Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

DESA, Nelayan, Petani

leave a comment »

BERKAT JUARA KONTES DOMBA , KETEMU PRESIDEN DI ISTANA. Duh.. bangganya.

Bulan Juli ini dimulai lagi kontes domba memperebutkan piala presiden ( pertama tahun 2016 ) untuk tingkat provinsi, meliputi 4 kategori : Raja Daging, Ratu Bibit, Raja Petet, dan Raja Pejantan, agar suplai daging di tanah air terpacu.

Tata Iriawan, warga Kampung Cipadagirang, RT 1 RW 1, Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung Barat, setelah 28 tahun jadi PNS, bisa bertemu presiden, berkat domba garut-nya yang bernama Mutiara.

Awalnya, Tata senang melihat seni ketangkasan domba garut. Mantan Camat Dayeuhkolot ini lalu mencoba jadi peternak domba ( tahun 2009 ), dimulai dengan 3 ekor betina dan 1 ekor jantan, sampai berkembang jadi 100 ekor domba.

Harga domba2 garutnya lalu melambung setelah juara kontes. Wah, beruntung benar pria yang menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung ini.
Lebih separuh dombanya berprestasi : juara kontes ternak tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Tahun 2013, Tata menang di 4 kategori tsb. Harga dombanya terdongkrak hingga lebih Rp 100 juta per ekornya.

Sekitar Rp 10 juta yang dikeluarkan Tata untuk merawat sekitar 100 dombanya ( Rp 3.500 per hari per ekor ). Sekarang, 1 dombanya bisa dijual Rp 25 juta. Wah, asyik ya.. Apalagi waktu melihat ekspresi presiden Jokowi yang terkagum-kagum melihat domba2 garut itu. Bikin para peternak bangga dengan daerahnya.

Anda tertarik piara domba dengan hati, ikut kontes ternak, juara, lalu salaman dengan presiden di Istana Bogor seperti Tata ? Mangga..

HARGA TELUR MAHAL

Saya terheran melihat harga telur Sabtu kemarin ( 7/7/2018 ) bisa menembus Rp 28.000 per kg. Padahal Ramadhan 1439 kemarin bisa Rp 20.000 kg. Usut punya usut, ternyata
harga relur dan ayam mahal saat ini karena terimbas kenaikan harga baku pakan dan vitamin ayam yang dipengaruhi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Harga ayam sampai tembus Rp 40.000 per kg di Cirebon.

Ayam banyak yang mati karena sakit, kedinginan diterpa angin kencang. Sementara demand/ permintaan masih tinggi.
Dinas peternakan dan pertanian Kota Bandung akan bekerjasama dengan Blitar untuk suplai telur dan Priangan Timur untuk suplai ayam agar harga telur dan ayam kembali normal ( PRRSNI, 13/7/2018 ).

Semoga badai tropis segera berlalu, dan menkeu dan BI bisa mensiasati nilai rupiah tetap stabil dari fluktuasi mata uang asing itu ( aneka jurus The FED menguasai ekonomi dunia ).

HARGA TELUR NORMAL

Harga telur menjelang lebaran tahun 2017 terendah Rp 24.000 per kg di toko langganan saya. Tahun ini terendah Rp 20.000 per kg. Wah, surprise, karena di awal Ramadhan sempat menyentuh Rp 26.000 per kg. Tak heran, di acara Q & A ( MetroTV, Rabu, 30/5/2018 ) mendag E.Lukito sempat dicecar ibu RT yang biasa belanja di pasar. Seperti sudah jamak di Era Reformasi ini menteri dikritisi rakyat jelata setajam itu ( hehe.. ).

Rupanya, sejak 2,5 bulan lalu ( 7/4/2018 ) presiden Jokowi sudah rapat intens mengantisipasi lonjakan harga tahunan ini. Kemendag sudah membuat sistem monitoring pasokan sembako dan aksi2 spekulan. ( EMI, 13/6/2018 ). Gudang stok, distributor utama dan sub distributor diawasi ketat. Siapa yang berani menahan pasokan ( mafia pangan ) dan melepasnya ketika harga sudah tinggi di masyarakat, akan ditindak tegas sebagai pedagang gelap. Kita dengar juga ( saya lihat polisi jaga di jongko kripik tempe ), satgas pangan yang dibidani kemendag dan Polri memantau ketersediaan bahan pangan dan lonjakan harga di pasar2. Di pasar, saya lihat meja Bulog dengan daging sapi seharga Rp 80.000 per kg. Hasilnya ? Harga pangan aman terkendali. Good job !

Infrastruktur jalan yang tambah banyak dan lancar selain meringankan perjalanan mudik 31,9 juta warga, juga membantu truk2 sembako dan pangan lain, hilir mudik menjalankan tugasnya. Yang dirasa masih mahal adalah cabe yang keriting dan cengek. karena sangat spesifik dengan lidah orang Sumatera atau Jawa ( tak bisa impor, harus tanam sendiri di dalam negeri ). Tapi cabe bukan komoditas utama ( meski sambal, menu ‘wajib’ lidah Indonesia ). Ketahanan pangan akan benar2 prima jika kita mampu menyediakan ( minimal ) sembako dari lahan dalam negeri. Swasembada.

Para petani konvensional mestinya diberi penyuluhan lebih kreatif untuk mulai menggunakan teknologi pertanian ( intensifikasi lahan ). Adakan regenerasi petani dari kalangan muda dengan mengedukasi dan membuat industri pertanian yang menjamin masa depan cerah bagi pemuda pemudi, pemilik masa depan negeri ini.

PIALA DUNIA & HARGA SAYUR.

Harga tomat biasanya Rp 3000 per kg dan brokoli Rp 8000 per kg di tingkat suplier. Namun, di awal pertandingan Piala Dunia kemarin sempat merosot menjadi Rp 1000 dan Rp 4000 per kg, kata Dadan di Lembang ( PR, 3/7/2018 ). Rupanya, pedagang memilih nonton bola sehingga pembeli sayur terabaikan. Stok berlebihan pun dihargai murah supaya laku. Daya beli masyarakat pun masih kurang setelah lebaran.

Pertanian rata2 mengandalkan air hujan. Pada musim kering, banyak hama kupu2 dan ulat yang menyerang kol karena jarang disemprot air sehingga produksi kol bisa merosot hingga separuhnya.

Petani Ade berharap pemerintah membuat program sumur bor di Desa Cibodas, Lembang, yang perlu dana besar agar petani tak kesulitan air lagi. Selama ini, Ade mengandalkan langganan air dari pihak desa yang dibagi dengan konsumsi sehari-hari. Sedang letak sungai jauh dan harus pakai penyedot air, jelasnya. Semoga usai pembangunan puluhan bendungan dan irigasi nanti bisa mengatasi problem para petani seperti Ade. Amin.

Iklan

Written by Savitri

10 November 2014 pada 10:48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: