Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Wisata Budaya

IMG_20181223_085646.JPG
Tari Jaipongan, siapa tidak kenal ? Jaipongan adalah tari pergaulan yang merakyat sekaligus melanglangbuana ke seantero dunia. Identitas kesenian Jawa Barat yang dibawa dalam misi kesenian ke mancanegara. Tarian rakyat ini juga digelar untuk menyambut tamu negara yang datang ke Jawa Barat.

Awalnya, di TransTV, ada kontestan IMB yang konsisten membawakan tari Jaipongan. Rumingkan namanya. Belia, cantik juga powerful. Saya baru tahu, Pencak Silat ikut mempengaruhi tari Jaipongan. Pantes aja.

Tari ini mempengaruhi seni pertunjukan wayang, degung, genjring ( terbangan ), kacapi jaipong dan bahkan musik dangdut. Pong-Dut. Bagaimana Jaipongan diciptakan ?

Tari Jaipongan, hasil modifikasi tari tradisional khas Sunda, Ketuk Tilu, yang populer sekitar tahun 1916. Ketuk Tilu sudah ada sejak tahun 1809 ketika Groote Postweg/ Jalan Raya Post dibuat masa Daendels.

Waditra yang digunakan waktu itu adalah rebab, kendang, 2 kulanter, 3 ketuk dan gong. Gugum Gumbira, seniman asal Bandung, lalu mengkreasikannya kembali menjadi tari Jaipong. Ia sangat mengenal pola gerak tari tradisi yang berkembang di Kliningan atau Bajidoran ( Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, Subang ).

Gerak bukaan, pencugan, nibakeun, mincid dari beberapa kesenian di sini menjadi inspirasi kesenian Jaipongan. Nama populernya. Ronggeng dan pamogoran ( penonton yang ikut menari dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu, Doger dan Tayub ) mempengaruhi Jaipong sebagai tari pergaulan. Beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet. Gerak dasar tari Jaipongan juga diambil dari Pencak Silat.

Karya Jaipongan pertamanya adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” ( tari putri ) dan “Rendeng Bojong” ( tari putra putri, berpasangan ). Muncul nama Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurniadi sebagai penari Jaipongan yang andal. Setelah dipentaskan di TVRI tahun 1980, tari Jaipongan pun laris manis diundang ke hajatan, televisi dan perayaan. Penggiat seni tari menjadi lebih aktif menggali tarian rakyat yang sebelumnya kurang diperhatikan. Kursus tari Jaipongan lalu dibuka. Sanggar atau grup tari dibentuk di Jawa Barat untuk melayani permintaan masyarakat.

Tari Jaipongan bergaya Kaleran berciri ceria, humoris, semangat, spontan, sederhana, alami dan apa adanya. Seni Jaipongan di Bandung diberi pola ( Ibing Pola ). Di Subang dan Karawang tidak berpola ( Ibing Saka ). Jaipongan gaya Kaleran ini disajikan dengan tahapan sebagai berikut :

TataluKembang GadungBuah Kawung GoparTari Pembukaan ( Ibing Pola ) yang dibawakan penari tunggal atau sinden Tatandakan ( menarikan lagu sinden ).Jeblokan dan Jabanan, di mana para penonton ( bajidor ) sawer uang ( jabanan ) dengan salam tempel.

Tahun 1980-1990an, Gugum Gumbira menciptakan tari Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan dan Kawung Anten. Muncul penari Jaipongan andal : Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata dan Asep.

Tari Jaipongan diiringi musik Degung yang menghentak dengan suara kendang yang dominan. Penari bisa seorang, berpasangan atau berkelompok. Mereka menari di acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Jadi, anda tahu tari Jaipongan, pencipta Jaipongan dan penari Jaipongan sekarang ya..

( foto: “Jaipong”- drawed by Vitrisa )

TARI TOPENG BETAWI

img_20180830_0830331487015720.jpg
Topeng Betawi – by vitrisa2017@gmail.com

Tari Topeng Betawi dari Jakarta yang terkenal dengan kesenian ondel-ondel. Tari adat Betawi yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya ini memadukan seni tari, musik dan nyanyian bak pertunjukan teater atau opera. Teatrikal dan komunikatif lewat gerakan.

Semula, tari ini di pentaskan secarakeliling oleh para seniman yang diundang mengisi acara hiburan dalam pesta pernikahan, khitanan, dan acara adat.

Lantunan lagu diiringi tabuhan ritmik rebab, gendang besar, kempul, kromong tiga, kecrek, kulanter dan gong buyung menemani para penari topeng pria ( mengenakan pakaian hitam, kaos oblong, celana panjang, kain sarung, peci atau ikat kepala ) dan penari wanita ( mengenakan kain panjang, pakaian kebaya, selendang, mahkota warna warni atau kembang topeng ) menarikan kisah hidup masyarakat Betawi, kritik sosial, cerita legenda, dan cerita2 klasik lainnya, sesuai kostum yang mereka kenakan.

Uniknya, topeng kayu yang menempel di wajah, tidak diikat dengan tali ke kepala, namun digigit bagian dalam topengnya oleh para penari. Gigi harus sehat dan kuat untuk menahan topeng tidak jatuh selama gerak energik mereka. Luar biasa. Gendes ( luwes/lemah gemulai ), ceria dan lincah.

Tari Topeng Betawi terus berkembang melahirkan variasi2 baru seperti tari Lipet Gandes, tari Topeng Tunggal, tari Enjot-enjotan, tari Gegot, tari Topeng Cantik, tari Topeng Putri, tari Topeng Ekspresi, dan tari Kang Aji. Mana yang sudah anda tonton ?

DESTINASI WISATA WONDERFUL INDONESIA. Siap jadi guide dadakan..

Dampak film “Sigek Cokelat” bisa mengurangi devisa dari ekspor CPO/ minyak keĺapa sawit Indonesia. Kita tahu Obor Asian Games dikirab melewati spot2 wisata unggulan. Berita wisata di bawah ini kiranya bisa memperkaya wawasan kita sebagai guide dadakan selama Asian Games ( mengundang 20 ribu atlet se-Asia, 200 ribu wisatawan, 56 stasiun TV dalam dan luar negeri yang akan menyiarkan secara live ). Check this out :

Pemerintah merilis 10 branding baru pariwisata untuk menciptakan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata ( Kemenpar, 14/6/2018 ) menyebut 10 branding destinasi pariwisata baru itu adalah Bandung, Bali, Jakarta, Kepulauan Riau, Yogyakarta-Solo-Semarang, Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Kesepuluh destinasi pariwisata ini telah memenuhi unsur Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A). Tahun ini ditargetkan 15 juta wisatawan mancanegara datang berkunjung ke Indonesia. Tahun 2019, 20 juta turis.

6 GEOPARK INDONESIA DIAKUI UNESCO.

Wisata berkelas dunia ini merupakan kawasan liburan edukatif. Kita bisa melihat keindahan alam dan belajar adat tradisi dan warisan budaya setempat. Sebenarnya, kita punya 34 geoheritage lagi yang layak dipromosikan selain enam yang sudah diakui. Konsep geopark adalah pengembangan kawasan wisata yang berbasis konservasi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Taman bumi itu :

1. Danau Toba dan Pulau Samosir, Sumatera Utara

Danau terbesar di dunia ini panjangnya 87 km, lebarnya 27 km, dan dalamnya 1600 m. Lokasinya sekitar 176 km arah barat Medan.

Tradisi yang disuguhkan kawasan ini, diantaranya, Festival Danau Toba ( 6-9 Desember 2017 ). Danau sisa erupsi Gunung Toba purba ini memiliki keragaman hayati (biodiversity), geologi (geodiversity), dan budaya (culturdiversity). Tenggelamnya KM SB dua hari pasca lebaran kemarin, semoga membuat pemda di sana serius berbenah, juga siap menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

2. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Impian para pendaki seluruh dunia. Kawasan Gunung Rinjani seolah surga kecil dengan Segara Anak sebagai ikonnya. Selain indah, di sini juga ada candi Meru, desa tradisional Karang Bayan, Pulau Gili, air terjun Joben yang akan memikat mata anda. Semoga gempa skala 6,4 dan 7 SR yang menewaskan ratusan orang kemarin tak menyurutkan nyali para pendaki berikutnya. Semoga NTB cepat pulih. Amin.

3. Gunung Batur, Bali

Gunung api teraktif di Kecamatan Kintamani ini diresmikan sebagai Taman Dunia pada 20 September 2012. Ada danau berbentuk bulan Sabit berukuran sekitar 7,5 km dan lebar 2,5 km di sini.

4. Geopark Nasional Ciletuh, Palabuhanratu, Jawa Barat

Geopark terbaru diakui ini dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu ; pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan dan geowisata. Anda bisa lihat panorama Pantai Palangpang, Curug Awang, bukit Panenjoan, Taman Purba yang mempesona di sini.

5. Gunung Sewu, Yogyakarta

Geopark seluas 1.802 km memiliki 13 situs alam yang terbagi tiga wilayah, yaitu Gunung Kidul, Wonogiri dan Pacitan. Ada Kali Ngalang, Gua Jomblang, Bejiharjo, Pantai Wediombo, Karangmojo, yang memikat. Semoga masih terjaga baik ketika tahun depan pihak Global Geoparks Networks (GGN) merevalidasi situs2 ini

6. Geopark Merangin, Jambi.

Terletak di Desa Air Baru dan Dusun Baru yang bisa dicapai sekitar 7 jam perjalanan dari Jambi. Masih perawan sehingga perlu perjuangan untuk sampai ke situs fosil flora berusia lebih 350 juta tahun. Uh, bumi kita sangat tua ya…

7. Kawasan Cadas di Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Kawasan ini tengah berjuang menjadi anggota GGN. Banyak potensi keberagaman geologi, biologi dan budaya di sini yang sedang diteliti lebih lanjut oleh Balai Pelestari Cagar Budaya sebelum diakui GGN. Semoga berhasil, ya..

WISATA PULAU JAWA TERBAIK

Menurut situs travelling & leisure luar negeri, Pulau Jawa dinobatkan sebagai pulau terbaik dari segi pemandangan, atraksi budaya dan keramahan warganya. Kedua, Pulau Bali. Ketga, Pulau Lombok ( Redaksi Siang, Trans7, 14/7/2018 )

10 DESTINASI WISATA BARU.

Kemenpar menyepakati 10 destinasi pariwisata prioritas untuk dijadikan “Bali Baru”, sejak tahun 2016. Sepuluh branding yang terus digenjot pemerntahan Jokowi untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019 ialah Borobudur, Danau Toba, Bromo Tengger Semeru, Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, dan Tanjung Lesung.

November 2017, pemerintah mempercepat pengembangan 4 destinasi dari 10 “Bali baru” yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Namun, erupsi Gunung Agung lalu, Indonesia malah kehilangan dua juta kunjungan wisatawan mancanegaranya. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, Bali menurun 15,99 persen dibanding bulan sebelumnya ( biasanya menyumbang 40 persen terhadap total wisman ). Pemerintah kehilangan devisa Rp 250 miliar per hari.

Ketua Tim Percepatan 10 destinasi prioritas pariwisata ( DPP ) Kemenpar, Hiramsyah S. Thaib mengatakan target di 2018 belum terfokus pada 10 destinasi prioritas tsb. Penghasil wisatawan mancanegara utama masih dari Bali, Yogja, dan Kepulauan Riau, ujarnya di Forum Diskusi MarkPlus Center for Tourism & Hospitality di 88 Kasablanka, Jakarta (17/1/2018).

Danau Toba dengan Bandara Silangitnya sudah memulai penerbangan langsung sejak 2017 ke Singapura, dan Malaysia. Belitung juga.

Tahun 2018 akan terus digenjot terus dengan paket2 wisata VIWI (Visit Indonesia Wonderful Indonesia ) agar Toba mulai menjadi tujuan destinasi wisman.

Kini 4 dari 10 DPP sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, yaitu KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Kelayang di Belitung, KEK Tanjung Lesung di Banten, dan KEK Morotai.

Dua daerah yang belum punya KEK dikelola oleh Badan Otorita Pariwisata (BOP), yaitu Danau Toba dan Borobudur. Empat lainnya masih berstatus destinasi wisata prioritas biasa. Dalam 3 tahun diupayakan yang BOP bisa jadi KEK, yang biasa jadi BOP, yaitu Labuan Bajo, Wakatobi, dan Bromo Tengger.

CLOSING

Apa modal kita untuk menjadi guide Wonderful Indonesia ? Kita ramah dan murah senyum ( ciee..). Ringan tangan suka membantu ( turis2 pada suka dan betah ) apalagi disuguhi pertandingan kelas dunia di Asian Games nanti dengan 20 ribu atlet termasuk dari Indonesia yang sudah mengharumkan nama di kancah internasional ( contoh, Kevin Sanjaya di bulutangkis, bersama pasangannya Marcus Fernaldi Gideon, Lulu M. Zohri atlet atletik asal Lombok, yang kemarin memecahkan rekor dunia 100 m U-20 di Tempere, Finlandia )

Kita punya banyak warisan budaya sehingga kita bisa lebih merasakan toleransi antar sesama anak bangsa. Bahasa daerah kita terbanyak ( 707 bahasa daerah yang aktif digunakan di Indonesia ). Kekayaan alam Indonesia melimpah ( kopi, teh, cokelat Indonesia banyak diekspor ke luar negeri )

Saat ajang Asian Games 2018 medio Agustus ini Indonesia melalui Kementerian Pariwisata ( Kemenpar ) membuat paket2 wisata unggulan. Kita sukseskan Asian Games dan spot wisata di daerah kita yuk. Bawa peta dan kompas juga, siapa tahu ada turis nyasar minta diberitahu arah yang benar. Jangan lupa.. smile !

HANOMAN vs RAHWANA

img_20180709_0544041046220116.jpg
Hanoman vs Rahwana – by vitrisa2017@gmail.com

Sendratari Ramayana kerap dipentaskan di pelataran candi Prambanan. Terlihat kolosal, megah dan membanggakan. Ada tokoh kera sakti di sana yang menjadi pahlawan kerajaan manusia. Hanoman, si kera putih, sakti mandraguna, kebal senjata, bisa hidup abadi kalau mau. Ribuan raksasa telah dihajarnya hingga mampus. Negeri raksasa dibuatnya porak poranda, luluh lantak dilalap api. Membuat para dewa di khayangan terkagum-kagum memujinya. Raja raksasa dari Alengka, Rahwana, yang menculik Sita, istri Rama ( pangeran dari Ayodha, putra Dewa Bayu seperti Hanoman ) ditindihnya dengan Gunung Ungrungan. Roh Rahwana dikurung Hanoman di Gunung Kendalisada. Jadi ingat Sun Go Kong ya. Kera sakti dari China, yang mengawal gurunya, biksu Budha ( pohon tempat Budha bertapa disebut di QS. At-Tin ) mengambil kitab suci ke Barat/ India, tempat kisah Ramayana ini lahir.

Gatotkaca, dari kisah Mahabharata, yang saya tonton filmnya di tivi, adalah putra Bima dengan wanita keturunan raksasa. Hanoman dan Bima sama2 putra Dewa Bayu menurut versi India ( putra Bhatara Guru, versi pewayangan Jawa ). Hanoman dan Gatotkaca, keduanya pernah didaulat menjadi superhero Indonesia. Keduanya masih sering dipentaskan di layar kaca, tivi dan pentas pewayangan kita. Panutan kebaikan mengungguli kebatilan. Mengisi relung bawah sadar kita dalam bertindak dan menjalani kehidupan. Jalan mana yang kita pilih. Jika itu jalan kebenaran, Allah akan mengantar kita sampai akhir tujuan. Pengampunan dosa dan ridho-Nya.

KISAH RAMAYANA

Versi asli India: Hanoman lahir pada masa Tretayuga. Anjani, ibu Hanoman, semula bidadari khayangan bernama Punjikastala, yang dikutuk bermuka kera. Ia bisa kembali ke khayangan sebagai bidadari cantik jika bisa melahirkan putra titisan Dewa Siwa. Ketika bertapa bersama Kesari, suaminya di gua, tiba2 jatuh makanan dari paruh burung yang baru menyambar makanan bawan Dewa Bayu ( terpikat pada Anjani sampai mengeluarkan mani ketika memeluk hati Anjani ) untuk ayah Rama, Raja Dasarata yang melakukan ritual Putrakama Yadnya

untuk ketiga istrinya yang kemudian melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Anjani sendiri setelah menelan makanan itu hamil melahirkan Hanoman yang sekuat Dewa Bayu, bisa hidup abadi, tercerdas diantara para wanara/ ksatria.

Versi pewayangan Jawa: Anjani, putri sulung Resi Gotama. Anjani lalu kena kutukan sehingga wajah cantiknya berubah wajah kera. Resi itu menyarankan Anjani bertapa tanpa baju di telaga Madirda. Bharata Guru ( raja para dewa ) yang sedang terbang melintas terpikat sampai meneteskan mani, yang lalu dilap ke daun Sinom yang jatuh ke pangkuan Anjani yang kemudian memakannya dan mengandung Hanoman. Setelah melahiran bayi kera putih bernama Hanoman, Anjani kembali cantik dan dibawa ke khayangan sebagai bidadari.

Hanoman lalu diangkat anak dah dididik oleh Batara Bayu. Hanoman diberi kesaktian berupa kebal senjata dan hidup abadi oleh Dewa Brahma dan Dewa Indra. Setelah selesai berguru, Hanoman mengabdi pada pamannya, Sugriwa, raja kera Gua Kiskenda. Lalu datanglah 2 pangeran dari Ayodha. Rama dan adiknya Laksmana, yang sedang menjalani hukuman pembuangan. Sugriwa semula mengira keduanya utusan Subali yang akan membunuhnya. Kedua pangeran itu lalu diajak Sugriwa perang melawan Subali, paman Hanoman yang lain, yang telah mengalahkannya.

Rama menikah dengan Sita. Ketika Rama berburu di hutan, Sita diculik Rahwana, raja raksasa dari Alengka, yang menyamar kijang bagus. Hanoman bersama pasukan kera mencari Sita sampai nyasar ke kota dalam gua yang dirancang Mayasura. Untung, Hanoman bertemu Swayampraba, wanita pertapa yang mau memberinya petunjuk.

Sempati, putra Garuda melihat Sita dibawa Rahwana ke istananya di seberang lautan. Burung Sempati tak bersayap karena melindungi Jatayu, sepupunya, dari amukan Dewa Surya hingga sayapnya terbakar. Hanoman setelah bertemu Sempati di pantai, terbang ke Alengka mencari Sita. Setelah bertemu di taman, Hanoman merusak pohon keramat di Taman Asoka yang dipuja warga Alengka supaya mereka menyembah Dewa Wisnu. Indrajit, putra sulung Rahwana, bertarung dengan Hanoman yang telah membunuh ribuan raksasa pasukannya

dan berhasil menjeratnya dengan tali Brahma Astra ( Brahma, dewa tertinggi, pencipta semesta ). Ketika Hanoman akan dihukum mati, Wibisana, adik Rahwana, mengusulkan Hanoman, sebagai utusan, dibakar ekornya saja sebagai peringatan untuk negara pengutusnya. Sita lalu memohon Agni, Dewa Api untuk membuat api terasa sejuk di tubuh Hanoman. Kera sakti itu lalu menyapu kota Alengka dengan ekornya yang terbakar hingga luluh lantak.dilalap api, kecuali kediaman Sita bersama Trijata, putri Wibisana, yang menjaganya.

Dalam perjalanan pulang, Hanoman teringat wajah Trijata sampai meneteskan air mani yang mendidihkan laut. Oleh Baruna buih itu diulik jadi Trigangga, putra pertama Hanoman yang berbentuk kera putih juga. Putra kedua Hanoman, Purwaganti lahir dari rahim Purwati, putri pendeta yang dinikahi Hanoman. Purwaganti berjasa menemukan Kalimasada, pusaka Yudistira yang hilang.

Rama kemudian ke Alengka untuk membebaskan Sita sesuai pesan istri cantiknya tsb. Rahwana ternyata bisa hidup lagi setiap berhasil dibunuh Rama. Hanoman lalu membawa gunung Ungrungan dan ditimpakan ke jasad Rahwana sebelum bangkit lagi. Hanoman lalu bertapa di gunung mendoakan keselamatan manusia bumi, sembari menjaga roh Rahwana agar tak lepas dan bikin kacau lagi.

Masa Dwapara Yuga, Hanoman bertemu Arjuna dan Bima ( putra ke-2 dan 5 Pandu yang disebut Pandawa 5 ), pangeran Hastinapura yang terusir karena intrik Kurawa ( 100 anak raja buta Destrarastra ). Masa itu roh Rahwana lepas dari himpitan gunung Ungrungan. Raksasa itu pergi ke Jawa menyamar jadi brahmana dan mencari reinkarnasi Sita, yaitu Subadra, adik Kresna. Kresna sendiri reinkarnasi Rama. Hanoman mengabdi pada Kresna dan berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada

Adik Kresna kawin dengan Arjuna. Logo Hanoman ada di panji kereta perang Arjuna ketika perang Bharatayudha.

Hanoman, tokoh lintas jaman ( masa Rama sampai Jayabaya ) ini akhirnya bosan hidup selama ribuan tahun dan ingin mati. Bharata Narada mengabulkan permintaan Hanoman setelah dia bisa merukunkan keturunan Arjuna yang bertikai.

Menyamar Resi Mayangkara, Hanoman berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana, dengan Pramesti, puteri Jayabaya. Anak dari 2 keluarga yang bertikai itu. Hanoman menghadapi musuh Jayabaya bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Dalam perang itu, Hanoman gugur, moksa bersama raganya, sedang Yaksadewa kembali ke wujud asalnya, Batara Kala, Sang Dewa Kematian.

Iklan

Written by Savitri

11 Juni 2018 pada 00:23

%d blogger menyukai ini: