Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50

Bom Thamrin Rasa ISIS, Kopi Sianida Ala LGBT. Emil, please stay .. pliiiissss

leave a comment »

1

Aksi keren Polri menghajar teroris bom Thamrin bikin bangga warga Jakarta. Ketika rasa bangga terpatri di dada, mereka jadi berani menghadapi teror. Tujuan teror, selain bikin takut, juga menghancurkan ekonomi. Daerah2 yang tak aman, tingkat kriminalitasnya tinggi, akan dijauhi wisatawan dan investor, lalu miskin dan ambruk. Dalam skup nasional, jika Polri, TNI, kita semua bikin bangga Indonesia, maka WNI berani menghadapi teror apa pun, embargo dan Perang Dunia. Apa yang terjadi di Jl.MH Thamrin, kamis pagi itu adalah contoh kebanggaan menjadi orang Indonesia dan apa yang bisa dicapai dengan semangat sekuat itu. Polri.. good job !

Indonesia. Iran. Sama2 negara muslim. Sama2 dikuya-kuya. ( Siapa sih yang tidak ? Jika anda muslim, memegang teguh Qur’an, menolak Zionis & Imperium-nya, berarti anda the next target ). Tapi, Allah mengatasi semuanya. Ya, keyakinan ini yang membuat saya bertahan dari aneka badai problema. Baik yang menimpa diri pribadi, maupun tanah air saya. I’m possible. We can trough it.

( Imperium adalah organisasi terjahat dari orang2 terkaya di dunia yang menguasai jaringan media internasional, menghisap kekayaan alam negara2 dunia ketiga, menciptakan perang dan konflik di mana2 untuk bisnis, serta membunuh pemimpin2 dunia dan tokoh2 yang menghalangi ambisi tamak mereka ).

Indonesia dijajah 350 tahun oleh bangsa asing. 17 tahun rakyat Indonesia dibantai PKI. 32 tahun Indonesia direpresi rezim otoriter Orba, 18 tahun dimiskinkan koruptor & perusahaan asing, diserbu jaringan narkoba internasional, dibanjiri konten pornografi & promosi LGBT dengan ekses AIDS/ HIV, kejahatan seksual ,.. plus diincar ISIS sebagai markasnya di Asia Tenggara. Sok, apalagi ? ( kalau gempuran dari segala arah ini gak bikin kita makin kuat, itu baru masalah. Kebangetan. They have to make us stronger ! )

( Indonesia punya lokalisasi PSK terbanyak di dunia, lebih dari 628 lokasi. Separuh penderita AID/ HIV adalah LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender )

JADI MUALAF KARENA SENYUM ANAK INDONESIA

Seorang jurnalis asing menyebut Indonesia, Archipelago of Fear. Lebih buruk dari Sub Sahara Afrika : Nigeria, Rwanda, dll. ( Iya, atau apa iya sih ? ). Padahal, Indonesia potensi alam dan sumber dayanya luar biasa. Allah menciptakan Indonesia ketika tersenyum. Indah sekali. Paradoks, ya ? Namun, di antara cibiran tentang Indonesia, saya juga ingat dari sumber lain terpercaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tertinggi di ASEAN, indeks kebahagiaan orang Indonesia lebih tinggi dari negara2 tetangga ( apalagi urang Bandung, ah pokokna mah juara ).

Orang asing ke Indonesia jadi mualaf karena terheran, di tempat miskin, anak2 Indonesia masih bisa tersenyum sumringah. Selama ia travelling ke seluruh dunia, si mualaf tak pernah melihat senyum seperti ini. Anak muda yang paling banyak menorehkan prestasi di dunia masa ini juga dari Indonesia. So, negeri ini memang ajaib. Berita tentang Indonesia dari hari ke hari seperti novel buat saya. Sangat menarik untuk disimak.

Kita tak perlu berkecil hati jika pengamat asing mengkerdilkan Indonesia. Saya lebih percaya para negarawan kita yang lahir besar di Indonesia dan jelas kontribusinya untuk kemajuan Indonesia. Menyimak ucapan dan tulisan negarawan selalu membangkitkan semangat. Dalam keadaan terburuk sekalipun, pemimpin sejati ( seperti Bung Hatta ) selalu bisa memberi harapan dan optimisme ( jauh lebih besar dari keadaan faktual yang menyedihkan ) sehingga kita bisa melalui apa pun.

Kita memang mengalami fase banjir informasi saat ini. Media mainstream yang disetir modal Imperium banyak mendistorsi pemberitaan lokal yang mengutip rilis mereka ( Amnesty Internasional, HRW, dll ). Kompas, Republika, Sindo dan Detik.com dikritik akurasinya dalam memberitakan situasi di kawasan Timur Tengah. Untung, saya sering membaca blog Dina Y. Sulaeman ( Kajian Timur Tengah ). Peneliti ICMES dan mahasiswi S3 HI Unpad ini mengamati persoalan Timur Tengah dengan cermat lalu menuangkannya dengan hati dalam tulisan dan buku2nya. Thanks to Dina.

Media tak menguasai seluruh topik sama baiknya ( seperti manusia hanya expert di bidang yang paling banyak ditekuninya ), maka kita perlu menyimak beberapa sumber kredibel sebagai pembanding. Netizen yang asal baca hoax dan komentar2 dangkal di medsos serta situs2 ngaco, jangan sok tahu dan memaki orang yang justru expert. Lihat dulu background ilmu dan pengalamannya. Kapabel atau tidak untuk bicara hal tsb ? Bacanya juga jangan sepotong-potong ( jangan malas, ah ). Baca seluruh atau sebagian besar tulisannya untuk menangkap kedalaman, empati dan keutuhan pemikirannya. Kalau komen asal bunyi, orang lain jadi tahu kebodohan kamu. Miris, kan ? ( kalau masuk di akun saya, pasti saya buang ke kotak spam, supaya gak pernah nongol lagi semua komen dari si biang bad mood ).

AKSI SERU POLRI MELEBIHI FILM HOLLYWOOD. HEBRING.

12 menit adegan action seru berlangsung di Jl.MH.Thamrin. Lewat jam 10 pagi, Kamis, 14 Januari 2016. “Lebih keren dari film Hollywood”, kata warga Jakarta di salah satu gedung berjendela kaca.”Kita kayak nonton perang ‘live”. Suara2 tegang bercampur decak kagum menyertai rekaman video yang ditayangkan TV nasional ( MetroTV ) hasil bidikan para pengguna smartphone, hari itu juga. Terlihat seorang teroris meledakkan diri dekat pos polisi di layar TV yang dibagi 3 ( smartphone ). Kejadiannya memang unik. Sebelumnya, terdengar ledakan di SC ( kedai kopi AS ). Seorang pengunjung berkewarganegaraan Kanada tewas, juga seorang WNI. Pengunjung lain berhamburan ke luar bangunan.

Warga yang sedang beraktivitas di tepi jalan penasaran dan mencari tahu ke pos polisi terdekat ( ini seperti wisata bencana live, bukannya ngeri malah datang berkerumun ). Busyeeet. Hamburan pengunjung kafe yang panik dan warga Jakarta yang cari tahu itu disambut ledakan bom bunuh diri yang lebih besar lagi ( pakai tabung elpiji ). Kerumunan itu langsung kocar-kacir menjauh ( tapi tetap antusias mengamati kejadian dengan smartphone teracung ). Maklum, polisinya muda, ganteng, fashionable, berani mati, gesit beraksi, menembak, mengejar, melumpuhkan 7 teroris ISIS ( berusia 20-30 tahunan ) yang berupaya menyerang simbol2 AS, pemerintahan lokal ( polisi ) dan PBB ( cabangnya dekat Sarinah ). Seru. Cekrek, upload. Cekrek, upload ( .. menatap masa depan ) di media sosial masing2 sehingga kita ( dan polisi ) tahu tampang, baju dan persenjataan para teroris yang berulah pagi itu dalam hitungan menit.

Mobil polisi yang lewat untuk mengamankan demonstrasi di Monas ditembaki teroris sehingga para polisi di dalamnya berloncatan keluar mobil, ikut terlibat baku tembak dengan teroris. AKBP Untung Sangaji, pamen polair, yang sedang berada di sekitar situ, minum kopi dengan rekannya, dengan bermodalkan nekad ( sedikit peluru di pistolnya ) menghampiri dan berhasil menembak mati dua teroris. Hebat, ya. “Lebih baik mati dalam baku tembak, daripada diam lalu jatuh banyak korban ( dan ditonton banyak orang di gedung2 jalan protokol dekat Istana Negara itu ),” jelas Untung pada reporter TV yang meliput peristiwa teror tsb.

“Nyawa pun akan kami berikan,” kata Irjen Pol Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya yang member instruksi pada anak buahnya agar cepat menyudahi aksi teror tsb. Ya, harus cepat karena jika sampai jatuh banyak korban karena aksi yang sulit dan lama dihentikan ( misal, ada penyanderaan, permintaan aneh2 seperti di film2 perang & spionase ) maka nasibnya bisa seperti insiden Bom Bali yang lama, bertahun-tahun, baru pulih ekonominya. Ini Jakarta, ibukota negara kita, Bung. Harus sangat terkendali dan keren.

Helikopter polisi hilir mudik di angkasa, menyisir sebaran teroris dan massa saat clearing lokasi TKP. Lima teroris tewas, 2 tertangkap. Lima polisi terluka, 21 warga sipil terluka, 2 tewas. Jalan akan segera dibuka untuk umum pukul 3 sore. Cukup 4 jam saja membersihkan lokasi dari potensi bahaya selanjutnya jika ada. Olah TKP dilanjutkan besok di kafe & pos polisi. Warga Jakarta segera berkumpul meneriakkan yel2 “Kami Tidak Takut” pada teroris dan aksi2-nya. ‘Jakarta segera pulih setelah aksi pengeboman di Thamrin’, tertulis di media2 internasional. Tujuan teror memang bikin takut ( dan melemahkan ekonomi negara ). Teroris2 itu gagal jika begitu. Pastilah.

Kerja bagus polisi patut kita acungi jempol dalam kasus ini. Kekompakan warga Jakarta menyuarakan ‘tidak takut’, sigapnya netizen dan awak media menginformasikan peristiwa teror ini, dan penanganan cepat polisi menginspirasi warga Indonesia di seluruh tanah air ( dan mancanegara ). Membuat kita optimis, terorisme tak bisa menggoyahkan Indonesia.

RESEP MEMBENDUNG TERORISME DI INDONESIA

Antisipasi konkretnya : masyarakat sipil membantu Polri & TNI membendung gerakan radikalisme di Indonesia. Laporkan ke aparat, orang2 yang mengkafir-kafirkan orang lain dan mengatakan darah para ‘kafir’ itu halal ditumpahkan. Laporkan dan minta ke Keminfo, situs2 dan akun2 yang bernada kebencian terhadap umat agama lain ( juga Islam di luar kelompok mereka ) agar ditutup. Ada lebih 48.000 situs ISIS. Namun, ada lebih 50 juta pengguna Twitter, 72 juta pengguna Facebook, 89 % dari 400 juta pengguna Instagram, urutan ke-3 dari 30 juta pengguna WordPress di Indonesia yang bisa diedukasi untuk menangkal pengaruh ISIS & kelompok teror lainnya. Blokir situs teroris yang memaki, memfitnah, menjelek-jelekkan kaum muslim dan Indonesia. Beri pemahaman pada adik2 kita di internet yang me-retweet akun yang menyanjung ISIS, gerakan radikal, pelaku bom bunuh diri, cara membuat bom, mencapai khilafah dengan cara biadab, dsb, agar menghapusnya. Cyber war begins. ( we have to be the winner ).

Polri sudah minta kewenangannya diperluas pada presiden untuk mengantisipasi aksi teror berikutnya. Presiden bisa mengeluarkan perppu untuk mengganti UU Anti Terorisme yang bernuansa hukum pidana ( polisi baru bisa bertindak setelah kejahatan ‘sempurna’ terjadi ). Jadinya, operasi penegakan hukum, bukan operasi militer atau operasi intelijen. Telat. Padahal Densus sudah deg-degan dengan bertebarnya latihan bersenjata kelompok tak jelas di hutan2 Indonesia. Pulang perginya mantan napi terorisme ke Suriah. Maraknya baiat ke ISIS, Gafatar, dll yang dilakukan orang2 frustasi dan bodoh di Indonesia.

Dengan perppu ini ( atau UU Anti Terorisme yang bernuansa intelijen ), polisi bisa menangkap bibit2 teror sebelum meledak dan memakan korban. Pertahanan terbaik adalah penyerangan terus menerus. Tikus2 teror itu ditangkap lalu dibina di lapas khusus teroris. Terpisah jauh dari lapas2 lain, agar napi2 di sana tak banting setir menjadi teroris semua. Ali Imron, Nasir Abbas ( mantan anggota JI ) dan teroris lain yang tobat nasuha bisa dipekerjakan untuk mendeteksi dan membantu menyadarkan teroris2 yang baru ditangkap. Deradikalisasi dengan pelurusan ideologi jihad yang benar ( bersungguh-sungguh dalam kebenaran, cinta pada kemanusiaan ) dan life skills ( cari nafkah halal barokah ) perlu dioptimalkan pada napi terorisme.

Ekonomi adalah motif dasar para pelaku teror ( dari golongan ekonomi lemah. Hanya Dr.Azahari dari Malaysia, setahu saya, yang lumayan ekonominya. Ia frustasi istrinya lumpuh dan dikeluarkan dari kampus tempatnya mengajar. Ia mengatrol harga dirinya dengan mimpi khilafah & mengajari cara membuat bom ).
Jika perut lapar dan tagihan tak terbayar, tawaran ‘masuk surga’ dengan meninggalkan segepok uang untuk keluarga pun disambar orang tak bermasa depan ini. ( lebih 50 % tanah di Indonesia dikuasai 0,2 % orang kaya adalah bom waktu. ‘Bom’ ini sudah mulai meledak sekarang. Dan akan menenggelamkan Indonesia jika kita tak berupaya keras mengoreksi dan mendistribusikan secara adil ke seluruh rakyat Indonesia secepatnya ).

PANCASILA ITU SESUAI SYARIAH, TAHU..

Indonesia diformulasi oleh kaum ulama dengan ke-Tuhanan YME, dst ( Pancasila ). Sesuai syariah Islam. Jika kita belum mampu melaksanakan semuanya dengan baik, kita tak boleh merobohkannya. Kita harus sabar istiqomah mewujudkannya. Ideologi pendatang yang keras, egois, benar sendiri tak sesuai dengan kultur kita yang ramah, santun, gotong royong dan toleran. Wali Songo menyebarkan Islam di Indonesia yang semula menganut animisme, dinamisme, Hindu, Budha, Nasrani, menjadi negara muslim terbesar di dunia ( lebih 200 juta pemeluk Islam di Indonesia ) dengan kultur santun dan manusiawi. Mari pelajari Qur-an dan Hadis ( shahih ) secara utuh ( tak sepotong2, diambil enaknya doang ) dari ulama dan ahli tafsir yang kredibel ( Quraish Shihab, dll ). Tak ada jalan instan menuju khilafah. Sabar, sholat dan berbuat baiklah. Jika kita semua sudah menjadi muslim yang kaffah, maka Allah akan mewujudkan khilafah dengan caranya yang Maha Pengasih dan Bijaksana.

( program Bela Negara, diantaranya diarahkan untuk melindungi tanah dan hutan dari kapital asing yang merugikan warga adat, melindungi sumber air untuk kepentingan penduduk sekitarnya, membendung pengaruh radikal yang makar terhadap NKRI, melatih warga sipil untuk cadangan prajurit perang ).

Saya terkejut ketika baca aksi teror ISIS dan siapa ( donatur ) di belakangnya ? Al Qaeda, ISIS dan kelompok teror sejenis berpaham Salafi/ Wahabi. Pentolan Mujahideen-e-Khalq/ MEK yang kerap meneror Iran mendapat suaka di Barat. AS membiayai kelompok2 teror ini, termasuk Kurdithe Party for a Free Life ini Kurdistan ( PJAK ). Mereka terkait CIA. Turki dan Barat mendukung ISIS. Boko Haram ( kelompok teror di Afrika yang didirikan tahun 2002 ) bersumpah setia pada ISIS. Tahun 2005, Boko Haram menculik ratusan pelajar putri ( bagi Boko Haram, pendidikan ala Barat adalah haram ). Boko Haram sangat menguntungkan Israel karena negara2 Afrika lalu memborong senjata dan training militer dari ‘negara’ Zionis ini untuk melawan Boko Haram. Israel mendapat keuntungan material dari perang2 yang berkecamuk di Afrika. Dalam sidang PBB tahun 2014 untuk mendukung kemerdekaan Palestina, yang memilih abstain diantaranya, Nigeria dan Rwanda.

ISIS BERBAJU PUTIH DI ARAB SAUDI

Donatur dan backing Al Qaeda dan ISIS adalah rezim Saud ( penjaga Haramain ) di Arab Saudi yang kemarin menghukum mati 47 tersangka separatisme dan anti rezim Saud. Salah satunya, Syekh Nimr Baqir al-Nimr. Arab Saudi menembak, mematahkan tangan dan kaki, lalu memenggal Syekh Al Nimr ( jasadnya tidak dikembalikan ke keluarganya ). Keponakannya, Ali Mohammed al-Nimr ( 17 tahun ) divonis pancung, badannya akan disalib. Padahal Syekh Nimr hanya berdemo ( tak angkat senjata atau melakukan kekerasan ). Ia menuntut hak2 legal bagi warga Syiah di Saudi yang didiskriminasi dalam bidang pendidikan, pekerjaan, agama, jaminan hukum dan sektor lainnya.

Ikhwanul Muslimin ( IM ), tahun 2014, dicap organisasi teroris oleh Arab Saudi yang membantu dana, intelijen dan diplomatik dalam kudeta Mursi ( presiden Mesir ). Para petinggi IM dijatuhi hukuman mati. Hukuman terhadap kelompok2 seperti ini makin gencar sejak Kementerian Dalam Negeri dipimpin putra mahkota Muhammad bin Nayef yang digadang2 AS sebagai pemimpin masa depan. Rezim Saud terlibat dalam penghancuran Suriah dan Yaman.

Syiah termasuk Islam ( merujuk Deklarasi Amman yang ditandatangani lebih 500 ulama terkemuka di dunia ). Sunni juga. ISIS ? Sebagian mengkategorikan mereka muslim yang ideologi ( pemahaman jihad ) – nya salah.

Banyak kelompok jihad di Suriah. 20 November 2012, mereka mendeklarasikan Brigade Koalisi Pendukung Khilafah, beranggotakan Jabhah Al Nusrah ( JN ), Ahrar Al Sham, Kataeb, Liwaa al Tawhiid, dll. JN berafiliasi dengan Hizbut Tahrir ( HT ). Perancis mendukung FSA ( Free Syrian Army ). Fathi Yazid Attamimi yang aktif menggalang dana untuk Suriah adalah pendukung FSA. Ikhwanul Muslimin ( IM di Indonesia, partai PKS ) mendukung FSA yang bermarkas di Turki. Tokoh FSA, salah satunya Abu Sakkar yang memakan jantung mayat tentara Suriah dan divideokan. Akar ideologi IM & HT adalah wahabisme. HT ingin khilafah di Suriah dan menolak demokrasi. IM bergabung dalam koalisi bentukan Barat ( SNC ).

Abu Bakr al-Bahgdad membentuk pemerintahan Islam meliputi wilayah Suriah dan Irak ( ISIS ). Kelompok2 jihadis menggunakan modus serupa : mengkafirkan siapa pun kecuali kelompok mereka sendiri dan menghalalkan pembunuhan brutal pada rakyat sipil dengan dalih menegakkan khilafah dan syariah. Padahal, cuma rebutan dana sumbangan, jamaah dan kepemimpinan. Doktrin omong kosong dari ISIS ini memaksa tentara Suriah mendekati mereka head to head.

Sekarang, kelompok2 jihadis sudah saling mengkafirkan dan saling bantai. Di dunia maya, juga saling serang. ISIS membantai membantai JN yang berafiliasi dengan Al Qaeda. ISIS dan FSA saling berperang di Suriah, meski sama2 mengaku berjihad. FSA mengibarkan bendera Al Qaeda setelah memenggal 7 warga sipil. Tahun 2015, JN berterima kasih pada FSA setelah member misil anti-tank TOW buatan AS pada JN. JN mendapat logistic dan peralatan perang dari Israel. Korban luka dari JN diobati di Israel.

PERANG SURIAH UNTUK MENGHABISI UMAT MUSLIM EROPA

Dr.Taufiq Al Buthi memberitahu alasan ayahnya ( Syekh Al Buthi ) dibunuh dalam ledakan bom bunuh diri di masjid saat berkhutbah. Syekh al-Buthi menyingkap kebusukan di balik krisis perang Suriah. Wajah Islam akan dicoreng lewat sosok al-Buthi. Fitnah ditebar pihak luar, terutama Zionis yang ingin pertumpahan darah di Suriah sampai negeri pembela Palestina sejak Solahuddin ini hancur. Suriah akan dipecah belah secara sektarian dan sukuisme sampai menjadi negeri kecil2 yang saling bermusuhan. Sikap al-Buthi yang netral pada pemerintahan Bashar al-Assad membuat ia diserang habis-habisan oleh media TV di sana.

Target konflik di Suriah : menghancurkan Suriah, mencoreng wajah Islam di mata dunia sebagai agama yang menakutkan agar orang menjauh dari risalah ini dan menghabisi umat Islam di Eropa, AS, Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah, dsb yang datang ke Suriah. Faktanya , perang Suriah sekarang tak melibatkan sesama warga Suriah asli ( meski ingin disetting pihak luar begitu ). Gabungan jihadis dari berbagai negara yang rebutan dana sumbangan Arab Saudi, dll itulah yang mengobarkan perang di Suriah. AS, Barat, negara2 Teluk dan Arab serta Israel yang benci Iran ingin Suriah porak poranda karena selama ini sangat sulit ditaklukkan ( seperti halnya Iran, yang kompak dengan Suriah & Lebanon membela Palestina ).

Ribuan jihadis dari Eropa ( Perancis, Inggris, dll ) bersama istri dan anak mereka sengaja dibiarkan negaranya masuk Suriah dan mati di sana agar kaum muslim habis di negara2 tsb. Para jihadis merasa masuk surga dengan membela khilafah, padahal sejatinya masuk neraka dengan menyembelih Islam. Mereka tak mengerti hukum2 syariat Islam. Islam baru dilihat sebatas kulit permukaan saja. 80 % para jihadis tak tahu bahwa aksi teror di Suriah dimaksudkan Barat untuk propaganda negatif Islam.

ISRAEL & ISIS ARE FRIEND

ISIS tak pernah memerangi Israel, justru berperang dengan saudara sesama Islam. ISIS merusak fasilitas umum, memutuskan listrik, menghancurkan stasiun bahan bakar gas. Mereka menjual murah minyak mentah yang mereka rampas dari Suriah dan Irak. ISIS menggunakan warga sipil sebagai benteng hidup.

Suriah masih bertahan memasuki tahun ke-5 sejak diserang dari segala arah oleh orang2 bodoh dan para donaturnya. Oposisi di Damaskus berislah. Beberapa wilayah kembali ke pangkuan Suriah. Krisis ini akan berakhir dengan kemenangan Suriah. ISIS yang mulai terdesak di Suriah mencari medan perang di luar Suriah. Indonesia, menurut intelijen akan diserang lagi bulan Februari ini. Semoga Densus Polri, TNI lebih dulu mencokok mereka di tempat2 persembunyiannya sebelum bom meledak. Warga Jakarta yang mendeklarasikan ‘Kami Tidak Takut’, ternyata dibalas ‘Tidak Takut’ pula oleh jihadis lokal dan ISIS di situs2 mereka. Jasad pelaku Bom Thamrin yang terbujur kaku dipamerkan sebagai jihadis yang ‘masuk surga’. Berasa ya, capeknya berurusan dengan orang bego. Seperti gak ada ujungnya. Bisa ubanan.

Iran adalah negara dengan korban aksi teroris terbanyak di dunia ( lebih 17.180 orang ) sejak Revolusi Islam 1979, diantaranya ; Presiden Rajai, PM Bahonar, ketua MA Beheshti, Panglima Angkatan Bersenjata Shirazi. 98 warga Iran tewas akibat aksi teror Jundullah. Presiden Bush ( AS ) meluncurkan ‘operasi hitam’ untuk menggulingkan pemerintah Iran. Tangan kanan Ayatollah Khamenei kisut- tak bisa digerakkan terkena serpihan bom kelompok Furqan ketika berceramah di Masjid Abu Dzar, Teheran.

Setelah AS bercokol di Afganistan, sindikat narkotika internasional yang bersenjata lengkap makin giat menyelundupkan narkotik dari Afganistan dan Pakistan ke Eropa dan negara2 Teluk melalui Iran. Imperium bekerja sama dengan negara2 Teluk dan Arab yang kaya untuk propaganda anti-Iran dibantu para awam yang merasa berjihad dengan menyebar fitnah. Arab Saudi, Bahrain, Sudan cuma punya konsulat di Iran. Orang2 bayaran konsulat UAE kemarin yang menyerang konsulat Saudi di Iran. Semua demo mengkritisi kebijakan pemerintah di negara2 Arab dikambinghitamkan pada Iran.

Pemimpin Libya, Moamar Qaddafi, sebelum dibunuh, didiskreditkan media internasional terkait proyek minyak Imperium. NATO membombardir Libya habis-habisan, bukan melakukan humanitarian intervention. Qaddafi dicap sebagai rezim ‘thogut’ ( pemerintahan Jokowi juga dianggap ‘thoghut’ oleh sebagian ustad dan simpatisan ISIS ) yang dibenci rakyatnya sampai minta bantuan NATO. Indonesia juga sedang dicoba diadudomba dengan isu Sunni-Syiah. Berhati-hatilah. Banyak ustad di Indonesia yang mendukung ISIS. Menyeru perang, jihad, berbaiat pada entitas ‘pemerintahan’ asing adalah makar tingkat tinggi yang harus dihukum berat.

