Madani & Manusiawi

Great People, Bandung, West Java, Indonesia.

Archive for the ‘Desa Petani Nelayan’ Category

Tol Darat, Laut, Udara Pemersatu NKRI. Tertib Mudik Cermin Peradaban Maju. ASN On Time ?

leave a comment »

Antrian kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama menuju Jakarta. Arus balik sebaiknya berangkat pagi. Sempatkan istirahat setelah 4 jam mengemudi. Utamakan selamat ( foto : Antara ).

Lebaran tiba. Ritual mudik tahun ini terpantau lebih baik. Tak sehoror sebelumnya. Jarak Jakarta – Semarang dulu 22 jam, kini 6 jam ( EMI, 7/6/2019 ). Jakarta-Surabaya cuma 10 jam. Wow..

Kemajuan menggembirakan ini berkat kerjasama dan disiplin semua pihak : pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintahan Jokowi dengan kementerian PUPR ujung tombaknya, kementerian perhubungan ( penumpang pesawat terbang beralih ke moda darat dan kapal laut karena tiket pesawat masih kalah bersaing, Jakarta – Medan Rp 21 juta ), Korlantas Polri ( melakukan contra flow, one way/ jalan searah di km 414-70 Trans Jawa di puncak mudik dan balik, membantu ganjal ban di tanjakan, dsb ) dengan back up pengamanan personel TNI, pengusaha yang menyediakan angkutan mudik gratis bagi karyawan dan para pengecernya, komunitas pemerhati transportasi yang terus mengamati dan memberi input perbaikan pada para stakeholder, media TV dan radio yang intensif memberi edukasi dan info bermudik aman nan lancar pada masyarakat, dan para pemudik/ pengendara itu sendiri yang mau lebih disiplin, terencana, terjadwal dalam melakukan perjalanannya ( disarankan berangkat pagi saat arus balik karena tubuh tak se-fresh memulai perjalanan mudik. Puncak balik diperkirakan Sabtu, Minggu besok. Setelah 4 jam berkendara, supir istirahat dulu di Rest Area terdekat. Setelah 8 jam mengemudi, supir diganti pengemudi lain yang terampil dan bugar ). Semoga korban kecelakaan lalulintas saat mudik & balik bisa berkurang lagi ( tahun 2017 sekitar 900 orang tewas. Tahun 2018 sekitar 300 orang tewas ). Apa yang terjadi di jalan raya menunjukkan tingkat peradaban kita. Makin tertib makin maju.

PROVOKATOR BIANG RUSUH. SIKAT !

Yang bikin heran, provokator dan teroris masih menyasar hari nan fitri ini. Di Kartasura, ada pelaku bom bunuh diri tewas terkapar ( bom meledak sebelum sampai tujuan ? ). Terjadi rusuh di dua desa di Kabupaten Buton, Sultra ( juga di Kupang, Adonara ) sampai 87 rumah dibakar gara-gara pawai takbiran mengeraskan suara knalpot ( siapa pemanah gelap yang membunuh martir tsb ? radikalis yang mau mengesankan wilayah tidak aman setelah menembak polisi piket di Jateng ? )

Orang terpapar paham radikal jadi PR kita bersama untuk menghentikan. Warga perlu aktif memantau keberadaan pendatang yang tertutup, penceramah intoleran di surau, masjid dan grup pengajian. Juga anggota keluarga, kerabat yang berubah kaku, mudah mengkafirkan orang lain. Lapor ke pos polisi terdekat atau babinsa ( saat ini ketua RT, RW sampai kepda yang terafiliasi 02/ permisif pada ormas takfiri, tak bisa diandalkan untuk menghentikan radikalisme karena mereka masih berharap mendulang suara dari kelompok intoleran ini tanpa pikir panjang/ tak paham geopolitik ).

REFERENDUM ? NO WAY !

MM, mantan panglima GAM yang kini jadi ketua parpol lokal mewacanakan referendum gara-gara kalah pileg ( perolehan kursi anjlok, nasionalisme orang-orang 02 dipertanyakan, cuma mau enaknya, jalan pintas pula ). Beruntung, Tap MPR no.4 th 1983 diperkuat UU no.5 th 2005 tentang revisi UUD 1945 / isu referendum sudah dicabut. So, tak ada jalan hukum untuk referendum. Dalam negara koloni yang belum berdaulat bisa dimengerti jika masih ada daerah yang minta referendum. Namun, yang sudah berdaulat seperti NKRI, no way, man !

Konferensi internasional bahkan membolehkan negara berdaulat mengambil semua langkah yang diperlukan demi menjaga keutuhan wilayahnya, kata Mahfud ( EMI, 3/6/2019 ). Ia menyarankan pendekatan khusus pada MM tapi tetap tegas ( jika masih minta referendum, proses hukum tanpa pandang bulu, juga penuntut lainnya ). Pemirsa dari Jateng usul agar Aceh jangan dikasih duit oleh pemerintah pusat ( dana otsus, transfer daerah, dsb. Rp 67 triliun dana yang sudah digelontorkan negara untuk Aceh ), masih ngeyel, sikat habis saja !

MENTERI DARI NTB ? HAK PREROGATIF PRESIDEN.

Pemirsa EMI dari NTB minta menteri kabinet berikut ada dari NTB. TGB gagal memenangkan Jokowi di NTB selama 2 pemilu. Apa masih ada ruang di kabinet berikut yang direncanakan diisi mayoritas profesional ( zaken kabinet ) dengan kemampuan mumpuni di bidangnya ? ( karena Jokowi tanpa beban lagi, tak perlu kebijakan populer untuk meraih suara elektoral. Gas pol. Tinggal fokus pada pembangunan manusia, termasuk kapasitas produksi orang daerah sehingga para pengusaha kapal yang menggunakan tol laut jadi semangat karena muatan dari WIT pun sebanyak dari WIB/ berton-ton. Tak kosong. Sekitar 40% penumpang pesawat beralih ke kapal laut yang menurut pengamat dan pemirsa belum sebaik kereta api dan angkutan darat ). Up to Mr President. Hak prerogatif.

( Rerata baru 2 dari 10 lulusan diknas yang terserap pasar kerja, kata menteri Hanif ( MetroTV, 2/5/2019 ). Soft skills-nya masih kurang. Juga, link & match- nya. Begitu banyak mata pelajaran di kurikulum diknas sampai guru cenderung mengejar target selesai materi diberikan, kurang peduli anak paham atau tidak. Anak didik kita mau dibentuk jadi robot, atau ahli ? kritik pemirsa EMI, mantan guru ( MetroTV, 3/5/2019 ). Pantas, masih banyak gerombolan tak logis yang demen hoax.

ASN ON TIME PASCA MUDIK LEBARAN ? Let’s see..

11 hari libur lebaran 1440 H/ cuti bersama apa cukup buat ASN ? ( di luar negeri karyawan diberi 20 hari cuti dalam setahun, terbukti meningkatkan produktivitas kerjanya ). Tahun lalu, ASN masih telat masuk kerja, bahkan bolos sampai 2 hari. Di koran dan TV kerap diberitakan bos mensidak tempat kerja anak buahnya. Namun tahun berikutnya hal sama terulang kembali. Apa yang salah ?

Narsum Elman di EMI ( MetroTV, 8/6/2019 ) mengusulkan : ASN malas didenda Rp 1 juta jika telat masuk kerja setelah pulang mudik. Jika sampai 3 kali telat si ASN bandel bisa dipecat. Selama ini sidak dari atasan atau pengawas pegawai hanya masuk kotak, tanpa tindak lanjut, juga tanpa mengakumulasi perilaku telat dan bolos si pemalas sepanjang tahun. Jadinya santai-santai saja..

Berbeda dengan pegawai bank, banyak ASN tanpa meja/ job desk atau tak jelas pekerjaannya. Pemirsa EMI curhat bahwa pegawai telat masuk karena meniru atasannya yang juga telat masuk. Yang lain mengusulkan agar ASN juga punya buku saku seperti anggota Polri dan TNI yang mencatat kedisiplinan staf dalam bekerja sejak ia masuk institusi sampai pensiun. Setiap promosi atau kenaikan jabatan, buku saku menjadi penilaian penting bagi kandidat yang dicalonkan.

Dari survei diketahui sekitar 40% ASN bekerja tak efektif. Padahal pelamar kerja yang lebih pontensial ( tapi tanpa KKN ) mengantri di luar sana. Jokowi juga meminta ASN di daerah lebih gesit dalam mengurus segala perizinan investasi. APBN dan APBD sebagian besar ( 70% ) habis buat belanja/ gaji pegawai. Kalau 40% ASN kerja tak efektif plus doyan telat/ bolos ini masih dipertahankan, namanya pemborosan. Apa mereka gak malu dengan personel Polri dan TNI yang terus bekerja menjaga keamanan pemilu 2019 dan kelancaran mudik selama kita libur lebaran 1440 H ? Daerah ramah investasi bisa dimulai dari sini ( menegakkan disiplin ). Bos datang tepat waktu, anak buah meneladani. Itu baru cakep.

TIKET PESAWAT MAHAL ? UTAMAKAN MASKAPAI NASIONAL

Seingat saya, pasca insiden kereta anjlok di Bogor tempo hari, sudah disiapkan 2 gerbong kereta ‘SAR’ senilai Rp 6 miliar untuk mengantisipasi peristiwa serupa. Kereta api sejak dipoles menteri Jonan jadi primadona. Tiket sold out.

Sebanyak 222 pesawat Lion Air jenis Boeing 373 Max. senilai lebih Rp 300 triliun, ditinjau ulang pemesanannya setelah Ethiopian Air juga jatuh. Keselamatan sebagai budaya. Angka keselamatan tertinggi dicapai maskapai UEA dengan skor 98 dari skor sempurna 100 ( EMI, 12/3/2019 ). Maskapai Indonesia ?

Soal tiket pesawat mahal, sebagian pengamat transportasi mengatakan penyebabnya : perang harga sebelumnya yang menyebabkan banyak maskapai gulung tikar ( juga ratusan pesawat Boeing yang di-grounded tsb ). Konsumen terbiasa dengan harga murah sehingga terkaget-kaget dengan harga standar/ keekonomian yang diminta maskapai yang megap-megap 3-4 tahun ini. Di blog ini pernah disentil slot dan rute penerbangan yang ‘diobral’ ke maskapai asing sementara maskapai Indonesia tak semudah itu mendapatkan hal yang sama di mancanegara/ asal maskapai asing tsb. Menurut pengamat Cheppy, di dunia ini tak ada rute domestik yang diambil maskapai asing, kecuali di Indonesia ( MetroTV, 7/6/2019 ). Jadinya, tarif maskapai asing lebih murah dari maskapai Indonesia. Penumpang dari Batam, Medan, memilih naik boat ke Singapura, baru dari sana naik maskapai asing ke Jakarta ( di bawah Rp 2 juta per orang ).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ( lebih 17.000 pulau ), tata kelola angkutan udara kita perlu serius diperbaiki, agar maskapai Indonesia tak makin berdarah-darah lalu tersungkur mati. Koneksitas udara di jaman serba cepat ini ( industri 4.0 ) menjadi kebutuhan mendesak karena fungsinya sebagai pemersatu wilayah dan penggerak pariwisata ( tengah dikebut menjadi andalan devisa pertama menggantikan CPO yang cenderung menggunduli hutan tropis kita ). Semoga semua tantangan ke depan ini bisa kita selesaikan bersama. Amin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin ya…

Iklan

Syukuran Makar ? Ekspos Data Surveyor. Ruang Tengah. Making Indonesia 4.0. Pebisnis Wisata Cibodas..

leave a comment »

SYUKURAN MAKAR DIWASPADAI. Jangan kecolongan lagi..

Keselamatan bangsa dan negara ( hukum tertinggi ) di atas konstitusi. Negara bisa mengambil segala tindakan untuk menjaga keutuhan negara, kata Mahfud MD di Prime Time News ( MetroTV, 23/4/2019 ). Hukum menjadi panglima di negeri ini. Jika penetapan hukum ( hasil hitung manual KPU ) tak diindahkan sampai stabilitas keamanan terancam, dan penetapan hukum di MK ( sengketa pemilu ) tak dihiraukan para pihak sampai keselamatan rakyat dan keutuhan negara terancam maka unsur negara akan turun/ tegas menertibkan.

Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2019 ( Prime Time News, MetroTV, 23/4/2019 ) setelah undangan rekonsiliasi Jokowi untuk PS dan rencana kunjungan Luhut tak kunjung direspon baik dengan berbagai alasan ( katanya flu. Yenny Wahid bilang, beri 1-2 hari untuk mereka/ 02 di tahap awal/ denial/ penyangkalan ini/ saat berhadapan dengan hasil quick count 36 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi dengan probabilitas 99 % itu ).

Namun, hari ini sudah lewat seminggu. Yang terlihat malah PS mendeklarasikan diri sebagai presiden sampai tiga kali ( penjilat di sekelilingnya memanggilnya presiden PS ) dan meminta para pendukungnya melakukan syukuran atas ‘kemenangan’-nya versi survei internal 02 yang tak pernah dibuka ke publik metode sampling dan penyandang dananya ( Mata Najwa, Trans7, 24/6/2018 ). Berbeda dengan surveyor kredibel yang tergabung di asosiasi Persepi ( Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ) yang sudah melakukan ekspos data ke publik ( dihadiri wartawan media, mahasiswa, aktivis, masyarakat pada minggu lalu, 19/4/2019 ).

Surveyor kredibel menggunakan metode ilmiah, ilmu statistik turunan matematika yang sudah berumur ratusan tahun. Sejak tahun 2004, hasil quick count surveyor kredibel ini diakui SBY yang kini di 02 dan Anies-SU di pilgub DKI. Sangat aneh jika 02 kini menuduh “bohong” surveyor kredibel ( yang sama ) yang memberitahu quick count mereka : Jokowi yang dapat 55% suara ( real count KPU semalam, 30% dari 813.000 TPS, juga menunjukkan angka di kisaran itu ). Buruk muka cermin dipecah. Kalah bersaing, survei dibelah. Ngeyel. Kekanakan.

Wakil 02 di Mata Najwa semalam bilang, hak kami untuk mendeklarasi kemenangan dan PS sebagai presiden. Di luar negeri juga begitu. Wait a minute. Ini negara mana dulu ? Yaman, Libya, Irak, Venezuela, atau para pion AS-zionis Israel di negara ‘boneka’ memang model PS yang kalah pemilu ( bahkan tidak ikut pemilu seperti Juan Guaido ) tapi tak tahu malu mendeklarasikan diri sebagai presiden dengan menuduh KPU curang ( padahal 83% responden yakin KPU tidak curang ).

Pemilu 2019 di Indonesia adalah pemilu paling transparan/ terbuka di dunia saat ini, sampai banyak KPU luar negeri datang untuk belajar ( dan ingin magang ) pada KPU Indonesia. Pemilu Jerman, Belanda, dan sejumlah negara bagian di Amerika kembali ke hitung manual ( dari sebelumnya e-voting ) karena faktor trust yang lebih tinggi dengan cara Indonesia. Semua orang bisa melototi, mem-foto, menyimpan, menghitung quick/ real count-nya sendiri di tempat masing-masing dari scan form C-1 seluruh TPS di website KPU.go.id. Jika PS dan para penyesat di sekelilingnya tidak mampu berpikir logis atau paranoid/ buruk sangka lalu kepala batu, maka setransparan dan seprofesional apa pun KPU bekerja, takkan pernah memuaskan mereka ( apalagi jika elit 02 benar-benar proxy AS-Israel maka hoax “curang” itu memang sengaja mereka semburkan untuk post truth. Padahal kader Grd juga kedapatan curang saat pemilu. TKN 01/ Sekjen PDIP siap adu data di MK nanti dengan BPN 02 ).

( Ada e-voting, e-counting, e-rekap. Ada e-voting yang juga keluar kertas/ struk yang dimasukkan ke kotak suara untuk crosscheck. Untuk pemilu berikutnya, sebagian orang menggagas e-counting seperti di Filipina. Tuduhan curang dan lelahnya rekap bisa ditepis dengan sistem ini. Pemilih menyentuh tombol di layar touch screen sehingga hitung suara-nya dikalkulasi secara digital, tak lagi menyita banyak tenaga petugas KPU pusat dan daerah yang tahun 1955-2019 menghitung secara manual dengan garis batang lidi di lembar rekap. Baru pemilu 2014 dan 2019 yang dikeluhkan salah satu pihak/ 02, karena karakter untrust capres itu sendiri. Yang salah/ ugal-ugalan bukan sistem pemilu kita atau pun KPU-nya ( ketua Arief sudah jadi penyelenggara pemilu sejak tahun 1999/ sebagai Panwaslu ), tapi justru peserta parno tsb.

Kecurangan masif, terstruktur dan sistematis justru dilakukan kubu 02 sejak proses pemilu dimulai. Penceramah terafiliasi 02 gencar menebar fitnah di tempat ibadah dan WAG lingkungan oleh tetuanya yang malas cek fakta. Hoax mereka : jika Jokowi terpilih lagi, maka azan, jilbab, pelajaran agama, kementerian agama ditiadakan, penyebutan kafir dilarang, perkawinan sejenis dilegalkan, dst. Sehingga warga agamis tapi tak melek media di Jabar, Banten, NTB, Sumbar, Sulsel menelan mentah-mentah semua kebohongan itu. Tahap selanjutnya dari firehose of falsehood ini, PS ‘sujud syukur’ ( AR nuduh KPU curang, ugal-ugalan ), mengklaim diri ‘presiden pemenang pemilu’ dan minta para pendukungnya untuk syukuran. ‘Ustad’ Ase* dari masjid Ash-Shof*, Bandung, juga mengundang jemaah-nya syukuran di rumah mertuanya pada hari Minggu, 28/4/2019 pukul 13.00 WIB. Jemaah yang enggan datang/ 01 didesak, diingatkan terus oleh jemaah lain/ 02 untuk datang ke syukuran tak jelas itu ( bukan aqiqah, berangkat haji, dsb ). Jika PS/ 02 ngotot deklarasi ‘presiden’, apa yang mungkin disemburkan para pendukungnya di akar rumput saat syukuran itu ? Kekecewaan, narasi kecurangan, penindasan, kezhaliman dari sudut sempit/ picik mereka sendiri. Tahap selanjutnya, tinggal ‘people power’ atau pengerahan massa itu. Kita harap aparat keamanan dan kepala daerah di Jabar, Banten, Sumbar, Sulsel, NTB tak kecolongan modus menjurus makar ini. PM Mahathir, PM Singapura dan Erdogan-Turki sudah memberi ucapan selamat kepada Jokowi ( Mata Najwa, Trans7, 24/4/2019 ) dari tradisi quick count di sini yang mereka percayai ( Indikator PI, Indo Barometer, LSI, SMRC, Litbang Kompas, Charta Politika, anggota asosiasi Persepi yang terdaftar di KPU ). Jangan sampai Indonesia pecah karena ulah segelintir 02 yang tak segera ditindak.

SURVEYOR KREDIBEL BELA REPUTASI BAIK.

Burhan Muhtadi melaporkan ke polisi 4 akun di FB, TW dan WP yang menuduhnya melakukan post truth dengan membombardir publik dengan hasil quick count lembaga survei-nya ( Indikator PI ). Sebelumnya, Burhan di Prime Time News ( MetroTV, 21/4/2019 ) memberitahu pemirsa tentang acara buka publik sejumlah lembaga survei yang tergabung di asosiasi Persepi, memaparkan metode quick count mereka. Mereka minta surveyor 02 ( membuat PS mendeklarasi diri secara prematur/ lancang seperti tahun 2014 ) untuk melakukan buka publik juga. Jika ( survei internal ) 02 makin menyerang kredibilitas Burhan dan rekan surveyor maka akan mereka laporkan ke polisi. Eh, ternyata 6 surveyor ( IB, CP, SMRC, cs ) dan Perludem justru yang diadukan 02 karena dituduh menggiring opini publik ( padahal partisipasi masyarakat dalam pemilu, salah satunya dalam bentuk quick count kredibel diperbolehkan UU ). Deklarasi prematur dan tuduhan curang 02 ini seperti katak dalam tempurung, merasa ‘paling benar’ di dunia radikal mereka sendiri. Teralineasi dari mayoritas penduduk ( hasil cuci otak/ doktrin Takfiri bertahun-tahun ).

Yang salah itu justru deklarasi ‘kemenangan’ 02 tahun 2014 dan 2019 yang dilakukan PS sebelum hasil resmi KPU RI. Merekalah yang seharusnya diperiksa metode dan penyandang dananya oleh polisi/ asosiasi surveyor/ civil society atau komunitas masyarakat sipil karena telah membuat gaduh ruang publik selama 5 tahun ini oleh klaim sepihak dan tuduhan-tuduhan keji mereka pada kepala negara dan institusi. Sehingga Burhan pun mengadukan para perusak reputasi baiknya. Di TVO ( 23/4/2019 ), ketua KPU Arief mengklarifikasi fitnah yang menimpa diri dan lembaga ( dituduh curang secara masif, padahal cuma ada 24 pengaduan salah input entry data yang sudah diperbaiki, tapi terus diungkit dan diulang-ulang fitnah tsb di medsos ). Ketika terbukti tak bersalah, pelapor dan pemfitnah tidak minta maaf kepadanya. Ngeloyor begitu saja. Bangsa Indonesia harus diselamatkan dari perilaku fitnah semacam ini, kata Arief.

Pasca pemilu aman dan damai ini, rakyat sudah kembali beraktivitas adem seperti biasa. Para tetangga sudah rukun kembali. Bahkan di sebagian wilayah, saat pilpres pun, para pemilih juga bisa santai/ guyon mengunggulkan capres pilihan masing-masing tanpa clash. Cair. Yang panas justru elit 02 dan jagad medsos, yang kata Mahfud bisa jadi sebagian fitnah dan provokasi bukan dilakukan pendukung 02 maupun 01 ( tapi pihak asing yang ingin bangsa ini terpecah belah ). Sehingga wapres JK merasa perlu mengundang 18 pimpinan ormas untuk membantu menenangkan masyarakat dan meminta para kontestan pemilu menenangkan para pendukungnya. Pilpres sudah usai, saatnya kembali merajut persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Di antara artis yang senafas dengan misi mulia ini adalah sosok hebat berikut dengan komunitas Ruang Tengah yang digagasnya.

GREAT PERSON :

Lahir dari keluarga penyuka musik, mengakrabi aliran dan alat musik, bersepupu dengan mendiang Elfa Secoria, komposer andal langganan juara festival internasional asal Bandung, yang memperkenalkan musik jazz padanya di usia 5 tahun.

Debut pro-nya dimulai sejak SMP dengan rutin main jazz di hotel Savoy Homann ditemani Ruth Sahanaya dan Trie Utami. Tahun 1986, dia tampil di Festival Band Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center dan membentuk Kahitna ( bahasa Sunda : yang ter-hit ) yang merilis 8 album. Tahun 1991, dia meraih gelar The Best Composer pada Young Star International Festival di Taipei, Taiwan.

David Foster menjadi inspirasinya bermusik ( juga Quincy Jones ). Bahwa musik pop bisa dibuat ‘bergizi’ ( berbobot ) dengan melodi sederhana, namun kaya chord ( satu lagu memiliki beberapa nada dasar ). Sejak itu, ia terjun ke industri pop dan melahirkan sederet karya apik yang dinyanyikan/ melejitkan artis tanah air, seperti : Rio Febrian, Audy, Rida Sita Dewi, Rita Effendi, Yana Julio, Delon, Chrisye, Glenn Fredly, Lingua, Hedi Yunus, Rossa, selain membidani 5 Romeo serta Yovie & Nuno yang kini ia produseri ( Wikipedia )

Seperti juga komposer dan pianis David Foster yang melahirkan/ melejitkan artis Celine Dion, Josh Groban, Michael Bubble, The Corrs, dsb, kerap menjadi juri ajang pencarian bakat, lulusan cum laude Jurusan Hubungan Internasional Fisip Unpad, Bandung ini juga menjadi juri Indonesian Idol ( musim kedua ).

Setelah kenyang dengan sejibun prestasi dan karya, ayah dua anak ini kini terlihat di MetroTV sebagai host acara budaya “Idenesia” ( kini tiap Minggu, pukul 21.30 WIB ) dan komunitas Ruang Tengah Indonesia ( RTI ). Kerapnya menjadi duta budaya Indonesia di berbagai even internasional membuat ia makin sayang Indonesia ( “Q & A”, MetroTV, 14/4/2019 )

Di Idenesia, ia mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia yang bisa memberi ide baginya dan pemirsa untuk mengembangkannya sehingga tetap memikat bagi generasi penerus yang kelak mewarisi.

Kesan saya melihat figur tenang ini : sedikit bicara tapi banyak karya ( beda-beda tipis dengan Jokowi yang banyak kerja ). Meski sedikit, namun powerful tiap kata yang diucapkan. Perbuatan lebih kuat dari perkataan. Itu sebabnya acara Idenesia masih bertahan dan RTI bisa menarik banyak musisi, artis ( sastrawan juga diundang ) seperti : Andien, Tulus, Nino “RAN” Febru HIVI, Eka Gustiwana, Prisia Nasution ( Jakarta, 6/4/2019 ).

Ruang Tengah Indonesia adalah wadah menyatukan warga Indonesia yang cintai damai untuk berbagi kisah inspiratif dari segala penjuru negeri ( http://www.ruangtengah.id ). Bermula dari suka kumpul bareng ngobrolin topik yang lagi hangat di tanah air.

Indonesia rumah kita, maka ruang tengahnya digunakan anggota keluarga ( anak bangsa ) untuk bicara harapan dan cita-cita. Dengan visi sama ( Indonesia berdaulat, kuat dan utuh ) maka perbedaan suku, agama, pilihan politik, seni budaya, takkan jadi perintang, justru memperkaya kita. Betapa banyak diferensiasi yang bisa kita tawarkan pada dunia, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, juga berperan aktif dalam perdamaian dunia ( Indonesia diminta menengahi konflik di Afganistan, Myanmar, Filipina Selatan, Timur Tengah ).

Diplomasi Indonesia ke luar lebih menyakinkan jika di dalam negeri, di kalangan religius ada Islam Wasatiyyah/ moderat. Di kalangan nasionalis ada koalisi masyarakat sipil/ civil society. Di kalangan seniman, ada Ruang Tengah Indonesia. Semua ruang tengah ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia terbiasa harmoni, hidup berdampingan secara damai, meski terdiri dari 6 agama, lebih 700 suku, lebih 1300 bahasa di lebih 17.000 pulau. Masyarakat paling kompleks di dunia, tapi paling rukun gotong royong sedunia. Mantap kan.. ( sangat kredibel untuk jadi motor perdamaian. Kita gak cuma omong, tapi sudah praktek sehari-hari )

Kita bisa harmoni begini, karena Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi satu. RTI ikut mengingatkan persatuan ini setiap kita di persimpangan, ujian jaman, juga pergumulan demokrasi.

Kegiatan RTI, selain menyebarkan atmosfir sejuk meski beda pilihan politik ( terlebih jelang dan pasca pemilu ), mereka juga membuat lagu yang seluruh hasil penjualannya disumbangkan untuk setiap gagasan yang memajukan Indonesia. Wajah-wajah tulus pendendang lagunya dari Sabang Merauke, membuat dia tergerak berbuat untuk negaranya, seperti semangatnya selama ini,” Buat Indonesia, apapun aku ayo”.

The man of this post is.. Yovie Widianto.

Akun Twitter Yovie

Akun Instagram Yovie

MAKING INDONESIA INDUSTRI 4.0

Digagas menteri Erlangga, diluncurkan Jokowi tahun lalu, program industri 4.0 ( digital ) tsb. Ada 236 industri yang sedang disiapkan pemerintah dalam menyambut Industri 4.0, kata menteri Rudiantara ( EMI, 24/4/2019 ).

Ya, kita sudah masuk era Revolusi Industri 4.0 yang berciri efesiensi dan konektivitas dengan cara digitalisasi dan otomatisasi semua cabang produksi unggulan kita ( pariwisata, travel, transportasi, maritim, pertanian ). Banyak pekerjaan lama yang hilang oleh disrupsi ( efesiensi/ rantai distribusi dipangkas ) dari shifting ( perubahan metode produksi ) ini. Industri 1.0 digerakkan dengan api ( kapal/ kereta api untuk mengirim logistik ) dengan perubahan memakan waktu berabad-abad, kata pemirsa EMI dari Jakarta. Industri 2.0 digerakkan energi fosil ( BBM ) dengan perubahan trend dalam hitungan dekade ( 10 tahunan ). Industri 3.0 digerakkan listrik dengan perubahan dalam hitungan tahun. Industri 4.0 digerakkan cyber optic + satelit ruang angkasa / internet dengan perubahan dalam hitungan hari bahkan detik. Cepat sekali.

Tak heran, Jokowi bilang, negara pemenang adalah negara yang cepat ( baca : produksi unggul, berdaya saing tinggi, cepat beradaptasi dan melayani demand, menghasilkan ketahanan ekonomi, pangan, energi, devisa, sehingga negara mampu membiayai armada hankam, alutista, dan menjaga keutuhan wilayah berdaulat NKRI ).

Di Indonesia, perusahaan berbasis industri 1.0 dan 2.0 masih ada, serta berbasis 3.0 masih banyak. Mereka perlu melakukan lompatan besar dengan tools internet dan inovasi ‘out of box’ sehingga Indonesia bisa segera beralih dari negara agraris-konsumtif menjadi produktif-kreatif. Masuk 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030 ( versi lain, jadi the big four ) karena bibitnya sudah ada. Tinggal disusun seperti blok permainan lego. Ojek di-tools jadi Gojek yang kini melesat Dekacorn ( valuasi 10 miliar USD ). Menurut Temasek dan WB, 72 miliar USD ekonomi digital/ e-commerce di Asia Tenggara, 27 miliar USD-nya diraih Indonesia. Dan diprediksi tahun 2025 akan mencapai 100 miliar USD.

Indonesia bisa begitu karena superpower budaya dan kaya SDA. Kuliner Indonesia ( rendang, nasi goreng ) no.1 dan 2 terenak di dunia. Martabak Indonesia langganan juara festival di mancanegara. Wisata halal kita no.1 di dunia. Desain busana muslim Indonesia dengan kain etnik warisan adiluhung leluhur kita kerap menjuarai festival fashion internasional. Penari tradisi dan kontemporer kita mampu menyihir publik dunia ( termasuk dalam gelaran Opening Asian Games 2018. Semoga menyusul Opening Olimpiade 2032 di 11 kota di Indonesia. Amin ). Paduan suara mahasiswa dan pelajar kita kerap menjuarai festival internasional. Olimpiade sains juga kerap dimenangi talenta muda kita. Bibit-bibit kreatif bertebaran di negeri ini.

( Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dari UI menyarankan re-organisasi ekosistem pendidikan Indonesia agar match dengan kebutuhan industri 4.0. )

Tinggal dibentuk ekosistem yang cocok untuk mematangkan para bibit muda ini. Dari ( kesiapan ) 70 negara industri 4.0, Indonesia baru menempati urutan 62 dalam kualitas SDM-nya, sekelas Vietnam. Thailand yang fokus pariwisata dianggap lebih siap. So, perlu re-organisasi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Riset dan inovasi perlu dikebut dengan dana memadai. Link & match di SMK harus terus diperbaiki. Kartu Pra-kerja, Sembako Murah dan KIP Kuliah ( dibiayai dari penggeseran subsidi BBM salah sasaran ) diharapkan bisa meningkatkan kapasitas kerja para lulusan dikmen dan dikti kita agar bisa mengisi atau menciptakan lapangan kerja 4.0 ( banyak pekerjaan lama lenyap, tapi lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta dari SDM berinovasi, kreatif dan problem solver di era disrupsi ini ). Indonesia terpilih sebagai negara Mitra Resmi ( Official Country Partner ) di Hannover Messe, Jerman, tahun 2020 yang memamerkan capaian industri 4.0. Prepare your self, people..

**********************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

THE LODGE MARIBAYA : KOLABORASI MILENIAL 4.0, WARGA DESA AGRARIS, PEBISNIS WISATA.

Memanfaatkan alam tanpa merusaknya adalah misi pebisnis wisata Heni Nurhaeni Smith, founder The Lodge Group. Heni ingin memperkenalkan hutan dan alam indah Desa Cibodas, Jawa Barat ini untuk menginspirasi warga daerah lain yang punya potensi view unik lainnya. Dimulai dari kecintaan pada alam dan hobinya kemping, Heni, seorang event organizer 20 tahun lalu, mulai merintis rumah kayu ( lodge ) di lahan 2 hektar miliknya sejak 14 tahun lalu di Kabupaten Bandung Barat ( acara Ngantor = ngobrol ringan di kantor, K-Lite FM, 24/4/2019 ).

Heni rajin menanam pohon di lahan pribadi dan sekitarnya sampai Perhutani mempercayakan lahan 29 hektar lagi padanya untuk dirawat kelestarian pepohonan dan kebersihan sungainya ( nebang satu pohon di hutan lindung didenda Rp 5 juta ).

Tiga tahun lalu atas desakan teman dan kerabatnya, lahan berview unik dengan pinus-pinus cantik itu dibuka Heni untuk umum. Rp 1000 dari harga tiket masuk disumbangkan Heni untuk kegiatan sosial. Besok, 26 April 2019, digelar perayaan HUT 3 tahun The Lodge yang akan dimeriahkan dengan konser Magical Journey oleh Bandung Pilharmonic Orchestra yang sudah mendunia di hutan yang dikelola The Lodge tsb ( jika turun hujan/ kabut, kawasan wisata alam ini menjelma seolah negeri di atas awan ). Warga yang ber-KTP Kabupaten Bandung Barat boleh masuk The Lodge dan Fairy Garden secara gratis tanggal 26 April itu untuk berbagi syukur Heni dengan warga setempat. Bupati dan tokoh masyarakat diundang. Berbagai media, termasuk TV nasional juga diundang untuk meliputnya.

Di kawasan The Lodge, ada apa aja sih ? Selain rumah kayu, area kemping untuk tenda-tenda perkemahan, ada pula sepeda gunung di ketinggian 15 meter di mana pengunjung bisa melihat view indah pepohonan asri dari atasnya dibantu tali-tali pengaman seperti kita lihat di luar negeri ( On the Spot, Trans7 ). Ada glass bridge/ deck di ketinggian 55 meter untuk uji nyali seperti di China yang menghubungkan 2 pucuk gunung. Juga paket treking menyusuri sungai Cikapundung.

Kawasan asri Cibodas ini semula hutan produksi, lalu dikembalikan menjadi hutan lindung. View unik yang tak bisa dipindahkan ke tempat lain ini menjadi pilihan para pecinta alam ( strong market ). Heni, sang founder, mengutamakan kearifan lokal dalan memasarkan bisnisnya. Sebanyak 500 karyawannya ( 90% warga lokal ) diminta tetap nyunda, ramah, berpakaian batik dengan corak pohon pinus desain sendiri ( front liner ), meski para tamu dan pengunjungnya datang dari Jakarta, Malaysia dan mancanegara.

Para tamu bisa memilih 3 jenis wisata yang dimiliki The Lodge Group, yaitu Mulberry Hill by The Lodge ( glamping, kemping cantik bagi yang ogah kotor, tersedia kebun organik, resto, 20 kamar cottage dan 2 villa joglo untuk menginap ), Fairy Garden by The Lodge ( untuk piknik keluarga ) dan The Lodge ( rumah kayu dengan wahana dan acara “out of the box” ) itu sendiri.

Willing to learn, mau belajar adalah kiat sukses Heni. Kawasan sepi berubah ramai dan macet menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagian penduduk lokal tak siap menerima perubahan ini, sehingga Heni, melewati tahun-tahun berat itu dengan mengundang para stake holder untuk duduk bersama mencari solusi. Heni lalu mengajak lurah dan karang taruna untuk terlibat dalam proyek kampung wisata. Hasilnya, tahun 2017 tersedot 1,5 juta pengunjung dan tahun 2018 tersedot lebih 2 juta pengunjung.

Hasil bumi warga dijual sepanjang jalan masuk The Lodge. Area depan ada resto sunda Rumah Bambu dan aneka jajanan lokal di dapur Hawu seperti cireng dan cilok. Pengunjung juga bisa ngopi dan makan pizza di sana.

Soal keamanan di The Lodge, Heni sudah menjaminnya dengan Certificate Safety, pembeli tiket diproteksi asuransi, diberitahu tempat evakuasi jika ada bencana ( gempa, likuifaksi, banjir, longsor, letusan gunung ), para pegawai sudah di-training untuk kejadian darurat/ emergency.

Dari area parkir seluas 1 ha itu para pengunjung bisa jalan kaki ke plaza tempat aneka even baru digelar, seperti penampilan artis Harmoni the Pipe, musisi akustik, seniman seni instalasi, pelukis, pematung memamerkan karya terbarunya.

Heni menyadari era digital dengan trend medsos dan aneka platform saat ini mempercepat promosi dan daya jangkau pemasaran bisnis wisatanya ( butuh biaya lebih besar dan waktu lama dengan cara konvensional/ billboard ). Ia mengerahkan banyak anak muda milenial di tim-nya untuk brain storming, ide inovatif, dan pemasaran bisnisnya, karena olahraga ekstrim banyak diminati kaum milenial ). Dengan promosi di web The Lodge Maribaya.com dan Instagram The Lodge Maribaya, ribuan tamu grup saat weekday dan tamu keluarga di weekend berkunjung ke tempatnya dalam hitungan menit. Disrupsi dan Shifting terbukti menguntungkan bagi pebisnis yang siap dengan teknologi 4.0. Lebih banyak orang yang berhasil disejahterakan. Terinspirasi ?

*********************

INFO PARENTING :

“Main Sama Mama”- drawed by Vitrisa

CEGAH PELECEHAN SEKSUAL SEJAK DINI

Main sama Mama. Bukan sama Papa, jika anak perempuan. Why ?

Kekerasan seksual anak masih marak. Sinyal, pendidikan seks sejak usia dini belum merata di masyarakat. Tapi, anak butuh sentuhan sayang untuk perkembangan emosinya. Gimana dong ? Ini kiatnya :

Ajari anak sejak balita, cara menghindari pelecehan seksual ( Khazanah, Trans7, 22/3/2019 )

Beritahu padanya, hanya bunda yang boleh menyentuh organ intim anaknya. Ayah harus minta izin dulu pada anak jika akan menyentuh badannya untuk mengganti popok, memeriksa suhu tubuh atau mengecup dahinya, agar anak dibiasakan untuk menjaga privasi tubuhnya dari intervensi yang tak dikehendakinya.

Anak juga dilatih untuk menjaga sensor tangannya tetap peka. Jangan dipaksa salaman jika ia tak ingin ( instingnya menolak ) karena tangan adalah awal orang menjajaki keintiman. Biarkan sensor tangan anak tetap peka dengan menolak orang yang tak dikehendaki ( menjaga teritorinya ).

Belaian sayang dilakukan ortu di kepala dan bahu anak. Belaian meragukan, seperti dicubit di pinggang atau di pusar, seharusnya anak segera menepis, menolak, menjauh, dan lapor bunda. Belaian terlarang di dada, paha dan kemaluan sudah bisa dianggap pelecehan seksual. Anak harus menolak, lari meninggalkan pelaku dan lapor bunda.

Ajari anak pohon kekerabatan, siapa yang muhrim ( boleh melihat tanpa jilbab, mengusap kepala dan menepuk pundak ). Ajari anak menghadapi orang asing : Tukang pos, kurir paket, loper koran, pencatat meteran listrik PLN, air PDAM hanya boleh sampai halaman rumah. Tetangga, silakan tunggu di teras, anak diminta lapor bunda. Paman dan kerabat yang dikenal baik boleh masuk sampai kamar tamu. Sahabat dekat boleh sampai ruang tengah dengan seijin anak dan bunda. Namun hanya bunda yang boleh masuk kamar anak perempuan. Balita perempuan boleh bersama ayah dengan sepengetahuan ibunya ( karena kini banyak kasus pedofil dari anggota keluarga dekat ).

Semoga anggota keluarga kita dan anak Indonesia terhindar dari pelecehan seksual dan kekerasan anak. Amiin..

Written by Savitri

25 April 2019 at 10:19

Pengusaha Batubara Jadi Produsen Listrik. Segitiga Rebana Jabar. Festival Kolam Retensi. Ikutan ?

leave a comment »

Energi panas bumi belum bisa murah di Indonesia, padahal potensinya luar biasa di negeri cincin api ini. Mungkinkah perusahaan e-commerce ikut men-delivery ke konsumen sehingga lebih terjangkau dalam 5-10 tahun ke depan ? ( foto: kompas )

KETAHANAN ENERGI : DARI IMPORTIR GAS KE PRODUSEN LISTRIK SWASTA.

Ingat, betapa rewelnya sebagian warga Indonesia ketika diminta beralih dari minyak tanah/ solar ke gas untuk mengurangi besarnya subsidi yang membebani keuangan negara ? Masih kurang efesien. Konversi bahan bakar rumah tangga ke gas ( konsumsi 6,7 juta ton per tahun ) ternyata 60%-nya masih impor ( Economic Challenges, MetroTV, 6/4/2019 ).

Kebutuhan energi kita dipenuhi 54% dari batubara, sisanya gas, BBM, dan listrik. Produksi minyak Pertamina baru 39% kebutuhan, dan akan digenjot hingga 61% ( tahun 2021 ) setelah blok Rokan dan Mahakam kita ambil alih dari perusahaan asing. Target BBM Satu Harga di 170 kecamatan diupayakan tercapai akhir tahun ini, karena volumenya sebetulnya kecil dari produksi BBM kita. Nol koma sekian, jelas menteri ESDM, Jonan ( produksi per tahun 27 juta KL ( kilo liter ). Satu kabupaten terdiri sekitar 20 kecamatan atau 300-400 kelurahan/ desa.

Batubara dari DME ke DMO. Dari jual mentahan ke olahan ( listrik ), karena kalau cuma gali-garuk-jual, orang gak sekolah juga bisa. Perusahaan ekstraktif harus bisa memberi nilai tambah pada batubara yang ditambangnya : dibuat listrik dulu, baru dijual.

Gas metana yang berlimpah di Indonesia akan dijargaskan ( jaringan gas). Di AS, ada marketshare ( tax & royalty ) sehingga perusahaan ekstraktif di sana bisa survive. Di Indonesia, cuma ada 10 rumah di sebuah desa pun harus dilistriki negara sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 ( menjadikan BUMN Indonesia, terbesar di dunia, dengan valuasi lebih 1 triliun USD ). Perusahaan ekstraktif/ tambang di Indonesia harus berpikir dan bergerak dalam kerangka pasal 33 dan Otda : bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Jack Ma, founder Alibaba, ketua penyelenggara Asian Games 2022 di China.

Sepuluh tahun lalu, dari 10 perusahaan listed/ terbesar di dunia, 5 di antaranya adalah perusahaan ekstraktif. Namun, kini perusahaan e-commerce dan digital-lah yang memuncaki daftar tsb. Contoh, Apple ( produsen smartphone ) yang bervaluasi lebih 900 miliar USD. Microsoft ( produsen software ) yang membuat founder-nya, Bill Gates jadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan lebih 89 miliar USD. Mark Zuckerberg, lebih 52 miliar USD ( founder Facebook, situs pertemanan ). Jack Ma lebih 34 miliar USD ( founder Alibaba, situs jual beli ). Sedangkan perusahaan ekstraktif seperti Freeport ( perusahaan tambang emas, tembaga terbesar di dunia ) bahkan tak masuk urutan 100 besar, dengan kekayaan 20 miliar USD. Era digital ini, otak cerdas manusia jauh lebih bernilai dari tambang emas terbesar di dunia. So, asah terus otak kita dengan beragam life skills dan love skills. Temukan ‘bongkahan emas’ ( passion, rezeki ) anda dari Tuhan yang juga menciptakan otak Bill, Mark dan Ma.

Sehingga bisa dimengerti jika perusahaan e-commerce/ digital yang mengakusisi perusahaan tambang/ ekstraktif dalam 5 -10 tahun ke depan. Bukan sebaliknya ( duit gak ngejar untuk membelinya ). Setelah proses produksi diefesien-kan, perusahaan e-commerce bisa lebih mengefesienkan dari segi delivery, sehingga harga di konsumen lebih terjangkau ( affordable ) sesuai pasal 33 UUD 1945.

Upayakan, harga jual listrik ( perusahaan ekstraktif yang menjual batubara dalam bentuk listrik ) ke konsumen/rakyat kecil sebanyak 60-70%-nya bersaing dengan harga gas 3 kg. Medco, perusahaan yang akan bikin PLTSurya di beberapa daerah ( wakilnya hadir di acara EC ). Menteri Jonan yang memasang panel surya di atap rumahnya ( roof top, berkapasitas 15.400 kilo watt ) menyarankan stasiun TV besar seperti MetroTV juga memasang panel surya sehingga jadi pioner media dalam green building ( setelah sebelumnya pertama fully digital ). PLN takkan terganggu penjualan listriknya, karena produksinya baru 55,4% dari kebutuhan rakyat. Jual gas sebelumnya B to B ( bisnis to bisnis ) atau B to G ( bisnis to government / pemerintah ), tapi nanti kalau jual listrik ke rakyat konsumen harus tanya ke SKK Migas dulu. Kalau menteri ESDM setuju dengan harga jualnya, baru listrik itu dijual ke rakyat ( ada UU Kelistrikan dan UUD 1945 yang harus dipatuhi )

Fasilitas yang butuh listrik sangat besar seperti smelter ( pemurnian ) nikel, dll, pengusaha boleh bangun PLTA sendiri. Untuk mendekati harga keekonomian, pengusaha swasta listrik di acara EC minta substitusi ( pengganti tax & royalty ) agar bisa mengeksplor SDA lain yang masih melimpah di Indonesia. Menteri akan mengupayakan keringanan tsb/ insentif jika perusahaan tambang bisa kerja makin efesien sehingga listrik bisa diantar ke konsumen lebih terjangkau lagi.

Tahun 2020 nanti, Perancis melarang batubara sebagai bahan bakar ( karena polusi, dampak lingkungan ). Minyak sawit bisa langsung jadi BBM, namun Uni Eropa mencoret minyak sawit sebagai bahan baku BBM ( karena cenderung merusak hutan seperti cara buka lahan dengan membakar pepohonan demi menekan biaya produksi. Kasihan orang utan dan satwa lain yang terbakar hidup-hidup karena kesembronoan manusia rakus itu ).

Well, minyak sawit juga batubara hanya sementara di Indonesia. Kita perlahan, bertahap beralih ke energi listrik untuk menggerakkan mesin peradaban kita, karena listrik bisa dibangkitkan dengan berbagai cara :
1. Angin mamiri ( seperti PLTB Jeneponto di Sulsel yang warganya keturunan pelaut ulung dengan kapal berlayar terbesar di dunia saat itu/ Phinisi. Sriwijaya di Sumsel juga negeri maritim adidaya masa lalu yang jago menaklukkan angin dan ganasnya ombak samudera ) jadi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ).
2. Sinar matahari ( negeri tropis khatulistiwa kita ini bermandikan cahaya matahari sepanjang tahun ) jadi PLT Surya.
3. Air ( 75% wilayah Indonesia berupa perairan ) jadi PLTA.
4. Panas bumi ( geothermal, negeri “ring of fire” kita ini selain tak jarang dilanda gempa, tsunami, letusan gunung, juga menyumbang potensi panas api magma yang besar sekali ) jadi PLT Panas Bumi.
5. PLTN ( tenaga nuklir dari tumbukan inti atom. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir yang bisa ditingkatkan menjadi pembangkit listrik yang sangat efesien. Setahu saya, diagnosa TB/ tuberculosis sekarang bisa lebih akurat dengan memanfaatkan teknologi berbahan uranium yang juga berlimpah di sini. Namun jika pengawasan dan disiplin kita dalam merawat apa yang kita bangun masih belum prima, alternatif PLTN ini sebaiknya ditepis dulu. Kalau sampai bocor, radiasi radio aktif-nya butuh waktu ratusan tahun untuk mengurangi ekses merusaknya, seperti kelahiran cacat, kontet, kanker, hewan jadi buas atau mati, sumber air tak bisa diminum, udara dihirup bikin sesak nafas, koreng borok yang tak sembuh, dsb ).

Pantas Altantis dulu jadi negara digdaya yang pertama di muka bumi, karena punya ketahanan energi yang dahsyat sekali. Kita pun bisa adidaya lagi ( tahan energi dan tahan pangan ) dan disegani dunia, tapi kali ini kudu rendah hati agar Allah tetap ridho dan kita bisa sustain/ bertahan hingga akhir dunia. Amiin. Blog ini, “Madani & Manusiawi” benang merahnya seperti itu. Kuat tapi humble. Manusia/ masyarakat terhebat ( or great people ) kan yang paling kuat mengendalikan hawa nafsunya. Setuju ?

FESTIVAL BUNGA SAKURA DI KOLAM PENGENDALI BANJIR.

1 April 2019, diselenggarakan Festival Bunga Sakura di kawasan monas Washington, DC, kata Ariadne Budianto dan Rendy Wicaksana, host VOA ( Dunia Kita, MetroTV, 7/3/2019 ). Bunga Sakura itu awalnya dihadiahkan pemerintah Jepang tahun 1912 sebagai tanda persahabatan kedua negara. Bunga tsb ditanam di pinggir kolam buatan. Ada 50 even kota digelar di sana, termasuk Festival Layang-layang dari berbagai kategori, sehingga ratusan ribu yang datang merayakan datangnya musim semi, tak hanya menikmati mekarnya Sakura dan indahnya telaga, namun juga disuguhi atraksi dari beragam budaya warga AS asli dan migran yang berasal dari berbagai belahan bumi. Forum integrasi warga kota.

Di Utah, juga beberapa desa lain mengalami super blossom bunga cantik yang menarik banyak pengunjung, bahkan sampai memacetkan jalanan di era medsos ini, karena para pengunjung berebut ingin swafoto/ selfie untuk diunggah di akunnya masing-masing. Berita cepat menyebar dengan smartphone di tangan. Seperti alat lainnya, internet juga membawa kerusakan di tangan orang yang susah diatur. Mereka memarkir kendaraan di sembarang tempat hingga menambah macet jalan ( disamping kurangnya lahan parkir karena tak menyangka diserbu secepat itu ). Sebagian lain membuang sampah seenaknya, mengotori sumber air lingkungan setempat, juga menginjak bunga-bunga itu. Pemda/ pengelola lalu mengenakan tiket masuk sebesar 10 USD dan mendenda orang yang menginjak bunga atau memetiknya.

Masjid Raya Jabar di atas kolan retensi / Danau Gedebage, bakal jadi spot wisata baru. Apalagi ditanami bunga cantik di tepian danau.

Festival bunga juga bisa diterapkan di sekitar kolam retensi ( penampung limpahan air hujan/ pengendali banjir ) di Gedebage, Ngawi, Sentani atau kawasan rawan banjir lainnya. Bisa digelar even daerah atau budaya untuk menarik lebih banyak pengunjung ( jaga kawasan pengendali banjir itu tak berubah pemukiman. Pemda tetap disiplin dengan fungsi ekologis kawasan tsb. Nyawa tak bisa diganti dengan uang. Kompensasi produktivitas kawasan tsb bisa diambil dari even tahunan yang digelar di sana ). Wah, jadi spot wisata baru nih. Terinspirasi ?

SEGITIGA REBANA : CIREBON-SUBANG-MAJALENGKA. Aerocity will come..

Kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar bagian timur ini sedang dimatangkan konsepnya tahun ini oleh Gubernur Ridwan Kamil bersama jajarannya ( pemprov Jabar ). Kawasan ini sebelumnya terendah tingkat kesejahteraannya di Jawa Barat. Namun setelah Bandara Internasional Kertajati di Majalengka resmi beroperasi, Pelabuhan Internasional Patimban di Subang mulai dibangun, dan Alun-alun Cirebon ( kota kaya cagar budaya/ keraton Kasepuhan ) sedang dirancang, maka kawasan ini diprediksi jadi segitiga emas yang paling maju, paling futuristik dan paling luar biasa di Jabar, kata Emil.

Kawasan Jabar bagian barat sudah jenuh industri ( Jababeka ) sampai banyak pengusaha/ Apindo berniat pindah, juga karena upah buruh yang terus naik tiap tahun di sana, membuat mereka tak bisa sustain ( bertahan/ berkembang ). Mereka mengincar Jabar timur atau Jateng. Kang Emil yang juga komandan Citarum Harum Juara berniat merelokasi sejumlah pabrik yang berjejalan di sepanjang sungai Citarum dan membuang limbahnya sembarangan ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat ini.

Para pengusaha itu ingin kawasan Rebana ditata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) yang diberi kemudahan oleh pemprov dan pemerintah pusat dalam perizinan dan perpajakannya. Sedang Emil berupaya membangun fasilitas IPAL ( pengolahan limbah ) khusus sehingga pabrik tak perlu punya IPAL sendiri-sendiri seperti di Citarum yang kurang terawat. Lebih efesien.

Semua industri padat karya yang tersebar di Jabar, rencananya akan direlokasi ke Segitiga Rebana ( saya dengar, Bandara Kertajati akan jadi pusat pengiriman kargo e-commerce. Juga ada niat membuat sirkuit balapan untuk lebih menghidupkan kawasan tsb ). Pelabuhan Patimban juga berorientasi ekspor. Tahun 2020, Segitiga Rebana dimulai konstruksinya ( dibangun ). Tahun 2021, industri sudah bisa pindah menempati lokasi barunya dengan lembaga khusus/ badan otorita yang mengelola/ menghela/ memanajemeni segitiga emas unggulan Jabar tsb.

( di acara EMI/ Editorial Media Indonesia, MetroTV, ada penelpon/ pengusaha mebel rotan dari Cirebon yang kerap menelpon/ mengeluh dan menyalahkan Jokowi soal kurangnya pasokan bahan baku rotan di Cirebon. Lalu, di acara lainnya membahas manfaat Trans Jawa, terungkap bahwa keberadaan tol mulus itu telah meningkatkan volume ekspor rotan Cirebon berkali lipat. Menyusul semalam, menteri Jonan menghimbau pengusaha batubara untuk menjual bahan jadi/ listrik ke konsumen. Begitu gencarnya ekspor batubara sampai kebutuhan dalam negeri tak terpenuhi, berimbas industri kita jadi kurang kompetitif di pasar global, karena tak bisa melayani pemintaan besar karena ketiadaan bahan baku. Setahu saya, ada UU Pemda teranyar/ Otda yang memberi kewenangan kepda provinsi memberi izin pengelolaan SDA ( tambang, hutan produksi ). Bukan lagi kepda kota/ kabupaten seperti sebelum tahun 2014. Bisakah bahan baku rotan itu diprioritaskan untuk pengusaha mebel dalam negeri yang berorientasi ekspor ? Hasil dolar-nya kan lebih banyak ( PAD ) daripada bahan mentahnya yang diekspor kan ? Kalau tak terserap pasar dalam negeri, sisanya baru diekspor. Supaya Jokowi gak terus jadi kambing hitamnya pak Sun***, karena kewenangan presiden juga dibatasi UU/ Otda. Nuhun )

Segitiga Rebana bukan merupakan kawasan terhampar di satu tempat, tapi meliputi beberapa spot di 3 wilayah utama tsb. Ada 10 lokasi yang memenuhi syarat rencana tata ruang wilayah ( RTRW ) kota/ kabupaten yang sudah ditetapkan pemerintah ( diantaranya, bukan hutan lindung, bukan sawah ). Indramayu punya 3 lokasi, Sumedang 1 lokasi, Majalengka 1 lokasi ( Aerocity 3.480 + 9.600 ha ) Subang 4 lokasi ( sekitar 5.500 ha ) dan sisanya di Kabupaten Cirebon. Kajian Segitiga Rebana juga mengintegrasi sistem transportasi dan utilitas-nya ( drainase air hujan, pemipaan air bersih, air kotor, jalur listrik, dsb )

Yang mungkin perlu diantisipasi adalah SDM ASN dan para kepda yang menopang visi Emil tsb. Membangun, merawat, menghuni kota futuristik semacam Aerocity Majalengka perlu sosialisasi luas, edukasi simultan sampai mereka merasa menjadi bagian dari perubahan besar itu ( pembangunan mega proyek. Seingat saya, arsitek Le Corbusier juga pernah membangun kawasan pemukiman baru di India, namun kemudian ditinggalkan karena berjalan lebar antar blok. Tak hommy bagi warga setempat yang terbiasa guyub dengan jalan penghubung yang rapat dan sempit. Jangan lupa fase programing/ berinteraksi intens dengan warga tentang kota/ hunian yang bikin mereka betah tinggal dan merawatnya ). Warga DKI yang relatif sejahtera saja masih susah untuk antri, disiplin waktu, dan tak buang sampah sembarang di MRT. Entah di kawasan futuristik Rebana yang terdengar lebih canggih. Moga-moga warga Jabar timur tak culture shock, dan bisa beradaptasi cepat dengan cita-cita besar Kang Emil ( bade kahiji, provinsi termaju, pan ? ) Ayo, warga Jabar ikut ngabret, Jabar sing Juara !

===============

INFO BANDUNG, JABAR

Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark

————————–

INFO LIFE SKILS :

Written by Savitri

7 April 2019 at 16:09

Izin Usaha Tambang, Rapikan. Pemilu 17 April 2019, Sukseskan.

leave a comment »

Kawasan tambang di Sumbar. Awasi dan cegah pemberian izin tambang yang tak menghiraukan dampak lingkungan ( foto: bisnis )

RAPIKAN IUP, HINDARKAN ARBITRASE

Pemerintah Indonesia ( diwakili menkeu Sri dan Jaksa Agung Prasetyo ) berhasil memenangkan 2 gugatan investor asing ( senilai Rp 6, 68 triliun dan Rp 18 triliun ) di pengadilan arbitrase internasional di Belanda ( EMI, 3/4/2019 ) sehingga uang kita tak lari ke luar untuk kasus tumpang tindih izin usaha pertambangan ( IUP ) .

Bermula dari IUP yang diobral ugal-ugalan para kepda kota/ kabupaten semenjak UU Pemerintah Daerah ( Otda ) diterapkan. Keterlibatan asing mengelola sumber daya alam Indonesia dimulai tahun 1967 oleh rezim Orba dengan UU PMA ( Penanaman Modal Asing ). Amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 5, bahwa asing di sini sebatas penyertaan modal, kata pemirsa EMI. Tanah dikuasai negara dan tambang digarap ( mayoritas, dikendalikan ) orang Indonesia. Namun, kenyataannya tidak begitu, seperti kontrak karya Freeport yang dulu merugikan Indonesia ( di era Jokowi, 51% saham PT. FI kini sudah dikuasai negara/ BUMN Inalum ). Banyak sumber alam kita dikuasai asing oleh pemburu rente kroni Orba, sehingga meletuslah revolusi rakyat tahun 1998. Sisa mereka ada di kubu 02.

Waktu pecah revolusi/Reformasi, people power didukung segenap kampus dan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan KKN ( korupsi, kolusi, nepotisme ). Era Reformasi, IUP lalu diserahkan ke kabupaten/ kota, yang ternyata SDM-nya kurang cermat dan hati-hati memberi izin, bahkan jadi bancakan ‘raja-raja’ kecil di daerah ( izin diberikan ke koperasi, pengusaha lokal, tapi tak punya modal sehingga menggandeng investor asing yang akhirnya pegang kendali karena kekuatan modalnya ).

Pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah banyak merusak hutan kita.

Kerusakan lingkungan bikin biota air sengsara, seperti Sunfish ini.

Teguran presiden dan gubernur tak mereka hiraukan. Menurut KPK dari 10.000 pemegang izin usaha tambang, kurang dari 4000 yang punya NPWP. Izin tambang tumpang tindih sampai 7 perusahaan di wilayah yang sama bisa terjadi karena para kepda mengobralnya untuk modal pilkada sehingga muncul gugatan sampai ke luar negeri. Pemerintah pusat yang repot kena getahnya.

Lalu dibuat UU no. 23 tahun 2014 yang kewenangan menetapkan IUP ditarik ke provinsi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur memberi rekomendasi ke pusat tentang IUP yang akan dikeluarkan negara.

Investor tambang nikel India menggugat Indonesia tahun 2015 karena IUP tumpang tindih itu. Jokowi lalu membentuk tim terpadu dipimpin Jaksa Agung sebagai pengacara negara untuk menghadapi gugatan tsb. Juli 2018, kasusnya mulai disidang, dan kemarin putusan menang untuk Indonesia. Kita bersyukur, dan memberi apresiasi tinggi pada tim terpadu yang sudah kompak bekerja gigih membela kepentingan nasional.

Berikutnya, kita harus merapikan izin tambang ( dan hutan produksi ) agar tak muncul gugatan arbitrase yang bisa mengurangi kualitas iklim usaha di negeri ini.

PEMILIH NEGARAWAN SUKSESKAN PEMILU DENGAN NYOBLOS DI TPS.

Kreativitas warga memikat pemilih datang ke TPS

PS baper disebut pendukung khilafah, karena merasa lebih TNI dari TNI ( Debat Capres 4, membela Pancasila sejak umur 18 tahun, dan lahir dari ibu Nasrani ). PS ini punya rekor ( tak dipatuhi anak buah/ pendukung ) kurang leadership sehingga pecah tragedi dalam operasi pengamanan tahun 1998, dan pembakaran 27 kendaraan di Jateng tahun 2019. PS yang sudah meneken perjanjian dengan pendukung HRS, apa jaminannya dia bisa mencegah NKRI Bersyariah ala Takfiri tak terjadi di sini ? Mencegah agar tak lebih banyak hoax dan fitnah dari pengusung dan pendukung 02 saja tak bisa ( 12 hari jelang pilpres hoax mereka malah makin gila ).

KHALIFAH JOKOWI vs ‘KHILAFAH’ Ex-HTI.

Khilafah jangan dibenturkan dengan Pancasila, kata Prof. Din. Namun, kita juga harus lihat konteksnya hari ini. ‘Khilafah’ yang sedang diusung ex-HTI, tak terkait dengan kata “khalifah” ( pemimpin/ wakil Tuhan ) yang ada di Quran. Secara linguistik, khilafah versi ex-HTI sudah mengalami proses penyempitan makna, menjadi sebuah ideologi anti demokrasi, menghalalkan radikalisme, mengadopsi takfirisme, bahkan menghalalkan hoax demi mencapai tujuan mereka ( Dina YS, 3/4/2019 ).

Dalam perang Libya dan Suriah, ex-HTI sudah membuka topengnya : mengklaim sebagai ormas damai, tapi mendukung kekerasan untuk menumbangkan pemerintahan, dan berupaya mendirikan khilafah versi mereka. Ex-HTI jadi cheerleader di Indonesia yang sangat aktif menyerukan jihad Libya dan Suriah.

HA, Ketua LT DPP ex-HTI, pernah menyatakan, proses berdirinya khilafah di Suriah bisa dipercepat dengan “…melumpuhkan kekuasaan Bashar. Bisa dengan membunuh Bashar, seperti yang dilakukan terhadap Qaddafi, atau pasukan yang menopang kekuasaan Bashar.” Metode yang diusung ex-HTI dalam mendirikan kekhalifahan adalah metode destruktif. Hasilnya, Libya dan Suriah porak-poranda.

Salah satu hoax mereka saat itu ‘Sunni dibantai Syiah’. Gara-gara semua hoax itu, api kebencian antar umat merajalela hingga kini. Lalu, banyak orang terprovokasi untuk bergabung dengan ISIS dan Al Qaeda. Bila tidak bisa ke Suriah, bom pun mereka ledakkan di negeri sendiri. Anda lihat, hoax berkait erat dengan terorisme.

Mengapa para pengusung ‘khilafah’ dilarang ? Karena orang ex-HTI mengusung idenya dengan menebar hoax, memprovokasi orang Indonesia untuk mendukung jihad Suriah, padahal yang terjadi di sana adalah upaya penggulingan rezim melalui terorisme. Mereka juga menciptakan politik identitas yang jahat di Indonesia. Saat perang Suriah masih panas, mereka memfitnah, bahwa yang anti khilafah adalah Syiah. Sekarang, di masa pilpres, yang anti khilafah difitnah PKI atau anti-Islam.

Kalau ditelisik, Iran dan Vatikan pun bisa disebut berbasis khilafah ( pemerintahan yang dipimpin ulama ). So, menegaskan ‘khilafah’ berbasis fitnah, hoax dan teror jelas bukan ajaran Islam. Jangan terkecoh dengan isu ‘khilafah’ versi ex-HTI yang gabung di 02. Mereka tak lebih pendusta agama yang ngebet menghancurkan Islam dan negeri ini.

KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS EGO PARTAI.

PS nyindir, tak tahu Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Yang ia tahu Aher. Kenapa ya ? Ketum parpol segaek itu masih mikir partai sendiri. Jika Kang Emil sudah membangun Bandung, Jawa Barat, serta menjadi solusi atas banyak persoalan rakyat provinsi terbesar penduduknya di Indonesia ini, bukankah itu sejatinya tujuan parpol dan pejabat negara ? Parpol dan demokrasi hanya alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika Emil kini berlabuh ke 01 untuk menyalurkan aspirasi dan dedikasinya sebagai anak bangsa, so what gitu loh. Kan anak cucu, saudara, tetangga, kawan, handai tolan, yang menikmati keberhasilan Jabar, tak sebatas pendukung 01, tapi 02 juga. Berpikirlah negarawan. Negara yang dipikirin, bukan partai sendiri. Begitu pula, kinerja Jokowi yang diakui memuaskan oleh 75% rakyat/ responden. Jangan menyangkal, atau mendiskreditkan. Toh, pendukung 02 ikut memanfaatkan jalan mulus, kartu pintar, sehat, sejahteranya. Jangan pelit memuji.

‘Emak- emak’ jangan kufur nikmat dan memenuhi neraka, karena tak mensyukuri jerih payah suami ( dan Jokowi ). Jangan rewel dengan sampel kekurangan kecil, sampai tak lihat sampel jauh lebih besar dari keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sportif dan apresiasilah kerja bagus Jokowi. Berdemokrasilah yang benar, jadilah warga negarawan. Jika sejumlah elit politik belum bisa bersikap negarawan, rakyat yang akan mengajari mereka.

‘PEOPLE POWER’ AR = ANCAMAN PANIK KALAH PILPRES.

Katanya sih tokoh. Tapi sampai sekarang AR gak wise-wise, kata pemirsa dari Jakarta ( EMI, 5/4/2019 ). People power apaan ? Seolah hanya kecurangan yang bisa mengalahkan dia dan 02. Yang selama ini ( tahun 2014 -2019 ) curang dengan kampanye fitnah, hoax itu kan mereka. Kok KPU yang dia tuduh curang dan MK gak dianggap ? ( upaya busuk mendelegitimasi hasil pilpres ). Buruk muka, cermin yang dibelah. Jika 02 kalah pemilu, tentu massa 01 jauh lebih besar. Siapa takut ? So, ancaman ‘people power’ AR cuma gertak sambal orang panik yang bakal kalah pemilu. Survei kredibel cenderung stagnan, sebagian malah makin tinggi untuk 01, adalah bukti makin hoax elit 02, makin cerdas rakyat pemilih Indonesia. Setelah seabreg ngibul dia, juga dusta lebih banyak pendukung 02, kehinaan yang akan mereka dapatkan. Lihat saja..

Aksi massa yang diintimidasikan AR ke KPU paling tak lebih dari 10 ribu pendukung 02/ ‘khilafah’ seperti reuni 212 terakhir ( 21/2/2019 ). AR belum jalan kaki dari Yogya ke Jakarta setelah Jokowi jadi presiden kan ? AR pun bisa ngibul lagi.

Situasi hari ini beda jauh dengan Mei 1998. Jokowi bersih dan kinerjanya bagus. 58% pemilih 01 lebih besar dari 30% pemilih 02 kan ? Silakan aparat, proses hukum provokator ngibul yang berani aksi massa membahayakan pemilu ( ada sanksi hukum bagi pelaku SARA dan intimidasi warga yang mau nyoblos. AR sudah lama bikin kita capek dengan aneka manuver ambisi dan post power syndrome-nya ). Pesta demokrasi mestinya gembira ( tak ditakut-takuti ). Datang ke TPS dan sukseskan Pemilu 2019 ya. Tunjukkan bahwa kita, bangsa demokratis dan pemberani.

Orang baik tidak berpangku tangan. Ia aktif menjadi bagian dari perbaikan masa depan negeri ini. Menjadi bagian dari sejarah pileg pilpres serentak pertama kalinya. Indonesia sudah mengalami demokrasi permukaan ( masa Orba, calon tunggal yang sudah ketahuan sebelum pencoblosan ), demokrasi formalitas ( sekedar mengganti pemimpin negara/ suksesi setelah 2 periode ), dan demokrasi substantif 17 April ini untuk mencari pemimpin berkualitas yang memajukan Indonesia ke tahap tinggal landas. Pemilih yang datang ke TPS memberikan suaranya adalah pahlawan demokrasi. Jangan takut ( omdo/ ancaman ) aksi massa dari gerombolan pengecut yang tak siap kalah ( di UU Pemilu ada hukuman 2 tahun penjara/ Rp 24 juta bagi siapa pun yang menakuti atau menghalangi anda mencoblos ). Titipkan diri anda dan keluarga pada Tuhan. Bersikap patriot-lah untuk negara dan bangsa Indonesia. Ayo, datang ke TPS 17 April ya. Mari sukseskan pemilu Indonesia…!

===================

INFO MEDSOS TERKAIT EKSPLORASI TAMBANG/ SDA :

INFO MEDSOS TERKAIT PAPUA :

Jokowi ketika mengunjungi anak-anak korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua.

INFO MEDSOS TERKAIT DEBAT CAPRES 4 :

Menlu Retno yang gigih membela kepentingan nasional kita dan perdamaian dunia. Negara bereputasi baik di dunia akan dimudahkan dalam urusan ekonominya dengan negara lain/ yang dibantunya. Berpikirlah luas. Tinggalkan diplomasi era 1948 ( old school ) yang mengandalkan kekuatan senjata. Kini negara yang cepat dan simpatiklah yang menang kompetisi global.

INFO MEDSOS TERKAIT PEMILU :

Partai baru ini tak satu suara soal isu “jangan golput” TKN. Memang, kerja panjang meletihkan untuk membangun demokrasi di negeri ini ( AS saja yang sudah 400 tahun berdemokrasi, masih kalah dengan sistem pemilu kita yang lebih demokratis. Suara terbanyaklah yang seharusnya menang ). Seperti kita membimbing anak atau adik kita untuk mencapai perfoma terbaik atau cita-citanya. Kudu tahan banting, dan terus optimis berusaha. Jika kurva terus membaik ( Indonesia makin disegani dalam hal berdemokrasi ) itu sudah cukup untuk disyukuri dan menyemangati kita terus memperbaiki pilar demokrasi, termasuk parpol. Golput dan membiarkan golput tenggelam dalam apatisme-nya bukan solusi memperbaiki kualitas demokrasi. Tingkat legitimasi pemilu ( menentukan masa depan bangsa ) ditentukan, salah satunya, dengan jumlah partisipasi rakyat yang mencoblos ( bukan golput yang do nothing. Cuma mau enaknya. Kerja berkeringat seperti yang lain, dong. Ada parpol berkualitas seperti Nasdem yang tanpa mahar/ tanpa politik uang, untuk dicoblos. Ada capres yang menurut MUI layak dicoblos ). Jangan pasif, diam dan pasrah. Nobody’s perfect. Kita memilih capres yang lebih banyak kebaikannya, yaitu capres 01. Energiklah, dan sukseskan pesta demokrasi kita agar partisipasi pemilih di TPS bisa di angka 80% dari DPT atau lebih. Ini demi reputasi baik Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Lebih 33 negara/ pemantau asing lihat kita lho..

Dari survei, diprediksi ada 7 parpol yang lolos ke Senayan dari 16 kontestan pemilu 2019. Ke depan, upayakan 2-5 parpol matang, berkualitas tinggi, no mahar dan berideologi Pancasila saja yang masuk parlemen ( atau 10% parlemen treshold ) sesuai sistem presidensial yang kita anut ( kontitusi ).

INFO MEDSOS TERKAIT ACARA MENDATANG :

Written by Savitri

5 April 2019 at 13:30

Banjir Bandang di Sentani, Papua. Stop Pembalakan Hutan dengan Paket Wisata Alam, Buku Siaga Bencana, Mitigasi Bencana.

leave a comment »

Gunung Cycloop (Siklop) Jayapura, Papua sebelum bencana banjir longsor Sentani.

Malam minggu kelabu di Distrik/ Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ( 16/3/2019 ). Diawali hujan deras mengguyur daerah Jayapura sejak pukul 18 WIT. Disusul meluapnya banjir bandang di Sentani sejak 21.30 WIT. Lebih 70 jasad bergelimpangan setelah diterjang banjir segera dievakuasi Tim SAR Gabungan ( Basarnas, Polri, TNI, BNPB, BPBD, relawan ) ke Rumah Sakit Yowari Sentani, PKM/ puskesmas Sentani, dan RS Bhayangkara Polda Papua ( tempat semua jasad itu nantinya diidentifikasi polisi DVI ). Korban longsor di Ampera, Kota Jayapura dievakuasi ke Rumah Sakit TNI Marten Indey di Jayapura, untuk selanjutnya ditangani tim medis yang dikoordinir Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua.

Sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Belum semua daerah terdampak bencana dapat dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir bandang, kata Sutopo, humas BNPB ( Minggu pagi, 17/3/2019 ). Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang di Papua.

Pesawat Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani dan helikopter pun rusak diterjang banjir bandang. Pesawat udara PAL P-750 XSTOL milik Cenderawasih Air bernomor registrasi PK-BSF itu disapu banjir bandang di Sentani. Banjir di Bima dan Dompu memutus jembatan antar desa. Listrik di Sentani padam. Banjir bandang menerjang Kampung Kemiri ( Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani ) dan 9 kelurahan yaitu Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, Nesmanuri.

“Mama’ Siklop menangis. Air matanya mengalir deras ke Danau Sentani. Menerjang lebih 70 warga Kabupaten Sentani yang berada di tepian 4 sungainya hingga tewas tersapu banjir bandang itu. Lebih 4000 korban terdampak mengungsi. Apa daya sekarang ?

Kisah lama berulang. Tahun 2007 pernah terjadi banjir dan longsor di sana. Kala itu 2-3 orang saja yang tewas, kata pemirsa EMI ( 18/3/2019 ). Sudah ada 3 UU yang mengatur kehutanan, perlindungan hayati, tata ruang ( batas hutan lindung, hutan sosial ) plus perda ( tahun 2015 ) di hutan terluas di Indonesia itu ( 31.500 hektar ). Namun faktanya, terjadi penggundulan sekitar 12 hektar tiap tahun di Siklop oleh para perambah hutan dan pendatang, hingga saat hujan deras selama 7 jam kemarin ( Sabtu, 16/3/2019 ) kerusakan Siklop sudah hampir 10.000 hektar luasnya. Pecahlah ‘tangis Mama’, tak terbendung lagi. Gelondongan batang pohon hasil penebangan liar meluncur ke bawah menabrak apa saja yang dilewatinya.

( hujan lebat dan lama di kawasan datar seperti Jawa, air meninggi perlahan hingga relatif bisa diantisipasi. Di Gunung Siklop yang berlereng curam, hujan deras yang tak tertahan hutan yang gundul, meluncur seperti air terjun dengan kecepatan tinggi menerjang pemukiman di bawahnya tanpa ampun. Bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura sudah diprediksi para peneliti sebelumnya sehingga muncul gerakan tanam 5000 anak pohon pada 5 April 2019 nanti ( digagas Wantanas ). Para tetua adat juga mendukungnya. Namun rencana tsb lagi-lagi keduluan hujan deras 7 jam itu.

( deja vu rencana gubernur Banten yang akan merelokasi rumah/ kios warga tepi pantai, tapi keduluan tsunami Selat Sunda dipicu longsoran tubuh GA. Krakatau )

( Badan Geologi sudah memetakan daerah likuifaksi sejak tahun 2012 di Sulteng, tapi karena tak melakukan mitigasi maka berujung celaka ( bencana Palu, Sigi, Donggala tahun 2018 ).

Hutan lindung tetap hutan konservasi, demo Walhi di jalanan ibukota tempo hari. Konkritnya, beritahu batas tegas hutan lindung ( sama sekali tak boleh diutak atik warga, keberadaan vegetasi, flora, faunanya ) dari hutan sosial ( warga masih bisa tanam kopi, teh, palawija di sela/ antara pohon seperti tumpang sari, tapi dilarang menebang pohon peresap air, dilarang membunuh satwa, vegetasi yang dilindungi negara termasuk dilarang merusak habitatnya ). Perbanyak polisi hutan untuk menegakkan aturan tsb ( 3 UU + 1 perda ). Rumah para perambah hutan direlokasi, juga rumah warga di dekat 4 sungai yang berhulu di Siklop karena hujan intensitas tinggi mungkin masih turun ( banjir susulan ) dan reboisasi hutan butuh waktu tahunan hingga akar tunjangnya cukup kuat menahan sapuan air permukaan. Keruk dasar sungai ( normalisasi ) secara rutin/ periodik terlebih jika terlihat gejala penggundulan hutan dan pembuatan pemukiman baru dekat sungai.

Warga di bantaran sungai cenderung membuang sampahnya ke sungai sehingga mendangkalkan/ mengecilkan kapasitas tampung air hujan yang melaluinya dan berbuah petaka baginya, keluarga dan tetangganya. Sosialisasikan, ingatkan warga terus menerus agar tak membuang sampah ke sungai, sampai menjadi habit/ kebiasaan baru dengan kesadaran penuh. Jika tak bisa begitu ( ogah berkomitmen buang sampah pada tempatnya ) maka segera relokasi mereka ke tempat baru yang jauh dari sungai. Kita sedang kejar-kejaran dengan dampak kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrim ( perubahan iklim, pemanasan global ). Gubernur dan para kepala distrik harus lebih pro aktif menjaga dan mengingatkan warganya. Polda Papua lebih berani bertindak menghentikan para pelanggar/ perambah hutan ( individu maupun perusahaan ). Pangdam Papua bisa menormalisasi 4 sungai dari Siklop, mengadaptasi program Citarum Harum Jokowi yang dilaksanakan Pangdam Jabar ( Doni, kini Harto ) bersama Gubernur Emil dengan menormalisasi Sungai Citarum ( terpanjang di Jabar ) agar hujan besar yang sudah kodrat alam itu tak sampai memakan korban nyawa, harta benda terlalu banyak.

***

TRAUMA KORBAN TSUNAMI ACEH

Trauma yang tidak diselesaikan jadi trauma akut ( I’m Possible, MetroTV, 26/1/2019 ). Contoh, Martinus, bocah 8 tahun yang bertahan hidup 21 hari ( dikiranya 3 hari ) di laut saat tsunami Aceh 2004 ( korban tewas sekitar 200.000 orang ). Kini dia berumur 23 tahun, jadi anak asuh CR7 Ronaldo karena difoto pakai kaos/ jersey timnas Portugal saat ditemukan. Martinus nyaris bunuh diri karena melihat seluruh warga sekampungnya tewas ( teror psikis ) kalau saja tidak lihat mobil lewat dan didatangi dua ‘kakek berjubah putih’ yang memberinya makan dan memintanya jangan pernah meninggalkan sholat, lalu lenyap seketika ( seperti saya yang didatangi kakek bersorban ).

Meski sudah 15 tahun berlalu ( melalui trauma healing ), ia masih trauma melihat laut biru, hijau dan dalam.

***

MENYETOP PEMBALAKAN HUTAN DENGAN PAKET WISATA ALAM.

Ritno Kurniawan, pemuda lulusan pertanian UGM, merintis Lubuk Agung Adventure ( LAA ) untuk menyetop pembalakan liar yang 80% dilakukan warga desanya pada hutan lindung Gamaran. Mereka dialihkan untuk sadar wisata dan jadi pemandu/ guide wisatawan atau buka 20 warung, yang hasilnya lebih besar ketimbang menebang kayu, setelah keindahan alam dikemas apik. Ada paket rafting/ arung jeram, mancing dengan membeli panah tembak buatan warga seraya melihat burung langka, menjelajahi hutan dan kemping ( bisa ditambah kursus mencari makanan dari hutan untuk survival ).

Sekitar 20% wisatawan datang dari mancanegara. Tahun 2013, Ritno merintis promosi LAA di akun Facebook, Twitter, instagram hingga kini sudah lebih 80.000 wisatawan yang datang berkunjung. Tak sia-sia usahanya selama 5 tahun, berjuang gigih tiap hari akhirnya membuahkan hasil ( Kick Andy, 2018 ). Adakah putra Papua di Sentani, Jayapura, lulusan perguruan tinggi yang tertarik mengikuti jejak Ritno ? ( jadi pahlawan untuk desanya )

***

BUKU SIAGA BENCANA

Ada buku siaga bencana yang bisa diakses di website BNPB. Potensi bencana tahun 2019 adalah banjir, longsor, puting beliung ( hidrometeorologi ). Kalimantan disebut rawan bencana kebakaran hutan dan banjir bandang ( karena tak ada patahan bumi dan gunung berapi ). Sekitar 2500 bencana diprediksi terjadi tahun 2018 di Indonesia dari 127 gunung api dan lebih 300 sesar gempa aktif.

( sebagian kita lihat di TV sudah terjadi di berbagai daerah ). Yang terbanyak Jateng, lebih 500 bencana. Kenali daerahmu dan siagakan dirimu mengantisipasi potensi bencananya. Di Jatim, ada mitigasi ( upaya mengurangi dampak bencana ) 20:20:20 ( jika gempa 20 detik, harus lari dalam 20 menit, ke bukit ketinggian 20 meter atau lebih ) ( On The Spot, Trans7, 9/1/2019 )

Tahun 2018 disebut tahun bencana ( meski lebih sedikit bencana yang terjadi dibanding tahun 2017, tapi memakan korban lebih banyak ). Rp 260 triliun anggaran bencana Jepang. Indonesia hanya Rp 6 triliun ( padahal luas wilayahnya berkali-kali lipat, juga kerusakan lingkungannya ). Sesudah otonomi daerah ( otda), kepala daerah mesti lebih proaktif mengantisipasi bencana, tak terus menyalahkan kepala negara seperti pemirsa dari Cirebon ( bencana, korupsi, kemiskinan, dst, apa saja disalahkan ke presiden, protes pemirsa dari Jember ). Teknologi bencana di dunia saat ini sudah bisa memprediksi cuaca sampai hari dan jamnya ( hujan, cerah, mendung berawan ). Untuk cuaca harian saja BMKG tak jarang meleset, apalagi memprediksi gempa, tsunami, letusan gunung, banjir dan longsor karena berbagai kendala alat dan kualitas SDM, sehingga warga perlu belajar kearifan lokal juga dalam mengendus bencana demi survival diri dan keluarganya.

***

Kita turut berduka atas musibah ini. Semoga korban dan keluarga terdampak bencana dikuatkan Yang Maha Kuasa, dan warga Papua sungguh-sungguh mengambil pelajaran berharga kali ini. Jangan buang sampah sembarangan, jangan menyakiti ‘Mama’ lagi ( jangan menebangi hutan lindung ). Karena mereka yang pergi tak bisa kembali. Cukuplah kematian sebagai nasehat.

*******************

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

Mulai hari ini semua mobil yang masuk Balai Kota Bandung harus bawa tempat sampah dan lolos uji emisi gas buang kendaraan. Hal ini untuk menguatkan gerakan Kangpisman dan pelaksanaan Perda no.9 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah ( LPS PRSSNI, 18/3/2019 )

Kang Emil memberi pengarahan pada kontraktor pelaksana Masjid Raya Jabar

*********************

INFO MEDSOS :

TAGANA PANDEGLANG

“Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja.
Kalau ada gempa hindari kaca, kalau ada gempa pergi ke titik kumpul.”

Ini panduan yang dikemas sebagai syair lagu untuk murid sekolah dalam simulasi program Tagana Masuk Sekolah di Pandeglang, kemarin.( Jokowi, 19/2/2019)

https://t.co/tj2ZIHFyVG

JOKOWI TINJAU TAGANA HABIS DEBAT CAPRES 2

Sebelum pukul delapan pagi ini, saya terbang dengan helikopter dari Bogor, dan mendarat di Pandeglang.
Di Banten, saya antara lain hendak melakukan peninjauan sosialisasi program Tagana Masuk Sekolah (TMS) sekaligus menyaksikan simulasi tanggap bencana.

Selamat pagi. https://t.co/4bkeqEtAMr

DESA NELAYAN

Inilah wajah Desa Sumber Jaya, Bengkulu, satu dari sebelas lokasi proyek penataan kawasan permukiman nelayan yang sudah dimulai sejak 2016. Kampung ini lebih tertata, kapal nelayan dapat sandar dengan baik.

Pemerintah mengupayakan seluruh kampung nelayan ditata seperti ini. ( Jokowi, 16/2/2019)

https://t.co/pUoRng8evi

******

84 unit rumah type 36 untuk nelayan telah selesai pembangunannya. Lokasi : Kel Kaduhu. Kec Sorongi Timur-Sorong, Provinsi Papua Barat.( Fadjroel Rachman, 22/2/2019 )

@KemenPU @KemenBUMN https://t.co/RewMbq0J2T

KREDIT MIKRO NELAYAN

Selamat hari Minggu, #KawanKabinet!
Sebanyak 9.535 nelayan di 107 Kabupaten/Kota telah menerima manfaat dari Pembiayaan Mikro Nelayan sebagai solusi mudah permodalan berbagai usaha dan kelautan. ( setkab, 10/3/2019)

#SetkabAkhirPekan #FaktaData

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/UnNiL8A6dr

TEROWONGAN NANJUNG

Sudah direncanakan 15 tahun lalu, Terowongan Nanjung baru kita kerjakan tahun 2017. Padahal, terowongan ini penting untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di daerah berbukit Curug Jompong. ( Jokowi, 10/3/2019)

Terowongan Nanjung salah satu upaya mengendalikan banjir di Bandung Selatan. https://t.co/FvByEkad8N

TEROWONGAN CURUG JOMPONG

Progres per hari ini, proyek 2 terowongan Curug Jompong sepanjang 220 meter untuk mengakselerasi aliran sungai Citarum saat sedang pasang, dalam rangka mengurangi potensi banjir Bandung Selatan. Doakan semoga lancar dan selesai tahun ini.( Ridwan Kamil, 9/3/2019)

https://t.co/tAwyPIGQiF

HUTAN SOSIAL

Pemerintah menyiapkan 12,7 juta ha lahan untuk diserahkan kepada rakyat kecil dalam program perhutanan sosial. Sebanyak 2.53 juta ha sudah dibagikan di berbagai daerah.

Program ini untuk menurunkan ketimpangan sosial dengan memberi akses legal pengelolaan hutan selama 35 tahun.( Jokowi, 27/2/2019)

https://t.co/AF3qsT3xlg

EKONOMI PAPUA DIPERCEPAT

#KawanKabinet, percepatan pembangunan ekonomi Papua dan Papua Barat dilakukan dengan membangun infrastruktur dan konektivitas untuk membuka keterisolasian antar daerah melalui jalan Trans Papua.
#FaktaData #SetkabAkhirPekan

Sumber: KSP “Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” https://t.co/hQq1rDaTIV

ORANG UTAN DITEMBAK

Inilah induk orangutan Sumatera yang tubuhnya luka parah krn benda tajam & ada 74 peluru senapan angin. Anak orangutan umur 1 bulan mati krn kekurangan nutrisi berat dan trauma berat. Sungguh biadab orang yang menyiksanya. Saat ini dalam perawatan BKSDA Aceh. ( Sutopo PN, 13/3/2019)
@KementerianLHK https://t.co/MU6kPdsYA7

Written by Savitri

18 Maret 2019 at 15:22

AA Terjerat Narkoba. Tambang Emas Longsor Sulut. Banjir Bandang Jatim. Mau Modifikasi Cuaca BPPT ?

leave a comment »

AA TERJERAT NARKOBA. DARURAT PARLEMEN ?

Orang lain yang ketahuan mengkonsumsi narkoba dihukum. Jika kali ini ada tokoh yang melakukan hal yang sama tak diapa-apakan, rasa keadilan terancam, juga rusak fungsi hukuman utk mendidik orang yang sesat. ( Goenawan M, 6/3/2019 )

Gak nyangka, AA yang sesumbar gak pernah bohong dalam mengkritisi pemerintah ternyata bohong abis dalam banyak sensasinya ( termasuk 7 kontainer surat suara dicoblos ). Kemarin dia tertangkap petugas BNN di kamar hotel bersama wanita ( keduanya positif narkoba ) dengan alat bong ( penghisap narkoba/ shabu/ golongan 1 ) dan pintu kamar mandi yang rusak ( mencoba membuang barang bukti ). Dari tes ( rambut ? ) diketahui AA sudah beberapa kali/ lama mengkonsumsi narkoba. Di hotel di Jakbar, mantan aktivis itu lagi sial, kena gerebek. Apa darurat narkoba sudah merambah Senayan ?

Masa SBY ( diduga Henri Yosodiningrat, ketua LSM Granat, di Prime Time News, MetroTV, 5/3/2019 ), peredaran narkoba sudah menembus istana karena ada dokumen terkait narkoba yang hilang, Corby ( anggota sindikat narkoba internasional/ Bali Nine ) diringankan hukumannya, berdampak pengedar narkoba berikut menirunya, minta keringanan. Jadilah Indonesia darurat narkoba ( jadi sasaran penyelundupan dan produsen narkoba di Asia )

( pembawa 7, 5 gram narkoba di Malaysia dihukum mati )

BNN lalu melakukan penilaian ( asesmen ) terhadap ex-wasekjen Dmk itu dan hasilnya AA diputuskan bukan pengedar, tak ditahan, cuma diminta ikut program rehabilitasi pecandu, dan dikenai wajib lapor ( bikin iri pecandu lain, juga RS pelaku hoax aniaya opas )

Asep Wiryawan menyayangkan keputusan BNN yang tak memproses hukum AA meski sudah kedapatan bersama alat bong dan urine-nya positif. Berbeda dengan para artis dan pecandu lainnya yang disidang di pengadilan dulu, baru diputuskan di penjara atau direhab ( atau keduanya sekaligus dengan masa penjara dikurangi masa rehab ). Ini jadi bisa jadi preseden buruk. Generasi muda kita yang akan dihancurkan oleh sindikat narkoba internasional, akan cenderung menggampangkan bahaya narkoba. Ah, paling direhab. Mantan pecandu juga berpikir begitu, ah fly lagi, paling direhab, sehingga siklus narkoba tak pernah berhenti, sindikat narkoba kian menggurita, karena selalu ada konsumen yang butuh dan tak pernah kapok. Setelah meraksasa, parlemen, istana dan penegak hukum bisa mudah mereka beli untuk membenamkan negeri ini. Terpikir sampai ke situ ?

“Menguasai” narkoba golongan satu bisa terlihat dari alat bong dan sekian mg shabu yang menempel di situ ( bisa jadi modus pecandu kena razia : menelan narkoba ke perut atau membuang ke closet untuk menghindari jerat hukum, seperti AA ). Belum lagi prinsip “equal before the law” yang tercederai. AA yang sudah 6 kali bikin onar dengan cuitan bombastis-nya bisa melenggang bebas bersama perek di kamar hotel kawasan Jakarta Barat. Enaknya…

Pasal 103 dan 127 UU Narkotika menyebutkan, menguasai narkoba golongan 1/ shabu diancam hukuman 4-12 tahun penjara ( didahului proses pengadilan ) dan atau rehab, kata Asep ( Prime Time News, 6/3/2019 ). Diputuskan di pengadilan, bukan asesmen di kantor BNN. Karena artis, pelawak, masyarakat juga melalui proses hukum dulu, tak langsung rehab.

Program P4GN sudah diteken Jokowi dengan pelaksana kemenkes, kemensos, BNN. Sayang, ketiganya belum punya standar yang sama sehingga kurang gesit/ kompak bekerja mencegah dan menindak peredaran narkoba. Baru 4% dari jumlah narkoba yang masuk Indonesia yang bisa dicegat. Barang bukti narkoba masih belum transparan, apa benar semuanya sudah dimusnahkan ? atau ada sebagian yang diam-diam dilempar ke pasar oleh oknum APH.

Seingat saya, di film “Training Day” yang menganjar Oscar pada aktor Denzel Washington yang berperan sebagai polisi mentor, terungkap praktek penjualan barang bukti semacam narkoba. Di AS yang penegakan hukumnya lebih maju hal itu masih terjadi, apalagi di negeri berkembang. Tak heran peredaran narkoba masih marak di negeri ini dan pecandunya sulit dikurangi karena akumulasi persoalan tsa.

Dari target 100.000. pecandu narkoba dipulihkan rehab, baru 15.000 yang pulih. Tahun 2018 tertangkap 43.000 orang penyalahguna narkoba. Menurut BNN, saat ini di Indonesia ada lebih 5 juta pengguna narkoba. Menyedihkan.

BNN pernah menandatangani MOU dengan parpol untuk mengawasi kadernya dari penyalahgunaan narkoba. Dengan tertangkapnya AA, menandakan MOU itu cuma sleeping beauty.

Survei BNN, hanya 49% masyarakat yang tahu ada program rehabitasi bagi pecandu narkoba dan baru 5% yang mau direhab karena kuatir stigma ‘sampah masyarakat’ disematkan pada mereka seperti penderita Aids/ ODA. Mereka juga tak tahu kalau rehab itu gratis ( dibiayai negara ).

AA yang politisi, juga pejabat publik ( anggota dewan bikin UU ) mestinya dihukum lebih berat dari pecandu biasa. Penyitaan barang bukti harus diawasi betul, agar langsung dimusnahkan, tidak dilempar ke pasar oleh oknum ( EMI, 6/3/2019 )

Heru Winarko, Ketua BNN, mengatakan Indonesia masih jadi sasaran penyelundupan narkoba dan produsen narkoba di Asia. Tim BNN sedang studi banding ke Thailand yang dianggap cukup berhasil mengatasi peredaran narkoba di wilayahnya ( LPS PRSSNI, 9/3/2019 ). Semoga balik ke tanah air lebih smart dan tegas menindak penyalahguna dan pengedar narkoba. Jangan ditunda-tunda hukuman matinya. Masa depan negeri ini dipertaruhkan. Langsung tembak pengedar dan bandar narkoba yang kedapatan menjual narkoba ( gak pake lama ). DOORRR !!

LONGSOR TAMBANG EMAS LIAR, SULUT. Do something, Sis..

Headline News, MetroTV, 27/2/2019 mengabarkan Tim SAR Gabungan dengan kekuatan sekitar 30 orang saat itu menemukan : dari 27 pekerja tambang, 8 orang dipastikan tewas. Mereka mengevakuasi korban longsor tambang emas ilegal ( tanpa izin ) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang dikelola masyarakat ( dari berbagai dusun, tak saling kenal ), sisanya masih terkubur oleh timbunan longsor ( Prime Time News, MetroTV, 28/2/2019 )

Diketahui kemudian, dari 48 korban longsor tambang emas, sebanyak 15 korban selamat, sisanya tewas, selama 10 hari pencarian x 24 jam. Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian setelah tak ditemukan korban lagi di hari ke-10 ( Prime Time News, 7/3/2019 ). Namun sebagian keluarga bertekad melanjutkan pencarian sendiri.

Bupati Bolaang Mongondow ketika diwawancarai host Kania seperti tak bisa berbuat banyak dalam bencana miris tsb, dengan alasan kewenangan perizinan tambang sudah ditarik ke provinsi. Bu Bupati mengatakan ada ratusan penambang liar di kawasan longsor curam tsb.

Kania sampai senewen diberi jawaban seperti itu. Tidak bisakah Bu Bupati meminta aparat setempat untuk menutup tambang liar lalu membuka lapangan kerja baru, atau memberi pendampingan dengan Dana Desa yang digelontorkan hingga Rp 70 triliun ( untuk 75 ribu desa ) tahun ini ? Apa dia jenis kepda yang kurang paham mitigasi bencana ? Pasif, menunggu kejadian bencana longsor jilid 2, dan mengandalkan pihak lain/ Basarnas dkk dari Jakarta ( berperan seperti petugas pemadam kebakaran ) bergelut maut lagi menyelamatkan warga Bu Bupati yang cuma ngomong ‘kalau ada apa-apa pihaknya yang disalahkan’ ( lha iya dianya do nothing, anggota Basarnas yang menggadaikan nyawa untuknya ).

Para Punggawa Prof. Rhenald, ada yang berminat mendampingi dusun ini ?

BANJIR BANDANG DI JATIM, JABAR DAN MODIFIKASI CUACA ANTI BANJIR BPPT.

Musim hujan kembali mengirim banjir bandang ke sejumlah daerah di Indonesia. Kemarin di Sulsel, kini di Jabar dan Jatim ( 15 kabupaten ). Sungai Bengawan Solo meluap ke Kali Jeroan dekat jalan Trans Jawa sehingga sebagian ruas jalan mulus itu terendam air setelah diguyur hujan intensitas tinggi ( 2 jam ), terdorong badai/ angin barat dari Samudera Hindia.

Banyak sawah di Ngawi, Bojonegoro menjelang panen ini tak bisa dipanen. Ribuan korban mengungsi ke posko bantuan. Sebagian bertahan di lantai atas rumah mereka. Tim SAR Gabungan setelah 10 hari mengevakuasi 15 korban dari sekitar 30 penambang yang tertimbun longsor tambang emas ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sudah harus bekerja keras lagi di Jatim. Mereka anggota Basarnas, BNPB, BPBD, Polri, TNI, relawan bahu membahu menyelamatkan korban bencana di Jawa Timur.

TEROWONGAN ANTI BANJIR

Inilah Terowongan Nanjung di Kab. Bandung yang sedang dibangun untuk memperlancar aliran Sungai Citarum. Menembus tebing sepanjang 230 m, jika sudah berfungsi, terowongan ini akan mengurangi lama dan luas genangan musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya. ( Jokowi, 20/2/2019)

https://t.co/e5nZC8kkwK

Sungai Citarum yang mulai dikeruk, ditertibkan oleh Pangdam Doni ( kini kepala BNPT ) sejak Maret 2018, lalu dilanjutkan Gubernur Emil, Pangdam Harto, prajurit Maung Siliwangi dan warga Jabar dalam Program Citarum Harum Juara, tak terdampak parah oleh banjir tahun lalu, juga banjir tahun ini. Tim CHJ bisa mengatasi dampak banjir lebih cepat, dari banjir-banjir pada umumnya.

Apa evaluasinya ? Dari narsum dan pemirsa meminta proses Amdal ( analisa dampak lingkungan ) dilakukan lebih teliti. Lihat sejarah banjir di kawasan Bengawan Solo dan anak sungainya, potensi topografi ( sekitar jalan tol berada lebih rendah/ cekungan atau lebih tinggi ), sifat tanah meresap air atau mudah jenuh air, sudah banyak pengerasan untuk pemukiman baru, terjadi penggundulan vegetasi sehingga air hujan hanya bisa mengalir menggenang di atas permukaan tanah, menumpuk menjadi banjir ( tak masuk ke tanah ). Dengan analisa kerusakan lingkungan tsb, maka hujan deras dalam waktu lama bisa diantisipasi dengan pembuatan waduk, danau kecil atau kolam retensi dekat sawah atau jalan tol untuk mencegah banjir, sekaligus persediaan air di musim kemarau.

Floating Mosque, masjid di atas kolam retensi.

Di kawasan Pasar Gedebage akan dibuat kolam retensi seluas 70.000 m2, sedalam 15 m untuk menampung luapan air hujan sehingga banjir lebih cepat surut ( kurang dari 30 menit ). Proyek tsb satu dari 9 poin infrastruktur prioritas pemkot Bandung ( LPS PRSSNI, 6/3/2019 ). Jalan Soekarno Hatta menuju Pasar Gedebage dan beberapa kompleks perumahan di sana memang kerap digenangi air cukup tinggi sehabis hujan lebat sehingga mengganggu arus lintas padat di atas ring road barat-timur Kota Bandung tsb.

