Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Archive for the ‘Masjid & rahmat Islam’ Category

PSSI, Reklamasi, On Shore, Perompak, Deparpolisasi, OKI, Sadiman & Bullying. Negara Hadir, Air Mata pun Menetes.

leave a comment »

1

Hutan terbakar, langganan di negeri ini. Dikutuk korban dalam negeri. Diolok warga negara tetangga. Tapi pembuka lahan bermuka badak. Tak tahu malu, terus melakukan kebodohan yang sama : membakar hutan. Bukit gosong mestinya dihijaukan kembali sampai rimbun, sehingga mata air berlimpah untuk menyuplai air di desa dan sungai di kota ( air baku PDAM ). Musim hujan, jadi tidak banjir dan longsor. Musim kemarau, tidak kekeringan dan gagal panen. Aneka penyakit menjauh. Seorang Sadiman mampu menghijaukan satu bukit gosong dengan ketekunannya. Mestinya, satu komunitas ( juga perusahaan air minum ) mampu menghijaukan satu gunung gosong atau lebih. Seberapa Indonesia-kah anda untuk tergerak mengambil tanggung jawab ini ?

Mikirke negoro ( memikirkan negara ). Presiden, wapres, para menteri dan kepala daerah melakukannya tiap hari. Pemimpin redaksi media nasional, host ( pembawa acara talkshow politik ), narasumber Primetime News juga. Saya, para pemirsa Primetime News, pembaca kritis media cetak/on line bermutu juga. Hari demi hari kita mengikuti perkembangan negeri tercinta, Indonesia. Selalu berkelebat di benak kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi aneka problema yang menderanya agar rumah besar kita ini jaya dan berdaulat penuh ?

Saya pernah ditertawakan keluarga dan konsumen tentang keranjingan yang satu ini. Si Imut mikirke negoro ( saya terlahir dari ibu Sunda dan ayah Jawa ). Apa bisa ? Lho ? Saya nulis ‘Astaghfirullah’ di kertas saja, Allah tahu kok ( lalu kakak sulung saya tak jadi terjun dari atas gedung rumah sakit. Tak jadi pulang ( wafat ). He’s alive ). Apalagi berlembar-lembar begini ( draft GP & C pernah sampai 10 halaman A4 ). Banyak yang terjadi di Kota Bandung dan Indonesia yang match dengan analisa dan solusi saya sejak blogging tahun 2009 ( wah, ge-er ). Setelah 7 tahun, traffic blog GP & C sudah lebih 1.128.000. Meski saya posting 1-2 bulan sekali. Tidak tiap hari. Pembaca terbanyak dari Indonesia, Amerika lalu Indonesia ( kata wordpress ). Alhamdulillah.

Pastinya, Allah yang membuat tulisan saya dibaca orang. Jangan pikir apa yang bisa negara berikan padamu. Tapi pikir apa yang bisa kita berikan untuk negara. Karena Allah membaca tulisan saya dan mentenagainya sehingga berdampak, saya memutuskan kegiatan menulis blog ini sebagai medan juang saya berkontribusi untuk negara. Setiap manusia diberi ‘bongkahan emas’ oleh-Nya. Segera temukan life skills anda, lalu putuskan jalan pengabdian anda pada Allah dan negara.

Presiden tak bisa mengatasi segunung masalah Indonesia sendirian. Jokowi sudah berjibaku dengan mengalah mau ditempatkan di puncak kerumitan ini ( yang ancamannya dunia akhirat kalau gagal ) demi baktinya pada negara. Kita semua tahu kapasitasnya. Kita juga tahu pilihan yang ada saat itu. Mari kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Memberitahu dengan santun jika ia bisa saja keliru. Menyemangati dengan simpatik jika presiden diintimidasi pemimpin mancanegara. Mengapresiasi dengan positif jika pemerintahannya berhasil mewujudkan tahap demi tahap janjinya pada rakyat ( Trisakti & Nawacita ). Itu semua menjadikan kita : orang biasa dengan kepedulian luar biasa. Warga negara Indonesia yang negarawan ( ciee.. ). Kita sayang pada pemimpin kita dan melakukan yang terbaik untuk memajukan negeri kita. Shall we ?

MATAHARI VS BINTANG DI KABINET KERJA. PRESIDEN TETAP NOMOR SATU.

“Saya berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membangun kilang LNG ( gas alam cair ) secara on shore ( di darat )”, kata Gubernur Maluku ( Primetime News- MetroTV, 24/3/2016 ). Warga Maluku di selatan dan tenggara yang selama ini miskin bisa sejahtera dengan kilang ( plus pabrik pupuk kimia, dsb ) yang dibangun investor, dioperasikan bersama, diawasi dengan oleh pemerintah, dengan menyerap sebanyak mungkin tenaga lokal yang sudah di upgrade di Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( kemenakertrans ).

Ini dia Nawacita. Kepentingan rakyat Indonesia dikedepankan. Memang seharusnya, seluruh investasi ( asing ) tetap dalam kendali pemerintah Indonesia. Kita berdaulat pada sumber daya alam kita. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menko Maritim & Sumber Daya dan Menteri ESDM sempat berdebat panas soal on shore versus off shore ( kilang lepas pantai ) sebelum keputusan on shore diambil presiden. Begitu sengit dan lamanya debat di ruang kabinet yang meluber ke ruang publik ini lalu banyak pengamat mengeritik : ini presiden kok sulit menertibkan keduanya ? RR bahkan pernah menantang debat JK yang disebutnya matahari kembar. Saya pikir, sikap ini kurang wise. Oke, kali ini RR benar soal on shore. Tapi, sebaiknya kita tetap mawas diri dan rendah hati dengan setiap pencapaian kita. Manusia tak luput dari kesalahan. Tahun 2014, kita memilih JW-JK salah satunya karena faktor JK yang kualitasnya setara presiden. Ringkasnya, republik ini masih berjalan tegak dengan komando seorang JK. Pengalaman adalah andalan orang2 bijak. So, listen to this old man.

Menteri adalah pembantu presiden. Sedikit bicara, banyak kerja. Patuh dan berada di belakang presiden. Jika sulit diatur oleh JW & JK, apalagi sampai meredupkan pamor presiden, jangan ragu untuk mengeluarkan menteri ‘bintang’ ini dari kabinet, segera. Karena wibawa presiden ( ketertiban negara ) lebih penting dari soal on shore ( kesejahteraan provinsi ). Kepada RR, selamat menjadi garda anti neolib di kabinet, but next time, lakukan dengan sunyi dan humble ( sedapat mungkin diskusi intelek di dalam kabinet, tak sampai gaduh, membingungkan dan mencengangkan publik ). Good job all of you..

PRESIDEN JANGAN DI-BULLY. DIKRITIK DENGAN SANTUN, SILAKAN.

“Kalau saya boleh di-bully, kenapa dia tidak ?”, kata Megawati ( Kick Andy Show, MetroTV, 22/4/2016 ).”Indonesia ( tahun 1998-2004 ) sedang dalam krisis dan sudah dibanjiri retorika politik. Sayangnya, Mbak Mega bertindak seolah-olah dia adalah presiden dalam negara dengan keadaan normal. Dia melakukan segala sesuatu dengan sikap ‘business as usual’. Dengan asumsi ‘doing business as usual’ itu saja, dia masih di bawah standar,” kata Cak Nur ( wawancara Tomi Lebang & Arif Zulkifli dari Tempo dengan Nurcholish Madjid di Universitas Paramadina menjelang pemilu 2004 ).

Pada masa pemerintahan MS yang sarat ketidakpastian karena sikapnya yang lembek pada orang2 yang mensponsori perjudian, pelacuran atau bisnis ilegal ( berdampak menggejalanya sikap2 melanggar hukum, lawless ), maka wajar jika banyak kritik yang dilontarkan kepadanya. Namun, pers sebagai pilar demokrasi yang ke-4 sering dikeluhkan tak mendukungnya. Sikap lemah memang bukan kejahatan. Tapi jika kelemahan itu menyebabkan kepemimpinannya tidak efektif, maka kita kritik saja terus, untuk memberitahu ( menyadarkannya ).

Bayangkan, jika sekelas begawan saja sudah seperti itu mengkritiknya, apalagi kelas jelata yang baru dibuka berangus mulutnya tahun 1998 ( kejatuhan rezim Soeharto ). Mungkin ini ‘bully’ yang dimaksud MS. ( kita memang gregetan dengan sikap diam dan lambannya saat itu kan ? Aset negara juga banyak dijual pada masanya ). Seperti senior yang kesal dulu ‘diplonco’, maka MS pun mempertanyakan, kenapa dia ( Jokowi ? ) tak boleh di-bully ? ( dikritik/ direndahkan )

Rakyat seperti saya, jika mengeritik presiden, berusaha dalam batas2 menjaga wibawa presiden ( wibawa presiden adalah ketertiban negara ). Seorang ibu ( janda, ketua partai ) yang meminta anaknya ( kader partai ) memimpin rumah ( negara ), bijaknya adalah memberi kepercayaan penuh pada sang anak untuk memimpin. Tidak mendikte. Tidak membeberkan kekurangan atau kekeliruannya pada anak-anaknya yang lain, yang bisa membuat mereka tidak respek atau tidak patuh lagi pada kakak tertua. Jika wibawa pemimpin lenyap, rakyat yang dipimpin akan bertindak sendiri, kacau balau. Anda yang punya adik/ anak buah tentu tahu rasanya ditelikung ortu/ bos seperti ini. Ketertiban rumah atau tempat kerja akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipertahankan lagi.

Orang bijak dan tahu etika akan bicara 4 mata tentang kekurangan/ kesalahan anak ( pemimpin ) yang telah dia pilih ( apalagi jika si anak juga dimintai tolong untuk meningkatkan perolehan suara partai ) dengan bahasa santun dan lembut. Rasa terima kasih karena si anak telah sudi menerima penunjukan ( tanggung jawab maha berat ) diwujudkan ortu dalam penghargaan manusiawi seperti itu. Bukan cuma menyelamatkan muka sendiri dengan dalih tanggung jawab partai untuk mengawasi kinerja petugas partainya ( sampai perlu ekspos besar di media ).

PARTAI, PILIH DIPERBAIKI ATAU DEPARPOLISASI ?

Setahu saya, partai ada di publik space ( di ruang publik/diawasi publik ). Politik adalah cara untuk membagi sumber daya yang ada di suatu negara secara adil untuk segenap rakyatnya. Jadi, seharusnya, orang2 terdidik yang sudah selesai dengan dirinya, yang menjadi anggota partai, yang suatu saat nanti berada di posisi decision maker ( pengambil keputusan, memegang kekuasaan ) sebagai kepala daerah, menteri, pemimpin nasional/ presiden, juga anggota parlemen. Bukan preman, tukang becak, dsb, yang masih risau dengan urusan perut. Skill life itu perlu proses panjang, biaya besar dan tekad kuat. Apalagi bekal politik sekelas negarawan. Tak cukup dengan sekolah partai.

Saya kuatir MS masih dalam taraf senang dihormati dengan bersedia menerima kader karbitan bak sinterklas. Tentu saja mereka senang ‘dientaskan’ semudah itu dan akan sangat menghormatinya. Saya belum melihat kemampuan MS untuk melihat persoalan secara menyeluruh ( terkait tindakan impulsif yang menyenangkan hatinya dengan terpuruknya citra parlemen yang diisi orang2 partai tak bermutu ). Berpikir jangka pendek bisa ‘menolong’ sebagian kecil orang PMKS ( penyandang masalah kesejahteraan sosial ). Tak berpikir jangka panjang hal itu bisa merugikan lebih banyak orang/ rakyat karena ( anggota parpol minta jatah fee dari anggaran/ kontraktor menurunkan standar spesifikasi menyebabkan ) jembatan ambrol, jalan cepat rusak, sekolah runtuh dsb, buah rekrutmen suka2-nya itu.

MS menanggapi santai soal partainya yang termasuk juara korupsi. Cenderung menyalahkan faktor eksternal : kenapa terjadi korupsi ( seperti, banyaknya meja instansi yang harus dilalui dengan uang ). Padahal, ada partai lain yang bisa minim kasus korupsinya karena rekrutmen, kaderisasi, promosi yang selektif dan berkualitas ( no money politic, mahar/ setoran ). Watak preman yang suka memalak takkan bisa diubah jika suatu saat nanti dihadapkan oleh syahwat dan kesempatan. Ini soal pengendalian diri yang nadir pada kebanyakan mereka. Makanya preman tak malu memalak. Terbiasa dapat uang dengan cara instan ). Boro2 mikirke negoro ( otaknya gak nyampe ).

PARPOL BURUK, INDONESIA TERPURUK. SADARLAH.

Keterpurukan Indonesia selama ini disebabkan sebagian besar oleh buruknya kualitas parpol. Apakah anda merasa janggal, ketika mantan ketua DPR yang tertangkap basah jadi makelar mafia migas masih bisa jadi ketua fraksi ( digaji lebih Rp 60 juta per bulan ) bahkan calon ketua parpol ? Apa anda merasa aneh, 7 parpol yang katanya membela kepentingan rakyat, tapi ramai2 ingin melemahkan KPK ( revisi UU KPK dengan mempreteli kewenangannya yang signifikan memberantas korupsi ) dan membujuk partai Nasdem ( menolak revisi ) ikut mereka ? Kalau parpol2 itu ( termasuk PDIP ) tak merasa ada yang genting ( salah ) di parlemen, bagaimana mereka secara sadar tergerak memperbaikinya dari hulunya ( internal partai )?

Merawat partai butuh dana antara Rp 150 – 250 miliar per tahun. Ini salah satu penyebab terjadinya korupsi di kalangan anggota partai ( wajib setor/ mahar ke partai ). Lalu muncul wacana dana parpol dari negara atau publik. Saya pikir, parpol yang transparan dan akuntable dalam proses rekrutmen, kaderisasi, kontestasi, sampai jadwal dan kriteria seleksi kader dipublikasikan di internet ( bisa diakses/ diikuti publik ), pantas jika parpol tsb diberi insentif berupa dana bantuan parpol ( tambahan sampai 30 % biaya operasional parpol ). Yang masih semau gue dan korup, ya tetap Rp 108,- per suara, atau tak diberi dana sama sekali. ICW mengusulkan Bawaslu yang mengawasi proses demokrasi sehat di parpol selektif tsb. Kita ( civil society ) juga bisa ikut mengawasinya jika semua kegiatan dan keuangan di parpol sudah transparan dan dipublikasikan di internet sehingga memenuhi syarat untuk diberi dana parpol 30 %. Apalagi media TV selama ini cukup rajin menayangkan proses kontestasi parpol ( besar ). Tinggal proses rekrumen, dst, yang belum banyak terekspos ke publik. Bagaimana kader2 korup itu bisa terjaring parpol ?  Semoga, selanjutnya suara rakyat lebih didengar parpol. Bukan lagi suara konglomerasi yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar di parpol. Uang rakyat tak lagi dikorupsi oleh anggota parpol. Siip, kan ?

Partai juga cukup sampai tingkat kota/ kabupaten saja karena penggunaan media sosial yang efektif sekarang ini bisa memangkas dana parpol untuk sosialisasi, dsb ( kantor parpol tak perlu sampai ranting2 atau desa2 ). Hemat dan efesien. Kita rindu parlemen terpercaya kan ? Perbaiki kualitas parpol, atau .. deparpolisasi. Pilih jalur independen saja, selama parpol ogah memperbaiki diri ( dan terus menggerogoti kepercayaaan dan uang rakyat ). Setuju ?

FH VS PKS . KERAS VS SANTUN. HUMBLE, please…

Fungsi parpol menyerap aspirasi rakyat banyak diabaikan banyak parpol dewasa ini. Anda merasa tertipu ketika nyoblos partai P, setelah mereka besar, partai itu ternyata bertindak sendiri. Tak mendengarkan kita lagi. Suara rakyat tak penting lagi. Di parlemen, mereka banyak menuntut, tanpa miskin produktivitas. Mantan ketua dewan sebrengsek itu pun masih banyak pembelanya. FH, salah satunya, kena batunya dengan dipecat dari semua jenjang keanggotaannya di PKS. Over acting dan kebanyakan omong emang bikin sebal. Integritas saja tak cukup. Humble ( rendah hati ) pun penting agar lebih banyak like daripada yang dislike. Pernyataan FH yang kerap keras, konyol dan menggurui tak cocok dengan citra PKS yang santun dan simpatik. Kita lihat ending FH vs PKS. Semoga FH memetik hikmah dari kasus ini.

DUA MATA DI SENAYAN. DPD DIPERKUAT DENGAN MEMUTUSKAN.

DPD yang dibilang anak tiri Senayan ternyata bergaji lebih besar dari anggota DPR. Lebih Rp 70 juta per bulan. Lebih Rp 1 triliun per tahun untuk semua anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Namun, sumbangsihnya dipertanyakan. Tugas DPD : mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR , ikut membahas RUU, memberikan pertimbangan kepada DPR, melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti, menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK.

Bidang terkait yang mereka urus : Otonomi daerah, Hubungan pusat dan daerah, Pembentukan dan pemekaran, serta penggabungan daerah, Pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi lainnya, Perimbangan keuangan pusat dan daerah, Pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Pajak, pendidikan, dan agama ( sumber : http://www.dpd.go.id/subhalaman-fungsi-tugas–wewenang ).

Jika DPD soft, ia cenderung bertengkar di dalam. Jika DPD over strong, ia akan gaduh ke luar, bersaing dengan kakaknya ( DPR ). Runyam, ya. Kita tahu problem daerah dan otonominya sangat banyak dan kompleks. DPD bisa diperkuat dengan menambah fungsi memutuskan. Dua mata di Senayan lebih baik dari satu mata. Kita lihat saat pemilihan ketua MPR lalu yang bisa diterima semua pihak ( KMP & KIH ) karena posisi tawar DPD. Mari kita tunggu perbaikan kinerja DPD setelah perkuatan ini.

SOLUSI DUA NEGARA. BARU SATU NEGARA. LHO ?

KTT Organisasi Konferensi Islam ( OKI ), 7 Maret 2016 berjudul “Jakarta untuk Palestina’. Hasilnya : 23 butir dalam Deklarasi Jakarta, diantaranya :

  • mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.
  • mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  • pembentukan “Al Quds and Al Aqsha Funds” (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina. Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.
  • aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.
  • mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintas agama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina.

KTT-LB OKI dihadiri 605 anggota delegasi dari 55 negara, termasuk 49 negara anggota OKI, dua negara peninjau, lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, dua negara kuartet, dan dua organisasi internasional (PBB dan Uni Eropa). ( Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/03/08/115751846/boikot-produk-israel-dan-23-butir-deklarasi-ktt-oki-di-jakarta )

Bulan berikutnya, KTT OKI rencananya akan dihelat di Turki. Iran ingin solusi satu negara untuk wilayah Palestina. Yang lain, memilih realistis dengan solusi dua negara. Kita menghadapi resistensi dalam komunitas Islam sendiri. Sementara korban rakyat Palestina terus berjatuhan dari hari ke hari. Mungkinkah, kita ( negeri2 muslim ini ) sepakat untuk dua negara dulu sesuai batas2 yang ditentukan PBB dulu ( 1947 ), karena lebih banyak pendukungnya. Nanti, jika Imam Mahdi dan Nabi Isa datang ke dunia, baru mewujudkan kondisi yang tercantum di QS : Al Isra itu dengan kepemimpinan mereka yang mumpuni. Wallahu’alam.

MENPORA, PSSI DAN ASIAN GAMES 2018.

LNM (‘ ketua’ PSSI ) sempat kabur ke Singapura ketika akan diperiksa sebagai tersangka koruptor dana hibah KADIN yang telah menguntungkannya lebih Rp 1 miliar tsb. Indonesia di ujung tanduk dalam statusnya sebagai calon tuan rumah perhelatan olahraga Asian Games yang sudah dirindukannya puluhan tahun. Pemain bola antara mati segan hidup tak mau dengan terbatasnya kompetisi sepakbola yang digelar sejak ‘pembekuan’ PSSI. Memang rumit mengatur organisasi yang sudah puluhan tahun miskin prestasi dan sarat korupsi. Kankernya sudah stadium berat. Tapi menghadapi mereka dengan tangan besi juga tidak bijaksana.

Agum Gumelar yang dipilih menjadi ketua transisi, saya pikir, cukup kredibel untuk didengar pendapat dan sarannya. Tim dari Kemenpora bisa berbesar hati untuk duduk bersama berdiskusi dengan open mind mencari solusi terbaik untuk mereformasi PSSI dan memperbaiki citra serta prestasi persepakbolaan Indonesia. Waktu terus berputar. Menpora Imam Nahrawi harus gerak cepat dan berani bertindak. Ambil keputusan untuk mencabut ‘pembekuan’ PSSI dengan syarat & ketentuan berlaku, serta awasi jalannya reformasi. Agar Indonesia masih sempat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games, dengan sepak bola sebagai primadonanya. Terlalu banyak yang dipertaruhkan jika kedua belah pihak terus berkeras hati. Rakyat Indonesia yang paling dirugikan.

( setahu saya, dari diskusi ILC beberapa waktu lalu, berdasarkan surat yang dikirim pada saat pemilihan ketua PSSI yang baru ( tertanggal 17 April 2015 ), adalah Djohar Arifin Husin yang dibekukan. Artinya kepemimpinan Djohar yang harus diajak bicara ketika ‘pencabutan pembekuan’ tsb. Orang2nya lebih kooperatif diajak bicara ketimbang LNM yang baru mau diperiksa saja sudah kabur ).

Saya nonton acara ‘Mata Najwa’ yang membongkar kebobrokan PSSI dan carut marut sepak bola gajah. Betapa prihatin dan gamangnya wajah Menpora ketika mayoritas audiens menuntut pembekuan bahkan pembubaran PSSI dengan geram di depan beliau. Tapi seperti juga FIFA lalu yang setali 3 uang dengan PSSI ( marak korupsi ), para anggota FIFA yang jumlahnya lebih banyak dari negara anggota PBB itu, tak sampai minta pembekuan FIFA. Mereka cukup mengganti ketua dan jajarannya yang menyimpang. PSSI pun bisa diperlakukan demikian. Jangan bakar rumahnya, tapi singkirkan tikus2nya. Tempatkan orang2 kredibel, berintegritas tinggi dan tahu ( manajemen ) sepakbola yang bagus di PSSI kita yang baru.

Selama PSSI masih dibayari APBN/ APBD dalam kegiatannya, maka pemerintah dan rakyat Indonesia berhak mengawasi dan memperbaiki PSSI. Statuta FIFA mengatur PSSI dan sepakbola kita terkait turnamen2 di mancanegara. Sepakbola di Indonesia dan PSSI milik rakyat Indonesia. Menpora, now take your action. Let’s move..

SOLUSI HUTAN TERBAKAR DAN MELIMPAHNYA AIR DI MUSIM KEMARAU.

Kebakaran hutan terjadi tiap tahun di wilayah Indonesia. Perambah dan pengusaha main gampang dan ngirit dalam membuka lahan untuk kelapa sawit atau tanaman perkebunan lainnya. Perilaku malas dan parasit tingkat lanjut ( masa bodo orang lain, yang penting gue untung ). Biarlah kerugian triliunan rupiah diderita masyarakat berupa penyakit Ispa, pembatalan penerbangan, iritasi mata, menghilangnya mata air, banjir dan longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau plus aneka penyakit akibat langkanya air bersih, dan tentu saja kematian ( manusia/ pemadam kebakaran ikut terbakar, anak2 dan lansia sesak/ kehabisan nafas ). Juga teguran ( rasa malu ) dari negara tetangga yang terganggu asap kiriman dari Indonesia.

( Kita bisa mendeteksi orang2 tak bertanggung jawab ini dari kebiasaannya meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke belakang lagi ( tak meletakkan di tempat yang benar ) seperti : pintu ditinggalkan terbuka ( tak peduli maling/ predator masuk dalam tempo 60 detik ). Sampo, sabun, gayung ditinggalkan di lantai kamar mandi ( tak peduli lansia mati kalau kesandung/ kepleset oleh benda2 tsb ). Kran air ditinggalkan terbuka, lampu-tv-kipas ditinggalkan menyala ( tak peduli tagihan membengkak yang harus dibayar pemilik rumah ). Sampah dan ompol ditinggalkan ( tak peduli orang sakit galigata karena tersentuh bekasnya yang berkuman ). Juga anak kost yang tertawa keras, nyanyi berisik, teriak2 di malam buta ( tak peduli tetangga sulit tidur & bayi terbangun menangis ).

Bibit2 masa bodo ini harus ditanggulangi sejak dalam rumah. Sebelum tak terkendali ( susah diatur ) setelah di luar rumah dan merugikan masyarakat dan negara. Sejak kecil anak2 sebaiknya diajari mengurus keperluannya tanpa pembantu dan diedukasi bahwa pekerjaan rumah adalah tugas mulia ( bukan rendahan ). Agar ketika anak numpang di rumah yang tanpa pembantu, ia akan sigap membantu ( tidak memandang rendah tuan rumah, apalagi lepas tangan/ memperlakukannya seperti pembantu ). Lalu, ketika punya rumah baru, ortunya tak mencari-cari kesalahan orang2 yang selama ini tak disadarinya telah meringankan pekerjaan rumahnya, ketika banyak keluhan/ hal tak beres terjadi di tempatnya yang baru. Anak yang besar dengan ketrampilan rumah tangga yang baik akan lebih diterima pasangan dan lingkungan sosialnya. Tak menjadi beban orang lain ).

Sadiman, kakek sederhana dari Wonogiri, Jateng, perlu 20 tahun lebih untuk menyulap bukit gundul bekas terbakar ( tahun 1967 ) menjadi hutan kecil yang rimbun. Hari demi hari, dengan tekun ia menyisihkan uang hasil berjualan di pasar untuk membeli bibit dan menanamnya di bukit tandus. Cibiran, ejekan ‘orang edan’ terhadap dirinya dan perusakan terhadap pohon2 yang ditanamnya, diterima dengan tabah. Alhasil, bukit tandus itu kini hijau dan mengalirkan banyak mata air yang dimanfaatkan warga sedesanya. Saat musim hujan, tak lagi banjir dan longsor. Saat kemarau, air tetap melimpah. Aneka penyakit yang biasa menyerang warga menurun drastis. Untung ada Sadiman.

Warga yang merasakan manfaat dari kiprah Sadiman kini tekun membantu penghijauan tsb. Sebagian kawasan hutan itu atas ‘izin’ Sadiman digunakan sebagai bumi perkemahan agar para remaja bisa melihat dan belajar penghijauan dari peraih ‘Kick Andy Heroes 2016’ itu. Sebuah komunitas yang menggagas bumi perkemahan itu kin sekaligus menjaga sumber2 air tsb dari pengaplingan perusahaan2 air minuman kemasan yang mengincar hasil jerih payah Sadiman. Ini contoh bela negara yang dilakukan anak2 muda pengagum Sadiman. Masyarakat sekitar seharusnya yang dilindungi dan diprioritaskan untuk memperoleh sumber daya di lingkungan tempat tinggalnya ( sekaligus pihak pertama yang terpanggil merawat dan melestarikannya ). Perusahaan2 air minum tsb bisa menghijaukan bukit2 gosong lainnya yang tersebar di seantero negeri, jika ingin mendapatkan air jernih pegunungan yang mengalir sampai jauh .. ( itu baru perusahaan keren dan sadar lingkungan ).

Perusahaan2 pengembang terkemuka mereklamasi pantai utara Jakarta menjadi 17 pulau yang akan dibangun hunian kelas atas ( dan pelabuhan ). Pasir dari daerah sekitar Jakarta dikeruk untuk menimbun perairan yang sarat masalah tsb. Kerusakan lingkungan di tempat asal pasir dan akhir pasir ( Teluk Jakarta ) tak terlalu mereka pikirkan. Rencana zonasi wilayah pesisir, perbaikan dan penambahan fasilitas lingkungan juga diletakkan di bagian akhir kegiatan mereka ( kalau sempat ). Para nelayan berdemo. Pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang berwenang pada kawasan strategis nasional itu, dan Kementerian Lingkungan Hidup ( juga Kementerian Perhubungan/ Pelindo ) turun tangan.

REKLAMASI, SEA WALL, DAN JAKARTA URUNG TENGGELAM. SEMOGA.

Raperda ( prosesnya manipulatif dan koruptif ) yang mendasari proyek mereka akhirnya menyeret anggota Komisi D DPRD-DKI Jakarta ke penyidikan KPK. Gubernur Ahok diminta mencabut 5 SK izin reklamasi-nya selama penghentian sementara proyek triliunan rupiah tsb ( moratorium ) sampai proyek tsb sesuai dengan perundangan yang berlaku. Saya setuju pemikiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tentang pengembang yang seharusnya mengeruk dulu sungai2 yang bermuara di area reklamasi ( dan antisipasi lain yang layak ) agar tidak terjadi bencana ekstra karena keberadaan proyek yang mendahului amdal regional dan aturan zonasi itu.

Jika pengembang memang benar2 memikirkan kepentingan warga Jakarta ( gak cuma mau untung sendiri. Kebanyakan pengembang itu dari etnis Tionghoa ya ? Pantas cepat kaya, apalagi kalau menyimpan uangnya di tax heaven country/ Panama papers ). Orang2 miskin mensubsidi orang kaya dengan menipisnya tangkapan ikan mereka, sulit dan mahalnya air bersih, tenggelamnya rumah akibat banjir rob ( penyedotan air tanah di Jakarta tertinggi di dunia sampai permukaan tanah lebih rendah dari level air laut ) dan aneka penyakit akibat kerusakan lingkungan. Yang miskin tambah miskin. Yang kaya tambah kaya.

Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050. Ini karena baru sekitar 50% warga Jakarta yang terlayani air bersih dari perusahaan air. Gedung2 pencakar langit lalu rakus menyedot air tanah tanpa mengembalikannya ke dalam tanah secara benar.Jika di hulu, hutan2 terus digunduli sehingga tak ada peresapan air ke dalam tanah oleh akar pohon yang dalam ( untuk persediaan air baku sungai/ PDAM pada musim kemarau ) maka air akan meluncur deras membanjiri jalanan dan pemukiman warga. Tak bisa ke laut karena level air laut lebih tinggi, apalagi setelah pulau2 reklamasi tsb jadi. Sehingga sea wall yang tinggi kokoh di Teluk Jakarta perlu dibangun untuk membendung masuknya air laut ke wilayah darat Jakarta. Para pengembang bisa membangun sea wall yang mahal ini jika punya itikad baik, sehingga warga dan nelayan Jakarta merasakan manfaat dari kehadiran pengembang. Tujuan baik harus disertai cara2 yang baik ( jika asal, korupsi namanya ). I hope everybody will be happy in the end. Let’s see..

KERJA SAMA MILITER UNTUK ASIA TENGGARA. DARI ASEAN, OLEH ASEAN, UNTUK ASEAN.

Belum sebulan 10 ABK ( kapal Brahma 12 ) warga Indonesia disandera kelompok terafiliasi Abu Sayyaf, 4 ABK WNI kembali disandera ( Minggu, 1/5/2016, dengan bantuan banyak pihak, terutama tim Surya Paloh, yang punya jaringan pendidikan di Mindanau, 10 ABK bisa dibebaskan tanpa terluka maupun tebusan. Good job ).Sungguh perairan ( Sulu ) yang tidak aman. Meski demikian, pemerintah Filipina tetap tak mengijinkan TNI masuk ke wilayahnya karena aturan militer asing dilarang masuk di sana. Para perompak minta tebusan Rp 15 miliar. Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi sehingga sebagian pengamat mengatakan penyanderaan tsb bermuatan politis ( menuntut Mindanau lepas dari Filipina, sebagian korban sandera dipenggal ). Sebagian lagi menganggap, murni kriminal/ bandit. 18 tentara Filipina kemarin tewas dalam usaha pembebasan para sandera dari berbagai negara tsb.

Kalau sudah begini, kebangetan kalau Filipina tak ikut kerjasama dengan Indonesia dan Malaysia menjaga perairan yang rawan perompakan tsb ( rencananya 5 Mei, ketiga negara akan bertemu mendiskusikan hal ini ). Selat Malaka yang merupakan perairan internasional sudah relatif terjaga dengan baik oleh kerjasama militer Indonesia- Malaysia- Singapura di kawasan tsb ( dan sebaiknya, seluruh negara ASEAN melakukan kerjasama seperti ini, karena terjadi sekitar 200-300 perompakan di kawasan Asia Tenggara. Agar warga ASEAN dan keluarganya lebih tenteram dan daya saing ekonomi kawasan ini juga lebih baik dibanding kawasan lain ).

Kalau Filipina masih keukeuh tak mau kerjasama, Indonesia bisa menghentikan kapal2 kita ( batubara, dsb ) yang menuju wilayah Filipina sampai negeri tetangga ini bersikap rasional dan mampu menjamin keamanan di seluruh wilayah perairannya.
Indonesia pernah berhasil melakukan negosiasi satu pintu yang membebaskan WNI yang telah disandera selama 3 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2005 ( tanpa keterlibatan militer dan pembayaran tebusan yang diminta ). Indonesia sukses membebaskan 20 ABK kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia tahun 2011 dengan membayar tebusan dan menembak mati 4 perompak.

4 ABK yang masih disandera di Filipina Selatan ini, saya pikir bisa diselesaikan dengan meminta pemerintah Filipina mengijinkan tim negosiasi dari Indonesia untuk bicara dengan perompak Abu Sayyaf. TNI disiagakan untuk kerjasama menjaga perairan di kawasan yang bersinggungan dengan 3 negara tsb ( kalau perlu di BKO-kan membantu militer Filipina tanpa tendensi / kecurigaan politik apa pun dari pemerintah Filipina. Pilihan ini diambil terutama jika kelompok Abu Sayyaf dan faksi2nya melatih militan atau membantu para pelaku teror di Indonesia. HJ, guru besar hukum internasional, mewanti-wanti agar Indonesia tak menggunakan kekerasan/ kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI yang masih disandera karena yang 10 WNI sebelumnya juga bisa tanpa kekuatan militer dan tebusan ( cukup 40 kg Al-Qur’an, bakpia, kripik tempe & rempeyek,  mereka dibebaskan ). Namun, jika faksi  yang dihadapi adalah yang politis ( ingin memisahkan diri dari Filipina ) dan mereka tak bisa didekati secara kekeluargaan, apalagi sampai melatih teroris yang mengacaukan Indonesia, maka jangan ragu untuk menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan 4 WNI tsb.

Saya masih sulit menerima penjelasan HJ bahwa hanya WNI dan kepentingan Indonesia yang ( dia ) dipikirkan. Dengan kata lain : biarlah sandera WNA ( Malaysia, Filipina, Kanada, Belanda, Norwegia ) yang masih disandera dan tentara Filipina dipenggal kelompok Abu Sayyaf, asal WNI selamat dan Indonesia tak jadi sasaran balas dendam kelompok militan itu. Selfish. Lalu, bagaimana tanggung jawab kita sebagai anggota ASEAN untuk menjaga kawasan Asia Tenggara ?  Kita, Indonesia, big brother-nya, baru mampu berpikir untuk diri sendiri ?? Mereka adalah warga negara sahabat kita, lho. Sedikitnya, kita ( dan perwakilan Filipina ) perlu diskusi dengan perwakilan/ kedutaan WNA di sini, apa yang bisa kita bantu untuk warga mereka yang masih disandera di kawasan regional kita. Itu baru OK.

Untuk keamanan jangka panjang, pakar antropologi budaya/ negosiator tahun 2005, hendaknya Indonesia bisa membina hubungan budaya dan ekonomi dengan masyarakat di Filipina selatan tsb, agar mereka tergerak lebih menjaga warga kita di sana. Mari kita lihat akhir ceritanya.

CHINA MENANTANG ? LEDAKKAN KAPALNYA SAJA BIAR KARAM.

Tiga kapal keamanan China menantang kedaulatan laut Indonesia. Gara2 ilegal fishing yang dilakukan nelayan di ZEE ( Zona Ekonomi Eksklusif ) Indonesia ( China berdalih wilayah Natuna adalah historical fishing China. Wueleh. Gak ada pengakuan atas klaim itu di PBB tuh. Ngarang. Bahkan, diplomat China minta yang ilegai itu dilegalkan saja. Kok nyimut ? Apa iya, kalau kita yang melanggar, mereka akan membebaskan kapal2 kita ? Gak tho, gak tho ..

( 21 Maret 1980, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sepanjang 200 mil, diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia ( wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut ). Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya )

Ini yang dinamakan arogansi negara besar yang merasa lebih kuat persenjataannya, lebih banyak duitnya, tapi minim integritasnya. Saya perhatikan, orang2 Zionis, China, ( sebagian orang ) Suma****/ Bat** dan mereka yang fokus ke materi, penghargaan terhadap akhlak dan budi pekerti nyaris nol. Yang otak kirinya bengkak ( logika ), otak kanannya ( spiritual ) kempis. Hanya mampu melihat sepotong2 dan kulit permukaan. Tak mampu melihat esensi dan gambar besar ( big picture/ holistik / menyeluruh/ konsep ).

Anda bisa melihat sinyalnya. Jika ia pdkt ( pendekatan ) dengan penguasaan, pengecilan dan intimidasi, anda bisa pastikan ia penindas yang akan merendahkan anda dan menyedot habis sumber daya anda. Jika ia pdkt dengan pemulian dan penghargaan, maka ucapan, tindakan, pikirannya ditujukan untuk membuat anda tenteram dan dihargai. Anda penting di hatinya sehingga ia akan memuliakan anda.

Back to China. Negeri yang dipimpin partai tak beragama ini tak bisa diharapkan untuk penghargaan terhadap moralitas melebihi aspek bisnis dan profit ( otak kiri ). Begitu dianggap merugikan mereka, hantam ( tak peduli posisi dia yang salah dan merusak hubungan bilateral karena masuk perairan Indonesia dan membela nelayannya yang mencuri ikan kita ). Melihat sinyal tak setara ini, jangan pernah kita membantu mereka besar/ adidaya ( watak tak bisa diubah ). Jangan libatkan China dalam proyek strategis kita ( seperti poros maritim dunia ). Kepala kita bisa mereka injak2 kalau kaca mata kuda yang mereka gunakan setiap melihat persoalan/ konflik.

Belajar dari janji manis Jepang yang akan memberi kemerdekaan Indonesia dikemudian hari ( 1942 ), ternyata mereka lebih sadis dari Belanda, dan akhirnya kita sendiri yang habis2an memerdekakan diri sendiri ( 1945 ). Kita harus berani setara. Kita punya banyak negara sahabat yang akan membantu kita karena politik luar negeri kita yang bebas aktif. Jika kapal China berani masuk wilayah perairan kita tanpa izin, TNI dan KKP jangan segan2 untuk sekalian meledakkan mereka. Kedaulatan negara kita, harga mati. Hanya dengan itu, Indonesia bisa disegani dunia dan mendapat manfaat optimal dari setiap kerja sama dan kemitraan dengan negara lain.

Negara yang hanya tahu bahasa intimidasi, kita beri intimidasi juga, biar nyaho. Hubungan yang tidak setara akan merugikan kita. Yang terjadi adalah penghisapan negara atas negara lain yang dianggap lemah. Menteri Susi sudah bertindak benar dengan membela posisi Indonesia. Menteri asal Jabar ini sering bikin kita bangga dengan aksinya yang heroik dan pro-rakyat. Semoga banyak anak muda yang terinspirasi dengan kiprah beliau. Amin.

ARTI NEGARA UNTUKMU DAN AKU.

Jacky menyeka air matanya mengingat para perompak Somalia menodongkan senapan pada putranya, saat sang ayah menjawab ‘no whisky’ ( tak ada bir di kapal Sinar Kudus ) pada mereka. Setelah 48 hari terkatung-katung di kapal, tidur miring berdesakan 20 orang seperti pindang, makan sekali sehari seadanya, di bawah acungan senapan, Jacky kembali menyeka air matanya di depan host ( ‘Mata Najwa’-MetroTV, 7 April 2016 ) ketika prajurit TNI dengan badge merah putih di lengannya, masuk ke ruang mesin menyelamatkannya, putranya, juga seluruh rekan2nya.

Negara hadir di saat warga negara nyaris tanpa harapan. Air mata menetes menyadari arti negara yang sangat berarti. Begitulah saya melihat simbol2 negara : bahasa Indonesia, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Presiden ( ya Allah, sampai segitunya.. ). Sesuatu banget.Semoga negara bisa lebih banyak hadir dalam urusan penting warganya. Membuat kita merasa Indonesia, dan keren ..

c

“Anggrek Cattleya”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

m

“Anggrek Bulan”. Karya : Vitri, 2016. Pastel di atas kertas.

Iklan

Written by Savitri

3 Mei 2016 at 11:50

Bom Thamrin Rasa ISIS, Kopi Sianida Ala LGBT. Emil, please stay .. pliiiissss

leave a comment »

1

Aksi keren Polri menghajar teroris bom Thamrin bikin bangga warga Jakarta. Ketika rasa bangga terpatri di dada, mereka jadi berani menghadapi teror. Tujuan teror, selain bikin takut, juga menghancurkan ekonomi. Daerah2 yang tak aman, tingkat kriminalitasnya tinggi, akan dijauhi wisatawan dan investor, lalu miskin dan ambruk. Dalam skup nasional, jika Polri, TNI, kita semua bikin bangga Indonesia, maka WNI berani menghadapi teror apa pun, embargo dan Perang Dunia. Apa yang terjadi di Jl.MH Thamrin, kamis pagi itu adalah contoh kebanggaan menjadi orang Indonesia dan apa yang bisa dicapai dengan semangat sekuat itu. Polri.. good job !

Indonesia. Iran. Sama2 negara muslim. Sama2 dikuya-kuya. ( Siapa sih yang tidak ? Jika anda muslim, memegang teguh Qur’an, menolak Zionis & Imperium-nya, berarti anda the next target ). Tapi, Allah mengatasi semuanya. Ya, keyakinan ini yang membuat saya bertahan dari aneka badai problema. Baik yang menimpa diri pribadi, maupun tanah air saya. I’m possible. We can trough it.

( Imperium adalah organisasi terjahat dari orang2 terkaya di dunia yang menguasai jaringan media internasional, menghisap kekayaan alam negara2 dunia ketiga, menciptakan perang dan konflik di mana2 untuk bisnis, serta membunuh pemimpin2 dunia dan tokoh2 yang menghalangi ambisi tamak mereka ).

Indonesia dijajah 350 tahun oleh bangsa asing. 17 tahun rakyat Indonesia dibantai PKI. 32 tahun Indonesia direpresi rezim otoriter Orba, 18 tahun dimiskinkan koruptor & perusahaan asing, diserbu jaringan narkoba internasional, dibanjiri konten pornografi & promosi LGBT dengan ekses AIDS/ HIV, kejahatan seksual ,.. plus diincar ISIS sebagai markasnya di Asia Tenggara. Sok, apalagi ? ( kalau gempuran dari segala arah ini gak bikin kita makin kuat, itu baru masalah. Kebangetan. They have to make us stronger ! )

( Indonesia punya lokalisasi PSK terbanyak di dunia, lebih dari 628 lokasi. Separuh penderita AID/ HIV adalah LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender )

JADI MUALAF KARENA SENYUM ANAK INDONESIA

Seorang jurnalis asing menyebut Indonesia, Archipelago of Fear. Lebih buruk dari Sub Sahara Afrika : Nigeria, Rwanda, dll. ( Iya, atau apa iya sih ? ). Padahal, Indonesia potensi alam dan sumber dayanya luar biasa. Allah menciptakan Indonesia ketika tersenyum. Indah sekali. Paradoks, ya ? Namun, di antara cibiran tentang Indonesia, saya juga ingat dari sumber lain terpercaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tertinggi di ASEAN, indeks kebahagiaan orang Indonesia lebih tinggi dari negara2 tetangga ( apalagi urang Bandung, ah pokokna mah juara ).

Orang asing ke Indonesia jadi mualaf karena terheran, di tempat miskin, anak2 Indonesia masih bisa tersenyum sumringah. Selama ia travelling ke seluruh dunia, si mualaf tak pernah melihat senyum seperti ini. Anak muda yang paling banyak menorehkan prestasi di dunia masa ini juga dari Indonesia. So, negeri ini memang ajaib. Berita tentang Indonesia dari hari ke hari seperti novel buat saya. Sangat menarik untuk disimak.

Kita tak perlu berkecil hati jika pengamat asing mengkerdilkan Indonesia. Saya lebih percaya para negarawan kita yang lahir besar di Indonesia dan jelas kontribusinya untuk kemajuan Indonesia. Menyimak ucapan dan tulisan negarawan selalu membangkitkan semangat. Dalam keadaan terburuk sekalipun, pemimpin sejati ( seperti Bung Hatta ) selalu bisa memberi harapan dan optimisme ( jauh lebih besar dari keadaan faktual yang menyedihkan ) sehingga kita bisa melalui apa pun.

Kita memang mengalami fase banjir informasi saat ini. Media mainstream yang disetir modal Imperium banyak mendistorsi pemberitaan lokal yang mengutip rilis mereka ( Amnesty Internasional, HRW, dll ). Kompas, Republika, Sindo dan Detik.com dikritik akurasinya dalam memberitakan situasi di kawasan Timur Tengah. Untung, saya sering membaca blog Dina Y. Sulaeman ( Kajian Timur Tengah ). Peneliti ICMES dan mahasiswi S3 HI Unpad ini mengamati persoalan Timur Tengah dengan cermat lalu menuangkannya dengan hati dalam tulisan dan buku2nya. Thanks to Dina.

Media tak menguasai seluruh topik sama baiknya ( seperti manusia hanya expert di bidang yang paling banyak ditekuninya ), maka kita perlu menyimak beberapa sumber kredibel sebagai pembanding. Netizen yang asal baca hoax dan komentar2 dangkal di medsos serta situs2 ngaco, jangan sok tahu dan memaki orang yang justru expert. Lihat dulu background ilmu dan pengalamannya. Kapabel atau tidak untuk bicara hal tsb ? Bacanya juga jangan sepotong-potong ( jangan malas, ah ). Baca seluruh atau sebagian besar tulisannya untuk menangkap kedalaman, empati dan keutuhan pemikirannya. Kalau komen asal bunyi, orang lain jadi tahu kebodohan kamu. Miris, kan ? ( kalau masuk di akun saya, pasti saya buang ke kotak spam, supaya gak pernah nongol lagi semua komen dari si biang bad mood ).

AKSI SERU POLRI MELEBIHI FILM HOLLYWOOD. HEBRING.

12 menit adegan action seru berlangsung di Jl.MH.Thamrin. Lewat jam 10 pagi, Kamis, 14 Januari 2016. “Lebih keren dari film Hollywood”, kata warga Jakarta di salah satu gedung berjendela kaca.”Kita kayak nonton perang ‘live”. Suara2 tegang bercampur decak kagum menyertai rekaman video yang ditayangkan TV nasional ( MetroTV ) hasil bidikan para pengguna smartphone, hari itu juga. Terlihat seorang teroris meledakkan diri dekat pos polisi di layar TV yang dibagi 3 ( smartphone ). Kejadiannya memang unik. Sebelumnya, terdengar ledakan di SC ( kedai kopi AS ). Seorang pengunjung berkewarganegaraan Kanada tewas, juga seorang WNI. Pengunjung lain berhamburan ke luar bangunan.

Warga yang sedang beraktivitas di tepi jalan penasaran dan mencari tahu ke pos polisi terdekat ( ini seperti wisata bencana live, bukannya ngeri malah datang berkerumun ). Busyeeet. Hamburan pengunjung kafe yang panik dan warga Jakarta yang cari tahu itu disambut ledakan bom bunuh diri yang lebih besar lagi ( pakai tabung elpiji ). Kerumunan itu langsung kocar-kacir menjauh ( tapi tetap antusias mengamati kejadian dengan smartphone teracung ). Maklum, polisinya muda, ganteng, fashionable, berani mati, gesit beraksi, menembak, mengejar, melumpuhkan 7 teroris ISIS ( berusia 20-30 tahunan ) yang berupaya menyerang simbol2 AS, pemerintahan lokal ( polisi ) dan PBB ( cabangnya dekat Sarinah ). Seru. Cekrek, upload. Cekrek, upload ( .. menatap masa depan ) di media sosial masing2 sehingga kita ( dan polisi ) tahu tampang, baju dan persenjataan para teroris yang berulah pagi itu dalam hitungan menit.

Mobil polisi yang lewat untuk mengamankan demonstrasi di Monas ditembaki teroris sehingga para polisi di dalamnya berloncatan keluar mobil, ikut terlibat baku tembak dengan teroris. AKBP Untung Sangaji, pamen polair, yang sedang berada di sekitar situ, minum kopi dengan rekannya, dengan bermodalkan nekad ( sedikit peluru di pistolnya ) menghampiri dan berhasil menembak mati dua teroris. Hebat, ya. “Lebih baik mati dalam baku tembak, daripada diam lalu jatuh banyak korban ( dan ditonton banyak orang di gedung2 jalan protokol dekat Istana Negara itu ),” jelas Untung pada reporter TV yang meliput peristiwa teror tsb.

“Nyawa pun akan kami berikan,” kata Irjen Pol Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya yang member instruksi pada anak buahnya agar cepat menyudahi aksi teror tsb. Ya, harus cepat karena jika sampai jatuh banyak korban karena aksi yang sulit dan lama dihentikan ( misal, ada penyanderaan, permintaan aneh2 seperti di film2 perang & spionase ) maka nasibnya bisa seperti insiden Bom Bali yang lama, bertahun-tahun, baru pulih ekonominya. Ini Jakarta, ibukota negara kita, Bung. Harus sangat terkendali dan keren.

Helikopter polisi hilir mudik di angkasa, menyisir sebaran teroris dan massa saat clearing lokasi TKP. Lima teroris tewas, 2 tertangkap. Lima polisi terluka, 21 warga sipil terluka, 2 tewas. Jalan akan segera dibuka untuk umum pukul 3 sore. Cukup 4 jam saja membersihkan lokasi dari potensi bahaya selanjutnya jika ada. Olah TKP dilanjutkan besok di kafe & pos polisi. Warga Jakarta segera berkumpul meneriakkan yel2 “Kami Tidak Takut” pada teroris dan aksi2-nya. ‘Jakarta segera pulih setelah aksi pengeboman di Thamrin’, tertulis di media2 internasional. Tujuan teror memang bikin takut ( dan melemahkan ekonomi negara ). Teroris2 itu gagal jika begitu. Pastilah.

Kerja bagus polisi patut kita acungi jempol dalam kasus ini. Kekompakan warga Jakarta menyuarakan ‘tidak takut’, sigapnya netizen dan awak media menginformasikan peristiwa teror ini, dan penanganan cepat polisi menginspirasi warga Indonesia di seluruh tanah air ( dan mancanegara ). Membuat kita optimis, terorisme tak bisa menggoyahkan Indonesia.

RESEP MEMBENDUNG TERORISME DI INDONESIA

Antisipasi konkretnya : masyarakat sipil membantu Polri & TNI membendung gerakan radikalisme di Indonesia. Laporkan ke aparat, orang2 yang mengkafir-kafirkan orang lain dan mengatakan darah para ‘kafir’ itu halal ditumpahkan. Laporkan dan minta ke Keminfo, situs2 dan akun2 yang bernada kebencian terhadap umat agama lain ( juga Islam di luar kelompok mereka ) agar ditutup. Ada lebih 48.000 situs ISIS. Namun, ada lebih 50 juta pengguna Twitter, 72 juta pengguna Facebook, 89 % dari 400 juta pengguna Instagram, urutan ke-3 dari 30 juta pengguna WordPress di Indonesia yang bisa diedukasi untuk menangkal pengaruh ISIS & kelompok teror lainnya. Blokir situs teroris yang memaki, memfitnah, menjelek-jelekkan kaum muslim dan Indonesia. Beri pemahaman pada adik2 kita di internet yang me-retweet akun yang menyanjung ISIS, gerakan radikal, pelaku bom bunuh diri, cara membuat bom, mencapai khilafah dengan cara biadab, dsb, agar menghapusnya. Cyber war begins. ( we have to be the winner ).

Polri sudah minta kewenangannya diperluas pada presiden untuk mengantisipasi aksi teror berikutnya. Presiden bisa mengeluarkan perppu untuk mengganti UU Anti Terorisme yang bernuansa hukum pidana ( polisi baru bisa bertindak setelah kejahatan ‘sempurna’ terjadi ). Jadinya, operasi penegakan hukum, bukan operasi militer atau operasi intelijen. Telat. Padahal Densus sudah deg-degan dengan bertebarnya latihan bersenjata kelompok tak jelas di hutan2 Indonesia. Pulang perginya mantan napi terorisme ke Suriah. Maraknya baiat ke ISIS, Gafatar, dll yang dilakukan orang2 frustasi dan bodoh di Indonesia.

Dengan perppu ini ( atau UU Anti Terorisme yang bernuansa intelijen ), polisi bisa menangkap bibit2 teror sebelum meledak dan memakan korban. Pertahanan terbaik adalah penyerangan terus menerus. Tikus2 teror itu ditangkap lalu dibina di lapas khusus teroris. Terpisah jauh dari lapas2 lain, agar napi2 di sana tak banting setir menjadi teroris semua. Ali Imron, Nasir Abbas ( mantan anggota JI ) dan teroris lain yang tobat nasuha bisa dipekerjakan untuk mendeteksi dan membantu menyadarkan teroris2 yang baru ditangkap. Deradikalisasi dengan pelurusan ideologi jihad yang benar ( bersungguh-sungguh dalam kebenaran, cinta pada kemanusiaan ) dan life skills ( cari nafkah halal barokah ) perlu dioptimalkan pada napi terorisme.

Ekonomi adalah motif dasar para pelaku teror ( dari golongan ekonomi lemah. Hanya Dr.Azahari dari Malaysia, setahu saya, yang lumayan ekonominya. Ia frustasi istrinya lumpuh dan dikeluarkan dari kampus tempatnya mengajar. Ia mengatrol harga dirinya dengan mimpi khilafah & mengajari cara membuat bom ).
Jika perut lapar dan tagihan tak terbayar, tawaran ‘masuk surga’ dengan meninggalkan segepok uang untuk keluarga pun disambar orang tak bermasa depan ini. ( lebih 50 % tanah di Indonesia dikuasai 0,2 % orang kaya adalah bom waktu. ‘Bom’ ini sudah mulai meledak sekarang. Dan akan menenggelamkan Indonesia jika kita tak berupaya keras mengoreksi dan mendistribusikan secara adil ke seluruh rakyat Indonesia secepatnya ).

PANCASILA ITU SESUAI SYARIAH, TAHU..

Indonesia diformulasi oleh kaum ulama dengan ke-Tuhanan YME, dst ( Pancasila ). Sesuai syariah Islam. Jika kita belum mampu melaksanakan semuanya dengan baik, kita tak boleh merobohkannya. Kita harus sabar istiqomah mewujudkannya. Ideologi pendatang yang keras, egois, benar sendiri tak sesuai dengan kultur kita yang ramah, santun, gotong royong dan toleran. Wali Songo menyebarkan Islam di Indonesia yang semula menganut animisme, dinamisme, Hindu, Budha, Nasrani, menjadi negara muslim terbesar di dunia ( lebih 200 juta pemeluk Islam di Indonesia ) dengan kultur santun dan manusiawi. Mari pelajari Qur-an dan Hadis ( shahih ) secara utuh ( tak sepotong2, diambil enaknya doang ) dari ulama dan ahli tafsir yang kredibel ( Quraish Shihab, dll ). Tak ada jalan instan menuju khilafah. Sabar, sholat dan berbuat baiklah. Jika kita semua sudah menjadi muslim yang kaffah, maka Allah akan mewujudkan khilafah dengan caranya yang Maha Pengasih dan Bijaksana.

( program Bela Negara, diantaranya diarahkan untuk melindungi tanah dan hutan dari kapital asing yang merugikan warga adat, melindungi sumber air untuk kepentingan penduduk sekitarnya, membendung pengaruh radikal yang makar terhadap NKRI, melatih warga sipil untuk cadangan prajurit perang ).

Saya terkejut ketika baca aksi teror ISIS dan siapa ( donatur ) di belakangnya ? Al Qaeda, ISIS dan kelompok teror sejenis berpaham Salafi/ Wahabi. Pentolan Mujahideen-e-Khalq/ MEK yang kerap meneror Iran mendapat suaka di Barat. AS membiayai kelompok2 teror ini, termasuk Kurdithe Party for a Free Life ini Kurdistan ( PJAK ). Mereka terkait CIA. Turki dan Barat mendukung ISIS. Boko Haram ( kelompok teror di Afrika yang didirikan tahun 2002 ) bersumpah setia pada ISIS. Tahun 2005, Boko Haram menculik ratusan pelajar putri ( bagi Boko Haram, pendidikan ala Barat adalah haram ). Boko Haram sangat menguntungkan Israel karena negara2 Afrika lalu memborong senjata dan training militer dari ‘negara’ Zionis ini untuk melawan Boko Haram. Israel mendapat keuntungan material dari perang2 yang berkecamuk di Afrika. Dalam sidang PBB tahun 2014 untuk mendukung kemerdekaan Palestina, yang memilih abstain diantaranya, Nigeria dan Rwanda.

ISIS BERBAJU PUTIH DI ARAB SAUDI

Donatur dan backing Al Qaeda dan ISIS adalah rezim Saud ( penjaga Haramain ) di Arab Saudi yang kemarin menghukum mati 47 tersangka separatisme dan anti rezim Saud. Salah satunya, Syekh Nimr Baqir al-Nimr. Arab Saudi menembak, mematahkan tangan dan kaki, lalu memenggal Syekh Al Nimr ( jasadnya tidak dikembalikan ke keluarganya ). Keponakannya, Ali Mohammed al-Nimr ( 17 tahun ) divonis pancung, badannya akan disalib. Padahal Syekh Nimr hanya berdemo ( tak angkat senjata atau melakukan kekerasan ). Ia menuntut hak2 legal bagi warga Syiah di Saudi yang didiskriminasi dalam bidang pendidikan, pekerjaan, agama, jaminan hukum dan sektor lainnya.

Ikhwanul Muslimin ( IM ), tahun 2014, dicap organisasi teroris oleh Arab Saudi yang membantu dana, intelijen dan diplomatik dalam kudeta Mursi ( presiden Mesir ). Para petinggi IM dijatuhi hukuman mati. Hukuman terhadap kelompok2 seperti ini makin gencar sejak Kementerian Dalam Negeri dipimpin putra mahkota Muhammad bin Nayef yang digadang2 AS sebagai pemimpin masa depan. Rezim Saud terlibat dalam penghancuran Suriah dan Yaman.

Syiah termasuk Islam ( merujuk Deklarasi Amman yang ditandatangani lebih 500 ulama terkemuka di dunia ). Sunni juga. ISIS ? Sebagian mengkategorikan mereka muslim yang ideologi ( pemahaman jihad ) – nya salah.

Banyak kelompok jihad di Suriah. 20 November 2012, mereka mendeklarasikan Brigade Koalisi Pendukung Khilafah, beranggotakan Jabhah Al Nusrah ( JN ), Ahrar Al Sham, Kataeb, Liwaa al Tawhiid, dll. JN berafiliasi dengan Hizbut Tahrir ( HT ). Perancis mendukung FSA ( Free Syrian Army ). Fathi Yazid Attamimi yang aktif menggalang dana untuk Suriah adalah pendukung FSA. Ikhwanul Muslimin ( IM di Indonesia, partai PKS ) mendukung FSA yang bermarkas di Turki. Tokoh FSA, salah satunya Abu Sakkar yang memakan jantung mayat tentara Suriah dan divideokan. Akar ideologi IM & HT adalah wahabisme. HT ingin khilafah di Suriah dan menolak demokrasi. IM bergabung dalam koalisi bentukan Barat ( SNC ).

Abu Bakr al-Bahgdad membentuk pemerintahan Islam meliputi wilayah Suriah dan Irak ( ISIS ). Kelompok2 jihadis menggunakan modus serupa : mengkafirkan siapa pun kecuali kelompok mereka sendiri dan menghalalkan pembunuhan brutal pada rakyat sipil dengan dalih menegakkan khilafah dan syariah. Padahal, cuma rebutan dana sumbangan, jamaah dan kepemimpinan. Doktrin omong kosong dari ISIS ini memaksa tentara Suriah mendekati mereka head to head.

Sekarang, kelompok2 jihadis sudah saling mengkafirkan dan saling bantai. Di dunia maya, juga saling serang. ISIS membantai membantai JN yang berafiliasi dengan Al Qaeda. ISIS dan FSA saling berperang di Suriah, meski sama2 mengaku berjihad. FSA mengibarkan bendera Al Qaeda setelah memenggal 7 warga sipil. Tahun 2015, JN berterima kasih pada FSA setelah member misil anti-tank TOW buatan AS pada JN. JN mendapat logistic dan peralatan perang dari Israel. Korban luka dari JN diobati di Israel.

PERANG SURIAH UNTUK MENGHABISI UMAT MUSLIM EROPA

Dr.Taufiq Al Buthi memberitahu alasan ayahnya ( Syekh Al Buthi ) dibunuh dalam ledakan bom bunuh diri di masjid saat berkhutbah. Syekh al-Buthi menyingkap kebusukan di balik krisis perang Suriah. Wajah Islam akan dicoreng lewat sosok al-Buthi. Fitnah ditebar pihak luar, terutama Zionis yang ingin pertumpahan darah di Suriah sampai negeri pembela Palestina sejak Solahuddin ini hancur. Suriah akan dipecah belah secara sektarian dan sukuisme sampai menjadi negeri kecil2 yang saling bermusuhan. Sikap al-Buthi yang netral pada pemerintahan Bashar al-Assad membuat ia diserang habis-habisan oleh media TV di sana.

Target konflik di Suriah : menghancurkan Suriah, mencoreng wajah Islam di mata dunia sebagai agama yang menakutkan agar orang menjauh dari risalah ini dan menghabisi umat Islam di Eropa, AS, Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah, dsb yang datang ke Suriah. Faktanya , perang Suriah sekarang tak melibatkan sesama warga Suriah asli ( meski ingin disetting pihak luar begitu ). Gabungan jihadis dari berbagai negara yang rebutan dana sumbangan Arab Saudi, dll itulah yang mengobarkan perang di Suriah. AS, Barat, negara2 Teluk dan Arab serta Israel yang benci Iran ingin Suriah porak poranda karena selama ini sangat sulit ditaklukkan ( seperti halnya Iran, yang kompak dengan Suriah & Lebanon membela Palestina ).

Ribuan jihadis dari Eropa ( Perancis, Inggris, dll ) bersama istri dan anak mereka sengaja dibiarkan negaranya masuk Suriah dan mati di sana agar kaum muslim habis di negara2 tsb. Para jihadis merasa masuk surga dengan membela khilafah, padahal sejatinya masuk neraka dengan menyembelih Islam. Mereka tak mengerti hukum2 syariat Islam. Islam baru dilihat sebatas kulit permukaan saja. 80 % para jihadis tak tahu bahwa aksi teror di Suriah dimaksudkan Barat untuk propaganda negatif Islam.

ISRAEL & ISIS ARE FRIEND

ISIS tak pernah memerangi Israel, justru berperang dengan saudara sesama Islam. ISIS merusak fasilitas umum, memutuskan listrik, menghancurkan stasiun bahan bakar gas. Mereka menjual murah minyak mentah yang mereka rampas dari Suriah dan Irak. ISIS menggunakan warga sipil sebagai benteng hidup.

Suriah masih bertahan memasuki tahun ke-5 sejak diserang dari segala arah oleh orang2 bodoh dan para donaturnya. Oposisi di Damaskus berislah. Beberapa wilayah kembali ke pangkuan Suriah. Krisis ini akan berakhir dengan kemenangan Suriah. ISIS yang mulai terdesak di Suriah mencari medan perang di luar Suriah. Indonesia, menurut intelijen akan diserang lagi bulan Februari ini. Semoga Densus Polri, TNI lebih dulu mencokok mereka di tempat2 persembunyiannya sebelum bom meledak. Warga Jakarta yang mendeklarasikan ‘Kami Tidak Takut’, ternyata dibalas ‘Tidak Takut’ pula oleh jihadis lokal dan ISIS di situs2 mereka. Jasad pelaku Bom Thamrin yang terbujur kaku dipamerkan sebagai jihadis yang ‘masuk surga’. Berasa ya, capeknya berurusan dengan orang bego. Seperti gak ada ujungnya. Bisa ubanan.

Iran adalah negara dengan korban aksi teroris terbanyak di dunia ( lebih 17.180 orang ) sejak Revolusi Islam 1979, diantaranya ; Presiden Rajai, PM Bahonar, ketua MA Beheshti, Panglima Angkatan Bersenjata Shirazi. 98 warga Iran tewas akibat aksi teror Jundullah. Presiden Bush ( AS ) meluncurkan ‘operasi hitam’ untuk menggulingkan pemerintah Iran. Tangan kanan Ayatollah Khamenei kisut- tak bisa digerakkan terkena serpihan bom kelompok Furqan ketika berceramah di Masjid Abu Dzar, Teheran.

Setelah AS bercokol di Afganistan, sindikat narkotika internasional yang bersenjata lengkap makin giat menyelundupkan narkotik dari Afganistan dan Pakistan ke Eropa dan negara2 Teluk melalui Iran. Imperium bekerja sama dengan negara2 Teluk dan Arab yang kaya untuk propaganda anti-Iran dibantu para awam yang merasa berjihad dengan menyebar fitnah. Arab Saudi, Bahrain, Sudan cuma punya konsulat di Iran. Orang2 bayaran konsulat UAE kemarin yang menyerang konsulat Saudi di Iran. Semua demo mengkritisi kebijakan pemerintah di negara2 Arab dikambinghitamkan pada Iran.

Pemimpin Libya, Moamar Qaddafi, sebelum dibunuh, didiskreditkan media internasional terkait proyek minyak Imperium. NATO membombardir Libya habis-habisan, bukan melakukan humanitarian intervention. Qaddafi dicap sebagai rezim ‘thogut’ ( pemerintahan Jokowi juga dianggap ‘thoghut’ oleh sebagian ustad dan simpatisan ISIS ) yang dibenci rakyatnya sampai minta bantuan NATO. Indonesia juga sedang dicoba diadudomba dengan isu Sunni-Syiah. Berhati-hatilah. Banyak ustad di Indonesia yang mendukung ISIS. Menyeru perang, jihad, berbaiat pada entitas ‘pemerintahan’ asing adalah makar tingkat tinggi yang harus dihukum berat.

( Kitab UU Hukum Pidana Islam 1370 menyatakan moharebeh & perusakan di muka bumi ( seperti menggunakan senjata dengan tujuan menciptakan ketakutan atau menghilangkan kebebasan dan keamanan di tengah2 masyarakat ) sebagai salah satu kejahatan dengan hukuman pidana maksimal ( mati ).

PILIH MERDEKA ATAU MISKIN ?

Imperium leluasa menguasai kekayaan alam Indonesia dengan cara mengkerdilkan bangsa ini dengan kampanye hitam ( menjelek-jelekkan Indonesia ) dan mengadu domba ( mendanai konflik para ekstremis ) sampai cara pikir Barat dianggap yang terbaik ( contoh, kaum LGBT di Indonesia berkiblat ke Barat untuk membenarkan perilaku menyimpang mereka ). Pekan2 ini kita yang lurus dan menjunjung norma agama dan ketimuran mesti bersitegang dengan mereka yang merasa ‘sama’ dengan kita. Ekstra waktu, tenaga pikiran, emosi, dana terbuang di sini demi membendung gelombang kerusakan moral yang bisa mereka timbulkan pada generasi penerus bangsa. Imperium tetap tak tersentuh. Kekayaan alam kita terus mereka sedot tanpa sempat kita ‘ganggu’. Barang2 produksi Imperium ( seperti senjata, minyak, alat berat, makanan, dsb ) oleh ( sebagian ) kita terus beli karena ilusi ‘terbaik’ itu.

Entah semiskin apa rakyat Indonesia nanti. Barang lokal kurang laku, cadangan ( kekayaan alam ) menipis, pendapatan dari pajak tak mencapai target, realisasi dana APBN ternyata di bawah asumsi, dst. Sebagian orang kecil mulai menjual ginjal untuk menyambung hidup. Pemerintah mulai memberlakukan amnesti pajak, berharap koruptor2 yang kabur mau mengembalikan uang curiannya yang disimpan di bank2 asing ke Indonesia. Sudah ( banyak yang ) merasa sense of emergency di sini ? Ini karena Indonesia masih belum menghayati arti merdeka ( pasrah disetir kepentingan asing ).

Jokowi didukung kubu Neolib ( pengusaha asing, Bank Dunia, dll ). Jokowi termasuk borjuasi nasional, yaitu generasi baru pengusaha Indonesia yang bekerja keras, bersih ( tidak korup ) dan profesional. Kubu neolib ingin murni bisnis yang menguntungkan siapa saja yang bekerja keras dan punya uang, yaitu kelas borjuasi nasional dan perusahaan asing. Kapitalis rente ‘era feodal’ tak mereka sukai. Jokowi bukan neolib, bukan pula sosialis, sehingga kurang faith terhadap Nawacita yang diidamkan rakyat. Dia rentan ditarik ke kubu neolib yang saat ini ada di sekelilingnya, sehingga Jokowi harus terus dirangkul dan diingatkan oleh kita ( civil society ) untuk konsisten mewujudkan janji Nawacita-nya.

Kaum neolib memodali Reformasi 1998 untuk menggulingkan Soeharto, lalu mensponsori pembuatan berbagai UU di Indonesia untuk kenyamanan bisnis TNC/ MNC. Tujuannya, membawa keuntungan sebanyak-banyaknya dari bekerja keras & profesional di sini ke luar negeri. Sebodo amat nasib rakyat Indonesia.

Bagi Bank Dunia yang mensponsori KPK, yang penting bukan Indonesia bebas korupsi demi kesejahteraan rakyat Indonesia, tapi demi kenyamanan bisnis TNC/ MNC ( perusahaan transnasional/ multinasional ) yang beroperasi di Indonesia. Mereka benci kelompok kapitalis rente yang tumbuh subur sejak masa Orde Baru. Kapitalis rente ( PS, SN, MRC, dll ) memanfaatkan posisi untuk minta ‘jatah’. Kita sempat lihat perang terbuka antar geng ini ketika kasus ‘Papa Minta Saham’ ( pemalakan Freeport oleh kubu kapitalis rente ) mencuat di media kemarin.

Orang KADIN mengeluh Bank Indonesia tak mau memberi jaminan L/C sehingga perdagangan dengan Iran sulit dilakukan. Karena itu pula, Iran tak bisa beli kertas langsung dari Indonesia. Iran mau jual murah minyaknya ke Indonesia asal langsung ( tak lewat makelar/ Malaysia yang didukung Bank Malaysia ).

Ranking HDI Iran : 75. Indonesia : 108. Basis pembangunan manusia ( HDI ) adalah kesehatan & panjang umur, pengetahuan, kelayakan standar hidup. HDI Iran lebih baik dari Indonesia. Padahal, GDP ( nilai barang & jasa yang dihasilkan negara dalam setahun ) Indonesia jauh di atas Iran. Indonesia di rangking 18 negara terkaya di dunia ( dari GDP-nya ). Sayang, perusahaan2 yang banyak beroperasi di Indonesia adalah milik orang asing. Yang kaya bangsa asing, bukan rakyat Indonesia. Iran yang diembargo dan diserang habis-habisan oleh AS/ Barat & para sekutunya, ternyata rakyatnya lebih sejahtera dari kita.

Indonesia harus independen dan berani menolak tekanan asing. Contoh, ketika satelit AS mendeteksi transaksi minyak antara kapal Iran dengan kapal Pertamina, duit Pertamina di AS langsung dibekukan dan baru lepas setelah Indonesia tidak beli minyak Iran. Kita, next time, mesti tegak membela dan mendukung pemerintah ( termasuk berani hidup prihatin jika sampai diembargo AS cs ). Siap dengan scenario terburuk, jika ingin hidup sejahtera. Jangan cuma demo, menuntut ini itu, tapi tak berani berkorban. Jaga kedaulatan Indonesia dengan segala resikonya. Don’t crack under pressure. Stay cool, people..

PREDATOR LGBT TERSENYUM PUAS

Ini aneh, kata Edi Darmawan Salihin ( ayah Mirna ). Setelah Wayan Mirna Salihin ( 27 tahun ) tewas diracun di kedai kopi OC, kedai itu malah makin ramai didatangi pengunjung ( bukannya sepi , dihindari, kuatir kejadian terulang ). Blow up media memang kerap me-magnitude peristiwa sehingga pemirsa merasa terlibat secara emosi dan penasaran dengan ending-nya.

Darmawan dan JKW yang tak dikenal publik, mendadak ‘selebriti’ yang bersaing merebut simpati. JKW terlihat tenang dan fasih menjawab pertanyaan wartawan. Tak terlihat rasa sedih, kehilangan ‘sahabat’ cantiknya atau mengutuk pelaku pembunuhan. Sebaliknya, defensif, penuh penyangkalan, ketidakkonsistenan pernyataan dan … senyum puas. Janggal. Psycho banget, batin saya.

Di ILC ( 2/2/2016 ), intuisi saya mendapat penjelasan. Gerakan otot menuangkan 15 gram sianida ke kopi Vietnam untuk Mirna ditutupi ( manipulasi ) JKW dengan barikade tas2 kado menghalangi sorotan CCTV setelah kopi tiba, 48 menit sebelum Mirna sampai. JKW terlihat menggaruk tangannya yang gatal ( setelah menuang sianida ). Celananya yang dibilang robek ( padahal alat bukti kunci dengan jejak sianida gatal yang dilap dari tangan JKW ) dibuang pembantu atas suruhan JKW. Dianggap menghilangkan barang bukti ( & kemungkinan mengulangi perbuatannya ), JKW ditahan 20 hari, lalu diperpanjang 20 hari lagi, untuk penyidikan selanjutnya.

JKW bilang kado ditaruh sebelum kopi datang ( faktanya sesudah ). Bohong. Celana dibuang karena robek. Bohong. Saya bukan pelaku. Bohong. Dan bohong2 selanjutnya yang meluncur enteng dari mulutnya segampang kentut. Pembohong sekelas psikopat, lie detector pun lewat. Psikopat itu ahli manipulasi, master of disguise. Ia lakukan sejak balita untuk lepas dari hukuman. Kebayang sudah puluhan tahun ia menikmati kebohongannya, merasa di atas angin, merasa hebat bisa ngakali orang.

Psikopat/ predator selalu menempatkan diri di atas orang lain karena sensasi sukses membohongi orang lain ( jika orang bisa dibohongi, dalam pikiran si pembohong dialah yang pintar ). Jurnalis dan pemirsa dianggap orang2 bodoh berikutnya sehingga ia bisa tampil tenang dan sepede itu. Saking seringnya berbohong, psikopat sampai percaya dengan kebohongannya sendiri. Ia merasa tak bersalah jika bisa switch ke sisi kepribadiannya yang kedua. Escape bagi dunia kelamnya.

Kalau saya yang melihat relasi manusia dan setan dalam dinamik kebaikan versus kejahatan di dunia ini, istilahnya bukan kepribadian ganda, tapi psikopat telah menjadi media setan ( sepenuhnya ). Tipu muslihat itu dibisikkan setan yang telah mengalir di seluruh panca indera dan pembuluh darah psikopat. JKW ‘switch’ dan setan mengambil alih kontrol dirinya. Lie detector tak mempan mendeteksi kebohongan setan. Tipu daya setan sangat lemah pada orang taqwa. Psikopat yang amarahnya meluap-luap dan negative thinking adalah manusia lemah yang sangat disukai setan yang hidup dari energi negatif. Saya setuju ayah Mirna, hukuman mati bagi psikopat berinisial JKW. Psikopat tak bisa diperbaiki. Setan tak akan melepaskannya.

Jika jengkel, psikopat menyiksa. Jika dendam, psikopat membunuh. Apa motif JKW membunuh Mirna ? Ayah Mirna menyebut JKW lesbian karena pernah minta dicium Mirna di medsos. Namun, JKW malah ditinggal kawin Mirna ( kawin dengan lelaki ). Hani, teman JKW, juga kini merapat ke Mirna. Dua kehilangan sangat besar yang tak tertanggungkan bagi seorang lesbi ( yang status menyimpang dan tak diterimanya di masyarakat selama ini sudah membuatnya sangat tertekan lalu membuatnya hiperbol melihat ‘ketidakadilan’ terhadap dirinya. Perhatikan cara orang2 LGBT bicara dan berpikir : over sensitif, bias, sempit dan lebai ). Sehingga 1 mg sianida yang bisa membunuh satu orang dalam 3 hari dirasa kurang untuk ‘pengkhianat besar’ seperti Mirna. So, 15 gram sianida yang bisa membunuh orang satu kampung ( lebih 25 orang ) baru bisa membuat JKW puas. Psikopat sangat menikmati sensasi kesakitan korban yang mati perlahan di tangannya. Ini menjelaskan kenapa 15 mg sianida untuk target sangat penting ( bantahan untuk analisa RIA, seorang psikolog forensik ). Mirna adalah target terpenting bagi pelaku (JKW ) yang ingin menikmati kematian sang pengkhianat cinta ( menggelepar sekarat ) di sampingnya. JKW ‘menang’ ( di atas korban seperti yang sudah2 ). Game over.

Apa benar JKW menang ? Tidak. Kali ini tindakan keji dan senyum puasnya harus berakhir di penjara. Syukur2, sampai dihukum mati, agar cepat dikubur dan dipaksa minum racun sianida 15 gram berulang-ulang oleh malaikat kubur sampai tiba masa masuk neraka. JKW tamat riwayatnya.

BERSEMBUNYILAH LGBT. KEMBALI KE KITAB SUCI.

Proses LGBT diawali dengan ketidakjelasan identitas gender sejak usia 3-4 tahun. Islam memberitahu, jika punya 2 kelamin, pilih kelamin yang masih jelas dan berfungsi baik sebagai identitas kelamin. Pangkas kelamin yang tak diperlukan, lalu konsisten dengan ciri kelamin yang dipertahankan sesuai norma agama, hukum dan susila yang berlaku di Indonesia. Orang tua terutama ayah, berperan penting dalam pembentukan identitas kelamin anak. Jika ayah cenderung menolak ( apalagi anak juga ditolak pacar ) maka anak cenderung dendam dan tumbuh sebagai pribadi dengan perilaku menyimpang. Jika masuk setengah ke ‘konseling’ kaum LGBT yang merasa penyimpangan ( gangguan kejiwaan ) itu normal, maka si anak keluar jadi satu ( LGBT ). Situasi dan lingkungan ( belajar sosial, peniruan ) yang salah bisa merubah tabiat seseorang, dari lurus jadi menyimpang ( contoh, homoseksual situasional, pedofilia fakultatif )

Kasus SJ adalah contoh homoseksual situasional. Artis dangdut yang semula heteroseksual berubah homoseksual setelah ditinggal cerai & mati 2 istrinya. Lingkungan yang permisif terhadap perilaku LGBT membuatnya bereksperimen/ beralih. DS, remaja 17 tahun, pun diembatnya. SJ harus dipidana, karena DS sudah tercabik ketenangan dan masa depannya. Sekaligus, peringatan bagi para LGBT agar tak mengekspos diri. JW dan SJ adalah contoh predator karena promosi LGBT. Perilaku setan selalu meminta korban. Kita tak ingin Indonesia ditenggelamkan Allah seperti Atlantis, atau dimusnahkan seperti kaum Luth, Sodom & Gomorah, warga kota Pompeii, karena kita membiarkan kaum LGBT merajalela. Allah tidak memusnahkan wilayah selama masih banyak orang baik berpegang teguh pada ajaran-Nya di situ. Kita diam saja ? Habislah kita dan seluruh keturunan. Sunatullah.

Pengelola frekuensi terbatas yang dilindungi negara ( TV & radio ) dalam isi siarannya wajib mencerdaskan bangsa dan menjunjung tinggi jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa ( UU Penyiaran ). Pria yang berpenampilan dan berperilaku kewanita-wanitaan dilarang tampil. Promosi LGBT yang menyatakan orientasi seksual mereka normal, biasa dan pilihan mestinya dihukum. LGBT mestinya konsultasi ke psikiater & psikolog serta kembali ke kitab suci sebagai pedoman utama hidup dan berperilaku. Dalam sejarah, Allah sudah memusnahkan kaum Sodom & Gomorah. Kebodohan jangan terulang kembali.

Saya yang ditolak bapak dan dikhianati doi, tak lantas frustasi, apalagi sampai jadi LGBT, karena menjadikan Qur’an kitab suci saya ( bukan buku saku LGBT ). Single happy is much better ( tiap bangun pagi leluasa melakukan apa yang disukai & pergi ke mana pun, tanpa perlu izin & laporan pada pasangan. Ada banyak kegembiraan pada hal2 sederhana. So, relaxing ). 20 negara, termasuk AS melegalkan perkawinan sejenis. Namun, 87 negara menolaknya. Indonesia yang berkeTuhanan Yang Maha Esa menolak promosi LGBT & perkawinan sejenis. Jadi, kaum LGBT mesti tahu diri. Jangan mengumbar diri dengan bermesum di tempat umum, kalau tak ingin didiskriminasi dan mengalami kekerasan ( psikis, fisik ). Kalian bersembunyilah, syukur2 tobat & berobat. Hidup ini ujian, ibadah, pengendalian diri. Bukan foya-foya bebas mengumbar syahwat. Kalau Allah saja sudah mengutuk perilaku hubungan sejenis & sodomi, maka sistem pengazaban-Nya juga dilaksanakan para malaikat, tanpa bisa dihalau manusia atau para LGBT. Jika hakim AS bilang LGBT jangan diinvasi hati dan pikirannya, maka kaum LGBT pun jangan memprovokasi ( promosi, kampanye, over acting ) pada kaum lurus ( heteroseksual ), kata JK. Saya dukung Ridwan Kamil menolak ( promosi ) LGBT di Kota Bandung.

AHOK TETAP DI JAKARTA. EMIL TETAP DI BANDUNG, YA..

Ridwan Kamil diundang partai Gerindra untuk meramaikan bursa calon gubernur DKI Jakarta, bersaing dengan Ahok. Kang Emil bilang, pikir2 dulu dan baru akan memberi jawabannya pada bulan Maret 2016. Banyak warga dan akademisi Bandung ingin walikota muda ini menyelesaikan masa jabatannya dulu di Bandung. Saya setuju, supaya tuntas program yang dikampanyekan. Terlihat ‘wujud’ nya, seperti apa satu periode masa jabatannya sebagai walikota Bandung ( sehingga bisa jadi ‘CV’ untuk posisi kepemimpinan yang lebih tinggi ). Jokowi dulu juga kelar satu periode masa jabatan walikota Solo. Lalu, terpilih kembali. Tak sampai habis, sudah ditarik jadi gubernur Jakarta. Tak habis lagi, baru ditarik sebagai presiden RI. Emil yang berilmu arsitektur dan perancangan kota ( urban design ) sangat dibutuhkan Kota Bandung yang selama ini tata kotanya semrawut disebabkan para birokratnya awam ilmu tsb. Betapa kalangan perguruan tinggi dan LSM pemerhati selama ini sering tak nyambung dengan pemkot soal penataan kota Bandung dan cagar budayanya. So, Emil is so precious in these issues. Stay with us, please..

Ahok, yang Tionghoa dan Nasrani memang unik. Berkaca pada Afganistan yang hancur lebur karena hubungan antar etnis dan agamanya kurang harmonis, kita butuh figur seperti Ahok yang gigih, kompeten, peduli wong cilik, tegas pada korupsi dan cinta Indonesia, untuk menginspirasi kaum Tionghoa lainnya ( lebih keren berguna dan dihargai rakyat daripada kaya gemerlap dan dicemburui rakyat ). Bahwa jika 10 juta etnis nonpri yang menguasai 70 % ekonomi Indonesia bisa seperti Ahok ( memihak rakyat dan tegas pada pelanggaran ) akan member kontribusi lebih positif pada wajah Indonesia. Setahu saya, Islam menghendaki pemimpin tertinggi sebuah negara muslim adalah pria muslim ( jika tak ada yang amanah & kompeten, barulah wanita memimpin ). Jadi, Ahok boleh menjadi gubernur Jakarta ( lagi ). Dengan banyak ekspos terhadap gubernur ( galak nan lucu ) ini di episentrum media tanah air, kita berharap, WNI dari etnis Tionghoa mau mengabdi untuk kemajuan Indonesia. Semoga Ahok bisa memimpin warga dan birokrat ibukota Indonesia ini mewujudkan Jakarta yang lebih baik ( tidak macet, banjir, kumuh, kriminal & korupsi ).

Buat PDIP, GBHN atau yang serupa itu sudah ada di UU Sistim Pembangunan Nasional ( kata Mahfud MD ). Saya menyayangkan upaya revisi UU KPK yang digagas PDIP ( lalu Sidang Paripurna DPR memutuskan menunda ). Kelihatannya, PDIP setelah dikatrol kemenangannya oleh sosok Jokowi, diserbu kadernya yang kurang berkualitas. Beriak begitu ada politikusnya ( DWP dari PDIP ) tertangkap tangan KPK menerima uang haram. ( Demokrat yang kadernya lebih banyak masuk bui KPK tak sampai merevisi, bahkan di sidang kemarin termasuk yang gigih menolak revisi UU KPK ). Kecenderungan lansia yang suka dipuji ( dan pundung jika dikritik ) bisa menjadi ancaman bagi reputasi Megawati. Orang2 lurus dan matang yang masih tersisa di PDIP harus berani mengantisipasi dan bertindak cepat jika tak ingin PDIP pudar pamornya. PDIP perlahan akan ditinggalkan konstituen-nya jika kerap mengambil keputusan yang bertentangan dengan kehendak rakyat ( komisioner KPK, akademisi, ICW, LSM, media, sebagian besar rakyat termasuk saya, sudah keras menolak revisi UU KPK ). Siapa sih yang kalian dengar ? ( ini negara bukan milik kalian saja, meski lagi jadi ruling party ).

Jalan masih panjang berliku. Semoga nafas kita masih cukup untuk membereskan seluruh persoalan bangsa sampai pada kejayaannya. Tetap semangat !

Written by Savitri

26 Februari 2016 at 10:16