Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Jabar

Syukuran Makar ? Ekspos Data Surveyor. Ruang Tengah. Making Indonesia 4.0. Pebisnis Wisata Cibodas..

leave a comment »

SYUKURAN MAKAR DIWASPADAI. Jangan kecolongan lagi..

Keselamatan bangsa dan negara ( hukum tertinggi ) di atas konstitusi. Negara bisa mengambil segala tindakan untuk menjaga keutuhan negara, kata Mahfud MD di Prime Time News ( MetroTV, 23/4/2019 ). Hukum menjadi panglima di negeri ini. Jika penetapan hukum ( hasil hitung manual KPU ) tak diindahkan sampai stabilitas keamanan terancam, dan penetapan hukum di MK ( sengketa pemilu ) tak dihiraukan para pihak sampai keselamatan rakyat dan keutuhan negara terancam maka unsur negara akan turun/ tegas menertibkan.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2019 ( Prime Time News, MetroTV, 23/4/2019 ) setelah undangan rekonsiliasi Jokowi untuk PS dan rencana kunjungan Luhut tak kunjung direspon baik dengan berbagai alasan ( katanya flu. Yenny Wahid bilang, beri 1-2 hari untuk mereka/ 02 di tahap awal/ denial/ penyangkalan ini/ saat berhadapan dengan hasil quick count 36 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi dengan probabilitas 99 % itu ).

Namun, hari ini sudah lewat seminggu. Yang terlihat malah PS mendeklarasikan diri sebagai presiden sampai tiga kali ( penjilat di sekelilingnya memanggilnya presiden PS ) dan meminta para pendukungnya melakukan syukuran atas ‘kemenangan’-nya versi survei internal 02 yang tak pernah dibuka ke publik metode sampling dan penyandang dananya ( Mata Najwa, Trans7, 24/6/2018 ). Berbeda dengan surveyor kredibel yang tergabung di asosiasi Persepi ( Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ) yang sudah melakukan ekspos data ke publik ( dihadiri wartawan media, mahasiswa, aktivis, masyarakat pada minggu lalu, 19/4/2019 ).

Surveyor kredibel menggunakan metode ilmiah, ilmu statistik turunan matematika yang sudah berumur ratusan tahun. Sejak tahun 2004, hasil quick count surveyor kredibel ini diakui SBY yang kini di 02 dan Anies-SU di pilgub DKI. Sangat aneh jika 02 kini menuduh “bohong” surveyor kredibel ( yang sama ) yang memberitahu quick count mereka : Jokowi yang dapat 55% suara ( real count KPU semalam, 30% dari 813.000 TPS, juga menunjukkan angka di kisaran itu ). Buruk muka cermin dipecah. Kalah bersaing, survei dibelah. Ngeyel. Kekanakan.

Wakil 02 di Mata Najwa semalam bilang, hak kami untuk mendeklarasi kemenangan dan PS sebagai presiden. Di luar negeri juga begitu. Wait a minute. Ini negara mana dulu ? Yaman, Libya, Irak, Venezuela, atau para pion AS-zionis Israel di negara ‘boneka’ memang model PS yang kalah pemilu ( bahkan tidak ikut pemilu seperti Juan Guaido ) tapi tak tahu malu mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan menuduh KPU curang ( padahal 83% responden yakin KPU tidak curang ).

Pemilu 2019 di Indonesia adalah pemilu paling transparan/ terbuka di dunia saat ini, sampai banyak KPU luar negeri datang untuk belajar ( dan ingin magang ) pada KPU Indonesia. Pemilu Jerman, Belanda, dan sejumlah negara bagian di Amerika kembali ke hitung manual ( dari sebelumnya e-voting ) karena faktor trust yang lebih tinggi dengan cara Indonesia. Semua orang bisa melototi, mem-foto, menyimpan, menghitung quick/ real count-nya sendiri di tempat masing-masing dari scan form C-1 seluruh TPS di website KPU.go.id. Jika PS dan para penyesat di sekelilingnya tidak mampu berpikir logis atau paranoid/ buruk sangka lalu kepala batu, maka setransparan dan seprofesional apa pun KPU bekerja, takkan pernah memuaskan mereka ( apalagi jika elit 02 benar-benar proxy AS-Israel maka hoax “curang” itu memang sengaja mereka semburkan untuk post truth. Padahal kader Grd juga kedapatan curang saat pemilu. TKN 01/ Sekjen PDIP siap adu data di MK nanti dengan BPN 02 ).

( Ada e-voting, e-counting, e-rekap. Ada e-voting yang juga keluar kertas/ struk yang dimasukkan ke kotak suara untuk crosscheck. Untuk pemilu berikutnya, sebagian orang menggagas e-counting seperti di Filipina. Tuduhan curang dan lelahnya rekap bisa ditepis dengan sistem ini. Pemilih menyentuh tombol di layar touch screen sehingga hitung suara-nya dikalkulasi secara digital, tak lagi menyita banyak tenaga petugas KPU pusat dan daerah yang tahun 1955-2019 menghitung secara manual dengan garis batang lidi di lembar rekap. Baru pemilu 2014 dan 2019 yang dikeluhkan salah satu pihak/ 02, karena karakter untrust capres itu sendiri. Yang salah/ ugal-ugalan bukan sistem pemilu kita atau pun KPU-nya ( ketua Arief sudah jadi penyelenggara pemilu sejak tahun 1999/ sebagai Panwaslu ), tapi justru peserta parno tsb.

Kecurangan masif, terstruktur dan sistematis justru dilakukan kubu 02 sejak proses pemilu dimulai. Penceramah terafiliasi 02 gencar menebar fitnah di tempat ibadah dan WAG lingkungan oleh tetuanya yang malas cek fakta. Hoax mereka : jika Jokowi terpilih lagi, maka azan, jilbab, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, penyebutan kafir dilarang, perkawinan sejenis dilegalkan, dst. Sehingga warga agamis tapi tak melek media di Jabar, Banten, NTB, Sumbar, Sulsel menelan mentah-mentah semua kebohongan itu. Tahap selanjutnya dari firehose of falsehood ini, PS ‘sujud syukur’ ( AR nuduh KPU curang, ugal-ugalan ), mengklaim diri ‘presiden pemenang pemilu’ dan minta para pendukungnya untuk syukuran. ‘Ustad’ Ase* dari masjid Ash-Shof*, Bandung, juga mengundang jemaah-nya syukuran di rumah mertuanya pada hari Minggu, 28/4/2019 pukul 13.00 WIB. Jemaah yang enggan datang/ 01 didesak, diingatkan terus oleh jemaah lain/ 02 untuk datang ke syukuran tak jelas itu ( bukan aqiqah, berangkat haji, dsb ). Jika PS/ 02 ngotot deklarasi ‘presiden’, apa yang mungkin disemburkan para pendukungnya di akar rumput saat syukuran itu ? Kekecewaan, narasi kecurangan, penindasan, kezhaliman dari sudut sempit/ picik mereka sendiri. Tahap selanjutnya, tinggal ‘people power’ atau pengerahan massa itu. Kita harap aparat keamanan dan kepala daerah di Jabar, Banten, Sumbar, Sulsel, NTB tak kecolongan modus menjurus makar ini. PM Mahathir, PM Singapura dan Erdogan-Turki sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi ( Mata Najwa, Trans7, 24/4/2019 ) dari tradisi quick count di sini yang mereka percayai ( Indikator PI, Indo Barometer, LSI, SMRC, Litbang Kompas, Charta Politika, anggota asosiasi Persepi yang terdaftar di KPU ). Jangan sampai Indonesia pecah karena ulah segelintir 02 yang tak segera ditindak.

SURVEYOR KREDIBEL BELA REPUTASI BAIK.

Burhan Muhtadi melaporkan ke polisi 4 akun di FB, TW dan WP yang menuduhnya melakukan post truth dengan membombardir publik dengan hasil quick count lembaga survei-nya ( Indikator PI ). Sebelumnya, Burhan di Prime Time News ( MetroTV, 21/4/2019 ) memberitahu pemirsa tentang acara buka publik sejumlah lembaga survei yang tergabung di asosiasi Persepi, memaparkan metode quick count mereka. Mereka minta surveyor 02 ( membuat PS mendeklarasi diri secara prematur/ lancang seperti tahun 2014 ) untuk melakukan buka publik juga. Jika ( survei internal ) 02 makin menyerang kredibilitas Burhan dan rekan surveyor maka akan mereka laporkan ke polisi. Eh, ternyata 6 surveyor ( IB, CP, SMRC, cs ) dan Perludem justru yang diadukan 02 karena dituduh menggiring opini publik ( padahal partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya dalam bentuk quick count kredibel diperbolehkan UU ). Deklarasi prematur dan tuduhan curang 02 ini seperti katak dalam tempurung, merasa ‘paling benar’ di dunia radikal mereka sendiri. Teralineasi dari mayoritas penduduk ( hasil cuci otak/ doktrin Takfiri bertahun-tahun ).

Yang salah itu justru deklarasi ‘kemenangan’ 02 tahun 2014 dan 2019 yang dilakukan PS sebelum hasil resmi KPU RI. Merekalah yang seharusnya diperiksa metode dan penyandang dananya oleh polisi/ asosiasi surveyor/ civil society atau komunitas masyarakat sipil karena telah membuat gaduh ruang publik selama 5 tahun ini oleh klaim sepihak dan tuduhan-tuduhan keji mereka pada kepala negara dan institusi. Sehingga Burhan pun mengadukan para perusak reputasi baiknya. Di TVO ( 23/4/2019 ), ketua KPU Arief mengklarifikasi fitnah yang menimpa diri dan lembaga ( dituduh curang secara masif, padahal cuma ada 24 pengaduan salah input entry data yang sudah diperbaiki, tapi terus diungkit dan diulang-ulang fitnah tsb di medsos ). Ketika terbukti tak bersalah, pelapor dan pemfitnah tidak minta maaf kepadanya. Ngeloyor begitu saja. Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari perilaku fitnah semacam ini, kata Arief.

Pasca pemilu aman dan damai ini, rakyat sudah kembali beraktivitas adem seperti biasa. Para tetangga sudah rukun kembali. Bahkan di sebagian wilayah, saat pilpres pun, para pemilih juga bisa santai/ guyon mengunggulkan capres pilihan masing-masing tanpa clash. Cair. Yang panas justru elit 02 dan jagad medsos, yang kata Mahfud bisa jadi sebagian fitnah dan provokasi bukan dilakukan pendukung 02 maupun 01 ( tapi pihak asing yang ingin bangsa ini terpecah belah ). Sehingga wapres JK merasa perlu mengundang 18 pimpinan ormas untuk membantu menenangkan masyarakat dan meminta para kontestan pemilu menenangkan para pendukungnya. Pilpres sudah usai, saatnya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Di antara artis yang senafas dengan misi mulia ini adalah sosok hebat berikut dengan komunitas Ruang Tengah yang digagasnya.

GREAT PERSON :

Lahir dari keluarga penyuka musik, mengakrabi aliran dan alat musik, bersepupu dengan mendiang Elfa Secoria, komposer andal langganan juara festival internasional asal Bandung, yang memperkenalkan musik jazz padanya di usia 5 tahun.

Debut pro-nya dimulai sejak SMP dengan rutin main jazz di hotel Savoy Homann ditemani Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Tahun 1986, dia tampil di Festival Band Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center dan membentuk Kahitna ( bahasa Sunda : yang ter-hit ) yang merilis 8 album. Tahun 1991, dia meraih gelar The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan.

David Foster menjadi inspirasinya bermusik ( juga Quincy Jones ). Bahwa musik pop bisa dibuat ‘bergizi’ ( berbobot ) dengan melodi sederhana, namun kaya chord ( satu lagu memiliki beberapa nada dasar ). Sejak itu, ia terjun ke industri pop dan melahirkan sederet karya apik yang dinyanyikan/ melejitkan artis tanah air, seperti : Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Delon, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Hedi Yunus, Rossa, selain membidani 5 Romeo serta Yovie & Nuno yang kini ia produseri ( Wikipedia )

Seperti juga komposer dan pianis David Foster yang melahirkan/ melejitkan artis Celine Dion, Josh Groban, Michael Bubble, The Corrs, dsb, kerap menjadi juri ajang pencarian bakat, lulusan cum laude Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung ini juga menjadi juri Indonesian Idol ( musim kedua ).

Setelah kenyang dengan sejibun prestasi dan karya, ayah dua anak ini kini terlihat di MetroTV sebagai host acara budaya “Idenesia” ( kini tiap Minggu, pukul 21.30 WIB ) dan komunitas Ruang Tengah Indonesia ( RTI ). Kerapnya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai even internasional membuat ia makin sayang Indonesia ( “Q & A”, MetroTV, 14/4/2019 )

Di Idenesia, ia mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia yang bisa memberi ide baginya dan pemirsa untuk mengembangkannya sehingga tetap memikat bagi generasi penerus yang kelak mewarisi.

Kesan saya melihat figur tenang ini : sedikit bicara tapi banyak karya ( beda-beda tipis dengan Jokowi yang banyak kerja ). Meski sedikit, namun powerful tiap kata yang diucapkan. Perbuatan lebih kuat dari perkataan. Itu sebabnya acara Idenesia masih bertahan dan RTI bisa menarik banyak musisi, artis ( sastrawan juga diundang ) seperti : Andien, Tulus, Nino “RAN” Febru HIVI, Eka Gustiwana, Prisia Nasution ( Jakarta, 6/4/2019 ).

Ruang Tengah Indonesia adalah wadah menyatukan warga Indonesia yang cintai damai untuk berbagi kisah inspiratif dari segala penjuru negeri ( http://www.ruangtengah.id ). Bermula dari suka kumpul bareng ngobrolin topik yang lagi hangat di tanah air.

Indonesia rumah kita, maka ruang tengahnya digunakan anggota keluarga ( anak bangsa ) untuk bicara harapan dan cita-cita. Dengan visi sama ( Indonesia berdaulat, kuat dan utuh ) maka perbedaan suku, agama, pilihan politik, seni budaya, takkan jadi perintang, justru memperkaya kita. Betapa banyak diferensiasi yang bisa kita tawarkan pada dunia, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, juga berperan aktif dalam perdamaian dunia ( Indonesia diminta menengahi konflik di Afganistan, Myanmar, Filipina Selatan, Timur Tengah ).

Diplomasi Indonesia ke luar lebih menyakinkan jika di dalam negeri, di kalangan religius ada Islam Wasatiyyah/ moderat. Di kalangan nasionalis ada koalisi masyarakat sipil/ civil society. Di kalangan seniman, ada Ruang Tengah Indonesia. Semua ruang tengah ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia terbiasa harmoni, hidup berdampingan secara damai, meski terdiri dari 6 agama, lebih 700 suku, lebih 1300 bahasa di lebih 17.000 pulau. Masyarakat paling kompleks di dunia, tapi paling rukun gotong royong sedunia. Mantap kan.. ( sangat kredibel untuk jadi motor perdamaian. Kita gak cuma omong, tapi sudah praktek sehari-hari )

Kita bisa harmoni begini, karena Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi satu. RTI ikut mengingatkan persatuan ini setiap kita di persimpangan, ujian jaman, juga pergumulan demokrasi.

Kegiatan RTI, selain menyebarkan atmosfir sejuk meski beda pilihan politik ( terlebih jelang dan pasca pemilu ), mereka juga membuat lagu yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan untuk setiap gagasan yang memajukan Indonesia. Wajah-wajah tulus pendendang lagunya dari Sabang Merauke, membuat dia tergerak berbuat untuk negaranya, seperti semangatnya selama ini,” Buat Indonesia, apapun aku ayo”.

The man of this post is.. Yovie Widianto.

Akun Twitter Yovie

Akun Instagram Yovie

MAKING INDONESIA INDUSTRI 4.0

Digagas menteri Erlangga, diluncurkan Jokowi tahun lalu, program industri 4.0 ( digital ) tsb. Ada 236 industri yang sedang disiapkan pemerintah dalam menyambut Industri 4.0, kata menteri Rudiantara ( EMI, 24/4/2019 ).

Ya, kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0 yang berciri efesiensi dan konektivitas dengan cara digitalisasi dan otomatisasi semua cabang produksi unggulan kita ( pariwisata, travel, transportasi, maritim, pertanian ). Banyak pekerjaan lama yang hilang oleh disrupsi ( efesiensi/ rantai distribusi dipangkas ) dari shifting ( perubahan metode produksi ) ini. Industri 1.0 digerakkan dengan api ( kapal/ kereta api untuk mengirim logistik ) dengan perubahan memakan waktu berabad-abad, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Industri 2.0 digerakkan energi fosil ( BBM ) dengan perubahan trend dalam hitungan dekade ( 10 tahunan ). Industri 3.0 digerakkan listrik dengan perubahan dalam hitungan tahun. Industri 4.0 digerakkan cyber optic + satelit ruang angkasa / internet dengan perubahan dalam hitungan hari bahkan detik. Cepat sekali.

Tak heran, Jokowi bilang, negara pemenang adalah negara yang cepat ( baca : produksi unggul, berdaya saing tinggi, cepat beradaptasi dan melayani demand, menghasilkan ketahanan ekonomi, pangan, energi, devisa, sehingga negara mampu membiayai armada hankam, alutista, dan menjaga keutuhan wilayah berdaulat NKRI ).

Di Indonesia, perusahaan berbasis industri 1.0 dan 2.0 masih ada, serta berbasis 3.0 masih banyak. Mereka perlu melakukan lompatan besar dengan tools internet dan inovasi ‘out of box’ sehingga Indonesia bisa segera beralih dari negara agraris-konsumtif menjadi produktif-kreatif. Masuk 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030 ( versi lain, jadi the big four ) karena bibitnya sudah ada. Tinggal disusun seperti blok permainan lego. Ojek di-tools jadi Gojek yang kini melesat Dekacorn ( valuasi 10 miliar USD ). Menurut Temasek dan WB, 72 miliar USD ekonomi digital/ e-commerce di Asia Tenggara, 27 miliar USD-nya diraih Indonesia. Dan diprediksi tahun 2025 akan mencapai 100 miliar USD.

Indonesia bisa begitu karena superpower budaya dan kaya SDA. Kuliner Indonesia ( rendang, nasi goreng ) no.1 dan 2 terenak di dunia. Martabak Indonesia langganan juara festival di mancanegara. Wisata halal kita no.1 di dunia. Desain busana muslim Indonesia dengan kain etnik warisan adiluhung leluhur kita kerap menjuarai festival fashion internasional. Penari tradisi dan kontemporer kita mampu menyihir publik dunia ( termasuk dalam gelaran Opening Asian Games 2018. Semoga menyusul Opening Olimpiade 2032 di 11 kota di Indonesia. Amin ). Paduan suara mahasiswa dan pelajar kita kerap menjuarai festival internasional. Olimpiade sains juga kerap dimenangi talenta muda kita. Bibit-bibit kreatif bertebaran di negeri ini.

( Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dari UI menyarankan re-organisasi ekosistem pendidikan Indonesia agar match dengan kebutuhan industri 4.0. )

Tinggal dibentuk ekosistem yang cocok untuk mematangkan para bibit muda ini. Dari ( kesiapan ) 70 negara industri 4.0, Indonesia baru menempati urutan 62 dalam kualitas SDM-nya, sekelas Vietnam. Thailand yang fokus pariwisata dianggap lebih siap. So, perlu re-organisasi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Riset dan inovasi perlu dikebut dengan dana memadai. Link & match di SMK harus terus diperbaiki. Kartu Pra-kerja, Sembako Murah dan KIP Kuliah ( dibiayai dari penggeseran subsidi BBM salah sasaran ) diharapkan bisa meningkatkan kapasitas kerja para lulusan dikmen dan dikti kita agar bisa mengisi atau menciptakan lapangan kerja 4.0 ( banyak pekerjaan lama lenyap, tapi lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dari SDM berinovasi, kreatif dan problem solver di era disrupsi ini ). Indonesia terpilih sebagai negara Mitra Resmi ( Official Country Partner ) di Hannover Messe, Jerman, tahun 2020 yang memamerkan capaian industri 4.0. Prepare your self, people..

**********************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

THE LODGE MARIBAYA : KOLABORASI MILENIAL 4.0, WARGA DESA AGRARIS, PEBISNIS WISATA.

Memanfaatkan alam tanpa merusaknya adalah misi pebisnis wisata Heni Nurhaeni Smith, founder The Lodge Group. Heni ingin memperkenalkan hutan dan alam indah Desa Cibodas, Jawa Barat ini untuk menginspirasi warga daerah lain yang punya potensi view unik lainnya. Dimulai dari kecintaan pada alam dan hobinya kemping, Heni, seorang event organizer 20 tahun lalu, mulai merintis rumah kayu ( lodge ) di lahan 2 hektar miliknya sejak 14 tahun lalu di Kabupaten Bandung Barat ( acara Ngantor = ngobrol ringan di kantor, K-Lite FM, 24/4/2019 ).

Heni rajin menanam pohon di lahan pribadi dan sekitarnya sampai Perhutani mempercayakan lahan 29 hektar lagi padanya untuk dirawat kelestarian pepohonan dan kebersihan sungainya ( nebang satu pohon di hutan lindung didenda Rp 5 juta ).

Tiga tahun lalu atas desakan teman dan kerabatnya, lahan berview unik dengan pinus-pinus cantik itu dibuka Heni untuk umum. Rp 1000 dari harga tiket masuk disumbangkan Heni untuk kegiatan sosial. Besok, 26 April 2019, digelar perayaan HUT 3 tahun The Lodge yang akan dimeriahkan dengan konser Magical Journey oleh Bandung Pilharmonic Orchestra yang sudah mendunia di hutan yang dikelola The Lodge tsb ( jika turun hujan/ kabut, kawasan wisata alam ini menjelma seolah negeri di atas awan ). Warga yang ber-KTP Kabupaten Bandung Barat boleh masuk The Lodge dan Fairy Garden secara gratis tanggal 26 April itu untuk berbagi syukur Heni dengan warga setempat. Bupati dan tokoh masyarakat diundang. Berbagai media, termasuk TV nasional juga diundang untuk meliputnya.

Di kawasan The Lodge, ada apa aja sih ? Selain rumah kayu, area kemping untuk tenda-tenda perkemahan, ada pula sepeda gunung di ketinggian 15 meter di mana pengunjung bisa melihat view indah pepohonan asri dari atasnya dibantu tali-tali pengaman seperti kita lihat di luar negeri ( On the Spot, Trans7 ). Ada glass bridge/ deck di ketinggian 55 meter untuk uji nyali seperti di China yang menghubungkan 2 pucuk gunung. Juga paket treking menyusuri sungai Cikapundung.

Kawasan asri Cibodas ini semula hutan produksi, lalu dikembalikan menjadi hutan lindung. View unik yang tak bisa dipindahkan ke tempat lain ini menjadi pilihan para pecinta alam ( strong market ). Heni, sang founder, mengutamakan kearifan lokal dalan memasarkan bisnisnya. Sebanyak 500 karyawannya ( 90% warga lokal ) diminta tetap nyunda, ramah, berpakaian batik dengan corak pohon pinus desain sendiri ( front liner ), meski para tamu dan pengunjungnya datang dari Jakarta, Malaysia dan mancanegara.

Para tamu bisa memilih 3 jenis wisata yang dimiliki The Lodge Group, yaitu Mulberry Hill by The Lodge ( glamping, kemping cantik bagi yang ogah kotor, tersedia kebun organik, resto, 20 kamar cottage dan 2 villa joglo untuk menginap ), Fairy Garden by The Lodge ( untuk piknik keluarga ) dan The Lodge ( rumah kayu dengan wahana dan acara “out of the box” ) itu sendiri.

Willing to learn, mau belajar adalah kiat sukses Heni. Kawasan sepi berubah ramai dan macet menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagian penduduk lokal tak siap menerima perubahan ini, sehingga Heni, melewati tahun-tahun berat itu dengan mengundang para stake holder untuk duduk bersama mencari solusi. Heni lalu mengajak lurah dan karang taruna untuk terlibat dalam proyek kampung wisata. Hasilnya, tahun 2017 tersedot 1,5 juta pengunjung dan tahun 2018 tersedot lebih 2 juta pengunjung.

Hasil bumi warga dijual sepanjang jalan masuk The Lodge. Area depan ada resto sunda Rumah Bambu dan aneka jajanan lokal di dapur Hawu seperti cireng dan cilok. Pengunjung juga bisa ngopi dan makan pizza di sana.

Soal keamanan di The Lodge, Heni sudah menjaminnya dengan Certificate Safety, pembeli tiket diproteksi asuransi, diberitahu tempat evakuasi jika ada bencana ( gempa, likuifaksi, banjir, longsor, letusan gunung ), para pegawai sudah di-training untuk kejadian darurat/ emergency.

Dari area parkir seluas 1 ha itu para pengunjung bisa jalan kaki ke plaza tempat aneka even baru digelar, seperti penampilan artis Harmoni the Pipe, musisi akustik, seniman seni instalasi, pelukis, pematung memamerkan karya terbarunya.

Heni menyadari era digital dengan trend medsos dan aneka platform saat ini mempercepat promosi dan daya jangkau pemasaran bisnis wisatanya ( butuh biaya lebih besar dan waktu lama dengan cara konvensional/ billboard ). Ia mengerahkan banyak anak muda milenial di tim-nya untuk brain storming, ide inovatif, dan pemasaran bisnisnya, karena olahraga ekstrim banyak diminati kaum milenial ). Dengan promosi di web The Lodge Maribaya.com dan Instagram The Lodge Maribaya, ribuan tamu grup saat weekday dan tamu keluarga di weekend berkunjung ke tempatnya dalam hitungan menit. Disrupsi dan Shifting terbukti menguntungkan bagi pebisnis yang siap dengan teknologi 4.0. Lebih banyak orang yang berhasil disejahterakan. Terinspirasi ?

*********************

INFO PARENTING :

“Main Sama Mama”- drawed by Vitrisa

CEGAH PELECEHAN SEKSUAL SEJAK DINI

Main sama Mama. Bukan sama Papa, jika anak perempuan. Why ?

Kekerasan seksual anak masih marak. Sinyal, pendidikan seks sejak usia dini belum merata di masyarakat. Tapi, anak butuh sentuhan sayang untuk perkembangan emosinya. Gimana dong ? Ini kiatnya :

Ajari anak sejak balita, cara menghindari pelecehan seksual ( Khazanah, Trans7, 22/3/2019 )

Beritahu padanya, hanya bunda yang boleh menyentuh organ intim anaknya. Ayah harus minta izin dulu pada anak jika akan menyentuh badannya untuk mengganti popok, memeriksa suhu tubuh atau mengecup dahinya, agar anak dibiasakan untuk menjaga privasi tubuhnya dari intervensi yang tak dikehendakinya.

Anak juga dilatih untuk menjaga sensor tangannya tetap peka. Jangan dipaksa salaman jika ia tak ingin ( instingnya menolak ) karena tangan adalah awal orang menjajaki keintiman. Biarkan sensor tangan anak tetap peka dengan menolak orang yang tak dikehendaki ( menjaga teritorinya ).

Belaian sayang dilakukan ortu di kepala dan bahu anak. Belaian meragukan, seperti dicubit di pinggang atau di pusar, seharusnya anak segera menepis, menolak, menjauh, dan lapor bunda. Belaian terlarang di dada, paha dan kemaluan sudah bisa dianggap pelecehan seksual. Anak harus menolak, lari meninggalkan pelaku dan lapor bunda.

Ajari anak pohon kekerabatan, siapa yang muhrim ( boleh melihat tanpa jilbab, mengusap kepala dan menepuk pundak ). Ajari anak menghadapi orang asing : Tukang pos, kurir paket, loper koran, pencatat meteran listrik PLN, air PDAM hanya boleh sampai halaman rumah. Tetangga, silakan tunggu di teras, anak diminta lapor bunda. Paman dan kerabat yang dikenal baik boleh masuk sampai kamar tamu. Sahabat dekat boleh sampai ruang tengah dengan seijin anak dan bunda. Namun hanya bunda yang boleh masuk kamar anak perempuan. Balita perempuan boleh bersama ayah dengan sepengetahuan ibunya ( karena kini banyak kasus pedofil dari anggota keluarga dekat ).

Semoga anggota keluarga kita dan anak Indonesia terhindar dari pelecehan seksual dan kekerasan anak. Amiin..

Iklan

Written by Savitri

25 April 2019 at 10:19

144 Pahlawan Pemilu. SMS di Pemilu Serentak Nasional 2024 ? Antusiasme Nyoblos Pemilu 2019 di Indonesia lebih 80%. WNI di luar negeri lebih 90%. Wow !

leave a comment »

Tinta pemilu di jari usai nyoblos 17 April kemarin. Senang melihat petugas KPPS, Panwaslu, para saksi rela bekerja hingga lewat dini hari untuk menghitung suara yang sah. Senang melihat aparat keamanan, Polri, TNI, Linmas menjaga keamanan warga pemilih dari rumah sampai TPS ( terpasang spanduk menolak dapur umum dan mobilisasi massa di jalan menuju TPS, dan larangan berkampanye di masjid, kantor, sekolah ). Senang melihat para pengusaha swalayan, restoran dan wahana rekreasi memberi diskon pada pengunjung yang sudah mencoblos dan menunjukkan tinta di jarinya. Senang rasanya melihat warga Bandung, tetangga, saudara setanah air dan WNI di mancanegara berduyun-duyun mendatangi TPS, mengantri dengan tertib dan memberikan hak pilihnya dengan gembira ( meski kertas suara lebih lebar dari sebagian bilik suara sehingga perlu seni tersendiri untuk mencoblos dan melipatnya kembali ). Sebagian KPPS bahkan mendekor area TPS dengan kreatif ( ala resepsi pernikahan, festival lampion, kostum adat, kostum anak SD, dsb ) yang memikat milenial pemilih pemula untuk mencoblos. Hasilnya, partisipasi pemilih di Indonesia mencapai 85% ( di atas 80%, naik 10% dari 5 tahun lalu ). Di luar negeri, partisipasi WNI lebih mencengangkan lagi, di atas 90%. Mereka rela menempuh jarak 900-1400 km ( WNI di Turki ) untuk mencoblos dalam udara dingin menusuk tulang ( WNI di Finlandia, Polandia ), lalu antri mengular dari shubuh sampai lewat maghrib ( baru terlayani 3-4 jam ), tanpa tenda, tanpa kursi, untuk mencoblos. WNI yang belum kebagian nyoblos di Sidney, Australia bahkan mengajukan petisi untuk pemilihan ulang, dan diputuskan pemilu susulan oleh wakil Bawaslu ( di Malaysia, yang 80 TPS diciutkan 3 TPS karena larangan otoritas setempat, semoga bisa pemilu lanjutan juga/ via pos ). Tahun 2014 partipasi mereka hanya 23%, tahun 2019 melonjak jadi 95%. Luar biasa. Partisipasi pemilih WNI di Hongaria nyaris 100%. Di Berlin, Jerman 93,7%. Di Brasilia, Brasil 100%. Di Amerika, pendukung Jokowi yang rajin kampanye di ruang publik menyapu surat suara untuk kemenangan paslon 01. Antusiasme membanggakan. Pemilu tersulit di dunia ini berjalan aman dan lancar. Alhamdulillah

Deja vu. Jokowi unggul atas PS, kali ini dengan selisih suara 11% ( Jokowi 55%, PS 44% ). Tahun 2014, selisih 3%. Semua lembaga survei kredibel dan yang terdaftar di KPU menyajikan angka ( sekitar ) 55% untuk Jokowi. Sedang survei internal 02 mengklaim angka 62% untuk PS. Kiranya perlu dibuka ke publik bagaimana surveyor 02 ini melakukan metodologi-nya ( agar rakyat tak dipecah belah lagi olehnya. Kalau tak dipidana ya dipermalukan, agar kapok dan rakyat tahu untuk tak merujuk hasil survei mereka lagi ).

Form C-1 di TPS yang difoto, diunggah ke situs KPU, kata Titi Perludem ( saksi parpol mengunggahnya ke IT partai, saksi rakyat ke medsos, pemantau pemilu terdaftar di KPU juga menyimpan fotonya ). So, banyak saksi yang melihat hasil perhitungan suara di TPS. Surveyor kredibel yang difitnah bohong/ dibayar oleh PS di konpers, dan wakil 02 di Mata Najwa ( Trans7, 17/4/2019 ) bisa adu profesional dengan para penuduhnya di depan TV nasional dengan menggunakan form C-1 KPU tsb. Gimana sih mereka mengambil sebaran datanya sehingga mengambil kesimpulan yang salah tahun 2014 ? Dan mungkin lebih salah lagi tahun 2019.

Di Mata Najwa semalam, elit 02 berargurmen, bahwa Hillary di-quick count menang, tapi yang dilantik Trump. Elit 02 itu tidak tahu beda sistem elektoral vote yang dianut AS, dengan sistem popular vote ( menang dengan suara terbanyak ) yang dianut Indonesia. Di AS, suara yang kalah di negara bagian/ provinsi, diambil pemenang provinsi untuk diakumulasi saat perhitungan suara nasional. Di Indonesia, lebih demokratis, setiap suara 01 diakumulasi untuk perhitungan nasional meski di Jabar meraih 40%. Suara 40% itu tak lantas jadi milik 02, seperti cara AS. Sehingga Hillary kalah karena elektoral vote, bukan karena quick count-nya.

Elit dan surveyor 02 bisa jadi juga tidak tahu cara mengambil sebaran data yang proporsional ( ingat cara cawapres SU yang menggembar-gemborkan harga mahal dari emak-emak yang mengelilinginya di tempat dia kampanye ? Distribusi sampelnya tak berbasis ilmiah atau tak mewakili responden seluruh Indonesia. PS juga cenderung ‘old school’ tahun 1948. Tak familiar dengan kemajuan digital termasuk dalam metode statistik ( ingat di Debat Capres 5, PS melemparkan pertanyaan “mobil agent” dari Jokowi pada SU ). Kita perlu landasan ilmu untuk memahami sesuatu yang berkaitan tentangnya. Juga soal hasil survei kredibel yang tak dimengerti PS sampai 5 tahun ini.

Soal sampel ilmiah ini, BPS lebih kredibel dan hasilnya diakui Bank Dunia. Tapi, 02 malah menganggapnya survei-surveian. Ribet berurusan dengan mereka yang rewel/ tak mampu berpikir logis ya. Kalau surveyor kredibel ingin membersihkan namanya atau membersihkan surveyor abal-abal dari jagad pemilu Indonesia, silakan gunakan cara ini ( adu profesional/ ilmiah metode survei ).

Kenapa saya mengusulkan cara ini ? Selain publik yakin mana yang salah dan tak bisa dipercaya, rakyat juga tak diancam massa 212 dan elit 02 ( lagi ) memanfaatkan klaim survei internal mereka dalam pemilu berikut dan acara politik yang dibungkus perayaan agama pada tanggal tertentu, juga fitnah di tempat ibadah dan jagad medsos yang memperparah polarisasi. Agar massa lebih tenang menerima hasil hitung manual KPU pada 22 Mei 2019 dan hasil MK pada 28 Juni 2019. Otak dan mental mereka sudah bisa menerima hitungan kredibel ilmiah yang disaksikan rakyat ( yang bisa mengkonfirmasi hasil hitung manual KPU. Sejak tahun 2004, ketika SBY menang pilpres, hasil surveyor kredibel itu juga benar ). Pilpres legitimated.

HASIL PEMILU JABAR

Tukang tahu, jamu, mantan ketua RT tercengang ketika TPS di tempat mereka, PS dan pelawak Oni/ caleg DPD bisa menang. Lihat di TV, tujuh surveyor yang memenangkan Jokowi secara nasional juga memenangkan PS di Jabar dan Banten tempat Kyai Ma’ruf kampanye. What’s wrong ?

Lalu, saya teringat hari-hari terakhir sebelum nyoblos dan ngeblog : kader PKS rajin menyebarkan selebaran jadwal Imsak di pasar-pasar tradisional. Ustad Ase* kembali ceramah di masjid Ash-Shof*, Kang Emil main catur dengan SU lalu foto jari terkait dengan elit 02, sedangkan PS 02 tak menganggapnya sebagai gubenur Jabar. Tiga emak Karawang memfitnah Jokowi ( azan, pelajaran agama, kerudung ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan ) tak jelas hukumannya, sementara video “pelajaran agama ditiadakan” terus disebarkan di WAG-WAG lingkungan tanpa sanksi. Hasilnya, seperti 80% kebohongan Trump mengalahkan 80% kejujuran Hillary ( apalagi 100% kejujuran dan kebaikan Emil ).

Kita di era Post Truth dan jelang kiamat/ Dajjal yang menggunakan segala jenis teknik perang ( yang santun menyebutnya “lomba” atau “kontestasi” ). Termasuk perang tagar/ medsos, informasi/ pemikiran dan perang hipnosis. Jika Jokowi difitnah 1000 kali anti Islam ( dengan larangan azan dst ), sedang fitnah dari PS ( elit, pendukung ) cuma dikarifikasi 10 kali ( bahkan disebut/ dipromosikan citra positif 02 di medsos ) maka yang nempel di alam bawah sadar para pemilih ( keputusan lebih ditentukan dari sini ) adalah PS dicoblos ( karena takut tak bisa azan, tak leluasa lagi menuduh kafir, dan kebohongan lain yang ditebar 02 ke masjid-masjid dan diteruskan para tetua yang tak mengakrabi media kredibel ).

Warga Jabar dan Banten relatif agamis dan akrab tatap muka dengan tetua lingkungan sehingga jika Jokowi disembur fitnah tanpa klarifikasi lebih lantang dan lebih masif, maka yang mengendap di kepala mereka adalah fitnah terhadap Jokowi tsb ( meski berbagai kemajuan dan kesejahteraan di Jabar saat ini dibantu diwujudkan pemerintahan Jokowi ). Berkaca dari keberhasilan Ahok yang menyulap Jakarta, Obama/ Hillary yang memajukan AS, maka keberhasilan Emil menjadikan Jabar juara ( didukung Jokowi ) pun Jabar takkan memberi kontribusi bagi pemenangan Emil untuk kontes RI-1 kelak, selama mereka tak tahu siapa yang bohong, dan siapa yang berjasa ( untuk dibela dan dicoblos ) selama ini.

Daerah di mana Jokowi lantang mengklarifikasi fitnah terhadap dirinya, telah memberi kemenangan pada 01 ( karena di situlah kepuasan kinerja Jokowi di mata 70% rakyat, tergerus fitnah 02, hingga hanya 55-58% yang mencoblos ). Jika Jokowi juga fokus lantang dan masif mengklarifikasi fitnah di Jabar dan Banten, maka target lebih 50% suara sangat mungkin tercapai di sini.

Saya cermati, warga yang struggle, seperti Papua ( bencana banjir Sentani, teror KKSB, kemiskinan lebih dari angka nasional 9% ) dan Jateng ( teror pembakaran 27 kendaraan ) dan Jatim ( bencana banjir Ngawi, Madiun ) justru lebih bisa menghargai perhatian Jokowi, lebih teliti mencek fitnah terhadapnya, lalu mencoblosnya. Begitu pula, para pemilih WNI di mancanegara.

Jabar, angka kemiskinannya ‘cuma’ 7% dan diberi aneka fasilitas/ kenyamanan, tapi kurang menghargai jerih payah pemimpinnya, sehingga kurang berupaya men-cek semua hoax yang menyesatkan. Tak sayang presiden. Terima begitu saja, seolah semua kenikmatan itu hak mereka dan akan datang tanpa susah payah berusaha/ memohon.

Saya tak tahu, apa target provinsi termaju bisa tercapai setelah semua jerih payah Jokowi terhadap Jabar tak bernilai elektoral baginya ( sebagian besar warga tak peduli/ malas untuk mencari kebenaran atas semua fitnah keji terhadap Jokowi ). Yang saya tahu sekarang, blog ini dibaca/ berpengaruh pada kurang 40% warga Jabar dan 60% dibaca orang Indonesia di luar Jabar dan luar negeri ( seperti laporan statistik admin wordpress : pembaca terbanyak kedua adalah WNI/ warga di Amerika yang melek media/ suka buku ). Perlu edukasi intens tentang cara warga Jabar mendapat info benar dari media/ sumber kredibel jika ingin lebih cerdas memilih.

Well, pesta demokrasi sudah berlangsung. Selamat bagi rakyat Indonesia di dalam dan luar negeri yang sudah berupaya keras menyukseskan. Yang menang ( 01 ) jangan konvoi di jalan atau jumawa ( tapi kawal form C-1, jaga IT KPU dari pelbagai serangan, sampai Jokowi dilantik di periode kedua. KPU perlu membuka call center/ fungsikan medsos-nya untuk hotline pemilih yang bingung ). Yang kalah, perlu legowo, memberi contoh demokrasi sportif pada generasi milenial dan rakyat Indonesia. Congratulation to people of Indonesia…

*****

NUHUN PAHLAWAN PEMILU. EVALUASI PEMILU UNTUK 2024.

Pemilu Serentak 2019 berlangsung relatif sukses jika dilihat dari tingkat partisipasi pemilih. Dari rata-rata 70% tahun 2014 menjadi 80% tahun 2019 dalam negeri, 90% luar negeri. Beberapa wilayah bahkan mencapai 100%. Amazing..

Kota Bandung sendiri 77% ( dari 75% ) kata Mang Oded ( PRSSNI, 20/4/2019 ). Namun, 144 peyelenggara pemilu ( KPPS, PPK, saksi ), 40 petugas Panwaslu, dan 15 polisi tewas karena kelelahan, sakit dan kecelakaan ketika mengantar surat suara ke pelosok negeri kepulauan terbesar di dunia ini. Di Jabar ada 25 petugas yang gugur.

Gubernur Emil minta ( Prime Time News, MetroTV, 20/4/2019 ) KPU mengevaluasi pemilu serentak ini : dengan 5 surat tapi waktunya ( kok ) sama dengan yang satu surat suara ( pilpres ) mau pun yang 4 surat suara ( pileg ). Pelaksanaan tugas pemilu terbesar dan terumit di dunia ( 192 juta pemilih, 813.000 TPS, di 17.000 pulau dengan biaya Rp 25 triliun ) sudah menjadi sejarah kita, suka dan dukanya. Mereka yang gugur menjadi pahlawan pemilu ( akan diberi santunan, dinaikkan pangkatnya satu tingkat ). Kita turut belasungkawa. Semoga keluarga korban dikuatkan hatinya dan para pahlawan pemilu dimudahkan urusannya di akhirat. Amiin.

Sebaik apa pun capaian pesta demokrasi, tak selayaknya menelan korban nyawa manusia, satu orang pun. Apa evaluasi ? Narsum EMI ( MetroTV, 22/4/2019 ) mengusulkan pemilu serentak nasional ( pilpres, DPR, DPD = 3 surat suara ) dan pemilu serentak lokal ( pilgub, DPR Provinsi, pilwalkot/ pilbup, DPR Kota/ Kabupaten = 4 surat suara ) dengan alasan penguatan sistem presidensial sesuai putusan MK. Pengalaman pemilu 2004 -2009, terpisahnya pileg dari pilpres, membuat kekuatan presiden terpilih cenderung diatur/ dilemahkan parpol pengusungnya. Jarak 20 bulan antara nasional dan lokal ini dianggap cukup bagi peserta dan pemilih untuk menyiapkan diri dalam menyinambungkan kekuatan di pusat ke daerah agar tak terjadi pembangkangan ( kepda ). Setelah presiden terpilih dilantik juga para menteri kabinet dan anggota dewan, dalam tahun pertama, segera evaluasi pemilu serentak ini. Agar waktunya cukup untuk di-judicial review jika kurang afdol dan pelaksanaan keputusan MK-nya tak sampai tergopoh-gopoh dieksekusi di lapangan sampai mengorbankan nyawa polisi/ TNI yang mendistribusikan ( DPT, DPK, Suket, syarat non parpol DPD, caleg mantan napikor di DCT, format surat suara ).

Semangat MK, 5 surat suara serentak demi presidensial itu, menurut Mahfud MD, bisa dilaksanakan dalam seminggu, tak harus satu hari, agar tak jatuh korban gugur kelelahan lagi. Syarat 3-13 kursi di dapil yang membuat surat suara lebih lebar dari bilik suara bisa dibatasi sampai 8 kursi saja.

Pemirsa EMI lain ( petugas KPPS yang tahu IT dan menyelesaikan tugasnya sampai pukul 3.30 dini hari ) mengusulkan agar rekrutmen 7 petugas TPS/ KPPS dibuat lebih ketat ( yang punya riwayat penyakit jantung, usia sepuh jangan direkrut ) sehingga stamina tetap prima untuk menyelesaikan tugas hingga tuntas dalam durasi panjang/ hampir 24 jam. Petugas KPPS di lingkungan saya ( ada 9 ) dan di Amerika ( WA VOA & K-Lite FM, 19/4/2019 ) bergantian istirahat, sholat, makan sehingga cukup kuat untuk menuntaskan tugas ( usia 30-50 tahun ). Penelpon KPPS ini punya ide : pemilu dengan SMS ( di Afrika ada pemilu dengan kelereng, lho, karena mayoritas warga masih buta huruf ) karena sistem elektronik dibolehkan MK dan dipraktekkan di negara maju. Warga Indonesia juga sudah terbiasa memberi vote dalam ajang pencarian bakat di stasiun-stasiun TV. Dengan NIK dan 2-3 ponsel yang dimiliki rata-rata WNI saat ini, cara SMS bisa lebih efesien/ cepat dari segi administrasi. Ini mirip pemilih luar negeri yang menggunakan jasa pos dan kotak suara keliling untuk menyalurkan hak suaranya. Bisa dikaji lebih dalam kemungkinan sistem elektronik ini dengan plus minusnya.

Well, petugas pemilu susulan, ulang, PPS, PPK, KPUD Kota/ Kabupaten, KPUD Provinsi, KPU Pusat juga pak ketua, Arief Budiman, harap jaga kondisi dan sempatkan istirahat secara bergantian seperti di lingkungan kami ( KPU sudah punya call center, mereka meminta puskesmas membantu petugas di kecamatan/ PPK dengan mengirim petugas medis yang stand by di sana berjaga jika ada yang sakit/ kelelahan. Ibu saya menyarankan, siapkan air gula siap minum di tempat hitung suara agar petugas tidak hypo/ drop/ wafat ketika tenaga diforsir ). Nyawa tetap tak ternilai. Kita mengapresiasi dedikasi tinggi jajaran KPU, Bawaslu, DKPP, Polri, TNI, meski masih ada kekurangan di sana sini ( kurang di 80 TPS tapi sukses di 800.000 TPS ). Terima kasih atas kerja raksasa yang masih berlangsung ini. Semoga Allah melindungi dan memberkahi kalian semua. Amiin. Tetap semangat !

***

Written by Savitri

18 April 2019 at 13:57

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30

AA Terjerat Narkoba. Tambang Emas Longsor Sulut. Banjir Bandang Jatim. Mau Modifikasi Cuaca BPPT ?

leave a comment »

AA TERJERAT NARKOBA. DARURAT PARLEMEN ?

Orang lain yang ketahuan mengkonsumsi narkoba dihukum. Jika kali ini ada tokoh yang melakukan hal yang sama tak diapa-apakan, rasa keadilan terancam, juga rusak fungsi hukuman utk mendidik orang yang sesat. ( Goenawan M, 6/3/2019 )

Gak nyangka, AA yang sesumbar gak pernah bohong dalam mengkritisi pemerintah ternyata bohong abis dalam banyak sensasinya ( termasuk 7 kontainer surat suara dicoblos ). Kemarin dia tertangkap petugas BNN di kamar hotel bersama wanita ( keduanya positif narkoba ) dengan alat bong ( penghisap narkoba/ shabu/ golongan 1 ) dan pintu kamar mandi yang rusak ( mencoba membuang barang bukti ). Dari tes ( rambut ? ) diketahui AA sudah beberapa kali/ lama mengkonsumsi narkoba. Di hotel di Jakbar, mantan aktivis itu lagi sial, kena gerebek. Apa darurat narkoba sudah merambah Senayan ?

Masa SBY ( diduga Henri Yosodiningrat, ketua LSM Granat, di Prime Time News, MetroTV, 5/3/2019 ), peredaran narkoba sudah menembus istana karena ada dokumen terkait narkoba yang hilang, Corby ( anggota sindikat narkoba internasional/ Bali Nine ) diringankan hukumannya, berdampak pengedar narkoba berikut menirunya, minta keringanan. Jadilah Indonesia darurat narkoba ( jadi sasaran penyelundupan dan produsen narkoba di Asia )

( pembawa 7, 5 gram narkoba di Malaysia dihukum mati )

BNN lalu melakukan penilaian ( asesmen ) terhadap ex-wasekjen Dmk itu dan hasilnya AA diputuskan bukan pengedar, tak ditahan, cuma diminta ikut program rehabilitasi pecandu, dan dikenai wajib lapor ( bikin iri pecandu lain, juga RS pelaku hoax aniaya opas )

Asep Wiryawan menyayangkan keputusan BNN yang tak memproses hukum AA meski sudah kedapatan bersama alat bong dan urine-nya positif. Berbeda dengan para artis dan pecandu lainnya yang disidang di pengadilan dulu, baru diputuskan di penjara atau direhab ( atau keduanya sekaligus dengan masa penjara dikurangi masa rehab ). Ini jadi bisa jadi preseden buruk. Generasi muda kita yang akan dihancurkan oleh sindikat narkoba internasional, akan cenderung menggampangkan bahaya narkoba. Ah, paling direhab. Mantan pecandu juga berpikir begitu, ah fly lagi, paling direhab, sehingga siklus narkoba tak pernah berhenti, sindikat narkoba kian menggurita, karena selalu ada konsumen yang butuh dan tak pernah kapok. Setelah meraksasa, parlemen, istana dan penegak hukum bisa mudah mereka beli untuk membenamkan negeri ini. Terpikir sampai ke situ ?

“Menguasai” narkoba golongan satu bisa terlihat dari alat bong dan sekian mg shabu yang menempel di situ ( bisa jadi modus pecandu kena razia : menelan narkoba ke perut atau membuang ke closet untuk menghindari jerat hukum, seperti AA ). Belum lagi prinsip “equal before the law” yang tercederai. AA yang sudah 6 kali bikin onar dengan cuitan bombastis-nya bisa melenggang bebas bersama perek di kamar hotel kawasan Jakarta Barat. Enaknya…

Pasal 103 dan 127 UU Narkotika menyebutkan, menguasai narkoba golongan 1/ shabu diancam hukuman 4-12 tahun penjara ( didahului proses pengadilan ) dan atau rehab, kata Asep ( Prime Time News, 6/3/2019 ). Diputuskan di pengadilan, bukan asesmen di kantor BNN. Karena artis, pelawak, masyarakat juga melalui proses hukum dulu, tak langsung rehab.

Program P4GN sudah diteken Jokowi dengan pelaksana kemenkes, kemensos, BNN. Sayang, ketiganya belum punya standar yang sama sehingga kurang gesit/ kompak bekerja mencegah dan menindak peredaran narkoba. Baru 4% dari jumlah narkoba yang masuk Indonesia yang bisa dicegat. Barang bukti narkoba masih belum transparan, apa benar semuanya sudah dimusnahkan ? atau ada sebagian yang diam-diam dilempar ke pasar oleh oknum APH.

Seingat saya, di film “Training Day” yang menganjar Oscar pada aktor Denzel Washington yang berperan sebagai polisi mentor, terungkap praktek penjualan barang bukti semacam narkoba. Di AS yang penegakan hukumnya lebih maju hal itu masih terjadi, apalagi di negeri berkembang. Tak heran peredaran narkoba masih marak di negeri ini dan pecandunya sulit dikurangi karena akumulasi persoalan tsa.

Dari target 100.000. pecandu narkoba dipulihkan rehab, baru 15.000 yang pulih. Tahun 2018 tertangkap 43.000 orang penyalahguna narkoba. Menurut BNN, saat ini di Indonesia ada lebih 5 juta pengguna narkoba. Menyedihkan.

BNN pernah menandatangani MOU dengan parpol untuk mengawasi kadernya dari penyalahgunaan narkoba. Dengan tertangkapnya AA, menandakan MOU itu cuma sleeping beauty.

Survei BNN, hanya 49% masyarakat yang tahu ada program rehabitasi bagi pecandu narkoba dan baru 5% yang mau direhab karena kuatir stigma ‘sampah masyarakat’ disematkan pada mereka seperti penderita Aids/ ODA. Mereka juga tak tahu kalau rehab itu gratis ( dibiayai negara ).

AA yang politisi, juga pejabat publik ( anggota dewan bikin UU ) mestinya dihukum lebih berat dari pecandu biasa. Penyitaan barang bukti harus diawasi betul, agar langsung dimusnahkan, tidak dilempar ke pasar oleh oknum ( EMI, 6/3/2019 )

Heru Winarko, Ketua BNN, mengatakan Indonesia masih jadi sasaran penyelundupan narkoba dan produsen narkoba di Asia. Tim BNN sedang studi banding ke Thailand yang dianggap cukup berhasil mengatasi peredaran narkoba di wilayahnya ( LPS PRSSNI, 9/3/2019 ). Semoga balik ke tanah air lebih smart dan tegas menindak penyalahguna dan pengedar narkoba. Jangan ditunda-tunda hukuman matinya. Masa depan negeri ini dipertaruhkan. Langsung tembak pengedar dan bandar narkoba yang kedapatan menjual narkoba ( gak pake lama ). DOORRR !!

LONGSOR TAMBANG EMAS LIAR, SULUT. Do something, Sis..

Headline News, MetroTV, 27/2/2019 mengabarkan Tim SAR Gabungan dengan kekuatan sekitar 30 orang saat itu menemukan : dari 27 pekerja tambang, 8 orang dipastikan tewas. Mereka mengevakuasi korban longsor tambang emas ilegal ( tanpa izin ) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang dikelola masyarakat ( dari berbagai dusun, tak saling kenal ), sisanya masih terkubur oleh timbunan longsor ( Prime Time News, MetroTV, 28/2/2019 )

Diketahui kemudian, dari 48 korban longsor tambang emas, sebanyak 15 korban selamat, sisanya tewas, selama 10 hari pencarian x 24 jam. Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian setelah tak ditemukan korban lagi di hari ke-10 ( Prime Time News, 7/3/2019 ). Namun sebagian keluarga bertekad melanjutkan pencarian sendiri.

Bupati Bolaang Mongondow ketika diwawancarai host Kania seperti tak bisa berbuat banyak dalam bencana miris tsb, dengan alasan kewenangan perizinan tambang sudah ditarik ke provinsi. Bu Bupati mengatakan ada ratusan penambang liar di kawasan longsor curam tsb.

Kania sampai senewen diberi jawaban seperti itu. Tidak bisakah Bu Bupati meminta aparat setempat untuk menutup tambang liar lalu membuka lapangan kerja baru, atau memberi pendampingan dengan Dana Desa yang digelontorkan hingga Rp 70 triliun ( untuk 75 ribu desa ) tahun ini ? Apa dia jenis kepda yang kurang paham mitigasi bencana ? Pasif, menunggu kejadian bencana longsor jilid 2, dan mengandalkan pihak lain/ Basarnas dkk dari Jakarta ( berperan seperti petugas pemadam kebakaran ) bergelut maut lagi menyelamatkan warga Bu Bupati yang cuma ngomong ‘kalau ada apa-apa pihaknya yang disalahkan’ ( lha iya dianya do nothing, anggota Basarnas yang menggadaikan nyawa untuknya ).

Para Punggawa Prof. Rhenald, ada yang berminat mendampingi dusun ini ?

BANJIR BANDANG DI JATIM, JABAR DAN MODIFIKASI CUACA ANTI BANJIR BPPT.

Musim hujan kembali mengirim banjir bandang ke sejumlah daerah di Indonesia. Kemarin di Sulsel, kini di Jabar dan Jatim ( 15 kabupaten ). Sungai Bengawan Solo meluap ke Kali Jeroan dekat jalan Trans Jawa sehingga sebagian ruas jalan mulus itu terendam air setelah diguyur hujan intensitas tinggi ( 2 jam ), terdorong badai/ angin barat dari Samudera Hindia.

Banyak sawah di Ngawi, Bojonegoro menjelang panen ini tak bisa dipanen. Ribuan korban mengungsi ke posko bantuan. Sebagian bertahan di lantai atas rumah mereka. Tim SAR Gabungan setelah 10 hari mengevakuasi 15 korban dari sekitar 30 penambang yang tertimbun longsor tambang emas ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sudah harus bekerja keras lagi di Jatim. Mereka anggota Basarnas, BNPB, BPBD, Polri, TNI, relawan bahu membahu menyelamatkan korban bencana di Jawa Timur.

TEROWONGAN ANTI BANJIR

Inilah Terowongan Nanjung di Kab. Bandung yang sedang dibangun untuk memperlancar aliran Sungai Citarum. Menembus tebing sepanjang 230 m, jika sudah berfungsi, terowongan ini akan mengurangi lama dan luas genangan musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya. ( Jokowi, 20/2/2019)

https://t.co/e5nZC8kkwK

Sungai Citarum yang mulai dikeruk, ditertibkan oleh Pangdam Doni ( kini kepala BNPT ) sejak Maret 2018, lalu dilanjutkan Gubernur Emil, Pangdam Harto, prajurit Maung Siliwangi dan warga Jabar dalam Program Citarum Harum Juara, tak terdampak parah oleh banjir tahun lalu, juga banjir tahun ini. Tim CHJ bisa mengatasi dampak banjir lebih cepat, dari banjir-banjir pada umumnya.

Apa evaluasinya ? Dari narsum dan pemirsa meminta proses Amdal ( analisa dampak lingkungan ) dilakukan lebih teliti. Lihat sejarah banjir di kawasan Bengawan Solo dan anak sungainya, potensi topografi ( sekitar jalan tol berada lebih rendah/ cekungan atau lebih tinggi ), sifat tanah meresap air atau mudah jenuh air, sudah banyak pengerasan untuk pemukiman baru, terjadi penggundulan vegetasi sehingga air hujan hanya bisa mengalir menggenang di atas permukaan tanah, menumpuk menjadi banjir ( tak masuk ke tanah ). Dengan analisa kerusakan lingkungan tsb, maka hujan deras dalam waktu lama bisa diantisipasi dengan pembuatan waduk, danau kecil atau kolam retensi dekat sawah atau jalan tol untuk mencegah banjir, sekaligus persediaan air di musim kemarau.

Floating Mosque, masjid di atas kolam retensi.

Di kawasan Pasar Gedebage akan dibuat kolam retensi seluas 70.000 m2, sedalam 15 m untuk menampung luapan air hujan sehingga banjir lebih cepat surut ( kurang dari 30 menit ). Proyek tsb satu dari 9 poin infrastruktur prioritas pemkot Bandung ( LPS PRSSNI, 6/3/2019 ). Jalan Soekarno Hatta menuju Pasar Gedebage dan beberapa kompleks perumahan di sana memang kerap digenangi air cukup tinggi sehabis hujan lebat sehingga mengganggu arus lintas padat di atas ring road barat-timur Kota Bandung tsb.

( di episode On the Spot, Trans7, pernah ditampilkan wanita muda yang bisa menghalau hujan dengan kekuatan energinya. Pawang hujan ini pernah ditugaskan saat perhelatan AG/ Asian Games 2018 lalu ).

Namun secara ilmiah, BPPT bisa melakukan modifikasi cuaca dengan memberi bahan tertentu pada awan untuk mempercepat hujan sebelum sampai di wilayah yang berpotensi banjir bandang atau longsor, seperti di 9 kabupaten Sulsel ( lebih 68 korban tewas, lebih 6000 warga terdampak mengungsi ). Atau mengurangi curah hujan sebelum masuk ke wilayah acara AG, APG 2018, acara peresmian proyek oleh presiden dan upacara bendera Hari Merdeka di Istana.

BPPT punya armada tujuh pesawat terbang dari tahun 1992. Namun hanya dua yang boleh beroperasi dengan ijin khusus dari Kemenhub. Tapi itu pun kini sedang rusak sehingga BPPT perlu minta bantuan TNI-AU untuk menaburkan bubuk tsb. BPPT bukan lembaga operasi sehingga baru bergerak jika ada permintaan dari swasta atau pemerintah untuk teknik modifikasi cuaca ( TMC ) yang hanya BPPT yang menguasai teknologinya di Indonesia ( Prime Time News, MetroTV, 28/1/2019)

Bisakah BPPT dikerahkan untuk menepis hujan lebat susulan di hari-hari berikutnya ? ( kata BMKG masih harus waspada )

————————-

INFO BANDUNG, JAWA BARAT

Kita dukung KPID Jabar membatasi jam tayang 17 lagu berbahasa asing pada jam 22-3 demi masa depan generasi muda Jabar.

———————-

INFO MEDSOS :

SATELIT NUSANTARA

Tepat pukul 8.45 pagi WIB kemarin, roket SpaceX Falcon 9 lepas landas ke angkasa dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, membawa Satelit Nusantara Satu milik Indonesia ke orbit bumi.

Layanan internet dari satelit ini akan menjangkau seluruh kepulauan Indonesia.( Jokowi, 23/2/2019)

https://t.co/wfw6ZzuacT

*****

Dengan bangga Indonesia mempersembahkan Satelit Nusantara Satu yg telah diluncurkan pagi ini dr Florida, US. Satelit milik PT PSN ini akan menjadi satelit multifungsi pertama di Indonesia yg akan dipakai @BAKTIKominfo utk penetrasi akses internet &4G di wilayah 3T ( Kominfo, 22/2/2019)

#IndonesiaBangga

https://t.co/Me6Q0KWSu6

Written by Savitri

9 Maret 2019 at 16:45

Debat Capres 2 : Unicorn, Tanah PS, Sampah Plastik. Lupa ya ?

leave a comment »

TANAH PS BUKAN MENYERANG, TAPI HAK PEMILIH. Lapor KPU ?

Di Debat Capres putaran dua kemarin, Jokowi kembali ofensif, dan berhasil menguak otentisitas PS ( juga para pendukungnya ). PS, tanpa kisi-kisi terlihat lebih rileks dan santun daripada debat pertama. Secara keseluruhan, debat kedua ini lebih baik, karena kita jadi tahu sebenarnya isi kepala kedua capres. Kewibawaan dan kapabilitasnya.

Yang melegakan, Jokowi dan Prabowo berpelukan usai debat. Yang bikin senyum, dua moderator yang mantap mengatur jalannya debat, usai menjalankan tugasnya, dengan suara mantapnya itu ‘meminta’ dua capres selfie dengan mereka ( seolah pengarahan debat ). Yang menyenangkan, Prabowo terlihat enjoy menjawab pertanyaan wartawan, sampai sebagian pengamat surprise : kenapa Prabowo bisa sesantun ini, sementara di akar rumput dan BPN 02 bisa sekasar itu. Bahkan terjadi ledakan ( petasan yang semula dikira bom ) untuk mengalihkan perhatian masyarakat yang sedang tertuju acara Debat Capres yang mengunggulkan Jokowi ( jurus kepepet setelah teror bom pipa pengalihan isu ketika terbongkar hoax 7 kontainer surat suara, dan teror bom molotov di Jateng yang lokomotif pemenangan Jokowi dan lumbung PDIP ).

Militan betul para pendukung 02. Terlihat di medsos, postingan PS dan elitnya lebih sedikit dari postingan Jokowi dan elitnya. Namun lebih banyak komentar di tiap postingan 02 ( baca : para pengusung dan pendukung 02 lebih aktif di medsos, media yang lebih murah, mudah, sesuai dengan karakter malas/ instan mereka yang sudah lama bergerombol untuk men-viralkan konten-konten intoleran radikal sebelumnya. Anonim, tak mudah dilacak ). Dari survei diketahui, pengguna medsos terus menurun ( makin banyak orang/ milenial teredukasi bahwa medsos bukan lagi media terpercaya untuk mengkonfirmasi atau mencari kebenaran atas sebuah isu ). Ada fitur/ aplikasi dari Kominfo, Humas Polri, Jabar Saber Hoaks, Hantam Hoax, Cek Fakta dari kaum intelektual/ akademisi dan media-media konvensional kredibel yang ikutan on line. Tinggal tersisa ( sebagian besar ) para radikal dan fanatik 02/ takfir yang sulit pindah ke lain hati. So, jadi bias jika survei masih diambil dari pengguna medsos yang didominasi lingkaran 02 tsb ( seperti rilis survei di EMI, 20/2/2019 bahwa di Debat kedua, PS mendapat tambahan suara lebih banyak dari Jokowi yang di Debat pertama dapat tambahan 3% suara, PS 2% suara ). Para pengusung dan pendukung Jokowi kini lebih banyak kampanye di darat/ off line, door to door, dan deklarasi dukungan. Jadi sampel survei berikutnya, jangan melulu di medsos atau di darat saja. Ambil acak, tak dirunut media kampanyenya. Cukup dihimpun menurut jenis kelamin, pemilih muda/ milenial, pemilih muslim, dst. Saya masih menunggu hasil survei yang lebih teruji dari surveyor langganan ( cocok dengan hasil akhir hitung manual KPU sejak 2004, sepetti Indikator Barometer, Litbang Kompas, Lembaga Survei Indonesia, Charta Politika dan SMRC ).

Debat ke-2 usai, tapi isu Unicorn, tanah 340 ribu hektar PS ( 220.000 ha di Kaltim, 120.000 ha di Aceh ) dan sampah plastik belum usai. Ramai diperbincangkan di darat ( demo spanduk protes ), jadi bahasan aneka talkshow di TV, narasi di radio, koran, majalah, plus debat kasar di medsos antar pendukung kedua paslon. Sebagian rakyat rupanya sudah menjelma serdadu ambisi para elitnya. Kontestasi sarat emosi cenderung membelah pemilih.

Semoga program kolecer ( kotak literasi cerdas ) Kang Emil, Liga Buku Bandung, komunitas baca di seluruh negeri berhasil membuahkan generasi pemilih berikutnya yang lebih nalar dan logis ketika mencerna fakta atau terpapar isu. Budaya baca lebih cerdas dari budaya nonton. Ketika membaca buku, ada ruang hening/ jeda yang bisa kita gunakan untuk menguji pernyataan yang tertulis atau merunut sebab akibat sebuah fakta dari hulunya ( ada kedalaman, proses ). Make sense or not. Ketika kita nonton audio visual dari video dan puluhan TV yang terus menggempur tiap detik dengan ribuan isu, hoax, musibah, dsb, sebagian kita yang tak terasah logikanya dari buku dan pendidikan tinggi, cenderung jadi tumpul, menggampangkan kesimpulan, lalu kritik mentah ( mengkritisi tanpa solusi ). Derita musibah anak bangsa, pembantaian manusia di belahan bumi lain, jadi berita sambil lalu, yang tak menggunggah kesadaran nurani, apalagi menggerakkan tangan untuk menolong. Penjagalan manusia di Palestina, Suriah, Yaman, malah dijadikan alat intimidasi untuk menekan lawan politik, seperti yang dilakukan para pendukung ISIS, Takfir, HRS di sini : kamu gak nurut, kamu dibantai di jalanan. Otak orisinil mereka yang jarang dipakai, sisdiknas yang dibiayai APBN masih ber-output lulusan dan ASN berkualitas rendah ( apalagi pesantren pinggiran megap-megap yang tak terciprat APBN dan jebolannya gagal bertubi-tubi di semua lini kehidupan membentuk mereka sekeras itu, sebagian lain yang survive dan lebih arif memaknai hidup menjadi segigih itu ).

Ide pesantren didanai pendidikannya oleh APBN menjadi usulan pemirsa EMI ( MetroTV ), blog ini, ketum PPP, PKB dan cawapres 01, salah satunya, untuk memutus rantai kekerasan dan kekasaran ( hoax, hate speech ). Untuk bernalar logis butuh kalori dan asupan pendidikan bermutu.

( oke deh, sekarang saya pakai istilah gerombolan emosional/ kepala batu untuk menyebut mereka. Sepertinya bego, bukan 100% kesalahan mereka. Mungkin 99% -nya, hehe.. ). Peace, man…

TANAH PS 340. 000 ha. Wow !

Masa pemerintahan saya, tak ada pembagian konsesi seperti itu, kata Jokowi setelah menyebut kepemilikan tanah mantan menantu penguasa Orba seluas 340 ribu hektar ( keluarga Cendana lebih 3 juta ha ). Kontan BPN 02 merangsek protes pada wakil KPU yang nonton acara Debat kedua. Besoknya mereka lapor ke Bawaslu dengan tuduhan : menyerang pribadi. Wah ! Berlebihan.. rewel sekali gerombolan 02 ini ( gak sadar nyebut/ hoax Jokowi itu PKI, anti Islam, antek asing, penyiksa ‘ulama’, mabuk hutang sebagai menyerang pribadi sesungguhnya karena tak didasari fakta ). Sedangkan konsesi tanah seluas itu nyata adanya. Ada di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ( LHKPN ) atau berkas pencapresan di KPU. Jika tidak dicantumkan, berarti PS bermasalah, kata wakil TKN 01 ( Prime Time News, MetroTV, 19/2/2019 ). Hak publik dan pemilih untuk tahu rekam jejak dan kepemilikan harta kandidat yang akan dicoblosnya. Jika PS terus mendiskreditkan capaian petahana ( dengan data-dataan yang disuplai tim kampanye-nya, ketua BPN saja santai nge-hoax/ kampanye hitam ), boleh dong, Jokowi menggunakan data valid untuk mengkonter tuduhan PS yang bertubi-tubi ( mengkritisi tanpa solusi, tanpa gagasan berbeda, tak realistis, tak lebih baik dari yang dikritisinya ).

Menunjukkan kekurangan lawan adalah kampanye negatif ( masih dibolehkan dalam demokrasi, sepanjang mengacu data valid/ fakta ). Menegaskan kebijakan sertifikasi tanah, redistribusi lahan/ konsensi hutan sosial untuk rakyat dalam land reform masa Jokowi, dengan membandingkan konsesi tanah ribuan hektar bagi lingkaran rezim Orba, salah satunya PS, adalah relevan ( dan hak pemilih untuk tahu, macam apa kandidat pemimpinnya di masa depan ? Yang pro-KKN atau yang pro-rakyat ? ).

Itu HGU ( Hak Guna Usaha ), aku PS ketika kepepet. Saya akan memberikan dengan sukarela jika negara memerlukan, imbuhnya. ( tak perlu nunggu jadi presiden baru diberikan kan ? Beri rakyat atau para pendukungnya yang belum sejahtera itu masing-masing satu hektar sekarang kan lebih baik. 340.000 orang miskin terentaskan. Lebih realistis daripada retorika dan janji muluk tanpa impor dan hutang itu. Apalagi bubar dan punah ).

Sebagian pendukung 02 di medsos menyebut lahan luas itu bukan milik PS tapi HGU/ negara ( untuk sawit, latihan militer, dsb ). Semua bohong, MetroTV sudah lama bukan tontonannya, umpatnya sewot ( ini menjelaskan kenapa si sewot terus terpapar hoax tanpa ampun, karena ia melepas sumber kredibel yang diakui khalayak luas dan insan pers ). Pendukung 01 menjelaskan bahwa masa Orba, para kroni bisa mensiasati regulasi untuk memperkaya diri dan keluarganya tanpa diproses hukum ( belum ada KPK, atau siapa pun yang berani menentang hasrat istana/ penguasa Orba ).

Lebih 300 ribu hektar tanah yang diakui PS sebagai HGU ini sebetulnya dikuasai perusahaan yang terafiliasi dengan PS. Masa Jokowi sudah di-moratorium, kepemilikan lahan dalam jumlah besar oleh perusahaan tertutup ( keluarga, belum masuk bursa ) tak diperbolehkan lagi. Sebelumnya ( regulasi ), HGU ( untuk lahan luas, demi efesien dan ekonomisnya pengelolaann ) hanya diperbolehkan bagi perusahaan publik/ terbuka ( di bursa saham ). Atau rakyat kecil yang dikelola secara cluster oleh unit koperasi ( Prime Time News, 18/4/2019 ).

Sekitar 2,6 juta ha dari 12,6 juta ha tanah sudah disiapkan pemerintahan Jokowi-JK untuk rakyat ( konsesi tanah yang membolehkan warga setempat masuk hutan untuk menanam kacang, kopi, coklat, tanaman obat, dsb, atau bikin tambak ikan di area hutan bakau, selama 35 tahun, sepanjang tak merusak kelestarian hutan/ flora fauna yang dilindungi negara ). Ada dua hal dalam program reforma agraria : sertifikasi tanah memberi kepastian hukum agar tak mudah diserobot orang lain/ perusahaan atau jadi sumber konflik, dan akses ke perbankan untuk instrumen kesejahteraan rakyat. Target sertifikasi tanah sebanyak 5,4 juta ha ( tercapai tahun 2016 ), 7 juta ( tercapai 2017 ), 9,3 juta ha ( tercapai 2018 ), 10 juta ha ( target tahun 2019 ).

Sekitar Rp 150.000 sd 300.000 perlu dikeluarkan warga yang belum bikin patok untuk lahannya yang akan disertifikasi ( harga di Jawa ). Yang sudah punya patok dan berkasnya, tinggal ke kantor BPN tak perlu bayar lagi untuk mendapat legalisasi hak atas tanahnya berupa sertifikat tanah.

UNICORN YANG ON LINE ITU ?

Sebagian bilang, Jokowi menjebak dengan pertanyaan unicorn ( pemred Don bilang ngetes, lalu terkekeh ). Para pendukung 02 sangat gusar karenanya. Padahal itu otentisitas yang dicari pemilih dari kandidat dalam Debat: seberapa jauh sih capres mengenal milenial yang jadi pemilih terbanyak di Pilpres 17 April 2019 ?

PS malah mencemaskan lebih banyak uang yang lari ke luar negeri dari on line-on line itu, setelah hanya Rp 5.465 triliun dana di bank dalam negeri, sementara Rp 11.000 triliun dana WNI ada di bank asing ( surga bebas pajak di Cayman Island, Singapura, Virgin British Island, China, dsb ). Wah, gak up to date nih PS..

Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan rintisan ( bisnis start up idaman kaum milenial ) yang melesat cepat ( kurang dari 18 tahun ) meraih omzet 1 miliar USD ( Rp 14 triliun per tahun ) atau lebih ( di China seperti Alibaba, di AS seperti Amazon, bahkan mencapai 30-100 miliar USD omzetnya per tahun ). Di ASEAN atau Asia Tenggara, ada 7 unicorn yang berjaya, 4 di antaranya dari Indonesia ( Gojek, BukaLapak, Tokopedia dan Traveloka ) yang didirikan anak muda ( yang produktivitasnya melebihi sebagian dirut BUMN yang digaji fantastis melebihi orang paling pusing di negeri ini/ presiden ). Produsen dan mall top dalam negeri sudah masuk/ investasi ke para unicorn ini. Investor asing yang berani mengundi profit 90 % gagal : 10 % sukses di bisnis semacam ini, belum menangguk untung ( apalagi membawanya ke luar negeri ). Indonesia cuma perlu menyiapkan regulasi untuk menahan uang asing bertahan sebagian besar di Indonesia dengan berbagai insentif agar mau stay di sini 30 tahun, misalnya. Uang tak mengenal batas negara dan keyakinan. Selama menguntungkan di satu tempat, uang akan bertahan di situ. Sementara itu, anak muda kita sudah punya kerja, karya, harga diri dan penghasilan memadai. Bahkan di Papua Barat ( kata pemirsa EMI dari Papua ), Gojek sudah merambah jalanan, mengantar warga dan barang, memberi harapan baru bagi para pemuda di sana.

PS pernah menyindir : lapangan kerja bertambah, tapi ojek on line ( bukan dokter, insinyur yang dianggapnya bermartabat ). Lho, ini jamannya shifting, di mana banyak perusahaan konvensional gulung tikar karena gaptek dan telat mendisrupsi diri. Dengan hasil sisdiknas yang belum prima, apa yang bisa diharapkan ? Get real..

Lagi pula, tak sedikit orang sudah punya posisi di perusahaan lama, memilih keluar, lalu kerja sebagai driver on line yang lebih fleksibel jam kerjanya, bisa nyambi jualan on line hasil masak isteri atau hasta karya anaknya ( dekat keluarga ). Seperti Ahmad Zaki, founder Buka Lapak yang mengorkestrasi lebih 4 pejuta pelapak, rekan pengelola, ribuan produsen, puluhan investor dan ratusan juta prospek/ pembeli tanpa perlu banyak aset yang mengurangi kekayaannya. Hepi kan ?

PS juga perlu tahu, para driver on line ini banyak yang mondar mandir naik pesawat terbang, plesiran ke luar negeri, bahkan umrah dan naik haji, yang waktu di perusahaan lama cuma lamunan belaka. Jika biro travel konvensional banyak yang tutup gara-gara Traveloka, PS mesti berpikir, bahwa lahir lebih banyak agen-agen travel baru yang lebih gesit dan adaptif dengan kebutuhan zaman ( pemerataan kesejahteraan, up grade SDM dari unicorn satu ini ). So, kehadiran para unicorn perlu disambut optimis dan difasilitasi pengembangannya.

Palapa ring ( konektivitas ) di WIB, WITA sudah 100%. Di WIT ( Waktu Indonesia Timur ) kini mencapai 90%, Juli 2019 nanti kelar 100% dalam menyambungkan backbone ( kabel serat optis bawah laut ? ) dengan broadband ( internet berkecepatan tinggi ) yang memudahkan program kreatif milenial dilihat dunia dan dilirik unicorn kelas dunia yang tertarik menanamkan investasinya. Ringkasnya, dana Indonesia tak keluar, justru dana luar yang masuk Indonesia.

Pemerintahan Jokowi akan menyiapkan 1000 program start up baru untuk jadi unicorn berikutnya. Akan dipersiapkan infrastruktur untuk mendukungnya/ konektivitas ( Prime Time News, 18/2/2019 ).

Targetnya, untuk bisnis digital unicorn tercapai omzet 130 miliar USD pada tahun 2020 ( EMI, 19/2/2019 ). Menkeu Sri berupaya menjalin kerjasama dengan kementerian riset dan dikti untuk menggenjot SDM kaum muda dan memperbesar anggaran untuk riset terkait bisnis start up sekelas unicorn.

So, curhat Zaky tentang target optimis pemerintah dan infrastruktur pendukungnya sudah terjawab kini ( next time lebih hati-hati mem-publish keluhan tanpa riset memadai di medsos yang dikuasai gerombolan #ganti presiden. Kemampuan besar disertai tanggung jawab besar, kata kakek Spiderman. Kalau sudah di posisi setajir ini, sepengaruh ini, jago digital saja tak cukup. Perlu memperluas wawasan. Pahami konstelasi politik, stabilitas ekonomi dan keamanan negeri di mana Buka Lapak berada dan diayomi. Minimal menyimak berita Prime Time News di MetroTV tiap jam 18-19 petang, atau “Mata Najwa” di TransTV tiap Rabu, jam 20-22 malam, atau baca blog ini tiap minggu yang saya bikin seperti kliping isu aktual bagi warga di Indonesia dan luar negeri yang ingin tahu negeri ini mau di bawa ke mana, agar bisa mengantisipasi segala riak yang terjadi dan tahu bagaimana seharusnya bertindak atau membawa diri ). Zaki sudah minta maaf atas ketidaktahuannya, sehingga tak perlu di-uninstall bisnisnya. Saya yakin Jokowi lebih mampu mewujudkan target unicorn, ketimbang PS yang unicorn saja dia tak paham. Anda setuju ?

SAMPAH PLASTIK BAGAIMANA ?

Pemerhati lingkungan, setidaknya yang tergabung di komunitas Greenpeace Indonesia, kemarin menyesalkan isu sampah plastik yang tak disinggung kedua capres di Debat kedua. Padahal Indonesia adalah negara kedua di dunia yang terbanyak membuang sampah plastik, setelah China. Di laut, paus sperma dan spesies lain, banyak yang mati karena termakan atau terlilit plastik. Jika terus dibiarkan, akan mengurangi jumlah ikan di laut dan serpihan plastik mikro yang termakan manusia bisa menyebabkan penyakit kanker yang membunuh jika terakumulasi.

Gerakan Kangpisman ( kurangi, pisahkan, manfaatkan ) yang dimulai di 8 kelurahan percontohan dari 150 kelurahan di Kota Bandung belum berjalan maksimal. Sebagian warga di 8 kelurahan masih merasa ribet, belum terbiasa memilah, belum paham manfaatnya terhadap keberlangsungan ekosistem laut, terhadap penghuni daratan / harga ikan di pasar, kesehatan manusia, mencegah tsunami akibat longsor sedimen sampah, dan penghematan APBD Kota Bandung. Dari satu ember makanan sisa di satu RT saja sudah terkumpul 25 kg sampah. Dikali empat ember, jumlah RT, jumlah RW, jumlah kelurahan sudah lumayan efesiensinya.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup pemkot sempat turun memantau pengambilan sampah warga, agar target walikota Oded bisa lebih cepat tercapai. Saat ini, sudah ada wakil dari kelurahan masing-masing yang mendampingi tukang sampah RT mengambil sampah warga. Bulan ini didahulukan ember makanan sisa ( yang basi atau tak termakan ) untuk jadi bahan komposer. Bulan depan mungkin dikumpulkan pilahan ranting dan sampah kebun untuk bahan biogester yang akan diolah komunitas yang mengambilnya di kelurahan. Bertahap sesuai kemampuan nalar warga. Saat ini naruh puntung rokok di ember mana saja mereka masih lieur…

Saya dengar, ada mesin pengelola sampah apa saja hasil riset anak kampus Kota Bandung yang akan diproduksi massal untuk mengurangi sampah di tiap kelurahan. Semoga Kangpisman ini bisa jadi gerakan nasional sehingga laut Indonesia menjadi yang terbersih di dunia. Amiin..

Sampai ketemu di Debat Capres ketiga ( 17 Maret 2019 ) dengan cawapres SU dari 02 yang merasa sungkan dengan cawapres Ma’ruf dari 01 ( ini sungkan jenis membungkus ketidaktahuan atau santun pencitraan ya ? ). Yang jelas, pertarungan antar kaum muda dan kaum tua dengan selisih usia 25 tahun ini patut ditunggu pemirsa. Akankah yang muda yang progresif atau yang tua yang kadaluarsa ? Atau sebaliknya, yang kyai tapi jiwa muda nan progresif ? Tunggu tanggal mainnya. See you..!

Ingat… Pemilu Serentak, Rabu 17 April 2019… Cek nama anda KLIK https://t.co/iEyClkyhS6 | Jika anda perantau/bekerja/kuliah/berobat di luar wilayah KTP el tempat anda terdaftar, segera urus A5 pindah memilih di KPU Kab/Kota asal atau tujuan #KPUmelayani #SukseskanPemilu2019 https://t.co/PQLKhy4eUY Silakan memilih di TPS sekitar kampus, deket tempat kost anda misalnya… Terlebih dahulu anda urus form A5 pindah memilih di KPU kab/kota…

—————–

GREAT PERSON :

Pertama kali saya terkesan pada sosok ini ketika ia jadi narsum Editorial Media Indonesia ( EMI ) di MetroTV dan menjelaskan pendapatnya tentang caleg ex-napikor yang ngotot bercokol di DCT dan diluluskan MA. KPU vs Bawaslu berselisih sengit tentang keikutsertaan caleg bermasalah ini sampai mantan ketua MK, Mahfud MD memberi solusi dan menjadi Great Person pertama di blog ini.

( kabar terakhir 81 caleg ex-napikor lolos mejeng di DCT tanpa KPU sempat memberi jeruji di foto mereka di surat suara, atau memasangnya di TPS karena mepet, ribet dan anggaran, sehingga kerja Perludem makin berat untuk membendung caleg bermasalah masuk parlemen. Di web KPU pun, banyak caleg yang tak tersedia riwayatnya. Hanya partai Nasdem dan PSI yang bersih calegnya dari tipikor sehingga disarankan untuk dicoblos jika pusing mengingat 81 nama tsb ).

Setelah itu, pemudi berjilbab ini sering diundang di talkshow TV lainnya dan bersuara mantap, berartikulasi jelas, gigih berdebat dan tekun mengajak pemirsa, warga Indonesia untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

Berbagai upaya dan acara diselenggarakannya untuk mengedukasi WNI agar pintar memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Rilis info di akunnya dan web komunitasnya, Perludem, makin gencar dua bulan menjelang pemilu 17 April 2019. Jika pemilu ini sukses, boleh dibilang dia punya andil besar di dalamnya, selain KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara resmi. Dia seperti mewakili suara publik cerdas/ civil society yang ingin memastikan pemilu berlangsung lancar, berkualitas sampai terpilih pemimpin dan wakil rakyat terbaik bagi negeri ini.

Bagaimana dia bisa bicara sefasih itu tentang pemilu ? Rupanya, aktivis pengamat pemilu dan demokrasi ini pernah bekerja pada International Foundation for Electoral Systems (IFES Indonesia), International Republican Institute (IRI), Democratic Reform Support Program (DRSP) RTI-USAID, Kemitraan untuk Pembaruan Tata Pemerintahan, Elections Program UNDP, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias.

Wanita kelahiran Palembang 1979 ini pada tahun 2016 juga menerima Silver Award (Second Prize) dari The Third Annual Open Government Awards yang diberikan di Paris, Prancis mewakili PERLUDEM yang dipimpinnya.

Hmm.. pantes jago. Siapa dia ? The woman of this post is… Titi Anggraini.

Akun Titi di Twitter.

Tadi pagi tumpengan bersama Arief Budiman (KPU), Abhan ( Bawaslu), Titi Anggraini (Perludem), Masduki Baidhowi (MMD Initiative) utk berdoa bagi jelancaran Pemilu. Pemilu jaman sekarang sdh diatur dan penyediaan instrumen2 lembaga yg independen. https://t.co/6WdFCAz4YI

Sob, yuk kita diskusi bareng agar #pintarmemilih pada hari pemungutan suara Rabu, 17 April 2019 nanti. Pemilu hanya akan bermakna bila pemilihnya punya informasi dan pengetahuan cukup utk membuat keputusan hari H kelak. Baik info teknis memilih, dan khususnya soal para kontestan. https://t.co/odqIVLXq34

Data lengkap jumlah caleg per partai yang tidak bersedia membuka daftar riwayat hidupnya. Nyaleg tapi “private profile”. Caleg kok introvert, gak mau kenalan sama pemilih… 🤔 https://t.co/chvbF4I7Gr

Mohon konfirmasi dari @KPU_ID sebab sbg pemilih kami pun paling dirugikan harus meraba-raba untuk tahu riwayat hidup para caleg. Padahal semua bilang spy jangan “beli kucing dalam karung”. Cc @mas_abudiman @ilhams21 @PramonoUtan @masws1533 @viryanazis @hsym_asyari @novida_evi https://t.co/9nIulWRgCQ

Baru..!! Peraturan KPU No.3 Pemungutan & Penghitungan Suara, No.4 Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara & Penetapan Hasil Pemilu, No.5 Penetapan Paslon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi & Penetapan Calon Terpilih, KLIK https://t.co/E2L7Myl6vw #KPUmelayani #SukseskanPemilu2019 https://t.co/GR1dbtlVOH

—————-

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

——–

INFO MEDSOS :

“Jokowi”- drawed by Vitrisa.

DEBAT CAPRES TANPA ISU PERUBAHAN IKLIM

Telah usai sudah #DebatPilpres2019 kedua yang membahas tema lingkungan, energi dan pangan, namun baik @jokowi maupun @prabowo tidak ada yang menyebutkan soal ancaman terbesar terhadap lingkungan Bumi dan umat manusia abad ini, yaitu : Perubahan Iklim!
Ini menyedihkan…
https://t.co/cG5NJj8s8E

DEFORESTASI MENURUN

1,8 juta ha ( tahun 2016 ), 630 ha ( tahun 2017 ), 450. ha ( tahun 2018) terjadi penurunan deforestasi. Kondisi lingkungan lebih baik, kata menteri KLH ( EMI, 13/2/2019 ).

Isu perubahan iklim mungkin lupa dibahas di forum Debat Capres, tapi sudah diupayakan pencegahannya di lapangan, salah satunya dengan mengurangi pembalakan liar atau pengundulan hutan. Hutan sebagai paru-paru dunia dan daerah tangkapan air hujan bisa mengurangi resiko banjir, longsor, dsb.

REUSE SAMPAH PLASTIK DAN KERTAS.

Sampah menumpuk mau diapakan ? Dibuang ? Suka diminta duit ekstra oleh tukang sampah RT, karena pemda mengeluarkan biaya tak kecil untuk menyewa lahan TPA. Yuk, kita kurangi sampah yang keluar dari rumah kita. Caranya ?

Gunakan plastik bekas belanjaan untuk melapisi keranjang sampah. Kan sering sisa kuah di piring habis makan atau hidangan merembesi keranjang sampah kan ? Apalagi kalau sudah retak. Ihh.. bikin kotor lantainya !

Plastik bekas juga bisa dipakai membungkus sepatu yang kita bawa di tas/ koper, atau mengamankan sepatu yang disimpan di pojok ruangan, agar tak jadi sarang laba-laba.

Sampah kertas bekas dikumpulkan lalu dijepit rapi. Gunakan baliknya yang masih kosong untuk notes. Bisa ditaruh di dekat telpon, buat mencatat pesan atau nomor telpon dadakan. Kalau saya, buat nyatet daftar belanja sebelum ke pasar. Supaya gak kelamaan di pasar lalu tahu-tahu anggaran belanja membengkak, terbuai rayuan pedagang. Ihh.. jangan sampai terulang.

Koran, majalah dan kain bekas bisa dipakai alas tidur kucing kesayangan, atau alas tetesan cat agar tak membekas di lantai saat kita merenovasi kamar. ( IDEA 56/V/2008 )

Botol plastik, kardus bekas dan wadah es krim bisa dipakai untuk polibag, tempat tumbuh tanaman baru untuk menyemarakkan halaman rumah anda. Ada penghijauan, ada oksigen. Hmm.. segar.!

Kita jaga alam. Alam jaga kita.

TOL KALIMANTAN 85% SELESAI

Pulau Kalimantan akan punya jalan tol untuk pertama kalinya. Panjangnya 99,35 km, dari Balikpapan sampai Samarinda. Sampai awal bulan ini, konstruksinya sudah mencapai 85,7%.

Jalan tol ini memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda, dari tiga jam jadi hanya satu jam. https://t.co/HNa8ekF7tP

KURSUS JURNALIS TEMPO

Halo, saya Putri Faradila dari Divisi Pelatihan Tempo Institute. Anda ingin ikut kursus intensif plus praktik di ruang redaksi Tempo? ( Tempo, 28/1/2019

TEMPO Institute membuka kesempatan bagi jurnalis muda, blogger, freshgraduate, atau siapa saja yang ingin mendalami jurnalisme ala TEMPO.

Kursus ini akan berlangsung selama empat bulan. Peserta wajib mengikuti kelas pendalaman teori jurnalistik sebanyak empat kali pertemuan yang disertai dengan praktik dan mentoring. Kemudian dilanjutkan dengan magang tiga bulan di newsroom TEMPO. Selama magang, peserta akan mendapat penugasan liputan untuk Tempo.co, Koran TEMPO maupun Majalah TEMPO.

Hasil penugasan akan diulas dan dievaluasi oleh mentor pendamping secara reguler. Agar peserta dapat mengambil pembelajaran setiap kekurangan untuk perbaikan penugasan berikutnya. Peserta yang dinyatakan lolos magang, akan mendapat kesempatan magang tahap selanjutnya.
Jangan tunggu nanti, ayo ikut cicipi newsroom TEMPO.

Hubungi kami melalui:
– WhatsApp 0812-8815-1738 (Putri)
– Email info@tempo-institute.org
– Website kelas.tempo-institute.org

Waktu
08, 09, 16, 23 Februari 2019
09:00 – 17:00 WIB
+ Magang 3 Bulan di Newsroom TEMPO

Di Kursus Jurnalistik Intensif, kamu akan mempelajari: • Peran media
• Kalimat efektif
• Menulis berita
• SEO
• Kode etik jurnalistik
• Pendampingan intensif
• Magang 3 bulan di Dapur TEMPO

Sudah termasuk: Buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur TEMPO, T-Shirt Tempo Institute, makan siang & snack, voucher kelas online Rp150.000, sertifikat, alat tulis.

Investasi
Rp6.000.000

Mari ikut #kelastempoinstitute
#KursusJurnalistikIntensif

Written by Savitri

20 Februari 2019 at 16:26

UU Kebiri ? YES ! Mahkamah Internasional, PKI, Presiden dipanggil & minta maaf ? NO ! Pilih Negarawan dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

leave a comment »

7

Pahlawan Revolusi. 7 Jenderal TNI yang tewas dibunuh dan dibuang ke Lubang Buaya dalam Peristiwa G 30 S / PKI. Tragedi kelam bangsa Indonesia yang tengah dipermalukan di Mahkamah Internasional bulan November ini oleh sebagian perwakilan korban yang kurang baca sejarah. Saya merasa gerakan komunis menggeliat di bawah tanah beberapa waktu lalu. Mungkin, tuntutan via lembaga asing ini salah satu manuvernya. Keluarga Jenderal Nasution bertanya-tanya, mengapa anggota Petisi 50 ini dimariginalkan secara politik dan ekonomi di masa tuanya ? Padahal, peran dan jasanya sangat besar dalam sejarah bangsa kita. Jawabannya simpel. Tak boleh ada perwira militer cemerlang yang mengungguli pamor Soeharto yang dipilih AS menjalankan skenarionya. Itu pula alasan 7 jenderal dan 3 perwira tinggi itu harus mati dalam ‘kudeta’ 1965. Jika Soeharto diumumkan sebagai pahlawan nasional, maka aktivis2 Reformasi 1998 yang menurunkan Soeharto akan turun statusnya menjadi para kriminal dalam buku sejarah. Duh, mimpi buruk apa ini ?

Kebiri. Menjadi wacana, polemik lalu RUU. Kekerasan seksual terhadap anak makin menggila beritanya di media. Pemberatan hukuman dengan kebiri diharapkan menjerakan para pelaku. Saya pernah ketik ‘SMA’ di kotak search Google bertahun lalu. Yang muncul malah berita dan konten pornografi yang melibatkan oknum pelajar di list atas. Menjijikkan.

Bagaimana dengan hari ini ? Pelaku seks menyimpang makin muda usianya. Anak SD tega memperkosa adik kelasnya, bahkan anak TK. Banyak contoh buruk di lingkungannya. Anak adalah peniru yang hebat. Beredar bebasnya konten porno, begitu permisifnya masyarakat ( termasuk ortu ) terhadap perilaku seks bebas, pacaran tidak sehat, kumpul kebo di kost dan apartemen dsb, membuat anak menganggap perbuatan dosa besar itu seperti tindakan pipis sembarangan. Siapa takut ?

Pedofil gentayangan. Menyasar anak2 lugu nan polos yang tergiur uang Rp 2-10 ribu, mainan atau makanan gratis. Anak2 yang tidak diberitahu orang tuanya : siapa pun dilarang menyentuh alat kelamin, bagian genital atau kesucian tubuhnya ( kecuali ibu kandungnya saat si anak belum bisa mandi sendiri ).

SINYAL PREDATOR WASPADA, WASPADA !

Pipis itu gampang. Tak butuh otak hebat untuk menyetubuhi atau menyodomi. Saya perhatikan, para hiperseks, peselingkuh, playboy, pezina itu kemampuan nalarnya rendah, alias bego. Konten porno yang ia candui membuat bagian otaknya yang memilah perbuatan baik dan buruk menjadi tak berfungsi. Meski ia tahu perbuatan itu haram, misal ngeseks dengan pacar atau pelacur, tetap saja dosa besar itu ia lakukan. Bego, kan ?

Kita bisa mendeteksi para pendosa jenis ini dengan mengamati cara PDKT-nya. Apa dia memegang kemaluannya di depan anda ? Berpose seperti sedang bercinta dengan anda ? Menolak pacaran dengan anda jika tak boleh menyentuh anda. Mengoleksi gadis2 seksi minim busana ( cewek murahan/ obralan ) di medsos, hp, tablet atau laptopnya. Menyimpan foto2 porno, nonton video2 erotis ( blue film ) and demen ngomong jorok untuk memprovokasi lawan jenis ( unjuk hasrat dominasinya ). Mencolek cewek, mengelus/ menciumi anak gadisnya secara tak wajar ( pelampiasan birahi terpendam ). Mendatangi klub2 dugem yang sarat wanita malam. Berkerumun dengan anak2 kecil yang sering ia traktir atau ajari sesuatu ( molestasi ala pedofil ).

Jika anda mengabaikan sinyal2 kecil ini, maka anda akan terjebak dalam pusaran ‘cinta’ yang menyakitkan. Pendosa yang pembosan ini akan mencampakkan anda begitu ia melihat cewek lain yang lebih kinclong ( sebejad apa pun moralnya ) atau lebih mengakomodasi hasrat dominasinya ( superior syndrome ). Penindas selalu menempatkan diri di atas korban, dalam ucapan dan tindakannya. Jika anda sampai menikah dengannya, maka anda akan banting tulang seumur hidup untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Untuk menghidupi diri, anak2 dan suami ( yang menjadi bayi terbesarnya dengan seabreg tuntutan pelayanan tak tahu diri ). Demi ‘status kawin’.

Jika anda masih bocah dan melintas di depan warung AD ( pedofil ), maka anda akan bernasib seperti Putri Nur Fauziah ( 9 tahun ) : di tarik masuk bedeng, diikat di kursi, diperkosa, disiksa sampai mati, dimasukkan kardus lalu di buang !

ISI KEPALA PRIA CUMA SEKS ?

Buku bercover “Apa yang dipikirkan pria selain seks” laku keras dipesan dan dibeli orang ( padahal tanpa tulisan di halaman dalamnya, alias kosong ). Menggelikan, memang. Sudah rahasia umum, para pecandu seks nyaris tak berotak. Hidupnya kosong, tak bermakna. Sampah masyarakat. Kepalanya dipenuhi khayalan seks dan cara pemuasannya. Seminggu tak berseks ria, kepala pusing 7 keliling. Lalu, kapan bisa fokus mengasah life skills dan meng-improve usaha bisnisnya agar eksis di dunia yang kian kompetitif ini ?

Pria yang tak menghormati wanita adalah pria yang tak punya kemampuan, kata Arjuna di depan Drupadi ( serial Mahabarata ). Anda pun bisa melihat sinyal pezina dari cara ia memperlakukan wanita. Jika ia menggampangkan cewek, merendahkan wanita, sesumbar bisa mendapatkan pelukan wanita dengan mudah selepas pergi dari anda, membanggakan banyak teman wanitanya ( punya 4 pacar lagi di belakang anda ) maka segera tinggalkan saja pria pezina ini. Jauhkan dia dari orang2 dekat anda, sebelum dia merenggut keceriaan anda. One way or another.

Hiperseks, tak setia/ peselingkuh, bego, merendahkan wanita ( wanita sekedar obyek pemuas syahwat baginya ), pemalas, pembohong dan bikin sengsara ( duit cekak/ demen ngutang ) itu ada dalam satu paket bernama pria gombal. So, ganteng tapi bego dan cabul is big no no. Get lost !

CINTA BODOH YANG BANYAK

Hari2 belakangan ini, saya dengar cewek kost tetangga ( yang demen ngakak norak ) kerap nyanyi lagu yang liriknya … Aku cuma punya hati… Mana ada cinta seperti ini ? ( yang diselingkuhi tapi masih setia dan menunggu si pacar ). Penulis lirik, penyanyi atau wanita dengan ‘cinta buta’ seperti itu, absolutely adalah wanita bodoh dengan impian palsu. Mereka tak tahu penderitaan tak terperi yang menghadang di masa depan. Belum lagi, anak2 yang dilahirkan kelak ( melihat interaksi penuh bara ayah ibunya ) akan mengalami figrid atau ketidakpercayaan pada pria. Menjalani makam2 perkawinan hingga ajal menjemput. Mana ada ? Banyak cinta bodoh seperti ini, yang saya lihat di sekeliling saya. Sampai saya berpikir, di jaman sekarang, apa pria cukup punya Mr.P ( berfungsi atau pun tidak ) untuk laku di gandeng cewek sampai married ? Cewek atau mertua yang mesti banting tulang mencari nafkah. Menyedihkan. Memalukan.

Selingkuh itu watak yang tak bisa diubah ( hanya bisa ditutup dengan kamuflase/ kebohongan ). Watak dibentuk saat anak balita sampai umur 15 tahun ( SMP ). Jika doi masih selingkuh di atas usia tsb, lupakan saja dia. Cari pria sejati yang pengamalan agamanya baik, jujur, rajin, jelas, bertanggung jawab pada ortu dan keluarganya, plus mencintai anda ( perhatian & setia pada anda ).

Cara kebiri, setahu saya, ada yang disuntik kimia, bedah syaraf dan diamputasi. Sebagian ahli berpendapat, pedofil lebih baik dihukum mati atau diberi sanksi sosial ketimbang dikebiri, karena tak sudi uang negara dari pajak rakyat digunakan ( boros ) untuk menyuntik secara periodik para pedofil dan penyimpang seks tsb. Saya pikir, sementara menunggu hukuman maksimal 15 tahun direvisi menjadi hukuman mati ( dengan seabreg pro-kontranya, adu argumen pendukung & penentangnya ), maka para predator seksual dipotong saja Mr.P-nya ( sekali untuk selamanya, mencegah dia menjadi residivis seksual. Pasang fotonya di ruang2 publik untuk warning sekaligus menjerakan. Hasrat dominasinya yang mencari penyaluran lain bisa diatasi dengan konseling psikiater atau aktivitas fisik yang positif ( olahraga, dsb ). Di beberapa negara, hukuman kebiri terbukti menurunkan angka kekerasan seksual secara signifikan. Indonesia bisa menerapkan UU Kebiri untuk menjaga keamanan generasi penerus bangsa. Stop kekerasan pada anak !

PILIH DAERAH AGAMIS ATAU MAKSIAT ?

Tahun 2005, saya ke Bali. Saya terheran-heran melihat begitu bebasnya penjualan souvenir gantungan kunci berbentuk alat kelamin pria dalam berbagai ukuran. Seorang pengunjung berbadan penuh tato ( seniman tato ) bercerita, betapa leluasanya kemaksiatan berlangsung di sana.”Itu sebabnya, Bali dibom,” timpalnya. Saya tertegun, bahwa angka kemiskinan di Denpasar, Bali ( dikunjungi 3 juta turis per tahun. Bandung, dikunjungi 6 juta turis tahun 2014 ) terendah di Indonesia. Jadi, siapa sebetulnya yang menikmati ‘kue’ di pulau tersohor di dunia tsb ? Investor asing ?

Dari tayangan ILC ( 13/9/2015 ), saya baru ngeh keterkaitan fakta tsb. Tiap tahun, lebih 3000 anak menjadi korban pelecehan seksual di Indonesia. Sudah terjadi 21 juta lebih kasus pelanggaran anak ( 58 % kejahatan seksual pada anak ). Anak menjadi silent victim. Bagaimana seorang anak perempuan dikejar2 pencabul dan berteriak minta tolong, tak digubris oleh masyarakat di sekelilingnya. Mereka seolah menutup mata, bahkan menyuruh si bocah tutup mulut setelah diperkosa. Perempuan, kegadisan, dihargai murah. Pengurus panti asuhan dan yayasan sosial tak jarang menjadi pelakunya ( pemerkosa ).”Sst.. jangan lapor demi nama baik ( baca : ekonomi ) Bali”. Ngeri.

Ketamakan adalah dasar ketidakbenaran ( kejahatan Zionis & Yajuz Majuz juga dari situ ). Pertimbangan kapitalis seperti ini tak bisa dibiarkan terus menindas bocah2 tak bersalah. Trauma korban perkosaan berlangsung seumur hidup. Menjadikan korban bak mayat berjalan menapaki sisa hidupnya hingga liang kubur.Tak ada passion, fun, love yang menyabarkannya menekuni keahlian yang menghebatkan. Tak ada rasa percaya diri dan karya membanggakan yang dihasilkan. Kekuatan negara bukan pada pasukannya, pengendalian diri atau pun banyaknya sekutu, tapi terutama pada kebanggaan rakyat pada negerinya. Betapa habis-habisan kita membela daerah yang kita banggakan, negara yang kita cintai. Bayangkan, lebih 250 juta warga Indonesia ( … juta di antaranya warga Bali ) bersatu padu menghebatkan Indonesia karena rasa cinta dan bangga itu. Tak ada yang bisa mengalahkan itu. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BENAR

Hancurkan mereka yang melawan kebenaran sebelum orang2 gandrung melakukan ketidakbenaran ( & tak ada lagi yang mau dan berani melakukan kebenaran ). Sebelum Allah murka dan membinasakannya sendiri tanpa ampun, seperti kaum Aad, Tsamud, bangsa2 terdahulu ( Atlantis, nenek moyang kita dahulu juga binasa dengan meletusnya Gunung Toba ). 100 lebih nabi dan 25 rasul telah diturunkan Allah untuk mengingatkan manusia untuk amar ma’ruf nahi munkar ini ( menyebarkan kebaikan, mencegah keburukan ). Kita lebih pintar dari hari kemarin, kan ? Kita perlu menjaga energi positif sebesar mungkin di bumi dan langit Indonesia. Kekerasan seksual anak adalah energi negatif. Mari selamatkan anak2 Bali juga anak2 Indonesia dari predator seks. Di Undang2 AS, pemerkosa orang dewasa sampai dihukum maksimal : mati di kursi listrik. Di Undang2 Indonesia, memperkosa anak sampai mati cuma dihukum penjara 3 tahun. ( Gimana kita bisa menang perang ? ). So, UU Kebiri YES !!

PILIH NEGARAWAN YANG PEDULI PERLINDUNGAN ANAK

Pilkada serentak 9 Desember 2015 diikuti 260 kota/ kabupaten dan 9 provinsi. Mestinya tak ada kandidat yang dia atau anggota keluarganya terindikasi korupsi ( bahkan mantan napi korupsi ) yang mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Secara etika moral, dia tak layak. Aset daerah jangan sampai dijarah ( lagi ) oleh pemimpin bodoh nan korup. Pilih pemimpin daerah yang pengamalan agamanya baik, berani, leadership bagus, track record bersih ( dari korupsi , tindakan asusila, perbuatan tercela, dsb ), punya visi kebangsaan dan peduli perlindungan anak. Ringkasnya, pilih negarawan.

Peduli anak ini menjadi sangat krusial mengingat daruratnya masalah kekerasan anak di sini. Indonesia menjadi negara kedua konsumen terbesar pengakses pornografi di internet, setelah Rusia. Rusia sekarang negara maju dengan kekuatan finansial yang lebih baik dari kita. Kita belum, dan punya tugas memenangkan 2 perang besar di masa depan. Kerja raksasa untuk masa kita. Di awal, sudah saya sampaikan paket watak pecandu seks yang demen melihat yang porno2 itu : bego, bikin sengsara, dst. Satu dari 5 orang terkena gangguan jiwa di luar profesi jurnalistik. Dalam jumlah sama, hanya 1 dari 100 jurnalis yang terganggu jiwanya. Dari jumlah tsb, hanya 10 % yang ( sanggup ) dirawat keluarganya. 90 % lainnya kelayapan di luar mencari mangsa ).

Lebih jauh, saya berharap pedofil ( penyuka seks dengan anak kecil, antara 8-13 tahun ) dengan kesadaran sendiri berobat ke psikiater untuk menurunkan hasrat libidonya sebelum kehilangan kendali dan kalap ( menerkam anak2 seperti AD ). Para pecandu seks, konsumen PSK atau mereka yang merasa kewalahan dengan nafsu seksualnya berupayalah mendapat suntikan kimia atau bedah syaraf agar bisa lebih produktif bekerja atau berkarya untuk negeri ini. Saya yakin jika masalah ini bisa diatasi dengan cara tsa, maka akan lebih banyak warga Indonesia yang merasa tenteram dan bahagia.

BANDUNG YANG BAHAGIA. UH, I AM SO HAPPY.

Horeee !! Bandung menjadi kota terbahagia di Indonesia. Indeks kebahagiaan yang dirasakan warga Bandung adalah yang tertinggi. “ Saya bangga jadi warga Bandung !”, kata bobotoh Persib yang menjuarai Piala Presiden Oktober kemarin. Saya tersenyum senang, melihat wajah bersinar, mata berbinar para fans pangeran biru di layar TV. Pak Wali ( Ridwan Kamil ), saya rasa, juga senang melihat wajah2 ceria warga Bandung. Sesuatu yang kita bela, perjuangkan selama ini, membuahkan wajah2 puas seperti itu. Sungguh tak terlukiskan. Tak ternilai. Membuat kita bertahan untuk terus dalam usaha2 perbaikan dalam keadaan sesulit apa pun. Dari pengalaman saya, jarang orang berterima kasih dan membalas kebaikan kita. Saya melatih diri untuk merasa cukup melihat perbaikan perilaku yang saya upayakan terjadi pada orang tsb sebagai ‘upah’ saya, agar saya mampu mempertahankan kebahagiaan saya sepanjang waktu.

Senyum seperti pada bobotoh itu juga saya anggap reward yang memompa stamina saya dalam perjuangan kebenaran.

( Cara mendeteksi orang baik : selain ia jujur, rajin, ia pun mampu timbal balik setara dengan kebaikan yang dia terima. Jika ia diperlakukan buruk, ia tetap bersikap baik atau membalas proporsional untuk perbaikan perilaku orang tsb. Seperti, bersikap angkuh pada orang angkuh adalah sedekah.

Asyiknya menjadi pekerja Allah adalah selalu diberi ( diilhamkan ) jalan keluar oleh-Nya setelah berupaya maksimal mengatasi masalah. Akumulasi pengalaman2 problem solved ini menjadikannya bijak menjalani hidup. Kalau sudah bijak, no one can beat us. Top2-nya jadi manusia ( seluruh potensi otak dioptimalkan oleh kesukaran2 yang dihadapi dan diselesaikan dengan baik ))

Saya bangga jadi warga Bandung. HIDUP PERSIB !!

PENYULUHAN PARENTING SEBELUM KAWIN

KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) adalah lembaga negara yang bertugas mengawasi jalannya perlindungan anak di institusi2 di tanah air. Anggaran Rp 1, 3 triliun sudah digelontorkan untuk Kementerian Anak dan Perempuan. Kenapa kekerasan anak masih marak ? Karena pemprov, pemkot dan pemkab kurang aware dengan perlindungan anak. Adanya otonomi daerah membuat pemimpin daerah seperti raja2 kecil di daerah. Susah diberitahu ( kurang tanggap pada isu ini meski sudah jatuh banyak korban ).

Negara ( presiden, gubernur, walikota, bupati sampai ketua RT ) belum hadir dalam preventif-nya. Banyak perda dan kebijakan yang belum ramah anak. Mestinya ada penyuluhan parenting ( pengasuhan anak ) sedikitnya 3 hari sebelum pasangan menikah di KUA atau Catatan Sipil. Ibu Negara mestinya hadir di kasus2 tsb dan memimpin ibu2 Indonesia melindungi anak2 dari kejahatan seksual.

Sebagai warga Indonesia yang punya hak pilih, mulailah dengan memilih calon pemimpin daerah yang negarawan 9 Desember nanti, ya. It’s a good start for all of us..

PEMIKIR & PENGGERAK TAK LAGI AKUR, SETAN PKI MERASUK

30 September 1965, terjadi tragedi yang memilukan dan memalukan Indonesia sampai hari ini. G 30 S / PKI. Tujuh jenderal TNI dibunuh dengan kejam lalu dimasukkan ke Lubang Buaya. Organisasi politik yang tak mengakui Tuhan, alias kemasukan setan ini berupaya menurunkan Pancasila, dasar negara kita, yang sila pertamanya : Ketuhanan Yang Maha Esa. Eh, Tuhan, kok dilawan. Besoknya, 1 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Para bedebah ini ( DN Aidit, kaki tangan dan simpatisannya ) diburu habis. Sehabis-habisnya ( diperkirakan 500 ribu – 3 juta orang tewas ).

Dari ILC ( 29/9/2015 ) dan buku “Bung Hatta Menjawab” , saya tahu tragedi kemanusiaan ini sudah dimulai sejak tahun 1948 ( Pemberontakan Muso di Madiun ). Banyak ulama, ustad, santri dari NU, Muhamadiyah, prajurit TNI dan rakyat yang memilih Allah dibantai keji, disate dan dijadikan orang-orangan sawah oleh PKI. Menurut Bung Hatta, Aidit itu sejago Soekarno dalam berorasi. Kelemahan Soekarno adalah senang dipuji sehingga Aidit penuh puja-puji ( menjilat ) agar hubungan dwi tunggal Soekarno-Hatta hancur : Soekarno tak tanggap diperingatkan oleh Muhammad Hatta tentang sepak terjang PKI mengadu domba, menjelek-jelekan orang2 dekat Soekarno dan menghancurkan partai2 pesaingnya, termasuk PNI ( partainya Soekarno di akar rumput ).

SIAPA DALANG G 30 S / PKI ?

Sementara, pihak luar ( negara asing/ AS cs ) juga benci Soekarno yang anti neokolim ( neo-kolonialisme ), membentuk Nasakom ( Nasionalis, Agama, Komunis : bagian terbesar bangsa Indonesia saat itu ) dan hendak menyelamatkan ( Malaysia melihatnya sebagai menyerang ) Malaysia yang diincar Inggris ( sekutu setia AS ). Banyak indikasi CIA ikut bermain dalam tragedi ini, termasuk menurunkan ( & menyuntik mati ? ) Soekarno, menaikkan Soeharto ( perwira dengan reputasi biasa2 saja dibanding para jenderal yang dibunuh itu sehingga kelak mudah dikendalikan AS ) dan banyaknya korban yang dituduh anggota PKI dan dibunuh.

Penumpasan  saat itu sistematis ( pake daftar target segala ) plus diperparah oleh amukan ( sebagian ) rakyat yang selama 1948-1965 ( 17 tahun ) sangat tertekan oleh penindasan PKI yang biadab. Dalam rentang waktu itu, banyak peristiwa yang terjadi , sehingga Hatta yang berulang kali mengingatkan agar para pelaku pemberontakan Madiun harus dihukum berat, tak berhasil mencegah tragedi yang lebih besar di kemudian hari ( G 30 S PKI ).

Sebagian korban rupanya belum bisa melupakan rasa sakitnya dan mengambil pelajaran dari tragedi tsb. Mereka pergi ke orang asing ( Mahkamah Internasional, lembaga internasional bentukan negara2 pemenang PD -2 / AS yang menjadi mastermind tragedi itu ). Lembaga sama yang telah merampas Pulau Sipadan dan Ligitan dari pangkuan RI dulu. Timor-Timur ( eks provinsi ke 27 Indonesia ) juga lepas dari NKRI karena permainan IMF dan PBB. Bantuan asing jangan dipercaya apalagi diandalkan untuk mengatasi persoalan bangsa kita. Mereka kompak kalau sudah urusan membonsai Indonesia agar tak bertaji melawan ketakadilan pemegang hegemoni dunia saat ini ( AS cs ).

Kali ini, sedihnya, digagas oleh sejumlah WNI yang kurang baca sejarah. Negara dituntut mereka untuk bertanggung jawab dan menyantuni korban ( saya sebagai WNI tak setuju uang saya/ publik dipakai untuk santunan mereka ). Presiden harus minta maaf pada korban ( saya juga tak setuju RI-1 sampai minta maaf. Minta maaf dan memaafkan itu mestinya antar korban tragedi dan mereka yang merasa dikorbankan. Hilangkan kebencian itu. Semua terjadi atas izin-Nya dengan rencana besar yang tidak kita ketahui saat ini. Korban jatuh di begitu banyak pihak. Rakyat jelata juga banyak yang sengsara dan dibunuh saat chaos itu. Tapi mereka tak neko2, apalagi ngadu ke lembaga asing dan minta ini itu. Cengeng ).

HILANGKAN KEBENCIAN DULU, BARU BISA ADIL

Jika anda mengalami ketidakadilan, seharusnya anda atasi dulu amarah anda sebelum anda bisa bersikap adil. Itu formula jitu untuk pemaknaan tragedi kelam bangsa ini. Ketika hidup sangat sulit ini membuat ( sebagian ) kita menjadi sangat buas. Amarah adalah salah satu pintu masuk setan. Apa mau dikata, khilaf adalah bagian dari kelemahan manusia. Setiap yang dikurangkan-Nya, pasti dilebihkan-Nya. Alah Maha Adil. Tetap optimis menyongsong masa depan negeri kita tercinta ini. Rezeki dari Allah, bukan dari pemerintah atau swasta. Jika anda berbuat baik, memberi maaf dan bekerja smart seperti WNI lainnya, maka Allah akan memuliakan dan mencukupi hidup anda. Insya Allah.

Saya berterima kasih pada TNI yang telah tangguh menjadi rival PKI sejak 1948 dan menyelamatkan NKRI. Ya, kita akui ada korban tak perlu sebagai bagian ketidaksempurnaan kita. But, we’re survive till the end, right ?

Saya turut belasungkawa dan bersimpati atas derita pahlawan revolusi, keluarganya dan korban2 tak bersalah dalam tragedi ini ( Pahlawan Revolusi korban pembantaian G 30 S / PKI : Jenderal Ahmad Yani , Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, AIP Karel Satsuit Tubun, Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo, Kolonel Sugiono ). Semoga Allah mengangkat beban berat tsb dan membaikkan hidup anda segera setelah anda ikhlas menerima ujian-Nya. Amin.

Mengingat belum kokohnya pemerintahan saat ini untuk menanggung resiko konflik lebih luas dari penguakan tragedi ini, saya berpendapat : belum perlu ada investigasi oleh tim pencari fakta untuk penulisan ulang sejarah G 30 S/ PKI. Sudah banyak buku ditulis tentang ini dari pelaku2 sejarah atau pun sejarawan yang melakukan riset dengan biaya sendiri ( independen ). Saya sendiri merasa cukup dengan kesaksian Bung Hatta, salah satu proklamator kita, pemikir tangguh yang kredibilitas dan integritasnya sangat tinggi. Idola saya.

Saya berharap Komnas HAM lebih obyektif, profesional, proporsional dan menyeluruh ketika melihat semua dimensi dalam tragedi ini. Dirunut sejak 1948. Konstelasi dunia saat itu : Perang Dingin antara AS vs Uni Soviet ( Rusia-komunis sekarang. Stalin- Soviet, jaman Muso. Mao-China, jaman Aidit ). Cover bothside.

ARAH & ALASAN UNTUK RAKYAT. SURAT EDARAN KAPOLRI RELEVAN

Jika Jakarta sampai ‘batuk’ maka Jateng, Jatim, Bali dan daerah2 lain akan berdarah-darah saling bunuh. Syukur, Jabar ada Mashudi, dkk, sehingga TNI bisa bergerak cepat di provinsi ini untuk menangkap orang2 PKI sebelum ‘diadili’ rakyat di jalanan. Rakyat itu butuh arah dan alasan. Jika tidak ada tokoh terpercaya yang bisa memberi itu dan menyakinkan mereka, maka anarki yang meluluhlantakkan negeri-lah yang terjadi ( kita bicara people power yang tak seorang pun bisa menghentikan ).

Kita butuh figur2 seperti itu di masa ini. ( sehingga saya setuju Surat Edaran Kapolri soal hate speech sebagai pedoman anak buahnya bekerja, selama tak bertentangan dengan UU di atasnya dan tak disalahgunakan untuk membungkam analis dan kritikus yang berupaya memperbaiki negeri ini. Fitnah terhadap Jokowi sangat banyak. Kabarnya, turun 53 % berkat Surat Edaran ini. Fitnah adalah energi negatif yang harus dihentikan untuk menjaga kewibawaan pemimpin kita. Agar arah itu terlihat jelas oleh rakyat. Agar aksi main hakim sendiri sekelam ekses G 30 S/ PKI, tak terulang kembali ).

KITA URUS PELABUHAN

Pansus Pelindo dipolemik membuat kegaduhan politik. Pansus tsb dianggap relevan jika ada indikasi kuat terjadi power abuse ( penyalahgunaan kekuasaan ) seperti becking orang kuat selama proses penyidikan kasus lamanya dwelling time di Tanjung Priok. Kenapa Kabareskrim waktu itu ( BuW ) dipindah posisi sebagai ketua BNN ?

Selama ILC ( 3/11/2015 ) terungkap protes keras atas ketakprofesionalan aparat dalam menangani kasus ( dianggap menabrak peraturan yang lebih tinggi ). Saya ingat kegaduhan yang mirip ( kasus kriminalisasi pimpinan KPK : AS, BW ) yang terjadi masa Kabareskrim yang sama. Dia ( & para penyidiknya ) seperti tak bisa membedakan kesalahan dengan kejahatan. Semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak kelihatan.

SM dan banyak orang gregetan atas kepala batu dan kurang smart-nya dia membaca situasi publik. Panas dingin hubungan Polri-KPK kembali menimbulkan keadaan tak menentu di masyarakat ( rupiah terpuruk ). Sampai pada satu titik tercetus kompak : copot saja orang itu. Protes Dirut Pelindo II jadi klimaks kejengkelan yang sudah bertumpuk-tumpuk terhadap cara kerja para penyidik. Saya termasuk warga yang senang, mantan ketua BNN/ Anang Iskandar yang terlihat smart dan bijak, sekarang memimpin Bareskrim Polri. Adem.

PRESIDEN KOK DIPANGGIL ? RI-1 GITU LOH.

Bahasa Pansus yang ‘memanggil Presiden/ Wapres’ juga salah dalam hukum ketatanegaraan Indonesia. Dengan sistem presidensial yang kita anut, 560 anggota DPR-RI yang bersidang paripurna baru setara dengan posisi presiden/ wapres. Artinya, tetap menggunakan kata ‘mengundang’, bukan ‘memanggil’. Presiden RI juga bukan petugas partai di mata publik. Pengurus partai berada di bawah presiden dan ‘melapor’ pada presiden. Indonesia bukan RRC yang presidennya di bawah ketua PKC. Saya memilih Jokowi karena kualifikasinya yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan partainya. Saya pun jadi tak suka jika pemimpin pilihan saya dibonsai menjadi ‘petugas partai’ dan ‘dipanggil’ DPR. President is number one for us ( RI-1 ). That’s it.

So, Pansus gaduh ? Proses hukum sedang berjalan. Pastinya, kesepakatan tanpa konsesi adil, alias merugikan Indonesia ( melanggar UU Pelayaran ) jika sudah kadung dibuat, ya, batal demi hukum. SDM Indonesia mampu mengurus pelabuhannya sendiri, kok. Setuju ?

Semoga pemaknaan yang arif atas sejarah kelam bangsa Indonesia bisa menguatkan kita ke depan. Kita harus berdikari dalam mengurus aset negara juga permasalahan bangsa. Indonesia bisa. Saatnya menatap ke depan dengan kebesaran hati. Shall we ?

Written by Savitri

13 November 2015 at 10:42

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,