Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Galeri Lukis, Kristik

TAUFIK HIDAYAT, PEBULUTANGKIS TOP ASAL JABAR

Taufik

Taufik Hidayat – by vitrisa2017@gmail.com

Narasi karya :
Pawai obor Asian Games ke-18 ( acara pembukaan 18-8-2018 di Gelora Bung Karno ) yang melewati kota Bandung ( Pasteur – Gedung Sate ) pada 12 Agustus kemarin dibawa oleh beberapa atlet berprestasi ( dihadiri 13 ribu warga Bandung ), diantaranya Taufik Hidayat. Siapa sih Taufik ?

Taufik Hidayat, atlet bulutangkis tunggal putra kelahiran Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981 mulanya bermain di klub SGS Elektrik Bandung. Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini meraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004. Wah, keren..

Pada 21 Agustus 2005, Taufik menjadi juara dunia setelah mengalahkan pemain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia BWF dan Olimpiade berturut-turut. Selain itu, Taufik memegang gelar juara tunggal putra Asian Games 2002 di Busan dan 2006 di Doha dan enam kali menjuarai Indonesia Terbuka. Wah, komplit ya..

Setelah mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009, pria setinggi 176 cm ini menjadi pemain profesional. Pada November 2012, suami Ami Gumelar ( melahirkan putri dan putra Taufik ) ini membangun pusat pelatihan bulu tangkis Taufik Hidayat Arena (THA) di Ciracas, Jakarta Timur. Taufik membintangi iklan Yonex dalam pengadaan alat bulu tangkis.

Kehebatan Taufik diantaranya, pukulan smash tercepat ( 305 km/jam ) pada Kejuaraan Dunia 2006 di Madrid, pukulan backhand smash terbaik ( 206 km/jam ), pukulan drop shot dan permainan netnya juga top. Taufik menggantung raket tahun 2013, pensiun dari dunia bulutangkis yang membesarkan namanya di usia 32 tahun, setelah menjadi juara olimpiade di usia 23 tahun dan juara dunia di usia 24 tahun. Semoga kepiawaian Taufik menangkis bulu bisa menginspirasi generasi atlet berikutnya.

CHRISTIANO RONALDO or CR7

Ronaldo

Ronaldo or CR7 – by vitrisa2017@gmail.com

Narasi karya :

Cakep, cakap, ngetop dan mahal. Itu dia Christiano Ronaldo, pesohor sepakbola yang pada 11 Juli 2018 pindah ke klub Italia, Juventus dan memecahkan rekor transfer Rp 1,88 triliun ! ( 112 juta Euro atau 99,2 Poundsterling )

CR7 bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir 5 Februari 1985 di Funchal, Madeira, Portugal. Berorang tua Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro, serta berkakak 3 orang. Pada usia 14 tahun, Ronaldo setuju dengan ibunya untuk fokus main bola.

Usia 18 tahun Ronaldo bersama klub Sporting Lisboa bisa mengalahkan tim besar Manchester United, yang lalu membelinya dengan nilai transfer. Pelatih MU, Sir Alex Ferguson memberinya nomor punggung 7 yang menjadi tradisi pemain besar di klub bergengsi tsb. Pria bertinggi 187 cm ini bermain bola dengan posisi Sayap kiri, Sayap kanan atau Penyerang tengah. Ronaldo bermain 196 kali dan mencetak 84 gol.

CR7 lalu kembali ke negerinya, bergabung dengan klub Real Madrid ( dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,3 Triliun ) dan menjadi kapten timnas Portugal. Ronaldo membawa Real Madrid menjuarai UCL 2016. Karena kebriliannya bermain bola, Christian mendapat gelar FIFA Ballon D’Or ( 2008, 2013, 2015 ) di markas FIFA Zurich, Swiss.

Setelah Piala Dunia 2018 di Rusia kemarin, Juventus membeli Ronaldo meski harus menguras isi kas klub legendaris Italia tsb. Transfer Ronaldo bisa mengubah Liga Italia Serie A dalam kualitas, emosi dan eksposur. Transfer komplit yang melibatkan sepakbola, pemasaran dan merchandising. Kini para penggemar bola melihat Serie A karena Ronaldo, EPL karena liga terbaik dan La Liga karena Lionel Messi.

CR7 punya anak dari model cantik Rusia. Kebiasaan Ronaldo sebelum bertanding adalah mencukur rapi rambutnya ( ngalahin cewek dandannya ya ). Maklum sorotan kamera dan perhatian publik bola tertuju padanya. Ronaldo ingin terlihat selalu keren untuk mereka. Iya deh..

TARI LILIN, MENCARI CINCIN

Tari Lilin

Tari Lilin – by vitrisa2017@gmail.com

Narasi TARI LILIN :

Tari lilin, sejenis kesenian istana dari Sumatera. Mengisahkan upaya seorang gadis mencari cincin pertunangannya yang hilang selama ditinggalkan kekasihnya merantau untuk berdagang. Karena waktu itu belum ada lampu LED, maka sang gadis melakukan pencariannya dengan lilin di piring kecil. Selama mencari di kegelapan hingga larut malam, tubuhnya meliuk, membungkuk, menengadah ( berdoa ) dengan lilin yang diupayakan tak padam, juga tak jatuh dari tangannya, melahirkan keindahan tersendiri. Jika sekelompok gadis yang menarikannya dengan kompak diiringi alunan musik para musisi, tentu lebih seru sebagai suguhan budaya. Jika sekelompok pria yang melakukannya, tentu lebih menyenangkan lagi. Era wanita jadi menteri dan presiden sekarang ini, bisa jadi para pria yang berdebar kehilangan wanitanya. Ya, kan ?

PLAY TIME !

Play Time

Play Time – by vitrisa2017@gmail.com

Narasi PLAY TIME :

Bermain, bicara, belajar bersama anak dilakukan orang tua untuk merawat kasih sayangnya pada anak. Setiap hari antara jam 18-21, orang tua punya waktu krusial menanamkan nilai2 moral, agama dan adat sampai usia anak 12 tahun/ SD. Pada usia di atas itu, anak sudah mulai membangun keakuannya, jati dirinya dan lingkungan sosialnya. Nilai2 baik dari orang tua menjadi filter pertama bagi anak ketika menyaring informasi, pengaruh, budaya dari luar yang belum tentu cocok dengan kultur bangsa kita. Agar anak tak bermasalah, terjerumus perilaku merusak diri dan masa depannya maka investasikan waktu anda untuk anak, kualitas dan kuantitasnya. Anak sebenarnya butuh kehadiran yang hangat orang tuanya. Bukan harta materi yang mahal atau liburan mewah sebagai ganti ketakhadiran orang tua. So, matikan gadget ( hp, komputer, dll ), radio, tv selama 3 jam untuk fokus. pada kebahagiaan bersama anak. Jika tidak, anak2 bisa jadi anggota geng motor ( termuda 12 thn ), lalu digaruk polisi masuk bui. Anak seusia itu nalarnya belum matang, tak kuat menolak ajakan jahat merusak di saat masih butuh pengakuan dari teman2 sebaya. Para bibit kriminal ini jika dikembalikan pengadilan pada orang tuanya, negara harus intervensi, membantu ortu anak tsb agar bisa mengarahkan anaknya dengan benar ( bimbingan parenting ). Sehingga kesalahan tak terulang kembali. Anak cukup 2 saja ( boleh tambah 1-2 anak yatim piatu untuk diasuh/ anak asuh bagi ortu yang mampu mengurusnya dengan baik, lahir batin ).
Semoga generasi penerus makin kuat dan berguna bagi keluarga dan negara. Amin.

HANOMAN vs RAHWANA

Hanoman

Hanoman vs Rahwana – vitrisa2017@gmail.com

Narasi karya :

Sendratari Ramayana kerap dipentaskan di pelataran candi Prambanan. Terlihat kolosal, megah dan membanggakan. Ada tokoh kera sakti di sana yang menjadi pahlawan kerajaan manusia. Hanoman, si kera putih, sakti mandraguna, kebal senjata, bisa hidup abadi kalau mau. Ribuan raksasa telah dihajarnya hingga mampus. Negeri raksasa dibuatnya porak poranda, luluh lantak dilalap api. Membuat para dewa di khayangan terkagum-kagum memujinya. Raja raksasa dari Alengka, Rahwana, yang menculik Sita, istri Rama ( pangeran dari Ayodha, putra Dewa Bayu seperti Hanoman ) ditindihnya dengan Gunung Ungrungan. Roh Rahwana dikurung Hanoman di Gunung Kendalisada. Jadi ingat Sun Go Kong ya. Kera sakti dari China, yang mengawal gurunya, biksu Budha ( pohon tempat Budha bertapa disebut di QS. At-Tin ) mengambil kitab suci ke Barat/ India, tempat kisah Ramayana ini lahir.

Gatotkaca, dari kisah Mahabharata, yang saya tonton filmnya di tivi, adalah putra Bima dengan wanita keturunan raksasa. Hanoman dan Bima sama2 putra Dewa Bayu menurut versi India ( putra Bhatara Guru, versi pewayangan Jawa ). Hanoman dan Gatotkaca, keduanya pernah didaulat menjadi superhero Indonesia. Keduanya masih sering dipentaskan di layar kaca, tivi dan pentas pewayangan kita. Panutan kebaikan mengungguli kebatilan. Mengisi relung bawah sadar kita dalam bertindak dan menjalani kehidupan. Jalan mana yang kita pilih. Jika itu jalan kebenaran, Allah akan mengantar kita sampai akhir tujuan. Pengampunan dosa dan ridho-Nya.

AYAH DENGAR PUTRI NYANYI

Ayah

Ayah Dengar Putri Nyanyi – vitrisa2017@gmail.com

Narasi karya :

Selama ini, ayah yang memberitahu apa yang tidak boleh dikerjakan anak. Lebih banyak yang melarang anak dari pada membolehkannya mengeksplorasi kegemaran postif anak ( tapi tidak sejalan dengan selera ayah ). Sungguh mengerikan jika sampai ada ayah yang.emosional/ tega begitu keras memukul tangan anaknya yang kedapatan mencoreti mobil kesayangan. Tangan anak ini lalu membusuk, diamputasi, tak bisa digunakan lagi untuk mengembangkan bakatnya melukis. Sesal kemudian tak berguna. Orang tua sepatutnya lebih mendengar curhat anak. Fasilitasi bakat terpendam anak. Siapa tahu itu jadi sumber kebahagiaan anak, sekaligus nafkahnya di masa depan. Anak bicara, ayah dengar. Putri nyanyi, ortu lihat.

Iklan

Written by Savitri

11 Juni 2018 pada 00:23

%d blogger menyukai ini: