Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Posts Tagged ‘Jakarta

Tanaman Keras di KPK & Myanmar. Melindungi Negara atau Nama Baik ?

leave a comment »

Surprise, melihat presiden Jokowi bertukar kostum adat Bugis dengan wapres JK. Bangga, melihat para undangan berkostum tradisi Indonesia. Geli, melihat hadiah 5 sepeda untuk 5 pemenang kostum adat terbaik setelah sebelumnya pilot F-16 dan Sukhoi bermanuver keren mengucapkan dirgahayu RI ke-72 di langit Istana Merdeka. Canggih, disiplin, apik plus berbudaya. Benar, kita semua berbeda-beda ya. Lebih 17.000. pulau, lebih 500 suku, 6 agama, tapi bisa kompak di bawah satu bendera. Sang Saka Merah Putih. Semoga bangsa Myanmar ( termasuk etnis muslim Rohingya di dalamnya ) bisa sekompak kita pada akhirnya. Amin.

KPK. Myanmar. Dua tempat yang menyita perhatian publik 2 bulan ini. Apa kesamaannya ? ‘Tanaman keras’ yang powerful karena penugasan lama. Di KPK ada NB, penyidik senior ( 2007-2017) yang dijuluki penjaga roh dan jadi kepala wadah pegawai KPK. Di wilayah Rakhine, di mana tengah terjadi krisis kemanusiaan terhadap etnis muslim Rohingya, ada junta militer yang masih kokoh mengendalikan Myanmar sehingga Aung San Suu Kyi (tokoh pro-demokrasi, pemenang pemilu ) seolah tak berdaya mengupayakan keadilan dan kedamaian di sana. Itu yang saya tangkap dari diskusi ILC ( 6/9/2017 ) dan pemberitaan televisi belakangan ini.

“Patriot sejati tak mencari tenar, tapi melindungi desa/ tanah air dari dalam bayangan,” kata Itachi Uchiha dalam serial animasi Naruto. Meski putra pertama ketua klan Uchiha itu dicap pengkhianat oleh warga Desa Konoha setelah menghabisi hampir seluruh anggota klan Uchiha dan bergabung dengan organisasi pembunuh bayaran Akatsuki, Itachi tetap ingin disebut shinobi ( ninja/ prajurit ) dari Konoha. Hanya hokage ( kepala desa ) yang tahu misi berat yang sesungguhnya dijalani Itachi. Menghindarkan upaya kudeta dari klan Uchiha dan kehancuran desa oleh serangan pihak luar.

PATRIOT ATAU PELANGGAR ?

Apa AB, direktur penyidik KPK yang curhat di sidang panitia khusus hak angket DPR ( 29/8/2017) patriot atau pelanggar ? Melihat rekam jejak dan karakternya, profil AB tak cocok sebagai pencari tenar. Fokusnya integritas. Harimau mati meninggalkan belang. Orang mati meninggalkan nama baik.

Saya amati, banyak orang rajin bernilai akademik tertinggi kurang tanggap dengan keadaan sekitarnya. Terbiasa melesat sendirian. Misal Yo** ( mahasiswa ilmu komunikasi yang kost di rumah kami ) suka mandi berlama-lama, menghabiskan persediaan air ( padahal air ledeng ngocor 2 hari sekali ) sementara anak kost lainnya belum bangun ( apalagi mandi ). Meski Y sudah sering dihimbau dan ditegur, Y tetap mandi gebyar gebyur lama, bikin jantung kami berdegup keras ( kuatir dikomplain penyewa, ‘air habis??’). Seorang direktur personalia yang mengelola 6 ribu karyawan ( hebat dalam multi tasking dan diganjar banyak penghargaan SDM ) mengaku sering dikritik ‘terlalu cepat’ oleh anak buahnya ketika memberi penugasan. Beda irama.

Kita dibesarkan dengan cara dan situasi berbeda. Ada yang sejak kecil sudah dipercaya menangani pekerjaan rumah dan mengurus adik2nya karena ortu kerap dinas ke luar kota. Ada yang sampai besar pun masih dianggap anak kecil yang diragukan bisa menangani beberapa tanggung jawab. Biasa cepat dan biasa lamban. Lalu, ada culture corporate. Kebiasaan ingin dilayani bawahan, dan seabreg ‘kultur’ yang membentuk karakter kita.

Seorang pemimpin harus mengenal baik karakter anak buah agar bisa mengerahkan mencapai tujuan bersama. Leader mengelola anggota timnya dengan wibawa dan kasih sayang layaknya seorang ayah. Wibawa muncul dari integritas, kompetensi ( kredibel ) dan kharisma. Terus melangkah di depan meski menahan rasa sakit, kata Naruto. Anggota tim mau bekerja sama kalau cocok satu sama lain secara prinsip. Bagaimana kalau si leader kalah wibawa dari anak buah ? Bagaimana kalau ada ‘tanaman keras’ yang menghegemoni lembaga karena penguasaannya akan medan setelah berurat akar lama di situ ? Terjadi dualisme kepemimpinan yang membingungkan anak buah. Rantai komando rusak. Bahtera berjalan limbung. Tak sampai tujuan.

MUSUH MELIHAT KELEMAHAN

Riak kecil muncul ke permukaan sejak FH getol mencibir KPK beberapa tahun silam. ‘Musuh’ biasanya lebih teliti melihat kelemahan kita. Orang yang dibenci penindas biasanya berkarakter sangat buruk. Penindas sukanya memangsa orang baik yang lemah. Ini pengalaman pribadi. Madara Uchiha mengajak klannya keluar dari Desa Konoha karena memprediksi diskriminasi akan mereka alami dari klan Senju dan keturunannya yang mendominasi pemerintahan Konoha. Klan Uchiha tidak mau, lalu puluhan tahun kemudian prediksinya benar terjadi. Klan Uchiha dibantai nyaris habis oleh Itachi dan anak asuh Madara sendiri, Obito Uchiha.

Makin ke sini makin terlihat kebocoran itu ( kegagalan penerapan SOP/ Standar Operasional Prosedur ). Banyak yang tak paham dan menghayati visi & misi dalam pelaksanaan tugas. Semua takut dengan ( penyidik ) KPK. Puncaknya, curhat AB di luar. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun. Kita diikhtiarkan cross check ke sumber2 terpercaya. Makin tak kredibel sumber pertama, makin banyak cross check-nya.

Fokus AB adalah nama baik. Fokus saya adalah melindungi Indonesia. Fokus Itachi adalah melindungi Desa Konoha ( lepas dari ikatan klan ). Itachi tak peduli nama baiknya sendiri. Ia kalem saja dicap pengkhianat desa, pembantai klannya, pembunuh ortu. Yang penting warga Konoha selamat. Jika Itachi di posisi AB, saya pikir dia akan sabar menunggu rapat Pengawas Internal ( PI ) memutuskan sidang kode etik ( sambil gigih menggalang dukungan ). Dua, tiga minggu, dst ( paham irama kerja orang lain dan pembesaran jumlah staf & kasus yang harus ditangani pimpinan KPK ). Nama baik hancur lebur sementara, santai saja.

Kebenaran akan terungkap. Cepat atau lambat. Naruto berjanji akan mengurus peristirahatan ( pemulihan nama baik ) Itachi. Itachi, seorang jenius Uchiha yang sudah berpikir seperti hokage di usianya yang baru 7 tahun. Saya terbiasa berbaris paling depan dalam upacara bendera sejak usia 7 tahun.

Seorang pejuang vokal atau agen intel memang sebaiknya single, tak berkeluarga atau tidak memperlihatkan orang2 terdekatnya ke publik. Mereka tak sekuat kita. Padahal kita masih butuh cinta mereka sebagai manusia biasa yang bisa drop ketika didera berbagai cobaan. Intimidasi atau pencemaran nama baik membuat konsentrasi kita terbagi. Gamang dengan keselamatan dan kebahagiaan orang2 yang kita sayangi tsb. Kerja kolosal dan marathon di depan kita, saudara2. Kerja bersama.

DUA INKUBATOR PEMBERANTASAN KORUPSI. TENSI SIAP ?

Kapolri mengusulkan Densus Anti Korupsi. Profesor Romli mengusulkan detasemen khusus tsb diisi polisi dan jaksa dengan kualifikasi terbaik serta diberi anggaran sama besar dengan KPK. Lihat mana yang lebih cepat mencapai tujuan ( korupsi berkurang drastis, uang negara dikembalikan dan diselamatkan signifikan ). Minimal seimbang antara cost dan benefitnya. Harus ada komisioner yang penyidik ( agar talk dikendalikan anak buah ). Dirindukan, komisioner ini yang menyidik pejabat tinggi di level menteri, jenderal atau kepala daerah yang tersangka korupsi. Lalu, komisioner yang jaksa menuntutnya di sidang pengadilan tipikor. Buat contoh anak buah ( semoga jadi panutan & lebih berwibawa ). UU Tipikor perlu direvisi agar tak banyak lagi discrazy akibat kurang detail ( seperti barang bukti yang tak terbukti kerugian negara-nya/ sudah inkrah, agar segera dikembalikan pada pemiliknya ). Para komisioner-lah yang menghadapi para jenderal dan kepala lembaga agar proses lebih cepat ( tak keder ).

Perfoma terbaik pesepakbola sekitar 10 tahun. Anggota pasukan khusus berusia20-30 tahun. KPK sudah 14 tahun ( resmi berdiri Desember 2003 ). Dibentuk sebagai inkubator memperbaiki kinerja kepolisian dan kejaksaan, terutama dalam pemberantasan korupsi. Dalam perjalanannya, KPK kerap didera prahara karena ego sektoral masih tinggi seperti yang diprediksi. Menurut survei, lembaga yang paling rajin perbaikannya saat ini adalah kepolisian.So… kalian sudah siap bersaing dengan inkubator saingan untuk perbaikan penegakan hukum di tanah air ? Apa KPK masih yang terbaik ? Let’s see…

( Penyidik KPK sebaiknya dirotasi. Paling lama 10 tahun di KPK atau 2 jilid komisioner . Komisioner cukup diganti 3 orang saja tiap periode seleksi agar terjadi kesinambungan penanganan kasus ( tak disetir staf senior ). Lagi pula, sangat sulit mencari orang terbaik dalam jumlah banyak dalam satu waktu ( penegak hukum berkualitas tinggi di tanah air masih jarang ya ? ). Jika kejadian lagi, pimpinan KPK kurang tanggap dengan protes direkturnya, pengawas eksternal perlu dibentuk ( agar borok cepat ketahuan & disembuhkan sebelum jatuh korban berikutnya ). Ini soal kepercayaan publik. Second chance ? )

Saya pribadi tidak setuju dibentuknya pansus angket KPK oleh DPR ( otomatis gugatan menghambat proses penyidikan/obstruction of justice untuk seluruh anggota pansus tak perlu dilayangkan KPK ). Cukup pimpinan KPK menghadiri undangan RDP Komisi 3 yang rutin diadakan dan menurunkan tensi di antara mereka. Piece, man..

Andai kredibilitas anggota DPR tidak bermasalah, kami ( civil society ) tentu tidak kuatir hasil akhir pansus akan benar2 memperbaiki kinerja KPK. Nyatanya, lebih banyak survei dan pengamat menempatkan rating DPR masa ini terbawah dalam hal tsb. Kebocoran, discrazy dan banyaknya SOP sekarang karena banyak celah dalam perundangan yang dibuat. Bukan ( sepenuhnya ) salah KPK. Jadi, tidak proporsional jika KPK ‘dihukum’ angket ( apalagi kalau cuma karena tidak mau menyerahkan rekaman asli penyidikan MSH ). Yang jelas penyidikan kasus E-KTP terus berjalan. Kali ini dengan rantai komando yang benar dan para penyidik senior bercermin terhadap apa yang terjadi pada NB. Saran perbaikan di posting ini semoga berguna dan KPK menjadi lebih keren. OK ?

Episode terakhir ‘Mata Najwa’ ( wawancara eksklusif dengan NB ) menyisakan sesak dan haru. NB disiram air keras ketika menyidik mega korupsi E-KTP dan sejumlah kasus besar lainnya. Najwa mengakhiri acaranya tanpa titik karena ingin ‘merantau’ setelah 17 tahun berkiprah di TV ( terakhir menerima award sebagai the best television person ). Kita bisa saja berspekulasi ( mungkin ) yang mengancam nyawa NB adalah penyebab sesungguhnya. . Feeling saya menangkap gestur tak pas saat itu ( NB hanya takut Allah, tapi tidak humble pada manusia/ the best host ). Seperti aura militan yang merasa paling benar. Jadi saya tak cukup terkejut ketika ‘tanaman keras’ yang harus dicabut itu dirinya.

Allah bergerak menurut cara-Nya sendiri untuk menyelamatkan KPK dan bangsa ini. Bagaimana bisa seorang pejuang yang gigih menjelma tirani penegakan hukum ? Kekuasaan memang cenderung korup. Kita suka terlena, menganggap apa yang benar selama ini akan benar selamanya untuk orang lain. Jaman dan persepsi berubah. Nuget tak laku masa ibu dulu masih suka memasak sendiri untuk anaknya. Tapi masa ibu2 muda sekarang suka berbisnis untuk menopang penghasilan suami, nuget laku keras ( karena lebih praktis memasaknya ). Rotasi, masa jabatan, teman baik diperlukan pejuang kebenaran. Untuk membantu kita agar tidak gagal mencapai tujuan dan mengingatkan/ menyegarkan kita jika mulai menyimpang. Itu sebabnya kita perlu humble ( rendah hati ) pada lawan bicara agar ia tak takut memberi tahu. Allah ‘bicara’ melalui siapa pun.

Kebenaran ada karena ada yang menyuarakan. Kebenaran tak ada tanpa keadilan. Kebenaran banyak karena banyak yang menyuarakan. Mereka berkurang satu. Najwa, we will miss you ..

SEJARAHNYA, ROHINGYA JUGA WARGA MYANMAR

Soal Myanmar, tinggal copy paste posisi Aung dengan Aris dan junta militer dengan NB. Sistem di alam semesta ini punya pola berulang. Apa yang terlihat di rumah dan tetangga terjadi di negara dan regional. Hanya beda skala, kualitas dan kuantitasnya. Sebagai WNI, kita tak perlu heboh berdemo menyusahkan pemerintah yang sebenarnya sudah bergerak cepat membantu saudara muslim kita dan rekan ASEAN kita. Lebih baik bertindak nyata, menyumbang uang, doa, pakaian, selimut, obat, pikiran ( diplomasi people to people ) untuk meringankan derita korban krisis kemanusiaan di Rakhine. Orang bertindak kejam sering karena tidak tahu atau nafsu ( juga ketakutan ).

PBB sudah mengutus mantan sekjen PBB untuk mencari fakta dan memastikan rekomendasi yang diberikan dijalankan oleh pemerintah Myanmar ( seperti pasang kamera CCTV, nama prajurit di seragam, dsb ). Kita harus tetap solid sebagai bangsa, termasuk dengan pemeluk Budha di sini. Kita juga perlu memastikan tidak ada etnis yang dipinggirkan seperti Rohingya di Indonesia maupun negara ASEAN lainnya agar kelompok radikal ( Taliban, Al-Qaeda, ISIS, dll ) tak mendapat tempat untuk membakar emosi dan membantai orang yang berbeda paham. Jaga kawasan regional kita, ya. Hatur nuhun…

Iklan

Written by Savitri

8 September 2017 at 13:14

Ujaran Kebencian vs Ikatan Kebangsaan. Hentikan Pencap Kafir !

leave a comment »

Nar

Kagebunshin ninjutsu ! Rasengan !! Itu jurus andalan Naruto yang ditiru anak2 tetangga. Sayang, baru kekerasan yang bisa mereka tangkap dari serial animasi ini sehingga anak2 SD itu cenderung berkelahi jika diejek atau tawuran jika direndahkan siswa sekolah lain. Kemana orang tua yang seharusnya mendampingi anak dan menjelaskan filosofi kebaikan mengungguli kejahatan ( dari ucapan, tindakan, pemikiran, perasaan para tokohnya ) ? Ayah ibu ternyata sama2 bekerja sampai petang mencari sesuap nasi yang kian hari kian sulit didapat akibat pasar bebas. SDM dan infrastruktur kita yang belum siap terhantam pesaing dari luar negeri yang lebih berkualitas. Tinggal remah yang tersisa yang tidak cukup menghidupi keluarga sehingga kedua orang tua terpaksa ke luar rumah meninggalkan anak tanpa bimbingan. Ini fakta di akar rumput yang kelak bisa menjelma gelombang kedangkalan di masa depan. Serial Naruto bisa membangkitkan rasa nasionalisme anak ( ada produk kreatif kita yang melebihinya ? ). Lebih asyik lagi jika anda juga nonton dan berbagi keseruan dengan anak2 ( sembari menyelipkan nilai2 kehidupan ). Hal kecil yang bisa kita lakukan untuk tanah air tercinta, Indonesia. Chou odama youton rasen shuriken !!

Setahun. Long time no post. Kenapa ya ? Banyak yang terjadi. Diantaranya, kena TB. Mesti minum obat 6 bulan non stop tanpa bolong. Perut mual, kerap muntah, badan lemas and gampang capek. Entah tertular dari udara, atau nutrisi yang terkontaminasi kuman TB di saat daya tubuh lemah. Pasrah saja. Yang penting, sabar saat diuji sakit. Syukur saat diuji kaya.

Keluar Rp 18-20 juta untuk sembuh seperti ibu saya tahun 2014 ? Enggaklah. Ada program obat gratis dari Dinas Kesehatan Pemkot Bandung ( Program Nasional/ WHO ) sejak Maret 2016. Dengan kartu BPJS Kesehatan ( bisa online/ KIS ), saya menjalani proses pengobatan di puskesmas dan rumah sakit rujukan tanpa cash. Alhamdulillah.

( Penderita TB harus cuci tangan pakai sabun hingga bersih sebelum memberi makanan pada orang lain. Tak boleh cipika cipiki ( cium pipi kanan cium pipi kiri ) karena percikan dahak berisi kuman TB bisa menular/ berpindah sekitar mulut )

AHOK YANG PATRIOT

Ada yang saya lewatkan ? Ahok masuk bui, HR masuk DPO. Trump jadi presiden AS. HTI mau dibubarkan. Latah persekusi ormas intoleran. Kota Marawi ( diduga ) di Filipina selatan menjadi basis baru ISIS/ NIIS. Pancasila diteguhkan kembali melalui UKP-PIP. Wah.. semuanya berkaitan ya.

( Gak nyangka. Kinerja top bisa kalah oleh bicara top. Walk the top yang pasti juaranya. Sesuai kata dengan perbuatan. Kerja baik harus didukung ngomong baik. Kita tunggu kinerja gubernur-wagub DKI Jakarta terpilih ( Anies-Sandi ). Semoga baik pula. Amin )

Berani karena bersih, puji pengamat tentang Ahok saat tampil di Metro TV tempo hari. Saya pun tak sungkan menegur tegas para pemalas, parasit, pelanggar aturan secara terang-terangan dengan sangsi telak, saking gemesnya. Ditegur berulang kali kok masih menantang. Mbalelo. Saya bisa berempati dengan kekesalan Ahok dengan ucapan pedasnya pada orang2 ‘bego’ yang ogah mikir/ insyaf. Saya salut Ahok taat hukum dan berjiwa besar. Mengalah demi kepentingan yang lebih besar. Persatuan Indonesia.

( Beda ya dengan HR. Teriak saja yang gempar. Padahal untuk mengagungkan asma Allah seharusnya merendahkan diri dulu, bukan merendahkan orang sana sini. Iman adalah pembenaran hati terhadap apa yang didengar. Logika adalah pembenaran mata/akal pada apa yang dilihat. Orang yang suka nyinyir merendahkan orang lain (seperti mencap jelek kekurangan fisik/ materi ) adalah orang yang tak punya hati, alias tak beriman. Dari mata langsung mulut.

Sesungguhnya, Islam itu moderat ( di tengah-tengah ). Orang ekstrim/ radikal cenderung melihat Islam dari permukaan saja ( tanpa kedalaman/ kemanusiaan ). Begitu mudah mencap orang lain kafir ( lalu membunuhnya ). Seperti melihat sesuatu tanpa hati/ iman. Bisa dibilang, teroris/ penganut radikalisme itu tidak beriman ( bukan Islam ).

Ekstremis hanya mampu berpikir tunggal ( sederhana, emosional, tak sabar dengan proses ). Tak bisa menerima keberagaman, varisasi atau sudut pandang yang berbeda. Seperti surga yang bisa dilalui banyak pintu, kebenaran pun sebenarnya banyak variasinya. Soal perbedaan agama, biarlah Allah yang kelak memutuskan, siapa yang benar di antara kita.

ANJING DAN PENINDAS MENANDAI WILAYAHNYA.

Rakyat jelata sungguh tak terduga. Kemenangan D.Trump ( DT ) yang rasis dan pongah karena system elektoral ( Hillary sebenarnya memenangkan lebih banyak suara ) yang dianut AS dan kedangkalan pemikiran para pemilih tradisional yang terkesima dengan orasi hiperbolik/ utopis DT yang dangkal. Nyambung.

Gelombang protes dan gejolak politik kerap terjadi di AS pasca DT terpilih. Lalu bagaimana di Indonesia ? Apakah para pemilih kita di akar rumput juga begitu ? Gejalanya terlihat dalam pengerahan massa besar-besaran dalam ‘aksi damai’ memprotes ( dugaan penodaan agama oleh ) Ahok. Bahkan dai sekelas AAG ikut serta. Siapa nyana ekses pengerahan massa itu kini melahirkan aksi main hakim sendiri ( persekusi ) dan pindahnya basis ISIS dari Timur Tengah ke dekat rumah kita ( Marawi ).

Anda tahu anjing menandai wilayahnya dengan air kencing ? Tak jauh, parasit, penindas, pemangsa, teroris, menandai wilayahnya dengan suara teriakannya ( atau perilaku semau gue/ melanggar norma aturan ). Kalau saya tak membekuk anak2 kost yang teriak-teriak di rumah, mereka pasti makin merusak dan merugikan. Setelah teguran berulang tak mempan, mereka saya ‘tendang’ keluar dengan cara dibikin tak betah ( dimatikan pasokan listriknya & suplai airnya ). Terakhir saya gembok gerbang dan pagar. Biar tahu rasa, tidur di jalanan !

Hardball terkadang perlu untuk situasi tertentu. Ketika HR dan oknum aksi damai itu teriak2 ( mengintimidasi ), saya sudah feeling saja, pasti membesar. Apalagi HR di beri ‘panggung’ ( jadi khotib sholat Jumat di depan RI-1 ). Ge-er mereka. Makin merasa paling benar ( efek lanjutan : tak mau mendengar kebenaran dari yang lain ). Lalu, meledaklah bom dan aksi persekusi di beberapa tempat. Pengambilalihan kekuasaan dengan dua cara : kekuatan militer atau pengerahan massa.

ORANG BAIK PRO AKTIF-LAH

So, orang baik jangan sampai kalah jumlah. Mereka ( penindas, teroris cs ) demen menggalang massa /pengikut untuk mendominasi/ mengepung calon korban, untuk selanjutnya disedot uang, tenaga, waktu dan kebahagiaannya. Orang yang suka mengkafir-kafirkan orang lain ( menganggap symbol Negara itu thoghut/ berhala ) jangan sampai diberi ruang gerak apalagi panggung. Gebuk dan tendang saja ( baca : diproses hukum secara tegas sampai kapok, apalagi jenis yang sudah makar/ berbaiat pada entitas asing ).

Semoga revisi UU Terorisme nanti bisa untuk payung polisi menangkap orang yang berorasi mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya. Menangkap orang yang berlatih senjata di markas teroris atau mereka yang pernah pergi ke Suriah/ bergabung dengan ISIS. Karena ini bibit2 ekstremis yang kalau dibiarkan bisa meneror warga yang tak sepaham atau meledakkan bom lagi di tanah air.

Saya ingat masa SMA diajak ikut kelompok pengajian yang digagas beberapa teman ‘alim’. Saya terheran dengan ceramah misterius nan ganjil itu ( bahwa Negara ini telah gagal, Pancasila itu thoghut, dst ). Merasa tak nyaman, saya segera keluar dari komunitas itu.

Tahun 2017 ini terkuak fakta, jumlah mereka sudah mencengangkan, merebak di kampus dan sekolah2 ( bisa jadi sebagian tumpah di ‘aksi damai’ jutaan pendemo di Jakarta kemarin ). Mereka bisa jadi pemilih tradisional dangkal seperti di AS. Entah calon sesat mana yang akan mereka menangkan di sini kelak, jika kelompok yang merasa benar dan menang sendiri ini terus diberi angin. Pendidikan agama di sekolah dan kampus juga hendaknya dibuat menarik dan interaktif ( tidak dogmatis ) sampai siswa tak perlu mencari sumber lain ( yang sesat tapi memuaskan rasa ingin tahu mereka ).

Tempat kita pulang ( rumah ) adalah tempat di mana ada orang yang memikirkan kita. Rumah berisi orang2 yang kita sayangi. Indonesia adalah rumah kita. Jika kita saling membenci satu sama lain, ikatan kebangsaan putus, rumah pun runtuh. Kita tak bisa pulang. Anda tahu rasanya jadi orang tanpa tanah air ? ( saya pernah merasakan hidup di jalanan tanpa orang peduli ). Etnis Rohingya, pengungsi Palestina, Irak, Suriah, dll, hidup merana di pengasingan. Tanpa status dan penghormatan sewajarnya. Berapa lama anda mampu bertahan ? ( hidup/ menjadi orang baik ).

Ujaran kebencian ( hate speech ) di media sosial yang merajalela harus dihentikan jika ingin Indonesia damai. Jangan men-share konten negatif/ radikal sekedar ingin disebut gaul, karena itu bisa menggunung, memutus ikatan kebangsaan kita. Ikatan yang terlalu besar besar untuk dipertaruhkan. Don’t you ever, ever, ever do those things ( hate speech etc ). Karena kamu bisa masuk bui ( UU ITE ) dan dalam jangka panjang kita semua ( kalau diam saja/ ogah nahi munkar/ mencegah keburukan ) bisa jadi gelandangan tanpa tanah air. Menyedihkan.

Menghentikan kebencian adalah menghentikan rantai balas dendam. Setelah itu baru ada kedamaian, kata Naruto ( serial animasi Jepang tentang pertemanan dan cinta desa/ tanah air ). Yuk, bermaaf-maafan. Minal aidin wal faizin..

Written by Savitri

6 Juli 2017 at 12:21

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50

Denganmu langitku berbintang. Kok, ditonjok & dibanting ke dasar jurang ?

leave a comment »

EH

EH. This man already taken. Urusan saya belum selesai dengannya. Gumpalan urat syaraf atau bayi emosional ini gampang meleduk meski disentil sedikit saja. Mudah tersinggung. Salah pergaulan & jurus ngelesnya membahana sehingga orang di sekitarnya sukses dikelabui. Manipulatif. Perokok, peminum, pecandu PS/ game, peselingkuh, kerap berselfi dengan anjing ( najis ), peluk cium pacar ( tak halal ). Saya perlu memastikan dia tak merusak cewek2 lainnya. Mohon dukungan kalian, girls..

Superior Syndrome. Apa yang saya lewatkan ? Sorot mata kejamnya ketika sesuatu tak berjalan sesuai keinginannya ? Misterius statusnya dalam keluarga, asal usulnya, hubungannya dengan cewek2, bahkan usianya ? Bungkamnya di sms, facebook, twitter, path ? Gak nyambungnya diajak ngomong, apalagi diskusi tentang politik ? ( takut ketahuan cetek, gak intelek ? ). Padahal jujur itu simpel. Kenapa begitu banyak yang disembunyikan ?

Semula, saya simpati, ingin membantunya keluar dari belenggu keminderan. Saya mendaulat diri sebagai teman, dia protes ingin lebih. Saya mengikutinya ( sebagai doi ), dia bilang saya cewek freak yang stres parah ngejar2 dia, bikin illfil. Padahal dia sebelumnya yang minta saya mendekatinya lagi. Dia mengklaim diri baik, nyesel kalau saya cuek terus, sesumbarnya. Ketika saya bilang ‘denganmu langitku  berbintang ( di puncak harapan padanya ), ia dengan enteng ‘membanting saya ke dasar jurang’ kehinaan. Sebetulnya, istilah tsb untuk cewek yang mengkhianatinya ( si Endut, ayam kampus bermata sipit berambut panjang berinisial N yang demen obral tetek & paha ). Tapi, entah kenapa saya merasa terhempas di jurang saat ini. Tak berharga. Akun saya diblokir dari akunnya, tanpa penjelasan dan maaf.  How rude.

SARAN BAIK MENGINTIMIDASI PRIA LEMAH ?

Apa kisah berakhir tragis ? Riset jalan terus. Saya berencana melemparnya ke jalanan agar ia belajar hidup sebenarnya. Tak cengeng, ngambek nan pundung kalau kemauannya tak dituruti. Tak sedikit2 lari ke cewek lain dan ngegombal kalau tersinggung, ( kritik membangun, atau bahkan cewek pintar saja sudah membuatnya terintimidasi. Ingat perkataan Mario Teguh : eksistensi wanita kuat mengintimidasi pria lemah ). Jadi, betapa repotnya saya berkomunikasi dengan pendiam nan pemalu ini. Pria2 macam dia sulit menerima kenyataan bahwa cewek bisa lebih smart darinya, cowok pesaing bisa lebih keren darinya. Tapi hasratnya, ingin dia yang terus disenangkan, dilayani, sementara ia sendiri ogah2-an melakukan hal yang sama untuk ceweknya. Pengen jadi imam dan tuan, tapi ilmu, ibadah & tabungan gak nambah2. Cowok2 lain biasa traktir & antar jemput ceweknya, sedang dari dia sangat sulit mendapat kewajaran seperti itu. Bukankah, kita harus memberi dulu sebelum berharap diberi orang lain ?

Dari mana sikap nyelenehnya ini ? Mulanya dimanja ortu. Anak tunggal yang menepis sepi dengan berkutat di depan playstation ( PS/ video game )  berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun. Membuatnya tak kompetitif dalam studi, kerja, bahkan pergaulan. Perasaan gagal membawanya ke bar, night club ( mabuk miras ) dan berpetualang ‘cinta monyet’ ( + seks ? ) dengan cewek2 yang dia tebar pesonai di FB, Twitter, Path, dll. Membentuk karakternya : gampang tersinggung, kejam, pendendam. Benar2 tanpa tata krama ketika berinteraksi dengan lawan jenis, perlahan mengecilkan mental si cewek sampai tak berharga, lalu meninggalkannya tanpa hati. ( kalau psikopat, tidak cuma hati, fisik juga dilenyapkan. Beda2 tipis. Sama2 kenyang penolakan. Baca ‘kenyang penolakan’ ini, dia sudah tersinggung. Padahal saya sedang bicara tentang orang lain. Saya pernah berurusan dengan orang psycho, jadi tahu gesturnya. Ingat kasus Sisca yang tewas diseret motor ? Atau Ade Sara yang tewas disumpal tisue ? Pembunuhnya baru 19 tahun. Kita selalu bertanya-tanya, bagaimana keluarga bisa melahirkan predator2 ini ?

ALL OF ME ?

Saya bilang tak mancung, mata bengkak, perfeksionis, kakak bermasalah, anak terbuang, sudah membuatnya lari terbirit. Benar2 cuma mau enaknya doang. Setahun saya menyamar jadi anak jalanan, dia belum paham juga. Perkawinan itu kontrak seumur hidup. Lebih lama dari usia sekolah atau serumah dengan ortu. Kumbang2 mendekat, apa lagi jenis yang tak jelas, kudu dong dites kelayakannya. Setuju ? ( gilee.. saya nyusu paling lama sama Mamah, paling pintar dan manis di keluarga, jelas saya anak sejati di keluarga. Get real ).

Tapi sudahlah. Itu masa lalu. Untung saya belum sempat menunjukkan rumah. Jadi, tidur saya tak diganggunya seperti pada si Endut. Berabe kalau sampai kurang tidur. Urusan negara bisa terbengkalai nih ( caeklah ).

Dalam riset ‘hubungan’ ini, saya temukan fenomena pria lemah yang menindas. Kok bisa ya ? Pria yang cuma mampu jadi bawahan yang disuruh-suruh bos ( sebagian bertabiat penindas ), apabila nalarnya terbatas, ia hanya mampu menduplikasi penindasan itu pada makhluk yang dianggap lemah ( cewek ) untuk mengkompensasi kekerdilan dirinya. Apalagi banyak cewek demen mencolek kegantengannya ( saya sendiri pernah terjungkal disambar kegantengan ini ). Ia tak tahu cara lain yang manusiawi untuk menjaga wibawa pria/ imam, karena malas membaca. Ketika pria protes sms anda terlalu panjang, itu sinyal awal dia pemalas yang angkuh ( merasa dikuliahin/ sulit menerima nasehat ). Segera anda jaga jarak dengannya.

Ilmu itu kunci pembuka semua tabir. Orang pintar tahu banyak cara terbaik mencapai tujuan. Selama di rumah ada ortu & sanak saudara yang membereskan semua masalah akibat kemalasannya, maka ia tak terdesak untuk berubah. Nah, bagaimana kalau sudah di rumah tangga sendiri ? Apa istri yang harus banting tulang sampai ke luar kota/ negeri untuk mencukupi nafkah keluarga dan sekolah anak2 ? Suami yang gaji pas-pasan dan banyak nganggur, apa lantas ‘makan’ cewek tetangga atau pembantu di rumah ( bahkan putri sendiri ) ketika syahwat menyambar ? Mengenaskan sekali.

Kenapa ungkapan2 bijak dan religius seperti membuatnya alergi ? Saya ragu ia dekat dengan ibunya. Anak yang dekat ibu sholehah ( ibunya santun berjilbab ) cenderung ringan melakukan kebajikan. Tapi kenapa ia justru suka cewek binal yang minim busana seperti si Endut ( cewek ‘kabogoh dualSIM’-nya/ selingkuhan yang ia sembunyikan di belakang saya ). Apa gambar dirinya rusak ?

Setahu saya, 5 bagian otak pecandu pornografi rusak sehingga meski tahu tindakan itu salah, tetap ia lakukan. Serotonin otak yang mengendalikan stres juga rusak pada pecandu alkohol. Sehingga dia harus minum bir tiap stres, merasa terancam, atau paranoid. Itu menjelaskan wajah culunnya berubah beringas menyeramkan jika tersinggung atau marah. Setan bir mengambil kendali dirinya. Pintu masuk setan adalah keadaan sangat marah, sangat takut, sangat lalai dan sangat syahwat ( dia rela mengikuti si Endut meski ke neraka. Sayangnya, si Endut memilih selingkuh dengan 2 cowok gombal lainnya ). Untung, intuisi selalu menahan saya untuk tidak dekat secara fisik dengannya. Kenapa ia selalu tersinggung jika saya menyebut kesepian, padahal saya juga mengaku sepi dan menemaninya. Kenapa ia tak mampu berpikir di luar dirinya ? Apa anak tunggal yang dimanja selalu begitu ?

Saya sampai pegal memberitahu ketidaksimpatikan sikapnya, kemalasannya memperbaiki diri. Saking miskin wawasan, ia kerap menyalahartikan niat baik orang. Master escape yang getol memutarbalikkan fakta ini ( juga mengkambinghitamkan orang lain atas semua kegagalannya ) jangan sampai mampir dalam kehidupan kalian, wahai belia Indonesia. Karena pengalaman saya, 2.5 tahun memberi perhatian padanya, tak berarti apa pun baginya. Keminderan masih menenggelamkannya dari kesediaan menerima pencerahan. Smart girl masih jadi ancaman di benaknya. Saya tak tahu kapan dia berubah ?

Mungkin, setelah dia merasakan 3 minggu tidak mandi, kepala berkutu, kaki pecah2 berdarah berjalan jauh membawa beban berat ke mana2, bokong kempes sehingga duduk pun perlu bantal, badan hitam kurus kering ( saya kehilangan bobot 6 kg ), dipandang rendah, diusir ( termasuk disangka orang gila bila masuk mall ) dan dimaki banyak orang. Ia bisa lebih tangguh dan tahan banting.

Kritik menghebatkan akan didengarnya sebagai alunan lagu nan merdu. Makanan rumah akan dinikmati penuh suka cita. Kehadiran orang yang peduli masa depannya akan disambutnya dengan mata berbinar. Kebaikan Allah memilihkan apa yang dilaluinya akan disyukurinya penuh sujud. Bukankah orang yang baru keluar dari ‘neraka’ ( derita ) menjadi pribadi ekstra sabar ? Sikap baik ini akan menguatkan dan memudahkannya melalui aral rintangan. Lebih jernih melihat persoalan. Merendahkan hati untuk siap memuridkan diri pada siapa pun. Karena di situlah orang hebat muncul.

BEH2

EH. Ya, Allah, sabarkan saya dan baikkan dia. Dia tak menangisiku. Melepasku begitu mudah. It’s really hurt, you know..

( Oh, saya teringat dia menghabiskan tabungan untuk membeli keyboard demi memikat saya yang tidak mandi 3 minggu. Saya berharap dia bisa menjadi pria baik nan tangguh, bermanfaat bagi masyarakat ( syukur2 bisa jadi komedian top juga. Tapi kalau predator, saya akan menghancurkannya ))

Apa saya menangis ? Saat ini tidak. Kemarin2 ? Menurut anda, dia layak diperjuangkan sebesar itu ? Jadi, untuk apa saya menangis ?  Di tempat buruk, the right man muskyl ditemukan. Di lingkungan buruk, sekalipun pria itu baik, juga jangan dijadikan pendamping hidup, kata agama. Teman2 buruk akan menyeretnya perlahan dalam keburukan. Orang lama di got, tak merasa bau. Orang yang terbiasa dalam kemaksiatan di lingkungan permisif, ketika ditegur, ia tak merasa maksiat. Masya Allah, setengah mati saya mengajaknya berpikir, bicara dan bertindak benar. 2.5 tahun ! Dia tak bergeming.

Saya menulis ini agar para wanita lebih teliti memilih calon. Pria pemalu bisa jadi playboy yang piawai meremukkan hati wanita. Karena distorsi memaknai pengalaman patah hati. Mengeneralisasi semua wanita lalu menyakitinya dengan puas & sorai kemenangan. Merayakan superioritas semu. Kita tak ingin ulah pria2 sakit hati ini mengakibatkan generasi lemah yang lahir dari ibu yang terbelenggu masa lalu dengan mantan2 berjiwa predator ( pemangsa ). Ibu harus hadir sepenuhnya untuk suami dan anak. Ibu bahagia, keluarga bahagia. Ibu kuat, negara kuat.

Manusia paling cerdas adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Unjuk manfaat adalah perintah Allah. Stay in good, people..

 

Written by Savitri

10 Desember 2014 at 11:03

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , ,

Bom Waktu Bernama UU MD3. Diktator Mayoritas di Parlemen ?

leave a comment »

Kisruh

Kisruh Senayan mencoreng muka kita. UU MD3 bikinan KMP biang keroknya sejak awal. Kok bisa, partai pemenang pemilu ( PDIP ) tak dibagi jatah pimpinan MPR, DPR, AKD ( 75 kursi ) ? Bagaimana mereka bisa mengawal mandat dari rakyat ? Ke mana azas proporsional, representatif, kearifan kolektif yang semestinya dijunjung tinggi di parlemen ? Mana sumpah wakil rakyat yang seharusnya dipegang teguh ? Pantas, KIH mengajukan mosi tak percaya pada pimpinan DPR. UU MD3 ini harus segera diuji di Mahkamah Konstitusi ( MK ) karena tak demokratis & tak konstitusional ( pengajuan pertama  terkendala masalah administrasi, UU-nya sendiri belum dibahas ). Sebelum bom waktu ini benar2 jadi bencana nasional. Heii.. Indonesia, negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, Bung. Mau di taruh ke mana muka kita ?

Merinding. Lebih 250.000 orang mengawal pelantikan Jokowi-JK sebagai pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan. RI-1 dan RI-2 itu dikirab dengan kereta budaya ke Monas. Rakyat pendukung dijamu relawan Jokowi ( Slank cs ) dengan pesta rakyat dan makan gratis 75.000 porsi ( 20/10/2014 ). Melebihi ekspektasi.

People power di belakang Jokowi, kata sejumlah pengamat. Memang, jika dibanding 3.000 pendukung kubu 1 ( KMP ) di depan Mahkamah Konstitusi ( sidang sengketa hasil pilpres ). Di media cetak dan elektronik, kita bisa lihat rentetan kegaduhan yang ditimbulkan KMP : kampanye hitam & tabloid O yang mendiskreditkan Jokowi, aksi walk-out saat rekapitulasi suara di KPU, saksi2 tak kredibel yang merendahkan wibawa MK, UU MD3 ( tentang MPR, DPR, DPD & DPRD ) yang menyapu bersih 10 kursi pimpinan MPR, DPR dan 65  kursi pimpinan AKD ( alat kelengkapan dewan ), UU Pilkada ( tak langsung/ via DPRD  ) yang men-set back pencapaian demokrasi kita, kembali ke Orba, dst. Anda ragu KMP kekuatan penyeimbang ?

Sidang DPR kemudian menjadi ajang pertunjukan arogansi KMP. Hujan interupsi tak terelakkan. Meja dan gelas jumpalitan karena FH tak bijak memimpin sidang. Ketum PPP hasil muktamar Surabaya tak diakuinya, meski mencapai quorum dan disahkan Kemenkumham ( lagi2, rakyat tak dianggap di parlemen, cuma jadi lip service bagi agenda setting KMP. Aturan, yang bahkan mereka buat sendiri, mereka tabrak. Giliran yang menguntungkan mereka dikoarkan berkobar-kobar. Standar ganda  ). SDA ketum lama yang telah menjadi tersangka korupsi oleh KPK yang justru diakui FH/ KMP. Anda sudah membaca gelagat mereka ? ( kemana mereka akan membawa negeri ini )

11  LOYALIS  RAKYAT  SAMPAI KETEMU 5 TAHUN DEPAN

Sebelas pengurus partai G yang menyuarakan aspirasi konstituen-nya ( opsi pilkada langsung ) malah dipecat. Adegan otoriter itu jelas dipertontonkan di layar kaca, menikam hati rakyat ). Saya teringat peristiwa Mei 1998 di mana sejumlah pendemo disekap, dibakar hidup2 di sebuah ruko. PS tak merasa bersalah atas peristiwa sadis tsb ( tak juga minta maaf pada keluarga korban/ rakyat Indonesia ) dengan dalih kepentingan negara ( argumentasi saat debat pilpres ).

Apa kita berurusan dengan orang yang merasa lebih ‘tahu’ dari kita ( rakyat ) ? Koalisi yang tak pro-rakyat, kata mantan presiden H. Dengan logika yang hanya mereka yang tahu, KMP menolak keputusan KPU yang memenangkan kubu 2 yang juara di 24 dari 34 daerah pemilihan suara. Politik membabi buta, kata BM. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat lain. Di TvO, pembanting meja dan gelas itu disebut aksi liar kader PPP yang tak diakui FH ( tolong KPK, prioritaskan penyidikan kasus FH, 4 wakil ketua DPR lainnya, sebelum mereka keduluan membubarkan KPK. Beri stabilo merah ( ditangkap dalam setahun ) dan kuning ( ditangkap dalam 2 tahun ) jika memang tindak korupsi terindikasi pada para pemimpin AKD ( juga calon gubernur, walikota, bupati sebelum maju ke pilkada serentak tahun 2015 ). Kita sudah menangkap gejala anomali demokrasi sejak kehadiran KMP pada proses politik 2014 ini, kan ? ( tak perlu menunggu pilpres tak langsung sampai mereka gol-kan ).

Logika ala mereka, cuma mereka yang benar ( jadi ingat ISIS, hii.. ). Kok bisa ya, orang2  yang pragmatis itu mendominasi KMP lalu parlemen ? ( ke mana kader2 putihnya ). Nasib kader PPP pembanting meja itu seperti pendemo yang dibakar hidup2. FH merasa tak bersalah seperti juga PS ( anda mengamati  gaya pongah FH ketika bicara, merasa di atas pengamat/ nara sumber lainnya ). Baca gestur, bukan cuma kata2. Orang2 ini benar2 memihak rakyat, atau hipokrit ? Anda setuju kalau kesalahan anak buah adalah tanggung jawab komandannya ? Keliaran anggota sidang adalah tanggung jawab pemimpin sidang yang tak cakap/ bijak. Bahwa tugas negara melindungi rakyatnya ( bukan membunuhnya, apalagi dengan analisa tak cakap ). Kita diminta Allah untuk menyelamatkan manusia yang ada di tangan kita ( selama dia tak membunuh manusia lain ). Manusia2 lain di luar jangkauan kita, biar Allah yang urus. Mayat hangus pendemo itu hanya menuntut haknya sebagai warga negara Indonesia.

Tak proporsional. Itulah yang terjadi jika orang yang merasa di atas masyarakatnya diberi kendali ( dibiarkan mengambil paksa kendali ). Merasa cerdas ( istilah TY ),  tidak  naif ( istilah NA ) jika bisa merebut semua kursi pimpinan parlemen. Setahu saya, cerdas itu pintar karena kapasitas otak yang besar oleh faktor genetis. Pandai itu pintar karena rajin belajar. Bijak itu pintar karena hikmah pengalaman pribadi dan orang lain, sehingga kemaslahatan umat terakomodasi dalam pemikirannya. Pengalaman yang diberikan Allah pada manusia tertentu untuk menjalankan fungsi dalam skenario-Nya. Jelas, orang bijak mengalahkan orang cerdas yang baru mampu berpikir sektoral ( diri, keluarga, golongannya ). Saya mendapati, kebanyakan anak orang yang dilimpahi fasilitas/ kaya cenderung terbatas dan distortif dalam mencerna pengalaman yang dilaluinya.

CERDAS ATAU OTORITER ?

Nah, mirisnya, cerdas yang mereka klaim itu adalah memaksa dengan otoriter ( memecat kader yang tak loyal partai/ organisasi, bukan pro-rakyat ). Terang saja, 6 partai di KMP saat itu bisa menggolkan agenda jangka pendek mereka. Apa arti ‘kecerdasan’ macam itu ? ( asal menang meski mengangkangi kebenaran ). Apa gunanya buat kita ? ( kita terpaksa mengerahkan waktu, pikiran, tenaga, dana ekstra untuk mengembalikan tatanan demokrasi yang mereka jungkir balikkan ). Kesejahteraan rakyat ? Hak suara kita saja tak mereka hiraukan, kok. Kelaut saja.

Saya teringat 4 kendaraan militer besar kubu 1 yang memaksa menerobos pagar kawat berduri menuju Gedung MK. Apa sih maunya ? O, ternyata PS perlu unjuk kekuatan untuk merekatkan partai2 dalam KMP agar tak tercerai berai pasca kekalahannya. Adik PS berkoar dengan kasus bis TJ di media asing dan sesumbar akan menjatuhkan Jokowi dengan itu. ( 656 bus berkarat dari China itu ulah curang pejabat Dishub DKI Jakarta. Jokowi sudah membebastugaskan UP dan melantik MA sebagai penggantinya. Selanjutnya, pemesanan armada TJ akan banyak melalui E-Katalog, bukan lelang ).

Dengan tabiat dengki dan mindset serakah seperti ini mereka tak layak disebut oposisi, apalagi kekuatan penyeimbang. Mereka, hakikatnya tak pro-rakyat. Sikap dan keputusan mereka dalam proses politik di parlemen sampai hari ini menunjukkan hal itu. Mereka menghadapi kita tak ubahnya perang dengan musuh asing ( setahu saya, PS justru yang banyak berurusan dengan pihak asing, termasuk kala mengasingkan diri ke Y pasca kerusuhan 1998. TvO  di awal siarannya menayangkan penjajahan Palestina dari sisi Israel. Pantas, RM ( raja media zionis ) pemiliknya. Apa kita sedang dipecah belah oleh agenda asing ? Ah, dari dulu.. ). Apa kita membiarkan orang2 dangkal itu terus menghasilkan keputusan2  dan kegaduhan yang merugikan rakyat ? ( sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar karena keterbatasan pikir dan hati yang saya sebut tadi ). No way, man..

Kita wajib mengawal wakil2 kita di parlemen ( juga pemerintahan ). Dari pengalaman proses politik yang telah berlangsung, mereka baru mendengar kita jika dipaksa : Perppu SBY plus partai D gabung ke KMP asal DPR yang dikuasai KMP menerima Perppu Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan, keliatan DPD yang memaksa KMP menempatkan kader2 putihnya di kursi pimpinan MPR ( Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid yang sudah dikenal publik ), keputusan MK yang sejalan dengan KPU tentang pemenang pilpres, KIH yang menunda memberi daftar nama anggotanya di AKD lalu mosi tak percaya dan membentuk AKD tandingan agar KMP mau proporsional dan musyawarah mufakat. Effort lebih dan ekstra waspada harus kita lakukan untuk menghadapi manuver kekuatan merusak seperti mereka. Kekuatan penyeimbang bisa kita andalkan ( karena pro-kebenaran ), meski kita tengah letih oleh deraan hidup di negeri ini. Kekuatan merusak ( merasa benar sendiri & keras kepala ) itu akan merusak lagi, jika kita lalai mengawasi. Mirip2 mengawasi anak yang baru belajar jalan ( tak tahu bahaya, salah atau benar ). Tak boleh meleng sedikit pun.

Ingat adegan presiden Jokowi menyalami rakyat di pagar Istana ? Belum pernah terjadi dalam sejarah kita, pemandangan menggetarkan seperti itu. Presiden ke-7 itu tetap sederhana, senyum, merakyat. Berusaha tak berjarak, tapi mengandalkan kinerja ( bukan power distance ). Ekspektasi begitu membahana pada pria yang semula tak berniat jadi walikota Solo, gubernur Jakarta dan presiden Indonesia. Takdir yang membawanya ke istana. Kita yang menaruhnya di sana dengan segala upaya dan perjuangan. Maka, tanggung jawab kita, bangsa Indonesia, mengawal pemerintahan Jokowi-JK dan program2  yang mereka janjikan untuk kesejahteraan rakyat.

Salam 3 jari, Persatuan Indonesia.

 

*****

NB : Kita bisa pengaruhi anggota keluarga ARB dan memboikot produk & layanan perusahaan2-nya, juga PS, jika berulah lagi memunggungi rakyat, semau gue memecat kader yang loyal pada rakyat, menempatkan diri di atas AD/ ART partai, seperti SDA dari PPP.

Salut buat si pemberani Romahurmuzy yang gigih membela aspirasi konstituennya ( memilih Jokowi ), sampai terpilih menjadi ketum PPP yang baru di Muktamar Surabaya, 2014. Nyali pemberani yang patut diacungi jempol.

Salut buat pengurus partai Nasdem dan Hanura yang memberi contoh melepaskan jabatan di partai demi fokus mengurus rakyat dalam jabatan barunya sebagai menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK. Pengurus PDIP bisa segera menyusul meneladani.

Selamat buat Persib Bandung, menjuarai ISL 2014, setelah 19 tahun penantian. Hidup Persib !

Selamat buat Rismawanda ( pemain biola ) dari Bandung, menjuarai Indonesia Mencari Bakat 2014 di TransTV.  Dari pengamen jalanan menjelma superstar di panggung spektakuler. Semoga menginspirasi musisi jalanan lainnya di tanah air, agar terus  semangat meraih sukses. Selamat juga buat Rega Dauna ( pemain harmonika )  dan Eka- Dwi ( penari  ) yang telah mempesona Indonesia dengan talenta masing2. Tetap rendah hati, ya ..

Written by Savitri

30 Oktober 2014 at 11:18

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , ,

Jokowi – Jusuf Kalla : Negosiator Andal yang Memanusiakan Wong Cilik. Pemilu 9 Juli 2014.

leave a comment »

Jokowi

Jokowi & Jusuf Kalla saling melengkapi. Satu muda, satunya lagi pengalaman. Satu di Jawa, satunya lagi di luar Jawa ( Makasar, Indonesia Timur ). Keduanya muslim sholeh yang bekerja untuk rakyat. Semoga amanah yang kita titipkan dalam pilpres besok bisa mereka jalankan sebaik mungkin demi kesejahteraan kita  dan kedaulatan bangsa Indonesia. Jangan golput lalu bawel 5 tahun berikutnya. Datanglah ke  TPS. Suara kita, 5 menit di TPS,  sangat berarti untuk masa depan Indonesia. Indonesia adalah kita.

Cinta tanah air. Nasionalisme. Beragam ekspresinya. Menghadapi pilpres Rabu besok, rakyat Indonesia berdebar. Siapa presiden yang terpilih ? Prabowo- Hatta Rajasa ( no.urut 1 )  atau Jokowi-JK ? ( no.urut 2 ). Akankah Indonesia lebih baik ke depan di tangan mereka ?

Prabowo Subianto Djojohadikusumo ( 62 th ) lahir dari keluarga ilmuwan. Ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo adalah begawan ekonomi yang dipercayai Presiden Soeharto sebagai salah satu menterinya ( Menristek ). Kakeknya, Margono Djojohadikusumo adalah pendiri BNI, ketua DPA pertama dan anggota BPUPKI. Pamannya, Subianto Djojohadikusumo adalah pejuang yang gugur dalam pertempuran Lengkong ( 1946 ).

Prabowo sekolah di Malaysia ( SD ), Swiss ( SMP ), Inggris ( SMA ) dan Indonesia ( Akademi Militer Nasional di Magelang ). Menikah dengan Titiek Soeharto ( 1983 -1998 lalu berpisah ) dan dikarunia seorang putra ( Didit Hadiprasetyo yang tumbuh besar di Amerika, kini desainer di Perancis ). Prabowo berkarir militer sejak 1974 sampai 1998. Diberhentikan dengan hormat pasca Kerusuhan Mei 1998 dengan kontroversi pelanggaran HAM yang tak pernah tuntas sampai hari ini.

Prabowo adalah capres terkaya ( Rp 1,5 triliun & 7,5 miliar USD ) yang memimpin 27 perusahaan yang bergerak di sektor perminyakan, gas alam, batu bara, minyak kelapa dan kertas. Ia mendirikan Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia dan Partai Gerindra. Sejak kembali dari Yordania, menjadi pengusaha dan politisi, Prabowo ikut bursa pemilihan presiden tahun 2004 ( Konvensi Capres Golkar ), tahun 2009 ( Mega-Pro ) dan 2014 ( Prabowo-Hatta ).

Visi & Misi pasangan no.1 ( Prabowo-Hatta ) diberi judul “ Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat”. Klik di http://www.kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_prabowo-Hatta.pdf

Prabowo benar2 orang terkenal sejak menjadi lulusan terbaik Akmil sampai Danjen Kopassus ( plus Pangkostrad yang membawahi 11.000. prajurit ). Komandan pasukan elit ( Kopassus, salah satu yang terbaik di dunia ), gitu loh. Saya pikir saya cuma melihat di film2 silat Mandarin kolosal di layar lebar untuk sosok sekualifikasi ini. Ee.. ternyata besok saya melihat fotonya di TPS untuk menentukan pilihan terbaik untuk Indonesia. Dia atau satunya lagi yang gak terkenal itu…

SOMEBODY  VS  NOBODY. THE WINNER IS …

Yang gak terkenal itu namanya Joko Widodo ( di Solo saja, ada 16 orang bernama sama. Kalau di Bandung, nama saya dikembari 14 orang. Uh, benar2 pasaran ). Masa kecil yang memelas : rumah tergusur sampai 3 kali, jualan, ngojek payung, jadi kuli panggul, menggergaji kayu, jalan kaki ke sekolah. Anak kurus jelek ini sekolah di Indonesia sejak SD sampai perguruan tinggi. Lulusan Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta tahun 1985 ini lalu menjadi pengusaha mebel & pertamanan ( ekspor ke Eropa ). Jadi Walikota Solo ( 2 periode ) itu ‘kecelakaan’ karena masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Menjadi Gubernur DKI Jakarta juga ndilalah.. Padahal semula enggan, dana kampanye cuma ¼ dari petahana waktu itu, Fauzi Bowo yang berdana Rp 62,57 miliar. Uniknya, Prabowo yang melobi PDIP agar bersedia mendukung Jokowi yang diminta Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta ( didamping Ahok yang kini plt Gubenur Jakarta dari Gerindra ). Ah, dunia ini tak luas2 amat. Ketemu lagi di pilpres, kali ini di kubu berbeda.

Keluarga Jokowi terbilang adem ayem, rukun harmonis, yang tentu disukai para ibu dan wanita Indonesia, mayoritas penduduk & pemilih di negeri ini. Beristrikan Hj.Iriana yang memberinya 3 anak, semuanya bersekolah di Indonesia.

Saya merasa ada intervensi ‘langit’ dalam posisi presiden, terlebih negara sebesar Indonesia ( berpenduduk ke-4 terbanyak di dunia ). Kita bisa merasa ‘gaib’-nya Jokowi ( 53 th ) yang berasal dari akar rumput/ jelata/ wong cilik, bukan siapa2 ini, bisa melesat sebagai calon presiden yang didukung warga Aceh sampai Papua ( bahkan sudah dinobatkan sebagai presiden Papua oleh banyak warga ) dengan elektabilitas tertinggi ( melebihi 50 % di banyak survei ). Seperti ada yang menggerakkan hati rakyat Indonesia. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Bukankah pemimpin sebaiknya hidup di tengah masyarakatnya dan mengalami apa yang dialami serta dirasakan sebagian besar rakyatnya ? Wong cilik yang kenyang didera kesulitan hidup. Menempa diri menjadi pribadi sabar, santun juga tangguh mengatasi kerasnya persaingan hidup. Sabar & uletnya Jokowi terlihat ketika merelokasi PKL di Banjarsari yang sudah 20 tahun tinggal & jualan di sana. Jokowi tahan mengajak dialog & makan bersama mereka yang akan membakar Balaikota itu sampai 54 kali selama 7 bulan. Bahkan mereka dikirab oleh prajurit keraton di temani Jokowi saat pindah ke tempat jualan baru. So sweet ..

Salah satu lulusan terbaik ‘akademi jalanan’ ini terbukti sukses mencetak berbagai prestasi, diantaranya :

No Penghargaan dari Kategori / Nama Penghargaan Keterangan
1 Presiden Republik Indonesia Bintang Jasa Utama Kepala daerah yang mengabdi kepada rakyat
2 Presiden Republik Indonesia Piala Citra Bhakti Abdi Negara 2008, 2009 dan 2010 Pelayanan Publik dan Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional (2008), Kinerja Kota dalam Penyediaan Sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan (2009) dan Inovasi Pelayanan Prima (2010)
3 Dompet Dhuafa Agent of change Kemandirian Perhatian atas anak-anak yang kurang beruntung
4 RMOL Democracy Award: Manusia Bintang Bersama-sama Fauzi Bowo menyemarakkan kompetisi demokrasi di Pilkada DKI
5 Men’s Obsession Decade Award: Rising Leader Penghargaan untuk tokoh lintas bidang yang terpilih
6 Kemkominfo e-government Keberhasilan penerapan e-government
7 Kemenpera Adiupaya Puritama Pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan program kampung deret
8 Delgosea Best City Award Berhasil dalam melakukan pendekatan kepada warganya di Solo, agar mau memahami dan menaati kebijakan pemerintah kota
9 Bank Indonesia Pengendali inflasi Berhasil mengendalikan inflasi di Solo
10 Kementrian PU Tata ruang terbaik kedua se-Indonesia pembangunan di Solo sudah mencapai 80 persen kesesuaiannya dengan konsep penataan ruang yang ideal.
11 Fortune Top 50 Leaders Pemimpin no 37 terbaik atas jasanya membersihkan kota dan menyingkirkan korupsi
12 Kemennaker Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Pembangunan bidang ketenagakerjaan di Jakarta sepanjang tahun 2013.
13 Meutia Hatta Bung Hatta Anti Corruption Award Tokoh yang Berperan dalam Pemberantasan Korupsi
14 Komisi Pemberantasan Korupsi Anti Gratifikasi Pemerintah daerah yang paling banyak melaporkan gratifikasi.
15 UNICEF Program Perlindungan Anak Dianugerahkan pada tahun 2006
16 The City Mayors Foundation Walikota No 3 Terbaik Dunia Keberhasilannya mengubah Surakarta dari kota yang banyak tindak kriminal menjadi pusat seni dan budaya
17 Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group Social Media Award Tokoh yang aktif menggunakan media sosial dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mendapatkan sentimen positif
18 Tempo 10 Tokoh Pilihan 2008 Memanusiakan warganya dengan pemindahan PKL yang tanpa konflik
18 Lembaga Pemilih Indonesia Tokoh Pluralis 2013 Mampu Menjaga Kesetaraan Etnis, Agama, dan kelompok lainnya
19 Anugerah Seputar Indonesia Tokoh Seputar Indonesia 2013 Diserahkan langsung oleh Hary Tanoe
20 Soegeng Soerjadi Good Governance Award Dianugerahkan 20 September 2012, jelang Pilkada
21 Bappenas Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS
22 Bappenas Pangripta Nusantara Utama Provinsi dengan perencanaan terbaik

 

( Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo )

Visi & Misi pasangan Jokowi-JK diberi judul “Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri & Berkepribadian.” Klik di http://kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf

PEMIMPIN TERPILIH SEMESTINYA  SABAR BERDIALOG

Prabowo tak saya ragukan kecintaannya pada tanah air. Ia telah buktikan dalam banyak tindakan, di dalam maupun luar negeri. Kadang saking meluapnya cinta itu membuat Prabowo terkesan over defensif jika disentil masa lalunya. Kita butuh pemimpin yang tenang berdialog untuk negeri yang resah oleh banyak konflik ini. Bukan orang yang mudah terpicu emosi dan kerap berkonflik.

Saya yang pernah riset ( mengalami hidup di jalanan ) menyimpulkan : lebih sulit survive sebagai nobody di rimba jalanan daripada survive sebagai orang terkenal yang jenius di tempat2 elit. Luar biasa effort yang harus dikeluarkan untuk bisa selamat dari batas hidup mati puluhan tahun daripada masa2 operasi militer menegangkan berbulan-bulan di tempat berbahaya. Jalan tempat paling berbahaya di dunia, tempat kematian terbanyak. Jadi, saya memutuskan orang seperti saya, yang gak terkenal ini, orang biasa dengan pencapaian tidak biasa, sebagai pemimpin saya 5 tahun ke depan ( presiden RI 2014-2019 ). Jokowi, gue banget..

Jokowi itu jujur, sederhana dan merakyat. Bekerja melayani rakyat dengan segenap hati. Jokowi adalah kita. Coblos Jokowi-JK, besok ya. Salam 2 jari. Insya Allah .. Indonesia Hebat !!

————————-

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

“Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

“Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun,” ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

“Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas,” papar Jokowi.

2. Pertanian
Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

“Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

“Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

“Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya,” katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand.

“Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu,” ujar Jokowi.

“Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya,” katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

“Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa,” kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

“APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan,” ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

“Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?” kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

“Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

“Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran,” lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah “tol laut”.

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

“Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

“Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta,” ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

“Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya,” katanya.

“Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya,” jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

“Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

“Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara,” kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jalur online dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi ‘ketema-ketemu’, supaya ‘amplop-amplopan’ hilang,” katanya.

( Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/05/15/0705215/Ini.Visi.Misi.Jokowi.kalau.Jadi.Presiden. )

Jokowi_by_InaVitra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jokowi. Drawed by Ina Vitra, 2014.

Written by Savitri

8 Juli 2014 at 12:40

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , , , , ,

PATEN dalam pilgub Jabar. Taman publik jadi masjid privat ? Wayang orang, opera terbaik dunia.

leave a comment »

Pitaloka

Pitaloka & Teten disingkat PATEN, calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dengan nomor urut 5  ini akan bertarung dengan 4 pasang kandidat lain dalam pilgub 24 Februari 2013. Pasangan aktivis pembela buruh dari Senayan dan penggiat anti korupsi dari TI  ini akan melakukan harmoni industri, di mana pemerintah benar2 hadir dalam kisruh buruh – pengusaha. Salah satu caranya, dengan menghapuskan pungutan liar yang banyak dilakukan oknum ke pengusaha, sehingga buruh tidak harus ribut demo dan mogok kerja agar sejahtera ( jika biaya pungli bisa ditekan sekecil mungkin atau dihilangkan ). Seingat saya rumah Pitaloka pernah dilempar bangkai anjing  karena dia terlalu vokal mengkritisi kebijakan pemerintah. Silakan simak pemikiran2 Pitaloka di http://www.riekediahpitaloka.com atau akun FB-nya : Rieke Diah Pitaloka, community page about DPR RI. Jika wanita lebih capable ( dari yang tersedia ),  memimpinlah.. ( Foto : Antara )

Pilih Pitaloka atau Aher ? Pilgub sebentar lagi. 24 Februari 2013. Ada 5 pasang calon sebetulnya : Dikdik Muliana Arief Mansur -Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS. Syafiuddin ( Yance )-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf – Lex Laksamana, Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka -Teten Masduki. Tapi yang mengemuka, setidaknya di antara kawan2, sementara ini adalah Pitaloka -Teten ( PATEN ).

Kaum perempuan diharapkan memilih pasangan cagub-cawagub Jabar yang mampu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan dapat mengeluarkan kebijakan2 yang berpihak pada kaum perempuan. “Perempuanlah yang kerapkali menjadi korban kekerasan di tengah masyarakat. Kekerasan itu ada yang dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual,” kata Sekretariat Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia ( Sekwil KPI ) Jabar Qodarliyah Umun. “Maka pilihlah calon pemimpin Jawa Barat yang memiliki komitmen keberpihakan terhadap nasib dan masa depan perempuan.”

Sentiment index pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki ( disingkat PATEN ) mencapai yang tertinggi : poin 46,24 ( per 22/1/2013, dan terus meningkat, versi www.politicawave.com ).
Yang memilih PATEN diantaranya disebabkan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf yang sedang menjabat gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat saat ini, kurang signifikan dalam memajukan Jabar. Sedangkan yang tidak memilih Pitaloka ( Oneng ), lebih disebabkan faktor gender, yang masih bisa diperdebatkan.

Perempuan tidak boleh memimpin, prestasinya tak cemerlang, dalihnya. Di sisi lain, calon pemilih tsb mengatakan, lebih baik Hakka Ahok ( meski dia Kristen Protestan dari etnis Tionghoa. Ir. Basuki Tjahaja Purnama, nama lengkapnya, pada 15 Oktober 2012, menjadi wagub, mendampingi Joko Widodo, setelah memenangi pilgub dengan presentase 53,82% suara. Jokowi-Ahok diusung partai PDI-P dan Gerindra ).

Lho ? Jadi, nggak sinkron dalih Islam-nya dong. Kalau non muslim boleh, sedangkan perempuan tidak boleh. Ini mah, patriarkis lagi. Perempuan pemimpin berprestasi juga banyak, kok. Baca kiprahnya : Ratu Elizabeth I, Cut Nyak Dien, Corazon Aquino, Gloria Macapagal Arroyo, Corazon C Aquino, Margareth Thatcher, dll, jaman baheula. Atau yang sekarang :

1. Angela Merkel, Kanselir Jerman

Perempuan paling berpengaruh di kancah politik dunia ini memiliki gelar doktor di bidang fisika universitas ternama di Jerman Timur. Ia banting stir ke dunia politik dan berhasil memenangkan kursi parlemen di Bundestag pada pemilu pasca bersatunya negara yang terkenal dengan sejarah partai Nazi tersebut pada Desember 1990. Kanselir Helmut Kohl langsung memberinya kepercayaan untuk menduduki jabatan menteri di kabinet, setahun kemudian. Merkel yang menikah dua kali dan tak memiliki anak ini mengakui dirinya memiliki rasa kepercayaan diri yang sangat tinggi. Baginya, tak ada salahnya menjadi orang yang ambisius.

2. Christina Fernandez de Kirchner, Presiden Argentina

Sejak terpilih menjadi presiden pada November 2007, Christina membuktikan bahwa ia tak lagi tampil sebagai bayang-bayang kesuksesan suaminya, Nestor. Ia telah mampu bertahan dengan kekuatan pertanian negara yang ia pimpin. Perseteruan dengan Amerika atas dugaan kasus mengandung kampanye ilegal dan sejumlah trik politik ekonomi yang akhirnya menggulingkan gubernur bank central Argentina, awal tahun ini. Dengan sepak terjang dan kemampuan pidatonya, ia dipastikan mampu menandingi pemimpin wanita legendaris Argentina sebelumnya, yakni Evita Peron.

3. Dilma Rousseff, Presiden Brazil

Wanita tangguh ini selalu menyerukan kepada kaum wanita bahwa kaumnya itu memang bisa melakukan hal besar untuk negara dan dunia. Rousseff menjadi wanita pertama yang menjadi pemimpin negara di Brasil. Langkah besarnya dalam memimpin negara menjadi sebuah pembuktian bagi presiden sebelumnya, Luiz Inacio Lula da Silva, yang telah memilihnya dengan cermat. Kepada Lula ia berjanji akan menyertakan keramahan dan kerja luar biasa sebagai pemimpin negara. “Saya tahu bagaimana menghormati warisan dari beliau, saya tahu bagaimana harus berkonsolidasi dan maju terus dengan tugas-tugas darinya,” ucapnya kepada sebuah pidato kenegaraan.

4. Julia Gillard, Perdana Menteri Australia

Gillard, 48 tahun, menjadi perdana menteri wanita pertama di Australia setelah Kevin Rudd berhasil digulingkan oleh tindakan makar partai buruh, 24 Juni 2010. Dengan tugas membangun kembali adanya pengurangan dukungan dalam tubuh partainya, ia maju hanya dalam waktu tiga minggu menjelang pemilu, dengan harapan akan mendapat suara maksimal. Namun hasilnya berkata lain, baik partai yang dipimpin Gillard maupun koalisi partai Liberal-Nasionalis pimpinan Tony Abbott mampu sama-sama bertahan. Hasil imbang terseut akhirnya terpatahkan pada 7 September. Setelah lebih dari 2 minggu setelah negoisasi dengan kandidat, Gillard pun memenangkan suara mayoritas di parlemen.

5. Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Liberia

Jalan wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Wisconsin dan Harvard, Amerika agar bisa duduk di kursi presiden tidak mulus. Sebelumnya ia menjadi Menteri Keuangan Liberia(1970), bahkan pernah melarikan diri ke Kenya dan menjadi direktur Citibank (1980) saat terjadi kudeta di Liberia, ia kembali ke Liberia tahun 1996 dan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden namun kalah suara dari Charles Taylor. Tahun 2005 ia kembali mencalonkan diri dan akhirnya berhasil menjadi presiden.

6. Sheik Hasina Wajed, Perdana Menteri Bangladesh

Sebuah kudeta pada 1975 memaksanya melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Sebagian besar keluarganya terbunuh termasuk perdana menteri Sheik Mujibur Rahman. Ia terpilih sebagai perdana menteri Bagladesh pertama kalinya di tahun 1996, namun ia digulingkan di tahun 2001 karena Transparency International menyebut Bangladesh sebagai negara terkorup di dunia. Tapi itu bukanlah akhir dari karirnya. Ia bersama partai Awami berhasil memenangkan perolehan kursi parlemen di tahun 2009 dan terpilih kembali menjadi perdana menteri.

7. Johanna Sigurdardottir, Perdana Menteri Islandia

Perhatiannya terhadap dunia politik dan pemerintahan negara bukanlah hal baru bagi mantan pramugari ini. Sejak masuk ke parlemen tahun 1978, ia berhasil memenangkan kursi parlemen sebanyak delapan kali berturut-turut. Hal tersebut menjadikannya terkenal di negaranya. Selain sebagai perdana menteri wanita pertama di Islandia, Sigurdardottir juga yang pertama kali menyatakan dan melegalkan hubungan sesama jenis di depan publik. Juni 2010, ketika Islandia melegalkan perkawinan sesama jenis, ia pun turut mengikat janji dengan pasangan lesbiannya setelah tujuh tahun bersama dan terjun di dalam persekutuan sipil di Islandia.

8. Laura Chincilla, Presiden Costa Rica

Chincilla memenangkan suara pada pemilu presiden Februari 2010, mengalahkan presiden sebelumnya, Oscar Ariaz Shancez. Di negara dengan tingkat kriminalitas tinggi ini ia menjalankan tugasnya karena pengalamannya di bidang hukum dan peradilan. Ia penganut sosial konservatif, penentang perkawinan sesama jenis, dan aborsi. Ia berjanji untuk melanjutkan kebijakan probisnis para pendahulunya dengan cadangan investasi internasional dan memperluas perdagangan bebas.

9. Tarja Halonen, Presiden Finlandia 

Dibesarkan dalam didikan kerjakeras di Helsinski, membuat Halonen sukses menapaki karir politik dengan membangun kerja sama dengan serikat dagang dan organisasi non-pemerintah. Sejak menjadi presiden di tahun 2000, ia sekuat tenaga mempertahankan aturan presiden sebagai pimpinan militer dan berkampanye melawan keanggotaan FINNISH dalam NATO. Halonen hobi berenang dan memelihara dua kucing. Halonen juga dinilai sebagai pribadi yang kocak, sampai-sampai komedian Connan O’Brien mendorong dia untuk kembali menjadi presiden.

10. Dalia Grybauskaite, Presiden Lithuania

Sejak Grybauskaite terpilih menjadi presiden tahun 2009, jurnalis Eropa langsung menjulukinya sebagai Wanita Baja, karena gaya bicaranya yang kuat dan sabuk hitam karatenya. Meski dulunya hanyalah anak seorang pedagang keliling dan tukang listrik, ia mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar Ph.D di bidang ekonomi. Tahun 1999 ia pernah menjadi Manajer Deputi Keuangan sebelum memimpin sejumlah posisi dalam Komisi Eropa. Saat Lithuania dilanda krisis, Grybauskaite memfokuskan kampanye presiden pada hal-hal yang sifatnya melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan mengentaskan pengangguran yang sempat meningkat hampir 16%. Kemenangannya pada pemilu presiden sebanyak 68% suara menjadi rekor dalam sejarah pemilu di Lithuania.

Sumber :http://www.tempo.co/read/news/2010/11/08/117290277/10–Perempuan-Pemimpin-Negara

Presiden Korea Selatan ( terpilih untuk masa jabatan 2013-2018 ) juga wanita : Park Geun-Hye ( lajang : tidak menikah dan tak punya anak ). Ia mengidolakan Ratu Elizabeth I ( ratu Inggris dan Irlandia sejak 17 November 1558 sampai kematiannya ( di usia 69 tahun ) yang membawa kemakmuran dan kejayaan bagi negerinya ), Kanselir Jerman, Angela Merkel dan mantan perdana menteri Inggris, Margaret Thatcher. Sepanjang hidupnya, Geun berbakti kepada negerinya. Ia akan menghidupkan kembali hubungan Korsel dengan Korut.

Presiden sebelumnya, Lee Myung-Bak meninggalkan sebuah negara yang berhasil dengan baik melewati krisis ekonomi, tetapi ia juga mewariskan sebuah negeri dengan jurang pemisah yang semakin besar antara yang kaya dan yang miskin, sementara golongan menengah menciut menjadi sangat kecil. Semoga putri mantan penguasa militer Park Chung-Hee ini bisa menutup jurang antara warga kaya dan miskin.

Tahun 1961, Park meraih kekuasaan melalui kudeta dan memerintah selama hampir 20 tahun dengan tangan besi. Setelah isterinya terbunuh dalam sebuah serangan, putrinya Park Geun-Hye mengambil alih tugas sebagai “first lady”. Kemudian setelah ayahnya ditembak mati oleh kepala intelijennya tahun 1979, Park Geun-Hye duduk diparlemen bagi partai konservatif Saenuri selama lebih dari 15 tahun.

Pengen banjir dan kemacetan diurusin kayak Jakarta sekarang oleh Jokowi-Ahok ? ( baca : pemimpin bersih, cerdas, berani ). Plus, wanita lebih diberdayakan oleh gubernur wanita. Jangan salah pilih. PATEN pilihannya..

( FB-ku, 26/1/2013 )

Oknum ustad yang doyan belia bisa jadi bupati Garut ? Pencitraan lagi ..

Tidak merasa bersalah ? Itu yang tertangkap pada Aceng HM Fikri ( bupati Garut yang dipecat gara2 kedapatan nikah siri dengan 2 wanita : Fanny Octora ( 18 th ) dan Shinta Larasati ( 22 th ) ). Juga, sejumlah pemerkosa anak. Standar moralnya rusak. Nikah di bawah tangan lalu menceraikannya lewat sms. Gampang dan cepat. Sudah error begitu, masih koar2 melegitimasi perbuatan nistanya dengan mencatut agama : nikah siri itu perbuatan Aceng, bukan perbuatan bupati. Nikah siri itu dibenarkan dalam agama yang sudah sempurna mengatur etika. UU buatan manusia, di bawah hukum agama. Masak iya ?

Nikah siri memang sudah menggejala di masyarakat ( terakhir saya dengar dari ceramah ulama : nikah siri itu haram karena tak ada saksi dan wali. Masyarakat awam sering sulit membedakan antara nikah di bawah tangan, ada saksi dan wali, dengan nikah siri ). Kakek nenek yang tinggal di dusun, daerah blusukan yang jauh dari akses informasi dan pendidikan tinggi. Di daerah puncak, juga banyak pasangan kawin kontrak dengan orang asing ( mencoba melegalisasi prostitusi ) demi alasan syahwat dan uang. Yang paling dirugikan dalam kawin abal-abalan ini adalah wanita dan anak yang terlahir dari zina tsb. Pernikahan adalah hal sakral, sehingga perceraiannya pun harus di pengadilan, supaya orang tidak menggampangkan institusi perkawinan. Bertanggung jawab.

Selama masih di Indonesia, yang memiliki UU Perkawinan yang merujuk hukum agama, maka setiap perkawinan harus dicatat oleh Negara ( administrasi di Catatan Sipil pemda ). Begitu pula perceraiannya. Nah, kebayang kan, seorang bupati ( dianggap terpelajar dan leluasa mengakses informasi ) sampai tidak tahu hal ini dan masih tidak ngeh setelah diberitahu oleh berbagai pihak. Bebal. Bagaimana ia mampu mendengar aspirasi rakyat dan mengurus Garut ? Wong, presiden melakukan perbuatan tercela saja dimakzulkan, masak bupati tidak ?

Warga Garut tak terima bupati daerah mereka berbuat tak patut. Mereka pun berdemo habis-habisan. Ini menyangkut nama baik kabupaten Garut, kampung halaman tercinta. Aceng pun diputuskan DPRD dan MA : di pecat. Kemendagri mencopot Aceng setelah itu. Final. People power, lagi. Pemimpin seharusnya menjadi teladan, dalam semua kebijakan dan perbuatannya. Sepaket, tak terpisahkan.

( kebayang sekarang kenapa artis Dicky Chandra sampai mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati Garut. Dalam pengakuannya ( DetikNews, 03/1/2013 ), Dicky sempat menolak 3 kali ajakan Aceng untuk menjadi wakilnya. Tapi, dalam pencitraan kemudian, Aceng terlihat santun sebagai ustad yang hafal Al-Quran dan Hadits serta berkiprah di LSM. Setelah terpilih, baru terlihat belangnya : rumah Aceng cuma kamar 2 loteng dan kotor. Aceng ternyata angkuh, sombong, dan boros. Berpesta kemenangan di Situ Bagendit. ( Dicky masuk kamar, menangis, ia ingin sederhana saja. Amanah rakyat terasa kian berat di pundaknya mendapat pasangan seperti itu ).

Aceng membuat kebijakan yang bertolak belakang dengan janji kampanye. Baru 3 bulan menjabat sudah plesiran ke Belanda. Padahal gaji bupati Garut, cuma Rp 6 juta dan tunjangan tak lebih Rp 30 juta. Setelah konflik internal berlarut-larut dengan Aceng, Dicky pun mengundurkan diri ( bayar Rp 20 miliar kalau mundur saat pencalonan ). Siapa saja yang merasa tertipu ?

Di Indonesia Lawyer Club ( ILC-TVOne ditonton 120 juta pemirsa ), seorang psikolog menjelaskan bahwa pelaku pemerkosa anak bisa merasa tak bersalah. Perbuatan itu, menurutnya, terjadi karena kegagalan masyarakat membina manusia dan ketidakadilan yang dilakukan negara sehingga kaum mariginal kian tersisih. Ia kemudian mengusulkan lokalisasi pelacuran untuk mengurangi intensitas kekejaman pelaku, karena ada katup pelepasan stres. Ini makhluk error lagi.

Untungnya, ada wanita bicara di episode “Layakkah pemerkosa anak dihukum mati ?” itu. Solusi dari kasus kekerasan yang merendahkan perempuan, ternyata merendahkan perempuan juga, ( dari masyarakat patriarkis ). Tak seorang pun yang mau jadi pelacur, sebenarnya, apalagi diperkosa. Ini keadaan darurat untuk bertahan hidup, ketika negara tak bisa diandalkan untuk mengurus rakyatnya. Kenapa pencabul anak yang dikasihani, sementara wanita pelacur dan yang diperkosa tidak dipikirkan ? ( juga korban2 berikutnya ). Belum lagi murka Allah Swt, jika negeri berpenduduk mayoritas muslim ini sampai melegalkan prostitusi ? Mau seberapa besar dan seberapa lama lagi kita dilaknat Allah ? ( apa belum puas terpuruk )

Saya sangat setuju pemerkosa dihukum mati, seperti juga koruptor dan pengedar narkoba. Mereka sudah rusak, tak bisa diperbaiki. Paparan ke otaknya sudah terlampau banyak untuk kejahatan dan asosial ( sudah setua itu, tak banyak lagi waktu tersisa untuk pemaparan kebaikan, sementara korban terus berjatuhan ). Pelajaran ke depan, untuk menyelamatkan generasi penerus, saya berharap masyarakat lebih humanis dan menilai manusia dari moralnya, bukan dari uang dan tampilan luar yang menipu.

Belajar ilmu parenthing ( pengasuhan anak ) yang benar dari pelbagai sumber kredibel, dan berusahalah jadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. Kita tak ingin ada Aceng2 lain yang menilai perempuan seperti baju yang dibelinya ( yang dianggapnya robek lalu dicampakkan ). Atau pun sejenis Aceng, yang tak punya uang dan trik pencitraan, lalu menyambar anak2 untuk ‘bersenang-senang’. They’re absolutely guilty.

Taman publik jadi masjid privat. Menunggu waktu sholat mesti di samping pos satpam. ( FB-ku 10/2/2013 )

Kafir. Apa sih definisinya ? Ada istilah pemurtadan, lalu santer ancaman kufur dari kondisi fakir sendiri, atau dirayu misionaris non muslim, plus pengabaian kaum mariginal oleh pengurus sebagian masjid kota ( praktis hanya 2 kali dalam setahun mereka membagikan uang dan daging kurban kepada masyarakat sekitar, itu pun titipan muzakki. Semoga ada fakir miskin, gepeng, anjal yg kebagian. 363 hari lainnya, kaum mariginal ini tak dipandang ).

Jika berpakaian sederhana, anda tak boleh menunggu sholat di masjid, apalagi ngemil ( agar tidak kena maag ) atau selonjor istirahat. Anda harus menunggu di samping pos satpam sampai datang azan. Saya kemarin mengalaminya di masjid Istiqo*** waktu blusukan nyamar. Lokasi yg sebenarnya ruang publik ( sebelumnya taman kota : Taman Cita*** ) yg siapa saja boleh menggunakan, setelah dibangun masjid ( pindahan masjid kecil di Pasar Cihapit tahun 1960-an ), digunakan ruang2-nya untuk TK, SD, SMP, kantin, bank Muama***, terasnya utk acara pernikahan, pertemuan, latihan karate, dsb, halamannya untuk taman bermain TK, maka hanya anak2 yg bersekolah di sana yg boleh berteriak, berlarian di area sholat and all over the place, juga ortu mereka yang memandang curiga kelas bawah dan bicara nyinyir pada pengurus DKM untuk mengusir orang yang mereka anggap tak sekelas dengan mereka.

Apa yg bisa diharapkan dari lulusan sekolah yang orang2 dewasanya seperti ini ? Pelajaran dari kasus ini, jangan serta merta masyarakat menyetujui alih fungsi ruang publik kota. Masjid perlu anggaran besar untuk mengelolanya, tapi begitu  berorientasi uang bukan ibadah, dan merekrut pengurus yg tak cakap plus tak berempati pada derita wong cilik, maka lokasi itu menjadi seolah milik privat para pengelolanya.

Saya amati di sejumlah mesjid kota ( besar ), kelas bawah umumnya tak dipandang, apalagi disantuni. Bahkan ada yang dibiarkan mati di teras masjid, sakit dan kelaparan, ketimbang dibawa ke rumah sakit yang letaknya di seberang masjid. Pelit, padahal pemasukan dari sewa ruang untuk pernikahan, seminar, dsb, juga infak zakat masyarakat tidak kecil ( apa auditor publik pernah mengauditnya ? ).

Saya pikir apa modusnya seperti ini ? Meminta alih fungsi lahan publik dengan dalih pembangunan masjid ( fasilitas umum ), lalu minta donasi ke masyarakat dengan janji2 muluk, tapi setelah besar tak dikembalikan ke masyarakat, khususnya kalangan yang lebih membutuhkan. Kalau klenteng di Bandung bisa memberi ampau tiap minggu pada fakir miskin ( semua agama ) dan gereja mengentaskan anjal ( semua agama ) dengan kegiatan ketrampilan yg menghidupi, mestinya masjid bisa lebih baik dari itu.

So, ancaman kafir memang besar di Jawa Barat ini jika situasi-nya seperti ini. Jadi, kita mesti tahu arti kafir. Kafir itu mengingkari apa yg dibawa Rasulullah sesudah ia mengetahui hal itu dari beliau. Kafir besar membuat pelakunya keluar dari agama Islam. Kafir kecil belum keluar dari Islam.

Jenis kafir besar : menolak Rasulullah Saw berikut ajaran yg dibawanya, menerima kebenaran yg dibawa Rasulullah tapi menolak mengikutinya karena keangkuhan, ragu2 terhadap kebenaran yg dibawa Rasulullah, tidak mempelajari dan mengamalkan kebenaran Qur’an dan Sunnah, mengingkari kebenaran Islam dalam hati meski terlihat orang lain seperti mengikutinya.

Kafir kecil : melakukan dosa2 yg disebutkan dalam Qu’ran dan Sunnah yg belum termasuk kafir besar, diantaranya : mengingkari nikmat yg telah diberikan Allah padanya, membenarkan perkataan paranormal, mencampuri istri di tempat dan waktu tidak semestinya ( dubur, haid ), dll. Siksa berat dan teramat sangat berat memedihkan menanti para kafir kecil dan besar di alam kubur dan neraka.

Miskin dekat dengan kekufuran. Anda tahu kan, balasan bagi pendakwah yang tak melakukan apa yang didakwahkan ? ( menyantuni fakir miskin, merangkul anjal agar tetap dalam ke-Islaman, dll ). Ia adalah orang pertama yg masuk neraka jahanam, baru menyusul berikutnya psikopat, pembunuh bayaran, pemerkosa, perampok, dst.

( daripada jadi sarana memperkaya diri para pengurusnya, eksklusif  dan syiar buruk bagi umat Islam, mungkinkah lokasi itu dikembalikan fungsinya menjadi taman kota, seperti banyak pompa bensin di Kota Bandung ? )

Semoga para pengelola masjid ini Kau insyafkan dari keangkuhan dan kealpaan mengurus umat-Mu yg semestinya diprioritaskan, ya Allah. Amin..

Rasti vs Eza. Perbuatan sekejam itu ada simpatisannya ? Dasar patriarkis. ( FB-ku 7/2/2013 )

Pelindung yang disiksa ? Apaan tuh ? Ardina Rasti Widiani ( umur 27 tahun ) yang di KDP ( Kekerasan Dalam Pacaran ) oleh Eza Gionino ( umur 22 tahun ). Dalam acara “Just Alvin” – MetroTV ( 3/2/2013 ) tercetus lirih : saya seperti melindungi Eza dari hukuman yang seharusnya dia terima pada KDP 1.

Beruntung pada KDP2 ( fisik, yang verbal hampir tiap hari ), Rasti sudah punya ‘persiapan’ ( mungkin sudah baca posting “Orang Baik Mangsa Psikopat” di blog Great People & City yang saya tulis 4 tahun lalu ) sehingga rekaman kekerasan itu ( selain bukti visum ) bisa menjadi bukti pengadilan untuk menghentikan kejahatan Mr.Psycho.

Psikopat seganteng artis sekalipun, sangat berbahaya. Di kepalanya hanya ada dia ( dan setan berujud nafsu keinginan yang ingin secepatnya dipuaskan ). Maunya banyak, tapi kemampuan rendah. Empati dan daya nalar nyaris nol. Gimana caranya ia mendapatkan kemauannya ? Memanipulasi orang. Berbohong segampang kentut. Saking seringnya bohong, sampai ia sendiri percaya kebohongan itu. Nyeleneh, kan ?

Masa kecil dengan penolakan berlebihan ( tidak pada tempatnya ) menghasilkan 2 bentuk : melawan ke luar diri ( agresif, menyiksa orang lain ) pada psycho/ pelaku, dan melawan ke dalam diri ( menyiksa diri, misalnya tak sadar melindungi penyiksanya, bunuh diri, dll ) pada inferior/ korban. Eza, artis new comer. Rasti, artis sudah eksis. Perlakuan buruk yang diterimanya pada masa kecil kerap memandulkan kemampuan seseorang untuk menangkap sinyal seorang pelaku, pemangsa, psikopat. Keburukan yang dialami sekarang tak jauh beda dengan yang dialami dulu. Terasa familiar.

Saya pun dulu beberapa kali ketemu dan dirugikan oleh ‘parasit’ berujud manusia ini. Ketemu lagi, ketemu lagi dengan orang yang salah. Sampai kemudian saya belajar sendiri dari pelbagai sumber : apa sinyal psikopat ? Dia ..
• Anti penolakan
• Relasi yang dia bangun : dia di atas, calon korban di bawah ( dipersiapkan sebagai korban penindasan/ samsak pelampiasan murka )
• Dengki
• Pengendali obsesif ( menanyai detail dengan siapa, kemana, kapan anda pulang setiap waktu untuk mengendalikan anda. Jika anda sudah sendirian, tak punya teman lagi, ia kan bisa leluasa menghajar anda tanpa ketahuan. Plus mencuci otak anda, menghipnosis berulang kali : bahwa anda yang salah dan pantas dihukum, dan pelaku adalah orang terbaik satu-satunya untuk anda. ( tak ada counter argumen atau pengimbang atas kata2 keji manipulatif itu, kan teman2 sudah pada menjauh, ngeri dengan ancaman pelaku yang anda lindungi itu ). Anda seperti “home alone” ( dengan pelaku bawa kapak merah di pintu depan, siap menjagal anda kalau anda bikin dia kecewa ( merasa ditolak ) meski sebesar dzarrah ).

Bayi emosional bertebaran di sekeliling kita. Mungkin salah satunya sedang jadi pacar anda. Hii..

( pastikan telpon dalam kondisi baterei penuh untuk merekam, atau pencet nomor polisi/ orang yang bisa andalkan untuk gerak cepat menolong, dan buka terus agar suara kekerasan terdengar terus, plus kerahkan kemampuan silat anda jika pemukulan sampai benar2 terjadi )

( saat menulis “OBMP” tahun 2009, setahu saya belum ada kejadian pemerkosaan anak di sini sekeji kasus di Amerika Serikat. Tapi melihat perkembangan gaya hidup hedonis dan menurunnya kepekaan sosial dari hari ke hari yang kian memprihatinkan, kemunculan pencabul anak nan brutal ini menjadi lebih cepat dari yang diperkirakan )

Komentar2 :

Nur Diansyah : ada 2 ksalahn dsini yg bs aku liat.
1. memang kelihatan dr bukti percakapan mereka berdua saat ribut, tnyata ardina tuh cwek yg g bs diatur sm cwoknya, smpe akhirnya si eza udh habis kesabaranny unt memberitahu sang pacar yg ternyata g bs dikasih tau.

2. eza gionino, seorang cwo yg g tanggung jwb dgn hal apa yg telah dia lakukan, apapun itu yg ia lakuan slma berpcaran hrsny sbg cwok yg Gentel dia harus bs bertanggung jawab..
pantang bgi seorang pria bwt mengingkari janjinya.
masa Makanan yg udh ditelan mau dia muntahkan lg keluar???

Kuas Vitra ( nama seni  saya ) : Ini mungkin salah satu contoh hubungan beda usia ( si cewek lebih tua dari si cowok ) yg tidak berhasil. Selalu ada excuse dari si pelaku. Sekali dia tidak jujur, saya layak mempertanyakan dalihnya melakukan kekerasan. Kekerasan tak ada justifikasinya dalam kasus seperti ini. Saya bisa membaca raut wajah org yg tidak tulus. Orang macam apa yg menyelesaikan ketidakcocokan pendapat atau memaksakan aturan dengan pemukulan lebam2 seperti itu ? Dalam agama, ortu pun dilarang memukul seperti itu ketika sedang mendisiplinkan anaknya. Dunia ini masih terlalu patriarkhis memang. Perbuatan kejam seperti ini masih ada simpatisannya.

Nur Diansyah :  dlm suatu hubungan itu memang g boleh melakukan kekeran fisik..
t ingat itu jg di bolehkn bila seseorng benar” melakukan kesalhan yg fatal, baik itu ank maupun istri,
inget cerita nabi ayub yg memukul istrinya 100x krn sang istri meninggalkan suaminya saat sakit keras, namun digantikan dgn 100batang ranting dijadikan 1 dlm 1pukulan…

namun kekerasan itu tdk bs dbenarkan saat mereka berpacaran,
yg terpenting adl, sorang pria harus tnggung jawab atas apa yg mereka lakukan, jng maunya enknya aj, udh puas ditinggalin(karena itu akn berdapk sangat buruk bgi si wanita kedepannya, trutama unt kekasihnya yg baru(hubungan baru)). pst kekasihny yg baru akn slalu mmperdebatkan masalalunya bila sang kekasih tau masalalu dia dgn sng mantan.

jadi cowok itu hrus gentel…..

TO Suardja : Moralitas semakin menipis,masa wanita dikasari,laki2 harusnya melindungi.

Kuas Vitra : Saya kira kita harus proporsional dalam bertindak. Jika masih berstatus pacar dgn alasan tidak patuh ( itu pun masih diragukan kebenarannya ) tidak diperbolehkan seorang pria memukuli seperti itu. Syah mestinya sportif, mengakui bahwa anda sudah salah: dengan melihat alasan dulu, baru perbuatan. Dalam hukum : perbuatan melanggar hukum itu yang dilihat dulu dengan didukung bukti2 valid, alasan baru dilihat belakangan jika diperlukan. Anda jangan melintir lagi, muter lagi, dengan kasus nabi yg sudah kita ketahui kadar moralnya, beratus tahun lalu untuk mengatrol ego anda. Indonesia bukan negara Islam, tapi negara hukum. Anda harus paham itu.

Kuas Vitra : Ini bukan rumah anda, Syah, atau rumah bapak anda yang menempatkan perempuan di bawah pria. Ini rumah saya. Saya yang in charge di sini. Jangan bawa superioritas anda ( pria ) di tempat saya. Sebagai tamu, anda mestinya tidak bicara kesalahan tuan rumah ( bisa jadi sudut pandang anda yang salah, karena jam terbang masih rendah, berabe kan ? ). Lebih baik anda katakan : maaf, pandangan saya agak berbeda. Menurut saya begini .. dst. Jadi tidak mudah menimbulkan antipati, atau terkesan menggurui. Silakan anda dengan pendapat anda, saya dengan pendapat saya ( jika format bicaranya seperti ini ).

Jika anda sulit menerima konstruksi ini, bongkar kekerasan yang anda terima dari bapak anda. Katakan keras2 tindakan itu tidak benar ! Jika anda memaklumi dan menerimanya sebagai suatu kewajaran, maka anda akan mempraktekkan kekerasan itu pada anak dan pasangan anda, jika anda kalap. Karena itu satu2-nya pola interaksi yg anda ketahui dari kehidupan masa kecil anda ( yg tidak pernah anda pertanyakan, koreksi dan cari alternatif solusinya ). Bicara dengan saya saja nggak pernah benar2 ( bahkan tidak tuntas ) di simak. Sekedar jeda untuk anda ambil nafas. ( lalu buat apa saya buang2 waktu mendengar anda ? toh, saya lebih tahu jawaban yang benar ).

Percuma idealis tanpa pengikut. Anda takkan mencapai apa2. Perlu banyak orang untuk menggerakkan sebuah perubahan. Jangan terbiasa bicara di ruang hampa yang hanya anda sendiri yang mendengar. Bagaimana pemikiran anda bisa teruji jika anda jarang menyimak atau menunggu orang selesai bicara ketika men-counter argumen anda ? Jadinya seperti ini. Belum apa2, anda sudah memposisikan diri di atas. Orang jelas memilih ngeloyor pergi. Hubungan setara, akan lebih baik jika ini soal dari hati ke hati berujung tindakan tulus. Tak seorang pun rela menjadi subordinat orang lain. Bahkan balita tahu itu ketika menantang hegemoni ortu-nya. Apalagi seorang blogger dgn 650 ribu pembaca, pernah S1 di Unpar, S2 di ITB yang di posisikan di bawah oleh anak Unikom yang belum lulus. Anda tidak curios, kenapa bisa sebanyak itu orang yg membaca posting ‘berat’ tentang nasionalisme, sejarah, seni budaya, permasalah politik, ekonomi dsb hasil analisa saya ?

Sekali lagi kebenaran tidak punya jenis kelamin. Jika itu benar meski perempuan yang mengatakan, pria juga mesti bisa sportif. Tidak melintir lagi no matter what orang lain yang salah. Be gentle. Wanita lebih menghargai pria yang bisa jantan mengakui kekurangan. Butuh keberanian besar untuk bisa melakukan itu. Jika anda belum bisa, maaf, anda pun terlihat ‘kecil’ di mata saya.

( gimana rasanya dikritik ? Tidak enak kan jika frontal begini ? Tapi saya perlu melakukan agar anda bisa berempati, wise dan rendah hati ketika bertamu atau bicara dengan siapa pun ( terutama wanita ) di luar rumah anda yang punya nilai yang sama sekali berbeda. Oke ? )

Aksi heroik pejuang reenactor  bersetting bangunan kuno ? Terasa nyata. Lestarikan heritage, yuk ..  ( FB-ku, 3/2/2013 )

Wisata sejarah dan juriq ( hantu ) sudah pernah ? Di Bandung ada tuh. Digagas “Bandung Heritage”, lembaga pelestarian bangunan kuno bersejarah yang berkantor di Jalan Riau no.209, Bandung ( telp +6222 7234 661 ).

Sebetulnya, awalnya, aslinya, ada sekitar 400 bangunan yang layak dilindungi, tapi yang masuk perda hanya 99 bangunan saja (http://www.bandungheritage.org/data/perda19.htm ). Jadi, ada sekitar 300 bangunan yang rawan penghancuran, karena berbagai alasan ( terbesar karena kurangnya wawasan dan kesadaran tentang nilai bangunan antik. Termasuk dari kalangan birokrat dan pembuat perda ini ).

Dengan lebih 500.000 bangunan mengisi wilayah Bandung, hanya 99 saja yang dibiarkan berdiri antik. Apa kerasa kehadirannya ? Para sesepuh bangunan ini akan tenggelam, atmosfernya hilang, jadi the lost city, tak berkarakter. Sayang, kan ? Kita tidak ingin kota ini seragam seperti kota2 lain. Modern, tapi tanpa jiwa dan kenangan. Padahal, Bandung dikenal sebagai ibukota Parahyangan yang penuh kenangan.

Pernah direncanakan sebagai ibukota Indonesia ( masa Hindia Belanda ), dengan rancangan kota dan bangunan dari sejumlah urban designer dan arsitek top Eropa. Sebagian besar sudah dibangun. Lihat, pada kokoh dan awet, kan ? Temboknya aja bisa sampai setebal satu meter, tanpa kolom ( tiang struktur ). Unik.

Jaman sekarang pun, Kota Bandung masih pilihan utama orang2 yang pernah keliling Indonesia dan dunia. Mengalahkan Bali, kota kelahiran sebagian mereka ! Katanya, sih, hawanya sueejukkk.. masyarakatnya relatif ramah tamah, welcome and frendly. Maklum, sejak awal berdirinya, Bandung sudah ramai dikunjungi wisatawan dari segala penjuru dunia. Jumlah wisatawan lebih banyak dari penduduk asli. Jadi, warga Bandung sudah terbiasa menyambut tamu. Someah. ( saya pun selalu bawa peta ke mana pun untuk menerangkan sejelasnya jalan menuju lokasi yang ditanyakan pengunjung dan turis ).

Belum lagi, mojang jajaka-na gareulis karasep. Nasinya pulen. Top markotop, nomor satu di Indonesia ( beras Jawa Barat ). Fashion dan kuliner-nya juga maknyus. Gudangnya musisi, seniman dan orang kreatif. Kurang apalagi ? ( terang saja mereka betah ).

Noone’s perfect. Sampah, jalan bolong-macet dan terbengkalainya bangunan tua, beberapa kekurangan Bandung. Anda peduli ? ( agar wisatawan tetap datang dan melariskan dagangan anda ). Ini dia daftar bangunan antik bersejarah dengan pelbagai kategorinya yang layak dipertahankan untuk menjaga image Bandung di kepala2 orang2 yang pernah berkunjung dan kangen sama kota ini.

Dari data “Bandung Heritage” tahun 1997, diketahui di Bandung ada sekitar 18 arsitek/ kantor arsitek yang membentuk wajah Bandung tempo dulu. Terbanyak arsitek Schoemaker ( 30 karya ; Gereja Kathedral di Jln. Merdeka, Gereja Bethel di Jln. Wastukencana, Masjid Cipaganti, Bioskop Majestic, Hotel Preanger, Gedung Asia Afrika dan Gedung PLN Bandung, Villa Isola, dll ), disusul A.F.Aalbers ( 11 karya ), J. Gerber ( 9 karya ; Gedung Sate, Gedung Dwi Warna, Pendopo Walikota, Gedung Polwiltabes, Balaikota, Kantor Kodam III Siliwangi, Gedung SD Merdeka, Gedung Sekolah Santa Angela dan Museum Pos ), Edward Cuypers ( 5 karya ) dan Ir. Soekarno ( 5 karya ). Lengkapnya, ke-400 sesepuh tersebut adalah :

Nama bangunan heritage dan alamatnya.

  1. Pertokoan Kodros Jl. ABC 1,3,5,7,9
  2. Toko “Bandung Baru” Jl. ABC 50,52,54
  3. Kantor kotamadya DT II Bandung Jl. Aceh 1
  4. Toko Jl. Aceh 38
  5. Rumah Tinggal Jl. Aceh 40
  6. Pendidikan Guru Olahraga Jl. Aceh 43
  7. Perpustakaan UNPAR Jl. Aceh 47
  8. Kologdam Jl. Aceh 50
  9. Kodam III Siliwangi Jl. Aceh 59
  10. Kawasan Kodam III Siliwangi Jl. Aceh 59
  11. Bengkel Motor Jl Ahmad Yani 216
  12. Gudang Jl Ahmad Yani 220-222
  13. Dinas Kebakaran Jl Ahmad Yani
  14. Pabrik Tekstil Jl Ahmad Yani 16
  15. Villa Jl Ambon 3
  16. Providentia Jl Anggrek 60
  17. Rumah Potong Hewan Jl Arjuna 45
  18. Pabrik Tekstil Jl Aruna 53
  19. Sharp Building Jl Aruna 57
  20. Rumah Tinggal Jl Arjuna 95,97,99,101,103,105,107,109,111
  21. Rumah Tinggal Jl Aruna 111
  22. Kimia Farma Jl Asia Afrika 9
  23. Apotik Kimia Farma Jl Asia Afrika 34
  24. Dezon NV/Bdg Promotion Centre Jl Asia Afrika 39
  25. Kantor Pos Besar Jl Asia Afrika 47
  26. Bank Dagang Negara Jl Asia Afrika 51
  27. P.T. Asuransi Jiwasraya Jl Asia Afrika 53
  28. Bank Exim Indonesia Jl Asia Afrika 61
  29. Perusahaan Listrik Negara Jl Asia Afrika 63
  30. Gedung Merdeka Jl Asia Afrika 65
  31. Kantor Pikiran Rakyat Jl Asia Afrika 77
  32. Hotel Preanger Jl Asia Afrika 81
  33. Toko Mebel Rotan LIDO Jl Asia Afrika 90
  34. Bank International Indonesia Jl Asia Afrika 95-97
  35. Toko Padang Jl Asia Afrika 104,106,108,110
  36. Savoy Homann Heritage Hotel Jl Asia Afrika 112
  37. P.D. Darawati Jl Asia Afrika 132
  38. Kantor Jl Asia Afrika 176-178
  39. Vigano Jl Asia Afrika 188
  40. Toko Jl Astanaanyar
  41. Rumah Tinggal Jl Badaksinga 1,7,13,15,17
  42. Rumah Tinggal Jl Bahureksa 15
  43. Bank Umum Nasional Jl Bali 1,3,5,7.9.11
  44. Toko Kopi Aroma Jl Banceuy 51
  45. Rumah Tinggal Jl Banceuy 19
  46. Gereja Katolik Bebas “St. Albanus Jl Banda 26
  47. Perum Listrik Jl Banten 8
  48. Gedung Rumentang Siang Jl Baranang siang 1
  49. Toko Hasil Bumin “Bintang” Jl Belakang Pasar 1
  50. Pertokoan Cina Jl Belakang Pasar 5,7,9,11
  51. Ruko Jl Belakang Pasar 20
  52. Pertokoan Cina Jl Belakang Pasar 22,24
  53. Ruko Jl Belakang Pasar 62
  54. Ruko Jl Belakang Pasar 102
  55. Rumah Tinggal Jl Belakang Pasar 115
  56. SMA 3 dan SMA 5 Jl Belitung 8
  57. Pemandian Centrum Jl Belitung 10
  58. Rumah Tinggal Jl Bengawan 25
  59. Museum Asia Afrika Jl Asia Afrika
  60. Bioskop Mayestic Jl Braga
  61. Apotik Kimia Farma Jl Braga 2,4,6
  62. Gudang Kimia Farma Jl Braga 3
  63. Hotel Braga Jl Braga 8
  64. Sarinah Jl Braga 10
  65. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Jl Braga 12
  66. Dekranas Daerah Jawa Barat,Tenda Biru Jl Braga 15-17
  67. Centre Point Jl Braga 117
  68. LKBN Antara Jl Braga 25
  69. Toko Liling, Braga Mebel Jl Braga 36-38
  70. Gedung Gas Negara Jl Braga 40
  71. Forty Three Furniture Jl Braga 43
  72. Ex Toko Populair Jl Braga 45
  73. Bank Modern dan Toko Concurent Jl Braga 53-55
  74. Sibayak,Bank Sukapura,dll Jl Braga 54,56,58
  75. Deretanh Sinsin, Tiffany S dan Sinar Mas Jl Braga 59,61,63
  76. Deretan Kasoem Jl Braga 60,62,64,66
  77. Toko Merdeka, Meubel North Sea bar Jl Braga 82,84
  78. Deretan Cuero Jl Braga 77.79.81.83.85.87.89,91,93,95,97
  79. Deretan Elegance Jl Braga 90-94 Lembong
  80. Ex Permorin Jl Braga 99
  81. Permorin Jl Braga 99
  82. Deretan Sentral Billiard Jl Braga 101,103,105,107,109
  83. Bank Indonesia Jl Braga 108
  84. Ega Kineta Kursus Komputer Jl Braga 111
  85. Leather Palace Jl Braga 113-115
  86. Landmark Building Jl Braga 131
  87. MAPOLTABES Jl Braga 135
  88. Klinik RSHS/Puskesmas Tamblong Jl Bungsu 2
  89. Sekolah Dasar Negeri I -II Jl Cibadak 193
  90. SD Cibadak Jl Cibadak 202
  91. Rumah Tinggal Jl Cibadak 259
  92. Rumah Tinggal Jl Cicendo 5
  93. Rumah Tinggal Jl Cicendo 7
  94. Show Room Mobil Jl Cicendo 12
  95. Rumah Tinggal Jl Cicendo 14
  96. Rumah Tinggal Jl Cicendo 21
  97. Pabrik Kina Jl Cicendo /Pajajaran 25
  98. Rumah Tinggal Jl Cicendo 31
  99. Rumah Tinggal Jl Cihamplas 6
  100. Rumah Tinggal Jl Cihamplas 27
  101. Kantor Jl Cihamplas 36
  102. Oncom Raos Jl Cihamplas 57
  103. Souvenir Shop Jl Cihamplas 96
  104. Toko Jl Cihamplas 144
  105. Rumah Tinggal Jl Cihamplas 184
  106. Rumah Tinggal Jl Cihamplas 107
  107. Gereja Kristiani Jl Cikapayang 2
  108. Rumah Tinggal Jl Cikapayang 18
  109. PT Perkebunan XIV Jl Cikapundung Barat I
  110. Rumah Tinggal Jl Cilaki 27
  111. Rumah Tinggal Jl Cilamaya 1,3,5,7,9
  112. Rumah Tinggal Jl Cimanuk 5
  113. Rumah Tinggal Jl Cimanuk 31
  114. Rumah Tinggal Jl Cimanuk 2
  115. Rumah Tinggal Jl Cipaganti 3
  116. Rumah Tinggal Jl Cipaganti 8
  117. Rumah Tinggal Jl Cipaganti 63
  118. Masjid Cipaganti Jl Cipaganti 85
  119. Rumah Tinggal Jl Cipaganti 217
  120. Rumah Tinggal Jl Dr. Cipto 36
  121. SMA Negeri 20 Jl Citarum 23
  122. Rumah Tinggal Jl Citarum 34
  123. PT Bita Enarcon Engineering Jl Cisangkuy 56
  124. Komplek Militer Jl Ciumbeleuit 2
  125. Wisma Departemen Sosial Jl Ciumbeleuit 197
  126. Wisma Siliwangi Jl Ciumbeleuit 135
  127. Rumah Tinggal Jl Ciwulan 9
  128. Pendopo Kabupaten Jl Dalem kaum I
  129. Rumah Resmi Walikota Jl Dalem Kaum 56
  130. Kantor Hotel Homan Jl Dalem Kaum
  131. Bioskop Dian Jl Dalem Kaum 58
  132. Gedung Sate Jl Diponegoro 22
  133. Museum Geologi Jl Diponegoro 57
  134. Gedung Dwiwarna Jl Diponegoro 59
  135. Rumah Tinggal Jl Diponegoro 20
  136. Kantor Jl Dipati Ukur 3
  137. Rumah Tinggal Jl Dipati Ukur 25
  138. Rumah Tinggal Jl Dipati Ukur 42
  139. Rumah Tinggal Jl Dipati Ukur 30
  140. Rumah Tinggal Jl Dipati Ukur 17
  141. Bangunan Lima Pintu(Cirebonan) Jl Dulatip 66-68
  142. Rumah Tinggal Jl Eyckman 7
  143. Rumah Tinggal Jl Ehrlich 11
  144. Rumah Tinggal Jl Flores 1
  145. Rumah Tinggal Jl Flores 4,6,8,10
  146. Apotik Utari Jl Flores 5,7,9
  147. Rumah Tinggal Jl Ganesa 6
  148. Institut Teknologi Bandung Jl Ganesa 10
  149. Panca Niaga Jl Gatot Subroto 1
  150. Sekolah Pendidikan Guru Olahraga Jl Gatot Subroto 6
  151. Rumah Tinggal Jl Ganesa 15
  152. Rumah Tinggal Jl Ganesa 5
  153. Villa Gruno Jl Gatot Subroto 32
  154. Asrama Jl Gatot Subroto 54,56
  155. Rumah Tinggal Jl Gatot Subroto 65
  156. Rumah Tinggal Jl Gatot Subroto 75
  157. Rumah Tinggal Jl Gatot Subroto 77
  158. Gudang Militer Jl Gudang selatan 30
  159. Gudang Militer JL Gudang Selatan 88
  160. Kantor Notaris Jl Guntur 16
  161. PT Borsumij Wehry Indonesia Jl Halimun 36
  162. Rumah Tinggal Jl Halmahera 2
  163. SMPN 5 Jl Jawa
  164. Balai Kesehatan Jl Jawa 20
  165. Dinas Pendapatan Daerah Jl Ir. Juanda 37
  166. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 45
  167. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 63
  168. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 68
  169. Rumah Tinggal Jl Ir Juanda 98A (Jl Hasanudin)
  170. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 104
  171. Tiga Villa (Rumah Tinggal) Jl Ir. Juanda 111.113,115
  172. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 116
  173. Rumah Tinggal Jl Ir Juanda 118
  174. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 133
  175. Bandung Pakar Jl Ir. Juanda 137
  176. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 140
  177. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 147
  178. Villa Jl Ir. Juanda 148
  179. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 149
  180. Bank Umum Nasional Jl Ir. Juanda 151
  181. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 155
  182. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 163
  183. Rumah Tinggal Jl Ir Juanda 165
  184. Rumah Tinggal Jl Ir Juanda 187
  185. Rumah Tinggal Jl Ir. Juanda 189
  186. BPD Jl Ir. Juanda 191
  187. SMAN 1 dan SMAK Dago Jl Ir. Juanda 193
  188. Pembangkit Listrik Tenaga Air Pakar Jl Dago Pakar
  189. Rumah Tinggal Jl Kasim 6,8,10 dan 31
  190. Hotel Surabaya Jl Kebonjati 71
  191. Ruko Kebonjati Jl Kebonjati 106
  192. Kantor/Gudang PJKA Jl Kebonjati 134
  193. Bandung Milik Centre Jl Kebonsirih 1
  194. Komando Daerah Militer III, Detesemen Markas Jl Kalimantan 14
  195. Kelenteng/Vihara Setia Budhi Jl Kelenteng 14
  196. Rumah Tinggal Jl Kelenteng 26
  197. Pertokoan Jl Kelenteng/Kebon Tangkil 16
  198. Pertokoan Jl Kelenteng/Kebon Tangkil 17
  199. Pertokoan Cina Jl kelenteng 24
  200. Pertokan Cina Jl Kelenteng 33
  201. Pertokoan Jl Kelenteng 54,56,58,60
  202. Rumah Tinggal Jl Kesatriaan 10
  203. Rumah Tinggal Jl Kiputih 14,46
  204. Rumah Tinggal Jl Kyai Luhur 6
  205. Hotel Istana Jl Lembong 21
  206. Museum Mandala Wangsit Jl Lembong 38
  207. Rumah Tinggal Jl Lengkong Kecil 20,22
  208. Rumah Tinggal Jl Lengkong Tengah 1
  209. GKPR-RI (Gabungan Koperasi RI Jl Lengkong Besar 4
  210. Pusdiklat Kepolisian Jl Lingkar Selatan 638,640
  211. Overseas Express Bank Jl Lombok 32
  212. Rumah Tinggal Jl Martadinata 18,51,53,55,57,59,61,63
  213. British Institute Jl Martadinata 63
  214. Rumah Tinggal Jl Martadinata 67
  215. Kentucky Fried Chiken Jl Martadinata 72
  216. Rumah Tinggal Jl Martadinata 81
  217. Pratikum SMP & Taruna Bakti Jl Martadinata 93
  218. Rumah Tinggal Jl Martadinata 97
  219. Rumah Tinggal Jl Martadinata 103
  220. Rumah Tinggal Jl Martadinata 106
  221. Kantor Jl Martadinata 108,110
  222. Lux Vincent Jl Martadinata 124
  223. Rumah Tinggal Jl martadinata 158
  224. Rumah Tinggal Jl Martadinata 160
  225. Rumah Tinggal Jl Martadinata 162
  226. Rumah Tinggal Jl Martadinata 164
  227. Guest House LAPAN Jl Martadinata 166
  228. Kantor Militer Kodam III Siliwangi Jl Martadinata 167
  229. Direktorat Operasi Paket POS Jl Martadinata 203
  230. Kanwil P&K Jawa Barat Jl martadinata 207-209
  231. Rumah Tinggal Jl Malabar 6
  232. Rumah Tinggal Jl Malabar 56
  233. Rumah Tinggal Jl Maulana Yusuf 2
  234. Rumah Tinggal Jl Maulana Yusuf 11
  235. Gereja St, Petrus Jl Merdeka 14
  236. Kantor Gereja St, Petrus Jl Merdeka 14
  237. Polwiltabes Bandung Jl Merdeka 16,18,20
  238. Santa Angela Jl Merdeka 24
  239. Rumah Tinggal Jl Mohamad Toha 50
  240. Hubdam III Siliwangi Jl Mohamad Toha 55
  241. Rumah Tinggal Jl Mundinglaya 9
  242. Rumah Tinggal Jl Mundinglaya 11
  243. Rumah / Kantor Pemerintah Jl Mundinglaya 12
  244. Gedung yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Jl Naripan 1
  245. Rumah Tinggal Jl Naripan 46
  246. Rumah Tinggal Jl Naripan 48
  247. Rumah Tinggal Jl Naripan 69
  248. Rumah Tinggal Jl Naripan 85,86
  249. Rumah Tinggal Jl Naripan 99
  250. Perkantoran Gandeng Jl Naripan 137,139,141,143,145
  251. Kediaman Gubernur Jawa Barat Jl Oto Iskandardinata 1
  252. U.S.P. Kuveri Jabar Jl Oto Iskandardinata 56
  253. Pertokoan Jl Oto Iskandardinata 81
  254. Toko Madonna Jeans,dll Jl Oto Iskandardinata 84,86,98.90
  255. Rumah Toko Jl Oto Iskandardinata 150
  256. Center Optical Jl Oto Iskandardinata 160
  257. Rumah Tinggal Jl Otten 27
  258. Rumah Tinggal Jl Otten 29
  259. Rumah Tinggal Jl Pagergunung 4
  260. Rumah Tinggal Jl Pagergunung 7,9,11,13,15,17
  261. Rumah Tinggal Jl Pagergunung 10,12,14,16,18,20
  262. Rumah Tinggal Jl Pajajaran 93
  263. Rumah Tinggal Jl Pajajaran 12,14,16
  264. SMP Sandhy Putra Jl Palasari 1
  265. Rumah Tinggal Jl Palasari 5
  266. Gereja Jl Pandu 4
  267. Rumah Tinggal Jl Pandu 21
  268. Rumah Tinggal Jl Pasantren Wetan 9
  269. Rumah Tinggal Jl Pasantren Wetan 11
  270. Rumah Tinggal Jl Pasantren Wetan 17
  271. Ruko Jl Pasar Utara 8,10
  272. Ruko Jl Pasar Utara 18
  273. Harapan Bemas, Gotong Royong,Kiki,dll Jl Pasar Selatan 4,6,8
  274. Ruko Jl Pasar Selatan 33
  275. Pertokoan Jean Jl Pasar Selatan 10,12,14,16,18
  276. Pertokoan Jl Pasirkaliki 14,16,18,20,22
  277. Gudang PJKA Jl Pasirkaliki 25
  278. Rumah Tinggal Jl Pasirkaliki 117
  279. Rumah Tinggal Jl Pasirkaliki 162
  280. Rumah Tinggal Jl Pasirkaliki 181
  281. Rumah Tinggal Jl Pasirkoja 90
  282. SMP Pasundan 2 Jl Pasundan 32
  283. Rumah Tinggal Jl Pasundan 60
  284. Restoran Jl Pasteur 8
  285. Yayasan Panti Asuhan Kristen “Dana Mulia” Jl Pasteur 12
  286. Rumah Tinggal Jl Pasteur 12 A
  287. Rumah Tinggal Jl Pasteur 12,24,30,36,38
  288. Institut Pasteur Jl Pasteur 28
  289. Bio Farma Jl Pasteur 36
  290. Rumah Sakit Hasan Sadikin Jl pasteur 38
  291. Rumah Tinggal Jl Patuha 3
  292. Rumah Tinggal Jl Patuha 4
  293. Rumah Tinggal Jl Patuha 10
  294. Rumah Tinggal Jl Patuha 11
  295. Rumah Tinggal Jl Patuha 14
  296. Kantor Kecamatan Jl Pecinan Lama 13
  297. Pertokoan Jl Pecinan (gang Suniraja 25,27,29,30)
  298. Kantor Pusat PJKA Jl Perintis Kemerdekaan 1
  299. Masjid Jl Perintis Kemerdekaan 5
  300. Kantor Metrologi Jl Perintis kemerdekaan 5
  301. Rumah Tinggal Jl Prabudimuntur 2
  302. Rumah Tinggal Jl Prabudimuntur 4,6,12,14,18
  303. Rumah Tinggal Jl Pudak 19
  304. Rumah Tinggal Jl Pungkur 82
  305. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 4
  306. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 6
  307. Masjid Al Hikmah Jl Purnawarman 7E
  308. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 29
  309. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 62
  310. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 64
  311. Rumah Tinggal Jl Purnawarman 70
  312. Rumah Tinggal Jl Rubini 1
  313. Kantor Jl Ranggagading 3
  314. Rumah Tinggal Jl Ranggagading 14
  315. Rumah Tinggal Jl Sangkuriang 1
  316. Rumah Tinggal Jl Sangkuriang 7
  317. Guest House & Asrama Jl Sangkuriang 11
  318. Psikologi Angkatan Darat Jl Sangkuriang 11
  319. Pertokoan Jl Saritem 29
  320. Rumah Tinggal Jl Sawunggaling 2
  321. Rumah Tinggal Jl Sawunggaling 2,4,8,10,16
  322. Rumah Tinggal Jl Sawunggaling 7
  323. Guest House ITB Jl Sawunggaling 13
  324. Reservoir Air Jl Setiabudi
  325. SMP Negeri 12 Jl Setiabudi 195
  326. Yayasan Sekolah Jepang Jl Setiabudi 199
  327. Perumahan Dosen IKIP Jl Setiabudi 198,300,204
  328. Komplek Perumahan Dosen IKIP Jl Setiabudi 211,213,215,217,219
  329. Komplek Perumahan Dosen IKIP Jl Setiabudi 221,223,225
  330. Rektorat IKIP Jl Setiabudi 229
  331. Tangga Batu Jl Setiabudi 229
  332. Sekolah Ajudan Jenderal Jl Setiabudi 238
  333. Perumahan Dosen IKIP Jl Setiabudi 240
  334. Rumah Tinggal Jl Setiabudi 285
  335. Rumah Tinggal Jl Setiabudi 338
  336. Toko Jl Sudirman 302
  337. Ruko Jl Sudirman 378
  338. Rumah Tinggal Jl Sudirman (Cimahi)
  339. Gedung Persediaan Cikudapateuh Jl Sukabumi 20
  340. Rumah Tinggal Jl Sukajadi 207
  341. Ruko Jl Sukamanah 60,62,64,68
  342. Rumah Tinggal Jl Sukasari 2,4
  343. Gedung Tiga Warna Jl Sultan Agung 1
  344. Rumah Tinggal Jl Sultan Agung 9
  345. Rumah Tinggal Jl Sultan Agung 11,13,15
  346. Rumah Tinggal Jl Sultan Agung 23,25,27
  347. Rumah Tinggal Jl Sultan Agung 27
  348. Rumah Tinggal Jl Sumatra 22
  349. “Lucredia” Jl Sumatra 24
  350. Kantor Militer Jl Sumatra 31
  351. Direktorat Keuangan Siliwangi Jl Sumatra 39
  352. Paguyuban Pasundan Jl Sumatra 41
  353. SMP Negeri 2 Jl Sumatra 42
  354. Rumah Tinggal Jl Sumatra 44
  355. Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional Jl Sumatra 47
  356. Rumah Tinggal Jl Sunda 19
  357. Toko Besi Pusaka Jl Sunda 25
  358. Rumah Tinggal Jl Sunda 35
  359. Dewan Harian Daerah Angkatan 1945 Jl Sunda 39
  360. Rumah Tinggal Jl Sunda 64
  361. Rumah Tinggal Jl Sumbawa 15,17,19
  362. Marabu Jl Suniaraja 5
  363. Bangunan Sudut Pembentuk Blok (Pecinan) Jl Suniaraja 75
  364. Rumah Toko Deret Jl Suniaraja 91,93,95,97,99
  365. Rumah Toko Sepatu Deret Jl Suniaraja 36,38,40
  366. Rumah Tinggal Jl Dr. Sutomo 2
  367. Rumah Tinggal Jl Dr. Sutomo 6
  368. Pabrik Tekstil Jl Supadio 16
  369. PDAM Reservoir Jl Surapati 67
  370. Gereja Boromeus Jl Suryakencana 3
  371. Rumah Tinggal Jl Suryakencana 13
  372. Rumah Tinggal Jl Suryakencana 16
  373. Kantor PJKA Jl Stasion Selatan 25
  374. Stasion Kereta Api Jl Stasion Selatan 25
  375. Bank Pembangunan Daerah Jl Tamansari 18
  376. Rumah Tinggal Jl Tamansari 30
  377. Rumah Tinggal Jl Tamansari 32
  378. Rumah Tinggal Jl Tamansari 40
  379. Rumah Tinggal Jl Tamansari 44
  380. Kantor Rektorat ITB Jl Tamansari 64
  381. Guest House Villa Merah Jl Tamansari 78
  382. Bukit Tinggi Jl Tamansari 92
  383. SMP Providentia Jl Taman Anggrek 1
  384. Elfa Music Studio Jl Taman Pramuka 169
  385. Gereja Jl Taman Cempaka 2
  386. Rumah Tinggal Jl Taman Cempaka 8
  387. Toko Alat Olahraga “Celebes” Jl Tamblong 11
  388. Bank Pasific, Jl Tamblong 12,20
  389. Toko Buku “Kencana Agung” Jl Tamblong 20,30
  390. Binatu Jl Tamblong 34
  391. Ruko Jl Tamblong 52,54,56,58
  392. Rumah Tinggal Jl Tampomas 1
  393. Rumah Tinggal Jl Tampomas 9
  394. Rumah Tinggal Jl Tampomas 14
  395. Rumah Tinggal Jl Tampomas 19
  396. Rumah Tinggal Jl Tirtayasa 2
  397. Rumah Tinggal Jl Tirtayasa 6
  398. Rumah Tinggal Jl Tubagus Ismail 1
  399. Rumah Tinggal Jl Tubagus Ismail 7
  400. Rumah Tinggal Jl Tubagus Ismail 21,23
  401. Rumah Tinggal Jl Trunojoyo 23
  402. Rumah Tinggal Jl Trunojoyo 29
  403. Rumah Tinggal Jl Trunojoyo 34,36
  404. Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Jl Ujungberung
  405. Gereja Bethel Jl Wastukencana 1
  406. Interlink Jl Wastukencana 5
  407. Toko Kembang Jl Wastukencana 14
  408. Rumah Tinggal Jl Wastukencana 16,18
  409. Rumah Tinggal Jl Wastukencana 22
  410. Rumah Dinas Pangdam Siliwangi Jl Wastukencana 24
  411. Departemen Tenaga Kerja Jl Wastukencana 26
  412. Komplek Gereja & Sekolah Jl Wastukencana 40,42
  413. Rumah Tinggal Jl Wastukencana 42
  414. Rumah Tinggal Jl Wastukencana 43
  415. Rumah Tinggal Jl Wastukencana 51,53
  416. Rumah Tinggal Jl Dr. Wahidin 1
  417. Rumah Tinggal Jl Dr. Wahidin 3
  418. Rumah Tinggal Jl Westhof 1
  419. Rumah Tinggal Jl Westhof 11
  420. Rumah Tinggal Jl Windu 4,6

Wayang orang, opera terbaik dunia, impian Dewi Sulastri-Suryandoro. Megah kolosal dipentaskan di INA House, impianku. ( FB-ku, 30/1/2013 )

suryandoro

Suryandoro dan Dewi Sulastri, pasangan seniman yang total mengabdikan diri pada wayang orang. Wayang memang masterpice, juga seluruh warisan tradisi, seni budaya adiluhung leluhur kita yang pernah menjadi bangsa adidaya di dunia ( Sriwijaya dan Majapahit ). Anda ingin dunia mengingat Indonesia ? Dukung setiap pelestarian budaya dengan segala daya yang bisa anda lakukan. Imbasnya akan ke negara dan anda juga. Lihat wayang, ingat Indonesia. Lihat Reog ingin datang ke Indonesia. Lihat Jaipong ingin borong suvenir di Jawa Barat, atau jajan kuliner dan fashion ke Bandung. Hmm… asyik kan ?

Gimana rasanya, nonton wayang orang di akhiri tepuk tangan membahana lebih 2000 penonton ? Bangga, menjadi orang Indonesia. Dielu-elukan sebagai opera terbaik dunia, apalagi. Dibawakan dalam bahasa Indonesia yang puitis, paham. Dengan tema aktual yang tengah kita hadapi, nyambung. Wah, 4 jempol. Rrruarr biasa !

Siapa punya gawe ? Dewi Sulastri ( 47 ) dan Suryandoro ( 47 ), menghadirkannya lewat kelompok Swargaloka. Didukung 60-75 pemain, mayoritas kaum muda dari Yogyakarta dan Surakarta ( Solo ). Mereka melestarikan, menjaga nilai2 wayang sekaligus mengembangkannya. Durasi 4 jam diringkas 90 menit. Irama rap sampai blues disisipkan. Pembaruan seni tradisional agar tak ditelan zaman.

Lakon disesuaikan dengan kondisi bangsa, misalnya, usai peristiwa kerusuhan Mei 1998, Swargaloka menampilkan karya Sutasoma tentang pentingnya kerukunan. Biaya Rp 100 juta untuk sekali pagelaran. Mereka tampil rutin, sejak 1997 di TMII, Jakarta. Kemudian melanglangbuana sampai Banjarmasin, Kalimantan. Lebih 50 % kursi penonton terisi, dengan tiket mulai Rp 100 ribu per orang.

Dewi menjadi pesinden sejak kelas VI SD. Cucu dalang di Jepara ini menjadi duta tari tradisional dalam tim Kesenian Pelangi Nusantara ke Jepang ( 1997 ). Lalu, aktif menjadi penari istana. Dewi menjadi sutradara terbaik dalam WOPA ke-1. Menjadi pemain terbaik perempuan dalam WOPA ke-2, 3 dan 4. Apa itu WOPA ? FFI-nya wayang orang. ( lho, ada tho ? )

Sejak 7 tahun, Suryandoro menabuh gamelan dan menari di panggung terbuka Ramayana Prambanan. Lulusan SMKI Surakarta dan ISI Yogyakarta ini juga belajar menulis naskah, merancang kemasan dan memproduksi wayang orang. Debutnya, “Memolo Cupu Manik Astagina” memenangi Festival Wayang Orang Tingkat Nasional ( WOPA ) di Surakarta. Suryandoro lalu menjadi staf bidang budaya di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ).

Wayang orang bukan milik masa lalu. Punya dinamika dan kemampuan berdialog dengan masa kini. Wayang orang adalah seni yang komplet : seni tari, musik, suara ( tembang ), drama, tata rias, dekorasi, sampai tata busana. Watak dan karakter wayang orang mencerminkan kepribadian kita. Ada filosofinya, sehingga tak bisa sembarangan ditampilkan, termasuk di TV. Wayang punya wibawa.

Dewi dan Suryandoro bahu membahu menempatkan wayang orang di puncak popularitas : opera terbaik dunia. Impian sempurna dari sejoli Indonesia. Siapa menyusul ?

Sampah berubah emas ? Tergantung kualitas anda. ( FB-ku 28/1/2013 )

Masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Pernah dengar ? Garbage in garbage out ( “Golden ways”-Mario Teguh , MetroTV- 27/1/201 ). Itu orang yang dalam internalisasinya tak menghasilkan apapun.

( apalagi jenis yang ngeloyor pergi atau ganti subyek sebelum lawan bicara selesai ngomong. Orang yang merasa paling tahu, lebih pintar dari siapa pun. Makhluk macam ini layak diragukan, karena ‘pengetahuan’ dan ‘argumentasi’-nya tak pernah diuji, karena dia tak memberi kesempatan orang lain bicara. Apalagi menyimak argumentasi orang yang berseberangan. Hanya dia yang benar ( dan boleh nyerocos ). Anda pernah bertemu, lalu di ‘kecil’-nya ? ).

Buat orang kreatif, kasur bekas pun bisa diolah jadi gas atau pelapis film. Sampah menjadi emas. Kita termasuk yang mana ? ( budek, bebal atau kreatif )

Raffi dan narkoba. Korban atau pelaku ? ( FB-ku, 29/1/2013 )

Raffi Ahmad terjerat narkoba ? ( utk biaya caleg ( pengedar ) atau overload pekerjaan ( pecandu ) ? )  Ia, satu dari 4, 2 juta warga Indonesia yang terjerat narkoba ? 50 orang mati tiap hari karena narkoba. Peredaran narkoba memicu tindak kejahatan, kehancuran rumah tangga, kecelakaan lalulintas dan penyebaran HIV/ AIDS. Anehnya, SBY memberikan grasi dan MA membatalkan vonis para terpidana mati kasus narkoba. Kemana empati dan sense of crisis-nya ?

Pecandu narkoba, seperti penderita penyakit atau pelaku kriminal ? Dengan sadar, ia membeli, memiliki dan menggunakan narkoba. Bukan dipaksa. Pantaskah ia disebut korban ? ( sementara ia juga mempengaruhi orang lain mengkonsumsi narkoba dan psikotropika ). Bagaimana hak hidup mereka yang terkapar akibat narkoba yang mereka jajakan ? Bagaimana hak hidup masyarakat yang terancam tiap saat oleh peredaran narkoba. Kok, para terpidana narkoba dibela-belain hak hidupnya oleh hakim MA dan sejumlah LSM. Error.

Narkoba itu haram. Rasulullah Saw melarang zat yang memabukkan dan menenangkan ( HR. Abu Dawud dan Ahmad ). Sebagai zat haram, siapa saja yang mengkonsumsi, mengedarkan dan memproduksinya berarti telah bertindak kriminal. Sanksi diekspos ke publik, penjara, denda, bahkan hukuman mati harus diterapkan, mengingat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat. Setelah vonis dijatuhkan, harus segera dilaksanakan. Tidak boleh dikurangi, apalagi dibatalkan ( selama masih dalam koridor syariah ). Pelaksanaan hukuman tsb diketahui dan disaksikan masyarakat, seperti halnya zina ( QS. An-Nur ( 24 ) : 2 ).

So, jangan coba2 mencicipi narkoba. Narkoba mematikan sel otak yang berfungsi otak menenangkan stres secara alami secara permanen. Sekali digantikan dengan zat aditif ( narkoba, dll ), maka takkan bisa dihidupkan lagi. Sekali untuk selamanya ( tergantung seumur hidup pada narkoba ). Tercium dan terlihat saja sudah tergoda. Jangan terkena bujuk rayu setan2 berujud manusia tsb ( sekalipun sok akrab mengaku teman anda ). They’re liar, liar, liar .. Use drug, you suck ! ( dead )

Pemerintah dan pengusaha Indonesia backstreet dengan Israel ? Dasar kapitalis.. ( FB-ku, 23/1/2013 )

Indonesia berhubungan dengan Israel ? Secara diplomatik, tidak. Secara bisnis ? Tempo hari saat pembongkaran kargo kapal yang disidak petugas Filipina, terungkap ke media, adanya ekspor senjata bikinan Pindad ( Bandung ) ke Israel ! Investigasi lanjutan seolah tertutup bagi publik Indonesia. Senyap.

Minggu pagi, Desember 2012, di Dago, saya lihat iring-iringan orang berbaju putih membawa bendera berlogo bintang Israel. Saya lalu surfing ke blog Kajian Timur Tengah ( milik penulis Dina Sulaeman ) mencari tahu. Terkuak di sana, Indonesia ( pemerintah dan sebagian pedagang ) ternyata diam2 ‘pacaran backstreet’ dengan pembantai rakyat Palestina tsb.

Dalam otobiografi Marsekal Muda ( purnawirawan ) Djoko Poerwoko, berjudul Fit Via Vi, terungkap secara rinci bagaimana putra-putri Indonesia berhasil membawa pulang 32 pesawat A-4 Skyhawk dari Israel. Operasi pengadaan itu merupakan operasi clandestein terbesar yang pernah dilakukan TNI-AU, karena dilakukan dengan cara yang sangat rumit dan melibatkan Singapura dan AS.

Pilot-pilot AU itu dilatih dulu oleh AU-Israel untuk mengemudikan A-4 Skyhawk, yang rencananya akan dibeli pemerintah Indonesia. Mereka di latih selama 4 bulan di Gurun Negev. Setelah selesai mereka diterbangkan ke Amerika kembali. Usai mendapat latihan dari Israel mereka mendapat kemewahan yang berlimpah dari pemerintah. Mereka diterbangkan ke New York. Berlibur ke Buffalo, Dallas, Colorado, Phoenix dan terakhir Arizona. Selama perjalanan itu pula mereka wajib mengirimkan post card dan foto foto yang memperkuat alibi bahwa mereka, seolah-olah, benar-benar dididik di Amerika.

Media Umat (18/10/2012) merilis artikel yang memuat data dari Kementerian Perdagangan yang mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia-Israel menunjukkan nilai positif. Pada 2007, total perdagangan Indonesia-Israel masih sekitar 124.100 dolar AS. Setahun kemudian meningkat menjadi 116,4 juta dolar AS. Tahun 2009, total perdagangan dua negara mencapai 91.613 juta dolar AS dan kembali meningkat pada 2010 menjadi 117,5 juta dolar AS. Pada 2011 total perdagangan Indonesia-Israel mengalami penurunan, namun tahun 2012 diperkirakan meningkat cukup besar.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ada sembilan jenis buah impor yang berasal dari Israel. Bahkan pada Juni 2012 lalu, ada impor 20,6 ton buah kurma senilai 191.300 dolar AS asal Israel. Dua bulan sebelumnya, ada impor jeruk Shantang masuk Indonesia sebanyak 0,666 ton dengan nilai 709 dolar AS juga dari Israel.

Pada tahun 2006, Ketua KADIN saat itu Mohammad Hidayat meneken perjanjian perdagangan Indonesia-Israel. Perusahaan yang berperan sebagai agen bisnis perusahaan Indonesia di Israel adalah Indolink yang berkantor di Israel. Hubungan bisnis dan dagang antar dua negara telah dijalankan sejak dibukanya hubungan dagang secara resmi dan legal sejak 2001. Pada April 2012, beberapa tokoh politik dan pejabat dari Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Indonesia bahkan menghadiri perayaan Kemerdekaan Israel ke-64.

“Terkait dengan perlu tidaknya Assad mundur, Indonesia berpendapat, oposisi dan rezim perlu bertemu agar proses politik bisa berjalan terlebih dahulu”, kata Marty Natalegawa. ( Kompas 5 /1/2013 ). Pada sidang Umum PBB ke-67 ( September 2012 ), Marty secara tegas mengusulkan boikot atas produk Israel.

“Pernyataan menlu Marty bisa menjadikan dirinya “Little Soekarno”, di mana Soekarno secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsa-bangsa terjajah meski harus berhadapan dengan negara-negara besar,” ujar Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D. ( Detikcom, 29/9/2012 ).

Sampai hari ini tidak ada kabar terkait pemboikotan produk Israel oleh KADIN ( meski, publik Indonesia menghendaki pemerintah yang pro Palestina. Rakyat Palestina kini menempati kurang dari 22 % tanah airnya seiring terus dibangunnya pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina. Penjajahan keji sejak tahun 1948, kecurangan diplomatik pemerintah Israel, kebiadaban pasukan Israel tak pernah dihukum, karena veto2 dan pembelaan AS-Barat di PBB ).

Jadi, .. pencitraan lagi ? ( dari pemerintahan SBY. Kalau pemerintah tak mau, kita bisa kok boikot masing2. Ini dia daftar produk Israel ( dan zionis internasional ).

http://dinasulaeman.wordpress.com/2010/05/31/apa-yang-bisa-dilakukan-orang-biasa-boikot/

Bayar Rp 30 ribu atau Rp 700 rb untuk akad nikah ? Tergantung tempat & fasilitas. ( FB-ku 22/1/2013 )

Siapa mau dengar ustad mengeluh ? Ustad juga manusia, kok. Punya perut dan keluarga yang mesti diberi makan. Apa yang dikeluhkan ? Nuhun. Selama ini masyarakat cuma ‘nuhun’ ( mengucapkan terima kasih ) kalau sudah dibantu doa, saksi nikah ( yang tahu syarat sah nikah ), ijab kabul, dakwah nikah, dsb, oleh ustad, kyai, dai, ajengan atau ulama.

Sedangkan pada staf KUA, keluarga pengantin berani membayar Rp 600 rb- 700 rb, padahal hanya mencatat administrasi pernikahan. Bagian susahnya, masalah pernikahan, masyarakat mengadu ke ulama, kyai, dai, ustad, ajengan . Resminya cuma bayar Rp 30 rb kalau menikah di kantor KUA ( Kantor Urusan Agama ). Kalau ngambil paket ( penghulu, saksi, doa, nasehat nikah, dsb ) di luar kantor KUA ( misalnya di masjid, ruang pertemuan, hotel resor, rumah pengantin, dll ), wajar kalau diminta membayar Rp 600 rb – Rp 5 juta.

Wali nikah, sebetulnya, yang menikahkan pasangan pengantin. Bisa orang tua mempelai perempuan atau hakim agama ( jika sang ayah tiada atau tak berhak menikahkan putrinya karena alasan tertentu, seperti si putri terlahir hasil hubungan di luar nikah si ayah ).

Jumat malam itu ( 18/01/2013 ) sebetulnya pak ustad sedang ceramah soal haid atau nifas perempuan terkait tidak wajibnya sholat ( sholat tidak diganti/ qodho , kecuali yang sudah masuk waktu sholat baru dapat haid ) dan puasa ramadhan ( diganti hari lain ) pada jamaah yang mayoritas lelaki. Meninggalkan sholat dan puasa justru ibadah jika wanita dalam keadaan begitu, karena ibadah, intinya menaati Allah dan Rasul-Nya.

Tinggal saya di ruang sholat akhwat yang mendengar ceramah plus keluhan tsb. Tapi karena saya punya akun Facebook ( 202 kawan ) dan blog Great People & City ( 664 ribu pembaca ) anggap saja keluhan ustad itu didengar lebih dari satu perempuan.

Semoga masyarakat ke depan lebih bijak mengalokasikan dana pernikahan mereka ( dan para ustad juga mendengar saya : lebih arif memandang kaum mariginal, merangkul anak jalanan yang ditelantarkan negara yang tengah diincar ‘para misionaris’ non muslim belakangan ini ). Deal ?

Banjir besar dan ombak ganas, perlu skill dan ketenangan untuk selamat. ( FB-ku 21/1/2013 )

Sederhana yang memukau. Keaslian yang tak bisa ditipu. Butuh ketenangan dan kepercayaan diri tinggi untuk berani tampil demikian, di tengah masyarakat yang umumnya susah bersikap jujur. “A smooth sea never made a skillful sailor”, atau “A smooth sea indeed made a skillful sailor” ? ( Kompas, 30/12/2012 ).

Kalau saya mengartikannya demikian: kesulitan, penderitaan, musibah, segunung masalah yang harus diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya agar tidak terjadi malapetaka yang lebih besar , ibarat ombak ganas yang harus ditaklukkan seorang pelaut ( yang bertanggung jawab atas para penumpang di kapalnya ) hingga selamat sampai di tempat tujuan.

Setiap ombak ganas yang berhasil ia lalui menambah kepercayaan diri ( tampil tenang ) untuk melewati ombak berikutnya yang lebih ganas. Seorang yang berhasil melewati fase kritis dalam hidupnya ( seperti lolos dari kematian, tabrakan maut, penyakit mematikan ) sadar bahwa yang terpenting adalah nyawa ( hidup ). Harta benda menjadi tidak signifikan. Selama nyawa masih dikandung badan, ia merasa mampu menolerir semua ketidaknyamanan dan kesulitan yang ‘nilai’-nya di bawah nyawa. Ekspresi yang terlihat padanya : tenang. Everything’s under control. Itu yang maksud peribahasa pertama.

Peribahasa kedua versi ( koreksi ) saya : pelaut terampil memandang ombak ganas sebagai ombak tenang yang bisa dilaluinya. Ombak ganas adalah ombak tenang bagi pelaut terampil. A angry sea is a smooth sea for a skillful sailor.

Semoga warga Jakarta bisa lebih tenang menghadapi banjir besar 3 hari belakangan ini ( sudah pengalaman dari banjir lebih besar sebelumnya ). Dalam ketenangan lebih banyak masalah bisa diselesaikan dengan baik. Kuatkan diri dan berbuatlah yang benar ( sehingga musibah serupa tak terjadi lagi ).

———————–

Waktu cepat berlalu. Setahun serasa sehari. 2 minggu, apalagi. Warga Jabar mesti memilih pemimpin terbaik ( dari yang tersedia ). Jika Amerika Serikat belum pernah dipimpin perempuan. Indonesia sudah ( Megawati ). Jika perempuan bisa memimpin, bersih, cerdas dan bernyali, mengapa tidak ? Silakan memimpin Jawa Barat yang mayoritas perempuan. Selamat mencoblos dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Happy vote, people ..

Written by Savitri

11 Februari 2013 at 06:20

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , , ,