Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Posts Tagged ‘Jawa Tengah

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Iklan

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50

Situs Karangpanganten, Tambora, Sindoro : ekowisata yg memberdayakan & membudayakan.

leave a comment »

Ring of fire. Tak selamanya pilu. Ada hikmah di balik bencana. Jika Allah mengurangkan sesuatu, maka Beliau pasti melebihkan. Maha Bijaksana. Kita juga bisa bijaksana dengan mempelajari artefak sejarah yang ditinggalkan buyut kita yang arif. ( Kita kan sudah bisa dewasa menyikapi elit partai yang gontok-gontokan di ajang pilpres kemarin. Rakyat Indonesia adalah pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini. Kita mesti lebih adem dan matang dari mereka  ). Saya memimpikan makin banyak orang Indonesia yang negarawan. Memilih harmoni ketimbang menang sendiri. Mari kita belajar dari alam dan para highlander kita di tiga situs ini.

GEOPARK  KARST  CITATAH : Manusia prasejarah, Cekungan Bandung, Legenda Sangkuriang.

Kawasan karst Citatah ( Gunung Karangpanganten ) di  Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, berpotensi menjadi taman kebumian ( geopark ) Jawa Barat, Indonesia, bahkan dunia. Why ?

Tempat itu, jutaan tahun lalu adalah bagian laut dan ditinggali manusia prasejarah. Sayangnya, hanya tersisa sekitar 30 % wilayah karst yang belum rusak. Selebihnya, aktivitas penambangan kapur di sana telah menggerusnya. Kebayang kan, bentang alam dan batuan dari Cekungan Bandung yang sarat sejarah itu bopeng dan gompal. Melas banget, deh. Padahal Tim Geopark Jabar  yang diketuai  Oman Abdurahman sudah mengidentifikasi dan menetapkan  tiga zona geopark, yaitu :

  • Palabuhanratu – Ciletuh – Cikaso
  • Tangkubanparahu – Citatah – Saguling ( Cekungan Bandung )
  • Tasikmalaya Selatan – Pangandaran.

Ketiga zona tsb tergolong unik secara geologi, hayati dan budaya. Jika perusahaan penambangan kapur tidak ditertibkan maka rencana geopark tsb sulit terwujud, kata Deden Syarif Hidayat ( Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah ). Karst itu juga harus dikonservasi serta diperluas zona lindungnya. ( PR, 20/5/2014 ). Pemerintah bisa mengalihkan mata pencaharian warga ( penambangan kapur ) menjadi pertanian, peternakan, wisata dan ekonomi kreatif. Pemberdayaan wisata bisa berupa pembentukan kampung budaya, atau kegiatan napak tilas perbukitan kapur karst terkait legenda Sangkuriang.

Rencana karst Citatah sebagai bagian Geopark Jabar masih dalam proses pengajuan di tingkat nasional, lanjut Deden. Wah, seperti balapan antara penambang kapur dengan keputusan pemerintah, ya. Oh, bukit karst-ku yang malang..

 ( teringat agresi Israel ke Gaza-Palestina sebelum pilpres 9 Juli kemarin, dengan realisasi janji Jokowi-JK ( presiden dan wapres terpilih 2014-2019 ) membuka KBRI di Palestina ( negara merdeka/ anggota penuh PBB ). Bertahanlah, wahai saudara2-ku. Ya, Allah.. kuatkan mereka ).

EKOMUSEUM TAMBORA : letusan terdahsyat ke-2  di dunia setelah Toba

Situs ( gunung  ) Tambora di Desa Oi, Bima, NTB direkomendasikan menjadi ekomuseum oleh Pusat Arkeologi Nasional ( Pusarnas ). Pasalnya, April 1815, gunung Tambora meletus dan menewaskan 10.000 jiwa. Efek lanjutan letusannya, bahkan mempengaruhi  iklim dunia dan mengorbankan 91.000 jiwa. Kok ? ( wisata bencana ? )

Persisnya kita belajar sejarah, melihat koleksi arkeologi untuk mengingatkan kita agar menjaga ekologi seperti dahulu masyarakat Tambora menghargai kearifan lokal. Kita bisa melihat kompleks pemukiman yang telah diekskavasi oleh Balai Arkeologi Denpasar bersama Pusarnas yang diketuai Sony Wibisono. Ada batu penopang kayu, lumpang, tiang, bajak, pagar rumah, tanduk rusa, tali, dll, yang telah menjadi arang terterpa wedhus gembel alias awan panas. Juga, bentuk  awal rumah panggung rakyat Tambora berukuran 6,5 x 3,5 m yang hancur tertimbun material vulkanik setebal 2-4 m.

Situs di ketinggian 640 m dpl sekitar 18 km dari puncak Tambora ini diawetkan dengan teknik khusus oleh para ahli dari Balai Konservasi Borobudur. Tahun 2015 ( 200 tahun pasca letusan ) Pusarnas akan mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan di Situs Tambora. Masyarakat diharapkan makin antusias berkunjung ke situs berbasis petualangan ini. Terlebih setelah Situs Tambora dicanangkan sebagai ekomuseum, dan akses masuk yang gersang berpasir diperbaiki sehingga mudah dilalui. Dengan demikian, obyek wisata alam, belajar sejarah, konservasi sumber daya alam dan memberdayakan masyarakat, bisa segera terwujud di situs Tambora.

SITUS SINDORO : bukti nyata kisah Mataram di relief  candi

situsLiyanganBegitu pula di situs ( gunung ) Sindoro di Temanggung, Jawa Tengah, yang pada tahun 971 menimbun peradaban Mataram Kuno Liyangan yang berada di lerengnya. Balai Arkeologi Yogyakarta, yang diketuai Siswanto, sedang menyingkap seluruh tata ruang Liyangan sampai batas terluarnya.

Kisah sejarah Mataram yang terpahat di relief candi2 ternyata ada bukti riil-nya. Kebayang manfaatnya kalau  peradaban di negeri cincin api yang tertimbun letusan vulkanik ini  bisa diekskavasi dan dikonservasi. Akan lebih banyak masyarakat desa yang berdaya, wisatawan lebih pintar dan warga Indonesia lebih berkepribadian secara budaya. Isn’t that nice, people ? ..

Written by Savitri

4 Agustus 2014 at 12:54

Transportasi massal manusiawi ala Solo. Tips mudik ala selamat.

with one comment

Ini dia, andalan pemkot Solo. Batik Solo Trans ( BST ) yang efesien memindahkan warga Solo ke tempat tujuan masing2. Transportasi massal menjadi kebutuhan urgen kota jasa dan perdagangan yang sibuk, dewasa ini, di Indonesia. Dikombinasi dengan ATCS yang dioperasikan optimal, dan GPS, bus spesial ini melaju kencang nyaris tanpa hambatan. Wah, siapa yang nggak ngiler melihat warga kota diprioritaskan dan dimanusiakan oleh pemkot Solo ? Wis, apik tenan.. ( foto : forum pasar solo )

Apalagi inovasi dari Solo ? Setelah mengurai benang kusut persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi wong cilik dan kebuntuan kongres PSSI. Kemacetan lalu lintas. Problem yang juga memusingkan kota Bandung. Mari lihat, bagaimana Solo menyelesaikannya.

Kota jasa dan perdagangan, sarat mobilitas orang dan barang. Jalan terbatas, kendaraan membludak, siap2 gempor kaki, boros bensin, menghirup udara knalpot, plus telat masuk kantor. Perkembangan kota terhambat.

Transportasi massal, akhirnya the chosen one. Mereka bernama Batik Solo Trans ( BST ), railbus Batara Kresna, bus tingkat Werkudara, sepur kluthuk Jaladara, sistem transportasi cerdas ( inteligent transport system/ ITS ), pelican crossing ( lampu khusus pejalan kaki ) dan program hari bebas kendaraan bermotor ( car free day ). Menyusul trem kota, pembenahan jalur lambat untuk mengakomodasi kendaraan tak bermotor, pembangunan kantong parkir tepi kota dan budaya berlalulintas. Mantap.

Menurut Joko Widodo, walikota Solo, Batik Solo Trans dan teman2-nya itu untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi 30-40 tahun ke depan. Biaya ekonomi dan sosial terkendali, warga nyaman bergerak, kecelakaan lalu lintas berkurang. Setelah area traffic control system ( ATCS ) diterapkan tahun 2006, korban kecelakaan lalu lintas di Solo yang semula 19.540 jiwa menjadi 17.661 jiwa. Jakarta menerapkan ATCS tahun 1994 ( tapi tidak optimal ), juga Bandung, tahun 1996, atas bantuan Spanyol dan Australia. Tak heran, Solo menjadi kota dengan sistem transportasi cerdas terbaik di Indonesia ( Kompas, 12/8/2011 ). Move people not car, kata Yosca Herman Soedrajad, kadishub Solo. Diawali memasang sistem pengendali lalu lintas terkoordinasi, dilengkapi alat deteksi video kamera di 43 persimpangan dari total 55 persimpangan. Tahun 2012, tinggal menambah alat pemberi isyarat ( APILL ) di 12 persimpangan. Sistem ini berkomunikasi dengan pengendali pusat ( central control room/ CCR ) di kantor Dinas Perhubungan Kota Solo secara langsung ( real-time ). Dengan sistem ini durasi nyala lampu lalu lintas bisa diatur untuk kelancaran lalu lintas. Jika satu ruas jalan dipenuhi kendaraan, maka lampu hijaunya diperpanjang nyalanya. Ruas jalan lain, lampu merahnya yang diperpanjang.

Werkudara, bus tingkat cantik yang siap mengantar warga Solo ke mana saja. Kian irit ongkos mobilitas perorangnya. Sepertinya, full kipas alami ( isis ) di atas sana, sambil melihat pemandangan kota Solo nan syahdu. Namanya sangat mentradisi. Modernisasi ala Solo yang patut diteladani. ( foto : dishub Surakarta )

Persimpangan2 ini dipantau, direkam dan disimpan selama 20 hari sebelum diganti rekaman baru. Sekaligus memantau keamanan kota. Waktu tempuh BTS bisa sesuai rencana, diketahui posisinya ( dilengkapi global positioning system/ GPS ). 100 meter sebelum lampu lalu lintas sudah mengirim sinyal. Jika lampu hijau sedang menyala, durasi otomatis diperpanjang. Jika sedang lampu merah, durasi otomatis diperpendek agar BST tidak tertahan lama. Bus Batara Kresna pun bisa diutamakan jalannya. Melalui kerja sama dengan radio swasta, RRI dan televisi lokal, kondisi lalu lintas diinformasikan ke publik setiap hari.

Bagaimana karcisnya ? Voucher isi ulang kartu pintar dapat dibeli di mana saja. Tiket canggih ini akan diintegrasi dengan tiket kereta api Prambanan Ekspress dan Trans Jogjakarta.

Bagaimana pendanaannya ? Antara tahun 2006 – 2011 secara bertahap dikucurkan dana Rp 13,5 miliar APBD  Kota Solo dan Rp 5,5 miliar APBN ( tahun 2010 )  untuk membangun sistem transportasi cerdas. Lebih irit dari perkiraan semula ( Rp 36 miliar ). Biaya sendiri pula ( bukan bantuan asing ). Excellent.

Transportasi manusiawi ini tampaknya mulai juga dibangun di Kota Palembang dan Pekanbaru. Kepemimpinan kuat, kunci manajemen transportasi. There’s  a ( political ) will, there’s a ( problem solving ) way.

Mau lebaran, nih. Mudik dengan mobil pribadi atau sepeda motor ?

Sebuah perusahaan otomotif menyediakan 42 titik posko selama lebaran 2010. Belum lagi perusahaan2 lainnya. Berapa banyak kendaraan yang mereka datangkan selama ini, memenuhi jalan2 di kota kita ? Jangan sungkan memanfaatkan posko mereka. Demi keamanan dan keselamatan anda dan keluarga. ( foto : omduszbani )

Mudik dengan mobil pribadi. Apa keceriaannya ? Kebersamaan selama perjalanan, bisa berhenti di mana saja untuk istirahat, makan ( atau buang hajat ) tanpa mengganggu orang lain, fleksibel memilih rute sehingga leluasa mengeksplorasi berbagai tempat yang menarik untuk disinggahi. Seru. Full adventure. Mengenali karakteristik daerah yang dilewati. Makanan khasnya. Menginap 1-2 malam untuk mengeksplorasi kota lebih dalam. Asyik..

  • Untuk memastikan everything’s gonna be okay, sebelum berangkat, periksa kondisi mesin, rem, ban mobil, penyejuk udara, kebersihan kabin mobil, dsb. Dengan cermat.
  • Siapkan pungutan perbaikan jalan, uang receh ( pecahan kecil ) di dashboard agar tidak repot merogoh tas, kantong atau dompet, jika sedang perlu.
  • Tentukan rute yang bakal ditempuh, pertimbangkan jarak, kondisi jalan, keadaan lalu lintas setelah mengumpulkan informasi dari rekan, kerabat atau internet. Gunakan GPS, supaya tidak nyasar atau menemukan rute alternatif jika terhambat di jalan.
  • Para pengemudi bisa bergantian menyetir, jika lelah atau mengantuk. Atau tiap 3-4 jam sekali berhenti untuk istirahat di pos2 mudik yang disediakan. Dan selalu, patuhi rambu2 lalu lintas. Jangan paksakan diri.

Mudik dengan sepeda motor lebih melelahkan ( tapi banyak penggemarnya, karena lebih irit BBM dan lincah menghindari kemacetan ). Sengatan sinar matahari ditambah jalan berlubang menjadi pemicunya, sehingga setiap menempuh 2 jam perjalanan, sebaiknya beristirahat.

  • Pastikan kondisi tubuh prima saat berkendara. Bawa air putih yang cukup, jangan sampai dehidrasi ( tubuh kekurangan cairan ). Bila perlu, mengkonsumsi vitamin untuk membantu menjaga kebugaran tubuh. Kontrol emosi selama di jalan. Jangan terpengaruh pengendara lain yang ugal-ugalan.
  • Sepeda motor diperiksa kelaikannya. Peralatan pengaman dikenakan. Helm, sepatu, sarung tangan, pelindung lutut, pelindung siku lengan. Jas hujan dan suku cadang ( seperti busi, kunci pas, dll ) disediakan juga.
  • Mudik bersepeda motor semakin aman jika berkelompok. Sesama pemudik bisa saling menjaga dan mengawasi sepanjang perjalanan. Bus atau mobil yang mencoba ugal-ugalan biasanya berpikir 1000 kali jika di depan ada konvoi pemudik motor. ( salah2 bisa dijewer bertubi-tubi kalau nyerempet, apalagi nyeruduk ).
  • Kantongi beberapa nomor telpon penting ( polisi, rumah sakit, pusat layanan bank, kerabat untuk mengantisipasi situasi genting.
  • Manfaatkan posko mudik sebagai tempat beristirahat yang aman ( banyak berdiri di jalur antar provinsi  ).

Jadi, mudik pakai mobil atau motor ? Terserah kebutuhan dan ketrampilan anda ( motor atau mobil yang menjadi perpanjangan kaki anda selama ini ? di mana anda sudah menyatu dengannya ). Ribuan pemudik menjejali jalan secara serentak. Butuh skill tinggi untuk melaluinya dengan selamat. Tahun lalu, korban tewas mencapai ratusan jiwa.

Kenapa bangsa kita rela melakukan ‘ritual’ tradisi tahunan ini ? Sebuah puisi Rumi, mungkin bisa menjelaskan :

Ada keindahan tak kasat mata.

Di balik perut yang kosong.

Kita laksana gitar.

Ketika ruang gema berisi.

Tak ada musik yang keluar.

Ketika pikiran dan perut kita terbakar karena puasa.

Senantiasa melodi mengalun di balik api.

Ada keindahan yang perlu dirayakan setelah sebulan kita menjadi gitar Allah. Sebagian merayakan dengan bersilaturahim dengan sanak saudara di kampung. Sebagian tetap di kota, karena sejumlah alasan : keluarga di kota, duit cekak,  kondisi tubuh tak cukup kuat untuk mudik, ingin membantu polisi menjaga keamanan kota ( benar2 city lover ), atau sekedar .. menjajal  jalanan sepi Kota Bandung siang hari, yang musykil  terjadi di luar hari H Idul Fitri. 

Selamat  merayakan Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.

Written by Savitri

19 Agustus 2011 at 19:00

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Keraton Mangkunegaran Surakarta : kebanggaan wong Solo, kebanggaan orang Indonesia. Joglo terbesar ?

with 20 comments

Penguasa Mangkunegaran sekarang, Mangkunegara IX, sedang berjalan dari Dalem Ageng ke Pringgitan dalam prosesi Jumenengan ( peringatan naik tahta raja ). Dimulai sungkeman kerabat Puro Mangkunegaran, dilanjutkan doa keselamatan. Terselip kebanggaan, bahwa Indonesia punya keragaman budaya sebanyak ini. Terselip keharuan, keluarga kerajaan bertahan hidup dengan aset budaya seperti ini. Mari bantu mereka melestarikan seni tradisi Indonesia. Berwisata budaya-lah di tanah air. ( foto : skycrapercity )

Penasaran. Seperti apa sih rumah tradisional Jawa Tengah ? Rumah penduduk dan keraton Jawa biasanya terdiri 3 ruangan : Pendopo, Pringgitan dan Dalem. Seperti di pusat kota Solo.

Keraton Mangkunegaran berlokasi di Jalan Ronggowarsito, Surakarta ( Solo ). Penguasa Mangkunegaran disebut Mangkunegara. Secara resmi, bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara Senopati Ing Ayudha Sudibyaningprang yang ke I, II, III, dst. Orisinil. Seolah ditakdirkan mengembalikan segala yang hilang dari Jawa.

Sejak umur 16, Pangeran Sambernyawa ( Mangkunegara I ) berjuang melawan Belanda.

Mangkunegaran dari dinasti Mataram. Pangeran Sambernyawa ( Raden Mas Said ) memulainya. Sejak umur 16 tahun, beliau telah berjuang. Dengan keahlian militernya, Mangkunegara I menghadapi pasukan gabungan Belanda, Pakubuwana III dan pangeran Mangkubumi sekaligus. Gagah berani.

Penguasa Surakarta dan Yogyakarta membangun kekuasaan dengan simbol. Mangkunegara I dengan aksi. Rasionalisasi kekuasaan ini dilanjutkan pewarisnya. Mangkunegaran II. Kerajaan kuat, kawula makmur. Karya sastra terbit dan dirujuk masyarakat Jawa hingga kini. Mangkunegaran menjadi penyeimbang tangguh dan pandai memainkan kartu truf. Tak suka didikte. Tak segan bertindak tegas menghadapi kekuasaan lain yang merongrong wibawa dan eksistensinya.

Setiap generasi raja Mangkunegaran dipersiapkan menjadi pemimpin yang cakap dan cerdik. Putra mahkota, bergelar Pangeran Prangwadana, secara berjenjang diberi beban tanggung jawab sejak remaja. Penguasa Mangkunegaran : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkunegara I ( 1757-1795 ), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara II ( 1796-1835 ), Mangkunegara III ( 1835-1853 ), Mangkunegara IV ( 1853-1881 ), Mangkunegara V ( 1881-1896 ), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI (1896-1916), Mangkunegara VII ( 1916-1944 ), Mangkunegara VIII (1944-1987 ), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX (1987-sekarang ).

Gaya klasik Eropa pun terasa Jawa di keraton. Kreatif, inovatif, bermartabat.

Keraton Mangkunegaran hari ini. Otoritas wilayahnya tak seluas dulu. Namun, keluarga Mangkunegara tak perlu berkecil hati. Jika NKRI adalah milik kita bersama, maka seluas Indonesia pula kalian bisa berkiprah dan memetik kebanggaan. Suatu hari nanti. We know that. ( foto : skycrapercity )

Mangkunegaran terdiri 2 bangunan utama, Pendopo ( balairung istana, tempat menerima tamu ) dan Dalem ( balairung utama ) yang dikelilingi kediaman keluarga raja. Terbuat dari kayu jati utuh. Keraton indah dan terawat ini dibangun Raden Mas ( 17 Maret 1757 ) setelah pertarungan sengit keluarganya dengan VOC ( East India Company ).

Bangunan yang menghadap ke selatan ini mencermati pertemuan budaya Jawa dan Eropa lalu mengakulturasikannya menjadi milik Jawa. Pendopo beratap joglo baru dibangun masa Mangkunegara IV ( 1866 ). Bangunan Jawa aslinya tak kenal teras. Elemen dari villa Eropa ini lalu diadopsi dengan indah. Gaya klasik dan neo klasik Eropa berpadu dengan semangat neo klasik Jawa. Kolom bulat dari besi cor dan konsolnya menampakkan perpaduan tersebut.

Denah keraton berpola linear dan tertutup. Struktur dinding pemikul menyatukan atap dan dinding. Bukaan jendela dan pintu lebar. Skala ruang tinggi dan luas. Iklim tropis menjadi terasa nyaman. Ornamen dan pahatan secara simbolis menampilkan citra dan fungsi. Empire style menghadirkan kewibawaan raja. Mangkunegaran memang terbuka untuk inovasi dan ide baru.

Bagian timur, Bale Peni, kediaman para pangeran. Bagian barat, Bale Warni, kediaman para putri. Naskah langka agama dan filsafat dalam tulisan Jawa tersimpan di perpustakaan Reksopustoko. Mangkunegara IV membuat perpustakaan di lantai dua ini tahun 1867. Sejarawan dan pelajar mempelajari manuskrip bersampul kulit di sela semilir angin dari jendela kayu yang terbuka lebar. Juga, buku dalam berbagai bahasa, koleksi foto bersejarah dan data perkebunan milik Mangkunegaran.

Pendopo berjoglo terbesar di Indonesia. 10.000 orang tahun 1757 ?

Kereta kencana membawa pangeran tampan dalam sebuah kirab budaya. Seperti melihat film laga kolosal “Saur Sepuh”. Atau Saur Sepuh yang meniru para penghuni keraton ? Saya masih terkagum-kagum dengan budaya kita sendiri. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya bercita rasa tinggi. Dibalut karya seni adiluhung. Seganteng dan sekreatif itukah leluhur kita ? ( foto : pondrafficial )

Perundingan Giyanti ( 1755 ) membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Raden Mas lalu membangun kediamannya di tepi Sungai Pepe. Keraton berukuran lebih kecil ini terdiri pamedan, pendopo agung, paringgitan, dalem ageng dan keputren. Tembok kokoh mengelilinginya. Memasuki pintu gerbang utama, tampaklah Pamedan, lapangan luas tempat berlatih pasukan Mangkunegaran. Di timur, terlihat Gedung Kavaleri, bekas kantor pasukan berkuda Mangkunegaran. Revitalisasi keraton sekarang didanai pemerintah melalui pemda. Bangunan dipulihkan, sebagian dengan fungsi berbeda. Contohnya, markas legiun Mangkunegaran ini.

Melewati pintu gerbang kedua, terlihat Pendopo Agung seluas 3.500 m2. Pendopo joglo terbesar di Indonesia, menampung 5.000 – 10.000 orang. Tiang kayu persegi yang menyangga atap joglo berasal dari hutan Danalaya di perbukitan Wonogiri. Elemen konstruksi dihubungkan tanpa paku. Di sini, satu set gamelan dimainkan secara rutin, tiga set lainnya untuk upacara khusus. Warna kuning dan hijau ( padi muda ), warna khas keluarga Mangkunegaran. Lampu antik tergantung di langit-langit. Lukisan Kumudawati berwarna terang menampakkan pengaruh Hindu Jawa : 12 belas bintang astrologi dan 8 kotak berwarna. Kuning berarti siaga, biru berarti mencegah bencana, hitam berarti melawan kemarahan, hijau berarti melawan stres, putih berarti melawan hawa nafsu, oranye berarti melawan rasa takut, merah berarti melawan kejahatan, ungu berarti melawan pikiran jahat.

Di belakang Pendopo, terlihat beranda terbuka bernama Pringgitan. Tangga di sana mengarah ke Dalem Ageng seluas 1.000 m2. Dahulu, ruang tidur pengantin kerajaan. Kini, museum keraton Mangkunegaran. Ada Petanen ( tempat bersemayam Dewi Sri ) berlapis sutera tenun di dalamnya. Juga, perhiasan, senjata, pakaian, medali, perlengkapan wayang, uang logam, gambar raja-raja Mangkunegaran dan benda seni lainnya.

Di belakang Dalem Agung, kediaman keluarga Mangkunegaran terlihat seperti rumah pedesaan yang tenang. Pohon, bunga, semak hias menjadi cagar alam bagi burung yang berkicau dan kupu aneka warna. Air mancur menawarkan kesegaran di bawah matahari. Patung klasik gaya Eropa turut menghiasi.

Beranda dalam bersudut delapan menghadap taman ini, bersama tempat lilin dan perabot Eropa. Kaca berbingkai emas berjajar rapi di dinding. Tampak ruang makan mengintip, dengan jendela kaca berwarna ( pemandangan Jawa ), ruang ganti – rias, dan kamar mandi.

Masjid Mangkunegaran, arsitek Perancis ikut mendesain saat pemugarannya.

Denah Masjid Mangkunegaran atau Masjid Al-Wustho ( denah : mulyadi )

Menyeberang jalan raya, Mesjid Mangkunegaran berdiri anggun, seluas 4.200 m2 dan dipagari tembok berbentuk lengkung. Mesjid Lambang Panotogomo ini diprakarsai Mangkunegara I di Kadipaten. Sebelumnya, terletak di wilayah Kauman, Pasar Legi. Pada masa Mangkunegara II, dipindah ke Banjarsari, lebih dekat ke Mangkunegaran. Abdi dalem yang mengelolanya, sehingga mesjid ini berstatus Masjid Kagungan Dalem Puro Mangkunegaran. Mangkunegara VII meminta arsitek Perancis ikut mendesain ( dalam pemugaran ) kompleks mesjid Mangkunegaran.

Masjid Mangkunegaran terdiri : Serambi ( ruang  depan masjid dengan 18 saka, melambangkan umur Raden Mas saat keluar dari Keraton Kasunanan Surakarta, untuk dinobatkan sebagai Adipati Mangkunegaran. Bedug di serambi  bernama Kanjeng Kyai Danaswara ), Ruang Sholat Utama ( ruang dalam dengan 4 saka guru dan 12 penyangga berhiaskan kaligrafi Qur’an. Kaligrafi juga ditemui di pintu gerbang, kuncungan, saka dan maligin ), Pawestren ( tempat sholat khusus wanita ), Maligin ( tempat khitanan putra kerabat Mangkunegaran. Mangkunegaran VII kemudian memperkenankan Muhammadiyah menggunakannya untuk khitanan umum ), Menara ( dibangun tahun 1926, masa Mangkunegaran VII. Di minaret, 4  muadzin mengumandangkan azan ke empat arah berbeda ). KH Imam Rosidi ( penghulu Mangkunegaran ) menamai Masjid Mangkunegaran ini Masjid Al-Wustho ( tahun 1949 ).

Bertahan dengan aset budaya. Pengorbanan keluarga kerajaan se-nusantara untuk NKRI.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kediaman keluarga Pakubuwana, lengkap dengan Alun-alun khas Jawa. Pusat pemerintahan Jawa ini kemudian terbagi menjadi Kasunanan, Mangkunegaran dan Yogyakarta. Gara-gara kompeni sih.. ( foto : zalfayahya )

Menurut Sudarmono ( sejarawan UNS ), Raden Mas Said sudah mengukuhkan diri sebagai raja dengan Deklarasi Adeging Pura Mangkunegaran ( 24 Februari 1757 ). Sesudah NKRI terbentuk, disusul penghapusan swapraja ( sekitar 1950-an ) dan pemberlakuan UU Pokok Agraria ( 1960 ), otoritas kerajaan di nusantara menciut. Dalam Babad Giyanti dan Babad Lalampahan, Pangeran Sambernyawa dikukuhkan sebagai adipati yang menguasai wilayah Kadaung, Matesih, Honggobayan, Sembuyan, Gunung Kidul, Pajang sebelah utara dan Kedu. Dalam peta sekarang, wilayah tersebut menembus wilayah Karesidenan Surakarta, Kedu, bahkan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ). Kenyataan, otoritas Mangkunegaran sekarang tinggal selebar keraton ini.

Mas Ngabehi Supriyanto Waluyo berpakaian layaknya masyarakat umum, meski di lingkungan istana. Sebagai abdi dalem, ia berpakaian adat jika ada acara resmi kerajaan. Abdi dalem pun tinggal 300 orang. Yang setiap hari di lingkungan istana hanya 150 orang. Kini, Mangkunegaran hanya memiliki 3 kantor departemen : Mandrapura ( bagian umum ), Kawedanan Kasatriyan ( mengurus peninggalan sejarah ) dan Reksa Budaya ( perpustakaan dan aktivitas budaya ). Untuk menjaga eksistensinya, Mangkunegaran memanfaatkan subsidi pemerintah. Selebihnya, bertahan dengan aset budaya.

Sudah terbayang sekarang, bagaimana rumah tradisional orang Jawa ? Berkunjunglah supaya lebih mantap. Monggo..

——————–

( Sabtu – Minggu 25-26 Juni 2011, lebih 300 bangsawan ( raja, sultan, ratu, putra mahkota, pangeran, putri raja dan kerabat kerajaan ) akan menghadiri acara “Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan se-Nusantara ke-2 ” ( Silatnas II ) di Gedung Merdeka, Bandung. Bahkan, bangsawan dari mancanegara, seperti dari Filipina dan Afrika, turut hadir. Wah, weekend di Bandung kian meriah saja. Seperti apa sih wujud mereka ? Apa perjuangan mereka ? Kita simak, yuk .. )

http://www.kerajaannusantara.com/id/news/294-Kaum-Bangsawan-Mulai-Datang-di-Bandung

Anda pun bisa jadi 'putri' sehari ketika berwisata di Solo. Dari Keraton Kasunanan ke Pura Mangkunegaran di antar dengan kereta kencana. Berasa Pangeran William atau Putri Kate, ya ? ( foto : solopos )

Melihat tari tradisional membuat kita makin cinta tanah air. Percaya, deh .. ( foto : sekarkencono )

Written by Savitri

24 Juni 2011 at 04:00

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,

Solo tertata baik, PSSI pun datang. Pasar tradisional, PKL, tukang becak & parkir ikut heppiii …

with 2 comments

Setelah membenahi Taman Balekambang menjadi ruang publik berkualitas, lengkap dengan fasilitas outbond, wi-fi dan panggung kesenian, Jokowi beserta jajaran Pemkot Solo memindahkan sekitar 1.000 PKL dari Taman Banjarsari ke Pasar Klithikan. Tanpa kekerasan atau kerusuhan. Apa rahasianya ? Memanusiakan PKL, plus jamuan makan siang ( seraya berdialog ) sebanyak 54 kali dalam 7 bulan. Terhormat. Lihatlah, gaya kirab duet Jokowi dan Rudy. Upacara kirab “Prosesi Budaya Bedhol PKL Monumen ‘45 Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo Semanggi” juga menyertakan para prajurit Kraton Solo ! Cool.. ( foto : brand929fm )

Wong cilik. Sering didengungkan saat kampanye. Jualan paling laku untuk mengeruk suara pemilih. Soal janji ditepati atau tidak, itu urusan belakangan. Sama mengenaskan dengan nasib penggiat seni tradisi ( ada penari yang hanya dibayar Rp 5 ribu jika ‘beruntung’ ada pentas malam itu ). Menyempil di sudut-sudut kota, dilewati warga yang hilir mudik ke tempat hiburan prestisius masa kini.

Jika kemudian, ada petugas kebersihan dan portir loket ( pegawai honorer ) di Gedung Wayang Orang Sriwedari, bisa menyekolahkan anak ke SMA, dan membawa anaknya yang lain ke Puskesmas Jayengan, tanpa stres ( biaya ), pastilah cerita yang menarik. Solo. Kota tempat kongres luar biasa PSSI ( 9 Juli 2011 ) akan diselenggarakan. Dari mana datangnya prestasi dan kehormatan ini ?

Kartu PKMS ( Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta ) menjadi andalan Sartono ( 42 ) mengatasi problem keluarganya. Andalan Pemkot Solo ( Surakarta ) menjangkau keluarga miskin yang tak terjangkau program asuransi kesehatan ( Askes ) PNS, askes swasta, Jamkesmas dan asuransi kesehatan lainnya. Sejak 2008, warga Solo dibantu pengobatan gratis, termasuk rawat inap ( standar pelayanan Jamkesmas ) di seluruh puskesmas dan 10 rumah sakit pemerintah/ swasta di Kota Solo. Melalui PKMS, miliaran rupiah dana APBD dikucurkan untuk lebih 208.428 orang. Melalui Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo ( BPMKS ), Rp 21 miliar per tahun diberikan pada 43.000 siswa ( Kompas, 21/3/2011 ). Anggaran pendidikan bagi warga Kota Solo terus meningkat : Rp 336,3 miliar ( 2009 ), Rp 441,8 miliar ( 2010 ), Rp 471, 5 miliar ( 2011 ). Joko Widodo ( walikota Solo ) dan FX Hadi Rudyatmo ( wakil walikota ) memang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan dalam 2 periode masa jabatan mereka ( 2005 – 2010 dan 2010 – 2015 ). Ah, yang penting heppiii …

Pasar tradisional & PKL jadi lumbung PAD Pemkot Solo. Kok bisa ?

Duet Jokowi dan Rudy ini juga menyentuh PKL ( pedagang kaki lima ) dan pasar tradisional. Dalam 5 tahun, Pemkot Solo berhasil menata 5.817 PKL, merevitalisasi 15 pasar dari 37 pasar tradisional. Nyaris tanpa konflik, bahkan menuai pujian dari berbagai kalangan dan penghargaan dari pemerintah. PKL dan pasar tradisional yang umumnya jarang disentuh kota-kota lain, justru menjadi lumbung pendapatan Kota Solo. Tak heran kota ini lalu menjadi model percontohan bagi kota-kota lain di tanah air.

Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) kota seluas 44 km2 ini, dari retribusi pelayanan pasar terus meningkat : Rp 7,8 miliar ( 2006 ), Rp 9,9 miliar ( 2007 ), Rp 10,2 miliar ( 2008 ), Rp 11,7 miliar ( 2009 ), Rp 12,5 miliar ( 2010 ), Rp 20 miliar ( target 2011 ). Dengan pasar tertata, otomatis jumlah kios/ los pedagang diketahui pasti, mudah dikontrol sehingga pendapatan retribusi pun masuknya jelas, kata Jokowi. Pasar Klithikan Notoharjo yang menampung 989 PKL dari kawasan Monumen Banjarsari, kini menghasilkan sekitar Rp 400 juta pertahun dari retribusi. Lebih 1000 kios barang bekas, terutama onderdil, aksesori ( mobil, sepeda motor ) dan barang elektronik di pasar ini, membuka lapangan kerja bagi penduduk di sekitarnya. Lebih 44 warga sekitar jadi juru parkir dan penjaga keamanan pasar.  Tukang becak bisa membawa pulang minimal Rp 25 ribu setiap harinya.

Pemkot Solo juga berpihak pada pedagang kelontong. 80 pengusaha minimarket waralaba mereka tolak izinnya, karena dikuatirkan menghancurkan pedagang kecil. Kerja keras menata kota, infrastruktur dan sarana publik membuahkan kota destinasi wisata bagi Kota Solo. Selain kota pertunjukan seni budaya, Solo pun menjadi langganan tuan rumah pertemuan tingkat nasional dan internasional. “Kalau kota tertata bagus, kota jadi laku, dan efeknya ke mana-mana. Pariwisata jalan karena banyak kegiatan. Okupansi hotel naik, dulu hanya 30 %, sekarang di atas 90 %. Investor berbondong-bondong datang. Sekarang saja, ada 13 investor hotel antre. Bukan cuma hotel, .. taksi, becak, perajin batik, restoran, pun kena dampaknya,” ujar Jokowi.

Rajin bersepeda keliling kampung. Membangun kepercayaan warga.

PAD dari hotel terus meningkat : Rp 4,3 miliar ( 2007 ), Rp 7,6 miliar ( 2010 ). Dari restoran : Rp 6 miliar ( 2007 ), Rp 9,6 miliar ( 2010 ). Sadar PAD dan APBD Kota Solo kecil sebelumnya, Pemkot Solo lalu melakukan inovasi anggaran dan manajemen fokus agar pemanfaatan anggaran berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Anggaran di dinas yang dinilai tak perlu, langsung dipangkas. Bahkan, ada dinas dalam satu tahun anggaran sama sekali tak diberi. “Anggaran kecil-kecil kami stop. Kalau bagi rata, tidak kelihatan fisiknya. Mana yang prioritas itu yang diberi anggaran. Kalau buat program harus besar sekalian, diorganisasikan, dan targetnya harus terukur jelas”, sambung Jokowi.

Penerima “Bung Hatta Anti Corruption Award 2010” ini juga menyiapkan sistem, konsep makro yang dituangkan dalam cetak biru rencana Kota Solo secara rinci. Jokowi – Rudy dan aparatnya rajin berkeliling kampung dengan sepeda sehingga persoalan warga langsung diketahui dan segera dicari solusinya. Membangun kepercayaan, menjadi kunci sukses Kota Solo.

Kronologis berdirinya Surakarta. Ada Kertasura, Mangkunegaran, Yogyakarta ..

Mesjid Kraton Solo. Teduh, tenang. ( foto : jokir )

Pemberontakan orang Tionghoa melawan Belanda ( 1740 ) menghancurkan Kota Kertasura. Kraton Kertasura jatuh ke tangan kelompok anti Belanda. Paku Buwana meminta bantuan Belanda untuk menghentikan pemberontakan ini. Sebagai imbalan, Belanda memaksa Paku Buwana menandatangani perjanjian yang berat sebelah ( 1743 ). Tentara Belanda ditempatkan di ibukota Mataram. Benteng Belanda ( Fort Vastenburg ) dibangun di ibukota yang baru, Surakarta.

Dua alun-alun berukuran 400 x 300 m menjadi ciri Kota Solo. Pasir halus menutupi dan dua pohon beringin menjulangi. Kompleks kraton terletak di antara kedua Alun-alun. Susuhunan didampingi para pembesar mengikuti perayaan di Alun-alun Utara. Kompleks kraton sepanjang 400-500 m ( utara selatan ) selebar 600 m ( barat timur ) dulu dihuni 15.000 orang ( Blumenberg, 1918 ). Penduduk kotanya waktu itu sebanyak 150.000 orang. Di Surakarta, tak ada tembok batas kota yang jelas. Peralihan daerah perdesaan ke perkotaan terasa halus.  Berbeda dengan kota-kota lain dinasti Mataram yang biasa bertembok kota. Jalan lebar, lurus memanjang, dari timur ke barat, membelah Kota Surakarta menjadi Kota Selatan dan Kota Utara.

Kraton, Mesjid Agung dan rumah pangeran di selatan kota. Sarana profan, seperti Kepatihan dan pasar, di utara kota. Istana Mangkunegaran terletak di bagian ini, sesuai perjanjian ( 1755 ) antara Paku Buwana III dengan Mas Said ( anggota keluarga kerajaan yang ikut memberontak, anti Belanda ). Permukiman orang Tionghoa, Belanda dan orang asing lainnya, di timur kota. Permukiman orang Bali ( Kebalen ) di barat kota. Menurut kosmografi Jawa, kekuatan yang dapat mengatasi usaha penentangan hukum universal, berasal dari selatan ( arah kraton ). Kekuatan kosmis berasal dari dalem kraton, di mana tersimpan pusaka sakti kerajaan, dan hanya raja yang dapat menggunakan kekuatan ini. Hukum Islam dalam interpretasi ini tidak mengatur kehidupan manusia secara langsung, melainkan membuat kerangka dan batas aturan.

Filosofi Alun-alun dan simbol banteng dalam tradisi Jawa.

Alun-alun Utara Kraton Surakarta Hadiningrat. Pohon beringin menyimbolkan langit, pasir halus melambangkan bumi ( keberhasilan pertanian ). Harmoni universal. Berbagai ritual digelar di sini untuk mengukuhkan kekuasaan raja Jawa ( Mataram ). ( foto : jokir )

Kekuasaan raja secara langsung mengatur tata kehidupan. Pemimpin agama Islam ditunjuk raja. Dalam konsep kerajaan Jawa, agama Islam bukanlah dasar legitimasi kekuasaan raja. (  “Arsitektur-kota Jawa : Kosmos, Kultur & Kuasa”- Jo Santoso, 2008 ). Di Alun-alun Lor ( utara ) rutin dipertunjukkan duel banteng ( simbol kekuatan kosmis, darimana otoritas raja berasal ) dan harimau. Alun-alun menyimbolkan harmoni antara langit ( pohon beringin ) dan bumi ( pasir ). Pasir halus syarat keberhasilan pertanian. Di masa akhir Mataram, Alun-alun Lor dan berbagai ritual berfungsi mengukuhkan keberlangsungan kekuasaan raja.

Alun-alun Kidul ( selatan ) berfungsi mengukuhkan kelancaran hubungan kraton dengan kekuatan makro kosmis, melambangkan kesatuan raja dengan para bangsawan di sekitarnya. Sedang di Kompleks Mangkunegaran, Alun-alun di utara kraton menjadi tempat latihan tentara Mangkunegaran. Mesjid digunakan untuk sembahyang Mangkunegaran dan pengikutnya. Di dekatnya dibangun rumah pemuka agama dan pegawainya.

Pangeran Mangkubumi, saudara kandung Susuhunan Paku Buwana II, yang tak setuju Mataram berhubungan dengan Belanda lalu menjatuhkan Paku Buwana. Sepeninggal Paku Buwana II, tercapai perjanjian yang membagi kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Mangkubumi yang digelari Ngayogyakarta ( 1755 ) mulai membangun pusat baru kerajaan. Lalu, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan kita lihat di Yogyakarta ( juga di Bandung ).

Semoga kongres PSSI di Solo sukses. Optimis ?

Prajurit Kraton Surakarta dan para putri Solo siap mengawal dan menyukseskan Kongres Luar Biasa PSSI, 9 Juli 2011. Para peserta kongres diharapkan ikut kirab dengan kekhasan daerah masing2. Adat istiadat kraton dan kekayaan khasanah budaya Mataram membuat even nasional tsb layak dinanti dan disimak. Don't miss it ! ( foto : john miksic )

Pada posting lalu, saya pernah menulis  tradisi, pengalaman berbangsa bernegara, ratusan ( bahkan ribuan tahun, jika dihitung sejak Mataram Hindu kuno ) yang dimiliki penduduk Yogyakarta terkait isu monarki. Apakah Surakarta ( Solo ) yang lebih senior, mampu meredakan kegarangan sebagian peserta kongres PSSI ? Gaya kirab dan kehalusan tutur sapa warga Solo terbukti mencairkan emosi para pedagang PKL yang direlokasi. Kita berharap semua baik-baik saja, dan sepak bola Indonesia bisa terus melenggang ke even-even internasional. Garuda muda siap mengepak sayap untuk terbang tinggi. Saya optimis, kata AP.  Lho ?!  ( kan, sudah di .. )

( Wakil Presiden FIFA, Ali bin Al Hussein ( pangeran Yordania ) rupanya sudah bicara dengan mereka dan akan menyampaikan laporan kepada FIFA dan Asian Football Confederation ( AFC ). Entah apa yang terjadi di kongres nanti. Yang penting, pengurus sepak bola Indonesia selanjutnya bersih dari korupsi ( menjauhkan judi, pengaturan skor dari lapangan hijau, dll ), profesional dan menaati aturan main ( dan hukum di Indonesia ). Wong cilik ( rakyat jelata ) bisa nonton tanpa rusuh. Wong cilik lainnya bisa bekerja dan mengais rejeki dari even bola. Makin penasaran dengan 9 Juli di Solo ?

Written by Savitri

17 Juni 2011 at 17:25

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Yogya istimewa, Indonesia jaya. Bentengi tradisi dari serbuan kapitalis

leave a comment »

Borobudur, candi terakhir Buddhismus - Mahayana di Jawa. Denah persegi berukuran 123 x 123 m, puncaknya 42 meter. Ukiran dinding seluas 1900 m2 membentang sepanjang 2.500 m, terbentuk dari 1300 potongan cerita. Dari teras bawah ke atas menjabarkan perjalanan Sidharta dari manusia biasa menjadi Sang Buddha, dari dunia profan menuju nirwana. Universum dibagi 3 : dunia bawah tanah ( Kamadhatu ), dunia profan di bumi ( Rapudhatu ) dan dunia suci di mana nirwana berada ( Arupadhatu ), tapi tidak terlihat dari luar karena letaknya tersembunyi bagi manusia biasa ( Buddha di dalam stupa ). Bentuk stupa sebagai jelmaan universum, manifestasi alam semesta. Pusat jagad yang tak punya batas ruang ( jagad raya ). Semua fenomena kehidupan melebur dalam satu bangunan sakral. Ingin menjabarkan kehadiran-Nya. Candi Borobudur, Mendut, Kalasan, Pawon dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra ( pertengahan abad 8 ). Mataram Kuno. Apakah kita akan menghapus kearifan ribuan tahun ini karena peneliti asing ( dari peradaban Barat yang jauh lebih muda ) mengatakan monarki kita tidak cocok dengan demokrasi mereka ? Tiga minggu juga lupa. Sultan dari Kraton Yogya adalah pewaris tahta Mataram, penjaga ( keturunan dinasti pembangun ) candi Borobudur, Prambanan, dan seni adiluhung bangsa kita. Ingin survive dari gempuran pasar bebas ? Pilih istimewa. ( foto : photography-match )

Harga diri. Referendum. 2 hal mendebarkan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Menyesakkan dada jika diabaikan. Yogyakarta dalam spotlight tersebut saat ini. Ada apa ?

“Tidak boleh ada sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi maupun nilai-nilai demokrasi,” kata presiden, 26 November 2010 ( Trust no.06 thn IX ). Kawula Yogya terluka dengan kalimat sensitif usai rapat kabinet RUU Keistimewaan DIY  itu. RUU yang dipersoalkan itu memuat pasal pemilihan yang membuat Sultan Hamengku Buwono dan Paduka Paku Alam tak lagi otomatis menjadi gubernur dan wakil gubernur DIY.

Monarki  di mata orang Amerika. WikiLeaks  di mata orang Indonesia.

Monarki. What’s wrong with that ? Benedict Anderson, peneliti Indonesia asal AS mengatakan ( Tempo, edisi 42/ 13-19 Desember 2010 ),”.. Propaganda dari istana itu mengatakan raja sangat dihormati dsb, persis seperti Yogyakarta menyebutkan tak bisa melepaskan kesultanan. Politik putra putri mahkota itu cermin feodalisme dan kemauan gila-gilaan seperti di Korea Utara. Ketimbang membagi kekuasaan kepada orang lain, lebih baik membagi kepada anak sendiri meski berotak ayam. Ketika zaman revolusi sampai 1950-an, kaum bangsawan atau raja kecil-kecilan merasa terancam karena tekanan dari bawah. Masyarakat melihat mereka sebagai antek penjajah, brengsek, dsb. ( sehingga lebih memilih partai yang memiliki dasar haluan kuat seperti PNI, PKI dan Masyumi ).

Raja kecil ini lalu mencoba kembali dengan masuk birokrasi tanpa melalui proses pemilihan. Soeharto mengebiri semua partai politik sehingga ada kesempatan bangsawan ini comeback. Soeharto menganggap bagus ada raja kecil di tingkat lokal yang tak berarti secara nasional. Raja kecil ini dipelihara dan diberi uang sehingga berperan seperti zaman dulu. Semacam dizombikan. Memunculkan Sultan itu akan memberi harapan serupa kepada raja kecil di daerah lain. Kesan saya melihat sejarah kerajaan di beberapa negara lain di dunia, kalau kerajaan dihapuskan, orang akan lupa dalam waktu 3 minggu. Jadi, kalau habis, tak akan kembali… Kaum elite mengatakan bahwa bahwa semua masalah karena Yahudi dan Amerika, maksudnya supaya tidak membenci mereka. Jadi, ini politik mengalihkan kemarahan masyarakat ke target luar untuk menutupi kegagalan ekonomi dalam negeri.”

Another American. Not us. Dengan agenda tersendiri. Yang jelas, Ben ogah kalau Yahudi dan Amerika jadi tumbal kemarahan warga Indonesia. ( seperti Bill Liddle, kita akan mengecil jika menelan semua perkataannya. Apa dia luput membahas agen2 AS / CIA di lingkungan Istana Negara ? No problem pemerintah negaranya menginvasi Irak, Afganistan, dan menyokong Israel secara membabi buta ? Tapi menjadi masalah besar kalau Sultan yang terbukti mengayomi warga Yogya dari  jaman Pangeran Mangkubumi  ( arsitek yang berperan dalam pembangunan kota Surakarta ( 1743-1744 M ) dan Yogyakarta ( 1746 M ), sampai Sultan Hamengku Buwono X,  diinginkan rakyatnya agar tetap  istimewa dengan penetapan. Semata-mata teori  feodalisme ?

Belum lagi kawat2 rahasia diplomatik  Amerika  yang disampaikan Julian Assange di situs whistle blower-nya, WikiLeaks. Bukankah ini lebih genting buat warga AS  yang selama ini dibohongi oleh rezim pemerintahnya ?  Tidakkah ini yang harus diusik Ben hingga ke akar-akarnya jika benar ia idealis  ?  Whose side is he ? ).

Demokratis kok menginvasi Irak. Pilih demokrasi atau Sultan ? Berkaca pada Thailand ..

Bukankah lebih pantas kalau Ben meneliti negaranya sendiri ? Kenapa yang mengaku paling demokratis,  kok bisa-bisanya memaksa kehendaknya pada negara yang ingin berbeda ?  (  seperti, menjatuhkan bom tandan  ke Irak, karena Saddam Husein ingin mengganti dolar dengan euro dalam transaksi minyak  ). Yang ingin istimewa dengan Sultan tercinta mereka, mestikah dipaksa menelan ‘demokrasi’ juga ? Feodal Jawa tak sampai menyengsarakan warga negara lain. Bukankah yang lebih parah, yang seharusnya diprioritaskan untuk diteliti  ( dan segera dikoreksi  ) sebelum Tuhan menjatuhkan hukuman-Nya sendiri ?

(  Atau Ben sudah tak berdaya di negerinya ? Sejak tahun 1973 hingga Soeharto lengser, Ben dilarang masuk Indonesia. Ia lalu tinggal di Thailand sampai sekarang. Thailand sempat digoyang demo berbulan-bulan/ berlarut-larut hingga berdarah-darah beberapa waktu lalu. Antara massa Kaus Kuning yang pro-pemerintah & militer/ PM Abhisit Vejjajiva, dengan massa Kaus Merah/ pro-mantan PM terguling, Thaksin. Ben berkata,”Belakangan banyak orang sadar bahwa memilih orang harus berdasarkan kebijaksanaan, bukan uang. Gerakan ini mengancam Bangkok dan Kerajaan. Kesadaran politik sudah banyak berubah. Kalau pergi ke daerah itu, anda bisa melihat baliho “Raja si Bangsat” dengan bahasa Thai yang lebih kasar.”

Sampai hari ini, Thailand masih tertatih-tatih mengembalikan kejayaan negerinya seperti sediakala. Saat Raja Bhumibol Adulyadej, ( keturunan Jenderal Paya Tak yang melepaskan  Siam dari daerah vassal raja Birma ( 1767 M ) dan mendirikan ibukota Bangkok ? ), masih sangat dihormati oleh seluruh rakyatnya. Apakah warga negara asing seperti Ben ini yang menghembuskan fatamorgana ‘demokrasi ‘ hingga Thailand jungkir balik ? Tidak rikuh menceritakan pemimpin negara sahabat Indonesia ini sebagai si Bangsat ( dengan bahasa yang lebih kasar ) ? . Anda bisa menebak pikiran Ben tentang Sultan Hamengku Buwono X  ?

Peradaban Sundaland ( 8.000 SM ), lebih tua dari peradaban Amerika ( 500 SM ). Usia kearifan lokal kita.

Indonesia dari ruang angkasa, terlihat dangkalan Sunda ( warna biru muda, di kedalaman sekitar 60 meter dari permukaan laut ). Terpikir, Indonesia awal peradaban dunia ? 10.000 tahun lalu, melebihi peradaban Sumeria, Mesopotamia, apalagi Amerika. I knew it ! ( it was our land )( foto :Google )

Ribuan tahun sejarah nusantara mengajarkan banyak hal pada kita. Anda baca tulisan Stephen James Oppenheimer, doktor ahli genetika dari Inggris, tentang Asia Tenggara  adalah sumber peradaban Barat ?  Indonesia, awal peradaban dunia. Eden in the East. Selama ini saya bertanya-tanya, kenapa Indonesia diwarisi begitu banyak seni tradisi dengan lebih 700 suku etnis ? Melebihi negara manapun di dunia. Rupanya, Asia Tenggara dulunya benua besar yang disebut Paparan Sunda ( Sundaland ). Daerah dengan budaya paling beragam, paling tua dan paling kaya di bumi. Sejumlah arkeolog menunjukkan bukti ketrampilan lokal seperti membuat tembikar, berlayar dan menangkap ikan telah ada 10.000 tahun lalu di sini. Ketrampilan bertani di Indonesia sudah ada lebih dari 4.000 tahun lalu. Mendiang arkeolog Surin Pookajorn menemukan butir beras dari era 7.000-5.000 tahun sebelum Masehi di Semenanjung Melayu.

Yang mengejutkan, peradaban tua Sumeria (  5.000 tahun SM, yang selama ini dianggap tertua di dunia, selain India ( 4.000 SM ), Mesir ( 3.100 SM ), Mesopotamia ( 2.700 SM ), Cina ( 2.100 SM  ), Amerika ( 500 SM )), juga dipengaruhi peradaban Asia Tenggara. Pertanian dan peternakan ( peradaban terorganisasi ) ditemukan di Indonesia, pertama kali. Bukan di Mesopotamia, kata pelaut Belanda, Kapten Hans Berekoven. Wow..  ( mendiang Arysio Nunes dos Santos, profesor fisika nuklir dari Brasil bahkan lebih dramatis lagi : negeri adidaya zaman kuno bernama Atlantis, terletak di Sundaland ! ).

Di kota kuno bawah air di Teluk Cambay, pantai barat India, tahun 2002, ditemukan artefak di kedalaman 40 meter, sekitar 20 km dari pantai, berusia 19.000 tahun lalu ( zaman es ). Peradaban kuno tsb sudah mampu membuat tembikar dan membakarnya pada 16.000 tahun lalu. Sudah membangun kota di tepi sungai dan rumah2 dalam susunan teratur. Ditemukan fosil biji2 makanan yang menunjukkan budidaya pertanian. Kota kuno ini bagian benua yang tenggelam di akhir zaman es. Setiap negara punya yang seperti ini, dan Indonesia memiliki bagian terbesar. Adakah kota kuno di balik timbunan lumpur di dasar Laut Jawa ?  Indonesia makin misterius dan mengejutkan saja, dari hari ke hari, don’t you think ?

Pithecantrhopus erectus, Homo sapiens, Homo erectus soloensis. Which are you ?

1,6 juta tahun lalu manusia purba, Pithecantrhopus erectus, hidup di Sangiran. 170 .000 sebelum Masehi, manusia modern, Homo sapiens, lahir di Afrika. 50.000  tahun SM, Homo erectus soloensis ( nenek moyang orang Indonesia ? )  sudah hidup di Ngandong, dekat Solo. Hasil penelitian Alan Wilson terhadap  150 individu asal Afrika, Eropa dan Australia menunjukkan : hanya ada satu pohon filogenetik DNA mitokondria, yaitu Afrika. Selanjutnya, Profesor Dr.Sangkot Marzuki, dkk, meneliti 54.000 sampel DNA milik hampir 2.000 individu yang mewakili 73 populasi etnik di Asia. Hasilnya : Asia Tenggara merupakan episentrum migrasi Homo sapiens dari Afrika, yang kemudian melakukan arus balik migrasi ke berbagai kawasan. Dari Afrika hanya ada satu jalur migrasi, yaitu ke Asia. 50 % gen Asia Timur ditemukan di populasi Asia Tenggara. Keanekaragaman genetik di selatan semakin tinggi, sedangkan etnik di kawasan utara Asia lebih homogen. Teori Sangkot, “Out of Sundaland” : Asia Tenggara adalah pusat penyebaran populasi Asia.

Pemetaan genetis menunjukkan penduduk Asia berasal dari Asia Tenggara. (  dengan kacamata ini ASEAN terlihat lebih keren, ya, terlebih Indonesia yang memimpin pada tahun 2011, dengan rencana membentuk komunitas ASEAN yang lebih bertaji ). Penelitian hampir 100 ilmuwan genetika Asia, menyimpulkan : Asia Tenggara adalah pusat penyebaran ( manusia modern ) setelah Afrika. ( ada yang  ingat pelajaran SD ? : nenek moyang Indonesia dari Indocina/ Taiwan ? Ternyata terbalik. Justru, mereka berasal dari tempat kita. Mulanya, sekelompok manusia yang tersisa di Afrika ( akibat bencana dahsyat  yang membekukan sebagian besar permukaan, memusnahkan sebagian besar populasi manusia di bumi ), pada 90-85 ribu tahun lalu mulai  meninggalkan Afrika  menuju tempat kita ( yang hangat dan subur ) selama zaman es.

Dahsyatnya gunung api Indonesia :  kutub melebar,  Barat membeku. Freeze !

Tongkonan, rumah adat suku Toraja, Sulawesi Selatan, atapnya berbentuk perahu, padahal mereka tinggal di pegunungan. Tahu kenapa ? Leluhur mereka termasuk yang menyelamatkan diri dari banjir besar 8.000 tahun lalu yang menenggelamkan Sundaland. ( foto : debby purnama )

Setelah Gunung Toba meletus dan membekukan Eropa/ wilayah subtropis  ( abu vulkanik letusan Toba menutup atmosfer bertahun-tahun, melebarkan tudung es kutub utara hingga 50 derajat LU ), 74.000 tahun lalu, rombongan manusia  ini  eksodus lagi ke Papua, Australia dan India. Menyebar ke seluruh dunia, karena esnya mencair ( 6.000 SM ) dan terus meluas, sehingga menenggelam sebagian daratan ( sekitar 1,8 juta km2 di kedalaman 60 m di bawah laut  ), terbesar milik Indonesia ( Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Karimata ), dan membawa kisah2 banjir itu. Banjir bandang di akhir zaman es menyebarkan penduduk dari Asia Tenggara ke Pasifik besar ( 3.500 SM ), termasuk Amerika. Mitologi serupa banjir Nabi Nuh ini dituturkan rumpun Melayu ke berbagai berbagai belahan bumi. Banyaknya kisah banjir yang mirip ini menunjukkan keterkaitan wilayah Austronesia ( Asia Tenggara ) dan berbagai penjuru dunia. Cerita banjir terbanyak ditemui di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara.

(  Model atap rumah Tongkonan, menggambarkan perahu yang digunakan Puang Buralangi saat berlayar ke Toraja, masih bisa anda lihat hari ini jika anda berwisata ke Sulawesi Selatan. Orang Toraja tinggal di pegunungan, tapi atap rumah adatnya berbentuk perahu, tidakkah membuat anda penasaran dengan sejarah leluhur bangsa Indonesia ? )

Kapitalis sekuler tak mengharmonikan kota dengan desa. Menumpuk kekayaan pribadi.

Lara Jonggrang, kompleks pemujaan berukuran sekitar 150.000 m2. Candi terbesar dan terakhir yang didirikan masa kejayaan kerajaan Mataram I ( Mataram Kuno ) yang mengembangkan aliran Sivaismus, sebelum pusat kebudayaan, ekonomi dan politik kerajaan Jawa dipindahkan ke Jawa Timur. Di tengahnya ada Candi Siva setinggi 47 m. 224 candi setinggi 14 m mengelilinginya. Tembok keliling ketiga berukuran sekitar 390 x 390 m. Candi Prambanan mereplikasi universum. Pernah terpikir kita bisa bernasib naas seperti Michael Jackson jika monarki terakhir di Yogya dibonsai jadi macan ompong ? Irak, Afganistan dan Palestina ( bahkan Indonesia ) akankah ’terhapus' dari peta bumi ? The choise is ours, not theirs ( foreigners ) .. ( foto : sajansajan )

Dominasi kekuasaan profan (  sekuler ) menuntut pengaturan kembali hubungan antar benda dan antar manusia. Keseimbangan antara kota dan desa rusak karena kekuasaan profan tak mampu melestarikan hubungan antara perkotaan dan pedesaan. Kekuasaan profan tidak mencari keseimbangan. Yang diusahakan hanya kebebasan berdagang yang meningkatkan kekayaan di kota. Demi mencapai hasrat tamak itu, kekuasaan duniawi rela mengorbankan kebudayaan dan agama tradisional untuk berorientasi ke luar. Perkembangan kota2 pesisir Jawa jaman Mataram II ( setelah keruntuhan Majapahit ), nyaris mengikuti perkembangan kota2 di Eropa di awal jaman kapitalisme, kalau saja tidak ada pusat negara sekuat Mataram yang teguh memegang tradisi ( “Arsitektur kota Jawa,” Jo Santoso, 2008 ).

Mataram menghentikan proses pemupukan kekayaan kaum pesisir itu dengan caranya sendiri. ( jika tidak ada Mataram, bisa jadi kita bernasib seperti king of pop, Michael Jackson. Karir dan nyawanya dihabisi karena keceplosan isu anti-Semit. Warga Eropa dan AS diikat oleh UU nyeleneh ini. Membuat mereka bungkam ketika kebiadaban ekstremis Yahudi merajalela di tanah2 muslim. Apakah Ben masih membelanya ?  Lemahnya rakyat AS ini ( dalam mengontrol pemerintahnya ), apakah lantas ujug2 menjadi tanggung jawab Indonesia untuk ‘memadamkan kebakaran’ yang mereka sebabkan di Timur Tengah ? Wait a minute. Kok, enak di mereka, ya ?  )

Pasar bebas atasi dengan jurus budaya. Penjaga gawangnya, Sultan & warga Indonesia.

Di era milenium ini, ketika pasar bebas kian terbuka dan berlangsung sengit, di saat sebagian kita belum benar2 siap bersaing head to head, menjaga kekayaan budaya dan seni tradisi kita menjadi prioritas utama. Memberi nilai tambah pada produk kita ( jurus pamungkas yang begitu ditakuti para pengusung globalisasi yang menuntut serba seragam agar  pasar produk mereka membesar. Inikah agenda terselubung, peneliti2 asing yang mengaku  Indonesianis ?  ). Dari lebih 40 kerajaan dan kesultanan di tanah air, Sultan Yogyakarta sebagai pewaris tahta Mataram masih tegak berdiri melestarikan adat istiadat dan seni leluhur secara utuh dan didukung mayoritas rakyatnya. Ratusan tahun lalu, pendahulu mereka melakukan hal yang sama pada para pengusung kapitalis. Hari ini mereka berjuang kembali. Bisa jadi mereka, penjaga gawang terakhir harga diri kita menghadapi serbuan produk asing. Kita tidak ingin di Thailand-kan. Rusuh, setelah simbol2 kerajaan tak lagi dihargai. Ekonomi terpuruk karena kehilangan daya saing dari tradisi yang sangat berharga, yang mereka singkirkan, setelah Raja mereka dibangsatkan.

(  kalau pun ada kekurangan, misalnya akuntabilitas pengelolaan sejumlah gaduhan ( tanah hak guna pakai/ tanah garapan ), profesionalisme para patuh ( biasanya ditunjuk dari anggota keluarga Sultan ), bekel, patih, bupati, demang, mantri, panekar, panatu, paneket dalam pekerjaannya, atau pun kelayakan usia Sultan untuk memimpin, mereka sudah punya mekanisme sendiri yang sudah teruji ratusan tahun. Mekanisme ini bisa di-update/ di-upgrade agar lebih sesuai ritme masa kita. Teringat waktu Gunung Merapi erupsi kemarin, banyak yang mengeluh soal ketiadaan dana dari pemda, sehingga sebagian relawan terpaksa merogok kocek sendiri agar bisa bergerak lebih cepat, agar lebih banyak nyawa bisa diselamatkan. ( terbetik kabar : sebagian korban gempa Yogya tahun 2006  masih belum menerima dana bantuan, sampai hari ini ).

Pengabdian seumur hidup dan luka yang digarami. Remember us ..

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X ( tengah ), permaisurinya, GKR Hemas ( kanan ) dan Sri Paku Alam IX ( kiri ) menyaksikan seni tari tradisi Kraton Yogya. Sekitar 300 motif batik dari kraton ini sudah dipatenkan. Itu baru dari seni batik saja, belum lagi dari seni tari, seni gamelan, dst. Saya masih ternganga dengan begitu banyak seni tradisi yang kita miliki. Kejutan2 terus bermunculan dari negeri ini, merunut masa lalunya yang menggelegar, menggelegak bak magma pijar.. my beloved country. My precious .. ( foto : Regina Safri/ Antara ).

Untung, masyarakat Indonesia di seluruh tanah air banyak menyumbang dan membantu. ( dan jika masyarakat Yogya menuntut referendum, tanpa menghiraukan kami dari provinsi lain, itu sungguh menyakitkan. All for one. One for all. Remember ? Lepasnya Timor-Timur dari pangkuan NKRI menyisakan trauma. Banyak keluarga yang tercerai berai masih merana di pengungsian sampai hari ini. Antar saudara berubah saling benci. Banyak veteran TNI dan keluarganya dirundung kegetiran hidup karena berjuang mempertahankan keutuhan NKRI di eks provinsi ke 27 RI tersebut. Referendum  yang diteriakkan di Yogya kemarin seperti menggarami luka itu. Perih. Don’t say that R  again, please..

Di sisi lain, Sultan juga punya keterbatasan untuk menanggung semua beban dan biaya, apalagi dengan bencana beruntun. Ketika RUU keistimewaan Yogya dibahas tahun 2007, saya seperti mendengar uneg2 terpendam Sultan terkait isu gubernur. Skala masalah hari ini, kita tahu, berbeda dengan generasi2  sebelumnya.  Bigger & more complicated. ( pernahkah warga Yogya, menanyakan keletihan  Sultan mengurus mereka ?  berterima kasih pada beliau ?  sungguh2 menanyakan keinginan beliau ? meski usaha baik ini takkan sanggup menandingi pengabdian seumur hidup beliau pada rakyat Yogya, pada NKRI.

Saya sendiri sebagai warga RI mengucapkan terima kasih tak terhingga pada Sultan Hamengku Buwono yang telah setia pada NKRI sejak kelahirannya 65 tahun lalu hingga hari ini. Turut aktif memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dengan kearifan ratusan tahun yang dimiliki Yogya dan dinasti Mataram ( ribuan tahun jika dihitung dari Mataram I ( kuno ) yang membangun candi Prambanan/ Lara Jonggrang (  Hindu Sivaisme yang dianut Raja Patapan  )  dan candi Borobudur  ( Budhismus-Mahayana yang dianut Putri Promodvardhani ) masa wangsa Syailendra ( abad 8 – 9 ). Semoga kebersamaan ini terus berlanjut, dalam suka dan duka, ya Sinuwun. Matur nuwun ).

PIAGAM PENETAPAN

Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan :

Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalaga Abdurrakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Kaping IX ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kanjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga untuk keselamatan daerah Yogyakarta sebagai bagian Republik Indonesia.

Jakarta, 19 Agustus 1945

Presiden Republik Indonesia

Ttd

Soekarno.

AMANAT SERI PADUKA INGKANG SINUWUN KANGDJENG SULTAN JOGJAKARTA

Kami, Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat, menjatakan :

  1. Bahwa  Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari negara Republik Indonesia.
  2. Bahwa kami sebagai kepala daerah memegang segala kekuasaan dalam negeri Ngajogjokarto Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubungan dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam negeri Ngajogjokarto Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja kami pegang seluruhnja.
  3. Bahwa perhubungan antara negeri Ngajogjokarto Hadiningrat dengan pemerintah pusat negara Republik Indonesia bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas negeri kami langsung kepada presiden Republik Indonesia.

Kami memerintahkan supaja segenap penduduk dalam negeri Ngajogjokarto Hadiningrat mengindahkan amanat kami ini.

Ngajogjokarto Hadiningrat, 28 Puasa, Ehe 1876 ( 5 September 1945 )

Hamengku Buwono

( dekrit ditandatangani Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Paduka Paku Alam VIII dan Ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta ( yang dirangkap Ketua KNI Daerah Yogyakarta ) sebagai wakil seluruh rakyat Yogyakarta ).

Monarki di mata founding father RI. It’s okay ...

Apa yang dikatakan para founding father negeri kita tentang monarki ? 19 Agustus 1945, dalam sidang PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ), Mohammad Hatta, Suroso, Suryohamijoyo dan Soepomo mendukung status quo Yogya. 6 September 1945, presiden Soekarno menyerahkan piagam penetapan kedudukan penguasa Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman, setelah Sultan mengeluarkan dekrit kerajaan ( Amanat 5 September 1945 ) yang berisi integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit integrasi yang juga dikeluarkan berbagai monarki di nusantara mengandung resiko besar.

( Sekutu dan NICA masih ganas menyerang. Ingat ( trilogi ) film ‘Merah Putih’ ?  Ingat peristiwa Agresi Militer I dan II mempertahankan kemerdekaan RI ?  Raja Luwu dari Sulawesi sampai meninggalkan istana untuk bergerilya mempertahankan dekritnya mendukung Indonesia. Padahal harta bendanya sudah disumbangkan untuk kemerdekaan RI  ( juga harta keraton/ istana seluruh nusantara ). Mengingat pengorbanan tiada tara dari penguasa monarki berumur ratusan/ ribuan tahun, pada masa NKRI masih bayi ini, lalu mendengar peneliti asing mencemooh monarki begitu rupa, hati saya tidak terima. Do you feel what  I feel ?  He don’t know us.  Itu yang benar. Dengan empati ini, kita bisa meraba perasaan keluarga kerajaan Thailand saat dibombardir ‘demokrasi’ ala Barat dan komentar2 merendahkan dari para peneliti asing ).

Keistimewaan adalah bentuk pengakuan dan penghormatan warisan tradisi, kekhususan dan kebudayaan kerajaan di Nusantara. Yogya, tetaplah istimewa ( Sultan dan keraton tetap eksis, dengan kekuatannya, lebih dari sekedar simbol, pelindung budaya dan pemersatu masyarakat Yogya  ). Sultan Hamengku Buwono IX  sejak awal mendukung kemerdekaan RI, memfasilitasi Yogya sebagai pusat pemerintahan, mensponsori Serangan Umum I Maret 1949  dan meneken perjanjian tentang daerah istimewa dengan pemerintah RI. (  Yogya adalah daerah istimewa setingkat provinsi, bukan provinsi yang diistimewakan ).  I say, we need Yogya on their way. Be yourself, people ..

Written by Savitri

3 Januari 2011 at 01:46

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,