Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Venezuela

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Iklan

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13

Krisis Venezuela. Pemantau Asing. Suket di Pilpres 2019. WNA di DPT. TKI Aisyah. KIA. Tarung Intel ?

leave a comment »

Presiden Nicolas Maduro ( pemenang pemilu ) dukungan Rusia, China vs Ketua DPR Juan Guaido ( ‘presiden’ tanpa pemilu ) dukungan AS-Israel membuat warga Venezuela kian merana. Negara kaya sumber minyak memang jadi rebutan negara adidaya. Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB memilih abstain dari dua resolusi yang diajukan masing-masing kubu. Kita yang berpolitik luar negeri bebas aktif tak ingin terjerat di antara pertikaian ‘abadi’ keduanya. Indonesia mengusulkan penyelesaian regional ( komunitas negara Amerika Latin ) dan mendorong bantuan kemanusiaan dari negara anggota PBB. Semoga bisa segera terwujud, karena warga Venezuela sudah pada rebutan listrik untuk ponsel mereka, setelah jaringan listrik padam disabotase dan sanksi ekonomi AS membuat makanan dan obat-obatan sulit dicari di sana ( foto: liputan6 )

KEMELUT VENEZUELA. KABARNYA..

Host Rendi di VOA Dunia Kita ( MetroTV, 23/3/2019 ) bicara soal kemelut Venezuela yang yang kurang akrab di kuping pemirsa Indonesia. Terlihat di layar TV, warga AS sedang sibuk mengepak bantuan logistik ( pangan, obat-obatan ) bagi warga Venezuela. Apa yang terjadi ?

Ada tangan Israel di sana, tulis Dina YS, seperti juga banyak konflik di muka bumi ini, termasuk Indonesia. Ada Maduro ( pro-Palestina, menurut media Hezbollah, Al Mayadeen ) yang terpilih sebagai presiden secara demokratis melalui pemilu. Lalu ada Juan Guaido ( agen CIA untuk kepentingan zionis AS ) yang dideklarasikan Trump, atas desakan neocon, jadi presiden dukungan AS tanpa proses pemilu. Kemudian ada militer Venezuela yang tetap setia tanah air, yang menggagalkan kudeta neocon. Menyusul gangguan dan sanksi AS sehingga Venezuela mengalami krisis ekonomi. Lalu Rusia cs membantu logistik rakyat Venezuela.

Di Venezuela, ada cadangan minyak terbesar di dunia yang menyilaukan kelompok neocon ( neokonservatif, kelompok elit di pemerintahan AS, bertujuan ideologis menjaga keamanan Israel ). ‘ATM’ mereka kering jika tak menciptakan konflik dan perang ( Irak, Iran, Libya, Yaman, Suriah, Venezuela ) yang melariskan dagangan mereka ( senjata dan proyek rekonstruksi ). Tokoh neocon : Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton, menlu Pompeo, wapres Pence, Elliott Abrams ( dekat komunitas pro-Israel, PM Netanyahu, penggagas genosida di Amerika Latin ). Kubu neocon berupaya mengeruk uang pajak rakyat AS untuk membiayai proyek perang mereka. Perusahaan raksasa ( saham dikuasai zionis ) mengambil untung lebih besar lagi dari perang dan minyak.

SEJARAH PEMILU VENEZUELA

AS kerap memberi sanksi semaunya. AS melarang negara lain membeli minyak dan berinvestasi di Iran. Sanksi Trump untuk Venezuela adalah tak membayar minyak Venezuela yang sudah masuk AS, padahal uang itu sangat dibutuhkan Venezuela untuk membeli pangan dan obat-obatan ( Dina YS, 7/2/2019 )

Venezuela adalah negara yang menerapkan sistem sosialisme, antitesis dari sistem kapitalis-neolib yang sedang dipaksakan Imperium ( AS cs ) di muka bumi. Intervensi AS di Venezuela dimulai sejak menggulingkan Hugo Chavez.

Chavez berupaya mensejahterakan rakyat jelata sejak terpilih 1998 hingga wafatnya 2013 ( dibunuh ? ) hingga kemiskinan turun dari 43% menjadi 27%. Kemiskinan ekstrem turun dari angka 16,8% menjadi 7%. Menurut UNESCO, tingkat buta huruf berhasil dihapuskan ( sebelumnya 10% warga buta huruf ). Chavez melaksanakan program pro rakyat kecil ( peningkatan gizi anak, dana pensiun untuk orang tua, pendidikan dan kesehatan untuk orang miskin ) sehingga HDI ( Human Development Index/ IPM ) Venezuela naik ke kategori tinggi.

Chavez menggalang perlawanan negara-negara Selatan sampai mereka berhasil merebut kendali atas kekayaan sumber daya alam mereka dari perusahaan transnasional untuk mendanai program bagi orang miskin. Sejak tahun 2006, Chavez mulai mendirikan Banco del Sur ( bank negara-negara Selatan ) untuk melawan IMF dan Bank Dunia.

Langkah Chavez ini jadi ancaman besar bagi Imperium sehingga Chavez diancam dibunuh, dikudeta ( tahun 2002 melalui tangan kaum oligarki Venezuela ), dan pembunuhan karakter ( Jokowi mungkin juga sedang ‘digarap’ setelah pidato kerasnya terhadap kesewenangan Israel mencaplok wilayah Palestina dan Yerusalem ).

Penerus Chavez, Maduro ( menang pilpres Mei 2018 ), melanjutkan sistem sosialis dan menolak tunduk pada Barat. Januari 2019, setelah Presiden Maduro dilantik, AS bermain makin kasar dengan mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido yang tak ikut pilpres, sebagai presiden baru dan memperketat sanksi ekonomi. Tuduhannya : Maduro diktator dan pilpres dipenuhi kecurangan ( mirip tuduhan penyiksa/ kezaliman gerombolan #gantipresiden dan jin-jin curangnya AR ya ). Padahal, pemilu diawasi empat komite pemantau internasional dan media Forbes. Capres lawan Maduro, Falcon, yang bebas berkampanye di seluruh pelosok Venezuela mendiskreditkan kinerja Maduro. Syukurlah, Maduro tetap terpilih ( 31% suara. Obama, tahun 2008, juga meraup 31% suara dan tahun 2012 hanya 28%. Tahun 2016, Trump dapat 26 % suara dengan sistem elektoral yang tidak demokratis karena peraih suara mayoritas pun bisa kalah karena kalah di hitungan elektoral ).

Setahun sebelum pilpres, AS menghajar Venezuela dengan saksi ekonomi sampai mengalami krisis parah hingga suara untuk Maduro relatif kecil. Sanksi embargo juga dilakukan AS di Irak sebelum menginvasinya tahun 2003 ( akibat sanksi : 500.000 anak tewas kekurangan pangan dan obat-obatan ). Setelah Irak limbung, tentara AS menyerbu dan bercokol di sana. Bolton, makelar perang Irak yang kemarin mendukung kudeta di Venezuela, melakukannya demi cadangan minyak terbesar. Tamak.

Di mana ada pemimpin mulai melawan Imperium, mendekat ke China atau Rusia, maka akan ada ( pion mereka/ kebo-kebo dalam negeri ) yang nyinyir dan menggalang kekuatan politik untuk melawannya, sehingga kita perlu waspada terhadap manuver dan asbun para jubir lokal AS di sini.

Mendiang Hugo Chavez, juga dikenal sebagai pembela Palestina yang gigih di Amerika Latin. Ketika Operasi “Menuang Timah” Israel tahun 2009 ( Cast Lead Operation : tentara Israel membombardir Gaza selama 3 pekan dari 27 Desember sd 18 Januari 2009 menewaskan 1.398 orang, termasuk 345 anak-anak ), Chavez ( penganut Kristen ) memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protesnya ( beda dengan Erdogan/ IM yang seolah melawan Israel, tapi kedubes Israel aman dan damai di Turki, dan hubungan perdagangan antar keduanya sangat intens ). Akibatnya, Israel mendanai kelompok oposisi di Venezuela untuk menggoyang Chavez, dan mengutus agen rahasia Mossad untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya ( kita perlu waspada dengan kelompok oposisi di sini. IIPAC di Jaksel yang mendanainya ? ).

Di sisi lain, ada lembaga B’Tselem ( segelintir orang ) di Israel yang paham bahwa pemerintah mereka telah melakukan kejahatan kemanusiaan ( pembelaan terhadap Palestina adalah masalah nurani, bukan kebencian agama ). Jadi ada Yahudi jahat ( zionis ), dan Yahudi baik ( membela Palestina dan mengecam penembakan di dua masjid di Christchurch ).

Dunia belum kiamat sampai kita memerangi zionis Israel. Resonansi Syuman, lapisan di atmosfir yang melindungi kehidupan di bumi, menunjukkan percepatan getaran sejak tahun 1990, seolah ada kekuatan misterius yang mengintervensi, menurut riset ilmiah. Sinyal kita di babak akhir kehidupan umat manusia/ jelang kiamat ( Khazanah, Trans7, 27/3/2019 ).

DAMPAK NEOCON DI AKAR RUMPUT.

Israel adalah organisasi teroris paling canggih di dunia, kata Miko Peled ( penulis, aktivis Israel ). Para elit dari pelaku aksi teror di Indonesia dan penyebar kebencian pada golongan yang mereka cap ‘kafir’ adalah proxy AS -Israel. Sedang bawahannya yang sudah terdoktrin dan tak mampu berpikir kritis, digunakan untuk mendiskreditkan Islam ( di-framing seolah kelompok teror bekerja sendiri karena doktrin agama, untuk menutupi peran AS- Israel )
Saat kampanye pemilu 2019 ini bisa anda rasakan sengitnya ‘pertarungan’ di WAG ( juga di Mata Najwa, Trans7, 27/3/2019 ). Kita seperti berhadapan dengan tembok ketika mengklarifikasi fitnah dan hoax yang ditebar pendukung 02 dan pihak asing itu.

( Ingat kasus TKI Aisyah yang diperalat intel Korut untuk membunuh KYN, kakak pemimpin Korut di bandara Malaysia ? Indonesia masuk radar pertarungan intelijen global. Syukur, dengan negosiasi tingkat tinggi, Aisyah akhirnya bisa bebas. Namun, mobil intel penyadap yang sempat parkir di depan kantor KPU terkait sejumlah WNA terdaftar di DPT, belum terungkap misterinya ).

Banyak warga di akar rumput yang tak mengikuti isu aktual di TV. Tidak tahu mana yang benar ( tapi bebal/ menolak diberitahu jika tak sesuai dengan apa yang ingin didengarnya ). Sangat capek menjelaskan data valid pada mereka yang sudah terdoktrin. Survei BPS, Tempo, Kompas, dll, dianggap mereka survei-surveian. Mereka cuma percaya tetua di lingkungannya meski menebar fitnah, karena mereka tak tahu itu fitnah ( tak mengakrabi media kredibel ). Tak heran, Jokowi sampai perlu cuti kampanye terbuka ( wapres JK menghandel tugas rutin presiden ) untuk mengklarifikasi semua fitnah dan hoax tentang diri dan capaian pemerintahannya.

Menjengkelkan, sekaligus menyedihkan. Presiden saat ini bekerja paling keras untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya, tapi sebagian rakyat malah menistakannya. 75% mengaku puas atas pencapaian kerjanya, tapi hanya 58% yang yakin akan memilihnya kembali. 17% terhasut kampanye hitam 02. Paradoks. Yakinlah kehinaan akan menimpa para pendusta ( pelaku politisasi agama ). Perhatikan nasib AR, FZ, HRS, dan sejenisnya di masa akhirnya ( jika tak segera tobat ).

Sebagian akar rumput sungguh menyedihkan. Hanya karena hoax yang ditebarkan tetuanya, tanpa mengklarifikasi dengan tools yang sudah diberitahu karena malas, tanpa risih mereka menghujat kepala negara. ‘Rakyat’ sekarang sudah buka mata, tidak bisa dibohongi, tulis mereka di WAG ( padahal cuma dengar gosip dari tetangga, bisa begitu bangga men-share fitnah tanpa tabayyun ). Warga semacam ini memang perlu dijelaskan TKN, capres, cawapres 01 secara door to door. Sebagian ( 25% + 17% ) masyarakat belum matang beragama dan bernegara ( mayoritas warga Selandia Baru sudah matang bernegara, tidak menghujat pemimpin pilihan bangsanya, dan bersikap sangat simpatik terhadap korban penembakan di masjid di Christchurch. Pembelaan terhadap korban terorisme adalah soal nurani kemanusiaan, bukan pilihan agama.

Beda jauh dengan penceramah radikal yang menghujat Jokowi dan berkampanye ‘kafir’ di sejumlah masjid di tanah air, juga di Bandung ( ‘ustad’ Ase* salah satunya yang ceramah sambil kampanye 02 di masjid Ash-Shof* dan Ar-Rahm** tiap Selasa dan Minggu ). Mereka cuma para pembuat kerusakan di muka bumi dengan mencatut nama Islam dan pendusta agama sesungguhnya. Elitnya asyik berkoar di talkshow dan panggung pemilu menebar hoax curang dan kebencian. Mengerikan demokrasi kita hari ini karena ulah mereka. Sengitnya perdebatan warga di WAG-WAG lingkungan RT/ RW karena kampanye hitam elit asbun yang tak segera ditindak tegas. Yang melek media vs yang buta literasi. Semoga Bawaslu dan aparat lebih tegas menghentikan mereka. Ini masalah persatuan bangsa dan keutuhan negara. Jangan main-main atau ciut nyali bilang ‘belum ada pelanggaran’, sampai kita hafal jawaban mereka.

FB dan Twitter belakangan ini telah memblokir ribuan akun yang aktif melawan Barat dengan tuduhan ter-link dengan Iran, Rusia, Venezuela. Kita ingat akun FB Dina yang hilang misterius. Juga keengganan FB menuntaskan kasus terambilnya sejuta data pribadi facebooker Indonesia oleh sebuah aplikasi. Kita jadi mengerti kenapa China memilih membuat platform medsos sendiri untuk menghindari peretasan dan intervensi asing. Kita juga perlu punya medsos ala Indonesia yang dikelola Kominfo sehingga bisa lebih cepat men-take down akun meresahkan yang membuat kita letih berjaga tiap hari membendung konten radikal, fitnah dan hoax ( karena ternyata FB dan TW dikendalikan neocon AS )

BOM SIBOLGA : PETAKA RADIKALISME DALAM KELUARGA.

2 ledakan bom dinihari di Sibolga, Sumut, terjadi setelah istri terduga teroris AH bicara dengan Densus 88 ketika petang ( ada waktu 6 jam yang sebenarnya bisa digunakan aparat untuk terus memotivasi si istri keluar dari rumah berisi 300 kg bom itu ).

Ridwan H, pengamat teroris, mengatakan, 85% netizen dalam setahun menjelma teroris setelah terpapar paham radikalis. Sedangkan dengan cara tatap muka, baru 5-10 tahun warga terpapar radikal menjelma teroris. Ada lebih 130 juta pengguna medsos saat ini.

Pengajian radikal seminggu sekali di Surabaya, diikuti ortu dan anaknya sebelum meledakkan diri di bom Surabaya. Si ortu menutup anaknya dari interaksi sosial agar leluasa mendoktrin ( EMI, 14/3/2019 ). Istri terduga teroris AH meledakkan diri bersama anaknya yang berumur 2 tahun.

Penulis buku Islam damai lebih sedikit dari buku tentang HTI. Begitu juga buku-buku Islam damai lebih sedikit ditemukan di rak toko buku ( mbok digratiskan seperti buku anti-Syiah yang pernah ditebarkan antek zionis di sini tempo hari ). Dari survei, 10% siswa Bandung dan Jakarta setuju ISIS. Menurut LIPI, sebanyak 25% guru dan siswi setuju paham radikalis dan 40 % mahasiswa menerima paham intoleran. Survei BIN, sebanyak 7 perguruan tinggi besar di Indonesia sudah terpapar paham radikal ( EMI, 14/3/2019 ).

Ekstrimisme membuat orang yang tak suka perbedaan, merasa terancam, lalu menjadi tukang vonis, tukang teror, dan tukang bunuh. Tahun 2018, ada 13 bom bunuh diri dari 400 pelaku radikal yang bisa digagalkan tim Densus. Teroris berdasar agama pada dasarnya bukan orang beragama. Teroris Boko Haram di Afrika, ISIS di Timur Tengah dan JAD di Surabaya bukan sedang membela agama, tapi egonya ( dan perutnya ). Orang baru utuh beragama jika ia mengutuk pelaku terorisme dilandasi rasa kemanusiaannya terhadap korban dari agama mana pun, karena agama hakekatnya kedamaian dan cinta kasih.

TUDUHAN KPU CURANG DAN KERJA INTEL

Sekitar 13% pemilih menuduh KPU curang. Ini buah cuci otak menjelekkan pemerintah seperti video elit 02 di episode Mata Najwa lalu. Seperti membenarkan persepsi radikalis : jangan rakyat ditangkap, elit tidak, yang terus digaungkan elit 02 berulang-ulang menimbulkan ketidakpercayaan pada institusi negara. Andai Bawaslu bisa tegas menindak pengucapnya/ provokator maka tuduhan curang takkan sebesar itu ( kita perlu memperkuat nyali Bawaslu )

Aplikasi Sambar ( tuduhan buzzer terhadap aparat ) dengan IP ( internet protocol ) terdahulu berasal dari wilayah Filipina. Yang baru seolah terhubung dengan IP Polri ( kerja intel asing/ antek neocon barang kali ). Mobil intel penyadap data KPU, duga Akbar Faisal. Pembuangan KTP rusak di hutan, sawah, apa ini, tuduh AR. Sebanyak 5000 surat suara disobek ( 40% ASN tersurvei pro-02 sebagai pelakunya ? ). Kader ex-HTI sudah di mana-mana, klaim jubirnya. Masalah apa saja selalu dituduhkan ke Jokowi oleh 02. Intel Korut di BPTKI. Benar-benar pertarungan intel.

TKI AISYAH BEBAS

Ada lebih 500 TKI yang terancam hukuman mati. Selama 4 tahun, pemerintahan Jokowi sudah membebaskan 443 TKI dari jerat hukuman mati. Pertarungan intelijen dimenangkan menandakan Indonesia cukup berpengaruh di kawasan regional, bahkan dunia. Perusahaan penyalur TKI yang mengirim Aisyah masuk radar/ jaringan mata-mata Korut. Perlu dicek telusuri agar tak terjadi korban berikutnya ( EMI, 12/3/2019 ). MenkumHAM, Menlu, Kedubes, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, Jokowi ( melobi PM Mahathir di Istana Bogor, Oktober 2018 ), berperan aktif membebaskan Aisyah yang ditahan 2 tahun 35 hari dari jerat hukuman mati. Diplomasi high level. Good job.

SERTIFIKASI MUBALIGH MUI

MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) dan KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) menyepakati sertifikasi dan rekomendasi mubaligh :
1. Tahu Ilmu Islam
2. Tahu Islam dan hubungannya dgn negara bangsa/ kebangsaan.
3. Metode dakwah yang rahmatan lil ‘alamin

( Top News, MetroTV, 13/3/2019 )

TKA CHINA/ WNA PUNYA KTP-E TERDAFTAR DI DPT

Lebih 373 WNA yang masuk DPT ( Prime Time News, MetroTV, 6/3/2019) sudah dicoret, sisanya masih disisir. Ada sekitar 1600 WNA punya KTP-E. Lebih 4 juta org WNI yang belum punya KTP-E. Hak pilih mereka sudah diajukan melalui JR ke MK agar mereka tak kehilangan suara ( kekurangan teknis tak boleh sampai menghilangkan hak konstitusi seseorang ).

Pemirsa dari Papua Barat usul agar KPU mengingatkan para petugas KPPS/ TPS untuk benar-benar mencermati WNA tak boleh sampai nyoblos. Cegah gerombolan 02 untuk memprovokasi mereka agar tak punya alasan untuk PSU ( pemungutan suara ulang ) dan mengacak-acak negeri ini ( EMI, 7/3/2019 )

SUKET DI PILPRES 2019

Mahkamah Konstitusi ( MK ) kemarin sudah memutuskan boleh dipergunakannya Suket ( Surat Keterangan sudah merekam data KTP -E di dinas kependudukan dan catatan sipil/ disdukcapil di kota/ kabupaten domisili pemilih ) untuk nyoblos pilpres 17 April 2019. MK juga memutuskan pémbuatan Suket diperbolehkan sampai H-7. Penghitungan suara bisa diperpanjang 12 jam tanpa jeda di TPS ( EMI, 29/3/2019 )

4,2 juta calon pemilih yang belum punya KTP-E bisa bernafas lega karena tak kehilangan hak pilihnya. Mereka diminta segera merekam data diri ke disdukcapil, lalu mencoblos capres pilihannya di TPS domisili KTP-nya setelah jam 12 siang ( TPS ditutup jam 13. Quick count baru boleh dimulai pukul 15 ). Begitu pula pemilih pindahan di mana mereka dan pemegang Suket terdaftar di DPT Tambahan.

Warga tergusur di kawasan Halim yang direlokasi ke Jawa Barat ( punya KTP-E ), jangan golput karena MUI sudah men-fatwakan haram ( jika ada capres yang memenuhi syarat untuk dipilih ). Segera rekam data KTP-E yang baru hingga memperoleh Suket lalu ikut nyoblos di TPS dengan membawa undangan ( form C-6 ? )

MK sudah bagus bekerja kali ini. DPR hendaknya merevisi UU Pemilu dengan memperhatikan keputusan MK dan dilakukan 3 tahun sebelum pemilu berikutnya agar rakyat punya waktu cukup untuk menguji di MK. UU no.7 tahun 2017 tentang Pemilu adalah UU yang paling banyak di-JR ( sampai 28 kali ). Semoga pemilu 2024 lebih berkualitas, diantaranya karena UU Pemilu-nya sudah siap tahun 2021 dan tercantum di dalamnya mantan napikor tak boleh maju nyaleg maupun nyapres ( Rmy termasuk ).

PEMANTAU ASING DI PILPRES 2019

UNDP, KPU Filipina, KPU Jepang, KPU AS, Tim Uni Eropa adalah 5 lembaga pemantau pemilu langganan KPU. Ketua Arief juga mengundang 33 negara sahabat untuk memantau pemilu. Namun, akreditasi pemantau pemilu kali ini oleh Bawaslu, bukan KPU seperti pemilu sebelumnya. Lembaga pemantau pemilu lokal, sebanyak 50, termasuk Perludem, yang sudah terdaftar di Bawaslu. Dari luar negeri, ada 11 LSM asing dan 33 lembaga KPU negara asing/ diplomat.

Skor civil society Indonesia dalam mengawal pemilu : 0,85 dari range 0-1 ( tertinggi di Asia Tenggara, sehingga para pemantau asing itu justru perlu belajar pada Indonesia, seloroh Titi ). Pemilu di AS pun dipantau lembaga asing sebagai etika peradaban global. KPU juga pernah diundang memantau pemilu di Vietnam, dll, sehingga KPU pun mengundang KPU luar datang memantau sesuai UU Pemilu. Salah satu syarat pemantau pemilu adalah tak terafiliasi dengan capres dan partai peserta pemilu.

Akan ada dua petugas ketertiban TPS yang akan menjaga siapa yang boleh masuk area TPS yang dipagari. Para pemilih membawa KTP-E/ Suket dan formulir C-6 untuk bisa masuk area TPS dan mencoblos. Pemantau lokal dan asing harus menunjukkan kartu pengenal yang diakreditasi Bawaslu untuk bisa masuk area TPS dan memantau jalannya pemilu dan melaporkan hasil temuannya pada Bawaslu. Pemantau pemilu yang mengganggu atau menghentikan jalannya pemilu akan dicabut akreditasinya dan dideportasi ke negara asalnya ( EMI, 26/3/2019 ).

Tagar #PemantauAsing atau #PengawasAsing yang minta lembaga asing mengawasi jalannya pemilu secara masif muncul karena paranoid atau skenario tuduhan curang yang mereka ciptakan sendiri ( gerakan mendelegitimasi hasil pilpres. Kalau tetap kalah, cerminnya/ KPU/ UU-nya yang nanti akan dibelah. Picik kan ? ). Karena bukan pemantau asing ( tak ada yang namanya pengawas asing ) yang menentukan hasil pemilu. Tapi hitung manual KPU yang diawasi Bawaslu yang diberi kewenangan oleh UU.

So, lebih 33 KPU dan pemantau luar negeri datang ke Indonesia karena undangan KPU lebih dulu dan UU Pemilu ( bukan karena tagar-tagar itu ).

770 HOAX. 180 TENTANG POLITIK

Kominfo menemukan 770 hoax yang 60% menyerang Jokowi, dan 30% menyerang PS. Modusnya, pelaku membuat akun baru di FB, TW, IG lalu screenshot, menghapus akun tsb terus menyebarkan ke WAG yang dulu bisa 20 foward sekarang hanya bisa 5. Seratus orang anggota tim anti hoax Kominfo yang bekerja sejak Januari 2018 dengan mesin canggihnya bisa menyusuri akun asalnya, men-take down laman hoax, memblokir akun, menyerahkan ke divisi Cyber Polri untuk dipilah mana yang prioritas untuk diproses hukum. ( Prime Time News, MetroTV, 7/3/2019 ). Hoax tsb menyerang polisi, kejaksaan, kominfo, cawapres, juga.

*****

Kampanye terbuka atau rapat umum terbuka sudah dimulai 24/3 dan akan berakhir 13/4/2019. Dana sebesar Rp 24,8 triliun sudah digelontorkan untuk membiayai pesta demokrasi tersulit di dunia ini dengan 187,5 juta pemilih terdaftar di DPT ( EMI, 23/4/2019 ). Cek nama anda di lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Tonton Debat Capres ke-4 di MetroTV mulai jam 17 besok ( Sabtu, 30/3/2019, biasanya diawali diskusi para pengamat dan surveyor ) lalu datang ke TPS tanggal 17/4/2019 ya..

==========

INFO MEDSOS :

HAK PILIH JR KE MK

Hari ini @perludem bersama dgn beberapa pegiat pemilu, akademisi, dan warga negara Indonesia yg punya hak pilih akn mengajukan uji materi sejumlah Pasal dalam UU 7/2017 terkait pemenuhan jaminan hak memilih bagi warga negara Indonesia scr luber jurdil. Di MK, pukul 11.00 WIB. ( Perludem, 5/3/2019)

——————–

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

DANA BANGUN JABAR
8 sumber dana pembangunan Jabar: APBD kota/ kabupaten, APBD provinsi, APBN, kerjasama pemerintah & badan usaha, CSR perusahaan, dana umat, hibah dari luar negeri, pinjaman bank, kata Gubernur Ridwan Kamil ( KLCBS FM, 22/3/2019 )

MANFAAT, SYARAT, CARA MEMBUAT KIA

Kartu Indentitas Anak ( KIA ) Kemendagri, diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak. Berdasarkan Permendagri no.2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini ada 2 jenis : untuk anak umur 0-5 tahun dan anak 5 sampai 17 tahun.

Banyak manfaat yang diperoleh anak yang memiliki KIA. Misal, ketika anak mengalami kejadian di jalan ( hilang, celaka ) saat tak bersama keluarga, ia akan mudah ditelusuri asalnya dengan KIA beralamat rumah yang dibawanya. Anak bisa dapat diskon ketika membeli keperluan sekolah, pergi ke museum, taman, atau tempat yang perlu mereka datangi. Proses pembuatannya bisa ditunggu, karena sehari jadi ( seperti di Cimahi )

Dari laman Kemendagri, bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersama akte kelahiran. Anak balita yang belum punya KIA, harus membawa fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya, beserta KK dan KTP asli orang tua/ wali. Untuk anak WNI umur 5 tahun ke atas ditambah foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar.

Bagi anak WNA yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus bawa fotocopy paspor dan izin tinggal, KK asli orang tua/wali, KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Pemohon atau orang tua anak menyerahkan persyaratan tsb ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( disdukcapil ), lalu Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA serta memberikannya di kantor Dinas, kecamatan atau desa/ kelurahan.

Dinas juga dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling ( jemput bola ) di sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak dan tempat layanan lain agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing yang telah memiliki paspor, orangtuanya tinggal ke Dinas untuk menyerahkan persyaratan KIA. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA yang selanjutnya diberikan pada pemohon di kantor Dinas. Mudah kan ? Silakan legalkan identitas putra/ putri anda, demi perlindungan bagi mereka.

Written by Savitri

29 Maret 2019 at 15:51