Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Posts Tagged ‘Jawa Timur

Ketua DPR Baru ( PDIP ? ), Pelajaran Salim Kancil, Pelindo ke Resuffle. Percepatan Menuju Indonesia Terkuat.

leave a comment »

Hatta

“Pemuda, engkau pahlawan dalam hatiku,” Bung Hatta sering berkata. Pemuda masa kini yang bangga pada sejarah perjuangan bangsanya, bangga menjadi orang Indonesia, diharapkan menjadi pahlawan pembangunan yang membawa Indonesia pada kebesaran negaranya, adil makmur bagi seluruh bangsanya. Is that you ?

2016. Apa saja yang mungkin terjadi ? Rotasi bumi melambat ( pada 30/6/2015, sehari = 24 jam plus 1 detik ). Ekonomi dunia melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di bawah target 5 % ( India dan Filipina di atas 6 %. Tahun 2016, pemerintahan Jokowi akan melakukan percepatan. Januari ini, BBM dan TDL diturunkan untuk memacu produktivitas rakyat. Namun, komponen harga sembako, daging, dll, masih ogah turun ). Rupiah di level Rp.13.876,- per USD . Indonesia berharap menjadi negara terkuat di Asia Pasifik pada tahun 2085 menurut Kapsul Waktu di Papua. 69 tahun lagi. Dunia kiamat tak lebih 1500 H ( sekarang 1436 H, tinggal 64 tahun lagi ). What should we do ?

Hak Menyatakan Pendapat jika presiden ( terindikasi terlibat dan ) tidak mencopot RS ( Menteri BUMN yang kemarin diminta mencopot RJL ) ! kata RDP di TVO** ( yang di pergantian tahun kemarin ‘dihadiahi’ bom di Alun-alun. Apa yang anda harapkan ? TV ini demen menyiarkan propaganda zionis di awal2 siarannya. Setelah pilpres kalah, demen mendiskreditkan pemerintah dan menjadi corong buat orang2 yang belum move on. Di jaman yang kian terbuka dan bebas ini, tertib menjadi barang langka. Orang merasa bisa melakukan apa saja. Lempar batu, sembunyi tangan. Negara dianggap tak bisa memberi kesejahteraan yang mereka mau. Keluarga dianggap tak mampu memberi kasih sayang yang mereka tuntut. Orang2 frustasi ini lalu minggat, gabung ke ISIS atau radikal di negeri sendiri ).

EFEK PELINDO & RESHUFFLE KABINET.

Pelindo kembali ke pangkuan pertiwi ! kata RDP di sidang paripurna DPR ( 18/12/2015 ). Ketua pansus Pelindo itu menemukan indikasi kerugian negara sampai 48 triliun jika Indonesia meneruskan perjanjian dengan perusahaan asing hingga tahun 2038. Yang lebih mencengangkan, rencana hutang 6.000 triliun untuk BUMN yang jika tak terbayar akan dibebankan ke APBN. Jika masih kurang, aset2 negara bisa terjual. Wah..

RS sering dicibir sebagai agen neolib di kabinet kerja. Pengamat ekonomi MN, menyebut RS bagian dari mafia. Modusnya, memperpanjang kontrak yang belum waktunya diperpanjang. Ada pemotongan 15 juta USD dalam uang muka yang entah masuk ke mana. Jika aset Pelindo dibilang bukan aset negara maka upaya korupsi di dalamnya terhindar dari audit BPK. Jumat itu juga, RJL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

( Jokowi akan me-reshuffle kabinetnya lagi. Kreativitas MenPAN merilis kinerja kementrian ke publik, saya rasa cukup baik, agar masyarakat tahu ukuran mengganti menteri atau tak terkaget-kaget dengan perombakan kabinet. Meski mengganti menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih sip lagi kalau evaluasi periodik yang dilakukan presiden pada para menterinya juga bisa dirilis di internet. Sehingga partai pendukung pun tak kecewa jika menterinya diganti, karena berdasar kan penilaian yang obyektif. Ora ujug2 ( tidak sekonyong-konyong ). Meminimalisir friksi yang mungkin terjadi. Pemerintah dan rakyat bisa lebih tenang bekerja. Tak gaduh berpolemik lagi ).

GOJEK & KEPEDULIAN JOKOWI

Pada hari yang sama, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menganulir larangan transportasi online ( Gojek, dll ) yang dibela konsumen sebagai solusi sementara akan kebutuhan transportasi murah bagi masyarakat sampai transportasi publik cukup tersedia : aman, nyaman dan terjangkau. Bukti bahwa presiden Jokowi mau mendengar protes masyarakat dan memperbaikinya. Jokowi tak kepala batu seperti SN dan ARB. Manuver keduanya ( surat mundur SN sebagai ketua DPR di menit2 terakhir sidang ) membuat sidang MKD tak menghasilkan keputusan tuntas ( SN bersalah secara etik, mendapat hukuman sedang yang dibacakan oleh 10 hakim, hukuman berat oleh 7 hakim ) sehingga SN masih melenggang menjadi ketua fraksi, bukannya diberhentikan dari keanggotaannya di DPR.

Di masyarakat, tak sedikit yang ber-hate speech tentang Jokowi. Di parlemen, PDIP belum menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. Sebagai partai pemenang pemilu, ini ‘hutang’ PDIP pada rakyat pemilihnya untuk melogiskan komposisi pimpinan menurut amanat konstitusi ( pimpinan parlemen merepresentasikan pilihan rakyat ). Minimal kembali ke UU MD3 tahun 2009. Kocok ulang pimpinan. Ketika itu belum terjadi, saya rasa tidak wise, jika anggota PDIP menyerang, mendikte, membonsai, bahkan mengancam mengajukan Hak Menyatakan Pendapat ( HMP ) pada presiden yang diusungnya. Apa-apaan ini ? Kita sudah berdebar ketika DPR terbelah dan PDIP gagal menjadi pimpinan parlemen. Kita jungkir balik mencari solusi, memberi saran agar DPR bisa bekerja ( gak dead lock terus ). Kenapa kita masih harus berdebar dengan ancaman HMP yang anehnya digagas oleh PDIP ? Banyak pengamat miris dengan anomali ini ( kubu lawan jelas tertawa senang, Jokowi bisa jatuh tanpa perlu mereka ‘kerja’. Kita tahu mereka tak lebih baik dari JW-JK. Apa anomali ini karena PDIP terbiasa menjadi oposisi sehingga setelah di dalam pemerintahan masih terbawa oposisi ? Tak peduli hiu2 ganas di luar sana yang siap menerkam dan mengambil keuntungan. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat INB.

OTOKRITIK SETELAH PARLEMEN TERPERCAYA. ITU BARU SMART.

Mestinya, kita lihat medan dulu, sebelum kita menyampaikan kritik. Niat idealis ( otokritik ) di kepala sendiri, kerap tak terbaca demikian di kepala lawan2 yang licik. Mereka cuma peduli titik2 lemah yang bisa mereka gunakan sebagai mesiu untuk menembak jatuh kita. Lawan licik punya perasaan ‘lebih’ dalam dirinya sehingga otokritik tak bakal mereka kagum, apalagi respek pada kita.

( Saya sendiri berupaya tak menghina orang yang saya kalahkan. Pengendalian nafsu adalah kekuatan diri yang terbesar. Saya memilih diam ketika saya dipojokkan dengan ‘kesalahan’ saya dan cuma membalas membuka aib lawan untuk mengalahkannya. Biarlah Allah yang menanamkan rasa bersalah di hati lawan. Jika kita bisa menahan diri seperti itu meski amarah sudah di ubun2, believe me .. uhh.. that’s so powerful. Tak ada yang bisa menandingi Allah jika sudah turun tangan menyadarkan lawan kita ).

Saya menahan diri tak mempertontonkan kecerdasan saya pada orang2 yang ingin saya rangkul hatinya ( tapi jika ada pria mendekat di luar kriteria, jurus ampuhnya adalah terus terang berkata : maaf.. saya tak tertarik, atau .. jika dia masih nyosor, maka adu argumentasi versus hasrat superior-nya sampai dia muntah/ kapok, sangat disarankan. Works for me ). Tak seorang pun ingin terlihat bodoh di dekat kita. Manusia tak rela di subordinat. Apalagi para pria yang punya insting dasar superior ( hanya pria bijak nan pede yang mau sportif mengakui kecerdasan wanita ).

PENGGERAK MESTI DAHSYAT MENGGALANG KONSENSUS

Sebagai pemikir, saya batasi maksimal 5 orang dalam inner circle saya agar masih cukup besar ruang hening di kepala saya untuk memikirkan Indonesia. Berharap kepala tak vertigo, korslet atau stroke. Orang yang berada dalam jangkauan perhatian dan bantuan saya ini bermanfaat ketika giliran saya yang sakit, bête atau down. Namun, mereka yang berpotensi dan ingin berkiprah sebagai penggerak ( presiden, gubernur, walikota, bupati, dst ) harus lebih lebar lingkaran silaturahminya. Kepandaian menggalang konsensus harus diasah dan terus ditingkatkan. Lebih humble, menahan diri dan menangguk simpati. Kenal, suka lalu percaya. Di saat lebih banyak orang yang percaya dan merasa aman berurusan dengannya, si penggerak akan mendapat kekuatan, dukungan, sumber daya dan akses yang membawa kemaslahatan pada sebanyak mungkin umat.

Jika Rieke bisa bicara kalem, secukupnya ( orang biasa umumnya tegang & letih jika mendengar rentetan logika & argumentasi ) sehingga orang merasa ‘aman’ dan betah di dekatnya ( plus lebih wise/ selektif dalam memilih corong mana dia mengkritik pemerintah ) maka kursi ketua DPR yang ditinggalkan SN ( sekarang di-plt FZ ) paling sip ditempati Rieke. Presiden RI pernah dipegang wanita ( Megawati, kini ketua umum PDIP ). Posisi ketua DPR perlu memulai sejarahnya ditempati wanita. ( komisioner KPK terpilih kemarin juga ada wanitanya ). Apalagi wanita adalah mayoritas penduduk Indonesia. Sangat representatif.
Rieke DP ( PDIP ) dan Akbar Faisal ( kader Nasdem yang di BKO-kan di MKD dan fight abis ketika dikeluarkan FH dari ruang sidang ) memberi harapan pada kita pada perbaikan wibawa dan maruah parlemen. Rieke, Akbar .. good job !

RAKYAT NYOBLOS BENERAN, WAKILNYA CUMA BOHONGAN

Setelah RJL dan RS dicopot, saya pikir kita perlu mengkaji semua kebijakan/ kesepakatan yang melibatkan mereka. Konsensi 51 % di Pelindo II, ternyata setelah dikaji lebih jauh merugikan Indonesia. Ada kejahatan korporasi asing di sana ( perjanjian batal demi hukum ). Siapa tahu di BUMN lain juga sangat dirugikan ? Siapa yang mau memimpin pansus perusahaan asing di Indonesia ? ( Apa saja dan berapa banyak sumber daya alam kita yang mereka keruk sebetulnya ? Kita mestinya negara kaya. Kok, kita masih terlibat hutang dan belum maju ? ). Agar tak jadi bancakan koalisi licik, pansus ini dibentuk setelah komposisi pimpinan di parlemen betul2 mempresentasikan pemenang pemilu 2014 ( mayoritas pilihan rakyat ). UU MD3 tahun 2014 yang dibuat 2 hari setelah KMP kalah pilpres ini melanggar konstitusi karena sistim paket pimpinan membuat partai gurem bisa menduduki kursi pimpinan, sedang partai pemenang pemilu cuma bisa nrimo jadi penonton karena dikeroyok. Mari kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Slamet Rahardjo, aktor senior kita, sampai kecewa karena dia merasa nyoblos beneran saat pileg tapi yang dilihatnya sekarang anggota dewan bohongan. Pretending membela kepentingan rakyat padahal nyatanya membela kepentingan pribadi, golongan bahkan mafia migas ! Sekjen PDIP berdalih : realitas tak bisa 50 + 1 % atas status penontonnya. Padahal jika KIH bergerilya setangguh jenderal perang ( tak hanya pasif menunggu petunjuk ketum ) dalam memperoleh dukungan suara di parlemen, dan terbiasa konvensi / fight dalam tradisi partai yang sehat, maka tragedi sapu bersih kemarin oleh kubu lawan tak akan terjadi. Betapa banyak energi yang kita keluarkan untuk meredakan kegaduhan tak perlu di parlemen kemarin karena ketakmampuan PDIP ( tolong jangan dikompensasi dengan gencar mengkritik presiden/ orang yang akan rikuh melawan. Jika PDIP betul2 berani, hentikan kelicikan kubu lawan ). Sekarang PAN sudah bergabung ke KIH. Golkar dan PPP sedang bermasalah dengan legalitasnya setelah pencabutan SK MenkumHAM oleh keputusan MA. Ayo, posisi ketua DPR rebut kembali ! ( matangkan strateginya di raker PDIP minggu besok ya. Salam sukses ).

REVISI UU KPK ? NOT THIS TIME ..

Saat ini, terlebih saat parlemen belum betul2 mempresentasikan pilihan rakyat, UU KPK jangan direvisi dulu, karena masih sangat memadai untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang dibutuhkan KPK adalah penguatan infrastruktur kelembagaan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi. Sehingga tumpukan kasus bisa segera dituntaskan secara baik oleh SDM yang cukup dan fasilitas yang mendukung. Setelah trust rakyat pada DPR tinggi, barulah UU Polri dan UU Kejaksaan di revisi. Setelah dua lembaga penegak hukum itu membaik kinerjanya secara signifikan, baru UU KPK direvisi, jika masih diperlukan ( misal, selama menjabat, komisioner KPK tak bisa dikriminalisasi ). Indeks korupsi Indonesia masih di bawah 40 ( di bawah Malaysia ) sekarang. Membatasi umur KPK tinggal 12 tahun lagi adalah manuver koloni ‘koruptor fight back’.

Orang2 dangkal yang suka berpikir jangka pendek jika dibiarkan merajalela akan menyurutkan orang datang ke TPS, tak percaya demokrasi, lalu meruntuhkan parlemen. Sudah digaji mahal oleh rakyat, tapi rakyat cuma dikibulin. Saya pikir Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR RI sebaiknya diisi 4 orang dari tokoh masyarakat yang kredibel, 3 diisi oleh anggota DPR dari 3 partai dengan perolehan suara tertinggi di pileg. Agar conflict of interest bisa diminimalisir dan tak terjadi drama bertele-tele lagi seperti kemarin. Tujuh orang saja, karena lebih dari 7 orang, keputusan yang baik dan cepat akan sulit diambil. Cukup 2 hari saja.

MKD IDEAL HARAPAN RAKYAT. CARANYA ?

Mengadili etik sebenarnya lebih mudah daripada pengadilan hukum. Orang bercelana pendek di pantai ,secara hukum tak bersalah, tapi jika orang tsb masih memakai celana pendek di pesta formil, maka ia bersalah secara etik. SN sudah mengaku hadir di RC ( 8 Juni 2015 ) bersama MRC dan MS di TVO** dan MetroTV. MS sudah membenarkan pertemuan tsb di sidang MKD. Dua alat bukti sudah cukup bahwa SN bersalah secara etik ( melekat pada jabatan ketua DPR tak boleh bertemu orang untuk urusan yang bukan kewenangannya ). SN mestinya sudah keluar dari Senayan sekarang. Tapi, kok malah jadi ketua fraksi ? ( padahal 7 hakim dari KMP : Golkar versi ARB, Gerindra, PPP versi SDA/Djan Faridz, PKS, kompak menyatakan hukuman berat untuk pelanggaran SN. Akal bulus lagi ? Cara2 setan seperti ini bisa menghancurkan parlemen ). Ini dia salah satu kebohongan yang merusak citra DPR. Jangan salahkan lembaga survei yang menempatkan DPR di posisi bawah dalam kepercayaan publik. Apa kita mau diam saja sampai parlemen ambruk ?

Saya perhatikan ARB menjadi tokoh sentral dalam runyamnya komposisi pimpinan di parlemen & AKD DPR, kisruhnya kepengurusan Golkar, sengketa pilpres di MK, clash horisontal antara pemilih kubu 1 vs kubu 2 karena deklarasi ngawur di TV-nya, lambannya ganti rugi korban lumpur Lapindo ( Century Gate & BLBI gate juga menyeret nama perusahaannya. Mestinya, pemerintah tak perlu menalangi ganti rugi lahan yang baru bisa digarap 81 tahun kemudian. Orang2 di atas Lapindo Brantas masih berada di deretan orang2 terkaya. Supaya ARB tak kelebihan energi untuk mengacak-acak Senayan demi ambisinya ). Mungkinkah post power syndrome mantan orang terkaya di Indonesia ini membuatnya hiperaktif menunjukkan dominasinya ? ( harus dia yang menang ). Atau dikejar hutang ?

LEGACY ARB DITUNGGU. SOLUSI UNTUK GOLKAR DAN PPP.

Setahu saya, ada perasaan tak berguna yang menimpa para lansia. Saya kadang merasa bersalah ketika diminta menemani ibu seharian, sementara seabreg deadline menuntut dikerjakan. Ritme lambat lansia tak cocok dengan ritme cepat anak muda. Butuh kearifan dari kedua belah pihak untuk memahami perbedaan ritme ini. Karena kemunduran fisik mempengaruhi ketajaman kognisinya, orang di atas usia 60 tahun sebaiknya jangan menduduki posisi puncak di perusahaan, lembaga dan organisasi. Emosinya lebih dominan daripada akal sehatnya.

Maukah ARB berhenti secara elegan, mewariskan hal yang baik untuk generasi penerus ? Kami semua menonton sepak terjangnya. Apa legacy-nya ? ( pilih berakhir dikenang, atau berakhir dikutuk ? )

Kisruh Golkar pasca pencabutan SK MenkumHAM bisa diatasi dengan memperpanjang legalitas Munas Riau dan segera melaksanakan Munaslub di tahun ini. Cara dan prosedur pemilihan ketum yang fair disepakati dan dijalankan kedua belah pihak. Kepastian hukum semestinya disertai keadilan dan kemanfaatan agar Golkar selamat. Jika tak ada kemauan dari dua kubu, pemerintah bisa mengkondisikan ( memperpanjang legalitas Munas Riau ), sedangkan kader dan konstituen Golkar bertugas mengawal pemilihan ini. ( PPP juga bisa kembali ke AD/ART partai dan berbesar hati mengakomodir kebutuhan kubu pesaingnya, demi Indonesia yang damai dan produktif. Kalian masih orang Indonesia kan ? )

Oposisi loyal yang institusional dilakukan oleh sebuah partai yang seimbang kekuatannya dengan partai pemerintah. Dalam negara demokrasi, jumlah partai yang ideal itu dua dengan angka kemenangan terpaut tipis, antara 51 % banding 49 % agar suara oposisi efektif. Jika tidak terjadi, harus ada partai2 yang menegaskan diri bahwa dia dalam posisi oposisi. Ini yang dianjurkan Nurcholish Madjid waktu Soeharto lengser. Golkar kehilangan credential ( surat kepercayaan rakyat ) karena terkait Orde Baru. Golkar sebaiknya membubarkan diri tapi kemudian memanfaatkan struktur yang ada untuk membuat partai baru. Struktur organisasi dan platformnya sama dan paling tidak secara simbolik harus diadakan pembersihan terhadap orang2 tertentu. Untuk memperoleh kembali credential-nya, dalam 5 tahun Golkar jangan mengambil posisi dalam pemerintahan. Jika Golkar bisa mengambil posisi itu, didukung spektrum seperti itu, dengan pengalamannya yang panjang dan kader2 yang kuat maka akan bagus sekali. ( wawancara Prof.Dr.Nurcholish Madjid dengan Yasra Muhtarom, di Universitas Paramadina, April 2004 )

RAKYAT YANG MANA ? LOOK AT US !

Sebagian politisi meledek jurnalis untuk berkelit : ‘ rakyat yang mana ?’. Heii.., ini kami, mayoritas yang memenangkan presiden sekarang ( selisih 8, 4 juta pemilih, bukan angka yang kecil ). Kami yang rela berpanas-panas, berhari-hari mengawasi jalannya sidang MKD. Bukan minoritas yang dadakan datang saat keputusan MKD akan diambil di luar sana. Jangan bicara mayoritas hanya pada saat menguntungkan kalian saja ( merekayasa UU MD3, menyapu kursi pimpinan dewan, menyelamatkan SN di MKD, dsb ). Kami mayoritas yang mestinya lebih kalian camkan ! Jokowi juga tak hanya memikirkan pemilihnya ketika membuat paket kebijakan ekonomi serta membagikan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Kalian, kubu KMP di Senayan, juga jangan hanya memikirkan diri sendiri ( pemilih PS – HR ) dan menyangkal eksistensi kami ( rakyat pemenang ). Bersikaplah sportif dan gentle. Jangan lari dari kenyataan. DPR mestinya bukan kumpulan anak TK lagi. Grow up, man !

Salim Kancil menjadi martir korupsi berjamaah di Lumajang, Jawa Timur. Ketika politik menjadi kejahatan terorganisir. Dari bupati, DPRD, polisi, kepala desa, pengusaha dan kaki tangannya bersekongkol meraup puluhan miliar dari sumber daya alam Indonesia ( penambangan pasir dengan kandungan besi lebih dari 40 % ) dan hanya memasukkan Rp 130 juta ke kas negara. Pengelolaan negara macam apa ini ? kecam Akbar Faisal di ILC ( 6/1/2016 ). Penjarahan kekayaan rakyat ini bisa terjadi karena pembiaran dan manajemen asal-asalan dari pejabat daerah yang kurang bertanggung-jawab. Pengawasan mestinya tak hanya pada penambangan yang berizin, tapi juga pada penambangan ilegal, karena aroma kejahatannya lebih pekat. Tambangnya saja sudah illegal, anda bayangkan para mafia yang suka melabrak aturan yang ngebet masuk ke tempat2 seperti itu. Jika ada mafia, pasti ada korban dan kerugian.

Salim yang gigih menyuarakan kebenaran, terpaksa berakhir mengenaskan, dikeroyok, dipukul, diestrum, digilas motor dan dihantam batu sampai mampus. Kebaikan yang terpencar akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Saya sendiri menghentikan bibit2 mafia ( pemalas, pembohong, parasit ) sejak dari rumah. Begitu ada anak kost dan kerabat yang berulang ceroboh, melanggar tata tertib rumah, saya pastikan keluar dari rumah ( setelah 3 kali peringatan dan nasehat ). Contohnya, Romo**, mahasiswa UW yang bertubuh tinggi asal Bat**. Penentang aturan ini cuma meledek,”.. aku gak peduli, terus kenapa ?”. Terlintas orang tua dan kakak2-nya yang alpa menegur dan memberi sanksi setimpal atas pelanggaran selama ini ( nunggak sewa, bawa cewek ke kamar, dsb ) sampai pemalas ini bisa enteng ngoceh seperti itu.

STOP MANAJEMEN BURUK YANG MEMATIKAN !

Seperti anggota geng motor sadis yang menangis ketika dicokok polisi dan didakwa di pengadilan, maka si penentang yang menyumpahi saya anj*** dan akan menampar saya, ternyata juga menangis ketika saya konsisten dengan sanksi saya ( mengeluarkan dia dari kost ). Surprise ? Ini reaksi alami orang yang baru pertama kali dihukum setimpal. Mungkin pukulan berat baginya, karena dia lari terbirit begitu saya ke atas hendak mengunci pintu kamar. Mestinya, ortu bisa wibawa mendisiplinkan anaknya sejak dalam asuhannya di rumah ( umur 3 – 15 tahun ), sebelum ia tak terkendali di luar rumah dan masuk penjara. Saya melempar kerikil ke kaki si malas, agar dia sadar kesalahannya, sebelum orang lain di puncak amarah melempar bata yang meremukkan jidatnya. Ada kesalahan tertentu yang membuat kita tak bisa kembali. Ada peringatan yang boleh jadi yang terakhir kalinya. Berhati-hatilah dengan langkah, ucapan dan tindakan yang kita ambil. Think before you act.

Hukuman yang pas adalah bentuk lain dari cinta agar anak dalam penjagaan kita tak rusak masa depannya. Jika orang ‘baik’ tak cukup baik ( baca : berani karena Allah ) untuk menghentikan bibit2 mafia sejak dini maka ketika keluar rumah mereka akan membentuk koloninya menjadi kejahatan terorganisir. Di level kawasan, mereka bisa menjadi mafia pembobol tas penumpang di bandara2. Di level daerah, mereka seperti pembantai Salim di Lumajang ( mafia penambangan pasir ). Di level nasional, mereka seperti SN, ARB, FZ, FH yang menurunkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan wakil rakyat di parlemen. Entah berapa ribu triliun kerugian negara akibat praktek2 korupsi, kolusi, kroniisme, nepotisme selama ini. Kalau kita tak menghentikan SN ( miliar dolar investasi Freeport ), lalu jadi preseden buruk yang menjangkiti politisi dan pejabat publik lainnya di pusat dan daerah, berapa cost yang sanggup kita tanggung agar negeri ini tak ambruk ?

OTONOMI SAMPAI PROVINSI. ASET DAERAH DISELAMATKAN.

Mestinya otonomi hanya sampai tingkat provinsi, kata Cak Nur ( karena ketersediaan SDM dan alat ukur yang lebih memadai. Di AS, otonomi hanya sampai negara bagian/ provinsi ). Syukurlah, saya dengar sekarang gubernur-lah ( pemprov ) yang memutuskan investasi sektor pertambangan di daerah. Smoga penjarahan aset daerah bisa dihentikan ). Jangan jatuh Salim, Salim berikutnya.
Dalam masyarakat akan selalu ada orang yang cenderung tak peka. Menurut psikiater, ada 1-2 % dari populasi bahkan sangat tinggi angka psikopatik-nya. Ingat psikopat ? Kalau jengkel dia menyiksa. Kalau dendam dia membunuh. Tidak proporsional. Seperti penggilas Salim dan penyeret Sisca. Sekelompok orang yang berfoya-foya itu menggejala luar biasa karena dibiarkan. Banyak orang berbuat jahat, tapi tidak merasa bahwa ia berbuat jahat.

Orang2 baik yang masih tebal nurani dan nyalinya di parlemen harus bisa menghentikan wakil rakyat yang menyimpang seperti saya menghentikan para pelanggar di rumah. Agar rakyat tak terpaksa melototi TV atau capek berdemo mengawal nurani anggota DPR. Agar energi rakyat bisa dialokasikan ke kegiatan yang lebih produktif, fokus mencari nafkah, meningkatkan daya saing agar survive ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) diberlakukan tahun ini. Agar para wanita bisa hadir sepenuhnya mengasuh putra-putrinya menjadi generasi penerus yang andal. Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan DPR mestinya berjalan optimal dalam koridor kebenaran ( tanpa rakyat harus nokrongin dari menit ke menit, hari ke hari ). Tidak diplintir, direkayasa untuk kepentingan sesaat, pragmatis kelompok tertentu dan negara asing.

Psikotes yang benar dengan alat yang benar seharusnya dilakukan pada anggota dewan, pejabat, aparat dan mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik dan kekayaan negara. Orang yang berskor di bawah 40 ( kurang bertanggung jawab jangan sampai masuk ranah publik ). Jangan terjadi negara salah urus, daerah salah manajemen, apalagi sampai membunuh pejuang kebenaran, seperti Salim Kancil. Semoga arwah Salim di terima baik di sisi-Nya dan keluarganya diberi kekuatan. Amin.

INGIN MAMPUS ? MAIN GAME 8 JAM TIAP HARI !

Iklan TV dari Telk***** ( operator seluler Indonesia yang sudah dibeli perusahaan telekomunikasi Singapura ) tentang pecandu yang menang main game belakangan ini menyesatkan. Main game lebih dari 6 jam tiap hari bisa merusak mata, tangan, punggung, bahkan menyebabkan kematian. Apalagi selama 8 jam selama 22 hari. Mampus. Kecerdikan memenangkan game buatan manusia tak sebanding dengan kecerdikan mengatasi masalah hidup buatan Allah. Ketika beradu cerdik dengan bangsa asing dalam ranah diplomasi dan negosiasi sumber daya alam, generasi pecandu game tak bisa apa2 dan habis terkuras. Dalam perang fisik dan ekonomi akan mati sungguhan. Belum lagi umpatan kotor anj***, gob*** dsb jika kesenggol sedikit saja di jalan umum ( seperti ketika ia diganggu atau dikalahkan di depan layar game ). Di depan smart phone, komputer, layar monitor game tak bisa ia bedakan ( asosial, pembunuh Ade Sara juga demen kekerasan dalam game yang ia mainkan ). Kita harus waspadai perusahaan2 Indonesia, yang sahamnya sebagian besar sudah dibeli perusahaan asing.

Batasi maksimal 1 jam per hari untuk main game. Syukur2 jangan main game sama sekali. Lebih baik baca buku bermutu ( daya pikir pembaca buku mengalahkan pembaca komik, tabloid, koran, majalah dan pecandu game ), beribadah, menonton acara TV berkualitas ( “Metro Hari Ini”/ “Primetime News”, “Mata Najwa”, “Kick Andy Show” di Metro TV, “On the Spot”/ “Spotlight” di Trans7 ), asah passion sampai jadi great job yang menghidupi dan mendamaikan hati, memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar anda.

Kritis dan lakukan yang terbaik untuk masa depan anda dan Indonesia. Kita wajib berupaya sepenuh hati supaya keadaan pasif lambat laun berganti tenaga aktif. Membangun masyarakat baru. Hanya satu tanah air yang bernama Indonesia. Negeri ini akan makmur jika ada usaha gigih, dan usaha itu adalah usaha kita semua.

Written by Savitri

8 Januari 2016 at 10:13

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , , ,

Jaringan global terorisme, Ahmadiyah, pemurtadan, Kristenisasi : mayoritas Indonesia 2020 ? Get real ( or is it real ? )

with 5 comments

TNI diperbantukan menangani teroris ? Selama ini, Densus 88 Mabes Polri yang berada di TKP. Tapi 'dinosaurus' terorisme terus beranak pinak di Indonesia. Apa daya, penjaga NKRI pun dikerahkan. Setuju. Di luar negeri juga begitu. Kalau yang meneror adalah muslim gadungan dan pemeluk non muslim pada penganut agama mayoritas di negeri ini ( Islam ), bagaimana, pak ? Rapatkan barisan. Giliran ormas Islam dan kaum intelektual turun tangan menghalau pemikiran asing yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Siap ? ( foto : hizbut-tahrir.or.id )

Terorisme. Seperti lagu lama yang diputar pada situasi tertentu. Timbul tenggelam. Why ?

Apakah Indonesia biangnya teror ? Sampai warganya yang mayoritas muslim pun  ( 85,1 %,  dituduh ) melanggar HAM, karena melakukan ( dan membiarkan ) kekerasan pada ‘muslim’ lainnya terjadi.

Begitu gilanya kita, sampai ‘jeruk makan jeruk’ ( di benak penggagas teror sejati, seraya terkekeh di belakang ). Sampai sebagian orang ( bahkan setingkat anggota dewan, pengamat HAM, dll ) percaya, memang kita kurang toleran. Operasi Sajadah dengan enteng diplintir menjadi Operasi Haram Jadah ( dapat sensasinya, bung ? sebagian anggota dewan tampaknya masih dalam taraf belajar bunyi, belum terpikir dampak bebunyian yang ditimbulkan, apalagi memperjuangkan kesejahteraan rakyat  ). 2 gubernur ( Jabar, Jatim ), kata ‘capres’, mesti dipanggil presiden untuk mempertanggungjawabkan ‘perbuatannya’ ( mengeluarkan Pergub dan SKG pelarangan aktivitas Ahmadiyah ). Siapa keblinger ?

Nyengirnya Ahmadiyah, terkekehnya dalang, bikin gemas ?

Mengapa penoda agama ( dan simpatisannya)  bisa bicara seangkuh itu di forum JLC ?  Kalau tahu begini kejadiannya, celetuk si jubir kecewa, … (  mereka tak datang, seperti saat diundang diskusi yang digelar bersama Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, Mabes Polri, pada 29 Maret 2011 di Kementerian Agama, Jakarta. Juga, tak datang ketika diundang sholat Jum’at oleh gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Alasan mereka, tak seiman dan seimam ). Apa mereka tak bersyukur ? Masih diundang semeja dengan penganut agama yang mereka nodai  ( ketika mestinya sudah mendekam di penjara 5 tahun sesuai UU Anti Penodaan Agama ). Ahmadiyah di Pakistan diperlakukan sebagai sekte minoritas di luar Islam. Di Malaysia dan di mana2 ( negara mayoritas muslim ), Ahmadiyah sudah dilarang. Lihat wajah si jubir ketika diminta mengucapkan syahadat. Lihat juga ketika ditanya siapa nabi terakhir ? Nyengir.

( dalam hati Mirza ? ). Ketika kepepet soal justifikasi Ahmadiyah, mereka ngeles ( dibantu sebagian penggiat HAM yang bisa mereka manipulasi ) : tapi bukan berarti 40 kasus kekerasan pada Ahmadiyah dibiarkan menggantung, tak terhukum, kata mereka ( cek website mereka, betapa mereka mengiba atas ‘kebrutalan’ yang dilakukan ‘muslim’ Indonesia. Apa mereka sengaja memancing amuk warga, mengoleksinya, untuk ditayangkan ke seluruh dunia ? Mereka makan dan hidup dari bumi Indonesia, tapi mereka juga menodainya. Warga negara macam apa pula ini ?  ).

Mana korban lebih banyak ? Ahmadiyah atau umat Islam ?

Hello ? Anybody ? Berapa muslim yang sudah mereka murtadkan ? 50.000 orang ? ( anggota Ahmadiyah yang dulu muslim ). Hei, nak, ada nabi setelah Muhammad, lho. Hei, tetangga, ada kitab setelah Al-Qur’an, lho. Dst. Anda tahu kerugian seorang yang murtad ? ( neraka, bahkan seluruh kekayaan di bumi, dan ribuan kali lipatnya tak bisa menebusnya ). 305 orang ( pengurus cabang  ) yang seharusnya dipenjara, adakah para penyokong HAM dan supremasi hukum pernah mempermasalahkan ? Ketika terjadi kekerasan pada anggotanya, kontan penganut Ahmadiyah menuduh pergub biang keladinya. Ketika bonek melakukan kekerasan, geng liar menyabet tewas orang yang bukan anggota mereka, atau demonstran merusak fasilitas umum, apakah penganut Ahmadiyah menuding pergub biang keroknya ?  ( tidak ). Oo, mereka pun ternyata diskriminatif.

Kita yang mainstream ( muslim yang meyakini Muhammad Saw, nabi terakhir ) bisa tak terlindungi. How come ? ( do you believe this ?!  happened in our country ? ). Bagaimana sikap kita ( seharusnya ) terhadap ‘bom waktu’ bernama Ahmadiyah ini ?

Kongres AS ikut sibuk ? Kristen Katholik- Protestan serukun  Islam Sunni – Syiah ?

Isi kitab Tazkirah ( halaman 16 ) mengajak orang ( anggota Ahmadiyah berbuat ) kriminal ( pada siapa saja yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi ), dan loyal terhadap jaringan internasional. Perlu penjelasan apa lagi, penggiat HAM ? ( foto : suara-Islam ).

Ribuan anggota Front Umat Islam ( FUI ) mendatangi kedubes Amerika di Jakarta, Jumat ( 1/4/2011 ) kemarin. Mereka meminta AS jangan ikut campur urusan pembubaran Ahmadiyah, apalagi meminta pencabutan UU Anti Penodaan Agama. Seorang tokoh Islam  meminta umat Kristen jangan mencampuri urusan umat Islam. Kristen Khatolik dan Kristen Protestan bisa hidup rukun di Amerika dan Indonesia karena secara aqidah sama. Seperti juga Islam Sunni dan Islam Syiah bisa rukun di Indonesia dan Iran. Tapi, Ahmadiyah sudah menyalahi aqidah. Allah Swt, Al-Qur’an & Sunnah, Nabi Muhammad Saw, rukun iman ( keyakinan pada Allah Swt, malaikat-Nya, rasul-Nya, kitab-Nya, takdir-Nya, hari akhirat ) dan rukun Islam ( kewajiban syahadat, sholat, puasa, zakat, haji ) dalam Islam dilarang diutak-atik. Harga mati.

Isi kitab Tazkirah ( halaman 16 ) yang mengajak orang ( berbuat ) kriminal ( pada siapa saja yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi ), dan loyal terhadap jaringan internasional, ternyata membuat terkaget-kaget Ahmad Basho, anggota Komnas HAM. Loyalitas dan sanjungan terhadap pemerintahan Inggris ada di halaman 130 dan 373 kitab “Ruhani Khazain”, karangan MGA. Pengakuan sebagai pelayan setia Inggris ada di Juz 15 halaman 155 dan 156.”Jika memang betul dan diajarkan, atau sebagai pedoman, maka itu kriminal berat,” kata Ahmad. Oh,  akhirnya ( muncul pembelaan dari kubu HAM ).

HAM ala Indonesia, tidak dalam ruang hampa.

KH. Hasyim Muzadi, mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ), meminta Komnas HAM dan penggiat HAM membuat HAM ala Indonesia. HAM tidak berdiri di ruang hampa. Tapi dalam bingkai etika, agama, hukum dan ideologi negara ( Pancasila ).   HAM untuk Indonesia seperti apa ?  Jangan mematok definisi atau mengikuti aturan Barat yang jelas2 sekuler ( tak terlalu peduli kemurnian agama, membiarkan yang tak beragama ). Indonesia bukan negara sekuler. Bukan pula negara agama. Indonesia adalah negara bangsa, tandasnya. HAM Ahmadiyah jangan mengganggu ‘HAM’ umat Islam di Indonesia.

(  seperti suasana di kost, flat, penginapan atau rumah. Ada etika tak tertulis : dilarang menyetel musik keras2 atau mengadakan pesta hingar-bingar yang membudekkan kuping tetangga. Itu sebabnya ada izin keramaian dari kepolisian yang membatasi waktu dan tempatnya. Dibatasi usaha komersial ( bising ) di kawasan hunian ( tenang ). Setiap orang berhak mendapat ketenangan untuk produktivitasnya. Pengalaman saya, dengan ‘mengajarkan’ empati :  bagaimana rasanya dibudekkan orang lain ? Bagaimana rasanya ngobrol apalagi memanggil-manggil orang  ( menunjukkan eksistensi ? ) sampai tak kedengaran suara sendiri ? Begitu juga kegeraman mereka yang membaca dan istirahat yang mendengar suara cekikikan ngakak ( kian lama kian keras, menulari yang lain )  hingga lewat tengah malam.

Apa tak ada hal lebih positif dan produktif yang bisa mereka kerjakan selain ngebet paling menonjol ? Menonjollah dengan prestasi terukur yang diakui masyarakat. Hidup ke depan makin berbatu dan bersaing. Anda dipastikan tak sempat leha2 tak jelas juntrung-nya, meninggikan diri dengan merendahkan orang lain, atau anda akan tergilas jaman. Ngoceh sedemonstratif itu hanya menghasilkan kebisingan bagi penghuni2 lain ( semoga si suami lebih menghargai istri, sehingga si istri tak perlu ‘berkicau’ untuk memancing penghargaan darinya. Cinta dan penghargaan adalah resep relasi pasutri. Pujilah dengan tulus, sekecil apapun satu pencapaian pasangan, setiap hari ).

Sekarang, era pasar bebas ( dengan ASEAN, China, India, Korsel, dst ). Warga asing dengan sejibun talentanya masuk pasar kerja Indonesia. Harga2 barang kebutuhan kian melambung, sehingga makin sedikit keluarga2 yang mampu mencukupi hidup dari penghasilan suami saja. Pelajari ketrampilan dan isilah kepala dengan pengetahuan berharga.  Apa selama bertahun-tahun mereka tak tahu etika hidup di kost? Kost ini bukan milik mbah-mu. Semua orang bayar di sini, bukan gratisan. Jika tak ingin diganggu, jangan mengganggu orang lain. Pikirkan orang di luar anda ketika anda menikmati kebebasan anda. Pikirkan kebebasan orang lain juga. Hak orang lain. Kebebasan anda dibatasi kebebasan orang lain. Kebebasan bertanggungjawab. Golden rule ).

Agama mayoritas diacak-acak lalu diabaikan. Poor us.

Apa muslim di sekitar jemaat Ahmadiyah tidak ketar-ketir melihat agama yang dianut bak nafas kehidupan ( setiap tarikan nafas mengingat Allah ), dipreteli sedikit demi sedikit ?  Hanya bisa menonton, karena pemerintah seolah membiarkan ( agama, moneter, hukum : kewenangan pemerintah pusat ). Hopeless. Poor us. Tahu2 kita dihadapkan pertengkaran dengan anggota keluarga yang kini berbeda prinsip, setelah salah satu terpengaruh.

Di Aceh, pasca konflik dan tsunami, donatur rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan leluasa masuk. Demikian pula berbagai ajaran sesat. Dipermudah dengan orang tua yang kurang mengajari agama pada anak. Apalagi orang dewasanya kurang iman, sehingga mudah menerima hal baru yang tak jelas asal usulnya. Penyebaran secara sembunyi2 saja sudah tidak lazim. Patut curiga sesat.

(  saya bergaul dengan pemeluk Katolik di SD dan universitas. Namun, masa2 sekarang ( mungkin setelah ledakan bom pertama tahun 2000 ), saya merasakan  jarak melebar dengan sebagian mereka. Ketika saya mengucap Bismillah untuk memulai kegiatan, beberapa diantara pemeluk Kristen seperti langsung memasang kode tertentu pada temannya untuk membatasi percakapan. Tak lagi guyub, atau ceria seperti sebelumnya. Seingat saya waktu SMA, ada ceramah agama Islam yang pendengarnya menggunakan kode tertentu bila membahas isu tertentu. Intuisi saya menangkap gerakan2 halus itu. Terjadi bisik2 kesal dari beberapa non muslim ketika tiba2 seorang masuk ruangan menyanyikan lagu2 Islami. Suasana beragama kita saat ini memang sedang panas dingin. Maklum.

Di Dago CFD, DDOI ikut ‘kambing mengembik’ saja.

Seorang ibu teman kecil saya ( non muslim  ) mengatakan, hati2 ngomong dengan orang Islam, kalau Indonesia jadi negara Islam, kita semua disembelih seperti putra Ibrahim. Wah, ini jelas paranoid. Islam agama yang manusiawi. Percaya, deh. Orang2 sirik sering mendiskreditkan Islam. Jangan termakan fitnah. Anda mesti mendengar kisahnya secara utuh. Begitu sayangnya Allah pada Nabi Ibrahim, sampai  bapaknya agama2  samawi ( Yahudi, Kristen, Islam) ini dapat hewan kurban gratis, menggantikan putranya yang tetap hidup dan makin bersyukur. Ibrahim as sudah diselamatkan-Nya dari hukuman api membakar. Allah ingin menguji, sebesar apa keyakinan Ibrahim as pada Allah yang senantiasa menolongnya. Subhanallah.

Pagi ( 1/4/2011 ) komunitas “Dog’s Day Out – Indonesia” ( DDOI ) di radio Trijaya, membicarakan insiden ‘anjing rabies’ di kawasan Dago Car Free Day ( DCFD ), tempo hari. Kenapa korban gigitan anjing tidak dibawa ke Rumah Sakit Borromeus, yang lebih dekat, atau RS.Hasan Sadikin yang punya vaksin anti rabies ? Itu sih akal-akalan orang untuk mengenyahkan anjing dari DCFD, kata mereka. Apa anggota komunitas DDOI tidak tahu, kami yang muslim harus membilas bekas sentuhan anjing hingga 7 kali dengan tanah dan air, apalagi  akan ibadah ( sholat ). Seperti babi, anjing pun hewan najis ( berat ) bagi kami. Kecuali untuk berburu atau mengendus narkoba ( kepolisian ), anjing dilarang berada dalam rumah ( dekat kami ). Mohon kebebasan kalian membawa anjing ( apalagi tambah banyak ) tidak sampai menganggu kebebasan kami menghirup udara segar, bersepeda atau berjalan kaki. Di Bali, hampir setiap rumah memelihara anjing. Kalian lebih leluasa di wilayah mayoritas non muslim. Di kandang kambing mengembik, di kandang anjing menggonggong, kata peribahasa.  Saya tak berkata, anjing kalian kalah penting dibanding kami ( saya juga tak protes ketika anjing papasan dengan saya di Bali, kok ). Tapi, ikutilah etika di mana mayoritas berada. That will be wise. Ok ?

Islam Liberal rapuh. Berjuang keras masuk neraka.

HAM, sebetulnya, secara konseptual sangat rapuh, kata Akmal, M.Pd.I ( http://akmal.multiply.com ). Mereka ( penggiat Islam Liberal ) sengaja menggunakan kosa kata yang tidak kita kenal, karena referensinya dari Barat. HAM produk Barat. Isu2 seperti kebebasan, HAM, kesetaraan gender, persamaan, adalah sebagian diantaranya. Muslim yang tidak punya bekal agama cukup, akan sulit memahami mengapa Islam tidak menganut konsep HAM. Hak aborsi ( bukan demi menyelamatkan nyawa ibu  ), hubungan seks diluar nikah, homoseksual dan semacamnya, jelas tidak sejalan dengan Islam. Islam sebetulnya sudah moderat. Jika dimoderat-moderatkan, bukan Islam lagi namanya. Islam artinya tunduk ( taat ) pada aturan Allah, bukan membuat standar sendiri dan menyebutnya moderat, tradisional atau fundamental. Standar Allah itulah yang kita pakai. Jangan malas belajar, terus gali ilmu sedalam-dalamnya. Musuh2 Islam berjuang keras masuk neraka, masak kita santai2 berharap masuk surga ?

Sepertinya, di antara pemeluk agama, ada yang lebih menggebu dibanding lainnya. Ditemukan praktek pendangkalan aqidah atau kristenisasi di Aceh Barat dan aliran Millah Abraham di Bireuen. Juga, di Peurelak, Aceh Timur, Aceh Barat, Bener Meriah dan Banda Aceh. Juga di kampus IAIN Ar-Raniry dan Unsyiah serta perguruan2 tinggi lain  ( dari “Sabili”, edisi 16 th XVIII ). Misi Kristen sudah tidak lagi bagi2 mi instan, tapi berupaya menggoyahkan aqidah dengan cara memisahkan muslim dari Islam, kata Dewi Purnamawati, mantan aktivis gereja. Mengadopsi ajaran Samuel Zwemer dalam Konferensi Missionaris 1935. Menghancurkan kaum muslim dengan membuatnya tak berakhlak. Seorang muslim mereka buat bangga dengan pola hidup Nasrani dan cara pandang mereka. Deislamisasi. Dengan cara persuasif maupun brutal. Garam Dunia dan Terang Dunia Amanat Agung. Agenda tahun 2020 adalah transformasi dana penuaian jiwa :  Indonesia, mayoritas Kristen. Gerakan Global Gereja ( 3G ) tahun 2005-2020. Gerakan yang mempersatukan langkah mayoritas berbagai aliran kekristenan, komitmen antar umat kristiani, sampai tingkat global  (  lalu kita ingat, penggiat JIL mengincar kursi menteri, berharap batu loncatan ke RI-1 ? )

Putera : meninggikan diri dengan merendahkan agama lain. Bagaimana rembulan ?

Ada buku agama yang misinya meneguhkan iman pada Yesus, tapi isinya mencaci maki agama lain. Apakah iman pada Yesus dibangun di atas permusuhan dengan agama lain ? Allah, Nabi Muhammad Saw, al-Qur’an dan ritual peribadatan umat Islam dihina ( seperti di buku “Sang Putera & Sang Rembulan : Kristen dan Islam”- Heru Wibowo ). Harap tahu saja, secara teknis, keaslian al-Qur’an terjaga oleh banyaknya intelektual penghafal al-Qur’an sejak jaman Nabi Muhammad hingga sekarang ( jutaan umat Islam penghafal al-Qur’an, diluar kepala, tanpa kesalahan pada satu titik pun ). Tidak hanya dari tulisan dan manuskrip saja.

Umat Islam tidak sama dengan ahli kitab ( Yahudi dan Nasrani ) yang tidak menghafal kitab suci mereka. Bahkan, seandainya seluruh mushaf  ditiadakan, maka al-Qur’an tetap tersimpan di hati kaum muslimin. Al-Qur’an ditulis puluhan juru tulis di bawah pengawasan langsung Rasulullah. Saat wahyu turun, beliau memanggil para penulis untuk mencatat ayat tersebut dan meminta mereka membaca ulang yang dituliskan. Jika ada kesalahan, beliau langsung membetulkan. Setelah selesai, baru boleh disebarkan. Sedangkan Bibel baru ditulis setelah puluhan atau ratusan tahun nabi pembawa wahyu wafat. Kitab Perjanjian Lama disusun antara tahun 1.400 – 400 SM. Kitab Perjanjian Baru antara 50-100 Masehi.

Ketidakhadiran para nabi dalam proses penulisan Bibel dan Alkitab ( baik Perjanjian Lama maupun Baru ) berpeluang terjadinya pemalsuan ( tahrif ) terhadap kitab suci tsb. Al-Qur’an dihafal oleh para sahabat yang langsung belajar pada Nabi Muhammad, sedang Bibel sama sekali tidak dihafal oleh orang2 yang mengimaninya. Ketiadaan penghafal Bibel dan Alkitab, tentu saja memperbesar peluang distorsi dan pemalsuan ayat. Proses pembukuan al-Qur’an dilakukan dengan cara menyalin ayat2 yang mengacu tulisan dan hafalan yang dihafal langsung di hadapan Rasulullah semasa hidupnya. Sedang, Bibel dan Alkitab mengacu tulisan manuskrip dalam bentuk papirus, scroll, dll, yang sebagian tak diketahui penulisnya, sebagian rusak dan tak terbaca.

Negeri banyak peraturan, lemah penegakan. Kesulitan terus menghadang.

Berbagai aliran sesat dengan KUHP pasal 156 a, tanpa perlu SKB, apalagi Keppres, sebetulnya sudah cukup untuk menghentikan Ahmadiyah. Kenapa berlarut-larut ? Ini diskriminasi hukum, kata Mahendradatta, dari Tim Pembela Muslim. Indonesia dibuat panas, supaya keamanan, ekonomi dan politik terganggu, sehingga kekuatan asing mudah menguasai. Umat Islam selalu diganggu dengan kasus aliran sesat, dan itu dilindungi oleh penggiat HAM, kata ustad Edy Lukito, SH, ketua Lembaga Umat Islam Surakarta ( LUIS ). Secara hukum dan konstitusi, sudah jelas pelanggaran nilai konstitusi, dan harus dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan, pemerintah yang melanggar konstitusi, kata politisi PPP ( Ahmad Yani  ? ). Sesuai amanat Penpres no.1/ PNS/ 1965 tentang Pencegahan dan/ atau Penodaan Agama yang telah diundangkan dalam UU no.5 tahun 1965, sanksi administratif bagi institusi yang melanggar adalah dibubarkan melalui keppres.

Peraturan Gubernur ( pergub ) no.12  tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah, menegaskan : penganut, pengurus dan jemaat Ahmadiyah dilarang melakukan aktivitas dalam bentuk apapun, sepanjang berkaitan dengan kegiatan penyebaran, penafsiran dan aktivitas yang menyimpang dari pokok2 ajaran Islam. Pemasangan papan nama organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia ( JAI ) di tempat umum, pemasangan papan nama tempat peribadatan, lembaga pendidikan, pelarangan atribut JAI dalam bentuk apa pun. Kaum muslim sendiri diharapkan tidak bertindak anarkis. Jika melihat ada kegiatan Ahmadiyah setelah pergub turun, laporkan pada pihak berwajib.

Dukungan ormas bagi pergub Jabar. Bubarkan Ahmadiyah ? SBY , please ..

Tahun 2020, akankah Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang besar, bermartabat dan disegani bangsa2 lain di dunia ? Akankah kebangkitan Indonesia betul2 luar biasa dan mencengangkan banyak orang ? Akankah ekonomi kita tumbuh menjajari raksasa ekonomi dunia saat ini ? ( Brasil, Rusia, India, China ). Akankah semua warga RI termotivasi melakukan sesuatu berharga untuk negeri ini ? Akankah kaum muda menjadi pasukan terdepan dalam skill masing2 plus nasionalisme tinggi mewujudkan impian keemasan Indonesia ? Sebaiknya begitu. Karena dengan begitu, agenda mayoritas kristen dari GHF praktis gagal. Banyak umat Islam akan terselamatkan. Tantangan bukan main. Maju !

“Saya siap menjadi khatib Jumat di masjid yang dulunya dianggap sebagai Masjid Ahmadiyah. Jadi kita bersama-sama bisa melaksanakan shalat Jumat biar mereka ( Ahmadiyah ) dapat melebur dengan kaum muslimin dan tidak eksklusif lagi serta diharapkan kembali ke Islam yang sesungguhnya,”terang Ahmad Heryawan usai menggelar Rapat Koordinasi dengan walikota/ bupati se-Jawa Barat di Graha Bhayangkara, Kota Bandung. Koordinator Aliansi Pergerakan Islam ( API ) Jawa Barat, Asep Syarifudin, mengungkapkan pihaknya telah menyediakan 100 pengacara muslim jika ada yang menggugat peraturan gubernur itu walau pun pihaknya tetap bersikeras menginginkan pemerintah pusat membubarkan Ahmadiyah.

Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ( DDII ) Kabupaten Kuningan, Tatang Kurnia mengatakan, pergub harus diterapkan dengan sanksi yang tegas pula. Jangan sampai menjadi macan kertas, seperti saat SKB ( pengawasan tidak optimal ). Bahkan mereka berani merebut surat penyegelan dari Satpol PP Kuningan tatkala akan menyegel masjid tempat peribadatan Ahmadiyah. Sekitar 4.000 jemaat Ahmadiyah tinggal di daerah Manislor, Kuningan.”Saya ingin mereka kembali ke Islam dan tidak eksklusif lagi. Lembaga pendidikan dan organisasinya dibekukan saja. Bila tak mematuhi maka laporkan saja ke pihak yang berwajib,”pintanya. ( “Sabili”no.16 Th.XVIII ).

Ketua Umum Gerakan Reformis Islam ( GARIS ), H.Chep Hernawan, berkata meski sudah ada pergub, saat diajak sholat berjamaah, mereka malah kabur dan melakukan shalatnya di rumah anggota Ahmadiyah, bukan di masjid. Anggota Ahmadiyah harus dibina, tetapi jika para pengurus dan ustadnya membandel, seharusnya mereka diseret ke ranah hukum. Setelah pergub turun, pemkot Bandung segera melakukan rapat koordinasi dengan lembaga dan ormas terkait, yang hasilnya membentuk tim khusus untuk memantau, mengawasi dan membina jemaat Ahmadiyah ( 1.400 orang ) yang ada di kota Bandung.

Bubarkan Ahmadiyah dengan keppres. Saatnya membaur.

Menurut pengamatan KH.Athian Ali M. Dai ( ketua FUUI ), drs.Aminudin Yakub, M.Ag ( MUI ) dan Dr.Abdul Fatah ( Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama ( KUB ) Kementerian Agama RI, yang sepakat Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan, mengatakan, Ahmadiyah merubah strategi, dari yang tadinya lembut, sekarang keras. Menempatkan diri seperti orang yang terzalimi dan menggunakan media untuk menyebarkan kalau mereka korban pelanggaran HAM. Padahal mereka sesungguhnya yang telah melanggar HAM kaum muslim. Solusi paling tepat, menurut KH.Athian Ali M. Dai, adalah pemerintah membubarkan. Umat Islam setuju jika pemda mengeluarkan pergub pelarangan Ahmadiyah selama presiden belum berani mengeluarkan keppres pembubaran Ahmadiyah.

Ratusan umat Islam Bogor mengadakan tabligh akbar di lapangan Balai Kota Bogor, ahad ( 6/3/2011 ) yang digiatkan HASMI ( Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islam ) bersama ormas yang tergabung dalam FUI kota Bogor. DPP HASMI diketuai ustad Muhammad Sarbini MHI .”Ahmadiyah adalah umat penista, karena Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa beliau-lah nabi terakhir. Kepada presiden SBY, karena anda seorang muslim, maka bubarkanlah Ahmadiyah,”seru seorang orator.

Resolusi Dewan HAM PBB : menistakan agama melanggar HAM. Lho ?

Ustad Wiyuddin Abdurrasyid, sekretaris FUI kota Bogor siap mengawal, membantu sosialisasi peraturan tsb, siap membela martabat walikota Bogor dan gubernur Jawa Barat dari gugatan yang mungkin akan dilakukan kaum Ahmadiyah dan LSM komprador asing. SK Walikota Bogor nomor 300 poin 45 dan Peraturan Provinsi ( Perprov ) 3 Maret 2011 yang ditandatangani langsung gubernur Jawa Barat, kapolda dan aparat terkait, bisa jadi dasar hukum pembubaran Ahmadiyah. Resolusi Dewan HAM PBB 26 Maret 2009 pasal 18 ayat 3 mengatakan  : penistaan agama adalah melanggar HAM.

Lain lagi yang dikatakan Kristen F.Bauer, Konsul Jenderal AS di Surabaya,”Kami mengutuk kekerasan terhadap kelompok minoritas dan hukum seharusnya melindungi minoritas. Karena itu, perda seharusnya melindungi minoritas agar tak mengalami kekerasan dan bukan justru membatasi aktivitas.” Perda yang membatasi jemaat Ahmadiyah sebagai kelompok minoritas akan merusak reputasi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan tradisi toleransi yang kuat, katanya, di sela2 Dialog Antar-Agama yang dihadiri 30 anak muda, diantaranya 6 mahasiswa peserta program “Studi of US Institute” untuk mempelajari dialog antar agama di AS dan sejumlah anak muda dari 5 agama di Jawa Timur. Menurut Bauer, kekerasan itu biasanya dimotifi salah paham, miskomunikasi dan pengetahuan kurang. Tapi, ketika ditanya motif mana yang melanda kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah. Ia tidak tahu ( atau pura2 tidak tahu ).

Pengebom sakit hati dibilang tak berperikemanusiaan. Ada di dunia yang mana, ya ?

Di layar kaca, terlihat Ali Imran ( terpidana bom Bali ) ketika ditanya soal bom buku, menyentil anggota JIL ( Jaringan Islam Liberal ),”Mbok, Islam-nya jangan begitu”. Di sisi lain, ia merasa sakit hati dibilang tak berperikemanusiaan ( ketika mengebom ?  ). Ada orang2 tertentu yang menganggap Pancasila tidak Islam. Orang di luar kelompok mereka disebut kafir ( bukan muslim ). Yang lain bilang, teroris bukan Islam. Apa hidup dalam rasa aman menjadi kemewahan ?

Mencari akar terorisme mestinya dilakukan oleh orang yang bebas kepentingan, agar tuntas, pinta anggota Jama’ah Anshorut Tauhid ( JAT ). Pemerintah jangan diberi ‘cek kosong’. Masyarakat madani harus mengawasi dan memberi koreksi. UU no.15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, nanti ada revisi. RUU tentang intelijen juga sedang dibahas. Sekarang, menahan tersangka selama 6 bulan, bertentangan dengan KUHP. UU anti subversi menahan tersangka 1 bulan.

NII : memburu muslim demi uang ( dan murtad ). Sejarah sesatnya.

NII ( Negara Islam Indonesia ) asalnya DI ( Darul Islam, diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, 7 Agustus 1949 di Cisayong Tasikmalaya Jawa Barat). Kemudian, NII berupa penjelasan singkat terkait proklamasi. Tahun 1980-an diadakan musyawarah tiga wilayah besar ( Jawa Barat, Sulawesi dan Aceh ) di Tangerang, Jawa Barat, yang memutuskan Adah Djaelani Tirtapradja menjadi Imam NII. Wilayah NII yang tadinya 7 dimekarkan menjadi 9, dengan penambahan KW VIII ( Komandemen Wilayah VIII ) Priangan Barat ( mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur ), dan KW IX Jakarta Raya ( Jakarta, Tangerang, Bekasi ).

Tahun 1990-an KW IX menjadi Ummul Quro ( ibukota negara ) bagi NII, menggantikan Tasikmalaya, atas keputusan Adah Djaelani. Karena pentingnya menguasai ibukota sebagai pusat pemerintahan, maka dibuka program negara secara lebih luas dan puncaknya ketika pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panji Gumilang ( yang juga Syekh Ma’had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat ) menggantikan Adah Djaelani sejak tahun 1992.

Penyelewengan terjadi ketika pucuk pimpinan NII dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB ( Pedoman Dharma Bakti ). Makna fai’ dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan ( fisik ), oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura ( musyawarah KW IX ) atau tertulis, namun didoktrinkan pada jemaahnya. Sehingga jemaahnya banyak yang mencuri, merampok dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh ‘negara’.

Dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun pada perkembangannya, dengan dalih ‘kondisi perang’, maka shalat pun dirapel. Artinya, dari mulai shalat dhuhur sampai subuh hanya dilakukan dalam satu waktu, masing2 satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an. Mengenai puasa, mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Aneh, bukan ? ( dalil hadis diplintir seenak udel )

Gerakan ini memaksa anggota NII mencari satu orang per hari untuk dibawa tilawah, diarahkan hijrah dan dibaiat sebagai anggota NII. Anggapan NII, dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri dan menjadi ahli surga. Peserta harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII aktif di Jakarta saat ini diperkirakan 120.000 orang ( dari http://waspada354.blogspot.com/2011/04/nii-ldii-jil-ahmadiyah-selalu-digegeri.html ).

Korban NII ingin berarti. Jangan buat dia merasa gagal di rumah.

Tahun 2011, anggota NII diperkirakan mencapai 200.000 orang. Korban NII umumnya usia SMP sampai mahasiswa, cenderung introver ( pendiam, tertutup ) dan punya passion besar ke-Islaman. Punya anggota keluarga tiba2 menghilang setelah mengkafirkan anda dan mencaci Pancasila ? ( atau burung Garuda, lambang negara kita ). Bisa jadi ia terdampar di kantong2 NII, menjadi budak pemerasan dan pemurtadan mereka. Bisa jadi ia dalam kondisi Laila Febriani ( Lian ), hilang ingatan setelah dicuci otaknya, atau dihipnotis.

Saya yang mengalami bagaimana seseorang menjadi pendiam atau tertutup ( karena pengecilan dari keluarga dan lingkungan secara terus menerus dalam berbagai bentuk ) dapat merasakan kejamnya gerakan ‘setan’ ini. Pendiam, karena apapun yang dikatakan, selama ini disalahkan. Tertutup karena, siapa sih yang mau dengar hinaan terus ? Hinaan yang selama ini diterima sudah sebatas ubun2, hampir tak tertanggungkan. Pemicu kecil saja sudah menumpahkan ( meledakkan ) emosinya. Di luar negeri, orang ‘terasing’ ini jadi agresif seperti menembak teman2 sekampus. Yang agresif ke dalam, menikam dirinya. Mati. Hidup seperti tak berguna. Beratnya hidup, seperti 20 kali lipat orang normal ( yang tak dihina orang2 terdekatnya ). Gagal bersaing, bahkan dengan anak cacat fisik, namun dipenuhi cinta oleh keluarganya. Nah, bagaimana jika yang ‘dibonsai’ di rumah ini, diperbudak lagi oleh NII ? Teganya.

( di teve, seorang penyiar ( normal ) terheran dan bertanya berulang kali, kenapa korban NII ( introver ) tak mendeteksi bahwa gerakan ini sesat atau mau diajak ke situ, melakukan ini itu ? Harap tahu saja, bung. Problem besar introver, setidaknya yang saya rasakan ( dulu ) : ia merasa tidak cukup baik untuk orang lain ( karena pembonsaian tsa ). Ia berusaha menyenangkan orang lain, bahkan sampai ‘menghabiskan’ dirinya. Sekedar diakui bahwa ia normal. Kedua, alarm alaminya tak berfungsi ketika bertemu orang2 buruk, karena perlakuan buruk tsb familiar buatnya yang diperlakukan buruk oleh keluarganya. Tak ada bedanya. Sebaliknya, anak yang diperlakukan baik cepat bereaksi jika ada orang yang menjahatinya. Jelas, perbedaan sikap ( dan gestur ) yang diterimanya dari orang asing jika dibandingkan keluarganya ( yang wajar menghargainya ). Di samping, ia punya teman banyak ( jaringan luas, informasi melimpah ), karena nyaman bersosialisasi, sehingga lebih mudah konfirmasi, jika diajak aneh2 oleh kelompok tertentu.

Di episode Oprah Show, seorang anak korban penculikan psikopat ( sudah dicabuli berbulan-bulan, masih juga ) disalahkan masyarakat, kenapa mau ditawari sepeda oleh pelaku ? Sekali lagi, bocah ini disugesti ‘bodoh’ ( oleh masyarakat, mayoritas bukan introver ). Lalu, Oprah Winfrey ( introver, karena pemerkosaan oleh pamannya sendiri ) berempati dan membelanya,”Nak, itu bukan salahmu. Itu kelicikan pelaku yang terbiasa memanipulasi korbannya. Kamu anak yang baik. Tanamkan di dadamu, kamu anak yang baik dan pintar.” Saya pun demikian, dari semua perkataan buruk yang saya terima dari keluarga dan sekolah, jutaan kata2 memuakkan itu, terselip 2 kata yang beda : ‘saya kira kamu itu pemikir, Ni’ dan ‘analisis kamu boleh juga’. Pemikir dan analisis itu yang saya putar ulang di otak saya, menindih sumpah serapah yang mengecilkan saya selama bertahun – tahun. Hari ini, saya sepertinya menjadi 2 kata itu. Korban NII, pun bisa demikian. Apa pun ajakan NII, itu bukan salah anda. Kita tahu sekarang, bagaimana kondisi itu bisa terjadi. Terpenting adalah, anda siapa ? ( ingin menjadi apa ). Versi Elizabeth Gilbert ( penulis “Eat Love Pray” ) : What are you ? ( jawaban Julia Roberts di film : menyeberang ).

Pengejek, penghina, penjahat, predator, teroris, psikopat, sudah cukup banyak mengincar, masih ditambah dengan gerakan sesat berkedok agama. Sementara, pelajar dan mahasiswa yang masih doyan main seperti anak kecil dibiarkan bebas semau gue menganggu orang lain. Agama dicari untuk menenangkan hati, justru ketemu-nya yang menyesatkan dan mengintimidasi. Makin sulitkah menemukan orang baik2 dewasa ini ? Yang meneduhkan jiwa, meringankan beban dan mampu berempati. Mereka bisa dihitung dengan jari. Makin baik orang, makin diincar setan dan diganggu berandalan ( anda seperti ketemu mereka, yang siap mencuri waktu anda, di mana pun  ). Jadi, siapa bilang menjadi orang baik itu mudah ?

Selamatkan anggota keluarga yang ‘terinfeksi virus’ NII dengan menghubungi hotline Rehabilitasi NII Crisis Center atau MUI ( Majelis Ulama Indonesia ). Galang suara masyarakat untuk mendesak pemerintah membubarkan gerakan sesat NII. Setelah korban kembali ke rumah, hargai dan manusiakan dia. Dengan keyakinan bahwa ia diterima, dihargai, dicintai ( bukan ucapan verbal kosong, tapi seluruh ekspresi tubuh dan hati anda menghargainya, karena jenis kami sangat peka dengan detail dan gerakan halus. Kami tahu itu tulus atau bullshit, sekedar melepas kewajiban, setelah itu berbuat lagi, dan lagi  ), tidak lagi dikecilkan ( dianggap tak mampu, ditertawakan sampai tersugesti bodoh kalau berani memprotes, diceramahi berulang kali seperti pada anak kecil, disindir dengan gerakan kacak pinggang seolah lantai masih kotor, diserempet jika berpapasan agar mengkerut seperti cara2 penyiksa mengetes calon korban penghisapannya, dll ), maka ia tak perlu substitusi dari luar, terlebih yang tak jelas asal usulnya. Diterima, dihargai, dicintai, tidak lagi dikecilkan, membuatnya merasa cukup. Dengan kesadaran jati diri yang utuh, merasa berarti. Tinggal berkarya untuk meraih impian. That’s all.

MUI menerima konsultasi & advokasi ( korban NII )

Call Center 08985151228- Email – FS – Facebook – Tagged – Chat YM : ken_setia@yahoo.com

( MUI ) K.H Mahruf Amin ( 0816790343 )- Amidhan ( 081172000 )- Aminudin Yakub ( 0818404946 ) – K.H Kholil Ridwan ( 0816882911 )

Sukanto, Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center

Ma’ruf Amin, ketua MUI, melakukan penelitian Ponpes Al Zaitun ( tahun 2002 ) mengatakan,”Kami menemukan persamaan kaitan dalam kepemimpinan NII dan Ponpes Al Zaitun, yakni Panji Gumilang.”

Bachtiar Rivai, mantan wakil camat NII untuk wilayah Karanganyar, Kebumen juga menyatakan Panji Gumilang atau Abu Toto merupakan pemimpin NII.

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, yang sudah bertobat dari NII ini menyimpulkan meskipun berkedok Islam, sesungguhnya ajaran NII adalah ajaran setan. Semua cara dihalalkan demi uang.

( dari http://waspada354.blogspot.com/2011/04/nii-ldii-jil-ahmadiyah-selalu-digegeri.html )

Solusi terorisme di Indonesia : kesejahteraan & beragama dengan wawasan kebangsaan.

Masa orde baru intel kuat sekali. Kewenangannya sekarang dipotong, sehingga hanya bisa monitor, dan sesekali menangkap ‘tangan’ dan ‘kaki’-nya ( pelaku terorisme di lapangan, kroco2-nya, bukang dalangnya  ). Mestinya, intel diberi wewenang yang memadai. Di luar negeri, seperti Malaysia ada Internal Security Act ( ISA ) untuk tindak pencegahan ( preventif. Tapi, di tangan orang yang salah bisa disalahgunakan untuk membungkam suara kritis mereka yang vokal pada pemerintah ). Selama ini, Densus 88 ( kepolisian ) yang bekerja di TKP, padahal ibarat dinosaurus, terorisme di Indonesia, anaknya sudah ke mana2, kata Tjipta Lesmana.

Asal diberi payung hukum, tentara bisa dikerahkan untuk menghentikan terorisme. Asal pemerintah berani dan tegas, teroris bisa di-deradikalisasi, kata Hasyim Muzadi. Wawasan keagamaan harus disertai pemahaman kebangsaan. Bukan semata teks agama ( ritual ), tapi juga nilai luhur agama ( kesejahteraan ). Badan Nasional Pemberantasan Terorisme ( BNPT ) diharapkan mampu menyelesaikan masalah terorisme dari 2 sisi. Integrated system dan combat terorism. Keluar dari penjara, sampai di pintu rumah dihadapkan masalah perut anak istri, lalu ada yang menawari uang, maka dengan mudah pelaku teror kambuh lagi. Perlu sistem tangguh dan leadership kuat untuk menangkal kejahatan terorisme. Satu komando. Densus harus kuat, tegas tapi terukur.

Kekuatan Pemurtadan Global  vs  Indonesia maju-kuat-makmur.

Barat berharap kekuatan ekonomi makro akan tetap dalam genggaman mereka. Rumusannya :  transformasi gagal jika umat Islam di Indonesia maju, kuat dan makmur. Transformasi sukses jika umat Islam putus asa, kesusahan, tak percaya pada pemimpin, dan chaos. ( mengikuti kerusuhan SARA  belakangan ini yang menyudutkan muslim ? It makes sense ). Banyak gereja di Indonesia telah menjadi anggota Global Harvest Force, yang terobsesi memobilisasi 10 juta pekerja tuaian (  pekerja pemurtadan ) di negara2 anggota. ( lalu kita ingat bom Natal/ gereja. Ulah militan agama tertentu, dengan dalang Barat di ujung rantai komando ?  ). Gereja membentuk departemen khusus anak, membantu Gembala Sidang. Sasarannya anak2 play group, TK, SD dan SMP awal. Misi guru Kristen : menanamkan komitmen penginjilan pada para siswa dan guru Pengajaran Agama Kristen ( PAK ) di sekolah negeri dan swasta, serta guru kristen yang mengajar bidang studi umum.

Penginjilan konvensional dan penginjilan sosial, berkembang menjadi proyek pemberdayaan masyarakat. ( adakah Lions Club dan Rotary Club termasuk dalam hajatan ini ? ). Bersama jejaring Proyek 2020, pelaku penginjilan bergayung sambut dengan gereja, lembaga Kristen, pelaku pendidikan, bahu membahu menguasai media massa, sumber dana, lalu menyamar berbagai profesi ( guru, pedagang, pengusaha, seniman, tukang, penyembuh, dll ). Konsep bipolar ( 2 kutub ) dengan memegang tampuk kepemimpinan ( kekuatan politik, parpol, fraksi di parlemen ). Sebagian elit parpol kristen berpolarisasi ke parpol lain untuk mempengaruhi kebijakan partai yang berpihak pada gereja. Agama mereka anggap  tidak menyelesaikan kesenjangan interaksi sosio-tekno-kultural. Kesenjangan antara pemahaman Islam dan realita hidup. ( sering kita lihat ustad majelis taklim hidup pas-pasan, dan disokong hidupnya oleh anggota majelis. Tumpulnya hukum di hadapan penguasa ekonomi, lama2 membuat orang mempertanyakan kehadiran Tuhan ( keadilan ). Mungkinkah sejarah Spanyol terulang ? ( jaman keemasan Islam yang cukup panjang lalu runtuh ).

Anda bisa melihat Ahmadiyah dalam konteks ini ? Hakikatnya tak berbeda dengan mereka. Memperlemah kaum muslim, mayoritas rakyat negeri ini. Apakah Indonesia tertinggal 500 tahun dari Kristen Katholik dan Kristen Protestan seperti dikatakan si ‘capres’ ? Atau justru, keblabasan. Begitu ‘toleran’-nya kita, sampai agama mayoritas diacak-acak pun dibiarkan saja. Mau berkeping berapa bagian negeri ini ke depan ? Intelektual harus melawan, melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, membentuk forum khusus, membentuk komunikasi resmi dengan forum yang sudah ada, melakukan koordinasi dan membuat laporan rutin perkembangan gerakan pemurtadan ini. Jangan lengah dengan bujuk rayu para misionaris. Jangan termakan ‘ratapan’ anggota Ahmadiyah. Bubarkan saja. Setuju ?

Written by Savitri

7 April 2011 at 19:41

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , , ,

Bonek Persebaya vs bobotoh Persib ? We’re just fine ..

with 8 comments

Lebih Rp.1 miliar ongkos perusakan bonek Persebaya. Juga, luka, gegar otak & tewas.

Ulah bonek Persebaya kerap membuat miris. Tak dinyana, nasi bungkus dan perhatian manusiawi dari panpel serta bobotoh Persib, mereka bersedia tertib.

Kereta api Logawa rusak parah dilempari warga sekitar stasiun Purwosari dan Jebres Solo dalam perjalanan menuju Surabaya, Minggu ( 24/1/2010 ). Warga merusak kereta karena mengira KA jurusan Purwokerto- Surabaya- Jember itu ditumpangi suporter sepakbola Persebaya, atau dikenal dengan bonek ( bondo nekat ).”KA tersebut diserang saat melintas di Purwosari dan Jebres oleh warga yang jengkel terhadap ulah bonek. Serangan terjadi saat KA Logawa melintas di belakang kereta luar biasa yang digunakan untuk mengangkut bonek,”kata Kepala Humas Daop 5 Purwokerto, Surono. Kaca jendela beberapa gerbong hancur akibat lemparan batu. Seorang polisi yang sedang mengamankan juga terluka akibat lemparan tsb. Kereta belum kembali ke Purwokerto sehingga kerugiannya belum bisa diinventarisir.

PT KA Daop V merugi karena sekitar 150 bonek yang naik KA Serayu dari Bandung tujuan Kroya tak membayar tiket. Dari Kroya, mereka meneruskan ke Surabaya menggunakan KA Gaya Baru Malam, juga tanpa membeli tiket. Direktur Operasi PT Kereta Api ( Persero ), Bambang Irawan mengatakan, akibat ulah para pendukung Persebaya Surabaya itu, kerugian PT KA ditaksir Rp.1 miliar. Sarana dan prasarana ( kaca, lampu, kursi, kipas angin, perangkat interior lainnya ) rusak. Juga tiket yang tak dibeli bonek. Kerusakan paling parah terjadi pada rangkaian KA Pasundan, KLB ( rangkaian kereta tambahan khusus untuk mengangkut bonek ), KA Kahuripan dan KA Gaya Baru Malam Selatan. KA Sritanjung, KA Logawa, KA Senja Kediri, KRDI Madiun Jaya, KA Bima dan KA barang ( BBM ), yaitu KA Pasundan, KLB dan KA Gaya Baru Malam, ikut rusak karena menjadi sasaran pelemparan bonek. Empat lokomotif rusak parah. Kaca2 ruang pemimpin perjalanan kereta api ( PPKA ) di Sragen, Purwosari, Solo, Jebres, Delanggu dan ruang penjaga pintu perlintasan di sepanjang perjalanan bonek, pecah.

Kejadian berawal saat keberangkatan rombongan bonek, 23 Januari, dari Surabaya menuju Bandung menggunakan KA Pasundan. Bonek melempar, merusak dan menjarah di beberapa stasiun sepanjang Solo Jebres sampai Purwosari, yang merupakan Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Sehari sesudahnya, masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah bonek, mulai membalas dengan berbagai benda dan material, seperti bantalan kayu dan batu besar. Bambang Setyo Prayitno, Kahumas PT.KA Daop 2 Bandung, mengatakan, ongkos tiket pulang bonek ke Surabaya, rencananya akan ditanggung Ketua Umum Yayasan Suporter Surabaya atas nama Walikota Surabaya.

Jenazah Ari Sulistiyo ( 17 ), bonek yang tewas terjatuh dari atap KA di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu ( 25/1/2010 ) diambil keluarganya untuk dimakamkan. Orang tua Ari, Arpan, terlihat sangat terkejut saat menjemput jenazah putranya di RSUD Banyumas. Bonek lain, Ardi Iswanto ( 15 ) yang terjatuh dari atap KA Pasundan di Desa Sibalung Kemrajen, Banyumas masih dirawat intensif di Kamar Dahlia RSUD yang sama. Sekujur tubuh siswa kelas IX SMP dr.Soetomo Surabaya itu luka2. Kepalanya gegar otak. Dia terus memanggil nama orang tuanya, dan kesebelasan kebanggaannya, Persebaya. ( PR, 26/1/2010 )

Komen A.Savitri :

Bobotoh Persib, the Viking, sedang mengobarkan semangat tim kesayangannya. Bobotoh dan bonek ternyata bisa rukun di laga Persib - Persebaya kemarin. Surprise ?

Ini tho, bonek yang ulahnya menggemparkan. Bak migrasi semut yang ‘memakan’ semua yang dilewatinya. Semangat Bung Tomo yang diartikulasikan wong cilik. Membela Surabaya whatever it takes. Bayangkan, jika mereka melewati pasukan kolonial Belanda. Atau orang Malaysia yang mengklaim pulau dan budaya kita. Remaja belasan tahun, para inlander nekad ini, bakal menggentarkan mereka. Jika saja, para senior lebih menjangkau dan mengarahkan mereka, membekali dan membina mereka selayaknya. Mereka bisa jadi potensi berharga bagi Kota Pahlawan. Seperti juga para bobotoh Persib, yang kian hari kian beradab, dari sebelumnya ditakuti pot2 kembang yang sudah ditata apik oleh pemkot, ( nasibnya mengenaskan, hancur berantakan disepak bobotoh yang frustasi ) setiap Persib kalah ( memang masih ada oknum bobotoh yang kemarin menendang pengendara motor hingga koma, tapi itu kasuistik ).

Kini, mereka, para Viking, bisa merangkul rekannya dari kesebelasan lain. Tak tanggung2, bonek diajak foto bersama dan bertukar yel2. Senang, melihat keduanya bisa rukun. Bonek hanya perlu perlakuan manusia. Ia produk dari masyarakatnya. Teriknya matahari dan kerasnya hidup, membentuk sikap mereka. Toh, dengan nasi bungkus, perhatian manusiawi dan tiket gratis, mereka luluh. Bersedia berlaku tertib, meski kesebelasannya kalah. Stadion Si Jalak Harupat, Soreang dan kabupaten Bandung relatif aman dari ulah sekitar 7000 bonek yang sudah datang sejak Selasa ( 19/1/2010 ) dengan perut lapar dan lelah. Tak separah kejadian2 sebelumnya, seperti ketika stadion “Gelora 10 November”, kandang Persebaya, dibakar bonek karena Persebaya kalah lawan Arema, Malang. Pembina supporter Surabaya, Wastomi Suhera, mengatakan, tidak semua suporter bergabung dengan Yayasan Suporter Surabaya ( YSS ). Ada 95 % suporter yang tak terwadahi. Pada pertandingan kemarin, pihaknya sudah mengirim 60 korwil untuk mengawal dan mengurangi tingkat anarki para bonek.

Memang, ada harga yang harus dibayar. Komisi Disiplin ( Komdis ) PSSI menjatuhkan hukuman kepada panpel ( didenda Rp.20 juta, karena lalai menegakkan peraturan dan keputusan PSSI ) dan klub Persib ( Rp.250 juta, karena aksi bobotoh menyanyikan lagu bersyair rasis ), terkait masuknya bonek menyaksikan pertandingan tanpa bayar ( memanjati tembok stadion, hingga perlu disediakan tribun khusus untuk mereka ). Potensial kerugian panpel sekitar Rp.105 juta dari sekitar 7000 tiket di tribun utara seharga Rp.15 ribu. Ditambah biaya logistik, transportasi di Bandung, transportasi menuju luar Bandung, serta kerusakan di stadion.

Persebaya, selaku penanggung jawab suporternya, harus membayar Rp.50 juta kepada Persib sebagai kompensasi kerusakan yang dilakukan bonek. Persebaya juga harus membayar Rp.200 juta kepada PSSI karena aksi bonek merusak citra persebakbolaan Indonesia. Bonek sendiri, karena melanggar sanksi kedua kalinya, maka Persebaya dikenai pemberatan sanksi tak boleh ditonton pendukungnya pada laga tandang di segala level kompetisi, dari 2 tahun menjadi 4 tahun, dengan jatuh tempo 28 Januari 2014. Terpikir, bagaimana membendung semangat para bonek, ketika sanksi ini harus dijalankan dengan ketat. Seperti di luar negeri, sehingga kejadian anarkis tak terulang kembali. Arek2 Suroboyo mesti berpikir keras dan bertindak tepat untuk generasi mudanya yang gila ( nonton ) bola. By the way, urang Bandung sudah membuktikan, meski Persib menang 2-1 lawan Persebaya, para bonek bisa dirangkul untuk bersikap santun. Good job, people !

Written by Savitri

3 Februari 2010 at 14:12

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Situs Trowulan & Batujaya : kejayaan ki Sunda, surga arkeolog & bukit hantu.

with 15 comments

Seorang arkeolog tengah asyik menggali sisa candi bawah tanah di situs Gading Melati, Batu, Jawa Timur dalam rangkaian ekskavasi mencari jejak2 peninggalan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 Masehi.

Situs Majapahit. Terbayang sosok Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang gagah, berpakaian seperti kostum wayang orang atau sinetron laga mendatangi tempat ini. What's on their mind ?

Bubat, dimanakah gerangan ? Dicari peninggalannya sampai pelosok Trowulan, tak kunjung ketemu. Trowulan adalah situs bekas ibukota kerajaan Majapahit, tempat Raja Hayam Wuruk bertahta dengan Mahapatih Gajah Mada. Bubat sendiri adalan nama wilayah di Majapahit yang menimbulkan luka emosional masyarakat Sunda. Namun tulisan ini sama sekali tak bertujuan mengangkat luka lama. Peristiwa Bubat yang banyak disebut dalam naskah kuno Sunda, rencananya akan diangkat menjadi tema cerita film oleh pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Pertanyaannya, bisakah peristiwa Bubat mempertautkan budaya kedua wilayah tersebut ?

Menoleh ke belakang, sejarah masa lalu kedua wilayah pertautan budaya ini diwakili Kerajaan Sunda Galuh dan Kerajaan Majapahit. Kedua kerajaan ini berusaha menjalin hubungan lebih erat lewat perkawinan. Namun, setelah tiba di Bubat, kisah tragis menimpa rombongan Kerajaan Sunda. Rombongan yang dipimpin Prabu Linggabhuana mengantarkan putri kesayangannya Dyah Pitaloka Sunda atau Dewi Citraresmi untuk menjadi permaisuri Hayam Wuruk. Karena salah paham, rombongan tsb malah ditumpas habis oleh perang yang tidak seimbang.

Prabu Linggabhuana merasa direndahkan karena putrinya dianggap persembahan dari kerajaan bawahan. Ia lebih memilih mempertahankan kehormatan, meski harus gugur bersama putrinya. Seluruh rombongan memilih belapati. Peristiwa tsb lantas disebut perang Bubat. Gajah Mada lalu bersumpah Palapa, dengan perkecualian tak menjamah wilayah Sunda. Kedua kerajaan berdiri sejajar, seperti sebelum peristiwa terjadi.

Nama Hayam Wuruk & Gajah Mada tak ada di Jawa Barat sejak Perang Bubat.

Candi Majapahit, menjadi obyek turisme baru.

Peristiwa Bubat sama sekali tak disinggung dalam naskah Negarakretagama atau Desawarnana karya Mpu Prapanca. Kebalikan dengan naskah2 kuno Sunda yang ditulis 2 abad kemudian, diantaranya ; Pararaton, Kidung Sunda, Carita Parahyangan dan naskah Wangsakerta. Bahkan, menurut Zoetmulder ( 1974:1984 ) kisah itu ada di Kidung Sunda naskah Bali ( I Gusti Ngurah Bagus, 1991 ).

Bubat bisa jadi bukan di Trowulan, sebagaimana anggapan selama ini. Dari foto udara dan ekskavasi, situs Trowulan memiliki banyak parit. Secara logika, sulit dibayangkan Prabu Hayam Wuruk datang ke lapangan Bubat untuk menghadiri upacara keagamaan dan kenegaraan dengan mengendarai kereta yang ditarik 6 ekor kuda. Naskah Negarakretagama yang diselamatkan saat Perang Lombok tahun 1894, sayangnya tidak menyebutkan di mana letak Bubat.

Hayam Wuruk adalah raja terbesar Majapahit, raja ke-4 yang berkuasa selama 30 tahun ( 1350-1389 ). Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, berkuasa selama 17 tahun ( 1292 – 1309 ), dimulai dengan mendirikan pemukiman di hutan Tarik, dekat Mojokerto. Ia jadikan Tarik, sebagai pusat kekuasaannya. Raden Wijaya digantikan putranya, Jayanegara ( 1309-1328 ), lalu putrinya, Tribhuwanatunggadewi ( 1328-1530 ). Selama Jayanagara dan Tribuwanatunggadewi berkuasa, terjadi beberapa kali pemberontakan, namun ibukota Tarik, tak sampai jatuh ke tangan musuh. Widyapurbawan ( arkeolog ) Prof.Ayatrohaedi pernah lama meneliti situs Trowulan. Ia mengatakan, Tarik merupakan kota bertuah, tak ada alasan memindahkan ibukota Majapahit ke Trowulan.

Bubat merupakan kota bandar yang terletak di sisi sungai besar, tak jauh dari Tarik. Mengutip keterangan penduduk setempat, Bubat terletak di tepi Sungai Brantas yang palungnya membelok dari arah selatan ke utara, dan terus ke arah timur. Di sinilah, kapal2 yang ditumpangi Prabu Linggabhuana berlabuh, lalu membangun perkemahan. Di bagian selatan sungai ini pernah ditemukan sisa2 bangunan dari batu kuno dalam jumlah cukup banyak, berserakan di mana-mana. Di sinilah letak Dusun Maedowo dalam naskah Negarakretagama, dengan sebutan Madawapura. Jika ingin menemukan puing peristiwa Bubat, alm Mang Ayat menyarankan penelitian diarahkan ke Tarik.

Wastukancana : kaisar cilik, long live the king …

Kisah Perang Bubat yang dipahat pada candi.

Peristiwa Bubat meninggalkan kesedihan mendalam. Bisa dimengerti mengapa sampai sekarang penduduk Jawa Barat tak menggunakan nama Hayam Wuruk dan Gajah Mada sebagai nama jalan. Kerajaan Sunda Galuh sempat mengalami kekosongan pimpinan. Calon penggantinya tak bisa segera naik tahta. Ketika peristiwa Bubat, Prabu Wastu ( Wastukancana ) baru 9 tahun. Selama hampir 9 tahun pula, ia diasuh pamannya, Patih Bunisora sampai dianggap cukup umur dan cakap memimpin.

Wastukancana dikenal sebagai raja yang bijak dan berumur panjang ( 104 tahun ). Tinggalannya berupa 6 prasasti di situs Astana Gede Kawali, Ciamis. Setelah wafat ( 1475 ), ia digantikan oleh 2 putranya dari 2 permaisuri. Wilayah Kerajaan Sunda meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan sebagian Jawa Tengah itu kemudian dibagi dua. Sang Haliwungan dinobatkan menjadi Raja Sunda bergelar Prabu Susuktunggal. Saudara tirinya, Ningrat Kancana dinobatkan menjadi penguasa Galuh dengan gelar Prabu Dewa Niskala. Kedua wilayah kerajaan ini dibatasi Sungai Citarum.

Prabu Siliwangi dalam lukisan di Keraton Kasepuhan. Tampak garang, meyakinkan. Prestasinya menyatukan 2 kerajaan ; Galuh dan Sunda. Juga, mengantarkan Kerajaan Sunda Pajajaran ke puncak kejayaannya.

Di tengah jalan, Dewa Niskala harus turun tahta karena melakukan 2 kesalahan. Setelah peristiwa Bubat, Raja Sunda dan kerabatnya tabu menikah dengan kerabat dari Majapahit. Dewa Niskala menikahkan putrinya Ratna Ayu Kirana dengan Raden Baribin, kerabat Kerajaan Majapahit yang mengungsi karena pergolakan politik pasca jatuhnya Prabu Kertabhumi ( Brawijaya V ). Kesalahan kedua, Niskala menikahi seorang gadis dalam rombongan Baribin. Gadis itu sebenarnya sudah bertunangan, namun terpisah dengan kekasihnya. Dalam Carita Parahyangan dinamakan “estri larangan ti kaluaran” ( wanita yang tak boleh dikawin ).

Niskala digantikan putranya, Jayadewata yang berhasil mempersatukan 2 wilayah terpisah, lewat perkawinannya dengan Kentring Manik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal. Untuk kedua kalinya ia dinobatkan, dengan gelar Sri Baduga Maharaja. Ia memilih berkedudukan di Pakuan, kota Bogor sekarang. Sri Baduga berhasil mengantarkan Kerajaan Sunda Pajajaran ke puncak kejayaannya. Dalam karya sastra, namanya sering diidentikkan dengan Prabu Siliwangi. ( Her Suganda/ PR, 22/10/2009 )

Komen A.Savitri :

Kita tahu sekarang, dari mana Jalan Siliwangi ( letak Sabuga ) dan Wastukancana ( letak Balai Kota ) berasal. Ada Kodam Siliwangi. Ada juga Stadion Siliwangi, tempat bobotoh Persib biasa nonton tim kesayangan urang Bandung beraksi. Wastukancana berangkat dari anak yatim pasca perang Bubat, lalu jadi raja bijak hingga usia 104 tahun. Siliwangi menyatukan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh ( kembali seperti masa Wastukancana ), membawa tatar Sunda ke puncak kejayaan. Tak semua orang namanya bisa dipakai untuk menamai jalan protocol, atau patungnya menghiasi kawasan utama. Pastilah Siliwangi dan Wastukancana manusia istimewa. Berjasa bagi negara dan bangsanya, sehingga pantas dikenang, menjadi inspirasi perjuangan serupa bagi generasi sesudahnya.

Saya suka curios ( penasaran ) pada peradaban tinggi yang pernah dicapai oleh manusia pendahulu. Di Rengas Dengklok, kabupaten Karawang, ditemukan 24 reruntuhan artefak Sunda. Dari 14 kotak ekskavasi ditemukan tembikar, manik2 dari emas, logam, kaca, candi glondongan, bahkan kerangka manusia prasejarah ! Lokasi berharga itu kini dinamai Situs Batujaya. Arkeolog dari Indonesia, Perancis, Belanda, Birma dan Thailand gotong royong membuka tabir gundukan bata berukuran 6 x 6 meter setinggi 4 meter di tengah persawahan subur milik orang Sunda. Jarang2 orang Jabar punya peninggalan sespektakuler ini. Biasanya, candi milik orang Jawa Tengah atau Jawa Timur saja. Namun, kali ini, Jawa Barat bisa mematahkan “mitos kepemilikan” candi tsb. Situs Batujaya menarik perhatian peneliti dunia, bahkan disebut-sebut sebagai penemuan besar abad ini. Wah, wah, wah ..

Candi Batujaya/ Jiwa, di Rengas Dengklok, Karawang, menemani kehadiran Candi Cangkuang ( Syiwa ) di Leles, Garut. Candi Batujaya yang terbuat dari bata kini menjadi candi tertua di Jawa ( abad ke-4 / ke-5 M ). Candi di Jateng & Jatim memakai batuan gunung (andesitik), umurnya lebih muda.

Situs Batujaya.Ditemukan candi, tembikar, manik2, alat logam & kerangka manusia prasejarah. Betul2 pahe. Satu lubang ketemu semua yang diingini para arkeolog. Komplit.


Bambang Budi Utomo ( arkeolog Badan Arkeologi Nasional ), Hasan Djafar ( arkeolog FIB-UI ), Pierre Yves Manguin ( arkeolog ECOLE ), Sandra ( arkeolog EFEO ), Wannasaru Noonsuk ( arkeolog Thailand ), Dimas ( mahasiswa UI ) menindaklanjuti penemuan awal Fakultas Sastra UI Jurusan Arkeologi, tahun 1985 itu. Rupanya, pada abad ke 5 – 6 Masehi, di lokasi persawahan seluas 5 km2 itu, pernah ada pusat pemujaan agama Budha pertama dan terbesar. Penduduknya sudah mahir membuat gerabah, batu bata, mengenal teknologi sep, stuko dan pembuatan alat2 dari besi pada awal sejarah. 2500 tahun silam, mereka telah melakukan kontak dagang dengan bangsa India. Di kedalaman 2,5 meter ditemukan 9 kerangka manusia bersama tembikar ( bermotif Arikamendu, India, dengan 30 jenis pola hias yang tenar pada abad ke 3 Masehi ) dan bekal kubur. Situs Batujaya yang menjadi kelanjutan masa prasejarah ke sejarah, telah menunjukkan masyarakatnya yang terkenal dengan budaya Buni.

Bulan Juli 2006 ditemukan puluhan kerangka, yang jika diteruskan menggali bisa mencapai ratusan. Tua muda, anak kecil, pria, wanita, ada di sana tulang belulangnya. Komplit. Komunitas peneliti dari Universitas Leiden ( Belanda ) dan Universitas Soborn ( Perancis ) menyelusuri silsilah manusia prasejarah dari ras mongoloid ini melalui tes DNA. Selama ini, Lawangan, Gilimanuk menjadi pekuburan terbesar di Indonesia. Situs Batujaya berpeluang memecahkan rekor.

Kalau anda pernah nonton film horor Poltergeist, anda pasti ogah mengorek lapis demi lapis tanah yang menghantui rumah. Ada ratusan kerangka manusia di sana yang arwahnya gentayangan. Pakai sikat gigi pula. Warga sekitar Batujaya ngeri mendatangi Bukit Jiwa yang terkenal angker. Namun tak demikian halnya dengan para peneliti yang setia menyisir dengan kuasnya. Hari demi hari, mereka lalui penuh semangat, demi memenuhi rasa ingin tahu.( semoga mereka tak dihantui mimpi buruk atau penampakan2 selama ekskavasi ). Bukit Jiwa mendadak surganya arkeolog. Candi balandongan, tembikar, manik2, kerangka prasejarah, ditemukan sekaligus dalam satu lubang. Benar2 pahe ( paket hemat ). Di situs lain, biasanya candi saja, tembikar saja atau kerangka saja. Tidak satu paket.

Kesimpulannya, tempat angker tidak identik dengan malapetaka. Bisa jadi ia blessing in disquise seperti Situs Batujaya. Kita beri applaus dan apresiasi tinggi kepada para pemberani, penguak keping sejarah masyarakat Sunda. Leluhur orang Bandung, juga leluhur Siliwangi dan Wastukancana. Keep up the good work, people ..

Written by Savitri

25 November 2009 at 11:48

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,