Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Rumah : jenis, garis sempadan, syarat & kegunaannya.

with 5 comments

Rumah mewah, jenis yang dikoleksi/ diincar para selebriti Hollywood, bangsawan Eropa atau pengusaha kaya raya di dunia Barat. Pencapaian materi adalah simbol sukses penganut faham sekuler. Hirarki Abraham Maslow terpenuhi, tapi hisabnya akan berat di akhirat, kelak.

Sesuai hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, setelah manusia terpenuhi kebutuhan jasmaniahnya ( sandang, pangan dan kesehatan ), maka kebutuhan akan rumah merupakan salah satu motivasi untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik dan tinggi. Dengan memiliki rumah, walaupun kecil, secara hakiki pemilik telah menguasai ruang yang dapat diatur sesuka hatinya, sesuai seleranya. Ruang tsb akan memberikan respon terhadapnya, artinya dapat tercipta suasana timbal balik dan saling menghidupkan. Dengan demikian, suasana home telah tercipta pada house tsb. Bukan lagi sekedar menghindari hujan dan panas, tetapi memberikan ketenangan, kesenangan, bahkan kenangan akan segala peristiwa dalam kehidupannya.

Karena rumah telah menjadi satu dengan hidupnya, maka tercipta mikro kosmos ( rumah dan suasananya ) terpadu dengan makro kosmos ( lingkungan kota, daerah, negara, dunia, alam ), secara harmonis yang saling mempengaruhi. Hubungan yang tidak serasi akan mengakibatkan ketidaktenangan dan ketidakstabilan hidup. Menyadari hal tsa, disepakati untuk membangun rumah untuk memenuhi kebutuhan rakyat banyak. Untuk membangun rumah yang layak, sehat untuk dihuni, berikut ini dasar2 perencanaan rumah dari segi bentuk, jenis, serta aturan tata kota untuk membangun rumah tinggal :

Rumah berdasarkan bentuk penggunaannya

  • Rumah tunggal : punya satu pintu bebas dengan jalan masuk sendiri, misalnya rumah di kota, villa
  • Rumah majemuk : punya beberapa pintu masuk
  • Rumah berpindah tempat : misalnya trailer pada rumah mobile
  • Rumah bukan tempat tinggal : misalnya rumah yang bersifat darurat, non permanen, untuk menanggulangi keadaan darurat, akibat bencana alam.

Rumah berdasarkan jenisnya

Rumah tunggal. Berdiri sendiri dalam persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya. Tingkat privasi & kenyamanannya yang tertinggi.

Rumah deret. Ingat rumahnya Huxtable di Cosby Show juga seperti ini. Rumah2 di Eropa & Amerika ini diikuti sebagian pemukiman elit di Indonesia.

  • Rumah tunggal ( detached houses ) : rumah berdiri sendiri pada persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya.
  • Rumah kopel ( semi detached houses ) : rumah yang umumnya berada pada satu persil, satu bangunan terdiri dari 2 unit rumah dengan satu atap.
  • Rumah deret ( row houses ) : jenis hunian yang unitnya menempel satu sama lain, umumnya maksimal 6 unit berderet.
  • Rumah tipe Maisonettee : terdiri 2 lantai, bisa berupa satu unit tersendiri, bisa berderet, dapat berada dalam massa yang besar, umumnya lantai satu untuk kegiatan umum ( ruang tamu, keluarga, makan, dapur ) dan lantai 2 khusus ruang tidur. Luas bangunan antara 40-70 m2 ( jumlah luas lantai atas dan bawah ).
  • Luas persil antara 45 – 165 m2. Kecuali untuk persil di sudut, dapat ditambah pada sisi sejajar dengan jalan samping, sesuai ketentuan minimum lebar GSB ( Garis Sempadan Bangunan ).
  • Apartemen : bangunan besar bertingkat banyak, terdiri unit2 hunian, setiap unit terdiri 1 – 3 lantai.
  • Rumah inti : hanya terdiri ruang2 pokok ( tidak lengkap ) yaitu ; WC, kamar tidur, dapur dan satu ruang serbaguna, yang perkembangannya di kemudian hari dilakukan penghuni sendiri sesuai arahan dari pengelola. Luas minimum 12 m2, dimungkinkan pengembangannya menjadi rumah sederhana lengkap seluas minimum 36 m2. Rumah sub inti : hanya terdiri kamar mandi/ WC dan satu ruang serbaguna.
  • Rumah tumbuh : rumah yang dibangun secara bertahap sesuai kemampuan penghuni, tetapi denah keseluruhannya telah dirancang.
  • Rumah berjenjang ( terrace house ) : memiliki taman, umumnya bertingkat, dibangun pada tapak yang berlereng/ miring.
  • Rumah spit level ( Spit level house ) : memiliki mezanin untuk ruang keluarga dan ruang tamu terpisah lantainya, tapi secara split.
  • Court houses : rumah yang mengelilingi satu ruang terbuka di tengah, rumah yang beratrium.

Persyaratan garis batas pada bangunan rumah tinggal

Halaman depan diisi dengan aneka tanaman. Selain untuk penghijauan, keindahan, juga untuk buffer kebisingan. Home sweet home.

Taman dalam rumah ( inner court ). Jenis court houses sering terlihat pada rumah2 China tempoe doeloe.

Garis batas bangunan adalah persyaratan teknis yang mengatur posisi rumah di atas tanah yang sudah ditetapkan ukuran dan jenis penggunaannya ( persil, kaveling ). Jenisnya ;

  • Garis Sempadan Jalan ( GSJ ) : batas pekarangan terdepan, batas terdepan pagar yang boleh didirikan
  • Garis Sempadan Bangunan ( GSB ) atau Garis Muka Rumah ( GMR ), Rollyn : batas dinding terdepan rumah pada sebuah persil, panjang antara GSB dan GSJ ditentukan persyaratan yang berlaku untuk setiap jenis bangunan dan letak persil setempat.
  • Guna GSB : rumah memiliki halaman depan yang bisa digunakan untuk taman atau penghijauan sehingga timbul kesegaran dan keserasian dengan lingkungan. Rumah lebih aman karena tidak langsung dimasuk maling. Bisa dimanfaatkan sebagai pelindung ( buffer ) bising lalulintas, tempat bermain anak2, dll. Jarak tsb memungkinkan dibuat teritis atap yang cukup lebar untuk melindungi ( penghuni ) rumah dari cuaca buruk.
  • Garis Jarak Bebas Samping ( GJBS ): Pada bangunan rumah tunggal, sering ada induk bangunan dan anak bangunan yang biasa disebut paviliun. Jenis ini boleh dibangun rapat dengan batas persil samping, posisi dinding terdepan anak bangunan pada jarak minimal 2 kali jarak GSB dan GSJ sesuai persyaratan. Lebar GJBS antara rumah dan batas pekarangan ditentukan berdasarkan jenis bangunan dan perpetakan tanah setempat. Luas area bebas sampaing : jarak bebas samping x jarak antara GSB dan GSJ yang ditentukan. Jarak bebas samping untuk memenuhi persyaratan kesehatan, kenyamanan dan keindahan, mengingat faktor iklim tropis di Indonesia, dengan ciri2 temperatur udara tinggi, curah hujan besar sepanjang tahun, sudut datang matahari yang besar. Adanya jarak bebas samping menyebabkan : terjadinya sirkulasi udara yang baik ke dalam ruangan untuk mengurangi panas dan lembab. Penyinaran matahari langsung ke dalam ruang minimal sejam sehari, baik untuk kesehatan. Rumah dapat dilengkapi dengan teritis atap yang cukup melindungi ( penghuni ) bangunan dari panas matahari dan curah hujan.
  • Garis Bebas Jarak Belakang ( GBJB ) : batas dinding belakang rumah terhadap batas pagar belakang. Panjang garis belakang ditentukan sesuai jenis bangunan dan lingkungan persil tanah setempat. Di halaman belakang sebuah persil boleh didirikan bangunan turutan ( paviliun ), asal bangunan tsb tidak menyesaki seluruh halaman belakang. Halaman kosong di sini minimal lebarnya sama dengan panjang garis jarak bebas belakang yang ditentukan. Jadi, luas halaman kosong tsb minimal = pangkat 2 panjang garis belakang. Tujuan garis jarak bebas belakang : memungkinkan sirkulasi udara dan sinar matahari secara langsung ke dalam ruangan, memungkinkan pertamanan di halaman belakang guna kesejukan dan keindahan rumah, menghindari/ mencegah bahaya menjalarnya api, bila terjadi kebakaran, sebagai tempat servis ( jemuran ), dll, sehingga tidak merusak pemandangan rumah bagian depan, aman terhadap pencurian, dan sebagai tempat rekreasi/ bermain para penghuni rumah. ( Ir.Toni Sudjaja, M.Arch.Eng )

Garis2 batas bangunan ditentukan oleh dinas bangunan & tata kota setempat, melalui serangkaian penelitian, untuk memberi manfaat optimal bagi penghuni rumah dan warga kota di sekitarnya.

About these ads

Written by Savitri

25 November 2009 at 13:10

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dalam uraian mengenai konsep rumah tsb, saya belum melihat unsur kesehatan yang berkaitan dengan penempatan jaringan dtainase air kotor dan bangunan septik tank. Karena para pengebang sekarang kurang memperhatikan aspek Hygienis lingkungan. Trimakasih, atas informasinya yang baik. Salam.

    Sri Hidayati Djoeffan

    2 Mei 2012 at 16:27

  2. thahnks yah..artikelnya sangat membantu..salam kenal.

    andhy

    14 Juni 2011 at 21:10

  3. @ Satya :
    Apakah tangga itu beratap, menghalangi pandangan pengendara di jalan ( belokan ) dan menghalangi penyerapan air di permukaan tanah ( ada pengerasan semen/ beton ) ? Jika ya, tidak diperkenankan, setahu saya.

    Savitri

    10 April 2011 at 09:48

  4. saya ingin tahu, apakah pada area GSB, masih bisakah membangun tangga…?

    satya

    9 April 2011 at 07:24

  5. Hai, salam kenal, artikel anda ada di

    http://rumah-taman.infogue.com/rumah_jenis_garis_sempadan_syarat_kegunaannya_

    ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^

    infoGue

    30 November 2009 at 09:55


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: