Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Archive for the ‘Masjid & rahmat Islam’ Category

Dana Teroris vs Gaji BPIP. Mubaligh Pancasila & Pilkada Negarawan. Coming soon..

leave a comment »

a

Ridwan Kamil. Anies Baswedan. Mahfud MD. Tiga sosok yang menginsiprasi kita karena kontribusinya pada kota dan negara. Ketiganya cemerlang sebelum pilpres 2014. Kita ingat betapa mempesonanya Anies ketika memimpin sidang etik KPK, jubir kampanye Jokowi dan narasumber kredibel persoalan pelik yang tengah dihadapi bangsa ini. Kilapnya seolah memudar ketika Anies di-resuflle, sowan ke FPI saat pilgub DKI ( demi mencoba posisi kepala daerah/ keluar comfort zone ) dan keadaan Jakarta hari ini setelah dipimpinnya, yang tak sebaik 2 pendahulunya. Seolah kita kehilangan idola yang satu ini.Saya tak tahu persis cara mengembalikan Anies ke tempat terhormatnya. Apa dia sedang di posisi goyah seperti pernah saya alami tahun lalu ? Semoga Allah menuntunnya kembali ke fungsi, keahlian dan keceriaannya. Amin. Mahfud setelah sejenak mencoba oposisi tahun 2014, kini kembali melegakan sebagai anggota BPIP, milik kita semua. Negarawan, seperti juga presiden dan kepala daerah, habitat tercocoknya memang mengabdi untuk seluruh rakyat Indonesia. Di situ ia bersinar cemerlang. Klik dan klop. Tidak partisan. ‘Baju’ pengabdiannya tidak kekecilan. Negarawan sejati, di mana pun, milik semua warga, yang memilih mau pun yang tidak memilihnya. Apalagi jika sudah masuk pemerintahan. Negara dan rakyat seharusnya diutamakan. Ridwan Kamil yang waktu kampanye walikota Bandung tahun 2013 diusung oposisi, bisa bersikap adil untuk semua warga Bandung, dari semua suku, agama, ras dan golongan. Dari pkl, tukang becak sampai pengusaha, miliuner. Profesional yang arsitek, perancang kota, manajer kota yang inovatif, kekinian, andal ( jeung kasep ). Blusukan ke bawah ? Siap ! Di tengah, kerja bersama ? Hayuuk ! Di atas memberi teladan ? Oke ! Sudah ia buktikan dengan Adipura, sukses penyelenggaraan HUT Konferensi Asia Afrika ke-60, aneka taman tematik yang membahagiakan warga dan sederet penghargaan lainnya yang diterima Pemkot mau pun Kota Bandung tahun 2013-2018. Kini Ridwan diusung koalisi partai pemerintah ( Nasdem, PKB, Hanura, PPP ) untuk meraih posisi Jabar-1.Jangan lupa Rabu, 27 Juni 2018, jam 7-10 pagi datang ya ke TPS sekitar rumah untuk nyoblos Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul ( Rindu ), nomor urut satu untuk gubernur Jawa Barat, dan Oded M. Danial- Yana Mulyana ( wakil walkot Emil ) untuk Walikota Bandung periode 2018 – 2023 demi Jabar Juara dan Bandung juara ya. Hatur nuhun.. ( Lukisan ‘Ridwan. Anies. Mahfud’, karya Vitrisa ).

Demokrasi. Vetokrasi. Civil society. Post Truth society. Kita di mana ? Usai rezim otoriter Orde Baru kita langsung loncat ke tatanan demokrasi Reformasi, tanpa masa transisi. Semua yang berbau Orba dijungkirbalikkan. Pancasila yang berlebihan didoktrinkan masa Orba dilupakan masa ini, berbuah rentetan bom dan sikap intoleran pada mereka yang berbeda. Plus vetokrasi : betapa mudahnya kebijakan pemerintah diprotes dan dimentahkan tanpa pikir panjang. Main tuduh dan hujat saja. Post truth society: masyarakat yang condong ke asumsi subyektif tokoh asbun yang tak peduli kebenaran fakta. Miskin aplikasi dan tatakrama. Akankah kita terus blunder di sini ? Atau sanggup melangkah maju meraih kedewasaan berpolitik ? Beradab dalam berbicara. Berbudaya dalam bermasyarakat, ala masyarakat madani. Bagaimana Pancasila hari ini ? Check this out.

ISU JUNI 2018 :
NASIONALISME: Gaji Pengarah Pancasila BPIP. Daftar 200 mubaligh kemenag. Paham radikalisme, dana teroris, pelibatan TNI dan pengawasan publik. Ibu2 Kamisan depan Istana Merdeka. Koalisi Pelindung rakyat Palestina. Larangan WNI berkunjung ke Israel. Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

HUKUM: UU Revisi TP Terorisme disahkan. Lelucon bom di pesawat, 15 tahun penjara. Bocah pengancam presiden dihukum diversi. Wagub DKI merendahkan pemerintahan Jokowi ? Mahathir PM Malaysia lagi. PKPU larang mantan koruptor nyaleg. Solusi RUU Revisi KUHP vs UU Tipikor dan KPK. Hakim Agung Artidjo yang langka. Who next ?

EKONOMI: Bandara Kertajati diresmikan, pusat pertumbuhan baru. Komunitas Get Plastic. Komunitas Hutan itu Indonesia. Gerakan Say No to Rokok. Persiapan Asian Games di Pendopo Bandung. 3 jalur mudik di Jawa. Coba jalur indah Pansela ? Galeri investasi pasar modal, e-pasar, e-warung di pasar tradisional Bandung.

GAJI BPIP & DAFTAR MUBALIGH JALAN TERUS ?

Badan Pengarah Ideologi Pancasila ( BPIP ) punya misi mulia ; menghidupkan kembali dasar negara kita dalam nafas keseharian berbangsa dan bernegara kita. Azas negara yang selama 20 tahun Era Reformasi ini sempat diabaikan karena trauma doktrinasi rezim otorian Orba. Dampaknya ? Bom bunuh diri meledak di mana2, sebagai kelanjutan paham radikal yang diimpor dari luar, lepas dari kearifan lokal ribuan tahun leluhur kita yang disarikan dalam 5 sila Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia. BPIP ini kelanjutan UKP Pancasila yang dibentuk presiden Jokowi setahun lalu. Artinya, mereka sudah bekerja setahun tanpa pamrih/ dibayar. ( Prime Time News, MetroTV, 28/5/2018 ). Seperti pengakuan Mahfud, jika beliau diundang ke luar negeri untuk menjelaskan pengamalan Pancasila pada audiens, pakar hukum tata negara asal Sumenep ini terkadang mendapat imbalan jasa dari sponsor yang mengundang.

Lalu kemarin ( EMI, 28/5/2018 ) muncul kegaduhan dari laman Sekretariat Negara, tentang ‘gaji’ 9 pengarah ideologi Pancasila ini. Megawati, ketum PDIP yang juga presiden ke-5 RI ‘digaji’ sekitar Rp 112 juta per bulan sebagai ketua BPIP. Delapan anggota BPIP : ( mantan wapres ) Tri Sutrisno, ( mantan Ketua MK ) Mahfud MD , ( Ketua MUI ) Ma’ruf Amin, ( Ketua PBNU ) Said Agil Shiradj, ( mantan ketua Muhammadiyah ) Ahmad Syafii Ma’arif, ( konglomerat ) Sudhamek, ( teolog Kristen ) Andreas Anangguru Yewangoe, tokoh Hindu Bali Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, yang digaji sekitar Rp 108 juta per bulan.. Nama2 besar berpengaruh yang tak diragukan integritas kenegarawannya.

Uang bukan orientasi utama mereka. Menkeu Sri bilang, gaji pokok anggota BPIP hanya Rp 5 juta, tunjangan Rp 13 juta, selebihnya premi asuransi dan biaya operasional yang hanya bisa diambil jika diperlukan untuk kegiatan operasional ( misal perjalanan ke luar kota untuk misi mulia tsb ). So, Rp 100 juta-an take home pay anggota BPIP ini dianggap wajar, jika melihat gaji menteri sekitar Rp 80 juta, presiden Rp 90 juta, gaji anggota DPR Rp 66 juta belum termasuk biaya operasionalnya. Apalagi kalau dibanding gaji dirut BUMN. Kalau sampai gaduh begini, berarti ada yang kurang dalam pesan komunikasinya.

Mestinya, ada penjelasan rincian dari otoritas yang memutuskan gaji BPIP ini sebelum dirilis di laman Sekneg. Apalagi setelah kebijakan hemat di banyak sektor dalam pemerintahan ini. Sehingga sensitif harga dan ‘kecemburuan’ ini perlu diantisipasi lebih canggih. Pemerintah jika yakin kebijakannya cukup baik dilihat dari banyak aspek, silakan jalan terus. Tinggal diperbaiki jika kritik muncul, seperti kurangnya penjelasan lisan ‘gaji’ BPIP sebelum muncul di laman text yang punya keterbatasannya sendiri. Sebagian awak media memang suka bombastis untuk menarik perhatian pembacanya. Santai saja. Beri penjelasan seperlunya untuk menurunkan intensitas kegaduhannya. That’s all.

Tak jauh beda kejadiannya dengan Daftar 200 mubaligh yang dirilis kemenag untuk merespon permintaan masyarakat yang membludak selama Ramadhan 1439 pasca tragedi bom Surabaya. Diberitakan kemudian kemenag mencabut daftar 200 mubaligh berkomitmen kebangsaan ini ( Prime Time News, MetroTV, 27/5/2018 ) atas desakan komisi 8 DPR karena menjadi polemik di masyarakat/ medsos. Kata mereka, jika ada mubalig radikal di mimbar agama, maka MUI ( yang dianggap lebih netral oleh sebagian pihak ) yang sepatutnya mengawasi ( dan menertibkannya ? ).

Rentetan demo 212 tahun lalu, setahu saya, dipicu fatwa MUI yang merujuk nasehat ulama yang kurang netral/bijak tentang keseleo lidahnya Ahok. Wasekjen MUI bahkan seperti pro MCA yang cenderung ekstrim/ khilafah dan getol menyalahkan polisi atas serangan misterius terhadap 3 ulama beberapa waktu lalu. So, publik juga perlu mengawasi kenetralan MUI terhadap penertiban mubalig radikal di ruang publik. Melihat begitu banyak orang yang sudah terpapar paham radikal dari TK sampai Perguruan Tinggi ( secara dakwah konvensional maupun medsos ) sampai menghasilkan rentetan bom sejak 2002 – 2018, kemana peran MUI pusat dan daerah dalam pencegahan radikalisme selama ini ?

Kritik yang mendasari pencabutan daftar itu bisa jadi mulanya disuarakan para simpatisan intoleran radikal yang selama ini bergerilya di medsos melenakan kewaspadaan netizen, MCA yang merasa di medan perang fisik, lembaga2 misterius berkedok donasi konflik Timur Tengah yang tak pernah diaudit penggunaan sumbangannya, mereka2 yang terganggu geraknya oleh antisipasi kemenag ini. Padahal Menag Lukman sudah bilang ini daftar sementara, akan ditambah 200 lagi, dst, dengan masukan dari ormas agama dan pihak2 terkait. Daftar ini bisa jadi acuan bagi publik yang ingin mengundang penceramah dalam acaranya ( syiar agama di TV, sekolah, kampus, madrasah, pesantren, gala amal, perayaan HUT artis, pesta rakyat, khotbah Jum’atan, perayaan agama dengan tokoh lintas agama, buber dengan anak yatim, dsb ).

Berpotensi perpecahan ? Rakyat selama ini justru/ sudah terpecah karena mubaligh yang tak jelas komitmen kebangsaannya, seperti HR dan AR yang dibiarkan bebas berkeliaran di mimbar2 publik. Lalu, penganut agama lain yang kena getahnya ( gereja dibom, biksu diusir, pura Hindu diancam dibakar, dsb ), sebagian menjadi alergi Islam, termasuk Islam wasatiyah. Saya melihat daftar mubaligh kemenag ini seperti daftar dokter dan klinik di fitur daftar fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam pengajuan kartu BPJS saya. Mana yang cocok dan dekat dengan lokasi domisili saya. Ada trust, karena pemerintah tentu sudah men-sertififikasi kompetensinya.

Kita, civil society, tak main2 lagi soal radikalisme dan kelengahannya, setelah tragedi seminggu full bom kemarin. Tak selalu ada second chance ( negara tetap utuh ) di saat sumber energi dan makanan dunia kian menipis dari hari ke hari, apalagi jika kita tak meng-upgrade diri ( masih tabiat lama, pakai cara lama ). MUI yang menaungi semua ormas di Indonesia berencana membuat sertifikat bagi para mubaligh dengan standar dasar ( membaca Qur’an dan Hadis dengan benar ), standar mubaligh tingkat kelurahan, standar kota/ kabupaten, standar nasional dan standar internasional ( Mata Najwa, Trans7, Rabu, 30/5/2018 ). Menunggu barang itu jadi, saat ini web cariustad.org bisa dikunjungi netizen yang perlu mubaligh part/ full time ( daftarnya, kata pengelolanya, akan terus disempurnakan dengan data MUI dan kemenag ).

Dengan men-sertifikasi sekitar 300 ribu mubaligh dan penceramah agama di Indonesia, diharapkan MUI pusat dan daerah bisa lebih mengawasi/menertibkan para mubaligh di tanah air dari pesan radikalnya. Saran saya, kemenag meneruskan daftar mubaligh bersertifikasi kebangsaan dari negara kebangsaan ini dengan acc dari MUI. Jelaskan kenapa dirilis, bagaimana seleksinya, lalu pasang di laman kemenag ( cariustad.org bisa dikerahkan untuk interaktif digitalnya ) . Jalan terus dengan pede. dikombinasi dengan pengawasan MUI dan publik sbb : jika kurang petugas, kita bantu memantau mubalig/ dai/ ustad radikal di sekitar lingkungan tempat tinggal kita, lalu lapor ke posko kebangsaan Nasdem & tokoh lintas agama, babinsa TNI, satgab Polri-TNI Anti Teror, MUI pusat & daerah, cabang media kredibel ( yang sering saya simak: MetroTV, Trans7, LPS PRRSNI/ Persatuan Radio2 Swasta Nasional Indonesia, KLCBS FM, HU Pikiran Rakyat ), web Kementerian Agama, dan terutama BNPT, sebagai badan yang diberi kewenangan utama menangani radikalisme di Indonesia ( lead institution ) .

Kenapa ? Karena kondisi sekarang ( rentetan aksi teror ) sampai bisa terjadi, diantaranya, karena banyak sumbatan di sana sini yang menghadang laporan warga sampai ke tangan decision maker/ eksekutor penertibannya. Dengan strategi ini, jika tersumbat di pintu satu, mungkin lolos di pintu lainnya ( dekat dengan domisili anda ) . Para orator/ promotor radikal ini bisa jadi penyokong dana teroris seperti ustad Ab Bsy. Atau teroris itu sendiri, seperti pengebom Thamrin dan M.Azhari yang mantan dosen dan senang berceramah. Berhentinya demo intimidatif 212 dan rentetan bom kemarin ( 13/5/2018 ) juga kerja kita semua ( bukan cuma MUI ). We all do it again. Kita bantu MUI mengawasi para radikal ini seterusnya. OK ?

( zionis AS makin merapat ke Yerusalem, jangan sampai rumah Indonesia kita diacak-acak para radikal bak kebo dicocok hidung, di saat kita harus fokus head to head memenangkan next war di sana. Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, sedang melanjutkan pembangunan tahap berikutnya. Silakan yang mau menyumbang berkunjung ke web MER-C atau MetroTV ).

Dukungan dan donasi untuk Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui :

BSM, 700.290.5803
BCA, 686.033.5555
MANDIRI, 124.000.3753754

Semua rekening atas nama :
Medical Emergency Rescue Committee

Info :
Website : http://www.mer-c.org
FB : MER-C Indonesia
IG : @mercindonesia
Call Center : 0811990176

FILM MANTAN TERORIS. ‘JALAN PULANG’

“Jalan Pulang” adalah film yang disutradarai mantan teroris yang insyaf. Ia jadi teroris untuk balas dendam kematian ayahnya oleh non muslim/ Nasrani di Poso. Pesannya, pihak pemda hendaknya membezuk para napi teroris sejak awal. Itu mula deradikalisasi yang terjadi pada dirinya selain keluarga, teman yang membezuk dan merangkulnya kembali ke jalan sejuk.

FILM ‘LIMA’ SUTRADARA PANCASILA.

“Lima” adalah film dari 5 sutradara yang mengisahkan sebuah keluarga ( base on true story ) yang anggotanya berbeda agama, berusaha menyelesaikan problem sehari-hari dengan 5 sila dalam Pancasila pasca kedua ortu yang beda agama wafat bertahap. Dilakukan dalam dialog cair, lucu, sedih, gembira. Tidak menggurui spt di film KZN” ( Kick Andy, MetroTV, 19/5/2018 ). Ya, Pancasila sebagai ideologi pertemuan antara beragam etnis suku, agama, ras dan golongan di Indonesia ini mestinya bisa dirasakan perannya oleh warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

NU sudah mengajak ex-HTI bergabung ke ormas terbesar Indonesia ini. Padahal HTI di Timteng telah membuat banyak negara hancur terpecah belah. Namun, demi persatuan Indonesia dan keutuhan NKRI, NU, penggagas negara kebangsaan ini berbesar hati merangkul mereka dengan ragam kesulitannya untuk bersama berada di tengah ( Islam wasatiyah ). Sungguh mulia.

30 MASJID RADIKAL?

30 dari 800 ribu masjid yang ada di Indonesia ( telah dilaporkan pada JK/ ketua Dewan Masjid Indonesia ) terpapar paham radikalisme.10 ribu masjid ada di Jakarta. ( Prime Time News, MetroTV, 7/6/2018 )

RADIKALNYA SANTRI & MUBALIGH KARENA. BELUM SILA 5 PANCASILA ?

BAZNAS Kota Bandung memberi bantuan Rp 10 juta untuk masjid kecamatan dan Rp 5 juta untuk masjid kelurahan di wilayah ex-Ujung Berung. ( acara ‘Kilas Bandung’, 28/5/2018, dari LPS PRRSNI bekerja sama dengan Humas Pemkot Bandung ).

Terlintas. kemudian dalam benak saya, kenapa penceramah dari kawasan pinggiran yang. menganggap menghormati bendera Merah Putih itu thoghut? ( keturunan iblis/ berhala ). Kenapa siswa pesantren tega meneriakkan kafir. pada pihak lain/ polda karena puisi SS ? ( kafir artinya menutupi kebenaran/ melanggar ketentuan Allah, dalam masjid/ rumah muslim. Di ruang publik, kafir artinya tidak beragama ).

Apa mereka suntuk/ iri karena pesantren tak dibiayai APBN ? ( sementara sekolah negeri yang didanai triliunan APBN masih tak terjangkau oleh mereka ) Kenapa ibu Up ( penelpon EMI, 1/6/2018 ) jadi senewen dengan gaji anggota BPIP? ( padahal mereka belum terima setelah setahun bekerja ) Pengakuannya, dia dkk sudah lama mengajari anak2 nelayan Muara Angke yang sama sekali tak tahu Pancasila. ( cuma dapat capek doang?). Nada suaranya menggerutu. Ia meminta anggota BPIP datang ke tempatnya! ( tipikal aktivis yang mencerna informasi sepotong2 ). Is it all about the money ?

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ( sila 5 Pancasila ). Sudahkah itu diamalkan oleh penguasa daerah ? ( sebelum menjejali mulut lapar mereka dengan Pancasila ). Berapa ribu pesantren yang menampung peserta didik yang tereliminasi dari sekolah negara dan berupaya mencerdaskan anak bangsa tanpa bantuan negara ? ( padahal itu kewajiban negara ). Nasib mereka mirip parpol yang harus membiayai dirinya untuk mengedukasi politik bermartabat pada masyarakat. Banyak yang tak jalan, malah nyolong duit rakyat. Mubaligh pinggiran dan pesantren megap2, lalu banyak yang jadi radikal dan menganggap negara salah ( thoghut ) karena cemburu soal dana ? Moga2 tak sekelam itu kenyataanya, karena 39% siswa terpapar radikal di 15 kampus bukan dari golongan masyarakat tak mampu tentunya, mungkin intervensi asing yang diperparah oleh kesenjangan ekonomi.

Segala peristiwa di dunia terjadi dengan izin-Nya. Hanya sebagian dengan restu-Nya ( sesuai tuntunan Qur’an ). Kita sholat karena ikhlas menjalankan perintah-Nya. Bukan karena pamrih ingin dapat surga. Supaya tidak ogah2an, kalau ada mau, baru mau sholat. Kewajiban muslim ( sholat dan puasa ramadhan ) dilaksanakan dengan pemahaman tsb. Bergegaslah kamu mencari rezeki dan surga dengan keahlian dan perbuatan baikmu ( amar ma’ruf nahi munkar) di muka bumi ( itu baru sunnah untuk meraih surga ). Pemenang sesungguhnya adalah mereka yang mendapat pengampunan dosa dan surga-Nya. ( Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, 20/5/2018 )

PESAN BAGI PENERIAK KAFIR

Jangan gampang takbir ( Allahu Akbar ) yang bukan pada tempatnya. Seperti ISIS sehabis menyembelih manusia meneriakkan asma Allah tsb. Nama Allah adabnya disebutkan di waktu dan tempat yang tepat sehingga efeknya mengagungkan namanya, bukan sebaliknya, menimbulkan antipati orang yang mendengarnya. Azan sholat, adabnya diucapkan dengan suara merdu, bukan teriak2 memekakkan telinga. Juga bacaan doa dan khotbah jangan terlalu lama ( lebih dari 30 menit ) sampai mengganggu tidur orang sakit dan bayi. Toleransi dan empati mesti timbal balik sehingga syiar Islam baik hasilnya ( Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, 1/6/2018 )

WAJAH TERSENYUM MASUK SURGA. WAJAH KESAKITAN TERORIS MASUK … ?

Iblis dari golongan jin yang dulu sangat taat pada Allah, minta dimasukkan dalam kelompok malaikat. Ketika diminta sujud pada Adam yang baru diciptakan Allah dari tanah, iblis menolak sujud karena merasa hahikatnya dari api, lebih tinggi dari manusia. Angkuh. Berpikir secara materi, seperti para setan keturunannya, zionis Yahudi, sebagian Chi** . Makin jauh dari materialistis, makin dekat dengan Allah. Allah bertanya pada iblis, apa kamu ingin seperti elit malaikat yang tak diminta bersujud ? Lalu, Allah memberi tangguh bagi iblis untuk mati ( masuk neraka ) saat kiamat, di mana bangsanya ( jin ) seperti manusia bisa mati kapan saja sebelum kiamat.

Manusia baik dan jin baik, dengan anugerah Allah, bisa masuk surga ( hak prerogatif Allah ) Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia hingga akhir zaman. Itu sebabnya, ketika manusia di fase akhir hidupnya ( sakaratul maut ), iblis masih berupaya datang berbentuk orang tua atau orang yang disayangi untuk mengajak murtad/ keluar dari Islam. Sehingga kita diminta agama mengucapkan Laa ilaaha illaallaah ( tiada Tuhan selain Allah ) di kupingnya untuk membimbingnya tetap Islam di akhir hayatnya. Saat sakaratul maut, mata manusia dibuka tabirnya sehingga sangat tajam untuk bisa melihat malaikat, iblis, arwah orang2 terdekatnya yang sudah wafat. Setahu saya, manusia adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya. Manusia diberi pilihan ( berikut konsekuensinya ), bisa lebih mulia dari malaikat ( masuk surga ), bisa lebih rendah dari hewan ( bersekutu dengan setan, lalu masuk neraka ), atau sedang2 saja, cukup puas bermukim di pinggir surga tingkat pertama ( tanpa atau dengan ‘dicuci’ dulu dosa2nya di neraka ).

Akhlak amal kita selama hidup singkat di dunia ini menentukan apa yang akan kita peroleh di akhirat dalam waktu tidak singkat/ tak terbatas. Manusia baik, saat sakaratul maut, akan dihampiri malaikat tampan dan diperlihatkan halaman surga, tempatnya kelak. Sehingga wajahnya seperti tersenyum bahagia ketika wafat. ( teroris yang menganggap masuk surga kalau meledak dalam bom bunuh diri, apa pernah melihat potongan kepala rekannya berwajah tersenyum ? ). Sebaliknya, manusia buruk/ jahat/ musyrik saat sakaratul dihampiri malaikat pencabut nyawa yang berwajah seram menakutkan yang menunjukkan neraka panas terbakar, tempatnya kelak.

PERAWATAN & SANTUNAN BAGI KORBAN BOM.

Saya lihat korban ledakan bom di ‘Mata Najwa’ ( Trans7, Rabu, 23/5/2018 ) seperti manusia baru. Orang2 yang pernah di bibir kematian ( atau melihatnya ) seperti hidup dengan rasa baru, lebih bermakna, lebih baik. Bahkan, polisi jaga yang sempat tergeletak koma oleh ledakan bom Thamrin kemarin sampai bisa memeluk pelaku yang baru divonis mati oleh hakim. Maaf ( energi positif plus pahala sabar berlipat ganda ) lebih baik daripada dendam ( energi negatif yang mendatangkan banyak penyakit, dan dosa besar jika dibalaskan untuk merusak/ membunuh kemanusiaan seperti sebagian pelaku teror Poso dan para black widow/ janda teroris ). Kita jadi ikhlas kalau tahu Allah yang minta kita mengalaminya ( Allah mengizinkan tragedi terjadi meski tak merestui ). Apa sih yang tidak buat Allah ? Hati kita damai setiap mengingat-Nya.

Revisi UU TP Terorisme yang disahkan DPR ( Jumat, 25/5/2018 ) mengakomodasi perawatan korban pasca ledakan bom. Meski kewenangan presiden, Perpres-nya kan segera dibuat dengan konsultasi DPR ( dan publik ) paling lambat dalam setahun untuk power balancing.

MAU KEGELAPAN ATAU DIANTAR ALLAH ?

Allah mengantar manusia ke surga jika ia mau mengikuti-Nya. ( kita diawasi-Nya dan dibenturkan oleh-Nya melalui berbagai peristiwa jika mulai menyimpang, tanda kita masih disayang ). Sebaliknya, Allah membiarkan manusia dalam kegelapan jika ia tidak mau memilih jalan-Nya ( contoh : orang kaya yang dibiarkan tidak sholat sampai masuk kubur karena peringatan2 terus diabaikannya ) .

NABI SULAIMAN: KAYA, BERKUASA DAN TAQWA.

Nabi Daud berputra Nabi Sulaiman yang besar kekuasaan dan luas kerajaannya tak ada yang mampu menandinginya hingga akhir jaman. Nabi Sulaiman bisa bicara dengan binatang dan memerintahkan bangsa jin. Sebuah contoh dari Allah, bahwa sekuat dan sekuasa apa pun manusia, hendaknya ia tetap taat pada Allah seperti Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman punya 1000 istri. Nabi Daud sangat baik, ibaratnya jika dibolehkan balas menampar, beliau memilih memaafkan. Seorang hamba yang ( perilaku dan ibadahnya ) sangat dekat pada Allah dipilih menjadi 5 Rasul ahli kitab, dari 25 Rasul, ratusan Nabi dan muslim mukhlas ( konsisten lurus ). ( Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab, 25/5/2018 )

PRINSIP. AGAMA DI LUAR NALAR, PATUHI. SUNAH NABI DALAM NALAR, SESUAIKAN JAMAN.

Prinsip agama di luar kemampuan nalar manusia tetap dipertahankan hingga akhir zaman. Seperti sholat 5 waktu dengan jumlah rakaat yang sudah ditetapkan tiap waktunya. Sunnah Nabi yang bisa dijangkau nalar boleh disesuaikan dengan perkembangan teknologi/ masa kini. Misal, perang dengan panah di masa Rasulullah, di jaman rudal nuklir sekarang ini tentu harus di-upgrade agar kita masih bisa menang melawan musuh. ( Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, 22/5/2018 )

BEDA IZIN ALLAH DAN RESTU-NYA

Segala peristiwa di dunia terjadi dengan izin-Nya. Hanya sebagian dengan restu-Nya ( sesuai tuntunan Qur’an ). Kita sholat karena ikhlas menjalankan perintah-Nya. Bukan karena pamrih ingin dapat surga. Supaya tidak ogah2an, kalau ada mau baru mau sholat. Kewajiban muslim ( sholat dan puasa ramadhan ) dilaksanakan dengan pemahaman tsb. Bergegaslah kamu mencari rezeki dan surga dengan keahlian dan perbuatan baikmu ( amar ma’ruf nahi munkar) di muka bumi ( ini baru sunnah untuk dapat surga ). Pemenang sesungguhnya adalah mereka yang mendapat pengampunan dosa dan surga-Nya.

Hukum Allah/ sunatullah dan inayah/ anugerah Allah bisa dibedakan dengan peristiwa pesawat jatuh, semua mati kecuali seorang bayi. Semua mati adalah sunatullah. Bayi yang hidup adalah anugerah Allah. Ada perkecualian dari Allah untuk menunjukkan kebesaran-Nya. ( Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, 20/5/2018 )

PAHAM RADIKAL, DANA TERORIS DAN PELIBATAN TNI. SAH ?

Akhirnya Revisi UU TP Terorisme disahkan DPR, 25/5/2018. Kata Akbar Faisal, mungkin yang terbaik di dunia karena meliputi perawatan kesehatan dan santunan bagi korban aksi teroris. ( dan berlaku surut, korban2 tragedi bom sebelum pengesahan UU ini akan dirawat sampai sembuh ). Di Mata Najwa ( Trans7, 23/5/2018 ), dua korban ledakan bom Thamrin 2016, masih menderita pekak telinga, sakit di beberapa bagian tubuh yang terkena serpihan bom, meski keduanya sudah bisa memaafkan pelaku yang divonis mati seminggu lalu. Beruntung, terapi pemulihan keduanya sudah ditanggung negara meski sudah 2 tahun berlalu tragedi tsb. Kata mereka, masih ada rekan2 senasib yang mendapat perawatan hanya beberapa hari pasca ledakan bom. Mereka yang belum tuntas dirawat, bisa memberitahu negara ( BPJS Kesehatan ? ).

Ketua DPR Bambang menyatakan, Revisi UU segera disahkan Mei 2018 agar DPR tak dikambinghitamkan. Geli kita ya. Akbar bilang Revisi UU kemarin, sebenarnya, bolanya di tangan pemerintah yang masih berembuk soal definisi teroris dan kadar pelibatan TNI. Yang kemudian disepakati 10 fraksi di DPR : frasa bermotif politik, ideologi dan gangguan keamanan ( nasional ) sebagai gerakan teroris, sehingga bisa dibedakan dengan gangguan kamtibmas biasa yang masuk pidana umum. Tindak pidana khusus terorisme bisa melibatkan TNI yang tugas utamanya pertahanan negara dengan intruksi presiden setelah mendapat masukan dari BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ) sebagai leading institution penanganan extra ordinary crime ini. Melegakan, sidang paripurna ketok palunya ( pengesahan ) UU ini bisa berlangsung cepat ( tanpa interupsi ) . Excellent ! Gitu, dong.. Keselamatan rakyat Indonesia, prioritas kita bersama.

BASMI TERORIS DAN RADIKALISME. SEJAK TK ?

Memangkas kaderisasi teroris dilakukan sejak Paud, TK, sampai perguruan tinggi. Kerja sama BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang diberi kewenangan UU dan Perpres no.46 tahun 2010 untuk program deradikalisasi ) dengan Kemendikti & riset, kemendikmen & bud, KPAI, komunitas kebangsaan, media dan publik. Banyak modus yang dilakukan para pengusung radikal/ khilafah. Ketua ex-HTI mengaku di acara Mata Najwa, bahwa kader ormasnya sudah masuk ke sekolah2 dan kampus2 sejak lama. Mereka bisa mengumpulkan pengikutnya di Gelora Bung Karno sampai 3 kali. Ketika ditanya dari mana sumber dananya ? Ia menjawab, dari iuran Rp 50-100 ribu per pengikut yang beli tiket. Misterius ya, apalagi pengikut HTI tak memiliki kartu anggota seperti ormas lain. Sepak terjangnya seperti gerakan bawah tanah yang sembunyi2/ kelompok2 kecil. Jika sudah banyak baru mendeklarasikan diri secara masif dan menggoyang pemerintahan yang sah, seperti HTI di Timur Tengah ( Suriah, Irak, Afganistan, Yaman, dsb).

Saat ini mereka masih menyangkal hidden agenda mereka karena belum cukup besar pengikutnya. Seperti pengakuan sebagian kepala sekolah dan rektor perguruan yang mengaku baik2 saja ( tidak terpapar paham radikal ). Padahal indikasinya sudah ada. Tidak sedikit sekolah yang menolak mengibarkan merah putih dan upacara bendera. Menolak libur di Hari Raya bukan agamanya. Menolak warga sekitar yang ingin mengajarkan nasionalisme, Pancasila, budi pekerti, toleransi beragama, karena kuatir dituduh berpolitik ( masak kepala sekolah gak bisa bedain politik praktis dengan falsafah bangsa sih ? ). Mengadakan sandiwara ‘jihad’ dengan adegan tarung pedang/ kekerasan di kelas TK. Alumni sekolah yang sudah terpapar paham radikal meretas masuk ke. ( bahkan bakal ) almamaternya, berdalih kajian pada pihak otoritas sekolah, lalu mengajari kelompok2 kecil / 5 siswa, pelajaran yang sulit dipahaminya, membantu kesulitan uang, solusi masalah keluarga, soal pacar, lalu menyisipkan pesan/ paham radikal setelah merasa dekat ( modus kader HTI ? )

BELAJAR DARI KONFLIK SURIAH.

Para pendukung ‘mujahidin’/ milisi teror di Suriah ( antara lain, para pengepul donasi di tanah air, simpatisan Hizbut Tahir, Ikhwanul Muslimin, Al Qaida, serta media mainstream Barat ) menyebut mereka/ para teroris itu ‘pengungsi’ atau ‘warga sipil’. Bahkan dibumbui kelaparan, berjalan kaki ratusan km, sampai diserang gas sarin segala ( 2/4/2017). Hoax senjata kimia yang dijadikan dalih Trump meluncurkan 59 rudal Tomahawk ke Suriah. Padahal itu ulah milisi yang membunuh para sanderanya dengan bom klorin di ruang tertutup untuk menggalang simpati dan donasi ( mata duitan ). Menhan AS baru mengakui hoax itu 10 bulan kemudian ( 2/2/2018 ) setelah Suriah jadi reruntuhan. Seperti hoax senjata pemusnah massal di Irak, yang diakui AS, 8 tahun kemudian, setelah Irak porak poranda. Mengerikan, negeri adidaya bisa main tembak cuma gara2 hoax ( pre-text invasi ), tanpa sanksi internasional, seperti koboi barbar saja. Israel, sehari setelah kejadian, ikut membombardir pangkalan udara T-4 Suriah. Kejahatan yang tak dihukum berat menjerakan, eskalasinya makin biadab dan meluas. So, Indonesia mesti punya penangkal paham radikal, penepis rudal nuklir dan kompak bersatu ya. Kita gotong royong, kerja bersama mengupayakannya.

Para petempur ( sedikit warga asli Suriah, lebih banyak petempur asing, di antaranya dari Tunisia, China, Eropa, hidup bersama dengan ‘jihad nikah’. Mereka pun beranak-pinak. Ekstrimisme ( beragama ) dan kebodohan ( ketidakmampuan menyaring informasi ) bisa muncul di kalangan agama atau mazhab manapun. Jadikan bibit2 terorisme ini sebagai musuh bersama yang harus kita lawan, dari agama manapun. Suriah adalah pelajaran berharga tentang dampak mematikan ekstrimisme beragama dan kebodohan menyaring informasi. Akar konflik Suriah ( tahun 2012-2018 ) sebenarnya cuma perebutan sumber energi di kawasan Timur Tengah. Agama hanya dimanfaatkan atau ditunggangi.

Mengapa dunia ( oleh media mainstream dunia/ milik zionis ) dipaksa lebih memperhatikan suara ratusan ribu ‘rakyat sipil’ ( padahal milisi teror ) yang sejak tahun 2012 melakukan berbagai aksi bom bunuh diri, meledakkan bom di keramaian, memenggal kepala, serta membantai para ulama ? ( Syekh Buthy, salah satunya ). Pada 31/3/2013, ‘jihadis’ membunuh dan memutilasi ulama Sunni Aleppo yang menolak bergabung dengan mereka, Syekh Hassan Seifeddin. Jasad Syekh Seifeddin diseret di jalanan, dan kepalanya diletakkan di menara masjid Al Hassan.

Mengapa dunia membiarkan sekelompok orang memaksakan kehendaknya di Suriah dengan cara barbar, serta mengabaikan kehendak sebagian besar warga negaranya ? Warga Suriah yang tidak tertarik ‘khilafah’ ikut pemilu 2014 ( 70% turn-out vote dan 80% memilih kembali Bashar Assad, yang tegas melawan Israel, sebagai presiden Suriah yang sah ).

Suriah perlu 6 tahun untuk mengamankan kembali wilayahnya seluas 185.180 km2. Kira2 perlu berapa tahun TNI – Polri bisa mengamankan wilayah seluas 1.905.000.000 km2 ini jika sampai milisi2 teror dibiarkan bercokol di negeri kita ? ( dimulai dengan pembiaran paham radikal di sekolah, pesantren, mimbar2 agama, dan pembelahan rakyat di medsos ). Dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer, suplai senjata bisa masuk dari mana saja. Jadi, membasmi teroris sampai ke akar-akarnya ( sikap intoleran, paham radikalis/ ekstrimis dan kesenjangan ekonomi ) adalah hal mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Provinsi Afrin di perbatasan Suriah-Turki, dicaplok militer Turki bekerja sama dengan FSA ( salah satu kelompok ‘jihad’, berbendera hijau-putih-hitam dengan bintang 3 ). Bantuan warga Indonesia ( lebih dari Rp 10 miliar, digalang dengan cara menyebar narasi palsu soal Suriah ) akan diserahkan ke Idlib ? ( kamp milisi pecundang )

Lembaga pengepul donasi A** menyatakan di fanpage-nya ( 26/3/2018 ) : A** menjadi perwakilan dari bangsa Indonesia, memboyong total 5.000 paket pangan dari Kota Mersin menuju Kota Reyhanli. Salurkan bantuan terbaik Anda untuk Ghouta, Suriah dengan klik link SG. ( padahal Reyhanli di wilayah Turki dihuni milisi teror, bukan warga dari Suriah. Lembaga donasi ini berbendera FSA, milisi teror dukungan Turki )

Idlib itu adalah tempat evakuasi para milisi teror yang sudah menyerah kalah di berbagai wilayah, termasuk Aleppo dan Ghouta timur. Mereka tidak dibantai oleh tentara Suriah, melainkan diantarkan dengan bis-bis berwarna hijau ke Idlib. Jumlah warga Idlib sebelum tahun 2011 sekitar 120.000 orang; sebagian besar lalu mengungsi akibat perang. Menurut Al Arabiya, populasi Idlib tahun 2016 sekitar 200.000 orang. Jumlah penduduk di Ghouta timur ( kecuali Douma, yang masih didialogkan tentara Suriah dengan milisi JIs ) sekitar 280.000. Hanya 20.000 yang memilih pergi ke Idlib. Jadi donasi A** disalurkan untuk milisi teror tsb. Bukan warga Suriah.

Jika Rp 6 miliar untuk 100.000 paket sembako FUI di Pskh Monas kemarin. Lebih Rp 10 miliar untuk 5000 paket pangan ke Reyhanli ( milisi teror di Turki ), ke mana sisanya ? ( modal bom Surabaya, atau penyisipan kader2 HTI ke sekolah2 ? ). APH ( aparat penegak hukum ) tolong selidiki dan hentikan modus pengepulan donasi semacam ini untuk mendanai aksi2 teror dan penyebaran radikalisme di Indonesia ( selain penjualan narkoba, perampokan toko emas, ATM, dsb )

Idlib adalah provinsi yang berbatasan dengan Turki ( sehingga suplai logistik dari Turki, salah satu sponsor ‘mujahidin’, relatif mudah ). Idlib jatuh ke tangan ‘mujahidin’ sejak Maret 2015. Para milisi menerima instruksi dari para bos besar mereka ( antara lain Turki, Qatar, Saudi ) untuk pergi ke Idlib, dengan membawa uang jutaan dolar dan senjata ringan ( senjata berat ditahan pasukan Suriah ). Ghouta jaraknya sekitar 450 kilometer dari Reyhanli. Provinsi di Suriah yang terdekat dari Reyhanli adalah Idlib ( dari blog Kajian Timur Tengah – Dina OS )

PRAMUKA DAN MENWA YANG NASIONALIS. KONTRA RADIKALISME.

Kampus yang mestinya jadi center of excellent, kemarin seolah menjadi center of terorism, dengan tertangkapnya 3 mahasiswa Unri terduga teroris dengan 3 bom dan serbuk mesiu di ruang sekber mahasiswa. 7 kampus lain di Jawa ( UI, ITB, Undip, Unbraw, ITS, Unair, IPB ) juga sudah terpapar paham radikalisme. UIN sekitar 53%-nya mahasiswanya sudah terpapar, bahkan anak rektornya sendiri nyaris diajak kelompok2 radikal itu dan diindroktinasi dengan pelbagai modus. Di Undip, guru besar yang mestinya mengajar Pancasila, malah mengajar radikalisme pada para mahasiswanya. ( EMI, 4/6/2018 ). Sekolah dan kampus sekuler lebih banyak yang terpapar radikal karena pemahaman agamanya yang dangkal, dibanding kampus yang mata kuliah utamanya agama.

Pemirsa EMI, 24/5/2018, mengusulkan kegiatan pramuka digalakkan di sekolah2 dan Resimen Mahasiswa ( Menwa ) di kampus2 digiatkan untuk menumbuhkah semangat nasionalisme dan toleransi antara saudara setanah air. Sekolah2 guru dikukuhkan komitmen kebangsaannya, selain lebih 200 pendakwah yang sudah di-list kemenag. Sekolah umum negeri juga sudah disasar paham radikal, bahkan oleh sebagian guru2nya sendiri. Karena kurang paham Qur’an, banyak ayat yang dipotong dan dijejalkan ke kepala siswa umum negeri untuk kepentingan ‘jihad khilafah’ kelompok2 teror global yang bercabang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sistem pengajaran yang menjejalkan pengetahuan ke kepala siswa layaknya bejana air yang bisa tumpah kepenuhan, sudah saatnya diubah menjadi interaktif dua arah yang mendidik siswa kritis terhadap ajaran dan input dari luar. Kebiasaan menyimak dengan kritis ini berguna untuk menyaring banjir informasi di internet dan pemapar radikal dari senior atau alumni sekolahnya. Guna orang tua mengajarkan Qur’an dan Hadis secara utuh ( terutama terjemah & tafsirnya ) sejak dini/ kecil agar ketika anak2 masuk sekolah umum yang pelajaran agamanya kurang, lalu tiba2 nyelonong guru pengganti atau kakak alumni menyelipkan paham radikal, pondasi iman kuat siswa bisa mem-filter/ menangkis ajaran sesat itu sehingga tidak ketularan radikal.

Tragedi bom Surabaya ad wake up call bagi kita semua untuk menghentikan jaringan teroris yang mengancam keutuhan negara. Segera !

PELIBATAN TNI SEBERAPA JAUH ?

Pelibatan TNI di tahap kritis, dari 5 tahapan penangan teroris: kritis, parah, substansi, sedang, awal dengan perpres. Terukur, dengan keputusan politik, untuk melindungi HAM dan supremasi sipil. ( EMI, 21/5/2018). Operasi Tanimbala di Poso? tempo hari, juga mem-BKO prajurit TNI di bawah kendali Kapolri karena tugas penegakan hukum adalah ranah polisi. Tugas pertahanan negara dari serangan musuh luar ( tak ada sidang pengadilan untuk penegakan hukum RI ) adalah ranah TNI. TNI punya pasukan khusus anti teror di AD, AL, AU. Mereka bisa dikerahkan menghadapi sayap militer organisasi teroris yang berniat mengganti tatanan/ ideologi negara. Babinsa dan intel TNI bisa mulai bergerak mengendus pergerakan teroris.

Panglima TNI dan Kapolri bisa saling berkoordinasi dalam lingkup kewenangannya, bagi2 tugas atau membentuk satgas gabungan dalam membasmi sel2 teroris sebelum menjadi kanker ganas stadium 4 / ledakan bom yang menghancurkan kemanusiaan dan persatuan Indonesia. Dalam sistem demokrasi ( pemerintahan rakyat ) pengerahan aparat TNI dalam penegakan hukum perlu keputusan sipil/ presiden ( perpres ) untuk mengatur dan memayunginya. Dalam situasi perang ( ketika penegakan hukum tak berlaku/ tak lagi efektif untuk mengamankan negara dan menyelamatkan rakyat ), TNI bergerak otomatis sesuai amanat konstitusi.

Kemampuan tempur dan kaliber senjata TNI dirancang untuk itu : mengalahkan pasukan tempur musuh yang terlatih ( kemampuan di atas para kriminal pengganggu kamtibnas yang ditangani polisi sehari-hari). Tahun ini, TNI AD kembali menjadi juara umum turnamen menembak di Australia yang diikuti 18 negara. Pelibatan TNI membantu Polri dalam membasmi teroris sudah tepat. Sayap militer organisasi teroris dan kejahatan luar biasanya ( extra ordinary crime : terorisme, korupsi, narkoba ) selayaknya dihentikan oleh aparat ( setaraf ) militer pula. Selamat bekerja satgab Polri-TNI !

IBU2 GIGIH PEJUANG KEADILAN DEPAN ISTANA. Nyerah ?

Ibu2 Kamisan terilhami aksi damai di plaza Mayo, Argentina ( tiap hari Selasa ) berkumpul sejak tahun 2007 di depan Istana Merdeka untuk mendorong pemerintah menuntaskan kasus2 pelanggaran HAM berat masa lalu. Setidaknya ada 8 kasus besar yang mereka tuntut, diantaranya korban tahun 1965, 1998, Munir, Tragedi Semanggi 1, 2. Presiden Jokowi bersedia menerima mereka di istana, karena soal pelanggaran HAM memang ada dalam Nawacita ( EMI, 2/6/2018 ). Sebagian pemirsa mengatakan penyelesaian kasus2 itu mungkin tidak populis ( di saat lawan mencari2 kesalahan pemerintahan menjelang pilpres ) tapi sedikitnya, akan meringankan beban pekerjaan pemerintahan berikutnya ( ketika data dan saksi peristiwa makin berkurang seiring perjalanan waktu ). Tim ad hoc dan pengadilan ad hoc bisa dibentuk untuk mengungkapkan kasus2 tsb terlepas apa pun vonis hakim nantinya. Sedikitnya, ada kejelasan yang membantu proses rekonsiliasi yang bisa diterima pihak keluarga korban, pelaku/ keluarganya, pemerintah dan masyarakat Indonesia. Sehingga generasi berikut tak terbebani masa kelam bangsa ini secara berlebihan, karena masa depan pun punya masalah HAM-nya sendiri. Yang berkali-kali lipat, jika pelaku masa lalu masih malang melintang dengan tabiat lamanya ( toh tak di apa2 kan ).

Pelaku kejahatan HAM ( bisa dianggap ) terpaksa berbuat jika ditodong kepalanya dengan pistol ( penodongnya yang dihukum berat ). Jika hanya. diancam dipecat, pelaku/ eksekutor mestinya memilih hati nuraninya ( tidak melaksanakan misi dari atasannya untuk menghabisi nyawa pengeritik Orba atau kesalahan yang tidak proporsional dengan hukumannya. Pentingnya manusia memahami agama sejak dini, diantaranya untuk menuntunnya bertindak. Ia paham rambu2 hukuman yang diperbolehkan Allah, karena hukum manusia mengadopsi hukum Tuhan, selain adat dan norma moral ). Jika eksekutor tetap melaksanakan tugas keji itu, meski ia tak ditodong pistol, maka ia dan pemberi tugas layak dihukum berat. Jika pelaku mengaku dibohongi atasan bahwa misi pembunuhan tsb untuk negara ( misal, penembakan Nasrudin ) , saya pikir, nalar dewasa sudah bisa memilah kebenarannya. Pelaku tetap dihukum berat. Juga atasan pembohongnya.

Di tahun ke-4 ini, Jokowi dan tim yang dibentuknya bisa mulai membuat skema penyelesaiannya ( bisa rekonsiliasi ala Nelson Mandela/ korban2 diskriminasi rezim Apartheid di Afsel, atau negara lainnya ). Tahun ke-6, ketika tak ada beban populer lagi ( elektoral ), Jokowi bisa mulai mendorong penegakan hukumannya, dilanjutkan rekonsiliasinya, dan santunan sekedarnya jika negara masih punya kas cukup untuk itu ). Itu saran saya ( meski tahu banyak NGO asing sengaja/ kerap mengangkat-angkat kasus2 pelanggaran HAM lama demi agenda tersembunyi AS/zionis untuk memojokkan/ menyibukkan rivalnya agar tak sempat mengusik hegemoni mereka. Saat ini, zionis AS tengah mengincar Yerusalem, kota internasional 3 agama di tanah Palestina ). Namun, melihat ibu2 korban dijemur di terik matahari lalu berhujan-hujan di depan pagar Istana Merdeka selama 10 tahun ini ( lebih 540 kali demo ), saya kok jadi ingat ibu saya lagi. Siapa sih yang bisa ngalahin kegigihan kaum ibu sayang anak, yang pengorbanannya sepanjang hayat ? ( di atas kepala mereka ada Allah ). Nyerah deh…

KOALISI PEMBELA PALESTINA. BERANI ?

AS kembali mengeluarkan veto untuk anak emasnya, Israel yang baru saja membantai ratusan warga Palestina ( tewas dan ribuan luka ) pada bulan Mei 2018, seperti jumlah korban serangan brutal Israel tahun 2014. Palestina, satu2nya negara yang belum merdeka sejak KAA 1955 di Bandung. Usulan Kuwait yang diveto AS kemarin adalah perlindungan ( internasiona/ pasukan PBB ) bagi warga Palestina yang berdemo damai ( tanpa senjata ) dari serangan pasukan Israel. Dari 5 anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan ( DK PBB ) hanya AS yang mem-veto. Pasukan keamanan PBB baru bisa dikerahkan jika 5 anggota tetap DK ( AS, Inggris, Perancis, Rusia, China ) setuju. Waktu AS mengusulkan HAMAS dikategorikan organisasi teroris, gantian 14 anggota DK menolaknya. Karena penjagaan HAMAS yang bermarkas di Gaza, di wilayah itu tak ada tentara Israel yang berani patroli. Berbeda dengan wilayah Tepi Barat, di mana otoritas Palestina dan organisasi FATAH berada, patroli tentara Israel leluasa hilir mudik. Warga Palestina di sana mesti minta izin di pos2 penjagaan Israel jika hendak berobat ke Mesir atau berkunjung ke wilayah tetangga. Penjara raksasa, bukan?

Sebenarnya tipu daya setan itu lemah, kata agama. Di Gaza, banyak anak2 hafiz Qur’an. Bagi mereka, berdemo tiap hari memprotes pendudukan Israel sejak tahun 1948, menghadang tank Israel yang akan melindasnya atau melawan tentara Israel bersenjata lengkap tak membuat takut. Bagi pejuang HAMAS mengadu nyawa melindungi tanah air Palestina/ mengusir penjajahan Israel adalah keharusan, yang berbuah syahid/ surga jika gugur ( ini syuhada beneran. Bukan kayak pelaku bom bunuh diri sok syahid di Indonesia, yang tidak dalam keadaan perang. Mereka ini justru masuk neraka. Bunuh diri konyol masuk neraka ). Meski sudah ribuan yang tewas, ajaib, populasi Palestina terus bertambah. Salah satu yang membuat Israel frustasi dan makin kalap ( takdir Allah kok dilawan? ).

Makin materialistis manusia, makin jauh ia dari Allah ( Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab, 27/5/2018 ). Iblis, buyutnya jin setan ( pembangkang ) semula sangat taat pada Allah. Namun, ketika diminta Allah bersujud pada Adam yang baru diciptakan-Nya dari tanah, Iblis ogah karena merasa hakikatnya dari api lebih tinggi dari tanah ( mestinya Iblis melihat siapa yang menyuruhnya, bukan mempersoalkan hakikat penciptaan. Dasar Iblis bego. Kita, makhluk-Nya, mau melaksanakan apa saja selama Allah yang memerintahkan kan ? ). Ciri Iblis itu angkuh, dengki dan tamak. Zionis begitu kan ? Ketika Nabi Muhammad datang, leluhur mereka ogah mengakui kenabiannya. Kitab2 terdahulu ( sebelum Qur’an ) yang menginformasikan kedatangannya diutak-atik pendeta2 Yahudi ( jadi tidak asli ) hingga sesama agama samawi kini konflik ( merasa paling benar ).

Ekstrimis Yahudi/ zionis ini merasa agama Yahudi tak boleh diungguli oleh agama Islam ( angkuh dengki, mirip Iblis yang tak lagi taat, karena asumsi subyektifnya : hakikat api di atas hakikat tanah ). Sebenarnya, agama dari jaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad membawa ajaran sama : Tauhid/ Islam. Istri Fir’aun ( Siti Asiah ) di sebut mukmin di kitab suci. ‘Bangunan’ Tauhid yang disusun sejak jaman Nabi Adam itu nyaris sempurna. tinggal kurang satu bata lagi. Satu bata itu ( diisi ajaran yang dibawa ) Nabi Muhammad SAW. ( Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab, 3/6/2018 ).

Sehingga jika tidak ada keangkuhan itu ( tidak ada Iblis dan setan2 cucu cicitnya yang membisiki nafsu manusia, termasuk zionis bego ) yang merembet ke dengki, lalu tamak ( menguasai Timur Tengah dan jargon polisi dunia ) maka Masjid Al-Aqsha, Gereja Makam Kudus dan Tembok Ratapan itu menjadi situs bersama/ kota internasional bagi agama Tauhid ( Yahudi, Nasrani, Islam ) yang aman dikunjungi, seperti kita, muslim, boleh puasa ala Nabi Daud ( Yahudi ) dan baca doa Nabi Sulaiman ( putra Nabi Daud, yang tetap taat pada Allah, meski dianugerahi-Nya kekayaan dan kekuasaan tak tertandingi hingga akhir jaman ). Kisah mereka dan Nabi2 sebelum Nabi Muhammad tercantum di kitab Al-Qur’an yang dijamin Allah SWT keasliannya hingga kiamat. Dijaga setiap titik komanya oleh para malaikat.

Tapi, kenyataannya, para setan ( pembangkang) dari jenis jin dan jenis manusia dikomando Iblis, setiap hari mengganggu manusia sampai hari kiamat. Lalu, nasib rakyat Palestina bagaimana ? Kaum kapitalis, liberalis, warga dunia yang hedonis, para budak materi ( jauh dari Allah ) jadi penakut melawan kebiadaban di depan mata, apalagi nun jauh di Palestina. Hanya bisa mengutuk keras ( yang tidak diijabah doanya karena bergelimang nafsu dan dosa ). Apa mungkin warga AS berani memakzulkan presidennya karena melakukan kebohongan publik dan kejahatan HAM luar biasa berat ? ( memerintahkan penembakan 59 rudal Tomahawk ke Suriah gara2 hoax bom sarin pasukan pemerintah sah Suriah, padahal itu bom klorin yang dilempar para pemberontak dukungan Koalisi AS ( Coalition of the willing ) yang kepepet menjelang kekalahannya di Suriah, yang menewaskan para sandera mereka.

Apa warga AS mau capek menyusuri akar konflik Timur Tengah lalu menggalang dukungan rakyat untuk tidak memilih Trump dalam nasa jabatan kedua atau lebih memilih presiden yang mengayomi publik internasional termasuk rakyat. Palestina ? Jika itu jadi utopis ketika material world lebih mereka sukai, kita, rakyat Indonesia melalui perwakilan kita di PBB ( lebih sip lagi presiden dan menlu ) melobi sidang Majelis Umum ( satu negara satu suara, tak ada veto ) untuk membuat Resolusi PBB tentang Perlindungan Keamanan bagi rakyat Palestina. Jika AS yang minta PBB mengirim pasukan ke Suriah tapi ditolak ( menjatuhkan Assad ) bisa membentuk pasukan koalisi sekutu pimpinan AS ( juga ke Irak, Libya ), maka negara2 muslim mestinya juga bisa membentuk pasukan koalisi untuk melindungi keamanan warga Palestina. ( Let’s the 3’rd world begins? )

Minimal jangan kalah gertak dan style. Takut hanya pada Allah. Tipu daya bos zionis/ Iblis itu lemah. Makin kita takut, makin besar Iblis setannya. Makin kita berani, makin takut Iblis setannya/ apalagi zionis, salah satu cecunguknya. Coba tanya warga Israel, tentang serangan roket HAMAS ke Tel Aviv, mereka umumnya pada takut mati. Saya ingat bagaimana pak Jurnalis di depan pos jaga tentara Israel, menguatkan nyali untuk merintis pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Pekerja Allah yang bersih hati tidak takut mati. Adakah pemimpin Indonesia, Liga Arab dan negara2 OKI seberani dokter Mer-C berdedikasi itu ? Jika ada, galang dukungan di Majelis Umum PBB untuk koalisi pasukan pelindung rakyat Palestina. Siaapp ?! ( Indonesia pasti ikut karena RSI ada di sana. Iran pasti nimbrung, karena HAMAS dan roket2 jarak jauhnya ada di situ. Who else join with us ? Nyali tebal, syarat minimalnya. Punya ? ).

WNI DILARANG KE ISRAEL. YERUSALEM BERBAHAYA KARENA KLAIM AS.

Indonesia tak punya kedubes/ hubungan diplomatik dengan Israel karena negara zionis ini menduduki tanah Palestina, muslim saudara seiman kita. Tentang larangan kemenlu, bagi WNI yang ingin berkunjung/ wisata religi ke Israel ( dan Yerusalem ) patuhi saja. Toh, sementara waktu, sampai Yerusalem pulih kembali sebagai kota internasional dengan pengamanan penuh pasukan PBB/ koalisi muslim. Kita tak mau ada sandera WNI yang menyulitkan usaha2 kemerdekaan Palestina. Saya bisa vertigo lagi ( mungkin juga pak Jokowi ) kalau harus memikirkan kegentingan sekaligus di banyak tempat. Sabar ya..

INDONESIA, 1 DARI 15 ANGGOTA DEWAN KEAMANAN PBB.

Babinsa TNI ditingkatkan jumlahnya hingga 700% untuk mengendus dan mencegah penyebaran paham radikalisme. Pencegahan radikalisme ini juga program Indonesia ( diwakili menlu Retno ) yang kembali terpilih untuk ke-4 kalinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Mengajak dunia memerangi radikalisme dan terorisme dengan Islam moderat/ wasatiyah dan keadilan sosial ekonomi. Mempopulerkan Islam Wasatiyah dalam negeri dan luar negeri, selain menyeru para pemimpin negara/ dunia untuk bertindak adil ( menjunjung keadilan dalam beragam isu dan aspek perdamaian dunia ). 144 dari 190 negara anggota Majelis Umum PBB memberikan suaranya pada Indonesia. Mulai bekerja pada 1 Januari 2019. Congratulation to.. us !

MAHATHIR, 92 THN, TURUN GUNUNG DEMI MALAYSIA BERSIH

EMI, 11/5/2018 mengabarkan, Mahathir Mohammad terpilih kembali menjadi presiden Malaysia di usianya ke- 92 tahun. Presiden tertua di dunia. Sebelumnya, 22 tahun berkuasa 1978 – 2004. Fokusnya, memberantas korupsi PM sebelumnya. Rencananya mau menjabat 1-2 tahun saja. Kita tunggu gebrakan beliau nemulihkan Malaysia dan kaderisasi pemimpin lebih muda dan bersih untuk masa depan demokrasi negeri jiran kita ini.

ELIT POLITIK ASBUN BELAJARLAH NASIONALISME PADA ANAK MALAYSIA !

Urunan bayar hutang Malaysia, bahkan dilakukan anak2 dengan mencuci mobil. Bukan nilai uangnya, namun lebih penting esensinya : nasionalisme di usia yang sangat muda, ikut membantu negara yang sedang kesulitan. Hutang Indonesia 34% dari PDB ( masih aman jika di bawah 60% ), tapi oposisi di sini sudah teriak2 seperti segawat 1998. Ketika rupiah tembus di atas Rp 14 ribu per USD Mei lalu, mereka juga gaduh. Setelah Juni ini rupiah turun di bawah Rp 14 ribu per dolar AS, mereka diam tak mengapresiasi. Elit politik di Indonesia sebaiknya belajar ke warga Malaysia yang bisa bersatu membantu solusi atas masalah negaranya. ( EMI, 5/6/2018 ).

15 TAHUN PENJARA UNTUK HOAX BOM. WAGUB & PELAJAR PENGHINA PRESIDEN ?

UU no.1 tahun 2009 tentang penerbangan menyebutkan penjara 1 tahun bagi pembohong adanya bom/ bahan peledak di penerbangan ( juga pelabuhan/ angkutan umum ). Penjara 8 tahun jika kepanikan yang ditimbulkannya menyebabkan orang lain terluka ( plus mengganti kerugian maskapai penerbangan akibat hoax tsb ). Penjara 15 tahun jika sampai menewaskan orang yang mendengarnya. Rupanya belum banyak yang tahu larangan hoax di bandara ya. Mei 2018 saja terjadi 9 peristiwa hoax bom oleh calon penumpang di antaranya 2 anggota DPRD Banyuwangi. Tahun 2015, bahkan sampai 52 kasus hoax penerbangan yang merugikan penumpang, otoritas bandara dan maskapai penerbangan. Selama ini, para pembohong hanya diperingatkan aparat ( penyidik sipil negara, kepolisian ) lalu menandatangani surat perjanjian bermaterai Rp 6000,- sehingga kejadian serupa masih berulang dan merugikan banyak orang. Sebagian pemirsa EMI ( MetroTV, 31/5/2018 ) meminta aparat hukum menerapkan hukuman 1-15 tahun itu bagi ke-9 pelaku hoax Mei 2018 ( sekalipun bercanda, tak berempati, ‘sakit’ sosial ) agar adil ( tak diskriminatif/ tebang pilih ).

Kalau saya memilih pihak bandara mensosialisasi dulu larangan hoax bom ( apalagi bom beneran ) dan sanksi beratnya. Pasang di tempat2 strategis untuk diperhatikan calon penumpang dan keluarga pengantarnya. Jika masih ada yang bercanda bawa bom, segera amankan dia ( pramugari bisa minta penumpang lain tetap tenang atau keluar pesawat pelan2 selama beberapa waktu karena ada pemeriksaan pesawat mendadak/ sidak sebelum betul2 aman untuk terbang ( jangan sebut bom ). Pelaku hoax yang mestinya diganjar setahun penjara ( berhubung penjara kita masih penuh ) diminta tak mengulangi perbuatannya dengan surat perjanjian, tanda tangan, materai Rp 6000,- plus denda minimal Rp 5 juta atau sebanyak kerugian yang dialami penumpang lain, maskapai penerbangan dan otoritas bandara. Pemiskinan agar jera, dan membuat calon pelaku berikutnya berhitung seribu kali kalau melakukan kebodohan serupa. Pelaku hoax yang membuat orang lain terluka dan mati dalam kepanikan, silakan dipenjara 8-15 tahun sesuai aturan. Hii.. lebih seram dari hukuman koruptor ( apalagi jika hukuman 20 tahun diperkecil jadi 15 tahun jika RUU KUHP jadi disahkan Agustus 2018. KPK minta soal tipikor dikeluarkan dari KUHP karena sudah ada UU Tipikor yang mengaturnya agar tidak bertentangan), kecuali jika hukuman mati yang digagas mantan hakim agung Artidjo bagi koruptor terwujud. Mulutmu, harimaumu. Hati2 bicara di ruang publik ya..

KESAMAAN WAGUB & PELAJAR ?

Kecerdasan kedua pengejek presiden Jokowi apa setara ya ? SU bilang pemerintahan Jokowi seperti Najib yang nanti diganti PS, karena naiknya harga2. Sontoloyo ya. NR kan korupsi dan sudah 9 tahun menjabat PM Malaysia. Jokowi bersih dan baru 4 tahun menjabat pada Oktober 2018 nanti. Hutang luar negeri jiran ini 80% PDB, sedang Indonesia kurang dari 30% dari PDB ( 14 triliun USD ) dan digunakan untuk keperluan produksi ( pembangunan infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, waduk irigasi, dsb ) yang akan meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi jika terkoneksi dengan baik dan bersih dari pungli. Angka kemiskinan yang turun dari 11 ke 10, bisa lebih turun2 lagi di masa2 mendatang. Jadi soal Jokowi sama dengan NR itu hoax ( saya kasihan sama PS yang timses-nya pada asbun begini padahal background-nya pengusaha yang mestinya melek soal data2 ekonomi ).

Contohlah Gubernur Jabar Aher dari PKS dari Gubernur Sumbar dari oposisi juga, yang bisa bicara objektif atas pencapaian pemerintah bahkan memuji blusukan bosnya ( presiden ). Sekali politisi/ pengusaha masuk pemerintahan ( sumpah jabatan ) mestinya ia meninggalkan ego kelompoknya dan mengabdi pada kepentingan publik daerahnya, yang memilih maupun yang tidak memilihnya. Termasuk mencerdaskan publik dengan data2 kredibel bukan asumsi subjektif. Apa sanksi bagi bawahan yang ( kejam ) mencela bosnya ? Agar tidak terus berulang dan ditiru para bocah ingusan, sekedar ingin gaul/ populer. Simbol negara dan wibawa pemerintahan bisa rusak jika para peleceh dibiarkan berhoax ria dan merintis chaos dalam negeri karena rakyat tak lagi percaya pada pemimpinnya.

Saya lihat SU grogi bicara di acara Mata Najwa masa kampanye pilgub DKI. Gak nyangka bunyinya di luar TV bisa semiris ini. ( sanksi : ia masuk black list saya bersama RG, FZ, FH, AR, jika sekonsisten mereka menyerang wibawa kepala negara ). Jika SU cerdas, ia akan memberitahu kekurangan pemerintah pusat saat pertemuan rutin presiden dengan para kepala daerah. Tidak dilempar ke publik demi perolehan suara pilpres. Gak etis, tahu. Apa tak ada kader Grd di luar pemerintahan ( spoke person ) yang mengambil alih peran politik SU yang sudah masuk pemerintahan ? Kalau kelakuan SU masih oposisi, ya gentle saja, keluar dari pemerintahan. Jangan makan gaji dan fasilitas sambil menusuk dari dalam seperti musuh dalam selimut. Udah kemarin Jokowi disalahin RG gara2 rusuh Pskh di Monas yang tak diantisipasi SU dan jajarannya, sekarang masih pula Jokowi dicibir seperti mantan PM NR ( yang mega korup ) . Beresin dulu Jakarta. Mana janji DP 0% – nya ? Pohon hias imitasi di trotoar yang tak aman bagi pedestrian ( harga di APBD RP 8 juta per buah, padahal harga pasar Rp 4 juta per buah ) juga dipersoalkan publik. SU belum punya legitimasi moral untuk bicara. Jangan jadi tong kosong berbunyi nyaring deh. Capek dengernya.

Apa sih salahnya Jokowi secara pribadi pada SU, sampai tega2-nya dia bicara begitu ? Integritas SU dijual murah demi suara 5 tahun sekali ( dan post truth society : masyarakat yang tak peduli lagi dengan kebenaran ). Menyedihkan. Bagaimana nasib pelajar yang viral di medsos ( mengancam presiden Jokowi ) Mei lalu ? Dapat hukuman diversi ( kerja di panti sosial ) setelah bersama ayahnya di video minta maaf pada presiden Jokowi dan rakyat Indonesia.( Prime Time News, MetroTV ). Jika mengulangi perbuatannya, pelajar itu masuk penjara betulan sesuai aturan ( MK memasukkan kembali pasal penghinaan terhadap presiden ).

Bagi masyarakat pasca kebenaran ( post truth society ), bunyi sengawur apa pun lebih dipercaya dari isi sebenar apa pun. Warga DKI apa sudah seperti ini ? Elit politik mestinya menahan diri akan fungsi oposisinya jika dia sudah terpilih masuk dalam pemerintahan. Obyektivitas tetap dijaga demi literasi publik yang dilayani. Kecerdasan publik dibina dengan ucapan2 etis obyektif. Beralih dari politisi/ pengusaha yang mementingkan partai/ kelompoknya menjadi negarawan yang merangkul semua. Rakyat diutamakan ( EMI, 30/5/2018)

PELAJARAN PAHIT PILGUB DKI 2017. ELIT DAERAH LEBIH DEWASA DI PILKADA 2018.

Tingkat demokrasi Indonesia turun 20 peringkat tahun 2017 karena isu pilgub DKI ( politik identitas SARA/ pragmatis/ elektoral bukan politik etis ). Menurut lembaga Gallup, Indonesia adalah negara ke 9 dari 10 negara teraman di dunia ( di bawah Swiss, Singapura ) karena rakyatnya baik, pemerintahannya baik, ( prajurit dan ) polisinya baik.

Elit pusat mestinya belajar pada elit daerah yang lebih dewasa menyambut pilkada. Papua, Kalbar, Jabar, Jateng dan Jatim yang dianggap rawan, sejauh ini cukup kondusif menjelang pilkada. Memilih adu program dan menjaga keutuhan NKRI. Negara ini jangan sampai retak, apalagi pecah karena propaganda hitam yang menyerang identitas petahana atau calon pesaing seperti pilgub DKI tahun 2017. Tahun 2016, seingat saya, saya pernah mewanti-wanti DKI agar menjadi contoh pilkada bermutu di daerah karena banyak media nasional berkantor di sana, ee.. ternyata DKI yang harus belajar pada pilkada di daerah yang relatif matang dan berkualitas ( setelah melihat ekses negatif hasil pilgub DKI 2017 yang terasa sampai hari ini, bahkan merembet ke wilayah sekitarnya dan kepentingan nasional ). Pelajaran yang dipetik : kinerja bagus mestinya dipilih rakyat ketimbang omdo utopis ) , untuk pilkada selanjutnya di Jakarta. ( EMI, 19/6/2018)

INDONESIA NEGARA TERAMAN KE-9 DI DUNIA.

Menurut laporan Gallup\’s Law and Order Report 2018 ( lembaga kredibel Gallup berdiri sejak 1935 ), Indonesia adalah negara ke 9 dari 10 negara teraman di dunia, dari 142 negara yang disurvei ( setelah Singapura, Norwegia, Islandia, Finlandia, Uzbekistan, Skandinavia. Ubekistan, Hongong Swiss, Kanada ) karena rakyatnya baik, pemerintahannya baik, prajurit dan polisinya baik.
1000 orang Indonesia dalam kurun waktu 10 April 2017 sampai 20 Mei 2018 ditanya dalam bahasa Indonesia : Apakah anda percaya dengan kekuatan polisi di kawasan tempat anda tinggal? Apa anda merasa aman berjalan sendirian pada malam hari di kota anda ? ( kemampuan polisi lokal ). Apa dalam 12 bulan ini, anda dan keluarga anda pernah kecurian uang atau barang berharga ? Apa anda pernah diserang atau dirampok selama 12 bulan terakhir ? Jawaban mayoritas responden dengan margin of error 3,6% menunjukkan : Warga Indonesia secara umum merasa aman tinggal di negaranya dan percaya dengan kekuatan polisi serta penegak hukum.
Jika jumlah polisi masih timpang dari jumlah seharusnya untuk menjaga 263 juta penduduk Indonesia, artinya kesadaran warga untuk menggembok pagar, mengunci ganda kendaraannya, siskamling, menggaji satpam, dsb, sangat berkontribusi pada hasil aman ini. Jika sebagian orang merasa tak nyaman dengan hujatan/ tweet war di media sosial, netizen bisa men-delete atau memblokir akun2 hate speech. Bukan serangan fisik pada keselamatan jiwa ( kecuali berbuah intoleran, radikal dan teror bom jika tidak diblokir ). Hasil teraman ini bisa dikapitalisasi untuk mengundang turis dan investasi ke Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tantangannya, apa kita bisa mempertahankan status aman ini ? ( merawat fasilitas umum dan pariwisata, sistem hankamrata, siskamling ) Semoga para stakeholder pariwisata, pihak hotel dan restoran, lebih semangat menggaet wisatawan domestik dan mancanegara, dengan meningkatkan servis dan produk unggulan kita. Kita mau sektor pariwisata jadi nomor satu penyumbang devisa kan ?

PKPU LARANG MANTAN KORUPTOR NYALEG ? SALUT !

Hukum tertinggi di sebuah negara adalah keselamatan rakyat. Tapi kok DPR, Kemendagri, Bawaslu masih membolehkan mantan koruptor ( di bawah hukuman 5 tahun penjara ) berlaga di pileg 2019, asal mengumumkan dirinya mantan koruptor ( ada yang pernah lihat baliho mantan napi ? Sekecil apa tulisan mantan koruptor-nya? ), mengikuti keputusan MK dahulu kala. Padahal, rata2 koruptor dihukum 2 tahun 2 bulan penjara ( laporan ICW ). Sudah 116 wakil rakyat dan birokrat dari parpol yang terjaring KPK. Dan sebagian dari mereka mengulangi perbuatan korupsinya. Mestinya, wakil2 rakyat di parlemen dipilih dari para caleg yang berintegritas/akhlak tinggi dan punya kredibilitas/ keahlian prima. Agar tak maling uang rakyat dan tak ditipu para sponsor ayat UU. Punya budaya malu dan etika moral yang baik.

Pandangan hukum tak lepas dari pandangan moral. Hukum Islam/ fiqih bagi orang yang ditampar, dibenarkan untuk balas menampar. Tapi agama juga mengajarkan, memaafkan dan memberi pencerahan akan lebih mulia ( nilai pahalanya lebih besar ). Etika moral lingkupnya di sini, kemuliaan akhlak menjiwai atau melebihi hukum positif. Kehadiran budaya malu menyurutkan niat ( parpol yang mengusung mantan ) koruptor mencalonkan diri ( di pileg 17/4/2019, pendaftaran caleg 22/11/2018 ) seperti disiratkan keputusan MK ( syarat mengumumkan bekas napi korupsi ) sehingga hasilnya sama: hanya caleg bersih yang disediakan KPU untuk dipilih rakyat. Syarat capres menurut UU Pemilu no.7 tahun 2017 : tak tersangkut pidana korupsi, narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan pidana berat lainnya. Jika lembaga legislatif setara lembaga eksekutif, mestinya syarat bukan koruptor juga berlaku. Aturan ‘no way corruptor’ juga berlaku di DPD dan DPRD. Masak DPR belum sih ? ( kayak iklan shampo ).

Mantan kriminal mungkin membunuh 10 orang, tapi mantan koruptor sudah membunuh jutaan anak yang ibunya tak mampu beli susu formula untuknya hingga mati kurang gizi, yang jalan daerahnya berlubang hingga ia tewas kecelakaan, yang jembatannya ambruk hingga ia tewas terseret arus sungai ketika terpaksa menyeberang, yang tewas tertimpa atap sekolah yang ambrol, yang tewas meledak karena minimnya dana pencegahan bahaya radikalisme di medsos dan sekolahnya, dst, karena korupsi APBN dan APBD. Begitu defisitkah manusia berkualitas dari 263 juta rakyat Indonesia, sampai sampah masyarakat ( koruptor ) seperti ban usang ini dihidangkan lagi di bilik suara dan parlemen kita ? Berapa juta lagi rakyat yang harus tewas jika terus dikondisikan ‘berkubang di comberan’? ( PKPU anti koruptor ini demi keselamatan rakyat ). Pemirsa EMI, 25/5/2018, sampai usul dibuat monumen tertulis nama2 koruptor untuk intelectual punisment/ dipermalukan. Yang lain minta koruptor dimiskinkan agar tak punya modal nyaleg. KPU minta LHKPN ( laporan harta kekayaan ) pejabat yang nyaleg untuk menyisir rekam jejak/ potensi korupsi balon.

Lagian, kalau koruptor tak dicegat ( dilarang ) ikut pemilu, kapan kita bakal punya penangkis rudal nuklir yang andal ? Armada hankam yang tangguh ? Rakyat negarawan yang cerdas dan kuat ? Mikirnya sampai ke situ ( wahai, parpol yang bimbang ).

Mantan koruptor mestinya juga dilarang ikut pilkada, jadi menteri, duta besar dan pejabat publik lainnya untuk mewujudkan cita2 reformasi yang anti KKN ( dipayungi Tap MPR RI Tahun 1998 ) : pemerintahan ( eksekutif, legislatif, yudikatif ) yang bersih dan berwibawa. Mari kita kawal pengundangan PKPU ini di lembar berita negara KemenkumHAM ( bisa dipantau publik ). Persetujuan DPR, Kemendagri, Bawaslu dan MK terhadap niat baik KPU yang didukung publik ini bisa memberi kepastian hukum sedini mungkin untuk caleg mempersiapkan semua persyaratannya. Caleg bersih juga bisa mengurangi angka golput orang2 yang selama ini kurang percaya parpol.
So, for us.. PKPU tolak koruptor…YESS !!

BAGAIMANA MK?

Irma PS, pengamat politik yang mengajukan JR ke MK atas UU MD3 2018, di Opsi Avi ( MetroTV, Senin, 28/5/2018) mengatakan, niat benar setiap lembaga, tak otomatis men-justifikasi larangan mantan koruptor nyaleg di PKPU yang sudah dikonsultasikan ke DPR dan pemerintah, dan tetap jalan terus meski tak disetujui ( KPU, seperti KPK dan media, adalah lembaga independen yang bertanggung jawab pada publik, tak perlu persetujuan DPR dan pemerintah ketika membuat aturan detail dalam pelaksanaan tugasnya. Kewenangannya diatur UU yang dibuat dengan konsultasi publik. Yang menolak aturan PKPU ini bisa uji materi ke MA ). Mendagri Cahyo mengatakan, isu calon tunggal dan dinasti politik pernah diajukan dan mental di MK ( jadinya kapok ? Siapa ketua MK-nya saat itu ? Ngerinya, konstitusi kita bisa berubah sesat dalam sehari di tangan hakim korup seperti AM. Wakil Tuhan di MK ini harus benar2 qualified dan negarawan ).

Kalau saya tinggal mengingatkan MK, MA, DPR dan pemerintah tentang hukum tertinggi keselamatan rakyat ini. Masih pengen sidang paripurna DPR terlihat melompong ( malas ) saat ketok palu ? Mau adegan memalukan serial OTT berlanjut di Senayan ? Mana sempat mereka mikirin rakyat yang balitanya mati sesak nafas dalam karung oleh anak di bawah umur karena soal sepele ? Ke mana para orang tua yang seharusnya mengasuh anaknya dengan nilai agama dan moral ? Mereka sibuk mengais rezeki yang tak seberapa, karena dana daerah tertinggal dikorup sebagian anggota DPR, meniru jejak senior ketuanya ( SN ). Dunia melihat kita ‘berkubang di comberan’ seperti ini mau sampai kapan, wahai Ketua MK dan MA ?

Revisi KUHP vs KPK ? PASAL 63 SOLUSINYA.

Melihat episode Mata Najwa kemarin ( Rabu, 6/6/2018) menyisakan geli di hati. Betapa tidak, di sisi kiri para penyetuju draft Revisi UU KUHP ( menkumHAM, Panja DPR, NJ/ PKS ) semula santai meledek para penolaknya ( Biro Hukum KPK, 2 wakil publik anti korupsi ). KPK dibilang genit dan baper karena over reaktif terhadap klausul tipikor di RUU yang dianggap KPK bisa meringankan koruptor akibat ketidakpastian hukum yang ditimbulkannya/ multi tafsir ( Seperti, lama hukuman di RUU KUHP Revisi bagi koruptor 15 tahun sedangkan di UU Tipikor selama 20 tahun. Jika pasal 63 KUHP lama dihilangkan, maka koruptor akan dihukum ringan ). Publik diminta menkum YL percaya pada deretan nama terkemuka dalam tim perumus ( profesor akademisi/ praktisi ) RUU tsb. YL bilang, pihaknya tentunya tak mau bunuh diri dengan hal itu ( melemahkan KPK ). Kita lalu ingat serial OTT yang melanda anggota DPR setahun ini, penangkapan SN/ mantan ketua DPR yang begitu alot dramatis, UU MD3 2018 yang membungkam kritik publik lolos dari antisipasi menkumHAM yang ikut membuatnya bersama DPR, terakhir YL tak mengundangkan ( mengembalikan draft ) PKPU yang melarang koruptor nyaleg, alasannya kuatir menghilangkan hak politik anggota dewan ( mantan napi korupsi ). Kuatir jadi preseden buruk : lembaga2 lain ikut bikin peraturan yang bertentangan dengan aturan di atasnya ( bakal dia yang paling pusing ngurusin kalau ketakutannya yang berlebihannya itu yang terjadi, melebihi empatinya terhadap kecemasan publik jika negara ini bangkrut oleh hisapan koruptor yang terbanyak dari anggota dewan dan birokrat dari parpol ). Anda lebih percaya siapa ?

Publik punya trust tinggi pada KPK. Begitu KPK merasa akan dilemahkan, segera publik menghambur bergegas menolong ( istilah anggota DPR: tsunami politik ). Huh .. rakyat kok dilawan ? Kita bisa lihat di meja ‘Mata Najwa’ malam itu, 2 anak muda/ wakil publik, kokoh berdebat, kritis memaparkan argumennya, meski yang dihadapi 4 seniornya : seorang menteri, 2 anggota DPR senior, dan seorang wanita profesor hukum pidana, tak membuat keduanya gentar dan surut ( seperti menjiwai Daulat Rakyat ). Kegigihan mereka representatif. Keren. Salah satu yang membanggakan dari hasil Reformasi : rakyat lebih kuat di republik ini ( setelah Yang Maha Kuat, Allah Swt ). Suara rakyat adalah suara Tuhan. Benar saja, meski keilmuan 2 wakil publik ini mungkin di bawah 4 seniornya, tapi nurani/ insting kebenaran menuntun kita pada apa/ siapa yang harus kita bela. KPK sudah 5 kali melayangkan surat pada presiden ( mungkin memohon agar tipikor tidak dimasukkan dalam KUHP Revisi karena hukum Perancis, rujukan hukum Belanda/ KUHP lama pun, tipikor dikeluarkan dari KUHP Perancis ). Entah kenapa saya geli melihat wakil KPK itu dengan gaya khasnya ( kutu buku ) tetap ulet mempertahankan protesnya dengan seabreg argumen dan data, sementara kubu peledeknya yang semula tenang malah berubah kalap menjelang akhir acara. Bahkan YL sampai tak kuasa menahan amarahnya/ baper dicecar wakil publik yang gigih membela KPK ( mungkin YL tak suka bosnya/ presiden sedikit2 ditarik ‘mengintervensi’ hukum ). Kita memang mati-matian membela apa yang kita yakini benar. Masing2 dengan persepsinya jadinya seru. So, what’s the way out ?

Pasal 63 dalam KUHP lama, ayat 1 dan 2 tetap dicantumkan/ berlaku pada KUHP Revisi ( hukuman yang paling berat yang harus diambil hakim dan Lex spesialis mengenyampingkan lex generalis ). UU pidana khusus ( korupsi, narkoba, terorisme, kejahatan HAM berat ) seperti UU Tipikor dan UU KPK mengalahkan aturan pidana umum di UU Revisi KUHP yang berupaya mengkodifikasi pidana khusus tsb ( apabila hukumannya dibuat lebih ringan ). Posisi UU Revisi KUHP dengan UU KPK dan UU Tipikor setara. Sama2 Undang2. Di ketentuan penutup/ peralihan UU Revisi KUHP mestinya dinyatakan, UU pidana khusus ( korupsi, teroris, narkoba, HAM berat) tetap berlaku dan existensi lembaganya tetap ada. Hirarki UU Revisi KUHP tidak superior terhadap ke -4 UU TP Khusus tsb ( alias setara ). Dengan pencantuman pasal 63 KUHP lama dan ketentuan penutup tsb, semoga semua pihak, termasuk KPK, bisa menerima UU Revisi KUHP yang lebih bercita rasa Indonesia ini sebagai kado HUT RI ke- 73 Agustus nanti. Namun jika kedua hal tsb tidak dicantumkan, kita tak perlu buru2 mengesahkannya Agustus 2018 ( supaya tak langsung di JR ke MK seperti UU MD3 2018 ). Setuju, para pihak ?

KPK diminta pemirsa EMI, MetroTV, untuk memborgol para tersangka dan napi koruptor agar tidak ada salam metal lagi dari bupati yang korup seperti kemarin.

Draft UU yang dibahas di parlemen, usai rapat, beritanya biasanya diposting ke laman web DPR RI sebagai upaya merangkul partisipasi publik ( bagian dari konsultasi publik ). RUU Revisi KUHP di laman web DPR RI bisa dipelajari publik dengan mengklik tautan ini. http://www.dpr.go.id/cari

UU Revisi TP Terorisme yang telah disahkan Mei 2018 ( akan disusul perpres-nya dalam setahun ), klik beritanya di sini http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/20875

KPU bisa memasang profil mantan koruptor yang nyaleg di TPS-TPS seluruh Indonesia dengan tulisan besar2, begitu pula di baliho, spanduk dan web KPU, jika DPR, menkumHAM, parpol, MA, MK belum sehati dengan kita dalam tindakan mereka. Jangan berkecil hati. Semoga Allah membukakan hati mereka untuk juga menolak mantan koruptor masuk bursa pileg 2019. Amin.

CALO ANGGARAN KEMENKEU DITANGKAP KPK

Prime Time News, MetroTV, 7/5/2018 : Makelar anggaran di kemenkeu ditangkap KPK. Mereka pegawai ( memberitahu posisinya dekat menkeu ) yang mendatangi calon pengguna APBD untuk korupsi/ minta fee dengan iming2 bisa menambah pagu atau pos anggaran yang diminta daerah. Hati2 dengan bujuk rayu dan tipu muslihatnya. Cross check dulu ke banyak pihak kredibel atau datang langsung ke kantor kemenkeu ( loket resmi ).

HAKIM ARTIDJO YANG AGUNG, SIAPA PENERUSMU DI MA ?

Artidjo, 70 tahun, hakim agung MA yang purna tugas 23/5/2018, dikenal bersih, tegas dan ditakuti para koruptor yang kasasi karena justru hukuman makin berat sampai koruptor memilih mencabut kasasinya. Pedang hukum Artidjo tajam ke atas dan bawah, ke kanan dan kiri. Semua arah, karena integritas dan kredibilitasnya sangat tinggi. Albertinaho, yang menghukum Gayus Tambunan, diusulkan pemirsa, menggantikan posisinya di MA agar MA masih punya maruah (EMI, 22/5/2018). Teguran KY tentang hakim2 bermasalah yang merusak citra lembaga peradilan kita sering tak digubris MA karena ego sektoral. Padahal tim yang diketuai MA yang menempatkan hakim2 itu di 34 provinsi.

Jika atmosfirnya kondusif, dorongan publik kuat, pengawasan media dan publik jalan, sistem memberi peluang, maka hakim bagus yang ditendang ke atas ( keluar dari pusaran tipikor ) masih bisa dimunculkan hakim agung sekelas Artidjo. Di institusi Polri ada Jenderal Hoegeng. Di TNI, ada Jenderal Sudirman. Di pengadilan ada Artidjo. Idealnya, sosok2 hakim berintegritas tinggi sudah ada di pengadilan tingkat pertama. Sehingga kepastian hukum bisa mewujudkan tatanan hidup yang tertib dan beradab di negeri ini sejak awal.

18 tahun jadi hakim MA/ hakim agung. Kegiatan Artidjo sekarang, piara kambing di Situbondo, mengunjungi mertua di Sumenep dan mengajar S2 di Yogya. Pernah mengusulkan hukuman mati untuk koruptor karena menyelewengkan amanat rakyat yang berakibat menghancurkan masa depan strategisnya seperti sekolah roboh. Tapi DPR menolak dengan dalih residivis korupsi dan keadaan bencana baru koruptor dihukum mati. Artidjo menangani 19 ribu perkara, dan biasa minum jamu untuk menggenjot stamina. Penggantinya harus kuat mental dan kuat fisik, pesan Artidjo.

AEROTROPOLIS KERTAJATI. INSPIRASI PERTUMBUHAN EKONOMI BARU.

24/5/2018, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka diresmikan presiden Jokowi. Direncanakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menginspirasi daerah2 lain untuk berkembang. Kawasan Aerotropolis ( industri pesawat terbang dari hulu hingga hilir ) didukung/ terkonek pelabuhan Baliba yang menjangkau Kuningan, Cirebon dan Brebes ( tol Brebes-Pemalang pada arus mudik 1439 H ini akan digratiskan pemerintah. Namun, sebagian mencemaskan kecelakaan dan kemacetan yang timbul jika digratiskan 100% ). Bandara Kertajati mulai difungsikan sebagai embarkasi jemaah haji daerah sekitarnya tahun ini. Direncanakan awalnya bisa menampung 5-6 juta penerbangan per tahun ( Bandara Soekarno-Hatta atau Soetta menampung 63 juta penerbangan. Bandara Husein Sastranagara, 3 juta penerbangan ).

Kabupaten Majalengka, salah satu daerah yang kurang sejahtera dari 27 kabupaten kota yang ada di Jawa Barat. Dengan kehadiran infrastruktur terbesar kedua setelah Bandara Soetta ini, diharapkan Majalengka akan lebih sejahtera, jika seluruh jalan2 koneksinya juga sudah dibangun menghubungkan sentra2 produksi rakyat ( UMKM difasilitasi pertumbuhannya ) dengan bandara, pelabuhan, Cirebon, Kuningan dan Brebes, Jawa Tengah. Model pembiayaan kreatif di luar APBN, yaitu konsorsium pemda, BUMN dan swasta, bisa ditiru daerah2 lain. Juga untuk melengkapi prasarana jalan koneksi dan UMKM. Kota Bandung bisa berkurang kemacetannya karena sebagian aktivitas ekonomi ibukota Jawa Barat ini pindah ke Majalengka, seperti PT. Dirgantara Indonesia. ITB mau buka cabang juga di sana ? ( fakultas dan riset terkait penerbangan ). Cihuii.. jalanan lancar, euy !!

Pemerintahan Jokowi juga sudah merampungkan 9 waduk dari 46 waduk yang direncanakan. Ya, untuk intensifikasi lahan sawah yang dari hari ke hari kian menyempit di Pulau Jawa. Supaya stok beras cukup, tak perlu impor, harga di konsumen terjangkau, padi petani terserap baik. Ketahanan pangan prima. Syukur2 bisa swasembada beras lagi. Siip !

3 JALUR MUDIK JAWA. PANSELA MENAWAN.

Pada arus mudik lebaran 1439 H ini para pemudik ( diperkirakan mencapai 31,9 juta orang ) bisa melalui 3 jalur, yaitu Trans Jawa/ pantura sepanjang 176 km, jalur tengah/ alternatif dan jalur Pansela/ pantai selatan dengan pemandangan alam/ pantai yang indah. Mudik sambil berwisata alam. Jalan Tol Pejagan – Semarang juga sudah bisa dilalui pada H-7. Juga, 32 km jalan tol Salatiga – Kartasura mulai H-7 sudah bisa digunakan. Sekarang progresnya mencapai 68% jadi ( Prime Time News, 28/5/2018)

Istilah mudik lekat dengan lebaran dimulai tahun 1976 ketika pembangunan dipusatkan di sejumlah titik di Indonesia. Tahun 1978 jalan tol pertama di Indonesia dibangun ( Tol Jagorawi sepanjang 47 km ). China yang dulu belajar ke Indonesia, kini punya lebih 11 ribu km jalan tol melebihi Indonesia ( lebih 800 km. Lebih 500 km-nya dibangun dalam 3 tahun masa pemerintahan Jokowi ). Diperkirakan lebih Rp 15 triliun uang di distribusikan pemudik ke daerah saat bersilaturahmi dengan sanak saudara. ( EMI, 6/6/2018 ). Ritual mudik membawa aktivitas ekonomi ( distribusi uang dari kota ke desa ), pembangunan infra struktur jalan, tol dan sarana pendukungnya, kohesi sosial jika para pemudik bisa tertib dan saling bantu, perbaikan kesempatan kerja di kota kabupaten yang dilintasinya ( penataan tata ruang wilayah/ RTRW untuk mengurangi arus urbanisasi ) dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ( pembangunan infrastruktur ekonomi di luar Jawa meski penduduknya lebih sedikit daripada Jawa ).

Arus mudik terbesar kedua setelah pemudik Imlek di China ini menjadi ujian bagi manajemen transportasi dan aparat keamanan kita. Akankah Sidomuncul dan Pertamina kembali menyediakan bis gratis bagi pemudik untuk mengurangi perjalanan motor yang berbahaya ? ( 70% dari lebih 3000 kecelakaan mudik tahun 2017 berasal dari sepeda motor, 742 pemudik motor tewas ). Jalan tol digratiskan antara 2-6 hari sebelum dan setelah hari raya ( 14 hari per tahun ). Agar pengelola tol tidak rugi oleh pengratisan ini, pemirsa EMI menyarankan tarif tol dinaikkan 4% setelah lebaran ( pengguna jalan bisa maklum ).

Pemudik diharapkan berani menegur supir bis yang ngebut ugal2an selama perjalanan. Manajemen rest area ( ada di tiap 10 – 26 km jalan tol ) hendaknya lebih memperhatikan fasilitas bagi orang tua, wanita hamil, kaum disabilitas yang lebih lama menggunakan toilet. Kantong parkir diperbesar agar tak meluber ke jalan raya dan mengganggu lalulintas. Pemirsa dari Makasar yang akan naik feri ke Pulau Selayar, minta pemerintah membuat ruang tunggu bagi pemudik yang berjubel antri. Pemeriksaan petugas terhadap bawaan dan jumlah calon penumpang yang naik feri harus disigapkan agar perjalanan mudik jadi aman dan nyaman ( kondisi ferinya sendiri diakuinya lebih baik dari tahun2 sebelumnya. Tinggal ketertiban penumpang dan keberadaan ruang tunggu yang kurang ). Penelpon EMI ( 11/6/2018 ) dari Papua mengingatkan pemerintahan Jokowi untuk merealisasikan janjinya membangun jalur kereta api di Papua. Janii itu hutang buat warga Papua, katanya.

Memperat kohesi sosial dalam ritual mudik bisa dengan cara menunjukkan keadaban publik ; antri yang baik, gotong royong saling bantu dan tertib lalulintas. Jika warga Malaysia bisa kompak menyumbang untuk mengurangi utang negaranya, kita pun bisa kompak saat mudik dan berperan mengupayakan keamanan dan kenyamanan bersama. Selamat mudik. Hati-hati di jalan ya…

PERSIAPAN ASIAN GAMES DI PENDOPO BANDUNG

Asian Games diikuti 43 negara, dengan Rp 3,7 triliun biaya pembangunan venue dan Rp 3,5 triliun biaya pembangunan wisma atlit ( Prime Time News, 28/3/2018)

PASAR TRADISIONAL KEKINIAN: PASAR SAHAM, E-PASAR, E-WARUNG.

Galeri Investasi Pasar Modal di pasar tradisional yang digagas Bursa Efek Jakarta sudah diterapkan di pasar Tasikmalaya, Balikpapan, Ujung Berung. Dengan Rp 100 ribu anda sudah bisa memiliki saham perusahaan besar. Ayo belanja ke pasar sambil nabung saham.. ( LPS PRSSNI, 7/5/2018 )

Tidak itu saja PD Pasar Pemkot Bandung akan menggiatkan e-pasar ( transaksi belanja cashless ) dengan kartu digital di seluruh pasar tradisional di Kota Bandung. Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ) senilai Rp 110 ribu per bulan bisa ditukar beras dan telur di beberapa e-warung yang ditunjuk. ( LPS PRSSNI, 31/5/2018 ) Canggih ya ibu2 Bandung, pada punya saham di pasar modal, sudah itu jago transaksi non tunai pula di pasar tradisional. Soal fashion, kuliner jeung trend kekinian, Bandung mah juarana. Meni resep ngadanguna. Oh, Bandung, kota urang. Aku cinta padamu…!!

KOMUNITAS GET PLASTIC DAN MESIN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN

‘Kilas Bandung’, 28/5/2018, dari LPS PRRSNI bekerja sama dengan Humas Pemkot Bandung mengabarkan Komunitas ‘Get Plastic’ membuat mesin pengolah limbah plastik menjadi bahan bakar, yang bisa dipakai sendiri atau se-RW, sehingga mengurangi sampah yang dikirim ke TPS dan TPA. Hebring.. Siapa mau beli ?

KOMUNITAS HUTAN ITU INDONESIA. KONSER MUSIK DI RIMBA ?

Kick Andy, 12/5/2018 menampilkan kiprah komunitas ‘Hutan itu Indonesia’ dengan membuat acara Olahraga ke Hutan, Jamuan Hutan, Musisi Masuk Hutan, dsb. Kita tahu, hutan Indonesia, terluas ke-3 di dunia. Keanekaragaman hayatinya termasuk yang tertinggi di dunia. So, paru2 dunia ini harus dilestarikan dan dimanfaatkan rakyat setempat dengan bijak.

PEMANASAN GLOBAL MEMATIKAN DI PAKISTAN.

1000 orang diberitakan tewas di Pakistan karena heat stroke/ awan panas lebih 44 *C tahun lalu. Kemarin terkena cuaca ekstrim lagi 44 *C. Semoga hutan lebat dan perairan Indonesia melindungi kita dari bencana panas ini. Amin.

SAY NO TO ROKOK. DENDA BAGI YANG BEBAL.

Muhammad Solihin, Pjs walikota Bandung, mengajak PNS agar tidak merokok di kantor pemerintahan dengan gerakan ‘Say no to Rokok’. Awalnya, larangan ini akan disosialisasikan dulu. Setelah itu akan didenda siapa saja yang kedapatan merokok di lingkungan kantor pemerintahan Kota Bandung. Ya, jumlah kematian akibat merokok meningkat tajam tahun ini. 90% dari penyakit mematikan yang tercatat ( sebelumnya hanya 30% ). Orang terkaya di Indonesia adalah pemilik pabrik rokok. Kebayang biaya iklan dan pengaruhnya kan ? Dengan jargon memasyarakatkan olahraga, nyatanya, Thomas & Uber Cup kita malah kalah. Justru, rokoknya yang kini memasyarakat dan menguras dana BPJS serta Dinas Kesehatan setempat untuk memulihkan kesehatan pecandu rokoknya. 7 kebohongan manfaat rokok ?

PERSIAPAN ASIAN GAMES DI PENDOPO BANDUNG.

Sekda Bandung pada Senin lalu ( 28/5/2018 ) di Pendopo Bandung ( rumah dinas walikota Bandung ) mengadakan rapat persiapan Asian Games, Agustus 2018. Banyak atlet asal Bandung Jawa Barat ( langganan juara umum PON ) yang akan berlaga di even Asia tsb. Sukses 8 besar ya !

CLOSING

Ber-Pancasila artinya berkebajikan dalam bernegara. Sikap mengakui dan saling menghormati antar warga negara Indonesia. Termasuk menghormati masa pemerintahan definitif 2014-2019, tidak mencoreng identitas presiden Jokowi tanpa etika, tidak menggoreng kebijakannya tanpa fakta, tidak mengolok-olok legitimasinya dengan tagar dan kaos ‘ganti presiden’ ( masa kampanye belum mulai ). Sebagian tokoh2 Reformasi yang keras bersuara waktu itu seolah tak ber-Pancasila kini ( setelah tak kebagian ‘kue’ ). Ketahuan pamrihnya.

Pernyataan politik beda dengan pernyataan ideologis, seperti perbedaan antara bendera dan garam. Bendera terlihat tapi tak dirasakan. Garam di air sebaliknya, tak terlihat namun dirasakan. Ideologi Pancasila mestinya seperti garam, dirasakan WNI dalam denyut kehidupannya, bagaimana ia melihat sesuatu/ peristiwa dan bersikap terhadapnya. Seperti tragedi bom Surabaya kemarin, solidaritas kemanusiaan dan persatuan Indonesia menggerakkan mereka berbondong-bondong ke PMI untuk mendonorkan darahnya bagi korban, tak peduli suku dan agamanya. Seperti Maghrib ini, para penganut Hindu dekat Pura, membagikan tajil gratis untuk berbuka puasa tetangga sekitarnya yang muslim. Sentuhan kemanusiaan untuk Persatuan Indonesia.

Yuk, kita kembali ke Mukadimah UUD 1945. Menjalankan Pancasila dengan murni dan konsekuen, secara kognisi ( pikiran) maupun afeksi ( perbuatan ). Selamat Hari Kesaktian Pancasila ( 1 Juni ) dan Hari Raya Idul Fitri ( 1 Syawal 1439 H/ 15 Juni 2018 ). Mohon maaf lahir batin. Selamat nyoblos pilkada 27 Juni 2018, Indonesia !

Iklan

Written by Savitri

4 Juni 2018 at 13:07

TRAGEDI BOM SURABAYA : Menidurkan Kewaspadaan ala ISIS. Sinyal & Solusi.

leave a comment »

a

Kapolri Tito Karnavian dan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa,( Trans7, Rabu, 17/5/2018 ) mencoba mengurai masalah pelik Bom Surabaya ( Minggu, 13/5/2018 ). Kita seminggu ini, sedang dikejutkan dengan serentatan aksi teroris di tanah air, dimulai dengan tragedi pengebomanan 3 gereja di saat umat Kristiani tengah melakukan ibadah. Satu keluarga ( ayah, ibu, 4 anaknya ), sepulang dari medan ISIS di Suriah, meledakkan diri hingga merenggut banyak nyawa jemaat ( 24 tewas, 48 luka2 ) dan 6 nyawa pelaku teror ( DA, ketua JAD Surabaya dan keluarganya ). Indonesia berduka dan turut belasungkawa di mana2 pada keluarga korban. ‘Muslim’ ( tanda kutip ) versus Non Muslim. Wahai para teroris, sesederhana itukah kalian menstigma mereka yang berbeda?  Sampai perlu menumpahkan darah ? Allah tidak membuat semua orang mengimani Islam untuk menguji keimanan hamba-Nya, bagaimana bersikap pada mereka yang berbeda aqidah. Tinggal sedikit lagi syariah Islam yang belum dicapai/ diterapkan dalam aturan perundangan dengan cara demokrasi di parlemen. Acara ‘Mata Najwa’, 8/5/2018, menghadirkan ketua HTI yang dibubarkan, Yusril IM/kuasa hukumnya, Romahurmuziy/ ketum PPP, Haris Azhar/ wakil Komnas HAM, Abdul Rochman/ sekjen Banser NU. Mereka mengajak ex- HTI bergabung dengan PPP, PBB dan Banser NU daripada memaksakan khilafah. Ex-HTI memang sebaiknya dirangkul agar tak dimanfaatkan pihak asing. Semoga pelajar dan mahasiswa yang kadung terpapar paham radikal juga kembali ke Islam wasatiyah. Biar Allah yang memutuskan siapa yang benar di antara kita kelak. Di ruang publik, kita semua manusia, warga Indonesia. Junjung tinggi kemanusiaan kita, melebihi sekat2 primordial/ SARA. NKRI harga mati. Teroris pengusung khilafah terpaksa mati di republik ini jika terus memaksakan kehendak. Peneriak kafir dan pemasok konten radikal di medsos terpaksa dihentikan jika bebal menghasut netizen. Segera sahkan Revisi UU TP Terorisme. Negara dikuatkan untuk melindungi segenap rakyatnya. Melindungi umat 6 agama dan melindungi masa depan anak2 Indonesia. Saya melindungi Indonesia. Anda juga ya.

Intoleransi, radikal, teroris. Familiar ? Istilah itu bersliweran sejak meletus revolusi rakyat Reformasi 1998. Bom Bali meledak tahun 2002 menelan 202 orang tewas dan lebih 800 orang luka2. Terbesar kedua setelah runtuhnya menara kembar WTC, New York yang menewaskan sekitar 4.000 orang. Konspirasi global demi status quo hegemoni AS/ Barat di dunia.

( WTC dibom pemiliknya/ zionis, menjelang ditabrak pesawat yang dibajak teroris yang membajak  identitas Islam. Zionis AS melakukan itu untuk mengobarkan perang melawan terorisme ke seluruh dunia, untuk menyudutkan umat muslim, untuk mencaplok tanah Palestina yang dihuni warga muslim, berikutnya kawasan Timur Tengah yang kaya minyak bumi dan  dihuni mayoritas muslim ).

Kecermatan mengatur high explosive, mother of satan, di WTC, presisinya pesawat terbang yang menabrak gedung WTC dan Pentagon ( Mabes-nya tentara AS )  oleh teroris yang baru belajar nyetir pesawat, sama dan sebangun dengan cermatnya intel AS memasang bom high explosive berikutnya di Kuta, Bali menjelang teroris lokal yang baru belajar membuat bom, meledakkan pub2 di sana dan terkaget-kaget dalam hati, bom mereka bisa meledak sebesar itu lebih cepat dari yang mereka perkirakan.

Trump mengklaim sepihak, Yerusalem sebagai ibukota Israel, tak lama setelah terpilih sebagai presiden AS. Tanggal 14 Mei 2018, rencananya mulai memindahkan kedubes AS ke Yerusalem. Indonesia termasuk negara pendukung kemerdekaan Palestina di garis depan ( selain Iran, Suriah, Lebanon ) sehingga zionis AS cs merasa perlu mengacak-acak negara2 muslim ini dulu agar tak sempat mengurusi rakyat Palestina dan mengenyahkan Israel, anak emas AS,  dari tanah pendudukannya. Rusia dan China berada di pihak penolak klaim sepihak AS saat ini. Yerusalem adalah kota internasional karena ada situs Islam ( masjid Al-Agsho/ tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ), Nasrani ( Gereja Makam Kudus ) dan Yahudi ( Tembok Ratapan, sisa istana Nabi Sulaiman ). Konflik global, lokal dari sejak Perang Dunia 1 sd 3 ya karena konspirasi perebutan tanah bersejarah para keturunan Nabi Ibrahim ini. Sungguh menyedihkan anak2 sampai ikut meledak bersama serpihan orang tuanya di Indonesia.

Sebuta itukah para pelakunya terhadap skenario global ini ? Bagaimana kita bisa menghentikan kebiadaban mereka di rumah kita ?  Check this out.

SEJARAH TERORIS LOKAL SAMPAI KEBLINGER, MULANYA…

Membabi buta mendirikan khilafah, paripurna negara Islam, meski dengan kekerasan, nenghalalkan segala cara biadab. Tidakkah kalian berpikir, kalian cuma pion AS yang dimanfaatkan keluguannya ?

Al-Qaida dibentuk Osama bin Laden dengan bantuan CIA ( agen rahasia AS, melatih Osama dan pengikutnya membuat bom, menggunakan senjata, strategi perang, dsb ) untuk mengenyahkan Uni Soviet/ kini Rusia dari bumi Afganistan era Perang Dingin. Ini semua soal rebutan sumber alam/ minyak. Isu agama/ SARA cuma jadi alat untuk nemecah belah anak bangsa untuk mudah dikuasai pion AS seperti ISIS ketika masuk kota Marawi, Filipina Selatan. Warga Marawi dibelah dulu di medsos sebelum dibelah di dunia nyata, lalu ISIS menyerbu masuk dan menguasai kota itu untuk dijadikan basis baru ISIS yang terdesak di Suriah oleh pasukan pemerintah Suriah ( Iran lalu Rusia ikut membantu ).

Jadi para simpatisan ISIS di sini jangan baper ( bawa perasaan ) seolah ilusi khilafah akan diwujudkan ISIS yang dananya disokong zionis AS, segelintir orang kaya Arab Saudi sejawat Osama, dan senjatanya disokong zionis Israel ). Mereka cuma berkedok/ beratribut Islam untuk rebutan dana AS itu. Sesama koalisi pemberontak di Suriah dan Irak sudah saling gorok leher karena masing2 kelompoknya merasa paling benar. Paling Islam, seperti para radikal dan teroris di Indonesia. Di Surabaya,, bahkan ayah tega meledakkan anaknya sendiri dalam bom gereja. Apa bedanya ? Ke mana kewarasan mereka ?  Lihat begitu ISIS tak berguna lagi, para gembongnya dirudal dan ditangkapi, seperti juga Osama yang tak lagi berguna, lalu diuber-uber AS hingga ke lubang2 tikus/ gua  ( setelah Afganistan jatuh ke tangan AS, pipa minyak bawah tanah disambung dari laut Kaspia melewati wilayah Afganistan, tanaman dan perdagangan opium di Afganistan digalakkan AS untuk melemahkan warga  Iran selain meledakkan masjid, ulana dan cendikia Iran supaya Israel kehilangan musuh utamanya di Timur Tengah ). Isu Syiah vs Sunni dihembuskan agar pendukung ISIS di sini/ medsos benci Iran yang bermahzab Syiah.

Ab Bsyr, pendiri JI semula merujuk ke Osama, setelah kematiannya, lalu ke pentolan Al-Qaida di Irak. 80% anak buahnya yang menolak, memilih keluar dan membentuk JAT dan JAD yang berbaiat ke ISIS. Ketua JAT yang ditangkap polisi dan ditahan di rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Selasa pukul 5 sore, tanggal 8/5/2018, memulai kerusuhan lalu membunuh 5 polisi hanya gara2 pembagian makanan yang telat dan isu wanitanya/ pengantar makanan ditelanjangi ( polwan ). Lha, iya, harus disuruh lompat2 dulu tho, supaya ponsel, pisau dan gunting yang disimpan dalam celana dalamnya berjatuhan ke lantai. Dasar emosional, seperti sebagian anggota PA 212, mulut dulu, otak ditaruh paling belakang. ( Mana suara PA 212, MCA ?  Bungkam atas peristiwa biadab ini atau mempolitisir lagi i? )

Senjata petugas direbut n untuk melawan 9 polisi dan menyiksa 5 polisi di antaranya hingga tewas dalam drama penyanderaan hingga Kamis pagi. Pas saya asyik2nya nonton presiden Jokowi mendengar curhat 70 supir truk yang dipungli Rp 6 juta tiap PP mengantar logistik perusahaan ( ekonomi biaya tinggi/ dana siluman ) di Editorial Media Indonesia ( EMI, MetroTV, 10/5/2018 ), wakapolri, pukul 7.30 mengadakan konferensi pers, mengatakan operasi soft approach ( pendekatan lunak ) yang dipimpinnya sudah berhasil membebaskan polisi yang disandera dan membekuk 10 teroris yang mencoba bertahan dari 156 yang menyerang petugas. Dua ledakan bom dan rentetan tembakan terdengar awak media yang diminta menjauh dari TKP di mana teroris telah merebut senjata polri yang bisa menembak sampai jarak 800 meter. Satu teroris tewas. 4 polisi yang terluka dievakuasi ke RS. 5 polisi tewas dimakamkan secara layak dan dinaikkan pangkatnya luar biasa atas intruksi Jokowi. 155 dipindahkan ke lapas Nusakambangan. Terlihat di layar TV, mereka di borgol ketika disuapi beberapa polisi dalam perjalanan ke lapas tsb dengan bis supaya tidak rusuh lagi. Wakapolri minta maaf pada rakyat Indonesia atas ketidaknyamanan yang terjadi dan minta media merujuk Polri sebagai sumber utama/ pintu tunggal informasi agar hoax tidak simpang siur meresahkan masyarakat. Polri-2 ini juga minta awak media tidak men-share foto2 korban rusuh dan kebiadaban teroris agar tujuan teror ( membuat publik takut ) tidak tercapai. Kami tidak takut. Kita bersama Polri.

PELAJARAN BERHARGA DARI RUSUH TAHANAN TERORIS DI KOMPLEKS MAKO BRIMOB, DEPOK.

Situasi mencekam kerusuhan dikuti drama penyanderaan selama 36 jam sejak pukul 5  Selasa sore ( 8/5/2018) oleh 156 napi teroris pada 9 polisi di rutan cabang Salemba ( di bawah kendali dirjen lapas kemenkumHAM ) di kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, akhirnya usai Kamis pagi ( 10/5/2018). Pukul 7.30 wakapolri Komjen M. Syafruddin disusul menkopolhukam Wiranto puluhan menit kemudian menjelaskan bahwa 145 ( dari 156 napi teroris yang dititipkan rutan Salemba yang over kapasitas 273% ) sudah menyerah, satu tewas dan 10 lagi menyusul menyerah setelah 2 kali ledakan dan serentetan adu tembak dengan pasukan polisi yang dipimpin wakapolri. Kerusuhan dimulai dari cekcok soal makanan. Para tahanan teroris ini belum menjalani proses radikalisasi BNPT di Sentul karena statusnya belum napi. Mereka sedang menunggu  persidangan yang memakan waktu berbulan-bulan. Para napi tiba2 merebut senjata dari sipir ( 9 polisi ) dan sempat merakit bom dari sitaan barang bukti. Korban tewas yang diketahui kemudian ; 5 polisi yang dianiaya secara keji. Seorang polisi yang terakhir disandera bisa dibebaskan pukul 2 Kamis dinihari. Malam harinya, seorang teroris menusuk polisi yang berjaga dengan pisau beracun yang di simpan di celana dalam.

Sebelum tayangan langsung itu sempat dibahas tentang kekuatiran sebagian orang bahwa peristiwa rusuh tahanan teroris ini untuk mengalihkan isu pelemahan nilai rupiah terhadap USD sampai tembus Rp 14 ribu per dolar AS karena kenaikan suku bunga The FED yang juga berdampak pada banyak negara yang mata uangnya mengacu pada USD dalam transaksi perdagangan internasionalnya. Ini cara AS/ zionis menguasai ekonomi dunia. Ini pula penyebab Saddam Hussein/presiden Irak dan Moammar Qaddafi/presiden Libya dibunuh karena menolak dolar AS dalam transaksi minyak bumi mereka. Jadi, kita yang cinta Indonesia tetap menggunakan uang rupiah demi kestabilan negara. Jangan membeli dolar AS apalagi saat rupiah sedang tertekan sementara ini.

Seorang ekonom by phone menjawab bahwa possibility pengalihan isu itu nol. April 2018 , perdagangan Indonesia surplus. Stabilitas polkam relatif baik. Ekonomi makro baik. Pertumbuhan ekonomi masih di angka 5 di kuartal pertama 2018. Jadi pemerintah tak perlu pengalihan isu, karena kondisi masih aman terkendali. Bahkan rupiah ikut menguat di beberapa negara. Yang perlu dilakukan Indonesia adalah mengganti/ substitusi barang impor, mengenjot lebih banyak ekspor dan menjaga iklim investasi agar dolar dalam negeri tidak lari ke AS karena suku bunga FED lebih memikat investor.

Polri sudah menunjukkan ketangguhannya dan profesionalitasnya dalam menanggulangi kerusuhan rutan 156 teroris yang belum dideradikalisasi/ dihumaniskan selama berbulan-bulan berjejal-jejal di sel over kapasitas menunggu sidang pengadilan. Darah tak dibalas dengan darah. Kesadisan para teroris menghabisi 5 petugas selama penyanderaan dibalas dengan soft approach/ pendekatan lunak meski anggota Polri bisa dengan mudah menghabisi 156 tahanan teroris yang barusan menghabisi nyawa sejawat mereka dengan kejam.

Sebagian pemirsa EMI minta pelaku pembunuhan itu dihukum mati untuk memperingatkan napi lain agar tak melawan petugas. Sebagian lain mengusulkan tembak mati bagi teroris yang mencoba kabur dari penangkapan petugas. Lebih ekstrim lagi, NKRI harga mati, artinya yang membuat negara sendiri dI wilayah NKRI dan menolak Pancasila sebagai dasar negara yang sudah disepakati bersama, ya mati resikonya. Tembak mati. Kita sangat berduka atas gugurnya 5 petugas polisi. Semoga keluarga korban dikuatkan ketabahan dan keikhlasannya melepas kepergian putra kebanggaan bangsa. Amin.

Agar tragedi ini tak terulang kiranya kita semua perlu instropeksi. Koreksi mulai dari makanan yang disajikan untuk para napi, mestinya cukup layak dan bergizi, agar napi tak suntuk lalu minta dikirim makanan oleh keluarganya, disusul spontanitas rusuh atau kabur, begitu insiden kecil terjadi. Jenis manusia high explosive. Gampang curiga, emosional dan meledak.

Satu lapas/ tim sipir ( 9-10 petugas )  idealnya mengawasi maksimal 100 napi biasa atau 50 napi teroris/ narkoba/ korupsi/ pembunuh sadis. Rutan cabang Salemba di bawah dirjen lapas KemenkumHAM yang dititipkan ke Mako Brimob berisi 156 napi teroris karena pertimbangan keamanan, juga over kapasitas 56 orang. Mereka belum masuk program deradikalisasi. Mestinya bukan penjagaan standar, tapi luar biasa. High risk. Maximum security. SOP ( Standard Operating Procedure/ prosedur operasi standar ) harus terus di-update/ upgrade sesuai perkembangan masa dan teknologi. Kerap inspeksi mendadak/ sidak untuk efek kejut dan evaluasi pengamanan dari waktu ke waktu.

Barang bukti sitaan Densus 88 dari TKP dan tempat penggerebekan segera diamankan dalam gudang terkunci jauh dari lokasi rutan teroris agar tidak dipakai menguasai lokasi penahanan begitu teroris berhasil merebut senjata petugas. Sipir penjaga rutan dan lapas harus jago beladiri tangan kosong sehingga saat senjatanya direbut napi, tubuh, kepala, tangan dan kakinya jadi senjata ampuh melumpuhkan napi2 tsb. Idealnya 1 polisi/ sipir mampu mengalahkan 10 napi biasa atau 5 napi teroris seperti kemampuan seorang prajurit raider TNI.

Tahanan teroris yang masih sangat radikal dipisahkan dari tahanan yang mulai insyaf dan bisa diajak bicara  humanis agar tidak terpapar radikal atau makin radikal oleh tahanan yang masih radikal. Gembong radikal diisolasi di satu sel khusus sampai jenuh dan mau terbuka. Paham radikal di semua SARA tak pernah hilang hingga akhir jaman, terpendam dalam benak teroris/ penyuka teror, kekerasan, intoleran, meski tubuh tak bertindak. Jadi kita tetap harus waspada, terlebih petugas yang menangani teroris. Bisa jadi mereka seperti nurut ( mengelabui ), lalu tiba2 menghantam petugas dengan beringas ketika petugas lengah mengira napi sudah jinak.

Program deradikalisasi/ humanisasi bisa dimulai sejak napi ditahan. Setelah divonis napi teroris dibawa ke Sentul untuk program lengkap deradikalisasi BNPT. Revisi UU TP Terorisme mestinya segera disahkan DPR dan pemerintah. Konsultasikan ke publik terutama pasal2 yang terkait kepentingan publik dan HAM supaya tak  sedikit2 di JR ke MK. Komprehensif, aplikatif dan tegas.

Terorisme bermula dari paham radikal dan intoleran. Para pelajar di sekolah dan kampus2 yang terpapar paham radikal mestinya diajari toleransi beragama hingga ke tingkat praktek agar mereka merasakan sentuhan kemanusiaan dari mereka yang berbeda. Bahwa mereka manusia juga. Bukan setan yang wajib dibasmi. Di salah satu episode Kick Andy menayangkan satu kompeks sekolah SD sampai SMA yang di dalamnya dibangun tempat ibadat 6 agama. Muridnya homestay beberapa hari di rumah keluarga teman yang beda agama dengannya untuk merasakan suasana lebaran Ramadhan, Natal, Paskah, Nyepi, Waisak, Imlek dan keseharian mereka.

Allah menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, beda agama, beda ras, beda budaya untuk menguji iman hamba-Nya ketika menghadapi mereka yang berbeda. Akan menghormati dan bahu membahu dalam bantuan kemanusiaan kah ?  Atau justru mencaci dan menggorok leher mereka yang tak sepaham ? Tanyakan pada kaum radikal, bagaimana imanmu pada Allah jika sikapmu begitu buruk terhadap mereka yang diciptakan Allah berbeda darimu ? Dengar jawabannya. Masih setan sombong yang merasa paling benar kah, atau mulai mempertanyakan apa tindakannya salah dan kenapa ? Yang pertama di sel terpisah sendiri. Yang kedua bisa di gabung 5-7 orang satu sel. Semoga saran ini bermanfaat untuk perbaikan ke depan.

SERUAN ISIS MENGHIDUPKAN SEL MATI TERORIS.

Rupanya, ketua JAT yang sempat mendapat selundupan ponsel, ketika rusuh dan menyandera, mengontak sel2 JAT untuk membantu. Polisi menangkap mereka di Bekasi yang akan menyerang Jakarta, Kerawang yang akan menyerang Bandung. Malam harinya, ada pria/ teroris menusuk polisi yang berjaga dengan pisau yang disembunyikan di celana dalam. Di Sukabumi, ada wanita/ teroris yang menusuk polisi dengan gunting. Teror JAT di markas polisi di Depok, Jabar, JAD di 3 gereja. dan polrestabes Surabaya, Jatim, Polrestabes dan Mapolda Riau ini karena sel2 teroris di Indonesia dan dunia mengikuti seruan pemimpin ISIS yang terpojok dibombardir AS dan Rusia yang muak dengan kebiadaban mereka yang tak lagi bisa dikendalikan.

Aliansi Indonesia Damai ( AIDA ), komunitas mantan teroris yang menyantuni keluarga korban teroris mengatakan di EMI, 17/5/2018, bahwa tujuan ISIS dan kelompok teroris ( yang sealiran atau berbaiat/bersumpah setia )  menegakkan negara Islam paripurna dengan cara apa pun bahkan dengan kekerasan ( menghalalkan segala cara ) diakuinya salah. Aksi teroris yang sudah terjadi justru menjauhkan para pelakunya dari tujuan itu. Para korban ternyata orang beragama yang baik secara agamanya.  ISIS dan sejenisnya sengaja membangun narasi khilafah/ negara Islam paripurna agar para pelaku teror leluasa bergerak mencari dana, logistik, pengantin bom, safe house, dsb, diantara warga masyarakat yang sudah terpapar ilusi khilafah ( paham radikal ). Mereka dibuat tidak curiga karena sudah familiar dengan isu khilafah. Alarm alami/ insting mereka seolah dimatikan ketika melihat sinyal pergerakan teroris. Rapat2 hingga tengah malam dengan orang tak dikenal/ bukan penduduk lokal tapi memakai atribut muslim dibiarkan berlangsung berhari-hari. Bahkan tak diketahui, sampai 3 tahun menetap dan memproduksi bom2 high explosive di Rusunawa Taman Sidoarjo yang meledakkan perakitnya ( anak buah DA ), istrinya, anaknya, jemaat 3 gereja dan polrestabes Surabaya.. Baru kelabakan dan mengutuk keras setelah tragedi  bom meledak.

Seingat saya, beberapa tahun lalu, sebelum bom Thamrin tahun 2016 meledak, sejumlah kedubes asing pernah mengeluarkan travel advisory agar warganya jangan berkunjung ke Jawa Timur. ( diketahui kemudian, perakit bom 3 gereja Surabaya sudah tinggal di rusunawa Sidoarjo sekitar 3 tahun lalu ). Kecolongan atau kelalaian besar ?  Bagaimana ISIS bisa menidurkan kewaspadaan aparat dan warga ?

Mahasiwa, pelajar, warga yang terpapar ilusi khilafah menganggap para promotor dan pendukungnya hanya bayangan angan2 tak berbahaya. Padahal mereka teroris aktif yang sedang bergerilya menidurkan kesadaran dan kewaspadaan penyimaknya ( medsos, web, akun2 anonim, ceramah2 di kelompok pengajian eksklusif, khotbah ex-HTI, NII, JI, JAT, JAD, 500 WNI alumni ISIS yang dideportasi dari Suriah/ Turki/ Yordania )  sebelum beraksi leluasa di dunia nyata. Di mata teroris ada 3 jenis negara, yaitu negara muslim, negara damai dan negara harbi/ yang perlu diperangi. Indonesia, negara kebangsaan kita ini mereka kategorikan jenis harbi. Ciri teroris ada 2, kata anggota BNPT. Mengkafirkan orang/ kelompok lain dan membasmi mereka atas nama  ‘jihad’. Para teroris bisa jadi rajin ibadah, bahkan perfeksonis/ kaku. Tapi begitu menyangkut khilafah dan orang/ negara kafir, mereka menjelma setan biadab yang tega menjagal manusia. Intolerir pada kaum yang berbeda. Mengerikan ( kenaifannya ).

Padahal kebenaran banyak ragamnya. Sepuluh bisa didapat dari enam tambah empat. Atau dua tambah delapan. Atau tiga tambah tujuh. Tujuan beragama adalah mencapai Allah. Yang Maha Sempurna. Banyak cara dan jalannya. Dalam Qur’an, Allah meminta hamba-Nya menjawab, mungkin kamu yang benar, saya yang salah dalam perbedaan pendapat. Biar Allah yang menentukan di akhirat, siapa yang benar, siapa yang salah dalam soal agama. ( Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, MetroTV, 18/5/2018. jam 3.20 )

Jadi teroris yang memaksa khilafah dengan kekerasan dan menyerang orang / negara yang dianggap kafir adalah orang2 sesat. Teroris tak beragama. Mereka bukan Islam. Mereka merusak makna jihad dan menghancurkan Islam ! Juga para simpatisan, peneriak kafir, pelaku intoleran yang merasa paling benar, paling Islam. Merekalah bibit2 kerusakan di muka bumi.

JAT ( dulu JI dari anggota NII  ) sudah dibubarkan oleh pemimpinnya,  Ab Byr yang ingin berbaiat pada Al- Baghdadi/ Al-Qaida, Irak.  Pengikutnya yang tak setuju ( 80% ) keluar lalu membentuk JAD  dan JAS  yang masih bekerjasama dengan 20% JAT. JAD, JAS, berbaiat ke ISIS, kata pengamat terorisme. MKNU, Madrasah Kader NU, menyebut  JAT dan JAD sebagai organisasi teroris.

RIWAYAT Revisi UU TP TERORISME

Presiden Megawati  mengeluarkan perppu untuk mengatasi dampak Bom Bali. Perppu itu kemudian diangkat menjadi UU no.15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang sifatnya reaktif : polisi baru bisa bertindak setelah terjadi aksi teroris. Setelah peristiwa Bom Thamrin tahun 2016, kebutuhan polisi bisa menangkap teroris saat merencanakan aksi teror semakin mendesak sehingga diajukan Revisi UU Tindak Pidana Terorisme untuk disahkan DPR. Setelah Bom Surabaya, presiden dan publik mendesak Revisi UU yang pembahasannya sudah mencapai 99%  tsb untuk segera disahkan pada Mei 2018. Jika tidak, perppu akan dikeluarkan presiden Juni 2018.

Mestinya, ada lembaga independen yang kualified yang fungsinya memonitor penanganan teroris, mulai dari pencegahan di hulu ( pemikiran radikal ), penangkapan/ penindakan, penahanan deradikalisasi dan selepas penjara/ hidup di tengah masyarakat. Dari 600 napi teroris yang masuk program deradikalisasi BPNPT, hanya 3 napi yang kembali beeaksi teror, kata kepala BNPT. ( pengalaman. rusuh tahanan teroris di kompleks Mako Brimob, sebaiknya mereka sudah dideradikalisasi sejak terduga / tersangka teroris, ditahan di lapas maximum security yang dijaga petugas sekuat TNI rider yang jago beladiri, 1 polisi melumpuhkan. 5 – 10 napi teroris dengan tangan kosong. Keren ..)

Kelebihan Revisi UU Anti Terorisme adalah polisi bisa menindak sel teroris yang bikin rencana peledakan, latihan perang dengan bambu, mengamankan WNI yang ikut ISIS di Suriah ( 1100 orang, 500 dideportasi ke Indonesia, sisanya tewas digempur pasukan Suriah dan Irak. ). Bisa langsung menindak, tanpa perlu menunggu 2 alat bukti dan nunggu aksi terjadi dulu.

Yang. masih dibahas. apakah keterlibatan TNI sifatnya perbantuan yang diminta Polri dulu atau bisa lebih pro-aktif ? ( dalam UU TNI tugas TNI termasuk membasmi teroris ). Jika masih alot berbelit, sahkan dulu, lalu tangkap terduga teroris, lepaskan jika tak dapat 2 bukti. Negara lain juga begitu. Masa Orba , tidak ada ledakan bom teroris , karena badan intelijennya boleh menangkap sebelum aksi.

Post mortem trial. yaitu pengadilan bagi teroris yang. sudah mati untuk divonis sebagai erpidana teroris untuk menenangkan keluarga korban dan memberi stigma negatif oleh negara pada pelaku teror. Cara ini bisa menciutkan nyali calon pelaku berikutnya.

Perlu politik anggaran untuk pencegahan radikalisme di hulu ( paham kekerasan di medsos dan pesantren ).

Kontrol sosial bisa dengan siskamling ideologi. Tokoh2 lintas agama akan membuat posko untuk mengumpulkan info pergerakan teroris dari masyarakat untuk APH, selain mendorong percepatan pengesahan Revisi UU TP Terorisme.

Selama ini, Badan Sandi dan Siber Negara/ BSSN bertugas melakukan screening komunikasi. Hanya memantau tapi tak bisa menangkap. Cuma bisa memberitahu Polri.

Hari ini, Jumat, 18/5/2018 anggota  DPR. bersidang kembali. Semoga mereka segera mensahkan payung hukum bagi Polri, TNI, BIN, KemenkunHAM, Kemenag, Kemensos untuk menangani tindak pidana terorisme dari hulu ( sikap intoleran, paham radikal ) sampai hilir ( penangkapan, penahanan, deradikalisasi, pemasyarakatan ) dengan disahkannya Revisi UU TP Teroris tahun 2018.

Di harapkan setelah pengesahan UU tsb, intel/ BIN, Polri/ Densus 88 dan TNI bisa langsung menangkap ‘ikan2 buas’/ teroris sejak di akuarium ( teror di medsos, rapat merencanakan aksi teror, membeli. senjata, bahan bom, dsb ). Tak cuma melihat saja seperti sekarang, karena belum diberi kewenangan menangkap teroris jika masih dalam tahap rencana.

NEGARA KUAT vs HAM BARAT

Sudah resiko, kebebasan publik terkurangi jika kewenangan negara diperbesar untuk menghentikan teroris sebelum mewujudkan aksi biadabnya. Komnas HAM dan para pendukung HAM ( Barat yang berorientasi/ menjunjung harkat individu ) di sini, mestinya mengadaptasi pemahamannya dengan kultur kolektif di Indonesia ( HAM Pancasila ). Juga berpikir holistik, apa artinya individu terproteksi tapi negara luluh lantak karena orang boleh bicara apa saja, rasis, memfitnah presiden, menjatuhkan kredibilitas institusi hankam, mengadu domba anggota masyarakat dengan isu SARA, bersimpati pada aksi para teroris di medsos dan di TKP peledakan, bahkan memujinya sebagai ‘jihad’. Di luar negeri, orang yang memuji aksi teror sudah ditangkap. Ratifikasi PBB, orang yang merencanakan makar bisa diproses hukum. Di sini, ustad Ab Smd yang membandingkan bom Surabaya dengan jihad warga Palestina harus diklarifikasi penyataannya.

Para ustad baby boomers ( usia 40 tahun ke atas ) terbiasa dakwah dengan cara konvensional di mimbar mesjid/ forum keagamaan. Generasi umat berikutnya ( 40 tahun ke bawah ) termasuk kaum mineal ( 17-29/34 tahun ) akrab dengan medsos dalam memenuhi kebutuhan informasi, ekonomi dan sosialnya. Populasi mereka lebih 50% saat ini. Para ulama, cendikia muslim hendaknya memperluas dakwahnya hingga ke medsos. Bagaimana bom Surabaya kemarin sebaiknya disikapi umat dan netizen ? Relasinya dengan Qur’an dan Pancasila.

Terus terang, waktu bom Surabaya meledak kemarin, pengamat terorisme dan pengamat dunia maya, merasakan disrupsi/ kekosongan ini. Hanya mengalir tausyiah rutin normatif yang tak terkait peristiwa yang tengah mengharubiru pemirsa dan para saksi seminggu ini ( anak2 dikorbankan untuk ‘amalia’ sesat orang tuanya yang melakukan bom bunuh diri dan penyerangan brutal ke aparat polisi dan umat kristiani/ gereja ). Ulama moderat dan cendikia wasatiyah jangan sampai kalah banyak, kalah strategi, kalah gigih dengan teroris di medsos dan para simpatisannya. Agar kita pun menang di darat. Agar rencana aksi teror tak sampai meledak dan memakan korban.

Gawful fikri. Perang pemikiran. Adakah pembela HAM bisa menjangkau big picture/ gambar besarnya ? Individu tak hidup jika negara tak dikuatkan dulu. Safety first. Silakan bicara hak individu yang berdampak negara  aman terkendali. Bukan asal bela individu tapi negara hancur lebur karenanya. Kebebasan yang bertanggungjawab.

Ustad Bachtiar Nasir menyebut teroris itu bukan muslim. Mereka kumpulan orang yang membajak Islam, mencederai Islam.

Orang/ komunitas yang menyebut umat lain adalah kafir, dan menyebut Indonesia, negara kebangsaan ini, adalah negara kafir yang harus diperangi ( fobia/ waham sebagian anggota MCA terhadap non muslim dan etnis Tionghoa seperti ini kan ? ), juga harus ditangkap, dideradikalisasi, dihumaniskan, diPancasilakan, agar tak mewujud di dunia nyata sebagai peneror intoleran atau peledak bom. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum masyarakat terbelah dan dimasuki gerombolan teroris bersenjata/ ISIS seperti yang terjadi di Marawi, Filipina. Teroris dan pembajak ideologi Islam ini adalah musuh bersama yang harus dienyahkan dari bumi nusantara. ( jika ogah tobat ). Selamanya.

PEMERINTAHAN DEMOKRATIS YANG KUAT

Pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan kuat yang tidak otoriter. Kita tidak ingin UU Anti Subversi dan lembaga Komkamtib dihidupkan lagi dan operasi2 petrus  masa Orba digalakkan kembali untuk membungkam mulut2 asbun tak berempati yang demen memancing suara di air keruh itu kan ?

Evaluasi para penegak hukum dan aparat keamanan terkait kelalaian yang menimbulkan aksi teroris di rutan cabang Salemba di komplek Mako Brimob, Depok dan tragedi bom di 3 gereja, Polrestabes Surabaya, Mapolda Riau, juga Rusunawa Taman Sidoarjo.

Disinyalir, anggota intel letih berbulan-bulan menguntit  terduga teroris yang seolah menjamur setelah kekosongan ideologi Pancasila selama 20 tahun era Reformasi ditambah disrupsi dakwah ulama sejuk yang. fasih meluruskan isu aktual. di negeri ini di ruang publik anak muda/ medsos ( bagaimana rotasi penyegaran di BIN ? ).

30 napi teroris tak diketahui rimbanya setelah menjalani hukuman dan ditampung di balai Kemensos, kata humas BIN. Tujuh teroris sudah tertembak mati.

Reposisi mereka ke tempat yang lebih cocok dengan keahliannya. Beri arahan jelas jika tidak diganti dan beri ultimatum tegas jika lalai lagi ( berhentikan, ganti dengan tenaga yang kredibel, fresh dan proaktif ).

Kredo di kalangan intel : jika misi berhasil, mereka tidak dipuji. Jika gagal/ bom meledak, maka intel yang pertama dimaki, dan kalau mati dalam tugas negara, mereka tidak diakui. Orang2 nasionalis/ cinta tanah air memang harus berani mati membela negara. Apalah artinya nama, jika negara utuh dan rakyat terlindungi. Uh, gue banget.. Salut buat para intel pengabdi Allah dan Indonesia !

Ketua panja Revisi UU Anti Terorisme dari Nasdem menyarankan,  gerbang masuk kantor polisi dan TNI dibarikade dengan besi segitiga yang tak bisa ditembus mobil dan motor teroris. Publik jalan kaki saja jika perlu masuk halaman kantor polisi. Polisi punya kewenangan menahan terduga teroris selama 7 hari, saat ini ( UU AT sebelum direvisi). Tangkap yang terindikasi teror/ ada bukti permulaan, interogasi dan lepaskan jika tak terbukti ( tak cukup alat bukti ).  Yang ada 2 alat bukti terus ditahan seraya dideradikalisasi oleh ulama dan mantan napi teroris yang tobat, lalu ajukan ke pengadilan.

Polisi juga bisa kerjasama dengan danrem wilayah masing2 untuk meningkatkan penjagaan siaga satu mengantisipasi serangan teroris atau gangguan kamtibmas. Masyarakat segera membuat siskamling di lingkungannya. Ada rapat hingga larut malam, orang dari luar daerah/ tak dikenal segera lapor 1×24 jam ke RT/ RW. Babinsa TNI di desa dan kelurahan dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan teroris. Early warning system. Tas ransel pengunjung yang mendatangi mapolda dan polres diperiksa dengan sopan ( agar tak menimbulkan kepanikan ).

Ada pelaku teror di medsos, hulu pemikiran radikal, yaitu mereka yang mendukung dan bersimpati pada aksi teroris. Ustad radikal cenderung speak out/ lantang. Ustad moderat cenderung menunggu. Kekosongan ideologi Pancasila selama 15- 20 tahun reformasi menjadi salah satu penyebab.

Perusahaan medsos yang memuat laman teroris diminta bertanggung jawab dan proaktif men-take down ajakan intoleran, radikal, khilafah kekerasan, cara membuat bom, dsb, yang menginspirasi pelaku teror mewujudkannya di darat. Selama ini, income Rp 750 triliun dinikmati perusahaan medsos luar negeri. sementara hanya Rp 250. triliun yang diperoleh perusahaan dalam negeri. Giliran ada bom, Facebook dll lepas tangan dan kita yang menanggung ekses dan kerugiannya.. Di Jerman, share profit dan tanggung jawab lebih fair.

Negara mesti punya grand strategy menangkal radikalisme. Salah satunya mendesak perusahaan medsos untuk menutup konten radikal dalam 1 x 24 jam jika masih ingin berbisnis di Indonesia. Medsos memberi kekuatan, transparansi, otonomi bagi para penggunanya. Ada 130 juta pengguna medsos di Indonesia. Mesti dibuat sistem pelaporan yang mengundang partisipasi publik. Ada literasi penggunaan medsos yang paralel dengan penegakan hukum pada konten radikal ( kekerasan, pornografi, narkoba  ), karena kecerdasan mendidik netizen cerdas menggunakan medsos bisa kalah cepat dengan teroris bergerilya dengan konten radikal di Indonesia. Di ruang publik, selain dipasang ‘Dilarang Merokok’ kini perlu juga dipasang ‘ Dilarang share konten radikal di medsos’. Ini bukan membatasi kebebasan berekspresi. Di atas itu, negara punya kewajiban melindungi negara, rakyat dan warganya ( termasuk ) dari paham radikal yang memecah belah persatuan Indonesia.

85% teroris yang tertangkap mengaku melakukan aksi teror kurang dari setahun setelah terpapar paham radikal lewat medsos. Teroris tahun 2002-2012 mengaku baru melakukan teror setelah 5-10 tahun terpapar paham radikal secara konvensional. Keliaran medsos. juga menjadi ancaman demokrasi, seperti saat pilpres AS yang memunculkan seorang rasis sebagai pemenangnya ( Trump ).

Abu Uya mengatakan orang yang terpapar paham radikal tak langsung berubah teroris. Tak hanya ideologi beku, namun ada kompleksitas masalah yang membuat orang radikal jadi teroris.

Sebaiknya, netizen tak melakukan perdebatan di medsos karena seolah memberi panggung bagi para penganjur kekerasan. Keterbelahan itu yang dituju para radikal sehingga  ISIS dan kelompok teroris lainnya leluasa masuk, kata Ridwan Habib, pengamat terorisme. Ia memilih menghapus komen rasis/ intoleran yang masuk akunnya. Pengamat lain yang punya lebih banyak waktu, memilih mencecar pernyataan intoleran/radikal yang ditulis si pemilik akun sampai jengah dan menutup akunnya. Lainnya memilih melaporkan ke web kominfo yang tiap minggu memblokir ratusan akun radikal yang diadukan.
Dengan penegakan hukum dan partisipasi publik di medsos semacam ini laju radikalisasi bisa direm.

SOLIDARITAS KEMANUSIAAN UNTUK KORBAN BOM

Sabtu, 12/5/2018, Jokowi menerima utusan dari Afganistan dan Pakistan. Di Kerawang, diberitakan, tertangkap 6 teroris, 4 mati ditembak polisi

Sekitar jam 2 Minggu pagi itu (13/5/2018 ) saya terbangun dari mimpi buruk. Dalam mimpi itu, ruangan tempat saya, ibu dan beberapa orang lainnya dalam sebuah gedung nyaris runtuh oleh pergeseran tanah. Lalu kami topang dengan kayu dan bambu bersilangan agar tak  ambruk. Tapi kok malah menimpa gedung di seberangnya ? Mimpi yang aneh.

Minggu, 13/5/2018, jam 2.30 pagi, 4 teroris ditangkap di Cianjur sebelum meledakkan Bandung dan Jakarta. Dua ditembak mati karena mencoba kabur. Mereka telah berlatih semi militer di Sukabumi. Ditemukan panah dengan ujung bom di tas mereka. Fenomena serangan dadakan, begitu ada pemicu, lalu dibalikkan begitu di sana ada barikade polisi karena bom tak bisa lama2 dipegang.

Satu keluarga terdiri ayah ( DA, ketua JAD Surabaya ), istri, 4 anak, yang baru kembali dari Suriah membuat Surabaya berdarah dan berduka dalam sehari. Lebih 18 tewas, lebih 48 luka. ISIS punya teknik membuat satu orang/ keluarga menjadi pelaku teror tunggal/ lone wolf.

Sebagian pengamat terorisme, menganggap tragedi bom di Surabaya adalah eskalasi kekerasan tahanan teroris di kompleks Mako Brimob. Ketua JAD di sel tahanan  mengontak sel tidur dan sel aktif teroris di luar untuk bergerak membantu tahanan yang sedang rusuh menyandera. Ponsel diselundupkan lewat titipan makanan keluarga kerabat teroris.

Ledakan di rusunawa di wilayah Taman Sidoarjo, Minggu malam 13/5/2018 menyebabkan 3 orang tewas, terdiri ayah/ perakit bom, ibu, dan anaknya yang remaja.

Ledakan di mapolrestabes Surabaya jam 8.50 Senin 14/5/2018 membuat 4 polisi dan 6 warga terluka.  Disusul serangan teroris di polrestabes dan mapolda Riau keesokan harinya. Seminggu full bom/ teroris di 3 provinsi. Jabar, Jatim, Riau.

60 orrang tewas dalam demo menolak pemindahan ibukota Israel dan kedubes AS di Yerusalem kemarin ( EMI, 16/5/2018 ).

Prof. Dr. Din Syamsudin, selaku ketua dewan pertimbangan MUI, bicara di konferensi pers bersama Mahfud MD, Kapolri Tito dan Presiden Jokowi. Netizen dan pemirsa, setelah mendengar penjelasan presiden, kapolri, panglima TNI, tokoh lintas agama, menjadi lega dan kompak bersatu “Kami tidak takut !!”

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, ada 1100 WNI yang pergi ke Suriah. Dari lebih 500 teroris di Suriah diketahui 100 WNI sudah tewas. 500 yang dideportasi dari Turki dan Yordania ke Indonesia. Rusia dan AS sedang menggempur ISIS dan sudah menangkap para pemimpinnya. Mereka lalu menyerukan sel2 ISIS seluruh dunia bangkit dan menyerang. Di London juga terjadi penusukan oleh teroris. Ketua JAD  sudah ditangkap polisi, ditahan di rutan cab Salemba. Mereka sdh panas dengan penangkapan2 polisi dan terdesaknya ISIS di Timur Tengah. Pembagian makanan hanya pemicu saja, jelas Kapolri.

Polri, TNI, BIN membentuk tim gabungan untuk pengejaran dan penangkapan sel2 yang akan dan sudah beraksi teror selama ini.

600 WNI bergerak menyumbangkan darah ke PMI untuk korban bom Surabaya. 1000 lilin di tugu Pahlawan, depan kantor gubernur Jatim  untuk solidaritas kemanusiaan  bagi korban bom Surabaya, juga di Monas, Bandung, Bekasi, Lampung dan berbagai penjuru tanah air.  Indonesia berduka.

Local wisdom/ kearifan lokal di 34 provinsi jika ditautkan bisa menjadi modal sosial yang kuat untuk menjaga kebersamaan sebagai satu bangsa, untuk menyatukan energi menyelesaikan aneka masalah yang mendera bangsa ini, termasuk mengubah intoleran menjadi toleran, radikal menjadi humanis, teroris jadi pengasih.

Sistem hankamrata ( pertahanan keamanan rakyat semesta ) perlu dihidupkan untuk deteksi dini paham radikal dan pergerakan teroris sebelum meledakkan malapetaka. Hamkamrata ini juga dibutuhkan Polri, TNI dan BIN untuk menjaga keamanan nasional.

Breaking News, MetroTV, 13/5/2018 : Pemimpin Persekutuan Gereja2 Indonesia minta pemimpin media dan pemimpin agama memblack out pendakwah dan pengkotbah agama yang mempromosikan ( membela pelaku ) kekerasan atas nama agama pada umat yang berbeda agar tidak tampil di TV agar ia tak menyalahgunakan ‘legitimasi’ dari media tsb untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan saat ceramah di ruang publik ( luar media cetak & elektronik ).

Nasdem dan tokoh2 lintas agama sedang membangun posko siskamling ideologi di 34 provinsi. Segelintir elit yang berupaya mempolitisir tragedi kemanusiaan ini ( anak2 di bawah umur dibawa ortunya meledak dalam bom bunuh diri ) untuk kepentingan elektoralnya memang tak berempati. Rakyat yang masih waras memilih larut dalam solidaritas kemanusiaan melampaui batas2 primordial / SARA. Rakyat takkan terkecoh. Rakyat kompak mendukung Polri-TNI membasmi teroris. Rakyat mendukung pengesahan Revisi UU Anti Terorisme Mei 2018. RAKYAT TIDAK TAKUT ! ( melawan teroris hingga ke akar2nya ).

Tidak ada keburukan yang datang dari Allah. Tragedi bom terjadi atas izin-Nya. Seperti letusan gunung berapi, yang rusak hanya sebagian kecil. Hikmahnya pasti jauh lebih besar, selain tanah vulkanis yang subur di sekitar gunung. Begitu pula tragedi bom di tanah air seminggu ini.  Solidaritas kemanusiaan menyatukan kita sebagai bangsa. Menjadikan terorisme sebagai musuh bersama menjadikan kita kompak dan gotong royong untuk membangun negara dan menyelesaikan masalah bangsa. Semoga kita, Indonesia, makin kuat setelah ujian berat ini. Amin. Be strong, people..

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1439 H.

Written by Savitri

18 Mei 2018 at 10:49

Kecoa Zombie, Fiksi, Century. Kemana kita ?

leave a comment »

k

Ibu. Tiga kali lebih dihormati dari ayah. Bagi seorang putra, ibu nomor satu setelah itu istri. Di belakang orang hebat, ada wanita hebat ( ibu, istri ). Ayah menyayangi anaknya karena perasaan. Ibu menyayangi anaknya karena insting dari Allah. Bayangkan kegigihannya mendaki puncak terjal demi menyelamatkan buah hatinya. Pasukan khusus dan pendaki senior pun takkan sanggup menandingi keperkasaan ibu dan ketabahannya dalam melindungi anak. Sesuatu yang tak mampu kita tandingi, sepintar apapun kita berdebat melawan otoritas ibu. Saya tak jarang kesal pada ibu yang kolot mempertahankan pendapat dan adat keluarga. Namun, selalu saja ada kebaikan ibu yang kemudian meluluhkan kerasnya hati saya. Ibu adalah pemberi yang tulus, meski beliau sendiri dalam kekurangan. Meski menghardik dan mengomeli kelalaian kita panjang lebar bahkan sampai 2 minggu, kita masih diberi oleh2, buah tangan, masakan, jamu yang beliau buat. Ajaib, setelah semarah itu, ibu masih riang memberi, seolah barusan tak terjadi apa2. Kasih ibu sepanjang hayat memang benar adanya. Ketika satu episode ‘ Rumah Uya” ( 3/2018 ) menghadirkan seorang ibu yang rela menjual ginjal agar bisa membelikan hp dan laptop untuk putrinya ( yang durhaka dan memakinya tanpa risih di depan jutaan pemirsa ) betapa air mata produser, penonton di studio dan di rumah tumpah ruah tak terbendung. Adegan anak kurang ajar itu menyentak kesadaran kita akan besarnya pengorbanan ibu dan sudah seberapa baik kita memperlakukan ibu selama ini. Dunia matre ( uang lebih dihargai daripada kebaikan manusia ) memproduksi anak2 durhaka, parpol mahar, bullying haters di medsos, hoax yang membubarkan persatuan negara dan warga negara maju yang gila kerja karena efesiensi ketat perusahaan memenangkan kompetisi global sampai tak tahu/ peduli pemerintahnya asyik mengacak-acak negara lain, serdadunya memperkosa anak2/ wanita di Irak, Palestina, dsb, selama kemakmuran negara masih dinikmatinya. AS, bagi saya, seperti kecoa zombi yang dipakai tawon yang menyengatnya untuk menyimpan ribuan larva untuk dilahirkan. Rakyat AS yang sibuk bekerja demi prestise materi tak lagi punya waktu hening untuk memikirkan apa yang telah dilakukan negaranya di luar negeri baik untuk masa depannya atau tidak. Hal itu sudah lama terjadi. Kesadaran terlambat segelintir aktivis di sana kemudian, tak pernah cukup untuk menggelindingkan gerakan humanis jadi bola raksasa revolusi daulat rakyat AS. Watak matre kapitalis sudah berurat akar di sebagian besar rakyat AS. Kebenaran sudah lama tenggelam oleh hiruk pikuk perlombaan materi. Gedung Putih, bank sentral/ FED, sumber alam AS sudah lama dikudeta ( disedot/ dimiliki ) keluarga zionis Yahudi yang dulu diaspora dari lokasi dekat Tanah Kanaan karena ogah capek mengikuti perintah Nabi Musa. Hari ini kita masih belajar berdemokrasi, masih mencari format paling pas untuk karakter Indonesia. Melongok apa yang terjadi pada AS yang sudah lebih 400 tahun berdemokrasi ( ala kapitalis liberal ), penting bagi kita untuk mengedepankan kebenaran Tuhan dan kebaikan manusia dalam berpikir dan bertindak. Filsuf lokal yang alergi ayat suci tapi terus diundang di forum2 publik, mestinya diingatkan untuk belajar Qur’an, kitab suci mayoritas penduduk Indonesia agar dirinya tak terbiasa nyeleneh, across the limit, kalau bicara. Bikin gaduh, tahu. Punya agenda setting / hidden ? ( jaman filsuf Socrates dan Plato, kultur Barat yang sekuler sebelum Masehi/ kelahiran Nabi Isa, terbiasa mengacu hal empirik dan logika manusia yang terbatas ketika melihat fenomena alam dan perilaku manusia. Selama ribuan tahun. Ayat suci di Qur’an adalah firman Allah dengan bahasa Allah, yang mustahil ditiru manusia dalam keindahan sastranya dan kandungan maknanya. Hanya Qur’an, kitab suci yang bisa dihafalkan manusia sebanyak itu karena redaksi kalimatnya yang sempurna, penempatan kosa katanya yang luar biasa cermat sehingga otak manusia/ para hafiz bisa mengingatnya.. Qur’an bagi saya adalah mukjizat dari Allah untuk segenap manusia ( alam dan jin, diantaranya ) yang sebelumnya berkitab Zabur, Taurat dan Injil. Rahmatan lil ‘alamin ( berkah bagi seluruh alam semesta ). Kitab suci bukan fiksi, tapi memori Allah yang disampaikan pada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. ( riset bagaimana Qur’an dan Hadis bisa diwariskan masa Rasul sampai ke tangan kita hari ini ). Lebih valid dari data empirik ilmuwan, fakta sejarah akademisi atau pun laporan intelijen negara. Termasuk yang dikutip penulis Ghost Fleet. Anda bisa paham hal itu jika mengalami peristiwa spiritual dalam hidup yang mendorong anda mengevaluasi cara berpikir anda secara menyeluruh. Momen a-ha. Atau mau rendah hati merenung dengan mata batin atas semua sejarah manusia sejak Adam Hawa atau manusia pertama sampai hari ini ). Penting bagi para filsuf yang ingin urun saran solutif untuk bangsa ini berpijak pada realitas di sini ( kultur Indonesia, bukan kultur Barat ) agar tidak mengawang menghabiskan waktu/ energi pemirsa. Penting bagi ibu untuk memberi teladan menghargai kebaikan hati manusia jauh di atas kelimpahan harta benda dalam menilai orang atau kesuksesan agar Indonesia tidak terjerumus jadi kecoa zombi juga. Penting mengajari life skills sedini mungkin pada anak, agar segera pula tercapai kebebasan finansial untuk mampu berbagi dan berbakti sebagai anak dan WNI negarawan yang mengemudikan negeri ini sebagai pemenang sesungguhnya. Selamat Hari Kartini dan Dewi Sartika. Love you, Mom ! ( Lukisan : “Belajar Melukis” karya Vitrisa )

Harta. Tahta. Wanita. Siapa yang sibuk memperebutkannya saat ini ? Elit politik menabuh genderang memanggil para pendukung, rakyat pemilih, jadi serdadu pemenangan pemilu. Tega nian. Tak cukupkah di forum debat di TV dan jagat maya, tanpa luka batin dan persekusi fisik ? Sampai perlu menjejalkan nasi bungkus ke mulut ibu dengan hinaan tak terperi dan menyumpahi anaknya di bawah umur sampai menangis trauma ketakutan. Kita mencoblos capres cuma 5 tahun sekali. Tapi kita ini warga negara Indonesia untuk selamanya. Layakkah kebejadan itu terjadi di depan mata ? ( tanpa hukuman menjerakan ).

Dunia materi menjadikan kita asing satu sama lain. Apalagi manusia teraniaya nun jauh di luar sana. Jangan mau jadi kecoa zombie yang memproduksi kerusakan untuk bangsamu dan umat manusia. Seberapa pun tebal lembaran uang yang diserakkan ke wajahmu. Kita bukan budak materi. Wahai para peserta, pendukung dan pemilih, berbuatlah kebajikan sungguh2 untuk Indonesiamu. Karena rumah kita ini tak ternilai harganya. How ?

ISU yang diposting MEI 2018: NASIONALISME :
Persekusi di Thamrin CFD. Peneriak kafir di ruang publik. Fiksi kitab suci RG. Partai Alloh vs Partai Setan AR. Netizen stop akun rasis dan hoax. Audisi Syiar Anak Negeri di MetroTV. Citarum Harum ajak jihad. Foto pembuang sampah sembarang di medsos. Temu presiden dengan ulama 212 di Istana. KTT ulama & cendikiawan muslim sedunia di Bogor. Unifikasi Korea Utara & Korea Selatan. Belajar dari Suriah dan Afganistan masa madani. Perpustakaan kota meintegrasi warga dan migran. Siapa superhero milenia Indonesia ?

EKONOMI: Perpres TKA dan demo buruh may day. Promosi kurang Asian Games di Jakarta. Sumur minyak ilegal meledak. Siapa biang kerok pipa Pertamina bocor di Balikpapan ? . Pergantian direksi pertamina. Politisasi hutang. Ungkap utuh rekaman nego ( proyek bancakan ? ) menteri BUMN & Dirut PLN di medsos. Uang sewa rumah atau rumah dinas DPR ? Beras mahal, data ngaco, impor telat, Buwas sikat mafia pangan. Slow down please, inftastruktur. 1,8 juta lahan sudah diredistribusi. Menteri wanita minta kajian akademis pencegahan pernikahan dini dan konsultasi publik. Pembatasan transaksi tunai usul PPTAK & KPK. Era digital bangsa maju sampai mana ?  Konferensi Musik Indonesia dan Ambon kota musik dunia.

HUKUM : 15 tahun penjara vonis SN. Cabut ijazah koruptor oleh kampusnya. Formula anti tsunami politik ala 45. kampus. Presiden nyapres & pesawat kepresidenan. Mobil KTP-E keliling demi hak pilih rakyat. KPK diminta MAKI menuntaskan skandal Century untuk ungkap kejahatan rezim.

PERSEKUSI DI THAMRIN CFD. MASSA BIADAB & PENONTON PENGECUT.

Politik dipahami sebagian orang menjelang pemilu adalah ajang perebutan tahta kekuasaan. Demokrasi, melampaui politik, adalah kesediaan menerima pemenang kontestasi/ presiden terpilih, suka atau pun tidak ( memilih atau tidak memilihnya ). Demokrat itu sportif. Dalam hal ini, PDIP tahun 2004 – 2014 adalah oposisi elegan yang tak mengganggu masa 10 tahun SBY menjabat presiden ke-6 RI. Salut buat Megawati dan kader partainya yang bisa menahan diri sampai tiba saatnya, rakyat masuk TPS kembali menyalurkan suara suka/ tidak sukanya pada capres2 yang disodorkan KPU. Kita tahu setelah penantian panjang, akhirnya PDIP dihadiahi rakyat dengan suara terbanyak dan capresnya terpilih sebagai presiden kita hari ini. Joko Widodo.

Di acara Car Free Day di Jalan Thamrin, Bundaran HI Jakarta kemarin ( EMI, 30/4/2018 ) terjadi insiden persekusi seorang ibu dan anaknya pemakai kaos ‘Dia Sibuk Kerja’ oleh 10 pemakai kaos ‘ 2019 Ganti Presiden’. Kembali politik gerombolan/ teror/ agitasi yang mengandalkan jumlah orang/ massa dan intimidasi. Bukan argumentasi atau gagasan. Tidak sabaran, menghalalkan segala cara, bahkan prematur ( PS baru menerima mandat, belum mendeklarasikan diri, PKS belum pasti cawapresnya yang diusung PS, PAN yang masih menakar dengan 2 kaki di 2 kubu ) Bahkan hastag ‘2019 ganti presiden’ waktu munculnya, lebih prematur lagi ( saat PS masih berhitung, belum menerima mandat ). Ini belum ada presiden pengganti, sudah koar2 ganti presiden. Nafsu banget sih..

Syahwat politik para elitnya yang digemakan di medsos disambut liar para pendukungnya yang belum matang berpolitik. Kekerasan verbal menjurus intimidasi fisik ( Prime Time News, 30/4/2018 ) masih saja diulangi seperti di pilpres 2014 dan pilgub 2017. UU Perlindungan Anak menyebutkan kekerasan verbal yang mengancam psikis anak dihukum 5 tahun penjara. Jika ditambah dengan kekerasan fisik, maka hukuman ditambah lagi. Jika sampai anak mati maka pelaku persekusi dihukum 15 tahun penjara. Untuk persekusi di Thamrin CFD Minggu itu, para pelaku harus dihukum jera untuk kepastian hukum bagi perlindungan anak di Jakarta dan 33 provinsi lain di tanah air.

Para ibu dan orang dewasa jangan lagi membawa anak di bawah 18 tahun ke acara yang berpotensi memancing kerumunan massa, terlebih di tahun politik ( pilkada 27 Juni 2018 dan pileg, pilpres 17 April 2019 ) di mana para pihak tergoda menyalahgunakan sebagai ajang kampanye politik. Jika polisi, satpol PP dan pemda tak bisa menjamin keamanan warga di Car Free Day dan acara sejenis yang menarik anak dan ibu, sebaiknya acara2 semacam itu dihentikan sementara hingga usai perhelatan pemilu tahun depan.

Efek orang lalu lalang terjadi di sana. Orang2 cuma nonton persekusi, tak berusaha menolong anak yang menangis ketakutan dan ibunya yang dibentak-bentak, kepalanya ditepuk2 lembaran duit, mulutnya dijejali nasi bungkus, ditarik-tarik, didorong-dorong kasar dengan makian,” GOBL** !!! DIBAYAR YA !! DUIT !! NASI BUNGKUS !!” berulang-ulang. Mereka tak tergerak melerai atau menghentikan kebiadaban di depan batang hidungnya. Fenomena apa ini ? Negara hancur bukan karena para penjahatnya, tapi karena orang2 baik/ ‘sholeh’ yang tak berbuat ( nahi munkar ). Saya sudah sering memberitahu di blog ini.

Kerumunan massa cenderung kehilangan identitas pribadi dan tanggung jawab kelompok, sehingga gerakannya cenderung liar karena merasa tak bisa disalahkan. Gerombolan barbar anonim dan efek orang lalang tak peduli berujung persekusi yang memalukan itu. Warga Jakarta malu ? Pendukung PS malu ? Umat malu ? FZ sepertinya tak malu. Lepas tangan, cukup ngeles: peristiwa itu diframing pendukung PS pelakunya, merugikan partai kami. Halaah..

Kasus fitnah terhadap Jokowi oleh Tabloid Obor yang dikirim ke pesantren2 dan masjid2 saat pilpres 2014. juga dilakukan pendukung PS kok, ( menurut kesaksian ketum PPP yang saat itu masih satu kubu dengan PS ). Pelakunya, sudah divonis penjara 8 bulan ( mestinya 6 tahun ya supaya kapok ).

Orang culas memang demen menyalahkan pihak lain. Merasa tak menggerakkan, tapi ucapan dan gesturnya di forum publik dan medsos konsisten mencemooh personal dan kebijakan petahana. Low politic ditebarkan, lalu orang2 sewatak ( tak sportif, nyinyir, miskin fakta, malas instropeksi, gak sabaran ) yang merasa cocok/ tak masalah dengan cara2 primitif itu menyambutnya. ( kalau saya risih dengan cara2 yang diperlihatkan tim sukses demikian, sehingga kehilangan selera/ tak memilih calon itu. Kebayang rentetan masalah setelah pemilu. Baru kontestasi saja sudah segini intrik dan reseknya. Bagaimana nanti menghadapi masalah betulan negeri ini ? Masalah yang diproduksi mereka sendiri saja sudah segaduh ini ). Hate speech di jagad maya lalu mewujud persekusi di dunia nyata, sesuai adagium guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pendukung PDIP waktu oposisi gak blingsatan seperti ini kan ? Tenang, sampai indah pada waktunya.

Setiap penyakit yang dibuat, pasti Allah menurunkan obatnya. Manusia yang diuji, pasti Allah memberi sebatas kemampuannya. Setiap masalah yang terjadi, pasti Allah kasih jalan keluarnya. Jika manusia tidak berikhtiar, nasibnya takkan berubah. Di situlah kehancuran dari masyarakat pengecut. Anda bayangkan adegan persekusi itu diulang-ulang di TV nasional dan medsos, mengendap di alam bawah sadar rakyat Indonesia. Apalagi kalau penegak hukum tidak menjerakan para pelakunya. Banyak orang akan tergoda menirunya untuk mencapai tujuan. Next time, warga Jakarta, etalase warga Indonesia di daerah2 lain, lebih patriot menghentikan kebiadaban ya.. ( kegamangan kalian mencoblos petahana berkinerja bagus di pilgub 2017 gara2 intimidasi gerombolan massa sudah jadi sejarah kelabu negeri ini. Tsunami politik yang membuat 45 perguruan tinggi se-Indonesia membuat formula untuk mencegahnya terulang di pilpres 2019 .

Uang ratusan ribu yang dikipas2 para pelaku itu dari mana ya ? Polisi yang menerima aduan korban silakan menginvestigasi. Mungkinkah pihak asing ikut bermain ? Rusia di pemilu AS. AS di pemilu Iran, Irak, Afganistan, Suriah, Mesir, Uni Soviet, dst.

ANAK TEWAS ANTRI SEMBAKO DI MONAS

Dua anak tewas dehidrasi dan diinjak-injak di Monas ( 28/5/2018 ) sehari sebelum persekusi anak di Thamrin. Ada apa ini ? Ada pentas budaya dan pembagian sembako di sana untuk 100.000 kupon. Yang datang 300.000 orang. Rebutan. Polisi silakan periksa panitia penyelengara yang sudah dilarang bagi sembako, kok masih bagi sembako. Siapa yang melanggar ketentuan Monas bersih dari kampanye politik ? Siapa di belakang pemakai kaos merah itu ? Usut dan adili kedua belah pihak yang bersalah. KPAI dan LPAI bantu tangani 2 kasus ini agar tak terulang lagi di daerah lain. Belum waktunya kampanye resmi KPU kok sudah seramai ini ya ?

Para pendukung PS itu seperti tak bisa menunggu/ menahan diri sampai di bilik suara jika ingin ( mencoblos ) presiden baru. Merasa perlu berteriak-teriak dulu memprovokosi, menjelek-jelekkan presiden terpilih ( presiden kita semua ini difitnah anti Islam, antek asing dan PKI ) dan melukai hati sesama anak bangsa hanya karena beda pilihan politiknya.

PENERIAK KAFIR KASUS PUISI SS

Kita ingat Desi Fitriani, wartawan senior MetroTV, dipersekusi/ dipukul dengan bambu, ketika meliput aksi massa 212 menjelang pilgub DKI 2017. Kasus puisi SS kini membuat mereka teriak2 lagi menghujat ‘KAFIR ! KAFIR !!’ pada orang2 yang tak sepaham ( TVO, 9/4/2018 ).

TEBANG PILIHNYA PARTAI ALLOH PADA PENASEHAT PA 212

Giliran AR ketua penasehat PA 212 memecah belah bangsa dengan kategori ‘partai Alloh’ ( menyebut Grd, PKS, PAN ) dan partai setan di luar partainya saat tausyiah di mesjid Btr dan berkicau di akun medsos, mereka diam seribu bahasa. Tebang pilih juga. Masjid/ tempat ibadah, Monas, lokasi Car Free Day terlarang untuk kampanye politik. Itu tempat warga rileks, rekreasi dan olahraga. Polri dan kepala daerah/ satpol PP wajib menegur dan menertibkan/ memulangkan mereka yang melanggar aturan pergub/ perda sebelum terjadi chaos. Tangkap dan tahan mereka yang masih bebal. ( fair juga untuk SS, jika diberi teguran dan pemahaman dulu tentang kesalahannya. Jika masih bebal mengulangi kesalahannya, silakan ditahan dan diproses hukum.

Hal sama berlaku pada para peneriak kafir : tegur dan ingatkan bahwa ruang publik untuk penganut 6 agama yang dilindungi konstitusi kita. Kafir dalam pengertian umum adalah orang yang tak beragama. Dalam Islam/ masjid : kafir sebutan bagi orang yang melanggar ketentuan Allah. Tangkap peneriak kafir jika masih mengulangi perbuatannya, meneriaki umat agama lain dan muslim yang belum paham lalu diproses secara hukum juga oleh Polri. Keadilan ditegakkan pada kedua belah pihak yang melanggar aturan hukum di setiap jengkal tanah NKRI dan jagad maya kita ). Juga elit2 yang menggerakkan dan mendanai persekusi tsb. Sebelum kebencian kerumunan massa tak bertanggung jawab ini mewabah, menggores luka trauma pada anak bangsa lainnya. Relasi kurang harmonis antar unsur bangsa semacam ini pula cikal bakal Suriah dan Afganistan terkoyak hari ini dengan puing2 kota bertebaran di mana2 karena perang saudara.

ARENA TINJU ORANG TAK PEKA vs TAK PAHAM AGAMA.

Tidak ada persatuan antara setan dan keimanan, kata Ustad Muhammad Zunaidi ( Ruqyah, Trans7 28/4/2018 ). Saya kadang terpikir, kita ini seperti wasit di tengah ring tinju. Di sudut kanan ring, ada massa yang merasa sangat Islam melebihi siapa pun, yang langsung emosional ketika kesentil ego paling benarnya itu. Di sudut kiri ring, ada filsuf lokal, penyair, non muslim yang tidak peka, yang terus memproduksi kata2 tidak respek pada mayoritas penganut agama terbesar di Indonesia dan kitab sucinya. Kadang sampai saya sendiri letih mewasiti dan ingin membiarkan saja gelombang amuk massa ini memakan habis mereka yang tidak tahu diri. Mereka pikir di negara lain mereka diayomi sebagai minoritas sebaik di Indonesia ? Di saat negara lain, menganiaya secara sistematis minoritas muslim, kami bertahan tak membalasnya pada non muslim di sini. Tapi tolong, jangan terus menantang batas kesabaran kami. Kalian bisa kehilangan pengawal yang selama ini menjaga batas amuk itu tidak pecah. Jangan seperti kakak saya yang beranggapan semua problemnya tahu2 beres sendiri lalu mengandalkan itu, tanpa ikhtiar sendiri dan menjaga sikap/ relasi dengan orang sekitarnya. Ada orang yang mengerjakan bantuan tak terlihat itu/ tak disadarinya. Ketika bantuan tak lagi datang karena tak dirawatnya, ia depresi lalu kesurupan/ siap terjun dari atas gedung RS begitu problem berikut menghantamnya. ( saya lalu mengucapkan dan menulis ‘Astaghfirullah’ untuknya, baru kakak mau turun dan melanjutkan pengobatan sampai sembuh ).

Waktu heboh kartun Nabi Muhammad beberapa tahun lalu, warga Denmark terheran-heran, kenapa kaum muslim semarah itu ? ( sosok Rasulullah dilarang agama untuk divisualkan ). Kenapa tidak seperti penganut agama lain ?

Begini ya, kami umat Islam wajib sholat 5 kali tiap hari sepanjang hidup kami, wajib puasa 30 hari saat bulan Ramadhan, selain wajib zakat, qurban kambing/sapi dan haji bagi yang mampu secara ekonomi. Adakah penganut agama lain seintens kami melakukan ibadah ? Pada orang yang menghina kekasih/ istri/ ibu saja kita bisa marah dan minta orang tsb mengklarifikasi maksud penyataannya dan minta maaf. Bayangkan, kalau yang dihina adalah Allah dan rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW, yang sejak usia 6 tahun kita sebut dalam sujud dan doa kita 5 kali dalam sehari sebanyak 17 rakaat dengan melafalkan ayat2 suci berbahasa Arab klasik. Itu minimal ( ibadah wajib, berdosa jika ditinggalkan ). Muslim lain menambahnya dengan sholat sunnah, puasa sunnah dan doa dzikir hingga ratusan kali. Betapa kening ini bisa hitam karena sering bersujud. Betapa air mata bisa jatuh berhamburan jika Allah dan Rasul kami dilecehkan sebegitu rupa, saking cintanya pada Allah melebihi apa pun, sejak kecil. Saya bisa mengerti/ empati melihat pendemo itu sampai sesenggukan, matanya berkaca-kaca dan menjawab dengan suara bergetar ketika ditanya reporter TV mengenai gugatannya ke Polda Metro terhadap puisi SS.

Apa sudah benar tindakan anggota PA 212 itu ? Itu bab lain lagi. Hidayah Islam adalah anugerah terbesar Allah untuk seorang muslim. Hidayah ini tak diberikan Allah pada semua manusia. Orang2 yang mengasah sisi spiritualnya/ otak kanan/ mata bathin, berpeluang diberi hidayah Allah. Lalu bagaimana dengan orang2 yang lahir dari keluarga non muslim, pemuja materi atau keluarga sekuler bahkan atheis di wilayah terpencil atau luar negeri ? Kepekaan mereka tak terasah untuk berempati pada ibadahnya orang Islam. Otak mereka tak mampu menjangkau keyakinan itu ( misalnya peristiwa naiknya Rasulullah ke langit ke-7 dalam Isra’ Mi’raj. untuk menerima perintah sholat dari Alllah SWT yang semula 50 kali per hari, dinegosiasi Nabi jadi 5 kali tiap hari ) sedalam muslim pada umumnya.

Balita, kita tahu, bisa melihat makhluk halus/ teman imajiner. Seiring interaksinya pada matematika, fisika dan logika ilmu lainnya saat masuk sekolah, kepekaan itu bertahap memudar dan lenyap. Kita, kaum muslim, yang sudah mulai sholat di usia 6 tahun ( mulai diganjar dosa jika saat akil balig/ 10 tahun belum sholat juga ), lantunan ayat2 suci Al-Qur’an dan ratusan dzikir mengagungkan asma Allah, doa para Nabi, yang sering kita ucapkan dengan tawadlu/ rendah hati dan khusyu’, membentuk energi positif di sekeliling tubuh yang membentengi kita dari serangan energi negatif ( santet, guna2, gangguan jin, bisikan setan iblis, terkaman makhluk buas ). Setahu saya, sampai 9 malaikat mau berada dekat muslim takwa ini ( sholeh ) yang mengucap ‘Bismillah’ saja, setan jin sudah lari ketakutan menjauhinya ( riset : kristal air terindah adalah yang diucapkan doa ke dalamnya, seperti air zamzam di Kabah yang dikelilingi jemaah haji thawaf dari seluruh dunia. Tubuh manusia 90% terdiri air/ darah yang jika diucapkan doa menjadi indah/ sehat. Jika diucapkan kata2 kotor/ energi negatif, setan jin akan masuk mengalir dalam pembuluh darahnya, menguasai simpul2 syaraf, bikin stroke jika sampai menyumbat pembuluh otak ).
Dari hadis kita tahu, Rasulullah berperang dengan malaikat Jibril di dekatnya, sehingga banyak perang dimenangkan, bahkan dengan pasukan kecil, karena dibantu pasukan yang tak terlihat itu ( saya sendiri pernah didatangi satu kakek bersorban putih yang mengatakan,”.. kamu termasuk orang yang menyiapkan kedatangan Imam..” Bukan HR ya. Tapi yang kelak sholat di depan Nabi Isa. Sosok itu lalu lenyap di balik pintu kamar ).

Orang2 sholeh/ sholehah dengan kepekaan spiritual ini kelak bisa melihat sosok Dajjal sesungguhnya dan tidak tertipu dengan muslihatnya ( saat sholat sebelum salam kita selalu minta pada-Nya untuk dihindarkan dari fitnah Dajjal kan ?). Dajjal seingat saya, nanti dibunuh Nabi Isa di wilayah Palestina, menandai berakhirnya era zionis, sehabis-habisnya ( sesuai QS. Al-Isra )

Sholat mempertahankan kepekaan spiritual kita dalam memahami fenomena alam, kebesaran Allah dan aneka peristiwa di luar nalar manusia juga berbagai peristiwa berpola di berbagai belahan bumi/ sunatullah. Bagaimana dengan WNI non muslim yang tidak melalui latihan spiritual dan ritual agama sedalam dan sesering muslim ? Akalnya tak mampu memahami kitab suci Qur’an seperti yang kita pahami.

FIKSI KITAB SUCI. MAU JITAK JIDAT ?

RG, filsuf lokal non muslim sampai menyebut kitab suci dengan fiksi. Bukan fiktif, kalau fiktif, sepulang ILC. ini saya pasti dipenjara, kata RG. Apa yang bisa kita lakukan terhadap orang yang sebagian besar umurnya teori filsafat dan kultur Barat seperti profesor UI ini ? ( saya, mungkin juga Akbar Faisal, ingin benar menjitak jidatnya waktu itu ). Tapi lalu teringat rumus sabar, sholat dan bantu orang.

Mungkinkah seperti itu RG menempatkan kitab sucinya ? Sehingga pada kitab suci agama lain pun ia menganggapnya fiksi. Fiksi mengalami pengecilan makna sejak novel Ghost Fleet banyak dicela orang, kata RG ( kalau sudah tahu mengecil maknanya saat itu kenapa dipakai menyebut kitab suci di mana mayoritas muslim menjadi penonton di studio ILC malam itu dan puluhan juta pemirsa di rumah bela2in nonton acara talkshow itu hingga lewat tengah nalam ? ). Ini bentuk ketakpekaan non muslim bahkan setingkat profesor yang melanda ruang publik kita. Mereka santai saja bicara hal sensitif di wilayah yang tak mereka pahami ( mungkin sesantai mereka beragama ). Jika tahu Islam itu agama yang DIYAKINI umat mayoritas di Indonesia, kenapa masih menyebutnya FIKSI atau – jangan mau DIKIBULIN pake ayat – ? Tatakramanya mana ?

Perkataan ‘saya pasti dipenjara jika bilang fiktif’ itu terdengar seperti seorang kenalan non muslim komentar ‘aneh ya orang2 kalian suka pake janggut’ lalu ia terkekeh ( mencemooh ). Ucapan dan gestur mereka seperti sengaja men-delegimasi keyakinan kita terhadap Islam ( ekspresi tak sadar mereka karena meyakini agama mereka paling benar ? ) . Padahal kita sudah bela-belain melindungi perayaan ibadah dan atribut agama/ suku mereka dari razia kelompok radikal. Kenapa mereka tidak respek pada identitas muslim? ( janggut adalah sunnah/ teladan Nabi Muhammad yang membedakan umat muslim dengan umat agama lain, kitab suci dianggap fiksi, generalisasi muslim yang suka memenjara, ayat suci dipakai ngibulin orang, sosok Nabi yang dilarang Islam divisualkan tapi malah dikartunkan oleh umat lain ).

Saya berusaha positive thinking jika yang keseleo lidah 1-2 orang saja, dan bukan sekelas guru besar yang belakangan kerap ditanggap karena komentar2 kontroversinya ( seolah ia alien yang hidup tercerabut dari tempat ia hidup. Kenyinyirannya seperti ia bukan orang Indonesia. 99% yang dilihatnya di Indonesia minus. Kecenderungan minoritas adalah pembenaran berlebihan ( bukan kebenaran ) atas ‘inovasi’/ upaya tampil bedanya dari arus mainstream sebagai kompensasi status mariginalnya ).

Fiksi mungkin seperti visual board yang dilihat dan diulang tiap hari sehingga menstimulasi pikiran dan tindakan kita untuk meraih impian tsb. Di kamar saya juga ada visual board / target 5-10 tahun hal yang ingin saya raih. Tapi Qur’an, kita tahu, firman Allah dalam bahasa Allah yang disampaikan pada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Bukan fiksi, tapi memori Allah mengenai peristiwa di masa lampau dan peristiwa yang akan datang setelah menulis kitab induk/ Lauh Mahfuz dan menciptakan alam semesta persis seperti yang ditulis-Nya. Kedatangan nabi terakhir, Muhammad SAW sudah ditulis di kitab agama samawi sebelumnya ( Zabur, Taurat, Injil yang asli ). Dalam film ”Da Vinci Code’ yang dibintangi Tom Hanks, seingat saya masih ada orang2 Nasrani yang mengimani Perjanjian Lama/ Bibel asli. Jika RG dan orang2 sejenisnya kemudian berpikir, kalau kemunculan Nabi Muhammad saja benar, kenapa PD 3 mengalahkan zionis AS, Israel tidak dianggap benar/ pasti juga ? ( bukan fiksi yang mungkin benar, mungkin juga tidak terjadi ).

Kita juga diberitahu di Qur’an, tanda2 kiamat ( di Hadis sebelum 1500 H, sekitar 60 tahun lagi ). Allah bisa memberitahu itu karena sudah mensimulasinya. ( versi OTS, Trans7, sekitar 27 tahun dari sekarang diprediksi  akan terjadi bencana hebat yang menyisakan hanya 3 miliar manusia bertahan hidup dari 7,6 miliar penduduk bumi saat ini. Saya pernah beberapa kali mimpi melihat gelombang laut raksasa menerpa rumah dan kota2 seperti adegan dahsyat film 2012, diantaranya sebelum film itu rilis. Majalah Intisari pernah memuat artikeL tentang poros magnet bumi yang bergeser, hingga negara di garis khatulistiwa seperti Indonesia.bisa berubah sedingin di kutub utara. Prepare yourself, people )

Kita diminta berwudhu nensucikan diri sebelum memegang Qur’an dan membacanya. Meletakkan dan menyimpannya di tempat terhormat. So, salah besar menyamakan kitab suci dengan fiksi/ novel Ghost Fleet ( sampai ILC, 29/4/2018, RG pun masih menganggap novel itu bisa benar ).

PEMURTADAN VS RADIKALISME. MANA WASIT ?

Kalau begitu kita pakai pisau analisa kedua. Beberapa tahun lalu, pernah diulas gerakan bawah tanah kristenisasi yang sudah merambah kalangan kampus, birokrasi dan swasta. Selama setahun hidup di jalanan ( menyamar ), saya pernah bertemu dengan ( mengaku ) intel BNN ( non muslim, fasih banyak bahasa, saya berdebat tentang radikalisme dengannya ) dan berikutnya bertemu anggota kelompok sekte militan semacam itu ( saya berdebat lebih sengit dengannya, semula saya pikir kelompok dia mau mengkristenkan Indonesia, ternyata bukan, tapi menjadikan sosialis/ komunis. Lho ? ), di antaranya, yang merekrut para anjal untuk diajari melukis, bermusik, dll lalu masuk agama mereka. ( di depan pasar Kosambi, tahun 2013, setelah kumandang azan shubuh/ hari belum terang, saya membeli gorengan bala2, tiba2 anjal cewek 10 tahun datang membeli dengan cara menuding-nuding gorengan yang ingin dibelinya dengan bahasa kasar pada penjual renta ( seperti anak durhaka di ‘Rumah Uya’) dengan uang hasil mengemis di stopan lampu merah. Betapa uang materi menjadi ‘bahasa’ interaksi manusia di kelas bawah ( juga elit ) sekarang.

Di medsos dan internet banyak fitnah yang mendiskreditkan Islam. Komentar tak respek RG yang konsisten terhadap presiden terpilih dan ayat / kitab suci, seperti membenarkan gejala/ target tsb ( gerakan menghancurkan tatanan sekarang dan membuat tatanan baru tahun 2020 ). Mungkin hal itu berimbas dengan temuan BIN kemarin ( pengamatan tahun 2017 ), ada 39% mahasiswa terpapar paham radikal di kampus2. Di 15 provinsi terendus pergerakan penyebaran radikalisme dengan memanfaatkan kelompok2 pengajian. 3 universitas sedang diawasi. Dari penelitian prof. Azyumardi Azra, di kampusnya: kurang dari 10% mahasiswa yang terpapar paham radikal ( setuju revolusi mendirikan khilafah atau negara Islam ) . 90% masih mendukung NKRI dan Pancasila. HTI sudah dibubarkan dan presiden Jokowi sudah menandatangani MOU dengan para rektor untuk menanggulangi paham radikalisme di kampus. Paham fundementalis di kampus dan SMA ( kini mulai mengejala lagi) mungkin dipicu ghirah mereka men-counter visi kristenisasi dari kaum ekstrimis, mungkin juga pengaruh ceramah terselubung ex-HTI, NII, JI, simpatisan ISIS, alumni militan Afganistan, Mindanau ).

Saya pikir lebih wise jika host ILC mengundang profesor filsafat Islam yang nyambung visi, bahasa dan gesturnya dengan mayoritas pemirsa ILC dan penduduk Indonesia. Minimal, RG jangan ditempatkan di puncak acara/ closing statement/ kesimpulan akhir yang diingat pemirsa. Melihat penampilannya selama ini di TV, dia bukan yang terbaik. Mendengar RG ngomong seperti tak ada yang baik dan disyukurinya di negeri ini. Yang di luar negeri dan di luar masa ini selalu lebih baik dan dipujinya. Padahal ia tinggal di masa ini, di negeri ini dan makan di sini ( gaji dari pajak rakyat ). Seorang berintegritas baik akan menghargai, gentle mengakui hal baik yang diterimanya, minimal dengan ucapan/ apresiasi baik, imbang dengan hal yang dikritisi. Seorang mencemooh keadaan/individu itu jelek semua, bukanlah orang baik. Contoh, pembuat Tabloid Obor yang menghina Jokowi dari A-Z. Padahal manusia ( bukan setan ) pasti punya hal positif dalam dirinya, apalagi ia lalu terpilih presiden. Anda meragukan kewarasan kami yang memilihnya ? Ia terbaik dari dua capres yang tersedia. Mestinya kita bantu presiden melaksanakan amanat rakyat dengan saran bermutu ( yang tidak nyinyir, mendengarnya saja sudah capek ). Jurnalis, akademisi, kita semua prihatin dengan maraknya radikalisme/intoleransi belakangan ini di tanah air. Bisa jadi mulanya dari forum2 publik yang menghadirkan orang2 tidak peka dan tidak paham seperti RG di ring kiri dan AR di ring lainnya. Supaya kita tak letih mewasiti, lalu bosan dan meninggalkan kedua gelombang bertikai itu sampai tumbang berdarah-darah karena sama2 bebal.

ILC semalam ( 8/5/2018 ) kembali menayangkan RG di puncak pembicara. Ternyata yang bebal tidak hanya RG. Pria itu lagi2 menyalahkan pemerintah atas tewasnya 2 anak di Monas pada acara perayaan Pskh FUI dengan pernyataan “kemiskinan adalah komedi pemerintah dan tragedi rakyat”, karena pemerintah sekarang ogah meniru BLT masa SBY. Bantuan Langsung Tunai ini seingat saya bantalan sementara pemerintahan SBY ( saat itu diwakili JK juga ) ketika menaikkan BBM yang disalurkan sampai keterkejutan lonjakan harga barang2 kebutuhan yang terimbas bisa diadaptasi oleh masyarakat yang paling sensitif dengan kenaikan harga. Harga BBM hari ini relatif stabil bahkan diupayakan disatuhargakan di luar Jawa. Tak ada kegentingan memaksa untuk memberi uang yang tak mendidik itu ( mental miskin yang ingin terus diberi uang mentahan ) kecuali untuk keadaan yang amat darurat ( perut lapar yang merusak stabilitas nasional ). Kartu Indonesia Sehat, KI Pintar dan KK Sejahtera jauh lebih baik dan sudah diterapkan pemerintahan Jokowi. Memberi uang/ sembako/ pelatihan ketrampilan itu mirip yang dilakukan sekte2 kiri sebagai kamuflase pemurtadan, menyasar para anjal yang saya lihat tahun 2013 lalu. Di Monas, Sabtu, 28/4/2018, skalanya lebih besar ( 100 rb kupon x Rp 60 rb = Rp 6 miliar untuk sembakonya saja ), memperlihatkan pengusaha yang merayakan Pskh memberi sedekah sembako pada mayoritas penerima muslim yang dianggap mereka miskin ( yang kaya dianggap mereka yang berlimpah materi. Materi sebagai orientasi kesuksesan ) .

Kenapa kupon/ sembako tak diberikan saja pada ketua RT dan RW sekitar Monas yang paling tahu mana warganya yang lebih memerlukan ? Jika niatnya tulus untuk tali kasih, tak perlu iklan sembako gratis di medsos dan membagikan di depan kamera/ ekspos media sampai mengular antri begitu kan ? Apalagi dengan manajer DKI yang baru yang masih awam, masih belajar menggerakkan mesin birokrasi. Izin dikeluarkan tanpa mengerahkan upaya maksimal pengamanan ratusan ribu warganya yang mungkin membludak. Jam terbang kurang untuk mampu memprediksi segala hal yang mungkin terjadi sehingga terjadi chaos itu.

Seperti sudah diduga, ketakbecusan pengawalan acara ini, CFD, penyambutan Asian Games, dsb, dipakai RG, oposisi dan afiliasinya termasuk TVO untuk menyalahkan pemerintah pusat meski tragedi ‘miskin’ ini 70% kesalahan pemprov DKI yang tidak tegas melarang pembagian sembako sejak awal. Cakada yang dulu diusung kubu AB pemilik TVO sebelum partai G masuk koalisi pemerintah ( rupanya AB dan JK beda faksi ya. Sehingga warna ILC cenderung ke AB/PS ) . Mungkin saya berharap terlalu banyak pada acara ILC dan TVO untuk memperbaiki pandangannya setelah menjadi bagian dari perpecahan bangsa ini ( menyiarkan kemenangan PS dari data surveyor internal yang sangat beda dengan data lembaga survei yang diakui kredibel oleh masyarakat selama ini ). 4-5 jam waktu saya/ pemirsa terlalu berharga untuk nonton acara yang kini 70% menggebuki pemerintah ( ‘kontrak’ dengan RG, FZ, FH, dan sejenisnya ). Well, ada acara “Mata Najwa”- dan “On the Spot” di Trans7, Rabu malam mulai jam 19.00. “Q & A” di MetroTV setiap Rabu juga, jam 19.30 dan “Opsi* Avi, tiap Senin, jam 19.30. Selasa depan, jam 20.00 saya mulai rutin nonton “Economic Challenges”, diskusi ekonomi seru dipandu dirut MetroTV Tommy Suryopratomo dan Leonard Samosir di MetroTV. Bye-bye ILC.

( ini contoh berdemokrasi yang santun. Jika tak suka lagi acaranya tinggal ganti channel atau pergi tidur. Tak perlu anarki di jalanan atau medsos. Begitu pula pilpres, tinggal nyoblos yang suka. Tidak gaduh dan over acting. Para ortu di Bandung sudah mulai menggiatkan program ‘mematikan TV dan gadget mulai jam 18.30 untuk menghangatkan hubungan keluarga dengan anak2nya. Agar tak berpikir melulu materi seperti kecoa zombie ).

20% PRESIDENT TRESHOLD DARI PARPOL SENIOR.

RG mengkritik presiden treshold 20% suara di parlemen dan 25% suara nasional untuk syarat capres 2019. Ia menyebut para elit yang memutuskan itu sebagai kelas menengah yang tidak berpikir. ( emang RG mikir gitu ? ). Orang yang berkutat di teori, ngomongnya hebat ( pakai unicorn dan catur segala.), tapi miskin aplikasi. Sebatas logika akal. Belum lihat pola dalam praktek/ sunatullah, apalagi logika Tuhan. Para broker ERA saja tahu pola itu: cukup 2-3 rumah potensial ( memenuhi kriteria klien ) saja yang disodorkan untuk diputuskan, karena lebih dari itu, menurut pengalaman puluhan tahun perusahaan broker internasional itu, .klien akan bingung lalu tak jadi beli. 20% suara itu untuk menyaring 2-3 capres untuk dicoblos rakyat pemilih. Kalau banyak capres ( treshold 0 % bisa2 ada 19 capres dari 19 parpol peserta pileg dan pilpres yang dilaksanakan bersamaan 17 April 2019 ) pemilih akan bingung, lalu nyoblos asal atau malah golput. Haah.. rese’ pisan. Parpol baru juga belum teruji sistem konvensinya untuk menghasilkan capres bermutu. Kita juga bisa melihat pola Nasdem atau PDIP, juga partai lainnya yang tak langsung masuk 5 besar, tapi nerangkak perlahan dalam rentang belasan tahun. Apa artinya nunggu 5 tahun, agar rakyat tak golput dan capres relatif bermutu yang dipilih dan terpilih. Tentang partai Dmk, perkecualian yang cepat melesat karena figur yang dipuji RG brilian belum mengeluarkan kuda hitam, kita tahu biang rezim yang bikin kepala komisioner KPK pusing hari2 ini dengan tuntutan MAKI yang akan ditagih 3 bulan lagi. Sebagian pengamat dan ahli hukum mengatakan ini kejahatan rezim yang tak boleh terulang lagi. Masih muji dia, RG ?

BELAJAR DARI NEGARA MADANI. APA KABAR SURIAH DAN AFGANISTAN ?

Renaisans Islam ( kebangkitan intelektual dan budaya pada abad pertengahan ) terjadi di jantung wilayah kekuasaan Islam di Irak/ Mesopotamia dan Iran bagian barat ( Dinasti Buwaihiyyah/ Syiah ) pada akhir abad 10 M. Juga di Khurasan/Afganistan ( Dinasti Samaniyyah/ Sunni ), Sijistan ( Dinasti Shaffariyah ), Suriah ( Dinasti Hamdaniyyah/ Syiah ), Mesir ( Dinasti Fathimiyyah/ Syiah ) dan Spanyol/ Cordova ( Dinasti Umayyah ). Rezim2 Syiah tak pernah memaksakan keyakinan mereka pada penduduk Sunni ( hal. 390 buku ” Renaisans Islam”- Joel L. Kraemer. Pengantar Mulyadhi Kartanegara/ doktor filsafat Islam. Buku mengupas kegiatan ilmiah dan budaya masyarakat madani masa Islam ). Tokoh2 kebudayaan lebih diperankan anggota2 kelas sekretaris ( wazir, pedagang buku, penyalin, penulis, pencatat, penjaga toko buku ) ketimbang. sarjana2 keagamaan. Generasi sekretaris pertama menyebarluaskan warisan2 Persia/ Iran dan Yunani kuno/ logika Aristoteles ke dalam dunia Islam. Abd Al-Rahman III ( w.961 Masehi / 350 Hijriah ), penguasa muslim yang berpengetahuan di Spanyol, menjadikan Cordova pusat kegiatan intelektual yang cemerlang. Putranya, Al-Hakam II ( w. 976 M/ 366 H ) yang pecinta buku, membangun perpustakaan kerajaan yang mengesankan dan merangsang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ia berkuasa. Pada masa pemerintahan Saif Al-Daulah ( w. 967 M/ 356 H ), penguasa muslim di Suriah, terbentuk perkumpulan Saif Al-Daulah ( penyair, sastrawan ) di Aleppo.

Masa2 itu periode awal/penting membangun peradaban Islam, yang selanjutnya melahirkan puisi, filsafat, sastra, matematika, astronomi, kedokteran, seni budaya, arsitektur, penulisan sejarah, dsb, yang fenomenal sampai abad 13 Masehi. Raja ‘Adhud Al-Daulah ( Dinasti Buwaihiyyah ) telah menghidupkan rakyat, meningkatkan usaha rakyat dan memberi kebebasan berpendapat sepanjang mereka bisa membedakan yang benar dari yang salah dan tidak menyerang orang lain dengan fanatisme keagamaan. Apa kita sudah demikian ? Suriah ( dinasti Syiah ) dan Afganistan ( dinasti Sunni ) di abad 10-13 M adalah negara madani. Namun kini dilanda prahara berkepanjangan karena isu SARA ( relasi kurang harmonis antar suku, agama ) yang dimainkan AS/ Barat demi melindungi ( zionis ) Israel. Entah invasi asing, ancaman dari dalam ( konflik SARA ) atau malapetaka ekonomi yang menyebabkan kegagalan di abad 13, yang jelas itu terulang di abad 21. Learn something ?

Di luar mesjid dan rumah sendiri ( ruang publik ) jangan merasa paling Islam atau paling benar. Di ruang publik, 6 agama dianggap benar semua. Di rumah dan tempat ibadah masing2 silakan menganggap agamanya yang paling benar. Lima agama lain punya Tuhan tertinggi. Anggap itu Allah dari sudut pandang kita agar citizenship terawat. Sebagai penganut agama mayoritas ( Islam ), baik buruknya negeri ini, beban tanggung jawab terbesar ada di pundak kita. So, tahan diri dan sabar menjelaskan.

BELAJAR DARI SIAPAPUN. JUGA KORUT YANG TAK BERAGAMA.

Korea Utara yang berideologi komunis, 25% APBN-nya untuk pertahanan militer dan 70% rakyatnya miskin karena sumber alamnya ( biji besi, dll ) tak bisa diekspor karena embargo AS dan pembatasan2 negara lain. Kemarin ( EMI, 28/4/2018) pemimpin Korut dan Korsel mau bertemu demi unifikasi dua Korea di zona demiliterisasi. Perbedaan ideologi ternyata bisa dikomunikasikan. Urusan ekonomi kini sudah lintas ideologi. Arab Saudi menanamkan investasinya Rp 80 triliun ke Indonesia. 850 triliun ke China ( hibrid, berideologi komunis, berekonomi kapitalis ) Maret lalu. Korut yang tidak beragama/ atheis/ komunis, mau bersatu dengan Korsel yang beragama Budha dan Kristen. Masak Indonesia mau dibelah jadi pemilih partai setan dan pemilih partai Alloh. Orang muda tidak beragama saja ( KJU, 30 tahun ) mau rukun. Masak orang tua yang beragama ( AR, 74 tahun ) mau memecah belah umat ? Malu dong !

Kita lihat hasil pertemuan presiden Kim dengan Trump 22 Mei nanti ( Jokowi menawarkan Indonesia jadi lokasi pertemuan itu pada duta besar dua Korea tsb lalu berfoto bertiga dengan 3 maskot Asian Games kita yang imut itu. Bhin-bhin, Atung, Kaka ). Semoga bisa mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea. Asia Pasifik, bahkan dunia.

LAPORKAN AKUN2 HOAX DAN RASIS BIKIN NEGARA SALAH

Netizen muslim dan 5 agama lain bisa proaktif melaporkan akun2 medsos dan web yang merendahkan 6 agama di Indonesia pada web Kominfo dan divisi cyber Polri. Termasuk MCA jika mengkafirkan umat lain di ruang publik maya tsb. Tutup saja. Netizen yang belum kuat nalarnya, belum matang perkembangan emosinya, bisa letih dan meledak marah membaca sampah2 pikiran tsb, lalu merasa berada di negara yang salah. Tugas kita untuk membersihkan sampah2 rasis itu dari jagad maya agar tak berlanjut/menjelma para radikal di kehidupan nyata seperti di acara Car Free Day Thamrin kemarin. Setuju, komunitas Cyber Indonesia ?

( Mereka melaporkan AR ke Polda Metro, 15/4/2018, karena kotbahnya di ruang publik/ medsos dianggap mengandung ujaran kebencian SARA yang bisa memancing teror kata dan teror perbuatan antar umat. Penggagas high politic ini kok sekarang tergoda main low politic ya. Sesumbar AR kemarin jalan kaki dari Solo ke Jakarta kalau Jokowi sampai menang pilpres 2014, belum dilaksanakan, lho. Ngibul ? ).

Beda malaikat dengan iblis adalah ketaatan pada perintah Tuhan. Ulama sombong adalah manusia pertama yang dilempar ke dasar neraka jahanam, bukan pembunuh residivis yang atheis ). Di bumi, aturan hukum yang terus kita upayakan diperbaiki mendekati sempurna, mestinya jadi batas WNI taat di luar penjara dan WNI bebal dalam penjara. Kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Arifnya, ada literasi dan edukasi dulu sebelum hukuman dijatuhkan, karena ada variasi pemahaman di antara kita. Jadilah muslim penyabar dan pemaaf. Cukup penoda agama tak paham itu minta maaf dan tak mengulangi kesalahannya. Pemberian maaf takkan mengurangi kemuliaan Islam. Pengakuan prestasi petahana tak mengurangi kehormatan oposisi. Cukup Ahok dan Moses yang terakhir. Hati kita tak sekeras itu kan ? Betul kan wasekjen MUI ?
( ulama yang menganggap Ahok menodai agama dan menyindir Polri tebang pilih ? Anda mau HR yang mengejek pura Hindu dan salam Sunda dipenjara 2 tahun juga? ).

FORMULA ANTI TSUNAMI POLITIK ALA 45 KAMPUS

Metro Siang, MetroTV, 13/4/2018 mengabarkan : UI dan 45 PTN dari Aceh sampai Papua berupaya melakukan pendidikan politik, mengajari para pemilih muda cara memilih cakada, caleg dan capres benar. Edukasi semacam ini tugas negara, parpol, media dan perguruan tinggi. Jangan sampai terjadi tsunami politik lagi seperti pilgub DKI lalu dimana rating tinggi petahana Ahok bisa anjlok oleh demo 212. Antipasi yang bagus dari civitas akademi kita.

SALURKAN GHIRAH ISLAMMU DI SYIAR ANAK NEGERI.

Syiar Anak Negeri, digagas MetroTV, Kemenag dan MUI untuk pelajar SMP dan SMA yang punya bakat dakwah dan nasyid untuk mengekspresikan diri dan ghirahnya pada Islam. Mereka dipersilakan membentuk grup syiar plus nasyid ( 1-2 pelajar berdakwah dari 5 anggota grup nasyid ) lalu mendaftar ke web MetroTV ( klik Syiar Anak Negeri ) untuk mengikuti audisi dan seleksi hingga terpilih 12 grup yang akan berkompetisi di bulan Ramadhan sebulan lagi ( Prime Time News Pagi, 17/4/2018 ).

BERANI BUANG SAMPAH ? FOTOMU MEJENG, TAHU !

UU Pengelolaan Sampah, menyatakan : pembuang sampah sembarangan dihukum denda Rp 50 rb sd 5 juta, dan dipajang fotonya di medsos. Kalau tidak dihukum berat, warga kita biasanya tidak jera ( EMI, 23/4/2018 ). So, jangan lagi buang sampah sembarangan ya, apalagi ke sungai. Bikin kotor dan bau, pendangkalan sungai, banjir, longsor plus foto kamu dipajang di medsos sebagai pembuang jorok yang selama ini telah memalukan Indonesia di mata dunia. Hiiih..

JIHAD MEMBERSIHKAN SUNGAI TERKOTOR JADI TERHARUM. BERANI ?

Komunitas dan satgas Citarum Harum mengajak anak muda jihad sungguh2 membersihkan sungai Citarum dari hulu ke hilir. Targetnya dalam 7 tahun sungai terkotor itu jadi bersih lestari. Semoga.

JIWA BESAR PRESIDEN DAN ULAMA 212 DI ISTANA.

Pertemuan presiden dengan ulama Alumni 212 kemarin di Istana Bogor ( EMI, 25/4/2018) mengejutkan sekaligus menyejukkan kita. Dalam demokrasi, memang ada upaya menerima perbedaan dan kasih sayang antar manusia. Hubungan kemanusiaan dijalin dengan silaturahim untuk nemperkecil jurang perbedaan. Pemikiran boleh berbeda tapi tali kemanusiaan harus tetap dijaga. Para jiwa besar yang mau bertemu bisa menyampaikan apa yang perlu diperbaiki pemerintah dan pemerintah bisa mengklarifikasi berita miring yang santer beredar di masyarakat. Syukur2 pertemuan ulama dan presiden semacam itu bisa rutin diadakan, diperluas kelompoknya dan ditularkan semangat rukun dan tabayunnya pada pemerintah daerah dan para ulama di daerah. Sehingga fitnah, kebencian dan hoax bisa diluruskan, hati rakyat pun disejukkan agar bisa konsentrasi bekerja.

Jika masih ada pihak yang merasa tak terwakili, mereka hendaknya juga bisa berbesar hati, dan ulama yang hadir kemarin bisa menceritakan makna pertemuan mereka dengan presiden. Jika masih ada juga yang berprasangka buruk dan berkata nyinyir, maka anjing menggonggong kafilah berlalu saja. Memang selalu ada orang yang tak mampu melihat sisi positif orang lain, alias pedengki yang culas dengan kaca mata hitam negatifnya setiap melihat segala sesuatu untuk dicibiri sekedar merasa eksis. Watak2 mengerak nan bebal. Namun hal itu tak perlu sampai mengurangi kegembiraan kita, bahwa presiden yang kita pilih ternyata merangkul juga mereka yang tidak memilihnya. Presiden untuk semua rakyat Indonesia.

Ulama sebagai penjaga moral bangsa, bisa menjembatani umat dengan pemerintah. Memberitahu kekurangan pemerintah pada presiden dan menyabarkan umat di akar rumput. Dengan demikian Indonesia bisa lebih cepat maju, kuat, damai dan sejahtera. Siip kan ?

KTT ULAMA & CENDIKIAWAN MUSLIM SEDUNIA DI BOGOR

Islam wasatiyah ( lebih positif dari moderat, merangkul semua ) akan lebih disosialisasikan di Indonesia dan negara2 anggota yang hadir. KTT ulama dan cendikiawan yang dihadiri 100 ulama dan cendikia dari seluruh dunia ( Prime Time News, 2/5/2018) digelar di Istana Bogor atas undangan presiden dan prakarsa Din Syamsudin. Seperti kita ketahui, Indonesia masuk G-20 bersama Saudi Arabia dan Turki. Prof. Nasaruddin Umar , imam besar Masjid Istiqal, minta pemerintah melibatkan ulama dan cendekiawan muslim dalam perencanaan pembangunan/ Bappenas ( sebab di hulu, bukan hanya menangani akibat di hilir seperti pemadam kebakaran masalah/ konflik sosial ekonomi umat. Di luar negeri, ulama umumnya baru dilibatkan di kementerian sosial bukan think thank atau mitra strategis pemerintah dalam mengelola negerinya. Dalam hal ini, Indonesia masih lebih baik. Ulama2 kita banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan2 penting republik ini. Salut deh pada mereka yang punya gawe mengundang ulama top sebanyak itu ke Indonesia. Nama Indonesia sudah diperhitungkan ya.

Semoga banyak hasil KTT yang bisa dilaksanakan untuk mengatasi segudang masalah di negara2 muslim, terutama paham radikal yang menghancurkan negara seperti Afganistan dan Suriah. Elit Islam Indonesia hendaknya jadi contoh Islam wasatiyah/ moderat bagi umat Islam ( menunjukkan relasi Pancasila dan Mukadimah UUD1945 dengan Qur’an/ membumikan Qur’an dan Pancasila dalam keseharian dan persaudaraan bangsa. Kalau perlu, ustad, ulama, cendekia semacam itu diberi insentif agar lebih fokus mempromosikan Islam wasatiyah ke tengah2 masyarakat / tidak terbagi konsentrasinya dengan kebutuhan hidup sehari-hari ). Semoga dengan demikian, Indonesia bisa jadi agen moderasi, demokrasi dan kerjasama global, karena mayoritas WNI sudah menerapkan Islam wasatiyah dalam kehidupannya sehari-hari.

PERPUSTAKAAN SARANA CITIZENSHIP DAN BELA NEGARA. Can we ?

Dunia Kita, VOA Indonesia, MetroTV, Minggu, 8/4/2018. jam 7- 7.30 mengabarkan, di Washington DC, ada perpustakaan yang mengadakan kelas bahasa Inggris ( American English ) dan kelas sejarah Amerika serta perkembangannya hari ini bagi anggotanya untuk mengintegrasi warga ibukota AS yang sebagian migran dari berbagai negara dengan warga ‘asli’ Amerika ( pedatang senior dari Eropa ). Di Kabul, Afganistan, ada gadis yang membuat bis pustaka keliling dengan 500 buku cerita agar anak2 mendapat kebahagiaan yang dulu tak sempat dirasakan si gadis di masa kecilnya. Di negara maju, dongeng2 klasik dituangkan dalam bentuk virtual dan interaktif. Plot cerita berkembang sesuai pilihan/ sentuhan telunjuk anak di touch screen gadgetnya. Milenials banget kan ? Di negara lainnya, ada perpustakaan yang membolehkan anggotanya ngobrol, diskusi, main gadget, makan minum, kursus lukis, kursus jahit untuk mendorong interaksi antar warga kotanya. Citizenship dan kesadaran bela negara bisa dibentuk di perpustakaan2 semacam itu di 514 kota/ kabupaten di Indonesia.

SUPER HERO INDONESIA MILENIA SIAPA ?

Mengapa Superman bisa terus jadi superhero AS ? ( bahkan China kini bikin versi negerinya ). Jawab penggemarnya, karena makhluk Kripton itu dekat dengan takdir manusia bumi yang diberi anugerah ( gift/potensi bakat/ passion ) oleh Tuhan Pencipta dan diberi pilihan jalan yang akan ditempuhnya. Potensi sedahsyat Superman bisa digunakan untuk menyelamatkan dunia. Makin besar potensi dan kemampuan seseorang, makin besar tanggung jawabnya. Amerika punya Superman, Batman dan Spiderman. Jepang, biangnya komik juga, punya Naruto dan F4 ( aslinya Boys before Flowers dari Jepang ). China punya Kera Sakti/Sun Go Kong dan Wong Fei Hung. Indonesia punya Hanoman dan Gatotkaca, barangkali. Ada yang lebih mineal ? ( bonus demografi ) Sehingga para tunas bangsa ini punya panutan memilih jalan kebaikan dengan segala resiko yang ditempuh untuk meraih ridho Allah dan orang tuanya. Anybody?

ERA DIGITAL BANGSA MAJU SAMPAI MANA ?

Google, Microsoft, Amazon sudah menggunakan inovasi digital untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga perhektarnya menghasilkan gandum, beras, jagung, dsb, berlipat ganda. Tak perlu drone untuk memantau keadaan tanah pertanian dan peternakan, cukup smartphone yang diikat di balon udara. Mobil swa kemudi dan traffic light di negara maju sudah memanfaatkan teknologi digital. Lamanya lampu merah dan hijau ditentukan panjangnya antrian kendaraan di tiap jalur. ( VOA Indonesia, Minggu, 29/4/2018 )

Para difabel bisa memesan di smartphone-nya, berapa lama ia perlu lampu merah menyala sebelum dia menyeberang zebra cross. Diaspora Indonesia di AS, menyewakan koloni lebah 4-6 minggu untuk membantu penyerbukan pertanian di California, selain menjual ratu lebah yang produktif. Diaspora Indonesia lainnya mengorganisir dana dan paket wisata ke tempat2 eksotik di Indonesia dan negara2 lain untuk memperkenalkan budaya, dengan aplikasi di smartphone dengan pelanggan lebih dari 100 perusahaan di seluruh dunia.

Para fotografer Indonesia bisa kerja di mana saja di dunia dengan mendaftar ke situs Frame & Trip, komunitas fotografer profesional bertarif Rp 40 -90 ribu per foto prewed. Pasangan atau keluarga bisa pesan difotokan fotografer di spot2 wisata di seluruh dunia yang ada WNI fotografernya di sana melalui situs tsb.. Pesanan minimal 70 foto dalam 2 jam ( Big Circle, MetroTV, 11/2/2018 ). Kemenlu merilis aplikasi mobile Safe travel Kemlu di smartphone untuk panduan WNI yang pergi ke luar negeri. Ada hot line yang bisa dihubungi jika WNI terdesak dan butuh pertolongan. TKI juga bisa memanfaatkan. Posisi WNI yang mendaftar dapat dideteksi jika ada situasi darurat ( krisis politik, kemanusiaan, bencana ) di luar negeri.

PRESIDEN NYAPRES & PESAWAT KEPRESIDENAN.

Presiden dipolemik tak boleh pakai pesawat kepresidenan selama kampanye. Itu pikiran orang yang berpolitik tanpa ketulusan. Presiden Indonesia menurut konstitusi kita adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, melekat padanya, fasilitas pengamanan, kesehatan dan protokoler. Sedang di toilet atau sedang kampanye sekalipun, Jokowi selama tahun 2014 – 2019 tetap kepala negara. Tak boleh ada kekosongan RI-1 sedetik pun selama 7 bulan masa kampanye nanti, sehingga saat tugas negara memanggil dan harus segera dilaksanakan, Jokowi di mobil dan pesawat kepresiden bisa cepat menghubungi wapes menteri pertahanan, kepala negara lain, para stafnya, layaknya di kantor presiden. Pesawat kepresidenan didesain sebagai kantor presiden yang terbang.

Waktu cuti kampanye, fasilitas pengamanan, kesehatan, protokoler nengikuti kepala negara ke mana pun beliau pergi. Tugas kepala negara R1-1 tak bisa diwakilkan pada wapres. Kepala negara menjadi simbol kedaulatan negara yang mempersatukan WNI dari semua unsur dari Sabang sampai Merauke, sehingga kita harus menjaga keselamatan dan kehormatannya. Anda berdebar jika presiden yang kita pilih dengan biaya puluhan triliunan rupiah dan melibatkan ratusan juta orang dengan tahapan rumit pemilu itu dibiarkan naik metro mini tanpa paspampres karena diminta melepas fasilitas kepala negara oleh orang2 yang tak tulus dan tak paham itu ? Saya termasuk yang tak bisa tidur jika itu terjadi. Orang2 yang ribet mengaturnya dan gaduh mempermasalahkan itu tidak seksama membaca peraturan perundangan yang sudah ada. Atau masih berafiliasi dengan sayap partai atau ormas tertentu yang punya agenda kepentingan sendiri.

Next anggota KPU dipilih yang benar2 independen, terbebas dari afiliasi dan keraguan tentang hak kepala negara RI-1. Aturan capres petahana sudah dibuat waktu presiden Megawati dan SBY nyapres lagi. Bedanya sekarang ada pesawat kepresidenan. Tinggal ditambahkan dan dijalankan dengan pemahaman tsa.

Mobil dinas gubernur, walikota atau bupati adalah moda transportasi kepala pemerintahan daerah, yang dilarang dipakai saat kampanye atau keperluan non dinas/ pribadi. Mobil kepresidenan adalah fasilitas pengamanan kepala negara yang anti peluru dan ledakan bom, apalagi saat kampanye ( bahaya lebih besar dari yang anti pemerintah/ negara ). Beda kan ? So, Jokowi, kepala negara kita, selama 5 tahun ini silakan menggunakan mobil dan pesawat kepresidenan untuk keselamatannya dan tugas negara. Rakyat membolehkan.

REDISTRIBUSI LAHAN, BUKAN CUMA SERTIFIKASI. Tak ada penyesatan ?

1,88 juta hektar lahan ( konsesi tanah yang ditinggalkan perusahaan, lahan terbengkalai, dll ) sudah diredistribusikan pada rakyat. Tahun depan targetnya 4,5 juta hektar lahan. Lebih 5 juta ha lahan di Kalimantan masih dimiliki asing.kata AR ( Mata Najwa, 25/4/2018 ).

REKAM DATA DI MOBIL KTP-E KELILING.

Dirjen dukcapil mengatakan 97% pemilih pemilu sudah merekam datanya ( KTP-E ). Sisa 3 % ( 8 juta WNI yang belum merekam data ) sedang diupayakan pihaknya dan disdukcapil di daerah2 untuk jemput bola ke tempat2 orang berkumpul ( perguruan tinggi, sekolah menengah, lapas, pusat perbelanjaan, dsb ). Sekitar 1 % WNI di luar negeri yang belum terdata karena tak melaporkan posisi keberadaannya sekarang. Jadi maksimal 99% yang nanti terdata dengan keterbatasan yang ada sekarang, seperti mesin perekam data yang sebagian rusak ( tanpa pendingin, mesin cepat panas/ rusak ), jauhnya desa dengan kantor pemerintah dan ketidaktahuan warga terpencil tentang hak pilih dan syarat KTP-E/ Suket yang diwajibkan untuk mencoblos ( EMI, 4/5/2018 ).

Diusulkan disdukcapil menggunakan mobil keliling ( bekerja sama dengan dishub dan pemda ) seperti mobil SIM keliling mendatangi desa terpencil untuk perekaman data dan membagikan KTP-E yang sudah jadi di kecamatan tapi belum diambil warga karena jauh atau sibuk/lupa. Jika masih banyak yang belum merekam data tunggal kependudukan ini hingga menjelang pilpres 2019, maka KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu bisa menyuarakan keprihatinan ini ke publik dan meminta perppu dibuat, atau WNI yang punya legal standing mengajukan JR ke MK untuk menghapus syarat KTP-E untuk mencoblos capres 2019. UU Pemilu jangan sampai menghapus hak konstitusi WNI untuk memilih. Ayo gunakan hak pilih anda. Ayo rekam data KTP-E anda. Segera !

PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DI INDONESIA TERBESAR KEDUA DI ASEAN. Punya solusi?

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak minta kajian akademis dan konsultasi publik untuk membuat perppu pencegahan pernikahan dini dan revisi UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Bu menteri juga. minta media mensosialisasikan isu ini ( Prime Time News,, 17/4/2018).

Indonesia dan Kamboja, adalah dua negara di ASEAN yang pernikahan dininya ( di bawah usia 18 tahun ) paling besar. Masih banyak yang terpaksa kawin muda karena terdesak ekonomi keluarga. Kita cari solusinya ya..

POLITISASI HUTANG RI UNTUK LOW POLITIC. INI KLARIFIKASINYA

Saat dilantik 20/10/2014, presiden Jokowi sudah mewarisi hutang Rp 2700 triliun dari pemerintahan sebelumnya. Bunga hutang yang harus dibayar Indonesia Rp 250 triliun tiap tahun. Rasio hutang Indonesia masih di bawah 30% terhadap return investasi/ PDB ( hasil pemanfaatan hutang untuk pembangunan infrastruktur ekonomi, kesehatan dan pendidikan). Masih aman jika di bawah 60%. Malaysia, Singapura, Thailand, China rasio hutangnya lebih besar dari Indonesia ( EMI, 9/4/2018 ).

Hutang 300 miliar USD, jika dikelola dengan baik dan prudent maka dalam 30 tahun akan terbayar lunas, bahkan ada kembalian 300 miliar USD untuk Indonesia. Itulah economical engineering. Jubir presiden mestinya mematangkan juga political engineering-nya untuk menangkis tudingan oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. Lembaga pemeringkat hutang dunia menilai hutang Indonesia masih aman. Sehingga Indonesia layak untuk tujuan investasi dan masih diberi pinjaman. Tuduhan oposisi harus dilawan secara kontra narasi ( klarifikasi fakta ) dan narasi alternatif ( dengan karya/ bukti pembangunan ).

SKK MIGAS TERTIBKAN SUMUR MINYAK ILEGAL SEBELUM MELEDAK.

Diberitakan, sumur minyak di Aceh yang masih disedot penambang ilegal April lalu meledak. Mestinya SKK Migas segera bertindak mengamankan sumur2 peninggalan mereka sebelum diambil penambang ilegal yang cenderung membentuk massa beringas jika tak cepat ditertibkan. Juga, menjaga agar sumur tidak meledak dan menelan korban karena ditambang amatiran/ serampangan. Minyak termasuk kekayaan alam yang dikelola negara.
Penambang ilegal diedukasi, ditegur jika baru menambang. Jika bebal setelah diperingatkan 2 kali, tangkap dia, adili lalu hukum sesuai aturan yang berlaku. ( syukur2 pemda setempat punya solusi ekonomi untuk warga di area sumur yang terpaksa melanggar karena perut lapar ).

ADA BANCAKAN PROYEK BUMN ? MANA KLARIFIKASI & REKAMAN UTUH ?

Ada rencana proyek pembangunan terminal penampungan LNG senilai 600 juta USD pada akhir 2016. Rekaman percakapan antara RS/ menteri BUMN dengan dirut PLN terjadi pada akhir Mei 2014, viral di medsos kemarin dalam versi terpotong-potong ( membicarakan pembagian prosentasi saham ( diduga ) untuk pak Ari, kerabat RS, dll. BUMN Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan kekayaan aset lebih satu triliun USD, dikuatirkan sebagian pengamat jadi bancakan segelintir orang/ KKN ( Prime Time News, 29/4/2018). Rekaman utuh percakapan tsb perlu dibuka ke publik agar yakin tak terjadi penyalahgunaan wewenang atau pun korupsi. Jika tak terbukti, nama kedua pejabat itu bersih.

RUMAH DINAS DPR vs UANG SEWA RUMAH.

Muncul wacana : uang sewa rumah pengganti rumah dinas DPR yang tidak ditempati ( sebagian anggota karena sudah punya rumah di Jakarta. Rumah2 itu kini sebagian ditempati kerabatnya, staf, asisten, difungsikan sebagai kantor, dikontrakkan atau disewakan ). Formappi yang pernah melihat rumah2 dinas di Kalibata itu mengatakan pada host EMI ( MetroTV, 1/5/2018 ) bahwa rumah2 itu sangat layak ditempati anggota dewan bersama keluarganya. Rumah2 itu sudah dilengkapi perabot, listrik, air, telpon, koneksi satelit, pengamanan satpam, mobil berikut supir, dengan biaya perawatan Rp 30 miliar per tahun. Untuk pimpinan dewan, masing2 sudah diberi mobil dinas bagus dan pengawal khusus. Singkatnya, anggota dewan tinggal bawa badan untuk menempati rumah yang sudah disediakan pemerintah agar bisa fokus bekerja untuk rakyat.
Uang sewa rumah yang diminta anggota DPR, tidak ada dalam UU yang menyediakan fasilitas rumah dinas milik negara untuk anggota dewan. Sehingga mendagri Cahyo bilang, kalau tak mau nenempati ya tidak apa2, rumah dinas itu untuk anggota dewan yang memerlukan.

Sebagian pemirsa yang menelpon malah mengusulkan anggota dewan tinggal di rumah kost, makan di warteg dan naik ojek online seperti rakyat sehingga berempati pada kesulitan rakyat alias tidak terlalu sering memikirkan diri sendiri dan partainya. Bandingkan uang rakyat yang digelontorkan untuk membiayai anggota DPR selama ini dengan kinerja anggota dewan yang rendah. Fungsi budgeting, beberapa proyek dikutip ( contoh SN, mantan ketua DPR, kini divonis 15 tahun penjara dalam kasus mega korupsi KTP-E. Dan puluhan lainnya yang sudah di penjara dan sedang diproses hukum ). Fungsi legislatif, baru 19 UU dari 183 RUU Prolegnas yang rampung dikerjakan. FZ berkilah pedas, pemerintah sebagai mitra pembuat UU, juga bertanggung jawab atas seretnya pengesahan UU. ( pemerintah mungkin juga berkilah sudah capek menghadapi rentetan RDP dan pansus yang dipolitisir seperti pansus TKA ( perpres no.20 tahun 2018 ) yang sedang digagas /diajukan FZ cs karena tidak memahami perpres tsb secara komprehensif ). Lalu UU MD3 2018 yang bertendensi membungkam kritik rakyat ( yang menggaji mereka ). Lieur pisan. Belum lagi permintaan pembangunan apartemen dan alun2 di kompleks Senayan. Nara sumber mengkuatirkan uang sewa rumah ini cuma pintu masuk untuk dapat uang ekstra ( take home pay now Rp 66 juta per anggota, uang 5 kali reses sejumlah Rp 3 miliar per tahun, uang aspirasi sedang diminta juga ) yang bisa membengkak sewaktu-waktu dengan berbagai alasan. Dana partai yang Rp 108 per suara perolehan sudah ditingkatkan menjadi Rp 1000 per suara. Masih kurang juga ? Alamak.

Uang rumah sewa diberikan jika fasilitas rumah dinas anggota DPR dihapus di UU tsb. Mau ? Ini baru namanya menghemat anggaran. Kerja bagus dulu, baru minta fasiltas. Jangan sebaliknya. Sebagian rakyat dan pengamat sudah capek lihat ulah wakil2nya di parlemen. Tahu dirilah.

BERAS, BULOG, BUWAS.

Siapa sangka data beras yang surplus tapi tak sesuai keadaan di lapangan bisa membuat gejolak massa. Ya, jika perut. rakyat dipermainkan dengan harga beras melambung tinggi. ( pemerintah telat impor beras katena data salah tsb ) .Yang semula Rp 8000 jadi Rp 11.000 per kg, bahkan Rp 14.000 di tempat lainnya. Mestinya, pejabat mengecek dulu stok beras di pasar induk beras Cipinang, tak perlu jauh2 ke luar Jawa lihat panen dan dengar. laporan ASB. Stok aman antara 30-35 ribu ton per bulan. Februari lalu tersisa 23 ribu ton. Sinyal untuk impor beras, yang efektifnya 2 mg baru terdistribusi merata keluar Jawa. Jika baru panen gabah di setra2 sawah padi di Jawa Barat maka sebulan kemudian baru terdistribusi merata keluar Jawa. Digiling dulu di perusahaan2 penggilingan padi.

Jika memang benar panen raya maka tak mungkin harga beras melonjak karena hasil beras petani. berapa pun akan diserap Bulog dan pengusaha tak mungkin menimbun beras terlalu banyak karena bisa rusak. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, sebaiknya pemerintah yang mengurus suplai beras dan menetapkan harga beras secara nasonal demi ketahanan pangan kita. Perlu satu badan yang menentukan data beras yang. cepat dan valid untuk rujukan impor ( BPS ). Selain itu, perlu dicetak sawah baru, intensifikasi pertanian ( dibantu IPB ) , sawah yang dijual petani dibeli pemerintah agar tak diubah lahan perumahan atau pabrik. Revolusi rakyat karena rakyat sulit makan nasi jangan sampai terjadi. ( Editorial MI, 5/2/2018 )

Kini harga beras medium sudah turun jafi Rp 10.600 per kg. Giliran sebagian petani kini menjerit gabahnya tak laku dijual karena beras impor sudah membanjiri pasar, kata oposisi di ILC. Ah, masak sih ? ( kan ada Bulog yang menyerapnya ).

Beras tercecer saat panen pertanian tiap tahun di seluruh Indonesia, nilainya bisa mencapai Rp 28 triliun ( Special Dialog Metro TV, 28/12/2017)

Budi Waseso jadi kepala Bulog yang baru ( EMI 28/4/2018 ). Semoga mafia pangan bisa disikat habis.

GANTI DIREKSI PERTAMINA DEMI BBM SATU HARGA & KILANG MINYAK BARU. PIPA BOCOR DI BALIK PAPAN ?

Indonesia masih impor BBM dari Singapura ? Mestinya, Pertamina bangun banyak kilang minyak bumi di Indonesia. Bahkan, tak apa2 impor minyak mentah tapi kemudian diolah di kilang2 dalam negeri. Bukan sebaliknya.

Tumpah minyak, 31/3/2018, di area pelabuhan Balikpapan. Pipa patah lalu bocor itu setelah diivestigasi tim independen dan Polda Kalimantan diduga kena jangkar kapal batubara berbendera Panama/ Virgin Island, dioperatori perusahaan Hongkong dan dinahkodai orang China yang sudah dijadikan tersangka oleh polisi tgl 13/4/2018. Pihak Pertamina sudah mengundang pihak pemilik kapal datang tgl 17/5/2018 untuk menyelesaikan masalah ini termasuk ganti biaya perbaikan pipa dan normalisasi lingkungan yang sudah ditanggung Pertamina. Jika mereka tidak beritikad baik/ tidak datang maka pihak Pertamina akan melayangkan gugatan perdata kepada pemilik kapal, kata pengacara Otto Hasibuan ( PTN 27/4/2018).

Pemerintah, sebagai pemegang saham terbanyak/ pemilik BUMN, berhak mengganti direksi Pertamina, karena dianggap lamban/ gagal menyediakan BBM satu harga dan tidak kunjung memperbanyak kilang untuk membuat BBM makin terjangkau.
Banyak cara/ mekanisme untuk bisa membangun kilang, misalnya dengan investasi asing seperti kerjasama dengan Arab.Co/ Arab Saudi. Kebijakan BBM satu harga hanya mengurangi 3 triliun keuntungan Pertamina. Keuntungan perusahaan besar milik negara ini tahun 2017 sebesar Rp 70 triliun. Yang penting berpihak pada masyarakat, tak perlu terlalu dihiraukan gorengan orang2 yang berseberangan dengan pemerintah. Semua bisa mereka goreng, meski itu keberhasilan pemerintah ( contoh sertifikasi lahan untuk rakyat ).

Sudah jadi rahasia umum, banyak stakeholder yang meraup untung dari ketergantungan Indonesia pada impor minyak dari Singapura. Kepentingan untung/ laba dan kepentingan melayani rakyat yang diemban Pertamina bisa diselaraskan dengan kreativitas direksi terpilih ( seleksi ketat mereka yang kredibel, punya leadership bagus, asesmen tidak hanya di atas kertas atau saat seleksi tapi juga useful prakteknya di lapangan ) dengan kebijakannya yang adil, akuntable/ transparan dan realistis.

Rakyat kebanyakan berpikir simpel : premium dan solar harus terjangkau dan tersedia ( faktanya kerap habis, termasuk di 57 titik di Indonesia Timur yang akhir tahun 2017 ditargetkan mencapai BBM satu harga yang dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi ). Di Jawa, yang rata2 lebih tinggi tingkat ekonominya, penduduk bisa beli bensin Rp 6500 per liter. Kenapa di Sumatera atau Papua yang lebih rendah kemakmuran ekonominya, penduduk harus beli lebih mahal ?

Membaca peraturan perundangan harus komprehensif ( juga ketika membaca perpres TKA ) agar tidak salah paham : misal karena kebijakan BBM satu harga ( peraturan 3 bulan sekali ada review harga disesuaikan harga minyak dunia ), Pertamina jadi ( seolah ) tak punya modal bikin kilang baru.

UUD 1945 pasal 33 mengamanatkan : sumber alam yang menguasai hajat orang banyak dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sepanjang rakyat dimakmurkan ( fokus ), keuntungan Pertamina/ BUMN tidak besar2 amat ( alias realistis, misal, karena mensubsidi transportasi demi BBM satu harga di Indonesia Timur ) masih diterima publik /konstitusional kok. Jadi apa masalahnya ?

PERPRES TKA MELINDUNGI BURUH JIKA DIKAWAL SEKSAMA. DIPOLITISASI JUGA ?

Hari Buruh diperingati tiap tanggal 1 Mei. Biasanya mereka menuntut kenaikan upah, memprotes tenaga kontrak/ outsourcing. Namun, Selasa kemarin, may day, may day, may day ( tolong 3x ) minta TKA unskill disetop. FZ mempengaruhi massa buruh untuk mencabut perpres TKA, lalu PS meneken kontrak politik untuk mencabut perpres no.20 tahun 2018 itu jika ia terpilih di pilpres 2019. Bawaslu sudah mengingatkan parpol jangan mendompleng kampanye di demo Hari Buruh, toh ketum dan wakil Grd itu tetap nyelonong. Sekarang era digital, teknologi 4.0, kenapa para buruh tidak menuntut pelatihan untuk meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dengan TKA ? Jika buruh tidak cerdas dan tidak rajin meng-upgrade diri maka mereka bisa diperalat banyak pihak, termasuk parpol dengan low poiltic yang menggunakan populism irresponsibility untuk menang. ( sekedar populer mendulang suara lalu lupa memenuhi janji setelah terpilih ).

Saran saya, sempatkan diri untuk mengikuti perkembangan politik di tanah air, apalagi para ketua serikat buruh. Pahami perpres TKA dengan teliti. Lihat apa saja yang sudah dilakukan pemerintahan sekarang ( agar tidak negative thinking ). Beri masukan pada peraturan menteri ( permen ) turunan perpres TKA ini untuk detail dan rincian. Kawal pelaksanaanya di lapangan. Itu lebih produktif daripada ikut pansusnya FZ. Bagaimana kalau Jokowi yang menang lagi ? ( padahal kalian terlanjur ikut PS ). Lebih baik punya partai sendiri, daripada nempel sana nempel sini ( cari siapa saja yang penting menguntungkan kalian ) dengan janji bohong/ kosong pihak yang pura2 memihak kalian. Think before act.

Tahun 1989 dimulai penandatangan perjanjian pasar bebas dengan luar negeri ( sebagian pengamat menyayangkan banyaknya pertemuan ekonomi yang diikuti pemimpin Indonesia yang intinya sebetulnya menjadikan Indonesia pasar bagi produk luar : free trade dengan Australia, ASEAN, India, China, Korea dan tahun 2020 nanti dengan negara2 Asia Pasifik ). Itu terjadi sebelum Jokowi terpilih.

Nasi sudah jadi bubur ( TKA membanjir masuk, menyalahi visa turis/ TKA ilegal, merebut posisi TKI dan lapangan kerja buruh kasar ), Jokowi sedang membuatnya menjadi bubur ayam ( melindungi TKI agar terserap bekerja dan sejahtera, ada bonus demografi yang perlu kerja dan hidup layak, lebih 20 jam kerja per minggu, bukan satu jam/ mg ) dengan merinci aturan, memperketat pengawasan TKA dengan menetapkan lembaga2 yang mengawasi dan memberi mereka anggaran untuk itu, minta kompensasi bagi PMA yang menggunakan TKA, dan menindak TKA dan PMA yang melanggar aturan Indonesia.

Dari ILC 1/5/2018 disebutkan 3 ketua serikat buruh dan wakil Ombudsman yang hadir, bahwa ada 157 ribu TKA unskill/ buruh kasar, masuk Indonesia sejak tahun 2016. Berbeda dengan data kementerian tenaga kerja ( 21 ribu TKA trampil/ skill ) yang dipasok disnaker 514 kota/ kabupaten di Indonesia ( perusahaan asing terutama PMA China tentu tak mau lapor jumlah buruh kasar yang mereka sembunyikan di 2 lantai basement mess karyawan atau di pabrik tertutup dengan hanya tenaga lokal sebagai satpam menjaga di pintu gerbang. Menaker Hanif diminta lebih dari sekali melompati tembok pabrik semacam itu. Sedikitnya 5 kali per bulan-lah sampai persoalan TKA ilegal ini beres ).

TKA China arogan, tukas TKI sengit. Lihatlah kedatangan mereka tiap hari berbondong-bondong di bandara2 kita. Mereka melalui pintu khusus. ( petugas imigrasi dan disnaker di daerah banyak yang bukan ahli di posisinya. Mereka kebanyakan mantan tim sukses cakada terpilih. Jadi arus TKA unskill masuk bak air bah yang jika tidak segera dihentikan dan dideportasi dengan tanggungan PMA yang membawanya maka malapetaka ekonomi karena serbuan TKA yang membubarkan negara bisa terjadi. TKA ilegal ini banyak bekas napi, tentara dan intel. Sebagian pernah kepergok masuk wilayah militer kita. Jika Indonesia mau menang PD 4 dengan Yajuz Majuz jilid 2 ( jilid satunya, yang dulu merangsek ke India, Babilonia/ Irak yaitu Jengis Khan dari etnis Mongol yang menginvasi China ), maka TKA China harus dibatasi dan diawasi ketat. Presiden Jokowi bisa negosiasi dengan presiden China ( yang kemarin ditetapkan sebagai presiden seumur hidup ) tentang batas TKA China yang boleh masuk Indonesia. Di bawah 3-5% dari pekerja PMA tsb di Indonesia. Seperti keberanian pemimpin Malaysia dan banyak negara yang nasionalis, melindungi rakyatnya dari serbuan tenaga dan produk asing.

Kebijakan etno nasionalis China bahkan dinikmati supir forklif asal China di Pulogadung yang dibayar Rp 10 juta perbulan, di saat TKI di posisi sama dibayar Rp 3 juta per bulan. Supir forklif bisa diisi tenaga lokal lho. Bukan kerja level menengah ke atas yang perlu keahlian khusus yang belum bisa diisi TKI. TKI trampil ngelas bahkan sampai ngelas besi di dasar laut. Banyak TKI lebih trampil dari TKA yang masuk Indonesia ( bahkan banyak TKI dan WNI diaspora jadi bos perusahaan di luar negeri, karena mereka tak dirawat di Indonesia, seperti keadaan Batam hari ini ). So, transfer ilmunya di mana ? ( Freeport, satu dari sedikit yang mau melakukan, 20.000 TKI, 20 TKA ). Sebaliknya yang terjadi di sini, TKI yang ngajarin TKI China lalu setelah trampil justru TKI yang di-PHK oleh perusahaan tambang dan pembangkit tenaga listrik asal China di Morowali.

Apakah kehadiran PMA China menghidupkan denyut ekonomi warga sekitar pabrik ? Mereka benar2 ‘turn key project’ alias bawa modal, mesin, pekerja, peralatan pendukung, sampai mi dan sembako yang mereka makan, dari China. Tujuan investasi untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran belum tercapai.

169 negara bebas visa masuk Indonesia memang telah membawa sektor pariwisata ke posisi nomor 2 penyumbang devisa terbesar Indonesia. Negara2 dengan kriteria bukan sarang narkoba, teroris, penyakit epidemik, yang memasukkan banyak warganya ke Indonesia, tak sedikit yang menyalahgunakan visa turisnya untuk bekerja secara ilegal di Indonesia. ( TKA yang diizinkan kerja di Indonesia hanya yang high skill, dengan batas 2 tahun tinggal di Indonesia di perpres baru, tidak 5 tahun dan bisa diperpanjang seperti di permen lama ).

Pengawasan ketat dan koordinasi kompak kemenaker, kemendagri, kemenpar, badan intelejen strategis, kemenkumHAM/ dirjen imigrasi, Polri, serikat pekerja, Apindo dan Kadin dibutuhkan untuk membereskan masalah TKA di Indonesia.

Saat ini lebih 9 juta TKI bertebaran di seluruh dunia. Tahun 2017, 148.000 TKI dikirim ke luar negeri dan 126.000 TKA masuk ke Indonesia. Perpres no.20 tahun 2018 tentang TKA. untuk memperbaiki permen no.16 tahun 2015 dan merinci hal yang belum diatur di UU ketenagakerjaan, seperti transfer ilmu dan alih teknologi ( ada TKI pendamping TKA ), kewajiban pelatihan bahasa Indonesia bagi TKA, tiap tahun TKA harus melapor statusnya pada lembaga2 yang mengawasinya. Hanya posisi yang belum bisa diisi tenaga lokal yang bisa diisi TKA. Buruh kasar tidak boleh masuk. Tiap pemda mencatat arus masuk TKA dan memantau masa kerjanya, alamat perusahaan, rumah dan izin tinggalnya. Masyarakat setempat bantu ngecek visa turis para pendatang agar jangan sampai disalagunakan untuk kerja di sini.

Prinsip resipokral berlaku. Jika negara luar menerima TKI, maka negara kita mestinya juga mau menerima TKA dengan aturan ketat. Di Malaysia, AS, China, Arab Saudi, dll, juga menghadapi masalah migran ilegal yang terpaksa dideportasi ke negara asalnya. ( EMI, 21/4/2018 ). Kita mafhum negara luar yang menanamkan investasinya di Indonesia juga harus memikirkan nasib tenaga kerjanya yang nganggur. Namun, keadilan juga perlu ditegakkan. Jangan sampai terkesan memeras tenaga lokal dengan upah murah.
Ada sekitar 34.000 ( 30% ) TKA dari China di Indonesia saat ini. Sementara 80.000 TKI bekerja di China. Ratifikasi ILO, TKA diperbolehkan jika ada kebutuhan dalam negeri. Misal, Jerman yang dibanjiri TKA Turki karena warga Jerman emoh melakukan pekerjaan kasar. Indonesia lebih karena butuh investasi untuk mendongkrak pertumbuhan yang dijanjikan 7 baru tercapai 5 ( meski ini termasuk yang tertinggi di kawasan ASEAN melebihi Malaysia ) . Tenaga kerja Indonesia melimpah tak tertampung dari dulu, sampai harus kerja di luar negeri, sebagian dengan taruhan nyawa dan kehormatan sebagai buruh kasar.

Jika iklim investasi membaik dan TKI terus meningkatkan kualitas diri, diharapkan berikutnya, modal masuk, lapangan kerja baru tercipta, pengangguran berkurang, rakyat pun sejahtera. Rencananya, satu TKA yang dizinkan masuk benar2 bisa membuat lapangan kerja untuk 100 tenaga lokal. Semoga perpres dan permen yang kita kawal pelaksanaannya ini bertahap mengentaskan kemiskinan di Indonesia dan 263 juta penduduknya hidup sejahtera. Amin.

PEMBATASAN TRANSAKSI TUNAI ALA PPATK. UMKM KEBERATAN.

Nasdem menolak pembatasan transaksi non tunai yang diusulkan PPATK untuk mencegah korupsi. Sebesar 60 % sumbangan UMKM terhadap PDB Indonesia. UMKM juga yang menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter 1997 dan 2008. UMKM menyerap 85% tenaga kerja saat ini. 99% transaksi dilakukan UMKM secara tunai. (EMI, 19/4/2018). Jokowi diingatkan media dan pemirsa agar jangan terjebak dengan irresponsiblity populism/ jebakan popularisme yang tak bertanggung jawab yang mungkin diajukan para pembantunya. Jebakan popularitas ini seperti subsidi BBM, yang dalam jangka pendek bisa meningkatkan popularitas penguasa, namun dalam jangka panjang membuat anggaran berdarah-darah karena salah sasaran. Kaum mampu bermobil itu ternyata yang menikmati sebagian besar subsidi dan warga kurang mampu tak mendapat kompensasi pengganti subsidi yang meningkatkan kesejahteraannya. Demikian pula, wacana pembatasan transaksi tunai maksimal Rp 100 juta ( versi PPATK ), bahkan Rp 25 juta ( versi KPK ) dalam sehari di wilayah Indonesia, agar suap korupsi mudah terlacak. Banyak pedagang pasar ( termasuk P.Klewer ) dan UMKM yang melakukan transaksi sampai Rp 100 juta dalam sehari. Sampai sekarang masih susah mengajak mereka masuk dalam sistem perpajakan yang dilakukan setahun sekali. Apalagi tiap hari diminta bertransaksi non tunai. Bisa2 cuma bikin gaduh dan jadi bumerang politik di parlemen dan medsos.

Memang, di luar negeri, pembatasan tunai sudah biasa karena infra struktur dan literasi masyarakatnya sudah siap. Bahkan, pengemis di sana sudah biasa bawa mesin gesek kartu debit/ kredit atau ponsel/ mobile banking untuk menerima sedekah dari para pengunjung yang lewat. Kita mendukung pemberantasan korupsi dengan cara lain yang tak berdampak pada sektor UMKM yang tengah digalakkan pemerintah/ katup penyelamat dapur rakyat. Juga, karena para tikus koruptor pandai mencari celah. Lemari tunai ditutup, ia akan mengunyah kayu sampai berlubang di tempat lain untuk jalan masuk baru. Transaksi tak terhingga/ triliunan pun bisa tak terlacak jika si tikus membawa ke beberapa perusahaan sebagai dana investasi lalu mengambilnya sebagai deviden atau bagi hasil/ money laundry. Pembatasan transaksi tunai sebaiknya ditunda/ pending dulu sampai literasi dan prasarananya siap dalam 5-10 tahun ke depan.

Ada saran dari pemirsa, daripada mewajibkan SPBU menyediakan premium lagi untuk populer, lebih baik mengurangi pembangunan infrastruktur transportasi/ logistik, jika ketersediaan sembako rakyat masih belum memenuhi espektasi rakyat kecil ( dianggap masih mahal oleh kebanyakan pembeli beras. Di sisi lain, petani padi susah menjual gabah karena impor beras yang mestinya datang saat paceklik beras Januari 2018 lalu, baru tiba Maret akhir, saat panen, alias data beras kementan tidak akurat untuk memprediksi kebutuhan beras rakyat dengan stok yang ada ).

APBD Kota Bandung masih defisit sehingga Ema Sumarna, Kepala BPPD, menggalakkan pajak. PBB kami naik jadi 2 kali lipat dari tagihan tahun lalu. Ketika saya bicara politik dan program infra struktur Jokowi, tumben ibu tak mau dengar. Beliau lebih suka mempermasalahkan harga beras dan tagihan PBB. Padahal kami mampu membayarnya. Apalagi yang tidak mampu. Apa gunanya bicara politik kalau harga2 jadi naik, tukas ibu yang lulusan SMA ( apalagi ibu2 lain yang tidak lulus karena harga pendidikan umumnya juga mahal ). Kebayang deh ibu2 ngomel, karena anak2nya minta uang jajan juga rewel, jajanan naik, sementara para bapak makin sedikit bawa uang ke rumah karena kebijakan uang ketat perusahaan dan persaingan ketat dengan tenaga asing yang membanjir masuk setelah implementasi perdagangan bebas.

Saya yang bisa berpikir jangka panjang, holistik dan optimis bisa mengerti dan bersabar menunggu visi 2024, 2030 atau 2045 itu terwujud. Tapi sebagian besar rakyat yang berpendidikan di bawah sarjana, berpikir pendek, detail dan pesimis, sudah pusing dan ngomel untuk urusan hari ini saja. Sebagus apa pun pemaparan pemerintah ( berbagai indikator ekonomi makro yang dipaparkan bagus oleh menkeu Sri ) takkan mereka dengar jika urusan domestik/ dapur saja masih membuat mereka berpikir keras. Soal ini, pihak oposisi juga keras bersuara. Mungkin karena hal ini pula ( ekonomi mikro ), elektabilitis Jokowi masih belum aman.

Di titik ini pula, saya setuju pendapat pemirsa tsb : 9 bahan pokok ( sembako ) rakyat dipenuhi dulu baru infrastruktur logistik dan transportasi dikebut lagi. Terlebih jika Jokowi ingin aman dan terpilih kembali. Tetap santai dan jenaka ya, Pak Jokowi. Itu karakter bapak yang mempesona, selain jujur, sederhana, tekun dan merakyat. Jangan panik diserang oposisi. Be yourself. Kami yang mendukung bapak akan menjaga wibawa pemerintahan ini selama di koridor yang benar. Keep the good work !

ASIAN GAMES KURANG PROMOSI.

ASIAN GAMES 2018, pesta olahraga negara2 di Asia tahun ini mempunyai maskot Bhin-bhin Atung Kaka ( cendrawasih Papua, badak cula satu Banten, rusa Bawean ). Tagline : Energy of Asia. Mulanya, Vietnam urutan pertama menjadi tuan rumah, tapi kemudian batal karena tak sanggup melengkapi sarananya sampai batas waktu yang ditetapkan. Indonesia, urutan kedua, akhirnya, menjadi tuan rumah Asian Games di Jakarta dan Palembang katena Surabaya dan Bandung tak memadai sarana dan fasilitas pendukungnya.

Jakarta, lokasi utama, butuh 11.000 relawan. Palembang, lokasi pendukung, butuh 2000 relawan. ( EMI, 20/4/2018 ). Sayang, even olah raga terbesar di Asia ini kurang promosi. terutama di Jakarta. Adem ayem meski tinggal 4 bulan lagi. Jepang yang tahun 2020 jadi tuan rumah Olimpiade, sejak 10 tahun lalu ( mengajukan dan diputuskan menjadi tuan rumah ), di bandaranya, sudah terlihat baligo penyambutan even olahraga tsb. Di Indonesia, malah baligo pilkada dan piala dunia Rusia yang riuh.

Di Palembang, penyambutannya lebih meriah daripada Jakarta. Wagub DKI malah mendeklarasikan diri jadi tim sukses pemenangan Prabowo daripada mempromosikan Asian Games yang berlangsung di kotanya.. Padahal Tanah Abang, Jakarta makin macet semrawut dan sampah menumpuk di kolong fly-over sejak ganti gubernur baru, kritik seorang pemirsa EMI. Asian Games bukan cuma urusan pemerintah pusat, pemda DKI dan Sumsel saja, namun (mestinya) gawe seluruh pemda dan masyarakat Indonesia untuk menyukseskannya. Pers mestinya menyemarakkan Asian Games di medianya, bukan hanya mengundang penyelenggara, tapi terutama para pelatih dan olahragawan terkemuka Indonesia yang ditanya kesiapannya mencapai target 8 besar peraih medali Asian Games tsb. Presiden Jokowi yang mengingatkan sampai perlu mengundang semua perwakilan OSIS SMA ke istana dan berfoto dengan boneka maskot Bing bing Atung Kaka bersama duta besar Korea Utara dan Korea Selatan. Ayo sukseskan Asian Games di Indonesia !

HARI MUSIK NASIONAL DI AMBON, KOTA MUSIK DUNIA.

9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Glen Fredly dkk menyelenggarakan Konferensi Musik Indonesia ( KAMI ) di Ambon yang rencananya akan jadi Kota Musik Dunia. Mereka minta pemerintah membangun bandara internasional di Ambon dan mendirikan sekolah musik di tiap kabupaten dan kota di Indonesia dengan guru2 kredibel. Rencananya KAMI akan diselenggarakan 1-2 tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan keputusan konferensi. Visinya, menjadikan musik Indonesia ( termasuk etnik tradisi ) bisa menjadi pemersatu bangsa ( musik adalah bahasa universal), diplomasi budaya yang membuat Indonesia mendunia ( melancarkan hubungan luar negeri kita ) sekaligus menyejahterakan para pengiat musik di tanah air ( pengakuan karya dan perlindungan hak cipta ). Mereka ingin upaya2 KAMI nanti membuat generasi milenial bisa mengasah passionnya bermusik menjadi profesi yang layak untuk hidup dan kemudian berdaya mengemasnya sekelas world music untuk diplomasi Indonesia dalam pergaulan internasional ( Kick Andy, 28/4/2018) .
Korea Selatan bisa ‘menginvasi’ dunia dengan K-Pop dan K-Drama, mestinya Indonesia juga bisa menginvasi dunia dengan warisan budayanya ( yang nomor wahid ini ).

Presiden Jokowi ganti meminta para stake holder industri musik ( musisi, manajer, perusahaan label/ studio rekaman, even organizer, jurnalis/ media musik ) membuat guideline untuk pemerintah bisa memfasilitasi atau membantu mewujudkan visi besar tsb. Membangun ekosistem musik etnik/ tradisi juga bisa membangun nasionalisme/ character building. Duta besar yang music lover bahkan musisi memudahkan diplomasu luar negeri Indonesia.
Bandara internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bisa dioperasikan Mei ini, lebih cepat dari rencana sebelumnya, akhir tahun 2018. Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta ini bisa menerima limpahan jalur penerbangan padat Bandara Soetta, seperti jemaah haji tahun 2018. Apa kabar sekolah musik dan even musik di Jawa Barat ? Siap mendunia juga ?

VONIS 15 TAHUN SN. WHO NEXT ?

EMI, 25/4/2018, mengabarkan SN divonis 15 tahun penjara dan bayar uang pengganti Rp 66 miliar ( 7,3 jt USD dikurangi 5 miliar/ uang SN yang dititipkan) . Plus 5 tahun dicabut hak pilihnya usai menjalani hukuman penjara. Dari 27 nama yang disebut di amar putusan pengadilan tipikor itu baru 4 nama yg dihukum. Jadi SN bukan terminal akhir KPK dalam kasus KTP-E. SN juga masih perlu diproses untuk tindak TPPU-nya agar uang negara bisa kembali. Ada SN, dalang dari pihak legislatif. Dalang dari pihak swasta dan dari pemerintah ?

Restoratif justice. bisa mengembalikan uang negara yang dikorup ( syukur surplus dengan pemiskinan koruptor agar penyelenggara negara dan pihak swasta kapok dan mikir sejuta kali kalau berani korupsi ) . KPK semoga bisa meninggalkan legacy, bukan tumpukan masalah. Hambalang, Century dan BLBI, mega korupsi lainnya masih antri ditangani. Semoga kita dan KPK tak lupa untuk terus mengawal pengungkapannya hingga tuntas. Jika SN yang licin saja bisa dihukum, maka yang lain mestinya lebih mudah. Jangan lupa tipikornya disidik paralel dengan TPPU- nya sejak awal agar hukuman lebih jera dan uang negara kembali ( lebih banyak ). TPPU- nya SN baru menyusul setelah tipikornya SN kemarin kita maklumi karena menahan SN dan membuatnya bicara saja sudah menguras tenaga KPK. Lanjut…!

CABUT GELAR AKADEMIK KORUPTOR. TUTUP AKSES ALA PT

80 % koruptor yang tertangkap bergelar sarjana, 10 orang bergelar profesor. Tahanan KPK banyak yg bergelar S-2/ master/ pasca sarjana. Korupsi alat kesehatan tempo hari/ kasus Naz banyak melibatkan aktor perguruan tinggi. Jadi PT ( perguruan tinggi ) harus membersihkan diri dulu sebelum membersihkan masyarakat.
Mestinya, perguruan tinggi menjadi lokomotif penjaga moral bangsa yang berkarakter bersih dari perilaku koruptif. Para plagiat tesis, disertasi dicabut gelar akademiknya ( UU no.12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi ). Tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Usulan pihak perguruan tinggi untuk mencabut gelar akademik koruptor, kita dukung. Selama ini gelar akademik, kita tahu, modal penting untuk memasuki ruang kerja/ perusahaan, rekrutmen elit parpol dan lembaga ( termasuk penegak hukum dan pengadilan ) serta promosi kenaikan jabatan atau jenjang karir.

Jika lulusan perguruan tinggi sampai tertangkap korupsi, logis jika kita pertanyakan, bagaimana si koruptor mendapatkan ijazahnya ? Skripsinya dibuatkan orang ? Ujian akhir, analisa dan presentasinya dipikirkan dan disiapkan orang lain ? Jarang kuliah dan riset kok tahu2 punya gelar, ijazahnya beli di mana ? Siapa yang mengisi absensinya ?
( padahal ujian dan karya ilmiah di tiap jenjang pendidikan dimaksudkan untuk melatih daya analisis/ kritis dan problem solving peserta didik. Kalau instan dapat ijazah/ tak melalui tahapan berpikir, bagaimana ia bisa melayani masyarakat dan terlatih memberi solusi bermutu atas masalah di lingkungan kerjanya ? Akhirnya, ia cuma bisa sikut sana injak sini, berpolitik dan main intrik untuk naik jabatan, lalu nyolong/ nilep anggaran agar dapat materi untuk balik modal ).

Jika perilaku koruptif dan mengelabui ini terus dibiarkan, tak heran jika korupsi makin banyak dan sulit diberantas. Jadi, tak adil jika KPK saja yang dipersalahkan jika korupsi masih marak. Aktor intelektual korupsi, hulunya dari perguruan tinggi yang tak ketat menyeleksi dan mengawasi lulusannya dan parpol yang asal ( bawa duit ) dalam rekrutmen kadernya. Seperti maraknya peredaran narkoba yang butuh keterlibatan semua pihak untuk memberantasnya, tidak cuma BNN.

Jika ijazah koruptor dicabut maka ruang2 publik yang selama ini dia lenggangi dengan ijazahnya untuk korupsi otomatis ditutup. Lebih top lagi, jika hak politiknya dicabut ( 10 tahun sampai selamanya ) sesuai tingkat korupsinya, di KTP-nya ditulis mantan koruptor. Lalu, terpidana korupsi ( narkoba dan teroris?) juga dilarang nyalon, nyaleg dan nyapres oleh UU Pemilu yg direvisi. Plus pemiskinan !
Koruptor mati secara parsial. Kejam ? Sekejam koruptor itu menggarong uang rakyat. Berapa banyak orang sudah kehilangan nyawa karena jembatan roboh, sekolah ambruk, minimnya fasilitas kesehatan, jalan berlubang, terseret banjir dan tertimbun longsor, dll, karena korupsi anggaran dan suap perijinan bangunan di kawasan konservasi/ resapan air ?

Kemanusiaan dan keadilan lebih dilihat pada korban dan calon korban berikutnya. Bukan ketamakan si koruptor dan contoh buruk yang dia berikan pada penyelenggara negara berikutnya. Koruptor terjerat hukum pastinya sudah melalui tahapan korupsi kecil dan diperingatkan berulang kali dengan teguran manusia atau peristiwa. Allah tak pernah mendzolimi manusia. Beliau sudah banyak memberitahu.

Mencuri uang rakyat termasuk yang dilarang keras. Haram. Jika hukuman tsa sampai sebesar itu karena kerusakan yang ditimbulkan juga sebesar itu. Adil. Pedang keadilan hakim mewakili keadilan Allah. Jadi maksimalkan hukuman bagi pelaku korupsi yang sudah merambah di semua lini negeri ini. Rata2 penjara 28 bulan, hukuman bagi para koruptor saat ini, menurut data ICW ( EMI, 18/4/2018 ). Bagaimana mau kapok ?

Semoga pencabutan ijazah koruptor bisa turut menjerakan dan membuat calon pelaku koruptif lain berpikir seribu kali untuk melacurkan diri dan jabatan demi segepok miliar yang membuat perutnya dan anak cucunya yang makan dari uang haram itu terbakar di neraka. Ayo, kampus mana yang mau mulai mencabut iijazah koruptor ?

MASTER MIND SKANDAL CENTURY ADALAH..

PN Jaksel, 12/4/2018, memenangkan gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI diketuai Boyamin Saiman, lawyer Solo) merujuk tuntutan jaksa KPK pada pengadilan sebelumnya yang tentu memuat alat bukti yang cukup. Ultra petita, terobosan hukum, melihat substansi keadilan dalam penegakan hukum. Sidang pra peradilan kasus tsb sudah 6 kali di gelar. Penggugatnya kuatir jika kasus bail out Century ini dibiarkan terhenti di lorong gelap maka 8 tahun lagi case closed.

Penuntasan kasus itu diperlukan untuk menjerakan para pelaku korupsi uang, korupsi kebijakan ( dan korupsi pemahaman ) sebagai intelektal punishment ( bagian dari social punisment ). Kebijakan tak bisa diadili, kata Budiono. Bagaimana kalau kebijakan diplintir dengan dalih menyelamatkan perbankan nasional ( Bank Century yang dirampok 3 pemiliknya, dianggap bank gagal berdampak sistemik, padahal CAR di bawah 8 % ) lalu Rp 6,7 triliun ( Rp 7,4 triliun hitungan terbaru ) duit rakyat yang tersimpan di Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) amblas karena para pelakunya tergiur harta, wanita atau tahta ?

Seingat saya, kasus mega korupsi ini dimulai seorang capres dibantu Rp 40 miliar oleh BSam untuk dana kampanye tahun 2004. Saat bank Century dirampok direkturnya ( deposito dll, diam2 dialihkan pihak bank tanpa izin nasabah ), BSam, salah satu debitur besarnya, minta tolong penguasa tsb utk menyelamatkan uangnya di bank tsb. Tahun 2008 memang ada krisis moneter tapi tak separah tahun 1998. SM, ketua KSSK saat itu ( niat awalnya membantu memulihkan krisis ) menyarankan dana talangan sekitar Rp 600 miliar dari Rp 1 triliun yang diminta bank tsb. Ada utusan istana datang ke rapat yang diadakan beberapa tahap tsb ( salah satu rapat dihadiri ketua KSSK, sekretaris KSSK dan gubernur BI ) . Ada telpon ke Bud sebelum putusan ‘genting’ bail-out diambil. Esok paginya, betapa terkejutnya SM melihat dana talangan membengkak sampai Rp 6,7 T ( rupanya ada rekayasa dalam laporan BI yang saat itu dipimpin Bud ). SM lapor ke JK. JK lapor ke polisi.

Karena mengendus kasus ini, Antasari dikriminalisasi/ diamankan ke rutan. SD yang menguping juga dihukum. Deputi pengawas BI, SF diberitakan wafat. BSam juga wafat. Nasrudin yang kerap memberitahu info tentang koruptor ke ketua KPK saat itu dibunuh untuk menjerat Antasari. Ahli forensik yang tahu kejanggalan kasus tsb juga wafat. MG dipenjara karena kasus cek travel yang dibeli dari uang nasabah bank Century untuk kampanye deputi BI. 2 pemilik bank buron. Satu pemilik, RT, merangkap dirut sudah dipenjara. Putra penguasa tsb diminta berhenti dari kesatuannya. dengan linangan air mata lalu terjun ke politik ( pilgub, ca/wapres, mungkinkah untuk mengulur waktu sampai waktu kadaluarsa itu/ 8 tahun lagi? Jokowi jangan sampai mengambil cawapres yang punya beban masa lalu agar tak menyulitkan KPK/ penuntasan kasus ). Bud dihadiahi posisi wapres. SM pindah kerja ke WB. Sebagian bilang, seorang reserse polsek dengan mudah menuntaskan kasus ini dalam seminggu, jika ada kemauan dan tak punya beban.

Abraham Samad ( Prime Times News 16/4/2018) mempertanyakan motif, aktor intelektual, master mind kasus kejahatan kerah putih yang lihai mengelabui ini. Jika KPK dapat keterangan dari 9-10 nama yang disebut di amar putusan tsb maka akan terlihat benang merahnya yang merujuk ke master mind. Siapa yang paling bertanggung jawab dalam kejahatan rezim yang tak boleh terulang lagi ini. Master mind itu anda sudah tahu sekarang.

Opsi*Avi, MetroTV, 16/4/2018, menghadirkan Febridiansyah, Antasari, Boyamin, Gayus Lumbun. Misbakhun ( anggota pansus Century), dkk, juga membahas Rp 400 T dana BLBI yang merugikan negara Rp 4,5 T. KPK saat ini tengah menyidik mantan kepala BPPN. Gayus bilang perMA tak bisa membatalkan keputusan hakim pra peradilan yang diperluas kewenangannya tsb ( 9 wewenang baru ), kecuali untuk kasus berikutnya setelah perMA dibuat. KPK bisa melengkapi keputusan itu dengan penyidikan menuntaskan kasus tsb sampai master mind-nya. Waktu kadaluarsa kasus 18 tahun. Bail out Century tahun 2008. Tinggal 8 tahun lagi.

Antasari bilang KPK perlu menyertakan pasal TPPU untuk mengendus kemana larinya uang Rp 6,7 T karena yang diminta Century Rp 1 T. Mantan ketua KPK itu juga berharap KPK berani mengembangkan lebih dari 10 nama tsb, senada dengan Samad.
KPK punya 1000 pegawai, lebih sedikit dari KPK Malaysia atau KPK Hongkong. Kebiasaan korupsi 32 tahun Orba dan 20 tahun reformasi butuh waktu panjang untuk menyelesaikan. Ribuan kasus mengular antri. Perlu 2 gedung lagi di kanan kiri gedung KPK sekarang ( dan tambahan 1000 pegawai lagi) jika ingin cepat tuntas, kata seorang komisioner .

Lebih penting dari itu, menurut saya, adakah komisioner seberani Antasari lagi di KPK dalam menghadapi arogansi kekuasaan, plus para hitman di belakangnya ? ( ini maloperasi yang pernah saya singgung di posting lalu, seberapa kuatkah kita menghadapi kenyataan bahwa pemimpin yang dipuja RG / dipilih tak sebersih itu ? Bahwa kita masih bisa trust/ percaya pada pemimpin setelah kebenaran itu diungkap ke publik ? ( mantan presiden Korsel yang dituntut 30 tahun penjara kini sudah divonis 24 tahun penjara. Bagaimana stabilitas Korsel hari ini?). Trust kalau bahtera NKRI masih bisa kokoh melaju menggapai cita2 kemerdekaan dan reformasi setelah guncangan hebat itu? Tak semua kebenaran harus diungkap jika mental sebagian kita belum matang ( masih malas berpikir ). Itu pendapat saya. Terserah KPK mau menuntaskan kasus ini atau tidak ( MAKI nagih 3 bulan lagi ) . People, what say you?!!

CLOSING

Indonesia kuat, damai dan sejatera, tujuan kita bernegara. Banyak aral melintang menghambat jalan kita. Ancaman perpecahan dari dalam diperparah fitnah adu domba negara besar pencengkeram hegemoni segala cara. Indonesia raya kokoh nan jaya jika mayoritas WNI berani menghentikan kemungkaran di depan mata. Merah darah kita, putih tulang kita. Berani semangat kita, karena suci hati kita. Bangkitkan semangat merah putihmu untuk menyukseskan Asian Games, pilkada, pileg. pilpres menjelang, untuk Indonesia kita. AYO, ENERGY OF INDONESIA  !!

Written by Savitri

5 Mei 2018 at 15:09

Dalang semesta, global, lokal. Citizenship atau identitas SARA ?

leave a comment »

s

Hoax di Rwanda, Afrika menyebabkan genosida suku Hutu atas suku Tutsi. Hoax adanya senjata pemusnah massal di Irak membuat negeri itu luluh lantak oleh rudal AS cs. Hoax kapal AS diserang Vietnam Utara meletuskan Perang Vietnam yang mempermalukan AS. Hate speech di medsos AS membuat rakyat terbelah dan Trump yang rasis terpilih memimpin AS. Dalangnya, departemen propaganda nun jauh di Rusia. Di Indonesia, marak penyebar hoax/berita palsu, ujaran kebencian/ hate speech, penghangus akun medsos semacam Saracen. Salah satunya, F MCA yang menjiplak nama MCA milik alumni 212 ( ILC, 6/3/2018) yang dianggap sebagian pengamat medsos, mengidap waham atau ‘sakit’, seolah terkepung’ oleh ‘musuh’ di negeri sendiri. Karena merasa di zona perang, mereka merasa boleh melakukan apa saja untuk membela kelompok mereka sendiri berdalih membela Islam. Polisi silakan menindak mereka sesuai aturan yang berlaku/ UU ITE ( penjara 6 tahun/ denda Rp 1 miliar) . Netizen bisa melaporkan laman para kriminal medsos ini ke situs Kominfo, operator portal medsos dan kepolisian. Jangan men-share konten tanpa cross check dulu fakta sebenarnya dari sumber kredibel. Facebook, Twitter, Instagram dll yang secara tak langsung menangguk untung dari beredarnya hoax/ melonjaknya viewer, bisa dimintai pertanggungjawaban, minimal menempatkan ahli IT-nya di sini untuk men-take down akun2 perusak kerukunan bangsa ini. Media kredibel mengedukasi masyarakat untuk pintar menggunakan smartphone. Hindari hoax dan hate speech. Bijaklah ber-medsos demi keutuhan negara.

Dalang. Polarisasi. Dikotomi. Siapa di balik penyerangan ustad di Cigondewah, Cicalengka dan Lamongan ? Siapa yang diuntungkan ? Akankah menghancurkan kita jika terus misterius ?

( Isu yang diposting bulan ini : kasus intoleransi/ penyerangan pemuka agama, hoax F MCA, penyiraman Novel, siapa next wapres Jokowi ? nyoblos partai apa 2019 ? Zakat 2,5% PNS, OTT kepala daerah, UU MD3 kebal kritik, KPK oleh MK tak independen ? KPK dilibatkan di penertiban Puncak, kesetaraan tanah Yogya, tetap hukuman mati bagi pengedar narkoba, peringkat layak investasi Indonesia ).

HOAX F MCA BIKIN PEMARAH RUSUH . KRITIS DONG !

Kemarin ( 27/2/2018) ditangkap TAW, dosen universitas di Yogya, karena menyebar hoax pembunuhan muazin, padahal cuma korban pencurian disertai kekerasan. Si dosen mengaku, menyebar berita bohong tsb ( di-share 7000 kali ) tanpa mengecek lagi. Tertangkap pula, F MCA, kelompok penyebar hoax lebih merusak dari Saracen. F MCA ( MCA tanpa F milik 212 yang fobia Ahok/ gubernur non muslim etnis Tionghoa ) lebih kental muatan ideologisnya daripada motif ekonomi. Ditambah merusak akun lawan ( menjebak dengan tautan bervirus ).

Pastinya, bukan awam yang iseng, maksa beken demi rating follower. Pintar IT namun bermental bobrok. Miskin budi pekerti. Minus wawasan kebangsaan. Fitnah, ujaran kebencian sarat SARA, hoax penyerangan pemuka agama, menghina presiden dan tokoh2 publik agar masyarakat benci dan terpecah belah. Kenapa bisa ?

Minat baca warga Indonesia nomor 60 dari 61 negara, sedikit di atas Bostwana, Afrika. Sedangkan, partisipasi medsos-nya masuk 5 besar dunia. Dina OS ( blogger Kajian Timur Ttengah ) menyebutnya Indonesia ‘darurat dengkul’. Banyak orang bego memaki-maki kasar nan kotor pada orang yang tahu fakta sebenarnya namun tak disukainya. Di medsos, lebih terbaca, bahkan sampai menghasut pengguna lain untuk ramai2 mengadu pada FB agar memblokir akun tsb ( menghanguskan akun ). BHS contoh korbannya, di mana para simpatisan ISIS termasuk sejumlah ustad di sini, yang alergi dengan kebenaran di Suriah.

Di TV lebih terlihat ( acara talkshow yg menghadirkan pembicara dan akademisi yang gemar mengumbar kritik pada pemerintahan Jokowi namun nihil solusi. Jadinya kayak penonton yang cuma omdo garing, menyalahkan pemain ( anak TK juga bisa, keilmuan profesor RG baru sebatas itu . Bisa tidak, kenyinyiran ala kacamata kudanya/ satu sudut , yang pesimis mengecilkan itu diimbangi solusi bermutu, setidaknya pendekatan keilmuan sekelas Mahfud yang optimis membesarkan hati pemirsa ? RG termasuk guru besar yang digaji 3 kali lipat ? / bikin jurnal internasional tidak ? Kita tahu, profesor/ guru besar dihargai karena solusi keilmuannya pada problem bangsa berupa karya ilmiah, paten dan pemikiran mencerahkan. Gak ngoceh, merasa hebat sendiri ). Karena jadi pemain gak bisa. Boro2 kepilih.

Di acara ‘Rumah Uya’- Trans7, para gadis yang dikhianati pacarnya langsung melabrak tersangka pelakor/ perebut begitu emosional tanpa cek fakta. Padahal cowoknya yang matre, pemuja fisik, pembohong nan playboy itulah yang salah. Si biang kerok masih ngotot dibelain meski ketahuan selingkuh dengan banyak cewek, bahkan memperalatnya ( mobil/ rumah pinjaman cewek satu dipakai untuk memikat/ php cewek berikutnya ). Kemana rasio dan harga diri para cewek yang sudi ‘dimadu’ cowok. yang masih tergantung orang tua, ngaku2 kaya padahal pengangguran, bahkan cuma punya mr.p, sampai berlutut, menyeret mengiba begitu. How can girls run the world, kalau begini ? Malu-maluin.

Salut untuk seluruh kru RU yang beraksi bak detektif pro, gigih mengungkap kebenaran bagi klien yang resah. Host Uya yang lucu menghibur lebih keren kalau tidak bikin cemburu istri dengan tak pegang2 cewek yang bukan muhrim-nya. Jaga reputasi bos ( CT, produser ) dan Umi yang religius ya. Pria terbaik adalah yang paling baik pada istri. Dibalik orang hebat ada wanita ( ibu/ istri) hebat. Kejatuhan AAG, YM, AD dan MT karena perlakuan buruk pada istri ( pertama//selingkuh ).

Tonton juga acara ‘Ruqyah’ tiap Sabtu jam 6- 6.30 di Trans7 agar tahu ciri orang kesurupan jin dan cara mengatasinya. Tak lupa co-host Haruka, gadis Jepang kw yang usil nan lucu, menambah keseruan reality show yang ditonton jutaan pemirsa seluruh dunia. Wow. Bantu Indonesia menemukan pendamping hidup yang baik. Negara kuat ditopang keluarga2 sakinah. Dimulai sejak memilih pasangan yang tepat ).

Di rumah kost, dan aksi demo masif di Monas, sudah saya ceritakan di posting2 sebelumnya, banyak orang malas berpikir. Malas baca.

Alm.Zainudin MZ berkata : jika yang mayortas/ besar bisa menahan diri, yang minoritas/ kecil tahu diri maka keragaman di Indonesia bisa berbuah damai sejahtera. Soekarno mengibaratkan etnis Tionghoa seperti kaki lipan yang bersama kaki2/ suku2 lain di nusantara menopang badan lipan/ NKRI.

Etnis Tionghoa masuk Indinesia abad ke-16.Seperti suku Arab, India, Melayu, kita semua pendatang dari berbagai penjuru dunia, dimulai pasca letusan Gunung Toba yang menenggelamkan daratan Atlantis dan menewaskan sebagian besar manusia karena tertutupnya sinar matahari selama berminggu-minggu oleh debu vulkanis Toba.

Beragam luka yang diderita bangsa ini seharusnya membuat kita bijak. Empati. Tahu rasanya lapar, didiskriminasi, direndahkan, dihina, difitnah, diperbudak, diburu, dipecah belah, diadu domba, ditindas, disiksa dan ditumpas/ dibunuh ( – nya orang2 yg kita sayangi ) supaya kita hati2 bicara , memperlakukan orang lain sebaik kita ingin diperlakukan. Golden rule. Agar kekelaman hati manusia ini tidak terulang lagi. Sebagai bangsa manusia di Indonesia, rasa kemanusiaan kita mestinya melebihi sekat2 kesukuan, keagamaan, kebudayaan, tuntutan pekerjaan. dsb. Citizenship menyatukan kita sebagai bangsa ( bukan agama ).

Politik jangan di bawa ke ruang keagamaan, kata Din Syamsuddin ( tema khobah masjid ala Bawaslu selama proses pilkada 2018. Cukup pemuka agama diundang untuk berdiskusi tentang kerukunan beragama selama pilkada, menghindari politik identitas SARA untuk pemenangan calon tertentu ). Tapi mbok agamawan juga jangan permisif membiarkan para penumpang gelap/ pengusung politik identitas SARA masuk ke lingkungan agama dan membakar emosi massa/ umat, terlebih simpatisan ISIS yg naif dan pemarah. Jika pihak tertentu terpaksa menertibkan mereka dengan caranya, trauma umat menjadi tameng mereka utk menyerang polisi/ pemerintah/ negara. Berpikirlah jernih.

Untunglah, yang ( ingin )rukun di Indonesia masih jauh lebih banyak, sehingga percikan2 persekusi balasan itu tak sampai menggoyahkan negeri ini. Buih HR jadi tahu rasanya dipersekusi sehingga tak merasa hebat, besar dan benar sendiri. Betapa intimidasi, waswas yang mereka tebarkan selama ini pada etnis dan agama lain juga membekaskan trauma. Apa bedanya ? Selalu ada hikmah di balik peristiwa buruk, tak beradab sekalipun. Yang lapar, belajar menahan lapar. Yang miskin, belajar hemat. Yang dipersekusi, belajar menahan marah. Peristiwa memberitahu, mengajari kita ( dan menghajar kita kalau bebal ).
Disinyalir 60 ribu intel asing. beroperasi di Indonesia. ( ILC. 13/2/2018). Ketakutan/ kecurigaan ustad 212 dan simpatisannya terhadap insiden pembunuhan/ penyerangan terhadap ulama/pemuka agama belakangan ini seperti paranoia ( pembela ) koruptor terhadap wewenang penyadapan KPK.

ULAMA DISERANG. ELEKTABILITAS PRESIDEN DIINJAK.

Penumpang gelap di pilkada serentak ( calon kepala daerah yg tertangkap OTT KPK ) mirip penumpang gelap di aksi 212. ( pemaksa khilafah, rombongan sakit hati KMP yang bersyahwat politik ). Dalang terorisme global ( zionis AS ) yang di-counter dalang lokal ( terorism state/ operasi intelijen ? seperti kerja kotor yang dilakukan Khensi Himura, Itachi Uchiha, hitman MNC ). Lalu, saya teringat kasus pembunuhan Munir, penghilangan paksa sejumlah aktivis, operasi petrus, pemberantasan G30S/PKI, pembunuhan ‘dukun santet’, penyerangan agamawan, kriminalisasi Antasari, pemenjaraan Abubakar, penyiraman air keras pada NB, dsb, adalah upaya rezim untuk menjaga keutuhan negara. Terlepas itu rezim yang represif/ buruk atau bukan. Mekanisme negara mempertahankan diri menurut persepsi penguasa di masanya. Seperti para jedi Star Wars otomatis bertindak bila galaksi dalam bahaya kehancuran.

Wapres JK, disusul presiden Jokowi minta misteri penyerangan ini diungkap, lalu Kapolri berjanji akan menuntaskannya. Anda yakin ?

Kerja polisi kita hebat, selama tak ada hambatan politis ( atau pertimbangan strategis ). Jika hanya tertangkap pelaku di lapangan, anda jangan bersedih. Baca sejarah kelam berbagai bangsa untuk meredakan kegalauan hati. That’s the way it is.Thank God, we survive..

Lebih bijak dan adem jika para korban dan keluarganya merelakan tragedi kehilangan/ kemanusiaan yang terlanjur terjadi dan melanjutkan hidupnya dengan ikhlas. Ikhlas dengan ketentuan-Nya Sang Dalang semesta.
Ustad Ab Bsr yang lansia/ 80 th dan sakit- sakitan bisa jadi tahanan rumah jika mengikuti prosedur grasi seperti terpidana lainnya ( mengaku bersalah ). Jika Antasari yang banyak berjasa dalam pemberantasan korupsi negeri ini dan sebenarnya tak bersalah dalam kasus pembunuhan rekayasa tsb mau mengikuti prosedur grasi, semestinya Ab Bsr yang terbukti mendanai kelompok bersenjata dan mendirikan organisasi radikal yang membahayakan NKRI tahu diri/ menelan gengsi untuk syarat grasi.

Kita jangan terbiasa kasihan pada orang kepala batu/ tidak insyaf dengan kesalahannya karena kondisi mengibakan. Pada perang dengan zionis kelak ( PD III, kita akan berhadapan dengan anak2 TK yang sudah didoktrin paham zionis secara sistematis. Mirip drakula cilik yang menerkam leher dan menyedot darah korbannya hingga kering setelah korban terperdaya wajah imutnya. Setan bisa berwujud wajah tua yang ringkih yang tidak tobat/ tak paham bahwa perbuatannya salah dan pemikirannya berbahaya. Jika keluarga dan simpatisannya juga menganggapnya tak bersalah, anda bisa bayangkan dendam laten yang mengendap di hati anak cucunya ? Bom waktu yang meledak suatu saat nanti.

Penting, pengakuan bersalah itu dari mulut penggerak pikiran radikal seperti Ab Bsr. Untuk menurunkan tingkat pengaruhnya pada para pemuja fanatiknya, dan menghentikan pikiran liar para pemula yang naif. Menegaskan bahwa radikalisme berdalih jihad adalah tindakan salah yang dihukum berat dan ditolak di Indonesia. Tetap dibui dengan maximum security jika tetap kepala batu merasa benar. Pilih tobat atau membusuk di penjara ?

Mahfud: menghimbau muslim agar jangan pemarah. Tanda belum beragama dengan benar kalau hati belum damai ( ribut,. curigaan, emosional, cenderung menyalahkan pihak lain ), karena agama untuk kedamaian. Islam itu damai.

TPGF? LET IT GO

Sempat terlintas, jika NB tak menghegemoni KPK, apakah para komisioner jadi lebih gigih menginisiasi pembentukan tim gabungan pencari fakta/ TGPF kasus penyerangan NB ? Komnas HAM lalu membentuk tim pencari fakta untuk mempercepat penuntasan kasus penyerangan NB. Apa NB akan senasib dengan Antasari, Bibit, Chandra, yang tak pernah mengetahui dalang sebenarnya yang membuat mereka teraniaya ? Terus menimpakan beban ke pundak presiden atas semua malpraktek operasi dan intrik politik bisa berbuah silakama/ elektabilitas Jokowi terjun.

Kita bisa melihat serangkai kasus intoleransi dan penyerangan agamawan yang tak terselesaikan dari perspektif itu. Orang2 yang beragama secara emosional dan pemarah itu dengan gampang menyalahkan polisi, intel, presiden dan negara. Siapa yang diuntungkan ? Lawan politik Jokowi, atau juga antek AS di sini yang tak mau Indonesia rukun dan damai. Sejak PS kembali dari pengasingannya di Yordania, masyarakat Indonesia mulai terbelah oleh ambisinya berkuasa / obsesinya memulihkan nama baik. Saya masih ingat belasan tahun lalu, PS membentak pewawancara yang menguji rasa nasionalismenya. Ia terus menekan host sampai acara usai.

Sepertinya, terusir dari Indonesia menjadi pengalaman traumatik baginya yang selama karir militernya begitu nenggebu untuk nengharumkan nama Indonesia ( baca : ada tirai kabut di matanya. yang membuatnya sulit melihat secara jernih berbagai peristiwa di tanah air, termasuk hasil pilpres 2014. Kekurangan ini dimanfaatkan para opurtunis untuk merapat dan menggunakan uangnya. Seperti klaim kalah tipis 3 % ditambah aneka kecurangan pemilu ( asumsi tanpa fakta ) yang terus didengungkan FZ cs sampai hari ini. Fakta sebenarnya bahwa selisih kemenangan Jokowi sampai 8 juta suara dan membuktikan klaim 100 ribu suara adalah hal mustahil di MK, tak juga menyadarkan PS dari bisikan2 yang melenakan egonya.

Salah satunya karena pertimbangan tsb, saya cenderung kembali memilih Jokowi sebagai presiden RI tahun 2019 – 2024. Namun, kali ini Nasdem ( Nasional Demokrat ) partainya. Partainya Surya Paloh ini terlihat menawarkan dan membuktikan hal baru yang kita dambakan selama ini : politik beradab tanpa mahar, mengusung capres tanpa syarat, bersama PPP Romahurmuziy walkout memprotes pengesahan UU MD3 yang nyeleneh ( membuat DPR kebal mengeritik tapi emoh dikritik/ direndahkan ), menolak revisi UU KPK dan pansus angket KPK, memberi solusi secara elegan atas demo cantrang pada pemerintah, dsb. Suara kita lebih didengar Nasdem. Kita berharap jika Nasdem yang menang dan memimpin koalisi pendukung Jokowi maka kejadian2 yang berujung menyalahkan presiden dan negara berkurang karena tak ada lagi oknum2 sekitar presiden yang menyalahgunakan kekuasaan.

SIAPA WAPRES JOKOWI 2019 ?

Sekarang yang dipersoalkan bukan capres, kata orang, tapi siapa wapres Jokowi ? Orang berebut jadi wapres, itu isunya. Oke, kalau begitu, kita mulai dari kriteria: seorang yang punya chemistry/ cocok dengan Jokowi dan kompetensinya sangat berguna untuk rakyat Indonesia. Menurut saya, orang itu seharusnya menjawab masalah yang mengemuka dalam 5 tahun ini: penegakan hukum dan teladan beragama yang benar/ damai. Anda tahu siapa dia ?

Saya memimpikan presiden sesabar & setekun Joko Widodo membangun negara, secekatan Jusuf Kalla mengatasi konflik, setrampil Ridwan Kamil dalam mengelola daerah, sefasih Anies Baswedan dalam tutur/ kaya kosa kata, sebijak Mahfud MD dalam hukum & beragama sekaligus sekuat Gatot Nurmantyo dalam strategi keamanan NKRI. Berhubung seorang dengan 6 kualitas tsb belum terlihat sekarang, JK sudah 2 kali menjabat wapres, Ridwan belum teruji sebagai gubernur, demikian pula Anies, dan Gatot belum 2 tahun jadi purnawirawan saat pendaftaran capres- cawapres 4-10 Agustus 2018 nanti, maka Mahfud MD-lah yang paling realistis untuk Jokowi saat ini. Tinggal chemistry dan elektabilitas- nya ditingkatkan untuk mendongkrak keterpilihan Jokowi yang belum aman ( 70 % ).

Jokowi sudah mengantongi lebih 50% kursi di parlemen dari 5 partai pengusung yang sudah mendeklarasikan dirinya ( Nasdem, PPP, Hanura, Golkar, PDIP ). Usulan PS jadi wapres Jokowi, tidak tepat, saya mengkuatirkan gerbong yang di bawa PS banyak oportunis yang kelak bisa berubah jadi duri dalam lipatan. Watak culas tak bisa diubah. Saya sendiri menghindari orang2 bermental dengki yang suka fitnah dan menelan hoax. Mereka seperti media setan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, mengintai, menunggu timing yang pas untuk menerkam,. Jika itu sampai terjadi, sering kita tak punya jalan untuk kembali. Kerusakan pemanen.

JOKOWI, MAHFUD, NASDEM, PILIHANKU.

Calon tunggal ? Melawan kotak kosong, memalukan jika sampai kalah. Kita harap masih ada penantang Jokowi yang maju untuk demokrasi yang mensyaratkan adanya pilihan agar pemilu tak hambar. PS bisa maju untuk opsi tsb, tapi kali ini mesti sportif mengaku kalah dan. segera memberi selamat pada pemenang jika gagal terpilih. Ini sumbangan berarti bagi demokrasi di tanah air dari seorang PS yang bisa merekatkan kembali ikatan kebangsaan kita yang terkoyak sejak pilpres 2014 dan pilgub DKI 2017 lalu. Atau Zulkifli, Cak Imin, AHY ? Ah, siapa takut ? ( selama beradu program/ gagasan, bersaing sehat, bukan politik identitas SARA yg memecah belah atau politik uang calon koruptor )

Hilangnya keakraban antar warga negara ( citizenship ) karena pertarungan ayat agama. Indonesia butuh jalan pikiran ( infra struktur demokrasi ) bukan jalan tol ( infra struktur ekonomi ). Presiden ( Jokowi.? ) defisit kosa kata, kata RG. Kekerasan agama. mestinya dijelaskan dengan sosiologi ( kurang karbohidrat/ tak jernih berpikir ).Tak selalu isu agama yang dimunculkan.

Penjelasan citizenship/ kewarganegaraan sering disalahpahami agamawan yang pemarah, namun bisa diartikulasikan oleh prof RG ( ahli filsafat yang alergi ayat suci. Jago mengeritik permerintah dengan bahasa akademis ). Pengamat Bima, kini walikota Bogor, merasakan betul bedanya ( entengnya ) bicara dengan peliknya mengeksekusi kebijakan yang ideal. Empatinya muncul, sehingga bicaranya lebih membumi dan santun terhadap pejabat. Ia tak lagi di ruang hampa. Banyak variabel di luar analisanya. Itulah pengalaman yang dibuat Allah yang komplit segala aspek, unsur, dan dinamikanya, jauh di atas teori buatan akademisi, apalagi yang alergi ayat suci dan bidang2 lain yang tak diminatinya. Bicara bisa lancar meluncur bak mitraliur. Karena memang lebih gampang bicara dari satu sudut, daripada bicara menyeluruh dari 8 sudut/ penjuru angin yang mesti dihadapi seorang presiden.

Jokowi dengan keterbatasannya adalah pilihan terbaik pada masanya ( pilpres 2014 ). Proyek2 mangkrak puluhan tahun, ekonomi dunia melesu, beragam konflik masa ini butuh pemimpin yg memberi teladan kerja keras, blusukan/ turba/ cross check ke lini terdepan pelayanan publik, tak emosional dikritik/ EQ istimewa meski kekuasaan begitu besar di tangannya. Inrastruktur yang dikebut.pemerintahan Jokowi masa ini untuk mendukung efesiensi dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Kita tahu, 17 % ekonomi biaya tinggi berasal dari logistik. Yang cuma berkutat di filsafat mana paham soal itu. Masa sesudahnya, setelah ekonomi membaik ( jalan2 tol/ infrastruktur fisik selesai dibangun ), rakyat yang kenyang perutnya tentu bicaranya lebih sophisticated ( istilah RG jalan pikiran, istilah FH cita rasa ) giliran infrastruktur demokrasi yang difokus.

Manusia tercerdas adalah yang paling banyak manfaatnya, kata agama. Saat ini, Jokowi masih yang tercerdas dibanding RG, FZ, FH dan sejenisnya. Presiden yang terpilih untuk negara sebesar Indonesia pastilah ada intervensi langit ( agar semua yang terjadi di alam fana ini sesuai dengan Lauz Mahfuz-Nya ). Saya rasa, Allah sependapat dengan saya tentang Jokowi. He’ s the best for our time.

ZAKAT 2,5% PNS ALA BPJS. YAKINKAN DULU

Rencana zakat 2,5 % bagi PNS sudah digulirkan Menteri Lukman. Masalahnya, dipungut Kementerian Agama atau Baznas ? Kasus penipuan pemberangkatan umrah oleh FT dan BSL, salah satunya, karena pengawasan kurang dari kemenag. Pemberangkatan haji juga belum optimal. Di sisi lain banyak pihak minta kemenag juga mengurus uang umroh ( dari calon jamaah yang ingin umroh ) dan mengeluarkan daftar biro umroh terpercaya yang bisa dipilih masyarakat ( seperti sistem BPJS dengan pilihan faskes tingkat pertama yang bisa dipilih peserta sebelum kartu tercetak ) sehingga tak ada jamaah yang tertipu/ gagal berangkat lagi. Kemenag diminta memperbaiki sistem pengawasannya pada biro haji dan umroh di tanah air, pengurusan haji dan umroh terus diperbaiki pelayanannya sehingga terpercaya sampai publik rela menitipkan zakat juga.

Mulanya presiden, menteri sampai pejabat eselon 1 ( muslim ) yang gajinya memenuhi nisab ( 85 gram emas per tahun setara Rp 4,1 juta per bulan ) untuk dikeluarkan zakatnya ( 2,5 % ), lalu disalurkan ke pemberdayaan umat ( pendidikan, korban bencana/ konflik dsb ), dilaporkan ke web/ akun medsos official tentang pemanfaatan dan audit publiknya. Semoga setelah itu, PNS eselon di bawahnya, karyawan atau wirausahawan tertarik ikut karena kepercayaan, kemudahan dan kepraktisannya. Perwakilan Baznas, badan2 ZIS yang sudah tersertifikasi dan MUI bisa dilibatkan Kemenag untuk sosialisasi, pengawasan dan pengelolaanya. Potensi zakat yang besar jika dikelola dengan amanah dan profesional tentu sangat bermanfaat memberdayakan umat/ bangsa Indonesia. Negara muslim terbesar ini semoga semakin barokah Amin.

UU MD3 SERET DAN SANDERA RAKYAT. WADUH !

Judicial review ( JR ) UU MD3 akankah senasib dengan JR Pansus Angket KPK ? Bisa jadi, karena ketua MK- nya masih AH. Sebelum keputusan kontroversi itu, AH terendus dilobi DM dari Grd ( di Mata Najwa 7/2/2018. DM bilang hanya FZ pribadi yang berbeda. Secara fraksi, partainya sejalan dengan pemerintah ). Hmm.. di depan dan di belakang layar berbeda, rupanya biasa dalam politik pragmatis. Mulut politikus susah dipercaya.

4 keputusan MK sebelumnya menyatakan KPK adalah lembaga independen. Anehnya, keputusan MK 8/2/2018 yang dipimpin AH menyebut KPK adalah bagian eksekutif sehingga bisa jadi obyek pansus angket DPR. Mahfud mengatakan, UU baru otomatis menggantikan UU lama yang mengatur hal yang sama. Namun keputusan pengadilan, tidak demikian. Keputusan sebelumnya yang sudah inkrah tidak bisa dibatalkan begitu saja. Ada proses selanjutnya yang bisa dilakukan. Ajukan UU untuk membatalkan keputusan MK yang ambigu itu.

KPK 4 KALI INDEPENDEN SEKALI TIDAK. KOK BISA ?

KPK sudah benar tidak datang ke pansus angket DPR ketika keputusan MK ke 4 menyatakan lembaga anti rasuah itu lembaga independen. Justru pansus yang tidak sah karena tidak semua fraksi setuju pembentukannya. Tinggal kini presiden, DPR dan KPK mencari titik temu/ solusi atas keputusan MK itu. Untuk diketahui, AH pernah disidang etik 2 kali oleh ikatan profesor hukum di kampusnya. Dalam kasus iini mereka mendesak AH mengundurkan diri. AH pernah ditegur karena memberi katabelece pada seorang jaksa. Mestinya, AH sudah tak punya muka/ maruah menghadapi mahasiswanya. Disenting opinion 4 hakim dari 9 hakim MK, tak setuju draft keputusan tsb ( Primetime News, MetroTV, 9/2/2018 )

Sedihnya, hasil pemilu menempatkan orang2 bukan negarawan di parlemen, ya seperti ini. Kerja dobel ekstra: mengawasi pemerintah, juga mengawasi DPR. Membuat kita capek memicingkan mata dengan jantung berdebar dan kepala bertanya- tanya : kedunguan setelah reformasi ( istilah prof.RG ) apa lagi setelah ini dari Senayan ?

Boro2 memperbaiki kehidupan berusaha dan berdemokrasi di negeri ini dengan 3 kewenangan yang dimiliki, etalase demokrasi ini malah berulah gaduh, asyik sendiri. Membuat diri kebal hukum dengan hak imunitas yang digembar-gemborkan itu sekaligus ( maunya ) bisa ( melalui MKD ) memanggil paksa , bahkan menyandera orang yang merendahkan mereka. Kasarnya, bebas menghina seenak udel tapi tak sudi dihina semau gue. Suka2 mengkritik, tapi emoh dikritik. Kok, nyimut ? ( enak tenan/ benar ).

Daulat rakyat tak bisa dipecah. Rakyat hanya mewakilkan sebagian kepentingan politisnya pada anggota parlemen yang berfungsi mirip watch dog terhadap kekuasaan presiden yang dipilih langsung rakyat. Lucu, jika rakyat pemilik mandat/ pemegang kedaulatan tertinggi ini justru diseret anjingnya ke meja hijau. Gak masuk logika. Sedih atau geli, terserah.

OTT KEPALA DAERAH. DILANTIK DI SEL?

Calon gubernur Ngada, NTT dan calon bupati Jombang, Jatim kena OTT KPK medio/2/2018. Menyusul walikota Kendari dan ayahnya, calon gubernur Sultra. Masih boleh berkampanye pilkada jika sudah berstatus tersangka ? ( menurut UU yang dibuat parsial ). Bagaimana kalau masih terpilih ? ( kebangetan, dipermalukan dunia ). Maling2 uang rakyat itu dilantik jadi gubernur dan bupati di sel penjara ( lalu langsung dinonaktifkan ). Aneh nan lucu.

Mestinya, Bawaslu bisa minta KPU untuk mendiskualifikasikan calon yang sudah kena OTT KPK ( tersangka ). UU Pemilu diperbaiki, calon yang OTT dan tersangka KPK ( 99% terpidana. Praduga tak bersalah hanya untuk hakim ketika memeriksa bukti2 yang diajukan di pengadilan. Publik dan penyidik boleh menduga bersalah para tersangka yang sudah ada bukti petunjuk/ permulaan ) harus gugur sebagai calon kepala daerah atau anggota parlemen. Di hulu, partai politik yang minta mahar mestinya juga dihukum ( dikurangi parlementary tresholdnya 0.1-1% di samping peminta dan pemberi maharnya dihukum sesuai aturan yang sudah ada.

Dana saksi dihimpun calon ( bukan parpol ) dari masyarakat dan dilaporkan ke KPU. Dana kampanye sudah dianggarkan negara lewat KPU. Mahar yang diminta oknum parpol tak tercatat di KPU maupun keuangan parpol, tapi diterima oknum partai dan dikelola secara/ rekening pribadi ( kasus ketum partai Hnr ).

Banyaknya partai sekarang ( dengan PBB lolos verifikasi di sidang Bawaslu kemarin, jadi ada 19 parpol yang bertarung di pemilu nanti ) membuat lobi2 partai untuk berkoalisi dalam pengajuan calon dan pemenangannya menjadi sangat mahal. Pengambilan keputusan di parlemen juga ribet dan boros.
Prof. Reinard Khasali mengusulkan parpol2 melakukan merger ( usul saya : penyederhanaan menjadi 2-5 partai saja lalu negara membiayai kegiatan parpol dengan pengawasan ketat masyarakat).

Menurut saya, cara merger ini lebih baik daripada wacana kembali ke pemilihan tak langsung kepala daerah melalui parlemen seperti tengah hangat dibicarakan di DPR saat ini. Terlebih reputasi anggota dewan sekarang yang belum dipercaya publik. Politik uang.akan berputar di dewan yang selama ini tak sedikit anggotanya terciduk korupsi. Rakyat tak kebagian apa2 dalam sistem ini, apalagi jika kasak kusuk dalam gedung hasilnya kepala daerah yang tak kredibel /amanah. Lebih sulit menyuap rakyat yang jutaan daripada anggota dewan sebanyak 50-500 orang kan? Pastilah pilihan rakyat lebih berkualitas.

Kerugian negara jauh lebih besar jika salah memilih kepala daerah, daripada tingginya biaya pilkada langsung. Bayangkan, orang kayak SN yang dipilih anggota dewan menjadi ketua DPR ! ( sampai 2 kali pula ). MKD. cuma jadi stempel. Lembaga etik ini masih dimodif jadi seperti penegak hukum di UUD MD3 2018. Bisa mikir gak sih ? Bagaimana kalau orang2 bebal macan SN yang mengepalai daerah2 di tanah air ? Berapa mega korupsi lagi yang sanggup kita tanggung. sampai negara ini benar2 bangkrut ? Sepusing apa kita nanti melengserkannya ? Berpikirlah holistik dan berkaca, sudah pantaskah kalian jadi wakil kami ? Kehormatan kalian dari dedikasi dan rendah hati bukan. keangkuhan imunitas dan kesewenangan menyuruh tuan ( rakyat ). So, saya tetap pilih pilkada langsung.

Kursi pimpinan dewan tambah 1 di DPR dan DPD, tambah 3 di MPR dalam UU MD3 2018 yang sudah di ketok di paripurna tanpa rembukan dengan DPD dan konsultasi publik. Untung presiden belum menandatangani karena reaksi publik. Namun, UU MD3 itu otomatis berlaku dalam 30 hari meski tanpa tanda tangan presiden. IPS, seorang pengamat, akan melakukan JR ke MK setelah itu. Mahfud mengusulkan presiden mengeluarkan perppu ( pembatalan UU tsb ) jika ingin proses lebih cepat. UU MD3 bisa dibuat lagi dengan konsultasi publik. Atau kembali ke UU MD3 tahun 2009.

Penghinaan presiden jadi delik umum, rasanya kurang tepat. Jokowi, kita tahu, punya kelegowoan luar biasa. Simbol negara memang mesti dihormati seperti di Thailand. Namun, kita punya history rezim Orba yang alergi kritik dan membungkam para vokalis secara represif ( penculikan, pembunuhan misterius/ petrus penghilangan paksa, pemenjaraan, kriminalisasi/ menghancurkan reputasi baik, dsb ) dan kemungkinan bisa diulangi pemimpin berikut yang otoriter dengan menyalahgunakan pasal2 dari KUHP yang. ( sedang ) direvisi ini. Jadikan delik aduan saja seperti setiap WNI termasuk anggota DPR.

POTONG TANGAN NAPI BER-HP.

Soal over kapasitas lapas jika pasal pezina ( LGBT & heteroseksual ) dipidana penjara di revisi KUHP, bisa diatasi dengan mengadopsi hukum syariah ( dihukum cambuk, dirajam/ lempari batu dan ditonton banyak orang agar jadi peringatan bagi yang sedang mendekati zina sehingga mengurungkan niatnya ). Bandar, penyelundup, pengedar narkoba dan koruptor dihukum potong tangan agar tak bisa mengoperasikan hp dan menggerak kan jaringan jahatnya.

Suku terasing yang masih menawarkan istri untuk menjamu tamu suami, diedukasi dulu bahwa tradisi jahiliah ini sudah tak pas lagi di zaman now. Diberi tahu sangsi hukumnya, disosialisasikan dulu baru kemudian dihukum jika bandel. Semua agama melarang zina. Manusia ciptaan Tuhan wajib mengikuti perintah- Nya. Suku terasing itu direligiuskan dulu, mengenal Tuhan, kitab agama dan KUHP soal zina. Takes time.. tapi tugas negara ( dan kita, penganut agama ) adalah mencerdaskan bangsa, termasuk suku terasing di nusantara. Semua warga negara Indonesia sama kedudukannya di depan hukum. Setuju ?

KPK TERTIBKAN PUNCAK, PLEASE…

Banjir sudah langganan di Jakarta. Longsor terjadi baru2 ini di Riung Gunung/ jalur Puncak, Bogor menelan banyak korban dan materi. Jalan amblas. Rel kereta menggantung seperti kabel PLN. How come ? Padahal, Perpres dan RTRW 2008. sudah menetapkan Kawasan Puncak sebagai hutan lindung. Tak boleh ada villa dan bangunan. Nyatanya banyak villa milik pejabat dan kios pedagang di sana demi pendapatan. PAD versus hutan llindung. Apa solusinya ? Presiden melalui Kemenhut turun membantu pemkab Bogor yang kesulitan menertibkan para pemilik villa ( pejabat tinggi, pengusaha besar) yang tak punya IMB/ melanggar RTRW. Mereka diminta membongkar bangunan miliknya dan mengembalikan fungsi semula ( penyerapan air ).

Daerah Aliran Sungai ( DAS ) dari hulu ke hilir dinormalisasi ( warga dilarang bermukim di pinggir sungai/ sempadan sungai ). Para anggota BKAD ( Badan Kerjasama Antar Daerah ) dipimpin menteri lingkungan hidup/ kehutanan urun rembug masalah DAS dan solusinya di daerah yang terlewati. ( Editorial MI, 8/2/2018 ). Selanjutnya, 368 hektar tanah konservasi di Puncak/ bopuncur milik Perhutani ditertibkan dari bangunan/ villa liar milik pemodal dan pejabat tinggi kemarin (2/3/2018)

Ada hutan rakyat, hutan diserfikasi, hutan lindung/ konservasi, kata pakar. Ada villa liar, siapa yang memberi izin ? KPK bisa periksa para terduga penjarah hutan ini mulai dari kementerian, gubernur, bupati Bogor yang terkait izin perambahan hutan konservasi tsb. Karena polisi dan jaksa yang masuk ke situ seperti tak bisa berbuat apa2. Hutan lindung itu milik KLH yang dikuasakan pada Perhutani. KPK bisa periksa dari sana. Sejak 1963, Kawasan Puncak sudah diatur untuk konservasi. Jarak 200 m dari jalan tak boleh ada bangunan. Puncak jadi kesenangan ( pemodal/ pejabat ) dari Jakarta, ironinya juga jadi sumber malapetaka bagi orang Jakarta dan warga sepanjang hulu ke hilirnya. Semoga penegakan hukum di sana dan kesadaran kita menjaga lingkungan bisa menyelesaikan masalah yang muncul tiap musim hujan ini. Amin.

TANAH YOGYA: SEKALI ISTIMEWA, TETAP ISTIMEWA

Kemarin ( EMI 26/2/2018 ) Handoko menggugat surat intruksi wagub Yogya tahun 1975 tentang kepemilikan tanah yang hanya diperbolehkan untuk pribumi. Non-pri ( WNI keturunan Tionghoa terutama ) dilarang memiliki tanah di DIY. Alasan penolakan hakim PN di Yogya, salah satunya, agar tanah tak jatuh ke konglomerasi.
Sebenarnya, istilah non pribumi sudah dihapus sejak era Reformasi/ peristiwa 1998 ( mal Y Plaza/C Klender dibakar saat kerusuhan massa. Ratusan pengunjung dan karyawan mal terpanggang hidup2 dalam gedung karena takut keluar diburu, diperkosa para pembenci non-pri ). Diskriminasi etnis ini salah siapa ? Sampai hari ini masih terasa. Kesalahan ada di dua belah pihak, menurut saya. Seperti bangsa Yahudi, ada yang baik ( korban holocaust ), ada juga yang jahat/ tamak ( ekstrimis Zionis, dalang holocaust pada warga Yahudi diaspora yang emoh diajak merampas tanah Palestina demi fantasi Tanah Yang Dijanjikan/ dalih menguasai Timur Tengah yang kaya minyak ).

Etnis Tionghoa, ada yang nasionalis, ada juga yang rakus/ diskriminatif/ loyalis tanah leluhur/ China ( wapres JK pernah menyindir mereka yang baru sebatas WNI KTP di perayaan Cap Gomeh di TV beberapa tahun silam. Mereka ingin diperlakukan seperti Najwa, keturunan Arab yang diterima baik di Indonesia ).

( Imlek adalah kegiatan budaya leluhur etnis Tionghoa sejak 5000 tahun silam untuk merayakan masuknya musim bercocok tanam/ musim semi ).

Perilaku menyimpan kekayaan di bank2 asing di luar Indonesia, ngemplang hutang BLBI, merampok uang nasabah lalu kabur ke Singapura /Australia, baru bayar pajak setelah ada program amnesti, dsb, menjadi salah satu penyebab sentimen warga terhadap etnis Tionghoa/ non-pri. Belum lagi kebiasaan menumpuk harta dan pamer kekayaan secara menyolok di tengah masyarakat yang belum mapan ( pemicu kecemburuan sosial ), juga perilaku merendahkan ( pelit, ucapan kasar seolah pada budaknya, pemerahan tenaga/ lembur tanpa dibayar, larangan ibadah waktu jam kerja, dsb ) selama menjadi bawahan mereka. Membuat mereka belum sepenuhnya diterima di sini.

Najwa berkontribusi besar bagi kemajuan negeri ini dari profesi jurnalis yang ditekuninya sepenuh hati Siapa pun tak lagi dilihat asal usulnya jika ia sangat berguna bagi nusa bangsa/ Indonesia. Jika warga keturunan merasa diperlakukan berbeda, pertama-tama tanyakan pada diri sendiri dulu, apa yang sudah ia lakukan secara proporsional/ signifikan/ sepadan untuk Indonesia ? ( setelah kemakmuran pribadi / mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, hidup, makan, usaha, beranak pinak di sini ) Jangan menuntut setara jika diri sendiri masih diskriminatif dan egois !

Pasca letusan Gunung Toba ribuan tahun lalu, berbondong-bondong manusia dari arah Afrika, Arab, India, China/ Tiongkok, kemudian datang ke nusantara untuk berdagang dan mencari penghidupan baru. Maharaja Sriwijaya, kerajaan adidaya masa lalu, dari persilangan etnis China dan India. Para perompak yang menguasai perairan sekitar Palembang pasca runtuhnya Sriwijaya juga dari China ( beranak pinak di sekitar wilayah Asian Games 2018 ) Di buku sejarah sekolah dasar, kita/ keturunan Melayu juga diberitahu kalau nenek moyang kita dari Indo China/ sekitar Vietnam. ( Leluhur orang Papua mungkin dari Afrika ? ) Ringkasnya, kita semua pendatang ! ( senior, he3x.. ). Pendatang yuniornya, bangsa Portugis, Inggris, Belanda, Jepang yang menjajah kita lebih 350 tahun. Lalu, orang Amerika, Spanyol, Australia dan pria dari lebih 200 negara di dunia, yang terpikat pada alam plus gadis eksotik Indonesia dan memilih jadi WNI.

Masa kolonial, warga Tionghoa menjadi kelas menengah/ kapiten yang mengawasi kerja rodi warga kelas tiga/ Melayu non priyayi ( orang Jawa banyak dikirim ke berbagai pelosok nusantara untuk kerja paksa atau dibuang karena perlawanan politiknya. Mungkin, kiprah paguyuban keturunan Jawa inilah yang membuat banyak orang Jawa lalu terpilih menjadi presiden. Di samping jumlah penduduk Jawa lebih 50% penduduk Indonesia. Juga kemampuan personalnya merukunkan orang Batak dengan orang Makasar, misalnya, seperti pengakuan JK. Kemampuan orang Jawa membaca gestur lawan bicara/ lebih cepat paham, aku Made, mantan kolonel asal Bali, pelanggan saya, yang sudah keliling dunia dan keliling Indonesia memimpin birokrasi ).

Masa Orde Baru, etnis Tionghoa diperlakukan seperti sapi perah karena kelihaiannya berdagang ( kegiatan budayanya dilarang, status WNI-nya dipersulit ) sehingga mereka tak punya identitas lain yang bisa dibanggakan, kecuali kekayaan untuk menunjukkan eksistensinya. Istilah non-pri yang kaya raya berjarak bak jurang dengan pribumi yang miskin, akrab di telinga masa itu. Jurang kemiskinan, kecemburuan sosial yang berkerak di dasar hati selama ratusan tahun lalu meledak dalam tragedi kemanusiaan 1998 ( pembakaran, pemerkosaan ).

Bagaimana nasib surat intruksi wagub Yogya yan dibuat masa Orde Baru ? Masih relevan-kah di zaman now ?

Meski istilah non-pri vs pribumi sudah dihapus sejak Reformasi, saya merasa, masalah ini belum benar2 selesai di bangsa ini, seperti halnya kepemilkan senjata secara bebas di bangsa Amerika. Saya pernah menulis tentang sisi materi/ otak kiri orang zionis Yahudi, China yang sepertinya didesain lebih besar dari sisi spiritualnya/ otak kanannya untuk menjalankan skenario-Nya/ Lauh Mahfuz. Banyak dari mereka yang materialistis/ tamak. Saya memahami ketakutan wagub saat itu atau hakim PN saat ini jika etnis non-pri sampai diperbolehkan memiliki tanah di Yogya. Mungkin hanya Yogya yang jalan protokolnya diperkenankan kepala daerahnya ( Sultan dan Paku Alam ), dihilir mudiki becak.

Wong cilik sangat dilindungi di sana. Setahu saya, secara tradisi, turun temurun, tanah dimiliki raja/ sultan pada pemerintahan monarki/ kerajaan dahulu. Jika warga Yogya sampai punya tanah, itu semata karena kedermawanan sultan mereka. Jika Yogyakarta dulu meminta Daerah Istimewa, tentu mereka berharap hukum adat tetap diterapkan termasuk kewenangan sultan/ gubernur dan Paku Alam/wagub atas kepemilikan tanah yang direstuinya untuk kelas rakyat kecil ( bukan kelas konglomerat ).

Seperti hukum syariah yang diminta Daerah Istimewa Aceh, saya pikir lebih bijak jika warga Yogya memutuskan yang terbaik untuk mereka. DPRD dan Sultan bisa membuat perda yang mengatur kepemilikan tanah di Yogya. Saya cenderung untuk mengganti istilah non- pri dan pribumi saja di intruksi wagub 1975 , lalu membatasi luas tanah yang boleh dimiliki warga Yogya ( ‘asli’ monggo, etnis Tionghoa cukup HGB atau hak kelola terbatas ) agar tak jadi konglomerasi. Jangan lupa konsultasi publik sebelum diundangkan. Presiden tak perlu direpotkan mengurusi hak prerogatif sultan DIY, terlebih di tahun politik ini. Banyak tanah di luar Yogya yang sudah/ boleh dimiliki etnis. Tionghoa. Kenapa masih memaksa di Yogya juga ? Kurang ? Jadi, soal tanah, saya setuju Yogya tetap istimewa.

( Contoh ekspansi China : Banyak retail tutup. Penyebabnya daya beli masyarakat turun atau beralih ke penjualan online ?

Di sisi lain, ada komunitas EIC yg mengajak orang2 untuk impor barang China dan memasarkan di Indonesia. Barang Rp 500 rb harganya cuma Rp 100 rb jika produk China. Produk lain seharga 50 rb, maka cuma 10 rb bikinan China. Dengan Rp 100 rb bisa ikut seminar jadi importir produk China. Dengan modal Rp 1 juta bisa jadi importir produk China. Caranya gampang, daftar via sms lalu kirim ke nomor 0822100059xx. Ini contoh perang bisnis/ kelihaian yang dilancarkan etnis China ke sini. Memang, ernis Tionghoa punya sifat hemat, strategi bisnis jitu dan jaringan luas di seluruh dunia yang menjadikan mereka unggul di bidang ekonomi. Kita bisa belajar soal itu. Tapi kita juga harus hati2 soal tabiat negatifnya dan tetap waspada.

Setelah perang melawan zionis, ada perang berikutnya melawan Yajuz Majuz jilid 2 Pertimbangan strategis tetap dikedepankan. Rakyat jelata sudah banyak/ lama menderita karena kebijakan pasar bebas terutama dengan China. Banyak produk China membanjiri Indonesia, disambut etnisnya di sini dan mem-phk-kan banyak pekerja kita. Biarkan Yogya tetap memiliki tanahnya. Kadang saya iri dengan Malaysia yang memprioritaskan/ berpihak pada mayoritas Melayu di sana. Saya belum melihat etnis Tionghoa masa ini berkontribusi sepadan untuk negeri ini sampai perlu dibela sebegitu rupa seperti penggugat tanah di Yogya. Sorry, that’s how I feel…

ILC 31/10/2017: kebakaran di pabrik petasan di Tangerang, tewas 47 orang, terbanyak pekerja di bawah umur. Siapa pemiliknya ? ( IL ).Redaksi Trans7 1/11/2017: Hotel Alx. yang membayar Rp 30 miliar pertahun utk PAD Jakarta tak diperpanjang izin usahanya pada 27/10/2017, oleh pemprov yang dipimpin gubernur baru ( Anies ) karena diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. M. Emka ( penulis buku ‘Jakarta Undercover’ ) memperkuat itu. Siapa pemilik Alx yang selama ini dibiarkan ? ( AT )

TEMBAK MATI BANDAR, PENGEDAR, PENYELUNDUP NARKOBA.

Mengerikan, melihat maraknya peredaran narkoba di tanah air. 1,6 ton narkoba dari China kemarin tertangkap aparat di perairan kta yang 2/3 luas Indonesia. Kata BNN, narkoba yang terjaring baru 10 % dari narkoba yang membanjiri negeri ini. Kita lihat para selebriti berjatuhan oleh narkoba di televisi. Artis, tingkat stres-nya 3 kali orang biasa karena kejar tayang dan persaingan ketat dengan pendatang baru. Popularitas cepat pudar dan digantikan talenta baru. Anak TK sampai ketua MK ( AM ) jadi sasaran bandar narkoba.
50 orang mati tiap hari karena narkoba, 27% pelajar dan mahasiswa ( EMI 6/3/2018 ). Tunas bangsa layu sebelum mekar.

Tembak mati pengedar/ penyelundup narkoba yang mencoba kabur dan melawan petugas. Gembong narkoba sudah dihukum mati oleh JA Prasetyo sampai jilid 3. 50 % peredaran narkoba masih dikendalikan dari jeruji penjara oleh si bos napi bermodalkan hp selundupan, sampai Buwas akan mengganti sipir lapas dengan buaya emoh suap ( kasus kepala lapas Nusakambangan jadi bagian kartel narkoba, sehingga pasang CCTV di lapas menjadi keharusan) . Kini hukum mati jilid 4 diputuskan. Efektif bikin kapok ?

Beberapa mulai ragu ( karena berulangnya peristiwa penangkapan narkoba disebabkan minim & lambatnya eksekusi ) dan menjajaki kemungkinan hukuman seumur hidup, kerja sosial, pemiskinan dan dibuang di pulau tak bersinyal. Ironisnya di antara 66 pulau belum bernama di provinsi Riau, kemarin ketahuan jadi gudang narkoba sebelum di selundupkan lewat jalur/ pelabuhan tikus ke pemesannya. Salah satunya, diskotik dan klub malam. Para bandar dan pengedar sepertinya lebih takut hidup miskin daripada takut mati. Mereka tahu mati adalah resiko pekerjaan haram itu. Tapi bisnis beromzet puluhan triliun rupiah tsb terlalu menggiurkan untuk mereka lepaskan. Jadi ?

Seperti para penelpon EMI, saya tetap yakin, hukuman maksimal/ mati adalah paling tepat untuk kejahatan luarbiasa itu. Masa depan bangsa yang dihancurkan. Pemakai tak bisa benar2 pulih dari kecanduannya. Apalagi kalau sudah terkena HIV/ Aids, penyakit kelamin, cacat otak dan fisik karena keadaan sakau, fly, yang membuatnya tak sadar apa yang dilakukan dan dirusaknya. Apalagi kalau tak ada anggota keluarga yang paham cara menjauhkannya dari godaan/ aroma narkoba. Apalagi jika masyarakat di lingkungannya memberinya stigma negatif/ emoh memberinya kesempatan kedua ( bekerja, bersosialisasi )

Kalau baru 3 jilid belum membuat jera bandar, maklumlah. Mendidik anak untuk melakukan tugas rumah saja di Super Nanny atau Nanny 911 butuh waktu sedikitnya 6 bulan secara konsisten. Itu artinya 6 x 30 = 180 kali. Hukuman langsung diterapkan begitu pelanggaran dilakukan,. Tdak ditunda, sehingga anak menangkap pesan jelas atas kesalahannya. Kalau kuman TB lebih dahsyat lagi. Untuk kategori satu, 6 bulan. Kategori dua, 8 bulan. Kategori tiga, 2 tahun. Bayangkan tiap hari harus minum obat gede2 sebanyak 6 – 16 butir selama 180 – 720 hari. Dalam 5 menit 16 butir itu harus semuanya tertelan. Setelah itu anda akan mual, muntah dan pandangan mata bergoyang sepanjang hari sampai jatuh kesandung atau benjol nabrak tembok. Pantat anda yang disuntik antibiotik selama 2 – 6 bulan tiap pagi akan bengkak membiru sampai rebah tidur pun sulit karena baal penuh lubang suntik.

Ini pengobatan ala WHO, badan kesehatan dunia yang saya alami. Paman saya dulu yang tak merasakan pengobatan kelas wahid itu cuma bisa terbujur lemah dengan tubuh kurus kering, jalan 5 menit sesak nafas dan capeknya bukan main, batuk sepanjang malam dengan tubuh berkeringat dingin tanpa nafsu makan, wafat 20 tahun kemudian. Saya hanya mengalami penderitaan itu selama 6 bulan plus 8 bulan, lalu dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis paru BBKPM.

Saya tahu rasanya jera ( menderita TB ). Saya kapok bercipika-cipiki lagi. Kapok memaksakan diri beraktivitas sampai terlalu capek, karena bisa kumat TB lagi seperti tabiat flu ). Kuman TB keok setelah konsistensi pengobatan tanpa ditunda sehari pun atau bolong sebutir pun. Kematian akibat TB 300 orang tiap hari di Indonesia. 6 kali akibat narkoba. Belajarlah pada pasien TB. 720 jilid hukuman mati tanpa ditunda sehari pun ( baru 3 jilid bagi saya belum terasa efeknya, saya juga belum jenuh/ muntah obat ).Tambah pemiskinan anggota keluarganya ( atau mau tambah minum 16 butir obat muntah tiap hari ? bagi pengedar yang meringkuk di sel agar tak mampu pegang hp apalagi mengendalikan jaringan narkoba ) Penjara kita sudah over kapasitas. Para terpidana. mati segera saja dieksekusi. Agar orang berpikir seribu kali untuk mendekati narkoba. Bagi pemula, hukuman seumur hidup dan kerja sosial belum menakutkan, terlebih penegak hukum kita belum seangker dan sekredibel luar negeri.

Tingkatkan sosialisasi bahaya narkoba dan jenis narkoba yang mungkin ditemui anak di sekolah, tempat jajan dan lingkungannya agar anak bisa mengenali dan menghindari bahayanya. Mari kita lihat hasilnya setelah 2 tahun strategi terpadu ini dilaksanakan secara konsisten. UU no.35 th 2009 tentang Narkotika bisa direvisi, dengan wewenang penyadapan tanpa izin PN seperti KPK sehingga yang digaruk bisa lebih banyak. Jika ingin proses lebih cepat. bisa dikeluarkan perppu karena Indonesia sudah super darurat narkoba.

Heru Winarko, mantan deputi penindakan KPK, menggantikan Budi Waseso sebagai kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang baru. Semoga lebih buas dari Pak Buwas. Kita harap BNN, Bea Cukai, KKP, Polri, TNI AL, Bakamla, PPATK, KemenkumHAM, intens bekerja sama dan bagi2 tugas mengamankan laut dan rakyat Indonesia dari serbuan narkoba. Kita semua, publik, pemerintah, swasta, harus kompak menyetop narkoba dengan gigih pula. Semoga generasi berikut bisa kita selamatkan. Amin.

INDONESIA SUDAH LAYAK INVESTASI. TAPI DAERAH ?

Indonesia naik peringkat layak investasi nomor 2 setelah Filipina. Pendapatan perkapita Rp 160 juta per tahun, atau Rp 13 juta per bulan per orang. Berapa banyak dari kita yang berpenghasilan segitu ? Pertumbuhan ekonomi masih dinikmati orang kaya. 20% orang menguasai 80% kue ekonomi nasional. 4 orang terkaya di Indonesia duitnya setara dengan duit yang dimiliki 100 juta orang miskin. Tingkat pengangguran 11%. Hutang kita Rp 3900 triliun. Apa yang salah ?

Selain ekses salah urus negara oleh rezim2 sebelumnya, iklim investasi yang kompetitif di pusat belum diikuti di daerah. Urus izin industri besar di Jakarta cuma 3 jam, di daerah bisa lebih 6 bulan. Padahal, investor membangun pabriknya tentu di luar Jakarta. Kepala daerah masih suka memungut 10% dari dana investasi. Juga minta jatah 40% tenaga kerja dari lokal. RT, RW, Kelurahan, dst, masih mengutip sumbangan untuk Karang Taruna, ormas, dsb.

Wewenang pemerintah pusat menganulir perda dihapus MK. Setelah otonomi dan pilkada langsung, sebagian kepala daerah seperti raja2 kecil yang menguasai daerahnya ( membangkang intruksi pusat ). Pemerintah pusat hanya bisa menggunakan DAU untuk mengarahkan pemerintah daerah. Tinggal rakyat daerah yang bisa mendesak penguasa daerahnya untuk ramah investor yang mensejahterakan rakyat. Menghukumnya dengan tidak memilih kembali di pilkada berikutnya jika pungli, korup, menghambat investasi yang baik untuk masyarakat dan negara.

Iklim investasi baik jika ada kepastian hukum, kestabilan politik dan keamanan berusaha. Tahun politik ( pilkada serentak 27 Juni 2018 di 171 daerah dan pileg-pilpres Septemper 2019 ) bukan soal kegaduhannya yang dikuatirkan para investor, namun jaminan kepastian berusaha jika kepala daerah baru menjabat merubah kesepakatan kontrak atau membuat aturan menyusahkan. Mereka jadi wait & see.

Presiden Jokowi membangun infrastruktur ekonomi, memangkas aturan investasi yang berbelit-belit, membuat bbm satu harga dalam dan luar Jawa, meningkatkan kualitas sdm dengan berbagai pelatihan, KIS, KIP, blusukan memastikan pelayanan publik optimal dan mencari investor luar negeri yang mau menjadi mitra pemerintah mensejahterakan rakyat Indonesia. Menkeu Sri Mulyani juga sudah dihargai sebagai menteri keuangan terbaik di dunia. Selamat. ya.

Tantangan sekarang bagaimana memikat investor agar mau membangun industri manufaktur yang padat karya ( bukan industri jasa saja yang padat modal ), merawat investor lama agar tak hengkang, memangkas pungli/ biaya siluman dengan teknologi dalam administrasi, menyetop peredaran narkoba yang meracuni kualitas sdm kita, sekaligus menghentikan penjarahan ikan dan tambang migas minerba kita oleh asing, agar hutang Rp 3900 triliun segera lunas dan rakyat cukup makan/ harga diri sehingga bisa berpikir jernih untuk merawat nasionalisme-nya terhadap NKRI. Tidak demen hoax dan hate speech karena sayang Indonesia dan saudara setanah airnya dari beragam etnis dan agama. Pecandu narkoba menyusut drastis karena anak muda punya pekerjaan dan harapan cerah. Kalau begini, semua setuju ?? ( semua bahagia ? semua ingin masuk surga tanpa hutang ? ). This is it.

******

p

Bermain, bicara, belajar bersama anak dilakukan orang tua untuk merawat kasih sayangnya pada anak. Setiap hari antara jam 18-21. Orang tua punya waktu krusial menanamkan nilai2 moral, agama dan adat sampai usia anak 12 tahun/ SD. Pada usia di atas itu, anak sudah mulai membangun keakuannya, jati dirinya dan lingkungan sosialnya. Nilai2 baik dari orang tua menjadi filter pertama bagi anak ketika menyaring informasi, pengaruh, budaya dari luar yang belum tentu cocok dengan kultur bangsa kita. Agar anak tak bermasalah, terjerumus perilaku merusak diri dan masa depannya maka investasikan waktu anda untuk anak, kualitas dan kuantitasnya. Anak sebenarnya butuh kehadiran hangat orang tuanya. Bukan harta materi mahal atau liburan mewah sebagai ganti ketakhadiran orang tua. So, matikan gadget ( hp, komputer, dll ), radio, tv selama 3 jam untuk fokus. pada kebahagiaan bersama anak. Jika tidak, anak2 akan tumbuh liar dan bermasalah seperti ikut geng motor ( termuda pernah dibekuk polisi berusia 12 tahun ), lalu masuk bui. Anak seusia itu nalarnya belum matang, tak kuat menolak ajakan merusak karena butuh pengakuan dari teman2 sebaya. Para bibit kriminal ini jika dikembalikan pengadilan pada orang tuanya, negara harus intervensi, membantu ortu anak tsb agar bisa mengarahkan anaknya dengan benar ( bimbingan parenting ). Sehingga kesalahan tak terulang kembali. Anak cukup 2 saja ( boleh tambah 1-2 anak yatim piatu untuk diasuh/ anak asuh bagi ortu yang mampu mengurusnya dgn baik, lahir batin ). Keluarga hangat negara kuat. ( Lukisan “Play Time !” by Vitrisa )

Written by Savitri

10 Maret 2018 at 10:39

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50

Bom Thamrin Rasa ISIS, Kopi Sianida Ala LGBT. Emil, please stay .. pliiiissss

leave a comment »

1

Aksi keren Polri menghajar teroris bom Thamrin bikin bangga warga Jakarta. Ketika rasa bangga terpatri di dada, mereka jadi berani menghadapi teror. Tujuan teror, selain bikin takut, juga menghancurkan ekonomi. Daerah2 yang tak aman, tingkat kriminalitasnya tinggi, akan dijauhi wisatawan dan investor, lalu miskin dan ambruk. Dalam skup nasional, jika Polri, TNI, kita semua bikin bangga Indonesia, maka WNI berani menghadapi teror apa pun, embargo dan Perang Dunia. Apa yang terjadi di Jl.MH Thamrin, kamis pagi itu adalah contoh kebanggaan menjadi orang Indonesia dan apa yang bisa dicapai dengan semangat sekuat itu. Polri.. good job !

Indonesia. Iran. Sama2 negara muslim. Sama2 dikuya-kuya. ( Siapa sih yang tidak ? Jika anda muslim, memegang teguh Qur’an, menolak Zionis & Imperium-nya, berarti anda the next target ). Tapi, Allah mengatasi semuanya. Ya, keyakinan ini yang membuat saya bertahan dari aneka badai problema. Baik yang menimpa diri pribadi, maupun tanah air saya. I’m possible. We can trough it.

( Imperium adalah organisasi terjahat dari orang2 terkaya di dunia yang menguasai jaringan media internasional, menghisap kekayaan alam negara2 dunia ketiga, menciptakan perang dan konflik di mana2 untuk bisnis, serta membunuh pemimpin2 dunia dan tokoh2 yang menghalangi ambisi tamak mereka ).

Indonesia dijajah 350 tahun oleh bangsa asing. 17 tahun rakyat Indonesia dibantai PKI. 32 tahun Indonesia direpresi rezim otoriter Orba, 18 tahun dimiskinkan koruptor & perusahaan asing, diserbu jaringan narkoba internasional, dibanjiri konten pornografi & promosi LGBT dengan ekses AIDS/ HIV, kejahatan seksual ,.. plus diincar ISIS sebagai markasnya di Asia Tenggara. Sok, apalagi ? ( kalau gempuran dari segala arah ini gak bikin kita makin kuat, itu baru masalah. Kebangetan. They have to make us stronger ! )

( Indonesia punya lokalisasi PSK terbanyak di dunia, lebih dari 628 lokasi. Separuh penderita AID/ HIV adalah LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender )

JADI MUALAF KARENA SENYUM ANAK INDONESIA

Seorang jurnalis asing menyebut Indonesia, Archipelago of Fear. Lebih buruk dari Sub Sahara Afrika : Nigeria, Rwanda, dll. ( Iya, atau apa iya sih ? ). Padahal, Indonesia potensi alam dan sumber dayanya luar biasa. Allah menciptakan Indonesia ketika tersenyum. Indah sekali. Paradoks, ya ? Namun, di antara cibiran tentang Indonesia, saya juga ingat dari sumber lain terpercaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tertinggi di ASEAN, indeks kebahagiaan orang Indonesia lebih tinggi dari negara2 tetangga ( apalagi urang Bandung, ah pokokna mah juara ).

Orang asing ke Indonesia jadi mualaf karena terheran, di tempat miskin, anak2 Indonesia masih bisa tersenyum sumringah. Selama ia travelling ke seluruh dunia, si mualaf tak pernah melihat senyum seperti ini. Anak muda yang paling banyak menorehkan prestasi di dunia masa ini juga dari Indonesia. So, negeri ini memang ajaib. Berita tentang Indonesia dari hari ke hari seperti novel buat saya. Sangat menarik untuk disimak.

Kita tak perlu berkecil hati jika pengamat asing mengkerdilkan Indonesia. Saya lebih percaya para negarawan kita yang lahir besar di Indonesia dan jelas kontribusinya untuk kemajuan Indonesia. Menyimak ucapan dan tulisan negarawan selalu membangkitkan semangat. Dalam keadaan terburuk sekalipun, pemimpin sejati ( seperti Bung Hatta ) selalu bisa memberi harapan dan optimisme ( jauh lebih besar dari keadaan faktual yang menyedihkan ) sehingga kita bisa melalui apa pun.

Kita memang mengalami fase banjir informasi saat ini. Media mainstream yang disetir modal Imperium banyak mendistorsi pemberitaan lokal yang mengutip rilis mereka ( Amnesty Internasional, HRW, dll ). Kompas, Republika, Sindo dan Detik.com dikritik akurasinya dalam memberitakan situasi di kawasan Timur Tengah. Untung, saya sering membaca blog Dina Y. Sulaeman ( Kajian Timur Tengah ). Peneliti ICMES dan mahasiswi S3 HI Unpad ini mengamati persoalan Timur Tengah dengan cermat lalu menuangkannya dengan hati dalam tulisan dan buku2nya. Thanks to Dina.

Media tak menguasai seluruh topik sama baiknya ( seperti manusia hanya expert di bidang yang paling banyak ditekuninya ), maka kita perlu menyimak beberapa sumber kredibel sebagai pembanding. Netizen yang asal baca hoax dan komentar2 dangkal di medsos serta situs2 ngaco, jangan sok tahu dan memaki orang yang justru expert. Lihat dulu background ilmu dan pengalamannya. Kapabel atau tidak untuk bicara hal tsb ? Bacanya juga jangan sepotong-potong ( jangan malas, ah ). Baca seluruh atau sebagian besar tulisannya untuk menangkap kedalaman, empati dan keutuhan pemikirannya. Kalau komen asal bunyi, orang lain jadi tahu kebodohan kamu. Miris, kan ? ( kalau masuk di akun saya, pasti saya buang ke kotak spam, supaya gak pernah nongol lagi semua komen dari si biang bad mood ).

AKSI SERU POLRI MELEBIHI FILM HOLLYWOOD. HEBRING.

12 menit adegan action seru berlangsung di Jl.MH.Thamrin. Lewat jam 10 pagi, Kamis, 14 Januari 2016. “Lebih keren dari film Hollywood”, kata warga Jakarta di salah satu gedung berjendela kaca.”Kita kayak nonton perang ‘live”. Suara2 tegang bercampur decak kagum menyertai rekaman video yang ditayangkan TV nasional ( MetroTV ) hasil bidikan para pengguna smartphone, hari itu juga. Terlihat seorang teroris meledakkan diri dekat pos polisi di layar TV yang dibagi 3 ( smartphone ). Kejadiannya memang unik. Sebelumnya, terdengar ledakan di SC ( kedai kopi AS ). Seorang pengunjung berkewarganegaraan Kanada tewas, juga seorang WNI. Pengunjung lain berhamburan ke luar bangunan.

Warga yang sedang beraktivitas di tepi jalan penasaran dan mencari tahu ke pos polisi terdekat ( ini seperti wisata bencana live, bukannya ngeri malah datang berkerumun ). Busyeeet. Hamburan pengunjung kafe yang panik dan warga Jakarta yang cari tahu itu disambut ledakan bom bunuh diri yang lebih besar lagi ( pakai tabung elpiji ). Kerumunan itu langsung kocar-kacir menjauh ( tapi tetap antusias mengamati kejadian dengan smartphone teracung ). Maklum, polisinya muda, ganteng, fashionable, berani mati, gesit beraksi, menembak, mengejar, melumpuhkan 7 teroris ISIS ( berusia 20-30 tahunan ) yang berupaya menyerang simbol2 AS, pemerintahan lokal ( polisi ) dan PBB ( cabangnya dekat Sarinah ). Seru. Cekrek, upload. Cekrek, upload ( .. menatap masa depan ) di media sosial masing2 sehingga kita ( dan polisi ) tahu tampang, baju dan persenjataan para teroris yang berulah pagi itu dalam hitungan menit.

Mobil polisi yang lewat untuk mengamankan demonstrasi di Monas ditembaki teroris sehingga para polisi di dalamnya berloncatan keluar mobil, ikut terlibat baku tembak dengan teroris. AKBP Untung Sangaji, pamen polair, yang sedang berada di sekitar situ, minum kopi dengan rekannya, dengan bermodalkan nekad ( sedikit peluru di pistolnya ) menghampiri dan berhasil menembak mati dua teroris. Hebat, ya. “Lebih baik mati dalam baku tembak, daripada diam lalu jatuh banyak korban ( dan ditonton banyak orang di gedung2 jalan protokol dekat Istana Negara itu ),” jelas Untung pada reporter TV yang meliput peristiwa teror tsb.

“Nyawa pun akan kami berikan,” kata Irjen Pol Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya yang member instruksi pada anak buahnya agar cepat menyudahi aksi teror tsb. Ya, harus cepat karena jika sampai jatuh banyak korban karena aksi yang sulit dan lama dihentikan ( misal, ada penyanderaan, permintaan aneh2 seperti di film2 perang & spionase ) maka nasibnya bisa seperti insiden Bom Bali yang lama, bertahun-tahun, baru pulih ekonominya. Ini Jakarta, ibukota negara kita, Bung. Harus sangat terkendali dan keren.

Helikopter polisi hilir mudik di angkasa, menyisir sebaran teroris dan massa saat clearing lokasi TKP. Lima teroris tewas, 2 tertangkap. Lima polisi terluka, 21 warga sipil terluka, 2 tewas. Jalan akan segera dibuka untuk umum pukul 3 sore. Cukup 4 jam saja membersihkan lokasi dari potensi bahaya selanjutnya jika ada. Olah TKP dilanjutkan besok di kafe & pos polisi. Warga Jakarta segera berkumpul meneriakkan yel2 “Kami Tidak Takut” pada teroris dan aksi2-nya. ‘Jakarta segera pulih setelah aksi pengeboman di Thamrin’, tertulis di media2 internasional. Tujuan teror memang bikin takut ( dan melemahkan ekonomi negara ). Teroris2 itu gagal jika begitu. Pastilah.

Kerja bagus polisi patut kita acungi jempol dalam kasus ini. Kekompakan warga Jakarta menyuarakan ‘tidak takut’, sigapnya netizen dan awak media menginformasikan peristiwa teror ini, dan penanganan cepat polisi menginspirasi warga Indonesia di seluruh tanah air ( dan mancanegara ). Membuat kita optimis, terorisme tak bisa menggoyahkan Indonesia.

RESEP MEMBENDUNG TERORISME DI INDONESIA

Antisipasi konkretnya : masyarakat sipil membantu Polri & TNI membendung gerakan radikalisme di Indonesia. Laporkan ke aparat, orang2 yang mengkafir-kafirkan orang lain dan mengatakan darah para ‘kafir’ itu halal ditumpahkan. Laporkan dan minta ke Keminfo, situs2 dan akun2 yang bernada kebencian terhadap umat agama lain ( juga Islam di luar kelompok mereka ) agar ditutup. Ada lebih 48.000 situs ISIS. Namun, ada lebih 50 juta pengguna Twitter, 72 juta pengguna Facebook, 89 % dari 400 juta pengguna Instagram, urutan ke-3 dari 30 juta pengguna WordPress di Indonesia yang bisa diedukasi untuk menangkal pengaruh ISIS & kelompok teror lainnya. Blokir situs teroris yang memaki, memfitnah, menjelek-jelekkan kaum muslim dan Indonesia. Beri pemahaman pada adik2 kita di internet yang me-retweet akun yang menyanjung ISIS, gerakan radikal, pelaku bom bunuh diri, cara membuat bom, mencapai khilafah dengan cara biadab, dsb, agar menghapusnya. Cyber war begins. ( we have to be the winner ).

Polri sudah minta kewenangannya diperluas pada presiden untuk mengantisipasi aksi teror berikutnya. Presiden bisa mengeluarkan perppu untuk mengganti UU Anti Terorisme yang bernuansa hukum pidana ( polisi baru bisa bertindak setelah kejahatan ‘sempurna’ terjadi ). Jadinya, operasi penegakan hukum, bukan operasi militer atau operasi intelijen. Telat. Padahal Densus sudah deg-degan dengan bertebarnya latihan bersenjata kelompok tak jelas di hutan2 Indonesia. Pulang perginya mantan napi terorisme ke Suriah. Maraknya baiat ke ISIS, Gafatar, dll yang dilakukan orang2 frustasi dan bodoh di Indonesia.

Dengan perppu ini ( atau UU Anti Terorisme yang bernuansa intelijen ), polisi bisa menangkap bibit2 teror sebelum meledak dan memakan korban. Pertahanan terbaik adalah penyerangan terus menerus. Tikus2 teror itu ditangkap lalu dibina di lapas khusus teroris. Terpisah jauh dari lapas2 lain, agar napi2 di sana tak banting setir menjadi teroris semua. Ali Imron, Nasir Abbas ( mantan anggota JI ) dan teroris lain yang tobat nasuha bisa dipekerjakan untuk mendeteksi dan membantu menyadarkan teroris2 yang baru ditangkap. Deradikalisasi dengan pelurusan ideologi jihad yang benar ( bersungguh-sungguh dalam kebenaran, cinta pada kemanusiaan ) dan life skills ( cari nafkah halal barokah ) perlu dioptimalkan pada napi terorisme.

Ekonomi adalah motif dasar para pelaku teror ( dari golongan ekonomi lemah. Hanya Dr.Azahari dari Malaysia, setahu saya, yang lumayan ekonominya. Ia frustasi istrinya lumpuh dan dikeluarkan dari kampus tempatnya mengajar. Ia mengatrol harga dirinya dengan mimpi khilafah & mengajari cara membuat bom ).
Jika perut lapar dan tagihan tak terbayar, tawaran ‘masuk surga’ dengan meninggalkan segepok uang untuk keluarga pun disambar orang tak bermasa depan ini. ( lebih 50 % tanah di Indonesia dikuasai 0,2 % orang kaya adalah bom waktu. ‘Bom’ ini sudah mulai meledak sekarang. Dan akan menenggelamkan Indonesia jika kita tak berupaya keras mengoreksi dan mendistribusikan secara adil ke seluruh rakyat Indonesia secepatnya ).

PANCASILA ITU SESUAI SYARIAH, TAHU..

Indonesia diformulasi oleh kaum ulama dengan ke-Tuhanan YME, dst ( Pancasila ). Sesuai syariah Islam. Jika kita belum mampu melaksanakan semuanya dengan baik, kita tak boleh merobohkannya. Kita harus sabar istiqomah mewujudkannya. Ideologi pendatang yang keras, egois, benar sendiri tak sesuai dengan kultur kita yang ramah, santun, gotong royong dan toleran. Wali Songo menyebarkan Islam di Indonesia yang semula menganut animisme, dinamisme, Hindu, Budha, Nasrani, menjadi negara muslim terbesar di dunia ( lebih 200 juta pemeluk Islam di Indonesia ) dengan kultur santun dan manusiawi. Mari pelajari Qur-an dan Hadis ( shahih ) secara utuh ( tak sepotong2, diambil enaknya doang ) dari ulama dan ahli tafsir yang kredibel ( Quraish Shihab, dll ). Tak ada jalan instan menuju khilafah. Sabar, sholat dan berbuat baiklah. Jika kita semua sudah menjadi muslim yang kaffah, maka Allah akan mewujudkan khilafah dengan caranya yang Maha Pengasih dan Bijaksana.

( program Bela Negara, diantaranya diarahkan untuk melindungi tanah dan hutan dari kapital asing yang merugikan warga adat, melindungi sumber air untuk kepentingan penduduk sekitarnya, membendung pengaruh radikal yang makar terhadap NKRI, melatih warga sipil untuk cadangan prajurit perang ).

Saya terkejut ketika baca aksi teror ISIS dan siapa ( donatur ) di belakangnya ? Al Qaeda, ISIS dan kelompok teror sejenis berpaham Salafi/ Wahabi. Pentolan Mujahideen-e-Khalq/ MEK yang kerap meneror Iran mendapat suaka di Barat. AS membiayai kelompok2 teror ini, termasuk Kurdithe Party for a Free Life ini Kurdistan ( PJAK ). Mereka terkait CIA. Turki dan Barat mendukung ISIS. Boko Haram ( kelompok teror di Afrika yang didirikan tahun 2002 ) bersumpah setia pada ISIS. Tahun 2005, Boko Haram menculik ratusan pelajar putri ( bagi Boko Haram, pendidikan ala Barat adalah haram ). Boko Haram sangat menguntungkan Israel karena negara2 Afrika lalu memborong senjata dan training militer dari ‘negara’ Zionis ini untuk melawan Boko Haram. Israel mendapat keuntungan material dari perang2 yang berkecamuk di Afrika. Dalam sidang PBB tahun 2014 untuk mendukung kemerdekaan Palestina, yang memilih abstain diantaranya, Nigeria dan Rwanda.

ISIS BERBAJU PUTIH DI ARAB SAUDI

Donatur dan backing Al Qaeda dan ISIS adalah rezim Saud ( penjaga Haramain ) di Arab Saudi yang kemarin menghukum mati 47 tersangka separatisme dan anti rezim Saud. Salah satunya, Syekh Nimr Baqir al-Nimr. Arab Saudi menembak, mematahkan tangan dan kaki, lalu memenggal Syekh Al Nimr ( jasadnya tidak dikembalikan ke keluarganya ). Keponakannya, Ali Mohammed al-Nimr ( 17 tahun ) divonis pancung, badannya akan disalib. Padahal Syekh Nimr hanya berdemo ( tak angkat senjata atau melakukan kekerasan ). Ia menuntut hak2 legal bagi warga Syiah di Saudi yang didiskriminasi dalam bidang pendidikan, pekerjaan, agama, jaminan hukum dan sektor lainnya.

Ikhwanul Muslimin ( IM ), tahun 2014, dicap organisasi teroris oleh Arab Saudi yang membantu dana, intelijen dan diplomatik dalam kudeta Mursi ( presiden Mesir ). Para petinggi IM dijatuhi hukuman mati. Hukuman terhadap kelompok2 seperti ini makin gencar sejak Kementerian Dalam Negeri dipimpin putra mahkota Muhammad bin Nayef yang digadang2 AS sebagai pemimpin masa depan. Rezim Saud terlibat dalam penghancuran Suriah dan Yaman.

Syiah termasuk Islam ( merujuk Deklarasi Amman yang ditandatangani lebih 500 ulama terkemuka di dunia ). Sunni juga. ISIS ? Sebagian mengkategorikan mereka muslim yang ideologi ( pemahaman jihad ) – nya salah.

Banyak kelompok jihad di Suriah. 20 November 2012, mereka mendeklarasikan Brigade Koalisi Pendukung Khilafah, beranggotakan Jabhah Al Nusrah ( JN ), Ahrar Al Sham, Kataeb, Liwaa al Tawhiid, dll. JN berafiliasi dengan Hizbut Tahrir ( HT ). Perancis mendukung FSA ( Free Syrian Army ). Fathi Yazid Attamimi yang aktif menggalang dana untuk Suriah adalah pendukung FSA. Ikhwanul Muslimin ( IM di Indonesia, partai PKS ) mendukung FSA yang bermarkas di Turki. Tokoh FSA, salah satunya Abu Sakkar yang memakan jantung mayat tentara Suriah dan divideokan. Akar ideologi IM & HT adalah wahabisme. HT ingin khilafah di Suriah dan menolak demokrasi. IM bergabung dalam koalisi bentukan Barat ( SNC ).

Abu Bakr al-Bahgdad membentuk pemerintahan Islam meliputi wilayah Suriah dan Irak ( ISIS ). Kelompok2 jihadis menggunakan modus serupa : mengkafirkan siapa pun kecuali kelompok mereka sendiri dan menghalalkan pembunuhan brutal pada rakyat sipil dengan dalih menegakkan khilafah dan syariah. Padahal, cuma rebutan dana sumbangan, jamaah dan kepemimpinan. Doktrin omong kosong dari ISIS ini memaksa tentara Suriah mendekati mereka head to head.

Sekarang, kelompok2 jihadis sudah saling mengkafirkan dan saling bantai. Di dunia maya, juga saling serang. ISIS membantai membantai JN yang berafiliasi dengan Al Qaeda. ISIS dan FSA saling berperang di Suriah, meski sama2 mengaku berjihad. FSA mengibarkan bendera Al Qaeda setelah memenggal 7 warga sipil. Tahun 2015, JN berterima kasih pada FSA setelah member misil anti-tank TOW buatan AS pada JN. JN mendapat logistic dan peralatan perang dari Israel. Korban luka dari JN diobati di Israel.

PERANG SURIAH UNTUK MENGHABISI UMAT MUSLIM EROPA

Dr.Taufiq Al Buthi memberitahu alasan ayahnya ( Syekh Al Buthi ) dibunuh dalam ledakan bom bunuh diri di masjid saat berkhutbah. Syekh al-Buthi menyingkap kebusukan di balik krisis perang Suriah. Wajah Islam akan dicoreng lewat sosok al-Buthi. Fitnah ditebar pihak luar, terutama Zionis yang ingin pertumpahan darah di Suriah sampai negeri pembela Palestina sejak Solahuddin ini hancur. Suriah akan dipecah belah secara sektarian dan sukuisme sampai menjadi negeri kecil2 yang saling bermusuhan. Sikap al-Buthi yang netral pada pemerintahan Bashar al-Assad membuat ia diserang habis-habisan oleh media TV di sana.

Target konflik di Suriah : menghancurkan Suriah, mencoreng wajah Islam di mata dunia sebagai agama yang menakutkan agar orang menjauh dari risalah ini dan menghabisi umat Islam di Eropa, AS, Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah, dsb yang datang ke Suriah. Faktanya , perang Suriah sekarang tak melibatkan sesama warga Suriah asli ( meski ingin disetting pihak luar begitu ). Gabungan jihadis dari berbagai negara yang rebutan dana sumbangan Arab Saudi, dll itulah yang mengobarkan perang di Suriah. AS, Barat, negara2 Teluk dan Arab serta Israel yang benci Iran ingin Suriah porak poranda karena selama ini sangat sulit ditaklukkan ( seperti halnya Iran, yang kompak dengan Suriah & Lebanon membela Palestina ).

Ribuan jihadis dari Eropa ( Perancis, Inggris, dll ) bersama istri dan anak mereka sengaja dibiarkan negaranya masuk Suriah dan mati di sana agar kaum muslim habis di negara2 tsb. Para jihadis merasa masuk surga dengan membela khilafah, padahal sejatinya masuk neraka dengan menyembelih Islam. Mereka tak mengerti hukum2 syariat Islam. Islam baru dilihat sebatas kulit permukaan saja. 80 % para jihadis tak tahu bahwa aksi teror di Suriah dimaksudkan Barat untuk propaganda negatif Islam.

ISRAEL & ISIS ARE FRIEND

ISIS tak pernah memerangi Israel, justru berperang dengan saudara sesama Islam. ISIS merusak fasilitas umum, memutuskan listrik, menghancurkan stasiun bahan bakar gas. Mereka menjual murah minyak mentah yang mereka rampas dari Suriah dan Irak. ISIS menggunakan warga sipil sebagai benteng hidup.

Suriah masih bertahan memasuki tahun ke-5 sejak diserang dari segala arah oleh orang2 bodoh dan para donaturnya. Oposisi di Damaskus berislah. Beberapa wilayah kembali ke pangkuan Suriah. Krisis ini akan berakhir dengan kemenangan Suriah. ISIS yang mulai terdesak di Suriah mencari medan perang di luar Suriah. Indonesia, menurut intelijen akan diserang lagi bulan Februari ini. Semoga Densus Polri, TNI lebih dulu mencokok mereka di tempat2 persembunyiannya sebelum bom meledak. Warga Jakarta yang mendeklarasikan ‘Kami Tidak Takut’, ternyata dibalas ‘Tidak Takut’ pula oleh jihadis lokal dan ISIS di situs2 mereka. Jasad pelaku Bom Thamrin yang terbujur kaku dipamerkan sebagai jihadis yang ‘masuk surga’. Berasa ya, capeknya berurusan dengan orang bego. Seperti gak ada ujungnya. Bisa ubanan.

Iran adalah negara dengan korban aksi teroris terbanyak di dunia ( lebih 17.180 orang ) sejak Revolusi Islam 1979, diantaranya ; Presiden Rajai, PM Bahonar, ketua MA Beheshti, Panglima Angkatan Bersenjata Shirazi. 98 warga Iran tewas akibat aksi teror Jundullah. Presiden Bush ( AS ) meluncurkan ‘operasi hitam’ untuk menggulingkan pemerintah Iran. Tangan kanan Ayatollah Khamenei kisut- tak bisa digerakkan terkena serpihan bom kelompok Furqan ketika berceramah di Masjid Abu Dzar, Teheran.

Setelah AS bercokol di Afganistan, sindikat narkotika internasional yang bersenjata lengkap makin giat menyelundupkan narkotik dari Afganistan dan Pakistan ke Eropa dan negara2 Teluk melalui Iran. Imperium bekerja sama dengan negara2 Teluk dan Arab yang kaya untuk propaganda anti-Iran dibantu para awam yang merasa berjihad dengan menyebar fitnah. Arab Saudi, Bahrain, Sudan cuma punya konsulat di Iran. Orang2 bayaran konsulat UAE kemarin yang menyerang konsulat Saudi di Iran. Semua demo mengkritisi kebijakan pemerintah di negara2 Arab dikambinghitamkan pada Iran.

Pemimpin Libya, Moamar Qaddafi, sebelum dibunuh, didiskreditkan media internasional terkait proyek minyak Imperium. NATO membombardir Libya habis-habisan, bukan melakukan humanitarian intervention. Qaddafi dicap sebagai rezim ‘thogut’ ( pemerintahan Jokowi juga dianggap ‘thoghut’ oleh sebagian ustad dan simpatisan ISIS ) yang dibenci rakyatnya sampai minta bantuan NATO. Indonesia juga sedang dicoba diadudomba dengan isu Sunni-Syiah. Berhati-hatilah. Banyak ustad di Indonesia yang mendukung ISIS. Menyeru perang, jihad, berbaiat pada entitas ‘pemerintahan’ asing adalah makar tingkat tinggi yang harus dihukum berat.

( Kitab UU Hukum Pidana Islam 1370 menyatakan moharebeh & perusakan di muka bumi ( seperti menggunakan senjata dengan tujuan menciptakan ketakutan atau menghilangkan kebebasan dan keamanan di tengah2 masyarakat ) sebagai salah satu kejahatan dengan hukuman pidana maksimal ( mati ).

PILIH MERDEKA ATAU MISKIN ?

Imperium leluasa menguasai kekayaan alam Indonesia dengan cara mengkerdilkan bangsa ini dengan kampanye hitam ( menjelek-jelekkan Indonesia ) dan mengadu domba ( mendanai konflik para ekstremis ) sampai cara pikir Barat dianggap yang terbaik ( contoh, kaum LGBT di Indonesia berkiblat ke Barat untuk membenarkan perilaku menyimpang mereka ). Pekan2 ini kita yang lurus dan menjunjung norma agama dan ketimuran mesti bersitegang dengan mereka yang merasa ‘sama’ dengan kita. Ekstra waktu, tenaga pikiran, emosi, dana terbuang di sini demi membendung gelombang kerusakan moral yang bisa mereka timbulkan pada generasi penerus bangsa. Imperium tetap tak tersentuh. Kekayaan alam kita terus mereka sedot tanpa sempat kita ‘ganggu’. Barang2 produksi Imperium ( seperti senjata, minyak, alat berat, makanan, dsb ) oleh ( sebagian ) kita terus beli karena ilusi ‘terbaik’ itu.

Entah semiskin apa rakyat Indonesia nanti. Barang lokal kurang laku, cadangan ( kekayaan alam ) menipis, pendapatan dari pajak tak mencapai target, realisasi dana APBN ternyata di bawah asumsi, dst. Sebagian orang kecil mulai menjual ginjal untuk menyambung hidup. Pemerintah mulai memberlakukan amnesti pajak, berharap koruptor2 yang kabur mau mengembalikan uang curiannya yang disimpan di bank2 asing ke Indonesia. Sudah ( banyak yang ) merasa sense of emergency di sini ? Ini karena Indonesia masih belum menghayati arti merdeka ( pasrah disetir kepentingan asing ).

Jokowi didukung kubu Neolib ( pengusaha asing, Bank Dunia, dll ). Jokowi termasuk borjuasi nasional, yaitu generasi baru pengusaha Indonesia yang bekerja keras, bersih ( tidak korup ) dan profesional. Kubu neolib ingin murni bisnis yang menguntungkan siapa saja yang bekerja keras dan punya uang, yaitu kelas borjuasi nasional dan perusahaan asing. Kapitalis rente ‘era feodal’ tak mereka sukai. Jokowi bukan neolib, bukan pula sosialis, sehingga kurang faith terhadap Nawacita yang diidamkan rakyat. Dia rentan ditarik ke kubu neolib yang saat ini ada di sekelilingnya, sehingga Jokowi harus terus dirangkul dan diingatkan oleh kita ( civil society ) untuk konsisten mewujudkan janji Nawacita-nya.

Kaum neolib memodali Reformasi 1998 untuk menggulingkan Soeharto, lalu mensponsori pembuatan berbagai UU di Indonesia untuk kenyamanan bisnis TNC/ MNC. Tujuannya, membawa keuntungan sebanyak-banyaknya dari bekerja keras & profesional di sini ke luar negeri. Sebodo amat nasib rakyat Indonesia.

Bagi Bank Dunia yang mensponsori KPK, yang penting bukan Indonesia bebas korupsi demi kesejahteraan rakyat Indonesia, tapi demi kenyamanan bisnis TNC/ MNC ( perusahaan transnasional/ multinasional ) yang beroperasi di Indonesia. Mereka benci kelompok kapitalis rente yang tumbuh subur sejak masa Orde Baru. Kapitalis rente ( PS, SN, MRC, dll ) memanfaatkan posisi untuk minta ‘jatah’. Kita sempat lihat perang terbuka antar geng ini ketika kasus ‘Papa Minta Saham’ ( pemalakan Freeport oleh kubu kapitalis rente ) mencuat di media kemarin.

Orang KADIN mengeluh Bank Indonesia tak mau memberi jaminan L/C sehingga perdagangan dengan Iran sulit dilakukan. Karena itu pula, Iran tak bisa beli kertas langsung dari Indonesia. Iran mau jual murah minyaknya ke Indonesia asal langsung ( tak lewat makelar/ Malaysia yang didukung Bank Malaysia ).

Ranking HDI Iran : 75. Indonesia : 108. Basis pembangunan manusia ( HDI ) adalah kesehatan & panjang umur, pengetahuan, kelayakan standar hidup. HDI Iran lebih baik dari Indonesia. Padahal, GDP ( nilai barang & jasa yang dihasilkan negara dalam setahun ) Indonesia jauh di atas Iran. Indonesia di rangking 18 negara terkaya di dunia ( dari GDP-nya ). Sayang, perusahaan2 yang banyak beroperasi di Indonesia adalah milik orang asing. Yang kaya bangsa asing, bukan rakyat Indonesia. Iran yang diembargo dan diserang habis-habisan oleh AS/ Barat & para sekutunya, ternyata rakyatnya lebih sejahtera dari kita.

Indonesia harus independen dan berani menolak tekanan asing. Contoh, ketika satelit AS mendeteksi transaksi minyak antara kapal Iran dengan kapal Pertamina, duit Pertamina di AS langsung dibekukan dan baru lepas setelah Indonesia tidak beli minyak Iran. Kita, next time, mesti tegak membela dan mendukung pemerintah ( termasuk berani hidup prihatin jika sampai diembargo AS cs ). Siap dengan scenario terburuk, jika ingin hidup sejahtera. Jangan cuma demo, menuntut ini itu, tapi tak berani berkorban. Jaga kedaulatan Indonesia dengan segala resikonya. Don’t crack under pressure. Stay cool, people..

PREDATOR LGBT TERSENYUM PUAS

Ini aneh, kata Edi Darmawan Salihin ( ayah Mirna ). Setelah Wayan Mirna Salihin ( 27 tahun ) tewas diracun di kedai kopi OC, kedai itu malah makin ramai didatangi pengunjung ( bukannya sepi , dihindari, kuatir kejadian terulang ). Blow up media memang kerap me-magnitude peristiwa sehingga pemirsa merasa terlibat secara emosi dan penasaran dengan ending-nya.

Darmawan dan JKW yang tak dikenal publik, mendadak ‘selebriti’ yang bersaing merebut simpati. JKW terlihat tenang dan fasih menjawab pertanyaan wartawan. Tak terlihat rasa sedih, kehilangan ‘sahabat’ cantiknya atau mengutuk pelaku pembunuhan. Sebaliknya, defensif, penuh penyangkalan, ketidakkonsistenan pernyataan dan … senyum puas. Janggal. Psycho banget, batin saya.

Di ILC ( 2/2/2016 ), intuisi saya mendapat penjelasan. Gerakan otot menuangkan 15 gram sianida ke kopi Vietnam untuk Mirna ditutupi ( manipulasi ) JKW dengan barikade tas2 kado menghalangi sorotan CCTV setelah kopi tiba, 48 menit sebelum Mirna sampai. JKW terlihat menggaruk tangannya yang gatal ( setelah menuang sianida ). Celananya yang dibilang robek ( padahal alat bukti kunci dengan jejak sianida gatal yang dilap dari tangan JKW ) dibuang pembantu atas suruhan JKW. Dianggap menghilangkan barang bukti ( & kemungkinan mengulangi perbuatannya ), JKW ditahan 20 hari, lalu diperpanjang 20 hari lagi, untuk penyidikan selanjutnya.

JKW bilang kado ditaruh sebelum kopi datang ( faktanya sesudah ). Bohong. Celana dibuang karena robek. Bohong. Saya bukan pelaku. Bohong. Dan bohong2 selanjutnya yang meluncur enteng dari mulutnya segampang kentut. Pembohong sekelas psikopat, lie detector pun lewat. Psikopat itu ahli manipulasi, master of disguise. Ia lakukan sejak balita untuk lepas dari hukuman. Kebayang sudah puluhan tahun ia menikmati kebohongannya, merasa di atas angin, merasa hebat bisa ngakali orang.

Psikopat/ predator selalu menempatkan diri di atas orang lain karena sensasi sukses membohongi orang lain ( jika orang bisa dibohongi, dalam pikiran si pembohong dialah yang pintar ). Jurnalis dan pemirsa dianggap orang2 bodoh berikutnya sehingga ia bisa tampil tenang dan sepede itu. Saking seringnya berbohong, psikopat sampai percaya dengan kebohongannya sendiri. Ia merasa tak bersalah jika bisa switch ke sisi kepribadiannya yang kedua. Escape bagi dunia kelamnya.

Kalau saya yang melihat relasi manusia dan setan dalam dinamik kebaikan versus kejahatan di dunia ini, istilahnya bukan kepribadian ganda, tapi psikopat telah menjadi media setan ( sepenuhnya ). Tipu muslihat itu dibisikkan setan yang telah mengalir di seluruh panca indera dan pembuluh darah psikopat. JKW ‘switch’ dan setan mengambil alih kontrol dirinya. Lie detector tak mempan mendeteksi kebohongan setan. Tipu daya setan sangat lemah pada orang taqwa. Psikopat yang amarahnya meluap-luap dan negative thinking adalah manusia lemah yang sangat disukai setan yang hidup dari energi negatif. Saya setuju ayah Mirna, hukuman mati bagi psikopat berinisial JKW. Psikopat tak bisa diperbaiki. Setan tak akan melepaskannya.

Jika jengkel, psikopat menyiksa. Jika dendam, psikopat membunuh. Apa motif JKW membunuh Mirna ? Ayah Mirna menyebut JKW lesbian karena pernah minta dicium Mirna di medsos. Namun, JKW malah ditinggal kawin Mirna ( kawin dengan lelaki ). Hani, teman JKW, juga kini merapat ke Mirna. Dua kehilangan sangat besar yang tak tertanggungkan bagi seorang lesbi ( yang status menyimpang dan tak diterimanya di masyarakat selama ini sudah membuatnya sangat tertekan lalu membuatnya hiperbol melihat ‘ketidakadilan’ terhadap dirinya. Perhatikan cara orang2 LGBT bicara dan berpikir : over sensitif, bias, sempit dan lebai ). Sehingga 1 mg sianida yang bisa membunuh satu orang dalam 3 hari dirasa kurang untuk ‘pengkhianat besar’ seperti Mirna. So, 15 gram sianida yang bisa membunuh orang satu kampung ( lebih 25 orang ) baru bisa membuat JKW puas. Psikopat sangat menikmati sensasi kesakitan korban yang mati perlahan di tangannya. Ini menjelaskan kenapa 15 mg sianida untuk target sangat penting ( bantahan untuk analisa RIA, seorang psikolog forensik ). Mirna adalah target terpenting bagi pelaku (JKW ) yang ingin menikmati kematian sang pengkhianat cinta ( menggelepar sekarat ) di sampingnya. JKW ‘menang’ ( di atas korban seperti yang sudah2 ). Game over.

Apa benar JKW menang ? Tidak. Kali ini tindakan keji dan senyum puasnya harus berakhir di penjara. Syukur2, sampai dihukum mati, agar cepat dikubur dan dipaksa minum racun sianida 15 gram berulang-ulang oleh malaikat kubur sampai tiba masa masuk neraka. JKW tamat riwayatnya.

BERSEMBUNYILAH LGBT. KEMBALI KE KITAB SUCI.

Proses LGBT diawali dengan ketidakjelasan identitas gender sejak usia 3-4 tahun. Islam memberitahu, jika punya 2 kelamin, pilih kelamin yang masih jelas dan berfungsi baik sebagai identitas kelamin. Pangkas kelamin yang tak diperlukan, lalu konsisten dengan ciri kelamin yang dipertahankan sesuai norma agama, hukum dan susila yang berlaku di Indonesia. Orang tua terutama ayah, berperan penting dalam pembentukan identitas kelamin anak. Jika ayah cenderung menolak ( apalagi anak juga ditolak pacar ) maka anak cenderung dendam dan tumbuh sebagai pribadi dengan perilaku menyimpang. Jika masuk setengah ke ‘konseling’ kaum LGBT yang merasa penyimpangan ( gangguan kejiwaan ) itu normal, maka si anak keluar jadi satu ( LGBT ). Situasi dan lingkungan ( belajar sosial, peniruan ) yang salah bisa merubah tabiat seseorang, dari lurus jadi menyimpang ( contoh, homoseksual situasional, pedofilia fakultatif )

Kasus SJ adalah contoh homoseksual situasional. Artis dangdut yang semula heteroseksual berubah homoseksual setelah ditinggal cerai & mati 2 istrinya. Lingkungan yang permisif terhadap perilaku LGBT membuatnya bereksperimen/ beralih. DS, remaja 17 tahun, pun diembatnya. SJ harus dipidana, karena DS sudah tercabik ketenangan dan masa depannya. Sekaligus, peringatan bagi para LGBT agar tak mengekspos diri. JW dan SJ adalah contoh predator karena promosi LGBT. Perilaku setan selalu meminta korban. Kita tak ingin Indonesia ditenggelamkan Allah seperti Atlantis, atau dimusnahkan seperti kaum Luth, Sodom & Gomorah, warga kota Pompeii, karena kita membiarkan kaum LGBT merajalela. Allah tidak memusnahkan wilayah selama masih banyak orang baik berpegang teguh pada ajaran-Nya di situ. Kita diam saja ? Habislah kita dan seluruh keturunan. Sunatullah.

Pengelola frekuensi terbatas yang dilindungi negara ( TV & radio ) dalam isi siarannya wajib mencerdaskan bangsa dan menjunjung tinggi jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa ( UU Penyiaran ). Pria yang berpenampilan dan berperilaku kewanita-wanitaan dilarang tampil. Promosi LGBT yang menyatakan orientasi seksual mereka normal, biasa dan pilihan mestinya dihukum. LGBT mestinya konsultasi ke psikiater & psikolog serta kembali ke kitab suci sebagai pedoman utama hidup dan berperilaku. Dalam sejarah, Allah sudah memusnahkan kaum Sodom & Gomorah. Kebodohan jangan terulang kembali.

Saya yang ditolak bapak dan dikhianati doi, tak lantas frustasi, apalagi sampai jadi LGBT, karena menjadikan Qur’an kitab suci saya ( bukan buku saku LGBT ). Single happy is much better ( tiap bangun pagi leluasa melakukan apa yang disukai & pergi ke mana pun, tanpa perlu izin & laporan pada pasangan. Ada banyak kegembiraan pada hal2 sederhana. So, relaxing ). 20 negara, termasuk AS melegalkan perkawinan sejenis. Namun, 87 negara menolaknya. Indonesia yang berkeTuhanan Yang Maha Esa menolak promosi LGBT & perkawinan sejenis. Jadi, kaum LGBT mesti tahu diri. Jangan mengumbar diri dengan bermesum di tempat umum, kalau tak ingin didiskriminasi dan mengalami kekerasan ( psikis, fisik ). Kalian bersembunyilah, syukur2 tobat & berobat. Hidup ini ujian, ibadah, pengendalian diri. Bukan foya-foya bebas mengumbar syahwat. Kalau Allah saja sudah mengutuk perilaku hubungan sejenis & sodomi, maka sistem pengazaban-Nya juga dilaksanakan para malaikat, tanpa bisa dihalau manusia atau para LGBT. Jika hakim AS bilang LGBT jangan diinvasi hati dan pikirannya, maka kaum LGBT pun jangan memprovokasi ( promosi, kampanye, over acting ) pada kaum lurus ( heteroseksual ), kata JK. Saya dukung Ridwan Kamil menolak ( promosi ) LGBT di Kota Bandung.

AHOK TETAP DI JAKARTA. EMIL TETAP DI BANDUNG, YA..

Ridwan Kamil diundang partai Gerindra untuk meramaikan bursa calon gubernur DKI Jakarta, bersaing dengan Ahok. Kang Emil bilang, pikir2 dulu dan baru akan memberi jawabannya pada bulan Maret 2016. Banyak warga dan akademisi Bandung ingin walikota muda ini menyelesaikan masa jabatannya dulu di Bandung. Saya setuju, supaya tuntas program yang dikampanyekan. Terlihat ‘wujud’ nya, seperti apa satu periode masa jabatannya sebagai walikota Bandung ( sehingga bisa jadi ‘CV’ untuk posisi kepemimpinan yang lebih tinggi ). Jokowi dulu juga kelar satu periode masa jabatan walikota Solo. Lalu, terpilih kembali. Tak sampai habis, sudah ditarik jadi gubernur Jakarta. Tak habis lagi, baru ditarik sebagai presiden RI. Emil yang berilmu arsitektur dan perancangan kota ( urban design ) sangat dibutuhkan Kota Bandung yang selama ini tata kotanya semrawut disebabkan para birokratnya awam ilmu tsb. Betapa kalangan perguruan tinggi dan LSM pemerhati selama ini sering tak nyambung dengan pemkot soal penataan kota Bandung dan cagar budayanya. So, Emil is so precious in these issues. Stay with us, please..

Ahok, yang Tionghoa dan Nasrani memang unik. Berkaca pada Afganistan yang hancur lebur karena hubungan antar etnis dan agamanya kurang harmonis, kita butuh figur seperti Ahok yang gigih, kompeten, peduli wong cilik, tegas pada korupsi dan cinta Indonesia, untuk menginspirasi kaum Tionghoa lainnya ( lebih keren berguna dan dihargai rakyat daripada kaya gemerlap dan dicemburui rakyat ). Bahwa jika 10 juta etnis nonpri yang menguasai 70 % ekonomi Indonesia bisa seperti Ahok ( memihak rakyat dan tegas pada pelanggaran ) akan member kontribusi lebih positif pada wajah Indonesia. Setahu saya, Islam menghendaki pemimpin tertinggi sebuah negara muslim adalah pria muslim ( jika tak ada yang amanah & kompeten, barulah wanita memimpin ). Jadi, Ahok boleh menjadi gubernur Jakarta ( lagi ). Dengan banyak ekspos terhadap gubernur ( galak nan lucu ) ini di episentrum media tanah air, kita berharap, WNI dari etnis Tionghoa mau mengabdi untuk kemajuan Indonesia. Semoga Ahok bisa memimpin warga dan birokrat ibukota Indonesia ini mewujudkan Jakarta yang lebih baik ( tidak macet, banjir, kumuh, kriminal & korupsi ).

Buat PDIP, GBHN atau yang serupa itu sudah ada di UU Sistim Pembangunan Nasional ( kata Mahfud MD ). Saya menyayangkan upaya revisi UU KPK yang digagas PDIP ( lalu Sidang Paripurna DPR memutuskan menunda ). Kelihatannya, PDIP setelah dikatrol kemenangannya oleh sosok Jokowi, diserbu kadernya yang kurang berkualitas. Beriak begitu ada politikusnya ( DWP dari PDIP ) tertangkap tangan KPK menerima uang haram. ( Demokrat yang kadernya lebih banyak masuk bui KPK tak sampai merevisi, bahkan di sidang kemarin termasuk yang gigih menolak revisi UU KPK ). Kecenderungan lansia yang suka dipuji ( dan pundung jika dikritik ) bisa menjadi ancaman bagi reputasi Megawati. Orang2 lurus dan matang yang masih tersisa di PDIP harus berani mengantisipasi dan bertindak cepat jika tak ingin PDIP pudar pamornya. PDIP perlahan akan ditinggalkan konstituen-nya jika kerap mengambil keputusan yang bertentangan dengan kehendak rakyat ( komisioner KPK, akademisi, ICW, LSM, media, sebagian besar rakyat termasuk saya, sudah keras menolak revisi UU KPK ). Siapa sih yang kalian dengar ? ( ini negara bukan milik kalian saja, meski lagi jadi ruling party ).

Jalan masih panjang berliku. Semoga nafas kita masih cukup untuk membereskan seluruh persoalan bangsa sampai pada kejayaannya. Tetap semangat !

Written by Savitri

26 Februari 2016 at 10:16