemilu diperbaiki, calon yang OTT dan tersangka KPK ( 99% terpidana. Praduga tak bersalah hanya untuk hakim ketika memeriksa bukti2 yang diajukan di pengadilan. Publik dan penyidik boleh menduga bersalah para tersangka yang sudah ada bukti petunjuk/ permulaan ) harus gugur sebagai calon kepala daerah atau anggota parlemen. Di hulu, partai politik yang minta mahar mestinya juga dihukum ( dikurangi parlementary tresholdnya 0.1-1% di samping peminta dan pemberi maharnya dihukum sesuai aturan yang sudah ada.

Dana saksi dihimpun calon ( bukan parpol ) dari masyarakat dan dilaporkan ke KPU. Dana kampanye sudah dianggarkan negara lewat KPU. Mahar yang diminta oknum parpol tak tercatat di KPU maupun keuangan parpol, tapi diterima oknum partai dan dikelola secara/ rekening pribadi ( kasus ketum partai Hnr ).

Banyaknya partai sekarang ( dengan PBB lolos verifikasi di sidang Bawaslu kemarin, jadi ada 19 parpol yang bertarung di pemilu nanti ) membuat lobi2 partai untuk berkoalisi dalam pengajuan calon dan pemenangannya menjadi sangat mahal. Pengambilan keputusan di parlemen juga ribet dan boros.
Prof. Reinard Khasali mengusulkan parpol2 melakukan merger ( usul saya : penyederhanaan menjadi 2-5 partai saja lalu negara membiayai kegiatan parpol dengan pengawasan ketat masyarakat).

Menurut saya, cara merger ini lebih baik daripada wacana kembali ke pemilihan tak langsung kepala daerah melalui parlemen seperti tengah hangat dibicarakan di DPR saat ini. Terlebih reputasi anggota dewan sekarang yang belum dipercaya publik. Politik uang.akan berputar di dewan yang selama ini tak sedikit anggotanya terciduk korupsi. Rakyat tak kebagian apa2 dalam sistem ini, apalagi jika kasak kusuk dalam gedung hasilnya kepala daerah yang tak kredibel /amanah. Lebih sulit menyuap rakyat yang jutaan daripada anggota dewan sebanyak 50-500 orang kan? Pastilah pilihan rakyat lebih berkualitas.

Kerugian negara jauh lebih besar jika salah memilih kepala daerah, daripada tingginya biaya pilkada langsung. Bayangkan, orang kayak SN yang dipilih anggota dewan menjadi ketua DPR ! ( sampai 2 kali pula ). MKD. cuma jadi stempel. Lembaga etik ini masih dimodif jadi seperti penegak hukum di UUD MD3 2018. Bisa mikir gak sih ? Bagaimana kalau orang2 bebal macan SN yang mengepalai daerah2 di tanah air ? Berapa mega korupsi lagi yang sanggup kita tanggung. sampai negara ini benar2 bangkrut ? Sepusing apa kita nanti melengserkannya ? Berpikirlah holistik dan berkaca, sudah pantaskah kalian jadi wakil kami ? Kehormatan kalian dari dedikasi dan rendah hati bukan. keangkuhan imunitas dan kesewenangan menyuruh tuan ( rakyat ). So, saya tetap pilih pilkada langsung.

Kursi pimpinan dewan tambah 1 di DPR dan DPD, tambah 3 di MPR dalam UU MD3 2018 yang sudah di ketok di paripurna tanpa rembukan dengan DPD dan konsultasi publik. Untung presiden belum menandatangani karena reaksi publik. Namun, UU MD3 itu otomatis berlaku dalam 30 hari meski tanpa tanda tangan presiden. IPS, seorang pengamat, akan melakukan JR ke MK setelah itu. Mahfud mengusulkan presiden mengeluarkan perppu ( pembatalan UU tsb ) jika ingin proses lebih cepat. UU MD3 bisa dibuat lagi dengan konsultasi publik. Atau kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Penghinaan presiden jadi delik umum, rasanya kurang tepat. Jokowi, kita tahu, punya kelegowoan luar biasa. Simbol negara memang mesti dihormati seperti di Thailand. Namun, kita punya history rezim Orba yang alergi kritik dan membungkam para vokalis secara represif ( penculikan, pembunuhan misterius/ petrus penghilangan paksa, pemenjaraan, kriminalisasi/ menghancurkan reputasi baik, dsb ) dan kemungkinan bisa diulangi pemimpin berikut yang otoriter dengan menyalahgunakan pasal2 dari KUHP yang. ( sedang ) direvisi ini. Jadikan delik aduan saja seperti setiap WNI termasuk anggota DPR.

POTONG TANGAN NAPI BER-HP.

Soal over kapasitas lapas jika pasal pezina ( LGBT & heteroseksual ) dipidana penjara di revisi KUHP, bisa diatasi dengan mengadopsi hukum syariah ( dihukum cambuk, dirajam/ lempari batu dan ditonton banyak orang agar jadi peringatan bagi yang sedang mendekati zina sehingga mengurungkan niatnya ). Bandar, penyelundup, pengedar narkoba dan koruptor dihukum potong tangan agar tak bisa mengoperasikan hp dan menggerak kan jaringan jahatnya.

Suku terasing yang masih menawarkan istri untuk menjamu tamu suami, diedukasi dulu bahwa tradisi jahiliah ini sudah tak pas lagi di zaman now. Diberi tahu sangsi hukumnya, disosialisasikan dulu baru kemudian dihukum jika bandel. Semua agama melarang zina. Manusia ciptaan Tuhan wajib mengikuti perintah- Nya. Suku terasing itu direligiuskan dulu, mengenal Tuhan, kitab agama dan KUHP soal zina. Takes time.. tapi tugas negara ( dan kita, penganut agama ) adalah mencerdaskan bangsa, termasuk suku terasing di nusantara. Semua warga negara Indonesia sama kedudukannya di depan hukum. Setuju ?

KPK TERTIBKAN PUNCAK, PLEASE…

Banjir sudah langganan di Jakarta. Longsor terjadi baru2 ini di Riung Gunung/ jalur Puncak, Bogor menelan banyak korban dan materi. Jalan amblas. Rel kereta menggantung seperti kabel PLN. How come ? Padahal, Perpres dan RTRW 2008. sudah menetapkan Kawasan Puncak sebagai hutan lindung. Tak boleh ada villa dan bangunan. Nyatanya banyak villa milik pejabat dan kios pedagang di sana demi pendapatan. PAD versus hutan llindung. Apa solusinya ? Presiden melalui Kemenhut turun membantu pemkab Bogor yang kesulitan menertibkan para pemilik villa ( pejabat tinggi, pengusaha besar) yang tak punya IMB/ melanggar RTRW. Mereka diminta membongkar bangunan miliknya dan mengembalikan fungsi semula ( penyerapan air ).

Daerah Aliran Sungai ( DAS ) dari hulu ke hilir dinormalisasi ( warga dilarang bermukim di pinggir sungai/ sempadan sungai ). Para anggota BKAD ( Badan Kerjasama Antar Daerah ) dipimpin menteri lingkungan hidup/ kehutanan urun rembug masalah DAS dan solusinya di daerah yang terlewati. ( Editorial MI, 8/2/2018 ). Selanjutnya, 368 hektar tanah konservasi di Puncak/ bopuncur milik Perhutani ditertibkan dari bangunan/ villa liar milik pemodal dan pejabat tinggi kemarin (2/3/2018)

Ada hutan rakyat, hutan diserfikasi, hutan lindung/ konservasi, kata pakar. Ada villa liar, siapa yang memberi izin ? KPK bisa periksa para terduga penjarah hutan ini mulai dari kementerian, gubernur, bupati Bogor yang terkait izin perambahan hutan konservasi tsb. Karena polisi dan jaksa yang masuk ke situ seperti tak bisa berbuat apa2. Hutan lindung itu milik KLH yang dikuasakan pada Perhutani. KPK bisa periksa dari sana. Sejak 1963, Kawasan Puncak sudah diatur untuk konservasi. Jarak 200 m dari jalan tak boleh ada bangunan. Puncak jadi kesenangan ( pemodal/ pejabat ) dari Jakarta, ironinya juga jadi sumber malapetaka bagi orang Jakarta dan warga sepanjang hulu ke hilirnya. Semoga penegakan hukum di sana dan kesadaran kita menjaga lingkungan bisa menyelesaikan masalah yang muncul tiap musim hujan ini. Amin.

TANAH YOGYA: SEKALI ISTIMEWA, TETAP ISTIMEWA

Kemarin ( EMI 26/2/2018 ) Handoko menggugat surat intruksi wagub Yogya tahun 1975 tentang kepemilikan tanah yang hanya diperbolehkan untuk pribumi. Non-pri ( WNI keturunan Tionghoa terutama ) dilarang memiliki tanah di DIY. Alasan penolakan hakim PN di Yogya, salah satunya, agar tanah tak jatuh ke konglomerasi.
Sebenarnya, istilah non pribumi sudah dihapus sejak era Reformasi/ peristiwa 1998 ( mal Y Plaza/C Klender dibakar saat kerusuhan massa. Ratusan pengunjung dan karyawan mal terpanggang hidup2 dalam gedung karena takut keluar diburu, diperkosa para pembenci non-pri ). Diskriminasi etnis ini salah siapa ? Sampai hari ini masih terasa. Kesalahan ada di dua belah pihak, menurut saya. Seperti bangsa Yahudi, ada yang baik ( korban holocaust ), ada juga yang jahat/ tamak ( ekstrimis Zionis, dalang holocaust pada warga Yahudi diaspora yang emoh diajak merampas tanah Palestina demi fantasi Tanah Yang Dijanjikan/ dalih menguasai Timur Tengah yang kaya minyak ).

Etnis Tionghoa, ada yang nasionalis, ada juga yang rakus/ diskriminatif/ loyalis tanah leluhur/ China ( wapres JK pernah menyindir mereka yang baru sebatas WNI KTP di perayaan Cap Gomeh di TV beberapa tahun silam. Mereka ingin diperlakukan seperti Najwa, keturunan Arab yang diterima baik di Indonesia ).

( Imlek adalah kegiatan budaya leluhur etnis Tionghoa sejak 5000 tahun silam untuk merayakan masuknya musim bercocok tanam/ musim semi ).

Perilaku menyimpan kekayaan di bank2 asing di luar Indonesia, ngemplang hutang BLBI, merampok uang nasabah lalu kabur ke Singapura /Australia, baru bayar pajak setelah ada program amnesti, dsb, menjadi salah satu penyebab sentimen warga terhadap etnis Tionghoa/ non-pri. Belum lagi kebiasaan menumpuk harta dan pamer kekayaan secara menyolok di tengah masyarakat yang belum mapan ( pemicu kecemburuan sosial ), juga perilaku merendahkan ( pelit, ucapan kasar seolah pada budaknya, pemerahan tenaga/ lembur tanpa dibayar, larangan ibadah waktu jam kerja, dsb ) selama menjadi bawahan mereka. Membuat mereka belum sepenuhnya diterima di sini.

Najwa berkontribusi besar bagi kemajuan negeri ini dari profesi jurnalis yang ditekuninya sepenuh hati Siapa pun tak lagi dilihat asal usulnya jika ia sangat berguna bagi nusa bangsa/ Indonesia. Jika warga keturunan merasa diperlakukan berbeda, pertama-tama tanyakan pada diri sendiri dulu, apa yang sudah ia lakukan secara proporsional/ signifikan/ sepadan untuk Indonesia ? ( setelah kemakmuran pribadi / mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, hidup, makan, usaha, beranak pinak di sini ) Jangan menuntut setara jika diri sendiri masih diskriminatif dan egois !

Pasca letusan Gunung Toba ribuan tahun lalu, berbondong-bondong manusia dari arah Afrika, Arab, India, China/ Tiongkok, kemudian datang ke nusantara untuk berdagang dan mencari penghidupan baru. Maharaja Sriwijaya, kerajaan adidaya masa lalu, dari persilangan etnis China dan India. Para perompak yang menguasai perairan sekitar Palembang pasca runtuhnya Sriwijaya juga dari China ( beranak pinak di sekitar wilayah Asian Games 2018 ) Di buku sejarah sekolah dasar, kita/ keturunan Melayu juga diberitahu kalau nenek moyang kita dari Indo China/ sekitar Vietnam. ( Leluhur orang Papua mungkin dari Afrika ? ) Ringkasnya, kita semua pendatang ! ( senior, he3x.. ). Pendatang yuniornya, bangsa Portugis, Inggris, Belanda, Jepang yang menjajah kita lebih 350 tahun. Lalu, orang Amerika, Spanyol, Australia dan pria dari lebih 200 negara di dunia, yang terpikat pada alam plus gadis eksotik Indonesia dan memilih jadi WNI.

Masa kolonial, warga Tionghoa menjadi kelas menengah/ kapiten yang mengawasi kerja rodi warga kelas tiga/ Melayu non priyayi ( orang Jawa banyak dikirim ke berbagai pelosok nusantara untuk kerja paksa atau dibuang karena perlawanan politiknya. Mungkin, kiprah paguyuban keturunan Jawa inilah yang membuat banyak orang Jawa lalu terpilih menjadi presiden. Di samping jumlah penduduk Jawa lebih 50% penduduk Indonesia. Juga kemampuan personalnya merukunkan orang Batak dengan orang Makasar, misalnya, seperti pengakuan JK. Kemampuan orang Jawa membaca gestur lawan bicara/ lebih cepat paham, aku Made, mantan kolonel asal Bali, pelanggan saya, yang sudah keliling dunia dan keliling Indonesia memimpin birokrasi ).

Masa Orde Baru, etnis Tionghoa diperlakukan seperti sapi perah karena kelihaiannya berdagang ( kegiatan budayanya dilarang, status WNI-nya dipersulit ) sehingga mereka tak punya identitas lain yang bisa dibanggakan, kecuali kekayaan untuk menunjukkan eksistensinya. Istilah non-pri yang kaya raya berjarak bak jurang dengan pribumi yang miskin, akrab di telinga masa itu. Jurang kemiskinan, kecemburuan sosial yang berkerak di dasar hati selama ratusan tahun lalu meledak dalam tragedi kemanusiaan 1998 ( pembakaran, pemerkosaan ).

Bagaimana nasib surat intruksi wagub Yogya yan dibuat masa Orde Baru ? Masih relevan-kah di zaman now ?

Meski istilah non-pri vs pribumi sudah dihapus sejak Reformasi, saya merasa, masalah ini belum benar2 selesai di bangsa ini, seperti halnya kepemilkan senjata secara bebas di bangsa Amerika. Saya pernah menulis tentang sisi materi/ otak kiri orang zionis Yahudi, China yang sepertinya didesain lebih besar dari sisi spiritualnya/ otak kanannya untuk menjalankan skenario-Nya/ Lauh Mahfuz. Banyak dari mereka yang materialistis/ tamak. Saya memahami ketakutan wagub saat itu atau hakim PN saat ini jika etnis non-pri sampai diperbolehkan memiliki tanah di Yogya. Mungkin hanya Yogya yang jalan protokolnya diperkenankan kepala daerahnya ( Sultan dan Paku Alam ), dihilir mudiki becak.

Wong cilik sangat dilindungi di sana. Setahu saya, secara tradisi, turun temurun, tanah dimiliki raja/ sultan pada pemerintahan monarki/ kerajaan dahulu. Jika warga Yogya sampai punya tanah, itu semata karena kedermawanan sultan mereka. Jika Yogyakarta dulu meminta Daerah Istimewa, tentu mereka berharap hukum adat tetap diterapkan termasuk kewenangan sultan/ gubernur dan Paku Alam/wagub atas kepemilikan tanah yang direstuinya untuk kelas rakyat kecil ( bukan kelas konglomerat ).

Seperti hukum syariah yang diminta Daerah Istimewa Aceh, saya pikir lebih bijak jika warga Yogya memutuskan yang terbaik untuk mereka. DPRD dan Sultan bisa membuat perda yang mengatur kepemilikan tanah di Yogya. Saya cenderung untuk mengganti istilah non- pri dan pribumi saja di intruksi wagub 1975 , lalu membatasi luas tanah yang boleh dimiliki warga Yogya ( ‘asli’ monggo, etnis Tionghoa cukup HGB atau hak kelola terbatas ) agar tak jadi konglomerasi. Jangan lupa konsultasi publik sebelum diundangkan. Presiden tak perlu direpotkan mengurusi hak prerogatif sultan DIY, terlebih di tahun politik ini. Banyak tanah di luar Yogya yang sudah/ boleh dimiliki etnis. Tionghoa. Kenapa masih memaksa di Yogya juga ? Kurang ? Jadi, soal tanah, saya setuju Yogya tetap istimewa.

( Contoh ekspansi China : Banyak retail tutup. Penyebabnya daya beli masyarakat turun atau beralih ke penjualan online ?

Di sisi lain, ada komunitas EIC yg mengajak orang2 untuk impor barang China dan memasarkan di Indonesia. Barang Rp 500 rb harganya cuma Rp 100 rb jika produk China. Produk lain seharga 50 rb, maka cuma 10 rb bikinan China. Dengan Rp 100 rb bisa ikut seminar jadi importir produk China. Dengan modal Rp 1 juta bisa jadi importir produk China. Caranya gampang, daftar via sms lalu kirim ke nomor 0822100059xx. Ini contoh perang bisnis/ kelihaian yang dilancarkan etnis China ke sini. Memang, ernis Tionghoa punya sifat hemat, strategi bisnis jitu dan jaringan luas di seluruh dunia yang menjadikan mereka unggul di bidang ekonomi. Kita bisa belajar soal itu. Tapi kita juga harus hati2 soal tabiat negatifnya dan tetap waspada.

Setelah perang melawan zionis, ada perang berikutnya melawan Yajuz Majuz jilid 2 Pertimbangan strategis tetap dikedepankan. Rakyat jelata sudah banyak/ lama menderita karena kebijakan pasar bebas terutama dengan China. Banyak produk China membanjiri Indonesia, disambut etnisnya di sini dan mem-phk-kan banyak pekerja kita. Biarkan Yogya tetap memiliki tanahnya. Kadang saya iri dengan Malaysia yang memprioritaskan/ berpihak pada mayoritas Melayu di sana. Saya belum melihat etnis Tionghoa masa ini berkontribusi sepadan untuk negeri ini sampai perlu dibela sebegitu rupa seperti penggugat tanah di Yogya. Sorry, that’s how I feel…

ILC 31/10/2017: kebakaran di pabrik petasan di Tangerang, tewas 47 orang, terbanyak pekerja di bawah umur. Siapa pemiliknya ? ( IL ).Redaksi Trans7 1/11/2017: Hotel Alx. yang membayar Rp 30 miliar pertahun utk PAD Jakarta tak diperpanjang izin usahanya pada 27/10/2017, oleh pemprov yang dipimpin gubernur baru ( Anies ) karena diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. M. Emka ( penulis buku ‘Jakarta Undercover’ ) memperkuat itu. Siapa pemilik Alx yang selama ini dibiarkan ? ( AT )

TEMBAK MATI BANDAR, PENGEDAR, PENYELUNDUP NARKOBA.

Mengerikan, melihat maraknya peredaran narkoba di tanah air. 1,6 ton narkoba dari China kemarin tertangkap aparat di perairan kta yang 2/3 luas Indonesia. Kata BNN, narkoba yang terjaring baru 10 % dari narkoba yang membanjiri negeri ini. Kita lihat para selebriti berjatuhan oleh narkoba di televisi. Artis, tingkat stres-nya 3 kali orang biasa karena kejar tayang dan persaingan ketat dengan pendatang baru. Popularitas cepat pudar dan digantikan talenta baru. Anak TK sampai ketua MK ( AM ) jadi sasaran bandar narkoba.
50 orang mati tiap hari karena narkoba, 27% pelajar dan mahasiswa ( EMI 6/3/2018 ). Tunas bangsa layu sebelum mekar.

Tembak mati pengedar/ penyelundup narkoba yang mencoba kabur dan melawan petugas. Gembong narkoba sudah dihukum mati oleh JA Prasetyo sampai jilid 3. 50 % peredaran narkoba masih dikendalikan dari jeruji penjara oleh si bos napi bermodalkan hp selundupan, sampai Buwas akan mengganti sipir lapas dengan buaya emoh suap ( kasus kepala lapas Nusakambangan jadi bagian kartel narkoba, sehingga pasang CCTV di lapas menjadi keharusan) . Kini hukum mati jilid 4 diputuskan. Efektif bikin kapok ?

Beberapa mulai ragu ( karena berulangnya peristiwa penangkapan narkoba disebabkan minim & lambatnya eksekusi ) dan menjajaki kemungkinan hukuman seumur hidup, kerja sosial, pemiskinan dan dibuang di pulau tak bersinyal. Ironisnya di antara 66 pulau belum bernama di provinsi Riau, kemarin ketahuan jadi gudang narkoba sebelum di selundupkan lewat jalur/ pelabuhan tikus ke pemesannya. Salah satunya, diskotik dan klub malam. Para bandar dan pengedar sepertinya lebih takut hidup miskin daripada takut mati. Mereka tahu mati adalah resiko pekerjaan haram itu. Tapi bisnis beromzet puluhan triliun rupiah tsb terlalu menggiurkan untuk mereka lepaskan. Jadi ?

Seperti para penelpon EMI, saya tetap yakin, hukuman maksimal/ mati adalah paling tepat untuk kejahatan luarbiasa itu. Masa depan bangsa yang dihancurkan. Pemakai tak bisa benar2 pulih dari kecanduannya. Apalagi kalau sudah terkena HIV/ Aids, penyakit kelamin, cacat otak dan fisik karena keadaan sakau, fly, yang membuatnya tak sadar apa yang dilakukan dan dirusaknya. Apalagi kalau tak ada anggota keluarga yang paham cara menjauhkannya dari godaan/ aroma narkoba. Apalagi jika masyarakat di lingkungannya memberinya stigma negatif/ emoh memberinya kesempatan kedua ( bekerja, bersosialisasi )

Kalau baru 3 jilid belum membuat jera bandar, maklumlah. Mendidik anak untuk melakukan tugas rumah saja di Super Nanny atau Nanny 911 butuh waktu sedikitnya 6 bulan secara konsisten. Itu artinya 6 x 30 = 180 kali. Hukuman langsung diterapkan begitu pelanggaran dilakukan,. Tdak ditunda, sehingga anak menangkap pesan jelas atas kesalahannya. Kalau kuman TB lebih dahsyat lagi. Untuk kategori satu, 6 bulan. Kategori dua, 8 bulan. Kategori tiga, 2 tahun. Bayangkan tiap hari harus minum obat gede2 sebanyak 6 – 16 butir selama 180 – 720 hari. Dalam 5 menit 16 butir itu harus semuanya tertelan. Setelah itu anda akan mual, muntah dan pandangan mata bergoyang sepanjang hari sampai jatuh kesandung atau benjol nabrak tembok. Pantat anda yang disuntik antibiotik selama 2 – 6 bulan tiap pagi akan bengkak membiru sampai rebah tidur pun sulit karena baal penuh lubang suntik.

Ini pengobatan ala WHO, badan kesehatan dunia yang saya alami. Paman saya dulu yang tak merasakan pengobatan kelas wahid itu cuma bisa terbujur lemah dengan tubuh kurus kering, jalan 5 menit sesak nafas dan capeknya bukan main, batuk sepanjang malam dengan tubuh berkeringat dingin tanpa nafsu makan, wafat 20 tahun kemudian. Saya hanya mengalami penderitaan itu selama 6 bulan plus 8 bulan, lalu dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis paru BBKPM.

Saya tahu rasanya jera ( menderita TB ). Saya kapok bercipika-cipiki lagi. Kapok memaksakan diri beraktivitas sampai terlalu capek, karena bisa kumat TB lagi seperti tabiat flu ). Kuman TB keok setelah konsistensi pengobatan tanpa ditunda sehari pun atau bolong sebutir pun. Kematian akibat TB 300 orang tiap hari di Indonesia. 6 kali akibat narkoba. Belajarlah pada pasien TB. 720 jilid hukuman mati tanpa ditunda sehari pun ( baru 3 jilid bagi saya belum terasa efeknya, saya juga belum jenuh/ muntah obat ).Tambah pemiskinan anggota keluarganya ( atau mau tambah minum 16 butir obat muntah tiap hari ? bagi pengedar yang meringkuk di sel agar tak mampu pegang hp apalagi mengendalikan jaringan narkoba ) Penjara kita sudah over kapasitas. Para terpidana. mati segera saja dieksekusi. Agar orang berpikir seribu kali untuk mendekati narkoba. Bagi pemula, hukuman seumur hidup dan kerja sosial belum menakutkan, terlebih penegak hukum kita belum seangker dan sekredibel luar negeri.

Tingkatkan sosialisasi bahaya narkoba dan jenis narkoba yang mungkin ditemui anak di sekolah, tempat jajan dan lingkungannya agar anak bisa mengenali dan menghindari bahayanya. Mari kita lihat hasilnya setelah 2 tahun strategi terpadu ini dilaksanakan secara konsisten. UU no.35 th 2009 tentang Narkotika bisa direvisi, dengan wewenang penyadapan tanpa izin PN seperti KPK sehingga yang digaruk bisa lebih banyak. Jika ingin proses lebih cepat. bisa dikeluarkan perppu karena Indonesia sudah super darurat narkoba.

Heru Winarko, mantan deputi penindakan KPK, menggantikan Budi Waseso sebagai kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang baru. Semoga lebih buas dari Pak Buwas. Kita harap BNN, Bea Cukai, KKP, Polri, TNI AL, Bakamla, PPATK, KemenkumHAM, intens bekerja sama dan bagi2 tugas mengamankan laut dan rakyat Indonesia dari serbuan narkoba. Kita semua, publik, pemerintah, swasta, harus kompak menyetop narkoba dengan gigih pula. Semoga generasi berikut bisa kita selamatkan. Amin.

INDONESIA SUDAH LAYAK INVESTASI. TAPI DAERAH ?

Indonesia naik peringkat layak investasi nomor 2 setelah Filipina. Pendapatan perkapita Rp 160 juta per tahun, atau Rp 13 juta per bulan per orang. Berapa banyak dari kita yang berpenghasilan segitu ? Pertumbuhan ekonomi masih dinikmati orang kaya. 20% orang menguasai 80% kue ekonomi nasional. 4 orang terkaya di Indonesia duitnya setara dengan duit yang dimiliki 100 juta orang miskin. Tingkat pengangguran 11%. Hutang kita Rp 3900 triliun. Apa yang salah ?

Selain ekses salah urus negara oleh rezim2 sebelumnya, iklim investasi yang kompetitif di pusat belum diikuti di daerah. Urus izin industri besar di Jakarta cuma 3 jam, di daerah bisa lebih 6 bulan. Padahal, investor membangun pabriknya tentu di luar Jakarta. Kepala daerah masih suka memungut 10% dari dana investasi. Juga minta jatah 40% tenaga kerja dari lokal. RT, RW, Kelurahan, dst, masih mengutip sumbangan untuk Karang Taruna, ormas, dsb.

Wewenang pemerintah pusat menganulir perda dihapus MK. Setelah otonomi dan pilkada langsung, sebagian kepala daerah seperti raja2 kecil yang menguasai daerahnya ( membangkang intruksi pusat ). Pemerintah pusat hanya bisa menggunakan DAU untuk mengarahkan pemerintah daerah. Tinggal rakyat daerah yang bisa mendesak penguasa daerahnya untuk ramah investor yang mensejahterakan rakyat. Menghukumnya dengan tidak memilih kembali di pilkada berikutnya jika pungli, korup, menghambat investasi yang baik untuk masyarakat dan negara.

Iklim investasi baik jika ada kepastian hukum, kestabilan politik dan keamanan berusaha. Tahun politik ( pilkada serentak 27 Juni 2018 di 171 daerah dan pileg-pilpres Septemper 2019 ) bukan soal kegaduhannya yang dikuatirkan para investor, namun jaminan kepastian berusaha jika kepala daerah baru menjabat merubah kesepakatan kontrak atau membuat aturan menyusahkan. Mereka jadi wait & see.

Presiden Jokowi membangun infrastruktur ekonomi, memangkas aturan investasi yang berbelit-belit, membuat bbm satu harga dalam dan luar Jawa, meningkatkan kualitas sdm dengan berbagai pelatihan, KIS, KIP, blusukan memastikan pelayanan publik optimal dan mencari investor luar negeri yang mau menjadi mitra pemerintah mensejahterakan rakyat Indonesia. Menkeu Sri Mulyani juga sudah dihargai sebagai menteri keuangan terbaik di dunia. Selamat. ya.

Tantangan sekarang bagaimana memikat investor agar mau membangun industri manufaktur yang padat karya ( bukan industri jasa saja yang padat modal ), merawat investor lama agar tak hengkang, memangkas pungli/ biaya siluman dengan teknologi dalam administrasi, menyetop peredaran narkoba yang meracuni kualitas sdm kita, sekaligus menghentikan penjarahan ikan dan tambang migas minerba kita oleh asing, agar hutang Rp 3900 triliun segera lunas dan rakyat cukup makan/ harga diri sehingga bisa berpikir jernih untuk merawat nasionalisme-nya terhadap NKRI. Tidak demen hoax dan hate speech karena sayang Indonesia dan saudara setanah airnya dari beragam etnis dan agama. Pecandu narkoba menyusut drastis karena anak muda punya pekerjaan dan harapan cerah. Kalau begini, semua setuju ?? ( semua bahagia ? semua ingin masuk surga tanpa hutang ? ). This is it.

******

p

Bermain, bicara, belajar bersama anak dilakukan orang tua untuk merawat kasih sayangnya pada anak. Setiap hari antara jam 18-21. Orang tua punya waktu krusial menanamkan nilai2 moral, agama dan adat sampai usia anak 12 tahun/ SD. Pada usia di atas itu, anak sudah mulai membangun keakuannya, jati dirinya dan lingkungan sosialnya. Nilai2 baik dari orang tua menjadi filter pertama bagi anak ketika menyaring informasi, pengaruh, budaya dari luar yang belum tentu cocok dengan kultur bangsa kita. Agar anak tak bermasalah, terjerumus perilaku merusak diri dan masa depannya maka investasikan waktu anda untuk anak, kualitas dan kuantitasnya. Anak sebenarnya butuh kehadiran hangat orang tuanya. Bukan harta materi mahal atau liburan mewah sebagai ganti ketakhadiran orang tua. So, matikan gadget ( hp, komputer, dll ), radio, tv selama 3 jam untuk fokus. pada kebahagiaan bersama anak. Jika tidak, anak2 akan tumbuh liar dan bermasalah seperti ikut geng motor ( termuda pernah dibekuk polisi berusia 12 tahun ), lalu masuk bui. Anak seusia itu nalarnya belum matang, tak kuat menolak ajakan merusak karena butuh pengakuan dari teman2 sebaya. Para bibit kriminal ini jika dikembalikan pengadilan pada orang tuanya, negara harus intervensi, membantu ortu anak tsb agar bisa mengarahkan anaknya dengan benar ( bimbingan parenting ). Sehingga kesalahan tak terulang kembali. Anak cukup 2 saja ( boleh tambah 1-2 anak yatim piatu untuk diasuh/ anak asuh bagi ortu yang mampu mengurusnya dgn baik, lahir batin ). Keluarga hangat negara kuat. ( Lukisan “Play Time !” by Vitrisa )

Written by Savitri

10 Maret 2018 at 10:39

KPK vs SN. TNI vs KKB. Kucing liar, keberagaman…oh, wonderful Indonesia!!

leave a comment »

t

Tiang listrik ini jadi sasaran kegregetan publik atas ‘akrobatik’ SN yang berulang kali lolos dari jerat hukum dan etik. Seolah uang bisa membeli segalanya di republik ini. Sampai muncul game :nabrak tiang listrik dapat skor ( bukan menghindar). Menunjukkan sumber daya kreatif ( pendukung pariwisata) cukup membahana di negeri ini. Semoga KPK bisa menuntasksn kasus mega korupsi E-KTP yang terkait hajat hidup orang banyak ini dengan baik Gigih, sigap tapi cermat. Maju terus, KPK !! ( sumber foto : Youtube )

KPK vs DPR. Mahfud vs Romli. Febri vs Fahri. Mulanya proyek E-KTP yang diduga dikorup 2,3 triliun rupiah. Seru nan tegang. Gaduh atau asyik?  Banyak persepsi dan versi di sini. Empat profesor, 4 pendapat berbeda. Siapa benar?  Siapa bodoh? Lima hakim yang meloloskan SN, atau publik?  ( yang cinta KPK, pastinya lebih dari 5 orang).

Mengikuti isu aktual di negeri ini seasyik petualangan Lima Sekawan ( Enid Blyton)  atau novel misteri Edgar Allan Poe. Peristiwa muncul satu per satu seperti kepingan puzzle yang membentuk gambaran utuh sebuah kasus atau kebenaran.

Perhatian saya pernah terpaut pada Romli di ILC ketika berpendapat: ekspos media terhadap operasi penindakan KPK melebihi pencegahannya membuat para pemimpin daerah takut mengambil keputusan sehingga anggaran pembangunan banyak yang tak terserap ( publik kurang terlayani).

Beda dengan Mahfud, menurutnya penindakan KPK sekaligus mencegah para decision maker menilep uang rakyat. Saya lihat dua versi ‘benar’ ini diselesaikan di Kota Bandung dengan melibatkan TP4D ( Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah)  dalam mengelola anggaran. Prinsip kehati-hatian ini perlu waktu transisi agar pihak ketiga sempat menyesuaikan diri pada aturan baru yang membuat proses lelang lebih transparan. Waktu adaptasi ini membuat manajemen anggaran pemkot tahun 2017 dianggap lambat. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatunya. Akan cepat jika sudah terbiasa. It’s only matter of time.

Presiden Jokowi setahu saya pernah bilang: jangan takut KPK kalau memutuskan kebijakan yang mensejahterakan rakyat ( bukan memperkaya diri, keluarga atau kelompok tertentu). Kebijakan seperti itu tak bisa dikenai pasal korupsi.

SUBSTANSI vs PROSEDUR

Diskusi ILC 14/11/2017 mempertemukan dua pakar hukum tata negara ini lagi. Mahfud menganggap tindakan KPK memeriksa SN lagi setelah lolos di sidang praperadilan pertama itu benar. Bukti kasus/ substansi tak dibaca hakim. Ibarat sholat, wudhunya saja yang belum sempurna, boleh diulang lagi. Sedang Romli menganggap KPK terburu-buru. Untung hakim tak membacakan bukti yang dibawa KPK tsb. Lima hakim yang meloloskan SN di pengadilan sebelumnya tidak bodoh, kata Romli ( publik yang bodoh? ). Saya teringat, seorang reporter TV menanyakan pendapatnya tentang komisioner KPK yang bertemu ketua partai untuk kerjasama pencegahan korupsi dalam pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 ( separoh layar TV memperlihatkan Basaria menyerahkan berkas pada SBY). Romli terlihat kesal saat menjawab pertanyaan si reporter  ( baca: tak suka tindakan KPK tsb).

Beda sekali dengan sikap Mahfud yang membesarkan hati sang reporter/ pemirsa saat kasus kriminalisasi komisioner Bibit-Chandra.”Yang menentang kehendak rakyat akan hancur! “, kata Ketua MK saat itu seingat saya. Ya, rasa keadilan masyarakat di atas hukum. Hukum dibuat untuk melindungi rakyat, sang pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Etika, posisinya di atas hukum. Yang dibilang hukum ( tindakan itu)  benar. Bagi  norma etika, tindakan yang sama bisa divonis salah. Dari hirarki moral, posisi profesi jurnalis ( termasuk reporter ) di atas profesi hukum, apalagi politisi. Pasca Reformasi 1988, kebebasan pers/ kekuatan media di tanah air adalah salah satu yang masih bisa diandalkan untuk menjaga nyawa demokrasi di Indonesia dan cita-cita reformasi.

MK masa Mahfud juga bisa diandalkan. Terobosan hukumnya ( membuka rekaman percakapan Anggodo ke publik/ sidang terbuka MK)  menjadikannya sangat dikenal. Man of the year. Saya sendiri melihat KPK saat ini seperti Keanu Reeve di film laga Speed. “Shoot the hostage!! “, teriak polisi keren itu dekat lift. Demi menyelamatkan nyawa sandera, pada detik-detik krusial itu prosedur pembebasan tawanan terpaksa diseruduk. Substansi lebih penting dari prosedur.Mahfud itu substansi hangat. Romli itu prosedur baku. Mahfud cocok dengan KPK yang berkarakter mirip ( suka terobosan dan substansi.). Tindakan memindahkan SN ke RS yang ditunjuk KPK  sebagai penahan SN, disarankan Mahfud.

Pengalaman bekerja di biro konsultan, divisi properti dan perusahaan kontraktor membuat saya tahu perbedaan teori di kampus dan kegentingan praktek di lapangan yang memaksa banyak penyesuaian dan kreativitas melebihi yang tertulis di texrbook agar batasan dana, waktu, kualitas, sdm, alam tercapai sesuai standar mutu dan perjanjian dengan pemberi tugas. Pengalaman sebagai penderita. TB membantu saya melihat nyinyirnya FH. Perawat TB yang bertemu kami, lebih percaya hasil tes negatif ibu di kertas daripada penjelasan saya yang mendampingi ibu siang malam di RS.”Penyakit ibu bukan TB karena hasil tes dahak ibu negatif di berkas medis ini,”katanya. Saya melihat ibu hanya mampu keluar liur saat diambil sampel dahaknya. Saya melihat reaksi bengkak melebihi batas kotak spidol hitam di tangan kanan ibu saat Tes Mantoux. Dokter yang menangani ibu di RS tahun 2014 silam bilang ibu saya kena TB dan diberi obat TB. Anehnya, tahun 2016 lalu, perawat TB itu tetap bersikeras bahwa ibu saya tidak kena TB. Nah, lho!

Dengan kewenangan menyadap tanpa izin pengadilan yang dimiliki KPK dan operasi2 yang dilakukan (OTT/ Operasi Tangkap Tangan, kerjasama dengan penegak hukum luar neger, dsb). banyak yang KPK lihat yang tidak kita lihat. Akurasi saya dan KPK lebih tinggi dari si perawat TB dan pembela SN. FH bersikeras hanya pada yang dilihatnya. Ia tak mengakui bukti petunjuk dan dakwaan yang mengarah ke SN. Stereotip orang angkuh yang over pede ( merasa paling benar). Yang dicari adalah pembenaran diri, bukan kebenaran sejati. Semua hal yang tak cocok dengan egonya, ia bantah/ tepis. Sentimennya pada KPK karena pengalaman buruknya di masa lalu yang belum dimaknai dengan benar membuatnya bias ( nyinyir)  menilai KPK dan segala sesuatu yang terkait dengannya, termasuk wartawan, publik, pengamat, ahli hukum yang setuju KPK.

HATI-HATI SINYAL SUMIR

Cara berpikir subyektif dan ( ucapan, gestur)  yang merendahkan penanya/ lawan bicara adalah sinyal meleset. Si angkuh tak mencerna semua fakta. Koruptor/ kriminal bisa lepas jika kita mengikuti saran sumirnya. Salah satunya, karena pertimbangan ini, saya memilih KPK, Mahfud MD dan Febri Diansyah. Febri terlihat kalem terkendali ketika memaparkan penjelasan dan argumennya. When things get hot, stay cool. Di usia semuda itu, ia bisa melakukan sebaik itu. Contoh baik untuk adik2 penggiat. hukum. Mahfud kokoh menjaga integritas dan kredibilitasnya di bidang hukum khususnya tata negara, di mana pun beliau berada, bahkan ketika di kubu rival. Narasumber paten untuk mendiskusikan solusi bagi permasalahan negara. Senior yang menginspirasi.

Romli menyebut KPK belum mencapai korsum/ supervisi  ( penyidikan & penuntutan dalam satu atap). Presiden tengah melakukan pendalaman tentang pembentukan Densus Anti Korupsi yang diusulkan Kapolri. Saya pikir kita perlu memberi waktu setahun untuk KPK memperbaiki kekurangannya. Prosedur penetapan tersangka dan penahanannya harus dilakukan lebih cermat agar reputasi KPK terjaga baik dan tetap dipercaya publik.
Soal jual beli jabatan dan promosi, bahkan awal perekrutan masih marak. Juga soal radikalisme dan narkoba. Sumber daya Polri yang tersebar di seluruh Indonesia diharapkan bisa membantu KPK memberantas korupsi penyelenggara negara. di daerah/ di bawah Rp 1 miliar hingga tingkat desa ( Dana Desa).

Wewenang penyadapan bisa kerjasama dengan KPK. Peluang menantang terlebih setelah anggaran Polri dipotong sekitar Rp 1 triliun demi keberlangsungan keuangan negara. Polri ditantang menkeu Sri untuk menangkap penjahat illegal fishing/ kapal2 asing yang menjarah perairan Indonesia, jika ingin anggaran Polri ditambah. Masih banyak pekerjaan yang menunggu Polri sebelum Polri bisa fokus membentuk Densus Anti Korupsi untuk membantu KPK. Kecukupan dana, kematangan konsep, kesiapan SDM berkualitas tinggi dalam jumlah banyak menjadi pekerjaan berikutnya agar pemberantasan korupsi di Densus juga optimal.

Sepak terjang dan kekayaan SN sudah banyak yang mempermasalahkan sejak di daerah pemilihannya. Dalam dua kasusnya. terdahulu di sidang MKD-DPR, SN lolos. Kasus ‘papa minta saham’ ( Freeport)  di Kejaksaaan Agung yang sudah terendus ( ada bukti SN yang menginiasi pertemuan dengan dirut FI di hotel dimana peran SN sebagai makelar mafia migas terekam di sana) juga belum dilanjutkan. Politikus yang jadi ketum setelah mengadakan lomba berhadiah mobil mewah untuk memikat para pemilik suara kembali lolos setelah ‘sakit’ ketika dipanggil KPK dan praperadilan pertama. Penetapan tersangka yang kedua ini SN kembali akrobatik dengan kecelakaan mobil menabrak tiang plus benjol segede bakpao. Benar2 selicin belut. Bikin gregetan.

Setinggi-tingginya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, kata peribahasa. KPK segera memindahkan SN ke RSCM dan menahannya ( dengan rekomendasi dokter2 IDI). SN masih suka tertidur jika ditanya penyidik KPK ( mengulur waktu sampai hasil sidang praperadilan kedua yang ditunda hingga Kamis depan 7/12/2017). Namun KPK tak kalah cerdik, berkas kasus SN sudah dikirim ke pengadilan tipikor. Mungkin Senin, 4/12/2017 mulai disidang. Siapa lebih gigih dan cerdik? Seperti Jesica ( kopi sianida),  SN pandai mengelabui orang tua, publik, kolega dan praktisi hukum. Mungkin juga, pada akhirnya keyakinan hakim pada bukti2 yang dibawa KPK-lah yang menuntaskan kasus E-KTP dan menjebloskan semua koruptornya ke bui. Kita tunggu dan kawal bersama.

GENG KRIMINAL ATAU KELOMPOK SEPARATIS ?

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengisolasi lebih 1300 warga sipil di Banti, Kimbeli, Opitawak ( Timika, Papua). Di bawah ancaman senjata api, warga desa dilarang mengambil bahan kebutuhan pokok atau pun pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah dekat kantor polsek Tembagapura. Sebagian menyebut penyanderaan ini ulah kelompok separatis yang kudu dibekuk TNI. Sebagian lain menganggap pendekatan militer selama 50 tahun ini gagal ( “Konflik di Timika, Papua”. PR, 17/11/2017). Sehingga diambil jalan tengah: satgas Polri & TNI dikirim ke lokasi dengan misi/ pendekatan penegakan hukum.

Satgas ini berhasil membebaskan lebih 300 orang setelah negosiasi tak dihiraukan KKB sampai batas waktunya. Warga yang masih terisolasi memilih bertahan di rumahnya dan meminta satgas mengamankan desa mereka dari intimidasi KKB. Rencananya, satgas akan mengejar KKB yang lari ke hutan untuk memastikan penegakan hukum berlaku di setiap jengkal tanah NKRI.

Pemerataan kesejahteraan di Timika diharapkan bisa meredakan konflik dalam jangka panjang. Pemerintah diharapkan bisa membuka komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Papua yang terkait dengan tindakan KKB agar warga setempat tidak menjadi perisai hidup KKB saat diserang. Semoga konflik ini bisa diselesaikan dengan baik. Amin.

KUCING LIAR dan KEBAKARAN. Suntik steril, ya.

Hampir 40 kebakaran terjadi tiap bulan di Kota Bandung ( PRSNI Bandung, 28/11/2017). Populasi kucing liar bertambah dari hari ke hari. Apa hubungannya? Satu kucing betina dekat rumah sudah 3 kali beranak sekitar setahun ini di atap. Banyak genting pecah selama proses kawin dan perebutan teritori dengan raungan memecah keheningan malam ( mengganggu tidur)  dan pengejaran gigih dari atap ke atap. Puncak hujan November 2017 dan Maret 2018 merembeskan banyak air ke kabel2 listrik di bawah atap. Lembab dan hangat yang disukai tikus dan hewan pengerat lainnya. Isolasi listrik yang mengelupas memercikkan bunga api yang melalap harta dan nyawa di bawah atap tsb. Bagaimana kalau kucing jantan liar disuntik steril agar tak bisa membuahi kucing betina?  Di AS ( Oprah Show)  suntik steril dilakukan pada anjing jantan liar untuk mengurangi populasinya yang mulai mengganggu. Bisakah dinas terkait melakukan itu pada para kucing di Bandung?  ( supaya orang tak jadi pembunuh berdarah dingin dengan menjajarkan meong2 lusuh ini di tanah untuk ditembak massal, seperti pernah diunggah di sebuah akun medsos. Bukan demi kesenangan kali ini. Pilihannya mati terbakar atau hidup penuh penyesalan).

BERSELFIE UNTUK KEJAYAAN INDONESIA

Merayakan keberagaman adalah tema HUT RI, acara FFI, even kota, siaran  radio, televisi dan resepsi perkawinan tahun ini.Salah satunya pernikahan putri Jokowi, Kahiyang dan Bobby yang diselenggarakan dengan adat Jawa Solo dan Batak Mandailing. Semoga penggiat seni tradisi dan produk kreatif kita yang berbasis kearifan lokal mendapat momentumnya kembali untuk bangkit menjadi tuan di negeri sendiri.

Promosi ‘Wonderful Indonesia’ menjadi yang terbaik dalam ajang penghargaan internasional. Tahun 2019, diupayakan pariwisata menjadi sumber devisa terbesar Indonesia, menggeser produk CPO. kelapa sawit yang menggunduli hutan tropis kita ( ditambah sengketa tanah antara warga adat vs perusahaan)

Biarlah negara lain memproduksi aneka barang dari riset penemuan mereka yang canggih. Yang penting mereka membelanjakan uang dengan wisata ke Indonesia. Kita punya warisan budaya nomer satu di dunia ( dari lebih 700 suku yang guyub di sini),  keindahan bawah laut yang mempesona sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17 ribu pulau)  dan keramahan penduduknya yang religius dan bahagia. Mari kita promosikan potensi dan destinasi wisata lokal yang kita kunjungi di akun medsos masing2. Membantu kas negara sekaligus membantu perekonomian saudara2 kita setanah air. Penyelesaian masalah di KPK dan Papua kita kawal dengan kepala dingin, dan. hal menarik di obyek wisata lokal  kita foto selfie dengan senyum lebar. Smile, people…!

A

“Ayah Pergi Dulu” dan “Ayah Pulang !” karya Vitrisa, 2017. Color pencils on paper.

Written by Savitri

2 Desember 2017 at 09:28

Tanaman Keras di KPK & Myanmar. Melindungi Negara atau Nama Baik ?

leave a comment »

Surprise, melihat presiden Jokowi bertukar kostum adat Bugis dengan wapres JK. Bangga, melihat para undangan berkostum tradisi Indonesia. Geli, melihat hadiah 5 sepeda untuk 5 pemenang kostum adat terbaik setelah sebelumnya pilot F-16 dan Sukhoi bermanuver keren mengucapkan dirgahayu RI ke-72 di langit Istana Merdeka. Canggih, disiplin, apik plus berbudaya. Benar, kita semua berbeda-beda ya. Lebih 17.000. pulau, lebih 500 suku, 6 agama, tapi bisa kompak di bawah satu bendera. Sang Saka Merah Putih. Semoga bangsa Myanmar ( termasuk etnis muslim Rohingya di dalamnya ) bisa sekompak kita pada akhirnya. Amin.

KPK. Myanmar. Dua tempat yang menyita perhatian publik 2 bulan ini. Apa kesamaannya ? ‘Tanaman keras’ yang powerful karena penugasan lama. Di KPK ada NB, penyidik senior ( 2007-2017) yang dijuluki penjaga roh dan jadi kepala wadah pegawai KPK. Di wilayah Rakhine, di mana tengah terjadi krisis kemanusiaan terhadap etnis muslim Rohingya, ada junta militer yang masih kokoh mengendalikan Myanmar sehingga Aung San Suu Kyi (tokoh pro-demokrasi, pemenang pemilu ) seolah tak berdaya mengupayakan keadilan dan kedamaian di sana. Itu yang saya tangkap dari diskusi ILC ( 6/9/2017 ) dan pemberitaan televisi belakangan ini.

“Patriot sejati tak mencari tenar, tapi melindungi desa/ tanah air dari dalam bayangan,” kata Itachi Uchiha dalam serial animasi Naruto. Meski putra pertama ketua klan Uchiha itu dicap pengkhianat oleh warga Desa Konoha setelah menghabisi hampir seluruh anggota klan Uchiha dan bergabung dengan organisasi pembunuh bayaran Akatsuki, Itachi tetap ingin disebut shinobi ( ninja/ prajurit ) dari Konoha. Hanya hokage ( kepala desa ) yang tahu misi berat yang sesungguhnya dijalani Itachi. Menghindarkan upaya kudeta dari klan Uchiha dan kehancuran desa oleh serangan pihak luar.

PATRIOT ATAU PELANGGAR ?

Apa AB, direktur penyidik KPK yang curhat di sidang panitia khusus hak angket DPR ( 29/8/2017) patriot atau pelanggar ? Melihat rekam jejak dan karakternya, profil AB tak cocok sebagai pencari tenar. Fokusnya integritas. Harimau mati meninggalkan belang. Orang mati meninggalkan nama baik.

Saya amati, banyak orang rajin bernilai akademik tertinggi kurang tanggap dengan keadaan sekitarnya. Terbiasa melesat sendirian. Misal Yo** ( mahasiswa ilmu komunikasi yang kost di rumah kami ) suka mandi berlama-lama, menghabiskan persediaan air ( padahal air ledeng ngocor 2 hari sekali ) sementara anak kost lainnya belum bangun ( apalagi mandi ). Meski Y sudah sering dihimbau dan ditegur, Y tetap mandi gebyar gebyur lama, bikin jantung kami berdegup keras ( kuatir dikomplain penyewa, ‘air habis??’). Seorang direktur personalia yang mengelola 6 ribu karyawan ( hebat dalam multi tasking dan diganjar banyak penghargaan SDM ) mengaku sering dikritik ‘terlalu cepat’ oleh anak buahnya ketika memberi penugasan. Beda irama.

Kita dibesarkan dengan cara dan situasi berbeda. Ada yang sejak kecil sudah dipercaya menangani pekerjaan rumah dan mengurus adik2nya karena ortu kerap dinas ke luar kota. Ada yang sampai besar pun masih dianggap anak kecil yang diragukan bisa menangani beberapa tanggung jawab. Biasa cepat dan biasa lamban. Lalu, ada culture corporate. Kebiasaan ingin dilayani bawahan, dan seabreg ‘kultur’ yang membentuk karakter kita.

Seorang pemimpin harus mengenal baik karakter anak buah agar bisa mengerahkan mencapai tujuan bersama. Leader mengelola anggota timnya dengan wibawa dan kasih sayang layaknya seorang ayah. Wibawa muncul dari integritas, kompetensi ( kredibel ) dan kharisma. Terus melangkah di depan meski menahan rasa sakit, kata Naruto. Anggota tim mau bekerja sama kalau cocok satu sama lain secara prinsip. Bagaimana kalau si leader kalah wibawa dari anak buah ? Bagaimana kalau ada ‘tanaman keras’ yang menghegemoni lembaga karena penguasaannya akan medan setelah berurat akar lama di situ ? Terjadi dualisme kepemimpinan yang membingungkan anak buah. Rantai komando rusak. Bahtera berjalan limbung. Tak sampai tujuan.

MUSUH MELIHAT KELEMAHAN

Riak kecil muncul ke permukaan sejak FH getol mencibir KPK beberapa tahun silam. ‘Musuh’ biasanya lebih teliti melihat kelemahan kita. Orang yang dibenci penindas biasanya berkarakter sangat buruk. Penindas sukanya memangsa orang baik yang lemah. Ini pengalaman pribadi. Madara Uchiha mengajak klannya keluar dari Desa Konoha karena memprediksi diskriminasi akan mereka alami dari klan Senju dan keturunannya yang mendominasi pemerintahan Konoha. Klan Uchiha tidak mau, lalu puluhan tahun kemudian prediksinya benar terjadi. Klan Uchiha dibantai nyaris habis oleh Itachi dan anak asuh Madara sendiri, Obito Uchiha.

Makin ke sini makin terlihat kebocoran itu ( kegagalan penerapan SOP/ Standar Operasional Prosedur ). Banyak yang tak paham dan menghayati visi & misi dalam pelaksanaan tugas. Semua takut dengan ( penyidik ) KPK. Puncaknya, curhat AB di luar. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun. Kita diikhtiarkan cross check ke sumber2 terpercaya. Makin tak kredibel sumber pertama, makin banyak cross check-nya.

Fokus AB adalah nama baik. Fokus saya adalah melindungi Indonesia. Fokus Itachi adalah melindungi Desa Konoha ( lepas dari ikatan klan ). Itachi tak peduli nama baiknya sendiri. Ia kalem saja dicap pengkhianat desa, pembantai klannya, pembunuh ortu. Yang penting warga Konoha selamat. Jika Itachi di posisi AB, saya pikir dia akan sabar menunggu rapat Pengawas Internal ( PI ) memutuskan sidang kode etik ( sambil gigih menggalang dukungan ). Dua, tiga minggu, dst ( paham irama kerja orang lain dan pembesaran jumlah staf & kasus yang harus ditangani pimpinan KPK ). Nama baik hancur lebur sementara, santai saja.

Kebenaran akan terungkap. Cepat atau lambat. Naruto berjanji akan mengurus peristirahatan ( pemulihan nama baik ) Itachi. Itachi, seorang jenius Uchiha yang sudah berpikir seperti hokage di usianya yang baru 7 tahun. Saya terbiasa berbaris paling depan dalam upacara bendera sejak usia 7 tahun.

Seorang pejuang vokal atau agen intel memang sebaiknya single, tak berkeluarga atau tidak memperlihatkan orang2 terdekatnya ke publik. Mereka tak sekuat kita. Padahal kita masih butuh cinta mereka sebagai manusia biasa yang bisa drop ketika didera berbagai cobaan. Intimidasi atau pencemaran nama baik membuat konsentrasi kita terbagi. Gamang dengan keselamatan dan kebahagiaan orang2 yang kita sayangi tsb. Kerja kolosal dan marathon di depan kita, saudara2. Kerja bersama.

DUA INKUBATOR PEMBERANTASAN KORUPSI. TENSI SIAP ?

Kapolri mengusulkan Densus Anti Korupsi. Profesor Romli mengusulkan detasemen khusus tsb diisi polisi dan jaksa dengan kualifikasi terbaik serta diberi anggaran sama besar dengan KPK. Lihat mana yang lebih cepat mencapai tujuan ( korupsi berkurang drastis, uang negara dikembalikan dan diselamatkan signifikan ). Minimal seimbang antara cost dan benefitnya. Harus ada komisioner yang penyidik ( agar talk dikendalikan anak buah ). Dirindukan, komisioner ini yang menyidik pejabat tinggi di level menteri, jenderal atau kepala daerah yang tersangka korupsi. Lalu, komisioner yang jaksa menuntutnya di sidang pengadilan tipikor. Buat contoh anak buah ( semoga jadi panutan & lebih berwibawa ). UU Tipikor perlu direvisi agar tak banyak lagi discrazy akibat kurang detail ( seperti barang bukti yang tak terbukti kerugian negara-nya/ sudah inkrah, agar segera dikembalikan pada pemiliknya ). Para komisioner-lah yang menghadapi para jenderal dan kepala lembaga agar proses lebih cepat ( tak keder ).

Perfoma terbaik pesepakbola sekitar 10 tahun. Anggota pasukan khusus berusia20-30 tahun. KPK sudah 14 tahun ( resmi berdiri Desember 2003 ). Dibentuk sebagai inkubator memperbaiki kinerja kepolisian dan kejaksaan, terutama dalam pemberantasan korupsi. Dalam perjalanannya, KPK kerap didera prahara karena ego sektoral masih tinggi seperti yang diprediksi. Menurut survei, lembaga yang paling rajin perbaikannya saat ini adalah kepolisian.So… kalian sudah siap bersaing dengan inkubator saingan untuk perbaikan penegakan hukum di tanah air ? Apa KPK masih yang terbaik ? Let’s see…

( Penyidik KPK sebaiknya dirotasi. Paling lama 10 tahun di KPK atau 2 jilid komisioner . Komisioner cukup diganti 3 orang saja tiap periode seleksi agar terjadi kesinambungan penanganan kasus ( tak disetir staf senior ). Lagi pula, sangat sulit mencari orang terbaik dalam jumlah banyak dalam satu waktu ( penegak hukum berkualitas tinggi di tanah air masih jarang ya ? ). Jika kejadian lagi, pimpinan KPK kurang tanggap dengan protes direkturnya, pengawas eksternal perlu dibentuk ( agar borok cepat ketahuan & disembuhkan sebelum jatuh korban berikutnya ). Ini soal kepercayaan publik. Second chance ? )

Saya pribadi tidak setuju dibentuknya pansus angket KPK oleh DPR ( otomatis gugatan menghambat proses penyidikan/obstruction of justice untuk seluruh anggota pansus tak perlu dilayangkan KPK ). Cukup pimpinan KPK menghadiri undangan RDP Komisi 3 yang rutin diadakan dan menurunkan tensi di antara mereka. Piece, man..

Andai kredibilitas anggota DPR tidak bermasalah, kami ( civil society ) tentu tidak kuatir hasil akhir pansus akan benar2 memperbaiki kinerja KPK. Nyatanya, lebih banyak survei dan pengamat menempatkan rating DPR masa ini terbawah dalam hal tsb. Kebocoran, discrazy dan banyaknya SOP sekarang karena banyak celah dalam perundangan yang dibuat. Bukan ( sepenuhnya ) salah KPK. Jadi, tidak proporsional jika KPK ‘dihukum’ angket ( apalagi kalau cuma karena tidak mau menyerahkan rekaman asli penyidikan MSH ). Yang jelas penyidikan kasus E-KTP terus berjalan. Kali ini dengan rantai komando yang benar dan para penyidik senior bercermin terhadap apa yang terjadi pada NB. Saran perbaikan di posting ini semoga berguna dan KPK menjadi lebih keren. OK ?

Episode terakhir ‘Mata Najwa’ ( wawancara eksklusif dengan NB ) menyisakan sesak dan haru. NB disiram air keras ketika menyidik mega korupsi E-KTP dan sejumlah kasus besar lainnya. Najwa mengakhiri acaranya tanpa titik karena ingin ‘merantau’ setelah 17 tahun berkiprah di TV ( terakhir menerima award sebagai the best television person ). Kita bisa saja berspekulasi ( mungkin ) yang mengancam nyawa NB adalah penyebab sesungguhnya. . Feeling saya menangkap gestur tak pas saat itu ( NB hanya takut Allah, tapi tidak humble pada manusia/ the best host ). Seperti aura militan yang merasa paling benar. Jadi saya tak cukup terkejut ketika ‘tanaman keras’ yang harus dicabut itu dirinya.

Allah bergerak menurut cara-Nya sendiri untuk menyelamatkan KPK dan bangsa ini. Bagaimana bisa seorang pejuang yang gigih menjelma tirani penegakan hukum ? Kekuasaan memang cenderung korup. Kita suka terlena, menganggap apa yang benar selama ini akan benar selamanya untuk orang lain. Jaman dan persepsi berubah. Nuget tak laku masa ibu dulu masih suka memasak sendiri untuk anaknya. Tapi masa ibu2 muda sekarang suka berbisnis untuk menopang penghasilan suami, nuget laku keras ( karena lebih praktis memasaknya ). Rotasi, masa jabatan, teman baik diperlukan pejuang kebenaran. Untuk membantu kita agar tidak gagal mencapai tujuan dan mengingatkan/ menyegarkan kita jika mulai menyimpang. Itu sebabnya kita perlu humble ( rendah hati ) pada lawan bicara agar ia tak takut memberi tahu. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun.

Kebenaran ada karena ada yang menyuarakan. Kebenaran tak ada tanpa keadilan. Kebenaran banyak karena banyak yang menyuarakan. Mereka berkurang satu. Najwa, we will miss you ..

SEJARAHNYA, ROHINGYA JUGA WARGA MYANMAR

Soal Myanmar, tinggal copy paste posisi Aung dengan Aris dan junta militer dengan NB. Sistem di alam semesta ini punya pola berulang. Apa yang terlihat di rumah dan tetangga terjadi di negara dan regional. Hanya beda skala, kualitas dan kuantitasnya. Sebagai WNI, kita tak perlu heboh berdemo menyusahkan pemerintah yang sebenarnya sudah bergerak cepat membantu saudara muslim kita dan rekan ASEAN kita. Lebih baik bertindak nyata, menyumbang uang, doa, pakaian, selimut, obat, pikiran ( diplomasi people to people ) untuk meringankan derita korban krisis kemanusiaan di Rakhine. Orang bertindak kejam sering karena tidak tahu atau nafsu ( juga ketakutan ).

PBB sudah mengutus mantan sekjen PBB untuk mencari fakta dan memastikan rekomendasi yang diberikan dijalankan oleh pemerintah Myanmar ( seperti pasang kamera CCTV, nama prajurit di seragam, dsb ). Kita harus tetap solid sebagai bangsa, termasuk dengan pemeluk Budha di sini. Kita juga perlu memastikan tidak ada etnis yang dipinggirkan seperti Rohingya di Indonesia maupun negara ASEAN lainnya agar kelompok radikal ( Taliban, Al-Qaeda, ISIS, dll ) tak mendapat tempat untuk membakar emosi dan membantai orang yang berbeda paham. Jaga kawasan regional kita, ya. Hatur nuhun…

Written by Savitri

8 September 2017 at 13:14

Ujaran Kebencian vs Ikatan Kebangsaan. Hentikan Pencap Kafir !

leave a comment »

Nar

Kagebunshin ninjutsu ! Rasengan !! Itu jurus andalan Naruto yang ditiru anak2 tetangga. Sayang, baru kekerasan yang bisa mereka tangkap dari serial animasi ini sehingga anak2 SD itu cenderung berkelahi jika diejek atau tawuran jika direndahkan siswa sekolah lain. Kemana orang tua yang seharusnya mendampingi anak dan menjelaskan filosofi kebaikan mengungguli kejahatan ( dari ucapan, tindakan, pemikiran, perasaan para tokohnya ) ? Ayah ibu ternyata sama2 bekerja sampai petang mencari sesuap nasi yang kian hari kian sulit didapat akibat pasar bebas. SDM dan infrastruktur kita yang belum siap terhantam pesaing dari luar negeri yang lebih berkualitas. Tinggal remah yang tersisa yang tidak cukup menghidupi keluarga sehingga kedua orang tua terpaksa ke luar rumah meninggalkan anak tanpa bimbingan. Ini fakta di akar rumput yang kelak bisa menjelma gelombang kedangkalan di masa depan. Serial Naruto bisa membangkitkan rasa nasionalisme anak ( ada produk kreatif kita yang melebihinya ? ). Lebih asyik lagi jika anda juga nonton dan berbagi keseruan dengan anak2 ( sembari menyelipkan nilai2 kehidupan ). Hal kecil yang bisa kita lakukan untuk tanah air tercinta, Indonesia. Chou odama youton rasen shuriken !!

Setahun. Long time no post. Kenapa ya ? Banyak yang terjadi. Diantaranya, kena TB. Mesti minum obat 6 bulan non stop tanpa bolong. Perut mual, kerap muntah, badan lemas and gampang capek. Entah tertular dari udara, atau nutrisi yang terkontaminasi kuman TB di saat daya tubuh lemah. Pasrah saja. Yang penting, sabar saat diuji sakit. Syukur saat diuji kaya.

Keluar Rp 18-20 juta untuk sembuh seperti ibu saya tahun 2014 ? Enggaklah. Ada program obat gratis dari Dinas Kesehatan Pemkot Bandung ( Program Nasional/ WHO ) sejak Maret 2016. Dengan kartu BPJS Kesehatan ( bisa online/ KIS ), saya menjalani proses pengobatan di puskesmas dan rumah sakit rujukan tanpa cash. Alhamdulillah.

( Penderita TB harus cuci tangan pakai sabun hingga bersih sebelum memberi makanan pada orang lain. Tak boleh cipika cipiki ( cium pipi kanan cium pipi kiri ) karena percikan dahak berisi kuman TB bisa menular/ berpindah sekitar mulut )

AHOK YANG PATRIOT

Ada yang saya lewatkan ? Ahok masuk bui, HR masuk DPO. Trump jadi presiden AS. HTI mau dibubarkan. Latah persekusi ormas intoleran. Kota Marawi ( diduga ) di Filipina selatan menjadi basis baru ISIS/ NIIS. Pancasila diteguhkan kembali melalui UKP-PIP. Wah.. semuanya berkaitan ya.

( Gak nyangka. Kinerja top bisa kalah oleh bicara top. Walk the top yang pasti juaranya. Sesuai kata dengan perbuatan. Kerja baik harus didukung ngomong baik. Kita tunggu kinerja gubernur-wagub DKI Jakarta terpilih ( Anies-Sandi ). Semoga baik pula. Amin )

Berani karena bersih, puji pengamat tentang Ahok saat tampil di Metro TV tempo hari. Saya pun tak sungkan menegur tegas para pemalas, parasit, pelanggar aturan secara terang-terangan dengan sangsi telak, saking gemesnya. Ditegur berulang kali kok masih menantang. Mbalelo. Saya bisa berempati dengan kekesalan Ahok dengan ucapan pedasnya pada orang2 ‘bego’ yang ogah mikir/ insyaf. Saya salut Ahok taat hukum dan berjiwa besar. Mengalah demi kepentingan yang lebih besar. Persatuan Indonesia.

( Beda ya dengan HR. Teriak saja yang gempar. Padahal untuk mengagungkan asma Allah seharusnya merendahkan diri dulu, bukan merendahkan orang sana sini. Iman adalah pembenaran hati terhadap apa yang didengar. Logika adalah pembenaran mata/akal pada apa yang dilihat. Orang yang suka nyinyir merendahkan orang lain (seperti mencap jelek kekurangan fisik/ materi ) adalah orang yang tak punya hati, alias tak beriman. Dari mata langsung mulut.

Sesungguhnya, Islam itu moderat ( di tengah-tengah ). Orang ekstrim/ radikal cenderung melihat Islam dari permukaan saja ( tanpa kedalaman/ kemanusiaan ). Begitu mudah mencap orang lain kafir ( lalu membunuhnya ). Seperti melihat sesuatu tanpa hati/ iman. Bisa dibilang, teroris/ penganut radikalisme itu tidak beriman ( bukan Islam ).

Ekstremis hanya mampu berpikir tunggal ( sederhana, emosional, tak sabar dengan proses ). Tak bisa menerima keberagaman, varisasi atau sudut pandang yang berbeda. Seperti surga yang bisa dilalui banyak pintu, kebenaran pun sebenarnya banyak variasinya. Soal perbedaan agama, biarlah Allah yang kelak memutuskan, siapa yang benar di antara kita.

ANJING DAN PENINDAS MENANDAI WILAYAHNYA.

Rakyat jelata sungguh tak terduga. Kemenangan D.Trump ( DT ) yang rasis dan pongah karena system elektoral ( Hillary sebenarnya memenangkan lebih banyak suara ) yang dianut AS dan kedangkalan pemikiran para pemilih tradisional yang terkesima dengan orasi hiperbolik/ utopis DT yang dangkal. Nyambung.

Gelombang protes dan gejolak politik kerap terjadi di AS pasca DT terpilih. Lalu bagaimana di Indonesia ? Apakah para pemilih kita di akar rumput juga begitu ? Gejalanya terlihat dalam pengerahan massa besar-besaran dalam ‘aksi damai’ memprotes ( dugaan penodaan agama oleh ) Ahok. Bahkan dai sekelas AAG ikut serta. Siapa nyana ekses pengerahan massa itu kini melahirkan aksi main hakim sendiri ( persekusi ) dan pindahnya basis ISIS dari Timur Tengah ke dekat rumah kita ( Marawi ).

Anda tahu anjing menandai wilayahnya dengan air kencing ? Tak jauh, parasit, penindas, pemangsa, teroris, menandai wilayahnya dengan suara teriakannya ( atau perilaku semau gue/ melanggar norma aturan ). Kalau saya tak membekuk anak2 kost yang teriak-teriak di rumah, mereka pasti makin merusak dan merugikan. Setelah teguran berulang tak mempan, mereka saya ‘tendang’ keluar dengan cara dibikin tak betah ( dimatikan pasokan listriknya & suplai airnya ). Terakhir saya gembok gerbang dan pagar. Biar tahu rasa, tidur di jalanan !

Hardball terkadang perlu untuk situasi tertentu. Ketika HR dan oknum aksi damai itu teriak2 ( mengintimidasi ), saya sudah feeling saja, pasti membesar. Apalagi HR di beri ‘panggung’ ( jadi khotib sholat Jumat di depan RI-1 ). Ge-er mereka. Makin merasa paling benar ( efek lanjutan : tak mau mendengar kebenaran dari yang lain ). Lalu, meledaklah bom dan aksi persekusi di beberapa tempat. Pengambilalihan kekuasaan dengan dua cara : kekuatan militer atau pengerahan massa.

ORANG BAIK PRO AKTIF-LAH

So, orang baik jangan sampai kalah jumlah. Mereka ( penindas, teroris cs ) demen menggalang massa /pengikut untuk mendominasi/ mengepung calon korban, untuk selanjutnya disedot uang, tenaga, waktu dan kebahagiaannya. Orang yang suka mengkafir-kafirkan orang lain ( menganggap symbol Negara itu thoghut/ berhala ) jangan sampai diberi ruang gerak apalagi panggung. Gebuk dan tendang saja ( baca : diproses hukum secara tegas sampai kapok, apalagi jenis yang sudah makar/ berbaiat pada entitas asing ).

Semoga revisi UU Terorisme nanti bisa untuk payung polisi menangkap orang yang berorasi mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya. Menangkap orang yang berlatih senjata di markas teroris atau mereka yang pernah pergi ke Suriah/ bergabung dengan ISIS. Karena ini bibit2 ekstremis yang kalau dibiarkan bisa meneror warga yang tak sepaham atau meledakkan bom lagi di tanah air.

Saya ingat masa SMA diajak ikut kelompok pengajian yang digagas beberapa teman ‘alim’. Saya terheran dengan ceramah misterius nan ganjil itu ( bahwa Negara ini telah gagal, Pancasila itu thoghut, dst ). Merasa tak nyaman, saya segera keluar dari komunitas itu.

Tahun 2017 ini terkuak fakta, jumlah mereka sudah mencengangkan, merebak di kampus dan sekolah2 ( bisa jadi sebagian tumpah di ‘aksi damai’ jutaan pendemo di Jakarta kemarin ). Mereka bisa jadi pemilih tradisional dangkal seperti di AS. Entah calon sesat mana yang akan mereka menangkan di sini kelak, jika kelompok yang merasa benar dan menang sendiri ini terus diberi angin. Pendidikan agama di sekolah dan kampus juga hendaknya dibuat menarik dan interaktif ( tidak dogmatis ) sampai siswa tak perlu mencari sumber lain ( yang sesat tapi memuaskan rasa ingin tahu mereka ).

Tempat kita pulang ( rumah ) adalah tempat di mana ada orang yang memikirkan kita. Rumah berisi orang2 yang kita sayangi. Indonesia adalah rumah kita. Jika kita saling membenci satu sama lain, ikatan kebangsaan putus, rumah pun runtuh. Kita tak bisa pulang. Anda tahu rasanya jadi orang tanpa tanah air ? ( saya pernah merasakan hidup di jalanan tanpa orang peduli ). Etnis Rohingya, pengungsi Palestina, Irak, Suriah, dll, hidup merana di pengasingan. Tanpa status dan penghormatan sewajarnya. Berapa lama anda mampu bertahan ? ( hidup/ menjadi orang baik ).

Ujaran kebencian ( hate speech ) di media sosial yang merajalela harus dihentikan jika ingin Indonesia damai. Jangan men-share konten negatif/ radikal sekedar ingin disebut gaul, karena itu bisa menggunung, memutus ikatan kebangsaan kita. Ikatan yang terlalu besar besar untuk dipertaruhkan. Don’t you ever, ever, ever do those things ( hate speech etc ). Karena kamu bisa masuk bui ( UU ITE ) dan dalam jangka panjang kita semua ( kalau diam saja/ ogah nahi munkar/ mencegah keburukan ) bisa jadi gelandangan tanpa tanah air. Menyedihkan.

Menghentikan kebencian adalah menghentikan rantai balas dendam. Setelah itu baru ada kedamaian, kata Naruto ( serial animasi Jepang tentang pertemanan dan cinta desa/ tanah air ). Yuk, bermaaf-maafan. Minal aidin wal faizin..

Written by Savitri

6 Juli 2017 at 12:21

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50