Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Pers Penjaga NKRI. Jokowi Pro Islam. Pembantaian Pekerja Trans Papua. Manfaat Infrastruktur bagi Daerah.

leave a comment »

Jalan Trans Papua membuka daerah tertinggal dan terisolir di Papua. Siapa sangka diam-diam terpendam perlawanan mematikan dari balik belukar dan kedalaman hutan di sana. 19 pekerja konstruksi dan satu prajurit TNI tewas ditembak KKSB. Proyek jalan jembatan ini lalu dihentikan sekitar seminggu agar aparat keamanan kita leluasa menangkap 250 pelaku brutal tsb. Sebaik apa pun pemerintah pusat membangun dan memperhatikan Papua takkan ada artinya jika warga Papua sendiri tak percaya dan menembaki. Kalian juga tak mau para pelajar Papua, pekerja, artis, komika, wartawan asal Papua di Jawa diintimidasi, ditembaki dan dibunuh kan ? So, do something good. Berbuatlah sesuatu untuk menjembatani saling pengertian dan saling dukung untuk kemajuan Papua dan Indonesia. Kebiadaban semacam ini jangan terulang lagi. Enough ! ( foto: kementerian PUPR )

Papua kembali bergolak awal Desember ini. Kita ingat Papua terakhir dalam pemaparan bersahabat duo sineas pasutri Alenia’s Journey menyusuri medan sulit nan indah di Tanah Cendrawasih itu. Presiden Jokowi juga kerap bertandang di sana sampai didaulat sebagai presiden orang Papua untuk pertama kali. Pokoknya di sini harus dibangun jalan tembus ( Trans Papua ) gimana pun caranya, tekad Jokowi saat itu setelah ngetrail bersama paspampres di vlog-nya melewati rute yang kini jadi TKP 31 pekerja Trans Papua dibantai sadis KKSB.

Betulkah semua orang Papua mendukung pembangunan Trans Papua ? Itu bukan gerakan separatis, OPM sudah menyerahkan senjata, kata pemirsa EMI dari Maumere, NTT yang mengaku iri dengan otsus istimewa dan pembangunan infrastruktur di Papua ( sudah lebih 1700 km jalan dibangun dari rencana lebih 4000 km dengan puluhan triliun uang rakyat Indonesia ) . Kalau mau menang pilpres, Jokowi tinggal fokus bangun Jawa yang 60% pemilik suara di negeri ini. Tapi Jokowi memilih tidak populer dan tetap membangun wilayah tertinggal dan perbatasan untuk pemerataan pembangunan dan penguatan NKRI. Agar Papua juga merasa bermartabat sebagai bagian dari Indonesia.

Lalu apa yang salah ? Kenapa seperti air susu dibalas dengan air tuba ? ( Ini bukan ulah OPM, tapi lawan politik Jokowi yang bermain, kata pemirsa Maumere itu lagi. Dicek BIN dulu ). Lho ? Yang kemarin reuni 212 dan bersikeras bukan gerakan politik sampai 2 anggota Bawaslu diadukan ke DKPP karena memberi statement kepagian soal itu ? Atau yang lagi baper cuitan dubes Saudi untuk Indonesia tentang Banser dan minta si dubes diusir, ketimbang mendesaknya minta maaf ?

Emang ruwet ngurus Indonesia dengan masa lalu pabaliut dan aneka kepentingan asing. Faksi di Papua yang ingin memisahkan diri, mungkin seperti ormas radikal dan massa intoleran di Jawa yang ngebet khilafah no matter what meski menghancurkan NKRI hingga berkeping-keping sekalipun karena konsekuensi itu ( kalimatunsawa/ Pancasila sebagai perekat pemersatu ditinggalkan ). Di ujungnya, ekstrimis di Jawa dan di Papua cuma jadi pion/ boneka sang dalang ( AS-Israel yang mendanai, melatih dan mempersenjatai ). Seperti klan Saud yang melarang warga muslim Palestina di pengungsian berhaji atau suku Kurdi di Irak yang tak menikmati hasil minyak yang dijanjikan AS setelah membantu menumbangkan rezim Saddam. Membantu imperialis cuma dapat buntung, tahu. Apa para ekstrimis di Indonesia tak mampu mengambil pelajaran ? Before it’s too late..

Peneliti LIPI yang pernah setahun membedah Papua memberitahu host Leonard ( EMI, 6/12/2018 ) bahwa 1 dari 3 orang Papua itu miskin. 80% orang Papua tak lulus SD. Warga di kota dan pesisir Papua mayoritas beragama Kristen Protestan, sedang di pedalaman mayoritas warga Papua beragama Katolik. Mereka patuh dan percaya pada pemuka adat dan tokoh gereja. Well, kenapa tidak mengajak para pendeta, pastur dan tetua adat di sana untuk menyampaikan maksud baik pemerintah membangun Trans Papua ? Rembukan bagaimana mengikutsertakan warga asli Papua terlibat aktif dan merasa menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur tsb ? ( ada rencana membangun pelabuhan, bandara dan stadion olahraga terbesar kedua setelah Gelora Bung Karno karena banyak putra Papua jadi atlet sepakbola berbakat di tanah air ).

Pemerintah daerah, dari gubernur sampai kepala distrik harus proaktif juga memberi informasi, menjembatani saling pengertian antar suku agama dan melaksanakan program kesejahteraan rakyat di Papua ( jangan plesiran ke Jakarta saja ) agar aparat TNI-Polri tidak berfungsi seperti ‘pemadam kebakaran’ setiap sebagian warga Papua merasa tak puas atau merasa kalah bersaing, lalu saudara setanah air jadi bulan-bulanan pembantaian di Papua, padahal sebagai mereka sudah menjadi pahlawan pembangunan di Papua. Lihat ribuan km jalan yang sudah dibangun sehingga warga Papua kini menikmati BBM dan sembako dengan harga lebih terjangkau. Belajarlah percaya, sekelam apa pun masa lalu itu. Pemerintahan di Jawa mungkin dulu keterlaluan mengabaikan Papua ( Jawa sentris ) tapi lihat sekarang, kita memperhatikan Papua. Lihat kan perbedaannya ? 20% orang Papua yang terdidik, mestinya lebih pro aktif menjembatani pemahaman dan pengertian itu. Trust. Bantu kami di Jawa untuk memperlakukan Papua lebih baik lagi. Kita, sesama NKRI harus bekerjasama memajukan negeri besar ini.

Kami tak butuh uang, tapi kasih sayang, kata pemirsa Papua tempo hari. Mungkin yang dia maksud kesempatan kerja dan berusaha yang selama ini dimenangkan warga pendatang di Papua. Skill membangun jembatan dan jalan mungkin tak sembarang orang bisa melakukan, salah-salah jembatan bisa ambruk dan bikin masalah baru yang lebih besar. Namun, jika lebih banyak hasil bumi luar Papua masuk Papua daripada hasil bumi Papua dijual di Papua dan luar Papua, mestinya itu bisa disiasati dengan perda atau kebijakan pemda yang mengutamakan potensi lokal ( minimal beri kuota 51% hasil bumi warga asli Papua yang beredar di pasar Papua ). Masalahnya, kesadaran aparat pemda untuk lebih mensejahterakan warga Papua ( ketimbang memperkaya diri, keluarga, partai, atau kelompoknya sendiri ) sudah tertanam di hati mereka atau belum ?

( Newsletter dari Tempo : Mena** Group, perusahaan milik CA diduga mengakali berbagai peraturan demi menguasai konsesi 280 ribu hektare perkebunan kelapa sawit di Tanah Merah, Boven Digoel, Papua. Mereka membentuk 7 perusahaan bodong untuk mendapatkan berbagai izin dari pemkab hingga Kementerian KLH ). Apa SDM di pemkab mampu mengendus modus busuk seperti ini ? ( membuat putra Papua sendiri tergusur, dan cap pendatang makin buruk di mata orang Papua, lalu siklus pembantaian para pendatang berulang lagi, ratusan aparat TNI-Polri dikirim lagi ke Papua yang sudah trauma dengan TNI dan orang Jawa..

Bagaimana memutus lingkaran kekerasan ini ? Pendekatan multi dimensi termasuk budaya melibatkan tetua adat, gereja Kristen, gereja Katolik, komunitas, perguruan tinggi di Papua dan pemda ( saya harap bukan gereja yang disumbang Israel karena kita sudah hafal agenda zionis yang diprovokasi para seleb ZSM di Indonesia. Pasti bikin tambah runyam masalah karena memproduksi konflik sudah jadi tabiat mereka ). Komunitas hutan di Papua juga kita harap bisa mengendus perampasan tanah ulayat oleh korporasi secara sewenang-wenang, seperti yang diantisipasi komunitas Sakola Rimba sebagai aksi bela negara. Buat sebanyak mungkin orang Papua terlibat dalam pembangunan di Papua dan merasakan manfaat nyata kehadiran Trans Papua seperti hasil bumi mereka lebih terserap pasar lokal dan bahkan terjual ke luar Papua ( kapal ke Papua penuh barang material proyek, kembali dari Papua pun penuh hasil bumi dari Papua untuk dijjual di pasar nasional, sehingga manfaat tol laut juga bisa maksimal. Setuju, warga Papua ? Trust us..

UU no.21 tahun 2001 tentang Otsus memberi keistimewaan pada Papua, diantaranya : gubernur harus orang asli Papua, untuk pemilu pakai sistem Noken, ada Majelis Permusyawaratan Papua, Dewan Perwakilan Papua, Majelis Adat ( yang mestinya representatif/ diterima warga Papua dan berperan aktif menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah, juga menjembatani saling pengertian dengan warga pendatang. Presiden Jokowi sudah 7 kali ke Papua dan bersama Teten Masduki, membentuk komunikasi dengan jaringan pemuda Papua. Mestinya ada wakil Jokowi yang sehati dan sededikasi beliau untuk melanjutkan dan merawat komunikasi tsb. Presiden tak bisa kerja sendirian, tugasnya sudah seabreg untuk mengurus negeri seluas ini.

Rp 60 triliun dana transfer daerah dan otsus sudah digelontorkan sejak tahun 1962 untuk Papua. Kini Indonesia yang mensubsidi Papua ( bukan mengeruk kekayaannya ), kata Wapres JK. Pemirsa Yoh dari Sorong ( tetua adat ) bilang dana besar otsus dan transfer daerah hanya dinikmati segelintir pejabat, tak menetes ke bawah. Yang dirasakannya dan warga desa adalah Dana Desa ( yang mungkin untuk wilayah seluas Papua tak begitu besar, tapi ia berterima kasih pada Jokowi karena masih ada perhatian ) dan berharap bisa terus berlanjut. Masa kolonial, Belanda tak pernah membangun Papua. Masa Reformasi, pemerintahan Jokowi membangun jalan, jembatan, waduk irigasi, pelabuhan, bandara, stadion, dsb.

Penelpon berikutnya ( Her ) dari Papua, sebaliknya : menyangsikan ada dana besar ke Papua seperti yang dibilang JK. Dana itu balik ke Jakarta, tuduhnya sebal. Tak ada orang Papua yang cari makan di luar Papua. Orang dari Aceh sampai Maluku yang cari makan di Papua. Seluruh bangsa Indonesia yang mengeruk Papua, tuduhnya berapi-api. Ini mungkin jenis yang tak terdidik, tapi bicara banyak ( sok tahu ) . Jenis yang sudah teragitasi propaganda hitam KKSB yang berafiliasi dengan jaringannya di Papua Nugini, Australia dan Belanda.

Saya sendiri pernah menerima di rumah, para pelajar Papua. Jika kita lihat di layar TV, kerap tampil dancer Funky Papua, komika dan reporter TV asal Papua. Host Andy F.Noya dan sineas Ari Sihasale juga asal Papua.
Menteri pemberdayaan perempuan Yohana Yembise ( masa Jokowi ) asal Papua. Menteri kelautan Freddy Numberi ( masa SBY) asal Papua juga. Mereka, orang Papua, kerja di Jawa. Mau ngeles apalagi ? ( seringlah baca dan menyimak media kredibel. Jangan ketularan nge-hoax seperti politikus busuk ah )

Pemirsa dari Maumere, menyebut anggota Komnas HAM asal Papua ( NP ) mendistorsi sejarah Papua. Anggota ZSM / sekte Kristen yang pro-Israel ini bisa merusak saling pengertian antara kita dan warga Papua ( curios, gimana lembaga HAM ini sampai bisa merekrut orang yang enteng mengejek Jokowi dan NKRI ? Cek sumber dananya ). Pernyataannya sering kontroversial, bias dan emosional. Ini contoh orang Papua yang bikin ulah, selain KKSB. Orang Papua tidak semuanya baik, sehingga perlu instropeksi juga, apa yang salah dan kurang di internal Papua sendiri ?

Soal dana otsus dan transfer daerah yang tak menetes ke rakyat Papua, untuk kiriman berikutnya, perlu pengawasan memadai dari kemenkeu dan kemendagri sehingga pendistribusian dana tsb sampai pada yang berhak ( terutama warga Papua, bukan segelintir elitnya yang menikmati ). Harus diputus mata rantai sisa OPM/ KKSB di pedalaman Papua dengan jaringan OPM di Papua Nugini, Australia dan Belanda agar tak terus tersuplai kebencian dan separatisme di benak sebagian orang Papua. Jika Aceh yang juga mengalami DOM seperti Papua di masa lalu, kini bisa solid dalam bingkai NKRI, mestinya Papua pun bisa ( andai saja ada tokoh sekaliber Surya Paloh asal Aceh, versi Papua-nya yang intens dengan hati membantu kemajuan di tanah kelahirannya, mungkin Papua bisa lebih damai sejahtera sekarang ).

Pemirsa lain mengusulkan rekonsiliasi untuk menjelaskan problem masa lalu ( DOM ) di Papua. Bahkan pengadilan HAM jika memungkinkan. Pembangunan Trans Papua sepertinya dirasa belum cukup ( bahkan mungkin saat ini mereka belum butuh jalan sebagus itu ). Perlu ditunjang dengan pembangunan infrastruktur sosial dasar, pendidikan, kesehatan yang selama ini belum cukup disentuh pemerintah ( EMI, 13/12/2019 )

KRONOLOGIS PEMBANTAIAN 31 PEKERJA TRANS PAPUA.

Menurut saksi selamat Jimmi Aritonang, pekerja PT. Istaka Karya di Kali Yigi-Kali Auruk ( Distrik Yigi ), Kabupaten Nduga, Papua, pada 1 Desember 2018 itu seluruh karyawan perusahaan pembangun jembatan jalan Trans Papua itu memutuskan untuk tak bekerja, karena pada hari itu ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka ( TPNOPM ) yang dilaksanakan kelompok kriminal separatis bersenjata ( KKSB ) yang dimeriahkan dengan acara bakar batu bersama masyarakat. ( Kompas, 5/12/2018 ).

Sekira pukul 15.00 WIT, sekitar 50 anggota KKSB mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan ( 25 orang ) keluar untuk digiring ke kali Karunggame dengan tangan terikat dikawal senjata campuran standar militer, kata Kepala Penerangan Kodam XVII /Cendrawasih Kolonel Inf. Muhamad Aidi.

Besoknya, 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 shaf dalam keadaan jalan jongkok. Lalu para KKSB dalam kegirangan menari-nari seraya meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah, ungkap Aidi, seperti disampaikan Jimmi. 11 karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit untuk melarikan diri. Malangnya, mereka terlihat KKSB sehingga dikejar. 5 orang lalu tertangkap dan dibunuh KKSB. 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua. 2 orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang di antaranya ( termasuk saksi Jimmy ) selamat setelah diamanka anggota TNI di Pos Yonif 755/ Yalet di Mbua.

Pada 3 Desember sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI tsb giliran diserang KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak. Serangan diawali pelemparan batu ke arah Pos sampai anggota Yonif 755/ Yalet, Serda Handoko membuka jendela, lalu ditembak dan tewas. Anggota lain di pos membalas tembakan hingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 WIT hingga 21.00 WIT.

Pada 4 Desember 2018 pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri ( 153 personel dengan 3 unit kendaraan keras ) berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

Sesampainya di Distrik Mbua ( lokasi terdekat dari Distrik Yigi dicapai dengan berjalan kaki selama dua jam ) pasukan menemukan 4 orang yang berhasil selamat. Ketika pasukan tiba di Distrik Mbua Pos TNI di sana telah hancur diserang KKSB Egianus Kogoya dengan kekuatan 250 orang, sambung Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal.

Dari keterangan saksi, bisa disimpulkan jumlah korban tewas dibantai KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang. Plus serda Handoko.

4 warga sipil yang selamat telah dievakuasi ke Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Tim medis dari Wamena telah menunggu evakuasi di Danau Habema, di mana dua orang yang selamat terlena luka tembak. 4 orang yang selamat : Martinus Sampe dengan luka tembak di kaki kiri, Ayub dengan luka tembak di tangan kanan, Jefri dengan luka tembak di pelipis kiri dan kanan, dan Jimmi Aritonang dengan kondisi trauma.

Petugas juga berhasil mengevakuasi 8 warga yang turut disergap KKB. Ke 12 orang warga sipil tsb berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa ( 4/12/2018 ) sekitar pukul 17.55 WIT dengan menggunakan Helly MI-17 TNI AD HA- 5143 yang dipiloti Kpt Cpn I Kadek, jelas Kodim 1702 /Jayawijaya. Mereka sudah dirawat di RSUD Wamena. Sementara korban selamat dievakuasi di posko sementara Maki Yonif Raider 756/WMS.

Zainuddin, keluarga korban Muhamad Agus, belum dapat kabar mengenai keberadaan Agus. Warga Dusun Botong, Desa Bonto Manai, Kecamatan Bongaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini diketahui bekerja bersama Istaka Karya selama setahun terakhir untuk membangun jembatan di Papua. Kami butuh informasi riil dari perusahaan maupun pemerintah, harap Zainuddin. Terlebih mereka tak punya perwakilan keluarga di Papua.

Egianus Kogoya, pemimpin KKSB yang diduga menembaki 31 pekerja di Papua secara brutal hingga tewas ini memiliki catatan rapor merah, terlibat dalam serangkaian aksi penembakan di Papua. Dua pilihan untuk pelaku pembantaian 31 pekerja Trans Papua : menyerah atau diselesaikan, tegas menhan dan menkopolhukam. Pembangunan di Papua tetap berjalan, kata presiden. Tak boleh gentar. Negara tak boleh kalah menghadapi gerombolan separatis ( trend di dunia gerakan memisahkan diri juga dikucilkan ). Pembangunan infrastruktur di Papua dihentikan sementara sampai keamanan dijamin kondusif, kata menteri PUPR. So ?

Soal pembantaian para pekerja oleh KKSB, kita harap Polri-TNI tuntas menumpas. Aksi biadab ini tak bisa ditolerir lagi seperti aksi separatis di belahan dunia mana pun. Pastikan hukum NKRI ditegakkan sampai ujung Papua sekalipun. Tangkap dan adili mereka di pengadilan. Tangkap hidup atau mati. Urusan HAM belakangan, kata ketua DPR RI Bambang. Berapa pun dana yang diperlukan, parlemen akan mendukung. Saya sendiri setuju jika pemimpin KKSB dan pelaku pembantaian tsb dihukum mati. NKRI harga mati. NKRI sudah final. Menolak NKRI artinya mati. Clear.

HAM TAK CUMA PELANGGARAN BERAT.

Masa Orba sering terjadi pelanggaran HAM berat, termasuk penghilangan paksa aktivis 1998 ( Widji Tukul cs ) yang menggugat rezim otorian Soeharto ( modus kerusuhan 1998, menurut pemirsa EMI : toko dan mall dari Duren Sawit sampai Bogor, dipaksa buka, diambil barangnya, lalu dibakar pemilik dan pengunjungnya, di mana warga minoritas banyak berkumpul ). Hari HAM sedunia kemarin diperingati. Muncul kembali tuntutan penuntasan kasus-kasus lama tsb.

Sebenarnya, menyelesaikan kasus lama itu tugas yudikatif, legislatif dan eksekutif. Tak cuma presiden. Utamanya, Komnas HAM dan Kejaksaan. Presiden perlu mendorong penuntasan kasus pelanggaran HAM berat agar tak jadi beban sejarah bagi generasi mendatang, agar mereka tak mengulangi kesalahan yang sama.

Masalah HAM tak melulu soal itu. Hak dasar manusia meliputi hak hidup, memperoleh kesempatan mendapat sandang, pangan dan papan ( rumah ) dan hak suara untuk memilih pemimpinnya.

Masa Orba, warga kerap dipaksa menyerahkan tanahnya ( ganti rugi Rp 25 per m2 ) atas nama ‘pembangunan’. Jika warga menolak maka ia akan dituduh PKI. Sehingga masa itu, kroni penguasa Orba bisa mudah memiliki tanah hingga berjuta hektar ( hph ) dan gini ratio sampai O,59 ( 1% penduduk menguasai 59% luas tanah di Indonesia ). Kini 38%.

Ada 85 peta agraria yang tumpang tindih waktu itu. Yang kini oleh pemerintahan Jokowi berhasil disatukan ( kompilasi dari 83 peta di kementerian dan lembaga. Dua yang belum : peta laut dan batas desa ) menjadi peta tunggal ( geo portal kebijakan satu peta nasional.) untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan terkait tanah dan kesejahteraan rakyat ( serta memberi kepastian berusaha bagi investor. Ada 6,7 juta ha di Sumatera yang tak jelas kepemilikannya. Di Kalimantan 10, 4 juta ha ) di kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah ( presiden kini tahu siapa yang punya tanah sampai berjuta-juta hektar tsb ).

Amannya, gini ratio/ kepemilikan lahan di bawah 50%. Tanah rakyat dan ulayat yang dulu dirampas sewenang-wenang oleh kroni dan korporasi, kini dikembalikan ke rakyat dalam program redistribusi lahan, reforma agraria dan sertifikasi lahan gratis bagi warga kurang mampu. Aset dasar tsb memberi kesempatan bagi warga untuk memperbaiki kesejahteraan hidupnya ( bercocok tanam, beternak, mendapat kredit usaha, sehingga income yang diperoleh bisa untuk membeli sandang, pangan, papan yang layak ). Pemenuhan HAM melalui TORA ini terus ditingkatkan Jokowi dari tahun ke tahun ( EMI, 11/12/2018 ).

Jadi, Jokowi cukup concern soal HAM dan cepat bertindak di bidang yang dia kuasai dengan baik. Tinggal Kejaksaan menginiasi soal pelanggaran HAM beratnya ( mungkin tahun ke-6 usai keriuhan pemilu 2019 ? )

MANFAAT INFRASTRUKTUR BAGI DAERAH

Pemerintahan Jokowi sudah membangun banyak jalan tol selama 4 tahun ini. Trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan yang hampir selesai, Trans Jawa. Ini seperti Daendels zaman now, membangun Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan masa kolonial Belanda untuk inpeksi pengamanan wilayah. Bedanya, masa ini jalan sepanjang 1500 km yang dikebut pemerintah pusat untuk tujuan pemerataan ekonomi dan konektivitas antar daerah. Sila ke 5 Pancasila : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Agar semua daerah ( 34 provinsi, 514 kota/ kabupaten, lebih 82 ribu desa ) bersinergi dan merasa menjadi bagian dari Indonesia.

Amerika dan Korea Selatan memulai kemajuan mereka juga dengan membangun jalan-jalan besar ( highway ) untuk penghubung antar wilayahnya hingga seluruhnya terkoneksi dengan pusat di mana kemajuan, ide kreatif, pakar, inovasi, dana negara, program penting didistribusikan dan ditularkan pengaruhnya, semangatnya, antusias dan kegigihannya hingga ke ujung terjauh.

( proyek infrastruktur di Indonesia mestinya juga dilakukan sejak awal jika saja dulu sudah ada sosok seperti Jokowi yang mau tekun blusukan hampir tiap hari untuk memastikan seluruh kebijakannya dieksekusi dengan baik oleh para pembantu dan perpanjangan tangannya ( menteri, gubernur, walikota, bupati, lurah/ kades ). Seperti pengakuan presiden Jokowi di acara HUT MetroTV ke-18, Senin, 26/11/2018 kemarin, bahwa beliau dalam sebulan paling piket satu hari di Istana Negara. Selebihnya, kegiatan istananya agar tetap segar diselingi blusukan ; memantau progres kemajuan proyek, harga sembako di pasar-pasar tradisional, kualitas pelayanan publik di instansi pemerintah, fasiltas kota untuk para difabel, selain kunjungan kerja dalam dan luar negeri. Kerja dan kegigihan luar biasa yang sudah terlihat bibitnya ketika Jokowi tahan sabar puluhan kali nego dengan pkl di Solo yang akan direlokasi. Tetesan air akan melubangi batu. Pemimpin setekun dan segigih Jokowi yang bisa melaksanakan mega proyek infrastruktur ini. Mewujudkan mimpi besar yang sudah lama terpendam/ mangkrak, sebelum biaya pembangunan infrastruktur makin mahal.

Hasil pertanian segar dari daerah sesampainya di Jakarta rata-rata 30%-nya membusuk karena kurang infrastruktur ( barang lama sampai ) sehingga sulit bersaing. Investor tentu tak mau rugi/ masuk jika mereka mengalami nasib serupa, sehingga program unggulan infrastruktur ini perlu kita dukung jika kita ingin memenangkan masa depan ).

Setelah highway ini dibangun, what’s next ? Pastinya tidak cuma dihitung berapa jumlah mobil yang lewat tiap hari kan ? Kepala daerah yang kurang kreatif pasti cuma mengeluh : jalan daerahnya kini sepi, aktivitas ekonomi warganya kurang menggeliat, infrastruktur tak menumbuhkan ekonomi di daerahnya, dst. ( tanam jambu juga butuh puluhan tahun untuk kita bisa memetik buahnya yang manis dan banyak. Emangnya mie instan yang cuma perlu 10 menit direbus untuk bisa dinikmati ? )

Bupati Pasuruan mampu meningkatkan PAD dari Rp 3 triliun jadi 10 triliun dalam setahun dengan memanfaatkan kehadiran jalan tol Trans Jawa dengan seabreg inovasi, mengintegrasi sektor industri, obyek wisata dan proyek daerahnya dengan jalan tol tsb. Menyelaraskan Rencana Tata Ruang dari pemerintah pusat dengan Rencana Detail dari pemerintah daerah.

( setiap 25-50 km highway AS dibangun kantor pos, pusat perbelanjaan, markas polisi ).

Para stakeholder di daerah ( pemda, swasta. UMKM, perguruan tinggi, komunitas ) berembuk, apa yang akan diunggulkan di wilayahnya untuk menarik wisatawan dan investor. Sesuatu yang unik, ciri khas, yang SDM dan SDA-nya berkualitas dan berlimpah melebihi daerah lain, syukur sudah turun temurun menjadi kearifan lokal sehingga sulit ditandingi. Ajak kepala daerah berdekatan untuk diskusi juga, bagi-bagi tugas, sehingga tidak saling mematikan usaha daerah tetangganya ( syukur-syukur gubernur juga kompak bersinergi dengan provinsi tetangganya, bahkan satu pulau Jawa tentang apa yang sebaiknya ditampilkan ke publik dan konsumen jalan tol yang singgah di bakal ‘rest area’ besar tiap 25-50 km itu ? ( tempat komoditas dan atraksi daerah ditampilkan dan menjadi sumber income warga dan pemda ). Setelah semua sepakat, usulkan ke presiden untuk membuat perhentian di tempat yang sesuai tapi juga tak menganggu kelancaran arus jalan tol secara keseluruhan. Jika semua bisa rukun, positif, smart begitu maka kehadiran infrastruktur di daerah tentu bisa memajukan perekonomian daerah dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah pusat sudah membangunkan jalan sangat bagus melebihi jalan provinsi, kota, kabupaten, desa bahkan jalan nasional sekalipun dengan Trans tol sepanjang lebih 1500 km. Mimimal ada 30 pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bisa diciptakan sepanjang jalan mulus ini. Ayo, para kepala daerah, giliran kalian super kreatif membangun pusat pertumbuhan itu… bikin bangsa ini makin cinta NKRI, dan dunia makin mengakui kita, sang super power budaya.

( Insya Allah.. saat itu tarif tol tak lagi mahal karena sudah banyak orang yang menggunakan tol )

PERS PENJAGA NKRI. JOKOWI PRO ISLAM.

Pers termasuk sokoguru ( pilar utama ) demokrasi. Pers mesti independen ( bukan netral, ke kiri 10 meter, ke kanan 10 meter ) dalam arti tak terpengaruh intimidasi/ iming2 paslon mana pun yang membahayakan demokrasi, kebebasan pers dan kelangsungan bangsa dan negara. Pers berpihak pada kepentingan publik, mendampingi rakyat memilih pemimpinnya yang benar. So, salah besar jika MetroTV atau media arus utama yang kredibel dibilang antek bohong atau penghancur NKRI, seperti dihardik PS
setelah acaranya tak diliput seperti keinginannya ( gejala otoriter jika berkuasa, PS bisa membungkam pers, merepetisi jaman Orba. Baru nyapres saja sudah memboikot media ). Justru PS yang mengancam demokrasi dan kebebasan pers ( yang bertanggung jawab ) di negeri ini yang sudah susah-susah kita perjuangkan dan pertahankan di Era Reformasi.

Ada analisa dari narsum di “Opsi Avi” ( MetroTV, 10/12/2018 ) bahwa ucapan provokasi oposisi ( Jokowi anti Islam, antek PKI, pers penghancur NKRI ) dan aksi boikot kubu PS adalah by design, hasil bisikan/ strategi konsultan politik ala Trump. Dianggap paradoks, karena Trump yang rasialis, bersikap buruk terhadap kaum muslim di Amerika dan luar negeri. Sedang PS di sini ingin memanfaatkan suara muslim agar terpilih ( maunya, tapi yang termakan tentu yang sepemikiran dengannya : yang bego, radikal, menghalalkan segala cara, menghancurkan NKRI sekali pun ).

Kenapa mantan danjen pasukan khusus ini mau menempuh cara berbahaya yang mengancam kualitas demokrasi kita dan keutuhan NKRI ? ( bayangkan jika cara kotor Trumpis sampai ditiru generasi penerus kita, masa depan Indonesia di ujung tanduk, seperti digadaikan setiap waktu. Kaum nasionalis Pancasila dan Islam Wasatiyyah perlu ‘double gardan,’ menggandakan kewaspadaan atas jebakan licik yang mungkin mereka tebarkan.

Ibarat main sepak bola, tim mereka sudah kalah jauh dibanding petahana ( yang media darling, hasil survey, paslon 01 sudah di atas 50%, selisih lebih 20% dari paslon 02 di bawahnya ). Jadilah jurus mabuk dipakai si media enemy. Provokasi kasar rendahan ala pemain nekad di lapangan bola yang main jegal dan tabrak pemain lain mereka pertontonkan secara vulgar. Mereka berharap tim Jokowi terpancing dan balas kasar sampai dapat kartu merah/ pinalti di mana kemenangan mungkin diraih tim PS.

( sehingga Jokowi dan TKN perlu tahan sabar, tidak terpancing dengan provokasi kubu PS ). Mereka tak lagi main salah dan benar, tapi kalah dan menang dengan segala kebohongan dan kelicikannya. Syahwat berkuasa luar biasa dahsyat. So, berhati-hatilah. Stay cool..

( pers juga jangan terprovokosi, tetap independen dan mendampingi publik memilih pemimpin dengan cara yang benar. Hot figur seperti PS tak perlu dikejar. Biar dia dan calegnya tak diliput media dan tak dicoblos pemilih karena tak dikenal. Kita lihat apa politikus bisa menang tanpa bantuan media. Jurnalis juga perlu jaga gengsi. Tak perlu ngoyo untuk narsum tak layak. Tahan sabar 4 bulan ini ( sampai pemilu 17 April 2019 ) tak mengulas PS cs.

Setelah PS kalah telak, mereka, para elit nyinyir asbun itu akan dingat rakyat sebagai politikus busuk yang tega menggadaikan demokrasi, kebebasan pers, keselamatan bangsa dan negeri ini demi syahwat politik. Mereka lupa, Hillary menang suara 3 juta lebih banyak dari Trump yang jika di Indonesia ( suara paslon nasional diakumulasi dari tiap daerah pemilihan ) yang tak pakai sistem elektoral seperti di AS ( paslon yang suaranya lebih banyak di satu wilayah maka seluruh suara di wilayah tsb diberikan padanya untuk perhitungan suara nasional ) maka Hillary yang menang.

TKN cuma perlu rajin kontra narasi atas narasi ‘penindasan’ yang sedang mereka bangun di akar rumput ( via media online abal-abal medsos, grup WA tertutup ) dan mendatangi masjid, pesantren, majelis taklim di mana para pengusung khilafah lalu mengkristalkan untuk kepentingan mereka sendiri ( 3 unsur: elit Grd haus kekuasaan, pengusung khilafah, dan agen asing yang ingin Indonesia hancur/ konsultan Trumpis, bersatu di kubu oposisi ).
Yang melegakan, kepercayaan pada medsos, trendnya terus menurun ( sebelumnya 53% kini jadi 51% ) dan kepercayaan terhadap media kredibel naik jadi 56%. Para netizen cerdas perlu proaktif mengadukan konten negatif ke Kominfo dan divisi cyber Polri. KPU dan Bawaslu harus gesit menindak tegas provokoasi kasar, hate speech dan kebohongan kubu PS tsb sebelum negeri ini tersungkur dalam perpecahan tak berujung seperti di Timur Tengah. Jika unsur pelanggaran kesepakatan kampanye sudah memenuhi/ masif, lebih aman bagi masa depan negeri ini jika mereka didiskualifikasi, biarlah paslon 01 melawan kotak kosong yang tak nyinyir, tak asbun dan tak menghalalkan segala cara. Seperti pesan Buya Ma’arif, hentikan ! ( narasi Jokowi anti Islam, karena faktanya presiden ke-7 RI ini paling memperhatikan umat Islam, paling sering berkunjung dan membantu pesantren dan bahkan menggandeng ulama ( ketua MUI ) sebagai wapresnya di periode kedua. Jika HTI sampai dibubarkan, itu karena mereka sendiri bukan Islam sebenarnya, tapi justru pemecah belah umat Islam di sini, dan di Timur Tengah. Jokowi sudah menyelamatkan negeri ini dari ancaman ormas radikal yang membahayakan NKRI. Bersyukur pada Allah dan berterima kasih pada Jokowi akan lebih bijak ).

Presiden Jokowi bersama keluarga harmonis ( ibu negara Iriana, 2 anak, 2 menantu, 2 cucu beliau ) di Kebun Raya/ Istana Bogor, Sabtu, 8/12/2018. Jokowi mengaku lebih sering membawa cucu yang dibilang imut dan ganteng seperti kakeknya, seraya terkekeh. Vokalis jazz Tompi yang memotret, melihat kebersahajaan Jokowi yang natural. Tak dibuat-buat seperti politikus yang punya panggung depan ( sandiwara ) dan panggung belakang ( sifat asli ), yang melihat pelangi sebagai warna berantakan. Ini Jokowi asli, bukan Jokowi Revealed yang ditulis hater yang kini dibui 4 tahun. HBS menyusul tersangka dengan ancaman 5 tahun penjara. Wibawa kepala negara memang perlu dijaga. Mulutmu harimaumu. Respek pada simbol negara adalah keadaban berbangsa dan bernegara. Have a nice weekend, Mr. President..

Bawaslu kemarin mencabuti baliho “Jokowi antek PKI” ( hate speech lagi ) di bilangan Jakarta. Paslon 02 yang berdana Rp 7 triliun itu diketahui terus menjual saham Srtg untuk dana kampanye karena para pengusaha ogah menyumbang karena visi misi mereka dianggap tak realistis ( belajar dari DP0%, Oke Oce yang gagal di pilgub DKI. Anda curios, apa benar SU setajir itu ? Atau ada dana asing yang juga masuk pundi-pundinya ? Sampai setega sekaligus senaif ini menggunakan cara kotor untuk menang ? Kita tunggu, apa kesadaran untuk berkompetisi secara fair masih ada ? ( siap kalah terhormat, publik masih mengenangnya ). Atau mereka tetap dibutakan nafsu untuk beringas menyeruduk rival ( siap diblack list sebagai politikus busuk, dijauhi pers dan dilupakan publik ). Kemana perginya akal sehat mereka ? We’ll see…

Laporkan konten negatif ( berbau SARA, ujaran kebencian seperti Jokowi anti Islam, antek PKI, pers penghancur NKRI ) di akun Kominfo di Twitter ini. Negara hancur bukan karena para penjahatnya. Tapi karena orang baik yang tak berbuat / mencegahnya. Mari kita hentikan kampanye ala Trump full hoax di Indonesia, dengan men-take down akun-akun pemecah belah bangsa. Siap jadi bagian dari pemilu sehat ? Siapkan telunjukmu untuk menghapus semua kebencian dan kebohongan mereka..

NETIZEN POPULERKAN 5 PILAR KEBANGSAAN.

MPR sudah memilih 44 netizen ( blogger, vlogger, youtuber ) dari 11 daerah utk menyebarkan pemahaman tentang 5 Pilar Kebangsaan ( Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Tap MPR/ Pembangunan Nasional ) pada kaum milenial di daerahnya masing-masing ( Primetime News Pagi, MetroTV, 10/12/2018 )

KTP-E TERCECER LAGI. MODUS ?

Soal e-KTP tercecer di sawah dan ditemukan siswa sekolah sudah dilaporkan mendagri ke Bareskrim Mabes Polri ( sudah 3 kali kejadian, apa ada skenario men-delegitimated pilpres ? karena SOP-nya e-KTP yang rusak atau salah itu dimusnahkan dengan cara dipotong atau dibakar. Dan mendagri sudah kerap mengingatkan jajarannya. Apa ada KTP aktif yang tercecer ? )

REKAM KTP-E SEBELUM 31 DESEMBER 2018

Bagi penduduk berusia 23 tahun ke atas, silakan bawa Kartu Keluarga untuk melakukan perekaman data e-KTP sebelum 31 Desember 2018. Kalau tidak, KTP-nya akan dinonaktifkan, sampai dia mengurus di kantor kecamatan domisili atau mobil kelililing disdukcapil. Kaum milenial yang berumur 17 tahun pada 17 April 2019 juga harus pro aktif/ segera merekam data KTP-E agar tak kehilangan hak pilihnya saat pemilu 2019 ( KLCBS, 10/12/2018 )

INDOMIE UNTUK PELAPOR PINDAH ATAU WAFAT DI KELURAHAN.

KPU memundurkan 30 hari lagi penetapan DPT karena masih ada 6 daerah yang belum menuntaskan perbaikan Daftar Pemilih Tetap ( EMI, 17/11/2018 ). Sebelumnya sudah diundur pada 5/9/2018 , 15/9/2018 , 15/11/2018, kini 15/12/2018. Ribet ya ?

Pencetakan logistik dijadwalkan mulai awal tahun depan. Sejauh mana sidali transparan dan mudah diakses agar pemilih bisa ngecek namanya sudah terdaftar di sidalih atau belum ? Di mana sebetulnya titik problem DPT yang masalahnya terus berulang tiap pemilu ? Sampai DPT ( daftar pemilih tetap ) diplesetkan jadi Daftar Permasalahan Tetap ( sudah tetap, kok tidak tetap-tetap ? ). Pemilu tersulit dan terakbar di dunia akan digelar 17 April 2019. di Indonesia ( ada 5 lembar surat suara yang harus dicoblos pemilih : .capres, caleg DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kota/ Kabupaten ).

Kata KPU, ada gangguan di sistim informasi data pemilih ( sidalih, mestinya ada back up ). Perlu keterbukaan informasi bagi publik.
Menurut pemirsa EMI ( 17/11/2018 ), dari Bekasi ( ahli komputer ), KPU sudah 17 tahun computerized, baru disusul kemendagri ( sejak KTP-el ). Jika warga yang umur 17 tahun dan yang meninggal ( anggota keluarganya ) lapor ke kelurahan dan dikasih hadiah, mereka akan rajin lapor. Lalu dengan WA grup, Lurah bisa lapor ke disdukcapil, lalu kemendagri juga terhubung dengan sistem KPU, jadi sidalih bisa up to date dari hari ke hari. Tapi kalau Lurahnya males, itu dia titik problemnya DPT.

Legitimasi pemilu bisa dipertanyakan jika cuma 0,01% ( 1 juta orang ) pertambahan pemilih setelah 5 tahun ( bayi saja lahir 5 juta jiwa tiap tahun di negeri ini ). Kita berharap DPT bisa akurat, mutakhir, akuntable dengan cara ini ( warga dan lurah pro aktif dengan hadiah mie bungkus, misalnya ). Silakan dicoba..

—————————

Narasi tanpa gambar bisa naik cetak pada media konvensional. Sempat terverifikasi, relatif bisa dipertanggungjawabkan ( ada Dewan Pers, kode etik jurnalistik, editor, pemred dan kantor redaksi yang bisa disambangi untuk klarifikasi, hak jawab atau protes ).

Beda dengan medsos yang cenderung anonim dan tak terverifikasi kebenarannya, kecuali pemilik akun tsb dianggap kredibel dan diakui integritasnya oleh publik/ media konvensional ( diprediksi tinggal 10 yang sehat di era generasi digital ini ). Keunggulan medsos dari media cetak itu lebih cepat, lebih masif karena lebih mudah membuatnya ( tak perlu menjawab 5 W + 1 H sekaligus, karena bisa dicicil/ di-update dalam timeline ).

Media cetak ternama kini punya media online pula untuk mengimbangi media online abal-abal yang demen nebar hoax, musuh media konvensional yang profesional.

Media radio, kelebihannya bisa didengar sambil kita masak, nyetir atau melakukan altivitas non audio. Punya ceruk tersendiri. Saya termasuk yang masih rajin mendengarnya. KLCBS ( the Jazz Wave, acara Refreshing Perspektif ) dan K-Lite FM ( Bandung Inspiring Sound, acara PR Inside ) adalah favorit saya.

Dan yang tersulit adalah media televisi kredibel : narasinya harus valid, gambarnya harus relevan ( bergerak/ video ) dan realtime ( news ), baru bisa tayang mengisi ruang audio visual publik. 25 November 2000, stasiun teve swasta MetroTV yang pertama kali bisa melakukannya fully digital. Ya, pengusaha pers yang sudah melahirkan belasan media ini adalah pemiliknya. Diantaranya, Media Indonesia yang dianugerahi sebagai media berbahasa Indonesia terbaik ( yang kedua terbaik, Pikiran Rakyat ). MetroTV, Media Indonesia, Pikiran Rakyat dan Trans7 ( ada faktor Chaerul Tanjung dan Najwa Shihab di sana ) adalah 4 media rujukan saya, di samping KLCBS dan K-Lite FM.

Jadi, kalau PS baper tak diliput di halaman pertama media waktu muncul di reuni 212 yang mereka aku dihadiri 11 juta orang ( padahal cuma 10 ribu, wong penduduk Jakarta saja ‘cuma’ 10 juta, dan area acara tak sebesar itu ) dan pengompornya FZ mencuit ‘tanya kenapa’ ( MetroTV menganggap angin lalu hasrat ekspos PS cs ) ya, karena tak ada substansinya acara reuni tsb. Ngapain diekspos ? ( kayak gak ada kerjaan lain aja ). Ma’ruf bilang GNPF sudah ia hentikan sejak Ahok diproses hukum. Kalau mereka masih wara wiri cari publisitas justru harus dipertanyakan niat sesungguhnya ( dulu juga politik praktis, bukan politik adiluhung )

Apa karena MetroTV memilih men-cut ocehan asbun tanpa data valid alias hoax wakil oposisi di acaranya maka diancam diboikot ? Ah, siapa sih yang butuh ucapan ngawur di layar TV ? Jangan racuni pemirsa dengan ketidakbenaran. KPU dan Bawaslu mestinya tegas menindak fake news paslon 02 agar presiden tak perlu bersuara keras menghentikan provokasi lawan.

Yang menenangkan hati saya, pemilik MetroTV, Media Indonesia, Media Group dan partai Nasdem meminta jajarannya memenangkan Jokowi melebihi partainya sendiri di pemilu 2019. Tak peduli MetroTV, buah kerja keras dan dedikasinya selama 18 tahun, diledek sebagai TV ‘pemerintah’. Beliau ingin MetroTV menjadi sarana bagi kemajuan negeri ini, kecerdasan bangsa Indonesia. Knowledge to Elevate.
So, man of this post is… Surya Paloh.

Akun Pak Surya di Twitter

MetroTV konsisten meliput berita bencana yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai penjuru tanah air. Hari demi hari, sampai yakin tertangani dengan baik. Brraking News 24 jam non stop berminggu-minggu serimg menghiasi layar MetroTV untuk menggerakkan kepedulian pemirsa membantu sesama yang sedang ditimpa duka dan musibah. Sampai hari ini kepedulian terhadap korban gempa Palu masih bersemai. Dompet Kemanusiaan PALU/ DONGGALA, dana sudah terkumpul Rp 51.179.914.135 ( per 23 2018 ). Salurkan donasi anda: ( BCA – 309.500.6005 ) ( Mandiri – 117.0000.99.77.00 ) (BRI – 0398.01.0000.53.303 ) A/n Yayasan Media Group

==================

Tekad pemkot mengurangi sampah Bandung benar-benar serius. Kemarin Bu RT membagikan brosur cara memilah sampah dalam 4 ember dan mengundang warga ke rumahnya untuk mendengar pemaparan lebih rinci. Pemilahan sampah pilot project baru di 8 kelurahan. Akan disusul 143 kelurahan lain di Kota Bandung ( Jurnal LPS PRRSNI, 10/12/2018 ). Yuk, mulai pilah sampah kita. Selasa, 11 Desember 2018, petugas mulai mengambil sampah terpilah tsb. Don’t forget. Don’t hilap..

Buat lulusan SMA yang pengen langsung kerja. Ini ada program D-1 belajar bahasa Inggris lalu pkl di hotel dan bekerja di kapal pesiar setelah lulus ( 21 tahun ke atas ). Syarat tak tertulis: mesti ramah, trampil melayani tamu dan tidak buang sampah sembarangan supaya paus dan penyu tak mati merana ( anak muda yang bawa brosur ini, sekarang lagi pkl di hotel Ibis ( Gatsu, punyanya CT ) dan hotel Horison ( Buah Batu ). Tertarik ?

—————–

WISATA ALAM : TENGGER

Gunung Tengger, bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru seluas 50.276,3 hektar, yang terbentang sejauh 30 km ( barat-timur ) dan selebar 40 km ( utara-selatan ) melintasi 4 kabupaten ( Pasuruan, Malang, Lumajang, Probolinggo ) di Jawa Timur. Kaldera lautan pasir seluas 6.290 ha dengan dinding terjal setinggi 200-700 meter menjadi pemandangan memukau saat matahari terbit. Daerah Tengger, sebelumnya merupakan kawasan cagar alam dan hutan wisata yang berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi. Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan ini sebagai taman nasional dalam pertemuan di Denpasar, Bali ( 14 Oktober 1982 ) atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta aneka potensi tradisional kuno yang perlu dikembangkan. Pada 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional. Temperatur udara : 3°-20° C. Curah hujan rata-rata: 6.600 mm/tahun. Ketinggian : 750-3.676 mdpl. Letak geografis: 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT Tipe ekosistem : sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, seperti cemara gunung, jamuju, edelweis, anggrek, rumput langka, centigi, akasia, dll ( sumber: wikipedia ). Satwa: luwak ( Paradoxurus hermaphroditus ), rusa ( Rusa timorensis ), kera ekor panjang ( Macaca fascicularis ), kijang ( Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah ( Gallus gallus ), macan tutul ( Panthera pardus melas), ajag ( Cuon alpinus javanicus ); burung alap-alap ( Accipiter virgatus ), rangkong ( Buceros rhinoceros silvestris ), elang ular bido ( Spilornis cheela bido ), srigunting hitam ( Dicrurus macrocercus ), elang bondol ( Haliastur indus ), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Gunung: Semeru ( setinggi 3.676 mdpl, tertinggi di Jawa ), Bromo ( 2.329 m ), Batok ( 2.470 m ), Kursi ( 2.581 m ), Watangan ( 2.601 m ), Widodaren ( 2.650 m ), Linggo, Penanjakan, Pundak, Lembu, Gandera, Ringgit, Widangan, Sumbersenami, Pranten, Bajangan. Para pendaki harus izin ke kantor pengelola taman nasional di Malang sebelum mendaki. Start point di Ngadas, desa terakhir dalam kawasan ini untuk melengkapi perbekalan terutama air karena sesudahnya takkan dijumpai sumber air. Selamat berwisata dan melihat wonderful Indonesia.. ( “Tengger”- drawed by Vitrisa )

Iklan

Written by Savitri

6 Desember 2018 at 15:32

Ditulis dalam Ragam

TOBAT EKOLOGIS PARA PEMBUNUH PAUS

leave a comment »

Paus sperma tewas mengenaskan dengan 5,9 kg sampah plastik di perutnya di Sultra. Polutan laut sudah sedemikian mengancam ekosistem laut kita. Stop buang sampah sembarangan, jika ingin Indonesia kembali jaya di laut. ( foto: republika )

Siapa mereka yang seharusnya segera bertobat ? Diantaranya pelaku pembuangan sampah plastik ke sungai dan laut ( terlihat di layar TV, orang di kapal buang isi tong sampah ke samudera lepas nan biru ). Teganya..

Apa gak mikir, penyu bisa mimisan karena sedotan plastik yang dibuang terhirup masuk lubang hidungnya, menancap hingga berdarah, seperti yang terjadi di perairan Kostarika.

Yang teranyar, paus sperma terdampar tewas oleh 5,9 kg plastik ( tali rafia, gelas dan botol mineral, terpal, sandal jepit, dll ) yang terpaksa ditelannya di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara ( EMI, 23/11/2018 ).

Pertobatan ekologis terhadap tindak pencemaran perairan oleh sampah plastik selama ini harus segera dilakukan, karena terus merusak ekosistem perairan akan berujung merusak kesehatan manusia. Serpihan plastik yang termakan ikan lalu termakan manusia akan menjadi kanker atau penyakit fatal. Apa warga sudah banyak yang sadar pentingnya kita tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau laut ? ( ingat, sedimentasi sungai dari sampah yang terbawa ke laut sudah membuat tsunami 17 cm jadi setinggi 6-7 meter yang menyapu bersih Kota Palu dan menewaskan banyak warganya 28 September lalu ? Warga membunuh paus dengan sampah plastiknya. Laut bersampah pun bisa membunuh warga dengan sedimen sampahnya. Sedimen sampah juga telah menyulitkan timSAR menemukan CVR pesawat JT610 karena terbenam lumpur yang ringkih mengaburkan pandangan ). Cukup kematian sebagai nasehat.

Dani, pemirsa EMI dari Malang, Jatim melihat warga di bantaran sungai tiap hari buang sampah ke badan sungai ( gak mikir kemakan paus dan penyu apa ? ) sampai ia usul pemkot dan pemkab pasang CCTV di tepian sungai ( seperti di Singapura dan London ) dan memberi sanksi denda atau kurungan bagi para pembunuh paus tsb ( perorangan pembuang sampah rumah tangga dan perusahaan pembuang limbah industri tanpa diolah dulu agar aman bagi biota air ). Di Bandung, seingat saya, bisa didenda sampai Rp 50 juta ( perda K3 ). Nah, lho..

Sayang kan kalau duit segitu melayang sia-sia ( padahal bisa untuk beli 10 hp canggih, atau ditabung di bank dalam negeri untuk memperkuat rupiah, atau ditabung di akhirat dengan berdonasi bagi korban Lombok, Palu, Sigi, Donggala, Rohingya atau Palestina ). Mending sampah itu dipilah ( organik dedaunan untuk kompos, anorganik seperti plastik, kertas koran, logam yang laku dijual di tukang rongsok atau pengepul ) lalu ditabung di bank sampah RT/ RW. Kebersihan adalah bagian dari iman. Kita beribadah sekaligus menyelamatkan paus dan penyu, plus dapat buku tabungan dari bank sampah yang bisa diuangkan. Smart, kan ? ( dapat dunia akhirat )

Pemirsa lain minta pemerintah memberi insentif pada pabrik yang mengolah limbah plastiknya dengan baik. Juga lakukan disinsentif terhadap pabrik yang abai dan membuang sampah plastik ke laut ( EMI, 23/11/2018 ). Kantong plastik berbayar di supermarket juga mestinya terus dilaksanakan agar konsumen terus membawa kantong kresek lamanya atau tas kain dari rumah.

Cukai untuk plastik sudah diterapkan pemerintah, kata Marisa Halid, pemirsa EMI. Di China, ia melihat bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah setinggi 8 lantai ( di Indonesia juga sudah ada ). Bisnis sirkuler ( refill, air mineral di botol isi ulang dll ) sedang dikembangkan di Eropa.

Teknologi plasma dari Kanada yang bisa mengolah sampah jadi 5 produk turunan BBM ( seperti minyak tanah, solar ) sudah diajukan Saidah ke parlemen dan pemerintah masa SBY dan sebelumnya tapi tak kunjung diwujudkan ( coba lagi masa ini, Bu ? ) Satu kontainer bisa mengolah aneka sampah kecuali besi.

Pemerintah sudah mengeluarkan Perpres no.83 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah Laut, turunan dari UU no.18 tahun 2008 dan PP tahun 2017. Menko Kemaritiman sebagai pelaksana dan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pelaksana hariannya.

Tentang paus mati karena sampah plastik, menteri KKP Susi Pudjiastuti sudah mengerahkan jajarannya dan mengajak warga pesisir untuk ikut membersihkan sampah plastik. Jika di Afrika, warga mau membawa bayinya ke posyandu untuk disuntik imunisasi jika diberi beberapa bungkus Indomie made in Indonesia, mungkinkah para nelayan kita perlu Indomie ( atau sembako, jala, alat tangkap ikan yang ramah lingkungan ) supaya mau rajin bawa sampah plastik di laut ke darat untuk di daur ulang ya, Bu Menteri ?

================

She’s a ‘rockstar’, kata pengagumnya ( di akun twitter-nya, lebih banyak orang yang memuji Susi, daripada ia menyebut pencapaiannya ). Pantesan, da Menteri Susi sudah menangkap 633 kapal maling ikan, 488 kapal sudah ditenggelamkan, sehingga kini kita bisa dapat ikan jika mancing di pantai. Nelayan tradisional kini banyak mendulang ikan dengan harga bagus berkat keberanian menteri KKP ‘menghajar’ para pencuri yang menjarah kekayaan laut kita.

Susi mengajak kaum milenial suka makan ikan agar beromega cerdas. Konsumsi ikan-udang baru 46 kg per kapita tahun lalu. Tahun ini ditargetkan KKP orang Indonesia makan 50 per kapita ( Jepang 80 kg per orang per tahun ). Menteri Susi sering demo masak ikan untuk menarik kita suka makan ikan ( kandungan kolesterolnya lebih baik dari daging merah yang berprotein setara ).

Meski masalah sampah plastik di laut, menteri KLH sebagai pelaksana hariannya, namun menteri KKP cepat tanggap. Ia ogah pakai sendok plastik dan sedotan plastik ( minum air kelapa ditenggak saja,, tetesannya menghaluskan kulit ), mendenda Rp 500 ribu jika di KKP ada yang menggunakan botol plastik. Susi rajin promosi tas daur ulang ( dari limbah plastik garmen yang bisa dipakai berulang kali ) untuk mencegah sampah plastik. So, woman of this post is… Susi Pudjiastuti.

Akun Menteri Susi di Twitter

Written by Savitri

27 November 2018 at 09:11

Politik Genderuwo, TKW Tuti, JT 610, PLTB Jeneponto, Motor Gesits, Dana GBLA. Bahasa Persatuan, Siapa Cinta ?

leave a comment »

Iring-iringan kendaraan tamu negara di depan BIP ( Bandung Indah Plaza ) Sabtu, 10/11/2018 kemarin, saat saya dan saudara lagi asyik duduk di bangku batu seraya ngemil roti cream mocca sepanjang 50 cm seharga Rp 11 ribu yang baru kami beli dari Hypermart di lantai dasar pusat perbelanjaan Jl. Merdeka, Kota Bandung itu. Tidak satu mobil anti bom seperti di Opening Asian Games 2018 lalu, tapi lebih dari sepuluh ! Lewatnya saja lebih dari 10 menit setelah jalan protokol yang ramai macet tiap akhir pekan ini lengang ditutup untuk umum. Sopir angkot jurusan Ledeng-Cicaheum kukulutus teu puguh ( ngomel suntuk ) dibuat keliling jalan-jalan tikus karena sejumlah jalan yang ditutup polisi. Kenapa polisi bejibun gini kok tak ada pengaruhnya ? ( jalan tetap macet ), gerutunya kesal. Jumlah angkot sebelumnya 250 buah, setelah peremajaan tinggal 90. Jurusan Aceh sudah gak ada. Yang masih lumayan, Jurusan Ciroyom dan Binong, Neng. Yang lainnya gulung tikar karena mobil-mobil pribadi ini, tambahnya sengit seraya menunjuk-nunjuk mobil berkilap di sekitar kami. Mereka kalau dilambai-lambai calon penumpang juga setop seperti kami ( mengangkut penumpang ). Lambannya angkot bergerak dan omelan sopir sewot bikin perjalanan makin sengsara. Saya lihat di belakang kami, hanya tersisa 3 penumpang. Mata saya menangkap kehadiran para sniper yang bersiaga di sejumlah tempat. Ini gelagat presiden mau lewat dan mampir Bandung, Mang. Ada pengamanan berlapis ring 1,2,3 untuk kepala negara. Bandung langganan macet tiap weekend kan untuk melariskan dagangan warga dan PAD ( pendapatan asli daerah ) supaya pemkot punya duit buat bayar listrik PJU ( penerangan jalan umum ), bayar petugas kebersihan dan sewa truk untuk buang sampah ke TPA, tambah sumur bor ( cuma 2 dari 26 sumur PDAM yang aktif ketika Bandung paceklik air ), bayar petugas dan perawatan Stadion GBLA ( Gelora Bandung Lautan Api ) Rp 4 miliar tiap tahun terlebih setelah APBD-P tak di-acc pemprov. Sebagai warga Bandung, kita bisa maklum dan sesekali berkorban, kuduna, kata saya. Neng berhenti di mana ?!, tanya sopir gak sabar, merasa tak didukung. Kan udah saya bilang tadi, kami tak jadi ke Cihampelas. Ke BIP saja, jalan kaki dari Jalan Riau ( RE.Martadinata ). Tuh, habis tanda dilarang parkir dan stop. Sing sabar, Mang.. pahala, kata saya setelah menyerahkan lembaran uang, lalu menggandeng saudara turun dan menutup pintu depan angkot hijau itu. Lebih asyik jalan dengan orang penuh syukur dan berpikir positif solutif daripada meladeni orang yang malas mendisrupsi diri. Jarak jauh tak terasa. Saudara buka ponselnya, browsing internet, o.. Jokowi mau Dago Car Free Day besok Minggu ( petangnya saya tahu dari Prime Time News, MetroTV, 10/11/2018, kalau tadi siang Jokowi menghadiri acara pembekalan tim kampanye capres nomor urut 01 itu di Kota Bandung ). Pantesan, sahut saya. Jadi kita pernah dekat presiden ( sekitar 3 meter ) kalau begitu ya, Sis.. ( tapi presiden tak tahu saya, hehe.. biarlah saya seperti itu agar leluasa mengobservasi ). Welcome to Bandung, Sir. Wilujeng sumping..

Apa di mimbar-mimbar yang dihadirinya ini presiden Jokowi mengulangi istilah “sontoloyo”? Oh, tidak ( sudah minta maaf kemarin ). Yang tergres sekarang “genderuwo” untuk menyindir politikus yang demen menakut-nakuti para pemilih. Tebar teror mengekor Trump yang terpilih ( terburuk ) dari yang buruk, hasil dia berbohong 80% menjelekkan Hillary yang 80% benar.

Kejahatan terorganisir dan kebohongan yang terus menerus disampaikan bisa mengalahkan kebaikan terpencar dan kebenaran yang tak rutin disampaikan. Jangan ada kebenaran yang tidak disampaikan sehingga kalah dengan kebohongan masif yang dijejalkan, kata pemirsa EMI ( 13/11/2018 ).

Selama 263 hari pertama pemerintahan Trump sudah 1000 kebohongan yang dia lontarkan. Ternyata retorika Make America Great Again yang dilakukan dengan kebohongan, kebencian rasis, fitnah selama kampanye dan diteruskan setelah terpilih dihukum rakyat Amerika dengan kekalahan Trumpis di Kongres/ DPR AS yang dikuasai partainya Obama ( EMI, 13/11/2018 ).

Adanya pemilu sela 2 tahun ( memilih caleg ) setelah pilpres AS 4 tahunan, menjadi koreksi atas hasil pesta demokrasi yang keliru di sana. Namun di Indonesia, pemilu legislatif dan pemilu presiden disatuharikan pertama kali tahun depan ( 17/4/2019 ) sehingga kita harus benar-benar cermat memilih pemimpin kita untuk 5 tahun ke depan. Agar Indonesia hebat bermartabat ( tidak sekedar adidaya tapi dibenci warga sedunia, seperti AS di bawah Trump )

Jejalkan ketakutan pada sekelompok orang cerdas di ruang tertutup maka mereka akan membenarkan dan percaya ( kalau apel itu pisang ), kata politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko di acara Opsi Avi. Mungkin yang Budi maksud, cerdas IQ thok, bukan sekaligus cerdas EQ dan cerdas SQ di mana ada intervensi langit yang memberi firasat, nurani, insting dan bisikan kalbu atas kebenaran hakiki atas suatu peristiwa atau propaganda.

Warga AS mayoritas tidak religius dan mempraktekkan free sex secara luas sehingga tumpukan dosa mengaburkan radar hati mereka atas petunjuk Allah. Mereka individualis liberal. Kita harmoni gotong-royong. Dasarnya kolektif kebersamaan, tak suka menonjol sendirian. Sehingga yang berhasil di AS dan sejumlah negara lain, jika dicobakan di Indonesia bisa gagal dan memalukan bagi yang para promotor dan pengusung politik teror ( Indonesia akan bubar tahun 2030, tempe disebut setipis kartu ATM ketika kedelai 80% diimpor dari AS yang menaikkan suku bunganya, 24 ribu TKA China diplintir jadi 10 juta menyerbu Indonesia, dst ). Pesimis abis ! ( kalau bukan capres mereka/ oposisi yang dipilih ).

Menurut Bank Dunia,
angka kemiskinan di Indonesia adalah 9% dengan belanja 1,9 USD per orang perhari ( menurut BPS, 9,82% dengan Rp 401 ribu per orang per bulan ).Sebanyak 5% penduduk Indonesia sangat kaya/ elit. Sebanyak 22% dari populasi ( 263 juta penduduk ) tergolong menengah atas. Jika 9% penduduk Indonesia miskin, artinya yang menengah ( pas-pasan, pas pengen jajan ada, pas mau piknik ada uangnya ) hanya 64%. Bukan 99% ( orang Indonesia hidup pas-pasan, makan tempe setipis kartu ATM, nasi ayam di Jakarta lebih mahal dari Singapura, harga-harga naik, barang-barang mahal di pasar ) seperti disebut kubu oposisi di depan emak-emak pendukungnya, Oktober lalu di Bali. Nyolot, sengak, tengil, kata pemirsa EMI ( 14/11/2018 ). Padahal, harga barang di pasar tradisional memang begitu biasanya/ fluktuatif. Satu-dua barang naik ( yang lain turun, dan lebih banyak yang stabil ) tergantung pasokan dari produsen/ hasil panen, cuaca ekstrim, gangguan distribusi jika ada banjir atau longsor karena acaknya musim kemarau dan musim penghujan ( dulu Oktober-April stabil ) sejak pemanasan global/ perubahan iklim melanda dunia.

Belum lagi, efek dolar AS ( makin banyak kita beli barang, makin cepat harga barang naik, karena AS/ The FED mencetak dolar sebanyak mereka mau dan warga sedunia menanggung turunnya nilai mata uang mereka terhadap dolar. Kalau ogah pakai dolar dalam transaksi luar negeri di mana semua perdagangan di dunia terhubung dengan mata uang itu, maka akan dihabisi seperti Saddam Husein, Moammar Qaddafi, Abraham Lincoln, JF.Kennedy, tokoh-tokoh dunia lainnya oleh mesin perang AS dan para hitman Imperium ). Apakah para emak-emak bisa memahami konteks ini, dari sekedar bergerombol, protes, teriak-teriak, harga beras atau telur naik Rp 500 ? ( tak sadar dimanfaatkan oposisi yang sadar mengutip data ngawur demi perolehan suara. Baru lihat satu-dua sampel sudah heboh. Pengambilan sampel itu ada metodenya dan meliputi 1000 responden atau lebih. Tak main terabas, comot dan hajar saja. Malu ketahuan bo’ongnya sama anak cucu nanti ).

Data benar juga bisa ditafsirkan salah. Sekian juta kemiskinan turun jaman Megawati, SBY, sehingga jaman Jokowi sudah kecil angka kemiskinannya ( satu digit ), tak lebih banyak yang bisa diturunkan lagi dengan mudah.

Itu sebabnya, Jokowi akan fokus pada pembangunan manusia ( IPM ) pada masa jabatan kedua jika terpilih lagi. Agar lebih banyak warga Indonesia yang cerdas seutuhnya, termasuk smart mencerna isu-isu politik, selain sukses mendisrupsi diri. Coblos 01 Indonesia Maju, kata JW-MA.

Ketika ditanya kenapa kubu petahana seperti ikut bermain di kulit permukaan/ gimmick, bukan ( hanya ) substansi ? Seorang anggota timses di TV menjawab : karena kubu oposisi/ penantang masih demen mengaduk-aduk emosi tanpa data valid ( karena cuma itu kabisa mereka yang cekak nalar dan etika ), sehingga kubu petahana merasa perlu juga memainkan jurus ini ( di samping jurus adu program dan adu gagasan ) untuk menangkisnya ( kalau oposisi meniadakan capaian petahana, maka petahana pun akan men-counter teror oposisi dengan bahasa yang dipahami/ dikuasai para sontoloyo ini ( mereka yang diminta kampanye beradab, no hoax, no hate speech, no SARA, tapi melanggarnya/ tak mengindahkan meski menandatanganinya ).

Adanya orang yang mendukung oposisi dan termakan teror timses PS ( dan pihak asing yang tak menginginkan harmoni terus bersemai di hati para WNI ), membutuhkan upaya lebih kubu petahana untuk memikat calon pemilih ( yang tak mampu melihat substansi atau tidak literasi atau yang tidak cerdas EQ dan SQ, yang jumlahnya tidak sedikit ). Kita lihat saja nanti ( apa Indonesia lebih lengkap kecerdasannya dari AS ).

Sebagian warga Indonesia di AS ( WNI dan diaspora ) juga mendeklarasikan Jokowi sebagai capres pilihan mereka untuk periode kedua pada pilpres 17 April 2019 nanti.

Terlihat mereka sangat antusias mengibarkan bendera merah putih mini di tangan seraya menyanyikan “Indonesia Raya’, lagu perjuangan dan lagu nasional kekinian seperti “Garuda di Dadaku” di Time Square ( EMI, 12/11/2018 ).

Kemarin sudah yang kedua kalinya, dan akan melakukannya lagi, sambil kumpul-kumpul sesama anak bangsa di negeri orang. Hebohnya kita di stadion GBK waktu Opening AG dan APG kemarin menular sampai ke Bali dan Amerika ya. Nama Indonesia lantang dikumandangkan dengan penuh kebanggaan. Itu baru WNI cinta tanah air. Top.

Ada 143 juta orang pengguna internet di Indonesia. 137 jutanya pengguna medsos, rata-rata 3,5 jam per hari ( EMI, 5/11/2018 ).

Agar tidak jadi debat kusir yang bisa bikin kaum milenial ( ganti channel dan ) golput, maka tampilkan ahli ekonomi dari masing-masing kubu untuk adu gagasan dan program ekonomi. Pakar hukum, dengan pakar hukum, ahli politik dengan ahli politik, dst, sehingga lebih menyentuh substansi dan mencerdaskan calon pemilih.

Moderator acara bisa memilih narsum dan jubir yang kompeten dari masing-masing timses pada topik yang akan diadu keunggulannya dan kemanfaatannya bagi rakyat. Mantan tentara dipaksa debat isu ekonomi tentu tak pas, tak menyentuh esensi.

Timses oposisi juga jangan menunggu ‘muntahan’ keseleo lidah kubu petahana untuk digoreng dan dikapitalisasi seperti pilkada DKI kemarin. Negeri ini tak bisa dibangun maju dengan cara-cara primordial/ SARA, politik kebohongan sontoloyo ( EMI, 7/11/2018 ) dan politik teror genderuwo ( apalagi ). Demokrasi Pancasila sportif semestinya membaikkan, optimis, memberi harapan cerah sehingga yang terpilih adalah yang terbaik dari yang baik.

KEDUBES RI SUDAH CEK KONTRAK TKI DENGAN PRAKTEKNYA DI TEMPAT KERJA ? SECARA PERIODIK ?

Wakil kemenlu di acara Q & A yang dipandu Andini Efendi ( MetroTV, 10/11/2018 ) mengatakan pihaknya sudah berupaya keras menyelamatkan TKI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Kini ada 13 TKI ( PRT ) terancam hukuman mati yang sedang ditangani Kemenlu.

Soal kasus penyiksaan TKI, PBB/ United Nation sudah mengingatkan Indonesia untuk menyiapkan baik-baik para TKI ( mental, skill, perlindungan ) yang dikirim ke luar negeri.

Sudah 30 tahun, Indonesia mengirim pekerja migran ke Arab Saudi. Banyak TKW bekerja di Saudi sebagai pembantu/ PRT sejak tahun 2011. Ada BLK ( Balai Latihan Kerja ) dan PAP ( Pembekalan Awal Pemberangkatan ) sebagai perbaikan dari masalah TKI tahun 2001.

Terkait eksekusi mati TKW Tuti kemarin, itu terjadi karena pihak Saudi tak memberitahu Indonesia ( tanpa etika diplomatik sesuai konvensi Wina. Namun, di sisi lain, ada kejahatan di luar batas di Saudi yang meski sudah bayar diyat atau diampuni keluarga korban, hukuman mati tetap berjalan ).

Pemerintah Indonesia sudah moratorium tak mengirim TKW ke Timur Tengah karena Indonesia tak lagi bisa menolerir pelanggaran perlindungan pekerja migran Indonesia yang sudah kita minta ( perampasan ponsel TKW oleh majikan Saudi ketika mulai bekerja ).

Lebih 600 TKI terancam hukuman pidana ( sebagian besar kasus narkoba ). Namun 458 TKI sudah berhasil dibebaskan dan kembali ke keluarganya. Salah satunya, seorang TKW yang 9 tahun menjalani proses hukum ( selama 5 tahun tak didampingi pengacara kedubes RI sampai terdampar di Mahkamah Besar. 4 tahun setelah didampingi baru bisa bebas ). Bagaimana mendeteksi TKI tersangkut masalah hukum sedini mungkin agar tak tua di tahanan ?

Menurut Migrant Care, ada sekitar 350 ribu sampai 1 juta TKI di Arab Saudi, namun cuma 15 orang kedubes yang bisa mengurus mereka dalam radius 100 km. Mestinya, ada pemantauan dari pihak KBRI terhadap kontrak kerja TKI secara rutin sejak awal penempatan TKI di luar negeri ( agar yang disepakati di kontrak, kerja hanya baby sitter 8 jam kerja, tak jadi PRT dengan 22 jam kerja ). Kondisi TKW dicek secara periodik di tempat kerja/ rumah majikannya.

Kini pemerintah memilih melatih lulusan SMP dan SMA untuk menjadi TKI terampil bekerja di pabrik-pabrik Korea Selatan bergaji Rp 25 -35 juta per bulan.

Dari sisi regulasi, UU,no. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sedang dibuat 12 aturan turunannya oleh Komisi 8 DPR RI bersama pemerintah ( PP, kepres, permen ). UU PRT juga sedang disuarakan di Komisi 8 untuk bisa masuk prolegnas DPR RI. Semoga nasib TKI dan PRT makin baik dengan pengawasan kita dan kepedulian semua pihak.

UPDATE KORBAN LION AIR PK LPQ JT 610

Prime Time News, MetroTV, 10/11/2018 mengabarkan : sebanyak 59 jasad pria/ body part, 20 jasad wanita berhasil diidentifikasi polisi DVI. Sabtu itu, Tim Basarnas ( pusat ) menyudahi pencarian korban dan main body pesawat. KNKT yang akan melanjutkan pecarian black box CVR dibantu 10 penyelam Basarnas dan ROV yang bisa mendeteksi sampai kedalaman lumpur 4 meter. Pencarian korban diteruskan Basarda Bandung dan Jakarta, kata Kabasarnas Syaugi setelah 196 kantong mayat diangkut ke tempat DVI ( Disaster Victim Identification ) Polri.

Syaugi sempat terbata beberapa saat dan menitikkan air mata di depan konferensi pers ketika hasil awal FDR yang merekam data 19 penerbangan pesawat JT 610 dengan 1790 parameter ( disampaikan ketua KNKT Suryanto Cahyono ) menunjukkan bahwa 4 penerbangan sebelumnya sudah bermasalah di alat penunjuk kecepatan pesawat ( air speed indicator ).

Ketua KNKT yang juga nenitikkan air mata mengatakan pada awak media bahwa sedang diinvestigasi seperti apa penanganan pihak maskapai ketika masalah indikator kecepatan ini diketahui pertama kali.

( cukup layakkah perbaikannya ? Ada 3 alat serupa dalam kokpit. Jika pilot India itu sampai melaporkan ke ATC masalah kecepatan, artinya 3 alat itu gagal berfungsi, sehingga turbin berputar luarbiasa cepat seperti jagung popcorn lepas dari bonggolnya karena overheat lalu menghujam permukaan laut dengan kecepatan sangat tinggi sampai hancur berkeping-keping dalam radius 250 meter, alias tak ada main body lagi. Begitu pula seluruh penumpang dan propertinya ).

Kita tunggu hasil lengkap investigasi KNKT Indonesia dibantu KNKT AS dan ahli Boeing yang dijanjikan Cahyono lebih cepat dari jadwal standar UU ( 10 bulan sejak kotak hitam/ FDR ditemukan ).

Marsekal Madya TNI juga manusia. Mesti tangguh memimpin 859 anggota tim SAR Gabungan, menyisir perairan Karawang, Jawa Barat, mencari dan mengevakuasi ratusan jasad tak utuh, siang malam nonstop selama 13 hari, Syaugi sampai terisak mendapati nasib naas yang terpaksa dialami saudara – saudara kita karena penerbangan beresiko yang abai diantisipasi ( dengan cara canggih ) semaksimal mungkin oleh pihak-pihak terkait ( maskapai, kemenhub, parlemen terkait Mahkamah Penerbangan yang diamanatkan UU Penerbangan Nasional, dibentuk 2 tahun sejak disahkan tahun 2009. Tak perlu menunggu jatuh pesawat berikutnya kan ? Segeralah dibentuk ).

Terima kasih Kabasarnas Muhammad Syaugi dan tim SAR Gabungan ( juga relawan Syahrul Anto, penyelam militan yang gugur dalam pengabdian ) atas kerja kerasnya dalam evakuasi korban berbagai musibah di tanah air, dengan totalitas dan empati tinggi. Semoga Allah memberkahi hidup kalian. Amiiin..

TERSADAR BAHASA PERSATUAN. Cintai Bahasa Indonesia, kebanggaan kita..

Konferensi Bahasa Indonesia ke-11 ( 3/11/2018 ) yang juga dihadiri 20 perwakilan negara asing telah menghasilkan 22 butir kesepakatan. Adalah Ki Hajar Dewantara, seorang Jawa jenius visioner yang menggagas Bahasa Melayu yang dikembangkan menjadi bahasa nasional Indonesia. Kita yang majemuk diuntungkan dengan satu bahasa nasional ( India punya lebih darii 3 bahasa nasional sehingga kerap terjadi konflik etnis agama ) sehingga kita harus merawat dan menggunakan bahasa Indonesia sebaik-baiknya.

China, Jepang, Korea, Perancis bisa maju meski melestarikan bahasa nasional mereka. Perancis melarang penggunaan bahasa asing ( Inggris ) lebih dari 10% dalam berbagai kegiatan. Bagaimana dengan Indonesia ?

Dalam perjalanan dari rumah ke sekolah, anak menjumpai banyak toko, perusahaan dan iklan menggunakan bahasa asing, lebih menyolok dari bahasa Indonesia. Bahkan negara bagian Victoria di Australia memiliki kelas pelajaran Bahasa. Indonesia, 20 tahun lalu, tapi sekarang ditinggalkan peminatnya, karena di Indonesia saja tak dirawat. Padahal tahun 2024 Bahasa Indonesia akan diajukan sebagai bahasa internasonal. Gimana nih ? Apa benar sebagian kita masih “inlander”? ( merasa inferior sebagai mantan bangsa terjajah ). Belum move on..

Mestinya, izin usaha di pemda mensyaratkan nama toko, perusahaan, menggunakan Bahasa Indonesia, agar dari rumah ke sekolah, anak-anak, generasi penerus bangsa, terinspirasi menggunakan bahasa Indonesia dan mencintai bahasa persatuan kita.

Di Jepang dan Korsel, turis mancanegara sering sulit menemukan tempat yang mereka cari karena minimnya bahasa Inggris/ internasional di ruang publik. Kedua negara maju itu no problem, karena produksi elektronik dan otomatif sudah mendunia dan memasok banyak cadangan devisa. Sedang Indonesia, jika mengurangi produksi CPO ( menghentikan penggundulan hutan ) dan memaksimalkan potensi pariwisatanya maka ruang publik kita perlu dibuat jelas untuk turis mancanegara.

Traveler best seller Trinity pernah menyebut kalau negara yang bikin dia paling nyasar saat berkelana adalah Indonesia, negerinya sendiri. Jalur transportasi dan penunjuk jalan banyak yang tak jelas. Bayangkan, jika para bule tak tahu Bahasa Indonesia. Bisa lebih naas nasibnya.

So, bahasa Inggris penting untuk tetap digunakan di ruang publik ( mohon maklum, pada para penggiat bahasa ). Namun, bahasa Indonesia tentu tetap yang terpenting untuk menyatukan kita. So, gunakan bahasa pemersatu kita sebagai nama utama ( jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, pemukiman, apartemen, perkantoran, tempat, taman, toko, pusat perbelanjaan, perusahaan, bisnis, produk, iklan, media ) di ruang publik kita, ditambah terjemah Inggrisnya di bawahnya di area wisata yang banyak dikunjungi turis asing. Solusi win-win antara pemda, pengusaha, turis dan pecinta bahasa Indonesia. Setuju ?

Saya menyelingi dengan bahasa asing karena pembaca terbanyak kedua ( menurut statistik admin wordpress ) di blog ini dari Amerika. Seperti ketua komite AG dan APG yang menyelipi pidatonya di SU GBK dengan untaian kata Bahasa Indonesia untuk mendekatkan diri dengan ratusan juta pendengarnya. Agar pesan olahraga, nasionalisme dan sportivitas direspon baik hadirin dengan kerelaan.

Untuk menghentikan kebiadaban Israel di Palestina, saya pikir, kita perlu menggerakkan warga AS untuk berani mendesak presiden mereka dan para pejabat tinggi negara untuk mengembalikan kepentingan nasional Amerika ( bukan Israel ) dan memperhatikan suara masyarakat internasional pada tiap kebijakannya yang menyangkut isu kemanusiaan, keadilan dan perdamaian dunia.

Tak lebih 10%, kok bahasa Inggris-nya ( juga masih dicampur bahasa Jawa, Sunda, bahasa bapak ibu saya ). Tapi nama blognya ? Iya deh, Great People & City saya ganti di posting berikutnya jadi :
MADANI & MANUSIAWI
Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

PLTB SIDRAP & JENEPONTO, MOTOR GESITS. KETAHANAN ENERGI KITA.

Pembangkit listrik tenaga bayu/ angin ( PLTB ) pertama di Indonesia di Desa Lainungan, Kabupaten Sidrap, Sulsel, berkapasitas 75 megawatt sudah diresmikan Jokowi ( 2/7/2018 ) dan beroperasi ( PR, 3/7/2018 ).

PLTB Sidrap ( Sidenreng Rappang ) punya 30 kincir angin setinggi 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter yang masing-masing tower kincirnya menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW.

Pemerintahan Jokowi akan terus mengembangkan pembangkit listrik dengan energi terbarukan ( panas bumi, matahari, air ) dan membangun PLTB di daerah-daerah lain. Contohnya, PLTB di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, yang akan diresmikan November ini. Menyusul PLTB di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Sukabumi akan mulai dikerjakan.

Potensi panas bumi ( geotermal ) yang kita miliki mencapai 29.000 MW ( yang baru dikerjakan kurang dari 2.000 MW ). Presiden Jokowi juga meresmikan PLTU Punagaya berkapasitas 2.000 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi berkapasitas 2 x 135 MW. Peresmian dilakukan Jokowi dengan menandatangani prasasti.

Presiden berharap target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 bisa tercapai dan bertahap memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.

Wakil menteri ESDM Archandra dalam acara “Energi Indonesia” ( MetroTV, 10/11/2018) memberitahu pemirsa bahwa target listrik 35 ribu Megawatt akan tercapai 20 ribu MW pada tahun 2019. Target pemerintah 99% wilayah Indonesia teraliri listrik.

Archandra juga memberitahu hotline kementeriannya : Halo ESDM 136 bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan bencana geologis yang dialami, masalah penetrasi listrik di wilayahnya, BBM satu harga, dll.

PLTB Jeneponto, Sulsel, yang lebih tinggi dari Monas ( 2,9 MW per tower ) diselesaikan investor dan diresmikan Jokowi setahun lebih cepat dari jadwal semula.

Cadangan minyak terus menipis, padahal 1,4 juta barrel konsumsi kita yang berproduksi 800 ribu barrel per tahun, sehingga 600 ribu barrel kekurangannya ( yang selama diimpor ) akan diganti dengan listrik ( alat BBM yang bisa diganti listrik ) seperti sepeda motor listrik nasional Gesits ( dijual di bawah harga Rp 20 juta per buah, kolaborasi GTI, PT.WIKA dan ITS/ Institut Sepuluh November ) yang diluncurkan kemarin dan on the road/ mengaspal akhir November ini ( Jokowi pesan 50-100 untuk lingkungan istana ).

Sisi positif perang dagang AS-China, kita jadi super kreatif untuk membuat substitusi impor. Akhirnya ada mata uang selain dollar AS yang menguat dan menggantikan dominasi sistem perbudakan modern tsb. Selalu ada hikmah dan manfaat dari tiap kesulitan dan masalah. Tetap optimis ya..

MASALAH DANA STADION GBLA

Pemeliharaan Stadion GBLA menghabiskan dana lebih Rp 4 miliar per tahun yang diambil dari APBD untuk bayar staf ( gaji Rp 2,5 – 3 juta per petugas kebersihan yang berjumlah 50 orang ), biaya listrik dan air. Pemkot kini tengah berupaya mengalihkan pendanaannya pada pihak ketiga agar anggaran tsb bisa dialihkan untuk membiayai pos lain. Apa pemeliharaan velodrome di Jakarta dan venue olahraga pasca AG, APG 2018 menghadapi persoalan serupa ? ( kurang dana ). Mungkin sejumlah kiat di bawah ini bisa menambah dana pemeliharaan fasilitas publik tsb.

KAMAR SEWA DI PASAR

Bangunan pasar yang akan direnovasi, seperti Pasar Kosambi, Pasar Cihargeulis, bisa dimaksimalkan PAD-nya dengan fungsi mix-use di lantai 3 sd 10 ( misalnya, kamar sewa 3-6 bulan yang bisa diperpanjang seperti asrama atau kost untuk para pelaju/ komuter yang bekerja di sekitar pasar tsb ) daripada sepi kumuh ditinggal para pedagang seperti sekarang ( malamnya disusupi gelandangan, pencopet, atau prostitusi ).

Jalan masuk dan lobby kamar sewa ( privat ) bisa dipisah dengan pasar ( publik ) untuk pengamanan dan privacy. PD Pasar Bermartabat yang mengelolanya ( termasuk mengerahkan tukang sapu, ngecek instalasi pemadam kebakaran masih berfungsi baik, matikan dan hidupkan lampu koridor pada jam 6 pagi dan 6 sore, dan menjatah air di bak-bak agar tak ngocor terus dan tagihan listrik dan air tetap terkendali. Gak bikin pemkot tekor lagi ).

ROBOT HUMANOID BUAT MUSEUM DAN LANSIA

VOA Dunia Kita ( MetroTV, 9/9/2018 ) mengabarkan tentang robot humanoid yang digunakan di museum depan taman pusat Washington DC. Robot ini bisa berkomunikasi seperti guide, bahkan dengan anak kecil yang biasa berinteraksi dengan gadget multimedia.

Kita punya Unikom yang tiap tahun langganan juara kontes robot nasional dan internasional. Mungkinkah mereka menghiasi museum-museum di Kota Bandung dengan robot-robot pintar yang menarik anak-anak datang ke museum dengan tiket masuk yang terjangkau. Bikin robot tyrex di Museum Geologi di Jalan Diponegoro, Bandung, yang bisa bersuara dan bergerak seperti di film Jurasic Park ( di Taman BLA Tegalega baru bisa mematung ).

Perguruan tinggi lain juga ada jurusan robotnya yang cukup berprestasi ( tapi tak seintens PR/ humas Unikom dalam mempromosikannya ( PR Inside di K-Lite FM ) Posisi PR di Unikom sudah ditarik ke tingkat direksi yang memberi saran penting bagi rektor dalam kebijakan dan reputasi universitas ). Robot bisa didesain untuk membersihkan lapangan GBLA, mengantar makanan dari kantin atau barang dari toko ke pemesan/ pengunjung stadion atau museum ( jika tenaga manusia yang ada kewalahan melayani pengunjung yang membludak saat weekend, kompetisi liga atau konser musik ).

( Perayaan Halloween di AS beromzet 9 miliar USD melibatkan 175 juta warga dengan film horor, makanan, coklat, hiasan labu kuning, dekorasi, dsb. Labu biru dipasang di depan rumah untuk menyambut anak yang alergi telur, susu, coklat, buah tertentu, kacang, dsb. ( WA VOA & K-Lite FM, 2/11/2018 )

Atau buat robot seperti Rudi, nama robot pelengkap di AS ( bukan pengganti perawat rumah tangga ). Rudi diciptakan seorang ilmuwan yang melihat ibunya kerepotan mengurus neneknya yang sudah tua dan menolak tinggal di panti jompo. Rudi bisa menjadi pendengar yang baik, mengingatkan minum obat, bahkan mengajak berdansa !

PKL BANDUNG KEMBALI DITATA PEMKOT.

Diberitakan, baru 3,2 % dari populasi ( 263 juta orang ) jumlah wirausahawan di Indonesia. Masih sedikit, padahal membuka banyak lapangan kerja. Sejalan itu, Walikota Oded akan menata 22 ribu pkl di Kota Bandung ( PRRSNI, 25/10/2018 ) termasuk ratusan pedagang lapak/ bertenda biru di sepanjang trotoar Cicadas agar sedap dipandang mata warga Bandung, sedap di kantong pemilik toko yang tertutup para pedagang dan pkl itu sendiri yang berjuang menyambung hidup di sektor informal ini. Diharapkan dari sektor ini PAD Kota Bandung pun bisa meningkat ( setelah ditata dan penjualan meningkat, semoga mereka mau/ rajin bayar pajak ya Kang ).

Para pedagang atau pemodal jika didatangi agen investasi ( terlebih) yang tak jelas dan menawarkan keuntungan tak masuk akal, telpon dan cek dulu ke Otoritas Jasa Keuangan. Hotline OJK : 157

CLOSING

Kita sudah punya 179 pahlawan nasional ( EMI, 10/11/2018 ). Tahun ini perayaan peringatannya secara kolosal digelar di tempat kelahirannya, Surabaya. Sayangnya, warga terlalu antusias sampai kurang mengantisipasi bahaya di via duct yang masih aktif dilalui kereta api sehingga jatuhlah korban luka dan tewas ( biaya pengobatan dan penguburan korban ditanggung pemprov Jatim ). Masinis sudah memperlambat laju kereta menjadi 10 km/ jam tapi toh masih jatuh korban. Kita turut belasungkawa.

Semoga kita semua berhati-hati terhadap semua tindakan menyangkut keutuhan negara kita dan kesolidan bangsa Indonesia. Para pahlawan sudah berjuang merebut kemerdekaan dengan darah dan nyawa. Kita sebagai generasi penerus wajib mengisi kemerdekaan dengan sikap negarawan, yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Jaga persatuan Indonesia dan bahasa Indonesia ya.. Selamat Hari Pahlawan. Salam Pemuda..!

—————

Penghasilannya sebagai arsitek yang karyanya sudah melanglang dunia jauh lebih besar dari gaji walikota dan gubernur. Namun panggilan nurani membuatnya memilih mengabdi pada negara dan melayani rakyat. Seperti warga lain yang sudah selesai dengan dirinya, up to the next level, meniti jalan negarawan dengan beragam tantangan menembus batas diri.

Waktu Jokowi kemarin 2 hari di Bandung, saya sempat ketar-ketir, kenapa Pasar Cihargeulis ( Suci ) yang diblusuki presiden Jokowi ? Pasar tradisional ini termasuk yang kurang terawat di Bandung meski dekat Gedung Sate ( kantor gubernur Jawa Barat ). Kami sesekali makan kupat tahu yang sedap seharga Rp 8000 di sana setelah beli tempe gembus yang jarang ada di pasar lain. Tumpukan sampah biasa menggunung di halaman depan, menebar bau tak sedap. Kios buku bekas di lantai 2 seperti di Palasari juga tinggal kenangan. Ternyata Jokowi ngecek harga sembako di pasar Suci ditemani Kang Emil, lalu meminta pasar ini dibangun lebih baik. Syukurlah.. kami jadi bisa makan kupat tahu tanpa perlu menutup hidung lagi. Jokowi memang pengertian ( bisa merasa ). Tahu sebelum diminta. Matur nuwun..

Kembali ke Kang Emil, ternyata kegiatan masif evakuasi JT 610 juga melibatkannya dan banyak sumber daya di Jabar. Kematian TKW Tuti asal Majalengka mengukuhkan tekadnya memandirikan desa ( satu desa satu perusahaan, kredit di masjid desa, mobil siaga desa, sekolah ibu, dsb ) agar wanita tak perlu lagi kerja ke luar negeri ( apalagi sampai sengsara dan dihukum mati ). Gubernur Emil juga sigap menangani banjir Tasikmalaya dan longsor di beberapa wilayah di Jabar di musim penghujan ini. Dan tetap bisa menjalankan perannya sebagai suami dan ayah yang baik bagi Teh Atalia dan buah hati mereka, di sela jadwalnya yang padat. Balance. So, man of this post is… Ridwan Kamil.

Akun Kang Emil di Facebook

=========

Gedung Wahana Bakti Pos di Jalan Banda no.30, Bandung, tempat kami numpang ke toilet kemarin, karena tercegat rombongan presiden. Lantai dasar ada kafe dan bank. Lantai 8 ada ruang pertemuan yang luas dan bonafid, bisa disewa untuk umum ( mendiang ayah ( kahumas ) kerja di PT. Pos Indonesia sehingga kami cukup pede masuk ke sini. Ikut promosi juga, hehe.. apalagi tunjangan pensiunan pos ada yang cuma Rp 100 ribu per bulan. Ini sisi sedih disrupsi teknologi. Perangko surat dan paket pos tergilas WhatsApp dan kurir swasta ). Kita semua ditantang kreatif berinovasi dan terus gigih berjuang.. bertahan survive dari gempuran kemajuan jaman. Semoga berhasil, Teman..

Bandung Indah Plaza ( BIP ) Jalan Merdeka, tempat kami ngemil roti, pas rombongan presiden lewat. Mall pertama di Kota Bandung. Ada bioskop, food court, fashion trendi, toko buku dan hypermart yang bikin kaki olahraga cukup lama untuk mengarunginya. Kenakan kets anda..

Apartemen La Grande di depan BIP Jalan Merdeka, Bandung. Tingginya 12 lantai. Diiklankan di OLX untuk tipe 62 ( terluas, cuma satu unit per lantai ) harganya Rp 2 miliar.

Pasar Baru. Trade Centre yang digandrungi turis Malaysia dan wisatawan domestik untuk borong fashion dan kuliner sedap. Kripik tempe seharga Rp 12 ribu per bungkus, dodol sirsak Rp 18 ribu per bungkus, dsb di deretan kios lantai dasar. Di food court lantai 6, paket dua nasi timbel dengan ikan bawal/ ayam bakar, lalaban segar plus semangkok sayur asem dan 2 gelas teh hangat cuma Rp 50.000 cukup untuk 2 orang. Di depan Pasar Baru, depan deretan toko Jalan Otista, juga banyak penjual bubur ayam, lontong kari, kupat tahu, mie bakso, baso tahu, batagor, nasi kuning, aneka jus dengan harga Rp 10-15 ribu per porsi. Siap mengobati rasa lapar dan dahaga anda. Di belakang Pasar Baru, ada komplek Pecinan, dan 3 toko ramuan herbal Babah Kuya. Kami beli obat batuk dan paru yang diseduh seperti kopi dan di minum pagi dan sore seharga Rp 35.000 per ons ( 100 gram ). Serba ada ya. Bandung emang surga belanja…

Bandung Trade Centre ( BTC ) Fashion Mall di Jalan Pasteur/ Djunjunan 143-149 yang dilalui bis Trans Metro Bandung ( TMB ) yang bergambar bunga matahari kuning di badan bis berwarna biru. ( naik bayar Rp 3 ribu jauh dekat ke kondektur, bisa e-payment dari bank BRI ). Di basement ada outlet Polrestabes buat perpanjangan SIM dan outlet Samsat buat perpanjangan STNK. 30 menit beres. Ada beberapa photoboth buat selfie. Ada toko Gramedia dan Yogya. Kami beli dua potong pizza seharga Rp 2500 per potong. Nyam-nyam..

Bis Damri berbadan biru bergambar gedung kotak-kotak putih. Ada yang duduk menyamping kursinya. Ada yang lurus searah supir. Tarifnya jauh dekat Rp 10 ribu. Dari BTC ke Kota Baru Parahyangan tentu murah. Ayo, naik bis ( transportasi massal ). Biar Bandung gak macet, tulis bis itu di badannya..

Written by Savitri

11 November 2018 at 16:30

Ditulis dalam Nasionalisme

Sontoloyo, ISIS Incar Poso, NU Tolak Khilafah ex-HTI, Mahkamah Penerbangan, Our Ocean Conference, Scooter, Data Beras. Stay cool, please..

leave a comment »

Di. acara “Mata Najwa” semalam ( Trans7, 28/10/2018 ) elit kedua kubu menyebut hal penting bagi kaum milineal adalah game, wi-fi dan pacar ( terlihat di rumah kost juga ). Padahal jawaban dari polling penonton ( umur 20-35 tahun ) adalah kesehatan, persahabatan, keluarga dan pekerjaan. Wah.. salah semua. Geli nontonnya ( kedua kubu sama-sama tak menguasai milenial padahal ada Sandiaga dan Erick yang milenial di timses ). Setelah senyum-senyum itu, mereka kembali adu argumen dengan lantang dan galak. Anehnya, kubu oposisi nuduh kubu petahana nyinyir dan gagal mengatasi massa intoleran. Padahal yang mulai/ kerap nyinyir itu kubu oposisi, kan ? Yang mengerahkan massa intoleran untuk memenangkan pilgub DKI juga mereka. Serba diplintir. Lieur. Mereka seperti kumpulan orang kurang cerdas ( IQ, EQ, SQ ) yang merasa senasib sepenanggungan dalam keterpurukan nasib karena ulah mereka sendiri ( hoax, hate speech, politisasi SARA berujung tidak berkah ). Mungkin cara bicara kita pada mereka perlu disesuaikan agar mereka tak sekedar copy paste teknik debat kita ( siapa tahu jurus cool Busro juga mereka tiru, jadi ikutan berkelas. Prinsip mereka kan tak mau kalah. Apa saja asal rating elektoral naik. Ya kan ? Ayo balapan santun dan keren, bisa tidak mereka ? Pasti bikin gemes lebih dari acara semalam. Setuju penonton ? ) Semoga para pemirsa bisa lebih cerdas mencernanya, karena Najwa sudah membuat format debat ( dua dari peserta debat dari kalangan milenial ) dan pertanyaan cerdas sehingga lebih bermutu dari talkshow lain. Acara “Opsi Avi”, “Q & A”, “Prime Talk” sudah difasilitasi dengan aplikasi Metro Extend yang bisa diunduh di Google Play Store untuk melibatkan pemirsa netizen dalam acara unggulan MetroTV tsb. Semoga diskusi politik bisa lebih cool dan cerdas selanjutnya. Setelah tegang berargumen, jangan lupa senyum dan salaman ya..

Sontoloyo. Ngibul. Idiot. Bertebaran di mulut dan medsos waktu kampanye yang diteken/ dideklarasikan no hoax, no hate speech, no money politic, tanpa fitnah, tanpa politisasi SARA. Politik keadaban versus politik kebohongan toh masih berkobar di ruang publik era post truth ini. Emosi dipermainkan tanpa etika untuk meninggikan penantang dan merendahkan petahana. Siapa unggul ? Siapa salah ?

Apa gunanya deklarasi damai ? Secarik kertas tanpa makna ( terlebih Bawaslu kurang tegas pada aturan main yang sudah disepakati ). Demokrasi kita baru sebatas itukah ?

Nama besar Moh. Hatta yang negarawan pemikir sampai dicatut SU yang politisi karbitan di video TKN PS. Pengusaha bermahar Rp 1 triliun mendompleng reputasi Hatta yang bersih dari suap korupsi ? Yang bener aja..

Pencitraan menyesatkan ini jelas diprotes sang cucu Bapak Koperasi. Nama kakeknya bisa rusak dengan perbandingan njompang itu ( kalau mencontoh dan terlihat tindak tanduknya mirip, itu boleh ), tapi menyejajarkan diri atau menyebut kelanjutan darinya ( solutif terhadap permasalahan bangsa, tutur kata cerdas dan santun ) sorry ya. Jauh panggang dari api.

Program kewirausahaan Oke Oce yang menargetkan tumbuh 2.000 wirausaha baru tiap tahun ternyata cuma tercapai 3%. Oke Otrip ( kini sudah diganti namanya ) baru 2 pengusaha angkutan dari 12 yang bergabung untuk mengalihkan warga ke angkutan massal. DP 0% tenyata hanya bisa menyasar kelas menengah, bukan tukang becak, rakyat kecil, karena cicilannya 2,1 juta per bulan, itu pun rumah susun bukan rumah tapak ( EMI, 18/10 /2018 ). Tuntutan kenaikan UMR dari KSPI cs juga tak mampu dicapai. Jadi cuma lip service omdo biar kepilih..

Dan bukankah SU, dulu wagub yang di luar masa kampanye dan di hari kerja mencela bosnya ( presiden ) seperti PM NR yang korupsi triliunan dana pertahanan Malaysia ? Integritas SU yang ancur ini mau disandingkan dengan Hatta ? Dibilang mencontoh pun, orang di warung kopi pada tertawa mencemooh, jauh kata dari perbuatan. Apalagi di mata sang cucu. Ah, dasar baper, komen anggota TKN SU sok inosen, soal protes cucu Hatta.

Ada pemirsa EMI yang bilang, wagub SU nyawapres karena gubernur Jokowi juga nyapres. Eiit.. beda. Jokowi kerja full dan berkinerja bagus di periode pertama kepemimpinannya di Solo sehingga terpilih di periode kedua lalu terpilih sebagai gubernur DKI. Rakyat sudah tahu kapasitas Jokowi sebagai pejabat publik setingkat walikota dan gubernur sehingga yakin Jokowi pun mampu jadi presiden yang berkinerja bagus.

Sedangkan SU baru sebatas pengusaha tajir, bukan pejabat publik yang andal, sehingga kita ketar ketir jika SU sampai mengelola negara, wong ngelola provinsi saja tak bisa.

( tapi kalau niat maju SU agar Jokowi tak jadi calon tunggal, dan niat PS memilih SU agar ustad radikal tak bentrok dengan ustad moderat MUI, maka niat seperti itu bisa saya apresiasi. Namun kemudian, konpers hoax RS, pencatutan reputasi Hatta, politisasi pembakaran bendera HTI, pemalsuan surat panggilan KPK untuk Kapolri, dsb, membuat saya meragukan niat mereka semula ).

Apa PS tak rajin turun ke bawah, mewanti-wanti TKN, mengingatkan, menegur dan mendisiplinkan anak buahnya yang melanggar kesepakatan kampanye damai ?

Kubu petahana juga, mengapa memilih jubir yang temperamen di meja diskusi acara talkshow ? Saya lihat awalnya, jubir TKN PS kalem dengan hoax dan hiperboliknya, meniadakan capaian pemerintah ( seperti biasa, gak takut dicatat dosanya sama malaikat ) sayangnya, sekjen JGP jubir TKN JW terpancing melabrak, teriak panas duluan. Jadi, sama gak kerennya ( sampai saya ganti channel, capek melihat kesengitan kedua kubu, tersadar kalau sengit itu gak cool dilihat banyak orang. Saya juga dulu hobi sengit kalau adu argumen ).

Saya lalu teringat Busro Muqqodas waktu jadi ketua KPK yang begitu cool menghadapi 6 anggota DPR RI yang gusar mencecarnya. Menghadapi kenyinyiran FH, Busro bisa kalem diplomatis dengan keluasan ilmu dan kematangan emosinya. When things get hot, he’s really cool.

Itu sebabnya saya kemarin menyarankan Pak Surya, Pak Mahfud dan Kyai Din di top TKN, agar bisa meredam emosi para jubir, sekaligus menjadi teladan adem dan cool bagi para pendukung dan calon pemilih Jokowi ( swing voters ). Jam terbang pengalaman emosional dan aura elegan yang dibentuknya, membuat serangan pedas amoral lawan bisa mudah dijungkirkan dengan seabrek jurus arif, plus senyum menawan. Uh, keren.. Busro seorang diri bisa bikin 6 lawan mudanya keok di mata pemirsa. Di sisi ini, saya kagumi ( kharisma ) para senior ( baru kerasa artinya Anies di TKN JW-JK ya ).

Sayang, mereka bertiga memilih netral di luar TKN. Jadinya, Jokowi kelepasan nyebut “sontoloyo” karena panasnya perdebatan jubir di ruang publik tanpa ada yang bisa meredam dan mencegahnya sampai ke telinga presiden yang sudah capek dengan urusan negara. Ketua TKN merepresentasi kualitas capres, remember ? ( apa sekjen JGP mau mendengar nasehat yuniornya, ketua TKN ? )

Pemirsa EMI mengusulkan Daniel Sparingga ( pernah diperiksa KPK terkait korupsi di KESDM ) lebih cocok jadi jubir JW-MA. Saya sendiri, selain Busro, melihat Moeldoko, Gatot Nurmantyo, Gatot Dewo Broto, Johan Budi, Febri Diansyah, cukup cool dan lihai mengelola emosi dan men-counter serangan pencecar. Adian Napitupulu, politisi PDIP, punya basis logika yang kuat, sehingga serangan RG pun dengan mudah ia mentahkan. Kita merasa aman jika Adrian mewakili kubu petahana di acara Mata Najwa, ILC, Opsi Avi dsb. Pasti menang debat ( Insya Allah ).

“Sontoloyo” menurut kamus EYD, artinya konyol, tidak pantas atau bodoh. Politisi sontoloyo bisa diartikan politisi busuk yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

Pemirsa lain menganggap pernyataan Jokowi itu tidak salah dan cukup sopan ( dibanding fitnah luar biasa yang ditimpakan ke presiden. Jokowi sudah minta maaf dan menjelaskan maksudnya. Tapi sebaliknya, para pelaku fitnah itu, apa sudah minta maaf ? Tidak pantas presiden menyebut sontoloyo, protes mereka. Eh, apa kalian pantas menyebut presiden/ kepala negara kalian itu “penyiksa, antek asing, PKI, anti Islam” ? Kalian ngaca dulu ).

Bahkan, ada pemirsa yang justru senang Jokowi menyebut mereka politisi sontoloyo. Sangat pantas, apalagi setelah presiden dibilang pencitraan soal dana kelurahan, padahal 2 hari sebelumnya dana itu sudah disetujui parlemen, dimana kedua kubu ada di sana, kok masih nyinyir ? Apa saja, yang baik, wajar sekali pun, digoreng untuk syahwat kekuasaan. Benar-benar binatang politik !

( warga kita dibilang tidak santun pas masa kampanye pemilu, apa benar begitu ? Perasaan, sejak 2014 ketidaksantunan ini sudah terjadi dan kian edan sekalipun presiden sudah terpilih. Dendam kalah dibawa usai kampanye dengan politik kebohongan yang merajalela tanpa jera. Saya pikir ke depan masa kampanye pileg pilpres dibuat 2-3 bulan saja ( jangan 6 seperti sekarang, kelamaan sebalnya ) agar rajutan kebangsaan kita tak lama terkoyak oleh ulah politikus pendendam ).

Yang merasa dicolek ( protnjadikan Poso basis merekaes ) dengan sebutan sontoloyo, bisa jadi orang yang tak paham arti sontoloyo, atau politikus busuk itu sendiri. Tahun 1960-an, Bung Karno pernah nenyebut Islam sontoloyo pada mereka yang beragama lebih mengedepankan kulit budaya Islam, bukan esensi damai Islam ( tak sesuai kata dengan perbuatan, seperti penganut takfir ).

Semoga ke depan lisan kedua kubu lebih terjaga agar generasi timses, pendukung, pemilih berikutnya punya sosok-sosok senior yang bisa diteladani. Amiin..

ISIS INCAR POSO. PROVOKASI 11 BENDERA HTI, JUST THE BEGINNING ?

Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, 2 ormas terbesar di Indonesia sudah bertemu dan sepakat menolak sistem Khilafah di Indonesia ( EMI, 1/11/2018 ). Warga Indonesia jangan menghadiri aksi atau tabligh yang dikemas dengan beragan modus yang intinya menjurus ke khilafah, karena khilafah yang diusung panganut takfir ( IM/ PKS, HTI, Al-Qaeda dan turunannya ) bertentangan dengan khilafah masa Rasulullah.

Takfir mencap kelompok di luar mereka sebagai kafir dan harus dibasmi. Sedang Rasulullah meminta umatnya bersikap adil juga pada non muslim ( apalagi dengan saudara muslimnya ) serta memaafkan ( bagi yang sudah minta maaf dan tak mengulangi kesalahannya ). Bendera bertuliskan kalimat tauhid ( yang dibawa Rasulullah yang asli, dari manuskrip Quran kuno, hurufnya masih kaku dan polos, tanpa titik dan syakal ) mestinya jangan disalahgunakan untuk syahwat kekuasaan ormas terlarang yang esensi gerakannya justru merusak kedamaian Islam.

Polri bisa menyita bendera yang disalahgunakan ex-HTI dan simpatisannya untuk memecah belah umat Islam di Indonesia.

Syria News mengabarkan: Abu Walid Indonesian ( Mohamed Karim Fayez.), emir ISIS di Indonesia Timur yang tangannya berlumuran darah warga Suriah dan Irak mengundang para teroris ke Poso untuk membuat basis mereka di sana ( setelah terpojok di Suriah/ Idlib ). Mereka punya target terwujud Khilafah tahun 2024 di Indonesia/ Asia Tenggara.

Adanya bendera HTI nyelonong di 11 daerah di Jawa Barat, Kaltim dan daerah lain ( bisa jadi skenario, bukan lagi spontanitas ex-HTI ) harus diwaspadai. Teriakan provokatif ‘bakar-bakar’ yang didengar 3 tersangka Banser bisa jadi settingan mereka ( Mata Najwa, 31/10/2018 ). Kita minta Polri tak mengizinkan aksi demo mereka lagi ( di 18 negara lain, termasuk Malaysia yang melarang HTI, juga melarang demo mereka ) karena bisa anarki ( di-setting, dikapitalisasi lagi ). Apalagi emir ISIS sedang mengincar Indonesia ( modus mereka pecah belah umat seperti di Filipina selatan, lalu masuk ).

Mungkin puzzle yang dikuatirkan Dina YS kemarin adalah ini : sumbangan Israel ke gereja-gereja Papua, JK nyaris buka hubungan diplomatik dengan Israel, ormas radikal kirim donasi dari netizen bego/ grup WA ke Idlib, emir ISIS lalu mengincar Poso dekat Papua, 11 bendera HTI di tebar, warga diprovokasi, banser muda tersulut membakar, dikapitalisasi, lalu polisi yang sibuk teralih, diharapkan mereka jadi tak fokus mencegah teroris ISIS masuk bergelombang ke Poso. Waspada, waspada !

Warga tahan diri, kendalikan emosi. Jangan terprovokasi. Tetap tenang dan berpikir jernih. Jaga persatuan Indonesia dan keutuhan NKRI !

UPDATE ISU: PEMBAKARAN BENDERA HTI, SURAT KPK – KAPOLRI, REVISI KUHP, PILKADA LANGSUNG.

3 tersangka pembakaran bendera HTI sudah dibebaskan setelah ketiganya minta maaf dan pengurus Banser NU juga minta maaf pada publik serta berjanji akan memberi sanksi pada mereka. Ketiga pelaku mengaku terpaksa membakar bendera HTI karena polisi sudah melarang semua atribut ( kecuali bendera nerah putih ) dibawa ke acara Hari Santri Nasional. Daripada bendera ormas terlarang itu bikin rusuh dan diinjak-injak peserta yang benci ormas ini, mereka bertiga inisiatif spontan membakarnya.
Pembawa bendera sudah ditangkap. Penyebar video pembakaran bendera yang viral dan meresahkan masyarakat ini sedang dikejar polisi. Juga penyebar hoax surat panggilan KPK pada Kapolri.

REVISI KUHP

Di Twitter sempat trending tagar #Unistall Goj** gara-gara membela LGBT. Lalu saya lihat di TV, seorang kepala pemerintahan di luar negeri minta maaf pada masyarakat setelah terungkap kasus pelecehan seksual terhadap 8.000 anak di panti asuhan, sekolah dan klub olahraga. Lalu, tagar #me-to yang digagas artis Alisa Milano yang mengalami pelecehan seksual dari produser film, disusul ribuan karyawan lain di tempat kerjanya di AS. Di TV nasional, juga pernah tayang video buruh Indonesia dilecehkan ( diremas organ intimnya ) oleh petugas keamanan pabrik tiap keluar masuk pintu gerbang. Wanita pekerja dan anak-anak di bawah umur sering diserang secara verbal atau fisik jika berhadapan dengan pria yang merasa berhak melakukannya ( menurut riset : 1 dari 4 bos pria di dunia merasa berhak melecehkan karyawatinya ). Sejauh mana perlindungan negara dan perusahaan terhadap kaum lemah dari kekerasan seksual dan intimidasi para predator di Indonesia ? ( investor juga melihat aspek keamanan pekerja sebelum menanamkan modalnya, selain infrastruktur ekonomi ).

Apa kabar Revisi KUHP yang rencananya mau diketok palu sebagai hadiah HUT RI kemarin ? ( 17/8/2018 ). Setiap ODA menghabiskan Rp 300 juta uang negara untuk pengobatannya. Hari demi hari berlalu, dan mereka terus bertambah banyak. Aturan untuk LGBT, setahu saya, sudah cukup baik.

Tinggal menambahkan frasa “Les Spesialis mengalahkan Les Generalis”, dan “UU kejahatan khusus ( tipikor, terorisme, HAM, narkoba ) tetap berlaku”, di satu pasal dan di bagian akhir rancangan Revisi KUHP. Jika sudah ditambah 2 hal itu, saya pikir KPK takkan menolak lagi, dan yang lain juga bisa menerimanya. Setuju ?

PILKADA LANSUNG

Mencuat lagi wacana pilkada tak langsung di tingkat walikota dan bupati setelah terungkap kasus OTT jual beli jabatan oleh Bupati Cirebon yang baru terpilih ( ASN sampai lurah dimintain duit kalau mau mengisi jabatan tertentu ) untuk mengembalikan hutang/ mahar politik. Sebagian warga ingin gubernur Jabar yang memilih penganti bupati mereka ( kader PDIP ) yang jadi tersangka KPK yang ke-100 sejak tahun 2002 ( dari 554 pejabat korup yang tertangkap ) daripada mendagri yang berasal dari parpol tsb. Dua hari kemudian, kepda dan DPRD Kalteng yang ditangkap KPK ( EMI, 29/10/2018 )

Wakil kemendagri, seingat saya, bilang tahun 2020 mungkin dimulai pilkada kombinasi ( langsung untuk posisi gubernur oleh rakyat, tidak langsung untuk posisi walikota dan bupati oleh DPRD ). Sekarang lagi digodok plus minusnya oleh para akademisi, karena masih ada yang ngotot pilkada langsung.

( eh..nyindir ya. Revisi KUHP yang diaku menkumHAM sudah mengerahkan seluruh pakar hukum dan akademisi terbaik di negeri ini, toh masih kurang 2 klausul tsa yang bisa berakibat fatal jika tak ditambahkan. Suara dan kearifan publik jangan diremehkan, coy ).

Penyebab biaya politik tinggi adalah tuntutan mahar partai gurem atau kere pada para kandidat. Bukan pilkada langsungnya sendiri. Masa orba, korupsi masif terjadi pada anggota dewan dalam pembuatan UU pesanan asing / pengusaha dan pemilihan kepala daerah. Makin gampang cakada tak berkualitas terpilih, cukup menyuap sekitar 50 anggota DPRD daripada memikat 2.000.000 pemilih dengan program bermutu yang bisa dikritisi, ditagih dan terus diingatkan warga daerah. 41 dari 45 anggota DPRD Malang ditangkap KPK, ingat ? APBD tak bermutu, penuh mark up ( seperti di Jambi, Kebumen Tulung Agung,, Kalteng, dll ) lebih mudah diloloskan tanpa pengawasan publik yang kelak merasakan akibatnya. Suara parpol dominan yang memilihnya lebih diikuti daripada aspirasi rakyat yang bayar pajak. Rakyat juga tak merasa perlu mengawasi karena toh bukan jagoannya ( tidak seperti saya yang terus mengawasi Pak Jokowi dan Kang Emil karena telah memilih dan mempromosikan, sebagai tanggung jawab moril ).

Ringkasnya, selama parpol masih sarat mahar, suap, korupsi, dan Bawaslu masih melempem meniindak pelanggar politik uang, saya menolak pilkada langsung.

Saya rasa jika tinggal 4 parpol di parlemen ( partai idealis yang mandiri dalam pembiayaan politiknya ), cakada berkualitas maju tanpa mahar, caleg berintegritas masuk urutan atas/ nomor jadi tanpa mahar, biaya kampanye yang sudah ditanggung sebagian oleh negara, dan sebagian oleh parpol mandiri saat ini ( contoh Nasdem ) lebih akuntable, pemanjaan/ perlakuan ‘istimewa’ koruptor dihapuskan, maka cakada bermasalah bisa diminimalisir.

Pilkada langsung tetap membuat warga gembira, terlibat dan merasa berharga ( didengar suara dan aspirasinya ).

Intinya penguatan Bawaslu, rekrutmen kader parpol/ seleksi ketat, pelarangan caleg mantan napi korupsi di UU Pemilu dan parlemen treshold 10-20% ( penyederhanaan parpol jadi 2-4 partai saja ).

Jika itu belum dilaksanakan, lupakan pilkada tak langsung ( karena cakada korup bisa lebih banyak, even worst, plus rakyat tambah gregetan, udah gak boleh milih, malah tambah banyak koruptornya, gak cuma DPRD Malang saja yang masuk bui KPK, daerah lain juga bisa ikut bedol/ jebol parlemennya, wong mental ngemis elit parpol, hulunya korupsi, tak diutak-atik. Malah pilkada langsung, pestanya rakyat yang dihapus. Sedih.. )

Bikin jera koruptor. Yang niatnya kaya, dimiskinkan. Yang niatnya kekuasaan, cabut hak politiknya seumur hidup ( masukkan ke hukuman pokok ). Yang niatnya terpaksa, tangkap bos yang menyuruh korupsi dan anak buahnya yang korupsi ( pecat, buang ke pulau terpencil tak bersinyal atau nyapu jalan-jalan protokol dengan baju napi tipikor tiap hari agar dipermalukan/ sanksi soal, seumur hidup atau sampai mati di penjara ).

Saya ingin tahu, apakah koruptor, anggota DPR, kepda dan Bang Saur ( narsum EMI ) lebih takut mati ( tak punya waktu cukup untuk tobat nasuha ) atau dihukum seumur hidup ( dengan bui semewah hotel ) jika tertangkap korupsi ?

Takut mati kan ? Koruptor dan calon koruptor juga begitu. Jadi opsi dihukum seumur hidup lebih menyesal, lebih menjerakan itu cuma ilusi, selama penegakan hukum kita masih lemah. Selama kita belum punya penjara yang memadai dan sipir bersih, hakim tegas, jaksa berani seperti di Singapura, Hongkong atau Selandia Baru. maka berhentilah bicara “hukum seumur hidup lebih baik dari hukuman mati”. Atau nanti dibilang php/ ngelantur, karena prasyaratnya tidak ada. Tegakkan hukum dan siapkan prasarananya sebaik mungkin dulu, baru berwacana ke arah situ. Bisa amburadul negeri ini jika koruptor sampai berpikir “paling seumur hidup” ( di sel bak hotel dan plesiran sesukanya ). Hukum mati residivis korupsi dan koruptor dana bencana ! Titik.

Menurut data terbaru Global Research Barometer, prosentasi korupsi pada pemuda usia 35 tahun ke bawah lebih besar daripada orang berusia 36 ke atas ( budaya instan milenial memicu suap ingin cepat kaya atau meraih posisi tinggi ). Kelihatan di Indonesia, sebagian senior juga ketularan instan dengan berwacana kembali ke pilkada tak langsung. Jangan malas dan main gampang saja dengan menghapus pilkada langsung. Sementara mahar politik tak pernah ditindak tegas Bawaslu dan pelaku pemanjaan koruptor tak dihukum jera. Benahi hulunya ( parpol ) secara serius. Mereka biang keroknya.

KORUPSI PIMPINAN DEWAN. Lagi ?

Wakil ketua DPR RI, TK ( PAN ) dcekal dan diperiksa KPK karena diduga menggunakan pengaruhnya ( fee Rp 3,65 miliar ) untuk meloloskan dana alokasi khusus yang diminta Bupati Kebumen untuk daerahnya ( ternyata bau tak sedap jual kekuasaan sampai jajaran pimpinan dewan terungkap juga ). Bukan kasak-kusuk lagi.

KORUPSI PROYEK MEIKARTA, BEKASI.

Bos Lip** group, JR, diperiksa KPK terkait suap perijinan mega proyek hunian terpadu Meikarta di Bekasi yang ditangani perusahaannya. Ia mengaku bertemu dengan Bupati Bekasi ( tersangka KPK ) cuma untuk membezuk wanita itu setelah melahirkan bayi ( tak ada percakapan tentang suap yang dilakukan direktur operasionalnya. JR merasa tak terlibat ).
Bupati Bekasi sudah menerima Rp 7 miliar dari. Rp 13 miliar fee yang dijanjikan.

PERTEMUAN “OUR OCEAN” DI BALI, 31-1 NOVEMBER 2018

Kembali, Indonesia ( diwakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) menjadi tuan rumah pertemuan internasional untuk menjaga ekosistem laut. 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari lautan, seperti miniatur bumi yang 70% adalah perairan samudera. Apa kita masih ‘memunggungi” laut ? ( laut dianggap bagian belakang rumah, tempat buang sampah dan limbah pabrik ).

Menurut hasil riset Universitas Georgia tahun 2015 : sekitar 8 juta ton ( range 3 – 13 ) sampah plastik dibuang ke laut tiap tahunnya. Eropa sudah mengurangi sampai 52% dengan daur ulang. Negara lain antara 30-50%. Indonesia ?

Thailand dan Filipina sudah membuat UU yang menghukum para pembuang sampah plastik dll ke laut dan memberi insentif bagi pendaur ulang sampah plastik, dll.

Pemirsa EMI ( MetroTV, 31/10/2018 ) menyarankan agar nelayan diberdayakan, disejahterakan dengan aturan yang berpihak pada mereka, sehingga mereka merasa beruntung menjaga kebersihan laut dan kelestarian biota di dalamnya. Mereka dengan senang hati membawa ikan hasil tangkapan, sekaligus sampah plastik dari laut ke darat karena ada insentif yang diberikan pemerintah ( atau dibuat bank sampah laut yang mengedukasi cara reduce, reuse, recycle sampah sehingga memberi keuntungan ekonomi bagi nelayan, keluarga dan komunitasnya ).

Peringatan hari jadi daerah pesisir dilakukan dengan membersihkan laut. Pata tokoh agama dan masyarakat mengingatkan umat untuk menjaga alam, sekaligus praktek membersihkan laut dan reduce sampah secara rutin. Bersih adalah bagian dari iman.

Setelah bupati dan anggota DPRD Cirebon ditangkap KPK, Sunoto mengundang bu menteri KLH datang ke Teluk Cirebon yang indah, tapi bau ( kenapa dia tak mengkoordinir warga untuk membersihkan daerahnya sendiri, daripada nuding dan nyuruh-nyuruh saja ? )

Pemirsa lain minta GBHN masa Orba diadakan kembali dan MPR difungsikan seperti dulu. Banyak pemirsa yang tak tahu banyak ( malas baca ) tapi bicara banyak ( sok tahu ). Menurut Mahfud, sudah ada UU Sistem Pembangunan Nasional yang fungsinya seperti GBHN. Baca deh.. lalu bantu pemerintah dan DPR untuk mewujudkan dan mengawasi pelaksanaannya.

SCOOTER USER & ROBOT PENGANTAR PESANAN.

Pesanan susu murni segar di botol kaca tergeletak di keset pintu depan rumah. Atau koran pagi tergeletak di halaman depan. Sound familiar ? Di buku Lima Sekawan -Enid Blyton, serial kartun atau film di TV, kedua hal tsb sering terlihat. Seiring kemajuan teknologi, kebiasaan hommy ini juga masih terjadi, tentu dengan cara yang lebih sophisticated.

Ada robot ( dengan sistem GPS, kamera, sensor ) mengantarkan pesanan makanan dan minuman dari restoran ke pelanggan di rumah. Ada mobil ( dengan sistem GPS, autopilot, kamera pemantau, terkoneksi internet ) yang mengantarkan pesanan barang dari supermarket ke rumah pembeli. Asyiknya..

Para ibu di AS sudah biasa berbelanja dengan cara itu. Mereka tinggal membuka bagasi mobil setelah diberitahu kode pembuka bagasi lewat ponsel untuk mengambil belanjaannya ( VOA Dunia Kita, MetroTV, 21/10/2018 ). Mudah dan cepat.

Ada pula moda transportasi unik yang kemarin juga melintas di samping saya di Kota Bandung. Scooter 2 roda yang dikemudikan sambil berdiri. Bedanya, di AS, sudah digunakan secara massal di jalur sepeda dan disewakan dengan aplikasi khusus di smartphone. Seperti sistem scan sepeda sewa di area Monas.

Bahkan ada kompetisi user segala. Ingat adegan Tom Hanks di film Terminal ? ( mengembalikan trolley bandara yang bertebaran setelah dipakai pengunjung, ke tempat semula, lalu keluar koin uang dari mesin yang cukup bagi tokoh nyata yang diperankan Tom ( warga Iran yang lagi stateless karena persoalan politik ) makan/ menyambung hidup. Scooter butuh di-charge listrik sebelum digunakan. Ada tranfser uang ke rekening para pengisi listrik scooter itu ( yang juga scooter user terdaftar ) oleh perusahaan pemilik scooter. Bahkan ada warga yang bisa mengisi listrik sampai 1000 scooter dalam sehari. Lumayan, kan ?

Ini contoh pekerjaan baru era disrupsi teknologi, setelah blogger, barista, ojek online, esteem spot, fin-tech, dsb. Pekerjaan lama sebagian besar lenyap, digajadikan Poso basis merekantikan pekerjaan baru terkait teknologi digital. Upgrade atau disrupsi diri anda untuk bisa ikut menikmati ‘keju’-nya.

Seorang diaspora Indonesia bahkan bisa memperoleh uang sampai Rp 4,5 juta per hari di musim panas dengan mengantarkan pesanan makanan dari restoran. Pemuda ini semula bekerja sebagai pelayan di restoran, tapi ia terlihat sangat enjoy justru ketika diminta mengirim pesanan pelanggan ke rumah. Sesederhana apa pun pekerjaan itu jika dilakukan dengan cinta akan luarbiasa dan diingat orang. Ia lalu diajak bergabung ke Keju Delivery, perusahaan pengantar makanan milik diaspora Indonesia, salah satu yang terbesar di AS. Ia lalu menemukan pekerjaan impiannya sebagai pengantar makanan paling top.

Melakukan great job dan dibayar Rp 4,5 juta per hari mungkin impian anda juga. Mulailah mengali passion anda dan telaten mendisrupsi diri..

( di Kanada, pekerjaan seremeh apa pun dipandang sama berharganya dengan pekerjaan bonafid di gedung perkantoran. Banyak pria ganteng di sana yang kerja cleaning service, sopir atau montir dengan tetap tampil pede. Percaya diri termasuk rahasia sukses warga negara maju. Jika kedua hal positif itu, kecintaan pada pekerjaan dan tampil percaya diri, bisa diterapkan di semua lini sektor pariwisata Indonesia, rasanya kita tak perlu menebang hutan tropis lagi demi CPO deh ).

DATA TUNGGAL BERAS BPS. One for all..

Sudah dirilis data beras oleh BPS ( data tunggal ) dengan metode KSA ( Kerangka Sample Area ) melibatkan Badan Geospasial LAPAN ( citra satelit ), BPPT, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, untuk memperbaiki data beras versi Kementerian Pertanian ( EMI, 25/10/2018 ). Ternyata hasilnya lebih kecil dari yang dihitung kementan. Sawah seluas 7,1 juta hektar dan produksi beras 56 juta ton beras, bukan 80 juta ton seperti yang diklam kementan sebelumnya ( siapa yang menikmati subsidi pupuk dll dari selisih luas sawah ini ? BPK bisa periksa ).

Pemerintah harus membuat kebijakan yang mensejahterakan petani agar mereka tak tergiur menjual lahan sawahnya kepada pengembang ( perlindungan lahan agar tak terjadi alih fungsi lahan jadi perumahan atau pabrik ). Pemirsa EMI menyarankan agar BPS terus meningkatkan kualitas datanya ( pengalaman dia selama ini data BPS baru 60% yang benar ) terutama data konsumsi ( perlu di-crosschek dengan data manual yang diinput sejak tingkat kelurahan, petugasnya sudah ada ).

Kebutuhan stok nasional 2,5 juta ton per bulan ( Prime Time News, 20/9/2018). Di Bulog baru ada 850 ribu ton. Kapasitas gudang Bulog baru bisa menampung 3,2 juta dari 3,9 juta ton beras ( sebagian gudang rusak, perlu diaudit persisnya tinggal berapa yang efektif ).

Rakor ( menko perekonomian, mendag, mentan, kepala Bulog setelah mengecek ke gudang dan lumbung beras ) sudah memutuskan kuota impor 2 juta ton beras pada Januari 2018 lalu, dan sudah masuk 2 kali ke Indonesia @ 500 ribu ton pada Januari dan Juli 2018. Kata mendag Lukita, setelah keputusan rakor itu Bulog pelaksana impornya. Tapi setelah itu, karena stok masih cukup ( gudang beras + lumbung gabah ) maka tak impor beras lagi sampai akhir tahun ini ( Januari 2019 masih ada 2,8 juta ton beras ).

Guru besar IPB Bogor ( di belakangnya ada 100 ribu petani ) meragukan data kementan yang menyebut produksi padi belasan juta ton sejak tahun 2015. Padahal tak sebanyak itu, bahkan harus impor beberapa bulan kemudian ( apalagi tahun ini 49 juta ton ) sehingga BPS memisahkan diri dari kementan dan memulai metode baru untuk menghitung stok beras sebenarnya ( data sudah dirilis bulan ini ) sehingga bisa jadi patokan perlu atau tidaknya impor beras. Data beras BPS jadi acuan kementerian lain dalam memutuskan kebijakan.

Sang guru dan jaringan petani tak mempermasalahkan impor beras yang sudah dilakukan, selama pemerintah bisa menjaga harga di tingkat petani tetap stabil. Si guru juga berpesan agar soal beras ini jangan dijadikan polemik di media supaya tak digoreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

49,9 juta ton ( perkiraan ) stok beras dari panen, kata menteri pertanian saat itu. 2-3 juta ton kebutuhan beras nasional per bulan ( EMI, 15/9/2018 ). .

Kebutuhan beras 114-124 kg per kapita. Diversifikasi pangan ( tiwul, jagung, singkong, sagu ) perlu disosialisasikan dan diteladankan untuk mengurangi konsumsi beras ( tak impor jika lahan sawah berkurang ). Sewa gudang Bulog Rp 45 miliar, kata Buwas. Cegah wakil oposisi masuk ke badan-badan urusan sembako karena bisa memperkeruh situasi untuk kepentingan politik.

Jangan berpolemik. Jikalau diputuskan impor pun, itu tak lain untuk mengamankan stok beras ( di tahun politik, lebih aman bila stok beras berlebih daripada kekurangan, sehingga kita bisa fokus pemilu, ibu-ibu tak kewalahan urusan belanja sembako dan dapur ngebul. Jumlah wanita 26 ribu lebih banyak dari jumlah pria di negeri ini. Ibu pusing suntuk, rumah bisa ribut gonjang ganjing. Jadi, mari dengar suara ibu ).

Bagi pemirsa, harga beras pastikan terjangkau dan tersedia, baru pikirkan penambahan lumbung padi. Saran pemirsa: Bulog jadi stabilizer harga, mengatur kualitas dan kuantitas beras.

IPB diminta memprioritaskan diri ( fokus ) mengatasi masalah pertanian dan pangan yang ada di Indonesia dulu ( mestinya negeri agraris seluas ini sudah swasemba beras untuk ketahanan pangan dan ketahanan nasional kita. IPB dibuat untuk itu ). Kalau tak ada masalah pangan lagi yang pelik, baru kerja di perbankan, dll.

Ilmu inventary manajemen sangat mudah bagi sarjana S-1 untuk memetakan stok beras, sembako, sebenarnya. Yang belum jelas, kemauan politik dan tebalnya ego sektoral.

Stok aman beras di pasar induk ( Jakarta ) antara 30-35 ribu ton per bulan. Jika kurang, berarti perlu tambahan dari provinsi lain, Bulog atau impor. Jika sampai impor beras, maka efektifnya baru 2 minggu kemudian terdistribusi merata keluar Jawa sejak beras masuk ke Indonesia. Jika baru panen gabah di sentra sawah padi di Jawa Barat maka baru sebulan kemudian terdistribusi merata keluar Jawa karena perlu digiling dulu di perusahaan penggilingan padi.

Itulah romantika beras di negeri subur loh jinawi. Semoga data BPS kian akurat dengan citra satelit dan sinkron 3 data ( KSA ). Harga beras bagus di kantong petani dan konsumen. Bisa swasembada bahkan ekspor beras. Amiin..

( .. jangan ngurus beras aja dong, harga kopra juga turun nih, keluh pemirsa EMI yang petani kopra. Siapa bilang jadi pejabat itu enak ? Yang blogging aja capek.. )

LION AIR JATUH LAGI. DEWAN DAN MAHKAMAH PENERBANGAN DIBENTUK SESUDAHNYA.

Senin pagi kelabu ( 29/10/2018 ), kembali pesawat Lion Air JT 610 jenis Boeing 737 Max 8 jatuh pukul 7.20 di Tanjung Pakis Karawang, Jabar sesaat ( 2-3 menit ) setelah tinggal landas dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Sumatera, dengan membawa 189 penumpang termasuk 21 staf kemenkeu dan 4 hakim ( Prime Time News, 29/10/2018 ).

Lebih 35 kapal ( 859 personel Basarnas, KRI, Polair, Kemenhub, KKP, Bea Cukai, BPPT, Pertamina, dll ) sudah dikerahkan untuk mencari badan pesawat yang tenggelam dan korban yang terperangkap di dalamnya. Tiga ahli black box dari Singapura juga ikut mencari. Sejauh ini sudah ada 73 kantong mayat yang berisi serpihan tubuh korban tewas yang mengambang di permukaan air laut yang dipungut anggota Basarnas dan Tim SAR Gabungan. Tujuh body part sudah teridentifikasi ( pertama, gadis 24 tahun asal Sidoarjo ). Serpihan pesawat dan barang korban yang berserakan di air dan pesisir di angkut di satu tempat ( posko Tanjung Priok ) untuk dianalisa penyebab jatuhnya pesawat oleh KNKT dikombinasi data dari black box ( data flight/ FDR, percakapan di ruang pilot/ kokpit dengan ATC/ CVR ) jika sudah ditemukan.

Keluarga korban menunggu dengan gelisah di posko bandara Soekarno Hatta. Anggota keluarga yang punya hubungan darah langsung dengan korban ( orang tua, anak, saudara kandung ) dari Pangkal Pinang diterbangkan ke Jakarta untuk menyerahkan data Ante Mortem ( catatan medis korban, rontgen gigi, foto korban ketika senyum terlihat gigi, ijazah, Kartu Keluarga, KTP-el, dan sampel DNA keluarga korban ) untuk dicocokkan dengan korban tewas yang disimpan di RS. Polri Kramatjati. Setelah diambil sampel darah/ DNA untuk Ante Mortem, hasil identifikasi serpihan korban lewat pencocokan DNA, baru diketahui antara 4 – 8 hari. 185 keluarga korban yang sudah datang dan menyerahkan data Ante Mortem tsb diminta menunggu di rumah. Pihak RS Polri, Kramatjati, akan mengabari mereka jika korban tewas berhasil diidentifikasi. Pihak Lion Air menyediakan penginapan bagi keluarga korban yang berdomisili di luar Jakarta.

Crisis Center Lion Air JT 610 ( ada psikolog untuk trauma healing bagi keluarga korban ) di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur ( disediakan 75 kamar untuk menginap keluarga korban ). Keluarga korban yang belum tahu kejelasan nasib anggota keluarganya yang tewas juga bisa bertanya ke Crisis Center ini dengan membawa Kartu Keluarga ( ada NIK korban yang bisa dipakai polisi DVI untuk mencari sidik jari korban di server kemendagri/ disdukcapil ), KTP-el dan ijazah korban ( ada sidik jari di sana yang diperlukan polisi DVI/ tim forensik untuk mengindentifikasi tubuh korban yang ditemukan tim SAR ).

Proses rekonsiliasi/ pencocokan data dilakukan jam 3 sore sehingga jam 5 sore diharapkan bisa teridentifikasi dan korban bisa dikuburkan setelah dibuat surat kematian untuk proses administrasi negara selanjutnya di tempat domisili korban ( untuk balik nama sertifikat tanah, kendaraan, bangunan, deposito milik korban, diurus paling telat dalam 6 bulan, ke para ahli waris yang disahkan dengan Surat Keterangan Waris dari kepala daerah/ balai kota atau notaris, setahu saya ). Juga klaim asuransi jiwa ( Jasa Raharja ) dan santunan lainnya.

Bagi korban yang tak bisa ditemukan, maka pengadilan akan meminta dinas kependudukan dan catatan sipil ( disdukcapil ) untuk mengeluarkan Surat Kematian korban untuk ahli warisnya.

Tiga prinsip Basarnas : negara hadir, kerja all out, dan bekerja dengan hati, kata Kabasarnas Syaugi di layar TV, usai konpers presiden Jokowi ( disusul ucapan menkeu Sri, danlanud Soetta, syahbandar Tanjung Priok, CEO Lion Air, wakil TNI AL, polisi DVI ). Sayangnya, negara belum sepenuhnya hadir sebelum terjadi musibah pesawat yang terus berulang ini ( Lion Air jatuh di Bali tahun 2015 )

2 tahun setelah UU no.1 tahun 2009 tentang Penerbangan Nasional disahkan seharusnya sudah dibentuk Dewan Penerbangan dan Mahkamah Penerbangan, kata narsum Chappy Hakim, mantan Kasau TNI. Perlu cara canggih untuk merawat teknologi canggih ( Boeing 737 Max 8 jenis terbaru, baru dioperasikan 15 Agustus 2018 setelah diterima dari pabriknya di AS dengan 2 sertifikat laik terbang 13/8/2018 ). Serba digital computerized. Sensor di tubuh pesawat jika kurang dirawat bisa mengganggu penerbangan ( penerbangan pesawat naas ini dari Denpasar-Bali ke Cengkareng sudah bermasalah di mesin. Menurut pihak maskapai sudah diperbaiki. Cuaca juga kurang mendukung. Pilot pesawat lain yang memutuskan tak jadi terbang, selamat bersama para penumpangnya ). Pilot asal India itu sempat minta return to base, tapi keburu jatuh ( dengan kecepatan tinggi, hingga hancur berkeping ? ) Sudah dikerahkan semua alat canggih di musibah kapal di Danau Toba yang lalu ( multi beam echo sounder, side scan sonnar, ROV, magnetudo meter, USBL transponder, ping locator, hingga kedalaman 11.000 meter, yang dimiliki kapal survey laut BPPT. Kedalaman perairan Karawang/ TKP sekitar 30-35 meter ) tapi badan pesawat belum juga ketemu.

Black box dipasang di moncong dan ekor pesawat. Kotak hitam FDR sudah ditemukan pagi ini ( 1/11/2018) sekitar 400 m dari koordinat lost contact, lalu diangkut ke atas kapal Baruna Jaya 1 milik BPPT. Cockpit Voice Recorder ( CVR ) masih terus dicari ( suara ping blackbox berbunyi sampai sebulan ). Kotak hitam berisi rekaman suara di kokpit pesawat ( CVR ) dan data kecepatan, ketinggian pesawat, sensor suhu, pemakaian avtur, dsb, ( FDR ) yang tiap 30 menit diperbarui.

Setelah diangkat dari dasar laut ( 32 meter ) selanjutnya, sekitar 2 minggu black box distabilkan sampai suhu normal dan dikeringkan, lalu dibuka hati-hati pelindungnya, sebelum diunduh data chip-nya ( Prime Time News, 1/11/2018 ). 6 hari setelah diunduh, KNKT lapor ke para stake holder ( kemenhub, maskapai, dsb ). Sebulan kemudian membuat preliminary report. 10 bulan kemudian final report ( waktu pesawat Air Asia jatuh, KNKT perlu 11 bulan bikin final report sejak black box ditemukan ).

Cara canggih itu : disiplin ( pilot, teknisi, kru pesawat, manajemen maskapai, otoritas bandara ), waskat ( pengawasan melekat ketat dari Dewan Penerbangan, kemenhub. Saat ini maskapai seolah bergerak sendiri-sendiri tanpa kordinasi tunggal dalam satu komando tegas, sehingga menyulitkan pengawasan dan penertibannya ( zero toleran untuk kelalaian sekecil apa pun ), dan penjeraan ( tugas Mahkamah Penerbangan ) bagi para pelanggar SOP. Tiga hal pokok ( disiplin, waskat, penjeraan ) itu pula yang sering diabaikan dalam kecelakaan pesawat yang selama ini diamati Chappy ( sampai ia bosan tampil di TV dan mengulangi analisanya )

Sampai hari ini tak ada pesawat tercanggih apa pun yang zero accident. Yang ada zero fatallistic, dengan disiplin, waskat dan penjeraan. Di saat negara lain sepi penerbangannya, bahkan sampai minus, di Indonesia justru booming dibanjiri peminat. So, Dewan Penerbangan dan Mahkamah Penerbangan harus segera dibentuk ( karena penerbangan di tanah air adalah bagian dari jalur penerbangan internasional. Jangan sampai kita dipandang tak mampu oleh dunia, lalu pihak asing yang mengelola penerbangan di sini dan kita jadi penonton/ bawahan saja. Bandara internasional jangan jadi alat kampanye. Tak perlu setiap provinsi memilikinya. Tetapkan di beberapa wilayah penting saja, selebihnya berfungsi sebagai bandara distribusi. Itu lebih aman bagi kedaulatan udara kita ).

SARAN UNTUK KEMENHUB : AUDIT MANAJEMEN MLA.

Penerbangan low cost carrier ( LCC ), apakah penyebab 13 kecelakaan Lion Air ? ( 3 yang terbesar terjadi di Karawang, Bali, Solo ). Maskapai Lion Air ( MLA ) memiliki sekitar 350 pesawat. dengan 30 ribu pegawai dan 200 ribu pelanggan yang diangkut tiap hari, menguasai 40% penerbangan di tanah air ( Garuda Indonesia Airways/ BUMN, sekitar 200 pesawat dengan tarif normal/ servis penuh ). RK, sang pemilik, berambisi MLA menjadi maskapai terbesar di Indonesia.

Apa eksesnya jika pengawasan dari kemenhub ( belum ada Dewan dan Mahkamah Penerbangan ) lemah ? Penerbangan delay ( pesawat nunggu penuh dulu baru berangkat demi efesiensi LCC ), pesawat baru mendarat- 15 menit kemudian sudah berangkat ( pilot, teknisi, kru bisa jadi tak cukup istirahat dan checklist kelaikan pesawat untuk terbang aman lagi ), penumpang terlantar di bandara tanpa penjelasan dan kompensasi atas kerugian yang mereka derita ( seolah konsumen yang butuh MLA ), staf MLA tak diberi edukasi dan kewenangan untuk menangani keluhan konsumen dengan baik, rute penerbangan diborong sampai maskapai lain tak bisa masuk ( KPK bisa masuk untuk mengecek cara mereka memperoleh izin rute dan frekuensi terbang, jangan sampai dimonopoli MLA, sehingga mereka meremehkan penumpang dan keselamatannya ), sampai kecelakaan pesawat fatal seperti JT 610 ini ( akumulasi semua kelalaian itu ). Padahal moda transportasi udara bersifat zero tolerance terhadap kelalaian sekecil apa pun ( mobil mogok, masih hidup penumpangnya. Pesawat mogok, mati semua penumpangnya, karena terhempas ke bumi ).

Direktur teknik MLA sudah dibebaskan oleh dirjen perhubungan udara, untuk keleluasaan regulator ( pemerintah/ kemenhub ) menginvestigasi penyebab kecelakaan JT 610 di Perairan Karawang ( jika tidak bersalah akan dikembalikan ke posisi semula usai investigasi KNKT ). Pemerintah jangan ragu mengaudit manajemen MLA secara keseluruhan ( EMI, 1/11/2018 ). Kemenhub beralasan menunggu hasil investigasi KNKT dulu ( sebelum mengaudit MLA ) namun pihaknya sudah meminta pesawat Boeing 737 max 9 yang dimiliki MLA ( 10 dari 300 yang dipesan, satu sudah celaka ) dan GIA ( satu ) agar tidak dioperasikan dulu sampai pemeriksaan kelayakan terbangnya selesai dilakukan ( pihak pabrikan Boeing bersedia ikut memeriksa di bawah koordinasi KNKT ).

Australia sempat melarang warganya menggunakan MLA karena ragu keamanan penerbangannya. Juni 2007 lalu Indonesia dilarang Eropa mengoperasikan penerbangan karena begitu banyak kecelakaan pesawat terbang yang terjadi ( soal itu kita top scorernya, sebagian karena faktor awan monster cumulus nimbus dengan kilat listrik dan es pembekunya, yang terbanyak di langit nusantara, yang 2/3 wilayahnya perairan ). Baru Juni 2017 larangan dicabut, eh..sudah jatuh lagi ).

Maskapai luar negeri yang low cost tetap mengutamakan keselamatan penerbangan ( yang diefesienkan adalah servis makan minum, media hiburan untuk penumpang yang ada di tarif penuh ).

Karena kasus fatal JT 610 dan rentetan kecelakaan sebelumnya, maka penambahan pesawat, rute, frekuensi MLA sementara distop dulu sampai bisa dijamin keselamatan penerbangannya. Saran pemirsa EMI, jadwal maintenance, pemeriksanya dan data lain terkait pengecekan kelaikan terbang pesawat diumumkan ke publik ( di web kemenhub dan maskapai ) agar calon penumpang bisa memilih penerbangan yang tepat untuknya ( sekaligus membantu mengawasi keamanan udara kita. Ngeri jika pesawat tiba-tiba jatuh di atap rumah, seperti kejadian di ruko Jamika, Bandung dulu ). Semoga kemenhub menindaklanjuti saran ini.

Kita turut prihatin dan berduka atas musibah ini. Semoga korban lain cepat ditemukan, dan keluarga korban dikuatkan dan disabarkan-Nya. Amiiin.

_______________

Kami pikir, sebelumnya, kami dua orang ‘gila’ di negeri ini yang mau menekuri informasi yang berseliweran di dunia maya, menganalis berita yang bertebaran di media konvensional, melahap buku dan tulisan pakar yang relevan, dan menulis isu yang tengah menyita perhatian publik, di blog berjam-jam, tiap hari selama bertahun-tahun, di tengah cibiran, ancaman dan fitnah dari berbagai penjuru, tanpa bayaran, atas semua jerih payah, waktu, dana, tenaga, pikiran, korban perasaan, untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ternyata, kami tidak ‘gila’ sendiri. Jurnalis independen seperti kami ada juga di luar negeri, bahkan sampai menyabung nyawa ke daerah konflik untuk mewartakan kebenaran pada masyarakatnya, membongkar kebohongan Imperium atau pemerintahnya yang imperialis.

( Jurnalis independen, atlet, relawan, suporter yang across their limit alias ‘gila’ bertambah banyak dari hari ke hari, men-support nation branding Indonesia. Syukurlah. Butuh antusiasme darah muda yang banyak untuk membangkitkan negeri ini sepenuh takdirnya. Namun, tetaplah rendah hati sebagai bangsa yang besar, ya ).

Sebenarnya, Dina yang menginspirasi saya blogging, awal tahun 2009 lalu. Dina pula yang membuka mata saya, siapa sebenarnya Obama dan Ahmadinejad, melengkapi analisis saya tentang AS, Eropa dan Timur Tengah yang selama ini bersumber dari media mainstream tanah air. Big thanks to Dina. So, woman of this post ( ISIS-Poso ) and last post ( Khasoggi ) is Dina Y. Sulaeman.

Akun Dina YS di Facebook.com

Dina mengingatkan netizen, pemerintah, Polri, TNI, atas undangan teroris Suriah menjadikan Poso basis mereka berikutnya. Waspadalah !

Written by Savitri

29 Oktober 2018 at 14:27

Ditulis dalam Ragam

Hari Santri, Penjaga NKRI, Kasus Banser Garut dan Mutilasi Khashoggi. Bersatu Kita Teguh..

leave a comment »

HARI SANTRI NASIONAL 22 Oktober. Satu dari sekian penjaga NKRI..

Hari Santri Nasional ditetapkan 3 tahun lalu oleh Presiden Jokowi tiap tanggal 22 Oktober ( 21-22 Oktober 1945, pendiri NU mengundang para nahdiyin dan santri se-nusantara untuk Resolusi Jihad melawan tentara Belanda yang ikut membonceng pasukan sekutu, untuk kembali menguasai Indonesia )

Dalam pidatonya di Tasikmalaya, Jokowi berpesan agar para santri sebagai agen akhlak Islami hendaknya turut menjadi bagian dari solusi mengatasi kemiskinan sebagian rakyat Indonesia dan ikut menjaga keutuhan NKRI, karena dalam sejarahnya penetapan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, telah melibatkan perwakilan ulama dari NU, Muhammadiyah, Masyumi dan ulama dari pelbagai pesantren lainnya, serta Buya Hamka, KH. Ahmad Dahlan dan para pemikir dari berbagai ormas lainnya, yang sampai pada titik temu ( kalimatusawa, beragam kelompok yang ada di Indonesia ) dalam 5 sila Pancasila untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Ini konsesus bersama para pendiri negara Indonesia ( founding father mother bangsa Indonesia ) yang harus dijaga oleh kita sebagai generasi penerus. Termasuk para santri, yang kewajiban membela tanah air menjadi bagian dari iman.

Pancasila dan NKRI sudah final ( ada NKRI karena ada Pancasila yang merupakan kumpulan sari kearifan lokal leluhur kita yang majemuk selama ribuan tahun, dan sudah menyatukan kita selama 73 tahun ini ). Dunia sudah mengakui peran Pancasila yang menyatukan kita di lebih 17 ribu pulau, lebih 7 ribu suku, bahasa, aliran kepercayaan serta 6 agama.

Lalu, kenapa ex-HTI, cabang IM ( PKS ), turunan Al-Qaeda, penganut takfir di sini malah begitu bernafsu ganti sistem ( khilafah ) ? Sampai menghalalkan ayat-ayat perang, menebar fitnah, berita bohong, ujaran kebencian pada sesama anak bangsa, pada polisi, pada pemerintah. Bahkan sampai menumpahkan darah seperti di Timur Tengah ( induknya Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin ). Melakukan kekerasan demi syahwat kekuasaan.

Tidakkah mereka berpikir, AS-Israel yang mendanai, mempersenjatai dan melatih Al-Qaeda, turunannya, IM dan HTI di Timteng, tak lain untuk memecah-belah kekuatan Islam yang dikarunia minyak berlimpah di sana, dengan isu khilafah, Sunni, Syiah, akan tergiur melakukannya juga di Indonesia yang kaya sumber alam ? Lihat benang merahnya, esensinya, skenario globalnya dari perang melawan terorisme ini :

AS-Israel yang mencetuskannya sejak runtuhnya menara kembar WTC di New York, 11/9/2001 ( saya inget banget, karena kakak saya yang depresi, siap terjun dari atas gedung RS setelah melihat kobaran apinya di TV, dikira dunia kiamat ). Mereka meledakkan sendiri gedungnya diam-diam di belakang teroris Al-Qaeda yang dilatihnya, lalu melemparkan kotorannya pada kaum muslim sedunia. Publik internasional dibuat fobia Islam lalu memborong produksi senjata AS-Israel untuk melindungi negara mereka dari teror militan. Irak yang dituduh memakai senjata pemusnah massal diserang pasukan koalisi AS dan teroris Al-Qaeda yang dilatihnya. Selanjutnya, beranak pinak dengan berbagai nama, ( sebagian mendirikan ISIS ), menyerbu Libya, Suriah, yang juga kaya minyak.

( ada film pemenang festival, yang mengisahkan getirnya perang Irak, bagaimana sejumlah serdadu AS menggilir bocah perempuan 10 tahun yatim piatu secara biadab di kolam berpalung hingga tewas mengenaskan lalu diikat batu hingga membusuk di dasar palung ).

Perusahaan AS-Israel menikmati proyek-proyek rekonstruksi di negara-negara yang mereka porak-porandakan bersama para teroris asuhannya, plus penjualan senjata untuk melindungi negara-negara petrodolar dari para jihadis gadungan itu. Sebagian besar dibutakan oleh ilusi khilafah.

AS mendanai IM mengkudeta Assad senior, juga Assad yunior karena dendam direpresi, lalu IM di Indonesia, ketularan berulah di sini ( merasa ikut berperang dan menyerang pemerintahan Jokowi yang sah/ terpilih secara demokratis ). Kebablasan. Dengar MAS ( ketua DPP PKS ) yang begitu fasih mencela presiden dengan logika textualnya ? ( sesat logika, tak lihat konteks ). Sama sekali tak ada respek pada kepala negara. Ab Smd, ulama bacawapres PS yang gagal, menyamakan pelaku bom Surabaya dengan jihad Hamas melawan Israel.

( Hamas, beraliran IM/ ingin khilafah, sempat membela IM Suriah, tapi kemudian ditegur Iran, dan kini fokus mengusir penjajahan Israel. Fatah/ faksi presiden ( Mahmoud Abbas/ pemimpin Otoritas Palestina/ PA, keluar rumah dan kantornya harus seizin tentara Israel. Ingat masa-masa akhir pemimpin PLO, PNA, Yasser Arafat juga terkurung di rumahnya, sebelum mati diracun sampai pecah seluruh pembuluh darahnya ) dan menlu Palestina ingin pemerintahan demokratis. Perbedaan prinsip ini membuat mereka sulit bersatu. Tapi kemarin di Asian Games 2018, mereka terlihat rukun ber-defile, serukun Korut dan Korsel. Hamas dan Fatah juga kompak menolak peta damai yang diajukan Three Musketeers era Trump ( 6 prinsip syarat damai Palestina ditukar dengan insentif ekonomi AS -Israel ).

Para santri harus melihat geopolitik global ini agar tak ikut-ikutan berpolitik pragmatis atau terseret radikalisme. Ingin membela Islam, tapi ternyata organisasi ( berkedok ) Islam yang dibela cuma pion suruhan imperialis yang menjalankan perbudakan modern saat ini ( sistem dolar AS, Euro ).

Pemirsa EMI ( 23/10/2018 ) dari Aceh menyentil elit politik begini: kenapa perguruan tinggi dan sekolah-sekolah dilarang jadi tempat kampanye politik, sedang pesantren-pesantren silih berganti didatangi calon partai dan cakada yang minta dukungan suara ? Koreksi menohok, ya..

( tapi kalau presiden Jokowi datang ke pesantren dalam kapasitasnya sebagai kepala negara, yang meminta para santri juga menjaga keutuhan NKRI seperti dilakukan para seniornya 22 Oktober 1945. Presiden kan simbol negara, orang pertama di garda terdepan menjaga dan melindungi negara ini. Di luar masa kampanye, beliau juga sering silaturahmi dengan ulama di pesantren, kan ? Apalagi Ma’ruf Amin yang ketua majelis ulama itu sendiri, wajib beliau blusukan, kenapa radikalisme sampai muncul di kalangan santri ? Apa ekonomi kerakyatan yang dirancangnya bisa menjawab masalah keadilan sosial ekonomi di 28.000 pesantren hari ini ( tahun 1970 baru 4.700 pesantren ) dengan 4,5 juta santri ?

Masa Wali Songo, agama Islam disebarkan secara kultural dan diterima sangat baik sehingga kita menjadi negara muslim terbesar di dunia. Jika aneka tradisi budaya Indonesia bisa begitu mujarab sebagai sarana dakwah Islam, mungkinkah mengembalikan santri ke khitahnya ( wajib membela tanah air ) perlu juga menggunakan instrumen tradisi kita ? ( kembali ke jati diri bangsa Indonesia, kearifan lokal, dikombinasi dengan pemberdayaan ekonomi, satu produk satu pesantren versi Gubernur Emil ). Kita ikhtiar saja.

Pemirsa EMI dari Cirebon ( Sunoto, non muslim ) berulangkali menyebut ICMI dan Persatuan Orang Baik dan Pintar yang bisa dibuatnya untuk menandingi organisasi muslim cendikia tsb. Yang menyebut cendikiawan itu masyarakat, bukan anggota ICMI, protesnya ( memang bukan, para akademisi muslim yang menyodorkan nama-nama yang banyak beredar di masyarakat untuk duduk di sana, setahu saya ). Cukup ( Hari ) Sumpah Pemuda yang menunjukkan siapa saja penjaga keutuhan NKRI ( tak perlu Hari Santri Nasional ), semburnya pada Bang Kohar, redaktur MI yang jadi narsum EMI pagi ini ( 23/10/2018 ). Padahal disebutkan Kohar, “salah satu” penjaga NKRI itu santri. Artinya memang tidak santri tok. Ada non muslim juga, dan elemen lainnya, segenap tumpah darah Indonesia-lah. 4,7 juta santri kan bagian dari 263 juta populasi Indonesia.

Kenapa Sunoto/ non muslim cenderung gusar jika kaumnya ( minoritas ) seolah dilupakan dalam masalah kebangsaan dan pengabdian pada negara ? ( lihat koruptor yang ditangkap KPK lebih banyak yang beragama apa ? Lihat kualitasnya dong, jangan kuantitasnya, cecar Sunoto senewen ). Memang muslim lebih banyak, lebih 80% penduduk Indonesia. ( probabiltas menyimpangnya juga mengikuti. Lebih banyak paket yang nyasar di PT.Pos yang sudah ada sejak jaman Daendels bikin Jalan Raya Post ketimbang kurir swasta yang baru seumur jagung dan jumlah cabangnya sedikit kan ? ). So what gitu loh ?

Entah ini ekses dari perang terorisme, fobia Islam atau sikap intoleran para radikalis ( penulis best seller Dina YS saja sampai baper waktu bedah buku sering dikepung massa intoleran yang menuduhnya Syiah. Padahal secara aqidah, Syiah itu Islam. Iran, masa Persia, setahu saya, pernah dijajah pasukan Umar bin Khattab ketika belum masuk Islam, sehingga khalifah yang ditulis di Hadis ini tak diakui di Iran. Tapi Iran mengimani Al-Qur’an dan mengamalkannya dengan sangat baik, melebihi kebanyakan negara di Timur Tengah yang menjilat AS. Terlebih dalam membela Palestina, Iran termasuk di garda terdepan ( tidak takut di-embargo dan diserbu pasukan koalisi AS. Cukup Allah penolong kami, kata presiden Ahmadinejad mantap waktu itu. Hapus Israel dari peta ! )

Itu sebabnya Israel ketakutan pada Iran dan program nuklirnya. Terlebih setelah kematian Jamal Khashoggi, jurnalis Washington Post, asal Arab Saudi yang kabarnya dimutilasi hidup-hidup ketika mengurus dokumen pernikahannya di Konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki.

Putra mahkota MBS diduga terlibat pembunuhan keji tokoh IM di Arab Saudi itu yang hijrah ke AS karena direpresi pihak kerajaan Saud. Sejarahnya, Klan Saud merebut kekuasaan di Arab Saudi dengan pedang ( terlihat di bendera mereka ) secara berdarah-darah dibantu AS/ Inggris. Termasuk merebut kota Mekkah dan Madinah dari penjaga tanah suci itu sebelumnya. Paham wahabi sama beringasnya dengan paham takfir, menghalalkan kekerasan terhadap orang di luar kelompok mereka, demi kekuasaan.

MBS yang wahabi menghabisi Khashoggi yang takfir, yang kerap mengeritiknya/ Saud, dan ingin merebut kekuasaannya atas Arab Saudi, dengan dukungan AS juga ( devide et impera imperialis di Arab Saudi ). Arab Saudi yang wahabi menghabisi suku Houthi di Yaman yang Syiah untuk menghentikan pengaruh Iran di sana, sekalian mengambil sumber alamnya, mirip Myanmar yang mengincar wilayah etnis Rohingya yang kaya sumber energi. Ingat musibah Mina menewaskan banyak jemaah Iran beberapa tahun lalu dan tak transparan investigasinya ? ( kasus Khashoggi kini dipimpin Raja Salman investigasinya ). Ini contoh rivalitas Arab Saudi yang membela kepentingan AS-Israel dengan Iran yang membela Palestina.

Israel takut, terpuruknya citra Arab Saudi yang mulai dipersepsikan me-reformasi diri ( karena kasus biadab yang menunjukkan jati diri MBS dan klan Saud sebenarnya/ haus kekuasaan ) tercoreng habis sehingga gagal membendung dominasi Iran, musuh bebuyutan Israel.

15 intel GIA Arab Saudi yang tertangkap kamera CCTV masuk gedung Konsulat Saudi di Istambul, diperiksa tim investigasi yang dipimpin Raja Salman. Namun PM. Erdogan ( tokoh IM di Turki ) meminta mereka dihadirkan ke Turki untuk diperiksa, karena TKP pembunuhan itu di Turki.

Dina YS yang pernah 8 tahun di Iran karena beasiswa studi S-2 yang diterimanya, hanya memenuhi takdirnya, mengabarkan pada kita siapa sebenarnya Iran dan bagaimana konflik di Timur Tengah seutuhnya, yang kita, negara muslim terbesar di dunia, kudu tahu karena punya peran besar di masa mendatang untuk ikut menyudahi perang yang telah berlangsung ratusan tahun di tanah suci 3 agama ini ( Palestina ). Dina YS mengakui Qur’an dan Hadis, artinya dia Sunni.

HAMAS bisa sekuat ini karena dukungan ( dana, roket ) Iran serta dukungan ( markas bagi sayap militer HAMAS dan tempat tinggal jutaan pengungsi Palestina di ) Suriah.

Kembali ke Sunoto dari Cirebon: jika Dina yang muslim saja sampai difitnah sebagai tokoh Syiah ( padahal Sunni ) oleh kelompok intoleran, apalagi Sunoto yang non muslim, sehingga ia lebih baper jika disentil soal nasionalisme. 5% dari populasi manusia adalah pejuang bagi kaumnya. 5% lainnya penjahat yang memangsa korbannya. 90% lainnya buih yang terbawa angin ke mana arah yang lebih kuat. Jika orang Tionghoa, ada yang se-nasionalis Ahok dan Ahokers, maka ada juga yang sebejad R.Tantular dan direksi Century. Jika di birokrasi ( penyelenggara negara, didominasi muslim ) yang jadi wilayah KPK banyak koruptot tertangkap, coba Sunoto juga adil melihat besarnya kerusakan negeri ini ( 70% kue ekonomi dan HPH dikuasai pengusaha non muslim/ Tionghoa ) dilakukan non muslim. Kuantitas pelakunya ( karena minoritas ) mungkin sedikit, tapi kerugiannya ( kualitasnya ) masif. Orang Tionghoa atau China karena kecerdasannya yang mencengangkan, membuat ia luarbiasa baik jika beragama dengan benar, dan luar biasa merusak jika tak mengindahkan agama. Sami mawon, ini soal mental individu. Bukan soal muslim atau non muslim.

Dina yang muslim saja dipojokkan oleh para radikalis, apalagi yang non muslim. Intoleran, radikalis, teroris dan koruptor adalah musuh kita bersama. Jadi pakai 5% yang brengsek ini untuk menunjuk hidung muslim moderat yang 95% itu tak fair. Anda juga tak mau 5% semacam Tantular cs itu dipakai bukti bahwa ( lebih banyak ) muslim lebih baik dan lebih nasionalis kan ? Biar Allah di akhirat nanti yang menentukan siapa yang benar di antara kita, agama anda atau agama saya. So, take it easy, will you ?

KASUS 3 BANSER GARUT, IDIOT AD, HOAX RS. Sumbang saran..

Lalu ada berita ( EMI, 24/10/2018 ) 3 anggota Banser ditangkap polisi Kabupaten Garut karena kasus pembakaran bendera ( ex-HTI ) yang ada kalimat syahadatnya. Saya ingat di acara talkshow TV beberapa minggu sebelumnya, seorang narsum pernah mengingatkan agar anggota Banser jangan ( terlalu semangat ) men-sweeping ( para radikalis karena ghirah menjaga NKRI ). Ternyata benar, ada kejadian ceroboh ini ( lupa cermat bertindak ).

Mungkin karena masih muda, belum terbiasa memperlakukan kalimat Allah dengan penuh respek. Pengalaman ikut mengusir jin dari tubuh manusia tahun 2001, saya lalu membiasakan diri menaruh kitab Qur’an di tempat terbaik. Selebaran bertuliskan ayat suci atau asma Allah jangan sampai berserak di lantai, apalagi di tempat kotor. Kubur saja dalam-dalam ( daripada terlihat orang, kurang dihargai ).

Secarik mantera bertuliskan ayat suci tapi dicampur kalimat batil yang diberikan dukun untuk pengasihan, pesugihan, pelet, guna-guna dan sihir lainnya pada kliennya biasanya dibakar oleh Ustad Zunaidi di acara Ruqyah ( Trans7, Sabtu & Minggu, jam 6-6.30 ). Cukup Allah pelindung manusia, kata Zunaidi.

Bangsa jin pernah lama menguasai bumi yang berumur 18 miliar tahun ini ( mereka, dipimpin Iblis, kakek tertinggi, tentu tak rela manusia menggantikan mereka sebagai khalifah di bumi ). Itu sebabnya Allah menghendaki manusia sholat agar terlindung oleh bisikan setan dan serangan jin ( di Kamis misteri On the Spot, Trans7, jam 19-20, sering terlihat di kamera CCTV dengan resolusi di atas 10 megapixel, sosok hitam besar yang menabrak dan mencengkeram orang yang lewat koridor atau tangga. Jika muslim rajin sholat dan akhlaknya baik ( tak ada lubang hati yang dibor dari sikap sombong, dengki, tamak, musyrik, terlalu marah, terlalu sedih, terlalu takut, terlalu syahwat dan terlalu lalai ), maka ada malaikat dan energi positif yang melindungi dirinya. Iblis, setan, jin, hantu, tuyul, kuntilanak, genderuwo, binatang buas, sihir dukun tak bisa menyentuhnya ).

Jika bendera berkalimat syahadat dibakar dengan niat menolak HTI, saya rasa polisi bisa mengampuni sekali ini setelah mereka minta maaf dan berjanji berhati-hati serta tak mengulangi di atas kertas segel/ bermaterai itu sudah cukup ( jangan jadi martir kedua setelah Ahok ). Jika mereka bertiga mengulangi perbuatannya, silakan diproses hukum atau dipenjara. Jika Polri merasa kasus ini bisa membesar menjadi penggalangan massa masif seperti pilgub DKI, maka mereka bertiga bisa ditahan sampai pilpres usai dengan memberi pengertian tentang dilema ini pada ketiganya. Banser NU pasti di garis depan jika diminta menjaga keutuhan NKRI. Ya kan ?

Kasus idiot AD yang diadukan arek Jatim juga bisa diperlakukan serupa. Artis ini sudah 11 kali jadi tersangka/ terdakwa ( kelihatannya belum ada batu bata yang cukup besar baginya untuk membuatnya instropeksi diri ). Jika kesalahan serupa sudah diulangi, jerat saja dia dengan pasal ITE. Tahan sampai usai pilpres. He seems never learn.. ( entah sombong, bebal, suka sensasi, main-main atau nggampangin. Atau seperti aktor AS yang doyan mabuk lalu di penjara cukup lama, sampai sadar.. It’s not funny anymore, he said ).

Untuk kasus hoax RS karena sudah di level tinggi ( konpers, gejala serius mengkapitalisasi isu demi penggalangan massa ), saya cenderung RS ditahan di rutan sampai pilpres usai ( bukan tahanan kota, beri pengertian baik-baik padanya kenapa polisi terpaksa melakukan ini, demi situasi kondusif jelang pemilu. Ibu saya umur 70-an, emosinya berubah-ubah, suka baper, meledak-ledak, dan terkadang waham kalau bete. Pelupa dan tindakannya suka keliru. Saya kuatir RS dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak menjaga keutuhan NKRI.

Namun semua berpulang pada Polri. Saya dengar Kapolri akan menunda beberapa kasus hingga usai pemilu. Tapi yang berpotensi menggalang massa dan mengintimidasi warga pemilih seperti pilgub DKI segera proses atau amankan di rutan ya pak ? Ini sanksi tegas bagi pelanggar kampanye damai yang sudah disepakati ( no hoax, hate speech, fitnah, politik uang, dll ).

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Deketan ya. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Hidup NKRI !

Written by Savitri

23 Oktober 2018 at 14:45

Ditulis dalam Ragam

Asian Para Games 2018 Hebat. Dana Kelurahan YES. Dana Saksi NO. Asuransi Bencana. Hoax RS. Palestina-Kurma. ANPOR, AM-PR Asia di Bandung. Desa Vintage. Publik berantas korupsi. Siaapp?!

leave a comment »

Presiden Jokowi dan Bulan memanah huruf “DIS” hingga tersisa “ABILITY” di panggung berlayar ombak dalam Opening Ceremony Asian Para Games 3 ( Sabtu, 6/10/2018 ) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mengharukan.

Bulan adalah gadis cilik berjilbab yang menolak diberi sepeda, karena ia tak punya kaki ( lalu ia diberi kursi roda oleh Jokowi ). Terlihat di layar, perenang peraih 5 medali emas, dengan kaki sebelah dari pipa metal berjalan yakin menuju kolam, lalu mencebur ke air dan melesat seperti ikan. Merinding melihatnya. Ini Trivia, si manusia ‘ikan’.

Di keseharian, masih banyak cerita sedih tentang nasib para difabel. Namun, di ajang olahraga terbesar se- Asia yang bertabur kilau emas dan sorot lampu pers dari 43 negara peserta ( liputan media terbanyak, 80 jurnalis ) para atlet difabel berjuang setengah mati menunjukkan eksistensinya, sekaligus mengejar prestasi rekannya yang bertubuh normal di Asian Games sebelumnya ( akhirnya meraih 37 emas/ urutan 5, beda tipis dengan atlet AG yang meraih 31 emas/ urutan 4. Tapi mereka sama-sama dapat hadiah Rp 1,5 miliar per peraih emas dari presiden sebelum acara Closing sehingga senyum mereka setara manisnya ).

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sampai bertepuk tangan dalam bahasa isyarat tuna rungu untuk memberi semangat pada para difabel yang juga tampil beratraksi memikat para penonton yang memenuhi tribun. 21.000 tiket Opening APG ludes terjual sejak hari Rabu ( 3/10/2018. Jika bangku tribun masih ada yang kosong mungkin undangan tidak datang, atau calo masih berkeliaran setelah memborong tiket ).

Jay Subiyakto mendesain latar panggung dan menjadi sutradara tim kreatif. Komposer Andi Rianto menangani musiknya. Desainer Chitra Subiyakto yang lekat dengan kain tradisional Indonesia merancang kostum yang dikenakan para pengisi acara. Raja Sapta Oktohari, ketua INAPGOC, sepertinya menangkap pesan saya, agar tak melulu tegang, tapi tahu cara bersenang-senang secara positif dan…terlihat bahagia ( ada acara khusus untuk menghibur para atlet 43 negara yang berkumpul di ampiteater GBK di sela jadwal pertandingan yang ketat ).

Atraksi kolosal menampilkan keragaman budaya di Indonesia mengawali ketakjuban. Tak pernah mengecewakan mempersembahkan warisan adiluhung leluhur kita. Dunia sudah mengakui ( mungkin juga ‘ketagihan’ seperti saya, dan WNI lainnya yang sedang homesick di luar negeri ).

Jaminan mutu ( terasa sangat Indonesia/ elegan dibanding acara Closing semalam yang terasa internasional/ seragam seperti panggung hiburan rakyat pada umumnya. Apalagi ada 5 anggota girlband Korea yang meliuk dengan hotpans dan menyanyi sampai 5 lagu. Ini mah have fun-nya para cowok, euy. Dengar saja komen host Daniel yang ingin ikut mereka yang langsung balik ke Korea setelah tampil di depan ampiteater/ tribun Stadion Madya GBK termasuk wapres JK, dengan 2 layar raksasa. Stadion Utama GBK masih digunakan untuk pertandingan atletik saat persiapan Closing APG 3. Terasa ruh kolosal dan megahnya lenyap ketika acara Closing tak digelar di SU GBK. Something’s missing ).

Saya terkesan dengan siluet wayang saat kirab obor sampai di kalderon SU GBK di Opening APG. Seperti adegan Hanoman yang membakar kerajaan Rahwana dalam sendratari Ramayana di pelataran candi Prambanan. Megah, bangga, menyeruak kalbu. Semoga setelah kita bersatu meraih medali emas untuk Indonesia, kita bisa kompak menghentikan kebatilan ( korupsi, hoax, ‘Thanos, Evil Winter Thrones ). Terima kasih pada panitia, tim kreatif, penari, artis, penonton, relawan, media, dan tentu saja yang utama, para atlet difabel yang menembus batas ( termasuk ketua APC, Majid Rasheed di kursi roda yang berpantun, menyanyikan sebagian lirik Indonesia Raya dan mengatakan Indonesia hebat. You too, Sir. Kalian bintangnya acara besar ini. You’re really inspiring spirit of energy of Asia. We are one wonder. Great job, people..!

ASIAN PARA GAMES 2018. BEFORE & AFTER.

Jumlah warga difabel di Indonesia 8,56% dari populasi. Mereka dilindungi UU no.8 tahun 2016, diantaranya kuota karyawan 2% di kantor pemerintah dan 1% di kantor swasta diperuntukan bagi penyandang disabilitas. Izin membangun gedung bisa dicabut jika tak disediakan akses bagi difabel. Ada 22 hak difabel di pasal 15, diantaranya mengikuti hak mengikuti kegiatan olahraga, menggunakan fasilitas publik, jalan raya, perkantoran, perbelanjaan. Separuh kasus disabiltas secara nasional terjadi pada pemenuhan 22 hak tsb, padahal pada pasal 1 ayat 45 sudah disebutkan sanksi bagi mereka yang menghalangi hak difabel, yaitu penjara 2 tahun atau denda Rp 200 juta.

Perlakuan kita terhadap kaum difabel mempengaruhi peradaban. Hendaknya mereka yang masih termarginalisasi ini tak hanya dimanfaatkan untuk meraup suara elektoral. Kecerdasan IQ ( intelektual ) , EQ ( emosi ) dan SQ ( spiritual ) yang mestinya dikedepankan manusia, bukan keindahan fisik ( seperti yang sedang dikejar RS yang menimbulkan kegaduhan tersendiri ).

Jika dahulu, Thomas Alva Edison, Ludwig van Beethoven dan Vincent van Gogh yang tuna rungu bisa menemukan lampu listrik, menciptakan simfoni klasik, membuat lukisan legendaris, maka para difabel kita bisa meraih medali dan mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Para Games 3, tahun 2018 di Jakarta. They’re truly the Inspiring Spirit of Energy of Asia.

Mereka saja bisa segigih itu ( mati-matian menyedot perhatian kita dengan prestasi emas dalam keterbatasan sarana latihan ), apalagi kita ya ( mesti lebih gigih mengupayakan kesetaraan perlakuan bagi mereka ). Semoga perlakuan dunia pada kaum difabel lebih baik lagi setelah perhelatan ini : gym lengkap untuk kaum difabel dibangun, kota dibuat lebih ramah difabel, dan 1-2% pegawai difabel dipenuhi perusahaan swasta dan kantor pemerintah. Amin. Para difabel, diwakili para penembus batas ( tidak saja mengalahkan lawan tanding tapi juga mengalahkan batas diri, 37 emas urutan 5 dari 43 negara, dengan sarana latihan seadanya ) layak mendapatkan itu.

DANA KELURAHAN YESS ! Visi 2032 Olimpiade, ingat ?

Dana Desa terus meningkat. Tahun 2019 bahkan dianggarkan sampai Rp 70 triliun ( untuk lebih 74 ribu desa ). Jalan-jalan desa yang dibangun padat karya mengerahkan tenaga warga desa, sekarang banyak yang lebih bagus dari jalan kota dan kabupaten. Sementara kota yang masih diserbu migran ( urbanisasi ) masih dirundung kemiskinan dan kekumuhan dari perantau yang mengadu nasib ( unskill, bahkan menggelandang dulu, setahu saya, di teras Masjid Raya Alun-alun Bandung bada’ Isya’ sampai Shubuh, banyak dari mereka bergelimpangan, numpang tidur di sana ).

Menurut pemirsa EMI, honor lurah ( dipilih warga, bukan bagian SKPD ) sering habis untuk menyumbang kedukaan, warga yang miskin, acara Agustusan, swadaya perbaikan jalan lingkungan, kegiatan olahraga, tausyiah, dsb.
Sedang menurut Munawarman, mantan kepala Bappeda kabupaten di Jambi, perangkat kelurahan sudah dilebur ke kecamatan ( masuk SKPD/ digaji dari APBD ) sejak tahun 2017 menurut PP no.18 tahun 2016, sehingga jika Dana Kelurahan jadi dianggarkan di APBN 2019 sebesar Rp 3 triliun ( untuk 8.450 kelurahan sekitar @ Rp 300 juta per tahun ) maka PP tsb harus diperbaiki agar klop ( dana ini juga bisa digunakan untuk membangun sarana olahraga di tiap kelurahan untuk mencetak bibit unggul atlet yang mengharumkan nama Indonesia ).

Jika ada siang tentu ada malam. Jika ada wanita tentu ada pria. Begitu pula kebijakan publik, ada pro dan kontra. Bahkan ada yang menuduh Jokowi pencitraan ( elit asbun lagi ). Usul Dana Kelurahan ini diajukan 23 Juli 2018 saat silaturahmi walikota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Lalu, pada 19 Oktober 2018 saat seminar teknologi tepat guna untuk desa dan kelurahan, usulan Dana Kelurahan juga disuarakan.

Alkisah, Aryo Bimo, walikota Bogor dari PAN, wakil Apeksi, bersama walikota Jambi dalam sesi pagi, menemui presiden Jokowi di Istana Bogor. Sesi siangnya, walikota Tangerang, Airin, ketua Apeksi, juga menemui Jokowi untuk konsultasi pemerintahan dan usulan Dana Kelurahan. Karena ini aspirasi dari garda terdepan pelayanan publik ( kelurahan, mewadahi ketua RT dan ketua RW yang 24 jam sehari, 365 hari per tahun, mengurusi segala tetek bengek persoalan warga ) maka presiden memasukkan usul ini dalam RAPBN 2019 yang tengah dibahas di DPR RI.

Karena kejujuran di negeri ini masih belum bisa tegak sendiri maka perlu dibuat sistem pendistribusian dan sistem pengawasan yang baik. Ada pendampingan dari kemendagri/ praktisi/ ahli seperti halnya tenaga pendampingan/ babinsa/ praktisi di desa ( punya otonomi ) agar juga tak gagap ( tak trampil dan transparan mengelola ) dapat kucuran dana besar atau masuk bui KPK.

Makin dekat dana negara dengan rakyat pengguna yang ( berkepentingan ) pro-aktif dengan jalan bagus, fasilitas terpelihara di lingkungannya, makin ketat pula pengawasan dana tsb. Warga dan ketua RT dan RW, juga DPRD turut mengawasi implementasi Dana Kelurahan ini.

Jika usulan Dana Kelurahan berasal dari bawah, maka usulan ini bukan upaya pencitraan presiden Jokowi. Sudah waktunya, kantong- kantong kekumuhan di perkotaan ikut bersolek menyambut wisatawan dan delegasi negara sahabat yang datang berkunjung jika ada annual meeting lagi ( siap-siap juga kalau jadi tuan rumah Olimpiade 2032 yang anggaran dan besarannya 5 kali lipat Asian Games 2018, harus mengerahkan 11 kota untuk 5 kali 17 ribu atlet dari 193 negara. Plus 5 kali 70 ribu wisatawan mancanegara ). Visi 2032 ini pencitraan Indonesia. Nation branding kita untuk diperhitungkan sebagai pemain kelas dunia. Top 4. Fantastic Four. So, Dana Kelurahan YESS !!

AM IMF WBG: Rp 567 miliar, investasi ?

Pertemuan 3 tahunan ( sejak 2006 ) yang tahun ini di Indonesia ( 7-14 Oktober 2018 ) dihadiri lebih 36.000 undangan ( para pemimpin negara, menteri keuangan, gubernur bank sentral, pemimpin korporasi, ekonom, akademisi, lembaga swadaya ) dari 189 negara. Biaya peyelenggaraan Rp 567 miliar termasuk yang terendah bila di bandingkan di Peru yang mencapai Rp 2,5 triliun. Apalagi jika terealisasi potensi investasi sebesar Rp 200 triliun yang masuk ke BUMN-BUMN.

Selama meeting mereka diberitahu peluang investasi di Indonesia ( termasuk beresiko kecil, rupiah termasuk mata uang terbaik di Asia ) dan melihat anjungan sederet BUMN yang kompetitif. Selesai meeting, para tamu diajak mengunjungi destinasi wisata sekitar Bali dan mengunjungi lokasi bencana ( Lombok, Palu ) melihat bagaimana kesigapan pemerintah menanggulangi dan solidaritas kemanusiaan membantu proses tanggap darurat di sana.

Sebelum meeting, direktur pelaksana Christine menyumbang Rp 2 miliar untuk korban gempa. Sebagian undangan belum pernah ke Indonesia, sehingga diharapkan multifier effect pertemuan ini lebih besar ( manfaat yang dipetik lebih besar dari biaya yang dikeluarkan ).

Indonesia mengusulkan asuransi bencana. Gempa di Sumenep, Situbondo, 6,3 SR dini hari ( 10/10/2018) sempat mengguncang Nusa Dua, Bali, tempat meeting AN IMF-WBG namun peserta tetap bertahan dan kegiatan jalan terus.

Berkat asuransi bencana sejak tahun 1949 ( terakumulasi Rp 100 triliun ), Jepang bisa segera pulih dari tsunami tahun 2011 yang menghancurkan sejuta gedung dan fasilitas umumnya. Klaim asuransi senilai Rp 125 triliun segera cair untuk proses recovery ( tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi ) wilayah terdampak bencana.

Ternyata tak hanya Jepang, dari tahun 1944 sampai 2006 ada Selandia Baru, Korsel, China, Turki, Paris, Meksiko yang ikut asuransi bencana.

( eh, Indonesia kemana aja ? Ini negeri yang Nabi Nuh saja sampai perlu ngungsi ke tempat jauh dengan wahyu Allah. Negeri ini gudangnya bencana alam yang terbesar, Bro..! )

Memang perlu catatan
sejarah kegempaan yang panjang untuk menghitung besarnya premi yang harus dibayarkan. Perusahaan asuransi akan menerima klaim kerugian fisik dan jiwa jika bangunan dan fasilitas sudah dirancang tahan gempa dan mitigasi sudah dioptimalkan. Mereka pasti juga berhitung, sehingga kita harus membenahi perijinan bangunan dan tata kota dengan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya

Menurut BNPB, jumlah kerugian bencana tahun 2004 sampai 2013 sebesar Rp 126,7 triliun. Kata pemirsa EMI, BNPB sudah punya data lokasi rawan bencana di Indonesia ( sekitar 30% wilayah ). Data itu bisa diklarifikasi dan di-update untuk menentukan wilayah mana yang lebih dulu diprioritaskan untuk dicover asuransi bencana sesuai anggaran yang tersedia. APBD-nya juga ditingkatkan jadi 1% untuk mitigasi bencana.

Di puncak acara, kembali presiden Jokowi mengambil ilustrasi dari khasanah film untuk menyampaikan maksudnya. Serial Game of Thrones. Perlu kerjasama dan kolaborasi semua negara untuk mengatasi dampak disrupsi teknologi, ketidakpastian pasar, dan perang dagang saat ini antara AS vs China, agar negara-negara berkembang tak terjepit atau mati sebagai pelanduk di antara 2 gajah yang berseteru. Kritik tajam tapi disampaikan dengan cara santun. Tak ada yang tersinggung, malah hadirin pada standing applaus sampai 2 kali. Waah, Jokowi ‘sesuatu’ banget ya..

( Evil winter is coming.. saya belum nonton filmnya.. maksudnya malaikat maut dari bencana maha dahsyat itu ya..? )

Pesan moralnya, kalau perang dagang dan rivalitas merusak ini diteruskan, maka negara kalah tak punya dana untuk membangun secara berkelanjutan, sungai tak dikeruk, mitigasi tak bisa, gempa-tsunami-likuifaksi segera menelan dan menyapu bersih rakyat yang sudah kelaparan, lari pun tak kuat.

Tinggal AS atau China yang menang, tengak tengok kanan kiri, melihat dunia yang porak poranda akibat ulah mereka. Tak ada lagi yang melakukan pekerjaan kasar mereka yang selama ini disuplai negara-negara dunia ketiga. Tak ada pasar bagi produk ponsel terbaru mereka. ‘Zombie-zombie’ lapar gentayangan memasuki wilayah perbatasan mereka, melahap apa saja yang terlihat ( bukan lagi pengungsi Suriah, Afganistan atau Irak yang masih punya adab sopan, tapi jenis yang buas mengerikan ( manusia bisa melakukan apa saja jika insting dasarnya/ makan tak terpenuhi, lebih rendah dari binatang ).

Seperti cerita saudara saya: sebelum bumi ini dikelola manusia ada bangsa jin yang menguasai dan merusaknya. Ketika manusia diuji menggantikan jin sebagai khalifah di bumi ternyata bangsa manusia ( seperti diragukan bangsa malaikat ) akan merusaknya. Setali tiga uang. Sami mawon. Come on.. we’re better than this.

Prinsipnya tidak sombong, mau mendengar dan introspeksi. Jin setan sifatnya sombong. Manusia diberi kebebasan, bisa lebih mulia dari malaikat, atau pilih lebih rendah dari binatang ( setannya manusia ).

Dari tayangan Khazanah ( Trans7, 6/10/2018 ) saya cukup surprise ketika diberitahu bahwa kayu yang digunakan untuk perahu Nabi Nuh yang terdampar di Bukit Judi dari Pegunungan Aurorat, Turki-Irak-Armenia, berasal dari hutan di JawaTengah dan Jawa Timur. Sebelumnya saya pernah mem-posting di blog ini tentang letusan Gunung Toba yang menenggelamkan Benua Atlantis 74.000 ribu tahun lalu, yang menginspirasi bentuk atap rumah adat Tongkonan di Sulawesi yang seperti perahu ( bentuk ‘aman’ secara psikologis bagi leluhur kita yang pernah menyelamatkan diri masa banjir besar ). Fakta ini seperti menjelaskan, mengapa bangsa kita mewarisi ragam budaya begitu kaya dan bernilai tinggi ( pengikut Nabi Nuh dari peradaban tinggi Atlantis yang adidaya pada masanya ). Juga menjelaskan, keterheranan dosen perancangan saya yang masuk tim pembangunan Sabuga di lembah Siliwangi, ada pipa metal raksasa yang canggih, melintang jauh di bawah pondasi yang akan dibuat tim pelaksana ( jaman kolonial Belanda belum ada teknologinya, jaman sekarang tak tercatat dalam buku sejarah atau arsip pemerintah ). Mungkinkah sisa peradaban Atlantis yang ter-likuifaksi saat gempa vulkanik Toba ?

Fakta kayu dari Jawa ini mungkin bisa juga menjelaskan prediksi pusat dunia kelak di Jawa Barat. Gempa besar memunculkan kembali daratan yang tenggelam ? Dangkalan Sunda. Selat Sunda. Sunda Kelapa ( Batavia/ Betawi, Banten, dahulu termasuk West Java Province ). Wallahu’ alam.

Yang jelas, kita jangan sombong ( Iblis sombong masuk neraka. Ulama sombong paling dulu dibuang ke dasar neraka jahanam. Adam Hawa yang terbius hoax Iblis dibuang ke bumi. Bangsa Atlantis sombong ditenggelamkan banjir besar dan hujan abu bermusim-musim ). Jangan biarkan ada noda sombong sebesar dzarrah pun di hatimu, agama berpesan. Karena itu akan merusak segalanya.

Intinya ? China, USA stop it ! Menang jadi arang. Kalah jadi abu. Allah yang murka bisa mudah menggantikan kita, bangsa manusia dengan bangsa yang lain lagi untuk mengurus bumi. Atau kiamat.

HOAX RS : MULUTMU HARIMAUMU. Rem nafsu sebelum mampus.

Usulan Indonesia menjadi tuan rumah AM-IMF WBG sudah diajukan September 2014 ( masa SBY ) dan disetujui parlemen tentang anggarannya.

Jadi, jika kemarin RR dan AA ( wasekjen PDmk ) protes, itu bisa dikategorikan asbun. Jokowi merampungkan apa yang sudah dirintis SBY, ketum partainya AA. Masak gak riset dulu sebelum ngeritik sih ? ( kebiasaan pemalas, ngeritik tanpa crosschek pada sumber kredibel, riset obyektif dan merefer data valid, yang jika terus dibiarkan, kejadiannya bisa seperti PS, FZ, FH dan sejenisnya, yang keburu konpers soal ‘penganiayaan’ RS ( saya lihat aktivis senior ini jika tampil di media kerap meluap-luap, tak lama kemudian dia koreksi setelah ditegur ). Apa belum kapok dengan hoax penganiayaan aktivis RS yang ternyata lebamnya karena operasi plastik ? Di Jakarta pula ( nama bandara Bandung di bawa-bawa segala ). Think carefully, before act.

Kritiklah secara santun, tak sekedar ( nafsu ) menyerang pemerintah. Kenapa ? Bagai menepuk air didulang, akan terpercik muka sendiri. Polda Metro, tolong cek apa ada skenario busuk untuk mengkapitalisasi lagi ? ( menggalang massa penekan seperti keseleo lidahnya Ahok ). AR yang diperiksa kesaksiannya sampai perlu ditunggui 500 pendukungnya ( PA 212 ) sampai pulang ke rumah. Di Prime Time News ( 11/10/2018 ) wakil dari mereka berkilah membangun persepsi pada publik bahwa itu cuma dukungan moral untuk AR ( atau kuatir ditahan ? gantinya HR yang keburu kabur sebelum diciduk polisi karena mangkir diperiksa ). Ahok diperiksa dan dipenjara, kenapa HR tidak mau diperiksa dan dipenjara ? Sederet kesalahan ucap dan tindak anarki sudah diperbuatnya di negeri ini melebihi Ahok. AR tak layak diperlakukan demikian, bela mereka. Haahh ? AR sudah membidani liberalisme ekonomi pada amandemen UUD 1945, mengkapitalisasi keseleo lidahnya Ahok sampai dipenjara, menuduh Jokowi ngibul dengan program sertifikasi tanah, membelah rakyat dengan label pemilih partai setan dan partai Alloh, dst. Apa mereka tahu bedanya manusia dengan setan ? Jin dan setan punya sifat sombong, merasa lebih tinggi dari manusia.

Ideologi takfirisme yang dianut ex-HTI, PKS dan dibela PA 212 yang mencap kelompok di luar mereka itu kafir dan harus dibasmi adalah contoh kesombongan itu. Mengklaim paling benar, AR benar, HR benar : jadi sebenarnya siapa yang setan ? Kalian ? ( gerombolan sombong berjubah agama yang tak mengajarkan kebaikan, istilah Rhenald ). Ini logika aneh yang pernah saya bilang. Apapun yang berasal dari kelompok mereka itu benar ( seolah malaikat yang tak pernah salah ). Apa pun yang berasal dari luar kelompok mereka itu salah ( ini destruktifnya takfir, bikin negara di mana-mana gaduh oleh kehadiran mereka yang egois ).

Data obyektif dari riset netral pun dijungkirbalikkan demi kepentingan elektoral dan pembenaran versi mereka. ( penganut khilafah yang takfir tak mengakui institusi kelembagaan dalam demokrasi Pancasila. Tabir takfir di mata mereka membuat semua yang mereka lihat dari negeri ini salah. Ini negeri salah, celoteh mereka di medsos. Padahal takfir-nya yang salah. Itu sebabnya, Polri dan Densus 88 yang garda terdepan ketertiban umum jadi bulan-bulanan olok-olok MCA, 212, ex-HTI dan teroris yang tak mengindahkan hukum Indonesia. Dituduh tebang pilih, pengalihan isu, ditembak kekurangannya, didiskreditkan kapolrinya, dirusak reputasinya dengan aneka modus dan drama seperti ‘drama AR’ agar rakyat meragukan alat keamanannya, sehingga mereka leluasa menyebarkan doktrin sesatnya, lalu negara chaos sesuai keinginan Imperium yang akan menikmati sumber energi dan proyek rekonstruksi seperti yang sudah mereka praktekan di Timur Tengah. Penganut takfir yang bego mungkin tak mau/ mampu mencerna pola basi ini. Mereka begitu dibutakan dengan ilusi khilafah, sehingga kita yang masih waras harus pro-aktif mencegahnya, dengan kontra narasi, pantang menyerah dan pantang lelah.

Aliran dalam Kristen, menurut seorang Romo, ada yang menjustifikasi kebiadaban Israel di tanah Palestina. Merekalah para ZSM ( Zionis Sawo Matang ) di negeri ini yang kerap membela AS dan Israel dengan segala diskriminasi dan kebrutalannya ( seperti seorang komisioner HAM yang mengejek presiden ( soal bendera bintang Daud di gereja Papua yang disumbang Israel ) dan menlu yang sudah bertindak benar dengan politik bebas aktif Indonesia ( menolak koalisi Arab Saudi menyerang Yaman ). Setahu saya, organisasi HAM ini LSM, bukan lembaga pemerintah. Waspada dengan sepak terjang mereka yang sering mengerdilkan pemerintah. Cek donaturnya siapa ?

So, dengan kompleksitas masalah di Indonesia, kita juga masih harus menghadapi 2 ekstrimis bodoh dari arah berlawanan dengan agenda setting masing-masing ( yang bisa jadi di hulunya didanai pihak yang sama/ Imperium- AS-Israel. Devide et impera seperti jaman Belanda dulu ). Siapkan stamina anda dan cermatlah bertindak.

Ingat, setingginya bajing melompat, akhirnya akan terjungkal juga. Sebanyak-banyaknya bohong, akhirnya akan terbongkar juga. Orang tak lagi percaya, apalagi menitipkan amanat. Itu pendapat saya tentang terpuruknya PAN sekarang di tangan AR yang lebih domInan dari ketumnya ZH.

Dalih ‘dukungan moral’ ( tekanan massa ) setiap orang yang ‘diberhalakan’ ketika menghadapi masalah hukum bisa jadi preseden buruk di masa depan kalau dibiarkan. Supremasi hukum vs supremasi gerombolan penekan, jangan terjadi lagi pasca Ahok. Aparat penegak hukum harus tegas dan berani ( Insya Allah, Tuhan melindungi ). Semua orang sama kedudukannya di mata hukum. Jika Ahok atau siapa pun tak disertai massa ketika diperiksa, maka AR, HR dan siapa pun dari kelompok takfir juga tak disertai massa ( kalau 5 pengacara untuk kasus yang diancam 5 tahun penjara atau lebih, silakan mendampingi tersangka kalau mau ). Itu baru namanya tidak tebang pilih. Habis adil terbitlah damai.

Kembali ke soal RS : play victim para elit asbun, aneh ya.. merasa korban tapi kok ( nafsu ) konferensi pers menyebarkan hoax ? Bukannya croscheck first dan meredam ketegangan seperti yang dilakukan Megawati dulu, dan ketua suporter Persib dan Persija sekarang ( jika kekerasan di GBLA kemarin menginspirasi RS mengkambing hitamkan Bandung, kota saya, atas permak wajah tuanya ( 70 tahun ) di Jakarta. Siapa ‘setan’ yang membisiki RS sebenarnya ? Yang nuduh kita setan, kemarin ? Setan nuduh setan ? ).

Oposisi bukan negarawan kalau begini. Lebih mengejar elektoral ketimbang kebenaran dan kesejukan. Coba, kalau tak terbongkar polisi, kalian oposisi akan mengerahkan massa 212 lagi kan ? Nafsu konpers menunjukkan gejala itu ( mengkapitalisasi ). Mulutmu buayamu.

Bawaslu menerima aduan dari 3 pihak soal hoax RS yang anggota TKN PS-SU saat kejadian ( hatespeech tentang Bandung dan kubu JW-MA yang berupaya didiskreditkan agar ratingnya anjlok ). MKD DPR RI juga terima laporan ( FZ, FH, MAS, RM diadukan ).

Saya mengapresiasi pengakuan jujur RS ( setelah menggelinding jadi bola raksasa ) dan minta maafnya ke publik ( khususnya Bandung ). Tapi kita perlu memastikan mereka benar-benar jera melakukan pembodohan publik untuk kesekian kalinya karena tak pernah kena batunya, dihukum dan kapok. Agar tak ditiru generasi timses dan pendukung berikutnya. Peringatan untuk jaga mulut next time.

Allah, setahu saya, memberi warning bertahap. Jika sudah diberi kerikil beberapa kali masih juga tak hati-hati melangkah. Next step, batu bata yang melayang ke mulut ! ( Mampus, tahu.. )

UPDATE TSUNAMI PALU, LIKUIFAKSI SIGI, GEMPA DONGGALA.

Tanggap darurat di Palu, Sigi dan Donggala diperpanjang dari 13 sampai 26 Oktober 2018, karena November akan dimulai tahap rekonstruksi yang memakan waktu sekitar 2 tahun. Pemerintah tengah membuat tempat hunian sementara dari kayu ( selesai sekitar 2 bulan ) untuk para pengungsi selama menunggu kelar rumah mereka yang baru dekat aktivitas perekonomian mereka. Wapres Jusuf Kalla ( ketua PMI ) yang memimpin pemulihan ini, mengajak sekjen PBB melihat lokasi desa yang lenyap ditelan bumi ( likuifaksi sebenarnya juga terjadi di tsunami Aceh dan gempa Flores, tapi baru di Palu dan Sigi yang begitu mencengangkan : 744 rumah mendadak lenyap terbenam lumpur. Pohon-pohon tidak patah atau tumbang, tapi bergesar sejauh 3 km bersama seisi desa ! Aneh tapi nyata ).

Patahan lempeng bumi sebesar kacang ijo saja sudah sedahsyat itu kejadiannya, apalagi tumbukan Bigbang ketika alam semesta dibentuk. Energi Allah pasti Maha Dahsyat ( makanya saya takut sama Allah. Kena TB saja saya sudah keok. Ampuuunn.. ya Gusti Allah. Jauhkan saya dari bencana-Mu dan amarah-Mu. Bimbing kami, bangsa Indonesia, ke dalam ridho dan perlindungan-Mu dunia akhirat. Amiiin..)

PP 43/2018 : PUBLIK SIAP LAWAN KORUPTOR !

Dari menteri, ketua dewan, anggota DPR, gubernur, walikota dan bupati korupsi, kata pemirsa EMI ( 11/10/2018 ). Rakyat tidak korupsi, sambungnya ( karena KPK memang memburu penyelenggara negara ). Maka rakyat/ publik perlu dikerahkan untuk memberantas korupsi. Kami dukung PP 43 ini, tak penting soal imbalan 200 juta-nya. Yang penting, pelapor diberi perlindungan hukum dan fisik ketika mengadukan korupsi pejabat negara, pungkasnya menggebu-gebu.

PP yang ditandatangani presiden Jokowi 17 September 2018 lalu memang melibatkan publik dalam pemberantasan korupsi. Yang melaporkan tipikor ( pada KPK, Polri, Kejaksaan Agung, Satgas Anti Pungli ) dengan bukti pendukung yang kuat akan diberi piagam, premi dan atau hadiah uang sampai Rp 200 juta.

Upaya pemerintah dan spirit pemberantasan korupsinya patut diapreasi. Tapi, itu baru satu langkah, kata Uceng ( Zainal Mochtar, peneliti PUKAT- UGM ). Perlu dibarengi langkah-langkah lain dan sinergitas antar lembaga penegak hukum. Jangan sampai koruptor dihukum ringan ( seperti sekarang, rata-rata dihukum 2 tahun penjara ). Belum lagi, potensi merebaknya hoax, pencemaran nama baik, kegaduhan di tahun politik ini ( jika rakyat tak diedukasi cara pelaporan yang baik, prosedur untuk mendapat perlindungan fisik dan hukum, yang belum diatur di PP tsb ).

Lihat MA, setelah hakim Artidjo pensiun, kasasi dan PK kembali marak. Padahal seharusnya koruptor dihukum berat dan dimiskinkan ( plus dihukum mati jika korupsi dana bencana dan korupsi yang kedua kalinya ). Sampai tertanam kuat di benak orang kalau korupsi itu bikin orang miskin dan mati !

( gak jaman lagi korupsi bikin kaya dan dihukum ringan di sel luas semewah hotel, cepat bebas karena remisi diobral/ beda tipis dengan kejahatan biasa, boleh nyaleg dan nyalon, dadah-dadah ngengir bebal karena tangan tak diborgol, lalu masuk mobil bagus, dikawal aparat keamanan, masih terima gaji dan bonus pula dari kantor, dst. Mestinya, CNPS dan pegawai yang dipromosikan menandatangani surat perjanjian, jika ia korupsi ( tersangka KPK 99% masuk bui ) ia siap diberhentikan. Sejak tersangka korupsi, gaji PNS tsb mestinya langsung distop ( bisa dikembalikan jika ia nanti tak terbukti. Daripada uang negara terus digelontorkan sekian lama tak tahu sudah inkrah, karena kurang kordinasi antara hakim, jaksa dengan BKN/ BKD, keburu uang menguap, susah ditarik kembali. Rugi dua kali. Uang rakyat sudah dikorupsi, masih juga harus menggaji si koruptor ).

Sinergi antar lembaga untuk mengeliminasi praktek-praktek pemanjaan koruptor tsb agar pelaku jera dan Indonesia segera masuk 1/3 negara yang bersih dari korupsi. Mati ditolak bumi. Jangan ( lagi ) korupsi. Beranilah jujur dan bersih.

DANA SAKSI PARPOL DI PEMILU 2019. Boros lebay..

Dana 2 saksi ( @ Rp 200.000 ) per parpol ( 16 partai ) di 850 ribu TPS Pemilu 2019 ( sampai sebesar Rp 10 triliun ), diajukan Komisi 2 DPR RI kemarin ( Prime Time News, 18/10/2018 ). Ada yang menyebut Rp 3,9 triliun untuk dana saksi, satu saksi per parpol ( EMI, 20/10/2018 ). Tapi itu mungkin belum termasuk 34 anggota DPD dari 34 provinsi, yang tentu tak ingin ketinggalan jika dana saksi digelontorkan untuk 16 parpol. Syarat anggota DPD: bukan anggota parpol ).

Permintaan dana saksi ini juga tak ada dasar hukumnya di UU Pemilu. Pemirsa EMI, Nugroho dari Jakarta, bahkan mengusulkan parlemen treshold 10% ( 2-4 partai di parlemen ) sehingga tak ada partai gurem yang sampai ngemis dana saksi ke negara, lalu jadi tak independen/ mandiri. Prinsip Nasdem : sesedikit mungkin tergantung pada pihak lain, agar bisa tetap kritis memperjuangkan idealisme, bukan pragmatisme.

Bung Jaka, redaktur Media Indonesia, mengatakan, Meksiko yang menggelontorkan dana sampai 135 juta USD untuk parpol ( 75% biaya parpol ditanggung negara ) tapi toh urutan indeks persepsi korupsinya :
123 dari 176 negara. Malah Selandia Baru ( negara tak menanggung biaya parpol ) yang du urutan 2 terbersih di dunia dalam indeks korupsinya. Ini contoh, tak ada korelasi bantuan dana parpol dengan urusan bersih dari tindak korupsi. Ini soal mental SDM yang direkrut partai.

Jangan sampai orang lebih milih bikin partai yang nyedot pajak rakyat daripada bikin perusahaan pencipta lapangan kerja dan bayar pajak ( karena keenakan dapat duit gratisan, apalagi kalau cuma makan gaji buta dengan 5 D atau jadi mafia anggaran dan digaruk KPK. Mental pengemis dan mental maling jangan masuk parlemen lagi. Telitilah dalam mencoblos di pemilu 2019 ).

Partai Nasdem menolak usulan itu dengan argumen : semua partai yang sudah terverifikasi di KPU dianggap mampu mengikuti kontestasi pemilu, termasuk menyediakan saksi di TPS. Apalagi sudah ada Bawaslu hingga TPS sejak pilkada 2018. Lagi pula dana partai ( seribu per suara dari negara ) masih tak jelas/ transparan laporan pertanggungjawabannya dari parpol. Saat ini negara lagi butuh dana banyak untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Lombok, Palu, Sigi, Donggala pasca bencana, kata pengurus Nasdem. Komisioner KPU juga kewalahan jika ditunjuk untuk mendistribusikan dana saksi ( dan mengawasi pemakaiannya/ akuntabilitas ). Mereka sudah repot melatih para saksi dari parpol.

Kalau Nasdem akan meminta pengurus wilayahnya urunan menanggung ongkos kader saksi ke TPS yang bekerja mengawasi jalannya pencoblosan sebagai bagian tugas kepartaian. Pemirsa EMI mengusulkan caleg iuran di dapilnya masing-masing, karena 16 parpol tidak selalu punya calon di TPS, sehingga dana triliunan ini bisa menguap tak jelas rimbanya lagi. Mubazir..

Pemerintah tolak saja usulan Komisi 2 ini ( empati dong, korban bencana lebih membutuhkan dana triliunan ini agar segera recovery ). Parpol bisa rundingan dengan Bawaslu soal saksi dari parpol ikut mengawasi. Atur yang baik dan akuntable ( anggaran Rp 8 triliun Bawaslu masih cukup, apalagi kasus kakap kurang pro-aktif ditindaklanjuti. Mahar Rp 1 triliun SU, Hoax RS, seruan politik #Ganti Presiden oleh para bocah di bawah umur ). OK ?

KEBAKARAN HUTAN MARAK KARENA EKSEKUSI TERTUNDA. Saksi ahli digugat ?

Ini dia biang kebakaran hutan yang mempermalukan Indonesia di mata negara tetangga. Korporasi yang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan. Ketika saksi ahli memberikan pendapat obyektif sesuai ilmunya lalu dipakai hakim untuk menetapkan korporasi itu bersalah, saksi ahli tsb justru yang digugat korporasi ke pengadilan dan gugatan itu diterima hakim. Lho ?

Modus gugat saksi ahli ini menimpa guru besar IPB yang digugat PT.JJP di pengadilan Jabar yang menuntut ganti rugi Rp 510 miliar ( setelah JJP divonis hakim bayar ganti rugi Rp 491 miliar. Kalau menang surplus Rp 19 miliar, dong ). Itulah carut marutnya penegakan hukum negeri ini, sehingga pembalakan liar dan pembakaran hutan terus terjadi. Gak ada matinye.

Hakim seharusnya menolak gugatan JJP, karena saksi ahli dilindungi UU no.31 tahun 2014 ( Perlindungan Saksi dan Korban ). Saksi ahli memberi keterangan dan pendapat pakarnya yang tak mengikat siapa pun. Jika kemudian hakim memakainya sebagai bahan pertimbangan keputusannya, maka saksi ahli tak bisa dikriminalisasi ( agar tak jadi preseden buruk ke depan, saksi ahli ogah datang memberi perspektif keilmuan yang relevan atas peristiwa kriminal yang disidangkan, padahal hakim tak tahu segalanya ).

Setahu saya, bukti yang bisa digunakan di pengadilan : saksi peristiwa ( wajib hadir ), saksi ahli ( tak wajib hadir ), keterangan terdakwa, benda korban dan pelaku terkait peristiwa, keputusan pengadilan sebelumnya dan rekaman/ sadapan penyidik.

PT.MPL yang sudah divonis MA Rp 16,2 triliun, tak juga dieksekusi karena mereka melayangkan gugatan PK yang tak jelas prosesnya sampai sekarang, sementara hutan kita terus dibakar, karena para pelaku tak jera ( hukuman hanya sebatas keputusan di atas kertas, tak segera dieksekusi, sampai publik lupa ) dan perusahaan berikutnya tak takut membakar hutan karena bisa meniru modus mengelak hukuman tsb.

Selama ini negara lebih sering kalah dari para pembakar karena modus tsb, plus tidak sigapnya jaksa, hakim, mengeksekusi putusannya yang inkrah. Mestinya, eksekusi segera dilaksanakan sebelum pembakar sempat atur nafas, atur siasat, dengan sisa uang yang belum diambil negara, untuk kongkang-likong dengan APH atau balik gugat. Eksekusi putusan mestinya tetap jalan meski pembakar menempuh kasasi atau PK, apalagi kalau itu cuma modus berkelit.

Ini soal paru-paru dunia dan penyebab banjir, longsor di musim hujan, juga kekeringan di musim kemarau karena hutan gundul, Bung. Ribuan nyawa yang terancam tewas oleh melempemnya penegakan hukum dalam isu lingkungan hidup dan kelestarian hutan.

Kapolri, Jaksa Agung dan KPK harus bantu negara ( diwakili KLH Kehutanan ) untuk mengeksekusi putusan Rp 491 miliar JPP sebelum uang itu dipakai mereka untuk menggugat guru besar IPB ( saran pemirsa EMI, 16/10/2018 : KLH bisa pakai saksi ahli dari perguruan tinggi lainnya, tak cuma almamater bu menteri saja ).

Begitu pula putusan inkrah MA Rp 16, 2 triliun itu. PT.MPL dieksekusi Rp 16,2 triliun ( untuk pembalakan 5.680 hektar dihukum Rp 12 triliun dan kerusakan hutan 1.873 hektar dihukum Rp 4 triliun ) oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru ( vonis jatuh pada 18/8/2016 ) 2 tahun lalu. Meski sudah 4 kali disurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, namun putusan tsb tak kunjung dieksekusi, dengan alasan tergugat sedang mengajukan PK. Padahal MA sudah menetapkan bahwa eksekusi tetap berjalan meski tergugat mengajukan Peninjauan Kembali.

15 kasus pembalakan hutan dengan nilai Rp 17, 6 triliun sudah dimenangkan KLH, tapi percuma jika tak dieksekusi. ( EMI, 19/10/2018 )

Ketua PN Pekanbaru mestinya melaksanakan putusannya, dengan melayangkan surat pada tergugat. Dalam 8 hari jika kerugian negara tak dibayar tergugat maka ketua PN bisa meminta panitera mengerahkan juru sita untuk mengambil dana dan aset PT.MPL. Jika bisa tertunda sampai begitu lama, ada apa sebenarnya ? ( PPATK cek rekening ketua PN/ hakim perkara dan pengacara/ pihak tergugat ), usul pemirsa.

Setiap keputusan pengadilan punya kekuatan eksekutornya sendiri. Putusan pengadilan negeri yang tak diajukan banding ke pengadilan tinggi dianggap sudah berkekuatan hukum tetap. Putusan Pengadilan Tinggi yang tak diajukan kasasi ke MA dianggap sudah berkekuatan hukum tetap. Putusan MA yang tak PK juga begitu

Ketua MA bisa mencopot ketua PN yang sudah 2 tahun tak mengeksekusi putusannya.

Ambil aset PT.MPL dan hukum badan ( penjara ) mereka jika duit masih kurang untuk menutupi kerugian negara ( memadamkan api, reboisasi ) dan rakyat yang terdampak ( penyakit ISPA, biaya pindah ).

Momentum negara yang menang dari pembakar hutan kali ini hendaknya dioptimalkan untuk menjerakan pelaku dan menakutkan calon pembakar lainnya. Hakim jangan menerima gugatan ( terhadap saksi ahli ) salah alamat ini.

Semoga kebakaran hutan bisa diminimalisir dengan tindak cepat sinegis antara APH dalam mengeksekusi putusan hakim. Sehingga kita tahu di mana muka kita harus ditaruh.

EMA SUMARNA UNTUK SEKDA KOTA BANDUNG ?

Dari siaran Kilas Bandung PRRSNI kemarin terungkap silang pendapat tentang calon yang lebih tepat mengisi jabatan sekda. Gubernur Emil minta Walikota Oded segera melantik Benny yang diajukan kemendagri, karena Emil merasa sebagai perpanjangan pemerintah pusat. Sedang Oded didesak ASN di bawahnya yang ingin meneruskan tradisi posisi sekda diisi pejabat karir ( senior mereka ) di lingkungan pemkot Bandung. Oded pun berani melayangkan surat ke kemendagri untuk mengganti Benny dengan Ema Sumarna ( yang rajin mengingatkan warga Bandung untuk bayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah itu ). Ema juga satu dari 2 kandidat yang disodorkan jadi sekda masa duet Ridwan Kamil – Oded M. Danial mengelola Bandung.

Masa-masa awal kepemimpinan walikota Emil, seingat saya, sulit mendapat ASN yang memenuhi standar kualitasnya yang tinggi di internal pemkot, sehingga beberapa jabatan, seperti ketua satpol PP, kemudian dilelang untuk mendapatkan yang terbaik.

Menurut saya, Ema cukup baik di posisi sekda jika ia bisa netral selama tahapan pemilu 2019. Jika Ema bisa seperti Kang Emil yang memilih menyalurkan aspirasi politiknya secara pribadi ( mendukung Jokowi dengan berkampanye ) di luar hari kerja dan tak menggunakan fasilitas negara termasuk baju dinas gubernur, buat saya sebagai warga Bandung sih fine-fine saja.

Prinsipnya, ASN termasuk sekda, harus netral di lingkungan kerjanya, dan profesional bekerja untuk seluruh warga Bandung. Remeh temehnya, mengganti calon dari pusat dengan calon dari daerah ( usulan ASN pemkot ) yang terkesan membangkang intruksi atasan. Demi kedamaian banyak pihak, pusat bisa mengalah sesekali. Semoga Oded dan ASN Pemkot tak mengecewakan kita semua.

KURMA ZAITUN PALESTINA TERTAHAN DI RAFFAH. Mesir, OKI/ OPEC, Rusia, Muslim AS perlu dilobi.

Menurut EMI ( MetroTV, 17/10/2018 ) pada September 1944, Syekh Muhammad Amin dari Palestina menyuarakan dukungan kemerdekaan Indonesia ke publik internasional ( embrio ) baru disusul Mesir negara yang sudah berdaulat, mendukung kemerdekaan RI. Itu sebabnya Indonesia selalu ada untuk Palestina, kata menlu Retno. Suara Indonesia di PBB adalah suara Palestina. Di Bandung dan Jakarta kemarin ada acara lari untuk solidaritas Palestina yang dihadiri menlu Palestina.

( Palestina sudah mendeklarasikan diri sebagai negara, tahun 1988, tapi secara de facto sampai hari ini ( pasukan ) Israel masih menguasai wilayah Tepi Barat ( markas faksi Fatah ), dengan patroli rutin. Sedang wilayah Gaza ( markas faksi Hamas ) tempat Rumah Sakit Indonesia berada tidak dipatroli pasukan Israel tapi dibatasi pintu keluar masuknya ( di Raffah ) dengan menekan pemerintah Mesir ( ingat tergulingnya presiden Mubarak dan silih bergantinya pemimpin sesudahnya ? Tentara Mesir seperti cabang tentara AS di negeri Firaun itu. Tentara Arab Saudi juga dilatih tentara AS dan memborong senjata produk AS untuk menghentikan pengaruh Iran di Yaman yang menjadi musuh utama Israel di Timur Tengah.

( dua dokter MER-C bergiliran berjaga di sana/ guest house RSI Gaza, kata J.R.Jurnalis, ketua presidium MER-C. Mesir melakukan buka tutup pintu Raffah secara ketat, sehingga keluar masuknya bantuan, obat, relawan/ dokter, pengungsi Palestina, sangat terbatas. 30 dokter dan relawan Indonesia yang pernah mencoba masuk Gaza tak diizinkan Mesir, begitu pula bertruk-truk bantuan internasional untuk Palestina, banyak yang tertahan di perbatasan Mesir/ Raffah ).

Sehingga tak heran suara optimis host Wahyu dan redaktur MI Godensius soal kehadiran Indonesia di Palestina ( kurma dan zaitun produksi warga Palestina dikenakan bea masuk 0% ke Indonesia, Unpad dan Forum Rektor Indonesia memberi bea siswa bagi 2000 warga Palestina, bantuan 2 juta USD per 3 tahun untuk capacity building SDM Palestina, dsb ) direspon suara lesu Jurnalis di ujung telpon..

( sangat beda dengan suara antusiasnya bertahun lalu ketika Jurnalis merintis RSI di Gaza. Nada suara seperti ini juga saya dengar dari suara BS, wartawan olahraga senior, yang apatis dengan prestasi sepak bola Indonesia juga raihan medali Asian Games para atlet kita, sebelum bertanding. Juga sederet senior lain yang kalah dengan keadaan yang tak kunjung beringsut dari kondisi suramnya ( majalah Tem** yang sejak SMA saya lahap tiap halamannya, kini sudah tak saya lakukan. Ruhnya sudah hilang, istilah Rhenald. Dahlan Iskan sudah tak lagi nongkrongi JP. Goenawan Mohammad tak lagi nongkrongi Tem**. Belum ada figur sekelas yang berhasil diregenerasikan. Apalagi sekarang sudah generasi digital, makin sulit meningkatkan oplah ( baca : gaji jurnalis berkelas ).

Suara lesu tak menginsipirasi dari para pejuang masa lalu. Itu sebabnya perlu rotasi dan estafet dengan anak muda yang masih energik membuka cakrawala. Antusiasme muda bisa mematahkan ‘vonis’ realistis senior kenyang asam garam kehidupan. AG & APG 2018 mematahkan prediksi lesu wartawan BS. Itu sebabnya, Bung Karno perlu 10 pemuda untuk mengguncang dunia ).

Pemirsa EMI menyarankan pemerintah Indonesia melobi pemerintah Mesir untuk lebih berani membuka pintu Raffah untuk peningkatan kapasitas layanan RSI ( truk berisi 30 dokter, relawan, obat, peralatan medis, nutrisi sehat ) dan dana bertahan hidup warga Palestina ( truk zaitun, kurma, produksi rakyat Palestina ). Indonesia bisa melobi OKI dan OPEC untuk meng-embargo minyak bumi bagi Israel ( Rusia yang kini produksi minyaknya lebih banyak dari Arab Saudi juga jangan menjual minyak ke Israel. Rusia, Iran, Lebanon, Suriah dan Indonesia dalam satu kubu membela Palestina ). Negara Teluk/ Arab lainnya dalam pengaruh AS – Israel. Mereka takut di-embargo AS seperti Iran dan Korut atau diserbu seoerti Irak dan Libya.

Muslim AS juga harus gigih melobi pemerintah AS yang selama ini dilobi pengusaha Yahudi ( sudah ada pesantren Nusantara dan TV Islam di AS ) agar pintu Raffah dibuka untuk kepentingan kemanusiaan, dan mendesak pemerintahan Trump untuk mematuhi Resolusi PBB ( terutama batas wilayah Palestina tahun 1947 yang diserobot Israel ), juga mendukung pengiriman Pasukan Perdamaian PBB atau pembentukan Koalisi Pasukan Muslim untuk menjaga batas wilayah yang sudah ditetapkan PBB tsb. ( kita juga sedang menolong rakyat AS yang selama ini juga dihisap dan dikendalikan lobi zionis di Gedung Putih )

Semoga jurus 4 arah ini bisa bikin keok Israel dan membuatnya mematuhi resolusi internasional tsb. Amiin. ( dan pak Jurnalis bisa senyum, antusias lagi ).

KONFERENSI PR : RISET OPINI PUBLIK & BIG DATA. Mau nimbrung?

27-30 November 2018 waktu konferensinya di Prama Grand Preanger Hotel Bandung, Jalan Asia Afrika No. 81, Bandung. 30 Oktober 2018, batas submit makalahnya ( akan ter-index di jurnal internasional bergengsi/ Scopus, Unpad, Kominfo ).

Biaya seminar Rp 2 – 2,5 juta per orang ( kata Tri Damayanti, kandidat doktor dengan disertasi Nation Branding, yang jadi panitia lokal organisasi PR Asia yang bermarkas di Bangkok dan diikuti, China. Korea Selatan, India, dsb ) tapi manfaatnya lebih besar dari yang dibayarkan, promo Tri.

Cara mendaftar, masuk ke web anpor.net lalu mendaftar di sana, melalui e-mail tertera. Atau lewat ponsel Tri Damayanti atau telpon radio K-Lite untuk informasinya ( PR Inside, K-Lite FM, 16/10/2018 ). Jika nada sibuk, bisa browse ke web Unpad.

Mendengar paparan Tri kemarin, saya baru tahu kalau salah satu riset para humas/ Public Relation ( PR ) perusahaan adalah 2 pernyataan di akun medsos mereka untuk memancing respon publik, dan akun ber-traffic tinggi para key opinion leader. ( pantas feeling saya, para PR dan motivator membaca blog ini, ada follow up )

Bahwa negara luar melihat kemampuan ( pemerintah ) Indonesia dari opini rakyatnya di akun bertraffic tinggi. Dari situ, mereka memutuskan investasi atau berkunjung ke Indonesia ( menghadiri. even olahraga, annual meeting, konferensi, berwisata, mempercayakan donasi bencana ). Hmm.. ( baru nyaho )

Kalau begitu, kita bisa jadi PR buat tanah air tercinta. Membangun nation branding, kerennya ( ciee.. ). Ayo menulis cerdas dan positif untuk kemajuan Indonesia !

( dari even Asian Games ( 2 minggu ) dan Para Games 2018 ( seminggu ) yang mendatangkan 70 ribu wisatawan manca negara, telah memasukkan Rp 1,8 triliun dan Rp 1,9 triliun ( wisatawan domestik ) ke kas Indonesia , plus perkiraan pertumbuhan ekonomi 5% dalam 3 tahun ke depan ).

DESA VINTAGE, PERHIASAN & KUDAPAN JADUL DI NEGARA MAJU

VOA Dunia Kita ( MetroTV, 14/10/2018 ) mengabarkan Otman, lokasi tambang emas masa lalu yang sempat ditinggalkan penduduknya ( dari 10 ribu jiwa tinggal 300 orang ) dihidupkan kembali menjadi destinasi wisata kental vintage mengingatkan kejayaan Amrik tahun 20-an. Warga jadul yang merasa terasing di kehidupan kota modern seperti menemukan oase jati dirinya, merasa nyaman, tak didikte jadi orang lain lagi. Bisa jadi ide untuk diferensiasi desa wisata di Indonesia, barangkali ?

Ada teknisI Amrik yang mengkoleksi mesin pembuat perhiasan jaman jaya dulu dari berbagai daerah, lalu memperbaikinya untuk memproduksi perhiasan lagi. Kaum wanita senang membelinya karena tertarik keunikannya sekaligus ingin ikut melestarikan tradisi otentik Amerika.

Negeri yang umur peradabannya lebih muda bisa adidaya, apalagi Indonesia yang superpower budaya ( peradaban lebih tua. Masih diperdebatkan yang tertua di dunia itu Mohenjo Daro-India atau nusantara-Atlantis ). Anda bisa bayangkan potensi dahsyat ini jika bisa kita garap serius penuh cinta ? Huge, man.. ( bisa adidaya lagi deh kita setelah era Sriwijaya ).

Warga AS lainnya fokus mempelajari dan memproduksi roti gandum utuh ( whole grain ) yang crispi dan kaya serat tanpa gula, mirip roti-roti jadul yang memang lebih sehat ( tanpa zat aditif ). Semua roti di toko bakery-nya buatan tangannya dibantu 2 asistennya yang juga pencinta roti. Pelanggan datang dari berbagai penjuru, sabar menunggu roti yang proses pembuatannya sampai 36 jam ( dia menggiling dan memilah sendiri gandumnya ). Karya yang dibuat dengan cinta, sulit ditandingi. Terinspirasi melakukannya dengan keunikan anda atau desa anda ?

CLOSING

Presiden Jokowi yang ganteng. Apalagi bagi atlet AG dan APG 2018 yang langsung diberi hadiah Rp 1,5 miliar sebelum acara Closing Ceremony. Thank you, Jokowi.

Ciri orang baik, ia humble, rendah hati ( bukan rendah diri ). Jokowi memperlihatkan itu di tengah hujatan lawan-lawannya yang sombong dan dengki. Dunia mengakuinya dengan standing ovation dan komitmen investasi Rp 200 triliun yang sebagian sudah terealisasi ( tak perlu jauh-jauh road show keliling luar negeri mengundang investor. 189 negara tumplek bleg di Nusa Dua yang dijamu baik-baik dengan dana Rp 567 miliar. Hemat kok )

He’s still the best for us for next 5 years. Agree, people..?

===========

PSSI dibekukan karena ‘sepak bola gajah’ ( pengaturan skor, judi, korupsi ) yang dipertontonkan begitu memuakkan rakyat. Even Asia Games kian mendekat, kita bisa batal jadi tuan rumah kalau masalah PSSI belum dibereskan. Menpora Imam mendengar seruan kita lalu pembekuan dicabut, PSSI dibenahi, Indonesia pun jadi tuan rumah Asian Games dan Para Games 2018.

Dua even olahraga terbesar se-Asia ini lalu dipersiapkan sangat baik oleh pemerintah diwakili kemenpora ( dipimpin Nahrawi ), INASGOC, INAPGOC dan didukung rakyat Indonesia ( termasuk para suporter ‘gila’ nan heboh dan para relawan yang senyumnya sehangat matahari ) sehingga kita masuk 4 besar AG dan 5 besar APG.

Dengan nasionalisme dari olahraga ini kita bisa bahu membahu menangani dampak gempa di Lombok, NTB, tsunami di Palu, Donggala dan likuifaksi di Sigi, Sulawesi Tengah hingga dunia mengapreasi kesigapan kita dan mempercayakan banyak dana dan bantuan. Setelah 2 even Asia dan 2 bencana besar yang tertangani baik, dunia mau datang ke AN IMF WBG Bali dan mempercayakan investasi Rp 200 triliun pada Indonesia. Dengan biaya Rp 567 miliar dari pagu anggaran Rp 855 miliar plus senyum amazing para relawan yang ‘gila’ pengabdiannya, maka dunia kembali mengacungkan jempol untuk Indonesia atas suksesnya penyelenggaraan pertemuan 189 negara tsb. Indonesia emang ‘gila’ kerennya.

5 sukses itu bisa jadi dimulai dari ucapan terima kasih sejak medali pertama yang diraih atlet kita yang dicuitkan Imam di akun medsosnya ( menggambarkan apa yang diucapkan menpora pada para atlet yang berinteraksi dengannya di lapangan sehingga mereka bisa begitu ‘gila’ di arena pertandingan ). Apresiasi positif pada tiap kemajuan kecil. Hasilnya, Indonesia terangkat namanya, diperhitungkan pencapaiannya dan didengar dunia suaranya. Ready to inspiring ? Up to the next level. But first, I need to say, the man of this post is.. Imam Nahrawi.

Written by Savitri

14 Oktober 2018 at 13:58

Ditulis dalam Ragam

Bobotoh PERSIB tewaskan suporter ? Tsunami Donggala & Palu. SDGs vs Thanos. Asian Para Games 2018. Attention please…

leave a comment »

Jembatan Kuning, ikon Kota Palu, setelah diamuk tsunami setinggi 6 meter dengan kecepatan lebih 300 km dalam 12 menit setelah gempa 7,4 SR ( Jumat, 28/9/2018 ). Ingat tentang mimpi buruk dan prediksi musnahnya separuh populasi bumi ? ( oleh bencana alam, perang nuklir atau ‘Thanos’ di luar film Avengers/ Imperium ? ) Buat orang awam dan rakyat jelata, konsep pembangunan berkelanjutan ( dari MDGs ke SDGs ) yang disepakati 193 negara anggota PBB tahun 2015 termasuk Indonesia ( sekjen SDGs ) terasa di awang-awang. Buat apa ? Ya, supaya gak kejadian lagi gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan kota dan melenyapkan begitu banyak saudara dan tetangga seperti di Lombok, Palu dan Donggala. Bangun rumah tahan gempa di zona relatif aman ( jauh dari garis pantai plus tambah dinding penahan gelombang laut dan hutan bakau pemecah tsunami ) dan jangan buang sampah ke sungai yang membawa sedimen ke muara, mengubah tsunami 17 cm jadi 7 meter. Bagaimana rakyat di pelosok sadar bencana dan jaga alam ? Para Avengers ( 5 pilar SDGs ) yaitu, presiden Jokowi/ pemerintah ( diwakili Bappenas, BUMN, BUMD, BUMDes ), perusahaan swasta ( CEO, PR, CSR ), perguruan tinggi, media dan komunitas harus bergerak melaksanakan 9 program tahun ini dari 17 program SDGs yang sudah ditetapkan PBB untuk panduan negara anggota dalam membangun kualitas manusianya ( sehingga tak ada alasan untuk memusnahkan separuh populasi seperti Thanos karena kelangkaan pangan, air dan energi). 17 Sustained Development Goals ( SDGs ) memperbaiki MDGs yang memuat 8 tujuan. Strateginya, perusahaan mengambil satu fokus dari 9 goals itu yang sesuai dengan visi misinya dan punya irisan dengan goals lainnya. SDGs yang dilaksanakan baik melalui program CSR ( diantaranya ) bisa mengangkat reputasi baik perusahaan dan keberlangsungan usahanya. SDGs vs Thanos, begitulah. Semoga Lombok, Palu dan Lombok bisa bangkit dan pulih secepatnya dengan dukungan dan bantuan semua pihak. Amin.

Jembatan Kuning sebelum diterjang tsunami.

Tak ada kemenangan yang layak dibayar dengan kematian suporter, kata atlet. Meski Maung Bandung menang lawan Macan Kemayoran, tapi kita dan Gubernur Emil justru malu. Kenapa sejumlah ( mengaku ) bobotoh ( berkostum ) Persib bisa berubah kriminal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( GBLA ), Rabu, 26/9/2018 lalu? Pemuda 23 tahun ( Haringga Sirla ) , asal Indramayu yang hijrah ke Jakarta dan menjadi suporter Persija alias Jakmania, menyamar ( ada larangan menonton di kandang lawan ) demi bisa menonton langsung dan mendukung tim kesayangannya bermain. Penyamaran itu sayangnya ketahuan ( mengunggah simbol Persija di medsos ), ia langsung dikeroyok 16 remaja ( SD, SMP, mayoritas penonton sepakbola zaman now ) lalu dipukul dengan balok, helm, kaca hingga tersungkur tak bergerak ( tewas dalam perjalanan ke RS ).

Dua dari delapan remaja yang jadi tersangka biadab itu sudah mengaku memukul Haringga. Di antara 16 orang yang mengeroyok, ada anak di bawah umur ( kurang dari 18 tahun ). Miris.. ( apa mereka punya kartu tanda anggota Viking/ bobotoh Persib, atau justru anggota geng motor yang biasa melakukan kekerasan ? )

Sepakbola itu menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan. Olahraga persatuan, bukan pemecah belah rakyat. Kenapa masih terus berjatuhan korban, padahal sudah 67 suporter tewas sejak kompetisi digelar. Jakmania vs Viking/ bobotoh saja sudah 7 tewas. Kenapa menonton bola seperti menyabung nyawa ?

Kekuatan personal ditelan kekuatan kelompok anonim yang mendadak merasa kuat, di atas dan melawan hukum. Setiap orang dalam kerumunan/ gerembolan seolah bisa lepas tanggung jawab karena melakukan kekerasan itu bersama-sama ( sampai anak kecil pun berani menginjak-injak tubuh terkapar itu tanpa belas kasihan ). Orang lain hanya terpaku menonton. Sebagian malah asyik mengabadikan aksi biadab itu dengan kamera ponselnya untuk update status. Kemana gerangan aparat keamanan dan panitia di sekitar stadion ? Kemana hati nurani bobotoh ? Jackmania Persija, Bobotoh Persib, Bonek Persebaya, naha gelut wae ?

( kalian yang terbesar mestinya jadi contoh pecinta sepakbola sejati di Indonesia, dengan tidak merusak esensi persatuan dalam sepakbola. Tidak anarkis. Rivalitas boleh, selama di koridor moral dan hukum. Tidak main fisik tidak rasis dan tidak mengumbar kebencian, terlebih dengan kata-kata kotor menyakitkan terhadap sesama anak bangsa ).

Pemirsa EMI ( MetroTV, 27/8/2018 ) bilang, suporter tak bisa disalahkan sepenuhnya atas tragedi memalukan ini ( khususnya bagi warga Bandung ). Klub sepakbola mestinya menempatkan suporter di tempat terhormat dalam kiprahnya ( tak hanya menarik tiket, merchandise dan dukungan saja ). Adakan pertemuan rutin Q & A ( question and answer ) dan edukasi menarik cara menjadi pendukung yang jempolan. Beri apresiasi yang layak pada para suporter yang bisa tertib menginspirasi sehingga mereka ikut merasa memiliki tim ( termasuk jika klub sampai diskors, mereka akan sekuat tenaga menjaga bobotoh lain tak mengulangi kesalahannya ). Di luar negeri, suporter bahkan bisa memiliki saham klub kesayangannya. Perlakukan mereka secara manusiawi agar para bobotoh pun memperlakukan pendukung klub lawan secara manusiawi pula.

Apa itu sudah terjadi sekarang ? Belum. Suporter masih kesulitan mendapat karcis masuk stadion. Setelah itu diperiksa aparat keamanan secara ketat, digeledah, adu mulut, bahkan berantem dengan pemeriksanya.

( menurut Bu Up** ketua PSSI pernah sampai menampar suporter PSMS Medan, mantan klubnya. Di Mata Najwa ( 26/9/2018 ), ER terlihat defensif ketika dicecar soal kematian Haringga dan anggota Exco yang merangkap pengurus klub ( konflik kepentingan, orang lama masih bercokol ). Jawabannya kurang akomodatif terhadap tuntutan publik. Minimal, jawablah ‘akan saya upayakan bersama tim Exco ya’. Gak ngeles menyebalkan begitu. Berterimakasihlah telah diberi masukan ( masih ada yang mau capek memperhatikan dan sumbang pikiran ). Humble, seperti Najwa Shihab yang sering berterima kasih pada pemirsa setianya sehingga rating acaranya selalu tinggi ).

Suporter bola juga perlu diapreasiasi. Dimanusiakan. Kebayang kan kalau Persib atau Persija sampai main tanpa penonton atau suporter yang memberi semangat ? Hambar. Tapi kalau sebaliknya meneriakkan yel-yel sarkastik menghujat lawan, lalu tak ditertibkan panitia dan aparat, bahkan juga dibiarkan rasis benci di medsos hingga beranak pinak, maka kejadiannya seperti Rabu kelabu lalu, meledak jadi persekusi mematikan, 3 jam sebelum pertandingan. Menyedihkan.

Kompetisi Liga Indonesia lalu diskors 2 minggu atau jangka waktu yang tidak ditentukan agar para pihak bisa menginvestigasi kasus ini dan mencegah terulang kembali. Catatan penting : harus ditindak tegas semua yang lalai dalam peristiwa. ( Rangga, bobotoh Persib, tahun 2012, tewas di tangan suporter Persija tanpa ditindak tegas 3 pelakunya. Sudah 3 bobotoh tewas di tangan Jakmania ). Kedamaian ada setelah keadilan ditegakkan.

Klub ikut bertanggung jawab. Persib dan Persija bisa dihukum bertanding tanpa penonton di stadion hingga sisa kompetisi berakhir. Delapan oknum bobotoh sudah dijerat pasal 70 KUHP/ Penganiayaan bersama-sama yang berakibat korban meninggal dunia ( diancam hukuman lebih dari 10 tahun penjara ).

Pemda Bandung, Jabar, lalu membuat gerakan Sadar Hukum sampai ke tingkat camat dan lurah agar tak terjadi aksi main hakim sendiri di tanah Pasundan ini. Kita ingin melintas aman di mana pun di tanah air tanpa takut dikeroyok massa beringas karena berbeda klub dan pilihan politik kan?

( mungkin sudah waktunya celotehan gobl** dan anj*** dihapus dari kamus gaul anak Bandung. Jauh dari kesan Bandung agamis religius. Polisi cyber dan Kominfo mesti rajin men-take down ujaran kebencian dan rasis di jagad maya. Terbukti di kasus HS, provokasi mulut di tribun dan medsos berujung maut di dunia nyata. Penonton di stadion dan pengguna medsos, mayoritas ABG yang belum kuat nalar dan belum pandai mengelola emosi. Sehingga deteksi dini kekerasan dan antisipasinya seharusnya sudah dilakukan sebelum kejadian menelan korban.

Politisi yang demen nyinyir tiap kalah argumen di parlemen lalu memberingaskan konstituennya mestinya dicatat oleh kita dan Cyber Indonesia agar tak dipilih lagi di kontestasi pemilu. Jejak digital kebenciannya seperti bom waktu yang bisa meledakkan kerusuhan kapan saja.. Makhluk pandir seperti ini jangan diberi tempat lagi. Kerjanya cuma nyinyir. Gak pernah ngaca dan nyadar, bahwa apa yang diperbuatnya turut menyulut kekerasan, karena selalu berlindung di balik kata ‘demokrasi’ atau ‘kebebasan berekspresi’. Padahal sering kebablasan. Kasus parodi ‘potong bebek angsa’ elit Grd vs kader PSI sedang berbalas aduan di Polda Metro. Capek deeh.. meladeni orang bego emang gak bakalan nyambung. Logikanya aneh, apa saja asal dia yang ‘benar’. Itu cuma kamuflase, karena rekam jejaknya ( wataknya ) mendiskreditkan pemerintah/ rival. Buang-buang waktu berurusan dengannya. Lebih baik ngeloyor pergi, matikan atau pindah channel TV tiap dia nongol/ ocehannya ngawur, jangan pilih dia dalam jabatan publik apa pun ( karena jenis ini gak punya kompetensi, model pecundang yang bisanya meninggikan diri dengan merendahkan orang lain ) .Komentator asbun di blog ini juga langsung saya buang ke kotak spam agar komen berikut darinya otomatis masuk spam, tak melelahkan mata saya. Sudah lebih 2 ribu komen sampah. EGP ).

Semoga tim pencari fakta PSSI bisa bekerja independen dan adil. Karena keadilan awal kedamaian.

ASIAN PARA GAMES, 6-13 OKTOBER 2018

Kota Bandung ternoda oleh ulah oknum bobotoh brutal. Padahal baru 3 minggu lalu kita ikut menyukseskan gelaran Asian Games dengan sportif dan berkelas. Lalu 6-13 Oktober 2018 ini disusul Asian Para Games di Jakarta .

18 cabang olahraga. yang akan dipertandingkan di Jakarta dan dipusatkan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ; panahan, atletik, bulu tangkis, boccia. tenis meja, catur, bowling,, bola gawang, judo, bowling lapangan, angkat berat, menembak, renang, bola voli, bola basket kursi roda, anggar kursi roda, tenis kursi roda.

Asian Para Games pada Rabu (5/9/2018) dimulai dengan Torch Relay Parade dan Paralympian Festival of Asian Para Games 2018 yang juga dilangsungkan di beberapa kota, di antaranya Grobogan, Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan DKI Jakarta.

Sejumlah atlet Pelatnas Asian Para Games berlatih fisik di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.. Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018, Jakarta ( INAPGOC )

Sesuai rencana, uji coba Asian Paragames 2018 mempertandingkan lima cabang olahraga dari 18 cabor yang akan dipertandingkan pada Asian Paragames 2018, 6-13 Oktober yaitu atletik, bulu tangkis, renang, tenis meja dan bola basket kursi roda.

Opening Ceremony Asian Para Games yang diikuti 43 negara akan dibuka petang ini ( Sabtu, 6/10/2018 jam 19-21 WIB ) di GBK dengan tema We are One. Setahu saya, tiket nonton opening seharga Rp 25 ribu dan nonton pertandingan Rp 10 ribu per orang, secara online maupun di loket resmi. Selama penyelenggaraan APG 3, bis Trans Jakarta digratiskan untuk para difabel dan Sabtu Minggu gratis untuk warga DKI/ umum. Maskot APG 2018 adalah Momo.

Momo ( motivasi & mobilitas ), Elang Bondol bersabuk khas Betawi, yang bermakna, kita harus tetap melangkah ke depan dan mampu beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan di dunia.

Semoga target masuk 8 besar ( 16 emas harapan pemerintah, syukur bisa masuk 4 besar juga harapan saya ) bisa tercapai. Juga mimpi para atlet punya gym khusus disabilitas bisa terwujud . Amin.

PORDA JABAR DI BOGOR, 1-15 OKTOBER 2018

Menurut siaran LPS PRRSNI ( K-Lite FM, 25/9/2018 ) akan diselenggarakan Porda Jabar 13 di Bogor. ( 1-15 Oktober 2018 ) dimana ditargetkan 948 atlet Kota Bandung meraih 174 medali emas 59 cabor dari 60 cabor yang dipertandingkan. Semoga tercapai dan kembali mengharumkan nama kota berjulukan Paris van Java ini. Amin.

SARANA OLAHRAGA UNTUK INDONESIA JUARA

Dibilang orang, Indonesia kaya sumber daya alam, tapi mental sebagian rakyatnya rakus, korup, malas, gampang puas ( dapat Rp 100 juta, besoknya langsung plesiran atau santai-santai menikmati uang tsb. Jarang nabung untuk hari tua atau investasi masa depan ). Apa iya ? Mari instropeksi.

Pemirsa EMI bilang, China, Korea dan India kurang layak memperlakukan buruhnya. Tiru Jepang soal perlakuan baik pada buruhnya ( sebangsa, setahu saya WNI magang di sana ada yang sampai dihajar balok kayu kalau kerja tak memuaskannya ). Tapi Rusia, China, Korea memang sigap soal baris berbaris pasukan militernya, tambahnya ( EMI, 12/9/2018 )

Atlet China bukan peraih emas mengenaskan nasibnya ; dijauhi media, disebut tak berguna, dicampakkan, dicabut seluruh fasilitas kesejahteraannya. Yang cedera, tak meraih emas lagi, akan terlempar ke jalanan, menggelandang sebagai tunawisma atau kerja serabutan. ( On The Spot, TransTV 11/9/2018 ). Info ini seperti mengkonfirmasi pengakuan pengusaha Tionghoa sebelumnya di radio : kalau mereka ke China tak bawa uang banyak, mereka cuma akan dibuang ke laut. Orang hanya dihargai uangnya, capaian emasnya. Habis manis sepah dibuang. So, Indonesia masih lebih baik. Yang dapat perak dan perunggu masih dapat hadiah uang, disambut, dihargai, disemangati, dimanusiakan.

Apakah rahasia atlet China kerap memuncaki perolehan medali emas dalam even olahraga internasional adalah perlakuan tangan besi itu ? ( nyawamu itu emasmu atau uangmu ). Apa kita bisa memuncaki tangga prestasi internasional dengan perlakuan manusiawi ? ( bukan wajah tegang saja yang terlihat, tapi kita juga ingin terlihat.. bahagia hidup di Indonesia ). So, challenging.. ( how ? )

RUMAH INDONESIA DI EVEN OLAHRAGA INTERNASIONAL.

Salah satu ‘penyumbang’ 31 emas itu Rumah Indonesia di GBK, tempat atlet, fans, suporter, penonton bertemu, nobar bagi mereka yang tak kebagian tiket. Slogan dalam sepakbola, pemain ke-12 adalah suporter, memang benar adanya. Atlet kita memang ‘gila’ ( habis-habisan ), ketika menumbangkan lawan di arena pertandingan Asian Games 18. Suporter kita tak kalah ‘gila’ di tribun penonton. Yel-yel kompak senantiasa dikumandangkan untuk menyemangati para atlet yang tengah berjuang memenangkan Merah Putih. Rumah Indonesia yang menghimpun semangat itu perlu ( akan diadakan, janji panita AG 18 ) diadakan di tiap even olahraga internasional yang diikuti tim Indonesia. Arti kehadiran suporter terlihat jelas di sini. Mereka difasilitasi, dimanusiakan, hasilnya tertib dan juara. Terima kasih para suporter Indonesia. You’re the best !

SARANA OLAHRAGA DI KELURAHAN.

Bandung Juara ( Porda ), sudah. Jabar Juara ( umum PON ), langganan ). Indonesia Juara ( SEA Games ) pernah. Asian Games, baru saja top 4. Olimpiade ? Jalan masih panjang… mendaki dan berliku..

Merintis itu, 131 kelurahan di Kota Bandung perlu sarana olahraga ( LPS PRRSNI, 6/9/2018 ). Mereka belum cukup dana untuk membangun sendiri. Satu Rukun Tetangga ( RT ) terdiri sekitar 100 KK, hanya 70 KK yang rutin bayar iuran RT sebesar Rp 40.000 per bulan untuk menggaji tukang angkut sampah ( Rp 800 rb – Rp 1,5 juta per orang ) dan tenaga keamanan, uang duka, sumbangan untuk warga sakit, dll ( Bendahari RT, 6/9/2018 ).

Bibit atlet ditanamkan sejak dini ( postur, otot, refleks, mental, stamina ) di sarana olahraga lingkungan terdekat ( desa/ kelurahan ). Pebulutangkis Susi Susanti, peraih medali emas Olimpiade, setahu saya, sudah berlatih bulutangkis sejak usia 4 tahun. Gerakan kaki lincahnya sudah dibentuk sejak balita. Pertumbuhan otot, tulang, syaraf yang menunjang perfoma juara mengikuti kebutuhan gerak yang sering dilakukannya sejak kecil. Jika anak-anak Indonesia bisa leluasa bergerak ( melatih syaraf motorik ) dekat rumah, berapa Susi lagi bisa ditemukan dan mengharumkan nama Indonesia ? Akan lebih banyak emas yang mungkin didapat Indonesia untuk menjadi juara pertama Asian Games dan Olimpiade. Hopefully..

PR SUMMIT BANDUNG, 4 OKTOBER.2018

Humas Kota Bandung akan menggelar Indonesian City Government PR Summit 2018 yang mempertemukan para pranata humas pemerintah dari 500 kota dan kabupaten di Trans Luxury Hotel Bandung.

Peserta bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang pengelolaan citra kota dengan pengalaman best practices di tiap daerah agar Humas mampu mengangkat potensi daerah. yang berdampak positif bagi kemajuan daerah. Formulir undangannya bisa diunduh di internet dengan meng-klik links/ search dengan keyword “PR Summit Bdg”.

SANTAI HARI BURUH DI AMRIK. PROTES UMR MASIH DI INDONESIA.

WA VOA dengan radio K-Lite FM ( 7/9/2018 ) mengabarkan Labor Day ( Hari Buruh ) diperingati tiap Senin pertama bulan September. Berbeda dengan di Indonesia yang masih menuntut kenaikan UMR atau perbaikan kesejahteraan, di Amrik, Labor Day dirayakan dengan berlibur santai dan presiden memberitahu pencapaian mereka sebagai super power produk senjata dan ekspor mobil terbanyak di dunia. Apple, Walmart, Levis di hari itu memberi hadiah jutaan dolar pada komunitas yang punya program bagus untuk mengendalikan penggunaan senjata di AS.

Upah sebelumnya 10 USD, 13 USD, mulai dinaikkan jadi 15 USD per jam. Yang lembur diupah 20 USD per jam ( Ini AS ya yang duit 5 USD cuma dapat satu burger. Di Indonesia, uang Rp 73 ribu bisa dapat 8 burger @ Rp 9 ribu. Indonesia masih terjangkau ). Durasi kerja 8 jam per hari. Bagi buruh yang baru bisa kerja semampunya ( unskill ), ada program bantuan pemerintah sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan fisik minimum mereka.

Pergub Jabar no.54 tahun 2018 ( ditandatangani Pjs gubernur M.Iriawan, sehari sebelum Ridwan Kamil dilantik ) diprotes Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan alasan mengeliminasi peran serikat pekerja. Mereka menuntut pergub tsb dicabut dan diperbaiki.

Semoga info Hari Buruh di AS bisa membantu Kang Emil mengatasi penolakan mereka ( maklum tahun politik ).

FOTO CALEG NAPIKOR DALAM JERUJI DI SURAT SUARA. Hak asasi pemilih juga dipenuhi.

Index persepsi korupsi Indonesia masih 37 ( tahun 2016 & 2017 ) dari range 1-100. Selandia 89 ( no.1 ). Dengan lambatnya penuntasan kasus mega korupsi Century, seolah ada jalur cepat ( kelas teri) dan jalur lambat ( kelas kakap ) di KPK ( EMI, 25/9/2018).

Terdengar kabar kemudian, mantan dirut Pertamina, KA, ditahan Kejagung karena merugikan negara Rp 568 miliar waktu membeli aset blok minyak di Australia tanpa persetujuan Dewan Komisaris.

Reformasi hukum yang diminta angkatan Reformasi,1998 setelah supervisi KPK ( inkubator penegakan hukum tipikor ) adalah penguatan kepolisian dan kejaksaan. Sepertinya, mulai membuahkan hasil. Kejagung mulai berani nangkap kakap.

Menurut Transparancy International, Indonesia masih termasuk 2/3 negara korup ( juga China ). Singapura, Swiss, Finlandia, Denmark, termasuk 1/3 negara bersih dari korupsi. Berarti jalan masih jauh. Perlu jurus lebih andal untuk mencegah koruptor masuk jabatan publik. Salah satunya, rekrutmen di pemilu.

Ada 41 mantan napi korupsi nyaleg ( 3 DPD, 29 DPRD kota/ kabupaten. 9 DPRD provinsi). Caleg mantan napi, menurut UU Pemilu, harus mengumumkan status mantan napikor itu di koran nasional, surat dari polisi di daring DCT. Mestinya juga di TPS ( berikut parpol pengusung, kerugian negara yang ditimbulkannya ) dan tanda koruptor di surat suara yang dibawa pemilih ke bilik suara.

Tapi, KPU beralasan design surat suara sudah di-launching. ( kan bisa di-launching ulang, toh belum dicetak., masih 6 bulan lagi. Ketua Formappi menduga ada tekanan pada KPU sehingga KPU yang sudah susah payah berjuang menghambat koruptor seolah ngambek/ tak berdaya.

Mata Najwa ( Trans7, 19/9/2018 ) dan EMI ( MetroTV, 21/9/2018 ) serta para pemirsa, sangat mendukung jika surat suara diberi tanda khusus agar pemilih well informed tentang keberadaan mantan korupsi yang ngotot nyaleg. Jika usulan kedua acara itu digabung maka akan menjadi : tulisan “Mantan maling uang rakyat sebesar Rp xx miliar” di atas foto caleg napi tipikor yang diberi garis vertikal seperti jeruji sel di surat suara.

Yang nyoblos maling ikut dosa, kata seorang pemirsa. Sehingga KPU mestinya tetap semangat mengawal substansi PKPU 20 dengan pro-aktif memberi info sejelas mungkin pada pemilih dengan tanda koruptor di surat suara. Setuju ?

INDONESIA SEKJEN SDGs.. KEHORMATAN DAN TANGGUNG JAWAB.

Sidang umum PBB ( 25/9/2015 di New York, AS) menetapkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan ( SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global. Indonesia ( diwakili wapres JK) termasuk 193 negara yang mengesahkan SDGs 2016–2030, menggantikan Tujuan Pembangunan Millennium ( MDGs ) 2000–2015.

Sebelumnya, pada 2/8/2018 negara-negara anggota PBB tsb mengadopsi secara aklamasi dokumen berjudul ”Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” atau ”Mengalihrupakan Dunia Kita: Agenda Tahun 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”). Dokumen aspiratif paling bersejarah dalam perjalanan pembangunan dunia 15 tahun ke depan ini terdiri 17 tujuan (goals) terbagi dalam 169 target dan sekitar 300 indikator sesuai kebutuhan masing-masing negara. 5 pondasi dari SDG : manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals / SDGs) berisi 17 tujuan transformatif yang disepakati dan berlaku bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali, yaitu :
mengatur tata cara dan prosedur masyarakat yang damai tanpa kekerasan, nondiskriminasi, partisipasi, tata pemerintahan yang terbuka serta kerja sama kemitraan multi pihak.

BEDA MDGs dengan SDGs ?

MDGs, targetnya separuh ( mengurangi separuh kemiskinan. Minimal. Banyak negara telah mencapainya. MDGs mengandaikan negara miskin dan berkembang saja yang harus bekerja, sedang negara maju yang menyediakan dana. Dokumen MDGs dirumuskan para elite PBB dan OECD, di New York ( top down) , tanpa proses konsultasi atau survei warga. 8 tujuan MDGs mengatasi gejala kemiskinan saja. Masalah ekologi dan lingkungan hidup tak diakui. Ketimpangan sosial ekonomi tak diperhatikan.Juga soal pajak dan pembiayaan pembangunan.

SDGs :targetnya semua negara, sepenuhnya dan tuntas mengakhiri kemiskinan, 100 persen penduduk memiliki akta kelahiran, fokus merangkul mereka yang terpinggir dan terjauh. SDGs memandang semua negara memiliki
pekerjaan rumah dalam mengatasi, bekerja sama menemukan sumber pembiayaan dan merubah kebijakan yang diperlukan. Dokumen SDGs dirumuskan tim bersama, dengan tatap muka lebih 100 negara dan survei warga.Solusi menyeluruh dengan merombak struktur dan sistem kesetaraan gender, tata pemerintahan, perubahan model konsumsi dan produksi. Perubahan sistem perpajakan dan diakuinya masalah perkotaan.

17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals / SDGs) :
1. Tanpa kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia ( 7 target ).

2. Tanpa kelaparan, dengan mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, budidaya pertanian yang berkelanjutan ( 8 target ).
3. Kesehatan dan kesejahteraan. Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di segala usia ( 13 target ).

4. Pendidikan berkualitas. Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang ( 10 target ).

5. Kesetaraan Gender. Mencapai kesetaraan gender, memberdayakan kaum ibu dan perempuan ( 9 target ).

6. Air bersih dan sanitasi. Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang ( 8 target ).

7. Energi bersih dan terjangkau. Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang ( 5 target)

8. Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak. Mendukung perkembangan ekonomi berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang. ( 12 target ).

9. Industri, inovasi dan infrastruktur. Membangun infrastruktur berkualitas, meningkatkan industri berkelanjutan serta mendorong inovasi ( 8 target ).

10. Mengurangi kesenjangan. Meminimalisir ketidaksetaraan dalam negeri dan antara negara-negara di dunia. ( 10 target)

11. Keberlanjutan perkotaan dan masyarakat. Membangun kota-kota serta pemukiman yang berkualitas, aman dan bekelanjutan ( 10 target)

12. Konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi. ( 11 target)

13. Aksi terhadap iklim. Bertindak cepat menangani perubahan iklim dan dampaknya. ( 5 target)

14. Kehidupan bawah laut. Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan yang berkelanjutan. ( 10 target ).

15. Kehidupan di darat. Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem daratan dan mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.( 12 target)

16. Institusi peradilan yang kuat dan kedamaian. Meningkatkan pembangunan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan ( 12 target )

17. Kemitraan untuk mencapai tujuan dengan memperkuat cara-cara implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. ( 19 target).

( sumber http://www.un.org/sustainabledevelopment/ )

17. Tujuan tersebut relevan dengan persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini, kata Senior Program Officer INFID untuk SDG, Hamong Santoso.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjanjikan kota tanpa permukiman kumuh pada tahun 2020 seperti tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2025.

Center of Sustainable Development Goals Studies (SDGs Center) beralamat di Gedung CISRAL UNPAD Jl. Dipatiukur No. 46, Bandung, 40132
E- mail : sdgcenter@unpad.ac.id
Website : sdgcenter.unpad.ac.id

SDGs Center Unpad ini berdiri pada 20 Mei 2016, berfokus pada studi kebijakan yang berorientasi pada tujuan global SDGS dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 2030.

Konsep SDGs juga didukung penuh oleh seluruh perguruan tinggi dunia dengan lahirnya tatanan Higher Education Sustainability Initiative guna mendukung penerapan SDGs. Tatanan tsb telah diadopsi 272 universitas di 47 negara.

Misi SDGs Center Unpad adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian serta menghasilkan inovasi dan strategi; memonitor kemajuan pencapaian SDGs secara independen; mengutamakan SDGs dalam penelitian dan kebijakan; serta memfasilitasi dialog antar pemangku kepentingan. Aktivitas di pusat studi ini akan diisi dengan kajian independen, kerja sama penelitian dan publikasi, seminar, dan pelatihan.

Agenda kegiatan :
The 5th Bandung International Biomolecular Medicine Conference ( 4 Oktober 2018 ). Conference on Sustainability Science 2018 ( 9 Oktober 2018 ). The 1st International Conference on Security Studies ( 17 Oktober 2018 )

TSUNAMI PALU & DONGGALA. LONGSORAN LAUT DARI SEDIMEN SUNGAI & SAMPAH ?

Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,4 SR ( info BMKG ) mengoyak Kota Palu yang lusa akan berulang tahun dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat sore ( 28/9/2018 pukul 17.02 WIB ) . Pusat gempa pada kedalaman 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala ini juga menimbulkan tsunami setinggi 6 meter ( jarak lebih 300 km ditempuh tsunami dalam 12 menit saja, kebayang dahsyatnya hantaman air bersedimen itu ke bangunan yang menjorok terlalu jauh ke pantai Talise-Palu dan Donggala, warga dan pengunjung pantai pun tersapu bersih ) .

BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga ( tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada ( tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala dan Mamuju bagian utara serta Kota Palu bagian barat. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 17.36 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ( di Graha BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu, 29/9/2018 ) mengatakan sampai pukul 14.30 WIB, bahwa korban luka berat tercatat ada 540 orang dan 29 orang hilang dari Kelurahan Pantoloan Induk Kota Palu. Korban 384 orang tewas tersebar di RS Wira Buana- Palu 10 orang , RS Masjid Raya 50 orang, RS Bhayangkara 161 orang, di Desa Pantoloan Induk 20 orang, di kelurahan Kayu Malue Paciko 2 orang, dan RS Undata Mamburo Palu 141 orang.

Ribuan rumah dan fasilitas umum di kota Palu dan Kabupaten Donggala rusak. Pusat perbelanjaan terbesar di Palu, Mall Tatura di Jalan Emy Saelan ambruk, Jembatan Kuning- ikon kota Palu juga hancur. Jalan Trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor dan ambles.

Baru dua gardu induk PLN yang bisa dihidupkan kembali. Fokus tim saat ini adalah pencarian, penyelamatan, pertolongan korban, dan menormalkan listrik dan komunikasi untuk memudahkan koordinasi.

Untuk akses pengiriman bantuan ( logistik, personil ) digunakan bandara-bandara kecil ( Bandara Mamuju, Toli-Toli, Bandara Poso, Bandara Luwuk Bangai, untuk pesawat kecil karena panjang runway/ landasan pacu terbatas ) lalu disambung helikopter untuk menjangkau daerah yang terdampak gempa dan tsunami tsb.

Kementerian Dalam Negeri mengirimkan surat kawat pada Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Kabupaten Donggala agar segera menerbitkan surat pernyataan tanggap darurat untuk memudahkan akses pengerahan personil, penggunaan anggaran, peralatan, dsb.

BNPB juga berkoordinasi dengan Kementerian, Lembaga terkait, NGO, untuk mengkaji cepat dampak penanganan gempa. Kemudian menuju ke lokasi kurang dari 24 jam, menyiapkan portal peta GAS untuk sharing bersama sehingga semua tim bisa menggunakan peta dan seluruh informasi dengan seksama.

Kebutuhan para pengungsi saat ini : makanan siap saji dan makanan bayi, pakaian, kantong mayat, personil evakuasi SAR , tenda, terpal, selimut , rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan , air bersih dan ember berpenutup ( hujan yang mundur menurut BMKG jadi Oktober ini, perlu diantisipasi dengan menyiapkan tempat bernaung yang lebih kuat, seperti stadion atau aula beratap untuk para pengungsi agar tak kehujanan dan diserang aneka penyakit dari nyamuk, pembunuh terbanyak di dunia )

Menurut pakar oceanografi ITB, LIPI dan BPPT, penyebab tsunami setinggi 0,5 -6 meter ini adalah longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter di Teluk Palu ( akumulasi banyak sungai yang jarang dikeruk akibat timbunan sampah yang dibuang warga lalu bermuara ke Teluk Palu ? ).

Sedimen itu diendapkan di dasar laut, namun belum sempat terkonsolidasi dengan kuat ketika dihajar gempa, 7,4 SR, lalu runtuh, longsor dan membangkitkan tsunami ( 17 mekanisme tsunami sesar geser yang normal hanya setinggi 17 cm, kata pakar Indonesia, Jepang dan Australia. Nyatanya, dengan longsoran sedimen itu menjadi setinggi 7 meter menurut saksi mata yang sempat naik ketinggian bukit dan gedung setelah membaca peringatan BMKG di ponsel, dan mengunggah video mendebarkan itu ke internet ).

Palu dan Donggala memang daerah rawan tinggi untuk gempa bumi dan tsunami ( mematikan tahun 1927, 1968 ) karena berada di jalur sesar Palukoro.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan segera melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban luka ditangani petugas medis. Penanganan darurat terus dilakukan.

Jaringan komunikasi untuk koordinasi dan pelaporan data tim SAR gabungan terganggu karena listrik putus ( 7 gardu induk PLN rusak ) dan 276 base station rusak. Operator komunikasi dan Kemkominfo sedang memulihkan pasokan listrik secara darurat untuk mememulihkan komunikasi.

Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri- Palu sempat ditutup karena rusak. Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan untuk membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya. TNI mengerahkan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130. Basarnas mengerahkan 30 personil plus peralatan dengan pesawat Hercules. Polri pun mengerahkan personil dan peralatannya untuk mendukung penanganan darurat. Gempa susulan masih terus berlangsung ( di Lombok kemarin sampai 3 minggu ).

UPDATE: 3/10/2018
1.407 orang tewas ( 1.177 di Palu, 153 di Donggala, 12 di Parigi Moutong, 65 di Sigi) . 2.549 orang luka berat. 113 orang dinyatakan hilang dan 152 orang tertimbun. 65.733 unit rumah rusak. 70.821 pengungsi di 141 posko ( @ 1000-2000 orang ) di Sulawesi Tengah.

Ibu-ibu korban gempa menangis sekaligus terheran-heran, rumahnya dan pohon di dekatnya bisa bergeser sejauh 300 meter dari tempat semula ( desa di Binomaru bergeser 1 km ) seperti mengejarnya yang tengah berlari ke tempat tinggi di kegelapan malam. Sebagian anggota keluarganya seolah lenyap di telan bumi setelah jalan aspal yang tadi mengejarnya terbelah. Ia mengira dunia sudah kiamat. Atau mimpi buruk. Fenomena tanah bergerak itu adalah likuifaksi yang menyertai gempa. 4 area terkena likuifaksi/ liquefaction adalah Jl Dewi Sartika, Palu Selatan, Petobo ( 744 unit rumah), Biromaru (Sigi), Sidera (Sigi), kata Sutopo.

Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ( yang baru bisa diakses dengan helikopter ) ternyata sebagian wilayahnya lenyap ke dalam lumpur ( tanah bergerak/ likuifaksi : tanah berpasir berair jenuh, berpori besar, ketika diguncang gempa kuat, ikatan antara bebatuannya lepas, air naik ke atas, struktur tanah yang lebih berat ke bawah karena gravitasi, rumah sekokoh apa pun jika landasan pondasinya lunak berlumpur akan tenggelam juga. Jadi bangunlah rumah di tanah yang keras dan padat. Bangunan pencakar langit seperti di New York dibangun di atas tanah cadas ).

Terjadi rebutan bantuan di bandara ( yang asbun menyebutnya huru-hara ) . Kendaraan pengangkut bantuan dihadang warga terdampak. Barang di toko dan mal yang ambruk diambil warga untuk bertahan hidup ( yang asbun menyebutnya dijarah ).

Belum sepekan sejak gempa tsunami Palu, presiden Jokowi sudah dua kali mengunjungi lokasi bencana di Sulteng. Progresnya, sebagian toko, kios, pasar, SPBU, mesin ATM sudah beroperasi kembali sehingga warga yang masih punya simpanan di bank dihimbau tak mengandalkan bantuan pemerintah, prioritas untuk mereka yang kurang mampu.

Ratusan posko dan sebaran pengungsi menyulitkan distribusi bantuan. Satgas provinsi sudah dibentuk, begitu pula satgas kota Palu, kabupaten Donggala dan Sigi. Untuk efektivitas penyaluran bantuan, maka para wakil warga di tenda-tenda pengungsi mandiri, yang dikoordinir ketua RT, RW, lurah dan camat diminta mendata berapa pengungsi yang dijaganya, apa yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya lalu laporkan pada satgas di daerah masing-masing yang sudah dibentuk tadi. Nanti pemerintah pusat/ BNPB dan satgas provinsi akan mendistribusikan bantuan yang terus berdatangan, sesuai daftar yang diminta perwakilan warga tsb.

( maklum lapas-lapas juga ambruk, seingat saya, ada sekitar 1300 napi yang kabur dari sekitar 1500 napi yang ada di Sulteng. Mungkinkah mereka yang menjarah, menghadang dan meminta paksa sehingga konvoi bantuan harus dikawal aparat TNI dan Polri ? )

Alat-alat berat ( crane, back hoe, escavator, dll) sudah dikerahkan maksimal hari ini ( 3/10/2018 ) untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan dan hotel 8 lantai yang rata dengan tanah ( banyak atlet paralayang dan official-nya menginap di sana ). Korban yang patah tulang dan sakit parah yang tak tertangani di RS lapangan di Sulteng diterbangkan ke RS Makasar dan Balikpapan oleh pesawat TNI.

Landasan pacu yang rusak di Bandara Palu akan kelar diperbaiki paling lambat 2 minggu, kata tim kemenhub dan kemenPUPR.

29 negara di antaranya, Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Australia, Selandia Baru, Inggris, Perancis, China, AS, Swiss, Qatar, India, UNDP dan 4 lembaga kemanusiaan sudah berkomitmen membantu dengan pesawat C-130 Hercules dan sejenisnya, yang bisa mendarati bandara kecil untuk membawa logistik bantuan ( transportasi pesawat), pemurni air, listrik, fogging, RS lapangan, dan tenda.

20 pesawat dari 11 negara sudah tiba kemarin ( 5/10/2018 ). Karena keterbatasan landasan dan peralatan navigasi, pesawat-pesawat itu digilir masuk bandara Mutiara setiap 10 menit – normalnya 30 menit – lalu para prajurit TNI memikul karung dus bantuan tsb hingga 3 kali angkut dengan trolley- karena forklif tak tersedia, sampai ke truk pengangkut di pinggir jalan. Salut buat TNI yang kuat, gesit, penuh pengabdian, padahal lagi HUT TNI ).

Belajar dari kasus Muhir, anggota DPRD Mataram yang korupsi dana bencana gempa Lombok beberapa waktu lalu, maka KPK akan terjun mengawasi penggunaan dana bantuan untuk Palu, Sigi dan Donggala ini. Yang nekad maling dana bencana akan dihukum mati ( seperti juga caleg napikor yang bebal mengulangi korupsinya, menurut UU Tipikor ).

Lagi-lagi ada elit Grd yang nyindir soal status bencana nasional. Well, sekda Hidayat Lamakarate ( maklum pejabat karir, suaranya terdengar lebih mantap dan tahu persis apa yang harus dilakukan, daripada gubernur Sulteng sendiri, Longki ) menjawab, bahwa mereka masih mampu menjalankan tugas pemerintahan meski tidak di bangunan lama. Korem 3 dan Polda Sulteng juga masih sigap melayani warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ( juga untuk visum mengindentifikasi korban yang remuk sulit dikenali identitasnya ).

Indonesia lebih pengalaman dari mayoritas negara di dunia soal penanganan bencana ( karena di sini gudangnya gempa, tsunami, likuifaksi ). Basarnas termasuk top 5 lembaga SAR terbaik dunia. Kita hanya perlu belajar soal mitigasi bencana pada Chile dan Jepang, yang kena gempa 9 SR pun korbannya cuma sedikit ( karena rumah dan gedungnya dirancang tahan gempa hingga 9 SR, dan warganya sudah terlatih menghadapi bencana, karena simulasi bencana yang rutin mereka lakukan ).

Kita kurang bisa merawat yang sudah dibangun, seperti alat peringatan dini tsunami yang dipasang tahun 2005 setelah tsunami Aceh. Sekarang, sebagian sudah rusak atau hilang dicuri orang, sehingga BMKG kemarin kesulitan menetapkan tsunami di gempa yang kedua ( 7,4 yang pertama 7,7 SR ) karena alatnya yang di Palu sudah tak ada ( seingat saya ). Jadi, penanganannya saja yang berskala nasional. Bukan statusnya ( implikasinya lebih aman jika kendali penuh di tangan kita, bukan asing ).

Dari Lombok, Palu, Sigi, Donggala lalu gunung Soputan di Sulut. Status Waspada-nya kini meningkat Siaga. Warga jangan mendekat dalam radius 4,5 km karena bahaya lahar dingin dan hujan abu yang bisa menelan korban. Kerak bumi sepertinya sedang merekah mencari keseimbangan baru dalam perubahan iklim tak menentu ini. Siagakan diri anda untuk menghadapinya.

UPDATE: 3/10/2018
1.407 orang tewas ( 1.177 di Palu, 153 di Donggala, 12 di Parigi Moutong, 65 di Sigi) . 2.549 orang luka berat. 113 orang dinyatakan hilang dan 152 orang tertimbun. 65.733 unit rumah rusak. 70.821 pengungsi di 141 posko ( @ 1000-2000 orang ) di Sulawesi Tengah.

Humas BNPB, Sutopo, memberitahu bahwa 6.399 anggota tim SAR gabungan sudah berada di lokasi gempa untuk melakukan tahap Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah ( Mata Najwa, Trans7, 3/10/2018 ). Indonesia mestinya punya kamera satelit untuk memotret lokasi terdampak bencana dan tingkat parahnya untuk prioritas dan peralatan yang sesuai untuk penanganan korban. Satelit ini juga bisa membantu komunikasi dan koordinasi bantuan di saat listrik dan BTS rusak ( saat ini diatasi dengan genset yang perlu asupan solar untuk men-charge peralatan dan ponsel. Mobil siaran MetroTV membantu warga yang perlu men-charge HP. Penerangan malam memanfaatkan lampu kendaraan yang lewat, senter, layar HP, lampu minyak dan lilin )

Hotline Basarnas 115.
Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos., M.M, pihaknya tiap hari menerima sekitar 10 panggilan SOS dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan anggaran SAR yang Rp 4 triliun di kemenkeu masih kurang. Untuk ukuran Indonesia yang luasnya lebih 6 juta km2, di wilayah cincin api ( vulkanik/ gunung berapi aktif ) dan pertemuan 4 lempeng bumi/ tektonik, perlu anggaran Rp 15 triliun. Setiap pulau ( Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara ) minimal ada 2 helikopter yang siap dikerahkan untuk keperluan SAR agar evakuasi korban bisa lebih cepat ( saat ini, pihaknya masih minta tambahan helikopter ke Kalimantan dan Jawa ).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meminta pengertian pemegang anggaran agar kapasitas komunikasi data bisa lebih besar dari yang sekarang digunakan. Saat terjadi gempa besar seperti di Palu, data yang dikelola sangat banyak untuk bisa memberi early warning yang benar. Saat ini, Indonesia punya 170 seismograf ( idealnya lebih dari 1000 ). Anggaran kebencanaan yang kini masih 0.02% di APBN dan APBD mestinya diperbesar menjadi 1% seperti di Jepang, agar pihaknya bisa merawat dan menempatkan alat early warning system lebih banyak ( rapat sehingga peringatan gempa dan tsunami bisa lebih akurat ) dan simulasi bencana bisa menjangkau lebih banyak orang dan lebih rutin ( sehingga bangsa Indonesia jadi bangsa yang sadar lingkungan dan trampil menghadapi bencana ).

CLOSING

Belum kering Indonesia menangis karena bencana Lombok awal September ini, bencana Palu dan Donggala kembali mengharu-biru kita semua. Semoga warga terdampak gempa dan tsunami bisa tabah bertahan melalui ujian dan musibah ini dengan solidaritas kemanusiaan dan bantuan peduli seluruh elemen bangsa. Jika ujian sampai sebesar ini tentu ada hikmah dan karunia yang lebih besar lagi dari Yang Maha Adil.

Warga negeri dengan keliling pantai terpanjang kedua di dunia ini mesti bisa mengakrabi bencana yang sudah menjadi keniscayaan. Gempa plus tsunami terbesar di dunia, kata pakar. Ingatlah, jika gempa terasa lebih dari 2 menit dan lebih 6 SR segeralah mencari tempat tinggi ( dengan atau tanpa peringatan tsunami dari BMKG ). Jika melihat air surut sangat jauh hingga terlihat ikan bergelimpangan di pasir menggoda untuk dipungut, bergegaslah menyelamatkan diri ke tempat tinggi dalam 10 menit ( kecuali di Srilangka tahun 2004 tak ada gejala air surut, langsung tsunami ) karena ombak berikutnya adalah tsunami mematikan, bisa sampai setinggi 12 meter dengan kecepatan lebih 312 km per 12 menit ( ketabrak mobil 60 km per jam saja orang sudah tewas ).

Kalau saya, biasa bawa fotocopy KTP -E, Kartu Keluarga, BPJS Kesehatan, uang Rp 100 rb di dompet/ saku ke mana saja ( warung, pasar, tetangga, dll ) . Dekat ranjang, ada tas yang siap disambar jika gempa, tsunami, kebakaran, emergency ( berisi satu stel baju ganti, mukena, payung, pisau lipat serbaguna, garam, korek api untuk survival, plus HP, uang Rp 500 rb, kartu ATM, KTP-E, BPJS asli ).

Indonesia juga seluruh dunia akan memanen bencana makin sering karena makin parahnya kerusakan lingkungan dan emisi gas buang industri dan knalpot kendaraan yang melubangi ozon ( terlebih AS di bawah Trump menarik diri dari protokol Tokyo ).

Pesan sederhana, jangan buang sampah sembarangan, terlebih ke sungai, seharusnya dicamkan benar. Tidak saja bisa kebanjiran di musim hujan yang sebentar lagi tiba. Tapi juga tsunami yang meluluhlantakkan kota ( mimpi buruk saya ) bisa hadir di hadapan anda. Seberapa lama kita mampu bertahan hidup di kegelapan, kelaparan, kedinginan, kesakitan, trauma, kesedihan, kesepian, serbuan nyamuk, kholera, diare, sebelum bantuan itu benar-benar datang ? Berempati dan peduli. Save Donggala, Palu, Sigi dan Lombok..

==========

AKSES DAN SHARING DATA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.

Graha BNPB – Jl. Pramuka Kav.38 Jakarta
Timur 13120
Telp.021-29827793
Fax.021-21281200
Email: contact@bnpb.go.id
Pusdalop bnpb :
Telp. +62 21 29827444 , 29827666
+62 812 1237 575
Email:pusdalops@bnpb.go.id

______

USUL BUAT KPU :

Tulisan “Mantan maling uang rakyat sebesar Rp xx miliar” di atas foto caleg napi tipikor yang diberi garis vertikal seperti jeruji sel di surat suara pileg 17/4/2019. Terilhami acara “Mata Najwa” ( Trans7, 19/9/2018 ). So, woman of this post is Najwa Shihab in “Mata Najwa” ( platform Twitter ). Acuan medsos untuk pemilih milineal cerdas.

Mobil SIM Keliling yang kami tunggu pagi tadi.

PERSYARATAN PERPANJANGAN DI SIM KELILING ONLINE :

1. SIM yang masih berlaku tidak melebihi masa berlakunya. 2. KTP asli yang masih berlaku berikut Fotocopy KTP. 3. Pelayanan SIM KELILING ONLINE hanya melayani Perpanjangan SIM A dan C Seluruh Indonesia. 4. Apabila SIM yang telah melebihi masa berlakunya, bisa di proses di SATPAS / POLRES masing masing sesuai domisili KTP dengan cara mengajukan permohonan pembuatan SIM baru. 5. Waktu pendaftaran untuk Hari Senin s/d Sabtu dimulai pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB dan Hari Minggu pukul 06.00 WIB – 07.00 WIB 6. Surat keterangan sehat dari dokter yang di tunjuk oleh kepolisian yang menyatakan sehat jasmani, tidak buta warna, tidak tuli, tidak cacat fisik, serta visus mata atau jarak pandang, semua keterangan tersebut harus di lampirkan. 7. Biaya asuransi, pihak TMC Polrestabes Kota Bandung menghimbau dan menyarankan untuk membayar biaya tersebut.

(Sumber: TMC Polrestabes Kota Bandung)

Senin, 01 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Dago Plaza Jl. Ir. H Djuanda

Selasa, 02 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Alfamart Bandung 1 Jl. Soekarno-Hatta

Rabu, 03 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Miko Mall Jl. Kopo Cirangrang

Kamis, 04 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Honda Nagamas Jl. Soekarno-Hatta No.529

Jum’at, 05 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 2 Lucky Square Jl. Ters jakarta Antapani

Sabtu, 06 Oktober 2018 | Pendaftaran : 09.00 WIB – 12.00 WIB. SIM Keliling Online 1 Radio Dahlia Jl. Burangrang No.28

Sim Keliling Online Night | 19.00 s/d 21.00 WIB Halaman BRI Tower Jl. Asia Afrika

Minggu, 07 Oktober 2018 | Pendaftaran : 06.00 WIB – 07.00 WIB. SIM Keliling Online 2 CFD Buahbatu

Biaya untuk memperpanjang SIM : (Masuk Kedalam PNBP: Penerimaan Negara Bukan Pajak)

SIM A = Rp 80.000 SIM C = Rp 75.000 Biaya asuransi : Rp 50.000 Biaya tes kesehatan : Rp 40.000

Layanan Lainnya: SIM Corner Polrestabes Bandung. Pasar Modern Batu Nunggal. Blok RG-03. Komplek Batu Nunggal Jl. Soekarno-Hatta. Tlp: 022-87526765 Waktu Pendaftaran: Senin s/d Sabtu 09.00 s/d 12.00 WIB

SIM Outlet Polrestabes Bandung. Bandung Trade Centre (Basement)/BTC Mall Jl. Djunjunan (Pasteur) Waktu Pendaftaran: Senin s/d Sabtu 09.00 s/d 12.00 WIB.

Traffic Management Center (TMC) Polrestabes Bandung, melalui nomor telepon 022-4203505.

Niat bantu Ibu perpanjang SIM A di Surapati Core, eh.. ternyata mobil keliling SIM 2 tidak ada di sana. Ke Polrestabes Jl. Jawa, ternyata di sana hanya melayani pembuatan SIM baru. Tertulis di baliho, pembuatan SIM baru Rp 120 ribu. Perpanjangan SIM lama Rp 80.000. Lama pengurusannya hanya 30 menit. Sampai di lantai basemen Bandung Trade Center ( BTC ) Jl. Pasteur, Bandung ( outlet SIM Polrestabes ). Ibu membayar tes kesehatan Rp 40 ribu, lalu di loket membayar biaya perpanjangan SIM Rp 80 ribu dan asuransi Rp 50 ribu. Total Rp 170 ribu selama 30 menit. Alhamdulillah. Yang lebih membahagiakan pulangnya naik bis Trans Metro Bandung dari BTC ke Cicaheum cuma Rp 3 ribu per orang ! Lewat jalan layang Pasupati. Lewat Taman Jomblo dan Gasibu. Nyaman dan ber-AC pula. Ayo, siapa menyusul ? Mari kita kurangi kemacetan Bandung dengan sebanyak mungkin naik angkutan massal milik kota. Kadieu, kadieu..

Mengirim paket via Pos Indonesia bisa sekeren ini kemasannya, lho..

Written by Savitri

30 September 2018 at 17:30