Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Posts Tagged ‘Yaman

Pindah Ibukota. Kapal Vietnam. Hari Buruh. Otak Reptil Teroris Zombie dan 02. Bom Sri Lanka, Yaman, Saudi. Ular Dicaplok Elang..

leave a comment »

Gedung KPU RI. Kita harap lembaga penyelenggara pemilu tak lagi terpancing tuduhan ‘curang’ kubu 02. Sudah keterlaluan, kurang ajar, melampaui hak mereka. Makin dilayani, makin gila hoax mereka, seperti api disiram bensin. Acuhkan saja, jangan ikuti ‘permainan’ mereka. Justru, minta mereka mengikuti aturan main yang sudah disepakati bersama, seperti peserta lain. Ada elit/ pengamat yang bilang, survei internal tak harus dibuka ke publik. Banyak pakar yang bicara tanpa konteks. Jika survei internal 02 menuduh bohong 6 lembaga survei kredibel dan melaporkan mereka ke polisi, seharusnya survei 02 harus diperiksa atas dasar apa mereka menuduh bohong ? Survei internal acuan mereka kan ? Mereka perlu dikondisikan untuk bertanggung jawab atas semua fitnah yang mereka tebarkan ke ruang publik untuk mendelegitimasi hasil pilpres. Jangan malah ikut menari dengan gendang sumir yang mereka tabuh. Perhatikan konteks, dan jadilah suluh kebenaran.. ( foto : era )

SU yang hanya hadir sekali dalam 4 kali deklarasi ‘presiden’ Kertanegara PS, mengatakan Pemilu 2019 sudah berlangsung jujur dan adil ( EMI, 29/4/2019 ). ZH, ketua MPR dan ketum de jure PAN sudah bertemu Jokowi untuk mendinginkan situasi pasca Pemilu 17 April. Dan 7 sekjen 02 sudah berkunjung ke KPU, melihat proses Situng/ real count-nya KPU yang diambil dari scan formulir C-1 ( ukuran A4, di PPK ) yang diambil dari form C-1 plano yang kita lihat di TPS saat perhitungan suara ( ukuran karton/ A1 dengan spidol 4 garis batang lidi vertikal ditutup satu batang mendatar ) yang ditanda tangani petugas KPPS, Panwaslu dan saksi parpol. Dokumen mahkota pemilu ini ( form C-1 Plano TPS ) bukan hak BPN 02 untuk memintanya ( tapi Bawaslu memberikan salinannya juga ). Yang terjadi kemudian, jagad medsos disesaki form C-1 yang direkayasa, yang berujung ke tuntutan berikutnya : elit 02 minta dibentuk TPF ( Tim Pencari Fakta ) demi memuaskan kecurigaan ‘kecurangan’ hasil setingan mereka untuk menggiring opini konstituen/ men-delegitimasi hasil pemilu.

( 02 sebetulnya sudah tahu mereka kalah, bahkan sebelum pemilu, dengan memobilisasi massa 212 dan tuduhan ‘curang’ AR di depan kantor KPU setelah melihat hasil belasan lembaga survei kredibel mengunggulkan Jokowi. Yang sedang mereka lakukan kini : mendelegitimasi KPU dengan hoax, fitnah, rekayasa dokumen, rekayasa foto ‘petugas’ lagi nyoblosin surat suara, dsb di medsos sesuai pesanan Neokon/ pembayarnya. Dengan tuduhan ‘curang’ ini mereka lalu bisa melongok proses Situng KPU, mendapat salinan form C-1 plano Bawaslu, untuk membuat hoax dan fitnah lebih besar lagi di medsos dan ponsel ‘ustad/ penceramah/ pengajar hadis 02’ di masjid-masjid/ ‘syukuran’ yang bilang pada jemaahnya “yang menang 02”. Kebangetan naifnya jika TPF ini pun dikabulkan. Data valid yang mereka terima akan diplintir lagi untuk kebohongan puncak/ pengerahan massa. Stop it !

Ketika kita berhadapan dengan ular licik, kita juga harus bisa berpikir seperti ular, minimal elang cerdik yang menerkam ular tsb. Kalau jadi kelinci imut nan baik hati, habislah kita ditelannya bulat-bulat. Itu sebabnya penyidik Bareskrim Polri belajar ilmu reserse/ kriminologi untuk bisa membekuk penjahat. KPK menggunakan koruptor/ whistle blower untuk menangkap koruptor utama/ lebih besar. Kepala NSA di film “XXX” merekrut ‘ular- Xander Cage- penggemar olahraga ekstrim’ untuk menjerat ‘ular berbahaya’ / bos narkoba/ penjahat kakap, agar bisa membaca langkah lawan untuk mengantisipasi/ mencegah kerusakan yang lebih besar. Tidak masuk/ hanyut dalam permainan/ setingan curang 02. Katakan, “KPU, Bawaslu, DKPP bekerja dalam sistem yang sudah disepakati bersama ( UU no. 7 tahun 2017 ) di mana semua fraksi di DPR RI termasuk partai 02 ada di sana. Kalian/ 02 juga harus begitu. TPF berlebihan dan tak ada di aturan main. Bangsa beradab mengikuti aturan yang sudah dibuat.”

Tak reaktif menuruti segelintir 02 yang tak mampu berpikir logis. Elit 02 masih berteriak ? Pasang kapas di kuping, jangan dengarkan, cuek saja. Salurkan energi untuk tindakan yang lebih nyata. Kawal proses rekap tiap jenjangnya ( PPS, PPK, KPUD, KPU ) sampai 22 Mei 2019 ( pleno KPU RI ) dan 28 Juni 2019 ( keputusan MK yang final dan mengikat ). kawalpemilu.org salah satu yang sedang melakukan.

Saya pernah menyarankan di blog ini agar Indonesia punya platform medsos sendiri karena medsos yang populer sekarang dikuasai Neokon AS yang melenyapkan akun Dina YS dan netizen kritis yang membongkar kejahatan Imperium. Jadi percuma Kominfo meminta operator medsos FB, TW, IG, men-takedown akun berkonten radikal, hoax, hatespeech karena mereka dalam kendali Neokon. Saya dengar 29 April ini, Kominfo bersama PRSSNI, K-Lite FM, aplikasi Svara akan merilis platform kolaborasi. Bisakah dibuat seperti medsos, sebagai tambahan unduh lagu dan siaran streaming radio-radio setanah air ? Hatur nuhun.

Sambil menunggu, kiranya kita perlu menelanjangi siapa penjilat di sekeliling PS yang ‘keukeuh’ deklarasi memalukan itu ( otak reptil PS sudah terkena semburan hoax menakutkan, seperti para penyesat di sekitarnya, sehingga orasi lantang ‘Indonesia bubar’, ‘punah’, ‘hankam rapuh’, ‘bumi pertiwi diperkosa’ berhamburan dari mulutnya seperti zombie, tanpa penyesalan, apalagi minta maaf ). Kenapa masjid jadi modus kampanye penceramah 02 ? Di mana proses cuci otak radikal ini bermula ? Siapa penyandang dananya? Check this :

SATU DUNIA DI BAWAH KAKI ZIONIS ISRAEL.

Itu sebabnya kitab suci memberitahu, dunia takkan kiamat sampai kita memerangi zionis Israel.

Uni Eropa, China, Rusia adalah 3 negara/ kawasan terakhir yang akan ditaklukkan AS-Israel dalam road map satu dunia tanpa sekat yang dinamai Pemerintahan Global/ Tatanan Dunia Baru, dengan aneka modus perdagangan, bantuan keuangan, militer, kudeta, menurut Chris Kanthan di buku “Deconstructing the Syrian War” ( Dina YS, 25/4/2019 ) .

Sebelum itu, Amerika Utara dan Amerika Selatan ( termasuk Venezuela ) akan mereka ( AS- zionis Israel/ Neokon/ Imperium ) lebur dalam sistem finansial, kerjasama ekonomi dan militer bersama.

Neokon AS menggunakan ‘mujahidin’ ( radikalis yang tak takut mati meski cuma dibayar murah, mereka mengira sedang berjihad membela agama lalu mati masuk surga, segampang itu ) sejak ‘sukses’ mengusir Uni Soviet ( kini Rusia ) dari Afganistan ( tahun 1980-1990 ), untuk menghancurkan/ menundukkan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Caranya, dengan semburan industri kebencian, seperti fitnah, hoax terhadap Jokowi ( azan, jilbab, penyebutan kafir dilarang, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan, anti Islam, kriminalisasi ulama, dst ) yang ditebarkan di masjid-masjid, door to door, majelis taklim/ pengajian, pesantren dan madrasah. Serangan terhadap croc brain/ otak reptil manusia ini membuat orang lemah ketakutan, hilang akal/ tak logis dan berubah ‘zombie’ yang akan melakukan apa saja untuk ‘self defense’/ bertahan hidup ( cuci otak/ firehose of falsehood ), yang mengendap di alam bawah sadar mereka, hingga sangat susah disadarkan, butuh deradikalisasi bertahap, berulang-ulang, bertahun-tahun pula.

Saya ingat, dulu Tempo, pernah menurunkan tajuk utama “Tweep” ( twitter people ) di Tunisia, Mesir, Irak, Libya ( fenomena ‘demokratisasi’ di Timur Tengah/ Arab Spring menggunakan medsos ). Medsos, setahu saya, media hasil pengembangan teknologi militer AS yang secara intens, maraton di-training, disosialisasikan untuk target geopolitik, yang selanjutnya ( senjata makan tuan ) membuat warga AS terbelah ( Trump bisa menang karena kebohongan masif yang disemburkan timses-nya ), warga Brasil juga, warga Indonesia terpolarisasi ( tapi Jokowi tetap menang karena dikawal civil society ), lalu kota Marawi, Filipina sempat diduduki ISIS, serta terbentuknya kelompok radikal di Thailand Selatan, Xinjiang-China/ Uighur, Mindanau, Filipina, dsb, akibat semburan fitnah, hoax, foto pembantaian dari pelbagai lokasi, waktu, isu ke otak reptil netizen tiap harinya.

Yang menyedihkan, klan Saudi yang merebut tanah suci dari keturunan penjaga Kabah dengan pedang berdarah dan bantuan AS menjadi donatur ‘sekolah’ para teroris yang ‘lulusan’-nya bersahut-sahutan meledakkan diri dan orang lain di pelbagai negara ( negara kami dipilih karena kami tak setuju cara teror, kata PM Selandia Baru, usai penembakan di masjid Christchurch. Sri Lanka yang hidup tenang setelah mengatasi gerilyawan Macan Tamil, dibuat tidak tenang lagi dengan bom Paskah tergres pada Minggu, 21/4/2019 ).

Sebagai imbalannya ( juga penjagaan AS atas Saudi dari kekuatan Iran di Timur Tengah ), penguasa Saudi diperas AS untuk mendanai ‘proyek’ terornya, pemusnahan etnis, penyebaran doktrin Salafi/ Wahabi ( sebengis Takfiri, ingat cara putra mahkota Saudi, MBS, menghabisi Khassogi/ IM di Turki ) di pesantren, madrasah yang disumbangnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia ( ‘ustad’ BN, #gantipresiden, kepala batunya elit 02 terhadap hasil pilpres 2014, 2019, sehingga mereka disebut bagian dari proxy AS-Israel = perang AS-Israel dengan menggunakan kaki tangan pihak lain ).

Seluruh agenda terorisme ini menghancurkan negara-negara muslim dan korban terbanyak umat muslim pula. Di antaranya, di Christchurch, Selandia Baru, 49 jemaah masjid tewas oleh rentetan tembakan brutal pelaku Islamophobia. Di Suriah, 370.000 warga Suriah tewas oleh ribuan ‘jihadis’ yang didatangkan AS dari seluruh dunia yang membantu pemberontak lokal ( Ikwanul Muslimin/ IM, di Indonesia PKS ) membalaskan dendam kesumat pendahulunya yang dihabisi Assad senior setelah kudeta gagal mereka. Beruntung Iran, Hezbollah-Lebanon dan Rusia membantu Bashar ( Assad junior ) mengalahkan gerombolan teror tsb ( jika HRS, FPI, ex- HTI pro-ISIS bikinan AS, maka mereka pun kaki tangannya zionis. Terasa hawa terornya kan ? Serba semau gue. Merasa bener sendiri ).

Sedih ya. Garangnya jihad fisik dalam perang disalahgunakan zionis dan dijalani pemula/ pencari Islam untuk menghancurkan Islam, kaum muslimin, negeri muslim, tanpa banyak tanya/ otak kritis. Kelompok ‘jihadis’ atas nama Islam/ fundamentalis masih terus menebarkan teror sesuai pesanan pembayarnya/ musuh Islam. Tragis.

Bagaimana kita bisa menghentikan kebodohan mereka ? Mendetok racun doktrin yang mengendap lama di alam bawah sadar mereka ? Menyadarkan mereka, siapa sebenarnya yang harus dibela ? ( Allah, Qur’an, Rasul secara kaffah/ utuh, kemanusiaan non muslim, perdamaian dunia ). Keberanian dan semangat jibaku mereka menggetarkan bulu roma jika untuk memerangi kebatilan ( zionis Israel ) bukan malah bekerjasama dengannya ( memuakkan ). Bayangkan, AS- Israel ngebet menguasai dunia mengandalkan para ‘jihadis’ tersesat ini ??

Qur’an yang dihayati, diamalkan sungguh-sungguh secara benar akan lebih dahsyat daripada sebagian kecil yang baru dipahami ‘mujahidin’ keblinger itu. Kita harus bisa membalikkan keadaan, karena kita negara muslim terbesar di dunia. Kita sering diminta memediasi aneka konflik di pelbagai negara terkait komunitas muslim tertindas. Mulai dari memahami geopolitik global, mengidentifikasi masalah lokal, lalu mengganti kurikulum pesantren ( dengan Islam wasatiyyah, no more Takfiri, Wahabi, Salafi ) dan mengganti ustad/ penceramah yang terpapar radikal 02/ doktrin bengis yang bergerilya di masjid, pengajian, majelis taklim, madrasah, ruang keagamaan ( ingat ketika menlu Retno mewakili Indonesia menolak ajakan koalisi Arab Saudi menggempur Yaman ? Gerombolan #ganti presiden/ 212 mengejek menlu dan Jokowi di medsos tanpa risih, juga sederet isu panas/ konflik lainnya ulah Neokon di banyak negara, seolah para netizen naif ini jubir lokal AS. Otak reptil mereka sudah terkena dan sulit disembuhkan ), juga mensosialiasikan literasi media kredibel pada para jemaah ( dari pintu APBN yang akan dikucurkan, program satu pesantren satu produk Kang Emil, kredit, wakaf, BAIZ ).

Jika di dalam negeri, komunitas/ ormas muslim sudah mampu berpikir logis dan melek media ( zionis menyerang dengan medsos dan propaganda hitam media mainstream-nya ) maka kita/ Indonesia bisa lebih tangguh memediasi para pihak yang berkonflik ( G to G, B to B, P to P ), dan membuka cakrawala warga dunia tentang Islam rahmatan’lil alamin. Untuk itu kita harus tangguh secara ekonomi pula untuk bisa membiayai itu semua, serta digdaya menghentikan serangan balik dari pihak yang tak suka upaya kita. Well, semoga Allah memudahkan jalan kita. Amiin.

Berikut, sebagai wawasan, saya ringkas, apa yang terjadi di negara Sri Lanka ( 253 korban tewas oleh bom Paskah ), Saudi Arabia ( setelah ditutupi keterlibatannya dalam pembunuhan Khassogi, MBS kini adu strategi vs ayahnya. Pengawal Raja Saudi banyak dibongkar pasang. What’s next ? ), dan Yaman, setelah disentuh zionis Israel melalui kaki tangannya :

BOM PASKAH KOLOMBO, SRI LANKA.

8 bom bunuh diri dilakukan 7 pelaku ( klaim ISIS ) di 3 hotel dan 3 gereja ( St Sebastian, dll ) telah menewaskan 250 orang ( termasuk 35 WNA dari Inggris, AS, India, Australia, Cina, Belanda,Turki, Portugis ) pada Minggu, Paskah, 21/4/2019 di Kolombo, Sri Langka ( News Room, MetroTV, 24/4/2019 ). AS menawarkan FBI untuk membantu investigasi ( polisi federal AS ini bisa menutupi jejak keterlibatan AS cs di belakang teroris dan mengkambinghitamkan muslim lagi ).

Sri Lanka berpenduduk 22 juta orang ( 70,2 % penganut Budha, 12% Hindu, 9,7 % Islam, 7,4 % Katolik ).

Polisi Sri Lanka telah menangkap dan menahan 24 terduga jaringan aksi bom bunuh diri di 3 gereja dan 4 hotel mewah tsb ( Tempo, 22/4/2019 )

Pada malam Paskah, ada memo peringatan dari kelompok teror Nations Thawahid Jaman/ NTJ pimpinan Mohomad Saharan. Namun, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe tak diberitahu intelijen soal memo tsb.

Pasca ledakan, umat Islam di Sri Lanka merasa kuatir setelah ditemukan jerigen bensin di sebuah masjid, serta pembakaran toko milik muslim di wilayah barat Sri Lanka.

SAUDI ARABIA DI UJUNG TANDUK

Saudi Arabia bisa runtuh dalam 2 minggu ( jika tak dijaga AS ) karena Bani Saud membentuk rezim monarkinya melalui aneka perang penaklukan dibantu AS/ Barat.

Selama 3 tahun ini rezim Saud membantai ( menggunakan bom MK-82 yang dibeli dari AS ) dan memblokade warga Yaman sampai menderita wabah kelaparan dan kolera parah ( blog KTT- Dina YS ).

Selama PD I, Inggris memberi senjata dan uang pada klan Saud untuk membantu Inggris melawan Ottoman. Tahun 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed ( Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris ).

Masa itu, wilayah Hijaz ( termasuk Mekah, Madinah ) dipimpin Sharif Hussein. Bani Saud dengan bantuan Inggris, memerangi Sharif untuk merebut kekuasaan di Hijaz. Bani Saud yang didukung pasukan berani mati “Ikhwani” yang sudah dicuci otak dengan ideologi Wahhabisme ( menghalalkan darah orang yang mereka cap kafir ) menang perang dan mendirikan kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1930.

Selama 1920-1930 terjadi penaklukan banyak wilayah yang kini menjadi bagian dari Kerajaan Saudi Arabia. Penaklukan ini merenggut 400.000 nyawa, dan terusirnya lebih sejuta orang ke negara sekitarnya.

Saat Perang Dunia 2, AS menggantikan dominasi Inggris di Timur Tengah ( juga subsidinya ke Bani Saud sejak 1943 ). Sumber minyak Saudi lalu dieksplorasi perusahaan AS hingga menjadi negara petro dolar/ kaya dan pengimpor senjata terbesar buatan AS. Trump terang-terangan berkata, Saudi harus membayar jasa ‘centeng’ pada AS.

Rezim monarkhi absolut Saud tak memberi ruang kritik dan demokrasi ( tak ada kontrol atas kinerja pemerintahan ). Syeh Nimr yang mengecam pemerintah, tewas diipenggal tahun 2016. Jurnalis WP asal Saudi yang gemar mengkritik Saud, Jamal Khashoggi, tewas dimutilasi agen rahasia bawahan MBS di Kedubes Saudi di Turki.

Hizbut Tahrir juga menolak demokrasi. Mereka mendukung milisi teror ( ‘mujahidin’ ) di Suriah yang ingin mendirikan khilafah dengan cara berdarah-darah. Faksi khilafah versi lain ( Ikhwanul Muslimin/ IM ) mengidolakan presiden Turki, Erdogan yang IM. Di Suriah, mereka/ IM merebut kekuasaan dengan pertumpahan darah. Para fans ‘khilafah’ di Indonesia membangkitkan semangat ‘jihad’ dengan menebar hoax soal Assad dan mazhab Syiah, dan berteriak-teriak “ganti presiden dan ganti sistem” juga dengan hoax dan fitnah. Link jejaring mereka dengan Saudi terlihat jelas.

KONFLIK YAMAN : CADANGAN MINYAK DAN PANGKALAN MILITER AS

Yaman sejak awal telah dilanda konflik internal yang ruwet, melibatkan banyak suku, ‘aliran agama’, kelompok bisnis, dan dinasti keluarga. Kesolidan dan strategi Ansarullah/ Syiah Houthi dalam membangkitkan kekuatan rakyat tertindas membuat isu yang dimainkan kemudian adalah isu mazhab.

Mayoritas media memframing kasus Yaman sebagai perang antar mazhab : invasi Saudi ke Yaman adalah upaya Saudi-Wahhabi menangkal kekuatan Houthi-Syiah ( dukungan Iran ). Tapi apa yang sebenarnya yang terjadi ?

SEJARAH YAMAN

Yaman berbatasan darat dengan Saudi Arabia, menguasai perairan strategis Bab el Mandab dan teluk Aden, bahkan menguasai pulau Socotra yang kini jadi pangkalan militer AS. Jalur perairan ini dilalui kapal-kapal tanker pembawa minyak dari Teluk Persia ke Eropa ( melewati Terusan Suez ). AS berambisi mengontrol jalur minyak ini dan secara ekonomi Iran pun terancam bila AS sampai menguasai jalur tsb. Meski produksi minyak Yaman hanya 0,2% dari total produksi minyak dunia, namun Yaman menyimpan cadangan minyak sangat besar.

Kelompok utama dalam konflik Yaman: Ikhwanul Muslimin vs Imam Yahya. Yaman sebelumnya berada di bawah kekuasaan Imperium Ottoman. Setelah Ottoman kalah dalam Perang Dunia I, Inggris menguasai Yaman selatan ( terutama wilayah Aden yang menguasai jalur laut ), sedang Yaman utara dikuasai Imam Yahya yang bermazhab Syiah Zaidiah, yang membentuk Kerajaan Yaman. Italia mengakui pemerintahan Imam Yahya, sedang Inggris menentang tekad Yahya mengusir Inggris dan menyatukan Yaman.

Inggris ( dan Mesir ) membacking gerakan “Free Yemenis” yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin/ IM. Tahun 1962, FY menggulingkan pemerintahan Yahya dan memproklamasikan Republik Arab Yaman ( RAY ).

RAY memperluas gerakan untuk menguasai Yaman selatan yang dikuasai Inggris, dengan meminta bantuan militer dari Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser yang mengirim 70.000 tentara ke Yaman ( 1962-1965 ). Inggris, yang memusuhi Nasser akibat aksinya menasionalisasi Terusan Suez tahun 1956, menggunakan konflik internal Yaman untuk melemahkan Nasser, dengan bantuan Mossad, CIA, intelijen Arab Saudi, dan SAVAK ( intel Iran zaman Syah Pahlevi ). Selama tahun 1960-an, AS menyuplai perlengkapan militer Arab Saudi senilai 500 USD agar Saudi makin kuat dan memegang kendali dalam konflik Yaman. Tahun 1968, Nasser mundur dari Yaman. Tahun 1967, Inggris juga angkat kaki dari negara itu. Kelompok pro Naser, the Nasserite Unionist People’s Organization, masih eksis sebagai salah satu aktor utama politik Yaman ( blog KTT Dina YS )

Tahun 1967, the National Liberation Front ( NLF ) yang berhaluan Marxis menguasai Yaman selatan dan membentuk negara independen ( Republik Rakyat Demokratik Yaman/ RRDY ). Sedangkan, sejak tahun 1978, RAY dipimpin presiden Ali Abdullah Saleh.

Runtuhnya Uni Soviet tahun 1990 membuat dua Yaman memulai negosiasi untuk bersatu hingga terbentuk pemerintahan persatuan bernama Republik Arab Yaman, dengan Ali Abdullah Saleh sebagai presiden dan Ali Salim Beidh ( presiden Yaman selatan dari partai sosialis ) sebagai wakil presiden. Untuk menundukkan pendukung sosialis, Saleh bekerja sama dengan anasir IM ( Partai Islah/ Reformasi didirikan 13/9/1993 oleh Syekh Abdullah bin Hasan al-Ahmar yang bertujuan melawan sosialis ). Saleh menggunakan tangan Partai Islah, karena partainya sendiri ( the General People’s Congress ) terikat perjanjian unifikasi dengan Partai Sosialis.

Namun kemudian, IM, Sosialis, dan Nasserite justru bergabung melawan Saleh dan membentuk Joint Meeting Parties (JMP).

IM. vs FAKSI IM

IM menguasai separuh institusi pendidikan di Yaman dan dapat dana besar dari Arab Saudi. Tokoh IM menjadi pejabat di intelijen dan berperan besar dalam membungkam kelompok kiri/ komunis. Empat menteri penting dijabat orang IM ( menkeu, mendagri, mendiknas, dan menkeh ). Pengaruh besar IM mencemaskan presiden Saleh sehingga tahun 2001, ia mulai melucuti kekuasaan IM dengan cara merombak sistem pendidikan. Sejak itu konflik antara kedua faksi ini semakin luas. Pada pilpres 1999, IM ( Partai Islah/ Reformis ) mencalonkan Saleh sebagai kandidat presiden. Pada tahun 2006, IM mendukung lawan Saleh, Faisal Bin Shamlan, namun Saleh tetap menang pilpres.

REZIM IM vs SOSIALIS

Meski punya cadangan minyak besar dan posisi strategis, Yaman adalah negeri miskin, menghadapi krisis pangan, kesenjangan ekonomi dan banyak pemberontakan terhadap rezim Saleh. Tahun 1994, wapres Ali Salim Beidh mundur, kelompok sosialis angkat senjata dan terjadilah perang sipil. Presiden Saleh dibantu Arab Saudi, dan Partai Islah/ IM menundukkan pemberontakan itu.

Sejak tahun 2004, suku Houthi yang bermazhab Syiah Zaidiyah menuntut otonomi khusus di wilayah Saada sebagai protes atas diskriminasi dan penindasan rezim Saleh. Tuntutan ini dihadapi dengan senjata oleh Saleh ( dibantu Arab Saudi ) sehingga meletus perang sipil yang menewaskan lebih 5000 tentara dan warga suku Houthi selama tahun 2004-2018.

IM cs AL QAEDA

Tahun 2009, kelompok Salafi ( Gerakan Yaman Selatan/ al Hirak al Janoubi) yang dipimpin kelompok Tareq Al Fadhli angkat senjata melawan rezim Saleh.

( Al Fadhli adalah alumnus ‘jihad’ Afganistan yang membantu Saleh dalam membungkam faksi sosialis. Al Fadhli dan iparnya, Jenderal Mohsen Al Ahmar, kemudian menjadi tokoh penting dalam pemerintahan Saleh. Mohsen adalah pelindung utama Saleh dalam menghadapi berbagai pemberontakan, termasuk membungkam suku Houthi ).

Namun sejak tahun 2000, Saleh kuatir jika kubu Mohsen kelak akan merebut posisinya sehingga Mohsen pun dilucuti satu demi satu kekuasaannya. Mohsen lalu bersekutu dengan keturunan Husein Al Ahmar ( pendiri Partai Islah ) untuk menggulingkan Saleh.

Masa ini, muncul Al Qaeda Arab Peninsula ( AQAP ) yang mendeklarasikan diri tahun 2009. Dua tokoh utamanya : dua warga Arab Saudi alumni Guantanamo, Abu-Sayyaf al-Shihri dan Abu-al-Harith Muhammad al-Awfi.

( tujuan CIA dan Pentagon melakukan teknik brutal pada tawanan Guantanamo sejak September 2001 adalah untuk men-training ‘sleeper terrorists’ yang sewaktu-waktu bisa diaktifkan sesuai komando intelijen AS )

Di saat yang sama, Saleh membebaskan 700 napi teroris dengan alasan ‘mereka sudah berkelakuan baik’. Mengingat donatur utama Al Qaeda adalah Arab Saudi, dan pembentukan Al Qaeda didalangi AS dan Arab Saudi ( diakui oleh Hillary Clinton ), tentu kemunculan Al Qaeda di Yaman adalah demi kepentingan AS.

Meski Al Fadhli menolak tuduhan bahwa dia bekerja sama dengan Al Qaeda, namun AS tetap membombardir Yaman dengan alasan mengejar Al Qaeda. Antara tahun 2009-2011, korban serangan bom dari pesawat tempur AS ( seizin presiden Saleh ) telah menewaskan ratusan rakyat sipil Yaman, termasuk anak-anak.

Untuk alasan menumpas Al Qaeda, tahun 2010 Saleh/ faksi IM bertemu Jenderal Petraeus dari AS bertemu yang menjanjikan bantuan “dana keamanan” 14 kali lipat lebih besar ( dana total sejak 2008 hingga 2010 yang diterima Saleh dari AS mencapai 500 juta USD ) sebagai ganti Saleh mengizinkan Pulau Socotra dipenuhi peralatan militer canggih AS.

Juni 2014, Al Fadhli menyatakan bergabung dengan Al Qaeda. Sejak 2015, ISIS menyatakan bergabung dengan Al Qaeda Yaman. Pada 21 Maret 2015, ISIS mengebom masjid di Sanaa ( ibu kota Yaman ) yang menewaskan sebagian besar muslim Syiah Zaidiah yang tengah menunaikan sholat Jumat ( 142 tewas, 351 lainnya terluka ).

IM vs SYIAH HOUTHI

Presiden Saleh kerap berperang dengan rakyatnya sendiri. Kemiskinan yang makin mencekik, membuat rakyat Yaman dari berbagai suku dan mazhab bangkit berdemo tahun 2011 menuntut pengunduran dirinya. Masifnya demo di Yaman berujung tergulingnya Saleh yang telah berkuasa selama 33 tahun. Ia melarikan diri pada November 2011 ke Arab Saudi, dan digantikan Mansur Hadi. Namun, tahun 2012, Saleh kembali ke Yaman dengan dilindungi Mansur Hadi. Anak Saleh, Jenderal Ahmed Ali, tetap memiliki kekuasaan penting di militer. Dalam masa ini, Al Qaeda melakukan aksi-aksi pengeboman, termasuk istana kepresidenan.

Kacaunya situasi, akibat orang IM berkuasa sebagai pion AS dan melawan rakyatnya sendiri, hingga orang kerap menyebut Yaman sebagal negara gagal. Pelajaran penting bagi Indonesia dan negara lain yang ada kelompok IM di dalamnya ( kelompok takfiri pendukung ‘khilafah’ yang merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara/ kekerasan berdarah ).

Pasca rakyat menggulingkan Saleh, yang berkuasa di Yaman adalah elit-elit lama, termasuk anasir Al Qaeda. Faksi-faksi yang banyak berjuang dalam penggulingan Saleh justru disingkirkan, termasuk suku Houthi ( gerakan Ansarullah ). Hal ini membuat rakyat yang berharap terjadinya reformasi tidak puas.

IM vs RAKYAT YAMAN

Gerakan Ansarullah berhasil menggalang demo besar-besaran rakyat sejak Agustus 2014, menuntut harga BBM turun dan reformasi politik.

Perdana Menteri Salim Basindwa mundur dari jabatannya. Presiden Mansur Hadi meneken perjanjian dengan Ansarullah, bersedia melibatkan Ansarullah dan semua partai politik yang ada dalam pemerintahan baru. Namun kemudian, Mansur memilih lari ke Arab Saudi dan meminta bantuan militer. Sejak 26 Maret 2015, Arab Saudi, negara Teluk, AS- Israel, membombardir Yaman.

KEJAHATAN SAUDI DI YAMAN

Saudi mengebom bus sekolah hingga menewaskan 51 anak Yaman ( 9/8/2018 ) dan melukai lebih 70 warga lainnya, tak banyak yang tahu. Beda dengan senjata kimia di Ghouta, Suriah. Berbekal video yang disediakan White Helmets, tanpa investigasi apapun, kecaman dan tuduhan menyebar sangat masif di seluruh dunia oleh media mainstream zionis dan media takfiri. AS-Inggris-Perancis langsung merudal Suriah, menghancurkan berbagai infrastruktur sipil di sana.

Sebaliknya, atas kejahatan kemanusiaan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio imperialis itu hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Liga Arab juga bungkam. Tapi pada kasus Suriah, Liga Arab memecat Suriah sebagai anggota.

http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/view/7/8

Potongan bom MK-82 berbobot 500 pound bikinan kontraktor pertahanan Raytheon, AS, ditemukan wartawan lokal dan warga Yaman dekat jasad-jasad korban yang hangus. Jejak MK-82 juga ditemukan usai pesawat tempur Saudi membombardir upacara pemakaman Sheikh Ali al-Rawishan, hingga menewaskan lebih 140 orang dan melukai 525 orang lainnya.

Pada Juni 2017, AS mengumumkan proyek pelatihan tentara Saudi berbiaya 750 juta USD tanggungan Saudi. Maret 2018, Trump menjual senjata ke Bin Salman senilai 12,5 miliar USD ( Standoff Land Attack Missiles, CH-7 Chinook helicopters, Threat Detection Aerostats, Abrams tank upgrades, misil Harpoon Block II ). Sejak serangan Saudi ke Yaman, nilai penjualan senjata Inggris ke Saudi meningkat 457% (1,9 miliar poundsterling ). Pembeli terbanyak senjata buatan Perancis ( eksportir senjata terbesar ke-3 di dunia ) juga Saudi Arabia.

***

Potensi ekonomi dan geopolitik yang sangat besar menjadi penarik negara kuat menggelontorkan dana ratusan juta USD sejak tahun 2001 untuk membiayai faksi-faksi yang bertikai di Yaman ( diadu domba agar saling meniadakan sehingga AS bisa melenggang masuk menikmati potensi sumber alam Yaman ).

AS meraup untung besar dari perdagangan senjata ke negara-negara Arab dan Teluk. Ketika pemerintahan boneka terbentuk, perusahaan AS mendapat berbagai kontrak infrastruktur dan minyak ( seperti di Libya dan Irak ). Jangan sampai terjadi di sini.

2 KAPAL PENGAWAS VIETNAM TABRAK KRI ( kapal perang Angkatan Laut RI ). Ditenggelamkan mau ?

Sengaja, atau tak profesional mengemudikan kapal ? Ternyata ini bukan pertama kali, kapal Vietnam menguji kesabaran penjaga ZEE kita. Beberapa kali kapal Vietnam melakukan manuver di sekitar KRI, tapi baru kemarin ( Prime Time News, MetroTV, 29/4/2019 ) mereka berani menabrak KRI. Petugas patroli AL tak membalas provokasi dengan tembakan, tapi melaporkan ke atasan, lalu Kemenlu mengirim nota protes ke pemerintah Vietnam dan memanggil duta besar Vietnam.

Namun, jika provokasi ini sudah terjadi beberapa kali ( belum kapok, malah makin berani ) maka kejadian ini perlu diangkat ke forum ASEAN, memastikan tak terulang kembali di kemudian hari. Indonesia, big brother di kawasan ini, perlu menjaga wibawanya agar provokasi tsb tak ditiru kapal lainnya. Pastikan, kapal asing tak berani melintasi perbatasan dan ZEE kita. Jika peringatan kita tak diindahkan lagi, jangan segan untuk bertindak, tangkap, proses hukum dan tenggelamkan biar jadi rumah ikan.

Jadi ingat menteri Susi nih. Sekitar 7000 kapal asing menerobos perbatasan laut kita ( illegal fishing ) tahun 2018. Sekitar 400 kapal sudah diproses hukum. Sekitar 200 kapal akan ditenggelamkan menteri Susi sebentar lagi. Terbanyak kapal Vietnam. Pantes, mereka provokatif. Tenggelamkan saja, Bu !

MAY DAY 2019 : HARI BURUH LEBIH FUN.

Setidaknya di depan Gedung Sate, Bandung ( Metro Siang, 1/5/2019 ) mereka mendapat nasi goreng dan mi goreng gratis. Setelah menyampaikan orasi dan aspirasinya, sebagian buruh pergi piknik ke Ciwidey, kata Kapolda Agung. Wow..

Luar biasa. Hari Buruh tahun ini bisa berjalan lebih tertib dan fun dari tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 150.000 buruh berdemo di Monas, Jakarta dan sekitar 35.000 polisi menjaga ketertiban dan mengarahkan lalulintas kendaraan di kawasan Monas. Jumat sebelumnya ( 26/4/2019 ) Jokowi bertemu dengan perwakilan sejumlah serikat pekerja yang menyampaikan tuntutan, utamanya revisi PP no. 78 tahun 2018 ( minta forum diskusi dengan serikat pekerja dalam penentuan UMP kembali dimasukkan, juga survei kebutuhan hidup minimum dan survei harga pasar ).

Pemerintah menghitung kenaikan UMP ( upah minimum pekerja ) di PP ini menggunakan angka pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi. Hasilnya, terjadi kenaikan upah buruh antara 8-10%. Sedangkan PNS cuma naik
5%. Pekerja swasta malah tak naik. UMP Jakarta sebesar Rp 3,9 juta per bulan tahun ini masih bisa ditabung antara Rp 300-700 ribu per bulan ( Rp 650 ribu untuk kost, Rp 60 ribu untuk makan per hari ) alias Rp 3,6 juta kebutuhan minimum per orang di Jakarta. UMP tertinggi kedua di Indonesia adalah Papua sebesar Rp 3 juta. Disusul Sulut, Bangka Belitung dan Papua Barat. Jabar dan DIY termasuk 5 provinsi terendah tingkat UMP-nya.

Buruh mendapat jaminan sosial berupa
BPJS Ketenagakerjaan ( jaminan pensiun, kecelakaan kerja, kematian ), BPJS Kesehatan, KIP, KKS. Bagi pengusaha yang melanggar standar UMP diancam hukuman 4 tahun penjara. ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ).

Pada Selasa, 30/4/2019, presiden Jokowi menyempatkan diri makan dengan menu sop, telur rebus, tempe di misting aluminium bersama buruh pabrik sepatu di Tangerang. Presiden merakyat, jadi makanan rakyat pun dipujinya enak ( rahasia enak makan itu perut lapar, nasi hangat dan krupuk kriuk, kalau saya mah, Pak. hehe..)

Selamat Hari Buruh. Upah naik, produktivitas juga naik ya..

LAPORAN DANA KAMPANYE NASDEM

Dana kampanye Nasdem Rp 259 miliar untuk partai dan calegnya. Tertinggi Rp 4 miliar biaya kampanye calegnya ( Metro Siang, MetroTV, 1/5/2019 ). Lumayan efesien jika perolehan suaranya di kisaran 10% ( setelah PDIP 19%, Golkar 13% ).

INDONESIA PINDAH IBUKOTA. JAKARTA OBESITAS.

Jokowi memang presiden penuh kejutan. Setelah sukses membangun ribuan km jalan, infrastruktur ekonomi, bandara, pelabuhan, juga MRT yang timbul tenggelam rencananya pada 6 presiden sebelumnya, kemarin ( EMI, 1/5/2019 ) Jokowi kembali mengundang perhatian dan saran publik atas rencana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke luar Jawa agar Indonesia sentris. Tak lagi Jawa sentris.

Penyebab utamanya, karena Jakarta sudah kelebihan beban sehingga roda pemerintahan tak lagi efesien. Jakarta sudah ‘obesitas’. Kemacetan parah di Jakarta menyedot BBM Rp 60-100 triliun per tahun. Kota yang jaman Belanda didesain untuk 600.000 penduduk, nyatanya hari ini dihuni 10 juta penduduk yang sebagian menyedot air tanah sehingga muka tanah Jakarta turun 1-12 cm tiap tahun ( lebih rendah dari permukaan laut ). Banjir terjadi tiap tahun, meski tahun ini agak berkurang karena sudah ada perbaikan di hulu ( daerah serapan air di Bogor ), kata walikota Bima. Namun, belum ada gubernur yang bisa mengatasi masalah banjir tahunan Jakarta ini sepenuhnya. Udara Jakarta terpolusi kedua di dunia. Sehingga oportuniti Jakarta lebih kecil daripada upaya penyelamatannya.

Pertumbuhan mobil di Jakarta 10% sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0.01%. Takkan pernah terkejar. Tahun 1957, presiden Soekarno sudah mewacanakan pemindahan ibukota Jakarta.

Kazakhstan sukses memindahkan ibukotanya ke Astana. Malaysia sukses memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Apakah Indonesia juga sukses ?

Jawa dihuni 57% penduduk Indonesia. Sumatera dihuni 21%. Kalimantan cuma 6%. Posisinya juga di tengah wilayah. Indonesia sentris. Bukan di Palangkaraya yang rawan banjir ( cekungan ). Adakah area seluas 30- 40.000 hektar di wilayah Kalimantan bagian timur menghadap Selat Makasar ? ( jauh dari ring of fire, potensi gempa, tsunami dan likuifaksi )

Jika ada, juga dana Rp 460 triliun pembangunan kompleks pemerintahan pusat, payung hukum berupa UU pemindahan ibukota RI yang mengikat presiden berikutnya, keteguhan pemimpin dan rakyat Indonesia selama 5-10 tahun mempersiapkan konsep pemindahan dan realisasinya, maka sekitar 1,5 juta ASN di Jakarta bisa pindah ke ibukota baru, juga anggota keluarga, kerabat dan bisnis sampingan mereka, sehingga tersisa 4 juta orang saja penduduk Jakarta yang lebih leluasa menyulap diri menjadi pusat bisnis, seperti New York.

Jakarta bisa disinergikan pengembangannya terintegrasi dengan wilayah bodetabek ( Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ). Pusat pendidikan Islam internasional akan dibangun di Depok/ Jawa. Pusat pendidikan sepakbola bisa dibangun di Papua. Pusat/ festival musik dunia bisa di Ambon/ Maluku. Pusat pendidikan pelaut, penyelam, kemaritiman bisa dibangun di Makasar/ Bunaken/ Sulawesi. Pusat wisata halal bisa dibangun di Aceh/ Padang/ Sumatera. Pusat wisata dunia bisa dimaksimalkan di Bali/ Labuan Bajo/ P. Komodo/ Nusa Tenggara. Pemerataan ekonomi, bagi-bagi tugas. Semoga bisa terwujud sesuai rencana. Amiin.

Iklan

Written by Savitri

29 April 2019 at 11:02

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13

Ujub di NW, AD, BY, BBS, HRS, ISIS, Takfiri, IM, ex-HTI, RG, FZ, FH Berakhir di Kehinaan atau Penjara ?

leave a comment »

Melihat Najwa Shihab di episode Rabu lalu ( “Mata Najwa”, Trans7, 27/2/2019 ) bikin senyum narsum, dan sebagian pemirsa di rumah. Betapa tidak, the best host yang diganjar banyak penghargaan dan terkenal jeli mencecar narsum sampai mati kutu, malam itu dibilang nervous oleh narsum ( wakil Indef ) yang dibilang Najwa nervous juga. Maklum, Najwa seperti berhadapan dengan tembok ketika mencecar sejumlah isu dan hoax yang dilancarkan kubu 02 dan pendukungnya terhadap petahana. Seabsurb apa pun jawaban SU, selalu dapat keplok dari barisan penonton di studio ( pendukung 02 ? ) yang robotis. Irasional, data sumir, hoax, diplintir, Jokowi dicari-cari kekurangannya, kampanye hitam, dll, yang biasa kita sebutkan ketika mengkritisi sepak terjang 02 selama ini, di copy-paste jadi PS yang dicari-cari kesalahannya, dst.

Di video yang ditayangkan terlihat ex-GNPF mencuci otak audiens ala HRS : segala bobrok, siapa presiden-nya ? SU mengaku tak terkonek dengan penceramah ( berpikiran sempit ) itu. SU mengaku fokus pada pengembangan ekonomi yang diakui Indef sudah dilakukan pemerintahan Jokowi, meski masih ada kekurangan di sana sini. Wajar di negara seluas Indonesia dengan APBN hanya sekitar Rp 2000 triliun per tahun. Apa yang dikatakan SU ( rasional, data valid, anti hoax, dst ) tak konek dengan apa yang terjadi di lapangan ( hoax penganiayaan RS, tujuh kontainer surat suara dicoblos, dst, yang tak di-cek dulu sebelum dilempar ke ruang publik ). Ceroboh, sembrono, tapi mengklaim rasional dengan data valid. Lalu bagaimana dengan semua janji muluk itu ? ( bangun tol tanpa hutang, tanpa impor, ASN naik gaji, dst ). Tak konek juga ? ( pemilih cuma di-php seperti waktu pilgub DKI )

Saya mengibaratkan sebuah lift yang sedang menuju top floor. Seorang arsitek yang merancang gedung tahu apa yang ada di atas maupun bawah kotak lift yang diisi 4-16 orang atau barang. Jika melebihi kapasitas atau kurang terawat mesin pengangkutnya, maka lift bisa macet di antara 2 lantai ( tak bisa keluar dan bisa mati lemas kehabisan nafas jika lama tak dievakuasi ) atau jatuh ( karena kabel baja penariknya putus ) ke dasar cerobong ( core/ shaf ) lift dari ketinggian 4 – 100 lantai ( tinggi satu lantai sekitar 4 meter ). Mampus, punah, bubar… whatever.

Si arsitek yang tahu a – z kondisi lift akan berhati-hati menggunakannya. Dia tahu batas kekuatan lift tsb. Jika tahu pengelolaan/ maintenance gedung tsb meragukan, si arsitek bisa nervous seperti Najwa ketika menaiki lift. Apalagi kalau gerombolan orang lalu masuk tak mengindahkan aturan di lift. Dinasehati ogah ( bebal ), malah bentak-bentak “kafir !” atau “penista agama !” diikuti para pengikutnya yang galak. Akhirnya, lift itu jatuh berkeping di bawah bersama seluruh gerombolan, jika si arsitek sempat keluar lift sebelum pintu menutup. Kalau mau punah, ya punah sendiri. Jangan ngajak rakyat, kata Jokowi ( ibarat : gedung itu bumi, lift itu Indonesia, si arsitek itu 01, gerombolan itu 02, top floor itu Indonesia maju, dasar cerobong itu negara gagal seperti Yaman hari ini )

Kita, juga pendukung 01, mayoritas adalah jenis yang melihat substansi dan keseluruhan/ holistik atas isu atau fakta. Tidak sempit. Tidak hanya melihat suku, agama, ras, dan golongannya sendiri. Kita beragama, juga mempertimbangkan kemanusiaan penganut agama lain yang belum paham agama kita. Ada toleransi, penjelasan, juga batas kesabaran. Allah memberi hidayah pada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tak semua beruntung atau memenuhi syarat-Nya. Yang banyak berbuat baik dan berupaya mendekati-Nya akan mendapatkan. Jika Allah sudah menutup orang dari hidayah/ petunjuk-Nya, maka tak ada yang bisa membukanya ( Khazanah, Trans7, 27/2/2019 ).

Ujub. Ini yang orang banyak bilang tentang munajat NW, wakil ketua BPN 02 di ruang publik ( 21/2/2019 ) yang ‘mengancam’ Allah dengan doanya ( kuatir tak ada yang menyembah Allah jika paslon 02 tak dimenangkan-Nya ). Wahyu suci disalahgunakan untuk memusuhi agama /kelompok lain. Seolah kelompok NW yang suci dan menyembah Allah. Yang lain tidak. Ujub ya ( janganlah jadi pendusta, karena Allah akan memberi kehinaan baginya ( KLCBS FM, 27/2/2019 )

Ketahuilah, 6 agama yang dilindungi negara di sini menyembah Tuhan YME. Mereka punya Tuhan yang tertinggi ( yang demi menjaga harmoni saudara setanah air, bisa kita anggap sebagai Allah ). Kita melakukan toleransi ini karena kita diciptakan Allah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk bekerja sama untuk kemanusiaan kita, dan menjaga bumi kita.

Ahok sudah minta maaf tentang keseleo lidah-nya ( sebenarnya yang ia maksud ngibul itu penyalahguna ayat 51, jika melihat rekam jejaknya yang kerap membantu muslim sejak kecil ), tapi kalian yang malas untuk tabayyun dulu ( terbiasa rasis ), langsung melabelinya penista agama, bahkan sampai detik ini, juga pada kelompok lain yang berupaya bersikap proporsional dengan kecerobohan Ahok. Di situ kekejaman kalian yang kalian banggakan sebagai yang paling benar ? Yang menyembah Allah ? Padahal kalian yang tak menjalankan Islam rahmatan lil’alamin, tak tabayyun dan tak memaafkan yang sudah minta maaf dan tak mengulangi.

Penista agama ini pula yang ada di kepala musisi AD ketika menyebut “idiot” pada pendemo Surabaya, dan menganggap tak waras para pendukung petahana di pilgub DKI 2017. Seujub itu. Sesempit itu kalian beragama ?

( NU sudah melarang penyebutan “kafir” pada penganut 6 agama di Indonesia. Bisa luluh lantak harmoni bangsa ini, jika teriakan “kafir” sombong kalian dibiarkan )

BY, dosen yang memotong kata “pakai” di video pidato Ahok di kepulauan Seribu ini ujub juga tendensinya. Tanpa kata “pakai”, orang yang tak tahu masa kecil Ahok dan rekam jejak baiknya, akan cenderung menyimpulkan yang ngibul itu bukan penyalahguna ayat 51, tapi ayat itu sendiri. Kesalahan fatal yang membuat persatuan Indonesia ‘berdarah-darah’ sampai hari ini ( masih merasa tak bersalah ? itu karena ujub juga, memonopoli kebenaran ). Ada yang tewas karena ini dan hasutan HRS, ‘imam besar’ kalian yang pro-ISIS. Gasak, bakar, orang yang gak nurut, seolah negara ini miliknya, hukumnya ? Siapa yang gak waras, AD ??

( para founding father, NU, Muhammadiyah, M.Hatta yang bikin sila 1 Pancasila seperti sekarang. HRS yang baru kemarin sore, baru bisa ngurus jenazah, tak berhak menggantinya dengan versinya yang takfiri. Who does he think he is ? Dia baru mulut besar saja, sudah kalian ikuti, tanpa riset dan cek ke mana afiliasinya )

AD kini dipenjara 18 bulan, juga BY. RS sedang disidang. Disebut di surat dakwaan : FZ, RM, NSD, AR, HR, dst. Jika penyebar hoax di medsos bisa dijerat UU ITE, mestinya mereka juga bisa. Mereka malas cross check ke bandara, lebih ngebet konpers dan bikin onar.

RG, dengan “kitab suci itu fiksi”, masih diperdebatkan ( tengah diperiksa Polda Metro ). Jika kepleset nyebut kitab suci kita, bisa habis dia. Ada yang nulis begini : sebaik-baiknya fiksi adalah yang paling mirip dengan fakta. Sebagus-bagusnya fakta jika bisa dikisahkan seperti fiksi yang menarik, menggunggah semangat ( atau imajinasi, istilah RG, meski dia bilang ‘waktunya belum tiba’, kalau dia tidak parsial seperti kubu 02 yang segerbong, dia akan tahu ‘sebagian sudah tiba’, dan riset fisika, astronomi, kedokteran, dsb, membuktikan kebenaran Qur’an. Sayang, dia cuma tahu filsafat Barat, dan merasa cukup dengan itu karena keujubannya ). Mantan dosen filsafat UI ini kalau saja tak bergestur dan berucap merendahkan orang lain untuk meninggikan diri selama kemunculannya di ruang publik, dan bisa jaga tatakrama pada orang yang beragama di negeri ini, orang mungkin bisa menangkap fiksi yang dimaksudkannya, sehingga nasibnya takkan seruwet ini. Rendah hati memang tak sembarang orang bisa. Padahal itu menyelamatkan manusia dunia akhirat.

HRS, AD, BY, BBS, berakhir di penjara karena ujub, ge-er merasa ‘the chosen one’, padahal sebagian besar cara dan tindak tanduk mereka jauh dari akhlak Islami. Sombong, angkuh, riya’, ujub yang jadi ciri Iblis. Jangan terkecoh dengan sitiran ayat dari mulut mereka.

Perbuatan lebih kuat dari ucapan. Teliti rekam jejaknya dari sumber kredibel, mana yang lebih banyak manfaatnya bagi rakyat, para orator sesat ini atau Jokowi ? Mana yang sudah lebih banyak bekerja untuk mensejahterakan rakyat, PS atau Jokowi ? Jika Jokowi diserang, difitnah, direndahkan dengan isu agama ( dituduh anti Islam, penyiksa ulama, jika terpilih lagi, azan takkan berkumandang, pernikahan sejenis dilegalkan, pelajaran agama ditiadakan, kementerian agama ditiadakan, tak ada yang menyembah Allah, dst ) maka hanya itu yang bisa dilakukan BPN 02 dan para pendukungnya yang naif dan takfiri. Mereka tak punya program yang lebih baik dari Jokowi. Mereka berbuat tak baik pada Jokowi. Mereka tak mampu mengentaskan kemiskinan lebih baik dari Jokowi. Pilih capres yang sudah terbukti lebih banyak kebaikannya untuk negeri ini, Jokowi. Coblos capres 01 ya.. untuk Indonesia Maju.

FH yang ngebet cabut UU ITE. Agar leluasa kampanye hitam dan nyinyir sesuka hati ?

FZ cs menuduh hukum tajam ke lawan. SU dan FH menuduh UU ITE untuk menolong kawan. O ya ?? Anda sudah menangkap gambaran besar siapa kubu 02 : cara hoax, fitnah, hate speech dan tipikal kelakuan para pendukungnya dalam memenangkan PS, dengan menghalalkan segala cara, termasuk mengancam Tuhan dan memecah belah umat ? Hukum dibuat untuk melindungi rakyat dan keutuhan negeri besar ini. Hukum ditegakkan Polri untuk menghentikan cara dan perbuatan mereka yang berbahaya itu ( melanggar hukum ). Polisi menghukum perbuatan mereka, bukan orangnya. Jika orang-orang 02 berkampanye santun, tak merendahkan kepala negara, menunjukkan program unggulan untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini ( seperti capres, caleg sebelum mereka ), seperti kubu 01 ( plus tak membawa FPI, HRS, IM, ex-HTI, penganut takfiri, simpatisan ISIS yang sudah menghancurkan banyak negara di Timur Tengah ) maka akan disambut di mana saja di tanah air, seperti kubu 01. Paham ?
( bukan penegakan hukum yang salah, tapi cara kampanye kalian yang banyak melanggar hukum dan membahayakan keutuhan negeri ini. Mikir !! )

Pemirsa EMI bilang, hukuman penjara bagi pelaku kampanye hitam akan mencegah mereka yang masih waras tak meniru kesalahan para terpidana. Tapi yang edan mungkin tidak. Saya pikir, mereka yang kadar keedanannya sudah melebihi dosis karena terpaan hoax dan doktrin takfiri selama bertahun-tahun, perlu di-deradikalisasi di Sentul seperti binaan BNPT lainnya. Mereka tinggal selangkah lagi jadi teroris, seperti pelempar bom pipa palsu ke ketua KPK saat 4 elit 02 yang menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara dicoblos ketahuan polisi, pelempar bom molotov pada 27 kendaraan para pendukung Jokowi di Jawa Tengah. Kebencian mereka pada sistem demokrasi dan Pancasila sudah di ubun-ubun sehingga nekad bertindak seedan itu begitu Jokowi diunggulkan.

Para pendusta itu sudah waktunya mendapat kehinaan di dunia, sebelum ujubnya kebablasan dan mati dengan hukuman berkali lipat di akhirat. Ini bentuk cinta dari mereka yang masih waras atau beragama secara utuh.

Sadarkah kalian ?

==================

INFO MEDSOS :

Ayah beranak, Prof. Quraish dan putrinya, Najwa, ketika membahas istilah “kafir”.

Ridwan Kamil bersama ibunda ketika belajar mengaji.

Written by Savitri

2 Maret 2019 at 04:02

Mahar Rp 1 T, Efek Turki, dan Palestina. Ketua pemenangan Jokowi adalah…

leave a comment »

IMG_20180821_033254.JPG

Anak adalah pemilik masa depan. Pendidikan menjadi modal penting meraih sukses. Namun, banyak anak tak seberuntung itu. Di China, anak SD harus memanjat tebing untuk bisa mencapai sekolah yang sangat jauh dari rumahnya. Di Columbia, anak SD harus menggelantung di seutas tali dengan sungai deras di bawahnya untuk bisa menyeberang dan meneruskan perjalanannya ke sekolah. Di Himalaya, anak SD harus memanjat dan memutari gunung tertinggi di dunia nan dingin dan bersalju itu untuk bisa sekolah yang berada nun jauh di balik gunung. Banyak anak terjatuh tewas di dasar jurang karena keletihan. Di Lombok, anak2 SD kehilangan rumah dan sekolahnya karena ambruk diguncang gempa 7 SR sejak 10 hari lalu, dan terpaksa tidur di tenda2 pengungsian, menunggu sekolah darurat dibangun untuk meneruskan belajar agar tak tertinggal dari teman2nya di daerah lain. Di Palestina, anak2 SD harus kucing2an dengan tentara Israel bersenjata lengkap untuk bisa mencapai sekolahnya yang terlintasi jalur patroli pasukan zionis yang membelah Tepi Barat dan Gaza. Tak terhitung anak yang sudah tewas sejak perampasan tanah Palestina oleh zionis Israel tahun 1947 ( 71 tahun ). Politik identitas SARA dipakai zionis Yahudi untuk mengundang diaspora Yahudi ( yang terpencar ke seluruh dunia sejak menolak perintah Nabi Musa ) dan merampas tanah Palestina dengan segala cara, sebiadab apa pun, untuk membangun Israel Raya. Politik identitas SARA yang mengabaikan kemanusiaan juga sedang dilakukan di tanah air oleh kelompok teroris, partai tertentu dan ekstrimis agama. Anda bisa rasakan kebencian dalam ucapan dan teriakan mereka. Di Yaman, seorang bocah menangis menunggu ayahnya bangun setelah hadir di pesta pernikahan dan pesawat Saudi membombardir wilayah tsb dan menewaskannya. Kita hentikan kebencian para pengusung politik tak beradab di sini ya, agar bisa segera menghentikan kekejaman politik identitas di Timur Tengah Agar anak2 di Palestina dan seluruh dunia bisa sekolah dan meraih masa depannya yang cerah. Dan merasakan kehangatan cinta dari ayah ibunya. Lalu menebarkannya ke seluruh dunia dan generasi berikutnya. Piece.. ( Lukisan “Hot Daddy”- by Vitrisa ).

Proses pilpres 2019 sudah mendebarkan sejak awal. Mulai dari tebak2-an, siapa cawapres Jokowi ? Siapa cawapres Prabowo ? Saling intip isi kantong, siapa yang akan dipinang, hingga detik2 terakhir pendaftaran KPU. Kenapa harus sampai seperti ini ?

( sampai terlintas di benak, andai PS tak segigih ini, nyapres sampai 3 kali, persaingan sengit yang memicu keterbelahan pemilih mungkin tak terjadi. Diawali pilihan elit partainya yang bukan negarawan. Bandingkan dengan JK yang juga nyalon 3 kali namun 2 kali tembus jadi wapres, karena pilihan timsesnya tak sampai menghalalkan segala cara seperti hoax, hate speech, black campaign, money politic. sehingga restu rakyat dan Tuhan menyertainya ).

Apa yang terjadi dengan kandidat oposisi sekarang ? Setelah PKS dan PAN gagal menyodorkan calonnya, wasekjen Dmk, AA berkicau bahwa SU membayar masing2 Rp 500 miliar pada pimpinan PKS dan PAN agar SU yang diusung jadi wapres. SU secara informal juga sudah mengakui itu di media massa ( EMI, 14/8/2018 ) meski kemudian mencabutnya. Kecerobohan SU untuk kesekian kalinya, yang sayangnya kena batunya kali ini. Di pilgub DKI, dia keluar Rp 40 miliar, dia pikir keluar Rp 1 triliun untuk pilpres itu wajar. Sesimpel itu, khas para pendukung PS. Tidak menukik ke dalam, substansi. Main hajar saja.

Pilpres itu puncaknya demokrasi kita. Sakral. Perlu legitimasi kuat agar rakyat dari Sabang sampai Merauke sudi dipimpin RI-1. Proses pemilihannya harus bersih dan transparan. Tak ada mahar atau politik uang. Kampanye hitam ( fitnah/ tanpa fakta, bukan negatif/ kekurangan calon yang faktual ) dilarang ( Bawaslu di back up sentra gakumdu dan Kominfo bisa rajin lagi menindak pelaku dan men-take down laman/ akun2 SARA/ hoax yang mulai marak lagi, sebelum memecah belah bangsa ini lebih parah ).

Sumbangan dari individu untuk pemilu maksimal Rp 2,5 miliar menurut PKPU. Sedang SU Rp 1 triliun untuk 2 partai koalisi oposisi di saat SU masih wakil gubernur DKI, ZH masih ketua MPR dan SI masih anggota DPR. Alias ketiganya penyelenggara negara sehingga KPK dan PPATK bisa masuk untuk menginvestigasi dugaan korupsi ini, kata wakil ICW. Bawaslu bisa minta klarifikas AA dan tim kecil yang memasok info ke AA yang diakui tak pernah bohong. Bawaslu bisa minta keandalan Polri, Kejaksaan, KPK untuk menyidik praktek mahar ini ( sekaligus melindungi AA sebagai saksi penting ). Jangan sampai tenggelam seperti kasus La Nyalla. Kita ingin pilpres legitimated.

Bawaslu tak perlu gamang jika hasilnya nanti calon PS-SU didiskualifikasi, juga partai2 pengusungnya serta tak boleh ikut pemilu berikutnya ( UU Pemilu no.7 tahun 2017)

Inilah buah last minute, di mana partai2 amburadul yang menghalalkan segala cara ( berkedok ayat2 perang ) mau menang sendiri akhirnya terdampar di satu kubu yang menolerir semua keburukan itu. Untung Megawati menolak SBY yang dampak baper-nya bisa segawat ini ( AHY ditolak cawapres karena masukan 2 partai pesaingnya ) lalu terendus jejak jenderal kardus dengan mahar Rp 1 triliun ini.

Mungkin juga buah rajin puasanya Jokowi dan karomah-nya Ma’ruf yang langganan terpilih di last minute, sehingga keduanya hanya perlu melawan kotak kosong jika kandidat oposisi terbukti politik uang/ korupsi. Jangan takut lawan kotak kosong, karena di pilkada 2018 lalu, dari 16 cakada, 15 menang lawan kotak kosong. Probability 94%. Kudu optimis.

Lalu, saya lihat di TV, Jokowi berulang kali bilang ‘ini pilihan saya, saya yang memilih’ ( kesalnya presiden bikin senyum2 ya. Bikin gemes ). Apalagi masalahnya sekarang ? Rupanya, ada 3 nama yang akan diajukan sebagai ketua pemenangan pilpres untuk dipilih Jokowi. Saya gak yakin apa masih didengar, tapi rasanya saya perlu memberitahu, jika saya ada di posisi Jokowi, saya perlu mengimbangi 3 religus ( KH. Ma’ruf, Cak Imin, Gus Rommy ) yang dominan di awal dengan 3 nasionalis- religius dominan pula. Versi saya : Surya Paloh, Mahfud MD dan Din Syamsuddin ( ulama yang kini bisa melihat demo 212 dari sudut pandang saya ). Yang sudah terbukti memenangkan paling banyak pemilih adalah Surya Paloh ( 11 dari 17 pilgub 2018 lalu ). Beliau dijagokan sejumlah pemirsa EMI, MetroTV untuk jadi capres, tak Pak Surya menampik elegan ( bukan eranya, tahu diri, dan lebih memilih posisi king maker ). Melihat profilnya yang rendah hati, fasih bicara kebangsaan, sesuai tutur kata dan perbuatan, juga logistik dan network-nya yang luas maka Surya Paloh paling cocok jadi ketua pemenangan Jokowi 2019-2024. Mestinya, figur berkualitas tinggi yang mempresentasikan presiden berkualitas terbaik ( untuk era kita ). Setuju ?

Ridwan Kamil bilang ikut timses jika waktu kampanye sudah tiba. Kita di Bandung, Jawa Barat nanti dipimpin walikota dari koalisi oposisi dan gubernur dari koalisi pemerintah sehingga harus hati2 merawat hati rakyat Jabar/ para pemilih dari 2 kubu berbeda. Kita harus lebih solid dari DKI. Meski beda pilihan politik, namun gerak membangun Jabar bisa kompak. Kan mau jadi provinsi termaju nan juara. Modalnya dewasa dan beradab ketika berpolitik. Supaya menginspirasi daerah2 setanah air. Leures, kitu..

TGB yang didaulat masuk timses Jokowi masih sibuk mengurus korban gempa Lombok. Saya pikir jika rekonstruksi Lombok bisa lancar dan memuaskan warga NTB, hal itu bisa jadi sumbangan berarti buat timses Jokowi di pusat ( dalam debat dan medsos ). Timses petahana tinggal ‘menjual’ program2 pemerintah yang berhasil dicapai. Relawan Jokowi juga bisa melakukan kontra narasi hitam dari lawan dengan menguasai data akurat keberhasilan pemerintahan Jokowi dan kendala atas janji kampanye Nawacita jilid satu yang belum terealisasi.

Setelah menjalani tes kesehatan sebagai capres ( Minggu, 12/8/2018 ), presiden Jokowi terbang ke Lombok, NTB, dan tidur di tenda bersama warga terdampak bencana gempa. Pemerintahan Jokowi akan membantu Rp 50 juta untuk rumah rusak berat dan Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang bagi tiap KK untuk membangun kembali rumahnya. Rekonstruksi akan dipimpin kementerian PUPR dan gubernur NTB.

DEMO 212 DARI SUDUT PANDANG SAYA

Di “Opsi Avi” ( MetroTV, 13/8/2018 ) terlihat Rommy no problem dengan 212. Pembenaran Rommy seperti gaya host ILC yang memberi porsi lebih besar pada para pengeritik Jokowi untuk meredakan kegalauan hatinya ( atau TVO ) setelah salah memenangkan PS karena merujuk surveyor abal2 ( di pilkada 2018, baru mereka mengacu surveyor kredibel yang kerap dirujuk MetroTV seperti Indo Barometer, Charta Politika, dll ).

Jangan mau dikibuli pake ( QS. ayat 51 ) itu, kata Ahok di kep. Seribu. Secara tekstual, orang bisa menafsirkan yang ngibul itu pemakainya atau suratnya. Untuk tahu niat perkataan itu kita harus melihat tindakan2 Ahok selama ini pada kaum muslim. Seingat saya, Ahok anak pengusaha roti yang suka trenyuh dan membantu warga miskin di kampung halamannya yang kebanyakan muslim. Sampai habis uangnya dan terpikir untuk mencalonkan diri jadi bupati supaya lebih banyak uang yang bisa Ahok kelola untuk mengentaskan lebih banyak orang miskin di daerahnya ( mirip niat Walikota Risma di Surabaya ).

Meski cabup non muslim dari daerah mayoritas muslim, Ahok terpilih dan sukses menata daerah karena rekam jejak baik dan ketulusannya, sampai PS meliriknya untuk cawagub DKI mendampingi Jokowi.

Ayah dan saudara angkat Ahok beragama Islam dan sangat sayang pada Ahok. Sebagian besar warga DKI juga sayang, kalau mereka mau jujur dengan hatinya ( tak tersekat dalam isu SARA yang terus dihembuskan oleh para pengusung politik identitas yang dangkal berpikir, dangkal beragama dan dangkal bernegara ).

Dangkal berpikir, tak paham bahwa yang dimaksud Ahok ngibul itu penyalahguna ayat 51 untuk tujuan memenangkan calon jagoannya ( bukan kitab sucinya ) . Di daerahnya yang mayoritas muslim, Ahok bisa jadi bupati tanpa banyak protes. Kenapa di DKI dipersoalkan, pikir Ahok.

( sepemahaman saya, menurut agama, pemimpin tertinggi sebuah negara ( mayoritas ) muslim haruslah muslim ( presiden ). Beberapa gubernur non muslim di Indonesia selama ini juga tak masalah karena identitas non muslimnya.

Dangkal bernegara, tak paham sejarah, bahwa selama ini yang terpilih langgeng jadi presiden RI adalah muslim, nadionalis, dan asal Jawa karena jaringan paguyubannya seantero Indonesia yang tertempa sejak kerja rodi masa kolonial. Ratusan tahun. Nothing compare with that. So muskil bin mustahil Ahok terpilih presiden. Sanak saudara saya dlan klannya dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pasti bertindak. Kami ‘menguasai’ pulau ini yang 60% populasi Indonesia.

Dangkal beragama, tak paham bahwa kita harus sabar, tabayyun/ klarifikasi maksud Ahok dengan kepala dingin, tilik dulu kontribusinya membantu orang muslim sejak kecil, jualan roti dan memberikan persediaan ayahnya untuk mengobati rasa lapar anak2 miskin yang ditemuinya..Tak banyak non muslim yang mau berbagi sejauh itu di usia semuda itu. Dia bisa jadi contoh non muslim yang mengabdi untuk bangsa dan negara. NKRI bukan cuma milik orang Islam saja kan ? Penganut 5 agama lainnya juga mesti turut serta memajukan negeri ini dengan keahlian masing2. Dan kebetulan lulusan Kanada ini jagonya menata kota. Apa warga, civil society dan awak2 media nasional di kota semaju Jakarta bisa digiring memeluk agama lain semudah itu ? Kita butuh wilayah Indonesia Timur yang mayoritas non muslim untuk bisa menata daerahnya sebaik Ahok.

Sabar, sholat dan bantu orang diperintahkan agama. Sabar, baru sholat. Kemanusiaan perlu dikedepankan untuk membantu orang lain yang kurang paham tentang Islam. Jelaskan baik2 bahwa ucapan Ahok itu bisa mengacu pemakainya, bisa juga kitab sucinya, jika diksi ‘ngibul’ disusun seperti itu dalam kalimat tsb. Jika Ahok sudah minta maaf dan menjelaskan maksud ucapannya ( dan kita menelusuri rekam jejaknya relevan ) itu sudah cukup. Jangan ulangi lagi. Minta Ahok lebih berhati-hati menggunakan kata jika menyerempet keyakinan agama. Karena yakin bertolak belakang dengan ngibul. Anda tahu seintens apa ibadah seorang muslim kan ? Ucapkan dengan respek jika menyangkut agama yang. tak dikuasainya ( apalagi mayoritas ). Selesai. ( jika Ahok secara sadar mengulangi ‘keseleo lidah’- nya, ceplas ceplos soal agama lagi, baru dia diproses hukum dan diadili secara proporsional sesuai kesalahannya ).

Jika ternyata tidak selesai, lalu ditarik-tarik untuk memecah belah bangsa ini dengan memilah pemilih partai Alloh dan partai setan, atau menyebut koalisi Indonsia Kerja sebagai partai2 penista agama itu sudah fitnah dan harus ditindak ( jika diulangi ) dan di-take down lamannya di jagad maya. Tim cyber Polri bisa mulai menyisir lagi dan menertibkan.

KESAMAAN ATRIBUT AGAMA. NO PROBLEM ?

Penasehat PA 212 ( AR ), MCA dan para pengikutnya yang mengkapitalisasi ‘keseleo lidah”- nya Ahok untuk kepentingan elektoral ( tak peduli polarisasi di masyarakat kian lebar ) itu yang tak saya sukai. Tega nian mereka melakukan itu. Menjadikan rakyat yang dulu rukun jadi serdadu syahwat politik para elit tak bermoral, tuna etika dan tuna akal sehat.

Jadi saya pertanyakan nurani dan daya kritis Rommy dan Ma’ruf, juga para ulama 212 yang tak bisa mengantisipasi dampak politik identitas SARA ini ( apa Ma’ruf berani minta maaf atas ‘stempel’ fatalnya itu yang membuat kita terkoyak hari ini ? Kelihatannya tidak. Terima kasih pada Cak Imin, karena dia saya dipilih jadi wapresnya Jokowi, kata Ma’ruf senyum2 disambut tawa hadirin ). Ekstrimisme agama akan menghancurkan demokrasi, selanjutnya menghancurkan negara. Apa gerombolan beratribut agama menyadari sejauh itu ? Apa kekuasaan politik juga incaran mereka ? Apa pimpinan tertinggi kaum ulama di sini ( negeri muslim terbesar di dunia ) masih sebatas itu ?

Apa bisa orang2 yang menoleransi isu SARA, no problem dengan para pelaku dan pendukung politisasi agama ( menghalalkan ayat2 perang, hate speech, hoax di negeri merdeka ), terlebih setelah Ahok di penjara dan tragedi bom Surabaya, bisa jernih mengelola negara tanpa berpihak ? Itu yang bikin saya kecewa, kenapa ulama semacam ini masih diberi tempat, setelah menghajar hebat reputasi Jokowi dan sampai hari ini masih tak sadar dengan kesalahannya. Kenapa saya terus mengingatkan ini ? Karena orang2 yang tak sadar kesalahannya akan mengulangi kesalahannya di masa depan. Di saat ancaman bencana dan perang nuklir kian besar memperebutkan sumber alam yang terus menipis dari hari ke hari, kehancuran citizenship semacam ini takkan mampu menghadapi dan memenangkan pertarungan global..

Apa mereka masih lebih didengar? ( hanya karena fasih mengutip ayat agama, meski implementasinya jauh panggang dari api. Baru memimpin ormas satu agama, belum tentu bisa memimpin negara dengan 6 agama, ratusan juta orang multi ras dan multi kultur. Seperti apa program ekonomi keumatan dari guru besar ekonomi syariah ini dalam prakteknya nanti ? Kita tunggu dan kritisi ya.. ).

KESAMAAN IDENTITAS SATU TUBUH. BELAJARLAH PADA HAMAS.

Pada Opsi Avi ( MetroTV, 30/7/2018 ) elit PKS menyebut itijma ulama PKS/ GMKF sebagai kesepakatan ulama seluruh Indonesia. ( padahal tiap partai punya acuan ulama masing2 ). Lalu mereka menyebut Indonesia terpuruk dalam masa pemerintahan Jokowi ( padahal yang terpuruk adalah PKS yang rontok suaranya pada pilkada 2018 lalu karena kampanye hitam yang cacat logika semacam itu ) setelah sebelumnya MAS, ketua DPP-nya menyebut Jokowi itu penyiksa ulama. Mereka begitu pede ( dengan kelakuan minus itu ) menyebut diri hanya memikirkan kepentingan bangsa dan negara ? Negarawan itu tak suka hoax, mengumbar kebencian dan disuap Rp 500 miliar, tahu ! Asbun banget ocehan mereka..

Tak beda dengan SN, mantan ketua DPR, di sel lapas Sukamiskin yang berupaya mengecoh Najwa Shihab ( Mata Najwa, 25/7/2018 ), dengan bilang ‘habis baca kitab suci’, juga Nazarudin dengan bilang ‘habis sholat’, padahal keduanya menempati sel napi lain. Sedang keduanya, masing2 punya sel mewah di lantai atas seluas 2 sel yang disatukan !

Kebohongan publik seolah sudah mendarah daging dalam diri mereka. Sinyal bohong seperti ini adalah ciri penipu, yang tak dipahami FH yang ngotot membelanya dengan suara berisik. Musang berbulu domba.

Era Hidayat NW, Tifatul S, Aher, Anis M yang santun sudah berlalu ( meski misinya sama ). Ikwanul Muslimin ( IM ) di Suriah betseberangan dengan presiden Assad yang menampung jutaan pengungsi Palestina dan telah membantu para pejuang / memberi tempat bagi markas HAMAS di Damaskus untuk melawan penjajahan Israel. Pemerintah Iran lalu menyetop bantuan dana untuk HAMAS ( IM di Gaza ) setelah organisasi ini ikut bergabung dengan IM Suriah memerangi pasukan Assad yang dipilih secara demokratis oleh sebagian besar rakyat Suriah. HAMAS lalu sadar kesalahannya dan kini fokus berjuang untuk kemerdekaan Palestina saja.

Mestinya, IM di Indonesia ( PKS ) bisa seperti HAMAS yang fokus mengabdi pada negerinya saja. Jika Islam diibaratkan satu tubuh, maka jika ada bagian yang luka/ rusak, periksa dulu dengan diagnosa yang benar ( tabayyun, akal sehat ) . Jika ternyata sudah membusuk, ya diamputasi, jangan terus dipertahankan dengan kata2 busuk hanya karena atributnya sama ( sama2 IM ). Patokannya Allah, dengan Kitab dan Rasul-Nya. Jika sikap dan tindak-tanduknya tak Islami, jangan lagi dibela dan diikuti. Apalagi sampai menumpahkan darah dan kebencian pada mereka yang berbeda aqidah, kulit, mata dan pilihan politiknya. Politisasi agama berangkat dari kesamaan identitas, kulit permukaan dan atribut ini dibawa alumni 212, NII, HTI, IM, JI, JAD, Suriah, Afganistan, Mindanau dan turunannya yang tak sadar telah membelah rakyat Indonesia hari ini karena kebodohan para ekstrimis agama ini menyaring informasi, kedangkalan mereka mencerna fakta, dan sikap mau menang sendiri ( dengar teriakan para pendukung PS-SU waktu daftar ke KPU, Jumat kemarin. Teror jauh2 hari ) . Yang berhenti berpikir sebatas kulit. Belum mampu/ mau menjangkau isi, inti, esensi, substansi. Ke-Tuhanan dan kemanusiaan, dalam satu nafas. Damai. Itulah Islam sesungguhnya. Rahmat bagi seluruh isi alam semesta ini. Bukan muslim saja atau IM saja. Tidak terkotak2 sempit seperti katak dalam tempurung yang cuma peduli dirinya saja.

GEOPOLITIK, POLITIK IDENTITAS DAN PENDUDUKAN PALESTINA.

Diberitakan, Lionel Messi menolak tanding persahabatan dengan kesebelasan Israel di Yerusalem. Kota internasional bagi 3 agama yang diklaim sepihak oleh Israel dukungan Trump, AS, tahun ini. Seorang atlet sepak bola Palestina yang cacat setelah diserang tentara Israel rupanya sempat menulis surat pada Messi sehingga pesohor bola itu memutuskan tidak memenuhi undangan Israel yang berupaya memikat publik internasional setelah klaim sepihaknya atas Yerusalem.

Setali 3 uang, Pangeran William dari kerajaan Inggris, juga menolak bertemu walikota ibukota Israel di Yerusalem. Ia akan menemuinya di Tel Aviv, untuk menunjukkan posisinya menolak klaim sepihak Israel atas Yerusalem. Putra sulung Lady Di ini malah mengunjungi Masjid Al- Aqsho, bertemu dengan imam dan jemaah, sebelum ke Gereja Makam Kudus ( 28/6/2018 ). Apa William tahu sejarah Inggris ikut andil merampas tanah Palestina ?

Lalu, Sekjen PBNU tahu2 sudah ada di Israel diundang ceramah di Universitas Tel Aviv. Lho ? Kemenlu kan sudah melarang WNI ke Israel setelah klaim sepihak itu. Sekjen ormas terbesar di Indonesia itu mengingatkan Israel soal keadilan perlakuan agar teror tak merebak. Perlu landasan iman untuk paham. Tak jelas, apa para mahasiswa yang sudah didoktrin zionis sejak TK, bisa paham kearifan manusia. Yang jelas, dunia internasional sudah tercengang, ada apa gerangan dengan Indonesia yang katanya mau komit membantu Palestina merdeka ? Itu keputusan pribadi, tidak mewakili NU, kata Said.

Urusan njelimet Timur Tengah dan politik identitas SARA- nya yang dimpor ke Indonesia oleh alumni Suriah dan Afganistan, perlu diurai di sini, agar kita tahu cara menghentikannya. Wawasan geopolitik global ini mencegah kita menjadi Suriah, Yaman, Turki, AS, Irak dan Afganistan berikutnya yang menyedihkan.

SEJARAH DOLAR AS MENGUASAI DUNIA.

The FED ( Federal Reserve), bank sentral AS, bukan milik pemerintah AS, tapi bank swasta milik klan konglomerat Yahudi-Zionis bernama Rothschild cs, diantaranya : Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York ( dari blog Kajian Timur Tengah – Dina YS ).

Awalnya tahun 1837-1862 AS punya bank pemerintah yang mencetak uang ( sertifikat emas/ perak ). Lalu, uang kertas diperkenalkan pada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/ perak. Tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The FED yang punya banyak cadangan emas sampai mampu meminjamkan uang yang sangat besar pada pemerintah AS. Kandidat2 presiden AS dibiayai kampanyenya oleh The FED. Setelah berkuasa, presiden2 itu mengeluarkan UU yang menguntungkan The FED.

Dimulai Woodrow Wilson, yang pada tahun 1914 menandatangani keputusan memberikan hak cetak mata uang AS kepada The FED. Pemerintah AS dapat uang kertas produksi The FED dalam bentuk hutang yang harus dibayar kembali beserta bunganya. Rakyat AS dipaksa membayar pajak untuk membayar bunga tersebut.

Kelak Wilson menyesali keputusannya ini dan berkata, “Saya adalah orang yang paling tidak bahagia. Saya telah menghancurkan negara saya. Sebuah bangsa industri yang besar ini dikontrol oleh sistem kredit. Sistem kredit kita terkonsentrasi. Pertumbuhan bangsa ini dan seluruh aktivitas kita berada di tangan segelintir orang. Kita telah menjadi pemerintah yang paling diatur, dikontrol, dan didominasi di dunia modern. ( Kita ) bukan lagi pemerintah yang memiliki pandangan bebas, pemerintah yang diakui, yang dipilih oleh suara mayoritas, melainkan pemerintah yang dikontrol oleh opini dan paksaan sekelompok kecil orang yang mendominasi.”

Saat terjadi krisis moneter tahun 1933, Presiden Roosevelt yang kampanyenya didanai The FED, menyita emas rakyat AS dan menyerahkan pada The FED sehingga dollar menjadi mata uang AS dan uang emas/ perak tak digunakan lagi.

Jika Wilson atau Roosevelt mau menukar kedaulatan negara dengan donasi kampanye maka Presiden F. Kennedy berupaya melepaskan AS dari jeratan The FED dengan rencana menerbitkan mata uang sendiri. Sayang, sebelum terlaksana, dia sudah mati dibunuh.

Proses indoktrinasi sistem ekonomi uang kertas di kalangan akademisi seluruh dunia terus berlanjut. Rothschild, tahun 1863, berkata, “Sedikit orang yang memahami sistem ini, sangat tertarik pada keuntungan sistem ini, atau sangat memiliki ketergantungan pada sistem ini, sehingga takkan ada perlawanan dari mereka.”

The FED kini hakikatnya adalah penjajah dunia, termasuk rakyat AS sendiri. The FED leluasa mencetak dollar, dan rakyat sedunia memberikan kekayaan alam dan kerja keras mereka untuk ditukar dengan dollar.

Kemana duit bandar dollar ini pergi ? Rothschild adalah Yahudi-Zionis yang terobsesi membangun Israel Raya. Israel mengenang Baron Edmond James ( Avrahim Binyamin ) de Rothschild (1845-1934) sebagai “Father of the Settlement”. Dialah yang pertama kali memulai proyek permukiman Israel dengan membeli tanah2 di Palestina untuk dihuni imigran2 Yahudi dari berbagai penjuru dunia.

Impian Edmond Rothschild diteruskan keturunannya ( darah klan Rothschild tetap ‘murni’ karena ada aturan ketat tentang pernikahan dalam keluarga itu ). Ketika jumlah penduduk Yahudi sudah banyak, dengan uangnya, klan tamak ini menekan wakil2 negara anggota PBB untuk menyetujui Resolusi 181 ( tahun 1947 ) yang merampas 56,5% wilayah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Hingga kini, biaya operasional Israel masih terus disuplai oleh AS

Deklarasi Balfour tahun 1917 ( janji Inggris untuk menyiapkan tanah air bagi kaum Yahudi ) disampaikan Menlu Inggris pada Walter Rothschild ( anak Edmond Rothschild ).

Untuk jasa Edmond Rothschild ini tahun 1982 diterbitkan uang emas Israel “Koin Hari Kemerdekaan dengan foto Baron Rothschild bertuliskan aksara Hebrew “Father of the Jewish Settlement” di bagian depan, dan lambang negara Israel bertuliskan di bawahnya “Baron Edmond de Rothschild”, “1845-1934” ( masa hidup Edmond Rothschild ), “Centenary of His First Settlement Activities in Eretz Israel” di bagian belakang koin. Kata “Israel” ditulis dalam huruf Hebrew, Inggris dan Arab.

BEASISWA PILOT UNTUK 10 PEMUDA PALESTINA. PROGRAM 2 JUTA USD DARI INDONESIA.

Pada pertemuan para menteri luar negeri negara2 anggota CEAPAD III ( Conference among East Asian Countries for Palestinian ) di Bangkok, 26-27 Juni 2018. lalu telah dihasilkan Joint Statement yang intinya menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan di Palestina dan komitmen memperkuat koordinasi antar negara anggota guna meningkatkan efektivitas bantuan pembangunan untuk Palestina ( HU Pikiran Rakyat 3/8/2018 ).

Menlu Retno Marsudi menyampaikan komitmen RI dalam Three year Activity Plan CEAPAD 2019-2021 untuk membantu Palestina sebesar 2 juta USD dalam program pembangunan kapasitas pengairan, pertanian, pembangunan ekonomi, ICT, pelatihan Interpol, pemberian beasiswa pendidikan di perguruan tinggi, beasiswa sekolah pilot komersial, dll.

Septo Adjie Sudiro, founder dan CEO Perkasa Flight School membuka program pelatihan pilot bagi pemuda Palestina yang ingin berkarir sebagai pilot komersial untuk membantu ekonomi keluarga. Gelombang pertama sudah dibuka sampai 31 Juli 2018 untuk 10 anak muda Palestina dengan beasiswa penuh. Proses seleksi bekerja sama dengan KBRI Amman. Informasi lowongan sudah disebarkan pada warga Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza dan kamp pengungsi di negara2 tetangga. We must take concrete and vigorous steps, kata Andy Rachmianto, dubes RI untuk Kerajaan Yordania dan Palestina.

EFEK TURKI ? JAGA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TABUNGAN DI BANK.

One way system ( demokrasi, pemerintahan bersih, HAM ) menggantikan era perang dingin Blok Barat ( AS cs ) dan Blok Timur ( Uni Soviet/ Rusia ) yang berakhir tahun 1990 oleh jurus soft power AS ( gaya hidup kapitalis liberal yang dihembuskan pada kaum muda negeri beruang merah itu ). Tanpa sebutir peluru, negara terluas di dunia yang kerap bersaing starwars ( penaklukan ruang angkasa dengan pesawat ulang alik ) dengan AS ini pun tersungkur. Namun, kini Rusia sudah bangkit, lebih kuat, dengan V.Putin ( mantan kepala dinas rahasia KGB ) memimpin ( sebagai presiden, perdana menteri ) hingga melesat sebagai negara termaju dalam bidang ekonomi ( BRICS = Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan ) selain kekuatan militernya.

Turki yang dipimpin Erdogan ( satu kaki di Eropa dan kaki lainnya di Timur Tengah/ Arab ) punya landasan ekonomi kuat ( ekonomi masih tumbuh ), jika dibanding Yunani yang terlanda krisis lebih parah sebelumnya. Namun, Erdogan yang hampir 2 dekade memimpin Turki secara otoriter ( rezim otorian ini belakangan makin kerap digoyang unjuk rasa rakyat ) tak punya kanal komunikasi yang dipercaya publik sehingga terjadi rush besar-besaran ( pengambilan uang simpanan secara masif di bank oleh para nasabahnya ) akibat perang dagang AS vs Tiongkok juga negara2 lain ( proteksi mengenakan bea masuk tinggi terhadap barang impor sehingga tak kompetitif di pasar, berujung cadangan devisa tak bertambah untuk mengendalikan keadaan dalam negeri ). Karena ekspor produk2 Turki yang terhambat, lalu menipiskan cadangan devisanya sejak Januari 2018, ditambah rush tsb maka tersungkurlah mata uang lira Turki hingga 40% ( EMI, 16/8/2018)

Bagaimana dengan Indonesia ? Interkoneksi perdagangan membuat apa yang terjadi di Turki bisa mempengaruhi keadaan di Indonesia jika tak diantisipasi dengan baik. Untungnya, kita sudah menganut demokrasi, mengupayakan pemerintahan bersih dengan reformasi demokrasi dan revolusi mental, dan merintis penyelesaian kasus2 HAM berat masa lalu. Kita punya kanal2 civil society yang bisa dipercaya dan dirujuk publik, juga untuk hot2 issues ( MetroTV, acara “Mata Najwa”- Trans7, HU Pikiran Rakyat, Media Indonesia, akun para key opinion leader seperti Mahfud MD, Dina YS, Rhenald Kasali, ICW, Perludem, juga blog ini ).

Posisi ekonomi kita : pertumbuhan ekonomi di kwartal kedua tahun ini 5,2 % naik dari sebelumnya 5,03% di kwartal pertama. Angka kemiskinan dari 10,2% turun jadi 9,8%. Tingkat inflasi di bawah 3,5%, lebih rendah dari tahun2 sebelumnya. Hutang luar negeri 34% dari PDB ( masih aman jika di bawah 60% menurut UU ). Subsidi energi 1,2% dari PDB ( bandingkan masa pemerintahan sebelumnya yang mencapai 3,3% dari PDB ). Subsidi disalurkan kepada mereka yang lebih berhak ( solar untuk kapal nelayan, bensin untuk angkutan umum ). Sisa anggaran subsidi energi digunakan untuk membangun infrastruktur ekonomi seperti jalan ( pemirsa EMI warga provinsi baru Kalimantan Utara minta dibangun jalan sepanjang 166 km dari gunung ke 6 kecamatan di daerahnya ), jembatan, waduk irigasi, pelabuhan dan bandara.

Krisis moneter tahun 1997, seingat saya, membuat rupiah dari Rp 2500 melonjak hingga tembus Rp 15.000 per USD ( hutang luar negeri dari 60% melonjak 170% dari PDB ) juga dipicu rush bank ( psikologis, kepanikan nasabah ) dan diborongnya barang2 kebutuhan secara membabi buta oleh masyarakat. Saat itu rezim Orba marak KKN dan departemen informasi/ penerangan- nya tak lagi dipercaya rakyat, sehingga terjadi revolusi rakyat ( Reformasi 1998 ). Kita membayar sangat mahal karena krisis tsb, aset2 negara dijual pada asing untuk membayar hutang luar negeri dan Timor Timur ( kini Timor Leste ) lepas dari pangkuan NKRI.

Hari ini ( 16/8/2018 ) rupiah melemah hingga Rp 14.600 per USD dipicu tersungkurnya lira ( karena Indonesia punya hubungan dagang dengan Turki, duit2 kita sebagian tertahan di sana ), juga terhambatnya sebagian ekspor kita karena proteksi negara lain. Namun, cadangan devisa kita masih tebal. Indonesia cuma perlu menjaga laju pertumbuhan ekonominya tetap baik ( pertumbuhan melambat dijauhi investor, mereka bisa menarik uangnya ), menjaga kestabilan politik, dan menjaga keamanan tetap kondusif.

Bank Indonesia ( BI ) menaikkan suku bunga dari 2,5 menjadi 5,5% agar nasabah tertarik tetap menyimpan uangnya di bank. Para PR timses Jokowi dan kabinet bidang ekonomi mesti bisa menjelaskan dalam bahasa sederhana ( dipahami rakyat ) bahwa ekonomi Indonesia on the right track dan bisa mengatasi keadaan ini ( Turki mengandalkan perdagangan karena sumber daya alamnya sedikit. Sedang kita selain berdagang juga sumber alamnya melimpah, terlebih Pertamina berhasil mengakusisi blok Rokan dan Mahakam dari perusahaan asing, serta Inalum/ BUMN bisa mengambil alih 51% saham tambang emas terbesar di dunia di Papua dari tangan Freeport McMoran/ AS ).

Konsolidasi fiskal yang dilakukan pemerintah tak akan mengurangi geliat dunia usaha ( anggaran yang semula untuk membayar rapat2 di hotel, studi banding ke luar negeri, misalnya, akan dialokasikan untuk kegiatan2 yang lebih produktif )

Oposisi saat ini sebaiknya berpikir positif ( jika melubangi bahtera bernama Indonesia dengan hoax/ fake news dan fitnah dalam isu ini mereka akan ikut tenggelam. Sirene sudah berbunyi, utamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok ya ). Selebihnya, we will be okay..

( senior kita bisa survive waktu antri bubur tahun 1966 masak kita tahun 2018 masih bisa beli segala macam dan barang kebutuhan masih tersedia banyak di pasar dan mall, tidak bisa sih ? Insya Allah, pasti bisa. Kalem saja.. )

CLOSING

Hoax dan hate speech mulai marak bertebaran lagi di dunia maya. Koalisi Indonesia Kerja membentuk tim cyber untuk menghadang kampanye hitam kubu lawan.

Kontra narasi dan literasi media adalah tugas kita semua sebagai anak bangsa untuk bisa menghentikan hoax/ fake news/ half truth yang memecah belah bangsa ini. Saat kebutuhan informasi tinggi ( seperti krisis, saat gempa ), tapi ketersediaan informasi kurang/ kekosongan info, maka hoax akan marak. ( program PR Inside, K-Lite FM, topik “Truth or Fake”, Selasa 7/8/2018 jam 17-18 ).

Tugas Public Relation/ humas adalah feeding info untuk menjaga reputasi perusahaan/ presiden petahana. Beda dengan tugas pengiklan yang lebih memuji produknya sendiri. Pembicara/ humas ini tiap pagi membuka Artificial Intelligence menyortir hoax di medsos atau media. Jika berita negatif menyerang perusahaannya ( diibaratkan Indonesia sebuah perusahaan raksasa dengan 263 juta rakyat sebagai pemegang saham, Kabinet Kerja sebagai direksi dan timses Jokowi sebagai humas ) , PR bisa minta bantuan key opinion leader, influencer atau endorser untuk mengklarifikasi fake news, karena 3 orang tsb punya follower banyak dan trust tinggi dari publik.

Ciri hoax : minta segera di re-share sebanyaknya secepatnya dengan dalih penting/ urgen. Kadang pakai huruf besar semua ( verbalnya berteriak ) dan ejaannya gak karuan ( bego EYD ), tak logis ( contoh, ngutip nama besar orang yang mati tahun 1980 namun pernyataannya disampaikan tahun 1990 ) sehingga kita harus kritis dan rajin chrosscheck pada sumber kredibel ( media yang kerap dirujuk masyarakat dan alamat kantornya jelas sehingga bisa dimintai pertanggungjawaban jika beritanya tak benar ). Endapkan berita itu 1-2 malam untuk otak kita mencerna dan konfirmasi ( modus penipu minta korban segera mentransfer uang hari itu juga kan ? tak ada waktu untuk berpikir jernih ).

Aplikasi Hantam Hoax juga bisa digunakan dengan mengetik kata ( misal, telur busuk ) akan dijawab hoax atau bukan ). Kontra narasi ini penting agar pengguna internet punya kompas selama memasuki belantara medsos. Tunisia, Mesir, Suriah, Yaman, Marawi terguling karena medsos. CEO maskapai penerbangan LA terpaksa mundur setelah satu pilotnya terendus mengkonsumsi sejenis narkoba oleh wartawan lalu digoreng oleh pasukan hoax ( industri kebohongan ) maskapai kompetitornya. Mengantisipasi itu, saran saya, sebaiknya wapres JK fokus menuntaskan program ekonomi Nawacita jilid 1 agar angka kemiskinan 9,8% turun jadi 7,5 – 8,5% seperti yang dijanjikan ( silakan kalau mau jadi ketua penasehat agar masih bisa fokus dengan tugas pokok wapres, tapi jangan ketua pemenangan yang lebih capek/ terlibat ) .

Gubernur TGB sebaiknya fokus mitigasi bencana gempa Lombok dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ). Sukses kerja di 2 isu besar yang akan dihajar di debat capres nanti ini merupakan sumbangan sangat berarti bagi kerja timses pemenangan Jokowi periode kedua.

Apa kita masih didengar ?

Written by Savitri

15 Agustus 2018 at 05:51

Juara di Pilkada. Duka di Toba & Yaman. Next to do.

leave a comment »

a

Pilkada 2018 berlangsung aman dan lancar. Alhamdulillah. Pergerakan suara dalam quick count-nya menyaingi serunya pergerakan bola di Piala Dunia, Rusia. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum ( paslon Rindu no.1 ) jadi juara pilgub Jabar menurut hasil quick count 6 lembaga survei kredibel yang teruji sejak tahun 2004 ( sama dengan hasil rekap manual KPU ). Sebenarnya, yang menang bukan paslon, parpol, KPU, pendukung cakada, atau pun pemerintah. Calon terpilih, selanjutnya menjadi petugas rakyat, bukan lagi petugas partai. Kenapa ? Rp 15,2 triliun biaya pilkada 2018 ( Rp 11,9 T versi ‘Mata Najwa’ ) dengan 152 juta pemilih diambil dari peluh rakyat negeri ini ( pajak ). 49% pemilih tinggal di Jawa. 75.000 TPS ada di Jawa Barat yang berpenduduk 48 juta jiwa ( lebih dari penduduk Malaysia dan Australia digabung jadi satu ! Se-er pisan ). Partisi warga Kota Bandung di atas 75% dari DPT. Partisipasi warga Jabar 71%. Lebih baik daripada pilkada sebelumnya. Pilkada jadi ajang sirkulasi pemimpin daerah, sekaligus menyediakan stok pemimpin muda yang bisa menjadi pemimpin nasional. Semi final pemilu ini diborong Nasdem/ partai pemerintah. dengan perolehan 11 : 3 gol oposisi ( dari 17 pilgub ). Elit pusat mesti belajar pada elit daerah yang lebih matang berdemokrasi. Contohnya, paslon 2 dan 4 yang memberi selamat paslon 1 yang menjuarai pilgub Jabar. Pemenang tak perlu selebrasi berlebihan, karena yang kalah di pilkada ini, sejatinya, juga pemenang demokrasi, karena legowo dan sportif, juga karena kehadirannya telah membuat pemenang menampilkan yang terbaik selama kampanye. So, pemenang pilkada 2018 adalah… demokrasi dan Indonesia. Congratulation to… us !

Kekuasaan. Uang. Kematian. Ketiganya menghantui manusia milenia. Di Indonesia, terjadi tragedi kapal tenggelam menelan banyak korban tewas. Sampai 2 kali: di Sumut dan Sulsel. Di Malaysia, terungkap model cantik yang hamil benih kekasihnya ditembak 2 kali di kepala plus tubuhnya diledakkan untuk menghilangkan jejak berbahaya ( karena dianggap tahu korupsi dana pertahanan Malaysia triliunan mantan PM NR ). Di Yaman, koalisi pimpinan Arab Saudi asyik membombardir Houthi seraya mengabaikan bahaya kelaparan dan kholera sekitar 600 ribu penduduk yang terblokade pasokan makanan dan obat-obatannya.

Dunia makin tak aman dalam 10 tahun terakhir ini. Orang bodoh yang pegang smartphone juga makin banyak dan terus memproduksi hoax dan hate speech demi memaksa kehendak berdasarkan emosi/ selera buruk ( primordial/ SARA ) di pilpres 2014, pilgub DKI 2017, pilkada 2018 lalu ( 2 dari 9 tersangka KPK dicoblos menang ), ketularan era kebohongan ( sebagian pengamat menyebutnya post truth ) media mainstream dunia ( dikuasai zionis ). Lebih memilih selera kekanakan, bukan rasio akal sehat. Sebagian besar orang biasa di medsos tanpa risih, apalagi tanggung jawab, melakukan kejahatan ini ( menyokong perang dan pembersihan etnis berkedok agama ).

Elit2 bodoh dan pongah dibiarkan tampil di TV dan berkicau di medsos, memprovokasi orang untuk mencurigai quick count surveyor kredibel dan real count KPU. Elit asbun terbiasa korup ( mendistorsi ) informasi/ pemahaman. Tabiat orang curang akan nuduh orang lain curang, persis maling teriak maling. Informasi baru mereka anggap benar jika sesuai dengan kerangka berpikirnya selama ini. Sering tak paham konteks dan mau menang sendiri. Para pengikutnya menyerang petugas pemilu dan polisi secara fisik ( Distrik Torere ) dan non fisik ( meretas sistem informasi KPU ). Menyusul sederet kasus intoleran dan persekusi yang mereka lakukan terhadap sesama anak bangsa. Orang2 sesat ini sudah banyak menguras energi bangsa ini.

Bagaimana mereka bisa berbiak dan bagaimana kita bisa menghentikan agar bisa fokus maju ? Bagaimana kita bisa berperan aktif dalam perdamaian dunia ? Save the world ? Hard stuff, man… but let’s try..

ISU JULI 2018
NASIONALISME :
Juara pilkada 2018. PM Malaysia Mahathir dan PM Timor Leste ke Indonesia. Kasus korupsi mantan PM NR. Gubernur Aceh tertangkap OTT KPK. Peran Indonesia dalam perdamaian dua Korea dan nasib pilu Yaman. Mayoritas anak muda dan imigran di AS pawai anti Trump. Pesantren nusantara di AS. Hampir 2 dekade berkuasa, presiden Turki Erdogan terpilih lagi ? Jelang Asian Games 18-8-2018. Bulutangkis Indonesia Open, INDONESIA ! INDONESIA !! Kedaulatan di tambang Freeport.

HUKUM :
PKPU larang koruptor nyaleg jalan terus. Perbaikan transportasi laut dari 2 kasus kapal tenggelam. Aturan gratis balik nama BPKP kendaraan seken dan denda STNK di Jawa Barat sampai Agustus 2018. AKBP MY Pangkal Pinang mestinya juga dihukum pidana. Pencopotan pejabat2 DKI oleh pemprov karena dislike ?

EKONOMI :
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ angin ( PLTB ) di Sulsel. Lomba domba unggul Piala Presiden. Bank syariah dan menggeliatnya sektor properti. Pengaruh Piala Dunia terhadap harga sayuran. PPDB Zonasi sekolah negeri & SMK siap kerja. 4 situs berbasis aplikasi, beromzet 1 miliar USD. Yang baru di Bandung Zoo. Bandung Planning Gallery. Ekowisata hutan Ciwidey, Jawa Barat. Parkir non tunai di Bandung. Komunitas Seribu, Smile Friend dan Pangling.

SPORTIF DI PILKADA JABAR . KOMPAK DI PILPRES 2019 & 2024.

Pilkada 2018 di 171 daerah sudah berlalu. Secara keseluruhan berlangsung aman dan lancar.. Ada riak kecil di sana sini, masih bisa dimaklumi. Jelasnya, progresnya membaik. Tahun 2013, terpilih 9 cakada tersangka KPK.
Tahun, 2017, masih terpilih 4. Tahun ini, 2. Tulungagung dan Maluku Utara. Modusnya, kedua cakada dan tim suksesnya melakukan distorsi informasi, merasa sebagai korban ( blame victim ), kata Titi Anggraeni, ketua perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi ( Perludem). Padahal maling ya tetap maling. Petahana biasanya punya modal sosial dan politik yang kuat. ( EMI, 30/6/2018 ) Aspek primordial yang merembet dari pilgub DKI 2017 berkontribusi dalam kemenangan tersangka

Arus informasi ternyata belum maksimal menjaga pemilih agar tak memenangkan tersangka. Perlu aturan rigid untuk menghalangi tersangka mencalonkan diri dan terpilih. Oleh sebab itu definisi berhalangan tetap mestinya didetail di PKPU ( termasuk tersangka KPK ), karena rakyat yang memilih tersangka-lah yang akhirnya paling rugi, akibat legalitas lepas dari moralitas ini ( aturan formal menyingkirkan substansi ). Karena si tersangka 99% masuk bui KPK, wakil paslon terbuang, lalu mendagri melantik caretaker kepala daerah sampai pemilihan berikutnya. Tersangka yang terpilih akan dilantik mendagri, tapi lalu dinonaktifkan setelah terpidana dan. inkrah ( berkekuatan hukum tetap ). ( Prime Time News, MetroTV, 3/7/2018 ).

Pelajaran yang bisa dipetik: pilihlah cakada bersih agar warga dapat pemimpin yang amanah. Tidak masuk bui lalu dikirim pengganti dari pusat. Next, mantan koruptor dan tersangka korupsi dilarang nyaleg, nyalon dan nyapres agar parpol dan warga tidak gigit jari setelah capek2 nyoblos di TPS. NTT, masih kental politik uang, kata pemirsa .EMI Setelah terpilih, jalan aspal memang dibuat, tapi setahun kemudian sudah rusak lagi. Atau belum setahun sudah tertangkap KPK. Warga juga yang rugi. Belum lagi yang bagi2 uang maupun yang terima duit sama2 dihukum berat. UU no. 10 tahun 2016, menyebutkan : pemberi dan penerima uang politik dihukum 36-72 bulan penjara dan denda Rp 200 juta sampai 1 miliar ( EMI, 26/6/2018). Waktu nyoblos 5 detik berdampak 5 tahun masa pemerintahan calon terpilih. Jika pemilih mau disogok Rp 50 ribu agar memilih calon tertentu, dibagi 5 tahun masa jabatan, artinya harga suara pemilih sangat murah. Rp 10 ribu. Si calon yang menyuap pemilih akan korupsi anggaran untuk menutup hutang/ balik modal. Dia takkan bisa fokus melaksanakan program menyejahterakan rakyat.

KPU seperti kurang mensosialisasikan pidana politik uang ini sehingga masyarakat banyak yang belum tahu. Bawaslu di pusat dan Panwaslu di daerah pernah memenjarakan 4 orang dari sekitar 500 pengaduan politik uang pada tahun 2016, dan 600 pengaduan tahun 2018. Sehingga tak heran, masih ada elit politik dan ‘tokoh bangsa’ yang menganjurkan pemilih menerima lembaran uang merah dan biru dari calon yang ingin dapat suara dengan cara instan, meski sudah lebih 300 pejabat sejak tahun 1999 sampai hari ini dijerat KPK. Mestinya, pelapor politik uang di UU tsb dilindungi, karena aturan sekarang, membuat penerima takut melapor karena sama2 akan dihukum berat. Penerima dan penyuap jadi sama2 berkepentingan menjaga rahasia busuk politik uang agar tidak bocor keluar.

Mantan bupati Garut yang mengaku pernah diminta elit Grd sebesar Rp 2,5 miliar untuk mahar pencalonannya tidak diproses hukum lebih lanjut. Terbaru, pengakuan Mustafa di persidangan kemarin ( 25/6/2018 ) juga diminta mahar oleh partai Dmk. Calon yang membeli suara pemilih dengan bagi2 uang, voucher, sembako token listrik dan sejenisnya, mestinya dibatalkan/ didiskualifikasi dari pencalonannya oleh KPU dan jangan dipilih partainya oleh rakyat. Tokoh yang menganjurkan menerima uang juga harus diproses sesuai aturan yang berlaku karena sejatinya ia telah mendorong rakyat pemilih ke bibir jurang ( penjara 6 tahun plus denda Rp 1 miliar ) dan mengajak orang permisif pada politik uang dan perilaku koruptif.

Ganjilnya dalam pilkada ini, calon walikota Makasar kalah melawan kotak kosong. Tamparan keras bagi statusnya sebagai manusia. Pawaslu setempat menegur para pemilih kotak kosong yang melakukan sujud syukur setelah kemenangan benda mati tsb. Warga Makasar akan mendapat caretaker walikota dari kemendagri dan nyoblos walikota lagi tahun 2020 ( karena tahun 2019 ada pilpres ). Cawalkot yang malang itu boleh bertarung lagi ( kalau belum kapok ). Beruntung, 15 cakada lainnya, menang lawan kotak kosong. Hidup manusia !

Ridwan Kamil sujud syukur juga. Dia menang lawan 3 paslon manusia hidup dengan skor 33 %. Sementara, rangking dua ditempat paslon Asyik dengan skor nyaris 30% menurut quick count 6 surveyor kredibel ( Indo Barometer, Poltracking, Charta Politika, SMRC, Index Indonesia, Litbang Kompas ). Real count KPU ( berbasis formulir C1 ) dari sekitar 75.000 TPS di Jawa Barat ( 31 juta pemilih, terbanyak di Indonesia ) menunjukkan trend serupa. Toh, Asyik tak percaya hasil hitung cepat lembaga2 survei yang diambil dari 1200 responden yang sudah nyoblos ( exit poll ) dengan margin of error 1%. Metode ilmiah pengambilan sampel mereka sudah teruji kesesuaiannya dengan hasil rekapitulasi manual KPU sejak tahun 2004. Ketika itu, saya lihat MetroTV, stasiun tivi yang pertama kali menayangkan quick count, memenangkan SBY. Tak ada yang protes. Semua setuju lalu meniru.

Pilgub Jabar yang memenangkan Aher ( PKS ) dan pilgub DKI yang memenangkan Anies ( mantan rektor dan menteri ajuan oposisi ) kita tak protes juga hasil quick count-nya, kenapa mereka sekarang memprotes surveyor2 tsb merilis quick count sejenis ? Apa yang keluar dari oposisi baru dianggap benar ? Ingat, hitungan internal mereka ( PKS dan surveyor2 abal2 yang disewa TVO kemudian dieliminir asosiasi surveyor ) terbukti ngaco waktu pilpres 2014 ( sampai Mahfud keluar KMP demi menjaga intergritasnya ). Masih keukeuh mengandalkan survei internal yang belum teruji keandalannya oleh masyarakat ? Itu namanya kepala batu, bebal, mau menang sendiri. Elit oposisi dan konstituennya ( pemilih fanatik) sama2 primordial dan post truth kalau begitu. Memilih berdasarkan emosi dan kesesuaian SARA, tak peduli sebego dan sekorup apa pun calon jagoannya. Karena kedangkalannya berpikir, beragama, bernegara dan kebodohannya menyaring informasi. Mereka cuma mau menerima informasi sepanjang sesuai kerangka berpikirnya yang cekak itu.

Akhirnya para tersangka korupsi dicoblos sampai menang, orang yang baru tahu sedikit agama ( tapi sudah teriak2 merasa paling benar dan mengintimidasi mereka yang berbeda ) diangkat jadi imam besar, milisi2 teror berkedok petugas medis ( White Helmets ) disumbang untuk menghancurkan Suriah, perang2 yang didalangi AS dan Israel dibela dengan lugunya di medsos2 ( tak sadar itu kejahatan besar), Erdogan yang tangannya berlumuran darah dalam ‘insiden’ pembunuhan aktivis di Marvi Marmara ( kapal bantuan kemanusiaan untuk Palestina ) dan prahara Suriah dielu-elukan bak idola. Mereka tak sadar sudah banyak bikin kesulitan dan menghabiskan uang, waktu, energi kita selama ini. Seperti parasit, kumpulan bego ini hidup dengan menyusahkan banyak orang dan membebani negara. We did it again.. clean their trash… always..

Heran, bagaimana orang2 bego ini cepat berbiak ? Orang2 bodoh dengan smartphone di tangan, ya begini outputnya. Nalarnya belum terlatih, emosinya belum matang, basis logikanya lemah, sementara di luar sana, narasi2 palsu era kehohongan, terus diproduksi secara masif oleh media mainstream dunia ( dikuasai zionis). Ada 143 juta pengguna internet di Indonesia ( data tahun 2017). Tak kurang 10.000 hoax dilaporkan tiap hari selama pilgub DKI ( EMI, 2/7/2018 ). Ortu sibuk cari makan, anak kerap ditinggal di rumah tanpa pengawasan, bimbingan agama, moral, sopan santun dan teladan baik untuk filter paparan radikal. Hoax ditelan mentah2 dan disebarluaskan. Hate speech ditiru dan dikopidaratkan untuk gagah-gagahan. Krisis jati diri.

Sebagian bilang, para ekstrimis itu emosional, gampang meledak seperti bom2 high explosive teroris, karena minder, kejayaan Islam meredup sejak abad 9. Sebagian lain mengatakan karena mereka hanya melihat hitam putih secara kaku, terutama yang berbeda. Padahal di antara halal dan haram ada sunah, mubah dan makruh, yang juga Islam. Ada nuansa, variasi, keragaman yang kudu dihormati, ditolerir, agar tak membunuh kebhinekaan kita. Tak heran, sampai ada pakar bilang, ekstrimis agama menghancurkan demokrasi, selanjutnya menghancurkan negara. Seperti yang nyaris terjadi saat aksi 212 di Monas lalu, jika kita tak menghentikannya, meminta presiden tak mendatangi lagi dan memberi ruang2 intoleran pada ormas2 radikal. Otak mereka error, berpikirnya pakai dengkul. Gak bakalan nyambung.

Jadi saya bisa maklum, jika mendagri Cahyo sampai melantik mantan Kapolda Metro Jaya M. Iriawan sebagai pj gubernur Jabar di menit2 terakhir, setelah sebelumnya tidak jadi. Ada permintaan dari bawah, katanya. Dan, ternyata hasilnya aman lancar. Bolehlah..

Lalu ada isu penggeledahan, drone, dan komentar ‘apa perlu sampai seperti ini? ‘. Kita, penonton, emang paling gampang berucap. Tapi polisi yang paling menderita, diincar teroris, KKB, intel musuh, sekaligus kita andalkan, tentu tak bisa sesantai kita. Ada 5 daerah rawan pelanggaran pemilu dan pergerakan teroris menurut Polri: Papua, Jabar, Jatim, Sulsel, Sumut. Versi Bawaslu: Papua, Maluku, Kalbar (Prime Time News, 26/6/2018). Polri dan TNI harus sigap, antisipatif, whatever it takes untuk jaga kita dan pilkada. Untung di Jabar tak terjadi gangguan pemilu. Namun, di Papua, daerah rawan lainnya, terjadi serangan mematikan. Kepala distrik Torere tewas tertembak KKB ( kelompok kriminal bersenjata ) dan 2 polisi hilang ( satu kemudian ditemukan tewas) ketika mengawal kotak suara dengan 2 speed boat usai pencoblosan pilkada di Kabupaten Puncak Jaya. 7 polisi lainnya berhasil selamat. ( Prime Time News, 1/7/2018 ). Di Temanggung, Jateng, ada laporan politik uang. Operasi Mantap Praja digelar Polda Jateng untuk mengamankan pilkada yang sejauh ini berlangsung aman dan kondusif. Kita mestinya maklum upaya pengamanan polisi ini. Polda Jabar mengerahkan 2/3 jumlah polisi yang dimilikinya dibantu 3000 prajurit Kodam 3 Siliwangi yang di BKO-kan untuk menjaga sekitar 75.000 TPS di Jabar ( 16 pilkada termasuk satu pilgub ).

Kang Emil perlu 2 tahun kerja keras, turun ke bawah, blusukan ke lembah2, bukit2, gunung dan pantai yang penuh orang, di mana-mana untuk mendekatkan diri pada rakyat pemilih dan memahami masalah daerah. Sowan ke sesepuh parahyangan dan ulama pasundan. Sungkem pada ibu mohon restu. Suntuk berdoa pada Allah Swt mohon ridho, di malam menjelang hari pencoblosan. Sukses ditentukan 30% usaha, 70% doa, katanya. Ketika disebut juara pilkada Jabar, Kang Emil tidak euforia. Ia tawadlu dan minta pendukungnya tak jumawa ( tidak berlebihan, apalagi arak2an atau pawai ), karena sejatinya setelah terpilih, dia milik semua. Termasuk yang tak memilihnya. Mereka juga dilindungi dan dicarikan solusi. Kang Emil setelah itu mengunjungi Mang Ihin ( Solihin GP ) dan mendapat saran arif dari mantan gubernur Jabar itu.

Yang melegakan, paslon 2 ( Hasanah ) dan 4 ( 2D ) memberi selamat pada Ridwan Kamil. Gus Ipul ( paslon 2 pilgub Jatim ) juga legowo soal kekalahannya dari Khofifah setelah quick count serta menitipkan program kerjanya yang dianggap baik untuk rakyat daerah. Persatuan sebagai sesama anak bangsa kembali dirajut usai perhelatan demokrasi ini. Membangun daerah butuh kerjasama kompak seluruh stakeholder, termasuk peserta dan pemilik suara.

Di Jateng, SS, mantan menteri ESDM, sayangnya tak mengikuti rekannya di Jatim. SS sempat menyalahkan lembaga survei atas kekalahannya dari Ganjar Pranowo. Seperti Asyik, SS semula juga dirating rendah ( di bawah 15%) namun setelah hasil hitung cepat melonjak sampai 41%. Ini politik gerilya teritori, istilah Dedi Mulyadi. Mesin partai PKS dan Grd bekerja keras di seminggu terakhir jelang pencoblosan ( kemungkinan besar setelah tahu rating jeblok mereka. Kalau tak dikasih tahu surveyor, bisa lebih gembos lagi perolehan suara mereka, karena kader di bawah akan do nothing setelah para elitnya gemar ngoceh asbun di ruang publik.

Berterimakasihlah pada surveyor eksternal kredibel yang memotret elektabilitas calon kalian dengan metode ilmiah yang obyektif. Bukan malah menyalahkan/ mengkambinghitamkan surveyor andal, setelah hasil pilihan rakyat secara total tak berpihak pada kalian ). Jadi bukan karena polling survei berdasarkan opini publik yang mereka anggap meleset, lalu disamakan dengan quick count dari kertas suara yang dicoblos dan dihitung 3 jam setelah waktu pencoblosan. Orang berpengetahuan luas tahu banyak hal sehingga tak cepat menyimpulkan segala sesuatu dengan emosi sesaat Itu salah satu yang membedakan pemilih fanatik dengan pemilih rasional. Post truth dengan civil society yang berpikir. Suara rakyat yang saya maksud adalah yang kedua. Jangan salah kaprah. Lebih banyak jenis yang ini kan, sehingga rakyat Indonesia dianggap baik dan berkontribusi besar terhadap hasil rating aman Indonesia ( versi Gallup ) dan hasil lancar pilkada 2018 kemarin.

MK membolehkan quick count sebagai alat penyeimbang ( pengontrol ) hasil perhitungan suara ( real count ) otoritas pemilu ( KPU ) pada margin of error kurang 0,5% di daerah berpenduduk lebih dari 12 juta orang. Rakyat menurut UUD 1945 pasal 28, punya hak komunikasi dan memperoleh informasi, termasuk hasil ia memberi suara pada pemilu Secara quick count bisa diketahui 3 jam setelah pencoblosan ditutup. Secara real count KPU bisa diketahui sekitar 1-2 minggu setelah pencoblosan. Jadi quick count tak bersalah.

Para pemenang pilkada dihimbau jangan terlalu euforia melakukan konvoi dan arak2an. Cukup berdoa di tempat masing2. Yang kalah juga legowo. Yang masih penasaran, silakan menyalurkan keluhannya sesuai aturan yang berlaku : ke Panwaslu, MK, penyelenggara pemilu di atasnya jika menemukan kesalahan perhitungan. ( Prime Time News Pagi, 30/6/2018 ).

Masih juga nuduh curang ? Kecurangan mungkin ada. Wong, 9 koruptor tersangka KPK ikut nyalon kok. Bisa jadi ada kecurangan yang mereka ilakukan karena sudah terbiasa dengan perilaku koruptif, layaknya klepto yang terganggu jiiwanya. Bukan lantas kecurangan itu dituduhkan pada petahana, penyelenggara pemilu atau pemerintah. Jangan paranoia. Guru SDIT DI yang dipecat karena memilih paslon Rindu, itu juga bisa disebut kecurangan kubu oposisi kan ? Konferensi pers menyebut penggeledahan, dan tahun lalu mengadu ke MUI minta fatwa soal keseleo lidahnya Ahok juga bentuk kecurangan rival kan ?

Orang curang akan nuduh orang lain curang, persis maling teriak maling. Jangan sok suci berlagak paling benar dan cuma mau enaknya saja. Gantian buntung gak sportif, emoh salaman dan mendiskreditkan penyelenggara pemilu, sampai neror dan nge-hack segala ( meretas portal KPU, Bawaslu diancam hukuman 10 tahun penjara ). Sikap tak sportif nan egois ini sama tak bertanggung jawabnya dengan sepak terjang cabang Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin di Timur Tengah sana ( di Indonesia, PKS ) setelah negara2 muslim yang mereka goyang hancur lebur dilanda perang saudara. Lepas tangan begitu saja, lalu bikin rusuh lagi di negara lain. Gak kapok2. Cara berpikirnya begitu sih, mau menang sendiri. Benar sendiri. Ketua DPP dipilih yang seperti M, demen hoax dan cacat logika. Enteng sekali nuduh presiden penyiksa Mana sikap tabayyun yang dianjurkan agama ? Fitnah lebih kejam dari ghibah lho. Dosa, tahu..

Sopan santun dan rendah hati yang jadi daya tarik PKS sudah pupus. Tinggal berisik tanpa isi model FH yang meraja, angkuh menolak kebenaran. Sok benar dengan pembenarannya sendiri. Tak heran, suara PKS, Grd rontok, ditinggalkan pemilih di pilkada 2018 ini. Dari 17 pilgub cuma dapat 3. Nasdem dapat 11. PDIP harus lebih gesit dan giigih memasang baliho dan merangkul suara di desa2, kantong2 kemiskinan dan wilayah2 pinggiran agar tak lepas ke tangan oposisi di seminggu terakhir. All presiden’s man juara pilgub di Jawa kali ini. Separuh suara pilpres.

Jawa Barat disebut pengamat, basis PKS. Tahun 2013, Aher menang dengan 60% suara. Tahun 2018, Asyik kurang dari 30%. Jadi, dari kurang 15% menjadi kurang 30%, secara konteks adalah gembosnya suara PKS di Jawa Barat, bukan trend naik seperti diklaim FZ bisa ganti presiden. Terlihat dari hasil pilkada 2018, jurus oposisi ‘anti Jokowi’ ditolak rakyat ( pemilih cerdas ).

Elit politik asbun mestinya belajar pada rakyat yang lebih arif ( suara rakyat cerdas adalah suara Tuhan, mesti lebih detail sekarang, sejak istilah goyah dan suara rakyat kian kerap dikutip dengan pengecilan makna ). Pantas kalau warga Jabar jadi lebih milih paslon lain yang jelas bagus kinerja dan elektabilitasnya. Yang kerja nanti kan paslon. Bukan ketum, Aher atau pun kaos ‘ganti presiden’. Realistis aja. Pemilih Jabar sudah lebih cerdas, rasional dan kritis sekarang. Kita harus lebih baik dari DKI, da leuwih se-er jelmana. Pilgub-nya oge kudu aman jeung sportif. Salaman sareng nyarios selamat, sina jadi contoh jelma sejen. Tunjukkan jiwa besarmu demi keutuhan NKRI dan kesolidan Jabar..

Paslon 3 akhirnya memberi selamat pada paslon 1 setelah real count KPUD Jabar dirilis hari ini ( Prime Time News, 9/7/2018 ) di web KPU. Asyik juga menitipkan program kerjanya yang baik pada paslon Rindu. Syukurlah.

Yang masih protes dikasih waktu 7 hari ngadu ke MK. MK akan memprosesnya dalam 45 hari. Setelah itu, KPUD akan rapat pleno terbuka untuk mengumumkan hasil pilkada Jabar pada publik.

Kang Emil ingin Jabar jadi provinsi juara, percontohan bagi tamu yang bertanya dan berkunjung. Pilot project. Bisa jadi rujukan provinsi2 lain untuk melecut kemajuan Indonesia. Seingat saya, pernah ada yang memprediksi Bandung atau Jabar jadi pusat dunia. Jika visi gubernur terpilih seperti itu lalu kita mengamini dan mendukungnya dengan bekerja cerdas… maybe someday, jadi kenyataan. Untuk pilkada 2018 ini bisa disimpulkan pemenangnya adalah demokrasi dan Indonesia. Setuju ?

GUBERNUR ACEH TERTANGKAP OTT KPK ? KASIH SAYANG KETIMBANG UANG.

Gubernur Aceh, IY, tertangkap KPK kemarin ( EMI, 6/7/2018) karena mengutip fee 8% untuk pejabat provinsi dan fee 2% untuk pejabat kabupaten/ kota dari setiap dana otsus yang digelontorkan pemerintah pusat ( menyusul 300 kepala daerah yang lebih dulu terjerat sejak tahun 1999 ). 4 daerah otonomi khusus di Indonesia ( Aceh, Yogyakarta, Papua, Papua Barat ) menerima dana otonomi lebih besar dari provinsi lain ( kompensasi salah urus pemerintahan masa lalu ). Sejak perjanjian damai Helsinki tahun 2008, provinsi serambi Mekah ini sudah menerima dana otsus sekitar Rp 64,7 triliun. Tahun 2018, Aceh menerima sekitar Rp 8 triliun, untuk mengentaskan kemiskinan, pendanaan kesehatan dan pendidikan warga Aceh. Rupanya, kapasitas manajemen pengelolaan dana otsus IY tak sebanding dengan dana besar yang ditransfer pemerintah pusat. Rp 800 miliar yang dikorup itu mestinya dinikmati seluruh warga Aceh berupa kesejahteraan mereka, bukan hanya segelintir elit Aceh.

Korupsi berjamaah dari tokoh GAM bermahzab Hanafi yang dulu berperan dalam tercapainya kesepakatan Helsinki ini toh terjadi meski dulu ia berontak karena menuntut kesejahteraan Aceh. Ironis. Papua juga mengalami problem serupa : integritas dan kapasitas manajemen para pejabatnya masih kurang ( mereka bilang tak butuh uang, tapi kasih sayang ). Bagaimana implementasinya ? Pada April 2018, KPK sudah mendampingi pemprov Aceh cukup lama saat mengelola anggaran.

E-budgeting, e-purchasing dan kesadaran publik untuk memilih dan mengawasi pemimpin daerahnya mesti ditumbuhkan. Transparansi anggaran yang dipantau publik seperti perlakuan APBD provinsi lain non otsus, mesti digiatkan. Pemerintah pusat sebaiknya membagikan dana besar itu setelah daerah otsus mampu membenahi sistem administrasi pengelolaannya dengan benar. Kalau perlu, prosentasi dan alokasinya yang selama ini diatur provinsi otsus diambil alih dulu oleh pusat. Daripada dana hilang tak karuan, lalu orang Jawa dituduh ‘menjajah’ lagi. Daerah khusus harus diperhatikan dan didampingi secara khusus pula. Ini bentuk kasih sayang kami. Setuju, warga Aceh dan Papua ?

NEGOSIASI ULET PEMERINTAHAN JOKOWI ATAS TAMBANG FREEPORT DI PAPUA. KEDAULATAN RI…YESS !!

Apa jadinya jika menteri ESDM Ignatius Jonan ( sukses membenahi kereta api PT. KAI ), menteri keuangan Sri Mulyani ( diapresiasi sebagai menkeu terbaik dunia ) dan menteri BUMN Rini Soemarno ( mantan presdir PT.Astra Internasional, perusahaan besar incaran para fresh graduate ) jadi trio negosiator mewakili pemerintah Indonesia ? Tambang emas dan tembaga Grassberg di Papua, yang semula dikuasai PT Freeport Mcmoran, AS ( mayoritas saham, Indonesia cuma 9% ) kini beralih ke Indonesia ( kesepakatan 51% saham dimiliki Indonesia melalui Inalum, BUMN holding pertambangan ). Setelah berjalan alot selama bertahun-tahun, akhirnya kedaulatan RI bisa diraih di Papua. Tambang emas terbesar di dunia ini kembali ke pangkuan ibu pertiwi ( EMI, 13/7/2018 ).

Beberapa waktu lalu, Blok Mahakam, cadangan minyak bumi terbesar di Indonesia, juga berhasil diambil alih Pertamina dari tangan perusahaan Perancis. Wah, senengnya. Gak salah kita pilih pak Jokowi ya. Menteri2-nya oke punya. Lanjut..!

Para pemirsa EMI banyak mensyukuri dan mengapresiasi capaian ini. Ada yang mengingatkan agar tetap gigih, tahan stamina, cerdik, awas terhadap perlawanan pihak McMoran yang tentu tak mau kehilangan kendali begitu saja setelah banyak trik mereka lancarkan selama ini. Ada pemirsa Papua yang mengingatkan jatah otsus dan kesejahteraan warga Papua yang dirasa masih kurang sehingga masih terjadi penembakan2 dari KKB. Ini juga soal kapasitas manajemen pengelolaan dan pengawasan para penyelenggara negara di Papua sendiri dalam memanfaatkan dana Rp 8 triliun per tahun itu. Putra Papua mesti diberi kursi di barisan komisaris dan direksi di tambang2 tsb nantinya setelah beroperasi lagi dibawah kendali Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas ( realisasi tahun 2021 ) . Rencananya, pemda Papua akan memiliki 10% saham jika mampu menyiapkan dana disvestasinya. Dana pengambilalihan saham 42% senilai Rp 53,9 triliun ini akan disediakan oleh 12 bank yang berminat ( bank pemerintah, swasta dan asing ) .Dana 3,8 miliar USD itu diperkirakan akan kembali dalam 5 tahun. Tambang ini sampai tahun 2100 diperkirakan masih bisa ditambang emasnya, meski sekarang tinggal di bawah tanah yang lebih dalam. Gunung emas betul ya, karena sejak tahun 1967 sudah digali emasnya. ( negosiasi RI – Freeport tahun 1936, 1967, 1997, 2004, 2014 ).

Dana operasionalnya bisa menggunakan dana internal Freeport dan pinjaman. Tenaga Indonesia sebaiknya ditempatkan di bagian komersial dan bagian2 yang sudah dikuasai dengan baik. Bagian underground mine-nya yang kompleks nan high-tech diserahkan pada tenaga Freeport yang sudah expertise, dengan transfer ilmu secara bertahap pada tenaga Papua/ Indonesia. Setelah kesepakatan kemarin diteken ( 12/7/2018 ), operasional tambang akan dikerjakan seperti biasa namun dengan pengawasan Inalum, kementerian ESDM, PT.FI. Share untuk Papua tentu akan lebih baik jika tambang dikendalikan sesama anak bangsa. Kita kawal proses negosiasi ini hingga benar2 terwujud di lapangan dan meningkatkan kesejahteraan, terutama, bagi warga Papua.

KAPAL TENGGELAM DI PERUT TOBA. KANDAS DI PESISIR SELAYAR. Evaluasinya ?

Dua fenomena alam mengakibatkan sederet musibah besar di Indonesia sebulan ini. Badai Tropis di utara Filipina dan bumi di posisi terjauh dari orbitnya mengelilingi matahari. Tukang ojek curhat,”Heran, Neng, sepeda motor ini seperti beku, gak bisa distarter tadi pagi.” Lalu, saya jelaskan soal orbit bumi itu. Kebayang ya, seberapa dinginnya kalau bumi sampai lepas dari orbitnya, atau bumi berhenti berputar karena tempat kita berpijak ini terus melambat dari waktu ke waktu. Bukan lagi dingin membeku, malah tak ada kehidupannya sama sekali. Betapa mudah, Yang Maha Kuasa membinasakan manusia kalau dibuat murka.

Apalagi, bumi segede ini secara konteks alam semesta, ternyata cuma sebesar kacang ijo, versi Gus Mus. Sebenarnya sebesar debu, versi ilmuwan. Kita imut sekali ya…

Kita seolah tak berdaya ketika badai tropis di utara Filipina membawa angin kencang dan gelombang air setinggi 2-4 meter sampai ke Sumatera. KM Sinar Bangun terjungkal oleh angin kencang itu sampai sebagian besar muatannya tenggelam ke perut Toba, gunung raksasa yang membenamkan benua Atlantis ke dasar laut lebih 74.000 tahun lalu. Sedimen bebatuannya membentuk daratan Sumatera 300 juta tahun yang lalu.

Laut Jawa rata2 sedalam 200 meter. Dasar Danau Toba mencapai 1.600 meter. Danau terluas di Indonesia ini rupanya kaldera Gunung Toba. Kebayang dahsyat letusannya dulu. Debu vulkaniknya saja sampai bermusim-musim lamanya, menutupi sinar matahari, memusnahkan banyak spesies makhluk, termasuk manusia. Entah seperti ini, bencana dahsyat kelak untuk mengurangi populasi manusia dari lebih 7 miliar ke 3 miliar saja. Pulau Sumatera masih kerap dilanda gempa setelah tsunami terbesar di Aceh tahun 2004. Magma panas masih aktif bergolak di bawah sana, mencari celah keluar untuk melepaskan ketegangannya. Kita hidup di atas cincin api. Ring of fire. Jumlah penduduk besar, 263 juta jiwa ( lahir 5 juta bayi tiap tahun ) dikurangi secara alami oleh rentetan bencana, selain asap rokok, penyakit dan kecerobohan manusia. Apa kita belajar dari semua kepahitan ini ? Apa kita masih tak berdaya ?

KM LM KANDAS DI PERAIRAN SELAYAR.

Hari Selasa itu, isu pelayaran zero accident tengah disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika melantik 68 Perwira Pandu Tingkat II Angkatan XL Tahun 2018 di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat. Menhub Budi meminta para Perwira Pandu mengutamakan keselamatan, sehingga peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di Danau Toba saat melaju dari Simanindo menuju Tigaras, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) lalu, tidak terulang.

Namun, bersamaan dengan pelantikan nakhoda bergengsi itu, Kapal Motor (KM) Lestari Maju justru kandas di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WIB. Kapal itu juga membawa gaji PNS sebanyak Rp 30 Miliar, karena tak ada angkutan lain saat itu di sana ( uang terbungkus rapat, sebagian besar masih kering ketika ditemukan ).

KM Lestari Maju kandas merenggut 24 korban tewas dari 164 penumpangnya. 74 penumpang selamat. Sebanyak 144 penumpang terdaftar di manifes, 20 tak terdaftar meski beli karcis.

Kapal motor Lestari Maju kandas, diduga karena lambung kapal bocor. Kapal besar berkapasitas 139 penumpang, 20 mobil, 30 truk ini pada Selasa petang ( Prime Time News, 3/7/2018) semula miring. Agar tak tenggelam, nahkoda mencari pulau terdekat untuk menyandarkan kapal 3 tingkat ini. Sebanyak 139 orang dan 48 unit kendaraan terjebak di pesisir Kabupaten Bulukumba. 41 orang diantaranya belum ditemukan

Tm gabungan, terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas), BNPB, serta aparat lainnya, sejak KM Lestari Maju dilaporkan kandas pukul 14.30 WITA langsung bergerak mengevakuasi korban.
Selama lebih dari delapan jam, sekira pukul 23.00 WITA, tim berhasil mengevakuasi 98 penumpang, antara lain penumpang selamat sebanyak 74 orang dan korban tewas sebanyak 24 orang. Manifes menyebutkan : jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan.

Beberapa penumpang dengan jaket pelampung sempat siaran live dengan kamera ponselnya untuk mengabarkan situasi genting mereka ke daratan. Era medsos sudah mendarah daging rupanya.

TERJEBAK DI GUA THAILAND

Pelatih sepak bola bersama 12 muridnya ( usia 11-16 tahun ) yang terkurung dalam gua bawah tanah selama 2 minggu di Thailand juga minta tolong dari ponsel yang dibawanya. Mereka terjebak air penuh lumpur setelah hujan deras sehingga sulit keluar gua. Mata dunia tertuju pada mereka dengan drama penyelamatannya.

KM SB TENGGELAM DI DANAU TOBA

Dua minggu sebelumnya, sekitar pukul 15, Senin sore, 18/6/2018, pelabuhan di Kabupaten Samosir sudah sepi. Tinggal kapal motor Sinar Bangun yang akan berangkat menyeberang. Danau Toba, satu dari 10 daerah tujuan wisata yang sudah ditetapkan pemerintah, sehari setelah lebaran, mencatat tragedi sedih Senin itu. KM SB berkapasitas 43 penumpang, berpelampung 45 buah, dalam cuaca buruk ( ada peringatan BMKG jangan berlayar, karena hujan angin dan gelombang tinggi ) toh memaksa berangkat tanpa manifes ( daftar penumpang ). Rupanya pelayaran rakyat di sana terbiasa tanpa syahbandar dan manifes. Sudah biasa mengangkut banyak, bahkan lebih banyak dari ini, aku nahkoda sekaligus pemilik kapal yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Cuaca ekstrim dari perubahan iklim membuat anomali yang tak diduganya, juga banyak orang. Jika kita tak jaga alam maka alam menelan kita. Seberapa tahan dengan kerusakan alàm berikutnya ?

Pukul 17.15 kapal over kapasitas itu lalu tenggelam dan menyeret lebih 180 penumpangnya ke bawah danau. Awalnya, 3 orang diketahui tewas,18 berhasil selamat, termasuk nahkoda kapal. Lainnya lenyap. Bangkai kapal termasuk ratusan orang yang terjebak di dalamnya, tak diketahui posisinya sampai seminggu kemudian ( Prime Time News, 20/6/2018 ). Salah siapa ? Mari kita tanya pada badai tropis.

REGULASI & EVALUASI PELAYARAN

UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan permenhub no.37 sudah mengatur rinci kegiatan pelayaran rakyat ini. Calon penumpang harus membeli tiket sebelum masuk terminal. Nahkoda kapal menyobek karcis sebagai bukti manifes yang dilaporkan ke syahbandar sebelum nahkoda diijinkan berlayar olehnya. Jika cuaca tiba2 berubah buruk, syahbandar bisa membatalkan izin tsb. Nyatanya yang terjadi Senin itu, sekitar 200 penumpang baru bayar setelah masuk kapal yang berlayar tanpa manifes pula.

Hal ini seperti biasa terjadi, bahkan tidak di danau itu saja. Kemana pengawasan dan penegakan hukumnya ? Pelayaran diurus negara, menurut regulasinya. Pihak terkait tenggelamnya kapal SB harus dihukum tegas agar ketamakan dan kecerobohannya tidak ditiru di tempat lain.
Nahkoda sekaligus pemilik kapal, kepala pelabuhan, 2 pegawai dishub kabupaten Samosir sudah ditetapkan tersangka. Pelanggaran regulasi pelayaran dihukum 5 tahun penjara. Jika sampai terjadi kecelakaan, dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika menyebabkan kematian dihukum penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Aturannya, ijin kapal dengan bobot 7 gross ton diurus dishub kabupaten. Di atas itu, dan pelayaran antar kabupaten diurus dishub provinsi. Rencananya, dalam 2 tahun ini akan ada 6 kapal dari pemerintah dan swasta berbobot 300 gt untuk 300 penumpang dan 300 pelampung untuk Danau Toba, kata menhub Budi Karya. Irjjen kemenhub lalu mengumpulkan semua dishub dan nahkoda di wilayah Danau Toba untuk evaluasi dan pendampingan perbaikan kualifikasi kapal, kualitas manajemen operator pelayaran/ syahbandar dan nahkoda kapal. Tm ad hoc untuk akselerasi perbaikan pelayaran danau Toba ini akan bekerja sekitar sebulan.

USAHA PENCARIAN KORBAN TENGGELAM

Sekitar 900 petugas dari Basarnas, Polri, TNI, KNKT, Kemenhub dibantu masyarakat, masih terus mencari korban. Penyelam hanya mampu mencapai kedalaman 50 m. Alat deteksi yang dimiliki Basarnas hanya sampai 300 m. Alat deteksi multibeam sonar TNI-AL bisa menjangkau hingga 2000 m. Instrumen ROV dari BPPT bisa menjangkau sampai 5000 m. Citra satelit kemudian memberitahu kita, dasar Toba sedalam 1600 meter ! Plus foto sepeda motor, tali kapal dan jasad tak utuh di kedalaman 450 meter. Nyangkut di sebuah ceruk. Jaring pukat yang mencoba menarik bangkai kapal gagal mengangkatnya. Lewat seminggu jasad pasti sudah hancur dan kapal kuatir terperosok lebih dalam.

Keluarga korban akhirnya melepas kepergian orang2 tercinta mereka dengan doa bersama dan tabur bunga di Danau Toba, bersama tim penyelamat. Monumen KM SB kemudian dibangun untuk mengenang para korban tragedi tsb. 164 korban tenggelam akan mendapat santunan Rp 50 juta dari Jasa Raharja yang diterima keluarganya. Korban luka dapat santunan Rp 20 juta.

Tiga prinsip yang dipegang teguh tim Basarnas : negara hadir, tim bekerja all out, dan bekerja dengan hati. Tak heran, Basarnas. termasuk tim penyelamat top dunia. Terlatih dengan aneka bencana yang silih berganti menyapa negeri cincin api ini.

KAPAL NELAYAN TENGGELAM

Di tempat lain, kapal nelayan yang digunakan mudik tenggelam di kepulauan Riau karena ombak besar. Satu anak tewas, satu ibu hilang, 11 penumpang lainnya selamat ( Prime Time News, 24/6)2018 ).

SERBUAN BUAYA

Di dermaga pondok Gayo dan Kali Grogol, Jakarta dotemukan 3 buaya. Setelah sebelumnya ditemukan buaya di Ancol. ( Prime Time News,, 26/6/2018 ). Menyusul berita wanita tewas dimakan buaya di sungai dan wanita tewas dililit ular piton di hutan. Para buaya dan ular ini terganggu habitatnya lalu memangsa atau ada sabotase asing dan persaingan bisnis ?

40 KAPAL TERBAKAR DI BENOA, BALI. Manajemen sandar ?

Angin kencang yang dibawa badai tropis juga menyebabkan 40 kapal dari beberapa perusahaan di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Bali, Senin sekitar jam 2 dini hari ( 9/7/2018 ) terbakar hebat.

Jarak antar kapal sangat rapat sehingga petugas kebakaran kesulitan memadamkan api.
Suara dentuman terdengar sesekali dari kapal yang terbakar. Kepulan asap tebal pekat terus membumbung tinggi. Ratusan nelayan dan karyawan gudang ikan menyaksikan kebakaran ini dari pinggir dermaga.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 125 Miliar.

Api masih terus muncul di bagian fiber, dekat tangki solar, kata Beni, seorang ABK. Proses pembasahan terus dilakukan setelah petugas BPBD Kota Denpasar dan Kabupaten Badung ditarik meninggalkan lokasi. Namun angin kencang dan posisi sejumlah kapal yang sulit dijangkau membuat titik2 api muncul lagi, kata Mustajib, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa. “Pemilik kapal harus memperhatikan manajemen sandar kapal. Kapal seharusnya diposisikan sedemikian rupa agar jika terjadi keadaan darurat ada akses untuk pergeseran kapal,” sambungnya.

KAPAL TENGGELAM DI KEP. SERIBU

Kapal Rafelia 2 juga bocor di Kepulauan Seribu. Enam wisatawan hilang. Detik-detik tenggelamnya kapal juga ada videonya.

Aneh ya bangsa ini. Selain gemar selfie, senang juga mendatangi lokasi bencana bak tempat wisata baru, sampai berbondong-bondong. Lebih takut dibilang tak gaul daripada tenggelam. Anda tebak Danau Toba makin ramai atau sepi setelah tragedi ini ? Benar2 Indonesiana.

GRATIS BALIK NAMA & BEBAS DENDA STNK SEKEN. Kadieu..kadieu..!

Ada kabar gembira buat pemilik kendaraan seken/ bekas. Biaya balik nama dan denda pajak kendaraan dibebaskan pemprov Jabar dari 1 Juli sd 31 Agustus 2018. Program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB dilakukan waktu pemilik bayar pajak, salah satunya di Kantor Samsat Jawa Barat Jalan Soekarno-Hatta Nomor 528, Kota Bandung, sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 973/147-Bapenda Tentang Pemberian Pembebasan Pokok dan Sanksi Administratif berupa Denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kebijakan ini diluncurkan karena banyak orang beli kendaraan tapi belum
banyak yang melakukan. balik nama kepemilikan.
Jadinya pihak berwenang susah untuk mengindetifikasi kendaraan, terlebih jika digunakan untuk kejahatan. Juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pajak kendaraan jadi penyumbang terbesar PAD di Jawa Barat ( pantas jalanan macet ). Targetnya, Rp 750 miliar.

Program khusus pemilik kendaraan roda dua dan empat di Jawa Barat ini tahun 2016 ( 3 bulan ) meraih Rp 900 miliar, kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dadang Suharto. Untuk PKB dibebaskan dendanya saja, tagihan pokoknya tetap bayar.

Berkas yang diperlukan/ dibawa pemilik untuk mendapat program keringanan ini :

1. BPKB (asli dan fotokopi)

2. STNK (asli dan fotokopi)

3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)

4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)

5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)

6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.

Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.

Prosedurnya :

1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).

2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.

3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).

4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).

5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.

6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).

7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).

8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).

9. Menunggu STNK dan pelat nomor.

10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan pelat nomor baru.

11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.

12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Nah, selamat mengurus. Semoga cepat beres ya.

HUKUM LEBIH TAJAM BAGI AKBP MY, SEHARUSNYA.

Polri cemerlang saat menjaga Ramadhan 1439 H, lebaran, pilkada 2018 dan memburu teroris. Kapolri Tito juga serius melakukan reformasi dan perbaikan sehingga citra polisi terus membaik. Profesional, modern, terpercaya. Siip !

Nun jauh di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, seorang perwira menengah, AKBP MY menghajar dengan sandal 2 wanita bersama seorang anak yang ketahuan mengutil barang di mini market miliknya senilai Rp 600 ribu. Mereka selain babak belur juga digaruk ke sel dan dihukum sebulan penjara. MY dicopot dari jabatannya, dimutasi ke tempat lain setelah video kekerasannya itu viral di media sosial. Bagaimana kalau tidak ada yang berani merekam dan mengunggahnya ke internet ? Lewat saja.. ( dengan bukti video, itu bukan delik aduan lagi, tapi delik umum, langsung disidik ).

Pemirsa EMI ( MetroTV, 14/7/2018 ) curhat pada host Leonard Samosir, tentang arogansi penegak hukum yang juga terjadi 3 hari lalu di Bali, di NTT tahun 2015, dan beberapa waktu lalu di Mabes TNI-AL ( wartawan yang dikeroyok kapten N dan 8 rekannya ) yang bakal menular ke penegak hukum lainnya jika tidak dihukum jera.

Kriminal membunuh penegak hukum, dihukum lebih berat. Penegak hukum yang melanggar hukum, mestinya juga dihukum lebih berat, karena ia tahu benar konsekuensi hukum dari setiap tindakannya. Beda orang tahu dengan tidak tahu kan ? Ulama diazab lebih berat dibanding maling ayam jika sama2 mendzalimi hak orang lain. Kemampuan besar, diuji dan dituntut tanggung jawab lebih besar. Hukuman berat ini untuk mengingatkan penegak hukum lainnya agar tak jumawa menyalahgunakan kewenangan. Licence to kill atau mandat senjata dari rakyat ini untuk melindungi, menjaga dan mengayomi rakyat, bukan mengintimidasi dan menghajarnya. Wanita pencuri kelas teri, apalagi ( kalau koruptor kelas kakap, silakan dihajar seperti itu kalau mau, seloroh pemirsa ).

Ini soal keadilan visual. Maling ayam digebuki massa ( yang lain keburu mati hangus dibakar ) lalu diborgol dan dipenjara 2 tahun. Koruptor miliaran rupiah dikawal ke mana2, dijemput pakai mobil bagus, dadah2 salam metal karena tak diborgol, lalu dipenjara, rata-rata 2 tahun juga. Adegan tidak adil yang berulang-ulang itu akan mengendap di bawah sadar rakyat, berbuah untrust ( jika terus dibiarkan ). Siapa yang bisa menang melawan/ mengamankan rakyat yang tak percaya pada institusi keamanannya ? ( jangan tanya pada rumput yang bergoyang ). Ini yang terus dicoba dilakukan para teroris dan para ekstrimis agama agar negeri ini chaos lalu mereka kuasai. Kita bukan mereka, tentu saja. Tapi APH ( aparat penegak hukum ) juga jangan mengundang chaos dengan sikap arogannya.

Kita tidak sedang membela pencuri. Pencurinya silakan diproses sesuai hukum yang berlaku, tapi polisi MY juga dihukum secara pidana karena main hakim sendiri ( tak hanya sanksi administrasi ). Supaya dia dan para polisi lain di posisinya, punya jangkar memori kuat jika sampai berani melakukan kekerasan tidak pada tempatnya. Untuk menjaga kepercayaan publik, bahwa alat keamanannya, benar menjaganya dan bisa memberi teladan dalam menegakkan hukum.

Polisi diadili di pengadilan sipil. Tentara diadili di pengadilan militer. Polri dan TNI ( dalam ABRI ) selama 32 tahun Orba dilatih secara militer. Setelah dipisah oleh Reformasi tahun 1998, apakah pendidikan fisik militeristik-nya polisi sudah banyak berubah ? Apa tes psikologinya sudah benar2 diperketat saat rekrutmen baru, promosi jabatan dan diamanati senjata api? Yang cenderung jumawa dan merasa berkuasa setelah itu mestinya bisa terdeteksi sejak awal dan tidak diloloskan. Modal utama polisi menjaga rakyat adalah trust, setelah itu baru yang lainnya, terakhir baru senjata. Well, insiden ini sentilan buat Polri untuk bekerja lebih baik lagi. Saya, jenis yang menghargai 9 kebaikan dan mengeritik satu kekurangan untuk kemajuan Polri ( pemilih rasional ). Bukan jenis yang menggoreng satu kekurangan rival dan menyingkirkan 9 kebaikannya demi syahwat politik ( pemilih fanatik ). So, Polri tetap semangat ya..!

HARGA TELUR MAHAL

Saya terheran melihat harga telur Sabtu kemarin ( 7/7/2018 ) bisa menembus Rp 28.000 per kg. Padahal Ramadhan 1439 kemarin bisa Rp 20.000 kg. Usut punya usut, ternyata
harga relur dan ayam mahal saat ini karena terimbas kenaikan harga baku pakan dan vitamin ayam yang dipengaruhi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Harga ayam sampai tembus Rp 40.000 per kg di Cirebon.

Ayam banyak yang mati karena sakit, kedinginan diterpa angin kencang. Sementara demand/ permintaan masih tinggi.
Dinas peternakan dan pertanian Kota Bandung akan bekerjasama dengan Blitar untuk suplai telur dan Priangan Timur untuk suplai ayam agar harga telur dan ayam kembali normal ( PRRSNI, 13/7/2018 ).

Semoga badai tropis segera berlalu, dan menkeu dan BI bisa mensiasati nilai rupiah tetap stabil dari fluktuasi mata uang asing itu ( aneka jurus The FED menguasai ekonomi dunia ).

HARGA TELUR NORMAL

Harga telur menjelang lebaran tahun 2017 terendah Rp 24.000 per kg di toko langganan saya. Tahun ini terendah Rp 20.000 per kg. Wah, surprise, karena di awal Ramadhan sempat menyentuh Rp 26.000 per kg. Tak heran, di acara Q & A ( MetroTV, Rabu, 30/5/2018 ) Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan & Properti sempat dicecar ibu RT yang biasa belanja di pasar. Seperti sudah jamak di Era Reformasi ini menteri dikritisi rakyat jelata setajam itu ( hehe.. ).

Rupanya, sejak 2,5 bulan lalu ( 7/4/2018 ) presiden Jokowi sudah rapat intens mengantisipasi lonjakan harga tahunan ini. Kemendag sudah membuat sistem monitoring pasokan sembako dan aksi2 spekulan. ( EMI, 13/6/2018 ). Gudang stok, distributor utama dan sub distributor diawasi ketat. Siapa yang berani menahan pasokan ( mafia pangan ) dan melepasnya ketika harga sudah tinggi di masyarakat, akan ditindak tegas sebagai pedagang gelap. Kita dengar juga ( saya lihat polisi jaga di jongko kripik tempe ), satgas pangan yang dibidani kemendag dan Polri memantau ketersediaan bahan pangan dan lonjakan harga di pasar2. Di pasar, saya lihat meja Bulog dengan daging sapi seharga Rp 80.000 per kg. Hasilnya ? Harga pangan aman terkendali. Good job !

Infrastruktur jalan yang tambah banyak dan lancar selain meringankan perjalanan mudik 31,9 juta warga, juga membantu truk2 sembako dan pangan lain, hilir mudik menjalankan tugasnya. Yang dirasa masih mahal adalah cabe yang keriting dan cengek. karena sangat spesifik dengan lidah orang Sumatera atau Jawa ( tak bisa impor, harus tanam sendiri di dalam negeri ). Tapi cabe bukan komoditas utama ( meski sambal, menu ‘wajib’ lidah Indonesia ). Ketahanan pangan akan benar2 prima jika kita mampu menyediakan ( minimal ) sembako dari lahan dalam negeri. Swasembada.

Para petani konvensional mestinya diberi penyuluhan lebih kreatif untuk mulai menggunakan teknologi pertanian ( intensifikasi lahan ). Adakan regenerasi petani dari kalangan muda dengan mengedukasi dan membuat industri pertanian yang menjamin masa depan cerah bagi pemuda pemudi, pemilik masa depan negeri ini.

PIALA DUNIA & HARGA SAYUR.

Harga tomat biasanya Rp 3000 per kg dan brokoli Rp 8000 per kg di tingkat suplier. Namun, di awal pertandingan Piala Dunia kemarin sempat merosot menjadi Rp 1000 dan Rp 4000 per kg, kata Dadan di Lembang ( PR, 3/7/2018 ). Rupanya, pedagang memilih nonton bola sehingga pembeli sayur terabaikan. Stok berlebihan pun dihargai murah supaya laku. Daya beli masyarakat pun masih kurang setelah lebaran.

Pertanian rata2 mengandalkan air hujan. Pada musim kering, banyak hama kupu2 dan ulat yang menyerang kol karena jarang disemprot air sehingga produksi kol bisa merosot hingga separuhnya.

Petani Ade berharap pemerintah membuat program sumur bor di Desa Cibodas, Lembang, yang perlu dana besar agar petani tak kesulitan air lagi. Selama ini, Ade mengandalkan langganan air dari pihak desa yang dibagi dengan konsumsi sehari-hari. Sedang letak sungai jauh dan harus pakai penyedot air, jelasnya. Semoga usai pembangunan puluhan bendungan dan irigasi nanti bisa mengatasi problem para petani seperti Ade. Amin.

BERKAT JUARA KONTES DOMBA , KETEMU PRESIDEN DI ISTANA. Duh.. bangganya.

Bulan Juli ini dimulai lagi kontes domba memperebutkan piala presiden ( pertama tahun 2016 ) untuk tingkat provinsi, meliputi 4 kategori : Raja Daging, Ratu Bibit, Raja Petet, dan Raja Pejantan, agar suplai daging di tanah air terpacu.

Tata Iriawan, warga Kampung Cipadagirang, RT 1 RW 1, Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung Barat, setelah 28 tahun jadi PNS, bisa bertemu presiden, berkat domba garut-nya yang bernama Mutiara.

Awalnya, Tata senang melihat seni ketangkasan domba garut. Mantan Camat Dayeuhkolot ini lalu mencoba jadi peternak domba ( tahun 2009 ), dimulai dengan 3 ekor betina dan 1 ekor jantan, sampai berkembang jadi 100 ekor domba.

Harga domba2 garutnya lalu melambung setelah juara kontes. Wah, beruntung benar pria yang menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung ini.
Lebih separuh dombanya berprestasi : juara kontes ternak tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tahun 2013, Tata menang di 4 kategori tsb. Harga dombanya terdongkrak hingga lebih Rp 100 juta per ekornya.

Sekitar Rp 10 juta yang dikeluarkan Tata untuk merawat sekitar 100 dombanya ( Rp 3.500 per hari per ekor ). Sekarang, 1 dombanya bisa dijual Rp 25 juta. Wah, asyik ya.. Apalagi waktu melihat ekspresi presiden Jokowi yang terkagum-kagum melihat domba2 garut itu. Bikin para peternak bangga dengan daerahnya.

Anda tertarik piara domba dengan hati, ikut kontes ternak, juara, lalu salaman dengan presiden di Istana Bogor seperti Tata ? Mangga..

PPDB ZONASI & LULUSAN SMK GO INTERNATIONAL. PINTU TERTUTUP, TERBUKA DI TEMPAT LAIN.

Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Sistem zonasi yang diterapkan tahun ini adalah hasil evaluasi pendidikan tahun2 sebelumnya, di mana keadilan bagi si miskin belum terakomodasi. Mereka yang termarginalkan di pinggiran dan terdampar di pesantren megap2 lalu mengidap virus radikal bisa dikurangi dengan sistem zonasi yang terus diperbaiki mendekati ideal ( EMI, 11/7/2018).

Dulu, sekolah favorit hanya bisa dijangkau anak pintar dan kaya dari seluruh Indonesia. Anak pintar tapi miskin, meski tinggal di belakang sekolah tsb ditolak masuk. Kepala sekolah dan guru2 berkualitas ( kebanyakan dari luar daerah tsb ) menjadi penentu utama diterimanya peserta didik baru. Sekolah negeri umumnya bermutu dan terjangkau karena dibiayai negara. Dengan jumlah bangku tak sebanding jumlah peminatnya lalu sekolah negeri favorit jadi rebutan orang. Berlaku hukum rimba, siapa yang kuat ( dananya, pengaruhnya ) itu yang diterima. Sekolah swasta yang swadana dan kalah bersaing mutu akan ditinggalkan siswa lalu tutup. Kesenjangan sosial kian lebar.

Sistem rayoninasi juga masih menunjukkan ketimpangan itu. Anak miskin apalagi IQ pas-pasan, masih terpinggirkan karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Yang kaya ( berpotensi ) makin kaya karena memenangkan kompetisi masuk sekolah bagus dan terjangkau untuk anaknya ( investasi masa depan ). SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu ) yang laris diborong orang tua mampu yang terjadi Juli ini juga terjadi tahun lalu, meski kemudian diancam masuk penjara ( karena mencuri subsidi/ kuota anak miskin ).

Kini, sistem zonasi menetapkan kuota anak miskin sekitar 20% yang harus diterapkan pihak sekolah ( tak jadi penentu utama lagi ). Sesuai peraturan mendikbud, yang diterapkan PPDB Kabupaten Bandung, jalur zonasi akademis dialokasikan 90%, jalur ekstra kurikuler 5%, jalur afirmasi 5% ( HU. Pikiran Rakyat, 3/7/2018)

Sekolah negeri diprioritaskan bagi anak yang berdomisili dalam radius 1.000 meter dari sekolah tsb. Jika ada 2 anak miskin dalam jarak sama maka dipilih yang lebih pintar. Jika keduanya sama pintar, maka yang lebih dulu mendaftar yang akan diterima sekolah.

Kisruh protes masih terjadi di sejumlah wilayah. Peraturan baru apalagi yang kurang sosialisasinya memang kerap menimbulkan pro dan kontra.
SKTM mestinya dicek sekolah bagaimana kenyataannya di lapangan. Bisa dilihat tagihan listriknya ( jika berdaya 1300 KWH ke atas artinya ortu cukup mampu ). Jika punya rumah sendiri, tak lagi ngontrak, artinya ia cukup mampu untuk bayar sekolah swasta yang bagus ( yang menerapkan subsidi silang dari siswa kaya ke siswa tak mampu) atau sekolah agak jauh dengan biaya ekstra untuk transpor atau asrama. Dan sejumlah variabel lain yang bisa dicek dengan mudah lewat internet ( seperti tagihan listrik yang bisa dilihat di web PLN dengan meng-input ID pelanggan).

Sekolah yang tak mengecek kebenaran SKTM bisa diberi sanksi oleh Disdik dan kemendikbud. Oknum kepala sekolah yang pungli ( seperti menarik uang gedung, seragam, iuran perlengkapan sekolah ) saat PPDB juga dikenai sanksi sesuai UU Aparatur Sipil Negara. Orang tua siswa dan aparat desa/ kelurahan yang menyalahgunakan SKTM juga dihukum. Siswa dikeluarkan jika ketahuan masuk dengan SKTM palsu/ tak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Integritas dan moralitas ditanamkan sejak dini agar tunas bangsa ini tak bermental korup dan licik di fase berikutnya.

Di DKI, kuota 35% dari jumlah bangku yang ada di sebuah sekolah negeri disediakan untuk umum termasuk siswa dari luar kota. 15% untuk anak miskin di zona sekolah tsb. Jadi prosentasenya tidak kaku, masih ada ruang bagi otda untuk mengaturnya. Prinsipnya, aturan zonasi untuk keadilan akses pendidikan ini diakomodasi searif mungkin dengan melihat big picture-nya: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ( meminimalisir benih2 radikalisme/ kecemburuan sosial yang memecah belah bangsa ) . Ada sekolah negeri yang kurang fasilitasnya sehingga berpengaruh pada hasil Ujian Nasional ( UN ). Dari evaluasi, nilai UN bukan lagi penentu kelulusan siswa, melainkan lebih dilihat sebagai pemetaan bantuan negara. Jika nilai bahasa Inggrisnya jeblok, berarti fasilitas lab bahasa sekolah itu kemungkinan belum ada sehingga perlu dibuatkan pemerintah. Lebih arif ke sininya kan ? Jadi para orang tua cobalah lebih berpikir positif atas kebijakan zonasi ini. Lebih sabar dengan proses perbaikannya dengan memberi imput saran yang baik secara sopan pada pihak sekolah, kepala daerah/ dinas pendidikan dan pemerintah pusat/ kementerian pendidikan. Semangat mengembangkan diri mestinya lebih dijiwai siswa dan guru sehingga bisa unggul dan bermanfaat di mana saja. Sekolah favorit atau biasa. Sekolah negeri atau swasta.

Banyak lulusan SMK yang bersinar di kancah nasional, bahkan internasional. Dian Pelangi, salah satunya,. Usia SMP, ia masuk pesantren. Usia SMA, dia masuk SMK jurusan Tata Busana. Setelah lulus, wanita berjilbab ini selama 6 bulan jualan di kios Tanah Abang, lalu jualan di butik, lalu diundang menteri pariwisata ikut fashion week busana muslim di Sidney, Australia di usianya yang baru 18 tahun. Disusul ikut New York fashion week, Paris, London, Torino fashion week ( Kick Andy, 1/7/2018 ). Saking topnya, Dian bahkan diundang ceramah mode fashion di Universitas NewYork dan Havard University. Keren kan ?

Contoh lain, Bayu Skak ( sekumpulan arek kesel/ capek) lulusan SMK Jatim, kini mahasiswa Seni & Desain Universitas Malang. Masuk SMK sekarang bisa meneruskan studi ke perguruan tinggi, lho. Sembari kuliah, Bayu punya job dan income bagus sebagai content creator dengan sederet karya animasi yang banyak dipuji.

Bagi yang tak diterima masuk sekolah favorit, jangan patah arang. Tekuni passion-mu lalu masuk SMK yang sedang digalakkan pemerintah di 4 fokus bidang pengembangan SMK menurut kemendikbud, yaitu: pertanian, maritim, industri kreatif, dan pariwisata. SMK wajib punya counter part dunia industri/ usaha yang sesuai dengan program studinya dan fleksibel dengan perubahan jaman. Bisa langsung kerja setelah lulus seperti Dian, atau melanjutkan studi sambil kerja seperti Bayu, tergantung semangat pengembangan diri kalian. So, tak diterima di sekolah negeri atau favorit, bukan akhir dunia. Tetap semangat !

SKYWALK MACAN TUTUL DI BANDUNG ZOO. Jalan Kebun Binatang No.6, Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Kebun Binatang Bandung ( Bandung Zoo ) berbenah untuk menarik pengunjung. Salah satunya, pembuatan jembatan sepanjang 75 meter bernama ‘Skywalk Macan Tutul’ agar pengunjung merasakan pengalaman baru. Melihat macan dari atas ini sambil lewat saja. Tidak untuk duduk2 santai, jelas Marketing Komunikasi Bandung Zoo, Sulhan Syafii.

Skywalk dimulai dari kandang macan tutul, lalu beruang madu, berlanjut ke kawasan karnivor lain. Tinggi skywalk sekitar 7-8 meter, lebar jalur jalan 180 cm dilengkapi pengaman penghindar bahaya. Disediakan pula 5 lokasi berfoto ( photo booth ) baru di sekitar kandang burung, onta dan kolam ikan.

Tahun 2017, selama 10 hari libur lebaran, Bandung Zoo dikunjungi
108.000 wisatawan. Lebaran kemarin targetnya 120.000 pengunjung. Dalam sehari bisa dikunjungi sampai 21.000 orang ( PR, 14/7/2018 )

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menitipkan macan tutul jantan berbobot 25 kg usia 1,5 tahun. Saat ditemukan, satwa ini terlihat kurus kurang makan. Setelah diberi 3 kg ayam, kondisinya terus membaik dan kerap mengaum pada petugas yang lewat kandangnya. Si macan kini berbulu mulus dan siap menyambut anda. Arrrghhhhh…..!!

LRT DI KOTA BANDUNG ? Bandung Planning Gallery ( BPG ), Jalan Aceh no.36.

LRT ( Light Rail Transit (LRT ), salah satu janji kampanye walikota Bandung yang belum terlihat karena berbagai kendala. Terakhir saya dengar, peletakan batu pertamanya akan dilakukan sebelum Kang Emil pindah kantor ke Gedung Sate, lalu dilanjutkan walikota terpilih berikutnya, Kang Oded. Kalau belum kebayang bentuknya kayak apa, anda bisa ke BPG, di samping Taman Sejarah ( buka Senin-Sabtu jam 9-16, rehat jam 12-13 ).

Di sana, anda bisa melihat ilustrasi sebagian koridor rencana Light Rail Transit (LRT) dan kereta gantung pada Augmented Reality. Ada virtual reality merasakan sensasi naik LRT. Penasaran ?

Anjungan perencanaan kota Bandung ini dimulai dengan mengisi data pengunjung di komputer di meja resepsionis. Setelah itu, di bagian utama terlihat gambaran besar kota Bandung dalam Maket Cekungan Bandung. Dengan video mapping, akan terlihat keseluruhan perencanaan Kota Bandung. Di dekatnya, layar interaktif memperjelas informasi dalam video mapping.

Di bagian kiri, terlihat gambaran Bandung Masa Lalu, Bandung Masa Kini, Area Bandung Kota Pintar, Mobilitas Urban, Solusi Kota Pintar yang mencerahkan.
Sedang di bagian kanan, terlihat Bandung Teknopolis dan Gallery Temporer. Kita bisa menulis aspirasi di sehelai sticky note dan menempelkannya pada kubah putih yang ditempeli aspirasi pengunjung lainnya. Atau menuliskan di layar digital.

Tersedia video animasi dan layar sentuh interaktif. Kita bisa berimajinasi tentang profesi kita di ‘Bandung Baheula’ dengan instalasi interaktif Augmented Reality. Pengen tahu ? Sempatkan mampir ke salah satu destinasi Kota Bandung ini ya..

CLOSING

Populasi bumi terus meningkat dalam deret ukur. Cadangan energi dan sumber makanan dunia terus menipis. Harga pangan terus melonjak ( ditambah faktor dolar AS yang menjadi acuan mata uang dunia, yang bisa mereka cetak sebanyak mereka mau tanpa jaminan emas yang cukup di bank ). Akan selalu terjadi inflasi tiap tahun. Setiap barang yang kita beli akan menggerus nilai rupiah terhadap USD karena ini ( ilusi dolar ). Beras bagus dulu bisa Rp 6000 per kg. Sekarang Rp 12.000 per kg. Dulu, jajan sekolah Rp 500 sudah kenyang. Sekarang Rp 5000 masih lapar. Lain dulu, lain sekarang ya..

Namun, ada titik di mana bumi tak lagi bisa menopang kerakusan manusia. Saat populasi bumi harus dikurangi dengan bencana dahsyat atau perang mengerikan ( 5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB punya senjata nuklir ). Atau keduanya sekaligus. Kita hanya bisa berikhtiar memperlambat terjadinya saat mendebarkan itu ( perang dunia ke-3, 4 dan kiamat ) dengan mengerem laju kerusakan lingkungan ( dengan penghijauan hutan dan lingkungan tempat tinggal, menggiatkan reduce-reuse-recycle barang yang kita gunakan, memanfaatkan energi terperbaharui seperti PLTB, panas bumi, sinar matahari, biogas ), memperjarang kelahiran ( KB ), mendistribusikan sumber ekonomi secara adil, menegakkan hukum dari tingkat desa sampai PBB dan terus memperbaiki kualitas demokrasi Pancasila kita sampai terpilih pemimpin dan penyelenggara negara yang amanah, cakap dan adil dalam mengelola sumber alam dan membagi manfaat pembangunan pada seluruh rakyat Indonesia. It’s a long, long walk… hard dan cloudy journey, people… Hold on, please.