Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

56 Pahlawan Pemilu. SMS di Pemilu Serentak Nasional 2024 ? Antusiasme Nyoblos Pemilu 2019 di Indonesia lebih 80%. WNI di luar negeri lebih 90%. Wow !

leave a comment »

Tinta pemilu di jari usai nyoblos 17 April kemarin. Senang melihat petugas KPPS, Panwaslu, para saksi rela bekerja hingga lewat dini hari untuk menghitung suara yang sah. Senang melihat aparat keamanan, Polri, TNI, Linmas menjaga keamanan warga pemilih dari rumah sampai TPS ( terpasang spanduk menolak dapur umum dan mobilisasi massa di jalan menuju TPS, dan larangan berkampanye di masjid, kantor, sekolah ). Senang melihat para pengusaha swalayan, restoran dan wahana rekreasi memberi diskon pada pengunjung yang sudah mencoblos dan menunjukkan tinta di jarinya. Senang rasanya melihat warga Bandung, tetangga, saudara setanah air dan WNI di mancanegara berduyun-duyun mendatangi TPS, mengantri dengan tertib dan memberikan hak pilihnya dengan gembira ( meski kertas suara lebih lebar dari sebagian bilik suara sehingga perlu seni tersendiri untuk mencoblos dan melipatnya kembali ). Sebagian KPPS bahkan mendekor area TPS dengan kreatif ( ala resepsi pernikahan, festival lampion, kostum adat, kostum anak SD, dsb ) yang memikat milenial pemilih pemula untuk mencoblos. Hasilnya, partisipasi pemilih di Indonesia mencapai 85% ( di atas 80%, naik 10% dari 5 tahun lalu ). Di luar negeri, partisipasi WNI lebih mencengangkan lagi, di atas 90%. Mereka rela menempuh jarak 900-1400 km ( WNI di Turki ) untuk mencoblos dalam udara dingin menusuk tulang ( WNI di Finlandia, Polandia ), lalu antri mengular dari shubuh sampai lewat maghrib ( baru terlayani 3-4 jam ), tanpa tenda, tanpa kursi, untuk mencoblos. WNI yang belum kebagian nyoblos di Sidney, Australia bahkan mengajukan petisi untuk pemilihan ulang, dan diputuskan pemilu susulan oleh wakil Bawaslu ( di Malaysia, yang 80 TPS diciutkan 3 TPS karena larangan otoritas setempat, semoga bisa pemilu lanjutan juga/ via pos ). Tahun 2014 partipasi mereka hanya 23%, tahun 2019 melonjak jadi 95%. Luar biasa. Partisipasi pemilih WNI di Hongaria nyaris 100%. Di Berlin, Jerman 93,7%. Di Brasilia, Brasil 100%. Di Amerika, pendukung Jokowi yang rajin kampanye di ruang publik menyapu surat suara untuk kemenangan paslon 01. Antusiasme membanggakan. Pemilu tersulit di dunia ini berjalan aman dan lancar. Alhamdulillah

Deja vu. Jokowi unggul atas PS, kali ini dengan selisih suara 11% ( Jokowi 55%, PS 44% ). Tahun 2014, selisih 3%. Semua lembaga survei kredibel dan yang terdaftar di KPU menyajikan angka ( sekitar ) 55% untuk Jokowi. Sedang survei internal 02 mengklaim angka 62% untuk PS. Kiranya perlu dibuka ke publik bagaimana surveyor 02 ini melakukan metodologi-nya ( agar rakyat tak dipecah belah lagi olehnya. Kalau tak dipidana ya dipermalukan, agar kapok dan rakyat tahu untuk tak merujuk hasil survei mereka lagi ).

Form C-1 di TPS yang difoto, diunggah ke situs KPU, kata Titi Perludem ( saksi parpol mengunggahnya ke IT partai, saksi rakyat ke medsos, pemantau pemilu terdaftar di KPU juga menyimpan fotonya ). So, banyak saksi yang melihat hasil perhitungan suara di TPS. Surveyor kredibel yang difitnah bohong/ dibayar oleh PS di konpers, dan wakil 02 di Mata Najwa ( Trans7, 17/4/2019 ) bisa adu profesional dengan para penuduhnya di depan TV nasional dengan menggunakan form C-1 KPU tsb. Gimana sih mereka mengambil sebaran datanya sehingga mengambil kesimpulan yang salah tahun 2014 ? Dan mungkin lebih salah lagi tahun 2019.

Di Mata Najwa semalam, elit 02 berargurmen, bahwa Hillary di-quick count menang, tapi yang dilantik Trump. Elit 02 itu tidak tahu beda sistem elektoral vote yang dianut AS, dengan sistem popular vote ( menang dengan suara terbanyak ) yang dianut Indonesia. Di AS, suara yang kalah di negara bagian/ provinsi, diambil pemenang provinsi untuk diakumulasi saat perhitungan suara nasional. Di Indonesia, lebih demokratis, setiap suara 01 diakumulasi untuk perhitungan nasional meski di Jabar meraih 40%. Suara 40% itu tak lantas jadi milik 02, seperti cara AS. Sehingga Hillary kalah karena elektoral vote, bukan karena quick count-nya.

Elit dan surveyor 02 bisa jadi juga tidak tahu cara mengambil sebaran data yang proporsional ( ingat cara cawapres SU yang menggembar-gemborkan harga mahal dari emak-emak yang mengelilinginya di tempat dia kampanye ? Distribusi sampelnya tak berbasis ilmiah atau tak mewakili responden seluruh Indonesia. PS juga cenderung ‘old school’ tahun 1948. Tak familiar dengan kemajuan digital termasuk dalam metode statistik ( ingat di Debat Capres 5, PS melemparkan pertanyaan “mobil agent” dari Jokowi pada SU ). Kita perlu landasan ilmu untuk memahami sesuatu yang berkaitan tentangnya. Juga soal hasil survei kredibel yang tak dimengerti PS sampai 5 tahun ini.

Soal sampel ilmiah ini, BPS lebih kredibel dan hasilnya diakui Bank Dunia. Tapi, 02 malah menganggapnya survei-surveian. Ribet berurusan dengan mereka yang rewel/ tak mampu berpikir logis ya. Kalau surveyor kredibel ingin membersihkan namanya atau membersihkan surveyor abal-abal dari jagad pemilu Indonesia, silakan gunakan cara ini ( adu profesional/ ilmiah metode survei ).

Kenapa saya mengusulkan cara ini ? Selain publik yakin mana yang salah dan tak bisa dipercaya, rakyat juga tak diancam massa 212 dan elit 02 ( lagi ) memanfaatkan klaim survei internal mereka dalam pemilu berikut dan acara politik yang dibungkus perayaan agama pada tanggal tertentu, juga fitnah di tempat ibadah dan jagad medsos yang memperparah polarisasi. Agar massa lebih tenang menerima hasil hitung manual KPU pada 22 Mei 2019 dan hasil MK pada 28 Juni 2019. Otak dan mental mereka sudah bisa menerima hitungan kredibel ilmiah yang disaksikan rakyat ( yang bisa mengkonfirmasi hasil hitung manual KPU. Sejak tahun 2004, ketika SBY menang pilpres, hasil surveyor kredibel itu juga benar ). Pilpres legitimated.

HASIL PEMILU JABAR

Tukang tahu, jamu, mantan ketua RT tercengang ketika TPS di tempat mereka, PS dan pelawak Oni/ caleg DPD bisa menang. Lihat di TV, tujuh surveyor yang memenangkan Jokowi secara nasional juga memenangkan PS di Jabar dan Banten tempat Kyai Ma’ruf kampanye. What’s wrong ?

Lalu, saya teringat hari-hari terakhir sebelum nyoblos dan ngeblog : kader PKS rajin menyebarkan selebaran jadwal Imsak di pasar-pasar tradisional. Ustad Ase* kembali ceramah di masjid Ash-Shof*, Kang Emil main catur dengan SU lalu foto jari terkait dengan elit 02, sedangkan PS 02 tak menganggapnya sebagai gubenur Jabar. Tiga emak Karawang memfitnah Jokowi ( azan, pelajaran agama, kerudung ditiadakan, perkawinan sejenis dilegalkan ) tak jelas hukumannya, sementara video “pelajaran agama ditiadakan” terus disebarkan di WAG-WAG lingkungan tanpa sanksi. Hasilnya, seperti 80% kebohongan Trump mengalahkan 80% kejujuran Hillary ( apalagi 100% kejujuran dan kebaikan Emil ).

Kita di era Post Truth dan jelang kiamat/ Dajjal yang menggunakan segala jenis teknik perang ( yang santun menyebutnya “lomba” atau “kontestasi” ). Termasuk perang tagar/ medsos, informasi/ pemikiran dan perang hipnosis. Jika Jokowi difitnah 1000 kali anti Islam ( dengan larangan azan dst ), sedang fitnah dari PS ( elit, pendukung ) cuma dikarifikasi 10 kali ( bahkan disebut/ dipromosikan citra positif 02 di medsos ) maka yang nempel di alam bawah sadar para pemilih ( keputusan lebih ditentukan dari sini ) adalah PS dicoblos ( karena takut tak bisa azan, tak leluasa lagi menuduh kafir, dan kebohongan lain yang ditebar 02 ke masjid-masjid dan diteruskan para tetua yang tak mengakrabi media kredibel ).

Warga Jabar dan Banten relatif agamis dan akrab tatap muka dengan tetua lingkungan sehingga jika Jokowi disembur fitnah tanpa klarifikasi lebih lantang dan lebih masif, maka yang mengendap di kepala mereka adalah fitnah terhadap Jokowi tsb ( meski berbagai kemajuan dan kesejahteraan di Jabar saat ini dibantu diwujudkan pemerintahan Jokowi ). Berkaca dari keberhasilan Ahok yang menyulap Jakarta, Obama/ Hillary yang memajukan AS, maka keberhasilan Emil menjadikan Jabar juara ( didukung Jokowi ) pun Jabar takkan memberi kontribusi bagi pemenangan Emil untuk kontes RI-1 kelak, selama mereka tak tahu siapa yang bohong, dan siapa yang berjasa ( untuk dibela dan dicoblos ) selama ini.

Daerah di mana Jokowi lantang mengklarifikasi fitnah terhadap dirinya, telah memberi kemenangan pada 01 ( karena di situlah kepuasan kinerja Jokowi di mata 70% rakyat, tergerus fitnah 02, hingga hanya 55-58% yang mencoblos ). Jika Jokowi juga fokus lantang dan masif mengklarifikasi fitnah di Jabar dan Banten, maka target lebih 50% suara sangat mungkin tercapai di sini.

Saya cermati, warga yang struggle, seperti Papua ( bencana banjir Sentani, teror KKSB, kemiskinan lebih dari angka nasional 9% ) dan Jateng ( teror pembakaran 27 kendaraan ) dan Jatim ( bencana banjir Ngawi, Madiun ) justru lebih bisa menghargai perhatian Jokowi, lebih teliti mencek fitnah terhadapnya, lalu mencoblosnya. Begitu pula, para pemilih WNI di mancanegara.

Jabar, angka kemiskinannya ‘cuma’ 7% dan diberi aneka fasilitas/ kenyamanan, tapi kurang menghargai jerih payah pemimpinnya, sehingga kurang berupaya men-cek semua hoax yang menyesatkan. Tak sayang presiden. Terima begitu saja, seolah semua kenikmatan itu hak mereka dan akan datang tanpa susah payah berusaha/ memohon.

Saya tak tahu, apa target provinsi termaju bisa tercapai setelah semua jerih payah Jokowi terhadap Jabar tak bernilai elektoral baginya ( sebagian besar warga tak peduli/ malas untuk mencari kebenaran atas semua fitnah keji terhadap Jokowi ). Yang saya tahu sekarang, blog ini dibaca/ berpengaruh pada kurang 40% warga Jabar dan 60% dibaca orang Indonesia di luar Jabar dan luar negeri ( seperti laporan statistik admin wordpress : pembaca terbanyak kedua adalah WNI/ warga di Amerika yang melek media/ suka buku ). Perlu edukasi intens tentang cara warga Jabar mendapat info benar dari media/ sumber kredibel jika ingin lebih cerdas memilih.

Well, pesta demokrasi sudah berlangsung. Selamat bagi rakyat Indonesia di dalam dan luar negeri yang sudah berupaya keras menyukseskan. Yang menang ( 01 ) jangan konvoi di jalan atau jumawa ( tapi kawal form C-1, jaga IT KPU dari pelbagai serangan, sampai Jokowi dilantik di periode kedua. KPU perlu membuka call center/ fungsikan medsos-nya untuk hotline pemilih yang bingung ). Yang kalah, perlu legowo, memberi contoh demokrasi sportif pada generasi milenial dan rakyat Indonesia. Congratulation to people of Indonesia…

*****

NUHUN PAHLAWAN PEMILU. EVALUASI PEMILU 2024.

Pemilu Serentak 2019 berlangsung relatif sukses jika dilihat dari tingkat partisipasi pemilih. Dari rata-rata 70% tahun 2014 menjadi 80% tahun 2019 dalam negeri, 90% luar negeri. Beberapa wilayah bahkan mencapai 100%. Amazing..

Kota Bandung sendiri 77% ( dari 75% ) kata Mang Oded ( PRSSNI, 20/4/2019 ). Namun, 56 peyelenggara pemilu ( KPPS, PPK, saksi ) dan 9 aparat keamanan tewas karena kelelahan, sakit dan kecelakaan ketika mengantar surat suara ke pelosok negeri kepulauan terbesar di dunia ini. Di Jabar ada 25 petugas yang gugur.

Gubernur Emil minta ( Prime Time News, MetroTV, 20/4/2019 ) KPU mengevaluasi pemilu serentak ini : dengan 5 surat tapi waktunya ( kok ) sama dengan yang satu surat suara ( pilpres ) mau pun yang 4 surat suara ( pileg ). Pelaksanaan tugas pemilu terbesar dan terumit di dunia ( 192 juta pemilih, 810.000 TPS, di 17.000 pulau dengan biaya Rp 25 triliun ) sudah menjadi sejarah kita, suka dan dukanya. Mereka yang gugur menjadi pahlawan pemilu ( akan diberi santunan dan gelar anumerta, saya dengar ). Kita turut belasungkawa. Semoga keluarga korban dikuatkan hatinya dan para pahlawan pemilu dimudahkan urusannya di akhirat. Amiin.

Sebaik apa pun capaian pesta demokrasi, tak selayaknya menelan korban nyawa manusia, satu orang pun. Apa evaluasi ? Narsum EMI ( MetroTV, 22/4/2019 ) mengusulkan pemilu serentak nasional ( pilpres, DPR, DPD = 3 surat suara ) dan pemilu serentak lokal ( pilgub, DPR Provinsi, pilwalkot/ pilbup, DPR Kota/ Kabupaten = 4 surat suara ) dengan alasan penguatan sistem presidensial sesuai putusan MK. Pengalaman pemilu 2004 -2009, terpisahnya pileg dari pilpres, membuat kekuatan presiden terpilih cenderung diatur/ dilemahkan parpol pengusungnya. Jarak 20 bulan antara nasional dan lokal ini dianggap cukup bagi peserta dan pemilih untuk menyiapkan diri dalam menyinambungkan kekuatan di pusat ke daerah agar tak terjadi pembangkangan ( kepda ). Setelah presiden terpilih dilantik juga para menteri kabinet dan anggota dewan, dalam tahun pertama, segera evaluasi pemilu serentak ini. Agar waktunya cukup untuk di-judicial review jika kurang afdol dan pelaksanaan keputusan MK-nya tak sampai tergopoh-gopoh dieksekusi di lapangan sampai mengorbankan nyawa polisi dan TNI yang mendistribusikan ( DPT, DPK, Suket, syarat non parpol DPD, caleg mantan napikor di DCT, format surat suara ).

Semangat MK, 5 surat suara serentak demi presidensial itu, menurut Mahfud MD, bisa dilaksanakan dalam seminggu, tak harus satu hari, agar tak jatuh korban gugur kelelahan lagi. Syarat 3-13 kursi di dapil yang membuat surat suara lebih lebar dari bilik suara bisa dibatasi sampai 8 kursi saja.

Pemirsa EMI lain ( petugas KPPS yang tahu IT dan menyelesaikan tugasnya sampai pukul 3.30 dini hari ) mengusulkan agar rekrutmen 7 petugas TPS/ KPPS dibuat lebih ketat ( yang punya riwayat penyakit jantung, usia sepuh jangan direkrut ) sehingga stamina tetap prima untuk menyelesaikan tugas hingga tuntas dalam durasi panjang/ hampir 24 jam. Petugas KPPS di lingkungan saya ( ada 9 ) dan di Amerika ( WA VOA & K-Lite FM, 19/4/2019 ) bergantian istirahat, sholat, makan sehingga cukup kuat untuk menuntaskan tugas ( usia 30-50 tahun ). Penelpon KPPS ini punya ide : pemilu dengan SMS ( di Afrika ada pemilu dengan kelereng, lho, karena mayoritas warga masih buta huruf ) karena sistem elektronik dibolehkan MK dan dipraktekkan di negara maju. Warga Indonesia juga sudah terbiasa memberi vote dalam ajang pencarian bakat di stasiun-stasiun TV. Dengan NIK dan 2-3 ponsel yang dimiliki rata-rata WNI saat ini, cara SMS bisa lebih efesien/ cepat dari segi administrasi. Ini mirip pemilih luar negeri yang menggunakan jasa pos dan kotak suara keliling untuk menyalurkan hak suaranya. Bisa dikaji lebih dalam kemungkinan sistem elektronik ini dengan plus minusnya.

Well, petugas pemilu susulan, ulang, PPS, PPK, KPUD Kota/ Kabupaten, KPUD Provinsi, KPU Pusat juga pak ketua, Arief Budiman, harap jaga kondisi dan sempatkan istirahat secara bergantian seperti di lingkungan kami. Nyawa tetap tak ternilai. Kita mengapresiasi dedikasi tinggi jajaran KPU, Bawaslu, DKPP, Polri, TNI, meski masih ada kekurangan di sana sini ( kurang di 80 TPS tapi sukses di 800.000 TPS ). Terima kasih atas kerja raksasa yang masih berlangsung ini. Semoga Allah melindungi dan memberkahi kalian semua. Amiin. Tetap semangat !

Iklan

Written by Savitri

18 April 2019 at 13:57

Bajingan di Podium GBK. Pembully AD di Pontianak. WNI di Equador 100% Nyoblos Pemilu. Indonesia, Siaapp ??

leave a comment »

Masih swing atau undecided voters ? Tonton Debat Capres ke-5 besok Sabtu. Teliti rekam jejak dan karakter paslon dari sumber kredibel ( terdaftar di Dewan Pers ) seperti MetroTV dan Trans7. Tanyakan pada diri, apa yang sudah kau lakukan untuk negara, sebelum tanya apa yang sudah dilakukan negara untukmu. Laksanakan kewajibanmu, baru menuntut hakmu. Nyoblos dulu, baru awasi pelaksanaan janji kampanye paslonmu.

IBU PERTIWI DIPERKOSA ? KORUPTOR DIBERI PENSIUN ??

Ini seri berikutnya capres 02 untuk mendulang suara setelah Indonesia bubar, punah, dan hankam rapuh. Di kubu PS sejauh ini berhimpun orang gagal, pemarah, pesimis, pecandu fitnah, hoax, radikal, menyusul koruptor. Apa sih yang mereka bisa ? Kerjanya cuma memaki pemilih 01 dan merusak legitimasi KPU ( terbaru hoax “server KPU sudah direkayasa untuk memenangkan capres tertentu”. Polisi sudah menangkap 2 buzzer. Salah satunya dokter. Kreator-nya via IG sedang diburu aparat. Semoga tertangkap sebelum pemilu 17/4/2019 dan diumumkan ke publik secara luas, cara kotor yang dilakukan aneka jenis pendukung 02 yang dijejali pesimisme oleh PS dan BPN sehingga pada panik dan kalap. Di video yang viral, terlihat relawan 02 sedang membahas hoax tsb di rumah ex- bupati Serang ( EMI, 8/4/2019 ). Pemirsa EMI meminta surveyor abal-abal dipidana mulai sekarang, agar tak terjadi pembelahan pemilih lebih parah lagi seperti pilpres 2014 karena rilis pesanan yang ngawur itu )

Di GBK, Minggu, 7/4/2019, PS yang bilang korupsi di negeri ini sudah stadium 4, ternyata akan mengampuni koruptor yang bertobat dan akan memberi sebagian uang rakyat yang dicurinya sebagai uang pensiun. Cara nyeleneh yang tak pernah dilakukan di muka bumi ini, termasuk negara yang berhasil memberantas korupsi, kata ICW. Korupsi dilakukan orang ( terlihat ) pintar, terlihat ( bertopeng ) baik, tapi sebenarnya tamak di tempat tersembunyi. Mana mau dia mengaku jika ditawari uang pensiun ? Lebih baik tutup mulut, pegang duit yang jauh lebih besar. Kalau pun diampuni, diberi pensiun, negeri ini benar-benar menjelma surga koruptor di tangan PS. Gak ada matinye. PS omong kosong begitu, sekedar ingin dicoblos. Nafsu berkuasa menghilangkan akal sehatnya ( siapa saja para pembisiknya ? ).

Selama ini, KPK menunjukkan bukti-bukti kejahatan ( lebih banyak daripada kasus OTT ) sampai si koruptor speechles, tak berkutik. Sangat jarang yang mau mengaku dengan kesadaran sendiri.

Koruptor mestinya dihukum fisik ( di penjara tanpa perlakuan istimewa ) maksimal ( mati/ seumur hidup ), dimiskinkan dan diberi sanksi sosial ( dipermalukan dengan tangan terborgol menyapu jalan protokol ). Tiga jurus kombinasi pamungkas itu yang belum diterapkan terhadap sebagian besar terdakwa korupsi sehingga korupsi masih merajalela.

Selain menebar angin surga untuk para koruptor di luar sana, janji gombal nan kadal ini juga untuk melindungi para mantan napikor di DCT ( terbanyak dari Grd ). Caleg terbanyak tak melaporkan LKHPN juga dari Grd. Yang paling rajin melaporkan LKHPN ( harta kekayaan ) adalah partai Nasdem ( EMI, 9/4/2019 )

Tentang “ibu pertiwi diperkosa”, ini sudut pandang orang yang merasa gagal dan melihat segala sesuatu dengan kaca mata buram. Masa rezim Orba ( di mana PS mendapat konsesi tanah dari penguasa sekaligus mertuanya saat itu ), aset negara mulai diobral ke pihak asing ( tahun 1967 ), termasuk kontrak karya Freeport di Papua yang sangat merugikan Indonesia. Mestinya, PS menghentikan ‘pemerkosaan’ itu sejak awal. Bukannya sekarang ( pahlawan kesiangan ), sesudah Jokowi merebut tambang Papua, blok Rokan, Mahakam dari perusahaan asing dan mengembalikan ke ibu pertiwi. Ibu pertiwi justru sedang banyak prestasi sekarang ( BBM satu harga, MRT, Trans tol di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, masuk 4 besar Asian Games, dsb, yang tak mampu dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya ). So, nikmat mana yang sedang kau dustakan ? ( jauh lebih banyak keberhasilan yang diraih Jokowi selama 4 tahun ini, daripada kekurangannya ). Akui saja, itu lebih rileks dan mengesankan.

NDAS-MU BAJINGAN PS. BEGINIKAH PUTRA BEGAWAN ? Capek deeh..

Tegas, emosional, dominan, ambisius adalah ciri PS, kata pengamat/ surveyor Khudori di Prime Time News ( MetroTV, 9/4/2019 ). Merakyat, sederhana, jujur, kalem adalah ciri Jokowi, menurut 200 psikolog. Jokowi disukai kelas menengah ke bawah yang merupakan bagian terbesar dari piramida sosial. PS disukai kelas atas yang berkarakter dominan dan memerintah bawahan ( di WAG lingkungan, saya lihat tipe dominan/ penindas/ berkata kasar/ merendahkan tampilan fisik orang lain, juga cenderung memilih 02 dengan retorika dan kesembronoan yang mirip ( karena malas mikir, malas kerja sehingga gagal dan melampiaskan kegagalan dirinya pada Jokowi yang tak seperti mereka ). Mereka tak risih dengan diksi “diperkosa, bajingan, ndas-mu” ( kepala-mu ), karena mereka juga kerap melakukan hal itu untuk menekan orang lain agar menuruti kemauannya. PS mudah tersulut emosi, meledak-ledak dan menggebrak-gebrak meja/ podium di GBK ( sampai minoritas 1998 kembali trauma dan siap-siap ngacir ke luar negeri ) ya kita makin mantap pilih paslon 01 Jokowi-Ma’ruf kan ? Orang hebat, kuat menahan hawa nafsunya. Datang ke TPS dan pastikan yang santun, merakyat dan kerja nyata seperti Jokowi yang terpilih sebagai presiden RI ( lagi ).

( entah bagaimana dulu begawan ekonomi SD membesarkan PS dan HD ? Terlalu sibuk bekerja-kah ? Atau dampak pengasuhan beda keyakinan ? Lebih 15 tahun ini energi kita tersita untuk meredakan dampak ekspresi marah-marah PS dan makian para pendukungnya terhadap anak bangsa lainnya. Saya pernah membaca rekam jejak PS sebelum dia nyapres, khususnya di militer, bahwa dia kerap berkonflik dengan rekan dan atasannya. Pernyataan “saya lebih TNI dari TNI” di Debat Capres 4 kemarin menggambarkan superioritas-nya yang sulit menerima input dari orang lain/ bijak. Mungkin ini bisa jadi bahan studi bagi para psikolog maupun penggiat parenting : bagaimana membentuk sikap patriotik yang benar dalam keluarga yang ortunya habis waktunya untuk mengabdi pada negara. Menyedihkan, jika sang negarawan tergerus reputasinya oleh ulah 2 anaknya yang kurang beradab. Menyandang nama besar ortu memang bikin stres anak yang selalu dapat fasilitas. Tuntutan besar tapi otak tak diasah untuk prihatin, sabar, berjuang dengan kekuatan sendiri. Hasilnya, karbitan dan marah-marah itu. Ambisi tak sepadan dengan kemampuan ).

Semoga perundungan anak dan perpecahan bangsa tak terjadi lagi. Amiin..

PERUNDUNGAN DI MEDSOS & CONTOH BURUK DI PODIUM.

Kasus AD ( 14 tahun, murid SMP ) dikeroyok 12 siswa SMA, dikoreksi jadi 3 orang, lalu terakhir 1 pelaku adalah contoh bullying oleh netizen ( EMI, 12/4/2019 ). Polisi sudah memeriksa korban AD pada 2 dan 5 April 2019, namun tak ditemukan bekas luka fisik padanya. Setelah diperiksa aparat, yang terjadi adalah perkelahian satu lawan satu, bukan pengeroyokan. Tiga orang yang dituduh mengeroyok, kini yang di-bully netizen.

Medsos bagai pisau bermata dua. Di tangan dokter bedah, pisau bisa menyelamatkan pasien. Di tangan penjagal, pisau disalahgunakan untuk menghabisi korban. Di tangan orang berakhlak dan melek media, medsos jadi alat penebar kebaikan. Di tangan orang bego dan predator, medsos jadi alat perusak generasi muda dan pemecah belah bangsa. Hal itu sedang terjadi sekarang dengan membanjirnya berita hoax, fitnah dan kebencian karena ketiadaan pendidikan karakter di keluarga dan sekolah untuk men-filter ‘virus’ merusak itu. Di kedua tempat pendidikan pertama anak tsb, sangat langka diajarkan bagaimana menggunakan medsos/ internet dengan benar. Ada aturan dari pemilik platform : umur kurang dari 13 tahun dilarang memiliki akun medsos. Namun, percuma jika ortu yang justru membuatkan akun untuk anaknya karena ketidaktahuannya. So, ortu, guru dan anak harus tahu aturan medsos, selain budi pekerti dan aturan agama, sehingga tak tersesat dalam belantara medsos di mana para predator mengintai. Kiranya sudah perlu ada pelajaran menggunakan medsos di kelas ( umur 6 tahun, banyak anak zaman now sudah dipegangi smartphone agar tak rewel atau mengganggu kesibukan orang tuanya. Padahal benih kerusakan ada di sana jika ortu tak membekali ‘anti virus’-nya ( filter karakter dan literasi media ).

Dari saling olok dan pamer di dunia maya, bisa berlanjut adu jotos di dunia nyata, lalu diteruskan lagi dengan perundungan di medsos oleh netizen lainnya, tanpa konfirmasi, seperti kasus AD. Apa generasi muda Indonesia akan dibiarkan seperti ini ?

Apalagi melihat contoh di ruang publik, yang dibilang negarawan atau kandidat pilihan, seperti PS, ternyata suka emosional, gebrak-gebrak podium, memaki bajingan dan ndas-mu ( kepalamu dalam bahasa Jawa yang sangat kasar ) terhadap raihan 5% pertumbuhan ekonomi capres petahana. Pendukung 02 sontak membela membabi buta dan merilis survei internal unggul 62% ( ala surveyor abal-abal tahun 2014 yang tak terdaftar di asosiasi dan KPU, juga tak pernah sama dengan hasil hitung manual KPU sebagai dasar penetapan pemenang pemilu. Beda dengan surveyor di asosiasi, seperti IB, CP, SMRC dan LSI sudah terbukti dan teruji hasilnya sama dengan pemenang hasil hitung manual KPU ).

Pemirsa EMI, minta suryeyor abal-abal semacam ini segera ditindak aparat agar tak terjadi klaim kemenangan palsu yang makin memecah belah bangsa. Rilis surveyor yang tak terdaftar di KPU sudah dilarang sejak 19 Maret 2019 lalu, karena hal ini bisa jadi modus lanjutan untuk mendelegitimasi hasil KPU yang sudah mereka tuduh curang. Para penuduh ( dari 02 ) ini sudah menebar hoax 7 kontainer surat suara dicoblos, hoax server KPU di Singapura direkayasa, dan hoax hasil pemilu luar negeri sudah ada. Kurang apa lagi ? Gak kapok-kapok..

Kebohongan dan kekasaran di ruang publik ini jadi contoh buruk yang tak sadar ditiru anak-anak karena direpetisi terus. Kita harus tegas menghentikan. Kominfo, kemendikbud, aparat, Bawaslu, KPAI, KPPAD, pemerhati anak, psikolog, ortu, guru dan civil society harus turun mencegah kerusakan ini agar tak meluas. Video kekerasan teroris, capres, caleg, guru, anak disensor mulai dari sekarang dari ruang publik yang mungkin dikonsumsi netizen, terutama anak di bawah umur ( nalarnya belum matang ). Ada tools dari Kominfo dan aplikasi Polisiku untuk melaporkan tindak kekerasan fisik atau verbal. Agar terverifikasi kebenarannya, sekalian diproses jika memang benar terjadi ( delik umum ) sehingga aparat lebih gesit bertindak, dan kerusakan generasi penerus bangsa bisa dicegah.

SYIAR ANAK NEGERI 2019

Sudah dibuka kembali program Syiar Anak Negeri di MetroTV yang akan menyeleksi grup nasyid dan dakwah dari kalangan pelajar sampai terpilih 12 grup yang akan tampil di TV saat Ramadhan.
Silakan daftar di https://site.medcom.id/syiar, pendaftaran ditunggu sampai 15 April 2019. Ayo jadi bagian dari Syiar Anak Negeri 2019 !

#knowledgetoelevate
#SANMetroTV2019
#SyiarAnakNegeri2019

JUMAT BERKAH DAPAT BENSIN GRATIS. Caranya ?

Pengen dapat BBM gratisan ? Hafal dulu surat Al-Kahfi, lalu tunjukkan ke pengusaha yang mengadakan program Jum’at Berkah ( Khazanah, Trans7, 12/4/2019 ).

Pemilik SPBU berjilbab ini ingin bisnisnya berkah, kosumennya berkah dan Indonesia berkah. Setahu saya di akhir dunia nanti ada PD 3 ( melawan zionis Israel ) dan PD 4 ( melawan Yajuz Majuz jilid 2 ). Surat Al-Kahfi ( firman Allah ) bisa melindungi kita ( ketika bersembunyi di gua ) dari kejaran musuh/ Dajjal. Kalau mulai menghafal sekarang, selain dapat voucher isi bensin gratis dari pengusaha, dapat pahala dari Allah sekarang, juga dapat perlindungan-Nya di hari-hari mendebarkan itu.

WNI DI EQUADOR 100% NYOBLOS. INDONESIA ?

Kemarin, puluhan WNI yang tersebar di wilayah Equador sudah melaksanakan hak pilihnya ( Headline News, MetroTV, 10/4/2019 ). Mereka berkumpul di Kedubes RI untuk nyoblos dan bersilaturahmi, kata dubes ( ada acara makan pagi, siang, malam dan olahraga bersama ). Yang tak bisa hadir karena berbagai kendala dapat menyalurkan hak pilih via pos. Selanjutnya, kotak suara diamankan petugas untuk dihitung tanggal 17 April 2019.

CLOSING

Jangan lupa nonton Debat Capres Final, Sabtu, 13 April 2018 di MetroTV mulai jam 5 sore ( diskusi para pengamat dulu ). Jangan lupa nyoblos pileg dan pilpres 17 April 2019 di TPS masing-masing. Kota Bandung sudah siap dengan semua surat suara dan peralatan yang diperlukan. Di pilkada 2018, lebih 75% warga Bandung di DPT nyoblos. Semoga di pemilu 2019 lebih baik lagi. Jangan kalah dengan WNI di Equador yang bisa 100%. Ulah golput, nyak..

( kalau pusing, coblos saja capres-nya 01 Jokowi-Ma’ruf dan caleg-nya Nasdem/ partai nomor 5. Insya Allah amanah ).

Ingat, 14-16 April 2019 Masa Tenang, dilarang kampanye lagi, termasuk di medsos. Ingat 8-14 April 2019, waktunya pemilih WNI di luar negeri nyoblos. Dihitung suaranya, tanggal 17 April 2019 barengan kita di Indonesia. Jangan termakan hoax dan menyebarkan hoax. Jaga pemilu agar berjalan aman dan lancar. Ini reputasi kita. Siapa kita ? INDONESIA !!

====================

INFO PEMILU :

INFO ACARA MENDATANG :

INFO BANDUNG, JABAR

INFO PAPUA

INFO SEHAT :

I

INFO INFRASTRUKTUR :

INFO EKONOMI :

Dana investor asing di Indonesia di bawah Malaysia dan negara ASEAN lainnya, kata ekonom Faisal Basri. Indonesia tidak di bawah kekuasaan asing ( EMI, 12/4/2019 )

INFO LIFE SKILLS :

INFO PEJUANG :

INFO HUKUM :

Kasus NB perlu kita lihat secara berimbang. NB sudah 12 tahun berada di KPK ( idealnya, maksimal 10 tahun di posisi sama ). Ada kasus Cicak vs Buaya jilid I dan II selama keberadaan penyidik senior ini di KPK. Terakhir ada isu bocornya rencana sejumlah OTT, seperti di hotel Brbd yang gagal, yang berujung sejumlah penyidik kurang percaya ( disharmoni ) terhadap pimpinan/ komisioner. Sebelumnya, NB juga tak harmonis dengan direktur penyidikan AR. NB tak menyebut nama jenderal yang dituduhnya terlibat dalam kasus penyiraman dirinya, meski Kapolri Tito sudah memintanya.

Yang ingin saya sampaikan : ‘rumput keras’ yang sudah terlalu lama menguasai ‘medan’ sampai menghegemoni institusi, tidaklah sehat. Komisioner/ ketua, meski baru 1-5 tahun di KPK, tetaplah harus yang dominan dan mengendalikan anak buahnya sesenior apa pun dia, karena biduk butuh satu nahkoda agar lajunya tak limbung ( jika 2 nahkoda bisa limbung, karena beda visi/ arah dan cara/ selera dalam menangani kasus ).

Jika terjadi dualisme kepemimpinan ( misal, ayah ibu punya sifat kontras/ beda prinsip, dan keduanya tak mau kalah ) maka si anak buah akan mencari keuntungan dengan memanfaatkan kelemahan/ ketakharmonisan tsb. Ayah royal-malas vs ibu hemat-disiplin. Si anak jadi bingung mengikuti yang mana ? Ayah ibu sibuk berargumen membenarkan diri sendiri, sampai letih, sampai alpa mengawasi anak yang akhirnya ikut ajakan teman begajulan di luar rumah. Begitulah situasi yang komandonya tidak satu suara di satu institusi ( keluarga, institusi terkecil dari negara yang diikat dengan UU Perkawinan ).

Situasi saling menghegemoni di KPK, membuat pengawasan terhadap SOP dan rekrutmen tidak fokus. Kuda ‘troya’ atau OTT bocor berangkat dari sana. Arogansi dan baper-nya si ‘rumput keras’ bisa memercik perlawanan tak perlu dari pegawai institusi lain atau tersangka korupsi. So, ‘rumput keras’ perlu dicabut, jika keberadaannya mulai mengganggu rantai komando dalam institusi yang hirarkis. Rekan aktivis perlu melihat dari perspektif ini. Tak ada asap jika tak ada api. Saya pribadi memilih Kapolri Tito daripada NB jika keduanya diadu dalam banyak hal, juga kasus 2 tahun ini. Think and act wisely, will you ?

Setahu saya, bukan sifat pendukung 01 yang brutal begini. Yakin, mereka bukan gerombolan liar yang dibayar untuk merusak reputasi kampanye 01, pak polisi ?

INFO LUAR NEGERI :


Written by Savitri

12 April 2019 at 16:10

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30

Debat Capres 4 : Panglima Tertinggi Ungguli Kandidat Lebih TNI.

leave a comment »

Panggung Debat yang ditonton lebih 70% pemilih. Semoga yang nyoblos pun lebih 70%. Syukur-syukur bisa 90% seperti tahun 1999. Closing statement “persahabatan” anti putus di panggung depan, semoga diikuti panggung belakang : para timses, pendukung, akar rumput. Kita harus bisa !

Debat Capres 4 ( 30/3/2019 ) sudah berlalu. Namun, seperti biasa, ramainya di medsos bisa berminggu-minggu. Sabtu itu bertepatan dengan peringatan Earth Hour, yang di Jabar warganya diminta mematikan listrik selama sejam mulai pukul 21.30 WIB. Lalu dilanjutkan after show tentang Debat di MetroTV yang baru berakhir tengah malam.

Closing statement kok kayak gini, cetus Prabowo seraya terkekeh, setelah Jokowi memulai dengan rantai sepedanya yang putus namun persahabatannya yang takkan putus ( Insya Allah ) dengan Prabowo. Adem.

Entah panggung depan yang rukun di akhir Debat itu diikuti timses, pendukung dan akar rumput, atau tidak. Gelap. Wibawa/ kharisma negarawan sungguhan mestinya tercermin/ diikuti para pengikutnya. Jika lidah masih tajam, bahkan sampai mengancam ‘people power’ dan mendiskreditkan MK ( ala AR si biang sensasi ), kita pertanyakan leadership kandidat itu.

Ya, ini juga soal sudut pandang berbeda dalam mengelola negara. PS mengeritik budaya ABS ( asal bapak senang ) di rantai komando TNI dan rapuhnya pertahanan Indonesia jika pasukan musuh sampai menginvasi pulau terluar Indonesia. Rp 107 triliun ( yang lain bilang Rp 108, 4 triliun ) anggaran hankam kita ( 0,89% PDB, 5% APBN ). Mestinya 2% PDB, 30% APBN seperti Singapura, kata PS berapi-api ( maklum keturunan Banyumas, bataknya Jawa, katanya di Closing )

Lain lagi menurut Yenny W : kekuatan hankam kita nomor satu di Asia Tenggara ( Singapura, Australia, Israel pun kalah ) dan nomor 15 dunia menurut Global Force Index ( MetroTV, 30/3/2019 ). Kesejahteraan prajurit Indonesia lebih baik dari anggota pasukan AS yang menempati urutan satu GFI, karena ada tunjangan kinerja prajurit sampai 70% gaji. Untuk kekuatan dasar ( minimum essential force ) sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi. Percuma alutista canggih, jika prajuritnya tidak sejahtera, mereka kan yang menggerakkan mesin perang itu. Sejumlah radar sudah dipasang men-cover wilayah darat, laut dan udara nusantara sehingga TNI segera tahu jika ada kapal asing menerobos teritori Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasukan berjaga di beberapa tempat yang mudah dimobilisir untuk menghadang kapal dan pesawat yang melintasi perbatasan kita tanpa permisi. Intel aparat sigap berjaga sejak di desa-desa Indonesia sampai di New York, tempat intel AS-Israel si penggila perang dan konflik ( menguping percakapan para diplomat asing dan sekjen PBB di markasnya ).

Seingat saya, mendiang Cak Nur pernah menulis, bahwa tak ada negara asing yang mampu mengalahkan Indonesia dengan perang terbuka ( oleh karena bangsanya terkenal patriotis, lebih 400 ribu prajurit cadangan siap tempur, tak pernah takluk dengan pengalaman 350 tahun mengusir penjajah, lebih 500 ribu prajurit kita terlatih teknik gerilya melebihi Vietnam yang mengalahkan AS, dengan hutan kita yang jauh lebih lebat, dengan anggaran hankam kita yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Setelah infrastruktur ekonomi tahun 2014 fokus dibangun, indeks pembangunan manusia akan fokus ditingkatkan tahun 2019, menyusul infrastruktur hankam, termasuk kapal selam yang bisa meluncurkan peluru kendali berhulu ledak, jika sudah waktunya kita memerangi zionis Israel. Apa boleh buat. We’re born for that ).

Yang mungkin melemahkan justru serangan dari dalam, yaitu cara beragama yang sempit ala doktrin Takfiri, jelas Cak Nur ( yang sudah terbukti menghancurkan Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Yaman ).

Itu sebabnya, para think tank hankam kita memilih ( fokus lebih dulu pada ) pengembangan teknik perang cyber/ digital agar pasokan listrik tidak bisa disabotase musuh seperti yang sedang terjadi di Venezuela. Agar sistem IT di bandara, pelabuhan dan instalasi militer tidak di-hack musuh seperti yang sudah terjadi di Yaman. Agar sistem IT KPU tak lagi bisa disadap/ diretas lalu WNA yang tak diloloskan disdukcapil tak bisa nongol di DPT, lalu pion Neocon AS di sini tak nuduh KPU curang, lalu tak mengancam aksi massa, sekaligus tak meremehkan MK dan penyelenggara pemilu.

Musuh dalam selimut, yang paling berbahaya. Ingat Uni Soviet bubar, bukan karena alutista mereka yang balapan dengan AS canggihnya, tapi gaya hidup bebas yang menyihir kaum mudanya ( liberal-kapitalis ). Soft power lebih bahaya daripada hard power. Politisasi agama lebih bahaya dari kapal berhulu ledak nuklir. Itu sebabnya saya mengingatkan berulang kali di blog ini agar para kontestan dan Bawaslu menghentikan politik SARA yang memecah belah bangsa. Itu sebabnya, aparat hankam fokus mengantisipasi perang jenis ini ( perang pemikiran/ informasi ) yang sudah di depan mata.

Akun Dina YS di FB

PS baper disindir diplomat asing waktu dibilang Indonesia yang ‘great potensial’ ini cuma jadi ‘great potensial’ atau ‘Mr. Nice Guy’ dalam diplomasi global ( memediasi konflik antar negara, seperti etnik Rohingya versus pemerintah Myanmar yang dikuasai junta militer ). Di Q & A ( MetroTV, 31/3/2019 ), menlu Retno Marsudi menjelaskan kenapa kawasan Asia Tenggara relatif stabil dibanding kawasan lainnya di dunia. Itu karena Indonesia di ASEAN yang berperan aktif mengupayakan perdamaian dunia. Para prajurit TNI disegani dan langganan ( diminta banyak negara ) menjaga keamanan daerah konflik sebagai pasukan perdamaian PBB. Bebas nonblok dan aktif energik sampai 144 negara PBB memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk ke-4 kalinya. Mantap kan ?

Apalagi jika postur anggaran kita sudah cukup untuk membangun infrastruktur hamkam ( ada kapal selam berpeluru kendali, juga instalasi penangkal rudal nuklir musuh ), jurus mediasi/ soft power kita akan makin bertenaga dengan hard power sebagai back up menekan negara bandel agar mematuhi resolusi PBB atau melindungi kemanusiaan, seperti Israel yang sudah ratusan kali melanggarnya.

Yang dilakukan Jokowi tentang alutista TNI saat ini hasil kompromi politik anggaran sesuai budget yang ada. PS selamanya akan menjadi kritikus besar, tapi bukan problem solver yang memenangkan hati rakyat, kata Yunarto W ( ketua Charta Politika ). PS melamar posisi presiden, bukan menteri pertahanan, sehingga mestinya ia bisa melihat postur anggaran yang ada, tak cuma minta anggaran hankam diperbesar. Selama ini PS bicara Rp 1000 triliun anggaran negara yang bocor tiap tahun, tapi selama itu pula ia tak pernah bicara solusi detail cara mengatasi kebocoran tsb.

Negara yang menang saat ini adalah yang cepat, bukan yang kuat, kata Jokowi. Mal pelayanan publik ( Dilan, digital melayani ) untuk good governance, salah satunya. Korupsi di tiap tahap cara tatap muka sebelumnya, bisa diminimalisir dengan cara Dilan. Kebocoran bisa berkurang, konkritnya.

Well, itu yang bisa saya tangkap dari Debat Capres di hari Earth Hour kemarin. Dari survei, kembali Jokowi dinilai lebih unggul karena terlihat lebih kalem, menginisiasi persahabatan, solutif dengan data valid seabreg, bukan normatif bergaya orator ulung seperti PS. Sekali lagi, substansi lebih penting dari gempita emosi. Sederhana tapi bermakna, itulah Jokowi.

Pemilu di hari Rabu, 17 April 2019, dekat long weekend ( Jumat Suci ) menjadikan Kamis hari kejepit nasional yang menggoda sebagian warga memilih berlibur panjang. Angka golput pileg menurun dari 29 ke 24% di pilpres 2014. Angka golput pilpres konstan naik jadi 28% tahun 2014. Jika digabung pileg pilpres dekat harpitnas, entah berapa angkanya. Coblos 5 kertas suara dulu, baru liburan ya, teman… dunia melihat antusiasme kita, bangsa Indonesia, berdemokrasi ( target golput di bawah 20% semoga tercapai. Amiin.. )

=====================

INFO MEDSOS :

Arief Budiman, ketua KPU, di tengah pusaran pemilu tersulit di dunia 17/4/2019. Semoga sukses, aman terkendali, ya Pak..

Jokowi & cucu.

Written by Savitri

2 April 2019 at 13:13

Krisis Venezuela. Pemantau Asing. Suket di Pilpres 2019. WNA di DPT. TKI Aisyah. KIA. Tarung Intel ?

leave a comment »

Presiden Nicolas Maduro ( pemenang pemilu ) dukungan Rusia, China vs Ketua DPR Juan Guaido ( ‘presiden’ tanpa pemilu ) dukungan AS-Israel membuat warga Venezuela kian merana. Negara kaya sumber minyak memang jadi rebutan negara adidaya. Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB memilih abstain dari dua resolusi yang diajukan masing-masing kubu. Kita yang berpolitik luar negeri bebas aktif tak ingin terjerat di antara pertikaian ‘abadi’ keduanya. Indonesia mengusulkan penyelesaian regional ( komunitas negara Amerika Latin ) dan mendorong bantuan kemanusiaan dari negara anggota PBB. Semoga bisa segera terwujud, karena warga Venezuela sudah pada rebutan listrik untuk ponsel mereka, setelah jaringan listrik padam disabotase dan sanksi ekonomi AS membuat makanan dan obat-obatan sulit dicari di sana ( foto: liputan6 )

KEMELUT VENEZUELA. KABARNYA..

Host Rendi di VOA Dunia Kita ( MetroTV, 23/3/2019 ) bicara soal kemelut Venezuela yang yang kurang akrab di kuping pemirsa Indonesia. Terlihat di layar TV, warga AS sedang sibuk mengepak bantuan logistik ( pangan, obat-obatan ) bagi warga Venezuela. Apa yang terjadi ?

Ada tangan Israel di sana, tulis Dina YS, seperti juga banyak konflik di muka bumi ini, termasuk Indonesia. Ada Maduro ( pro-Palestina, menurut media Hezbollah, Al Mayadeen ) yang terpilih sebagai presiden secara demokratis melalui pemilu. Lalu ada Juan Guaido ( agen CIA untuk kepentingan zionis AS ) yang dideklarasikan Trump, atas desakan neocon, jadi presiden dukungan AS tanpa proses pemilu. Kemudian ada militer Venezuela yang tetap setia tanah air, yang menggagalkan kudeta neocon. Menyusul gangguan dan sanksi AS sehingga Venezuela mengalami krisis ekonomi. Lalu Rusia cs membantu logistik rakyat Venezuela.

Di Venezuela, ada cadangan minyak terbesar di dunia yang menyilaukan kelompok neocon ( neokonservatif, kelompok elit di pemerintahan AS, bertujuan ideologis menjaga keamanan Israel ). ‘ATM’ mereka kering jika tak menciptakan konflik dan perang ( Irak, Iran, Libya, Yaman, Suriah, Venezuela ) yang melariskan dagangan mereka ( senjata dan proyek rekonstruksi ). Tokoh neocon : Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton, menlu Pompeo, wapres Pence, Elliott Abrams ( dekat komunitas pro-Israel, PM Netanyahu, penggagas genosida di Amerika Latin ). Kubu neocon berupaya mengeruk uang pajak rakyat AS untuk membiayai proyek perang mereka. Perusahaan raksasa ( saham dikuasai zionis ) mengambil untung lebih besar lagi dari perang dan minyak.

SEJARAH PEMILU VENEZUELA

AS kerap memberi sanksi semaunya. AS melarang negara lain membeli minyak dan berinvestasi di Iran. Sanksi Trump untuk Venezuela adalah tak membayar minyak Venezuela yang sudah masuk AS, padahal uang itu sangat dibutuhkan Venezuela untuk membeli pangan dan obat-obatan ( Dina YS, 7/2/2019 )

Venezuela adalah negara yang menerapkan sistem sosialisme, antitesis dari sistem kapitalis-neolib yang sedang dipaksakan Imperium ( AS cs ) di muka bumi. Intervensi AS di Venezuela dimulai sejak menggulingkan Hugo Chavez.

Chavez berupaya mensejahterakan rakyat jelata sejak terpilih 1998 hingga wafatnya 2013 ( dibunuh ? ) hingga kemiskinan turun dari 43% menjadi 27%. Kemiskinan ekstrem turun dari angka 16,8% menjadi 7%. Menurut UNESCO, tingkat buta huruf berhasil dihapuskan ( sebelumnya 10% warga buta huruf ). Chavez melaksanakan program pro rakyat kecil ( peningkatan gizi anak, dana pensiun untuk orang tua, pendidikan dan kesehatan untuk orang miskin ) sehingga HDI ( Human Development Index/ IPM ) Venezuela naik ke kategori tinggi.

Chavez menggalang perlawanan negara-negara Selatan sampai mereka berhasil merebut kendali atas kekayaan sumber daya alam mereka dari perusahaan transnasional untuk mendanai program bagi orang miskin. Sejak tahun 2006, Chavez mulai mendirikan Banco del Sur ( bank negara-negara Selatan ) untuk melawan IMF dan Bank Dunia.

Langkah Chavez ini jadi ancaman besar bagi Imperium sehingga Chavez diancam dibunuh, dikudeta ( tahun 2002 melalui tangan kaum oligarki Venezuela ), dan pembunuhan karakter ( Jokowi mungkin juga sedang ‘digarap’ setelah pidato kerasnya terhadap kesewenangan Israel mencaplok wilayah Palestina dan Yerusalem ).

Penerus Chavez, Maduro ( menang pilpres Mei 2018 ), melanjutkan sistem sosialis dan menolak tunduk pada Barat. Januari 2019, setelah Presiden Maduro dilantik, AS bermain makin kasar dengan mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido yang tak ikut pilpres, sebagai presiden baru dan memperketat sanksi ekonomi. Tuduhannya : Maduro diktator dan pilpres dipenuhi kecurangan ( mirip tuduhan penyiksa/ kezaliman gerombolan #gantipresiden dan jin-jin curangnya AR ya ). Padahal, pemilu diawasi empat komite pemantau internasional dan media Forbes. Capres lawan Maduro, Falcon, yang bebas berkampanye di seluruh pelosok Venezuela mendiskreditkan kinerja Maduro. Syukurlah, Maduro tetap terpilih ( 31% suara. Obama, tahun 2008, juga meraup 31% suara dan tahun 2012 hanya 28%. Tahun 2016, Trump dapat 26 % suara dengan sistem elektoral yang tidak demokratis karena peraih suara mayoritas pun bisa kalah karena kalah di hitungan elektoral ).

Setahun sebelum pilpres, AS menghajar Venezuela dengan saksi ekonomi sampai mengalami krisis parah hingga suara untuk Maduro relatif kecil. Sanksi embargo juga dilakukan AS di Irak sebelum menginvasinya tahun 2003 ( akibat sanksi : 500.000 anak tewas kekurangan pangan dan obat-obatan ). Setelah Irak limbung, tentara AS menyerbu dan bercokol di sana. Bolton, makelar perang Irak yang kemarin mendukung kudeta di Venezuela, melakukannya demi cadangan minyak terbesar. Tamak.

Di mana ada pemimpin mulai melawan Imperium, mendekat ke China atau Rusia, maka akan ada ( pion mereka/ kebo-kebo dalam negeri ) yang nyinyir dan menggalang kekuatan politik untuk melawannya, sehingga kita perlu waspada terhadap manuver dan asbun para jubir lokal AS di sini.

Mendiang Hugo Chavez, juga dikenal sebagai pembela Palestina yang gigih di Amerika Latin. Ketika Operasi “Menuang Timah” Israel tahun 2009 ( Cast Lead Operation : tentara Israel membombardir Gaza selama 3 pekan dari 27 Desember sd 18 Januari 2009 menewaskan 1.398 orang, termasuk 345 anak-anak ), Chavez ( penganut Kristen ) memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protesnya ( beda dengan Erdogan/ IM yang seolah melawan Israel, tapi kedubes Israel aman dan damai di Turki, dan hubungan perdagangan antar keduanya sangat intens ). Akibatnya, Israel mendanai kelompok oposisi di Venezuela untuk menggoyang Chavez, dan mengutus agen rahasia Mossad untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya ( kita perlu waspada dengan kelompok oposisi di sini. IIPAC di Jaksel yang mendanainya ? ).

Di sisi lain, ada lembaga B’Tselem ( segelintir orang ) di Israel yang paham bahwa pemerintah mereka telah melakukan kejahatan kemanusiaan ( pembelaan terhadap Palestina adalah masalah nurani, bukan kebencian agama ). Jadi ada Yahudi jahat ( zionis ), dan Yahudi baik ( membela Palestina dan mengecam penembakan di dua masjid di Christchurch ).

Dunia belum kiamat sampai kita memerangi zionis Israel. Resonansi Syuman, lapisan di atmosfir yang melindungi kehidupan di bumi, menunjukkan percepatan getaran sejak tahun 1990, seolah ada kekuatan misterius yang mengintervensi, menurut riset ilmiah. Sinyal kita di babak akhir kehidupan umat manusia/ jelang kiamat ( Khazanah, Trans7, 27/3/2019 ).

DAMPAK NEOCON DI AKAR RUMPUT.

Israel adalah organisasi teroris paling canggih di dunia, kata Miko Peled ( penulis, aktivis Israel ). Para elit dari pelaku aksi teror di Indonesia dan penyebar kebencian pada golongan yang mereka cap ‘kafir’ adalah proxy AS -Israel. Sedang bawahannya yang sudah terdoktrin dan tak mampu berpikir kritis, digunakan untuk mendiskreditkan Islam ( di-framing seolah kelompok teror bekerja sendiri karena doktrin agama, untuk menutupi peran AS- Israel )
Saat kampanye pemilu 2019 ini bisa anda rasakan sengitnya ‘pertarungan’ di WAG ( juga di Mata Najwa, Trans7, 27/3/2019 ). Kita seperti berhadapan dengan tembok ketika mengklarifikasi fitnah dan hoax yang ditebar pendukung 02 dan pihak asing itu.

( Ingat kasus TKI Aisyah yang diperalat intel Korut untuk membunuh KYN, kakak pemimpin Korut di bandara Malaysia ? Indonesia masuk radar pertarungan intelijen global. Syukur, dengan negosiasi tingkat tinggi, Aisyah akhirnya bisa bebas. Namun, mobil intel penyadap yang sempat parkir di depan kantor KPU terkait sejumlah WNA terdaftar di DPT, belum terungkap misterinya ).

Banyak warga di akar rumput yang tak mengikuti isu aktual di TV. Tidak tahu mana yang benar ( tapi bebal/ menolak diberitahu jika tak sesuai dengan apa yang ingin didengarnya ). Sangat capek menjelaskan data valid pada mereka yang sudah terdoktrin. Survei BPS, Tempo, Kompas, dll, dianggap mereka survei-surveian. Mereka cuma percaya tetua di lingkungannya meski menebar fitnah, karena mereka tak tahu itu fitnah ( tak mengakrabi media kredibel ). Tak heran, Jokowi sampai perlu cuti kampanye terbuka ( wapres JK menghandel tugas rutin presiden ) untuk mengklarifikasi semua fitnah dan hoax tentang diri dan capaian pemerintahannya.

Menjengkelkan, sekaligus menyedihkan. Presiden saat ini bekerja paling keras untuk memperbaiki kehidupan rakyatnya, tapi sebagian rakyat malah menistakannya. 75% mengaku puas atas pencapaian kerjanya, tapi hanya 58% yang yakin akan memilihnya kembali. 17% terhasut kampanye hitam 02. Paradoks. Yakinlah kehinaan akan menimpa para pendusta ( pelaku politisasi agama ). Perhatikan nasib AR, FZ, HRS, dan sejenisnya di masa akhirnya ( jika tak segera tobat ).

Sebagian akar rumput sungguh menyedihkan. Hanya karena hoax yang ditebarkan tetuanya, tanpa mengklarifikasi dengan tools yang sudah diberitahu karena malas, tanpa risih mereka menghujat kepala negara. ‘Rakyat’ sekarang sudah buka mata, tidak bisa dibohongi, tulis mereka di WAG ( padahal cuma dengar gosip dari tetangga, bisa begitu bangga men-share fitnah tanpa tabayyun ). Warga semacam ini memang perlu dijelaskan TKN, capres, cawapres 01 secara door to door. Sebagian ( 25% + 17% ) masyarakat belum matang beragama dan bernegara ( mayoritas warga Selandia Baru sudah matang bernegara, tidak menghujat pemimpin pilihan bangsanya, dan bersikap sangat simpatik terhadap korban penembakan di masjid di Christchurch. Pembelaan terhadap korban terorisme adalah soal nurani kemanusiaan, bukan pilihan agama.

Beda jauh dengan penceramah radikal yang menghujat Jokowi dan berkampanye ‘kafir’ di sejumlah masjid di tanah air, juga di Bandung ( ‘ustad’ Ase* salah satunya yang ceramah sambil kampanye 02 di masjid Ash-Shof* dan Ar-Rahm** tiap Selasa dan Minggu ). Mereka cuma para pembuat kerusakan di muka bumi dengan mencatut nama Islam dan pendusta agama sesungguhnya. Elitnya asyik berkoar di talkshow dan panggung pemilu menebar hoax curang dan kebencian. Mengerikan demokrasi kita hari ini karena ulah mereka. Sengitnya perdebatan warga di WAG-WAG lingkungan RT/ RW karena kampanye hitam elit asbun yang tak segera ditindak tegas. Yang melek media vs yang buta literasi. Semoga Bawaslu dan aparat lebih tegas menghentikan mereka. Ini masalah persatuan bangsa dan keutuhan negara. Jangan main-main atau ciut nyali bilang ‘belum ada pelanggaran’, sampai kita hafal jawaban mereka.

FB dan Twitter belakangan ini telah memblokir ribuan akun yang aktif melawan Barat dengan tuduhan ter-link dengan Iran, Rusia, Venezuela. Kita ingat akun FB Dina yang hilang misterius. Juga keengganan FB menuntaskan kasus terambilnya sejuta data pribadi facebooker Indonesia oleh sebuah aplikasi. Kita jadi mengerti kenapa China memilih membuat platform medsos sendiri untuk menghindari peretasan dan intervensi asing. Kita juga perlu punya medsos ala Indonesia yang dikelola Kominfo sehingga bisa lebih cepat men-take down akun meresahkan yang membuat kita letih berjaga tiap hari membendung konten radikal, fitnah dan hoax ( karena ternyata FB dan TW dikendalikan neocon AS )

BOM SIBOLGA : PETAKA RADIKALISME DALAM KELUARGA.

2 ledakan bom dinihari di Sibolga, Sumut, terjadi setelah istri terduga teroris AH bicara dengan Densus 88 ketika petang ( ada waktu 6 jam yang sebenarnya bisa digunakan aparat untuk terus memotivasi si istri keluar dari rumah berisi 300 kg bom itu ).

Ridwan H, pengamat teroris, mengatakan, 85% netizen dalam setahun menjelma teroris setelah terpapar paham radikalis. Sedangkan dengan cara tatap muka, baru 5-10 tahun warga terpapar radikal menjelma teroris. Ada lebih 130 juta pengguna medsos saat ini.

Pengajian radikal seminggu sekali di Surabaya, diikuti ortu dan anaknya sebelum meledakkan diri di bom Surabaya. Si ortu menutup anaknya dari interaksi sosial agar leluasa mendoktrin ( EMI, 14/3/2019 ). Istri terduga teroris AH meledakkan diri bersama anaknya yang berumur 2 tahun.

Penulis buku Islam damai lebih sedikit dari buku tentang HTI. Begitu juga buku-buku Islam damai lebih sedikit ditemukan di rak toko buku ( mbok digratiskan seperti buku anti-Syiah yang pernah ditebarkan antek zionis di sini tempo hari ). Dari survei, 10% siswa Bandung dan Jakarta setuju ISIS. Menurut LIPI, sebanyak 25% guru dan siswi setuju paham radikalis dan 40 % mahasiswa menerima paham intoleran. Survei BIN, sebanyak 7 perguruan tinggi besar di Indonesia sudah terpapar paham radikal ( EMI, 14/3/2019 ).

Ekstrimisme membuat orang yang tak suka perbedaan, merasa terancam, lalu menjadi tukang vonis, tukang teror, dan tukang bunuh. Tahun 2018, ada 13 bom bunuh diri dari 400 pelaku radikal yang bisa digagalkan tim Densus. Teroris berdasar agama pada dasarnya bukan orang beragama. Teroris Boko Haram di Afrika, ISIS di Timur Tengah dan JAD di Surabaya bukan sedang membela agama, tapi egonya ( dan perutnya ). Orang baru utuh beragama jika ia mengutuk pelaku terorisme dilandasi rasa kemanusiaannya terhadap korban dari agama mana pun, karena agama hakekatnya kedamaian dan cinta kasih.

TUDUHAN KPU CURANG DAN KERJA INTEL

Sekitar 13% pemilih menuduh KPU curang. Ini buah cuci otak menjelekkan pemerintah seperti video elit 02 di episode Mata Najwa lalu. Seperti membenarkan persepsi radikalis : jangan rakyat ditangkap, elit tidak, yang terus digaungkan elit 02 berulang-ulang menimbulkan ketidakpercayaan pada institusi negara. Andai Bawaslu bisa tegas menindak pengucapnya/ provokator maka tuduhan curang takkan sebesar itu ( kita perlu memperkuat nyali Bawaslu )

Aplikasi Sambar ( tuduhan buzzer terhadap aparat ) dengan IP ( internet protocol ) terdahulu berasal dari wilayah Filipina. Yang baru seolah terhubung dengan IP Polri ( kerja intel asing/ antek neocon barang kali ). Mobil intel penyadap data KPU, duga Akbar Faisal. Pembuangan KTP rusak di hutan, sawah, apa ini, tuduh AR. Sebanyak 5000 surat suara disobek ( 40% ASN tersurvei pro-02 sebagai pelakunya ? ). Kader ex-HTI sudah di mana-mana, klaim jubirnya. Masalah apa saja selalu dituduhkan ke Jokowi oleh 02. Intel Korut di BPTKI. Benar-benar pertarungan intel.

TKI AISYAH BEBAS

Ada lebih 500 TKI yang terancam hukuman mati. Selama 4 tahun, pemerintahan Jokowi sudah membebaskan 443 TKI dari jerat hukuman mati. Pertarungan intelijen dimenangkan menandakan Indonesia cukup berpengaruh di kawasan regional, bahkan dunia. Perusahaan penyalur TKI yang mengirim Aisyah masuk radar/ jaringan mata-mata Korut. Perlu dicek telusuri agar tak terjadi korban berikutnya ( EMI, 12/3/2019 ). MenkumHAM, Menlu, Kedubes, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, Jokowi ( melobi PM Mahathir di Istana Bogor, Oktober 2018 ), berperan aktif membebaskan Aisyah yang ditahan 2 tahun 35 hari dari jerat hukuman mati. Diplomasi high level. Good job.

SERTIFIKASI MUBALIGH MUI

MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) dan KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) menyepakati sertifikasi dan rekomendasi mubaligh :
1. Tahu Ilmu Islam
2. Tahu Islam dan hubungannya dgn negara bangsa/ kebangsaan.
3. Metode dakwah yang rahmatan lil ‘alamin

( Top News, MetroTV, 13/3/2019 )

TKA CHINA/ WNA PUNYA KTP-E TERDAFTAR DI DPT

Lebih 373 WNA yang masuk DPT ( Prime Time News, MetroTV, 6/3/2019) sudah dicoret, sisanya masih disisir. Ada sekitar 1600 WNA punya KTP-E. Lebih 4 juta org WNI yang belum punya KTP-E. Hak pilih mereka sudah diajukan melalui JR ke MK agar mereka tak kehilangan suara ( kekurangan teknis tak boleh sampai menghilangkan hak konstitusi seseorang ).

Pemirsa dari Papua Barat usul agar KPU mengingatkan para petugas KPPS/ TPS untuk benar-benar mencermati WNA tak boleh sampai nyoblos. Cegah gerombolan 02 untuk memprovokasi mereka agar tak punya alasan untuk PSU ( pemungutan suara ulang ) dan mengacak-acak negeri ini ( EMI, 7/3/2019 )

SUKET DI PILPRES 2019

Mahkamah Konstitusi ( MK ) kemarin sudah memutuskan boleh dipergunakannya Suket ( Surat Keterangan sudah merekam data KTP -E di dinas kependudukan dan catatan sipil/ disdukcapil di kota/ kabupaten domisili pemilih ) untuk nyoblos pilpres 17 April 2019. MK juga memutuskan pémbuatan Suket diperbolehkan sampai H-7. Penghitungan suara bisa diperpanjang 12 jam tanpa jeda di TPS ( EMI, 29/3/2019 )

4,2 juta calon pemilih yang belum punya KTP-E bisa bernafas lega karena tak kehilangan hak pilihnya. Mereka diminta segera merekam data diri ke disdukcapil, lalu mencoblos capres pilihannya di TPS domisili KTP-nya setelah jam 12 siang ( TPS ditutup jam 13. Quick count baru boleh dimulai pukul 15 ). Begitu pula pemilih pindahan di mana mereka dan pemegang Suket terdaftar di DPT Tambahan.

Warga tergusur di kawasan Halim yang direlokasi ke Jawa Barat ( punya KTP-E ), jangan golput karena MUI sudah men-fatwakan haram ( jika ada capres yang memenuhi syarat untuk dipilih ). Segera rekam data KTP-E yang baru hingga memperoleh Suket lalu ikut nyoblos di TPS dengan membawa undangan ( form C-6 ? )

MK sudah bagus bekerja kali ini. DPR hendaknya merevisi UU Pemilu dengan memperhatikan keputusan MK dan dilakukan 3 tahun sebelum pemilu berikutnya agar rakyat punya waktu cukup untuk menguji di MK. UU no.7 tahun 2017 tentang Pemilu adalah UU yang paling banyak di-JR ( sampai 28 kali ). Semoga pemilu 2024 lebih berkualitas, diantaranya karena UU Pemilu-nya sudah siap tahun 2021 dan tercantum di dalamnya mantan napikor tak boleh maju nyaleg maupun nyapres ( Rmy termasuk ).

PEMANTAU ASING DI PILPRES 2019

UNDP, KPU Filipina, KPU Jepang, KPU AS, Tim Uni Eropa adalah 5 lembaga pemantau pemilu langganan KPU. Ketua Arief juga mengundang 33 negara sahabat untuk memantau pemilu. Namun, akreditasi pemantau pemilu kali ini oleh Bawaslu, bukan KPU seperti pemilu sebelumnya. Lembaga pemantau pemilu lokal, sebanyak 50, termasuk Perludem, yang sudah terdaftar di Bawaslu. Dari luar negeri, ada 11 LSM asing dan 33 lembaga KPU negara asing/ diplomat.

Skor civil society Indonesia dalam mengawal pemilu : 0,85 dari range 0-1 ( tertinggi di Asia Tenggara, sehingga para pemantau asing itu justru perlu belajar pada Indonesia, seloroh Titi ). Pemilu di AS pun dipantau lembaga asing sebagai etika peradaban global. KPU juga pernah diundang memantau pemilu di Vietnam, dll, sehingga KPU pun mengundang KPU luar datang memantau sesuai UU Pemilu. Salah satu syarat pemantau pemilu adalah tak terafiliasi dengan capres dan partai peserta pemilu.

Akan ada dua petugas ketertiban TPS yang akan menjaga siapa yang boleh masuk area TPS yang dipagari. Para pemilih membawa KTP-E/ Suket dan formulir C-6 untuk bisa masuk area TPS dan mencoblos. Pemantau lokal dan asing harus menunjukkan kartu pengenal yang diakreditasi Bawaslu untuk bisa masuk area TPS dan memantau jalannya pemilu dan melaporkan hasil temuannya pada Bawaslu. Pemantau pemilu yang mengganggu atau menghentikan jalannya pemilu akan dicabut akreditasinya dan dideportasi ke negara asalnya ( EMI, 26/3/2019 ).

Tagar #PemantauAsing atau #PengawasAsing yang minta lembaga asing mengawasi jalannya pemilu secara masif muncul karena paranoid atau skenario tuduhan curang yang mereka ciptakan sendiri ( gerakan mendelegitimasi hasil pilpres. Kalau tetap kalah, cerminnya/ KPU/ UU-nya yang nanti akan dibelah. Picik kan ? ). Karena bukan pemantau asing ( tak ada yang namanya pengawas asing ) yang menentukan hasil pemilu. Tapi hitung manual KPU yang diawasi Bawaslu yang diberi kewenangan oleh UU.

So, lebih 33 KPU dan pemantau luar negeri datang ke Indonesia karena undangan KPU lebih dulu dan UU Pemilu ( bukan karena tagar-tagar itu ).

770 HOAX. 180 TENTANG POLITIK

Kominfo menemukan 770 hoax yang 60% menyerang Jokowi, dan 30% menyerang PS. Modusnya, pelaku membuat akun baru di FB, TW, IG lalu screenshot, menghapus akun tsb terus menyebarkan ke WAG yang dulu bisa 20 foward sekarang hanya bisa 5. Seratus orang anggota tim anti hoax Kominfo yang bekerja sejak Januari 2018 dengan mesin canggihnya bisa menyusuri akun asalnya, men-take down laman hoax, memblokir akun, menyerahkan ke divisi Cyber Polri untuk dipilah mana yang prioritas untuk diproses hukum. ( Prime Time News, MetroTV, 7/3/2019 ). Hoax tsb menyerang polisi, kejaksaan, kominfo, cawapres, juga.

*****

Kampanye terbuka atau rapat umum terbuka sudah dimulai 24/3 dan akan berakhir 13/4/2019. Dana sebesar Rp 24,8 triliun sudah digelontorkan untuk membiayai pesta demokrasi tersulit di dunia ini dengan 187,5 juta pemilih terdaftar di DPT ( EMI, 23/4/2019 ). Cek nama anda di lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Tonton Debat Capres ke-4 di MetroTV mulai jam 17 besok ( Sabtu, 30/3/2019, biasanya diawali diskusi para pengamat dan surveyor ) lalu datang ke TPS tanggal 17/4/2019 ya..

==========

INFO MEDSOS :

HAK PILIH JR KE MK

Hari ini @perludem bersama dgn beberapa pegiat pemilu, akademisi, dan warga negara Indonesia yg punya hak pilih akn mengajukan uji materi sejumlah Pasal dalam UU 7/2017 terkait pemenuhan jaminan hak memilih bagi warga negara Indonesia scr luber jurdil. Di MK, pukul 11.00 WIB. ( Perludem, 5/3/2019)

——————–

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

DANA BANGUN JABAR
8 sumber dana pembangunan Jabar: APBD kota/ kabupaten, APBD provinsi, APBN, kerjasama pemerintah & badan usaha, CSR perusahaan, dana umat, hibah dari luar negeri, pinjaman bank, kata Gubernur Ridwan Kamil ( KLCBS FM, 22/3/2019 )

MANFAAT, SYARAT, CARA MEMBUAT KIA

Kartu Indentitas Anak ( KIA ) Kemendagri, diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak. Berdasarkan Permendagri no.2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini ada 2 jenis : untuk anak umur 0-5 tahun dan anak 5 sampai 17 tahun.

Banyak manfaat yang diperoleh anak yang memiliki KIA. Misal, ketika anak mengalami kejadian di jalan ( hilang, celaka ) saat tak bersama keluarga, ia akan mudah ditelusuri asalnya dengan KIA beralamat rumah yang dibawanya. Anak bisa dapat diskon ketika membeli keperluan sekolah, pergi ke museum, taman, atau tempat yang perlu mereka datangi. Proses pembuatannya bisa ditunggu, karena sehari jadi ( seperti di Cimahi )

Dari laman Kemendagri, bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersama akte kelahiran. Anak balita yang belum punya KIA, harus membawa fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya, beserta KK dan KTP asli orang tua/ wali. Untuk anak WNI umur 5 tahun ke atas ditambah foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar.

Bagi anak WNA yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus bawa fotocopy paspor dan izin tinggal, KK asli orang tua/wali, KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Pemohon atau orang tua anak menyerahkan persyaratan tsb ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( disdukcapil ), lalu Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA serta memberikannya di kantor Dinas, kecamatan atau desa/ kelurahan.

Dinas juga dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling ( jemput bola ) di sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak dan tempat layanan lain agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing yang telah memiliki paspor, orangtuanya tinggal ke Dinas untuk menyerahkan persyaratan KIA. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA yang selanjutnya diberikan pada pemohon di kantor Dinas. Mudah kan ? Silakan legalkan identitas putra/ putri anda, demi perlindungan bagi mereka.

Written by Savitri

29 Maret 2019 at 15:51

MRT Jakarta Gratis sd 31/3. Ethiopian Airlines Jatuh dgn Boeing 737 Max. Aturan Ojek Online. Evaluasinya ?

leave a comment »

Suasana pintu masuk terminal MRT. Rasa haru membuncah, akhirnya Indonesia punya MRT, salah satu ciri negara maju. Setelah menunggu 34 tahun, di masa Jokowi baru kesampaian. Sejarah terukir. Bangga.

Ruang tunggu penumpang MRT yang nyaman dan sejuk.

URAI KEMACETAN DENGAN MRT RATANGGA.

Budayakan antri, disiplin waktu dan jangan buang sampah sembarangan, pesan Jokowi ketika meresmikan pengoperasian MRT Fase 1 di Bundaran HI, Jakarta, sekaligus memulai pembangunan MRT Fase 2 sepanjang 8,7 km ke kota ( bagian utara, timur, barat ). Yang melanggar tata tertib naik MRT akan didenda Rp 50 ribu ( di Singapura, penumpang yang tak bisa antri didenda 50 dolar, yang merokok didenda 100 dolar, yang buang sampah sembarangan 500 dolar. Kamera CCTV di mana-mana sehingga warga pasti ketahuan jika melanggar sehingga mereka bisa tertib ). LRT Depok dan Bekasi akan terhubung dengan MRT Jakarta tahun ini.

Peresmian pengoperasian MRT pagi tadi ( 24/3/2019)

MRT Jakarta bangga menginspirasi bangsa, kata MC peresmian. Gubernur Anies berterima kasih pada para pendahulunya yang telah berkontribusi pada pembangunan moda rakyat terpadu ini sejak Gubernur Sutiyoso, Fauzi, Jokowi, Ahok dan Gatot. Ya, penggunaan MRT ( Mass Rapid Transit/ Moda Rakyat Terpadu ini sudah digagas sejak tahun 1985 ) dan baru terwujud 34 tahun kemudian. Tak kurang 253.000 pekerja terlibat dalam proyek ini dari sejak ground breaking sampai sekarang ( MetroTV, 24/3/2019 ).

Biaya pembangunan MRT sekitar Rp 1 triliun per km ( melalui terowongan di kedalaman 10-20 km di bawah permukaan tanah, yang diatur suhunya 23 derajat celcius, sejuk ). Sedangkan tarif yang sedang dibahas pengelola adalah Rp 3000 per km. Harga keekonomian MRT Fase 1 ( 6 gerbong, 16 rangkaian, 13 terminal ) sekitar Rp 30 ribu per penumpang. Namun dengan tarif Rp 20 ribu saja, pengendara mobil/ motor masih ogah pindah moda, maka pemerintah menurunkan tarif/ mensubsidi hingga sekitar Rp 10 ribu per penumpang ( pengelola MRT Jakarta mengusulkan tiket Rp 12 ribu per penumpang, tapi belum disepakati para kepda kota penyangga sampai hari ini ).

Rute MRT Fase 1

Penjelasan tentang rencana MRT.

Rute MRT Fase berikutnya.

Harga tiket bis Damri juga Rp 10.000 untuk jarak jauh atau pun dekat ( bis ini berbadan biru, bergambar siluet kota putih ) yang hilir mudik di Kota Bandung. Bis Trans Metro Bandung ( TMB ) berbadan biru dengan gambar bunga matahari berwarna kuning, tarifnya sekarang Rp 4 ribu per penumpang jauh dekat. TMB baru beroperasi 4 koridor. Jika seluruhnya ( 11 koridor TMB ) sudah beroperasi dan penuh, maka warga Bandung pun siap beralih dari kendaraan pribadi ke LRT yang berbiaya Rp 500 miliar per km. MRT untuk anglomerasi penduduk di atas 10 juta orang. Penduduk Bandung sekitar 2,5 juta orang, kalau siang sekitar 3,5 juta prang ( ditambah warga komuter, warga luar Bandung yang kerja di Bandung ).

Untuk mengurai kemacetan, saat ini pemkot Bandung berencana membangun 4 jembatan layang di persimpangan langganan macet. Sampai suatu saat ( penduduk terus bertambah ), LRT pun akan dikerahkan untuk mengatasi kemacetan di kota yang dulu didesain sebagai kota tetirah pejabat kolonial Belanda dengan penduduk di bawah satu juta orang, dengan jalan berkelok penuh pepohonan dan bunga ( jadi harap maklum jika sekarang banyak jalan satu arah karena pertambahan jalan tak seimbang dengan pertambahan penduduk/ kendaraan ). Flower city, Bandung.

Warga Jakarta sudah memulai mengubah gaya hidup ( #UbahJakarta ) menjadi lebih tertib saat berkendara atau pun menggunakan tranportasi massal. Peradaban tinggi sebuah kota bisa dilihat dari budaya tertib warganya saat menggunakan MRT ( ciri negara maju ). Warga Bandung pun sudah mulai berlatih dengan menyetop bis TMB di halte/ shelter TMB, lalu duduk di kursi penumpang umum ( bukan kursi khusus untuk ibu hamil, lansia, disabilitas yang dekat pintu masuk TMB ), tidak nempelin sisa permen karet di TMB, atau buang bungkus gorengan bala-bala cs sembarangan. Bandung juara, Jabar juara kan ? Pastinya peradaban dan tata tertib warganya juga juara. Kahiji. Insya Allah.

Peresmian MRT Jakarta ( Ratangga ) seperti mengundang wisatawan dari luar Jakarta dengan aneka polahnya. Uyel-uyelan, istilah Jokowi ( berdesakan seperti pindang. Duta besar Jepang dan menteri PU-nya bisa senyum-senyum melihatnya. Podo gumunan. Wis, yo ben ). Obyek wisata baru mencoba MRT gratisan selama 12 hari sampai tanggal 31 Maret 2019 berbareng kampanye terbuka ( rapat umum ) pemilu 2019 ( 24 Maret sd 13 April ). Anda yang berminat juga dipersilakan mencoba. Katanya, jarak 2-3 jam menempuh kemacetan di Jakarta ( Lebak Bulus – Bundaran HI ) bisa dipangkas hingga 30 menit saja ( kecepatan MRT 60 km jam ). Wow.

MRT akan diintegrasikan dengan LRT, KRL dan Trans Jakarta hingga jadi satu tiket terusan yang dibayar per bulan. Tiket terusan ini di luar negeri bisa menghemat anggaran bulanan hingga di bawah 10% untuk transportasi ( bahkan bisa 3% ). Efesiensi waktu, uang dan tenaga dengan naik MRT bisa dialokasikan untuk menambah produktivitas kerja, nambah tabungan dan liburan ke obyek wisata di sepanjang tol Trans hingga bisa menggeliatkan ekonomi rakyat dan negara. Keluarga hepi, pikiran fresh lagi. Siip kan ?

Tahun 2030 diharapkan 60% warga Jakarta sudah pindah dari kendaraan pribadi ke MRT. Keseluruhan jalur MRT sepanjang 230 km jika tuntas dibangun se-Jabodetabek. Dalam Kota Jakarta sendiri sepanjang 100 km yang diperkirakan tercapai tahun 2030 ( Fase 1 baru 16 km ). Jalur MRT melewati objek wisata kota sehingga para turis cukup naik MRT untuk menikmati citysight.

Kalangan atas biasanya tak mau dicampur dengan kalangan bawah sehingga harga tiket juga jangan terlalu murah, karena tujuan MRT salah satunya agar para pengguna mobil pribadi yang menyesaki jalanan mau pindah ke MRT. Tiket Rp 12.000 ke atas bisa untuk merawat MRT tetap cepat, aman dan nyaman sesuai standar kualitas mereka. On time ( yang hobi jam karet bisa kejepit pintu gerbong otomatis ). MRT tahap awal dioperasi mulai jam 5.30 pagi sd 22.30 malam. Next ( setelah tambah gerbong, makin banyak penumpang ) mulai jam 5 pagi sd 24 malam.

Jakarta adalah kota ke-4 termacet di dunia, setelah Los Angeles, Moskow dan Bangkok. BBM yang diboroskan antara Rp 65 -100 triliun per tahun. Kemacetan seolah menjadi santapan wajib warga Jakarta, dan orang Bodetabek ( Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) yang bekerja di Jakarta. LRT sudah ada di Jabodetabek. KRL ada di Bogor juga. Dengan Trans Jakarta, MRT, LRT, KRL diintegrasikan ( konsep megapolitan ) akan tercipta jalur 230 km yang membuat Jakarta dan daerah peyangganya tak lagi macet tahun 2039.

Kemudahan fiskal dengan kredit ringan ( dengan hanya Rp 1-2 juta ) sudah bisa beli mobil harus ditinjau kembali, karena orang jadi bisa punya mobil banyak tapi tak punya rumah atau garasi ( biang macet, bikin penuh bahu jalan ). KRL bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi hingga 20-30%. Terintegrasinya moda transportasi massal tsa bisa mengurangi kendaraan pribadi sampai 40% saat ini, hingga nantinya seluruh pengguna kendaraan pribadi bermigrasi ke transportasi massal seperti di Tokyo ( EMI, 20/3/2019 ). Kalau perlu jalan-jalan protokol dibuat berbayar ( mendesak warga beralih ke MRT ) agar tak seperti ruas parkir terpanjang di dunia seperti hari ini ( saking macetnya ). Sekarang eranya kolaborasi. Singkirkan ego sektoral para kepda dan DPRD di wilayah Jabodetabek untuk segera menyepakati harga tiket.

Palembang sudah punya LRT, berkah jadi tuan rumah Asian Games 2018 lalu. Bandung menyusul.

TARIF OJEK DARING

Permenhub no.12 tahun 2019 sudah rilis untuk mengatur tarif ojek daring yang akan dievaluasi tiap 3 bulan. Pengojek ingin Rp 3000 per km, tapi menhub Budi kuatir memberatkan konsumen ( K-Lite FM, 19/3/2019 )

JALAN TOL KALIMANTAN

Pulau Kalimantan akan punya jalan tol untuk pertama kalinya. Panjangnya 99,35 km, dari Balikpapan sampai Samarinda. Sampai awal bulan ini, konstruksinya sudah mencapai 85,7%.

Jalan tol ini memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda, dari tiga jam jadi hanya satu jam ( Jokowi, 16/2/2019 )

https://t.co/HNa8ekF7tP

TRANS SUMATERA

Simpang susun di jalan tol Trans Sumatra yang siap dioperasikan pertengahan tahun ini. Letaknya di ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang panjangnya 189,2 km.

Panjang tol Trans Sumatra 2.000 km dari Lampung ke Banda Aceh. Insya Allah, rampung tahun 2024.( Jokowi, 28/2/2019 )

https://t.co/VLYESg9Czl

BOEING 737 MAX 8 JATUH LAGI : ETHIOPIAN AIRLINES.

Ethiopian Airlines adalah maskapai paling sukses di Afrika. Nasibnya seperti Lion Air yang ketar-ketir : banyak pesawatnya jenis Boeing 737 Max 8 dilarang terbang setelah kecelakaan mengerikan dan merepotkan kita semua. Cari tahu apa pesawat yang kita naiki jenis Boeing 737 Max 8 atau bukan, karena masih ada 9 maskapai luar yang menggunakan ( Lion meninjau kembali pemesanan ratusan pesawat jenis naas tsb )

Pihak pabrikan Boeing lagi dimusuhi penumpang sedunia. Gara-gara pesawat 737 Max 8 yang merenggut 189 penumpang Lion Air, kini merenggut 157 penumpang Ethiopian Airlines.

Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610, selain menuntut ganti rugi pada pihak Boeing, juga menuntut pada FAA yang telah mengeluarkan sertifikat laik terbang pada Boeing ( meski tanpa memberitahu detail pengoperasian pesawat dan kelemahannya ) untuk jenis pesawat tercanggih yang didesain bisa menghemat avtur sampai 10% itu.

Terbang dari India, pesawat Boeing 737 Max 8 ‘ditahan’ di Sulsel.

Meski lolos inspeksi teknis, Kemenhub tetap melarang terbang Boeing 737 Max 8.

Maskapai Garuda Indonesia akan membatalkan pesanan 20 pesawat 737 Max 8.

Malaysian Airlines meninjau pesanan 737 Max 8 lalu kemudian resmi melarangnya terbang.

Hong Kong melarang Boeing 737 Max terbang di wilayah udaranya.

Jepang dan Rusia melarang Boeing 737 Max terbang di wilayahnya. Rusia menutup wilayah udaranya dari Boeing 737 Max.

Maskapai Norwegia menuntut ganti rugi ke Boeing setelah mengkandangkan pesawat 737 Max 8. Norwegian Air minta kompensasi dari Boeing atas kehilangan pendapatan, karena berhenti mengoperasikan Boeing 737 Max.

Maskapai Ceko ikut menuntut ganti rugi Boeing setelah meng-grounded pesawat 737 Max 8 miliknya.

Inggris melarang terbang Boeing 737 Max 8.

Langit Uni Eropa mengharamkan Boeing 737 Max 8.

Amerika menolak merumahkan Boeing 737 Max 8. Tak berdasar mengkandangkan Boeing 737 Max 8, kata Badan Penerbangan AS. Jadi tambah banyak warga AS yang kuatir naik Boeing 737 Max 8 ( da torek kieu otoritas penerbangana. Riweuh ).

Kongres AS ( yang lagi berseteru dengan Trump ) heran FAA butuh waktu lama untuk melarang Boeing 737 Max.

Seperti mengidap penyakit menular, penolakan viral itu berimbas pada saham Boeing yang turun sekitar 11 % sejak kecelakaan dan menghapus nilai pasarnya hingga lebih 26 miliar USD. Apes ( pabrikan Airbus buatan Inggris yang kini girang mendapat pesanan membludak setelah pesaingnya Boeing produksi AS terjerembab ).

Federal Aviation Administration (FAA) bilang, mungkin sama penyebab jatuhnya Ethiopian Airlines ET 302 dengan Lion Air JT 610 yang sama-sama baru lepas landas, ingin return to base, tapi keburu jatuh dengan kecepatan tinggi seperti jagung pop corn lepas dari bonggolnya. Hancur berkeping.

Bedanya tim SAR kita harus ngobok-obok perairan Karawang dulu, sebelum ketemu jasad dan kotak hitamnya di dasar laut keruh berlumpur berhari berbulan ( pesawat jatuh Oktober 2018 ). Tim Ethiopia tak serepot itu karena jasad dan kepingan Boeing masih di daratan ( pesawat jatuh 11/3/2019 setelah 6 menit lepas landas dari Addis Ababa ke Nairobi, Kenya membawa 157 penumpang dari 35 negara ). Para penyelidik Perancis di lokasi kecelakaan menemukan potongan stabilizer di posisi tak biasa, mirip Lion Air ketika jatuh. Posisi stabilizer ini menggerakkan ekor pesawat secara horizontal, dan membantu menentukan pergerakan hidung pesawat.

Kotak hitam Ethiopian Airlines ET 302 diserahkan ke Biro Penyelidikan dan Analisis Keamanan Penerbangan Sipil Prancis ( BEA ) untuk dianalisis beberapa hari. Boeing menyatakan akan memperbaiki perangkat lunak di seluruh armada 737 Max dalam beberapa minggu sambil terus memantau situasi, termasuk kendala yang akan berdampak pada sistem produksi, ujar jubir Boeing, Chaz Bickers (15/3/2019 ).

Yah, kita tunggu hasil analisisnya. KNKT, saya dengar, nimbrung ke sana membahas kemungkinan kesamaan penyebab jatuhnya pesawat JT 610. Semoga segera terungkap. Amiin.

===================

INFO BANDUNG, JABAR :

———————

INFO MEDSOS :

Hoax yang menimpa Gatot Nurmantyo setelah tak jadi bergabung dengan 02.

Written by Savitri

24 Maret 2019 at 15:55