Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Posts Tagged ‘Jawa Barat

Pilkada Mahar, Pidana LGBT. Indonesia Jaya atau Bangkrut ?

leave a comment »

a

Pilkada serentak 27 Juni 2018. Pendaftaran pemilih sudah dimulai medio Januari. Anda sudah punya jagoan untuk dicoblos ? Teliti rekam jejak calon dan program kerjanya . Jangan pilih calon terindikasi korupsi, atau terendus mahar politik. Supaya duit rakyat tak diembat saat menjabat, untuk bayar hutang atau balas budi tim sukses. Laporkan pelanggaran pemilu ke Bawaslu . Petahana yang ingkar janji kampanye kemarin, yang menentang kehendak rakyat kemarin, yang demen membantah kemarin, yang memperlemah KPK kemarin, jangan dicoblos lagi. Pilkada bersih kita kawal tahun ini, agar terpilih kepala daerah yang fokus melayani publik , optimal membangun daerah untuk kesejahteraan kita. Saya kok mendadak jurkam begini ? Ingin memberantas korupsi demi Indonesia sejahtera ? Mulai dari memilih kepala daerah yang bersih dan kompeten. Amati dan kawal proses pemilunya sejak pendaftaran calon dan pemilih, sampai penetapan pemenang. Siap !

Rp 2,3 triliun korupsi e-KTP. Rp 3 triliun lebih tinggi RAPBD DKI masa Anies dari Ahok. Rp 2.221 triliun APBN tahun ini. Rp 3000 triliun kerugian Indonesia dari illegal fishing. Rp 5000 triliun, sumber alam kita yang dikeruk asing tiap tahun. Mati di lumbung padi. Why ? Rp.9000 triliun anggaran militer AS per tahun ( 687 miliar USD = 4,7 % GDP ) How can we ?

MAHAR KORUPTOR BARU

Politik memang njelimet. Demokrasi masih mahal harganya. Kontestasi politik masih ajang lahirnya koruptor baru. La Nyalla tak datang ketika diminta Bawaslu membawa bukti mahar pencalonannya yang sudah diberikan pada oknum DPC dari Rp 70 miliar yang diminta PS, ketum Grd.

( tolong intel Polri, TNI, BIN, periksa sumber uang ‘pengusaha2 muslim’ yang mengelu-elukan HR sebagai imam besar mereka/ Alumni 212. Duit Rp 5 miliar begitu mudah mereka gelontorkan tanpa kwintansi untuk cicilan mahar politik. Kita tahu saat revolusi 98 pun ada berkarung- karung uang dari agen asing untuk menyokong logistik para demonstran , karena Soeharto tak lagi menguntungkan kaum neolib/ MNC di sini.

Di ILC 5/12/2017 sudah jelas Alumni 212 ( mengaku ) ingin khilafah dan syariah sebagai hukum negara. Sementara mayoritas kita sudah sepakat ( konstitusi ) dengan NKRI dan Pancasila sebagai format paling pas untuk bernegara sesuai pilihan founder father kita.

Orang2 yang melecehkan simbol negara, masih bebas berkeliaran. Mereka nyinyir dengan ketidakhadiran presiden dalam acara reuni mereka (“Mana anggota kita yang satu itu ?,” sindir mereka cengengesan, di bawah bendera Merah Putih yang dipasang di bawah bendera hitam berlafal syahadat ), mendiskreditkan kebijakan pemerintah di berbagai forum dan kesempatan ( konsisten mereka lakukan sejak kubu KMP kalah pilpres tahun 2014 lalu, seperti FH yang teriak2 “Orang2 demo memprotes tindakan kejam militer Myanmar di jalan kok gak boleh ?? Pemerintah apa ini ?? Jangan dengar penasehat2 bodoh itu !!”

Padahal, Indonesia adalah negara yang paling baik membantu etnis Rohingya waktu itu sampai menlu Retno Marsudi dapat award dari PBB mewakili pemerintah Indonesia. Soal SN, FH juga salah. Bukannya instropeksi, dia malah cari2 panggung lain untuk mengumbar kekesalannya yang absurd. Apa FH baik2 saja dengan istrinya yang dokter bedah ? Tidak terkena superior syndrome, lalu cari pelampiasan di luar rumah ? Herannya, masih ada orang yang mengundangnya bicara. Rombongan sakit hati itu rupanya masih ada. Demokrasi yang kita pilih memang tak menyisakan apa2 bagi yang kalah. Mereka makin kehabisan uang sehingga permintaan mahar makin kencang nan kentara. Waspadai jika syahwat politik mereka sampai tergiur menerima berkarung2 uang pihak asing alias menjual negeri sendiri.

Saya baca sejarah Toyotomi Hideyoshi ( meninggal 18 September 1598 pada umur 62 tahun, pemimpin Jepang dari masa Sengoku sampai masa Azuchi Momoyama/sebelum masa shogun Tokugawa Ieyasudi pada 24 Maret 1603 ). Ada kelompok yang dengki abadi pada kesuksesan Hideyoshi yang merangkak dari bawah ( keluarga petani ). Berapa pun hadiah, perhatian atau kompensasi yang diberikan Yoshi, mereka tetap tak sudi menerima. Akhirnya, hanya kematian yang bisa menyudahi intrik dan perlawanan mereka. Watak tak bisa diubah. Perhatikan mulut2 angkuh mereka yang serupa satu sama lain ; FZ, FH, HR, AR ,ES AD, dst. Di titik ini, saya memaklumi keputusan mendagri yang memilih jenderal polisi untuk mengisi pj gubernur. Mungkin ada informasi intelijen yang disampaikan pada beliau sehingga keputusan itu diambil. Semoga Indonesia aman terkendali selama tahapan pillkada, pileg dan pilptes berlangsung. Amin )

Mereka yang merendahkan tradisi etnis dan agama lain, politik uang/ mahar untuk pemenangan calon mereka, persekusi pada yang mengkritik HR ( masih buron), sweeping atribut Natal, merusak tempat makan saat Ramadhan, menyalahgunakan Monas yang pergub-nya untuk kegiatan netral ( bukan agama/ politik ) sebagai tempat menggalang massa untuk tujuan politik ( instrumentalisasi agama ), apa kita mau ikuti ? Mereka toh juga tak mendengar kita ( contoh FH, HR ), melanggar aturan kita. Kenapa kita harus mendengar, mengikuti kemauan mereka ? Dengan enteng mereka bilang ‘ tumpas saja’ daerah2 yang memisahkan diri setelah pemberlakuan syariah ( yang ujug2 tanpa kesabaran itu ). Mau enak saja. Instan, gampangan.

Legitimasi apa sehingga mereka merasa di atas kita dan merasa berhak melakukan semua keegoisan itu ? Kepongahan dari kedangkalan berpikir, kedangkalan beragama dan kedangkalan bernegara ( plus berkarung-karung uang dari negara asing yang ngebet Indonesia pecah 8 bagian seperti skenario awal Sudan. Anda tahu belasan pangkalan militer AS di kawasan ini moncongnya diarahkan ke Indonesia ? ). Please, get real !

Pancasila sudah sesuai dengan syariat Islam. Terapkan syariat Islam secara kafah di rumah sendiri. Sakinah, mawadah, warahmah. Teduh, sejuk, rendah hati, sabar, ikhlas, tawakal , istiqomah. Orasi sok hebat, sok suci, meninggikan diri dengan merendahkan orang lain, mengintimidasi mereka yang tak setuju, terus terang bikin kami sebal dan malu. Islam yang indah dicoreng seperti itu. Lebih baik perbaiki diri dulu di rumah. Tunaikan zakat lebih 2,5 % agar dana yang terkumpul bisa menggerakkan perekonomian umat, menyumbang warga suku Asmat -Papua yang terkena gizi buruk dan campak (71 meninggal dari 7000 diduga terjangkit ), membantu penduduk Palestina yang menderita dalam ‘penjara raksasa’ bikinan Israel sumbangan pengusaha2 Yahudi- AS, ( terlebih setelah klaim sepihak Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel ), bantu perkuat bank2 syariah di tanah air agar beroperasi dengan benar dan terus berkembang, bantu komunitas ALIA mengawal revisi KUHP agar lebih mengadopsi syariah seperti pidana untuk perbuatan cabul kaum LGBT juga hetero semua umur yang tengah dibahas di DPR.

Tindakan2 simpatik tsb lebih bermakna ketimbang ramai2 naik bis gratis, makan minum, piknik, dengar ceramah terselubung pesan politik, sekedar menunjukkan jumlah kalian ( buih dari HR. cs ). Jangan mencatut kontribusi MER-C atau komunitas muslim lain sebagai kegiatan kemanusiaan kalian. Arab Saudi di mana arsy Allah berada di atas Kabah, Mekah, pun tak menerapkan khilafah. Iran yang sudah menerapkan syariat Islam juga berbentuk republik, bukan khilafah yang meliputi negara2 sekitarnya. Jika Allah berkehendak khilafah di masa kita, tidak selesai di masa Rasulullah, maka dengan kuasa- Nya hal itu mudah terjadi. Kun fayakun. Jika teramat sulit terjadi, ditunggu 60 tahun ke depan/ kiamat, pun tak ada lagi, artinya khilafah memang hanya untuk manusia sekelas Rasul dan para sahabat beliau yang mumpuni. Terima saja dengan legowo. Berdamailah dengan Islam nusantara yang lebih pas dengan jati diri bangsa Indonesia. Insya Allah, Allah ridho. Itu kan yang kita semua impikan sebagai muslim ?

NKRI dan Pancasila sudah final. Saya pikir mereka yang menolak bahkan ingin mengganti dengan ideologi lain/ entitas asing, keluar saja dari Indonesia. Negara bisa mencabut kewarganegaraan mereka lalu menghentikan fasilitas dan subsidi yang mereka nikmati selama ini dari negara. Kehadiran mereka hanya merongrong negara, menghabiskan duit rakyat/ pajak kita untuk mengamankan demo2 masif mereka, membereskan aksi2 persekusi mereka, hate speech di medsos dan akun abal2 untuk mendistorsikan kebenaran dan keberhasilan pemerintah. Finally, we clean their mesh !

Mereka cuma gaduh dengan mengumbar retorika dan fantasi khilafah ). Dalam pelajaran kewarganegaraan di sekolah, saya harap guru memberitahu konsekuensi ini. Menolak Pancasila, Bhineka Tunggal Ika ,UUD 1945, NKRI artinya keluar dari WNI/ Indonesia. Tegaskan saja. Before it’s too late. Lebih murah menghancurkan NKRI dengan menyewa 40 ribu bis, 2 juta nasi bungkus, Rp 50 juta untuk berhoax ria, ber- hate speech sarat isu SARA ala kelompok Saracen daripada meluncurkan 15 misil nuklir ke sini kan ? Mengeroposi dari dalam, ideologi Pancasila yang selama 72 tahun telah berhasil merekatkan bangsa Indonesia yang begitu majemuk ( lebih 700 suku di lebih 17 ribu pulau, 6 agama, lebih 500 bahasa ).

Muslim terbesar di dunia, penduduk terbanyak ke-4 dunia, sekitar sejuta tentara dan polisi yang tiap tahun menjuarai turnamen menembak kelas dunia, dipercaya menangani konflik di berbagai belahan dunia, kuliner dan budayanya nomor wahid di dunia, potensi alamnya yang melimpah, bias menjelma kekuatan dahsyat jika bisa dipadukan dengan smart oleh semua komponen bangsa kompak bersatu. Ancaman mengerikan bagi penikmat hegemoni saat ini ( AS/ Barat )m sehingga Indonesia pantas jadi target penghancuran ( hard power ) atau pembonsaian ( soft power ) agar imperium mereka bisa terus menghisap kekayaan, kebahagiaan, energi kita di sini. Kelas menengah yang tak berpikir, mau saja digiring ke sana kemari oleh HR cs sampai masyarakat terbelah. Apa kita diam saja ? No way man !

Saya harap Bawaslu lebih berani dan proaktif mendatangi para balon yang dimintai atau sudah mengeluarkan mahar pencalonan untuk menghentikan kejahatan pemilu ini dibantu gakum ( kepolisian dan kejaksaan ). Bawaslu sudah diberi kewenangan oleh UU untuk memantau dan mempidanakan para pelanggar pemilu. Penyidik bahkan diperbolehkan UU untuk menggeledah rumah untuk mencari bukti2 kasus tanpa izin ketua pengadilan. ‘Nyanyian’ La Nyalla bisa jadi pintu masuk membongkar pasar gelap pemilu selama ini. Pernyataan di media, pengakuan sejumlah saksi, bukti petunjuk rekaman di bendahara La Nyalla bisa jadi bukti permulaan yang cukup untuk mencari bukti lanjutan yang bisa diuji di pengadilan ( idealnya ada peradilan khusus pidana pemilu agar bisa diputuskan dengan cepat, mana calon dan partai yang didiskualifikasi/ gugur jadi peserta pemilu. Kita jangan lagi memasukkan koruptor/ perampok di parlemen dan jajaran kepala daerah. Jika belum terbentuk, MK harus gesit mengusutnya.

Presiden bisa mengeluarkan perppu untuk mengganti ayat /pasal terkait batas waktu pemidanaan pemilu agar lebih realistis dengan sdm yang ada dan waktu pencoblosan yang kian dekat ini ).Jika terbukti benar dan berlaku masif, kita/ rakyat mungkin bisa memutuskan untuk mengganti sistem pembiayaan pemilu. Dibiayai negara seperti Jerman atau penggalangan dana dari masyarakat/ komunitas. Semoga dengan begitu, korupsi bisa berkurang secara signifikan, terpilih pemimpin berkualitas tinggi dan pembangunan daerah bisa optimal terlaksana memenuhi ekspektasi publik. Siapa mau mulai berani jujur demi masa depan Indonesia ?

PILKADA SERENTAK NYOBLOS SIAPA ?

Pemilihan Umun sudah menjelang. Tapi demokrasi masih mahal. Ketar ketir akan lahir koruptor baru yang makin canggih dan makin memalukan. Ketua DPR lalu sudah masuk tahanan setelah menggelar aneka drama yang bikin geleng2 kepala. Urat malunya sudah putus. Para koleganya kini ramai2 menggagas RUU Penyadapan ( bisa dibungkus aneka trik melemahkan KPK ). Bukannya, introspeksi diri memperbaiki internal parlemen ( apa perlu dibentuk komisi pengawas DPR ya ? ) agar citranya bersih dan bisa diandalkan rakyat.

Politik itu kotor ( jika yang terpilih para pencoleng/ pelaku mahar politik ). Padahal tak ada demokrasi tanpa politik. Partai politik ( parpol ) sebagai salah satu lembaga infrastruktur demokrasi, pasca perubahan UUD 1945, berkonstribusi menjalankan roda pemerintahan dan tata kelola negara. Mengartikulasikan keinginan rakyat kepada negara melalui pemerintah. Sesuai amanat konstitusi, tugas parpol adalah mencapai cita-cita negara/ nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945. Dalam UU no.2/2011, parpol harus menjaga keutuhan NKRI, mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penkaderan di parpol harus melalui pendidikan politik berkelanjutan bagi anggota dan masyarakat luas agar WNI sadar akan hak dan kewajibannya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satunya, pendalaman 4 pilar bernegara ( Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI ) yang menjadi sumber rujukan dalam berpikir dan menjalani sistem ketatanegaraan. Terlebih kader politik. di Indonesia berasal dari berbagai latar pendidikan, profesi dan pengalaman. Idealnya, kader parpol itu lulusan jurusan politik dan berpengalaman di bidang politik. Rekrutmen politik dalam pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi. Kader parpol yang telah lolos seleksi pemilu legislatif dan presiden akan menduduki level legislatif ( DPR & DPD di kompleks parlemen Senayan , dan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/ kota ) dan level eksekutif ( presiden di Istana Negara, Jakarta ) tahun 2019.

Tahun ini, 27 Juni 2018 ( sudah punya Tanda Bukti Pencocokan dan Penelitian. untuk pilgub Jabar dan pilwalkot Bandung dari PPDP ? Saya dan ibu sudah dapat/ terdaftar sebagai pemilih medio Januari 2018. Ada 171 daerah yg melaksanakan pilkada serentak pada 27 Juni nanti ),pilkada serentak untuk mengisi posisi gubernur & wagub serta walikota/ bupati dan wakilnya di tingkat kota/ kabupaten pada daerah2 tertentu yang sudah mendekati akhir masa jabatan.

Duh, siapa ya ? Walikota Bandung Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. Arsitek dan perancang kota ( urban designer ) ini dianggap sukses memimpin Kota Bandung, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, bersanding dengan 6 pejabat lainnya: Presiden Joko Widodo, Presiden Soekarno, Menristek/ presiden Habibie, Menteri Susi Pudjiastuti, Gubernur Ahok dan Walikota Risma Harini. Wakil Emil, Oded Muhammad Danial, maju sebagai calon walikota Bandung. Semoga Kang Oded bisa meneruskan program Bandung Juara dengan sukses pula. Amin.

Jauh2 hari, sebaiknya para balon sudah mendeklarasi dirinya ikut kontestasi agar rakyat punya waktu cukup untuk meneliti rekam jejak para kandidat yang akan memimpin daerahnya. Tidak last minute seperti membeli kucing dalam karung. Menurut saya, pengalaman memimpin daerah itu penting. Berbeda dengan menteri yang keahliannya sektoral, kepala daerah itu cenderung generalis, lintas sektor . Ia harus terampil memadukan kiprah para spesialis di bawahnya untuk mencapai keadaan lebih baik. Mencerdaskan dan mensejahterakan warga daerah yang dipimpinnya. Bagusnya, presiden pernah sukses memimpin provinsi, gubernur pernah sukses memimpin kota/ kabupaten. Terutama untuk wilayah terdepan atau berpenduduk sangat banyak, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh dan Papua. Sehingga tak perlu terlalu banyak trial error yang diujicobakan, yang bisa berdampak buruk dan besar gemanya, ( ditiru daerah lain, yang ujung2nya warga kecewa dan meragukan manfaat demokrasi ). Siap memilih/ mencoblos dengan cerdas ?

INSTRUMENTALISASI AGAMA DI MONAS.

Kaum Kristiani menolak tawaran gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan , utk merayakan Natal di Monas. Mereka menganggap Monas kini ( turun citranya ) menjadi tempat menggalang massa untuk kepentingan politik berkedok agama ( Editorial MI 25/1/2017 ). Pergub masa Ahok melarang Monas dipakai untuk kegiatan agama ( tertentu, karena Monumen Nasional itu milik semua warga dari 6 agama yang diakui di Indonesia ).

Instrumentalisasi agama, maksudnya, kegiatan keagamaan dipakai untuk menarik massa yang ujung2nya memenangkan calon tertentu dalam pilkada atau memaksakan fantasi khilafah pada warga lain. Agama turun derajatnya jika digunakan untuk syahwat politik seperti itu. Itu sebabnya, kaum Nasrani memilih merayakan natal di gereja atau ruang2 tertutup agar tak dituduh ikut2-an mempolitisir agama. Diakui mereka, negara sudah hadir menjaga mereka selama misa Natal. Polisi ( dibantu TNI dan ormas Islam yg Pancasilais ) memastikan sweeping atribut Natal dan bom para radikal tak boleh terjadi lagi selama perayaan Natal. Apa yang terjadi jika kita bisa beragama dan bernegara dengan baik ? Ya, damai sejahtera.

LGBT DIPIDANA ATAU INDONESIA BANGKRUT

Komunitas ALIA minta MK memperluas ketentuan pidana perzinahan di KUHP. Mereka mengajukan judicial review ( JR ) untuk mempidanakan perbuatan cabul kaum LGBT ( Lesbian, Homoseksual, Biseksual, Transgender ) agar Indonesia tak bangkrut ! Ada apa ya ? Ini bukan soal 93% mendiskriminasi yang 7 %. Atau kaum mayoritas dituduh tidak sensitif pada kaum minoritas. Jangan pula seperti maunya aktivis gay ( di ILC 19122017 ) yang bilang,’.. mayoritas bisa salah..”, alias minta mayoritas belajar menerima perilaku menyimpang kaum minoritas yang mengklaim macam2 dengan beberapa asumsi dan HAM ala Barat. Di banyak negara, minoritas muslim kerap ditindas semena-mena oleh rezim penguasa. Lucu juga, kalau di Indonesia, mayoritas muslim pun masih ditindas minoritas ( disuruh menerima gaya hidup bebas LGBT ). Ini soal keberlangsungan negara. Bro !

Komunitas ALIA tahu, perilaku seks bebas terutama melalui dubur ( anal sex ) menjadi penyebab termudah menularnya PMS ( penyakit seks menular ) terutama AIDs/ HiV. Kondom pun bisa bocor. Setahu saya, penyakit mematikan tertinggi ketiga di dunia adalah AIDs. Penderita AIDs ( ODA ) bertahan hidup dengan mengkonsumsi obat seumur hidupnya. Di puskesmas, ada tes AIDs dan obat tsb yg ditanggung oleh negara ( bisa mencapai Rp 300 juta per-ODA ). Pemiskinan negara niscaya terjadi jika perilaku seks bebas ini dibiarkan merajalela ( jumlah LGBT dan pezina bertambah ). Alia sudah melakukan riset, pengobatan pada ODA, proses di DPR dan MK selama lebih 20 tahun tapi belum gol.

Para hakim MK merasa itu bukan wewenangnya. Membuat produk hukum baru adalah kewenangan DPR dan presiden. Anggota DPR bersiap kampanye menjelang tahun politik 2018-2019 ( mana sempat membuat KUHP baru yang mungkin baru kelar sehari sebelum kiamat ). Jadi, opsi lain : presiden membuat perppu yg membatasi/ melarang perilaku seks bebas kaum LGBT ( kaum heteroseksual terutama pasangan yang menikah sudah diatur perilaku seksnya dengan UU Perkawinan tahun 1974 yang masih berlaku sampai hari ini. UU yang dijiwai norma agama, moral dan adat seluruh Indonesia ini menganggap seks bebas dikategorikan pidana berat ). Refly Harun ( pakar hukum tata negara ) mengusulkan Alia membuat naskah undang2 dengan kajian akademik dari berbagai aspek terkait dan beragam disiplin ilmu lalu mengajukan ke DPR dan presiden. Terutama bagian ayat/ pasal yang akan dikoreksi dari KUHP yg sudah berumur lebih 200 tahun itu ( produk kolonial Belanda yang longgar soal seks bebas. Tak cocok dengan adat ketimuran kita ). Nanti, pihak yang tak setuju bisa melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK ).

Para pembela hak asasi ( ala Barat ) berargumen, negara tak perlu mengatur warga negaranya sampai ke balik kamar tidur. Urusan ranjang, seks dengan siapa, adalah privasi sesorang. Saya pikir itu pikiran egois. Seegois orang yang menolak Pancasila sebagai dasar negara. Kaum LGBT yang bandel, terus melakukan ( juga mempromosikan ) seks bebas/ dubur bisa diperlakukan sama. Keluar dari Indonesia ( jangan diberi fasilitas atau subsidi dari negara ). Toh, populasi keduanya sama2 membahayakan Indonesia. Jika gerakan mereka membesar, keberlangsungan umat manusia dalam bahaya. Punah dengan sendirinya ( atau Allah yang murka mengutuk manusia dgn azab-Nya yang teramat pedih ). Mereka yang berpikir pendek ini perlu diajak repot mengurusi korban AIDs yang selama ini ditanggung komunitas peduli dari kaum mayoritas ( emang enak ngurusin korban2 kebodohan loe ! )

Jangan terlalu ke kanan ( militan/ radikal/ fundamentalis ). Jangan juga terlalu kiri ( HAM Barat/ seks bebas ). Di tengah2 saja. Moderat. Yang merasa LGBT, silakan tes AIDs/ HIV di puskesmas. Segera obati jika hasil tesnya positif. Jangan seks bebas lagi. Berobat ke psikiater/ psikolog untuk kembali ke kodratnya, berhubungan dengan lawan jenis dalam ikatan pernikahan yang sah. Bagi yang transgender, organ dengan orientasi seksualnya tak klop, bisa suntik steril jika hasrat seksualnya sulit dibendung. Anggap kecenderungan sejenis ini suatu penyakit atau kecacatan. Banyak orang cacat atau penderita sakit berat menahan diri untuk tidak menikah/ berhubungan seks agar tidak menimbulkan kerepotan bagi keluarga/ perawatnya dan mudharat/ kerugian yang lebih besar bagi lingkungannya. Sabar, menahan. diri, mengekang nafsu egois bisa menjadi pahala besar di akhirat kelak. Hidup jadi sarana ibadah. Itu baru warga Indonesia yang bertanggungjawab. Mari kawal pasal pidana perbuatan cabul pezina dan LGBT sampai pemberlakuannya efektif di masyarakat. Indonesia harus jaya, tak boleh bangkrut !

GRASS ROOT GUBERNUR ANIES

Seorang brilian di satu bidang bukan berarti brilian di bidang lainnya. Seorang pemikir hebat jarang yang sekaligus pelaksana hebat. Dwitunggal Soekarno Hatta contoh duet pelaksana dan pemikir yang berhasil dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Raja dan para filsuf membangun peradaban besar masa lalu. Bisa dimengerti, satu bidang ilmu atau profesi butuh konsistensi belajar dan tempaan pengalaman puluhan tahun untuk menjadi andal. Saya menyimak lebih dari 8 sumber kredibel tiap harinya untuk bisa menulis blog yang diposting 1-2 bulan sekali ini. Jadi bisa dibayangkan, ketika seorang jenius pesawat menjadi presiden karena kecelakaan sejarah, tahu2 lepaslah provinsi ke-27 / Timor Timur dari pangkuan NKRI.

Gus Dur yang piawai mengolah kata ( dan humor ) ketika lebih dipilih jadi presiden ketimbang pemenang pemilu 1999, tahu2 lengser dengan celana kolor di halaman istana. Memang sebaiknya guru bangsa/ pemimpin moral tetap di habitatnya, membimbing masyarakat. Cak Nur wafat di rumah sakit Singapura setelah digadang- gadang jadi presiden tahun 2004. Anies, penerusnya, diprediksi media luar negeri, akan jadi salah satu pemimpin besar Asia di masa depan. Melihat apa yang bisa dilakukannya dalam 100 hari kepemimpinannya di DKI, mungkinkah Anies lebih cocok jadi pemimpin moral saja ? Sekelas Mahatma Gandhi misalnya. Kelihatan ia pemikir, bukan pelaksana.

Akademisi seperti Cak Nur sering disentil sebagai dewa di menara gading. Rakyat banyak yang tak paham apa yang dikatakannya. Butuh landasan ilmu untuk memahami perkataan intelektual. Bagaimana kalau Anies yang belajar bahasa rakyat ? Di Tanah Abang, ia tanya pkl, pejalan kaki, supir angkot dan sederet wong cilik lainnya, apa mau mereka ? Setahu saya, kaum mariginal terlempar ke jalanan karena serangkai keputusan buruknya di masa lalu. Melarat karena mental miskin ( diperparah dengan kebijakan tak pro-rakyat di masa silam/ kemiskinan struktural ). Meski sudah 47 tahun mengayuh becak, tukang becak tetap miskin ( di Surabaya, mereka hidup lebih baik setelah diangkat jadi pegawai pemkot oleh walikota Risma ). Di DKI, tukang becak hanya dilarang Anies tak boleh mangkal di jalan raya, melintas boleh. Pkl Tanah Abang diperbolehkan berjualan di jalan raya ( uji coba ) meski melanggar perda ( DPRD silakan mengajukan hak interpelasi jika gubernur Anies keasyikan beraudensi dengan para pelanggar perda itu sampai melupakan pengguna jalan lainnya yang sama2 punya hak dilayani ).

Mestinya, perda yang dibuat gubernur sebelumnya ( sudah pengalaman 5 tahun mengelola kota dan kabupaten dan dianggap publik sukses ) dipelajari sistemnya dulu, diamati dinamikanya selama setahun. Jika dirasa ada yang masih kurang, perbaiki.saja yang belum baik setelah perdanya disesuaikan dulu. Jangan wong cilik yang kurang ilmu itu dikasih contoh untuk melanggar aturan. Apalagi jadi rujukan untuk memutuskan kebijakan. Mereka sengsara di sana karena nalar terbatas dan keputusan buruk. Nanti keputusan gubernur buruk juga. Akibat2 buruk yang tak terlihat di lokasi juga diperhitungkan, seperti urbanisasi tukang becak beserta sanak handai tolan ke Jakarta. Kemarin, setelah melihat apa yang diperbolehkan di Jakarta, para pkl Bandung memaki dan melempari satpol PP yang melarang pkl kembali jualan di Jalan Dewi Sartika yang termasuk 7 titik yang dilarang bagi pkl sejak belasan tahun lalu. Jakarta dibilang miniatur Indonesia. Apa yang terjadi di ibukota, di daerah dilakukan lebih berdarah- darah. Hati-hati..

Pengalaman saya mengiyakan permintaan mahasiswa asal Timor Lesxx untuk memasang wi-fi di rumah kost kami berakibat buruk lahir batin. Niat saya memudahkan mereka untuk mencari data di perpustakaan terbesar di dunia/ internet itu malah mereka salahgunakan untuk main game online sepanjang malam. Mereka mengundang teman2-nya datang ( modus berkoloni sesama rantau untuk menghimpun keberanian/ kekuatan, mengkompensasi harga diri yang rendah/ inferior ) sampai lebih 20 orang, berteriak2, terbahak-bahak, setel musik keras2 membisingi tuan rumah dan tetangga, ramai2 mandi menghabiskan cadangan air plus malas/ lupa menutup kran kembali, membanting gayung sampai pecah jika tak kebagian air, membuang sampah sembarangan -menyumbat talang dan saluran air, membiarkan pintu pagar terbuka saat jam tidur, dan mabuk berat mengerikan saat merayakan Natal kemarin. Ketika ditertibkan mereka mengiyakan sambil lalu dan langsung mengulangi malam harinya. Mencemooh aturan gaya udik.

Berulang kali ditegur diingatkan, tahu2 mereka sudah pindah kost lain dengan membawa kunci kamar kost kami. Tak terlintas sedikit pun untuk minta maaf atau pamit dengan sopan setelah semua kerepotan, kebisingan dan tagihan listrik, air, sampah yang membengkak akibat perbuatan mereka. Bayar kost pun harus ditagih berulang kali, telat melulu. Ini mental miskin yang saya maksud. Saya skeptis ketika seseorang mengatakan, Timor Lesxx ingin kembali bergabung dengan Indonesia. Saya memang pernah nguping, beberapa dari anak kost itu menyanyi lagu Indonesia Raya, mendengarkan lagu2 top kita. Namun, melihat kelas menengah mereka yang sekolah di Bandung bisa begitu payahnya bernalar dan bersikap, butuh effort luar biasa memberadabkan mereka jika itu sampai terjadi.

Begitu pula, kaum mariginal yang coba diberdayakan duet Anies Sandi di DKI. Masyarakat bawah kita terbiasa melanggar aturan dan sektor informal kita sangat banyak. Seberapa tahan keduanya menghadapi mereka dalam waktu yang tak lama untuk ukuran menertibkan kota ? Lalu kapan membangunnya ? Gubernur kan milik/ melayani semua warga DKI kan ? Presiden, menteri dan duta besar negara sahabat juga tinggal di situ. Jakarta itu etalase Indonesia. Saya yang tinggal di Bandung malu jika ibukota negara saya, macet oleh becak sliweran di jalan protokol dan kumuh oleh pkl mangkal di mana2.

Becak dan pkl yang sudah dibina tatakrama/ manner itu cocoknya ditaruh di tempat wisata yang dibanjiri turis mancanegara yang masih terheran-heran melihat moda dan kuliner tradisional kita. Bukan di jalanan kota jasa sesibuk Jakarta. Time is money, also global competion. On time.On schedule. On track.Tak merasa paling benar itu artinya juga rendah hati, menyimak masukan ahli perkotaan, ahli transpotasi, kepala daerah yang telah sukses memimpin kotanya, teguran media kredibel dan analisa para blogger andal. Saya masih mengagumi Bang Anies yang santun tutur katanya. Namun, hal lainnya saya harus jujur dan memberitahu.

Saya lihat Anies lebih berpihak pada pejalan kaki, pkl dan tukang becak daripada pemobil dan pedagang besar. Kaum mariginal dan nelayan daripada pemilik klub malam dan konglomerat properti di proyek reklamasi ( semoga bukan menarget grass root demi pilpres 2019 seperti modus Trump ). Soal reklamasi, saya setuju jika melihat lebih banyak pihak yang dirugikan, terutama warga sekitar yang sudah turun temurun tinggal di situ. Apalagi kalau melihat kepentingan nasional kita/ strategis ( poros maritim ). Apa anda tak berdebar jika kepemilikan asing untuk satuan unit hunian yang kini diperbolehkan UU, sampai menguasai pulau2 buatan tsb ? Sebelum reklamasi dihentikan kemarin, awak media nasional sampai dikejar-kejar sekuriti dengan boat ketika akan mendekati pulau untuk meliput/ kepentingan publik. Apalagi jika sudah jadi pembangunannya. Akan seberapa misterius dan ketatnya penjagaan di sana ?

Cocok untuk kegiatan ilegal atau spionase asing kan ? Menyabotase kapal2 yang melintas dan mempermalukan reputasi jalur peraran kita, atau diam2 mengeksplorasi dangkalan Sunda tempat peradaban Atlantis diduga masih terbenam di dasar perairan yang selama ini dilarang dimasuki penyelam asing oleh pemerintah Indonesia. Atau cadangan minyak bumi jutaan barrel untuk anak cucu kita ? Coba selidiki dari mana duit ratusan triliun modal para pengembang di sana untuk membangun mega proyek reklamasi ini ? Ada keterlibatan agen militer asing / MNC yang selama ini menggerogoti dengan rakus kekayaan kita ? Aneh kan, bangun proyek dulu baru bikin perdanya ? Zoningnya belum ada, tak ada ( lagi ) badan pelaksana yang disyaratkan UU untuk mengatur/ mengawasinya. Aroma konspirasi, pelanggaran dan korupsinya terlalu pekat di sini. Batalkan saja. Luhut protes ? Kita dukung Anies dalam hal ini.

Jika pulau2 yang terlanjur dibuat itu dikembalikan manfaatnya untuk warga terdampak tentu hal mulia. Bisa disulap jadi aquawisata, sentra pembudidayaan ikan hias dengan penanaman terumbu karang, bank sampah laut dengan sistim recycle, reuse, kampung bahasa, dsb. Nelayan yang paceklik ikan bisa diajak menekuni ketrampilan baru yang terkait profesi sebelumnya. Diajari wawasan kebangsaan untuk mem-filter pengaruh asing yang tak sesuai Pancasila setelah poros maritim/ tol laut dibuka. Semoga saran saya bermanfaat.

REVOLUSI MENTAL ATLET JUARA

Indonesia juara bulutangkis di tunggal (Anthony Sinisuka Ginting ) dan ganda putra ( Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo) di Indonesia Masters kemarin. Indonesia pernah juara beruntun sejak 1958 (Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Liem Swie King, dkk ) di Thomas Uber Cup, lalu disambung pebulutangkis setelah tahun 90- an ( Susi Susanti, Alan Budi Kusuma, Icuk Sugiarto, Taufik Hidayat, dkk ) di berbagai even kejuaraan dunia. Bulutangkis dan sepak bola adalah olahraga kegemaran rakyat yang kemenangannya membangkitkan kebanggaan sebagai bangsa. Cinta tanah air. Nasionalisme. Karena bulutangkis, nama Indonesia pernah disegani di dunia berkat dedikasi para legenda tsb dengan bakat alamnya. Tertoreh paling banyak di piala Thomas. Itu 16 tahun lalu. Uber 22 tahun. Long time ago.

Denmark, Korea Selatan, China, Jepang, Malaysia, Singapura memasukkan sport science, sistem pembinaan dan reward yang lebih baik sehingga bergantian mengungguli Indonesia. Tak sedikit pelatih Indonesia yang bergabung di training center mereka yang disokong penuh oleh negara. Apa daya ?

20-28 Mei 2018 kejuaraan Thomas & Uber Cup digelar di Thailand. ASIAN Games 18 Agustus – 2 Sept berlangsung di ( Jakarta, Palembang ) Indonesia. 3-6 bulan lagi. Kita mau Indonesia disegani di dunia. Kawasan Asia tengah dilirik warga dunia karena pertumbuhan ekonominya yang tertinggi saat ini. This is time of Asia, they said. Kita yang terbesar di Asia Tenggara jangan. ketinggalan, ya. Katanya, mau pariwisata yang terbanyak devisanya. Bagaimana cara menarik warga internasional datang, yakin reputasi kita dan membeli produk Indonesia ?

Kita harus juara dan punya produk unggul. Klop. Persepsinya: gengsi naik, berkelas, karena pakai produk berkualitas dan jasa profesional dari bangsa yang unggul. Jaminan kualitas. Setidaknya ( mulai ) dari bulutangkis yang sudah terukur potensinya dengan sederet pengalaman juara. Presiden ( dan kita ) bisa mendukung dan menyemangati para atlet pelatnas di venue tiap minggu menjelang even tsb dan tiap even pertandingan cabor yang kita minati. Memberitakan di akun medsos kita.Syukur2, juara di bulutangkis, diikuti juara di angkat berat, mendayung, memanah juga , sampai juara sepak bola. Wah, spektakuler !

Juara dunia sepak bola di Rusia tahun 2019. Kayaknya belum, deh. Indonesia, setahu saya, sudah tersingkir di penyisihan babak. Perjalanan masih panjang. Kita perlu buat taman olahraga tiap 4-5 blok permukiman dulu sejak awal. Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Bibit2 muda sudah mulai membentuk fisik prima dan mental sportifnya sejak batita ( bayi usia 3 tahun ke bawah ). Anda lihat bayi2 sudah pandai berenang di bawah pengawasan cermat orang tuanya / pelatih profesional di acara ‘On the Spot ‘- Trans7 ? Generasi milenial kita akan berkompetisi di tingkat global dengan mereka yang sudah sadar pentingnya olahraga sejak usia dini. Orang tua bisa memanfaatkan waktu 3 jamnya bersama anak tiap hari ( optimalnya sampai anak usia 12 tahun ) dengan berolahraga ( plus main, bicara, belajar live skills bersama anak ) di taman lingkungan tsb.

Disiplin, tepat waktu, tertib aturan, hormat pada pelatih/ senior, konsisten, pantang menyerah, mental juara dan mental sportif ( mengakui keunggulan lawan dengan ikhlas ) terbentuk selama pembinaan olahraga yang benar, selain tubuh sehat, otot kuat dan stamina tinggi. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Indonesia kuat, damai, sejahtera adalah impian kita semua.
Saya setuju jika atlet yang sudah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia diapreasi layak dengan fasilitas rumah, pensiun atau diangkat PNS. Membantu percepatan reformasi birokrasi dan revolusi mental. Mental didiplin dan nasionalisme yang mereka buktikan di medan sengit kelas dunia bisa menginspirasi/ diteladani rekan kerjanya. Duit Rp 3-5 miliar per bulan dibutuhkan satu tim pelatnas untuk meraih prestasi di satu cabang olahraga. Swasta perlu dilibatkan untuk mendanai kegiatan pembinaan.

Negara membentuk sistem pembinaan atlet dengan iptek dan pengawasan masyarakat. Bibit2 yang terlihat di beragam even, diseleksi , dibina dan diapresiasi sesuai level pencapaiannya. Direkrut jadi PNS menambah semangat atlet kita juara. Nah, siapa yang punya passion bulutangkis, sepakbola atau olahraga ? Berguna untuk bangsa dan negara bisa lewat olahraga, lho. Hidup dari olahraga juga bisa. Rajin olahraga yang anda sukai, simak tutorialnya di buku, video atau Youtube, lalu ikuti even kejuaraannya. Kalau anda juara, bisa jadi itu passion anda, ‘bongkahan emas’ dari Tuhan yang mengalirkan rezeki sepanjang usia. Setiap kita, punya fungsi spesial ketika diciptakan Yang Maha Kuasa. Tekuni sampai juara lagi . Meraih prestasi terus sampai disebut ahli dan diundang negara untuk mewakili bangsa Indonesia di even internasional. Keren, kan ?

REBUTAN POLISI ZAMAN NOW

Dwifungsi Polri & TNI ( ABRI sebelum Reformasi 1998 ), sejarahnya dimulai dari kekesalan Jenderal Nasution dan Soeharto terhadap ketakbecusan sipil ( anggota parlemen yang berkarakter federal daripada republik ) dalam menangani problematika Indonesia yang baru lahir ( ungkap Salim Said di ILC, 30/1/2018). Kebersamaan saat perjuangan revolusi dan besarnya kekuasaan Soekarno yang dipengaruhi elit PKI membuat rezim Orde Baru pimpinan Soeharto menggunakan ABRI untuk menyokong kekuasaannya. ABRI berpolitik dan punya fraksi di DPR. Generasi baru ABRI lulusan luar negeri yang belajar kaidah demokrasi kemudian memutuskan menarik fraksi ABRI dari parlemen, menghapus dwifungsi ABRI dan melarang perwira aktif menduduki jabatan sipil. Dwifungsi ABRI dianggap kesalahan oleh Wiranto ( panglima ABRI saat Soeharto lengser ). Logikanya, pemegang mandat senjata ( ABRI/ TNI/ militer ) takkan leluasa mengoreksi/ mengawasi atasannya, yaitu panglima tertinggi militer ( presiden ).

Setelah pecah revolusi rakyat untuk menurunkan Soeharto yang otoriter dan kroninya yang KKN ( Reformasi 1998 ) , ABRI ( diminta rakyat sekaligus ) bertekad menjadi prajurit profesional yang mengamankan NKRI dari serangan musuh luar ( tugas TNI ) dan menegakkan hukum demi keamanan dan ketertiban masyarakat (tugas Polri). Saat ini Polri langsung di bawah presiden. TNI di bawah menteri pertahanan. Ada kegalauan di kalangan militer, jika TNI di bawah menhan/ sipil/ parpol ( kaidah demokrasi : jenderal purnawirawan setelah pensiun 2 tahun baru boleh menduduki jabatan sipil, sebagai orang sipil ) akan diperalat sipil untuk memaksakan kehendaknya. Setelah dwifungsi represif lebih 50 tahun ( rezim Orde Lama & Orde Baru ), rakyat masih trauma/ alergi dengan militer di jabatan sipil ( supremasi sipil di pemerintahan terbukti di banyak negara maju/ demokratis ).

Indonesia adalah negara muslim terbesar dunia yang menyepakati demokrasi ( kedaulatan rakyat berasaskan Pancasila ) sebagai cara mengelola negaranya. Pucuk pimpinan militer ( presiden ) dari kalangan sipil. Jadi, jika kemudian mendagri Cahyo meminta perwira polisi aktif pada Kapolri menjadi pejabat gubernur ( pj, kalau plt dari wagub) Jabar dan Sumut yang habis masa jabatannya medio Juni ini, tak heran muncul polemik di media dan protes publik/ DPR. Apalagi ada perwira polisi yang mencalonkan diri di wilayah ini yang ditakutkan parpol oposisi membuat pj sulit menjaga netralitasnya. Aturan masa jabatan kepala daerah tak boleh ditambah atau dikurangi barang sehari pun menjadi argumen mendagri, juga pengalaman serupa yang dianggap tak bermasalah di pilkada 2016 serta resiko kerawanan ala pilgub DKI. Editorial

Media Indonesia menyarankan mendagri meminjam pejabat eselon satu di kementerian lain yang kompeten menjalankan fungsi pemerintahan/ pelayanan publik, menjaga ketertiban masyarakat dan melaksanakan pilkada yang kondusif, jika di kemendagri sendiri kekurangan sdm untuk berfungsi baik selama melaksanakan pilkada serentak di 171 daerah di Indonesia. Masih ada waktu sekitar 5 bulan bagi presiden untuk menyetujui nama yang diajukan mendagri. Idealnya, pejabat sipil yang akhirnya menjadi pj gubernur sampai pelantikan gubernur terpilih 3 bulan berikutnya ( kalau kekosongan kurang 1 bulan bisa dijabat sekda provinsi ). Tunjukkan sipil cukup pede mengurus negara. Bukan jamannya lagi berebut tentara atau polisi seperti dulu. Zaman now sudah ada pangdam dan kapolda yang profesional menjaga kita. Setuju ? ( tapi jika ada pertimbangan intelijen yang lebih sahih yang tak saya ketahui, monggo saja. Semoga Indonesia baik2 saja )

SN JADI JC ?

Update lainnya, SN melamar jadi JC ( justice collaboratotr), tapi anehnya tak mau mengakui kesalahannya, tidak koperatif, tindak tanduknya menyusahkan, sejak pemanggilan pemeriksaan sampai duduk sebagai terdakwa, juga tak kunjung menyebutkan pelaku lain yang lebih besar darinya. Buying time mempermainkan penyidik lagi ? ( kalau SN merasa tak bersalah, ya berikan bukti valid kalau ia tak terlibat. Kalau SN bungkam, semua orang juga tahu kalau dia mengatur mega korupsi itu. Mana ada maling yang. mengaku, kecuali mabuk atau insyaf. SN tak menunjukkan tanda2 itu/ insyaf. Mungkin korupsi bagi pemburu rente seperti SN, dia anggap bukan kejahatan. Toh dari dulu ( Orde Baru ) ia lolos2 saja.

Watak memang tak bisa diubah. Orang semacam ini, ( seperti juga anak kost liar, pkl dan tukang becak bermental miskin ) hanya bergeming/ menggeliat ketika semua kemauannya dituruti. Kantong pengemis tak ada dasarnya. Sekali ditegur egonya, mereka kembali liar merepotkan. Butuh referensi moral di kepala dan urat malu di hati untuk bisa paham maksud baik orang lain dan berterima kasih. Jika SN terlalu menyusahkan ketika disidik, KPK tak perlu stres mengejar pengakuanya. Hukum saja SN dari bukti2 lain yang ada. Sama sekali tak ada yang bisa diteladani darinya. Ia tak layak jadi JC dan menikmati fasilitasnya. Cukup masukkan SN ke bui selama mungkin. Hukum mati kalau mau. Pengacara FY dan dokter BS juga di bui jika terbukti menghalangi pemyidikan/ memberi saran melanggar hukum pada SN. Agar tak ditiru yang lain . Ribet kan KPK kalau sampai para praktisi ketularan/ berbondong-bondong melacurkan profesi demi segepok uang miliar karena tak pernah dihukum jera untuk itu.

SUSI vs LUHUT ?

Luhut memprotes Anies yang menghentikan reklamasi. Luhut juga mengkritik penenggelaman kapal pencuri ikan asing oleh Menteri Susi. Luhut ini yang pernah menyimpan kekayaannya dalam perusahaan cangkang di luar negeri/ bebas pajak dan memiliki tanah jutaan hektar di tanah air ? Tak heran jika sisi fulus yang dititikberatkan. Kapal2 asing yang berkapasitas besar dengan alat trol di laut lepas jika diberikan ke koperasi nelayan, apa tidak repot mempelajari, mengoperasikan, membiayai, merawatnya dan mengawasinya agar tak berpindah tangan ke pihak yang tak berhak ? Jangan2 pindah lagi ke tangan pengusaha besar, seperti nasib banyak unit hunian di kota2 padat penduduk, yang semula ditujukan rayat kecil. Berapa banyak celah korupsinya ? KPK lagi yang kerja.

Anda pernah mengajari orang di atas 40 tahun yang tak lulus SMA ? Berulang kali diberitahu pun sering percuma, besoknya ia sudah lupa dan kembali mengulang kebiasaan lamanya. Perlu sedikitnya 20 tahun untuk membiasakan pedestrian berjalan tertib di trotoar ketika fasilitas kota itu pertama kali diciptakan untuk warga yang melek baca di perkotaan. ? Sanggupkah nelayan kita melakukan perubahan itu lebih cepat sebelum perut keroncongan dan tagihan uang sekolah anak2 sudah di depan mata ? Sebagian besar koperasi di Indonesia antara hidup segan mati tak mau. Apalagi di tempat terpencil. Pelarangan cantrang saja sudah di demo secara masif berbulan-bulan sampai ke ibukota. Keharusan beralih ke alat lain pada Mei nanti sudah diprotes lagi ( berikan saja alat itu secara gratis jika mereka tak mampu beli , bu menteri ). Jika pun bisa, nelayan2 kecil yang tak kebagian kapal bisa tak kebagian ikan. Demonstrasi lagi. Kerja polisi lagi. Ini seperti ribuan pengemudi taksi konvensional memburu supir taksi online dan memukuli pengemudi ojek online yang melintas tempo hari. Rebutan sesuap nasi/ mengais rejeki.

Lalu pengemudi taksi online balas demo besar-besaran minta aturan yang membatasi mereka ( diberlakukan Februari ini ) ditunda atau dibatalkan. Di sono, tawuran antar nelayan. Capek deh. Itu jadinya jika pejabat dan politisi ngoceh asal bunyi di bidang yang tak dikuasainya, tanpa mengkaji cermat kondisi di lapangan dan memperhitungkan dampak sok hebatnya. Sekedar kontroversi gaduh. Mulut dulu, otak belakangan.Yang penting beken. Mungkin memang hanya itu yang bisa dilakukan para pengoceh untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Tong kosong berbunyi nyaring. Apa boleh buat ? Ke laut saja kapal2 pencuri itu. Tenggelamkan untuk jadi terumbu karang. Toh, hasilnya sudah terbukti, tangkapan nelayan tradisional meningkat signifikan. Ini baru pro-rakyat sejati. Bravo Menteri Susi !

MENTERI RANGKAP JABATAN ?

Menteri perindustrian, Airlangga Hartato, merangkap ketum Golkar ? Presiden cukup berargumen: untuk kestabilan politik dan sulitnya beradaptasi di sisa waktu di kementerian ini, Pak Airlangga diputuskan demikian. Mohon dimengerti. Terima kasih. Tak perlu menghindar. Stay cool.
Bambang Soesatyo jadi ketua DPR yang baru menggantikan SN. Semoga dia lebih peka terhadap aspirasi rakyat yang disalurkan lewat media karena pernah jadi jurnalis, dan sanggup memperbesar nyali untuk memperbaiki internal DPR. Selamat bertugas.

Mata Najwa sudah tayang lagi di Trans7 pada waktu andalan Rabu, 20-21.30 setelah ‘On the Spot’ sejak 10/1/2018 dengan tajuk ‘Indonesia Rumah Kita’. Welcome back, Najwa. Panggilan moral memang sulit diredam. Happy watching, people…

Iklan

Written by Savitri

3 Februari 2018 at 13:14

Ketua DPR Baru ( PDIP ? ), Pelajaran Salim Kancil, Pelindo ke Resuffle. Percepatan Menuju Indonesia Terkuat.

leave a comment »

Hatta

“Pemuda, engkau pahlawan dalam hatiku,” Bung Hatta sering berkata. Pemuda masa kini yang bangga pada sejarah perjuangan bangsanya, bangga menjadi orang Indonesia, diharapkan menjadi pahlawan pembangunan yang membawa Indonesia pada kebesaran negaranya, adil makmur bagi seluruh bangsanya. Is that you ?

2016. Apa saja yang mungkin terjadi ? Rotasi bumi melambat ( pada 30/6/2015, sehari = 24 jam plus 1 detik ). Ekonomi dunia melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di bawah target 5 % ( India dan Filipina di atas 6 %. Tahun 2016, pemerintahan Jokowi akan melakukan percepatan. Januari ini, BBM dan TDL diturunkan untuk memacu produktivitas rakyat. Namun, komponen harga sembako, daging, dll, masih ogah turun ). Rupiah di level Rp.13.876,- per USD . Indonesia berharap menjadi negara terkuat di Asia Pasifik pada tahun 2085 menurut Kapsul Waktu di Papua. 69 tahun lagi. Dunia kiamat tak lebih 1500 H ( sekarang 1436 H, tinggal 64 tahun lagi ). What should we do ?

Hak Menyatakan Pendapat jika presiden ( terindikasi terlibat dan ) tidak mencopot RS ( Menteri BUMN yang kemarin diminta mencopot RJL ) ! kata RDP di TVO** ( yang di pergantian tahun kemarin ‘dihadiahi’ bom di Alun-alun. Apa yang anda harapkan ? TV ini demen menyiarkan propaganda zionis di awal2 siarannya. Setelah pilpres kalah, demen mendiskreditkan pemerintah dan menjadi corong buat orang2 yang belum move on. Di jaman yang kian terbuka dan bebas ini, tertib menjadi barang langka. Orang merasa bisa melakukan apa saja. Lempar batu, sembunyi tangan. Negara dianggap tak bisa memberi kesejahteraan yang mereka mau. Keluarga dianggap tak mampu memberi kasih sayang yang mereka tuntut. Orang2 frustasi ini lalu minggat, gabung ke ISIS atau radikal di negeri sendiri ).

EFEK PELINDO & RESHUFFLE KABINET.

Pelindo kembali ke pangkuan pertiwi ! kata RDP di sidang paripurna DPR ( 18/12/2015 ). Ketua pansus Pelindo itu menemukan indikasi kerugian negara sampai 48 triliun jika Indonesia meneruskan perjanjian dengan perusahaan asing hingga tahun 2038. Yang lebih mencengangkan, rencana hutang 6.000 triliun untuk BUMN yang jika tak terbayar akan dibebankan ke APBN. Jika masih kurang, aset2 negara bisa terjual. Wah..

RS sering dicibir sebagai agen neolib di kabinet kerja. Pengamat ekonomi MN, menyebut RS bagian dari mafia. Modusnya, memperpanjang kontrak yang belum waktunya diperpanjang. Ada pemotongan 15 juta USD dalam uang muka yang entah masuk ke mana. Jika aset Pelindo dibilang bukan aset negara maka upaya korupsi di dalamnya terhindar dari audit BPK. Jumat itu juga, RJL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

( Jokowi akan me-reshuffle kabinetnya lagi. Kreativitas MenPAN merilis kinerja kementrian ke publik, saya rasa cukup baik, agar masyarakat tahu ukuran mengganti menteri atau tak terkaget-kaget dengan perombakan kabinet. Meski mengganti menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih sip lagi kalau evaluasi periodik yang dilakukan presiden pada para menterinya juga bisa dirilis di internet. Sehingga partai pendukung pun tak kecewa jika menterinya diganti, karena berdasar kan penilaian yang obyektif. Ora ujug2 ( tidak sekonyong-konyong ). Meminimalisir friksi yang mungkin terjadi. Pemerintah dan rakyat bisa lebih tenang bekerja. Tak gaduh berpolemik lagi ).

GOJEK & KEPEDULIAN JOKOWI

Pada hari yang sama, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menganulir larangan transportasi online ( Gojek, dll ) yang dibela konsumen sebagai solusi sementara akan kebutuhan transportasi murah bagi masyarakat sampai transportasi publik cukup tersedia : aman, nyaman dan terjangkau. Bukti bahwa presiden Jokowi mau mendengar protes masyarakat dan memperbaikinya. Jokowi tak kepala batu seperti SN dan ARB. Manuver keduanya ( surat mundur SN sebagai ketua DPR di menit2 terakhir sidang ) membuat sidang MKD tak menghasilkan keputusan tuntas ( SN bersalah secara etik, mendapat hukuman sedang yang dibacakan oleh 10 hakim, hukuman berat oleh 7 hakim ) sehingga SN masih melenggang menjadi ketua fraksi, bukannya diberhentikan dari keanggotaannya di DPR.

Di masyarakat, tak sedikit yang ber-hate speech tentang Jokowi. Di parlemen, PDIP belum menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. Sebagai partai pemenang pemilu, ini ‘hutang’ PDIP pada rakyat pemilihnya untuk melogiskan komposisi pimpinan menurut amanat konstitusi ( pimpinan parlemen merepresentasikan pilihan rakyat ). Minimal kembali ke UU MD3 tahun 2009. Kocok ulang pimpinan. Ketika itu belum terjadi, saya rasa tidak wise, jika anggota PDIP menyerang, mendikte, membonsai, bahkan mengancam mengajukan Hak Menyatakan Pendapat ( HMP ) pada presiden yang diusungnya. Apa-apaan ini ? Kita sudah berdebar ketika DPR terbelah dan PDIP gagal menjadi pimpinan parlemen. Kita jungkir balik mencari solusi, memberi saran agar DPR bisa bekerja ( gak dead lock terus ). Kenapa kita masih harus berdebar dengan ancaman HMP yang anehnya digagas oleh PDIP ? Banyak pengamat miris dengan anomali ini ( kubu lawan jelas tertawa senang, Jokowi bisa jatuh tanpa perlu mereka ‘kerja’. Kita tahu mereka tak lebih baik dari JW-JK. Apa anomali ini karena PDIP terbiasa menjadi oposisi sehingga setelah di dalam pemerintahan masih terbawa oposisi ? Tak peduli hiu2 ganas di luar sana yang siap menerkam dan mengambil keuntungan. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat INB.

OTOKRITIK SETELAH PARLEMEN TERPERCAYA. ITU BARU SMART.

Mestinya, kita lihat medan dulu, sebelum kita menyampaikan kritik. Niat idealis ( otokritik ) di kepala sendiri, kerap tak terbaca demikian di kepala lawan2 yang licik. Mereka cuma peduli titik2 lemah yang bisa mereka gunakan sebagai mesiu untuk menembak jatuh kita. Lawan licik punya perasaan ‘lebih’ dalam dirinya sehingga otokritik tak bakal mereka kagum, apalagi respek pada kita.

( Saya sendiri berupaya tak menghina orang yang saya kalahkan. Pengendalian nafsu adalah kekuatan diri yang terbesar. Saya memilih diam ketika saya dipojokkan dengan ‘kesalahan’ saya dan cuma membalas membuka aib lawan untuk mengalahkannya. Biarlah Allah yang menanamkan rasa bersalah di hati lawan. Jika kita bisa menahan diri seperti itu meski amarah sudah di ubun2, believe me .. uhh.. that’s so powerful. Tak ada yang bisa menandingi Allah jika sudah turun tangan menyadarkan lawan kita ).

Saya menahan diri tak mempertontonkan kecerdasan saya pada orang2 yang ingin saya rangkul hatinya ( tapi jika ada pria mendekat di luar kriteria, jurus ampuhnya adalah terus terang berkata : maaf.. saya tak tertarik, atau .. jika dia masih nyosor, maka adu argumentasi versus hasrat superior-nya sampai dia muntah/ kapok, sangat disarankan. Works for me ). Tak seorang pun ingin terlihat bodoh di dekat kita. Manusia tak rela di subordinat. Apalagi para pria yang punya insting dasar superior ( hanya pria bijak nan pede yang mau sportif mengakui kecerdasan wanita ).

PENGGERAK MESTI DAHSYAT MENGGALANG KONSENSUS

Sebagai pemikir, saya batasi maksimal 5 orang dalam inner circle saya agar masih cukup besar ruang hening di kepala saya untuk memikirkan Indonesia. Berharap kepala tak vertigo, korslet atau stroke. Orang yang berada dalam jangkauan perhatian dan bantuan saya ini bermanfaat ketika giliran saya yang sakit, bête atau down. Namun, mereka yang berpotensi dan ingin berkiprah sebagai penggerak ( presiden, gubernur, walikota, bupati, dst ) harus lebih lebar lingkaran silaturahminya. Kepandaian menggalang konsensus harus diasah dan terus ditingkatkan. Lebih humble, menahan diri dan menangguk simpati. Kenal, suka lalu percaya. Di saat lebih banyak orang yang percaya dan merasa aman berurusan dengannya, si penggerak akan mendapat kekuatan, dukungan, sumber daya dan akses yang membawa kemaslahatan pada sebanyak mungkin umat.

Jika Rieke bisa bicara kalem, secukupnya ( orang biasa umumnya tegang & letih jika mendengar rentetan logika & argumentasi ) sehingga orang merasa ‘aman’ dan betah di dekatnya ( plus lebih wise/ selektif dalam memilih corong mana dia mengkritik pemerintah ) maka kursi ketua DPR yang ditinggalkan SN ( sekarang di-plt FZ ) paling sip ditempati Rieke. Presiden RI pernah dipegang wanita ( Megawati, kini ketua umum PDIP ). Posisi ketua DPR perlu memulai sejarahnya ditempati wanita. ( komisioner KPK terpilih kemarin juga ada wanitanya ). Apalagi wanita adalah mayoritas penduduk Indonesia. Sangat representatif.
Rieke DP ( PDIP ) dan Akbar Faisal ( kader Nasdem yang di BKO-kan di MKD dan fight abis ketika dikeluarkan FH dari ruang sidang ) memberi harapan pada kita pada perbaikan wibawa dan maruah parlemen. Rieke, Akbar .. good job !

RAKYAT NYOBLOS BENERAN, WAKILNYA CUMA BOHONGAN

Setelah RJL dan RS dicopot, saya pikir kita perlu mengkaji semua kebijakan/ kesepakatan yang melibatkan mereka. Konsensi 51 % di Pelindo II, ternyata setelah dikaji lebih jauh merugikan Indonesia. Ada kejahatan korporasi asing di sana ( perjanjian batal demi hukum ). Siapa tahu di BUMN lain juga sangat dirugikan ? Siapa yang mau memimpin pansus perusahaan asing di Indonesia ? ( Apa saja dan berapa banyak sumber daya alam kita yang mereka keruk sebetulnya ? Kita mestinya negara kaya. Kok, kita masih terlibat hutang dan belum maju ? ). Agar tak jadi bancakan koalisi licik, pansus ini dibentuk setelah komposisi pimpinan di parlemen betul2 mempresentasikan pemenang pemilu 2014 ( mayoritas pilihan rakyat ). UU MD3 tahun 2014 yang dibuat 2 hari setelah KMP kalah pilpres ini melanggar konstitusi karena sistim paket pimpinan membuat partai gurem bisa menduduki kursi pimpinan, sedang partai pemenang pemilu cuma bisa nrimo jadi penonton karena dikeroyok. Mari kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Slamet Rahardjo, aktor senior kita, sampai kecewa karena dia merasa nyoblos beneran saat pileg tapi yang dilihatnya sekarang anggota dewan bohongan. Pretending membela kepentingan rakyat padahal nyatanya membela kepentingan pribadi, golongan bahkan mafia migas ! Sekjen PDIP berdalih : realitas tak bisa 50 + 1 % atas status penontonnya. Padahal jika KIH bergerilya setangguh jenderal perang ( tak hanya pasif menunggu petunjuk ketum ) dalam memperoleh dukungan suara di parlemen, dan terbiasa konvensi / fight dalam tradisi partai yang sehat, maka tragedi sapu bersih kemarin oleh kubu lawan tak akan terjadi. Betapa banyak energi yang kita keluarkan untuk meredakan kegaduhan tak perlu di parlemen kemarin karena ketakmampuan PDIP ( tolong jangan dikompensasi dengan gencar mengkritik presiden/ orang yang akan rikuh melawan. Jika PDIP betul2 berani, hentikan kelicikan kubu lawan ). Sekarang PAN sudah bergabung ke KIH. Golkar dan PPP sedang bermasalah dengan legalitasnya setelah pencabutan SK MenkumHAM oleh keputusan MA. Ayo, posisi ketua DPR rebut kembali ! ( matangkan strateginya di raker PDIP minggu besok ya. Salam sukses ).

REVISI UU KPK ? NOT THIS TIME ..

Saat ini, terlebih saat parlemen belum betul2 mempresentasikan pilihan rakyat, UU KPK jangan direvisi dulu, karena masih sangat memadai untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang dibutuhkan KPK adalah penguatan infrastruktur kelembagaan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi. Sehingga tumpukan kasus bisa segera dituntaskan secara baik oleh SDM yang cukup dan fasilitas yang mendukung. Setelah trust rakyat pada DPR tinggi, barulah UU Polri dan UU Kejaksaan di revisi. Setelah dua lembaga penegak hukum itu membaik kinerjanya secara signifikan, baru UU KPK direvisi, jika masih diperlukan ( misal, selama menjabat, komisioner KPK tak bisa dikriminalisasi ). Indeks korupsi Indonesia masih di bawah 40 ( di bawah Malaysia ) sekarang. Membatasi umur KPK tinggal 12 tahun lagi adalah manuver koloni ‘koruptor fight back’.

Orang2 dangkal yang suka berpikir jangka pendek jika dibiarkan merajalela akan menyurutkan orang datang ke TPS, tak percaya demokrasi, lalu meruntuhkan parlemen. Sudah digaji mahal oleh rakyat, tapi rakyat cuma dikibulin. Saya pikir Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR RI sebaiknya diisi 4 orang dari tokoh masyarakat yang kredibel, 3 diisi oleh anggota DPR dari 3 partai dengan perolehan suara tertinggi di pileg. Agar conflict of interest bisa diminimalisir dan tak terjadi drama bertele-tele lagi seperti kemarin. Tujuh orang saja, karena lebih dari 7 orang, keputusan yang baik dan cepat akan sulit diambil. Cukup 2 hari saja.

MKD IDEAL HARAPAN RAKYAT. CARANYA ?

Mengadili etik sebenarnya lebih mudah daripada pengadilan hukum. Orang bercelana pendek di pantai ,secara hukum tak bersalah, tapi jika orang tsb masih memakai celana pendek di pesta formil, maka ia bersalah secara etik. SN sudah mengaku hadir di RC ( 8 Juni 2015 ) bersama MRC dan MS di TVO** dan MetroTV. MS sudah membenarkan pertemuan tsb di sidang MKD. Dua alat bukti sudah cukup bahwa SN bersalah secara etik ( melekat pada jabatan ketua DPR tak boleh bertemu orang untuk urusan yang bukan kewenangannya ). SN mestinya sudah keluar dari Senayan sekarang. Tapi, kok malah jadi ketua fraksi ? ( padahal 7 hakim dari KMP : Golkar versi ARB, Gerindra, PPP versi SDA/Djan Faridz, PKS, kompak menyatakan hukuman berat untuk pelanggaran SN. Akal bulus lagi ? Cara2 setan seperti ini bisa menghancurkan parlemen ). Ini dia salah satu kebohongan yang merusak citra DPR. Jangan salahkan lembaga survei yang menempatkan DPR di posisi bawah dalam kepercayaan publik. Apa kita mau diam saja sampai parlemen ambruk ?

Saya perhatikan ARB menjadi tokoh sentral dalam runyamnya komposisi pimpinan di parlemen & AKD DPR, kisruhnya kepengurusan Golkar, sengketa pilpres di MK, clash horisontal antara pemilih kubu 1 vs kubu 2 karena deklarasi ngawur di TV-nya, lambannya ganti rugi korban lumpur Lapindo ( Century Gate & BLBI gate juga menyeret nama perusahaannya. Mestinya, pemerintah tak perlu menalangi ganti rugi lahan yang baru bisa digarap 81 tahun kemudian. Orang2 di atas Lapindo Brantas masih berada di deretan orang2 terkaya. Supaya ARB tak kelebihan energi untuk mengacak-acak Senayan demi ambisinya ). Mungkinkah post power syndrome mantan orang terkaya di Indonesia ini membuatnya hiperaktif menunjukkan dominasinya ? ( harus dia yang menang ). Atau dikejar hutang ?

LEGACY ARB DITUNGGU. SOLUSI UNTUK GOLKAR DAN PPP.

Setahu saya, ada perasaan tak berguna yang menimpa para lansia. Saya kadang merasa bersalah ketika diminta menemani ibu seharian, sementara seabreg deadline menuntut dikerjakan. Ritme lambat lansia tak cocok dengan ritme cepat anak muda. Butuh kearifan dari kedua belah pihak untuk memahami perbedaan ritme ini. Karena kemunduran fisik mempengaruhi ketajaman kognisinya, orang di atas usia 60 tahun sebaiknya jangan menduduki posisi puncak di perusahaan, lembaga dan organisasi. Emosinya lebih dominan daripada akal sehatnya.

Maukah ARB berhenti secara elegan, mewariskan hal yang baik untuk generasi penerus ? Kami semua menonton sepak terjangnya. Apa legacy-nya ? ( pilih berakhir dikenang, atau berakhir dikutuk ? )

Kisruh Golkar pasca pencabutan SK MenkumHAM bisa diatasi dengan memperpanjang legalitas Munas Riau dan segera melaksanakan Munaslub di tahun ini. Cara dan prosedur pemilihan ketum yang fair disepakati dan dijalankan kedua belah pihak. Kepastian hukum semestinya disertai keadilan dan kemanfaatan agar Golkar selamat. Jika tak ada kemauan dari dua kubu, pemerintah bisa mengkondisikan ( memperpanjang legalitas Munas Riau ), sedangkan kader dan konstituen Golkar bertugas mengawal pemilihan ini. ( PPP juga bisa kembali ke AD/ART partai dan berbesar hati mengakomodir kebutuhan kubu pesaingnya, demi Indonesia yang damai dan produktif. Kalian masih orang Indonesia kan ? )

Oposisi loyal yang institusional dilakukan oleh sebuah partai yang seimbang kekuatannya dengan partai pemerintah. Dalam negara demokrasi, jumlah partai yang ideal itu dua dengan angka kemenangan terpaut tipis, antara 51 % banding 49 % agar suara oposisi efektif. Jika tidak terjadi, harus ada partai2 yang menegaskan diri bahwa dia dalam posisi oposisi. Ini yang dianjurkan Nurcholish Madjid waktu Soeharto lengser. Golkar kehilangan credential ( surat kepercayaan rakyat ) karena terkait Orde Baru. Golkar sebaiknya membubarkan diri tapi kemudian memanfaatkan struktur yang ada untuk membuat partai baru. Struktur organisasi dan platformnya sama dan paling tidak secara simbolik harus diadakan pembersihan terhadap orang2 tertentu. Untuk memperoleh kembali credential-nya, dalam 5 tahun Golkar jangan mengambil posisi dalam pemerintahan. Jika Golkar bisa mengambil posisi itu, didukung spektrum seperti itu, dengan pengalamannya yang panjang dan kader2 yang kuat maka akan bagus sekali. ( wawancara Prof.Dr.Nurcholish Madjid dengan Yasra Muhtarom, di Universitas Paramadina, April 2004 )

RAKYAT YANG MANA ? LOOK AT US !

Sebagian politisi meledek jurnalis untuk berkelit : ‘ rakyat yang mana ?’. Heii.., ini kami, mayoritas yang memenangkan presiden sekarang ( selisih 8, 4 juta pemilih, bukan angka yang kecil ). Kami yang rela berpanas-panas, berhari-hari mengawasi jalannya sidang MKD. Bukan minoritas yang dadakan datang saat keputusan MKD akan diambil di luar sana. Jangan bicara mayoritas hanya pada saat menguntungkan kalian saja ( merekayasa UU MD3, menyapu kursi pimpinan dewan, menyelamatkan SN di MKD, dsb ). Kami mayoritas yang mestinya lebih kalian camkan ! Jokowi juga tak hanya memikirkan pemilihnya ketika membuat paket kebijakan ekonomi serta membagikan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Kalian, kubu KMP di Senayan, juga jangan hanya memikirkan diri sendiri ( pemilih PS – HR ) dan menyangkal eksistensi kami ( rakyat pemenang ). Bersikaplah sportif dan gentle. Jangan lari dari kenyataan. DPR mestinya bukan kumpulan anak TK lagi. Grow up, man !

Salim Kancil menjadi martir korupsi berjamaah di Lumajang, Jawa Timur. Ketika politik menjadi kejahatan terorganisir. Dari bupati, DPRD, polisi, kepala desa, pengusaha dan kaki tangannya bersekongkol meraup puluhan miliar dari sumber daya alam Indonesia ( penambangan pasir dengan kandungan besi lebih dari 40 % ) dan hanya memasukkan Rp 130 juta ke kas negara. Pengelolaan negara macam apa ini ? kecam Akbar Faisal di ILC ( 6/1/2016 ). Penjarahan kekayaan rakyat ini bisa terjadi karena pembiaran dan manajemen asal-asalan dari pejabat daerah yang kurang bertanggung-jawab. Pengawasan mestinya tak hanya pada penambangan yang berizin, tapi juga pada penambangan ilegal, karena aroma kejahatannya lebih pekat. Tambangnya saja sudah illegal, anda bayangkan para mafia yang suka melabrak aturan yang ngebet masuk ke tempat2 seperti itu. Jika ada mafia, pasti ada korban dan kerugian.

Salim yang gigih menyuarakan kebenaran, terpaksa berakhir mengenaskan, dikeroyok, dipukul, diestrum, digilas motor dan dihantam batu sampai mampus. Kebaikan yang terpencar akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Saya sendiri menghentikan bibit2 mafia ( pemalas, pembohong, parasit ) sejak dari rumah. Begitu ada anak kost dan kerabat yang berulang ceroboh, melanggar tata tertib rumah, saya pastikan keluar dari rumah ( setelah 3 kali peringatan dan nasehat ). Contohnya, Romo**, mahasiswa UW yang bertubuh tinggi asal Bat**. Penentang aturan ini cuma meledek,”.. aku gak peduli, terus kenapa ?”. Terlintas orang tua dan kakak2-nya yang alpa menegur dan memberi sanksi setimpal atas pelanggaran selama ini ( nunggak sewa, bawa cewek ke kamar, dsb ) sampai pemalas ini bisa enteng ngoceh seperti itu.

STOP MANAJEMEN BURUK YANG MEMATIKAN !

Seperti anggota geng motor sadis yang menangis ketika dicokok polisi dan didakwa di pengadilan, maka si penentang yang menyumpahi saya anj*** dan akan menampar saya, ternyata juga menangis ketika saya konsisten dengan sanksi saya ( mengeluarkan dia dari kost ). Surprise ? Ini reaksi alami orang yang baru pertama kali dihukum setimpal. Mungkin pukulan berat baginya, karena dia lari terbirit begitu saya ke atas hendak mengunci pintu kamar. Mestinya, ortu bisa wibawa mendisiplinkan anaknya sejak dalam asuhannya di rumah ( umur 3 – 15 tahun ), sebelum ia tak terkendali di luar rumah dan masuk penjara. Saya melempar kerikil ke kaki si malas, agar dia sadar kesalahannya, sebelum orang lain di puncak amarah melempar bata yang meremukkan jidatnya. Ada kesalahan tertentu yang membuat kita tak bisa kembali. Ada peringatan yang boleh jadi yang terakhir kalinya. Berhati-hatilah dengan langkah, ucapan dan tindakan yang kita ambil. Think before you act.

Hukuman yang pas adalah bentuk lain dari cinta agar anak dalam penjagaan kita tak rusak masa depannya. Jika orang ‘baik’ tak cukup baik ( baca : berani karena Allah ) untuk menghentikan bibit2 mafia sejak dini maka ketika keluar rumah mereka akan membentuk koloninya menjadi kejahatan terorganisir. Di level kawasan, mereka bisa menjadi mafia pembobol tas penumpang di bandara2. Di level daerah, mereka seperti pembantai Salim di Lumajang ( mafia penambangan pasir ). Di level nasional, mereka seperti SN, ARB, FZ, FH yang menurunkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan wakil rakyat di parlemen. Entah berapa ribu triliun kerugian negara akibat praktek2 korupsi, kolusi, kroniisme, nepotisme selama ini. Kalau kita tak menghentikan SN ( miliar dolar investasi Freeport ), lalu jadi preseden buruk yang menjangkiti politisi dan pejabat publik lainnya di pusat dan daerah, berapa cost yang sanggup kita tanggung agar negeri ini tak ambruk ?

OTONOMI SAMPAI PROVINSI. ASET DAERAH DISELAMATKAN.

Mestinya otonomi hanya sampai tingkat provinsi, kata Cak Nur ( karena ketersediaan SDM dan alat ukur yang lebih memadai. Di AS, otonomi hanya sampai negara bagian/ provinsi ). Syukurlah, saya dengar sekarang gubernur-lah ( pemprov ) yang memutuskan investasi sektor pertambangan di daerah. Smoga penjarahan aset daerah bisa dihentikan ). Jangan jatuh Salim, Salim berikutnya.
Dalam masyarakat akan selalu ada orang yang cenderung tak peka. Menurut psikiater, ada 1-2 % dari populasi bahkan sangat tinggi angka psikopatik-nya. Ingat psikopat ? Kalau jengkel dia menyiksa. Kalau dendam dia membunuh. Tidak proporsional. Seperti penggilas Salim dan penyeret Sisca. Sekelompok orang yang berfoya-foya itu menggejala luar biasa karena dibiarkan. Banyak orang berbuat jahat, tapi tidak merasa bahwa ia berbuat jahat.

Orang2 baik yang masih tebal nurani dan nyalinya di parlemen harus bisa menghentikan wakil rakyat yang menyimpang seperti saya menghentikan para pelanggar di rumah. Agar rakyat tak terpaksa melototi TV atau capek berdemo mengawal nurani anggota DPR. Agar energi rakyat bisa dialokasikan ke kegiatan yang lebih produktif, fokus mencari nafkah, meningkatkan daya saing agar survive ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) diberlakukan tahun ini. Agar para wanita bisa hadir sepenuhnya mengasuh putra-putrinya menjadi generasi penerus yang andal. Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan DPR mestinya berjalan optimal dalam koridor kebenaran ( tanpa rakyat harus nokrongin dari menit ke menit, hari ke hari ). Tidak diplintir, direkayasa untuk kepentingan sesaat, pragmatis kelompok tertentu dan negara asing.

Psikotes yang benar dengan alat yang benar seharusnya dilakukan pada anggota dewan, pejabat, aparat dan mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik dan kekayaan negara. Orang yang berskor di bawah 40 ( kurang bertanggung jawab jangan sampai masuk ranah publik ). Jangan terjadi negara salah urus, daerah salah manajemen, apalagi sampai membunuh pejuang kebenaran, seperti Salim Kancil. Semoga arwah Salim di terima baik di sisi-Nya dan keluarganya diberi kekuatan. Amin.

INGIN MAMPUS ? MAIN GAME 8 JAM TIAP HARI !

Iklan TV dari Telk***** ( operator seluler Indonesia yang sudah dibeli perusahaan telekomunikasi Singapura ) tentang pecandu yang menang main game belakangan ini menyesatkan. Main game lebih dari 6 jam tiap hari bisa merusak mata, tangan, punggung, bahkan menyebabkan kematian. Apalagi selama 8 jam selama 22 hari. Mampus. Kecerdikan memenangkan game buatan manusia tak sebanding dengan kecerdikan mengatasi masalah hidup buatan Allah. Ketika beradu cerdik dengan bangsa asing dalam ranah diplomasi dan negosiasi sumber daya alam, generasi pecandu game tak bisa apa2 dan habis terkuras. Dalam perang fisik dan ekonomi akan mati sungguhan. Belum lagi umpatan kotor anj***, gob*** dsb jika kesenggol sedikit saja di jalan umum ( seperti ketika ia diganggu atau dikalahkan di depan layar game ). Di depan smart phone, komputer, layar monitor game tak bisa ia bedakan ( asosial, pembunuh Ade Sara juga demen kekerasan dalam game yang ia mainkan ). Kita harus waspadai perusahaan2 Indonesia, yang sahamnya sebagian besar sudah dibeli perusahaan asing.

Batasi maksimal 1 jam per hari untuk main game. Syukur2 jangan main game sama sekali. Lebih baik baca buku bermutu ( daya pikir pembaca buku mengalahkan pembaca komik, tabloid, koran, majalah dan pecandu game ), beribadah, menonton acara TV berkualitas ( “Metro Hari Ini”/ “Primetime News”, “Mata Najwa”, “Kick Andy Show” di Metro TV, “On the Spot”/ “Spotlight” di Trans7 ), asah passion sampai jadi great job yang menghidupi dan mendamaikan hati, memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar anda.

Kritis dan lakukan yang terbaik untuk masa depan anda dan Indonesia. Kita wajib berupaya sepenuh hati supaya keadaan pasif lambat laun berganti tenaga aktif. Membangun masyarakat baru. Hanya satu tanah air yang bernama Indonesia. Negeri ini akan makmur jika ada usaha gigih, dan usaha itu adalah usaha kita semua.

Written by Savitri

8 Januari 2016 at 10:13

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , , ,

Papa Minta Saham ? Makelar di Senayan, Mafia di Migas. Freeport, take it or leave it.

leave a comment »

SS

Sudirman Said ( Menteri ESDM ) mencuri perhatian publik. Perncatutan nama presiden & wapres oleh MRC ( gembong mafia migas ) dimakelari SN ( ketua DPR ) yang dilaporkannya ke MKD sungguh menggemparkan. Skandal besar yang melibatkan Freeport ( investor asing terbesar di Indonesia ). Untuk merekam, kita tak perlu izin. Untuk menyadap, penegak hukum ( kecuali KPK ) perlu izin pengadilan. Keterangan MS ( presdir PT.Freeport Indonesia ) dan pengakuan SN hadir di hotel RC ( 8 Juni 2015 ) adalah bukti yang cukup bagi MKD ( Mahkamah Kehormatan Dewan ) untuk menjatuhkan sanksi berat atas pelanggaran etik SN. Diberhentikan sebagai ketua & anggota DPR RI. Kita ngeri, marah, tak percaya pada wakil rakyat yang cuma ketawa ketiwi ketika di depan matanya, mafia migas jelas2 hendak menjarah kekayaan rakyat. SN bersikukuh tak bersalah. Kemana nurani dan rasa malunya ? ( foto : detik.com )

Move on. Rupanya tak sembarang orang bisa melakukan. Para heartbreaker dengan ‘sayapnya yang patah’ cenderung menghakimi dan menyiksa ( balas dendam ) pada wanita berikut yang mendekat. Paranoid, super sensitif, bias. Orang ambisius juga begitu. “Kau terlalu menginginkan posisi itu, sampai kau tak melihatnya,” tegur ayah angkat Karna ( serial Mahabharata ). Saya kuatir PS seperti Karna, yang karena obsesinya tak lagi jernih melihat mana orang baik yang harus dibantu, mana orang jahat yang harus dijauhi. Tak pelak, banyak orang dangkal dan pragmatis yang bergabung dan mempengaruhinya. Ketika kubu 2 dinyatakan KPU menang, banyak dari pendukung kubu 1 belum bisa move on lalu ber-hate speech di ruang privat dan publik. Orang dangkal berpikir orang lain seperti mereka. Jika si dangkal biasa curang, maka ia sontak menuduh orang lain curang jika kemenangan bukan di pihaknya.

Saya kerap didatangi orang2 berkualitas rendah yang bicara miring tentang presiden terpilih. Belum move-on rupanya, batin saya. DPR terbelah ( KMP vs KIH ) oleh orang2 belum move on. Barisan sakit hati ini ( setelah mengutak-atik aturan semau gue ) menyapu bersih semua kursi pimpinan, PDIP tak kebagian padahal juara pileg ( setelah SN mundur, mestinya kursi diberikan pada PDIP ). Parlemen, idealnya ( menurut Cak Nur/ Nurcholish Madjid ) terdiri dari 2 partai ( atau koalisi partai ) dengan perimbangan 50 : 50. Sama kuat. Tapi karena manuver orang2 belum move on, perimbangan timpang, lalu DPR dead lock berbulan-bulan. Nuansanya masih terasa sampai hari ini, ketika SN yang jelas bersalah dan mempermalukan dewan, masih mati-matian dibela FZ, FH dan sebagian anggota MKD. Bias, standar ganda. ( Apa mereka juga sedangkal SN & MRH ? Para pemalas suka bikin koloni dari jenis mereka sendiri, supaya kalau dikritik, banyak pembela, tak perlu repot2 memperbaiki diri. Mulut lebih cepat dari otak. Jika SN tak risih dengan aksi mafia, bisa jadi mereka tak risih juga. Makelar juga ? )

Ketika Mahfud MD ( mantan ketua MK ) keluar dari KMP ( dipicu hasil quick count internal PKS yang tak jelas ) dan sejumlah lembaga quick count abal2 yang dijadikan dasar TVO mendeklarasikan ‘kemenangan’ kubu PS-HR, saya yakin the real champion is kubu JW-JK. Media cetak Kompas, Tempo dan Pikiran Rakyat juga mengacu lembaga quick count kredibel langganan MetroTV ( stasiun TV pertama di Indonesia yang menayangkan hasil quick count untuk pemilu & tak pernah meleset ).

SI RAJIN VS SI MALAS. PERTARUNGAN ABADI ORANG BAIK LAWAN ORANG JAHAT.

Dalam keseharian kita, memang ada si rajin dan si malas. Si rajin tekun menyimak, belajar dan menganalisa dari sumber2 kredibel. Si malas mendengar apa dan siapa yang disukainya. Seselera atau mirip dengannya. Benar atau salah tidak penting baginya. Dia tak tahu pedoman benar dan indikatornya. Tak terdesak mencari tahu dan melaksanakan, selama si malas masih bisa hidup gampang atau jadi parasit bagi orang lain. Ngapain repot2 berubah ? Bisa dibayangkan betapa bertolak belakangnya output dari kepala si rajin dan si malas jika inputnya berbeda seperti itu. Clash.

( Si malas menuduh si rajin mengusirnya, jika si rajin menolak/ bosan diparasitinya. Padahal, cara membantu pemalas adalah dengan tidak membantunya, sampai ia terlempar ke jalanan dan sadar, bahwa untuk bertahan hidup hanya ada satu jalan, yaitu menjadi rajin & jujur. Pemalas seperti punya ‘kantong pengemis tak berdasar’ di punggungnya. Anda baru sadar setelah tertinggal banyak hal karena membantu orang yang tak pernah puas itu ).

Pemalas tak mampu membaca kebaikan orang lain ( karena si malas sangat jarang berbuat baik/ tak tahu betapa banyak waktu/ tenaga/ dana/ emosi tersedot ) , sehingga si malas tak bisa bersikap baik, apalagi membalas kebaikan orang. Ada 2 distorsi di kepalanya : kesalahan kecil ( semut ) di seberang lautan kelihatan, kejahatan besar ( gajah ) di pelupuk mata tak kelihatan. Kerja capek orang lain tak mampu dilihatnya ( dihargai ), kerja kecil dirinya dihargai berlipat-lipat ( sampai ia menepuk dada, merasa pahlawan & minta balasan materi yang banyak ). Sudut pandang distortif ini terjadi karena setan sangan suka dengan pemalas & membuatnya memandang baik semua perbuatan buruknya. Karena rasa malas, ia ogah-ogahan membaca buku berkualitas yang membedakan dosa kecil dengan dosa besar, bohong putih* dengan bohong hitam, halal dengan haram, perbuatan benar dengan perbuatan salah, baik dan buruk. Patokan si malas hanya satu : siapa yang menghalangi ( niat & tindakan tak bermoralnya ) akan disingkirkan. Setan banget, kan ?

Ngeri kan, kalau orang2 seperti SN, MRC, PS, ARB, NH & koloni pemalas itu yang menguasai pemerintahan. Sumber daya alam ( SDA ) kita bakal habis dijarah. Mari dukung presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla yang lurus dan saklek ini sepenuh hati. Kita bantu mereka menyukseskan program2 pro-rakyat sampai akhir masa jabatan.

*( Jika ada wanita murahan datang ke rumah keluarga baik2 untuk bertemu pria yang ditaksirnya, maka sang ibu boleh menampik dengan mengatakan putranya tak ada di rumah. Itu bohong putih, untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. “Ketetapan Pangeran, kemenangan Raja Rimba. Selama untuk tanah air & tak ada kepentingan pribadi/ golongan di dalamnya, maka lakukanlah.” ( serial Asoka ). Prosedur harus benar, hasilnya terserah nanti ( birokrat ). Hasil yang penting,terserah prosedurnya ( pengusaha ). Pejabat publik harus pintar memadukan kedua hal tsb, kata JK ).

SIDANG MKD MASUK ANGIN ? MUSIM HUJAN, NIH

Mari lihat Senayan. Sebagian hakim MKD yang kemarin melecehkan kewarasan publik mungkin tengah menepuk dada, pasca konco mereka ( SN ) bisa berkelit dari dua tuduhan pelanggaran etik. Tuduhan pertama : SN hadir di kampanye capres DT yg rasis dan Islamphobia. SN bilang, rakyat Indonesia ‘sangat suka’ DT. Lancar benar dia !

Setibanya di tanah air dan dikritik habis-habisan, SN ngeles : dia ‘dijebak’ ( tak bisa keluar ruangan, digiring ke DT yang sedang pidato, persis seperti SN ‘menjebak’ presiden untuk menandatangani sesuatu, tapi hati lurus RI-1 itu menolaknya ). Untuk ‘tepuk dadanya’, SN mengklaim karena nongolnya SN di layar kaca dunia ( yang mempermalukan mayoritas WNI ) maka banyak investor AS yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia. ( Ini duit dolar AS, seperti juga Euro, yang tak dijamin emas yang cukup di bank2 zionis, alias uang seharga kertasnya saja. Sementara kita harus menukarnya dengan SDA jatah anak cucu kita ). Apa SN tak tahu, Kemenlu sampai perlu mengerahkan broker dari Singapura untuk menjaring investasi sebelum presiden berkunjung ke AS ? Panglima TNI saja sampai perlu digeledah sebelum bertemu dengan para petinggi AS. Para pengusaha Indonesia sangat dipersulit untuk bertemu, apalagi membangun bisnisnya di AS. Terlihat lebai & gak fair-nya AS, kan ? Melihat cara DT ‘menjebak’, SN ‘menjebak’ dan pengusaha HT ( kini bikin partai sendiri ) mensponsori lawatan tsb ( daftar anggota rombongan DPR tak dicek ), kita tahu kredibilitas dan integritas mereka di level yang sama ( rendah ). Apa kita bisa tenang jika urusan negara dipegang orang2 berkualitas rendah ?

Sidang pertama MKD untuk SN meloloskannya dengan sanksi ringan : teguran. Jelas tak kapok. SN lalu berulah lagi kali ini dengan MRH yang banyak merugikan negara dengan sepak terjangnya di Petral dsb. Sebelum disidang, MRH sudah cabut duluan ke luar negeri tanpa pesan. Bagaimana bisa pimpinan dewan yang terhormat itu berteman dengan orang yang masih demen pesawat pribadi, main golf dan happy2 ? Orang yang belum selesai dengan dirinya. Jika ingin tahu ( watak ) seseorang, lihat siapa teman2nya.

Bertemu dengan orang yang salah, ditempat dan waktu yang salah, untuk tujuan salah adalah kesalahan SN pada 8 Juni 2015. Pelanggaran etik berat yang mesti dihukum berat. Anda bayangkan, wakil rakyat seperti itu bukannya membela kepentingan rakyat, tapi malah membela mafia yang menguras kekayaan negara. Padahal, selama ini kita yang menggaji dia dan teman2 MKD-nya. Jadi, untuk apa orang2 yang mengkhianati kepercayaan rakyat itu dipertahankan ? SN gak ngeh bahwa sidang yang dihadiri 7 Desember 2015 itu sidang etik ( bukan hukum ). Ia mengulangi masalah legal standing pelapor ( SS ) dan keabsahan bukti rekaman 127 menit seperti didalihkan konco2-nya di sidang awal. Sangat membosankan.

SN sudah mengakui kehadirannya di pertemuan tsb. MS pun mengamini. Itu sudah cukup sebagai bukti kesalahannya. Keterangan saksi MS adalah bukti yang lebih kuat dari rekaman percakapan yang dipermasalahkan. Perpanjangan kontrak Freeport adalah urusan eksekutif ( bukan legislatif ). Apalagi mengiyakan ( mendiamkan ) MRC minta saham Freeport 20 % ( fitnah 11 % untuk presiden, fitnah 9 % untuk wapres ) dan 49 % saham PLTA. Bahkan sesumbar, presiden bisa diganti kalau kontrak ( izin usaha ) Freeport di Papua tak diperpanjang. Terdengar nuansa tamak, overpede plus makar-nya, kan ?

TAK BERSALAH, KOK SALAH ? PERBUATAN LEBIH KUAT DARI PERKATAAN.

SN merasa tak bersalah ? Tapi kok seluruh tindakannya menunjukkan bahwa dia bersalah. Kalau benar, tentu dia tak protes kalau percakapannya di RC dengan MRC direkam MS. Apa yang perlu disembunyikan dan ditutupi jika percakapan tsb tak membahayakan diri dan negara. Kenapa sidang SN mesti ditutup kalau penjelasannya tak membahayakan posisi SN dan negara ? Kenapa SN melaporkan SN ke polisi jika yang mencemarkan nama baik sebenarnya MRH dan SN sendiri karena dia yang membawa mafia migas itu mencatut nama presiden & wapres untuk dapat saham ? ( Rasa takut yang tidak pada tempatnya. Pasti SN banyak dosanya atau pemalas. Ingin dapat banyak dengan kerja sedikit/ omdo ). So, percakapan SN & MRH ilegal : membahayakan diri dan negara, menabrak norma etik ( & hukum ) sehingga SN perlu sembunyi2 & MRH kabur, publik tak boleh tahu yang sebenarnya ( padahal SN pejabat publik ). Apa kita akan membiarkan orang dengan akal bulus seperti ini bercokol di lembaga dewan yang terhormat ? SN tak menghormati kita ( rakyat Indonesia ). SDA kita nyaris dijarah oleh mafia migas di depan matanya, SN cuma ketawa ketiwi ( tak mencegah ). We don’t trust you !

Mestinya 7 hakim MKD yang menolak sidang tertutup SN bisa walk-out sebagai protes atas perlakuan diskriminatif ini ( SS disidang terbuka sekitar 8 jam seperti pesakitan yang bersalah, padahal saksi pelapor, MS sebagai saksi disidang terbuka sekitar 11 jam, SN sebagai terlapor disidang tertutup sekitar 5 jam ). Publik ternganga makin gregetan. Setelah dicolong ( dari kata ‘kecolongan’ ) triliunan rupiah untuk pembangunan gedung DPR baru pada APBN-P kemarin, masih dikibulin lagi di sidang2 gak lucu ini. Jangan pilih mereka lagi di pileg 2019, ya ( hakim2 pro-SN dari Golkar, Gerinda, PPP, PKS ).

Setelah ngeles di MKD, SN balik melaporkan SS ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Gimana rakyat bisa membenahi wakilnya di Senayan jika maksud baik berbuah tuntutan hukum ? Pengamat MN menyebut SS bagian dari mafia ( yang pecah kongsi ). Menko Maritim menyindir SS bersuara untuk orang asing. MS memberitahu MKD bahwa SS pernah menjadi suplier Freeport. Kenapa SS tak mengaudit cash flow Pertamina tahun 2008 waktu SS keluar dari sana ? Kenapa SS tak blusukan ke Papua mengecek laporan anak buahnya apa betul limbah Freeport sudah diolah dengan baik ? ( limbah dan smelter masih menjadi kendala pertimbangan perpanjangan izin 2-10 tahun saat negosiasi perpanjangan Freeport tahun 2019. Kontrak Freeport habis tahun 2021 ).

PAPUA DI SURIAH-KAN ? JANGAN PENGECUT.

Ayo, warga Timika, Papua, bersuaralah sejujurnya demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan kalian ( juga adik2 dan keturunan kalian ). Kalian ingin perusahaan emas terbesar di dunia ini masih bercokol di bumi kalian ? Memberi konsesi hanya 1 % selama 40 tahun. 9,36 % tahun 2015. Janji sampai 30 % ( tahun ? ). Saya dengar, jika terpilih jadi presiden AS, DT akan melarang muslim masuk AS. Apa warga AS plus perusahaan2-nya ( termasuk Freeport ) perlu juga kita larang masuk Indonesia ? ( negara muslim terbesar di dunia ).

SS dikritik karena suratnya mensinyalkan perpanjangan Freeport ( izin operasi & ekspor konsentrat ). Freeport akan meng’abitrase-internasionalkan’ pemerintah Indonesia jika dilarang mengekspor hasil produksinya ( 1 Juli 2015 ). Menko Maritim cenderung tak memperpanjang kontrak Freeport. Kita miskin karena kita kaya, kata Rizal Ramli. Hutan, laut, mineral, tambang, migas dari Sabang sampai Merauke menggiurkan orang asing datang mengeruk kekayaan kita, dengan iming2 ( tak terlaksana dengan baik ) atau intimidasi yang mengerutkan jiwa inlander sebagian kita. Papua akan di-Suriah-kan kalau AS ditendang keluar Bumi Cendrawasih itu, kata kakak sulungku.

Saya katakan, kalau kita terus miskin karena perusahaan2 asing makin lama & serakah menyedot kekayaan kita, maka selamanya kita akan terjajah secara ekonomi oleh AS dan berikutnya, China. Saat Perang Dunia ke-3, kita tak punya kekuatan melawan, tak punya kebanggaan dan armada perang yang tangguh, sehingga kita kembali terpuruk sebagai inlander sungguhan. Tak punya negara. Tak punya rumah. Apa ‘mati di lumbung padi’ belum cukup bagimu ?
Mana dadamu ? Mana harga diri dan kehormatanmu sebagai orang Indonesia ? Setidaknya, setelah berjuang mati-matian kita masih bisa mati terhormat. Anak cucu tak menyalahkan kita sebagai pengecut. ( Banyak orang takut tidak pada tempatnya. Takut semestinya hanya pada Allah. Takut kalau kemungkaran terjadi di depan kita, tapi kita tak maksimal menghentikannya. Allah sedang menguji keimanan kita dengan orang/ perusahaan/ negara yang menakutkan yang Beliau hadirkan ke hadapan kita.

SANGGUPKAH WAPRES JK HADAPI AS SEPERTI BUNG HATTA ?

Lalu, apa kata founding father kita (Dr. Muhammad Hatta/ wapres pertama RI ) tentang pasal 33 UUD 1945 ? Pemerintah, di atas, membangun yang besar2 ( tenaga listrik, persediaan air minum, menggali saluran pengairan, membuat jalan perhubungan guna lancarnya ekonomi, menyelenggarakan berbagai macam produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak ). Public utilities diusahakan pemerintah. Pimpinan perusahaan diberikan pada tenaga yang cakap. Jika belum ada di antara bangsa sendiri, boleh menyewa manajemen asing dengan syarat : selama memimpin perusahaan negara, ia mendidik gantinya dari orang Indonesia sendiri. Koperasi membangun dari bawah, mulai yang kecil yang erat kaitannya dengan keperluan hidup rakyat sehari-hari ( sembako, dll ). Lalu, berangsur-angsur meningkat ke atas.

Jika di atas, masih luas bidang ekonominya, maka bisa dikerjakan pengusaha swasta bangsa kita sendiri atau golongan swasta Indonesia yang bekerja sama dengan orang swasta bangsa asing. Di mana perlu, orang asing dan kapital asing baru diikutsertakan. Yang penting, inisiatif swasta itu bekerja di bawah pengawasan pemerintah, dan dalam bidang dan syarat yang ditentukan pemerintah. Produksi yang besar2 sedapat mungkin dilaksanakan pemerintah. Jika kurang dana, baru dibantu kapital pinjaman dari luar negeri. Jika siasat ini tak berhasil, baru pengusaha asing boleh menanamkan modalnya di Indonesia dengan syarat yang ditentukan pemerintah. Pemodal asing ( investor ) harus membuka kesempatan bekerja bagi pekerja Indonesia dan menggunakan konten lokal sebanyak mungkin. Kekayaan alam kita ( hutan, kesuburan tanah, dll ) harus tetap terpelihara. Tiap batang pohon yang ditebang minimal diganti dengan menanam 3 pohon baru. Bagian pekerja dan kapital nasional makin lama harus makin besar. Bantuan tenaga dan kapital asing sampai tingkat tertentu harus makin kecil. Rente dan angsuran dari kapital asing harus dibayar sepenuhnya dari hasil proyek yang dibangun dengan kapital pinjaman itu. Jangan jadi beban pajak generasi penerus. ( “Bung Hatta Menjawab”-wawancara Dr.Muhammad Hatta dengan Dr.Z.Yasni. Jakarta, 2002 )

Apa kita tahu, sebetulnya, apa saja dan berapa banyak SDA kita yang dikeruk Freeport dan perusahaan2 asing lainnya di Indonesia selama ini ? Apa mereka sudah merawat hutan, menyuburkan tanah dan menjaga kelestarian lingkungan kita ? Apa principal Freeport bisa meneladani Mc Donald Concern, yang meski bertentangan dengan kebiasaan di AS, ia tetap mau mendengar wapres Muh.Hatta dan melaksanakan sarannya : memimpin pabrik semen Gresik ( setelah membangun pabrik modern tsb ). Orang Indonesia yang akan memimpin pabrik itu selanjutnya ikut ke AS untuk mengetahui seluk beluk pabrik sejak dirancang sampai jadi. Ketika Concern memimpin, beberapa orang Indonesia sudah menempati posisi penting ( kabag mesin, presdir, kabag personalia, dsb ). Setelah 2 tahun memimpin, ahli2 AS kembali ke negerinya. Pabrik berjalan sebagaimana mestinya. Pabrik berjalan lancar sampai sekarang meski dipimpin ahli2 Indonesia. 100 %. Mampukah wapres Jusuf Kalla seperti Muhammad Hatta, mendudukkan principal Freeport melaksanakan kesepakatan fair untuk Indonesia ?

AMANAT PASAL 33 UUD 1945, SYARAT MEMPERPANJANG.

5-10 tahun waktu yang diperlukan Freeport untuk mengumpulkan dana underground mining di Papua, kata MS. ( Belum ada ahli/ perusahaan Indonesia yang mampu menggali tambang bawah tanah sebesar itu di Timika ? ) Lalu, tunggu apa lagi ? Memimpinlah dengan bijak. Ajari putra Papua menempati posisi penting dan mengolah tambang sebagaimana mestinya, sehingga dalam 2 tahun tambang emas, perak & tembaga tsb bisa sepenuhnya dikelola dengan baik dan lancar oleh ahli2 Indonesia, terutama putra Papua. ( Ada sekitar 30.000 pekerja di sana sekarang ).

Tunjukkan keseriusan niat memperpanjang izin dengan memenuhi syarat2 yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia ( termasuk perintah UUD 1945 pasal 33 seperti yang dimaksudkan bapak bangsa kita ). Semoga negosiasi lancar. Jika sebaliknya, Freeport tak memenuhi syarat2 tsb sampai 2019, maka lupakan perpanjangan izin. Tahun 2021, kontrak Freeport habis, kita cari perusahaan lain yang lebih mampu dan menepati komitmen.

Kejaksaan Agung, silakan memproses ‘permufakatan jahat’ SN dan MRC sampai mereka jera dan makelar2 lain tak berani merugikan negara dan mempermainkan rakyat lagi. Polri tak perlu melanjutkan penyelidikan, jika yang mencemarkan nama baiknya bukan SS, tapi justru MRC yang mencatut nama presiden & wapres untuk dapat saham Freeport ( sampai menjerat SN yang menfasilitasi pertemuan MRC dengan MS ). Dan SS … saya ingin ia betul2 seperti yang ditampilkan ( gagah berani menghajar mafia migas & memperbaiki sistem ). Kita mungkin perlu waktu untuk melihat konsistensi sikap mulia Sudirman Said, mengamankan kekayaan migas kita demi Indonesia adil makmur.

MRC yang kabur ke luar negeri harus dijemput paksa dan dihadapkan ke Kejaksaan Agung, Polri dan MKD untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan liciknya dalam kasus ‘papa minta saham’ juga skandal2 migasnya yang lain.

PATRIOT DI PELABUHAN DAN POROS MARITIM

RJL seperti bicara pada saya tentang fasilitas pendanaan dari Singapura untuk memperbesar kapasitas pelabuhan kita jika kesepakatan dengan perusahaan asing itu diteruskan. Saya ingat setelah Indosat dijual ke perusahaan telekomunikasi Singapura, terjadi penyadapan pada kepala negara kita dan orang2 penting di sekelilingnya. Rupanya, diam2 terjadi peretasan atas sistem telekomunikasi kita oleh intel asing memanfaatkan jaringan yang dimiliki Singapura. Investasi asing yang bertubi-tubi masuk Indonesia, iming2-nya kalau tidak ‘pepesan kosong’ ( omong doang tanpa realisasi yang benar ), ya ada agenda strategis di belakangnya yang merugikan kita. Kasus pengadaan mobil crane yang ternyata tak dibutuhkan di pelabuhan Tanjung Priok adalah sinyal tak komprehensif-nya pemikiran dan antisipasi RJL dalam membenahi carut marut dwelling time di sana.

Saya cenderung, pelabuhan kita urus sendiri dengan ahli dan modal dalam negeri. Indonesia adalah negara maritim. 2/3 wilayah kita adalah lautan. Maritim akan jadi backbone kita kembali. Mestinya orang2 yang bela negaranya tinggi ( nasionalis, patriot, negarawan ), artinya putra Indonesia sendiri, yang terlibat di sini. Bukan orang asing. Lebih 400 tahun kita pernah jaya di maritim. Kita bangsa pelaut, kan ? We can do it.

PUASA DI PILKADA. MATANG DI 2025.

Pilkada Serentak 9 Desember 2015 sudah terlaksana. Sejumlah pengamat mengatakan, pilkada tsb seperti memilih yang terbaik dari yang terburuk. Ada tersangka dan mantan napi korupsi menjadi kandidat pemimpin daerah. Apa belum kapok aset daerah dijarah ? Mendiang Nurcholish Madjid pernah bilang, demokrasi kita baru matang tahun 2025 ( siklus 20 tahunan, sejak 1908, perubahan mendasar yang digerakkan kaum muda ). Selama masa ‘puasa’ ini kita harus sabar meniti proses demokrasi ( kekuasaan rakyat ) yang paling cocok dengan kultur kita. Jangan sedih. Ada Tri Rismaharini, salah satu walikota terbaik di dunia, kembali terpilih sebagai walikota Surabaya. Seorang negarawan yang memikirkan warga Surabaya tidak untuk satu tahun ( ala birokrat ), 5 tahun ( ala politisi ), tapi satu generasi ( 20 tahun ), mungkin lebih. Selamat, ya. Jawa Barat juga dipuji sebagai provinsi paling aman selama proses pilkada kali ini. Wah, … saya bangga jadi warga Jabar !

Selamat merayakan pergantian tahun dengan orang terkasih atau keluarga anda tercinta. Happy New Year 2016 !!

Written by Savitri

14 Desember 2015 at 14:12

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , ,

Ngemut Duwet seraya paralayang atau berfoto sambil menyabung nyawa ? G.Panten & Curug Cimahi yang menantang.

with 2 comments

gPantenMajalengka Duwet. Pernah icip ? Buah sebesar kelereng warna ungu, berasa manis jika matang ini seperti kampungan, tapi sebetulnya tidak pasaran. Sulit ditemukan di daerah lain. Tapi ada di kampung kakak ipar saya yang asal Majalengka. ( Jauh-jauh cuma mencicipi duwet ? Ehm.. )

Atlet paralayang dunia juga ke sini, kok. ( Bule-bule itu makan duwet ? ) Anda tahu jawabnya jika ke Gunung Panten di Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Panoramanya indah. Kecepatan anginnya mendukung olahraga paralayang. Sudah dua kali menjadi lokasi kejuaraan paralayang nasional, kata Ahmad Susanto, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Majalengka. ( PR, 20/5/2014 )

Belum lagi ratusan kelelawar dan kera yang berkeliaran bebas di sebuah makam keramat. Warga di sana tak berani menembak atau menjualnya, karena setiap ditembak, kawanan kera itu mengamuk dan menyerang lahan pertanian dengan gemas. Jadi sekarang, petani memilih menunggui tanamannya masing-masing.

Dari bawah, anda bisa melihat pemandangan Gunung Sela dan Gunung Ciremai. Dari atas ( puncak bukit ) anda bisa menikmati keindahan Kota Majalengka. Gunung ( bukit ) Panten bisa dicapai sekitar 20 menit dari Bundaran Munjul.

Suka mangga ? Aneka mangga murah meriah juga bertebaran di sini. Sentra mangga tea. Mau, mau, mau …

FOTO EKSTRIM nan GAYA di CURUG CIMAHI

Berfoto dilatari air terjun indah, matahari bersinar cerah. Keren.

Jadi tak keren lagi, kalau tiba-tiba tanpa permisi, material tanah batu setebal satu meter menghempas anda. Minggu ( 23/3/2014 ) longsor seperti itu terjadi di Curug Cimahi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Empat pengunjung terluka.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Wismo Trikancono telah meninjau kondisi curug didampingi petugas polisi, TNI dan kecamatan. Setelah geologinya dikaji, curug di lembah sempit antara dua tebing curam ini kini sudah dipasangi sejumlah alat pengaman longsor ; jaring, pagar kawat, dirambati tanaman penahan tanah, rambu-rambu peringatan, juga sejumlah pengeras suara. Jika cuaca buruk atau hujan, curug ditutup dan petugas segera mengevakuasi pengunjung. Why ?

Meski obyek wisata alam ini tergolong masif atau kokoh sifat batuannya, namun karena posisinya di tepi tebing penyangga jalan, maka getaran kendaraan dan beban lalulintas masih bisa memicu longsor.

Tak dipungkiri keberadaan Curug Cimahi turut mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Beberapa warga membuka warung di sana. Sejak 29 Juli 2014,  mereka berharap pengunjung mau datang kembali.

Well, menyabung nyawa untuk menyambung nyawa wong cilik, apa salahnya ?  Kita kan bangsa patriot. Curug Cimahi, we’re coming … !

Written by Savitri

18 Agustus 2014 at 10:42

Situs Karangpanganten, Tambora, Sindoro : ekowisata yg memberdayakan & membudayakan.

leave a comment »

Ring of fire. Tak selamanya pilu. Ada hikmah di balik bencana. Jika Allah mengurangkan sesuatu, maka Beliau pasti melebihkan. Maha Bijaksana. Kita juga bisa bijaksana dengan mempelajari artefak sejarah yang ditinggalkan buyut kita yang arif. ( Kita kan sudah bisa dewasa menyikapi elit partai yang gontok-gontokan di ajang pilpres kemarin. Rakyat Indonesia adalah pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Kita mesti lebih adem dan matang dari mereka  ). Saya memimpikan makin banyak orang Indonesia yang negarawan. Memilih harmoni ketimbang menang sendiri. Mari kita belajar dari alam dan para highlander kita di tiga situs ini.

GEOPARK  KARST  CITATAH : Manusia prasejarah, Cekungan Bandung, Legenda Sangkuriang.

Kawasan karst Citatah ( Gunung Karangpanganten ) di  Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, berpotensi menjadi taman kebumian ( geopark ) Jawa Barat, Indonesia, bahkan dunia. Why ?

Tempat itu, jutaan tahun lalu adalah bagian laut dan ditinggali manusia prasejarah. Sayangnya, hanya tersisa sekitar 30 % wilayah karst yang belum rusak. Selebihnya, aktivitas penambangan kapur di sana telah menggerusnya. Kebayang kan, bentang alam dan batuan dari Cekungan Bandung yang sarat sejarah itu bopeng dan gompal. Melas banget, deh. Padahal Tim Geopark Jabar  yang diketuai  Oman Abdurahman sudah mengidentifikasi dan menetapkan  tiga zona geopark, yaitu :

  • Palabuhanratu – Ciletuh – Cikaso
  • Tangkubanparahu – Citatah – Saguling ( Cekungan Bandung )
  • Tasikmalaya Selatan – Pangandaran.

Ketiga zona tsb tergolong unik secara geologi, hayati dan budaya. Jika perusahaan penambangan kapur tidak ditertibkan maka rencana geopark tsb sulit terwujud, kata Deden Syarif Hidayat ( Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah ). Karst itu juga harus dikonservasi serta diperluas zona lindungnya. ( PR, 20/5/2014 ). Pemerintah bisa mengalihkan mata pencaharian warga ( penambangan kapur ) menjadi pertanian, peternakan, wisata dan ekonomi kreatif. Pemberdayaan wisata bisa berupa pembentukan kampung budaya, atau kegiatan napak tilas perbukitan kapur karst terkait legenda Sangkuriang.

Rencana karst Citatah sebagai bagian Geopark Jabar masih dalam proses pengajuan di tingkat nasional, lanjut Deden. Wah, seperti balapan antara penambang kapur dengan keputusan pemerintah, ya. Oh, bukit karst-ku yang malang..

 ( teringat agresi Israel ke Gaza-Palestina sebelum pilpres 9 Juli kemarin, dengan realisasi janji Jokowi-JK ( presiden dan wapres terpilih 2014-2019 ) membuka KBRI di Palestina ( negara merdeka/ anggota penuh PBB ). Bertahanlah, wahai saudara2-ku. Ya, Allah.. kuatkan mereka ).

EKOMUSEUM TAMBORA : letusan terdahsyat ke-2  di dunia setelah Toba

Situs ( gunung  ) Tambora di Desa Oi, Bima, NTB direkomendasikan menjadi ekomuseum oleh Pusat Arkeologi Nasional ( Pusarnas ). Pasalnya, April 1815, gunung Tambora meletus dan menewaskan 10.000 jiwa. Efek lanjutan letusannya, bahkan mempengaruhi  iklim dunia dan mengorbankan 91.000 jiwa. Kok ? ( wisata bencana ? )

Persisnya kita belajar sejarah, melihat koleksi arkeologi untuk mengingatkan kita agar menjaga ekologi seperti dahulu masyarakat Tambora menghargai kearifan lokal. Kita bisa melihat kompleks pemukiman yang telah diekskavasi oleh Balai Arkeologi Denpasar bersama Pusarnas yang diketuai Sony Wibisono. Ada batu penopang kayu, lumpang, tiang, bajak, pagar rumah, tanduk rusa, tali, dll, yang telah menjadi arang terterpa wedhus gembel alias awan panas. Juga, bentuk  awal rumah panggung rakyat Tambora berukuran 6,5 x 3,5 m yang hancur tertimbun material vulkanik setebal 2-4 m.

Situs di ketinggian 640 m dpl sekitar 18 km dari puncak Tambora ini diawetkan dengan teknik khusus oleh para ahli dari Balai Konservasi Borobudur. Tahun 2015 ( 200 tahun pasca letusan ) Pusarnas akan mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan di Situs Tambora. Masyarakat diharapkan makin antusias berkunjung ke situs berbasis petualangan ini. Terlebih setelah Situs Tambora dicanangkan sebagai ekomuseum, dan akses masuk yang gersang berpasir diperbaiki sehingga mudah dilalui. Dengan demikian, obyek wisata alam, belajar sejarah, konservasi sumber daya alam dan memberdayakan masyarakat, bisa segera terwujud di situs Tambora.

SITUS SINDORO : bukti nyata kisah Mataram di relief  candi

situsLiyanganBegitu pula di situs ( gunung ) Sindoro di Temanggung, Jawa Tengah, yang pada tahun 971 menimbun peradaban Mataram Kuno Liyangan yang berada di lerengnya. Balai Arkeologi Yogyakarta, yang diketuai Siswanto, sedang menyingkap seluruh tata ruang Liyangan sampai batas terluarnya.

Kisah sejarah Mataram yang terpahat di relief candi2 ternyata ada bukti riil-nya. Kebayang manfaatnya kalau  peradaban di negeri cincin api yang tertimbun letusan vulkanik ini  bisa diekskavasi dan dikonservasi. Akan lebih banyak masyarakat desa yang berdaya, wisatawan lebih pintar dan warga Indonesia lebih berkepribadian secara budaya. Isn’t that nice, people ? ..

Written by Savitri

4 Agustus 2014 at 12:54

Muslimah cerdas menyuarakan hati untuk Indonesia Raya. The best choice for pileg 20 April 2014.

leave a comment »

Jokowi

Jokowi for president 2014 ? Banyak yang mengunggulkan. Tak sedikit pula yang iri, membenamkan. Warga Jakarta sebagian ingin gubernur mereka menyelesaikan program dan janji2-nya. Namun, wong Solo sederhana ini seperti mengalir mengikuti kehendak jaman. Megawati dan PDIP gigih mendukungnya. Well, we’ll see .. ( sumber foto : internet )

Pemilu sebentar lagi. Rabu, 9 April 2014. Partai apa ? Siapa calon anggota DPRD Kota/ Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD yang layak ? Yang tak obral janji, minim bukti. Yang amanah, tepati janji. Lihat dulu kualitas orangnya, baru kita dengar omongannya ( visi, misi, program ) kata orang bijak. Yang berintegritas tinggi, dapat dipercaya, penuh karya dan prestasi untuk masyarakat, itulah yang dipilih. Janji2 kecil yang ditepati lebih baik dari janji2 besar yang diingkari. Okay, sounds good. Masalahnya, anda kenal calon2 itu ?

Browse ke website KPU pusat dan daerah, minim data, bahkan nggak nemu calon DPD. Nge-hang lagi. Search google, malah nemu website yang tiap saya klik calon ber-rate bintang 5-nya, ternyata non muslim. Lalu, saya teringat ucapan provokatif konsumen lukis saya,”Kalau Jokowi yang terpilih, nanti Jakarta bisa di-kristenkan karena wagubnya non muslim. Taruhan, saya sujud pada anda kalau Jokowi jadi presiden !”. Wah, ini lebih error lagi. Lebih baik saya sujud pada Allah ( sholat Istikharoh ) daripada tercekam kampanye sesat seperti itu. Ya, banyak kampanye tak sedap di sekitar kita belakangan ini, membuat kita bingung memilih. Plus kesibukan sehari-hari yang menyempitkan waktu kita mengkonfirmasi info bersliweran itu. So ?

Saya menyarankan anda memilih partai Nasdem ( nomor urut 1 ) atau PDIP ( nomor urut 4 ). Bukan semata saya penonton setia MetroTV, fans Jokowi, atau peduli wanita yang menempatkan wanita di posisi strategis seperti Megawati. Ada banyak pertimbangan di kepala saya. Hasil updating berita tiap hari, baca buku, pengalaman hidup, diskusi dan kontemplasi. Terlalu panjang jika diuraikan di sini.

nasdem

Partai Nasional Demokrat ( Nasdem ) yang mencuri perhatian saya. Partai yang mengusung perubahan. Indonesia harus lebih baik. Saya ingin lihat perolehan suara Nasdem di pileg Rabu, lusa. Baru kemudian mempertimbangkan, putra Aceh pendirinya, Surya Paloh. Anda penasaran juga ?

Bagi yang tak sempat menyimak website atau mengikuti rangkaian kampanya para calon ( tahu2 anda sudah di bilik suara dengan puluhan foto calon terpampang yang tak anda kenali dengan durasi 5 menit untuk pemilih ), yang muslimah, saya sarankan nyoblos foto wanita muslim ( berjilbab ) yang berpendidikan tinggi ( terlihat dari titel pada nama calon ). Kenapa wanita ? Ya, negeri besar ini mayoritas wanita dan beragama Islam. Wakil rakyat seharusnya mempresentasikan sebagian besar rakyatnya. Hati adalah kekuatan wanita. Di situ ada kejujuran, empati, terencana, tanggung jawab dan totalitas. Sepenuh hati, karena tuntutan nurani atau panggilan jiwa.

Memang, wanita muslim idealnya berkarir di rumah, agar suami dan anak terurus dengan baik. Namun, jaman Rasulullah pun, muslimah banyak yang berkiprah di luar rumah, bahkan berperang. Jadi, selama rumah tangga tidak terlantar dan suami/ pasangan mengijinkan, mari kita selamatkan Indonesia dari kehancuran. Suarakan aspirasi rakyat dengan lantang dan upayakan semaksimal mungkin mewujudkannya.

Time to rule the world. Come on girls ..!

—–

Yang punya waktu luang dan ingin memantapkan pilihan, silakan klik :

  1. kpu.go.id
  2. http://kpu.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/789
  3. http://kpud-bandungkota.go.id/home/list_dpl/2/4
  4. http://checkyourcandidates.org/
  5. http://bersih2014.net/
  6. http://www.votecerdas.org/
  7. politikuang.net
  8. rumahpemilu.org
  9. jariungu.com
  10. pantaupemilu.or.id
  11. poltracking.com
  12. ayovote.com
  13. orangbaik.org
  14. matamassa.org

( sumber : HU Pikiran Rakyat, edisi 1 April 2014 )

Contoh info yang didapat dari salah satu website seperti ini,

Dapil Bandung I memiliki 96 caleg yang akan memperebutkan 8 kursi di DPRD Kota Bandung, di antaranya :

Selamat memilih, Indonesia ..

Written by Savitri

7 April 2014 at 11:55

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Bencana & cinta : kuatkan hatimu.

leave a comment »

Banjir bandang di Manado, 14-15 Januari 2014. Di  TV, terlihat seperti tsunami di Aceh ( 26 Desember  2004 ). Mobil jumpalitan terbawa arus, juga bagian rumah dan bangunan. 4 jembatan putus, jalanan rusak oleh banjir setinggi 1,5-6 meter, angin sekencang 15-20 knot. Korban menepi di tempat2 tertinggi. Sungguh menggetarkan, karena saya pernah 4 tahun tinggal di sana. Kota yang tenang, hangat  penduduknya dan  indah pemandangannya karena berlokasi di tepi pantai. Sebuah kota yang tak pernah mengalami banjir sebelumnya, terlihat sangat tidak siap dilanda amukan air bah karena anomali cuaca. 245 orang tewas, 1.523 luka2, 1.044.990 orang mengungsi. Hingga Maret ini, masih ada 125 keluarga yang masih tinggal di tenda. Manado, tabahkan hatimu..

Banjir bandang di Manado, 14-15 Januari 2014. Di TV, terlihat seperti tsunami di Aceh ( 26 Desember 2004 ). Mobil jumpalitan terbawa arus, juga bagian rumah dan bangunan. 4 jembatan putus, jalanan rusak oleh banjir setinggi 1,5-6 meter, angin sekencang 15-20 knot. Korban menepi di tempat2 tertinggi. Sungguh menggetarkan, karena saya pernah 4 tahun tinggal di sana. Kota yang tenang, hangat penduduknya dan indah pemandangannya karena berlokasi di tepi pantai. Sebuah kota yang tak pernah mengalami banjir sebelumnya, terlihat sangat tidak siap dilanda amukan air bah karena anomali cuaca. 245 orang tewas, 1.523 luka2, 1.044.990 orang mengungsi. Hingga Maret ini,  ada 125 keluarga yang masih tinggal di tenda. Manado, tabahkan hatimu.. ( foto : detakberita )

Tingkah konsumen macam2.”Sepertinya saya perlu istri baru nih,”kata Pak Dede, curhat pada saya.

“Lho, istri kedua ini cantik, perhatian dan setia. Kurang apa lagi tho, Pak ?”, tanya saya mengernyit heran. Karyawan perusahaan advertising ini, tempo hari, curhat soal dibakarnya semua baju ( mantan ) playboy  ini, gara2 ketahuan selingkuh oleh istri pertama ( sekarang mantan istri ) yang telah memberinya 2 anak.

“Beberapa hari ini saya tidur di sofa. Istri marah bukan main gara2 saya memperhatikan putri kandungnya yang beranjak remaja ( 15 tahun ). Lebih marah lagi, ketika si putri  juga membela saya setiap terjadi pertengkaran. Saya nggak habis mengerti, kok sama putri  sendiri cemburu.”

Seperti sudah banyak makan asam garam kehidupan ( padahal pacaran saja belum pernah ) saya menasehati pria  49 tahun ini. “Anak tiri adalah hak ibu kandungnya. Bukan bapak tirinya. Hubungan bapak dengan putri  lebih bersifat teman. Segala bentuk pengaturan putri,  termasuk ide dan maksud baik bapak harus disampaikan pada ibunya. Biar sang ibu ( dalam hal ini istri bapak ) yang mengatur putri.”

Pak Dede terlihat manggut2. Saya jadi lebih pede berpepatah petitih. “Dalam masyarakat kita, tak jarang kita temui, ayah tiri yang menikahi anak tirinya ( bahkan sampai istri mati merana ). Padahal Islam melarang perbuatan terkutuk ini. Anak ini durhaka pada ibu kandung. Azabnya pasti diterima di dunia. Saya tahu tetangga saya yang berbuat demikian, kini dipenjara bersama suami ( mantan ayah tiri ) karena kasus penipuan Rp 50 miliar uang peserta investasi bodong.”

Bisa jadi, istri bapak tahu cerita2 seperti ini, lalu melihat masa lalu bapak yang gemar bermain perempuan, ia menjadi ketakutan kalau bapak berbuat serupa. Coba sekarang, berapa persen waktu bapak untuk putri  ? Lebih banyak daripada istri sendiri, kan ? Istri  itu prioritas pertama untuk perhatian dan cinta bapak. Baru kemudian anak kandung kalian, lalu terakhir anak tiri bapak. Anak2 itu otomatis bahagia kalau ortu mereka terlihat mesra dan saling cinta. Bapak nggak ngapa-ngapain juga ( baca : tidak member perhatian ekstra ), mereka survive, pak. Saya nggak bisa bayangkan, kalau ortu saya selingkuh atau kawin lagi. Saya bisa lebih remuk dan merana lagi. Jadi jangan biarkan putri broken home ke-2  kalinya, gara2 bapak lebih memperhatikan putri  daripada ibunya sendiri. Kasih tahu putri  juga tentang perubahan sikap bapak terhadapnya. Ajari putri untuk memikirkan nasib adiknya yang baru 6 tahun, buah cinta bapak dan istri, kalau sampai bapak-ibu  berpisah karena kelengketan bapak dan putri . Bisa kan, Pak ?”

Saat mengambil lukisan, P.Dede berseri-seri.”Istri  sudah mereda marah dan cemburunya. Hubungan kami membaik”.

“Kalau istri sebesar itu cemburu dan marahnya, berarti cintanya ke bapak juga sangat besar. Ajak dia jalan2  dan dinner romantis, Pak. Serasa bulan madu ke dua, untuk menghidupkan cinta kalian kembali.”

P.Dede mengangguk mantap.”Siap. Tunggu gajian bulan depan, saya akan ajak istri plesiran.”

“Nah, gitu dong. Itu baru pelanggan saya yang setia. Selamat bulan madu, ya, Pak,”kata saya menutup percakapan.

Ada rasa syukur, lega, puas bisa menuntun orang ke jalan yang benar. Perasaan tak terlukiskan sehingga saya betah membaca, mengamati aneka peristiwa dan member i  saran pada orang yang membutuhkan ( termasuk dalam bentuk blog ).

Kesetiaan menjadi barang langka saat ini. Keponakan saya mengeluh, sulit cari pria yang setia. Saya menyemangati tempo hari : rumah rapi, masakan lezat dan sholat bersama pasangan bisa meneguhkan cinta dan kesetiaan. Karena Allah sejatinya yang menanamkan rasa saling mengasihi dan mencintai antara sepasang sejoli.

Kenapa bicara cinta, Ni ? Indonesia lagi darurat bencana. Gunung Sinabung ( Sumatera Utara ) dan  Gunung Kelud ( Jawa Timur ) erupsi. Banyak korban tewas dan mengungsi. Banjir di Manado, Jakarta, Semarang, jalur Pantura dan banyak tempat lain di Indonesia karena pertemuan awan dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia akibat badai tropis di utara Australia. Puting beliung dan longsor juga bertebaran mengintai nyawa di mana2. Empat dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia tengah meningkatkan aktivitasnya ( salah satunya karena ) dipicu anomali cuaca ( hujan intensitas tinggi ) yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2014.

Saya sudah banyak mengulas aneka bencana di blog ini, juga solusi komunitas untuk meringankan beban korban ( yang tampaknya enggan pindah dari tempat berbahaya tsb karena keterbatasan daya pikir dan ekonomi  ).  Anda bisa menyalahkan kemiskinan structural dan merajanya korupsi di negeri ini lagi. Biaya sekolah setinggi langit. Yang punya modal dan koneksi kuat terhadap lingkar kekuasaan yang bisa menikmati kue pembangunan. ( Segelintir orang yang berpegang teguh pada tali Allah dan berikhtiar penuh menjemput rezeki halal  hidup  lebih bermartabat ).

Ketika bencana meluluhlantakkan segalanya, baru terasa nyawa ( hidup ) adalah yang paling berharga. Iman kepada Allah. Dan, orang tercinta yang menghangatkan hari2 anda. Bagaimana mencari dan merawat cinta ini agar anda lebih kuat menghadapi bencana ? Simak resep manjur berikut :

Sepasang kekasih yang sudah menikah, hendaknya :

1. MEMBERSIHKAN DIRI
Bersugi, membersihkan mulut dari kotoran bekas makanan atau bakteri yang bisa mengganggu kesehatan dan keseimbangan tubuh. Rasulullah selalu bersugi sebelum tidur malam. Mandi, agar badan bersih, kesegaran pulih, kulit dan wajah cerah berseri. Badan kotor menyebabkan malas beraktivitas fisik ( dan psikis ), juga menurunkan selera bermesraan dan berhubungan intim. Mulut dan gigi sehat, bersih, cemerlang dan kulit bersih, harum akan membangkitkan gairah cinta. Rasulullah meski berusia lanjut masih melakukannya bersama istri tercinta.

2. BERPENAMPILAN RAPI & BERSIH
Rambut dipotong rapi agar terlihat tampan dan menarik. Manusia sudah fitrahnya ( naluri yang diberi-Nya ) untuk senang melihat melihat yang bersih dan rapi. Minimal mandi dengan sabun dan sisiran. Islam menuntut umat tampil bersih dan rapi ( ciri orang beriman ). Kerapihan membantu berpikir jernih. Pekerjaan menumpuk bisa diselesaikan secara terprogram oleh orang yang biasa rapi dan teratur. Beban kerja sepulang kantor bisa disegarkan oleh penampilan pasangan yang rapi dan bersih. Baju diseterika, rambut dikeramasi, kulit dilulur dengan ramuan tertentu. Seorang muslim minimal mandi sekali menjelang sholat Shubuh dan 5 kali wudhu dalam sehari.

3. BERHIAS & MEMAKAI WANGI-WANGIAN
Allah menanamkan naluri pada diri manusia untuk menyenangi yang harum dan membenci yang busuk. Badan kotor dan berbau tidak sedap bisa membuat pasangan merasa jijik. Sebaliknya, dandanan apik dan aroma wangi bisa membuat suami senang, tertarik, kagum, bangga dan hormat pada istrinya. Demikian pula, istri pada suaminya.

4. JUJUR & AMANAH
Maksudnya tulus dan bisa dipercaya pasangannya. Suami akan merasa sangat bangga jika istrinya dapat memelihara, mengamankan harta kekayaan, juga membantu suami istri hidup berkecukupan, punya tabungan hari tua. Sikap boros istri menghamburkan kekayaan bisa menurunkan selera suami pada istri. Merasa istri hanya memberatkan suami, boleh jadi ia akan berpaling ke wanita lain yang pandai mengatur keuangan keluarga. Istri mesti menyadari kerja keras suami untuk mengumpulkan harta adalah untuk bekal hidup selamanya ( bukan keinginan sesaat ). Terkadang suami ingin bersantai, istirahat, menikmati hasil jerih payahnya. Islam menentukan : istri tak boleh mengeluarkan sedekah dari harta suami tanpa izin suami, istri tak boleh mengambil sendiri keperluan belanja dari harta suami tanpa sepengetahuan suami, istri harus dapat menjaga harta suami di kala suami tak ada di rumah.

Jika istri lalai mengamankan harta suami maka timbul ketegangan. Istri tak dipercaya ( lagi ) oleh suami untuk memegang uang belanja. Istri yang merasa tak berguna bagi suaminya, tak lagi bisa mesra pada suami. Apalagi kalau suami selalu curiga, istrinya ingin menghancurkan dirinya dengan cara memboroskan harta kekayaannya.

5. BERBICARA LEMBUT
Bicara sopan dan sikap lembut untuk menghormati dan menghargai lawan bicara. Orang marah biasanya bersuara keras. Orang menghormat bersuara rendah. Pecinta berekspresi dengan suara lembut nan merdu ( cinta tulus bisa terbaca dari sini ). Orang sombong ( menganggap lawan bicara lebih rendah darinya ) malas berbicara lembut. Sikap sombong dan suara kasarnya akan dibenci dan dijauhi orang. Salah satu cara menyadarkannya adalah bersikap sama ( tidak lembut ) atau mengucilkannya. Suami istri wajib beradab dan berakhlak sopan dan lembut satu sama lain, karena merekalah yang paling berkepentingan membangun kasih sayang, cinta, kemesraan, keakraban dalam kehidupan rumah tangga.

6. MEMANGGIL dengan PANGGILAN KESAYANGAN
Panggilan kesayangan ( misal, si pipi merah, si raja otak, sunshine, moonlight ) akan melanggengkan kehidupan romantic dan mesra suami istri. Panggilan kesayangan yang dilontarkan ketika marah lebih efektif menghilangkan perasaan jengkel atas sikap yang tidak disenangi pasangan.

7. MEMANDANG dengan PENUH KASIH SAYANG
“Nabi Saw bersabda,” Sesungguhnya seorang suami melihat istrinya ( dengan kasih sayang ) dan istrinya pun melihatnya ( dengan kasih sayang pula ), maka Allah melihat keduanya dengan pandangan kasih sayang. Dan bila suami memegang telapak tangan istrinya, maka dosa2 mereka keluar dari celah jari2 tangan mereka.” ( HR.Rafi’i, dari Abu Sa’id ).

Jika sorot mata mengandung rasa cinta, yang dipandang pun dapat merasakannya. Orang senang, matanya berbinar. Orang sedih, sorot matanya layu. Orang marah, sorot matanya menakutkan. Sorot mata berperan menciptakan suasana tertentu pada orang yang dipandang ( kamu dengan sorot mata sebalmu, dan saya dengan sorot mata cuek saya , EGP. No wonder, we’re in a cold war situation ).

Jika suami istri hidup dalam suasana jujur, setia, romantis, maka mereka akan menunjukkan sorot mata lembut. Jika terjadi ketegangan, boleh jadi sorot mata kebencian yang ditunjukkan. Dalam hubungan suami istri, tak diperkenankan menjaga wibawa dengan bersikap sok jagoan dan menakuti sehingga pasangan minder atau takut. Pasangan suami istri ( pasutri ) yang berakhlak baik akan menjaga sorot mata tetap lembut sekalipun hati mereka sedang panas karena persoalan yang mengganjal di antara mereka. Karena memecahkan masalah diawali sikap emosional takkan berhasil.

8. TIDAK SALING MERENDAHKAN
“…Seseorang cukup digolongkan buruk bila ia merendahkan saudaranya yang muslim. Darah, harta dan kehormatan setiap muslim haram bagi muslim lainnya.” ( HR.Muslim )

Sikap merendahkan, menghinakan atau meremehkan orang lain adalah serangan terhadap kehormatan orang lain. Sudah naluri ( fitrah ) manusia ingin dihormati. Rasa cinta dan sayang yang mewujudkan hubungan suami istri bisa padam jika yang satu merasa direndahkan oleh yang lain. Hubungan suami istri begitu dekat sampai batas saya dan kamu nyaris hilang. Perasaan menyatu begitu dekat sehingga terkadang lupa bahwa masing2 punya harga diri yang mau dipermainkan oleh pasangannya. Seorang suami tetap dituntut menghormati dan memuliakan istrinya sekalipun kedudukan sosial, pendidikan, harta, wajah, harga diri, kehormatan, derajatnya lebih tinggi dari istri. Begitu pun sebaliknya ( jika istri yang statusnya lebih tinggi dari suami ).

Suami ketika ingin istrinya melakukan sesuatu untuknya, jangan memerintah dengan kata2 seperti yang digunakan pada pembantu. “Heii.. itu lantainya kotor, cepat sana bersihkan dulu !”. Hal itu menghina dan menyakiti hati istri ( suami berdosa dan kelak mendapat siksa-Nya ). Orang yang tak dididik akhlak agamanya, tidak merasa takut berdosa melakukan perbuatan tidak baik dan menyakiti orang lain, terutama istrinya. Bila istri tidak memaafkan, maka siksa akhirat pasti didapat suami.

9. MEMPERHATIKAN KELEBIHAN & MENUTUP KEKURANGAN PASANGAN
“.. Dan bergaullah dengan mereka ( wanita ) secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, ( maka bersabarlah ), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. ( QS. An-Nisaa’(4) ayat 19 ).

Kita wajib menutup kekurangan atau aib orang lain ( bukan dosa orang tsb ) meskipun kita tak menyukainya. Dalam QS.An-Naas ( 114 ), ayat 1-6, Allah sudah memberitahu bahwa tiap orang punya kekurangan dan keburukan yang melekat sepanjang hidup. Kita bermohon pada Allah Swt, agar sifat buruk dan kekurangan kita tsb tak sampai menjadi bencana yang menghancurkan diri kita. Juga dalam kehidupan rumah tangga. Suami tidak boleh mengungkapkan kekurangan istri pada orang lain dengan tujuan baik atau pun buruk. Ikatan perkawinan yang meleburkan kepribadian suami istri ( pada batas2 tertentu ) hingga merasa satu, mestinya tidak menganggap aib istri yang harus diperangi suami.

Kekurangan tsb mestinya diupayakan ditutupi dengan memperhatikan kelebihan. Misal, istri tidak pandai berdandan, tidak rapi mengatur rumah, tapi ia seorang yang setia, pandai memelihara harta suami dan tak suka berfoya-foya. Maka, suami bisa membantu mengatur rumah dengan keterampilan yang dimiliki suami dan minta istri merapikan penampilannya. Menutup kekurangan istri dengan melihat kelebihannya dapat meredam kejengkelan dan kemarahan suami pada istri. Contoh lain, suami jorok, tidak rapi dan tidak tampan. Senang bermalas-malasan, sampai semua urusan rumah dibebankan pada istri sehingga istri kekurangan waktu untuk mengurus dirinya sendiri. Tapi, suami pandai mencari uang dan sangat dermawan pada anak istrinya. Kelebihan dan sifat baik suami semacam ini lebih bermanfaat bagi istri daripada kekurangan suami. Jika istri bisa membayar tukang cuci dan masak ( laundry dan abonemen rantang ) senilai Rp 1 juta sebulan sedang suami berpenghasilan Rp 5 juta sebulan. Masih untung. Daripada suami ( dipaksa ) ikut menangani pengaturan rumah yang menyita banyak waktu dan mengurangi kemampuannya dalam mencari uang di luar rumah.

Kita perlu tahu kekurangan pasangan, bukan untuk merendahkan atau memojokkan tapi untuk antisipasi menjalankan bahtera rumah tangga secara lancer. Mengingkari kekurangan diri akan menghambat perkembangan kepribadian bahkan membuat orang lain benci. Orang yang selalu merasa dirinya sempurna akan dikucilkan orang dan takkan dapat bekerja sama dengan orang lain, juga takkan dapat merasakan betapa indahnya kemesraan suami istri. Sering cekcok, bertengkar karena tak ada yang mau mengakui kelemahan dan kekurangan diri. Sadar dengan ayat tsa, bahwa kekurangan tidak dapat dihilangkan, tapi hanya bisa dikurangi saja, maka usaha terbaik adalah memanfaatkan kelebihan masing2 supaya kelebihan yang satu dapat menutup kekurangan yang lain. Kerja sama kompak untuk kemajuan rumah tangga bersama. Niscaya, tenteram, mesra dan setia akan kita raih. Keluarga harmonis sampai akhir hayat.

10. SALING MENGALAH & MEMAAFKAN
Permusuhan antara suami-istri atau ortu-anak hendaknya diselesaikan dengan saling memaafkan dan mengalah satu sama lain. Niscaya suasana akrab, mesra dan rukun, cepat tercipta kembali. Dalam kehidupan rumah tangga, orang takkan lepas dari kekurangan, kesalahan sehingga sifat pemaaf dan lapang dada sangat diperlukan. Pasutri harus berlatih menenggang rasa pasangannya. Istri yang mau mengalah menghadapi tingkah menangnya sendiri suami akan membantu melestarikan kemesraan dalam keluarga.

11. TIDAK MENCELA MASAKAN
Dalam Hadits, disebutkan Nabi Saw tak pernah mencela makanan. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak suka, beliau meninggalkannya. Makanan bisa jadi sarana mendekatkan dan memesrakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, juga pergaulan suami istri. Suami yang sangat menyenangi masakan istri, membuat istri bangga dan dekat di hati. Kesehatan juga terjaga baik. Perut ( selera makan ) suami perlu diperhatikan seksama, jika tak ingin suami jengkel , juga istri jengkel karena sudah susah payah memasak tapi tak dihargai suami. Daripada mencela, lebih baik suami dengan sopan memberitahu seperti apa seleranya dan apa kekurangan yang dimasak istrinya.

Suami mencela masakan istri bisa jadi karena selera makannya tinggi, suka makan enak di restoran, lalu membandingkan dengan masakan istri. Atau suami sedang sakit sehingga lidahnya terasa pahit. Suami sedang sebal pada istri sehingga apa pun dicela untuk melampiaskan kemarahan. Suami harus diingatkan bahwa jengkel dan marah tanpa alasan yang benar itu dosa. Orang yang sudah susah payah, tapi masih ( dan berulang-ulang ) dicela akan berputus asa dan memadamkan kemesraan.

12. SALING MENASEHATI & MENGAJARI
“… Sesungguhnya ketika manusia melihat orang berbuat dzalim, tapi tidak mencegahnya dengan kedua tangannya, niscaya hampir2 Allah menimpa siksa-Nya.” ( HR.Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i )
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar2 dalam kerugian, kecuali orang2 beriman, mengerjakan amal shaleh, nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan menetapi kesabaran.”
Orang yang enggan menasehati temannya yang berbuat dosa atau salah akan ikut dirugikan karena rusaknya ikatan pergaulan pada akhirnya. Misal, teman suka mabuk atau minum bir, tanpa sadar mengucapkan kata2 keji yang merendahkan teman yang enggan menasehati atau berupaya menghentikan kebiasaan buruk tsb. Dalam perkawinan semacam ini bisa memporak-porandakan rumah tangga. Jadi, suami istri wajib saling mengajari. Terutama ilmu agama.

Jika suami ternyata kurang memiliki pengetahuan agama, maka istri wajib mengajarinya. Pengetahuan agama yang wajib dipahami setiap muslim adalah : rukun iman, rukun Islam, taharah ( bersuci dari najis ), sholat, puasa, zakat, halal dan haram, hukum perkawinan, hukum waris, hukum akhlaq. Nasehat yang diberikan pada pasangan mestinya diterima dengan baik, penuh rasa syukur.

Orang keras kepala dan sombong tak mau dinasehati ketika melakukan kesalahan dan tak mau diajari kalau tidak tahu. Orang semacam ini tak bermanfaat sebagai teman, apalagi sebagai pasangan hidup. Jika terlanjur mengawini orang macam ini, lakukan dulu pendekatan dengan penuh kesabaran. Jika semua upaya tidak berhasil memperbaiki sifat merugikan itu, maka sebaiknya mereka berpisah. Karena meneruskan hubungan dengan pasangan yang tidak peduli kehidupan baik menurut garis agama hanya akan menjerumuskan keduanya berikut keluarga dalam bencana.

Keluarga yang anggotanya bersedia meningkatkan kualitas pengetahuan dan mengikis kekurangan/ kesalahan akan merasa semakin dekat dan mesra. Kesalahpahaman akan terhapus. Selaras, sejuk, damai yang terasa.

13. MENGHAYATI POSISI MASING2
“Tiap orang dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan. Imam penanggung jawab atas umatnya. Suami penanggung jawab atas keluarganya. Istri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya.” ( HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dari Ibnu ‘Umar )

Allah tidak memberi fitrah kepemimpinan utama pada perempuan. Suami sebagai kepala rumah tangga wajib mencari nafkah dan membelanjai istrinya. ( jika istri yang membanting tulang menghidupi keluarga, maka uang tsb dianggap hutang suami yang harus dibayar pada istri ). Jika pengurusan uang belanja sehari-hari diserahkan pada anak, maka istri sebagai wakil ( manajer ) rumah tangga akan merasa lebih rendah dari anaknya sendiri dan merasa tidak dihargai. Jangan harap suami diperlakukan mesra jika istri direndahkan. Istri tidak boleh menempati posisi suami, sebagai mana suami tak boleh lepas tanggung jawab menghidupi keluarga.

14. MENGHARGAI KECENDERUNGAN MASING2
“ Setiap orang telah dipersiapkan menuju arah dia diciptakan-Nya.” ( HR.Ahmad, Thabarani, Hakim ).
Tiap orang diciptakan-Nya dengan kecenderungannya tersendiri. Kesenangan pada sesuatu yang terus ditekuni. Selama kecenderungan tsb sejalan dengan ajaran Allah dan rasul-Nya, maka tak boleh dihalangi. Misal, hobi berkebun istri membawa kesegaran dan kesenangan. Ekses negatif seperti menjadi sarang nyamuk bisa dicari solusinya, seperti penyemprotan obat nyamuk yang tak membahayakan lingkungan. Suami istri damai. Suami istri yang dapat memahami hobi masing2, apalagi saling menunjang akan memupuk kepribadian masing2. Rumah tangga tak jadi monoton dan jenuh. Melainkan bervariasi, segar dan menggembirakan.

15. SALING MERASAKAN DERITA PASANGAN
Dalam perkawinan, suami istri terikat sebagai satu tubuh. Saling menanggung, berbagi perasaan sedih dan gembira menjadi prinsip hidup mukmin. Jika yang satu sakit, yang lain menjaga. Kalau yang satu tak peduli, yang lain akan benci. Orang yang benar2 cinta, merasa sakit jika orang yang dikasihinya sakit. Ia akan memberi pelayanan dan pengorbanan untuk meringankan derita pasangan . Istri sakit yang dilayani suaminya dengan baik akan merasa sakitnya berkurang. Saat suami sakit, istri berjaga sepanjang malam, turut merasakan penderitaan suami. Kebersamaan semacam ini membuat cinta semakin dalam. Psangan bisa diandalkan, dipercaya, setia menghadapi penderitaan seberat apa pun.

Sejahat-jahatnya orang adalah yang melampiaskan dendam pada orang yang dicintainya. Pasangan suami istri ( pasutri ) perlu mengasah perasaan sehingga mencapai kesatuan rasa yang tak bisa dipisahkan satu sama lain.

16. SALING MEMPERHATIKAN KEPENTINGAN PASANGAN.
“.. Barang siapa membantu kepentingan saudaranya ( muslim ), maka Allah akan selalu membantu kepentingannya. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” ( HR. Bukhari & Muslim ).

Bedak untuk istri. Minyak rambut untuk suami. Meski kepentingan kecil dari masing2 tapi harus mendapat perhatian baik dari pasangan. Saling membantu pasangan memenuhi kepentingan masing2 memberikan hasil pahala di akhirat. Setiap perbuatan yang dipahalai di akhirat, sudah pasti memberi keuntungan yang konkret di dunia pada pelaku.

Suami yang tidak peduli pada pasangan karena ingin menikmati kesenangannya sendiri adalah suami yang egois. Suami atau istri yang tidak diperhatikan pasangannya bisa lari pada orang lain. Sifat sombong kerap membuat orang tidak mau menaruh perhatian sepenuh hati pada pasangan. Takut dianggap butuh atau takut dikira tidak mandiri, atau bersaing dalam karir. Suami istri yang bermental sehat butuh kasih sayang dan perhatian timbal balik. Allah akan menjamin kehidupan baik di rumah tangga dan akhirat kelak bagi keduanya.

17. MENJAUHI HAL2 YANG MENIMBULKAN KECEMBURUAN
Cemburu adalah perasaan tidak senang terhadap hal yang dilakukan orang tercinta yang dinilai mengabaikan kepentingannya. Meski yang diberi perhatian lebih adalah saudara, ibu atau anggota keluarga. Suami ingin selalu jadi pusat perhatian istrinya. Istri hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri.

Tindakan cemburu suami terkadang emosional : menahan uang belanja sekian lama, meninggalkan istri tanpa kabar sampai beberapa hari. Istri harus menyadari, secara fitrah ( naluri yang diberi-Nya ) suami tak sudi diberi perhatian sampingan, meski yang diberi perhatian utama istrinya adalah anak kandungnya sendiri. Misal, bayi yang tengah disusui istri. Istri sebaiknya tahu kelemahan suami yang satu ini dan dapat menyelesaikan dengan baik. ( istilah MTGW, ‘aku ( suami ) kan bayi terbesarmu’. Saking manjanya suami pada istri ).

Pasutri mesti dapat menjauhkan diri dari hal2 yang menimbulkan kecemburuan, baik berupa ucapan, perbuatan atau isyarat ( beriman mata, nada merayu, melirik, keasyikan bicara, terkekeh/ ngakak/ cekikikan/ genit pada lawan jenis/ orang lain ), terlebih di hadapan pasangan. Jika tabu ini dilanggar, pasangan akan membalas dengan cara yang lebih norak dan berbohong. Dalam pergaulan Barat, sering kenorakan ini dianggap ‘modern’ . Pergaulan bebas. Akibatnya, malapetaka menimpa keluarga2 modern, membuat orang tidak percaya lagi pada institusi perkawinan dapat menjamin kebahagiaan suami istri. Lalu mereka banyak yang melakukan ‘kumpul kebo’ ( zina, dosa besar ).

Pasangan enggan menghindari hal2 yang menjurus cemburu atau pun zina karena tidak tahu ( sehingga pasangan yang mengerti bisa memberitahu agar hal semacam itu tak terulang lagi ).
Ciri mukmin adalah santun. Senyum, bicara lembut, memberi jamuan pada tamu adalah akhlak yang baik. Perilaku tsb tidak termasuk perbuatan penyebab cemburu. Tapi jika begitu rupa, bikin tamu ( pria ) kerasan dan ngobrol kelamaan tanpa izin suami, itu baru persoalan serius / cemburu.

18. TIDAK MEMBANDINGKAN DENGAN ORANG LAIN
Sifat negatif pria adalah cenderung menilai kekurangan istri secara tajam tatkala melihat wanita lain memiliki kelebihan. Jika dituruti akan sangat merugikan istri yang selama ini sangat percaya dan setia pada suami. Suami atau istri yang suka membandingkan pasangan dengan orang lain biasanya disebabkan ingin memacu semangat pasangan, ingin mengungguli orang lain, atau ingin menyakiti istri. Jika demikian, hendaknya masing2 instropeksi diri dengan sadar bahwa tiap orang punya tingkat kemampuan dan garis kehidupan sendiri2. Suami dilarang membandingkan ( kekurangan ) istri dengan ( kelebihan ) wanita lain. Cukup disimpan dalam hati. Jika kelebihan istri yang disampaikan, maka bertambahlah cinta istri pada suami yang membuatnya bersedia mengabdi pada suami sepanjang hidupnya.

19. MERINGANKAN BEBAN KERJA PASANGAN
Aisyah ditanya : “Apakah yang dikerjakan Rasulullah Saw di rumahnya ?” ( Aisyah ) menjawab : “ Beliau adalah seorang manusia biasa. Beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri.” ( HR.Tirmidzi ).

Banyaknya pekerjaan yang menumpuk di rumah ( anak2 masih kecil ), bukan karena istri malas mengerjakan, tetapi karena tidak cukup waktu dan kurang tenaga. Melihat kesibukan istri mengurus anak2 dan rumahnya, suami tak boleh jengkel atau marah. Suami seharusnya merasa bahwa pekerjaan tsb juga menjadi tanggung jawabnya untuk diselesaikan. ( pekerjaan kantor sekitar 8 jam, pekerjaan rumah, terlebih masih ada bayi, adalah 24 jam sehari ).

Suami yang mencari nafkah dan berdakwah hanya punya sedikit waktu tersisa untuk beristirahat atau bersantai. Menghadapi situasi ini, istri seharusnya meringankan beban suami dengan cara tidak banyak menuntut belanja di luar kemampuan suami, apalagi bersaing dengan teman mengejar jabatan, kekayaan, karir yang bikin suami stress atau overload. Jika penghasilan suami sedikit, hendaknya istri dapat mengelolanya hati2 sehingga cukup untuk kehidupan keluarga.

Suami atau istri egois biasanya hanya mengikuti kata hatinya, tanpa menaruh belas kasihan pada pasangan. Balas dendam dan kemalasan juga menyebabkan beban urusan rumah tangga tertumpuk pada salah satu orang saja ( seperti perlakuan pada pelayan atau budak ). Sifat malas sangat dicela Allah, merusak diri dan berdosa.
Suami dituntut peka melihat pekerjaan masih menumpuk padahal istri sudah begitu sibuk dan terkuras tenaganya. Suami cepat turun tangan menyelesaikan pekerjaan tsb tanpa banyak bicara. Kesigapan ini akan membuat istri kagum dan haru melihat kesetiaan suami pada diri dan anaknya. Istri kian yakin bahwa suami benar2 mencintainya dan berusaha melindunginya sekuat tenaga. Jerih payah suami ( yang seperti tak kenal waktu ) demi kebahagiaan istri membuat istri terpanggil member kesetiaan dan kemesraan pada suami.

20. BERGANDENGAN TANGAN
Istri yang cemberut menyambut suami karena cemburu, membuat suami merasa tidak disenangi, bahkan bisa timbul kebencian. Ketegangan biasanya mudah diluluhkan dengan bergandengan tangan mesra. Terutama ketika istri dan suami mengulurkan tangan untuk saling berdekapan sebelum membicarakan apa pun yang mengganjal dalam hati masing2. Allah menciptakan konstruksi biologis manusia sejalan dengan getaran emosi. Hubungan fisik dan jiwa berlangsung timbal balik sehingga penyelesaian masalah pun secara serentak ( sentuhan dan bicara ).
Islam tak melarang suami istri bergandeng tangan atau berangkulan di jalan umum ( sudah diketahui umum yang melakukan itu adalah pasutri ). Rasulullah menjelaskan pasutri yang saling bergenggam tangan atau berdekapan maka dosa dan kesalahan mereka akan diampuni Allah ( karena keduanya juga telah menghapuskan kesalahan pasangannya ). Artinya, suami atau istri yang melakukan kesalahan pada pasangannya sama saja berbuat dosa pada Allah. Jadi, jangan anggap ringan kesalahan terhadap pasangan. Keakraban suami istri yang terlihat anak2 akan memberi kesan mendalam dan damai di hati mereka. Suasana kasih sayang itu membantu anak2 rukun dengan saudaranya, juga pasangan mereka kelak. Rasa jengkel berganti kasih mendalam berkat gandeng tangan, berangkulan atau berdekapan di tempat layak kapan saja pasutri mau. ( wow, asyik.. )

21. BERSENDA GURAU.
Senda gurau adalah upaya melepaskan ketegangan dalam diri karena salah paham, kata2 merendahkan, perilaku menjengkelkan, sifat yang tidak disenangi pasangan. Gurau merangsang tawa atau senyum. Suasana humor harus diupayakan suami istri dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Keengganan mengupayakannya disebabkan antara lain ; rasa malu, adat kebiasaan, kuatir wibawa hilang ( suami bersikap angker, berharap dihormati dan dipertuan istri. Padahal sikap angkuh, apalagi sampai menghina istri, sama artinya dengan berlaku pongah, congkak dalam pandangan Allah. Manusia terbaik ialah manusia yang berlaku lembut dan ramah pada sesama manusia, terutama pada istrinya ).

Islam melarang menggunjing orang atau membicarakan aibnya di belakang. Menjadikan tetangga sebelah sebagai obyek lelucon, atau melontarkan ejekan yang menyerang kekurangan fisik manusia lain, bukanlah humor yang dimaksud. Mengejek ciptaan Allah adalah dosa ( banyak pelawak mati muda karena dagelan slapstick, menyebut gob***, beg*, anj***, dan sejenisnya pada lawan mainnya ). Rasulullah selalu berusaha mendekatkan hubungan dengan para sahabat. Apalagi dengan istri beliau, Rasulullah berusaha lebih gigih, karena suami istri adalah pasangan halal. Segala upaya memesrakan hubungan pasutri akan mendapat pahala dari Allah, selama tidak menyalahi akhlak Islam.

22. TIDURAN DI PANGKUAN.

Tidur di pangkuan

Tidur di pangkuan istri, terlihat mesra, damai, romantis. Nggak nyangka, Islam bisa begini ( menuntun sampai hal sedetail ini ).

“Rasulullah Saw pernah tiduran di pangkuanku ketika aku sedang haid, lalu membaca Al-Qur’an.” ( HR. Bukhari & Muslim ).

Sentuhan2 sekunder untuk menggali semangat kasih sayang dan romantisme ( bukan rangsangan seksualitas menjelang hubungan biologis ), seperti suami tiduran di pangkuan istri. Suami perlu dampingan istri ketika bersantai, memahami bacaan, berpikir dan menyaksikan sesuatu yang mengasyikkan dirinya. Istri pun demikian, seperti ketika menjahit pakaian bayi yang sebentar lagi akan lahir. Istri menyandarkan badannya ke badan suami supaya tidak merasa lelah atau jenuh. Sebenarnya, orang tua pun masih punya jiwa kekanak-kanakan. Kebutuhan suasana mesra bukan monopoli anak kecil, melainkan semua manusia sejak kecil sampai kakek nenek. Setelah sekian lama mengalami ketegangan hubungan, berpisah karena pekerjaan atau keperluan lain, suami istri dapat bermanja-manja dengan tidur di pangkuan.

23. SALING MEMBELAI DAN MERABA
Anak kecil yang menangis sering diam, tenang kembali setelah dibelai orang tuanya, karena merasa diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Belaian mujarab untuk mengatasi kenakalan anak ( setelah anak didudukkan di kursi hukuman dan menyadari kesalahan serta minta maaf ). Istri yang dibelai suami, merasa dirinya disayang. Ketika dibelai, ada setrum kejiwaan yang merasuk hatinya bahwa dirinya sedang disayang dan dimesrai pasangannya . Belaian jadi ekspresi sayang dan cinta orang yang membelai, meski tidak selalu berlanjut hubungan biologis. Jika istri menepis tangan suami yang membelai, berarti ia sedang dongkol pada suami. Jika yang dibelai dalam suasana mesra, maka dia akan menerima belaian dengan baik, dan yang membelai merasa senang dan puas.

Rasulullah tidak segan2 membelai istri atau minta dibelai oleh istrinya. Meraba istri atau minta diraba istri beliau. Langkah mujarab melestarikan perkawinan sampai berkumpul kelak di akhirat sebagai suami istri ahli surga.

24. MENCIUM
Ciuman tidak harus diikuti hubungan biologis, sehingga bisa dilakukan ketika istri dalam keadaan hadi, nifas, sakit atau suami istri sedang puasa wajib atau sunah. Bahkan ketika keduanya sedang I’tikaf di masjid. Rasulullah sering mencium istri beliau walau beliau sudah berwudlu, dan beliau tidak pernah bosan mencium agar dapat terus memelihara kemesraan dengan istrinya. Suami istri boleh saling mencium di depan anak2 dalam rumah, sehingga kelak mereka dapat meniru suasana mesra itu dalam rumah tangga mereka sendiri. Romantisme dan kemesraan bagian dari tugas suami istri beribadah pada Allah dan memakmurkan dunia.

25. TIDUR SERANJANG
Istri yang tidur berpisah ranjang dari suami ( kecuali dalam keadaan sakit ) berarti telah melakukan perbuatan yang dimurkai Allah, dan malaikat melaknatnya sampai shubuh ( HR.Bukhari ). Selama tidak membahayakan keselamatan yang sakit, suami istri seharusnya tetap tidur seranjang.

Dalam QS. Ar-Ruum ( 30 ) ayat 21, diungkapkan rasa kurang lengkap bila suami istri tidak tinggal bersama. Keduanya baru merasa lengkap, sempurna dan tenteram kalau hidup berdampingan dan selalu bersama. Saat tidur seranjang tercipta perasaan menyatu ibarat satu badan. Ketika pasutri tidur berpelukan, berdekapan erat, akan tertanam kecintaan lebih mendalam. Suasana menghangat. Suami istri memperoleh kesegaran dan hiburan tersendiri, sehingga rasa lelah dari kerja siang hari menjadi hilang. Apalagi jika di atas ranjang, pasutri dapat menciptakan suasana lucu, canda dan tawa.

Membiarkan suami tidur sendiri akan mengikis perlahan, romantisme dalam diri suami, sehingga ia mungkin berangan bermesraan dengan wanita lain yang dikenalnya. Istri yang hanya dijadikan obyek seksual sepihak ( tanpa foreplay, hanya suami yang puas, istri tak sampai mencapai kepuasan dengan durasi lebih lama ) akan merasa diabaikan sehingga timbul keinginan istri untuk bermesraan dengan pria lain. Suami yang egois, puas sendiri, berarti telah durhaka ( berdosa ) pada istrinya.

Bagi istri, tidur seranjang untuk memperoleh kesempatan lebar untuk berhubungan seksual, dan menciptakan kemesraan dan kebersamaan dengan suami untuk selamanya. Pasutri seharusnya tetap tidur seranjang bila mereka menghadapi masalah, karena hal itu akan memudahkan penyelesaiannya. Para istri tidak perlu merasa malu atau kikuk ketika berupaya menyegarkan suasana di atas ranjang bersama suaminya. Berbagai variasi menarik dapat diciptakan ; dengan mengganti penataan tempat tidur, sprei, sarung bantal, hiasan dan member aroma wewangian di kamar tidur. Kamar khusus yang bisa digunakan kapan saja bermesraan, tanpa terganggu anak2. Hmm.. seindah masa2 bulan madu.

26. SALING MEMUASKAN.
Syahwat adalah keinginan lelaki dan perempuan untuk berhubungan seksual. Hormon seksual orang dewasa tumbuh secara matang, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas fisiknya. Perkawinan merupakan tuntutan biologis dan rohani manusia. Suami istri bertanggung jawab memberi pelayanan seksual pada pasangannya sampai puas. Para suami dapat meningkatkan kemampuan seksualnya demi kepentingan istri dengan cara ; menjaga kebersihan diri dan stamina dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, menjauhi hal2 yang melemahkan syahwat ( seperti bir, rokok ), minum madu ( ramuan sehat atau makanan aman untuk meningkatkan kemampuan seks ), tidur atau istirahat cukup sehingga badan tetap segar, tidak berlebihan dalam bekerja yang melelahkan pikiran dan menyita waktu istirahat.

Istri hendaknya berusaha tampil menarik sehingga suami terdorong berhubungan seks dengannya. Seks itu penting untuk menjaga kelangsungan rumah tangga. Agar salah satu ( atau keduanya ) tidak serong, menghancurkan rumah tangga dan mengakibatkan malapetaka pada anak2. Seks berperan 5 % dari seluruh faktor yang mengikat kemesraan suami istri ( menurut penelitian ). Bilamana kepuasan seks terpenuhi, maka keharmonisan pasutri dapat tercapai.

27. MENYEDIAKAN WAKTU KHUSUS.
Suami dituntut member waktu khusus untuk istrinya sehingga istri merasa puas, diperhatikan dan dihargai suami. Waktu khusus ini untuk membicarakan permasalahan sensitif di antara mereka dan memberi kesempatan pada istri untuk melampiaskan rindu. Tidak semata hubungan intim. Misal, istri ingin bicara tentang kesulitannya mengendalikan anak yang bandel.

Kesibukan kerja yang tiada hentinya sehingga mengabaikan hak pasangan, menyebabkan dia berdosa pada pasangannya dan dosa pada Allah. Kesibukan kerja dimaksudkan untuk mensejahterakan pasangan, bukan untuk membuatnya sedih atau menderita. Suami harus menyelami keadaan istri dari sudut pandang istri, bukan dari sudut pandang suami. Sering istri hanya ingin suami mendengar keluh kesah dan kesulitannya. Bukan untuk digurui, diceramahi, meski maksud suami untuk member solusi. Just listen.

28. MANDI BERSAMA atau MEMANDIKAN.
Dari ‘Aisyah, ujarnya ketika kami mandi junub : “Aku biasa mandi bersama Rasulullah Saw dalam satu tempat mandi. Antara diriku dan beliau, tangannya saling bergantian mengambil air, tapi beliau mendahuluiku, sehingga aku berkata, ‘Sisakan untukku . Sisakan untukku..” ( HR. Bukhari & Muslim )

Rasulullah Saw bersabda,”Semoga Allah merahmati suami yang dimandikan istrinya, dan ditutupi ( kekurangan ) akhlaknya.” ( HR. Baihaqi, dari ‘Aisyah ).

Rasulullah yang telah berumur 60 tahun masih mandi bersama istrinya tanpa merasa kikuk. Saat mandi bersama, suami istri dapat saling menyentuh, bergurau, saling menyiram, saling mencolek, bahkan saling mengguyur air seperti anak kecil. Bulan madu seperti terulang kembali, menyegarkan jasmani dan rohani serta menanamkan kesan mendalam.
Suami istri dapat memilih waktu yang tepat untuk mandi bersama agar tidak diketahui anak2, atau kamar mandi khusus dibangun dalam kamar tidur pasutri, sehingga setiap mandi bersama tidak diketahui anak2.

29. SALING MEMOLESKAN MINYAK WANGI
Pada saat suami pulang dari bepergian jauh, istri dapat membantu suami membersihkan debu, atau melepas pakaian kotor dari badan suaminya. Rasulullah selalu membersihkan dan memberi aroma wangi pada badannya. Aisyah segera bangkit membantu memoleskan bubuk pewangi ke seluruh tubuh beliau. Para istri sangat senang melihat suami tampil bersih dengan pakaian dan badan wangi. Saat istri berdandan dan membersihkan diri juga mengharapkan bantuan dan perhatian suami. Istri yang sedang memilih pakaian serasi untuk dipakai, bisa dibantu suami memilihkan baju dan mengambilnya dari lemari. Ketika istri sedang memoleskan minyak wangi, suami datang membantu memoleskan parfum ke badan istri.

30. MENYISIR DAN MENYEMIR RAMBUT SUAMI
Menyemir rambut jika sudah beruban diperbolehkan, sepanjang bukan semir warna hitam. Boleh coklat, atau merah. Istri senang suaminya berpenampilan rapi dan rambutnya terlihat seperti orang muda. Tiap orang menyukai kemudaan. Usia boleh lanjut, tapi perasaan tetap muda. Suami istri yang sudah puluhan tahun hidup bersama dapat tampil muda dan melestarikan kemesraan dengan rajin menyisir rambut dan menyemirnya bila perlu. Jadi, jika istri atau suami melihat rambut pasangannya tidak tersisir, jangan segan mengingatkan, kalau perlu menyisirnya, supaya terlihat lebih mesra.

31. MAKAN BERSAMA atau SALING MENYUAP
Ketika makan bersama, Rasulullah dan istri mengambil makanan dalam satu piring. Karena suami istri telah melebur menjadi satu jiwa raga, keduanya hendaknya dapat melakukan langkah kongkret untuk memelihara kesatuan jiwa raga tsb. Tangan suami istri saling bersentuhan ketika bergantian mengambil makanan akan menciptakan perasaan kasih sayang yang lebih mendalam. Suasana akrab, mesra anak2 ketika saling mencubit, saling menganggu, saling melempar mestinya bisa dihidupkan kembali oleh pasutri untuk melestarikan perkawinan.

Suami istri yang makan bersama dalam satu piring di depan anak2 secara langsung mendidik anak2 untuk menyadari kebersamaan dengan saudara2-nya sehingga tidak perlu berebut lauk ketika makan bersama. Mereka dapat menyaksikan bagaimana ibu bapaknya begitu saling menyayangi. Terkesan dalam diri mereka sehingga mereka berbuat serupa dengan sesama saudara, juga pasangan mereka di masa depan. Sentuhan kasih sayang itu mengharukan mereka. Satu piring tanpa sendok. Bergantian dengan tangan telanjang. Lakukan sekali dalam sehari ( minimal ), seperti halnya makan bersama dalam kehidupan keluarga.

32. REKREASI BERSAMA
Suasana rutin di rumah, terlebih jika kesibukan suami istri cukup tinggi, bisa menjenuhkan. Jika demikian, pasutri perlu rekreasi ke tempat2 yang menyegarkan untuk menyegarkan badan dan jiwa. Pepohonan hijau, dengan air mengalir lancer, atau ombak yang aman dapat memperkokoh kembali ikatan suami istri bak pengantin baru berbulan madu. Obyek dan suasana tempat rekreasi dipilih yang menunjang suasana romantis dan mesra.

Jika tak punya dana besar, rekreasi bisa dilakukan di alun2 atau swalayan dekat rumah. Berjalan berdua atau bersama anggota keluarga. Ke sawah atau ladang, bekerja di sana diselingi rekreasi. Kesibukan yang tiada hentinya, hanya menimbulkan stres pada diri dan mengurangi perhatian pada pasangan. Rekreasi bersama, dipandang masyarakat sebagai wujud keluarga bahagia, penuh kemesraan. Rekreasi yang dipaksakan dengan biaya di luar kemampuan, justru menimbulkan pertentangan dan pertengkaran. Jadi berekreasilah dengan bijak.

33. BERLOMBA
Berlomba artinya bersaing mencapai hal terbaik atau memenangkan sesuatu yang dipertandingkan. Berlomba berfungsi fisik dan psikis, mendekatkan hubungan batin pasutri, menyegarkan kasih sayang dan meningkatkan romantisme. Misalnya, lomba masak, mengatur rumah, tampil rapi, berkebun, melukis, catur, lari, dll. Suami yang selalu menempatkan istri setara dengannya, menjadikan anak2 sahabat dalam pergaulan keluarga akan semakin dicintai dan disegani oleh keluarga. Tidak merusak wibawa suami di hadapan istri dan anak2. Asyik juga, menyertakan anak2 dalam lomba aerobik. Anak2 sekaligus dididik untuk bersaing sehat menciptakan keakraban dengan sesama saudaranya. Masyarakat ikut menyaksikan dan terinspirasi melihat pasangan serasi dan ideal dalam lomba aerobik tsb.

34. SALING MENGHADIAHI
Rasulullah menganjurkan membangun semangat saling mencintai dengan saling member hadiah. Orang yang diberi hadiah merasa diperhatikan dan dimuliakan oleh si pemberi hadiah. Hadiah adalah pemberian materi atau sesuatu yang bernilai dengan tujuan menghormati atau menyenangkan hati yang diberi. Setelah suami bepergian ke tempat jauh sekian lama, membawa oleh2 yang sangat disenangi istri. Istri menyambutnya dengan bangga dan terima kasih karena merasa dimanjakan dan diperhatikan suami. Meski mampu membeli sendiri, suami merasa lebih berharga dan diperhatikan jika dihadiahi sepatu baru di hari raya.

Suami istri menginginkan hal2 yang bersifat kejutan dari pasangan. Apalagi pasangan baru ditinggal pergi ke luar negeri atau luar kota. Oleh2 atau hadiah tak perlu mahal atau mewah. Yang penting merupakan sesuatu yang menyenangkan yang diberi. Hadiah sekecil apa pun ( asal halal/ dibeli dengan uang halal ) untuk pasangan menegaskan bahwa pasangan benar2 diperhatikan walau pun di tempat jauh. Makanan khas daerah dari seorang teman akan menggembirakan kita, karena kita merasa diperhatikan dan dihormati. Bukan harga barang yang dinilai, tetapi maksud yang terkandung di balik pemberian hadiah2 tsb. Hati ikhlas memberi, dirasakan tulus pula oleh penerima.

35. BERSAMA MENYELESAIKAN MASALAH dengan pikiran jernih.
“Berbahagialah orang yang berbuat dengan dasar ilmu, mengeluarkan sedekah dari kelebihan hartanya, dan menahan lisannya dari berkata tidak perlu.” ( HR.Thabarani & Baihaqi ).

Tiap berbuat sesuatu hendaknya didahului pengetahuan yang benar ( bukan emosi, bukan kebodohan ) sehingga menghasilkan kebaikan bagi diri kita. Pasutri enggan memecahkan masalah bersama, disebabkan emosi, buruk sangka, tidak paham. Bisa diatasi dengan menunggu emosi reda, baru kemudian pasangan yang paham menjelaskan secara gamblang apa yang sedang dipersoalkan. Lalu sama2 mencari solusi yang mendekati kebenaran. Sedekah yang dikeluarkan hendaknya ( didiskusikan dulu dengan pasangan agar ) tidak mengganggu belanja dapur atau merugikan kepentingan suami, istri atau anak2. Karena setiap tindakan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat kelak. Jika tindakan tsb didasari ilmu dan dilakukan ikhlas, maka kita mendapat pahala. Suasana romantis dan mesra akan tercipta.

36.SHOLAT BERSAMA ( terefektif menjaga cinta ).
“Semoga Allah member rahmat pada wanita yang bangun untuk sholat malam dan ia bangunkan suaminya untuk sholat malam. Jika suaminya enggan, ia percikkan air ke muka ( suami ) nya.” ( HR. Ahmad, Nasa’I, dan Ibnu Hibban ).

Sholat membentuk jiwa manusia bertaqwa pada Allah. Pasutri mendapat ketenangan dan ketentraman jiwa yang amat diperlukan dalam menempuh kehidupan. Perkawinan adalah bagian tugas ibadah manusia pada Allah. Jalani dengan penuh kesungguhan dan hati2 sesuai tuntunan Allah dan rasul-Nya. Saling mencintai dan saling membahagiakan. Ketika sujud dalam sholat bersama kita dapat memohon pada Allah agar perkawinan diberi barokah, rahmat, kekuatan, diridhoi, hubungan suami istri mesra. Kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. Buah sholat adalah hati tenteram dan pasrah pada Allah. Jurus terefektif dalam 40 jurus. Rasa saling sayang dan cinta adalah karunia Allah, yang bisa Dia cabut kapan saja sekendak-Nya. Jadi, mendekatlah pada Allah ( terutama sholat 5 waktu yang kusyu’ ) jika ingin pasangan setia dan terus mencintai anda.

37. SALING MENDOAKAN BILA BERJAUHAN.
“Apabila seseorang berdoa untuk saudaranya di belakangnya, maka malaikat menjawab : ‘ Kamu pun mendapatkan seperti itu.” ( HR.Muslim dan Abu Dawud ).

( disarikan dari “40 Langkah Melestarikan Kemesraan Suami Istri”- Drs.M.Thalib )

CARA MENDAPAT ANAK SHOLEH/ SHOLEHAH

Anak ( kandung ) adalah penyejuk dan penghibur hati orang tua. Senin dan Kamis, kita ( anak shaleh ) berpuasa maka mendiang ayah kita turut merasakan kebaikan kita. Amal shaleh anak menambah tabungan amal shaleh ortu yang sudah wafat. Mendapatkan anak shaleh ? How ?

• Ketika bayi lahir, ayahnya mengumandangkan azan di kuping kanan bayi. Lalu, bayi tsb diberi ASI ( air susu ibu ), inisiasi pertama yang mengandung nutrisi pengebal penyakit dari ibu kandungnya, segera setelah dilahirkan.
• Pada hari ke-7 kelahirannya, diaqiqahi dengan satu ekor kambing untuk bayi perempuan, 2 ekor kambing untuk bayi laki2, agar berkah si anak utuh di akhirat. Si anak kelak menjamin ortu di akhirat. Pada hari ke-7 itu, si bayi dicukur rambut kepalanya dan diberi nama. Kambing itu disembelih untuk dimakan atau dibagikan ke tetangga/ teman ( dengan atau tanpa nasi ). Susui bayi tsb selama 2 tahun.
• Cintai anak kecil ( sejak mulai bisa berjalan kaki/ 1,5 – 12 tahun ). Sayangi mereka. Jika anda menjanjikan sesuatu pada mereka, penuhi janji anda sehingga sosok manusia yang benar bagi anak itu jelas. Kita juga diperintahkan Rasulullah melayani permainan kekanak-kanakan ( main kuda-kudaan, petak umpet, dll ). Apa kemauan anak itu, turutilah, agar anak merasa dekat. Biarkan anak2 ikut menemui tamu ( selama tidak merusak ) supaya mereka berlatih berkenalan dengan orang lain ( anak 15 tahun biasanya sudah malu bermain-main dengan orang tuanya )

• Anak2 diajari sholat ketika mereka telah berumur 7 tahun. Hukumlah mereka jika melalaikan sholat setelah berumur 10 tahun. Pisahkan tempat tidur mereka.
• Anak umur 7 tahun sudah bisa membedakan baik buruk, benar salah sehingga sudah bisa dinasehati. Segera setelah anak sudah mengerti mana tangan kanan dan kiri, ortu mulai menanamkan kebajikan pada anak. Mulai dari sholat, karena ibadah ini meliputi seluruh ajaran Islam ( akidah, ibadah, akhlak ). Gerakan sujud melatih anak untuk tunduk pada Allah. Sholat berjamaah mengajari anak mengikuti pimpinan ( imam ). Dengan sholat berjamaah, si anak bisa melihat dan merasakan betapa rukun ( harmonis ) hubungan ayah ibunya ( jiwa anak damai. Metode terbaik mendidik anak di usia 1,5-12 tahun. Ajari mereka akhlak baik, halal -haram, wajib- sunnah. Anak berumur lebih 12 tahun sudah sanggup bergaul dengan masyarakat luar. Dengan bekal akhlak mulia dan doa oratu, mereka lebih survive ( aman ) ketika berada di luar rumah.
• “Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak atau satu dinar yang engkau belanjakan untuk isterimu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk isterimu.” ( HR.Muslim ). Artinya, jangan mengorbankan istri dan anak untuk mengejar kepentingan umum ( missal, membangun masjid ). Tanggung jawab pria menghidupi istri dan anaknya jauh lebih besar dari kewajiban berperang ( tapi istri juga jangan boros atau dimanjakan ). Mengharapkan kiriman dari bapak, saudara atau kenalan untuk menghidupi istri dan anak adalah perilaku lelaki abnormal. Perkara yang paling berharga ( paling besar pahalanya ) mestinya kita perhatikan dan dahulukan untuk dikerjakan.

• Ortu harus berlaku adil pada semua anak kandungnya. Jika kasih sayang bapak pada anak tidak sama, hal itu tak boleh diperlihatkan secara kongkrit pada anak-anaknya ( misal, dalam bentuk pemberian hadiah yang mencolok. Ortu berdosa jika pilih kasih ( ada anak kesayangan. Dalam kisah Nabi Yakub, anak bungsunya yaitu Yusuf sampai dibuang ke sumur oleh ke-10 saudaranya ). Jika sekarang, anak kurang baik, itu berarti si bapak juga kurang baik. Jika anak2 berbakti begitu rupa pada ibu bapaknya, itu berarti ortu dulu begitu baik dalam mendidik anak-anaknya ( dengan cinta dan kasih sayang yang benar ). Ortu harus adil dalam memberi sesuatu pada anaknya. Pengadilan agama bisa membatalkan pemberian ayah tsb ( misal, kebun cengkeh satu hektar pada satu anak kesayangan, biaya sekolah lebih besar apalagi pilihan ortu, pemberian motor, hadiah perhiasan emas ). Islam juga tak membenarkan anak wanita dimanjakan lebih dari anak laki2.
• Rasulullah berkata, orang yang tak menyayangi anaknya, tak akan disayangi anaknya. Sepulang bepergian, kita mestinya mencium kening anak dan anak kita pun mencium ibu bapaknya. Kasih sayang besar akan tertanam pada anak2 . Anak merasa akrab dengan ortu ( dalam masyarakat materialis, ortu yang bersikap kaku pada anak membuat anak merasa tidak punya ortu ). Anak pulang sekolah dibiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan ortu untuk membentuk akhlak baik. Anak berangkat sekolah, ortu menyalami dan mencium keningnya. Harmoni ortu dengan anak akan terjaga karena anak merasa terayomi. Kasih saying timbal balik menjadikan rumah serasa surga bagi anak2.
• Adik harus menghormati kakaknya, dan kakak harus menyayangi, melindungi adiknya, sehingga adik merasa aman ( bukan ketakutan ) terhadap kakaknya. Jika kakak atau adik tak melakukan hal tsb, ortu harus menegur ( dan menghukum bila perlu ) agar ketertiban dan kerukunan dalam rumah terjaga baik. Jika keadilan dan perasaan kasih sayang yang kuat sudah tercipta dalam rumah, maka kita boleh mengharapkan kehidupan masyarakat yang tertib : yang kecil menghormati yang besar, yang besar menyayangi yang muda ( seperti masyarakat jaman para sahabat Rasulullah Saw )

• Yang paling mengerti ( telaten ) merawat ibu bapaknya biasanya anak perempuan. Biasanya puteri bisa memasak, membuat kue dan menghidangkan minuman enak, juga pandai menghibur ortu-nya yang sedang sedih. Anak perempuan bisa menolong bapaknya masuk surga, jika taat pada orang tua sesuai tuntunan Islam ( si anak mendapat pahala surga ), dengan catatan : si ayah yang mendidik puterinya berakhlak baik, bukan sip uteri menjadi baik dengan usahanya sendiri. Jika si ayah tak mendidiknya dengan baik, maka ia tak memperoleh jaminan apa2 dari kebaikan kedua puterinya itu.
• Seorang laki2 berdosa jika tak peduli atau mengabaikan saudara perempuannya ( yang belum kawin bisa ditanggung belanjanya jika belum mampu menafkahi diri ). Jika ada 2 saudara laki2 maka beban itu ditanggung berdua.
• Saudara laki2 boleh jadi sebelum kawin, paling berbakti pada ibunya, tapi karena salah pilih istri, dia tidak pernah mau menjenguk rumah ibunya lagi. Istri yang buruk akhlaknya akan menjadi rintangan hubungan suami dengan ortu dan saudara-saudaranya. Padahal bagi laki2 ( menurut Islam ), ibu lebih diutamakan dari istrinya. Sedang bagi wanita, suami lebih diutamakan dari ibunya sendiri. Tapi kalau ibu jahat, maka celakalah rumah tangga anak laki2 kandungnya.

• “Ibu bapak berhak memakan harta anaknya dengan cara wajar. Tetapi seorang anak tidak boleh memakan sesuatu dari harta ibu bapaknya tanpa izin dulu dari mereka.” ( HR.Dailami )
• Anak seusia mahasiswa ( 18 tahun ke atas ) harus bekerja mencari makan sendiri ( tak berhak minta uang pada ortu. Tapi anak perempuan/ mahasiswi masih berhak. Anak wanita yang sudah menikah tidak berhak minta harta pada ortunya lagi. Jika ortu member, itu sifatnya sukarela. Mandiri setelah dewasa itu wajib. Jika anda mampu bekerja, tapi lalu meminta maka anda haram memakannya.
• Ketidakridhoan ibu bapak pada seorang anak bisa menyeret anak ke dalam neraka, meski si anak sudah lulus dari pemeriksaan sholat, puasa, dll. Bahkan, ketidakridhoan keduanya bisa menyengsarakan anak saat menghadapi sakaratul maut. Amar ma’ruf nahi mungkar pada ibu bapak adalah kewajiban anak, dengan menegur dan menasehati secara santun dan sabar ( kalau ibu bapak tidak mau, maka anak sudah terlepas dari kewajiban ). Anak tak boleh durhaka ( melawan perintah ortu yang sesuai syariat agama ). Perbuatan durhaka , misalnya, ortu menyuruh anak memasak tapi anak menolak ( tanpa alasan yang benar ), atau anak2 laki2 beristri lalu kepentingan ibu tak diperhatikan lagi. Namun, jika anak melakukan hal benar lalu dikutuk ortunya, maka ortu tsb yang durhaka ( berdosa ). Walau ibu bapak kafir, anak muslim wajib berbuat baik pada mereka.

• Ortu wajib memberi makan minum anaknya, menempatkan anak dalam lingkungan yang baik, memberinya pendidikan berkualitas dan membina akhlaknya. Kalau kita tak yakin ( kita lemah dalam moral dan akhlak Islami, misalnya ) mampu menciptakan lingkungan yang baik, maka kita harus memilih lingkungan yang sudah baik. Celakalah ortu yang terpaksa memilih lingkungan tukang copet, dengan alasan tidak mampu.
• Jika kita mampu sebagai penolong keluarga, sebelum menolong orang lain, kita harus mengurus dulu keperluan keluarga kita sendiri. Kakak sulung lebih dekat ( bertanggung jawab mengurus ) ibu bapak. Sesudah itu, adik, paman, bibi, keponakan jika si sulung tak mampu. Kalau kakak kita minta tolong maka kita menolongnya, setelah urusan ortu kita selesaikan. Nafkah adalah kewajiban laki2 pada isteri dan anak-anaknya. Dahulukan anak lapar dari saudara kandung kita. Keponakan didahulukan dari saudara sepupu. Nenek lebih didulukan dari saudara. Bapak didulukan dari nenek ( dalam pembagian waris, nenek tertutup jika masih ada ayah ). Jika kepentingan makan minum istri sudah terpenuhi, lalu isteri punya keperluan yang tidak pokok, maka wajib didahulukan adalah kepentingan ibu. Istri yang paham agama dan berakhlak mulia, ketika melihat suaminya taat pada ibu kandungnya, ia justru bersyukur ( bisa turut masuk surga ). Dorong suami untuk lebih berbakti pada ibunya.”Ada dua perbuatan dosa yang siksanya dipercepat di dunia ini, yaitu menyekutukan Allah dan durhaka pada ibu bapaknya.” ( HR. Bukhari dan Thirmidzi ). Siksa ini bisa berupa derita berhari-hari menjelang mati, hidupnya tidak beres, anaknya rusak semua, dll ).
• Rasulullah menempatkan pengabdian pada ibu bapak yang lemah ( tak dapat mengurus dirinya sendiri ) sama dengan pengabdian seseorang muslim berperang di jalan Allah. Dahulukan ortu yang sudah lemah ini daripada pergi berperang ( tetapi jika ibu bapaknya masih sehat, maka panggilan perang diutamakan ). Pengadilan agama bisa memenangkan tuntutan ortu, jika anak memaksa pergi. Seorang WNI diterima di TNI, selain berbadan sehat, dll, juga harus mendapat izin ortu. Jika tidak, sejak anda melawan ortu ( sampai ortu wafat, anda belum dimaafkan ) maka dosa tsb tak pernah terampuni. Menjadikan anda manusia durhaka, penghuni neraka.

• Tiap orang punya kewajiban yang harus ditunaikan, dengan prioritas : 1.Allah, 2.Diri sendiri, 3. Orang tua, 4. Masyarakat, 5. Makhluk lingkungan. Manusia paling celaka adalah orang yang tidak berbakti ketika dipertemukan Allah dengan ibu bapaknya yang sudah berusia lanjut. Kita bisa tahu moral rusak seseorang dengan perilakunya menelantarkan ortunya yang sudah tua. Jika ortu tak mengijinkan anda ke luar negeri, maka Insya Allah, Tuhan akan member ganti yang lebih baik. Sebuah rahmat besar dari Allah, jika kita diberi kesempatan berbakti pada ibu semaksimal mungkin. Pertanda surga tersedia di depan mata. Terserah anak mengambilnya atau tidak. Janji Allah ini diutamakan untuk anak laki2, karena anak perempuan yang telah bersuami, maka ia perlu minta izin suaminya sebelum dibolehkan merawat ibu bapaknya. Jangan sampai ortu kita dititipkan pada orang lain atau panti jompo. Kalau anak laki2 lebih dari seorang, maka mereka bisa berunding untuk menentukan giliran merawat ibu.
• “Wahai Rasulullah ! Adakah masih ada kebajikan yang bisa saya lakukan pada ibu bapakku setelah meninggal ?” . Jawab beliau,”Masih, yaitu kau doakan keduanya, kau mintakan ampun, kau tunaikan janji mereka sesudah mereka tiada dan kau sambung kekeluargaan yang mereka tinggalkan serta kau muliakan sahabat2 semasa mereka hidup”. ( HR.Abu Dawud ). Supaya kenangan dan cinta kita pada ibu bapak terus ada, kita bacakan doa untuk ortu setiap waktu ( makan, bangun tidur, setelah sholat, dll ). Ketika ortu wafat, ucapkan La illaha ilallah ( tiada Tuhan selain Allah ) di telinganya. Jangan menangis meraung-raung, apalagi sampai berputus asa. Mandikan, kafani, sholatkan dan kebumikan secara Islami. Dengan siapa pun, anak wajib menjaga kehormatan dan nama baik ortu. Dilarang menjelekkan atau menjadikan mereka bahan lelucon. Baca istigfar ( disamping banyak berdoa untuk mereka ) : Allahummagh firlii wali walidayya warham huma kamaa rabbayani shaghiirah.

• Kewajiban sesama manusia adalah menjaga tali kekeluargaan atau silaturahmi, meski tak punya hubungan darah dengannya ( sepanjang orang lain tsb tidak bertabiat dan berperilaku buruk yang membahayakan akhlak keluarga kita. Seorang wanita baik yang berada di lingkungan buruk juga jangan dinikahi ( karena dorongan berbuat buruk sering lebih kuat daripada berbuat baik, sehingga wanita baik tsb berangsur-angsur akan berperilaku buruk juga ). Laknat Allah pada orang yang memutuskan tali silaturahmi ( juga menipu, berkelahi, mencurangi saudara ) akan diterima di dunia, seperti gangguan mental, hidupnya kacau, jatuh melarat, lumpuh, tidak tertolong lagi. Orang durhakan pada Allah bisa jadi masih mendapat berkah dalam hidupnya, lalu lepas dari kesengsaraan. Tapi orang yang dilaknat Allah, akan dihancurkan mentalnya, jiwanya digelapkan, pikirannya dikacaukan. B berteman dengan S. A dating menceritakan bahwa B telah menjelekkan S lalu hubungan keduanya putus. Selama hubungan putus itu, si A mendapat dosa terus dan dilaknat Allah. Ia pun dikucilkan masyarakat, karena Allah menanamkan rasa tidak percaya ke dalam hati setiap orang terhadap orang yang suka memutuskan tali kekeluargaan. Hubungan baik dengan keluarga ( baik ), bisa jadi tolok ukur mempercayai rencana ideal seseorang untuk kita turuti. Jika ingin memilih pasangan hidup atau pemimpin, lihat dulu hubungan dia dengan saudara kandung dan ortunya. Siapa saja yang menjaga tali kekeluargaan dengan baik, maka Allah akan memenuhi keinginan orang tsb dan memudahkannya meraih cita2 dalam hidupnya.
• Allah berfirman, setiap kebaikan dilipat 10 – 1000 kali. Misal, sedekah Rp 500 pada orang miskin bukan keluarga berlipat menjadi Rp 5000, namun pada si miskin dari keluarga sendiri menjadi Rp 10.000 ( pahala membantu si miskin & pahala menjaga hubungan keluarga ). Kalau di tengah masyarakat kita masih melihat ada orang yang selalu dirundung malapetaka, anda bisa selidiki cara dia memperlakukan ibu bapaknya, saudara, sanak famili dan kerabatnya ( buruk sehingga Allah menimpakan hukuman padanya ).
• Janji Allah pada orang menjaga tali kekerabatan : dimudahkan rejekinya, dijamin Allah sesudah wafat, dipanjangkan jejak kebaikannya ( misal 6 keponakan, misan, atau kerabat kita yang tak mampu, kita didik menjadi orang sholeh ( atau diangkat, disekolahkan, dimodali ), selama mereka masih hidup, kita terus mendapat pahala kebaikan yang mereka kerjakan.

• “Wahai Rasulullah ! Saya mempunyai seorang kerabat. Saya sering menghubunginya, tetapi mereka memutuskan tali keluarga dengan saya. Saya berbuat baik pada mereka, tapi mereka berbuat jahil pada saya.” Maka beliau bersabda,”Sekiranya apa yang kau kata itu sungguh2, berarti kau seakan-akan mencampakkan mereka pada kebinasaan. Kau akan tetap mendapat pertolongan untuk mengalahkan mereka, selama kau tetap berbuat kebaikan seperti itu.” ( HR.Muslim )

Orang jahil dan jahat ada dalam keluarga atau lingkungan terdekat kita. Bahkan pasangan hidup kita. Musuh dalam selimut. Cinta itu nyaman dan melegakan. Tidak mengekang, menyakiti, apalagi menyiksa. Jika anda tersiksa dalam hubungan, berarti anda telah salah mencintai orang. Jika anda ingin kekasih anda memprioritaskan anda daripada teman-temannya, maka sejak awal pilihlah pria yang bisa memuliakan wanita dan berfokus pada anda. Jika anda sudah terlanjur jadian dengannya, perbaiki dia lalu beri ultimatum. Jika tak berubah juga, putuskan dan cari pria lain yang lebih sesuai untuk anda.

AKHLAK PADA TETANGGA

“Setiap 40 rumah adalah tetangga. Yaitu, ke depannya, ke belakangnya, ke kanannya dan ke kirinya.” ( HR.Thahawi )

Iman terdiri dari 72 cabang. Seorang mukmin harus melaksanakan 72 kewajiban tsb ( termasuk sholat, menghormati tetangga ) secara penuh. Pada tetangga, kita wajib menghormati, juga menjaga keamanannya ( siskamling ). Tidak akan masuk surga orang yang kejahatannya mengganggu tetangga ( HR.Bukhari & Muslim ).

Dalam sistem komunis, masyarakat dikondisikan untuk saling memata-matai tetangganya. Dalam negara Islam, kita melindungi tetangga beserta anggota keluarganya ( istri dan anak ). Kita menegur istri tetangga yang bermain dengan lelaki lain, dan memberitahu suaminya. Begitu juga, jika si suami yang serong.

Jika barang tidak cukup untuk semua tetangga, dahulukan kepentingan tetangga yang lebih dekat ( pintunya ke rumah kita bila kita keluar berpapasan. Bukan dari jarak rumah atau batas tembok ).

“Tetangga lebih berhak mendapatkan hak pembelian atas penjualan milik tetangga lainnya.” ( HR.Bukhari & Muslim ). Kalau kita akan menjual rumah kita, maka hubungi tetangga dulu. Tetangga menganggur, tawarkan lowongan pekerjaan pada tetangga dulu ( butuh penjahit, cari dulu tetangga kita yang berprofesi tukang jahit ).

Kewajiban seseorang pada tetangganya ( HR.Thabrani ) adalah :
1. Waktu tetangga sakit, kita harus menjenguknya. Wajib kifayah hukumnya ( bila sudah ada perwakilan anggota keluarga/ tetangga kita sudah cukup/ terpenuhi )
2. Tetangga meninggal, kita mengurusnya : memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan, sampai memberi makan pada anggota keluarga yang ditinggalkan ( kepala keluarga tsb ) selama satu minggu. Semua itu tanggung jawab bersama tetangga yang berada dalam radius 40 rumah. Kalau yang wafat non muslim, kita cukup mengurus penguburannya saja.
3. Kita wajib meminjami tetangga yang kekurangan ( fakir ). Misalnya, beras 2 kg dan uang Rp 40 ribu untuk makan 2 hari, kalau kita punya kelebihan.
4. Jika tetangga melakukan perbuatan memalukan ( bukan perbuatan munkar ) maka kita harus menutupi. Tak boleh diceritakan pada orang lain.
5. Kalau tetangga mendapatkan hadiah, kesenangan, atau rejeki melimpah, kita berikan ucapan selamat atau turut menyatakan gembira.
6. Kalau tetangga tertimpa kesusahan, kita hibur hatinya. Anak tetangga meninggal, kita datang menyampaikan belasungkawa.
7. Kita hendak membangun atau meninggikan rumah, kita harus minta izin tetangga dan memastikan mereka tetap mendapat angin segar, sinar matahari dan akses jalan.
8. Jika kita masak dan bau sedap tercium hidung tetangga maka kita memberi sedikit masakan kita ( tetangga tsb berhak meminta masakan itu ).

Well, demikianlah kewajiban dan hak dasar muslim pada Allah, dirinya, pasangan dan tetangganya.

——————

Perkawinan adalah lifetime relationship. Mengatakan cinta cuma butuh waktu sesaat. Membuktikan cinta butuh waktu seumur hidup.

Saya turut prihatin dan berduka atas berbagai musibah bencana yang melanda tanah air belakangan ini. Kuatkan hati anda bersama orang2 tercinta di dekat  anda.

Written by Savitri

24 Februari 2014 at 12:51

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,