Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Wisata Maritim

Pasir putih di Raja Ampat, Papua. Ingin menikmati hidup dengan berbaring santai di sana?

KAPAL TENGGELAM DI PERUT TOBA. KANDAS DI PESISIR SELAYAR. Evaluasinya ?

Dua fenomena alam mengakibatkan sederet musibah besar di Indonesia sebulan ini. Badai Tropis di utara Filipina dan bumi di posisi terjauh dari orbitnya mengelilingi matahari. Tukang ojek curhat,”Heran, Neng, sepeda motor ini seperti beku, gak bisa distarter tadi pagi.” Lalu, saya jelaskan soal orbit bumi itu. Kebayang ya, seberapa dinginnya kalau bumi sampai lepas dari orbitnya, atau bumi berhenti berputar karena tempat kita berpijak ini terus melambat dari waktu ke waktu. Bukan lagi dingin membeku, malah tak ada kehidupannya sama sekali. Betapa mudah, Yang Maha Kuasa membinasakan manusia kalau dibuat murka.

Apalagi, bumi segede ini secara konteks alam semesta, ternyata cuma sebesar kacang ijo, versi Gus Mus. Sebenarnya sebesar debu, versi ilmuwan. Kita imut sekali ya…

Kita seolah tak berdaya ketika badai tropis di utara Filipina membawa angin kencang dan gelombang air setinggi 2-4 meter sampai ke Sumatera. KM Sinar Bangun terjungkal oleh angin kencang itu sampai sebagian besar muatannya tenggelam ke perut Toba, gunung raksasa yang membenamkan benua Atlantis ke dasar laut lebih 70.000 tahun lalu. Laut Jawa rata2 sedalam 200 meter. Dasar Danau Toba mencapai 1.600 meter. Danau terluas di Indonesia ini rupanya kaldera Gunung Toba. Kebayang dahsyat letusannya dulu. Debu vulkaniknya saja sampai bermusim-musim lamanya, menutupi sinar matahari, memusnahkan banyak spesies makhluk, termasuk manusia. Entah seperti ini, bencana dahsyat kelak untuk mengurangi populasi manusia dari lebih 7 miliar ke 3 miliar saja. Pulau Sumatera masih kerap dilanda gempa setelah tsunami terbesar di Aceh tahun 2004. Magma panas masih aktif bergolak di bawah sana, mencari celah keluar untuk melepaskan ketegangannya. Kita hidup di atas cincin api. Ring of fire. Jumlah penduduk besar, 263 juta jiwa ( lahir 5 juta bayi tiap tahun ) dikurangi secara alami oleh rentetan bencana, selain asap rokok, penyakit dan kecerobohan manusia. Apa kita belajar dari semua kepahitan ini ? Apa kita masih tak berdaya ?

KM LM KANDAS DI PERAIRAN SELAYAR.

Hari Selasa itu, isu pelayaran zero accident tengah disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika melantik 68 Perwira Pandu Tingkat II Angkatan XL Tahun 2018 di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat. Menhub Budi meminta para Perwira Pandu mengutamakan keselamatan, sehingga peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di Danau Toba saat melaju dari Simanindo menuju Tigaras, Sumatera Utara pada Senin (18/6/2018) lalu, tidak terulang.

Namun, bersamaan dengan pelantikan nakhoda bergengsi itu, Kapal Motor (KM) Lestari Maju justru kandas di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) pukul 14.30 WIB. Kapal itu juga membawa gaji PNS sebanyak Rp 30 Miliar, karena tak ada angkutan lain saat itu di sana ( uang terbungkus rapat, sebagian besar masih kering ketika ditemukan ).

KM Lestari Maju kandas merenggut 24 korban tewas dari 164 penumpangnya. 74 penumpang selamat. Sebanyak 144 penumpang terdaftar di manifes, 20 tak terdaftar meski beli karcis.

Kapal motor Lestari Maju kandas, diduga karena lambung kapal bocor. Kapal besar berkapasitas 139 penumpang, 20 mobil, 30 truk ini pada Selasa petang ( Prime Time News, 3/7/2018) semula miring. Agar tak tenggelam, nahkoda mencari pulau terdekat untuk menyandarkan kapal 3 tingkat ini. Sebanyak 139 orang dan 48 unit kendaraan terjebak di pesisir Kabupaten Bulukumba. 41 orang diantaranya belum ditemukan

Tm gabungan, terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas), BNPB, serta aparat lainnya, sejak KM Lestari Maju dilaporkan kandas pukul 14.30 WITA langsung bergerak mengevakuasi korban.
Selama lebih dari delapan jam, sekira pukul 23.00 WITA, tim berhasil mengevakuasi 98 penumpang, antara lain penumpang selamat sebanyak 74 orang dan korban tewas sebanyak 24 orang. Manifes menyebutkan : jumlah penumpang 139 orang dan 48 unit kendaraan.

Beberapa penumpang dengan jaket pelampung sempat siaran live dengan kamera ponselnya untuk mengabarkan situasi genting mereka ke daratan. Era medsos sudah mendarah daging rupanya.

TERJEBAK DI GUA THAILAND

Pelatih sepak bola bersama 12 muridnya ( usia 11-16 tahun ) yang terkurung dalam gua bawah tanah selama 2 minggu di Thailand juga minta tolong dari ponsel yang dibawanya. Mereka terjebak air penuh lumpur setelah hujan deras sehingga sulit keluar gua. Mata dunia tertuju pada mereka dengan drama penyelamatannya.

KM SB TENGGELAM DI DANAU TOBA

Dua minggu sebelumnya, sekitar pukul 15, Senin sore, 18/6/2018, pelabuhan di Kabupaten Samosir sudah sepi. Tinggal kapal motor Sinar Bangun yang akan berangkat menyeberang. Danau Toba, satu dari 10 daerah tujuan wisata yang sudah ditetapkan pemerintah, sehari setelah lebaran, mencatat tragedi sedih Senin itu. KM SB berkapasitas 43 penumpang, berpelampung 45 buah, dalam cuaca buruk ( ada peringatan BMKG jangan berlayar, karena hujan angin dan gelombang tinggi ) toh memaksa berangkat tanpa manifes ( daftar penumpang ). Rupanya pelayaran rakyat di sana terbiasa tanpa syahbandar dan manifes. Sudah biasa mengangkut banyak, bahkan lebih banyak dari ini, aku nahkoda sekaligus pemilik kapal yang ditetapkan tersangka oleh polisi. Cuaca ekstrim dari perubahan iklim membuat anomali yang tak diduganya, juga banyak orang. Jika kita tak jaga alam maka alam menelan kita. Seberapa tahan dengan kerusakan alàm berikutnya ?

Pukul 17.15 kapal over kapasitas itu lalu tenggelam dan menyeret lebih 180 penumpangnya ke bawah danau. Awalnya, 3 orang diketahui tewas,18 berhasil selamat, termasuk nahkoda kapal. Lainnya lenyap. Bangkai kapal termasuk ratusan orang yang terjebak di dalamnya, tak diketahui posisinya sampai seminggu kemudian ( Prime Time News, 20/6/2018 ). Salah siapa ? Mari kita tanya pada badai tropis.

REGULASI & EVALUASI PELAYARAN

UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan permenhub no.37 sudah mengatur rinci kegiatan pelayaran rakyat ini. Calon penumpang harus membeli tiket sebelum masuk terminal. Nahkoda kapal menyobek karcis sebagai bukti manifes yang dilaporkan ke syahbandar sebelum nahkoda diijinkan berlayar olehnya. Jika cuaca tiba2 berubah buruk, syahbandar bisa membatalkan izin tsb. Nyatanya yang terjadi Senin itu, sekitar 200 penumpang baru bayar setelah masuk kapal yang berlayar tanpa manifes pula.

Hal ini seperti biasa terjadi, bahkan tidak di danau itu saja. Kemana pengawasan dan penegakan hukumnya ? Pelayaran diurus negara, menurut regulasinya. Pihak terkait tenggelamnya kapal SB harus dihukum tegas agar ketamakan dan kecerobohannya tidak ditiru di tempat lain.
Nahkoda sekaligus pemilik kapal, kepala pelabuhan, 2 pegawai dishub kabupaten Samosir sudah ditetapkan tersangka. Pelanggaran regulasi pelayaran dihukum 5 tahun penjara. Jika sampai terjadi kecelakaan, dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Jika menyebabkan kematian dihukum penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Aturannya, ijin kapal dengan bobot 7 gross ton diurus dishub kabupaten. Di atas itu, dan pelayaran antar kabupaten diurus dishub provinsi. Rencananya, dalam 2 tahun ini akan ada 6 kapal dari pemerintah dan swasta berbobot 300 gt untuk 300 penumpang dan 300 pelampung untuk Danau Toba, kata menhub Budi Karya. Irjjen kemenhub lalu mengumpulkan semua dishub dan nahkoda di wilayah Danau Toba untuk evaluasi dan pendampingan perbaikan kualifikasi kapal, kualitas manajemen operator pelayaran/ syahbandar dan nahkoda kapal. Tm ad hoc untuk akselerasi perbaikan pelayaran danau Toba ini akan bekerja sekitar sebulan.

USAHA PENCARIAN KORBAN TENGGELAM

Sekitar 900 petugas dari Basarnas, Polri, TNI, KNKT, Kemenhub dibantu masyarakat, masih terus mencari korban. Penyelam hanya mampu mencapai kedalaman 50 m. Alat deteksi yang dimiliki Basarnas hanya sampai 300 m. Alat deteksi multibeam sonar TNI-AL bisa menjangkau hingga 2000 m. Instrumen ROV dari BPPT bisa menjangkau sampai 5000 m. Citra satelit kemudian memberitahu kita, dasar Toba sedalam 1600 meter ! Plus foto sepeda motor, tali kapal dan jasad tak utuh di kedalaman 450 meter. Nyangkut di sebuah ceruk. Jaring pukat yang mencoba menarik bangkai kapal gagal mengangkatnya. Lewat seminggu jasad pasti sudah hancur dan kapal kuatir terperosok lebih dalam.

Keluarga korban akhirnya melepas kepergian orang2 tercinta mereka dengan doa bersama dan tabur bunga di Danau Toba, bersama tim penyelamat. Monumen KM SB kemudian dibangun untuk mengenang para korban tragedi tsb. 164 korban tenggelam akan mendapat santunan Rp 50 juta dari Jasa Raharja yang diterima keluarganya. Korban luka dapat santunan Rp 20 juta.

Tiga prinsip yang dipegang teguh tim Basarnas : negara hadir, tim bekerja all out, dan bekerja dengan hati. Tak heran, Basarnas. termasuk tim penyelamat top dunia. Terlatih dengan aneka bencana yang silih berganti menyapa negeri cincin api ini.

KAPAL NELAYAN TENGGELAM

Di tempat lain, kapal nelayan yang digunakan mudik tenggelam di kepulauan Riau karena ombak besar. Satu anak tewas, satu ibu hilang, 11 penumpang lainnya selamat ( Prime Time News, 24/6)2018 ).

40 KAPAL TERBAKAR DI BENOA, BALI. Manajemen sandar ?

Angin kencang yang dibawa badai tropis juga menyebabkan 40 kapal dari beberapa perusahaan di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa Bali, Senin sekitar jam 2 dini hari ( 9/7/2018 ) terbakar hebat.

Jarak antar kapal sangat rapat sehingga petugas kebakaran kesulitan memadamkan api.
Suara dentuman terdengar sesekali dari kapal yang terbakar. Kepulan asap tebal pekat terus membumbung tinggi. Ratusan nelayan dan karyawan gudang ikan menyaksikan kebakaran ini dari pinggir dermaga. Kerugian ditaksir mencapai Rp 125 Miliar.

Api masih terus muncul di bagian fiber, dekat tangki solar, kata Beni, seorang ABK. Proses pembasahan terus dilakukan setelah petugas BPBD Kota Denpasar dan Kabupaten Badung ditarik meninggalkan lokasi. Namun angin kencang dan posisi sejumlah kapal yang sulit dijangkau membuat titik2 api muncul lagi, kata Mustajib, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa. “Pemilik kapal harus memperhatikan manajemen sandar kapal. Kapal seharusnya diposisikan sedemikian rupa agar jika terjadi keadaan darurat ada akses untuk pergeseran kapal,” sambungnya.

SERBUAN BUAYA

Di dermaga pondok Gayo dan Kali Grogol, Jakarta dotemukan 3 buaya. Setelah sebelumnya ditemukan buaya di Ancol. ( Prime Time News,, 26/6/2018 ). Menyusul berita wanita tewas dimakan buaya di sungai dan wanita tewas dililit ular piton di hutan. Para buaya dan ular ini terganggu habitatnya lalu memangsa atau ada sabotase asing dan persaingan bisnis ?

KAPAL TENGGELAM DI KEP. SERIBU

Kapal Rafelia 2 juga bocor di Kepulauan Seribu. Enam wisatawan hilang. Detik-detik tenggelamnya kapal juga ada videonya.

Aneh ya bangsa ini. Selain gemar selfie, senang juga mendatangi lokasi bencana bak tempat wisata baru, sampai berbondong-bondong. Lebih takut dibilang tak gaul daripada tenggelam. Anda tebak Danau Toba makin ramai atau sepi setelah tragedi ini ? Benar2 Indonesiana…

Iklan

Written by Savitri

11 Juni 2018 pada 00:23

%d blogger menyukai ini: