Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Majalengka

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Iklan

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Isu Miskin & Komunitas Peduli. Bawaslu & Mahar SU. Lombok Mulai Bangkit..

leave a comment »

Kemiskinan masih jadi isu yang panas diperdebatkan di ruang publik. Hari ini angkanya 9,8% dari populasi ( 263 juta penduduk Indonesia ). Akhir tahun ini diupayakan 9%. Tahun 2040 ditargetkan 1%. Bisa ?

Kita seperti melihat bandul yang bergerak dinamis mengikuti trend. Di sisi kanan, ada komunitas2 peduli dan pengusaha langit ( social entrepreneurship ) yang mengentaskan kemiskinan dengan gigih dan beragam inovasi. Di sisi kiri, ada koruptor2 bebal dan para politisi pendukungnya yang menolerir penggarukkan uang negara dengan beragam cara dan alasan. Siapa yang lebih unggul dan cepat ?

Warga Lombok, rakyat Palestina dan perdamaian dunia menunggu jawabnya.

SOTO BETAWI UNTUK KORBAN GEMPA LOMBOK

Tak kurang 1.380 USD berhasil dikumpulkan ibu2 KBRI Washington DC dari penjualan 100 porsi Soto Betawi dalam Bazaar Indonesia merayakan HUT RI ke-73 ( VOA Dunia Kita, MetroTV, 19/8/2018 ). Uang itu lalu dikirim ke Lombok untuk membantu saudara2 kita yang sedang tertimpa bencana gempa di sana.

KAMBING DAN SAPI DARI DIASPORA INDONESIA UNTUK LOMBOK.

Diaspora Indonesia di AS juga membeli kambing qurban ( di AS, untuk daging lebih murah, seharga 2 juta ) dan memotong di peternakan yang bekerja sama dengan lembaga muslim yang mengemas dan mengirimnya ke Lombok ( VOA Indonesia & K-Lite FM, 24/8/2018 ).

WNI di luar negeri juga berkabung dan membantu meringankan beban warga Lombok. Ribuan kambing dan ratusan sapi dikirim ke Lombok untuk lebaran qurban kemarin.

POTENSI NASIONAL DALAM INPRES PEMULIHAN LOMBOK.

Presiden sudah membuat Inpres no.5 tahun 2018 ( Instruksi Presiden, 23/8/2018 ) untuk percepatan pemulihan Lombok ( rehabilitasi, rekonstruksi ) yang melibatkan 31 lembaga, termasuk di dalamnya 19 kementerian, di bawah koordinasi kepala BNPB ( saat ini dijabat Laksamana Muda TNI purnawirawan Willem Rampangile )

Jangka pendek sampai Desember 2018 akan dibangun kembali rumah2 warga ( tahan gempa ) secara swadaya didampingi ahli2 bangunan dari Kementerian PUPR ( rumah rusak ringan dibantu Rp 10 juta, rumah rusak sedang dibantu Rp 25 juta, rumah rusak berat dibantu Rp 50 juta ) dan fasilitas sekolah, rumah sakit, ibadah di kabupaten Lombok Utara, Timur, Tengah, Barat dan Kota Mataram.

Menurut Sutopo PN ( Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ), dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama 6,4 SR ( 29/7/2018 ) yang kemudian disusul gempa 7 SR ( 5/8/2018 ) dan 6,9 SR ( 19/8/2018 ) telah menyebabkan 506 orang wafat, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya ( kerugian mencapai Rp 7,7 trilyun ).

Dana Rp 4 triliun, setahu saya, sudah tersedia di kemenkeu yang bisa dicairkan kepala BNPB sesuai kebutuhan prioritas pemulihan Lombok. Sisa kekurangannya akan dianggarkan setelah diskusi pemerintah dengan DPR.

Jangka panjang hingga Desember 2019 akan dibangun kantor2 pemerintah dan lembaga serta fasilitas pendukung lainnya hingga kehidupan warga berjalan ‘normal’ ( baca : kenormalan baru, move on dengan sisa2 kenangan buruk yang dimaknai secara positif untuk lebih kuat ke depannya ).

Fase Tanggap Darurat ( melibatkan banyak anggota Basarnas, BNPB, BPBD, Polri, TNI, relawan ) sudah diakhiri Sabtu ( 25/8/2018 ) namun sebagian warga masih menerima dengan tangan terbuka sumbangan saudara2 setanah air karena keadaan masih sulit sampai mereka bisa kembali menempati rumah yang sudah direhab.

Wakil relawan di acara I’m Possible ( MetroTV, 26/8/2018 ) meminta bantuan ribuan tenda terpal ukuran satu KK ( 4 – 7 orang ) yang bisa dipasang dekat rumah warga Lombok ( akibat rumah ditinggal pemiliknya, banyak harta benda, ternak, sepeda motor diambil orang tak dikenal ). Tenda dari BNPB yang berwarna oranye itu memuat 4 – 10 KK ( sekitar 50 orang ) sehingga jika anak2 berlarian dan berteriak-teriak, para pengungsi yang trauma sulit istirahat ). Dua pemirsa dari Lombok yang menelpon MetroTV minta ember besar bertutup untuk menyimpan air ( supaya tak bolak-balik mengambil air dari tempat yang jauh ). Lainnya, minta dikirimi pipa2 air karena jaringan PDAM masih rusak, meski jaringan telekomunikasi berangsur pulih.

Gubernur TGB pagi ini menelpon ( EMI, 27/8/2018 ) dan bilang perlu lebih banyak alat berat untuk membersihkan puing2 reruntuhan agar rekonstruksi bisa berlangsung lebih cepat
( sebelumnya, BNPB bilang, alat2 berat dan material bangunan akan diambil dari Surabaya dan daerah2 terdekat dari lokasi gempa ).

Pagi ini, TGB melihat sebagian warga Lombok sudah kembali berjualan, dan anak2 sekolah di tempat2 darurat. Syukurlah. TGB beserta jajarannya hari ini akan mencanangkan gerakan “Lombok Bangkit Kembali”. Ya, life must go on. TGB mewakili warga Lombok dan NTB mengucapkan terima kasih pada MetroTV yang terus mengabarkan situasi terkini Lombok, juga terima kasih pada seluruh elemen bangsa yang peduli dan menyumbangkan dana, tenaga, pikiran dan doa untuk pemulihan Lombok. Kita akan terus mengawal pemulihan Lombok dalam skala penanganan nasional atau Inpres Jokowi ini ( agar juga bagus dalam realisasinya ). Setuju ?

KAPAL BELAJAR DI DANAU TOBA.

Togu asal Pematang Siantar ( Kick Andy, 25/8/2018 ) sampai harus berenang belasan km ( 2 kali ) di Danau Toba untuk mengumpulkan donasi demi mencerdaskan anak2 kurang mampu dari 7 kabupaten di sekitarnya. Di kapal yang bisa untuk pemeriksaan kesehatan dan ekowisata ini, anak2 diajari skill life ( bermain & belajar ) selama 2 jam tiap harinya sampai mereka pede tampil dengan talentanya dan membanggakan orang tuanya.

Sejak 21/4/2010, lulusan Oxford ini merintis solusi dan menjawab masalah2 di kampung halamannya dengan Yayasan Alusi Toba. Setelah 12 tahun ngurus orang utan di pedalaman Kalimantan, aktivis ini masih mau ngurus orang Batak, terutama generasi penerus. Kegigihan Togu bisa menginspirasi lulusan luar negeri lainnya untuk mengabdi pada kampung halaman atau tanah airnya.

KEPSEK TAMBAL BAN UNTUK SLB.

Lebih sumringah senyumnya Kadiono, tukang tambal ban ( sejak umur 8 tahun ) yang menyebut dirinya ‘Rektor ITB’ ( institut tambal ban ). Lulusan S1 manajemen pendidikan ini nekad mendirikan Sekolah Luar Biasa ( SLB ) untuk anak2 berkebutuhan khusus, meski kondisi ekonominya sendiri pas-pasan ( ia masih harus tambal ban untuk mengongkosi operasional SLB-nya ). Ia yakin, niat baiknya akan diberi jalan oleh-Nya. Ketabahan dalam keyakinan. Pemeo : tak perlu kaya dulu untuk bisa berbagi, dicontohkannya dengan senyum damai.

KETIMBANG.NGEMIS BANTU LANSIA BERMARTABAT

Yang muda tak mau kalah. Dwi asal Bandung melanjutkan gagasan netizen Semarang, memberdayakan para lansia yang masih aktif menafkahi keluarga. Puluhan ribu follower akun Instagram Ketimbang.Ngemis mengikuti kegiatan Dwi dan teman2-nya mengunjungi para lansia dan membantu mereka dengan sembako dan modal pengembangan usaha. Duit Rp 5000 pun, Dwi terima dari para pengikutnya di 56 region. Ia dan timnya tak mengutip donasi untuk keperluan pribadi.

Dwi dan timnya akan survei selama 2 minggu ke tempat lansia yang akan dibantu komunitasnya. Di akhir bulan, lansia yang layak dibantu itu akan disumbang dari donasi yang terkumpul lewat akunnya. Terlihat simpel ya, tapi hasilnya luar biasa. Donasi terus bertambah, bahkan badan2 amil zakat ikut meliriknya dan mengajak kerjasama untuk penyalurannya.

Well, Allah akan menghargai setiap kebaikan, meski sebesar dzarrah ( debu ). Jika Allah ridho lalu ikut serta di dalamnya, maka makna dan dampaknya jadi tak kecil.

BIJB KERTAJATI TERKONEKSI

Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB ) Kertajati, Majalengka, sudah terhubung dari area Terminal Bandara Kertajati ke 4 kota sekitarnya sejak 5 Juni 2018 dengan armada bus Perum Damri yang resmi menjadi moda transportasi darat yang terintegrasi.

Sebagai kota udara masa depan ( aerotropolis ), angkutan massal yang aman, nyaman, ekonomis memang sebaiknya dibudayakan sejak sekarang. Dari gerbang pemukiman ke halte/ pool bis, warga bisa ngaboseh sepeda atau naik moda ramah lingkungan lainnya. Sehat badannya dan segar udaranya. Siip !

MASAK DAN BISNIS DARI KEBUN SENDIRI.

Pengusaha catering asal Indonesia di Virginia, AS, melayani menu tradisional Indonesia dengan ciri khasnya, metik bahan bumbu dan sayur organik ( bawang, tomat, cabe, dll ) dari pekarangan sendiri. Daging dan telur organik halal juga dari kandang ayam yang dipeliharanya dengan telaten ( VOA Dunia Kita, MetroTV, 29/7/ 2018 ).

Wah, kalau bisa begitu di Majalengka atau daerah2 yang masih alami, kita tak terlalu tergantung pada persediaan di pasar dan super market ya. Telur dan sambal yang langka atau meroket harganya gak ngaruh ke kita.

( Maybe someday, saya bisa nyepi dari hiruk pikuk politik di pusat kota dan ibukota negara. Otak juga perlu dikasih ‘oli’ dan ‘tune up’ supaya fresh kembali. Kalau presiden Jokowi ke Istana Bogor dengan rusa jinak dan rumput hijaunya. Mungkin saya ke pondok pantai yang hangat dan bagus untuk pernafasan mantan penderita TB. Bisa masak udang dan ikan hasil mancing. Sedaapp ! Semoga tak ada tsunami, kriminal, hiu dan buaya di sana ketika kami menikmatinya… )

KATA KERJA, PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DI SULSEL

Penggagasnya seorang pemuda kutu buku yang tak leluasa keluar rumah karena gampang sakit sejak kecil. Di tangannya, perpustakaan tak lagi angker menakutkan, tapi hangat kaya interaksi. Ada biduan dan gitaris yang nenikah setelah sering bertemu di sana dan merasa cocok. Ide dan pikiran brilian bisa tercetus di perpustakaan lalu diejawantahkan sebagai karya dan kerja nyata untuk keluarga dan masyarakat.

Kaum introvert merasa nyaman di keheningan dan perpustakaan, tempat imajinasi kreatif leluasa melayang ke mana2. Orang yang lemah secara fisik juga bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Budi, pengurus Kata Kerja itu salah satu contohnya.

FLOATING SCHOOL, SEKOLAH TERAPUNG DI SULSEL.

Nenek moyangku seorang pelaut. Kapal Phinisi yang legendaris juga warisan leluhur kita yang mendiami wilayah yang 2/3-nya lautan. Banyak dari pelaut ulung kita berasal dari Sulawesi Selatan. Sayangnya, kita belum optimal menjaga wilayah laut dan mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat. Anak2, bagian dari 9,8% itu, masih harus banting tulang membantu orang tuanya menangkap ikan dan memprosesnya sebelum dijual ke pasar.

Beruntung ada Sekolah Terapung yang digagas dan dikelola aktivis sosial di area kepulauan provinsi tsb. Anak bisa belajar baca, nulis, hitung ( calistung ), atau memilih ikut nari, nyanyi, nggambar sama kakak2 yang baik hati. Bermain sambil belajar. ( KickAndy, 11/8/2018 )

Nun jauh di ujung pulau2 terpencil, beruntung Indonesia masih punya sejumlah anak bangsa yang dalam keterbatasannya sendiri masih peduli dan mendidik generasi adik-adiknya. Masa depan bangsa ini sebagian ada di pundak mereka. Tak salah, jika tahun ke-5 ini pemerintahan Jokowi akan fokus pada pendidikan dan kesehatan. Semoga program2 andalannya menjangkau sampai pinggiran dan pulau2 di garda depan NKRI. Agar mereka masih merasa menjadi bagian dari Indonesia.

( di layar TV, saat peringatan HUT RI ke-73 kemarin, di dusun yang letaknya lebih dekat fasilitas Malaysia dari pada fasilitas umum Indonesia, saya lihat anak2 bersandal jepit yang imut2 itu diajari berbaris dalam upacara bendera 17-an. Prajurit TNI yang tegap dan gagah itu terlihat memegang bahu bocah2 itu dan membimbing tangan mungilnya untuk menghormat Sang Merah Putih. Duh, sejuta rasanya. Ingat waktu saya seimut itu ( ciee…) dan berbaris paling depan setiap ada upacara bendera, lalu jadi seperti sekarang ini. Ingat Indonesia terus.

( anak yang namanya mulai dari huruf A emang langganan dipanggil duluan sejak balita/ TK, disuruh maju ke depan kelas kalau ada ujian lisan atau datang guru baru, ditembak jadi ketua kelas, ketua pramuka, ketua eskul, ngerjain soal2 baru nan sulit di papan tulis dari belasan mata pelajaran dengan ancaman malu dan ditertawakan seisi kelas, termasuk yang paling dulu di suruh berdiri di atas kursi kalau lupa bikin PR ! )

Teknologi 4.0 ( era digital ) mengubah pola konsumsi masyarakat dari beli offline jadi pesan online. Jalan2 dan mall2 mulai surut pelintas dan pengunjung. Orang bisa belajar, kerja, bisnis dari rumah zaman now. Home makin sweet. Room makin comfort.

Namun, otak tetap perlu dicerdaskan, literasi media tetap harus dikumandangkan, agar pengguna tak kesasar dalam jagad maya unlimited ini, yang punya predator dan candunya sendiri.

Pendidikan sangat penting dan upayakan terus belajar meski sudah menyandang sederet gelar. Orang pintar menjelma bodoh begitu ia merasa paling benar dan berhenti belajar, karena dunia terus berubah, melahirkan teori2 baru dan standar2 kelayakan baru, yang makin canggih dari hari ke hari. Akan lelet tertinggal jika kita tak rajin menyimaknya dengan kritis. Anda banyak melihat orang2 bodoh macam ini di kancah politik pragmatis hari ini kan ? Mereka yang merasa hebat, cukup dengan masa lalunya.

PASUKAN CAPRES ANTI HOAX

Gini ratio disebut 0,58. Pengangguran turun dari 5,7% kini 5,13% ( Prime Time News, 16/8/2018 ).
Sekitar 180 ribu pasukan kampanye Jokowi telah dikerahkan di luar kepala daerah yang pro-Jokowi ( Prime Time News, 20/8/2018 ), namun ketua tim pemenangan belum ditetapkan. Sehari sebelum 22/9/2018, susunan timses masih boleh berubah.( Prime Time News, 21/8/2018). Ini seperti menebak isi kantong nama cawapres 9/8/2018 lalu. Main black box lagi. Wis karepmu..

Relawan Gatot N ( saya tak mengusulkan calon potensial ini karena Gatot belum 2 tahun menjadi warga sipil sebagai syarat kepatutan anggota militer masuk bursa pemilu yang demokratis ) terbelah, sebagian mengalihkan dukungan ke Jokowi dan memilih mengkritisi kiprah duet umaro dan ulama ( Prime Time News, 25/8/2018 ). Wah, cocok deh ( meski kecewa tapi tetap maju untuk negara tercinta ). Dibilang ge-er? EGP ( mungkin dia orang baru yang parsial/ melihat fakta sepotong2, gak nyimak blog ini sejak awal ).

OTT PLTU, IM, ZZ, ZH/ PAN, AA, SU. Next ?

Peristiwa politik aktual minggu ini : bagaimana kelanjutan kasus mahar Rp 1 triliun SU untuk PAN dan PKS yang di-twitt-kan AA yang 3 kali dipanggil Bawaslu belum nongol juga. Polisi dan KPK yang pemberani bisa memback-up Bawaslu agar berhasil memperoleh kesaksian dari AA dan SU minggu ini. Pilpres legitimated tujuannya.

Gubernur Jambi non aktif ZZ terancam hukuman penjara 20 tahun jika 8 dakwaan gratifikasi senilai puluhan miliar dari fee proyek APBD yang dituduhkan kepadanya terbukti ( sebagian uang korupsi masuk ke kader dan partai PAN. Partai bisa dibubarkan jika UU Pemilu ditegakkan ).

Adik ZH juga sudah ditangkap KPK. Menteri dari PAN sudah mundur dari Kabinet Kerja. Pidato ZH sudah berubah rasa oposisi pada 16/8/2018 lalu. Ketika dikejar wartawan soal korupsi ZZ, ZH pun ngeloyor pergi tak meladeni.

Buat saya, orang baik jika diperlakukan buruk, ia tetap baik. Orang buruk, jika diperlakukan baik/ wajar pun, ia berlaku buruk ( ingat 2 kaki PAN di 2 kubu, tak wajar ada di kubu pemerintah tapi lebih 20% mengkritik pedas pemerintah, apalagi dengan data keliru. Jika lalu menteri PAN keluar setelah PAN balik ke kubu oposisi, itu etika yang wajar. Jangan baper ( lalu terlihat tabiat aslinya ). Susah benar ‘menari’ dengan besan AR yang dominan ya. Karakter lemah akan terlindas oleh karakter yang kuat. Jika si dominan brengsek, akan terbawa brengsek pula. Ingat amandemen UUD 1945 yang merugikan ekonomi Indonesia hari ini dibidani AR ).

Kembali ke ZZ, meski banyak hukuman yang diancamkan kepadanya, ZZ tak melakukan eksepsi/ pembelaan. Pasrah nrimo saja ( baru nyadar kalau duit2 itu dikutip dari SKPD2 di bawahnya ? Lugunya mantan artis dalam sistem pemerintahan yang masih buruk ).

IM mundur dari jabatan mensos setelah OTT ( kerabat wakil ketua Komisi 7 DPR RI dalam ) kasus PLTU Riau I dan menerima surat penyidikan KPK ( sepulang ceramah sholat Ied di Lombok ) . IM dijanjikan uang jutaan dolar untuk pemulusan proyek anak perusahaan PLN. Semoga tidak berhenti di IM saja. Aktor2 lainnya juga menyusul diungkap dan ditangkap. Jokowi sudah memberi contoh baik, tak mempertahankan anak buahnya yang terjerat kasus hukum. IM dan ZZ juga memberi contoh baik, tak mempersulit proses hukum terhadap dirinya. Nobody’s perfect. Yang lebih penting, bertanggung jawab atas semua tindakan dan memperbaiki diri.

AGK menggantikan posisi IM yang baru 7 bulan bekerja. Gnj Ktsm, ayah AGK, pernah disebut Mahfud, tertera pada kontrak2 aset negara yang dijual murah ke asing, seperti tambang Freeport di Papua. Semoga AGK tak mengulangi kesalahan ayahnya.

BAWASLU BERANI, PILPRES LEGITIMATED, PEOPLE TRUST.

Bawaslu diledek ‘macan ompong’ oleh sebagian awak pers karena tidak tegas dan tidak kreatif menyelesaikan pelanggaran pemilu yang menjadi tugas utama badan pengawas pemilu. Kasus La Nyalla di Jatim dibiarkan lenyap ditelan bumi. Kasus mahar Rp 1 triliun gejalanya ?

Saksi AA di Lampung sudah 3 kali dipanggil Bawaslu ke Jakarta hingga Senin kemarin ( EMI, 28/8/2018 ) namun AA tak hadir juga dengan beragam alasan. Menurut pemirsa EMI, wasekjen Dmk itu menawarkan tele conference ( pakai WA juga bisa video call ), bersaksi di Bawasda/ Panwaslu Lampung atau memberi kesaksian tertulis ( atau anggota Bawaslu datang ke Lampung bertemu AA ). Bisa kan ? Bawaslu sudah diberi anggaran 3 kali lipat dari pilpres 2014 lho ( sekarang Rp 14,2 triliun ), masak gamang begini ? Rakyat udah ngongkosi Bawaslu mahal2, kenapa belum juga bernyali ? Cuitan di twitter dan pernyataan AA dan SU di media sudah cukup sebagai bukti permulaan untuk menindaklanjuti temuan politik uang ini. PPATK bisa diminta mengendus kemana larinya uang SU yang jumlahnya tak lazim ini. KPK bisa diminta mengendus praktek korupsi penyelenggara negara ( SU, ZH, SI ). Polri dan LPSK bisa diminta melindungi keamanan AA dan saksi2 lainnya.

Jika benar terbukti, para pelaku bisa dikenai hukuman penjara, calon didiskualifikasi, partai2 pengusung dilarang ikut pemilu berikutnya ( atau dibubarkan ). Itu bisa jadi pelajaran bagus bagi demokrasi kita, jika partai2 oposisi yang hobi provokatif ( kampanye hitam ) berikut para pendukungnya ( tagar2 kebencian pengoyak kerukunan bangsa ) kena batunya ( ditindak tegas ). Agar tak ditiru generasi muda penerus estafet kejayaan bangsa. Masih banyak pekerjaan penting yang harus diselesaikan Indonesia secepatnya agat tak terlindas pertarungan global.

Bawaslu juga harus mendukung PKPU. Jangan kalah dengan syahwat politik 3 caleg mantan napi koruptor yang sudah dicoret KPU. Uji materi di MA kan tak mengalahkan PKPU tsb. Ayo, Bawaslu tunjukkan nyalimu ! Rakyat memantau dan mengandalkanmu !

CLOSING

Jika saya pernah mengkategori orang dengan negatif parsial atau positif holistik, maka Andy F.Noya menggolongkan orang2 yang ditemuinya sebagai tipe negatif pengeluh yang do nothing atau positif optimis yang sarat karya pengabdian. Apa kategori anda ?

KEK

KEK Mandalika yang mempesona. Unggulan pariwisata NTB dan Indonesia. Semoga kembali ramai dikunjungi wisatawan usai gempa Lombok 3 minggu ini. Amin.

Written by Savitri

27 Agustus 2018 at 11:30