( Kitab UU Hukum Pidana Islam 1370 menyatakan moharebeh & perusakan di muka bumi ( seperti menggunakan senjata dengan tujuan menciptakan ketakutan atau menghilangkan kebebasan dan keamanan di tengah2 masyarakat ) sebagai salah satu kejahatan dengan hukuman pidana maksimal ( mati ).

PILIH MERDEKA ATAU MISKIN ?

Imperium leluasa menguasai kekayaan alam Indonesia dengan cara mengkerdilkan bangsa ini dengan kampanye hitam ( menjelek-jelekkan Indonesia ) dan mengadu domba ( mendanai konflik para ekstremis ) sampai cara pikir Barat dianggap yang terbaik ( contoh, kaum LGBT di Indonesia berkiblat ke Barat untuk membenarkan perilaku menyimpang mereka ). Pekan2 ini kita yang lurus dan menjunjung norma agama dan ketimuran mesti bersitegang dengan mereka yang merasa ‘sama’ dengan kita. Ekstra waktu, tenaga pikiran, emosi, dana terbuang di sini demi membendung gelombang kerusakan moral yang bisa mereka timbulkan pada generasi penerus bangsa. Imperium tetap tak tersentuh. Kekayaan alam kita terus mereka sedot tanpa sempat kita ‘ganggu’. Barang2 produksi Imperium ( seperti senjata, minyak, alat berat, makanan, dsb ) oleh ( sebagian ) kita terus beli karena ilusi ‘terbaik’ itu.

Entah semiskin apa rakyat Indonesia nanti. Barang lokal kurang laku, cadangan ( kekayaan alam ) menipis, pendapatan dari pajak tak mencapai target, realisasi dana APBN ternyata di bawah asumsi, dst. Sebagian orang kecil mulai menjual ginjal untuk menyambung hidup. Pemerintah mulai memberlakukan amnesti pajak, berharap koruptor2 yang kabur mau mengembalikan uang curiannya yang disimpan di bank2 asing ke Indonesia. Sudah ( banyak yang ) merasa sense of emergency di sini ? Ini karena Indonesia masih belum menghayati arti merdeka ( pasrah disetir kepentingan asing ).

Jokowi didukung kubu Neolib ( pengusaha asing, Bank Dunia, dll ). Jokowi termasuk borjuasi nasional, yaitu generasi baru pengusaha Indonesia yang bekerja keras, bersih ( tidak korup ) dan profesional. Kubu neolib ingin murni bisnis yang menguntungkan siapa saja yang bekerja keras dan punya uang, yaitu kelas borjuasi nasional dan perusahaan asing. Kapitalis rente ‘era feodal’ tak mereka sukai. Jokowi bukan neolib, bukan pula sosialis, sehingga kurang faith terhadap Nawacita yang diidamkan rakyat. Dia rentan ditarik ke kubu neolib yang saat ini ada di sekelilingnya, sehingga Jokowi harus terus dirangkul dan diingatkan oleh kita ( civil society ) untuk konsisten mewujudkan janji Nawacita-nya.

Kaum neolib memodali Reformasi 1998 untuk menggulingkan Soeharto, lalu mensponsori pembuatan berbagai UU di Indonesia untuk kenyamanan bisnis TNC/ MNC. Tujuannya, membawa keuntungan sebanyak-banyaknya dari bekerja keras & profesional di sini ke luar negeri. Sebodo amat nasib rakyat Indonesia.

Bagi Bank Dunia yang mensponsori KPK, yang penting bukan Indonesia bebas korupsi demi kesejahteraan rakyat Indonesia, tapi demi kenyamanan bisnis TNC/ MNC ( perusahaan transnasional/ multinasional ) yang beroperasi di Indonesia. Mereka benci kelompok kapitalis rente yang tumbuh subur sejak masa Orde Baru. Kapitalis rente ( PS, SN, MRC, dll ) memanfaatkan posisi untuk minta ‘jatah’. Kita sempat lihat perang terbuka antar geng ini ketika kasus ‘Papa Minta Saham’ ( pemalakan Freeport oleh kubu kapitalis rente ) mencuat di media kemarin.

Orang KADIN mengeluh Bank Indonesia tak mau memberi jaminan L/C sehingga perdagangan dengan Iran sulit dilakukan. Karena itu pula, Iran tak bisa beli kertas langsung dari Indonesia. Iran mau jual murah minyaknya ke Indonesia asal langsung ( tak lewat makelar/ Malaysia yang didukung Bank Malaysia ).

Ranking HDI Iran : 75. Indonesia : 108. Basis pembangunan manusia ( HDI ) adalah kesehatan & panjang umur, pengetahuan, kelayakan standar hidup. HDI Iran lebih baik dari Indonesia. Padahal, GDP ( nilai barang & jasa yang dihasilkan negara dalam setahun ) Indonesia jauh di atas Iran. Indonesia di rangking 18 negara terkaya di dunia ( dari GDP-nya ). Sayang, perusahaan2 yang banyak beroperasi di Indonesia adalah milik orang asing. Yang kaya bangsa asing, bukan rakyat Indonesia. Iran yang diembargo dan diserang habis-habisan oleh AS/ Barat & para sekutunya, ternyata rakyatnya lebih sejahtera dari kita.

Indonesia harus independen dan berani menolak tekanan asing. Contoh, ketika satelit AS mendeteksi transaksi minyak antara kapal Iran dengan kapal Pertamina, duit Pertamina di AS langsung dibekukan dan baru lepas setelah Indonesia tidak beli minyak Iran. Kita, next time, mesti tegak membela dan mendukung pemerintah ( termasuk berani hidup prihatin jika sampai diembargo AS cs ). Siap dengan scenario terburuk, jika ingin hidup sejahtera. Jangan cuma demo, menuntut ini itu, tapi tak berani berkorban. Jaga kedaulatan Indonesia dengan segala resikonya. Don’t crack under pressure. Stay cool, people..

PREDATOR LGBT TERSENYUM PUAS

Ini aneh, kata Edi Darmawan Salihin ( ayah Mirna ). Setelah Wayan Mirna Salihin ( 27 tahun ) tewas diracun di kedai kopi OC, kedai itu malah makin ramai didatangi pengunjung ( bukannya sepi , dihindari, kuatir kejadian terulang ). Blow up media memang kerap me-magnitude peristiwa sehingga pemirsa merasa terlibat secara emosi dan penasaran dengan ending-nya.

Darmawan dan JKW yang tak dikenal publik, mendadak ‘selebriti’ yang bersaing merebut simpati. JKW terlihat tenang dan fasih menjawab pertanyaan wartawan. Tak terlihat rasa sedih, kehilangan ‘sahabat’ cantiknya atau mengutuk pelaku pembunuhan. Sebaliknya, defensif, penuh penyangkalan, ketidakkonsistenan pernyataan dan … senyum puas. Janggal. Psycho banget, batin saya.

Di ILC ( 2/2/2016 ), intuisi saya mendapat penjelasan. Gerakan otot menuangkan 15 gram sianida ke kopi Vietnam untuk Mirna ditutupi ( manipulasi ) JKW dengan barikade tas2 kado menghalangi sorotan CCTV setelah kopi tiba, 48 menit sebelum Mirna sampai. JKW terlihat menggaruk tangannya yang gatal ( setelah menuang sianida ). Celananya yang dibilang robek ( padahal alat bukti kunci dengan jejak sianida gatal yang dilap dari tangan JKW ) dibuang pembantu atas suruhan JKW. Dianggap menghilangkan barang bukti ( & kemungkinan mengulangi perbuatannya ), JKW ditahan 20 hari, lalu diperpanjang 20 hari lagi, untuk penyidikan selanjutnya.

JKW bilang kado ditaruh sebelum kopi datang ( faktanya sesudah ). Bohong. Celana dibuang karena robek. Bohong. Saya bukan pelaku. Bohong. Dan bohong2 selanjutnya yang meluncur enteng dari mulutnya segampang kentut. Pembohong sekelas psikopat, lie detector pun lewat. Psikopat itu ahli manipulasi, master of disguise. Ia lakukan sejak balita untuk lepas dari hukuman. Kebayang sudah puluhan tahun ia menikmati kebohongannya, merasa di atas angin, merasa hebat bisa ngakali orang.

Psikopat/ predator selalu menempatkan diri di atas orang lain karena sensasi sukses membohongi orang lain ( jika orang bisa dibohongi, dalam pikiran si pembohong dialah yang pintar ). Jurnalis dan pemirsa dianggap orang2 bodoh berikutnya sehingga ia bisa tampil tenang dan sepede itu. Saking seringnya berbohong, psikopat sampai percaya dengan kebohongannya sendiri. Ia merasa tak bersalah jika bisa switch ke sisi kepribadiannya yang kedua. Escape bagi dunia kelamnya.

Kalau saya yang melihat relasi manusia dan setan dalam dinamik kebaikan versus kejahatan di dunia ini, istilahnya bukan kepribadian ganda, tapi psikopat telah menjadi media setan ( sepenuhnya ). Tipu muslihat itu dibisikkan setan yang telah mengalir di seluruh panca indera dan pembuluh darah psikopat. JKW ‘switch’ dan setan mengambil alih kontrol dirinya. Lie detector tak mempan mendeteksi kebohongan setan. Tipu daya setan sangat lemah pada orang taqwa. Psikopat yang amarahnya meluap-luap dan negative thinking adalah manusia lemah yang sangat disukai setan yang hidup dari energi negatif. Saya setuju ayah Mirna, hukuman mati bagi psikopat berinisial JKW. Psikopat tak bisa diperbaiki. Setan tak akan melepaskannya.

Jika jengkel, psikopat menyiksa. Jika dendam, psikopat membunuh. Apa motif JKW membunuh Mirna ? Ayah Mirna menyebut JKW lesbian karena pernah minta dicium Mirna di medsos. Namun, JKW malah ditinggal kawin Mirna ( kawin dengan lelaki ). Hani, teman JKW, juga kini merapat ke Mirna. Dua kehilangan sangat besar yang tak tertanggungkan bagi seorang lesbi ( yang status menyimpang dan tak diterimanya di masyarakat selama ini sudah membuatnya sangat tertekan lalu membuatnya hiperbol melihat ‘ketidakadilan’ terhadap dirinya. Perhatikan cara orang2 LGBT bicara dan berpikir : over sensitif, bias, sempit dan lebai ). Sehingga 1 mg sianida yang bisa membunuh satu orang dalam 3 hari dirasa kurang untuk ‘pengkhianat besar’ seperti Mirna. So, 15 gram sianida yang bisa membunuh orang satu kampung ( lebih 25 orang ) baru bisa membuat JKW puas. Psikopat sangat menikmati sensasi kesakitan korban yang mati perlahan di tangannya. Ini menjelaskan kenapa 15 mg sianida untuk target sangat penting ( bantahan untuk analisa RIA, seorang psikolog forensik ). Mirna adalah target terpenting bagi pelaku (JKW ) yang ingin menikmati kematian sang pengkhianat cinta ( menggelepar sekarat ) di sampingnya. JKW ‘menang’ ( di atas korban seperti yang sudah2 ). Game over.

Apa benar JKW menang ? Tidak. Kali ini tindakan keji dan senyum puasnya harus berakhir di penjara. Syukur2, sampai dihukum mati, agar cepat dikubur dan dipaksa minum racun sianida 15 gram berulang-ulang oleh malaikat kubur sampai tiba masa masuk neraka. JKW tamat riwayatnya.

BERSEMBUNYILAH LGBT. KEMBALI KE KITAB SUCI.

Proses LGBT diawali dengan ketidakjelasan identitas gender sejak usia 3-4 tahun. Islam memberitahu, jika punya 2 kelamin, pilih kelamin yang masih jelas dan berfungsi baik sebagai identitas kelamin. Pangkas kelamin yang tak diperlukan, lalu konsisten dengan ciri kelamin yang dipertahankan sesuai norma agama, hukum dan susila yang berlaku di Indonesia. Orang tua terutama ayah, berperan penting dalam pembentukan identitas kelamin anak. Jika ayah cenderung menolak ( apalagi anak juga ditolak pacar ) maka anak cenderung dendam dan tumbuh sebagai pribadi dengan perilaku menyimpang. Jika masuk setengah ke ‘konseling’ kaum LGBT yang merasa penyimpangan ( gangguan kejiwaan ) itu normal, maka si anak keluar jadi satu ( LGBT ). Situasi dan lingkungan ( belajar sosial, peniruan ) yang salah bisa merubah tabiat seseorang, dari lurus jadi menyimpang ( contoh, homoseksual situasional, pedofilia fakultatif )

Kasus SJ adalah contoh homoseksual situasional. Artis dangdut yang semula heteroseksual berubah homoseksual setelah ditinggal cerai & mati 2 istrinya. Lingkungan yang permisif terhadap perilaku LGBT membuatnya bereksperimen/ beralih. DS, remaja 17 tahun, pun diembatnya. SJ harus dipidana, karena DS sudah tercabik ketenangan dan masa depannya. Sekaligus, peringatan bagi para LGBT agar tak mengekspos diri. JW dan SJ adalah contoh predator karena promosi LGBT. Perilaku setan selalu meminta korban. Kita tak ingin Indonesia ditenggelamkan Allah seperti Atlantis, atau dimusnahkan seperti kaum Luth, Sodom & Gomorah, warga kota Pompeii, karena kita membiarkan kaum LGBT merajalela. Allah tidak memusnahkan wilayah selama masih banyak orang baik berpegang teguh pada ajaran-Nya di situ. Kita diam saja ? Habislah kita dan seluruh keturunan. Sunatullah.

Pengelola frekuensi terbatas yang dilindungi negara ( TV & radio ) dalam isi siarannya wajib mencerdaskan bangsa dan menjunjung tinggi jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa ( UU Penyiaran ). Pria yang berpenampilan dan berperilaku kewanita-wanitaan dilarang tampil. Promosi LGBT yang menyatakan orientasi seksual mereka normal, biasa dan pilihan mestinya dihukum. LGBT mestinya konsultasi ke psikiater & psikolog serta kembali ke kitab suci sebagai pedoman utama hidup dan berperilaku. Dalam sejarah, Allah sudah memusnahkan kaum Sodom & Gomorah. Kebodohan jangan terulang kembali.

Saya yang ditolak bapak dan dikhianati doi, tak lantas frustasi, apalagi sampai jadi LGBT, karena menjadikan Qur’an kitab suci saya ( bukan buku saku LGBT ). Single happy is much better ( tiap bangun pagi leluasa melakukan apa yang disukai & pergi ke mana pun, tanpa perlu izin & laporan pada pasangan. Ada banyak kegembiraan pada hal2 sederhana. So, relaxing ). 20 negara, termasuk AS melegalkan perkawinan sejenis. Namun, 87 negara menolaknya. Indonesia yang berkeTuhanan Yang Maha Esa menolak promosi LGBT & perkawinan sejenis. Jadi, kaum LGBT mesti tahu diri. Jangan mengumbar diri dengan bermesum di tempat umum, kalau tak ingin didiskriminasi dan mengalami kekerasan ( psikis, fisik ). Kalian bersembunyilah, syukur2 tobat & berobat. Hidup ini ujian, ibadah, pengendalian diri. Bukan foya-foya bebas mengumbar syahwat. Kalau Allah saja sudah mengutuk perilaku hubungan sejenis & sodomi, maka sistem pengazaban-Nya juga dilaksanakan para malaikat, tanpa bisa dihalau manusia atau para LGBT. Jika hakim AS bilang LGBT jangan diinvasi hati dan pikirannya, maka kaum LGBT pun jangan memprovokasi ( promosi, kampanye, over acting ) pada kaum lurus ( heteroseksual ), kata JK. Saya dukung Ridwan Kamil menolak ( promosi ) LGBT di Kota Bandung.

AHOK TETAP DI JAKARTA. EMIL TETAP DI BANDUNG, YA..

Ridwan Kamil diundang partai Gerindra untuk meramaikan bursa calon gubernur DKI Jakarta, bersaing dengan Ahok. Kang Emil bilang, pikir2 dulu dan baru akan memberi jawabannya pada bulan Maret 2016. Banyak warga dan akademisi Bandung ingin walikota muda ini menyelesaikan masa jabatannya dulu di Bandung. Saya setuju, supaya tuntas program yang dikampanyekan. Terlihat ‘wujud’ nya, seperti apa satu periode masa jabatannya sebagai walikota Bandung ( sehingga bisa jadi ‘CV’ untuk posisi kepemimpinan yang lebih tinggi ). Jokowi dulu juga kelar satu periode masa jabatan walikota Solo. Lalu, terpilih kembali. Tak sampai habis, sudah ditarik jadi gubernur Jakarta. Tak habis lagi, baru ditarik sebagai presiden RI. Emil yang berilmu arsitektur dan perancangan kota ( urban design ) sangat dibutuhkan Kota Bandung yang selama ini tata kotanya semrawut disebabkan para birokratnya awam ilmu tsb. Betapa kalangan perguruan tinggi dan LSM pemerhati selama ini sering tak nyambung dengan pemkot soal penataan kota Bandung dan cagar budayanya. So, Emil is so precious in these issues. Stay with us, please..

Ahok, yang Tionghoa dan Nasrani memang unik. Berkaca pada Afganistan yang hancur lebur karena hubungan antar etnis dan agamanya kurang harmonis, kita butuh figur seperti Ahok yang gigih, kompeten, peduli wong cilik, tegas pada korupsi dan cinta Indonesia, untuk menginspirasi kaum Tionghoa lainnya ( lebih keren berguna dan dihargai rakyat daripada kaya gemerlap dan dicemburui rakyat ). Bahwa jika 10 juta etnis nonpri yang menguasai 70 % ekonomi Indonesia bisa seperti Ahok ( memihak rakyat dan tegas pada pelanggaran ) akan member kontribusi lebih positif pada wajah Indonesia. Setahu saya, Islam menghendaki pemimpin tertinggi sebuah negara muslim adalah pria muslim ( jika tak ada yang amanah & kompeten, barulah wanita memimpin ). Jadi, Ahok boleh menjadi gubernur Jakarta ( lagi ). Dengan banyak ekspos terhadap gubernur ( galak nan lucu ) ini di episentrum media tanah air, kita berharap, WNI dari etnis Tionghoa mau mengabdi untuk kemajuan Indonesia. Semoga Ahok bisa memimpin warga dan birokrat ibukota Indonesia ini mewujudkan Jakarta yang lebih baik ( tidak macet, banjir, kumuh, kriminal & korupsi ).

Buat PDIP, GBHN atau yang serupa itu sudah ada di UU Sistim Pembangunan Nasional ( kata Mahfud MD ). Saya menyayangkan upaya revisi UU KPK yang digagas PDIP ( lalu Sidang Paripurna DPR memutuskan menunda ). Kelihatannya, PDIP setelah dikatrol kemenangannya oleh sosok Jokowi, diserbu kadernya yang kurang berkualitas. Beriak begitu ada politikusnya ( DWP dari PDIP ) tertangkap tangan KPK menerima uang haram. ( Demokrat yang kadernya lebih banyak masuk bui KPK tak sampai merevisi, bahkan di sidang kemarin termasuk yang gigih menolak revisi UU KPK ). Kecenderungan lansia yang suka dipuji ( dan pundung jika dikritik ) bisa menjadi ancaman bagi reputasi Megawati. Orang2 lurus dan matang yang masih tersisa di PDIP harus berani mengantisipasi dan bertindak cepat jika tak ingin PDIP pudar pamornya. PDIP perlahan akan ditinggalkan konstituen-nya jika kerap mengambil keputusan yang bertentangan dengan kehendak rakyat ( komisioner KPK, akademisi, ICW, LSM, media, sebagian besar rakyat termasuk saya, sudah keras menolak revisi UU KPK ). Siapa sih yang kalian dengar ? ( ini negara bukan milik kalian saja, meski lagi jadi ruling party ).

Jalan masih panjang berliku. Semoga nafas kita masih cukup untuk membereskan seluruh persoalan bangsa sampai pada kejayaannya. Tetap semangat !

Written by Savitri

26 Februari 2016 at 10:16

Ketua DPR Baru ( PDIP ? ), Pelajaran Salim Kancil, Pelindo ke Resuffle. Percepatan Menuju Indonesia Terkuat.

leave a comment »

Hatta

“Pemuda, engkau pahlawan dalam hatiku,” Bung Hatta sering berkata. Pemuda masa kini yang bangga pada sejarah perjuangan bangsanya, bangga menjadi orang Indonesia, diharapkan menjadi pahlawan pembangunan yang membawa Indonesia pada kebesaran negaranya, adil makmur bagi seluruh bangsanya. Is that you ?

2016. Apa saja yang mungkin terjadi ? Rotasi bumi melambat ( pada 30/6/2015, sehari = 24 jam plus 1 detik ). Ekonomi dunia melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di bawah target 5 % ( India dan Filipina di atas 6 %. Tahun 2016, pemerintahan Jokowi akan melakukan percepatan. Januari ini, BBM dan TDL diturunkan untuk memacu produktivitas rakyat. Namun, komponen harga sembako, daging, dll, masih ogah turun ). Rupiah di level Rp.13.876,- per USD . Indonesia berharap menjadi negara terkuat di Asia Pasifik pada tahun 2085 menurut Kapsul Waktu di Papua. 69 tahun lagi. Dunia kiamat tak lebih 1500 H ( sekarang 1436 H, tinggal 64 tahun lagi ). What should we do ?

Hak Menyatakan Pendapat jika presiden ( terindikasi terlibat dan ) tidak mencopot RS ( Menteri BUMN yang kemarin diminta mencopot RJL ) ! kata RDP di TVO** ( yang di pergantian tahun kemarin ‘dihadiahi’ bom di Alun-alun. Apa yang anda harapkan ? TV ini demen menyiarkan propaganda zionis di awal2 siarannya. Setelah pilpres kalah, demen mendiskreditkan pemerintah dan menjadi corong buat orang2 yang belum move on. Di jaman yang kian terbuka dan bebas ini, tertib menjadi barang langka. Orang merasa bisa melakukan apa saja. Lempar batu, sembunyi tangan. Negara dianggap tak bisa memberi kesejahteraan yang mereka mau. Keluarga dianggap tak mampu memberi kasih sayang yang mereka tuntut. Orang2 frustasi ini lalu minggat, gabung ke ISIS atau radikal di negeri sendiri ).

EFEK PELINDO & RESHUFFLE KABINET.

Pelindo kembali ke pangkuan pertiwi ! kata RDP di sidang paripurna DPR ( 18/12/2015 ). Ketua pansus Pelindo itu menemukan indikasi kerugian negara sampai 48 triliun jika Indonesia meneruskan perjanjian dengan perusahaan asing hingga tahun 2038. Yang lebih mencengangkan, rencana hutang 6.000 triliun untuk BUMN yang jika tak terbayar akan dibebankan ke APBN. Jika masih kurang, aset2 negara bisa terjual. Wah..

RS sering dicibir sebagai agen neolib di kabinet kerja. Pengamat ekonomi MN, menyebut RS bagian dari mafia. Modusnya, memperpanjang kontrak yang belum waktunya diperpanjang. Ada pemotongan 15 juta USD dalam uang muka yang entah masuk ke mana. Jika aset Pelindo dibilang bukan aset negara maka upaya korupsi di dalamnya terhindar dari audit BPK. Jumat itu juga, RJL ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

( Jokowi akan me-reshuffle kabinetnya lagi. Kreativitas MenPAN merilis kinerja kementrian ke publik, saya rasa cukup baik, agar masyarakat tahu ukuran mengganti menteri atau tak terkaget-kaget dengan perombakan kabinet. Meski mengganti menteri adalah hak prerogatif presiden. Lebih sip lagi kalau evaluasi periodik yang dilakukan presiden pada para menterinya juga bisa dirilis di internet. Sehingga partai pendukung pun tak kecewa jika menterinya diganti, karena berdasar kan penilaian yang obyektif. Ora ujug2 ( tidak sekonyong-konyong ). Meminimalisir friksi yang mungkin terjadi. Pemerintah dan rakyat bisa lebih tenang bekerja. Tak gaduh berpolemik lagi ).

GOJEK & KEPEDULIAN JOKOWI

Pada hari yang sama, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menganulir larangan transportasi online ( Gojek, dll ) yang dibela konsumen sebagai solusi sementara akan kebutuhan transportasi murah bagi masyarakat sampai transportasi publik cukup tersedia : aman, nyaman dan terjangkau. Bukti bahwa presiden Jokowi mau mendengar protes masyarakat dan memperbaikinya. Jokowi tak kepala batu seperti SN dan ARB. Manuver keduanya ( surat mundur SN sebagai ketua DPR di menit2 terakhir sidang ) membuat sidang MKD tak menghasilkan keputusan tuntas ( SN bersalah secara etik, mendapat hukuman sedang yang dibacakan oleh 10 hakim, hukuman berat oleh 7 hakim ) sehingga SN masih melenggang menjadi ketua fraksi, bukannya diberhentikan dari keanggotaannya di DPR.

Di masyarakat, tak sedikit yang ber-hate speech tentang Jokowi. Di parlemen, PDIP belum menduduki kursi pimpinan DPR dan MPR. Sebagai partai pemenang pemilu, ini ‘hutang’ PDIP pada rakyat pemilihnya untuk melogiskan komposisi pimpinan menurut amanat konstitusi ( pimpinan parlemen merepresentasikan pilihan rakyat ). Minimal kembali ke UU MD3 tahun 2009. Kocok ulang pimpinan. Ketika itu belum terjadi, saya rasa tidak wise, jika anggota PDIP menyerang, mendikte, membonsai, bahkan mengancam mengajukan Hak Menyatakan Pendapat ( HMP ) pada presiden yang diusungnya. Apa-apaan ini ? Kita sudah berdebar ketika DPR terbelah dan PDIP gagal menjadi pimpinan parlemen. Kita jungkir balik mencari solusi, memberi saran agar DPR bisa bekerja ( gak dead lock terus ). Kenapa kita masih harus berdebar dengan ancaman HMP yang anehnya digagas oleh PDIP ? Banyak pengamat miris dengan anomali ini ( kubu lawan jelas tertawa senang, Jokowi bisa jatuh tanpa perlu mereka ‘kerja’. Kita tahu mereka tak lebih baik dari JW-JK. Apa anomali ini karena PDIP terbiasa menjadi oposisi sehingga setelah di dalam pemerintahan masih terbawa oposisi ? Tak peduli hiu2 ganas di luar sana yang siap menerkam dan mengambil keuntungan. Lebih jahat dari jaman Orba, kata pengamat INB.

OTOKRITIK SETELAH PARLEMEN TERPERCAYA. ITU BARU SMART.

Mestinya, kita lihat medan dulu, sebelum kita menyampaikan kritik. Niat idealis ( otokritik ) di kepala sendiri, kerap tak terbaca demikian di kepala lawan2 yang licik. Mereka cuma peduli titik2 lemah yang bisa mereka gunakan sebagai mesiu untuk menembak jatuh kita. Lawan licik punya perasaan ‘lebih’ dalam dirinya sehingga otokritik tak bakal mereka kagum, apalagi respek pada kita.

( Saya sendiri berupaya tak menghina orang yang saya kalahkan. Pengendalian nafsu adalah kekuatan diri yang terbesar. Saya memilih diam ketika saya dipojokkan dengan ‘kesalahan’ saya dan cuma membalas membuka aib lawan untuk mengalahkannya. Biarlah Allah yang menanamkan rasa bersalah di hati lawan. Jika kita bisa menahan diri seperti itu meski amarah sudah di ubun2, believe me .. uhh.. that’s so powerful. Tak ada yang bisa menandingi Allah jika sudah turun tangan menyadarkan lawan kita ).

Saya menahan diri tak mempertontonkan kecerdasan saya pada orang2 yang ingin saya rangkul hatinya ( tapi jika ada pria mendekat di luar kriteria, jurus ampuhnya adalah terus terang berkata : maaf.. saya tak tertarik, atau .. jika dia masih nyosor, maka adu argumentasi versus hasrat superior-nya sampai dia muntah/ kapok, sangat disarankan. Works for me ). Tak seorang pun ingin terlihat bodoh di dekat kita. Manusia tak rela di subordinat. Apalagi para pria yang punya insting dasar superior ( hanya pria bijak nan pede yang mau sportif mengakui kecerdasan wanita ).

PENGGERAK MESTI DAHSYAT MENGGALANG KONSENSUS

Sebagai pemikir, saya batasi maksimal 5 orang dalam inner circle saya agar masih cukup besar ruang hening di kepala saya untuk memikirkan Indonesia. Berharap kepala tak vertigo, korslet atau stroke. Orang yang berada dalam jangkauan perhatian dan bantuan saya ini bermanfaat ketika giliran saya yang sakit, bête atau down. Namun, mereka yang berpotensi dan ingin berkiprah sebagai penggerak ( presiden, gubernur, walikota, bupati, dst ) harus lebih lebar lingkaran silaturahminya. Kepandaian menggalang konsensus harus diasah dan terus ditingkatkan. Lebih humble, menahan diri dan menangguk simpati. Kenal, suka lalu percaya. Di saat lebih banyak orang yang percaya dan merasa aman berurusan dengannya, si penggerak akan mendapat kekuatan, dukungan, sumber daya dan akses yang membawa kemaslahatan pada sebanyak mungkin umat.

Jika Rieke bisa bicara kalem, secukupnya ( orang biasa umumnya tegang & letih jika mendengar rentetan logika & argumentasi ) sehingga orang merasa ‘aman’ dan betah di dekatnya ( plus lebih wise/ selektif dalam memilih corong mana dia mengkritik pemerintah ) maka kursi ketua DPR yang ditinggalkan SN ( sekarang di-plt FZ ) paling sip ditempati Rieke. Presiden RI pernah dipegang wanita ( Megawati, kini ketua umum PDIP ). Posisi ketua DPR perlu memulai sejarahnya ditempati wanita. ( komisioner KPK terpilih kemarin juga ada wanitanya ). Apalagi wanita adalah mayoritas penduduk Indonesia. Sangat representatif.
Rieke DP ( PDIP ) dan Akbar Faisal ( kader Nasdem yang di BKO-kan di MKD dan fight abis ketika dikeluarkan FH dari ruang sidang ) memberi harapan pada kita pada perbaikan wibawa dan maruah parlemen. Rieke, Akbar .. good job !

RAKYAT NYOBLOS BENERAN, WAKILNYA CUMA BOHONGAN

Setelah RJL dan RS dicopot, saya pikir kita perlu mengkaji semua kebijakan/ kesepakatan yang melibatkan mereka. Konsensi 51 % di Pelindo II, ternyata setelah dikaji lebih jauh merugikan Indonesia. Ada kejahatan korporasi asing di sana ( perjanjian batal demi hukum ). Siapa tahu di BUMN lain juga sangat dirugikan ? Siapa yang mau memimpin pansus perusahaan asing di Indonesia ? ( Apa saja dan berapa banyak sumber daya alam kita yang mereka keruk sebetulnya ? Kita mestinya negara kaya. Kok, kita masih terlibat hutang dan belum maju ? ). Agar tak jadi bancakan koalisi licik, pansus ini dibentuk setelah komposisi pimpinan di parlemen betul2 mempresentasikan pemenang pemilu 2014 ( mayoritas pilihan rakyat ). UU MD3 tahun 2014 yang dibuat 2 hari setelah KMP kalah pilpres ini melanggar konstitusi karena sistim paket pimpinan membuat partai gurem bisa menduduki kursi pimpinan, sedang partai pemenang pemilu cuma bisa nrimo jadi penonton karena dikeroyok. Mari kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Slamet Rahardjo, aktor senior kita, sampai kecewa karena dia merasa nyoblos beneran saat pileg tapi yang dilihatnya sekarang anggota dewan bohongan. Pretending membela kepentingan rakyat padahal nyatanya membela kepentingan pribadi, golongan bahkan mafia migas ! Sekjen PDIP berdalih : realitas tak bisa 50 + 1 % atas status penontonnya. Padahal jika KIH bergerilya setangguh jenderal perang ( tak hanya pasif menunggu petunjuk ketum ) dalam memperoleh dukungan suara di parlemen, dan terbiasa konvensi / fight dalam tradisi partai yang sehat, maka tragedi sapu bersih kemarin oleh kubu lawan tak akan terjadi. Betapa banyak energi yang kita keluarkan untuk meredakan kegaduhan tak perlu di parlemen kemarin karena ketakmampuan PDIP ( tolong jangan dikompensasi dengan gencar mengkritik presiden/ orang yang akan rikuh melawan. Jika PDIP betul2 berani, hentikan kelicikan kubu lawan ). Sekarang PAN sudah bergabung ke KIH. Golkar dan PPP sedang bermasalah dengan legalitasnya setelah pencabutan SK MenkumHAM oleh keputusan MA. Ayo, posisi ketua DPR rebut kembali ! ( matangkan strateginya di raker PDIP minggu besok ya. Salam sukses ).

REVISI UU KPK ? NOT THIS TIME ..

Saat ini, terlebih saat parlemen belum betul2 mempresentasikan pilihan rakyat, UU KPK jangan direvisi dulu, karena masih sangat memadai untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Yang dibutuhkan KPK adalah penguatan infrastruktur kelembagaan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi. Sehingga tumpukan kasus bisa segera dituntaskan secara baik oleh SDM yang cukup dan fasilitas yang mendukung. Setelah trust rakyat pada DPR tinggi, barulah UU Polri dan UU Kejaksaan di revisi. Setelah dua lembaga penegak hukum itu membaik kinerjanya secara signifikan, baru UU KPK direvisi, jika masih diperlukan ( misal, selama menjabat, komisioner KPK tak bisa dikriminalisasi ). Indeks korupsi Indonesia masih di bawah 40 ( di bawah Malaysia ) sekarang. Membatasi umur KPK tinggal 12 tahun lagi adalah manuver koloni ‘koruptor fight back’.

Orang2 dangkal yang suka berpikir jangka pendek jika dibiarkan merajalela akan menyurutkan orang datang ke TPS, tak percaya demokrasi, lalu meruntuhkan parlemen. Sudah digaji mahal oleh rakyat, tapi rakyat cuma dikibulin. Saya pikir Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD ) DPR RI sebaiknya diisi 4 orang dari tokoh masyarakat yang kredibel, 3 diisi oleh anggota DPR dari 3 partai dengan perolehan suara tertinggi di pileg. Agar conflict of interest bisa diminimalisir dan tak terjadi drama bertele-tele lagi seperti kemarin. Tujuh orang saja, karena lebih dari 7 orang, keputusan yang baik dan cepat akan sulit diambil. Cukup 2 hari saja.

MKD IDEAL HARAPAN RAKYAT. CARANYA ?

Mengadili etik sebenarnya lebih mudah daripada pengadilan hukum. Orang bercelana pendek di pantai ,secara hukum tak bersalah, tapi jika orang tsb masih memakai celana pendek di pesta formil, maka ia bersalah secara etik. SN sudah mengaku hadir di RC ( 8 Juni 2015 ) bersama MRC dan MS di TVO** dan MetroTV. MS sudah membenarkan pertemuan tsb di sidang MKD. Dua alat bukti sudah cukup bahwa SN bersalah secara etik ( melekat pada jabatan ketua DPR tak boleh bertemu orang untuk urusan yang bukan kewenangannya ). SN mestinya sudah keluar dari Senayan sekarang. Tapi, kok malah jadi ketua fraksi ? ( padahal 7 hakim dari KMP : Golkar versi ARB, Gerindra, PPP versi SDA/Djan Faridz, PKS, kompak menyatakan hukuman berat untuk pelanggaran SN. Akal bulus lagi ? Cara2 setan seperti ini bisa menghancurkan parlemen ). Ini dia salah satu kebohongan yang merusak citra DPR. Jangan salahkan lembaga survei yang menempatkan DPR di posisi bawah dalam kepercayaan publik. Apa kita mau diam saja sampai parlemen ambruk ?

Saya perhatikan ARB menjadi tokoh sentral dalam runyamnya komposisi pimpinan di parlemen & AKD DPR, kisruhnya kepengurusan Golkar, sengketa pilpres di MK, clash horisontal antara pemilih kubu 1 vs kubu 2 karena deklarasi ngawur di TV-nya, lambannya ganti rugi korban lumpur Lapindo ( Century Gate & BLBI gate juga menyeret nama perusahaannya. Mestinya, pemerintah tak perlu menalangi ganti rugi lahan yang baru bisa digarap 81 tahun kemudian. Orang2 di atas Lapindo Brantas masih berada di deretan orang2 terkaya. Supaya ARB tak kelebihan energi untuk mengacak-acak Senayan demi ambisinya ). Mungkinkah post power syndrome mantan orang terkaya di Indonesia ini membuatnya hiperaktif menunjukkan dominasinya ? ( harus dia yang menang ). Atau dikejar hutang ?

LEGACY ARB DITUNGGU. SOLUSI UNTUK GOLKAR DAN PPP.

Setahu saya, ada perasaan tak berguna yang menimpa para lansia. Saya kadang merasa bersalah ketika diminta menemani ibu seharian, sementara seabreg deadline menuntut dikerjakan. Ritme lambat lansia tak cocok dengan ritme cepat anak muda. Butuh kearifan dari kedua belah pihak untuk memahami perbedaan ritme ini. Karena kemunduran fisik mempengaruhi ketajaman kognisinya, orang di atas usia 60 tahun sebaiknya jangan menduduki posisi puncak di perusahaan, lembaga dan organisasi. Emosinya lebih dominan daripada akal sehatnya.

Maukah ARB berhenti secara elegan, mewariskan hal yang baik untuk generasi penerus ? Kami semua menonton sepak terjangnya. Apa legacy-nya ? ( pilih berakhir dikenang, atau berakhir dikutuk ? )

Kisruh Golkar pasca pencabutan SK MenkumHAM bisa diatasi dengan memperpanjang legalitas Munas Riau dan segera melaksanakan Munaslub di tahun ini. Cara dan prosedur pemilihan ketum yang fair disepakati dan dijalankan kedua belah pihak. Kepastian hukum semestinya disertai keadilan dan kemanfaatan agar Golkar selamat. Jika tak ada kemauan dari dua kubu, pemerintah bisa mengkondisikan ( memperpanjang legalitas Munas Riau ), sedangkan kader dan konstituen Golkar bertugas mengawal pemilihan ini. ( PPP juga bisa kembali ke AD/ART partai dan berbesar hati mengakomodir kebutuhan kubu pesaingnya, demi Indonesia yang damai dan produktif. Kalian masih orang Indonesia kan ? )

Oposisi loyal yang institusional dilakukan oleh sebuah partai yang seimbang kekuatannya dengan partai pemerintah. Dalam negara demokrasi, jumlah partai yang ideal itu dua dengan angka kemenangan terpaut tipis, antara 51 % banding 49 % agar suara oposisi efektif. Jika tidak terjadi, harus ada partai2 yang menegaskan diri bahwa dia dalam posisi oposisi. Ini yang dianjurkan Nurcholish Madjid waktu Soeharto lengser. Golkar kehilangan credential ( surat kepercayaan rakyat ) karena terkait Orde Baru. Golkar sebaiknya membubarkan diri tapi kemudian memanfaatkan struktur yang ada untuk membuat partai baru. Struktur organisasi dan platformnya sama dan paling tidak secara simbolik harus diadakan pembersihan terhadap orang2 tertentu. Untuk memperoleh kembali credential-nya, dalam 5 tahun Golkar jangan mengambil posisi dalam pemerintahan. Jika Golkar bisa mengambil posisi itu, didukung spektrum seperti itu, dengan pengalamannya yang panjang dan kader2 yang kuat maka akan bagus sekali. ( wawancara Prof.Dr.Nurcholish Madjid dengan Yasra Muhtarom, di Universitas Paramadina, April 2004 )

RAKYAT YANG MANA ? LOOK AT US !

Sebagian politisi meledek jurnalis untuk berkelit : ‘ rakyat yang mana ?’. Heii.., ini kami, mayoritas yang memenangkan presiden sekarang ( selisih 8, 4 juta pemilih, bukan angka yang kecil ). Kami yang rela berpanas-panas, berhari-hari mengawasi jalannya sidang MKD. Bukan minoritas yang dadakan datang saat keputusan MKD akan diambil di luar sana. Jangan bicara mayoritas hanya pada saat menguntungkan kalian saja ( merekayasa UU MD3, menyapu kursi pimpinan dewan, menyelamatkan SN di MKD, dsb ). Kami mayoritas yang mestinya lebih kalian camkan ! Jokowi juga tak hanya memikirkan pemilihnya ketika membuat paket kebijakan ekonomi serta membagikan Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Kalian, kubu KMP di Senayan, juga jangan hanya memikirkan diri sendiri ( pemilih PS – HR ) dan menyangkal eksistensi kami ( rakyat pemenang ). Bersikaplah sportif dan gentle. Jangan lari dari kenyataan. DPR mestinya bukan kumpulan anak TK lagi. Grow up, man !

Salim Kancil menjadi martir korupsi berjamaah di Lumajang, Jawa Timur. Ketika politik menjadi kejahatan terorganisir. Dari bupati, DPRD, polisi, kepala desa, pengusaha dan kaki tangannya bersekongkol meraup puluhan miliar dari sumber daya alam Indonesia ( penambangan pasir dengan kandungan besi lebih dari 40 % ) dan hanya memasukkan Rp 130 juta ke kas negara. Pengelolaan negara macam apa ini ? kecam Akbar Faisal di ILC ( 6/1/2016 ). Penjarahan kekayaan rakyat ini bisa terjadi karena pembiaran dan manajemen asal-asalan dari pejabat daerah yang kurang bertanggung-jawab. Pengawasan mestinya tak hanya pada penambangan yang berizin, tapi juga pada penambangan ilegal, karena aroma kejahatannya lebih pekat. Tambangnya saja sudah illegal, anda bayangkan para mafia yang suka melabrak aturan yang ngebet masuk ke tempat2 seperti itu. Jika ada mafia, pasti ada korban dan kerugian.

Salim yang gigih menyuarakan kebenaran, terpaksa berakhir mengenaskan, dikeroyok, dipukul, diestrum, digilas motor dan dihantam batu sampai mampus. Kebaikan yang terpencar akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Saya sendiri menghentikan bibit2 mafia ( pemalas, pembohong, parasit ) sejak dari rumah. Begitu ada anak kost dan kerabat yang berulang ceroboh, melanggar tata tertib rumah, saya pastikan keluar dari rumah ( setelah 3 kali peringatan dan nasehat ). Contohnya, Romo**, mahasiswa UW yang bertubuh tinggi asal Bat**. Penentang aturan ini cuma meledek,”.. aku gak peduli, terus kenapa ?”. Terlintas orang tua dan kakak2-nya yang alpa menegur dan memberi sanksi setimpal atas pelanggaran selama ini ( nunggak sewa, bawa cewek ke kamar, dsb ) sampai pemalas ini bisa enteng ngoceh seperti itu.

STOP MANAJEMEN BURUK YANG MEMATIKAN !

Seperti anggota geng motor sadis yang menangis ketika dicokok polisi dan didakwa di pengadilan, maka si penentang yang menyumpahi saya anj*** dan akan menampar saya, ternyata juga menangis ketika saya konsisten dengan sanksi saya ( mengeluarkan dia dari kost ). Surprise ? Ini reaksi alami orang yang baru pertama kali dihukum setimpal. Mungkin pukulan berat baginya, karena dia lari terbirit begitu saya ke atas hendak mengunci pintu kamar. Mestinya, ortu bisa wibawa mendisiplinkan anaknya sejak dalam asuhannya di rumah ( umur 3 – 15 tahun ), sebelum ia tak terkendali di luar rumah dan masuk penjara. Saya melempar kerikil ke kaki si malas, agar dia sadar kesalahannya, sebelum orang lain di puncak amarah melempar bata yang meremukkan jidatnya. Ada kesalahan tertentu yang membuat kita tak bisa kembali. Ada peringatan yang boleh jadi yang terakhir kalinya. Berhati-hatilah dengan langkah, ucapan dan tindakan yang kita ambil. Think before you act.

Hukuman yang pas adalah bentuk lain dari cinta agar anak dalam penjagaan kita tak rusak masa depannya. Jika orang ‘baik’ tak cukup baik ( baca : berani karena Allah ) untuk menghentikan bibit2 mafia sejak dini maka ketika keluar rumah mereka akan membentuk koloninya menjadi kejahatan terorganisir. Di level kawasan, mereka bisa menjadi mafia pembobol tas penumpang di bandara2. Di level daerah, mereka seperti pembantai Salim di Lumajang ( mafia penambangan pasir ). Di level nasional, mereka seperti SN, ARB, FZ, FH yang menurunkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan wakil rakyat di parlemen. Entah berapa ribu triliun kerugian negara akibat praktek2 korupsi, kolusi, kroniisme, nepotisme selama ini. Kalau kita tak menghentikan SN ( miliar dolar investasi Freeport ), lalu jadi preseden buruk yang menjangkiti politisi dan pejabat publik lainnya di pusat dan daerah, berapa cost yang sanggup kita tanggung agar negeri ini tak ambruk ?

OTONOMI SAMPAI PROVINSI. ASET DAERAH DISELAMATKAN.

Mestinya otonomi hanya sampai tingkat provinsi, kata Cak Nur ( karena ketersediaan SDM dan alat ukur yang lebih memadai. Di AS, otonomi hanya sampai negara bagian/ provinsi ). Syukurlah, saya dengar sekarang gubernur-lah ( pemprov ) yang memutuskan investasi sektor pertambangan di daerah. Smoga penjarahan aset daerah bisa dihentikan ). Jangan jatuh Salim, Salim berikutnya.
Dalam masyarakat akan selalu ada orang yang cenderung tak peka. Menurut psikiater, ada 1-2 % dari populasi bahkan sangat tinggi angka psikopatik-nya. Ingat psikopat ? Kalau jengkel dia menyiksa. Kalau dendam dia membunuh. Tidak proporsional. Seperti penggilas Salim dan penyeret Sisca. Sekelompok orang yang berfoya-foya itu menggejala luar biasa karena dibiarkan. Banyak orang berbuat jahat, tapi tidak merasa bahwa ia berbuat jahat.

Orang2 baik yang masih tebal nurani dan nyalinya di parlemen harus bisa menghentikan wakil rakyat yang menyimpang seperti saya menghentikan para pelanggar di rumah. Agar rakyat tak terpaksa melototi TV atau capek berdemo mengawal nurani anggota DPR. Agar energi rakyat bisa dialokasikan ke kegiatan yang lebih produktif, fokus mencari nafkah, meningkatkan daya saing agar survive ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ) diberlakukan tahun ini. Agar para wanita bisa hadir sepenuhnya mengasuh putra-putrinya menjadi generasi penerus yang andal. Fungsi legislasi, anggaran, pengawasan DPR mestinya berjalan optimal dalam koridor kebenaran ( tanpa rakyat harus nokrongin dari menit ke menit, hari ke hari ). Tidak diplintir, direkayasa untuk kepentingan sesaat, pragmatis kelompok tertentu dan negara asing.

Psikotes yang benar dengan alat yang benar seharusnya dilakukan pada anggota dewan, pejabat, aparat dan mereka yang bersentuhan dengan kepentingan publik dan kekayaan negara. Orang yang berskor di bawah 40 ( kurang bertanggung jawab jangan sampai masuk ranah publik ). Jangan terjadi negara salah urus, daerah salah manajemen, apalagi sampai membunuh pejuang kebenaran, seperti Salim Kancil. Semoga arwah Salim di terima baik di sisi-Nya dan keluarganya diberi kekuatan. Amin.

INGIN MAMPUS ? MAIN GAME 8 JAM TIAP HARI !

Iklan TV dari Telk***** ( operator seluler Indonesia yang sudah dibeli perusahaan telekomunikasi Singapura ) tentang pecandu yang menang main game belakangan ini menyesatkan. Main game lebih dari 6 jam tiap hari bisa merusak mata, tangan, punggung, bahkan menyebabkan kematian. Apalagi selama 8 jam selama 22 hari. Mampus. Kecerdikan memenangkan game buatan manusia tak sebanding dengan kecerdikan mengatasi masalah hidup buatan Allah. Ketika beradu cerdik dengan bangsa asing dalam ranah diplomasi dan negosiasi sumber daya alam, generasi pecandu game tak bisa apa2 dan habis terkuras. Dalam perang fisik dan ekonomi akan mati sungguhan. Belum lagi umpatan kotor anj***, gob*** dsb jika kesenggol sedikit saja di jalan umum ( seperti ketika ia diganggu atau dikalahkan di depan layar game ). Di depan smart phone, komputer, layar monitor game tak bisa ia bedakan ( asosial, pembunuh Ade Sara juga demen kekerasan dalam game yang ia mainkan ). Kita harus waspadai perusahaan2 Indonesia, yang sahamnya sebagian besar sudah dibeli perusahaan asing.

Batasi maksimal 1 jam per hari untuk main game. Syukur2 jangan main game sama sekali. Lebih baik baca buku bermutu ( daya pikir pembaca buku mengalahkan pembaca komik, tabloid, koran, majalah dan pecandu game ), beribadah, menonton acara TV berkualitas ( “Metro Hari Ini”/ “Primetime News”, “Mata Najwa”, “Kick Andy Show” di Metro TV, “On the Spot”/ “Spotlight” di Trans7 ), asah passion sampai jadi great job yang menghidupi dan mendamaikan hati, memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar anda.

Kritis dan lakukan yang terbaik untuk masa depan anda dan Indonesia. Kita wajib berupaya sepenuh hati supaya keadaan pasif lambat laun berganti tenaga aktif. Membangun masyarakat baru. Hanya satu tanah air yang bernama Indonesia. Negeri ini akan makmur jika ada usaha gigih, dan usaha itu adalah usaha kita semua.

Written by Savitri

8 Januari 2016 at 10:13

Ditulis dalam Nasionalisme, Wanita

Tagged with , , ,

Papa Minta Saham ? Makelar di Senayan, Mafia di Migas. Freeport, take it or leave it.

leave a comment »

SS

Sudirman Said ( Menteri ESDM ) mencuri perhatian publik. Perncatutan nama presiden & wapres oleh MRC ( gembong mafia migas ) dimakelari SN ( ketua DPR ) yang dilaporkannya ke MKD sungguh menggemparkan. Skandal besar yang melibatkan Freeport ( investor asing terbesar di Indonesia ). Untuk merekam, kita tak perlu izin. Untuk menyadap, penegak hukum ( kecuali KPK ) perlu izin pengadilan. Keterangan MS ( presdir PT.Freeport Indonesia ) dan pengakuan SN hadir di hotel RC ( 8 Juni 2015 ) adalah bukti yang cukup bagi MKD ( Mahkamah Kehormatan Dewan ) untuk menjatuhkan sanksi berat atas pelanggaran etik SN. Diberhentikan sebagai ketua & anggota DPR RI. Kita ngeri, marah, tak percaya pada wakil rakyat yang cuma ketawa ketiwi ketika di depan matanya, mafia migas jelas2 hendak menjarah kekayaan rakyat. SN bersikukuh tak bersalah. Kemana nurani dan rasa malunya ? ( foto : detik.com )

Move on. Rupanya tak sembarang orang bisa melakukan. Para heartbreaker dengan ‘sayapnya yang patah’ cenderung menghakimi dan menyiksa ( balas dendam ) pada wanita berikut yang mendekat. Paranoid, super sensitif, bias. Orang ambisius juga begitu. “Kau terlalu menginginkan posisi itu, sampai kau tak melihatnya,” tegur ayah angkat Karna ( serial Mahabharata ). Saya kuatir PS seperti Karna, yang karena obsesinya tak lagi jernih melihat mana orang baik yang harus dibantu, mana orang jahat yang harus dijauhi. Tak pelak, banyak orang dangkal dan pragmatis yang bergabung dan mempengaruhinya. Ketika kubu 2 dinyatakan KPU menang, banyak dari pendukung kubu 1 belum bisa move on lalu ber-hate speech di ruang privat dan publik. Orang dangkal berpikir orang lain seperti mereka. Jika si dangkal biasa curang, maka ia sontak menuduh orang lain curang jika kemenangan bukan di pihaknya.

Saya kerap didatangi orang2 berkualitas rendah yang bicara miring tentang presiden terpilih. Belum move-on rupanya, batin saya. DPR terbelah ( KMP vs KIH ) oleh orang2 belum move on. Barisan sakit hati ini ( setelah mengutak-atik aturan semau gue ) menyapu bersih semua kursi pimpinan, PDIP tak kebagian padahal juara pileg ( setelah SN mundur, mestinya kursi diberikan pada PDIP ). Parlemen, idealnya ( menurut Cak Nur/ Nurcholish Madjid ) terdiri dari 2 partai ( atau koalisi partai ) dengan perimbangan 50 : 50. Sama kuat. Tapi karena manuver orang2 belum move on, perimbangan timpang, lalu DPR dead lock berbulan-bulan. Nuansanya masih terasa sampai hari ini, ketika SN yang jelas bersalah dan mempermalukan dewan, masih mati-matian dibela FZ, FH dan sebagian anggota MKD. Bias, standar ganda. ( Apa mereka juga sedangkal SN & MRH ? Para pemalas suka bikin koloni dari jenis mereka sendiri, supaya kalau dikritik, banyak pembela, tak perlu repot2 memperbaiki diri. Mulut lebih cepat dari otak. Jika SN tak risih dengan aksi mafia, bisa jadi mereka tak risih juga. Makelar juga ? )

Ketika Mahfud MD ( mantan ketua MK ) keluar dari KMP ( dipicu hasil quick count internal PKS yang tak jelas ) dan sejumlah lembaga quick count abal2 yang dijadikan dasar TVO mendeklarasikan ‘kemenangan’ kubu PS-HR, saya yakin the real champion is kubu JW-JK. Media cetak Kompas, Tempo dan Pikiran Rakyat juga mengacu lembaga quick count kredibel langganan MetroTV ( stasiun TV pertama di Indonesia yang menayangkan hasil quick count untuk pemilu & tak pernah meleset ).

SI RAJIN VS SI MALAS. PERTARUNGAN ABADI ORANG BAIK LAWAN ORANG JAHAT.

Dalam keseharian kita, memang ada si rajin dan si malas. Si rajin tekun menyimak, belajar dan menganalisa dari sumber2 kredibel. Si malas mendengar apa dan siapa yang disukainya. Seselera atau mirip dengannya. Benar atau salah tidak penting baginya. Dia tak tahu pedoman benar dan indikatornya. Tak terdesak mencari tahu dan melaksanakan, selama si malas masih bisa hidup gampang atau jadi parasit bagi orang lain. Ngapain repot2 berubah ? Bisa dibayangkan betapa bertolak belakangnya output dari kepala si rajin dan si malas jika inputnya berbeda seperti itu. Clash.

( Si malas menuduh si rajin mengusirnya, jika si rajin menolak/ bosan diparasitinya. Padahal, cara membantu pemalas adalah dengan tidak membantunya, sampai ia terlempar ke jalanan dan sadar, bahwa untuk bertahan hidup hanya ada satu jalan, yaitu menjadi rajin & jujur. Pemalas seperti punya ‘kantong pengemis tak berdasar’ di punggungnya. Anda baru sadar setelah tertinggal banyak hal karena membantu orang yang tak pernah puas itu ).

Pemalas tak mampu membaca kebaikan orang lain ( karena si malas sangat jarang berbuat baik/ tak tahu betapa banyak waktu/ tenaga/ dana/ emosi tersedot ) , sehingga si malas tak bisa bersikap baik, apalagi membalas kebaikan orang. Ada 2 distorsi di kepalanya : kesalahan kecil ( semut ) di seberang lautan kelihatan, kejahatan besar ( gajah ) di pelupuk mata tak kelihatan. Kerja capek orang lain tak mampu dilihatnya ( dihargai ), kerja kecil dirinya dihargai berlipat-lipat ( sampai ia menepuk dada, merasa pahlawan & minta balasan materi yang banyak ). Sudut pandang distortif ini terjadi karena setan sangan suka dengan pemalas & membuatnya memandang baik semua perbuatan buruknya. Karena rasa malas, ia ogah-ogahan membaca buku berkualitas yang membedakan dosa kecil dengan dosa besar, bohong putih* dengan bohong hitam, halal dengan haram, perbuatan benar dengan perbuatan salah, baik dan buruk. Patokan si malas hanya satu : siapa yang menghalangi ( niat & tindakan tak bermoralnya ) akan disingkirkan. Setan banget, kan ?

Ngeri kan, kalau orang2 seperti SN, MRC, PS, ARB, NH & koloni pemalas itu yang menguasai pemerintahan. Sumber daya alam ( SDA ) kita bakal habis dijarah. Mari dukung presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla yang lurus dan saklek ini sepenuh hati. Kita bantu mereka menyukseskan program2 pro-rakyat sampai akhir masa jabatan.

*( Jika ada wanita murahan datang ke rumah keluarga baik2 untuk bertemu pria yang ditaksirnya, maka sang ibu boleh menampik dengan mengatakan putranya tak ada di rumah. Itu bohong putih, untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. “Ketetapan Pangeran, kemenangan Raja Rimba. Selama untuk tanah air & tak ada kepentingan pribadi/ golongan di dalamnya, maka lakukanlah.” ( serial Asoka ). Prosedur harus benar, hasilnya terserah nanti ( birokrat ). Hasil yang penting,terserah prosedurnya ( pengusaha ). Pejabat publik harus pintar memadukan kedua hal tsb, kata JK ).

SIDANG MKD MASUK ANGIN ? MUSIM HUJAN, NIH

Mari lihat Senayan. Sebagian hakim MKD yang kemarin melecehkan kewarasan publik mungkin tengah menepuk dada, pasca konco mereka ( SN ) bisa berkelit dari dua tuduhan pelanggaran etik. Tuduhan pertama : SN hadir di kampanye capres DT yg rasis dan Islamphobia. SN bilang, rakyat Indonesia ‘sangat suka’ DT. Lancar benar dia !

Setibanya di tanah air dan dikritik habis-habisan, SN ngeles : dia ‘dijebak’ ( tak bisa keluar ruangan, digiring ke DT yang sedang pidato, persis seperti SN ‘menjebak’ presiden untuk menandatangani sesuatu, tapi hati lurus RI-1 itu menolaknya ). Untuk ‘tepuk dadanya’, SN mengklaim karena nongolnya SN di layar kaca dunia ( yang mempermalukan mayoritas WNI ) maka banyak investor AS yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia. ( Ini duit dolar AS, seperti juga Euro, yang tak dijamin emas yang cukup di bank2 zionis, alias uang seharga kertasnya saja. Sementara kita harus menukarnya dengan SDA jatah anak cucu kita ). Apa SN tak tahu, Kemenlu sampai perlu mengerahkan broker dari Singapura untuk menjaring investasi sebelum presiden berkunjung ke AS ? Panglima TNI saja sampai perlu digeledah sebelum bertemu dengan para petinggi AS. Para pengusaha Indonesia sangat dipersulit untuk bertemu, apalagi membangun bisnisnya di AS. Terlihat lebai & gak fair-nya AS, kan ? Melihat cara DT ‘menjebak’, SN ‘menjebak’ dan pengusaha HT ( kini bikin partai sendiri ) mensponsori lawatan tsb ( daftar anggota rombongan DPR tak dicek ), kita tahu kredibilitas dan integritas mereka di level yang sama ( rendah ). Apa kita bisa tenang jika urusan negara dipegang orang2 berkualitas rendah ?

Sidang pertama MKD untuk SN meloloskannya dengan sanksi ringan : teguran. Jelas tak kapok. SN lalu berulah lagi kali ini dengan MRH yang banyak merugikan negara dengan sepak terjangnya di Petral dsb. Sebelum disidang, MRH sudah cabut duluan ke luar negeri tanpa pesan. Bagaimana bisa pimpinan dewan yang terhormat itu berteman dengan orang yang masih demen pesawat pribadi, main golf dan happy2 ? Orang yang belum selesai dengan dirinya. Jika ingin tahu ( watak ) seseorang, lihat siapa teman2nya.

Bertemu dengan orang yang salah, ditempat dan waktu yang salah, untuk tujuan salah adalah kesalahan SN pada 8 Juni 2015. Pelanggaran etik berat yang mesti dihukum berat. Anda bayangkan, wakil rakyat seperti itu bukannya membela kepentingan rakyat, tapi malah membela mafia yang menguras kekayaan negara. Padahal, selama ini kita yang menggaji dia dan teman2 MKD-nya. Jadi, untuk apa orang2 yang mengkhianati kepercayaan rakyat itu dipertahankan ? SN gak ngeh bahwa sidang yang dihadiri 7 Desember 2015 itu sidang etik ( bukan hukum ). Ia mengulangi masalah legal standing pelapor ( SS ) dan keabsahan bukti rekaman 127 menit seperti didalihkan konco2-nya di sidang awal. Sangat membosankan.

SN sudah mengakui kehadirannya di pertemuan tsb. MS pun mengamini. Itu sudah cukup sebagai bukti kesalahannya. Keterangan saksi MS adalah bukti yang lebih kuat dari rekaman percakapan yang dipermasalahkan. Perpanjangan kontrak Freeport adalah urusan eksekutif ( bukan legislatif ). Apalagi mengiyakan ( mendiamkan ) MRC minta saham Freeport 20 % ( fitnah 11 % untuk presiden, fitnah 9 % untuk wapres ) dan 49 % saham PLTA. Bahkan sesumbar, presiden bisa diganti kalau kontrak ( izin usaha ) Freeport di Papua tak diperpanjang. Terdengar nuansa tamak, overpede plus makar-nya, kan ?

TAK BERSALAH, KOK SALAH ? PERBUATAN LEBIH KUAT DARI PERKATAAN.

SN merasa tak bersalah ? Tapi kok seluruh tindakannya menunjukkan bahwa dia bersalah. Kalau benar, tentu dia tak protes kalau percakapannya di RC dengan MRC direkam MS. Apa yang perlu disembunyikan dan ditutupi jika percakapan tsb tak membahayakan diri dan negara. Kenapa sidang SN mesti ditutup kalau penjelasannya tak membahayakan posisi SN dan negara ? Kenapa SN melaporkan SN ke polisi jika yang mencemarkan nama baik sebenarnya MRH dan SN sendiri karena dia yang membawa mafia migas itu mencatut nama presiden & wapres untuk dapat saham ? ( Rasa takut yang tidak pada tempatnya. Pasti SN banyak dosanya atau pemalas. Ingin dapat banyak dengan kerja sedikit/ omdo ). So, percakapan SN & MRH ilegal : membahayakan diri dan negara, menabrak norma etik ( & hukum ) sehingga SN perlu sembunyi2 & MRH kabur, publik tak boleh tahu yang sebenarnya ( padahal SN pejabat publik ). Apa kita akan membiarkan orang dengan akal bulus seperti ini bercokol di lembaga dewan yang terhormat ? SN tak menghormati kita ( rakyat Indonesia ). SDA kita nyaris dijarah oleh mafia migas di depan matanya, SN cuma ketawa ketiwi ( tak mencegah ). We don’t trust you !

Mestinya 7 hakim MKD yang menolak sidang tertutup SN bisa walk-out sebagai protes atas perlakuan diskriminatif ini ( SS disidang terbuka sekitar 8 jam seperti pesakitan yang bersalah, padahal saksi pelapor, MS sebagai saksi disidang terbuka sekitar 11 jam, SN sebagai terlapor disidang tertutup sekitar 5 jam ). Publik ternganga makin gregetan. Setelah dicolong ( dari kata ‘kecolongan’ ) triliunan rupiah untuk pembangunan gedung DPR baru pada APBN-P kemarin, masih dikibulin lagi di sidang2 gak lucu ini. Jangan pilih mereka lagi di pileg 2019, ya ( hakim2 pro-SN dari Golkar, Gerinda, PPP, PKS ).

Setelah ngeles di MKD, SN balik melaporkan SS ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Gimana rakyat bisa membenahi wakilnya di Senayan jika maksud baik berbuah tuntutan hukum ? Pengamat MN menyebut SS bagian dari mafia ( yang pecah kongsi ). Menko Maritim menyindir SS bersuara untuk orang asing. MS memberitahu MKD bahwa SS pernah menjadi suplier Freeport. Kenapa SS tak mengaudit cash flow Pertamina tahun 2008 waktu SS keluar dari sana ? Kenapa SS tak blusukan ke Papua mengecek laporan anak buahnya apa betul limbah Freeport sudah diolah dengan baik ? ( limbah dan smelter masih menjadi kendala pertimbangan perpanjangan izin 2-10 tahun saat negosiasi perpanjangan Freeport tahun 2019. Kontrak Freeport habis tahun 2021 ).

PAPUA DI SURIAH-KAN ? JANGAN PENGECUT.

Ayo, warga Timika, Papua, bersuaralah sejujurnya demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan kalian ( juga adik2 dan keturunan kalian ). Kalian ingin perusahaan emas terbesar di dunia ini masih bercokol di bumi kalian ? Memberi konsesi hanya 1 % selama 40 tahun. 9,36 % tahun 2015. Janji sampai 30 % ( tahun ? ). Saya dengar, jika terpilih jadi presiden AS, DT akan melarang muslim masuk AS. Apa warga AS plus perusahaan2-nya ( termasuk Freeport ) perlu juga kita larang masuk Indonesia ? ( negara muslim terbesar di dunia ).

SS dikritik karena suratnya mensinyalkan perpanjangan Freeport ( izin operasi & ekspor konsentrat ). Freeport akan meng’abitrase-internasionalkan’ pemerintah Indonesia jika dilarang mengekspor hasil produksinya ( 1 Juli 2015 ). Menko Maritim cenderung tak memperpanjang kontrak Freeport. Kita miskin karena kita kaya, kata Rizal Ramli. Hutan, laut, mineral, tambang, migas dari Sabang sampai Merauke menggiurkan orang asing datang mengeruk kekayaan kita, dengan iming2 ( tak terlaksana dengan baik ) atau intimidasi yang mengerutkan jiwa inlander sebagian kita. Papua akan di-Suriah-kan kalau AS ditendang keluar Bumi Cendrawasih itu, kata kakak sulungku.

Saya katakan, kalau kita terus miskin karena perusahaan2 asing makin lama & serakah menyedot kekayaan kita, maka selamanya kita akan terjajah secara ekonomi oleh AS dan berikutnya, China. Saat Perang Dunia ke-3, kita tak punya kekuatan melawan, tak punya kebanggaan dan armada perang yang tangguh, sehingga kita kembali terpuruk sebagai inlander sungguhan. Tak punya negara. Tak punya rumah. Apa ‘mati di lumbung padi’ belum cukup bagimu ?
Mana dadamu ? Mana harga diri dan kehormatanmu sebagai orang Indonesia ? Setidaknya, setelah berjuang mati-matian kita masih bisa mati terhormat. Anak cucu tak menyalahkan kita sebagai pengecut. ( Banyak orang takut tidak pada tempatnya. Takut semestinya hanya pada Allah. Takut kalau kemungkaran terjadi di depan kita, tapi kita tak maksimal menghentikannya. Allah sedang menguji keimanan kita dengan orang/ perusahaan/ negara yang menakutkan yang Beliau hadirkan ke hadapan kita.

SANGGUPKAH WAPRES JK HADAPI AS SEPERTI BUNG HATTA ?

Lalu, apa kata founding father kita (Dr. Muhammad Hatta/ wapres pertama RI ) tentang pasal 33 UUD 1945 ? Pemerintah, di atas, membangun yang besar2 ( tenaga listrik, persediaan air minum, menggali saluran pengairan, membuat jalan perhubungan guna lancarnya ekonomi, menyelenggarakan berbagai macam produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak ). Public utilities diusahakan pemerintah. Pimpinan perusahaan diberikan pada tenaga yang cakap. Jika belum ada di antara bangsa sendiri, boleh menyewa manajemen asing dengan syarat : selama memimpin perusahaan negara, ia mendidik gantinya dari orang Indonesia sendiri. Koperasi membangun dari bawah, mulai yang kecil yang erat kaitannya dengan keperluan hidup rakyat sehari-hari ( sembako, dll ). Lalu, berangsur-angsur meningkat ke atas.

Jika di atas, masih luas bidang ekonominya, maka bisa dikerjakan pengusaha swasta bangsa kita sendiri atau golongan swasta Indonesia yang bekerja sama dengan orang swasta bangsa asing. Di mana perlu, orang asing dan kapital asing baru diikutsertakan. Yang penting, inisiatif swasta itu bekerja di bawah pengawasan pemerintah, dan dalam bidang dan syarat yang ditentukan pemerintah. Produksi yang besar2 sedapat mungkin dilaksanakan pemerintah. Jika kurang dana, baru dibantu kapital pinjaman dari luar negeri. Jika siasat ini tak berhasil, baru pengusaha asing boleh menanamkan modalnya di Indonesia dengan syarat yang ditentukan pemerintah. Pemodal asing ( investor ) harus membuka kesempatan bekerja bagi pekerja Indonesia dan menggunakan konten lokal sebanyak mungkin. Kekayaan alam kita ( hutan, kesuburan tanah, dll ) harus tetap terpelihara. Tiap batang pohon yang ditebang minimal diganti dengan menanam 3 pohon baru. Bagian pekerja dan kapital nasional makin lama harus makin besar. Bantuan tenaga dan kapital asing sampai tingkat tertentu harus makin kecil. Rente dan angsuran dari kapital asing harus dibayar sepenuhnya dari hasil proyek yang dibangun dengan kapital pinjaman itu. Jangan jadi beban pajak generasi penerus. ( “Bung Hatta Menjawab”-wawancara Dr.Muhammad Hatta dengan Dr.Z.Yasni. Jakarta, 2002 )

Apa kita tahu, sebetulnya, apa saja dan berapa banyak SDA kita yang dikeruk Freeport dan perusahaan2 asing lainnya di Indonesia selama ini ? Apa mereka sudah merawat hutan, menyuburkan tanah dan menjaga kelestarian lingkungan kita ? Apa principal Freeport bisa meneladani Mc Donald Concern, yang meski bertentangan dengan kebiasaan di AS, ia tetap mau mendengar wapres Muh.Hatta dan melaksanakan sarannya : memimpin pabrik semen Gresik ( setelah membangun pabrik modern tsb ). Orang Indonesia yang akan memimpin pabrik itu selanjutnya ikut ke AS untuk mengetahui seluk beluk pabrik sejak dirancang sampai jadi. Ketika Concern memimpin, beberapa orang Indonesia sudah menempati posisi penting ( kabag mesin, presdir, kabag personalia, dsb ). Setelah 2 tahun memimpin, ahli2 AS kembali ke negerinya. Pabrik berjalan sebagaimana mestinya. Pabrik berjalan lancar sampai sekarang meski dipimpin ahli2 Indonesia. 100 %. Mampukah wapres Jusuf Kalla seperti Muhammad Hatta, mendudukkan principal Freeport melaksanakan kesepakatan fair untuk Indonesia ?

AMANAT PASAL 33 UUD 1945, SYARAT MEMPERPANJANG.

5-10 tahun waktu yang diperlukan Freeport untuk mengumpulkan dana underground mining di Papua, kata MS. ( Belum ada ahli/ perusahaan Indonesia yang mampu menggali tambang bawah tanah sebesar itu di Timika ? ) Lalu, tunggu apa lagi ? Memimpinlah dengan bijak. Ajari putra Papua menempati posisi penting dan mengolah tambang sebagaimana mestinya, sehingga dalam 2 tahun tambang emas, perak & tembaga tsb bisa sepenuhnya dikelola dengan baik dan lancar oleh ahli2 Indonesia, terutama putra Papua. ( Ada sekitar 30.000 pekerja di sana sekarang ).

Tunjukkan keseriusan niat memperpanjang izin dengan memenuhi syarat2 yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia ( termasuk perintah UUD 1945 pasal 33 seperti yang dimaksudkan bapak bangsa kita ). Semoga negosiasi lancar. Jika sebaliknya, Freeport tak memenuhi syarat2 tsb sampai 2019, maka lupakan perpanjangan izin. Tahun 2021, kontrak Freeport habis, kita cari perusahaan lain yang lebih mampu dan menepati komitmen.

Kejaksaan Agung, silakan memproses ‘permufakatan jahat’ SN dan MRC sampai mereka jera dan makelar2 lain tak berani merugikan negara dan mempermainkan rakyat lagi. Polri tak perlu melanjutkan penyelidikan, jika yang mencemarkan nama baiknya bukan SS, tapi justru MRC yang mencatut nama presiden & wapres untuk dapat saham Freeport ( sampai menjerat SN yang menfasilitasi pertemuan MRC dengan MS ). Dan SS … saya ingin ia betul2 seperti yang ditampilkan ( gagah berani menghajar mafia migas & memperbaiki sistem ). Kita mungkin perlu waktu untuk melihat konsistensi sikap mulia Sudirman Said, mengamankan kekayaan migas kita demi Indonesia adil makmur.

MRC yang kabur ke luar negeri harus dijemput paksa dan dihadapkan ke Kejaksaan Agung, Polri dan MKD untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan liciknya dalam kasus ‘papa minta saham’ juga skandal2 migasnya yang lain.

PATRIOT DI PELABUHAN DAN POROS MARITIM

RJL seperti bicara pada saya tentang fasilitas pendanaan dari Singapura untuk memperbesar kapasitas pelabuhan kita jika kesepakatan dengan perusahaan asing itu diteruskan. Saya ingat setelah Indosat dijual ke perusahaan telekomunikasi Singapura, terjadi penyadapan pada kepala negara kita dan orang2 penting di sekelilingnya. Rupanya, diam2 terjadi peretasan atas sistem telekomunikasi kita oleh intel asing memanfaatkan jaringan yang dimiliki Singapura. Investasi asing yang bertubi-tubi masuk Indonesia, iming2-nya kalau tidak ‘pepesan kosong’ ( omong doang tanpa realisasi yang benar ), ya ada agenda strategis di belakangnya yang merugikan kita. Kasus pengadaan mobil crane yang ternyata tak dibutuhkan di pelabuhan Tanjung Priok adalah sinyal tak komprehensif-nya pemikiran dan antisipasi RJL dalam membenahi carut marut dwelling time di sana.

Saya cenderung, pelabuhan kita urus sendiri dengan ahli dan modal dalam negeri. Indonesia adalah negara maritim. 2/3 wilayah kita adalah lautan. Maritim akan jadi backbone kita kembali. Mestinya orang2 yang bela negaranya tinggi ( nasionalis, patriot, negarawan ), artinya putra Indonesia sendiri, yang terlibat di sini. Bukan orang asing. Lebih 400 tahun kita pernah jaya di maritim. Kita bangsa pelaut, kan ? We can do it.

PUASA DI PILKADA. MATANG DI 2025.

Pilkada Serentak 9 Desember 2015 sudah terlaksana. Sejumlah pengamat mengatakan, pilkada tsb seperti memilih yang terbaik dari yang terburuk. Ada tersangka dan mantan napi korupsi menjadi kandidat pemimpin daerah. Apa belum kapok aset daerah dijarah ? Mendiang Nurcholish Madjid pernah bilang, demokrasi kita baru matang tahun 2025 ( siklus 20 tahunan, sejak 1908, perubahan mendasar yang digerakkan kaum muda ). Selama masa ‘puasa’ ini kita harus sabar meniti proses demokrasi ( kekuasaan rakyat ) yang paling cocok dengan kultur kita. Jangan sedih. Ada Tri Rismaharini, salah satu walikota terbaik di dunia, kembali terpilih sebagai walikota Surabaya. Seorang negarawan yang memikirkan warga Surabaya tidak untuk satu tahun ( ala birokrat ), 5 tahun ( ala politisi ), tapi satu generasi ( 20 tahun ), mungkin lebih. Selamat, ya. Jawa Barat juga dipuji sebagai provinsi paling aman selama proses pilkada kali ini. Wah, … saya bangga jadi warga Jabar !

Selamat merayakan pergantian tahun dengan orang terkasih atau keluarga anda tercinta. Happy New Year 2016 !!

Written by Savitri

14 Desember 2015 at 14:12

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , ,

UU Kebiri ? YES ! Mahkamah Internasional, PKI, Presiden dipanggil & minta maaf ? NO ! Pilih Negarawan dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

leave a comment »

7

Pahlawan Revolusi. 7 Jenderal TNI yang tewas dibunuh dan dibuang ke Lubang Buaya dalam Peristiwa G 30 S / PKI. Tragedi kelam bangsa Indonesia yang tengah dipermalukan di Mahkamah Internasional bulan November ini oleh sebagian perwakilan korban yang kurang baca sejarah. Saya merasa gerakan komunis menggeliat di bawah tanah beberapa waktu lalu. Mungkin, tuntutan via lembaga asing ini salah satu manuvernya. Keluarga Jenderal Nasution bertanya-tanya, mengapa anggota Petisi 50 ini dimariginalkan secara politik dan ekonomi di masa tuanya ? Padahal, peran dan jasanya sangat besar dalam sejarah bangsa kita. Jawabannya simpel. Tak boleh ada perwira militer cemerlang yang mengungguli pamor Soeharto yang dipilih AS menjalankan skenarionya. Itu pula alasan 7 jenderal dan 3 perwira tinggi itu harus mati dalam ‘kudeta’ 1965. Jika Soeharto diumumkan sebagai pahlawan nasional, maka aktivis2 Reformasi 1998 yang menurunkan Soeharto akan turun statusnya menjadi para kriminal dalam buku sejarah. Duh, mimpi buruk apa ini ?

Kebiri. Menjadi wacana, polemik lalu RUU. Kekerasan seksual terhadap anak makin menggila beritanya di media. Pemberatan hukuman dengan kebiri diharapkan menjerakan para pelaku. Saya pernah ketik ‘SMA’ di kotak search Google bertahun lalu. Yang muncul malah berita dan konten pornografi yang melibatkan oknum pelajar di list atas. Menjijikkan.

Bagaimana dengan hari ini ? Pelaku seks menyimpang makin muda usianya. Anak SD tega memperkosa adik kelasnya, bahkan anak TK. Banyak contoh buruk di lingkungannya. Anak adalah peniru yang hebat. Beredar bebasnya konten porno, begitu permisifnya masyarakat ( termasuk ortu ) terhadap perilaku seks bebas, pacaran tidak sehat, kumpul kebo di kost dan apartemen dsb, membuat anak menganggap perbuatan dosa besar itu seperti tindakan pipis sembarangan. Siapa takut ?

