Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Libya

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Iklan

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30

Suriah, siapa bersalah ? Deritamu terasingkan propaganda simpang siur.

with 4 comments

Pasukan Suriah

Pasukan Suriah ( pemerintah ) yang sering dikambing hitamkan atas penjagalan yang dilakukan pemberontak ( oposisi ) dengan pasukan Al Qaeda di dalamnya. Bashar Al-Assad difitnah membunuh ribuan rakyatnya, gara2 membantu HAMAS  ( Palestina ) dan Hizbullah ( Lebanon ). Sekuler yang anti Israel memang tidak biasa.  Untung China, Rusia memveto serangan militer ke Suriah atas nama PBB. Jangan termakan propaganda Barat.  Berpikir kritislah. Pemberontak-lah yang jahat. ( foto : IslamTimes )

Suriah. Sangat  mencemaskan dilihat dari video jurnalis Rusia, juga berita TVRI. Yang pertama mendukung pasukan pemerintah Suriah. Yang kedua , cenderung memihak pasukan pemberontak ( oposisi ). Ke mana hati ini berpihak ?

Beruntung, ada orang2 berintegritas tinggi yang selama ini saya percayai, memiliki data berharga juga analisis mereka ( yang bisa dicerna akal, logika, iman ), sehingga saya sampai  pada satu kesimpulan : pemerintah Suriah-lah yang seharusnya diselamatkan ( terlepas dari kekurangan2  presiden Bashar Al-Assad ). Bukan pemberontak yang memakai tangan asing untuk mewujudkan impian mereka ( membentuk khilafah ) secara brutal.

“Tidak ada jalan atas orang yang menzalimi manusia dan membuat kerusakan di bumi dengan tidak benar, kecuali bagi mereka azab yang pedih.” ( QS  Asy-Syura : 42 ). Proses pencarian kebahagiaan di dunia dan akhirat jangan sampai menimbulkan ketidakbahagiaan pada orang lain dan alam sekitar. Hasil yang baik harus dilalui dengan proses yang baik.

Jika kaum oposisi di Suriah ingin mendirikan khilafah, seharusnya mereka mengikuti cara damai Mesir. Melakukan proses dakwah yang panjang dengan sabar sampai mayoritas rakyat Suriah menerima ide pemerintahan Islam tersebut. Bukan memaksa, mengebom, menjagal dengan senjata dan dana dari musuh2 Islam.

Lalu, bagaimana ceritanya ? ( motif, kronologi dan analisanya ). Sebagian besar saya ambil dari Kajian Timur Tengah – Dina Sulaeman. Saya merasa perlu merangkumnya, melihat pemberitaan di TV  dan media lokal yang masih bersuara mengikuti media mainstream, milik perancang kekacauan di Suriah, Libya, Irak, dsb. Indonesia jangan sampai  tidak kritis melihat pertikaian di Suriah mengingat perannya kian besar di masa datang. Jangan malu-maluin.

Suriah, Bashar dan Hafesz dan rekayasa konflik Sunni Syiah.

Suriah berpenduduk 22.517.750 orang ( tahun 2010 ). Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen dan lainnya 10%. Presiden Suriah sekarang : Bashar Al-Assad  menggantikan ayahnya, Marsekal Hafesz Al-Assad. Hafesz memimpin Suriah dengan keras ( diktator ). Bersama saudaranya, Rifyad Assad, membawa Suriah melewati masa2  sulit Perang Enam Hari melawan Israel ( tahun 1967 ). Hafesz menggantung Ellie Cohen, mata2 Israel yang menyusupi pemerintah Suriah dan  memberangus Ikhwanul Muslimin.

Hafesz menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara2 Arab menolaknya. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, diantaranya di kamp Yarmuk. Bashar ( kalangan sipil/ dokter mata ) lebih lembut dari ayahnya yang berlatar militer. Rezim Assad didukung Partai Ba’ath yang didirikan tahun 1910 di Damaskus oleh tokoh Kristen, Michel Alfaq.  Assad seorang Syiah Alawi ( mazhab yang berbeda jauh dengan Syiah ala Iran yang sangat patuh pada garis komando ulama ), dengan pandangan hidup dan politik  sekuler seperti Barat. Assad bukan pendukung Wilayatul Faqih ( pemerintahan ulama di Iran ). Suriah berhubungan baik dengan Iran karena faktor geopolitik ( sama2 anti Israel dan pembela Palestina ), bukan mazhab. Karena Assad bersikeras tak mau berdamai dengan Israel, maka ia harus dijatuhkan. Sentimen mazhab pun ditiupkan ( kebencian Wahabi pada Syiah ).

Orang fanatik , merasa benar sendiri , dengan senjata di tangan ? Brutal.

pasukan pemberontak

Pasukan pemberontak ( oposisi ) tengah meluluhlantakkan Suriah dan membombardir warga sipil tak berdosa itu. Berharap bisa membangun khilafah dari puing2 berdarah. Meski bekerja sama dengan kafir yang menjajah banyak negara dan melakukan kejahatan perang sejak berabad-abad silam. Kebodohan macam apa yang sedang mereka lakukan ? Membantai sesama muslim dan saudara sendiri ? ( foto : okezone )

Mengerikan. Melihat orang bodoh- fanatik dipegangi senjata. Orang yang merasa paling benar sendiri. Merasa kelompoknya, satu-satunya dari 73 golongan, yang benar.  Bagaimana mungkin mereka bisa menjagal manusia dengan brutal dan menuduh penjagalnya golongan lain ? Lalu, ingin membangun khilafah di atas pembantaian sadis yang mereka lakukan dan fitnahkan. Khilafah macam apa yang terbangun nanti oleh para barbar ini ?

Para barbar menyeret sejumlah orang untuk dijejerkan ke dinding lalu dibombardir peluru selama 43 detik sampai tewas bermandikan darah.Para jasad malang itu disebut Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA ( oposisi ) adalah shabiha yang bisa mereka bantai sesukanya. Ketika mereka melakukan pembantaian massal terhadap warga Suriah ( ditusuk, digorok, dan ditembak jarak dekat ), yang tak bisa dituduhkan ke tentara Assad ( karena tidak ada bukti kehadiran militer di sana ), barbar ini lalu menciptakan musuh khayalan : shabiha ( bermakna ‘hantu’ ) yaitu milisi sipil pendukung Assad yang mereka bilang melakukan pembunuhan sadis di seantero negeri.

Suriah, sejak 22 bulan lalu mengalami tragedi kemanusiaan ini. Bashar al-Assad, presiden Suriah ( 2000 – skrg ), yang selama ini membantu Hamas dan Hizbullah melawan Israel menjadi sasaran tembak AS-Israel kali ini. Khaled Meshal ( pejuang HAMAS ), bertahun-tahun berkantor di Damaskus dan mendapatkan fasilitas perlindungan penuh dari pemerintah Suriah. Ketika barbar ( sebagian yang disesatkan media dan rekayasa foto menyebut mereka ‘mujahidin’ ) mengobrak-abrik Suriah, Meshal pindah ke Qatar ( negara penyuplai dana dan senjata para barbar ). Assad menyindir Meshal, “Sekelompok warga Palestina memperlakukan Suriah layaknya hotel.”

Assad yang Alawy juga dimusuhi muslim garis keras dan media2 Islam yang dulu berseberangan dengan media mainstream. Skenario Libya coba dipentaskan lagi oleh zionis internasional ( Bernard Levy cs ). Kelompok teroris dari Libya ( cabang Al Qaida ) dan negara2 Arab berbondong masuk Suriah dan membuat kekacauan di sana. Israel juga sudah terjun ke Suriah mengeruhkan suasana. Melakukan aksi teror yang menimpa warga sipil, tentara dan anggota misi PBB ( UNSMIS ).  Dinas rahasia AS ( CIA ) menyuplai  senjata bagi orang2 bodoh ini. Pihak oposisi Suriah tak cukup mendapat dukungan rakyat Suriah ( seperti juga Libya ) sehingga perlu mencari bantuan asing, dari kafir sekalipun.

Front Al Nousra : kelompok oposisi yang banyak meledakkan bom di fasilitas publik. Kaum oposisi Suriah rajin membantai dan mengunggahnya ke internet dan menyebutnya korban tentara pemerintah Suriah. Media massa mainstream ( berafiliasi dengan zionis, juga yang tidak kritis ) langsung melahap dan menyebarluaskan ke segala penjuru dunia. Assad dibunuh karakternya habis-habisan oleh media2 ini dengan harapan bisa segera terguling dari posisinya. Banyak rekayasa foto dan film yang diunggah untuk memprovokasi opini publik. Korban Gaza dan Irak pun dikatakan korban Assad. Gambar demo di Tunisia disebut demo di Suriah. Gambar demo pendukung Assad disebut demo anti-Assad. Gedung hancur di Palestina disebut gedung hancur di Suriah. Orang tewas bermandikan darah di Palestina disebut korban pembunuhan Assad. Serangan brutal  yang dilakukan pasukan barbar diklaim sebagai serangan tentara Assad.

Bashar, sang sasaran tembak. Gara2 mendukung Palestina dan Hizbullah.

Kekurangan Bashar : tak transparan soal keuangan negara ( di mata Barat : belum mengembangkan demokrasi  di Suriah, membantu perjuangan rakyat Palestina, mendukung penuh Hizbullah ). Hamas ( Sunni ) dan Hizbullah ( Syiah ) sama2 didukung Bashar karena mereka kelompok  perlawanan terhadap Israel. Kedua kelompok ini menjadi ancaman serius Israel, karena secara kekuatan bisa mengimbangi, meski bukan pasukan negara. Bahkan dalam perang darat 34 hari tahun 2006, Hizbullah mengalahkan Israel.

Untuk melumpuhkan Hamas, Israel lalu memblokade Gaza. Untuk melumpuhkan Hizbullah, Israel memutus jalur pendukungnya ( Suriah ) dengan mengganti presiden Bashar  Al-Assad, seperti halnya Qaddafi ( yang mengirim bertruk-truk bantuan untuk rakyat Palestina saat diserang Israel tahun 2009 ). Isu minus demokrasi di Suriah ditambah isu sektarian ( konflik Sunni-Syiah ) menjadi bumbu operasi penggulingan ini. Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki, ( juga Ikhwanul Muslimin Mesir ), serta Eropa berada dalam blok Barat, melawan blok ( Timur ) Rusia, Cina dan Iran yang mendukung Assad.

Rusia berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah, karena tinggal Suriah tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Karena AS juga telah menempatkan perimeter anti-rudalnya di Georgia ( dulu bagian Uni Soviet ). Cina diancam AS melalui pergerakan AL AS di Pasifik. Cina menciptakan kapal perang anti radar yang membuat AS was2. Iran tak disukai Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena menumbangkan Raja Reza Pahlevi ( sahabat penguasa Saudi Arabia ) dalam Revolusi 1979. Raja2 Arab itu kuatir revolusi tsb menulari negeri mereka sehingga mereka tak berkuasa lagi. Iran lalu mereka sebut negara Syiah ( bukan negara Islam alias sesat ). Iran berkepentingan di Suriah karena Bashar bisa menjamin jalur logistik Hizbullah.

Israel dan Barat menggunakan segala cara untuk menurunkan Bashar, termasuk mempersenjatai oposisi dengan senjata berat. Menggunakan media dan PBB sejak tragedi pembantaian keji 25 Mei di Houla, Suriah ( Barat segera menarik dubes2-nya ). Militer Suriah dituduh, padahal pelakunya para teroris kiriman Barat, dan korban2 terbunuh itu adalah para pendukung Bashar ( orang2 Alawi , salah satu sekte Syiah ). Sehari sebelum tragedi Houla, sekjen PBB menyurati DK PBB, menginformasikan kelompok2 teroris mapan-lah yang melakukan aksi teror di Suriah.  Indikasinya, bom2 yang digunakan sangat canggih. Saudi Arabia, Qatar, Turki juga berperan tak kecil dalam kekacauan di Suriah. Mereka digunakan untuk memperkeruh  situasi, berharap AS dan NATO dapat mengintervensi dengan payung PBB atas nama ‘kemanusiaan’.

Jubir Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ghozlan, menyerukan pengiriman pasukan internasional ke Suriah, persis suara Israel, AS, dan Inggris. IM ikut membiayai dan mendukung pasukan oposisi Suriah ( Free Syrian Army ) yang berbasis di Turki, bersama Arab Saudi dan Qatar. Keterlibatan IM dimediasi faksi Hariri di Lebanon ( yang selama ini memang anti-Suriah ). NATO merekrut ribuan sukarelawan muslim dari negara2 Timur Tengah untuk ikut bertempur bersama pemberontak Suriah. Turki menjadi tuan rumah dari para ‘pejuang’ ini, melatihnya, dan menyusupkannya ke Suriah. How could you,  Mr  Erdogan ?

Kenapa pemberontak mengemis bantuan asing ( imperialis ) ?

Kekuatan oposisi tidak mengakar luas di tengah rakyat sampai mampu memicu kerusuhan besar-besaran. Ini hanya hasil operasi rahasia intelijen AS dan NATO yang memicu kekacauan sosial dan mendestabilisasi Syria. Sejak pertengahan Maret 2011, kelompok2 militan bersenjata yang secara rahasia didukung intel Barat dan Israel, mulai meneror, menembaki gedung2 pemerintahan, polisi dan masyarakat sipil. M 16 ( Dinas Rahasia Inggris ) dan CIA pun hadir di Suriah.

Awalnya kaum oposisi bernaung di bawah panji Syrian National Council ( SNC ) dan Free Syrian Army (FSA) yang dibentuk di Turki.  Sheikh Adnan Al-Arour yang tinggal di Arab Saudi mereka dapuk sebagai pemimpin spiritual. Al Arour berjanji jika ‘pasukan oposisi’ menang, kaum Alawi akan dicincang dan diberikan ke anjing.

Kaum muslim ‘moderat’ ( dipimpin Ikhwanul Muslimin ), memilih bergabung dalam National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces ( dibentuk di Doha, Qatar ). Koalisi baru ini didukung Qatar, Arab Saudi, AS, Inggris dan Prancis yang selama ini membiayai, mengirimi senjata, memfasilitasi kedatangan pasukan barbar ke Suriah. Mereka juga akan melawan Assad. Hizbut Tahrir ( termasuk dari Indonesia ) mengecam pembentukan koalisi baru ini. Gabhat al Nousra, Ahrar Al Sham Kataeb, Liwaa al Tawhiid dan Ahrar Souria memilih memisahkan diri dan mendeklarasikan perjuangan membentuk khilafah di Suriah dengan cara mereka sendiri.

Oleh pihak oposisi, rezim Assad dicitrakan sesat, kafir, kejam, sedemikian brutal membantai rakyatnya sendiri. Untuk menutupi fakta sebenarnya : AS dan Israel ingin mengganti presiden Assad dengan orang yang mau ‘mengamankan’ kepentingan Israel. Sejak Januari 2011, warga Suriah diseru via Facebook dan Twitter turun ke jalan. Tak banyak yang datang ( dibanding aksi demo di Kairo ). Demo di Daraa, kota kecil berpenduduk 75.000 jiwa, menelan korban tewas : 7 polisi dan 4 demonstran. Jika ada polisi tewas, berarti para pendemo bersenjata ( bukan demo damai ), apalagi markas Partai Baath dan kantor pengadilan mereka rusak juga. Setelah tragedi Daraa, demo besar-besaran mendukung Assad berlangsung di Damaskus ( 26/3/2011 ).

Rezim Assad sebetulnya berideologi sosialis dan haluan pemerintahannya sekuler. Assad bermazhab Alawi sedang 80% rakyat Suriah beraliran Sunni ( juga mayoritas pasukan Suriah ).Jika ingin menumbangkan Assad tentu mudah saja. Tinggal berdemo masif berminggu-minggu, tanpa senjata, seperti rakyat Iran ( ketika menumbangkan Syah Pahlevi yang pro-Barat ). Tak perlu menjagal dan minta bantuan kafir seperti kaum oposisi barbar ini. Itu artinya, mayoritas rakyat Suriah pro-Assad.

Setelah menaruh Gabhat Al Nousra dalam daftar teroris ( karena akan mendirikan khilafah ), AS pun mulai terjun langsung ke medan perang : mengirim 6000 tentara ‘jihad’ ( 4000 dari Lebanon ). Diupayakan beberapa mantan jenderal berhasil meraih kekuasaan lalu meminta bantuan internasional. Isu penggunaan senjata kimia oleh Assad akan dijadikan pretext perang yang melibatkan NATO atau PBB.

Intervensi kemanusiaan artinya serangan militer. Bukan bantuan kemanusiaan.

Pengungsi Suriah

Pengungsi Suriah mencapai lebih 122 ribu di Lebanon dan Yordania. Dalam pelarian pun mereka masih sempat dibantai pemberontak. Dasar tak berperikemanusiaan. ( foto : liputan6 )

Negara adalah entitas berdaulat yang berhak penuh dalam mengendalikan rakyat, menetapkan hukum dan mengamankan wilayahnya.  Negara mana pun tak berhak melakukan intervensi terhadap negara lain, apapun alasannya. PBB menyatakan : sebuah negara tidak boleh melakukan serangan militer terhadap negara lain, kecuali seizin Dewan Keamanan PBB. Dalam kasus Irak, DK PBB sama sekali tidak memberikan izin, namun AS dan sekutunya tetap menyerang Irak. Dalam kasus Libya, DK PBB memberi izin untuk ‘melakukan segala hal yang dianggap perlu demi melindungi rakyat sipil Libya’ ( dan kemudian disalahgunakan ). Saat itu, Rusia dan China abstain. Dalam kasus Suriah, Rusia dan China menggunakan hak vetonya dan menolak dilancarkannya serangan militer atas nama PBB ke Suriah.

Doktrin humanitarian  intervention pertama kali dikemukakan tahun 1800-an oleh Eropa dalam menghadapi Imperium Turki. Kriteria justifikasinya saat itu : ‘ketidakadilan dan kekejaman’ yang menyinggung moral Kristen dan peradaban Eropa. Eropa lalu merasa berhak melakukan serangan militer ke wilayah2 yang dikuasai Turki : Yunani ( 1826 ), Suriah ( 1860 ), Armenia ( 1896 ), dll. Realitas sebenarnya :  agenda kolonialisme Eropa terhadap Imperium Ottoman. Ketika Eropa menyerang Turki, nilai2 kemanusiaan justru dilanggar, muslim mereka anggap kaum barbar lalu diperlakukan secara brutal.

Kini muncul gerakan mengajukan NATO ke Pengadilan Penjahat Perang Internasional dengan tuduhan melakukan intervensi terhadap negara berdaulat, melakukan serangan dan pengeboman terhadap kota-kota, desa, menghancurkan gedung-gedung, dan membunuh rakyat sipil yang tidak bisa dijustifikasi sebagai kepentingan militer.

Dengan dukungan Rusia, pasukan Suriah akhirnya menyerbu Homs ( 9 Februari ), setelah semua upaya mediasi dengan pasukan pemberontak ( FSA ) gagal. FSA akhirnya kalah dan mundur ke wilayah Emirat seluas 40 hektar yang langsung dikepung pasukan Suriah ( pemerintah ) sekaligus merebut wilayah tsb ( 1 Maret ). Pasukan FSA sempat membantai orang2 Kristen di dua desa, saat mereka melarikan diri ke Lebanon. Jumlah pengungsi Suriah ke Lebanon  lebih 122 ribu orang.

Ada apa dengan Dubes Stevens dan Direktur CIA Petraeus ?

Pengunduran diri Direktur CIA, Petraeus, sebenarnya terkait  skandal konsulat AS di Benghazi. Bukan kasus perselingkuhan, melainkan upaya agar Petraeus urung memberi kesaksiannya atas Benghazi. Massa datang berdemo ke gedung konsulat AS di kota Benghazi, memprotes pembuatan film yang menghina Nabi Muhammad Saw. Lalu, datang 20 militan membombardir gedung konsulat dengan RPG7 yang menewaskan Dubes AS ( Stevens ) dan 3 stafnya. Demo itu untuk pengalih perhatian bagi serangan yang sudah direncanakan.

Banyak teroris Suriah datang dari Libya ( setelah penggulingan Qaddafi ) dengan dukungan NATO dan AS. Sebagian besar dari Al Qaeda. Benghazi, salah markas Al Qaeda ( sumber utama pemberontakan di Libya dan Irak ) yang kini mengontrol sebagian besar Libya. Waktu Qaddafi nyaris menggempur mereka, pesawat2 NATO melindungi Benghazi dan menghentikan aksi Qaddafi. Pasukan oposisi Suriah, sebagian besar teroris Al Qaeda. Oposisi Suriah telah dipersenjatai AS sejak tahun 2006. Pemerintah Libya pasca Qaddafi adalah penyandang dana terbesar dan penyuplai senjata bagi oposisi Suriah.

Konsulat AS di Benghazi dipakai sebagai markas operasi rahasia CIA. Keberadaan Kemenlu AS hanya kedok diplomatik. Misi CIA : mencari dan membeli kembali senjata berat yang dijarah dari gudang2 senjata pemerintah Libya. Mendiang Dubes Chris Stevens ( dibunuh karena ) dianggap mengetahui pengiriman2 senjata2 berat dari Libya untuk pemberontak Suriah. Maret 2011, Stevens menjadi penghubung resmi AS dengan oposisi Libya yang terkait al-Qaeda, berhubungan dengan Abdelhakim Belhadj dari Libyan Islamic Fighting Group ( sekarang sudah bubar ), dan sejumlah pasukan dari grup ini yang kemudian merenggut nyawa Stevens dalam penyerangan.

Belhadj ( kontak utama Stevens selama revolusi Libya ) sebagai direktur Tripoli Military Council bertemu dengan pimpinan Free Syrian Army ( FSA ) di Istanbul dan di perbatasan Suriah-Turki untuk membicarakan komitmen pemerintah baru Libya menyediakan uang dan senjata bagi oposisi Suriah. Kapal Libya yang membawa 400 ton senjata ( SA-7 surface-to-air  anti-craft missiles, rocket-propelled grenades, dll ) lalu berlabuh di Turki sebelum ke Suriah. Senjata2 berat itu lalu digunakan pemberontak untuk menembak jatuh helikopter dan jet tempur militer Suriah.

1,2 mil dari konsulat AS di Benghazi ada markas CIA yang pengamanannya jauh lebih canggih dari pengamanan di vila sewaan Stevens maupun konsulat AS di Benghazi. CIA juga menyalurkan senjata bagi pemberontak di selatan Turki. Kebijakan luar negeri AS ( ditentukan lobi2 zionis Israel : AIPAC, ADL, CFR, Rand Coorporation, Bilderberg, dll ) selama ini adalah mendukung para teroris untuk mencapai tujuan geopolitik. Pemerintah AS secara konsisten merencanakan perubahan rezim di Suriah dan Libya selama 20 tahun terakhir. AS memimpin perang melawan terorisme di Afghanistan dan Irak, dengan dalih memburu Al Qaida dan Osama bin Laden. Tapi di Suriah, AS justru bekerja  sama dengan Al Qaida untuk menggulingkan Assad. Al Qaida didirikan dan didanai AS.

Jihad ala Taliban dan Al Qaeda. Gurunya AS  yang mencuci otak pelajar di ‘madrasah’.

Jihad artinya bekerja keras menjalani hidup di jalan yang diridhoi Allah.  Namun, Islam dalam propaganda Barat adalah sumber terorisme ( ajaran jihad ). Jihad ala Taliban hasil ‘pendidikan’ AS. AS dengan dana miliaran dolar menyuplai buku2 teks berisi gambar2 kekerasan dan ajaran militan ke sekolah2 di Afganistan. Gambar pistol, peluru, tentara, granat masuk kurikulum utama. CIA mendanai iklan2 di koran dan newsletters di seluruh dunia, mengajak bergabung dengan ‘jihad’ ini. Osama bin Laden merekrut  4000 relawan dari Arab Saudi dan berhubungan dekat dengan pemimpin mujahidin paling radikal ( juga CIA, meski sejak 11/9/2001 mereka menampiknya ).

Osama ( 22 tahun ) direkrut CIA tahun 1979 untuk dilatih di kamp gerilyawan yang disponsori CIA.Pada era Reagan dimulai operasi rahasia mendukung berkembangnya ‘fundamentalisme Islam’, menyusul ‘Perang Melawan Terorisme Global’ ditiupkan setelah meledaknya menara kembar WTC. Para pejuang kebebasan Islam ( Islamic freedom fighters ) itu kini dilabeli AS sebagai teroris.  Habis manis sepah dibuang.

Dalam pendidikan ‘jihad’ini, AS bekerja sama dengan misi Wahabi dari Arab Saudi. Taliban ( berarti pelajar ) yaitu pelajar di madrasah2 yang didirikan Wahabi dengan dukungan CIA. Sistem pendidikan di Afghanistan sebelum penjajahan Soviet adalah pendidikan sekuler. Namun, sejak operasi pengembangan fundamentalisme Islam oleh CIA, jumlah madrasah dari 2.500 ( tahun 1980 ), kini menjadi lebih 39.000 madrasah. ISI ( dinas rahasia Pakistan) juga terlibat dalam operasi CIA ini dengan merekrut dan men-training mujahidin. Dari tahun 1982 hingga 1992, sebanyak 35.000 muslim dari 43 negara muslim di seluruh dunia direkrut ISI untuk berjihad di Afghanistan.

Di  Pakistan juga didirikan madrasah2 yang didanai Arab Saudi dengan dukungan AS, untuk penanaman ‘nilai’ Islam ( yang mengerikan ). Perempuan diwajibkan mengenakan burqa,  dilarang bersekolah dan bekerja, perempuan lebih baik mati ketimbang ditangani oleh dokter pria, kekayaaan arkeologi Afghanistan, seperti patung Budha Bamiyan, dihancurkan, dst. Ketakutan menyebar ke seluruh dunia. Islam ( seolah ) identik dengan kekerasan, penindasan, fanatisme buta, brutalisme, anti-toleransi. Ketika WTC  ( milik pengusaha zionis ) itu mereka ledakkan sendiri, segera Osama menjadi sang tertuduh, dikejar hingga ke lubang tikus ( lalu di bunuh di villa persembunyiannya di Pakistan ) . Perang melawan terorisme ( judul iklannya ) dikobarkan di seluruh penjuru dunia ( melariskan dagangan senjata pengusaha zionis ). Efeknya terus terasa : ketika terjadi teror di Norwegia langsung ‘teroris Islam’ dituduh. Meski terbukti kemudian bukan muslim pelakunya, tiada kata maaf terucap.Kaum muslim yang termakan propaganda ini menjadi sinis pada segala sesuatu berbau pemerintahan Islam. AS pun dibiarkan mengobok-obok Afganistan,  Iran, Irak, Libya, dan dunia Islam, dengan dalih ‘membebaskan’ masyarakat dari ‘penindasan’.

Simbol kerukunan agama pun dibom. Mengobarkan kebencian antar etnis ?

Suriah

Suriah ketika masih indah.  ( foto : mobypicture )

“Apa yang mereka inginkan dari Suriah ?” tanya warga Jaramana, daerah pinggiran kota Damaskus, Suriah, yang dikenal sebagai daerah “pluralis”, setelah terjadinya aksi2 pemboman yang menelan lebih 50 warga sipil tak bersenjata tewas dan 120 org luka. Tak ada kantor dan fasilitas militer di sini yang bisa dijadikan alasan dilakukannya serangan.“Kota ini menampung semua orang dari seluruh penjuru Suriah dan menyambut hangat semua orang yang datang ke sini,” tambahnya.Kota Jaramana simbol kerukunan beragama dan pluralisme di Suriah yang dilindungi negara. Islam Sunni, kaum Alawi, Kristen dan Druze telah hidup rukun selama berabad-abad di sini. Mereka mendukung presiden Bashar al Assad.Para pengebom ingin mengganti toleransi dengan kebencian antar etnis.

Gerakan pemberontakan Syria dikendalikan zionisme internasional dengan agen pelaksana : para ekstremis Wahabi Salafi yang melihat pluralisme dan hubungan erat antar pemeluk agama sebagai “musuh”. Agen2 pelaksana lainnya adalah para “prajurit bayaran” yang mencari uang dengan membunuh. Tak peduli siapa sasarannya, termasuk wanita dan anak-anak sekalipun.

Kedua kelompok pemberontak ini disatukan misi : menghancurkan Suriah sehancur-hancurnya. Cara termudah : memprovokasi pertikaian antar kelompok agama dan etnis yang ( diharapkan ) melemahkan, dan lalu menumbangkan pemerintah pusat yang selama ini menjadi pelindung kebebasan beragama. Negara berada dalam pertikaian SARA yang tak berujung.

Agenda zionis ( Israel, AS, Barat ) di Timur Tengah dan Afrika. Dominasi dan hisap minyak emasnya.

Zionisme internasional memandang Suriah pengganjal proyek zionisme di Timur Tengah. Rezim Sunni di Arab, Turki, Mesir ingin menghancurkan pengaruh Iran, sekutu dekat Suriah, yang kian kuat di kawasan. Jika Suriah hancur, maka pengaruh Iran akan berkurang dan zionisme leluasa mendominasi Timur Tengah.Kampanye pembebasan Suriah untuk demokrasi yang didengungkan Barat hanya kedok untuk imperialisme sesungguhnya nanti. Pelaku kampanye nyatanya negara2 paling tidak demokratis di dunia : Arab Badui ( Arab Saudi, Qatar, dll ) yang tak kenal pemilu.

Berbagai aksi biadab, termasuk pembantaian di Houla akhirnya terbongkar sebagai aksi keji pemberontak. Warga sipil, termasuk wanita, anak, balita diberondong senjata ketika tertidur. Lainnya, digorok lehernya. Pemboman masjid bersejarah di Aleppo memperlihatkan pasukan pemberontak menikmati aksi brutal mereka. Pemerintah negara2 Barat dan sekutu mereka biasanya membisu melihat kekejian ini. Atau mengecam, dan menuduh pemerintah dan pasukan Suriah yang melakukan. Misalnya, saat teror di Jaramana, tanpa penyelidikan dulu, pemerintah Amerika, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Turki kompak mensponsori resolusi mengutuk pemerintah Suriah. Untung, masih ada blogger2 berintegritas, para pejuang keadilan dan media independen yang membongkar kebohongan2 itu.

Iran, Rusia, Cina, Irak, Venezuela, Bolivia, Kuba dan Lebanon menganggap krisis Suriah sebagai kejahatan konspirasi Barat dan sekutu regionalnya untuk mewujudkan dominasi Barat di Timur Tengah. Lebih 20 bulan gagal menggulingkan pemerintah Assad, teror pemberontak kian masif dilakukan. ( di TV, saya lihat mereka minta bantuan internasional untuk menuntaskan aksi keji mereka yang mereka sebut ‘perjuangan’ ). Iran melihat permintaan ini ( dan kejahatan kian masif mereka ) sebagai keputus-asaan dan sinyal penghabisan.

Mursi yang tertekan, mengabaikan Palestina. Tunjukkan solidaritas dan nyalimu !

Makan Solahuddin

Makam Solahuddin yang sederhana berada di kompleks gedung ini. Pejuang, pemimpin dan pahlawan Islam yang gagah berani membebaskan Palestina ketika diduduki pasukan Salib-Eropa,  tetap sederhana di akhir hayatnya.  Gedung ini terletak di Damaskus, ibukota Suriah yang tengah berkecamuk dilanda krisis. Akankah seheroik Solahuddin- kah, presiden Mursi ( Mesir ) dan Assad ( Suriah ) dalam menjaga harga diri Islam ? No way dalam jeratan kekuatan asing. Mandiri dan bermartabatlah.

“Saya yakin di era baru ini, bangsa Mesir akan bergerak menuju puncak kehormatan dan kemajuan,” ujar Ahmadinejad pada presiden Mohamed Mursi ( sejak 30/6/2012 ) setelah keberhasilan referendum Mesir ( 25/12/2012 ).

Sejak Mursi berani mengeluarkan Dekrit 22 November, pemimpin Barat dan media asing yang dulu mendukung revolusi Mesir sekarang menghujat Mursi habis-habisan dan berusaha menggulingkannya. Demo pro-Mursi tidak diliput. Media2 berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin dan blogger2 dari Al Azhar lalu berjuang meng-counter pemberitaan Barat yang menyesatkan. Tanpa dekrit, upaya perumusan konstitusi baru Mesir akan selalu diganggu kelompok pro-Mubarak dan pro-Barat.

Hasil referendum berpihak pada konstitusi baru Mesir yang berhaluan Islam. Iran menyebut Revolusi Mesir sebagai kebangkitan Islam ( sebagian besar media dunia menyebut Revolusi Mesir sebagai kehendak rakyat berdemokrasi setelah 30 tahun dibungkam rezim represif Mubarak ).

Jamaluddin Al Afghani, ulama Islam pemberani dan pejuang besar, mendapati tempat yang tepat untuk melawan Barat dan Eropa adalah di Mesir.Pemerintahan Islam dikehendaki sebagian besar rakyat Mesir. Kini rakyat Mesir mendukung Ikhwanul Muslimin.  Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin, dikenal saleh dan hafal Quran.Juli 2012, Mursi sempat membuka gerbang Rafah ( bagi warga Palestina untuk berbagai keperluan ). Namun, setelah 16 tentara Mesir dibunuh teroris, sejak Agustus 2012, Mesir kembali menutup Rafah.( teroris itu bisa jadi suruhan Israel, karena setelah membajak 2  kendaraan militer Israel lalu lari ke Israel. Tujuannya, agar warga Palestina tetap terpenjara dengan ditutupnya gerbang Rafah oleh pemerintah Mesir ).

Tentara Mesir juga mulai menutup terowongan2 Gaza dengan membanjirinya dengan air. Operasi penghancuran terowongan galian itu dikatakan untuk ‘mewujudkan keamanan di kawasan Gurun Sinai’. Sebetulnya, Mursi terbelenggu oleh IMF setelah mendapati hanya tersisa 14 miliar dolar untuknya menjalankan roda pemerintahan Mesir. ( IMF : dikuasai pengusaha zionis yang mewajibkan negara yang diperbudaknya membayar kembali berkali lipat ( riba ), memaksa banyak hal seperti mencabut subsidi yang memiskinkan rakyat dan menjual sumber daya alam murah meriah ke perusahaan asing ).Tekanan yang diterima Mursi terkait ‘keamanan Israel’sehingga Mursi sedemikian lemah dalam membela Palestina.

Warga Mesir pendukung Mursi sebaiknya mendorong Mursi agar tidak menyerah pada kekuatan asing ( IMF, imperium kapitalis, zionis ). Lebih baik mati syahid menjaga martabat muslim sejati dan belajar dari Iran, bagaimana bisa tetap tegak menjaga kehormatan rakyat dan kedaulatan negara dengan kekuatan sendiri. ( setelah mendirikan Republik Islam, para pemimpin, pejabat dan ilmuwan Iran dibunuh teroris, namun rakyat Iran tetap bertahan dan menolak tunduk pada kekuatan asing ).

Nasib Libya dan Suriah setelah dikeroyok para pembenci nan serakah.

Suriah hancur

Suriah ketika hancur dibombardir NATO, teroris Al Qaida, relawan Arab, AS, Israel, Eropa. Para pelanggar kedaulatan yang tak pernah dihukum karena mengirim senjata ilegal, pasukan asing, dst. Dunia memang ( masih ) timpang. ( foto : Indonesiarayanews )

Konflik di Suriah belum reda.  Negara2 Barat, Turki, Arab Saudi, Qatar, Emirat, Libya yang selama ini mendukung kelompok pemberontak ( dengan dana, senjata, pasukan ) masih terus melancarkan upaya menghalangi proses stabilisasi di Suriah. Intervensi kemanusiaan ( ‘Humanitarian Intervention’ ) adalah serangan militer bukan‘bantuan kemanusiaan’ ( obat, uang ) ketika negara tertimpa bencana. NATO dianggap  boleh menyerang Libya dan menggulingkan Qaddafi karena konon Qaddafi adalah diktator yang menyengsarakan rakyatnya. Kini, banyak pihak ( akibat propaganda hitam pemberontak yang disebarluaskan media mainstream milik pengusaha zionis dan media lokal yang tidak kritis ) menyerukan serangan militer AS dan NATO ke Suriah dengan alasan Assad sudah membunuhi ribuan rakyatnya.

Libya, salah satu yang menjadi korban ‘Humanitarian Intervention’. Tengok nasibnya kini. Libya yang sebelumnya salah satu negara terkaya di Afrika, setelah hancur dibombardir NATO kini jatuh miskin dan terjerat hutang. Para negara sponsor perang-lah yang menikmati konsesi minyak, rekonstruksi Libya dari hutang baru Libya pada Barat.

Suriah, negeri indah yang kini luluh lantak setelah ‘disentuh’ Israel-AS-Barat. Lebih setengah juta warga Suriah kini mengungsi ke Yordania dan sekitarnya. Perempuan2 Suriah menjadi korban perdagangan perempuan. Dijual ke pria2 hidung belang negara2 Arab pendukung perang.

Media corong Barat dengan propaganda menyesatkan.

Aljazeera ( Qatar ), Al-Arabiya ( Saudi Arabia ), France24 ( Perancis ), BBC ( Inggris ) and CNN ( Amerika ) di bawah koordinasi jurnalis Israel adalah media2 yang rajin menyebarkan propaganda bohong yang memojokkan Assad. Video palsu tentang kerusuhan di  Suriah juga dibuat Danny Abdul Dayem ( 22 tahun, warga Suriah-Inggris ) bekerja sama dengan Anderson Cooper dari CNN Amerika. Video ini menggunakan efek suara bom dan letusan senjata seolah para aktivis sedang dibantai pasukan ( pemerintah ) Suriah.

Revolusi ( Arab Spring ) terus menggelinding ke berbagai negara di Timur Tengah, seperti Yaman dan Bahrain. Berharap sampai menggilas rezim zionis-Arab Saudi ( Islam-Amerika ). Gelombang protes massal juga menghantam daratan Eropa : serunya aksi massa di Yunani, Spanyol, Italia, Jerman, Inggris ( London ). AS di tubir kebangkrutan ekonomi ?  Israel digerogoti krisis multi dimensional ? Semoga hegemoni mereka berakhir lebih cepat.

Setelah Libya, Suriah dan Iran, para gangster abad 21 ini akan mengincar target lain di Timur Tengah yang kaya minyak, terutama. Indonesia juga dipandang sebagai target untuk dipecah menjadi negara2 kecil agar kekayaan alamnya semakin mudah mereka eksploitasi. Imperialisme Anglo-Amerika ( Barat ) – lah yang selama berabad-abad melakukan kejahatan yang sama adalah musuh sebenarnya bagi Sunni, Syiah, dan seluruh umat manusia dari berbagai agama dan ras. Skenario disintegrasi di Suriah dan Libya perlahan sedang  diimplementasikan di  Indonesia. Kita mesti cerdas melihat siapa kawan siapa lawan sesungguhnya, sebelum Indonesia hancur seperti Libya.

Do we just get many lessons here,  people ?

Written by Savitri

10 Maret 2013 at 00:08

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , , , , ,

Libya dalam sorotan. Peran strategis Indonesia di masa depan.

with 2 comments

Oposisi/ pemberontak menjaga lokasi penyulingan minyak Libya. Minyak Timur Tengah dan Afrika menggiurkan negara2 Barat. Apalagi minyak Libya yang terkenal berkualitas tinggi. Karena emas hitam ini rakyat di sana, keluar masuk mulut serigala perang. Akan berakhir di mana nasib mereka ? Menjadi warga bermartabat atau kembali menjadi perahan negara2 Barat ? Kita akan menonton saja, atau ikut membantu mereka menemukan jati diri dan takdirnya ? Keputusan di tangan kita semua, wahai warga Indonesia yang berdaulat. ( foto : vivanews )

Libya. Kian berdarah. Saya tak menduga reformasi bisa semahal itu di Timur Tengah dan Afrika. Apa yang sebenarnya terjadi ?

Mereka menyebut-nyebut kita muslim terbesar di dunia ( jumlah muslim di India lebih besar, tapi mereka tidak mayoritas/ memerintah di negerinya ). Pasukan kita dikirim ke Haiti ( dekat Kuba, negerinya Fidel Castro, teman Qaddafi ) untuk menjaga perdamaian. Mungkinkah dikirim juga ke Libya untuk melaksanakan gencatan senjata ? ( seperti yang dipidatokan SBY, 29/03/2011, setelah mengirim surat ke sekjen PBB, Ban Ki-moon, soal sikap Indonesia terhadap konflik Libya  ). SBY berharap proses perdamaian melibatkan organisasi kawasan Uni Afrika dan Liga Arab serta negara yang tengah dilanda konflik.

Pendek kata, semua harus diajak serta, cari political settlement, dan mengakhiri kekerasan yang sedang terjadi… Kemudian, jika gencatan senjata sudah terjadi, TNI siap menjalankan misi perdamaian di Libya. Dalam Resolusi 1973 belum diatur secara eksplisit, nyata dan kuat, perlunya semacam peace-keeping mission yang mana kala gencatan senjata dapat dilakukan, maka gencatan senjata perlu diawasi dan dipantau. Ada supervisi dan monitoring. Dalam inter-state konflik, sering kita saksikan yang mengawasi gencatan senjata. Peace keeping mission and peace keeping forces,” kata SBY.

Anis Matta, sekjen PKS, ( setelah kunjungannya ke Sudan ? ) mengatakan : Muammar Qaddafi sebenarnya ingin exit ( keluar ) dari situasi ini, tapi pihak oposisi/ demonstran ( Qaddafi menyebutnya pemberontak ) tak mau ( memberikan nice exit pada Khadafi ), sehingga Qaddafi memilih bertarung hingga titik darah penghabisan ( memberi contoh kegigihan melawan kekuatan asing pada warga dunia Arab dan Afrika ).

Super sibuk di sini, panas dingin di Timur Tengah. Indonesia bantu Libya ?

Peta Libya. Chad, negara tetangga yang mematai ada di selatan Libya, atas pesanan AS ( Exxon Mobile ). Apa Singapura dan Timor Leste yang kelahirannya dibantu Barat berfungsi sama terhadap Indonesia ? Keep watching.. ( foto : warta kota )

Banyak orang mengutuk kekeraskepalaan Qaddafi yang tak mau mundur sehingga korban terus berjatuhan dari 2 belah pihak. Tapi, wajah berseri WNI yang pernah memiloti pesawat kepresidenan Libya saat menceritakan interaksinya dengan Qaddafi, dan analisis dari “Sabili” ( majalah berita Islam terbesar di Indonesia ), membuat saya berpikir lain.

Ya,  Maret ini juga ‘dimeriahkan’ JIL ( Jaringan Islam Liberal ) yang mempenetrasi pemikiran sebagian elit partai pemerintah/ Demokrat sampai partai Islam nyaris tersingkir, batalnya PKS tergusur dari kabinet/ reshuffle, bom buku untuk pendiri JIL, ‘abuse power’ Yudhoyono versi Wikileaks ( digaungkan koran Australia, SMH dan TA ), kericuhan PSSI di Pekanbaru, konflik Ahmadiyah, keluarnya Susno dari tahanan lalu menjadi penasehat staf ahli Kapolri, dst. Penuh dinamika ( dan tanda tanya ). Begitu banyak kesulitan menimpa ( bencana alam bertubi-tubi, tragedi kemanusiaan silih berganti, mega korupsi menggantung, lemahnya penegakan hukum, sandiwara politik, skenario adu domba pihak asing, dsb ), tapi kita masih sempat membantu rakyat Libya, Haiti dan korban gempa-tsunami-radiasi nuklir Jepang ?  I love this country.

Film perang pemenang Oscar, mengelabui tujuan operasi militer AS di seluruh dunia.

Si penjinak bom di depan pekerjaannya yang gagal di Irak. Di negeri kita, bom juga lama2 menjadi cerita biasa, sejak bom2 pertama meledak tahun 2000. Tak lagi menakutkan, malah jadi tontonan, sampai tim Gegana dan Densus repot mengusir pers dan warga yang berebut melihat. Indonesiana, ya.. ( foto : life-geek )

Seorang berkeringat dingin dengan belitan bom di jok mobil. Tampak manusia berpakaian seperti Hulk, besar kehijauan, berjalan mendekati dengan ayunan raksasa ( saking beratnya kostum penjinak bom ), mengutak-atik kabel aneka warna. Si korban lari tunggang langgang setelah terbebas. Si Hulk mengira bisa lega setelah bom dilumpuhkan. Ternyata, masih ada bom rahasia tertinggal. Blaarrr !!  Bayangan si Hulk meninggalkan jok pun mengabur. ( ingat adegan Willem Dafoe terjerembab di  film “Platoon” setelah dibokong rivalnya Tom Berenger ? Menggapai-gapai  helikopter yang meninggalkannya di keganasan belantara hutan Vietnam, plus pejuang Vietkong plus plus persenjataan terhunus. Seperti gajah luka dikepung belasan macan yang siap mengoyak, menelan dagingnya bulat2  ). Simpati mudah terlontar, berpihak pada ( penjajah ) AS melalui gambar2 berkualitas sekelas Oscar.

Pengganti Hulk juga menimbulkan simpati. Tangguh menjinakkan pelbagai ranjau dan bom, dari yang tunggal sampai yang berantai, tersembunyi di bawah ketebalan pasir gurun Irak. Ia berteman dengan bocah Irak yang suka bermain bola dan diberi coklat olehnya. Suatu siang, ia mendapati bocah ini terkapar ‘tidur’ ( mati ) dengan bom terpasang di dalam perut. Si penjinak dengan perasaan campur aduk, membongkar kulit/ isi perut ‘teman’ kecilnya untuk mematikan bom  agar tak turut membunuhnya. Setelah itu, si penjinak ( asal AS ) meraung marah di bawah pancuran kamar mandi, meledakkan seluruh perasaan yang terpendam selama berdinas di Irak ( setelah diinvasi tahun 2003 oleh AS cs ). Menggetarkan.

(  perasaan ini timbul karena kesamaan ‘pengalaman’ : si penjinak bandel ini begitu piawai di dunia perboman, tapi di rumah tak pernah nyambung bicara dengan istri, keluarga, bahkan rekan sepasukan yang berkemampuan rata2. Sepertinya, mereka yang terdepan, merintis, mesti maklum jika dihadapkan jalan2 sunyi demi idealisme yang diperjuangkan. Join the club, man )

Si penjinak lalu melangkah gagah berani menghampiri bom demi bom. Dunia yang paling ‘mengerti’ dirinya. Menyenangkan, serupa mainan yang menghiburnya. Berteman dengan maut. That makes him damn good. Itu dua adegan terindah ( tangguh tapi juga manusiawi ), menurut saya, dalam “The Hurt Locker” ( 2008 ), film terbaik Academy Awards 2010 ( Oscar ), disutradarai  Kathryn Bigelow, istri pembuat film “Avatar”. Andai pasukan AS dimotivasi dan digunakan untuk membela kebenaran dan keadilan, bukan alat pengusaha minyak dan senjata untuk mengeruk kekayaan negeri lain ( seperti dalam kehidupan nyata ). Sayang sekali.

Bocah informan, pengkhianat bagi rakyat Irak, pahlawan bagi pasukan AS.

tentaraAS

"US wants you" pada iklan perekrutan tentara Amerika. Beginilah aksi tentara AS yang sering tandang di negara2 muslim kaya minyak/ sumber alam. Sayang, digunakan untuk melayani kepentingan pengusaha minyak dan senjata AS, daripada rakyat Amerika sendiri. Apa citra buruk yang terlanjur melekat bisa dipulihkan ? Dalam bisnis, nama baik adalah segalanya. Sekali tercoreng, sangat sulit membersihkannya. Apa mereka tak pernah memikirkan reputasi untuk kelangsungan hidup jangka panjang ? ( foto : Goran Tomasevic )

Bocah malang itu dalam versi nyata pernah dihadirkan di episode Oprah Show, sebagai  anak lugu nan malang. Terlihat malu2 disebut pahlawan bagi pasukan AS, dan dielu-elukan ( dikatakan anggota keluarganya dibunuh militan Irak, karena ayahnya menjadi informan pasukan AS ). Di episode lainnya, Oprah terkejut ( begitu pula sebagian rakyat AS yang menonton ) ketika diberitahu beberapa narasumber ( selanjutnya tak ditampilkan lagi di acara tsb  ) bahwa korban invasi AS itu bukan 1000 orang seperti diberitakan media2 besar AS selama ini ( dikuasai pengusaha zionis ), tapi lebih dari 100.000 warga Irak !  ( dan terus bertambah ). Karena ‘kecolongan2’ seperti itu Oprah sempat dituduh membantu menyuarakan opini garis keras. ( kita yang di luar Amerika, tahu persis kejahatan nyata  AS di Irak ).

Kabut disinformasi begitu pekat di tanah Amerika. Hingga Oprah dan banyak warga AS lainnya tidak tahu kejadian sebenarnya di Irak, Afganistan, Palestina, dan negeri2 nun jauh yang dicekoki AS. Mereka tahunya pasukan AS sedang membebaskan rakyat negeri anu dari tirani anu. Begitu sibuknya pasukan AS ( menyedot pajak warga AS, untuk memporak-porandakan banyak negeri yang ogah memberikan minyak/ sumber alamnya semurah mungkin kepada AS  ) sampai warga AS protes, kenapa pasukan AS yang harus terus membereskan masalah2 negara lain ? Mereka tak sempat berpikir lama untuk mengurai kebohongan ini, karena harus kembali bekerja membanting tulang agar tak terlempar ke jalanan sebagai tuna wisma.

Ilusi dolar menguras keringat, darah & kekayaan alam bangsa2. Lolongan siapa paling keras ?

Mata uang mereka dicetak oleh lembaga swasta ( bukan Depkeu AS, begitu juga rupiah yang masih dibuat di AS ), milik bankir zionis. Merekalah, para kapitalis yang membuat bumi ini gonjang ganjing. Uang dolar ini bisa mereka cetak semau gue, tanpa jaminan emas atau harta berharga yang riil. Ilusi dolar. Demi dolar ini, rakyat AS dan sebagian besar warga dunia harus kerja keras banting tulang dan menguras kekayaan alam ( apalagi yang terjerat hutang IMF, Bank Dunia  ) untuk klan zionis  ( harga minyak dihitung dengan kurs dolar AS, nilai tambang dalam dolar, standar hidup diukur dengan dolar, dst ). Presiden AS yang menolak, ditembak mati. Anda bisa menangkap kegentingan ( kemalangan ) mayoritas warga AS ini ? ( sampai mereka tak sempat cry for help ). Mereka tak diijinkan berdemo di depan Gedung Putih. Beda dengan kita yang leluasa memprotes, siapa pun presidennya, di depan Istana Negara. Mereka seperti tak bisa menolong diri sendiri ( di balik penampilan glamour mereka, banyak jiwa2 hampa melolong kesakitan ).

Apakah Jason Tedjasukmana ( warga AS, koresponden majalah Amerika, “Time” – Asia di Indonesia, sejak 2008 menjadi presiden Jakarta Foreign Correspondence Club, organisasi para koresponden berita asing di Jakarta ) yang mengatakan Qaddafi megalomania, darahnya menjadi halal untuk dibunuh ? Begitu juga setiap warga Amerika yang lewat di depan hidung kita ? Agama mengatakan ( dikutip Abu Bakar Ba’asyir juga ) : non muslim yang tak memerangi Islam dan tak merusak aqidah Islam, haram untuk dibunuh. Saya mengerti sakitnya kehilangan anggota keluarga, anak2, wanita, pasangan hidup karena peluru dan bom pasukan Amerika dan Israel di mana saja. Tapi, bukan berarti kita menjadi ( seperti ) mereka untuk membalas rasa sakit ini. Segelintir orang AS yang harus kita hentikan, bukan semuanya. Para zionis yang mendalangi invasi AS dan penghisapan di berbagai penjuru dunia inilah target kita. Terukur ( tidak membabi buta, tunjukkan keluhuran Islam dengan penuh martabat ).

Revolusi Amerika, paling mendesak dan dibutuhkan warga dunia.

Si penjinak bom, juga lebih 100.000 tentara AS veteran perang Irak yang menjadi tuna wisma di jalanan Amerika, bisa jadi ditimpa kemalangan berlipat-lipat. Amerika, seluruh rakyat dan kekayaan alamnya telah jatuh ke tangan pengusaha dan bankir zionis. Completely. Sampai warganya yang telah mengabdi jiwa raga pada negara mendadak gelandangan begitu tugas selesai. Di luar Amerika, mereka was2 setengah mati, karena begitu banyak yang membenci orang Amerika dan membunuhnya menjadi hiburan tersendiri.

Apakah mereka pernah membayangkan tragedi ini ? ( akibat kesibukan materi dan sikap masa bodo sejauh ini ). Ingin terlahir menjadi orang Amerika, dan mengharapkan semua ini ? Apakah mereka bangga melihat pesawat tempur B2 Spirit, pesawat siluman pembom seharga Rp 20 triliun sebijinya ( dibayar dari keringat rakyat AS dan darah pewaris sah sumber alam di luar Amerika ) membombardir fasilitas penting di Libya sekaligus menewaskan ratusan korban sipil di sekitarnya, dengan dalih mengamankan zona larangan terbang ? ( dan menambah lagi tingkat kebencian warga dunia pada mereka ). Apakah mereka pernah bermimpi tentang semua kekacauan yang terjadi hari ini ? Ke mana larinya kebanggaan dan kedaulatan rakyat Amerika ? ( penguasa ekonomi AS mereka biarkan menebar perang di mana2 ). Being an American, how do you feel ?  Where were you all this time ? When revolution of yours ?

Jepang lumpuh kena gempa. Amerika tersungkur kena .. ?

Ya, negara di dunia ini yang paling butuh direvolusi adalah Amerika. Jepang pernah menjadi momok menakutkan masa Perang Dunia II, menjajah Indonesia dan banyak negeri di Asia. Siapa nyana dengan gempa 9 skala Richter dan tsunami setinggi 10 meter saja, Jepang luluh lantak. 13.000 tewas, 17.000 hilang ( dan terus bertambah ). Belum lagi, status darurat nuklir yang mengosongkan wilayah sampai radius 80 km dari PLTN Fukushima, bahkan sampai Filipina ( sudah tercatat peningkatan radiasi ). Menghentikan perekonomian Jepang, entah sampai kapan. Tokyo Electric Power Co. ( TEPCO ), operator reaktor PLTN  bahkan sudah angkat tangan, menyerah tak sanggup lagi, mengatasi kebocoran radiasi nuklir, yang mencemari air, sayuran, susu ternak dan udara yang dihirup. ( saya dengar terakhir akan diledakkan ).

Bagaimana jika lempeng gempa California jadi mengguncang kota2 di Amerika ?  Meledakkan 107 reaktor nuklirnya dan mencemari tanah air Amerika ? ( kita ingat ledakan Chernobyl, Ukrania, 26 April 1986, yang telah meracuni dan menewaskan ribuan jiwa. Lokasi reaktor dan sekitarnya tak bisa dihuni hingga ratusan tahun ke depan, meski ditutup dengan bangunan super tebal, terbesar di dunia ). Meski, ahli2 Jepang sudah mengantisipasi hingga 8 SR, tapi jika Allah berkehendak 9 SR, tetap malapetaka-lah yang terjadi. Beruntung, pasukan Jepang tidak lagi bertebaran di seluruh dunia, sehingga tidak di-kremus militan dan para mujahidin. Bagaimana dengan ratusan ribu pasukan AS yang menjaga kepentingan ( pengusaha ) AS di berbagai negara ketika bencana dahsyat menimpa Amerika ? Mereka semua bisa jadi kepiting rebus. Mayatnya bisa diseret di jalan2 seperti awak Black Hawk di Somalia tempo hari. Warga Israel ( terutama ekstremis Yahudi ) bisa habis, sehabis-habisnya. Setiap perbuatan buruk ada balasan-Nya.  You don’t think you can get away after all you’ve done, do you ?  ( So, stop. Right here, right now ).

Teriakan tolong, jawablah oleh warga Arab ( muslim ) sendiri. Jangan kalah cepat dengan Barat.

Muammar Qaddafi dan sahabatnya, Hugo Chavez. Pemimpin Venezuela ini mau menyelenggarakan pemilu untuk rakyatnya. Hasilnya ? Mereka memilih Hugo tetap menjadi presiden mereka. Hugo makin legitimated dan dicintai rakyatnya.

Serahkan situasi di Libya pada pasukan perdamaian PBB. Jika Indonesia bisa di Haiti, Libanon, Kongo, maka Indonesia pun bisa di Libya. Saatnya, Indonesia menunjukkan perannya di Timur Tengah dan Afrika dengan segudang pengalaman di daerah konflik mancanegara, juga transisi kepemimpinan era Reformasi ’98. Qaddafi bisa berbesar hati seperti sahabatnya, Hugo Chavez yang bersedia mengadakan pemilu untuk rakyat Venezuela. Toh, kemudian rakyat tetap memilihnya dan Chavez makin legitimated pada masa pemerintahan berikutnya. Bahkan, PBB tak bisa mengusiknya. Jajaran Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Indonesia, yang diketuai Prof. Dr. HA. Hafiz Anshary AZ, MA, bisa diajak diskusi untuk merancang pemilu yang cocok untuk rakyat Libya ( selama ini tidak ada parpol di Libya. Qaddafi diusia 27 tahun menggantikan raja Idris yang pro-Barat, sejak 1969  ). Jika, ada warga Libya yang mampu mewakili aspirasi sebagian besar rakyat Libya dan cakap memimpin, kenapa tidak diberi kesempatan ?

Kebesaran pemimpin adalah melahirkan pemimpin yang lebih hebat darinya. Bukankah, membanggakan jika lebih dari satu putra Libya, kaum muda khususnya, yang mampu memimpin. Anda ( Qaddafi ) percaya, Allah yang menentukan siapa pemimpin Libya berikutnya ? Anda puasa Senin Kamis untuk-Nya. Beri tantangan pada putra2 anda bersaing sehat dengan putra Libya lainnya. Tanpa bantuan anda. Sportif. Buktikan keberhasilan pendidikan yang anda upayakan selama ini pada segenap rakyat Libya, tak hanya untuk orang istana ( atau tenda anda ). ( Mengingat jasa Qaddafi membangun Libya, beliau bisa tinggal di kawasan khusus di Libya yang dijaga keamanannya, seperti halnya keluarga Soeharto di Cendana ). Menyaksikan kebangkitan Libya dan dunia Islam di Timur Tengah seperti negarawan lainnya. Saya pikir, dunia muslim bisa mengurus dirinya sendiri. Anda mengizinkan kami, sesama muslim, masuk ke negeri anda, kan, pak Qaddafi ? Would  you take this challenge, Mr Qaddafi ? ( and we’ll  let you fly with our citizen pilot. Kapten Ganahadi Ranuatmadja, right ? ).

Sisi lain Qaddafi yang luput dari perhatian para pemrotesnya.

Ibukota Libya, Tripoli. Negeri bernama asli Al-Jamahiriyah Al-Arabiya Al-Libiyah ini berpenduduk 6,4 juta jiwa ( 2009 ), mayoritas Islam Sunni, di wilayah seluas 1.759.540 km2, utara Afrika. Negeri terbesar ke-13 di dunia. Orang Arab menyebutnya "Kebun Allah", karena angka pertumbuhan pertaniannya nomor satu di dunia. Dengan proyek raksasa ( sungai buatan untuk irigasi ), Libya berhasil mengolah padang pasir menjadi lahan budi daya tanaman.

Di “Sabili” edisi 16 th XVIII disebutkan ; Muammar Qaddafi memiliki kepribadian dan nasionalisme Arab yang sangat kuat.”Beritahu presiden Jamal Abdul Nasser, revolusi ini kami bikin untuknya. Presiden Nasser boleh ambil apa saja  kepunyaan kami,” kata Qaddafi pada Mohammad Hasanein Heykal, pemred al-Ahram, Mesir, tahun 1969. Pangkalan militer Inggris pada 28 Maret 1970 dan Amerika pada 11 Juni 1970 dikeluarkan dari Libya. Klub malam, kasino, tempat pelacuran, bar ditutup. Minuman keras diharamkan. Sinagog ditinggalkan terbengkalai. Gereja katedral di Tripoli diubah masjid dan dinamai Masjid Jamal Abdul Nasser.

Qaddafi rajin mengikuti pendidikan agama dan pelajaran al-Qur’an. Karena jenius, Qaddafi kecil sering lompat kelas. Agustus 1965, Qaddafi secara gemilang menyelesaikan kuliahnya di Akademi Militer Benghazi, lalu melanjutkan ke Beaconsfield Military Academy, Inggris. Sifat Qaddafi yang tak suka perbedaan perlakuan di antara raja, emir, sultan, presiden, atau pemimpin dengan rakyatnya, membuat ia tidak disukai negara2 Arab, terutama negara2 Teluk. Pimpinan ormas di Indonesia, Uganda, Mauritania, Timbouktu, Benghazi dan Tripoli menjadi saksi kelugasan sikap Qaddafi ini. Bersama almarhum Abdul Nasser, Hafez, Ja’far Numeiri, Qaddafi ingin negara2 Arab bersatu, bebas dari tekanan Barat.

Pemilu demokratis ? Di Aljazair dan Palestina, kalau partai Islam pemenangnya, digusur.

NATO ( North Atlantic Treaty Organization ) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara, tengah bersidang. Didirikan 1949 untuk mendukung "Persetujuan Atlantik Utara" yang ditanda tangani di Washington, DC. Beranggotakan 28 negara : Albania, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Britania Raya, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Estonia, · Hongaria, Islandia, Italia, Jerman, Kanada, Kroasia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Norwegia, Perancis, Polandia, Portugal, Rumania, Slovenia, Slowakia, Spanyol, Turki dan Yunani. Hari2 ini mereka berusaha mengamankan zona larangan terbang di langit Libya. Janjian mereka, bila ada negara anggota diserang negara lain, mereka akan bahu membahu mengusir. Tapi, kenapa mereka malah menyerang negara lain, seperti Afganistan. Abuse power, nih..

Perancis akan menyerbu jika pemerintah Aljazair tidak membatalkan pemilu yang dimenangkan partai Islam. Perancis pula yang kemarin pertama kali mengakui Dewan Revolusi bentukan pihak oposisi. Perancis – Inggris  menjadi tulang punggung pasukan koalisi ( NATO beranggotakan 28 negara ) yang menggempur langit ( dan target penting di darat ) Libya. Mereka tak kuasa menanggung kelangkaan minyak yang sebagian besar disuplai dari Libya. Krisis Yunani belum sembuh, menyusul Portugal yang mulai panas dingin. Minyak Libya berkualitas wahid. Tak heran, Barat begitu sigap, kali ini. Lalu, mulailah parade pesawat dan kapal perang mutakhir di Laut Tengah, tak ubahnya pameran alutsista ( commercial breaks ) di mata dunia. Ditayangkan berulang di stasiun teve dan media cetak. Iklan gratis. ( ah, kita mah pakai bikinan sendiri. Ada PT Pindad ( senjata angkatan darat, tank, dll  ), PT PAL Indonesia ( kapal laut ) dan PT  Dirgantara Indonesia. Apa kita bisa ikutan promosi produk alutsista kita ketika menjaga perdamaian atau gencatan senjata di kawasan Timur Tengah dan Afrika, ya ? )

Prestasi Qaddafi lainnya : Tripoli aman dari perampok. Tak ada pengemis. Para pendatang, pekerja dan pebisnis tinggal di hotel tanpa kuatir bom. 650.000 apartemen dibangun Qaddafi untuk rakyat Libya. Rel sepanjang 2.130 km senilai 10 miliar dolar yang menghubungkan Mesir-Libya-Tunisia dibangun. Pembangunan sungai tahap ketiga menelan biaya 20 miliar dolar dilakoni. Pemerintah Libya juga membagikan satu juta laptop untuk para pelajar. Sekolah, rumah sakit, bebas pungutan apa pun. Rakyat Libya menikmati harga BBM termurah di dunia. Supir taksi dibantu untuk bisa membeli mobil taksi sendiri. Baru 7 tahun, bebas dari embargo PBB, Libya sudah bisa membangun bandara dengan teknologi modern. Jalan2 dari Tripoli ke Benghazi, Misrata, Zawiya dan kota2 lain dilebarkan. 20.000 pelajar Libya dikuliahkan di luar negeri, termasuk ke Indonesia.

Menangkap Al Qaeda, kini dikeroyok pelatih Al Qaeda. You know who.

Libya adalah negara pertama yang meminta Interpol segera menangkap Osama bin Laden, tahun 1998, kata Mr.Ronald K.Noble, sekjen Interpol. Pemerintah Libya menyerahkan al-Amin Fimah dan Abdul Basit al-Megrahi untuk diadili di Skotlandia karena dituduh meledakkan pesawat Pan Am 103 di Lockerbie. Juga mengeluarkan 2,7 miliar dolar untuk 270 korban. Pemerintah Libya menyerahkan 170 juta USD untuk 170  keluarga ( dan 54 warga Perancis ) korban pengeboman pesawat UTA di sekitar Niger. Desember 2003, agen Barat memindahkan semua bagian program senjata pemusnah massal dan melucuti rudal jarak jauh Libya.

Qaddafi menangkapi militan Libyan Islamic Fighting Group ( LIFG, cabang Al Qaeda ). Abu Laith al-Libi, pemimpin LIFG tewas dirudal AS, Februari 2008. Setelah LIFG membubarkan diri, Juli 2009, para tahanan diupayakan Saif al-Islam, putra Qaddafi, untuk dilepas. Ayman al-Zawahri berpidato ingin menyingkirkan Qaddafi yang disebutnya musuh Islam. ( seingat saya, ketika korban tewas mencapai 2000 orang, Syeikh Qaradhawi meminta siapa saja di dekat Qaddafi agar segera menembaknya dan ia yang akan menanggungnya ). Lagi2, pengamat di teve dan media online meminta Qaddafi segera turun. Banyak orang membenci keliarannya. Unpredictable. Barat sampai menjuluki Qaddafi  ‘anjing gila’.

Perbedaan jumlah korban signifikan, membuka kedok nafsu Barat.

Saya kurang yakin, ketika Qaddafi menyebut bahwa bukan demonstran biasa ( tak bersenjata ) yang ingin ia singkirkan. ( bahwa ia tak mempan digertak ). Namun, pemberontak asing bersenjatalah yang harus ia hadapi dengan jet tempur. Al Qaeda behind this. Berkali-kali putra Qaddafi juga mengatakan hal  itu pada media. Sehingga Qaddafi merasa perlu mengerahkan tentara bayaran dari Afrika. Berseliweran informasi di panca indera kita saat itu. Mana yang benar. Entahlah. Tapi kemudian, clue terlihat. Ada perbedaan jumlah korban signifikan antara media Italia, Perancis, Palang Merah dan laporan WNI di Libya. Ketika saksi mengatakan 600 orang, saat bersamaan media Barat sudah menyebut angka 2000. Terlihat distorsi ini, juga nafsu Perancis terjun duluan ke Libya. AS, belajar dari invasi Irak, lebih berhati-hati. Kanada pun hanya memback-up. Duet Perancis – Inggris pun jadilah, seolah nostalgia PD I.

Tapi kemudian, masuk akal juga ketika “Sabili” menulis : gembong2  teroris keluar dari penjara2 Tunisia, Mesir, Benghazi yang bobol  setelah revolusi pecah di sana. Para Aqim ini kabur, berkumpul dan merecoki Libya untuk membalas dendam kematian rekan mereka. ( di sisi lain, saya juga mendengar Qaddafi disebut-sebut mendanai kegiatan teroris untuk mengacak-acak fasilitas Amerika ). Lengkap sudah, musuh Qaddafi. Barat, Israel ( siapa pun dibencinya juga dirinya ), fundamentalis, Al Qaeda, negara2 Teluk, juga sebagian warga Libya yang dibungkam karena vokal mengkritisinya. Indonesia ? ( pengamat militer di teve mengatakan anggota GAM pernah dilatih militer Libya ).

WNI menikah dengan wanita Gaza ? Indonesia ikut nyebur ?

Apakah kita harus membantu Libya ? ( dibandingkan 500.000 orang yang dilenyapkan oleh operasi pembersihan PKI masa Soeharto, dosa Qaddafi masih belum ‘seberapa’. Soeharto bisa tak terusik hingga kematiannya, apakah Qaddafi tak diusik juga ? Apalagi sumber alam Libya belum digadaikan separah Orde Baru. Biar kearifan rakyat Libya yang memutuskan nanti. Rakyat sesungguhnya. Bukan para penyusup asing ( mereka berjenggot tebal, di luar kebiasaan warga Libya ). Hari pertama demo, hari kedua menyerbu markas polisi, merampas senjata, membunuh tentara dan memerangi pemerintah. Hari ketiga sudah menjalar ke mana2, menguasai kota2 ( bandingkan dengan rakyat Mesir, yang sampai hari ke-18 berdemo pun tak pernah bersenjata ). Minyak Libya lebih menyilaukan Barat daripada Mesir, sehingga mereka gesit menyambarnya.

Saya baca, pihak oposisi berteriak : karena negara2 Arab tidak membantu kami, maka kami terpaksa minta bantuan Barat. ( lagi2 ini warga Libya yang mana ? yang di penjara atau di luar penjara ? Hampir seluruh kawasan Timur Tengah dikuasai Barat. ( Pemerintah Bahrain yang minoritas Sunni pun memilih berkolaborasi dengan pemerintah Saudi Arabia untuk melenyapkan demonstran yang mayoritas rakyat negeri Bahrain ( Syiah ) daripada mendengar suara rakyatnya. Melarang rumah sakit merawat demostran yang terluka. Bisa keblinger begini, ya. Tak heran Barat bisa pongah, merasa di atas angin melihat begitu  banyak pengecut. Rasulullah tentu kecewa melihat mereka bisa semiris ini  ).

Negara2 anggota Liga Arab hanya bisa bersuara, tak punya kekuatan untuk memaksa sebuah resolusi dijalankan. Mesir yang kini memimpin Liga Arab, sebelumnya anak buah AS. Bisakah diharapkan ? Liga Arab hanya bisa meminta ( Dewan Keamanan )  PBB untuk menjamin zona larangan terbang di langit Libya. Jika terus-terusan pihak Barat yang dimintai dan turun tangan, tak heran Timur Tengah dan Afrika terus diguncang konflik. Wong, sutradara dan produser konflik yang mereka hadapi. Berlembar-lembar koran dan majalah harus kita baca untuk mengikuti perkembangan Timur Tengah dari hari ke hari sejak bertahun-tahun silam dengan harap2 cemas. Banyak pengamat dan intelektual kita menyarankan Indonesia lebih berperan di Timur Tengah, terlebih Pertamina punya sejumlah kilang offshore di sana. Warga Indonesia makin banyak di sana. Saya baca, Abdillah Onim, relawan MER-C yang ikut membangun “Rumah Sakit Indonesia” di Palestina bahkan menikah dengan wanita Gaza ( 17/2/2011 ). Sudah kadung basah, nyebur saja sekalian. All moslem people. That will be great.

Red ocean in Middle East. Siap berdarah-darah ?

Lalu, bagaimana medannya ? Dirunut sejak Perang Dunia II, setelah imperium Ottoman Turki  kalah dari pasukan Sekutu ( Inggris – AS cs ), negara Irak, Yordania , Arab Saudi ( dinasti Ibnu Saud ), dll, jatuh ke tangan Inggris. Tahun 1776, Inggris ( British East India Company ) menjadikan Kuwait markas pengendalian seluruh kawasan Timur Tengah. Tahun 1917, Inggris memindahkan markas itu ke Arab Saudi. Rothschild, pengusaha Inggris, mendorong pemerintah Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour  tentang pendirian Israel di tanah Palestina, untuk menguasai minyak Timur Tengah.

Tahun 1922, Arab Saudi diberi kemerdekaan oleh Inggris melalui The Treaty of Jeddah dan dibantu Inggris untuk menganeksasi Riyadh, merebut Madinah dan Mekah yang sebelumnya dikuasai dinasti Hashemite. Melalui San Remo Agreement, pengusaha minyak Amerika, Rockefeller ( Exxon Mobil, Chevron, Texaco ) berkolaborasi dengan pengusaha Inggris, Rothschild  (  British Petroleum ) dan keluarga kerajaan Belanda ( Royal Dutch/Shell ). Iraqi Petroleum Company dan The Iranian Consortium didominasi perusahaan minyak Eropa. Arab Saudi dikuasai konglomerat minyak Amerika.

Tahun 1979,  Shah Reza Pahlevi diturunkan oleh Ayatollah Khomeini, yang lalu menasionalisasi perusahaan2 minyak asing di Iran. Rockefeller dan Rothschild kemudian mencari basis kekuatan baru di Timur Tengah. Arab Saudi-lah tempatnya. Operasi politik, ekonomi, intelijen, militer AS cs dijalankan dari sini. Dengan memberi minyak semurah mungkin pada mereka, Arab Saudi mendapat perlindungan militer dari Dewan Kerjasama Teluk ( GCC ) bentukan Barat, beranggotakan Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman dan Qatar.  Penguatan GCC diharapkan melemahkan Libanon, Suriah, dan negara nasionalis Arab lainnya.

Operasi siluman AS cs dibiayai Arab Saudi. Timur Tengah pun bergolak.

Perusahaan kontraktor militer Barat ( SAIC, Booz Hamilton, TRW, Vinnel Corp, dll  ) melatih militer Arab Saudi. Pilot Mesir dan Pakistan dilatih menerbangkan F-15 bikinan AS untuk melindungi kerajaan Arab Saudi yang membayari operasi siluman CIA ( dinas rahasia Amerika ), MI-6 ( Inggris ) dan Mossad ( Israel ). 65, 5 % cadangan minyak Inggris – AS ada di Timur Tengah. 60 ladang migas Arab Saudi menghasilkan 10 juta barel perhari. Chad, tetangga Libya, ditugasi Exxon Mobil ( AS ) untuk mengontrol Muammar Qaddafi. Barat ( yang menguasai Liga Arab juga ) menyeru dunia internasional agar tidak memasuki wilayah udara Libya ( untuk mentarget Qaddafi ). Diharapkan demo warga bisa menggusurnya ( jauh sebelumnya sebagian kaum muda Timur Tengah sudah diajari berdemo, sampai diundang ke AS, untuk belajar membuat reportase sederhana. AS cs berharap dengan melek demokrasi ini, mereka bisa mendepak China, India, Brasil dan Rusia dari Afrika  ).

Zona perdagangan bebas  diciptakan di wilayah negara2 GCC ( skema ekonomi liberal Foreign Direct Investment ) lewat perbankan dan perusahaan Barat. Bahkan, di Dubai, Uni Emirat Arab, ada pelabuhan bebas bea masuk. Bahrain, menjadi basis bisnis dan pusat perbankan kongsi GCC. Buruh murah dari Filipina, ( Indonesia, ) dan Bangladesh didatangkan ke sana. ( tak heran, pemerintah Indonesia sulit mendesak pemerintah Arab Saudi untuk memperbaharui kontrak kerjasama yang lebih melindungi TKI. Ada raksasa yang mem-beking rupanya ). Suap dan korupsi menjadi modus operandi. Antara 1961 dan 1971, negara GCC menjadi alat monopoli Rockefeller dan Rothschild atas minyak Timur Tengah. Pergolakan massa di Timur Tengah dan Afrika 3 bulan ini adalah penampakan operasi siluman kedua pengusaha AS-Inggris tsb. ( disarikan dari artikel Hendrajit/ dinasulaeman.wordpress.com/ theglobal-review.com/ indonesian.irib.ir ).

Jika Indonesia bisa, Libya pun bisa.

Libya memiliki cadangan minyak 41,5  miliar barel, eksportir minyak terbesar ke-9 di dunia. Cadangan gas alamnya mencapai 52 triliun cubic feet. Italia, Perancis, Jerman, Spanyol bergantung 74 % minyak Libya yang sekarang sudah mencapai 2 juta barel per hari. ( bandingkan dengan Indonesia di masa masih anggota OPEC, paling banter 1,6 juta barel/ hari, tahun 1970 ). Anggota DPR di TV mengatakan, Indonesia seharusnya sudah mulai menyiapkan pertahanan negara yang kuat. Wilayah udara kita, persis di atas Istana Negara, akan menjadi perlintasan super sibuk di tahun2 mendatang. Ratusan ribu kapal yang melewati Selat Malaka ( dan terus bertambah ), pada satu titik akan jenuh, kemudian melewati wilayah kepulauan kita. Bagaimana jika terjadi insiden antara pelintas batas yang membludak di wilayah kedaulatan kita ? Ingat, pasukan Israel sampai mengobrak-abrik Libanon hanya untuk mengambil 2 tentaranya yang ditahan Hizbullah. Jika korupsi di tanah air bisa diberantas habis, akan cukup uang untuk membangun pertahanan wilayah kita.

Menpora Andi Mallarangeng setelah menerima kunci kantor PSSI dari ICW ( watch dog/ LSM pengawas KPK ), dkk yang menggagas Komite Penyelamatan Sepakbola Indonesia dan rela berdemo berhari-hari, ( tentu dengan sepengetahuan dan seizin presiden ) melengserkan Nurdin Halid ( ketua ) dan Nugroho Besus ( sekjen ) dari kursi pimpinan PSSI. Tindakan berani dari masyarakat madani juga pemerintahan SBY yang patut diapresiasi. See, jika ada kemauan kuat kita bisa melakukannya. Jika ‘miniatur’ korupsi ini bisa kita atasi, muncul kepercayaan diri dan keberanian lebih besar untuk memberantas yang mega korupsi.  Saya dengar pagi ini di radio, pembayaran hutang luar negeri dan domestik Indonesia cukup baik ( konsisten ) sehingga kepercayaan investasi ke negeri kita pun membaik. Step by step. We know we can( people of Libya and Mr Qaddafi also, we hope ).

Written by Savitri

31 Maret 2011 at 16:32

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,