( di episode On the Spot, Trans7, pernah ditampilkan wanita muda yang bisa menghalau hujan dengan kekuatan energinya. Pawang hujan ini pernah ditugaskan saat perhelatan AG/ Asian Games 2018 lalu ).

Namun secara ilmiah, BPPT bisa melakukan modifikasi cuaca dengan memberi bahan tertentu pada awan untuk mempercepat hujan sebelum sampai di wilayah yang berpotensi banjir bandang atau longsor, seperti di 9 kabupaten Sulsel ( lebih 68 korban tewas, lebih 6000 warga terdampak mengungsi ). Atau mengurangi curah hujan sebelum masuk ke wilayah acara AG, APG 2018, acara peresmian proyek oleh presiden dan upacara bendera Hari Merdeka di Istana.

BPPT punya armada tujuh pesawat terbang dari tahun 1992. Namun hanya dua yang boleh beroperasi dengan ijin khusus dari Kemenhub. Tapi itu pun kini sedang rusak sehingga BPPT perlu minta bantuan TNI-AU untuk menaburkan bubuk tsb. BPPT bukan lembaga operasi sehingga baru bergerak jika ada permintaan dari swasta atau pemerintah untuk teknik modifikasi cuaca ( TMC ) yang hanya BPPT yang menguasai teknologinya di Indonesia ( Prime Time News, MetroTV, 28/1/2019)

Bisakah BPPT dikerahkan untuk menepis hujan lebat susulan di hari-hari berikutnya ? ( kata BMKG masih harus waspada )

————————-

INFO BANDUNG, JAWA BARAT

Kita dukung KPID Jabar membatasi jam tayang 17 lagu berbahasa asing pada jam 22-3 demi masa depan generasi muda Jabar.

———————-

INFO MEDSOS :

SATELIT NUSANTARA

Tepat pukul 8.45 pagi WIB kemarin, roket SpaceX Falcon 9 lepas landas ke angkasa dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, membawa Satelit Nusantara Satu milik Indonesia ke orbit bumi.

Layanan internet dari satelit ini akan menjangkau seluruh kepulauan Indonesia.( Jokowi, 23/2/2019)

https://t.co/wfw6ZzuacT

*****

Dengan bangga Indonesia mempersembahkan Satelit Nusantara Satu yg telah diluncurkan pagi ini dr Florida, US. Satelit milik PT PSN ini akan menjadi satelit multifungsi pertama di Indonesia yg akan dipakai @BAKTIKominfo utk penetrasi akses internet &4G di wilayah 3T ( Kominfo, 22/2/2019)

#IndonesiaBangga

https://t.co/Me6Q0KWSu6

Written by Savitri

9 Maret 2019 at 16:45

Debat Capres 2 : Unicorn, Tanah PS, Sampah Plastik. Lupa ya ?

leave a comment »

TANAH PS BUKAN MENYERANG, TAPI HAK PEMILIH. Lapor KPU ?

Di Debat Capres putaran dua kemarin, Jokowi kembali ofensif, dan berhasil menguak otentisitas PS ( juga para pendukungnya ). PS, tanpa kisi-kisi terlihat lebih rileks dan santun daripada debat pertama. Secara keseluruhan, debat kedua ini lebih baik, karena kita jadi tahu sebenarnya isi kepala kedua capres. Kewibawaan dan kapabilitasnya.

Yang melegakan, Jokowi dan Prabowo berpelukan usai debat. Yang bikin senyum, dua moderator yang mantap mengatur jalannya debat, usai menjalankan tugasnya, dengan suara mantapnya itu ‘meminta’ dua capres selfie dengan mereka ( seolah pengarahan debat ). Yang menyenangkan, Prabowo terlihat enjoy menjawab pertanyaan wartawan, sampai sebagian pengamat surprise : kenapa Prabowo bisa sesantun ini, sementara di akar rumput dan BPN 02 bisa sekasar itu. Bahkan terjadi ledakan ( petasan yang semula dikira bom ) untuk mengalihkan perhatian masyarakat yang sedang tertuju acara Debat Capres yang mengunggulkan Jokowi ( jurus kepepet setelah teror bom pipa pengalihan isu ketika terbongkar hoax 7 kontainer surat suara, dan teror bom molotov di Jateng yang lokomotif pemenangan Jokowi dan lumbung PDIP ).

Militan betul para pendukung 02. Terlihat di medsos, postingan PS dan elitnya lebih sedikit dari postingan Jokowi dan elitnya. Namun lebih banyak komentar di tiap postingan 02 ( baca : para pengusung dan pendukung 02 lebih aktif di medsos, media yang lebih murah, mudah, sesuai dengan karakter malas/ instan mereka yang sudah lama bergerombol untuk men-viralkan konten-konten intoleran radikal sebelumnya. Anonim, tak mudah dilacak ). Dari survei diketahui, pengguna medsos terus menurun ( makin banyak orang/ milenial teredukasi bahwa medsos bukan lagi media terpercaya untuk mengkonfirmasi atau mencari kebenaran atas sebuah isu ). Ada fitur/ aplikasi dari Kominfo, Humas Polri, Jabar Saber Hoaks, Hantam Hoax, Cek Fakta dari kaum intelektual/ akademisi dan media-media konvensional kredibel yang ikutan on line. Tinggal tersisa ( sebagian besar ) para radikal dan fanatik 02/ takfir yang sulit pindah ke lain hati. So, jadi bias jika survei masih diambil dari pengguna medsos yang didominasi lingkaran 02 tsb ( seperti rilis survei di EMI, 20/2/2019 bahwa di Debat kedua, PS mendapat tambahan suara lebih banyak dari Jokowi yang di Debat pertama dapat tambahan 3% suara, PS 2% suara ). Para pengusung dan pendukung Jokowi kini lebih banyak kampanye di darat/ off line, door to door, dan deklarasi dukungan. Jadi sampel survei berikutnya, jangan melulu di medsos atau di darat saja. Ambil acak, tak dirunut media kampanyenya. Cukup dihimpun menurut jenis kelamin, pemilih muda/ milenial, pemilih muslim, dst. Saya masih menunggu hasil survei yang lebih teruji dari surveyor langganan ( cocok dengan hasil akhir hitung manual KPU sejak 2004, sepetti Indikator Barometer, Litbang Kompas, Lembaga Survei Indonesia, Charta Politika dan SMRC ).

Debat ke-2 usai, tapi isu Unicorn, tanah 340 ribu hektar PS ( 220.000 ha di Kaltim, 120.000 ha di Aceh ) dan sampah plastik belum usai. Ramai diperbincangkan di darat ( demo spanduk protes ), jadi bahasan aneka talkshow di TV, narasi di radio, koran, majalah, plus debat kasar di medsos antar pendukung kedua paslon. Sebagian rakyat rupanya sudah menjelma serdadu ambisi para elitnya. Kontestasi sarat emosi cenderung membelah pemilih.

Semoga program kolecer ( kotak literasi cerdas ) Kang Emil, Liga Buku Bandung, komunitas baca di seluruh negeri berhasil membuahkan generasi pemilih berikutnya yang lebih nalar dan logis ketika mencerna fakta atau terpapar isu. Budaya baca lebih cerdas dari budaya nonton. Ketika membaca buku, ada ruang hening/ jeda yang bisa kita gunakan untuk menguji pernyataan yang tertulis atau merunut sebab akibat sebuah fakta dari hulunya ( ada kedalaman, proses ). Make sense or not. Ketika kita nonton audio visual dari video dan puluhan TV yang terus menggempur tiap detik dengan ribuan isu, hoax, musibah, dsb, sebagian kita yang tak terasah logikanya dari buku dan pendidikan tinggi, cenderung jadi tumpul, menggampangkan kesimpulan, lalu kritik mentah ( mengkritisi tanpa solusi ). Derita musibah anak bangsa, pembantaian manusia di belahan bumi lain, jadi berita sambil lalu, yang tak menggunggah kesadaran nurani, apalagi menggerakkan tangan untuk menolong. Penjagalan manusia di Palestina, Suriah, Yaman, malah dijadikan alat intimidasi untuk menekan lawan politik, seperti yang dilakukan para pendukung ISIS, Takfir, HRS di sini : kamu gak nurut, kamu dibantai di jalanan. Otak orisinil mereka yang jarang dipakai, sisdiknas yang dibiayai APBN masih ber-output lulusan dan ASN berkualitas rendah ( apalagi pesantren pinggiran megap-megap yang tak terciprat APBN dan jebolannya gagal bertubi-tubi di semua lini kehidupan membentuk mereka sekeras itu, sebagian lain yang survive dan lebih arif memaknai hidup menjadi segigih itu ).

Ide pesantren didanai pendidikannya oleh APBN menjadi usulan pemirsa EMI ( MetroTV ), blog ini, ketum PPP, PKB dan cawapres 01, salah satunya, untuk memutus rantai kekerasan dan kekasaran ( hoax, hate speech ). Untuk bernalar logis butuh kalori dan asupan pendidikan bermutu.

( oke deh, sekarang saya pakai istilah gerombolan emosional/ kepala batu untuk menyebut mereka. Sepertinya bego, bukan 100% kesalahan mereka. Mungkin 99% -nya, hehe.. ). Peace, man…

TANAH PS 340. 000 ha. Wow !

Masa pemerintahan saya, tak ada pembagian konsesi seperti itu, kata Jokowi setelah menyebut kepemilikan tanah mantan menantu penguasa Orba seluas 340 ribu hektar ( keluarga Cendana lebih 3 juta ha ). Kontan BPN 02 merangsek protes pada wakil KPU yang nonton acara Debat kedua. Besoknya mereka lapor ke Bawaslu dengan tuduhan : menyerang pribadi. Wah ! Berlebihan.. rewel sekali gerombolan 02 ini ( gak sadar nyebut/ hoax Jokowi itu PKI, anti Islam, antek asing, penyiksa ‘ulama’, mabuk hutang sebagai menyerang pribadi sesungguhnya karena tak didasari fakta ). Sedangkan konsesi tanah seluas itu nyata adanya. Ada di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ( LHKPN ) atau berkas pencapresan di KPU. Jika tidak dicantumkan, berarti PS bermasalah, kata wakil TKN 01 ( Prime Time News, MetroTV, 19/2/2019 ). Hak publik dan pemilih untuk tahu rekam jejak dan kepemilikan harta kandidat yang akan dicoblosnya. Jika PS terus mendiskreditkan capaian petahana ( dengan data-dataan yang disuplai tim kampanye-nya, ketua BPN saja santai nge-hoax/ kampanye hitam ), boleh dong, Jokowi menggunakan data valid untuk mengkonter tuduhan PS yang bertubi-tubi ( mengkritisi tanpa solusi, tanpa gagasan berbeda, tak realistis, tak lebih baik dari yang dikritisinya ).

Menunjukkan kekurangan lawan adalah kampanye negatif ( masih dibolehkan dalam demokrasi, sepanjang mengacu data valid/ fakta ). Menegaskan kebijakan sertifikasi tanah, redistribusi lahan/ konsensi hutan sosial untuk rakyat dalam land reform masa Jokowi, dengan membandingkan konsesi tanah ribuan hektar bagi lingkaran rezim Orba, salah satunya PS, adalah relevan ( dan hak pemilih untuk tahu, macam apa kandidat pemimpinnya di masa depan ? Yang pro-KKN atau yang pro-rakyat ? ).

Itu HGU ( Hak Guna Usaha ), aku PS ketika kepepet. Saya akan memberikan dengan sukarela jika negara memerlukan, imbuhnya. ( tak perlu nunggu jadi presiden baru diberikan kan ? Beri rakyat atau para pendukungnya yang belum sejahtera itu masing-masing satu hektar sekarang kan lebih baik. 340.000 orang miskin terentaskan. Lebih realistis daripada retorika dan janji muluk tanpa impor dan hutang itu. Apalagi bubar dan punah ).

Sebagian pendukung 02 di medsos menyebut lahan luas itu bukan milik PS tapi HGU/ negara ( untuk sawit, latihan militer, dsb ). Semua bohong, MetroTV sudah lama bukan tontonannya, umpatnya sewot ( ini menjelaskan kenapa si sewot terus terpapar hoax tanpa ampun, karena ia melepas sumber kredibel yang diakui khalayak luas dan insan pers ). Pendukung 01 menjelaskan bahwa masa Orba, para kroni bisa mensiasati regulasi untuk memperkaya diri dan keluarganya tanpa diproses hukum ( belum ada KPK, atau siapa pun yang berani menentang hasrat istana/ penguasa Orba ).

Lebih 300 ribu hektar tanah yang diakui PS sebagai HGU ini sebetulnya dikuasai perusahaan yang terafiliasi dengan PS. Masa Jokowi sudah di-moratorium, kepemilikan lahan dalam jumlah besar oleh perusahaan tertutup ( keluarga, belum masuk bursa ) tak diperbolehkan lagi. Sebelumnya ( regulasi ), HGU ( untuk lahan luas, demi efesien dan ekonomisnya pengelolaann ) hanya diperbolehkan bagi perusahaan publik/ terbuka ( di bursa saham ). Atau rakyat kecil yang dikelola secara cluster oleh unit koperasi ( Prime Time News, 18/4/2019 ).

Sekitar 2,6 juta ha dari 12,6 juta ha tanah sudah disiapkan pemerintahan Jokowi-JK untuk rakyat ( konsesi tanah yang membolehkan warga setempat masuk hutan untuk menanam kacang, kopi, coklat, tanaman obat, dsb, atau bikin tambak ikan di area hutan bakau, selama 35 tahun, sepanjang tak merusak kelestarian hutan/ flora fauna yang dilindungi negara ). Ada dua hal dalam program reforma agraria : sertifikasi tanah memberi kepastian hukum agar tak mudah diserobot orang lain/ perusahaan atau jadi sumber konflik, dan akses ke perbankan untuk instrumen kesejahteraan rakyat. Target sertifikasi tanah sebanyak 5,4 juta ha ( tercapai tahun 2016 ), 7 juta ( tercapai 2017 ), 9,3 juta ha ( tercapai 2018 ), 10 juta ha ( target tahun 2019 ).

Sekitar Rp 150.000 sd 300.000 perlu dikeluarkan warga yang belum bikin patok untuk lahannya yang akan disertifikasi ( harga di Jawa ). Yang sudah punya patok dan berkasnya, tinggal ke kantor BPN tak perlu bayar lagi untuk mendapat legalisasi hak atas tanahnya berupa sertifikat tanah.

UNICORN YANG ON LINE ITU ?

Sebagian bilang, Jokowi menjebak dengan pertanyaan unicorn ( pemred Don bilang ngetes, lalu terkekeh ). Para pendukung 02 sangat gusar karenanya. Padahal itu otentisitas yang dicari pemilih dari kandidat dalam Debat: seberapa jauh sih capres mengenal milenial yang jadi pemilih terbanyak di Pilpres 17 April 2019 ?

PS malah mencemaskan lebih banyak uang yang lari ke luar negeri dari on line-on line itu, setelah hanya Rp 5.465 triliun dana di bank dalam negeri, sementara Rp 11.000 triliun dana WNI ada di bank asing ( surga bebas pajak di Cayman Island, Singapura, Virgin British Island, China, dsb ). Wah, gak up to date nih PS..

Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan rintisan ( bisnis start up idaman kaum milenial ) yang melesat cepat ( kurang dari 18 tahun ) meraih omzet 1 miliar USD ( Rp 14 triliun per tahun ) atau lebih ( di China seperti Alibaba, di AS seperti Amazon, bahkan mencapai 30-100 miliar USD omzetnya per tahun ). Di ASEAN atau Asia Tenggara, ada 7 unicorn yang berjaya, 4 di antaranya dari Indonesia ( Gojek, BukaLapak, Tokopedia dan Traveloka ) yang didirikan anak muda ( yang produktivitasnya melebihi sebagian dirut BUMN yang digaji fantastis melebihi orang paling pusing di negeri ini/ presiden ). Produsen dan mall top dalam negeri sudah masuk/ investasi ke para unicorn ini. Investor asing yang berani mengundi profit 90 % gagal : 10 % sukses di bisnis semacam ini, belum menangguk untung ( apalagi membawanya ke luar negeri ). Indonesia cuma perlu menyiapkan regulasi untuk menahan uang asing bertahan sebagian besar di Indonesia dengan berbagai insentif agar mau stay di sini 30 tahun, misalnya. Uang tak mengenal batas negara dan keyakinan. Selama menguntungkan di satu tempat, uang akan bertahan di situ. Sementara itu, anak muda kita sudah punya kerja, karya, harga diri dan penghasilan memadai. Bahkan di Papua Barat ( kata pemirsa EMI dari Papua ), Gojek sudah merambah jalanan, mengantar warga dan barang, memberi harapan baru bagi para pemuda di sana.

PS pernah menyindir : lapangan kerja bertambah, tapi ojek on line ( bukan dokter, insinyur yang dianggapnya bermartabat ). Lho, ini jamannya shifting, di mana banyak perusahaan konvensional gulung tikar karena gaptek dan telat mendisrupsi diri. Dengan hasil sisdiknas yang belum prima, apa yang bisa diharapkan ? Get real..

Lagi pula, tak sedikit orang sudah punya posisi di perusahaan lama, memilih keluar, lalu kerja sebagai driver on line yang lebih fleksibel jam kerjanya, bisa nyambi jualan on line hasil masak isteri atau hasta karya anaknya ( dekat keluarga ). Seperti Ahmad Zaki, founder Buka Lapak yang mengorkestrasi lebih 4 pejuta pelapak, rekan pengelola, ribuan produsen, puluhan investor dan ratusan juta prospek/ pembeli tanpa perlu banyak aset yang mengurangi kekayaannya. Hepi kan ?

PS juga perlu tahu, para driver on line ini banyak yang mondar mandir naik pesawat terbang, plesiran ke luar negeri, bahkan umrah dan naik haji, yang waktu di perusahaan lama cuma lamunan belaka. Jika biro travel konvensional banyak yang tutup gara-gara Traveloka, PS mesti berpikir, bahwa lahir lebih banyak agen-agen travel baru yang lebih gesit dan adaptif dengan kebutuhan zaman ( pemerataan kesejahteraan, up grade SDM dari unicorn satu ini ). So, kehadiran para unicorn perlu disambut optimis dan difasilitasi pengembangannya.

Palapa ring ( konektivitas ) di WIB, WITA sudah 100%. Di WIT ( Waktu Indonesia Timur ) kini mencapai 90%, Juli 2019 nanti kelar 100% dalam menyambungkan backbone ( kabel serat optis bawah laut ? ) dengan broadband ( internet berkecepatan tinggi ) yang memudahkan program kreatif milenial dilihat dunia dan dilirik unicorn kelas dunia yang tertarik menanamkan investasinya. Ringkasnya, dana Indonesia tak keluar, justru dana luar yang masuk Indonesia.

Pemerintahan Jokowi akan menyiapkan 1000 program start up baru untuk jadi unicorn berikutnya. Akan dipersiapkan infrastruktur untuk mendukungnya/ konektivitas ( Prime Time News, 18/2/2019 ).

Targetnya, untuk bisnis digital unicorn tercapai omzet 130 miliar USD pada tahun 2020 ( EMI, 19/2/2019 ). Menkeu Sri berupaya menjalin kerjasama dengan kementerian riset dan dikti untuk menggenjot SDM kaum muda dan memperbesar anggaran untuk riset terkait bisnis start up sekelas unicorn.

So, curhat Zaky tentang target optimis pemerintah dan infrastruktur pendukungnya sudah terjawab kini ( next time lebih hati-hati mem-publish keluhan tanpa riset memadai di medsos yang dikuasai gerombolan #ganti presiden. Kemampuan besar disertai tanggung jawab besar, kata kakek Spiderman. Kalau sudah di posisi setajir ini, sepengaruh ini, jago digital saja tak cukup. Perlu memperluas wawasan. Pahami konstelasi politik, stabilitas ekonomi dan keamanan negeri di mana Buka Lapak berada dan diayomi. Minimal menyimak berita Prime Time News di MetroTV tiap jam 18-19 petang, atau “Mata Najwa” di TransTV tiap Rabu, jam 20-22 malam, atau baca blog ini tiap minggu yang saya bikin seperti kliping isu aktual bagi warga di Indonesia dan luar negeri yang ingin tahu negeri ini mau di bawa ke mana, agar bisa mengantisipasi segala riak yang terjadi dan tahu bagaimana seharusnya bertindak atau membawa diri ). Zaki sudah minta maaf atas ketidaktahuannya, sehingga tak perlu di-uninstall bisnisnya. Saya yakin Jokowi lebih mampu mewujudkan target unicorn, ketimbang PS yang unicorn saja dia tak paham. Anda setuju ?

SAMPAH PLASTIK BAGAIMANA ?

Pemerhati lingkungan, setidaknya yang tergabung di komunitas Greenpeace Indonesia, kemarin menyesalkan isu sampah plastik yang tak disinggung kedua capres di Debat kedua. Padahal Indonesia adalah negara kedua di dunia yang terbanyak membuang sampah plastik, setelah China. Di laut, paus sperma dan spesies lain, banyak yang mati karena termakan atau terlilit plastik. Jika terus dibiarkan, akan mengurangi jumlah ikan di laut dan serpihan plastik mikro yang termakan manusia bisa menyebabkan penyakit kanker yang membunuh jika terakumulasi.

Gerakan Kangpisman ( kurangi, pisahkan, manfaatkan ) yang dimulai di 8 kelurahan percontohan dari 150 kelurahan di Kota Bandung belum berjalan maksimal. Sebagian warga di 8 kelurahan masih merasa ribet, belum terbiasa memilah, belum paham manfaatnya terhadap keberlangsungan ekosistem laut, terhadap penghuni daratan / harga ikan di pasar, kesehatan manusia, mencegah tsunami akibat longsor sedimen sampah, dan penghematan APBD Kota Bandung. Dari satu ember makanan sisa di satu RT saja sudah terkumpul 25 kg sampah. Dikali empat ember, jumlah RT, jumlah RW, jumlah kelurahan sudah lumayan efesiensinya.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup pemkot sempat turun memantau pengambilan sampah warga, agar target walikota Oded bisa lebih cepat tercapai. Saat ini, sudah ada wakil dari kelurahan masing-masing yang mendampingi tukang sampah RT mengambil sampah warga. Bulan ini didahulukan ember makanan sisa ( yang basi atau tak termakan ) untuk jadi bahan komposer. Bulan depan mungkin dikumpulkan pilahan ranting dan sampah kebun untuk bahan biogester yang akan diolah komunitas yang mengambilnya di kelurahan. Bertahap sesuai kemampuan nalar warga. Saat ini naruh puntung rokok di ember mana saja mereka masih lieur…

Saya dengar, ada mesin pengelola sampah apa saja hasil riset anak kampus Kota Bandung yang akan diproduksi massal untuk mengurangi sampah di tiap kelurahan. Semoga Kangpisman ini bisa jadi gerakan nasional sehingga laut Indonesia menjadi yang terbersih di dunia. Amiin..

Sampai ketemu di Debat Capres ketiga ( 17 Maret 2019 ) dengan cawapres SU dari 02 yang merasa sungkan dengan cawapres Ma’ruf dari 01 ( ini sungkan jenis membungkus ketidaktahuan atau santun pencitraan ya ? ). Yang jelas, pertarungan antar kaum muda dan kaum tua dengan selisih usia 25 tahun ini patut ditunggu pemirsa. Akankah yang muda yang progresif atau yang tua yang kadaluarsa ? Atau sebaliknya, yang kyai tapi jiwa muda nan progresif ? Tunggu tanggal mainnya. See you..!

Ingat… Pemilu Serentak, Rabu 17 April 2019… Cek nama anda KLIK https://t.co/iEyClkyhS6 | Jika anda perantau/bekerja/kuliah/berobat di luar wilayah KTP el tempat anda terdaftar, segera urus A5 pindah memilih di KPU Kab/Kota asal atau tujuan #KPUmelayani #SukseskanPemilu2019 https://t.co/PQLKhy4eUY Silakan memilih di TPS sekitar kampus, deket tempat kost anda misalnya… Terlebih dahulu anda urus form A5 pindah memilih di KPU kab/kota…

—————–

GREAT PERSON :

Pertama kali saya terkesan pada sosok ini ketika ia jadi narsum Editorial Media Indonesia ( EMI ) di MetroTV dan menjelaskan pendapatnya tentang caleg ex-napikor yang ngotot bercokol di DCT dan diluluskan MA. KPU vs Bawaslu berselisih sengit tentang keikutsertaan caleg bermasalah ini sampai mantan ketua MK, Mahfud MD memberi solusi dan menjadi Great Person pertama di blog ini.

( kabar terakhir 81 caleg ex-napikor lolos mejeng di DCT tanpa KPU sempat memberi jeruji di foto mereka di surat suara, atau memasangnya di TPS karena mepet, ribet dan anggaran, sehingga kerja Perludem makin berat untuk membendung caleg bermasalah masuk parlemen. Di web KPU pun, banyak caleg yang tak tersedia riwayatnya. Hanya partai Nasdem dan PSI yang bersih calegnya dari tipikor sehingga disarankan untuk dicoblos jika pusing mengingat 81 nama tsb ).

Setelah itu, pemudi berjilbab ini sering diundang di talkshow TV lainnya dan bersuara mantap, berartikulasi jelas, gigih berdebat dan tekun mengajak pemirsa, warga Indonesia untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

Berbagai upaya dan acara diselenggarakannya untuk mengedukasi WNI agar pintar memilih calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Rilis info di akunnya dan web komunitasnya, Perludem, makin gencar dua bulan menjelang pemilu 17 April 2019. Jika pemilu ini sukses, boleh dibilang dia punya andil besar di dalamnya, selain KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara resmi. Dia seperti mewakili suara publik cerdas/ civil society yang ingin memastikan pemilu berlangsung lancar, berkualitas sampai terpilih pemimpin dan wakil rakyat terbaik bagi negeri ini.

Bagaimana dia bisa bicara sefasih itu tentang pemilu ? Rupanya, aktivis pengamat pemilu dan demokrasi ini pernah bekerja pada International Foundation for Electoral Systems (IFES Indonesia), International Republican Institute (IRI), Democratic Reform Support Program (DRSP) RTI-USAID, Kemitraan untuk Pembaruan Tata Pemerintahan, Elections Program UNDP, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias.

Wanita kelahiran Palembang 1979 ini pada tahun 2016 juga menerima Silver Award (Second Prize) dari The Third Annual Open Government Awards yang diberikan di Paris, Prancis mewakili PERLUDEM yang dipimpinnya.

Hmm.. pantes jago. Siapa dia ? The woman of this post is… Titi Anggraini.

Akun Titi di Twitter.

Tadi pagi tumpengan bersama Arief Budiman (KPU), Abhan ( Bawaslu), Titi Anggraini (Perludem), Masduki Baidhowi (MMD Initiative) utk berdoa bagi jelancaran Pemilu. Pemilu jaman sekarang sdh diatur dan penyediaan instrumen2 lembaga yg independen. https://t.co/6WdFCAz4YI

Sob, yuk kita diskusi bareng agar #pintarmemilih pada hari pemungutan suara Rabu, 17 April 2019 nanti. Pemilu hanya akan bermakna bila pemilihnya punya informasi dan pengetahuan cukup utk membuat keputusan hari H kelak. Baik info teknis memilih, dan khususnya soal para kontestan. https://t.co/odqIVLXq34

Data lengkap jumlah caleg per partai yang tidak bersedia membuka daftar riwayat hidupnya. Nyaleg tapi “private profile”. Caleg kok introvert, gak mau kenalan sama pemilih… 🤔 https://t.co/chvbF4I7Gr

Mohon konfirmasi dari @KPU_ID sebab sbg pemilih kami pun paling dirugikan harus meraba-raba untuk tahu riwayat hidup para caleg. Padahal semua bilang spy jangan “beli kucing dalam karung”. Cc @mas_abudiman @ilhams21 @PramonoUtan @masws1533 @viryanazis @hsym_asyari @novida_evi https://t.co/9nIulWRgCQ

Baru..!! Peraturan KPU No.3 Pemungutan & Penghitungan Suara, No.4 Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara & Penetapan Hasil Pemilu, No.5 Penetapan Paslon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi & Penetapan Calon Terpilih, KLIK https://t.co/E2L7Myl6vw #KPUmelayani #SukseskanPemilu2019 https://t.co/GR1dbtlVOH

—————-

INFO BANDUNG, JAWA BARAT :

——–

INFO MEDSOS :

“Jokowi”- drawed by Vitrisa.

DEBAT CAPRES TANPA ISU PERUBAHAN IKLIM

Telah usai sudah #DebatPilpres2019 kedua yang membahas tema lingkungan, energi dan pangan, namun baik @jokowi maupun @prabowo tidak ada yang menyebutkan soal ancaman terbesar terhadap lingkungan Bumi dan umat manusia abad ini, yaitu : Perubahan Iklim!
Ini menyedihkan…
https://t.co/cG5NJj8s8E

DEFORESTASI MENURUN

1,8 juta ha ( tahun 2016 ), 630 ha ( tahun 2017 ), 450. ha ( tahun 2018) terjadi penurunan deforestasi. Kondisi lingkungan lebih baik, kata menteri KLH ( EMI, 13/2/2019 ).

Isu perubahan iklim mungkin lupa dibahas di forum Debat Capres, tapi sudah diupayakan pencegahannya di lapangan, salah satunya dengan mengurangi pembalakan liar atau pengundulan hutan. Hutan sebagai paru-paru dunia dan daerah tangkapan air hujan bisa mengurangi resiko banjir, longsor, dsb.

REUSE SAMPAH PLASTIK DAN KERTAS.

Sampah menumpuk mau diapakan ? Dibuang ? Suka diminta duit ekstra oleh tukang sampah RT, karena pemda mengeluarkan biaya tak kecil untuk menyewa lahan TPA. Yuk, kita kurangi sampah yang keluar dari rumah kita. Caranya ?

Gunakan plastik bekas belanjaan untuk melapisi keranjang sampah. Kan sering sisa kuah di piring habis makan atau hidangan merembesi keranjang sampah kan ? Apalagi kalau sudah retak. Ihh.. bikin kotor lantainya !

Plastik bekas juga bisa dipakai membungkus sepatu yang kita bawa di tas/ koper, atau mengamankan sepatu yang disimpan di pojok ruangan, agar tak jadi sarang laba-laba.

Sampah kertas bekas dikumpulkan lalu dijepit rapi. Gunakan baliknya yang masih kosong untuk notes. Bisa ditaruh di dekat telpon, buat mencatat pesan atau nomor telpon dadakan. Kalau saya, buat nyatet daftar belanja sebelum ke pasar. Supaya gak kelamaan di pasar lalu tahu-tahu anggaran belanja membengkak, terbuai rayuan pedagang. Ihh.. jangan sampai terulang.

Koran, majalah dan kain bekas bisa dipakai alas tidur kucing kesayangan, atau alas tetesan cat agar tak membekas di lantai saat kita merenovasi kamar. ( IDEA 56/V/2008 )

Botol plastik, kardus bekas dan wadah es krim bisa dipakai untuk polibag, tempat tumbuh tanaman baru untuk menyemarakkan halaman rumah anda. Ada penghijauan, ada oksigen. Hmm.. segar.!

Kita jaga alam. Alam jaga kita.

TOL KALIMANTAN 85% SELESAI

Pulau Kalimantan akan punya jalan tol untuk pertama kalinya. Panjangnya 99,35 km, dari Balikpapan sampai Samarinda. Sampai awal bulan ini, konstruksinya sudah mencapai 85,7%.

Jalan tol ini memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda, dari tiga jam jadi hanya satu jam. https://t.co/HNa8ekF7tP

KURSUS JURNALIS TEMPO

Halo, saya Putri Faradila dari Divisi Pelatihan Tempo Institute. Anda ingin ikut kursus intensif plus praktik di ruang redaksi Tempo? ( Tempo, 28/1/2019

TEMPO Institute membuka kesempatan bagi jurnalis muda, blogger, freshgraduate, atau siapa saja yang ingin mendalami jurnalisme ala TEMPO.

Kursus ini akan berlangsung selama empat bulan. Peserta wajib mengikuti kelas pendalaman teori jurnalistik sebanyak empat kali pertemuan yang disertai dengan praktik dan mentoring. Kemudian dilanjutkan dengan magang tiga bulan di newsroom TEMPO. Selama magang, peserta akan mendapat penugasan liputan untuk Tempo.co, Koran TEMPO maupun Majalah TEMPO.

Hasil penugasan akan diulas dan dievaluasi oleh mentor pendamping secara reguler. Agar peserta dapat mengambil pembelajaran setiap kekurangan untuk perbaikan penugasan berikutnya. Peserta yang dinyatakan lolos magang, akan mendapat kesempatan magang tahap selanjutnya.
Jangan tunggu nanti, ayo ikut cicipi newsroom TEMPO.

Hubungi kami melalui:
– WhatsApp 0812-8815-1738 (Putri)
– Email info@tempo-institute.org
– Website kelas.tempo-institute.org

Waktu
08, 09, 16, 23 Februari 2019
09:00 – 17:00 WIB
+ Magang 3 Bulan di Newsroom TEMPO

Di Kursus Jurnalistik Intensif, kamu akan mempelajari: • Peran media
• Kalimat efektif
• Menulis berita
• SEO
• Kode etik jurnalistik
• Pendampingan intensif
• Magang 3 bulan di Dapur TEMPO

Sudah termasuk: Buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur TEMPO, T-Shirt Tempo Institute, makan siang & snack, voucher kelas online Rp150.000, sertifikat, alat tulis.

Investasi
Rp6.000.000

Mari ikut #kelastempoinstitute
#KursusJurnalistikIntensif

Written by Savitri

20 Februari 2019 at 16:26