Pedofil gentayangan. Menyasar anak2 lugu nan polos yang tergiur uang Rp 2-10 ribu, mainan atau makanan gratis. Anak2 yang tidak diberitahu orang tuanya : siapa pun dilarang menyentuh alat kelamin, bagian genital atau kesucian tubuhnya ( kecuali ibu kandungnya saat si anak belum bisa mandi sendiri ).

SINYAL PREDATOR WASPADA, WASPADA !

Pipis itu gampang. Tak butuh otak hebat untuk menyetubuhi atau menyodomi. Saya perhatikan, para hiperseks, peselingkuh, playboy, pezina itu kemampuan nalarnya rendah, alias bego. Konten porno yang ia candui membuat bagian otaknya yang memilah perbuatan baik dan buruk menjadi tak berfungsi. Meski ia tahu perbuatan itu haram, misal ngeseks dengan pacar atau pelacur, tetap saja dosa besar itu ia lakukan. Bego, kan ?

Kita bisa mendeteksi para pendosa jenis ini dengan mengamati cara PDKT-nya. Apa dia memegang kemaluannya di depan anda ? Berpose seperti sedang bercinta dengan anda ? Menolak pacaran dengan anda jika tak boleh menyentuh anda. Mengoleksi gadis2 seksi minim busana ( cewek murahan/ obralan ) di medsos, hp, tablet atau laptopnya. Menyimpan foto2 porno, nonton video2 erotis ( blue film ) and demen ngomong jorok untuk memprovokasi lawan jenis ( unjuk hasrat dominasinya ). Mencolek cewek, mengelus/ menciumi anak gadisnya secara tak wajar ( pelampiasan birahi terpendam ). Mendatangi klub2 dugem yang sarat wanita malam. Berkerumun dengan anak2 kecil yang sering ia traktir atau ajari sesuatu ( molestasi ala pedofil ).

Jika anda mengabaikan sinyal2 kecil ini, maka anda akan terjebak dalam pusaran ‘cinta’ yang menyakitkan. Pendosa yang pembosan ini akan mencampakkan anda begitu ia melihat cewek lain yang lebih kinclong ( sebejad apa pun moralnya ) atau lebih mengakomodasi hasrat dominasinya ( superior syndrome ). Penindas selalu menempatkan diri di atas korban, dalam ucapan dan tindakannya. Jika anda sampai menikah dengannya, maka anda akan banting tulang seumur hidup untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Untuk menghidupi diri, anak2 dan suami ( yang menjadi bayi terbesarnya dengan seabreg tuntutan pelayanan tak tahu diri ). Demi ‘status kawin’.

Jika anda masih bocah dan melintas di depan warung AD ( pedofil ), maka anda akan bernasib seperti Putri Nur Fauziah ( 9 tahun ) : di tarik masuk bedeng, diikat di kursi, diperkosa, disiksa sampai mati, dimasukkan kardus lalu di buang !

ISI KEPALA PRIA CUMA SEKS ?

Buku bercover “Apa yang dipikirkan pria selain seks” laku keras dipesan dan dibeli orang ( padahal tanpa tulisan di halaman dalamnya, alias kosong ). Menggelikan, memang. Sudah rahasia umum, para pecandu seks nyaris tak berotak. Hidupnya kosong, tak bermakna. Sampah masyarakat. Kepalanya dipenuhi khayalan seks dan cara pemuasannya. Seminggu tak berseks ria, kepala pusing 7 keliling. Lalu, kapan bisa fokus mengasah life skills dan meng-improve usaha bisnisnya agar eksis di dunia yang kian kompetitif ini ?

Pria yang tak menghormati wanita adalah pria yang tak punya kemampuan, kata Arjuna di depan Drupadi ( serial Mahabarata ). Anda pun bisa melihat sinyal pezina dari cara ia memperlakukan wanita. Jika ia menggampangkan cewek, merendahkan wanita, sesumbar bisa mendapatkan pelukan wanita dengan mudah selepas pergi dari anda, membanggakan banyak teman wanitanya ( punya 4 pacar lagi di belakang anda ) maka segera tinggalkan saja pria pezina ini. Jauhkan dia dari orang2 dekat anda, sebelum dia merenggut keceriaan anda. One way or another.

Hiperseks, tak setia/ peselingkuh, bego, merendahkan wanita ( wanita sekedar obyek pemuas syahwat baginya ), pemalas, pembohong dan bikin sengsara ( duit cekak/ demen ngutang ) itu ada dalam satu paket bernama pria gombal. So, ganteng tapi bego dan cabul is big no no. Get lost !

CINTA BODOH YANG BANYAK

Hari2 belakangan ini, saya dengar cewek kost tetangga ( yang demen ngakak norak ) kerap nyanyi lagu yang liriknya … Aku cuma punya hati… Mana ada cinta seperti ini ? ( yang diselingkuhi tapi masih setia dan menunggu si pacar ). Penulis lirik, penyanyi atau wanita dengan ‘cinta buta’ seperti itu, absolutely adalah wanita bodoh dengan impian palsu. Mereka tak tahu penderitaan tak terperi yang menghadang di masa depan. Belum lagi, anak2 yang dilahirkan kelak ( melihat interaksi penuh bara ayah ibunya ) akan mengalami figrid atau ketidakpercayaan pada pria. Menjalani makam2 perkawinan hingga ajal menjemput. Mana ada ? Banyak cinta bodoh seperti ini, yang saya lihat di sekeliling saya. Sampai saya berpikir, di jaman sekarang, apa pria cukup punya Mr.P ( berfungsi atau pun tidak ) untuk laku di gandeng cewek sampai married ? Cewek atau mertua yang mesti banting tulang mencari nafkah. Menyedihkan. Memalukan.

Selingkuh itu watak yang tak bisa diubah ( hanya bisa ditutup dengan kamuflase/ kebohongan ). Watak dibentuk saat anak balita sampai umur 15 tahun ( SMP ). Jika doi masih selingkuh di atas usia tsb, lupakan saja dia. Cari pria sejati yang pengamalan agamanya baik, jujur, rajin, jelas, bertanggung jawab pada ortu dan keluarganya, plus mencintai anda ( perhatian & setia pada anda ).

Cara kebiri, setahu saya, ada yang disuntik kimia, bedah syaraf dan diamputasi. Sebagian ahli berpendapat, pedofil lebih baik dihukum mati atau diberi sanksi sosial ketimbang dikebiri, karena tak sudi uang negara dari pajak rakyat digunakan ( boros ) untuk menyuntik secara periodik para pedofil dan penyimpang seks tsb. Saya pikir, sementara menunggu hukuman maksimal 15 tahun direvisi menjadi hukuman mati ( dengan seabreg pro-kontranya, adu argumen pendukung & penentangnya ), maka para predator seksual dipotong saja Mr.P-nya ( sekali untuk selamanya, mencegah dia menjadi residivis seksual. Pasang fotonya di ruang2 publik untuk warning sekaligus menjerakan. Hasrat dominasinya yang mencari penyaluran lain bisa diatasi dengan konseling psikiater atau aktivitas fisik yang positif ( olahraga, dsb ). Di beberapa negara, hukuman kebiri terbukti menurunkan angka kekerasan seksual secara signifikan. Indonesia bisa menerapkan UU Kebiri untuk menjaga keamanan generasi penerus bangsa. Stop kekerasan pada anak !

PILIH DAERAH AGAMIS ATAU MAKSIAT ?

Tahun 2005, saya ke Bali. Saya terheran-heran melihat begitu bebasnya penjualan souvenir gantungan kunci berbentuk alat kelamin pria dalam berbagai ukuran. Seorang pengunjung berbadan penuh tato ( seniman tato ) bercerita, betapa leluasanya kemaksiatan berlangsung di sana.”Itu sebabnya, Bali dibom,” timpalnya. Saya tertegun, bahwa angka kemiskinan di Denpasar, Bali ( dikunjungi 3 juta turis per tahun. Bandung, dikunjungi 6 juta turis tahun 2014 ) terendah di Indonesia. Jadi, siapa sebetulnya yang menikmati ‘kue’ di pulau tersohor di dunia tsb ? Investor asing ?

Dari tayangan ILC ( 13/9/2015 ), saya baru ngeh keterkaitan fakta tsb. Tiap tahun, lebih 3000 anak menjadi korban pelecehan seksual di Indonesia. Sudah terjadi 21 juta lebih kasus pelanggaran anak ( 58 % kejahatan seksual pada anak ). Anak menjadi silent victim. Bagaimana seorang anak perempuan dikejar2 pencabul dan berteriak minta tolong, tak digubris oleh masyarakat di sekelilingnya. Mereka seolah menutup mata, bahkan menyuruh si bocah tutup mulut setelah diperkosa. Perempuan, kegadisan, dihargai murah. Pengurus panti asuhan dan yayasan sosial tak jarang menjadi pelakunya ( pemerkosa ).”Sst.. jangan lapor demi nama baik ( baca : ekonomi ) Bali”. Ngeri.

Ketamakan adalah dasar ketidakbenaran ( kejahatan Zionis & Yajuz Majuz juga dari situ ). Pertimbangan kapitalis seperti ini tak bisa dibiarkan terus menindas bocah2 tak bersalah. Trauma korban perkosaan berlangsung seumur hidup. Menjadikan korban bak mayat berjalan menapaki sisa hidupnya hingga liang kubur.Tak ada passion, fun, love yang menyabarkannya menekuni keahlian yang menghebatkan. Tak ada rasa percaya diri dan karya membanggakan yang dihasilkan. Kekuatan negara bukan pada pasukannya, pengendalian diri atau pun banyaknya sekutu, tapi terutama pada kebanggaan rakyat pada negerinya. Betapa habis-habisan kita membela daerah yang kita banggakan, negara yang kita cintai. Bayangkan, lebih 250 juta warga Indonesia ( … juta di antaranya warga Bali ) bersatu padu menghebatkan Indonesia karena rasa cinta dan bangga itu. Tak ada yang bisa mengalahkan itu. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BENAR

Hancurkan mereka yang melawan kebenaran sebelum orang2 gandrung melakukan ketidakbenaran ( & tak ada lagi yang mau dan berani melakukan kebenaran ). Sebelum Allah murka dan membinasakannya sendiri tanpa ampun, seperti kaum Aad, Tsamud, bangsa2 terdahulu ( Atlantis, nenek moyang kita dahulu juga binasa dengan meletusnya Gunung Toba ). 100 lebih nabi dan 25 rasul telah diturunkan Allah untuk mengingatkan manusia untuk amar ma’ruf nahi munkar ini ( menyebarkan kebaikan, mencegah keburukan ). Kita lebih pintar dari hari kemarin, kan ? Kita perlu menjaga energi positif sebesar mungkin di bumi dan langit Indonesia. Kekerasan seksual anak adalah energi negatif. Mari selamatkan anak2 Bali juga anak2 Indonesia dari predator seks. Di Undang2 AS, pemerkosa orang dewasa sampai dihukum maksimal : mati di kursi listrik. Di Undang2 Indonesia, memperkosa anak sampai mati cuma dihukum penjara 3 tahun. ( Gimana kita bisa menang perang ? ). So, UU Kebiri YES !!

PILIH NEGARAWAN YANG PEDULI PERLINDUNGAN ANAK

Pilkada serentak 9 Desember 2015 diikuti 260 kota/ kabupaten dan 9 provinsi. Mestinya tak ada kandidat yang dia atau anggota keluarganya terindikasi korupsi ( bahkan mantan napi korupsi ) yang mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Secara etika moral, dia tak layak. Aset daerah jangan sampai dijarah ( lagi ) oleh pemimpin bodoh nan korup. Pilih pemimpin daerah yang pengamalan agamanya baik, berani, leadership bagus, track record bersih ( dari korupsi , tindakan asusila, perbuatan tercela, dsb ), punya visi kebangsaan dan peduli perlindungan anak. Ringkasnya, pilih negarawan.

Peduli anak ini menjadi sangat krusial mengingat daruratnya masalah kekerasan anak di sini. Indonesia menjadi negara kedua konsumen terbesar pengakses pornografi di internet, setelah Rusia. Rusia sekarang negara maju dengan kekuatan finansial yang lebih baik dari kita. Kita belum, dan punya tugas memenangkan 2 perang besar di masa depan. Kerja raksasa untuk masa kita. Di awal, sudah saya sampaikan paket watak pecandu seks yang demen melihat yang porno2 itu : bego, bikin sengsara, dst. Satu dari 5 orang terkena gangguan jiwa di luar profesi jurnalistik. Dalam jumlah sama, hanya 1 dari 100 jurnalis yang terganggu jiwanya. Dari jumlah tsb, hanya 10 % yang ( sanggup ) dirawat keluarganya. 90 % lainnya kelayapan di luar mencari mangsa ).

Lebih jauh, saya berharap pedofil ( penyuka seks dengan anak kecil, antara 8-13 tahun ) dengan kesadaran sendiri berobat ke psikiater untuk menurunkan hasrat libidonya sebelum kehilangan kendali dan kalap ( menerkam anak2 seperti AD ). Para pecandu seks, konsumen PSK atau mereka yang merasa kewalahan dengan nafsu seksualnya berupayalah mendapat suntikan kimia atau bedah syaraf agar bisa lebih produktif bekerja atau berkarya untuk negeri ini. Saya yakin jika masalah ini bisa diatasi dengan cara tsa, maka akan lebih banyak warga Indonesia yang merasa tenteram dan bahagia.

BANDUNG YANG BAHAGIA. UH, I AM SO HAPPY.

Horeee !! Bandung menjadi kota terbahagia di Indonesia. Indeks kebahagiaan yang dirasakan warga Bandung adalah yang tertinggi. “ Saya bangga jadi warga Bandung !”, kata bobotoh Persib yang menjuarai Piala Presiden Oktober kemarin. Saya tersenyum senang, melihat wajah bersinar, mata berbinar para fans pangeran biru di layar TV. Pak Wali ( Ridwan Kamil ), saya rasa, juga senang melihat wajah2 ceria warga Bandung. Sesuatu yang kita bela, perjuangkan selama ini, membuahkan wajah2 puas seperti itu. Sungguh tak terlukiskan. Tak ternilai. Membuat kita bertahan untuk terus dalam usaha2 perbaikan dalam keadaan sesulit apa pun. Dari pengalaman saya, jarang orang berterima kasih dan membalas kebaikan kita. Saya melatih diri untuk merasa cukup melihat perbaikan perilaku yang saya upayakan terjadi pada orang tsb sebagai ‘upah’ saya, agar saya mampu mempertahankan kebahagiaan saya sepanjang waktu.

Senyum seperti pada bobotoh itu juga saya anggap reward yang memompa stamina saya dalam perjuangan kebenaran.

( Cara mendeteksi orang baik : selain ia jujur, rajin, ia pun mampu timbal balik setara dengan kebaikan yang dia terima. Jika ia diperlakukan buruk, ia tetap bersikap baik atau membalas proporsional untuk perbaikan perilaku orang tsb. Seperti, bersikap angkuh pada orang angkuh adalah sedekah.

Asyiknya menjadi pekerja Allah adalah selalu diberi ( diilhamkan ) jalan keluar oleh-Nya setelah berupaya maksimal mengatasi masalah. Akumulasi pengalaman2 problem solved ini menjadikannya bijak menjalani hidup. Kalau sudah bijak, no one can beat us. Top2-nya jadi manusia ( seluruh potensi otak dioptimalkan oleh kesukaran2 yang dihadapi dan diselesaikan dengan baik ))

Saya bangga jadi warga Bandung. HIDUP PERSIB !!

PENYULUHAN PARENTING SEBELUM KAWIN

KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia ) adalah lembaga negara yang bertugas mengawasi jalannya perlindungan anak di institusi2 di tanah air. Anggaran Rp 1, 3 triliun sudah digelontorkan untuk Kementerian Anak dan Perempuan. Kenapa kekerasan anak masih marak ? Karena pemprov, pemkot dan pemkab kurang aware dengan perlindungan anak. Adanya otonomi daerah membuat pemimpin daerah seperti raja2 kecil di daerah. Susah diberitahu ( kurang tanggap pada isu ini meski sudah jatuh banyak korban ).

Negara ( presiden, gubernur, walikota, bupati sampai ketua RT ) belum hadir dalam preventif-nya. Banyak perda dan kebijakan yang belum ramah anak. Mestinya ada penyuluhan parenting ( pengasuhan anak ) sedikitnya 3 hari sebelum pasangan menikah di KUA atau Catatan Sipil. Ibu Negara mestinya hadir di kasus2 tsb dan memimpin ibu2 Indonesia melindungi anak2 dari kejahatan seksual.

Sebagai warga Indonesia yang punya hak pilih, mulailah dengan memilih calon pemimpin daerah yang negarawan 9 Desember nanti, ya. It’s a good start for all of us..

PEMIKIR & PENGGERAK TAK LAGI AKUR, SETAN PKI MERASUK

30 September 1965, terjadi tragedi yang memilukan dan memalukan Indonesia sampai hari ini. G 30 S / PKI. Tujuh jenderal TNI dibunuh dengan kejam lalu dimasukkan ke Lubang Buaya. Organisasi politik yang tak mengakui Tuhan, alias kemasukan setan ini berupaya menurunkan Pancasila, dasar negara kita, yang sila pertamanya : Ketuhanan Yang Maha Esa. Eh, Tuhan, kok dilawan. Besoknya, 1 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Para bedebah ini ( DN Aidit, kaki tangan dan simpatisannya ) diburu habis. Sehabis-habisnya ( diperkirakan 500 ribu – 3 juta orang tewas ).

Dari ILC ( 29/9/2015 ) dan buku “Bung Hatta Menjawab” , saya tahu tragedi kemanusiaan ini sudah dimulai sejak tahun 1948 ( Pemberontakan Muso di Madiun ). Banyak ulama, ustad, santri dari NU, Muhamadiyah, prajurit TNI dan rakyat yang memilih Allah dibantai keji, disate dan dijadikan orang-orangan sawah oleh PKI. Menurut Bung Hatta, Aidit itu sejago Soekarno dalam berorasi. Kelemahan Soekarno adalah senang dipuji sehingga Aidit penuh puja-puji ( menjilat ) agar hubungan dwi tunggal Soekarno-Hatta hancur : Soekarno tak tanggap diperingatkan oleh Muhammad Hatta tentang sepak terjang PKI mengadu domba, menjelek-jelekan orang2 dekat Soekarno dan menghancurkan partai2 pesaingnya, termasuk PNI ( partainya Soekarno di akar rumput ).

SIAPA DALANG G 30 S / PKI ?

Sementara, pihak luar ( negara asing/ AS cs ) juga benci Soekarno yang anti neokolim ( neo-kolonialisme ), membentuk Nasakom ( Nasionalis, Agama, Komunis : bagian terbesar bangsa Indonesia saat itu ) dan hendak menyelamatkan ( Malaysia melihatnya sebagai menyerang ) Malaysia yang diincar Inggris ( sekutu setia AS ). Banyak indikasi CIA ikut bermain dalam tragedi ini, termasuk menurunkan ( & menyuntik mati ? ) Soekarno, menaikkan Soeharto ( perwira dengan reputasi biasa2 saja dibanding para jenderal yang dibunuh itu sehingga kelak mudah dikendalikan AS ) dan banyaknya korban yang dituduh anggota PKI dan dibunuh.

Penumpasan  saat itu sistematis ( pake daftar target segala ) plus diperparah oleh amukan ( sebagian ) rakyat yang selama 1948-1965 ( 17 tahun ) sangat tertekan oleh penindasan PKI yang biadab. Dalam rentang waktu itu, banyak peristiwa yang terjadi , sehingga Hatta yang berulang kali mengingatkan agar para pelaku pemberontakan Madiun harus dihukum berat, tak berhasil mencegah tragedi yang lebih besar di kemudian hari ( G 30 S PKI ).

Sebagian korban rupanya belum bisa melupakan rasa sakitnya dan mengambil pelajaran dari tragedi tsb. Mereka pergi ke orang asing ( Mahkamah Internasional, lembaga internasional bentukan negara2 pemenang PD -2 / AS yang menjadi mastermind tragedi itu ). Lembaga sama yang telah merampas Pulau Sipadan dan Ligitan dari pangkuan RI dulu. Timor-Timur ( eks provinsi ke 27 Indonesia ) juga lepas dari NKRI karena permainan IMF dan PBB. Bantuan asing jangan dipercaya apalagi diandalkan untuk mengatasi persoalan bangsa kita. Mereka kompak kalau sudah urusan membonsai Indonesia agar tak bertaji melawan ketakadilan pemegang hegemoni dunia saat ini ( AS cs ).

Kali ini, sedihnya, digagas oleh sejumlah WNI yang kurang baca sejarah. Negara dituntut mereka untuk bertanggung jawab dan menyantuni korban ( saya sebagai WNI tak setuju uang saya/ publik dipakai untuk santunan mereka ). Presiden harus minta maaf pada korban ( saya juga tak setuju RI-1 sampai minta maaf. Minta maaf dan memaafkan itu mestinya antar korban tragedi dan mereka yang merasa dikorbankan. Hilangkan kebencian itu. Semua terjadi atas izin-Nya dengan rencana besar yang tidak kita ketahui saat ini. Korban jatuh di begitu banyak pihak. Rakyat jelata juga banyak yang sengsara dan dibunuh saat chaos itu. Tapi mereka tak neko2, apalagi ngadu ke lembaga asing dan minta ini itu. Cengeng ).

HILANGKAN KEBENCIAN DULU, BARU BISA ADIL

Jika anda mengalami ketidakadilan, seharusnya anda atasi dulu amarah anda sebelum anda bisa bersikap adil. Itu formula jitu untuk pemaknaan tragedi kelam bangsa ini. Ketika hidup sangat sulit ini membuat ( sebagian ) kita menjadi sangat buas. Amarah adalah salah satu pintu masuk setan. Apa mau dikata, khilaf adalah bagian dari kelemahan manusia. Setiap yang dikurangkan-Nya, pasti dilebihkan-Nya. Alah Maha Adil. Tetap optimis menyongsong masa depan negeri kita tercinta ini. Rezeki dari Allah, bukan dari pemerintah atau swasta. Jika anda berbuat baik, memberi maaf dan bekerja smart seperti WNI lainnya, maka Allah akan memuliakan dan mencukupi hidup anda. Insya Allah.

Saya berterima kasih pada TNI yang telah tangguh menjadi rival PKI sejak 1948 dan menyelamatkan NKRI. Ya, kita akui ada korban tak perlu sebagai bagian ketidaksempurnaan kita. But, we’re survive till the end, right ?

Saya turut belasungkawa dan bersimpati atas derita pahlawan revolusi, keluarganya dan korban2 tak bersalah dalam tragedi ini ( Pahlawan Revolusi korban pembantaian G 30 S / PKI : Jenderal Ahmad Yani , Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, AIP Karel Satsuit Tubun, Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo, Kolonel Sugiono ). Semoga Allah mengangkat beban berat tsb dan membaikkan hidup anda segera setelah anda ikhlas menerima ujian-Nya. Amin.

Mengingat belum kokohnya pemerintahan saat ini untuk menanggung resiko konflik lebih luas dari penguakan tragedi ini, saya berpendapat : belum perlu ada investigasi oleh tim pencari fakta untuk penulisan ulang sejarah G 30 S/ PKI. Sudah banyak buku ditulis tentang ini dari pelaku2 sejarah atau pun sejarawan yang melakukan riset dengan biaya sendiri ( independen ). Saya sendiri merasa cukup dengan kesaksian Bung Hatta, salah satu proklamator kita, pemikir tangguh yang kredibilitas dan integritasnya sangat tinggi. Idola saya.

Saya berharap Komnas HAM lebih obyektif, profesional, proporsional dan menyeluruh ketika melihat semua dimensi dalam tragedi ini. Dirunut sejak 1948. Konstelasi dunia saat itu : Perang Dingin antara AS vs Uni Soviet ( Rusia-komunis sekarang. Stalin- Soviet, jaman Muso. Mao-China, jaman Aidit ). Cover bothside.

ARAH & ALASAN UNTUK RAKYAT. SURAT EDARAN KAPOLRI RELEVAN

Jika Jakarta sampai ‘batuk’ maka Jateng, Jatim, Bali dan daerah2 lain akan berdarah-darah saling bunuh. Syukur, Jabar ada Mashudi, dkk, sehingga TNI bisa bergerak cepat di provinsi ini untuk menangkap orang2 PKI sebelum ‘diadili’ rakyat di jalanan. Rakyat itu butuh arah dan alasan. Jika tidak ada tokoh terpercaya yang bisa memberi itu dan menyakinkan mereka, maka anarki yang meluluhlantakkan negeri-lah yang terjadi ( kita bicara people power yang tak seorang pun bisa menghentikan ).

Kita butuh figur2 seperti itu di masa ini. ( sehingga saya setuju Surat Edaran Kapolri soal hate speech sebagai pedoman anak buahnya bekerja, selama tak bertentangan dengan UU di atasnya dan tak disalahgunakan untuk membungkam analis dan kritikus yang berupaya memperbaiki negeri ini. Fitnah terhadap Jokowi sangat banyak. Kabarnya, turun 53 % berkat Surat Edaran ini. Fitnah adalah energi negatif yang harus dihentikan untuk menjaga kewibawaan pemimpin kita. Agar arah itu terlihat jelas oleh rakyat. Agar aksi main hakim sendiri sekelam ekses G 30 S/ PKI, tak terulang kembali ).

KITA URUS PELABUHAN

Pansus Pelindo dipolemik membuat kegaduhan politik. Pansus tsb dianggap relevan jika ada indikasi kuat terjadi power abuse ( penyalahgunaan kekuasaan ) seperti becking orang kuat selama proses penyidikan kasus lamanya dwelling time di Tanjung Priok. Kenapa Kabareskrim waktu itu ( BuW ) dipindah posisi sebagai ketua BNN ?

Selama ILC ( 3/11/2015 ) terungkap protes keras atas ketakprofesionalan aparat dalam menangani kasus ( dianggap menabrak peraturan yang lebih tinggi ). Saya ingat kegaduhan yang mirip ( kasus kriminalisasi pimpinan KPK : AS, BW ) yang terjadi masa Kabareskrim yang sama. Dia ( & para penyidiknya ) seperti tak bisa membedakan kesalahan dengan kejahatan. Semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak kelihatan.

SM dan banyak orang gregetan atas kepala batu dan kurang smart-nya dia membaca situasi publik. Panas dingin hubungan Polri-KPK kembali menimbulkan keadaan tak menentu di masyarakat ( rupiah terpuruk ). Sampai pada satu titik tercetus kompak : copot saja orang itu. Protes Dirut Pelindo II jadi klimaks kejengkelan yang sudah bertumpuk-tumpuk terhadap cara kerja para penyidik. Saya termasuk warga yang senang, mantan ketua BNN/ Anang Iskandar yang terlihat smart dan bijak, sekarang memimpin Bareskrim Polri. Adem.

PRESIDEN KOK DIPANGGIL ? RI-1 GITU LOH.

Bahasa Pansus yang ‘memanggil Presiden/ Wapres’ juga salah dalam hukum ketatanegaraan Indonesia. Dengan sistem presidensial yang kita anut, 560 anggota DPR-RI yang bersidang paripurna baru setara dengan posisi presiden/ wapres. Artinya, tetap menggunakan kata ‘mengundang’, bukan ‘memanggil’. Presiden RI juga bukan petugas partai di mata publik. Pengurus partai berada di bawah presiden dan ‘melapor’ pada presiden. Indonesia bukan RRC yang presidennya di bawah ketua PKC. Saya memilih Jokowi karena kualifikasinya yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan partainya. Saya pun jadi tak suka jika pemimpin pilihan saya dibonsai menjadi ‘petugas partai’ dan ‘dipanggil’ DPR. President is number one for us ( RI-1 ). That’s it.

So, Pansus gaduh ? Proses hukum sedang berjalan. Pastinya, kesepakatan tanpa konsesi adil, alias merugikan Indonesia ( melanggar UU Pelayaran ) jika sudah kadung dibuat, ya, batal demi hukum. SDM Indonesia mampu mengurus pelabuhannya sendiri, kok. Setuju ?

Semoga pemaknaan yang arif atas sejarah kelam bangsa Indonesia bisa menguatkan kita ke depan. Kita harus berdikari dalam mengurus aset negara juga permasalahan bangsa. Indonesia bisa. Saatnya menatap ke depan dengan kebesaran hati. Shall we ?

Written by Savitri

13 November 2015 at 10:42

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with , , ,

Negarawan & Ilmuwan untuk Indonesia Sekarang & Nanti. Kost Jadi Sirkus ?

leave a comment »

Sudirman

Negarawan sejati. Pahlawan Indonesia dan idola prajurit kita. Jenderal Soedirman memberi hormat pada rakyat Indonesia. Semangat terus berjuang beliau bisa kita teladani dengan pantang menyerah memajukan Indonesia. Film “Jenderal Soedirman” rilis hari ini di bioskop. Don’t miss it.

Gila. Saya bisa gila kalau di Indonesia, kata ilmuwan telekomunikasi asal Indonesia yang memegang banyak paten di Swedia. Ia dan 800 ilmuwan asal Indonesia lainnya memilih berkarya di luar negeri karena sinerginya pemerintah, perguruan tinggi dan industri dalam memproduksi penemuan para ilmuwan. Hidup terjamin.

Indonesia ? Memproduksi mobil nasional saja setengah mati. Dihadang produsen luar yang sudah dulu merajai pasar Indonesia. Banyak pengambil kebijakan di negeri ini tak bergigi ditekan produsen otomatif luar. Sungguh sulit merealisasi transportasi massal dan bahan bakar hemat energi karena kendala dana, peraturan, kontrak2 yang kadung ditandatangani dan minimnya SDM berkualitas ( termasuk dibunuhnya penemu bahan bakar ramah lingkungan, pakar ekologi, dsb ). And then… uang negara kembali terkuras untuk subsidi BBM.. ( yang salah sasaran itu ).

Hasil ekspos I-4 ( Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ) tentang hidup nyaman ilmuwan Indonesia di luar negeri memikat bakat2 belia untuk bersekolah dan bekerja di luar negeri pula ( Kick Andy, 26/7/2015 ). ( Terpikirkah ) Mengenyam pendidikan ala Barat yang disiplin ( sekaligus transaksional . Kudu dibayar sesuai kompetensi ). Apa bedanya dengan hewan sirkus ? Emoh dibayar di bawah itu ( meski diberi fasilitas lengkap, anak buah, demi Indonesia lebih baik ). Tak punya jiwa perintis dan kecintaan yang cukup pada negeri sendiri. ( kebayang kan , hp lokal bisa bersaing dengan hp SE yang sudah mendunia, lalu Indonesia punya duit banyak untuk bayar hutang dan mensejahterakan rakyat. Emang, berapa persen sih ‘muara’-nya untuk Indonesia jika ahli 5G itu tetap menjadi 1-2 orang Indonesia di antara 1000 orang tsb ? )

LOCAL MINDED , JIKA MAU INDONESIA KUAT

Bagaimana dengan orientasi calon2 ilmuwan Indonesia jika mereka ikut-ikutan luar negeri minded ? Produk lokal makin keteteran dan ditinggalkan. SDM Indonesia makin tak kompetitif karena guru2 hebat itu justru ngajarin orang2 asing yang selama ini sudah banyak nggebukin kita.

Apa otak kiri ( logika ) ilmuwan2 lebih digdaya dari otak kanannya ( spiritual ) ? Kecerdasan tinggi yang dianugerahkan Allah baru berguna untuk diri dan keluarga mereka saja. Belum Indonesia, tempat Allah memilihkan negara kelahiran mereka. Baru sebatas pekerja. Bukan pejuang. ( Mana keberagamaan anda ? Otak sehebat itu mestinya untuk Indonesia yang belum maju. Negara2 maju itu sudah banyak otak hebatnya. Logis ? )

Anda tahu Indonesia hari ini ? Di masa krusial ( 15-20 tahun ), ada DS bersama 3 kawannya ( 20-22 tahun ) yang memilih merampok dan membunuh demi uang receh. Nurbaeti ( 44 tahun ), wartawati rubrik lifestyle, sehabis sahur, mereka bunuh dalam keadaan terikat. 9 tusukan. 18/7/2015, sang ayah menemukan putrinya berkepala tengkorak, penuh belatung, 16 hari kemudian, di kamar tamu. Surprise tragis di hari lebaran.

Dalam keadaan korban yang mengenaskan itu, DS masih kemaruk : berupaya balik ke rumah si wartawati untuk nyolong barang2 lain yang masih bisa dijual. Masya Allah. Kemana nuraninya ? Jasad berlumuran darah itu sama sekali tak mengusik hatinya. Keluarga DS berupaya melindungi DS yang buron ( menyembunyikan ‘produk gagal mereka’ ). Itulah yang terjadi, jika ( kepemilikan ) materi lebih dipandang ketimbang kebaikan hati manusia.

JENGKEL LALU MENYIKSA ITULAH PSYCHO. TAK PROPORSIONAL.

Membunuh orang tak bersalah adalah keputusan buruk buat anak muda. Masa puluhan tahun ke depan menjadi kelam. Ahmad Imam Al-Hafitd ( 19 ) dan Assyifah Anggraini ( 19 ), sejoli pembunuh Ade Sara sudah diputus hukuman seumur hidup oleh Mahkamah Agung ( meski saya lebih setuju jika keduanya dihukum mati., seperti Wawan alias Awing yang terbukti membunuh Sisca Yofie ). Juga DS cs pembunuh Nurbaeti, MM pembunuh Angeline, NS pembunuh Ni Luh Aristia Dewi ( 7 ), keponakannya sendiri setelah diperkosa ). Para pembunuh sadistis ini sudah kelasnya phsycho ( psikopat ) yang muskyil diperbaiki. Watak kejamnya sudah mendarah daging. Sensasi menyiksa yang dinikmati sampai puas. Mereka sudah jadi media setan. Setan yang menghalalkan segala cara dan manipulatif ( memperdaya, membuat pelaku merasa benar dengan semua tindakan amoralnya ). DS cs memang cuma buruh bangunan yang tergiur rumah sepi ( yang dikiranya kosong, tak berpenghuni ). Pendidikan rendah, pengamalan agamanya kurang, hasilnya keputusan buruk. Garong, predator.

Manusia2 gagal ini produk dari mana ? Keluarga DS bisa setak bermutu itu bentukan siapa ? Ceritanya bisa berbab-bab. Mari lihat ke China. Dahulu, Mao memajukan negeri Tirai Bambu itu. Kini, produk berlimpah ruah ( diduga ) dijual dumping dan membanjiri sejumlah negara, termasuk Indonesia. Banyak pengusaha Indonesia memilih menutup pabrik dan berdagang barang2 China.

( Saya ke Jalan Sudirman, Bandung dan sekitarnya untuk mencari pegangan tas. Dari 20 toko tas yang pernah menjual handel tsb, tinggal satu toko yang ( katanya ) masih jual. Tapi, itu pun sudah tutup sesiang itu. Pemilik toko lainnya memilih menjual tas jadi yang mereka impor dari China. Tak pusing mikir tuntutan kenaikan gaji karyawan atau pun seretnya penjualan tas lokal karena biaya ekonomi tinggi di Indonesia ( biaya siluman dari para mafia sejak hulu hingga hilir, infrastruktur kurang, prasarana minim, peraturan tak melindungi, pajak aneka rupa, daya beli masyarakat rendah ). Bagaimana kita bisa bersaing dengan produsen luar ? Bersaing dengan negara luar yang para stakeholder-nya sudah bersinergi itu ? Terlebih yang jual murah meriah. Oh, pasar bebas.. ( kejam bagi negeri yang belum menyiapkan rakyatnya dengan baik ).

Minggu lalu, Presiden Jokowi sudah me-reshuffle kabinet ( 6 menteri diganti ). Berharap koordinasi lebih baik ke dalam maupun ke luar ( parlemen, pimpinan2 partai ). Satu suara yang kompak dan kebijakan yang sinergis agar keadaan tak menentu di pasar dan masyarakat bisa diminimalisir. Keberhasilan pembangunan diinformasikan secara efektif kepada publik sehingga mereka tahu bahwa pemerintahan Jokowi bekerja. Ayo kerja ! ( tagline HUT RI ke-70 )

PENGUSAHA JADI PEDAGANG. PEKERJA JADI PERAMPOK.

Rupiah terpuruk. Rabu kemarin sudah menembus angka Rp 14.004 per USD, karena lemahnya fundamental ekonomi Indonesia. Kebanyakan impor. Sebagian besar ulah mafia. Beras, daging sapi, daging ayam menjadi langka dan melambung harganya di pasar. Sengaja, agar pemerintah mau impor. Lalu, setelah impor, masih dijual mahal oleh pedagang. Daging sapi, contohnya. Di Indonesia, harganya sampai Rp 120-150 ribu per kilo. Padahal di luar negeri, bisa Rp 40-50 ribu per kilo. Bensin premium juga begitu. Kita tak pernah tahu persis komponen harganya per liter. Premium terhitung mahal, karena cuma Indonesia yang masih menggunakan bensin oktan rendah ( polutif ) tsb. Krisis global terus berlanjut, diperkirakan sampai 2017. AS ( terutama FED, bank sentralnya Amerika yang dimiliki keluarga zionis, bukan pemerintah ) menunda kenaikan tingkat suku bunga sampai tahun 2016. China ( RRT = Republik Rakyat Tiongkok ) mendevaluasi yuan. Para pemodal menariknya dolarnya dari pasar uang ( capital outflow ke negara maju seperti AS, Eropa, Jepang ).

Pemerintah Indonesia lalu mewajibkan penggunaan uang rupiah untuk semua transaksi di Indonesia. Lepaskan dolar yang dimiliki untuk transaksi dengan luar negeri. Cintai rupiah dan gunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin. Sebesar mungkin komponen dalam negeri dalam produk atau karya yang kita buat. Beli franchise lokal, jangan asing. Inflasi sekarang yang 7 % upayakan turun menjadi 4-5 % ( meningkatkan daya beli masyarakat ). APBN dioptimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Saat pertumbuhan ekonomi dunia melambat, kita harus menggairahkan ekonomi domestik untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Kita lihat apa jurus2 ini bisa memperbaiki nilai mata uang kita. Nasionalisme, yang setia saya kobarkan dalam blog ini ( agar Indonesia tak runtuh ). Semoga bersemai di dada sebanyak mungkin para pembaca, warga negara Indonesia ( saya berharap suatu ketika 1 USD setara Rp 1,- Ya, ketika Indonesia benar2 hebat dan berdaulat penuh. Merdeka tak hanya secara fisik, tapi juga ekonomi ).

Pengusaha masih bisa bertahan hidup dengan berdagang produk asing. Tapi, bagaimana para karyawan dan buruh yang di-PHK akibat pabrik2 tutup ? Penyakit sosial pun muncul ( orang makan orang, hukum rimba di kota ).

Sebagian orang ngamen dan ngemis di jalan. Anak2 kecil dikoordinir orang tuanya untuk mengemis. Mengemis jadi ‘pekerjaan’ baru mereka. Terlebih menjelang Hari Raya. Orang luar Bandung menyerbu masuk untuk mengemis. Anda buka dompet atau memegang uang untuk membayar belanjaan, tahu2 para pengemis sudah ada di samping anda menadahkan tangan minta uang tanpa malu. Masa2 pembayaran uang THR memancing para kriminal beraksi. Grafik kriminalitas menanjak. Ada gula ada penjahat. Seperti DS, demi bisa merayakan lebaran, saat puasa pun, rumah sebelah tempatnya kerja selama 2 bulan, dirampok dengan kekerasan. Saat hari H, tak jadi kembali Fitri, malah masuk bui. ( jika memergoki maling di rumah, jika tak punya ilmu bela diri yang mumpuni, lebih baik kita mengendap ke luar rumah minta bantuan warga atau keamanan RT/RW ). Penyebab makro, kombinasi antara meningkatkan ketakpedulian di antara anggota masyarakat, penghargaan diri pada materi dan kian kerasnya persaingan hidup, lokal dan global.

Sebagian lainnya menjadi pedagang kaki lima ( PKL ). Uang dan lahan yang terbatas membuat mereka menempati ruang2 publik secara ilegal, seperti trotoar dan bahu jalan. Kemacetan pun tak terhindarkan. Jumlah penduduk dunia terus bertambah berlipat-lipat ( kegagalan KB ), sumber daya alam terus menyusut berlipat lipat juga ( karena ketamakan ). Sampai titik tertentu, tak tertahankan lagi. Tak lagi antar individu. Tapi antar negara. Perang Dunia ke-3 kelak, diprediksi ( dipicu ) karena rebutan makanan ini.

STOP SEDEKAH DI JALANAN. SALURKAN PADA LEMBAGA KREDIBEL

Walikota menghimbau warga Bandung untuk tak memberi sedekah pada anak jalanan ( anjal ), gelandangan pengemis ( gepeng ) dan pengamen. Lebih baik salurkan sedekah itu pada lembaga amil zakat terpercaya. Karena pemberian anda pada pengemis itu justru membuatnya bertambah malas. Ketagihan dapat uang gampang. Otak yang tak diasah jadi bodoh. Akibatnya, jika perut lapar tak tertahan, para PMS ini ( Penyandang Masalah Sosial ) terdesak mencopet, memalak dan merampok. Jadi beban kota. Sampah masyarakat. ( Operasi Yustisi lalu ditebarkan. Orang yang tak punya modal dan keahlian ( plus tak sanggup menaati peraturan Kota Bandung ) tak boleh masuk Bandung. Bandung sudah penuh dengan pendatang.

Jadi mohon maklum, kalau wow kagum saya bukan pada ilmuwan jenius itu tapi lebih ke ibu ( single parent ) yang merawat 38 orang gila. Di saat diri masih berjuang, ia sudah bermanfaat bagi lingkungannya. Menginspirasi saudara setanah airnya untuk mengabdi. Sangat tepat, panitia Kick Andy Heroes award memilih WNI dengan kualifikasi tsb menjadi para peraihnya. 100 % nyata !
Di lubuk hati, kita tak ingin WNI pindah kewarganegaraan dan menetap di negara asing kan ? ( mendedikasikan otak & karya hebatnya untuk negara asing ). Enggan pulang ke Indonesia, di antaranya karena trauma : orang tua tercinta di rampok dan dibunuh di Medan. Membiarkan ( sebagian keluarga ) negeri ini terus memproduksi pembunuh2 berikutnya dengan sasaran acak. Ortu WNI ( ilmuwan ) lainnya. Karena tak banyak orang peduli dan bernyali menghentikan keburukan orang2 di sekitarnya. Sejak berupa benih malas dan bohong di rumah sendiri, kost, tetangga, sekolah, kantor, lingkungannya. Amar ma’ruf, nahi munkar adalah kewajiban tiap muslim. Tempa nyali anda ! ( dengan tak ngeles, berkelit, menghindar setiap setan berujud manusia itu menggedor rasa takut anda ).

BTW, apakah komik biografi ilmuwan asal Medan itu berakhir WNA dan menetap di AS ? ( menginspirasi SDM hebat Indonesia berbondong-bondong ke luar negeri. Tak kembali ke Indonesia, berbakti untuk bangsa dan tanah air ). Atau kalian menunggu Indonesia kami bereskan dulu, baru mau datang ? ( jadinya, pahlawan kesiangan dong ). Ayo, mari kita bahu membahu sekarang, memajukan negeri ini, menyelesaikan masalahnya satu demi satu sesuai keahlian dan kekuatan masing2 ? Buktikan cintamu pada negeri, tanggung jawabmu pada Allah.

Come on, people … INDONESIA NEEDS YOU !

================================================

MADE IN INDONESIA..

Ada label Indonesia di botol pembersih yang mengapung di dekat puing pesawat MH370 yang hilang menggegerkan dunia lebih setahun lamanya. Dari berita TV ( 1/8/2015 ) diketahui 7 penumpang asal Indonesia yang menjadi korban dari pesawat naas milik maskapai Malaysia tsb. Saya lalu teringat suara ‘ALLAHU AKBAR !!’, mengiris kalbu, merindingkan bulu roma, dari suara korban Adam Air sebelum pesawat milik maskapai Indonesia itu menghujam perairan Majene, Sulawesi, bertahun silam. Suara sakaratul maut. Oh, Indonesia, di luar itu, kenapa masih banyak wargamu yang luar negeri minded ?

Indonesia, mungkin seperti saya, banyak aral melintang sebelum cita2 mulia tercapai. Mereka yang sudah terpedaya pemberitaan asing yang menjelek-jelekkan Indonesia, mungkin sudah tak peduli dengan pencapaian Indonesia. Masa bodoh. Karena malu ( tak bangga ), jadi nehi untuk berpikir lebih jauh kenapa Indonesia tak sekeren potensinya. Lihat, betapa baiknya perlakuan Indonesia terhadap pengungsi Rohingya yang terkatung-katung sekarat di lautan. Singapura, Malaysia ogah didatangi saudara muslimnya itu. Australia, bahkan menyuap para pembawa ( transpoter ) untuk membawa para pengungsi malang itu keluar dari perbatasan mereka. Tak peduli pengungsi lumpuh atau mati selama perjalanan yang tak menentu. Sebagian pengungsi bahkan sudah memenuhi syarat internasional ( UNHCR -PBB ) untuk memasuki kawasan Australia dan diperlakukan layak di sana. Toh, mereka diusir juga ( padahal Australia bersama AS/Barat-lah yang berulah sampai warga muslim terpaksa keluar dari negaranya karena bombardir senjata canggih demi minyak. Krisis Suriah dan Afganistan juga membawa ribuan penduduk eksodus ke negeri2 tak berkonflik, syukur2 makmur. Kalau begini terus, negara2 disibukkan oleh masalah dalam negeri dan kiriman tetangga2 sebelah, kapan kita punya waktu, dana, tenaga, pikiran, untuk berkontribusi signifikan untuk rakyat Palestina ? Satu-satunya negara yang belum merdeka sejak Konferensi Asia Afrika pertama diselenggarakan tahun 1955 ).

Saya bangga Indonesia masih manusiawi terhadap pengungsi2 tsb ( meski cuma jadi tempat transit, ribuan pengungsi yang ditolak negara2 lain masih ditampung di Indonesia sampai hari ini ). Baek banget, pan ? Kalau ada awardnya, Indonesia juga hero ( masih berjuang untuk maju, tapi sudah bermanfaat bagi masyarakat internasional ).

Saya bangga Indonesia tak jadi pangkalan militer asing ( AS ), seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Australia.

( Pesawat Hercules C-130 jatuh di Medan, 30/6/2015. 101 penumpang plus 12 awak pesawat tewas. Sekali lagi, pesawat tua yang minim perawatan, masih digunakan oleh alat keamanan negara ( TNI ). Very dangerous. Banyak anggota pasukan khusus Angkatan Udara kita, yang keahliannya 10 kali lipat prajurit biasa menjadi korban sia2. Betapa lama dan besar dana negara yang telah digelontorkan untuk menghasilkan mereka yang terbaik. Next time, jika negara belum punya anggaran ( belum cukup dana ) untuk biaya maintenance alutsista lama, harusnya Indonesia tak menerima hibah pesawat, kapal, tank dari negara lain. Jangan pula membeli pesawat bekas. Beli pesawat militer baru ( syukur2 SDM Indonesia bisa bikin sendiri ). Senjata dari Pindad, digunakan 2 serda kita untuk menggondol 30-45 medali emas di 3 kejuaraan menembak bergengsi dunia. Delapan tahun Indonesia juara umum berturut-turut dalam kejuaraan militer tsb. Produk dan SDM kita bisa unggul di bidang2 strategis, kalau kita mau serius. Tinggal manajemen negeri ini diberesin.

( Mahfud MD bilang, jika penegakan hukum kita kuat, tidak tebang pilih, hukum sama tajamnya ke atas maupun ke bawah, maka lebih separoh kejahatan di Indonesia bisa dilenyapkan ). Siapa orang kuat yang bernyali menghukum mati koruptor setelah memberlakukan kebijakan pemutihan di kepolisian, kejaksaan dan kehakiman diterapkan ? Tahun 2014, koruptor cukup dibui. Tahun 2015, masih korupsi ? Tembak mati ! )

SUDAH AHLI NERAKA BERSAMA SETAN, NGAPAIN REPOT DIGANGGU ?

Pernah terpikir di benak saya, kenapa pemeluk agama lain atau pasangan nikah beda agama terlihat ( seperti ) tenteram, tanpa masalah. Seolah setan, si biang kerok itu, menjauh dari kehidupan mereka ? Sedangkan saya yang sudah bertahun-tahun jungkir balik berupaya membaikkan do’i yang tersesat, hanya bisa gigit jari. Menulis blog saja, gangguannya bukan main. Berisik dari belakang, pertengkaran dari depan, musik hingar bingar dari atas kiri, ngakak norak dari samping kanan. Belum lagi, puluhan interupsi yang menghendaki keterlibatan saya dalam penyelesaiannya.

Jika Indonesia belum sekeren itu di mata para ilmuwan, bisakah anda berpikir dari sudut pandang ‘misi setan untuk menyesatkan umat manusia ? ‘ . Setan mengganggu orang yang belum jadi temannya di neraka. Jika manusia sudah musyrik ( calon penghuni neraka ), ngapain repot2 diganggu. Kurang kerjaan aja. Indonesia berpenduduk mayoritas muslim ( terbesar di dunia ). Islam menyempurnakan agama2 sebelumnya. Tentu, Indonesia menjadi proyek besar bagi iblis, segenap jin dan setan untuk diganggu, disesatkan, dihancurkan atau dipotong kecil2 agar tak kuat melawan koalisi negara2 yang berafiliasi dengan iblis. Indonesia yang dilihat iblis sebagai ancaman terbesar harus diobok-obok sampai mampus. Catat, ancaman terbesar ( berarti potensinya sangat besar untuk menjadi adidaya sejati di masa depan ).

Indonesia adalah negara maritim. 2/3 wilayahnya adalah perairan. Negara kepulauan terbesar di dunia. Warisan budaya Indonesia nomor satu di dunia. Kebudayaan kita lebih tua dari kebudayaan Barat ( Yunani, Mesir, Eropa, Amerika kuno ). Budaya adalah hasil olah akal manusia. Otak hebat bertebaran di nusantara pada masa nenek moyang sampai Indonesia pernah adi daya di masa Atlantis dan Sriwijaya. Pusat ilmu, budaya, perdagangan dan militer. Pada masa kita, Presiden Jokowi ingin membangun jalur tol laut. Poros maritim. Jalesveva Jayamahe. Di laut, kita jaya. Akankah sejarah keemasan terulang di masa hidup kita ? Up to us..

( Saran saya, kita harus menjaga dan memastikan mega proyek tsb adalah Indonesia yang paling diuntungkan, bukan ( diperalat ) China atau negara lain. Belajar bagaimana Mao Tse Tung & Chou En Lai ( Partai Komunis China ) memperalat Chiang Kai Shek ( tokoh nasionalis ) dalam perang melawan Jepang ( di Manchuria ) tahun 1933. Setelah perang dimenangkan dan prajuritnya habis ( pasukan pro-komunis masih utuh di belakang front ), barulah Chiang Kai Shek disingkirkan ( lari ke Taiwan ) dan berpisah selamanya dengan daratan China. ( buku “Bung Hatta Menjawab”- Wawancara Dr.Muhammad Hatta dengan Dr.Z.Yasni. Jakarta, 2002 ). Setelah ‘prajurit’ ( dana, waktu, tenaga, SDM, SDA, dsb ) kita terkuras melawan AS/Barat ( zionisme internasional ) jangan sampai kita tak punya apa2 untuk memenangkan perang besar berikutnya ( Yajuz Majuz jilid 2/ China ? )).

OH, RIO ..

Kamis petang ( 30/7/2015 ), pembalap muda yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Rio Haryanto, curhat ke pemirsa “Hitam Putih-Trans7”, Dukungan pemerintah Indonesia terasa setengah-setengah”. Sabtu, 1/8/2018, saya lihat berita di TV : pabrik buku milik orang tua Rio terbakar habis. Kerugian Rp 300 miliar lebih. ( seperti kebakaran di kantor KPAI ketika lembaga tsb tengah menginvestigasi kematian Angeline ). Apa ini ekses persaingan sengit antar pabrikan otomatif ? ( kita lihat Sean Gelael, pembalap F-1 belakangan ini diorbitkan dan menjadi kebanggaan publik tanah air juga ). Atau ada hal yang lebih besar lagi ? ( seperti kebakaran kios di Tolikara, Papua, usai sholat Id, Jumat, 17/7/2015 ). Pihak2 tertentu yang tak suka Indonesia stabil dan damai kembali berulah ? Untung Rio tak patah semangat. Saya lihat kemudian di TV, Rio bertemu dengan presiden, mohon bantuan untuk mengibarkan bendera Indonesia di ajang Formula Satu ( F-1 ). Smoga Jokowi, BUMN dan pihak terkait bisa mendukung penuh Rio dan timnya sampai Indonesia juara. Amin.

Melihat terbongkarnya aksi mafia di “Mata Najwa” ( MetroTV, Rabu jam 20-21.30 ) dalam persepakbolaan Indonesia selama puluhan tahun ini, sungguh mencengangkan. Bahkan, untuk mengibarkan kebanggaan dalam kebersamaan sebagai bangsa besar bernama Indonesia ini saja rintangannya bukan main. Saya ingat, pernah menutup mata saya dengan topi ketika Uruguay menjebol gawang Indonesia berkali-kali. Ternyata pengaturan skor, sepakbola gajah, kekalahan Indonesia yang memalukan di pertandingan sepakbola sudah puluhan tahun berlangsung. Sebagian pelaku, mengaku tak punya pilihan lain, karena tak dibayar klub sekian lama. Artinya, itu uang haram ( dari bandar judi ) yang dimakan anak istri, lalu menjadi daging yang akan dibakar di neraka dan di dunia, menjadikan anak susah diatur. Klop dengan fakta : lebih banyak ‘penumpang’ ( buih yang mudah digerakkan/ dihasut ), pekerja/ ilmuwan transaksional, penjahat, ketimbang ‘supir’ ( penggerak, perintis ), pejuang, pahlawan, negarawan. Lebih banyak orang yang galau atau masih sibuk dengan dirinya daripada orang sudah selesai dengan dirinya ( lalu berkiprah untuk kepentingan masyarakat atau negara ). Mengingat begitu banyak mafia di negeri ini, hampir di semua lini. ( baca : sebagian besar generasi penerus makan dari uang haram orang tuanya ), tak heran Indonesia masih berkutat dalam problem itu2 saja ( korupsi ). Warga pra-sejahtera, konflik SARA dan separatisme sebagai masalah turunannya. Di saat negara lain, sudah seperti burung bangkai dengan cyber optics, satelit mata2 dan pesawat siluman super canggih berputar-putar di langit, mengintai kematian kita. Mendebarkan, bukan ?

BIBIT KEMUNDURAN NEGARA DI SEKITAR KITA

Kalau anda punya usaha rumah kost, anda akan lihat banyak produk gagal orang tua berulah menyusahkan pemilik kost. Saat masuk, anak2 kost ( dari usia kuliah sampai lansia melajang ) sudah diberi lembar tata tertib selama tinggal di rumah kost. Mereka sudah diberi penjelasan apa yang tak boleh dilakukan di rumah kost ( dilarang membawa cewek/ lawan jenis masuk kamar, membawa banyak teman menginap tanpa izin, dilarang meninggalkan kamar tanpa mematikan lampu & alat listrik, dilarang meninggalkan WC tanpa mematikan kran air, dilarang membuang pembalut di closet karena bikin mampet, dilarang menyetel musik keras2 sampai menggetarkan pintu dan dinding kamar , dilarang bicara teriak2 cari heboh sampai mengganggu penghuni kamar lainnya, dilarang ngakak norak / cekikikan centil cari perhatian ( nyata gak lakunya ), dilarang meninggalkan pintu pagar dalam keadaan terbuka atau gembok nomornya tertekan ( bisa mengundang maling masuk sekaligus tahu nomor tertekan itu untuk membuka gembok saat terkunci malam hari ), dilarang meletakkan barang berharga di luar kamarnya atau kamarnya tak terkunci ). Pelbagai aturan tsb juga sudah ditempel di tembok dan WC yang jelas terlihat.

Anehnya, sangat sedikit yang benar2 mematuhi aturan yang berguna untuk kepentingan bersama itu. Lebih banyak yang sengaja melawan menunjukkan ego ingusannya. Ketika dilarang bawa cewek ( apalagi model yang ngakak norak berisik plus ngebet ngapelin sampai larut malam ), si Rom*** malah melotot, membanting pintu WC sampai jebol, membuang pembalut/ kertas merah di lubang closet, menggertak dengan suara keras menunjukkan ego kesukuannya, memfitnah penghuni kamar sebelah telah mencuri perkakas kamar mandinya sampai mereka tak betah dan pindah kost, bahkan minta dibelikan meja belajar ! ( padahal nunggak bayar kost 3 bulan ). Intimidasi macam apa pula ini. It’s me, not you ! sesumbarnya. Wueleh .. ( ini bukan rumah mbahmu ! )

Capeknya berurusan dengan orang bego. Gak nyambung aja. Bisa ubanan kita kalau diladeni. Siapa yang mau memperkerjakan cowok kepala batu seperti ini ? Susah diatur. Bikin usaha bisa bangkrut. Konsumen pada kabur. Yang dibilang ‘berani’ oleh orang Ba*** adalah ‘kasar’ di sini. Keangkuhan macam apa sehingga kamu harus bentak-bentak keras plus omongan kotor jika aturan kamu langgar semata kamu dari suku tsb ? Kalau miskin, bodoh, tahu dirilah. Seperti ini saja sudah sulit diterima di pasar kerja, apalagi kalau tabiatmu sombong, kasar, merasa benar sendiri. Tak elok. Banyak orang rantau dari seberang yang arogan di Bandung ini, sampai kami terpaksa pukul ratakan : mereka tak diterima lagi di rumah kost kami. Hati2. Tak sedikit dari tetangga kami juga menyetop menerima orang daerah karena begitu banyaknya kesulitan mereka timbulkan, termasuk tak malu menunggak membayar kost sekian bulan, padahal rokok, ngakak di smartphone, internetan mereka jalan terus. Tak tahu prioritas.

Terakhir, Alf*** dari Pap** setelah kerap membawa teman yang tak mengguyur closet setelah BAB dan membiarkan kran air terbuka sepanjang malam menghabiskan cadangan air di reservoir ( air PDAM ngocor 2 hari sekali, 2-4 jam saja ), menggetarkan tembok dengan speaker super bass nyaris 24 jam tiap hari ( bikin kepala saya vertigo ) , lalu tak pernah membayar tunggakan kost-nya sampai hari ini, ia kabur tanpa kabar, maaf dan penjelasan. Setengah tahun berlalu masih begitu. Nihil. Dua orang sesukunya, juga bermasalah.

( cara mengeluarkan anak kost tak bertanggung jawab : bikin dia tak betah ( matikan air dan listriknya sesering mungkin ). Setelah 3 bulan tak kunjung bayar kost ( peringatan2 tak digubris ), ambil kunci kamar dari tangan si mbalelo, panggil keamanan RT / RW, lalu keluarkan barang satu demi satu dari kamar si penunggak, lalu kunci pintu dan jendela rapat2 ).

Kebijakan bayar kost 3 bulan di muka, sangat baik, karena anak kost sangat jarang yang bisa mengelola uang orang tuanya dengan baik. Mereka terbiasa bikin masalah dan malas di rumah, tanpa mau tahu orang di dekatnya selama ini telah direpotkan untuk membereskan masalah2 yang dia akibatkan. Jika anda mendapati seseorang begitu malas ( tak becus ), berarti di sekitarnya ada sejumlah orang yang telah dia sengsarakan. Kebiasaan buruk ini berlanjut di tempat kost. Pemalas2 yang sudah keluar rumah ini, jika tak di ‘terapi’ secara masal ( dengan tidak menerima mereka di tempat kost, kampus & kerja ) sampai insyaf seperti ini, mereka bisa jadi kaki tangan asing yang menggerakkan mafia2 di tanah air. Anak2 penentang aturan ini ( seperti gaduh lewat tengah malam dengan musik, obrolan keras, nyanyian fals, ngakak norak, cekikikan cewek genit ) adalah bibit2 kemunduran negeri ini. Hentikan di rumah ( kost ) anda selagi bisa. Pedulilah pada penyimpangan anak2 tak peduli ini agar ketak pedulian mereka tak membesar dan memakan korban ( semisal korupsi, narkoba, mutilasi pacar hamil, rampok dengan kekerasan, KDRT, memperkosa keponakan sendiri karena tak kuasa menahan syahwat, dsb ). Indonesia tak hanya darurat korupsi dan narkoba, tapi juga darurat parenthing ( kapan TV memutar acara seperti “Super Nanny” dan Nanny 911 lagi ? Banyak ortu Indonesia yang ternyata tidak tahu cara mengasuh anak dengan benar. Menghukum tiap penyimpangan/ kenakalan/ kekasaran dengan tepat ). Jika anda peduli dan konsisten, maka anda sudah berkontribusi pada tegaknya hukum dan keutuhan NKRI .

Saya sering melihat arak-arakan anak daerah ( termasuk Pap** ) ke lapangan Gasibu minta perlakuan sama dalam kesempatan kerja di kota ini. Lainnya, minta merdeka. Saya pikir, paguyuban mereka harus lebih dulu menertibkan anak2 sedaerahnya untuk taat aturan di kota ini. Di mana bumi dipijak di situ langit di junjung. Jika sikap baik, rendah hati , kalian tunjukkan sampai warga Bandung terkesan dan kalian punya reputasi baik di sini, tentu kemudahan akan diperoleh. Pemilik kost bisa tenang menerima kalian, dan member i info lowongan kerja, bahkan merekomendasikan kalian layak diterima di perusahaan. Tahu, senang, lantas percaya. Kepercayaan ( trust ) dan nama baik adalah modal utama bisnis. Sikap baik yang tulus mengundang orang baik dan bantuan2 suksesnya.

IBU TAK PEDULI MEMBIAKKAN ANAK TAK PEDULI DENGAN DANA PUBLIK

Jadi orang idealis memang banyak sport jantungnya. Saya tak bisa mengabaikan penyimpangan di sekitar saya begitu saja. Saya harus berbuat sesuatu, agar Allah tak kecewa ketika menagih ‘amar ma’ruf nahi munkar’ saya. Ketika saya memberitahu ada perda K-3 tentang denda Rp 250 ribu bagi orang yang menyetel musik keras2, apalagi rutin latihan band, tanpa izin keramaian, telah dilanggar oleh beberapa penyewa kostnya, Bu Ag** malah mengadu ‘ketidakbaikan’ saya ( bukannya menegur penyewa yang telah melanggar ). Pemberitahuan itu sudah cukup sopan ( apa orang minder atau sebaliknya, merasa ‘lebih’, selalu salah tangkap jika ditegur ? ) namun tak berhasil.

Di minggu berikutnya, tukang sampah RT lama berteriak ‘Sampah ! SAMPAH ! SAMPAH !!.. ” demi bisa masuk gerbang rumah kost 28 kamar itu dan mengambil sampahnya yang banyak. Ia kuatir ketinggalan truk pengangkut sampah . Saya lalu member i solusi agar pengangkutan sampah tak terkendala. Awalnya, dijanjikan ada penjaga yang membuka tutup gerbang jika ada tamu, tapi tak juga terealisasi ( meski kamar2 kost itu sudah penuh ).

Di bulan berikutnya, suara bising tukang bangunan membuat saya memergoki aktivitas memasang talang air hujan ke tembok rumah kami. Saya pun menegur dan memberi solusi : agar dibuat tembok dobel atau tiang sendiri, tempat talang 2 lantai itu bertumpu menyalur air limpahan atap. Dinding rumah kami saat dibangun dulu tak didesain untuk menerima beban lebih ( tak ada kolom praktis untuk talang2 rumah tetangga yang dibangun puluhan tahun kemudian ). Ibu yang menerima kredit Rp 500 juta dari tempatnya bekerja di Jakarta ngakak dengan pemborongnya ‘TAKUT AMBRUK, PAAKKK !!”, persis di belakang ketika saya meninggalkannya. Uh, terlalu..

( ibu yang anaknya sudah mahasiswa itu bisa seangkuh ini pada tetangga sebelah yang imut dan baby face ini. Ciee.. Dikira anak kecil kali ya ).

Yang penting, talang itu lalu dipindahkan sesuai permintaan saya. Mohon para pembangun agar minta izin pada tetangga kanan, kiri, depan, belakang, ketika akan membangun atau merenovasi rumah. Apalagi jika sampai merubah tembok tetangga. IMB itu tak cukup ke RT/ RW atau tokoh kampung saja. Yang terdampak langsung kan tetangga yang paling dekat/ sebelah.

Menurut Pasal 654 Kitab Undang-undang Hukum Perdata : “Tiap-tiap bangunan, pipa, asap, tembok, pagar atau tanda-tanda perbatasan lainnya yang mana karena tuanya atau karena sebab lain, hampir roboh dan membahayakan bagi pekarangan tetangganya, harus dirombak, diperbaharui atau diperbaiki, atas teguran pertama dari pemilik pekarangan tetangga”.

Gak lucu kan, kalau kelak kami perlu membongkar tembok kami lalu melemparkan talang2 itu. Toh, mereka pun memasangnya tanpa izin kami. Batas persil sebaiknya membuat tembok baru ( dobel ) sehingga setiap pembebanan baru sudah diperhitungkan dan tak merugikan tetangga sebelah. Mohon juga PT.Tas*** lebih teliti memeriksa karyawannya yang mengajukan pinjaman. Uang itu uang publik. Hendaknya disalurkan pada orang2 yang kredibel dan berintegritas tinggi agar masyarakat diuntungkan, minimal tak dirugikan. Apalagi dalam jumlah besar yang biasanya lebih mudah diperoleh oleh orang dalam. Saya masih berjuang memberadabkan orang2 tua sejenis tak peduli ini. Yang membiakkan banyak anak tak peduli di rumah kostnya yang besar hasil pinjaman. Memang, tak mudah menjadi orang baik. Tak mudah menjadikan Indonesia negara kuat . Tapi saya tetap bertahan mengasah nyali.

INDONESIA, 70 TAHUN. AYO KERJA !

Pihak asing ingin kita tetap sebagai inlander yang inferior seperti masa penjajahan dulu. Nurut bak kebo dicucuk hidung. Propaganda hitam tentang Indonesia sepertinya berhasil pada sebagian WNI. Membuat mereka memburu produk2 luar dan pamer apa pun yang made in luar. Saya yakin, jika warga di negara2 maju bertukar tempat dengan warga Indonesia di sini, belum tentu mereka bisa cepat meng-handle seabreg maslah, intrik, kepentingan negara2 asing dan para setan atas Indonesia. Saking banyaknya, sampai penjara Indonesia rata2 over kapasitas. Sebagian diisi orang yang tak bersalah karena salah tangkap polisi yang mengejar target atasan tanpa profesionalisme( tinjau rekrutmen dan promosi jabatan di kepolisian, apa sarat suap ? ). Bahkan, ada yang semestinya untuk 5 orang, tapi dihuni 50 orang ( Bogor ). Kita perlu mencegah bibit kejahatan sejak dari rumah masing2.

( Orang dijadikan tersangka jika ada bukti permulaan yang cukup. Penahanan baru sah jika ada bukti permulaan yang cukup dan surat penahanan yang sah. Belakangan, terjadi ( preseden ) sidang pra-peradilan untuk membebaskan seseorang dari status tersangka. Trend tak sehat yang digunakan para koruptor untuk lepas dari tanggung jawab ( dalam KUHP, status tersangkanya sendiri bukan hal yang bisa diuji di pengadilan )

Skup problem dan kriminal di negeri ini tak cukup ditangani oleh Polri, TNI, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, KPAI saja. Jumlah mereka tak sampai 2 juta orang. Sedang kita lebih 250 juta orang. Pemalas ( bodoh ) dan pembohong ( pengecut ) menjadi kaki tangan asing yang mengacak-acak Indonesia dengan beragam modus dan mafia. Benih2 malas dan bohong seperti mereka juga bisa terlihat di rumah kita, rumah kost, warnet, diskotek, tempat2 boros & maksiat. Nahi munkar ( mencegah keburukan ) harus aktif kita lakukan sejak lingkungan terdekat kita. Kekasaran yang dibiarkan akan menjadi kekejaman yang mengerikan. Kita tak rela Indonesia tergadai ( karena defisitnya neraca pembayaran kita dan rusaknya generasi penerus ). Kita tak boleh kalah bersaing. Kita harus kuat dan berdaulat. Setuju ?

===========================

* Melihat MM ( di TV ) mencak2 pada ketua KPAI yang akan menginvestigasi kasus kematian Angeline ( 8 th ), saya terheran. Normalnya, ibu yang sayang anak, tentu senang mendapat bantuan profesional. Tapi, MM merasa nama baiknya lebih penting daripada upaya pengungkapan pembunuhan anak adopsinya tsb. Selama sebulan, Angeline ‘hilang’, wajarnya MM minta bantuan pihak berwenang untuk mengusut kehilangan itu kan ? Bukan cuma pasang iklan di medsos ( dan minta donasi segala ). Apa lagi kesulitan keuangan ?

Begitu manipulatifnya MM, sampai pengacara HS terpengaruh. Tidakkah ia melihat kejanggalan2 ini ? Angkuh, mudah tersinggung, kejam tak proporsional dan manipulatif adalah ciri khas seorang psycho. Psikopat kalau jengkel suka menyiksa. Jika ada orang ngorok di sebelah, si psikopat memilih menghujamkan bolpen ke tangan si pengorok sampai tembus dan berdarah-darah ( bukannya ia memberitahu atau pindah kursi ). Pezina membunuh pasangan kencannya hanya karena diejek bau. Jika wanita idaman tak datang menghampiri mejanya, EH memajang foto2 intimnya dengan para cewek/ mantan ( uh, pengalaman pribadi ). Jika Angeline tak datang pada panggilan kedua, maka MM langsung menggebuknya dengan bambu sampai bocah itu tersungkur lebam2 atau berdarah-darah ( terakhir tak bangun lagi untuk selamanya ). Wajarnya, anak 8 tahun jika nakal atau salah, cukup diminta duduk di kursi hukuman selama 8 menit, ( diulangi ratusan kali kalau perlu ) sampai ia menyadari kesalahannya dan minta maaf. Ibu yang penuh kasih lalu duduk setinggi anak untuk memberitahu perbuatan yang benar, lalu mencium si anak dengan sayang. Tak ada intimidasi sama sekali. Apalagi kerja rodi plus pukulan mematikan.

Dendam adalah kombinasi kemarahan dan kesombongan. Psikopat punya dendam tak berujung ( harus ia yang menang, norma agama dan moralitas dalam masyarakat tak digubrisnya ). Setahu saya, salah satu penyebabnya, karena bertubi-tubi penolakan atau pengabaian sejak balita. Tak ada penjelasan yang memadai atas ketidakadilan yang dialaminya atau penyiksaan yang dilihatnya. Orang tua tak hadir di sana ( dengan bijak ). Bayangkan jika puluhan tahun hal mengkristal dalam dirinya. MM ditinggal mati 2 suaminya dan ditinggal jauh kedua putrinya. Kuatir Angeline berlaku sama ( meninggalkan/ mengabaikan ) jika tak ‘dihajar’ dengan keras ( mungkin itu mindsetnya ). Hukuman 20 tahun tak mempan baginya. Hukuman yang diterima takkan berhasil tanpa pertobatan tulus. Psikopat sudah menjadi media setan, saking pekatnya energi negatif dalam dirinya. Jadi jika psikopat sampai membunuh ( menyiksa sampai mati ), hukum mati saja. Sebagai peringatan bagi yang lain dan para orang tua agar mengasuh anaknya dengan benar.

* Mamah, 10 Juli 2015, dinyatakan sembuh dari penyakit TB-nya. Alhamdulillah. Bisa beraktivitas lagi, meski tak sebanyak dan selama sebelum terserang penyakit mematikan itu. Pola sehat harus tetap terjaga. Mesti cukup istirahat, lebih banyak berfikir positif dan bersyukur.

* Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang dikriminalisasi dengan skenario pembunuhan Nazrudin, besutan BHD cs mendapat grasi dari presiden. Kita yang mengikuti denyut nadi negeri ini dari hari ke hari, rajin update berita dari berbagai media, tentu tahu Antasari tak bersalah. Saya cuma berharap, next time, para ‘pelaku sebenarnya’ lebih smart dan manusiawi jika diperintah membungkam mulut yang vokal. Bicara 4 mata dan katakan, demi kestabilan negara ( misalnya, mengamankan RI-1 ), bekerja samalah. Nobody’s perfect. Ini problem sebenarnya. Jika penyelidikan anda diteruskan, hasilnya akan berakibat ini dan itu bagi negara. Juga bagi anda sendiri. Saya pikir itu lebih baik.
Selamat menghirup udara bebas, Antasari. Terus berkarya untuk Indonesia ya, Pak. You’re still in our heart as a good person. You’re not guilty in the case. That’s the most important. Right, Sir ?

** Keterangan foto : ( Patung ) Jenderal Sudirman menghormat pada rakyat Indonesia. Tanpa rakyat, pasukan takkan eksis. TNI mendukung pemerintah selama tak bertentangan dengan kepentingan negara ( rakyat ). TNI tak diciptakan oleh presiden, parlemen, pimpinan partai atau negara asing. TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat. Haluan yang dipancangkan Sudirman pada pengabdian TNI, penjaga NKRI. Sudirman adalah pahlawan Indonesia dan idola prajurit kita. Usia 29 tahun sudah menjadi Panglima Besar. Semula guru, tokoh pemuda, lalu memimpin pasukan. Ogah diberi kenyamanan fasilitas dan perawatan TB yang dideritanya jika syaratnya tak melawan Belanda. Dengan satu paru, Sudirman memilih bergerilya sampai mati. Semangat terus berjuangnya, patut kita teladani.
Jika Sudirman sudah gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apa yang bisa kita lakukan untuk Sudirman ? Meneruskan semangat juangnya yang pantang menyerah. Mengisi kemerdekaan dengan memajukan Indonesia.

Written by Savitri

27 Agustus 2015 at 11:57

Ditulis dalam Nasionalisme

Tagged with

TB & Lansia : Gejala, Penyebab, Pencegahan, Pengobatan. Level Abis !

leave a comment »

TB

TB, penyakit pembunuh nomor 2 di dunia setelah jantung. Jika narkoba merenggut 33-50 nyawa perhari, maka TB 450 jiwa perhari. Jangan malu menggunakan masker hidung & mulut ketika berada di luar rumah ( polusi ) atau di keramaian orang. Karena ternyata banyak orang malu mengakui bahwa ia mengidap TB karena tak kuat berobat atau takut dicemooh kena penyakit gak level ( miskin ). Batuk 3 minggu gak sembuh2, itu gejala Ispa, mungkin TB. Ada orang batuk  atau bersin ? Pasang masker dan jaga jarak ketika bicara dengannya. This is very serious, man.. ( foto : medicastore )

TB. Tuberkulosis. Dianggap penyakit ‘gak level’, tapi pengobatan ‘level abis’. Sampai banyak yang menyerah. Tak meneruskan pengobatan. Tak kuat menanggung biaya. Berpura-pura sembuh. Menguatkan diri, menjalankan aktivitas seperti biasa. And then …dead.

Sabtu, 11 April 2015, Bu Sofie, tetangga kami yang setahun lebih muda dari Mamah, wafat karena TB.

Mamah, 13 Januari 2015, masuk RS.Advent ( Jl.Cihampelas, Bandung )  karena tak mampu beraktivitas lagi. Mengapa memilih rumah sakit ini ? ( TB lho, untuk Mamah kok main2 ). Sebetulnya, yang memilih itu Mamah. Mamah muslim, dokter spesialis paru yang merawat pun muslim.Bahkan, petugas kebersihan juga muslim.

Lagian, kakak sulung saya pernah dirawat di rumah sakit ini, September 2001. Ya, terkait peristiwa 9/11 yang menghebohkan itu. Kakak depresi, berlaku heboh/ kerasukan, mengira dunia kiamat setelah melihat gedung kembar itu hancur diledakkan di Amrik sana. Setelah sesiang semalam memeriksa, dokter lalu menyarankan kami membawa kakak ke Rumah Sakit Khusus Hurip Waluya ( Jl.Karang Tineung, Bandung ). Keputusan memindahkan itu, sebelum biaya membengkak, dan kesigapannya ( dibandingkan dengan RS.St.Y di mana Bapak wafat karena stroke ), mungkin, yang membuat Mamah memilih RS ini.

DEPRESI, ENERGI NEGATIF, MUDAH DIRASUKI JIN

Selama 40 hari, kakak di rawat di Hurip, disambung rawat jalan setahun lamanya dengan kontrol 2 minggu sekali ke psikiater dan diresepkan obat anti depresi seharga ratusan ribu usai dikontrol.( Kok, kakak bisa begitu ringkih ? ). Kakak demen menekuni ilmu tenaga dalam. Dari ibu berjilbab yang merawat 85 orang gila ( “Kick Andy”, MetroTV, 24/5/2015 jam 13-14.30 ) diketahui : orang yang menimba ilmu kebatinan ( dari banyak guru ) bisa gila/ kerasukan seperti yang menimpa adiknya. Ibu itu depresi pasca bersalin ( orang lain melihatnya seperti gila ). Jika ilmu pasien lebih tinggi dari penyembuhnya, maka setelah si pasien sembuh, gantian si penyembuh yang ‘gila’ ( setan berpindah ). Untuk memahami, saya kaitkan dengan info makhluk halus di acara “On the Spot”, Trans7, Senin-Jumat jam 19.15 – 20.15 : Makhluk halus yang energi negatifnya masih rendah baru bisa berujud lingkaran putih di kamera. Yang energinya menengah, sudah mampu menggerakkan kursi, laci, melayangkan mug, dll. Yang energinya tinggi, bekerja sama dengan dukun/ orang negatif, bisa mengguna-gunai, menyantet atau membunuh orang. Ujudnya sudah menyerupai orang seperti yang kita lihat di film2 hantu/ horor.

Ya, makhlus halus ( iblis, setan, jin ) bisa menembus dimensi manusia karena bantuan manusia. Tempat2 kumuh, gelap, terbengkalai. Rasa takut yang dimassalkan dengan tayangan mistis di TV dan bioskop. Mindset instan : ingin cepat kaya, naik pangkat, dapat pasangan, dengan mendatangi dukun/ ajengan yang berpraktek klenik.Kecelakaan dan pembunuhan memberi energi dahsyat ( seperti ‘highlander’ ) pada mahkluk halus sehingga ia sanggup bertahan ratusan tahun untuk mengusili atau melenyapkan manusia. Kita berperang melawan setan sampai kiamat. Setan adalah musuh yang nyata bagimu, firman Allah. Pikiran dan perilaku negatif ( seperti korupsi, kecanduan narkoba, miras, seks bebas, sikap boros, foya-foya, menghamburkan waktu dengan main game & judi online, lupa sholat 5 waktu, mulut kasar, dsb ) mengundang para makhluk halus datang menyerbu ruang2 manusia. Setan2 itu membesar dengan menyerap energi negatif dari manusia. Jadi, takutlah hanya pada Allah Swt.

DUNIA ADALAH ‘PENJARA’ BAGI ORANG BERIMAN

Masuk surga tidak instan. Hidup ini tidak instan. Ada perjalanan berat nan panjang yang harus dilalui. Penuh ujian dan godaan.Menjadi orang baik itu susah. Lebih banyak orang yang bisa diajak dan berkelakuan buruk seperti tsa, karena mudah ( lihat tayangan hiburan, sinetron dan mistis yang lebih banyak ditonton daripada siraman rohani, acara pencerahan, motivasi atau iptek ). Sadari, dunia ini ‘penjara’ bagi orang yang beriman. Kita baru bebas di surga. Orang bebas semau gue itu tak mau dipenjara di dunia ( mereka memilih dipenjara di neraka jahanam ). So, it’s your choice .. be a good person or a bad one.

Alhamdulillah, sekarang kakak sudah lulus D3 dan bekerja sebagai instruktur di politeknik dengan gaji lumayan. Pelajaran terpenting dari peristiwa tsb : Beribadahlah dengan cara yang dicontohkan Rasulullah di hadis shahih ( HR.Bukhari & Muslim ). Jangan aneh2 dengan rapalan nyeleneh demi mendapat ‘ilmu nan sakti’.

Lalu, bagaimana dengan Mamah ? Belajar dari pengalaman merawat kakak 14 tahun lalu : Pasien harus ditemani 24 jam per hari. Saya bergantian shift dengan 2 kakak saya selama 8 hari Mamah di rawat inap kamar kelas satu ( 2 bed, Rp 350 ribu/ hari ).Pasien sering drop emosinya : merasa tak berdaya dan tak berguna. Kita ( penjaga ) mesti kerap membangkitkan semangat hidupnya, memotivasi dan membantunya minum obat, makan hidangan rumah sakit, mengantarnya ke WC dengan labu infus ( Mamah habis 11 labu nutrisi dan 7 labu antibiotik seharga Rp 200-400 ribu per labu ), menemaninya berjemur matahari pagi selama 15 menit ( sebelum jam 10 ) per hari dan membantu pasien menyampaikan keluhan dan menjawab pertanyaan dokter juga perawat. Setelah 2 hari, dokter belum tahu persis apa penyakit Mamah, saya bertanya :

1. Mamah sakit apa ?
2. Mamah bisa sembuh dengan cara apa ?
3. Dari range 1-10 ( berat ), penyakit Mamah di level berapa ?
4. Adakah gaya hidup Mamah yang harus dirubah ?
5. Apa makanan yang dipantang ? Yang harus banyak dimakan ?
6. Perkiraan berapa lama Mamah dirawat di RS ?

PENJAGA PRO-AKTIF, PASIEN SEMBUH, BIAYA TERJANGKAU

Kita harus mengawal perawatan tsb dengan kritis dan disiplin. Sampai mengecek level cairan di labu infus dekat tangan pasien. Sebelum cairan habis, gerakkan roda penghenti aliran infus ( sebelum darah pasien ganti tersedot ke labu atau pembuluh darah pasien kemasukan gelembung udara ), lalu panggil perawat jaga ( bisa dengan memencet bel di kepala ranjang pasien ) untuk mengganti dengan labu baru. Kalau tangan pasien sudah bengkak terisi penuh cairan, kita bisa minta perawat untuk memindahkan jarum infus ke tangan lainnya. Memang, 1-2 jam sekali ada perawat jaga yang keliling melihat kondisi dan kebutuhan pasien. Tapi, namanya ‘human error’ ada di mana2, kita harus mengerahkan ‘pengamanan berlapis’ dan pro aktif saat menjaga anggota keluarga kita, terutama ibu yang dalam agama disebut 3 kali melebihi bapak. Surga di telapak kaki ibu, man.. Ibu ridho, Allah ridho.

Bu Kaman, ibu mertua kakak ke-2 di Majalengka, wafat 22 Mei 2015. Hari2 terakhir hidup beliau, terlihat kurus kering di kursi roda dengan kaki mengecil. Tanpa semangat hidup. Kerja kerasnya di sawah, menjadikannya orang kaya di kampung, seolah antiklimaks dengan akhir hayatnya. Hidup harus seimbang. Hidup bahagia di dunia dengan hati damai ( taat beragama ), badan sehat, good job dan keluarga rukun. Pilih teman dan pasangan yang baik akhlaknya. Setelah menikah, perhatikan dan kawal perkembangan suami dan anak agar punya 4 hal tsb. Karena saat kita drop, mereka-lah yang akan menjaga dan menyemangati kita.

Di acara “Spotlight” ( Trans7, tiap Sabtu, Minggu jam 10.30-11.30 ), diberitakan, banyak janda yang menyusul wafat, setelah kematian suami belahan hatinya. Dikunjungi 3 kali seminggu tak menyurutkan kesedihan dan putus asanya. Apalagi kalau ditinggal sendirian di RS ( yang ada kamar jenazahnya, plus 200 kerangka dikubur di bawah RS, dengan suster ngesot, nenek gayung, segala macem. Terbayang horor dan histerisnya ).Pasca wafatnya bapak, saya menempeli Mamah seperti perangko. Tidur seranjang dengannya. Saat TB ( dianggap menular & berbahaya ) pun, saya ‘kontrol’ ( fisik dan psikisnya ) tiap pagi dan petang seraya membawa hidangan sarapan, makan siang + obat, dan makan malam. Saya nonton apa yang disukai Mamah ( acara “On the Spot” dan “Spotlight” ) supaya nyambung ngobrolnya.

Jadi, Mamah sakit apa ? Oya, setelah rontgen, CT Scan ( habis Rp 3 juta ), tes darah, dahak, urine, Mamah didiagnosis sakit Tuberkulosis ( TB/TBC ), pneumonia dan hipertensi. Tiga penyakit kelas maut yang jika tak dirawat dengan baik pasti merenggut nyawa. Ini baru benar2 horor buat saya. Bayangkan, dari hipertensi saja, penderita bisa lanjut ke serangan jantung, diabetes dan gagal ginjal. Obat TB yang sejatinya 12 butir itu ( diminum 6-9 bulan ) jika terakumulasi di ginjal ( tak terbuang residunya dengan lancar karena kurang minum atau jarang kencing ) bisa berakibat gagal ginjal yang menuntut cuci darah jutaan rupiah.

APA ITU TB ?

TB adalah infeksi yang disebabkan kuman yang meronggai paru-paru.Tugas sistem pernafasan adalah memasok oksigen ( O2 ) ke dalam darah dan membuang karbondioksida ( CO2 ) ke luar tubuh. 10 menit otak tak disuplai oksigen, manusia akan mati. Paru-paru membiarkan udara ( O2 ) masuk dengan cara mengembang dan udara keluar ( CO2 ) dengan cara mengerut. Paru2 digerakkan oleh otot2 rusuk yang melengkung di sekitarnya dan diafragma ( selembar otot di bawah paru ). Dan setahu saya, otot baru bisa bekerja jika disuplai darah dari jantung. Jika jantung payah ( hipertensi ), sebagian sel paru terisi cairan ( pneumonia ) dan bakteri ( TB ) maka kegiatan fisik lebih dari sejam sudah membuat Mamah terengah-engah ( pasien lain yang lebih parah, sesak nafas ). Setelah Mamah dirontgen terlihat flek putih di bagian bawah paru kanan. Setelah Mamah dicek darah terbaca kadar leukositnya 19.000 ( normalnya antara 4400-11.300 ).

Seperti flu atau selesma, TB bisa ditularkan melalui tetes ludah/ dahak yang mengandung bakteri ( Mycobacterium tuberculosis ) yang terpercik saat batuk, bersin atau kontak langsung dengan luka di kulit penderita TB. Dalam tetes2 ini, kuman bakteri dapat hidup beberapa jam dalam udara panas lembab dan nanah selama beberapa hari.

Gejala terserang TB :

  • Kelelahan fisik
  • Kehilangan berat badan secara bertahap
  • Berkeringat di malam hari
  • Sakit nyeri di bagian dada atas
  • Batuk yang dapat disertai dahak atau darah
  • Interval nafas pendek ( terengah )

APA ITU HIPERTENSI ?

Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi melampaui batas normal pada dinding nadi. Ketika jantung mengerut ( sistolik ) normalnya pada angka 110-140, dan mengendur ( diastolik) normalnya pada angka 70-90 di alat sfigmomanometer. Tekanan darah dipengaruhi kekuatan pompa jantung, elastisitas pembuluh darah, jumlah cairan darah, aktivitas dan emosi penderita. Mamah jadi pusing, atau berkunang-kunang, jika hipertensinya kumat. Hindari stres dan kegemukan serta batasi makan garam, karena hipertensi yang tidak dirawat baik dapat berakibat fatal ( mati ). Hindari hujan, air dan udara dingin bagi penderita pneumonia.Mamah jadi batuk seharian, mau pilek, meriang lemas, jika udara dingin. Seorang peneliti tewas di lokasi bersalju karena pneumonia. Jadi, baiknya ngumpet dan berselimut saja di kamar yang hangat jika hujan turun atau udara mendingin.

Saya lihat ada garis spidol hitam berbentuk kotak di tangan kanan Mamah. “Apa tuh, Mah ?” tanya saya.”Kalau bengkak kemerahan,itu tanda bakterinya ganas,” jawab Mamah. Setelah saya baca di internet : reaksi kemerahan itu tanda penderita telah divaksin BCG atau pernah mengalami infeksi primer, ada antibodi terhadap basil tuberkulosis dalam darah. Yang belum divaksin BCG akan lebih mudah terserang TBC ( lebih sulit pengobatannya ) yang ditunjukkan reaksi negatif ( tidak bengkak merah ).Reaksi Mantoux ( tuberkulin ) untuk menentukan belum atau sudahnya seseorang terinfeksi basil TBC, dengan cara menyuntikkan intradermal, filtrat dari pembiakan basil.Di hari ke-3 setelah penyuntikan basil, bengkak merah melewati batas kotak. Wah ..

ANTIBIOTIK  RP 400 RIBU PER LABU

Dokter lalu mengganti labu infus aneka vitamin dan mineral itu dengan labu antibiotik. Bengkak pun mengempis. Kulit Mamah rata kembali. Hari ke-8, Mamah diperbolehkan pulang untuk dilanjutkan dengan rawat jalan minimal 6 bulan. Selama 8 hari pengobatan di RS, biaya tercetak Rp 18 juta lebih. Untuk pelayanan ramah ( perawat, petugas gizi, kebersihan, satpam ), makanan vegetarian enak, dokter spesialis S-3 cakap, kamar bersih nyaman higienis ( sirkulasi udara lancar, cahaya matahari masuk ) pantaslah. Kami sengaja tak memberitahu banyak orang ( cukup anggota keluarga inti ) agar tak banyak tamu yang menjenguk, sehingga Mamah bisa istirahat total.( Olga Syahputra yang wafat ..April 2015, setahu saya, koma setelah dijenguk banyak orang yang datang silih berganti menyulitkannya tidur, bahkan makan dan minum obat tepat waktu ). Begitu pula saat di karantina di lantai 2 rumah kami. Tak banyak yang tahu pasti, kenapa Mamah off di banyak kegiatan yang selama ini diikuti. Jika ada yang gigih bertanya, kami jawab : Mamah sakit radang paru, perlu istirahat total 6 bulan, jangan dijenguk, mohon doanya saja. Terima kasih.

21 Januari 2015, dokter meresepkan obat sbb :
1. Rimstar 4FDC no.90 ( obat TB diminum jam 15.00 sebanyak 3 butir/ hari )
2. Elkana no.30 ( vitamin sebutir/ hari )
3. Zyloric 300
4. Exforge 5/160 no.30 ( obat hipertensi sebutir/ hari )
5. Sanfuliq no.30 ( vitamin sebutir/ hari )

Harga Rimstar per butir di Apotek Utari ( milik PT.Pos Indonesia ) Rp 8 ribu. Sebulan butuh dana Rp 720.000,- Exforge, Rp 313.000 per strip ( isi 12 butir ). Belum obat lainnya. Benar2 penyakit mahal. Jika obat sampai bolong atau telat diminum, maka pengobatan mulai dari nol lagi. Sampai 6 bulan lagi. Wah..

DI RUMAH SAKIT TETAP NASIONALIS

Saya kaget, waktu Dr.Marwan bilang masyarakat kita menganggap TB adalah penyakit ‘gak level’ yang acap menimpa orang miskin. Mereka lebih bangga kena stroke, jantung, diabetes, yang biasanya menimpa orang2 berduit yang kelebihan makan. Padahal, Margaret Teacher ( mantan PM Inggris ) wafat karena sakit paru. Lee Kuan Yew ( pendiri dan mantan PM Singapura ) wafat 23 Maret 2015 karena sakit pneumonia ( radang paru karena infeksi sampai sebagian paru terisi cairan, bukan oksigen ).Saking banyaknya penderita TB di Indonesia, sampai orang asing melihat Indonesia sebagai negara miskin. Saya sampai ternganga lebar ketika tercetus ungkapan ‘saya tak bangga Indonesia’ karena cemooh warga asing seperti itu. Saya lalu menukas,”Bapak mesti bangga jadi orang Indonesia. Kalau Bapak ( yang sudah sepuh senior ) gak bangga, apalagi kami kaum muda ( yang baru bau kencur ini ) !”. Buat kami bangga, ada orang Indonesia yang bisa ngobati TB seperti Bapak. Kalau anda bisa jadi dokter, jadilah dokter yang hebat. Kalau saya hanya bisa jadi blogger jadilah blogger yang hebat. Setiap kita yang hebat dengan apa yang kita bisa, maka Indonesia akan hebat dan membanggakan. Setuju, Dok ? ( kenapa saya jadi berapi-api gini kalau ngomongin Indonesia ).

Selama perawatan Mamah, saya absen blogging 3 bulan. Karena letih, tapi terus menguatkan diri, melabrak jam istirahat, stres mendengar keluhan Mamah hampir seharian, saya terserang vertigo. Pandangan berputar, jungkir balik jika bangkit dari tidur, menggerakkan kepala tiba2, menunduk atau mendongak. Setelah menghimpun info dari TV dan internet, saya tidur tak kurang 8 jam per malam dan minum vitamin B complex selama 3 minggu akhirnya saya tak vertigo lagi.”Kayak orang tua saja kena vertigo,” celetuk Pak Made, pelanggan lukisan saya. Yah, begitulah .. tapi saya dikira masih berumur 20 tahunan oleh dokter. Alhamdulillah..

Sejak bulan ke-4, obat TB Mamah tinggal sebutir, yaitu Rimactazid 450/300 mg ( mengandung zat Rifampicin 450 mg dan Isoniazid 300 mg ).

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik kenakan masker ketika orang lain batuk2 ( karena kita tak tahu, apakah dia tipe orang yang menyembunyikan penyakit TB-nya karena gengsi atau tak kuat biaya pengobatan ). Mamah sering diundang arisan, pengajian dan tahlilan. Hampir tiap hari keluar rumah untuk kegiatan sosialita semacam itu. Sungkan menampik undangan tetangga. Padahal, di atas usia 40 tahun, kegiatan yang menguras tenaga atau gerak cepat ( seperti futsal, sepak bola, bulutangkis, mendayung ) harus dikurangi.Olahraga/ kegiatan yang baik untuk lansia adalah memanah, bowling, mendaki bukit yang lembut, golf, berkebun, fotografi alam dan melukis. Pembuluh darah lansia ( usia di atas 50 tahun ) sudah dikeraki lemak, digetasi rokok, kopi, dsb, sehingga tak lagi selancar saat muda belia ketika dilewati darah yang mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh penjuru organ pikir dan geraknya.Penderita umumnya baru sadar mengidap TB setelah divonis dokter dan terlanjut menjangkiti orang2 di sekitarnya. TB bisa kambuh jika pasien tak disiplin menjaga gaya hidup sehat.Lebih berat dan berakibat fatal.

Minum obat sebaiknya tak diganggu dengan minum teh, kopi, susu, air jeruk dan air kelapa pada 2 jam sebelum dan sesudahnya agar khasiat obat bisa maksimal. Upayakan minum air putih 8 gelas ( 2 liter ) tiap hari secara bertahap ( jangan sekaligus ). Air putih bisa mengurangi stres dan membuang zat2 yang tak diperlukan tubuh. Sikat gigi 30 menit setelah makan malam ( jam 18.00 sudah tutup jalur agar nutrisi masih sempat dibakar untuk kegiatan sebelum tidur malam, tidak disimpan sebagai lemak yang menggemukkan badan ). Rajin melakukan kegiatan fisik intens selama 40 menit di pagi hari, berjemur 15 menit di bawah matahari pagi. Upayakan kamar bersih bebas debu, dengan udara segar berganti ( cross ventilation ) dan dicahayai matahari ( untuk mematikan kuman ). Lebih banyak bersyukur dan berpikir positif. Daya tahan tubuh yang prima bisa menepis aneka penyakit.

Stay healthy, people … and … Selamat menunaikan ibadah puasa 1436 H

=========

* Sebagian wanita dengan tugas pengabdian/ pelayanan masyarakat mungkin lebih cocok menyendiri, karena sangat langka pria mau berbagi waktu dan perhatian dengan hal tsb. Lelaki umumnya ( bertingkah ) seperti bayi besar yang menuntut perhatian nomor satu dari pasangannya. Apalagi jika populasi pria banding wanita sudah menjadi 1 : 50 kelak. Sebagai orang Timur, wanita jangan datang apel ke rumah pria, apalagi cekikikan centil sampai larut malam. Wajarnya, pria-lah yang mengejar dan ngapelin wanita. Tak perlu menjadi wanita murahan, dengan ngobral fisik dan materi untuk pria ( apalagi jenis yang tak layak ). Cewek obralan untuk cowok gombal. Wanita baik untuk pria baik.

Jodoh itu setia dan jelas. Jika terlihat tanda2 dia genit mengundang cewek2, tebar pesona, merayu cewek lain, selingkuh, tak jujur, ada banyak hal yang ditutup-tutupinya, maka segera tinggalkan dia sebelum dia menyengsarakan dan menyia-nyiakan umur dan waktu berharga anda. Tak perlu menunggu sampai anda bosan dengan kebodohannya yang meletihkan.Waktu tak bisa kembali. ( apa banteng Taurus selalu berkepala batu ? Saya kenal 4 Taurus, baik betina maupun jantannya berkarakter sama. Dari mana datangnya keangkuhan itu ? Orang bertabiat feodal/ superior tak bisa demokratis. Relasi yang dipahami adalah atasan bawahan. Tak mampu menerima suara lain yang berbeda dengannya. Menuntut kepatuhan mutlak dengan cara merendahkan atau menindas. Komunis pun demikian ). Dalam hubungan cinta lawan jenis mestinya tak ada kesempatan kedua,  agar peselingkuh jera. Tak mengulangi kesalahannya, atau menghentikan niat pria lain yang hendak mengkhianati pasangannya.

Saya setuju jika pencabul anak ( pedofilia ), pemerkosa, pengguna PSK ( kalau perlu peselingkuh, pezina, pelaku seks bebas juga ) dikebiri agar banyak kerusakan akibat syahwat maksiat bisa dihindarkan, sekaligus menyukseskan program KB ( mengurangi laju pertumbuhan penduduk ). Tahun 2015, Indonesia sudah berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa.

** Anda pernah merasa ‘boring’ atau ‘dipaksa’ duduk berjam-jam mendengar celoteh lansia yang seolah tanpa jeda. Nyerocos sendiri, keluh kesah, negatif thinking, seolah tak kuasa dihentikan. Besoknya, cerita sama diulang kembali. Sungguh meletihkan. Saya menduga lansia mengulang-ulang nostalgianya karena berharap mendapat perhatian sebesar pertama kali pengalaman itu diceritakan. Dengan terus menurunnya kapasitas fisik dan fungsi panca indera, lansia cenderung merasa ditinggalkan, tak berguna, sendiri, kesepian. Kita yang muda, kalau bosan, dengan mudah hang-out ke luar rumah, menghadiri even2 kota atau citysight. Lansia sudah terengah jika berjalan kurang dari 100 meter saja. Saya masih kuat jalan 2 jam nonstop. Jalan menanjak dari rumah ke kantor kecamatan bisa saya lalui tanpa pegal keesokan harinya, seperti yang dikeluhkan Susi, teman seperjalanan saya yang 3 tahun lebih muda.

Betapa kesenjangan fisik dan pikir yang ada di antara saya dan Mamah, pasca TB. Rencana keliling pantai Indonesia berdua mesti ditinjau kembalil. ( setahu saya, ada beberapa lansia usia 72-92 tahun yang masih kuat naik haji, lari sprint, bahkan memuncaki Everest. Hmm.. tapi kekuatan itu rupanya bukan milik Mamah. Jika saya selansia Mamah, apakah saya akan seribet itu ? ( plus full repetisi nostalgia ? ). Waktunya sekarang saya menyarankan Mamah ( meski anak selamanya akan dianggap anak kecil oleh ibunya, meski makin lansia seseorang makin mirip anak kecil dengan segala rengekan dan haus perhatiannya.’Anak kecil’ menuntun ‘anak kecil’ ya seperti ini ). Berikut, nasehat untuk lansia :

  1. Gunakan tabungan dengan bijaksana. Jalan2 cari suasana baru atau kesegaran pikiran jika sempat dan kuat.
  2. Hidup di sini dan sekarang ( bukan besok atau kemarin/ nostalgia ) dengan perbuatan baik.
  3. Bermain dengan cucu jika ada ( bukan sebagai baby sitter atau satpam jika anak atau mantu ke luar kota )
  4. Terima dengan ikhlas dan sabar semua kemunduran fisik, lemah, sakit nyeri sebagai proses penuaan yang alami.
  5. Jangan capek atau banting tulang lagi untuk menumpuk harta. Usia 18 tahun, pria muslim seharusnya sudah bisa menafkahi diri. Yang gadis, bisa mengambil alih pekerjaan rumah ( ke pasar, memasak, mencuci, membersihkan rumah, membuang sampah, dsb ). Yang sudah menikah dan mampu, gantian menafkahi ortu atau mertua yang tak mampu secara ekonomi. Jika ranjang sudah dirapikan dan makanan sudah disediakan untuk lansia/ ortu tiap harinya, kita sebagai anak dianggap tak berdosa jika meninggalkan rumah untuk melakukan aktivitas keseharian kita. Lansia juga dipersilakan enjoy dengan kegiatannya ( sholat, ngaji, baca buku, nonton TV, berkebun, dsb ).
  6. Nikmati hidup dengan berinteraksi ( ngobrol ringan ) dengan pasangan, anak, cucu dan sahabat yang dekat dengan lansia, bukan karena harta atau kedudukan.
  7. Maafkan diri dan orang lain ( hilangkan benci dendam ) demi ketenangan batin.
  8. Jangan takut mati. Mati itu pasti. Bersahabat dengan kematian sebagai bagian hidup yang normal. Kalau amal lebih banyak dari dosa, manusia bisa mati tersenyum dan dilapangkan kuburnya.
  9. Banyaklah bercanda ( jangan kesal, marah2 melulu ) agar para pendengar senang dan menyempatkan ngobrol dengan anda/ lansia. Lihatlah, para nenek ceria yang optimis dan bergaya muda di media sosial. Sangat banyak follower-nya. Siapa sih yang tak tertarik dengan wanita energik ? ( apalagi lansia yang semangat hidupnya menginspirasi kaum muda ). Jadilah rruarrr biasa ( hebat ) juga di kala lansia. Moga2 anda dan saya bisa demikian di saat lansia. Happy old ! ).

*** Selamat bagi walikota kita, Ridwan Kamil dan para stakeholder yang menyukseskan penyelenggaraan HUT ke-60 Konferensi Asia Afrika ( KAA ), 19-24 April 2015 lalu. Bandung yang kota Asia Afrika, kini akan menjelma smart city, kota dunia ( Agustus nanti, bos Facebook dan Twitter akan tandang ke Bandung atas undangan Kang Emil ). Begitu banyak acara menarik diadakan di Bandung dan Jakarta, namun saya hanya bisa menonton dari layar TV di rumah, sambil jaga Mamah yang sakit. Menulis pun baru bisa sekarang. Bandung Spirit is in my heart too… Hatur nuhun..

**** Perseteruan Golkar belum usai rupanya. KPU sebetulnya tak perlu ragu ( seperti diombang-ambingkan ) dengan ulah sebagian politisi Senayan. Sah atau tidaknya SK Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, tak berpengaruh pada keabsahan kepengurusan hasil Munas Ancol, karena Mahkamah Partai-lah yang tertinggi menentukan, seperti tercantum di UU Parpol. Yang tertera di KemenkumHAM itulah yang berhak ikut pilkada serentak. Keputusan PTUN telah melebihi kewenangannya. Ketua KPU, Husni Kamil Malik, yang fasih mengumumkan hasil rekapitulasi suara dan pemenang pilpres 2014 tanpa teks, sempat mempesona seisi rumah. Keep your charm, Mister ..

Written by Savitri

12 Juni 2015 at 11:50

Ditulis dalam Nasionalisme, Ragam, Wanita

Tagged with ,

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya